Back to announcement
20230731_NZIA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31355838_lamp3.pdf
Financial statement Text extracted NZIASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 48
Page 1
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian 30 Juni 2023 Dan Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
Page 2
Page 3
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2023 31 Desember 2022
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 3g,3h,5,30,31 44.125.343.628 25.468.614.912
Piutang usaha - pihak ketiga 3g,6,30,31 14.989.580.302 15.934.253.187
Piutang lain-lain 3g,7,30,31 4.005.279.110 2.885.056.937
Persediaan 3i,8
Aset real estat 104.174.401.565 108.036.523.985
Apartemen 60.958.255.026 61.023.286.645
Pajak dibayar di muka 14a 60.878.593 7.450.048
Uang Muka dan biaya dibayar di
muka 3j 7.808.045.738 5.256.866.364
Total Aset Lancar 236.121.783.962 218.612.052.078
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka 9 24.870.490.228 24.720.209.207
Tanah yang belum dikembangkan 3k,10 356.159.440.161 360.600.249.817
Aset tetap - neto 3l,11 2.325.315.058 1.568.134.093
Total Aset Tidak Lancar 383.355.245.447 386.888.593.117
TOTAL ASET 619.477.029.409 605.500.645.195
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
1
Page 4
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2023 31 Desember 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga 3g,12,30,31 12.506.179.416 16.844.788.470
Liabilitas lancar keuangan lainnya 3g,13,30,31 4.732.800.617 5.281.865.367
Utang pajak 3r,14b 1.704.407.601 2.278.969.981
Beban akrual 3g,15,30,31 745.151.332 1.140.631.174
Uang muka penjualan - pihak
ketiga 16 3.209.527.594 2.021.423.115
Liabilitas jangka panjang yang
akan jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Utang bank jangka panjang 3g,17,30,31 1.800.000.000 1.500.000.000
Utang pembiayaan konsumen 3o,18,30,31 147.964.494 40.607.511
Total Liabilitas Jangka Pendek 24.846.031.054 29.108.285.618
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang subordinasi 29,31 6.853.455.000 6.846.579.826
Utang pihak berelasi 3g,28,30,31 7.478.174.956 10.672.674.956
Liabilitas jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun:
Utang bank jangka panjang 3g,17,30,31 69.361.215.419 45.083.701.255
Utang pembiayaan konsumen 3o,18,30,31 471.930.622 30.455.632
Liabilitas imbalan pascakerja 3p,19 981.027.476 981.027.476
Total Liabilitas Jangka Panjang 85.145.803.473 63.614.439.145
TOTAL LIABILITAS 109.991.834.527 92.722.724.763
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2
Page 5
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2023 31 Desember 2022
EKUITAS
Ekuitas yang dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk
Modal saham - nilai nominal Rp 200
per saham
Modal dasar – 6.844.000.000
Saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh – 2.197.540.705 saham 20 439.508.141.000 439.508.141.000
Tambahan modal disetor 21 (2.150.695.664) (2.150.695.664)
Pengukuran kembali atas
liabilitas imbalan pascakerja 1.067.150.591 1.067.150.591
Saldo laba
Telah ditentukan
penggunaannya 22 1.000.000.000 1.000.000.000
Belum ditentukan
penggunaannya 50.645.552.548 54.190.903.094
Total ekuitas net yang dapat
diatribusikan kepada pemilik
entitas induk 490.070.148.475 493.615.499.021
Kepentingan nonpengendali 19.415.046.407 19.162.421.411
TOTAL EKUITAS 509.485.194.882 512.777.920.432
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 619.477.029.409 605.500.645.195
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
3
Page 6
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2023 30 Juni 2022
PENJUALAN NETO 3q,23 24.001.150.000 45.311.400.000
BEBAN POKOK PENJUALAN 3q,24 (15.446.135.902 ) (26.672.149.632 )
LABA BRUTO 8.555.014.098 18.639.250.368
Beban penjualan 3q,25 (3.320.052.146 ) (6.351.707.051 )
Beban umum dan administrasi 3q,26 (7.092.961.331 ) (8.457.788.498 )
Beban pajak final 3r,14c (289.487.660 ) (601.517.034 )
Pendapatan usaha lainnya - neto 3q,27 1.165.888 952.070
LABA (RUGI) USAHA (2.146.321.151) 3.229.189.855
Penghasilan keuangan 244.289.955 234.595.946
Biaya keuangan (1.383.819.179 ) (1.913.648.549 )
LABA (RUGI) NETO PERIODE
BERJALAN (3.285.850.375) 1.550.137.252
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi
Pengukuran kembali atas imbalan
pasca kerja - -
TOTAL LABA (RUGI)
KOMPREHENSIF PERIODE
BERJALAN (3.285.850.375) 1.550.137.252
LABA (RUGI) NETO PERIODE
BERJALAN YANG
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk (3.545.350.546) 448.899.112
Kepentingan nonpengendali 259.500.171 1.101.238.140
TOTAL (3.285.850.375) 1.550.137.252
LABA (RUGI) NETO PERIODE
BERJALAN YANG
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk (3.545.350.546) 448.899.112
Kepentingan nonpengendali 259.500.171 1.101.238.140
TOTAL (3.285.850.375) 1.550.137.252
Laba (Rugi) per saham dasar / dilusi
untuk periode berjalan 3s,32 (1.61) 0,20
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
4
Page 7
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
Saldo Laba
Ekuitas Pengukuran
Merging Kembali Atas Telah Belum
Tambahan Modal Entity Imbalan Ditentukan Ditentukan Kepentingan Total
Modal Saham Disetor Pascakerja Penggunaanya Penggunaanya Total Nonpengendali Ekuitas
Saldo 1 Januari 2022 439.508.141.000 (2.150.695.664) - 1.102.988.875 540.820.290 54.687.646.428 493.688.900.929 17.682.476.031 511.371.376.960
Tambahan modal
disetor melalui
transaksi ekuitas - - - - - - - (82.004.209) (82.004.209)
Laba neto periode
berjalan - - - - - 448.899.112 448.889.112 957.918.061 3.143.032.255
Cadangan saldo laba - - - - 459.179.710 (459.179.710) - - -
Saldo 30 Juni 2022 439.508.141.000 (2.150.695.664) - 1.102.988.875 1.000.000.000 54.677.365.830 494.137.800.041 18.701.709.962 512.839.510.003
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
5
Page 8
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
Saldo Laba
Ekuitas Pengukuran
Merging Kembali Atas Telah Belum
Tambahan Modal Entity Imbalan Ditentukan Ditentukan Kepentingan Total
Modal Saham Disetor Pascakerja Penggunaanya Penggunaanya Total Nonpengendali Ekuitas
Saldo 1 Januari 2023 439.508.141.000 (2.150.695.664) - 1.067.150.591 1.000.000.000 54.190.903.094 493.615.499.021 19.162.421.411 512.777.920.432
Laba neto periode
berjalan - - - - - (3.545.350.546) (3.545.350.546) 259.500.171 (3.285.850.375)
Tambahan modal
disetor melalui
transaksi ekuitas - - - - - - - (6.875.175)
) (6.875.175)
Cadangan Saldo Laba - - - - - - - - -
Saldo 30 Juni 2023 439.508.141.000 (2.150.695.664) - 1.067.150.591 1.000.000.000 50.645.552.548 490.070.148.475 19.415.046.407 509.485.194.882
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
6
Page 9
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023 30 Juni 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 26.924.837.014 47.365.850.993
Pembayaran kepada pemasok (9.911.019.462 ) (19.334.728.450 )
Pembayaran kas untuk karyawan (2.039.171.682 ) (1.789.460.432 )
Pembayaran kas untuk pajak final (289.487.660 ) (571.417.034 )
Pembayaran untuk beban operasional
lainnya (14.013.220.080 ) (17.571.714.210 )
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas
Operasi 671.938.130 8.098.530.867
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Penambahan uang muka (1.004.931.021 ) (13.556.293.191 )
Perolehan tanah yang belum
dikembangkan (1.559.190.344 ) (2.243.183.539 )
Perolehan Aset Tetap (362.323.000 ) -
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas
Investasi (2.926.444.365 ) (15.799.476.730 )
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerimaan utang bank - neto 31.869.950.000 34.712.500.000
Pembayaran utang bank (7.675.050.000 ) (40.163.196.993 )
Utang pihak berelasi 28 (3.194.500.000 ) 1.636.569.785
Utang pembiayaan konsumen 18 (89.165.049 ) (20.303.756 )
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas
Pendanaan 20.911.234.951 (3.834.430.964 )
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS
DAN SETARA KAS 18.656.728.716 (11.535.376.827 )
KAS DAN SETARA KAS AWAL
PERIODE 25.468.614.912 39.891.406.609
KAS DAN SETARA KAS AKHIR
PERIODE 5 44.125.343.628 28.356.029.782
Lihat Catatan 34 atas laporan keuangan untuk informasi tambahan arus kas.
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
7
Page 10
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. GAMBARAN UMUM GRUP
a. Pendirian Grup dan Informasi Umum
PT Nusantara Almazia (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta No. 24 tanggal 26 November 2007
yang dibuat di hadapan Ukon Krisnajaya, S.H., S.Pn,. Anggaran Dasar Perusahaan telah diterima dan
dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-03882.AH.01.01.Tahun 2008. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali
perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Recky Francky Limpele S.H,
No. 93 tanggal 22 April 2022 antara lain sehubungan dengan Perubahan Direksi dan Komisaris.
Perubahan tersebut telah diterima dan disetujui dalam Database Sisminbakum Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.09-0012732 tanggal 17 Mei 2022.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Grup, ruang lingkup kegiatan Grup terutama bergerak dalam
bidang real estat, konstruksi gedung tempat tinggal, gedung perkantoran, gedung perbelanjaan dan
aktivitas Grup holding. Pada saat ini kegiatan utama Grup adalah sebagai pengembang (developer)
untuk Perumahan Citra Kebun Mas-Karawang, Perumahan Simprug Poris - Tangerang dan
Apartemen Poris 88 – Tangerang, Saung Kebun – Karawang.
