Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 83
Page 1
Nomor Surat SIMP/026/CS/EXT/VII/23
Nama Emiten Salim Ivomas Pratama Tbk
Kode Emiten SIMP
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 Sumatra Perdagangan, Singapura 0 10.000 JUTAAN IDR 59.51
Bioscience pemasaran
Pte. Ltd. dan penelitian
2 PT Tani Perkebunan Jakarta 2021 99.737.000.000 JUTAAN IDR 53.56
Andalas kelapa sawit
Sejahtera
3 PT Sumatra Perkebunan Jakarta 2015 30.956.000.000 JUTAAN IDR 59.5
Agri Sejahtera kelapa sawit
4 PT Tani Musi Perkebunan Jakarta 2013 63.315.000.000 JUTAAN IDR 59.46
Persada kelapa sawit
5 PT Indoagri Investasi dan Jakarta 1990 314.051.000.000 JUTAAN IDR 99.0
Inti Plantation jasa
manajemen
dan
pengangkutan
6 PTPerusahaa Perkebunan Riau 1992 1.865.202.000.000 JUTAAN IDR 98.01
n dan pabrik
Dagang,Perke kelapa sawit
bunandan
Industri
Serikat Putra
7 PT Gunung Perkebunan Riau 1992 1.270.491.000.000 JUTAAN IDR 98.01
Mas Raya dan pabrik
kelapa sawit
8 PT Cibaliung Perkebunan Riau 1989 617.606.000.000 JUTAAN IDR 98.01
Tunggal Kelapa Sawit
Plantations
9 PT Perkebunan Riau 1989 453.829.000.000 JUTAAN IDR 98.01
Perusahaan dan pabrik
Perkebunan,In kelapa sawit
dustri dan
Dagang
Indriplant
10 PT Sarana Inti Pemuliaan Riau 1991 277.178.000.000 JUTAAN IDR 100.0
Pratama benih kelapa
sawit,
investasi dan
jasa riset
manajemen
dan teknik
11 PT Riau Perkebunan Kalimantan 2006 993.582.000.000 JUTAAN IDR 100.0
Agrotama dan pabrik Barat
Plantation kelapa sawit
12 PT Citra Perkebunan Kalimantan 2008 217.206.000.000 JUTAAN IDR 100.0
Kalbar Sarana Kelapa Sawit Barat
13 PT Jake Perkebunan Kalimantan 2011 214.340.000.000 JUTAAN IDR 100.0
Sarana Kelapa Sawit Barat
14 Silveron Investasi Mauritius 2004 54.706.000.000 JUTAAN IDR 100.0
Investments
Ltd.
15 Asian Investasi British Virgin 2004 23.567.000.000 JUTAAN IDR 100.0
Synergies Islands
Limited
16 PT Citranusa Perkebunan Kalimantan 2005 413.191.000.000 JUTAAN IDR 100.0
Intisawit dan pabrik Barat
kelapa sawit
17 PT Kebun Perkebunan Kalimantan 2002 266.769.000.000 JUTAAN IDR 100.0
Ganda Prima dan pabrik Barat
kelapa sawit
18 PT Kebun Perkebunan Kalimantan 1997 816.221.000.000 JUTAAN IDR 97.86
Mandiri karet dan Timur
Sejahtera pabrik kelapa
sawit
19 PT Mega Citra Investasi Jakarta 2005 221.032.000.000 JUTAAN IDR 60.0
Perdana
Page 2
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
20 PT Gunta Perkebunan KalimantanTi 2009 812.560.000.000 JUTAAN IDR 59.99
Samba dan Pabrik mur
Kelapa Sawit
21 PT Multi Perkebunan Kalimantan 2010 1.102.327.000.000 JUTAAN IDR 60.0
Pacific dan pabrik Timur
International kelapa sawit
22 PT Mitra Perkebunan Kalimantan 1995 388.910.000.000 JUTAAN IDR 100.0
Intisejati dan pabrik Barat
Plantation kelapa sawit
23 PTLajuperdan Perkebunan Jakarta 2009 2.457.902.000.000 JUTAAN IDR 61.47
a Indah tebu dan
pabrik gula
terpadu
24 PT Mentari Investasi dan Sumatera 2010 1.369.570.000.000 JUTAAN IDR 80.0
Subur Abadi perkebunan Selatan
dan pabrik
kelapa sawit
25 PT Agrosubur Perkebunan KalimantanTe 0 12.950.000.000 JUTAAN IDR 80.0
Permai Kelapa Sawit ngah
26 PT Swadaya Perkebunan Sumatera 2012 1.019.429.000.000 JUTAAN IDR 60.0
Bhakti Kelapa Sawit Selatan
Negaramas
27 PT Cangkul Perkebunan Sumatera 2014 646.981.000.000 JUTAAN IDR 99.8
Bumisubur Kelapa Sawit Selatan
28 PT Pelangi Perkebunan Sumatera 2015 625.959.000.000 JUTAAN IDR 99.8
Intipertiwi Kelapa Sawit Selatan
29 PT Manggala Tidak Jakarta 0 3.653.000.000 JUTAAN IDR 100.0
Batama aktif/Non-
Perdana operating
30 PTHijaupertiwi Perkebunan Kalimantan 2014 1.798.348.000.000 JUTAAN IDR 100.0
Indah dan Pabrik Tengah
Plantations Kelapa Sawit
31 PT Cakra Stasiun Riau 2011 15.277.000.000 JUTAAN IDR 100.0
Alam Makmur bongkar muat
32 PT Samudera Jasa Jakarta 2010 175.587.000.000 JUTAAN IDR 100.0
Sejahtera transportasi
Pratama
33 PT Intimegah Perkebunan Sumatera 2017 697.404.000.000 JUTAAN IDR 98.01
Bestari Pertiwi Kelapa Sawit Selatan
34 IndoInternatio Investasi Singapura 2010 1.095.114.000.000 JUTAAN IDR 60.0
nal Green
Energy
Resources
Pte. Ltd.
35 Agri Investasi di Singapura 2012 723.000.000 JUTAAN IDR 59.51
Investment bidang usaha
Pte. Ltd teknologi
pertanian dan
budidaya
tanaman
36 PT Kencana Industri Pupuk Jakarta 2015 86.604.000.000 JUTAAN IDR 98.02
Subur Buatan
Sejahtera Campuran
Hara Makro
Primer
37 PT Pratama Industri Jakarta 2013 279.000.000 JUTAAN IDR 98.02
Citra Rumah
Gemilang Prefabrikasi
38 PT Mentari Investasi Jakarta 2013 332.015.000.000 JUTAAN IDR 79.68
Pertiwi
Makmur
39 PT Sumalindo Pengelolaan Kalimantan 2011 469.190.000.000 JUTAAN IDR 79.82
Alam Lestari hutan Timur
tanaman
industri
40 PT Wana Pengelolaan Kalimantan 2011 3.032.000.000 JUTAAN IDR 79.82
Kaltim Lestari hutan Timur
tanaman
industri
41 PT Madusari Perkebunan Jakarta 2019 71.773.000.000 JUTAAN IDR 61.47
Lampung tebu
Indah
42 PT Wushan Investasi di Jakarta 2016 76.958.000.000 JUTAAN IDR 38.68
Hijau Lestari bidang
pertanian,
kehutanan,
perikanan dan
perdagangan
Page 3
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
43 PT Pasir Perdagangan, Jawa Barat 2016 27.895.000.000 JUTAAN IDR 38.67
Luhur pertanian,peri
ndustrian dan
keagenan/per
wakilan
44 PT Industri Jakarta 1962 12.655.391.000.00 JUTAAN IDR 59.51
Perusahaan Perkebunan 0
Perkebunan Kelapa
London Sawit,Karet,
Sumatra Kakao,Kelapa
Indonesia Tbk dan Teh,
Serta
Pengolahanny
a
danPerdagan
gan
45 PT Multi Agro Perkebunan, Jakarta 2002 164.000.000 JUTAAN IDR 59.5
Kencana pengolahan
Prima dan
perdagangan
46 Lonsum Perdagangan Singapura 2004 244.000.000 JUTAAN IDR 59.51
Singapore dan
Pte. Ltd. pemasaran
Dokumen ini merupakan dokumen resmi Salim Ivomas Pratama Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik.
Salim Ivomas Pratama Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 4
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 June 2023
Nama entitas Salim Ivomas Pratama Tbk Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas SIMP Entity code
Nomor identifikasi entitas AA582 Entity identification number
Industri utama entitas Umum / General Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor D. Consumer Non-Cyclicals Sector
Subsektor D2. Food & Beverage Subsector
Industri D23. Agricultural Products Industry
Subindustri D232. Plantations & Crops Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
Foreign Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Utama / Main
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas grup / Group entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal II / Second Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan June 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya June 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Jutaan / In Million statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Page 5
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 6
[1210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - General Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 June 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
4,560,901 4,296,674
equivalents
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
464,508 622,015
ketiga parties
Piutang usaha pihak Trade receivables
263,550 578,199
berelasi related parties
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak Other receivables third
124,844 121,424
ketiga parties
Persediaan lancar Current inventories
Persediaan lancar 3,102,858 3,268,036 Current inventories
Aset biologis lancar 734,388 769,634 Current biological assets
Biaya dibayar dimuka Current prepaid expenses
113,346 13,242
lancar
Uang muka lancar Current advances
Uang muka lancar Other current
484,621 476,689
lainnya advances
Pajak dibayar dimuka Current prepaid taxes
270,011 240,588
lancar
Aset tidak lancar atau Non-current assets or
kelompok lepasan disposal groups classified
56,377 56,377
diklasifikasikan sebagai as held-for-sale
dimiliki untuk dijual
Jumlah aset lancar 10,175,404 10,442,878 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Piutang dari pihak berelasi Receivables from related
764 1,834
parties
Investasi pada ventura Investments in joint
bersama dan entitas ventures and associates
asosiasi
Investasi pada entitas Investments in
1,363,562 1,366,786
asosiasi associates
Aset keuangan tidak Non-current financial
lancar assets
Aset keuangan tidak Non-current financial
lancar nilai wajar assets fair value
0 0
melalui pendapatan through other
komprehensif lainnya comprehensive income
Aset keuangan tidak Other non-current
1,019,479 962,858
lancar lainnya financial assets
Aset pajak tangguhan 271,373 265,512 Deferred tax assets
Aset tetap Property, plant, and
19,014,148 19,211,553
equipment
Aset hak guna 195,223 223,965 Right of use assets
Beban tangguhan Deferred charges
Beban tangguhan Other deferred charges
43,507 43,327
lainnya
Klaim atas pengembalian Non-current claims for tax
Page 7
pajak tidak lancar 35,754 40,847 refund
Goodwill 2,216,138 2,216,138 Goodwill
Aset tidak lancar Other non-current
1,363,510 1,337,383
non-keuangan lainnya non-financial assets
Jumlah aset tidak lancar 25,523,458 25,670,203 Total non-current assets
Jumlah aset 35,698,862 36,113,081 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang bank jangka Short term bank loans
5,714,000 5,870,000
pendek
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
948,904 995,982
ketiga third parties
Utang usaha pihak Trade payables
68,935 85,568
berelasi related parties
Utang lainnya Other payables
Utang lainnya pihak Other payables
268,375 275,296
ketiga third parties
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
pendek
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
181,036 189,926
pendek pihak third parties
ketiga
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
22,525 8,283
pendek pihak related parties
berelasi
Utang dividen 378,881 0 Dividends payable
Beban akrual jangka Current accrued
483,190 547,285
pendek expenses
Liabilitas imbalan Short-term
pasca kerja jangka 420,575 310,294 post-employment
pendek benefit obligations
Utang pajak 160,376 307,199 Taxes payable
Liabilitas jangka Current maturities of
panjang yang jatuh long-term liabilities
tempo dalam satu
tahun
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of bank loans
tempo dalam satu 554,866 824,240
tahun atas utang
bank
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of finance lease
tempo dalam satu 37,168 46,772 liabilities
tahun atas liabilitas
sewa pembiayaan
Jumlah liabilitas Total current
9,238,831 9,460,845
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Liabilitas pajak Deferred tax liabilities
465,188 492,895
tangguhan
Utang pihak berelasi Non-current due to
703,390 701,467
jangka panjang related parties
Page 8
Utang pemegang 611,889 760,029 Non-current due to
saham jangka panjang stockholders
Liabilitas jangka Long-term liabilities
panjang setelah net of current
dikurangi bagian maturities
yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas jangka Long-term bank
panjang atas utang 2,047,924 1,837,525 loans
bank
Liabilitas jangka Long-term finance
panjang atas lease liabilities
104,772 123,039
liabilitas sewa
pembiayaan
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 1,578,225 1,529,961 post-employment
panjang benefit obligations
Liabilitas Other non-current
non-keuangan jangka 37,603 40,038 non-financial liabilities
panjang
Jumlah liabilitas Total non-current
5,548,991 5,484,954
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 14,787,822 14,945,799 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 3,163,262 3,163,262 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
2,495,125 2,495,125
disetor capital
Saham treasuri ( 261,161 ) ( 261,161 ) Treasury stocks
Cadangan selisih kurs Reserve of exchange
penjabaran 2,355 2,340 differences on
translation
Komponen ekuitas Other components of
( 188,026 ) ( 188,026 )
lainnya equity
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan 50,240 45,240 retained earnings
penggunaannya
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 11,464,107 11,575,536 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
16,725,902 16,832,316
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Kepentingan Non-controlling interests
4,185,138 4,334,966
non-pengendali
Jumlah ekuitas 20,911,040 21,167,282 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
35,698,862 36,113,081
ekuitas
Page 9
[1311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - General Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
7,608,325 8,072,854
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 6,337,351 ) ( 5,872,493 )
pendapatan
Jumlah laba bruto 1,270,974 2,200,361 Total gross profit
Beban penjualan ( 234,980 ) ( 206,110 ) Selling expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 374,693 ) ( 398,703 )
expenses
Pendapatan keuangan 79,747 41,652 Finance income
Beban bunga dan keuangan ( 319,728 ) ( 305,098 ) Interest and finance costs
Bagian atas laba (rugi) entitas Share of profit (loss) of
asosiasi yang dicatat dengan ( 3,480 ) 549 associates accounted for using
menggunakan metode ekuitas equity method
Pendapatan lainnya 57,967 107,731 Other income
Beban lainnya ( 126,645 ) ( 267,594 ) Other expenses
Keuntungan (kerugian) lainnya ( 44,602 ) ( 107,754 ) Other gains (losses)
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
304,560 1,065,034
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 178,497 ) ( 422,655 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
126,063 642,379
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) 126,063 642,379 Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, setelah pajak after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang tidak akan income that will not be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya atas pengukuran income for
kembali kewajiban ( 3,703 ) ( 626 ) remeasurement of defined
manfaat pasti, setelah benefit obligation, after
pajak tax
Penyesuaian lainnya atas Other adjustments to
pendapatan komprehensif other comprehensive
lainnya yang tidak akan 256 0 income that will not be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang tidak akan ( 3,447 ) ( 626 ) that will not be
direklasifikasi ke laba reclassified to profit or
rugi, setelah pajak loss, after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang akan income that may be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Keuntungan (kerugian) Gains (losses) on
selisih kurs penjabaran, 24 18 exchange differences on
setelah pajak translation, after tax
Jumlah pendapatan Total other
Page 10
komprehensif lainnya comprehensive income
yang akan 24 18 that may be reclassified
direklasifikasi ke laba to profit or loss, after
rugi, setelah pajak tax
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, ( 3,423 ) ( 608 ) income, after tax
setelah pajak
Jumlah laba rugi Total comprehensive income
122,640 641,771
komprehensif
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
128,364 441,001
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan ke kepentingan ( 2,301 ) 201,378 non-controlling interests
non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas 126,106 439,916 attributable to parent entity
induk
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke ( 3,466 ) 201,855 attributable to non-controlling
kepentingan non-pengendali interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang 8.280848521834606 28.449272996927355 share from continuing
dilanjutkan operations
Page 11
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Current Year
30 June 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan perubahan nilai
Cadangan keuntungan Cadangan pengukuran Selisih Transaksi Perubahan Selisih transaksi ekuitas Ekuitas yang dapat
Penjabaran laporan Cadangan selisih kurs wajar aset keuangan nilai Cadangan pembayaran Cadangan lindung nilai Kepentingan ekuitas Transaksi dengan pihak Komponen transaksi Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Kepentingan
Saham biasa Saham preferen Tambahan modal disetor Saham treasuri Uang muka setoran modal Opsi saham Cadangan revaluasi (kerugian) investasi pada kembali program imbalan Cadangan lainnya Ekuitas Entitas dengan pihak diatribusikan kepada entitas Proforma ekuitas Ekuitas
keuangan penjabaran wajar melalui pendapatan berbasis saham arus kas lainnya non-pengendali lainnya ekuitas lainnya ditentukan penggunaannya ditentukan penggunaannya non-pengendali
instrumen ekuitas pasti Anak/Asosiasi non-pengendali induk
komprehensif lainnya
Reserve for changes in fair
Reserve of gains (losses) Difference in value of equity
Reserve of exchange value of fair value through Reserve of share-based Reserve of remeasurements Difference Due to Changes of Other transactions with Other components of equity Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to parent
Common stocks Preferred stocks Additional paid-in capital Treasury stocks Advances in capital stock Stock options Translation adjustment Revaluation reserves from investments in equity Reserve of cash flow hedges Other reserves Other equity interests transactions with Proforma equity Non-controlling interests Equity
differences on translation other comprehensive income payments of defined benefit plans Equity in Subsidiary/Associates non-controlling interests transactions earnings earnings entity
instruments non-controlling interests
financial assets
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 3,163,262 2,495,125 ( 261,161 ) 2,340 ( 188,026 ) 45,240 11,575,536 16,832,316 4,334,966 21,167,282 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 3,163,262 0 2,495,125 ( 261,161 ) 0 0 0 0 2,340 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 ( 188,026 ) 45,240 11,575,536 16,832,316 0 4,334,966 21,167,282 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 5,000 123,364 128,364 ( 2,301 ) 126,063 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 15 0 ( 2,273 ) ( 2,258 ) ( 1,165 ) ( 3,423 ) Other comprehensive income
Penjabaran laporan keuangan 0 Translation adjustment
Distribusi dividen kas ( 232,520 ) ( 232,520 ) ( 146,362 ) ( 378,882 ) Distributions of cash dividends
Perubahan kepentingan non-pengendali atas akuisisi entitas anak 0 0 0 0 Changes in non-controlling interests due to acquisition of subsidiaries
Posisi ekuitas, akhir periode 3,163,262 0 2,495,125 ( 261,161 ) 0 0 0 0 2,355 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 ( 188,026 ) 50,240 11,464,107 16,725,902 0 4,185,138 20,911,040 Equity position, end of the period
Page 12
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Prior Year
30 June 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan perubahan nilai
Cadangan keuntungan Cadangan pengukuran Selisih Transaksi Perubahan Selisih transaksi ekuitas Ekuitas yang dapat
Penjabaran laporan Cadangan selisih kurs wajar aset keuangan nilai Cadangan pembayaran Cadangan lindung nilai Kepentingan ekuitas Transaksi dengan pihak Komponen transaksi Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Kepentingan
Saham biasa Saham preferen Tambahan modal disetor Saham treasuri Uang muka setoran modal Opsi saham Cadangan revaluasi (kerugian) investasi pada kembali program imbalan Cadangan lainnya Ekuitas Entitas dengan pihak diatribusikan kepada entitas Proforma ekuitas Ekuitas
keuangan penjabaran wajar melalui pendapatan berbasis saham arus kas lainnya non-pengendali lainnya ekuitas lainnya ditentukan penggunaannya ditentukan penggunaannya non-pengendali
instrumen ekuitas pasti Anak/Asosiasi non-pengendali induk
komprehensif lainnya
Reserve for changes in fair
Reserve of gains (losses) Difference in value of equity
Reserve of exchange value of fair value through Reserve of share-based Reserve of remeasurements Difference Due to Changes of Other transactions with Other components of equity Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to parent
Common stocks Preferred stocks Additional paid-in capital Treasury stocks Advances in capital stock Stock options Translation adjustment Revaluation reserves from investments in equity Reserve of cash flow hedges Other reserves Other equity interests transactions with Proforma equity Non-controlling interests Equity
differences on translation other comprehensive income payments of defined benefit plans Equity in Subsidiary/Associates non-controlling interests transactions earnings earnings entity
instruments non-controlling interests
financial assets
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 3,163,262 2,495,125 ( 261,161 ) 2,361 ( 188,026 ) 40,240 10,470,666 15,722,467 4,129,691 19,852,158 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 3,163,262 0 2,495,125 ( 261,161 ) 0 0 0 0 2,361 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 ( 188,026 ) 40,240 10,470,666 15,722,467 0 4,129,691 19,852,158 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 0 441,001 441,001 201,378 642,379 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 12 ( 1,097 ) ( 1,085 ) 477 ( 608 ) Other comprehensive income
Penjabaran laporan keuangan 0 0 Translation adjustment
Distribusi dividen kas (0) (0) (0) Distributions of cash dividends
Setoran modal dari kepentingan non-pengendali 0 0 0 0 Stock subscription from non-controlling interests
Perubahan kepentingan non-pengendali atas akuisisi entitas anak 0 0 0 0 Changes in non-controlling interests due to acquisition of subsidiaries
Posisi ekuitas, akhir periode 3,163,262 0 2,495,125 ( 261,161 ) 0 0 0 0 2,373 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 ( 188,026 ) 40,240 10,910,570 16,162,383 0 4,331,546 20,493,929 Equity position, end of the period
Page 13
[1510000] Statement of cash flows, direct method - General Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 June 2023 30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
8,109,149 8,248,241
pelanggan
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 2,379,722 ) ( 3,072,829 ) goods and services
jasa
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 1,488,566 ) ( 1,334,953 )
tunjangan allowances
Pembayaran kas lainnya Other cash payments for
( 2,169,425 ) ( 1,766,906 )
untuk beban operasi operating activities
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
2,071,436 2,073,553
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan bunga dari Interests received from
78,138 41,572
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran bunga dari Interests paid from operating
( 321,376 ) ( 291,671 )
aktivitas operasi activities
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
( 393,205 ) ( 532,952 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 13,362 ) 15,909 from operating activities
operasi
Arus kas sebelum Net cash flows received
perubahan dalam aset dan from (used in) operating
liabilitas yang diperoleh 1,421,631 1,306,411 activities before changes in
dari (digunakan untuk) assets and liabilities
aktivitas operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
1,421,631 1,306,411
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran biaya Payments for deferred
( 1,090 ) ( 18,250 )
ditangguhkan charges
Pembayaran uang muka Payments for advances for
pembelian aset tetap ( 5,724 ) ( 10,013 ) purchase of property, plant
and equipment
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal of
6,398 4,792
aset tetap property, plant and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 420,078 ) ( 429,763 )
aset tetap property, plant and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 198,473 ) ( 124,719 )
aset non-keuangan lainnya other non-financial assets
Pembayaran untuk perolehan Payments to acquire financial
( 82,678 ) ( 11,216 )
aset keuangan assets
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
kepemilikan pada entitas (0) ( 43,196 ) interests in associates
Page 14
asosiasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 701,645 ) ( 632,365 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan pinjaman bank 1,794,000 1,385,000 Proceeds from bank loans
Pembayaran pinjaman bank ( 2,010,652 ) ( 1,563,664 ) Payments of bank loans
Pembayaran liabilitas sewa Payments of finance lease
( 32,713 ) ( 32,727 )
pembiayaan liabilities
Penerimaan utang pemegang Proceeds from due to
0 0
saham stockholders
Pembayaran utang Payments of due to
( 148,000 ) ( 101,000 )
pemegang saham stockholders
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 397,365 ) ( 312,391 )
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
322,621 361,655
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
4,296,674 3,726,293
awal periode flows, beginning of the period
Efek perubahan nilai kurs pada Effect of exchange rate changes
( 58,394 ) 34,234
kas dan setara kas on cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
4,560,901 4,122,182
akhir periode cash flows, end of the period
Page 15
[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 June 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian interim telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian Indonesia (?SAK?), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan statements
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) dan Peraturan-Peraturan serta
Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa
Keuangan (?OJK?). Laporan keuangan konsolidasian interim disusun berdasarkan konsep akrual,
kecuali laporan arus kas konsolidasian interim, dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali
seperti yang disebutkan dalam Catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim yang relevan.
