Back to announcement
KDSI_LK Konsolidasi Per 30 Juni 2023.pdf
Financial statement Text extracted KDSISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 57
Page 1
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL, Tbk.
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 JUNI 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
DAN PERIODE ENAM BULAN
YANG BERAKHIR PADA
30 JUNI 2023 DAN 2022
Page 2
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL, Tbk. DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 JUNI 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
DAN PERIODE ENAM BULAN
YANG BERAKHIR PADA
30 JUNI 2023 DAN 2022
Daftar Isi
Halaman
Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim........................................................................... 1 - 2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Interim … 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim …………………………… 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim ……………………………………. 5
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim............................................................. 6 - 54
Page 3
Page 4
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL, Tbk. DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Jun 2023 31 Des 2022
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2f, 2g, 2h, 4 172,238,103,872 48,717,357,334
Piutang usaha - pihak ketiga 2f, 5, 10, 15 295,709,782,204 332,794,934,200
setelah dikurangi penyisihan
kerugian kredit ekspektasian
sebesar Rp 3.767.101.271 pada
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
Piutang lain - lain - pihak ketiga 2f 729,885,670 728,485,670
Persediaan 2j, 6, 10, 15 285,915,043,317 372,437,774,673
Uang muka pembelian 2h, 7 10,101,479,727 2,971,605,409
Biaya dibayar di muka 2k 4,476,601,412 2,383,627,043
Pajak dibayar di muka 2p, 14a 1,843,847,454 -
TOTAL ASET LANCAR 771,014,743,655 760,033,784,329
ASET TIDAK LANCAR
Taksiran tagihan pajak penghasilan 2p, 14e 2,322,683,562 2,322,683,562
Uang muka pembelian aset tetap 7 - -
Aset pajak tangguhan 2p, 14g 26,863,098,694 27,254,676,324
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp 592.274.428.526 pada
30 Juni 2023 dan
Rp 580.253.132.406 pada
31 Desember 2022 2l, 8, 10, 15, 16 476,494,828,362 498,613,362,988
Aset lain-lain 2d, 9 1,578,686,123 986,942,905
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 507,259,296,742 529,177,665,779
TOTAL ASET 1,278,274,040,397 1,289,211,450,108
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan.1
Page 5
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL, Tbk. DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Jun 2023 31 Des 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 2f, 5, 6, 8, 10 101,747,586,283 107,403,869,834
Utang usaha - pihak ketiga 2f, 2h, 11 139,292,871,559 111,607,669,072
Utang lain-lain - pihak ketiga 2f, 12 2,723,405,541 26,223,137,562
Utang dividen 438,382,500 539,232,500
Beban akrual 2f, 13 11,584,264,589 8,307,925,480
Utang pajak 2p, 14b 6,052,157,545 8,172,919,144
Liabilitas jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun:
Utang bank 2f, 5, 6, 8, 15 49,760,000,004 49,084,000,004
Utang pembiayaan konsumen 2f, 8, 16 - -
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 2n, 17 15,229,374,942 27,603,352,979
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 326,828,042,964 338,942,106,575
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang bank 2f, 5, 6, 8, 15 112,966,666,650 138,646,666,652
Utang pembiayaan konsumen 2f, 16 - -
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 2n, 17 64,965,138,058 73,321,540,735
Uang jaminan distributor 400,000,000 400,000,000
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 178,331,804,708 212,368,207,387
TOTAL LIABILITAS 505,159,847,671 551,310,313,962
EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik Perusahaan:
Modal saham - nilai nominal Rp 500 per saham
Modal dasar - 600.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
405.000.000 saham 2r, 19 202,500,000,000 202,500,000,000
Saldo laba :
Telah ditentukan penggunaannya 19 32,120,000,000 32,120,000,000
Belum ditentukan penggunaannya 538,494,192,726 503,281,136,146
TOTAL EKUITAS 773,114,192,726 737,901,136,146
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1,278,274,040,397 1,289,211,450,108
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan.2
Page 6
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL, Tbk. DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM
Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal
30 Juni 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Jun 2023 30 Jun 2022
PENJUALAN NETO 2o, 20 1,092,090,518,842 1,166,935,110,952
BEBAN POKOK PENJUALAN 2o, 21 935,716,132,280 1,024,722,026,149
LABA BRUTO 156,374,386,562 142,213,084,803
BEBAN USAHA 2o, 22
Penjualan (55,965,843,858) (48,815,241,913)
Umum dan administrasi (45,318,220,539) (40,490,609,736)
Total Beban Usaha (101,284,064,397) (89,305,851,649)
LABA USAHA 55,090,322,165 52,907,233,154
Beban keuangan 2f, 23 (10,079,936,120) (13,804,096,045)
Laba selisih kurs - neto (2,120,597,528) 2,898,277,663
Penghasilan keuangan 787,406,147 369,182,300
Pendapatan lainnya - neto 2o 937,157,837 (84,532,473)
LABA SEBELUM
PAJAK PENGHASILAN 44,614,352,499 42,286,064,599
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 2o, 15c, 15e
Kini (10,014,653,000) (9,479,219,000)
Tangguhan 831,140,497 373,147,351
Penyesuaian tahun lalu (3,898,214,500) -
BEBAN PAJAK PENGHASILAN NETO 2p, 14c, 14d (13,081,727,003) (9,106,071,649)
LABA NETO TAHUN BERJALAN 31,532,625,496 33,179,992,950
LABA KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan
direklasifikasikan ke laba rugi
pada periode berikutnya:
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan kerja 2n, 17 472,523,015 (4,841,186,958)
Pajak penghasilan terkait 2p, 14g (103,955,063) 1,065,061,130
Rugi Komprehensif Lain - net dengan Pajak 368,567,952 (3,776,125,828)
TOTAL LABA KOMPREHENSIF 31,901,193,448 29,403,867,122
Laba neto yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk 31,532,625,496 33,179,992,950
Kepentingan Nonpengendali - -
31,532,625,496 33,179,992,950
Total laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk 31,901,193,448 29,403,867,122
Kepentingan Nonpengendali - -
31,901,193,448 29,403,867,122
LABA PER SAHAM DASAR 2r, 29 77.86 81.93
SEE- EQ
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan.3
Page 7
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL, Tbk. DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal
30 Juni 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo Laba
Pengukuran Kembali
Liabilitas Imbalan Total Ekuitas
Dicadangkan Belum Dicadangkan
Catatan Modal Saham Kerja - neto
Saldo per 1 Januari 2022 19 202,500,000,000 30,000,000,000 545,739,419,923 (58,507,454,512) 719,731,965,411
Keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan
Pembentukan Cadangan Umum 2,120,000,000 (2,120,000,000)
Dividen (40,500,000,000) - (40,500,000,000)
Laba neto tahun berjalan - - 33,179,992,950 - 33,179,992,950
Rugi komprehensif lain:
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja-
setelah pajak 17 - - - (4,841,186,958) (4,841,186,958)
Manfaat pajak penghasilan terkait 14 - - - 1,065,061,130 1,065,061,130
Saldo per 30 Juni 2022 202,500,000,000 32,120,000,000 536,299,412,873 (62,283,580,340) 708,635,832,533
Saldo per 1 Januari 2023 19 202,500,000,000 32,120,000,000 506,592,999,277 - 741,212,999,277
Keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan
tanggal 23 Juni 2021:
Pembentukan Cadangan Umum - - - - -
Dividen - -
Laba neto tahun berjalan - 31,532,625,497 31,532,625,497
Rugi komprehensif lain:
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja-
setelah pajak 17 - - 368,567,952 - 368,567,952
Manfaat pajak penghasilan terkait 14 - - - - -
Saldo per 30 Juni 2023 202,500,000,000 32,120,000,000 538,494,192,726 - 773,114,192,726
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan.4
Page 8
PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL, Tbk. DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Periode Tiga Bulan yang Berakhir Pada Tanggal
30 Juni 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Jun 2023 30 Jun 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 1,132,015,932,548 1,196,149,861,031
Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan
dan beban operasi (872,114,803,114) (1,270,836,845,804)
Kas diperoleh dari aktivitas operasi 259,901,129,434 (74,686,984,773)
Penerimaan dari (pembayaran untuk):
Restitusi pajak 15d - 718,351,186
Penghasilan bunga 787,406,146 369,182,300
Provisi bank 23 - -
Imbalan pasca kerja - -
Pajak penghasilan (93,303,857,685) (16,029,131,735)
Beban keuangan (10,602,228,063) (13,713,432,007)
Lain-lain, bersih 409,936,356 -
Arus Kas Neto (Digunakan untuk)
Diperoleh dari Aktivitas Operasi 157,192,386,189 (103,342,015,029)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap 8 211,954,545 -
Pembayaran uang muka
pembelian aset tetap - -
Perolehan aset tetap 8, 30 (1,910,191,827) (10,712,307,145)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (1,698,237,282) (10,712,307,145)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan utang bank jangka panjang 30 89,272,000,006
Pembayaran utang bank jangka panjang 30 (8,154,177,553) (50,789,000,008)
Penerimaan (pembayaran) untuk utang bank
jangka pendek - neto 30 (22,506,106,000) 52,979,366,326
Pembayaran untuk utang pembiayaan konsumen 30 - (339,030,008)
Arus Kas Neto (Digunakan Untuk)
Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan (30,660,283,553) 91,123,336,316
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS 124,833,865,354 (22,930,985,858)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 48,717,357,334 80,725,431,351
PENGARUH PERUBAHAN SELISIH KURS
TERHADAP KAS DAN SETARA KAS (1,313,118,816) 274,856,987
KAS DAN SETARA KAS
PADA AKHIR PERIODE 4 172,238,103,872 58,069,302,480
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan.5
Page 9
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Kedawung Setia Industrial Tbk (“Perusahaan”) dahulu didirikan dengan nama PT Kedawung Setia Industrial
Ltd., berdasarkan Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 (yang diubah dengan
Undang-Undang No. 25 tahun 2007) berdasarkan Akta Notaris Djoko Soepadmo, S.H., No. 30 tanggal 9 Januari
1973. Perubahan nama Perusahaan menjadi PT Kedawung Setia Industrial Ltd. dilakukan berdasarkan Akta
Notaris Marsongko, S.H., No. 83 tanggal 20 November 1974, notaris pengganti. Akta pendirian dan perubahan
nama Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dengan surat keputusan No. Y.A.5/119/12 tanggal
4 April 1975. Akta Pendirian dan perubahannya diumumkan dalam Berita Negara No. 44 tanggal 2 Juni 1998.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir melalui Akta Notaris Joyce
Sudarto, S.H., No. 26 tanggal 23 Juni 2021 dan dipertegas dengan Akta No.27 tanggal 23 Juni 2021 mengenai
pernyataan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham. Perubahan tersebut telah dilaporkan dan telah
memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat No. AHU-
0123962.AH.01.11.Tahun 2021, tanggal 15 Juli 2021.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup aktivitas Perusahaan meliputi:
a. Industri barang-barang logam berlapis enamel, stainless steel , aluminium, dan barang-barang plastik dan
kerajinan tangan terutama alat-alat dapur serta alat-alat rumah tangga yang dioperasikan secara elektronik.
b. Industri kemasan kotak dan papan kertas bergelombang.
c. Pembangunan yang meliputi usaha rancang bangun dan pengembang real estate (belum dilaksanakan).
d. Perdagangan umum, termasuk impor dan ekspor, interinsulair dan lokal, dari semua barang yang dapat
diperdagangkan.
e. Pengangkutan dan pergudangan yang meliputi angkutan darat lainnya untuk penumpang.
f. Pertanian yang meliputi pertanian buah-buahan tropis dan sub tropis, perkebunan buah yang mengandung
minyak dan jasa penunjang pertanian.
Perusahaan dan pabriknya berkedudukan di Jalan Mastrip 862, Warugunung - Karangpilang, Surabaya, Jawa
Timur. Perusahaan memulai produksi komersial pada tahun 1975.
b. Entitas Anak
PT Kedawung Setia Corrugated Carton Box Industrial (Entitas Anak) yang sahamnya 99,999% dimiliki oleh
Perusahaan, bergerak dalam bidang industri kotak karton gelombang dan tempat penyimpanan telur.
Entitas Anak dan pabriknya berkedudukan di Jalan Mastrip 862, Warugunung – Karangpilang, Surabaya, Jawa
Timur. Entitas Anak memulai produksi komersial pada tahun 1979. Total aset Entitas Anak (sebelum eliminasi)
adalah sebesar Rp908.205.650.391 dan Rp990.477.498.040 masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022.
c. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pernyataan Pendaftaran Perusahaan untuk menawarkan 50.000.000 saham dengan harga penawaran Rp800 per
saham dinyatakan efektif pada tanggal 28 Juni 1996. Pada tanggal 29 Juli 1996, Perusahaan telah mencatatkan
seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada Bursa Efek Indonesia sejumlah 150.500.000
saham dan pada tanggal 27 Juni 2000 dilakukan pembagian saham bonus, setiap satu saham menerima satu
saham bonus sehingga total saham bonus yang dibagikan sebanyak 150.500.000 saham. Pada tahun 2007,
terdapat penambahan saham yang berasal dari transaksi konversi pinjaman sebanyak 104.000.000 saham.
6
Page 10
1. UMUM (lanjutan)
c. Penawaran Umum Saham Perusahaan (lanjutan)
Penambahan saham tersebut berdasarkan RUPSLB tanggal 17 September 2007 Akta Notaris Wachid Hasyim,
S.H., No. 23, dimana para pemegang saham menyetujui untuk menerbitkan 104.000.000 saham baru ke
Quarading sebagai hasil konversi pinjaman, sehingga modal ditempatkan dan disetor penuh meningkat menjadi
405.000.000 saham dengan nilai nominal Rp500 per saham atau setara dengan Rp202.500.000.000. Perubahan
penambahan modal ini telah dicatat didalam database Sisminbakum Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia
pada tanggal 21 September 2007 dan di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 31 Oktober 2007.
d. Susunan Pengurus dan Informasi Lain
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 berdasarkan Akta
Notaris Ir. Joyce Sudarto, S.H. No. 36 tanggal 30 Juni 2023, Notaris di Surabaya, adalah sebagai berikut:
30 Jun 23 31 Des 22
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris HMY. Bambang HMY. Bambang
Sujanto Sujanto
Komisaris Ali Sugiharto Wibisono Ali Sugiharto Wibisono
- Harianto Wibisono
Komisaris Independen Fadelan Fadelan
Komisaris Independen - Puguh Sudradjat
Direksi
Presiden Direktur Permadi Al Suharto Permadi Al Suharto
Direktur Andi Subroto Andi Subroto
Komite Audit
Ketua - Puguh Sudradjat
Anggota M. Tri Atmaja M. Tri Atmaja
Dimas Wijanarko Dimas Wijanarko
Internal Audit R. Alex Susila S. R. Alex Susila S.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki masing-masing 1.398
dan 1.554 karyawan tetap (tidak diaudit).
Entitas induk langsung dan utama Perusahaan adalah PT Kitasubur Utama, yang didirikan di Indonesia.
e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang telah
diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 28 Juli 2023.
7
Page 11
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang
mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
(ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK) dan
peraturan-peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh
Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah selaras dengan
kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas
Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, kecuali bagi penerapan beberapa PSAK yang
telah direvisi. Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan terkait atas laporan keuangan, beberapa standar
akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2022.
Laporan keuangan konsolidasian kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep akrual dan dasar
pengukuran dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali beberapa akun tertentu yang disusun
berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus
kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah mata uang
Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal ini juga mengharuskan manajemen untuk menggunakan
pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak. Area yang komplek
atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi dari penilaian atau kompleksitas, atau area di mana
asumsi dan estimasi dapat berdampak yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan
dalam Catatan 3.
b. Amandemen Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan
Dalam tahun berjalan, Perusahaan dan Entitas Anaknya telah menerapkan Amandemen PSAK yang relevan
dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2022 seperti
dibawah. Penerapan atas PSAK baru/revisi tidak mengakibatkan perubahan atas kebijakan akuntansi
Perusahaan dan Entitas Anak dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan pada tahun
berjalan atau tahun-tahun sebelumnya, kecuali sebagaimana diungkapkan di bawah ini.
- PSAK 22 (Amendemen), “Kombinasi Bisnis”: Referensi ke Kerangka Konseptual
Amendemen PSAK 22 ini mengklarifikasi interaksi antara PSAK 22, PSAK 57, ISAK 30 dan Kerangka
Konseptual Pelaporan Keuangan tanpa mengubah persyaratan akuntansi untuk kombinasi bisnis.
c. Amendemen Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum Diterapkan
Pada tanggal persetujuan laporan keuangan konsolidasian, Amandemen/penyesuaian standar yang relevan bagi
Perusahaan dan Entitas Anak, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif, dengan penerapan dini
diijinkan, adalah sebagai berikut:
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023
- PSAK 1 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau
Jangka Panjang
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023 (lanjutan)
- PSAK 1 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
8
Page 12
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
c. Amendemen Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum Diterapkan (lanjutan)
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023 (lanjutan)
- PSAK 16 (Amendemen), “Aset Tetap”: Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan
- PSAK 25 (Amendemen), “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan”: Definisi
Estimasi Akuntansi
- PSAK 46 (Amendemen), “Pajak Penghasilan”: Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul dari
Transaksi Tunggal
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024
- PSAK 1 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari penerapan amendemen
standar ini terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh manajemen.
d. Klasifikasi lancar dan tidak lancar atau jangka pendek dan jangka panjang
Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
berdasarkan klasifikasi lancar/tidak lancar atau jangka pendek dan jangka panjang. Suatu aset disajikan lancar
bila:
i) akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
ii) untuk diperdagangkan,
iii) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi
penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah
tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain-lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:
i) akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
ii) untuk diperdagangkan,
iii) akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
iv) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal
pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
Aset Perusahaan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dan liabilitas Perusahaan diklasifikasikan sebagai
liabilitas jangka panjang.
e. Prinsip - Prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak yang
dikendalikan secara langsung ataupun tidak langsung oleh Perusahaan.
9
Page 13
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Prinsip - Prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan Entitas Anak disusun dengan periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan. Kebijakan
akuntansi yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten
oleh Perusahaan dan Entitas Anak, kecuali dinyatakan lain.
Entitas Anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Perusahaan memperoleh
pengendalian, sampai dengan tanggal Perusahaan kehilangan pengendalian. Pengendalian dianggap ada ketika
Perusahaan memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui Entitas Anak, lebih dari setengah kekuasaan
suara entitas.
Secara spesifik, Perusahaan mengendalikan investee jika dan hanya jika Perusahaan memiliki seluruh hal
berikut ini:
a. kekuasaan atas investee (misal, hak yang ada memberikan kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas
relevan investee ).
b. eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee , dan
c. kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil
investor.
Ketika Perusahaan memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Perusahaan dapat mempertimbangkan semua fakta
dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki kekuasaan atas investee tersebut:
a. pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara yang lain.
b. hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain.
c. hak suara dan hak suara potensial Perusahaan.
Perusahaan menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan
adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Konsolidasi atas entitas anak dimulai
ketika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki pengendalian atas Entitas Anak dan berhenti ketika Perusahaan
kehilangan pengendalian atas Entitas Anak. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban atas entitas anak yang
diakuisisi atau dilepas selama periode termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dari tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Perusahaan
menghentikan pengendalian atas entitas anak.
Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemegang saham
entitas induk Perusahaan dan pada kepentingan non pengendali (“KNP”), walaupun hasil di kepentingan non
pengendali mempunyai saldo defisit.
Transaksi antar Perusahaan, saldo dan keuntungan serta kerugian yang belum direalisasi dari transaksi antar
Perusahaan dan Entitas Anak dieliminasi. Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas
berkaitan dengan transaksi antar anggota Perusahaan dan Entitas Anak juga akan dieliminasi secara penuh
dalam proses konsolidasian. Bila diperlukan, penyesuaian dilakukan pada laporan keuangan entitas anak agar
kebijakan akuntansinya sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan.
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian merupakan
transaksi ekuitas. Selisih antara nilai wajar imbalan yang dibayar dan bagian yang diakuisisi atas nilai tercatat
aset neto entitas anak dicatat pada ekuitas. Keuntungan atau kerugian pelepasan kepentingan nonpengendali
juga dicatat pada ekuitas.
10
Page 14
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Prinsip - Prinsip Konsolidasian (lanjutan)
Perubahan kepemilikan di entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas. Jika
Perusahaan kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Perusahaan:
a. menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill ) dan liabilitas entitas anak;
b. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
c. menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas;
d. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
e. mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
f. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi; dan
g. mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam
penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan jika Perusahaan dan Entitas
Anak akan melepas secara langsung aset atau liabilitas yang terkait.
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset bersih dari Entitas anak yang tidak dapat diatribusikan,
secara langsung maupun tidak langsung, pada Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan
konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
f. Instrumen Keuangan
Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan instrument keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas
keuangan. Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.
Klasifikasi
i Aset Keuangan
Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i) biaya perolehan
diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui PKL (“FVTOCI”), dan (iii) nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).
Perusahaan dan Entitas Anak mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi
berikut dipenuhi:
● Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka
mendapatkan arus kas kontraktual; dan
● Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-
lain diklasifikasikan sebagai aset yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan dan Entitas Anak tidak
memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
ii Liabilitas Keuangan
Perusahaan dan Entitas Anak mengklasifikasikan liabilitas keuangannya pada pengakuan awal sebagai (i)
liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”) atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada
biaya perolehan diamortisas.
Liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha, utang
lain-lain, utang dividen, beban akrual, utang bank jangka panjang dan utang keuangan konsumen yang
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan dan Entitas
Anak tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
11
Page 15
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Pengakuan dan Pengukuran
i Aset Keuangan
Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset
keuangan dan model bisnis Perusahaan dan Entitas Anak dalam mengelola aset keuangan tersebut. Kecuali
untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan atau saat Perusahaan dan
Entitas Anak menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Perusahaan dan Entitas Anak
mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada FVTPL,
biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan atau ketika
Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan panduan praktis, diukur sesuai harga transaksi seperti yang
didefinisikan dalam PSAK 72.
Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI, aset keuangan harus
memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini
dikenal sebagai solely payment of principal and interest (SPPI) testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis Perusahaan dan Entitas Anak dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana
Kelompok Usaha mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah
arus kas akan dihasilkan dari memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah
ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim) diakui pada tanggal
perdagangan, yaitu tanggal Perusahaan dan Entitas Anak berkomitmen untuk membeli atau menjual aset
tersebut.
Pengukuran aset setelah pengakuan awal keuangan tergantung pada klasifikasinya. Semua aset keuangan
Perusahaan dan Entitas Anak diklasifikasikan sebagai aset keuangan diukur pada biaya perolehan
diamortisasi (instrumen utang).
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur menggunakan
metode suku bunga efektif (SBE) dan merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui
pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Perhitungan
tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan
biaya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif.
ii Liabilitas Keuangan
Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut yang tidak
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan lain-lain, jika substansi perjanjian kontraktual mengharuskan Perusahaan dan Entitas Anak untuk
menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pemegang instrumen keuangan, atau jika liabilitas tersebut
diselesaikan tidak melalui penukaran kas atau aset keuangan lain atau saham sendiri yang jumlahnya tetap
atau telah ditetapkan.
Seluruh liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan pada
biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki liabilitas keuangan yang
diklasifikasikan sebagai FVTPL. Setelah pengakuan awal, pinjaman diukur pada biaya perolehan yang
diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi
dan PKL konsolidasian hingga liabilitas dihentikan pengakuannya melalui proses amortisasi menggunakan
metode SBE. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi
pada perolehan awal dan biaya yang merupakan bagian integral dari metode SBE. Amortisasi metode SBE
diakui sebagai biaya pendanaan pada laporan laba rugi. Kategori ini umumnya berlaku untuk pinjaman
berbunga dan pinjaman lainnya.
12
Page 16
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi
untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitasnya secara bersamaan.
Nilai Wajar Dari Instrumen Keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan yang terorganisasi, jika ada,
ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga penawaran atau permintaan (bid or ask prices ) pada penutupan
perdagangan pada akhir periode pelaporan.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik
penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-
pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length market transactions ); penggunaan nilai wajar terkini
instrumen lain yang secara substansial sama; analisa arus kas yang didiskonto; atau model penilaian lain.
Bila nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak dapat ditentukan secara
handal, aset keuangan tersebut diakui dan diukur pada nilai tercatatnya.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Perusahaan dan Entitas Anak mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) untuk seluruh
instrumen utang yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada FVTPL. ECL didasarkan pada perbedaan antara
arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima
Perusahaan dan Entitas Anak, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan
akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya yang
merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.
ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan
secara signifikan sejak pengakuan awal, ECL dicadangkan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa
default yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk risiko kredit atas instrumen
keuangan yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan
sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya default (sepanjang umur ECL).
Untuk piutang usaha, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan panduan praktis dalam menghitung ECL. Oleh
karena itu, Perusahaan dan Entitas Anak tidak mengidentifikasi perubahan dalam risiko kredit, melainkan
mengukur penyisihan kerugian sejumlah ECL sepanjang umur. Perusahaan dan Entitas Anak telah membentuk
matriks provisi yang didasarkan pada data historis kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan
masa depan (forward-looking ) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi.
Perusahaan dan Entitas Anak mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah
menunggak lebih dari 1 tahun. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Perusahaan dan Entitas Anak juga dapat
menganggap aset keuangan dalam keadaan default ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa
Perusahaan dan Entitas Anak tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan
perluasan persyaratan kredit. Piutang usaha dihapusbukukan ketika kecil kemungkinan untuk memulihkan arus
kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.
13
Page 17
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Penghentian Pengakuan (lanjutan)
i Aset Keuangan
Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:
(a) hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
(b) Perusahaan dan Entitas Anak mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari
aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa penundaan
yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial
mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara
substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
keuangan tersebut, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.
Ketika Perusahaan dan Entitas Anak telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah
menandatangani kesepakatan pelepasan (pass through arrangement ), dan secara substansial tidak
mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun mentransfer
pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan Perusahaan dan Entitas Anak
terhadap aset keuangan tersebut.
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur sebesar jumlah
terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus
dibayar kembali.
Dalam hal ini, Perusahaan dan Entitas Anak juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang ditransfer dan liabilitas
terkait diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dimiliki Perusahaan dan Entitas
Anak.
Pada penghentian pengkuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, perbedaan antara
nilai tercatataset dan jumlah imbalan yang diterima danpiutang diakui dalam laba rugi.
ii Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau
dibatalkan atau kadaluarsa.
Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan
persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas
keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas
keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan
tersebut diakui sebagai laba rugi.
14
Page 18
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
g. Kas dan setara kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank, deposito on call , investasi jangka pendek lainnya yang jatuh tempo
dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang dan tidak dijadikan jaminan dan dibatasi penggunaannya.
h. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Pembukuan Perusahaan dan Entitas Anak diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi dalam mata
uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada akhir periode
pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan
kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal tersebut. Laba atau rugi dari selisih kurs mata
uang asing dan penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang Rupiah diakui dalam laba rugi
konsolidasi tahun berjalan.
Kurs yang digunakan pada tanggal 27 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
27 Jun 2023 31 Des 2022
1 Euro Eropa 16,373.84 16,712.63
1 Franc Swiss 16,786.96 16,967.98
1 Dolar Amerika Serikat 15,026.00 15,731.00
1 Dolar Singapura 11,102.00 11,659.08
1 Dolar Australia 10,029.86 10,580.68
1 Yuan China (CNH) 2,075.59 2,253.68
1 Yuan China (CNY) 2,076.71 2,257.12
1 Dolar Hongkong 1,919.38 2,018.56
1 Yen Jepang 104.92 117.56
i. Transaksi dengan Pihak Berelasi
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan dan Entitas Anak:
a. Orang atau anggota keluarga dekatnya yang mempunyai relasi dengan Perusahaan dan Entitas Anak jika
orang tersebut:
(i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Perusahaan dan Entitas Anak;
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan dan Antitas Anak; atau
(iii) personil manajemen kunci Perusahaan dan Entitas Anak atau entitas induk Perusahaan.
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan dan Entitas Anak:
b. Suatu entitas berelasi dengan Perusahaan dan Entitas Anak jika memenuhi salah satu hal berikut:
(i) Entitas dan Perusahaan dan Entitas Anak adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya
entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya).
(ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau
ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut
adalah anggotanya).
(iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
(iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari
entitas ketiga.
(v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan kerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan dan Entitas
Anak atau entitas yang terkait dengan Perusahaan dan Entitas Anak.
15
Page 19
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
i. Transaksi dengan Pihak Berelasi (lanjutan)
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan dan Entitas Anak (lanjutan):
b. Suatu entitas berelasi dengan Perusahaan dan Entitas Anak jika memenuhi salah satu hal berikut (lanjutan):
(vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a).
(vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf a) 1) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
(viii) Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Perusahaan dan Entitas Anak atau kepada entitas
induk dari Perusahaan dan Entitas Anak.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak. Beberapa persyaratan
tersebut mungkin tidak sama dengan persyaratan yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
Seluruh transaksi signifikan dan saldo dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan konsolidasian terkait.
j. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya
perolehan ditentukan dengan menggunakan metode pertama-masuk, pertama-keluar (“FIFO”). Biaya perolehan
barang jadi dan barang dalam proses terdiri dari bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya langsung lainnya dan
biaya overhead produksi (berdasarkan kapasitas operasi normal), tidak termasuk biaya pinjaman.
Penyisihan untuk persediaan usang dan penurunan nilai persediaan, jika ada, dilakukan dengan mengurangi nilai
tercatat persediaan ke nilai realisasi neto persediaan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan
persediaan pada akhir tahun.
Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi dengan estimasi biaya
penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
k. Biaya Dibayar Di muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama periode manfaatnya menggunakan
metode garis lurus.
l. Aset Tetap
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya
perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria
pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah
tercatat (“carrying amount ”) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua
biaya perbaikan dan pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada
saat terjadinya.
16
Page 20
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
l. Aset Tetap (lanjutan)
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method ) berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomis aset tetap, sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 5 - 20
Mesin dan peralatan pabrik 4 - 16
Alat pengangkutan 4 - 10
Perabot dan peralatan kantor 4-8
Tanah dinyatakan pada biaya perolehan dan tidak disusutkan. Biaya legal awal untuk mendapatkan hak legal
diakui sebagai bagian biaya akuisisi tanah dan biaya-biaya tersebut tidak didepresiasikan. Biaya terkait dengan
pembaruan hak atas tanah diakui sebagai aset takberwujud pada aset lain-lain dan diamortisasi sepanjang umur
hukum hak.
Setelah penerapan PSAK 73, Perusahaan dan Entitas Anak menganalisa fakta dan keadaan untuk masing-
masing jenis hak atas tanah dalam menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut
sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomi yang mendasarinya. Jika
hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Perusahaan dan Entitas
Anak, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Perusahaan dan Entitas Anak
menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 73, “Sewa”. Jika hak
atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan
PSAK 16 “Aset tetap”.
Nilai tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis
masa depan yang diharapkan dari penggunaannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset
diakui dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Aset dalam penyelesaian dicatat sebesar harga perolehan, dikurangi kerugian penurunan nilai yang diakui.
Penyusutan aset dimulai saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan tujuannya, yaitu pada saat aset
tersebut berada pada lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan
maksud manajemen.
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan aset tetap direview dan jika
sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
m. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan dan Entitas Anak menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian secara tahunan penurunan
nilai aset diperlukan, maka Perusahaan dan Entitas Anak membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Rugi penurunan nilai diakui sebagai rugi tahun berjalan, kecuali untuk aset non-keuangan yang dicatat dengan
nilai penilaian kembali.
17
Page 21
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
m. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (lanjutan)
Rugi penurunan nilai tersebut harus dipulihkan jika telah terjadi perubahan dalam perkiraan yang digunakan untuk
menentukan jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan. Kerugian penurunan nilai hanya akan dipulihkan sampai
sebatas bahwa nilai tercatat aset non-keuangan yang tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
tercatat, neto setelah penyusutan seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut
pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi.
n. Imbalan Kerja
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan setelah
akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa kerjanya. Kewajiban diakui ketika
karyawan memberikan jasa kepada perusahaan dimana semua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban
diakui pada laba rugi.
Manfaat imbalan pasti
Perusahaan dan Entitas Anak mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-
undang Ketenagakerjaan No. 13, 2003 tanggal 25 Maret 2003 (“UU Ketenagakerjaan”).
Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Perusahaan dan Entitas Anak ditentukan
melalui perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan
asumsi atas tingkat diskonto, hasil atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas atas aset (jika ada)
dan dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian yang dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain periode terjadinya
untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program. Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan
komprehensif lain tercermin sebagai pos terpisah pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi.
Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika Amandemen/kurtailmen terjadi atau ketika
biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui.
Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya
imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
i Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan
penyelesaian)
ii Beban atau pendapatan bunga neto
iii Pengukuran kembali
Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi,
Keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.
Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan defisit atau
surplus aktual dalam program imbalan pasti Perusahaan dan Entitas Anak. Surplus yang dihasilkan dari
perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana
program dan pengurangan iuran masa depan atas program.
18
Page 22
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
o. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Penjualan barang
Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Perusahaan dan Entitas Anak perkirakan menjadi haknya dalam
kontrak dengan pelanggan dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga. Perusahaan dan
Entitas Anak mengakui pendapatan ketika mengalihkan pengendalian barang atau jasa kepada pelanggan.
Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan dan pendapatan dari
penjualan ekspor diakui pada saat penyerahan barang dari gudang pelabuhan ke kapal (FOB shipping point ).
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis ).
p. Pajak Penghasilan
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi kecuali untuk
transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui di luar laba atau rugi, baik dalam penghasilan komprehensif
lain atau langsung pada ekuitas.
Pajak Kini
Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan
ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi
yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang
berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang
diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak.
Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban pajak kini
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika Perusahaan dan
Entitas Anak mengajukan keberatan, Perusahaan dan Entitas Anak mempertimbangkan apakah besar
kemungkinan otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas
perpajakan Perusahaan dan Entitas Anak.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara dasar
pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas
pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset pajak
tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat
kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai untuk
mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan mengurangi jumlah tercatat
jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasi
sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap
akhir periode pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan
memungkinkan aset pajak tangguhan tersedia untuk dipulihkan.
19
Page 23
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
p. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Pajak Tangguhan
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode saat aset
direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak yang berlaku atau berlaku
secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau
pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak,
dikreditkan atau dibebankan pada periode operasi berjalan, untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah
dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain atau langsung ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan secara hukum
ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, atau aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak
tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau Perusahaan dan Entitas Anak bermaksud untuk
menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
q. Informasi Segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Perusahaan dan Entitas
Anak yang secara regular direview oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan
sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a. yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
b. yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat
keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
c. dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan
penillaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk.
r. Laba Neto per Saham Dasar
Jumlah laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada periode yang
bersangkutan.
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak mengharuskan manajemen untuk
membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dan pengungkapan yang
terkait, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan
penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak, manajemen telah membuat keputusan
berikut, yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian:
20
Page 24
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
Pertimbangan (lanjutan)
Penilaian model bisnis
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil ‘semata dari pembayaran pokok dan bunga’
(”SPPI”) dan uji model bisnis. Perusahaan dan Entitas Anak menentukan model bisnis pada tingkat yang
mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak dikelola bersama untuk mencapai
tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk
bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang mempengaruhi kinerja aset dan bagaimana hal
ini dikelola dan bagaimana manajer aset diberi kompensasi.
Perusahaan dan Entitas Anak memantau aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami
alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut konsisten dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki.
Pemantauan adalah bagian dari penilaian berkelanjutan Perusahaan dan Entitas Anak atas apakah model bisnis
dimana aset keuangan yang tersisa dimiliki tetap sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan dalam
model bisnis dan dengan demikian terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut.
Klasifikasi Instrumen Keuangan
Perusahaan dan Entitas Anak menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu dengan mempertimbangkan jika
definisi yang ditetapkan dalam PSAK 71 (mulai 1 Januari 2020) dan PSAK 55 (sebelum 1 Januari 2020) dipenuhi.
Sejalan dengan itu, aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan
dan Entitas Anak yang diungkapkan pada Catatan 2.
Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana
entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi penjualan dan beban pokok
penjualan. Berdasarkan penilaian manajemen Perusahaan dan Entitas Anak, mata uang fungsional Perusahaan dan
Entitas Anak adalah Rupiah.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun
berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan dan Entitas Anak mendasarkan asumsi dan estimasi pada
parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai
perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan dan
Entitas Anak. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Provisi ekspektasi kerugian kredit piutang usaha
Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL piutang usaha dan kontrak aset.
Tingkat provisi didasarkan pada hari lewat jatuh tempo untuk pengelompokan berbagai segmen pelanggan yang
memiliki pola kerugian yang serupa (yaitu, menurut geografi, jenis produk, jenis dan peringkat pelanggan, dan
pertanggungan berdasarkan surat kredit dan bentuk asuransi kredit lainnya).
Matriks provisi awalnya didasarkan pada tingkat default yang diamati secara historis Perusahaan dan Entitas Anak.
Perusahaan dan Entitas Anak akan mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis
dengan informasi berwawasan ke depan. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi (yaitu, produk domestic bruto)
diperkirakan akan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah default di sektor
manufaktur, maka tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat default yang diamati
secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi berwawasan ke depan dianalisa.
21
Page 25
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi
Provisi ekspektasi kerugian kredit piutang usaha
Penilaian korelasi antara tingkat default yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi, dan ECL adalah
estimasi signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman
kerugian kredit historis Perusahaan dan Entitas Anak dan prakiraan kondisi ekonomi mungkin tidak mewakili default
aktual pelanggan di masa depan. Informasi mengenai ECL pada piutang usaha Perusahaan dan Entitas Anak
diungkapkan dalam Catatan 5.
Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun.
Masa manfaat setiap aset tetap Perusahaan dan Entitas Anak ditentukan berdasarkan periode kegunaan yang
diharapkan dari aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset
sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan
estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas
pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara
signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang diakibatkan karena perubahan faktor
yang disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah beban penyusutan aset tersebut.
Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam Catatan 8.
Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas dan biaya imbalan kerja Perusahaan dan Entitas Anak bergantung pada pemilihan asumsi yang
digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan,
umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan dan Entitas
Anak diakui segera pada laporan posisi keuangan konsolidasian dengan debit atau kredit ke saldo laba melalui
penghasilan komprehensif lainnya dalam periode terjadinya. Sementara Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan
bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan
dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dan Entitas Anak dapat mempengaruhi secara material liabilitas
diestimasi atas imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 17.
Pajak penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan
perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Perusahaan
dan Entitas Anak mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat
tambahan pajak penghasilan badan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 14.
Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk semua kerugian fiskal yang belum digunakan dan perbedaan temporer yang
dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia untuk dimanfaatkan
sehingga kerugian dan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh
manajemen diharuskan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat
penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi perencanaan pajak masa depan. Rincian lebih lanjut
diungkapkan dalam Catatan 14h.
22
Page 26
4. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini terdiri dari:
30 Jun 2023 31 Des 2022
Kas
Rupiah 2,814,860,287 225,939,267
Dolar AS 69,104,574 72,346,869
Sub total kas 2,883,964,861 298,286,136
Bank
Pihak Ketiga
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 148,586,826,307 10,445,089,755
PT Bank Central Asia Tbk. 7,706,307,826 2,908,164,783
PT Bank CTBC Indonesia 1,475,143,042 3,894,710,824
PT Bank Amar Indonesia 805,101,758 407,298,311
PT Bank OCBC NISP Tbk. 20,981,841 21,501,839
PT Bank Shinhan Indonesia - -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 25,548,552 11,195,830
PT Bank Nasional Indonesia. 141,371,621 109,619,071
D olar AS
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 10,417,278,623 30,325,421,564
PT Bank Shinhan Indonesia - -
PT Bank UOB Indonesia 18,157,719 40,488,260
PT Bank OCBC NISP Tbk. 65,670,682 44,344,903
E uro Eropa
PT Bank OCBC NISP Tbk. 10,823,109 11,047,049
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 26,747,830 141,932,010
C hina Yuan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 22,990,488 25,377,861
PT Bank OCBC NISP Tbk. 7,060,814 7,674,208
Dolar Hongkong
PT Bank OCBC NISP Tbk. 15,930,854 16,754,048
Dolar Singapura
PT Bank OCBC NISP Tbk. 4,170,574 4,379,850
Swiss Franc
PT Bank OCBC NISP Tbk. 4,022,156 4,065,530
Dolar Australia
PT Bank OCBC NISP Tbk. 5,216 5,502
Sub total bank 169,354,139,010 48,419,071,198
Total 172,238,103,872 48,717,357,334
Kas dan setara kas mencakup saldo kas dan bank Perusahaan dan Entitas Anak yang tidak dijaminkan serta tidak
dibatasi penggunaannya.
23
Page 27
5. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA
Saldo piutang usaha yang terjadi atas penjualan kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut:
30 Jun 2023 31 Des 2022
Lokal 277,202,935,353 325,428,108,432
Ekspor 22,273,948,122 11,133,927,039
Total 299,476,883,475 336,562,035,471
Penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian (3,767,101,271) (3,767,101,271)
Total 295,709,782,204 332,794,934,200
Rincian piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
30 Jun 2023 31 Des 2022
Rupiah 277,202,935,353 325,428,108,432
Dolar AS 22,273,948,122 11,133,927,039
Total 299,476,883,475 336,562,035,471
Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang berdasarkan tanggal invoice adalah sebagai berikut:
30 Jun 2023 31 Des 2022
Belum jatuh tempo 178,663,790,602 280,189,555,643
Lewat jatuh tempo:
Kurang dari 30 hari 92,913,107,158 48,674,690,526
31 - 60 hari 18,290,890,858 3,849,306,381
60 - 90 hari 4,963,451,584 39,129,104
Lebih dari 90 hari 4,645,643,273 3,809,353,817
Total 299,476,883,475 336,562,035,471
Jangka waktu rata-rata kredit penjualan barang adalah 30-60 hari. Tidak ada bunga yang dibebankan pada piutang
usaha.
24
Page 28
5. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA (lanjutan)
Cadangan kerugian kredit untuk piutang usaha telah diukur sejumlah ECL sepanjang umur. ECL pada piutang usaha
diestimasi berdasarkan matriks provisi dengan mengacu pada pengalaman gagal bayar debitur di masa lalu dan
analisis posisi keuangan debitur saat ini, disesuaikan dengan faktor-faktor yang spesifik dari debitur dan kondisi
ekonomi umum industri dimana debitur beroperasi.
Tidak ada perubahan dalam teknik estimasi atau asumsi signifikan yang dibuat selama periode pelaporan berjalan.
Mutasi penyisihan atas ECLs piutang usaha adalah sebagai berikut:
30 Jun 2023 31 Des 2022
Saldo awal 3,767,101,271 1,132,270,699
Provisi selama tahun berjalan - 2,634,830,572
Pemulihan selama tahun berjalan - -
Total 3,767,101,271 3,767,101,271
Piutang usaha - pihak ketiga Entitas Anak digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman utang bank (Catatan 10
dan 15).
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan beban piutang cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya
piutang usaha.
6. PERSEDIAAN
Persediaan terdiri dari:
30 Jun 2023 31 Des 2022
Bahan baku 150,511,453,022 205,958,941,143
Barang jadi 65,816,084,194 97,088,767,515
Bahan pembantu 27,195,974,607 30,913,227,971
Barang dalam proses 17,929,698,865 10,301,945,401
Perlengkapan dan peralatan 24,461,832,628 28,174,892,643
Total 285,915,043,317 372,437,774,673
Persediaan Entitas Anak digunakan sebagai jaminan atas fasilitas utang bank (Catatan 10 dan 15).
Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi fisik dan perputaran persediaan pada akhir tahun, manajemen
Perusahaan dan Entitas Anak berpendapat bahwa tidak ada persediaan usang, dan oleh karena itu tidak dibentuk
penyisihan penurunan nilai persediaan usang pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Persediaan Perusahaan dan Entitas Anak telah diasuransikan terhadap semua risiko berdasarkan suatu paket polis
dengan nilai pertanggungan sebesar Rp230.749.608.846 dan Rp230.749.608.846 pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan
kerugian.
25
Page 29
7. UANG MUKA PEMBELIAN
30 Jun 2023 31 Des 2022
Aset lancar
Uang muka pembelian bahan baku 9,744,775,658 2,683,479,526
Lain-lain 356,704,069 288,125,883
Total 10,101,479,727 2,971,605,409
Aset Tidak lancar
Uang muka pembelian aset tetap - -
Total - -
8. ASET TETAP
Aset tetap terdiri dari:
30 Juni 2023 Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasfikasi Saldo akhir
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 105,657,689,995 - - - 105,657,689,995
Bangunan dan -
prasarana 94,924,103,561 - - - 94,924,103,561
Mesin dan
peralatan pabrik 818,263,525,544 301,851,138 - 4,274,641,307 822,840,017,989
Alat pengangkutan 31,365,516,482 96,000,753 (260,100,000) - 31,201,417,235
Peralatan dan -
perabot kantor 23,441,035,542 365,280,571 - - 23,806,316,113
Aset dalam penyelesaian
Bangunan dan
prasarana - - - - -
Mesin dan peralatan 5,214,624,270 1,399,233,028 (273,813,166) (4,274,641,307) 2,065,402,825
Total 1,078,866,495,393 2,162,365,490 (533,913,166) 0 1,080,494,947,717
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan dan
prasarana 64,193,729,749 1,566,910,568 - - 65,760,640,317
Mesin dan
peralatan pabrik 466,937,209,778 20,856,026,064 - - 487,793,235,842
Alat pengangkutan 28,152,765,902 1,058,370,768 (260,100,000) - 28,951,036,670
Peralatan dan -
perabot kantor 20,969,426,977 525,779,550 - - 21,495,206,527
Total 580,253,132,406 24,007,086,950 (260,100,000) - 604,000,119,356
Nilai Buku 498,613,362,988 476,494,828,362
26
Page 30
8. ASET TETAP (lanjutan)
31 Desember 2022 Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasfikasi Saldo akhir
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 105,657,689,995 - - - 105,657,689,995
Bangunan dan
prasarana 95,067,956,561 - (143,853,000) - 94,924,103,561
Mesin dan
peralatan pabrik 796,686,956,517 24,564,640,236 (12,487,500) (2,975,583,709) 818,263,525,544
Alat pengangkutan 37,087,559,473 2,339,977,009 (8,062,020,000) - 31,365,516,482
Peralatan dan -
perabot kantor 22,194,204,076 1,152,681,463 - 94,150,003 23,441,035,542
Aset dalam penyelesaian
Mesin dan peralatan 651,212,314 5,214,624,263 - (651,212,307) 5,214,624,270
Total 1,057,345,578,936 33,271,922,971 (8,218,360,500) (3,532,646,014) 1,078,866,495,393
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan dan
prasarana 61,069,577,640 3,268,005,109 (143,853,000) - 64,193,729,749
Mesin dan
peralatan pabrik 428,268,734,220 42,213,609,071 (12,487,500) (3,532,646,013) 466,937,209,778
Alat pengangkutan 32,847,170,654 3,185,741,289 (7,880,146,041) - 28,152,765,902
Peralatan dan - -
perabot kantor 19,353,362,601 1,616,064,376 - - 20,969,426,977
Total 541,538,845,115 50,283,419,845 (8,036,486,541) (3,532,646,013) 580,253,132,406
Nilai Buku 515,806,733,821 498,613,362,988
Beban penyusutan dibebankan dan dialokasikan sebagai berikut:
30 Jun 2023 30 Jun 2022
Beban pokok penjualan 23,306,622,814 11,831,715,508
Beban penjualan (Catatan 22) 383,543,240 529,213,157
Beban umum dan administrasi (Catatan 22) 316,920,896 356,181,752
Total 24,007,086,950 12,717,110,417
Konstruksi dalam proses pada 30 Juni 2023 yang meliputi bangunan dan sarana serta mesin dan peralatan
pabrik. Konstruksi tersebut diperkirakan akan selesai pada tahun 2023 dengan persentase penyelesaian
hingga saat ini adalah 33%.
27
Page 31
8. ASET TETAP (lanjutan)
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berpendapat bahwa tidak terdapat
peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 Juni
2023 dan 31 Desember 2022.
Perusahaan dan Entitas Anak memiliki tanah dengan hak kepemilikan (Hak Guna Bangunan) di Surabaya dengan
luas 349.157 meter persegi pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Hak atas tanah tersebut berakhir
pada berbagai tanggal pada tahun 2026 sampai 2037. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak akan ada kesulitan
dalam memperpanjang hak atas tanah ini karena tanah tersebut diperoleh secara legal dan dilengkapi bukti
kepemilikan yang cukup.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 Perusahaan dan Entitas Anak memiliki aset-aset yang telah
sepenuhnya disusutkan namun masih digunakan untuk menunjang aktivitas operasi Perusahaan. Nilai tercatat bruto
dari aset-aset tersebut masing-masing sebesar Rp327.538.721.849 dan Rp324.764.636.588.
Tanah Perusahaan dan Entitas Anak dan aset tetap tertentu digunakan sebagai jaminan atas utang bank (Catatan 10
dan 15).
Aset tetap Perusahaan dan Entitas Anak, kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap semua risiko berdasarkan
suatu paket polis dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp706.835.492.700 dan Rp706.835.492.700
pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut
cukup untuk menutup kemungkinan kerugian.
9. ASET LAIN-LAIN
Akun ini merupakan perpanjangan pengurusan SHGB dan diamortisasi selama 20 tahun dengan rincian sebagai
berikut:
30 Jun 2023 31 Des 2022
Harga perolehan 1,945,814,265 1,315,923,865
Akumulasi amortisasi (367,128,142) (328,980,960)
Saldo akhir 1,578,686,123 986,942,905
Amortisasi dialokasikan ke beban umum dan administrasi sebesar Rp38.147.182 pada tahun 2023 dan 2022
(Catatan 22).
10. UTANG BANK JANGKA PENDEK
Akun ini terdiri dari pinjaman dan cerukan dengan rincian sebagai berikut :
30 Jun 2023 31 Des 2022
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Revolving loan
Rupiah 101,747,586,283 107,403,869,834
Dolar AS - -
Total 101,747,586,283 107,403,869,834
28
Page 32
10. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
Perusahaan
Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dengan rincian sebagai berikut:
- Fasilitas kredit modal kerja-1 (revolving loan) dengan maksimum kredit sebesar Rp20.000.000.000 fasilitas ini
jatuh tempo pada tanggal 17 September 2023. Pinjaman ini digunakan untuk tambahan modal kerja Perusahaan.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, saldo pinjaman masing - masing sebesar
Rp17.385.694.000 dan Rp17.781.800.000.
- Fasilitas kredit modal kerja-2 (revolving transactional) dengan maksimum kredit sebesar Rp130.000.000.000,
fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 17 September 2023. Pinjaman ini digunakan untuk tambahan modal kerja
Perusahaan. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, saldo pinjaman masing - masing sebesar
Rp14.274.059.982 dan Rp36.384.059.982.
- Fasilitas non-cash loan (LC Impor) dengan maksimum kredit sebesar 3.150.000 Dolar AS fasilitas ini akan jatuh
tempo pada tanggal 17 September 2023. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, saldo pinjaman
masing - masing sebesar Rpnihil
- Fasilitas non-cash loan bank garansi (revolving ) dengan maksimum kredit sebesar 200.000 Dolar AS fasilitas ini
akan jatuh tempo pada tanggal 17 September 2023. Per tanggal 30 Juni 2023 fasilitas ini belum digunakan oleh
Perusahaan.
- Fasilitas bill purchasing line dengan maksimum kredit sebesar 500.000 Dolar AS fasilitas ini akan jatuh tempo
pada tanggal 17 September 2023. Per tanggal 30 Juni 2023 fasilitas ini belum digunakan oleh Perusahaan.
- Fasilitas treasury line dengan maksimum kredit sebesar 100.000 Dolar AS fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal
17 September 2023. Pinjaman ini akan digunakan untuk transaksi dalam convertible currency . Fasilitas ini belum
digunakan oleh Perusahaan.
Berdasarkan perjanjian kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, selama fasilitas kredit belum dilunasi,
Perusahaan tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal tersebut dibawah ini tanpa persetujuan tertulis dari bank:
- Melakukan perubahan Anggaran Dasar termasuk didalamnya pemegang saham, direktur dan komisaris,
permodalan dan nilai saham.
- Memindah tangankan barang agunan, kecuali persediaan barang dalam rangka transaksi usaha yang wajar.
- Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari pihak lain.
- Mengikat diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan Perusahaan kepada pihak lain.
- Melunasi utang kepada pemilik/pemegang saham.
- Menyampaikan pemberitahuan secara tertulis terkait perubahan anggaran dasar dan pembagian dividen.
- Mengalihkan baik sebagian dan/atau seluruh hak sewa, pinjam pakai ataupun penggunaan atas lahan yang
digunakan untuk operasional menjadi agunan.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, manajemen berpendapat bahwa Perusahaan telah memenuhi
semua persyaratan terkait sebagaimana diharuskan dalam semua perjanjian kredit di atas.
29
Page 33
10. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk (lanjutan)
Entitas Anak
Entitas Anak memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dengan rincian sebagai berikut:
- Fasilitas kredit modal kerja-2 (non-revolving loan) dengan maksimum kredit sebesar Rp30.000.000.000, fasilitas
ini jatuh tempo pada tanggal 17 September 2018. Pada tahun 2018, fasilitas ini digabung dengan fasilitas TR non-
LC sehingga maksimum kredit menjadi sebesar Rp430.000.000.000 (revolving loan). Pada tahun 2019,
maksimum kredit berubah menjadi Rp 360.000.000.000 dan diperpanjang sampai dengan 17 September 2021.
Pada tahun 2022, fasilitas ini diperpanjang sampai dengan 17 September 2023. Pinjaman ini digunakan untuk
pembelian bahan baku kertas dan suku cadang. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 saldo
pinjaman sebesar Rp. 34.734.318.322 dan Rp37.185.558.451
- Fasilitas kredit modal kerja-1 (revolving loan) dengan maksimum kredit sebesar Rp40.000.000.000 fasilitas ini
jatuh tempo pada tanggal 17 September 2022. Pada tahun 2017, maksimum kredit meningkat menjadi sebesar
Rp40.000.000.000. Pada tahun 2022, fasilitas ini diperpanjang sampai dengan 18 September 2021 dan
perpanjangan selanjutnya hingga 17 September 2023. Pinjaman ini digunakan untuk tambahan modal kerja
Entitas Anak. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, saldo pinjaman masing-masing sebesar
Rp 35.353.513.979 dan Rp16.052.451.401.
- Fasilitas treasury line-1 dengan maksimum kredit sebesar 5.300.000 Dolar AS fasilitas ini jatuh tempo pada
tanggal 17 September 2021 dan diperpanjang sampai dengan 17 September 2023. Pinjaman ini akan digunakan
untuk lindung nilai dan tidak untuk spekulasi atas transaksi impor. Fasilitas ini belum digunakan oleh Entitas
Anak.
- Fasilitas non-cash loan (LC Impor) dengan maksimum kredit sebesar 300.000 Dolar AS fasilitas ini akan jatuh
tempo pada tanggal 17 September 2021 dan diperpanjang sampai dengan 17 September 2023. Fasilitas ini
belum digunakan oleh Entitas Anak.
Berdasarkan perjanjian kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, selama fasilitas kredit belum dilunasi, Entitas
Anak tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal tersebut dibawah ini tanpa persetujuan tertulis dari bank:
- Melakukan perubahan Anggaran Dasar termasuk didalamnya pemegang saham, direktur dan komisaris,
permodalan dan nilai saham.
- Memindah tangankan barang agunan, kecuali persediaan barang dalam rangka transaksi usaha yang wajar.
- Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari pihak lain, kecuali dalam rangka transaksi dagang yang lazim dan
berupa subordinated loan dari pemegang saham (tanpa dibebani bunga).
- Mengikat diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan Entitas Anak kepada pihak lain.
- Melunasi utang kepada pemilik/pemegang saham.
- Mengambil bagian dividen atau modal untuk kepentingan diluar usaha dan kepentingan pribadi.
- Mengadakan merger atau akuisisi.
- Mengajukan permohonan dan/atau menyuruh pihak lain mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk
dinyatakan pailit atau meminta penundaan pembayaran utang.
- Mengadakan penyertaan baru dalam Perusahaan-Perusahaan lain dan/atau turut membiayai Perusahaan-
Perusahaan lain.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, manajemen berpendapat bahwa Entitas Anak telah memenuhi
semua persyaratan terkait sebagaimana diharuskan dalam semua perjanjian kredit di atas.
Fasilitas ini dibebani tingkat suku bunga pertahun sebesar 8,25% - 8,50% (mengambang) untuk mata uang Rupiah.
30
Page 34
10. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)
Beban bunga yang diakui untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 masing-masing sebesar
Rp4.790.777.914 dan Rp2.623.061.238 (Catatan 23).
Pinjaman ini dijamin dengan piutang, persediaan, mesin, peralatan dan tanah dan berikut bangunan dengan bukti
kepemilikan SHGB No. 9, 12, 53, 54, 55, 64, 68, 69, 71 (Catatan 5, 6 dan 8) seluruhnya atas nama Entitas Anak
serta jaminan pribadi (personal guarantee) dari Tuan Bambang Sujanto, Tuan Ali Sugiharto Wibisono dan Tuan
Harianto Wibisono.
11. UTANG USAHA - PIHAK KETIGA
30 Jun 2023 31 Des 2022
Lokal 129,364,248,973 103,480,550,695
Impor 9,928,622,586 8,127,118,377
Total 139,292,871,559 111,607,669,072
Sebagian utang usaha kepada kreditur lokal dan impor menggunakan jaminan Surat Kredit Dokumen Dalam Negeri
(SKBDN) dan Letter of Credit (L/C).
Rincian utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
30 Jun 2023 31 Des 2022
Rupiah 130,498,391,541 103,480,550,695
Dolar AS 3,454,673,489 3,932,004,193
Yuan China 3,781,342,785 4,109,839,326
Euro Eropa 1,368,705,659 85,274,858
Yen Jepang 126,911,232 -
Franc Swiss 62,846,853 -
Total 139,292,871,559 111,607,669,072
Analisis umur utang usaha adalah sebagai berikut:
30 Jun 2023 31 Des 2022
Sampai dengan 1 bulan 75,010,034,535 78,694,186,754
1 sampai 2 bulan 54,011,895,624 24,651,758,187
2 sampai 3 bulan 6,114,195,543 3,134,537,706
Lebih dari 3 bulan 4,156,745,857 5,127,186,425
Total 139,292,871,559 111,607,669,072
12. UTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri:
30 Jun 2023 31 Des 2022
Uang muka penjualan lokal 959,559,415 23,670,308,101
Uang muka penjualan ekspor 1,052,081,328 651,148,558
Beban impor - EMKL 85,160,252 2,800,000
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp50.000.000) 626,604,546 1,898,880,903
Total 2,723,405,541 26,223,137,562
31
Page 35
13. BEBAN AKRUAL
Akun ini terdiri:
30 Jun 2023 31 Des 2022
Pengangkutan 6,067,940,307 5,055,757,355
Listrik dan air 2,565,833,524 2,278,996,148
Asuransi 2,321,953,920 495,783,119
Bunga 288,536,837 302,388,858
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp100.000.000) 340,000,000 175,000,000
Total 11,584,264,589 8,307,925,480
14. PERPAJAKAN
Akun ini terdiri:
a. Pajak dibayar dimuka
30 Jun 2023 31 Des 2022
Perusahaan
Pasal 22 215,648,000 -
Pasal 23 144,000,000 -
Pajak pertambahan nilai -
Total 359,648,000 -
Entitas Anak
Pasal 25 1,484,199,454 -
Total 1,484,199,454 -
Total pajak penghasilan dibayar dimuka 1,843,847,454 -
b. Utang pajak
30 Jun 2023 31 Des 2022
Pajak penghasilan
Pasal 21 1,231,391,260 2,393,956,948
Pasal 23/26 111,529,151 143,752,677
Pasal 29 1,556,712,087 122,089,433
Pajak pertambahan nilai 3,152,525,047 3,934,333,907
Total 6,052,157,545 8,172,919,144
32
Page 36
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
30 Jun 2023 30 Jun 2022
Beban pajak kini
Perusahaan - -
Entitas Anak (10,014,653,000) (9,479,219,000)
Penyesuaian tahun lalu (3,898,214,500) -
Sub total (13,912,867,500) (9,479,219,000)
Beban pajak tangguhan
Perusahaan 3,865,816,455 2,486,334,115
Entitas Anak (3,034,675,958) (2,113,186,764)
Sub total 831,140,497 373,147,351
Beban Pajak Penghasilan - Neto (13,081,727,003) (9,106,071,649)
d. Pajak Penghasilan Tahun Berjalan
Rekonsiliasi antara: (i) beban pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku
atas laba sebelum pajak penghasilan, dan (ii) beban pajak penghasilan seperti disajikan dalam laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:
30 Jun 2023 30 Jun 2022
Laba sebelum pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian 44,614,352,499 42,286,064,599
Eliminasi transaksi dengan entitas anak 100,973,509,951 40,212,691,394
Beban pajak penghasilan dihitung dengan
berdasarkan tarif pajak yang berlaku 32,029,329,739 18,149,726,318
Pengaruh pajak atas beda tetap
Beda permanen:
Sumbangan, jamuan dan lain-lain 350,643,107 393,337,200
Pemberian kenikmatan kepada karyawan 75,469,103 366,503,141
Penyusutan (98,348,501) 92,938,698
Penghasilan bunga yang pajaknya final (173,229,352) (81,220,106)
Penghasilan sewa yang pajaknya final (1,033,665,600) (930,299,040)
Deviden (22,302,719,894) (8,921,087,958)
Penyesuaian karena perbedaan tarif
pajak yang diterapkan - -
Beban lain-lain yang tidak diperkenankan 336,033,901 36,173,396
Total Beban Pajak Penghasilan 9,183,512,503 9,106,071,649
33
Page 37
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Pajak Penghasilan Tahun Berjalan (lanjutan)
Rekonsiliasi antara laba konsolidasian sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian dengan taksiran penghasilan kena pajak (rugi fiskal) Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
30 Jun 2023 30 Jun 2022
Laba sebelum pajak penghasilan sesuai dengan
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif rugi
dan penghasilan lain konsolidasian 44,614,352,499 42,286,064,596
Eliminasi transaksi dengan entitas anak (402,489,569) (204,278,742)
Bagian laba Entitas Anak
sebelum pajak penghasilan (59,208,866,396) (24,964,180,410)
Laba (Rugi) Perusahaan sebelum manfaat
pajak penghasilan (14,997,003,466) 17,117,605,444
Beda permanen :
Pemberian kenikmatan kepada Karyawan 152,257,119 495,264,725
Sumbangan, jamuan dan lain-lain 1,027,639,688 102,234,275
Penyusutan - 32,187,501
Pendapatan sewa yang pajaknya final (4,698,480,000) (2,114,316,000)
Penghasilan bunga yang pajaknya final (98,225,484) (36,789,479)
Pendapatan deviden 5,508,901
Beban lain-lain yang tidak diperkenankan 1,041,919,074
Beda temporer
Imbalan paska kerja 1,388,054,982 311,367,950
Penyusutan (1,012,826,855) 925,009
Kesejahteraan karyawan (2,809,728,020) (2,074,161,324)
Taksiran rugi fiskal Perusahaan (20,006,392,961) 13,839,827,002
Rugi fiskal tahun sebelumnya
2016 - (7,375,661,309)
2017 - (6,348,762,691)
2018 - (2,949,299,694)
2019 - (1,437,649,982)
2020 - (3,606,523,247)
2022 (25,807,362,242)
Koreksi oleh Kantor Pajak
SKP LB Tahun 2016 - 711,231,920
SKP LB Tahun 2017 - 3,276,115,801
SKP LB Tahun 2018 - 2,890,533,237
SKP LB Tahun 2019 - 1,365,941,982
SKP LB Tahun 2020 - 2,483,204,867
Akumulasi rugi fiskal (45,813,755,203) 2,848,957,886
Taksiran pajak penghasilan tahun berjalan Perusahaan dan Entitas Anak dan taksiran utang pajak penghasilan
30 Jun 2023 30 Jun 2022
Beban pajak kini
Perusahaan - -
Entitas Anak 10,014,653,000 9,479,219,000
Total 10,014,653,000 9,479,219,000
34
Page 38
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Taksiran tagihan pajak penghasilan
Akun ini merupakan taksiran kelebihan pembayaran pajak penghasilan Perusahaan yang menurut manajemen
dapat diperoleh kembali, dengan rincian sebagai berikut:
30 Jun 2023 31 Des 2022
Perusahaan
2022 2,322,683,562 2,322,683,562
2021 - -
Total 2,322,683,562 2,322,683,562
f. Surat ketetapan pajak
Tahun 2019
Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar No. 00030/406/19/054/21 tanggal 13 April 2021 untuk
pajak badan tahun pajak 2019 yang menyatakan bahwa Perusahaan mengalami rugi fiskal sebesar
Rp71.708.800 dan lebih bayar pajak sebesar Rp1.607.139.789.
Tahun 2020
Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar No. 00036/406/20/054/22 tanggal 31 Maret 2022
untuk pajak badan tahun pajak 2020 yang menyatakan bahwa Perusahaan mengalami rugi fiskal sebesar
Rp1.123.318.380 dan lebih bayar pajak sebesar Rp770.964.635.
Tahun 2021
Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar No. 00010/406/21/054/22 tanggal 15 November 2022
untuk pajak badan tahun pajak 2021 yang menyatakan bahwa Perusahaan mengalami lebih bayar pajak sebesar
Rp2.204.349.690, menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar No. 00009/407/21/054/22 tanggal 22 Juni 2022
untuk PPN Desember tahun 2021 sebesar Rp. 4.773.482.873
g. Pajak tangguhan
Perhitungan pajak tangguhan atas beda temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak dengan
menggunakan tarif pajak yang berlaku untuk 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
35
Page 39
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
g. Pajak tangguhan (lanjutan) Dampak perubahan tarif pajak
Dikreditkan Dikreditkan pada Dikreditkan Dikreditkan pada
Saldo Awal (Dibebankan) Pendapatan (Dibebankan) Pendapatan Saldo Akhir
01 January 2022 pada laba rugi Komprehensif lainnya pada laba rugi Komprehensif lainnya 31 December 2022
Aset Pajak Tangguhan
Perusahaan :
Imbalan kerja 7,992,581,105 (2,728,089,490) (200,482,772) - - 5,064,008,843
Aset tetap 4,252,711,242 (174,299,019) - - - 4,078,412,223
Rugi fiskal - - - - - -
Kesejahteraan karyawan 798,552,110 (76,649,626) - - - 721,902,484
Utang Lain-lain Pensiun 51,684,600 67,695,320 119,379,920
Penyisihan atas ECLs 52,368,218 45,880,846 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 98,249,064
Total aset pajak tangguhan 13,147,897,275 (2,865,461,969) (200,482,772) - - 10,081,952,534
Entitas Anak :
Imbalan kerja 14,100,032,868 (434,008,354) (7,427,357) - - 13,658,597,157
Sewa 144,025,211 - - 144,025,211
Kesejahteraan karyawan 2,954,690,884 (315,102,678) - - - 2,639,588,206
Penyisihan atas ECLs 196,731,335 533,781,881 - - - 730,513,216
Sub total 17,251,455,087 (71,303,940) (7,427,357) - - 17,172,723,790
Total aset pajak tangguhan 30,399,352,362 (2,936,765,909) (207,910,129) - - 27,254,676,324
h. Perubahan Tarif Pajak Badan
Pada tanggal 30 September 2020, sebagai bagian dari stimulus ekonomi untuk perlindungan dampak Covid-19,
pemerintah Republik Indonesia mengumumkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (“Perpu”) No. 1
Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi
Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman Yang Membahayakan
Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan. Pada tanggal 18 Mei 2020, Perpu No. 1 Tahun
2020 telah disahkan menjadi Undang-undang No. 2 Tahun 2020.
UU No. 2 Tahun 2020 mengatur, antara lain, penurunan tarif pajak badan sebagai berikut:
• Untuk tahun pajak 2020 dan 2021: dari 25% menjadi 22%;
• Mulai tahun pajak 2022: dari 22% menjadi 20%;
• Perusahaan Terbuka dalam negeri yang memenuhi kriteria tambahan tertentu dapat memperoleh tarif pajak
sebesar 3% lebih rendah dari tarif pajak yang disebutkan di atas.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah Indonesia mengesahkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 (“UU
No.7/2021”) tentang “Harmonisasi Peraturan Perpajakan” yang menetapkan, antara lain, penurunan tarif pajak
penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 25% menjadi 22% untuk tahun
pajak 2022 dan seterusnya, serta bagi Perusahaan Terbuka dalam negeri yang memenuhi kriteria tertentu dapat
memperoleh tarif pajak sebesar 3% lebih rendah dari tarif pajak yang disebutkan di atas: dan kenaikan tarif pajak
pertambahan nilai dari semula 10% menjadi 11% yang akan berlaku mulai dari1 April 2022, dan akan menjadi
12% yang akan berlaku paling lambat 1 Januari 2025.
i. Lain - lain
Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan telah disampaikan kepada Kantor Pajak sampai dengan
tahun fiskal tahun 2021. SPT tahun 2022 Perusahaan dan Entitas Anak akan dilaporkan sesuai dengan taksiran
laba fiskal yang diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Semua utang pajak dan pendapatan kena
pajak/ laba fiskal telah dihitung dengan baik dan dilaporkan kepada Kantor Pajak sesuai dengan laporan
keuangan auditan Perusahaan dan Entitas Anak.
36
Page 40
15. UTANG BANK JANGKA PANJANG
Akun ini terdiri dari:
30 Jun 2023 31 Des 2022
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 162,726,666,654 187,730,666,656
Dikurangi bagian utang yang jatuh tempo
yang jatuh tempo dalam satu tahun (49,760,000,004) (49,084,000,004)
Utang bank – setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam satu tahun 112,966,666,650 138,646,666,652
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Perusahaan
Berdasarkan akta Notaris Ranti N. Handayani, S.H. No. 7 tanggal 3 Desember 2021, Perusahaan memperoleh
fasilitas Kredit Investasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan jumlah maksimum kredit Rp70.000.000.000
dalam jangka waktu 60 bulan sampai 1 Januari 2027. Pada tanggal 30 Juni 2023 saldo fasilitas sebesar
Rp51.300.000.000.
Atas pinjaman ini dijamin dengan tanah (Catatan 8) berikut bangunan dengan bukti kepemilikan SHGB No. 11, 49,
53, 63, 73, dan 100 seluruhnya atas nama Perusahaan.
Berdasarkan perjanjian kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, selama fasilitas kredit belum dilunasi,
Perusahaan tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal seperti yang diungkapkan dalam Catatan 10 tanpa
persetujuan tertulis dari bank.
Entitas Anak
i Berdasarkan akta Notaris Ranti N. Handayani, S.H. No. 52 tanggal 21 Juli 2016, Entitas Anak memperoleh
tambahan fasilitas Kredit Investasi II dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan jumlah maksimum kredit
Rp18.000.000.000 dalam jangka waktu 5 (lima) tahun dan dikenakan bunga 10,25% - 10,50% per tahun dan jatuh
tempo sampai dengan tanggal 20 September 2021. Pinjaman ini akan digunakan untuk tujuan penggunaan
fasilitas untuk pembiayaan pembelian mesin. Pinjaman ini telah dilunasi pada tahun 2021.
Pada tahun 2017, Entitas Anak memperoleh tambahan fasilitas Kredit Investasi, dengan rincian sebagai berikut:
ii Fasilitas Kredit Investasi III dengan maksimum kredit Rp23.700.000.000 sampai 7 Juni 2022 dalam jangka waktu
5 (lima) tahun dan dikenakan bunga 10,50% - 10,75% per tahun yang digunakan untuk pembiayaan pembelian
mesin. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, saldo fasilitas ini masing-masing adalah sebesar
Rpnihil dan Rpnihil.
iii Fasilitas Kredit Investasi IV dengan maksimum kredit sebesar Rp17.380.000.000 dalam jangka waktu 63 bulan
sampai 2 Juni 2023. Fasilitas ini digunakan untuk pembelian mesin. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022, saldo fasilitas ini masing-masing adalah sebesar Rpnihil dan Rpnihil.
Pada tahun 2018, Entitas Anak memperoleh tambahan fasilitas Kredit Investasi, dengan rincian sebagai berikut:
iv Berdasarkan akta Notaris Ranti N. Handayani, S.H. No. 8 tanggal 6 Maret 2018, Entitas Anak memperoleh
tambahan fasilitas Kredit Investasi V dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan jumlah maksimum kredit
Rp56.000.000.000 dalam jangka waktu 70 bulan sampai 5 Januari 2024 dengan tujuan penggunaan fasilitas
untuk pembiayaan pembelian mesin. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, saldo fasilitas ini masing
masing adalah sebesar Rp nihil dan Rp1.424.000.000.
37
Page 41
15. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Pada tahun 2019, Entitas Anak memperoleh tambahan fasilitas Kredit Investasi, dengan rincian sebagai berikut:
v Berdasarkan akta Notaris Ranti N. Handayani, S.H. No. 27 tanggal 10 September 2019, Entitas Anak
memperoleh tambahan fasilitas Kredit Investasi VI dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan jumlah maksimum
kredit Rp44.800.000.000 dalam jangka waktu 68 bulan sampai 5 September 2025
dengan tujuan penggunaan fasilitas untuk pembiayaan pembelian mesin. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022, saldo fasilitas ini masing-masing sebesar Rp16.426.666.654 dan Rp 20.906.666.656.
Pada tahun 2020, Entitas Anak memperoleh tambahan fasilitas Kredit Investasi, dengan rincian sebagai berikut:
vi Berdasarkan akta Notaris Ranti N. Handayani, S.H. No. 12 tanggal 2 Desember 2020, Perusahaan memperoleh
tambahan fasilitas Kredit Investasi VII dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan jumlah maksimum kredit
Rp65.000.000.000 dalam jangka waktu 63 bulan sampai 1 Maret 2026. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022, saldo fasilitas ini masing-masing sebesar Rp46.000.000.000. dan Rp51.500.000.000.
Pada tahun 2021, Entitas Anak memperoleh tambahan fasilitas Kredit Investasi, dengan rincian sebagai berikut:
Berdasarkan akta Notaris Ranti N. Handayani, S.H. No. 79 tanggal 29 September 2021, Perusahaan memperoleh
tambahan fasilitas Kredit Investasi VIII dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan jumlah maksimum kredit
Rp70.000.000.000 dalam jangka waktu 63 bulan sampai 28 Desember 2026. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022, saldo fasilitas masing - masing sebesar Rp35.000.000.000 dan Rp56.000.000.000.
Beban bunga yang diakui untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 masing-masing sebesar
Rp5.172.386.710 dan Rp7.199.432.474 (Catatan 23).
Atas pinjaman ini dijamin dengan piutang, persediaan, mesin, peralatan dan tanah (Catatan 5, 6 dan 8) berikut
bangunan dengan bukti kepemilikan SHGB No. 9, 12, 55, 64, 68, 69 dan 71 seluruhnya atas nama Entitas Anak serta
jaminan pribadi (personal guarantee ) dari Tuan Bambang Sujanto, Tuan Ali Sugiharto Wibisono dan Tuan Harianto
Wibisono.
Berdasarkan perjanjian kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, selama fasilitas kredit belum dilunasi, Entitas
Anak tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal seperti yang diungkapkan dalam Catatan 10 tanpa persetujuan
tertulis dari bank.
16. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
Perusahaan dan Entitas Anak mengadakan perjanjian pinjaman dengan PT Bank Central Asia Finance dan Maybank
Finance untuk membeli kendaraan secara kredit dengan menggunakan fasilitas kredit Kepemilikan Kendaraan
Bermotor (KKB). Jangka waktu pinjaman tersebut masing - masing 2 dan 4 tahun dan berakhir pada tahun 2022.
Suku bunga atas pinjaman tersebut sebesar 3,63% - 5,92% per tahun.
Beban bunga yang diakui untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 masing-masing sebesar
Rpnihil dan Rp16.070.490 (Catatan 23).
Jaminan atas fasilitas ini adalah kendaraan yang bersangkutan (Catatan 8).
38
Page 42
17. LIABILITAS IMBALAN KERJA
a. Akrual gaji dan tunjangan
30 Jun 2023 31 Des 2022
Gaji dan tunjangan 4,069,085,946 15,822,139,136
Bagian jangka pendek
liabilitas imbalan kerja 11,160,288,996 11,781,213,843
Total 15,229,374,942 27,603,352,979
b. Imbalan kerja karyawan
Kewajiban imbalan kerja dihitung sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13, 2003 tanggal 25 Maret
2003 UU Ketenagakerjaan dan peraturan Perusahaan dan Entitatas Anak. Kewajiban imbalan kerja tidak didanai.
Tabel berikut ini merangkum komponen-komponen atas beban imbalan kerja neto yang diakui dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan total yang disajikan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian sebagai liabilitas imbalan kerja berdasarkan penilaian aktuaria yang dilakukan oleh Kantor
Konsultan Aktuaria Riana dan Rekan sesuai dengan laporan tanggal 22 Mei 2023 untuk tahun 2022 dan untuk
periode 30 Juni 2023 nilai imbalan kerja Perusahaan dan Entitas Anak berdasarkan estimasi terbaik manajemen
dengan mengacu pada penilaian aktuaria sebelumnya.
Saldo liabilitas imbalan kerja yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
30 Jun 2023 31 Des 2022
Nilai kini kewajiban imbalan pasti 76,125,427,054 85,102,754,578
Beban imbalan kerja pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai berikut:
30 Jun 2023 30 Jun 2022
Diakui pada laba rugi:
Beban imbalan kerja tahun berjalan 1,388,054,982 1,811,906,367
Diakui pada penghasilan komprehensif lainnya:
Laba/ (rugi) komprehensif lainnya selama tahun berjalan (472,523,015) 925,719,955
Total 915,531,968 2,737,626,322
Mutasi liabilitas yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
30 Jun 2023 31 Des 2022
Saldo awal 85,102,754,578 100,420,972,640
Beban imbalan kerja tahun berjalan 236,604,557 8,277,935,434
Penghasilan komprehensif lainnya selama tahun berjalan (472,523,015) (945,046,038)
Realisasi pembayaran imbalan kerja tahun berjalan (8,741,409,066) (22,651,107,458)
Total liabilitas imbalan kerja 76,125,427,054 85,102,754,578
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun (11,160,288,996) (11,781,213,843)
Bagian jangka panjang 64,965,138,058 73,321,540,735
39
Page 43
17. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)
b. Imbalan kerja karyawan (lanjutan)
Asumsi dasar yang digunakan dalam menentukan liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut:
30 Jun 2023 31 Des 2022
Tingkat diskonto
Perusahaan 6,75% per tahun 6,75% per tahun
Entitas anak 6,75% per tahun 6,75% per tahun
Tingkat kenaikan gaji
Perusahaan 3,5% per tahun 3,5% per tahun
Entitas anak 3,5% per tahun 3,5% per tahun
Tingkat angka kematian TMI-IV TMI-IV
18. KEPENTINGAN NON PENGENDALI
Penyertaan pemegang saham non-pengendali pada Entitas Anak sebesar 0.0000005% atau masing-masing
sejumlah Rp2.499 dan Rp2.809, tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022 karena jumlahnya yang tidak material.
19. MODAL SAHAM
Modal dasar Perusahaan terdiri dari 600.000.000 saham dengan nilai nominal Rp500 per saham dan telah
ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 405.000.000 saham. Rincian pemegang saham Perusahaan dan pemilikan
pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Ditempatkan Total Saham
Pemegang Saham dan Persentase Total
Disetor penuh Pemilikan (%)
PT Kita Subur Utama 317,891,800 78.49% 158,945,900,000
PT Hoki Investasi Sejati 24,407,100 6.03% 12,203,550,000
Permadi Al Suharto 22,572,000 5.57% 11,286,000,000
Masyarakat (masing-masing dengan
pemilikan kurang dari 5%) 40,129,100 9.91% 20,064,550,000
Total 405,000,000 100.00% 202,500,000,000
31 Desember 2022
Ditempatkan Total Saham
Pemegang Saham dan Persentase Total
Disetor penuh Pemilikan (%)
PT Kita Subur Utama 317,891,800 78.49% 158,945,900,000
PT Hoki Investasi Sejati 24,258,700 5.99% 12,129,350,000
Permadi Al Suharto 22,572,000 5.57% 11,286,000,000
Masyarakat (masing-masing dengan
pemilikan kurang dari 5%) 40,277,500 9.95% 20,138,750,000
Total 405,000,000 100.00% 202,500,000,000
40
Page 44
Terdapat Direktur yang memiliki saham publik Perusahaan yaitu Bapak Permadi Al Suharto, dengan kepemilikan
masing-masing sebesar 22.572.000 saham atau 5,57% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan
pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
20. PENJUALAN NETO
Tidak terdapat penjualan kepada pihak berelasi setelah konsolidasian. Rincian penjualan neto Perusahaan dan
Entitas Anak adalah sebagai berikut:
30 Jun 2023 30 Jun 2022
Lokal 996,246,598,248 1,075,978,503,628
Ekspor 96,432,659,251 91,402,651,444
Penjualan bruto 1,092,679,257,499 1,167,381,155,072
Retur penjualan (465,045,167) (395,146,727)
Potongan penjualan (123,693,490) (50,897,393)
Neto 1,092,090,518,842 1,166,935,110,952
Pada tahun 2023 dan 2022, tidak terdapat penjualan terhadap individu pihak ketiga yang melebihi 10% dari
penjualan neto.
41
Page 45
21. BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian dari beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
30 Jun 2023 30 Jun 2022
Awal tahun
Bahan baku 205,958,941,143 139,591,059,979
Bahan pembantu 30,913,227,971 36,923,976,876
Pembelian
Bahan baku 644,255,573,350 945,465,889,065
Bahan pembantu 60,853,445,573 83,093,059,551
Saldo akhir
Bahan baku (150,511,453,022) (269,046,260,859)
Bahan pembantu (27,195,974,607) (41,231,989,216)
Pemakaian bahan
Bahan baku 699,703,061,471 816,010,688,185
Bahan pembantu 64,570,698,937 78,785,047,211
Total pemakaian bahan baku dan pembantu 764,273,760,408 894,795,735,396
Upah buruh langsung 54,056,000,700 65,294,397,293
Beban pabrikasi 93,741,441,314 96,999,173,504
Total Beban Produksi 912,071,202,422 1,057,089,306,193
Persediaan barang dalam proses
Awal periode 10,301,945,401 20,290,768,501
Akhir periode (17,929,698,864) (32,437,628,222)
Beban pokok produksi 904,443,448,959 1,044,942,446,472
Persediaan barang jadi
Awal periode 97,088,767,515 88,272,918,385
Akhir periode (65,816,084,194) (108,493,338,708)
Beban pokok penjualan 935,716,132,280 1,024,722,026,149
42
Page 46
21. BEBAN POKOK PENJUALAN (lanjutan)
Terdapat pembelian dari pemasok - pemasok pihak ketiga tertentu yang melebihi 10% dari penjualan neto dengan
total pembelian sebesar Rp557.266.421.324 dan Rp591.305.521.335, masing - masing untuk periode 30 Juni 2023
dan 2022.
22. BEBAN USAHA
Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:
30 Jun 2023 30 Jun 2022
Penjualan
Pengangkutan 39,674,742,643 32,935,372,553
Gaji, upah dan imbalan kerja karyawan 7,603,332,859 7,425,785,193
Beban ekspor 4,453,225,975 4,484,930,534
Penyusutan (Catatan 8) 383,543,240 1,045,533,166
Beban administrasi 1,418,399,743 982,537,421
Promosi 2,268,245,563 1,626,181,051
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 juta) 164,353,835 314,901,995
55,965,843,858 48,815,241,913
Umum dan Administrasi
Gaji, upah, dan kesejahteraan karyawan 36,703,223,874 31,972,530,474
Beban administrasi 2,003,578,714 3,670,814,566
Administrasi bank 3,392,305,994 1,809,327,061
Pemeliharaan dan perbaikan 663,602,550 787,814,179
Penyusutan (Catatan 8) 337,144,196 697,174,559
Transportasi 804,581,552 590,250,383
Telepon dan internet 388,230,099 397,240,578
Energi dan air 149,558,413 146,315,139
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp100 juta) 875,995,147 419,142,798
45,318,220,539 40,490,609,736
Total 101,284,064,397 89,305,851,649
23. BEBAN KEUANGAN
Akun ini terdiri dari:
30 Jun 2023 30 Jun 2022
Beban bunga dari:
Pinjaman bank (Catatan 10 dan 15 9,963,164,623 13,788,025,555
Utang pembiayaan konsumen (Catatan 16) 0 16,070,490
Total beban bunga 9,963,164,623 13,804,096,045
Provisi bank 116,771,497 -
Total 10,079,936,120 13,804,096,045
43
Page 47
24. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Dalam aktivitas usahanya sehari-hari, Perusahaan dan Entitas Anak dihadapkan pada berbagai risiko. Risiko utama
yang dihadapi Perusahaan dan Entitas Anak yang timbul dari instrumen keuangan adalah risiko kredit, risiko pasar
(yaitu tingkat suku bunga dan risiko nilai tukar mata uang asing), dan risiko likuiditas. Fungsi utama dari manajemen
risiko Perusahaan dan Entitas Anak adalah untuk mengidentifikasi seluruh risiko kunci, mengukur risiko-risiko ini dan
mengelola posisi risiko sesuai dengan kebijakan. Perusahaan dan Entitas Anak secara rutin menelaah kebijakan dan
sistem manajemen risiko untuk menyesuaikan dengan perubahan di pasar, produk dan praktek pasar terbaik.
a. Risiko kredit
Risiko kredit adalah risiko jika pihak debitur tidak memenuhi kewajibannya dalam kontrak konsumen, yang
menyebabkan kerugian keuangan. Perusahaan dan Entitas Anak mengelola risiko kredit dari pelanggan dengan
melakukan analisa dan persetujuan kredit yang hati-hati, dan juga pengawasan terhadap saldo piutang dilakukan
secara berkesinambungan untuk meminimalisasi piutang tak tertagih.
Tinjauan eksposur Perusahaan dan Entitas Anak terhadap risiko kredit
Nilai tercatat aset keuangan pada laporan keuangan konsolidasian setelah dikurangi dengan cadangan kerugian,
mencerminkan eksposur Perusahaan dan Entitas Anak terhadap risiko kredit.
Kerangka peringkat risiko kredit kini Perusahaan dan Entitas Anak terdiri dari kategori berikut:
Kategori Deskripsi Dasar pengakuan ECL
Lancar Pihak lawan memiliki risiko gagal bayar yang rendah dan tidak ECL 12 bulan
memiliki tunggakan.
Dicadangkan Jumlah yang tertunggak > 30 hari atau telah ada peningkatan risiko ECL sepanjang umur - kredit tidak
kredit yang signifikan sejak pengakuan awal. memburuk
Gagal bayar Jumlah yang tertunggak > 90 hari atau ada bukti yang ECL sepanjang umur - kredit
mengindikasikan aset mengalami penurunan nilai kredit. memburuk
Penghapusan Ada bukti yang mengindikasikan bahwa debitur dalam kesulitan Saldo dihapuskan
keuangan yang buruk dan Perusahaan dan Entitas Anak tidak
memiliki prospek pemulihan yang realistis.
Tabel di bawah merinci kualitas kredit aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak serta eksposur maksimum
risiko kredit menurut peringkat risiko kredit:
44
Page 48
24. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
a. Risiko kredit (lanjutan)
Peringkat Peringkat ECL 12 bulan atau Jumlah Jumlah
Kredit Kredit sepanjang tercatat Cadangan tercatat
31 Desember 2022 External Internal umur bruto kerugian bersih
Aset keuangan lainnya - lancar
Bank (Catatan 4) AAA/AA+ Lancar EC L 12 bulan 48,717,357,334 - 48,717,357,334
Piutang usaha N/A (i) ECL sepanjang umur 336,562,035,471 (3,767,101,271) 332,794,934,200
(Catatan 5) (pendekatan sederhana)
Piutang lain-lain N/A Lancar EC L 12 bulan 728,485,664 - 728,485,664
Total 386,007,878,469 (3,767,101,271) 382,240,777,198
Untuk piutang usaha, Perusahaan dan Entitas Anak telah menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam
PSAK 71 untuk mengukur cadangan kerugian ECL sepanjang umur. Perusahaan dan Entitas Anak menentukan
kerugian kredit ekspektasian atas pospos ini dengan menggunakan matriks provisi, yang diestimasi berdasarkan
pengalaman kerugian kredit historis berdasarkan status jatuh tempo debitur, disesuaikan untuk mencerminkan
kondisi saat ini dan estimasi kondisi ekonomi masa depan. Oleh karena itu, profil risiko kredit dari aset tersebut
disajikan berdasarkan status tunggakannya dalam matriks provisi. Catatan 5 mencakup rincian lebih lanjut atas
cadangan kerugian masing-masing aset tersebut.
b. Risiko pasar
Risiko pasar adalah risiko dimana nilai wajar dari arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan akan
berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Perusahaan dan Entitas Anak dipengaruhi oleh risiko pasar, terutama
risiko tingkat suku bunga dan risiko nilai tukar mata uang asing.
Risiko nilai tukar mata uang asing
Risiko nilai tukar mata uang asing adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa mendatang dari suatu
instrumen keuangan karena perubahan dari nilai tukar mata uang asing. Perusahaan dan Entitas Anak terekspos
risiko nilai tukar mata uang asing yang terutama timbul dari aset/ liabilitas moneter neto yang berbeda dengan
mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.
Perusahaan dan Entitas Anak memonitor secara ketat fluktuasi dari nilai tukar mata uang asing sehingga dapat
mengambil langkah-langkah yang paling menguntungkan Perusahaan dan Entitas Anak pada waktu yang tepat.
Tabel berikut menunjukkan sensitivitas terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada nilai tukar Rupiah
terhadap mata uang asing, dengan semua variabel lainnya tetap konstan, dengan pendapatan sebelum pajak
yang berakhir 30 Juni 2023:
Pengaruh pada
(Penurunan) laba sebelum
Tahun Mata Uang Asing pajak
30 Juni 2023 EUR 1.00% (4,123,485)
-1.00% 4,123,485
HKD 2.00% 318,617
-2.00% (318,617)
SGD 2.00% 83,411
-2.00% (83,411)
CHF 0.00% -
0.00% -
JPY 4.00% (5,501,532)
-4.00% 5,501,532
AUD 3.00% 156
-3.00% (156)
CNY 3.00% (118,680,481)
-3.00% 118,680,481
45
Page 49
24. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
b. Risiko pasar
Risiko nilai tukar mata uang asing
Perusahaan dan Entitas Anak memiliki aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing pada tanggal 30 Juni
2023 dan 31 Desember 2022 disajikan dalam Catatan 25.
c. Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen
keuangan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Pengaruh dari risiko perubahan suku bunga pasar
berhubungan dengan pinjaman dari Perusahaan dan Entitas Anak yang dikenakan suku bunga mengambang.
Perusahaan dan Entitas Anak memonitor secara ketat fluktuasi suku bunga pasar dan ekspektasi pasar sehingga
dapat mengambil langkah-langkah yang paling menguntungkan Perusahaan dan Entitas Anak secara tepat
waktu. Manajemen tidak menganggap perlunya melakukan swap suku bunga pada saat ini.
Tabel berikut menunjukkan sensitivitas atas perubahan yang wajar dari tingkat suku bunga atas saldo pinjaman
yang dikenakan suku bunga mengambang, dimana semua variabel lainnya dianggap konstan, terhadap laba
sebelum beban pajak konsolidasian untuk tahun yang berakhir tanggal 30 Juni 2023:
Kenaikan Efek Terhadap
Tahun (Penurunan) laba sebelum pajak
dalam basis poin
30 Juni 2023 50 1,322,371,265
(50) (1,322,371,265)
d. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko dimana Perusahaan dan Entitas Anak tidak bisa memenuhi kewajiban pada saat
jatuh tempo. Manajemen melakukan evaluasi dan pengawasan atas arus kas masuk (cash-in ) dan kas keluar
(cash-out ) untuk memastikan tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan pembayaran liabilitas yang jatuh
tempo.
Secara umum, kebutuhan dana untuk pelunasan liabilitas jangka pendek maupun jangka panjang yang jatuh
tempo diperoleh dari penjualan kepada pelanggan.
Tabel dibawah merupakan profil liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak berdasarkan kontrak
pembayaran tanpa diskonto pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022:
46
Page 50
24. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
d. Risiko Likuiditas (lanjutan)
31 Des 2022
Kurang dari 3 3 bulan dan 1 Lebih dari 5
1 dan 2 tahun 2 dan 5 tahun Total
bulan tahun tahun
Utang bank jangka pendek 3,344,137,454 191,393,136,213 - - - 194,737,273,667
Utang usaha 106,480,482,647 5,127,186,425 - - - 111,607,669,072
Utang lain - lain 26,223,137,562 - - - - 26,223,137,562
Beban akrual 8,307,925,480 - - - - 8,307,925,480
Utang bank jangka panjang 15,796,944,863 47,229,055,005 46,426,619,590 104,124,115,290 - 213,576,734,748
Sewa pembiayaan konsumen 183,510,600 377,375,200 - - - 560,885,800
Total liabilitas keuangan 160,336,138,606 244,126,752,843 46,426,619,590 104,124,115,290 - 555,013,626,329
e. Risiko Pengelolaan Modal
Perusahaan dan Entitas Anak dihadapkan pada risiko modal untuk memastikan bahwa akan mampu melanjutkan
kelangsungan usahanya, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham, melalui optimalisasi saldo
utang dan ekuitas.
Struktur modal Perusahaan dan Entitas Anak terdiri dari utang, yang mencakup pinjaman yang dijelaskan pada
Catatan 10 dan 15 dan ekuitas pemilik induk, yang terdiri dari modal yang ditempatkan, saldo laba dan komponen
ekuitas lainnya.
Direksi Perusahaan dan Entitas Anak secara berkala melakukan review struktur permodalan Perusahaan dan
Entitas Anak. Sebagai bagian dari review ini, Direksi mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang
berhubungan. Perusahaan mengelola risiko ini dengan memonitor rasio utang terhadap Ekuitas.
Perusahaan dan Entitas Anak mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan
perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan. Perusahaan dan Entitas
Anak dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbal modal kepada pemegang
saham atau menerbitkan saham baru. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses pada periode
berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Pinjaman terhadap modal pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 Jun 2023 31 Des 2022
Utang bank jangka pendek 101,747,586,283 107,403,869,834
Utang bank 162,726,666,654 187,730,666,656
Total utang 264,474,252,937 295,134,536,490
Modal 773,114,192,726 737,901,136,146
Pinjaman - neto terhadap modal 34.21% 40.00%
47
Page 51
25. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan dan Entitas Anak memiliki saldo aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing yang berasal dari transaksi dengan pihak ketiga sebagai berikut:
26. INSTRUMEN KEUANGAN
a. Kategori dan Kelas Instrumen Keuangan
Aset keuangan pada biaya perolehan
diamortisasi
30 Jun 2023 31 Des 2022
Aset Keuangan Lancar
Kas dan setara kas 172,238,103,871 48,717,357,334
Piutang usaha - pihak ketiga 295,709,782,204 332,794,934,200
Piutang lain-lain - pihak ketiga 729,885,670 728,485,670
Jumlah aset keuangan 468,677,771,745 382,240,777,204
Aset dan liabilitas di atas dijabarkan menggunakan kurs penutupan Bank Indonesia tanggal 27 Juni 2023
48
Page 52
26. INSTRUMEN KEUANGAN
a. Kategori dan Kelas Instrumen Keuangan (lanjutan)
Liabilitas pada biaya perolehan diamortisasi
30 Jun 2023 31 Des 2022
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 101,747,586,283 107,403,869,834
Utang usaha - pihak ketiga 139,292,871,559 111,607,669,072
Utang lain-lain 2,723,405,541 26,223,137,562
Beban akrual 11,584,264,583 8,307,925,480
Liabilitas jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun:
Utang bank 49,760,000,004 49,084,000,004
Utang pembiayaan konsumen - -
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Utang jangka panjang - neto yang jatuh
tempo dalam satu tahun:
Utang bank 112,966,666,650 138,646,666,652
Utang pembiayaan konsumen - -
Jumlah liabilitas keuangan 418,074,794,620 441,273,268,604
Nilai wajar instrumen keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi
Kecuali sebagaimana tercantum dalam tabel berikut, direksi menganggap bahwa nilai tercatat aset keuangan dan
liabilitas keuangan diakui dalam laporan keuangan konsolidasian mendekati nilai wajarnya.
30 Jun 2023 31 Des 2022
Nilai tercatat Nilai wajar NilaI tercatat Nilai wajar
LIABILITAS KEUANGAN
Liabilitas keuangan yang
dicatat berdasarkan biaya
perolehan diamortiasi
Utang bank jangka panjang 162,726,666,653 165,819,976,152 187,730,666,656 172,048,335,662
Utang pembiayaan
konsumen - - - -
Total 162,726,666,653 165,819,976,152 187,730,666,656 172,048,335,662
49
Page 53
26. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
b. Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)
Hirarki nilai wajar instrumen keuangan
Perusahaan dan Entitas Anak menggunakan hirarki berikut untuk menentukan dan mengungkapkan nilai wajar
dari instrumen keuangan:
1 Tingkat 1: dikutip (tidak dapat disesuaikan) dari harga pasar aktif untuk aset dan liabilitas keuangan yang
identik;
2 Tingkat 2: teknik lain dimana semua input yang memiliki efek signifikan dalam pencatatan nilai wajar, dapat
diobservasi baik secara langsung maupun tidak langsung; dan
3 Tingkat 3: teknik lain dimana menggunakan input yang memiliki efek signifikan dalam pencatatan nilai wajar,
tidak berdasarkan pada data yang diobservasi di pasar.
Tabel di bawah ini menyajikan instrumen keuangan yang diakui pada nilai wajar berdasarkan hirarki yang
digunakan Perusahaan untuk menentukan dan mengungkapkan nilai wajar dari instrumen keuangan:
31/06/2023
Jumlah nilai Nilai wajar
tercatat Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Total
Liabilitas dimana nilai
wajar diungkapkan:
Liabilitas keuangan pada
biaya perolehan
diamortisasi:
Utang bank
jangka panjang 162,726,666,653 - 165,819,976,152 - 165,819,976,152
Sewa pembiayaan
konsumen - - - - -
Total liabilitas
keuangan 162,726,666,653 - 165,819,976,152 - 165,819,976,152
31 Des 2022
Jumlah nilai Nilai wajar
tercatat Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Total
Liabilitas dimana nilai
wajar diungkapkan:
Liabilitas keuangan pada
biaya perolehan
diamortisasi:
Utang bank
jangka panjang 187,730,666,656 - 172,048,335,662 - 172,048,335,662
Sewa pembiayaan
konsumen - - - - -
Total liabilitas
keuangan 187,730,666,656 - 172,048,335,662 - 172,048,335,662
50
Page 54
26. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
b. Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar (namun pengungkapan
nilai wajar diharuskan)
Nilai wajar dari instrumen yang diklasifikasikan sebagai Level 1 berasal dari harga kuotasian atas instrumen
keuangan tersebut. Nilai wajar dari instrumen yang diklasifikasikan sebagai Level 2 dihitung menggunakan
metode arus kas diskonto. Suku bunga berbasis pasar disesuaikan dengan risiko kredit digunakan untuk
mendiskontokan arus kas masa depan. Tidak ada instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi namun nilai wajarnya diungkapkan diklasifikasikan sebagai Level 3 baik di tahun berjalan maupun
tahun sebelumnya.
27. TRANSAKSI PIHAK BERELASI
Kompensasi yang dibayar atau terutang pada manajemen kunci atas jasa kepegawaian adalah sebagai berikut:
30 Jun 23 30 Jun 22
Gaji dan tunjangan lain
Komisaris 2,876,758,891 3,278,182,429
Direktur 6,283,991,766 5,571,323,196
9,160,750,657 8,849,505,625
28. INFORMASI SEGMEN USAHA
Perusahaan dan Entitas Anak melaksanakan kegiatan bisnis utama mereka. yang dibagi menjadi dua (2) produk
utama; alat rumah tangga enamel dan kotak karton gelombang. Segmen bisnis lainnya seperti tempat telur
disajikan secara gabungan sebagai “Lain-lain”. Informasi yang berkaitan dengan segmen usaha dari Perusahaan
dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
a. Informasi menurut jenis produk (segmen primer) :
Alat Rumah Tangga Kotak Karton
30 Juni 2023 Enamel Gelombang Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
Penjualan
Penjualan eksternal 91,539,603,342 989,506,108,605 11,044,806,895 - 1,092,090,518,842
Penjualan
antar segmen 3,600,000,000 2,251,513,415 - (5,851,513,415) -
Total penjualan 95,139,603,342 991,757,622,020 11,044,806,895 (5,851,513,415) 1,092,090,518,842
Hasil
Hasil segmen 4,266,030,596 151,322,202,173 380,243,162 405,910,630 156,374,386,561
Beban usaha (19,411,746,624) (84,918,369,473) (553,948,300) 3,600,000,000 (101,284,064,397)
Laba usaha (15,145,716,028) 66,403,832,700 (173,705,138) 4,005,910,630 55,090,322,164
Penghasilan (beban)
lain-lain 105,175,180,289 (749,161,598) (4,826,382) (105,604,632,000) (1,183,439,691)
Biaya keuangan (3,748,693,690) (6,956,453,850) - 625,211,420 (10,079,936,120)
Penghasilan
keuangan 98,225,484 682,493,391 6,687,271 - 787,406,147
Total beban pajak
penghasilan 3,865,816,455 (16,947,543,458) - - (13,081,727,003)
Laba neto
tahun berjalan 90,244,812,511 42,433,167,185 (171,844,249) (100,973,509,950) 31,532,625,497
51
Page 55
28. INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan)
a. Informasi menurut jenis produk (segmen primer) (lanjutan) :
Alat Rumah Tangga Kotak Karton
30 Juni 2023 Enamel Gelombang Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
Rugi komprehensif
lain - neto 355,401,273 13,166,679 - - 368,567,952
Total laba
komprehensif 90,600,213,784 42,446,333,864 (171,844,249) (100,973,509,950) 31,901,193,449
Informasi lainnya
Aset segmen 388,161,663,656 888,059,884,804 20,145,765,587 (18,093,273,657) 1,278,274,040,390
Liabilitas segmen 121,359,807,262 397,120,073,195 5,334,736,347 (18,654,769,136) 505,159,847,668
Perolehan
aset tetap 715,053,937 1,447,311,554 - - 2,162,365,490
Beban penyusutan (4,495,584,062) (19,212,622,621) (298,883,832) - (24,007,090,515)
Alat Rumah Tangga Kotak Karton
30 Juni 2022 Enamel Gelombang Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
Penjualan
Penjualan eksternal 116,930,572,736 1,037,669,673,079 12,334,865,138 - 1,166,935,110,953
Penjualan
antar segmen 3,600,000,000 2,214,750,365 - (5,814,750,365) -
Total penjualan 120,530,572,736 1,039,884,423,444 12,334,865,138 (5,814,750,365) 1,166,935,110,953
Hasil
Hasil segmen 11,656,601,284 129,992,170,808 65,505,099 498,807,613 142,213,084,804
Beban usaha (20,151,642,516) (72,292,036,733) (462,172,400) 3,600,000,000 (89,305,851,649)
Laba usaha (8,495,041,232) 57,700,134,075 (396,667,301) 4,098,807,613 52,907,233,155
Penghasilan (beban)
lain-lain 45,194,597,863 2,870,433,732 (2,406,597) (45,248,879,808) 2,813,745,190
Biaya keuangan (4,731,333,553) (10,010,143,290) - 937,380,798 (13,804,096,045)
Penghasilan
keuangan 54,713,852 310,961,997 3,506,447 - 369,182,296
Total beban pajak
penghasilan 2,486,334,115 (11,592,405,764) - - (9,106,071,649)
Laba neto
tahun berjalan 34,509,271,045 39,278,980,750 (395,567,451) (40,212,691,397) 33,179,992,947
Rugi komprehensif
Lain - neto (2,982,822,004) (793,303,824) - - (3,776,125,828)
Total laba
komprehensif 31,526,449,041 38,485,676,926 (395,567,451) (40,212,691,397) 29,403,867,119
52
Page 56
28. INFORMASI SEGMEN USAHA (lanjutan)
b. Informasi menurut area geografis (segmen sekunder) :
30 Jun 2023
Alat Rumah Kotak Karton
Lain-lain Jumlah
Tangga Enamel Gelombang Eliminasi
Ekspor 39,973,198,107 56,459,461,144 - - 96,432,659,251
Lokal 55,166,405,235 935,298,160,875 11,044,806,895 (5,851,513,415) 995,657,859,590
Total 95,139,603,342 991,757,622,020 11,044,806,895 (5,851,513,415) 1,092,090,518,841
30 Jun 2022
Alat Rumah Kotak Karton
Lain-lain Eliminasi Jumlah
Tangga Enamel Gelombang
Ekspor 50,440,640,388 40,962,011,056 - - 91,402,651,444
Lokal 70,089,932,348 998,922,412,388 12,334,865,138 (5,814,750,365) 1,075,532,459,509
Total 120,530,572,736 1,039,884,423,444 12,334,865,138 (5,814,750,365) 1,166,935,110,953
Pada tahun 2023 dan 2022, tidak terdapat penjualan terhadap individu disatu negara yang melebihi 10% dari
penjualan neto.
29. LABA PER SAHAM DASAR
Berikut ini mencerminkan pendapatan dan total saham yang digunakan sebagai dasar dalam perhitungan laba
per saham tahun 2023 dan 2022:
30 Jun 23 30 Jun 22
Laba neto tahun berjalan 31,532,625,497 33,179,992,947
Rata-rata tertimbang total
saham biasa yang beredar 405,000,000 405,000,000
Laba neto per saham dasar 77.86 81.93
Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada tanggal 30 Juni 2023 dan
2022, dan oleh karenanya, laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian.
53
Page 57
30. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS
Rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan
Utang bank Utang bank Utang pembiayaan
Total
jangka pendek jangka panjang konsumen
Utang neto pada 1 Januari 2023 107,403,869,834 187,730,666,656 - 295,134,536,490
Pengaruh valuta asing (109,655,070) - - (109,655,070)
Arus kas (5,546,628,481) (25,004,000,002) - (30,550,628,483)
Utang neto pada 30 Juni 2023 101,747,586,283 162,726,666,654 - 264,474,252,937
Utang bank Utang bank Utang pembiayaan
Total
jangka pendek jangka panjang konsumen
Utang neto pada 1 Januari 2022 181,360,723,850 180,369,666,660 539,979,974 362,270,370,484
Pengaruh valuta asing (4,006,212) - - (4,006,212)
Arus kas (73,952,847,804) 7,360,999,996 (539,979,974) (67,131,827,782)
Utang neto pada 31 Desember 2022 107,403,869,834 187,730,666,656 - 295,134,536,490
31. HAL LAINNYA
Operasi Perusahaan dan Entitas Anak telah dan mungkin terus dipengaruhi oleh penyebaran virus Covid-19.
Dampak virus Covid-19 terhadap ekonomi global dan Indonesia termasuk dampak terhadap pertumbuhan
ekonomi, penurunan pasar modal, peningkatan risiko kredit, depresiasi nilai tukar mata uang asing dan gangguan
operasi bisnis. Dampak pandemi ini terhadap operasi Perusahaan dan Entitas Anak secara umum tidak
signifikan.
54
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 6
Bukti Iklan KDSI.pdf
done
instance.zip
done
FinancialStatement-2023-II-KDSI.xlsx
done
inlineXBRL.zip
done