Grup berkedudukan di Karawang dan berkantor pusat di Komplek Perumahan CKM City Kav. 1 Jalan
Raya Citra Kebun Mas. Desa Bengle. Kecamatan Majalaya. Karawang. Grup mulai beroperasi secara
komersial pada tahun 2009.
b. Penawaran Umum Efek Grup
Perusahaan telah memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari Ketua Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
melalui suratnya No. S-135/D.04/2019 tertanggal 16 September 2019 untuk melakukan Penawaran
Umum Perdana sejumlah 461.538.000 saham (“saham baru”) dengan nilai nominal Rp 200 setiap
saham biasa atau 21,003% dari jumlah seluruh modal disetor Perusahaan setelah Penawaran Umum
Perdana Saham.
Perusahaan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 605.999.394 Waran Seri I yang menyertai
saham baru Perusahaan atau sebanyak 34,908% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor
penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini
disampaikan. Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang Saham
Baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan. Setiap
pemegang 1.000 saham baru Perusahaan berhak memperoleh 1.313 Waran Seri I dimana setiap 1
(satu) Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham baru
Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran Seri I yang diterbitkan mempunyai jangka waktu
selama 1 (satu) tahun.
Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian
saham biasa atas nama yang bernilai nominal Rp 200 (dua ratus Rupiah) setiap sahamnya dengan
Harga Pelaksanaan sebesar Rp 680 yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan
yaitu 6 bulan atau lebih sejak efek diterbitkan, yang berlaku mulai tanggal 23 Maret 2020 sampai
dengan 23 September 2020. Pemegang Waran Seri I tidak mempunyai hak sebagai pemegang saham
termasuk hak dividen selama Waran Seri I tersebut belum dilaksanakan menjadi saham. Apabila
Waran Seri I tidak dilaksanakan sampai habis masa berlakunya, maka Waran Seri I tersebut menjadi
kadaluarsa, tidak bernilai dan tidak berlaku. Masa berlaku Waran Seri I tidak dapat diperpanjang lagi.
Pada periode tersebut, terjadi pelaksanaan exercise Waran Seri I sebesar 2.705 saham.
c. Entitas Anak
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan mempunyai entitas anak berikut ini,
yang diperoleh pada tahun 2019 (selanjutnya secara bersama – sama dengan Perusahaan disebut
“Grup”).
8
Page 11
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. GAMBARAN UMUM GRUP (LANJUTAN)
c. Entitas Anak (lanjutan)
Persentase Tahun Awal Total Aset Sebelum Eliminasi
Nama Entitas Tempat Kepemilikan Kegiatan Konsolidasi
30 Juni 31 Desember 30 Juni 31 Desember
Anak Kedudukan 2023 2022 Bidang Usaha 2023 2022
Pembangunan
PT Serena Inti perumahan dan
Sejati (SIS) Karawang 68% 68% real estat 2019 130.134.793.698 140.741.356.262
SIS
Pada tanggal 24 September 2019, Perusahaan mengakuisisi SIS dengan persentase kepemilikan
sebesar 68% dengan cara sebagai berikut:
• Membeli saham Richard Rachmadi Wiriahardja sebanyak 30.150 saham
• Membeli saham Michella Ristiadewi sebanyak 450 saham
Berdasarkan atas akuisisi SIS, Perusahaan mengakui selisih transaksi dengan entitas sepengendali
sebagai berikut:
Bagian atas jumlah tercatat aset neto SIS pada saat akuisisi 42.407.714.611
Kepentingan nonpengendali (13.570.468.676)
Aset neto yang dapat diatribusikan pada Perusahaan 28.837.245.935
Imbalan yang dibayarkan (36.720.000.000)
Perbedaan nilai kombinasi bisnis dengan entitas sepengendali (7.882.754.065)
Perusahaan mengakui selisih antara jumlah imbalan yang dibayarkan dan aset yang dialihkan dicatat
sebagai tambahan modal disetor. Transaksi di atas diperlakukan sebagai transaksi pemegang saham
dalam kapasitasnya sebagai pemilik.
d. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit serta Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Grup pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
adalah sebagai berikut:
Komisaris Utama : Ventje Rahardjo Soedigno
Komisaris : Michella Ristiadewi
Komisaris Independen : Selamat
Direktur Utama : Novrizal Setyawan
Direktur : Nur Anisa Nusuqi
Direktur : Caesarika Dwi Sekar Palupi
Adapun susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
Ketua Komite Audit : Selamat
Anggota : Nuraeni
Widia Puspa Kartika Putri
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Grup memiliki masing-masing 41 dan 40 orang
karyawan tetap (tidak diaudit).
9
Page 12
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. GAMBARAN UMUM GRUP (LANJUTAN)
e. Persetujuan dan Pengesahan untuk Penerbitan Laporan Keuangan
Laporan keuangan ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Grup, selaku pihak yang
bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan pada tanggal
31 Juli 2023.
2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“PSAK”) DAN INTERPRETASI
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“ISAK”) BARU DAN REVISI
a. Standar (“SAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang Diterbitkan dan
Berlaku Efektif Dalam Tahun Berjalan (pada atau setelah 1 Januari 2021)
Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan standar akuntansi keuangan (“SAK”) dan intrepretasi
standar akuntansi keuangan (“ISAK”) baru dan revisi termasuk pengesahan amendemen dan
penyesuaian tahunan yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia yang dianggap relevan dengan kegiatan operasinya dan mempengaruhi laporan keuangan
konsolidasian berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2021.
SAK dan ISAK baru dan revisi termasuk pengesahan amendemen dan penyesuaian tahunan yang
berlaku efektif dalam tahun berjalan adalah sebagai berikut:
• Amendemen PSAK No. 22: Kombinasi Bisnis tentang Definisi Bisnis
• Amendemen PSAK No. 71: Instrumen Keuangan, PSAK No. 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan
dan Pengukuran, PSAK No. 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan, PSAK No. 62: Kontrak
Asuransi dan PSAK No. 73: Sewa tentang Reformasi Acuan Suku Bunga Tahap 2
• PSAK No. 1 (Penyesuaian Tahunan 2021): Penyajian Laporan Keuangan
• PSAK No. 13 (Penyesuaian Tahunan 2021): Properti Investasi
• PSAK No. 48 (Penyesuaian Tahunan 2021): Penurunan Nilai Aset
• PSAK No. 66 (Penyesuaian Tahunan 2021): Pengaturan Bersama
• ISAK No. 16 (Penyesuaian Tahunan 2021): Perjanjian Konsensi Jasa
b. Standar (“SAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang Diterbitkan Dan
Berlaku Efektif (pada atau setelah 1 April 2021)
• Amendemen PSAK No. 73: Konsensi Sewa Terkait Covid-19 setelah 30 Juni 2021
c. Standar (“SAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang Diterbitkan Dan
Berlaku Efektif (pada atau setelah 1 Januari 2022)
• Amendemen PSAK No. 22: Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke Kerangka Konseptual
• Amendemen PSAK No. 57: Provisi, Liabilitas, Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak
Memberatkan – Biaya Memenuhi Kontrak
• PSAK No. 69: Agrikultur (Penyesuaian Tahunan 2020)
• PSAK No. 71: Instrumen Keuangan (Penyesuaian Tahunan 2020)
• PSAK No. 73: Sewa (Penyesuaian Tahunan 2020)
d. Standar (“SAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang Diterbitkan
Namun Belum Berlaku Efektif (pada atau setelah 1 Juni 2023)
• Amendemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan terkait Pengungkapan Kebijakan
Akuntansi
• Amendemen PSAK 16: Aset Tetap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diitensikan
• Amendemen PSAK No. 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan
terkait Definisi Estimasi Akuntansi
• Amendemen PSAK No. 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas
yang Timbul dari Transaksi Tunggal
10
Page 13
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“PSAK”) DAN INTERPRETASI
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“ISAK”) BARU DAN REVISI (LANJUTAN)
e. Standar (“SAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang Diterbitkan
Namun Belum Berlaku Efektif (pada atau setelah 1 Januari 2025)
• PSAK No. 74: Kontrak Asuransi
• Amendemen PSAK No. 74: Kontrak Asuransi Tentang Penerapan Awal PSAK No. 74 dan PSAK
No. 71 – Informasi Komparatif
Beberapa dari SAK dan ISAK termasuk amendemen dan penyesuaian tahunan yang berlaku dalam tahun
berjalan dan relevan dengan kegiatan Grup telah diterapkan sebagaimana dijelaskan dalam “Ikhtisar
Kebijakan Akuntansi yang Penting”.
Beberapa SAK dan ISAK lainnya yang tidak relevan dengan kegiatan Grup atau mungkin akan
mempengaruhi kebijakan akuntansinya dimasa depan sedang dievaluasi oleh manajemen potensi
dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan keuangan
konsolidasian.
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
Kebijakan akuntansi diterapkan secara konsisten dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian
kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi dan berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2020
yaitu sebagai berikut:
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anaknya telah disusun dan disajikan sesuai
dengan SAK di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”), serta Peraturan No. VIII.G.7 yang diterbitkan oleh
BAPEPAM-LK, tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan
Publik, yang terlampir dalam surat keputusan No. KEP-347/BL/2012 dari Ketua BAPEPAM-LK tanggal
25 Juni 2012.
b. Dasar Pengukuran dalam Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara akrual
dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang
diukur berdasarkan basis lain seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.
Laporan arus kas konsolidasian menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang
dikelompokkan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas konsolidasian
disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan ke dalam aktivitas operasi,
investasi dan pendanaan.