Laporan arus kas konsolidasian interim yang disajikan dengan menggunakan metode langsung,
menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan. Kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Grup adalah selaras bagi
periode yang dicakup oleh laporan keuangan konsolidasian interim. Grup telah menyusun laporan
keuangan konsolidasian interim dengan dasar bahwa Grup akan terus beroperasi secara
berkesinambungan. / The interim consolidated financial statements have been prepared in accordance
with Indonesian Financial Accounting Standards (?SAK?), which comprise the Statements and
Interpretations issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian Institute of
Accountants (Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia or DSAK IAI) and the
Regulations and Guidelines on Financial Statement Presentation and Disclosures issued by Financial
Services Authority (Otoritas Jasa Keuangan or ?OJK?). The interim consolidated financial statements
have been prepared on the accrual basis, except for the interim consolidated statement of cash flows,
using the historical cost concept of accounting, except as disclosed in the relevant Notes to the interim
consolidated financial statements herein. The interim consolidated statement of cash flows, which have
been prepared using the direct method, present receipts and disbursements of cash and cash
equivalents classified into operating, investing and financing activities. The accounting policies adopted
by the Group are consistently applied for the periods covered by the interim consolidated financial
statements. The Group has prepared the interim consolidated financial statements on the basis that it
will continue to operate as a going concern.
Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian interim meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas Principles of consolidation
anak. Kendali diperoleh bila Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut
melalui kekuasaannya atas investee. Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika dan
hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini: i) Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat
ini yang memberi investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari investee, ii)
Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan iii) Kemampuan
untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil. Bila Grup
tidak memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu investee, Grup
mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam mengevaluasi apakah mereka
memiliki kekuasaan atas investee, termasuk: i) Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara
lainnya dari investee, ii) Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan iii) Hak suara dan hak
suara potensial yang dimiliki Grup. Grup menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila
fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen
Page 16
dari pengendalian. Konsolidasi atas entitas-entitas anak dimulai sejak Grup memeroleh pengendalian
atas entitas anak dan berhenti pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset,
liabilitas, penghasilan dan beban dari entitas anak yang diakuisisi pada tahun tertentu disertakan
dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal Grup memeroleh kendali sampai tanggal Grup
tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut. Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan
komprehensif lain diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan nonpengendali
(?KNP?), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP menjadi defisit. Bila dipandang perlu,
penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan
akuntansi Grup. Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban dan arus kas atas
transaksi antar anggota Grup dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi. Perubahan dalam bagian
kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian, dicatat
sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Grup
menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas, KNP dan komponen lain dari ekuitas
terkait, dan selisihnya diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar. /
The interim consolidated financial statements comprise the financial statements of the Company and its
subsidiaries. Control is achieved when the Group is exposed, or has rights, to variable returns from its
involvement with the investee and has the ability to affect those returns through its power over the
investee. Thus, the Group controls an investee if and only if the Group has all of the following: i) Power
over the investee, that is existing rights that give the Group current ability to direct the relevant activities
of the investee, ii) Exposure, or rights, to variable returns from its involvement with the investee, and iii)
The ability to use its power over the investee to affect its returns. When the Group has less than a
majority of the voting or similar rights of an investee, the Group considers all relevant facts and
circumstances in assessing whether it has power over an investee, including: i) The contractual
arrangement with the other vote holders of the investee, ii) Rights arising from other contractual
arrangements, and iii) The Group's voting rights and potential voting rights. The Group re-assesses
whether or not it controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one
or more of the three elements of control. Consolidation of a subsidiary begins when the Group obtains
control over the subsidiary and ceases when the Group loses control of the subsidiary. Assets,
liabilities, income and expenses of a subsidiary acquired during the year are included in the
consolidated financial statements from the date the Group gains control until the date the Group
ceases to control the subsidiary. Profit or loss and each component of other comprehensive income are
attributed to the equity holders of the parent of the Group and to the non-controlling interests (?NCI?),
even if this results in the NCI having a deficit balance. When necessary, adjustments are made to the
financial statements of subsidiaries to bring their accounting policies into line with the Group?s
accounting policies. All intra-group assets and liabilities, equity, income, expenses and cash flows
relation to transactions between members of the Group are eliminated in full on consolidation. A
change in the parent?s ownership interest in a subsidiary, without a loss of control, is accounted for as
an equity transaction. If the Group loses control over a subsidiary, it derecognizes the related assets
(including goodwill), liabilities, NCI and other component of equity, while the difference is recognized in
the profit or loss. Any investment retained is recognized at fair value.
Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri atas kas dan bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu 3 bulan Cash and cash equivalents
atau kurang sejak saat penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman, serta tidak
dibatasi penggunaannya./ Cash and cash equivalents comprise cash on hand and in banks and
short-term deposits with an original maturity of 3 months or less at the time of placements and not
pledged as collateral for loans, and not restricted to use.
Page 17
Piutang usaha dan piutang lain-lain Seperti diungkapkan pada bagian instrumen keuangan./ As disclosed in financial instruments section. Trade and other receivables
Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Inventories
Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi neto
persediaan adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan. Biaya yang dikeluarkan
untuk setiap produk agar berada pada lokasi dan kondisi siap untuk dijual dicatat sebagai berikut: i)
Bahan baku, suku cadang dan bahan pembantu: harga pembelian; ii) Barang jadi dan persediaan
dalam proses: biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung dan bagian proporsional dari beban
overhead berdasarkan kapasitas operasi normal namun tidak termasuk biaya pinjaman. Grup
menetapkan penyisihan untuk nilai realisasi neto persediaan berdasarkan hasil penelaahan berkala
atas kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan. / Inventories are valued at the lower of cost or net
realizable value. Cost is calculated using weighted-average method. Net realizable value is the
estimated selling price in the ordinary course of business, less estimated costs of completion and the
estimated costs necessary to make the sale. Costs incurred in bringing each product to its present
location and condition are accounted for as follow: i) Raw materials, spare parts and factory supplies:
purchase cost; ii) Finished goods and work in-process: cost of direct materials and labor and a
proportion of manufacturing overheads based on normal operating capacity but excluding borrowing
costs. The Group provides allowance for net realizable value of inventories based on periodic reviews
of the physical conditions and net realizable values of the inventories.
Tanaman produktif Tanaman produktif adalah tanaman hidup yang digunakan dalam produksi atau penyediaan produk Bearer plants
agrikultur; diharapkan untuk menghasilkan produk untuk jangka waktu lebih dari satu periode; dan
sangat jarang dijual sebagai produk agrikultur, kecuali untuk penjualan sisa hanya sesekali. Tanaman
produktif belum menghasilkan dinyatakan sebesar biaya perolehan yang meliputi akumulasi biaya
persiapan lahan, penanaman bibit, pemupukan, pemeliharaan dan alokasi biaya tidak langsung lainnya
sampai dengan saat tanaman yang bersangkutan dinyatakan menghasilkan dan dapat dipanen.
Biaya-biaya tersebut juga termasuk kapitalisasi biaya pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi
sehubungan dengan pendanaan pengembangan tanaman produktif belum menghasilkan. Kapitalisasi
beban pinjaman tersebut berakhir ketika pohon-pohon telah menghasilkan dan siap untuk dipanen.
Tanaman produktif belum menghasilkan tidak diamortisasi. Tanaman produktif belum menghasilkan
direklasifikasi menjadi tanaman produktif menghasilkan pada saat tanaman dinyatakan menghasilkan
dan dapat dipanen. Secara umum, tanaman produktif kelapa sawit memerlukan waktu sekitar 3 sampai
dengan 4 tahun sejak penanaman bibit di area perkebunan untuk menjadi tanaman menghasilkan,
sedangkan tanaman karet memerlukan waktu sekitar 5 sampai dengan 6 tahun untuk dapat
menghasilkan. Tanaman produktif tebu memerlukan waktu sekitar satu tahun untuk dapat
meghasilkan, dan dapat dipanen sekitar tiga kali lagi setelah panen awal. Tanaman produktif
menghasilkan dicatat sebesar biaya perolehan, dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama
taksiran masa manfaat ekonomis dari tanaman produktif utama berikut ini: ? Kelapa sawit 25 tahun. ?
Karet 25 tahun. ? Tebu 4 tahun. Jumlah tercatat tanaman produktif direviu atas penurunan nilai jika
terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat mungkin
tidak dapat seluruhnya terealisasi. Jumlah tercatat komponen dari suatu tanaman produktif dihentikan
pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat sudah tidak ada lagi manfaat ekonomi masa depan
yang diharapkan dari penggunaan maupun pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
Page 18
penghentian pengakuan tersebut (ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto dan
jumlah tercatatnya) dimasukkan ke dalam laba rugi pada tahun penghentian pengakuan tersebut
dilakukan. Umur manfaat aset dan metode penyusutan dievaluasi setiap akhir tahun pelaporan dan
disesuaikan secara prospektif jika dipandang perlu. Beban pemeliharaan tanaman produktif
dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Beban pemugaran dan penambahan dalam jumlah
besar dikapitalisasi kepada jumlah tercatat aset terkait bila besar kemungkinan bagi Kelompok Usaha
manfaat ekonomi masa depan menjadi lebih besar dari standar kinerja awal yang ditetapkan
sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa manfaat aset terkait. / Bearer plants are living plants
used in the production or supply of agricultural produce; are expected to bear produce for more than
one period; and have a remote likelihood of being sold as agricultural produce, except for incidental
scrap sales. Immature bearer plants are recognized at cost, which consist mainly of the accumulated
cost of land clearing, planting, fertilizing and up-keeping/maintaining the plantations and allocations of
indirect overhead costs up to the time the trees become commercially productive and available for
harvest. Costs also include capitalized borrowing costs and other charges incurred in connection with
the financing of the development of immature bearer plants. Such capitalization of borrowing costs
ceases when the trees become commercially productive and available for harvest. Immature bearer
plants are not amortized. Immature bearer plants are reclassified to mature bearer plants when they
are commercially productive and available for harvest. In general, an oil palm bearer plant takes about
3 to 4 years to reach maturity from the time of planting the seedlings to the field, while a rubber bearer
plant takes about 5 to 6 years to reach maturity. A sugar cane bearer plant take about a year to reach
maturity, and can be harvested about three more times after the initial harvest. Mature bearer plants
are stated at cost, and are amortized using the straight-line method over their estimated useful lives of
the primary bearer plants as follows: ? Oil palm 25 years. ? Rubber 25 years. ? Sugar cane 4 years.
The carrying amounts of bearer plants are reviewed for impairment when events or changes in
circumstances indicate that their carrying values may not be fully recoverable. The carrying amount of
an item of bearer plants is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are
expected from its use or disposal. Any gain or loss arising from the derecognition of the asset
(calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset)
is directly included in the profit or loss of year the item is derecognized. The asset useful lives and
depreciation method are reviewed at the end of each reporting year and adjusted prospectively if
necessary. Upkeep and maintenance costs of bearer plants are taken to the profit or loss when they
are incurred. The cost of major renovation and restoration is included in the carrying amount of the
related asset when it is probable that future economic benefits in excess of the originally assessed
standard of performance of the existing asset will flow to the Group and is depreciated over the
remaining useful life of the related asset.
Aset tetap Aset tetap lainnya pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan Fixed assets
biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi
yang diinginkan agar aset siap digunakan. Grup juga mengakui sebagai bagian dari biaya perolehan
aset tetap nilai kini estimasi awal atas biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap atas fasilitas
penyulingan dan fraksinasi MKS dan fasilitas produksi margarin tertentu yang dimiliki Grup yang
berada di lokasi yang disewa serta biaya pemulihan lokasi tersebut, dan biaya untuk mengganti
komponen dari aset tetap pada saat penggantian, jika kriteria-kriteria pengakuan terpenuhi. Setelah
pengakuan awal, aset ini dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
kerugian penurunan nilai. Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan
sesuai maksud penggunaannya oleh Grup dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis sebagai berikut: ? Bangunan dan prasarana 10 - 25
tahun, ? Mesin dan peralatan pabrik 4 - 20 tahun, ? Kapal 30 tahun, ? Alat berat dan kendaraan 5 - 10
Page 19
tahun, ? Perabot dan peralatan kantor 4 - 10 tahun. Jumlah tercatat aset ini direviu atas penurunan nilai jika terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat mungkin tidak dapat seluruhnya terealisasi. Jumlah tercatat komponen dari suatu aset dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat sudah tidak ada lagi manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan maupun pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto dan jumlah tercatatnya) dimasukkan ke dalam laba rugi pada tahun penghentian pengakuan tersebut dilakukan. Nilai residu aset, umur manfaat dan metode penyusutan dievaluasi setiap akhir tahun pelaporan dan disesuaikan secara prospektif jika dipandang perlu. Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun ?Aset Tetap? yang bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset tetap dalam penyelesaian tidak disusutkan sampai memenuhi syarat pengakuan sebagai aset tetap seperti diungkapkan di atas. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Beban pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada jumlah tercatat aset terkait bila besar kemungkinan bagi Grup manfaat ekonomi masa depan menjadi lebih besar dari standar kinerja awal yang ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa manfaat aset terkait. Tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (?HGU?), Hak Guna Bangunan (?HGB?) dan Hak Pakai (?HP?) ketika tanah diperoleh pertama kali dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat masa berlakunya selesai. Biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU, HGB dan HP ditangguhkan dan diamortisasi yang lebih pendek antara umur hukum hak atas tanah dan umur ekonomi tanah, dan disajikan sebagai bagian dari akun ?Aset Tidak Lancar Lainnya? pada laporan posisi keuangan konsolidasian interim./ All other fixed assets are initially recognized at cost, which comprises its purchase price and any costs directly attributable in bringing the asset to its working condition and to the location where it is intended to be used. Such cost also includes initial estimation at present value of the costs of dismantling and removing items of fixed asset in certain CPO refinery and fractionation plants and margarine plants of the Group located in rented sites, costs of restoring the said rented sites, as well as costs of replacing part of such fixed assets when that cost is incurred, if the recognition criteria are met. Subsequent to initial recognition, these assets are carried at cost less any subsequent accumulated depreciation and impairment losses. Depreciation of an asset is commenced when the asset is available for use in the manner intended by the Group and is computed using the straight-line method based on the estimated useful lives of the assets as follow: ? Building and improvements 10 - 25 years, ? Machinery and plant equipment 4 - 20 years, ? Vessels 30 years, ? Heavy equipment and vehicles 5 - 10 years, ? Office furniture and fixtures 4 - 10 years. The carrying amounts of these assets are reviewed for impairment when events or changes in circumstances indicate that their carrying values may not be fully recoverable. The carrying amount of an item of these assets is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising from the derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is directly included in the profit or loss of year the item is derecognized. The asset residual values, useful lives and depreciation method are reviewed at the end of each reporting year and adjusted prospectively if necessary. Constructions in-progress are stated at cost, including capitalized borrowing costs and other charges incurred in connection with the financing of the said asset constructions. The accumulated costs will be reclassified to the appropriate ?Fixed Assets? account when the construction is completed. Assets
Page 20
under construction are not depreciated until they fulfill criteria for recognition as fixed assets as
disclosed above. Repairs and maintenance expenses are taken to the profit or loss when they are
incurred. The cost of major renovation and restoration is included in the carrying amount of the related
asset when it is probable that future economic benefits in excess of the originally assessed standard of
performance of the existing asset will flow to the Group and is depreciated over the remaining useful
life of the related asset. Land including legal cost of land rights in the form of Right to Cultivate (?Hak
Guna Usaha? or ?HGU?), Right to Build (?Hak Guna Bangunan? or ?HGB?) and Right to Use (?Hak
Pakai? or ?HP?) when the land rights were acquired initially are stated at cost and not amortized as the
management is of the opinion that it is probable the titles of land rights can be renewed/extended upon
expiration. The extension or the legal renewal costs of land rights in the form of HGU, HGB and HP are
deferred and amortized over the shorter between the land rights' legal life and the economic life of the
land, and presented as part of ?Other Non-current Assets? account in the interim consolidated
statement of financial position.
Aset biologis Aset biologis Grup terdiri atas HTI, dan produk agrikultur utama dari tanaman produktif, yaitu TBS, Biological assets
benih kelapa sawit, karet dan tebu. Aset biologis dinyatakan sebesar nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual. Keuntungan atau kerugian yang timbul pada pengakuan awal produk agrikultur pada nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual dan dari perubahan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dari
aset biologis pada setiap tanggal pelaporan dimasukkan dalam laba rugi pada tahun terjadinya. Karena
harga pasar tidak tersedia untuk HTI, benih kelapa sawit dan tebu belum siap panen, nilai wajarnya
diestimasi menggunakan pendekatan pendapatan (income approach) berdasarkan nilai kini dari arus
kas masa depan neto yang diharapkan, didiskontokan dengan tingkat diskonto sebelum pajak
berdasarkan kondisi kini pasar. Nilai wajar dari produk agrikultur, termasuk produk yang tumbuh dan
sudah dipanen dari tanaman produktif kelapa sawit dan karet ditentukan pada Level 2 dengan
menerapkan estimasi volume produksi terhadap harga pasar yang berlaku pada tanggal pelaporan.
