Back to announcement
20230731_SMKM_Laporan Informasi dan Fakta Material_31356154_lamp2.pdf
Financial statement Text extracted SMKMSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 39
Page 1
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023 SERTA
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Page 2
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 30 JUNI 2023 SERTA
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Daftar isi
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan ……………………………………………………….…..……………. 1-2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain …………………….…..…………… 3
Laporan Perubahan Ekuitas …………………………………..………..………..….…………… 4
Laporan Arus Kas …………………………………………………………………….……………. 5
Catatan atas Laporan Keuangan ..………………………………….……………………………. 6 - 36
Page 3
Page 4
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2023 31 Desember 2022
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 2e,2f,4,18 115.871.310.123 112.475.650.908
Piutang usaha 2e,5,18 38.260.715.781 -
Uang muka 2m,6 52.635.370.505 87.551.986.590
Jumlah Aset Lancar 206.767.396.409 200.027.637.498
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp8.074.171.456 pada tanggal
30 Juni 2023 dan
Rp6.805.330.681 pada tanggal
31 Desember 2022 2h,2i,7,13 2.368.252.244 3.595.456.019
Aset tak berwujud - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp111.395.834 pada tanggal
30 Juni 2023 dan
Rp44.041.667 pada tanggal
31 Desember 2022 501.604.166 479.958.333
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.869.856.410 4.075.414.352
JUMLAH ASET 209.637.252.819 204.103.051.850
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
1
Page 5
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2023 31 Desember 2022
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Beban yang masih harus dibayar 2e,18 - 422.877.940
Utang dividen 1.253.000.000 -
Pendapatan diterima di muka 2n 3.789.000.000 3.789.000.000
Utang pajak 2j,8a 1.071.975.057 3.237.561.370
Bagian utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun:
Utang pembelian aset tetap 2e,18 67.170.000 111.950.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 6.181.145.057 7.561.389.310
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Utang pembelian aset tetap 2e,18 156.730.000 179.120.000
Liabilitas imbalan kerja karyawan 961.225.872 845.825.980
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 1.117.955.872 1.024.945.980
JUMLAH LIABILITAS 7.299.100.929 8.586.335.290
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
Rp100 per saham
Modal dasar - 4.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 1.253.000.000 saham 9 125.300.000.000 125.300.000.000
Tambahan modal disetor 10 38.214.800.000 38.214.800.000
Saldo laba
Belum ditentukan penggunaannya 38.623.351.890 31.901.916.560
Telah ditentukan penggunaannya 200.000.000 100.000.000
JUMLAH EKUITAS 202.338.151.890 195.516.716.560
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 209.637.252.819 204.103.051.850
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
2
Page 6
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2023 30 Juni 2022
PENDAPATAN 2n,11 77.200.555.713 70.568.076.350
BEBAN POKOK PENDAPATAN 2n,12 61.760.444.571 56.454.461.080
LABA KOTOR 15.440.111.142 14.113.615.270
BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 2n,7,13 7.511.921.285 3.699.508.599
LABA USAHA 7.928.189.857 10.414.106.671
Penghasilan (beban) lain-lain - bersih 146.245.473 24.477.221
LABA SEBELUM BEBAN
PAJAK PENGHASILAN 8.074.435.330 10.438.583.892
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2j,8b - 2.291.103.320
LABA TAHUN BERJALAN 8.074.435.330 8.147.480.572
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN - -
TOTAL LABA KOMPREHENSIF 8.074.435.330 8.147.480.572
LABA PER SAHAM 2o,14 6,96 7,02
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
3
Page 7
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo Laba
Modal Saham
Ditempatkan dan Tambahan Modal Belum Ditentukan Telah ditentukan
Disetor Penuh Disetor Penggunaannya penggunaannya Jumlah Ekuitas
-
Saldo, 1 Januari 2022 100.000.000.000 - 22.747.819.960 122.747.819.960
Setoran modal 25.300.000.000 - - - 25.300.000.000
Tambahan modal disetor - 38.214.800.000 - - 38.214.800.000
Laba periode berjalan - - 8.147.480.572 - 8.147.480.572
Saldo, 30 Juni 2022 125.300.000.000 38.214.800.000 30.895.300.532 - 194.410.100.532
Pembentukan cadangan umum - - (100.000.000) 100.000.000
Laba periode berjalan - - 1.133.753.772 - 1.133.753.772
Beban komprehensif lain - - (27.137.744) - (27.137.744 )
Saldo 31 Desember 2022 125.300.000.000 38.214.800.000 31.901.916.560 100.000.000 195.516.716.560
Dividen - - (1.253.000.000) - (1.253.000.000 )
Pembentukan cadangan umum - - (100.000.000) 100.000.000 -
Laba periode berjalan - - 8.074.435.330 - 8.074.435.330
Saldo, 30 Juni 2023 125.300.000.000 38.214.800.000 38.623.351.890 200.000.000 202.338.151.890
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
4
Page 8
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023 30 Juni 2022
ARUS KAS UNTUK
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 38.427.839.932 3.007.686.022
Pembayaran kepada pemasok (30.446.125.051 ) (129.280.313.380 )
Pembayaran kepada karyawan (2.140.442.460 ) (1.460.000.000 )
Pembayaran pajak (3.699.401.039 ) (738.771.768 )
Kegiatan operasional lainnya 1.451.594.833 24.477.221
Arus Kas Bersih Diperoleh
dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi 3.593.466.215 (128.446.921.905 )
ARUS KAS UNTUK AKTIVITASI
INVESTASI
Perolehan aset tetap (41.637.000 ) (134.143.000 )
Perolehan aset tak berwujud (89.000.000 ) -
Arus Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (130.637.000 ) (134.143.000 )
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Tambahan modal disetor - 38.023.061.357
Setoran modal - 25.300.000.000
Utang Pembiayaan (67.170.000 ) (22.390.000 )
Arus Kas Bersih Diperoleh
dari Aktivitas Pendanaan (67.170.000 ) 63.300.671.357
KENAIKAN (PENURUNAN)
BERSIH KAS DAN BANK 3.395.659.215 (65.280.393.548 )
KAS DAN BANK AWAL
TAHUN/PERIODE 112.475.650.908 90.420.429.620
KAS DAN BANK AKHIR
TAHUN/PERIODE 115.871.310.123 25.140.036.072
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
5
Page 9
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum Perusahaan
PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (“Perusahaan”) didirikan pada mulanya dengan nama PT Rubenindo
Artha Subur didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Notaris E. Sianipar, S.H., No. 07 tanggal
4 Februari 1981. Akta pendirian tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman
Republik Indonesia melalui surat No. Y.A.5/256/10, tanggal 16 Mei 1981. Nama Perusahaan berubah
dari PT Rubenindo Artha Subur menjadi PT Sumber Mas Konstruksi Tbk berdasarkan Akta Notaris
Bliamto Silitonga, S.H. No. 28 tanggal 14 Februari 2020. Akta perubahan ini telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat Keputusan No. AHU-0009280.AH.01.10 tanggal
27 Februari 2020. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dinyatakan dengan Akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn, No.15 tanggal 12 Januari 2022 mengenai
perubahan susunan pemegang saham.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
berusaha dalam bidang konstruksi. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perusahaan
melaksanakan kegiatan usaha utamanya dengan rincian sebagai berikut:
1. Konstruksi bangunan sipil jalan
2. Konstruksi gedung perkantoran
Selain kegiatan usaha utama tersebut, Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan usaha penunjang
yaitu konstruksi bangunan sipil jembatan, jalan layang, fly over dan underpass. Perusahaan memulai
kegiatan operasi komersialnya sebagai perusahaan konstruksi kelas menengah pada tahun 2017.
Perusahaan berkedudukan di Jakarta dengan kantor berlokasi di Graha Mustika Ratu lantai 5, Jalan
Gatot Subroto Nomor 74-75, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Entitas Induk langsung Perusahaan adalah PT Vina Nauli Jordania yang mayoritas sahamnya dimiliki
oleh Intan Magdalena.
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 25 Februari 2022, Perusahaan telah memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa
Keuangan melalui Surat No. S-33/D.04/2022 untuk melakukan penawaran umum perdana saham biasa
melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 250.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per
saham dan pada harga penawaran Rp264 per saham. Perusahaan telah mencatatkan seluruh
sahamnya pada BEI pada tanggal 9 Maret 2022 dengan biaya emisi sebesar Rp2.785.200.000.
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan, Audit Internal dan Karyawan
Pada tanggal 30 Juni 2023, susunan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris Direksi
Komisaris Utama : Intan Magdalena Direktur Utama : Budi Aris P
Komisaris : Untung Surono Direktur : Amaldin
Komisaris Independen : Monang Tua Sitanggang
Pada tanggal 31 Desember 2022, susunan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris Direksi
Komisaris Utama : Intan Magdalena Direktur Utama : Budi Aris P
Komisaris : Ismadi Bin Isenin Direktur : Budiman Pramonosidi
Komisaris Independen : Monang Tua Sitanggang
6
Page 10
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan, Audit Internal dan Karyawan
(lanjutan)
Manajemen kunci adalah Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan. Ruang lingkup Direktur Utama
mencakup bidang sumber daya manusia, keuangan dan akuntansi dipimpin oleh
Budi Aris P dan ruang lingkup Direktur mencakup pemasaran dan operasional dipimpin oleh Budiman
Pramonosidi.
Susunan anggota komite audit Perusahaan pada 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Ketua : Monang Tua Sitanggang, SE, SH
Anggota : Rinaldi Vivenda, SE, CPAI, CPA
Anggota : Yoyo Karioso, SE
Pada tanggal 30 Juni 2023, Sekretaris Perusahaan Perusahaan adalah Pandapotan Manik.
Pada tanggal 30 Juni 2023, Auditor Internal dan Kepala Unit Audit Internal Perusahaan adalah Sobirin,
SE.
Imbalan jangka pendek berupa gaji dan tunjangan yang diberikan kepada Komisaris dan Dewan
Direksi untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022, secara keseluruhan masing-
masing berjumlah sebesar Rp1.080.000.000 atau mewakili masing-masing 48,05% dan 70,45% dari
jumlah beban gaji dan tunjangan dalam akun “Beban Umum dan Administrasi”.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan masing-masing memiliki 28 dan 24
karyawan tetap (tidak diaudit).
d. Penyelesaian Laporan Keuangan
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan ini yang telah
diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan oleh manajemen Perusahaan pada tanggal
31 Juli 2023.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (dahulu PT Rubenindo Artha Subur) disusun
berdasarkan standar akuntansi keuangan di Indonesia yaitu Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
(SAK), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia (DSAK-IAI) serta peraturan regulator pasar modal untuk entitas yang berada di bawah
pengawasannya.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras dengan
kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, kecuali bagi penerapan beberapa PSAK yang telah
direvisi. Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan terkait atas laporan keuangan, beberapa standar
akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2023.
Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan dasar akrual dengan
menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan
pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
7
Page 11
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan (lanjutan)
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas
dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah, yang
merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik atas kinerja keuangan Perusahaan, karena sifat dan
jumlahnya yang signifikan, beberapa item pendapatan dan beban telah disajikan secara terpisah.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia
mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk
membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan. Area yang
kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana asumsi dan
estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan di Catatan 3.
b. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun
Berjalan
Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah menerapkan standar dan sejumlah amendemen/
penyesuaian/interpretasi PSAK yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi
yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2022. Penerapan atas PSAK revisi tidak mengakibatkan perubahan
atas kebijakan akutansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang
dilaporkan pada tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
- Amendemen PSAK 73 - Konsesi sewa terkait Covid-19 setelah 30 Juni 2021
Amendemen tersebut memperpanjang kebijakan praktis konsesi sewa terkait Covid-19 dimana
segala bentuk pengurangan pembayaran sewa hanya memengaruhi pembayaran sewa pada atau
sebelum tanggal 30 Juni 2022.
- PSAK 57 (Amendemen), “Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi”: Kontrak
Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak
Amendemen ini mengklarifikasi biaya untuk memenuhi suatu kontrak dalam kaitannya dalam
menentukan apakah suatu kontrak merupakan kontrak memberatkan.
Amendemen PSAK 57 mengatur bahwa biaya untuk memenuhi kontrak terdiri dari biaya yang
berhubungan langsung dengan kontrak. Biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak terdiri
dari biaya inkremental untuk memenuhi kontrak tersebut (misalnya tenaga kerja langsung atau
material) dan alokasi biaya lain yang berhubungan langsung untuk memenuhi kontrak (misalnya
alokasi biaya penyusutan atas aset tetap yang digunakan dalam memenuhi kontrak tersebut).
- PSAK 71 (Penyesuaian Tahunan 2020), “Instrumen Keuangan”
PSAK 71 (Penyesuaian 2020) mengklarifikasi fee (imbalan) yang diakui oleh peminjam terkait
penghentian pengakuan liabilitas keuangan. Dalam menentukan fee (imbalan) yang dibayarkan
setelah dikurangi fee (imbalan) yang diterima, peminjam hanya memasukkan fee (imbalan) yang
dibayarkan atau diterima antara peminjam dan pemberi pinjaman, termasuk fee (imbalan) yang
dibayar atau diterima baik peminjam atau pemberi pinjaman atas nama pihak lain.
- PSAK 73 (Amendemen), “Sewa”: Konsensi sewa terkait Covid-19 setelah 30 Juni 2021
PSAK 73 (Penyesuaian Tahunan 2020) menghilangkan dari contoh ilustrasi penggantian biaya
properti sewaan dari pesewa untuk mengatasi potensi kebingungan terkait perlakuan insentif sewa
yang mungkin timbul karena bagaimana insentif sewa diilustrasikan dalam contoh tersebut.
8
Page 12
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum
Diterapkan
Pada tanggal persetujuan laporan keuangan, standar dan amendemen-amendemen atas PSAK yang
relevan bagi Perusahaan, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif, dengan penerapan dini
diijinkan, adalah sebagai berikut:
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023
- PSAK 1 (Amendemen) Penyajian Laporan Keuangan: Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek
atau Jangka Panjang
Amendemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan” mengklarifikasi bahwa kewajiban
diklasifikasikan sebagai lancar atau tidak lancar, berdasarkan pada hak yang ada pada akhir
periode pelaporan. Klasifikasi tidak terpengaruh oleh ekspektasi entitas atau peristiwa setelah
tanggal pelaporan (misalnya penerimaan waiver atau pelanggaran perjanjian). Amendemen
tersebut juga mengklarifikasi apa yang dimaksud PSAK 1 perihal 'penyelesaian' liabilitas.
Amendemen tersebut dapat memengaruhi klasifikasi liabilitas, terutama untuk entitas yang
sebelumnya mempertimbangkan intensi manajemen untuk menentukan klasifikasi dan untuk
beberapa liabilitas yang dapat dikonversi menjadi ekuitas.
- PSAK 16 (Amendemen) Aset Tetap: Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan
Amendemen tersebut melarang entitas untuk mengurangi biaya perolehan aset tetap dari
penerimaan dari penjualan yang dihasilkan oleh aset tetap sebelum penggunaan yang diintensikan.
Penerimaan atas penjualan memenuhi definisi pendapatan dan oleh karena itu harus diakui dalam
laba rugi.
- PSAK 25 (Amendemen) Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan:
Definisi Estimasi Akuntansi
Amendemen tersebut memperkenalkan definisi 'estimasi akuntansi' dan mengklarifikasi perbedaan
antara perubahan estimasi akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan.
Amendemen tersebut juga mengklarifikasi bagaimana entitas menggunakan teknik pengukuran dan
input untuk mengembangkan estimasi akuntansi.
- PSAK 1 (Amendemen) Penyajian Laporan Keuangan: Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
Amendemen ini memberikan panduan dan contoh untuk membantu entitas menerapkan
pertimbangan materialitas dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amendemen tersebut
bertujuan untuk membantu entitas menyediakan pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih
berguna dengan mengganti persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan
entitas dengan persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' entitas dan
menambahkan panduan tentang bagaimana entitas menerapkan konsep materialitas dalam
membuat keputusan tentang pengungkapan kebijakan akuntansi.
9
Page 13
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum
Diterapkan (lanjutan)
- PSAK 46 (Amendemen), “Pajak Penghasilan”: Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang
Timbul dari Transaksi Tunggal
Amendemen ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun liabilitas pajak tangguhan pada
saat pengakuan awalnya sebagai contoh dari transaksi sewa, untuk mengeliminasi perbedaan
praktik saat ini atas transaksi tersebut dan transaksi lain yang serupa.
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024
- PSAK 1 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Liabilitas Jangka Panjang dengan
Kovenan
Dalam amendemen ini liabilitas jangka panjang dengan kovenan disajikan sebagai liabilitas jangka
pendek atau panjang bergantung pada ada atau tidaknya hak untuk menunda penyelesaian
liabilitas. Kovenan dalam hal ini dibagi menjadi kovenan yang memengaruhi dan tidak
memengaruhi hak untuk menunda penyelesaian liabilitas setidaknya 12 bulan setelah periode
pelaporan.
- PSAK 73 (Amendemen), “Sewa”: Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa Balik
Amendemen ini memberikan penegasan atas pengukuran selanjutnya untuk aset hak-guna dan
liabilitas sewa dari transaksi jual dan sewa-balik. Penjual-penyewa (seller-lessee) mengukur
liabilitas sewa dengan suatu cara sehingga tidak akan mengakui jumlah keuntungan atau kerugian
yang terkait dengan hak guna atas aset yang masih dipertahankannya.
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, dampak dari penerapan standar, amendemen
dan interpretasi tersebut terhadap laporan keuangan tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh
manajemen.
d. Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang
Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
lancar/tak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
i) akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
ii) untuk diperdagangkan,
iii) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas
kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas
dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan lancar/jangka pendek bila:
i) akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
ii) untuk diperdagangkan,
ii) akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
iii) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan
setelah tanggal pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
10
Page 14
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan.
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.
Klasifikasi
i. Aset keuangan
Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i) biaya
perolehan diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI”), dan (iii)
nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).
Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
dipenuhi:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas
yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVOCI, aset keuangan
harus memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Pengujian ini dikenal sebagai solely payment of principal and interest (SPPI) testing dan dilakukan pada
tingkat instrumen.
Model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Perusahaan
mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas
akan dihasilkan dari memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.
Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan bank dan piutang usaha yang diklasifikasikan sebagai
aset yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
ii. Liabilitas Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangannya pada pengakuan awal sebagai (i) liabilitas
keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”) atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada
biaya perolehan diamortisasi.
Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari beban yang masih harus dibayar dan utang pembelian
aset jangka panjang yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan diukur pada FVTPL.
Pengakuan dan pengukuran
i. Aset Keuangan
Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual
aset keuangan dan model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan tersebut. Kecuali
untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan atau saat
Perusahaan menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Perusahaan mengukur aset
keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada FVTPL, biaya
transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan atau
ketika Perusahaan menerapkan panduan praktis, diukur sesuai harga transaksi seperti yang
didefinisikan dalam PSAK 72.
11
Page 15
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Pengakuan dan pengukuran (lanjutan)
i. Aset Keuangan (lanjutan)
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim)
diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Perusahaan berkomitmen untuk membeli atau
menjual aset tersebut.
Pengukuran aset keuangan tergantung pada klasifikasinya. Semua aset keuangan Perusahaan
diklasifikasikan sebagai aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang).
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur
menggunakan metode suku bunga efektif (“SBE”) dan merupakan subjek penurunan nilai.
Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi
atau mengalami penurunan nilai. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto
pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari suku bunga efektif.
ii. Liabilitas Keuangan
Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain-lain,jika substansi perjanjian kontraktual
mengharuskan Perusahaan untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pemegang
instrumen keuangan, atau jika liabilitas tersebut diselesaikan tidak melalui penukaran kas atau aset
keuangan lain atau saham sendiri yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan.
Seluruh liabilitas keuangan Perusahaan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan pada biaya
perolehan diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diklasifikasikan sebagai
FVTPL. Setelah pengakuan awal, pinjaman diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian hingga liabilitas dihentikan pengakuannya melalui
proses amortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Biaya perolehan dimortisasi dihitung
dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang
merupakan bagian integral dari suku bunga efektif. Amortisasi metode suku bunga efektif diakui
sebagai biaya pendanaan pada laporan laba rugi. Kategori ini umumnya berlaku untuk pinjaman
berbunga dan pinjaman lainnya.
Metode Suku Bunga Efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan biaya bunga selama periode
yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima
yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium
dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur liabilitas keuangan, atau (jika lebih tepat) digunakan
periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih pada saat pengakuan awal.
12
Page 16
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) untuk seluruh instrumen
utang yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada FVTPL. ECL didasarkan pada perbedaan antara
arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima
Perusahaan, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan
diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya
yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.
ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami
peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran penyisihan kerugian dilakukan
sejumlah ECL 12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan
secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang sisa umurnya,
terlepas dari waktu terjadinya default (sepanjang umur ECL).
Karena piutang usaha tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Perusahaan menerapkan
pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan ECL. Oleh karena itu, Perusahaan tidak
menelusuri perubahaan dalam risiko kredit, namun justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan
ECL sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan. Perusahaan membentuk matriks provisi
berdasarkan pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan dengan perkiraan masa depan
(forward-looking) atas faktor yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.
Perusahaan mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah menunggak
lebih dari 1 tahun. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Perusahaan juga dapat menganggap aset
keuangan dalam keadaan default ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa
Perusahaan tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan perluasan
persyaratan kredit. Piutang usaha dihapusbukukan ketika kecil kemungkinan untuk memulihkan arus
kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan
penyisihan.
Penghentian Pengakuan
i. Aset Keuangan
Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:
a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
b. Perusahaan mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset
keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa
penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan
(i) secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan
tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan
manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mentransfer pengendalian atas
aset keuangan tersebut.
Ketika Perusahaan telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah
menandatangani kesepakatan pelepasan (pass through arrangement), dan secara substansial tidak
mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun mentransfer
pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan Perusahaan terhadap
aset keuangan tersebut.
13
Page 17
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Penghentian Pengakuan (lanjutan)
i. Aset Keuangan (lanjutan)
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur
sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang
diterima yang mungkin harus dibayar kembali.
Dalam hal ini, Perusahaan juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang ditransfer dan liabilitas terkait
diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dimiliki Perusahaan.
Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi,
perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam laba
rugi.
ii. Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak
dihentikan atau dibatalkan atau kedaluwarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang
dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi.
Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama
dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas
ketentuan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat
sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih
antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui sebagai laba rugi.
f. Kas dan Bank
Kas dan bank terdiri dari kas dan saldo bank yang memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan dan
tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman serta tidak dibatasi penggunaannya, dan cerukan.
g. Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas terjadi:
1. di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
2. jika tidak terdapat pasar utama di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Perusahaan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menetukan harga aset atau liabilitas tersebut dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut
dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
14
Page 18
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
g. Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai
tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati
(observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati (unobservable).
Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau liabilitas
tersebut diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkat input terendah yang
signifikan terhadap keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:
1. Tingkat 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik.
2. Tingkat 2 - teknik penilaian dimana tingkat input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung.
3. Tingkat 3 - teknik penilaian dimana tingkat input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan, maka
Perusahaan menentukan apakah telah terjadi transfer di antara tingkat hirarki nilai wajar dengan cara
menilai kembali pengkategorian tingkat nilai wajar (berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan
terhadap keseluruhan pengukuran) pada setiap akhir periode pelaporan.
h. Aset Tetap
Aset tetap, dinyatakan sebesar biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi
penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya
tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan
dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian jika
memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria
pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomis aset tetap, sebagai berikut:
Tahun
Alat proyek 4
Peralatan kantor 4
Kendaraan 4
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaannya. Ketika aset tetap dijual atau dihentikan,
biaya perolehan, beban akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai dieliminasi dari akun.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset diakui dalam laporan laba rugi
pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Nilai residu, estimasi masa manfaat dan metode penyusutan direview dan disesuaikan, setiap akhir
tahun, bila diperlukan.
15
Page 19
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
i. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai
aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai
wajar aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali
aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau
kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut
mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya dan
rugi penurunan nilai segera diakui dalam laba rugi, kecuali aset tersebut disajikan pada jumlah
revaluasian, di mana kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai penurunan revaluasi.
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar terkini atas nilai
waktu dari uang dan risiko spesifik dari aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi
tersebut, Perusahaan menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset.
Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikasi nilai wajar yang tersedia.
Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi bahwa rugi
penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset mungkin tidak ada lagi atau
mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset dibalik hanya jika
terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset
tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke
jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi
jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi
penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi
penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, kecuali aset yang
bersangkutan disajikan pada jumlah revaluasian, dalam hal ini pembalikan kerugian penurunan
diperlakukan sebagai kenaikan revaluasi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut
disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi
nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi atas penurunan nilai aset non-keuangan pada
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
j. Pajak Penghasilan
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi kecuali
untuk transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui diluar laba rugi, baik dalam penghasilan
komprehensif lain atau langsung pada ekuitas. Beban pajak final diakui dalam laporan laba rugi, dan
dinyatakan sebagai beban pajak final.
Pajak kini
Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan
keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Manajemen
secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)
sehubungan dengan situasi dimana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu,
manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas
pajak.
Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban
pajak kini dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
16
Page 20
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
j. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika Perusahaan
mengajukan keberatan, Perusahaan mempertimbangkan apakah besar kemungkinan otoritas pajak
akan menerima keberatan tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas perpajakan
Perusahaan.
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara dasar
pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa
pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan
rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak pada masa mendatang
akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan mengurangi
jumlah tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai
untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang
belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan
besar laba kena pajak mendatang akan memungkinkan aset pajak tangguhan tersedia untuk
dipulihkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode saat
aset direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak yang
berlaku atau berlaku secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak terkait
dengan penyisihan dan/atau pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk
pengaruh perubahan tarif pajak, dikreditkan atau dibebankan pada periode operasi berjalan, untuk
transaksi-transaksi yang sebelumnya telah dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan komprehensif
lain atau langsung ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan secara
hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, atau aset pajak tangguhan dan
liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau Perusahaan bermaksud
untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
Pajak final
Sesuai peraturan perpajakan di Indonesia, pajak final dikenakan atas nilai bruto transaksi, dan tetap
dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. Perbedaan nilai
tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final tidak diakui sebagai aset
atau kewajiban pajak tangguhan.
Beban pajak kini sehubungan dengan penghasilan yang menjadi subyek pajak final diakui proporsional
dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada tahun berjalan. Selisih antara jumlah
pajak penghasilan final yang telah dibayar dengan jumlah yang dibebankan sebagai beban pajak
penghasilan final pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain diakui sebagai pajak
dibayar di muka atau utang pajak.
17
Page 21
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
k. Imbalan Kerja
Manfaat imbalan pasti
Perusahaan mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-undang
Ketenagakerjaan No. 13, 2003 tanggal 25 Maret 2003 (“UU Ketenagakerjaan”) pada tahun 2020 dan
Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) yang menerapkan pengaturan pasal 81 dan
Pasal 185(b) Undang-undang No.11/2020 tentang Cipta Kerja pada tahun 2021. Beban pensiun
berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Perusahaan ditentukan melalui perhitungan aktuaria
secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas
tingkat diskonto, hasil atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas atas aset
(jika ada) dan dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung
dalam laporan posisi keuangan yang dibebankan atau dikreditkan diakui dalam penghasilan
komprehensif lain periode terjadinya untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program.
Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan komprehensif lain tercermin segera dalam saldo laba
dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amandemen/kurtailmen terjadi
atau ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui.
Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti
neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
• Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan
penyelesaian)
• Beban atau pendapatan bunga neto
• Pengukuran kembali
Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan dan
kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.
l. Sewa
Sebagai lessee
Perusahaan menilai apakah sebuah kontrak mengandung sewa, pada tanggal insepsi kontrak.
Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa terkait sehubungan dengan seluruh
kesepakatan sewa di mana Perusahaan merupakan penyewa, kecuali untuk sewa jangka-pendek
(yang didefinisikan sebagai sewa yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang) dan sewa yang aset
pendasarnya bernilai-rendah. Untuk sewa-sewa tersebut, Perusahaan mengakui pembayaran sewa
sebagai beban operasi secara garis lurus selama masa sewa kecuali dasar sistematis lainnya lebih
merepresentasikan pola konsumsi manfaat penyewa dari aset sewa.
Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini pembayaran sewa masa depan yang belum dibayarkan
pada tanggal permulaan, yang didiskontokan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa. Jika suku
bunga ini tidak dapat ditentukan, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental khusus
untuk penyewa.
18
Page 22
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
l. Sewa (lanjutan)
Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri atas:
• pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara-substansi), dikurangi insentif sewa;
• pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya
diukur dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
• jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dalam jaminan nilai residual;
• harga eksekusi opsi beli jika penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
• pembayaran penalti karena penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan penyewa
mengeksekusi opsi untuk menghentikan sewa.
Liabilitas sewa disajikan sebagai pos terpisah dalam laporan posisi keuangan.
Liabilitas sewa selanjutnya diukur dengan meningkatkan jumlah tercatat untuk merefleksikan bunga
atas liabilitas sewa (menggunakan metode suku bunga efektif) dan dengan mengurangi jumlah tercatat
untuk merefleksikan sewa yang telah dibayar.
Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas dan biaya keuangan. Biaya keuangan
dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik
yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.
Perusahaan mengukur kembali liabilitas sewa (dan melakukan penyesuaian terkait terhadap aset hak-
guna) jika:
• terdapat perubahan dalam masa sewa atau perubahan dalam penilaian atas eksekusi opsi
pembelian, di mana liabilitas sewa diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian
menggunakan tingkat diskonto revisian;
• terdapat perubahan sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau perubahan
perkiraan pembayaran berdasarkan nilai residual jaminan di mana liabilitas sewa diukur Kembali
dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto awal (kecuali
jika pembayaran sewa berubah karena perubahan suku bunga mengambang, di mana tingkat
diskonto revisian digunakan); atau
• kontrak sewa dimodifikasi dan modifikasi sewa tidak dicatat sebagai sewa terpisah, di mana
liabilitas sewa diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat
diskonto revisian.
Aset hak-guna terdiri dari pengukuran awal atas liabilitas sewa, pembayaran sewa yang dilakukan pada
saat atau sebelum permulaan sewa dan biaya langsung awal. Aset hak-guna selanjutnya diukur
sebesar biaya dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
Jika Perusahaan dibebankan kewajiban atas biaya membongkar dan memindahkan aset sewa,
merestorasi tempat di mana aset berada atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan
oleh syarat dan ketentuan sewa, provisi diakui dan diukur sesuai PSAK 57. Biaya tersebut
diperhitungkan dalam asset hak-guna terkait, kecuali jika biaya tersebut terjadi untuk memproduksi
persediaan.
Perusahaan menerapkan PSAK 48 untuk menentukan apakah aset hak-guna mengalami penurunan
nilai dan mencatat kerugian penurunan nilai yang teridentifikasi sebagaimana dijelaskan dalam
kebijakan aset penurunan nilai.
Sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku bunga tidak diperhitungkan dalam
pengukuran liabilitas sewa dan asset hak-guna. Pembayaran terkait diakui sebagai beban dalam
periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran tersebut terjadi dan dicatat dalam
pos "Beban umum dan administrasi" dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
19
Page 23
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
l. Sewa (lanjutan)
Sebagai cara praktis, PSAK 73 mengijinkan penyewa untuk memisahkan komponen nonsewa, dan
mencatat masing-masing komponen sewa dan komponen nonsewa sebagai kesepakatan sewa
tunggal. Perusahaan tidak menggunakan cara praktis ini. Untuk kontrak yang memiliki komponen sewa
dan satu atau lebih sewa tambahan atau komponen nonsewa, Perusahaan mengalokasikan imbalan
dalam kontrak ke setiap komponen sewa dengan dasar harga jual relatif berdiri sendiri dari komponen
sewa dan jumlah agregat masing-masing dari komponen nonsewa.
Penerapan PSAK 73 tidak berdampak material terhadap jumlah yang dilaporkan untuk periode
keuangan sekarang atau sebelumnya.
m. Informasi segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Perusahaan yang
secara regular ditelaah oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber
daya dan menilai kinerja segmen operasi.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a. yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang
sama);
b. yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk
membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
kinerjanya; dan
c. dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya
dan penillaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan secara
langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai
untuk segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar perusahaan dieliminasi
sebagai bagian dari proses konsolidasi.
n. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diakui pada saat pengendalian atas barang atau jasa
diakui dialihkan kepada pelanggan dalam jumlah yang mencerminkan imbalan yang diperkirakan
menjadi hak Perusahaan dalam pertukaran dengan barang dan jasa tersebut.
Perusahaan telah menetapkan secara umum bahwa Perusahaan merupakan prinsipal dalam kontrak
pendapatannya karena Perusahaan biasanya mengendalikan barang atau jasa sebelum mengalihkan
mereka kepada pelanggan.
Liabilitas kontrak terkait dengan pendapatan diterima dimuka (atau disebut juga dalam laporan posisi
keuangan sebagai “Pendapatan diterima di muka”). Ini adalah kewajiban untuk mentransfer barang
atau jasa kepada pelanggan yang Perusahaan telah menerima pertimbangan (atau sejumlah
pertimbangan jatuh tempo) dari pelanggan. Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan ketika
Perusahaan berkinerja di bawah kontrak (contoh mentransfer kendali atas barang atau jasa terkait ke
pelanggan).
Perusahaan mengakui pendapatan dari sumber utama yaitu pendapatan konstruksi.
20
Page 24
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
n. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Pendapatan Konstruksi dan Beban Konstruksi
Pendapatan diakui saat dilakukannya penyerahan barang kepada pembeli yang dilengkapi dengan
Berita Acara Serah Terima (BAST) yang sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Perusahaan berhak menagih pelanggan untuk pembangunan konstruksi umum berdasarkan bukti
penyelesaian pekerjaan. Ketika pekerjaan telah sepenuhnya diselesaikan, pernyataan kerja yang
relevan yang ditandatangani oleh penilai pihak ketiga dan faktur untuk pembayaran dikirimkan ke
pelanggan. Perusahaan sebelumnya telah mengakui aset kontrak untuk pekerjaan yang dilakukan.
Jumlah yang sebelumnya diakui sebagai aset kontrak direklasifikasi ke piutang usaha pada saat
penagihan kepada pelanggan.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (dasar akrual).
o. Laba per saham
Jumlah laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang
beredar pada tahun yang bersangkutan.
p. Beban emisi saham
Beban emisi saham merupakan beban-beban yang dikeluarkan Perusahaan dalam rangka Penawaran
Umum Perdana Saham. Beban emisi saham ditangguhkan terlebih dahulu dan akan disajikan sebagai
pengurang akun Tambahan Modal Disetor setelah proses penawaran umum perdana diselesaikan.
q. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Peristiwa setelah periode yang memerlukan penyesuaian dan menyediakan informasi Perusahaan
pada tanggal pelaporan tercermin dalam laporan keuangan.
Peristiwa setelah periode yang tidak memerlukan penyesuaian diungkapkan dalam laporan keuangan
apabila material.
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan,
estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dan pengungkapan yang terkait, pada
akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan
penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat keputusan berikut,
yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:
Kelangsungan Usaha
Manajemen Perusahaan telah melakukan penilaian terhadap kemampuan Perusahaan untuk
mempertahankan kelangsungan usaha dan menilai keyakinan bahwa Perusahaan memiliki sumber daya
untuk melanjutkan bisnis di masa mendatang. Selain itu, manajemen menilai tidak adanya ketidakpastian
material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan terhadap kemampuan Perusahaan untuk
mempertahankan kelangsungan usahanya. Oleh karena itu, laporan keuangan dilanjutkan untuk disusun
atas basis kelangsungan usaha.
21
Page 25
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan)
Pertimbangan (lanjutan)
Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK 71 (mulai 1 Januari 2020) dan
PSAK 55 (sebelum 1 Januari 2020) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan
diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi seperti yang diungkapkan pada Catatan 2e.
Penilaian model bisnis
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil ‘semata dari pembayaran pokok dan
bunga’ (”SPPI”) dan uji model bisnis. Perusahaan menentukan model bisnis pada tingkat yang
mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama untuk mencapai tujuan bisnis
tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk
bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang mempengaruhi kinerja aset dan
bagaimana hal ini dikelola dan bagaimana manajer aset diberi kompensasi. Perusahaan memantau aset
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain yang dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan
apakah alasan tersebut konsisten dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah
bagian dari penilaian berkelanjutan Perusahaan atas apakah model bisnis di mana aset keuangan yang
tersisa dimiliki tetap sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan dalam model bisnis dan
dengan demikian terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut. Tidak ada
perubahan yang diperlukan selama periode yang disajikan.
Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana Perusahaan
beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban pokok
pendapatan. Berdasarkan penilaian manajemen Perusahaan, mata uang fungsional Perusahaan adalah
Rupiah.
Menentukan waktu pemenuhan kewajiban pelaksanaan
Perusahaan menyimpulkan bahwa pendapatan atas jasa yang diberikan harus diakui sepanjang waktu
karena pelanggan secara bersamaan menerima dan menikmati manfaat yang diberikan oleh Perusahaan.
Fakta bahwa entitas lain tidak perlu untuk melakukan kembali jasa yang telah diberikan Perusahaan saat ini
menunjukkan bahwa pelanggan secara bersamaan menerima dan menikmati manfaat dari pelaksanaan
Perusahaan saat melaksanakannya.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal pelaporan
yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas
untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada
parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai
perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali
Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
22
Page 26
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Penilaian Instrumen Keuangan
Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan
penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan
menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila
Perusahaan menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas
keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Perusahaan. Penjelasan lebih rinci
diungkapkan dalam Catatan 20.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap 4 tahun. Masa
manfaat aset tetap Perusahaan ditentukan berdasarkan periode kegunaan yang diharapkan dari aset
tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis.
Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan
estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya
atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat
dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang
diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah beban penyusutan dan amortisasi yang
diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut.
Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) melebihi nilai terpulihkannya,
yang lebih besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi
biaya untuk menjual didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang
dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan
biaya tambahan yang dapat diatribusikan dengan pelepasan aset. Perhitungan nilai pakai didasarkan pada
model arus kas yang didiskontokan. Data arus kas diambil dari anggaran untuk lima tahun yang akan
datang dan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi yang belum dilakukan oleh Perusahaan atau investasi
signifikan di masa datang yang akan memutakhirkan kinerja aset dari UPK yang diuji. Nilai terpulihkan
paling dipengaruhi oleh tingkat diskonto yang digunakan dalam model arus kas yang didiskontokan,
sebagaimana juga jumlah arus kas masuk di masa datang yang diharapkan dan tingkat pertumbuhan yang
digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.
Manajemen percaya bahwa tidak ada indikasi potensi penurunan nilai aset non-keuangan pada tanggal
30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021.
23
Page 27
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Imbalan Kerja
Penentuan utang dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan
asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi
tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri
karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari
asumsi yang ditetapkan Perusahaan diakui segera pada laporan posisi keuangan dengan debit atau kredit
ke saldo laba melalui penghasilan komprehensif lainnya dalam periode terjadinya. Sementara Perusahaan
berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau
perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara material
liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Manajemen Perusahaan
menyakini saldo yang tercatat pada Laporan Posisi Keuangan sudah cukup untuk menutupi kemungkinan
pembayaran pesangon yang akan terjadi.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha
normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan
terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh beda temporer sepanjang besar kemungkinannya bahwa beda
temporer tersebut dapat direalisasikan. Estimasi signifikan oleh manajemen diharuskan dalam menentukan
jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan
kena pajak serta strategi perencanaan pajak masa depan.
4. KAS DAN BANK
Kas dan bank terdiri dari:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Kas
Rupiah 10.000.000 10.000.000
Bank
Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk 115.558.648.079 112.426.531.743
PT Bank Central Asia Tbk 137.526.459 24.812.500
Dolar Amerika Serikat
PT Bank CIMB Niaga Tbk 165.135.585 14.306.665
TJumlah 115.871.310.123 112.475.650.908
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat kas dan bank yang dibatasi
penggunaannya atau yang ditempatkan pada pihak berelasi.
Tingkat suku bunga rata-rata bank masing-masing periode sebesar 1,00% - 1,50% untuk periode 30 Juni
2023 dan 31 Desember 2022.
24
Page 28
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, rincian piutang usaha dari pihak ketiga adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia 27.482.489.100 -
PT Bintang Perkasa Jaya 10.778.226.681 -
J Jumlah 38.260.715.781 -
Umur piutang adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Belum jatuh tempo 38.260.715.781 -
Telah jatuh tempo - -
JJumlah 38.260.715.781 -
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang pelanggan pada akhir periode, manajemen
Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak terdapat piutang yang tidak dapat tertagih seluruhnya dan oleh
karena itu tidak diperlukan penyisihan untuk kerugian penurunan nilai.
6. UANG MUKA
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, akun ini merupakan uang muka pekerjaan atas
proyek-proyek yang sudah dikerjakan oleh Perusahaan.
Uang muka pekerjaan merupakan uang muka yang diberikan kepada pihak ketiga untuk pemasok bahan
material, upah pekerja proyek dan subkontraktor sehubungan dengan pengerjaan proyek.
7. ASET TETAP
Rincian aset tetap Perusahaan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga perolehan
Kepemilikan langsung:
Alat Proyek 9.585.143.000 - - 9.585.143.000
Peralatan kantor 277.960.700 41.637.000 - 319.597.700
Kendaraan 537.683.000 - - 537.683.000
Jumlah harga perolehan 10.400.786.700 41.637.000 - 10.442.423.700
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung:
Alat Proyek 6.616.361.331 1.164.517.875 - 7.780.879.206
Peralatan kantor 99.355.517 37.112.525 - 136.468.042
Kendaraan 89.613.833 67.210.375 - 156.824.208
Jumlah akumulasi penyusutan 6.805.330.681 1.268.840.775 - 8.074.171.456
Nilai Buku Neto 3.595.456.019 2.368.252.244
25
Page 29
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. ASET TETAP (lanjutan)
31 Desember 2022
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga perolehan
Kepemilikan langsung:
Alat Proyek 9.436.000.000 149.143.000 - 9.585.143.000
Peralatan kantor 249.960.700 28.000.000 - 277.960.700
Kendaraan - 537.683.000 537.683.000
Jumlah harga perolehan 9.685.960.700 714.826.000 - 10.400.786.700
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung:
Alat Proyek 4.255.155.956 2.361.205.375 - 6.616.361.331
Peralatan kantor 33.094.508 66.261.009 - 99.355.517
Kendaaraan - 89.613.833 89.613.833
Jumlah akumulasi penyusutan 4.288.250.464 2.517.080.217 - 6.805.330.681
Nilai Buku Neto 5.397.710.236 3.595.456.019
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 penyusutan aset tetap dibebankan ke beban umum dan
administrasi masing-masing sebesar Rp1.268.840.775 dan Rp2.517.080.217 (Catatan 13).
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, aset tetap Perusahaan tidak diasuransikan.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan berpendapat tidak terdapat keadaan yang
memberikan indikasi terjadinya penurunan nilai aset tetap.
8. PERPAJAKAN
a. Utang pajak
Rincian utang pajak adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pajak penghasilan:
Pasal 21 490.596.472 693.574.349
Pasal 29 tahun-tahun sebelumnya - 1.450.608.436
Pajak Pertambahan Nilai 581.378.585 1.093.378.585
JJumlah 1.071.975.057 3.237.561.370
26
Page 30
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PERPAJAKAN (lanjutan)
b. Pajak kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan laba kena pajak untuk tahun-tahun yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Laba sebelum beban pajak
penghasilan sebagaimana disajikan
pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain 8.074.435.331 9.410.569.802
Beda waktu
Imbalan kerja -
Beda tetap
Lain-lain -
Penghasilan yang telah dipotong pajak final (8.074.435.331 ) (9.410.569.802 )
JLaba kena pajak - -
Klasifikasi beban pajak menurut jenis pajaknya adalah:
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Kini - 2.291.103.320
Tangguhan - -
Utang pajak penghasilan pasal 29 - 2.291.103.320
Perusahaan akan melaporkan penghasilan kena pajak tahun 2022 seperti yang disebutkan di atas
dalam SPT yang dilaporkan kepada KPP. Namun demikian, pihak manajemen Perusahaan menyadari
masih mungkin terdapat koreksi dari KPP.
Perusahaan akan melaporkan penghasilan kena pajak tahun 2021 seperti yang disebutkan di atas
dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Badan (SPT) yang dilaporkan ke Kantor
Pelayanan Pajak (KPP).
c. Pajak tangguhan
Perhitungan pajak tangguhan pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2022 atas beda temporer
antara pelaporan komersial dan pajak dengan menggunakan tarif pajak maksimum adalah sebagai
berikut:
31 Desember 2022
Dikreditkan
(Dibebankan)
Saldo Dikreditkan pada Penghasilan
Awal (Dibebankan) pada Komprehensif Saldo
Laporan Laba Rugi Lain Akhir
Aset pajak tangguhan:
Imbalan kerja 129.335.458 (129.335.458) - -
27
Page 31
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PERPAJAKAN (lanjutan)
g. Administrasi pajak di Indonesia
Undang-undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa masing-masing entitas dalam
Perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang
secara individu. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Direktur Jenderal Pajak
(“DJP”) dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak terutang dalam jangka waktu tertentu. Untuk
tahun pajak 2007 dan sebelumnya, jangka waktu tersebut adalah sepuluh tahun sejak saat
terutangnya pajak tetapi tidak lebih dari tahun 2013, sedangkan untuk tahun pajak 2008 dan
seterusnya, jangka waktunya adalah lima tahun sejak saat terutangnya pajak.
h. Perubahan Tarif Pajak Badan
Pada bulan Oktober 2021, Pemerintah Indonesia mengesahkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021
(“UU No.7/2021”) tentang harmonisasi peraturan perpajakan. Beberapa tujuan UU No.7/2021 adalah
untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian yang berkelanjutan dan mendukung percepatan
pemulihan ekonomi, mewujudkan sistem perpajakan yang lebih berkeadilan dan berkepastian hukum,
melaksanakan reformasi administrasi, kebijakan perpajakan yang konsolidatif, dan perluasan basis
pajak, serta meningkatkan kepatuhan sukarela Wajib Pajak.
Sejumlah perubahan peraturan perpajakan yang terjadi dengan penerapan UU No.7/2021 antara lain
adalah sebagai berikut:
a. Pemberlakuan tarif pajak penghasilan badan menjadi 22% mulai Tahun Pajak 2022, dan
Perusahaan Terbuka dalam negeri yang memenuhi kriteria tertentu dapat memperoleh tarif pajak
sebesar 3% lebih rendah dari tarif pajak yang disebutkan di atas;
b. Kenaikan tarif PPN dari 10% menjadi 11% yang mulai berlaku 1 April 2022, kemudian menjadi 12%
yang mulai berlaku paling lambat pada tanggal 1 Januari 2025;
c. Penyederhanaan PPN dengan tarif final untuk barang atau jasa kena pajak tertentu yang juga
berlaku mulai 1 April 2022;
d. Program pengungkapan sukarela bagi Wajib Pajak badan selama periode 1 Januari - 30 Juni 2022,
dengan basis aset atau harta yang diperoleh selama 1 Januari 1985 - 31 Desember 2015 yang
belum diungkap pada saat mengikuti program amnesti pajak sebelumnya.
Penerapan UU No.7/2021 berdampak pada pengukuran aset dan kewajiban pajak kini dan tangguhan
pada tanggal 31 Desember 2022, yang diukur menggunakan tarif pajak 22%.
9. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham Entitas Induk pada tanggal 30 Juni 2023, berdasarkan catatan administrasi
yang dikelola oleh PT Bima Registra, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
Jumlah Persentase
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Jumlah
Modal Dasar 4.000.000.000 400.000.000.000
Modal Ditempatkan dan
Disetor penuh:
PT Vina Nauli Jordania 703.000.000 56,11% 70.300.000.000
PT Zareen Kapital Investama 199.279.200 15,90% 19.927.920.000
Matheus Purwonugroho Sumarkam 63.726.900 5,09% 6.372.690.000
Masyarakat 286.993.900 22,90% 28.699.390.000
Jumlah Modal Ditempatkan
1.253.000.000 100% 125.300.000.000
Dan Disetor Penuh
28
Page 32
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. MODAL SAHAM (lanjutan)
Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Jumlah Persentase
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Jumlah
Modal Dasar 4.000.000.000 400.000.000.000
Modal Ditempatkan dan
Disetor penuh:
PT Vina Nauli Jordania 703.000.000 56,11% 70.300.000.000
PT Umaty Global Finance 150.000.000 11,97% 15.000.000.000
PT Zareen Capital Nusantara 100.000.000 7,98% 10.000.000.000
Intan Magdalena 50.000.000 3,99% 5.000.000.000
Masyarakat 250.000.000 19,95% 25.000.000.000
Jumlah Modal Ditempatkan
1.253.000.000 100% 125.300.000.000
Dan Disetor Penuh
10. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, akun ini merupakan agio saham yang berasal dari
penawaran umum perdana saham pada tahun 2022, setelah dikurangi dengan beban emisi sebesar
Rp2.785.200.000.
11. PENDAPATAN USAHA
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 30 Juni 2022, akun ini merupakan pendapatan usaha atas proyek
pemberian jasa konstruksi.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 30 Juni 2022, tidak ada transaksi penjualan kepada pihak berelasi.
Rincian pelanggan pihak ketiga dengan transaksi lebih dari 10% dari jumlah pendapatan masing-masing
pada tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 30 Juni 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia 28.230.600.000 -
PT Putra Tanjung Permai 12.539.894.609 -
PT Bintang Perkasa Jaya 11.071.624.737 -
PT Sinar Galuh Pratama 9.273.898.585 -
PT Prima Multi Terminal - 13.923.532.000
PT Sumut Maju Jaya - 9.693.338.900
J Jumlah 61.116.017.931 23.616.870.900
Seluruh pendapatan dari kontrak dengan pelanggan merupakan pendapatan yang diakui pada waktu
tertentu (at a point in time).
Tidak ada pendapatan usaha Perusahaan yang diakui pada tahun ini, yang berasal dari saldo kontrak
liabilitas tahun lalu.
29
Page 33
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 30 Juni 2022 akun ini merupakan pembayaran kepada pemasok /
subkontraktor atas pelaksanaan jasa konstruksi proyek Perusahaan oleh pihak ketiga dan pembayaran
atas pembelian bahan material serta upah pekerja proyek.
Pemasok dengan nilai transaksi lebih dari 10% adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Koperasi Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia 19.196.808.000 -
CV Karya Bangunan - 8.911.060.480
CV Panglong Sukses Selalu - 6.203.736.896
J Jumlah 19.196.808.000 15.114.797.376
13. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian akun ini adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Gaji dan tunjangan 2.247.464.583 1.533.000.000
Beban pajak penghasilan final 2.045.814.726 -
Penyusutan (Catatan 7) 1.268.840.775 1.234.126.879
Marketing 489.354.733 206.000.000
Sewa 214.500.000 206.000.000
Transportasi dan akomodasi 206.826.427 114.406.546
Listrik, telepon dan air 183.952.112 287.261.075
Jasa professional 137.277.335 84.900.000
Imbalan kerja 115.399.892 -
Alat tulis kantor 77.269.186 -
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp50.000.000) 525.221.516 33.814.099
Jumlah 7.511.921.285 3.699.508.599
14. LABA PER SAHAM
Laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
Perusahaan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang ditempatkan penuh, yang beredar pada
tahun bersangkutan, sebagai berikut:
Laba yang dapat Jumlah Rata-rata
diatribusikan kepada Tertimbang Saham yang
pemilik Perusahaan Beredar Nilai Laba per Saham
30 Juni 2022 8.147.480.572 1.160.636.872 7,02
30 Juni 2023 8.074.435.331 1.160.636.872 6,96
30
Page 34
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. INFORMASI SEGMEN
Perusahaan mengelompokan dan mengevaluasi kegiatan usahanya berdasarkan lokasi geografis,
terutama terdiri dari:
Jawa
Non-Jawa
Manjemen memantau hasil operasi dari setiap lokasi geografis diatas secara terpisah untuk keperluan
pengambilan keputusan mengenai alokasi sumber daya dan penilain kinerja. Oleh karena itu, penentuan
segmen Perusahaan konsisten dengan klarifikasi di atas. Kinerja segmen dievaluasi berdasarkan laba
atau rugi operasi dan diukur secara konsisten dengan laba atau rugi operasi pada laporan keuangan.
Tabel berikut ini menyajikan informasi mengenai hasil operasi, aset dan liabilitas dari segmen operasi
Perusahaan:
30 Juni 2023
Jawa Non Jawa Jumlah
Pendapatan - 77.200.555.713 77.200.555.713
Beban pokok pendapatan - 61.760.444.571 61.760.444.571
Laba kotor - 15.440.111.142 15.440.111.142
Beban usaha - 7.511.921.285 7.511.921.285
Laba usaha - 7.928.189.857 7.928.189.857
Lain-lain bersih - 146.245.473 146.245.473
Laba sebelum beban
pajak penghasilan - 8.074.435.331 8.074.435.331
Beban pajak penghasilan - bersih - - -
Beban komprehensif lain - - -
Jumlah laba komprehensif tahun
berjalan 8.074.435.331
Aset dan liabilitas
Aset segmen - 209.637.252.819 209.637.252.819
Liabilitas segmen - 7.299.100.929 7.299.100.929
Perolehan aset tetap - 41.637.000 41.637.000
Penyusutan - 1.268.840.775 1.268.840.775
31
Page 35
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
30 Juni 2022
Jawa Non Jawa Jumlah
Pendapatan - 70.568.076.350 70.568.076.350
Beban pokok pendapatan - 56.454.461.080 56.454.461.080
Laba kotor - 14.113.615.270 14.113.615.270
Beban usaha - 3.699.508.599 3.699.508.599
Laba usaha - 10.414.106.671 10.414.106.671
Lain-lain bersih - 24.477.221 24.477.221
Laba sebelum beban
pajak penghasilan - 10.438.583.892 10.438.583.892
Beban pajak penghasilan - bersih - 2.291.103.320 2.291.103.320
Beban komprehensif lain - - -
Jumlah laba komprehensif tahun
berjalan 8.147.480.572
Aset dan liabilitas
Aset segmen - 217.273.961.487 217.273.961.487
Liabilitas segmen - 23.055.599.598 23.055.599.598
Perolehan aset tetap - 537.163.000 537.163.000
Penyusutan - 1.234.126.879 1.234.126.879
16. IKATAN DAN PERJANJIAN PENTING
Pendapatan
Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia
Pada tanggal 11 April 2022, sesuai dengan perjanjian No.01/PERUM/SMK-KNTI/BB/IV/2022, Perusahaan
melakukan kerjasama dengan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia. Ruang lingkup pekerjaan yang
disepakati meliputi pembangunan perumahan KNTI Kuala Tanjung - Sumatera Utara. Perjanjian ini berakhir
setelah pekerjaan dan pembayaran telah selesai 100% per item pekerjaan.
PT Putra Tanjung Permai
Pada tanggal 31 Maret 2023, sesuai dengan perjanjian No.008/KT-GDKT-II/PTM-SMK/III/2023,
Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Putra Tanjung Permai. Ruang lingkup pekerjaan yang
disepakati meliputi pembangunan gedung dan kantor Kuala Tanjung tahap 2. Perjanjian ini berlaku 2 tahun
terhitung dari tanggal 31 Maret 2023 sampai dengan 31 Maret 2025.
PT Bintang Perkasa Jaya
Pada tanggal 6 Juni 2022, sesuai dengan perjanjian Nomor.SPK 023-KT.INF/BPJ-SMK/VI/2022,
Perusahaan melakukan kerjsama dengan PT Bintang Perkasa Jaya. Ruang lingkup pekerjaan yang
disepakati meliputi pekerjaan pembangunan gudang dan infrastruktur penunjang PT Bintang Perkasa Jaya.
Perjanjian ini berlaku 3 tahun terhitung dari tanggal 6 Juni 2022 sampai dengan 6 Juni 2025.
PT Sinar Galuh Pratama
Pada tanggal 3 April 2023, sesuai dengan perjanjian No.SPK.III/SGP-SMK/IV/2023, Perusahaan
melakukan kerjasama dengan PT Sinar Galuh Pratama. Ruang lingkup pekerjaan yang disepakati meliputi
pembangunan gudang dan sarana penunjang.
32
Page 36
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Dalam aktivitas usahanya sehari-hari, Perusahaan dihadapkan pada berbagai risiko. Risiko utama yang
dihadapi Perusahaan yang timbul dari instrumen keuangan adalah risiko kredit. Fungsi utama dari
manajemen risiko Perusahaan adalah untuk mengidentifikasi seluruh risiko kunci, mengukur risiko-risiko ini
dan mengelola posisi risiko sesuai dengan kebijakan dan risk appetite Perusahaan. Perusahaan secara
rutin menelaah kebijakan dan sistem manajemen risiko untuk menyesuaikan dengan perubahan di pasar,
produk dan praktek pasar terbaik.
Perusahaan menggunakan berbagai metode untuk mengukur risiko yang dihadapinya. Metode ini meliputi
analisis sensitivitas untuk analisis umur piutang untuk risiko kredit.
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa pihak ketiga tidak akan memenuhi liabilitasnya berdasarkan instrumen
keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Perusahaan dihadapkan pada
risiko kredit dari kegiatan operasi dan dari aktivitas pendanaan, termasuk bank dan instrumen keuangan
lainnya.
Tabel berikut ini menggambarkan rincian eksposur maksimum risiko kredit Perusahaan pada nilai tercatat
(tanpa memperhitungkan agunan atau pendukung kredit lainnya), yang dikategorikan berdasarkan operasi
utama pada tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021:
30 Juni 2023
Telah jatuh
Belum jatuh tempo tetapi Telah jatuh
tempo atau tidak belum tempo dan
mengalami mengalami mengalami
penurunan nilai penurunan nilai penurunan nilai Jumlah
Bank 115.861.310.123 - - - 115.861.310.123
Piutang usaha 38.260.715.781 - - 38.260.715.781
Jumlah 154.122.025.904 - - 154.122.025.904
31 Desember 2022
Telah jatuh
Belum jatuh tempo tetapi Telah jatuh
tempo atau tidak belum tempo dan
mengalami mengalami mengalami
penurunan nilai penurunan nilai penurunan nilai Jumlah
Bank 112.465.650.908 112.465.650.908
Jumlah 112.465.650.908 - - 112.465.650.908
Perusahaan melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak ketiga yang diakui dan kredibel. Perusahaan
memiliki kebijakan untuk semua pelanggan yang akan melakukan perdagangan secara kredit harus melalui
prosedur verifikasi kredit. Sebagai tambahan jumlah piutang dipantau secara terus menerus untuk
mengurangi risiko penurunan nilai piutang.
Risiko kredit juga timbul dari simpanan-simpanan di bank dan institusi keuangan. Untuk memitigasi risiko
kredit, Perusahaan menempatkan kas pada institusi keuangan yang terpercaya.
33
Page 37
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Risiko Pasar
Risiko pasar adalah risiko dimana nilai wajar dari arus kas masa depan sari suatu instrumen keuangan
akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Perusahaan dipengaruhi oleh risiko pasar, terutama risiko
tingkat suku bunga.
Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan sari suatu instrument
keuangan berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga pasar. Pengaruh dari risiko perubahan suku
bunga pasar berhubungan dengan pinjaman jangka pendek dan panjang dari Perusahaan yang dikenai
suku bunga mengambang.
Perusahaan didanai dengan utang bank yang dikenai bunga. Oleh karena itu, ekposur Perusahaan tertentu
terhadap risiko pasar untuk perubahan tingkat suku Bungan terutama sehubungan dengan liabilitas dengan
bunga. Kebijakan Perusahaan adalah mendapatkan tingkat suku bunga yang paling menguntungkan tanpa
meningkatkan ekposur terhadap mata uang asing, yaitu dengan mengendalikan beban bunga dengan
membuat kombinasi antara utang usaha, pinjaman jangka panjang dengan tingkat suku bunga tetap dan
mengambang.
Tabel berikut adalah nilai tercatat, berdasarkan jatuh temponya, atas liabilitas keuangan Grup yang terkait
risiko suku bunga:
30 Juni 2023
Rata-rata Jatuh Tempo Jatuh Tempo
Suku Bunga dalam Satu (1) Pada Tahun
Mengambang Tahun ke - 2 Jumlah
Utang pembelian aset tetap 4,25% 67.170.000 156.730.000 223.900.000
31 Desember 2022
Rata-rata Jatuh Tempo Jatuh Tempo
Suku Bunga dalam Satu (1) Pada Tahun
Mengambang Tahun ke - 2 Jumlah
Utang pembelian aset tetap 4,25% 111.950.000 179.120.000 291.070.000
Manajemen Permodalan
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan peringkat kredit
yang tinggi dan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi
pemegang saham.
Manajemen Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan
perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
memilih menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham. Tidak ada perubahan yang dibuat
dalam tujuan, kebijakan, atau proses selama periode yang disajikan.
Kebijakan Perusahaan adalah untuk menjaga rasio modal yang sehat dalam rangka untuk mengamankan
pembiayaan pada biaya yang wajar.
34
Page 38
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Manajemen Permodalan (lanjutan)
Tabel di bawah ini merangkum jumlah modal yang dipertimbangkan oleh Perusahaan pada tanggal
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Modal saham 125.300.000.000 125.300.000.000
Tambahan modal disetor 38.214.800.000 38.214.800.000
Saldo laba 38.823.351.890 32.001.916.560
J Jumlah 202.338.151.890 195.516.716.560
Sebagaimana praktik yang berlaku umum, Perusahaan mengevaluasi struktur permodalan melalui rasio
utang terhadap modal (gearing ratio) yang dihitung melalui pembagian antara utang bersih dengan modal.
Utang bersih adalah jumlah liabilitas sebagaimana disajikan di dalam laporan posisi keuangan dikurangi
dengan jumlah kas dan bank. Sedangkan modal meliputi seluruh komponen ekuitas dalam laporan posisi
keuangan. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, perhitungan rasio adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jumlah liabilitas 7.299.100.929 8.586.335.290
Dikurangi kas dan bank 115.871.310.123 112.475.650.908
Liabilitas bersih (108.572.209.194 ) (103.889.315.618 )
Jumlah ekuitas 202.637.252.819 195.516.716.560
J Rasio liabilitas terhadap modal (0,54) (0,53)
18. INSTRUMEN KEUANGAN
Tabel di bawah ini adalah perbandingan nilai tercatat dan nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan
yang dicatat di laporan keuangan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
30 Juni 2023
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan bank 115.871.310.123 115.871.310.122
Piutang usaha 38.260.715.781 38.260.715.781
J Jumlah Aset Keuangan 154.132.025.904 154.132.025.903
Liabilitas Keuangan
Utang pembelian aset tetap 223.900.000 223.900.000
35
Page 39
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2023 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
31 Desember 2022
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan bank 112.475.650.908 112.475.650.908
C
LLiabilitas Keuangan
BBeban yang masih harus dibayar 422.877.940 422.877.940
UUtang pembelian aset tetap 291.070.000 291.070.000
Jumlah Liabilitas Keuangan 713.947.940 713.947.940
Taksiran nilai wajar dari kelompok instrumen keuangan pada tabel di atas ditentukan dengan menggunakan
metode-metode dan asumsi-asumsi berikut:
1. Untuk aset dan liabilitas keuangan seperti bank, piutang usaha dan beban yang masih harus dibayar,
nilai tercatat aset keuangan tersebut mendekati nilai wajarnya karena akan jatuh tempo dalam waktu
kurang dari satu tahun.
2. Nilai tercatat dari liabilitas keuangan berupa utang pembelian aset tetap mendekati nilai wajarnya
karena suku bunga mengambang dari instrumen keuangan ini tergantung penyesuaian oleh pihak
bank.
19. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022, aktivitas investasi yang tidak
mempengaruhi arus kas adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Pembagian dividen tunai melalui utang dividen 1.253.000.000 -
Pengurangan uang muka melalui pengurangan
pendapatan diterima dimuka - 47.828.776.025
Pembelian aset tetap melalui
utang pembiayaan - 403.020.000
Jumlah 1.253.000.000 48.231.796.025
Rekonsiliasi utang pembelian aset tetap neto:
Utang pembelian
aset tetap
Saldo utang neto pada tanggal 1 Januari 2023 291.070.000
Arus kas neto (67.170.000 )
UUtang neto pada tanggal 31 Desember 2023 223.900.000
20. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN
Pada tanggal 17 Juli 2023, Perusahaan telah melunasi seluruh utang dividen.
36
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.