11
Page 14
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
b. Dasar Pengukuran dalam Penyusunan Laporan Keuangan (lanjutan)
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian konsisten
dengan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, kecuali untuk penerapan PSAK yang baru dan revisi yang
berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2020 seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2.
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi penerapan
kebijakan akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun
estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan
tindakan saat ini, hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang
melibatkan pertimbangan atau kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal di mana asumsi dan
estimasi adalah signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan dalam Catatan 4
atas laporan keuangan konsolidasian.
c. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Entitas anak adalah seluruh entitas di mana Grup memiliki pengendalian. Grup mengendalikan
investee ketika (a) memiliki kekuasaan atas investee, (b) eksposur atau hak atas imbal hasil variabel
dari keterlibatannya dengan investee, dan (c) memiliki kemampuan untuk menggunakan
kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah imbal hasil. Grup menilai kembali apakah
Grup mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap
satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
Konsolidasi atas entitas anak dimulai sejak tanggal Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak
dan berakhir ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Penghasilan dan beban entitas
anak dimasukkan atau dilepaskan selama tahun berjalan dalam laba rugi dari tanggal diperolehnya
pengendalian sampai dengan tanggal ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.
Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dan kepentingan nonpengendali, meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan
nonpengendali memiliki saldo defisit. Jika diperlukan, dilakukan penyesuaian atas laporan keuangan
entitas anak guna memastikan keseragaman dengan kebijakan akuntansi Grup. Mengeliminasi
secara penuh aset dan liabilitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra grup terkait dengan
transaksi antar entitas dalam Grup.
Perubahan dalam bagian kepemilikan atas entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian pada entitas anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Setiap perbedaan antara jumlah
tercatat kepentingan nonpengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau
diterima diakui secara langsung di ekuitas dan mengatribusikannya kepada pemilik entitas induk.
Ketika Grup kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Grup menghentikan pengakuan atas
aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara keuntungan atau
kerugian yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai
wajar.
d. Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
Grup menerapkan PSAK No. 38 (Revisi 2012), “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” untuk
mencatat transaksi kombinasi bisnis antar entitas sepengendali.
12
Page 15
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
d. Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali (lanjutan)
Dalam kombinasi bisnis entitas sepengendali, aset dan liabilitas yang diakuisisi tidak disajikan kembali
ke nilai wajar, melainkan diakui sebesar jumlah tercatatnya dengan menggunakan metode penyatuan
kepentingan. Metode penyatuan kepemilikan ini harus diterapkan sejak periode yang paling awal pada
tahun dimana kedua entitas (pengakuisisi dan pihak diakuisisi) berada dalam entitas sepengendali
untuk pertama kalinya.
Selisih antara harga pengalihan dibayar dan nilai tercatat aset neto yang diperoleh akan disajikan
sebagai bagian dari akun "Tambahan Modal Disetor" dalam ekuitas, yang tidak dapat direklasifikasi
ke laba rugi masa depan.
e. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
a) Mata Uang Fungsional dan Penyajian
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah (“Rp”) yang merupakan mata uang
fungsional Perusahaan dan entitas anak.
b) Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang
berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan
liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan dengan kurs yang berlaku saat itu. Pos non-
moneter dalam mata uang asing yang diukur berdasarkan nilai historis tidak dijabarkan kembali.
Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-pos moneter dan penjabaran kembali pos-pos
moneter diakui pada laba rugi.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 kurs tengah yang diterbitkan Bank Indonesia
adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
1 Dolar Amerika Serikat 15.026 15.731
f. Transaksi dengan Pihak Berelasi
Sesuai dengan PSAK No. 7, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, suatu pihak dianggap berelasi
jika salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan secara
langsung atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam
kebijakan keuangan dan operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan
operasional.
Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan 29
atas laporan keuangan konsolidasian.
13
Page 16
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
g. Instrumen Keuangan
Laba/Rugi Hari ke-1
Apabila harga transaksi dalam suatu pasar yang tidak aktif berbeda dengan nilai wajar instrumen
sejenis pada transaksi pasar terkini yang dapat diobservasi atau berbeda dengan nilai wajar yang
dihitung menggunakan teknik penilaian dimana variabelnya merupakan data yang diperoleh dari
pasar yang dapat diobservasi, maka Grup mengakui selisih antara harga transaksi dengan
nilai wajar tersebut (yakni Laba/Rugi hari ke-1) dalam laba rugi, kecuali jika selisih tersebut
memenuhi kriteria pengakuan sebagai aset yang lain. Dalam hal tidak terdapat data yang dapat
diobservasi, maka selisih antara harga transaksi dan nilai yang ditentukan berdasarkan teknik
penilaian hanya diakui dalam laba rugi apabila data tersebut menjadi dapat diobservasi atau pada
saat instrumen tersebut dihentikan pengakuannya. Untuk masing-masing transaksi, Grup
menerapkan metode pengakuan Laba/Rugi Hari ke-1 yang sesuai.
Aset Keuangan
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Klasifikasi dan
pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual – apakah
semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
• Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi, dan
• Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-biaya
transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian.
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang
ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (perdagangan yang lazim) diakui pada
tanggal perdagangan, yaitu pada tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset
tersebut.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Grup hanya memiliki aset keuangan
diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Aset keuangan Grup
meliputi kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain. Aset keuangan diklasifikasikan
sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini
diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan
metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan nilai.
Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya
akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam
laporan laba rugi konsolidasian. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laporan
laba rugi konsolidasian.
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari aset tersebut telah
berakhir atau telah ditransfer dan Grup telah secara substansial mentransfer seluruh risiko dan
manfaat kepemilikannya.
14
Page 17
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
g. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut:
• Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
• Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.
Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan
utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Grup hanya memiliki liabilitas keuangan
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Liabilitas
keuangan Grup meliputi utang usaha, liabilitas lancar keuangan lainnya, beban akrual, utang pihak
berelasi, utang subordinasi, utang bank, dan utang pembiayaan konsumen. Liabilitas keuangan
diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai
liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang dikenakan
bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk di dalam
biaya keuangan dalam laporan laba rugi konsolidasian.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan
atau kedaluwarsa.
Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut
diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih
antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laba rugi konsolidasian.
Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum
untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan
secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup menerapkan model kerugian kredit ekspektasian ("ECL") untuk pengukuran dan pengakuan
kerugian penurunan nilai.
Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup menggunakan
perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan
daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Grup
membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode
pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal
dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau
usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan
atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan
awal.
Grup menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
tersebut terhadap piutang usaha dan lain - lain tanpa komponen pendanaan yang signifikan.
15
Page 18
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
g. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Penentuan Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas terjadi pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling
menguntungkan di mana Grup memiliki akses pada tanggal tersebut.
Jika tersedia, Grup mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga kuotasian
di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif, Grup
menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi
dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Teknik penilaian
mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang
berkeinginan dan memahami (recent arm’s length market transactions), penggunaan nilai wajar terkini
instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang didiskonto, atau model penilaian
lain.
h. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan
atau kurang sejak tanggal penempatannya dan tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak
dibatasi penggunaannya.
i. Persediaan
Aset real estat terdiri dari bangunan apartemen yang siap dijual, tanah belum dikembangkan dan
bangunan dalam penyelesaian, dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi neto, mana
yang lebih rendah.
Properti yang diperoleh atau yang sedang dalam penyelesaian untuk dijual dalam kegiatan usaha
normal, tidak untuk sewa atau kenaikan nilai, merupakan persediaan.
Biaya perolehan tanah sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang belum
dikembangkan, biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang dapat diatribusikan pada
kegiatan pengembangan real estat serta biaya-biaya pinjaman. Tanah yang sedang dikembangkan
dipindahkan ke tanah yang tersedia untuk dijual pada saat pengembangan tanah telah selesai. Semua
biaya proyek dialokasikan secara proporsional ke tanah yang dapat dijual berdasarkan luas area
masing-masing.
Biaya perolehan apartemen yang sudah dikontruksi meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai
dikembangkan ditambah dengan biaya konstruksi, biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat
diatribusikan pada aktifitas pengembang apartemen. Biaya yang dikapitalisasi apartemen dalam
konstruksi dialokasikan untuk setiap unit apartemen menggunakan metode area yang dapat dijual.
Biaya pengembangan tanah, termasuk tanah yang digunakan sebagai jalan dan prasarana atau area
yang tidak dapat dijual lainnya, dialokasikan menggunakan luas area yang dapat dijual.
Biaya perolehan bangunan dan apartemen dalam penyelesaian dipindahkan ke rumah, bangunan
komersial dan apartemen (strata title) tersedia untuk dijual pada saat pembangunan telah selesai.
16
Page 19
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
i. Persediaan (lanjutan)
Untuk proyek properti residensial, biaya perolehan dipindahkan ke persediaan pada saat dimulainya
pengembangan dan pembangunan infrastuktur. Sedangkan untuk proyek properti komersial, pada
saat selesainya pengembangan tanah dan pembangunan infrastruktur, harga perolehan akan tetap
disajikan sebagai bagian dari persediaan atau direklasifikasi ke properti investasi, mana yang lebih
sesuai.
Pengkajian atas estimasi biaya dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan sampai proyek selesai
secara substansial, jika terjadi perubahan dasar, Grup akan melakukan revisi biaya.
j. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat yang diharapkan dari masing-masing
biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
k. Tanah yang Belum Dikembangkan
Tanah yang belum dikembangkan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan
atau nilai realisasi neto.
Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan, yang terdiri dari biaya pra-perolehan dan
perolehan tanah, dipindahkan ke tanah yang sedang dikembangkan pada saat pengembangan tanah
akan dimulai dan konstruksi dilakukan.
l. Aset Tetap
Grup menerapkan PSAK No. 16 dalam mencatat aset tetap.
Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri dari harga
pembelian dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke
lokasi dan kondisi yang diinginkan supaya aset siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen.
Setelah pengakuan awal, aset tetap, kecuali tanah, diukur sebesar biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai.
Biaya-biaya setelah perolehan awal termasuk dalam nilai tercatat aset atau diakui sebagai aset yang
terpisah, sebagaimana mestinya, apabila kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa depan
berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Grup dan biaya perolehan aset dapat diukur
secara andal. Seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan
diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya.
Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus selama umur manfaat aset untuk setiap komponen
aset tetap.
Tahun
Kendaraan 5
Peralatan dan perabot kantor 5
Nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap akhir tahun keuangan
atas pengaruh dari setiap perubahan estimasi akuntansi yang berlaku prospektif.
Jumlah tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali jika jumlah
tercatat aset lebih besar dari jumlah yang dapat terpulihkan tersebut.
17
Page 20
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
l. Aset Tetap (lanjutan)
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa
depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai selisih antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah
tercatat dari aset tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
m. Biaya Pinjaman
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan atau
pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya
pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman dapat mencakup beban
bunga, beban keuangan dalam sewa pembiayaan atau selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam
mata uang asing sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya
bunga.
n. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Sesuai PSAK No. 48 (Penyesuaian 2014), “Penurunan Nilai Aset”, aset yang diamortisasi ditelaah
untuk penurunan nilai apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa jumlah
tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar selisih jumlah
tercatat aset terhadap jumlah terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi
antara nilai wajar aset dikurangi biaya penjualan dengan nilai pakai. Untuk tujuan menguji penurunan
nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah teridentifikasi (unit
penghasil kas). Aset nonkeuangan yang mengalami penurunan nilai ditelaah untuk kemungkinan
pembalikkan atas penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.
o. Sewa
Grup sebagai Penyewa
Pada insepsi kontrak, Group menilai apakah kontrak adalah, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak
adalah atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
penggunaan aset yang identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan
imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang
identifikasian, Grup harus menilai apakah:
• Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari
penggunaan aset identifikasian selama periode penggunaan; dan
• Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini
ketika Grup memiliki hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah cara dan
tujuan penggunaan aset telah ditentukan sebelumnya:
1) Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset identifikasian;
2) Grup telah mendesain aset identifikasian dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya
bagaimana dan untuk tujuan apa aset itu akan digunakan.
Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali kontrak yang berisi komponen sewa, Grup
mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan harga
tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.
18
Page 21
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
o. Sewa (lanjutan)
Grup sebagai Penyewa
Namun, untuk sewa penunjang dimana Grup bertindak sebagai penyewa, Grup memutuskan untuk
tidak memisahkan komponen nonsewa dan mencatat komponen sewa dan nonsewa tersebut
sebagai satu komponen sewa.
Sewa jangka pendek dan aset pendasar bernilai rendah
Grup telah memilih untuk tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek
yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang. Perusahaan mengakui pembayaran sewa
terkait dengan sewa tersebut sebagai beban dengan metode garis urus selama masa sewa.
p. Imbalan Kerja
Imbalan Kerja Jangka Pendek
Grup mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek (jika ada) ketika jasa diberikan oleh karyawan
dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah jasa tersebut
diberikan.
Imbalan Pasca Kerja
Grup mengakui liabilitas imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang
Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 (“UUK”) dan PSAK No. 24 (Revisi 2013),
“Imbalan Kerja”. Berdasarkan UUK tersebut. Grup diharuskan untuk membayar uang pesangon, uang
penghargaan masa kerja dan uang pengganti hak kepada karyawan apabila persyaratan yang
ditentukan dalam UUK tersebut terpenuhi.
Liabilitas neto Grup atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan pascakerja
pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada, Perhitungan liabilitas
imbalan pascakerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam perhitungan
aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian actuarial, b)
imbal hasil atas aset program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas
asset, tidak termasuk bunga, diakui di penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya.
Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.
Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang
berubah terkait biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada
saat terdapat perubahan atau kurtailmen atas program.
Grup menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan pascakerja neto
dengan menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur
liabilitas imbalan pascakerja selama periode berjalan.
19
Page 22
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
p. Imbalan Kerja (lanjutan)
Imbalan Pasca Kerja (lanjutan)
Grup mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan pascakerja pada saat
penyelesaian terjadi. Keuntungan atau kerugian atas penyelesaian merupakan selisih
antara nilai kini liabilitas imbalan pascakerja yang ditetapkan pada tanggal penyelesaian dengan harga
penyelesaian, termasuk setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan
secara langsung oleh Grup sehubungan dengan penyelesaian tersebut.
Grup mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap keuntungan
atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi pada saat
terjadinya.
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Grup mengakui pendapatan dari penjualan real estat sesuai dengan PSAK No. 72, “Pendapatan dari
Kontrak dengan Pelanggan”, dengan melakukan analisa transaksi melalui metode lima langkah
pengakuan pendapatan sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, dimana Grup mencatat kontrak dengan pelanggan
hanya jika seluruh kriteria berikut terpenuhi:
• Kontrak telah disetujui oleh para pihak dalam kontrak
• Grup dapat mengindentifikasi hak dari para pihak dan jangka waktu pembayaran atas barang
yang akan dialihkan
• Kontrak memiliki substansi komersial
• Kemungkinan besar Grup akan menerima imbalan atas barang yang dialihkan
2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
3. Menentukan harga transaksi;
4. Menaglokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan;
5. Mengakui pendapatan Ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (pada suatu waktu tertentu
atau sepanjang waktu).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
• Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
• Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Kelompok Usaha memilih ukuran
penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah
terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
Penjualan real estate
Pendapatan dari penjualan real estate diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara
signifikan telah dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat barang diserahkan dan
pelanggan telah menerima barang tersebut.
Biaya Mendapatkan Kontrak
Biaya inkremental untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan diakui sebagai asset jika Grup
mengharapkan untuk memulihkan biaya tersebut. Biaya inkremental tersebut adalah biaya yang timbul
untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan yang tidak akan terjadi jika kontrak tersebut tidak
berhasil diperoleh.
20
Page 23
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Biaya Pemenuhan Kontrak
Suatu aset diakui untuk biaya yang timbul untuk memenuhi kontrak hanya jika biaya tersebut
memenuhi semua kriteria berikut:
- biaya terkait langsung dengan kontrak atau kontrak yang diantisipasi yang secara spesifik dapat
diidentifikasi oleh Grup;
- biaya menghasilkan atau meningkatkan sumber daya Grup yang akan digunakan untuk
memenuhi (atau terus memenuhi) kewajiban pelaksanaan di masa depan; dan
- biaya diharapkan dapat dipulihkan.
Aset yang dihasilkan akan diamortisasi secara sistematis selama periode kontrak. Ketika biaya yang
timbul dalam memenuhi kontrak dengan pelanggan berada dalam lingkup Pernyataan lain, biaya
tersebut diperhitungkan sesuai dengan Pernyataan lainnya.
Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).
r. Pajak Penghasilan
Grup telah menerapkan PSAK No. 46. “Pajak penghasilan”.
Pajak Final
Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang
bersifat final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas
transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. Pajak penghasilan final dihitung pada jumlah
total tagihan untuk nilai kontrak yang dikumpulkan selama setahun. Oleh karena itu, tidak ada
aset/kewajiban pajak tangguhan yang diakui.
Grup menyajikan beban pajak final sehubungan dengan penjualan kavling, rumah, bangunan
komersial dan apartemen sebagai pos tersendiri pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.
Perbedaan antara nilai tercatat dari aset revaluasian dan dasar pengenaan pajak merupakan
perbedaan temporer sehingga menimbulkan liabilitas atau aset pajak tangguhan, kecuali untuk aset
tertentu seperti tanah yang pada saat realisasinya dikenakan pajak final yang dikenakan atas nilai
bruto transaksi.
Menurut Undang-undang No. 12 tahun 1994, nilai pengalihan adalah nilai yang tertinggi antara nilai
berdasarkan Akta Pengalihan Hak dan Nilai Jual Objek Pajak tanah dan/atau bangunan yang
bersangkutan.
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 5 tanggal 23 Maret 2002, pajak penghasilan untuk
pendapatan ruang perkantoran dan pusat ritel dikenakan pajak bersifat final sebesar 10% dari nilai
pendapatan yang bersangkutan, kecuali untuk pendapatan pada kontrak sewa yang ditandatangani
sebelum peraturan tersebut yang dikenakan 6%.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 71/2008 tentang “perubahan ketiga pada PP No. 48/1994
tentang pembayaran pajak penghasilan atas penghasilan dari transfer hak atas tanah dan/ atau
bangunan ” tanggal 4 November 2008. efektif tanggal 1 Januari 2009, penghasilan dari penjualan atau
pengalihan tanah dan bangunan untuk pengembang real estat (developer) dikenakan pajak final
sebesar 5% dari nilai penjualan atau pengalihan, yang telah digantikan oleh Peraturan Pemerintah
No. 34/2016 tanggal 8 Agustus 2016, efektif tanggal 8 September 2016, penghasilan dari pengalihan
hak atas tanah dan atau bangunan dikenakan pajak final sebesar 2.5% dari nilai penjualan atau
pengalihan.
21
Page 24
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
r. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Pajak Kini
Aset dan liabilitas pajak penghasilan kini untuk tahun berjalan dan tahun sebelumnya diukur sebesar
jumlah yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan yang dihitung berdasarkan
tarif pajak yang berlaku.
Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari “Beban Pajak Kini”
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Grup juga menyajikan bunga/denda, jika
ada, sebagai bagian dari “Beban Pajak Kini”.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika
diajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan ditetapkan.
s. Laba Per Saham Dasar
Laba (rugi) neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) neto untuk para pemegang
saham dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada periode/tahun
bersangkutan.
t. Segmen Operasi
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang
secara regular ditelaah oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan
sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi.
Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil
keputusan operasional Grup untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber
daya kepada segmen dan menilai kinerjanya.
u. Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak
Berdasarkan PSAK No. 70 “Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak”, aset pengampunan
pajak pada awalnya diakui sebesar nilai aset yang dilaporkan dalam Surat Keterangan Pengampunan
Pajak (“SKPP”) sebagai biaya perolehannya. Liabilitas pengampunan pajak terkait
diakui sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau setara kas untuk menyelesaikan
kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset pengampunan pajak. Selisih antara aset
pengampunan pajak dan liabilitas pengampunan pajak diakui di ekuitas sebagai tambahan modal
disetor. Tambahan modal disetor tersebut selanjutnya, tidak dapat diakui sebagai laba rugi direalisasi
atau direklasifikasi ke saldo laba.
Tagihan pajak, aset pajak tangguhan atas akumulasi rugi pajak dan provisi atas ketidakpastian posisi
pajak disesuaikan ke laba rugi pada periode SPHPP disampaikan.
Pengukuran setelah pengakuan awal dan penghentian pengakuan aset dan liabilitas pengampunan
pajak mengacu pada SAK yang relevan sesuai dengan karakteristik aset dan liabilitas terkait. Entitas
diperkenankan untuk mengukur kembali aset dan liabilitas pengampunan pajak berdasarkan nilai
wajar sesuai dengan SAK yang relevan pada tanggal SKPP. Selisih nilai pengukuran kembali dengan
biaya perolehan aset dan liabilitas pengampunan pajak yang telah diakui sebelumnya disesuaikan
dalam tambahan modal disetor.
22
Page 25
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (LANJUTAN)
u. Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak (lanjutan)
Aset dan liabilitas pengampunan pajak disajikan secara terpisah dari aset dan liabilitas lainnya. Saling
hapus antara aset dan liabilitas pengampunan pajak tidak dapat dilakukan. Jika pengukuran kembali
dilakukan, aset dan liabilitas pengampunan pajak direklasifikasi dari penyajian secara terpisah dan
disajikan dalam pos aset dan liabilitas yang serupa.
v. Biaya Emisi Saham
Biaya-biaya yang telah dikeluarkan sehubungan dengan penawaran umum tersebut disajikan sebagai
biaya emisi saham yang ditangguhkan dan dicatat sebagai pengurang tambahan modal disetor pada
kelompok ekuitas.
4. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENTING
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi
Penyusunan laporan keuangan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan
asumsi yang akan memengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas yang dilaporkan
serta pengungkapan liabilitas kontinjensi pada tiap-tiap akhir periode laporan keuangan. Pertimbangan
dan estimasi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ditelaah secara berkala berdasarkan
pengalaman historis dan faktor-faktor lainnya, termasuk ekspektasi dari kejadian-kejadian di masa depan
yang mungkin terjadi. Namun, ketidakpastian atas asumsi serta estimasi tersebut dapat menimbulkan
penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas pada tahun berikutnya.
Menentukan Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 dipenuhi. Dengan demikian,
aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup seperti
diungkapkan pada Catatan 31 atas laporan keuangan konsolidasian.
Menentukan Penilaian Model Bisnis
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil pengujian semata pembayaran pokok
dan bunga (“SPPI”) atas jumlah pokok terutang dan model bisnis. Grup menentukan model bisnis pada
tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama untuk mencapai
tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan
termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset
dan bagaimana pengelolaannya. Grup memantau aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi atau nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain yang dihentikan pengakuannya
sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut konsisten
dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian
berkelanjutan Grup tentang apakah model bisnis yang memiliki aset keuangan yang tersisa masih sesuai
dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan model bisnis dan oleh karena itu terdapat perubahan
prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut.
Menentukan Peningkatan Risiko Kredit Yang Signifikan
Kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) diukur sebagai penyisihan yang setara dengan ECL 12-bulan
(“12mECL”) untuk aset tahap 1, atau ECL sepanjang umur untuk aset tahap 2 atau tahap 3. Suatu aset
bergerak ke tahap 2 ketika risiko kreditnya telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal.
Dalam menilai apakah risiko kredit suatu aset telah meningkat secara signifikan, Grup
mempertimbangkan informasi berwawasan ke depan yang wajar dan dapat didukung secara kualitatif
dan kuantitatif.
23
Page 26
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENTING (LANJUTAN)
Menentukan dan Menghitung Penyisihan Kerugian
Ketika mengukur kerugian kredit ekspektasian (“ECL”), Entitas menggunakan informasi berwawasan ke
depan yang wajar dan dapat didukung, yang didasarkan pada asumsi untuk pergerakan masa depan dari
berbagai pendorong ekonomi dan bagaimana pendorong ini akan saling memengaruhi.
Loss given default adalah estimasi kerugian yang timbul karena gagal bayar (default). Hal ini didasarkan
pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo dan yang diharapkan akan diterima
pemberi pinjaman, dengan mempertimbangkan arus kas dari agunan dan peningkatan kredit integral.
Probabilitas default merupakan input utama dalam mengukur ECL. Probabilitas gagal bayar (default)
adalah estimasi kemungkinan gagal bayar (default) selama jangka waktu tertentu, yang penghitungannya
mencakup data historis, asumsi, dan ekspektasi kondisi masa depan.
Menentukan Nilai Wajar dan Perhitungan Amortisasi Biaya Perolehan dari Instrumen Keuangan
Grup mencatat aset keuangan dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar dan pada biaya perolehan
yang diamortisasi, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan
atas pengukuran nilai wajar dan asumsi yang digunakan dalam perhitungan amortisasi biaya perolehan
ditentukan menggunakan bukti objektif yang dapat diverifikasi, jumlah nilai wajar atau amortisasi dapat
berbeda bila Grup menggunakan metodologi penilaian atau asumsi yang berbeda. Perubahan tersebut
dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Grup.
Penurunan Persediaan
Grup telah membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan lambatnya perputaran berdasarkan
perkiraan persediaan yang akan dijual di masa yang akan datang dengan mempertimbangkan nilai
realisasi neto dari persediaan tersebut.
Perhitungan penyisihan ini mempertimbangkan beberapa variabel, terutama waktu di mana persediaan
tersebut diharapkan akan terjual dan tingkat harga di mana persediaan dapat dijual. Ketidakpastian yang
terkait dengan faktor-faktor ini mengakibatkan jumlah realisasi akan berbeda dari jumlah tercatat
persediaan yang dilaporkan. Jumlah tercatat persediaan diungkapkan dalam Catatan 9 atas laporan
keuangan konsolidasian.
Masa Manfaat Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap 5 tahun,
suatu kisaran yang umumnya diperkirakan dalam industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian dan
tingkat perkembangan teknologi dapat memengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai sisa aset dan
karenanya biaya penyusutan masa depan memiliki kemungkinan untuk diubah/direvisi. Jumlah tercatat
aset tetap Grup pada tanggal posisi keuangan diungkapkan di dalam Catatan 12 laporan keuangan
konsolidasian.
Liabilitas Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas imbalan kerja dan beban imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang
digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut.
Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat
pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.
24
Page 27
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENTING (LANJUTAN)
Liabilitas Imbalan Kerja (lanjutan)
Hasil aktual yang berbeda dengan jumlah yang diestimasi diperlakukan sesuai dengan kebijakan
sebagaimana diatur dalam Catatan 3 atas laporan keuangan konsolidasian. Sementara manajemen Grup
berpendapat bahwa asumsi yang digunakan adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan dari hasil
aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan secara material dapat memengaruhi
perkiraan jumlah liabilitas atas imbalan kerja dan beban imbalan kerja karyawan. Jumlah tercatat liabilitas
imbalan pascakerja Grup diungkapkan pada Catatan 20 atas laporan keuangan konsolidasian.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam
kegiatan usaha normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi
apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Ketika hasil pajak yang dikeluarkan berbeda
dengan jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak penghasilan dan
penyisihan pajak tangguhan pada periode di mana penentuan tersebut dilakukan. Jumlah tercatat utang
pajak penghasilan Grup diungkapkan di dalam Catatan 15b atas laporan keuangan konsolidasian.
5. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini seluruhnya dalam mata uang Rupiah dan terdiri dari:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Kas 15.423.683 15.423.683
Bank
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 6.909.975.843 10.572.578.890
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 409.365.252 1.012.067.855
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 621.003.964 838.623.821
PT Bank DKI 466.204.903 466.684.903
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa
Barat dan Banten Tbk 17.455.829 27.474.220
PT Bank DKI Syariah 92.508.318 90.790.685
PT Bank Artha Graha Tbk 316.935.400 247.005.400
PT Bank Victoria International Tbk 97.451.909 2.083.387.722
PT Bank Central Asia Tbk 106.074.823 40.659.029
PT Bank Sinarmas Tbk 56.541.369 57.021.369
PT Bank Pan Indonesia Tbk 16.402.335 16.897.335
Sub-total 9.109.919.945 15.453.191.229
Deposito berjangka
PT Bank Victoria International Tbk 35.000.000.000 10.000.000.000
Total 44.125.343.628 25.468.614.912
Tingkat suku bunga rata – rata deposito berjangka di Juni 2023 5,75% - 6,00% per tahun.
Semua rekening bank dan deposito ditempatkan pada bank pihak ketiga. Pada tanggal
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 tidak terdapat kas dan setara kas yang digunakan sebagai jaminan
atas pinjaman.