Biaya untuk menjual adalah biaya inkremental yang diatribusikan secara langsung untuk pelepasan
aset, tidak termasuk beban pembiayaan dan pajak penghasilan. / The Group?s biological assets
comprise timber plantations, and primary agricultural produce of the bearer plants, namely FFB, oil
palm seeds, rubber and sugar cane. Biological assets are stated at fair value less costs to sell. Gains
or losses arising on initial recognition of agricultural produce at fair value less costs to sell and from the
change in fair value less costs to sell of the biological assets at each reporting date are included in the
profit or loss for the year in which they arise. As the market determined prices are not readily available
for timber plantations, oil palm seeds and sugar cane not yet available for harvest, their fair values are
estimated using income approach based on the present values of the expected net future cash flows,
discounted at a current market determined pre-tax discount rate. The fair value of the agricultural
produce, including growing produce and harvested produce, of oil palm bearer plants and rubber
bearer plants is determined at Level 2 by applying the estimated volume of the produce to the market
price applicable at the reporting date. Costs to sell are the incremental costs directly attributable to the
disposal of an asset, excluding finance costs and income taxes.
Perkebunan plasma Entitas-entitas anak tertentu dalam Grup (secara bersama-sama disebut sebagai ?Perusahaan Inti?), Plasma plantations
memiliki komitmen dengan beberapa Koperasi Unit Desa (?KUD?) yang mewadahi petani plasma
untuk mengembangkan perkebunan plasma sebagaimana diwajibkan oleh pemerintah Indonesia.
Perusahaan Inti akan memberikan bimbingan dan berbagi pengetahuan dalam mengembangkan
perkebunan plasma kelapa sawit hingga tahap produktif. Pembiayaan atas pengembangan
perkebunan plasma ini diperoleh melalui pinjaman dari bank, sedangkan Perusahaan Inti memberikan
tambahan pinjaman sementara untuk membantu para petani plasma membayar pokok pinjaman
beserta bunga sementara perkebunan plasma belum mencapai tahap produktif. Perusahaan Inti
memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee) untuk fasilitas pinjaman terkait yang diperoleh
Page 21
dari bank. Piutang plasma yang disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian terdiri atas
akumulasi biaya-biaya pengembangan yang terjadi dan pembiayaan yang diperoleh dari Perusahaan
Inti kepada KUD atau petani plasma dikurangi dana yang diterima dari bank atas nama KUD atau
petani plasma dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Piutang plasma juga termasuk pinjaman
talangan kredit untuk menutup bunga dan cicilan pinjaman, pinjaman pupuk serta sarana produksi
pertanian lainnya kepada petani. Piutang plasma diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada biaya
perolehan diamortisasi sesuai dengan PSAK 71. Kebijakan akuntansi lebih lanjut atas piutang plasma
diungkapkan pada bagian ?Instrumen Keuangan? dari Catatan ini. / Certain subsidiaries within the
Group (collectively referred to as the ?Nucleus Companies?), have commitments with several rural
cooperatives (?KUD? or Koperasi Unit Desa) representing plasma farmers to develop plantations as
required by the Indonesian government. The Nucleus Companies is to provide guidance and sharing of
knowledge in developing the oil palm plasma plantations up to the productive stage. The financing of
these plasma plantations are mainly provided by the banks while the Nucleus Companies provide
additional temporary loans to help the plasma farmers repay the principal and interest while the plasma
plantations are not yet at productive stage. The Nucleus Companies provide corporate guarantees to
the related credit facilities provided by the banks. The plasma receivables presented in the interim
consolidated statement of financial position consist of accumulated development costs incurred and the
funding provided by the Nucleus Companies to the KUD or plasma farmers less the funds received
from banks on behalf of the KUD or plasma farmers and accumulated impairment losses. Plasma
receivables also include advances to plasma farmers for topping up the loan interest and installment
payments to banks, and advances for fertilizers and other agricultural supplies. Plasma receivables are
classified as financial assets at amortized cost under PSAK 71. Further accounting policies on plasma
receivables are disclosed in ?Financial Instruments? section of this Note.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami Impairment of non-financial assets
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset (yaitu
aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas, aset takberwujud yang belum dapat digunakan,
atau goodwill yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis) diperlukan, maka Grup membuat estimasi
formal jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual
adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau UPK dikurangi biaya untuk menjual dengan
nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar
independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset atau UPK lebih besar daripada
jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan nilai
tercatat aset diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkannya. Grup mendasarkan perhitungan
penurunan nilai pada rincian perhitungan anggaran atau prakiraan yang disusun secara terpisah untuk
masing-masing UPK Grup atas aset individual yang dialokasikan. Perhitungan anggaran dan prakiraan
ini secara umum mencakup periode selama lima atau sepuluh tahun sesuai dengan stabilitas arus kas
perkebunan terkait. Setelah periode yang dianggarkan proyeksi arus kas diestimasi dengan melakukan
ekstrapolasi proyeksi yang dianggarkan dengan menggunakan tingkat pertumbuhan jangka panjang
yang tetap. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai
kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini
dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi
tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset.
Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar yang tersedia.
Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui pada laba rugi sesuai
dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya. Untuk aset
selain goodwill, penilaian dilakukan pada akhir setiap tanggal pelaporan apakah terdapat indikasi
Page 22
bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset atau UPK tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada peride/tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui pada laba rugi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya. Goodwill diuji untuk penurunan nilai setiap tahun (pada tanggal 31 Oktober) dan ketika terdapat indikasi bahwa nilai tercatatnya mungkin mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai bagi goodwill ditetapkan dengan menentukan jumlah tercatat tiap UPK (atau kelompok UPK) terkait dari goodwill tersebut. Jika jumlah terpulihkan UPK kurang dari jumlah tercatatnya, rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai terkait goodwill tidak dapat dibalik pada tahun berikutnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai pada aset tetap dan aset non-keuangan tidak lancar lainnya yang disajikan dalam laporan posisi keuangan interim pada tanggal 30 Juni 2023. / The Group assesses at the end of each reporting year whether there is an indication that an asset may be impaired. If any such indication exists or when annual impairment testing for an asset (i.e. an intangible asset with an indefinite useful life, an intangible asset not yet available for use, or goodwill acquired in a business combination) is required, the Group makes an estimate of the asset?s recoverable amount. An asset?s recoverable amount is the higher of an asset?s or CGU?s fair value less costs to sell and its value in use, and is determined for an individual asset, unless the asset does not generate cash inflows that are largely independent of those from other assets or groups of assets. Where the carrying amount of an asset or CGU exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written down to its recoverable amount. The Group bases its impairment calculation on detailed budgets and forecast calculations which are prepared separately for each of the Group?s CGUs to which the individual assets are allocated. These budgets and forecast calculations are generally covering a period of five or ten years in accordance with the stability of each estate?s cash flows. Beyond the forecasted period, the estimated cash flows are determined by extrapolating the forecasted cash flows using a steady long term growth rate. In assessing the value in use, the estimated net future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset. In determining fair value less costs to sell, recent market transactions are taken into account, if available. If no such transactions can be identified, an appropriate valuation model is used to determine the fair value of the assets. These calculations are corroborated by valuation multiples or other available fair value indicators. Impairment losses of continuing operations, if any, are recognized in the profit or loss in those expense categories consistent with the functions of the impaired asset. For assets excluding goodwill, an assessment is made at each reporting date as to whether there is any indication that previously recognized impairment losses may no longer exist or may have decreased. If such indication exists, the asset?s or CGU?s recoverable amount is estimated. A previously recognized impairment loss for an asset other than goodwill is reversed only if there has been a change in the assumptions used to determine the asset?s recoverable amount since the last impairment loss was recognized. If that is the case, the carrying amount of the asset is increased to its recoverable amount. The reversal is limited so that the carrying amount of the assets does not exceed its recoverable amount, nor exceed the carrying amount that would have been determined, net of
Page 23
depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior periods/years. Reversal of
an impairment loss is recognized in the profit or loss. After such a reversal, the depreciation charge on
the said asset is adjusted in future periods to allocate the asset?s revised carrying amount, less any
residual value, on a systematic basis over its remaining useful life. Goodwill is tested for impairment
annually (as at October 31) and when circumstances indicate that the carrying value may be impaired.
Impairment is determined for goodwill by assessing the recoverable amount of each CGU (or group of
CGUs) to which the goodwill relates. Where the recoverable amount of the CGU is less than their
carrying amount, an impairment loss is recognized. Impairment losses relating to goodwill cannot be
reversed in future years. Management believes that there is no indication of impairment in values for
fixed assets and other non-current non-financial assets presented in the interim consolidated statement
of financial position as of June 30, 2023.
Beban tangguhan Biaya-biaya tertentu, yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun, sehubungan dengan biaya Deferred charges
perolehan sistem perangkat lunak, dan beban perolehan hak atas tanah yang ditangguhkan dan tidak
memenuhi syarat untuk dicatat sebagai aset tetap seperti diungkapkan pada Catatan 2p, ditangguhkan
dan diamortisasi selama masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus. Beban-beban ini
disajikan sebagai bagian dari akun ?Aset Tidak Lancar Lainnya? pada laporan posisi keuangan
konsolidasian interim. / Certain expenditures, which benefits extend over a period of more than one
year, relating to systems software cost, and deferred land right acquisition costs that do not fulfill the
criteria to be recognized as fixed assets as disclosed in Note 2p, are deferred and amortized over the
periods benefited using the straight-line method. These expenditures are presented as part of ?Other
Non-current Assets? account in the interim consolidated statement of financial position.
Utang usaha dan liabilitas lain-lain Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang diukur Trade payables and other liabilities
pada NWLR, utang dan pinjaman atau derivatif ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai pada lindung
nilai yang efektif. Semua liabilitas keuangan diakui pada nilai wajar saat pengakuan awal dan, bagi
liabilitas keuangan dalam bentuk utang dan pinjaman, dicatat pada nilai wajar ditambah biaya transaksi
yang dapat diatribusikan secara langsung. Grup menetapkan liabilitas keuangannya sebagai utang dan
pinjaman, seperti utang usaha dan lain-lain, biaya masih harus dibayar, utang bank dan utang
pemegang saham dan pihak berelasi lain. Pengukuran selanjutnya dari liabilitas keuangan ditentukan
oleh klasifikasinya sebagai berikut: Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (utang dan
pinjaman). Liabilitas untuk utang usaha dan utang lain-lain jangka pendek, biaya masih harus dibayar
dan liabilitas imbalan kerja jangka pendek dinyatakan sebesar jumlah tercatat (jumlah nosional), yang
kurang lebih sebesar nilai wajarnya. Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat
kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika sebuah
liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas
persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut
secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai
penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih
antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi. / Financial
liabilities are classified, at initial recognition, as financial liabilities at FVTPL, loans and borrowings, or
as derivatives designated as hedging instruments in an effective hedge, as appropriate. All financial
liabilities are recognized initially at fair value and, in the case of loans and borrowings and payables,
net of directly attributable transaction costs. The Group designates its financial liabilities as loans and
borrowings, such as trade and other payables, accrued expense, bank loans and due to shareholders
and other related parties. The subsequent measurement of financial liabilities depends on their
classification as described below: Financial liabilities at amortized cost (loans and borrowings).
Liabilities for current trade and other payable, accrued expenses and short-term employee benefits
liability are stated at carrying amounts (notional amounts), which approximate their fair values. A
Page 24
financial liability is derecognized when the obligation under the contract is discharged or cancelled or
expired. When an existing financial liability is replaced by another from the same lender on
substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an
exchange or modification is treated as derecognition of the original liability and recognition of a new
liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in the profit or loss.
Pengakuan pendapatan dan beban Grup adalah produsen dan penjual minyak dan lemak nabati yang terintegrasi secara vertikal. Revenue and expense recognition
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diakui ketika pengendalian atas barang, terutama minyak
goreng dan margarin bermerek, MKS, inti sawit, minyak inti sawit, gula, karet, dan produk terkait
lainnya dialihkan kepada pelanggan pada suatu jumlah yang mencerminkan imbalan yang diharapkan
Grup sebagai imbalan atas barang tersebut. Grup secara umum menyimpulkan bahwa mereka adalah
prinsipal dalam pengaturan pendapatannya. Kontrak-kontrak tertentu dengan pelanggan dalam
segmen bisnis mensyaratkan akuntansi imbalan variabel. Grup menawarkan imbalan variabel berupa
hak pengembalian dan penyesuaian harga sehubungan klaim kualitas, perubahan harga komoditas
dan volume penjualan. Dalam menetapkan estimasi terkait, manajemen menggunakan metode nilai
ekspektasian yang dikembangkan berdasarkan pengalaman historis, atau metode jumlah yang paling
mungkin yang dikembangkan berdasarkan pengalaman historis dengan mempertimbangkan juga pola
pembelian saat ini. Manajemen menetapkan metode estimasi untuk memastikan dimasukkannya
imbalan variabel tersebut hanya sedemikian agar tidak terjadi pembalikan yang signifikan atas
pendapatan kumulatif yang diakui ketika ketidakpastian terkait dengan pertimbangan variabel tersebut
diselesaikan kedepannya. Sedangkan pengakuan dilakukan ketika dokumen pendukung telah diterima
dari pelanggan atau saat kemungkinan besar penyesuaian harga akan diberikan. Piutang usaha
merupakan hak Grup atas sejumlah imbalan yang tidak bersyarat (yaitu, hanya berlalunya waktu yang
diperlukan sebelum pembayaran imbalan jatuh tempo). Lihat kebijakan akuntansi aset keuangan di
bagian Instrumen Keuangan mengenai pengakuan awal dan pengukuran selanjutnya. Jika pelanggan
membayar imbalan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan, liabilitas kontrak
diakui pada saat pembayaran dilakukan atau pembayaran jatuh tempo (mana yang lebih awal).
Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan pada saat Grup memenuhi pelaksanaan kontrak.
Penghasilan/Beban Bunga Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, penghasilan atau beban bunga dicatat dengan menggunakan metode SBE, yaitu suku
bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa yang
akan datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode
yang lebih singkat, untuk nilai tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Penghasilan
Sewa Penghasilan sewa diakui dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Beban Beban diakui
pada saat terjadinya (asas akrual)./ Group are vertically-integrated producer and seller of edible oils
and fats. Revenue from contracts with customers is recognized when control of the goods, primarily
branded cooking oil and margarine, CPO, palm kernel, palm kernel oil, sugar, rubber, and other related
products are transferred to the customers at an amount that reflects the consideration to which the
Group expects to be entitled in exchange for those goods or services. The Group has generally
concluded that it is the principal in its revenue arrangements. Certain contracts with customers within
the respective business segments give rise to variable considerations. The Group estimates the
variable considerations such as right of return and price adjustments arising from quality claim,
changes of commodity price and sales volume, using expected value developed based on historical
experience or using most likely amount developed based on historical experience taking into account
also current purchasing patterns. The management established estimation method that ensure
inclusion of these variable consideration only to the extent that it is highly probable that a significant
reversal in the amount of cumulative revenue recognized will not occur when the uncertainty
associated with the variable consideration is subsequently resolved. Meanwhile, the recognition is
Page 25
made when supporting documents have been received from customers or when it is probable price
adjustments will be given. Trade receivables represent the Group?s right to an amount of consideration
that is unconditional (i.e., only the passage of time is required before payment of the consideration is
due). Refer to accounting policies of financial assets in Financial Instruments section regarding initial
recognition and subsequent measurement. If a customer pays consideration before the Group transfers
goods or services to the customer, a contract liability is recognized when the payment is made or the
payment is due (whichever is earlier). Contract liabilities are recognized as revenue when the Group
performs under the contract. Interest Income/Expense For all financial instruments measured at
amortized cost, interest income or expense is recorded using the EIR, which is the rate that exactly
discounts the estimated future cash payments or receipts over the expected life of the financial
instrument or a shorter period, where appropriate, to the net carrying amount of the financial asset or
liability. Lease income Lease income is recognized on a straight-line basis over the lease terms.
Expenses Expenses are recognized when they are incurred (accrual basis).
Transaksi dengan pihak berelasi Grup melakukan transaksi dengan pihak berelasi sesuai dengan definisi yang diuraikan pada PSAK 7. Transactions with related parties
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yang mungkin
tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi. Transaksi
dan saldo yang material dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 32. Kecuali diungkapkan
khusus sebagai pihak berelasi, maka pihak-pihak lain yang disebutkan dalam Catatan atas laporan
keuangan konsolidasian interim merupakan pihak tidak berelasi. / Group have transactions with related
parties as defined in PSAK 7. The transactions are made based on terms agreed by the parties, which
may not be the same as those made with unrelated parties. Significant transactions and balances with
related parties are disclosed in Note 32. Unless specifically identified as related parties, the parties
disclosed in the Notes to the interim consolidated financial statements are unrelated parties.
Pajak penghasilan Pajak Kini Aset dan liabilitas pajak kini untuk periode berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan Income taxes
dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang
digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif telah
berlaku pada tanggal pelaporan di negara tempat Grup beroperasi dan menghasilkan pendapatan
kena pajak. Aset dan liabilitas pajak kini disalinghapuskan jika terdapat hak secara hukum untuk
melakukan saling hapus, atau Grup bermaksud untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas
lancar berdasarkan jumlah neto. Bunga dan denda disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau
beban operasi lain karena tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan. Pajak
Tangguhan Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer
pada tanggal pelaporan antara dasar pengenaan pajak dari aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya
untuk tujuan pelaporan keuangan pada tanggal pelaporan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk
semua perbedaan temporer yang kena pajak, kecuali: i. liabilitas pajak tangguhan yang terjadi dari
pengakuan awal goodwill atau dari aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan transaksi kombinasi
bisnis, dan pada waktu transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi dan laba kena pajak/rugi pajak; ii.
dari perbedaan temporer kena pajak atas investasi pada entitas anak, yang saat pembalikannya dapat
dikendalikan dan besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu tidak akan dibalik dalam waktu
dekat. Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan
akumulasi rugi pajak belum dikompensasi, bila kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia
sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan tersebut, dan rugi pajak belum dikompensasi, dapat
dimanfaatkan, kecuali: i. jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau liabilitas
dalam transaksi yang bukan transaksi kombinasi bisnis dan tidak mempengaruhi laba akuntansi
maupun laba kena pajak/rugi pajak; atau ii. dari perbedaan temporer yang dapat dikurangkan atas
investasi pada entitas anak, aset pajak tangguhan hanya diakui bila besar kemungkinannya bahwa
beda temporer itu tidak akan dibalik dalam waktu dekat dan laba kena pajak dapat dikompensasi
Page 26
dengan beda temporer tersebut. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal
pelaporan dan diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian
atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang tidak diakui ditinjau ulang pada
setiap tanggal pelaporan dan akan diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa
yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur
dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau
liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang berlaku atau yang secara
substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan
disalinghapuskan jika terdapat hak secara hukum untuk melakukan saling hapus antara aset dan
liabilitas pajak tangguhan pada entitas yang sama. / Current Tax Current income tax assets and
liabilities for the current period are measured at the amount expected to be recovered from or paid to
the taxation authority. The tax rates and tax laws used to compute the amount are those that have
been enacted or substantively enacted as at the reporting date in the countries where the Group
operates and generates taxable income. Current tax assets and liabilities are offset when a legally
enforceable right exists to offset, or the Group intends to settle its current assets and liabilities on a net
basis. Interests and penalties are presented as part of other operating income or expenses since they
are not considered as part of the income tax expense. Deferred Tax Deferred tax is provided using the
liability method on temporary differences at the reporting date between the tax bases of assets and
liabilities and their carrying amounts for financial reporting purposes at the reporting date. Deferred tax
liabilities are recognized for all taxable temporary differences, except: i. where the deferred tax liability
arises from the initial recognition of goodwill or of an asset or liability in a transaction that is not a
business combination and, at the time of the transaction, affects neither the accounting profit nor
taxable profit or loss; ii. in respect of taxable temporary differences associated with investments in
subsidiaries, when the timing of the reversal of the temporary differences can be controlled and it is
probable that the temporary differences will not reverse in the foreseeable future. Deferred tax assets
are recognized for all deductible temporary differences and carry forward of unused tax losses, to the
extent that it is probable that taxable profits will be available against which deductible temporary
differences, and the carry forward of unused tax losses can be utilized, except: i. where the deferred
tax asset relating to the deductible temporary difference arises from the initial recognition of an asset or
liability in a transaction that is not a business combination and, at the time of the transaction, affects
neither the accounting profit nor taxable profit or loss; or ii. in respect of deductible temporary
differences associated with investments in subsidiaries, deferred tax assets are recognized only to the
extent that it is probable that the temporary differences will reverse in the foreseeable future and
taxable profit will be available against which the temporary differences can be utilized. The carrying
amount of a deferred tax asset is reviewed at each reporting date and reduced to the extent that it is no
longer probable that sufficient taxable profit will be available to allow all or part of the benefit of that
deferred tax asset to be utilized. Unrecognized deferred tax assets are reassessed at each reporting
date and are recognized to the extent that it has become probable that future taxable profit will allow
the deferred tax assets to be recovered. Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax
rates that are expected to apply to the year when the asset is realized or the liability is settled, based
on tax rates and tax laws that have been enacted or substantively enacted as at the reporting date.
Deferred tax assets and deferred tax liabilities are offset when a legally enforceable right exists to
offset the deferred tax assets and the deferred tax liabilities relate to the same taxable entity.
Pinjaman Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (utang dan pinjaman) Setelah pengakuan awal, Borrowings
utang dan pinjaman jangka panjang yang dikenakan bunga diukur dengan biaya perolehan yang
diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Pada tanggal pelaporan, biaya bunga yang masih
harus dibayar dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian liabilitas jangka
Page 27
pendek. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi ketika liabilitas dihentikan pengakuannya serta
melalui proses amortisasi SBE. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan
setiap diskonto atau premium atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai beban keuangan pada laba rugi. Suatu liabilitas
keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan
atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan
lain dari pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila
persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau
modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan
pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan
tersebut diakui pada laba rugi. / Financial liabilities at amortized cost (loans and borrowings)
Subsequent to initial recognition, long-term interest-bearing loans and borrowings are measured at
amortized acquisition costs using EIR method. At the reporting dates, accrued interest is recorded
separately from the associated borrowings within the current liabilities section. Gains and losses are
recognized in the profit or loss when the liabilities are derecognized as well as through the EIR
amortization process. Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on
acquisition and fee or costs that are an integral part of the EIR. The EIR amortization is included in
finance costs in the profit or loss. A financial liability is derecognized when the obligation under the
contract is discharged or cancelled or expired. When an existing financial liability is replaced by another
from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are
substantially modified, such an exchange or modification is treated as derecognition of the original
liability and recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is
recognized in the profit or loss.
Provisi Provisi diakui jika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang Provisions
akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan
arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai
jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan
disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk
menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan. Provisi untuk biaya
pembongkaran aset diestimasi berdasarkan beberapa asumsi dan disajikan pada nilai wajar sesuai
dengan tingkat diskonto yang berlaku. / Provisions are recognized when the Group has a present
obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of
resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate
can be made of the amount of the obligation. Provisions are reviewed at each reporting date and
adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources
embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed.
Provision for asset dismantling costs is estimated based on certain assumptions and carried at fair
value based on applicable discount rates.
Imbalan kerja karyawan Divisi Perkebunan Perusahaan dan entitas-entitas anak tertentu, mempunyai program dana pensiun Employee benefits
iuran pasti untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi syarat. Pembayaran program manfaat
pensiun iuran pasti diakui sebagai beban pada saat pekerja telah memberikan jasa mereka, dimana
mereka memeroleh hak atas iuran. Pembayaran kepada Dana Pensiun Lembaga Keuangan
diperhitungkan sebagai pembayaran untuk program iuran pasti dimana kewajiban Divisi Perkebunan
Perusahaan dan anak perusahaan tertentu berdasarkan program tersebut setara dengan kewajiban
yang timbul dalam program manfaat pensiun iuran pasti. Grup juga mencatat penyisihan manfaat
tambahan selain program dana pensiun tersebut di atas untuk memenuhi dan menutup imbalan
minimum yang harus dibayar kepada karyawan-karyawan sesuai dengan Undang-undang
Page 28
Ketenagakerjaan yang berlaku. Penyisihan tambahan tersebut diestimasi dengan menggunakan
perhitungan aktuarial metode ?Projected Unit Credit?. Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan
dan kerugian aktuarial, segera diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian interim dengan
pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui penghasilan komprehensif lain
pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.
Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara: i) ketika program
amendemen atau kurtailmen terjadi; dan ii) ketika entitas mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan
terminasi terkait. Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap
liabilitas imbalan kerja. Grup mengakui perubahan berikut pada kewajiban obligasi neto pada akun
?Beban Pokok Penjualan? dan ?Beban Umum dan Administrasi? pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim: i) Biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa
lalu, keuntungan atau kerugian atas penyelesaian (curtailment) tidak rutin, dan ii) Beban atau
penghasilan bunga neto. / The Company?s Plantations Division and certain subsidiaries have defined
contribution retirement plans covering all their qualified permanent employees. Payments to defined
contribution retirement benefit plans are recognised as an expense when employees have rendered
service entitling them to the contributions. Payments made to Dana Pensiun Lembaga Keuangan are
accounted for as payments to defined contribution plans where the obligations of Company?s
Plantations Division and certain subsidiaries under the plans are equivalent to those arising in a defined
contribution retirement benefit plan. The Group also provides additional provisions on top of the
benefits provided under the above-mentioned defined contribution pension programs in order to meet
and cover the minimum benefits required to be paid to the qualified employees under the applicable
Labor Law. The said additional provisions are estimated using actuarial calculations using the
?Projected Unit Credit? method. Re-measurements, comprising of actuarial gains and losses, are
recognized immediately in the interim consolidated statement of financial position with a corresponding
debit or credit to retained earnings through other comprehensive income in the period in which they
occur. Re-measurements are not reclassified to profit or loss in subsequent periods. Past service costs
are recognized in profit or loss at the earlier between: i) the date of the plan amendment or curtailment,
and ii) the date the Group recognizes related restructuring costs. Net interest is calculated by applying
the discount rate to the net defined benefit liability. The Group recognizes the following changes in the
net defined benefit obligation under ?Cost of Goods Sold? and ?General and Administrative Expenses?
as appropriate in the interim consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income:
i) Service costs comprising current service costs, past-service costs, gains or losses on curtailments
and non-routine settlements, and ii) Net interest expense or income.
Laba per saham Laba per saham dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama periode Earnings per share
yang bersangkutan. Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif
pada tanggal 30 Juni 2023. / Earnings per share is computed based on the weighted average number
of issued and fully paid shares during the period. The Company has no outstanding dilutive potential
ordinary shares as of June 30, 2023.
Pelaporan segmen Untuk tujuan manajemen, Grup dibagi menjadi dua segmen operasi berdasarkan produk dan jasa yang Segment reporting
dikelola secara independen oleh masing-masing pengelola segmen yang bertanggung jawab atas
kinerja dari masing-masing segmen. Para pengelola segmen melaporkan secara langsung kepada
manajemen Perusahaan yang secara teratur mengkaji laba segmen sebagai dasar untuk
mengalokasikan sumber daya ke masing-masing segmen dan untuk menilai kinerja segmen.
Pengungkapan tambahan pada masing-masing segmen terdapat dalam Catatan 35, termasuk faktor
yang digunakan untuk mengidentifikasi segmen yang dilaporkan dan dasar pengukuran informasi
Page 29
segmen. / For management purposes, the Group is organised into two operating segments based on
their products and services which are independently managed by the respective segment managers
responsible for the performance of the respective segments under their charge. The segment
managers report directly to the management who regularly review the segment results in order to
allocate resources to the segments and to assess the segment performance. Additional disclosures on
each of these segments are shown in Note 35, including the factors used to identify the reportable
segments and the measurement basis of segment information.
Penerapan standar akutansi baru Standar berikut telah diterbitkan dan efektif pada tahun buku 2023, namun dampaknya tidak signifikan The implementation of new statements of
terhadap laporan keuangan konsolidasian interim Grup: ? Amandemen PSAK 16: Aset Tetap - Hasil accounting standards
sebelum Penggunaan yang Diintensikan. ? Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan
tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang. ? Amandemen PSAK 1:
Penyajian Laporan Keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi. ? Amandemen PSAK 25:
Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan terkait Definisi Estimasi Akuntansi.
? Amandemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas atas
Transaksi Tunggal. / The following standards were issued and effective in 2023, but did not result in a
significant effect on the interim consolidated financial statements of The Group: ? Amendment to PSAK
16: Fixed Assets - Proceeds before Intended Use. ? Amendment to PSAK 1: Presentation of Financial
Statements - Classification of Liabilities as Current or Non-current. ? Amendment of PSAK 1:
Presentation of Financial Statements - Disclosure of accounting policies. ? Amendment of PSAK 25:
Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors - Definition of Accounting Estimates.
? Amendment of PSAK 46: Income Taxes - Deferred Tax related to Assets and Liabilities arising from a
Single Transaction.
Kombinasi bisnis Grup menentukan bahwa mereka telah mengakuisisi bisnis ketika rangkaian aktivitas dan aset yang Business combination
diakuisisi mencakup input dan proses substantif yang bersama-sama secara signifikan berkontribusi
pada kemampuan untuk menghasilkan output. Proses yang diperoleh adalah substantif jika penting
bagi kemampuan untuk terus menghasilkan output, dan input yang diperoleh mencakup tenaga kerja
yang terorganisir dengan keterampilan, pengetahuan, atau pengalaman yang diperlukan untuk
melakukan proses itu atau secara signifikan berkontribusi pada kemampuan untuk terus menghasilkan
output dan dianggap unik atau langka atau tidak dapat diganti tanpa biaya, usaha, atau penundaan
yang signifikan dalam kemampuan untuk terus menghasilkan output. Kombinasi bisnis dicatat dengan
menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan
yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP pada pihak yang
diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, Grup memilih apakah mengukur KNP pada entitas yang
diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang
teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan
disertakan dalam beban administrasi. Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Grup
mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang
diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yang
ada pada tanggal akuisisi. Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, Grup
mengukur kembali kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi pada nilai
wajar tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan. Setiap imbalan
kontinjensi yang akan ditransfer oleh perusahaan pengakuisisi akan diakui pada nilai wajar pada
tanggal akuisisi. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali dan
penyelesaian selanjutnya adalah diperhitungkan dalam ekuitas. Imbalan kontinjensi yang
diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yaitu instrumen keuangan dan dalam lingkup PSAK 71,
diukur pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi sesuai dengan PSAK
71. Imbalan kontinjensi lain yang tidak termasuk dalam PSAK 71 diukur sebesar nilai wajar pada setiap
Page 30
tanggal pelaporan dengan perubahan nilai wajar yang diakui pada laba rugi. Bila pencatatan awal kombinasi bisnis belum dapat diselesaikan pada tanggal pelaporan, Grup melaporkan jumlah sementara bagi pos yang pencatatannya belum dapat diselesaikan tersebut. Periode pengukuran adalah periode setelah tanggal akuisisi yang didalamnya Grup dapat melakukan penyesuaian atas jumlah sementara yang diakui dalam kombinasi bisnis tersebut. Selama periode pengukuran, Grup mengakui penambahan aset atau liabilitas bila terdapat informasi terbaru yang diperoleh mengenai fakta dan keadaan pada tanggal akuisisi, yang bila diketahui pada saat itu, akan menyebabkan pengakuan atas aset dan liabilitas pada tanggal tersebut. Periode pengukuran berakhir pada saat pengakuisisi menerima informasi yang diperlukan mengenai fakta dan keadaan pada tanggal akuisisi atau mengetahui bahwa informasi lainnya tidak dapat diperoleh, namun tidak lebih dari satu tahun dari tanggal akuisisi. Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepentingan, dimana selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dengan jumlah tercatat aset neto entitas yang diakuisisi diakui sebagai bagian dari akun "Tambahan Modal Disetor" pada laporan posisi keuangan konsolidasian interim. Dalam menerapkan metode penyatuan kepentingan tersebut, unsur-unsur laporan keuangan dari entitas yang bergabung disajikan seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam kesepengendalian. / The Group determines that it has acquired a business when the acquired set of activities and assets include an input and a substantive process that together significantly contribute to the ability to create outputs. The acquired process is considered substantive if it is critical to the ability to continue producing outputs, and the inputs acquired include an organized workforce with the necessary skills, knowledge, or experience to perform that process or it significantly contributes to the ability to continue producing outputs and is considered unique or scarce or cannot be replaced without significant cost, effort, or delay in the ability to continue producing outputs. Business combinations are accounted for using the acquisition method. The cost of an acquisition is measured as the aggregate of the consideration transferred, measured at acquisition date fair value, and the amount of any NCI in the acquiree. For each business combination, the Group elects whether it measures the NCI in the acquiree either at fair value or at the proportionate share of the acquiree?s identifiable net assets. Acquisition costs incurred are directly expensed and included in administrative expenses. When the Group acquires a business, it assesses the financial assets acquired and liabilities assumed for appropriate classification and designation in accordance with the contractual terms, economic circumstances and pertinent conditions as at the acquisition date. If the business combination is achieved in stages, the acquisition date fair value of the Group?s previously held equity interest in the acquiree is remeasured to fair value at the acquisition date through profit or loss. Any contingent consideration to be transferred by the acquirer will be recognized at fair value at the acquisition date. Contingent consideration classified as equity is not re-measured and its subsequent settlement is accounted for within equity. Contingent consideration classified as an asset or liability that is a financial instrument and within the scope of PSAK 71, is measured at fair value with the changes in fair value recognized in the statement of profit or loss in accordance with PSAK 71. Other contingent consideration that is not within the scope of PSAK 71 is measured at fair value at each reporting date with changes in fair value recognized in profit or loss. If the initial accounting for a business combination is incomplete by the end of the reporting, the Group reports provisional amounts for the items for which the accounting is incomplete. The measurement period is the period after the acquisition date during which the Group may adjust the provisional amounts recognized for a business combination. During the measurement period, the Group recognizes additional assets or liabilities if new information is obtained about facts and circumstances that existed as of the acquisition date and, if known, would have resulted in the recognition of those assets and liabilities as of that date. The measurement period ends as soon as the acquirer receives the information it was seeking about facts
Page 31
and circumstances that existed as of the acquisition date or learns that more information is not
obtainable, but shall not exceed one year from the acquisition date. Business Combinations Under
Common Control Business combinations under common control are accounted for using the
pooling-of-interests method, whereby the difference between the considerations transferred and the
book value of the net assets of the acquiree is recognized as part of "Additional Paid-in Capital"
account in the interim consolidated statement of financial position. In applying the said
pooling-of-interest method, the components of the financial statements of the combining entities are
presented as if the combination has occurred since the beginning of the period of the combining entity
become under common control.
Penentuan nilai wajar Nilai wajar atas HTI, dan produk agrikultur (tebu dan benih kelapa sawit) ditentukan menggunakan Determination of fair value
pendekatan pendapatan (income approach) berdasarkan teknik nilai kini (present value) dengan
mendiskontokan estimasi arus kas masa depan neto atas aset tanaman/produk. HTI Arus kas masa
depan neto yang diharapkan atas HTI ditentukan menggunakan input utama sebagai berikut: a) HTI
siap untuk dipanen satu kali saja sekitar 8 tahun setelah penanaman awal. b) Tingkat diskonto yang
digunakan merupakan tingkat spesifik aset untuk operasi HTI Kelompok Usaha yang diterapkan dalam
perhitungan arus kas masa depan yang didiskontokan. c) Harga jual kayu bulat (logs) selama periode
proyeksi ditentukan berdasarkan harga jual rata-rata produk agrikultur yang diekstrapolasikan
berdasarkan pertumbuhan harga pasar kayu bulat. Produk Agrikultur Tebu Arus kas neto masa depan
yang diharapkan dari produk agrikultur tebu ditentukan menggunakan input utama sebagai berikut: a)
Tebu siap untuk dipanen pertama kali 12 bulan sejak penanaman awal atau setiap tahun setelahnya
sampai dengan tiga kali. b) Tingkat diskonto yang digunakan merupakan tingkat spesifik aset untuk
produk agrikultural tebu yang diterapkan dalam perhitungan arus kas masa depan yang didiskontokan.
c) Harga jual tebu selama periode proyeksi ditentukan berdasarkan harga jual aktual gula yang
diekstrapolasikan menurut perubahan harga gula yang dipublikasikan oleh Bank Dunia (the World
Bank) namun tidak lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi yang dikenakan oleh Departemen
Perdagangan Indonesia. Produk Agrikultur Benih Kelapa Sawit Arus kas neto masa depan yang
diharapkan dari benih kelapa sawit ditentukan berdasarkan proyeksi arus kas selama 6 bulan yang
menggunakan input utama harga pasar benih kelapa sawit, dengan estimasi dan tingkat diskonto
spesifik aset terkait. Produk Agrikultur Kelapa Sawit dan Karet Nilai wajar atas produk agrikultur kelapa
sawit dan karet ditentukan pada Level 2 berdasarkan harga pasar terkait yang diterapkan terhadap
estimasi volume produk. / The fair values of timber plantations and agricultural produce (sugar cane
and oil palm seeds) are determined using income approach based on the present value technique by
discounting net future estimated cash flows of the underlying plantations/produce. Timber Plantations
The net expected future cash flows of timber plantations are determined using the key inputs as
follows: a) Timber plantations are available for one-time harvest about 8 years after initial planting. b)
Discount rate used represents the asset specific rate for the Group?s timber plantations operations
applied in the discounted future cash flows calculation. c) Selling price of logs over the projection period
is determined based on the average selling price of the agricultural produce which is extrapolated in
accordance with the market price growth of logs. Sugar Cane Agricultural Produce The expected future
net cash flows of the sugar cane agricultural produce key inputs as follows:a) Cane is available for
harvest for 12 months after initial planting or annually afterwards up to three times. b) Discount rate
used represents the asset specific rate for the cane produce applied in the discounted future cash flows
calculation. c) Selling price of cane over the projection period is determined based on the actual selling
price of sugar which is extrapolated in accordance with changes of sugar forecast price published by
the World Bank but not exceeding the highest retail price (?Harga Eceran Tertinggi?) imposed by the
Ministry of Trade of Indonesia. Oil Palm Seeds Agricultural Produce The expected future net cash flows
of oil palm seeds are determined using a 6-month cash flow forecast utilizing key inputs of market price
Page 32
of oil palm seeds, and discount rate used represents the asset specific rate. Oil Palm and Rubber
Agricultural Produce The fair values of the oil palm and rubber agricultural produce are determined at
Level 2 based on the applicable market price applied to the estimated volume of the produce.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Mata uang pelaporan yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian interim adalah Rupiah, Foreign currency transactions and balances
yang juga merupakan mata uang fungsional setiap entitas dalam Grup, kecuali entitas anak tertentu,
yaitu Agri Investment Pte. Ltd. (?AIPL?) yang memiliki mata uang fungsional Dolar Amerika Serikat
(?Dolar AS?) dan Lonsum Singapore Pte. Ltd. (?LSP?) dengan mata uang fungsional Dolar Singapura.
Tiap entitas dalam Grup menentukan mata uang fungsionalnya masing-masing dan laporan
keuangannya masing-masing diukur menggunakan mata uang fungsional tersebut. Transaksi dalam
mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan.
Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan
rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan
terakhir untuk periode yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau
dibebankan pada operasi periode yang bersangkutan. Pada tanggal 30 Juni 2023, nilai tukar yang
digunakan untuk 1 Dolar Amerika Serikat (?US$?) adalah sebesar Rp15.062 (31 Desember 2022:
Rp15.731).Transaksi dalam mata uang asing selain Dolar AS adalah tidak signifikan. Akun-akun dari
entitas anak luar negeri dijabarkan dari mata uang pelaporannya menjadi Rupiah dengan dasar
sebagai berikut: a) Aset dan liabilitas, baik moneter maupun non-moneter, dijabarkan dengan
menggunakan kurs penutup. b) Pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs yang
berlaku pada tanggal transaksi atau, bila memenuhi syarat, kurs rata-rata periode tersebut. c) Selisih
kurs yang terjadi disajikan sebagai ?Penghasilan Komprehensif Lain - Selisih Kurs atas Penjabaran
Akun-akun Kegiatan Usaha Luar Negeri? sebagai bagian dari ekuitas sampai pelepasan investasi neto
yang bersangkutan. / The reporting currency used in the interim consolidated financial statements is
Indonesian Rupiah, which is also each entity?s in the Group functional currency, except for certain
subsidiaries, namely Agri Investment Pte. Ltd. (?AIPL?) whose functional currency is United States
Dollar (?US Dollar?) and Lonsum Singapore Pte. Ltd. (?LSP?) with its functional currency is Singapore
Dollar. Each entity in the Group determines its own functional currency and their financial statements
are measured using that functional currency. Transactions involving foreign currencies are recorded in
Indonesian Rupiah at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At the
reporting date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect
the average of the selling and buying rates of exchange prevailing at the last banking transaction date
of the period, as published by Bank Indonesia, and any resulting gains or losses are credited or
charged to operations of the current period. At June 30, 2023, the rate of exchange used for United
States Dollar (?US$?) 1 was Rp15,062 (December 31, 2022: Rp15,731). Transactions in foreign
currencies other than US Dollar are not significant. The accounts of foreign subsidiaries are translated
from its respective reporting currency into Indonesian Rupiah on the following basis: a) Assets and
liabilities, both monetary and non-monetary, are translated using the closing rate of exchange. b)
Revenues and expenses are translated using transactions date exchange rate or, if applicable, the
average exchange rate for the period. c) The resulting exchange difference is presented as an ?Other
Comprehensive Income - Exchange Differences on Translation of the Accounts of Foreign Operations?
in the equity section until disposal of the net investment.
Aset hak guna Grup mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan sewa (yaitu tanggal aset pendasar tersedia Right of use assets
untuk digunakan). Aset hak-guna diukur pada harga perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai, dan disesuaikan dengan pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan aset
hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang terjadi, dan
pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan dikurangi setiap insentif
sewa yang diterima. Aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus selama masa sewa. Jika
Page 33
kepemilikan aset sewaan beralih ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya mencerminkan
pelaksanaan opsi pembelian, penyusutan dihitung dengan menggunakan estimasi masa manfaat aset.
Aset hak-guna juga dievaluasi untuk penurunan nilai (Catatan 2q). / The Group recognizes right-of-use
assets at the commencement date of the lease (i.e., the date the underlying asset is available for use).
Right-of-use assets are measured at cost, less any accumulated depreciation and impairment losses,
and adjusted for any remeasurement of lease liabilities. The cost of right-of-use assets includes the
amount of lease liabilities recognized, initial direct costs incurred, and lease payments made at or
before the commencement date less any lease incentives received. Right-of-use assets are
depreciated on a straight-line basis over the lease term. If ownership of the leased asset transfers to
the Group at the end of the lease term or the cost reflects the exercise of a purchase option,
depreciation is calculated using the estimated useful life of the asset. The right-of-use assets are also
assessed for impairment (Note 2q).
Goodwill Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih Goodwill
nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari aset
teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut lebih rendah dari
nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui pada laba rugi sebagai
keuntungan dari pembelian dengan diskon setelah sebelumnya manajemen melakukan penilaian atas
identifikasi dan nilai wajar dari aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Setelah pengakuan
awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan
pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi
dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (?UPK?) dari Grup yang diharapkan akan bermanfaat
dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi
ditetapkan atas UPK tersebut. Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu
atas UPK tersebut dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang dihentikan
tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau
kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi
yang dihentikan terhadap bagian dari UPK yang ditahan. / At acquisition date, goodwill is initially
measured at cost being the excess of the aggregate of the consideration transferred and the amount
recognized for NCI over the net identifiable assets acquired and liabilities assumed. If this consideration
is lower than the fair value of the net assets of the subsidiary acquired, the difference is recognized in
profit or loss as gain on bargain purchase after previously assessing the identification and fair value
measurement of the acquired assets and the assumed liabilities. After initial recognition, goodwill is
measured at cost less any accumulated impairment losses. For the purpose of impairment testing,
goodwill acquired in a business combination is, from the acquisition date, allocated to each of the
Group?s Cash-generating Units (?CGU?) that are expected to benefit from the combination,
irrespective of whether other assets or liabilities of the acquiree are assigned to those CGUs. Where
goodwill forms part of a CGU and part of the operations within that CGU is disposed of, the goodwill
associated with the operation disposed of is included in the carrying amount of the operation when
determining the gain or loss on disposal of the operation. Goodwill disposed of in this circumstance is
measured based on the relative values of the operation disposed of and the portion of the CGU
retained.
Investasi pada entitas asosiasi Entitas asosiasi adalah entitas yang terhadapnya Grup memiliki pengaruh signifikan. Pengaruh Investment in associates
signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan
operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan
tersebut. Pertimbangan yang dibuat dalam menentukan pengaruh signifikan adalah serupa dengan
hal-hal yang diperlukan dalam menentukan kendali atas entitas anak. Investasi Grup pada entitas
asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Dalam metode ekuitas, investasi awalnya
Page 34
diakui pada harga perolehan. Nilai tercatat investasi disesuaikan untuk mengakui perubahan bagian Grup atas aset neto entitas asosiasi sejak tanggal perolehan. Goodwill yang terkait dengan entitas asosiasi termasuk dalam jumlah tercatat investasi dan tidak diamortisasi maupun diuji secara individual untuk penurunan nilai. Laba rugi konsolidasian mencerminkan bagian dari Grup atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Perubahan penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi disajikan sebagai bagian dari penghasilan komprehensif Grup. Selain itu, bila terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas entitas asosiasi, Grup mengakui bagiannya atas perubahan, jika sesuai, dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Laba atau rugi yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi-transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi dieliminasi sesuai dengan kepentingan dalam entitas asosiasi. Gabungan bagian Grup atas laba rugi entitas asosiasi disajikan pada muka laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian interim (sebagai laba atau rugi) di luar laba usaha dan mencerminkan laba atau rugi setelah pajak dan KNP pada entitas anak dari entitas asosiasi. Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Grup. Setelah penerapan metode ekuitas, Grup menentukan apakah diperlukan untuk mengakui tambahan rugi penurunan nilai atas investasi Grup dalam entitas asosiasi. Grup menentukan pada setiap tanggal pelaporan apakah terdapat bukti yang obyektif yang mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Dalam hal ini, Grup menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya dalam laba rugi. Pada saat kehilangan pengaruh signifikan atas entitas asosiasi, Grup mengukur dan mengakui bagian investasi tersisa pada nilai wajar. Selisih antara nilai tercatat entitas asosiasi dan nilai wajar investasi yang tersisa dan penerimaan dari pelepasan investasi diakui pada laba rugi. / An associate is an entity over which the Group has significant influence. Significant influence is the power to participate in the financial and operating policy decisions of the investee, but is not control or joint control over those policies. The considerations made in determining significant influence are similar to those necessary to determine control over subsidiaries. The Group?s investment in its associate is accounted for using the equity method. Under the equity method, the investment in an associate is initially recognized at cost. The carrying amount of the investment is adjusted to recognize changes in the Group?s share of net assets of the associate since the acquisition date. Goodwill relating to the associate is included in the carrying amount of the investment and is neither amortized nor tested for impairment individually. The interim consolidated profit or loss reflects the Group?s share of the results of operations of the associate. Any change in OCI of the associate is presented as part of the Group?s OCI. In addition, when there has been a change recognized directly in the equity of the associate, the Group recognizes its share of any changes, when applicable, in the interim consolidated statement of changes in equity. Unrealized gains and losses resulting from transactions between the Group and the associate are eliminated to the extent of the interest in the associate. The aggregate of the Group?s share of profit or loss of an associate is shown on the face of the interim consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income (as profit or loss) outside operating profit and represents profit or loss after tax and NCI in the subsidiaries of the associate. The financial statements of the associate are prepared for the same reporting period of the Group. After application of the equity method, the Group determines whether it is necessary to recognize an additional impairment loss on the Group?s investment in its associate. The Group determines at each reporting date whether there is any objective evidence that the investment in the associate is impaired. If this is the case, the Group calculates the amount of impairment as the difference between the recoverable amount of the investment in associate and its carrying value, and recognizes the amount in profit or loss. Upon loss of significant influence over the associate, the Group
Page 35
measures and recognizes any retained investment at its fair value. Any difference between the carrying
amount of the associate and the fair value of the retained investment and proceeds from disposal is
recognized in profit or loss.
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama masa manfaatnya, dan Prepaid expenses
disajikan sebagai aset lancar atau aset tidak lancar sesuai sifatnya masing-masing. / Prepaid expenses
are amortized and charged to operations over the periods benefited, and are presented as current
asset or non-current asset based on their nature.
Liabilitas atas kontrak Jika pelanggan membayar imbalan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan, Contract liabilities
liabilitas kontrak diakui pada saat pembayaran dilakukan atau pembayaran jatuh tempo (mana yang
lebih awal). Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan pada saat Grup memenuhi pelaksanaan
kontrak. / If a customer pays consideration before the Group transfers goods or services to the
customer, a contract liability is recognized when the payment is made or the payment is due (whichever
is earlier). Contract liabilities are recognized as revenue when the Group performs under the contract.
Saham treasuri Instrumen ekuitas sendiri yang diperoleh kembali (saham tresuri) diakui pada harga perolehan kembali Treasury stock
dan dikurangi dari ekuitas. Tidak ada laba atau rugi yang diakui pada laba rugi atas perolehan,
penjualan kembali, penerbitan atau pembatalan dari instrumen ekuitas Grup. Selisih antara jumlah
tercatat dan penerimaan, bila diterbitkan kembali, diakui sebagai bagian dari tambahan modal disetor
pada ekuitas./ Own equity instruments that are reacquired (treasury shares) are recognized at
reacquisition cost and deducted from equity. No gain or loss is recognized in profit or loss on the
purchase, sale, issue or cancellation of the Group?s own equity instruments. Any difference between
the carrying amount and the consideration, if reissued, is recognized as part of additional paid-in capital
in the equity.
Biaya emisi efek ekuitas Biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada publik Stock issuance cost
dikurangkan langsung dengan hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang akun tambahan modal
disetor dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim. / Costs incurred in connection with the
Company?s issuance of share capital to the public were offset directly with the proceeds and presented
as deduction to additional paid-in capital account in the interim consolidated statement of financial
position.
Instrumen keuangan Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan Financial instruments
liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain. Aset Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal
Pada pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi,
dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (?NWLR?). Piutang usaha
yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan, dimana Grup telah menerapkan cara
praktis, diukur pada harga transaksi yang ditentukan sesuai PSAK 72, seperti diungkapkan pada
Catatan 2v. Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau
NWPKL, aset keuangan harus menghasilkan arus kas yang semata-mata dari pembayaran pokok dan
bunga (?SPPB?) dari pokok belum dilunasi. Penilaian ini disebut sebagai uji SPPB dan dilakukan pada
tingkat instrumen. Model bisnis Grup untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana
mereka mengelola aset keuangannya untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah
arus kas akan dihasilkan dari pendapatan arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau
keduanya. Pengukuran Selanjutnya Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan
diklasifikasikan dalam empat kategori: ? Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen
utang), ? Aset keuangan pada NWPKL dengan pendauran laba dan rugi kumulatif (instrumen utang), ?
Page 36
Aset keuangan pada NWPKL tanpa pendauran laba dan rugi kumulatif setelah penghentian pengakuan (instrumen ekuitas), dan ? NWLR. Pengukuran selanjutnya dari aset keuangan tergantung kepada klasifikasi masing-masing seperti berikut ini: Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang) Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi: ? Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual, dan ? Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang merupakan SPPB dari pokok yang belum dilunasi. Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif (?SBE?) dan diuji untuk penurunan nilai. Laba dan rugi diakui pada laba rugi pada saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau diturunkan nilainya. Aset keuangan Grup yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi termasuk piutang usaha dan lain-lain, piutang plasma, dan piutang pihak berelasi. Aset keuangan pada NWPKL tanpa pendauran laba dan rugi kumulatif setelah penghentian pengakuan (instrumen ekuitas) Pada pengakuan awal, Grup dapat memilih untuk menetapkan klasifikasi yang tidak dapat dikembalikan atas investasi pada instrumen ekuitas sebagai NWPKL jika memenuhi definisi ekuitas sesuai PSAK 50 dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per instrumen. Laba dan rugi atas aset keuangan ini tidak pernah didaur ke laba rugi, dan aset keuangan ini tidak diuji untuk penurunan nilai. Dividen diakui sebagai penghasilan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan. Grup menetapkan, tanpa dapat dikembalikan, klasifikasi investasi ekuitas yang tidak terdaftar di bursa pada kategori ini. Penghentian Pengakuan Aset keuangan (atau, sesuai dengan kondisinya, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian interim Grup) ketika: ? Hak untuk menerima arus kas dari aset telah berakhir, atau ? Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau menanggung liabilitas untuk membayar arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa penundaan berarti kepada pihak ketiga berdasarkan kesepakatan pelepasan (pass-through), dan salah satu dari (a) Grup telah mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Grup tidak mengalihkan maupun tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, tetapi telah mengalihkan kendali atas asset. Ketika Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah menandatangani kesepakatan pelepasan (pass-through), Grup mengevaluasi jika, dan sejauh mana, Grup masih mempertahankan risiko dan manfaat atas kepemilikan aset. Ketika Grup tidak mengalihkan maupun tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, maupun tidak mengalihkan kendali atas aset, Grup tetap mengakui aset yang dialihkan sebesar keterlibatan berkelanjutannya. Dalam hal tersebut, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan kewajiban yang masih dimiliki Grup. Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer diukur pada nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat awal aset dan jumlah maksimum imbalan yang dapat diminta untuk dibayar kembali oleh Grup. Penurunan Nilai Grup mengakui penyisihan kerugian kredit ekspektasian (?KKE?) untuk semua instrumen utang yang bukan pada NWLR dan kontrak jaminan keuangan. KKE ditentukan atas perbedaan antara arus kas kontraktual sesuai kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima oleh Grup, didiskonto pada estimasi SBE awal. Arus kas yang diharapkan mencakup setiap arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian dari ketentuan kontrak. KKE diakui dalam dua tahap. Bila belum terdapat peningkatan risiko kredit signifikan sejak pengakuan awal, KKE diakui untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (KKE 12 bulan). Namun, bila telah terdapat peningkatan signifikan risiko kredit sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diakui untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur aset, terlepas
Page 37
dari jangka waktu gagal bayar (KKE sepanjang umurnya). Karena piutang usaha dan piutang lain-lainnya tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan KKE. Oleh karena itu, Grup tidak melacak perubahan dalam risiko kredit, namun justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan KKE sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup membentuk matriks pencadangan berdasarkan kerugian kredit masa lalu, disesuaikan dengan faktor-faktor spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi masa depan (forward-looking) yang relevan. Liabilitas Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada NWLR, utang dan pinjaman atau derivatif ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai pada lindung nilai yang efektif. Semua liabilitas keuangan diakui pada nilai wajar saat pengakuan awal dan, bagi liabilitas keuangan dalam bentuk utang dan pinjaman, dicatat pada nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Grup menetapkan liabilitas keuangannya sebagai utang dan pinjaman, seperti utang usaha dan lain-lain, biaya masih harus dibayar, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, utang bank dan utang pemegang saham dan pihak berelasi lain. Pengukuran Selanjutnya Pengukuran selanjutnya dari liabilitas keuangan ditentukan oleh klasifikasinya sebagai berikut: Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (utang dan pinjaman) (i) Utang dan Pinjaman Jangka Panjang yang Dikenakan Bunga Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman jangka panjang yang dikenakan bunga diukur dengan biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Pada tanggal pelaporan, biaya bunga yang masih harus dibayar dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi ketika liabilitas dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskonto atau premium atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai beban keuangan pada laba rugi. (ii) Utang dan Akrual Liabilitas untuk utang usaha dan utang lain-lain jangka pendek, biaya masih harus dibayar dan liabilitas imbalan kerja jangka pendek dinyatakan sebesar jumlah tercatat (jumlah nosional), yang kurang lebih sebesar nilai wajarnya. Penghentian Pengakuan Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi. Saling Hapus Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan disaling hapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian interim jika, dan hanya jika, terdapat hak secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. / A financial instrument is any contract that gives rise to a financial asset of one entity and a financial liability or equity instrument of another entity. Financial Assets Initial Recognition and Measurement At initial recognition, the Group measures a financial asset at its fair value plus transaction costs, in the case of a financial asset not at fair value through profit or loss (?FVTPL?). Trade receivables that do not contain a significant financing component, for which the Group has applied the practical expedient are measured at the transaction price determined under PSAK 72, as disclosed in Note 2v. In order for a financial asset to be classified and measured at amortized cost or FVOCI, it needs to give rise to cash flows that are ?solely payments of principal and interest (?SPPI?)? on the principal amount outstanding. This assessment is referred to as the SPPI test and is performed at an instrument level. The Group?s business model for managing financial assets
Page 38
refers to how it manages its financial assets in order to generate cash flows. The business model determines whether cash flows will result from collecting contractual cash flows, selling the financial assets, or both. Subsequent Measurement For purposes of subsequent measurement, financial assets are classified in four categories: ? Financial assets at amortized cost (debt instruments), ? Financial assets at FVOCI with recycling of cumulative gains and losses (debt instruments), ? Financial assets designated at FVOCI with no recycling of cumulative gains and losses upon derecognition (equity instruments), and ? FVTPL. The subsequent measurement of financial assets depends on their classification as described below: Financial assets at amortized cost (debt instruments) The Group measures financial assets at amortized cost if both of the following conditions are met: ? The financial asset is held within a business model with the objective to hold financial assets in order to collect contractual cash flows, and ? The contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are SPPI on the principal amount outstanding. Financial assets at amortized cost are subsequently measured using the effective interest rate (?EIR?) method and are subject to impairment. Gains and losses are recognized in profit or loss when the asset is derecognized, modified or impaired. The Group?s financial assets at amortized cost includes trade and other receivables, plasma receivables, and due from related parties. Financial assets designated at FVOCI with no recycling of cumulative gains and losses upon derecognition (equity instruments) Upon initial recognition, the Group can elect to classify irrevocably its investments in equity instruments at FVOCI when they meet the definition of equity under PSAK 50 and are not held for trading. The classification is determined on an instrument-by-instrument basis. Gains and losses on these financial assets are never recycled to profit or loss, and these financial assets are not subject to impairment assessment. Dividends are recognized as other income in the profit or loss when the right of payment has been established. The Group elected to classify irrevocably its non-listed equity investments under this category. Derecognition A financial asset (or, where applicable, a part of a financial asset or part of a group of similar financial assets) is primarily derecognized (i.e., removed from the Group?s interim consolidated statement of financial position) when: ? The rights to receive cash flows from the asset have expired, or ? The Group has transferred its rights to receive cash flows from the asset or has assumed an obligation to pay the received cash flows in full without material delay to a third party under a ?pass-through? arrangement? and either (a) the Group has transferred substantially all the risks and rewards of the asset, or (b) the Group has neither transferred nor retained substantially all the risks and rewards of the asset, but has transferred control of the asset. When the Group has transferred its rights to receive cash flows from an asset or has entered into a pass-through arrangement, it evaluates if, and to what extent, it has retained the risks and rewards of ownership. When it has neither transferred nor retained substantially all of the risks and rewards of the asset, nor transferred control of the asset, the Group continues to recognize the transferred asset to the extent of its continuing involvement. In that case, the Group also recognizes an associated liability. The transferred asset and the associated liability are measured on a basis that reflects the rights and obligations that the Group has retained. Continuing involvement that takes the form of a guarantee over the transferred asset is measured at the lower of the original carrying amount of the asset and the maximum amount of consideration that the Group could be required to repay. Impairment The Group recognizes an allowance for expected credit loss (?ECL?) for all debt instruments not held at FVTPL and financial guarantee contracts. ECLs are based on the difference between the contractual cash flows due in accordance with the contract and all the cash flows that the Group expects to receive, discounted at an approximation of the original EIR. The expected cash flows include any cash flows from the sale of collateral held or other credit enhancements that are integral to the contractual terms. ECLs are recognized in two stages. When there have been significant increases in credit risks since initial recognition, ECLs are provided for credit losses that result from default events that are possible within the next 12-months (a 12-month
Page 39
ECL). But, when there have been significant increases in credit risks since initial recognition, a loss
allowance is recognized for credit losses expected over the remaining life of the asset, irrespective of
timing of the default (a lifetime ECL). Because its trade and other receivables do not contain significant
financing component, the Group applies a simplified approach in calculating ECL. Therefore, the Group
does not track changes in credit risk, but instead recognizes a loss allowance based on lifetime ECL at
each reporting date. The Group established a provision matrix that is based on its historical credit loss
experience, adjusted for forward-looking factors specific to the debtors and the economic environment.
Financial Liabilities Initial Recognition and Measurement Financial liabilities are classified, at initial
recognition, as financial liabilities at FVTPL, loans and borrowings, or as derivatives designated as
hedging instruments in an effective hedge, as appropriate. All financial liabilities are recognized initially
at fair value and, in the case of loans and borrowings and payables, net of directly attributable
transaction costs. The Group designates its financial liabilities as loans and borrowings, such as trade
and other payables, accrued expense, short-term employee benefits liability bank loans and due to
shareholders and other related parties. Subsequent Measurement The subsequent measurement of
financial liabilities depends on their classification as described below: Financial liabilities at amortized
cost (loans and borrowings) (i) Long-term Interest-bearing Loans and Borrowings Subsequent to initial
recognition, long-term interest-bearing loans and borrowings are measured at amortized acquisition
costs using EIR method. At the reporting dates, accrued interest is recorded separately from the
associated borrowings within the current liabilities section. Gains and losses are recognized in the profit
or loss when the liabilities are derecognized as well as through the EIR amortization process.
Amortized cost is calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fees or
costs that are an integral part of the EIR. The EIR amortization is included in finance costs in the profit
or loss. (ii) Payables and Accruals Liabilities for current trade and other payables, accrued expenses
and short-term employee benefits liability are stated at carrying amounts (notional amounts), which
approximate their fair values. Derecognition A financial liability is derecognized when the obligation
under the contract is discharged or cancelled or expires. When an existing financial liability is replaced
by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are
substantially modified, such an exchange or modification is treated as derecognition of the original
liability and recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is
recognized in the profit or loss. Offsetting of Financial Instruments Financial assets and financial
liabilities are offset and the net amount reported in the interim consolidated statement of financial
position if, and only if, there is a currently enforceable legal right to offset the recognized amounts and
there is an intention to settle on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities
simultaneously.
Aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai Aset tidak lancar diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual jika nilai tercatatnya akan terpulihkan Non-current assets classified as held for sale
dimiliki untuk dijual terutama melalui transaksi penjualan daripada melalui pemakaian berlanjut. Dalam hal ini, aset harus
berada dalam keadaan dapat dijual dengan syarat-syarat yang biasa dan umum untuk penjualan aset
tersebut dan penjualannya harus sangat mungkin terjadi. Aset tidak lancar yang diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk dijual diukur pada nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat dan nilai wajar
setelah dikurangi biaya untuk menjual. / Non-current asset is classified as held for sale if their carrying
amounts will be recovered principally through a sale transaction rather than through continuing use. For
this to be the case, the asset must be available for immediate sale in its present condition subject only
to terms that are usual and customary for sales of such assets and its sale must be highly probable.
Non-current asset classified as held for sale is measured at the lower of its carrying amount and fair
value less costs to sell.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Standar akuntansi yang telah diterbitkan sampai tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif interim Grup namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut ini. Manajemen bermaksud untuk effective
Page 40
menerapkan standar tersebut yang dipertimbangkan relevan terhadap Grup pada saat efektif, dan pengaruhnya terhadap posisi dan kinerja keuangan konsolidasian interim Grup masih diestimasi pada tanggal 27 Juli 2023: Mulai efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024 Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan Amendemen ini mengklarifikasi bahwa hanya kovenan yang harus dipatuhi entitas pada atau sebelum tanggal pelaporan yang akan memengaruhi klasifilasi liabilitas sebagai lancar atau tidak lancar. Amendemen ini berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 dengan penerapan dini diperkenankan. Entitas menerapkan amandemen PSAK 1 (Oktober 2020) tentang klasifikasi liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang pada periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 secara retrospektif sesuai dengan PSAK 25. Jika entitas menerapkan amandemen PSAK 1 (Oktober 2020) pada periode yang lebih awal setelah terbitnya amandemen PSAK 1 (Desember 2022) tentang liabilitas jangka panjang dengan kovenan, maka entitas juga menerapkan amandemen PSAK 1 (Desember 2022) pada periode tersebut. Jika entitas menerapkan amandemen PSAK 1 (Oktober 2020) untuk periode sebelumnya, maka entitas mengungkapkan fakta tersebut. Amandemen tersebut tidak diharapkan akan berdampak signifikan terhadap pelaporan keuangan Grup saat adopsi awal. Amandemen PSAK 73: Sewa tentang Liabilitas Sewa dalam Jual Beli dan Sewa-balik Amandemen ini menetapkan persyaratan yang digunakan penjual-penyewa dalam mengukur kewajiban sewa yang timbul dalam transaksi jual beli dan sewa-balik, untuk memastikan penjual-penyewa tidak mengakui jumlah setiap keuntungan atau kerugian yang terkait dengan hak guna yang dipertahankan. Amandemen berlaku secara retrospektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan dini diperkenankan. Amandemen tersebut tidak diharapkan akan berdampak signifikan terhadap pelaporan keuangan Grup saat adopsi awal. Mulai efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025 PSAK 74: Kontrak Asuransi Standar akuntansi baru yang komprehensif untuk kontrak asuransi yang mencakup pengakuan dan pengukuran, penyajian dan pengungkapan, pada saat berlaku efektif PSAK 74 akan menggantikan PSAK 62: Kontrak Asuransi. PSAK 74 berlaku untuk semua jenis kontrak asuransi, jiwa, non-jiwa, asuransi langsung dan reasuransi, terlepas dari entitas yang menerbitkannya, serta untuk jaminan dan instrumen keuangan tertentu dengan fitur partisipasi tidak mengikat, serta beberapa pengecualian ruang lingkup akan berlaku. Tujuan keseluruhan dari PSAK 74 adalah untuk menyediakan model akuntansi untuk kontrak asuransi yang lebih bermanfaat dan konsisten untuk asuradur. PSAK 74 berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025, dengan mensyaratkan angka komparatif. Penerapan dini diperkenankan bila entitas juga menerapkan PSAK 71 dan PSAK 72 pada atau sebelum tanggal penerapan awal PSAK 74. Standar ini tidak diharapkan memiliki dampak pada pelaporan keuangan Grup pada saat diadopsi untuk pertama kali. / The accounting standards that have been issued up to the date of issuance of the Group?s interim consolidated financial statements, but not yet effective are disclosed below. The management intends to adopt these standards that are considered relevant to the Group when they become effective, and the impact to the interim consolidated financial position and performance of the Group is still being estimated as of July 27, 2023: Effective beginning on or after January 1, 2024 Amendment of PSAK 1: Presentation of Financial Statements - Non-current Liabilities with Covenants This amendment clarifies that only covenants with which entities must comply on or before the reporting date will affect a liability?s classification as current or non-current. This amendment is effective for annual reporting periods beginning on or after January 1, 2024 with early adoption permitted. Entities apply retrospectively amendments to PSAK 1 (October 2020) regarding the classification of a liability as current or non-current for financial reporting starting on or after January 1, 2024 in accordance with PSAK 25. If entities apply the amendments to PSAK 1 (October 2020) in a period that earlier after the issuance of the amendment to PSAK 1 (December 2022) regarding non-current liabilities with
Page 41
covenants, entities also apply the amendment to PSAK 1 (December 2022) in that period. If entities apply the amendments to PSAK 1 (October 2020) for the previous period, the entity shall disclose this fact. The amendments are not expected to have a significant impact on the financial reporting of the Group upon initial adoption. Amendment to PSAK 73: Leases - Lease Liability in a Sale and Leaseback This amendment specifies the requirements that a seller-lessee uses in measuring the lease liability arising in a sale and leaseback transaction, to ensure the seller-lessee does not recognise any amount of the gain or loss that relates to the right of use it retains. The amendment applies retrospectively to annual reporting periods beginning on or after 1 January 2024. Earlier application is permitted. The amendments are not expected to have a significant impact on the financial reporting of the Group upon initial adoption. Effective beginning on or after January 1, 2025 PSAK 74: Insurance Contracts A comprehensive new accounting standard for insurance contracts covering recognition and measurement, presentation and disclosure, upon its effective date, PSAK 74 will replace PSAK 62: Insurance Contracts. PSAK 74 applies to all types of insurance contracts, life, non-life, direct insurance and re-insurance, regardless of the entities issuing them, as well as to certain guarantees and financial instruments with discretionary participation features, while a few scope exceptions will apply. The overall objective of PSAK 74 is to provide an accounting model for insurance contracts that is more useful and consistent for insurers. PSAK 74 is effective for reporting periods beginning on or after 1 January 2025, with comparative figures required. Early application is permitted, provided the entity also applies PSAK 71 and PSAK 72 on or before the date of initial application of PSAK 74. This standard is not expected to have any impact to the financial reporting of the Group upon first-time adoption.
Page 42
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Current Year
30 June 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Penjabaran
Entitas anak Penurunan
Aset tetap, awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi aset laporan Revaluasi Aset tetap,
baru aset (pemulihan)
periode aset tetap aset tetap tetap keuangan aset tetap akhir periode
tetap nilai aset tetap
aset tetap
Translation New Impairment
Property, plant, Addition in Disposals in Reclassifications of Revaluation of Property, plant,
adjustment in subsidiaries in (recovery) of
and equipment, property, plant, property, plant, property, plant, property, plant, and equipment,
property, plant, property, plant, property, plant,
beginning period and equipment and equipment and equipment and equipment end period
and equipment and equipment and equipment
Nilai Tanah, dimiliki Land, directly owned Carrying
1,402,139 0 (0) 0 1,402,139
perolehan, langsung amount, gross
kotor Bangunan dan Building and
fasilitasnya, dimiliki leasehold
8,510,842 5,717 ( 5,975 ) 80,398 8,590,982
langsung improvement, directly
owned
Mesin dan Machinery and
peralatan, dimiliki 6,181,675 50,228 ( 892 ) 34,422 6,265,433 equipment, directly
langsung owned
Alat berat, dimiliki Heavy equipment,
2,295,236 55,530 ( 5,464 ) 2,922 2,348,224
langsung directly owned
Alat pengangkutan, Transportation
dimiliki langsung 0 0 equipment, directly
owned
Perabot dan Furniture and office
peralatan kantor, 495,902 2,924 ( 1,853 ) 0 496,973 equipment, directly
dimiliki langsung owned
Kendaraan Motor vehicle, directly
bermotor, dimiliki 0 0 owned
langsung
Pesawat, dimiliki Aircraft, directly
0 0
langsung owned
Kapal, dimiliki Vessels, directly
0 0
langsung owned
Menara BTS Tower, directly
telekomunikasi, 0 0 owned
dimiliki langsung
Jaringan Fiber Fiber Optic Network,
Page 43
Optik, dimiliki 0 0 directly owned
langsung
Infrastruktur Telecommunication
Telekomunikasi, 0 0 Infrastructure, directly
dimiliki langsung owned
Peralatan Teknikal, Technical Equipment,
0 0
dimiliki langsung directly owned
Lainnya, dimiliki Others, directly
16,661,821 227,697 ( 4,038 ) 49,623 16,935,103
langsung owned
Dimiliki langsung 35,547,615 342,096 ( 18,222 ) 167,365 0 0 0 (0) 36,038,854 Directly owned
Mesin, aset hak Machinery, right of
0 0
guna use assets
Alat pengangkutan, Transportation
aset hak guna 0 0 equipment, right of
use assets
Alat berat, aset hak Heavy equipment,
0 0
guna right of use assets
Bangunan, aset Building, right of use
0 0
hak guna assets
Perabot dan Furniture and office
peralatan kantor, 0 0 equipment, rights of
aset hak guna use assets
Kendaraan Motor vehicle, rights
bermotor, aset hak 0 0 of use assets
guna
Pesawat, aset hak Aircraft, right of use
0 0
guna assets
Kapal, aset hak Vessels, right of use
0 0
guna assets
Menara BTS Tower, right of
telekomunikasi, 0 0 use assets
aset hak guna
Jaringan Fiber Fiber Optic Network,
Optik, aset hak 0 0 right of use assets
guna
Infrastruktur Telecommunication
Telekomunikasi, 0 0 Infrastructure, right of
aset hak guna use assets
Peralatan Teknikal, Technical Equipment,
0 0
aset hak guna right of use assets
Lainnya, aset hak Others, right of use
0 0
guna assets
Page 44
Aset hak guna 0 0 (0) 0 0 0 0 (0) 0 Right of use assets
Bangunan, dalam Building, assets under
295,664 49,132 ( 89,601 ) 255,195
penyelesaian construction
Mesin dan alat Machinery and heavy
berat, dalam 145,322 30,807 ( 29,455 ) 146,674 equipment, assets
penyelesaian under construction
Menara BTS Tower, assets
telekomunikasi, under construction
0 0
dalam
penyelesaian
Jaringan Fiber Fiber Optic Network,
Optik, dalam 0 0 assets under
penyelesaian construction
Infrastruktur Telecommunication
Telekomunikasi, Infrastructure, assets
0 0
dalam under construction
penyelesaian
Peralatan Teknikal, Technical Equipment,
dalam 0 0 assets under
penyelesaian construction
Lainnya, dalam Others, assets under
0 330 0 330
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
440,986 80,269 (0) ( 119,056 ) 402,199
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
35,988,601 422,365 ( 18,222 ) 48,309 0 0 0 (0) 36,441,053
equipment
Akumulasi Tanah, dimiliki Land, directly owned Carrying
0 0
depresiasi langsung amount,
Bangunan dan Building and accumulated
fasilitasnya, dimiliki leasehold depreciation
4,051,073 201,304 ( 2,765 ) ( 2,089 ) 4,247,523
langsung improvement, directly
owned
Mesin dan Machinery and
peralatan, dimiliki 4,345,567 161,136 ( 750 ) ( 680 ) 4,505,273 equipment, directly
langsung owned
Alat berat, dimiliki Heavy equipment,
1,884,338 43,577 ( 5,372 ) ( 695 ) 1,921,848
langsung directly owned
Alat pengangkutan, Transportation
dimiliki langsung 0 0 equipment, directly
owned
Perabot dan Furniture and office
peralatan kantor, 465,977 6,807 ( 1,852 ) ( 13 ) 470,919 equipment, directly
Page 45
dimiliki langsung owned
Kendaraan Motor vehicle, directly
bermotor, dimiliki 0 0 owned
langsung
Pesawat, dimiliki Aircraft, directly
0 0
langsung owned
Kapal, dimiliki Vessels, directly
0 0
langsung owned
Menara BTS Tower, directly
telekomunikasi, 0 0 owned
dimiliki langsung
Jaringan Fiber Fiber Optic Network,
Optik, dimiliki 0 0 directly owned
langsung
Infrastruktur Telecommunication
Telekomunikasi, 0 0 Infrastructure, directly
dimiliki langsung owned
Peralatan Teknikal, Technical Equipment,
0 0
dimiliki langsung directly owned
Lainnya, dimiliki Others, directly
6,017,093 251,249 (0) 0 (0) 6,268,342
langsung owned
Dimiliki langsung 16,764,048 664,073 ( 10,739 ) ( 3,477 ) 0 0 0 (0) 17,413,905 Directly owned
Mesin, aset hak Machinery, right of
0 0
guna use assets
Alat pengangkutan, Transportation
aset hak guna 0 0 equipment, right of
use assets
Alat berat, aset hak Heavy equipment,
0 0
guna right of use assets
Bangunan, aset Building, right of use
0 0
hak guna assets
Perabot dan Furniture and office
peralatan kantor, 0 0 equipment, rights of
aset hak guna use assets
Kendaraan Motor vehicle, rights
bermotor, aset hak 0 0 of use assets
guna
Pesawat, aset hak Aircraft, right of use
0 0
guna assets
Kapal, aset hak Vessels, right of use
0 0
guna assets
Menara BTS Tower, right of
Page 46
telekomunikasi, 0 0 use assets
aset hak guna
Jaringan Fiber Fiber Optic Network,
Optik, aset hak 0 0 right of use assets
guna
Infrastruktur Telecommunication
Telekomunikasi, 0 0 Infrastructure, right of
aset hak guna use assets
Peralatan Teknikal, Technical Equipment,
0 0
aset hak guna right of use assets
Lainnya, aset hak Others, right of use
0 0
guna assets
Aset hak guna 0 0 (0) 0 0 0 0 (0) 0 Right of use assets
Bangunan, dalam Building, assets under
13,000 0 (0) 0 (0) 13,000
penyelesaian construction
Mesin dan alat Machinery and heavy
berat, dalam 0 0 equipment, assets
penyelesaian under construction
Menara BTS Tower, assets
telekomunikasi, under construction
0 0
dalam
penyelesaian
Jaringan Fiber Fiber Optic Network,
Optik, dalam 0 0 assets under
penyelesaian construction
Infrastruktur Telecommunication
Telekomunikasi, Infrastructure, assets
0 0
dalam under construction
penyelesaian
Peralatan Teknikal, Technical Equipment,
dalam 0 0 assets under
penyelesaian construction
Lainnya, dalam Others, assets under
0 0
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
13,000 0 (0) 0 0 0 0 (0) 13,000
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
16,777,048 664,073 ( 10,739 ) ( 3,477 ) 0 0 0 (0) 17,426,905
equipment
Nilai Aset tetap Property, plant, and Carrying
19,211,553 19,014,148
perolehan equipment amount
Page 47
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Penjabaran
Entitas anak Penurunan
Aset tetap, awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi aset laporan Revaluasi Aset tetap,
baru aset (pemulihan)
periode aset tetap aset tetap tetap keuangan aset tetap akhir periode
tetap nilai aset tetap
aset tetap
Translation New Impairment
Property, plant, Addition in Disposals in Reclassifications of Revaluation of Property, plant,
adjustment in subsidiaries in (recovery) of
and equipment, property, plant, property, plant, property, plant, property, plant, and equipment,
property, plant, property, plant, property, plant,
beginning period and equipment and equipment and equipment and equipment end period
and equipment and equipment and equipment
Nilai Tanah, dimiliki Land, directly owned Carrying
1,402,014 125 (0) 0 1,402,139
perolehan, langsung amount, gross
kotor Bangunan dan Building and
fasilitasnya, dimiliki leasehold
8,362,099 9,307 ( 5,723 ) 145,159 8,510,842
langsung improvement, directly
owned
Mesin dan Machinery and
peralatan, dimiliki 6,005,199 58,479 ( 31,432 ) 149,429 6,181,675 equipment, directly
langsung owned
Alat berat, dimiliki Heavy equipment,
2,227,198 67,906 ( 13,137 ) 13,269 2,295,236
langsung directly owned
Alat pengangkutan, Transportation
dimiliki langsung 0 0 equipment, directly
owned
Perabot dan Furniture and office
peralatan kantor, 490,553 9,785 ( 6,084 ) 1,648 495,902 equipment, directly
dimiliki langsung owned
Kendaraan Motor vehicle, directly
bermotor, dimiliki 0 owned
langsung
Pesawat, dimiliki Aircraft, directly
0
langsung owned
Kapal, dimiliki Vessels, directly
0
langsung owned
Menara BTS Tower, directly
telekomunikasi, 0 owned
dimiliki langsung
Jaringan Fiber Fiber Optic Network,
Page 48
Optik, dimiliki 0 directly owned
langsung
Infrastruktur Telecommunication
Telekomunikasi, 0 Infrastructure, directly
dimiliki langsung owned
Peralatan Teknikal, Technical Equipment,
0
dimiliki langsung directly owned
Lainnya, dimiliki Others, directly
16,039,924 797,926 ( 122,255 ) ( 53,774 ) 16,661,821
langsung owned
Dimiliki langsung 34,526,987 943,528 ( 178,631 ) 255,731 0 0 0 (0) 35,547,615 Directly owned
Mesin, aset hak Machinery, right of
0
guna use assets
Alat pengangkutan, Transportation
aset hak guna 0 equipment, right of
use assets
Alat berat, aset hak Heavy equipment,
0
guna right of use assets
Bangunan, aset Building, right of use
0
hak guna assets
Perabot dan Furniture and office
peralatan kantor, 0 equipment, rights of
aset hak guna use assets
Kendaraan Motor vehicle, rights
bermotor, aset hak 0 of use assets
guna
Pesawat, aset hak Aircraft, right of use
0
guna assets
Kapal, aset hak Vessels, right of use
0
guna assets
Menara BTS Tower, right of
telekomunikasi, 0 use assets
aset hak guna
Jaringan Fiber Fiber Optic Network,
Optik, aset hak 0 right of use assets
guna
Infrastruktur Telecommunication
Telekomunikasi, 0 Infrastructure, right of
aset hak guna use assets
Peralatan Teknikal, Technical Equipment,
0
aset hak guna right of use assets
Lainnya, aset hak Others, right of use
0
guna assets
Page 49
Aset hak guna 0 0 (0) 0 0 0 0 (0) 0 Right of use assets
Bangunan, dalam Building, assets under
353,646 138,954 (0) ( 196,936 ) 295,664
penyelesaian construction
Mesin dan alat Machinery and heavy
berat, dalam 108,148 154,161 (0) ( 116,987 ) 145,322 equipment, assets
penyelesaian under construction
Menara BTS Tower, assets
telekomunikasi, under construction
0
dalam
penyelesaian
Jaringan Fiber Fiber Optic Network,
Optik, dalam 0 assets under
penyelesaian construction
Infrastruktur Telecommunication
Telekomunikasi, Infrastructure, assets
0
dalam under construction
penyelesaian
Peralatan Teknikal, Technical Equipment,
dalam 0 assets under
penyelesaian construction
Lainnya, dalam Others, assets under
150 92 (0) ( 242 ) 0
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
461,944 293,207 (0) ( 314,165 ) 440,986
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
34,988,931 1,236,735 ( 178,631 ) ( 58,434 ) 0 0 0 (0) 35,988,601
equipment
Akumulasi Tanah, dimiliki Land, directly owned Carrying
0
depresiasi langsung amount,
Bangunan dan Building and accumulated
fasilitasnya, dimiliki leasehold depreciation
3,666,723 393,696 ( 3,461 ) ( 5,885 ) (0) 4,051,073
langsung improvement, directly
owned
Mesin dan Machinery and
peralatan, dimiliki 4,022,108 341,358 ( 11,417 ) ( 6,482 ) (0) 4,345,567 equipment, directly
langsung owned
Alat berat, dimiliki Heavy equipment,
1,806,255 91,472 ( 11,223 ) ( 2,166 ) 1,884,338
langsung directly owned
Alat pengangkutan, Transportation
dimiliki langsung 0 equipment, directly
owned
Perabot dan Furniture and office
peralatan kantor, 456,322 15,584 ( 5,938 ) 9 465,977 equipment, directly
Page 50
dimiliki langsung owned
Kendaraan Motor vehicle, directly
bermotor, dimiliki 0 owned
langsung
Pesawat, dimiliki Aircraft, directly
0
langsung owned
Kapal, dimiliki Vessels, directly
0
langsung owned
Menara BTS Tower, directly
telekomunikasi, 0 owned
dimiliki langsung
Jaringan Fiber Fiber Optic Network,
Optik, dimiliki 0 directly owned
langsung
Infrastruktur Telecommunication
Telekomunikasi, 0 Infrastructure, directly
dimiliki langsung owned
Peralatan Teknikal, Technical Equipment,
0
dimiliki langsung directly owned
Lainnya, dimiliki Others, directly
5,514,480 461,163 ( 101,726 ) 0 143,176 6,017,093
langsung owned
Dimiliki langsung 15,465,888 1,303,273 ( 133,765 ) ( 14,524 ) 0 0 0 143,176 16,764,048 Directly owned
Mesin, aset hak Machinery, right of
0
guna use assets
Alat pengangkutan, Transportation
aset hak guna 0 equipment, right of
use assets
Alat berat, aset hak Heavy equipment,
0
guna right of use assets
Bangunan, aset Building, right of use
0
hak guna assets
Perabot dan Furniture and office
peralatan kantor, 0 equipment, rights of
aset hak guna use assets
Kendaraan Motor vehicle, rights
bermotor, aset hak 0 of use assets
guna
Pesawat, aset hak Aircraft, right of use
0
guna assets
Kapal, aset hak Vessels, right of use
0
guna assets
Menara BTS Tower, right of
Page 51
telekomunikasi, 0 use assets
aset hak guna
Jaringan Fiber Fiber Optic Network,
Optik, aset hak 0 right of use assets
guna
Infrastruktur Telecommunication
Telekomunikasi, 0 Infrastructure, right of
aset hak guna use assets
Peralatan Teknikal, Technical Equipment,
0
aset hak guna right of use assets
Lainnya, aset hak Others, right of use
0
guna assets
Aset hak guna 0 0 (0) 0 0 0 0 (0) 0 Right of use assets
Bangunan, dalam Building, assets under
13,000 (0) 13,000
penyelesaian construction
Mesin dan alat Machinery and heavy
berat, dalam 0 equipment, assets
penyelesaian under construction
Menara BTS Tower, assets
telekomunikasi, under construction
0
dalam
penyelesaian
Jaringan Fiber Fiber Optic Network,
Optik, dalam 0 assets under
penyelesaian construction
Infrastruktur Telecommunication
Telekomunikasi, Infrastructure, assets
0
dalam under construction
penyelesaian
Peralatan Teknikal, Technical Equipment,
dalam 0 assets under
penyelesaian construction
Lainnya, dalam Others, assets under
0
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
13,000 0 (0) 0 0 0 0 (0) 13,000
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
15,478,888 1,303,273 ( 133,765 ) ( 14,524 ) 0 0 0 143,176 16,777,048
equipment
Nilai Aset tetap Property, plant, and Carrying
19,510,043 19,211,553
perolehan equipment amount
Page 52
[1611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual Sebidang tanah seluas 125 hektar di Provinsi Banten milik Disclosure of notes for property, plant and
LSIP, entitas anak, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual sehubungan equipment
dengan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (?PPJB?) LSIP dengan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
(?ICBP?), entitas sepengendali, pada tanggal 21 Desember 2017. PPJB tersebut telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir diperpanjang sampai tanggal 31 Desember 2023. Pada bulan
Desember 2022, LSIP telah menyelesaikan pengalihan sebagian lahan tanah di atas, yaitu 8 bidang
tanah dengan luas 12 hektar dengan total nilai penjualan Rp35.766 yang sebelumnya telah dibayarkan
ICBP sebagai uang muka pada tahun 2018. Proses pengalihan bidang tanah lainnya yang dicakup
PPJB di atas masih dalam proses sampai dengan tanggal 27Juli 2023. / Non-current Asset Held for
Sale A parcel of land of LSIP, a subsidiary, with an area of 125 hectares at the Province of Banten, is
classified as non-current asset held for sale as LSIP entered into a Sale and Purchase Agreement
(?SPA?) with PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (?ICBP?), an entity under common control, on
December 21, 2017. The SPA has been ammended several times, the latest of which was an
extension up to December 31, 2023. In December 2022, LSIP has completed the transfer for part of the
above-mentioned land comprising 8 parcels of land with total area of 12 hectares representing sales
value of Rp35,766, which previously paid as advance by ICBP in 2018. Transfer process for the other
parts of the land covered by the above-mentioned SPA is still in progress up to July 27, 2023.
Penyusutan Pada tanggal 30 Juni 2023, nilai perolehan aset tetap Grup yang telah disusutkan penuh
namun masih digunakan adalah sebesar Rp3.908.371 (31 Desember 2022: Rp3.804.493), yang
terutama terdiri atas bangunan dan prasarana, mesin dan peralatan pabrik, dan alat berat dan
kendaraan./ Depreciation As at June 30, 2023 the costs of the Group?s fixed assets that have been
fully depreciated but still being utilized were amounting to Rp3,908,371 (December 31, 2022:
Rp3,804,493), which mainly consist of buildings and improvements, machinery and plant equipment,
and heavy equipment and vehicles. Hak atas Tanah Jenis kepemilikan hak atas tanah Grup, termasuk
tanah perkebunan, berupa HGB, yang berlaku antara 19 sampai dengan 40 tahun, HGU yang berlaku
antara 19 sampai dengan 39 tahun, dan HP yang berlaku antara 20 sampai dengan 25 tahun.
Manajemen berkeyakinan bahwa kepemilikan hak atas tanah yang jatuh tempo tahun 2023 sampai
dengan tahun 2055 akan dapat diperbaharui dan/atau diperpanjang. Tanaman produktif Grup
dikembangkan dan dikelola di atas lahan yang telah memeroleh HGU, atau lahan yang telah
memeroleh ijin lokasi dan sedang dalam proses pengurusan HGU. Manajemen berkeyakinan bahwa
HGU akan diperoleh untuk lahan yang baru memiliki Ijin Lokasi tersebut di atas, sehingga Grup
mengakui tanaman produktif yang dikembangkan di atas lahan tersebut. / Land Rights The Group?s
titles of ownership on its land rights, including the plantation land, are in the form of HGB which are
valid for 19 to 40 years, HGU, which are valid for 19 to 39 years, and HP which are valid for 20 to 25
years. The management believes that the said titles of land right ownership that will expire from 2023 to
2055 can be renewed and/or extended. The Group?s bearer plants are developed and managed on the
area which have obtained HGU, or have obtained location permits and in the process of obtaining
HGU. The management believes that the HGU will be obtained for those areas under location permits,
so that the Group recognized bearer plants developed on these areas. Pertanggungan Asuransi Pada
tanggal 30 Juni 2023, aset tetap telah diasuransikan terhadap risiko kerugian atas kebakaran dan
Page 53
risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan jumlah nilai pertanggungan sekitar Rp15.839.676 yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut./ Insurance Coverage As of June 30 2023, the fixed assets are covered by insurance against losses from fire and other risks under a policy package with combined coverage amounting to about Rp15,839,676 which in management?s opinion, are adequate to cover possible losses that may arise from such risks. Beban Pinjaman Selama periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023, total beban pinjaman yang dikapitalisasi oleh entitas-entitas anak tertentu ke aset tetap adalah sebesar Rp26.971 (30 Juni 2022: Rp43.082) berdasarkan tingkat kapitalisasi yang berkisar antara 5,92% sampai dengan 8,48% (30 Juni 2022: antara 4,93% sampai dengan 11,17%) untuk periode yang sama./ Borrowing Costs During the six-month period ended June 30, 2023, the total borrowing costs capitalized by the certain subsidiaries to their fixed assets amounted to Rp26,971 (June 30, 2022: Rp43,082) based on capitalization rates ranging from 5.92% to 8.48% (June 30, 2022: from 4.93% to 11.17%) for the same period.
Page 54
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Current Year
30 June 2023
Aset hak guna Right of use assets
Penjabaran Penurunan
Aset hak Entitas anak Aset hak
Penambahan Pengurangan Reklasifikasi aset laporan Revaluasi aset (pemulihan)
guna, periode baru aset hak guna, periode
aset hak guna aset hak guna hak guna keuangan aset hak guna nilai aset hak
awal guna akhir
hak guna guna
Right of use Translation New Impairment
Revaluation of Right of use
assets, Addition in right Disposals in right Reclassifications of adjustment in subsidiaries in (recovery) of
right of use assets, end
beginning of use assets of use assets right of use assets right of use right of use right of use
assets period
period assets assets assets
Nilai perolehan, Mesin, aset hak Machinery, right of Carrying amount,
0 0
kotor guna use assets gross
Alat Transportation
pengangkutan, 0 0 equipment, right of
aset hak guna use assets
Alat berat, aset Heavy equipment,
0 0
hak guna right of use assets
Bangunan, aset Building, right of
10,779 0 (0) 10,779
hak guna use assets
Pesawat, aset hak Aircraft, right of
0 0
guna use assets
Kapal, aset hak Vessels, right of
0 0
guna use assets
Lainnya, aset hak Others, right of
405,467 1,006 ( 869 ) 405,604
guna use assets
Aset hak guna Right of use
416,246 1,006 ( 869 ) 0 0 0 0 (0) 416,383
assets
Akumulasi Mesin, aset hak Machinery, right of Carrying amount,
0 0
depresiasi guna use assets accumulated
Alat Transportation depreciation
pengangkutan, 0 0 equipment, right of
aset hak guna use assets
Alat berat, aset Heavy equipment,
0 0
hak guna right of use assets
Bangunan, aset Building, right of
6,406 2,597 (0) 9,003
hak guna use assets
Pesawat, aset hak Aircraft, right of
0 0
guna use assets
Page 55
Kapal, aset hak 0 0 Vessels, right of
guna use assets
Lainnya, aset hak Others, right of
185,875 26,282 (0) 212,157
guna use assets
Aset hak guna Right of use
192,281 28,879 (0) 0 0 0 0 (0) 221,160
assets
Nilai perolehan Aset hak guna Right of use Carrying amount
223,965 195,223
assets
Page 56
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset hak guna Right of use assets
Penjabaran Penurunan
Aset hak Entitas anak Aset hak
Penambahan Pengurangan Reklasifikasi aset laporan Revaluasi aset (pemulihan)
guna, periode baru aset hak guna, periode
aset hak guna aset hak guna hak guna keuangan aset hak guna nilai aset hak
awal guna akhir
hak guna guna
Right of use Translation New Impairment
Revaluation of Right of use
assets, Addition in right Disposals in right Reclassifications of adjustment in subsidiaries in (recovery) of
right of use assets, end
beginning of use assets of use assets right of use assets right of use right of use right of use
assets period
period assets assets assets
Nilai perolehan, Mesin, aset hak Machinery, right of Carrying amount,
0
kotor guna use assets gross
Alat Transportation
pengangkutan, 0 equipment, right of
aset hak guna use assets
Alat berat, aset Heavy equipment,
0
hak guna right of use assets
Bangunan, aset Building, right of
10,779 1,170 ( 1,170 ) 10,779
hak guna use assets
Pesawat, aset hak Aircraft, right of
0
guna use assets
Kapal, aset hak Vessels, right of
0
guna use assets
Lainnya, aset hak Others, right of
311,265 177,983 ( 83,781 ) 0 405,467
guna use assets
Aset hak guna Right of use
322,044 179,153 ( 84,951 ) 0 0 0 0 (0) 416,246
assets
Akumulasi Mesin, aset hak Machinery, right of Carrying amount,
0
depresiasi guna use assets accumulated
Alat Transportation depreciation
pengangkutan, 0 equipment, right of
aset hak guna use assets
Alat berat, aset Heavy equipment,
0
hak guna right of use assets
Bangunan, aset Building, right of
2,382 5,194 ( 1,170 ) 6,406
hak guna use assets
Pesawat, aset hak Aircraft, right of
0
guna use assets
Page 57
Kapal, aset hak 0 Vessels, right of
guna use assets
Lainnya, aset hak Others, right of
216,174 53,277 ( 83,576 ) 0 185,875
guna use assets
Aset hak guna Right of use
218,556 58,471 ( 84,746 ) 0 0 0 0 (0) 192,281
assets
Nilai perolehan Aset hak guna Right of use Carrying amount
103,488 223,965
assets
Page 58
[1612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset hak guna Grup Sebagai Penyewa/ The Group as Lessee Grup memiliki kontrak sewa untuk berbagai aset tanah, Disclosure of notes for right of use assets
bangunan, dan peralatan kantor yang digunakan dalam operasinya. Grup dibatasi untuk menyewakan
kembali aset sewaan. / The Group has lease contracts for various assets of land, building, and office
equipment used in its operations. The Group is restricted from assigning and subleasing the leased
assets. Sewa bangunan umumnya memiliki jangka waktu sewa 2 tahun, sewa tanah antara 2 hingga
20 tahun, dan sewa peralatan kantor umumnya memiliki jangka waktu sewa 3 tahun. / Lease of
buildings generally has terms of 2 years, lease of land has terms between 2 to 20 years, and lease of
office equipment generally has lease terms of 3 years. Grup memiliki sewa tertentu untuk peralatan
kantor dengan masa sewa kurang dari 12 bulan atau dengan nilai rendah. Grup menerapkan
pengecualian pengakuan untuk sewa-sewa ini dan mengakui biaya sewa berdasarkan garis lurus
selama periode sewa dalam laba rugi. / The Group has certain leases of office equipment with lease
terms of less than 12 months or with low value. The Group applies recognition exemptions for these
leases and recognize lease expenses on a straight-line basis over the lease term in the profit or loss.
Grup memiliki arus kas keluar untuk pembayaran liabilitas sewa sebesar Rp32.713 (30 Juni 2022:
Rp32.727) yang terdiri dari pembayaran pokok liabilitas sewa dan beban bunga. / The Group had cash
outflows for payment of lease liabilities amounting to Rp32,713 (June 30, 2022: Rp32,727) which
consist of principal payment of lease liabilities and interest expenses. Grup memiliki beberapa kontrak
sewa yang berisi opsi perpanjangan dan opsi penghentian sewa yang dapat dilakukan oleh Grup. Jika
memungkinkan, Grup juga akan memasukkan opsi perpanjangan dan penghentian sewa atas sewa
yang baru untuk memberikan fleksibilitas dalam operasional. / The Group has several lease contracts
that contain extension and termination options exercisable by the Group. Where practicable, the Group
seeks to include extension and termination options in new leases to provide operational flexibility. Opsi
perpanjangan hanya dapat digunakan oleh Grup bukan oleh pemberi sewa sebelum berakhirnya masa
sewa. Opsi penghentian sewa dapat digunakan dengan memenuhi syarat pemberitahuan dalam
kontrak. / The extension options held are exercisable only by the Group before the end of the
non-cancellable contract period and not by the lessors. The termination options can be exercised by
serving the require notice periods in the lease contract. Grup sebagai Pesewa / The Group as Lessor
Grup telah mengadakan sewa operasi untuk tangki MKS dan bangunan gudang. Sewa ini memiliki
jangka waktu sewa 2 tahun dan termasuk klausul untuk revisi sewa sesuai dengan kondisi pasar yang
berlaku. Pendapatan sewa yang diakui Grup selama periode berjalan adalah sebesar Rp4.319 (30 Juni
2022: Rp3.845)./ The Group has entered into operating leases on its CPO tanks and warehouse
buildings. These leases have lease term of 2 years and include a clause for rental revision subject to
prevailing market conditions. Lease income recognized by the Group during the period is amounting to
Rp4,319 (June 30, 2022: Rp3,845). Piutang sewa minimum di masa depan berdasarkan sewa operasi
yang tidak dapat dibatalkan pada tanggal 30 Juni 2023 terkait dengan sewa tangki MKS yang akan
dibebankan berdasarkan penggunaan aktual. / Future minimum rentals receivable under
non-cancellable operating leases as at June 30, 2023 relating to CPO tank rental which will be charged
based on actual usage.
Page 59
[1616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas pendapatan Pendapatan yang diakui dari liabilitas kontrak pada tanggal 30 Juni 2023 pada periode berjalan adalah Disclosure of notes for revenue
sebesar Rp167.615 (30 Juni 2022: Rp268.147). / The amount of revenue recognized from contract
liabilities as at June 30, 2023 in the current period was Rp167,615 (June 30, 2022: Rp268,147).
Kewajiban pelaksanaan pada Grup, yang mencakup produk-produk di atas, dipenuhi pada saat
pengiriman dari lokasi Grup atau pada penyerahan barang di lokasi pelanggan sesuai persyaratan
dalam kontrak. Jangka waktu pembayaran yang ditetapkan pada kontrak adalah antara 1 sampai 35
hari setelah kewajiban pelaksanaan dipenuhi. Untuk penjualan ekspor, Grup mensyaratkan
pembayaran saat penyerahan dokumen penjualan. / The performance obligations of the Group, which
cover the products mentioned above, are satisfied upon shipment from the Group?s location or upon
delivery of the goods at the customer?s location as agreed in the contracts. The term of payment is
generally due within 1 to 35 days upon fulfillment of the performance obligation. For export sales, the
Group requires cash against the presentation of documents of title.
Page 60
[1617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - General
Industry
Catatan untuk tipe pendapatan Notes for revenue by type
30 June 2023 30 June 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari produk Product revenue 1
MKS / CPO 587,416 593,068
1
Pendapatan dari produk Inti sawit dan Product revenue 2
2 produk terkait /
Palm kernel and 464,681 664,086
the related
products
Pendapatan dari produk Minyak goreng Product revenue 3
3 dan lemak nabati
5,914,947 6,107,152
/ Edible oils and
fats
Pendapatan dari produk Product revenue 4
Lain-lain / Others 641,281 708,548
4
Pendapatan dari Product revenue
7,608,325 8,072,854
produk
Tipe pendapatan 7,608,325 8,072,854 Type of revenue
Page 61
[1618000] Notes to the financial statements - Revenue By Source - General
Industry
Catatan untuk sumber pendapatan Notes for revenue by source
30 June 2023 30 June 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari Domestic revenue 1
Total 6,665,072 7,713,091
domestik 1
Pendapatan domestik 6,665,072 7,713,091 Domestic revenue
Pendapatan dari ekspor Export revenue 1
Total 943,253 359,763
1
Pendapatan ekspor 943,253 359,763 Export revenue
Sumber pendapatan 7,608,325 8,072,854 Source of revenue
Page 62
[1619000] Notes to the financial statements - Revenue With Value More Than
10% - General Industry
Catatan untuk pendapatan lebih dari 10% Note for revenue with value
more than 10%
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan Penjualan dan
Nama pihak
pendapatan usaha pendapatan usaha
Party name Sales and revenue Sales and revenue
Pihak 1 PT Indofood CBP Party 1
Sukses Makmur 1,664,421 2,040,801
Tbk
Pihak 2 PT Indomarco Adi Party 2
571,581 915,428
Prima
Pihak dengan Party with revenue
pendapatan lebih dari 2,236,002 2,956,229 more than 10%
10%
Page 63
[1620100] Notes to the financial statements - Trade receivables, by currency - General Industry
Piutang usaha berdasarkan mata uang Trade receivables by currency
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, Trade receivables,
impairment of trade Trade receivables impairment of trade Trade receivables
gross gross
receivables receivables
Pihak ketiga IDR 376,848 480,969 IDR Third party
USD 87,713 141,221 USD
Mata uang 464,561 53 464,508 622,190 175 622,015 Currency
Pihak berelasi IDR 263,550 367,330 IDR Related party
USD 0 210,869 USD
Mata uang 263,550 263,550 578,199 578,199 Currency
Page 64
[1620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - General Industry
Piutang usaha berdasarkan umur Trade receivables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, Trade receivables,
impairment of trade Trade receivables impairment of trade Trade receivables
gross gross
receivables receivables
Belum jatuh tempo Umur 478,631 898,752 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 181,671 240,903 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 13,602 14,828 31 - 60 days
61 - 90 hari 10,398 4,440 61 - 90 days
Lebih dari 90 hari 43,809 41,466 More than 90 days
Umur 249,480 301,637 Aging
Jatuh tempo Umur 728,111 ( 53 ) 728,058 1,200,389 ( 175 ) 1,200,214 Aging Due status
Page 65
[1620500] Notes to the financial statements - Trade receivable, movement of
allowance for impairment of Trade receivables - General Industry
Pergerakan penurunan nilai piutang Movement of allowance for
usaha impairment of trade receivables
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan penurunan nilai Allowance for impairment of
piutang usaha, awal periode 175 148 trade receivables, beginning
period
Penambahan penyisihan Addition of allowance for
27
penurunan nilai piutang usaha impairment of trade receivables
Pengurangan mutasi penurunan Reduction of movement of
nilai piutang usaha ( 122 ) allowance for impairment of trade
receivables
Penyisihan penurunan nilai Allowance for impairment of
piutang usaha, akhir periode 53 175 trade receivables, ending
period
Page 66
[1621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas piutang usaha Piutang usaha tidak dijaminkan dan tidak dikenakan bunga. / Trade receivables are unsecured and Disclosure of notes for trade receivables
non-interest bearing. Berdasarkan hasil penelaahan terhadap adanya penurunan nilai pada akhir
tahun, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha di atas cukup
untuk menutup kerugian atas penurunan nilai piutang tersebut. / Based on the results of review for
impairment at the end of the year, the management believes that the above allowance for impairment
of trade receivables is sufficient to cover losses from impairment of such receivables. Lihat Catatan 33
mengenai risiko kredit piutang usaha untuk memahami bagaimana Grup mengelola dan mengukur
kualitas kredit piutang usaha./ See Note 33 on credit risk of trade receivables to understand how the
Group manages and measures credit quality of trade receivables.
Page 67
[1630000] Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 June 2023 31 December 2022
Barang jadi 1,332,428 1,376,694 Finished goods
Bahan baku dan bahan Raw and indirect material
1,046,621 1,264,845
pembantu
Suku cadang 723,809 626,497 Spareparts
Persediaan, kotor 3,102,858 3,268,036 Inventories, gross
Persediaan 3,102,858 3,268,036 Inventories
Persediaan lancar 3,102,858 3,268,036 Current inventories
Page 68
[1632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan Pemulihan penyisihan atas nilai realisasi neto persediaan tersebut di atas diakui karena terjualnya Disclosure of notes for inventories
barang jadi terkait kepada pihak ketiga dan pemakaian bahan pembantu dan suku cadang. / The
above recovery of allowance for net realizable value of inventories were recognized in view of the sales
of the related finished goods to third parties and consumption of supporting materials and spare parts.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap harga pasar dan kondisi fisik dari persediaan pada tanggal
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan tersebut di atas cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian dari keusangan dan penurunan nilai pasar persediaan. / Based on a review of
the market prices and physical conditions of the inventories at the reporting dates, management
believes that the above allowance is adequate to cover any possible losses from obsolescence and
decline in market values of inventories. Pada tanggal 30 Juni 2023, persediaan telah diasuransikan
terhadap risiko kerugian atas kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu
dengan nilai pertanggungan gabungan sekitar Rp1.927.123 (31 Desember 2022: Rp1.809.896), yang
menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko-risiko tersebut.
/ As of June 30, 2023, inventories are covered by insurance against losses from fire and other risks
under a certain policy package with combined coverage amounting to approximately Rp1,927,123
(December 31, 2022: Rp1,809,896) which in management?s opinion, is adequate to cover possible
losses that may arise from such risks.
Page 69
[1640100] Notes to the financial statements - Trade Payable, by currency - General Industry
Utang usaha berdasarkan mata uang Trade payables by currency
30 June 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Pihak ketiga IDR 946,940 992,521 IDR Third party
EUR 81 451 EUR
GBP 0 0 GBP
SGD 45 32 SGD
USD 1,821 2,907 USD
Mata uang lainnya 17 71 Other currency
Mata uang 948,904 995,982 Currency
Pihak berelasi IDR 68,935 85,568 IDR Related party
USD 0 0 USD
Mata uang 68,935 85,568 Currency
Page 70
[1640200] Notes to the financial statements - Trade Payable, by aging - General Industry
Utang usaha berdasarkan umur Trade payables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Belum jatuh tempo Umur 667,508 684,334 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 119,941 148,368 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 42,800 76,466 31 - 60 days
61 - 90 hari 23,453 43,657 61 - 90 days
Lebih dari 90 hari 164,137 128,725 More than 90 days
Umur 350,331 397,216 Aging
Jatuh tempo Umur 1,017,839 1,081,550 Aging Due status
Page 71
[1641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang usaha Utang usaha tidak dijamin, tidak dikenakan bunga dan umumnya dikenakan syarat pembayaran antara Disclosure of notes for trade payables
1 hari sampai dengan 60 hari. / Trade payables are unsecured, non-interest bearing and generally on 1
to 60 days terms of payment.
Page 72
[1670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - General
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 June 2023 30 June 2022
Persediaan bahan baku awal 1,264,845 1,167,578 Beginning raw inventory
Pembelian bahan baku 2,308,917 2,632,077 Purchased raw inventory
Persediaan bahan baku akhir 1,046,621 1,452,671 Ending raw inventory
Bahan baku yang digunakan 2,527,141 2,346,984 Raw inventory used
Biaya pabrikasi lainya 3,746,081 3,797,013 Other manufacturing overhead
Jumlah biaya produksi 6,273,222 6,143,997 Total production cost
Harga pokok produksi 6,273,222 6,143,997 Cost of goods manufactured
Barang jadi awal 1,376,694 1,030,315 Beginning finish goods inventory
Pembelian barang jadi 28,029 60,284 Purchased finish goods inventory
Barang jadi akhir 1,332,428 1,350,843 Ending finish goods inventory
Beban pokok pendapatan Other cost of goods sold
( 8,166 ) ( 11,260 )
lainnya
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
6,337,351 5,872,493
pendapatan
Page 73
[1671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas beban pokok Selama periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022, tidak ada transaksi Disclosure of notes for cost of goods sold
penjualan dari satu pemasok dengan total pembelian kumulatif yang melebihi 10% dari total penjualan
konsolidasian interim. / During the six-month period ended June 30, 2023 and 2022, there were no
purchases made from any single supplier with a cumulative amount exceeding 10% of the total interim
consolidated sales.
Page 74
[1691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 June 2023 31 December 2022
Utang bank, nilai dalam Utang bank, nilai dalam
Total utang bank, kotor Total utang bank, kotor
mata uang asing mata uang asing
Bank loan, amount in Bank loan, amount in
Total bank loans, gross Total bank loans, gross
foreign currency foreign currency
Bank Central Asia Tbk IDR 1,529,996 1,940,648 IDR Bank Central Asia Tbk
Mata uang 1,529,996 1,940,648 Currency
Bank Rakyat Indonesia Mata uang Currency Bank Rakyat Indonesia
0 0
(Persero) Tbk (Persero) Tbk
Bank Mandiri (Persero) Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Mandiri (Persero) Tbk
Bank Syariah Indonesia Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Syariah Indonesia Tbk
Bank Negara Indonesia IDR 1,000,000 IDR Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk Mata uang 1,000,000 0 Currency (Persero) Tbk
Bank Jago Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Jago Tbk
Bank Permata Tbk IDR 80,000 280,000 IDR Bank Permata Tbk
Mata uang 80,000 280,000 Currency
Bank Mega Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Mega Tbk
Bank Mayapada Mata uang Currency Bank Mayapada
0 0
Internasional Tbk Internasional Tbk
Bank Danamon Indonesia Mata uang Currency Bank Danamon Indonesia
0 0
Tbk Tbk
Bank BTPN Syariah Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank BTPN Syariah Tbk
Bank Maybank Indonesia Tbk IDR 0 450,000 IDR Bank Maybank Indonesia Tbk
Mata uang 0 450,000 Currency
Bank Pan Indonesia Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Pan Indonesia Tbk
Bank Cimb Niaga Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Cimb Niaga Tbk
Bank Rakyat Indonesia Mata uang Currency Bank Rakyat Indonesia
0 0
Agroniaga Tbk Agroniaga Tbk
Bank Btpn Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Btpn Tbk
Bank Tabungan Negara Mata uang Currency Bank Tabungan Negara
0 0
(Persero) Tbk (Persero) Tbk
Bank OCBC Nisp Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank OCBC Nisp Tbk
Page 75
Bank KB Bukopin Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank KB Bukopin Tbk
Bank Pembangunan Daerah Mata uang Currency Bank Pembangunan Daerah
0 0
Jawa Barat dan Banten Tbk Jawa Barat dan Banten Tbk
Pinjaman sindikasi Mata uang 0 0 Currency Syndicated bank loans
Bank asing lainnya Mata uang 0 0 Currency Other foreign banks
Bank lokal lainnya Mata uang 0 0 Currency Other local banks
Kreditur nama bank Mata uang 2,609,996 2,670,648 Currency Creditor bank name
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 June 2023 31 December 2022
Total utang bank, kotor 2,609,996 2,670,648 Total bank loans, gross
Biaya penerbitan utang bank yang belum diamortisasi ( 7,206 ) ( 8,883 ) Unamortized bank loan issuance cost
Total utang bank, bersih 2,602,790 2,661,765 Total bank loan, net
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu Current maturities of bank loans
554,866 824,240
tahun atas utang bank
Liabilitas jangka panjang atas utang bank 2,047,924 1,837,525 Long-term bank loans
Page 76
[1691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka Suku Bunga Fasilitas pinjaman dalam mata uang Rupiah dikenakan tingkat suku bunga tahunan yang Disclosure of notes for long-term bank loans
panjang berkisar antara 5,60% sampai dengan 8,00% (30 Juni 2022: antara 4,95% sampai dengan 8,00%)
untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023./ Interest Rate The credit facilities
denominated in Rupiah bear interest at annual rates ranging from 5.60% to 8.00% (June 30, 2022:
from 4.95% to 8.00%) for the six-month period ended June 30, 2023. Jaminan Pada tanggal 30 Juni
2023 dan 31 Desember 2022, semua fasilitas pinjaman yang diperoleh oleh Perusahaan adalah tanpa
jaminan, sedangkan semua fasilitas pinjaman yang diperoleh oleh entitas-entitas anak dijamin dengan
jaminan korporasi dari Perusahaan sebesar proporsi kepemilikan pada masing-masing entitas anak
tersebut. / Collateral As of June 30, 2023 and December 31, 2022, all credit facilities obtained by the
Company are unsecured, while those obtained by the subsidiaries are secured with corporate
guarantee from the Company in accordance with its proportion of equity ownership in each of the
subsidiaries. Fasilitas Kredit yang Belum Digunakan Pada bulan Maret 2022, Perusahaan memeroleh
fasilitas pinjaman dari PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan batas kredit maksimum sebesar Rp250.000,
yang sampai dengan tanggal 30 Juni 2023 masih belum digunakan oleh Perusahaan. Fasilitas
pinjaman ini adalah tanpa jaminan dan akan berakhir pada bulan Maret 2024. / Unused Credit Facilities
In March 2022, the Company obtained credit facilities from PT Bank CIMB Niaga Tbk with a maximum
credit limit of Rp250,000, which up to June 30, 2023 has not been utilized by the Company. This credit
facility is unsecured and will expire in March 2024. Pembatasan-pembatasan Perjanjian pinjaman yang
diperoleh Grup di atas mensyaratkan beberapa pembatasan bagi Grup, antara lain, mengikatkan diri
sebagai penjamin kecuali untuk pengajuan kredit anak usaha atau mengagunkan harta kekayaannya
kepada pihak lain kecuali untuk penerbitan letter of credit, bank garansi, sewa maupun menjadi
penjamin dari pinjaman yang diperoleh anak perusahaan; mengubah aktivitas usaha Grup saat ini dan
pemegang saham kecuali perubahan pemegang saham publik; memberi pinjaman kepada pihak lain
kecuali kepada afiliasi dalam rangka menunjang kegiatan usaha sehari-hari; serta menjual aset jika
melebihi batasan tertentu. Selain itu, Perusahaan dan LPI juga diharuskan untuk mempertahankan
beberapa rasio keuangan tertentu pada setiap akhir tahun. / Covenants The above-mentioned credit
agreements obtained by the Group provides for several negative covenants for the Group, such as,
engaging as guarantor except for applying for subsidiary loans or pledging their assets to other parties
except for issuing letters of credit, bank guarantees, leasing or engaging as guarantor for subsidiary
loans; change the current business activities of the Group and shareholders structure except change of
the public shareholders; provide loans to other parties except to affiliates in order to support daily
business activities; and sell assets that exceed certain threshold. In addition, the Company and LPI is
also required to maintain certain financial ratios at each end of year. Kepatuhan atas Syarat-syarat
Pinjaman Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Grup telah memenuhi semua
persyaratan pinjaman-pinjaman jangka panjang tersebut di atas seperti disebutkan dalam perjanjian
kredit terkait atau memeroleh surat pernyataan pelepasan tuntutan pelunasan (waiver) sesuai
ketentuan perjanjian kredit terkait./ Compliance with Loan Covenants As of June 30, 2023 and
December 31, 2022, the Group has complied with all of the covenants of the above-mentioned
long-term loans as stipulated in the respective loan agreements or obtained necessary waivers as
required by respective loan agreements.
Page 77
Page 78
[1692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
30 June 2023
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
Utang bank, nilai dalam mata Jatuh tempo utang bank
uang asing jangka panjang
Bank loan, amount in foreign
Due date for long-term bank loan
currency
Bank Central Asia Tbk IDR Setiap kuartal hingga IDR Bank Central Asia Tbk
1,529,996 Agustus 2028 / Quarterly
until August 2028
Bank Negara Indonesia (Persero) IDR Desember 2024 / IDR Bank Negara Indonesia (Persero)
1,000,000
Tbk December 2024 Tbk
Bank Permata Tbk IDR 80,000 September 2023 IDR Bank Permata Tbk
Bank Maybank Indonesia Tbk IDR 0 Maret 2024 / March 2024 IDR Bank Maybank Indonesia Tbk
31 December 2022
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
Utang bank, nilai dalam mata Jatuh tempo utang bank
uang asing jangka panjang
Bank loan, amount in foreign
Due date for long-term bank loan
currency
Bank Central Asia Tbk IDR Setiap kuartal hingga IDR Bank Central Asia Tbk
1,940,648 Agustus 2028 / Quarterly
until August 2028
Bank Permata Tbk IDR 280,000 September 2023 IDR Bank Permata Tbk
Bank Maybank Indonesia Tbk IDR 450,000 Maret 2024 / March 2024 IDR Bank Maybank Indonesia Tbk
Page 79
[1693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
30 June 2023 31 December 2022
Utang bank jangka Utang bank jangka
Utang bank jangka Utang bank jangka
pendek, nilai dalam pendek, nilai dalam
pendek pendek
mata uang asing mata uang asing
Short-term bank loan, Short-term bank loan,
amount in foreign Short term bank loans amount in foreign Short term bank loans
currency currency
Bank Central Asia Tbk IDR 1,744,000 1,744,000 IDR Bank Central Asia Tbk
Mata uang 1,744,000 1,744,000 Currency
Bank Rakyat Indonesia Mata uang Currency Bank Rakyat Indonesia
0 0
(Persero) Tbk (Persero) Tbk
Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR 2,250,000 1,650,000 IDR Bank Mandiri (Persero) Tbk
Mata uang 2,250,000 1,650,000 Currency
Bank Syariah Indonesia Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Syariah Indonesia Tbk
Bank Negara Indonesia Mata uang Currency Bank Negara Indonesia
0 0
(Persero) Tbk (Persero) Tbk
Bank Jago Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Jago Tbk
Bank Permata Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Permata Tbk
Bank Mega Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Mega Tbk
Bank Mayapada Mata uang Currency Bank Mayapada
0 0
Internasional Tbk Internasional Tbk
Bank Danamon Indonesia Mata uang Currency Bank Danamon Indonesia
0 0
Tbk Tbk
Bank BTPN Syariah Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank BTPN Syariah Tbk
Bank Maybank Indonesia Mata uang Currency Bank Maybank Indonesia
0 0
Tbk Tbk
Bank Pan Indonesia Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Pan Indonesia Tbk
Bank Cimb Niaga Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank Cimb Niaga Tbk
Bank Rakyat Indonesia Mata uang Currency Bank Rakyat Indonesia
0 0
Agroniaga Tbk Agroniaga Tbk
Bank Btpn Tbk IDR 1,020,000 1,750,000 IDR Bank Btpn Tbk
Mata uang 1,020,000 1,750,000 Currency
Bank Tabungan Negara Mata uang Currency Bank Tabungan Negara
0 0
(Persero) Tbk (Persero) Tbk
Page 80
Bank OCBC Nisp Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank OCBC Nisp Tbk
Bank KB Bukopin Tbk Mata uang 0 0 Currency Bank KB Bukopin Tbk
Bank Pembangunan Daerah Mata uang Currency Bank Pembangunan Daerah
0 0
Jawa Barat dan Banten Tbk Jawa Barat dan Banten Tbk
Pinjaman sindikasi Mata uang 0 0 Currency Syndicated bank loans
Bank asing lainnya Mata uang 0 0 Currency Other foreign banks
Bank lokal lainnya IDR 700,000 726,000 IDR Other local banks
Mata uang 700,000 726,000 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 5,714,000 5,870,000 Currency Creditor bank name
Page 81
[1693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka Tujuan dari pinjaman-pinjaman di atas adalah untuk modal kerja Grup. / The purpose of the above Disclosure of notes for short-term bank loans
pendek loans are for working capitals of the Group. Suku Bunga Pinjaman dalam mata uang Rupiah dikenakan
suku bunga tahunan yang berkisar antara 5,45% sampai dengan 8,00% (30 Juni 2022: antara 4,70%
sampai dengan 8,00%) untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023./ Interest
Rate The loans denominated in Rupiah bear interest at annual rates ranging from 5.45% to 8.00%
(June 30, 2022: from 4.70% to 8.00%) for the six-month period ended June 30, 2023. Jaminan Pada
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, semua fasilitas pinjaman yang diperoleh oleh
Perusahaan adalah tanpa jaminan, sedangkan semua fasilitas pinjaman yang diperoleh oleh
entitas-entitas anak dijamin dengan jaminan korporasi dari Perusahaan sebesar proporsi
kepemilikannya pada masing-masing entitas anak tersebut. / Collateral As of June 30, 2023 and
December 31, 2022, all credit facilities obtained by the Company are unsecured, while those obtained
by the subsidiaries are secured with corporate guarantees from the Company in accordance with its
proportion of equity ownership in each of the subsidiaries. Fasilitas Kredit yang Belum Digunakan Pada
tanggal 30 Juni 2023, fasilitas pinjaman Perusahaan yang diperoleh dari Sumitomo Mitsui Banking
Corporation, Singapura, dengan batas kredit maksimum sebesar US$20.000.000 belum digunakan
namun masih tersedia. Fasilitas pinjaman ini adalah tanpa jaminan dan akan berakhir pada bulan
November 2023./ Unused Credit Facility As of June 30, 2023, credit facility of the Company which was
obtained from Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Singapore, with a maximum credit limit of
US$20,000,000, has not been utilized but is still available. This credit facility is unsecured and will
expire in November 2023. Pembatasan-pembatasan Berdasarkan persyaratan-persyaratan dalam
perjanjian pinjaman-pinjaman tersebut, Grup diharuskan untuk memeroleh persetujuan tertulis
sebelumnya dari bank sehubungan dengan, antara lain, memberi pinjaman kecuali kepada anak
perusahaan; mengikatkan diri sebagai penjamin kecuali kepada anak perusahaan atau mengagunkan
harta kekayaan kepada pihak lain kecuali dalam kaitannya dengan transaksi letter of credit, sewa, bank
garansi, penjaminan dalam rangka program plasma, serta untuk kegiatan operasional sehari-hari;
melakukan penggabungan usaha kecuali Grup akan menjadi pemegang kendali dan menjual aset yang
melebihi batasan tertentu. Selain itu, Perusahaan dan entitas anak tertentu juga diharuskan untuk
mempertahankan beberapa rasio keuangan tertentu pada setiap akhir tahun. / Covenants Under the
terms of the related loan agreements, the Group is required to obtain prior written consent from the
bank in respect of, among others, providing loans except to subsidiaries; engaging as guarantor except
to subsidiaries or pledging their assets to other parties except in relation to letter of credit transactions,
leases, bank guarantees, guarantees relating to plasma programs, as well as for daily operational
activities; carry out a business merger unless the Group will become the controlling holder and sell
assets that exceed certain threshold. In addition, the Company and certain entities are also required to
maintain certain financial ratios at each end of year. Kepatuhan atas Syarat-syarat Pinjaman Pada
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Grup telah memenuhi semua persyaratan
pinjaman-pinjaman jangka pendek tersebut di atas seperti disebutkan dalam perjanjian kredit terkait
atau memeroleh surat pernyataan pelepasan tuntutan pelunasan (waiver) sesuai ketentuan perjanjian
kredit terkait./ Compliance with Loan Covenants As of June 30, 2023 and December 31, 2022, the
Group has complied with all of the covenants of the above-mentioned short-term loans as stipulated in
Page 82
the respective loan agreements or obtained necessary waivers as required by respective loan agreements.
Page 83
[1696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
30 June 2023
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
Utang bank jangka pendek, Jatuh tempo utang bank
nilai dalam mata uang asing jangka pendek
Short-term bank loan, amount in
Due date for short-term bank loan
foreign currency
Bank Central Asia Tbk IDR 1,744,000 September 2023 IDR Bank Central Asia Tbk
Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR 2,250,000 Juni 2024 / June 2024 IDR Bank Mandiri (Persero) Tbk
Bank Btpn Tbk IDR 1,020,000 November 2023 IDR Bank Btpn Tbk
Bank lokal lainnya IDR Desember 2023 / IDR Other local banks
700,000
December 2023
31 December 2022
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
Utang bank jangka pendek, Jatuh tempo utang bank
nilai dalam mata uang asing jangka pendek
Short-term bank loan, amount in
Due date for short-term bank loan
foreign currency
Bank Central Asia Tbk IDR Juni dan September 2023 IDR Bank Central Asia Tbk
1,744,000 / June and September
2023
Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR 1,650,000 Juni 2023 / June 2023 IDR Bank Mandiri (Persero) Tbk
Bank Btpn Tbk IDR 1,750,000 November 2023 IDR Bank Btpn Tbk
Bank lokal lainnya IDR 726,000 September 2023 IDR Other local banks
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.