Back to announcement
20230731_APAI_Laporan Informasi dan Fakta Material_31356122_lamp1.pdf
Other Text extracted APAISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 236
Page 1
4657
Page 2
CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN
UNTUK SELURUH INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA
Petunjuk Pengisian Checklist:
1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan Perusahaan
Publik yang merupakan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No.
VIII.G.17).
2. Tanda (√) diisi pada kolom ”Ada‟ apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan
selanjutnya pada kolom “Keterangan‟ ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas laporan keuangan.
3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka tanda (√) diisi pada Kolom, ”Tidak Ada‟
dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom keterangan.
4. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi persyaratan pengungkapan yang ada maka
tanda (√) diisi pada kolom “N/A‟.
5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan (untuk laporan keuangan audited).
Data Umum
Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Angkasa Pura I
Bidang Usaha Pelayanan Jasa Kebandarudaraan
Jenis penawaran Umum Obligasi Umum dan Ijarah Sukuk Syariah
Juni 2023 Tahun 2022
Nama Kantor Akuntan Publik N/A Purwantono, Sungkoro & Surja
Nama Partner N/A Deden Riyadi
Opini Akuntan N/A Wajar dalam semua hal yang material
Catatan tentang Opini (jika ada) N/A N/A
Page 3
Ya Tidak Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang “Tanggung √ Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan” Pemenuhan Peraturan No.VIII.A.2 tentang “Independensi Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal” √ Data Keuangan Penting (Dalam ribuan rupiah) Periode laporan keuangan 30 Juni 2023 30 Juni 2022 Laba Rugi Komprehensif Pendapatan usaha 4.233.974.846 2.178.937.944 Laba (rugi) usaha/operasional 1.166.185.147 (300.144.539) EBITDA 2.052.578.415 435.553.421 Laba (rugi) Bersih periode 339.809.512 (1.137.205.487) berjalan Laba (rugi) komprehensif 340.946.575 (1.141.236.637) Laba Per saham (dasar) 52.976 (177.289) Laba Per saham (dilusian) 52.787 (176.867) Laporan Posisi keuangan 30 Juni 2023 31 Des 2022 Jumlah Aset 41.891.536.489 41.135.340.830 Jumlah Aset Lancar 4.547.229.517 3.216.761.682 Jumlah Aset Tidak Lancar 37.344.306.972 37.918.579.148 Jumlah Liabilitas 32.187.577.209 31.772.277.791 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 2.970.521.301 2.945.365.616 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 29.217.055.908 28.826.912.175 Jumlah Ekuitas 9.703.959.280 9.363.063.039
Page 4
Rasio Keuangan* 30 Juni 2023 31 Des 2022
Rasio Lancar (%) 153,1% 109,21%
ROA 1,62% -1,81%
ROE 7,00% -7,96%
48,5% 20,1%
Ebitda terhadap total pendapatan (%)
*dapat disesuaikan berdasarkan industrinya
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Laporan Keuangan Terdiri dari:
1 Laporan posisi keuangan pada akhir periode √
2 Laporan laba rugi komprehensif selama periode √
3 Laporan perubahan ekuitas selama periode √
4 Laporan arus kas selama periode √
5 Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan saat Perusahaan
menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali
pos-pos laporan keuangan atau ketika Perusahaan mereklasifikasi pos-pos dalam laporan √
keuangannya.
6 Catatan atas Laporan Keuangan √
Ketentuan Umum
Page 5
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
1. Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan sebagai
berikut:
a. gambaran umum Perusahaan; Catatan 1
b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan yang
√ Catatan 2
diterapkan; √ Catatan 4 – 48
c. informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi keuangan,
laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas,
sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian masing-masing pos; dan √
d. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi:
1) informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian manapun √
dalam laporan keuangan; dan
2) informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan, tetapi
√
informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan.
. 2. Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk menjelaskan √
adanya bagian dari suatu jumlah, tidak menggunakan kata “sebagian”.
Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan masing-masing pos mengenai Aset
3. √ Catatan 15
yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan.
Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib diungkapkan jenis dan nilai aset yang
4. diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat
manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib
√
diungkapkan alasannya.
Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan
1. Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus diungkapkan, antara lain:
a. Pendirian perusahaan
Catatan 1a
1) Riwayat ringkas perusahaan; √
Catatan 1a
2) Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terakhir, pengesahan dari instansi √
yang berwenang, dan nomor serta tanggal Berita Negara;
3) Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang dijalankan pada Catatan 1a
periode pelaporan; √
Catatan 1a
4) Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama kegiatan usaha; √
5) Tanggal mulai beroperasinya perusahaan secara komersial. Dalam hal perusahaan
melakukan ekspansi atau perampingan usaha secara signifikan pada periode laporan √
yang disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya operasi komersial dari ekspansi atau
Page 6
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
perampingan usaha dan kapasitas produksinya; dan
6) Nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok usaha (ultimate
parent of the group). Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib disebutkan Catatan 1a
√
alasannya.
7) Khusus Industri Media
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki. √
8) Khusus Industri Jalan Tol
Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari penyelenggaraan
jalan tol tersebut. √
9) Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan
Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas yang berwenang. √
10) Khusus untuk Industri Perbankan
Izin usaha sebagai bank umum, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin
√
untuk menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah (jika ada).
Page 7
11) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum
Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan.
Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi Perseroan meliputi :
a) Area Eksplorasi, meliputi:
√
Nama lokasi;
√
Nama pemilik izin lokasi;
√
Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya;
Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik izin lokasi; dan √
Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Minyak dan Gas Bumi √
per tanggal Laporan Posisi Keuangan;
b) Area Eksploitasi/Pengembangan meliputi:
√
Nama lokasi;
√
Nama pemilik ijin lokasi;
√
Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta tanggal jatuh temponya;
Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik ijin lokasi; √
Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang melakukan √
sertifikasi, dan tanggal sertifikasi;
√
Jumlah produksi pada tahun berjalan; dan
Akumulasi jumlah produksi sejak awal kegiatan eksploitasi/pengembangan oleh √
Perseroan hingga tanggal laporan posisi keuangan.
Page 8
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
12) Khusus Industri Kehutanan
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan;
b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa sisa manfaat HPH; dan √
c) sisa umur HPH. √
b. Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara lain:
1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran umum, termasuk penawaran Efek √
yang diterbitkan di luar Indonesia;
2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan; √
3) Bursa tempat Efek dicatatkan; dan √
4) Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbitkan √
(corporate action) sejak penawaran umum perdana sampai dengan periode pelaporan
terakhir.
c. Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus (EBK)
Yang harus diungkapkan antara lain:
Catatan 1c
1) Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara langsung maupun √
tidak langsung;
Catatan 1c
2) Tempat kedudukan; √
Catatan 1c
3) Jenis usaha; √
Catatan 1c
4) Tahun beroperasi secara komersial; √
Catatan 1c
5) Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika berbeda); √
Catatan 1c
6) Total Aset; dan √
7) Informasi penting lainnya antara lain:
a) sifat hubungan antara entitas induk dan entitas anak, apabila entitas induk tidak
memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak, lebih dari √
50% (lima puluh perseratus) hak suara yang sah;
b) alasan mengapa kepemilikan baik langsung maupun tidak langsung lebih dari 50% (lima
puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas investee tidak diikuti dengan √
pengendalian;
c) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apabila laporan keuangan
Page 9
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasian dan tanggal atau
√
periode berbeda dari tanggal laporan keuangan entitas induk, dan alasan
menggunakan tanggal atau periode yang berbeda;
d) sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak untuk
mentransfer dana ke entitas induk dalam bentuk dividen tunai, atau pembayaran
√
kembali pinjaman atau uang muka;
e) suatu rincian yang menunjukkan dampak setiap perubahan bagian kepemilikan entitas
induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya Pengendalian atas
ekuitas yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk; dan √
f) dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk harus
mengungkapkan:
(1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui dari hilangnya Pengendalian, dan
porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat diatribusikan pada pengakuan √
sisa investasi pada entitas anak terdahulu dengan Nilai Wajar pada tanggal
hilangnya Pengendalian;
(2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan;
√
(3) jumlah harga yang diterima;
√
(4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas;
(5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana √
Pengendalian dilepaskan; dan √
(6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis
lainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang diikhtisarkan berdasarkan kategori
√
utamanya.
d. Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit
Yang harus diungkapkan antara lain:
Catatan 1b
1) Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan komisaris, dan komite √
audit;
Catatan 1b
2) Cakupan manajemen kunci; dan √
Catatan 1b
3) Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir periode atau rata-rata jumlah karyawan √
tetap selama periode yang bersangkutan, secara konsolidasi untuk Perusahaan dan entitas
anak.
e. Penerbitan Laporan Keuangan
Catatan 1b
1) Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit; dan √
Page 10
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Catatan 1b
2) Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi laporan keuangan. √
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai berikut:
a. Pernyataan kepatuhan terhadap SAK
Catatan 2
Pernyataan ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun dan √
disajikan sesuai dengan SAK.
b. Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan
1) Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan biaya historis (historical cost),
Catatan 2a
biaya perolehan kini (current cost), nilai realisasi neto (net realizable value), Nilai Wajar √
(fair value) atau jumlah yang dapat dipulihkan berdasarkan SAK yang berlaku.
Catatan 2a
2) Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas. √
3) Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang digunakan, meliputi:
Catatan 2a
a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak; √
b) fakta dan alasan perubahan, apabila terdapat perubahan mata uang fungsional √
Perusahaan maupun kegiatan usaha asing yang signifikan; dan
√
c) alasan perubahan mata uang penyajian (jika ada).
4) Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada). √
c. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh Manajemen
1) Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan
atau bagian lain dari catatan atas laporan keuangan, pertimbangan yang telah dibuat
Catatan 3
manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang
paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan;
√
2) Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat mengenai masa
depan, dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan,
Catatan 3
yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat Aset dan Liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya; dan
√
3) Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam angka 2), catatan atas
Catatan 3
laporan keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah tercatat pada akhir periode √
pelaporan.
d. Kebijakan Akuntansi Tertentu
Page 11
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan akuntansi lainnya yang diterapkan dan
relevan untuk memahami laporan keuangan. Kebijakan akuntansi tertentu meliputi, tetapi
tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:
1) Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
Catatan 2c
a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, yang meliputi pos-pos entitas induk √
dan entitas anak;
b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
√
entitas induk;
c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa kehilangan
Pengendalian atas entitas anak; √
d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendalian atas entitas anak; √
e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajian kepentingan
√
nonpengendali; dan
f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material antar entitas yang dikonsolidasi √
telah dieliminasi.
2) Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk metode yang digunakan
untuk mengukur kepentingan nonpengendali; √
b) pengakuan awal untuk goodwill;
c) pengukuran setelah pengakuan awal untuk goodwill; dan
√
d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnis yang ada di
Perusahaan, antara lain: √
(1) pembelian dengan diskon;
(2) akuisisi secara bertahap; dan
(3) imbalan kontinjensi.
√
√
√
3) Kas dan setara kas;
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan dalam menentukan komponen kas dan Catatan 2g
setara kas. √
Page 12
4) Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Page 13
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Catatan 2h
(1) pengakuan awal instrumen keuangan setiap kategori, termasuk perlakuan atas √
biaya transaksi;
(2) pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan setiap kategori;
√
(3) ketentuan saling hapus dari instrumen keuangan;
(4) metode yang digunakan untuk menentukan Nilai Wajar instrumen keuangan;
√
(5) metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan penurunan nilai dari aset √
keuangan;
√
(6) ketentuan penghentian pengakuan instrumen keuangan;
(7) khusus instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung nilai, selain
penjelasan sebagaimana dimaksud dalam angka (1), angka (2), angka (3), angka
(4), angka (5), dan angka (6), wajib ditambahkan penjelasan mengenai;
√
(a) ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi lindung nilai; √
(b) klasifikasi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai atas instrumen
keuangan derivatif; dan
(c) perlakuan akuntansi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai.
b) Investasi pada Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) klasifikasi dan reklasifikasi investasi pada Sukuk;
(2) pengakuan awal Sukuk; √
(3) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk; √
(4) Penyajian pendapatan sukuk; dan √
(5) penyajian amortisasi biaya transaksi.
√
c) Sukuk yang diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain: √
(1) pengakuan awal Sukuk;
Catatan 2h.2
(2) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk;
(3) biaya transaksi penerbitan Sukuk;
(4) posisi penyajian Sukuk; dan √
(5) akad syariah yang digunakan.
√
√
√
√
Page 14
5) Khusus Industri Perbankan
a) Giro Wajib Minimum √
Page 15
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan mengenai jumlah giro wajib minimum.
√
b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank Indonesia dan Bank
Lain.
c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
√
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Penempatan pada Bank
Indonesia dan Bank Lain.
√
6) Piutang Reverse Repo
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Piutang Reverse Repo, metode √
pencatatan dan pengukurannya.
7) Khusus Industri Perbankan
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki;
√
b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap kelompok Obligasi Rekapitalisasi
Pemerintah;dan √
c) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan.
√
8) Khusus Industri Perbankan
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang √
diberikan; (2) Dasar penyajian atas kredit;
(3) Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko portofolio kredit; √
(4) Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibeli dari BPPN (jika ada); dan
√
(5) Kebijakan bank akan agunan kredit.
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi √
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian atas tagihan/kewajiban akseptasi. √
c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara lain:
√
(1) Dasar penilaian dan penyajian;
(2) Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi piutang/pembiayaan yang diberikan
dengan
saldo piutang/pembiayaan yang tidak dapat ditagih; dan
(3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian) dari realisasi penjualan agunan. √
Page 16
√ √
Page 17
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
9) Khusus untuk Industri Pembiayaan
Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumen; dan √
b) Dasar penilaian aset jika perusahaan menarik kembali aset pembiayaan konsumen dari
konsumennya. √
10) Anjak Piutang
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan recourse atau tanpa recourse);
b) Penyajian transaksi anjak piutang;
√
c) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan jumlah √
bersih piutang dialihkan; dan
√
d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak piutang(ditagihkan kembali ke klien
atau ditanggung oleh perusahaan). √
11) Sewa
Yang harus dijelaskan antara lain:
Catatan 2s
a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung suatu sewa; √
b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau sewa operasi; dan
√
c) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagai lessee dan/atau lessor.
√
12) Persediaan :
yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan akuntansi yang digunakan dan Catatan 2i
rumusan biaya yang digunakan. √
a) Khusus Industri Kehutanan
HTI Dalam Pengembangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitalisasi, antara lain: kewajiban kepada negara, pemeliharaan
√
sarana dan pra-sarana.
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya produksi.
√
Page 18
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan, tanaman belum √
menghasilkan, atau tanaman telah menghasilkan;
(2) Dasar penilaian dan pengukuran;
(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman belum menghasilkan ke tanaman telah √
menghasilkan;
√
(4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang disusutkan; dan
(5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman.
√
√
c) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Hewan ternak telah menghasilkan :
(a) Metode penilaian; √
(b) Metode amortisasi (deplesi); dan
√
(c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada.
(2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) : √
(a) Metode penilaian; dan
(b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah menjadi hewan
√
ternak telah menghasilkan.
√
13) Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap;
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap; √
c) pengelompokan Aset Tetap;
d) metode penyusutan yang digunakan; √ Catatan 2m
e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap;
√
f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan;
g) penghentian pengakuan; √
h) nilai residu; dan
√
i) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi umur ekonomis,
metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir periode pelaporan. √
√
Page 19
√
Page 20
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
14) Investasi pada Entitas Asosiasi
Catatan 2k
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat investasi pada √
asosiasi.
15) Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat bagian √
partisipasi dalam Ventura Bersama.
16) Pola Kerjasama
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dari bentuk kerjasama;
b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan liabilitas yang timbul; dan √
c) Sistem pembagian hasil, jika ada.
√
√
17) Aset Tak Berwujud
Yang harus dijelaskan antara lain :
a) pengakuan awal Aset Tak berwujud;
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Takberwujud; Catatan 2n
√
c) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apabila umur manfaat terbatas,
diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan dan umur manfaatnya; √
d) sumber terjadinya Aset Takberwujud; √
e) metode amortisasi yang digunakan;
f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud; dan √
g) riset dan pengembangan (jika ada). √
√
√
18) Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimiliki untuk dijual
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu aset tidak lancar diklasifikasikan
sebagai aset yang dimiliki untuk dijual; dan √
b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual.
√
Page 21
19) Properti Investasi :
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Properti Investasi; √ Catatan 2l
b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi;
√
c) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk model biaya;
d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model biaya; dan √
e) penghentian pengakuan Properti Investasi.
√
√
Page 22
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
20) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto; √
b) Kriteria kapitalisasi biaya, penurunan nilai (impairment) dan penilaian kembali aset
(revaluasi); √
c) Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan;
d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan; dan √
e) Pertanggungan Asuransi.
√
√
21) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus dijelaskan antara lain: √ Catatan 2v
a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan
terjadinya penurunan nilai; dan
b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilai aset non keuangan dan pembalikannya.
√
22) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian liabilitas segera.
Simpanan Nasabah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan; dan √
b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori simpanan.
√
Simpanan dari bank lain
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain; dan
b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain.
√
Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain: √
a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang diterbitkan; dan
b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto.
√
√
Page 23
23) Provisi
Catatan 2p
Yang harus dijelaskan antara lain: √
a) kondisi provisi yang harus diakui; dan
Page 24
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) dasar penentuan nilai provisi. √
24) Utang Repo
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Utang Repo, metode pencatatan dan
√
pengukurannya.
25) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan.
Yang harus dijelaskan antara lain:
√
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH;
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan; √
c) Metode penyusutan prasarana PLH; dan √
d) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Lokasi penambangan;
(2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi;
(3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangan; dan
√
(4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan. √
√
26) Khusus Industri Pertambangan Umum
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang masih berjalan √
dengan penjelasan mengenai jangka waktu kontrak untuk Area of Interest yang
bersangkutan;
b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang sudah menemukan
adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan bahwa amortisasinya baru akan
dilaksanakan pada saat dimulainya produksi; √
c) Dasar penentuan ditangguhkannya biaya pengembangan dan kapitalisasi
biaya pekerjaan konstruksi dan prasarana; dan
d) Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan penjelasan jangka
√
waktu perizinan penambangan, taksiran umur ekonomis tambang dan dasar
perhitungan amortisasi.
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan √
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH;
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan; dan
Page 25
√ √
Page 26
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) Metode penyusutan prasarana PLH.
√
27) Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan serta dasar pengukuran yang Catatan 2u
√
digunakan berdasarkan jenis pendapatan yang ada; dan
(2) dalam hal terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan pengakuan
pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan serta beban terkait. √
b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan metode persentase
penyelesaian √ Catatan 2u
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk menentukan tahap
penyelesaian suatu kontrak.
c) Khusus Industri Asuransi
(1) Pengakuan pendapatan premi
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
(a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum merupakan
√
pendapatan;
(b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransi prospektif dan retroaktif; dan √
(c) Penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi.
√
(2) Beban Klaim
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
(a) Kelompok beban klaim dalam bentuk: klaim yang disetujui, klaim dalam
proses penyelesaian, klaim yang terjadi namun belum dilaporkan dan beban
penyelesaian klaim; dan √
(b) Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi.
√
Page 27
d) Khusus Industri Real Estate
Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek pengembangan Real Estat
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Unsur biaya yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan Real √
Estat; (2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek;
(3) Penyisihan atas realisasi pendapatan pada masa mendatang lebih rendah dari nilai
√
tercatat proyek; √
(4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi ke setiap unit Real Estate;
(5) Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat perubahan mendasar pada estimasi kini;
dan √
(6) Unsur biaya yang diakui sebagai beban pada saat terjadinya. √
√
Page 28
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
28) Program Loyalitas Pelanggan
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan terkait program loyalitas pelanggan √
29) Transaksi dan Saldo dalam mata uang asing
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang asing; √ Catatan 2f
b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan liabilitas
moneter; dan
√
c) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan saldo dalam
mata uang asing.
√
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain: Catatan 2e
a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi; √
b) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi dalam Laporan Keuangan; dan √
31) Hibah Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan akuntansi tentang metode penyajian √
dalam laporan keuangan.
32) Pajak Penghasilan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak tangguhan; √ Catatan 2t
b) ketentuan mengenai saling hapus;
√
c) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan; dan
d) metode yang digunakan dalam menilai aset (liabilitas) pajak tangguhan. √
√
33) Imbalan Kerja
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) jenis imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan; Catatan 2r
b) deskripsi umum mengenai jenis program imbalan pascakerja yang diselenggarakan √
oleh Perusahaan;
c) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui keuntungan dan kerugian aktuarial; √
dan
√
d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk curtailment dan penyelesaian.
√
Page 29
34) Saham Treasuri
Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan dan pengukuran atas √
pembelian, penjualan, atau pembatalan saham treasuri.
Page 30
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
35) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan akuntansi untuk transaksi pembayaran
berbasis saham yang diselesaikan melalui instrumen ekuitas dan/atau diselesaikan melalui √
Kas, termasuk pengukurannya.
36) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi;
b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Liabilitas; dan √
c) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas. √
Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1 Januari 2013.
√
37) Biaya Pinjaman
Yang harus dijelaskan antara lain kondisi yang mengharuskan biaya pinjaman Catatan 2o
dikapitalisasikan sebagai bagian dari biaya perolehan aset kualifikasian. √
38) Segmen Operasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan oleh manajemen Catatan 2w
untuk mengidentifikasikan Segmen Operasi. √
39) Laba (Rugi) per saham
Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan laba (rugi) per saham dasar dan laba Catatan 2x
(rugi) per saham dilusian. √
3. Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan
a. Aset
1) Kas dan Setara Kas
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak berelasi dan pihak ketiga;
Catatan 4
b) rincian jumlah penempatan di bank berdasarkan nama bank serta jenis mata uang
√
asing;
c) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama periode pelaporan; dan √
d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan oleh
kelompok usaha disertai pendapat manajemen.
√ √
Page 31
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
2) Khusus Industri Perbankan
a) Kas
Yang harus diungkapkan adalah rincian jumlah kas berdasarkan jenis mata uang.
√
b) Giro pada Bank Indonesia
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenis mata uang (nilai
dalam mata uang original); dan
√
(2) Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) menurut BI dan posisi GWM bank pada
saat periode pelaporan.
√
c) Giro pada Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang;
(1) Jumlah penyisihan penurunan nilai; √
(2) Perubahan penyisihan selama periode berjalan untuk masing-masing giro;
(3) Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang mempunyai √
hubungan istimewa dan pihak ketiga;
√
(4) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
√
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai. √
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang;
(2) Rincian penempatan berdasarkan yang mengalami penurunan nilai (impaired) √
dan tidak mengalami penurunan nilai (unimpaired);
(3) Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok);
√
(4) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan;
(5) Rincian jumlah penempatan berdasarkan pihak yang mempunyai hubungan √
istimewa dan pihak ketiga;
(6) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; √
(7) Jumlah dana yang diblokir dan alasannya;
√
Page 32
√ √
Page 33
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(8) Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank bermasalah, bank beku √
operasi atau likuidasi termasuk tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana
tersebut berdasarkan informasi dari otoritas yang berwenang; dan
(9) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai.
√
3) Piutang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi;
b) jumlah piutang menurut debitur;
√
c) jumlah piutang menurut mata uang;
d) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai; √
e) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan Catatan 6
√
nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang;
f) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau keyakinan manajemen √
atas ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk cadangan;
g) piutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan;
√
h) jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif; dan
√ √
i) informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer,
meliputi: √
(1) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan ikatan penting
√
lain yang diatur dalam perjanjian; dan
(2) jaminan yang diberikan (bila ada).
√
4) Khusus Industri Asuransi
a) Piutang Premi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradur;
(2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi; dan √
(3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. √
√
b) Piutang Koasuransi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: √
(1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur; √
(2) Jumlah menurut jenis asuransi; dan √
(3) Jumlah piutang koasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas.
√
Page 34
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) Piutang Reasuransi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan reasuradur;
√
(2) Jumlah piutang atau utang reasuransi yang disalinghapuskan; dan
√
(3) Jumlah piutang reasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas.
√
d) Piutang Hasil Investasi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Pemisahan antara piutang kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah piutang menurut jenis investasi; √
(3) Jumlah piutang menurut mata uang; dan √
(4) Jumlah piutang yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas.
√
√
5) Khusus Industri Pembiayaan
a) Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah piutang menurut dan jenis objek pembiayaan (contoh: kendaraan
bermotor, elektronik, rumah, dan lain-lain);
√
(2) Rincian umur dari angsuran pembiayaan konsumen;
(3) Bagian pinjaman yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan transaksi kerja √
√
(4) sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengelola piutang, penerusan
pinjaman dan pengambilalihan piutang apabila perusahaan membagi risiko
tidak tertagihnya piutang tersebut dengan bank-bank dalam rangka transaksi di
√
atas;
(5) Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui; √
(6) Nilai dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas piutang
pembiayaan konsumen yang diberikan berdasarkan objek pembiayaan;
√
(7) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
(8) Piutang pembiayaan konsumen yang dialihkan dan atau digunakan sebagai
jaminan atas utang. √
√
Page 35
b) Tagihan Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa recourse dan dengan recourse, beserta
jumlah utang retensi anjak piutang dan pendapatan anjak piutang (tanpa
√
Page 36
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
recourse) serta pendapatan anjak piutang tangguhan (dengan recourse); dan
(2) Pengungkapan mengenai tingkat bunga, jatuh tempo dan jumlah piutang yang
diperoleh serta ikatan penting yang diatur dalam perjanjian anjak piutang.
√
c) Piutang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) rekonsiliasi antara investasi sewa bruto dan nilai kini piutang pembayaran sewa √
minimum pada akhir periode pelaporan. Di samping itu, lessor mengungkapkan
investasi sewa bruto dan nilai kini piutang pembayaran sewa minimum pada
akhir periode pelaporan, untuk setiap periode berikut:
(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
√
(c) lebih dari lima tahun
(3) pendapatan keuangan yang belum diterima;
√
(4) nilai residu yang tidak dijamin yang diakru sebagai manfaat lessor;
(5) akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih atas pembayaran sewa minimum;
√
(6) rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan dalam periode; dan
(7) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor yang material.
√
√
√
√
√
d) Piutang Sewa Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan dalam sewa operasi
yang tidak dapat dibatalkan untuk setiap periode berikut;
(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
√
(c) lebih dari lima tahun
(2) total rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan pada periode; dan
√
(3) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor. √
√
√
Page 37
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Piutang Retensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah piutang dari masing-masing kontrak konstruksi; dan
√
b) Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya piutang retensi.
√
7) Tagihan Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain tagihan bruto dari setiap
kontrak konstruksi.
Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaitu :
a) biaya kontrak yang terjadi;
√
b) laba yang diakui;
c) kerugian yang terjadi; dan √
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).
√
√
8) Piutang Reverse Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan;
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek; √
c) Nama pihak/counterparty;
√
d) Lokasi Efek jaminan;
√
e) Tingkat bunga piutang reverse repo;
f) Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada); dan
g) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada). √
√
√
√
Page 38
9) Agunan Yang Diambil Alih
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Nilai realisasi bersih pada saat diambil alih;
b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan yang diambil alih dengan saldo √
piutang yang tidak tertagih; dan
√
c) Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-biaya yang timbul setelah
pengambilalihan agunan tersebut.
√
Page 39
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
10) Piutang Dividen dan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlah tagihan dividen, bunga,
dan denda kepada pihak lain. √
11) Piutang Lain-Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
Catatan 7
a) Rincian jenis dan jumlah piutang;
b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN); dan √
c) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan.
√
√
12) Aset Keuangan Lainnya
Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset keuangan lainnya yang bersifat
lancar maupun tidak lancar.
a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara pihak Catatan 5
ketiga dan pihak berelasi. √
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) nilai tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian investasinya;
(2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset keuangan berdasarkan klasifikasi,
baik yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif lainnya maupun yang √
diakui sebagai laba atau rugi periode berjalan; √
(3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif
untuk aset keuangan selain yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
(4) biaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang belum diamortisasi,
untuk Efek dimiliki hingga jatuh tempo;
√
√
Page 40
(5) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada). √
(6) uraian tentang alasan diambilnya keputusan menjual untuk aset keuangan yang
diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo;
√
(7) jika terdapat reklasifikasi aset keuangan, maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori;
(b) alasan reklasifikasi; dan √
(c) sisa investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo yang telah
direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk dijual. √
√
Page 41
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(8) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan untuk Liabilitas √
atau liabilitas kontinjensi serta syarat dan kondisi yang terkait dengan
penjaminan tersebut;
(9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk mutasinya,
dipisahkan antara aset keuangan yang mengalami penurunan nilai dan aset
keuangan yang tidak mengalami penurunan nilai, serta dipisahkan antara √
penurunan nilai yang dihitung secara kolektif dan individual, termasuk beban
penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi; dan
(10) jumlah amortisasi keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas investasi
yang tersedia untuk dijual yang direklasifikasi menjadi dimiliki hingga jatuh
tempo. √ Catatan 5d
13) Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi; Catatan 4 dan 5
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan; √
c) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing; dan
√
d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan deposito tersebut.
√
√
14) Khusus Investasi pada Sukuk
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad syariah;
b) tujuan model usaha yang digunakan; √
c) jumlah investasi yang direklasifikasikan, jika ada, dan penyebabnya; dan
d) Nilai Wajar untuk investasi yang diukur pada biaya perolehan.
√
√
√
15) Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek berdasarkan jenis;
√
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga;
c) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan √
d) Informasi penting lainnya.
√
√
16) Khusus Unit Penyertaan Reksadana
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: √
Page 42
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih; dan √ Catatan 5
b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan
komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau rugi periode berjalan
√
17) Khusus Wesel Tagih
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain, pihak penerbit, kisaran tingkat bunga,
jatuh tempo, jenis mata uang, dan uraian tentang sifat dan asal terjadinya (dari
transaksi usaha atau lainnya). √
18) Khusus Industri Asuransi
Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang menjadi dana jaminan. √
19) Pinjaman Polis
Yang harus diungkapkan antaralain rincian berdasarkan:
a) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang;
b) Tingkat suku bunga. √
√
20) Khusus Industri Perbankan
Kredit
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata uang, sektor ekonomi dan jangka
waktu serta kolektibilitas; √
b) Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan;
c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
√
d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan;
e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
√
f) Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah cadangan penghapusan √
menurut ketentuan Bank Indonesia;
√
g) Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset keuangan dan rasio jumlah
cadangan kerugian penurunan nilai Aset keuangan yang telah dibentuk terhadap √
jumlah minimum cadangankerugian penurunan nilai Aset keuangan sesuai
ketentuan Bank Indonesia;
√
h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan kolektibilitas;
√
i) Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi baik selaku
pimpinan, agen, atau anggota sindikasi; √
Page 43
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
j) Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN berdasarkan periode pembelian, jika ada; √
k) Pendapat manajemen akan ketaatan bank terhadap Batas Maksimum Pemberian
Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia;
√
l) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai.
√
21) Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
a) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak, mata uang, dan jatuh tempo;
√
b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan kolektibilitas, jumlah cadangan penghapusan
dan mutasi selama periode berjalan;
c) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai √
tagihan akseptasi
√
22) Persediaan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat menurut klasifikasi √
yang sesuai bagi Perusahaan; Catatan 8
(2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai Wajar dikurangi biaya
untuk menjual; √
(3) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode berjalan;
(4) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang jumlah persediaan √
yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan; Catatan 8
(5) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang diakui sebagai √
pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode
berjalan;
√
(6) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan yang
diturunkan;
(7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk persediaan yang
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka diungkapkan: √
(i) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan
(ii) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman √
yang layak dikapitalisasi.
√
(8) persediaan yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan
√
Page 44
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dijaminkan; dan
(9) jenis dan nilai persediaan yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan
Catatan 8
risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan √
asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan alasannya.
b) Khusus Industri Perhotelan
Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi yang harus
diungkapkan antara lain:
(1) Makanan dan minuman;
√
(2) Perlengkapan; dan
√
(3) Barang Dagangan.
√
c) Khusus Industri Real Estat
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi:
(a) Tanah Matang;
(b) Unit Bangunan; dan √
(c) Unit Bangunan dalam Penyelesaian.
√
(2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual belinya telah
berlaku namun penjualannya belum diakui, termasuk jumlah utang terkait yang √
akan dialihkan, bila ada.
√
d) Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan;
√
(2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs yang dikapitalisasi ke tanah untuk
pengembangan; dan
√
(3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang. √
e) Khusus Industri Media
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Materi program : lokal, impor (media televisi);
(2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak); √
√
Page 45
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) Barang promosi dan barter (media cetak); dan √
(4) Bahan persediaan lain yang sesuai dengan industrinya. √
f) Khusus Industri Rumah Sakit
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Obat-obatan;
(2) Perlengkapan medis (disposable); dan
√
(3) Persediaan lainnya √
√
g) Khusus Industri Peternakan
(1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi tertentu,
seperti hewan ternak menjadi:
(a) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual; dan
√
(b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan. √
(2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain:
(a) Total jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi hewan ternak
telah menghasilkan dan hewan ternak belum menghasilkan;
√
(b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama paling
tidak 2 tahun terakhir;
(c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan;
√
(d) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan atau penghapusan
persediaan yang mati atau hilang;
√
√
(e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan √
risiko yang ditutup;
(f) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian √
atau metode penghapusan langsung;
(g) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai pertanggungan asuransi; dan
√
(h) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima
jaminan.
√
Page 46
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
23) Pajak Dibayar Di muka
Yang harus diungkapkan antara lain:
Catatan 11a
a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknya; dan Catatan 11b
√
b) uraian mengenai jumlah restitusi pajak yang diajukan dan statusnya.
√
24) Biaya Dibayar Dimuka
Catatan 9
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis dan jumlah. √
25) Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dimiliki untuk Dijual
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) uraian dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan;
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada pelepasan √
yang diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan;
(3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan nilai; √
(4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat direalisasikan dalam satu
tahun, diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat memperpanjang
periode penyelesaian penjualan menjadi lebih dari satu tahun; √
(5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang dimiliki untuk
√
dijual dan kelompok lepasan disajikan sesuai dengan SAK yang berlaku; dan
(6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual atau
kelompok lepasan dihentikan pengklasifikasiannya, diungkapkan:
(a) nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih rendah antara:
i. jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok lepasan √
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, disesuaikan dengan
penyusutan, amortisasi atau penilaian kembali yang telah diakui apabila
aset atau kelompok lepasan tersebut tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki
√
untuk dijual; dan
ii. jumlah terpulihkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak menjual;
(b) uraian fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan tersebut; dan
(c) dampaknya terhadap hasil operasi untuk periode tersebut dan periode sajian
sebelumnya.
26) Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah piutang;
√
b) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai serta penjelasan
terjadinya piutang pihak berelasi tersebut; √
c) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan nilai
√
Page 47
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang;
d) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai;
dan √
e) dalam hal piutang berelasi non usaha disajikan dalam aset lancar, hal tersebut harus
dibuktikan serta diungkapkan alasannya.
√
27) Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harus diungkapkan antaralain: √
a) nama entitas asosiasi;
b) persentase kepemilikan dan penjelasan adanya pengaruh signifikan, beserta alasannya; Catatan 13
c) nilai tercatat dan Nilai Wajar investasi dalam entitas asosiasi yang kuotasi √
harganya tersedia;
√
d) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi termasuk jumlah agregat Aset,
Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi;
e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan memiliki lebih dari
20% (dua puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial investee secara
√
langsung atau tidak langsung; √
f) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi, ketika laporan
keuangan tersebut digunakan dalam menerapkan metode ekuitas dan tanggal
atau periode yang berbeda dengan Perusahaan, dan alasan menggunakan tanggal
atau periode yang berbeda; √
g) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan entitas asosiasi
untuk mentransfer dana kepada Perusahaan;
h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak diakui dan alasannya, apabila Perusahaan
menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi entitas asosiasi, baik untuk √
periode terjadinya kerugian tersebut maupun secara kumulatif;
i) bagian atas liabilitas kontinjensi entitas asosiasi yang terjadi bersama-sama dengan
investor lain; √
j) liabilitas kontinjensi yang terjadi karena investor berkewajiban bersama-sama untuk
semua atau sebagian Liabilitas entitas asosiasi; dan
k) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi, secara individual atau dalam
kelompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan metode ekuitas termasuk √
total Aset, total Liabilitas, Pendapatan, dan laba atau rugi.
√
√
28) Khusus Industri Konstruksi
Jaminan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan dan jumlah
jaminan tersebut serta kontrak konstruksi yang mensyaratkan adanya jaminan √
tersebut.
Page 48
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
29) Khusus Industri Kehutanan
HTI dan HTI dalam pengembangan
Berupabiaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan pembangunan HTI, yang
disajikan sebagai berikut:
a) Saldo awal; √
b) Penyisihan periode berjalan; √
c) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan; dan
√
d) Saldo akhir.
√
30) Khusus Industri Jalan Tol
Hak Bagi Hasil Tol
Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hal berikut:
(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol; √
(b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya;
(c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode berjalan; dan √
(d) Reklasifikasi proyek kerjasama operasi dalam pelaksanaan ke hak bagi hasil tol. √
√
31) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk tanaman telah menghasilkan
(1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis tanaman; √
(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman untuk setiap
kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir; √
(3) Status tanah yang digunakan untuk menanam;
(4) Nilai tanaman telah menghasilkan berdasarkan area/lokasi penanaman; √
(5) Perbandingan saldo tanaman belum menghasilkan selama paling sedikit 2 tahun;
dan √
(6) Tanaman yang dijaminkan. √
b) Untuk tanaman belum menghasilkan
(1) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai berikut :
(a) Saldo awal
i. Tambahan tahun berjalan
√
ii. Biaya langsung √
(b) Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hal terjadi
√
depresiasi luar biasa
Page 49
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
i. Pengurangan tahun berjalan
√
ii. Jumlah yang direklasifikasi ke tanaman telah menghasilkan
(c) Pengurangan lainnya √
(d) Saldo akhir; √
(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat / Perkebunan Inti Plasma yang
menjadi milik perusahaan (inti) dan tanaman yang bukan milik perusahaan √
(perkebunan rakyat/perkebunan plasma); dan
(3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul pada plasma. √
√
32) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak Produksi – Berumur Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) dan hewan
√
ternak telah menghasilkan;
b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama paling tidak 2
tahun terakhir; √
c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan;
d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan lokasi/area peternakan;
√
e) Kondisi hewan ternak;
f) Persentase kematian selama tiga tahun terakhir; √
g) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan risiko √
yang ditutup;
h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian atau √
metode penghapusan langsung;
√
i) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada;
j) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika ada; dan
k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima jaminan. √
√
√
√
Page 50
33) Properti Investasi
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
Catatan 14
(1) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan, model Nilai Wajar √
atau model biaya;
(2) metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam menentukan Nilai Wajar
dari Properti Investasi; √
(3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar didukung oleh bukti pasar atau
lebih banyak berdasarkan faktor lain karena sifat properti tersebut dan
keterbatasan data pasar yang dapat diperbandingkan; √
(4) nama Penilai, tanggal penilaian, dan tanggal laporan penilaian terakhir;
(5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk: √
√
Page 51
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) penghasilan sewa dari Properti Investasi; Catatan 14
√
(b) beban operasi langsung yang terjadi baik dari Properti Investasi yang
menghasilkan maupun yang tidak menghasilkan penghasilan sewa selama √ Catatan 14
periode tersebut; dan
(c) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar yang diakui dalam laba rugi atas
√
penjualan Properti Investasi dari sekelompok aset yang menggunakan
model biaya ke kelompok aset yang menggunakan model Nilai Wajar;
(6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti Investasi atau
pembayaran penghasilan dan hasil pelepasan; dan
√
(7) kewajiban kontraktual untuk membeli, membangun atau mengembangkan
Properti Investasi atau untuk perbaikan, pemeliharaan atau peningkatan.
b) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nilai Wajar, selain √
pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:
(1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada awal dan akhir
periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan
reklasifikasi;
(2) saat suatu penilaian terhadap Properti Investasi disesuaikan secara signifikan √
untuk tujuan pelaporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan
rekonsiliasi antara penilaian tersebut dan penilaian yang telah disesuaikan
yang dilaporkan dalam laporan keuangan, dengan menunjukkan secara
terpisah:
(a) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah ditambahkan
kembali; dan √
(b) penyesuaian signifikan lain.
c) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model biaya, selain √
pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) ditambahkan √
pengungkapan antara lain:
Catatan 14
(1) umur manfaat;
(2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Properti Investasi √
pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan,
dan reklasifikasi;
(3) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan alokasi beban
√
penyusutan; √
(4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui, dan jumlah pemulihan rugi penurunan
nilai, selama satu periode sesuai SAK yang berlaku;
(5) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan sendiri; dan √
(6) Nilai Wajar Properti Investasi. √
d) Khusus untuk Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan,
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan; √
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak;
√
Page 52
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) estimasi saat penyelesaian;
√
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian;
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat Properti Investasi √
dalam proses pembangunan dan pengembangan; dan √
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk properti investasi yang
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan √
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman √
yang layak dikapitalisasi.
34) Aset Tetap
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan secara terpisah berdasarkan
kepemilikan aset yaitu aset pemilikan langsung dan/atau aset sewa pembiayaan; √ Catatan 15
b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset Tetap pada awal
dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan
√
reklasifikasi;
c) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan alokasi
beban penyusutan; √
d) rugi penurunan nilai dan jumlah yang dijurnal balik yang diakui dalam laba rugi dan
ekuitas (jika ada);
e) jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset Tetap;
√
f) jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang mengalami penurunan
nilai, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan dalam laba rugi, apabila tidak √
diungkapkan secara terpisah pada laporan laba rugi komprehensif;
g) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah revaluasian, yang harus diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian); √
(2) tanggal efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) apabila Aset
Tetap untuk perhitungan pajak menggunakan jumlah revaluasian;
√
(3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir;
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai √
Wajar aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap seandainya aset tersebut dicatat
dengan model biaya; dan
√ Catatan 15
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan prubahan √
selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada
para pemegang saham.
h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus diungkapkan antara √
lain:
(1) rincian Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan; √
Page 53
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai
√
kontrak; (3) estimasi saat penyelesaian;
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada); √
√
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap
dalam pembangunan; dan
√
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi
kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan: √
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan
√
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi.
i) Pengungkapan lainnya antara lain:
(1) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai sementara;
√
(2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah disusutkan penuh
dan masih digunakan; √ Catatan 15
(3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak
diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual; √
(4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap apabila berbeda secara
material dari jumlah tercatat;
(5) nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan (kerugian) dari Aset Tetap √
yang dihentikan pengakuannya;
(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hibah, agar diungkapkan jenis √ Catatan 15
Aset, nilai tercatat, dan tanggal perolehan;
√
(7) perubahan estimasi masa guna dan/atau metode penyusutan menurut jenis Aset
Tetap; √
(8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai
atau pemulihan penurunan nilai;
(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang menerima jaminan
√
dan alasan penjaminan; dan √
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi,
dan risiko yang ditutup, serta pendapat manajemen atas kecukupan
pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan agar diungkapkan √
alasannya.
35) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
(khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas
bumi) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti; operated acreage, unoperated acreage, sumur √
dan peralatan serta fasilitas yang berhubungan, peralatan kantor, kendaraan, sumur
dan peralatan serta fasilitas dalam pengerjaan;
Page 54
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Tabel yang memuat penjelasan tentang :
√
(a) Lokasi penambangan;
(b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi;
√
(c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangan; dan √
(d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan
√
(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak tagih kepada
Regulator terkait, perlu penjelasan kolektabilitas tagihan tersebut dalam bentuk
tabel analisa umur tagihan. √
36) Aset Tak Berwujud
Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset Takberwujud antara lain:
Catatan 16
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi; √
b) alokasi jumlah amortisasi Aset Takberwujud ke dalam pos laporan laba rugi
komprehensif;
√
c) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi Aset Takberwujud pada
awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan √
reklasifikasi;
d) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi kriteria aset
kualifikasian, maka harus diungkapkan:
(1) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan √
(2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang
layak dikapitalisasi;
e) jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan dan
penilaiannya untuk Aset Tak berwujud yang dinilai dengan umur manfaat tidak √
terbatas;
f) penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode amortisasi dari setiap Aset
Tak berwujud yang material terhadap laporan keuangan Perusahaan; √
g) Aset Takberwujud yang diperoleh melalui Hibah Pemerintah dan awalnya diakui pada
Nilai Wajar sesuai SAK yang berlaku, diungkapkan:
(1) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset-aset tersebut;
√
(2) jumlah tercatatnya; dan
(3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan model biaya atau model
revaluasi;
h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset Tak berwujud yang kepemilikannya dibatasi dan
jumlah tercatat Aset Takberwujud yang menjadi jaminan untuk Liabilitas;
i) nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi Aset Tak berwujud; √
j) Aset Takberwujud disajikan pada jumlah revaluasian,
diungkapkan: (1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian);
√
(2) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir;
√
Page 55
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) jumlah tercatat Aset Tak berwujud yang direvaluasi;
√
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai Wajar
aset; √
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Takberwujud seandainya Aset tersebut dicatat
dengan model biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan perubahan selama √
periode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada para √
pemegang saham.
37) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan umum
a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan tentang :
(1) Saldo awal;
√
(2) Penambahan dan pengurangan;
(3) Saldo akhir. √
√
b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) rincian biaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per area of interest yang
mencakup saldo awal, penambahan dan pengurangan, dan saldo akhir; dan
√
(2) Jumlah aset, liabilitas, penghasilan dan beban, arus kas operasi, dan arus kas
investasi yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi pertambangan.
√
c) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah tambang.
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan:
(a) Metode pembebanan biaya pengupasan tanah, dan
√
(b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata Tanah Penutup.
(2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang terdiri dari (1) biaya √
pengupasan awal, (2) biaya pengupasan lanjutan dengan penjelasan mengenai
perbedaan antara rasio aktual tanah menutup terhadap rasio rata-ratanya;
(3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah Penutup (bila ada); √
(4) Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi penundaan masa √
produksi, meliputi penjelasan :
(a) Alasan terjadinya penundaan;
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dimulainya produksi, dan
(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi (jika ada), √
terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi
√
Page 56
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
utama yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut.
d) Biaya Pengembangan Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan selama tahun
berjalan dengan menunjukkan:
(a) Lokasi eksplorasi dan pengembangan;
√
(b) Saldo awal;
(c) Penambahan/pengurangan; √
(d) Amortisasi, dan
√
(e) Saldo akhir.
(2) Biaya pengembangan yang ditangguhkan atas kegiatan pengembangan √
yang masih berjalan;
√
(3) Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan
pengembangan tangguhan yang menurut penelaahan manajemen tidak √
dapat dipulihkan;
(4) Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan dimana
terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan: √
(a) Alasan terjadinya penundaan;
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya produksi; dan
(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi bila ada,
terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi utama
yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut. √
(5) Apabila terdapat lebih dari satu Area of Interest, maka harus diungkapkan √
rincian dari Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan untuk tiap-tiap Area of Interest.
√
√
b. Liabilitas
1) Utang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
Catatan 19
a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi; √
b) jumlah utang usaha menurut mata uang; dan
√
c) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan. √
Page 57
2) Provisi
a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek dan provisi
jangka panjang.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) nilai tercatat pada awal dan akhir periode; √
(2) provisi tambahan dalam periode bersangkutan; √
Page 58
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama periode bersangkutan;
√
(4) jumlah yang dibatalkan selama periode bersangkutan atas jumlah yang belum
digunakan; √
(5) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam nilai kini, yang terjadi
karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap perubahan tingkat diskonto;
(6) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat terjadinya arus √
keluar sumber daya ekonomi;
(7) indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar sebagaimana dimaksud
dalam angka(6). Dalam hal diperlukan, Perusahaan mengungkapkan asumsi √
utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan; dan
(8) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan jumlah
Aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut. √
√
3) Beban akrual
Catatan 18
Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur utama beban yang belum √
jatuh tempo.
4) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang; dan √
b) Uraian mengenai sifat masing-masing kewajiban.
√
5) Utang Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada transaksi repo;
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek. √
√
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Utang Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain liabilitas bruto dari setiap kontrak
konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk
tabel
yaitu :
√
a) biaya kontrak yang terjadi; √
b) laba yang diakui; √
c) kerugian yang dialami; dan
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).
√
Page 59
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
7) Khusus Industri Perbankan
a) Simpanan Nasabah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap jenis simpanan yang
mengungkapkan: (1) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu; √
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; √
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito; √
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya, misalnya diblokir atau
dijaminkan; dan √
(6) Pemberian fasilitas istimewa kepada pemilik rekening giro. √
b) Simpanan dari Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu;
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito; dan √
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan statusnya, misalnya diblokir
atau dijaminkan. √
√
√
√
8) Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa
a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Rincian berdasarkan program asuransi; √
(2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan;
(3) Rincian berdasarkan mata uang;
√
(4) Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris; dan √
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan
√
penambahan dan pengurangan.
√
Page 60
b) Utang Klaim
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
√
(2) Jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung;
(3) Jumlah utang klaim menurut jenis asuransi; dan
√
(4) Jumlah utang menurut mata uang. √
√
Page 61
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) Estimasi Klaim Retensi Sendiri
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah menurut jenis asuransi;
√
(2) Jumlah menurut tertanggung;
(3) Jumlah menurut mata uang; dan
√
(4) Jumlah estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan. √
√
d) Premi yang belum merupakan Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah menurut program asuransi;
(2) Jumlah menurut jenis pertanggungan; √
(3) Pemisahan antara premi yang belum merupakan pendapatan kepada pihak
berelasi dan pihak ketiga; √
(4) Metode perhitungan yang digunakan; dan √
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan
penambahan dan pengurangan.
√
√
e) Utang Koasuransi (rewrite)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga; √
(2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur;
(3) Jumlah menurut jenis mata uang; dan
√
(4) Jumlah menurut umur utang. √
f) Utang Reasuransi √
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan reasuradur;
(3) Jumlah menurut jenis mata uang;
(4) Jumlah menurut umur utang; dan √
(5) Jumlah utang atau piutang reasuransi yang disalinghapuskan.
√
√
√
√
Page 62
g) Utang Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain:
√
(1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur;
(2) Jumlah menurut jenis mata uang; dan √
(3) Jumlah menurut jenis asuransi. √
Page 63
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
h) Titipan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis asuransi. √
i) Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan
Yang harus diungkapkan: √
(1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang saham;
(2) Dasar perhitungan; dan
√
(3) Saldo menurut usia. √
9) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
Catatan 25
Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan jumlahnya. √
10) Utang Pajak
Yang harus diungkapkan antara lain: Catatan 11c
a) jenis dan jumlahnya; dan √
b) informasi mengenai ketetapan pajak.
√
11) Khusus Industri Pembiayaan
Kewajiban Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah liabilitas anjak piutang dalam rangka anjak piutang dengan recourse; dan
√
b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak piutang, dan jatuh tempo serta ikatan
penting lainnya yang diatur dalam perjanjian anjak piutang. √
12) Khusus Kontrak Konstruksi
Uang Muka Kontrak
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka kontrak yang diterima. √
13) Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas liabilitas jangka panjang sesuai Catatan 22
dengan pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang
sebagaimana diatur dalam Checklist ini. √
14) Liabilitas Keuangan Lainnya
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pengungkapan untuk liabilitas keuangan lainnya berlaku untuk liabilitas √
keuangan lainnya yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang;
(2) Perusahaan wajib mengelompokkan sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara
pihak ketiga dan pihak berelasi; √
(3) Yang harus diungkapkan antara lain:
√
Page 64
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) nilai tercatat liabilitas keuangan untuk setiap kategori;
√
(b) laba atau rugi neto pada setiap liabilitas keuangan; dan
(c) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam √
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang
dan kondisi default).
b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang
√
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan penyelesaian √
utang;
√
(2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak pajak penghasilan
yang terkait;
(3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan aset yang diakui √
selama periode tersebut; dan
(4) Jumlah utang kontinjen yang dimasukkan dalam nilai tercatat utang yang telah √
direstrukturisasi.
15) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh
Tempo dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya. √
16) Khusus Industri Pertambangan Umum
Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang
Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya. √
17) Liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual.
Yang harus diungkapkan antara lain liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang
dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat digabung dengan pengungkapan aset tidak
lancar atau kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual. √
Liabilitas Jangka Panjang
18) Utang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang Harus diungkapkan antara lain :
a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah utang; √
b) jumlah utang menurut mata uang; dan
c) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan.
√
√
Page 65
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
19) Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang
Yang Harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan jenis mata √
uang; Catatan 22
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan;
c) tanggal jatuh tempo; √
d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
√
e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk jumlah dan tujuan
perolehannya; √
f) pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing-masing fasilitas
√
pinjaman;
g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi
√
default);
h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan;
i) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan pembagian dividen, √
pembatasan rasio tertentu, dan/atau pembatasan perolehan utang baru; dan
j) pengungkapan informasi sehubungan dengan liabilitas berbunga jangka panjang yang
akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal laporan √
posisi keuangan tetapi tetap diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang, antara
lain adalah: √ √
(1) nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya; dan
(2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meliputi tanggal kesepakatan,
jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan persyaratan penting. √
20) Utang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain :
Catatan 17
a) jumlah neto nilai tercatat untuk setiap kelompok aset dan pemberi sewa (lessor) √
pada tanggal laporan posisi keuangan;
b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal
laporan posisi keuangan, dengan nilai kininya. Selain itu wajib mengungkapkan total √
pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal laporan posisi keuangan,
dan nilai kininya, untuk setiap periode berikut:
(1) sampai dengan satu tahun;
(2) lebih dari satu tahun sampai 5 (lima) tahun; dan √
(3) lebih dari 5 (lima)tahun.
c) pembayaran sewa kontinjen yang diakui sebagai beban pada periode tersebut;
d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) masa depan yang diperkirakan √
akan diterima dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat dibatalkan (non-cancellable
sublease) pada tanggal laporan posisi keuangan; √
Page 66
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
e) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya sehubungan
√
dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale and leaseback); dan
f) penjelasan umum isi perjanjian sewa yang material, antara lain:
(1) dasar penentuan utang sewa kontinjen; √
(2) ada tidaknya klausul-klausul yang berkaitan dengan opsi perpanjangan atau
pembelian dan eskalasi beserta syarat-syaratnya; dan √
(3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian sewa. √
21) Khusus Industri Perbankan
a) Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu; √
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
√
(4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan pemeringkat; √
(5) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan;
√
(6) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu
perjanjian, tanggal jatuh tempo, kewajiban yang harus dipenuhi, dan √
persyaratan penting lainnya (Debt Covenance);
(7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenanceatas surat berharga √
yang diterbitkan.
√
b) Pinjaman Diterima
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan pihak, jenis, dan mata uang;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
(3) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu √
perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, nilai Aset bank yang √
dijaminkan, dan persyaratan penting lainnya(debt covenance);
√
(4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenance;
(5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari pemerintah atau pihak √
lain dengan tingkat imbalan yang lebih rendah dari tingkat bunga pasar maka
√
manajemen mengungkapkan mengenai fasilitas tersebut dan dampaknya
terhadap laba bersih.
c) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan kolektibilitas;
√
Page 67
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
√
(3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan;
(4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai komitmen dan kontinjensi √
menurut BI dan posisi penyisihan penghapusan bank pada saat periode
pelaporan; dan √
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai
komitmen dan kontinjensi. √
22) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan menunjukkan:
(1) Saldo awal; √
(2) Penyisihan yang dibentuk;
√
(3) Pengeluaran yang terjadi; dan
(4) Saldo akhir. √
b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan;
√
c) Liabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan liabilitas bersyarat
lainnya sebagaimana diatur dalam standar akuntansi keuangan; √
d) Apabila dalam pos ini terdapat komponen biaya yang sifatnya material, misalnya beban
√
penutupan tambang, maka perusahaan dapat menyajikannya dalam pos yang
terpisah;
e) Tabel yang memuat penjelasan √
tentang: (1) Saldo awal;
(2) Penambahan dan Pengurangan ;
(3) Saldo akhir.
√
√
√
Page 68
23) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
a) Imbalan Pasti
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) gambaran umum mengenai jenis program. Catatan 25
√
(2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini kewajiban imbalan pasti yang
menunjukkan secara terpisah, pengaruhnya selama periode berjalan yang dapat √
diatribusikan ke dalam:
(a) biaya jasa kini;
(b) biaya bunga;
(c) iuran oleh peserta program;
(d) keuntungan dan kerugian aktuarial;
Page 69
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(e) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan mata
uang yang berbeda dengan mata uang penyajian;
(f) imbalan yang dibayarkan;
(g) biaya jasa lalu;
(h) kombinasi bisnis;
(i) curtailment; dan
(j) penyelesaian.
(3) analisis kewajiban imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan dari program
yang seluruhnya tidak didanai dan jumlah yang dihasilkan dari program yang √ Catatan 25
seluruhnya atau sebagian didanai;
(4) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari Nilai Wajar aset program serta saldo awal
dan akhir dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan
SAK menunjukkan secara terpisah, dampak selama periode yang dapat √
diatribusikan pada setiap:
(a) hasil yang diharapkan dari aset program;
(b) keuntungan dan kerugian aktuarial;
(c) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan mata
uang yang berbeda dengan mata uang penyajian;
(d) iuran oleh pemberi pekerja;
(e) iuran oleh peserta program;
(f) imbalan yang dibayarkan;
(g) kombinasi bisnis; dan
(h) penyelesaian;
(5) rekonsiliasi nilai kini kewajiban imbalan pasti sebagaimana dimaksud dalam butir
(2) dan Nilai Wajar aset program sebagaimana dimaksud dalam butir (4) atas
Aset dan Liabilitas yang diakui dalam laporan posisi keuangan, paling kurang √
mengungkapkan:
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang tidak diakui dalam laporan
posisi keuangan;
(b) biaya jasa lalu yang tidak diakui dalam laporan posisi keuangan;
(c) setiap jumlah yang tidak diakui sebagai Aset, dikarenakan oleh batasan
dalam SAK;
(d) Nilai Wajar pada akhir periode pelaporan dari setiap hak penggantian yang
diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK; dan
(e) jumlah lainnya yang diakui dalam laporan posisi keuangan;
(6) total beban yang diakui di laba rugi untuk setiap hal-hal berikut dan nama pos
dimana hal tersebut termasuk:
(a) biaya jasa kini;
√
Page 70
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(b) biaya bunga;
(c) hasil yang diharapkan dari aset program;
(d) hasil yang diharapkan dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset
sesuai dengan SAK;
(e) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika Perusahaan memilih metode koridor
10% (sepuluh per seratus);
(f) biaya jasa lalu;
(g) dampak dari curtailment terutama terkait dengan penyelesaiannya; dan
(h) dampak dari batasan dalam SAK;
(7) jumlah total yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain yang akan diakui Catatan 25
segera dalam saldo laba, meliputi:
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial; dan √
(b) dampak dari batasan dalam SAK;
(8) jumlah kumulatif dari keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui pada
pendapatan komprehensif lain, dalam hal Perusahaan mengakui keuntungan
dan kerugian dalam pendapatan komprehensif lain sesuai dengan SAK;
√
(9) persentase atau jumlah setiap kategori utama yang merupakan Nilai Wajar total
aset program, untuk setiap kategori utama dari aset program, yang mencakup,
namun tidak terbatas pada, instrumen ekuitas, instrumen utang, properti, dan
seluruh aset lain; √
(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk:
(a) setiap kategori instrumen keuangan milik Perusahaan; dan
(b) setiap properti atau Aset lain yang digunakan oleh Perusahaan; √
(11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian
yang diharapkan atas Aset secara keseluruhan, termasuk dampak kategori
utama dari aset program;
(12) imbal hasil aktual atas aset program, serta imbal hasil aktual atas setiap hak √
penggantian yang diakui sebagai Aset;
(13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan sampai pada akhir periode pelaporan
dan diungkapkan dalam ukuran yang absolut dan tidak hanya sebagai marjin
antara persentase dan variabel lainnya, termasuk: √
(a) tingkat diskonto;
(b) tingkat imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset program untuk periode
yang disajikan dalam laporan keuangan;
(c) tingkat imbal hasil yang diharapkan untuk periode yang disajikan dalam
laporan keuangan pada setiap hak penggantian yang diakui sebagai √
Aset;
(d) tingkat kenaikan gaji yang diharapkan (dan perubahan dalam indeks atau
variabel tertentu lainnya dalam masa program formal atau konstruktif
sebagai dasar untuk kenaikan imbalan masa depan);
Page 71
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(e) tingkat tren biaya kesehatan; dan
(f) asumsi material lain yang digunakan dalam aktuaria;
Catatan 25
(14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka persentase dalam tingkat tren
biaya kesehatan yang diasumsikan pada:
(a) biaya jasa kini agregat dan komponen biaya bunga dari biaya kesehatan √
pascakerja periodik neto; dan
(b) akumulasi kewajiban imbalan pascakerja untuk biaya kesehatan. √
(c) Dalam hal program dioperasikan dalam lingkungan inflasi yang tinggi, wajib
diungkapkan dampak persentase kenaikan atau penurunan tingkat tren
biaya kesehatan yang diasumsikan dari makna yang serupa dengan satu
√
angka persentase dalam lingkungan inflasi yang rendah.
(15) Jumlah periode tahunan saat ini dan periode empat tahun sebelumnya dari:
(a) nilai kini kewajiban imbalan pasti, Nilai Wajar aset program dan surplus atau
defisit pada program; dan
(b) penyesuaian yang timbul pada:
√
(i) liabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari
liabilitas program pada akhir periode pelaporan; dan
√
(ii) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari aset
program pada akhir periode pelaporan; Catatan 25
(16) estimasi terbaik pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan secara andal, dari √
iuran yang diharapkan akan dibayar dalam program selama periode tahunan
dimulai setelah periode pelaporan;
(17) khusus untuk program imbalan pasti yang membagi risiko antar entitas √
sepengendali, wajib diungkapkan sebagai berikut:
(a) perjanjian kontraktual atau kebijakan tertulis untuk pembebanan biaya
imbalan pasti neto atau bukti bahwa tidak ada kebijakan seperti itu;
(b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi biaya imbalan pasti neto sesuai SAK,
maka Perusahaan mengungkapkan:
√
(i) informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk
mengevaluasi sifat program imbalan pasti dan dampak keuangan
atas perubahan program selama periode tersebut;
(ii) pengungkapan gambaran umum jenis program sesuai dengan huruf a)
butir (1) mencakup penjelasan praktik informal yang menimbulkan √
kewajiban konstruktif termasuk dalam pengukuran kewajiban imbalan
pasti; dan
(iii)jika Perusahaan mencatat iuran yang terutang untuk periode sesuai SAK
informasi tentang program secara keseluruhan disyaratkan sesuai dengan
butir (1), butir (2), butir (3), butir (4), butir (9), butir (13), butir (14), √
dan butir (16) serta butir ii.
√
Page 72
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Iuran Pasti Catatan 34
√
Perusahaan yang menyelenggarakan program iuran pasti harus
mengungkapkan jumlah yang diakui sebagai beban untuk program iuran pasti.
c) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan jumlah imbalan kerja jangka Catatan 25
√
panjang lainnya.
d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) iuran program dan jumlah pesangon pemutusan kontrak kerja; dan √
(2) penjelasan mengenai liabilitas kontinjen (jika ada).
√
24) Utang Obligasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat dalam rupiah dan mata uang
asing, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat √
obligasi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya;
b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek;
c) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
√
d) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan; √ Catatan 23
e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan √
menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada;
f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan;
√ √
g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi
default); dan
h) persyaratan penting lainnya. √
√
Page 73
25) Sukuk
a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syariah yang digunakan. √ Catatan 23
b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk, termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan skema transaksi syariah yang
digunakan; (b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari; √
(c) nilai nominal; √
(d) besaran imbalan (untuk Sukuk ijarah);
√
(e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasil, dan besaran nisbah bagi
√
√
Page 74
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
hasil (untuk Sukuk mudharabah);
(f) rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau pembayaran imbalan √
atau bagi hasil;
(g) jangka waktu;
(h) tujuan penerbitannya; dan √
(i) persyaratan penting lain; √
(2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Catatan 23
√ √
Efek; (3) bursa tempat Sukuk dicatatkan;
(4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan; √
(5) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan;
(6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada); √
(7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan; dan
√ √
(8) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Emiten atau Perusahaan Publik
dalam memenuhi persyaratan dan kondisi Sukuk (misalnya restrukturisasi Sukuk √
dan kondisi default).
√
26) Utang Subordinasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) nama kreditur, sifat ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan kisaran suku bunga √
kontraktual selama periode pelaporan
b) tujuan perolehannya;
c) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasi; √
d) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi √
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi
default); √
e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan; dan
f) persyaratan penting lainnya.
√
√
Page 75
27) Obligasi Konversi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat, tanggal jatuh tempo, jadwal
pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi konversi dicatatkan, dan
√
tujuan penerbitannya;
b) periode konversi dan persyaratan konversi, antara lain meliputi rasio konversi, harga
pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh tempo serta persyaratannya, dan penalti; √
c) dampak dilusi apabila seluruh obligasi dikonversikan, dengan memperhatikan
tingkat konversi atau harga pelaksanaan (exercise price) yang paling menguntungkan
dari sudut pandang pemegang obligasi konversi;
d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya; √
√
Page 76
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek;
√
f) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
g) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan; √
h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan √
menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada);
i) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi √
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi
default);
√
j) dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi konversi tanpa melalui penawaran umum,
wajib diungkapkan tujuan penerbitan dan nama pembeli;
k) komponen Liabilitas dari obligasi konversi; √
l) keberadaan fitur derivatif melekat; dan
m) persyaratan penting lainnya
√
√
√
c. Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Page 77
1) Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Bagi setiap jenis saham, antara lain:
(1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir periode;
√
(2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham,
termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal; dan √
(3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak √
penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan;
b) Penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas;
c) Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar saham dan √ Catatan 26
persentase kepemilikan, yaitu:
(1) Pemegang saham yang memiliki 5% (lima perseratus) atau lebih;
(2) Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham; dan √ √
(3) Pemegang saham lainnya;
d) Dalam hal terjadi perubahan modal saham dalam periode berjalan:
√
(1) Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham tersebut,
seperti pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, persetujuan
dan/atau pemberitahuan Menteri terkait, dan keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS); √
(2) Sumber peningkatan modal saham, antara lain dari kapitalisasi agio, saldo laba,
penerbitan saham baru dari Penawaran Umum dengan dan/atau tanpa Hak
√
Page 78
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Memesan Efek Terlebih Dahulu (right issue dan private placement), pelaksanaan
waran, serta konversi obligasi; dan
(3) Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka ekspansi,
penyelesaian pinjaman, atau pemenuhan kecukupan modal;
√
e) Dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan di Bursa Efek, agar
disebutkan jumlah saham yang dicatatkan dan yang tidak dicatatkan pada Bursa √
Efek.
2) Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in Capital)
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tambahan modal disetor;
b) Uraian sumber agio saham; √ √
c) Rincian biaya emisi Efek ekuitas berdasarkan penerbitan Efek ekuitas;
d) Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor; √
e) Uraian mengenai sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya; √ Catatan 27
f) Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali, antara lain:
(1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang berkombinasi;
√
(2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-entitas yang
bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat sementara; √
(3) Tanggal efektif transaksi;
(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual atau dihentikan
akibat kombinasi bisnis tersebut; √
(5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan jumlah imbalan √
yang terjadi;
(6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta selisih antara nilai √
tercatat tersebut dengan jumlah imbalan yang diserahkan atau diterima; dan
(7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan informasi antara lain:
(a) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah dilaporkan sebelumnya √
untuk periode yang disajikan kembali;
(b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan Liabilitas entitas atau bisnis yang
dikombinasikan; √
(c) Dampak penyesuaian kebijakan akuntansi; dan
(d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan setelah disajikan kembali.
√
√
√
√
Page 79
3) Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian yang meliputi:
(1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan; √
Page 80
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Nama entitas anak; dan
√
(3) Nama pihak yang bertransaksi;
b) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian; √
dan √
c) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan investasi pada saat hilangnya
Pengendalian.
√
4) Saham Treasuri
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau pengurangan modal
disetor;
√
b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah lembar dan nilai saham treasuri yang
diperoleh; √
c) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang digunakan sebagai pengurangan modal
disetor;
√
d) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang dilepaskan kembali serta selisih antara
harga perolehan dengan harga pelepasan saham treasuri; dan
e) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri. √
√
5) Saldo Laba
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu (jika ada); √ Catatan 29
b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan dan persetujuan RUPS yang terkait;
dan √
c) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan setiap pos cadangan.
√
6) Waran
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran;
b) dasar penentuan Nilai Wajar waran; √
c) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa); √
d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya; dan
√
e) ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran.
√
√
Page 81
7) Pendapatan Komprehensif Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenai perubahan masing- Laporan perubahan ekuitas
masing komponen pendapatan komprehensif lainnya. √
Page 82
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
8) Kepentingan Nonpengendali
Catatan 30
Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham nonpengendali atas √
ekuitas masing-masing entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung atau
tidak langsung pada entitas induk.
d. Laba Rugi Komprehensif
1) Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama periode,
termasuk pendapatan yang berasal dari:
(1) Penjualan barang;
(2) Penjualan jasa;
√
(3) Bunga;
(4) Royalti; dan/atau
(5) Dividen;
diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama; √
Catatan 31, 35, dan 37
c) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 10%
(sepuluh perseratus) dari pendapatan; √
d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang tercakup
dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika ada), yang diungkapkan
√
terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
e) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara lain:
(1) Pendapatan kontrak konstruksi:
(a) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan dalam periode
berjalan;
(b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak yang diakui √
dalam periode berjalan; dan
(c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap penyelesaian kontrak;
(2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal akhir periode pelaporan:
(a) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan laba/rugi yang diakui sampai tanggal
pelaporan;
(b) Jumlah uang muka yang diterima; dan √
(c) Jumlah retensi;
(3) Jumlah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing-masing sebagai
Aset dan Liabilitas;
√
Page 83
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
f) Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi hubungan keagenan, diungkapkan secara
terpisah, antara lain:
(1) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan keagenan;
√
(2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagai agen dari
transaksi keagenan dengan pendapatan lainnya; dan √
(3) Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh Perusahaan sebagai
prinsipal dari transaksi keagenan, yang antara lain terdiri dari:
(a) Pendapatan bruto; √
(b) Retur/rabat/diskon terkait; dan
(c) Total pendapatan neto.
2) Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator
Ketentuan Tarif
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Dasar ketentuan tarif; √
b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif;
c) Masa berlaku tarif;
√
d) Besaran tarif; dan √
e) Perjanjian lain yang terkait.
√
√
3) Khusus Industri pembiayaan
Rincian jumlah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara lain:
a) Pendapatan pembiayaan konsumen;
b) Pendapatan anjak piutang; dan √
c) Pendapatan sewa.
√
√
4) Khusus Industri Rumah Sakit
Terdiri dari:
Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa dokter, rawat inap, rawat jalan
dan penunjang medis,
Rincian pengurang pendapatan, antara lain:
a) Restitusi; √
b) Subsidi tidak mampu; dan
√
c) Selisih perhitungan klaim.
√
Page 84
5) Khusus Industri Transportasi
Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara lain: √
Page 85
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi;
√
b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi;
√
c) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi;
d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan; dan √
e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan jenisnya armada (bus, taksi, feri, √
tanker dan pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan atas dasar kepemilikan
armada tersebut.
√
6) Khusus Industri Telekomunikasi
Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa interkoneksi, jasa
telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melalui kerjasama √
dengan pihak lain.
7) Khusus Industri Asuransi:
Pendapatan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok premi bruto,
premi reasuransi, dan penurunan (kenaikan) premi yang belum merupakan
pendapatan untuk setiap jenis asuransi. √
Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku (PSAK 36 dan 62)
8) Khusus Industri Jalan Tol:
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian pendapatan jasa lain, √
dan rincian pendapatan kerjasama operasi;
b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumlah ruas jalan tol, maka
pendapatan usaha untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus diungkapkan. √
9) Khusus Industri Perbankan
Pendapatan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain:
Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada :
a) Obligasi Pemerintah; √
b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi yang diakui;
√
c) Efek-efek; dan
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain. √
√
Page 86
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
10) Beban Pokok Penjualan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban pokok produksi yang dirinci:
√
(1) Biaya bahan baku;
(2) Biaya tenaga kerja; dan √
(3) Biaya overhead √
ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir persediaan;
b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari
pendapatan; dan
Catatan 32 dan 33
c) Untuk industri jasa, diungkapkan beban pokok berdasarkan pada jasa yang dijual. √ √
11) Khusus Industri Rumah Sakit
Beban Departementalisasi/Beban Operasional
Yang harus diungkapkan antara lain, rincian beban departementalisasi:
a) Beban bahan;
√
b) Beban jasa pelayanan;
c) Beban pegawai; √
d) Beban penyusutan sarana medis; √
e) Beban pemeliharaan sarana;
√
f) Beban asuransi;
g) Beban langganan daya dan jasa; √
h) Beban depresiasi. √
√
√
12) Khusus Industri Asuransi:
a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok klaim √
bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan (penurunan) estimasi klaim retensi sendiri
untuk setiap jenis asuransi.
b) Beban Klaim Asuransi Jiwa
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan manfaat, diantaranya : klaim
jatuh tempo, klaim nilai tunai, dan klaim kematian.
√
c) Komisi Neto
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok pendapatan komisi dan beban komisi untuk setiap jenis asuransi.
√
Page 87
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) Hasil Investasi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah menurut jenis investasi. √
13) Khusus Industri Perhotelan
Beban Departementalisasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementalisasi;
√
b) Gaji dan beban pegawai lainnya; dan
c) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen lainnya. √
√
14) Beban Usaha
Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori fungsinya, yaitu antara
lain:
a) Beban penjualan; √ Catatan 32-34
b) Beban distribusi; dan √
c) Beban umum dan administrasi.
√
15) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban bunga berdasarkan
kelompok produk/jasa utama. √
b) Beban Provisi dan Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban beban provisi dan komisi
berdasarkan kelompok produk/jasa utama.
√
16) Khusus Industri Pembiayaan
BebanKerugian Penurunan Nilai
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban kerugian penurunan nilai untuk
masing- masing akun Piutang Pembiayaan Konsumen, Tagihan Anjak Piutang, dan Piutang √
Sewa Pembiayaan.