25
Page 28
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rumah 12.680.683.827 13.437.720.930
Apartemen 2.308.896.475 2.496.532.257
Total 14.989.580.302 15.934.253.187
Rincian umur piutang usaha adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Lewat jatuh tempo
1 - 30 hari 244.870.000 708.982.738
31 - 60 hari 106.050.000 1.663.897.103
Lebih dari 60 hari 14.638.660.302 13.561.373.346
Total 14.989.580.302 15.934.253.187
Saldo piutang usaha di atas seluruhnya dalam mata uang Rupiah dimana meliputi:
- piutang kepada pihak bank atas transaksi penjualan real estat melalui fasilitas kredit kepemilikan
rumah (KPR) dan,
- sisa tagihan retensi yang masih belum dibayarkan oleh pihak bank terkait dengan fasilitas KPR di
atas.
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat bukti objektif atas penurunan nilai piutang dan seluruh
saldo piutang usaha tersebut dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan adanya penyisihan penurunan nilai
atas piutang.
Piutang usaha Grup pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 yang masih terutang pada tanggal
– tanggal tersebut digunakan sebagai jaminan pinjaman (Catatan 17).
7. PIUTANG LAIN-LAIN
Rincian piutang lain - lain adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Proyek 3.586.152.000 2.533.257.827
Karyawan 142.863.000 142.863.000
Lain-lain 276.264.110 208.936.110
Total 4.005.279.110 2.885.056.937
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat piutang lain-lain yang digunakan
sebagai jaminan atas pinjaman.
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat bukti objektif atas penurunan nilai piutang dan seluruh
saldo piutang lain-lain tersebut dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan adanya penyisihan penurunan
nilai atas piutang.
26
Page 29
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PERSEDIAAN
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Aset real estat
Kavling tanah 88.066.900.392 88.687.086.451
Rumah 9.398.299.920 14.111.099.920
Fasilitas sosial 6.709.201.253 5.238.337.614
Apartemen 60.958.255.026 61.023.286.645
Total 165.132.656.591 169.059.810.630
Pada 30 Juni 2023, Grup mengasuransikan apartemen kepada PT Asuransi Umum Mega (Mega
Insurance) terhadap resiko gemba bumi dan semua resiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp 75.367.590.728.
Untuk 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 jumlah persediaan yang diakui sebagai beban pokok
penjualan masing-masing adalah sebesar Rp 15.446.135.902 dan Rp 50.364.880.920 (Catatan 24).
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Grup mengkapitalisasi biaya pinjaman sebesar biaya
pinjaman aktual yang digunakan untuk menghasilkan persediaan tersebut masing – masing adalah
sebesar Rp 847.998.958 dan Rp 1.873.342.394.
Manajemen berkeyakinan bahwa pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat
peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai atas persediaan
ataupun indikasi bahwa jumlah tercatat persediaan tersebut melampaui nilai realisasi netonya.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, sebagian tanah dan bangunan digunakan sebagai
jaminan atas utang bank Grup (Catatan 17).
9. UANG MUKA
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pembelian tanah 24.639.490.228 23.839.490.228
Pembelian aset 231.000.000 880.718.979
Saldo akhir 24.870.490.228 24.720.209.207
10. TANAH YANG BELUM DIKEMBANGKAN
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 360.600.249.817 377.534.645.278
Penambahan tahun berjalan 1.559.190.344 3.705.604.539
Reklasifikasi ke persediaan
Kavling tanah (6.000.000.000) (20.640.000.000)
Saldo akhir 356.159.440.161 360.600.249.817
27
Page 30
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. TANAH YANG BELUM DIKEMBANGKAN (LANJUTAN)
Rincian tanah yang belum dikembangkan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Luas Luas
Lokasi / Location (m2) Total (m2) Total
Tangerang 156.639 276.921.287.243 156.639 276.277.130.714
Karawang 277.892 79.238.152.918 286.892 84.323.119.103
Total / Total 434.531 356.159.440.161 443.531 360.600.249.817
Status kepemilikan tanah yang belum dikembangkan adalah:
Luas (m2)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Sertifikat Hak Guna Bangunan 416.255 425.255
Pelepasan Hak 18.276 18.276
Total 434.531 443.531
Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dalam proses sertifikasi dan perpanjangan hak atas
tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tanah yang belum dikembangkan termasuk tanah
sejumlah Rp 280.628.000.000 melalui program pengampunan pajak pada tahun 2016 (Catatan 14d).
11. ASET TETAP – NETO
Rincian dan mutasi akun aset tetap adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Kendaraan 1.140.509.500 997.321.022 - - 2.137.830.522
Peralatan dan perabot
kantor 2.372.501.354 2.999.000 - - 2.375.500.354
Total 3.513.010.854 1.000.320.022 - - 4.513.330.876
Akumulasi Penyusutan:
Kendaraan 928.922.369 85.418.182 - - 1.014.340.551
Peralatan dan perabot
kantor 1.015.954.392 157.720.875 - - 1.173.675.267
Total 1.944.876.761 243.139.057 - - 2.188.015.818
Nilai Buku 1.568.134.093 2.325.315.058
31 Desember 2022
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Kendaraan 1.140.509.500 - - - 1.140.509.500
Peralatan dan perabot
kantor 1.061.245.285 1.311.256.069 - - 2.372.501.354
Total 2.201.754.785 1.311.256.069 - - 3.513.010.854
Akumulasi Penyusutan:
Kendaraan 824.181.210 104.741.159 - - 928.922.369
Peralatan dan perabot
kantor 891.385.374 124.569.018 - - 1.015.954.392
Total 1.715.566.584 229.310.177 - - 1.944.876.761
Nilai Buku 486.188.201 1.568.134.093
28
Page 31
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP – NETO (LANJUTAN)
Beban penyusutan untuk periode yang berakhir pada tanggal – tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022 masing – masing adalah sebesar Rp 243.139.057 dan Rp 229.310.177 yang
seluruhnya dialokasikan ke Beban umum dan administrasi (Catatan 26).
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 manajemen berkeyakinan tidak terdapat risiko
kerusakan yang signifikan, sehingga Grup tidak memiliki nilai pertanggungan asuransi atas seluruh aset
tetap kecuali atas beberapa kendaraan (Catatan 18).
Manajemen berkeyakinan bahwa pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat
peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, beberapa aset tetap Grup dijaminkan untuk fasilitas
pinjaman (Catatan 18).
12. UTANG USAHA - PIHAK KETIGA
Rincian utang usaha – pihak ketiga adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Awod Muhammad 3.414.728.000 5.211.578.000
CV A. Abadi 2.539.935.746 3.279.195.746
CV Citra Perkasa 1.525.000.001 2.813.710.001
Citra Mutiara Liauw Kiun Fan Fandy 1.312.608.000 1.312.608.000
CV Mitra Key Solution 1.067.399.645 1.166.544.695
PT Sumber Bagja Bersama 825.857.820 825.857.820
PT Muryo Joyo 90 546.360.393 227.817.510
CV Mustikajaya Kencana 349.650.000 499.500.000
PT Tiga Putra Pratama 155.520.000 155.520.000
Lain-lain
(masing-masing di bawah
Rp 150.000.000) 769.119.811 1.352.456.698
Total 12.506.179.416 16.844.788.470
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, utang usaha adalah dalam Rupiah.
Rincian utang usaha - pihak ketiga berdasarkan umur utang adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Belum jatuh tempo - -
Telah jatuh tempo
1 - 30 hari - -
31 - 60 hari - 25.026.957
Lebih dari 60 hari 12.506.179.416 16.819.761.513
Total 12.506.179.416 16.844.788.470
Tidak ada jaminan yang secara khusus diberikan oleh Grup atas utang usaha.
13. LIABILITAS LANCAR KEUANGAN LAINNYA
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Bea perolehan hak atas
tanah dan bangunan 2.238.407.732 2.643.024.880
Administrasi penjualan 2.123.244.864 2.237.598.364
Notaris 136.559.295 146.359.295
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp 200.000.000) 234.588.726 254.882.828
Total 4.732.800.616 5.281.865.367
29
Page 32
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar di Muka
Rincian pajak dibayar di muka adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pajak pertambahan nilai 58.878.593 5.450.048
Pajak penghasilan pasal 23 2.000.000 2.000.000
Total 60.878.593 7.450.048
b. Utang Pajak
Rincian utang pajak adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pajak penghasilan
Pasal 4 (2) 15.921.037 71.352.930
Pasal 21 6.835.120 14.506.435
Pasal 23 1.720.062 4.088.884
Pajak pertambahan nilai 1.679.931.382 2.189.021.732
Pajak penjualan final - -
Total 1.704.407.601 2.278.969.981
c. Pajak Final
Perhitungan beban pajak penjualan final dan utang pajak penjualan final untuk tahun yang berakhir
pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Penjualan 24.001.150.000 84.683.945.000
Beban pajak penjualan final 289.487.660 1.070.822.942
Dikurangi:
Pajak penjualan final yang
telah disetorkan (289.487.660) (1.070.822.942)
Utang pajak final awal tahun - -
Total - -
Sesuai dengan PP No. 34/2016, nilai penjualan yang menjadi dasar pengenaan pajak penghasilan
final adalah nilai yang tertinggi antara 1) nilai berdasarkan akta pengalihan hak atau 2) nilai jual objek
pajak tanah dan/atau bangunan yang bersangkutan.
Perhitungan pajak di atas menjadi dasar dalam penyusunan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)
yang disampaikan kepada Kantor Pajak.
30
Page 33
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PERPAJAKAN (LANJUTAN)
d. Pengampunan Pajak
Undang-undang Pengampunan Pajak No. 11 Tahun 2016 (UU Pengampunan Pajak) telah disahkan
dan diundangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia yang berlaku efektif pada tanggal 1 Juli 2016.
Pengampunan Pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi
administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan dengan cara mengungkap harta dan
membayar uang tebusan sebagaimana diatur dalam undang-undang ini. Pengampunan pajak
diberikan atas kewajiban perpajakan sampai dengan akhir tahun pajak terakhir, yaitu tahun pajak yang
berakhir pada jangka waktu 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2015, melalui pengungkapan
harta dengan menggunakan Surat Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak (SPHPP). Lingkup
Pengampunan Pajak ini meliputi pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas
barang mewah.
Berdasarkan SKPP tanggal 21 Desember 2016. Grup mengungkapkan kepemilikan persediaan dalam
bentuk tanah yang belum dikembangkan (tanah) sejumlah Rp 280.628.000.000 dan liabilitas terkait
sejumlah Rp 280.628.000.000, yang sebelumnya dilaporkan dalam SPT Pajak Penghasilan tahun lalu.
Grup menyajikan tanah tersebut dan liabilitas terkait sesuai sifat dari aset tersebut sebagai persediaan
(bagian dari tanah yang belum dikembangkan) dan utang pihak berelasi dalam laporan posisi
keuangan.
Uang tebusan yang dibayarkan ke kantor pajak sebesar Rp 2.140.022 pada laba rugi tahun 2016.
e. Pajak Tangguhan
Grup tidak menghitung pajak tangguhan karena dikenakan pajak final.
15. BEBAN AKRUAL
30 Juni 2023 31 Desember 2022
BPHTB 697.812.500 1.043.625.000
Jasa profesional 6.086.840 65.586.840
Komisi 41.251.992 31.419.334
Total 745.151.332 1.140.631.174
16. UANG MUKA PENJUALAN - PIHAK KETIGA
Rincian akun uang muka penjualan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rumah 3.209.527.594 2.021.423.115
Total 3.209.527.594 2.021.423.115
31
Page 34
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK JANGKA PANJANG
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Perusahaan
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 19.906.045.000 20.427.295.006
PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk 29.700.000.000 -
Entitas Anak
PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk 22.145.000.000 26.390.000.000
Sub-Total 71.751.045.000 46.817.295.006
Beban provisi yang belum
diamortisasi (589.829.581) (233.593.751)
Total 71.161.215.419 46.583.701.255
Dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam
waktu satu tahun (1.800.000.000) (1.500.000.000)
Bagian jangka panjang 69.361.215.419 45.083.701.255
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Perusahaan
Berdasarkan Perjanjian Kredit No. LMC 2/2.7/297/R tanggal 23 September 2019, No. LMC 2/2.7/180/R
tanggal 14 Juni 2019 dan Perjanjian Kredit No. LMC 2/2.7/210/R tanggal 24 September 2018. Grup
memperoleh fasilitas Kredit Term-Loan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”). Saldo
fasilitas Kredit Investasi pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sejumlah
Rp 19.906.045.000 dan Rp 20.427.295.006.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, rincian atas fasilitas kredit adalah sebagai berikut:
No. Fasilitas Tujuan Plafon Bunga Jangka waktu
1. Fasilitas Kredit Investasi Pembiayaan hotel 25.000.000.000 10,75% 24 Juni 2029
Pada tanggal 3 Juni 2020, Perusahaan sudah melakukan pelunasan pinjaman Fasilitas Term Loan
sebelum jatuh tempo.
Sehubungan dengan perjanjian kredit tersebut. tanpa persetujuan tertulis dari pihak BNI. Grup tidak
diperkenankan untuk, antara lain:
• Melakukan penjualan unit secara tunai maupun kredit menggunakan fasilitas KPR dari bank lain.
• Melakukan pengambilalihan aset milik pihak ketiga, kecuali dalam rangka kegiatan operasional
Grup.
• Melakukan investasi, penyertaan modal, atau pengambilalihan saham pada Grup lain.
• Mengizinkan pihak lain menggunakan Grup untuk kegiatan usaha pihak lain.
• Melunasi seluruh atau sebagian hutang Grup kepada pemegang saham dan/atau Grup afiliasi yang
telah didudukkan sebagai pinjaman subordinasi fasilitas kredit BNI
(Sub-Ordinated Loan).
• Memberikan pinjaman kepada siapapun juga termasuk kepada para pemegang saham, kecuali jika
pinjaman tersebut diberikan kepada anak Grup atau pinjaman dalam rangka transaksi dagang yang
berkaitan langsung dengan usahanya.
• Menerima pinjaman dari pihak lain (termasuk menerbitkan obligasi), kecuali jika pinjaman tersebut
diterima dalam rangka transaksi dagang yang berkaitan langsung dengan usaha Grup.
32
Page 35
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK JANGKA PANJANG (LANJUTAN)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (lanjutan)
Perusahaan (lanjutan)
• Mengingatkan diri sebagai Penjamin (Borg), menjaminkan harta kekayaan dalam bentuk dan masuk
apapun (baik yang belum dan/atau telah dijaminkan oleh Grup kepada BNI) kepada pihak lain.
• Membuka usaha baru yang tidak terkait dengan usaha yang telah ada.
• Membubarkan Grup dan meminta dinyatakan pailit.
• Menggunakan dana Grup untuk tujuan diluar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit BNI.
• Menggadaikan atau dengan cara lain mempertanggungkan saham Grup kepada pihak manapun.
• Mengubah bidang usaha atau membuka usaha baru selain usaha yang telah ada.
• Melakukan interfinancing dengan Grup afiliasi, induk Grup, dan/atau anak Grup selain dalam rangka
meningkatkan kinerja bisnis dan keuangan Grup.
• Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, termasuk tetapi tidak terbatas pada:
a. Mengadakan atau membatalkan kontrak atau perjanjian yang berdampak signifikan bagi Grup
dengan pihak lain dan/atau afiliasinya yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha Grup.
b. Mengadakan kerjasama yang dapat membawa pengaruh negatif pada aktivitas usaha Saudara
dan mengancam keberlangsungan usaha Grup.
c. Mengadakan transaksi dengan pihak lain, baik perseorangan maupun Grup, termasuk namun
tidak terbatas pada Grup afiliasinya, dengan cara-cara yang berada diluar praktek-praktek dan
kebiasaan yang wajar dan melakukan pembelian yang lebih mahal serta melakukan penjualan
lebih murah dari harga pasar.
• Menyerahkan atau mengalihkan seluruh atau sebagian dari hak dan/atau kewajiban Grup yang
timbul berdasarkan Perjanjian Kredit dan/atau dokumen jaminan kepada pihak lain.
• Melakukan suatu tindakan yang melanggar suatu ketentuan hukum dan/atau peraturan yang
berlaku.
• Mencadangkan dana Grup minimal sebesar kewajiban kepada BNI hingga hotel beroperasi, di luar
kewajiban DSRA dan DSPA yang telah ditetapkan sebelumnya.
Grup diwajibkan untuk menjaga rasio lancar tidak kurang dari 1 kali, rasio utang atas modal tidak lebih
dari 2,7 kali dan debt to service ratio tidak kurang dari 100%.
Jaminan untuk fasilitas kredit diatas adalah sebagai berikut:
- 160 unit apartement poris 88 yang terletak di Jl. Benteng Betawi. Kel. Poris Gaga Baru. Tangerang.
- Tanah kosong seluas 286 m2 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan atas nama Richard Rachmadi
Wiriahardja.
- Piutang usaha milik Grup per 31 Maret 2018 (Catatan 6)
- Proyeksi pendapatan dan / atau penjualan yang akan diterima senilai Rp 80.896.000.000.
- Personal guarantee atas nama Richard Rachmadi Wiriahardja.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Perusahaan
Pada tanggal 30 Mei 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari BTN dengan rincian sebagai
berikut:
• Kredit modal kerja term loan dengan plafon kredit sebesar Rp. 80.000.000.000 untuk proyek
perumahan Saung Kebun dengan rincian:
a) Bangunan sebesar Rp. 59.000.000.000
b) Sarana sebesar Rp. 3.250.000.000
c) Prasarana sebesar Rp. 17.000.000.000
d) Splitsing Sertifikat Rp. 750.000.000
e) Kredit Pemilikan Lahan sebesar Rp. 6.100.000.000
33
Page 36
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (lanjutan)
Perusahaan (lanjutan)
Pada tanggal 30 Mei 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari BTN dengan rincian sebagai
berikut: (lanjutan)
• Kredit diperuntukan untuk pembangunan 621 unit rumah beserta sarana dan prasarana pada proyek
perumahan Saung Kebun yang berlokasi di Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang
yang terdiri dari type 30/72 sebanyak 323 unit, type 30/78 sebanyak 214 unit, dan type 30/90 sebanyak
84 unit.
• Jenis kredit adalah kredit konstruksi dan KPL.
• Sifat kreditnya yaitu kredit Non revolving.
• Jangka waktu kredit 60 bulan.
• Suku bunga yang dipakai sebesar 10%
• Denda untuk kredit ini adalah 2% diatas suku bunga kredit yang berlaku, dihitung atas jumlah
tunggakan dari tanggal penagihan sampai dengan tanggal pembayaran atas tunggakan dimaksud.
• Biaya – biaya yang dikenakan antara lain:
a) Provisi sebesar 0,06% dari plafon kredit eenmaligh atau sebesar Rp. 51.660.000.
b) Administrasi sebesar 0,25% dari plafon kredit eenmaligh atau sebesar Rp. 212.250.000.
c) Biaya layanan kredit sebesar 0,07% dari plafon kredit eenmaligh atau sebesar Rp. 63.140.000.
d) Biaya Cadangan Pemasangan Hak Tanggungan sebesar 0,50% dari plafon kredit.
e) Biaya lainnya yang kemungkinan muncul terkait dengan pengikatan kredit seperti biaya notaris,
biaya penilaian agunan, biaya pengikatan agunan, biaya asuransi, dan biaya lainnya menjadi
beban debitur.
Jaminan untuk fasilitas kredit diatas adalah sebagai berikut:
- Tanah beserta bangunan yang telah terbangun maupun yang akan dibangun kemudian di atas
lahan Proyek Saung Kebun dengan luas minimal 102.845 m2 beserta lahan yang menjadi akses
jalan masuk yang berlokasi di Desa Bengle, Kec. Majalaya, Kab. Karawang, Provinsi Jawa Barat.
- Personal guarantee atas nama Richard Rachmadi Wiriahardja.
- Standing instruction atas penyaluran dana Kredit Konstruksi serta hasil penjualan unit rumah
Saung Kebun, baik secara tunai, kredit maupun bentuk penjualan yang lain ke rekening giro
PT. NA di BTN.
- Cessie atas seluruh piutang PT. NA yang berkaitan dengan semua proyek Saung Kebun.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga nilai Debt ti Equity Ratio (DER) maksimal sebesar 500% dan
kecukupan modal minimal sebesar 10% dari total utang di Bank BTN.
Saldo pinjaman pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp. 29.700.000.000.
SIS
Pada tanggal 19 April 2022, SIS memperoleh fasilitas kredit dari BTN dengan rincian sebagai berikut:
• Kredit modal kerja term loan dengan plafon kredit sebesar Rp. 75.000.000.000 untuk proyek
perumahan Serasi Indah dengan rincian:
f) Bangunan sebesar Rp. 31.800.000.000
g) Sarana sebesar Rp. 3.400.000.000
h) Prasarana sebesar Rp. 4.100.000.000
i) Splitsing Sertifikat Rp. 700.000.000
j) Kredit Pemilikan Lahan sebesar Rp. 35.000.000.000
• Kredit diperuntukan untuk pembangunan 2.000 unit rumah beserta sarana dan prasarana pada proyek
perumahan Serasi Indah yang berlokasi di Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten
Karawang.
34
Page 37
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK JANGKA PANJANG (LANJUTAN)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (lanjutan)
SIS (lanjutan)
• Jenis kredit adalah kredit konstruksi dan KPL.
• Sifat kreditnya yaitu kredit Non revolving.
• Jangka waktu kredit 60 bulan.
• Suku bunga yang dipakai sebesar 9%
• Denda untuk kredit ini adalah 2% diatas suku bunga kredit yang berlaku, dihitung atas jumlah
tunggakan dari tanggal penagihan sampai dengan tanggal pembayaran atas tunggakan dimaksud.
• Biaya – biaya yang dikenakan antara lain:
f) Provisi sebesar 0,06% dari total plafon kredit dan dibayarkan secara eenmaligh.
g) Administrasi sebesar 0,25% dari total plafon kredit dan dibayarkan secara eenmaligh.
h) Biaya layanan kredit sebesar Rp. 55.000.000
i) Biaya lainnya yang kemungkinan muncul terkait dengan pengikatan kredit beserta accessoire-nya
menjadi beban Debitur.
• Agunan diikat dengan APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan), untuk itu harus menyetor biaya
cadangan APHT sebesar 0,5% dari plafon kredit.
Jaminan untuk fasilitas kredit diatas adalah sebagai berikut:
- Tanah dan bangunan yang telah terbangun maupun yang akan dibangun kemudian diatas lahan
proyek perumahan Serasi Indah dengan luas minimal 234.340 m2 beserta lahan yang menjadi akses
jalan masuk yang berlokasi di Desa Lemahmulya, Keamatan Majalaya, Kabupaten Karawang.
- Personal guarantee atas nama Ventje Rahardjo Soedigno.
- Personal guarantee atas nama Richard Rachmadi Wiriahardja.
- Standing Instruction atas penyaluran pencairan dana Kredit Konstruksi serta hasil penjualan unit
rumah Serasi Indah, baik secara tunai, kredit, maupun bentuk penjualan yang lain ke rekening giro PT
Serena Inti Sejati di Bank BTN.
- Cessie atas seluruh piutang PT Serena Inti Sejati yang berkaitan dengan semua proyek Serasi Indah.
Perusahaan diwjibkan untuk menjaga nilai Debt to Equity Ratio (DER) tidak melebihi 500% dan rasio
kecukupan modal minimal sebesar 10% dari total utang di BTN.
Pada tanggal 30 Juni 2023, SIS telah memenuhi financial covenant untuk perjanjian di atas. Saldo
pinjaman 30 Juni 2023 adalah sebesar Rp. 22.145.000.000.
35
Page 38
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
Rincian pembayaran utang pembiayaan konsumen minimum pada masa yang akan datang berdasarkan
perjanjian utang pembiayaan konsumen tersebut adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pembayaran angsuran
minimum:
Sampai dengan satu
tahun 186.792.000 52.789.766
Lebih dari satu tahun dan
kurang dari
empat tahun 521.134.000 39.592.326
Total 707.926.000 92.382.092
Dikurangi beban bunga
yang belum jatuh tempo (88.030.878) (21.318.949 )
Nilai sekarang atas
pembayaran minimum
utang pembiayaan
konsumen 619.895.124 71.063.143
Dikurangi bagian jangka
pendek (147.964.502 ) (40.607.511 )
Bagian jangka panjang 471.930.622 30.455.632
Grup memiliki perjanjian utang pembiayaan konsumen dengan PT Mandiri Tunas Finance, pihak ketiga,
untuk pengadaan kendaraan. Perjanjian pembiayaan konsumen akan mensyaratkan pembayaran
dengan jangka waktu 4 tahun, dan akan jatuh tempo pada tahun 2027. Tingkat bunga efektif rata-rata
6% - 13% per tahun.
Utang ini dijamin dengan aset yang dibeli menggunakan dana dari pinjaman terkait. Perjanjian
pembiayaan konsumen membatasi Grup, antara lain, untuk menjual dan mengalihkan hak pemilikan
kendaraan yang dibeli. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Grup telah mematuhi
pembatasan sesuai dengan perjanjian.
19. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Grup mencadangkan liabilitas imbalan pascakerja sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan
No. 13 tanggal 25 Maret 2003. Penyisihan liabilitas imbalan pascakerja untuk periode yang berakhir pada
30 Juni 2023 dan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 dihitung menggunakan metode “Projected
Unit Credit”, dengan asumsi – asumsi utama sebagai berikut:
31 Desember 2022
Tingkat diskonto 7,44%
Tingkat kenaikan gaji 7%
Usia pensiun 55 tahun
Tingkat mortalitas (Tabel
Mortalitas Indonesia/TMI) TMI IV - 2019
Tingkat pensiun
dini/pengunduran diri 3%
36
Page 39
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (LANJUTAN)
Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dari program imbalan
pascakerja adalah sebagai berikut:
31 Desember 2022
Beban jasa kini 224.545.045
Beban bunga 56.991.257
Dampak penerapan siaran pers DSAK (91.481.134)
Biaya imbalan pasti yang diakui pada laba rugi
190.055.168
Kerugian aktuarial yang diakui pada
Penghasilan komprehensif lain 23.170.734
Total 213.225.902
Mutasi nilai kini liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut:
31 Desember 2022
Saldo awal 767.801.574
Beban jasa kini 224.545.045
Beban bunga 56.991.257
Dampak penerapan siaran pers DSAK (91.481.134)
Kerugian aktuarial 23.170.734
Biaya imbalan pasti yang diakui pada laba rugi 981.027.476
Analisa profil jatuh tempo pembayaran imbalan kerja karyawan pada tanggal 30 Juni 2023,
31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
31 Desember 2022
1 - 2 tahun 381.313.633
2 - 5 tahun -
Di atas 5 tahun 8.763.505.352
Total 9.144.818.985
20. MODAL SAHAM
Rincian kepemilikan saham pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Persentase
Pemegang Saham Total Saham Kepemilikan Total
Richard Rachmadi
Wiriahardja 977.980.000 44,50% 195.596.000.000
PT Ristia Bintang
Mahkotasejati Tbk 758.000.000 34,49% 151.600.000.000
Michella Ristiadewi 20.000 0,01% 4.000.000
Masyarakat (masing -masing
kurang dari 5%) 461.540.705 21,00% 92.308.141.000
Total 2.197.540.705 100,00% 439.508.141.000
37
Page 40
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. MODAL SAHAM (LANJUTAN)
Berdasarkan Akta Notaris Recky Francky Limpele S.H. No. 2.543 tanggal 27 Juni 2019 tentang
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham. Perubahan tersebut telah diterima dan disetujui dalam
Database Sisminbakum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
0033707.AH.01.02 tanggal 28 Juni 2019. Para pemegang saham Grup telah setuju untuk:
• Menyetujui untuk merubah status Grup dari Grup tertutup menjadi Grup terbuka.
• Menyetujui untuk merubah nilai nominal saham yang semula Rp 1.000.000 per lembar saham
menjadi Rp 200 per lembar saham.
• Memberikan persetujuan untuk mengubah ketentuan mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan
usaha utama Grup menjadi real estat, konstruksi gedung tempat tinggal, gedung perkantoran,
gedung perbelanjaan dan aktivitas Grup holding.
• Untuk menunjang kegiatan utama Grup, maka Grup melaksanakan kegiatan penunjang mendirikan
atau menjalankan Grup dibidang jasa, melakukan penyertaan pada Grup lain dan mendirikan atau
menjalankan segala kegitan usaha untuk mencapai tujuan tersebut.
• Menyetujui untuk merubah susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Grup.
• Menyetujui untuk melakukan penambahan modal melalui penawaran umum perdana saham kepada
masyarakat dalam jumlah maksimal 434.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 200 per saham
disertai penerbitan waran seri I maksimal 607.600.000.
• Menyetujui pengeluaran saham dalam simpanan dan penerbitan waran seri I.
• Menyetujui pencatatan seluruh saham Grup.
• Memberikan kuasa kepada Direksi untuk melakukan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan
dengan penawaran umum saham kepada masyarakat melalui pasar modal.
• