Back to announcement
20230731_INDF_Laporan Informasi dan Fakta Material_31356044_lamp3.pdf
Financial statement Text extracted INDFSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 50
Page 1 OCR 0.933
Page 1 of 49 CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA Petunjuk Pengisian Checklist: 1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII.G.17). 2. Tanda (V) diisi pada kolom 'Ada' apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom 'Keterangan' ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas laporan keuangan. 3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka tanda V) diisi pada kolom "Tidak Ada" dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom keterangan, 4. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (V) diisi pada kolom 'N/A'. 5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan (untuk laporan keuangan audited). Data Umum Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Indofood Sukses Makmur Tbk Bidang Usaha Manufaktur Jenis penawaran Umum Saham dan Obligasi Tahun 2023 Tahun 2022 (Unaudited) (Audited) Nama Kantor Akuntan Publik N/A Purwantono, Sungkoro & Surja Nama Partner N/A Sinarta Opini Akuntan N/A Wajar tanpa Pengecualian Catatan tentang Opini (jika ada) N/A N/A hd disesualkan dengan periode penyajian laporan keuangan. Ya Tidak Pemenuhan Peraturan No.VIILG,11 Tentang “Tanggung Jawab v Direksi Atas Laporan Keuangan” Pemenuhan Peraturan No,VIILA.2 tentang “Independensi v Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal"
Page 2 OCR 0.909
Page 2 of 49 Data Keuangan Penting (dalam jutaan rupiah) 30 Juni 2023 30 Juni 2022 Periode laporan keuangan (Unaudited) (Unaudited) Laba Rugi Komprehensif Pendapatan 56.086.595 52.787.329 Laba (rugi) bruto 17.305.939 16.303.497 Laba (rugi) usaha/operasional 8.858.409 8.827.429 EBITDA 10.789.538 10.739.972 Laba (rugi) Bersih periode berjalan 7.476.161 4.162.026 Laba (rugi) komprehensif 6.791.255 4.778.165 Laba Per saham (dasar) (angka penuh) 634 330 Laba Per saham (dilusian) NJA N/A 30 Juni 2023 31 Des 2022 Laporan Posisi keuangan (Unaudited) (Audited) Jumlah Aset 188.505.439 180.433.300 Jumlah Aset Lancar 62.304.416 54.876.668 Jumlah Aset Tidak Lancar 126.201.023 125.556.632 Jumlah Liabilitas 91.336.232 86.810.262 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 37.457.909 30.725.942 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 53.878.323 56.084.320 Jumlah Ekuitas 97.169.207 93,623.038 Modal Disetor 878.043 878.043 Saldo Laba 44.478.325 41.168.161 Rasio Keuangan” Rasio Lancar (x) 1,7x 1,8x ROA Ii 6,8Ya 5,1Yo ROE 13,3Yo 10,2Y4 Ebitda thd pendapatan 19,2Yo 21,3Yo “dapat disesualkan berdasarkan industrinya Catatan: 1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik. Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesuaikan pengungkapan sesuai dengan Karakteristik industri apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami laporan keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. 2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini, namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No VIII.G.17 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek. Laporan Keuangan Terdiri dari: Laporan posisi keuangan pada akhir periode Laporan laba rugi komprehensif selama periode Laporan perubahan ekuitas selama periode Laporan arus kas selama periode Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif v yang disajikan saat Perusahaan menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika Perusahaan mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya. 6 Catatan atas Laporan Keuangan v SISIK ulajulvir
Page 3 OCR 0.918
Page 3 of 49 No Keterangan Keterangan Ketentuan Umum Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan sebagai berikut: a. gambaran umum Perusahaan, b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan: S. Informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian masing-masing pos: dan d. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi: 1) informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan, dan 2) Informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan. Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk menjelaskan adanya bagian dari suatu jumlah, tidak menggunakan kata “sebagian”, Perusahaan wajib mengungkapkan dialam penjelasan masing-masing pos mengenal Aset yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan. Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib diungkapkan jenis dan nital aset yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya. Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan Gambaran Umum Perusahaan Hal-hal yang harus diungkapkan, antara lain: Pendirian perusahaan 1) Riwayat ringkas perusahaan, Catatan 1 2) Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terakhir, pengesahan dari instansi yang berwenang, dan nomor serta tanggal Berita Negara: Catatan 1 3) Kegiatan usaha sesual anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang dijalankan pada periode pelaporan: Catatan 1 4) Tempat kedudukan perusahaan dan tokasi utama kegiatan usaha, Catatan 1 5) Tanggal mulai beroperasinya perusahaan secara komersial. Dalam hal perusahaan melakukan ekspansi atau perampingan usaha secara signifikan pada periode laporan yang disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya operasi komersial dari ekspansi atau peramplngan usaha dan kapasitas produksinya: dan SIS al aa Catatan 1 8) Nama entitas Induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok usaha (ultimate parent of the group). Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib disebutkan alasannya. Catatan 1 7) Khusus Industri Media Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki. 8) Khusus Industri Jalan Tol Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari penyelenggaraan jalan tol tersebut. 9) Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan Izin bidang usaha dari Menterl Keuangan atau Otoritas yang berwenang. 10) Khusus untuk Industri Perbankan Izin usaha sebagal bank umum, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin untuk menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah (jika ada). 11) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan. Penjelasan mengenal area eksplorasi dan eksploitasi Perseroan meliputi :
Page 4 OCR 0.884
Page 4 of 49 a) Area Eksplorasi, meliputi: « Nama lokasi, » Nama pemilik izin lokasi: « Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya,: « Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik izin lokasi: dan « Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Minyak dan Gas Bumi per tanggal Laporan Posisi Keuangan, Area Eksploltasi/Pengembangan meliputi: « Nama lokasi: « Nama pemilik ijin lokasi, » Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta tanggal jatuh temponya, « Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik fila lokasi, » Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang melakukan sertifikasi, dan tanggal sertifikasi, e Jumlah produksi pada tahun berjalan, dan « Akumulasi jumlah produksi sejak awal keglatan eksploitasi/pengembangan oleh Perseraan hingga tanggal laporan posisi keuangan. b, 12) Khusus Industri Kehutanan Yang harus diungkapkan antara lain: a) pelaksanaan keglatan pengusahaan hutan: b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa sisa manfaat HPH, dan CG) sisa umur HPH. b. Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara lain: 1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran umum, termasuk penawaran v Catatan 1 Efek yang diterbitkan di luar Indonesia, 2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan: v Catatan 1 3) Bursa tempat Efek dicatatkan, dan v Catatan 1 4 Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbitkan v Catatan 1 (corporate action) sejak penawaran umum perdana sampai dengan periode pelaporan terakhir. & Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus Perusahaan (EBK) tidak memiliki Yang harus diungkapkan antara lain: EBK 1) | Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara langsung v Catatan 1 maupun tidak langsung: 2) | Tempat kedudukan, v Catatan 1 3) | Jenis usaha, v Catatan 1 4) | Tahun beroperasi secara komersial, vV Catatan 1 5) | Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika berbeda): v Catatan 6) | Total Aset, dan v Catatan 1 7) | Informasi penting lainnya antara lain: a) sifat hubungan antara entitas Induk dan entitas anak, apabila entitas induk v Catatan 1 tidak memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak, lebih dari 5096 (Ilma puluh perseratus) hak suara yang sah: alasan mengapa kepemilikan baik langsung maupun tidak langsung lebih dari 5096 (lima puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas Investee tidak diikutl dengan pengendalian, c) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apabila laporan keuangan tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasian dan tanggal atau periode berbeda dari tanggal laporan keuangan entitas Induk, dan alasan menggunakan tanggal atau periode yang berbeda: sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak untuk mentransfer dana ke entitas induk dalam bentuk dividen tunai, atau pembayaran kembali pinjaman atau uang muka, suatu rincian yang menunjukkan dampak setiap perubahan bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya Pengendalian atas ekultas yang dapat diatribusikan pada pemilik D d e
Page 5 OCR 0.940
Page 5 of 49 @ntitas Induk: dan f) dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk harus mengungkapkan: (1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui dari hilangnya Pengendalian, dan porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat diatribusikan pada pengakuan sisa Investasi pada entitas anak terdahulu dengan Nilai Wajar pada tanggai hilangnya Pengendalian: (2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan: (3) jumlah harga yang diterima: (4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas: (5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana Pengendatian dilepaskan: dan (6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang ditkhtisarkan berdasarkan kategori utamanya. d. Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit Yang harus diungkapkan antara lain: 1) | Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan komisaris, Catatan 1 dan komite audit: 2) | Cakupan manajemen kunci: dan Catatan 1 3) | Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir periode atau rata-rata Catatan 1 Jumtah karyawan tetap selama periode yang bersangkutan, secara konsolidasi untuk Perusahaan dan entitas anak. e. Penerbitan Laporan Keuangan 1) | Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit: dan Catatan 1 2) | Pihak yang bertanggung jawab mengotorlsasi laporan keuangan. Catatan 1 2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai berikut: a. Pernyataan kepatuhan terhadap SAK Catatan 2 Pernyataan Ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun Gan disajikan sesuai dengan SAK. b, Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan 1) | Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan biaya historis Catatan 2 (historical cost), biaya perolehan kini (current cost), nilai realisasi neto (net realizable value), Nilai Wajar (fair value) atau jumlah yang dapat diputlhkan berdasarkan SAK yang berlaku. 2) | Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar akrual, kecuali untuk Catatan 2 laporan arus kas. 3) | Mata uang fungsional dan mata uang penyajlan yang digunakan, meliputi: a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak, Catatan 2 b) fakta dan alasan perubahan, apabila terdapat perubahan mata uang fungsianal Perusahaan maupun kegiatan usaha asing yang signifikan: dan C) alasanperubahan mata uang penyajlan (jika ada). 4) | Atasan perubahan periode pelaporan (jika ada). c, Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh Manajemen 1) | Perusahaan harus mengungkapkan dalam Ikhtisar kebijakan akuntansi Catatan 3 signifikan atau bagian lain darl catatan atas laporan keuangan, pertimbangan yang telah dibuat manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan: 2) | Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat Catatan 3 mengenai masa depan, dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesualan material terhadap jumlah tercatat Aset dan Labilitas dalam periode pelaporan berikutnya: dan 3) | Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam angka 2), Catatan 3 Catatan atas laporan keuangan memasukkan rincian atas slfat dan jumlah tercatat pada akhir periode pelaporan.
Page 6 OCR 0.895
Page 6 of 49 Kebijakan Akuntansi Tertentu g Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan akuntansi lainnya yang diterapkan dan relevan untuk memahami laporan keuangan. Kebijakan akuntansi tertentu meliputi, tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut: 1) | Prinsip-prinsip konsolidasi Yang harus dijelaskan antara lain: a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, yang meliputi pos- v Catatan 2 pos entitas Induk dan entitas anak, b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolidasikan ke dalam laporan | v Catatan 2 keuangan entitas induk: GC) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa | v Catatan 2 kehilangan Pengendalian atas entitas anak, d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendalian atas | Catatan 2 entitasanak: e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajian v Catatan 2 kepentingan nonpengendali, dan f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material antar entitas yang v Catatan 2 dikonsolidasi telah dieliminasi, 2) | Kombinasi bisnis Yang harus dijelaskan antara lain: a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk metode v Catatan 2 yang digunakan untuk mengukur kepentingan nonpengendali, b) pengakuan awal untuk goodwi!, v Catatan 2 c) pengukuran setelah pengakuan awal untuk goodwil/, dan v Catatan 2 d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnis yang ada di Perusahaan, antara lain: (1) pembelian dengan diskon: v Catatan 2 (2) akuisisi secara bertahap, dan v Catatan 2 (3) Imbalan kontinjensl. 3) | Kas dan setara kas: v Catatan 2 Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan dalam menentukan komponen kas dan setara kas. 4) | Instrumen Keuangan a) Instrumen Keuangan selain Sukuk Yang harus dijelaskan antara lain: (4) pengakuan awal Instrumen keuangan setlap kategorl, termasuk v Catatan 2 perlakuan atas blaya transaksi, (2) pengukuran setelah pengakuan awal Instrumen keuangan setiap v Catatan 2 kategori, (3) ketentuan saling hapus dari instrumen keuangan: v Catatan 2 (4) metode yang digunakan untuk menentukan Nilal Wajar Instrumen v Catatan 2 keuangan, (5) metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan v Catatan 2 penurunan nilai dari aset keuangan: (6) ketentuan penghentian pengakuan instrumen keuangan, v Catatan 2 (7) khusus Instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung nilai, selain penjelasan sebagalmana dimaksud dalam angka (1), angka (2), angka (3), angka (4), angka (5), dan angka (6), wajib ditambahkan penjelasan mengenal: (a) ketentuan pemenuhan kriterla akuntansi lindung nilai, (b) klasifikasi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai atas Instrumen keuangan derivatif dan (6) perlakuan akuntansi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai. b) Investasi pada Sukuk Yang harus dijelaskan antara lain: (1) Klasifikasi dan reklasifikasi investasi pada Sukuk: (2)pengakuan awal Sukuk, (3)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk: (4)Penyajlan pendapatan sukuk, dan (S)penyajian amortisasi biaya transaksi. c) Sukuk yang diterbitkan Yang harus dijelaskan antara laln:
Page 7 OCR 0.914
Page 7 of 49 (1)pengakuan awal Sukuk, (2)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk: (3)biaya transaksi penerbitan Sukuk: (4)posisl penyajian Sukuk: dan (5yakad syariah yang digunakan. 5) | Khusus Industri Perbankan v a) Giro Wajib Minimum Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan mengenai jumlah giro wajib minimum, b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain. c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain. 6) | Piutang Reverse Repo v Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Piutang Reverse Repo, metode pencatatan dan pengukurannya, 7) | Khusus Industri Perbankan v Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah Yang harus dijelaskan antara lain: a) Kelompok obligasi rekapltalisasi yang dimiliki: b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap kelompok Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah:dan C) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan. 8) | Khusus Industri Perbankan vV a) Kredit Yang harus dijelaskan antara lain: (1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang diberikan: (2)Dasar penyajian atas kredit, (3)Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko portofolio kredit, (4)Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibeli dari BPPN (jika ada): dan (5) Kebijakan bank akan agunan kredit. b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian atas tagihan/kewajiban akseptasi. €) Agunan yang Diambil Alih Yang harus dijelaskan antara lain: (1)Dasar penilaian dan penyajian: (2)Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi piutang/pembiayaan yang diberikan dengan saldo ptutang/pembiayaan yang tidak dapat ditagih, dan (3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian) dari realisasi penjualan agunan. 9) | Khusus untuk Industri Pembiayaan v Piutang Pembiayaan Konsumen Yang harus dijelaskan antara lain: a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumen: dan b) Dasar penilaian aset jika perusahaan menarik kembali aset pembiayaan konsumen dari konsumennya. 10) | Anjak Plutang v Yang harus dijelaskan antara lain: a) Jenis transaksi anjak plutang (dengan recourse atay tanpa recourse): b) Penyajian transaksi anjak piutang, C) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan jumlah bersih piutang dialihkan: dan d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak piutang(ditagihkan kembali ke kilen atau ditanggung oleh perusahaan). 11) | Sewa Yang harus dijelaskan antara laln: a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung suatu sewa v Catatan 2 b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau v Catatan 2 sewa operasi, dan
Page 8 OCR 0.907
Page 8 of 49 C) Kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagai lessee dan/atau lessor. Catatan 2 12) Persediaan : yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan akuntansi yang digunakan dan rumusan biaya yang digunakan. Catatan 2 a) Khusus Industri Kehutanan HTI Dalam Pengembangan Yang harus dijelaskan antara lain: Beban-beban yang dikapitalisasi, antara laln: kewajiban kepada negara, pemeliharaan sarana dan pra-sarana. HTI Siap Panen Yang harus dijelaskan antara laln: Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya produksi. Catatan 11 b) Khusus Industri Perkebunan Tanaman Perkebunan Yang harus dijelaskan antara lain: (4) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan, tanaman belum menghasilkan, atau tanaman telah menghasilkan, (2) Dasar penilaian dan pengukuran: (3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman belum menghasilkan ke tanaman telah menghasilkan: (4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang disusutkan: dan (5) Kebijakan akuntansi blaya pinjaman. LK tt X Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 €) Khusus Industri Peternakan Hewan Ternak Yang harus dijelaskan antara lain: (L) Hewan ternak telah menghasilkan : la) Metode penilaian, (b) Metode amortisasi (deplesi): dan (c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada, (2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) : la) Metode penilaian: dan (b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah menjadi hewan ternak telah menghasilkan. 13) Aset Tetap: Yang harus dijelaskan antara lain: a) pengakuan awal Aset Tetap: b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap, C) pengelompokan Aset Tetap: d) metode penyusutan yang digunakan, €) kapitalisasi blaya yang terkait dengan Aset Tetap, f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan, 9) penghentian pengakuan: h) nilai residu, dan I) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi umur ekonomis, metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir perlode pelaporan. NN NN AN Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 19 Investasi pada Entitas Asosiasl Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat Investasi pada asosiasi. & Catatan 2 15) Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat bagian partisipasi dalam Ventura Bersama. Catatan 2 16) Pola Kerjasama Yang harus dijelaskan antara lain: a) Kriteria dari bentuk kerjasama: b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan Ilabilitas yang timbul, dan c) Sistem pembagian hasil, jika ada. 17) Aset Tak Berwujud
Page 9 OCR 0.923
Page 9 of 49 Yang harus dijelaskan antara lain : a) pengakuan awal Aset Takberwujud: b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Takberwujud: C) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apabila umur manfaat terbatas, diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan dan umur manfaatnya: d) sumber terjadinya Aset Takberwujud: e) metode amortisasi yang digunakan: f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud: dan 9) riset dan pengembangan (jika ada). La Ta Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 Catatan 2 18) Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimiliki untuk dijual Yang harus dijelaskan antara lain: a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu aset tidak lancar diklasifikasikan sebagal aset yang dimiliki untuk dijual: dan b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual. 19) Properti Investasi : Yang harus dijelaskan antara lain: a) pengakuan awal Properti Investasi: b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi: c) metode penyusutan yang digunakan, Khusus untuk model biaya: d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk modet biaya: dan e) penghentian pengakuan Properti Investasi. Catatan 2 20) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi Aset Minyak dan Gas Bumi Yang harus dijelaskan antara lain: a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto, b) Kriteria kapitalisasi biaya, penurunan nilal ((mpairment) dan penilaian kembali aset (revaluasi): c) Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan: d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan: dan e). Pertanggungan Asuransi. 21) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan Yang harus dijelaskan antara lain: a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya penurunan nilai: dan b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilai aset nonkeuangan dan pembalikannya. Catatan 2 Catatan 2 22) Khusus Industri Perbankan Liabilitas Segera Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Ilabilitas segera. Simpanan Nasabah Yang harus dijelaskan antara lain: a) Penjelasan atas simpanan: dan b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori simpanan. Simpanan dari bank lain Yang harus dijelaskan antara laln: a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain: dan b) Dasar penyajtan simpanan dari bank lain. Surat Berharga yang Diterbitkan Yang harus dijelaskan antara lain: a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang diterbitkan: dan b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto. 23) Provisi Yang harus dijelaskan antara lain: a) kondisi provisi yang harus diakui dan b) dasar penentuan nilai provisi. Catatan 2 Catatan 2 24) Utang Repo Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Utang Repo, metode pencatatan dan pengukurannya.
Page 10 OCR 0.923
Page 10 of 49 25) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan Llabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan. Yang harus dijelaskan antara lain: a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH, b) Metode amortisasi atas blaya PLH yang ditangguhkan: Cc) Metode penyusutan prasarana PLH, dan d) Tabel yang memuat penjelasan tentang: (1) Lokasi penambangan: (2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi, (3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing tokasi penambanganj dan (4) Saldo akhir untuk masing-masing tokasi penambangan. 26) Khusus Industri Pertambangan Umum Blaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan Yang harus dijelaskan antara lain: a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang masih berjalan dengan penjelasan mengenai jangka waktu kontrak untuk Area of Interest yang bersangkutan: b) Blaya Eksptorasl yang Ditangguhkan atas keglatan eksplorasi yang sudah menemukan adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan batiwa amortisasinya baru akan dilaksanakan pada saat dimulainya produksi, c) Dasar penentuan ditangguhkannya blaya pengembangan dan kapitalisasi biaya pekerjaan konstruksi dan prasarana, dan d) Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan penjelasan jangka waktu perljinan penambangan, takslran umur ekonomis tambang dan dasar perhitungan amartisasi. Blaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan Liabllitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan Yang harus dijelaskan antara tain: a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH: b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan, dan Cc) Metode penyusutan prasarana PLH. 27) Pengakuan Pendapatan a) Yang harus dijelaskan antara lain: (1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan serta dasar pengukuran yang digunakan berdasarkan jenis pendapatan yang ada, dan (2) dalam hal terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan pengakuan pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan serta beban terkait. Catatan 2 b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan metode persentase penyelasaian Yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk menentukan tahap penyelesalan suatu kontrak. C) Khusus Industri Asuransi (1) Pengakuan pendapatan premi Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain: (a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum merupakan pendapatan, (b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransl prospektif dan retroaktif, dan (c) penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi. (2) Beban Klaim Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain: (a) Kelompok beban klaim dalam bentuk: klaim yang disetujul, klaim dalam proses penyelesalan, klaim yang terjadi namun belum dilaporkan dan beban penyelesaian klaim: dan (b) Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi. d Khusus Industri Real Estate Kapitallsasi dan metode alokasi biaya proyek pengembangan Real Estat Yang harus dijelaskan antara lain: (1) Unsur biaya yang Kapitalisasl ke proyek pengembangan Real Estat,
Page 11 OCR 0.908
Page 11 of 49 (2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagal beban proyek: (3) Penyisihan atas realisasi pendapatan pada masa mendatang lebih rendah dari nilai tercatat proyek, (4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitatisasi ke setiap unit Real Estat, (5) Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat perubahan mendasar pada estimasi kini: dan (6) Unsur biaya yang diakui sebagal beban pada saat terjadinya. 28) Program Loyalitas Pelangan Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan terkait program loyalitas pelanggan 29) Transksi dan Saldo dalam mata uang asing Yang harus dijelaskan antara lain: a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang v Catatan 2 asing: b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan v Catatan 2 liabilitas moneter, dan Cc) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan v Catatan 2 saldo dalam mata uang asing. 30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi Yang harus dijelaskan antara lain: a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi, v Catatan 2 b) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi dalam Laporan Keuangan dan v Catatan 2 31) Hibah Pemerintah Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi tentang metode penyajian datam taporan keuangan. 32) Pajak Penghasilan Yang harus dijelaskan antara lain: a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak v Catatan 2 tangguhan, b) ketentuan mengenal saling hapus, v Catatan 2 C) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhanj dan vV Catatan 2 @) metode yang digunakan dalam menital aset (liabilitas) pajak v Catatan 2 tangguhan. 33) Imbalan Kerja Yang harus dijelaskan antara lain: a) jenis Imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan, v Catatan 2820 b) deskripsi umum mengenai jenis program imbalan pascakerja yang v Catatan 2820 diselenggarakan oleh Perusahaan, C) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui keuntungan dan v Catatan 2&20 kerugian aktuarial: dan d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk curtailment dan v Catatan 2820 penyelesaian. 34) Saham Treasuri Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan dan pengukuran atas pembelian, penjualan, atau pembatalan saham treasuri. 35) Pembayaran Berbasis Saham Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi untuk transaksi pembayaran berbasis saham yang diselesaikan melalui instrumen ekuitas dan/atau diselesaikan melalui Kas, termasuk pengukurannya. 36) Kuasi-Reorganisasi Yang harus dijelaskan antara Jain: a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi, b) Dasar penentuan nilal wajar Aset dan Liabilitas: dan C) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas, Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1 Januari 2013. 37) Biaya Pinjaman v Catatan 2 Yang harus dijelaskan antara lalnkondisi yang mengharuskan biaya pinjaman dikapitalisasikan sebagai bagian dari biaya perolehan aset kualifikasian. 38) Segmen Operasi vV Catatan 2 Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan oleh manajemen untuk mengidentifikasikan Segmen Operasi.
Page 12 OCR 0.900
Page 12 of 49 39) Laba (Rugi) per saham v Catatan 2 Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan laba (rugi) per saham dasar dan laba (rugi) per saham dilusian. Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan a. Aset 1) | Kas dan Setara Kas Yang harus diungkapkan antara lain: a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak berelasi dan pihak ketiga, vV Catatan 4 b) rincian jumlah penempatan di bank berdasarkan nama bank serta v Catatan 4 jenis mata uang asing: c) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama periode Catatan 4 pelaporan: dan d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan oleh kelompok usaha disertai pendapat manajemen. 2) | Khusus Industri Perbankan a) Kas Yang harus dlungkapkan adalah rincian jumtah kas berdasarkan jenis mata uang. b) Giro pada Bank Indonesia Yang harus diungkapkan antara lain: (1)Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenis mata uang (nilai dalam mata uang original), dan (2)Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) menurut BI dan posisi GWM bank pada saat periode pelaporan. c) Giro pada Bank Lain Yang harus diungkapkan antara lain: Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang, (W)Jumiah penyisihan penurunan nilai: (2)Perubahan penyisihan selama periode berjalan untuk masing- masing giro, (3)RIncian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan pihak ketiga, (4)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun, dan (5)Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai, d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Yang harus diungkapkan antara lain: (&)Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang, (2)Rinclan penempatan berdasarkan yang mengalami penurunan nilai (impalred) dan tidak mengalami penurunan nilai (unimpaired): (3)Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok), (a)Jumtah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan: (5)Rincian jumlah penempatan berdasarkan pihak yang mempunyai hubungan Istimewa dan pihak ketiga, (6)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun, (7)Jumlah dana yang diblokir dan atasannya, (8)Jumnlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank bermasalah, bank beku operasi atau Ilkuldasi termasuk tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana tersebut berdasarkan informasi dari Otoritas yang berwenang, dan (9)Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai, 3) | piutang Usaha Yang harus diungkapkan antara lain: , a) jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak beretasi, | V Catatan 6 b) jumlah piutang menurut debitur, c) jumlah piutang menurut mata uang, v Catatan 6 d) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan ntlal: e) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian v Catatan 6 penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan plutang,
Page 13 OCR 0.910
Page 13 of 49 f) pendapat manajemen akan Kecukupan jumlah cadangan atau Catatan 6 keyakinan manajemen atas ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk cadangan: 9) piutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan Catatan 6, tidak ada alasan dijaminkan, piutang yang dijaminkan h) jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dan Informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer, meliputi: (4) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan Ikatan penting lain yang dlatur dalam perjanjian: dan (2) jaminan yang diberikan (bila ada). 4 Khusus Industri Asuransi a) b) 9) 9) Piutang Premi Tambahan pengungkapan mengenalantara lain: (1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradur, (2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi: dan (3) Jumlah piutang prerni yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. Ptutang Koasuransi Tambahan pengungkapan mengenalantara lain: (4) Jumlah berdasarkan ko-asuradur, (2) Jumlah menurut jenis asuransi, dan (3) Jumlah plutang koasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. Piutang Reasuransi Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: (1) Jumlah piutang berdasarkan reasuradur, (2) Jumlah plutang atau utang reasuransi yang disalinghapuskan: dan (3) Jumlah piutang reasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. Piutang Hasil Investasi Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: (1) Pemisahan antara piutang kepada pihak berelasi dan pihak ketiga, (2) Jumtah plutang menurut jenis investasi, (3) Jumlah piutang menurut mata uang, dan (4) Jumlah piutang yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. 5) Khusus Industri Pembiayaan a) Piutang Pembiayaan Konsumen Yang harus diungkapkan antara lain: (1)Jumlah piutang menurut dan jenis obyek pembiayaan (contoh: kendaraan bermotor, elektronik, rumah, dan lain-lain): (2)Rincian umur dari angsuran pembiyaan konsumen: (3)Bagian pinjaman yang dibiayal bank-bank sehubungan dengan transaksi kerja (4)sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengelola piutang, penerusan pinjaman dan pengambilalihan piutang apabila perusahaan membagi risiko tidak tertagihnya plutang tersebut dengan bank-bank dalam rangka transaksi di atas, ' (5)Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakul: (6) Nilai dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas piutang pemblayaan konsumen yang diberikan berdasarkan objek pemblayaan: (7)Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan (8)Plutang pemblayaan konsumen yang dlatihkan dan atau digunakan sebagai jaminan atas utang. b) Tagihan Anjak Piutang Yang harus diungkapkan antara tain: (1) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa recourse dan dengan recourse, beserta jumlah utang retensi anjak piutang dan pendapatan anjak piutang (tanpa recourse) serta pendapatan anjak plutang tangguhan (dengan recourse): dan (2) Pengungkapan mengenai tingkat bunga, jatuh tempo dan jumlah piutang yang diperoleh serta ikatan penting yang dlatur dalam perjanjlan anjak piutang.
Page 14 OCR 0.905
Page 14 of 49 Cc) Piutang Sewa Pembiayaan Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, (2) Rekonsiliasi antara investasi sewa bruto dan nilai kini plutang pembayaran sewa minimum pada akhir periode pelaporan. DI samping itu, lessor mengungkapkan Investasi sewa bruto dan milal kini plutang pembayaran sewa minimum pada akhir periode pelaporan, untuk setiap perlode berikut: (a) kurang dari satu tahun (b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun (c) lebih dari lima tahun (3) pendapatan keuangan yang belum diterima, (4) nilai residu yang tidak dijamin yang diakru sebagai manfaat lessor, (5) akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih atas pembayaran sewa minimum, (6) rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan dalam periode, dan (7). penjelasan umum Isi perjanjian sewa lessor yang material. d) Piutang Sewa Operasi Yang harus diungkapkan antara laln: (1) jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan dalam sewa operasi yang tidak dapat dibatalkan untuk setiap perlode berikut: (a) kurang dari satu tahun (b) lebih dari satu tahun sampai Ilma tahun (c) lebih dari lima tahun (2) total rental kontinjen yang dlakul sebagai pendapatan pada periode: dan (3) penjelasan umum Isi perjanjlan sewa tessor, 8) Khusus Kontrak Konstruksi Piutang Retensi Yang harus diungkapkan antara lain: a) Jumlah piutang dari masing-masing kontrak konstruksi, dan b) Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya plutang retensi. 7) Tagihan Bruto kepada Pelanggan Yang harus diungkapkan dalam pos Ini antara lain tagihan bruto dari setlap kontrak konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaitu : a) biaya kontrak yang terjadi, b) laba yang diakul, c) kerugian yang terjadi, dan d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin). 8) Piutang Reverse Repo Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian mengenal jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan, b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek, €) Nama pihak/counterparty, d) Lokasi Efek jaminan, @) Tingkat bunga piutang reverse repo, f) Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada), dan 9) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada). » Agunan Yang Diambil Alih Yang harus diungkapkan antara lain: a) Nilai realisasi bersih pada saat diambilalih, b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan yang diambilalih dengan saldo piutang yang tidak tertagih: dan GC) Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-biaya yang timbul setelah pengambilalihan agunan tersebut. 10) Piutang Dividen dan Bunga Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumtah tagihan dividen, bunga, dan dendakepada pihak lain.
Page 15 OCR 0.900
Page 15 of 49 11) Piutang Lain-Lain Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian jenis dan jumlah plutangj b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN): dan C) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan. Catatan 31 12) Aset Keuangan Lainnya Pengungkapan Ini telah diterapkan untuk aset keuangan lainnya yang bersifat lancar maupun tidak lancar. a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai klasifikasl yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi. b) Yang harus diungkapkan antara lain: (4) nilal tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian investasinya, (2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset keuangan berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif lainnya maupun yang" diakul sebagai laba atau rugi periode berjalan, (3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif untuk aset keuangan selain yang diukur pada nilai wajar melalul laba rugi: (4) biaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang belum diamortisasi, untuk Efek dimiliki hingga jatuh tempo: (5) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada), (6) uraian tentang alasan diambilnya keputusan menjual untuk aset keuangan yang diklasifikasikan dimitiki hingga jatuh tempo: (7) jika terdapat reklasifikasi aset keuangan, maka wajib — diungkapkan: (a) jumlah yang direklasifikast ke dan dari setiap kategori (b) alasan reklasifikasis dan (c) sisa Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo yang telah direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk dijual. (8) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan untuk Liabilitas atay Ilabilitas kontinjensi serta syarat dan kondisi yang terkait dengan penjaminan tersebut: & Kat Catatan 9, tidak ada aset keuangan lainnya ke pihak berelasi Catatan 9 dan laporan posisi keuangan Laporan perubahan ekuitas konsolidaslan (9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk mutasinya, dipisahkan antara aset keuangan yang mengalami penurunan nilai dan aset keuangan yang tidak mengalami penurunan nllal, serta dipisahkan antara penurunan nilai yang dihitung secara kolektif dan individual, termasuk beban penurunan nilal yang diakui dalam laba rugi: dan (10) jumlah amortisasi keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas investasi yang tersedia untuk dijual yang direklasifikasi menjadi dimiliki hingga jatuh tempo. Catatan 34 13) Khusus Deposito Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi, b) kisaran suku bunga kontraktuat selama perlode pelaporan: Cc) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing: dan @d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan deposito tersebut. St Catatan 4 Catatan 4 Catatan 4 14) Khusus Investasi pada Sukuk Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad syariah: b) tujuan model usaha yang digunakan, €) jumlah investasi yang direklasifikasikan, jika ada, dan penyebabnya: dan d) Nilai Wajar untuk Investasi yang diukur pada biaya perolehan. 15) Khusus Obfigasi Rekapitalisasi Pemerintah Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: a) Rincian jumlah nominai dan nilai pasar efek berdasarkan jenis: b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga: C) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan d) Informasi penting lainnya.
Page 16 OCR 0.895
Page 16 of 49 16) | Khusus Unit Penyertaan Reksadana Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih: dan b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau rugi periode berjalan 17) | Khusus Wesel Tagih Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain, pihak penerbit, klsaran tingkat bunga, jatuh tempo, jenis mata uang, dan uraian tentang sifat dan asal terjadinya (dari transaksi usaha atau lainnya). 18) | Khusus Industri Asuransi Tambahan pengungkapan mengenal aset-aset yang menjadi dana jaminan. 19) | Pinjaman Polis Yang harus diungkapkan antaralain rincian berdasarkan: 3) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang, b) Tingkat suku bunga. 20) | Khusus Industri Perbankan Kredit Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian jumlah kredit berdasarkan Jenis, mata uang, sektor ekonomi dan jangka waktu serta kolektibilitas, b) Jumlah cadangan keruglan penurunan nilal dan mutasi selama periode berjalan, c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak beretasi dan pihak ketiga, d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan: e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: ?) Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah cadangan penghapusan menurut ketentuan Bank Indonesia: 9) Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset keuangan dan rasio jumlah cadangan keruglan penurunan nilal Aset keuangan yang telah dibentuk terhadap jumlah minimum cadangankerugian penurunan nilai Aset keuangan sesual ketentuan Bank Indonesia: h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan kolektibilitas, i) Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi baik selaku pimpinan, agen, atau anggota sindikasi: » Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN berdasarkan periode pembelian, jika ada, k) Pendapat manajemen akan ketaatan bank terhadap Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, )) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai. 21)| Tagihan dan Llabilitas Akseptasl Yang harus diungkapkan antara Jain: a) Rincian jumlah tagihan dan llabilitas berdasarkan pihak, mata uang, dan jatuh tempo: b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan kolektibilitas, jumlah cadangan penghapusan dan mutasi selama periode berjalan: c) Rincian jumlah tagihan dan Ilabilitas berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai tagihan akseptasi 22) | Persediaan a) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat menurut klasifikasi yang sesuai bagi Perusahaan, (2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai Wajar dikurangi biaya untuk menjual: (3) jumlah persediaan yang diakul sebagai beban selama periode berjalan: (4) jumlah setiap penurunan nilal yang diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan, (5S) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang dlakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagal beban dalam periode berjalan: Pa SN Nan Catatan 7 Catatan ? Catatan 7 Catatan 7
Page 17 OCR 0.923
Page 17 of 49 (6) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan yang diturunkan: (7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk persediaan yang memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka diungkapkan: () jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan: dan (li) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang tayak dikapitalisasi. (8) persediaan yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan: dan (9) jenis dan nilai persediaan yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya. Catatan 7 Catatan 7, tidak ada persediaan dijaminkan Catatan 7 yang b) Khusus Industri Perhotelan Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi yang harus diungkapkan antara lain: (1) Makanan dan minuman, (2) Perlengkapan: dan (3) Barang Dagangan. c) Khusus Industri Real Estat Tambahan pengungkapan antara lain: (1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi: (a) Tanah Matang, (b) Unit Bangunan: dan (c) Unit Bangunan dalam Penyelesalan. (2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual belinya telah berlaku namun penjualannya belum diakul, termasuk jumlah utang terkait yang akan dialihkan, bila ada. d) Tanah untuk Pengembangan Tambahan pengungkapan antara lain: (1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan: (2) Jumlah blaya bunga dan rugi kurs yang dikapitallsasl ke tanah untuk pengembangan: dan (3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang. ) Khusus Industri Media Tambahan pengungkapan antara lain: (1) Materi program : lokal, Impor (media televisi): (2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak): (3) Barang promosi dan barter (media cetak): dan (4) Bahan persediaan tain yang sesual dengan industrinya. ? Khusus Industri Rumah Sakit Tambahan pengungkapan antara lain: (1) Obat-obatan, (2) Perlengkapan medis (disposable): dan (3) Persediaan lainnya 9 Khusus Industri Peternakan (1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nitai tercatat menurut klasifikasi tertentu, seperti hewan ternak menjadi: (a) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual: dan (b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan. (2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek Yang harus diungkapkan antara lain: (a) Total jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut Klasifikasi hewan ternak telah menghasilkan dan hewan ternak belum menghasilkan, (b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap
Page 18 OCR 0.913
Page 18 of 49 kelompok selama paling tidak 2 tahun terakhir, (c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan: (d) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan atau penghapusan persediaan yang mat! atau hilang: (e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan risiko yang ditutup: (F) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, (9) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai pertanggungan asuransi, dan (h) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima jaminan. 23) | Pajak Dibayar Di muka Yang harus diungkapkan antara lain: a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknya: dan Catatan 18 b) urajan mengenai jumlah restitusi pajak yang dlajukan dan statusnya. Catatan 18 24) | Biaya Dibayar Dimuka V | Saldo biaya dibayar Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis dan jumlah. dimuka berada di bawah threshold yang ditetapkan oleh peraturan 8 G7 25) | Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dimiliki untuk Dijual v Yang harus diungkapkan antara lain: (1) uralan dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan, (2) uralan fakta dan keadaan darl penjualan, atau yang mengarah kepada pelepasan yang diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan, (3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan nilai, (4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat direalisasikan dalam satu tahun, diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat memperpanjang periode penyelesaian penjualan menjadi lebih dari satu tahun, (5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang dimiliki untuk dijual dan ketompok lepasan disajikan sesuai dengan SAK yang berlaku: dan (6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan dihentikan pengklasifikasiannya, diungkapkan: (a)nllai dari aset tersebut, yaltu nilai yang lebih rendah antara: IL jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok lepasan diklasifikasikan sebagal dimiliki untuk dijual, disesuaikan dengan penyusutan, amortisasi atau penilaian kembali yang telah diakul apabila aset atau kelompok lepasan tersebut tidak diklasifikasikan sebagai dimilikl untuk dijual: dan Il jumlah terpulihkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak menjual, (b)uratan fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan tersebut, dan (c) dampaknya terhadap hasil operasi untuk periode tersebut dan periode sajian sebelumnya. 26) | Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha Yang harus diungkapkan antara lain : a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah plutang: Catatan 31 b) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugianpenurunan nilai v serta penjelasan terjadinya piutang pihak berelasi tersebut, c) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian v penurunan nilai secara Individual dan kolektif, dan penghapusan plutang, vV d) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nitai: dan v e) dalam hal piutang berelasi non usaha disajlkan dalamaset lancar, hal tersebut harus dibuktikan serta diungkapkan alasannya. 27) Investasi pada Entitas Asosiasi
Page 19 OCR 0.898
Page 19 of 49 Catatan 189 Catatan 182 Yang harus diungkapkan antara lain: a) nama entitas asosiasi, b) persentase kepemilikan dan penjelasan adanya pengaruh signifikan, beserta alasannya: Cc) nilai tercatat dan Nilal Wajar Investasi dalam entitas asosiasi yang v Catatan 189 . kuotasi harganya tersedia, Kuotasi harga tidak tersedia G) ringkasan Informasi keuangan entitas asosiasi termasuk jumlah v Catatan 9 agregat Aset, Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi: v e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan memiliki lebih dari 209 (dua puluh perseratus) hak suara atau hak Suara potensial Investee secara langsung atau tidak langsung: v P akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi, ketika laporan keuangan tersebut digunakan dalam menerapkan metode ekuitas dan tanggal atau periode yang berbeda dengan Perusahaan, LYh dan alasan menggunakan tanggal atau periode yang berbeda: v 9) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan entitas asosiasi untuk mentransfer dana kepada Perusahaan: v h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak diakul dan alasannya, apabila Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi entitas asosiasl, baik untuk perlode terjadinya kerugian tersebut maupun secara kumulatif, v I) bagian atas tlabilitas kontinjensi entitas asosiasi yang terjadi bersama- sama dengan investor lain: vV j) Ilabilitas kontinjensi yang terjadi karena Investor berkewajiban bersama-sama untuk semua atau sebagian Liabilitas entitas asosiasi, v dan k) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi, secara Individual atau dalam kelompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan metode ekuitas termasuk total Aset, total Liabilitas, Pendapatan, dan laba atau rugi. 28) | Khusus Industri Konstruksi v Jaminan Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan dan jumlah jaminan tersebut serta Kontrak konstruksi yang mensyaratkan adanya jaminan tersebut. 29) | Khusus Industri Kehutanan v Catatan 10 HTI dan HTI dalam pengembangan Berupa blaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan pembangunan HTI, yang disajikan sebagat berikut: a) Saldo awal, b) Penyisihan periode berjalan, C) Realisasi yang dilakukan selama perlode berjalan: dan d) Saldo akhir, 30) | Khusus Industri Jatan Tol v Hak Bagi Hasil Tol Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hal berikut: (a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol (b) Masa hak bagi hasil tol dan amartisasinya, (c) Perubahan hak bagi hasil tol selama perlode berjatan: dan (d) Reklasifikasl proyek kerjasama operasi dalam pelaksanaan ke hak bagi hasil tol. 31) | Khusus Industri Perkebunan Tanaman Perkebunan Yang harus diungkapkan antara lain: a) Untuk tanaman telah menghasilkan (1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis v Catatan 12 tanaman: (2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman v Catatan 12 untuk setiap kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir, v Catatan 12 (3) Status tanah yang digunakan untuk menanam: (4) Nilai tanaman telah menghasilkan berdasarkan area/lokasi V | Catatan 12 penanaman: Nilal tanaman telah menghasilkan tidak dapat dibagi berdasarkan area lokasi karena total nilai tanaman telah menghasilkan
Page 20 OCR 0.909
Page 20 of 49 (5) Perbandingan saldo tanaman belum menghasilkan selama paling termasuk alokasi kombinasi bisnis. nilai dari sediklt 2 tahunj dan Catatan i2 (6) Tanaman yang dijamlnkan. b) Untuk tanaman belum menghasilkan (L) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai berikut : (a) Saldo awal Catatan 12 IL Tambahan tahun berjalan II. Biaya langsung (b) Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hal terjadi depresiasi luar biasa i. Pengurangan tahun berjalan II. Jumlah yang direklasifikasi ke tanaman telah menghasilkan (c) Pengurangan lainnya (d) Saldo akhir, (2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat / Perkebunan Inti Plasma yang menjadi milik perusahaan (Inti) dan tanaman yang bukan milik perusahaan (perkebunan rakyat/perkebunan plasma): dan (3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul pada plasma. 32) | Khusus Industri Peternakan Hewan Ternak Produksi - Berumur Panjang Yang harus dlungkapkan antara lain: a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) dan hewan ternak telah menghasilkan, b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tlap kelompok selama paling tidak 2 tahun terakhir, Cc) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan, d) Nilai hewan ternak tlap kelompok berdasarkan lokasi/area peternakan, @) Kondisi hewan ternak: ?) Persentase kematian selama tiga tahun terakhir, 9) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan risiko yang ditutup, h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian atau metode penghapusan langsung: I) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada, Id Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika ada, dan k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima jaminan. 33) | Properti Investasi a) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan, Catatan 2 model Nilat Wajar atau model biaya: Catatan 2 (2) metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam menentukan Nilai Wajar dari Properti Investasi, (3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar didukung oleh bukti pasar atau lebih banyak berdasarkan faktor laln karena sifat properti tersebut dan keterbatasan data pasar yang dapat diperbandingkan, (4) nama Penilai, tanggal penllalan, dan tanggal laporan penilaian terakhir (5) jumlah yang diakul dalam laba rugi untuk: fa) penghasilan sewa dari Properti Investasi: (b) beban operasi langsung yang terjadi balk dari Properti Investasi yang menghasilkan maupun yang tidak menghasilkan penghasilan sewa selama periode tersebut, dan (c) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar yang diakui dalam laba rugi atas penjualan Praperti Investasi darl sekelompok aset yang menggunakan model biaya ke kelompok aset yang menggunakan model Nilai Wajar, (6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti Investasi atau pembayaran penghasilan dan hasil pelepasan,
Page 21 OCR 0.916
Page 21 of 49 b) 6) d) dan (7) kewajiban Kontraktual untuk membeli, membangun atau mengembangkan Properti Investasi atau untuk perbaikan, pemeliharaan atau peningkatan. Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan mode! Nilai Wajar, selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) ditambahkan pengungkapan antara lain: (1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi: (2) saat suatu penilaian terhadap Properti Investasi disesuaikan secara signifikan untuk tujuan pelaporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan rekonsiliasi antara penllaian tersebut dan penilaian yang telah disesyalkan yang dilaporkan dalam laporan keuangan, dengan menunjukkan secara terpisah: (a) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah ditambahkan kembali: dan (b) penyesualan signifikan Jain. Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model biaya, selain pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) ditambahkan pengungkapan antara lain: (1) umur manfaat, (2) rekonsiliasi jumtah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Properti Investasi pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi, (3) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan alokasi beban penyusutan, (4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui, dan jumlah pemulihan rugi penurunan nilai, selama satu periode sesuai SAK yang berlaku: (5S) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan sendiri, dan (6) Nilai Wajar Properti Investasi. Khusus untuk Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan, Yang harus diungkapkan antara lain: (1) rincian Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan, (2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak: (3) estimasi saat penyelesalan, (4) hambatan kelanjutan penyelesalan: (5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jurntah tercatat Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan, dan (6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk properti Investasi yang memenuhi kriteria aset Kualifikasian, maka wajib diungkapkan: Ca) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan, dan (b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah blaya pinjaman yang layak dikapitallsasl. 34) Aset Tetap Yang harus diungkapkan antara lain: 2) b) d) ) 0 Ka 9) setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan secara terpisah berdasarkan kepemilikan aset yaitu aset pemilikan langsung dan/atau aset sewa pemblayaan: rekonsillasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset Tetap pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasij jumlah penyusutan untuk masing-rnasing periode penyajian dan alokasi beban penyusutan: rugi penurunan nilai dan jumlah yang dijurnai balik yang diakui dalam laba rugi dan ekuitas (jlka ada), jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset Tetap: jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang mengalami penurunan nilai, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan dalam laba rugi, apabila tidak diungkapkan secara terpisah pada laporan laba rugi komprehensif, Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah revaluasian, yang harus diungkapkan: (1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penllalan), (2) tanggal efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) apabila Aset Tetap untuk perhitungan pajak menggunakan jumlah revaluasian: (3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir: SL Catatan 12 (tidak ada aset sewa pembiayaan pada tanggal pelaporan) Catatan 12 Catatan 12 Catatan 12 Catatan 32
Page 22 OCR 0.922
Page 22 of 49 (4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai Wajar aset, (5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap seandainya aset tersebut dicatat dengan model biaya: dan (6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan prubahan selama perlode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada para pemegang saham. h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus diungkapkan antara lain: (1) rincian Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan, Catatan 12 (2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak, Catatan 12 (3) estimasi saat penyelesaian: v (4) hambatan kelanjutan penyelesalan (jika ada), v (5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap dalam pembangunan, dan (6) dalam hal terdapat Kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan: Catatan 12 (a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama perlode berjalan: dan (b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitallsasi. ) Pengungkapan lainnya antara lain: (4) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai sementara, vV (2) jumtah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah Catatan 12 disusutkan penuh dan masih digunakan, (3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual, (4) dalam hal model biaya digunakan, Nilal Wajar Aset Tetap apabila berbeda secara material dari jumlah tercatat, (5) nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan (kerugian) dari Aset Catatan 12 Tetap yang dihentikan pengakuannya, (6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hibah, agar diungkapkan jenis Aset, nilai tercatat, dan tanggal perolehan, (7) perubahan estimasi masa guna dan/atau metode penyusutan menurut jenis Aset Tetap, (8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai atau pemulihan penurunan nilai, (9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang Catatan 12 menerima jaminan dan alasan penjaminan, dan (10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup, serta pendapat Catatan 12 manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan agar diungkapkan alasannya. 35) | Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi v Aset Minyak dan Gas Bumi (khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas bumi) Yang harus dlungkapkan antara lain: (1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti, operated acreage, unoperated acreage, sumur dan peralatan serta fasilitas yang berhubungan, peralatan kantor, kendaraan, sumur dan peralatan serta fasilitas dalam pengerjaan: (2) Tabel yang memuat penjelasan tentang : (a) Lokasi penambangan, (b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi: (c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing tokasi penambangan, dan (d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan (3) Dalam hai saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak tagih kepada Regulator terkait, perlu penjelasan kolektabilitas tagihan tersebut dalam bentuk tabel analisa umur tagihan. 36) | Aset Tak Berwujud Yang harus diungkapkan untuk setlap jenis Aset Takberwujud antara lain: a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi, Catatan 13 b) alokasi jumlah amortisasl Aset Takberwujud ke dalam pos laporan laba v rugi komprehensif, Cc) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi Aset Catatan 13 Takberwujud pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi: d) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang v memenuhi kriterla aset kualifikasian, maka harus diungkapkan: (1) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode
Page 23 OCR 0.925
Page 23 of 49 2) 3) g h 1) h)) berjalan: dan (2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi: jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan dan penilaiannya untuk Aset Takberwujud yang dinilai dengan umur manfaat tidak terbatas, penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode amortisasi dari setiap Aset Takberwujud yang material terhadap laporan keuangan Perusahaan: Aset Takberwujud yang diperoleh melalui Hibah Pemerintah dan awalnya diakui pada Nilai Wajar sesuai SAK yang berlaku, diungkapkan: (1) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset-aset tersebut: (2) jumlah tercatatnya: dan (3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan model biaya atau model revaluasi, keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang kepemilikannya dibatasi dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang menjadi jaminan untuk Liabilitas, nilal komitmen Kontraktual untuk akuisisi Aset Takberwujud, Aset Takberwujud disajikan pada jumlah revaluaslan, diungkapkan: (1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian): (2) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir: (3) jumlah tercatat Aset Takberwujud yang direvaluasi: (4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan datam mengestimasi Nilai Wajar aset: (S) jumlah tercatat untuk setiap Aset Takberwujud seandainya Aset tersebut dicatat dengan model biaya: dan (6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan perubahan selarna perlode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada para pemegang saham. Catatan 13 Catatan 13 37) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumil dan Pertambangan umum a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/Penyisihan Liabllitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan tentang : (1) Satdo awal, (2) Penambahan dan pengurangan, (3) Saldo akhir, b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi Yang harus diungkapkanantara lain: (1)rincian biaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per area of Interest yang mencakup saldo awal, penambahan dan pengurangan, dan saldo akhir: dan (2)Jumlah aset, Ilabilitas, penghasilan dan beban, arus kas operasi, dan arus kas investasi yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi pertambangan. ta) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah tambang. Yang harus diungkapkan antara lain: (4) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan: Ca) Metode pembebanan biaya pengupasan tanah, dan (b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata Tanah Penutup. (2) Jumlah Blaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang terdiri dari (1) blaya pengupasan awal, (2) biaya pengupasan lanjutan dengan penjelasan mengenai perbedaan antara rasio aktual tanah menutup terhadap rasio rata-ratanya: (3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah Penutup (bila ada): (4) Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan : (a) Alasan terjadinya penundaan: (b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dimulainya produksi, dan (c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi (jika ada), terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi utama yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut. d) Biaya Pengembangan Tangguhan Yang harus diungkapkan antara lain :
Page 24 OCR 0.918
Page 24 of 49 (1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan selama tahun berjalan dengan menunjukkan: fa) Lokasi eksplorasi dan pengembangan: (b) Saldo awal, (ch) Penambahan/pengurangan, (d) Amortisasi, dan (e) Saldo akhir. Blaya pengembangan yang ditangguhkan atas kegiatan pengembangan yang masih berjalan: Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan pengembangan tangguhan yang menurut penelaahan manajemen tidak dapat dipulihkan, Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan dimana terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan: (a) Alasan terjadinya penundaan, (b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya produksi: dan (c) Jumlah penurunan (write down) aklbat dilakukannya evaluasi bila ada, terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi utama yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilal tersebut. (5) Apabila terdapat lebih dari satu Area of Interest, maka harus diungkapkan rincian dari Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan untuk tlap-ttap Area of Interest. (2 (3 (4 Liabilitas 1» Utang Usaha Yang harus diungkapkan antara lain: a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi, b) jumlah utang usaha menurut mata uang, dan c) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan. Catatan 16 & 31 2) Provisi a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek dan provisi jangka panjang. b) Yang harus dlungkapkan antara lain: (Lt) nilai tercatat pada awal dan akhir periode, (2) provisi tambahan dalam perlode bersangkutan, (3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama periode bersangkutan: (4) jumlah yang dibatalkan selama periode bersangkutan atas jumlah yang belum digunakan, (5) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam nilai kini, yang terjadi karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap perubahan tingkat diskonto, (6) uraian mengenal karakteristik kewajiban dan perkiraan saat terjadinya arus keluar sumber daya ekonomi: (7) Indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus Keluar sebagaimana dimaksud dalam angka(6). Dalam hal diperlukan, Perusahaan mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan, dan (8) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan jumlah Aset yang telah diakul untuk estimasi penggantian tersebut. Catatan 16, 17 3) Beban akrual Yang wajib diungkapkan antara lain jenls dan jumlah dari unsur utama beban yang belum jatuh tempo. Catatan 17 4 Khusus Industri Perbankan Liabilitas Segera Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang: dan b) Urajan mengenai sifat masing-masing kewajiban. 5) Utang Repo Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rinclan mengenai jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada transaksi repo: b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek. 6) Khusus Kontrak Konstruksi Utang Bruto kepada Pelanggan
Page 25 OCR 0.923
Page 25 of 49 Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain liabilitas bruto dari setiap kontrak konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaitu : a) biaya kontrak yang terjadi: b) laba yang diakui: C) kerugian yang dialami: dan d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin). 7» Khusus Industri Perbankan a) Simpanan Nasabah Yang harus diungkapkan antara lain rincian tlap jenis simpanan yang mengungkapkan: (1) 2) (3) (4) (5) (6) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu: Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito, Rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya, misalnya dibtakir atau dijaminkan: dan Pemberlan fasilitas Istimewa kepada pemilik rekening giro. pb) Simpanan dari Bank Lain Yang harus diungkapkan antara lain: (1) 2) (3) (62) (5) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu, Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga: Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: Jumlah amortisasi pada tahun berjatan untuk sertifikat deposito, dan Rinctan simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan statusnya, misalnya diblokir atau dijaminkan. 8) Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan Yang harus diungkapkan antara lain : (1) Rincian berdasarkan program asuransi, (2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan: (3) Rincian berdasarkan mata uang, (4) Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris: dan (5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir perlode yang memperlihatkan penambahan dan pengurangan. b) Utang Klaim Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga, (2) Jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung: (3) Jumlah utang klaim menurut jenis asuransi: dan (4) Jumlah utang menurut mata uang. c) Estimasi Klaim Retensi Sendiri Yang harus diungkapkan antara lain: (4) Jumlah menurut jenis asuransi: (2) Jumlah menurut tertanggung: (3) Jumlah menurut mata uang: dan (4) Jumlah estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan. d) Premi yang belum merupakan Pendapatan Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Jumlah menurut program asuransi: (2) Jumlah menurut jenis pertanggungan: (3) Pemisahan antara premi yang belum merupakan pendapatan kepada pihak berelasi dan pihak ketiga: (4) Metode perhitungan yang digunakan: dan (5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan penambahan dan pengurangan. 2) » Utang Koasuransi (rewrite) Yang harus diungkapkan antara tain: (1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga, (2) Jumlah berdasarkan Ko-asuradur, (3) Jumlah menurut jenis mata uang: dan (4) Jumtah menurut umur utang. Utang Reasuransi
Page 26 OCR 0.918
Page 26 of 49 Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga, (2) Jumlah berdasarkan reasuradur, (3) Jumlah menurut jenis mata uang, (4) Jumlah menurut umur utang, dan (5) Jumlah utang atau piutang reasuransi yang disalinghapuskan. 9) Utang Komisi Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur, (2) Jumlah menurut jenis mata uang: dan (3) Jumlah menurut jenis asuransi. h) Titipan Premi Yang harus dlungkapkan antara lain rincian menurut jenis asuransi. ») Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan Yang harus diungkapkan: (1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang saham, (2) Dasar perhitungan, dan (3) Saldo menurut usia. 9) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan jumlahnya. Catatan 17 10) Utang Pajak Yang harus diungkapkan antara lain: a) jenis dan jumlahnya, dan b) Informasi mengenai ketetapan pajak. Catatan 18 11) Khusus Industri Pembiayaan Kewajiban Anjak Piutang Yang harus diungkapkan antara lain: a) Jumlah liabilitas anjak piutang dalam rangka anjak plutang dengan recourse, dan b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak piutang, dan jatuh tempo serta ikatan penting lainnya yang diatur dalam perjanjian anjak piutang, 12) Khusus Kontrak Konstruksi Uang Muka Kontrak Yang harus diungkapkan antara tain jumlah uang muka kontrak yang diterima, 13) Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas fiabilitas jangka panjang sesual dengan pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang sebagaimana diatur dalam Checklist ini, Catatan 19 14) Liabilitas Keuangan Lainnya a) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Pengungkapan untuk Ilabilitas keuangan lainnya berlaku untuk Jlabilitas keuangan lainnya yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang, (2) Perusahaan wajib mengelompokkan sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi, (3) Yang harus diungkapkan antara lain: (a) nilai tercatat Habilitas keuangan untuk setiap kategori, (b) laba atau rugl neto pada setiap Ilabilitas keuangan, dan (c) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default). b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang Yang harus diungkapkan antara laln : (1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan penyelesaian utang, (2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak pajak penghasilan yang terkait, (3) Jumlah keuntungan atau Kerugian bersih atas pengalihan aset yang diakui selama periode tersebut, dan (4) Jumtah utang kontinjen yang dimasukkan dalam nilai tercatat utang yang telah direstrukturisasi. LL Catatan 15, 16 dan 19 15) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya. 16) Khusus Industri Pertambangan Umum
Page 27 OCR 0.903
Page 27 of 49 Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun Yang harus diungkapkan antara taln rincian jenis dan jumlahnya, 17) | Liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual, Yang harus diungkapkan antara lain llabilitas terkait aset atav kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat digabung dengan pengungkapan aset tidak lancar atau kelompok tepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual. Liabilitas Jangka Panjang 18) | Utang Pihak Berelasi Non-Usaha Yang Harus diungkapkan antara lain : a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah utang: v Catatan 31 b) jumlah utang menurut mata uang: dan v Catatan 37 C) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan. 19) | Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang Yang Harus diungkapkan antara lain: a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan v Catatan 15 dan 19 jenis mata uang: Catatan 15 dan 19 b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan: v Catatan 15 dan 19 Cc) tanggal jatuh tempo, v Catatan 15 dan 19 d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) v Catatan 15 dan 19 bulan, Catatan 15 dan 19 e) penjelasan tentang fasilitas pinjarnan yang diperoleh, termasuk v Catatan 15 dan 19 Jumlah dan tujuan perclehannyaj v Catatan 15 dan 19 #) pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing- Catatan 15 dan 19 masing fasilitas pinjaman: 9) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam v memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default): h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang v berhubungan: 1) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan v pembagian dividen, pembatasan raslo tertentu, dan/atau pembatasan perolehan utang baru: dan » pengungkapan Informasi sehubungan dengan liabilitas berbunga jangka panjang yang akan jatuh tempo dalarn jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal laporan posisi keuangan tetapi tetap diklasifikasikan sebagai Iiabilitas jangka panjang, antara lain adalah: (1) nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya: dan (2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh termpo, dan persyaratan penting. 20) | Utang Sewa Pembiayaan Yang harus diungkapkan antara lain : a) jumlah neto nilai tercatat untuk setiap kelampok aset dan pemberi sewa (lessor) pada tanggal laporan posisi keuangan: b) rekonsillasi antara total pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal laporan posisi keuangan, dengan nilal kininya. Selain itu wajib mengungkapkan total pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal laporan posisi keuangan, dan nilai Kininya, untuk setiap perlode berikut: (1) sampai dengan satu tahun, (2) lebih dari satu tahun sampai 5 (Ilma) tahun: dan (3) lebih dari 5 (llma)tahun. c) pembayaran sewa kontinjen yang diakui sebagai beban pada periode tersebut, @) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) masa depan yang diperkirakan akan diterima darl kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat dibatalkan (non-cancellable sublease) pada tanggal laporan posisi keuangan, e) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya sehubungan dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale and leaseback): dan P penjetasan umum isi perjanjian sewa yang material, antara lain: (1) dasar penentuan utang sewa kontinjen: (2) ada tidaknya klausul-klausul yang berkaitan dengan opsi perpanjangan atau pembelian dan eskalasi beserta syarat- syaratnya: dan (3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian sewa. 21) Khusus Industri Perbankan
Page 28 OCR 0.913
Page 28 of 49 3) b) c) Surat Berharga yang Diterbitkan Yang harus diungkapkan antara laln: (1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu, (2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga: (3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun, (4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan pemeringkat: (S) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan, (6) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu perjanjian, tanggal jatuh tempo, kewajlban yang harus dipenuhl, dan persyaratan penting lainnya (Debt Covenance), (7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenance atas surat berharga yang diterbitkan. Pinjaman Diterima Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian berdasarkan pihak, jenis, dan mata uang, (2) Rincian jumlah berdasarkan plhak berelasi dan pihak ketiga: (3) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, Nilai Aset bank yang dijaminkan, dan persyaratan penting lainnya(debt covenance), (4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenance, (5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari pemerintah atau pihak lain dengan tingkat Imbalan yang lebih rendah dari tingkat bunga pasar maka manajemen mengungkapkan mengenal fasilitas tersebut dan dampaknya terhadap laba bersih. Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Yang harus dlungkapkan antara lain: (1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan kolektibilitas, (2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, (3) Jumlah penyisihan penurunan nilal dan mutasi selama periode berjalan, (4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan nital komitmen dan kontinjensi menurut BI dan posisi penyisihan penghapusan bank pada saat periode pelaporan, dan (5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai komitmen dan kontinjensi. 22) | Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi v Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan Yang harus diungkapkan antara lain : a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan menunjukkan: (1) Saldo awal, (2) Penyisihan yang dibentuk, (3) Pengeluaran yang terjadi, dan (4) Saldo akhir. b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan, Cc) Liabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan Ilabilitas bersyarat lainnya sebagalmana diatur dalam standar akuntansi keuangan, d) Apabila dalam pos Ini terdapat komponen biaya yang sifatnya material, misalnya beban penutupan tambang, maka perusahaan dapat menyajikannya dalam pos yang terpisah, e) Tabel yang memuat penjelasan tentang: (1) Saldo awal, (2) Penambahan dan Pengurangan : (3) Saldo akhir, 23) | Llabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang a) Imbalan Pasti Yang harus diungkapkan antara lain: (1) gambaran umum mengenal jenis program. (2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini kewajiban imbalan pasti yang menunjukkan secara terpisah, pengaruhnya selama perlode berjalan yang dapat diatribusikan ke dalam: (a) biaya jasa kini: (b) blaya bunga: (c) iuran oleh peserta program: (dj keuntungan dan kerugian aktuarial, Lt Catatan 2, 3 dan 20 Catatan 20
Page 29 OCR 0.914
Page 29 of 49 (e) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang penyajian: (FP) imbalan yang dibayarkan: (9) biaya jasa lalu: (h) kombinasi bisnis, Ki) curtailment, dan G) penyelesaian. (3) analisis kewajiban imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan dari program yang seluruhnya tidak didanai dan jumlah yang dihasilkan dari program yang seluruhnya atay sebagian didanai: (4) rekonsiliasi satdo awal dan akhir dari Nilai Wajar aset program serta saldo awal dan akhir dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK menunjukkan secara terpisah, dampak selama periode yang dapat diatribusikan pada setiap: (a) hasil yang diharapkan dari aset program) (b) keuntungan dan kerugian aktuarial: (c) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan mata uang yang berbeda dengan mata uang penyajian, (d) luran oleh pemberi pekerja: (e) Iuran oleh peserta program, (HN Imbalan yang dibayarkan: (9) kombinasi bisnis: dan (h) penyelesaian, (S) rekonsiliasi nilat kint kewajiban imbalan pasti sebagaimana dimaksud dalam butir (2) dan Nilai Wajar aset program sebagaimana dimaksud dalam butir (4) atas Aset dan Liabilitas yang diakui dalam laporan posisi keuangan, paling kurang mengungkapkan: (a) keuntungan dan kerugian aktuartal neto yang tidak diakui dalam laporan posisi keuangan: (b) biaya jasa lalu yang tidak diakul dalam laporan posisi keuangan, (c) setiap jumlah yang tidak dlakul sebagai Aset, dikarenakan oleh batasan dalam SAK: (d) Nilai Wajar pada akhir perlode pelaporan dari setiap hak benggantian yang diakui sebagai Aset sesual dengan SAK: an (e) jumlah lainnya yang diakui dalam laporan posisi keuangan: (6) total beban yang diakui di laba rugi untuk setiap hal-hal berikut dan nama pos dimana hal tersebut termasuk: (a) biaya jasa kini: (b) biaya bunga, (c) hasil yang diharapkan dari aset prograrn, (d) hasil yang diharapkan dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK, (e) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika Perusahaan memilih metode koridor 10Y6 (sepuluh per seratus): (9) biaya jasa talu, (9g) dampak dari curtailment terutama terkait dengan penyelesaiannya: dan (h) dampak dari batasan dalam SAK: (7) jumlah total yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain yang akan diakui segera dalam saldo laba, meliputi: (a) keuntungan dan kerugian aktuarial, dan (b) dampak dari batasan dalam SAK: (8) jumlah kumulatif dari keuntungan dan kerugian aktuarjal yang diakui pada pendapatan komprehensif laln, dalam hal Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian dalam pendapatan komprehensif lain sesuai dengan SAK: (9) persentase atau jumlah setiap kategori utama yang merupakan Nilai Wajar total aset program, untuk setiap kategori utama dari aset program, yang mencakup, namun tidak terbatas pada, instrumen ekuitas, instrumen utang, properti, dan seluruh aset lain: (10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk: (a) setiap kategori instrumen keuangan milik Perusahaan: dan (b) setiap properti atau Aset lain yang digunakan oleh Perusahaan, (11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian yang diharapkan atas Aset secara keseluruhan, termasuk dampak kategori utama dari aset program: Catatan 20 Catatan 20
Page 30 OCR 0.910
Page 30 of 49 (12) imbal hasil aktual atas aset program, serta imbal hasil aktual atas setiap hak penggantian yang diakui sebagal Aset: (13) Asumsi aktuarlal utama yang digunakan sampai pada akhir periode pelaporan dan diungkapkan dalam ukuran yang absolut dan tidak hanya sebagai marjin antara persentase dan variabel lainnya, termasuk: fa) tingkat diskonto: (b) tingkat imbal hasll yang diharapkan atas setiap aset program untuk perlode yang disajikan dalam laporan keuangan, (c) tingkat Imbai hasil yang diharapkan untuk perlode yang disajikan dalam laporan keuangan pada setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset: (d) tingkat kenaikan gaji yang diharapkan (dan perubahan dalam indeks atau variabel tertentu lainnya dalam masa program formal atau konstruktif sebagai dasar untuk kenaikan Imbalan masa depan), te) tingkat tren biaya Kesehatan, dan (F) asumsi material lain yang digunakan dalam aktuaria: (14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka persentase dalam tingkat tren biaya kesehatan yang dlasumsikan pada: ta) biaya jasa kini agregat dan komponen biaya bunga dari biaya kesehatan pascakerja perlodik neto: dan (b) akumulasi kewajiban imbalan pascakerja untuk biaya kesehatan. (c) Dalam hal program dioperasikan dalam lingkungan Inflasi yang tinggi, wajib diungkapkan dampak persentase kenaikan atau penurunan tingkat tren biaya kesehatan yang diasumsikan dari makna yang serupa dengan satu angka persentase dalam Ilngkungan inflasi yang rendah. (15) Jumtah periode tahunan saat ini dan periode empat tahun sebelumnya dari: (a) nilai kini kewajiban imbalan pasti, Nilal Wajar aset program dan surplus atau defisit pada program, dan (b) penyesualan yang timbul pada: (WD Nabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari Ilabilitas program pada akhir periode pelaporan: dan (II) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari aset program pada akhir periode pelaporan: (16) estimasi terbalik pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan secara andal, dari luran yang diharapkan akan dibayar dalam program selama perlode tahunan dimulai setelah periode pelaporan, (17) khusus untuk program Imbalan pasti yang membagi risiko antar entitas sepengendali, wajib dlungkapkan sebagai berikut: (a) perjanjian kantraktual atau kebijakan tertulis untuk pembebanan biaya imbalan pasti neto atau bukti bahwa tidak ada kebijakan seperti itu, (b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi biaya imbalan pasti neto sesuai SAK, maka Perusahaan mengungkapkan: (I) Informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat program imbalan pasti dan dampak keuangan atas perubahan program selama periode tersebut, (Ii) pengungkapan gambaran umum jenis program sesuai dengan huruf a) butir (1) mencakup penjelasan praktik informal yang menimbulkan kewajiban konstruktif termasuk dalam pengukuran kewajiban imbalan pasti, dan (il)jika Perusahaan mencatat juran yang terutang untuk periode sesuai SAK informasi tentang program secara keseluruhan disyaratkan sesuai dengan butir (1), butir (2), butir (3), butir (4), butir (9), butir (13), butir (14), dan butir (16) serta butir ji. b) Iuran Pasti Perusahaan yang menyelenggarakan program iuran pastiharus mengungkapkan jumlah yang diakul sebagai beban untuk program luran pasti. 6) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan jumlah imbalan Catatan 20 Catatan 20
Page 31 OCR 0.926
Page 31 of 49 kerja jangka panjang lainnya. 4) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja Yang harus diungkapkanantara lain: (4) iuran program dan jumlah pesangon pemutusan kontrak kerja: dan (2) penjelasan mengenai liabilitas kontinjen (jika ada). 24) Utang Obligasi Yang harus diungkapkan antara lain: a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat dalam ruplah dan mata uang asing, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya, b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek: c) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan, d) nama Wall Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan: e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada: #) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan, 9) kejadian penting lalnnya antara fain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan kondisl utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default): dan h) persyaratan penting lainnya. Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 25) Sukuk 3) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syariah yang digunakan. b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain: (4) uraian tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk, termasuk: Ca) ringkasan akad syariah dan skema transaksi syariah yang digunakan, (b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari: (c) nilai nominat, (d) besaran Imbalan (untuk Sukuk ijarah), (e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasil, dan besaran nisbah bagi hasil (untuk Sukuk mudharabah), (Po rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau pembayaran Imbalan atau bagi hasil, (9) jangka waktu, (h) tujuan penerbitannya, dan (i) persyaratan penting lain: (2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek: (3) bursa tempat Sukuk dicatatkan, (4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan: (5) nama Wali Amanat dan Keterkaitan usaha dengan Perusahaan, (6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada): (7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan, dan (8) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Emiten atau Perusahaan Publik dalam memenuhi persyaratan dan kondisi Sukuk (misalnya restrukturisasi Sukuk dan kondisi defauit). 26) Utang Subordinasi Yang harus diungkapkan antara lain: a) nama kreditur, sifat Ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan kisaran suku bunga Kontraktual selama periode pelaporan b) tujuan perolehannya: c) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasi: d) Kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan datam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default): 8) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan, dan $ persyaratan penting Jainnya. 27) Obligasi Konversi Yang harus diungkapkan antara lain: a) rincian mengenal jenis, nilai nominal dan nilai tercatat, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat
Page 32 OCR 0.911
Page 32 of 49 obligasi konversl dicatatkan, dan tujuan penerbitannya: b) perlode konversi dan persyaratan konversi, antara lain meliputi rasio konversi, harga pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh tempo serta persyaratannya, dan penalti, c) dampak dilusi apabila seluruh obilgasi dikonversikan, dengan memperhatikan tingkat konversi atau harga pelaksanaan (exercise price) yang paling menguntungkan dari sudut pandang pemegang obligasi konversi, dj jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya, e) peringkat dan nama Perusahaan Pemerlngkat Efek, (jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan: 9) nama Wall Amanat dan Keterkaitan usaha dengan Perusahaan, h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada), I) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default), j) dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi konversi tanpa melalui penawaran umum, wajib diungkapkan tujuan penerbitan dan nama pembeli: k) komponen Llabilitas dari obilgasi konversi, I) keberadaan fitur derivatif melekat, dan m) persyaratan penting lainnya Ekuitas Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas Induk 1) | Modal Saham Yang harus dtungkapkan antara lain : a) Bagi setiap jenis saham, antara lain: Catatan 21 (1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir perlode, (2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham, termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal, dan (3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratanj b) Penjelasan mengenai slfat dan tujuan setiap pos cadangan dalam v ekuitas, C) Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar Catatan 21 saham dan persentase kepemilikan, yaitu: (1)Pemegang saham yang memiliki 5Yo (lima perseratus) atau lebih, (2)Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham: dan (3)Pemegang saham laianya, d) Dalam hal terjadi perubahan modal saham dalam periode berjalan: v (1)Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham tersebut, seperti pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasl Manusia, persetujuan dan/atau pemberitahuan Menteri terkait, dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS): (2)Sumber peningkatan modal saham, antara lain dari kapitalisasi agio, saldo laba, penerbitan saham baru dari Penawaran Umum dengan dan/atau tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (right Issue dan private placement), pelaksanaan waran, serta konversi obligasi, dan (3)Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka ekspansi, penyelesalan pinjaman, atau pemenuhan kecukupan modal, e) Dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan di v Bursa Efek, agar disebutkan jumlah saham yang dicatatkan dan yang tidak dicatatkan pada Bursa Efek. 2) | Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in Capital) Yang harus diungkapkan antara lain: a) Rincian jumlah tambahan modal disetor, Catatan 22 b) Uralan sumber agio saham, Catatan 22 €c) Rincian biaya emisi Efek ekultas berdasarkan penerbitan Efek ekuitas, v d) Uralan mengenai sifat dan asal selisih Kurs atas modal disetor, v e) Uralan mengenal sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya: v f) Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali, antara lain: Catatan 22 (1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang berkombinasi:
Page 33 OCR 0.920
Page 33 of 49 (2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-entitas yang bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat sementara, (3) Tanggal efektif transaksi, (4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual atau dihentikan akibat kombinasi bisnis tersebut, (5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan jumlah imbalan yang terjadi, (6S) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta selisih antara nilai tercatat tersebut dengan jumlah imbalan yang diserahkan atau diterima: dan (7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan informasi antara lain: (a) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah dilaporkan sebelumnya untuk periode yang disajikan kembali, (b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan Liabilitas entitas atau bisnis yang dikombinasikan, (c) Dampak penyesuajan kebijakan akuntansi, dan (d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan setelah disajikan kembali. 3) Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali Yang harus diungkapkan antara lain : a) Uralan transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian yang meliputi: (1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan: (2) Nama entitas anak: dan (3) Nama pihak yang bertransaksi, b) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian, dan c) Jumlah yang direalisasi ke taba rugi atas pelepasan Investasi pada saat hilangnya Pengendalian. Catatan 13, 22 4) Saham Treasuri Yang harus diungkapkan antara lain: a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau pengurangan modal disetor, b) Tanggal atau perlode perolehan serta jumlah lembar dan nilai saham treasuri yang diperoleh: Cc) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang digunakan sebagai pengurangan modal disetor, d) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang dilepaskan kembali serta selisih antara harga perolehan dengan harga pelepasan saham treasuri: dan €) Akumutasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri. 5) Saldo Laba Yang harus diungkapkan antara lain: a) Alasan dan jumlah penyesualan perlode yang lalu (jika ada): b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan dan persetujuan RUPS yang terkait: dan c) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan setiap pos cadangan. Catatan 23 8) Waran Yang harus diungkapkan antara lain: a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran, b) dasar penentuan Nilal Wajar waran: C) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa): d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya: dan e) ikatan-Ikatan yang terkait dengan penerbitan waran. » Pendapatan Komprehensif Lainnya Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenai perubahan masing-masing komponen pendapatan komprehensif lainnya. Laporan perubahan ekuitas dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian 8) Kepentingan Nonpengendali Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham nonpengendali atas ekuitas masing-masing entitas anak yang tidak dapat Giatribusikan secara langsung atau tidak langsung pada entitas induk, Catatan 24
Page 34 OCR 0.907
Page 34 of 49 Laba Rugi Komprehensif 1) Pendapatan Yang harus diungkapkan antara lain : a) Jumtah setiap kategari signifikan dari pendapatan yang diakui selama periode, termasuk pendapatan yang berasal dari: (1) Penjuatan barang: (2) Penjualan jasa, (3) Bunga, (4) Royalti: dan/atau (5) Dividen, diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga: b) Rincian jumlah dari ketompok produk/jasa utama, C) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 10Y9 (sepuluh perseratus) dari pendapatan: d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika ada), yang diungkapkan terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga, e) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara lain: (1) Pendapatan kontrak konstruksi: (a) Jumlah pendapatan kontrak yang diakul sebagal pendapatan dalam periode berjalan: (b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak yang diakui dalam perlode berjalan, dan (c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap penyelesaian kontrak, (2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal akhir perlode pelaporan: (a) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan laba/rugl yang diakul sampal tanggal pelaporan: (b) Jumlah uang muka yang diterima, dan (c) Jumlah retensi: (3) Jurniah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing- masing sebagai Aset dan Liabilitas, f) Dalam hal Perusahaan memilikl transaksi hubungan keagenan, diungkapkan secara terpisah, antara lain: (1) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan keagenan, (2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagai agen darl transaksi keagenan dengan pendapatan lainnya, dan (3) Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh Perusahaan sebagai prinsipal dari transaKksl keagenan, yang antara lain terdiri dari: ta) Pendapatan bruto, (b) Retur/rabat/diskon terkait, dan (c) Total pendapatan neto. Catatan 26 Catatan 36 Catatan 26 2) Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator Ketentuan Tarif Yang harus diungkapkan antara lain: a) Dasar ketentuan tarif, b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif, C) Masa berlaku tarif, d) Besaran tarif, dan e) Perjanjian faln yang terkait. 3) Khusus Industri pembiayaan Rincian jumlah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara lain: a) Pendapatan pembiayaan konsumen, b) Pendapatan anjak plutang: dan Cc) Pendapatan sewa. 4 Khusus Industri Rumah Sakit Terdiri dari: Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa dokter, rawat inap, rawat jalan dan penunjang medis, Rincian pengurang pendapatan, antara laln: a) Restitusl, b) Subsidi tidak mampu: dan Cc) Selisih perhitungan klaim.
Page 35 OCR 0.920
Page 35 of 49 5) Khusus Industri Transportasi Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara lain: a) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi, b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi, c) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi: d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan, dan e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan jenisnya armada (bus, taksi, feri, tanker dan pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan atas dasar kepemilikan armada tersebut, 6) Khusus Industri Telekomunikasi Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa interkoneksl, jasa telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melalui kerjasama dengan pihak lain. 7) Khusus Industri Asuransi: Pendapatan Premi Yang harus diungkapkan antara tain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok premi bruto, premi reasuransl, dan penurunan (Kenaikan) premi yang belum merupakan pendapatan untuk setiap jenis asuransi. Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku (PSAK 36 dan 62) 8) Khusus Industri Jalan Tol: Pendapatan Yang harus diungkapkan antara lain: a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian pendapatan jasa lain, dan rincian pendapatan kerjasama operasi, b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumlah ruas jalan tol, maka pendapatan usaha untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus diungkapkan. 9) Khusus Industri Perbankan Pendapatan Bunga Yang harus diungkapkan antara lain: Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada : a) Obligasi Pemerintah, b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisl dan komisi yang ) C) Efek-efek, dan d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain. 10) Beban Pokok Penjualan Yang harus dlungkapkan antara lain: a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban pokok produksi yang dirinci: (1) Biaya bahan baku, (2) Biaya tenaga kerja: dan (3) Biaya overhead ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir persediaan: b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 1096 (sepuluh perseratus) dari pendapatan, dan c) Untuk Industri jasa, diungkapkan beban pokok berdasarkan pada jasa yang dijual. Catatan 27 Catatan 27 11) Khusus Industri Rumah Sakit Beban Departementalisasi/Beban Operasionat Yang harus diungkapkan antara lain, rincian beban departementalisasi: a) Beban bahan, b) Beban jasa pelayanan, c) Beban pegawai: d) Beban penyusutan sarana medis: €) Beban pemeliharaan sarana: f) Beban asuransi: 9) Beban langganan daya dan jasa, h) Beban depresiasi. 12) Khusus Industri Asuransi: a) Beban Klaim Asuransi Kerugian Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan (penurunan) estimasi klaim retensi sendiri untuk setiap jenis asuransi. b) Beban Klaim Asuransi Jiwa Yang harus diungkapkan antara lain:
Page 36 OCR 0.916
Page 36 of 49 Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan manfaat, diantaranya : klaim jatuh tempo, klaim nilai tunal, dan klaim kematian. c) Komisi Neto Yang harus diungkapkan antara faln rincian dan jumlah berdasarkan kelompok pendapatan komisi dan beban komisi untuk setiap jenis asuransi. d) Hasil Investasi Yang harus diungkapkan antara Jaln rincian dan jumlah menurut jenis Investasi. Khusus Industri Perhotelan Beban Departementalisasi Yang harus dlungkapkan antara lain: a) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementalisasi, b) Gaji dan beban pegawai lainnya, dan G) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen lainnya. Beban Usaha Yang harus dlungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori fungsinya, yaitu antara lain: a) Beban penjualan, b) Beban distribusi, dan Cc) Beban umum dan administrasi. Khusus Industri Perbankan a) Beban Bunga Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban bunga berdasarkan Kelompok produk/jasa utama. b) Beban Provisi dan Komisi Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban beban provisi dan komisi berdasarkan kelompok produk/jasa utama. Khusus Industri Pembiayaan BebanKeruglan Penurunan Nilai Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban keruglan penurunan nilai untuk masing-masing akun Plutang Pembiayaan Konsumen, Tagihan Anjak Piutang, dan Plutang Sewa Pembiayaan. Pendapatan dan Beban Lainnya Yang harus diungkapkan antara lain : a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya. b) rincian dan jumlah Beban lainnya. Cc) Untuk Blaya Keuangan, meliputi : (1) biaya pinjaman meliputi: (a) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif, (b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai SAK yang berlaku, dan (c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap bunga, (2) biaya keuangan lainnya yang terjadi dari transaksi instrumen keuangan meliputi: (a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas Investasi tersedia untuk dijual, (b) rugi neto dari Instrumen keuangan yang diakui pada Nilai Wajar melalui laba rugl, dan (c) amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan untuk lindung nllai. d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi dan/atau Ventura Bersama meliputi : (i) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas: dan (2) bagian taba rugi dari entitas asosiasi dari operasi yang dihentikan, yang diungkapkan secara terpisah. Khusus Industri Perbankan a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset Keuangan Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis aset keuangan. b) Keuntungan (Kerugian) dari kenalkan (penurunan) nilai surat- surat berharga dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah Ket
Page 37 OCR 0.920
lo) Page 37 of 49 Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis. Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat Berharga dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis. 19) Pendapatan Komprehensif Lain Yang harus diungkapkan antara lain: a) b) 2) d) 8) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset Takberwujud, keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti: selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan, keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual: bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilal dalam rangka lindung nilai arus kas: dan bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian dan Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lan konsclidasian 20) Pajak Penghasilan Yang harus diungkapkan antara laln : a) b) ka d) 8) 9 h) komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri darl: (1) beban (penghasilan) pajak kini, (2) penyesuaian yang diakui pada periode atas pajak kini yang berasal dari periode lalu: (3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer dan pembatikannya: jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan perubahan tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan yang baru, (5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tidak diakui sebelumnya atau perbedaan temporer suatu perlode talu yang digunakan untuk mengurangi beban pajak kini dan beban pajak tangguhan: beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau pembalikan penurunan sebelumnya atas aset pajak tangguhan: dan Jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan kebijakan akuntansi dan kesalahan yang diperhitungkan dalam laporan laba rugi komprehensif, dikarenakan tidak dapat diperlakukan secara retrospektif, agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait dengan transaksi yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas: jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain, kecuali untuk bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asoslasi dan/atau Ventura Bersama: penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan taba akuntansi dalam satu atau kedua bentuk berikut ini: (1) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkatlan laba akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku, atau rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku: penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan perbandingan dengan tarif pajak yang berlaku pada perlode akuntansi sebelumnya: jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi pajak belum dikompensasi yang tidak dlakul sebagai aset pajak tangguhan dalam laporan keuangan: jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan investasi pada entitas anak, cabang, entitas asosiasi, dan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama atas Ilabilitas pajak tangguhan yang belum diakui, rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara sebagal berikut: (1) laba sebelum pajak menurut akuntansi: (4 (5) (#3 (2 KK tt Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18
Page 38 OCR 0.917
Page 38 of 49 2) m) n) 9) p) (2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dirinci): dan (3) laba kena pajak: perhitungan beban dan liabilitas pajak kini dengan menerapkan tarif pajak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan pajak yang berlaku, pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan, setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis rugi pajak yang belum dikompensasi: (1) jumlah aset dan liabilitas pajak tangguhan yang diakui pada laporan posisi keuangan untuk perlode sajian, dan (2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang dlakul dalam laba rugi, apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan Jumlah aset atau llabilitas pajak tangguhan yang diakui dalam laporan posisi keuangan: beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan: (1) keuntungan atau kerugian atas penghentian: dan (2) laba rugi dari kegiatan normal atas operasi yang dihentikan selama periode, bersama dengan jumlah terkait untuk setiap perlode sajian, jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen kepada pemegang saham Perusahaan yang diusulkan atau diumumkan sebelum Laporan Keuangan Diotorisasi untuk Terbit namun tidak dlakui sebagai Liabilitas dalam laporan keuangan: uralan jumlah perubahan pada jumlah pengakuan untuk aset pajak tangguhan praakuisisi apabila Perusahaan adalah pihak pengakuisisi dalam suatu kombinasi bisnis: peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak tangguhan wajib diakul apabila manfaat pajak tangguhan yang diperoleh dari Kombinasi bisnis tidak diakui pada tanggal akuisisi tetap! diakui setelah tangga! akulsisi: dan jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung pengakuan atas aset pajak tangguhan, apabila: (1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi laba kena pajak mendatang lebih besar dari laba pembalikan perbedaan temporer kena pajak yang telah ada: dan (2) entitas mengalami kerugian pada periode kini atau periode sebelumnya yang mengakibatkan diakuinya aset pajak tangguhan terkait. Catatan 18 Catatan 18 Catatan 18 21) Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian Yang harus diungkapkan antara lain : a) b) c) d 2) jumlah yang digunakan sebagai pembilang dalam penghitungan laba per saham dasar dan dilusian, dan rekonsillasi jumlah tersebut terhadap laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada entitas Induk untuk periode tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak Individual dari setiap jenis Instrumen yang mempengaruhi laba per saham, jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai penyebut dalam penghitungan laba per saham dasar dan dllusian, dan rekonsillasi penyebut tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak Individual dari setiap jenis Instrumen yang mempengaruhi laba per saham, Instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan secara kontinjen) yang berpotensi mendilusi laba per saham dasar di masa depan, namun tidak dimasukkan dalam penghitungan laba per saham dilusian karena Instrumen tersebut bersifat antidilutif untuk periode sajian, penjelasan transaksi saham biasa atau transaksi Instrumen berpotensi saham biasa, selain yang dihitung sesual dengan SAK yang berlaku, yang terjadi setelah periode pelaporan dan akan secara signifikan mengubah jumlah saham biasa atau instrumen berpotensi saham biasa yang beredar pada akhir periode tersebut seandainya transaksi dimaksud terjadi sebelum akhir perlode pelaporan, dan laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi yang dihentikan. Catatan 25 Catatan 25, terdapat dilusian tidak efek 22) Transaksi Pihak Berelasi Yang harus diungkapkan antara lain: a) Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo dengan pihak berelasi, yang jumlahnya: Catatan 31
Page 39 OCR 0.912
Page 39 of 49 (1) lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) untuk transaksi dengan orang atau anggota Keluarga terdekat, dan/atau (2) lebih dari 0,5Yo (nol koma lima perseratus) dari modal disetor untuk transaksl dengan entitas beretasi. b) terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat meliputi nama, sifat dan hubungan dengan pihak berelasi serta informasi tentang transaksi dan saldo dengan pihak dimaksud: c) terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi meliputi sifat dan c: f atatan 31 hubungan dengan pihak-pihak berelasi serta informasi mengenai transaksi dan saldo, termasuk komitmen, yang diperlukan untuk memahami potensi dampak hubungan tersebut dalam laporan keuangan, paling kurang: (4) jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap total pendapatan dan beban terkait: (2) jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset atau Liabilitas, termasuk komitmen, dan: (a) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat jaminan, dan sifat Imbalan yang akan diberikan, untuk penyelesaian: dan (b) rincian garansi yang diberikan atau diterima: (3) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan plutang terkait dengan jumlah saldo piutang usaha dan piutang pihak berelasi non-usaha: dan (4) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai, jika dilakukan pembentukan, d) pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam hurufa) dan b) dilakukan secara terpisah untuk masing-masing Catatan 31 kategori berikut: (1) entitas Induk, (2) entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh Signifikan terhadap entitas, (3) entitas anak: (4) entitas asoslasi, (5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer, (6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas Induknya, dan (7) pihak-pihak berelasi lainnya. 8) seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota atau kelompok direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan, dan manajemen kunci tainnya untuk masing- masing kategori berikut: (1) Imbalan kerja jangka pendek, (2) imbalan pascakerja, (3) imbalan kerja jangka panjang lainnya: (4) pesangon pemutusan kontrak kerja: dan (5) pembayaran berbasis saham. untuk entitas berelast dengan pemerintah : (1) nama entitas beretasi dengan pemerintah dan sifat hubungannya dengan Perusahaan: (2) sifat dan jumlah setiap transaksi yang secara Individual signifikan: dan (3) untuk transaksi lainnya yang secara kolektif, tetapi tidak secara individual, signifikan, indikasi secara kuantitatif atau kualitatif atas juasnya transaksi tersebut. 23) | Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata vang selain mata uang Catatan 37 fungsional. b) Yang harus diungkapkan antara lain: Catatan 37 (1) rincian aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing serta @ekuivalennya dalam mata uang fungsional, (2) posisi neto dari aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing, (3) rincian Kontrak valuta berjangka dan ekuivalen dalam mata uang fungsional:
Page 40 OCR 0.911
Page 40 of 49 (4) jumlah selisih kurs yang diakul dalam laba rugi, kecuali untuk selisih kurs yang timbul pada instrumen Keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi: dan (5) selisih kurs neto diakul dalam pendapatan komprehensif lain dan diakumutasikan dalam komponen ekultas yang terpisah, serta rekonsiliasi selisih kurs tersebut pada awal dan akhir periode. 24) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan Yang harus dlungkapkan antara Jaln : a) untuk setiap rugi penurunan nilal yang diakul atau dibalik selama periode tertentu untuk suatu aset Individual, termasuk goodwil! atau suatu unit penghasil kas: (1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau pembalikan rugi penurunan nllai, (2) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi selama perlode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang didalamnya tercakup rugl penurunan nilai, (3) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi selama periode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang dl dalamnya tercakup rugi penurunan nilai yang dibalik: (4) goodwili yang telah diakui rugi penurunan nilainya, (5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain selama perlode tersebut, dan (6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakul dalam pendapatan komprehensif lain selama perlode tersebut, b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan untuk setiap kelompok aset. 25) Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan Kesalahan Periode Lalu a) Perubahan Estimasi Akuntansi Yang harus diungkapkan antara lain : (1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi, (2) jumlah perubahan estimasi yang berdampak pada periode berjalan: dan (3) perkiraan dampak estimasi pada periode mendatang. Dalam hal jumlah dampak pada periode mendatang tidak praktis, fakta tersebut harus diungkapkan. b) Perubahan Kebijakan Akuntansi Yang harus diungkapkan antara lain : (4) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi, (2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru memberikan Informasi yang andal dan relevan, (3) jumlah penyesualan untuk periode berjalan dan setiap perlode latu sajlan: (a) setiap pos laporan keuangan yang terpengaruh, dan (b) laba per saham dasar dan dilusian, (4) jumlah penyesuatan yang terkait dengan perlode-periode sebelum perlode yang disajikan. Dalam hal tidak praktis dilakukan, maka diungkapkan alasannya, dan (5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis untuk suatu periode tertentu atau untuk perlode-perlode sebelum periode-periode tersebut disajikan dan tanggal dimulainya perubahan kebijakan akuntansi. €) Kesalahan Periode Lalu Yang harus diungkapkan antara lain : (1) sifat dari kesalahan periode lalu, (2) jumlah koreksi untuk setiap periode sajian: (a) bagi setiap pos laporan Keuangan: dan (b) laba per saham dasar dan diluslan, (3) jumlah koreksi pada awal perlode sajian paling awal, dan (4) keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak praktis dilakukan dan penjelasan mengenai cara dan waktu dilakukannya koreksi apabila penyajian kembali retrospektif
Page 41 OCR 0.903
Page 41 of49 tidak praktis. 26) Kombinasi Bisnis a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap kombinasi bisnis yang terjadi selama periode pelaporan, yaitu: (1) (2) (3) 4 (5) (4) (7) (8) 9) (10) (11) (12) (13) (14) nama dan penjelasan tentang pihak yang diakuisisi: tanggal akuisisi: blaya terkait akuisisi, di luar biaya penerbitan Efek utang dan Efek ekuitas, periode berjalan, dan akumulasinya untuk masing- masing kombinasi bisnis: persentase kepentingan ekuitas berhak suara yang diperoleh: alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang cara pihak pengakuisisi memperoleh Pengendalian atas pihak yang diakuisisi, penjelasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill yang diakui: Nilat Wajar pada saat tanggal akulsisi atas total imbalan yang dialihkan dan Nilal Wajar tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utarna imbalan, kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset indemnifikasi: (a) jumlah yang diakui pada tanggal akulsisis (b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan jumlah pembayaran: dan (c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika apabila kisaran tidak dapat diestimasikan maka fakta dan alasan mengapa kisaran tersebut tidak dapat diestimasikan. Dalam hal jumlah maksimum pembayaran tidak terbatas, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan fakta tersebut: Perusahaan harus mengungkapkan plutang yang diperoleh berdasarkan kelompok utarna piutang, misalnya pinjaman yang diberikan, sewa pembiayaan langsung, dan kelompok piutang lain, yaitu sebagai berikut: (a) Nilal Wajar piutang: (b) jumlah piutang bruto kontraktual, dan (c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi atas jumlah arus kas kontraktual yang diperkirakan tidak tertagih: jumlah yang dtakul pada tanggal akuisisi untuk setiap kelompok. utama Aset yang diperoleh dan Liabilitas yang diambil alih setiap Ijabilitas kontinjensi yang diakui pada Nilai Wajar: (a) uralan mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan Saat arus keluar sumber daya ekonomi terjadi, (b) Indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar tersebut. Dalam hal diperlukan, Perusahaan harus mengungkapkan asumsi utarna yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan, dan (c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan jumlah Aset yang telah diakul untuk estimasi penggantian tersebut, dalam hat Ilabilitas kontinjensi tidak diakui karena Nilai Wajarnya tidak dapat diukur secara andal, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan: (a) informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 huruf b) angka (4) terkait perikatan dan kontijensi, dan (b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur secara andal, dalam hal pembelian dengan diskon: (a) jumlah keuntungan yang diakul dan pos dalam taporan laba rugi Komprehensif dimana keuntungan tersebut diakui: dan (b) “penjelasan tentang alasan transaksi tersebut menghasilkan keuntungan: setiap kombinasi bisnis dimana pihak pengakuisisi memiliki kurang dari 10096 (seratus perseratus) dari kepentingan ekuitas pihak yang diakuisisi pada tanggal akuislsl: (a) jumlah dari kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi, yang diakui pada tanggal akuisisi dan dasar pengukurannya, dan
Page 42 OCR 0.908
Page 42 of 49 (b) teknik penlialan dan input model utama yang digunakan dalam penentuan nilai tersebut, untuk setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi yang diukur pada Nilai Wajar: (15) dalam hal suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap: (a) Nilai Wajar pada tanggal akuisisi atas kepentingan ekuitas pihak yang diakuisisi yang dimiliki oleh plhak pengakulsisi segera sebelum tanggai akulsisi: dan (b) jumlah keuntungan atau Kerugian yang diakul sebagai hasil dari pengukuran kembali Nilai Wajar dari kepentingan ekuitas pada pihak yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi sebelum kombinasi bisnis dan pos dalam laporan laba rugi komprehensif untuk mengakul keuntungan atau kerugian tersebut, b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada perlode sekarang dan perlode sebelumnya, Perusahaan yang menjadi pihak pengakuisisi wajib mengungkapkan informasi berikut untuk setiap kombinasi bisnis yang material atau secara Kolektif material: (4) dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai untuk Aset, Liabilitas, kepentingan nonpengendali tertentu atau jenis Imbalan dan jumlah yang diakul dalam laporan keuangan kombinasi bisnis sehingga ditentukan hanya bersifat penyisihan, maka diungkapkan: (a) alasan akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesal, (b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekuitas atau jenis Imbalan yang akuntansi awalnya belum selesai: dan (c) sifat dan jumlah dari setiap penyesualan perlode pengukuran yang diakui selama periode pelaporan (2) setiap perlode pelaporan setelah tanggal akulsisi sampai dengan Perusahaan mendapatkan, menjual atau kehilangan hak atas aset Imbalan kontinjensi, atau sampal dengan Perusahaan menyelesaikan Ilabilitas imbalan kontinjensi atau Ilabilitas tersebut dibatalkan atau lewat waktu, maka diungkapkan: (a) setiap perubahan dalam jumlah yang dlakul, termasuk setiap perbedaan yang timbul selama penyelesaian, (b) setiap perubahan dalam kisaran hasil (tidak didiskonto) dan alasan perubahan tersebut, dan (c) teknik penilalan dan Input model utama yang digunakan untuk mengukur Imbalan kontinjensi, (3) llabilitas kontinjensi yang dlakul dalam kombinasi bisnis, jika ada, (49 rekonslilasi atas nilai tercatat goodwill pada awal dan akhir periode pelaporan, (5) jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau kerugtanyang diakui pada perlode pelaporan yang: (a) terkait dengan aset teridentifikasi yang diperoleh atau llabilitas yang diambil-alih dalam kombinasi bisnis pada periode pelaporan berjalan atau periode pelaporan sebelumnya, dan (b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang diungkapkan untuk memahami laporan keuangan Perusahaan hasil penggabungan, Cc) pernyataan kesesualan dengan peraturan Bapepam dan LK dalam pelaksanaan transaksi kombinasi bisnis, dan d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan, sehubungan dengan perolehan atas entitas anak dan unit bisnis lainnya selama suatu perlode: (1) jumlah harga yang dibayarkan, 2 bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas, (3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya apabila Pengendalian diperoleh: dan (4) jumlah aset dan liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lalnnya apabila Pengendalian
Page 43 OCR 0.936
Page 43 of 49 diperoleh, diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya. 27) Segmen Operasi Yang harus diungkapkan antara lain : a) pengungkapan pada level segmen: (4) informasi umum, yang terdiri dari: (a) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk mengidentifikasi segmen dilaporkan: dan (b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan dari setiap segmen dilaporkan, (2) informasi mengenai laba atau rugi segmen, termasuk pendapatan dan beban tertentu, aset segmen, dan llabilitas segmen dari segmen dilaporkan, serta dasar pengukurannya: (3) rekonsillasi dari total pendapatan segmen, ukuran laba atau rugi segmen dilaporkan, aset segmen, liabilitas segmen, dan unsur segmen material lainnya terhadap jumtah yang terkait dalam laporan keuangan Perusahaan: b) pengungkapan pada level entitas (4) Informasi produk dan jasa Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan jasa atau setlap kelompok produk dan jasa yang serupa. (2) Informasi wilayah geografis (a) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan kepada: I. negara domisili Perusahaan, dan Il. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memperoleh pendapatan. Dalam hal pendapatan dari suatu negara asing secara indlvidual jumlahnya rnaterial, pendapatan tersebut diungkapkan secara terpisah, termasuk dasar pengatribusian pendapatannya kepada negara tersebut secara Individual, (b) Aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak yang ditangguhkan, aset Imbalan pascakerja, dan hak yang terjadi akibat kontrak asuransi yang berlokasi di: I. negara domisili Perusahaan, dan II, semua negara asing secara total dimana Perusahaan memiliki aset. Dalam hal aset dari suatu negara asing secara individual jumlahnya material, maka aset tersebut diungkapkan secara terpisah. (3) Informasi pelanggan utama Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan pelanggan eksternal tunggal mencapai 104 (sepuluh perseratus) atau lebih dari pendapatan konsolidasi, Perusahaan harus mengungkapkan: (a) fakta, (b) total pendapatan dari setiap pelanggan: dan (c) Identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut. Catatan 36 Catatan 36 Catatan 36 Catatan 36 Catatan 36 Catatan 26 28 Operasi yang Dihentikan a) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) uraian tentang alasan operasi dihentikan: (2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada pelepasan yang diharapkan, cara, dan waktu pelepasan dari aset dan liabilitas operasi yang dihentikan: dan (3) pengaruh dari operasi yang dihentikan terhadap segmen yang dilaporkan darl aset tidak lancar atau ketompok tepasan disajikan sesuai SAK yang berlaku. b) Yang harus diungkapkan atas Informasi terkait dengan laba (rugi) operasi yang dihentikan, antara lain: (1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif meliputi: (a) pendapatan, beban, dan laba atau rugi sebelum pajak dari operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang terkait: dan (b) laba atau rugi yang diakul dalam pengukuran ke Nilai Wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual atau pelepasan aset atau kelompok lepasan yang terkait dengan operasi yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang terkait, (2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas operasi,
Page 44 OCR 0.913
Page 44 of 49 Investasi dan pendanaan dari operasi yang dihentikan: dan (3) jumlah penghasilan dar operasi yang dilanjutkan dan operasi yang dihentikan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk. Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat a) Perusahaan wajib mengelompokkan instrumen derivatif sesuai dengan tujuannya, yaltu untuk lindung nilai atau tujuan lainnya (non lindung nilai), seperti untuk tujuan spekulasi, b) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan Instrumen derivatif wajib mengungkapkan untuk setiap Kontrak instrumen derivatif dalam kelompok klasifikasi lindung nilai dan kelompok non lindung nilal: (1) hakikat dan sifat dar transaksi, berupa transaksi berjangka dalam bentuk vatuta, bunga, komoditas atau lain-lain: (2) pihak lawan transaksi (counterparties), (3) tanggal jatuh tempo: (4) nilai keseluruhan kontrak dan Nllal Wajar pada tanggal laporan posisi keuangan, (5) beban atau Pendapatan pada pertode pelaporan: (6) pos Aset dan/atau Liabilitas yang dilindung nilai, dan (7) persyaratan penting lainnya. Cc) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi derivatif dan strategi untuk mencapal tujuan tersebut, (2) Kebijakan manajemen risiko untuk setiap klasifikasi lindung nilal, termasuk penjelasan mengenai Aset dan/atau Liabilitas dan jenis transaksi yang dilindung nilai, dan (3) Bagi Instrumen yang tidak dimaksudkan sebagai suatu lindung nilai, disebutkan tujuannya. Nilai Wajar Instrumen Keuangan Yang harus diungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan Tiabilitas Keuangan antara lain: a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan Liabilitas tersebut dengan cara yang memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nilai tercatat dalam laporan posisi keuangan: dan b) hierarki, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam menentukan Nilai Wajar aset keuangan dan Ilabilitas keuangan. Catatan 33 Dividen Yang harus dlungkapkan antara lain: a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah dideklarasikan dan dibayarkan sebagal distribusi kepada pemilik pada periode pelaporan, b) jumlah utang dividen untuk: (1) perlade pelaporan, dan (2) periode sebelumnya, c) jumlah dividen dan dividen per saham yang diusulkan atau dideklarasikan setelah perlode pelaporan tetapi sebelum tanggal penyelesalan laporan keuangan dan tidak dlakul sebagai Llabilitas kepada pemilik pada akhir periode pelaporan, dan d) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak dlakul. Catatan 23 Bagian Partisipasl dalam Ventura Bersama Yang harus diungkapkan antara lain: a) jumlah agregat dari ljabilitas kontinjensi dengan jumlah Ilabilitas kontinjensi lainnya secara terpisah: b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait dengan bagian partisipasinya dalam Ventura Bersama secara terpisah dari komitmen lainnya, C) daftar dan penjelasan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama yang signifikan dan bagian partisipasi kepemilikan dalam pengendalian bersama entitas: dan d) datam hal Ventura Bersama diakui dalam pengendalian bersama entitas, agar ditambahkan pengungkapan tambahan tentang: (1) metode yang digunakan untuk mengakul bagian partisipasinya: dan (2) jumlah agregat setiap aset lancar, aset tidak tancar, Ifabilitas jangka pendek, llabilitas jangka panjang, penghasilan dan beban yang terkait dengan baglan partisipasinya dalam Ventura Bersama. Perikatan dan Kontinjensi a) Perikatan
Page 45 OCR 0.897
Page 45 of 49 Yang harus diungkapkan antara lain : (1) perikatan yang meliputi: ta) perjanjian sewa, keagenan dan distribusl, bantuan manajemen dan teknis, royalti, dan lisensi, diungkapkan: 1 pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian, ii. periode berlakunya perikatan, Ii. dasar penentuan kompensasi dan denda: iv. jumlah beban atau pendapatan pada periode pelaporan: dan V. pembatasan-pembatasan lainnya: kontrak atau perjanjian yang memerlukan penggunaan dana di masa yang akan datang, seperti: pembangunan pabrik, perjanjian pembelian, ikatan untuk Investasi, diungkapkan: t. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian: Il. periode berlakunya perikatan, lil. nilai keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah direalisasi, dan Iv. sanksi-sanksi, (2) pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan: (a) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan, yang dipisahkan antara pihak berelasi dan pihak ketiga untuk pihak yang dijamin, (b) latar belakang dikeluarkannya jarninan: (c) perlode berlakunya jaminan, dan (d) nilai jaminan: (3) fasilitas kredit yang belum digunakan, misalnya fasilitas L/C, cerukan bank, dan (4) uratan mengenai sifat, jenis, jumlah dan batasan-batasannya, Kontinjensi Yang harus diungkapkan antara lain : (1) perkara atau sengketa hukum, diungkapkan: (a) pihak-pihak yang terkait, (b) jumlah yang diperkarakan: (c) latar belakang, isi dan status perkaradan pendapat hukum (legal opinion): dan (d) dampak keuangan: (2) Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan, misalnya masalah lingkungan hidup, diungkapkan uratan singkat tentang peraturan dan estimasi dampak keuangannya, (3) kemungkinan Ilabilitas pajak tambahan: (a) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun pajak serta jumlah pokok dan denda atau bunganya, dan (b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan atau tagihan pajak (keberatan atau banding): (4) peristiwa kontinjensl lainnya, yang diungkapkan antara lain: (a) karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi, (b) estimasi dari dampak keuangannya: (c) indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumtah atau waktu arus Keluar sumber daya, dan (d) kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga. (b: b) Catatan 31 dan 32 Catatan 32 Catatan 15 dan 20 Catatan 18 dan 31 Catatan 18 39 Khusus Industri Perkebunan Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma Yang harus diungkapkan antara lain: a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma: b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama: Cc) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan: d) Hak dan llabilitas dari masing-masing plhak dalam kerjasama: €) Ketentuan tentang perbahan perjanjian kerjasama, dan # Isi perubahan perjanjian, jika ada. Pa Catatan 35 Catatan 35 Catatan 35 Catatan 35 35) Manajemen Risiko Keuangan a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang memungkinkan para
Page 46 OCR 0.919
Page 46 of 49 pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko yang timbul dari instrumen keuangan, serta kebijakan dalam pengelolaan risiko, termasuk, namun tidak terbatas pada risiko sebagai berikut: (1) risiko kredit, antara lain ikhtisar analisis umur aset keuangan yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan yang lewat jatuh tempo pada akhir periode pelaporan tetapi tidak mengalami penurunan nilai: (2) risiko #Ikuiditas, antara lain: (a) analisis jatuh tempo untuk Jiabilltas Keuangan derivatif dan nonderivatif yang menunjukkan sisa jatuh tempo Kontraktual yang bertujuan untuk pemahaman terhadap periode arus kas: dan (b) deskripsi mengenai cara Perusahaan mengelola risiko likuiditas: (3) risiko pasar, antara lain analisis sensitivitas untuk setiap jenis risiko pasar dimana entitas terdampak pada akhir perlode pelaporan, yang menunjukkan dampak perubahan pada variabel risiko yang relevan pada tanggal tersebut terhadap laba rugi dan ekuitas: dan (4) risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan. b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri dart pengungkapan kualitatif dan pengungkapan kuantitatif untuk setiap jenis risiko yang timbul dari instrumen keuangan. Catatan 34 Catatan 34 Catatan 34 Catatan 34 Catatan 34 36) Khusus Industri Perbankan a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adeguacy Ratio) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada tanggal taporan posisi keuangan: (2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia: dan (3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR. b) Posisi Devisa Neto Yang harus diungkapkan antara lain: (1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis mata Yang pada tanggal laporan posisi keuangan, (2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia, (3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan posisi devisa neto. Cc) Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi jaminan atas dana pihak ketiga di bank. d) Aktivitas Fiduciary Yang harus diungkapkan antara lain uralan masing-masing aktivitas fiduclaryyang meliputi jasa kustodian, wall amanat, pengelolaan investasi dan reksadana. 37) Kuasi-Reorganisasi Yang harus diungkapkan antara lain uralan mengenal kegiatan kuasi- reorganisasi yang meliputi: a) Jumlah saldo negatif yang dieliminasi dalam laporan posisi keuangan dan jumlah tersebut disajikan selama tiga tahun berurutan sejak kuasi-reorganlsasl: b) Status going concern perusahaan dan rencana manajemen dan pemegang saham setelah kuasi-reorganisasi yang menggambarkan prospek usaha di masa mendatang: c) Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah kuasi-reorganisasi: d) Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih penilaian Aset dan Ilabilitas sebelum digunakan untuk mengeliminasi defisit, dan @) Keterangan tentang tanggal terjadinya kuasi-reorganisasi pada akun saldo laba dalam laporan posisi keuangan untuk jangka waktu 10 tahun ke depan sejak kuasi-reorganisasi.
Page 47 OCR 0.922
38) Page 47 of 49 Pengelolaan Modal Yang harus diungkapkan antara lain : a) informasi Kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses Perusahaan dalam mengelola permodalannya, termasuk: (1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal: (2) sifat persyaratan dan Implementasinya dalam hal Perusahaan diharuskan untuk memenuhi persyaratan permodalan yang disyaratkan oleh pihak eksternal: dan (3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengelola permodalannya: b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai modal, C) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari perlade sebelumnya, d) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan dari pihak eksternal (jika ada): dan &) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak eksternat, apabila terjadi ketidakpatuhan. Catatan 21 Catatan 21 39) Transaksi Nonkas Yang harus dlungkapkan antara lain : Transaksi pada aktivitas Investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan Kas dan Setara Kas yang tidak termasuk dalam laporan arus kas. Transaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset secara kredit atau sewa pembiayaan, akuisisi melalui penerbitan saham, dan konversi utang menjadi modal. Catatan 12 40) Pembayaran Berbasis Saham Yang harus dlungkapkan antara lain : a) rincian jumlah Liabilitas atas pembayaran berbasis saham baik untuk jangka pendek ataupun jangka panjang: b) penjelasan mengenal setiap jenis perjanjian pembayaran berbasis saham yang ada pada suatu perlode, termasuk syarat dan ketentuan umum setiap perjanjian, seperti kondisi vesting, jangka waktu maksimum atas Opsi yang diberikan, dan metode penyelesaian C) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi saham untuk setiap kelompok opsi saham: d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama periode, rata-rata tertlmbang harga saham pada tanggal eksekusi atau selama periode pelaporan: e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak untuk opsi saham yang beredar pada akhir periode, P penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan paling kurang hal-hal sebagat berikut: (1) opsi yang diberikan selama suatu periode, rata-rata tertimbang Nilai Wajar opsi tersebut pada tanggal pengukuran dan informasi tentang bagaimana Nilai Wajar tersebut diukur, dan (2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar instrumen ekuitas tersebut pada tanggal pengukuran, dan informasi tentang pengukuran Nilai Wajar tersebut untuk Instrumen ekuitas lain yang diberikan selama suatu perfode (yaitu selain opsi saham), 9) dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi Perusahaan dalam suati perlode dan terhadap pasisi keuangannya. HM) Khusus Industri Asuransi: a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabllitas Yang harus diungkapkan antara lain : (l) Analisis Kekayaan, (2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas: (3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi, (4) Tingkat solvabilitas yang dicapai perusahaan per tanggal pelaporan: dan (5) Jumlah investasi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas.
Page 48 OCR 0.917
Page 48 of 49 22) Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah Hal-hal yang harus diungkapkan: a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah, b) Jenis Akad Asuransi Syariah, Cc) Rincian Aset, Liabilltas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransi Syariah: dan d) Zakat. 23) Informasi Penting Lainnya Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari: a) Kontrak reasuransi, b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya, c) Rasio keuangan penting: d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting: dan e) Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi kinerja atau kelangsungan hidup perusahaan. aa) Khusus Industri Kehutanan : a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu): b) Pemenuhan liabilitas terhadap negara seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH dan iuran wajib lalnnya, C) Realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan penanaman kembali hutan alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan hutan, penanaman tanah kosong dan usaha lainnya untuk kelestarian alam), d) Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan biayanya, e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanaman pada perlode berjalan dan akumulasinya: dan f) Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana : (1) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan serta pemeliharaannya: dan (2) Jenis jalan yang dibangun pada periode berjalan dan akumutasinya. 45) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan Yang harus diungkapkan antara lain: a) dalam hal Perusahaan menerima informasi setelah periode pelaporan tentang kondisi yang ada pada akhir periode pelaporan, maka Perusahaan memutakhirkan pengungkapan Kondisi tersebut sesuai dengan Informasi terkini: dan contoh peristlwa setelah periode pelaporan yang mensyaratkan entitas untuk menyesualkan Jumlah yang diakui dalam laporan keuangannya, atau untuk mengakul peristiwa yang sebelumnya tidak dlakul: b) dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesual yang material setelah perlode petaporan, maka Perusahaan mengungkapkan uraian peristiwa, misainya: (1)tanggat terjadinya, (2)sifat peristiwa, dan (3)estimmasi atas dampak keuangan, atau pernyataan dan alasan bahwa estimasi tersebut tidak dapat dibuat. 45) Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan yang Terkait dengan Aktivitas Perusahaan Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan yang terkait dengan aktivitas Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapi belum efektif berlaku, Yang harus diungkapkan antara lain: a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut, b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan kebijakan akuntansi, C) tanggal penerapan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan, dan d) pembahasan mengenai dampak penerapan awal SAK dan peraturan baru atas laporan keuangan atau pernyataan manajemen bahwa dampak tersebut tidak dapat diketahui atau diestimasi secara wajar. KK te Catatan 38 Catatan 38 Catatan 38 Catatan 38
Page 49 OCR 0.929
Page 49 of 49 47) Reklasifikasi a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos- pos dalam laparan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan antara lain: (1) sifat reklasifikasi: (2) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang direklasifikasl, dan (3) alasan reklasifikasi. b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan, maka Perusahaan harus mengungkapkan: (1) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut, dan (2) sifat penyesualan yang akan dilakukan jika jumlah tersebut direklasifikasi. 48) Hibah Pemerintah Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan harus mengungkapkan hal-hat sebagai berikut: a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan dan Indikasl bentuk lain dari bantuan pemerintah: dan b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain yang melekat atas bantuan pemerintah yang telah diakui. 49) Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara Lain a) Ketentuan Ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun laporan keuangan dengan menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk memenuhi persyaratan otoritas pasar modai di negara lain atau dalam rangka penawaran Efek di negara lain. b) Yang harus diungkapkan antara lain: (1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar akuntansi di negara lain: (2) rekonsiliasl pos-pos yang berbeda untuk laporan posisi keuangan beserta penjelasannya: dan (3) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan laba rugi komprehensif beserta penjelasannya. C) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan oleh otoritas pasar modal di negara lain untuk melakukan pengungkapan tambahan mengikuti ketentuan yang berlaku di negara tersebut, maka pengungkapan tersebut wajib ditambahkan dalam laporan keuangan, 50) Informasi Penting Lainnya Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari peristiwa atau keadaan tertentu yang mempengaruhi kinerja perusahaan, seperti peristiwa/keadaan yang mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan, Jakarta, 28 Juli 2023 NN ine Tje Fie Direktur
Page 50
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.