Page 88
17) Pendapatan dan Beban Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya. Catatan 35 dan 36
b) rincian dan jumlah Beban lainnya. √
c) Untuk Biaya Keuangan, meliputi :
(1) biaya pinjaman meliputi:
√
Page 89
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan metode suku bunga
√
efektif;
(b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai SAK yang
berlaku; dan √ Catatan 37 dan 38
(c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang
selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap bunga; √
(2) biaya keuangan lainnya yang terjadi dari transaksi instrumen keuangan meliputi:
(a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas investasi tersedia untuk dijual;
(b) rugi neto dari instrumen keuangan yang diakui pada Nilai Wajar melalui laba √
rugi; dan
(c) amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan untuk lindung √
nilai. √
Catatan 13
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi dan/atau Ventura Bersama meliputi :
(1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama
yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas; dan
(2) bagian laba rugi dari entitas asosiasi dari operasi yang dihentikan, yang
diungkapkan secara terpisah. √
√
18) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset Keuangan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis aset keuangan.
b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan (penurunan) nilai surat-surat berharga √
dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.
c) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat Berharga dan Obligasi
Rekapitalisasi √
Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.
√
Page 90
19) Pendapatan Komprehensif Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset Takberwujud; √ Laporan perubahan ekuitas
b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti; √
c) selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan;
d) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual;
√ √
e) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam
rangka lindung nilai arus kas; dan
bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama.
√
Page 91
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
20) Pajak Penghasilan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri dari:
√
(1) beban (penghasilan) pajak kini;
(2) penyesuaian yang diakui pada periode atas pajak kini yang berasal dari periode √
lalu;
(3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan
temporer dan pembalikannya; √
(4) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan perubahan
tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan yang baru; √
(5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tidak diakui sebelumnya
atau perbedaan temporer suatu periode lalu yang digunakan untuk mengurangi
√
beban pajak kini dan beban pajak tangguhan;
(6) beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau pembalikan Catatan 11
penurunan sebelumnya atas aset pajak tangguhan; dan
(7) jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan kebijakan akuntansi dan √
kesalahan yang diperhitungkan dalam laporan laba rugi komprehensif,
dikarenakan tidak dapat diperlakukan secara retrospektif;
b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait dengan transaksi yang dibebankan √
√
atau dikreditkan langsung ke ekuitas;
c) jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan komprehensif
lain, kecuali untuk bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi
dan/atau Ventura Bersama;
d) penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba akuntansi dalam
satu atau kedua bentuk berikut ini:
(1) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi √
dengan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar perhitungan
tarif pajak yang berlaku; atau
(2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak yang berlaku, √
dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku;
e) penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan perbandingan dengan √
tarif pajak yang berlaku pada periode akuntansi sebelumnya;
√
f) jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer yang dapat
dikurangkan dan rugi pajak belum dikompensasi yang tidak diakui sebagai aset √
pajak tangguhan dalam laporan keuangan;
Page 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
g) jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan investasi pada entitas anak,
cabang, entitas asosiasi, dan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama atas liabilitas √
pajak tangguhan yang belum diakui;
h) rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara sebagai berikut:
(1) laba sebelum pajak menurut akuntansi;
(2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dirinci); dan √
(3) laba kena pajak; √
i) perhitungan beban dan liabilitas pajak kini dengan menerapkan tarif pajak sesuai √
dengan ketentuan perundang-undangan pajak yang berlaku;
j) pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian
SPT Tahunan PPh Badan; √
k) setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis rugi pajak yang belum
Catatan 11
dikompensasi: √
(1) jumlah aset dan liabilitas pajak tangguhan yang diakui pada laporan posisi
keuangan untuk periode sajian; dan
(2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui dalam laba rugi,
apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan jumlah aset atau
liabilitas pajak tangguhan yang diakui dalam laporan posisi keuangan; √
l) beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan:
(1) keuntungan atau kerugian atas penghentian; dan √
(2) laba rugi dari kegiatan normal atas operasi yang dihentikan selama periode, √
bersama dengan jumlah terkait untuk setiap periode sajian;
m) jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen kepada pemegang saham √
Perusahaan yang diusulkan atau diumumkan sebelum Laporan Keuangan Diotorisasi
untuk Terbit namun tidak diakui sebagai Liabilitas dalam laporan keuangan;
n) uraian jumlah perubahan pada jumlah pengakuan untuk aset pajak tangguhan √
praakuisisi apabila Perusahaan adalah pihak pengakuisisi dalam suatu kombinasi
bisnis;
o) peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak tangguhan
wajib diakui apabila manfaat pajak tangguhan yang diperoleh dari kombinasi bisnis √
tidak diakui pada tanggal akuisisi tetapi diakui setelah tanggal akuisisi; dan
p) jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung pengakuan atas
aset pajak tangguhan, apabila: √
(1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi laba kena pajak
mendatang lebih besar dari laba pembalikan perbedaan temporer kena pajak
yang telah ada; dan √
(2) entitas mengalami kerugian pada periode kini atau periode sebelumnya yang √
Page 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
mengakibatkan diakuinya aset pajak tangguhan terkait.
21) Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumlah yang digunakan sebagai pembilang dalam penghitungan laba per saham dasar
dan dilusian, dan rekonsiliasi jumlah tersebut terhadap laba atau rugi yang dapat √ Catatan 2x
diatribusikan kepada entitas induk untuk periode tersebut. Rekonsiliasi tersebut
mencakup dampak individual dari setiap jenis instrumen yang mempengaruhi laba
per saham;
b) jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai penyebut dalam
penghitungan laba per saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi penyebut √
tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak individual dari setiap jenis
instrumen yang mempengaruhi laba per saham;
c) instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan secara kontinjen) yang berpotensi
mendilusi laba per saham dasar di masa depan, namun tidak dimasukkan dalam
penghitungan laba per saham dilusian karena instrumen tersebut bersifat antidilutif √
untuk periode sajian;
d) penjelasan transaksi saham biasa atau transaksi instrumen berpotensi saham biasa,
selain yang dihitung sesuai dengan SAK yang berlaku, yang terjadi setelah periode
pelaporan dan akan secara signifikan mengubah jumlah saham biasa atau instrumen
berpotensi saham biasa yang beredar pada akhir periode tersebut seandainya √
transaksi dimaksud terjadi sebelum akhir periode pelaporan; dan
e) laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi yang dihentikan.
√
22) Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo dengan pihak berelasi, yang
jumlahnya:
√
(1) lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) untuk transaksi dengan
orang atau anggota keluarga terdekat; dan/atau Catatan 41
(2) lebih dari 0,5% (nol koma lima perseratus) dari modal disetor untuk transaksi √
dengan entitas berelasi.
b) terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat meliputi
nama, sifat dan hubungan dengan pihak berelasi serta informasi tentang √
transaksi dan saldo dengan pihak dimaksud;
c) terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi meliputi sifat dan hubungan dengan
pihak-pihak berelasi serta informasi mengenai transaksi dan saldo, termasuk
komitmen, yang diperlukan untuk memahami potensi dampak hubungan tersebut
Page 94
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dalam laporan keuangan, paling kurang:
(1) jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap total pendapatan dan beban
√ Catatan 41
terkait;
(2) jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset atau Liabilitas,
termasuk komitmen, dan: √
(a) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat jaminan, dan
sifat imbalan yang akan diberikan, untuk penyelesaian; dan
(b) rincian garansi yang diberikan atau diterima;
(3) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian
penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang √
terkait dengan jumlah saldo piutang usaha dan piutang pihak berelasi non-
usaha; dan
√
(4) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai, jika
dilakukan pembentukan;
d) pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) dan b)
dilakukan secara terpisah untuk masing-masing kategori berikut:
√
(1) entitas induk; Catatan 41 & Catatan 3 pada
laporan entitas induk saja
(2) entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh Signifikan terhadap
entitas;
(3) entitas anak;
(4) entitas asosiasi;
(5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer;
(6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas induknya; dan
(7) pihak-pihak berelasi lainnya.
e) seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota atau kelompok √ Catatan 41
direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan, dan
manajemen kunci lainnya untuk masing-masing kategori berikut:
(1) imbalan kerja jangka pendek;
(2) imbalan pascakerja;
(3) imbalan kerja jangka panjang lainnya;
(4) pesangon pemutusan kontrak kerja; dan
(5) pembayaran berbasis saham.
f) untuk entitas berelasi dengan pemerintah :
Catatan 41
(1) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat hubungannya dengan √
Perusahaan;
Page 95
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) sifat dan jumlah setiap transaksi yang secara individual signifikan; dan
√ Dirincian masing-masing
(3) untuk transaksi lainnya yang secara kolektif, tetapi tidak secara individual,
signifikan, indikasi secara kuantitatif atau kualitatif atas luasnya transaksi √ pos pihak berelasi
tersebut.
23) Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing
a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata uang fungsional. √
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing serta ekuivalennya Catatan 39
dalam mata uang fungsional; √
(2) posisi neto dari aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing;
(3) rincian kontrak valuta berjangka dan ekuivalen dalam mata uang fungsional;
(4) jumlah selisih kurs yang diakui dalam laba rugi, kecuali untuk selisih kurs √
√
yang
timbul pada instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
dan
√
(5) selisih kurs neto diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan diakumulasikan
dalam komponen ekuitas yang terpisah, serta rekonsiliasi selisih kurs tersebut
pada awal dan akhir periode.
√
24) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang diakui atau dibalik selama periode tertentu
untuk suatu aset individual, termasuk goodwill atau suatu unit penghasil kas:
(1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau pembalikan rugi
√
penurunan nilai;
(2) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi selama periode tersebut
dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang didalamnya tercakup rugi √ Catatan 8,14,15
penurunan nilai; √
(3) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi selama
periode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang di dalamnya
tercakup rugi penurunan nilai yang dibalik; √
(4) goodwill yang telah diakui rugi penurunan nilainya;
(5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui dalam pendapatan √
komprehensif lain selama periode tersebut; dan
(6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui dalam √
pendapatan komprehensif lain selama periode tersebut.
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan untuk setiap √
kelompok aset.
√
Page 96
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
25) Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan Kesalahan
Periode Lalu
a) Perubahan Estimasi Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi; √ Catatan 3
(2) jumlah perubahan estimasi yang berdampak pada periode berjalan; dan
√
(3) perkiraan dampak estimasi pada periode mendatang. Dalam hal jumlah
dampak pada periode mendatang tidak praktis, fakta tersebut harus
diungkapkan. √
b) Perubahan Kebijakan Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi;
(2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru memberikan informasi yang andal √
dan relevan; Catatan 2b
√
(3) jumlah penyesuaian untuk periode berjalan dan setiap periode lalu sajian:
(a) setiap pos laporan keuangan yang terpengaruh; dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian;
√
(4) jumlah penyesuaian yang terkait dengan periode-periode sebelum periode yang
disajikan. Dalam hal tidak praktis dilakukan, maka diungkapkan alasannya; √
dan
(5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis untuk suatu √
periode tertentu atau untuk periode-periode sebelum periode-periode tersebut
disajikan dan tanggal dimulainya perubahan kebijakan akuntansi.
c) Kesalahan Periode Lalu
Yang harus diungkapkan antara lain : √
(1) sifat dari kesalahan periode lalu;
√
(2) jumlah koreksi untuk setiap periode sajian:
(a) bagi setiap pos laporan keuangan; dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian; √
(3) jumlah koreksi pada awal periode sajian paling awal; dan √
(4) keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak praktis dilakukan dan
penjelasan mengenai cara dan waktu dilakukannya koreksi apabila penyajian
kembali retrospektif tidak praktis. √
Page 97
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
26) Kombinasi Bisnis
a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap kombinasi
bisnis yang terjadi selama periode pelaporan, yaitu:
(1) nama dan penjelasan tentang pihak yang diakuisisi;
√
(2) tanggal akuisisi;
(3) biaya terkait akuisisi, di luar biaya penerbitan Efek utang dan Efek ekuitas,
√
periode berjalan, dan akumulasinya untuk masing-masing kombinasi bisnis; √
(4) persentase kepentingan ekuitas berhak suara yang diperoleh;
(5) alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang cara pihak √
pengakuisisi memperoleh Pengendalian atas pihak yang diakuisisi;
(6) penjelasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill yang diakui;
√
(7) Nilai Wajar pada saat tanggal akuisisi atas total imbalan yang dialihkan dan Nilai
Wajar tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama imbalan; √
(8) kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset indemnifikasi:
(a) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi; √
(b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan jumlah pembayaran;
dan
(c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika apabila kisaran tidak
dapat diestimasikan maka fakta dan alasan mengapa kisaran tersebut √
tidak dapat diestimasikan. Dalam hal jumlah maksimum pembayaran tidak √
terbatas, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan fakta tersebut;
(9) Perusahaan harus mengungkapkan piutang yang diperoleh berdasarkan
kelompok utama piutang, misalnya pinjaman yang diberikan, sewa pembiayaan
langsung, dan kelompok piutang lain, yaitu sebagai berikut: √
(a) Nilai Wajar piutang;
(b) jumlah piutang bruto kontraktual; dan √
(c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi atas jumlah arus kas kontraktual √
yang diperkirakan tidak tertagih;
√
(10) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama Aset
yang diperoleh dan Liabilitas yang diambil alih;
(11) setiap liabilitas kontinjensi yang diakui pada Nilai Wajar: √
(a) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat arus keluar
sumber daya ekonomi terjadi; √
(b) indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar tersebut. Dalam hal
√
Page 98
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
diperlukan, Perusahaan harus mengungkapkan asumsi utama yang
mendasari prakiraan peristiwa masa depan; dan
(c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan
jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut;
√
(12) dalam hal liabilitas kontinjensi tidak diakui karena Nilai Wajarnya tidak dapat
diukur secara andal, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan:
(a) informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 huruf b) angka (4)
terkait perikatan dan kontijensi; dan √
(b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur secara andal;
(13) dalam hal pembelian dengan diskon:
√
(a) jumlah keuntungan yang diakui dan pos dalam laporan laba rugi
komprehensif dimana keuntungan tersebut diakui; dan
(b) penjelasan tentang alasan transaksi tersebut menghasilkan keuntungan;
(14) setiap kombinasi bisnis dimana pihak pengakuisisi memiliki kurang dari 100%
√
(seratus perseratus) dari kepentingan ekuitas pihak yang diakuisisi pada
tanggal akuisisi:
√
(a) jumlah dari kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi, yang
diakui pada tanggal akuisisi dan dasar pengukurannya; dan
√
(b) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan dalam penentuan
nilai tersebut, untuk setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang
diakuisisi yang diukur pada Nilai Wajar; √
(15) dalam hal suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap:
(a) Nilai Wajar pada tanggal akuisisi atas kepentingan ekuitas pihak yang
diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi segera sebelum tanggal √
akuisisi; dan
(b) jumlah keuntungan atau kerugian yang diakui sebagai hasil dari
pengukuran kembali Nilai Wajar dari kepentingan ekuitas pada pihak
yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi sebelum kombinasi
√
bisnis dan pos dalam laporan laba rugi komprehensif untuk mengakui
keuntungan atau kerugian tersebut;
(16) Informasi sebagai berikut: √
(a) jumlah pendapatan dan laba atau rugi dari pihak yang diakuisisi sejak
tanggal akuisisi yang dimasukkan dalam laporan laba rugi
komprehensif pada periode pelaporan; dan
√
(b) pendapatan dan laba atau rugi dari entitas hasil penggabungan untuk
periode pelaporan berjalan seolah-olah tanggal akuisisi untuk semua
Page 99
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
kombinasi bisnis yang terjadi selama tahun berjalan telah diperhitungkan
sejak awal periode pelaporan.
b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada periode sekarang dan periode
sebelumnya, Perusahaan yang menjadi pihak pengakuisisi wajib mengungkapkan
informasi berikut untuk setiap kombinasi bisnis yang material atau secara kolektif
material:
(1) dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai untuk Aset,
Liabilitas, kepentingan nonpengendali tertentu atau jenis imbalan dan jumlah
yang diakui dalam laporan keuangan kombinasi bisnis sehingga ditentukan
√
hanya bersifat penyisihan, maka diungkapkan:
(a) alasan akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai; √
(b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekuitas atau jenis imbalan yang akuntansi
awalnya belum selesai; dan √
(c) sifat dan jumlah dari setiap penyesuaian periode pengukuran yang diakui
selama periode pelaporan
(2) setiap periode pelaporan setelah tanggal akuisisi sampai dengan Perusahaan
mendapatkan, menjual atau kehilangan hak atas aset imbalan kontinjensi,
atau sampai dengan Perusahaan menyelesaikan liabilitas imbalan kontinjensi
atau liabilitas tersebut dibatalkan atau lewat waktu, maka diungkapkan: √
(a) setiap perubahan dalam jumlah yang diakui, termasuk setiap perbedaan
yang timbul selama penyelesaian;
√
(b) setiap perubahan dalam kisaran hasil (tidak didiskonto) dan alasan
perubahan tersebut; dan
(c) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan untuk mengukur √
imbalan kontinjensi;
(3) liabilitas kontinjensi yang diakui dalam kombinasi bisnis, jika ada;
(4) rekonsiliasi atas nilai tercatat goodwill pada awal dan akhir periode pelaporan; √
(5) jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau kerugianyang diakui pada √
periode pelaporan yang:
(a) terkait dengan aset teridentifikasi yang diperoleh atau liabilitas yang √
diambil-alih dalam kombinasi bisnis pada periode pelaporan berjalan √
atau periode pelaporan sebelumnya; dan
(b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang diungkapkan untuk memahami
laporan keuangan Perusahaan hasil penggabungan; √
c) pernyataan kesesuaian dengan peraturan Bapepam dan LK dalam
pelaksanaan transaksi kombinasi bisnis; dan
Page 100
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan, sehubungan
dengan perolehan atas entitas anak dan unit bisnis lainnya selama suatu periode:
(1) jumlah harga yang dibayarkan;
√
(2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas;
(3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya apabila
√
Pengendalian diperoleh; dan √
(4) jumlah aset dan liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau
bisnis lainnya apabila Pengendalian diperoleh, diikhtisarkan berdasarkan
kategori utamanya.
√
27) Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) pengungkapan pada level segmen;
(1) informasi umum, yang terdiri dari:
(a) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk mengidentifikasi √
segmen dilaporkan; dan
(b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan dari setiap segmen
√
dilaporkan;
(2) informasi mengenai laba atau rugi segmen, termasuk pendapatan dan beban
tertentu, aset segmen, dan liabilitas segmen dari segmen dilaporkan, serta
dasar pengukurannya; Catatan 42
√
(3) rekonsiliasi dari total pendapatan segmen, ukuran laba atau rugi segmen
dilaporkan, aset segmen, liabilitas segmen, dan unsur segmen material
lainnya terhadap jumlah yang terkait dalam laporan keuangan Perusahaan;
b) pengungkapan pada level entitas √
(1) Informasi produk dan jasa
Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan jasa atau
setiap kelompok produk dan jasa yang serupa.
(2) Informasi wilayah geografis
√
(a) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan kepada:
i. negara domisili Perusahaan; dan
ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memperoleh √
pendapatan. Dalam hal pendapatan dari suatu negara asing secara
individual jumlahnya material, pendapatan tersebut diungkapkan secara
terpisah, termasuk dasar pengatribusian pendapatannya kepada negara
Page 101
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
tersebut secara individual.
(b) Aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak yang ditangguhkan,
aset imbalan pascakerja, dan hak yang terjadi akibat kontrak asuransi yang
√
berlokasi di:
i. negara domisili Perusahaan; dan
ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memiliki aset.
Dalam hal aset dari suatu negara asing secara individual jumlahnya
material, maka aset tersebut diungkapkan secara terpisah.
(3) Informasi pelanggan utama
Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan pelanggan eksternal tunggal
mencapai 10% (sepuluh perseratus) atau lebih dari pendapatan konsolidasi, √
Perusahaan harus mengungkapkan:
(a) fakta;
(b) total pendapatan dari setiap pelanggan; dan
(c) identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut.
28) Operasi yang Dihentikan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang alasan operasi dihentikan;
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada √
pelepasan yang diharapkan, cara, dan waktu pelepasan dari aset dan liabilitas
operasi √
yang dihentikan; dan
(3) pengaruh dari operasi yang dihentikan terhadap segmen yang dilaporkan dari
aset tidak lancar atau kelompok lepasan disajikan sesuai SAK yang berlaku. √
b) Yang harus diungkapkan atas informasi terkait dengan laba (rugi) operasi yang
dihentikan, antara lain:
(1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif meliputi:
(a) pendapatan, beban, dan laba atau rugi sebelum pajak dari operasi yang
dihentikan dan beban pajak penghasilan yang terkait; dan
√
(b) laba atau rugi yang diakui dalam pengukuran ke Nilai Wajar setelah
dikurangi biaya untuk menjual atau pelepasan aset atau kelompok lepasan
yang terkait dengan operasi yang dihentikan dan beban pajak
penghasilan yang terkait;
√
(2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan dari operasi yang dihentikan; dan √
(3) jumlah penghasilan dari operasi yang dilanjutkan dan operasi yang
dihentikan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk.
√
Page 102
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
29) Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat
a) Perusahaan wajib mengelompokkan instrumen derivatif sesuai dengan tujuannya,
yaitu untuk lindung nilai atau tujuan lainnya (non lindung nilai), seperti untuk tujuan
spekulasi; √
b) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan instrumen derivatif wajib
mengungkapkan untuk setiap kontrak instrumen derivatif dalam kelompok klasifikasi
lindung nilai dan kelompok non lindung nilai:
(1) hakikat dan sifat dari transaksi, berupa transaksi berjangka dalam bentuk
valuta, bunga, komoditas atau lain-lain; √
(2) pihak lawan transaksi (counterparties);
(3) tanggal jatuh tempo;
√
(4) nilai keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar pada tanggal laporan posisi
keuangan;
(5) beban atau Pendapatan pada periode pelaporan; √
(6) pos Aset dan/atau Liabilitas yang dilindung nilai; dan
√
(7) persyaratan penting lainnya.
c) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi derivatif dan strategi √
untuk mencapai tujuan tersebut;
√
(2) Kebijakan manajemen risiko untuk setiap klasifikasi lindung nilai, termasuk
penjelasan mengenai Aset dan/atau Liabilitas dan jenis transaksi yang √
dilindung nilai; dan
(3) Bagi instrumen yang tidak dimaksudkan sebagai suatu lindung nilai, disebutkan
tujuannya. √
√
√
30) Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Yang harus diungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan liabilitas
keuangan antara lain:
Catatan 47
a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan Liabilitas tersebut dengan cara yang
memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nilai tercatat dalam laporan √
posisi keuangan; dan
b) hierarki, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam menentukan Nilai Wajar
aset keuangan dan liabilitas keuangan.
√
Page 103
31) Dividen
Yang harus diungkapkan antara lain: Catatan 29
a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah dideklarasikan dan √
dibayarkan sebagai distribusi kepada pemilik pada periode pelaporan;
b) jumlah utang dividen untuk:
√
Page 104
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) periode pelaporan, dan
(2) periode sebelumnya;
c) jumlah dividen dan dividen per saham yang diusulkan atau dideklarasikan setelah
periode pelaporan tetapi sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan dan tidak
diakui sebagai Liabilitas kepada pemilik pada akhir periode pelaporan; dan
√
d) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui.
√
32) Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah agregat dari liabilitas kontinjensi dengan jumlah liabilitas kontinjensi lainnya
secara terpisah;
√
b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait dengan bagian partisipasinya dalam
Ventura Bersama secara terpisah dari komitmen lainnya;
c) daftar dan penjelasan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama yang signifikan
√
dan bagian partisipasi kepemilikan dalam pengendalian bersama entitas; dan
d) dalam hal Ventura Bersama diakui dalam pengendalian bersama entitas, agar √
ditambahkan pengungkapan tambahan tentang:
(1) metode yang digunakan untuk mengakui bagian partisipasinya; dan
(2) jumlah agregat setiap aset lancar, aset tidak lancar, liabilitas jangka pendek,
liabilitas jangka panjang, penghasilan dan beban yang terkait dengan bagian
partisipasinya dalam Ventura Bersama. √
√
33) Perikatan dan Kontinjensi
a) Perikatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perikatan yang meliputi:
(a) perjanjian sewa, keagenan dan distribusi, bantuan manajemen dan teknis,
royalti, dan lisensi, diungkapkan:
i. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian; √
ii. periode berlakunya perikatan;
√
iii. dasar penentuan kompensasi dan denda;
iv. jumlah beban atau pendapatan pada periode pelaporan; dan
√
v. pembatasan-pembatasan lainnya; √
(b) kontrak atau perjanjian yang memerlukan penggunaan dana di masa yang √
akan datang, seperti: pembangunan pabrik, perjanjian pembelian, ikatan √ Catatan 43
untuk investasi, diungkapkan:
Page 105
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
i. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian;
√
ii. periode berlakunya perikatan;
√
iii. nilai keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah direalisasi; dan Catatan 43
iv. sanksi-sanksi; √
(2) pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan: √
(a) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan, yang dipisahkan
antara pihak berelasi dan pihak ketiga untuk pihak yang dijamin; √
(b) latar belakang dikeluarkannya jaminan
(c) periode berlakunya jaminan; dan √ Catatan 22
(d) nilai jaminan;
√
(3) fasilitas kredit yang belum digunakan, misalnya fasilitas L/C, cerukan bank; dan
(4) uraian mengenai sifat, jenis, jumlah dan batasan-batasannya
√
b) Kontinjensi √
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perkara atau sengketa hukum, √
Catatan 44
diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang terkait; √
(b) jumlah yang diperkarakan; √
(c) latar belakang, isi dan status perkaradan pendapat hukum (legal opinion);
dan
√
(d) dampak keuangan;
(2) Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan, misalnya masalah
lingkungan hidup, diungkapkan uraian singkat tentang peraturan dan estimasi √
dampak keuangannya;
(3) kemungkinan liabilitas pajak tambahan:
Catatan 44
(a) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun pajak serta jumlah √
pokok dan denda atau bunganya; dan
(b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan atau tagihan pajak (keberatan atau √
banding);
(4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang diungkapkan antara lain: √
(a) karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi;
√
(b) estimasi dari dampak keuangannya;
(c) indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus √
Page 106
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
keluar sumber daya; dan
(d) kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga. √
34) Khusus Industri Perkebunan
Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma;
√
b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama;
c) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan; √
d) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak dalam kerjasama; √
e) Ketentuan tentang perbahan perjanjian kerjasama;
dan f) Isi perubahan perjanjian, jika ada.
√
√
√
35) Manajemen Risiko Keuangan
a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna
laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko yang timbul dari
instrumen keuangan, serta kebijakan dalam pengelolaan risiko, termasuk, namun
tidak terbatas pada risiko sebagai berikut:
(1) risiko kredit, antara lain ikhtisar analisis umur aset keuangan yang belum jatuh
tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan yang lewat jatuh tempo pada √ Catatan 46
akhir periode pelaporan tetapi tidak mengalami penurunan nilai;
(2) risiko likuiditas, antara lain:
(a) analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan derivatif dan nonderivatif yang √
menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual yang bertujuan untuk
pemahaman terhadap periode arus kas; dan
(b) deskripsi mengenai cara Perusahaan mengelola risiko likuiditas;
(3) risiko pasar, antara lain analisis sensitivitas untuk setiap jenis risiko pasar dimana
entitas terdampak pada akhir periode pelaporan, yang menunjukkan dampak √
perubahan pada variabel risiko yang relevan pada tanggal tersebut terhadap laba
rugi dan ekuitas; dan
(4) risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan.
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri dari pengungkapan √
kualitatif dan pengungkapan kuantitatif untuk setiap jenis risiko yang timbul dari
instrumen keuangan.
√
Page 107
36) Khusus Industri Perbankan
a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada tanggal laporan √
Page 108
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
posisi keuangan;
(2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia; dan
√
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR.
√
b) Posisi Devisa Neto
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis mata uang pada tanggal
laporan posisi keuangan; √
(2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia;
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan posisi devisa neto.
√
c) Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum
√
Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi jaminan atas
dana pihak ketiga di bank.
d) Aktivitas Fiduciary
Yang harus diungkapkan antara lain uraian masing-masing aktivitas fiduciaryyang
√
meliputi jasa kustodian, wali amanat, pengelolaan investasi dan reksadana.
√
37) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus diungkapkan antara lain uraian mengenai kegiatan kuasi-reorganisasi
yang meliputi:
a) Jumlah saldo negatif yang dieliminasi dalam laporan posisi keuangan dan jumlah
tersebut disajikan selama tiga tahun berurutan sejak kuasi-reorganisasi; √
b) Status going concern perusahaan dan rencana manajemen dan pemegang saham
setelah kuasi-reorganisasi yang menggambarkan prospek usaha di masa mendatang;
√
c) Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah
kuasi- reorganisasi;
d) Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih penilaian Aset dan liabilitas sebelum √
digunakan untuk mengeliminasi defisit; dan
e) Keterangan tentang tanggal terjadinya kuasi-reorganisasi pada akun saldo laba
√
dalam laporan posisi keuangan untuk jangka waktu 10 tahun ke depan sejak kuasi-
reorganisasi.
√
38) Pengelolaan Modal
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses Perusahaan dalam mengelola √
Page 109
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
permodalannya, termasuk:
(1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal;
√
(2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam hal Perusahaan diharuskan
untuk memenuhi persyaratan permodalan yang disyaratkan oleh pihak √
eksternal; dan
(3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengelola permodalannya; √
b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai modal;
c) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari periode sebelumnya; √
d) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan dari pihak
eksternal (jika ada); dan
√
e) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak eksternal, √
apabila terjadi ketidakpatuhan.
√
39) Transaksi Nonkas
Yang harus diungkapkan antara lain :
Transaksi pada aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan
Catatan 40
Kas dan Setara Kas yang tidak termasuk dalam laporan arus kas. √
Transaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset secara kredit atau sewa
pembiayaan, akuisisi melalui penerbitan saham, dan konversi utang menjadi modal.
√
40) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jumlah Liabilitas atas pembayaran berbasis saham baik untuk jangka pendek
ataupun jangka panjang; √
b) penjelasan mengenai setiap jenis perjanjian pembayaran berbasis saham yang ada
pada suatu periode, termasuk syarat dan ketentuan umum setiap perjanjian,
seperti kondisi vesting, jangka waktu maksimum atas opsi yang diberikan, dan √
metode penyelesaian;
c) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi saham untuk setiap kelompok
opsi saham;
√
d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama periode, rata-rata tertimbang harga saham
pada tanggal eksekusi atau selama periode pelaporan;
e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak untuk opsi saham √
yang beredar pada akhir periode;
f) penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan paling kurang hal-hal sebagai
√
berikut:
(1) opsi yang diberikan selama suatu periode, rata-rata tertimbang Nilai Wajar √
Page 110
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
opsi tersebut pada tanggal pengukuran dan informasi tentang bagaimana Nilai
Wajar tersebut diukur; dan
(2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar instrumen ekuitas tersebut pada
tanggal pengukuran, dan informasi tentang pengukuran Nilai Wajar tersebut √
untuk instrumen ekuitas lain yang diberikan selama suatu periode (yaitu selain
opsi saham);
g) dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi Perusahaan dalam
suatu periode dan terhadap posisi keuangannya. √
41) Khusus Industri Asuransi:
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Analisis Kekayaan;
(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas; √
(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi; √
(4) Tingkat solvabilitas yang dicapai perusahaan per tanggal pelaporan; dan
√
(5) Jumlah investasi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas.
√
√
42) Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah
Hal-hal yang harus diungkapkan:
a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah; √
b) Jenis Akad Asuransi Syariah;
√
c) Rincian Aset, Liabilitas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransi Syariah;
dan
d) Zakat. √
√
43) Informasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari:
a) Kontrak reasuransi;
b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya; √ √
Catatan 45
c) Rasio keuangan penting;
d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting; dan √
e) Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi kinerja atau kelangsungan
hidup perusahaan.
√
√
Page 111
44) Khusus Industri Kehutanan :
a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu); √
Page 112
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Pemenuhan liabilitas terhadap negara seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH dan iuran wajib
√
lainnya;
c) Realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan penanaman
kembali hutan alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan hutan, penanaman √
tanah kosong dan usaha lainnya untuk kelestarian alam);
d) Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan biayanya;
e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanaman pada periode √
berjalan dan akumulasinya; dan
f) Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana :
√
(1) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan serta pemeliharaannya; dan
(2) Jenis jalan yang dibangun pada periode berjalan dan akumulasinya.
√
√
45) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) dalam hal Perusahaan menerima informasi setelah periode pelaporan tentang kondisi
yang ada pada akhir periode pelaporan, maka Perusahaan memutakhirkan √
pengungkapan kondisi tersebut sesuai dengan informasi terkini; dan
contoh peristiwa setelah periode pelaporan yang mensyaratkan entitas untuk
menyesuaikan jumlah yang diakui dalam laporan keuangannya, atau untuk
mengakui peristiwa yang sebelumnya tidak diakui:
b) dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesuai yang material setelah periode pelaporan,
maka Perusahaan mengungkapkan uraian peristiwa, misalnya:
(1) tanggal terjadinya; √
(2) sifat peristiwa; dan
(3) estimasi atas dampak keuangan, atau pernyataan dan alasan bahwa estimasi
tersebut tidak dapat dibuat.
Page 113
46) Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan yang
Terkait dengan Aktivitas Perusahaan
Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan yang terkait
dengan aktivitas Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapi belum efektif berlaku, Yang
harus diungkapkan antara lain:
Catatan 2b
a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut;
b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan kebijakan akuntansi;
√
c) tanggal penerapan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan; dan √
d) pembahasan mengenai dampak penerapan awal SAK dan peraturan baru atas laporan √
√
Page 114
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
keuangan atau pernyataan manajemen bahwa dampak tersebut tidak dapat
diketahui atau diestimasi secara wajar.
47) Reklasifikasi
a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos-pos dalam
laporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
(1) sifat reklasifikasi; √
(2) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang direklasifikasi;
dan
(3) alasan reklasifikasi.
√
b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan:
√
(1) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut; dan
(2) sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika jumlah tersebut direklasifikasi.
√
√
√
48) Hibah Pemerintah
Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal Catatan 27
sebagai berikut:
a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan dan
indikasi bentuk lain dari bantuan pemerintah; dan √
b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain yang melekat atas bantuan
pemerintah yang telah diakui. √
Page 115
49) Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara Lain
a) Ketentuan ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun laporan keuangan dengan √
menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk memenuhi persyaratan
otoritas pasar modal di negara lain atau dalam rangka penawaran Efek di negara
lain.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar akuntansi di negara lain;
(2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan posisi keuangan beserta √
penjelasannya; dan
√
(3) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan laba rugi komprehensif
beserta penjelasannya.
c) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan oleh otoritas pasar modal di negara lain untuk √
melakukan pengungkapan tambahan mengikuti ketentuan yang berlaku di negara
√
Page 116
Page 117
Page 118
PT Angkasa Pura I dan entitas anaknya/and its subsidiaries Laporan keuangan konsolidasian tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut/ Consolidated financial statements as of June 30, 2023 and for the year then ended
Page 119
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
TANGGAL 30 JUNI 2023 AS OF JUNE 30, 2023
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA AND FOR THE YEAR THEN ENDED
TANGGAL TERSEBUT
Halaman/
Page
Daftar Isi Table of Contents
Surat Pernyataan Direksi Directors’ statement
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2 Consolidated Statement of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Consolidated Statement of Profit or Loss
Komprehensif Lain Konsolidasian 3-4 and Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 5 Consolidated Statement of Changes in Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasian 6 Consolidated Statement of Cash Flows
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 7-110 Notes to the Consolidated Financial Statements
Informasi Keuangan Entitas Induk Financial Information of the Parent Entity
Laporan Posisi Keuangan 1-3 Statement of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Statement of Profit or Loss
Komprehensif Lain 4-5 and Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas 6 Statement of Changes in Equity
Laporan Arus Kas 7 Statement of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan 8-9 Notes to the Financial Statements
************************
Page 120
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
30 Juni/ 31 Desember/
June 30 Catatan/ December 31
2023 Notes 2022
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 3.231.558.712 2e,2f,2g,2h,4,41 2.220.931.962 Cash and cash equivalents
Investasi jangka pendek 75.993.694 2e,2f,2h,5,41 103.557.146 Short-term investment
Piutang usaha, bersih Trade receivables, net
Pihak berelasi 130.851.594 2d,2e,2h,6,41 120.571.001 Related parties
Pihak ketiga 418.201.812 2e,2h,6 420.236.888 Third parties
Piutang lain-lain, bersih 11.298.970 2h,7,42 11.964.730 Other receivables, net
Persediaan 26.379.543 2i,8 23.305.927 Inventories
Uang muka dan beban dibayar di muka 91.377.531 2j,9 32.185.603 Advances and prepaid expense
Pendapatan yang masih harus diterima 303.539.421 2h,10 215.956.659 Accrued revenues
Pajak dibayar di muka 187.655.880 2t,11 35.949.276 Prepaid taxes
Aset lancar lainnya 70.372.360 12 32.102.490 Other current assets
TOTAL ASET LANCAR 4.547.229.517 3.216.761.682 TOTAL CURRENT ASSETS
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Piutang pihak berelasi, neto 54.162.433 2e,2f,2h,6,41 54.162.433 Due from related parties, net
Estimasi tagihan pajak 89.654.414 2s,11 93.328.694 Estimated claims for refundable tax
Aset pajak tangguhan 1.637.221.142 2s,11 1.637.221.142 Deferred tax assets
Uang muka dan biaya dibayar di muka Non-current advances and
jangka panjang 2i,9 prepaid expense
Investasi jangka panjang 326.254.992 2h,2k,13 312.988.683 Long-term investments
Properti investasi, bersih 115.827.042 2l, 14 117.962.172 Investment property, net
Aset tetap, bersih 34.898.622.621 2m,2o,15 35.448.530.088 Fixed assets, net
Aset takberwujud, bersih 32.802.985 2n,16 74.020.721 Intangible assets, net
Aset hak guna 182.169.193 2s,17 174.475.510 Right of use assets
Aset tidak lancar lainnya 7.592.150 5.889.705 Other non-current assets
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 37.344.306.972 37.918.579.148 TOTAL NON-CURRENT ASSETS
TOTAL ASET 41.891.536.489 41.135.340.830 TOTAL ASSETS
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir The accompanying notes to the consolidated financial statements form
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan an integral part of these consolidated financial statements
keuangan konsolidasian ini secara keseluruhan taken as a whole
Page 121
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
30 Juni/ 31 Desember/
June 30 Catatan/ December 31
2023 Notes 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Utang usaha 2h, 2f Trade payables
Pihak berelasi 374.648.226 2e,2h,19,41 317.678.670 Related parties
Pihak ketiga 222.112.600 2h,19 242.920.437 Third parties
Utang lain-lain 535.453.005 2h,21,41 783.146.141 Other payables
Pendapatan diterima di muka 173.627.306 2q,20 105.055.901 Unearned revenues
Beban akrual 903.537.223 2h,2p,18 780.539.735 Accrued expenses
Utang pajak 155.367.878 2t,11 96.332.982 Tax payables
Utang bank jangka pendek 107.285.344 2h,22 107.285.344 Short-term bank loans
Liabiltas imbalan kerja karyawan Short-term employee
Jangka pendek 9.936.799 2h,2r,25 17.722.473 benefit liabilities
Bagian jangka pendek pinjaman Current maturities of long-term loans :
jangka panjang :
Liabilitas sewa jangka pendek 14.316.325 2h,2s,17 14.447.941 Short-term lease liabilities
Utang bank 30.236.595 2e,2h,2o,22,42 36.235.992 Bank loans
Utang obligasi dan sukuk 444.000.000 2e,2h,2o,23 444.000.000 Bonds payable and sukuk
TOTAL LIABILITAS
JANGKA PENDEK 2.970.521.301 2.945.365.616 TOTAL CURRENT LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES
Pinjaman jangka panjang Long-term loans
Utang bank jangka panjang 23.215.469.620 2h,22 23.217.820.773 Long-term bank loans
Utang obligasi dan sukuk ijarah 3.271.527.429 2h,23 3.270.623.013 Bonds payable and sukuk ijarah
Utang sewa pembiayaan - Financial-lease
Utang jangka panjang lainnya 1.786.194.750 24 1.338.016.953 Other long-term liabilities
Liabilitas imbalan kerja karyawan 704.083.722 2r,25 811.993.496 Employee benefits liabilities
Liabilitas pajak tangguhan - 2t,11 - Deferred tax liabilities
Liabilitas sewa jangka panjang 239.780.387 2s,17 188.457.940 Long-term lease liabilities
TOTAL LIABILITAS
JANGKA PANJANG 29.217.055.908 28.826.912.175 TOTAL NON-CURRENT LIABILITIES
TOTAL LIABILITAS 32.187.577.209 31.772.277.791 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS EQUITY
Ekuitas yang dapat diatribusikan Equity attributable to the owner of
kepada pemilik entitas induk the parent entity
Modal saham 6.414.412.000 26 6.414.412.000 Shares capital
Modal dasar 12.000.000 saham Authorized capital 12,000,000 shares
terbagi atas 1 saham Seri A Dwiwarna divided into 1 Series A Dwiwarna share
dan 11.999.999 saham Seri B and 11,999,999 Series B Shares
dengan nilai nominal Rp1.000.000 with par value of Rp1,000,000
(angka penuh) per saham (full amount) per share
Modal ditempatkan disetor Issued and fully paid-
penuh - 6.414.412 saham 6,414,412 shares
terbagi atas 1 saham Seri A Dwiwarna divided into 1 Series A Dwiwarna share
dan 6.414.411 saham Seri B and 6,414,411 Series B Shares
Tambahan Modal Disetor 16.424.662 26 16.424.662 Additional Paid in Capital
Penyertaan modal negara 22.963.207 27 22.963.207 Government capital investment
Book value of fixed assets
Nilai buku aset tetap kenavigasian on navigation from government
dari penyertaan modal negara (37.004.793) (37.004.793) capital investment
28 Accumulated depreciation of
Akumulasi penyusutan aset tetap navigation fixed assets
kenavigasian dari BPYBDS 408.393.524 408.393.524 from BPYBDS
Saldo laba 28 Retained earnings
Dicadangkan 9.225.382.339 9.225.382.339 Approriated
Belum dicadangkan (6.044.745.061) 29 (6.384.573.496) Unappropriated
Penghasilan komprehensif lain (305.727.848) 29 (306.845.986) Other compherensive income
Ekuitas yang dapat diatribusikan Equity attributable to owner of
kepada pemilik entitas induk 9.700.098.030 9.359.151.457 the parent entity
Kepentingan nonpengendali 3.861.250 3.911.582 Non-controlling interests
TOTAL EKUITAS 9.703.959.280 30 9.363.063.039 TOTAL EQUITY
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 41.891.536.489 41.135.340.830 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir The accompanying notes to the consolidated financial statements form
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan an integral part of these consolidated financial statements
keuangan konsolidasian ini secara keseluruhan taken as a whole
Page 122
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN LABA RUGI DAN KOMPREHENSIF LAIN CONSOLIDATED STATEMENT OF
KONSOLIDASIAN COMPREHENSIVE INCOME
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 For the Period Ended June 30, 2023 and 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Tahun yang berakhir pada Tanggal 30 Juni/
Year ended June 30,
Catatan/
2023 Notes 2022
PENDAPATAN USAHA OPERATING REVENUES
Pendapatan aeronautika 2.522.266.920 2u, 31 1.181.038.070 Aeronautical revenues
Pendapatan non-aeronautika 1.711.707.926 2u, 31 997.899.874 Non-aeronautical revenues
TOTAL 4.233.974.846 2.178.937.944 TOTAL
BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES
Beban operasional bandara (1.526.042.432) 2u, 32 (1.402.284.219) Airport operation expenses
Beban pegawai (1.087.120.157) 2u, 33 (836.292.091) Employee expenses
Beban umum dan administrasi (498.811.936) 2u, 34 (364.392.188) General and administrative expenses
Beban pemasaran (15.779.810) (4.038.313) Marketing expenses
Penghasilan lain-lain 78.581.726 2u, 35 162.397.372 Other income
Beban lain-lain (18.617.090) 2u, 36 (34.473.044) Other expenses
LABA (RUGI) USAHA 1.166.185.147 (300.144.539) OPERATING PROFIT (LOSS)
Penghasilan keuangan 29.375.215 37 22.123.593 Finance income
Beban keuangan (825.782.543) 38 (827.119.600) Finance costs
Bagian laba entitas asosiasi 14.590.188 2k,13 (7.579.012) Equity income of associate entities
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK FINAL PROFIT (LOSS) BEFORE FINAL TAX
DAN PAJAK PENGHASILAN AND CORPORATE
BADAN 384.368.007 (1.112.719.558) INCOME TAX
Beban pajak final (44.558.495) 2t (24.485.929) Final tax expense
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PROFIT (LOSS) BEFORE
PENGHASILAN BADAN 339.809.512 (1.137.205.487) CORPORATE INCOME TAX
MANFAAT PAJAK CORPORATE
PENGHASILAN BADAN, BERSIH - 2t, 11 - INCOME TAX BENEFIT, NET
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 339.809.512 (1.137.205.487) PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir The accompanying notes to the consolidated financial statements form
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan an integral part of these consolidated financial statements
keuangan konsolidasian ini secara keseluruhan taken as a whole
Page 123
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN LABA RUGI DAN KOMPREHENSIF LAIN CONSOLIDATED STATEMENT OF
KONSOLIDASIAN COMPREHENSIVE INCOME
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 For the Period Ended June 30, 2023 and 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Tahun yang berakhir pada Tanggal 30 Juni/
Year ended June 30,
Catatan/
2023 Notes 2022
LABA (RUGI) OTHER COMPREHENSIVE
KOMPREHENSIF LAIN PROFIT (LOSS)
Pos yang akan Item that will be
direklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit or loss
Perubahan nilai wajar aset keuangan Changes in fair value of available-
tersedia untuk dijual 588.085 6d (4.399.272) for-sale financial assets
Pos-pos yang tidak akan Items that will not be
direklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit or loss
Rugi komprehensif Comprehensive loss
entitas asosiasi - - of associate entities
Laba (rugi) aktuarial imbalan Actuarial gain (loss) on
kerja 530.053 353.474 employee benefits
PENGHASILAN (RUGI) OTHER COMPREHENSIVE
KOMPREHENSIF LAIN INCOME (LOSS)
TAHUN BERJALAN FOR THE YEAR
SETELAH PAJAK 1.118.138 (4.045.798) AFTER TAX
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE
TAHUN BERJALAN 340.927.650 (1.141.251.285) PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR
Laba(rugi) tahun berjalan yang dapat Profit (loss) for the year
diatribusikan kepada: attributable to:
Pemilik entitas induk 339.828.437 (1.137.190.839) The owner of parent entity
Kepentingan nonpengendali (18.925) (14.648) Non-controlling interest
Total 339.809.512 (1.137.205.487) Total
Total laba (rugi) komprehensif Total comprehensive
tahun berjalan yang profit (loss) for the year
dapat diatribusikan kepada: attributable to:
Pemilik entitas induk 340.946.575 (1.141.236.637) The owner of parent entity
Kepentingan nonpengendali (18.925) (14.648) Non-controlling interest
Total 340.927.650 (1.141.251.285) Total
Laba per saham dasar Basic earnings per share
(angka penuh) 52.976 2x (177.289) (full amount)
Laba per saham dilusian Diluted earnings per share
(angka penuh) 52.787 2x (176.657) (full amount)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir The accompanying notes to the consolidated financial statements form
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan an integral part of these consolidated financial statements
keuangan konsolidasian ini secara keseluruhan taken as a whole
Page 124
PT ANGKASA PURA I DAN ENTITAS ANAK PT ANGKASA PURA I AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN SHAREHOLDERS EQUITY
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 For the period ended June 30, 2023 and 2022
(Dinyatakan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in thousands rupiah, unless otherwise stated)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk / Equity Attributable to The Owner of Parent Entity
Pengaruh Pengalihan Aset Kenavigation / Saldo Laba / Retained Earnings
Akumulasi Kepentingan
Modal Saham - Penyertaan
Tambahan Nilai Buku Aset Penyusutan Aset Penghasilan Non-
Ditempatkan dan Modal
Catatan / Modal Disetor Tetap Tetap Kenavigasian Komprehensif Lain Pengendali / Jumlah Ekuitas /
Disetor Penuh / Pemerintah / Belum
Notes / Additional Kenavigasian / dari BPYBDS/ Dicadangkan / Jumlah / / Other Jumlah / Total Non- Total Equity
Shares Capital - Government Dicadangkan /
Paid-in Book Value of Accumulated Appropriated Total Compherensive controlling
Issued and Fully Capital Un-appropriated
Capital Navigation Fixed Depreciation of Fixed Income interests
Paid Investment
Assets Assets on navigation
from BPYBDS
Saldo per 31 Desember 2021 6.414.412.000 16.424.662 22.963.207 (37.004.793) 408.393.524 9.225.382.339 (5.572.370.454) 3.653.011.885 (417.317.280) 10.060.883.205 3.733.168 10.064.616.373 Balance as of December 31, 2021
Pembagian deviden - - - - - - - - - - - - Dividend declared
Cadangan - - - - - - - - - - - - General reserves
Rugi komprehensif entitas asosiasi - - - - - - - - - - - - Comprehensive loss of associated
Rugi aktuarial imbalan kerja karyawan - - - - - - - - 353.476 353.476 353.476 Actuarial loss on employee benefits
Perubahan nilai wajar aset keuangan Change in fair value of available-for-sale
tersedia untuk dijual - - - - - - - - (4.399.272) (4.399.272) - (4.399.272) financial assets
Rugi tahun berjalan - - - - - - (1.137.205.493) (1.137.205.493) - (1.137.205.493) 14.648 (1.137.190.845) Loss for the year
Saldo per 30 Juni 2022 6.414.412.000 16.424.662 22.963.207 (37.004.793) 408.393.524 9.225.382.339 (6.709.575.947) 2.515.806.392 (421.363.076) 8.919.631.916 3.747.816 8.923.379.732 Balance as of June 30, 2022
Saldo per 31 Desember 2022 6.414.412.000 16.424.662 22.963.207 (37.004.793) 408.393.524 9.225.382.339 (6.384.573.493) 2.840.808.846 (306.845.986) 9.359.151.460 3.911.582 9.363.063.042 Balance as of December 31, 2022
Pembagian deviden - - - - - Dividend declared
Cadangan - - - - - - - - - - - - General reserves
Rugi komprehensif entitas asosiasi - - - - - - - - - - - - Comprehensive loss of associated
Rugi aktuarial imbalan kerja karyawan - - - - - - - - 530.053 530.053 - 530.053 Actuarial loss on employee benefits
Perubahan nilai wajar aset keuangan Change in fair value of available-for-sale
tersedia untuk dijual - - - - - - - - 588.085 588.085 - 588.085 financial assets
Laba tahun berjalan - - - - - - 339.828.432 339.828.432 - 339.828.432 (50.331) 339.778.101 Profit for the year
Saldo per 30 Juni 2023 6.414.412.000 16.424.662 22.963.207 (37.004.793) 408.393.524 9.225.382.339 (6.044.745.061) 3.180.637.278 (305.727.848) 9.700.098.030 3.861.251 9.703.959.281 Balance as of June 30, 2023
5
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes to the consolidated financial statements
tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. form an integral part of these consolidated financial statements.
Page 125
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOW
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 For the Period Ended June 30, 2023 and 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Tahun yang berakhir pada Tanggal 30 Juni/
Year ended June 30,
Catatan/
2023 Notes 2022
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS OPERASI OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan dari pelanggan 4.331.547.395 2.240.567.525 Cash received from customers
Pembayaran kas kepada pemasok, Cash payment to suppliers,
kontraktor, pihak ketiga lainnya contractor, other third parties
dan karyawan (2.449.572.762) (1.670.277.811) and employees
Pembayaran beban bunga (412.209.446) (564.858.617) Payment of interest expense
Penerimaan bunga deposito dan jasa giro 39.348.134 18.569.276 Interest receipt of deposit and current account
Penerimaan (pembayaran) pajak (200.096.149) 902.281.638 Tax (receipt) payment
Kas bersih yang diperoleh dari Net cash provided by
aktivitas operasi 1.309.017.172 926.282.011 operating activities
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS INVESTASI INVESTING ACTIVITIES
Pengeluaran / penerimaan untuk Payment / receive for
Investasi jangka pendek 28.230.075 (12.191.073) short-term investments
Pengeluaran untuk investasi Payment for long-term
jangka panjang 1.299.599 investments
Penambahan aset tetap (299.875.579) (378.128.226) Increase of fixed assets
Penerimaan atas penjualan aset tetap - - Proceed from sales of fixed assets
Kas bersih yang digunakan untuk Net cash used in
aktivitas investasi (270.345.905) (390.319.299) investing activities
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES
Penerimaan pinjaman bank 2.000.000 39.243.764 Proceed on bank loan
Penerbitan obligasi dan sukuk ijarah - Proceed from bonds payable and sukuk ijarah
Pembayaran pinjaman bank, obligasi dan sukuk (16.829.898) (75.719.237) Payment on bank loan, bond payable and sukuk
Pembayaran dividen kepada entitas non-pengendali Dividend payment to non-controlling interest entity
Pembayaran liabilitas sewa (5.764.411) (13.393.710) Lease liabilities payment
Kas bersih yang diperoleh dari Net cash provided (used) by
(digunakan) aktivitas pendanaan (20.594.309) (49.869.183) financing activities
Dampak bersih perubahan nilai tukar Net effect of exchange rate changes
atas kas dan setara kas (7.450.207) 6.316.641 on cash and cash equivalents
PENURUNAN BERSIH NET DECREASE IN
KAS DAN SETARA KAS 1.010.626.751 492.410.170 CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
AWAL TAHUN 2.220.931.961 4 1.273.303.657 AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
AKHIR TAHUN 3.231.558.712 4 1.765.713.827 AT END OF YEAR
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir The accompanying notes to the consolidated financial statements form
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan an integral part of these consolidated financial statements
keuangan konsolidasian ini secara keseluruhan taken as a whole
Page 126
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. UMUM 1. GENERAL
a. Pendirian Perusahaan a. The Company's Establishment
PT Angkasa Pura I ("Perusahaan") pertama kali didirikan dalam bentuk Perusahaan Negara PT Angkasa Pura I ("the Company") was first established as a State Company by the name of
dengan nama Perusahaan Negara (PN) Angkasa Pura Kemayoran berdasarkan Peraturan the State Enterprise (PN) Angkasa Pura Kemayoran by the Indonesian Government
Pemerintah Republik Indonesia (PP) No. 33 Tahun 1962 tentang Pendirian Perusahaan Regulation (PP) No. 33 Year 1962 on the Establishment of the State Enterprise (PN) Angkasa
Negara (PN) Angkasa Pura Kemayoran. Berdasarkan PP No. 21 Tahun 1965 tentang Pura Kemayoran. Based on the PP No. 21 Year 1965 on the Amendment and Supplement to
Perubahan dan Tambahan PP No. 33 Tahun 1962, PN Angkasa Pura Kemayoran berubah Government Regulation No. 33 Year 1962, PN Angkasa Pura Kemayoran changed its name
nama menjadi PN Angkasa Pura. Selanjutnya, berdasarkan PP No. 37 Tahun 1974 tentang to PN Angkasa Pura. Furthermore, based on the PP No. 37 Year 1974 on Public Company
Perusahaan Umum Angkasa Pura, PN Angkasa Pura dilanjutkan berdirinya dan ditetapkan Angkasa Pura, PN Angkasa Pura continues its establishment and set its business form into
bentuk usahanya menjadi Perusahaan Umum (Perum) sebagaimana dimaksud dalam Pasal Public Corporation (Perum) as defined in Article 2 paragraph (2) of Law No. 9 Year 1969,
2 ayat (2) Undang-undang No. 9 Tahun 1969, dengan nama Perusahaan Umum (Perum) under the name Public Corporation (Perum) "Angkasa Pura".
“Angkasa Pura”.
In the framework of the division of management of airports, Perum Angkasa Pura as
Dalam rangka pembagian wilayah pengelolaan bandar udara, Perum Angkasa Pura stipulated in PP No. 3 Year 1985 was renamed to the Perum Angkasa Pura I based on the PP
sebagaimana dimaksud dalam PP No. 3 Tahun 1985 diubah namanya menjadi Perum No. 25 Year 1986. Furthermore, based on PP No. 5 Year 1992 on the Conversion of Perum
Angkasa Pura berdasarkan PP No. 25 Tahun 1986. Selanjutnya berdasarkan PP No. 5 Angkasa Pura I into a Limited Company (Persero) ("PP No. 5/1992"), the legal entity of
Tahun 1992 tentang Pengalihan Bentuk Perum Angkasa Pura I menjadi Perusahaan Perum Angkasa Pura I is converted into a Limited Company (PT). With the conversion of
Perseroan (Persero) (“PP No.5/1992”), bentuk badan hukum Perum Angkasa Pura I diubah Perum Angkasa Pura I into a Limited Company (Persero), Perum Angkasa Pura I is liquidated
menjadi Perseroan Terbatas (PT). Dengan dialihkannya bentuk Perum Angkasa Pura I at the time of the establishment of the Company (Persero) with the provision that all rights and
menjadi Perusahaan Perseroan (Persero), Perum Angkasa Pura I dinyatakan bubar pada obligations, property and employees of General Company (Perum) Angkasa Pura I, which
saat pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) tersebut dengan ketentuan bahwa segala existed at the time of its liquidation are transferred to the Company (Persero).
hak dan kewajiban, kekayaan serta pegawai Perum Angkasa Pura I yang ada pada saat
pembubarannya beralih kepada Perusahaan Perseroan (Persero) yang bersangkutan. The Company started its operations since the transfer of legal status from the General
Company into a Limited Company (PT) in 1993.
Perusahaan mulai beroperasi sejak dialihkannya status hukum dari Perum menjadi bentuk
usaha Perseroan Terbatas (PT) tahun 1993.
Dalam rangka pelaksanaan PP No. 5/1992 ditandatangani Akta Pendirian Perseroan In the implementation of PP No. 5/1992 the Deed of Establishment of a Limited Liability
Terbatas Angkasa Pura I (Persero) No. 1 tanggal 2 Januari 1993, sebagaimana diperbaiki Company Angkasa Pura I (Persero) No. 1 dated January 2, 1993 was signed, as corrected by
dengan Akta Pembetulan No. 95 tanggal 19 Maret 1993 keduanya dibuat di hadapan Muhani Deed of Rectification No.95 dated March 19, 1993, both made by Muhani Salim S.H, Notary in
Salim S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman Jakarta, which has been approved by the Ministry of Justice by Decree No. C2-
berdasarkan Keputusan No. C2-2470.HT.01.01. th.93 tanggal 24 April 1993 dan telah 2470.HT.01.01. th.93 dated April 24, 1993 and was registered at the Central Jakarta District
didaftarkan pada Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 1370/1993 tanggal 19 Court No. 1370/1993 dated May 19, 1993 and was published in the State Gazette of the
Mei 1993 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 52 tanggal 29 Republic of Indonesia No.52 dated June 29, 1993, the Official Gazette of the Republic of
Juni 1993, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 2914. Indonesia No. 2914.
Anggaran Dasar Perusahaan beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan The Company's Article of Association has been amended several times, lastly based on Deed
Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perusahaan No. 66 tanggal 15 of The Company's Shareholders Decision No. 66 dated December 15, 2021 regarding change
Desember 2021 mengenai perubahan nama Perusahaan dan struktur pemegang saham of the Company's name and the Company's shareholder structure. Such Amendment of
Perusahaan. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Kementerian Hukum Association has been approved by the Ministry of Law and Human Right dated January 13,
dan Hak Asasi Manusia tanggal 13 Januari 2022. 2022.
Berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, kegiatan utama Perusahaan adalah Based on article 3 of the Company’s Articles of Association, its main activities are conducting
menyelenggarakan usaha jasa kebandarudaraan dan pelayanan jasa terkait bandar udara airport service business and other related businesses in conformity with business principles of
dan usaha-usaha lainnya yang mempunyai hubungan dengan usaha tersebut sesuai dengan a Limited Company.
prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.
Perusahaan dapat pula mendirikan atau menjalankan perusahaan lainnya yang mempunyai The Company may also establish other entities or undertake other ventures related to those
hubungan dengan usaha tersebut di atas baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama business activities either individually or in partnership with other parties provided that those
dengan badan lain sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan are permissible under the prevailing laws and regulations and the Company's articles of
yang berlaku dan sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar Perusahan. association.
Berdasarkan PP No. 77 Tahun 2012 Tentang Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan
Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI), jasa pelayanan penerbangan tidak dikelola oleh Based on PP No. 77 Year 2012 Regarding Perum of Lembaga Penyelenggara Pelayanan
Perusahaan sejak tanggal 16 Januari 2013. Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI), aviation services are not managed by the
Company since January 16, 2013.
Berdasarkan PP No. 104 Tahun 2021 tanggal 6 Oktober 2021 tentang Penambahan
Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Based on PP No. 104 year 2021 dated October 6, 2021 regarding Additional State Capital
Perseroan (Persero) PT Aviasi Pariwisata Indonesia, seluruh saham Seri B miliki Negara Injection of the Republic of Indonesia to Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aviasi
Republik Indonesia pada Perusahaan sebanyak 6.414.411 saham dialihkan ke PT Aviasi Pariwisata Indonesia, all B series shares of the Company owned by the State Republic of
Pariwisata Indonesia (Persero). Pengalihan saham tersebut menyebabkan status Indonesia of 6,414,411 shares were transferred to PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero).
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Angkasa Pura I berubah menjadi Perseroan Terbatas. Such transfer change the status of Perusahaan Perseroan (Persero) PT Angkasa Pura I into
Limited Company.
Induk Perusahaan adalah PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) dan induk terakhir
Perusahaan adalah Pemerintah Republik Indonesia. The Company's parent is PT Aviasi Pariwista Indonesia (Persero and the Company;s ultimate
parent is the Government of the Republic of Indonesia.
Page 127
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
a. Pendirian Perusahaan (lanjutan) a. The Company's Establishment (continued)
Perusahaan berkantor pusat di Kemayoran, Jakarta dan sampai dengan 31 Desember 2022, The Company is headquartered in Kemayoran, Jakarta and until December 31, 2022,
Bandara yang dikelola oleh Perusahaan sebanyak 15 sesuai Keputusan Menteri Airports managed by the Company are as many as 15 according to Decree of the Minister of
Perhubungan No. KM 197 Tahun 2021 tentang Perusahaan sebagai Badan Usaha Bandar Communication No. KM 197 Year 2021 regarding the Company as Airport Business Entity
Udara (BUBU) yaitu: (BUBU) is:
1) Bandara/Airport I Gusti Ngurah Rai (DPS) - Bali
2) Bandara/Airport Juanda (SUB) - Surabaya
3) Bandara/Airport Sultan Hasanuddin (UPG) - Makassar
4) Bandara/Airport Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (BPN) - Balikpapan
5) Bandara/Airport Frans Kaisiepo (BIK) - Biak
6) Bandara/Airport Sam Ratulangi (MDC) - Manado
7) Bandara/Airport Adi Sutjipto (JOG) - Yogyakarta
8) Bandara/Airport Adi Soemarmo (SOC) - Surakarta
9) Bandara/Airport Syamsudin Noor (BDJ) - Banjarmasin
10) Bandara/Airport Pattimura (AMQ) - Ambon
11) Bandara/Airport Jenderal Ahmad Yani (SRG) - Semarang
12) Bandara/Airport Zainuddin Abdul Madjid (LOP) – Praya
13) Bandara/Airport El Tari (KOE) – Kupang
14) Bandara/Airport Yogyakarta (YIA) – Kulonprogo
15) Bandara/Airport Sentani (DJJ) - Jayapura
Berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Negara Pada Unit Based on the Cooperation Agreement on Utilization of State Property at the Sentani Airport
Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Sentani tanggal 13 Oktober 2019, Perusahaan akan Operational Unit dated October 13, 2019, the Company will manage and develop the Sentani
mengelola dan melakukan pengembangan atas Bandar Udara Sentani sejak 1 Januari 2020 Airport from 1 January 2020 to 31 December 2049 (Note 44h).
sampai dengan 31 Desember 2049 (Catatan 44h).
In addition, the Company's business expansion is done by establishing subsidiaries (Note
Selain itu, ekspansi usaha Perusahaan dilakukan dengan pembentukan entitas anak 1c).
(Catatan 1c).
b. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit, dan Karyawan b. Board of Commissioners and Directors, Audit Committee and Employees
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 The compositions of the Company’s Board of Commissioners and Directors as of June
Desember 2022 adalah sebagai berikut: 30, 2023 and December 31, 2022 are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama Djoko Sasono Djoko Sasono President Commissioner
Komisaris Independen Erwan Agus Purwanto Erwan Agus Purwanto Independent Commissioner
Komisaris Independen Irfan Wahid Irfan Wahid Independent Commissioner
Komisaris Independen Tri Budi Satriyo Tri Budi Satriyo Independent Commissioner
Komisaris Hidayat Amir Hidayat Amir Commissioner
Komisaris Danang Parikesit Danang Parikesit Commissioner
Komisaris Elen Setiadi Elen Setiadi Commissioner
Direksi Directors
Direktur Utama Faik Fahmi Faik Fahmi President Director
Direktur Teknik Lukman F. Laisa Lukman F. Laisa Technical Director
Direktur Operasi MMA. Indah Preastutty MMA. Indah Preastutty Operation Director
Direktur Keuangan Finance and Risk
dan Manajemen Risiko Yudi Rizky Ardie Yudi Rizky Ardie Management Director
Direktur Human Capital Israwadi Israwadi Human Capital Director
Direktur Komersial dan Pelayanan Dendi T. Danianto Dendi T. Danianto Commercial and Service Director
Berdasarkan Akta Notaris Nanda Fauz Iwan, SH., M.Kn., No. 04 tanggal 22 Mei 2023, Based on Notarial Deed Nanda Fauz Iwan, SH., M.Kn., No. 04 dated May 22, 2023,
mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Direksi PT Angkasa Pura I, regarding Dismissal and Appointment of Members of the Directors PT Angkasa Pura I, The
Perusahaan mengangkat Puan MMA Indah Preastuty sebagai Direktur Operasi PT Angkasa Company appointed Mrs. MMA Indah Preastuty as Operation Director of PT Angkasa Pura I,
Pura I menggantikan Tuan Wendo Asrul Rose. Akta notaris tersebut telah diberitahukan replacing Mr. Wendo Asrul Rose. The deed has been reported to Ministry of Law and Human
kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan memperoleh Rights of the Republic of Indonesia and has been acknowledged through its letter of
surat penerimaan pemberitahuan No. AHU-AH.01.09-0119360 tanggal 22 Mei 2023. knowledgement No. AHU-AH.01.09-0119360 dated May 22, 2023.
Berdasarkan Akta Notaris Nanda Fauz Iwan, SH., M.Kn., No. 05 tanggal 12 Desember Based on Notarial Deed Nanda Fauz Iwan, SH., M.Kn., No. 05 dated December 12, 2022,
2022, mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris PT Angkasa Pura I, Perusahaan regarding changes to the composition of the Board of Commissioner PT Angkasa Pura I, The
mengangkat Tuan Hidayat Amir sebagai Komisaris menggantikan Tuan Wempi Saputra. Company appointed Mr. Hidayat Amir as commissioner replacing Mr. Wempi Saputra. The
Akta notaris tersebut telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi deed has been reported to Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia
Manusia Republik Indonesia dan memperoleh surat penerimaan pemberitahuan No. AHU- and has been acknowledged through its letter of knowledgement No. AHU-AH.01.09-
AH.01.09-0085655 tanggal 12 Desember 2022. 0085655 dated December 12, 2022.
Berdasarkan Akta Notaris Nanda Fauz Iwan, SH., M.Kn., No. 15 tanggal 22 Desember Based on Notarial Deed Nanda Fauz Iwan, SH., M.Kn., No. 15 dated December 22, 2022,
2022, mengenai Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan regarding The Dismissal, The Changes to The Nomenclature of Governance, The
Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi PT Angkasa Pura I, Perusahaan mengganti Tuan Transference of Responsibility, and The Appointment of the Board of Directors of PT
Dendi Tegar Danianto yang semula Direktur Pengembangan Usaha menjadi Direktur Angkasa Pura I, The Company replaced Mr. Dendi Tegar Danianto who was originally the
Komersial dan Pelayanan dan Tuan Israwadi yang semula sebagai Direktur Kepatuhan, Aset Director of Business Development to become the Director of Commercial and Services and
dan Pengadaan menjadi Direktur Human Capital. Akta notaris tersebut telah diberitahukan Mr. Israwadi who was originally the Director of Compliance, Assets and Procurement to
kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan memperoleh become the Director of Human Capital. The deed has been reported to Ministry of Law and
surat penerimaan pemberitahuan No. AHU-AH.01.09-0090516 tanggal 22 Desember 2022. Human Rights of the Republic of Indonesia and has been acknowledged through its letter of
knowledgement No. AHU-AH.01.09-0090516 dated December 22, 2022.
Page 128
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
a. Pendirian Perusahaan (lanjutan) a. The Company's Establishment (continued)
Berdasarkan Akta Notaris Nanda Fauz Iwan, SH., M.Kn., No. 29 tanggal 20 Januari 2022, Based on Notarial Deed Nanda Fauz Iwan, SH., M.Kn., No. 29 dated January 20, 2022,
mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Direksi PT Angkasa Pura I, regarding Dismissal and Appointment of Members of the Directors PT Angkasa Pura I, The
Perusahaan mengangkat Tuan Yudi Rizky Ardie sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Company appointed Mr. Yudi Rizky Ardie as Finance Director and Risk Management of PT
Risiko PT Angkasa Pura I menggantikan Tuan Andy S. Bratamihardja. Akta notaris tersebut Angkasa Pura I, replacing Mr. Andy S. Bratamihardja. The deed has been reported to
telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia and has been acknowledged
dan memperoleh surat penerimaan pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0047787 tanggal 21 through its letter of knowledgement No. AHU-AH.01.03-0047787 dated January 21, 2022.
Januari 2022.
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni dan 31 Desember 2022 adalah The compositions of the Company’s Audit Committee as of June 30, 2023 and
sebagai berikut: December 31, 2022 are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Ketua Erwan Agus Purwanto Erwan Agus Purwanto Chairman
Wakil Ketua/Anggota Hidayat Amir Hidayat Amir Vice Chairman
Anggota Marta Kurniawan Marta Kurniawan Member
Anggota Prayudi Purba Kesuma Prayudi Purba Kesuma Member
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, jumlah karyawan tetap Kelompok Usaha On June 30, 2023 and December 31, 2022, the number of permanent employees of the
masing-masing sebanyak 9.825 dan 9.884 orang (tidak diaudit). Group are 9,825 and 9,884 respectively (unaudited).
Laporan keuangan konsolidasian PT Angkasa Pura I dan entitas anaknya tanggal 30 Juni The consolidated financial statements of PT Angkasa Pura I and its subsidiaries as of
2023 dan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut diselesaikan dan June 30, 2023 and December 31, 2022 and for six months period ended are completed
diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Juli 2023. Direksi and authorized for issuance on July 31, 2023 by the Company’s Directors. The
Perusahaan yang menandatangani Surat Pernyataan Direksi bertanggung jawab atas Company’s Directors who signed the Directors’ statement are responsible for the fair
penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian tersebut. preparation and presentation of such consolidated financial statements.
c. Entitas anak c. Subsidiaries
Laporan keuangan konsolidasian mencakup akun-akun Perusahaan dan Entitas Anak The consolidated financial statements include the accounts of the Company and its
(selanjutnya disebut “Kelompok Usaha”) berikut ini, dimana Perusahaan mempunyai Subsidiaries (collectively referred to hereafter as “the Group”), over which the
pengendalian: Company has control:
Pendirian dan
Beroperasi
Kegiatan Komersial/Year of
Nama entitas anak/ Usaha/ Establishment Kepemilikan/ Total Aset sebelum Eliminasi/
Name of Principal Domisili/ & Commercial Percentage of Total Asset before Elimination
subsidiaries Activity Domicile Operation Ownership 2023 2022
PT Angkasa Pura Logistik Transportasi Jakarta 2012 99,72% 554.583.979 507.151.161
PT Angkasa Pura Hotel Hotel Jakarta 2012 99,99% 808.369.910 734.402.710
PT Angkasa Pura Properti Properti Jakarta 2012 99,96% 251.828.901 304.076.705
PT Angkasa Pura Suport Jasa Jakarta 2012 99,81% 995.225.010 1.043.766.402
PT Angkasa Pura Retail Trading Jakarta 2014 97,50% 26.653.250 17.897.239
PT Angkasa Pura Logistik (“APL”) PT Angkasa Pura Logistik (“APL”)
APL didirikan berdasarkan Akta Notaris Nanda Fauz Iwan SH, M.Kn No. 01 tanggal 6 APL was established based on the Deed of Notary Nanda Fauz Iwan SH, M.Kn No. 01
Januari 2012 dan telah beberapa kali diubah terakhir dengan Akta No. 20 tanggal 23 Mei dated January 6, 2012 and has been amended several times the latest by Deed No. 20
2014. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik dated May 23, 2014. The Deed has been approved by the Ministry of Law and Human
Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-03158.AH.01.01. Tahun 2012 tanggal 18 Rights of the Republic of Indonesia through Decision Letter No. AHU-03158.AH.01.01.
Januari 2012. Year 2012 dated January 18, 2012.
Anggaran Dasar APL telah beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir diubah dengan The Articles of Association of APL have been amended several times and recently
Akta No. 09 tanggal 29 September 2022. Akta notaris tersebut telah mendapat pengesahan amended by Deed number 09 dated September 29, 2022. The deed has been reported
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor:AHU- to Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia and has been
0200557.AH.01.11 tanggal 7 Oktober 2022. acknowledged through its letter of knowledgement No. AHU-0200557.AH.01.11 dated
October 7, 2022.
Berdasarkan Akta Notaris Nanda Fauz Iwan, SH., M.Kn., No. 03 tanggal 14 Januari 2021, Based on Notarial Deed Nanda Fauz Iwan, SH., M.Kn., No. 03 dated January 14, 2021,
para pemegang saham APL menyetujui penambahan modal dasar APL menjadi APL shareholders approved the addition of APL's authorized capital to Rp725,000,000
Rp725.000.000 yang terbagi dalam 725.000 lembar saham (angka penuh) dengan nilai which is divided into 725,000 shares (full amount) with a nominal value per share of
nominal per sahamnya sebesar Rp1.000.000 (angka penuh) dan modal ditempatkan dan Rp1,000,000 (full amount) and issued and paid-up capital of Rp181,250,000. The deed
disetor sebesar Rp181.250.000. Akta notaris tersebut telah mendapatkan pengesahan has been reported to Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia and
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- has been acknowledged through its letter of knowledgement No. AHU-
0116317.AH.01.11 tanggal 1 Juli 2021. 0116317.AH.01.11 dated July 1, 2021.
The main business of APL based on its Articles of Association, comprises of Collection,
Kegiatan utama APL berdasarkan Anggaran Dasarnya, melingkupi bidang Pengumpulan, Treatment and Disposal of Waste and Garbage as well as Material Recovery Activities,
Pengelolaan dan Pembuangan Limbah dan Sampah serta Aktivitas Pemulihan Material, Special Construction, Land Transportation and Transportation Through Pipelines, Water
Kontruksi Khusus, Angkutan Darat dan Angkutan Melalui Saluran Pipa, Angkutan Perairan, Transportation, Air Transportation, Warehousing and Transportation Support Activities,
Angkutan Udara, Pergudangan dan Aktivitas Penunjang Angkutan, Aktivitas Pos dan Kurir, Post and Courier Activities, Real Estate, Rental and Leasing Activities Without Option
Real Estate, Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, dan Aktivitas Rights, and Activities of Travel Agents, Tour Operators and Other Reservation Services.
Agen Perjalanan, Penyelenggara Tur dan Jasa Reservasi Lainnya.
Page 129
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
c. Entitas anak (lanjutan) c. Subsidiaries (continued)
PT Angkasa Pura Logistik (“APL”) (lanjutan) PT Angkasa Pura Logistik (“APL”) (continued)
Susunan pemegang saham dan kepemilikan saham APL pada tanggal 30 Juni 2023 adalah The details of the shareholders and their share ownerships of APL as of June 30,
sebagai berikut: 2023 are as follows:
Saham Ditempatkan Persentase
Total Saham dan Disetor/ Kepemilikan/
Pemegang Total Shares Share Issued Percentage
saham (Lembar/Shares ) and Fully Paid of Ownership (%) Shareholders
PT Angkasa Pura I 180.750 180.750.000 99,72 PT Angkasa Pura I
Pusat Koperasi Karyawan Pusat Koperasi Karyawan
Angkasa Pura I Angkasa Pura I
(Puskokapura) 500 500.000 0,28 (Puskokapura)
Total 181.250 181.250.000 100,00 Total
PT Angkasa Pura Hotel (“APH”) PT Angkasa Pura Hotel (“APH”)
APH didirikan berdasarkan Akta Notaris Nanda Fauz lwan SH, M.Kn No. 03 tanggal 6 APH was established based on Notarial Deed of Nanda Fauz lwan SH, M.Kn No. 03
Januari 2012 dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik dated January 6, 2012 and has been approved by the Ministry of Law and Human Rights
Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU- 03688.AH.01.01.Tahun 2012 tanggal 20 of the Republic of Indonesia through Decision Letter No. AHU-03688.AH.01.01. Year
Februari 2012. 2012 dated February 20, 2012.
Anggaran Dasar APH telah beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir diubah dengan The Articles of Association of APH have been amended several times and recently
Akta nomor 09 tanggal 31 Oktober 2019. Akta notaris tersebut telah mendapat pengesahan amended by Deed number 09 dated October 31, 2019. The deed has been reported to
Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- Ministry of Law and Human Rights of Republic of Indonesia and has been acknowledged
00090397.AH.01.02 tanggal 5 November 2019. through its letter of knowledgement No. AHU-00090397.AH.01.02 dated November 5,
2019.
Berdasarkan Akta Notaris Nanda Fauz Iwan, SH., M.Kn., No. 16 tanggal 17 Februari 2017, Based on Notarial Deed Nanda Fauz Iwan, SH., M.Kn., No. 16 dated February 17, 2017.
para pemegang saham APH menyetujui penambahan modal dasar APH menjadi APH shareholders approved the addition of APH’s authorized capital to Rp2,000,000,000
Rp2.000.000.000 yang terbagi dalam 2.000.000 saham (angka penuh) dengan nilai nominal which is divided into 2,000,000 shares (full amount) with a nominal value per share of
per sahamnya sebesar Rp1.000.000 (angka penuh) modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp1,000,000 (full amount) and issued and paid-up capital of Rp649,904,789. The deed
Rp649.904.789. Akta notaris tersebut telah mendapat pengesahan Kementrian Hukum dan has been reported to Ministry of Law and Human Rights of Republic of indonesia and
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0005993.AH.01.02 tanggal 10 Maret 2017. has been acknowledged through its letter of knowledgement
No. AHU-0005993.AH.01.02 dated March 10, 2017.
Kegiatan utama APH berdasarkan Anggaran Dasarnya meliputi: The main business of APH based on its Articles of Association including:
a. Di bidang perhotelan meliputi penyediaan kamar menginap, airport hotel, lounge, food and a. In the field of hospitality, it includes the provision of stay rooms, airport hotels,
beverage, travel agent, penyediaan makanan lainnya dan kegiatan usaha yang berkaitan lounges, food and beverage, travel agents, provision of other food and tourism related
dengan kepariwisataan termasuk didalamnya penyediaan ruangan/tempat konvensi, kongres business activities including the provision of convention rooms, conferences and
dan pameran, termasuk pelayanan makan dan minum, pelayanan pencucian pakaian, exhibitions, including food and drink services, washing services clothing, providing
penyediaan fasilitas akomodasi dan pelayanan lain yang diperlukan. accommodation facilities and other services needed.
b. Di bidang jasa meliputi jasa konsultasi bidang perhotelan, jasa management hotel, villa, b. In the field of services include hospitality consulting services, hotel management
jasa pelayanan penumpang di Bandara, jasa pengelolaan hotel, jasa rumah makan/restoran, services, villas, airport passenger services, hotel management services, restaurant/
jasa boga makanan dan minuman termasuk penyediaan makanan dan minuman di dalam restaurant services, food and beverage services including the provision of food and
pesawat terbang. beverages on airplanes.
c. Di bidang perdagangan meliputi perdagangan makanan dan minuman. c. In the field of trade includes trade in food and beverages.
Susunan pemegang saham dan kepemilikan saham APH pada tanggal 30 Juni 2023 adalah The details of the shareholders and their share ownerships of APH as of June 30, 2023
sebagai berikut: are as follows:
Saham Ditempatkan Persentase
Total Saham dan Disetor/ Kepemilikan/
Pemegang Total Shares Share Issued Percentage
saham (Lembar/Shares ) and Fully Paid of Ownership (%) Shareholders
PT Angkasa Pura I 649.864 649.864.789 99,99 PT Angkasa Pura I
Pusat Koperasi Karyawan Pusat Koperasi Karyawan
Angkasa Pura I Angkasa Pura I
(Puskokapura) 40 40.000 0,01 (Puskokapura)
Total 649.904 649.904.789 100,00 Total
Page 130
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
c. Entitas anak (lanjutan) c. Subsidiaries (continued)
PT Angkasa Pura Properti (“APP”) PT Angkasa Pura Properti (“APP”)
APP was established based on Notarial Deed of Nanda Fauz lwan SH, M.Kn., No. 02
APP didirikan berdasarkan Akta Notaris Nanda Fauz lwan SH, M.Kn., No. 02 tanggal 6 dated January 6, 2012 and has been approved by the Ministry of Law and Human Rights
Januari 2012 dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik through its Decision Letter No. AHU- 03704.AH.01.01 Year 2012 dated January 20,
Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU- 03704.AH.01.01 Tahun 2012 tanggal 20 2012. APP’s Article of Association has been amended several times, recently through
Januari 2012. Anggaran Dasar APP telah beberapa kali diubah terakhir berdasarkan Akta Notarial Deed of Nanda Fauz Iwan SH, M.Kn, No. 18 dated January 07, 2022 regarding
Notaris Nanda Fauz lwan SH, M.Kn No. 18 tanggal 07 Januari 2022 tentang Perubahan Purpose and Objectives and Business Activities of PT Angkasa Pura Properti, and which
Anggaran Dasar Mengenai Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha PT Angkasa Pura have been approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of
Properti, dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia through its Decision Letter No. AHU-0002144.AH.01.02. Year 2022 dated
Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0002144.AH.01.02. tahun 2022 tanggal 11 January 11, 2022.
Januari 2022.
The main business of APP based on its Articles of Association is comprised of civil
Kegiatan utama APP berdasarkan Anggaran Dasarnya meliputi konstruksi gedung dan construction and building construction, special construction, wholesale trade, non-car
bangunan sipil, konstruksi khusus, perdagangan besar, bukan mobil dan sepeda motor, real and motorbike, real estate, water management, waste management and recycling,
estate, pengelolaan air, pengelolaan dan daur ulang sampah, aktivitas remediasi dan remediation activities and other waste management, warehousing and transportation
pengelolaan sampah lainnya, pergudangan dan aktivitas penunjang angkutan, pengelolaan support activities, wastewater management, service provider activities for buildings and
air limbah, aktivitas penyedia jasa untuk gedung dan pertamanan, aktivitas olahraga dan landscaping, other sports and recreational activities.
rekreasi lainnya.
APP has authorized capital of Rp168,000,000 divided into 168,000 shares (full amount)
with par value of Rp1,000,000 (full amount) per share issued and fully paid-up capital of
APP memiliki modal dasar sebesar Rp168.000.000 terbagi dalam 168.000 saham (angka Rp168,000,000.
penuh) dengan nilai nominal saham sebesar Rp1.000.000 (angka penuh) dan modal
ditempatkan dan disetor sebesar Rp168.000.000. The details of the shareholders and their share ownerships of APP as of June 30, 2023
are as follows:
Susunan pemegang saham dan kepemilikan saham APP pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
sebagai berikut:
Saham Ditempatkan Persentase
Total Saham dan Disetor/ Kepemilikan/
Pemegang Total Shares Share Issued Percentage
saham (Lembar/Shares ) and Fully Paid of Ownership (%) Shareholders
PT Angkasa Pura I 167.940 167.940.000 99,96 PT Angkasa Pura I
Pusat Koperasi Karyawan Pusat Koperasi Karyawan
Angkasa Pura I Angkasa Pura I
(Puskokapura) 60 60.000 0,04 (Puskokapura)
Total 168.000 168.000.000 100,00 Total
PT Angkasa Pura Suport (“APS”) PT Angkasa Pura Suport (“APS”)
APS didirikan berdasarkan Akta Notaris Nanda Fauz Iwan SH, M.Kn., No. 03 tanggal 9 APS was established based on Notarial Deed of Notary Nanda Fauz Iwan SH, M.Kn.,
Februari 2012 dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. 03 dated February 9, 2012 and has been approved by the Ministry of Law and
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-08735.AH.01.01 Tahun 2012 tanggal Human Rights through its Decision Letter No. AHU-08735.AH.01.01 Year 2012 dated
20 Februari 2012. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah terakhir February 20, 2012. The Article of Association has been amended several times, recently
berdasarkan Akta Notaris Nanda Fauz Iwan SH, M.Kn., No. 10 tanggal 31 Oktober 2019 based on Notarial Deed of Notary Nanda Fauz Iwan SH, M.Kn., No. 10 dated October
tentang Perubahan Anggaran Dasar mengenai Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha 31, 2019 regarding Purpose and Objectives and Business Activities of the Company.
PT Angkasa Pura Suport. Akta tersebut telah disahkan melalui keputusan Menteri Hukum The Deed has been approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0090368.AHA.01.02 Tahun 2019 of Indonesia No. AHU-0090368.AHA.01.02 Year 2019 dated November 5, 2019.
tanggal 5 November 2019.
The main activities of the APS based on its Articles of Association include airport support
services and optimizing the use of company resources to produce high-quality
Kegiatan utama APS berdasarkan Anggaran Dasarnya meliputi jasa pendukung goods/services.
kebandarudaraan serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya perseroan untuk
menghasilkan barang/jasa yang bermutu tinggi. APS has authorized capital of Rp1,000,000,000 divided into 1,000,000 shares (full
amount) with par value of Rp1,000,000 (full amount) per share and issued and fully paid-
APS memiliki modal dasar sebesar Rp1.000.000.000 terbagi dalam 1.000.000 saham (angka up capital of Rp250,480,000.
penuh) dengan nilai nominal saham sebesar Rp1.000.000 (angka penuh) dan modal
ditempatkan dan disetor sebesar Rp250.480.000.
Page 131
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
c. Entitas anak (lanjutan) c. Subsidiaries (continued)
PT Angkasa Pura Suport ("APS") (lanjutan) PT Angkasa Pura Suport ("APS") (continued)
Susunan pemegang saham dan kepemilikan saham APS pada tanggal 30 Juni 2023 adalah The details of the shareholders and their share ownerships of APS as of June 30,
sebagai berikut: 2023 are as follows:
Saham Ditempatkan Persentase
Total Saham dan Disetor/ Kepemilikan/
Pemegang Total Shares Share Issued Percentage
saham (Lembar/Shares ) and Fully Paid of Ownership (%) Shareholders
PT Angkasa Pura I 250.000 250.000.000 99,81 PT Angkasa Pura I
Pusat Koperasi Karyawan Pusat Koperasi Karyawan
Angkasa Pura I Angkasa Pura I
(Puskokapura) 480 480.000 0,19 (Puskokapura)
Total 250.480 250.480.000 100,00 Total
PT Angkasa Pura Retail (“APR”) PT Angkasa Pura Retail (“APR”)
APR didirikan berdasarkan Akta Notaris Nanda Fauz Iwan, S.H, M.Kn., No. 11 tanggal 23 APR was established based on Notarial Deed of Nanda Fauz lwan SH, M.Kn No. 11
September 2014 dan telah disahkan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia dated September 24, 2014 and has been approved by the Ministry of Law and Human
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU- 26401.40.10.2014 Tahun 2014 Rights of the Republic of Indonesia through Decision Letter No. AHU-AH.26401.40.10
tanggal 24 September 2014. year 2014 dated September 24, 2014.
The Article of Association has been amended several times, recently based on Notarial
Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah, terakhir berdasarkan Akta Notaris Deed of Notary Nanda Fauz Iwan SH, M.Kn., No. 06 dated June 10, 2021 regarding
Nanda Fauz Iwan SH, M.Kn., No. 06 tanggal 10 Juni 2021 tentang Perubahan Anggaran Purpose and Objectives and Business Activities of the Company. The Deed has been
Dasar Mengenai Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha Perusahaan. Akta tersebut telah approved by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia No.
disahkan melalui keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0033848.AH.01.02.Tahun 2021 dated June 14, 2021.
AHU-0033848.AH.01.02.Tahun 2021 tanggal 14 Juni 2021.
The main business of APR based on its Articles of Association is comprises of field of
Retail and Food & Beverages management aimed at airport service users.
Kegiatan utama APR berdasarkan Anggaran Dasarnya adalah menjalankan usaha dalam
bidang pengelolaan Retail dan Food & Beverages yang ditujukan kepada para pengguna APR has authorized capital of Rp200,000,000 divided into 200,000 shares (full amount)
jasa bandar udara. with par value of Rp1,000,000 (full amount) per share and issued and fully paid-up
capital of Rp50,000,000.
APR memiliki modal dasar sebesar Rp200.000.000 terbagi dalam 200.000 saham (angka
penuh) dengan nilai nominal saham sebesar Rp1.000.000 (angka penuh) dan modal The details of the shareholders and their share ownerships of APR as of June 30, 2023
ditempatkan dan disetor sebesar Rp50.000.000. are as follows:
Susunan pemegang saham dan kepemilikan saham APR pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
sebagai berikut:
Saham Ditempatkan Persentase
Total Saham dan Disetor/ Kepemilikan/
Pemegang Total Shares Share Issued Percentage
saham (Lembar/Shares ) and Fully Paid of Ownership (%) Shareholders
PT Angkasa Pura I 48.750 48.750.000 97,50 PT Angkasa Pura I
PT Angkasa Pura Hotel 1.250 1.250.000 2,50 PT Angkasa Pura Hotel
Total 50.000 50.000.000 100,00 Total
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan The consolidated financial statements have been prepared in accordance with Indonesian
di Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Financial Accounting Standards (“SAK”), which comprise the Statements and Interpretations
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) dan Peraturan- issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian Institute of
Peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan Accountants (Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia or DSAK IAI)
oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”). and the Regulations and Guidelines on Financial Statement Presentation and Disclosures
issued by Financial Services Authority (Otoritas Jasa Keuangan” or “ OJK”).
These policies have been consistently applied to all periods presented, unless otherwise
Kebijakan ini telah diterapkan secara konsisten terhadap seluruh periode yang disajikan, stated.
kecuali jika dinyatakan lain.
Page 132
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
a. Dasar penyajian laporan keuangan konsolidasian a. Basis of preparation of the consolidated financial statements
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan arus The consolidated financial statements have been prepared on the accrual basis, except for
kas konsolidasian, dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang the consolidated statement of cash flows, using the historical cost concept of accounting,
disebutkan dalam Catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan. except as disclosed in the relevant Notes to the consolidated financial statements herein.
The consolidated statement of cash flows is presented using the direct method by classifying
Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan menggunakan metode langsung yang the receipts and disbursements of cash and cash equivalents into operating, investing and
mengelompokkan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas ke dalam aktivitas financing activities. For the purpose of the consolidated statement of cash flows, cash and
operasi, investasi dan pendanaan. Untuk tujuan penyajian laporan arus kas konsolidasian, cash equivalents include cash on hand and in banks, deposits held at call with banks and
kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank, simpanan yang sewaktu-waktu bisa dicairkan other short-term highly liquid investments with original maturities of 3 (three) months or less,
dan investasi lancar jangka pendek lainnya yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau net of bank overdrafts.
kurang, dikurangi dengan cerukan.
The accounting policies adopted by the Group are consistently applied for the years covered
by the consolidated financial statements, except for new and revised accounting standards
Kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Kelompok Usaha adalah selaras bagi tahun yang as disclosed in the following Note 2b.
dicakup oleh laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk standar akuntansi baru dan
revisi seperti diungkapkan pada Catatan 2b dibawah ini. The Group has prepared the consolidated financial statements on the basis that it will
continue to operate as a going concern.
Kelompok Usaha telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa
Kelompok Usaha akan terus beroperasi secara berkesinambungan. All figures in the consolidated financial statements are rounded and expressed in thousands
of Rupiah (“Rp”), unless otherwise stated.
Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini, dibulatkan dan disajikan dalam
ribuan Rupiah (“Rp”), kecuali dinyatakan lain.
b. Perubahan kebijakan akuntansi b. Changes in accounting principles
Kelompok Usaha menerapkan pertama kali seluruh standar baru dan/atau yang direvisi yang The Group made first time adoption of all the new and/or revised standards effective for the
berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2022, termasuk periods beginning on or after January 1, 2022, including the following revised standards that
standar yang direvisi berikut ini yang mempengaruhi laporan keuangan konsolidasian have affected the consolidated financial statements of the Group:
Kelompok Usaha:
Amandemen PSAK 22: Kombinasi Bisnis - Rujukan ke Kerangka Konseptual Amendments to PSAK 22: Business Combinations - Reference to Conceptual
Frameworks
Amandemen ini mengklarifikasi interaksi antara PSAK 22, PSAK 57, ISAK 30 dan Kerangka These amendments clarify the interactions between PSAK 22, PSAK 57, ISAK 30 and the
Konseptual Pelaporan Keuangan. Secara umum, amandemen PSAK 22: Conceptual Framework of Financial Reporting.In general, the amendments to PSAK 22:
- Menambahkan deskripsi terkait “liabilitas dan liabilitas kontinjensi dalam ruang lingkup - Add a description regarding “liabilities and contingent liabilities within the scope of PSAK
PSAK 57 atau ISAK 30”. 57 or ISAK 30”.
- Mengklarifikasi liabilitas kontinjensi yang telah diakui pada tanggal akuisisi. - Clarify the contingent liabilities recognized at the acquisition date.
- Menambahkan definisi aset kontinjensi dan perlakuan akuntansinya. - Add definition of a contingent asset and its accounting treatment.
Amandemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha. These amendments had no impact on the consolidated financial statements of the Group
Amandemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontijensi, dan Aset Kontijensi tentang Kontrak Amendments to PSAK 57: Provisions, Contingent Liabilities, and Contingent Assets -
Merugi-Biaya Memenuhi Kontrak Onerous Contract Fulfillment Costs
Amandemen PSAK 57 mengatur biaya-biaya untuk memenuhi kontrak merugi terdiri dari The amendments to PSAK 57 regulate the costs to fulfill an onerous contract which consist
biaya yang terkait langsung dengan kontrak, dimana terdiri dari: of costs that are directly related to the contract, which is comprised of:
1. Biaya inkremental untuk memenuhi kontrak tersebut, dan 1. Incremental costs to fulfill the contract, and
2. Alokasi biaya lain yang berhubungan langsung untuk memenuhi kontrak. 2. Allocation of other costs that are directly related to fulfilling the contract.
Amandemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha. These amendments had no impact on the consolidated financial statements of the Group
Penyesuaian Tahunan 2020 - PSAK 71: Instrumen Keuangan 2020 Annual Improvements - PSAK 71: Financial InstrumentsAssets - Onerous Contract
Amandemen ini mengklarifikasi biaya yang diperhitungkan entitas dalam mengevaluasi These amendment clarifies the fees that an entity includes when assessing whether the
apakah persyaratan yang dimodifikasi dari suatu liabilitas keuangan menyebabkan modified terms of a financial liability requires a derecognition of the original financial liability
penghentian pengakuan liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas keuangan baru. and a recognition of a new financial liability. These fees include only those paid or received
Biaya tersebut hanya mencakup yang dibayarkan atau diterima antara peminjam dan between the borrower and the lender, including fees paid or received by either the borrower
pemberi pinjaman, termasuk fee yang dibayarkan atau diterima baik oleh peminjam atau or lender on the other’s behalf.
pemberi pinjaman atas nama pihak lain.
Amandemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha. These amendments had no impact on the consolidated financial statements of the Group
Penyesuaian Tahunan 2020 - PSAK 73: Sewa 2020 Annual Improvements - PSAK 73: Leases
Amandemen terhadap Contoh Ilustrasi 13 yang merupakan bagian dari PSAK 73 The amendment to Example Illustration 13 which is a part of PSAK 73 removes from the
menghilangkan dari contoh ilustrasi penggantian perbaikan properti sewaan oleh pesewa example the illustration of the reimbursement of leasehold improvements by the lessor in
untuk mengatasi potensi kebingungan mengenai perlakuan insentif sewa yang mungkin order to resolve any potential confusion regarding the treatment of lease incentives that
timbul karena cara insentif sewa diilustrasikan dalam contoh tersebut. might arise because of how lease incentives are illustrated in that example.
Amandemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha. These amendments had no impact on the consolidated financial statements of the Group
Page 133
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting principles (continued)
Kelompok Usaha menerapkan pertama kali seluruh standar baru dan/atau yang direvisi yang The Group made first time adoption of all the new and/or revised standards effective for the
berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023, termasuk periods beginning on or after January 1, 2023, including the following revised standards that
standar yang direvisi berikut ini yang mempengaruhi laporan keuangan konsolidasian have affected the consolidated financial statements of the Group:
Kelompok Usaha:
Amandemen PSAK 16: Aset Tetap - Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan Amendments to PSAK 16: Fixed Assets - Proceeds before Intended Use
Amandemen ini tidak memperbolehkan entitas untuk mengurangi suatu hasil penjualan item These amendments prohibit entities to deduct from the cost of an item of fixed assets, any
yang diproduksi saat membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya proceeds from selling items produced while bringing that asset to the location and condition
aset dapat beroperasi sesuai dengan intensi manajemen dari biaya perolehan suatu aset necessary for it to be capable of operating in the manner intended by management. Instead,
tetap. Sebaliknya, entitas mengakui hasil dari penjualan item-item tersebut, dan biaya untuk an entity recognizes the proceeds from selling such items, and the costs of producing those
memproduksi item-item tersebut, dalam laba rugi. items, in the profit or loss.
Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada The amendment is effective for annual reporting periods beginning on or after January 1,
atau setelah 1 Januari 2023 dan diterapkan secara retrospektif untuk aset tetap yang 2023 and shall be applied retrospectively to items of property, plant and equipment made
tersedia untuk digunakan pada atau setelah awal dari periode sajian paling awal dimana available for use on or after the beginning of the earliest period presented when the entity first
entitas pertama kali menerapkan amandemen tersebut. applies the amendment.
Amandemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha. These amendments had no impact on the consolidated financial statements of the Group
Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan Tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Amendments to PSAK 1: Presentation of Financial Statements - Classification of a
Jangka Pendek atau Jangka Panjang Liability as current or non-current
Amandemen ini menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan suatu liabilitas sebagai The amendments specify the requirements for classifying liabilities as current or non-current
jangka pendek atau jangka panjang dan menjelaskan: and clarify:
1. hal yang dimaksud sebagai hak untuk menangguhkan pelunasan, 1. what is meant by a right to defer settlement
2. hak untuk menangguhkan pelunasan harus ada pada akhir periode pelaporan, 2. the right to defer must exist at the end of the reporting period,
3. klasifikasi tersebut tidak dipengaruhi oleh kemungkinan entitas akan menggunakan hak 3. classification is not affected by the likelihood that an entity will exercise its deferral right,
nya untuk menangguhkan liabilitas, dan and
4. hanya jika derivatif melekat pada liabilitas konversi tersebut adalah suatu instrumen 4. only if an embedded derivative in a convertible liability is an equity instrument would the
ekuitas, maka syarat dan ketentuan dari suatu liabilitas konversi tidak akan berdampak terms and conditions of a liability will not impact its classification.
pada klasifikasinya.
Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada The amendments are effective for annual reporting periods beginning on or after
atau setelah 1 Januari 2023 dan diterapkan secara retrospektif. January 1, 2023 and shall be applied retrospectively.
Amandemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha. These amendments had no impact on the consolidated financial statements of the Group
Amandemen PSAK 1: Penyajian laporan keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Amendment of PSAK 1: Presentation of financial statement - Disclosure of accounting
Akuntansi policies
Amandemen ini memberikan panduan dan contoh untuk membantu entitas menerapkan This amendment provides guidance and examples to help entities apply materiality
pertimbangan materialitas dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amandemen tersebut judgements to accounting policy disclosures. The amendment aim to help entities provide
bertujuan untuk membantu entitas menyediakan pengungkapan kebijakan akuntansi yang accounting policy disclosures that are more useful by replacing the requirement for entities to
lebih berguna dengan mengganti persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi disclose their ‘significant’ accounting policies with a requirement to disclose their ‘material’
'signifikan' entitas dengan persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' accounting policies and adding guidance on how entities apply the concept of materiality in
entitas dan menambahkan panduan tentang bagaimana entitas menerapkan konsep making decisions about accounting policy disclosures
materialitas dalam membuat keputusan tentang pengungkapan kebijakan akuntansi.
Amandemen ini berlaku efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023 dengan penerapan The amendment is effective on or after
dini diperkenankan. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak dari amandemen 1 January 2023 with earlier application permitted. The Group is currently assessing the
tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pengungkapan kebijakan akuntansi impact of the amendment to determine the impact they will have on the Group’s accounting
Kelompok Usaha. policy disclosures.
Amandemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan Amendment of PSAK 1: Presentation of financial statement - Disclosure of accounting
terkait Definisi Estimasi Akuntansi policies
Amandemen tersebut memperkenalkan definisi 'estimasi akuntansi' dan mengklarifikasi The amendment introduces a definition of ‘accounting estimates’ and clarify the distinction
perbedaan antara perubahan estimasi akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi dan between changes in accounting estimates and changes in accounting policies and the
koreksi kesalahan. Amandemen tersebut juga mengklarifikasi bagaimana entitas correction of errors. Also, they clarify how entities use measurement techniques and inputs to
menggunakan teknik pengukuran dan input untuk mengembangkan estimasi akuntansi. develop accounting estimates.
Amandemen tersebut berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2023 dan berlaku untuk The amendmen is effective on or after January 1, 2023 and apply to changes in accounting
perubahan kebijakan akuntansi dan perubahan estimasi akuntansi yang terjadi pada atau policies and changes in accounting estimates that occur on or after the start of that period.
setelah awal periode tersebut. Penerapan dini diperkenankan. Kelompok Usaha saat ini Earlier application is permitted. The Group is currently assessing the impact of the
sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap amendment to determine the impact they will have on the Group’s financial reporting.
pelaporan keuangan Kelompok Usaha.
Page 134
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
b. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) b. Changes in accounting principles (continued)
Amandemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Amendment of PSAK 46: Income Taxes - Deferred Tax related to Assets and Liabilities
Liabilitas Yang Timbul Dari Transaksi Tunggal arising from a Single Transaction
Amandemen ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun liabilitas pajak tangguhan This amendment proposes that entities recognize deferred tax assets and liabilities at the
pada saat pengakuan awalnya sebagai contoh dari transaksi sewa, untuk mengeliminasi time of initial recognition, for example from a lease transaction, to eliminate differences in
perbedaan praktik saat ini atas transaksi tersebut dan transaksi lain yang serupa. current practice for such transactions and similar transactions.
Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada The amendments are effective for annual reporting periods beginning on or after January 1,
atau setelah 1 Januari 2023 dengan penerapan dini diperkenankan. Kelompok Usaha saat 2023 with early adoption permitted. The Group is currently assessing the impact of the
ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya amendment to determine the impact they will have on the Group’s financial reporting.
terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha.
c. Prinsip-prinsip konsolidasi c. Principles of consolidation
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas The consolidated financial statements include the financial statements of the Company and
anaknya seperti yang diungkapkan dalam Catatan 1c. its subsidiaries as disclosed in Note 1c.
Entitas anak merupakan semua entitas dimana Perusahaan terekspos atau memiliki hak Subsidiaries are all entities over which the Company is exposed, or has rights, to variable
atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas tersebut dan memiliki returns from its involvement with the entities and has the ability to affect those returns
kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas entitas through its power over the entities. Thus, an entity is considered a subsidiary if and only if the
tersebut. Dengan demikian, suatu entitas dianggap sebagai entitas anak jika dan hanya jika Company has power over the entity, exposure or rights to variable returns from its
Perusahaan memiliki kekuasaan atas entitas tersebut, eksposur atau hak atas imbal hasil involvement with the entity and the ability to use its power over the investee to affect the
variabel dari keterlibatannya dengan entitas tersebut dan kemampuan untuk menggunakan amount of the Company’s returns.
kekuasaannya atas entitas tersebut untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil Perusahaan.
Semua saldo dan transaksi antar entitas yang material, termasuk keuntungan atau kerugian All material intercompany accounts and transactions, including unrealized gains or losses, if
yang belum direalisasi, jika ada, dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil any, are eliminated to reflect the financial position and the results of operations of the Group
operasi Kelompok Usaha sebagai satu kesatuan usaha. Kebijakan akuntansi di entitas anak as a single business entity. Accounting policies of subsidiaries have been changed where
telah diubah seperlunya agar konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh necessary to ensure consistency with the policies adopted by the Group.
Kelompok Usaha.
Subsidiaries are fully consolidated from the date on which control is transferred to the
Entitas anak dikonsolidasikan mulai dari tanggal pengendalian beralih kepada Perusahaan Company. They are deconsolidated from the date on which that control ceases.
dan tidak lagi dikonsolidasikan dari tanggal hilangnya pengendalian.
Kendali diperoleh bila Kelompok Usaha terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel Control is achieved when the Group is exposed, or has rights, to variable returns from its
dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal involvement with the investee and the ability to affect those returns through its power over the
hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Dengan demikian, investor investee. Thus, the Group controls an investee if and only if the Group has the following:
mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini:
i) Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor i) Power over the investee, that is existing rights that give the Group current ability to direct
kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari investee, the relevant activities of the investee,
ii) Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan ii) Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee, and
iii) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi iii) The ability to use its power over the investee to affect its returns.
jumlah imbal hasil.
Bila Kelompok Usaha tidak memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu When the Group has less than a majority of the voting or similar rights of an investee, the
investee, Kelompok Usaha mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan Group considers all relevant facts and circumstances in assessing whether it has power over
dalam mengevaluasi apakah mereka memiliki kekuasaan atas investee, termasuk: an investee, including:
i) Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee, i) The contractual arrangement with the other vote holders of the investee,
ii) Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan ii) Rights arising from other contractual arrangements, and
iii) Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Kelompok Usaha. iii) The Group's voting rights and potential voting rights.
Kelompok Usaha menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan The Group re-assesses whether it controls an investee if facts and circumstances indicate
keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen that there are changes to one or more of the three elements of control. Consolidation of a
dari pengendalian. Konsolidasi atas entitas-entitas anak dimulai sejak Kelompok Usaha subsidiary begins when the Group obtains control over the subsidiary and ceases when the
memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berakhir pada saat Kelompok Usaha Group loses control of the subsidiary. Assets, liabilities, income and expenses of a subsidiary
kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban dari acquired during the year are included in the consolidated financial statements from the date
entitas anak yang diakuisisi pada tahun tertentu disertakan dalam laporan keuangan the Group gains control until the date the Group ceases to control the subsidiary.
konsolidasian sejak tanggal Kelompok Usaha memperoleh kendali sampai tanggal Kelompok
usaha tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut.
Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain (“PKL”) diatribusikan Profit or loss and each component of other comprehensive income (“OCI”) are attributed to
pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan nonpengendali (“KNP”), walaupun hal ini the equity holders of the parent of the Group and to the non-controlling interests (“NCI”), even
akan menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan if this results in the NCI having a deficit balance. When necessary, adjustments are made to
terhadap laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan akuntansi the financial statements of subsidiaries to bring their accounting policies into line with the
Kelompok Usaha. Group’s accounting policies.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban dan arus kas atas transaksi antar All intra-group assets and liabilities, equity, income, expenses and cash flows in relation to
anggota Kelompok Usaha dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi. transactions between members of the Group are eliminated in full on consolidation.
Page 135
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
c. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan) c. Principles of consolidation (continued)
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak A change in the parent’s ownership interest in a subsidiary, without a loss of control, is
mengakibatkan hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan accounted for as an equity transaction. If the Group loses control over a subsidiary, it
pengendalian atas suatu entitas anak, maka Kelompok Usaha menghentikan pengakuan derecognizes the related assets (including goodwill), liabilities, NCI and other components of
atas aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, dan selisihnya equity, while the difference is recognized in the profit or loss. Any investment retained is
diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar. recognized at fair value.
d. Standar akuntansi yang telah disahkan namun belum berlaku efektif d. Accounting standards issued but not yet effective
Standar akuntansi dan interpretasi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi The standards and interpretations that are issued by the Indonesian Financial Accounting
Keuangan (DSAK), tetapi belum berlaku efektif untuk laporan keuangan konsolidasian tahun Standards Board (DSAK), but not yet effective for current consolidated financial statements
berjalan diungkapkan di bawah ini. Kelompok Usaha bermaksud untuk menerapkan standar are disclosed below. The Group intends to adopt these standards, if applicable, when they
tersebut, jika dipandang relevan, saat telah menjadi efektif. become effective.
Mulai efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024 Effective beginning on or after January 1, 2024
Amandemen PSAK 1: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan Amendment of PSAK 1: Non-current Liabilities with Covenants
Amandemen ini mengklarifikasi bahwa hanya kovenan yang harus dipatuhi entitas pada atau This amendment clarifies that only covenants with which entities must comply on or before
sebelum tanggal pelaporan yang akan memengaruhi klasifikasi liabilitas sebagai lancar atau the reporting date will affect a liability’s classification as current or non-current.
tidak lancar.
Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada The amendments are effective for annual reporting periods beginning on or after January 1,
atau setelah 1 Januari 2024 dengan penerapan dini diperkenankan. 2024 with early adoption permitted.
Entitas menerapkan amandemen PSAK 1 (Oktober 2020) tentang klasifikasi liabilitas Entities apply amendments retrospectively to PSAK 1 (October 2020) regarding the
sebagai jangka pendek atau jangka panjang pada periode pelaporan tahunan yang dimulai classification of a liability as current or non-current for financial reporting starting on or after
pada atau setelah 1 Januari 2024 secara retrospektif sesuai dengan PSAK 25. Jika entitas January 1, 2024 in accordance with PSAK 25. If entities apply the amendments to PSAK 1
menerapkan amandemen PSAK 1 (Oktober 2020) pada periode yang lebih awal setelah (October 2020) in a period that earlier after the issuance of the amendment to PSAK 1
terbitnya amandemen PSAK 1 (Desember 2022) tentang liabilitas jangka panjang dengan (December 2022) regarding non-current liabilities with covenants, entities also apply the
kovenan, maka entitas juga menerapkan amandemen PSAK 1 (Desember 2022) pada amendment to PSAK 1 (December 2022) in that period. If entities apply the amendments to
periode tersebut. Jika entitas menerapkan amandemen PSAK 1 (Oktober 2020) untuk PSAK 1 (October 2020) for the previous period, the entity shall disclose this fact.
periode sebelumnya, maka entitas mengungkapkan fakta tersebut.
Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk The Group is currently assessing the impact of the amendment to determine the impact they
menentukan dampaknya terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha. will have on the Group’s financial reporting.
Amandemen PSAK 73: Liabilitas Sewa dalam Jual Beli dan Sewa-balik Amendment to PSAK 73: Lease Liability in a Sale and Leaseback
Amandemen PSAK 73 Sewa menetapkan persyaratan yang digunakan penjual-penyewa The amendment to PSAK 73 Leases specifies the requirements that a seller-lessee uses in
dalam mengukur kewajiban sewa yang timbul dalam transaksi jual beli dan sewa-balik, untuk measuring the lease liability arising in a sale and leaseback transaction, to ensure the seller-
memastikan penjual-penyewa tidak mengakui jumlah setiap keuntungan atau kerugian yang lessee does not recognise any amount of the gain or loss that relates to the right of use it
terkait dengan hak guna yang dipertahankan. retains.
Amandemen berlaku secara retrospektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada The amendment applies retrospectively to annual reporting periods beginning on or after
atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan dini diperkenankan. Kelompok Usaha saat ini January 1, 2024. Earlier application is permitted. The Group is currently assessing the impact
sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap of the amendment to determine the impact they will have on the Group’s financial reporting.
pelaporan keuangan Kelompok Usaha.
e. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi e. Transactions with related parties
Perusahaan dan entitas anaknya melakukan transaksi dengan pihak berelasi sesuai dengan The Company and subsidiaries have transactions with related parties as defined in PSAK 7.
definisi yang diuraikan pada PSAK 7.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yang The transactions are made based on terms agreed by the parties, which may not be the
mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak same as those made with unrelated parties
berelasi.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan All significant transactions and balances with related parties are disclosed in Note 42.
dalam Catatan 42.
Kecuali diungkapkan khusus sebagai pihak berelasi, maka pihak-pihak lain yang disebutkan Unless specifically identified as related parties, the parties disclosed in the Notes to the
dalam Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan pihak tidak berelasi. consolidated financial statements are unrelated parties.
Page 136
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
f. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing f. Foreign Currency Transactions and Balances
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang The consolidated financial statements are presented in Rupiah, which is the Company’s
fungsional Perusahaan dan mata uang penyajian Kelompok Usaha. Transaksi dalam mata functional currency and the Group’s presentation currency. Transactions involving foreign
uang asing dicatat dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat currencies are recorded in Rupiah at the rates of exchange prevailing at the time the
transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata transactions are made. At the end of the reporting period, monetary assets and liabilities
uang asing dijabarkan ke dalam rupiah berdasarkan rata-rata kurs jual dan beli yang denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the average buying and selling rates
diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan pada tahun yang of exchange quoted by Bank Indonesia at the closing of the last banking day of the year. The
bersangkutan. Laba atau rugi selisih kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada resulting gains or losses are credited or charged to current operations.
operasi tahun berjalan.
The exchange rates used as of June 30, 2023 and December 31, 2022 and 2021 were as
follows:
Kurs yang digunakan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Dolar AS 15.026 15.731 US Dollar
Dolar Singapura 11.102 11.659 Singapore Dollar
Selanjutnya, untuk pungutan dan penyetoran pajak-pajak (PPN dan PPh) berkenaan dengan Furthermore, for the collection and remittance of taxes (VAT and income tax) related to
tagihan dan kewajiban dalam mata uang asing dibayarkan dengan rupiah dan dicatat sesuai claims and liabilities in foreign currency is payable in dollar and recorded based on the
dengan 'kurs pajak mingguan' yang berlaku pada tanggal diterbitkannya faktur pajak yang 'weekly tax rate' prevailing at the date of issuance of tax invoice.
bersangkutan.
Keuntungan atau kerugian dari selisih kurs, yang sudah terealisasi maupun yang belum, baik Realized or unrealized foreign exchange gains or losses arising from transactions in foreign
yang berasal dari transaksi dalam mata uang asing maupun penjabaran aset dan liabilitas currency and from the translation of foreign currency monetary assets and liabilities are
moneter dibebankan dalam laba rugi, kecuali jika ditangguhkan dalam penghasilan recognized in profit or loss, except when deferred in other comprehensive income as
komprehensif lain sebagai lindung nilai arus kas dan lindung nilai investasi neto yang qualifying cash flow hedges and qualifying net investment hedges.
memenuhi syarat.
g. Kas dan setara kas g. Cash and cash equivalents
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam 3 Cash and cash equivalents are cash on hand, cash in banks and time deposits with maturity
(tiga) bulan atau kurang dari tanggal penempatannya dan tidak digunakan sebagai jaminan periods of 3 (three) months or less at the time of placement and which are not used as
atau dibatasi penggunaannya. collateral or not restricted.
Deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari 3 (tiga) bulan tapi tidak melebihi 1 (satu) Time deposits with maturities of more than 3 (three) months but not exceeding 1 (one) year at
tahun dari tanggal penempatannya disajikan sebagai bagian dari “investasi jangka pendek”. the time of placement are presented as part of “short-term investment”.
Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya yang akan digunakan untuk membayar Cash and cash equivalents which are restricted for repayment of current maturing obligations
liabilitas yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 (satu) tahun disajikan sebagai “kas yang are presented as “restricted cash” under “short-term investments”. Cash and cash
dibatasi penggunaannya” sebagai bagian dari ” investasi jangka pendek”. Kas dan setara equivalents which are restricted for repayment of obligations maturing after 1 (one) year are
kas yang dibatasi penggunaannya untuk membayar liabilitas yang akan jatuh tempo dalam presented as part of “other non-current financial assets”.
waktu lebih dari 1 (satu) tahun disajikan sebagai bagian dari “aset keuangan tidak lancar
lainnya”.
h. Instrumen keuangan h. Financial instruments
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu A financial instrument is any contract that gives rise to a financial asset of one entity and a
entitas dan liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain. financial liability or equity instrument of another entity.
h.1 Aset keuangan h.1. Financial assets
Pengakuan dan pengukuran awal Initial recognition and measurement
Pada pengakuan awal, Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada nilai At initial recognition, the Group measures a financial asset at its fair value plus
wajarnya ditambah biaya transaksi, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai transaction costs, in the case of a financial asset not measured at fair value through
wajar melalui laba rugi (“NWLR”). Piutang usaha yang tidak mengandung profit or loss (“FVTPL”). Trade receivables that do not contain a significant financing
komponen pembiayaan yang signifikan, dimana Kelompok Usaha telah menerapkan component, for which the Group has applied the practical expedient are measured
cara praktis, diukur pada harga transaksi yang ditentukan sesuai PSAK 72. at the transaction price determined under PSAK 72.
Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“NWPKL”), aset keuangan atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“NWPKL”), aset keuangan
harus menghasilkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga harus menghasilkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga
(“SPPB”) dari jumlah pokok terutang. Penilaian ini disebut sebagai uji SPPB dan (“SPPB”) dari jumlah pokok terutang. Penilaian ini disebut sebagai uji SPPB dan
dilakukan pada tingkat instrumen. dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis Kelompok Usaha untuk mengelola aset keuangan mengacu pada The Group’s business model for managing financial assets refers to how it manages
bagaimana mereka mengelola aset keuangannya untuk menghasilkan arus kas. its financial assets in order to generate cash flows. The business model determines
Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari penerimaan arus whether cash flows will result from collecting contractual cash flows, selling the
kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya. financial assets, or both.
Page 137
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
h. Instrumen keuangan (lanjutan) h. Financial instruments (continued)
h.1 Aset keuangan h.1. Financial assets
Pengukuran selanjutnya Subsequent measurement
Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam empat For purposes of subsequent measurement, financial assets are classified in four
kategori: categories:
- Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang), - Financial assets at amortized cost (debt instruments),
- Aset keuangan pada NWPKL dengan reklasifikasi ke keuntungan dan kerugian - Financial assets at FVOCI with reclassification of cumulative gains
kumulatif (instrumen utang), and losses (debt instruments),
- Aset keuangan pada NWPKL tanpa reklasifikasi ke keuntungan dan kerugian - Financial assets designated at FVOCI with no reclassification of
kumulatif atas pelepasan (instrumen ekuitas), dan cumulative gains and losses upon derecognition (equity instruments), and
- NWLR. - FVTPL
Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika The Group measures financial assets at amortized cost if both of the following
kedua kondisi berikut ini terpenuhi: conditions are met:
i. Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset i. The financial asset is held within a business model with the objective
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual, dan to hold financial assets in order to collect contractual cash flows, and
ii. Persyaratan kontraktual dari aset menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu ii. The contractual terms of the financial asset give rise on specified
yang merupakan SPPB dari jumlah pokok terutang. dates to cash flows that are SPPI on the principal amount outstanding.
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur Financial assets at amortized cost are subsequently measured using the effective
dengan menggunakan metode suku bunga efektif (“SBE”) dan menjadi subjek interest rate (“EIR”) method and are subject to impairment. Gains and losses are
penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat aset recognized in profit or loss when the asset is derecognized, modified or impaired.
dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau diturunkan nilainya.
Aset keuangan Kelompok Usaha yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi The Group’s financial assets at amortized cost includes cash and cash equivalent,
termasuk kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang usaha, piutang lain- short-term investment, trade receivables, other receivables, accrued revenues, and
lain, pendapatan yang masih harus diterima, dan investasi jangka panjang. long-term investment.
Untuk instrumen keuangan yang diukur pada NWPKL, pendapatan bunga, For financial instruments at FVOCI, interest income, foreign exchange revaluation
revaluasi mata uang asing dan kerugian penurunan nilai atau pembalikan diakui and impairment losses or reclassification are recognized in the statement of profit or
dalam laporan laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama seperti untuk aset loss and computed in the same manner as for financial assets measured at
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar amortized cost. The remaining fair value changes are recognized in OCI. Upon
yang tersisa diakui di PKL. Pada saat penghentian pengakuan, perubahan nilai derecognition, the cumulative fair value change recognized in OCI is reclassified to
wajar kumulatif yang diakui di PKL direklasifikasi ke laba rugi. profit or loss.
Aset keuangan Kelompok Usaha yang diukur pada NWPKL termasuk investasi The Group’s financial assets at FVOCI includes investments in shares.
pada saham.
Penghentian Pengakuan Derecognition
Aset keuangan (atau, sesuai dengan kondisinya, bagian dari aset keuangan atau A financial asset (or, where applicable, a part of a financial asset or part of a group
bagian dari kelompok aset keuangan serupa) terutama dihentikan pengakuannya of similar financial assets) is primarily derecognized (i.e., removed from the Group’s
(yaitu, dihapuskan dari laporan posisi keuangan Kelompok Usaha) ketika: statement of financial position) when:
- Hak untuk menerima arus kas dari aset telah berakhir, atau - The rights to receive cash flows from the asset have expired, or
- Kelompok Usaha telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset - The Group has transferred its rights to receive cash flows from the asset or has
atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay
secara penuh tanpa penundaan yang material kepada pihak ketiga berdasarkan to a third party under a ‘pass-through’ arrangement; and either (a) the Group has
kesepakatan ‘pass-through’, dan salah satu dari (a) Kelompok Usaha telah transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has
mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset,
Kelompok Usaha tidak mengalihkan maupun tidak memiliki secara substansial but has transferred control of the asset.
atas seluruh risiko dan manfaat atas aset, tetapi telah mengalihkan kendali atas
aset.
Ketika Kelompok Usaha telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari When the Group has transferred its rights to receive cash flows from an asset or
suatu aset atau telah menandatangani kesepakatan ‘pass-through’, Kelompok has entered into a pass-through arrangement, it evaluates if, and to what extent, it
Usaha mengevaluasi jika, dan sejauh mana, Kelompok Usaha masih has retained the risks and rewards of ownership. When it has neither transferred nor
mempertahankan risiko dan manfaat atas kepemilikan aset. Ketika Kelompok retained substantially all of the risks and rewards of the asset, nor transferred
Usaha tidak mengalihkan maupun seluruh risiko dan manfaat atas aset control of the asset, the Group continues to recognize the transferred asset to the
dipertahankan secara substansial, maupun tidak mengalihkan kendali atas aset, extent of its continuing involvement. In that case, the Group also recognizes an
Kelompok Usaha tetap mengakui aset yang dialihkan sebesar keterlibatan associated liability. The transferred asset and the associated liability are measured
berkelanjutannya. Dalam kasus tersebut, Kelompok Usaha juga mengakui liabilitas on a basis that reflects the rights and obligations that the Group has retained.
terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur dengan basis yang
mencerminkan hak dan kewajiban yang masih dipertahankan oleh Kelompok
Usaha.
Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer, diukur Continuing involvement that takes the form of a guarantee over the transferred
pada nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat awal aset dan jumlah maksimum asset is measured at the lower of the original carrying amount of the asset and the
imbalan yang dibutuhkan oleh Kelompok Usaha untuk membayar kembali. maximum amount of consideration that the Group could be required to repay.
Page 138
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
h. Instrumen keuangan (lanjutan) h. Financial instruments (continued)
h.1 Aset keuangan h.1. Financial assets
Penurunan nilai aset keuangan Impairment of financial assets
Kelompok Usaha mengakui penyisihan Kerugian Kredit Ekspektasian (“KKE”) untuk The Group recognizes an allowance for Expected Credit Loss (“ECL”) for all debt
semua instrumen utang yang bukan diukur pada NWLR dan kontrak jaminan instruments not held at FVTPL and financial guarantee contracts. ECLs are based
keuangan. KKE ditentukan atas perbedaan antara arus kas kontraktual menurut on the difference between the contractual cash flows due in accordance with the
kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima oleh Kelompok Usaha, contract and all the cash flows that the Group expects to receive, discounted at an
yang didiskontokan dengan perkiraan SBE orisinal. Arus kas yang diharapkan approximation of the original EIR. The expected cash flows include any cash flows
mencakup setiap arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perbaikan kredit from the sale of collateral held or other credit enhancements that are integral to the
lainnya yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam ketentuan kontrak. contractual terms.
KKE diakui dalam dua tahap. Bila belum terdapat peningkatan risiko kredit ECLs are recognized in two stages. When there have not been significant increases
signifikan sejak pengakuan awal, KKE diakui untuk kerugian kredit yang dihasilkan in credit risks since initial recognition, ECLs are provided for credit losses that result
dari peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam jangka waktu 12 bulan ke from default events that are possible within the next 12-months (a 12-month ECL).
depan (KKE 12 bulan). Namun, bila telah terdapat peningkatan signifikan risiko However, when there have been significant increases in credit risks since initial
kredit sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diakui untuk kerugian kredit yang recognition, a loss of allowance is recognized for credit losses expected over the
diperkirakan selama sisa umur aset, tanpa mempertimbangkan waktu gagal bayar remaining life of the asset, irrespective of timing of the default (a lifetime ECL).
(KKE sepanjang umurnya).
Karena piutang usaha tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Kelompok Because its trade receivables do not contain significant financing component, the
Usaha menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan KKE. Group applies a simplified approach in calculating ECL. Therefore, the Group does
Oleh karena itu, Kelompok Usaha tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit, not track changes in credit risk, but instead recognizes a loss of allowance based on
namun justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan KKE sepanjang umurnya lifetime ECL at each reporting date. The Group established a provision matrix that is
pada setiap tanggal pelaporan. Kelompok Usaha membentuk matriks provisi based on its historical credit loss experience, adjusted for forward-looking factors
berdasarkan pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan dengan specific to the debtors and the economic environment.
perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang spesifik untuk debitur dan
lingkungan ekonomi.
Untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, jumlah For financial assets carried at amortised cost, the amount of the impairment loss is
kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara jumlah tercatat aset keuangan measured as the difference between the asset’s carrying amount and the present
dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan value of estimated future cash flows, discounted at the financial asset’s original
menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan. effective interest rate.
Jumlah tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai The carrying amount of the financial asset is reduced by the impairment loss directly
secara langsung atas seluruh aset keuangan, kecuali piutang yang jumlah for all financial assets with the exception of receivables, where the carrying amount
tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun cadangan piutang. Jika piutang is reduced through the use of an allowance account. When a receivable is
tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun cadangan piutang. considered uncollectible, it is written off against the allowance account.
Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan Subsequent recoveries of amounts previously written off are credited against the
terhadap akun cadangan. Perubahan jumlah tercatat akun cadangan piutang diakui allowance account. Changes in the carrying amount of the allowance account are
dalam laba rugi. recognized in profit or loss.
h.2 Liabilitas keuangan h.2. Financial liabilities
Pengakuan dan pengukuran awal Initial recognition and measurement
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada Financial liabilities are classified as financial liabilities at fair value through profit or
nilai wajar melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan loss or financial liabilities at amortized cost. The Group determines the classification
diamortisasi. Kelompok Usaha menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka of its financial liabilities at initial recognition.
pada saat pengakuan awal.
Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang Financial liabilities are initially measured at fair value. Transaction costs that are
dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain directly attributable to the acquisition of financial liabilities (other than financial
liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau liabilities at fair value through profit or loss) are added to or deducted from the fair
dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. value of the financial liabilities, as appropriate, on initial recognition. Transaction
Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan costs directly attributable to the acquisition of financial liabilities at fair value through
liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui profit or loss are recognized immediately in profit or loss.
dalam laba rugi.
Liabilitas keuangan Kelompok Usaha terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, utang The Group’s financial liabilities consist of trade payables, other payables, short-term
bank jangka pendek, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, beban akrual, utang bank loans, short-term employee benefits liability, accrued expenses, bonds
obligasi dan sukuk ijarah, utang bank jangka panjang dan liabilitas sewa payable and sukuk ijarah, long-term bank loans and lease liabilities classified as
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. financial liabilities at amortized cost. The Group has no financial liabilities measured
Kelompok Usaha tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar at fair value through profit or loss.
melalui laba rugi.
Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan Transaction costs directly attributable to the acquisition of financial liabilities at fair
liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui value through profit or loss are recognized immediately in profit or loss.
dalam laba rugi.
Page 139
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
h. Instrumen keuangan (lanjutan) h. Financial instruments (continued)
h.2 Liabilitas keuangan (lanjutan) h.2. Financial liabilities (continued)
Pengukuran Selanjutnya Subsequent Measurement
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada After initial recognition, interest-bearing financial liabilities are subsequently
biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. measured at amortized cost using the EIR method.
Pada tanggal pelaporan, beban bunga akrual dicatat secara terpisah dari pokok At the reporting dates, accrued interest expenses is recorded separately from the
pinjaman terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian associated borrowings within the current liabilities section. Gains and losses are
harus diakui dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through
serta melalui proses amortisasi SBE. the EIR amortization process.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau At the reporting dates, accrued interest expenses is recorded separately from the
premium atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak associated borrowings within the current liabilities section. Gains and losses are
terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban Keuangan” dalam recognized in profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through
laba rugi. the EIR amortization process.
Penghentian Pengakuan Derecognition
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang A financial liability is derecognized when it is extinguished, that is when the
ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. obligation specified in the contract is discharged or cancelled or expired.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on
pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, substantially different terms, or the terms of an existing financial liability are
atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial substantially modified, such an exchange or modification is treated as derecognition
dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai of the original financial liability and recognition of a new financial liability, and the
penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan difference in the respective carrying amounts is recognized in the profit or loss.
baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut
diakui pada laba rugi.
h.3 Reklasifikasi instrumen keuangan h.3. Reclassification of financial instruments
Kelompok Usaha diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan The Group is allowed to reclassify the financial assets owned if the Group changes
yang dimiliki jika Kelompok Usaha mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset the business model for the management of financial assets and the Group is not
keuangan dan Kelompok Usaha tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi allowed to reclassify the financial liabilities.
atas liabilitas keuangan.
Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap Changes in the business model should significantly impact the Group's operational
kegiatan operasional Kelompok Usaha seperti memperoleh, melepaskan, atau activities such as acquiring, releasing or ending a line of business. In addition, the
mengakhiri suatu lini bisnis. Selain itu, Kelompok Usaha perlu membuktikan adanya Group needs to prove the change to external parties.
perubahan tersebut kepada pihak eksternal.
Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi The following are not considered as change in business model: (a) the change of
berkaitan dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan intention relates to certain financial assets (even in situations of significant changes
signifikan dalam kondisi pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset in market conditions), (b) temporary loss of certain markets for financial assets, and
keuangan, dan (c) pengalihan aset keuangan antara bagian dari Kelompok Usaha (c) the transfer of financial assets between parts of the Group and different business
dengan model bisnis berbeda. models.
h.4 Saling hapus instrumen keuangan h.4. Offsetting of financial instruments
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount presented in
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika Kelompok Usaha memiliki hak the consolidated statement of financial position when the Group has a legally
yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah enforceable right to set off the recognized amounts; and intends either to settle on a
yang telah diakui; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk net basis, or to realise the asset and settle the liability simultaneously. A right to
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling offset must be available today rather than being contingent on a future event and
hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu must be exercisable by any of the counterparties, both in the normal course of
peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi business and in the event of default, insolvency, or bankruptcy.
bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau
kebangkrutan.
h.5 Pengukuran nilai wajar h.5. Fair value measurement
Kelompok Usaha mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan pada nilai The Group initially measures financial instruments at fair value, and assets and
wajar, dan aset dan liabilitas yang diakuisisi pada kombinasi bisnis. Kelompok liabilities of the acquirees upon business combinations. It also measures certain
Usaha juga mengukur jumlah terpulihkan dari UPK tertentu berdasarkan nilai wajar recoverable amounts of the CGU using fair value less cost of disposal (“FVLCD”).
dikurangi biaya pelepasan (“FVLCD”).
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a
yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara liability in an orderly transaction between market participants at the measurement
pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan date. The fair value measurement is based on the presumption that the transaction
bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi: to sell the asset or transfer the liability takes place either:
- di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau - in the principal market for the asset or liability, or
- jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk - in the absence of a principal market, in the most advantageous
aset atau liabilitas tersebut. market for the asset or liability.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses The principal or the most advantageous market must be accessible to by the Group.
oleh Kelompok Usaha.
Page 140
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
i. Persediaan i. Inventories
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value. Cost is determined using
neto. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang dan termasuk semua the weighted average cost method and includes expenditure incurred in acquiring the
pengeluaran untuk memperoleh persediaan, biaya produksi atau konversi, dan biaya lainnya inventories, production or conversion costs and other costs incurred in bringing the inventory
yang timbul untuk membawa persediaan ke tempat dan kondisi saat ini. Biaya tersebut tidak to its existing location and condition. It excludes borrowing costs. Net realizable value is the
termasuk biaya pinjaman. Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam estimated sales amount in the ordinary course of business less the costs of completion and
kegiatan usaha normal dikurangi dengan biaya penyelesaian dan penjualannya. selling expenses.
Penyisihan persediaan usang dibentuk untuk mengurangi jumlah tercatat persediaan ke nilai Allowance for inventory obsolescence is provided to reduce the carrying amount of
realisasi netonya yang ditentukan melalui pengujian berkala atas estimasi penggunaan atau inventories to their net realizable value based on the periodic review of the estimated future
penjualan masing-masing jenis persediaan di masa yang akan datang. usage or sale of individual inventory items.
j. Beban dibayar di muka j. Prepaid expenses
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line method
metode garis lurus dan disajikan sebagai aset lancar atau aset tidak lancar sesuai dengan and are presented as current assets or non-current asset based on their respective nature.
sifatnya masing-masing.
k. Investasi pada entitas asosiasi k. Investments in associates
Entitas asosiasi adalah entitas yang terhadapnya Kelompok Usaha memiliki pengaruh An associate is an entity over which the Group has significant influence. Significant influence
signifikan. Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan is the power to participate in the financial and policy decisions of the investee, but is not
kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau control or joint control over those policies.
mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.
Pertimbangan yang dibuat dalam menentukan pengaruh signifikan adalah serupa dengan hal- The considerations made in determining significant influence are similar to those necessary to
hal yang diperlukan dalam menentukan kendali atas entitas anak. determine control over subsidiaries.
Investasi Kelompok Usaha pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode The Group’s investment in its associate is accounted for using the equity method. Under the
ekuitas. Dalam metode ekuitas, investasi awalnya diakui pada harga perolehan. Nilai tercatat equity method, the investment in an associate is initially recognized at cost. The carrying
investasi disesuaikan untuk mengakui perubahan bagian Kelompok Usaha atas aset neto amount of the investment is adjusted to recognize changes in the Group’s share of net assets
entitas asosiasi sejak tanggal perolehan. Goodwill yang terkait dengan entitas asosiasi of the associate since the acquisition date. Goodwill relating to the associate is included in
termasuk dalam jumlah tercatat investasi dan tidak diamortisasi maupun diuji secara the carrying amount of the investment and is neither amortized nor tested for impairment
individual untuk penurunan nilai. individually.
Laba rugi konsolidasian mencerminkan bagian dari Kelompok Usaha atas hasil operasi dari The consolidated profit or loss reflects the Group’s share of the results of operations of the
entitas asosiasi. Perubahan PKL dari entitas asosiasi disajikan sebagai bagian dari PKL associate. Any change in OCI of the associate is presented as part of the Group’s OCI. In
Kelompok Usaha. Selain itu, bila terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas addition, when there has been a change recognized directly in the equity of the associate, the
entitas asosiasi, Kelompok Usaha mengakui bagiannya atas perubahan, jika sesuai, dalam Group recognizes its share of any changes, when applicable, in the consolidated statement
laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Laba atau rugi yang belum direalisasi sebagai of changes in equity. Unrealized gains and losses resulting from transactions between the
hasil dari transaksi-transaksi antara Kelompok Usaha dengan entitas asosiasi dieliminasi Group and the associate are eliminated to the extent of the interest in the associate.
sesuai dengan kepentingan dalam entitas asosiasi.
Gabungan bagian Kelompok Usaha atas laba rugi entitas asosiasi disajikan pada muka The aggregate of the Group’s share of profit or loss of an associate is shown on the face of
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (sebagai laba atau rugi) di the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income (as profit or
luar laba usaha dan mencerminkan laba atau rugi setelah pajak dan kepentingan loss) outside operating profit and represents profit or loss after tax and NCI in the subsidiaries
nonpengendali pada entitas anak dari entitas asosiasi. of the associate.
Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan The financial statements of the associate are prepared for the same reporting period of the
Kelompok Usaha. Group.
Setelah penerapan metode ekuitas, Kelompok Usaha menentukan apakah diperlukan untuk After application of the equity method, the Group determines whether it is necessary to
mengakui tambahan rugi penurunan nilai atas investasi Kelompok Usaha dalam entitas recognize an additional impairment loss on the Group’s investment in its associate. The
asosiasi. Kelompok Usaha menentukan pada setiap tanggal pelaporan apakah terdapat bukti Group determines at each reporting date whether there is any objective evidence that the
yang obyektif yang mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami investment in the associate is impaired. If this is the case, the Group calculates the amount
penurunan nilai. Dalam hal ini, Kelompok Usaha menghitung jumlah penurunan nilai of impairment as the difference between the recoverable amount of the investment in
berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas asosiasi dan nilai associate and it’s carrying value, and recognizes the amount in profit or loss.
tercatatnya dan mengakuinya dalam laba rugi.
Pada saat kehilangan pengaruh signifikan atas entitas asosiasi, Kelompok Usaha mengukur Upon loss of significant influence over the associate, the Group measures and recognizes
dan mengakui bagian investasi tersisa pada nilai wajar. Selisih antara nilai tercatat entitas any retained investment at its fair value. Any difference between the carrying amount of the
asosiasi dan nilai wajar investasi yang tersisa dan penerimaan dari pelepasan investasi associate and the fair value of the retained investment and proceeds from disposal is
diakui pada laba rugi. recognized in profit or loss.
l. Properti investasi l. Investment properties
Properti investasi merupakan properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu Investment properties represents properties (land or building - or part of a building - or both)
bangunan atau keduanya) yang dikuasai Kelompok Usaha untuk menghasilkan rental atau held by the Group to earn rental or for capital appreciation or both, rather than for use in the
untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau production or supply of goods or services or for administrative purposes or sale in the
penyediaan barang atau jasa untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha. ordinary course of business.
Page 141
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
l. Properti investasi (lanjutan) l. Investment properties (continued)
Properti investasi dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi Investment properties are stated at cost including transaction cost less accumulated
akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, jika ada. Jumlah tercatat termasuk bagian biaya depreciation and any impairment in value, if any. The carrying amount includes the cost of
penggantian dari properti investasi yang ada pada saat terjadinya biaya, jika kriteria replacement of an existing investment property in the year such costs are incurred, if the
pengakuan terpenuhi dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti investasi recognition criteria are met and does not include the cost of daily use of the investment
tersebut. property.
Kelompok Usaha telah memilih model biaya untuk mencatat properti investasinya. The Group has chosen the cost model to record for its investment properties.
Penyusutan bangunan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus selama estimasi Depreciation of buildings are calculated using the straight-line method based on the
umur manfaat aset 20 (dua puluh) tahun. estimated useful lifes of the assets 20 (twenty) years.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti Investment properties are derecognized when either it has been disposed of or when it is
investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat permanently withdrawn from use and no future benefit is expected from its disposal. Any
ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Keuntungan atau gains or losses on the retirement or disposal of investment properties are recognized in the
kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income in the period of
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dalam periode terjadinya retirement or disposal.
penghentian atau pelepasan tersebut.
Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan Transfers to investment property are made when, and only when, there is a change in use,
penggunaan yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa evidenced by the end of owner occupation, commencement of an operating lease to another
operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan atau pengembangan. Transfer dari party or completion of construction or development. Transfers from investment property are
properti investasi dilakukan jika dan hanya jika terdapat perubahan penggunaan yang made when, and only when, there is a change in use, evidenced by commencement of owner
ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan occupation or commencement of development with a view to sale.
yang bertujuan untuk dijual.
Untuk transfer dari properti investasi ke aset yang digunakan dalam operasi, Kelompok For a transfer from investment property to an asset used in operations, the Group uses the
Usaha menggunakan metode biaya pada tanggal perubahan penggunaan. Jika aset yang cost method at the date of change in use. If the asset used by the Group becomes an
digunakan Kelompok Usaha menjadi properti investasi, Kelompok Usaha mencatat aset investment property, the Group accounts for the asset in accordance with the policy stated
tersebut sesuai dengan kebijakan aset tetap sampai dengan tanggal terakhir perubahan under fixed assets up to the date of change in use.
penggunaannya.
m. Aset tetap m. Fixed assets
Aset tetap, kecuali hak atas tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi Fixed assets, except landrights, are stated at cost less accumulated depreciation and
penyusutan dan rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian impairment loss, if any. Such cost includes the cost of replacing part of the fixed assets when
bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. that cost is incurred, if the recognition criteria are met. .
Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam
jumlah tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi Likewise, when a major inspection is performed, its cost is recognized in the carrying amount
kriteria pengakuan. Apabila terdapat kewajiban untuk membongkar dan memindahkan aset of the fixed assets as a replacement if the recognition criteria are met. In the case of
tetap maka beban yang terkait akan ditambahkan ke biaya perolehan aset tetap yang mandatory dismantling and asset removals, the related costs are added to the cost of the
bersangkutan dan kewajiban atas biaya terkait tersebut diakui. relevant assets and obligations related to the cost are recognized to cover the costs.
Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui All other repairs and maintenance costs that do not meet the recognition criteria are
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat recognized in consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income as
terjadinya. Aset tetap, kecuali hak atas tanah, disusutkan dengan metode garis lurus incurred. Depreciation of fixed assets, except for landrights, is computed using the straight-
berdasarkan estimasi masa manfaat masing-masing aset tetap sebagai berikut: line method over the estimated useful lives of the assets as follows:
Umur Ekonomi/
Useful Life
Golongan Aset (Tahun/years) Group of Assets
Bangunan (lapangan) 20 - 60 Structure (fields)
Gedung-gedung 20 - 50 Buildings
Alat perhubungan udara 10 - 15 Aviation equipment
Kendaraan 5 - 10 Vehicle
Instalasi 5 - 20 Instalation
Peralatan 5 - 15 Equipment
Efektif 1 Januari 2022, Perusahaan merubah umur manfaat atas aset tetap tertentu Effective 1 January 2022, the Company change the useful lives of certain fixed assets (Note
(Catatan 16). 16).
Biaya pengurusan untuk memperpanjang atau memperbaharui hak atas tanah diakui The legal cost of landrights to extend or renew the landrights are recognized as intangible
sebagai aset takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomis assets and is amortized over the shorter of the rights’ legal life or the land’s economic life.
tanah, mana yang lebih pendek.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Pengeluaran Maintenance and repair costs are recognized as an expense as incurred. Expenditures that
yang memperpanjang masa manfaat aset tetap dikapitalisasi dan disusutkan sesuai dengan extend the useful lives of fixed assets are capitalized and depreciated in accordance with the
tarif penyusutan yang sesuai. applicable depreciation rates.
Page 142
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
m. Aset tetap m. Fixed assets
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan yang ditentukan berdasarkan Construction in progress is stated at cost based on accrual bases and progress on
basis akrual dan kemajuan fisik pekerjaan serta disajikan sebagai bagian dari aset tetap. costructions and presented as part of fixed assets. Cost includes capitalized interest charges
Biaya perolehan termasuk kapitalisasi beban bunga dan laba/rugi selisih kurs, jika ada, atas and gain/losses on foreign exchange, if any, incurred on borrowings and other costs incurred
pinjaman dan biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pembiayaan aset dalam to finance the said asset construction (Note 2o, “Capitalization of Borrowing Costs”). Accrual
penyelesaian tersebut (Catatan 2o, “Kapitalisasi Biaya Pinjaman”). Akrual sehubungan of acquisition of fixed assets is presented as part of other payables account.
dengan perolehan aset tetap disajikan sebagai bagian dari akun utang lain-lain.
Akumulasi biayanya akan dipindahkan ke dalam kelompok aset tetap yang bersangkutan The accumulated cost will be reclassified to the relevant fixed assets account when the
ketika aset secara substansial selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. construction is substantially completed and the constructed asset is ready for its intended
use.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan diakui sebagai beban pada saat terjadinya; biaya The cost of normal maintenance and repair work is charged to operations as incurred; the
perbaikan yang signifikan dikapitalisasi sebagai penggantian apabila memenuhi kriteria cost of significant improvements or betterments is capitalized as replacements if the
pengakuan. Nilai kini dari perkiraan biaya pembongkaran aset setelah aset digunakan recognition criteria are satisfied. The present value of the expected cost for the
termasuk dalam nilai perolehan aset tersebut jika kriteria pengakuan untuk penetapannya decommissioning of the asset after its use is included in the cost of the asset if the
terpenuhi. recognition criterias are met.
Ketika bagian-bagian penting dari aset tetap perlu untuk diganti, Kelompok Usaha mencatat When significant parts of fixed assets are required to be replaced at intervals, the Group
bagian-bagian tersebut sebagai aset individual dengan masa manfaat dan penyusutan yang recognizes such parts as individual assets with specific useful lives and depreciation.
spesifik.
Aset tetap tidak diakui lagi pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat keekonomisan Fixed assets are derecognized upon disposal or when no future economic benefits are
masa yang akan datang yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau expected from its use or disposal. Any gain or loss on derecognition of the asset is
rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap, diakui dalam laporan laba rugi dan recognized in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income in
penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada periode penghentian pengakuan aset, the period the asset is derecognized, which represents the difference between the net
yang merupakan selisih antara hasil pelepasan bersih dan jumlah tercatat aset. disposal proceeds and the carrying amount of the asset.
Nilai sisa, masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah dan disesuaikan secara The residual values, useful lives and methods of depreciation of fixed assets are reviewed
prospektif, jika perlu, pada setiap akhir tahun buku. and adjusted prospectively, if appropriate, at the end of each financial year.
n. Aset takberwujud n. Intangible assets
Aset takberwujud diukur sebesar nilai perolehan pada pengakuan awal. Setelah pengakuan An intangible asset is measured on initial recognition at cost. Following initial recognition, the
awal, aset takberwujud dicatat pada nilai perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan intangible asset is carried at cost less any accumulated amortization and any accumulated
akumulasi rugi penurunan nilai. Umur manfaat aset takberwujud dinilai apakah terbatas atau impairment loss. The useful life of the intangible asset is assessed to be either finite or
tidak terbatas. Aset takberwujud dengan umur terbatas diamortisasi selama umur manfaat indefinite. An intangible asset with finite life is amortized over the asset’s useful economic life
ekonomi aset dan dievaluasi apabila terdapat indikator adanya penurunan nilai untuk aset and assessed for impairment whenever there is an indication that the intangible asset may be
takberwujud. Periode dan metode amortisasi untuk aset takberwujud dengan umur terbatas impaired. The amortization period and the amortization method for an intangible asset with a
ditelaah setidaknya setiap akhir tahun tutup buku. finite useful life are reviewed at least at each financial year end.
Aset takberwujud dihentikan pengakuannya pada saat: An intangible asset is derecognized when:
i. dijual; atau i. on disposed; or
ii. ketika tidak ada manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan dari ii. when no future economic benefits are expected from its use or disposal.
penggunaan atau penjualan aset tersebut.
Aset takberwujud Perusahaan berupa perangkat lunak. The Company’s intangible assets are in form of software.
o. Kapitalisasi biaya pinjaman o. Capitalization of borrowing costs
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, konstruksi atau Borrowing costs that are directly attributable to the acquisition, construction or production of a
pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. qualifying asset are capitalized as part of the cost of the related asset. Other borrowing costs
Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Biaya pinjaman dapat are recognized as expenses in the period in which they are incurred. Borrowing costs may
meliputi beban bunga, beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai dengan include interest, finance charges in respect of finance leases recognized in accordance with
PSAK No. 26 (Revisi 2014) dan selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang PSAK No. 26 (Revised 2014) and foreign exchange differences arising from foreign currency
asing sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya bunga. borrowings to the extent that they are regarded as adjustments to interest costs.
Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat dimulainya aktivitas yang diperlukan untuk Capitalization of borrowing costs commences when the activities to prepare the qualifying
mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya dan asset for its intended use have started and the expenditures for the qualifying asset and the
pengeluaran untuk aset dan biaya pinjamannya telah terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman borrowing costs have been incurred. Capitalization of borrowing costs ceases when all the
dihentikan pada saat selesainya secara substansial seluruh aktivitas yang diperlukan untuk activities necessary to prepare the qualifying asset for its intended use are substantially
mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya. completed.
Page 143
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
p. Beban akrual p. Accrued expenses
Beban akrual diakui jika Kelompok Usaha memiliki kewajiban kini (baik hukum maupun Accrued expense is recognized when the Group has a present obligation (legal and
konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian constructive), as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources
kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate
ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. can be made of the amount of the obligation.
Beban akrual ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan Accrued expense are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best
estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic
kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi maka provisi dibatalkan. benefits will be required to settle the obligations, the provisions are reversed.
q. Pendapatan diterima di muka q. Unearned revenues
Pendapatan yang diterima di muka adalah penerimaan uang dari pihak lain sehubungan Unearned revenues are cash received from other parties in connection with the services that
dengan jasa yang akan dilakukan oleh Kelompok Usaha di masa depan tetapi jasa tersebut will be performed by the Group in the future but the services not yet delivered to that parties.
belum diserahkan kepada pihak tersebut.
r. Liabilitas imbalan kerja r. Employee benefits liabilities
Imbalan kerja jangka pendek Short-term employee benefits
Kelompok Usaha mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek ketika jasa diberikan oleh The Group recognizes short-term employee benefits liability when services are rendered and
karyawan dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan the compensation for such services are to be paid within twelve months after such services
setelah jasa tersebut diberikan. are rendered.
Imbalan pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya Pension benefits and other post employment benefits
Biaya untuk penyediaan manfaat dibawah program pensiun imbalan pasti ditentukan dengan The cost of providing benefits under the defined benefit plan is determined using the
menggunakan metode projected-unit-credit. projected-unit-credit method.
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti bersih, yang disebut sebagai Remeasurement on net deferred benefit liabilitas (asset), which recognized as other
penghasilan komprehesif lain, terdiri dari: comprehensive income, consist of:
i. Keuntungan atau kerugian aktuarial; i. Actuarial gain or losses;
ii. Imbalan hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga ii. Return on program aset, is not consists of amount included in liabilitas (asset) net
bersih atas liabilitas (aset); interest;
iii. Setiap perubahan dampak batas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam iii. Every changes in asset ceiling, is not consists of amount included in liabilities (asset)
bunga bersih atas liablitas (aset). net interest.
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti bersih, yang diakui sebagai Remeasurement on net defined benefit liabilities (asset) which is recognized as part of other
penghasilan komprehensif lain tidak direklasifikasi ke laporan laba rugi dan penghasilan comprehensive income will not be reclassified to consolidated statement of profit or loss and
komprehensif lain konsolidasian pada periode berikutnya. other comprehensive income in the next period.
Past service cost arising from amendment or curtailment programs are recognized as
Biaya jasa lalu yang timbul dari amendemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban expense in consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income when
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat incurred.
terjadinya.
A curtailment occurs when the Group either significantly reduce the number of employees
Kurtailmen terjadi apabila Kelompok Usaha mengurangi secara signifikan jumlah pekerja covered by a plan, termination or suspension of the program.
yang ditanggung oleh program, terminasi atau penghentian program.
Perusahaan memiliki progam dana pensiun manfaat pasti dan program tunjangan hari tua. The Company has pension defined benefit funds program and annuities program. Moreover,
Selain itu, Perusahaan memberikan tunjangan kepada pegawai yang telah memenuhi the company provides benefits to employees who have fulfilled the requirements of the
persyaratan ketentuan yaitu tunjangan perumahan, penghargaan pengabdian dan jaminan provisions, which are housing allowance, loyaty reward and health insurance to pensioners.
kesehatan kepada pensiunan.
Pada tanggal 15 November 1999, Perusahaan memperoleh persetujuan dari Menteri On November 15, 1999, the Company obtained approval from the Minister of Finance
Keuangan (No.KEP-39/KM.17/1999) untuk membentuk Lembaga terpisah yang mengelola (No.KEP-39/KM.17/1999) to establish a separate Institution that manages pension funds in
dana pensiun dalam bentuk Program Dana Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) dan Program the form of a Defined Benefit Pension Plan (PPMP) and a Definite Contribution Pension
Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bernama Dana Pensiun Angkasa Pura I (DPAP I), untuk Program (Rencana Pensiun Iuran Pasti PPIP) named Dana Angkasa Pura I (DPAP I), to
mengelola atas nama para anggota, semua kekayaan agar dapat memenuhi kewajiban manage on behalf of the members, all of the wealth in order to fulfill the obligation to retire
pensiun dari Perusahaan. from the Company.
The amount of contribution of PPMP consists of employees and the Company’s contributions
Jumlah kontribusi PPMP terdiri dari kontribusi karyawan dan Perusahaan yang masing- which are calculated as 5% and 20.76%, respectively, from the basic pension income, while
masing dihitung sebesar 5% dan 20,76% dari penghasilan dasar pensiun, sedangkan jumlah the amount of contribution of PPIP consists of employees and the Company’s contributions,
kontribusi PPIP terdiri dari kontribusi karyawan dan Perusahaan yang masing-masing which are calculated at 5% and a maximum of 25% of the participant's salary package.
dihitung sebesar 5% dan maksimal 25% dari paket gaji peserta.
Pada tanggal 6 Mei 2003, penyelenggaraan program tunjangan hari tua dikelola oleh On May 6, 2003, the provision of retirement benefit program is managed by Yayasan
Yayasan Kesejahteraan Karyawan Angkasa Pura I (YAKKAP I) berdasarkan Keputusan Kesejahteraan Karyawan Angkasa Pura I (YAKKAP I) based on Joint Decree of the Directors
Bersama Direksi Perum Angkasa Pura I dan Perum Angkasa Pura II No. KEP.305/ of Perum Angkasa Pura I and Perum Angkasa Pura II Number KEP.305/KP.30.7.1/1988 and
P.30.7.1/1988 dan KEP.165A/PAP.I/X/1988 tanggal 1 Oktober 1988 jo Perjanjian Kerja KEP.165A/PAP.I/X/1988 dated October 1, 1988 jo Joint Working Agreement for the period
Bersama Periode 2003-2005 antara PT Angkasa Pura I dengan Serikat Pekerja Angkasa 2003-2005 between PT Angkasa Pura I and Labor Union of PT Angkasa Pura I.
Pura I No.SP.06/HK.10/2003-DU, No.SP.AP.I.01/PKB/2003. SP.06/HK.10/2003-DU, No.SP.AP.I.01/PKB/2003.
Page 144
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
r. Liabilitas imbalan kerja (lanjutan) r. Employee benefits liabilities (continued)
Imbalan pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya (lanjutan) Pension benefits and other post employment benefits (continued)
Program THT menyediakan manfaat pembayaran sekaligus dengan ketentuan nilai iuran The THT program provides payment benefits at the same time with the terms of the
adalah sebesar 5% (beban pegawai Perusahaan), 3% (beban pegawai diperbantukan), 1% contribution fee of 5% (Company employee expense), 3% (assigned employee expense), 1%
(beban pegawai ditugaskan) dari nilai Penghasilan Dasar Tunjangan Hari Tua (PhDTHT) dan (assigned charges) of the Basic Income Retirement Fees (PhDTHT) and the Company’s
iuran Perusahaan yang telah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham contributions that have been approved by the General Meeting of Shareholders (GMS) which
(RUPS) yang dibayarkan secara sekaligus pada awal tahun berjalan. is fully paid at the beginning of the current year.
Perusahaan juga memberikan imbalan pasca kerja lainnya, seperti tanda penghargaan dan The Company also provides other post-employment benefits, such as rewards and long-term
cuti jangka panjang. Imbalan berupa uang penghargaan diberikan apabila karyawan bekerja leave. Rewards in the form of award money are given when employees work until they reach
hingga mencapai usia pensiun. retirement age.
Kelompok Usaha harus menyediakan imbalan pensiun dengan jumlah minimal sesuai The Group is required to provide a minimum amount of pension benefits in accordance with
dengan Undang-Undang (“UU”) Ketenagakerjaan No. 13/2003 dan Perjanjian Kerja Labour Law No. 13/2003 and the Group’s Collective Labour Agreement (“CLA”), whichever is
Bersama (“PKB”), mana yang lebih tinggi. Karena UU Ketenagakerjaan atau PKB higher. Since the Labour Law and the CLA set the formula for determining the minimum
menentukan rumus tertentu untuk menghitung jumlah minimal imbalan pensiun, pada amount of benefits, in substance pension plans under the Labour Law or the CLA represent
dasarnya program pensiun berdasarkan UU Ketenagakerjaan atau PKB adalah program defined benefit plans.
pensiun imbalan pasti.
Liabilitas imbalan pensiun merupakan nilai kini liabilitas imbalan pasti pada akhir periode The pension benefit obligation is the present value of the defined benefit obligation at end
pelaporan dikurangi dengan nilai wajar aset program. Liabilitas imbalan pasti dihitung setiap reporting period less the fair value of plan assets. The defined benefit obligation is calculated
tahun oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected-Unit-Credit. by an independent actuary using the Projected-Unit-Credit method.
Nilai kini liabilitas manfaat pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas masa The present value of the defined benefit obligation is determined by discounting the estimated
depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada akhir future cash outflows using the yield at the end of the reporting period of long-term
periode pelaporan dalam mata uang rupiah sesuai dengan mata uang dimana imbalan government bonds denominated in rupiah in which the benefits will be paid and that have
tersebut akan dibayarkan dan yang memiliki jangka waktu yang sama dengan liabilitas terms to maturity similar to the related pension obligation.
manfaat pensiun yang bersangkutan.
Imbalan berupa uang penghargaan diberikan apabila karyawan bekerja hingga mencapai The reward is given when the employees reach their retirement age. Death allowance is paid
usia pensiun. Santunan kematian diberikan bila pegawai dan anggota keluarga tertentu when the employee or the qualified family members pass away. Benefit given is based on the
meninggal dunia. Nilai imbalan yang diberikan didasari pada peraturan Perusahaan. Company’s regulation. The separation reward benefit is paid to employees in the event of
Sedangkan imbalan berupa uang pisah, dibayarkan kepada karyawan yang mengundurkan voluntary resignation, subject to a minimum number of years of service. These benefits have
diri secara sukarela, setelah memenuhi minimal masa kerja tertentu. Imbalan ini dihitung been accounted for using the same methodology as for the defined benefit pension plan.
dengan menggunakan metodologi yang sama dengan metodologi yang digunakan dalam
perhitungan program pensiun imbalan pasti.
Perusahaan menyediakan imbalan kesehatan pasca kerja untuk pensiunan. Hak atas The Company provides post-employment medical benefits to their retirees. The entitlement to
imbalan ini pada umumnya diberikan apabila karyawan bekerja sampai usia pensiun dan these benefits is given if said employee has worked until his/her retirement age and the
memenuhi masa kerja minimum tertentu. completes the minimum service period.
Prakiraan biaya imbalan ini diakru sepanjang masa kerja karyawan, dengan menggunakan The expected costs of these benefits are accrued over the period of employment, using an
metode akuntansi yang sama, namun disederhanakan, dengan metode yang digunakan accounting methodology similar but simplified to that for defined benefit pension plans. These
dalam perhitungan program pensiun imbalan pasti. Kewajiban ini dinilai setiap tahun oleh obligations are valued annually by qualified independent actuaries.
aktuaris independen yang memenuhi kualifikasi.
Kelompok Usaha juga mencatat penyisihan manfaat tambahan untuk memenuhi dan The Group also provides additional provisions in order to meet and cover the minimum
menutup imbalan minimum yang harus dibayar kepada karyawan-karyawan sesuai dengan benefits required to be paid to the qualified employees under Collective Labor Agreement and
Perjanjian Kerja Bersama dan Undang-undang Penciptaan Lapangan Kerja No. 11/2020 Job Creation Law No. 11/2020 (the “Cipta Kerja Law”, (UUCK)). The said additional
(“UU Cipta Kerja”, (UUCK)). Penyisihan tambahan tersebut diestimasi dengan menggunakan provisions are estimated using actuarial calculations using the “Projected Unit Credit” method.
perhitungan aktuarial metode “Projected Unit Credit”.
Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) Changes in accounting policy (continued)
Pada bulan April 2022, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia In April 2022, the Institute of Indonesia Chartered Accountants’ Accounting Standard Board
“DSAK IAI”) menerbitkan siaran pers atas persyaratan pengatribusian imbalan pada periode “DSAK IAI”) issued a press release regarding attribution of benefits to periods of service in
jasa sesuai PSAK 24: Imbalan Kerja yang diadopsi dari IAS 19 Employee Benefits. Siaran accordance with PSAK 24: Imbalan Kerja which was adopted from IAS 19 Employee
pers tersebut menyampaikan informasi bahwa pola fakta umum dari program pensiun Benefits. The press release conveyed the information that the fact pattern of the pension
berbasis undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia saat ini memiliki pola program based on the Labor Law currently enacted in Indonesia is similar to those responded
fakta serupa dengan yang ditanggapi dan disimpulkan dalam IFRS Interpretation Committee and concluded in the IFRS Interpretation Committee (“IFRIC”) Agenda Decision Attributing
(“IFRIC”) Agenda Decision Attributing Benefit to Periods of Service IAS 19). Benefit to Periods of Service IAS 19).
Pada tahun-tahun sebelumnya, Kelompok Usaha mengatribusikan imbalan berdasarkan In prior years, the Group attributed benefits under the defined benefit plan’s benefit formula to
formula imbalan program imbalan pasti berdasarkan masa kerja sejak tanggal pekerja periods of service from the date when employees provide their services until their retirement
memberikan jasa hingga usia pensiun. Mulai April, 2022, berdasarkan siaran pers, Kelompok age. Starting from April, 2022, based on the press release, the Group changed the policy for
Usaha telah mengubah kebijakan akuntansinya untuk mengatribusikan imbalan berdasarkan attributing benefits under the plan to the date, that is when employee service first leads to
program tersebut, yaitu dari tanggal ketika jasa pekerja pertama kali menghasilkan imbalan benefits under the plan until the date when further employee service will lead to no material
dalam program sampai dengan tanggal ketika jasa pekerja selanjutnya tidak akan amount of further benefits under the plan.
menghasilkan jumlah imbalan yang material dibawah program tersebut.
Page 145
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
r. Liabilitas imbalan kerja (lanjutan) r. Employee benefits liabilities (continued)
Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan) Changes in accounting policy (continued)
Kelompok Usaha telah menerapkan siaran pers tersebut dan dengan demikian merubah The Group has adopted the said press release and accordingly changed its accounting policy
kebijakan akuntansi terkait atribusi imbalan kerja pada periode jasa dari kebijakan yang regarding attribution of benefits to periods of service previously applied.
diterapkan sebelumnya.
s. Sewa s. Leases
Kelompok Usaha menilai pada saat insepsi kontrak apabila kontrak tersebut adalah, atau The Group assesses at contract inception whether a contract is, or contains, a lease. That is,
mengandung, sewa. Yaitu, bila kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan if the contract conveys the right to control the use of an identified asset for a period of time in
penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan exchange for consideration.
imbalan.
Kelompok Usaha sebagai penyewa The Group as a lessee
Kelompok Usaha menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk The Group applies a single recognition and measurement approach for all leases, except for
semua sewa, kecuali untuk sewa jangka-pendek dan sewa yang aset pendasarnya bernilai- short-term leases and leases of low-value assets. The Group recognizes lease liabilities to
rendah. Kelompok usaha mengakui liabilitas sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan make lease payments and right-of-use assets representing the right to use the underlying
aset hak-guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset pendasar. assets.
Aset hak-guna Right-of-use assets
Kelompok usaha mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan sewa (yaitu tanggal aset The Group recognizes right-of-use assets at the commencement date of the lease (i.e., the
pendasar tersedia untuk digunakan). Aset hak-guna diukur pada harga perolehan, dikurangi date the underlying asset is available for use). Right-of-use assets are measured at cost, less
akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, serta disesuaikan dengan pengukuran kembali any accumulated depreciation and impairment losses, and adjusted for any remeasurement
liabilitas sewa. of lease liabilities.
Biaya perolehan aset hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung The cost of right-of-use assets includes the amount of lease liabilities recognized, initial direct
awal yang terjadi, dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal costs incurred, and lease payments made at or before the commencement date less any
permulaan dikurangi setiap insentif sewa yang diterima. Aset hak-guna disusutkan dengan lease incentives received. Right-of-use assets are depreciated on a straight-line basis over
metode garis lurus selama masa sewa. the lease term.
Jika kepemilikan aset pendasar sewa beralih ke Kelompok Usaha pada akhir masa sewa If ownership of the leased asset transfers to the Group at the end of the lease term or the
atau biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan Kelompok Usaha akan mengeksekusi cost reflects the exercise of a purchase option, depreciation is calculated using the estimated
opsi beli, maka penyusutan aset hak-guna dihitung menggunakan estimasi masa manfaat useful life of the asset. The right-of-use assets are also assessed for impairment
aset. Aset hak-guna juga dievaluasi untuk penurunan nilai.
Liabilitas Sewa Lease liabilities
Pada tanggal permulaan sewa, Kelompok Usaha mengakui liabilitas sewa yang diukur pada At the commencement date of the lease, the Group recognizes lease liabilities measured at
nilai kini pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. the present value of lease payments to be made over the lease term.
Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi beli yang secara wajar pasti The lease payments also include the exercise price of a purchase option reasonably certain
dilaksanakan oleh Kelompok Usaha dan pembayaran peprnalti untuk mengakhiri sewa, jika to be exercised by the Group and payments of penalties for terminating the lease, if the lease
masa sewa merefleksikan adanya opsi dapat mengakhiri sewa. Pembayaran sewa variabel term reflects the option to terminate the lease. Variable lease payments that do not depend
yang tidak bergantung pada indeks atau tarif diakui sebagai beban pada periode terjadinya on an index or a rate are recognized as expenses in the period in which the event or condition
peristiwa atau kondisi yang memicu terjadinya pembayaran tersebut. that triggers the payment occurs.
Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Kelompok Usaha menggunakan Suku Bunga In calculating the present value of lease payments, the Group uses its Incremental Borrowing
Pinjaman Inkremental (“SBPI”) pada tanggal permulaan sewa karena suku bunga implisit Rate (“IBR”) at the lease commencement date because the interest rate implicit in the lease
dalam sewa tidak dapat langsung ditentukan. Setelah tanggal permulaan, jumlah kewajiban is not readily determinable. After the commencement date, the amount of lease liabilities is
sewa ditingkatkan untuk mencerminkan akresi bunga (atas efek diskonto) dan dikurangi increased to reflect the accretion of interest and the reduction for the lease payments made.
untuk pembayaran sewa yang dilakukan.
Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika terdapat modifikasi, perubahan In addition, the carrying amount of lease liabilities is remeasured if there is a modification, a
masa sewa, perubahan pembayaran sewa, atau perubahan penilaian atas opsi untuk change in the lease term, a change in the lease payments or a change in the assessment of
membeli aset pendasar. an option to purchase the underlying asset.
Sewa jangka pendek dan sewa dengan aset bernilai rendah. Short-term leases and leases of low-value assets.
Kelompok Usaha menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa The Group applies the short-term lease recognition exemption to its short-term leases (i.e.,
yang jangka waktu sewanya pendek (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan those leases that have a lease term of 12 months or less from the commencement date and
atau kurang dari tanggal permulaan dan tidak memiliki opsi beli). Kelompok Usaha juga do not contain a purchase option). The Group also applies the lease of low-value assets
menerapkan pengecualian pengakuan sewa dengan aset bernilai rendah untuk sewa yang recognition exemption to leases that are considered to be low value. Lease payments on
aset pendasarnya dianggap bernilai rendah. Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek short-term leases and leases of low-value underlying assets are recognized as expense on a
dan sewa dari aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama straight-line basis over the lease term.
masa sewa.
Page 146
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
s. Sewa s. Leases
Kelompok Usaha sebagai pesewa The Group as a lessor
Sewa yang dalam pengaturannya Kelompok Usaha tidak mengalihkan secara substansial Leases in which the Group does not transfer substantially all the risks and rewards incidental
seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan to ownership of an asset are classified as operating leases. Lease income arising is
sebagai sewa operasi. Pendapatan sewa yang timbul dicatat dengan metode garis lurus accounted for on a straight-line basis over the lease terms and is included in other operating
selama masa sewa dan diakui sebagai bagian dari pendapatan usaha pada laba rugi karena income in the profit or loss due to its operating nature. Initial direct costs incurred in
sifatnya. Biaya langsung awal yang terjadi dalam negosiasi dan pengaturan sewa operasi negotiating and arranging an operating lease are added to the carrying amount of the leased
ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui selama masa sewa atas dasar asset and recognized over the lease term on the same basis as lease income. Contingent
yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontijensi diakui sebagai pendapatan pada rent are recognized as revenue in the period in which they are earned.
periode dimana sewa kontijensi tersebut diperoleh.
t. Perpajakan t. Taxation
Pajak final Final tax
Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak Tax regulation in Indonesia determined that certain taxable income is subject to final tax.
yang bersifat final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan Final tax applied to the gross value of transactions is applied even when the parties carrying
walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. the transaction recognizing losses.
Mengacu pada revisi PSAK No. 46 yang disebutkan di atas, pajak final tersebut tidak Referring to revised PSAK No. 46 as mentioned above, final tax is no longer governed by
termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK No. 46. Oleh karena itu, Kelompok Usaha PSAK No. 46. Therefore, the Group has decided to present all of the final tax arising from
memutuskan untuk menyajikan beban pajak final sehubungan dengan penjualan tanah, sales of land, land rent revenue and engineering and construction services as a separate line
pendapatan sewa tanah dan jasa rekayasa dan konstruksi sebagai pos tersendiri. item.
Perbedaan antara nilai tercatat dari aset revaluasi dan dasar pengenaan pajak merupakan
perbedaan temporer sehingga menimbulkan liabilitas atau aset pajak tangguhan, kecuali The difference between the carrying amount of a revalued asset and its tax base is a
untuk aset tertentu seperti tanah yang pada saat realisasinya dikenakan pajak final yang temporary difference and gives rise to a deferred tax liability or asset, except for certain asset
dikenakan atas nilai bruto transaksi. such as land, which upon realization is taxed with final tax on gross value of transaction.
Pajak kini Current tax
Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan Current income tax assets and liabilities for the current period are measured at the amount
dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. expected to be recovered from or paid to the taxation authority.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan yang dihitung Current tax expense is determined based on the taxable profit for the year computed using
berdasarkan tarif pajak yang berlaku. the prevailing tax rates.
Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari “Beban Underpayment/overpayment of income tax are presented as part of “Tax Expense - Current”
Pajak Kini” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. in the consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income. The Group
Kelompok Usaha juga menyajikan bunga atau denda, jika ada, sebagai bagian dari “Beban also presented interest or penalty, if any, as part of “Current Tax Expense”.
Pajak Kini”.
Amendments to tax liabilities are recorded when a tax assessment letter is received or, if
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, appealed against, when the result of the appeal is determined.
jika diajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan ditetapkan.
Pajak tangguhan Deferred tax
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas konsekuensi Deferred tax assets and liabilities are recognized using the liability method for the future tax
pajak pada masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas consequences attributable to differences between the carrying amounts of existing assets
menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas pada setiap and liabilities in the financial statements and their respective tax basis at each reporting date.
tanggal pelaporan.
Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences and deferred tax
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset assets are recognized for deductible temporary differences and accumulated fiscal losses to
pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi the extent that it is probable that taxable profit will be available in future years against which
rugi fiskal, sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan the deductible temporary differences and accumulated fiscal losses can be utilized.
akumulasi rugi fiskal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada
masa depan. The carrying amount of a deferred tax asset is reviewed at the end of each reporting period
and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable profit will be
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir setiap periode pelaporan available to allow the benefit of part or all of that deferred tax asset to be utilized. At the end
dan diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian of each reporting period, the Group reassesses unrecognized deferred tax assets. The Group
atau semua manfaat aset pajak tangguhan tersebut. Pada akhir setiap periode pelaporan, recognizes previously unrecognized deferred tax assets to the extent that it has become
Kelompok Usaha menilai kembali aset pajak tangguhan yang tidak diakui. Kelompok Usaha probable that future taxable profit will allow the deferred tax assets to be recovered.
mengakui aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila besar kemungkinan
bahwa laba fiskal pada masa depan akan tersedia untuk pemulihannya. Deferred tax is calculated using regulated tax rates or substantively enacted at the reporting
date. Changes in the carrying amount of deferred tax assets and liabilities due to a change in
Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara tax rates are charged to current period operations, except to the extent that they relate to
substansial telah berlaku pada tanggal pelaporan. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas items previously charged or credited to equity.
pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada usaha
periode berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung Deferred tax assets and liabilities are offset in the consolidated statements of financial
dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. position, except if they are for different legal entities, consistent with the presentation of
current tax assets and liabilities.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian, kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk entitas yang
berbeda, sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
Page 147
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
u. Pendapatan dan beban u. Revenue and expense
Kelompok Usaha menerapkan PSAK 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”, The Group has adopted PSAK 72, “Revenue from Contracts with Customers”, which
yang mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis requires revenue recognition to fulfill 5 (five) steps of assessment as follows:
sebagai berikut:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan 1. Identify contract(s) with a customer
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan 2. Identify the performance obligations in the contract. Performance obligations are
janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik promises in a contract to transfer to a customer goods or services that are distinct.
berbeda ke pelanggan.
3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak 3. Determine the transaction price.Transaction price is the amount of consideration to
diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang which an entity expects to be entitled in exchange for transferring promised goods
dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu or services to a customer. If the consideration promised in a contract includes a
jumlah yang bersifat variabel, maka Kelompok Usaha membuat estimasi jumlah imbalan variable amount, the Group estimates the amount of consideration to which it
tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang expects to be entitled in exchange for transferring the promised goods or services to
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja a customer less the estimated amount of service level guarantee which will be paid
jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak. during the contract period.
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar 4. Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the
harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di relative stand-alone selling prices of each distinct goods or services promised in the
kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif contract. Where these are notdirectly observable, the relative standalone selling
diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin. price are estimated based on expected cost plus margin.
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan 5. Recognize revenue when performance obligation is satisfied by transferring a
menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah promised goods or services to a customer (which is when the customer obtains
memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut). control of that goods or services).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni: A performance obligation may be satisfied at the following:
1. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau 1. A point in time (typically for promises to transfer goods to a customer); or
2. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke (pelanggan). Untuk 2. Over time (typically for promises to transfer services to a customer). For a
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Kelompok Usaha performance obligation satisfied over time, the Group selects an appropriate
memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang measure of progress to determine the amount of revenue that should be recognized
harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan. as the performance obligation is satisfied.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah Payment of the transaction price is differ for each contracts. A contract asset is
penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. recognized once the consideration paid by customer is less than the balance of
Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban performance obligation which has been satisfied. A contract liability is recognized once
pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas the consideration paid by customer is more than the balance of performance obligation
kontrak disajikan dalam "Pendapatan diterima di muka". which has been satisfied. Contract assets are presented under "Trade receivables" and
contract liabilities are presented under "Unearned revenue".
Pengakuan beban Expenses recognition
Beban diakui pada saat terjadinya (asas akrual). Expenses are recognized when its incurred (accrual basis).
v. Penurunan nilai aset non-keuangan v. Impairment of non-financial assets
Pada setiap akhir periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah terdapat indikasi The Group assesses at the end of each reporting period whether there is an indication
suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah that an asset may be impaired. If such indication exists, recoverable amount is estimated
terpulihkan diestimasi untuk aset individual. Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah for the individual asset. If it is not possible to estimate the recoverable amount of the
terpulihkan aset individual, maka Kelompok Usaha menentukan nilai terpulihkan dari Unit individual asset, the Group determines the recoverable amount of the Cash-Generating
Penghasil Kas (UPK) yang mana aset tercakup (aset dari UPK). Unit (CGU) to which the asset belongs (the asset’s CGU).
Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang An asset’s (either individual asset or CGU) recoverable amount is the higher of the
lebih tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya. Jika asset’s fair value less costs to sell and its value in use. Where the carrying amount of
nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap the asset exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is
mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai written down to its recoverable amount. Impairment loss are recognized in consolidated
terpulihkannya. Rugi penurunan nilai diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan statement of profit or loss and other comprehensive income as “impairment loss”.
komprehensif lain konsolidasian sebagai “rugi penurunan nilai”.
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini In assessing the value in use, the estimated net future cash flows are discounted to their
dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of
kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. the time value of money and the risks specific to the asset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi In determining fair value less costs to sell, recent market transactions are taken into
pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Kelompok Usaha account, if available. If no such transactions can be identified, an appropriate valuation
menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan- model is used to determine the fair value of the asset. These calculations are
perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar lain yang corroborated by valuation multiples or other available fair value indicators.
tersedia.
Kerugian penurunan nilai, jika ada, diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan Impairment loss, if any, are recognized in consolidated statement of profit or loss and
komprehensif lain konsolidasian sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi other comprehensive income under expense categories that are consistent with the
dari aset yang diturunkan nilainya. functions of the impaired assets.
Page 148
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
v. Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan) v. Impairment of non-financial assets (continued)
Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi An assessment is made at the end of each reporting period as to whether there is any
penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset mungkin tidak indication that previously recognized impairment losses for an asset may no longer exist
ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi or may have decreased. If such indication exists, the recoverable amount is estimated.
jumlah terpulihkan aset tersebut.
A previously recognized impairment loss for an asset is reversed only if there has been a
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset change in the assumptions used to determine the asset’s recoverable amount since the
dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan last impairment loss was recognized.
jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah The reversal is limited so that the carrying amount of the asset does not exceed its
terpulihkannya maupun jumlah tercatat, bersih setelah penyusutan, seandainya tidak ada recoverable amount, nor exceeds the carrying amount that would have been determined,
rugi yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pembalikan rugi net of depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior
penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain periods. Reversal of an impairment loss is recognized in consolidated statement of profit
konsolidasian. Setelah pembalikan tersebut diakui sebagai laba rugi, penyusutan aset or loss and other comprehensive income. After such a reversal is recognized in profit or
tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang loss, the depreciation charge on the said asset is adjusted in future periods to allocate
direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya. the asset’s revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over
its remaining useful life.
w. Pelaporan segmen w. Segment reporting
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: (1) yang terlibat dalam aktivitas bisnis An operating segment is a component of an entity: (1) which engages in business
yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban; (2) hasil operasinya dikaji activities from which it may earn revenues and incur expenses; (2) whose operating
ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan results are regularly reviewed by the entity's operating decision maker to decide about
tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan resources to be allocated to the segment and value its performance; and (3) for which
(3) tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. discrete financial information is available.
Kelompok Usaha mengidentifikasikan segmen operasi berdasarkan pelaporan internal yang The Group identifies its operating segments on the basis of internal reports that are
direviu secara regular oleh pengambil keputusan operasional dalam mengalokasikan sumber regularly reviewed by the Group's chief operating decision-maker in order to allocate
daya dan menilai kinerja segmen operasi Kelompok Usaha. resources to the segment and assess its performance.
Pengungkapan tambahan pada masing-masing segmen terdapat dalam Catatan 42,
termasuk faktor yang digunakan untuk mengidentifikasi segmen yang dilaporkan dan dasar Additional disclosures on each of these segments are shown in Note 42, including the
pengukuran informasi segmen. factors used to identify the reported segments and the measurement basis of segment
information.
Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Perusahaan dan Entitas Anak
dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi. Segments are determined before intra-group balances and intra-group transactions are
eliminated as part of consolidation process.
x. Laba per saham x. Earnings per share
Laba per saham dihitung dengan membagi total laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan Earnings per share is calculated by dividing the total profit for the year attributable to
kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar owners of the parent by the weighted average number of ordinary shares outstanding
pada tahun yang bersangkutan. during the year.
Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi total laba tahun berjalan yang dapat Diluted earning per share is calculated by dividing profit for the year attributable to
diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa owners of the parent by the weighted average number of ordinary shares outstanding
yang beredar pada periode pelaporan, yang disesuaikan untuk mengasumsikan konversi during the reporting period, adjusted to assume conversion of all potential dilutive
efek berpotensi saham biasa yang sifatnya dilutif. ordinary shares.
y. Pengukuran nilai wajar y. Fair value measurement
Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK No. 68, “Pengukuran Nilai Wajar”. PSAK ini, The Group has adopted PSAK No. 68, “Fair Value Measurement”. This PSAK, among
antara lain, memberikan panduan tentang bagaimana pengukuran nilai wajar ketika nilai others, provides guidance on how to measure fair value when fair value is required or
wajar disyaratkan atau diizinkan. Penerapan PSAK ini tidak berpengaruh signifikan terhadap permitted. The adoption of this PSAK has no significant impact on the consolidated
laporan keuangan konsolidasian. Kelompok Usaha mengukur instrumen keuangan pada nilai financial statements. The Group measures financial instruments at fair value at each
wajar setiap tanggal pelaporan. Pengungkapan nilai wajar instrumen keuangan disajikan reporting date. Fair value disclosure for financial instruments are disclosed in Note 47.
dalam Catatan 47.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada in an orderly transaction between market participants at the measurements date. The fair
tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa transaksi untuk value measurement is based on the presumption that the transaction on selling assets or
menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi di: transfer the liabilities takes place whenever:
- Pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau - In the principal market for the assets or liabilities, or
- Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau - In the absence of a principal market, in the most advantageous market for the
liabilitas tersebut. assets or liabilities.
Kelompok Usaha harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling The principal or the most advantageous market must be accessible by the Group.
menguntungkan.
The fair value of an asset or a liability is measured using the assumptions that market
Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan oleh participants would use when pricing the asset or liabilities, assuming that market
pelaku pasar pada saat melakukan penilaian aset atau liabilitas, dengan asumsi bahwa participants act in their economic best interest.
pelaku pasar akan bertindak atas kepentingan ekonomi terbaik mereka.
Page 149
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
y. Pengukuran nilai wajar (lanjutan) y. Fair value measurement (continued)
Kelompok Usaha mengunakan teknik penilaian yang sesuai dengan kondisi Perusahaan dan The Group uses valuation techniques that are appropriate in the circumstances and for
dimana terdapat ketersediaan data yang cukup untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan which sufficient data are available to measure fair value, maximizing the use of relevant
penggunaan data masukan yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan observable inputs and minimizing the use of unobservable inputs.
penggunakan data masukan yang tidak dapat diobservasi.
Semua aset dan liabilitas yang diukur dengan nilai wajar atau diungkapkan dalam laporan All assets and liabilities for which fair value is measured or disclosed in the financial
keuangan dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan tingkat masukan paling rendah statements are categorized within the fair value hierarchy, described as follows, based
yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan: on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole:
- Tingkat 1 - Harga kuotasian (tidak disesuaikan) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas - Level 1 - Quoted (unadjusted) market prices in active markets for identical assets or
yang identik; liabilities;
- Tingkat 2 - Teknik-teknik lain atas semua input yang memiliki efek signifikan terhadap - Level 2 - Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to
nilai wajar yang tercatat dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak the fair value measurement is directly or indirectly observable;
langsung;
- Tingkat 3 - Teknik yang menggunakan input yang memiliki pengaruh signifikan terhadap - Level 3 - Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to
nilai wajar yang tercatat yang tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi. the fair value measurement is unobservable.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui dalam laporan keuangan dalam basis yang berulang, For assets and liabilities that are recognized in the financial statements on a recurring
Kelompok Usaha menentukan apakah transfer telah terjadi antara tingkat dalam hirarki basis, the Group determines whether transfers have occurred between levels in the
dengan menilai ulang kategori (berdasarkan tingkat masukan paling rendah yang signifikan hierarchy by reassessing categorization (based on the lowest level input that is
terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada setiap akhir periode pelaporan. significant to the fair value measurement as a whole) at the end of each reporting period.
z. Kombinasi bisnis z. Business combinations
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari suatu Business combinations are accounted for using the acquisition method. The cost of an
akuisisi diukur dari nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal acquisition is measured as the aggregate of the consideration transferred, measured at
akuisisi dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, acquisition date fair value and the amount of any NCI in the acquiree. For each business
pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi pada nilai wajar atau pada combination, the acquirer measures the NCI in the acquiree either at fair value or at the
proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. proportionate share of the acquiree’s identifiable net assets. Transaction costs incurred
Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan dicatat dalam “Beban umum dan are directly expensed and included in “General and administrative expenses”.
administrasi”.
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Kelompok Usaha mengklasifikasikan dan When the Group acquires a business, it assesses the financial assets acquired and
menentukan aset keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih liabilities assumed for appropriate classification and designation in accordance with the
berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada contractual terms, economic circumstances and pertinent conditions as at the acquisition
pada tanggal akuisisi. Hal ini termasuk pemisahan derivatif melekat dalam kontrak utama date. This includes the separation of embedded derivatives in host contracts by the
oleh pihak yang diakuisisi. acquiree.
Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada biaya perolehan yang merupakan selisih At acquisition date, goodwill is initially measured at cost being the excess of the
lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari aggregate of the consideration transferred and the amount recognized for NCI over the
aset neto teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut net identifiable assets acquired and liabilities assumed. If this consideration is lower than
kurang dari nilai wajar aset neto entitas yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam laba the fair value of the net assets of the acquiree, the difference is recognized in profit or
rugi sebagai keuntungan dari pembelian dengan diskon setelah sebelumnya manajemen loss as gain on bargain purchase after revisiting the identification and fair value
meninjau kembali identifikasi dan nilai wajar dari aset yang diperoleh dan liabilitas yang measurement of the acquired assets and the assumed liabilities.
diambil alih.
Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut Where goodwill forms part of a CGU and part of the operation within that CGU is
dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang dihentikan tersebut disposed of, the goodwill associated with the operation disposed of is included in the
termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau carrying amount of the operation when determining the gain or loss on disposal of the
kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operation. Goodwill disposed of in this circumstance is measured based on the relative
operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan. values of the operation disposed of and the portion of the CGU retained.
Kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam Business combination of entities under common control, represents the transfer of
rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu Kelompok Usaha yang sama, business which is carried out within the framework of reorganizing entities under the
bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi same group, does not constitute a change of ownership based on the economic
tersebut tidak dapat menimbulkan laba atau rugi bagi Kelompok Usaha secara keseluruhan substance of such transaction, hence it does not result in gain or loss to the group as a
ataupun bagi entitas individual dalam Kelompok Usaha tersebut. Oleh karena itu, transaksi whole or to the individual entity within the group. Hence, such transaction is recognized
tersebut diakui pada jumlah tercatat berdasarkan metode penyatuan kepemilikan. Laporan at carrying amount using the pooling-of-interests method. The financial statements of the
keuangan entitas yang bergabung disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan combined entities are presented as if they had been combined from the beginning of the
tersebut telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam period they were under common control.
sepengendalian.
Selisih antara imbalan yang diberikan/diterima dan jumlah tercatat bisnis yang Difference between the consideration transferred/received and the carrying amount of
diterima/dilepas dalam kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat pada akun tambahan the acquired/disposed business in a business combination of entities under common
modal disetor dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. control is recorded in additional paid-in capital account in the consolidated statement of
financial position.
Page 150
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
aa. Peristiwa setelah periode pelaporan aa. Events after the reporting period
Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan mengenai posisi Post period-end events that provide additional information about the Group’s financial
keuangan Kelompok Usaha pada tanggal pelaporan (“peristiwa penyesuaian”), jika ada, position at the reporting date (“adjusting events”), if any, are reflected in the consolidated
dicerminkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah periode pelaporan financial statements. Post period-end events that are not adjusting events are disclosed
yang bukan peristiwa penyesuai diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan in the notes to the consolidated financial statements when material.
konsolidasian jika material.
ab. Klasifikasi lancar dan tak lancar ab. Current and non-current classification
Kelompok Usaha menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian The Group presents assets and liabilities in the statement of financial position based on
berdasarkan klasifikasi lancar/tak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila: current/non-current classification. An asset is current when it is:
1) akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal, 1) expected to be realized or intended to be sold or consumed in the normal operating
cycle,
2) untuk diperdagangkan 2) held primarily for the purpose of trading,
3) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau 3) expected to be realized within 12 months after the reporting period, or
4) kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk 4) cash or cash equivalent unless restricted from being exchanged or used to settle a
melunasi suatu liabilitas dalam kurun waktu 12 bulan setelah tanggal pelaporan. liability for at least 12 months after the reporting period.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar. All other assets are classified as non-current.
Suatu liabilitas disajikan lancar bila: A liability is current when it is:
1) akan dilunasi dalam siklus operasi normal, 1) expected to be settled in the normal operating cycle,
2) untuk diperdagangkan, 2) held primarily for the purpose of trading,
3) akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau 3) due to be settled within twelve months after the reporting period, or
4) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam kurun waktu 12 4) there is no unconditional right to defer the settlement of the liability for at least
bulan setelah tanggal pelaporan. twelve months after the reporting period.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar. All other liabilities are classified as non-current.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dan Deferred tax assets and liabilities are classified as non-current assets and liabilities.
kewajiban jangka panjang.
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN 3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS ESTIMATES AND ASSUMPTIONS
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan The preparation of consolidated financial statements, in conformity with Indonesian Financial
di Indonesia mewajibkan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang Accounting Standards, requires management to make judgments of estimations and
mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, assumptions that affect the amounts reported on income, expenses, assets and liabilities and
dan pengungkapan liabilitas kontinjensi pada tanggal pelaporan. Ketidakpastian mengenai disclosures of contigent liabilities at the reporting date. The uncertainty of assumption and
asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian nilai tercatat aset dan estimation may cause adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the
liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya. next reporting period.
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar Management believes that the following represent a summary of the significant judgements,
pertimbangan, estimasi dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang estimates and assumptions made that affected certain reported amounts and disclosures in
berpengaruh terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan the consolidated financial statements.
keuangan konsolidasian.
Pertimbangan Judgments
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha mensyaratkan manajemen The preparation of the Group’s consolidated financial statements requires management to
untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues,
dilaporkan atas pendapatan, beban, aset dan liabilitas, serta pengungkapan laporan expenses, assets and liabilities, and the disclosures to the consolidate financial statements,
keuangan konsolidasi, pada akhir periode pelaporan. Namun, ketidakpastian asumsi dan at the end of the reporting period. However, uncertainty about these assumptions and
estimasi ini dapat menyebabkan hasil yang memerlukan penyesuaian material atas nilai estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amount
tercatat aset atau liabilitas yang berdampak pada masa mendatang. of the assets or liabilities affected in future years.
Penentuan mata uang fungsional Determination of functional currency
Mata uang fungsional dari setiap entitas dalam Kelompok Usaha adalah mata uang dari The functional currency of each entity in the Group is the currency of the primary economic
lingkungan ekonomi utama di mana entitas tersebut beroperasi. Mata uang tersebut adalah environment where such entity operates. Those currencies are the currencies that influence
mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan biaya masing-masing entitas. Penentuan the revenues and costs of each of the respective entities. The determination of functional
mata uang fungsional bisa membutuhkan pertimbangan karena berbagai kompleksitas, currency may require judgment due to various complexity, among others, the entity may
antara lain, suatu entitas dapat bertransaksi dalam lebih dari satu mata uang dalam aktivitas transact in more than one currency in its daily business activities.
usahanya sehari-hari.
Klasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan Classification of financial assets and liabilties
Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset The Group determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets
keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang and financial liabilities by complying the definition set in PSAK No.71. Accordingly, the
ditetapkan PSAK No. 71 dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Group's
diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha seperti diungkapkan pada 2h. accounting policies disclosed in Note 2h.
Page 151
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS ESTIMATES AND
ASSUMPTIONS (continued)
Tagihan restitusi pajak dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak Claims for tax refund and tax assessments under appeal
Berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku saat ini, manajemen mempertimbangkan Based on tax regulations currently enacted, the management judges if the amounts of claims
apakah jumlah tagihan restitusi pajak yang dicatat dalam akun pajak dibayar di muka dapat for tax refund recorded under prepaid taxes account are recoverable from and refundable by
dipulihkan dan direstitusi oleh Kantor Pajak. the Tax Office.
Sewa Leases
Sewa Operasi Operating Leases
Kelompok Usaha menerapkan PSAK 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa The Group has adopted PSAK 73, which sets the requirement for recognition of lease
sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi. liabilities in relation to leases which had previously been classified as operating leases.
Pada tanggal permulaan kontrak, Kelompok Usaha menilai apakah kontrak merupakan, atau At the inception of a contract, the Group assesses whether the contract is, or contains, a
mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut lease. A contract is or contains a lease if the contract conveys the right to control the use of
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka an identified asset for a period of time in exchange for consideration.
waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Estimasi dan asumsi Estimates and assumptions
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber kunci lainnya untuk estimasi The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty
ketidakpastian pada akhir periode pelaporan yang memiliki risiko signifikan yang at the end of the reporting period that have a significant risk of causing a material adjustment
menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam tahun to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year are discussed
pelaporan berikutnya dijabarkan sebagai berikut: below:
Provisi kerugian kredit ekspektasian atas piutang usaha Provision for expected credit losses of trade receivables
Kelompok Usaha menggunakan matriks provisi untuk menghitung KKE untuk piutang usaha. The Group uses a provision matrix to calculate ECLs for trade receivables. The provision
Tingkat provisi didasarkan pada hari lewat jatuh tempo untuk pengelompokan berbagai rates are based on days past due for groupings of various customer segments that have
segmen pelanggan yang memiliki pola kerugian yang serupa. Matriks provisi pada awalnya similar loss patterns. The provision matrix is initially based on the Group’s historical observed
didasarkan pada tingkat gagal bayar Kelompok Usaha yang diamati secara historis. default rates.
Kelompok Usaha akan mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian The Group will calibrate the matrix to adjust the historical credit loss experience with forward-
kredit historis dengan informasi yang bersifat perkiraan masa depan (forward-looking). looking information. For instance, if forecast economic conditions (i.e., gross domestic
Misalnya, jika perkiraan kondisi ekonomi (yaitu, produk domestik bruto) diekspektasikan akan product) are expected to deteriorate over the next year which can lead to an increased
memburuk pada tahun berikutnya yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah gagal bayar number of defaults in the manufacturing sector, the historical default rates are adjusted. At
di sektor manufaktur, tingkat gagal bayar historis disesuaikan. Pada setiap tanggal every reporting date, the historical observed default rates are updated and changes in the
pelaporan, tingkat gagal bayar yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam forward-looking estimates are analyzed.
estimasi perkiraan masa depan dianalisis.
Penilaian korelasi antara tingkat default yang diamati secara historis, prakiraan kondisi The assessment of the correlation between historical observed default rates, forecast
ekonomi, dan KKE adalah estimasi yang signifikan. Jumlah KKE sensitif terhadap perubahan economic conditions and ECLs is a significant estimate. The amount of ECLs is sensitive to
keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Kelompok changes in circumstances and of forecast economic conditions. The Groups’s historical credit
Usaha dan perkiraan kondisi ekonomi mungkin juga tidak mewakili gagal bayar pelanggan loss experience and forecast of economic conditions may also not be representative of
yang sebenarnya di masa depan. Informasi tentang KKE pada piutang usaha Perusahaan customer’s actual default in the future. The information about the ECLs on the Company’s
diungkapkan dalam Catatan 7. trade receivables is disclosed in Note 7.
Estimasi masa manfaat atas aset tetap Estimated useful lives of fixed assets
Kelompok Usaha mengestimasi masa manfaat dari aset tetap berdasarkan utilisasi dari aset The Group estimates the useful lives of its fixed assets based on expected asset utilization
yang diharapkan dapat didukung dengan rencana dan strategi usaha yang juga as anchored on business plans and strategies that also consider expected future
mempertimbangkan perkembangan teknologi di masa depan dan perilaku pasar. Estimasi technological developments and market behavior. The estimation of the useful lives of fixed
dari masa manfaat aset tetap adalah berdasarkan penelaahan Kelompok Usaha secara asset is based on the Group’s collective assessment of industry practice, internal technical
kolektif terhadap praktek industri, evaluasi teknis internal dan pengalaman untuk aset yang evaluation and experience with similar assets.
setara.
The estimated useful lives are reviewed at least at each financial year end and are updated if
Estimasi masa manfaat direviu paling sedikit setiap akhir tahun pelaporan dan diperbarui jika expectations differ from previous estimates due to physical wear and tear, technical or
ekspektasi berbeda dari estimasi sebelumnya dikarenakan pemakaian dan kerusakan fisik, commercial obsolescence and legal or other limitations on the use of the assets. It is
keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain atas penggunaan possible, however, that future results of operations could be materially affected by changes in
dari aset. Tetapi, adalah mungkin, hasil di masa depan dari operasi dapat dipengaruhi the estimates brought about by changes in the factors mentioned above.
secara material oleh perubahan-perubahan dalam estimasi yang diakibatkan oleh perubahan
faktor-faktor yang disebutkan di atas.
Penyusutan aset hak-guna Depreciation of right-of-use assets
Biaya perolehan aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran The costs of right-of-use assets are depreciated on a straight-line basis over their estimated
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset hak- useful lives. Management estimates the useful lives of these leased assets to be within 2
guna antara 2 (dua) sampai dengan 30 (tiga puluh) tahun, yang merupakan umur yang (two) to 30 (thirty) years. These are common life expectancies applied in the industries where
secara umum diharapkan dalam industri dimana Kelompok usaha menjalankan bisnisnya. the Group conducts its businesses. Changes in the expected level of usage could impact the
Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa economic useful lives and the residual values of these assets, and therefore future
manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan depreciation charges could be revised.
mungkin direvisi.
Page 152
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGMENTS ESTIMATES AND
ASSUMPTIONS (continued)
Estimasi dan asumsi (lanjutan) Estimates and assumptions (continued
Liabilitas imbalan kerja karyawan Employee benefits liabilities
Beban dari program pensiun manfaat pasti dan nilai kini dari kewajiban pensiun ditentukan The cost of defined benefit plan and present value of the pension obligation are determined
oleh penilaian aktuaris dengan menggunakan beberapa asumsi diantaranya tingkat diskonto, based actuarial valuation which makes use of various assumptions such as discount rates,
tingkat pengembalian dana yang diharapkan, tingkat kenaikan kompensasi dan tingkat expected rates of return on plan assets, rates of compensation increases and mortality rates.
kematian, kewajiban manfaat pasti sangat sensitif terhadap perubahan asumsi. Nilai tercatat The defined benefit obligation is highly sensitive to changes in the assumptions. The carrying
liabilitas telah diungkapkan dalam Catatan 25. amount of the obligation is disclosed in Note 25.
Ketidakpastian kewajiban perpajakan Uncertain tax exposure
Dalam situasi tertentu, Kelompok Usaha tidak dapat menentukan secara pasti jumlah Income taxes In certain circumstances, the Group may not be able to determine the exact
liabilitas pajak mereka pada saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan, atau amount of its current or future tax liabilities due to ongoing investigations by, or negotiations
negosiasi dengan otoritas perpajakan. Ketidakpastian timbul terkait dengan intepretasi dari with, the taxation authority. Uncertainties exist with respect to the interpretation of complex
peraturan perpajakan yang kompleks dan jumlah dan waklu dari pendapatan kena pajak di tax regulations and the amount and timing of future taxable income. In determining the
masa depan. Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak amount to be recognized in respect of an uncertain tax liability, the Group applies similar
yang tidak pasti, Kelompok Usaha menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka considerations as it would use in determining the amount of a provision to be recognized in
gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai dengan PSAK No. accordance with PSAK No. 57, "Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Asset.
57, "Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi". Pajak penghasilan telah diungkapkan Income tax is disclosed in Note 11.
dalam Catatan 11.
Realisasi dari aset pajak tangguhan Realizability of deferred tax assets
Kelompok Usaha melakukan reviu atas nilai tercatat aset pajak tangguhan pada setiap akhir The Group reviews the carrying amounts of deferred tax assets at the end of each reporting
periode pelaporan dan mengurangi nilai tersebut sampai sebesar kemungkinan aset tersebut period and reduces these to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable
tidak dapat direalisasikan, dimana penghasilan kena pajak yang tersedia memungkinkan income will be available to allow all or part of the deferred tax assets to be utilized.
untuk penggunaan seluruh atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut.
Penelaahan Kelompok Usaha atas pengakuan aset pajak tangguhan untuk perbedaan The Group’s assessment on the recognition of deferred tax assets on deductible temporary
temporer yang dapat dikurangkan didasarkan atas tingkat dan waktu dari penghasilan kena differences is based on the level and timing of forecasted taxable income of the subsequent
pajak yang ditaksirkan untuk periode pelaporan berikutnya. Taksiran ini berdasarkan hasil reporting periods. This forecast is based on the Group’s past results and future expectations
pencapaian Kelompok Usaha di masa lalu dan ekspektasi di masa depan terhadap on revenues and expenses as well as future tax planning strategies. However, there is no
pendapatan dan beban, sebagaimana juga dengan strategi perencanaan perpajakan di assurance that the Group will generate sufficient taxable income to allow all or part of the
masa depan. Tetapi tidak terdapat kepastian bahwa Kelompok Usaha dapat menghasilkan deferred tax assets to be utilized.
penghasilan kena pajak yang cukup untuk memungkinkan penggunaan sebagian atau
seluruh bagian dari aset pajak tangguhan tersebut.
Aset (liabilitas) pajak tangguhan diungkapkan dalam Catatan 11f. Deferred tax assets (liabilities) are disclosed in Note 11f.
Beban pajak kini Current tax expense
Kelompok Usaha mengakui beban pajak kini berdasarkan estimasi penghasilan kena pajak The Group recognizes current tax expense based on the estimated taxable income for the
periode berjalan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. period computed using the prevailing tax rates.
Page 153
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023/ December 31, 2022
Kas 1.720.704 1.090.456 Cash
Bank 3.181.838.008 2.141.524.506 Bank
Deposito 48.000.000 78.317.000 Time deposit
Total 3.231.558.712 2.220.931.962 Total
Kas Cash
Rupiah 1.718.523 890.830 Rupiah
Dolar AS 2.118 199.626 US Dollar
Dolar Singapura 63 - Singapore Dollar
Total 1.720.704 1.090.456 Total
ank
B Bank
Rupiah Rupiah
Pihak Berelasi (Catatan 41) 2.340.827.006 1.359.664.784 Related Parties (Notes 41)
Subtotal Pihak Berelasi 2.340.827.006 1.359.664.784 Subtotal Related Parties
Pihak Ketiga Third Parties
PT Bank Danamon 489.630.076 462.782.572 PT Bank Danamon
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Khusus Ibukota Jakarta 120.710.119 95.214.378 Khusus Ibukota Jakarta
PT Bank Central Asia Tbk 54.738.628 37.424.938 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk 8.363.239 12.973.019 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Timur Tbk 2.530.568 3.367.889 Jawa Timur Tbk
PT Bank Mega Tbk 817.510 816.289 PT Bank Mega Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Jabar dan Banten Tbk 1.634.133 378.120 Jabar dan Banten Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Kalimantan Timur 231.018 230.658 Kalimantan Timur
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 66.563 119.768 PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
PT Bank Bukopin Tbk 29.741 30.069 PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah Bali 4.346 4.432 PT Bank Pembangunan Daerah Bali
Subtotal Pihak Ketiga 678.755.941 613.342.132 Subtotal Third Parties
Total Bank Rupiah 3.019.582.947 1.973.006.916 Total Bank Rupiah
Bank Bank
Dolar AS US Dollar
Pihak Berelasi (Catatan 41) 161.951.641 168.185.776 Related Parties (Notes 41)
Subtotal Pihak Berelasi 161.951.641 168.185.776 Subtotal Related Parties
Page 154
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023/ December 31, 2022
Pihak Ketiga Third Parties
PT Bank Central Asia Tbk 303.420 331.814 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Permata Tbk - - PT Bank Permata Tbk
Subtotal Pihak Ketiga 303.420 331.814 Subtotal Third Parties
Total Bank Dolar AS 162.255.061 168.517.590 Total Bank US Dollar
Dolar Singapura Singapore Dollar
Pihak Berelasi (Catatan 41) Related Parties (Notes 41)
Total Bank Dolar Singapura - - Total Bank Singapore Dollar
Total Bank 3.181.838.008 2.141.524.506 Total Bank
Deposito Berjangka Time Deposit
Rupiah Rupiahs
Pihak Berelasi 18.000.000 45.000.000 Related Parties
Subtotal Pihak Berelasi 18.000.000 45.000.000 Subtotal Related Parties
Pihak Ketiga Third Parties
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Jabar dan Banten Tbk Jabar dan Banten Tbk
PT Bank BJB 30.000.000 33.317.000 PT Bank BJB
Subtotal Pihak Ketiga 30.000.000 33.317.000 Subtotal Third Parties
Total Deposito Rupiah 48.000.000 78.317.000 Total Time Deposits Rupiah
Dolar AS US Dollar
Pihak Berelasi Related Parties
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk - - (Persero) Tbk
Subtotal Pihak Berelasi - Subtotal Related Parties
Total Deposito Dolar AS - - Total Time Deposits US Dollar
Total Deposito 48.000.000 78.317.000 Total Time Deposits
Total Kas dan Setara Kas 3.231.558.712 2.220.931.962 Total Cash and Cash Equivalents
Rupiah Rupiah
Deposito Berjangka 3.00% - 5.75% 3.00% - 5.75% Time Deposit
5. INVESTASI JANGKA PENDEK 5. SHORT-TERM INVESTMENTS
a. Investasi jangka pendek terdiri dari: a. Short-term investments consist of:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023/ December 31, 2022
Deposito berjangka > 3 bulan - 30.000.000 Time Deposit > 3 months
Obligasi - tersedia untuk dijual 5.199.750 5.065.000 Bonds - available for sale
Reksadana 35.793.944 33.492.146 Mutual fund
Deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya 35.000.000 35.000.000 Restricted time deposits
Total 75.993.694 103.557.146 Total
Page 155
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
5. INVESTASI JANGKA PENDEK (lanjutan) 5. SHORT-TERM INVESTMENTS (continued)
a. Investasi jangka pendek terdiri dari: a. Short-term investments consist of:
1) Deposito diatas 3 bulan s.d. 1 tahun 1) Deposit above 3 months up to 1 year
30 Juni/ June 30, 2023 31 Desember/ December 31, 2022
Nilai nominal/ Nilai tercatat/ Nilai Nominal/ Nilai tercatat/
Nominal value Carrying value Nominal value Carrying value
Pihak Ketiga Third Parties
PT BPD Jabar Banten - - 30.000.000 30.000.000 PT BPD Jabar Banten
Total Deposito Berjangka - - 30.000.000 30.000.000 Total Time Deposits
2) Obligasi - diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 2) Bonds - fair value through other comprehensive income
30 Juni/ June 30, 2023 31 Desember/ December 31, 2022
Nilai nominal/ Nilai tercatat/ Nilai Nominal/ Nilai tercatat/
Nominal value Carrying value Nominal value Carrying value
Rupiah Rupiah
Pihak Berelasi Related Parties
TINS Seri A2019 (IDR) - - - - TINS Seri A2019 (IDR)
ORI, FR0082 (IDR) 5.000.000 5.199.750 5.000.000 5.065.000 ORI, FR0082 (IDR)
Subtotal Rupiah 5.000.000 5.199.750 5.000.000 5.065.000 Subtotal Rupiah
Rupiah Rupiah
Pihak Ketiga Related Parties
BEXI04BCN7 5.000.000 - 5.000.000 - ORI, FR0082 (IDR)
Subtotal Rupiah 5.000.000 - 5.000.000 - Subtotal Rupiah
Dolar AS US Dollar
Pihak Berelasi Related Parties
PLN (USD) 5,5%, 2021 - - - - PLN (USD) 5,5%, 2021
Subtotal Dolar AS - - - - Subtotal US Dollar
Total Obligasi 10.000.000 5.199.750 10.000.000 5.065.000 Total bonds
3) Reksadana - Biaya perolehan diamortisasi 3) Mutual fund - Amortised cost
30 Juni/ June 30, 2023 31 Desember/ December 31, 2022
Nilai nominal/ Nilai tercatat/ Nilai Nominal/ Nilai tercatat/
Nominal value Carrying value Nominal value Carrying value
Rupiah Rupiah
Pihak Ketiga Third Parties
RDT Panin 2 - - - - RDT Panin 2
RDT Panin 12 - - 10.000.000 7.500.000 RDT Panin 12
Sub-total - - 10.000.000 7.500.000 Subtotal
4) Reksadana - Nilai wajar diukur melalui Laba Rugi 4) Mutual fund - Fair value through profit or loss
30 Juni/ June 30, 2023 31 Desember/ December 31, 2022
Nilai nominal/ Nilai tercatat/ Nilai Nominal/ Nilai tercatat/
Nominal value Carrying value Nominal value Carrying value
Rupiah Rupiah
Pihak Ketiga Third Parties
HPAM Flexi Plus 10.000.000 6.969.536 10.000.000 7.440.062 HPAM Flexi Plus
SAM Indonesian Equity 30.000.000 28.824.408 30.000.000 26.052.084 SAM Indonesian Equity
Panin Infrastruktur - - - - Panin Infrastruktur
Sub-total Rupiah 40.000.000 35.793.944 40.000.000 33.492.146 Subtotal Rupiah
Total Reksadana 40.000.000 35.793.944 50.000.000 40.992.146 Total Mutual fund
Page 156
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
5. INVESTASI JANGKA PENDEK (lanjutan) 5. SHORT-TERM INVESTMENTS (continued)
a. Investasi jangka pendek terdiri dari: a. Short-term investments consist of:
5) Deposito yang dibatasi penggunaannya 5) Restricted time deposit
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023/ December 31, 2022/
Rupiah Rupiah
Pihak Berelasi (Catatan 41) 35.000.000 35.000.000 Related Party (Note 41)
Total 35.000.000 35.000.000 Total
b. Berdasarkan jatuh tempo b. Based on maturity
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023/ December 31, 2022/
Kurang dari 1 tahun 70.793.944 98.492.146 less than 1 year
1-5 tahun 5.087.500 5.065.000 1-5 years
Total 75.881.444 103.557.146 Total
c. Tingkat suku bunga c. Interest rate
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023/ December 31, 2022/
Rupiah Rupiah
Deposito 2,25% - 2,50% 2,25% - 2,50% Deposito
Obligasi 7,00% - 8,10% 7,00% - 8,10% Obligasi
Dollar AS US Dollar
Obligasi - 2,60% - 3,6% Obligasi
d. Keuntungan yang belum direalisasi dari aset keuangan d. Unrealised gains from financial assets measured at
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain fair value through other comprehensive income
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023/ December 31, 2022/
Nilai wajar pada awal periode 5.065.000 10.417.500 Fair value at beginning
Penambahan nilai investasi - (4.955.000) Additional investements
Pengurangan nilai investasi 134.750 (397.500) Disposal investments
Reklasifikasi atas klasifikasi dan pengukuran Reclassification for classification and
dari tersedia untuk dijual menjadi nilai wajar measurement from available for sale to
diukur melalui laba rugi - - fair value through profit or loss
Tersedia untuk dijual 5.199.750 5.065.000 Available for sale
Nilai wajar pada akhir periode 5.199.750 5.065.000 Fair value end year
Diakui sebagai laba (rugi) Recognized as gain (loss)
tahun berjalan - - for the year
Keuntungan belum direalisasi Unrealized gain are
yang diakui sebagai penghasilan recognized as other
komprehensif lain 588.085 (4.605.590) comprehensive income
Nilai wajar seluruh aset keuangan tersedia untuk dijual berdasarkan harga penawaran yang The fair value of all available-for-sale financial assets is based on the current bid
berlaku dalam pasar yang aktif dan input selain harga pasar yang dapat diobservasi. Untuk price in active markets and observable inputs other than quoted prices. For further
informasi lebih lanjut mengenai metode dan asumsi yang digunakan dalam menentukan nilai information about the methods used and assumptions applied in determining fair
wajar pada Catatan 2y. value in Note 2y.
Page 157
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
6. PIUTANG USAHA 6. TRADE RECEIVABLES
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Piutang Usaha - Lancar Trade Receivable - Current
Sub-total pihak berelasi 276.906.287 275.411.545 Subtotal related parties
Penyisihan kerugian penurunan nilai (146.054.693) (154.840.544) Allowance for impairment loss
Total pihak berelasi 130.851.594 120.571.001 Total related parties
Pihak Ketiga Third Parties
Perusahaan swasta 636.513.000 603.125.431 Private companies
Airlines luar negeri 74.422.923 95.581.711 Foreign airlines
Airlines dalam negeri 73.349.580 43.641.854 Domestic airlines
Sub-total Pihak Ketiga 784.285.503 742.348.996 Subtotal Third Parties
Penyisihan kerugian penurunan nilai (366.083.691) (322.112.108) Allowance for impairment loss
Total pihak ketiga 418.201.812 420.236.888 Total third parties
Total piutang usaha 1.061.191.790 1.017.760.541 Total trade receivables
Penyisihan kerugian penurunan nilai (512.138.384) (476.952.652) Allowance for impairment loss
Total piutang usaha - lancar 549.053.406 540.807.889 Total trade receivables, net
Piutang Usaha - Tidak Lancar
Sub-total pihak berelasi 215.835.548 215.835.548
Penyisihan kerugian penurunan nilai (161.673.115) (161.673.115)
Total Piutang Usaha - Tidak Lancar 54.162.433 54.162.433
Rincian piutang usaha sesuai denominasi mata uangnya sebagai berikut: The details of trade receivables denominated in their currencies are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Rupiah 425.458.259 594.970.322 Rupiah
Dolar AS 177.757.580 - US Dollar
Total 603.215.839 594.970.322 Total
Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: The movements in the allowance for impairment loss are as follows:
Page 158
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
6. PIUTANG USAHA (lanjutan) 6. TRADE RECEIVABLES (continued)
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Saldo awal 638.625.767 554.252.116 Beginning balance
Penyisihan tahun berjalan 93.785.759 232.061.402 Allowance during current year
Penghapusan periode berjalan - - Write-off during current year
Penghapusan periode berjalan 12.997.948 (6.433.874) Write-off during current year
Pemulihan tahun berjalan (71.597.975) (141.253.877) Repayments during the year
Saldo akhir tahun 673.811.499 638.625.767 Balance at the end of the year
Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang: The details of trade receivables based on aging schedule:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
0 - 90 hari 408.000.596 691.220.277 0 - 90 days
91 - 180 hari 98.580.543 36.457.674 91 - 180 days
181 - 360 hari 36.554.797 87.097.796 181 - 360 days
> 360 hari 733.891.401 418.820.342 > 360 days
Penyisihan kerugian penurunan nilai (673.811.499) (638.625.767) Allowance for impairment loss
Total 603.215.838 594.970.322 Total
Piutang kepada PT Merpati Nusantara Airlines sebesar Rp51.475.833 telah dinyatakan Receivables from PT Merpati Nusantara Airlines amounting to Rp51,475,833, has
macet dan atas semua saldo piutang tersebut telah dilakukan cadangan penurunan been declared to be uncollectible and all outstanding balances of receivables have
nilai. PT Merpati Nusantara Airline telah mengajukan Penundaan Kewajiban been impaired. PT Merpati Nusantara Airlines has filed Penundaan Kewajiban
Pembayaran Utang (PKPU) yang telah disetujui oleh Pengadilan Niaga pada Pembayaran Utang (PKPU) that has been agreed by Business Court on November
Pengadilan Negeri Surabaya tanggal 14 November 2018. Dalam keputusan tersebut, 14, 2018. According to the sentence, the balance of the Company’s receivables
disebutkan bahwa saldo piutang Perusahaan kepada PT Merpati Nusantara Airline from PT Merpati Nusantara Airline amounting to Rp50,796,430,126 (full amount).
sebesar Rp50.796.430.126 (angka penuh). Saldo tersebut berdasarkan kurs tanggal The amount is based on exchange rate on February 6, 2018.
6 Februari 2018.
The receivable owed to PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., in the amount of
Piutang kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., sebesar Rp156.689.027 telah Rp156,689,027 has been declared uncollectible, and as a result, the outstanding
dinyatakan macet dan atas saldo piutang tersebut telah dilakukan reklasifikasi ke akun balance has been reclassified to the non-current trade receivables account. PT
piutang usaha tidak lancar. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., telah mengajukan Garuda Indonesia (Persero) Tbk., has filed for a Suspension of Debt Payment
Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang telah disetujui oleh Pengadilan Obligation (PKPU) which has been approved by the Commercial Court at the
Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 20 Juni 2022. Per 30 Juni 2023 Central Jakarta District Court on June 20, 2022. However, as of June 30, 2023,
terdapat saldo piutang usaha sebesar Rp25.707.670 yang merupakan piutang usaha there is still a remaining balance of trade receivables in the amount of Rp25,707,670
lancar. which is considered as current.
Piutang kepada PT Aerofood Indonesia sebesar Rp44.909.972 sudah dinyatakan The receivable owed to PT Aerofood Indonesia in the amount of Rp44,909,972 has
macet dan atas saldo piutang tersebut telah dilakukan reklasifikasi ke akun piutang been declared uncollectible, and as a result, the outstanding balance has been
usaha tidak lancar. PT Aerofood Indonesia telah mengajukan Penundaan Kewajiban reclassified to the non-current trade receivables account. PT Aerofood Indonesia
Pembayaran Utang (PKPU) yang telah disetujui oleh Pengadilan Niaga pada has filed for a Suspension of Debt Payment Obligation (PKPU) which has been
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 20 Juli 2022. Per 30 Juni 2023 masih terdapat approved by the Commercial Court at the Central Jakarta District Court on July 20,
saldo piutang usaha sebesar Rp20.454.379 yang merupakan piutang usaha lancar. 2022. However, as of June 30, 2023, there is still a remaining balance of Trade
Receivables in the amount of Rp20,454,379 which is considered as current.
Berdasarkan hasil penelaahan kolektibilitas akun piutang usaha pada 30 Juni 2023, Based on the review of the collectibility of the trade receivables at June 30, 2023,
manajemen berkeyakinan bahwa cadangan penurunan nilai piutang usaha di atas the management believes that the above allowance for impairment in value of trade
adalah cukup. receivables is sufficient.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, piutang usaha sebesar As of June 30, 2023, and December 31, 2022, trade receivables amounting to
Rp50.000.000 dijaminkan untuk fasilitas pinjaman jangka pendek PT Bank Syariah Rp50,000,000 are used for collateral for short-term loan facility of PT Bank Syariah
Indonesia (Persero) Tbk. Indonesia (Persero) Tbk.
Page 159
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
7. PIUTANG LAIN-LAIN 7. OTHER RECEIVABLES
Piutang lain-lain terdiri dari: Other receivables consist of:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Pihak ketiga 10.476.369 4.764.397 Third parties
Pihak berelasi 13.630.532 10.899.092 Related Party
Penyisihan kerugian penurunan nilai (12.807.931) (3.698.759) Allowance for Impairment loss
Total piutang lain-lain 11.298.970 11.964.730 Total other receivables
Piutang lain-lain pihak ketiga terutama merupakan piutang yang timbul dari pembayaran Other receivables third parties mainly represents receivables arise from payment to
pada pegawai, jaminan dan talangan. employee, deposits and temporary loan.
Mutasi penyisihan kerugian penurunan piutang adalah sebagai berikut: The movements in the allowance for impairment loss are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Saldo awal 3.698.759 3.485.034 Beginning balance
Penyisihan tahun berjalan 9.109.172 213.725 Allowance during the year
Pemulihan tahun berjalan - - Recovery during the year
Saldo akhir tahun 12.807.931 3.698.759 Balance at the end of the year
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Belum jatuh tempo 1.492.272 135.048 Not yet due
0 - 1 tahun 7.742.002 8.888.507 0 - 1 year
diatas 1 tahun 14.872.626 6.639.934 above 1 years
Saldo akhir tahun 24.106.901 15.663.489 Balance at the end of the year
Penyisihan kerugian penurunan nilai (12.807.931) (3.698.759) Allowance for impairment loss
Total 11.298.970 11.964.730 Total
Berdasarkan hasil penelaahan kolektibilitas akun piutang lain-lain per 31 Desember 2022, Based on the review of the collectibility of the other receivables as of December 31,
manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai piutang lain-lain di atas 2022, the management believes that the above allowance for impairment loss of
adalah cukup. other receivables is sufficient.
8. PERSEDIAAN 8. INVENTORIES
Persediaan terdiri dari: Inventories consist of:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Persediaan alat kebersihan - - Cleaning supplies
Persediaan alat kantor dan percetakan 19.023.226 9.599.526 Office supplies and equipment
Persediaan bahan bakar 4.277.473 3.240.820 Fuel supplies
Suku cadang pemeliharaan 1.840.096 416.872 Maintenance spare-part
Persedian hotel dan lounge 1.545.486 1.255.051 Hotel and lounge supplies
Persediaan barang dagang 45.929 9.146.326 Merchandise inventory
Total 26.732.210 23.658.595 Total
Penyisihan penurunan nilai (352.668) (352.668) Allowance for impairment loss
Total 26.379.542 23.305.927 Total
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 cadangan penyisihan kerugian As of June 30, 2023 and December 31, 2022 allowance for impairment loss of
penurunan nilai persediaan dengan kondisi barang rusak sebesar Rp352.668 inventories with the condition of damaged goods amounted to Rp352,668.
The Group believes that the carrying values of its inventories do not exceed their net
Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa nilai tercatat persediaannya tidak melebihi nilai realizables values as of As of June 30, 2023 and December 31, 2022.
realisasi netonya pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Based on the review at the end of the year, the management believes that the
above allowance for impairment loss of inventories is sufficient.
Berdasarkan hasil penelaahan pada akhir tahun, manajemen berkeyakinan bahwa
penyisihan penurunan nilai persediaan di atas cukup.
As of June 30, 2022 and 2021, there are no guaranteed inventory in respect of any
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat persediaan yang liability and no insured inventory.
dijaminkan sehubungan dengan liabilitas apapun dan tidak terdapat persediaan yang
diasuransikan.
Page 160
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
9. UANG MUKA DAN BEBAN DIBAYAR DI MUKA 9. ADVANCES AND PREPAID EXPENSES
Uang muka dan beban dibayar di muka terdiri dari: Advances and prepaid expenses consist of:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Umum 31.003.504 1.821.082 General
Pembelian persediaan 16.781.060 11.963.953 Inventories purchase
suransi
A 34.999.732 6.301.364 Insurance
Biaya karyawan dibayar di muka 4.298.936 832.760 Employees paid in advanced
Pajak dibayar dimuka 9.974 - Prepaid Taxes
Lain-lain 4.284.325 11.266.444 Miscellaneous
Total 91.377.531 32.185.603 Total
Pembelian persediaan merupakan biaya dibayar dimuka sehubungan dengan pembelian Inventory purchase represents prepaid expenses of inventory and working
persediaan barang dagang dan pembelian persediaan penunjang kerja. equipment
Asuransi merupakan asuransi dibayar di muka atas aset tetap Perusahaan. Insurance represents prepaid expenses insurance for fixed assets of the Company.
General purpose of prepaid expenses are consist of maintenance expenses, utility
Beban Umum dibayar dimuka terdiri dari biaya pemeliharaan, utilitas serta pembelian Low and the purchase of Low Value Assets.
Value Assets.
Miscellaneous advances and prepaid expenses are mainly consist of the use of
Uang muka dan beban dibayar di muka lain-lain terutama sehubungan dengan pemakaian supplies and rent.
persediaan dan sewa.
10. PENDAPATAN YANG MASIH HARUS DITERIMA 10. ACCRUED REVENUES
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Aeronautika 334.010.035 163.898.321 Aeronautical
Non Aeronautika 49.372.068 115.725.014 Non-Aeronautical
Penyisihan kerugian penurunan nilai (82.543.609) (74.484.433) Allowance for impairment loss
Lainnya 2.700.927 10.817.757 Others
Total 303.539.421 215.956.659 Total
Pendapatan yang masih harus diterima untuk aeronautika mencakup pendapatan- Accrued revenues of aeronautical consist of Aircraft Landing, Placing and Storing
pendapatan atas Jasa Pendaratan, Penempatan dan Penyimpanan Pesawat Udara Service (PJP4U), Passenger Service Charge (PJP2U), Cargo and Post Services
(PJP4U), Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U), Jasa Kargo dan Pos Pesawat Udara (PJKP2U), aviobridge services and extended fee.
(PJKP2U), jasa aviobridge dan extended fee.
Pendapatan yang masih harus diterima untuk non-aeronautika mencakup pendapatan- Accrued revenues of non-aeronautical consist of revenues for space rental services,
pendapatan atas jasa sewa ruang, pemakaian jasa gudang, sewa tanah, konsesi, parkir, use of warehouse, land rental, concessions, parking, electricity/telephone/ water,
pemakaian listrik/telepon/air, pemakaian premium lounge dan jasa lainnya. the use of premium lounges and other services.
Pendapatan yang masih harus diterima lainnya merupakan akrual atas pendapatan bunga Other accrued revenues consist of the interest income on deposits.
deposito.
Page 161
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
11. PERPAJAKAN 11. TAXATION
a. Pajak dibayar di muka a. Prepaid taxes
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Perusahaan The Company
PPN masukan 34.717.623 - VAT in
PPh pasal 22 1.881 - Income tax article 22
PPh pasal 23 83.786.350 - Income tax article 23
PPh pasal 21 - - Income tax article 21
PPh pasal 25 - - Income tax article 25
Pajak Lainnya 22.298.851 24.014.620 Income tax article 25
Entitas anak Subsidiaries
PPN masukan 28.164.257 11.934.656 VAT in
PPh pasal 22 23.479 - Income tax article 22
PPh pasal 23 14.735.232 - Income tax article 23
PPh pasal 4 ayat 2 258.610 - Income tax article 4(2)
PPh pasal 28 A 406.310 - Income tax article 28A
PPh pasal 25 - - Income tax article 25
Tagihan Restitusi Estimasi Pajak - - Estimated tax refund
Pajak Lainnya 3.263.287 - Other tax
Total 187.655.880 35.949.276 Total
b. Estimasi Tagihan pajak b. Estimated Claims for Refundable Tax
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Perusahaan The Company
PPh pasal 28 43.849.951 43.849.951 Income Tax Article 28
Entitas anak Subsidiaries
PPh pasal 28 22.184.826 25.859.106 Income Tax Article 28
PPN Masukan 23.619.637 23.619.637 Value added tax
89.654.414 93.328.694
c. Utang pajak c. Tax payables
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Perusahaan The Company
PPN masukan 6.514.850 7.179.613 VAT in
PPN keluaran 90.807.590 37.662.083 VAT out
PPh pasal 4 (2) 1.199.905 2.696.288 Income tax article 4 (2)
PPh pasal 21 15.643.737 14.842.618 Income tax article 21
PPh pasal 25 - Income tax article 25
PPh pasal 23 2.075.511 2.200.547 Income tax article 23
PPh pasal 22 28.602 33.081 Income tax article 22
PPh pasal 26 36.899 Income tax article 26
Entitas anak Subsidiaries
PPN keluaran 31.586.243 21.069.593 Value added tax
PPh pasal 25 - - Income tax article 25
PPh pasal 29 84.066 2.745.636 Income tax article 29
PPh pasal 21 1.985.076 3.863.793 Income tax article 21
PPh pasal 22 340 - Income tax article 22
PPh pasal 4 (2) 894.926 772.974 Income tax article 4 (2)
PPh pasal 23 1.878.781 791.282 Income tax article 23
Pajak lainnya 2.631.352 2.475.474 Other taxes
Total 155.367.878 96.332.982 Total
Page 162
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
11. PERPAJAKAN (lanjutan) 11. TAXATION (continued)
d. Beban pajak penghasilan badan d. Corporate Income tax expense
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Pajak kini Current tax
Perusahaan The Company
Tahun berjalan - - Current year
Hasil ketetapan pajak - (276.349) Tax assessment letter
Entitas anak - (14.394.116) Subsidiaries
Total - (14.670.465) total
Pajak Tangguhan Deffered tax
Perusahaan - 36.739.780 The Company
Entitas anak - 24.648.563 Subsidiaries
Subtotal - 61.388.343 Subtotal
Total - 46.717.878 total
e. Taksiran pajak penghasilan e. Estimated Income tax
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan badan, seperti yang disajikan dalam The reconciliation between profit before corporate income tax, as shown in the
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, dan taksiran pendapatan consolidated statement profit or loss and comprehensive income, and estimated
kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut: taxable income of the Company is as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Laba sebelum pajak penghasilan Profit before corporate income tax
badan menurut laporan laba rugi in consolidated statement
dan penghasilan komprehensif lain of profit or loss and
konsolidasian 384.368.007 (791.613.663) other comprehensive income
Dikurangi: Deducted:
Laba entitas anak sebelum beban Profit of subsidiaries before
pajak penghasilan badan corporate income tax expense
dan efek eliminasi 10.560.447 66.684.904 and elimination effect
Laba Perusahaan sebelum Profit before corporate income tax
pajak penghasilan badan 373.807.560 (858.298.567) attributable to the Company
Penghasilan dikenakan pajak final (373.124.649) (519.094.445) Income subject to final tax
Laba Perusahaan sebelum Profit before corporate income tax
pajak penghasilan badan after expenses (revenues)
setelah beban (penghasilan) subjected to final tax
yang pajaknya bersifat final 682.911 (1.377.393.012) attributable to the Company
Page 163
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
11. PERPAJAKAN (lanjutan) 11. TAXATION (continued)
e. Taksiran pajak penghasilan (lanjutan) e. Estimated Income tax (continued)
Ditambah (dikurangi): Add (deduct):
Beda tetap: Permanent difference:
Beban tidak dapat dikurangkan 292.941.581 (32.731.429) Non-deductible expenses
Beda waktu: Temporary difference:
Penyisihan penurunan nilai 91.709.271 234.921.374 Allowance for impairment losses
Penyusutan (159.495.400) (649.820.689) Depreciation
Imbalan kerja karyawan (213.125.624) (25.574.646) Employee benefits
Realisasi pembayaran sewa (12.276.654) 27.160.018 Actual Lease Payment
Sub-total (246.826) (446.045.372) Subtotal
Taksiran penghasilan kena Estimated taxable income
pajak Perusahaan 436.085 (1.823.438.384) of the Company
Kompensasi Rugi Fiskal 2020-2022 (7.715.344.485) Fiscal Loss Compensation 2020-2022
Sisa Rugi Fiskal s.d Maret 2023 (7.714.908.400) Remaining Fiscal Loss until March 2023
Beban pajak penghasilan - - Income tax expense
Dikurangi: Deducted:
Pajak dibayar di muka Prepaid tax
PPh pasal 22 4.846 4.846 Income tax article 22
PPh pasal 23 43.845.104 43.845.104 Income tax article 23
PPh pasal 25 - - Income tax article 25
Total 43.849.950 43.849.950 Total
Taksiran utang pajak
penghasilan (43.849.950) (43.849.950) Estimated income tax payable
Perhitungan taksiran pajak penghasilan kena pajak pada akhir tahun menjadi dasar dalam The calculation of estimated taxable income at the end of the year is used as a
pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Badan. Berdasarkan undang- basis in filling the annual corporate income tax return. Based on the taxation laws of
undang perpajakan yang berlaku di Indonesia, entitas-entitas di dalam group menghitung Indonesia, entities within the group culculate and pay tax on the basis of self
dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal Pajak dapat assesment. The Directorate General of Tax may asess or amend tax liabilities within
menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak saat 5 (five) years of the time the tax becomes due. The reconciliation between the result
terutangnya pajak. Rekonsiliasi antara hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak of the multiplication of accounting income before corporate income tax with the
penghasilan badan dengan tarif pajak yang berlaku dan beban pajak penghasilan sebagai current tax rate and income tax expense is as follows:
berikut:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Laba sebelum pajak penghasilan Profit before corporate income tax
badan menurut laporan laba rugi in consolidated statement
dan penghasilan komprehensif lain of profit or loss and
konsolidasian - (791.613.663) other comprehensive income
Dikurangi: Less:
Laba (rugi) entitas anak sebelum Profit (loss) of subsudiaries before
beban pajak penghasilan badan corporate income tax expense
dan efek eliminasi - 66.684.904 and elimination effect
Laba perusahaan sebelum Profit before corporate income tax
pajak penghasilan badan - (858.298.567) attributable to the company
Beban pajak penghasilan
berdasarkan tarif pajak Income tax expense based on
yang berlaku - (188.825.685) applicable tax rate
Beban tidak dapat dikurangkan - (7.200.914) Non-deductible expenses
Hasil ketetapan pajak - 276.349 Tax assessment letter
Pendapatan Yang Dikenakan Pajak Final - (114.200.778) Income subject to final tax
Penyesuaian (entitas anak) - 273.487.597 Adjustment (subsidiaries)
Beban (manfaat) pajak penghasilan - (36.463.431) Income tax expense
Beban pajak penghasilan
Entitas anak, neto - (10.254.447) Income tax expense Subssudiaries, net
Total Manfaat pajak penghasilan - (46.717.878) Total Income tax benefit
f. Aset/liabilitas pajak tangguhan f. Deferred tax assets/liabilities
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Aset pajak tangguhan: Deferred tax assets:
Perusahaan 1.499.232.456 1.499.232.456 The Company
Entitas anak 137.988.686 137.988.686 Subsidiaries
Total 1.637.221.142 1.637.221.142 Total
Liabilitas pajak tangguhan: - Deferred tax liabilities:
Perusahaan - - The Company
Entitas anak - - Subsidiaries
Total - - Total
Page 164
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
11. PERPAJAKAN (lanjutan) 11. TAXATION (continued)
f. Aset/liabilitas pajak tangguhan (lanjutan) f. Deferred tax assets/liabilities (continued)
Perhitungan beban (manfaat) dan aset pajak tangguhan sebagai berikut : The calculation of deferred tax expense (benefit) and deferred tax assets is as
follows :
30 Juni / June 30, 2023
Saldo Awal Beban (Manfaat) Dikreditkan ke Koreksi / Saldo Akhir /
1 Januari 2022 / Pajak Tangguhan / Ekuitas / Reklasifikasi 30 Juni 2023 /
Beginning Balance Gain and Loss Credited to Adjusment / Ending Balance
January 01, 2022 / Deffered Tax Equity Reclassification June 30, 2023
Aset Pajak tangguhan Deferred Tax Assets
Entitas Anak 137.988.686 - - - 137.988.686 Subsidiaries
Aset (Liabilitas) Pajak Deferred Tax Assets
Tangguhan (Liabilities) :
Perusahaan: The company
Penyisihan penurunan Allowance for impairment value
nilai piutang usaha 141.147.204 - - - 141.147.204 of trade receivables
Penyisihan penurunan Allowance for impairment value
nilai piutang non-usaha 1.378.067 - - - 1.378.067 of other receivables
Akumulasi penyusutan dan Accumulated depreciation and
amortisasi aset tetap, properti amortization of fixed assets,
investasi dan aset takberwujud (519.757.858) - - - (519.757.858) prop.inv. & intangible assets
Imbalan kerja karyawan 167.114.626 - - - 167.114.626 Employee benefits
Rugi Fiskal 1.697.375.787 1.697.375.787 Fiscal loss
Dampak PSAK 73 11.974.630 11.974.630 Effect of PSAK 73
Subtotal 1.499.232.456 - - - 1.499.232.456 Subtotal
Liabilitas Pajak tangguhan Deferred Tax Assets
Entitas Anak - - - - - Subsidiaries
Total 1.637.221.142 - - - 1.637.221.142 Total
31 Desember / December 31, 2022
Saldo Awal Beban (Manfaat) Dikreditkan ke Koreksi / Saldo Akhir /
1 Januari 2021 / Pajak Tangguhan / Ekuitas / Reklasifikasi 31 Desember 2022 /
Beginning Balance Gain and Loss Credited to Adjusment / Ending Balance
January 01, 2021 / Deffered Tax Equity Reclassification December 31, 2022 /
Aset Pajak tangguhan Deferred Tax Assets
Entitas Anak 113.922.470 (27.675.892) (581.649) 52.323.757 137.988.686 Subsidiaries
Aset (Liabilitas) Pajak Deferred Tax Assets
Tangguhan (Liabilities) :
Perusahaan: The company
Penyisihan penurunan Allowance for impairment value
nilai piutang usaha 124.901.911 51.441.737 - (35.196.444) 141.147.204 of trade receivables
Penyisihan penurunan Allowance for impairment value
nilai piutang non-usaha 1.139.932 240.965 - (2.830) 1.378.067 of other receivables
Akumulasi penyusutan dan Accumulated depreciation and
amortisasi aset tetap, properti amortization of fixed assets,
investasi dan aset tak berwujud (376.797.306) (142.960.552) - - (519.757.858) prop.inv. & intangible assets
Imbalan kerja karyawan 212.428.227 (5.626.422) (28.066.442) (11.620.737) 167.114.626 Employee benefits
Rugi Fiskal 1.495.205.375 401.156.444 (198.986.032) 1.697.375.787 Fiscal loss
Dampak PSAK 73 33.680.979 5.975.204 (27.681.553) 11.974.630 Effect of PSAK 73
Subtotal 1.490.559.118 310.227.376 (28.066.442) (273.487.596) 1.499.232.456 Subtotal
Total 1.604.481.588 282.551.484 (28.648.091) (221.163.839) 1.637.221.142 Total
12. ASET LANCAR LAINNYA 12. OTHER CURRENT ASSETS
Akun ini terutama merupakan uang muka proyek. This account mainly represents advance for project.
Page 165
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
13. INVESTASI JANGKA PANJANG 13. LONG TERM INVESTMENTS
30 Juni/ June 30, 2023 31 Desember/ December 31, 2022
Nilai nominal/ Nilai tercatat/ Nilai Nominal/ Nilai tercatat/
Nominal value Carrying value Nominal value Carrying value
Obligasi: Bonds:
RI0148 15.206.000 13.471.410 15.206.000 13.630.441 RI0148
BEXI04CCN7 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 BEXI04CCN7
Sub-total 20.206.000 18.471.410 20.206.000 18.630.441 Sub-total
Penyertaan saham pada Investment in shares of
entitas asosiasi: associates:
PT Bandara Internasional PT Bandara Internasional
Batam 296.523.690 291.797.038 296.523.690 275.033.007 Batam
PT Gapura Angkasa 21.504.000 10.659.044 21.504.000 8.080.850 PT Gapura Angkasa
PT Jasamarga Bali Tol 59.635.000 5.327.500 59.635.000 11.244.385 PT Jasamarga Bali Tol
Sub-total 377.662.690 307.783.582 377.662.690 294.358.242 Sub-total
Total 397.868.690 326.254.992 397.868.690 312.988.683 Total
a. Penyertaan saham pada entitas asosiasi a. Investment in shares of associates
PT Gapura Angkasa (“Gapura”) PT Gapura Angkasa (“Gapura”)
Gapura bergerak dalam bidang jasa penunjang pengangkutan udara (ground handling) dan Gapura is engaged in ground handling of air freight and freight transport services.
pengangkutan barang.
Perusahaan memiliki kepemilikan saham di Gapura sebanyak 215.040 saham atau sebesar The Company has investment in shares of stock in Gapura amounted to 215,040
7,76% kepemilikan pada tahun 2023 dan 2022, masing-masing dicatat dengan shares or 7.76% ownership in 2022 and 2021, recorded using equity method due to
menggunakan metode ekuitas karena adanya pengaruh signifikan di investee sesuai PSAK significant influence over investee in accordance with PSAK 15 paragraphs 6 and
15 Paragraf 6 dan 16. Rinciannya adalah sebagai berikut: 16. The details are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
Jun 30, 2023 December 31, 2022
Biaya perolehan 21.504.000 21.504.000 Carrying value
Akumulasi bagian laba (15.351.377) (23.174.414) Cummulative share of profit
Penghasilan komprehensif lain (2.581.053) 1.162.386 Other comprehensive income
Selisih transaksi kombinasi bisnis Difference in the value of business
entitas sepengendali 7.087.474 8.588.878 combination under common control
Total 10.659.044 8.080.850 Total
PT Jasamarga Bali Tol ("JMBT") PT Jasamarga Bali Tol ("JMBT")
JMBT bergerak dalam bidang pengusahaan jalan tol Nusa Dua - Ngurah Rai - Benoa. JMBT is engaged in the operation of Nusa Dua - Ngurah Rai - Benoa toll road.
Investasi dalam saham pada JMBT merupakan konsorsium investasi pembangunan jalan tol Investments in shares in JMBT is an investment consortium highway construction
Nusa Dua - Ngurah Rai - Benoa di daerah Bali oleh beberapa Perusahaan BUMN. Nusa Dua - Ngurah Rai - Benoa in Bali by several state-owned companies.
Perusahaan memiliki 59.635 saham atau sebesar Rp59.635.000.000 (dalam nilai penuh) dan The Company has 59,635 shares or Rp59,635,000,000 (in full amount) and
tambahan modal disetor lainnya sebesar Rp14.908.400.000 (dalam nilai penuh) dengan additional paid-in capital amounting to Rp14,908,400,000 (in full amount) with
jumlah kepemilikan sebesar 8%. ownership of 8%.
Investasi saham pada JMBT tersebut dicatat pada pembukuan Perusahaan dengan Investments in shares in JMBT the Company recorded by the equity method due to
menggunakan metode ekuitas karena pengaruh signifikan di investee sesuai PSAK 15 investee significant influence in accordance with PSAK 15, paragraphs 6 and 16.
paragraph 6 dan 16. Rinciannya adalah sebagai berikut : The details are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Biaya perolehan 59.635.000 59.635.000 Carrying value
Akumulasi bagian laba (62.133.066) (56.193.079) Cummulative share of profit
Penghasilan komprehensif lain (10.218) (33.320) Other comprehensive income
Selisih transaksi kombinasi bisnis Difference in the value of business
entitas sepengendali 7.835.784 7.835.784 combination under common control
Total 5.327.500 11.244.385 Total
Berdasarkan Akta Keputusan Rapat Nomor 46 Tanggal 22 Oktober 2020 yang dibuat Based on the Deed of Meeting Resolutions Number 46 dated 22 October 2020
dihadapan Leolin Jayayanti, S.H. Notaris di Jakarta. Dalam RUPSLB Perseroan sepakat made up front Leolin Jayayanti, S.H. Notary in Jakarta. In the EGMS, the Company
melakukan peningkatan Modal dasar dari Semula Rp745.434.000.000 menjadi Rp agreed to increase the authorized capital from Rp745,434,000,000 to Rp
1.440.434.000.000 (dalam nilai penuh). Berdasarkan Akta Keputusan Rapat Nomor 24 1,440,434,000,000 (in full amount). Based on the Deed of Meeting Resolutions
Tanggal 12 November 2020 yang dibuat dihadapan Leolin Jayayanti,S.H. Notaris di Jakarta Number 24 dated 12 November 2020 made up front Leolin Jayayanti, S.H. Notary in
PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) melakukan Tambahan Modal Jakarta, PT Jasa Marga (Persero) Tbk and PT Wijaya Karya (Persero) made
disetor sebesar Rp 200.000.000.000, sehingga membuat presentase kepemilikan additional paid-in capital of IDR 200,000,000,000, which made the percentage of the
Perusahaan di PT Jasamarga Bali Tol terdilusi dari 8,00% menjadi 6,31%. Company's ownership in PT Jasamarga Bali Tol diluted from 8.00% to 6.31%.
Page 166
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
13. INVESTASI JANGKA PANJANG (lanjutan) 13. LONG TERM INVESTMENTS (continued)
a. Penyertaan saham pada entitas asosiasi (lanjutan) a. Investment in shares of associates (continued)
PT Bandara Internasional Batam ("BIB") PT Bandara Internasional Batam ("BIB")
BIB dibentuk untuk melaksanakan kegiatan usaha di bidang pengembangan, pengoperasian, BIB was estabilished to manage business activites such as the development,
dan pengelolaan kegiatan bandar udara meliputi, kegiatan atau usaha jasa pelayanan operating and managing airport activities including aircraft and passenger service,
pesawat udara dan penumpang dan kegiatan atau usaha jasa terkait untuk menunjang activites or businesses and related service activities or businesses to suport aircraft
kegiatan pelayanan operasi pesawat udara di Bandara Hang Nadim Batam. operation service activites at Hang Nadim Airport, Batam.
Investasi di BIB merupakan penyertaan saham pada perusahaan ventura bersama yang Investment in BIB is an investment in shares in a joint venture company by a
dibentuk oleh konsorsium PT Angkasa Pura I, Incheon Internasional Airport Corporation, PT consortium of PT Angkasa Pura I, Incheon Internasional Airport Corporation, PT
Wijaya Karya (Persero), Tbk (“Konsorsium AP1-IIAC-WIKA”) dalam Proyek Kerja Sama Wijaya Karya (Persero), Tbk (“AP1-IIAC-WIKA Consortium”) in a Cooperation
Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandar Udara Hang Nadim. Perusahaan memiliki Project between Government with Business Entities (KPBU) Hang Nadim Airport.
296.523.690 saham atau sebesar Rp 296.523.690.000 (nilai penuh) dengan jumlah The Company has 296,523,690 shares or Rp 296,523,690,000 (full amount) and
kepemilikan sebesar 51%. Perusahaan mencatat investasi saham pada BIB menggunakan with ownership of 51%. Investment in shares in BIB the company recorded using
metode ekuitas karena pengaruh signifikan di investee sesuai PSAK 15 paragraf 6 dan 16. equity method due to significant influence over investee in accordance with PSAK
15, paragraphs 6 and 16.
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Biaya perolehan 296.523.690 296.523.690 Carrying value
Akumulasi bagian laba (4.726.652) (21.490.683) Cummulative share of profit
Total 291.797.038 275.033.007 Total
Informasi tambahan pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal Additional information as of Juni 30, 2023 and for the year ended related to
tersebut sehubungan dengan entitas asosiasi adalah sebagai berikut: associate entities are as follows:
Total Aset/ Total Liabilitas/ Total Pendapatan Laba (Rugi)/
Total Asset Total Liabilities Total Revenue Net Income (Loss)
PT Gapura Angkasa 1.323.055.673 1.323.055.673 608.834.326 33.224.148 PT Gapura Angkasa
PT Jasa Marga Bali Tol 1.911.898.225 1.732.808.977 50.863.592 (33.387.851) PT Jasa Marga Bali Tol
PT Bandara Internasional PT Bandara Internasional
Batam 599.024.349 42.505.262 100.489.713 25.399.839 Batam
KSO PT Wika Realty - APP 195.945.623 209.100.610 16.585.679 1.255.221 KSO PT Wika Realty - APP
Rincian bagian laba (rugi) entitas asosiasi adalah: Details of the share in profit (loss) of the associate companies are:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
PT Gapura Angkasa 2.578.194 3.423.996 PT Gapura Angkasa
PT Jasa Marga Bali Tol (2.106.773) (6.500.310) PT Jasa Marga Bali Tol
PT Bandara Internasional Batam 12.953.918 (21.490.683) PT Bandara Internasional Batam
KSO PT Wika Realty - APP 1.164.849 1.095.631 KSO PT Wika Realty - APP
Total 14.590.188 (23.471.366) Total
14. PROPERTI INVESTASI 14. INVESTMENT PROPERTIES
Properti investasi terdiri dari: Investment properties are consisted of:
Tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023/
Year ended June 30, 2023
Saldo Awal / Penambahan / Pengurangan / Reklasifikasi / Saldo Akhir /
Beginning Addition Deduction Reclassification Ending Balance
Biaya perolehan Acquisitions cost
Tanah 25.923.058 - - - 25.923.058 Lands
Bangunan/lapangan 171.358.631 - - - 171.358.631 Buildings/fields
Total 197.281.689 - - - 197.281.689 Total
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Bangunan/lapangan 56.312.056 2.135.130 - - 58.447.186 Buildings / fields
Penurunan nilai Impairment value
Bangunan/lapangan 23.007.461 - - - 23.007.461 Buildings / fields
Nilai buku 117.962.172 115.827.042 Book value
Page 167
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
14. PROPERTI INVESTASI (LANJUTAN) 14. INVESTMENT PROPERTIES (CONTINUED)
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022/
Year ended December 31, 2022
Saldo Awal / Penambahan / Pengurangan / Reklasifikasi / Saldo Akhir /
Beginning Addition Deduction Reclassification Ending Balance
Biaya perolehan Acquisitions cost
Tanah 28.303.058 - (2.380.000) - 25.923.058 Lands
Bangunan/lapangan 171.358.631 - - - 171.358.631 Buildings/fields
Total 199.661.689 - (2.380.000) - 197.281.689 Total
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Bangunan/lapangan 52.156.606 4.155.450 - - 56.312.056 Buildings / fields
Penurunan nilai Impairment value
Bangunan/lapangan 23.007.461 - - - 23.007.461 Buildings / fields
Nilai buku 124.497.622 117.962.172 Book value
Nilai wajar dari properti investasi pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 The fair value of the investment properties as of June 30, 2023 and December 31,
sebesar Rp1.412.624.163 dan Rp1.403.004.986 yang ditentukan berdasarkan Nilai Jual 2022 amounted to Rp1,412,624,163 and Rp1,403,004,986 respectively, which were
Objek Pajak (NJOP) atas properti investasi. determined based on Sales Value of Tax Object (NJOP) of the investment
properties.
Manajemen berkeyakinan bahwa NJOP telah mendekati nilai wajarnya. Management believes that NJOP approximates its fair value.
Properti investasi dicatat berdasarkan biaya perolehan. Properti investasi tanah tidak Investments properties are recorded at acqusition cost. Investment property of land
disusutkan. Untuk 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, beban penyusutan masing-masing is not depreciated. In June 30, 2023 and December 31, 2022, depreciation
sebesar Rp2.135.130 dan Rp4.155.450 seluruhnya dibebankan pada “Beban operasional expenses amounting to Rp2,135,130 and Rp4,155,450 espectively, were entirely
bandara”. charged to “Airport operation expenses”.
Properti investasi yang diakui pada bagian Laba Rugi 2023 adalah pendapatan dan beban Investments properties recognized in profit and loss during 2023 are revenue and
masing-masing sebesar Rp45.640.568 dan Rp12.853.392 expense amounted to Rp45,640,568 and Rp12,853,392 respectively
Pada tahun 2021, aset tetap berupa gudang Marunda dan gudang BLP milik APL In 2021, fixed assets in form of Marunda and BLP warehouses owned by APL have
direklasifikasi ke properti investasi. been reclassified to investment properties.
Page 168
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
15. ASET TETAP 15. FIXED ASSETS
Tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023/
Year ended June 30, 2023
Saldo Awal / Penambahan / Pengurangan / Reklasifikasi / Saldo Akhir /
Beginning Addition Deduction Reclasification Ending Balance
Biaya perolehan/Cost of acquisitions
Pemilikan langsung/Direct acquisitions :
Tanah/Lands 7.881.249.373 - - - 7.881.249.373
Bangunan (lapangan)/Structure (fields) 13.019.426.300 - (35.970) (2.724.554) 13.016.665.776
Gedung-gedung/Buildings 12.919.762.447 2.766.170 - 2.741.554 12.925.270.171
Alat perhubungan udara/Aviation equipment 16.544.205 - - - 16.544.205
Peralatan/Equipments 8.523.432.670 11.727.117 (293.748) 436.010 8.535.302.049
Kendaraan/Vehicle 829.820.211 942.400 (442.250) - 830.320.361
Instalasi/Instalations 2.891.451.799 - - - 2.891.451.799
Aset dalam konstruksi/Assets under 2.000.877.319 308.741.647 (2.121.233) (453.010) 2.307.044.723
Construction
Total 48.082.564.324 324.177.334 (2.893.201) - 48.403.848.457
Akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai/Accumulated
depreciation and impairment value
Pemilikan langsung/Direct acquisitions :
Bangunan (lapangan)/Structure (fields) 3.552.123.326 247.897.281 (4.646) - 3.800.015.961
Gedung-gedung/buildings 2.132.132.979 172.471.006 - - 2.304.603.985
Alat perhubungan udara/Aviation Equipment 16.441.610 14.273 (11.938.920) - 4.516.963
Peralatan/Equipments 4.847.697.944 283.106.450 (293.748) - 5.130.510.646
Kendaraan/Vehicle 519.714.440 39.611.676 (99.850) - 559.226.266
Instalasi/Instalations 1.463.174.586 140.428.078 - - 1.603.602.664
Total 12.531.284.885 883.528.764 (12.337.164) - 13.402.476.485
Cadangan penurunan nilai/
Allowance for impairment 102.749.351 - 102.749.351
Nilai buku/Book value 35.448.530.088 34.898.622.621
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022/
Year ended December 31, 2022
Saldo Awal / Penambahan / Pengurangan / Reklasifikasi / Saldo Akhir /
Beginning Addition Deduction Reclasification Ending Balance
Biaya perolehan/Cost of acquisitions
Pemilikan langsung/Direct acquisitions :
Tanah/Lands 7.881.249.373 - - - 7.881.249.373
Bangunan (lapangan)/Structure (fields) 12.550.343.854 3.544.315 (11.625.158) 477.163.289 13.019.426.300
Gedung-gedung/Buildings 12.419.990.756 23.231.900 (47.252.662) 523.792.453 12.919.762.447
Alat perhubungan udara/Aviation equipment 16.544.205 - - - 16.544.205
Peralatan/Equipments 8.442.402.682 19.719.710 (24.908.446) 86.218.724 8.523.432.670
Kendaraan/Vehicle 838.434.678 7.153.616 (15.768.083) - 829.820.211
Instalasi/Instalations 2.739.443.855 - (1.543.561) 153.551.505 2.891.451.799
Aset dalam konstruksi/Assets under 2.848.764.129 386.912.830 (3.284.555) (1.231.515.085) 2.000.877.319
Construction
Total 47.737.173.532 440.562.371 (104.382.465) 9.210.886 48.082.564.324
Akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai/Accumulated
depreciation and impairment value
Pemilikan langsung/Direct acquisitions :
Bangunan (lapangan)/Structure (fields) 3.077.316.836 580.325.632 (92.919.039) (12.600.103) 3.552.123.326
Gedung-gedung/buildings 1.861.766.127 493.316.648 (246.384.547) 23.434.751 2.132.132.979
Alat perhubungan udara/Aviation Equipment 16.406.050 35.560 - - 16.441.610
Peralatan/Equipments 4.252.234.688 709.384.961 (86.184.354) (27.737.351) 4.847.697.944
Kendaraan/Vehicle 463.577.270 69.646.590 (13.509.420) - 519.714.440
Instalasi/Instalations 1.165.780.239 283.339.036 (8.314.367) 22.369.678 1.463.174.586
Total 10.837.081.210 2.136.048.427 (447.311.727) 5.466.975 12.531.284.885
Cadangan penurunan nilai/
Allowance for impairment 81.685.485 21.063.866 - - 102.749.351
Nilai buku/Book value 36.818.406.837 35.448.530.088
Page 169
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
15. ASET TETAP (lanjutan) 15. FIXED ASSETS (continued)
Efektif 1 Januari 2022, Perusahaan melakukan perubahan umur ekonomis manfaat 20-60 Effective January 1, 2022, the Company changed the useful life of 20-60 for field
untuk bangunan lapangan dan 20-50 untuk gedung untuk mencerminkan umur ekonomis buildings and 20-50 for buildings to reflect the current economic life. The impact of
pada saat ini. Dampak dari perubahan tersebut adalah beban penyusutan untuk tahun yang such changes is a reduction of depreciation expense by Rp126,326,456 for the year
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 adalah sebear Rp126.326.456. ended December 31, 2022
Pada tahun 2022, beberapa aset bangunan, gedung, kendaraan, instalasi, peralatan, dan In 2021, several assets such as buildings, vihicle, installations, equipments and
aset dalam konstruksi dilepas oleh perusahaan terutama disebabkan aset tetap tidak assets under constructions were disposed by the company mainly due to
produktif dan pembongkaran untuk pekerjaan terminal VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai unproductivity of the fixed assets and demolition for VVIP terminal I Gusti Ngurah
(DPS) - Bali Rai Airports (DPS) - Bali
Pada tahun 2022, aset tetap berupa gedung terminal penumpang, gedung operasional, In 2022, fixed assets in the form of passenger terminal building, operational building,
fasilitas terminal penumpang dan gedung operasi dan aset lainnya diasuransikan pada PT passenger terminal facility and operational building and other assets are insured to
Asuransi Jasa Indonesia (Persero) dengan nilai pertanggungan all risk, gempa bumi, PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) with an all risk coverage, earthquake,
marchinery breakdown dan electronic equipment masing-masing sebesar Rp13.869.758.221, marchinery breakdown and electronic equipment amounting to Rp13,869,758,221,
Rp4.760.227.191, Rp818.639.566 dan Rp967.296.189. Rp4,760,227,191, Rp818,639,566, and Rp967,296,189 respectively.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut memadai untuk menutup The management believes that the insurance coverage is adequate to cover
kerugian atas aset yang dipertanggungkan. possible losses on the fixed assets insured.
Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan penurunan nilai pada tanggal 30 Juni 2023 dan Management believes that the allowance for impairment as of June 30, 2023 and
31 Desember 2022 adalah cukup. December 31, 2022 is adequate.
Beban penyusutan atas aset tetap sampai dengan 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 Depreciation expenses of fixed assets as of June 30, 2023 and December 31,
seluruhnya dibebankan kepada “Beban operasional bandara”. 2022were entirely charged to “Airport operation expenses”.
Beberapa aset tetap milik entitas anak berupa tanah, gedung, peralatan dan kendaraan Certain fixed assets owned a subsidiary such as lands, buildings, equipments and
digunakan sebagai jaminan atas pinjaman bank dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) vehicles are used as collateral for loan obtained from PT Bank Negara Indonesia
Tbk, PT Bank Syariah Indonesia dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Catatan 21). (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia and PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
(Note 21).
Aset dalam konstruksi merupakan proyek yang masih belum selesai pada tanggal laporan
posisi keuangan konsolidasian dengan rincian sebagai berikut: Assets under construction represents projects that have not been completed at the
date of the consolidated statements of financial position with the details as follows:
Perkiraan % Nilai Tahun perkiraan
penyelesaian / tercatat / penyelesaian /
Estimated % Carrying Estimated years
30 Juni 2023 of completion value of completion June 30, 2023
Landasan, apron 86,34% 153.128.377 2023 Buildings
Lapangan, jalan dan pagar 80,89% 12.973.018 2023 Land
Bangunan 91,18% 2.009.760.775 2023 Runways, apron
Peralatan Elektronika dan Mekanikal 87,14% 30.522.843 2023 Electronical and Mechanical equipment
Tanah 98,02% 17.210.035 2023 Computer assisted data
Sistem pengolahan data processing system
berbantuan computer 98,43% 59.391.944 2023 Field, roads, fences
Aset Tidak Berwujud 91,71% 24.057.731 2023 Intangible Assets
Aset dalam konstruksi 2.307.044.723 Assets under construction
Perkiraan % Nilai Tahun perkiraan
penyelesaian / tercatat / penyelesaian /
Estimated % Carrying Estimated years
31 Desember 2022 of completion value of completion December 31, 2022
Landasan, apron 82,12% 65.457.404 2022-2023 Runways, apron
Lapangan, jalan dan pagar 92,25% 3.369.712 2022-2023 Field, roads, fences
Bangunan 92,17% 1.794.249.324 2022-2023 Buildings
Peralatan mekanik 65,77% 70.694.471 2022-2023 Mechanical equipment
Tanah 99,15% 17.210.035 2022-2023 Land
Sistem pengolahan data Computer assisted data
berbantuan computer 95,51% 49.896.373 2022-2023 processing system
Aset dalam konstruksi 2.000.877.319 Assets under construction
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 Perusahaan For the years then ended June 30, 2023 and December 31, 2022 , the Company
mengkapitalisasi biaya bunga pinjaman sebagai bagian dari biaya perolehan aset dalam capitalized borrowing costs as part of the acquisition cost of assets under
konstruksi masing-masing sebesar Rp33.154.656 dan Rp12.212.639 Perusahaan construction amounting to Rp33.154.656 and Rp12,212,639 respectively. The
mengkapitalisasi biaya pinjaman sesuai dengan ketentuan di PSAK No. 26, “Kapitalisasi Company capitalized borrowing costs, in accordance with PSAK No. 26,
Biaya Pinjaman”. “Capitalization of Borrowing Costs”.
Page 170
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
15. ASET TETAP (lanjutan) 15. FIXED ASSETS (continued)
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat aset tetap yang tidak As of June 30, 2023 and December 31, 2022, there are no fixed assets temporarily
dipakai sementara. not in use.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, jumlah tercatat bruto aset tetap yang As of June 30, 2023 and December 31, 2022, the gross carrying amounts of fixed
telah disusutkan penuh dan masih digunakan masing-masing sebesar Rp2.636.645.377 dan assets which have been fully depreciated and are still in use amounted to
Rp2.654.086.770. Rp2.636.645.377and Rp2,654,086,770 respectively.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat aset tetap yang As of June 30, 2023 and December 31, 2022, there are no fixed assets classified as
diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual atau yang dihentikan dari penggunaan aktif. held for sale or terminated from active use.
16. ASET TAKBERWUJUD 16. INTANGIBLE ASSETS
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Biaya perolehan Acquisition cost
Perangkat lunak Software
Perusahaan 153.542.832 153.532.915 The Company
Entitas anak 19.344.910 18.444.532 Subsidiaries
Sub-total 172.887.742 171.977.447 Subtotal
Aset takberwujud dalam Software
Penyelesaian - 31.686.366 The Company
Sub-total 172.887.742 203.663.813 Subtotal
Akumulasi amortisasi dan Accummulation of amortization and
penurunan nilai impartment value
Perangkat lunak Software
Perusahaan 121.776.596 116.673.121 The Company
Entitas anak 18.308.161 12.969.971 Subsidiaries
Sub-total 140.084.757 129.643.092 Subtotal
Total aset takberwujud, bersih 32.802.985 74.020.721 Total intangible assets, net
Aset takberwujud - perangkat lunak terutama merupakan biaya instalasi, implementasi dan Intangible assets - software mainly represents the cost of installation,
jasa konsultasi pendukung perangkat lunak ERP. implementation and consultation support service of ERP software.
Beban amortisasi atas aset takberwujud pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 Amortization expenses of intangible assets as of June 30, 2023 and December 31,
seluruhnya dibebankan kepada “Beban operasional bandara”. 2022, were entirely charged to “Airport operation expenses”.
Page 171
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
17. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA 17. RIGHT-OF-USE ASSETS AND LEASE LIABILITIES
Rekonsiliasi aset hak-guna adalah sebagai berikut : The reconciliation of right-of-use assets and lease liabilities by major classifiactions
was as follows :
Tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023/
Year ended June 30, 2023
Saldo Awal / Penambahan / Pengurangan / Reklasifikasi / Saldo Akhir /
Beginning Addition Deduction Reclasification Ending Balance
Biaya perolehan/Cost of acquisitions
Tanah/Lands 168.345.108 - - - 168.345.108
Bangunan (lapangan)/Structure (fields) 21.886.565 - (1.629.318) 20.257.247
Kendaraan/Vehicle 5.800.945 - (614.336) 5.186.609
Peralatan/Equipments 23.891.777 17.223.484 - 41.115.261
Total 219.924.395 17.223.484 (2.243.654) - 234.904.225
Akumulasi penyusutan/depreciation
Tanah/Lands 17.246.396 4.310.673 - - 21.557.069
Bangunan (lapangan)/Structure (fields) 14.926.641 - (3.244.158) - 11.682.483
Kendaraan/Vehicle 3.758.153 639.803 - - 4.397.956
Peralatan/Equipments 9.517.695 5.579.829 - - 15.097.524
Total 45.448.885 10.530.305 (3.244.158) - 52.735.032
Nilai buku/Book value 174.475.510 182.169.193
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022/
Year ended December 31, 2022
Saldo Awal / Penambahan / Pengurangan / Reklasifikasi / Saldo Akhir /
Beginning Addition Deduction Reclasification Ending Balance
Biaya perolehan/Cost of acquisitions
Tanah/Lands 185.133.490 - (16.788.382) - 168.345.108
Bangunan (lapangan)/Structure (fields) 17.425.873 8.397.129 (3.936.437) - 21.886.565
Kendaraan/Vehicle 8.717.367 3.651.852 (6.568.274) - 5.800.945
Peralatan/Equipments 22.621.811 1.269.966 - - 23.891.777
Total 233.898.541 13.318.947 (27.293.093) - 219.924.395
Akumulasi penyusutan/ depreciation
Tanah/Lands 12.712.282 5.748.799 (1.214.685) - 17.246.396
Bangunan (lapangan)/Structure (fields) 11.497.161 7.399.528 (3.970.048) - 14.926.641
Kendaraan/Vehicle 6.682.845 3.359.188 (6.283.880) - 3.758.153
Peralatan/Equipments 5.148.199 4.369.496 - - 9.517.695
Total 36.040.487 20.877.011 (11.468.613) - 45.448.885
Nilai buku/Book value 197.858.054 174.475.510
Page 172
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
17. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA (LANJUTAN) 17. RIGHT-OF-USE ASSETS AND LEASE LIABILITIES (CONTINUED)
Rekonsiliasi liabilitas sewa adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Liabilitas Sewa Lease Liabilities
Jangka Pendek 14.316.325 14.447.941 Current portion
Jangka Panjang 239.780.387 188.457.940 Non-current potion
Total 254.096.712 202.905.881 Total
Jumlah yang diakui dalam Laba Rugi sebagai berikut :
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Jumlah Diakui di Laba (rugi) Amount recognised in profit and loss
Bunga atas liabilitas sewa 8.308.893 16.285.040 Interest on lease liabilities
Beban Amortisasi Hak Guna 4.323.671 9.315.487 Depreciation of right-of-use assets
Total 12.632.564 25.600.527 Total
Jumlah yang diakui dalam arus kas sebagai berikut :
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Jumlah Kas Keluar Untuk Amount recognised in profit and loss
Pembayaran Liabilitas Sewa 5.764.411 39.330.702 Payments of lease liabilities
Pembayaran Bunga 8.308.893 15.900.821 Payments of interest
Total 14.073.304 55.231.523 Total
Beberapa transaksi sewa mengandung opsi perpanjangan yang dapat diambil oleh Some leases contain extension options exercisable by the Group before the end of
Kelompok Usaha sebelum masa berakhirnya kontrak yang tidak dapat dibatalkan. Opsi the non-cancellable contract period. The extention options held are exercisable only
perpanjangan yang dimiliki hanya dapat diambil oleh Kelompok Usaha. Kelompok Usaha by the Group. The Group assesses at lease commencement whether it is
mengevaluasi pada awal dimulainya masa sewa apakah besar kemungkinan akan reasonably certain to exercise the extention options. The Group reassesses this
diambilnya opsi perpanjangan. Kelompok Usaha mengevaluasi kembali penentuan ini apabila assessment if there ia a significant event or significant change in circumstances
ada peristiwa signifikan di dalam kendali Kelompok Usaha. within its control.
18. BEBAN AKRUAL 18. ACCRUED EXPENSES
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Pelayanan bandara 278.205.881 387.445.109 Passenger service
Umum 102.308.786 158.217.532 General
Bunga 98.824.741 38.552.981 Interest
Pajak 91.251.180 9.269.602 Tax
Pegawai 76.615.277 22.087.871 Employee
Persediaan 34.941.196 36.592.449 Inventory
Utilitas 31.789.881 34.594.218 Utilities
Pemeliharaan 8.006.182 3.475.019 Maintenance
Sewa 7.959.783 6.250.345 Rental
Asuransi 554.974 - Insurance
Lain-lain 173.079.342 84.054.609 Others
Total 903.537.223 780.539.735 Total
Beban akrual - pegawai mencakup beban manfaat pegawai diantaranya beban bonus, Accrued expenses - employee consist of employee benefits expenses including
beban cuti, beban kelebihan jam kerja, beban uang makan harian yang akan dibayarkan bonus expenses, leave expenses, overtime expenses, daily meal allowances
Perusahaan kepada pegawai. wich will be paid by the Company to employees.
Accrued expenses - airport services mainly represents of concession charge to
Beban akrual - pelayanan bandara terutama merupakan biaya konsesi kepada Direktorat the Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU). On December 15, 2015, the
Jenderal Perhubungan Udara (DJPU). Pada tanggal 15 Desember 2015, Perusahaan Company entered into Agreement with DJPU regarding the concession provided to
mengadakan Perjanjian dengan DJPU mengenai pemberian konsesi untuk melakukan the Company to conduct airport services as stated in agreement No.
kegiatan pelayanan jasa kebandarudaraan sebagaimana yang dituangkan dalam perjanjian HK.201/2/8/DRJU.kum 2015 and SP.333/HK.06.03/2015/DU. Based on that
No. HK.201/2/8/DRJU.kum 2015 dan SP.333/HK.06.03/2015/DU. Berdasarkan perjanjian agreement, the Company is charged with concession fees (Note 43a).
tersebut, Perusahaan dikenakan biaya konsesi (Catatan 43a).
General accrued expenses consist of management fee on collaborative tenants
Beban akrual umum terutama merupakan management fee atas kerjasama pengelolaan management with PT GVK Services Indonesia (Note 43g), x-ray providing expense,
tenant dengan PT GVK Services Indonesia (Catatan 43g), beban penyediaan x-ray, jaringan telecommunication network and outsourcing services.
telekomunikasi dan jasa tenaga kerja.
Page 173
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
18. BEBAN AKRUAL 18. ACCRUED EXPENSES
Terkait dengan akrual management fee, Perusahaan mengadakan Perjanjian Jasa In reltion to mangement fee accruals, the Company entered into a Management
Management untuk Pengembangan Komersial dan operasional pada Bandar Udara Services Agreement for Commercial and Operational Development at Ngurah Rai
International Ngurah Rai dengan PT GVK Service Indonesia per tanggal 1 November 2012, International Airport with PT GVK Services Indonesia as of November 1, 2012, with
dengan amandemen pada tanggal 2 Juli 2013. Sehubungan dengan hal tersebut, amandements on July 2, 2013. In this regard, the Company has reserved liabilities
Perusahaan telah mencadangkan kewajiban sebesar USD14.259.917 (dalam angka penuh) of USD 14,259,917 (full amount) and has paid Offshore Marketing & Business
dan telah membayarkan Offshore Marketing & Business Development (OMBD) sebesar Development Payment Settlement Agreementand Legal Memorandum Regarding
USD6.886.926. Pada tahun 2022, perusahaan mengkaji kembali nilai pencadangan GVK Release of Provision Funds in Financial Statementsin 2022. Based on this, the
sesuai dengan Berita Acara nomor: BA.452/HK.01/2019-DU tanggal 16 Juli 2019 terkait Company released some of its reserves so that remaining GVK reserves amounted
Kesepakatan Penyelesaian Pembayaran Offshore Marketing & Business Development dan to USD1,424,724 (consisting of OMBD fees, Capacity Study fees and interest
Memorandum Hukum Perihal Pelepasan Dana Provisi dalam Laporan Keuangan tahun expenses)
2022. Berdasarkan hal tersebut, Perusahaan melepas sebagian cadangan sehingga sisa
cadangan GVK adalah sebesar USD1.424.724 (terdiri dari biaya OMBD, biaya Capacity
Study dan biaya bunga)
19. UTANG USAHA 19. TRADE PAYABLES
Rincian utang usaha berdasarkan pemasok adalah sebagai berikut: This account consists of the following:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Pihak ketiga Third parties
Rupiah 191.402.852 210.312.577 Rupiah
US Dollar 30.709.748 32.607.860 US Dollar
Sub-total 222.112.600 242.920.437 Sub-total
Pihak berelasi (Catatan 41) 374.648.226 317.678.670 Related parties (Note 41)
Sub-total 374.648.226 317.678.670 Sub-total
Total 596.760.826 560.599.107 Total
Rincian utang usaha berdasarkan umur adalah sebagai berikut: The details of trade payables based on aging are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
0 - 1 tahun 442.838.427 510.580.373 0 - 1 years
1 - 2 tahun 198.498 14.655.198 1 - 2 years
2 - 3 tahun 31.995.112 33.119.910 2 - 3 years
>3 tahun 121.728.789 2.243.626 >3 years
Total 596.760.826 560.599.107 Total
20. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA 20. UNEARNED REVENUES
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Pendapatan domestik 173.627.306 105.055.901 Domestic revenue
Pendapatan internasional - - International revenue
Total 173.627.306 105.055.901 Total
Pendapatan diterima di muka terdiri dari penerimaan uang dari pelanggan sehubungan Unearned revenue consist of cash received from customers in related to land rental
dengan sewa tanah, sewa ruang, tempat reklame dan lainnya, akan tetapi jasa tersebut income, space rental, billboards and others, but the services have not yet delivered
belum diberikan ke pelanggan. to that customers.
21. UTANG LAIN-LAIN 21. OTHER PAYABLES
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following:
Perolehan aset tetap Acquisition of fixed assets
Total pihak berelasi (catatan 41) 230.022.805 274.744.195 Total related parties (Note 41)
Total pihak ketiga 45.997.842 244.110.263 Total third parties
Total perolehan aset tetap 276.020.647 518.854.458 Total acquisitions of fixed assets
Utang iuran 10.213.568 13.160.694 Contribution
Titipan Pembayaran 29.959.347 76.217.576 Payment Deposit
Titipan BMKG dan DJU 13.600.869 14.208.484 BMKG and DJU deposit
Titipan pengelola 239.543 7.448.265 Management deposit
Jaminan pelanggan 178.986.501 139.462.496 Customer deposit
Jaminan vendor 4.066.369 5.365.835 Vendor deposit
Titipan/utang lain lain 22.366.161 8.428.333 Others
Total Utang lain-lain 535.453.005 783.146.141 Total other payables
Page 174
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
22. UTANG BANK 22. BANK LOAN
a. Utang bank jangka pendek a. Short-term bank loans
Utang bank jangka pendek terdiri dari: Short-term bank loans consist of:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Entitas Anak Subsidiaries
Pihak berelasi (Catatan 41) 107.285.344 107.285.344 Related parties (Note 41)
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 38.946.344 38.946.344 (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 34.500.000 34.500.000 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Syariah Indonesia PT Bank Syariah Indonesia
(ex Syariah Mandiri) 33.839.000 33.839.000 (ex Syariah Mandiri)
Total 107.285.344 107.285.344 Total
Jumlah Batas Pinjaman
Maksimum/
Total Maximum Batas Jangka Waktu Fasilitas/ Jumlah/ Amount
Kreditor/ Creditors Credit Limit End of Availability Period 2023 2022
PT Bank Negara Indonesia Desember 2022 dan 2023/
(Persero) Tbk 52.650.000 December 2022 and 2023 38.946.344 38.946.344
PT Bank Syariah Juni 2021 dan Desember 2023/
Indonesia 39.560.000 June 2021 and December 2023 33.839.000 33.839.000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 120.000.000 Januari 2024/ January 2024 34.500.000 34.500.000
Total 107.285.344 107.285.344
Tujuan dari pinjaman-pinjaman di atas adalah untuk modal kerja Perusahaan dan entitas The purpose of the above loans is for working capitals of the Company and subsidiaries.
anak terkait.
All working capital facilities obtained in 2022 and 2021 are secured by trade receivable
Seluruh fasilitas pinjaman yang diperoleh pada tahun 2022 dan 2021 dijamin dengan piutang amounting to Rp50,000,000.
usaha senilai Rp50.000.000.
The credit facilities denominated in Rupiah bear interest at annual rates ranging from
Fasilitas pinjaman dalam mata uang Rupiah dikenakan tingkat suku bunga tahunan yang 8.50% to 10.50% (2021: from 9.00% to 9.75%) for the year ended June 30, 2023.
berkisar antara 8,50% sampai dengan 10,50% (2021: antara 9,00% sampai dengan 9,75%)
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023.
b. Utang bank jangka panjang b. Long-term bank loans
Utang bank jangka panjang terdiri dari: Long-term bank loans consist of:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Perusahaan The Company
Pihak berelasi (Catatan 41) 15.438.172.157 15.443.957.517 Related parties
Pihak ketiga Third party
PT Bank Central Asia Tbk ("BCA") 2.766.397.694 2.758.562.519 PT Bank Central Asia Tbk ("BCA")
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Khusus Ibukota ("Bank DKI") 1.704.057.434 1.699.231.090 Khusus Ibukota ("Bank DKI")
PT Bank Danamon 1.252.983.412 1.249.434.625 PT Bank Danamon
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Timur ("Bank Jatim") 1.002.386.727 999.547.700 Jawa Timur ("Bank Jatim")
PT Bank Papua ("Bank Papua') 501.193.365 499.773.850 PT Bank Papua ("Bank Papua")
PT Indonesia Infrastructure Finance Tbk 476.015.150 474.666.948 PT Indonesia Infrastructure Finance Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Istimewa Yogyakarta ("Bank DIY") 200.477.346 199.909.540 Istimewa Yogyakarta ("Bank DIY")
PT Bank Pembangunan Daerah Bali PT Bank Pembangunan Daerah Bali
("Bank Bali") 100.238.670 99.954.770 ("Bank Bali")
Sub-total 8.003.749.798 7.981.081.042 Subtotal
Total 23.441.921.955 23.425.038.559 Total
Entitas anak Subsidiaries
Pihak berelasi (Catatan 41) 130.301.650 169.748.766 Related parties
Sub-total 130.301.650 169.748.766 Subtotal
Total 23.572.223.605 23.594.787.325 Total
Biaya pinjaman yang belum
diamortisasi (327.804.056) (340.730.560) Unamortized cost of loans
Total 23.244.419.549 23.254.056.765 Total
Dikurangi : bagian jangka pendek
Utang bank jangka panjang (28.949.929) (36.235.992) Less : Current portion long-term bank loan
Bagian jangka panjang 23.215.469.620 23.217.820.773 Long-term portion
Page 175
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
22. UTANG BANK (lanjutan) 22. BANK LOAN (continued)
b. Utang bank jangka panjang b. Long-term bank loans
Perusahaan The Company
Restrukturisasi pinjaman Loan restructuring
Sehubungan dengan kondisi operasi dan keuangan Perusahaan, pada tanggal 30 Juni 2022, In connection with the Company’s operational and financial condition, on June 30, 2022,
Perusahaan telah menandatangani Perjanjian Restrukturisasi Induk dengan Bank Mandiri, the Company signed an Agreement for Restructuring with Bank Mandiri, BNI, BSI, BTN,
BNI, BSI, BTN, BPD Jawa Timur, DKI, BPD Papua, BPD DIY, BPD Bali, Danamon, untuk BPD Jawa Timur, DKI, BPD Papua, BPD DIY, BPD Bali, and Danamon, for all its
seluruh saldo pinjaman yang masih terutang. Pada tanggal 15 Juli 2022, BCA, IIF, dan SMI existing outstanding loans. In July 15, 2022, BCA, IIF, BRI and SMI have signed
telah menandatangani dokumen aksesi yangmenyatakan penundukan diri terhadap accession document which acts as a proof of submission to the above loan restructuring
perjanjian restrukturisasi pinjaman tersebut di atas. agreement.
Perjanjian restrukturisasi pinjaman ini mengubah beberapa ketentuan-ketentuan dari This loan restructuring agreement has changed several terms from previous loan
perjanjian pinjaman sebelumnya dari masing masing kreditur yaitu perubahan jangka waktu agreements with its creditors such as changes in maturity date of loans, interest rates
pinjaman, suku bunga dan jadwal pembayaran pokok pinjaman dan bunga. Dalam perjanjian and payment schedules of loan principal and interests. Under this agreement, Bank
ini, Bank Mandiri bertindak sebagai agen fasilitas, agen jaminan dan agen penampungan. Mandiri acts as a facility agent, guarantee agent and collecting agent.
Berdasarkan perjanjian restrukturisasi pinjaman ini, seluruh pinjaman dikenakan suku bunga Based on this loan restructuring agreement, all loans bear interest at 5% for 2022 -
dan indikasi bagi hasil sebesar 5% untuk tahun 2022 - 2023, LPS + margin 2% untuk tahun 2023, LPS + 2% margin for 2024 - 2028, and LPS + 2.5% margin for 2029 - 2031.
2024 - 2028, dan LPS + margin 2,5% untuk tahun 2029 - 2031. Tingkat suku bunga yang Interest rate paid during 2022 and 2023 is 2%, of which the remaining will be deferred
dibayarkan selama tahun 2022 dan 2023 adalah sebesar 2%, dimana sisanya akan and paid in 2025 – 2026 (Note 25).
ditangguhkan dan dibayarkan pada tahun 2025-2026 (Catatan 24).
Selain itu, apabila selama tahun 2022 dan 2023 terdapat kenaikan tingkat suku bunga LPS
dari tingkat suku bunga LPS yang berlaku pada 1 Juni 2022, maka Perusahaan akan In addition, if during 2022 and 2023 there is an increase in interest rate from the LPS
membayarkan selisih tingkat suku bunga tersebut setelah seluruh bunga yang tertunggak interest rate applicable on June 1, 2022, the Company will pay the difference in interest
telah dilunasi atau paling lambat pada 2027 dan 2028. rates after all outstanding interest has been paid or in 2027 and 2028 at the latest.
Setelah tanggal efektif, Perusahaan wajib untuk membayar angsuran pokok pinjaman secara After the effective date, the Company is required to pay the principal installments on a
triwulanan dengan tanggal jatuh tempo terakhir adalah pada tanggal 23 Desember 2031. quarterly basis with the latest due date on December 23, 2031.
Terkait dengan perjanjian di atas, Perusahaan juga telah menandatangani perjanjian gadai Related to the above agreement, the Company has also signed an account pawn
rekening dan pengelolaan rekening dengan Bank Mandiri. Rekening ini digunakan untuk agreement and account management with Bank Mandiri. These accounts will be used to
pembayaran pinjaman dan dikelola penuh oleh Bank Mandiri. pay the loans and are fully managed by Bank Mandiri.
Pinjaman ini dijamin dengan setiap Rekening Pembayaran Utang, Rekening Cadangan This loan is guaranteed by each Debt Payment Account, Debt Payment Reserve
Pembayaran Utang dan Rekening Penerimaan Program Deleveraging kepada Para Pemberi Account and Deleveraging Program Receipt Account to the Facility Providers. According
Fasilitas. Khusus sehubungan dengan gadai atas Rekening Penerimaan Program to the pledge of the Deleveraging Program Receipt Account, the collateral will be
Deleveraging, jaminan gadai tersebut akan dilepaskan setelah Nasabah telah menggunakan released after the Customer has used the Deleveraging Program proceeds up to a
dana Hasil Program Deleveraging tersebut sampai dengan jumlah kumulatif sebesar Rp10,5 cumulative amount of Rp10.5 (ten point five) trillion for early repayment and capital
(sepuluh koma lima) triliun untuk pelunasan dipercepat dan belanja modal sesuai ketentuan expenditures in accordance with the provisions of the agreement.
perjanjian
Page 176
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
22. UTANG BANK (lanjutan) 22. BANK LOAN (continued)
b. Utang bank jangka panjang (lanjutan) b. Long-term bank loans (continued)
Tabel di bawah ini menunjukkan pinjaman bank Perusahaan yang direstrukturisasi : The table below shows the restructured Company's bank loans:
Jumlah utang yang Saldo pinjaman per
direstrukturisasi/ 30 Juni 2023 /
Amount of debt Outstanding balance
restructured as of 30 June 2023
Sindikasi 2019 - BCA Mandiri 4.000.000.000 3.997.192.200 Sindikasi 2019 - BCA Mandiri
Bilateral 2016 - BMRI, BRI, BCA, SMI, IIF 3.799.053.899 3.796.387.153 Bilateral 2016 - BMRI, BRI, BCA, SMI, IIF
Bilateral 2019 - Mandiri 3.000.000.000 2.997.894.150 Bilateral 2019 - Mandiri
Sindikasi 2019 - BPD 2.500.000.000 2.498.245.125 Sindikasi 2019 - BPD
Bilateral 2018 - SMI 2.000.000.000 1.998.596.100 Bilateral 2018 - SMI
Bilateral 2018 - BTN 2.000.000.000 1.998.596.100 Bilateral 2018 - BTN
Bilateral 2020 - Danamon 1.250.000.000 1.249.122.563 Bilateral 2020 - Danamon
Bilateral 2020 - DKI (KMK) 1.000.000.000 999.298.050 Bilateral 2020 - DKI (KMK)
Bilateral 2019 - BTN 1.000.000.000 999.298.100 Bilateral 2019 - BTN
Bilateral 2019 - BSI 1.000.000.000 999.298.100 Bilateral 2019 - BSI
Bilateral 2018 - BSI 1.000.000.000 999.298.050 Bilateral 2018 - BSI
Bilateral 2021 - BNI 886.585.000 885.962.662 Bilateral 2021 - BNI
BRI
23.435.638.899 23.419.188.352 Total
Perusahaan diwajibkan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan tertentu selama The Company is required to maintain certain financial ratios during the period of loan
periode perjanjian pinjaman sebagai berikut: agreement as follows:
- Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimal sebesar 1 kali sejak tahun 2023; - Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimum of 1 time since 2023 and after
- Debt to Equity Ratio (DER) maksimum sebesar 5 kali untuk tahun 2022-2024 dan - Debt Equity Ratio (DER) maximum of 5 times for the year 2022-2024 and maximum
maksimum sebesar 3 kali untuk tahun 2025 of 3 times since 2025 and after;
- Current Ratio minimal sebesar 1 kali berlaku sejak tahun 2024. - Current Ratio minimum of 1 time since 2024 and after
Entitas Anak Subsidiaries
Kreditur/ Fasilitas/ Tanggal efektif pinjaman/ Jadwal pelunasan/ Jaminan/ Tingkat bunga/
Lenders Facility Effective loan date Repayment schedule Security Interest rate
PT Bank Negara Indonesia Pinjaman kredit fasilitas Credit Term Loan 11 Desember 2014/ 28 Mei 2024/ Beberapa aset tetap berupa 10% per tahun/
(Persero) Tbk ("BNI") sebesar Rp185.000.000/ December 11, 2014 May 28, 2024 peralatan/ 10% per annum
Credit term loan amounting to Rp185.000.000 Secured by assets
PT Bank Syariah Indonesia Pembiayaan musyarakah / 7 November 2014/ 20 November 2024/ Seluruh fasilitas pembiayaan 7,5% - 13% per
(Persero) Tbk ("BSI") Musyarakah financing November 7, 2014 November 20, 2024 ini dijamin dengan seluruh tahun
objek investasi yang dibiayai 7,5% - 13% per
bank dan piutang usaha APS annum
sebesar Rp50.000.000/
This facility is secured by all
objected financing investment
and account receivable APS
amounted Rp50,000,000.
Kreditur/ Persyaratan rasio keuangan/ Status per 31 Desember 2022/
Lenders Financial ratio covenant Status as of December 31, 2022
PT Bank Negara Indonesia - Rasio lancar minimal sebesar 1 kali/ current ratio minimum of 1 time Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang
(Persero) Tbk ("BNI") - Debt Service Coverage Ratio minimal 1 kali dihitung mulai 1 Januari 2022/ Debt Service tercantum dalam seluruh perjanjian utang bank jangka
Coverage Ratio at minimum 1 times applies from January 1, 2022 panjangnya/ the Company has complied with all
- Debt to Equity Ratio maksimal 2,5 kali/ Debt to Equity ratio maximum 2.5 times. covenant stated in all of its long-term bank loan
agreements
PT Bank Syariah Indonesia - Rasio lancar minimal sebesar 1 kali/ current ratio minimum of 1 time Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang
(Persero) Tbk ("BSI") - Debt Service Coverage Ratio minimal 1 kali dihitung mulai 1 Januari 2022/ Debt Service tercantum dalam seluruh perjanjian utang bank jangka
Coverage Ratio at minimum 1 times applies from January 1, 2022 panjangnya/ the Company has complied with all
- Debt to Equity Ratio maksimal 3 kali/ Debt to Equity ratio maximum 3 times. covenant stated in all of its long-term bank loan
agreements
Tujuan dari pinjaman-pinjaman di atas adalah untuk modal kerja Perusahaan dan entitas The purpose of the above loans is for working capitals of the Company and subsidiaries.
anak terkait.
Page 177
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
22. UTANG BANK (lanjutan) 22. BANK LOAN (continued)
b. Utang bank jangka panjang (lanjutan) b. Long-term bank loans (continued)
Entitas Anak (lanjutan) Subsidiaries (continued)
BNI BNI
Jumlah Batas Pinjaman Jadwal Pembayaran
Maksimum/ pelunasan/ tahun berjalan/
Total Maximum Schedule of Repayments for Jumlah/ Amount
Kreditor/ Creditors Credit Limit Repayments the current year 2023 2022
Pinjaman untuk modal kerja/
Loans for working capital
BNI III 2.499.000 Agustus 2022/ -
August 2022
BNI IV 9.600.000 November 2022/ -
November 2022
BNI V 35.800.000 April 2023/ 1.429.044 2.858.087 4.287.131
April 2023
BNI VI 29.431.000 Agustus 2023/ 1.633.094 1.166.496 2.799.590
August 2023
Total 4.024.583 7.086.721
Fasilitas pinjaman dalam mata uang Rupiah dikenakan tingkat suku bunga tahunan yang The credit facilities denominated in Rupiah bear interest at annual rates ranging from
berkisar antara 9,50% sampai dengan 10,00% (2021: antara 9,00% sampai dengan 9,75%), 9.50% to 10.00% (2021: from 9.00% to 9.75%), (2020: from 9.75% to 10.50%) for the
(2020: antara 9,75% sampai dengan 10,50%) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 year ended December 31, 2022.
Desember 2022.
BSI BSI
Jumlah Batas Pinjaman Jadwal Pembayaran
Maksimum/ pelunasan/ tahun berjalan/
Total Maximum Schedule of Repayments for Jumlah/ Amount
Kreditor/ Creditors Credit Limit Repayments the current year 2023 2022
Fasilias pembiayaan Murabahah/
Financing facility of the Murabahah
BSI I 3.575.200 November 2024/ 252.702 828.914 1.081.616
November 2024
BSI II 3.650.000 November 2025/ 224.024 1.316.012 1.540.036
November 2025
BSI III 1.800.000 Agustus 2026/ 100.762 804.300 905.062
August 2026
BSI IV 112.512.000 Mei 2024/ 2.946.506 54.805.006 57.751.512
May 2024
BSI V 15.949.000 Mei 2024/ 607.984 11.308.517 11.916.501
May 2024
BSI VI 7.762.000 Mei 2024/ 16.122 299.884 316.006
May 2024
Page 178
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
22. UTANG BANK (lanjutan) 22. BANK LOAN (continued)
b. Utang bank jangka panjang (lanjutan) b. Long-term bank loans (continued)
Entitas Anak (lanjutan) Subsidiaries (continued)
BSI (lanjutan) BSI (continued)
Jumlah Batas Pinjaman Jadwal Pembayaran
Maksimum/ pelunasan/ tahun berjalan/
Total Maximum Schedule of Repayments for Jumlah/ Amount
Kreditor/ Creditors Credit Limit Repayments the current year 2023 2022
Fasilias pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah
Financing facility of the Musyarakah Mutanaqishah
BSI VII 2.109.000 Mei 2024/ 28.798 535.641 564.439
May 2024
BSI VIII 3.708.000 Juli 2024/ 145.010 2.697.203 2.842.213
July 2024
BSI IX 1.572.000 Mei 2024/ - - -
May 2024
BSI X 22.551.000 Juli 2024/ 933.170 17.356.957 18.290.127
July 2024
BSI XI 5.283.000 Oktober 2024/ 163.938 3.049.236 3.213.174
October 2024
BSI XII 8.944.000 Januari 2025/ 301.550 5.608.816 5.910.366
January 2025
BSI XIV 27.807.000 Juli 2024/ 1.097.008 20.404.338 21.501.346
July 2024
BSI XV 1.115.000 April 2023/ 1.123 42.888 44.011
April 2023
BSI XVI 2.775.000 Januari 2025/ 93.560 1.740.213 1.833.773
January 2025
BSI XVII 19.267.000 Februari 2025/ 667.172 12.409.412 13.076.584
February 2025
BSI XVIII 14.602.000 April 2025/ 532.184 9.898.620 10.430.804
April 2025
BSI XIX 9.775.000 Oktober 2024/ 362.742 6.746.999 7.109.741
October 2024
BSI XX 1.358.000 April 2025/ 53.032 986.413 1.039.445
April 2025
BSI XXI 2.152.000 Februari 2025/ 82.772 1.539.557 1.622.329
February 2025
BSI XXII 2.361.000 Juni 2024/ 85.356 1.587.603 1.672.959
June 2024
Total 153.966.529 162.662.044
Seluruh fasilitas pembiayaan ini dijamin dengan seluruh obyek investasi yang dibiayai bank This facility is secured by all objected financing investment and account receivables APS
dan piutang usaha APS kepada Bank sebesar Rp50.000.000. to the Bank amounted Rp50,000,000.
Page 179
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
23. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH 23. BONDS PAYABLE AND SUKUK IJARAH
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Utang obligasi 2.993.900.000 2.993.900.000 Bonds payable
Utang sukuk ijarah 728.000.000 728.000.000 Sukuk ijarah payable
Biaya pinjaman yang belum diamortisasi (6.372.571) (7.276.987) Unamortized cost of loans
Total 3.715.527.429 3.714.623.013 Total
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo Current maturities of long-term
dalam waktu satu tahun liabilities
Utang Obligasi 389.000.000 389.000.000 Bonds payable
Utang sukuk ijarah 55.000.000 55.000.000 Sukuk ijarah payable
444.000.000 444.000.000
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi Long term liabilities - net of
bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun 3.271.527.429 3.270.623.013 current maturities
Total 3.715.527.429 3.714.623.013 Total
Mutasi biaya pinjaman yang belum The movements in the unamortized
diamortisasi cost of loans
Saldo awal 7.276.987 9.219.812 Beginning balance
Penambahan - - Additions
Biaya amortisasi tahun berjalan Amortized cost current year
Obligasi (596.762) (1.284.216) Bond liabilities
Sukuk ijarah (307.654) (658.609) Sukuk ijarah
Saldo akhir 6.372.571 7.276.987 Ending balance
a. Obligasi dan Sukuk Ijarah 2016 a. Bonds Payable and Sukuk Ijarah 2016
Pada tanggal 10 November 2016, Perusahaan telah mendapatkan pernyataan efektif dari On November 10, 2016, the Company has obtained an effective statement from
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penerbitan Obligasi I Angkasa Pura I Tahun 2016 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) on the issuance of Bonds I Angkasa Pura I Year
dengan rincian sebagai berikut: 2016 with detail as follows:
Obligasi/Bonds
Bunga per
Tahun/
Interest per Jangka Waktu/
Nominal Annum Periods
Seri B 389.000.000 8,40% 7 tahun/years Seri B
Seri C 1.489.000.000 8,55% 10 tahun/years Seri C
Total 1.878.000.000 Total
Sukuk ijarah/Sukuk ijarah
Bunga per
Tahun/
Interest per Jangka Waktu/
Nominal Annum Periods
Seri B 55.000.000 4.620.000 7 tahun/years Seri B
Seri C 177.000.000 15.133.500 10 tahun/years Seri C
Total 232.000.000 19.753.500 Total
Berdasarkan perjanjian dengan PT Bank Mega Tbk selaku Wali Amanat utang obligasi dan Based on the agreement with PT Bank Mega Tbk as Trustee for bonds payable and
utang sukuk ijarah, 75% dana dari dana yang diperoleh akan digunakan untuk sukuk ijara, 75% of fund received will be used for the development of 5 (five)
pengembangan 5 (lima) bandara yaitu bandara baru Yogyakarta, Ahmad Yani Semarang, airports there are the new airport in Yogyakarta, Ahmad Yani Semarang,
Syamsudin Noor Banjarmasin, Juanda Surabaya dan Sultan Hasanudin Makasar. Banjarmasin Syamsudin Noor, Juanda Surabaya and Makassar Sultan Hasanuddin.
Page 180
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
23. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH (lanjutan) 23. BONDS PAYABLE AND SUKUK IJARAH (lanjutan)
a. Obligasi dan Sukuk Ijarah 2016 (lanjutan) a. Bonds Payable and Sukuk Ijarah 2016 (continued)
Obligasi dan sukuk ijarah ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi baik langsung Bonds and sukuk ijarah are not secured by specific collateral, but either directly or
maupun tidak langsung dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perusahaan, baik barang indirectly secured by all assets of the Company wealth, goods moveable or
bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada di immovable, either existing or that will exist in the future.
kemudian hari.
Perusahaan juga diwajibkan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan tertentu selama The Company is also required to maintain certain financial ratios during the bonds
periode utang obligasi sebagai berikut: payable ratio as follows:
a) Perbandingan aset lancar terhadap kewajiban lancar tidak kurang dari 1 kali. a) Ratio of current assets to current liabilities not less than 1 time.
b) Perbandingan total pinjaman terhadap total ekuitas tidak lebih dari 3 kali. b) Ratio of total debt to total equity not more than 3 times.
c) Perbandingan laba sebelum beban bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi terhadap c) Ratio of earnings before interest, income tax, depreciation and amortization to
beban bunga pinjaman tidak kurang dari 1 kali. interest expenses not less than 1 time.
Perusahaan tidak dapat memenuhi persyaratan tersebut pada tanggal The Company was unable to meet these requirements on December 31, 2022 and
31 Desember 2022 dan 31 Desember 2021. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Obligasi December 31, 2021. Based on the General Meeting of Bondholders and General
dan Rapat Umum Pemegang Sukuk Ijarah pada tanggal 29 November 2022, seluruh Meeting of Sukuk Ijarah on November 29, 2022, all bond and sukuk ijarah holders
pemegang obligasi dan sukuk ijarah menyetujui pengesampingan pemenuhan kewajiban agreed to waive the fulfilment of the financial covenants in 2022 and 2023 for point
keuangan pada poin (a) dan (c) untuk periode tahun 2022 dan 2023, serta poin (b) untuk (a) and (c), and in 2022 until 2024 for point (b).
periode tahun 2022, 2023, dan 2024.
Pada tanggal 1 Agustus 2022, peringkat obligasi Perusahaan yang diberikan oleh PT On August 1, 2022, the Company’s bond rating by PT Pemeringkat Efek Indonesia
Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) adalah idAA+ untuk Obligasi dan idAA+(sy) untuk (Pefindo) is idAA+ for Bond Payable and idAA+(sy) for Sukuk Ijarah.
Sukuk Ijarah.
b. Obligasi dan Sukuk Ijarah 2021 b. Bonds Payable and Sukuk Ijarah 2021
Pada tanggal 8 September 2021, Perusahaan telah mendapatkan pernyataan efektif dari On September 8, 2021, the Company has obtained an effective statement from
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penerbitan Obligasi I Angkasa Pura I Tahun 2021 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) on the issuance of Bonds I Angkasa Pura I Year
dengan rincian sebagai berikut: 2021 with detail as follows:
Obligasi/Bonds
Bunga per
Tahun/
Interest per Jangka Waktu/
Nominal Annum Periods
Seri A 272.500.000 6,70% 3 tahun/years Seri A
Seri B 66.000.000 7,10% 5 tahun/years Seri B
Seri C 280.400.000 8,00% 7 tahun/years Seri C
Seri D 497.000.000 8,60% 10 tahun/years Seri D
Total 1.115.900.000 Total
Sukuk ijarah/Sukuk ijarah
Bunga per
Tahun/
Interest per Jangka Waktu/
Nominal Annum Periods
Seri A 215.000.000 14.405.000 3 tahun/years Seri A
Seri B 215.000.000 15.265.000 5 tahun/years Seri B
Seri C 52.000.000 4.160.000 7 tahun/years Seri C
Seri D 14.000.000 1.204.000 10 tahun/years Seri D
Total 496.000.000 35.034.000 Total
Berdasarkan perjanjian dengan PT Bank Mega Tbk selaku Wali Amanat utang obligasi dan Based on the agreement with PT Bank Mega Tbk as Trustee for bonds payable and
sukuk ijarah, bahwa dana sebesar Rp622.000.000 dan Rp199.900.205 akan digunakan sukuk ijarah, Rp622,000,000 and Rp199,900,205 of funds will be used to pay off the
untuk melunasi surat utang Obligasi Seri A 2016, dana sisa hasil penawaran umum obligasi 2016 Series A Bonds, the remaining 73% proceeds from the public offering of bonds
sebanyak 73% akan digunakan untuk investasi antara lain overlay landasan pacu, will be used for investments including runway overlay, equipment replacement,
penggantian peralatan, renovasi terminal beserta fasilitas penunjang, dan lain-lain. terminal renovation and supporting facilities, and others. Meanwhile, 27% is used for
Sedangkan sebanyak 27% digunakan untuk modal kerja. working capital.
Page 181
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
23. UTANG OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH (lanjutan) 23. BONDS PAYABLE AND SUKUK IJARAH (lanjutan)
b. Obligasi dan Sukuk Ijarah 2021 (lanjutan) b. Bonds Payable and Sukuk Ijarah 2021 (continued)
Berdasarkan perjanjian dengan PT Bank Mega Tbk selaku Wali Amanat utang obligasi dana Based on the agreement with PT Bank Mega Tbk as Trustee for bonds payable,
sebesar Rp199.950.205 akan digunakan untuk melunasi sebagian pokok utang Pinjaman Rp199,950,205 of funds will be used to pay off part of the principal debt of the 2016
Kredit Sindikasi 2016. Syndicated Credit Loans.facilities, airport utilities, and others.
Obligasi dan sukuk ijarah ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi baik langsung Bonds and sukuk ijarah are not secured by specific collateral, but either directly or
maupun tidak langsung dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perusahaan, baik barang indirectly secured by all assets of the Company wealth, goods moveable or
bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada di immovable, either existing or that will exist in the future.
kemudian hari.
Perusahaan juga diwajibkan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan tertentu selama The Company is also required to maintain certain financial ratios during the bonds
periode utang obligasi sebagai berikut: payable ratio as follows:
a) Perbandingan total pinjaman terhadap total ekuitas tidak lebih dari 5 kali. a) Ratio of total debt to total equity not more than 5 times.
b) Perbandingan laba sebelum beban bunga, pajak penghasilan, penyusutan dan amortisasi b) Ratio of earnings before interest, income tax, depreciation and amortization to
terhadap beban bunga pinjaman tidak kurang dari 1 kali yang dimulai pada tahun 2022. interest expenses not less than 1 time starting from 2022.
Perusahaan tidak dapat memenuhi persyaratan poin (b) pada tanggal The Company was unable to meet requirement for point (b) on December 31, 2022
31 Desember 2022. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Obligasi dan Rapat Umum and December 31, 2021. Based on the General Meeting of Bondholders and
Pemegang Sukuk Ijarah pada tanggal 29 November 2022, seluruh pemegang obligasi dan General Meeting of Sukuk Ijarah on November 29, 2022, all bond and sukuk ijarah
sukuk ijarah menyetujui pengesampingan pemenuhan kewajiban keuangan pada poin (b) holders agreed to waive the fulfilment of the financial covenants in 2022 and 2023
untuk periode tahun 2022 dan 2023. for point (b).
Pada tanggal 1 Agustus 2022, peringkat obligasi Perusahaan yang diberikan oleh PT On August 1, 2022, the Company’s bond rating by PT Pemeringkat Efek Indonesia
Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) adalah idAA+ untuk Obligasi dan idAA+(sy) untuk (Pefindo) is idAA+ for Bond Payable and idAA+(sy) for Sukuk Ijarah.
Sukuk Ijarah.
24. UTANG JANGKA PANJANG LAINNYA 24. OTHER LONG TERM LIABILITIES
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Utang jangka panjang lainnya : Other long-term liabilities:
Utang bunga ditangguhkan 1.002.304.105 649.002.768 Deferred interest
Utang konstruksi 385.214.552 265.765.757 Construction Debt
Jaminan pelanggan 272.207.474 258.901.225 Customer deposit
Pendapatan diterima di muka 125.494.319 151.504.319 Unearned revenue
Jaminan usaha pemasok 974.300 1.465.396 Vendor deposit
Lainnya - 11.377.488 Others
Total 1.786.194.750 1.338.016.953 Total
Utang jaminan pelanggan terutama merupakan jaminan yang diterima Perusahaan dari para Customer deposit mainly represents deposit received from the tenant on the airport
penyewa atas fasilitas pendukung bandara. Utang jaminan tersebut akan dibayar kembali support facilities. Customer deposit will be paid back to the tenant when the lease
kepada penyewa apabila hubungan sewa menyewa dan pemakaian fasilitas berakhir. relationship and the use of the facility expires.
Berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO), utang konstruksi merupakan Based on the Joint Operation Agreement (KSO), the construction debt represents
Pengelolaan pada Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan usaha (KPBU) pada tanggal 26 the management of Public Private Partnership Project (KPBU) on January 26, 2021
Januari 2021 yang ditandatangani oleh Perusahaan dan Gudang Garam penyelenggaraan which was signed by the Company and Gudang Garam for providing airport service
jasa kebandarudaraan di Bandar Udara Kediri at Kediri Airport
Utang jangka panjang lainnya - pendapatan diterima di muka merupakan pendapatan yang Other long-term liabilities - unearned revenue represent unearned revenue of the
diterima di muka Perusahaan dari PT Duta Paramindo Sejahtera (DPS) atas penyerahan Company from PT Duta Paramindo Sejahtera (DPS) due to handover of land with
penggunaan tanah dengan hak pengelolaan seluas 129.216 m² milik Perusahaan yang use management rights of 129,216m2 owned by the Company located on Jalan
terletak di Jalan Pramukasari, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih - Jakarta Pramukasari, Rawasari Village, Cempaka Putih District - Central Jakarta. The land
Pusat. Tanah tersebut akan digunakan untuk pembangunan rumah susun sederhana milik will be used for the construction of simple flats belonging (rusunami) based on the
(rusunami) berdasarkan perjanjian antara Perusahaan dan DPS tanggal 21 Oktober 2009 agreement between the Company and DPS on October 21, 2009 with term of the
dengan jangka waktu perjanjian 30 tahun dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu agreement is 30 years and can be extended for an additional period of 20 years. For
tambahan selama 20 tahun. Atas penyerahan penggunaan tanah dengan hak pengelolaan the handover of land with use management rights, the Company received
tersebut, Perusahaan menerima uang penggantian dari DPS sebesar Rp173.407.872 compensation from DPS amounting to Rp 173,407,872 (including VAT).
(termasuk PPN).
Page 182
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
25. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN 25. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES
Perusahaan menunjuk aktuaris independen, untuk melakukan perhitungan aktuarial liabilitas The Company has appointed an independent actuary, to conduct the actuarial
imbalan kerja karyawan yang terdiri dari program tunjangan hari tua, tunjangan perumahan, calculation of employee benefits liabilities consist of retirement allowance, housing
penghargaan pengabdian, kesehatan pensiun, dana pensiun, masa persiapan pensiun, dan allowance, employee appreciation, retirement health, pension fund, retirement
uang pesangon. preparation and severance pay.
Liabilitas imbalan kerja karyawan pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 dihitung The employee benefits liabilities as of December 31, 2022 and 2021 were
dengan menggunakan metode projected-unit-credit oleh aktuaris independen masing-masing calculated using the projected-unit-credit method by each independent actuarists
Kantor Konsultan Aktuaria Enny Diah Awal dan PT Milliman Indonesia, berdasarkan Konsultan Aktuaria Enny Diah Awal and PT Milliman Indonesia, based on its reports
laporannya masing-masing pada tanggal 29 Maret 2023 dan 24 Februari 2022. dated March 29, 2023 and February 24, 2022, respectively.
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Perusahaan The Company
Dana pensiun 332.405.957 439.826.497 Pension fund
Tunjangan hari tua 113.852.940 135.723.357 Retirement allowance
Uang pesangon 103.485.355 95.876.398 Severance pay
Penghargaan pengabdian 60.160.534 56.107.104 Employee appreciation
Tunjangan perumahan 33.349.047 30.923.321 Housing allowance
Masa persiapan pensiun 1.224.270 1.155.252 Retirement preparation
Kesehatan pensiun 4.652.300 - Retirement health
Sub-total 649.130.403 759.611.929 Subtotal
Entitas anak 54.953.319 52.381.567 Subsidiaries
Total 704.083.722 811.993.496 Total
a. Tunjangan hari tua a. Retirement allowance
Tunjangan hari tua diberikan kepada karyawan yang diberhentikan dan janda/duda dari Retirement allowance are given to employees who are dismissed and to
karyawan yang meninggal dunia. Program tunjangan hari tua ini dikelola oleh Yayasan widows/widowers of employees who die. Retirement allowance is managed by the
Kesejahteraan karyawan Angkasa Pura I (YAKKAP I). Angkasa Pura I Employee Welfare Foundation (YAKKAP I).
Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan liabilitas tunjangan hari tua The actuarial assumptions used to determine retirement allowance expenses and
adalah sebagai berikut: liabilities are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Tingkat diskonto 7,20% 7,20% Discount rate
Tingkat kenaikan Penghasilan Dasar Basic Income Retirement Allowance
Tunjangan Hari Tua (PhDTHT) 3,00% 3,00% (PhdDTHT) increase
Tingkat mortalita TMI IV 2019 TMI IV 2019 Mortality rate
Tingkat cacat 10,00% 10,00% Disability rate
Umur pensiun 56 tahun/56 years 56 tahun/56 years Retirement age
Tingkat mengundurkan diri 5% pada usia 25 tahun dan menurun linear sampai dengan 0% Resignation rate
pada usia pensiun normal/
5% at 25 years and decreasing linearly at 0% until 56 years
Nilai kini liabilitas dan nilai wajar aset program pada tanggal 31 Maret 2023 dan 31 The present value of liabilities and fair value of plan assets as of March 31, 2023
Desember 2022 adalah: and December 31, 2022 are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai kini liabilitas 596.609.165 575.379.801 Present value of liabilities
Nilai wajar aset program (482.756.224) (439.656.444) Fair value of plan assets
Defisit (surplus) 113.852.941 135.723.357 Deficit (surplus)
Dampak batas aset - - Effect of asset ceiling
Liabilitas yang diakui 113.852.941 135.723.357 Recognized liabilities
Page 183
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
25. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 25. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
a. Tunjangan hari tua (lanjutan) a. Retirement allowance (continued)
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini liabilitas adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of present value of liabilities is
as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai kini liabilitas awal tahun 575.379.801 535.365.730 Present value of liabilities beginning of year
Biaya jasa kini 21.229.364 34.652.977 Current service cost
Biaya bunga 36.646.509 Interest cost
Iuran peserta program - - Plan participant’s contributions
Pembayaran imbalan - (52.772.885) Benefits paid
Kerugian (keuntungan) aktuarial - 21.487.470 Actuarial loss (gain)
Nilai kini liabilitas akhir tahun 596.609.165 575.379.801 Present value of liabilities end of year
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini liabilitas adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of present value of liabilities is
as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai wajar aset program awal tahun 439.656.444 441.532.990 Fair value of plan assets beginning of year
Iuran peserta program - 7.370.269 Plan participant’s contributions
Iuran pemberi kerja 43.099.780 39.683.009 Employer’s contributions
Imbal hasil aset program - 31.584.469 Return on plan assets
Pembayaran imbalan - (52.772.885) Benefit paid
Kerugian (keuntungan) aktuarial - (27.741.408) Actuarial loss (gain)
Nilai wajar aset program akhir tahun 482.756.224 439.656.444 Fair value of plan assets end of year
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Biaya jasa kini 21.229.364 34.652.977 Current service cost
Biaya bunga 36.646.509 Interest cost
Iuran peserta - (7.370.269) The impact of change of benefit
Ekspektasi hasil program - (31.584.469) Expectations plan assets
Total 21.229.364 32.344.748 Total
Rekonsiliasi saldo pengukuran kembali pada laporan posisi keuangan konsolidasian The reconciliation of re-measurement in the consolidated statements of financial
adalah sebagai berikut: position are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Jumlah pengukuran kembali awal tahun 31.099.914 (18.128.963) Re-measuring amount beginning of year
Kerugian (keuntungan) aktuarial - 49.228.877 Actuarial loss (gains)
Dampak batas aset - - Effect of asset ceiling
Akumulasi jumlah Accumulated amount of
pengukuran kembali 31.099.914 31.099.914 re-measurements
Page 184
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
25. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 25. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
a. Tunjangan hari tua (lanjutan) a. Retirement allowance (continued)
Mutasi liabilitas yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai The movements of the liabilities in the consolidated statement of financial position
berikut: are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Liabilitas awal tahun 135.723.357 93.832.740 Liabilities beginning of year
Beban yang diakui dalam laba rugi 21.229.364 32.344.748 Expense recognized in profit or loss
Beban (penghasilan) yang
diakui dalam penghasilan Expense (income) recognized in
komprehensif lain - 49.228.877 the other comprehensive income
Dampak batas aset - - Effect of asset ceiling
Pembayaran (43.099.780) (39.683.008) Contribution
Liabilitas akhir tahun 113.852.941 135.723.357 Liabilities end of year
Nilai kini liabilitas akhir setelah efek analisa sensitivitas pada tanggal 31 Desember 2022 The present values of liabilities after the effect of sensitivity analysis on December
adalah sebagai berikut: 31, 2022 are as follows:
Analisis sensitivitas Sensitivity analysis
Nilai kini kewajiban imbalan pasti PV defined benefits obligations
Asumsi Tingkat Diskonto Discount Rate Assumptions
+ 1,00% 530.428.821 + 1.00%
- 1,00% 613.435.682 - 1.00%
Asumsi Tingkat Kenaikan Gaji Salary Increment Assumptions
+ 1,00% 617.710.727 + 1.00%
- 1,00% 526.136.679 - 1.00%
Komposisi pengelolaan dana atas aset ditempatkan adalah pada deposito berjangka, The composition of management of planned asset are on time deposits, loan
piutang pinjaman, reksadana, obligasi dan aset lainnya. receivables, mutual funds, bonds and other assets.
b. Tunjangan perumahan b. Housing allowance
Sesuai ketentuan Perusahaan, karyawan yang telah bekerja secara terus menerus di Based on the Company’s provisions, employees who have worked continuously for
Perusahaan selama 20 tahun diberikan tunjangan perumahan. 20 years are given a housing allowance.
Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan liabilitas tunjangan The actuarial assumptions used to determine housing allowance expenses and
perumahan adalah sebagai berikut: liabilities are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Tingkat diskonto 6,70% 6,70% Discount rate
Tingkat mortalita TMI IV 2019 TMI IV 2019 Mortality rate
Tingkat cacat 10,00% 10,00% Disability rate
Umur pensiun 56 tahun/56 years 56 tahun/56 years Retirement age
Tingkat mengundurkan diri 5% pada usia 25 tahun dan menurun linear sampai dengan 0% Resignation rate
pada usia pensiun normal/
5% at 25 years and decreasing linearly at 0% until 56 years
Nilai kini liabilitas pada tanggal 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2022 adalah: The present value of liabilities as of March 31, 2023 and December 31, 2022 are as
follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai kini liabilitas 33.349.048 30.923.321 Present value of liabilities
Liabilitas yang diakui 33.349.048 30.923.321 Recognized liabilities
Page 185
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
25. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 25. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
b. Tunjangan perumahan (lanjutan) b. Housing allowance (continued)
Nilai kini liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 adalah: The present value of liabilities as of December 31, 2022 and 2021 are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai kini liabilitas awal tahun 30.923.321 16.134.616 Present value of liabilities beginning of year
Biaya jasa kini 2.844.377 3.528.451 Current service cost
Biaya bunga 947.960 Interest cost
Pembayaran imbalan (418.650) (3.101.240) Benefits paid
Dampak perubahan manfaat - The impact of change of benefit
Kerugian aktuarial 13.413.534 Actuarial loss
Nilai kini liabilitas akhir tahun 33.349.048 30.923.321 Present value of liabilities end of year
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Biaya jasa kini 2.844.377 3.528.451 Current service cost
Biaya bunga - 947.960 Interest cost
Dampak perubahan manfaat - The impact of change of benefit
Total 2.844.377 4.476.411 Total
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Jumlah pengukuran Re-measurement amount
kembali awal tahun (2.559.074) (2.487.577) beginning of year
Kerugian Aktuarial - (71.497) Actuarial loss
Akumulasi jumlah Accumulated amount of
pengukuran kembali (2.559.074) (2.559.074) re-measurements
Mutasi liabilitas yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: The movements of the liabilities in the consolidated statement of financial position
are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Liabilitas awal tahun 30.923.321 16.134.616 Liabilities beginning of year
Beban yang diakui dalam laba rugi 2.844.377 4.476.411 Expense recognized in profit or loss
Beban yang diakui dalam Expense recognized in
penghasilan komprehensif lain - 13.413.534 the other comprehensive income
Pembayaran (418.650) (3.101.240) Contribution
Liabilitas akhir tahun 33.349.048 30.923.321 Liabilities end of year
Nilai kini liabilitas akhir setelah efek analisa sensitivitas pada tanggal 31 Desember 2022 The present values of liabilities after the effect of sensitivity analysis on December
adalah sebagai berikut: 31, 2022 are as follows:
Analisis sensitivitas Sensitivity analysis
Nilai kini kewajiban imbalan pasti PV defined benefits obligations
Asumsi Tingkat Diskonto Discount Rate Assumptions
+ 1,00% 26.940.177 + 1.00%
- 1,00% 29.180.158 - 1.00%
Asumsi Tingkat Kenaikan Gaji Salary Increment Assumptions
+ 1,00% 28.021.220 + 1.00%
- 1,00% 28.021.220 - 1.00%
Page 186
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
25. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 25. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
c. Penghargaan pengabdian c. Employee appreciation
Penghargaan pengabdian diberikan kepada pegawai yang mengabdi terus menerus selama Employee appreciation are given to employees who serve continuously for at least
sekurang-kurangnya 25 tahun di Perusahaan termasuk masa kerja pada masa penugasan di 25 years in the Company including the service period during outside assignments
luar Perusahaan yang diakui sebagai bagian dari pola karir serta pegawai yang mengakhiri that are recognized as part of the career pattern and employees who end their term
masa tugas dan diberhentikan dengan hormat karena mencapai batas usia pensiun normal of service and are honorably terminated because they reach the normal retirement
atau meninggal dunia. age or die.
Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan liabilitas penghargaan The actuarial assumptions used to determine employee appreciation expenses and
pengabdian adalah sebagai berikut: liabilities are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Tingkat diskonto 7,40% 7,40% Discount rate
Tingkat kenaikan gaji 8,00% 8,00% Salary increase rate
Tingkat mortalita TMI IV 2019 TMI IV 2019 Mortality rate
Tingkat cacat 10,00% 10,00% Disability rate
Umur pensiun 56 tahun/56 years 56 tahun/56 years Retirement age
Tingkat mengundurkan diri 5% pada usia 25 tahun dan menurun linear sampai dengan 0% Resignation rate
pada usia pensiun normal/
5% at 25 years and decreasing linearly at 0% until 56 years
Nilai kini liabilitas pada tanggal 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2022 adalah: The present value of liabilities as of March 31, 2023 and December 31, 2022 are as
follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai kini liabilitas 60.160.534 56.107.104 Present value of liabilities
Liabilitas yang diakui 60.160.534 56.107.104 Recognized liabilities
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini liabilitas adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of present value of liabilities is
as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai kini liabilitas awal tahun 56.107.104 71.953.008 Present value of liabilities beginning of year
Biaya jasa kini 4.331.242 5.243.584 Current service cost
Biaya bunga 4.927.744 Interest cost
Pembayaran imbalan (277.812) (7.024.243) Benefits paid
Kerugian (keuntungan) aktuarial (18.992.989) Actuarial loss (gains)
Nilai kini liabilitas akhir tahun 60.160.534 56.107.104 Present value of liabilities end of year
Page 187
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
25. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 25. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
c. Penghargaan pengabdian (lanjutan) c. Employee appreciation (continued)
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Biaya jasa kini 4.331.242 5.243.584 Current service cost
Biaya bunga - 4.927.744 Interest cost
Pengukuran kembali awal liabilitas (aset) - (18.992.989) Remeasurement liability (asset)
Total 4.331.242 (8.821.661) Total
Mutasi liabilitas yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: The movements of the liabilities in the consolidated statement of financial position
are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Liabilitas awal tahun 56.107.104 71.953.008 Liabilities beginning of year
Beban yang diakui dalam laba rugi 4.331.242 10.171.328 Expense recognized in profit or loss
Beban (penghasilan) yang diakui dalam Expense (income) recognized in the other
penghasilan komprehensif lain - (18.992.989) comprehensive income
Pembayaran (277.812) (7.024.243) Contribution
Liabilitas akhir tahun 60.160.534 56.107.104 Liabilities end of year
Nilai kini liabilitas akhir setelah efek analisa sensitivitas pada tanggal 31 Desember 2022 The present values of liabilities after the effect of sensitivity analysis on December
adalah sebagai berikut: 31, 2022 are as follows:
Analisis sensitivitas Sensitivity analysis
Nilai kini kewajiban imbalan pasti PV defined benefits obligations
Asumsi Tingkat Diskonto Discount Rate Assumptions
+ 1,00% 14.089.939 + 1.00%
- 1,00% 16.844.229 - 1.00%
Asumsi Tingkat Kenaikan Gaji Salary Increment Assumptions
+ 1,00% 16.821.274 + 1.00%
- 1,00% 14.085.427 - 1.00%
d. Kesehatan pensiun d. Pension health
Kesehatan pensiun diberikan kepada pegawai pada masa pensiun meliputi pegawai yang Pension health is given to employees in retirement including the employee
bersangkutan bersama istri/suami dan anak yang sah yang tercantum dalam Surat concerned with his/her wife/husband and legitimate children listed in the Pension
Keputusan Pensiun. Manfaat yang diterima peserta berupa premi BPJS dan bantuan Decree. The benefits received by participants were in the form of BPJS premiums
penggantian rawat inap dalam jumlah tertentu. Program kesehatan pensiun ini dikelola oleh and assistance in reimbursing hospitalization at certain amount. This pension health
Yayasan Kesejahteraan karyawan Angkasa Pura I (YAKKAP I). program is managed by the Angkasa Pura I Employee Welfare Foundation
(YAKKAP I).
Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan liabilitas kesehatan pensiun The actuarial assumptions used to determine pension health expenses and liabilities
adalah sebagai berikut: are as follows:
Page 188
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
25. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 25. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
d. Kesehatan pensiun (lanjutan) d. Pension health (continued)
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Tingkat diskonto 7,40% 7,40% Discount rate
Tingkat mortalita TMI IV 2019 TMI IV 2019 Mortality rate
Tingkat cacat 10,00% 10,00% Disability rate
Umur pensiun 56 tahun/56 years 56 tahun/56 years Retirement age
Tingkat mengundurkan diri 5% pada usia 25 tahun dan menurun linear sampai dengan 0% Resignation rate
pada usia pensiun normal/
5% at 25 years and decreasing linearly at 0% until 56 years
Nilai kini liabilitas pada tanggal 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2022 adalah: The present value of liabilities as of March 31, 2023 and December 31, 2022 are as
follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai kini liabilitas 350.288.143 345.635.844 Present value of liabilities
Nilai wajar aset program (299.312.346) (392.205.561) Fair value of plan assets
Defisit (surplus) 50.975.797 (46.569.717) Deficit (surplus)
Dampak batas aset (46.323.497) 46.569.717 Effect of asset ceiling
Liabilitas yang diakui 4.652.300 - Recognized liabilities
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini liabilitas adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of present value of liabilities is
as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai kini liabilitas awal tahun 345.635.844 541.623.320 Present value of liabilities beginning of year
Biaya jasa kini 4.652.299 12.811.376 Current service cost
Biaya bunga - 40.914.636 Interest cost
Iuran peserta program - - Plan participant's contribution
Pembayaran imbalan - (6.545.699) Benefits paid
Dampak perubahan manfaat - - The impact of change of benefit
Kerugian (keuntungan) aktuarial - (243.167.789) Actuarial loss (gains)
Nilai kini liabilitas akhir tahun 350.288.143 345.635.844 Present value of liabilities end of year
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai wajar aset program adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of fair value of plan assets is as
follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai wajar aset program awal tahun 392.205.561 388.766.400 Fair value of plan assets beginning of year
Iuran peserta program - 4.102.000 Plan participant’s contributions
Imbal hasil aset program - 29.453.386 Return on plan assets
Pembayaran imbalan - (6.545.699) Benefit paid
Kerugian (keuntungan) aktuarial - (23.570.526) Actuarial loss (gain)
Nilai wajar aset program Fair value of plan assets
akhir tahun 392.205.561 392.205.561 end of year
Page 189
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
25. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 25. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
d. Kesehatan pensiun (lanjutan) d. Pension health (continued)
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Biaya jasa kini 4.652.299 8.709.376 Current service cost
Biaya bunga - 40.914.636 Interest cost
Iuran peserta program - - Plan participant's contribution
Dampak perubahan manfaat - - The impact of change of benefit
Ekspektasi hasil program - (29.453.386) Expectations plan assets
Total 4.652.299 20.170.626 Total
Rekonsiliasi saldo pengukuran kembali pada laporan posisi keuangan konsolidasian adalah The reconciliation of re-measurement in the consolidated statements of financial
sebagai berikut: position are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Jumlah pengukuran Re-measurement amount
kembali awal tahun (73.950.410) 99.077.136 beginning of year
Dampak batas aset - - Effect of asset ceiling
Kerugian (keuntungan) Aktuarial - (173.027.546) Actuarial loss (gains)
Akumulasi jumlah Accumulated amount of
pengukuran kembali (73.950.410) (73.950.410) re-measurements
Mutasi liabilitas yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: The movements of the liabilities in the consolidated statement of financial position
are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Liabilitas awal tahun - 152.856.920 Liabilities beginning of year
Beban yang diakui dalam laba rugi 4.652.299 20.170.626 Expense recognized in profit or loss
Beban (penghasilan) yang diakui
dalam penghasilan komprehensif Expense (income) recognized in
lain - (173.027.546) the other comprehensive income
Dampak batas aset - Effect of asset ceiling
Liabilitas akhir tahun 4.652.299 - Liabilities end of year
Nilai kini liabilitas akhir setelah efek analisa sensitivitas pada tanggal 31 Desember 2022 The present values of liabilities after the effect of sensitivity analysis on December
adalah sebagai berikut: 31, 2022 are as follows:
Analisis sensitivitas Sensitivity analysis
Nilai kini kewajiban imbalan pasti PV defined benefits obligations
Asumsi Tingkat Diskonto Discount Rate Assumptions
+ 1,00% 286.998.618 + 1.00%
- 1,00% 424.213.290 - 1.00%
Asumsi Tingkat Kenaikan Gaji Salary Increment Assumptions
+ 1,00% 345.635.844 + 1.00%
- 1,00% 345.635.844 - 1.00%
Komposisi pengelolaan dana atas aset ditempatkan adalah pada deposito berjangka, The composition of management of planned asset are on time deposits, receivable
piutang pinjaman, reksadana, obligasi, properti dan saham. loans, mutual funds, bonds, property and stocks.
Page 190
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
25. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 25. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
e. Program dana pensiun e. Pension fund program
Program dana pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Angkasa Pura I. Asumsi aktuaria yang The pension fund program is managed by Dana Pensiun Angkasa Pura I. The
digunakan dalam menentukan beban dan liabilitas dana pensiun adalah sebagai berikut: actuarial assumptions used to determine pension fund expenses and liabilities are
as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Tingkat diskonto 7,20% 7,50% Discount rate
Tingkat Kenaikan Penghasilan Dasar Basic Income Pension Allowance (PhDP)
Pensiun (PhDP) 3,00% 3,00% Increase
Tingkat mortalita TMI IV 2019 TMI IV 2019 Mortality rate
Tingkat cacat 10,00% 10,00% Disability rate
Umur pensiun 56 tahun/56 years 56 tahun/56 years Retirement age
Tingkat mengundurkan diri 5% pada usia 25 tahun dan menurun linear sampai dengan 0% Resignation rate
pada usia pensiun normal/
5% at 25 years and decreasing linearly at 0% until 56 years
Nilai kini liabilitas pada tanggal 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2022 adalah: The present value of liabilities as of March 31, 2023 and December 31, 2022 are as
follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai kini liabilitas 1.428.471.113 1.409.870.234 Present value of liabilities
Nilai wajar aset program (1.096.065.156) (970.043.737) Fair value of plan assets
Liabilitas yang diakui 332.405.957 439.826.497 Recognized liabilities
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini liabilitas adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of present value of liabilities is
as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai kini liabilitas awal tahun 1.409.870.234 1.357.278.979 Present value of liabilities beginning of year
Biaya jasa kini 18.600.879 11.174.621 Current service cost
Biaya bunga - 97.811.709 Interest cost
Iuran peserta program - - Plan participant's contribution
Pembayaran imbalan - (106.245.730) Benefits paid
Dampak perubahan manfaat - - The impact of change of benefit
Kerugian (keuntungan) aktuarial - 49.850.655 Actuarial loss (gains)
Nilai kini liabilitas akhir tahun 1.428.471.113 1.409.870.234 Present value of liabilities end of year
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai wajar aset program adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of fair value of plan assets is as
follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai wajar aset program awal tahun 970.043.737 824.276.570 Fair value of plan assets beginning of year
Iuran peserta program 4.309.884 2.122.956 Plan participant’s contributions
Iuran pemberi kerja 121.711.535 131.620.438 Employer’s contributions
Imbal hasil aset program - 62.851.905 Return on plan assets
Pembayaran imbalan - (106.245.730) Benefit paid
Kerugian (keuntungan) aktuarial - 55.417.598 Actuarial loss (gain)
Nilai wajar aset program Fair value of plan assets
akhir tahun 1.096.065.156 970.043.737 end of year
Page 191
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
25. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 25. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
e. Program dana pensiun (lanjutan) e. Pension fund program (continued)
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Biaya jasa kini 18.600.879 11.174.621 Current service cost
Iuran peserta program (4.309.884) (2.122.956) Plan participant's contribution
Biaya bunga - 97.811.709 Interest cost
Ekspektasi hasil program - (62.851.905) Expectations plan assets
Total 14.290.995 44.011.469 Total
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Jumlah pengukuran Re-measurement amount
kembali awal tahun 608.202.340 613.769.284 beginning of year
Kerugian (keuntungan) Aktuarial - (5.566.944) Actuarial loss (gains)
Akumulasi jumlah Accumulated amount of
pengukuran kembali 608.202.340 608.202.340 re-measurements
Mutasi liabilitas yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: The movements of the liabilities in the consolidated statement of financial position
are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Liabilitas awal tahun 439.826.497 533.002.409 Liabilities beginning of year
Beban yang diakui dalam laba rugi 14.290.995 44.011.469 Expense recognized in profit or loss
Beban (penghasilan) yang diakui
dalam penghasilan komprehensif Expense (income) recognized in
lain - (5.566.943) the other comprehensive income
Iuran pemberi kerja (121.711.535) (131.620.438) Employer's contribution
Liabilitas akhir tahun 332.405.957 439.826.497 Liabilities end of year
Nilai kini liabilitas akhir setelah efek analisa sensitivitas pada tanggal 31 Desember 2022 The present values of liabilities after the effect of sensitivity analysis on December
adalah sebagai berikut: 31, 2022 are as follows:
Analisis sensitivitas Sensitivity analysis
Nilai kini kewajiban imbalan pasti PV defined benefits obligations
Asumsi Tingkat Diskonto Discount Rate Assumptions
+ 1,00% 1.262.857.374 + 1.00%
- 1,00% 1.529.429.655 - 1.00%
Asumsi Tingkat Kenaikan Gaji Salary Increment Assumptions
+ 1,00% 1.398.429.112 + 1.00%
- 1,00% 1.372.127.571 - 1.00%
Komposisi pengelolaan dana atas aset ditempatkan adalah pada surat berharga negara, The composition of management of planned asset are on Government bond, time
deposito berjangka, saham, reksadana, obligasi dan aset lainnya. deposits, stocks, mutual funds, bonds and other assets.
Page 192
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
25. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 25. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
f. Program masa pensiun f. Retirement preparation pension program
Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan liabilitas imbalan pasca kerja The actuarial assumptions used to determine other post employee benefit expenses
lainnya adalah sebagai berikut: and liabilities are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Tingkat diskonto 7,20% 7,20% Discount rate
Tingkat kenaikan gaji dasar 3,00% 3,00% Salary increase rate
Tingkat mortalita TMI IV 2019 TMI IV 2019 Mortality rate
Tingkat cacat 10,00% 10,00% Disability rate
Umur pensiun 56 tahun/56 years 56 tahun/56 years Retirement age
Tingkat mengundurkan diri 5% pada usia 25 tahun dan menurun linear sampai dengan 0% Resignation rate
pada usia pensiun normal/
5% at 25 years and decreasing linearly at 0% until 56 years
Nilai kini liabilitas pada tanggal 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2022 adalah: The present value of liabilities as of March 31, 2023 and December 31, 2022 are as
follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai kini liabilitas 1.224.270 1.155.252 Present value of liabilities
Liabilitas yang diakui 1.224.270 1.155.252 Recognized liabilities
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini liabilitas adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of present value of liabilities is
as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai kini liabilitas awal tahun 1.155.252 1.146.653 Present value of liabilities beginning of year
Biaya jasa kini 69.018 116.749 Current service cost
Biaya bunga - 81.239 Interest cost
Pembayaran imbalan (155.441) Benefits paid
Dampak perubahan manfaat - The impact of change of benefit
Keuntungan/kerugian aktuarial (33.948) Actuarial gain/loss
Kerugian (keuntungan) aktuarial - - Actuarial loss (gains)
Nilai kini liabilitas akhir tahun 1.224.270 1.155.252 Present value of liabilities end of year
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai wajar aset program adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of fair value of plan assets is as
follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai wajar aset program awal tahun - - Fair value of plan assets beginning of year
Iuran peserta program - - Plan participant’s contributions
Iuran pemberi kerja - - Employer’s contributions
Imbal hasil aset program - - Return on plan assets
Pembayaran imbalan - - Benefit paid
Kerugian (keuntungan) aktuarial - - Actuarial loss (gain)
Nilai wajar aset program Fair value of plan assets
akhir tahun - - end of year
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Biaya jasa kini 69.018 116.749 Current service cost
Biaya bunga - 81.239 Interest cost
Keuntungan/kerugian aktuarial - (33.948) Actuarial gain/loss
Total 69.018 164.040 Total
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Jumlah pengukuran Re-measurement amount
kembali awal tahun - - beginning of year
Kerugian (keuntungan) Aktuarial - - Actuarial loss (gains)
Akumulasi jumlah Accumulated amount of
pengukuran kembali - - re-measurements
Page 193
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
25. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 25. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
Mutasi liabilitas yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: The movements of the liabilities in the consolidated statement of financial position
are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Liabilitas awal tahun 1.155.252 1.146.653 Liabilities beginning of year
Beban yang diakui dalam laba rugi 69.018 164.040 Expense recognized in profit or loss
Beban (penghasilan) yang diakui
dalam penghasilan komprehensif Expense (income) recognized in
lain - - the other comprehensive income
Pembayaran - (155.441) Contribution
Liabilitas akhir tahun 1.224.270 1.155.252 Liabilities end of year
Nilai kini liabilitas akhir setelah efek analisa sensitivitas pada tanggal 31 Desember 2022 The present values of liabilities after the effect of sensitivity analysis on December
adalah sebagai berikut: 31, 2022 are as follows:
Analisis sensitivitas Sensitivity analysis
Nilai kini kewajiban imbalan pasti PV defined benefits obligations
Asumsi Tingkat Diskonto Discount Rate Assumptions
+ 1,00% 1.262.857.374 + 1.00%
- 1,00% 1.529.429.655 - 1.00%
Asumsi Tingkat Kenaikan Gaji Salary Increment Assumptions
+ 1,00% 1.398.429.112 + 1.00%
- 1,00% 1.372.127.571 - 1.00%
g. Program uang pesangon g. Severance pay program
Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan liabilitas imbalan pasca kerja The actuarial assumptions used to determine other post employee benefit expenses
lainnya adalah sebagai berikut: and liabilities are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Tingkat diskonto 7,20% 7,20% Discount rate
Tingkat kenaikan Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) 8,00% 8,00% Basic Income Pension Allowance (PhDP)
Tingkat mortalita TMI IV 2019 TMI IV 2019 Mortality rate
Tingkat cacat 10,00% 10,00% Disability rate
Umur pensiun 56 tahun/56 years 56 tahun/56 years Retirement age
Tingkat mengundurkan diri 5% pada usia 25 tahun dan menurun linear sampai dengan 0% Resignation rate
pada usia pensiun normal/
5% at 25 years and decreasing linearly at 0% until 56 years
Nilai kini liabilitas pada tanggal 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2022 adalah: The present value of liabilities as of March 31, 2023 and December 31, 2022 are as
follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai kini liabilitas 103.485.355 95.876.398 Present value of liabilities
Liabilitas yang diakui 103.485.355 95.876.398 Recognized liabilities
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini liabilitas adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of present value of liabilities is
as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai kini liabilitas awal tahun 95.876.398 43.834.966 Present value of liabilities beginning of year
Biaya jasa kini 7.608.957 46.508.149 Current service cost
Biaya bunga 3.235.882 Interest cost
Pembayaran imbalan (213.673) Benefits paid
Biaya lalu 720.201 Experience cost
Keuntungan/kerugian aktuarial 1.790.873 Actuarial gain/loss
Nilai kini liabilitas akhir tahun 103.485.355 95.876.398 Present value of liabilities end of year
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai wajar aset program adalah sebagai berikut: The reconciliation of beginning and ending balance of fair value of plan assets is as
follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilai wajar aset program awal tahun - - Fair value of plan assets beginning of year
Iuran peserta program - - Plan participant’s contributions
Iuran pemberi kerja - - Employer’s contributions
Imbal hasil aset program - - Return on plan assets
Pembayaran imbalan - - Benefit paid
Kerugian (keuntungan) aktuarial - - Actuarial loss (gain)
Nilai wajar aset program Fair value of plan assets
akhir tahun - - end of year
Page 194
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
25. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 25. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Biaya jasa kini 7.608.957 46.508.149 Current service cost
Biaya bunga - 3.235.882 Interest cost
Keuntungan/kerugian aktuarial - 720.201 Actuarial gain/loss
Total 7.608.957 50.464.232 Total
Rincian beban yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The details of expenses recognized in the consolidated statements of profit or loss
konsolidasian adalah sebagai berikut: and other comprehensive income are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Jumlah pengukuran Re-measurement amount
kembali awal tahun - - beginning of year
Kerugian (keuntungan) Aktuarial - - Actuarial loss (gains)
Akumulasi jumlah Accumulated amount of
pengukuran kembali - - re-measurements
Mutasi liabilitas yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: The movements of the liabilities in the consolidated statement of financial position
are as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Liabilitas awal tahun 95.876.398 43.834.966 Liabilities beginning of year
Beban yang diakui dalam laba rugi 7.608.957 50.464.232 Expense recognized in profit or loss
Beban (penghasilan) yang diakui
dalam penghasilan komprehensif Expense (income) recognized in
lain 1.790.873 the other comprehensive income
Pembayaran - (213.673) Contribution
Liabilitas akhir tahun 103.485.355 95.876.398 Liabilities end of year
Nilai kini liabilitas akhir setelah efek analisa sensitivitas pada tanggal 31 Desember 2022 The present values of liabilities after the effect of sensitivity analysis on December
adalah sebagai berikut: 31, 2022 are as follows:
Analisis sensitivitas Sensitivity analysis
Nilai kini kewajiban imbalan pasti PV defined benefits obligations
Asumsi Tingkat Diskonto Discount Rate Assumptions
+ 1,00% 85.553.874 + 1.00%
- 1,00% 99.475.549 - 1.00%
Asumsi Tingkat Kenaikan Gaji Salary Increment Assumptions
+ 1,00% 115.599.990 + 1.00%
- 1,00% 73.272.696 - 1.00%
Page 195
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. MODAL SAHAM 26. SHARES CAPITAL
Jumlah saham ditempatkan dan
Pemegang saham / disetor penuh /Number of share Jenis Saham / % Pemilikan /
Shareholder issued and fully paid Type of Share ownership Total
Pemerintah Indonesia / 1 Seri A Dwiwarna 1% 1.000
Government of The Republic of Indonesia 6.414.411 Seri B 99% 6.414.411.000
Perubahan Anggaran dasar berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat dan Keputusan The last amendment to the Articles of Association were based on the deed of Meeting
Para Pemegang Saham yang diambil Di luar Rapat PT Angkasa Pura I No.5 dengan Notaris Resolution and Shareholders Meeting taken outside the meeting of PT Angkasa Pura I No.5
Utiek R. Abdulrachman, SH., MLI., MKn mengenai diantaranya peningkatan modal dasar on the date mentioned above by the notary of Utiek R. Abdulrachman, SH., MLI.,MKn.
dan penambahan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal Perusahaan. Akta regarding the capital increases and additional capital of the Republic of Indonesia to the
perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian capital of the Company. The deed of amendment had been approved by the Ministry of
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan No.AHU-46777.AH.01.02 Tahun Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia with his letter No.AHU-
2012 pada tanggal 3 September 2012, dengan rincian sebagai berikut : 46777.AH.01.02 Tahun 2012 dated September 3, 2012, which details are as follows:
a. Modal Dasar Perusahaan adalah sebesar Rp12.000.000.000 yang terbagi atas a The authorized capital amounting to Rp12,000,000,000 consists of 12,000,000 shares
12.000.000 saham, dengan nilai nominal Rp1.000.000 (nilai penuh) per saham. with par value of Rp1,000,000 (full amount) per share.
b. Modal ditempatkan dan disetor menjadi sebesar Rp3.188.245.000 atau sebanyak b Issued and fully paid amounted to Rp3,188,245,000 or 3,188,245 shares, by additional
3.188.245 saham, dengan cara penambahan penyertaan modal negara Republik paid in capital of to Rp1,388,244,029 based on the Government Regulation No.76 Year
Indonesia sebesar Rp1.388.244.029 sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No.76 Tahun 2011 and from reserved capital of Rp971.
2011 dan dari cadangan modal sebesar Rp971.
Berdasarkan akta notaris Nanda Fauz lwan, SH, M.Kn No.02 tanggal 16 Januari 2013 yang Based on notarial deed Nanda Fauz lwan, SH, M.Kn No.02 dated January 16, 2013 which
telah disimpan di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum dari Kementrian has been stored in the Legal Entity Administration System database of the Ministry of Justice
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.AHU-AH.01.10-02672 tanggal 31 and Human Rights of the Republic of Indonesia No.AHU-AH.01. 10-02672 dated January 31,
Januari 2013, Perusahaan menyetujui peningkatan modal disetor yang diambil dari 2013, the Company approved the increase in paid-up capital of capitalization partially taken
kapitalisasi sebagian cadangan Perusahaan sampai dengan tahun buku 2011 sejumlah up by the Company reserves the fiscal year 2011 amounted to 300,000 shares with a
300.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000.000 (nilai penuh) sehingga seluruhnya nominal value of Rp1,000,000 (full amount) so entirely for the whole Rp300,000,000 taken
seharga Rp300.000.000 yang seluruhnya diambil bagian oleh Negara Republik Indonesia. from the Republic of Indonesia. The issued and paid-up so to Rp3,488,245.000.
Sehingga Modal ditempatkan dan disetor menjadi sebesar Rp3.488.245.000.
Pada tanggal 22 September 2015 terjadi perubahan Anggaran Dasar Perusahaan yang On September 22, 2015 the amendments to the Articles of Association of the Company
dinyatakan dalam Akta Notaris Julius Purnawan, SH, MSi No. 11 Pernyataan Keputusan stated in Notarial Deed Julius Purnawan, SH, MSi number 11 Statement of General Meeting
Rapat Umum Pemegang Saham PT Angkasa Pura I tentang Penambahan Modal Disetor of Shareholders of PT Angkasa Pura I on Paid up Capital Additions and amendments of PT
dan Perubahan Anggaran Dasar PT Angkasa Pura I . Akta perubahan anggaran dasar Angkasa Pura I . This amendment was approved by the Ministry of Law and Human Rights
tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republic of Indonesia with No.AHU-AH.01.03-0972301 on October 15, 2015. The authorized
Republik Indonesia dengan No.AHU.AH. 01.03-0972301 pada tanggal 15 Oktober 2015. capital of Rp12,000,000,000 divided into 12,000,000 shares, with a nominal value of
Modal Dasar Perusahaan sebesar Rp12.000.000.000 yang terbagi atas 12.000.000 saham, Rp1,000,000 (full amount) per share, issued and paid up capital to Rp6,414,412,000 or as
dengan nilai nominal Rp1.000.000 (Rupiah penuh) per saham, Modal ditempatkan dan much as 6,414,412 shares, by way of increase in capital of the Republic of Indonesia
disetor menjadi sebesar Rp6.414.412.000 atau sebanyak 6.414.412 saham, dengan cara Rp2,926,166,060 as the Government Regulation (PP) No.8 Year 2014 and from capital
penambahan penyertaan modal negara Republik Indonesia sebesar Rp2.926.166.060 reserves amounting to Rp940.
sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No.8 Tahun 2014 dan dari cadangan modal sebesar
Rp940.
Page 196
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. MODAL SAHAM (lanjutan) 26. SHARES CAPITAL (continued)
Pada tanggal 27 Maret 2019 terjadi perubahan Anggaran Dasar Perusahaan yang On March 27, 2019 the amendments to the Articles of Association of the Company stated in
dinyatakan dalam Akta Notaris Nanda Fauz Iwan, SH, M.Kn No. 55 Pernyataan Keputusan Notarial Deed Fauz Iwan, SH, M.Kn. number 55 Statement of Ministry of Stated Own
Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Company of general Meeting of Sareholders of PT Angkasa Pura I . This Amandment was
Perseroan (Persero) PT. Angkasa Pura I. Akta perubahan anggaran dasar tersebut telah approved by the Ministry of Law and Human Rights Republic of Indonesia with No.AHU-
mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik AH.01.03-0175898 on March 26,2019. The company shares devided into 2 series. Seri A
Indonesia dengan No.AHU-AH.01.03-0175898 pada tanggal 26 Maret 2019. Saham Dwiwarna that specialy owned by Goverment of Republic of Indonesia and Seri B that can
perusahaan terbagi menjadi Saham Seri A Dwiwarna yang hanya khusus dimiliki Negara be owned by Government of Republic of Indonesia and / or by public. The company capital of
Republik Indonesia dan Seri B yang dapat dimiliki oleh Negara Republik Indonesia dan / atau Rp12,000,000,000 devided into:
masyarakat. Modal Dasar Perusahaan sebesar Rp12.000.000.000 terbagi menjadi sebagai
berikut :
a. 1 Saham Seri A Dwiwarna dengan nominal sebesar Rp1.000.000 (nilai penuh). a 1 Seri A Dwiwarna share with a nominal value of Rp1,000,000 (full amount).
b. 11.999.999 Saham Seri B masing-masing dengan nominal sebesar Rp1.000.000 (nilai b 11,999,999 Seri B share with nominal value each Rp1,000,000 (full amount) or full value
penuh) atau seluruh nya dengan nilai saham Rp11.999.999.000. off share Rp11,999,999,000.
Modal ditempatkan dan disetor yang diambil penuh oleh Negara Republik Indonesia sebesar Issued and paid up capital that held by Governmentof Republic of Indonesia as
Rp6.414.412.000 terbagi menjadi sebagai berikut : Rp6,414,412,000 devide into :
a. 1 Saham Seri A Dwiwarna dengan nominal sebesar Rp1.000.000 (nilai penuh). a 1 Seri A Dwiwarna share with a nominal value of Rp1,000,000 (full amount).
b. 6.414.411 Saham Seri B masing-masing dengan nominal sebesar Rp1.000.000 (nilai b 6,414,411 Seri B share with nominal value each Rp1,000,000 (full amount) or full value
penuh) atau seluruh nya dengan nilai saham Rp6.414.411.000. off share Rp6,414,411,000.
27. PENYERTAAN MODAL NEGARA 27. GOVERNMENT CAPITAL INVESTMENT
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Saldo awal 22.963.207 22.963.207 Beginning balance
Pengurangan - - Deduction
Total 22.963.207 22.963.207 Total
Penambahan penyertaan pada tahun 2016 sebesar Rp255.096.706 adalah Penambahan Additional investment in 2016 amounted to Rp255,096,706 is the addition of the Government
Penyertaan Modal Negara yang berasal dari BPYBDS sesuai Peraturan Pemerintah No.25 Capital Participation derived from BPYBDS as the Government Regulation No.25 Tahun
Tahun 2016 tanggal 27 Juni 2016. 2016 dated June 27, 2016.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (“PP”) No. 46 Tahun 2018 tanggal 27 September 2018, Based on the Government Regulation (“PP”) No. 46 Tahun 2018 dated September 27, 2018,
Perusahaan menerima pengurangan Penyertaan Modal Negara (PMN) Republik Indonesia the Company received deduction in capital investment from the Republic of Indonesia
dengan nilai buku sebesar Rp232.133.499 untuk dijadikan penambahan Penyertaan Modal amounting to Rp232,133,499 to be made into addition of capital investment to LPPNPI (notes
Negara (PMN) Republik Indonesia kedalam modal Perusahaan Umum LPPNPI (catatan 28). 28).
28. PENGALIHAN ASET TETAP KENAVIGASIAN 28. THE TRANSFER OF NAVIGATION FIXED ASSETS
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Nilau buku aset tetap kenavigasian (37.004.793) (37.004.793) Book value of navigation fixed assets
Koreksi penyerahan aset - - Corrections
(37.004.793) (37.004.793)
Akumulasi penyusutan
aset tetap kenavigasian 408.393.524 408.393.524 Liabilities end of year
Pengurangan modal Pemerintah melalui pengalihan aset kenavigasian ke LPPNPI Deduction of Government capital by transfer of navigation fixed assets to LPPNPI based on a
berdasarkan surat dari Menteri BUMN No. S-46/MBU/2014 tanggal 30 Januari 2014 tentang letter from the Minister of BUMN No. S-46/MBU/2014 dated January 30, 2014 regarding the
persetujuan pengalihan aset tetap kenavigasian kepada Perum LPPNPI dengan nilai buku approval of the transfer of navigation fixed assets to Perum LPPNPI with the book value of
sebesar Rp270.831.524. Rp270,831,524.
Pengaruh atas pengalihan aset tetap kenavigasian kepada Perum LPPNPI, sebagai berikut: The effect of the transfer of fixed assets to the Perum LPPNPI as follows:
Page 197
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
28. PENGALIHAN ASET TETAP KENAVIGASIAN (lanjutan) 28. THE TRANSFER OF NAVIGATION FIXED ASSETS (continued)
a. Aset tetap kenavigasian yang telah dijadikan PMN pada perusahaan diserahkan kembali a Navigation fixed assets that have been used as PMN in the company submitted back
sebesar nilai bukunya yaitu Rp270.831.524, sesuai dengan surat Perusahaan at book value of Rp270,831,524, in accordance with the Company's letter
No.AP.1.6724/PL.07/2013/PD-B tanggal 26 November 2013 perihal revisi usulan No.AP.1.6724/PL.07/2013/PD-B dated November 26, 2013 regarding the proposed
pengalihan aset tetap kenavigasian kepada Perum LPPNPI, serta berdasarkan Berita revisions to the transfer of navigation fixed assets to Perum LPPNPI, and based on
Acara Perubahan Nilai Aset yang Diserahterimakan No.BA. 656/KU.21/2013/PDB the Minutes of the Asset Value Change No.BA. 656/KU.21/2013/PD-B dated
tanggal 30 Desember 2013. December 30, 2013.
b. BPYBDS berupa aset tetap kenavigasian yang diserahkan kembali kepada pemerintah b BPYBDS in the form of navigation fixed assets that are handed back to the
adalah sebesar nilai perolehan Rp731.261.272 yang terdiri dari Bandara Juanda govemment is at cost of Rp731,261,272 consisting of Juanda Airport in Surabaya
Surabaya sebesar Rp69.306.329, Bandara Hasanuddin Makassar Rp26.009.312, Rp69,306,329, Hasanuddin Airport Makassar Rp26,009,312, Adi Sutjipto Airport
Bandara Adi Sutjipto Yogya Rp17.826 dan MATSC Makassar Rp635.947.805 dengan Yogya Rp17,826 and MATSC Makassar Rp635,947,805 with accumulated
akumulasi penyusutan sebesar Rp408.393.524. depreciation of Rp408,393,524.
c. Penyesuaian atas aset kenavigasian yang diserahkan adalah hasil rapat klarifikasi c Adjustments for assets transferred kenavigasian is the result of a clarification meeting
terkait daftar aset hasil penilaian Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang related assets assessment results list Directorate General of State Assets held on
diselenggarakan pada tanggal 17 Oktober 2014. Adapun aset yang dikoreksi dari daftar October 17, 2014. The assets of the list submission is corrected in Surabaya Land of
penyerahan adalah Tanah di Surabaya sebesar Rp93.955, tanah di Kupang Rp377.625 Rp93,955, land in Kupang Rp377,625 and Makassar MATSC of Rp1,221,652.
dan MATSC Makassar sebesar Rp1.221.652.
29. PENGGUNAAN SALDO LABA 29. USAGE OF RETAINED EARNINGS
Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Nomor: AP.I.3691/KU.01.03/2021/DU- Based on minutes of General Meeting of shareholders No. AP.I.3691/KU.01/03/2021/DU-B
B tanggal 28 Juni 2021, pemegang saham Perusahaan setuju untuk tidak membagikan dated June 28, 2021, the Company's shareholders agreed to not declare any dividend.
dividen.
Based on the Minutes of the General Meeting of Shareholders Number:
Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Nomor: AP.I.3694/RT.01/2022/DU-B AP.I.3694/RT.01/2022/DU-B dated June 29, 2022, the shareholders of the Company's
tanggal 29 Juni 2022, pemegang saham Perusahaan setuju untuk tidak membagikan shareholders agreed to not declare any dividend.
dividen.
30. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI 30. NON-CONTROLLING INTEREST
Nilai Tercatat /Carrying Amounts
Kepemilikan / 30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
Ownership (%) June 30, 2023 December 31, 2022
PT Angkasa Pura Logistik 0,28 89.624 90.792 PT Angkasa Pura Logistik
PT Angkasa Pura Suport 0,19 3.071.281 3.111.315 PT Angkasa Pura Suport
PT Angkasa Pura Properti 0,04 316.551 320.677 PT Angkasa Pura Properti
PT Angkasa Pura Hotel 0,01 15.580 15.783 PT Angkasa Pura Hotel
PT Angkasa Pura Retail 2,50 368.215 373.015 PT Angkasa Pura Retail
Saldo Akhir 3.861.250 3.911.582 Ending balance
Pada Juni 2023 dan Desember 2022 Perusahaan mempunyai 5 (lima) entitas anak yang In June 2023 and December 2022, the Company has 5 (five) consolidated subsidiaries. All
dikonsolidasi. Seluruh entitas anak berkedudukan di Jakarta sebagai kantor pusatnya. subsidiaries are domiciled in Jakarta as their head office.
Page 198
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
31. PENDAPATAN USAHA 31. OPERATING REVENUES
Rincian pendapatan usaha adalah sebagai berikut: The details of operating revenues are as follows:
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
2023 2022
Aeronautika Aeronautical
PJP4U (Pelayanan Jasa Pendaratan PJP4U (Aircraft Landing,
Penempatan dan Penyimpanan Placing and Storing
Pesawat Udara) Services)
Domestik 83.113.354 80.777.223 Domestic
Internasional 336.641.485 52.863.534 International
Sub-total 419.754.840 133.640.757 Subtotal
PJP2U (Pelayanan Jasa PJP2U (Passenger
Penumpang Pesawat Udara) Service Charge)
Domestik 1.135.053.465 796.572.308 Domestic
Internasional 701.566.296 95.015.437 International
Sub-total 1.836.619.761 891.587.746 Subtotal
Aviobridge Aviobridge
Domestik 52.431.759 41.702.449 Domestic
Internasional 56.053.393 9.801.753 International
Sub-total 108.485.151 51.504.202 Subtotal
Pemakaian counter dan conveyor Use of counters and conveyor
Domestik 50.357.044 35.774.428 Domestic
Internasional 36.563.434 4.626.204 International
Sub-total 86.920.478 40.400.632 Subtotal
PJKP2U (Pelayanan Jasa Kargo dan PJKP2U (Cargo Services
Pos Pesawat Udara) and Aircraft Postal Services)
Domestik 56.915.636 51.782.623 Domestic
Internasional 13.571.054 12.122.111 International
Sub-total 70.486.690 63.904.733 Subtotal
Total pendapatan aeronautika 2.522.266.920 1.181.038.070 Total aeronautical revenue
Non-aeronautika Non-aeronautical
Pemakaian sarana non-aeronautika Use of non-aeronautical facilities
Parkir kendaraan 180.337.002 109.680.155 Parkir lots
Listrik 27.566.136 16.763.636 Electricity
Pas bandara 3.184.644 3.543.450 Airport pass
Reklame 5.906.134 3.834.051 Advertising
Layanan data 3.258.384 1.528.147 Data services
Telepon 847.476 700.987 Telephone
Air 2.776.503 1.288.984 Water
Sub-total 223.876.280 137.339.410 Subtotal
Page 199
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
31. PENDAPATAN USAHA (lanjutan) 31. OPERATING REVENUES (continued)
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
2023 2022
Pendapatan sewa Rentals revenues
Sewa ruang 276.415.995 134.703.415 Rent rooms
Sewa peralatan 2.761.049 31.302.346 Rent equipments
Sewa tanah 39.070.188 29.093.800 Rent lands
Sewa kendaraan 2.068.402 4.881.704 Rent vehicles
Sewa penggunaan hak atas tanah 2.713.918 2.538.204 Rent use of land rights
Sewa antena 934.321 466.946 Rent antena
Sewa tempat 208.812 1.151.581 Rent spaces
Lain-lain 1.558.263 930.777 Others
Sub-total 325.730.948 205.068.773 Subtotal
Pergudangan & logistik Warehousing & logistics
Domestik 81.004.420 61.266.925 Domestic
Internasional 11.803.889 9.062.977 International
Jasa logistik 215.056.346 173.048.004 Logistic services
Jasa agen regulasi 25.673.885 22.690.391 Regulatory agent services
Jasa pengelolaan terminal kargo - - Cargo terminal operator services
Sub-total 333.538.541 266.068.297 Subtotal
Pemakaian Ruang Tunggu 135.398.866 30.859.146 Use of Lounge
Pendapatan konsesi 543.669.124 141.960.348 Consessions revenues
Event dan promosi 14.910.223 7.223.350 Event and promotion
Jasa pemeliharaan dan perbaikan 105.733.411 121.040.384 Maintenance and services
Jasa pengelolaan bandar udara - 1.468.567 Airport management services
Jasa lainnya 28.850.534 86.871.600 Other services
Total pendapatan non-aeronautika 1.711.707.926 997.899.874 Total non-aeronautical revenues
Total 4.233.974.846 2.178.937.944 Total
Jumlah pendapatan usaha yang berasal dari pihak berelasi dan pihak ketiga sebagai berikut: The amounts of operating revenues with details above which come from related parties and
third parties as follows:
30 Juni 2023/ 30 Juni 2022/
June 30, 2023 June 30, 2022
Pihak Berelasi 512.065.591 299.001.336 Related Parties
Pihak Ketiga 3.721.909.255 1.879.936.608 Third Parties
Total 4.233.974.846 2.178.937.944 Total
Rincian penjualan kepada pelanggan dengan jumlah lebih besar dari 10% pendapatan Details of sales to customers that make up more than 10% revenues are as follows:
adalah sebagai berikut:
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
Persentase dari total pendapatan/Percentage
of total revenue
Pendapatan/Revenue
2023 2022 2023 2022
PT Batik Air Indonesia 1.100.204.290 731.412.490 25,99% 33,57% PT Batik Air Indonesia
Page 200
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
32. BEBAN PEGAWAI 32. EMPLOYEE EXPENSES
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
2023 2022
Tunjangan operasional 484.009.092 352.140.486 Operational allowance
Gaji dan upah 486.707.295 406.158.831 Wages & salaries
Pengobatan 37.825.455 35.453.198 Medicals and doctors
Kelebihan Jam Kerja 5.012.904 1.530.894 Overtime
Pakaian Seragam 278.648 132.392 Employee uniform
Lain-lain 73.286.761 40.876.290 Others
Sub-total 1.087.120.157 836.292.091 Subtotal
33. BEBAN OPERASIONAL BANDARA 33. AIRPORT OPERATION EXPENSES
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
2023 2022
Penyusutan dan amortisasi 889.321.124 926.047.959 Depreciation and amortization
Jasa pelayanan penumpang 195.122.444 161.779.880 Passenger services
Utilitas 165.120.317 115.280.865 Utilities
emeliharaan
P 102.823.293 81.576.304 Maintenance
Pembelian dan pemakaian persediaan 54.332.989 21.476.426 Purchase and use of supplies
Sewa 32.083.810 29.869.637 Rent
Amortisasi hak guna sewa - 6.210.547 Amortization of right of use
Penerimaan Negara Bukan Pajak 62.192.436 9.015.411 Non-Tax State Revenue
Pembelian tiket dan hotel 12.806.218 43.215.936 Ticket and hotel purchase
Jasa alih daya 3.527.610 4.771.679 Outsourcing
Jasa kebersihan bandara 8.712.192 3.039.575 Airport cleaning services
Konstruksi - - Construction
Total 1.526.042.432 1.402.284.219 Total
34. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 34. GENERAL ADMINISTRATIVE EXPENSES
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
2023 2022
Pajak 150.627.762 90.568.964 Taxes
Penurunan nilai piutang 101.308.479 49.506.703 Impairment of receivable
Imbalan kerja karyawan 63.501.114 55.066.861 Employee benefits
Pejabat non pegawai - 48.555.570 Non-employee officer expense
Konsultan 36.856.686 29.685.827 Consultant
Makanan dan minuman 21.790.403 18.537.462 Food and beverage
Pemakaian persediaan 17.158.109 14.985.198 Usage of inventories
Asuransi 12.809.081 11.754.284 Insurance
Perjalanan dinas 9.115.054 1.820.603 Business travel
Jasa Profesional 4.540.663 1.148.736 Professional service
Pendidikan dan pelatihan 2.370.765 2.524.566 Education and training
Aset dibiayakan 7.199.090 2.484.061 Low Value Asset
Tenaga pendukung administrasi 1.841.223 596.658 Outsourcing administration
Rapat dinas 1.723.788 638.688 Meeting expense
Olahraga 384.318 312.239 Sport
Lainnya 67.585.401 36.205.768 Others
Total 498.811.936 364.392.188 Total
Page 201
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
35. PENGHASILAN LAIN-LAIN 35. OTHER INCOME
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
2023 2022
Pembalikan beban akrual 26.199.286 34.807.390 Reversal of accrued expense
penurunan nilai piutang 1.202.661 67.692.468 impairment of receivables
sewa PSAK 73 3.628.970 34.032.858 of PSAK 73 rent contracts
Penjualan aset tetap - 14.397.792 Gain on fixed asset
Denda 4.279.238 2.332.688 Penalty
Lelang 457.915 729.981 Auction
Penilaian instrumen keuangan FVTPL 666.623 975.383 FVTPL financial instrument valuation
Lainnya 40.126.278 10.461.653 Others
Subtotal 76.560.971 165.430.213 Total
Selisih kurs 2.020.755 (3.032.841) Foreign Exchange
Subtotal 78.581.726 162.397.372 Total
36. BEBAN LAIN-LAIN 36. OTHER EXPENSE
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
2023 2022
Beban PKBL 3.764.245 4.678.498 PKBL expenses
Kerugian penilaian kembali persediaan 23.349 - Inventory revaluation loss
Sumbangan 278.911 200.487 Donation
Lelang 27.913 96.278 Auction
Ongkos angkut/bongkar 71.979 166.251 Loading-unloading
Beban wisma 82.341 38.331 Resort house
Majalah dan koran 10.500 11.180 Newspaper and magazine
Lain-lain 14.357.857 29.282.019 Others
Total 18.617.096 34.473.044 Total
37. PENGHASILAN KEUANGAN 37. FINANCE INCOME
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
2023 2022
Jasa giro 25.710.742 19.819.900 Current account
Bunga deposito 1.328.558 1.276.034 Deposit interest
Bunga obligasi - kupon 700.740 893.058 Bond interest
Penjualan reksadana - 5.327 Mutual fund gain
Bunga reksadana 1.635.175 129.275 Mutual fund interest
Total 29.375.215 22.123.593 Total
Page 202
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
38. BEBAN KEUANGAN 38. FINANCE COSTS
Akun ini terdiri dari: This account consists of the following
Untuk Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni /
For Period ended June 30,
2023 2022
Bunga pinjaman bank dan obligasi 787.848.249 816.649.576 Bank loans interest
Beban pendanaan 27.307.082 884.481
Beban bunga sewa 8.308.893 8.558.664 Finance charges under lease liabilities
Beban administrasi bank 2.318.319 1.026.880 Bank administration expense
- Loss on restructurization
Total 825.782.543 827.119.600 Total
39. ASET KEUANGAN DALAM MATA UANG ASING 39. FINANCIAL ASSETS DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCY
30 Juni / June 30 2023
Mata uang asing/ Mata uang asing/ Setara dalam
foreign currency foreign currency rupiah/
USD SGD in rupiah Rp
ASET ASSETS
Kas dan setara kas 10.798 - 162.257.242 Cash and Cash Equivalents
Piutang usaha 11.830 - 177.757.580 Account Receivable
Total 22.628 - 340.014.822 Total
LIABILITAS LIABILITIES
Utang usaha 2.044 - 30.709.748 Trade Payables
Aset moneter bersih 24.672 - 370.724.570 Net Financial Assets
31 Desember / December 31 2022
Mata uang asing/ Mata uang asing/ Setara dalam
foreign currency foreign currency rupiah/
USD SGD in rupiah Rp
ASET ASSETS
Kas dan setara kas 10.725 - 168.717.215 Cash and Cash Equivalents
Piutang usaha - - - Account Receivable
Total 10.725 - 168.717.215 Total
LIABILITAS LIABILITIES
Utang usaha 2.073 - 32.607.860 Trade Payables
Aset moneter bersih 12.798 - 201.325.075 Net Financial Assets
Page 203
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
40. TRANSAKSI NON-KAS 40. NON-CASH TRANSACTIONS
Informasi pendukung laporan arus kas konsolidasian sehubungan dengan aktivitas non-kas Supplementary information to the consolidated statements of cash flow relating to non-cash
sebagai berikut: activities is as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Penambahan aset hak-guna Addition of right of use asset
melalui liabilitas sewa 56.955.242 12.212.640 through lease liabillites
Kapitalisasi biaya pinjaman Capitalization of
ke aset tetap 33.154.656 45.960.074 borrowing costs
Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan pada laporan arus kas Movement of liabilities arising from financing activities in the consolidated statement of cash
konsolidasian adalah sebagai berikut : flows are as follows:
Non-arus kas/Non-cash flow
Selisih kurs /
1 Januari 2022 / Arus kas / Foreign exchage Lainnya / 30 Juni 2023 /
January 01, 2022 Cash Flow difference Other June 30, 2023
Pinjaman bank jangka panjang 23.254.056.765 (9.637.216) - 1.286.666 23.245.706.215 Long-term bank loans
Pinjaman bank jangka pendek 107.285.344 - - - 107.285.344 Short-term bank loans
Obligasi dan sukuk ijarah 3.714.623.013 - 904.416 3.715.527.429 Bonds payable and sukuk ijarah
Total 27.075.965.122 (9.637.216) - 2.191.082 27.068.518.988 Total
Non-arus kas/Non-cash flow
Selisih kurs /
1 Januari 2021 / Arus kas / Foreign exchage Lainnya / 31 Desember 2022 /
January 01, 2021 Cash Flow difference Other December 31, 2022
Pinjaman bank jangka panjang 23.588.168.784 (57.696.569) - (276.415.450) 23.254.056.765 Bank Loans
Pinjaman bank jangka pendek 114.656.344 (7.371.000) - 107.285.344 Short-term bank loans
Obligasi dan sukuk ijarah 3.712.680.188 - - 1.942.825 3.714.623.013 Bonds payable and sukuk ijarah
Total 27.415.505.316 (65.067.569) - (274.472.625) 27.075.965.122 Total
Page 204
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
41. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 41. TRANSACTION WITH RELATED PARTIES
Sifat hubungan dan jenis transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: The nature of relationships and transactions with related parties are as follows:
a. Sifat relasi/ Nama pihak berelasi/ Jenis transaksi/
Nature of relationship Name of related party Nature of transaction
Pemegang Saham/Shareholder - Pemerintah Republik Indonesia/ Setoran saham/ Share capital
The Government of The Dividen/Dividend
Republic of Indonesia Jasa konsesi/Concession service
- PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) Setoran saham/ Share capital
Entitas yang berelasi dengan Pemerintah/ PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Jasa perbankan/Banking services
Government related entities PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Jasa perbankan/Banking services
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Jasa perbankan/Banking services
PT Bank Tabungan Negara Tbk Jasa perbankan/Banking services
PT Bank Syariah Indonesia Jasa perbankan/Banking services
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Penjualan jasa/Sales
PT Pertamina (Persero) Penjualan jasa/Sales
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Penjualan jasa/Sales
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk Penjualan jasa/Sales
PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Penjualan jasa/Sales
PT Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penjualan jasa/Sales
Penyelenggara Pelayanan Navigasi
Penerbangan Indonesia (LPPNPI)
Perusahaan Badan Usaha Milik Negara Penjualan jasa dan jasa pembangunan/
(BUMN) lainnya / Other Stated Owners Sales and construction services
Enterprise (BUMN)
Entitas Asosiasi/Associated entities PT Gapura Angkasa Penjualan jasa/Sales
PT Jasa Marga Bali Tol Penjualan jasa/Sales
PT Bandara Internasional Batam Penjualan jasa/Sales
Imbalan kerja/Employee benefit plan Dana Pensiun Angkasa Pura Jasa pensiun/Pension services
Entitas Anak/Subsidiaries PT Angkasa Pura Suport (APS) Penjualan jasa/Sales
PT Angkasa Pura Hotel (APH) Penjualan jasa/Sales
PT Angkasa Pura Logistik (APL) Penjualan jasa/Sales
PT Angkasa Pura Properti (APP) Penjualan jasa dan jasa pembangunan/
Sales and construction services
PT Angkasa Pura Retail (APR) Penjualan jasa/Sales
Page 205
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
41. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 41. TRANSACTION WITH RELATED PARTIES (continued)
b. Transaksi dengan Pihak Berelasi b. Transaction with Related Parties
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan dan entitas anak melakukan transaksi tertentu In the normal course of business, the Company and its subsidiaries entered transactions with
dengan pihak berelasi. related parties.
Rincian akun signifikan dengan pihak-pihak berelasi (pemerintah, entitas pemerintah atau Details of significant accounts with related parties (government, owned entities unless
dinyatakan lain) sebagai berikut: otherwise stated) are as follows:
Persentase dari total aset/
Total/ Total
Percentage of total assets
2023 2022 2023 2022
Aset Assets
Kas dan setara kas Cash and cash equivalent
(Catatan 4) (Note 4)
Bank Bank
Rupiah Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 982.043.746 670.556.433 2,34% 1,63% PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk 875.246.301 347.494.660 2,09% 0,84% (Persero) Tbk
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 210.581.780 185.084.377 0,50% 0,45% PT Bank Syariah Indonesia Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 195.677.077 129.936.801 0,47% 0,32% (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 77.278.102 26.592.513 0,18% 0,06% (Persero) Tbk
Sub-total 2.340.827.006 1.359.664.784 5,59% 3,31% Sub-total
Dollar AS US Dollar
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 142.982.073 148.030.033 0,34% 0,36% (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 18.117.376 19.275.434 0,04% 0,05% PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk - - 0,00% 0,00% (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 839.704 880.309 0,00% 0,00% (Persero) Tbk
PT Bank Syariah Indonesia Tbk - PT Bank Syariah Indonesia Tbk
Sub-total 161.939.153 168.185.776 0,39% 0,05% Sub-total
Dollar Singapura Rupiah
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 12.488 - 0,00% 0,00% (Persero) Tbk
Sub-total 12.488 - 0,00% 0,00% Sub-total
Total bank 2.502.778.647 1.527.850.560 5,97% 3,35% Total bank
Deposito Time deposit
Rupiah Rupiah
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk - 35.000.000 0,00% 0,09% (Persero) Tbk
PT Bank Syariah Indonesia Tbk - 10.000.000 0,00% 0,02% PT Bank Syariah Indonesia Tbk
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk 18.000.000 (Persero) Tbk
Sub-total 18.000.000 45.000.000 0,00% 0,11% Sub-total
Total Kas Setara Kas 2.520.778.647 1.572.850.560 5,97% 3,46% Total bank
Investasi Jangka Pendek Short-term investment
(Catatan 5) (Note 5)
Obligasi Bonds
Rupiah Rupiah
FR0028, 2005, 10% 5.199.750 5.065.000 0,01% 0,01% FR0028, 2005, 10%
Sub-total 5.199.750 5.065.000 0,01% 0,01% Sub-total
Deposito Time deposit
Rupiah Rupiah
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk - - (Persero) Tbk
PT Bank Syariah Indonesia Tbk - - PT Bank Syariah Indonesia Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk - - 0,00% 0,00% (Persero) Tbk
Sub-total - - 0,00% 0,00% Sub-total
Deposito yang dibatasi
penggunaannya Restricted time deposit
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 35.000.000 35.000.000 0,08% 0,09% PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk - (Persero) Tbk
Sub-total 35.000.000 35.000.000 0,08% 0,09% Sub-total
Total 40.199.750 40.065.000 0,10% 0,10% Total
Page 206
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
41. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 41. TRANSACTION WITH RELATED PARTIES (continued)
b. Transaksi dengan Pihak Berelasi b. Transaction with Related Parties
Rincian akun signifikan dengan pihak-pihak berelasi (pemerintah, entitas pemerintah atau Details of significant accounts with related parties (government, owned entities unless
dinyatakan lain) sebagai berikut: (lanjutan) otherwise stated) are as follows: (continued)
Persentase dari total aset/
Total/ Total
Percentage of total assets
2023 2022 2023 2022
Piutang usaha Trade receivables
(Catatan 6) (Note 6)
Lancar Currents
PT Gapura Angkasa 95.772.235 90.657.355 0,23% 0,22% PT Gapura Angkasa
PT Merpati Nusantara Airlines 47.612.638 47.812.949 0,11% 0,12% PT Merpati Nusantara Airlines
PT Aerofood Indonesia 20.454.379 24.684.815 0,05% 0,06% PT Aerofood Indonesia
PT Garuda Indonesia PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk 25.707.670 22.893.070 0,06% 0,06% (Persero) Tbk
PT Pertamina Patra Niaga 447.726 20.186.882 0,00% 0,05% PT Pertamina Patra Niaga
PT Garuda Maintenance PT Garuda Maintenance
Facility Aero Asia Tbk 15.062.403 16.312.305 0,04% 0,04% Facility Aero Asia Tbk
PT Citilink Indonesia 12.939.889 12.158.232 0,03% 0,03% PT Citilink Indonesia
PT Telekomunikasi Selular 70.692 5.844.383 0,00% 0,01% PT Telekomunikasi Selular
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 7.544.961 5.261.365 0,02% 0,01% PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Merpati Maintenance PT Merpati Maintenance
Facility - 3.883.664 0,01% Facility
PP KSO 2.583.871 3.449.291 0,01% 0,01% PP KSO
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 3.642.427 3.039.000 0,01% 0,01% PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Lain-lain (dibawah Rp3 miliar) 45.067.396 19.228.234 0,11% 0,04% Others (below Rp3 billion)
Sub-total 276.906.287 275.411.545 0,66% 0,67% Sub-total
Piutang usaha Trade receivables
(Catatan 6) (Note 6)
Tidak lancar Non-currents
PT Garuda Indonesia PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk 156.689.027 156.689.027 0,37% 0,38% (Persero) Tbk
PT Aerofood Indonesia 44.909.972 44.909.972 0,11% 0,11% PT Aerofood Indonesia
PT Barata Indonesia PT Barata Indonesia
(Persero) Tbk 14.236.549 14.236.549 0,03% 0,03% (Persero) Tbk
Sub-total 215.835.548 215.835.548 0,52% 0,52% Sub-total
Total 492.741.835 491.247.093 1,18% 1,19% Total
Piutang lain-lain Other receivables
(Catatan 7) (Note 7)
Lancar Currents
PT Aviasi Pariwisata PT Aviasi Pariwisata
Indonesia 11.695.487 9.387.328 0,03% 0,02% Indonesia
PT Pembangunan PT Pembangunan
Perumahan 532.218 532.219 0,00% 0,00% Perumahan
Airnav Indonesia 428.602 428.602 0,00% 0,00% Airnav Indonesia
PT Wijaya Karya Bangunan PT Wijaya Karya Bangunan
Gedung Tbk 623.282 200.000 0,00% 0,00% Gedung Tbk
PT Hutama Karya PT Hutama Karya
(Persero) 158.103 158.103 0,00% 0,00% (Persero)
PT Bandara Internasional PT Bandara Internasional
Batam 126.944 126.944 0,00% 0,00% Batam
PT Angkasa Pura II 65.896 65.896 0,00% 0,00% PT Angkasa Pura II
Sub-total 13.630.532 10.899.092 0,03% 0,03% Sub-total
Page 207
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
41. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 41. TRANSACTION WITH RELATED PARTIES (continued)
b. Transaksi dengan Pihak Berelasi (lanjutan) b. Transaction with Related Parties (continued)
Rincian akun signifikan dengan pihak-pihak berelasi (pemerintah, entitas pemerintah atau Details of significant accounts with related parties (government, owned entities unless
dinyatakan lain) sebagai berikut: (lanjutan) otherwise stated) are as follows: (continued)
Persentase dari total liabilitas/
Total/ Total
Percentage of total liabilities
2023 2022 2023 2022
Utang usaha (catatan 19) Trade payables (Note 19)
PT Wijaya Karya PT Wijaya Karya
(Persero) Tbk 265.765.757 - (Persero) Tbk
PT Waskita Karya PT Waskita Karya
(Persero) Tbk 65.253.847 100.609.479 0,20% 0,32% (Persero) Tbk
PT Pembangunan PT Pembangunan
Perumahan (Persero) Tbk 23.870.942 89.206.307 0,07% 0,28% Perumahan (Persero) Tbk
PT Adhi Karya (Persero) Tbk - 75.290.581 0,00% 0,24% PT Adhi Karya (Persero) Tbk
PT Nindya Karya (Persero) - 23.994.024 0,00% 0,08% PT Nindya Karya (Persero)
PT Varuna Tirta - 12.052.563 0,00% 0,04% PT Varuna Tirta
PT Berdikari Meubel PT Berdikari Meubel
Nusantara - 3.647.876 0,00% 0,01% Nusantara
PT Pelita Air Service - 3.274.804 0,00% 0,01% PT Pelita Air Service
PT Amarta Karya 7.758.801 - 0,02% 0,00% PT Amarta Karya
PT Aviasi Pariwisata PT Aviasi Pariwisata
Indonesia (Persero) 6.108.316 - 0,02% 0,00% Indonesia (Persero)
Lain-lain (dibawah Rp3 miliar) 5.890.563 9.603.036 0,02% 0,03% Others (below Rp3 billion)
Total 374.648.226 317.678.670 0,34% 1,00% Total
Utang lain-lain Other payables
(Catatan 21) (Note 21)
PT Wijaya Karya PT Wijaya Karya
(Persero) Tbk 115.192.439 48.364.579 0,36% 0,15% (Persero) Tbk
PT Waskita Karya PT Waskita Karya
(Persero) Tbk 34.546.537 58.785.518 0,11% 0,19% (Persero) Tbk
PT Adhi Karya (Persero) Tbk 25.233.771 14.400.430 0,08% 0,05% PT Adhi Karya (Persero) Tbk
PT Pembangunan PT Pembangunan
Perumahan (Persero) Tbk 14.400.430 22.940.306 0,04% 0,07% Perumahan (Persero) Tbk
PT Nindya Karya (Persero) 14.324.710 14.324.710 0,04% 0,05% PT Nindya Karya (Persero)
PT Hutama Karya PT Hutama Karya
(Persero) Tbk 14.298.966 84.404.032 0,04% 0,27% (Persero) Tbk
PT Amarta Karya PT Amarta Karya
(Persero) Tbk 4.031.129 8.980.953 0,01% 0,03% (Persero) Tbk
PT Telekomunikasi Indonesia PT Telekomunikasi Indonesia
(Persero) Tbk 4.460.435 3.963.618 0,01% 0,01% (Persero) Tbk
PT Istaka Karya (Persero) Tbk 3.534.388 3.672.439 0,01% 0,01% PT Istaka Karya (Persero) Tbk
PT Asuransi Jasa PT Asuransi Jasa
Indonesia (Persero) - 3.554.007 0,00% 0,01% Indonesia (Persero)
PT Mandiri Sekuritas - 3.322.948 0,00% 0,01% PT Mandiri Sekuritas
Lain-lain (dibawah Rp3 miliar) - 8.030.655 0,00% 0,03% Others (below Rp3 billion)
Total 230.022.805 274.744.195 0,71% 0,86% Total
Utang bank jangka pendek Short-term bank loans
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 38.946.344 38.946.344 0,12% 0,12% (Persero) Tbk
PT Bank Syariah Indonesia Tbk PT Bank Syariah Indonesia Tbk
(Persero) Tbk 33.839.000 33.839.000 0,11% 0,11% (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 34.500.000 34.500.000 0,11% 0,11% PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Total 107.285.344 107.285.344 1,05% 1,23% Total
Utang bank jangka panjang Long-term bank loans
(Catatan 22) (Note 22)
Perusahaan The Company
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 5.944.844.603 5.947.072.397 18,47% 18,72% PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Sarana Multi Infrastruktur PT Sarana Multi Infrastruktur
(Persero) 3.279.467.201 3.280.696.161 10,19% 10,33% (Persero)
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) 2.997.519.798 2.998.643.100 9,31% 9,44% (Persero)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk PT Bank Syariah Indonesia Tbk
(Persero) Tbk 1.998.346.129 1.999.094.997 6,21% 6,29% (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 885.852.030 886.183.998 2,75% 2,79% (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 332.142.396 332.266.864 1,03% 1,05% (Persero) Tbk
Total 15.438.172.157 15.443.957.517 47,96% 48,61% Total
Page 208
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
41. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 41. TRANSACTION WITH RELATED PARTIES (continued)
Utang bank jangka panjang Long-term bank loans
(Catatan 22) (Note 22)
Entitas Anak Subsidiaries
PT Bank Syariah Indonesia Tbk PT Bank Syariah Indonesia Tbk
(Persero) Tbk 129.935.931 162.662.045 0,40% 0,51% (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 365.719 7.086.721 0,00% 0,02% (Persero) Tbk
Total 130.301.650 169.748.766 0,40% 0,53% Total
b. Transaksi dengan Pihak Berelasi b. Transaction with Related Parties
Rincian akun signifikan dengan pihak-pihak berelasi (pemerintah, entitas pemerintah atau Details of significant accounts with related parties (government, owned entities unless
dinyatakan lain) sebagai berikut: (lanjutan) otherwise stated) are as follows: (continued)
Persentase dari total pendapatan/
Total/ Total
Percentage of total revenues
2023 2022 2023 2022
PT Garuda Indonesia PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk 164.568.643 83.755.925 3,89% 3,84% (Persero) Tbk
PT Pertamina Patra Niaga 51.850.025 24.267.060 1,22% 1,11% PT Pertamina Patra Niaga
PT Citilink Indonesia 107.620.901 32.213.730 2,54% 1,48% PT Citilink Indonesia
PT Gapura Angkasa 31.498.100 23.054.281 0,74% 1,06% PT Gapura Angkasa
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 23.155.452 - 0,55% 0,00% PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Pelita Air Service 3.384.392 20.448.449 0,08% 0,94% PT Pelita Air Service
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 27.102.890 - 0,64% 0,00% (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 23.333 - 0,001% 0,00% (Persero) Tbk
PT Garuda Maintenance PT Garuda Maintenance
Facility Aero Asia Tbk 10.085.457 - 0,24% 0,00% Facility Aero Asia Tbk
Lain-lain (dibawah Rp10 miliar) 92.776.399 115.261.891 2,19% 5,29% Others (below Rp10 billion)
Total 512.065.591 299.001.336 12,09% 13,72% Total
Kompensasi personil manajemen kunci Key management personnel compensation
Total manfaat yang dibayarkan oleh Kelompok Usaha untuk Dewan Komisaris dan Direksi Total benefits paid by the Group for the Board of Commisioners and Directors amounted to
sebesar Rp48.016.680 dan Rp119.185.377 masing-masing untuk tahun yang berakhir pada Rp48.016.680 and Rp119,185,377 for the year ended June 30, 2023 and December 31,
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. 2022, respectively.
Page 209
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
42. INFORMASI SEGMEN OPERASI 42. OPERATION SEGMENT INFORMATION
Informasi segmen operasi sebagai berikut: Operation segment information is as follows
30 Juni / June 30, 2023
Aeronautika / Non-aeronautika / Jumlah / Eliminasi / Konsolidasian /
Aeronautica Non-aeronautica total Elimination Consolidated
PENDAPATAN USAHA OPERATING REVENUES
Kantor Pusat - 3.080.172 3.080.172 (407.593) 2.672.579 Head Office
Bandara Adi Sucipto 2.685.130 1.725.760 4.410.890 (583.675) 3.827.215 Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo 38.256.096 10.335.642 48.591.738 (6.429.947) 42.161.791 Adi Soemarmo Airport
Bandara Jenderal Ahmad Yani 61.810.027 28.093.526 89.903.553 (11.896.572) 78.006.981 Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda 504.101.336 131.119.770 635.221.106 (84.056.230) 551.164.876 Juanda Airport
Bandara Int. Yogyakarta 151.243.392 45.238.772 196.482.164 (25.999.687) 170.482.477 Yogyakarta Int. Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman 150.249.985 52.071.464 202.321.449 (26.772.376) 175.549.073 Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara Syamsudin Noor 89.751.989 26.136.847 115.888.836 (15.335.099) 100.553.737 Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Hasanuddin 224.324.423 76.385.872 300.710.295 (39.791.773) 260.918.522 Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi 52.396.304 22.969.205 75.365.509 (9.972.812) 65.392.697 Sam Ratulangi Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai 1.123.390.955 721.097.379 1.844.488.334 (244.073.654) 1.600.414.680 I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Zainuddin Abdul Madjid 66.939.715 19.864.984 86.804.699 (11.486.513) 75.318.186 Zainuddin Abdul Madjid Airport
Bandara El Tari 23.942.920 8.141.410 32.084.330 (4.245.589) 27.838.741 El Tari Airport
Bandara Pattimura 14.279.280 6.853.122 21.132.402 (2.796.365) 18.336.037 Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo 4.525.766 2.288.812 6.814.578 (901.745) 5.912.833 Frans Kaisiepo Airport
Bandara Sentani 37.271.305 17.898.849 55.170.154 (7.300.442) 47.869.712 Sentani Airport
Anak Perusahaan : Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistic - 348.202.293 348.202.293 (46.076.196) 302.126.097 Angkasa Pura Logistic
Angkasa Pura Property - 56.274.065 56.274.065 (7.446.519) 48.827.546 Angkasa Pura Property
Angkasa Pura Hotel - 215.359.680 215.359.680 (28.497.672) 186.862.008 Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - 512.384.980 512.384.980 (67.801.824) 444.583.156 Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - 28.992.341 28.992.341 (3.836.439) 25.155.902 Angkasa Pura Retail Retail
Total pendapatan usaha 2.545.168.623 2.334.514.945 4.879.683.568 (645.708.722) 4.233.974.846 Total operating revenue
Kantor Pusat - 415.703.468 415.703.468 (67.998.955) 347.704.513 Head Office
Bandara Adi Sucipto 19.201.312 4.739.471 23.940.783 (3.916.128) 20.024.655 Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo 51.372.199 4.405.730 55.777.929 (9.123.909) 46.654.020 Adi Soemarmo Airport
Bandara Jenderal Ahmad Yani 101.278.466 17.550.617 118.829.083 (19.437.540) 99.391.543 Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda 270.278.406 25.713.097 295.991.503 (48.416.991) 247.574.512 Juanda Airport
Bandara Int. Yogyakarta 248.078.063 44.521.186 292.599.249 (47.862.101) 244.737.148 Yogyakarta Int. Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman 121.057.010 34.543.646 155.600.656 (25.452.473) 130.148.183 Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara Syamsudin Noor 111.676.347 9.492.262 121.168.609 (19.820.229) 101.348.380 Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Hasanuddin 134.568.542 17.238.998 151.807.540 (24.832.011) 126.975.529 Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi 64.927.677 10.242.648 75.170.325 (12.296.032) 62.874.293 Sam Ratulangi Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai 495.089.521 86.794.723 581.884.244 (95.182.071) 486.702.173 I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Zainuddin Abdul Madjid 80.625.137 11.064.539 91.689.676 (14.998.195) 76.691.481 Zainuddin Abdul Madjid Airport
Bandara El Tari 40.175.627 2.404.601 42.580.228 (6.965.087) 35.615.141 El Tari Airport
Bandara Pattimura 36.564.203 2.906.911 39.471.114 (6.456.512) 33.014.602 Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo 23.293.607 879.706 24.173.313 (3.954.164) 20.219.149 Frans Kaisiepo Airport
Bandara Sentani 35.468.393 4.672.903 40.141.296 (6.566.137) 33.575.159 Sentani Airport
Anak Perusahaan : Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistic - 334.704.902 334.704.902 (54.749.559) 279.955.343 Angkasa Pura Logistic
Angkasa Pura Property - 64.635.028 64.635.028 (10.572.714) 54.062.314 Angkasa Pura Property
Angkasa Pura Hotel - 170.864.771 170.864.771 (27.949.309) 142.915.465 Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - 537.898.606 537.898.606 (87.987.093) 449.911.513 Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - 33.110.683 33.110.683 (5.416.100) 27.694.583 Angkasa Pura Retail Retail
Total beban usaha 1.833.654.510 1.834.088.496 3.667.743.006 (599.953.310) 3.067.789.699 Total operating expenses
LABA USAHA 711.514.113 500.426.449 1.211.940.562 (45.755.412) 1.166.185.147 OPERATING INCOME
Page 210
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
42. INFORMASI SEGMEN OPERASI (lanjutan) 42. OPERATION SEGMENT INFORMATION (continued)
30 Juni / June 30, 2023
Aeronautika / Non-aeronautika / Jumlah / Eliminasi / Konsolidasian /
Aeronautica Non-aeronautica total Elimination Consolidated
PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERATING REVENUE
NON USAHA (EXPENSE)
Kantor Pusat - (142.133.571) (142.133.571) (673.273) (141.460.298) Head Office
Bandara Adi Sucipto - (3.417.432) (3.417.432) (16.196) (3.401.236) Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo - (10.884.381) (10.884.381) (51.583) (10.832.798) Adi Soemarmo Airport
Bandara Jenderal Ahmad Yani - (53.188.849) (53.188.849) (252.073) (52.936.776) Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda - (30.826.997) (30.826.997) (146.096) (30.680.901) Juanda Airport
Bandara Int. Yogyakarta - (295.021.110) (295.021.110) (1.398.166) (293.622.944) Yogyakarta Int. Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman - (8.877.594) (8.877.594) (42.073) (8.835.521) Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara Syamsudin Noor - (54.876.396) (54.876.396) (260.071) (54.616.325) Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Hasanuddin - (24.733.891) (24.733.891) (117.219) (24.616.672) Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi - (13.604.597) (13.604.597) (64.475) (13.540.122) Sam Ratulangi Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai - (80.123.126) (80.123.126) (379.720) (79.743.406) I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Zainuddin Abdul Madjid - (27.736.336) (27.736.336) (131.448) (27.604.888) Zainuddin Abdul Madjid Airport
Bandara El Tari - (10.046.122) (10.046.122) (47.611) (9.998.511) El Tari Airport
Bandara Pattimura - (6.803.295) (6.803.295) (32.242) (6.771.053) Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo - (6.413.934) (6.413.934) (30.397) (6.383.537) Frans Kaisiepo Airport
Bandara Sentani - (8.754.699) (8.754.699) (41.490) (8.713.209) Sentani Airport
Anak Perusahaan : Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistic - (168.758) (168.758) (800) (167.958) Angkasa Pura Logistic
Angkasa Pura Property - 2.016.680 2.016.680 9.557 2.007.123 Angkasa Pura Property
Angkasa Pura Hotel - (641.851) (641.851) (3.042) (638.809) Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - (9.356.113) (9.356.113) (44.341) (9.311.772) Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - 52.723 52.723 250 52.473 Angkasa Pura Retail Retail
Total pendapatan Total non operating
(beban) non usaha - (785.539.649) (785.539.649) (3.722.509) (781.817.140) revenue (expense)
Laba rugi entitas asosiasi - - - - - Income (loss) associates
Laba sebelum pajak 711.514.113 (285.113.200) 426.400.913 (42.032.903) 384.368.007 Income before tax
Pajak penghasilan badan - - - - - Final tax expense
Pajak final - (44.558.495) (44.558.495) - (44.558.495) Corporate income taxes
Laba tahun berjalan 711.514.113 (329.671.695) 381.842.418 (42.032.903) 339.809.512 Profit for the year
Laba diatribusikan kepada: Income attributable to:
Pemilik entitas induk - - - - 339.828.437 The owner of parent entity
Kepentingan non pengendali - - - - (18.925) Non controlling interest
TOTAL LABA TOTAL PROFIT
TAHUN BERJALAN 711.514.113 (329.671.695) 381.842.418 (42.032.903) 339.809.512 FOR THE YEAR
Page 211
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
42. INFORMASI SEGMEN OPERASI (lanjutan) 42. OPERATION SEGMENT INFORMATION (continued)
30 Juni / June 30, 2022
Aeronautika / Non-aeronautika / Jumlah / Eliminasi / Konsolidasian /
Aeronautica Non-aeronautica total Elimination Consolidated
PENDAPATAN USAHA OPERATING REVENUES
Kantor Pusat - 49.592.555 49.592.555 (8.651.962) 40.940.593 Head Office
Bandara Adi Sucipto 1.591.252 3.488.094 5.079.346 (883.831) 4.195.515 Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo 20.107.935 9.215.971 29.323.906 (5.102.505) 24.221.401 Adi Soemarmo Airport
Bandara Jenderal Ahmad Yani 38.969.518 21.739.544 60.709.062 (10.563.678) 50.145.384 Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda 270.858.526 100.897.405 371.755.931 (64.687.379) 307.068.552 Juanda Airport
Bandara Int. Yogyakarta 84.695.131 40.620.039 125.315.170 (21.805.462) 103.509.708 Yogyakarta International Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman 107.591.863 42.085.023 149.676.886 (26.044.522) 123.632.364 Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara Syamsudin Noor 63.075.652 22.335.422 85.411.074 (14.861.951) 70.549.123 Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Hasanuddin 159.205.866 70.230.290 229.436.156 (39.923.031) 189.513.125 Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi 30.198.627 19.546.404 49.745.031 (8.655.882) 41.089.149 Sam Ratulangi Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai 331.009.191 180.077.969 511.087.160 (88.909.093) 422.178.067 I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Zainuddin Abdul Madjid 29.596.501 17.766.597 47.363.098 (8.241.414) 39.121.684 Zainuddin Abdul Madjid Airport
Bandara El Tari 15.749.871 7.770.791 23.520.662 (4.092.712) 19.427.950 El Tari Airport
Strategic Business Unit DPS - - - Pattimura Airport
Bandara Pattimura 16.184.975 8.876.702 25.061.677 (4.360.856) 20.700.821 Frans Kaisiepo Airport
Bandara Frans Kaisiepo 2.501.305 3.583.953 6.085.258 (1.058.865) 5.026.393 Sentani Airport
Bandara Sentani 24.895.243 17.428.015 42.323.258 (7.364.457) 34.958.801
Anak Perusahaan : Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistic - 133.254.841 133.254.841 (51.444.954) 81.809.887 Angkasa Pura Logistic
Angkasa Pura Property - 87.224.430 87.224.430 (15.177.485) 72.046.945 Angkasa Pura Property
Angkasa Pura Hotel - 83.685.635 83.685.635 (14.561.717) 69.123.918 Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - 481.361.408 481.361.408 (83.759.276) 397.602.132 Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - 75.153.517 75.153.517 (13.077.085) 62.076.432 Angkasa Pura Retail Retail
Total pendapatan usaha 1.196.231.456 1.475.934.605 2.672.166.061 (493.228.117) 2.178.937.944 Total operating revenue
BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES
Kantor Pusat - 370.319.570 370.319.570 (58.615.543) 311.704.027 Head Office
Bandara Adi Sucipto 19.094.922 4.908.516 24.003.438 (3.798.751) 20.204.687 Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo 44.199.917 3.576.852 47.776.769 (7.561.701) 40.215.068 Adi Soemarmo Airport
Bandara Jenderal Ahmad Yani 101.938.829 12.774.413 114.713.242 (18.155.822) 96.557.420 Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda 227.182.809 20.975.866 248.158.675 (39.274.541) 208.884.134 Juanda Airport
Bandara Int. Yogyakarta 250.325.525 44.777.454 295.102.979 (46.706.385) 248.396.594 Yogyakarta International Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman 103.301.804 30.139.077 133.440.881 (21.119.811) 112.321.070 Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara Syamsudin Noor 101.948.455 9.208.152 111.156.607 (17.592.978) 93.563.629 Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Hasanuddin 123.805.199 13.753.980 137.559.179 (21.771.754) 115.787.425 Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi 51.181.495 9.118.698 60.300.193 (9.543.797) 50.756.396 Sam Ratulangi Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai 328.168.765 47.922.530 376.091.295 (59.524.450) 316.566.845 I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Zainuddin Abdul Madjid 66.779.079 9.532.799 76.311.878 (12.077.968) 64.233.910 Zainuddin Abdul Madjid Airport
Bandara El Tari 33.512.317 2.019.692 35.532.009 (5.623.517) 29.908.492 El Tari Airport
Strategic Business Unit DPS - - - - Strategic Business Unit DPS
Bandara Pattimura 35.329.242 2.329.871 37.659.113 (5.960.162) 31.698.951 Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo 20.632.393 901.948 21.534.341 (3.408.132) 18.126.209 Frans Kaisiepo Airport
Bandara Sentani 24.728.914 3.951.149 28.680.063 (4.539.254) 24.140.809 Sentani Airport
Anak Perusahaan : Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistic - 124.898.475 124.898.475 (45.470.974) 79.427.501 Angkasa Pura Logistic
Angkasa Pura Property - 86.016.091 86.016.091 (13.613.964) 72.402.127 Angkasa Pura Property
Angkasa Pura Hotel - 78.762.097 78.762.097 (12.465.858) 66.296.239 Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - 487.166.331 487.166.331 (77.104.933) 410.061.398 Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - 80.583.723 80.583.723 (12.754.171) 67.829.552 Angkasa Pura Retail Retail
Total beban usaha 1.532.129.665 1.443.637.284 2.975.766.949 (496.684.466) 2.479.082.483 Total operating expenses
LABA USAHA (335.898.209) 32.297.321 (303.600.888) 3.456.349 (300.144.539) OPERATING INCOME
Page 212
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
42. INFORMASI SEGMEN OPERASI (lanjutan) 42. OPERATION SEGMENT INFORMATION (continued)
30 Juni / June 30, 2022
Aeronautika / Non-aeronautika / Jumlah / Eliminasi / Konsolidasian /
Aeronautica Non-aeronautica total Elimination Consolidated
PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERATING REVENUE
NON USAHA (EXPENSE)
Kantor Pusat - (791.134.550) (791.134.550) 5.400.755 (785.733.795) Head Office
Bandara Adi Sucipto - (528) (528) 4 (524) Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo - 640 640 (4) 636 Adi Soemarmo Airport
Bandara Jenderal Ahmad Yani - (1.329.033) (1.329.033) 9.073 (1.319.960) Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda - (190.808) (190.808) 1.303 (189.505) Juanda Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman - (4.387.490) (4.387.490) 29.952 (4.357.538) Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara Syamsudin Noor - (87.374) (87.374) 596 (86.778) Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Hasanuddin - (435.170) (435.170) 2.971 (432.199) Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi - 3.643 3.643 (25) 3.618 Sam Ratulangi Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai - (44.884) (44.884) 306 (44.578) I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Zainuddin Abdul Madjid - (117.597) (117.597) 803 (116.794) Zainuddin Abdul Madjid Airport
Bandara El Tari - (64.873) (64.873) 443 (64.430) El Tari Airport
Bandara Pattimura - (3.432) (3.432) 23 (3.409) Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo - - - - - Frans Kaisiepo Airport
Bandara Internasional Yogyakarta - (15.460) (15.460) 106 (15.354) Yogyakarta International Airport
Bandara Sentani - (14.985) (14.985) 102 (14.883) Sentani Airport
Anak Perusahaan : (6.910.742) 47.177 47.177 Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistic - - - - - Angkasa Pura Logistic
Angkasa Pura Property - 280.903 280.903 (1.918) 278.985 Angkasa Pura Property
Angkasa Pura Hotel - 218.898 218.898 (1.494) 217.404 Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - (263.694) (263.694) 1.800 (261.894) Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - (13.685.808) (13.685.808) 78.786 (13.607.022) Angkasa Pura Retail Retail
- 36.817 (251)
Total pendapatan Total non operating
(beban) non usaha - (818.145.527) (811.271.602) 5.570.508 (805.700.843) revenue (expense)
Laba rugi entitas asosiasi - - - - - Income (loss) associates
Laba sebelum pajak (335.898.209) (785.848.206) (1.121.746.415) 9.026.857 (1.112.719.558) Income before tax
Pajak penghasilan badan - - - - - Final tax expense
Pajak final (24.485.929) (24.485.929) - (24.485.929) Corporate income taxes
Laba tahun berjalan (335.898.209) (810.334.135) (1.146.232.344) 9.026.857 (1.137.205.487) Profit for the year
Laba diatribusikan kepada: Income attributable to:
Pemilik entitas induk - - - - (1.137.190.839) The owner of parent entity
Kepentingan non pengendali - - - - (14.648) Non controlling interest
TOTAL LABA TOTAL PROFIT
TAHUN BERJALAN (335.898.209) (810.334.135) (1.146.232.344) 9.026.857 (1.137.205.487) FOR THE YEAR
Page 213
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
42. INFORMASI SEGMEN OPERASI (lanjutan) 42. OPERATION SEGMENT INFORMATION (continued)
30 Juni / June 30, 2023
Aeronautika / Non-aeronautika / Jumlah / Eliminasi / Konsolidasian /
Aeronautica Non-aeronautica total Elimination Consolidated
ASET ASSET
Kantor Pusat - 6.507.486.501 6.507.486.501 (345.511.201) 6.161.975.300 Head Office
Bandara Adi Sucipto 173.536.320 88.463.258 261.999.578 (13.910.715) 248.088.863 Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo 468.222.791 91.433.974 559.656.765 (29.714.650) 529.942.115 Adi Soemarmo Airport
Bandara Jenderal Ahmad Yani 1.511.043.866 474.582.948 1.985.626.814 (105.425.698) 1.880.201.116 Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda 2.237.243.084 423.607.604 2.660.850.688 (141.276.316) 2.519.574.372 Juanda Airport
Bandara Internasional Yogyakarta 9.247.026.375 2.630.085.647 11.877.112.022 (630.608.336) 11.246.503.686 Yogyakarta International Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman 1.419.608.826 259.110.193 1.678.719.019 (89.130.607) 1.589.588.412 Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara Syamsudin Noor 1.835.361.627 600.030.729 2.435.392.356 (129.305.737) 2.306.086.619 Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Hasanuddin 3.179.028.654 792.972.321 3.972.000.975 (210.891.075) 3.761.109.900 Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi 701.491.478 220.518.797 922.010.275 (48.953.598) 873.056.677 Sam Ratulangi Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai 4.156.266.385 1.397.109.302 5.553.375.687 (294.853.244) 5.258.522.443 I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Zainuddin Abdul Madjid 1.373.677.404 380.284.149 1.753.961.553 (93.125.566) 1.660.835.987 Zainuddin Abdul Madjid Airport
Bandara El Tari 390.068.670 82.344.109 472.412.779 (25.082.481) 447.330.298 El Tari Airport
Strategic Business Unit DPS - - - - - Strategic Business Unit DPS
Bandara Pattimura 340.857.533 87.920.423 428.777.956 (22.765.716) 406.012.240 Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo 196.225.800 67.491.312 263.717.112 (14.001.906) 249.715.206 Frans Kaisiepo Airport
Bandara Sentani 205.895.692 64.800.972 270.696.664 (14.372.482) 256.324.182 Sentani Airport
Anak Perusahaan : Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistic - 554.583.979 554.583.979 (29.445.313) 525.138.666 Angkasa Pura Logistic
Angkasa Pura Property - 251.828.901 251.828.901 (13.370.710) 238.458.191 Angkasa Pura Property
Angkasa Pura Hotel - 808.369.911 808.369.911 (42.919.929) 765.449.982 Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - 995.225.010 995.225.010 (52.840.892) 942.384.118 Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - 26.653.250 26.653.250 (1.415.134) 25.238.116 Angkasa Pura Retail
Total Aset 27.435.554.505 16.804.903.290 44.240.457.795 (2.348.921.306) 41.891.536.489 Total Asset
LIABILITAS LIABILITY
Kantor Pusat - 29.921.888.450 29.921.888.450 (786.920.898) 29.134.967.552 Head Office
Bandara Adi Sucipto 7.198.224 3.669.424 10.867.648 (285.810) 10.581.838 Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo 24.806.909 4.844.263 29.651.172 (779.801) 28.871.371 Adi Soemarmo Airport
Bandara Jenderal Ahmad Yani 48.335.818 15.181.131 63.516.949 (1.670.443) 61.846.506 Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda 252.232.867 47.758.673 299.991.540 (7.889.529) 292.102.011 Juanda Airport
Bandara Internasional Yogyakarta 127.379.496 36.229.915 163.609.411 (4.302.792) 159.306.619 Yogyakarta International Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman 62.678.591 11.440.237 74.118.828 (1.949.264) 72.169.564 Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara Syamsudin Noor 29.839.307 9.755.299 39.594.606 (1.041.305) 38.553.301 Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Hasanuddin 96.084.709 23.967.231 120.051.940 (3.157.267) 116.894.673 Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi 42.173.917 13.257.668 55.431.585 (1.457.805) 53.973.780 Sam Ratulangi Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai 614.211.900 206.464.427 820.676.327 (21.583.108) 799.093.219 I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Zainuddin Abdul Madjid 48.916.493 13.541.874 62.458.367 (1.642.603) 60.815.764 Zainuddin Abdul Madjid Airport
Bandara El Tari 11.656.919 2.460.794 14.117.713 (371.284) 13.746.429 El Tari Airport
Strategic Business Unit DPS - - - - - Strategic Business Unit DPS
Bandara Pattimura 25.728.556 6.636.396 32.364.952 (851.171) 31.513.781 Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo 4.909.877 1.688.738 6.598.615 (173.537) 6.425.078 Frans Kaisiepo Airport
Bandara Sentani 149.611.630 47.086.848 196.698.478 (5.173.007) 191.525.471 Sentani Airport
Anak Perusahaan : Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistic - 228.753.510 228.753.510 (6.016.028) 222.737.482 Angkasa Pura Logistic
Angkasa Pura Property - 52.925.075 52.925.075 (1.391.886) 51.533.189 Angkasa Pura Property
Angkasa Pura Hotel - 160.167.664 160.167.664 (4.212.277) 155.955.387 Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - 575.328.066 575.328.066 (15.130.652) 560.197.414 Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - 128.136.669 128.136.669 (3.369.889) 124.766.780 Angkasa Pura Retail
Total Liabilitas 1.545.765.213 31.511.182.352 33.056.947.565 (869.370.356) 32.187.577.209 Total Liabilities
Page 214
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
42. INFORMASI SEGMEN OPERASI (lanjutan) 42. OPERATION SEGMENT INFORMATION (continued)
31 Desember / December 31, 2022
Aeronautika / Non-aeronautika / Jumlah / Eliminasi / Konsolidasian /
Aeronautica Non-aeronautica total Elimination Consolidated
ASET ASSET
Kantor Pusat - 5.338.248.393 5.338.248.393 (290.693.721) 5.047.554.672 Head Office
Bandara Adi Sucipto 149.902.103 121.928.872 271.830.975 (14.802.526) 257.028.449 Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo 316.815.668 257.694.697 574.510.365 (31.284.898) 543.225.467 Adi Soemarmo Airport
Bandara Ahmad Yani 1.127.823.677 917.360.503 2.045.184.180 (111.370.277) 1.933.813.903 Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda 1.456.772.862 1.184.924.482 2.641.697.344 (143.853.335) 2.497.844.009 Juanda Airport
Bandara Syamsudin Noor 1.379.225.300 1.121.848.070 2.501.073.370 (136.195.672) 2.364.877.698 Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman 946.185.874 769.618.130 1.715.804.004 (93.433.916) 1.622.370.088 Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai 3.126.803.062 2.543.310.350 5.670.113.412 (308.765.395) 5.361.348.017 I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Praya 986.405.499 802.332.371 1.788.737.870 (97.405.522) 1.691.332.348 Praya Airport
Bandara El Tari 268.017.226 218.002.532 486.019.758 (26.466.152) 459.553.606 El Tari Airport
Bandara Sultan Hassanudin 2.144.719.316 1.744.493.249 3.889.212.565 (211.786.637) 3.677.425.928 Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi 517.659.551 421.059.103 938.718.654 (51.117.820) 887.600.834 Sam Ratulangi Airport
Bandara Pattimura 241.224.249 196.209.392 437.433.641 (23.820.400) 413.613.241 Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo 151.030.697 122.846.859 273.877.556 (14.913.972) 258.963.584 Frans Kaisiepo Airport
Bandara Internasional Yogyakarta 6.645.207.495 5.405.145.341 12.050.352.836 (656.200.622) 11.394.152.214 Yogyakarta International Airport
Bandara Sentani 151.240.004 123.017.107 274.257.111 (14.934.640) 259.322.471 Sentani Airport
Entitas anak Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistik - 507.151.161 507.151.161 (27.616.860) 479.534.301 Angkasa Pura Logistik
Angkasa Pura Properti - 304.076.705 304.076.705 (16.558.463) 287.518.242 Angkasa Pura Properti
Angkasa Pura Hotel - 734.402.710 734.402.710 (39.991.818) 694.410.892 Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - 1.043.766.402 1.043.766.402 (56.838.183) 986.928.219 Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - 17.897.239 17.897.239 (974.592) 16.922.647 Angkasa Pura Retail
- -
Total Aset 19.609.032.583 23.895.333.668 43.504.366.251 (2.369.025.421) 41.135.340.830 Total Asset
LIABILITAS LIABILITY
Kantor Pusat - 29.080.242.670 29.080.242.670 (826.002.955) 28.254.239.715 Head Office
Bandara Adi Sucipto 185.434.174 150.830.304 336.264.478 (9.551.346) 326.713.132 Adi Sucipto Airport
Bandara Adi Soemarmo 15.973.455 12.992.648 28.966.103 (822.761) 28.143.342 Adi Soemarmo Airport
Bandara Ahmad Yani 34.823.344 28.324.960 63.148.304 (1.793.681) 61.354.623 Jenderal Ahmad Yani Airport
Bandara Juanda 179.396.142 145.919.028 325.315.170 (9.240.339) 316.074.831 Juanda Airport
Bandara Syamsudin Noor 20.967.081 17.054.414 38.021.495 (1.079.973) 36.941.522 Syamsudin Noor Airport
Bandara Sultan Aji M. Sulaiman 33.129.166 26.946.933 60.076.099 (1.706.418) 58.369.681 Sultan Aji M. Sulaiman Airport
Bandara I Gusti Ngurah Rai 423.069.053 344.120.138 767.189.191 (21.791.446) 745.397.745 I Gusti Ngurah Rai Airport
Bandara Praya 89.522.555 72.816.751 162.339.306 (4.611.129) 157.728.177 Praya Airport
Bandara El Tari 12.475.231 10.147.228 22.622.459 (642.574) 21.979.885 El Tari Airport
Bandara Sultan Hassanudin 64.576.603 52.525.963 117.102.566 (3.326.212) 113.776.354 Sultan Hasanuddin Airport
Bandara Sam Ratulangi 69.176.560 56.267.522 125.444.082 (3.563.147) 121.880.935 Sam Ratulangi Airport
Bandara Pattimura 16.296.779 13.255.637 29.552.416 (839.415) 28.713.001 Pattimura Airport
Bandara Frans Kaisiepo 3.197.927 2.601.162 5.799.089 (164.719) 5.634.370 Frans Kaisiepo Airport
Strategic Business Unit DPS - - - - -
Bandara Internasional Yogyakarta 102.357.501 83.256.568 185.614.069 (5.272.231) 180.341.838 Yogyakarta International Airport
Bandara Sentani 127.722.123 103.887.898 231.610.021 (6.578.713) 225.031.308 Sentani Airport
Entitas anak - - Subsidiaries :
Angkasa Pura Logistik - 191.981.403 191.981.403 (5.453.086) 186.528.317 Angkasa Pura Logistik
Angkasa Pura Properti - 98.642.143 98.642.143 (2.801.858) 95.840.285 Angkasa Pura Properti
Angkasa Pura Hotel - 130.043.683 130.043.683 (3.693.795) 126.349.888 Angkasa Pura Hotel
Angkasa Pura Suport - 587.343.464 587.343.464 (16.683.060) 570.660.404 Angkasa Pura Suport
Angkasa Pura Retail - 113.811.160 113.811.160 (3.232.722) 110.578.438 Angkasa Pura Retail
Total Liabilitas 1.378.117.694 31.323.011.677 32.701.129.371 (928.851.580) 31.772.277.791 Total Liabilities
43. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING 43. SIGNIFICANT AGREEMENTS
a. Perjanjian Konsesi - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara a. Concession Agreement - Directorate General of Civil Aviation
Pada tanggal 15 Desember 2015, Perusahaan mengadakan Perjanjian dengan Direktorat On December 15, 2015, the Company entered into Agreement with the Directorate General
Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) mengenai pemberian konsesi untuk melakukan of Civil Aviation (DJPU) regarding the concession provided to the Company to conduct airport
kegiatan pelayanan jasa kebandarudaraan sebagaimana yang dituangkan dalam perjanjian services as stated in agreement No. HK.201/2/8/DRJU.kum-2015 and No.
No. HK.201/2/8/DRJU.kum-2015 dan No. SP.333/HK.06.03/2015/DU (Perjanjian Konsesi). SP.333/HK.06.03/2015/DU (Concession Agreement).
DJPU memberikan hak kepada Perusahaan melakukan kegiatan pelayanan jasa
kebandarudaraan termasuk meliputi pelayanan sehubungan dengan jasa pesawat udara, DJPU granted the right to the Company to conduct the airport service activities including
penumpang, barang, dan pos. Layanan tersebut mencakup penyediaan dan/atau aircraft, passenger, freight and postal related services. Such services encompass for the
pengembangan: provision and / or development of:
- Fasilitas kegiatan pelayanan pendaratan, lepas landas, manuver, parkir, dan - Facilities for service activities for landing, takeoff, maneuvering, parking and storage of
penyimpanan pesawat udara; aircraft;
- Fasilitas terminal untuk pelayanan angkutan penumpang, kargo, dan pos; - Terminal facilities for passenger transport services, cargo, and mail;
Page 215
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
43. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (lanjutan) 43. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)
a. Perjanjian Konsesi - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara a. Concession Agreement - Directorate General of Civil Aviation
(lanjutan) (continued)
- Fasilitas elektronika, listrik, air, dan instalasi limbah buangan; dan - Electronic facilities, electricity, water, and waste disposal installations; and
- Lahan untuk bangunan, lapangan, dan industri serta gedung atau bangunan yang - Areas for the building, grounds, and industry as well as buildings provided to support air
digunakan untuk mendukung transportasi udara. transportation.
Ketentuan-ketentuan penting dalam Perjanjian Konsesi adalah sebagai berikut, antara lain: Important conditions in the Concession Agreement, among others, are as follows:
- Perusahaan diwajibkan untuk membayar pendapatan konsesi dari pelayanan jasa - The Company is required to pay concession revenue of airport service activities
kebandarudaraan sebesar 2,5% dari pendapatan pelayanan jasa kebandarudaraan per amounting to 2.5% from revenue of airport service activities per year, which will be
tahun, yang akan dievaluasi setiap 5 (lima) tahun evaluated every 5 (five) years.
- Perjanjian Konsesi berlaku selama 2 (dua) tahun, terhitung sejak ditandatanganinya - The Concession Agreement is valid for 2 (two) years, starting from date the Concession
perjanjian, dan diperpanjang selama 30 tahun sesuai kesepakatan DJPU dan Agreement is signed, and extended for 30 years as agreed by DJPU and the Company,
Perusahaan, setelah Perusahaan mendapat persetujuan rapat umum pemegang after the Company received approval from shareholders general meeting.
saham.
DJPU memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap DJPU has the authority to supervise and control the implementation of the Concession based
pelaksanaan Konsesi berdasarkan Perjanjian Konsesi sesuai dengan kewenangannya yang on Concession Agreement in accordance with its authority regulated by the Law.
diatur oleh Undang-Undang.
Up until the date of completion of consolidated financial statement, extension of the
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasi, perpanjangan agreement is still in process.
perjanjian tersebut masih dalam proses.
On June 28, 2018, the Company has received an invoice from DJPU for payment of
Pada tanggal 28 Juni 2018, Perusahaan telah menerima tagihan pembayaran konsesi aeronautical service concession for year 2016 amounting Rp91,505,658. Based on the
pelayanan jasa kebandarudaraan tahun 2016 dari DJPU sebesar Rp91.505.658. information stated in the invoice, every late payment made 30 days after the date of invoice
Berdasarkan surat tagihan tersebut setiap keterlambatan pembayaran akan dikenakan will be subjected to penalty of 2% each month. On October 31, 2019, the Company has been
denda sebesar 2% setiap bulannya, setelah 30 hari sejak dikeluarkannya tagihan tersebut. fully paid the invoice as stated above.
Pada tanggal 31 Oktober 2019, Perusahaan telah melakukan pembayaran secara penuh
atas tagihan tersebut di atas. In relation with the late payment of the invoice as stated above, the Company has paid the
penalty amounting to Rp33,586,076 on July 1st, 2022.
Sehubungan dengan kerterlambatan pembayaran tagihan tersebut di atas, Perusahaan telah
membayar denda sebesar Rp33.586.076 pada tanggal 1 Juli 2022.
Pada tanggal 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan mencatat akrual beban On December 31, 2022 and 2021, the Company has recorded accrued concession expense
konsesi masing-masing sebesar Rp 221.120.116 dan Rp209.295.910. amounted to Rp221,120,116 and Rp283,842,308, respectively.
b. Perjanjian kerja sama pemanfaatan tanah milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan b. Cooperation agreements utilization of land owned by Indonesian Army (TNI AD) in
Darat (TNI AD) di Bandara Ahmad Yani Ahmad Yani Airport
Pada tanggal 17 Juni 2014, Perusahaan dan TNI AD menandatangani perjanjian kerjasama On June 17, 2014 the Company and TNI AD signed into cooperation agreement utilization of
pemanfaatan sebagian tanah Milik TNI AD di Bandara International Ahmad Yani Semarang some of the land owned by TNI AD in Ahmad Yani International Airport for period of 30
dengan jangka waktu selama 30 (tiga puluh) tahun terhitung sejak ditandatanganinya (thirty) years from the signing of the agreement. This cooperation agreement has the sole
perjanjian. Perjanjian kerja sama ini mempunyai maksud dan tujuan melaksanakan purpose to enable the development of facilities and infrastructure Ahmad Yani International
pengembangan sarana dan prasarana Bandar Udara International Ahmad Yani Semarang Airport in Semarang for civil aviation and military aviation with the principles of the
untuk penerbangan sipil dan penerbangan militer dengan prinsip prinsip korporasi. corporation.
Ruang lingkup kerjasama adalah : The scope of cooperation are :
1. Pemanfaatan tanah milik TNI AD seluas 885.500 m2 dimana tanah seluas 676.089 m2 1 The utilization of land owned by TNI AD area of 885,500 m2 where the land of 676,089
akan digunakan untuk areal pengembangan bandar udara dan tanah seluas 208.411 m2 will be used for airport development area and the land of 208,411 m2 will be used for
m2 akan digunakan untuk areal resapan pada sisi utara areal pengembangan bandar recharge areas on the north side of the airport development area.
udara.
2. Pembayaran kontribusi kepada negara oleh Perusahaan berupa kontribusi tetap dan 2 Payment of contributions to the country by the Company is in the form of fixed
pembagian keuntungan atas pemanfaatan lahan. contributions and profit sharing on land use.
3. Aset yang diperoleh dari kerja sama pemanfaatan ini akan diserahkan oleh Perusahaan 3 Assets obtained from this utilization cooperation will be handed over by the Company to
kepada TNI AD setelah perjanjian berakhir yang dituangkan dalam berita acara serah TNI AD after the agreement ends which is stated in the minutes of handover.
terima.
Page 216
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
43. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (lanjutan) 43. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)
Sarana dan prasarana yang telah ada sebelumnya maupun dibangun oleh Perusahaan akan Facilities and infrastructure that have been previously established or built by the Company
diserahkan kepada TNI AD. will be handed over to TNI AD.
Perusahaan dikenakan kontribusi tetap kepada negara atas pemanfaatan tanah milik TNI AD The company is subject to a fixed contribution for the utilization of the land owned by the TNI
tersebut yakni sebesar 0,6% dari nilai wajar tanah yang menjadi objek kerjasama AD, which is 0.6% of the fair value of the land which is the object of the joint utilization or
pemanfaatan atau sebesar 0,6% x Rp219.471.288 yakni Rp1.316.827. Dimana diasumsikan 0.6% x Rp.219,471,288, which is equal to Rp1,316,827. Where it is assumed that the
kenaikan nilai tanah yang menjadi objek KSP sebesar 4,14% setiap tahun. Selain itu juga increase in the value of land which is the object of the KSP is 4.14% every year. In addition,
terdapat pembagian keuntungan sebesar 12,29% dari arus kas bersih dari aktivitas operasi there is also a profit sharing of 12.29% of net cash flow from operating and investing activities
dan investasi per tahun. Untuk periode tahun buku 2023 dan 2022, nilai arus kas bersih dari per year. For the fiscal year 2023 and 2022, the net cash flow value from operating and
aktivitas operasi dan investasi Bandara International Ahmad Yani Semarang masing-masing investing activities of Ahmad Yani International Airport in Semarang is positive cash flow of
adalah arus kas positif Rp2.408 dan arus kas negatif Rp55.660.844 Rp2,408 and negative cashflow Rp55,660,844, respectively.
c. Perjanjian kerja sama pemanfaatan tanah milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan c. Cooperation agreements utilization of land owned by Indonesian Navy (TNI AL)
Laut (TNI AL) di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Juanda International Airport in Surabaya
Pada tanggal 13 Februari 2014, Perusahaan dan TNI AL menandatangani perjanjian On February 13, 2014, the Company and TNI AL signed into cooperation agreement
kerjasama pemanfaatan tanah dan fasilitas milik TNI AL di Bandar Udara Internasional utilization of and facilities owned by TNI AL in International Airport Juanda Surabaya for
Juanda Surabaya dengan jangka waktu selama 30 (tiga puluh) tahun terhitung sejak period of 30 (thirty) years from the signing of the agreement. This cooperation agreement
ditandatanganinya perjanjian. Perjanjian kerjasama ini bertujuan untuk melaksanakan intended to carry out the development of Juanda International Airport for the benefit of civil
pengembangan Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya untuk kepentingan aviation and aviation Indonesian Navy.
penerbangan sipil maupun penerbangan TNI AL.
Objek perjanjian kerjasama ini adalah tanah seluas 3.143.352 m2 beserta fasilitas di atasnya The object of this cooperation agreement is an area of 3,143,352 m2 and the facilities on it
milik TNI AL yang akan dimanfaatkan oleh Perusahaan. owned by TNI AL which will be utilized by the Company.
Sarana dan prasarana yang telah ada sebelumnya maupun dibangun oleh Perusahaan akan Facilities and infrastructure that have been previously established or built by the Company
diserahkan kepada TNI AL. Perusahaan diwajibkan melaksanakan pembayaran kontribusi will be handed over to TNI AL. The company is required to pay fixed contribution and profit
tetap dan pembagian keuntungan atas pemanfaatan tanah beserta fasilitasnya dari hasil sharing from land use and its facilities from the results of the construction and development
pembangunan dan pengembangan Terminal 2 Bandara. of Airport Terminal 2.
d. Perjanjian jasa kontruksi gedung terminal dan fasilitas penunjang Bandara Surabaya d. Construction service agreements of terminal building and supporting facilities at
Internasional Juanda Juanda International Airport Surabaya
Pada tanggal 4 Juli 2019, Perusahaan dan PT Waskita Karya (Persero) On July 4, 2019, the Company and PT Waskita Karya (Persero) Tbk. signed a service
Tbk.menandatangani perjanjian pengadaan jasa No. PJKP-19003930 untuk melakukan procurement agreement No. PJKP-19003930 to expand and revamp the interior of the
perluasan dan pembenahan interior gedung terminal 1 dan fasilitas penunjangnya di Bandara terminal 1 building and its supporting facilities at Juanda International Airport Surabaya with
Internasional Juanda Surabaya dengan addendum terakhir, yaitu addendum II Nomor: 253- the latest addendum of addendum II Number: 253-AD/4700019318/PL.02/2021 dated April
AD/4700019318/PL.02/2021 tanggal 16 April 2021 dengan nilai kontrak termasuk addendum 16, 2021 with a contract value including an addendum of IDR 770,358,053 (including VAT).
sebesar Rp770.358.053 (termasuk PPN). Jangka waktu perjanjian selama 420 hari The period of the agreement was 420 days starting from July 4, 2019 to August 26, 2020,
terhitung sejak 4 Juli 2019 sampai dengan 26 Agustus 2020 dan diperpanjang hingga which was extended until August 30, 2021. As of December 31, 2021, the percentage of
tanggal 30 Agustus 2021. Pada tanggal 31 Desember 2021, persentase penyelesaian atas completion of the construction has reached 100% of the total construction.
pengerjaan konstruksi tersebut telah mencapai 100% dari keseluruhan pekerjaan.
e. Perjanjian jasa kontruksi gedung terminal dan fasilitas penunjang Bandara e. Construction service agreements of terminal building and supporting facilities at
Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Sultan Hasanuddin International Airport Makassar.
Pada tanggal 19 Maret 2019, Perusahaan dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. On March 19, 2019, the Company and PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. signed a service
menandatangani perjanjian pengadaan jasa No. PJKP-19003608 untuk melakukan procurement agreement No. PJKP-19003608 to carry out the construction and development
konstruksi dan pengembangan gedung terminal dan fasilitas penunjangnya di Bandara of the terminal building and its supporting facilities at Sultan Hasanuddin Airport Makassar
Sultan Hasanuddin Makassar dengan nilai kontrak sebesar Rp2.666.418.700 (nilai termasuk with a contract value of Rp.2,666,418,700 (value including VAT). The term of the agreement
PPN). Jangka waktu perjanjian terhitung sejak 27 Februari 2019 sampai dengan 11 Mei was started from 27 February 2019 to 11 May 2021 and has been extended until 24 October
2021 dan diperpanjang hingga tanggal 24 Oktober 2022. Pada tanggal 28 September 2022, 2022. On September 28, 2022, there was an addendum to the contract value due to an
terdapat addendum nilai kontrak sehubungan peningkatan pajak dari 10% ke 11%. Pada increase in tax from 10% to 11%. As of 31 December 2022, the percentage of completion of
tanggal 31 Desember 2022, persentase penyelesaian atas pengerjaan konstruksi tersebut the construction has reached 65,06% of all construction.
telah mencapai 65,06% dari keseluruhan pekerjaan.
Page 217
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
43. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (lanjutan) 43. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)
f. Perjanjian dengan APP f. Agreements with APP
1. Perjanjian kerjasama tentang bangun guna serah (BOT) atas tanah seluas 12.000 m² di 1. Cooperation agreement on build operation transfer (BOT) on land covering an area of
Sunset Road Bali antara Perusahaan dengan APP. 12,000 m² in Sunset Road Bali between the Company and APP.
Pada tanggal 19 September 2012, Perusahaan dan APP menandatangani perjanjian On September 19, 2012, the Company and APP signed into cooperation agreement
kerjasama No.SP/96.HK.06.03/ 2012/DU dan No. APP.001/PKS/2012/DU tentang No.SP/96.HK.06.03/2012/DU and No. APP.001/PKS/2012/DU regarding the use of
bangun serah guna (BOT) atas tanah seluas 12.000 m2 di Sunset Road Bali dimana building (BOT) on land of 12,000 m2 on Sunset Road Bali where the Company's land will
tanah milik Perusahaan akan diserahkan kepada APP untuk dibangun kondotel dan be handed over to APP to build condotels and supporting facilities which managed by
fasilitas penunjang yang selanjutnya dikelola dan diusahakan oleh APP. Jangka waktu APP. The period of the cooperation agreement is 32 (thirty two) years with 6 (six)
perjanjian kerjasama adalah 32 (tiga puluh dua) tahun dengan 6 (enam) bulan persiapan months of preparation with the compensation to be received by the Company amounting
dengan kompensasi yang akan diterima Perusahaan adalah sebesar Rp39.168.000. to Rp39,168,000.
2. Perjanjian kerjasama tentang bangun guna serah (BOT) atas tanah seluas 16.386 m² di 2. Cooperation agreement on build operation transfer (BOT) on land covering an area of
Sunset Road Bali antara Perusahaan dan APP. 16,368 m² in Sunset Road Bali between the Company and APP.
Pada tanggal 4 Agustus 2014, Perusahaan dan APP menandatangani perjanjian On August 4, 2014, the Company and APP signed into cooperation agreement No.
kerjasama No. SP.187/KB.03.02/2014/PD dan No. APP. 001/PKS/2014/DU tentang SP.187/KB.03.02/ 2014/PD and No. APP. 001/PKS/2014/DU regarding the use of
bangun serah guna (BOT) atas tanah seluas 16.386 m2 di Sunset Road Bali dimana building (BOT) on area of 16,386 m2 on Sunset Road Bali where the Company's land
tanah milik Perusahaan akan diserahkan kepada APP untuk dibangun kondotel, vilatel, will be handed over to APP to build condotel, vilatel, commercial areas and supporting
area komersial dan fasilitas penunjang yang selanjutnya dikelola dan diusahakan oleh facilities which are managed by APP.
APP.
Jangka waktu perjanjian kerjasama adalah 32 (tiga puluh) tahun dengan 6 (enam) bulan The term of this agreement is 32 (thirty) years with six (6) months from the date of
persiapan sejak tanggal 4 Agustus 2014. Kompensasi yang akan diterima Perusahaan preparation of August 4, 2014. Compensation for the Company amounted
adalah sebesar Rp54.000.000. Rp54,000,000.
Berdasarkan Berita Acara Kesepakatan tanggal 28 September 2020, perjanjian Based on Minutes of Agreement dated September 28, 2020, the agreement was
kerjasama tersebut telah diakhiri tanggal 30 September 2020 dengan kompensasi yang terminated on September 30, 2020 with the compensation to be paid by APP to the
masih harus dibayarkan oleh APP kepada Perusahaan sebesar Rp5.400.000. Company amounted to Rp5,400,000.
g. Perjanjian Kerjasama Pemanfaatan Bandara Sentani g. Cooperation Agreement of Utilization of Sentani Airport
Pada tanggal 13 Oktober 2019, Perusahaan dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara On October 13, 2019, the Company and Directorate General of Civil Aviation Ministry of
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Dephub) menandatangani Perjanjian Kerja Transportation Republic Indonesia (Dephub) signed Cooperation Agreement of State
Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Negara Pada Bandar Udara Kelas I Utama Sentani Property Utilization of Main Class I Sentani Airport Jayapura No. HK.201/0027
Jayapura No. HK.201/0027/KUM/BRJU/X/2019 dan SP.314/HK.09.01/2019/DU. Perjanjian /KUM/BRJU/X/2019 and SP.314/HK.09.01/2019/DU. This agreement is effective for 30 years
ini berlaku selama 30 tahun sejak ditandatanganinya perjanjian. from signing date of the agreement.
Ruang lingkup kerjasama tersebut adalah sebagai berikut: The scope of the cooperation is as follows:
- Mengelola dan melakukan optimalisasi penyediaan dan pengembangan Bandar Udara - Manage and optimize the supply and development of Jayapura Sentani Airport,
Sentani Jayapura sehingga meningkatkan perannya dalam mendukung kegiatan thereby increasing its role in supporting economic activities.
perekonomian.
- Memberikan kontribusi tetap dan pembagian keuntungan atas pengelolaan Bandar - Provide permanent contribution and profit sharing for management of Sentani
Udara Sentani Jayapura sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Airport Jayapura as non-tax state revenue (PNBP).
- Penyerahan hasil pengembangan, pembangunan dan penambahan fasilitas Bandar - Hand over of the result of the development, construction and addition facilities of
Udara Sentani Jayapura dari Perusahaan kepada Dephub. Sentani Airport Jayapura from the Company
to Dephub.
Page 218
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
43. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (lanjutan) 43. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)
g. Perjanjian Kerjasama Pemanfaatan Bandara Sentani (lanjutan) g. Cooperation Agreement of Utilization of Sentani Airport (continued)
Perusahaan dikenakan kontribusi tetap tahun pertama sebesar Rp10.206.694.000 (nilai The company is subject to a fixed contribution in first year amounted Rp10,206,694,000 (full
penuh) dengan kenaikan sebesar 3,60% setiap tahun serta pembagian keuntungan sebesar amount) with an annual increase of 3.60% as well as a profit sharing of 7.43% of annual
7,43% dari pendapatan per tahun apabila BMN yang menjadi objek KSP telah menghasilkan revenue if BMN as the KSP object has made a profit.
keuntungan.
Sehubungan dengan penurunan kinerja keuangan akibat pandemi Covid-19, Perusahaan In connection with the decreasing in financial performance due to the pandemic Covid-19, the
mengajukan permohonan keringanan kontribusi tetap atas KSP Bandara Sentani, dimana Company proposed for a alleviation of fixed contribution for the KSP Sentani Airport, where
Perusahaan telah mendapatkan persetujuan untuk mendapatkan keringanan kontribusi tetap the Company has received approval to obtain a 50% decrease in fixed contribution for 2022
sebesar 50% untuk tahun 2022 dan 2023. and 2023.
Pada tanggal 18 Maret 2022, Perusahaan telah melakukan pembayaran kontribusi tetap As of March 18, 2022, the Company has paid the second year fixed contribution amounting to
tahun kedua sebesar Rp5.675.282.500 (nilai penuh). Rp5,675,282,500 (full amount).
h. Perjanjian Kerjasama antara PT Angkasa Pura I (Persero) dan anak perusahaan h. Cooperation Agreement between PT Angkasa Pura I (Persero) and its subsidiaries and
dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Tentang Layanan Notional Pooling. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Regarding the Notional Pooling Services
Pada Tanggal 7 Agustus 2020, perusahaan dan entitas anak menandatangani Perjanjian On August 7, 2020, the company and its subsidiaries signed a Cooperation Agreement
Kerjasama Terkait Layanan Notional Pooling Nomor: SP.DK.155/HK.06/2020 dan Regarding Notional Pooling Services Number: SP.DK.155 / HK.06 / 2020 and CBG.CB2 /
CBG.CB2/PKS.012/2020. Perjanjian ini berlaku selama 1 tahun sejak ditandatanganinya PKS.012 / 2020. This agreement is valid for 1 year from the signing of the agreement.
perjanjian.
On August 6, 2021, addendum was made to extend the term of the facility for 6 months, from
Pada tanggal 6 Agustus 2021, dilakukan addendum kesatu untuk memperpanjang jangka August 7, 2021 to February 5, 2022.
waktu fasilitas selama 6 bulan yakni dari 7 Agustus 2021 sampai dengan 5 Februari 2022.
Pada tanggal 4 Februari 2022, dilakukan addendum untuk perpanjangan jangka waktu On February 4, 2022, an addendum was made to extend the term of the facility for 1 year,
fasilitas selama 1 tahun, yaitu dari tanggal 6 Februari 2022 sampai dengan 5 Februari 2023. from February 6, 2022 to February 5, 2023.
i. Perjanjian Kerjasama Pemberian Dukungan dan Pengelolaan pada Proyek Kerjasama i. Cooperation Agreement of Support and Operation of Government and Business Entity
Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Bandar Udara Kediri Cooperation Project (KPBU) Kediri Airport
Pada tanggal 26 Oktober 2020, Perusahaan dan PT Gudang Garam Tbk (Gudang Garam) On October 26, 2020, the Company and PT Gudang Garam Tbk (Gudang Garam) signed a
menandatangani Perjanjian Induk tentang Perjanjian Kerjasama Pemberian Dukungan dan Master Agreement regarding the Cooperation Agreement for Providing Support and
Pengelolaan pada Proyek KPBU Bandar Udara Kediri dimana kerjasama akan dilakukan Operation of Kediri Airport KPBU Project, whereas the cooperation will be carried out in 2
dalam 2 (dua) tahap: (two) stages:
- Tahap penetapan badan usaha pemrakarsa dan pengadaan Badan Usaha Pelaksana - The appointment stage of the initiating business entity and the procurement of the
(BUP); Implementation Business Entity (BUP);
- Tahap pembangunan dan pengelolaan bandar udara Kediri. - The construction and operation stage of Kediri airport.
Atas kerjasama tersebut, Gudang Garam akan membayarkan kompensasi kepada For the cooperation, Gudang Garam will pay compensation to the Company as follows:
Perusahaan sebagai berikut:
- Upfront fee/Technical Expertise Fee atas advis yang diberikan oleh Perusahaan pada - Upfront fee/Technical Expertise Fee for the advice given by the Company on the
proses pengadaan BUP dan technical know-how dalam pembangunan dan pengelolaan BUP procurement process and technical know-how in the development and
di bidang kebandarudaraan; operation of the airport sector;
- Management fee atas biaya pengelolaan bandar udara Kediri; - Management fee for the operation fee of Kediri airport;
- Variable Incentives , yaitu bagi hasil atas pendapatan kegiatan pengelolaan bandar - Variable Incentives, which is revenue sharing from the operation of Kediri airport.
udara Kediri.
Perjanjian ini berlaku sejak ditandatanganinya perjanjian sampai dengan Perjanjian This Agreement is valid from the signing of the agreement until the Kediri Airport Operation
Kerjasama Pengelolaan Bandar Udara Kediri berlaku efektif dan mengikat para pihak. Cooperation Agreement becomes effective and binding on the parties.
Pada tanggal 11 Februari 2021, Perusahaan telah menerima 25% pembayaran Upfront On February 11, 2021, the Company has received 25% of the Upfront Fee/Technical
Fee/Technical Expertise Fee sebesar Rp22.028.500. Expertise Fee amounted to Rp22,028,500.
Sehubungan dengan telah keluarnya Surat Pengumuman Hasil Pengadaan Badan Usaha In connection with the issuance of the Letter of Announcement on the Procurement of
Pelaksana Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandar Udara Business Entities Implementing the Public Private Partnership Project (PPP) for the New
Baru di Kabupaten Kediri Nomor: PL.104/02/07/Panpel-Kediri-2022 tanggal 29 Juli 2022 Airport in Kediri Regency Number: PL.104/02/07/Panpel-Kediri-2022 dated
yang menyatakan bahwa PT Gudang Garam sebagai pemenang lelang, maka pada tanggal Jul7 29, 2022 stating that PT Gudang Garam as the winner of the auction, on August 16,
16 Agustus 2022, Perusahaan telah menerima sisa 75% pembayaran Upfront Fee/Technical 2022, the Company has received the remaining 75% payment of the Upfront Fee/Technical
Expertise Fee sebesar Rp66.085.500. Expertise Fee of Rp66,085,500.
Pada tanggal 26 Januari 2021, Perusahaan dan Gudang Garam menandatangani Perjanjian On January 26, 2021, the Company and Gudang Garam signed Joint Operation Agreement
Kerja Sama Operasi (KSO) Penyelenggaraan Jasa Kebandarudaraan di Bandar Udara of Operating Airport Services at Kediri Airport whereas Gudang Garam handover the
Kediri dimana Gudang Garam menyerahkan pengoperasian bandar udara Kediri kepada operation of Kediri airport to the Company. For the operational activities, the Company will
Perusahaan. Atas kegiatan pengoperasian tersebut, Perusahaan memperoleh management obtain management fee and variable incentives as explained above. The period of the
fee dan variable incentives sebagaimana dijelaskan di atas. Jangka waktu perjanjian ini akan agreement will be determined later based on KPBU agreement between Gudang Garam and
ditetapkan kemudian berdasarkan perjanjian KPBU antara Gudang Garam dengan the Representation of of the Project Cooperation, which is DJPU.
Penanggung Jawab Proyek Kerjasama, yaitu DJPU.
Page 219
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
43. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (lanjutan) 43. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)
j. Perjanjian Penyelesaian Pembayaran Progres Termin VI atas Pekerjaan Design & j. Settlement Agreement for Payment Term VI Progress for project related the Design &
Build Pengembangan Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan Build the Development of Sultan Hasanuddin Airport Makassar, South Sulawesi Phase
Tahap 1 – Stage I – Paket 1 1 – Stage I – Package 1.
Pada tanggal 30 Desember 2022, Perusahaan dan PT Wijaya Karya (Persero) On December 30, 2022, the Company and PT Wijaya Karya (Persero) signed Settlement
menandatangani Perjanjian Penyelesaian Pembayaran atas tagihan progress termin VI Agreement for Payment Term VI Progress for project related the Design & Build the
untuk pekerjaan design & build pengembangan bandar udara Sultan Hasanuddin Makassar, Development of Sultan Hasanuddin Airport Makassar, South Sulawesi Phase 1 – Stage I –
Sulawesi Selatan Tahap I – Stage I – Paket 1 dimana disepakati untuk pembayaran Package 1, where it was agreed that the payment of obligations by the Company to WIKA
kewajiban oleh Perusahaan kepada WIKA akan dilakukan melalui penggunaan would be carried out through the use of banking instruments/facilities by the Company which
instrumen/fasilitas perbankan oleh Perusahaan yang akan jatuh tempo setelah 15 (lima would due after 15 (fifteen) months.
belas) bulan.
44. KONTINJENSI 44. CONTINGENCIES
Gugatan Paulus Wuwungan Paulus Wuwungan's lawsuit
Perusahaan menerima gugatan perdata dari Paulus Wuwungan melalui Pengadilan Negeri The Company received a civil lawsuit from Paulus Wuwungan through the Manado District
Manado tanggal 28 Mei 2019 sehubungan dengan dua bidang tanah di Douna Sekolah, Court on May 28, 2019 in connection with two parcels of land at Douna Sekolah, Manado
Manado dengan total luas tanah 33.500 m2 dan nilai gugatan sebesar Rp10.000 per m2 with a total land area of 33,500 m2 and a claim value of Rp10,000 per m2 or Rp335,000,000.
atau sebesar Rp335.000.000. Adapun sebagai tergugat lainnya adalah Menteri The other defendants are the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia and the
Perhubungan Republik Indonesia dan Menteri BUMN Republik Indonesia. Minister of State-Owned Entities of the Republic of Indonesia.
Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Manado tanggal 29 Juni 2020, gugatan dikabulkan Based on the decision of the Manado District Court dated June 29, 2020, the lawsuit was
dan Perusahaan serta Menteri BUMN Republik Indonesia diharuskan melakukan granted and the Company and the Minister of State-Owned Entities of the Republic of
pembayaran secara tanggung renteng ganti kerugian atas tanah sebesar Rp1.000 per m2 Indonesia are required to jointly pay compensation for land amounting to Rp1,000 per m2 or
atau sebesar Rp33.500.000. Rp33,500,000.
Pada tanggal 13 Agustus 2020, Perusahaan mengajukan permohonan banding kepada On August 13, 2020, the Company submitted an appeal to the Manado High Court. On July
Pengadilan Tinggi Manado. Pada tanggal 2 Juli 2021, telah ada Putusan Banding 2, 2021, there has been an Appeal Decision 49/PDT/2021/PT.MND which made the first-
49/PDT/2021/PT.MND yang membatalkan putusan tingkat pertama. degree decision.
Pada tanggal 23 Februari 2022, Paulus Wuwungan melakukan upaya hukum luar biasa On February 23, 2022, Paulus Wuwungan made an extraordinary legal effort in the form of a
berupa Peninjauan Kembali. Perusahaan juga telah mengajukan kontra memori Peninjauan judicial review. The company has also filed a counter-memory of judicial review on April 11,
Kembali pada tanggal 11 April 2022. 2022.
Pada tanggal 22 Juni 2023 Pengadilan Negeri Manado telah mengeluarkan putusan On June 22, 2023 the Manado District Court issued a review decision which rejected Paulus
peninjauan kembali yang isinya menolak peninjauan kembali Paulus Wuwungan dan Wuwungan's review and ordered the petitioner to pay court fees in the amount of Rp.
menghukum pemohon peninjauan kembali membayar biaya perkara sejumlah Rp. 2.500.000 2,500,000 (two million five hundred thousand rupiah).
(dua juta lima ratus ribu rupiah).
Gugatan Onrechtmatigedaad oleh Maria Nellie Awuy Onrechtmatigedaad lawsuit by Maria Nellie Awuy
Perusahaan menerima gugatan perdata dari Maria Nellie Awuy Sumakul melalui Pengadilan The Company received a civil lawsuit from Maria Nellie Awuy Sumakul through the Manado
Negeri Manado tanggal 18 November 2016 sehubungan dengan tanah seluas 26.880 m2 District Court on November 18, 2016 in connection with a land area of 26,880 m2 located in
yang terletak di Desa Mapanget Barat, Manado dengan nilai gugatan sebesar Mapanget Barat Village, Manado with a claim value of Rp64,123,200. The other defendants
Rp64.123.200. Adapun sebagai tergugat lainnya adalah Menteri Perhubungan Republik are the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia and also the codefendants are
Indonesia dan turut tergugat adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia dan Menteri the Minister of Finance of the Republic of Indonesia and the Minister of State-Owned Entities
BUMN Republik Indonesia. of the Republic of Indonesia.
Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Manado tanggal 31 Juli 2018, sebagian gugatan Based on the decision of the Manado District Court dated July 31, 2018, part of the lawsuit
dikabulkan dan Perusahaan diharuskan melakukan pembayaran ganti kerugian atas tanah was granted and the Company was required to pay compensation for land amounting to
sebesar Rp17.203.200 dan uang paksa sebesar Rp1.000 per hari jika lalai melaksanakan Rp17,203,200 and subject money of Rp1,000 per day if fail to implement the decision.
putusan.
On October 19, 2018, the Company submitted an appeal to the Manado High Court. On
Pada tanggal 19 Oktober 2018, Perusahaan mengajukan permohonan banding kepada December 17, 2019, the Manado High Court decision strengthened the Manado District Court
Pengadilan Tinggi Manado. Pada tanggal 17 Desember 2019, putusan Pengadilan Tinggi decision on July 31, 2018.
Manado menguatkan putusan Pengadilan Negeri Manado tanggal 31 Juli 2018.
On February 12, 2020, the Company submitted an appeal for cassation to the Supreme Court
Pada tanggal 12 Februari 2020, Perusahaan mengajukan permohonan kasasi kepada of the Republic of Indonesia. On March 21, 2022, the Supreme Court's Cassation Decision
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Pada tanggal 21 Maret 2022 telah diterbitkan was issued which granted the Company's Cassation Application, whereby the Company was
Putusan Kasasi Mahkamah Agung yang mengabulkan Permohonan Kasasi Perusahaan, released from the penalty of paying compensation amounting to Rp17,203,200.
dimana Perusahaan dibebaskan dari hukuman membayar ganti kerugian sebesar
Rp17.203.200.
Gugatan Sylvana Yunita, Dkk Sylvana Yunita's lawsuit
Perusahaan menerima gugatan perdata dari Silvana Yunita dkk atas sebidang tanah Pasini The company received a civil lawsuit from Silvana Yunita et al for a piece of land Pasini
(Individual Bezit) seluas 19.300 m2 yang terletak di tempat yang terdahulu bernawa (Individual Bezit) covering an area of 19,300 m2 which was located in a place previously
Koyawas, di desa Mapanget Barat, Kecamatan Dimembe, Minahasa (saat ini masuk wilayah called Koyawas, in Mapanget Barat village, Dimembe sub-district, Minahasa (currently
Manado) dengan nilai gugatan sebesar Rp11.850.200. included in Manado area) with a claim value of Rp11,850,200.
Pada tanggal 7 Januari 2021 telah disampaikan Putusan pengadilan negeri Manado yang On January 7, 2021, the Manado District Court Decision has been delivered which states that
menyatakan Gugatan Penggugat tidak dapat diterima. Selanjutnya pada tanggal 14 Januari the Plaintiff's Claim cannot be accepted. Furthermore, on January 14, 2021, the Plaintiff filed
2021, Penggugat mengajukan upaya hukum banding. Pada tanggal 24 Maret 2021, an appeal. On March 24, 2021, the Company filed a counter memorandum of appeal. On
Perusahaan mengajukan kontra memori banding. Pada tanggal 21 September 2021, telah September 21, 2021, there has been an Appeals Decision which affirms the Court's Decision
ada Putusan Banding yang menguatkan Putusan Pengadilan tingkat pertama. of the first instance.
Pada tanggal 22 Oktober 2021, Sylvana Yunita mengajukan permohonan kasasi. Adapun On October 22, 2021, Sylvana Yunita filed an appeal. As for now, the Company is waiting for
saat ini, Perusahaan sedang menunggu Putusan Kasasi. the Cassation Decision.
Page 220
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
45. INFORMASI PENTING LAINNYA 45. OTHER IMPORTANT INFORMATION
PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Juanda - Surabaya mencatat aset tanah sesuai PT Angkasa Pura I (Persero) Airport Juanda - Surabaya noted land assets in accordance
dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima with the Joint Decree (SKB) The Minister of Defence Security / Commander of the Armed
Angkatan Bersenjata, Menteri Perhubungan dan Menteri Keuangan No.: KEP- Forces, Minister of Transportation and Minister of Finance No.KEP-23 / X / 1981; 661 /
23/X/1981;661/KMK.011/1981;KM.217/AU.106/Pbb. 81 tanggal 28 Oktober 1981 tentang KMK.011 / 1981; KM.217 / AU.106 / Pbb.81 dated October 28, 1981 regarding the Transfer
Pengalihan Pengelolaan Penerbangan Sipil di Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut Juanda of Management of Civil Aviation in the Navy Air Base Juanda from the Department of
dari Departemen Pertahanan dan Keamanan kepada Departemen Perhubungan dan Defense and Security to the Department of Transportation and Government Regulation No.30
Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1984 tanggal 19 September 1984 dimana kekayaan of 1984 dated September 19, 1984 in which the wealth of the country in Juanda International
negara pada Bandara Internasional Juanda telah dipisahkan dan menjadi tambahan modal Airport has been separated and become additional government capital in the Public Company
pemerintah pada Perusahaan Umum Angkasa Pura I. Tanah pada areal Bandara Juanda Angkasa Pura I.
yang dikuasai oleh PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Juanda Surabaya tersebut juga Land at the Juanda Airport area controlled by PT Angkasa Pura I (Persero) Juanda Branch
diklaim oleh TNI Angkatan Laut RI sebagai tanah miliknya. Surabaya also claimed by Indonesian National Army-Navy as their land.
Upaya proses penyelesaian kepemilikan tanah tersebut di atas antara PT Angkasa Pura I The effort of settlement process of land ownership between PT Angkasa Pura I (Pesero) and
(Persero) dan TNI Angkatan Laut telah beberapa kali dilakukan namun belum terdapat the Indonesian National Army - Navy was arranged several times, however there is no
kesepakatan penyelesaian sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan agreement to resolve until the date of completion of the consolidated financial statements.
konsolidasian.
46. TUJUAN DAN KEBIJAKAN RISIKO MANAJEMEN KEUANGAN 46. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND POLICIES
MANAJEMEN RISIKO RISK MANAGEMENT
Liabilitas keuangan pokok Kelompok Usaha terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban The principal financial liabilities of the Group consist of trade payables, other payables,
akrual, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, utang bank, utang obligasi, utang jangka accrued expenses, short-term employee benefit liabilities, bank loans, bonds payable, other
panjang lainnya dan utang jaminan pelanggan. Tujuan utama dari liabilitas keuangan non-current payables and customer deposits. The main purpose of these financial liabilities is
tersebut adalah untuk mengumpulkan dana untuk operasi Kelompok Usaha. Kelompok to raise funds for the operations of the Group. The Group also has various financial assets
Usaha juga memiliki berbagai aset keuangan seperti kas dan setara kas, piutang usaha, such as cash and cash equivalents, trade receivables, other receivables, accrued revenues,
piutang lain-lain, pendapatan yang masih harus diterima, aset keuangan tersedia untuk dijual available-for-sale financial assets and other non-current assets which arise directly from its
dan aset tidak lancar lain-lain yang timbul secara langsung dari kegiatan usahanya. operations.
Kegiatan Kelompok Usaha mencakup aktivitas pengambilan risiko dengan sasaran tertentu The Group’s activities involve taking on risks in a targeted manner and managing them
dengan pengelolaan yang profesional. Fungsi Utama dari manajemen risiko Kelompok professionally. The main functions of the Group’s risk management are to identify all key
Usaha adalah untuk mengidentifikasi seluruh risiko kunci, mengukur risiko-risiko ini dan risks for the Group, measure these risks and manage the risk positions. The Group regularly
mengelola posisi risiko. Kelompok Usaha secara rutin menelaah kebijakan dan sistem reviews its risk management policies and systems to reflect changes in markets and best
manajemen risiko untuk menyesuaikan dengan perubahan di pasar dan praktik pasar terbaik. practices.
Tujuan Kelompok Usaha dalam mengelola risiko keuangan adalah untuk mencapai
keseimbangan yang sesuai antara risiko dan tingkat pengembalian dan meminimalisasi The Group’s aim in managing the financial risks is to achieve an appropriate balance between
potensi efek memburuknya kinerja keuangan Kelompok Usaha. risk and return, and minimize potential adverse effects on the Group’s financial performance.
Kelompok Usaha mendefinisikan risiko keuangan sebagai kemungkinan kerugian atau laba
yang hilang, yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal yang berpotensi negatif The Group defines financial risk as the possibility of losses or profits foregone, which may be
terhadap pencapaian tujuan Kelompok Usaha. caused by internal or external factors which might have negative potential impact to the
achievement of the Group’s objectives.
Direksi menyediakan kebijakan tertulis manajemen risiko secara keseluruhan termasuk
kebijakan tertulis untuk area khusus seperti risiko mata uang asing, risiko tingkat bunga, The Directors provide written policies for overall risk management, as well as written policies
risiko kredit dan risiko likuiditas instrumen keuangan. Masing-masing unit usaha covering specific areas, such as foreign currency risk, interest rate risk, credit risk and
melaksanakan manajemen risiko berdasarkan kebijakan - kebijakan yang disetujui oleh liquidity risk of financial instruments. Each business unit carries out the risk management
Direksi. Biro Manajemen Risiko dan Kepatuhan (“BMRK”) memonitor pelaksanaan based on the written policies approved by the Board of Directors. Risk Management and
manajemen risiko yang dilaksanakan oleh Kelompok Usaha. Compliance Bureau monitors the risk management carried out by the Group.
Risiko signifikan yang berasal dari instrumen keuangan Kelompok Usaha diantaranya adalah
risiko tingkat suku bunga, risiko kredit dan risiko likuiditas. The significant risks arising from financial instruments to which the Group is exposed are
interest rate risk, credit risk and liquidity risk.
Page 221
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued)
a. Risiko suku bunga a. Interest rate risk
Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang Interest rate risk is the risk that the fair value or future cash flows of a financial
dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. instrument will fluctuate because of changes in market interest rates.
Perusahaan memiliki eksposur terhadap risiko perubahan suku bunga pasar yang
berkaitan dengan kas dan setara kas, investasi jangka pendek dan utang bank. The Company is exposed to the risk of changes in market interest rates related to cash
and cash equivalents, short-term investment and bank loans.
Saat ini, Perusahaan belum memiliki kebijakan formal untuk lindung nilai risiko tingkat
suku bunga.
Currently, the Company does not yet have a formal policy to hedge interest rate risk.
Pergerakan tingkat suku bunga diawasi untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap
posisi keuangan Perusahaan. Pinjaman dalam berbagai tingkat suku bunga Interest rate movements are monitored to minimize any negative impact on the
menyebabkan Perusahaan terekspos risiko tingkat bunga. Untuk mengukur risiko pasar Company’s financial position. Borrowings at different interest rates caused the Company
atas pergerakan suku bunga, Perusahaan melakukan analisis pada pergerakan marjin exposed to interest rate risk. To measure the market risk of interest rate movements, the
tingkat bunga dan profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan berdasarkan jadwal Company conducts analysis on interest margin and the maturity profile of financial
perubahan suku bunga. assets and liabilities based on schedule of changes in interest rates.
Perusahaan menghadapi risiko tingkat suku bunga atas penarikan pinjaman bank The Company is exposed to the interest rate risk for the interest-bearing loans
jangka panjang dan obligasi masing-masing sebesar Rp2.000.000 dan Rp108.940.007 drawdowns from long-term bank loan and bonds totalling Rp2,000,000 and
pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Rp108,940,007 as of June 30, 2023 and December 31, 2022, respectively.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, jika tingkat bunga atas pinjaman As of June 30, 2023 and December 31, 2022, if interest rates on Rupiah-denominated
lebih tinggi/rendah 1% dan variabel lain dianggap tetap, laba setelah pajak untuk tahun borrowings had been 1% higher/lower with all other variables held constant, profit after
berjalan akan lebih rendah/tinggi masing-masing sebesar Rp58.561.707 dan tax for the year would have been Rp58,561,707 and Rp240,089,334 ower/higher,
Rp240.089.334, terutama sebagai akibat tingginya/rendahnya beban bunga dari respectively, mainly as a result of higher/lower interest expense on floating rate
pinjaman dengan suku bunga mengambang. borrowings.
b. Risiko kredit b. Interest rate risk
Risiko kredit adalah risiko bahwa Kelompok Usaha akan mengalami kerugian yang Credit risk is the risk that the Group will incur a loss arising from its customers’ or
timbul dari pelanggan atau counterparty yang gagal memenuhi kewajiban kontraktual counterparties’ failure to fulfill their contractual obligations. Credit risk arises mainly from
mereka. Risiko kredit terutama berasal dari piutang usaha dari para pelanggan trade receivables from customers relating to operating revenues of airport services and
sehubungan dengan pendapatan usaha pelayanan jasa kebandarudaraan dan jasa its related services.
terkaitnya.
Kelompok Usaha terekspos risiko kredit Kelompok Usaha terekspos risiko kredit The Group is exposed to credit risk mainly from trade receivables and other receivables.
terutama dari piutang usaha dan piutang lainlain. Risiko kredit dikendalikan dengan Credit risk is controlled by the continuous monitoring and billing accounts receivable
pengawasan terus menerus atas saldo dan penagihan piutang usaha dan piutang lain- balances and other receivables.
lain.
Tabel di bawah ini menunjukkan risiko kredit maksimum untuk komponen-komponen dari The table below shows the maximum exposure to credit risk on the components of the
laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember consolidated statement of financial position as of June 30, 2023 and December 31,
2022: 2022:
30 Juni / June 30 2023
Penyisihan
kerugian penurunan
< 1 tahun/ > 1 tahun/ Total/
nilai/
< 1 year > 1 years Total
Allowance for
impairment loss
Piutang usaha 543.135.936 733.891.401 (673.246.384) 603.780.953 Trade receivables
Piutang lain-lain 9.234.274 14.872.626 (12.807.931) 11.298.969 Other receivables
Pendapatan yang masih
harus diterima 211.970.480 174.112.550 (82.543.609) 303.539.421 Accrued revenue
Total 764.340.690 922.876.577 (768.597.924) 918.619.343 Total
31 Desember / December 31 2022
Penyisihan
kerugian penurunan
< 1 tahun/ > 1 tahun/ Total/
nilai/
< 1 year > 1 years Total
Allowance for
impairment loss
Piutang usaha 814.775.747 418.820.341 (638.625.767) 594.970.321 Trade receivables
Piutang lain-lain 10.440.214 5.223.274 (3.698.759) 11.964.729 Other receivables
Pendapatan yang masih
harus diterima 244.685.466 45.755.626 (74.484.433) 215.956.659 Accrued revenue
Total 1.069.901.427 469.799.241 (716.808.959) 822.891.709 Total
Page 222
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued)
c. Risiko likuiditas c. Liquidity risk
Risiko likuiditas adalah risiko dimana entitas akan mengalami kesulitan dalam Liquidity risk is the risk that the entity will have difficulty in obtaining funds to meet short-
memperoleh dana untuk memenuhi komitmen jangka pendek terkait dengan instrumen term commitments associated with financial instruments.
keuangan.
Mengingat bahwa Perusahaan pada saat ini sedang melakukan pengembangan Currently the Company conducting business development by establishing airport,
bandara, peningkatan kapasitas dan pelayanan serta fasilitas kebandarudaraan kearah increase the capacity of airport facilities and services as well as to the international
bandara bertaraf International. Kegiatan Perusahaan tersebut membutuhkan sumber standard airport . The Company's activities require funding of future cash flows are quite
dana arus kas masa depan yang cukup signifikan, maka dalam mengelola likuiditas significant, then to manage the liquidity of the Company constantly monitors the flow of
Perusahaan selalu memantau arus kas dan setara kas agar memadai untuk membiayai cash and cash equivalents to be sufficient to finance routine operations.
operasional rutin.
The Company manages liquidity risk by maintaining sufficient cash and cash equivalents
Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas to allow the Company fulfill short term commitments and normal operation. The
yang mencukupi untuk memungkinkan Perusahaan memenuhi komitmen jangka pendek Company is also supervise the cash flow projections actually to evaluate the assets and
dan operasi normal. Selain itu Perusahaan juga melakukan pengawasan terhadap financial liabilities maturing.
proyeksi arus kas secara aktual dengan melakukan evaluasi terhadap aset dan liabilitas
keuangan jatuh tempo.
47. NILAI WAJAR 47. FAIR VALUE
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat, yang juga merefleksikan nilai wajarnya, dari instrumen The following table sets out the carrying values, which also reflects the estimated fair values,
keuangan Kelompok Usaha: of the Group’s financial instruments:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Aset keuangan Financial assets
Lancar Current
Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivable
Kas dan setara kas 3.231.558.712 2.220.931.962 Cash and cash equivalents
Investasi jangka pendek 75.993.694 103.557.146 Short-term invesment
Piutang usaha 549.053.406 540.807.889 Trade receivables
Piutang lain-lain 11.298.970 11.964.730 Other receivables
Pendapatan yang masih harus
diterima 303.539.421 215.956.659 Accrued revenues
Tidak Lancar Non-current
Piutang pihak berelasi, neto 54.162.433 54.162.433 Due from related parties, net
Investasi jangka panjang 326.254.992 312.988.683 Lont-term investment
Aset tidak lancar lainnya 7.592.150 5.889.705 Other non-current assets
Total 4.559.453.778 3.466.259.207 Total
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Lancar Current
Liabilitas keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan Financial liabilities measured
diamortisasi at amortized cost
Utang usaha 596.760.826 560.599.107 Trade payables
Utang lain-lain 535.453.005 783.146.141 Other payables
Beban akrual 903.537.223 780.539.735 Accrued expenses
Utang bank jangka pendek 107.285.344 107.285.344 Short-term bank loans
Liabilitas jangka panjang yang jatuh Current maturities of
tempo dalam waktu satu tahun: long-term loan
Utang bank jangka panjang 30.236.595 36.235.992
Utang obligasi dan sukuk ijarah 444.000.000 444.000.000
Liabilitas sewa jangka pendek 14.316.325 14.447.941 Short-term lease liabilities
Tidak lancar Non-current
Utang bank jangka panjang 23.215.469.620 23.217.820.773 Long-term bank loans
Utang obligasi dan sukuk ijarah 3.271.527.429 3.270.623.013 Bonds payable and sukuk ijarah
Liabilitas sewa jangka panjang 239.780.387 188.457.940 Long-term lease liabilities
Utang jangka panjang lainnya 1.786.194.750 1.338.016.953 Other long-term liabilities
Total 31.144.561.504 30.741.172.939 Total
Detail dari liabilitas keuangan Kelompok Usaha dalam nilai tercatat dan nilai wajarnya adalah: The details of the Group’s financial liabilities in their carrying value and fair value are:
30 Juni / June 30 2023
Nilai tercatat/ Nilai wajar/
carrying value Fair value
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Tidak lancar Non-current
Utang bank jangka panjang 23.573.510.271 23.245.706.215 Long-term bank loans
Utang obligasi dan sukuk ijarah 3.721.900.000 3.715.527.429 Bonds payable and sukuk ijarah
31 Desember / December 31 2022
Nilai tercatat/ Nilai wajar/
carrying value Fair value
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Tidak lancar Non-current
Utang bank jangka panjang 23.594.787.323 23.254.056.763 Long-term bank loans
Utang obligasi dan sukuk ijarah 3.721.900.000 3.714.623.013 Bonds payable and sukuk ijarah
Page 223
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
47. NILAI WAJAR (lanjutan) 47. FAIR VALUE (continued)
Selain instrumen keuangan yang dijabarkan di atas, Kelompok Usaha tidak memiliki aset Other than the financial instruments described above, the Group does not have any other
dan/atau kewajiban lain yang dicatat pada nilai wajarnya. Oleh karena itu, Kelompok Usaha assets or liabilities that are recorded at their fair values. Thus, the Group does not disclose
tidak mengungkapkan hirarki nilai wajar sebagaimana disyaratkan dalam PSAK No. 68, the fair value hierarchy as required in PSAK No. 68, “Fair Value Measurement”.
“Pengukuran Nilai Wajar”.
Nilai wajar didefinisikan sebagai jumlah dimana instrumen tersebut dapat dipertukarkan di Fair value is defined as the amount at which an instrument could be exchanged in a current
dalam transaksi terkini antara pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan yang arm’s length transaction between knowledgeable willing parties, other than in a forced or
memadai melalui suatu transaksi yang wajar, bukan dalam penjualan yang dipaksakan atau liquidation sale.
penjualan likuidasi.
Metode-metode dan asumsi-asumsi di bawah ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar The following methods and assumptions were used to estimate the fair value of each class of
untuk masing-masing kelas instrumen keuangan: financial instruments:
a. Aset keuangan lancar dan liabilitas keuangan jangka pendek a Current financial assets and liabilities
Nilai wajar aset keuangan lancar dan liabilitas keuangan jangka pendek yang akan jatuh The fair values of current financial assets and liabilities with maturities of one year or
tempo dalam waktu satu tahun atau kurang diasumsikan sama dengan nilai tercatatnya less are assumed to be approximately the same as their carrying amounts due to their
karena bersifat jangka pendek. short-term nature.
b. Aset keuangan tidak lancar dan liabilitas keuangan jangka panjang b Non-current financial assets and liabilities
Nilai wajar dari aset keuangan tidak lancar dan liabilitas keuangan jangka panjang selain The fair values of non-current financial assets and liabilities other than available-for-sale
aset keuangan tersedia untuk dijual dan utang bank, diasumsikan sama dengan nilai financial assets and bank loans are assumed to be the same as the cash amount that
tunai yang akan diterima atau dibayarkan karena saat jatuh temponya tidak dinyatakan will be received or paid due to the fact that their maturities are not stated in the related
dalam kontrak-kontrak terkait, sehingga tidak memungkinkan untuk menentukan kapan contracts, therefore it is not possible to determine when the financial assets and financial
aset keuangan dan liabilitas keuangan jangka panjang tersebut akan direalisasi dan liabilities will be realized and settled, respectively.
dilunasi.
Investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang merupakan aset Perusahaan Short-term investment and long-term investment represent the Company’s assets which
yang nilai wajarnya didasarkan atas kuotasi harga pasar terakhir pada tanggal 30 Juni their fair value are stated with last quoted market prices as of March 31, 2023 and
2023 dan 31 Desember 2022. December 31, 2022.
Pinjaman jangka panjang yang memiliki suku bunga variabel dan tetap disajikan sebesar Long-term loans with floating and fixed interest rates are carried at amortized costs using
biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif (SBE). Effective Interest Rate (EIR).
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 dan 2021, hirarki nilai wajar As of March 31, 2023 and December 31, 2022, fair value hierarchy of the Group for
Kelompok Usaha untuk aset yang nilai wajarnya diungkapkan adalah sebagai berikut: assets which fair value were disclosed are as follows:
30 Juni / June 30 2023
Total/
Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/
Total
Total Level 1 Level 2 Level 3
Assets for which fair value
Aset yang nilai wajarnya diungkapkan are disclosed
Aset tidak lancar Non-current assets
Properti investasi 1.412.624.163 - 1.412.624.163 - Investment properties
31 Desember / December 31 2022
Total/
Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/
Total
Total Level 1 Level 2 Level 3
Assets for which fair value
Aset yang nilai wajarnya diungkapkan are disclosed
Aset tidak lancar Non-current assets
Properti investasi 1.403.004.986 - 1.403.004.986 - Investment properties
Pada tanggal 30 Juni 2023, tidak terdapat pengalihan antara pengukuran nilai wajar As of December 31, 2022, there is no transfer between measurement of fair value of
Tingkat 1 dan Tingkat 2 dan tidak ada pengalihan dari Tingkat 3 pengukuran nilai wajar. Level 1 and Level 2 and no transfer from Level 3 fair value measurements.
Tidak terdapat aset dan liabilitas lain yang diukur dan diungkapkan berdasarkan nilai No other assets and liabilities have been measured and disclosed based on fair value
wajar selain yang telah dijelaskan di atas. other than above explained.
Page 224
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
48. KELANGSUNGAN USAHA 48. GOING CONCERN
Pada tanggal 31 Desember 2022, total liabilitas jangka pendek konsolidasian Kelompok As of December 31, 2022, the Group’s consolidated total current liabilities exceeded
Usaha melebihi total aset lancar konsolidasiannya, arus kas operasi negatif dan rugi tahun its consolidated total current assets, negative operating cash flows and loss for the current
berjalan. Kemampuan Kelompok Usaha untuk mempertahankan kelangsungan usahanya year. The Group’s ability to continue as a going concern depends on their ability to finance its
tergantung pada kemampuannya untuk membiayai operasional di masa yang akan datang, operations in the future, the result of loan restructuring, the recoverability of the flight
tercapainya restrukturisasi pinjaman, keterpulihan industri penerbangan dari pandemic industries from Covid-19 pandemic, and continuing support from the Company’s
Covid-19 dan dukungan secara berkesinambungan dari pemegang saham Perusahaan. shareholders. The consolidated financial statements were prepared assuming that the Group
Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan asumsi bahwa Kelompok Usaha akan will continue to operate as going concern entity.
melanjutkan operasinya sebagai entitas yang memiliki kelangsungan usaha.
Kegiatan usaha Kelompok Usaha telah terpengaruh dan mungkin terus terpengaruh oleh The Group’s operations have been affected and may continue to be affected by the Covid-19
pandemi Covid-19 yang mempengaruhi usaha di bidang penerbangan. Namun di tahun pandemic affecting the flight industries. However, in 2022, conditions will begin to recover,
2022, kondisi mulai berangsur pulih berkurangnya penyebaran virus Covid-19 serta adanya reducing the spread of the Covid-19 virus and easing Government policies regarding travel
pelonggaran kebijakan Pemerintah terkait pembatasan perjalanan dan tingginya tingkat restrictions and high vaccination rates.
vaksinasi.
Pencapaian kinerja Kelompok Usaha pada tahun 2022 mencerminkan strategi yang The performance achievement of the Group in 2022 reflected that the strategies created
disusun manajemen untuk mempertahankan kelangsungan usahanya mulai membuahkan by the management to continue as a going concern has started to become successful.
hasil.
Dalam menjalankan usahanya, manajemen Kelompok Usaha telah dan akan In running its operations, the Group’s management has started to and will carry out the
melakukan program Corporate Transformation yang akan dimonitor secara berkala saat Corporate Transformation program which will be monitored regularly during the
implementasi action plan jangka pendek maupun jangka panjang, dengan strategi dan implementation of short-term and long-term action plans, with the following strategies and
penjelasan sebagai berikut: explanations:
A. Business Turnaround, Perusahaan akan melaksanakan transformasi internal A. Business Turnaround, the Company will carry out internal operational transformations and
operasional dan strategi bisnis untuk memaksimalkan value proposition, melalui strategi business strategies to maximize the value proposition, through strategies:
antara lain:
- Revenue growth - Revenue growth
- Initiatives city-pair melalui aktivasi rute penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah - Initiatives city-pair through activation of flight routes at I Gusti Ngurah Rai Airport
Rai Denpasar dan Bandara Internasional Yogyakarta dengan beberapa bandara Denpasar and Yogyakarta International Airport with several international airports
internasional (MEL, KUL, ICN); (MEL, KUL, ICN);
- Penyesuaian tarif PJP2U pada 13 Bandara AP I dan tarif PJKP2U pada 14 - Adjustments of tariff PJP2U on 13 Airport of AP1 and tariff on 14 Airports AP1
Bandara AP I;
- Kerjasama strategis bidang logistik dan kargo; Kerjasama pengelolaan (CTO) di - Strategic cooperation in logistics and cargo; Management cooperation (CTO) at the
Terminal Kargo Internasional Bandara Juanda Surabaya pada 1 Desember International Cargo Terminal at Juanda Airport, Surabaya on December 1, 2022;
2022;
- Optimalisasi Advertising Space Plan (ASP) serta market sounding area - Optimization of the Advertising Space Plan (ASP) and market sounding in the
komersial bandara commercial area of the airport
- Revenue Enhancement, bertujuan untuk meningkatkan pengembangan bisnis - Revenue Enhancement, aims to increase the Company's business development by
Perusahaan dengan melakukan Optimalisasi bisnis subsidiaries, optimizing the business of subsidiaries, developing idle assets and other businesses
pengembangan aset idle dan bisnis lainnya dan pengembangan bisnis logistik and developing the logistics business (freight forwarder, warehouse and express
(freight forwarder, warehouse dan express delivery). delivery)
- Cost and operational optimization - Cost and operational optimization
Cost and operational optimization bertujuan untuk mengurangi tekanan biaya pada Cost and operational optimization aims to reduce cost pressure on the Company's cash
cash flow Perusahaan dengan melakukan cost categorizing untuk identifikasi jenis flow by conducting cost categorizing to identify types of costs that can be reduced and
cost yang bisa dikurangi serta melakukan kebijakan-kebijakan cost leadership implementing cost leadership policies, including:
antara lain:
- Optimalisasi biaya operasional & SDM melalui mekanisme Airport Operational - Optimizing operational costs & HR through the Airport Operational Based on Traffic
Based on Traffic (review jam operasional, menyesuaikan biaya berdasar jumlah mechanism (reviewing operating hours, adjusting costs based on the number of
pergerakan trafik pesawat, penumpang dan kargo, optimalisasi SDM, kebijakan aircraft, passenger and cargo traffic movements, optimizing HR, downsizing
downsizing); policies);
- Optimalisasi kontrak kebersihan landside & terminal melalui pemaketan kontrak; - Optimization of landside & terminal cleaning contracts through contract packaging;
- Optimalisasi biaya sewa BHS & biaya sewa peralatan keamanan (perubahan - Optimization of BHS rental costs & security equipment rental costs (changes in
kontrak sewa peralatan dari fixed cost & variable cost). equipment rental contracts from fixed costs & variable costs).
- Program cost leadership oleh Anak Perusahaan; - Cost leadership program for subsidiaries of the Company;
- Memperketat kontrol terhadap pencapaian dengan penerapan Nerve Center. - Restrict control over achievement with the application of the Nerve Center.
Realisasi Cost Leadership beban Perusahaan Januari 2022 sampai dengan Realization of Cost Leadership Cost Leadership January 2022 to December 2022
Desember 2022 adalah sebesar Rp292 Miliar dari target Rp171 Miliar. amounting to IDR 292billion from the target of IDR171 billion.
- Business transformation - Business transformation
- Proses transformasi strategi dan model bisnis Anak Perusahan dengan tujuan - Process of transforming strategy and business model of Subsidiaries with the aim of
menciptakan revenue stream baru di luar Perusahaan (non-eliminated items) creating new revenue streams outside the Company (non-eliminated items) and
dan meningkatkan efisiensi; increasing efficiency;
- Kerjasama strategis dengan investor/operator internasional untuk meningkatkan - Strategic cooperation with international investors/operators to increase the amount
jumlah trafik penerbangan internasional dari dan ke bandara yang dikelola of international flight traffic to and from airports managed by the Company, open
Perusahaan, membuka rute penerbangan internasional baru dan meningkatkan new international flight routes and improve passenger services through investment
layanan penumpang melalui investasi oleh mitra strategis. Adapun proses yang by strategic partners. The processes that have been realized are as follows:
telah terealisasi adalah sebagai berikut:
Page 225
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
48. KELANGSUNGAN USAHA 48. GOING CONCERN
Dalam menjalankan usahanya, manajemen Kelompok Usaha telah dan akan In running its operations, the Group’s management has started to and will carry out the
melakukan program Corporate Transformation yang akan dimonitor secara berkala saat Corporate Transformation program which will be monitored regularly during the
implementasi action plan jangka pendek maupun jangka panjang, dengan strategi dan implementation of short-term and long-term action plans, with the following strategies and
penjelasan sebagai berikut: (lanjutan) explanations: (continued)
A. Business Turnaround, Perusahaan akan melaksanakan transformasi internal A. Business Turnaround, the Company will carry out internal operational transformations and
operasional dan strategi bisnis untuk memaksimalkan value proposition, melalui strategi business strategies to maximize the value proposition, through strategies: (continued)
antara lain: (lanjutan)
- Business transformation - Business transformation
- Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Badan Pengusahaan Batam - Signing of the Cooperation Agreement between the Batam Concession Agency and
dengan PT Bandara Int'l Batam dalam rangka Perjanjian Pemerintah dengan PT Airport Int'l Batam in the framework of the Government Agreement with
Badan Usaha untuk Desain, Pembangunan, Pembiayaan, Pengalihan, Business Entities for the Design, Development, Financing, Transfer, Operation and
Pengoperasian dan Pemeliharaan Bandara Hang Nadim Batam (BTH) pada Maintenance of Hang Nadim Airport Batam (BTH) on Tuesday, 21 December 2021;
Selasa, 21 Desember 2021;
- Kerja sama strategis dengan Bandara Kediri (DHO) melalui KSO (Kerjasama - Strategic cooperation with Kediri Airport (DHO) through KSO (Operational
Operasional) antara PT Gudang Garam, Tbk (PT GG) dan PT Angkasa Pura I, Cooperation) between PT Gudang Garam, Tbk (PT GG) and PT Angkasa Pura I.
Meningkatkan pendapatan Non-Aeronautika melalui pengembangan commercial space Increase Non-Aeronautical revenue through the development of commercial space plans and
plan dan tenant mixing, sehingga dapat meningkatkan aset dan optimalisasi ruang tenant mixing, so as to increase assets and optimize commercial space.
komersial.
B. Organization and Culture, berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan B. Organization and Culture, focuses on developing human resources and culture to provide the
budaya untuk memberikan pelayanan terbaik dan meningkatkan fungsi manajemen best service and improve the risk management function. The main initiatives implemented
risiko. Adapun inisiatif utama yang dilaksanakan antara lain: include:
- Membentuk transformation office, guna mendorong percepatan restrukturisasi & - Forming a transformation office, in order to accelerate the Company's restructuring &
transformasi Perusahaan; transformation;
- Redesign struktur organisasi, sejalan dengan kebijakan Holding pada program - Organizational structure redesign, in line with Holding's policy on the Airport
Airport Transformation; Transformation program;
- Pengembangan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia; - Development of human resource capacities and capabilities;
- Program collaborative training; - Collaborative training programs;
- Pengembangan dashboard EPM (Enterprise Performance Management); - Development of EPM (Enterprise Performance Management) dashboards;
- Pengembangan Airport Based Restructuring Framework (ABRF); - Development of Airport Based Restructuring Framework (ABRF);
- Penguatan peran manajemen risiko untuk mendorong indeks maturitas risiko - Strengthening the role of risk management to drive the company's risk maturity index
perusahaan melalui penerapan four eyes principle, dan perencanaan berbasis through the application of the four eyes principle and risk-based planning;
risiko;
- Simplifikasi struktur Direksi Perusahaan menjadi lebih lean yang terhitung efektif - Simplification of the Company's Board of Directors structure to become leaner which is
mulai tanggal 12 Desember 2022. effective starting December 12, 2022.
C. Financial Restructuring , merupakan rencana Perusahaan sebagai solusi untuk C. Financial Restructuring, is the Company's plan as a solution to deal with liquidity pressures
menghadapi tekanan likuiditas akibat situasi Pandemi Covid - 19 saat ini. Inisiatif utama due to the current Covid - 19 Pandemic situation. The main initiatives implemented include:
yang dilaksanakan antara lain adalah: (lanjutan)
- Perjanjian restrukturisasi utang dengan beberapa lender telah efektif pada 15 Juli - Debt restructuring agreements with several lenders became effective on July 15, 2022,
2022, dengan ketentuan utama antara lain: with the main provisions including:
- Ketentuan pembayaran fasilitas kredit menjadi triwulanan setiap tanggal 23 - Terms of payment for credit facilities to be quarterly on the 23rd starting in
dimulai bulan September 2022 sesuai dengan proporsi pokok dan tingkat suku September 2022 in accordance with the agreed principal proportion and new
bunga baru yang disepakati; interest rate;
- Pembayaran proporsi tingkat suku bunga sebesar 2% tahun 2022 dan 2023 - Payment of a proportionate interest rate of 2% in 2022 and 2023, while the
sedangkan sisanya akan menjadi bunga ditangguhkan akan dibayarkan tahun remainder will be deferred interest to be paid in 2025 and 2026;
2025 dan 2026;
- Perubahan kewajiban rasio keuangan (catatan 22); - Changes in liability financial ratios (note 22);
- Initiatives cash maintenance (cash-lab) melalui manajemen term of payment - Initiatives cash maintenance (cash-lab) through term of payment management and
dan alternatif pendanaan dengan penjelasan sebagai berikut: alternative funding, with the following explanation:
1) Optimalisasi pengelolaan kas melalui jadwal pembayaran dengan 1) Optimization of cash management through payment schedules with a 90-day
kebijakan Term of Payment Vendor 90 hari sesuai Surat Edaran Direksi Vendor Term of Payment policy according to the Director of Finance Circular Letter
Keuangan No.85/2021 dari sebelumnya 45 hari terhitung mulai tanggal 01 No.85/2021 from the previous 45 days starting October 1, 2021, which has been
Oktober 2021, yang telah disesuaikan Kembali menjadi 120 hari per 1 readjusted to 120 days as of February 1, 2022 based on the Circular Letter Director
Februari 2022 berdasarkan Surat Edaran Direksi Keuangan No. 11/2022; of Finance No. 11/2022;
2) Akselerasi penerimaan kas melalui intensifikasi penagihan piutang; 2) Acceleration of cash receipts through intensification of accounts receivable
collection;
3) Penyelesaian piutang bermasalah; 3) Settlement of bad debts;
4) Monitoring kas Perusahaan melalui strategi pengelolaan terintegrasi yang 4) Monitoring the Company’s cash through an integrated management strategy in
sesuai dengan Cash Account & Management Agreement (CAMA); accordance with the Cash Account & Management Agreement (CAMA);
5) Mengeksplor potensi pendanaan potensial lainnya seperti Non Cash 5) Exploring other potential funding potentials such as Non-Cash Loans;
Loan;
- Deleveraging Initiatives melalui skema airport partnership berupa spin-off dan - Deleveraging Initiatives through an airport partnership scheme in the form of spin-offs
sekuritisasi bandara/klaster bandara yang potensial, dengan penjelasan sebagai and potential airport/airport cluster securitization, with the following explanation:
berikut:
- Telah disampaikan surat Direktur Pengembangan Usaha tanggal 6 Juli 2022 - A letter from the Director of Business Development was submitted on July 6, 2022
perihal Penyampaian Proposal Penawaran Investment Opportunities regarding Submission of the Company's Investment Opportunities Offering Proposal
Perusahaan kepada INA; to INA;
Page 226
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
48. KELANGSUNGAN USAHA 48. GOING CONCERN
Dalam menjalankan usahanya, manajemen Kelompok Usaha telah dan akan In running its operations, the Group’s management has started to and will carry out the
melakukan program Corporate Transformation yang akan dimonitor secara berkala saat Corporate Transformation program which will be monitored regularly during the
implementasi action plan jangka pendek maupun jangka panjang, dengan strategi dan implementation of short-term and long-term action plans, with the following strategies and
penjelasan sebagai berikut: (lanjutan) explanations: (continued)
C. Financial Restructuring , merupakan rencana Perusahaan sebagai solusi untuk C. Financial Restructuring, is the Company's plan as a solution to deal with liquidity pressures
menghadapi tekanan likuiditas akibat situasi Pandemi Covid - 19 saat ini. Inisiatif utama due to the current Covid - 19 Pandemic situation. The main initiatives implemented include:
yang dilaksanakan antara lain adalah: (lanjutan) (continued)
- Deleveraging Initiatives melalui skema airport partnership berupa spin-off dan - Deleveraging Initiatives through an airport partnership scheme in the form of spin-offs
sekuritisasi bandara/klaster bandara yang potensial, dengan penjelasan sebagai and potential airport/airport cluster securitization, with the following explanation:
berikut: (lanjutan) (continued)
- Pada 09-10 Oktober 2022 telah dilaksanakan roadshow sekuritisasi di - On October 9-10, 2022 a securitization roadshow was held in Washington DC, US
Washington DC, US penyampaian rencana strategis Perusahaan dalam acara the submission of the Company's strategic plan in the T20 Special Event toward the
T20 Special Event toward G20 Summit: "Infrastructure Development through G20 Summit: "Infrastructure Development through Innovation and Collaborative
Innovation and Collaborative Financing: toward Greater Inclusivity and Financing: toward Greater Inclusivity and Productivity" referring to the Letter of the
Productivity" merujuk pada Surat Direktur FEB UGM No Director of FEB UGM No 969/UNI/FEB.PPEB/TR/2022 dated 14 September 2022
969/UNI/FEB.PPEB/TR/2022 tanggal 14 September 2022 perihal Undangan; regarding Invitations;
- Telah dilaksanakan pertemuan antara PT Angkasa Pura I dengan calon partner - A meeting was held between PT Angkasa Pura I and potential partners in the SOE
dalam kegiatan SOE International Conference: Driving Sustainable & Inclusive International Conference: Driving Sustainable & Inclusive Growth at the Bali Nusa
Growth di Bali Nusa Dua Convention Center pada 17 & 18 Oktober 2022, Dua Convention Center on 17 & 18 October 2022, as part of Trade, Investment &
merupakan bagian dari Trade, Investment & Industry Working Group (TIIWG) Industry Working Group (TIIWG) Road to G20;
Road to G20;
- Portfolio management dan optimalisasi aset. - Portfolio management and asset optimization.
D. Digitalization, for Structure/Process/People, merupakan key enabler untuk proses D. Digitalization, for Structure/Process/People, is a key enabler for the process of implementing
implementasi dan pemantauan inisiatif transformasi yang dilakukan. Pada tahun 2020 and monitoring the transformation initiatives undertaken. In 2020 and 2021 the Company will
dan 2021 Perusahaan melakukan fokus pada optimalisasi bisnis melalui pemanfaatan focus on business optimization through the use of technology that is in line with the
teknologi yang sejalan dengan kondisi Perusahaan misalnya wifi monetizing, landing Company's conditions, for example wifi monetizing, landing pages, expanding the cargo
page, perluasan bisnis optimalisasi kargo dengan memanfaatkan potensi trafik kargo optimization business by utilizing the potential for cargo traffic due to high e-commerce
akibat pertumbuhan e-commerce yang tinggi dan program Pemerintah (Kawasan growth and Government programs (Special Economic Zones) . From 2022 to 2023, digital
Ekonomi Khusus). Di tahun 2022 hingga 2023, pengembangan digital yang akan development will focus on 3 main programs, including:
dilaksanakan berfokus pada 3 program utama antara lain:
- Data driven decision making platform: real time financial data update, visualization - Data driven decision making platform: real time financial data update, visualization &
& analytics analytics
- Enterprise Performance Management Development dimana tahun 2022 Phase I - Enterprise Performance Management Development where in 2022, Phase I
Migrasi data warehouse sudah dilakukan, dan tahun 2023 Phase II migrasi migration data warehouse has taken place, and in 2023, Phase II migration tableau
tableau output dashboard (data visualisation); output dashboard (data visualitation);
- SAP Upgrade to S4/HANA yang direncanakan shadow operation tahun 2023. - SAP Upgrade to S4/HANA which is planned for shadow operation in 2023.
- Digital monetization & revenue safeguarding: new business development through - Digital monetization & revenue safeguarding: new business development through
monetization of digital services monetization of digital services
- Point of Sales System (POSS) - Point of Sales System (POSS)
- Cargo Information System (CIS) - Cargo Information System (CIS)
- Common Use Check In System (CUCS) - Common Use Check In System (CUCS)
- Wifi Advertising - Wifi Advertising
- IBCS Upgrade to 5G - IBCS Upgrade to 5G
- APS ISP (Internet Service Provider) - APS ISP (Internet Service Provider)
- Accelerate business process & automation: effectiveness & efficiency process - Accelerate business process & automation: effectiveness & efficiency process through
through business automation business automation
- RPA & OCR for Doc. Verification & Payment - RPA & OCR for Doc. Verification & Payment
- Airport Operation Data Sharing (AODS) - Airport Operation Data Sharing (AODS)
- Airport Collaborative Decision Making - Airport Collaborative Decision Making
Terkait dengan program Corporate Transformation, Perusahaan telah dan akan melakukan In relation to the Corporate Transformation program, the company has and will undertake the
beberapa inisiatif sebagai berikut: following initiatives:
- Perbaikan outlook rating API di 2023 Pefindo menerbitkan sertifikat rating Obligasi - Improvement of API rating outlook in 2023 Pefindo issues rating certificates for Angkasa Pura
Berkelanjutan I Angkasa Pura I Tahun 2021 dan Sukuk Berkelanjutan I Angkasa Pura I I Sustainable Bonds I Year 2021 and Angkasa Pura I Sustainable Bonds I Year 2021 idAA+
Tahun 2021 idAA+ & idAA+(sy) outlook negatif pada 15 Juni 2022; Pefindo kembali & idAA+(sy) negative outlook on 15 June 2022; Pefindo re-issued a certificate of rating for
menerbitkan sertifikat rating atas pemantauan khusus (special review) pada 1 Agustus special monitoring (special review) on August 1, 2022 with a stable outlook adjustment with a
2022 dengan hasil penyesuaian outlook stable dengan rating tetap di idAA+ & fixed rating at idAA+ & idAA+(sy), where the definition of the idAA rating indicates the
idAA+(sy), dimana definisi atas peringkat idAA menandakan kemampuan Perusahaan Company's ability to meet long-term financial commitments for these debt securities
untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut compared to other companies in Indonesia is very strong. The + sign indicates that the rating
dibandingkan dengan Perusahaan lain di Indonesia adalah sangat kuat. Adapun tanda + given is relatively strong and above the average for the category concerned and the outlook
menunjukan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori is stable indicating that the rating cannot change; The outlook adjustment is because the
yang bersangkutan dan outlook stabil menunjukan rating tidak dapat berubah; Company has completed the loan facility restructuring proposal which was approved by 14
Penyesuaian outlook tersebut dikarenakan Perusahaan telah menyelesaikan proposal creditors on July 15, 2022
restrukturisasi fasilitas pinjaman yang telah disetujui 14 kreditur pada 15 Juli 2022.
Page 227
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
DAN ENTITAS ANAKNYA AND ITS SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
48. KELANGSUNGAN USAHA (lanjutan) 48. GOING CONCERN (continued)
Dalam menjalankan usahanya, manajemen Kelompok Usaha telah dan akan In running its operations, the Group’s management has started to and will carry out the
melakukan program Corporate Transformation yang akan dimonitor secara berkala saat Corporate Transformation program which will be monitored regularly during the
implementasi action plan jangka pendek maupun jangka panjang, dengan strategi dan implementation of short-term and long-term action plans, with the following strategies and
penjelasan sebagai berikut: (lanjutan) explanations: (continued)
Terkait dengan program Corporate Transformation, Perusahaan telah dan akan melakukan In relation to the Corporate Transformation program, the company has and will undertake the
beberapa inisiatif sebagai berikut: (lanjutan) following initiatives:(continued)
- Dukungan Pemerintah yang kuat terhadap keberlangsungan Perusahaan Perusahaan - Strong government support for the sustainability of the company Companies as infrastructure
sebagai infrastructure provider dan perpanjangan tangan pemerintah untuk memastikan providers and an extension of the government to ensure connectivity between regions, the
konektivitas antar wilayah, Perusahaan mendapat dukungan Pemerintah. Adapun company has the support of the government. The forms of support obtained by the Company
bentuk dukungan yang didapatkan Perusahaan adalah sebagai berikut: are as follows:
- Penerimaan Restitusi Pajak - Receipt of Tax Restitution
Direktorat Jenderal Pajak telah menyampaikan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar The Directorate General of Taxes has submitted an Overpaid Tax Assessment Letter
(SKLB) atas pelaksanaan kewajiban Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dari (SKLB) for the implementation of the obligation of Value Added Tax on Goods and
Wajib Pajak/Pengusaha kena Pajak pada tanggal 28 Desember 2021 yang Services from Taxpayers/Taxable Entrepreneurs on December 28, 2021 which indicates
mengindikasikan bahwa proses restitusi pajak Perusahaan di Direktorat Pajak that the Company's tax refund process at the Tax Directorate in the amount of IDR 914
senilai Rp914 Miliar telah mencapai proses akhir yang telah diterima tunai pada 24 billion has reached the final process that has been received in cash on January 24,
Januari 2022; 2022;
- Direktorat Jenderal Pajak telah menyampaikan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar - The Directorate General of Taxes has submitted a Tax Overpayment Assessment Letter
(SKLB) atas pelaksanaan kewajiban Pajak Penghasilan pada tanggal 12 April 2022 (SKLB) for the implementation of Income Tax obligations on April 12, 2022 which
yang mengindikasikan bahwa proses restitusi pajak Perusahaan di Direktorat Pajak indicates that the Company's tax refund process at the Tax Directorate is in the amount
senilai Rp 94 Miliar (Rp93.812.756.049,-) (angka penuh) telah mencapai proses of IDR 94 billion (Rp 93,812,756,049,-) (full amount) has reached the final process which
akhir yang telah diterima tunai pada tanggal 09 Mei 2022; has been received in cash on May 9, 2022;
- Perusahaan telah mengusulkan kembali untuk mendapatkan Penyertaan Modal - The company has proposed again to obtain State Equity Investment (PMN) through PT
Negara (PMN) melalui PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) sebesar Rp1,478 Aviasi Wisata Indonesia (Persero) in the amount of IDR 1.478 Trillion for the needs of
Triliun untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur dan pengembangan Bandara infrastructure development and development of Sultan Hasanuddin Makassar Airport,
Sultan Hasanuddin Makassar, menindaklanjuti Surat Vice President Director PT following up on the Letter of the Vice President Director of PT Aviata No: INJ.02.04/
Aviata No: INJ.02.04/23/10/2022/A.0749 tanggal 12 Oktober 2022 perihal 23/10/2022/A.0749 dated 12 October 2022 concerning Request for Data and Analysis of
Permohonan Data dan Analisis Kajian Penyempurnaan Usulan PMN Tahun 2023; the 2023 PMN Proposal Completion Study;
- Kebijakan Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo pada hari Jumat 30 - Policy of the President of the Republic of Indonesia Mr. Joko Widodo on Friday 30
Desember 2022, Pemerintah mencabut PPKM yang tertuang dalam instruksi December 2022, the Government revoked the PPKM as stated in the instructions of the
Mendagri Nomor 50 dan 51 Tahun 2022; Minister of Home Affairs Number 50 and 51 of 2022;
- PT Angkasa Pura I dengan kondisi trend pemulihan covid 19 dan trafik global - PT Angkasa Pura I with the condition of the recovery trend of Covid 19 and global traffic
memperkirakan CAGR pertumbuhan trafik penumpang 2019 - 2027 mencapai estimates that the CAGR of passenger traffic growth for 2019 - 2027 will reach 2.35%
2,35% dengan jumlah trafik penumpang di tahun 2025 sebesar 86 juta penumpang with total passenger traffic in 2025 of 86 million passengers:
- Tidak ada pembatasan perjalanan; - No travel restrictions;
- Pelaksanaan Haji dan Umroh kembali dibuka; - Implementation of Hajj and Umrah re-opened;
- Dihapusnya kebijakan yang menghambat perjalanan (testing dan karantina) - Elimination of policies that impede travel (testing and quarantine) for travelers who
bagi pelaku perjalanan yang telah mendapatkan vaksin dosis lengkap; have received full doses of vaccines;
- Asumsi forecast ACI yang mengatakan bahwa trafik 2023 akan recover sebesar - ACI forecast assumption which says that traffic in 2023 will recover by 82% from 2019
82% dari 2019 (dengan penyesuaian); (with adjustments)
- Diperkirakan terdapat kenaikan jumlah penumpang internasional yang cukup - It is estimated that there will be a significant increase in the number of international
signifikan di Bali karena adanya beberapa event/festival internasional pada tahun passengers in Bali due to several international events/festivals in 2023.
2023.
Page 228
INFORMASI TAMBAHAN
ADDITIONAL INFORMATION
Laporan Keuangan Tersendiri (Entitas Induk)
Individual Financial Statements (Parent Entity)
Page 229
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
LAPORAN POSISI KEUANGAN STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
INDUK SAJA PARENT ENTITY ONLY
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
30 Juni/ 31 Desember/
June 30 December 31
2023 2022
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 2.899.715.904 1.929.492.538 Cash and cash equivalents
Investasi jangka pendek 40.993.694 38.557.146 Short-term investment
Piutang usaha, bersih Trade receivables, net
Pihak berelasi 248.070.511 122.675.596 Related parties
Pihak ketiga 250.948.487 261.217.086 Third parties
Piutang lain-lain, bersih 10.894.838 11.793.891 Other receivables, net
Persediaan 9.784.233 8.449.125 Inventories
Uang muka dan beban dibayar di muka 44.682.677 3.271.303 Advances and prepaid expense
Pendapatan yang masih harus diterima 153.946.488 147.011.285 Accrued revenues
Pajak dibayar di muka 140.804.705 24.014.620 Prepaid taxes
Aset lancar lainnya - 417.877 Other current assets
TOTAL ASET LANCAR 3.799.841.537 2.546.900.467 TOTAL CURRENT ASSETS
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Estimasi tagihan pajak 43.849.951 43.849.951 Estimated claims for refundable tax
Aset pajak tangguhan 1.499.232.456 1.499.232.456 Deferred tax assets
Investasi jangka panjang 1.623.559.781 1.610.293.472 Long-term investments
Piutang Jangka Panjang, neto 37.964.490 37.964.490 Trade receivable, net
Properti investasi, bersih 82.400.285 83.827.569 Investment property, net
Aset tetap, bersih 34.263.592.240 34.750.377.999 Fixed assets, net
Aset takberwujud, bersih 27.333.037 67.592.136 Intangible assets, net
Aset hak guna 224.773.910 255.784.438 Right of use assets
Aset tidak lancar lainnya 1.249.057 1.249.058 Other non-current assets
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 37.803.955.207 38.350.171.569 TOTAL NON-CURRENT ASSETS
TOTAL ASET 41.603.796.744 40.897.072.036 TOTAL ASSETS
Page 230
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
LAPORAN POSISI KEUANGAN STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
INDUK SAJA PARENT ENTITY ONLY
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
30 Juni/ 31 Desember/
June 30 December 31
2023 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Utang usaha Trade payables
Pihak berelasi 244.069.281 527.718.858 Related parties
Pihak ketiga 381.559.298 124.244.647 Third parties
Utang lain-lain 248.710.222 230.024.078 Other payables
Pendapatan diterima di muka 113.142.814 40.778.571 Unearned revenues
Beban akrual 1.228.785.879 1.359.523.899 Accrued expenses
Utang pajak 116.307.094 64.614.230 Tax payables
Bagian jangka pendek pinjaman Current maturities of long-term loans :
jangka panjang :
Liabilitas sewa jangka pendek 70.033.986 73.369.345 Short-term lease liabilities
Utang bank 5.850.407 11.700.815 Bank loans
Utang obligasi dan sukuk 444.000.000 444.000.000 Bonds payable and sukuk
TOTAL LIABILITAS
JANGKA PENDEK 2.852.458.981 2.875.974.443 TOTAL CURRENT LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES
Pinjaman jangka panjang Long-term loans
Utang bank jangka panjang 23.085.533.689 23.072.607.185 Long-term bank loans
Utang obligasi dan sukuk ijarah 3.271.527.429 3.270.623.013 Bonds payable and sukuk ijarah
Utang jangka panjang lainnya 1.837.849.312 1.363.645.720 Other long-term liabilities
Liabilitas imbalan kerja karyawan 649.130.402 759.611.929 Employee benefits liabilities
Liabilitas sewa jangka panjang 215.136.768 236.845.231 Long-term lease liabilities
TOTAL LIABILITAS
JANGKA PANJANG 29.059.177.600 28.703.333.078 TOTAL NON-CURRENT LIABILITIES
TOTAL LIABILITAS 31.911.636.581 31.579.307.521 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS EQUITY
Ekuitas yang dapat diatribusikan Equity attributable to the owner of
kepada pemilik entitas induk the parent entity
Modal saham 6.414.412.000 6.414.412.000 Shares capital
Modal dasar 12.000.000 saham Authorized capital 12,000,000 shares
terbagi atas 1 saham Seri A Dwiwarna divided into 1 Series A Dwiwarna share
dan 11.999.999 saham Seri B and 11,999,999 Series B Shares
dengan nilai nominal Rp1.000.000 with par value of Rp1,000,000
(angka penuh) per saham (full amount) per share
Modal ditempatkan disetor Issued and fully paid-
penuh - 6.414.412 saham 6,414,412 shares
terbagi atas 1 saham Seri A Dwiwarna divided into 1 Series A Dwiwarna share
dan 6.414.411 saham Seri B and 6,414,411 Series B Shares
Tambahan Modal Disetor 16.424.662 16.424.662 Additional Paid in Capital
Penyertaan modal negara 22.963.207 22.963.207 Government capital investment
Book value of fixed assets
Nilai buku aset tetap kenavigasian on navigation from government
dari penyertaan modal negara (37.004.793) (37.004.793) capital investment
Akumulasi penyusutan aset tetap Accumulated depreciation of
kenavigasian dari BPYBDS 408.393.524 408.393.524 navigation fixed assets from BPYBDS
Saldo laba Retained earnings
Dicadangkan 9.264.636.489 9.230.837.096 Approriated
Belum dicadangkan (6.091.168.061) (6.431.176.896) Unappropriated
Penghasilan komprehensif lain (306.496.865) (307.084.285) Other compherensive income
Ekuitas yang dapat diatribusikan Equity attributable to owner of
kepada pemilik entitas induk 9.692.160.163 9.317.764.515 the parent entity
Kepentingan nonpengendali - - Non-controlling interests
TOTAL EKUITAS 9.692.160.163 9.317.764.515 TOTAL EQUITY
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 41.603.796.744 40.897.072.036 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Page 231
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
LAPORAN LABA RUGI DAN KOMPREHENSIF LAIN STATEMENT OF COMPREHENSIVE INCOME
INDUK SAJA PARENT ENTITY ONLY
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 For the Period Ended June 30, 2023 and 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Tahun yang berakhir pada Tanggal 30 Juni/
Year ended June 30,
2023 2022
PENDAPATAN USAHA OPERATING REVENUES
Pendapatan aeronautika 2.545.168.622 1.196.231.456 Aeronautical revenues
Pendapatan non-aeronautika 1.173.301.586 504.454.488 Non-aeronautical revenues
TOTAL 3.718.470.208 1.700.685.944 TOTAL
BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES
Beban operasional bandara (1.565.991.732) (1.378.248.621) Airport operation expenses
Beban pegawai (588.542.054) (420.803.599) Employee expenses
Beban umum dan administrasi (427.869.612) (309.198.852) General and administrative expenses
Beban pemasaran (3.620.102) (1.727.626) Marketing expenses
Penghasilan lain-lain 67.804.350 110.800.285 Other income
Beban lain-lain (8.309.869) (8.361.531) Other expenses
TOTAL (2.526.529.019) (2.007.539.944) TOTAL
LABA (RUGI) USAHA 1.191.941.189 (306.854.000) OPERATING PROFIT (LOSS)
Penghasilan keuangan 26.788.445 19.585.321 Finance income
Beban keuangan (817.586.967) (816.753.599) Finance costs
Bagian laba entitas asosiasi 13.425.338 (7.579.012) Equity income of associate entities
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK FINAL PROFIT (LOSS) BEFORE FINAL TAX
DAN PAJAK PENGHASILAN AND CORPORATE
BADAN 414.568.005 (1.111.601.290) INCOME TAX
Beban pajak final (40.760.445) (21.045.863) Final tax expense
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PROFIT (LOSS) BEFORE
PENGHASILAN BADAN 373.807.560 (1.132.647.153) CORPORATE INCOMETAX
BEBAN PAJAK CORPORATE
PENGHASILAN BADAN, BERSIH - - INCOME TAX EXPENSE, NET
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 373.807.560 (1.132.647.153) PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR
LABA (RUGI) OTHER COMPREHENSIVE
KOMPREHENSIF LAIN INCOME (LOSS)
Pos yang akan Item that will be
direklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit or loss
Perubahan nilai wajar aset keuangan Changes in fair value of available-
tersedia untuk dijual 588.088 (4.399.272) for-sale financial assets
Pos-pos yang tidak akan Items that will not be
direklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit or loss
Rugi komprehensif Comprehensive loss
entitas asosiasi - - of associate entities
Laba (rugi) aktuarial imbalan Actuarial gain (loss) on
kerja - - employee benefits
PENGHASILAN (RUGI) OTHER COMPREHENSIVE
KOMPREHENSIF LAIN INCOME (LOSS)
TAHUN BERJALAN FOR THE YEAR
SETELAH PAJAK 588.088 (4.399.272) AFTER TAX
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE
TAHUN BERJALAN 374.395.648 (1.137.046.425) PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR
Page 232
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS STATEMENTS OF CHANGES IN SHAREHOLDERS EQUITY
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 For the period ended June 30, 2023 and 2022
(Dinyatakan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in thousands rupiah, unless otherwise stated)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk / Equity Attributable to The Owner of Parent Entity
Pengaruh Pengalihan Aset Kenavigation Saldo Laba / Retained Earnings
Modal Saham - Penyertaan Akumulasi
Nilai Buku Aset Penghasilan
Ditempatkan dan Modal Tambahan Penyusutan Aset Tetap
Tetap Yang Telah Yang belum Komprehensif Lain
Disetor Penuh / Pemerintah / Modal Disetor / Kenavigasian dari Jumlah Ekuitas /
Kenavigasian / Ditentukan Ditentukan Jumlah / / Other
Shares Capital - Government Additional Paid- BPYBDS/Accumulated Total Equity
Book Value of Penggunaan-nya / Penggunaan-nya / Total Compherensive
Issued and Fully Capital in Capital Depreciation of Fixed
Navigation Appropriated Un-appropriated Income
Paid Investment Assets on navigation
Fixed Assets
from BPYBDS
Saldo per 31 Desember 2021 6.414.412.000 22.963.207 16.424.662 (37.004.793) 408.393.524 9.230.837.096 (5.542.210.754) 3.688.626.342 (415.123.184) 10.098.692.426 Balance as of December 31, 2021
Cadangan - - - - - - - - - - General reserves
Laba (rugi) komprehensif asosiasi - - - - - - - - - - Comprehensive gain (loss) of associated
Laba (rugi) aktuaria - - - - - - - - - - Actuarial gain (loss)
Perubahan nilai wajar aset keuangan Changes in fair value of available for sales
tersedia untuk dijual - - - - - - - - (4.399.271) (4.399.271) financial assets
Laba bersih tahun berjalan - - - - - - (1.132.647.153) (1.132.647.153) - (1.132.647.153) Net income of current year
Saldo per 30 Juni 2022 6.414.412.000 22.963.207 16.424.662 (37.004.793) 408.393.524 9.230.837.096 (6.674.857.907) 2.555.979.189 (419.522.455) 8.961.646.032 Balance as of June 30, 2022
Saldo per 31 Desember 2022 6.414.412.000 22.963.207 16.424.662 (37.004.793) 408.393.524 9.230.837.096 (6.431.176.896) 3.688.626.342 (307.084.285) 9.317.764.515 Balance as of December 31, 2022
Laba (rugi) komprehensif asosiasi - - - - - - - - - - Comprehensive gain (loss) of associated
Laba (rugi) aktuaria - - - - - - - - - - Actuarial gain (loss)
Perubahan nilai wajar aset keuangan Changes in fair value of available for sales
tersedia untuk dijual - - - - - - - - 588.085 588.085 financial assets
Cadangan - - - - - - - - - - General reserves
Laba bersih tahun berjalan - - - - - - 373.807.561 373.807.561 - 373.807.561 Net income of current year
Saldo per 30 Juni 2023 6.414.412.000 22.963.207 16.424.662 (37.004.793) 408.393.524 9.230.837.096 (6.057.369.335) 4.062.433.903 (306.496.200) 9.692.160.161 Balance as of June 30, 2023
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang The accompanying notes to the consolidated financial statements
tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan. form an integral part of these consolidated financial statements taken as a whole.
Page 233
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
LAPORAN ARUS KAS STATEMENT OF CASH FLOW
INDUK SAJA PARENT ENTITY ONLY
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 For the Period Ended June 30, 2023 and 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Tahun yang berakhir pada Tanggal 30 Juni/
Year ended June 30,
2023 2022
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS OPERASI OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan dari pelanggan 3.314.955.246 1.610.263.063 Cash received from customers
Pembayaran kas kepada pemasok, Cash payment to suppliers,
kontraktor, pihak ketiga lainnya contractor, other third parties
dan karyawan (1.292.708.949) (1.106.476.388) and employees
Pembayaran beban bunga (404.013.870) (552.849.734) Payment of interest expense
Pendapatan bunga 24.475.607 18.569.276 Interest income
Penerimaan (Pembayaran) pajak (252.414.382) 921.085.689 Tax (receipt) payment
Kas bersih yang diperoleh dari Net cash provided by
aktivitas operasi 1.390.293.652 890.591.906 operating activities
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS INVESTASI INVESTING ACTIVITIES
Pengeluaran / penerimaan untuk Payment / Receive for
Investasi jangka pendek (1.769.925) 7.409.801 short-term investments
Penerimaan dari (pengeluaran untuk) investasi Received from (payment for) long-term
jangka panjang 134.750 - Investments
Penambahan aset tetap (344.060.480) (380.878.243) Increase of fixed assets
Kas bersih yang digunakan untuk Net cash used in
aktivitas investasi (345.695.655) (373.468.442) investing activities
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES
Penerimaan pinjaman bank - - Proceed on bank loan
Penerimaan obligasi dan sukuk ijarah - - Proceed from bonds payable and sukuk ijarah
Pembayaran pinjaman bank, obligasi dan sukuk (5.850.407) - Payment on bank loan, bond payable and sukuk
Penerimaan dividen - 3.474.235 Dividend received
Pembayaran liabilitas sewa (61.104.697) (5.962.933) Payment on lease liability
Kas bersih yang diperoleh dari Net cash provided (used) by
(digunakan) aktivitas pendanaan (66.955.104) (2.488.698) financing activities
Dampak bersih perubahan nilai tukar Net effect of exchange rate changes
atas kas dan setara kas (7.419.527) 6.099.235 on cash and cash equivalents
PENURUNAN BERSIH NET DECREASE IN
KAS DAN SETARA KAS 970.223.366 520.734.001 CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
AWAL TAHUN 1.929.492.538 997.212.126 AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
AKHIR TAHUN 2.899.715.904 1.517.946.127 AT END OF YEAR
Page 234
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
INDUK SAJA PARENT ENTITY ONLY
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING 1. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES
a.Dasar penyusunan laporan keuangan tersendiri entitas induk a. Basis of preparation of the separate financial statements of the
parent entity
Laporan keuangan tersendiri Entitas Induk disusun sesuai dengan The separate financial statements of the Parent Entity are prepared
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) No. 4, “Laporan in accordance with the Statement of Financial Accounting Standards
Keuangan Tersendiri”. (“PSAK”) No. 4, “Separate Financial Statements”.
PSAK No. 4 menyatakan bahwa ketita sebuah entitas induk memilih untuk PSAK No.4 provides that when a parent entity chose to present the
menyajikan laporan keuangan terpisah, laporan keuangan tersebut separate financial statements, such financial statements should
seharusnya hanya disajikan sebagai informasi tambahan pada laporan only be presented as supplementary information to the consolidated
keuangan konsolidasi. Laporan keuangan tersendiri yang disajikan oleh financial statements. Separate financial statements are those
entitas induk, di mana investasi dalam entitas anak, entitas asosiasi dan presented by a parent, in which the investments in the subsidiary,
entitas dikendalikan bersama dicatat berdasarkan kepemilikan langsung associate entity and jointly controlled entity are accounted for on the
dan bukan berdasarkan hasil yang dilaporkan dan aset neto entitas basis of the direct equity interest rather than on the basis of the
investasi. reported results and net assets of the investees.
Accounting policies adopted in the preparation of the parent entity
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan informasi separate financial statements are the same as the accounting
keuangan entitas induk adalah sama dengan kebijakan akuntansi yang policies adopted in the preparation of the consolidated financial
diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian statements as disclosed in Note 2 to the consolidated financial
sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2 atas laporan keuangan statements, except for investments in subsidiaries and associates.
konsolidasian, kecuali untuk penyertaan pada entitas anak dan entitas
asosiasi.
Investments in shares of stock of subsidiaries are accounted for at
Penyertaan saham pada entitas anak dicatat pada biaya perolehan. acquisition cost. The parent entity recognizes dividends from
Entitas induk mengakui dividen dari entitas anak pada perkiraan laba rugi subsidiaries in profit or loss in its separate financial statements
dalam laporan keuangan tersendiri ketika hak menerima dividen when its right to receive the dividends was established.
ditetapkan.
2. INVESTASI JANGKA PANJANG 2. LONG-TERM INVESTMENTS
Investasi jangka panjang Entitas induk terdiri dari penyertaan saham dan The Parent Entity’s long term investments consist of investments in
obligasi dengan rincian sebagai berikut : shares and bond with details are as follow :
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Penyertaan saham 1.605.088.371 1.591.663.031 Investment In shares
Obligasi 18.471.410 18.630.440 Bond
Total 1.623.559.781 1.610.293.471 Total
a. Penyertaan saham a. Investment in shares
Informasi mengenai entitas anak dan asosiasi yang dimiliki Information pertaining to subsidiaries and associates owned by the
Kelompok Usaha diungkapkan dalam Catatan 1c dan 13 atas Group is disclosed in Notes 1c and 13 to the Consolidated Financial
Laporan Keuangan Konsolidasian. Statements.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Entitas Induk As of June 30, 2023 and December 31, 2022, the Parent Entity has
memiliki penyetaan saham sebagai berikut: investment in shares as follow :
Page 235
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
INDUK SAJA PARENT ENTITY ONLY
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INVESTASI JANGKA PANJANG (lanjutan) 2. LONG-TERM INVESTMENTS (continued)
a. Penyertaan saham (lanjutan) a. Investment in shares (continued)
Persentase Biaya perolehan Persentase Biaya Perolehan
Kepemilikan/ 30 Juni 2023/ Kepemilikan 31 Desember 2022/
Percentage of Acquisition cost Percentage of/ Acquisition cost
Ownership June 30, 2023 Ownership December 31, 2022
Entitas Anak/ Subsidiaries
PT Angkasa Pura Logistik 99,72% 180.750.000 98,00% 180.750.000
PT Angkasa Pura Properti 99,96% 167.940.000 99,96% 167.940.000
PT Angkasa Pura Hotel 99,99% 649.864.789 99,99% 649.864.789
PT Angkasa Pura Support 99,81% 250.000.000 99,81% 250.000.000
PT Angkasa Pura Retail 97,50% 48.750.000 97,50% 48.750.000
Entitas Asosiasi/ Associates
PT Bandara Internasional Batam 51,00% 291.797.038 51,00% 275.033.007
PT Gapura Angkasa 7,76% 10.659.044 7,76% 8.080.850
PT Jasa Marga Bali Tol 6,31% 5.327.500 6,31% 11.244.385
Total 1.605.088.371 1.591.663.031
b. Obligasi b. Bonds
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Entitas Induk As of June 30, 2023 and December 31, 2022, the Parent Entity has
memiliki obligasi sebagai berikut: bond as follow :
30 Juni / June 2023 31 Desember / December 2022
Nilai nominal/ Nilai tercatat/ Nilai nominal/ Nilai tercatat/
Nominal value Carrying value Nominal value carrying value
RI0148 15.206.000 13.471.410 15.206.000 13.630.440 RI0148
BEXI04BCN7 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 BEXI04BCN7
Total 20.206.000 18.471.410 20.206.000 18.630.440 Total
Page 236
PT ANGKASA PURA I PT ANGKASA PURA I
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
INDUK SAJA PARENT ENTITY ONLY
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 For the Period Ended June 30, 2023
dan 31 Desember 2022 and December 31, 2022
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
3. AKTIVITAS NON-KAS 3. NON-CASH TRANSACTIONS
Informasi pendukung laporan arus kas konsolidasian sehubungan dengan Supplementary information to the consolidated statements of cash flow
aktivitas non-kas sebagai berikut: relating to non-cash activities is as follows:
30 Juni 2023/ 31 Desember 2022/
June 30, 2023 December 31, 2022
Penambahan aset hak-guna Addition of right of use asset
melalui liabilitas sewa 36.060.875 610.652.936 through lease liabillites
Kapitalisasi biaya pinjaman Capitalization of
ke aset tetap 33.154.656 167.310.989 borrowing costs
Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan pada Movement of liabilities arising from financing activities in the
laporan arus kas konsolidasian adalah sebagai berikut : consolidated statement of cash flows are as follows:
Non-arus kas/Non-cash flow
Selisih kurs /
1 Januari 2022 / Arus kas / Foreign exchage Lainnya / 30 Juni 2023 /
January 1, 2022 Cash Flow difference Other June 30, 2023
Pinjaman bank jangka panjang 23.084.307.999 12.926.504 - (5.850.407) 23.091.384.096 Long-term bank loans
Obligasi dan sukuk ijarah Bonds payable and
ijarah 3.714.623.013 - 904.416 3.715.527.429 sukuk ijarah
Total 26.798.931.012 12.926.504 - (4.945.991) 26.806.911.525 Total
Non-arus kas/Non-cash flow
Selisih kurs /
1 Januari 2021 / Arus kas / Foreign exchage Lainnya / 31 Desember 2022 /
January 1, 2021 Cash Flow difference Other December 31, 2022
Pinjaman bank jangka panjang 23.371.323.788 (10.600.319) - (276.415.470) 23.084.307.999 Bank Loans
Obligasi dan sukuk ijarah Bonds payable and
ijarah 3.712.680.188 - - 1.942.825 3.714.623.013 sukuk ijarah
Total 27.084.003.976 (10.600.319) - (274.472.645) 26.798.931.012 Total
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.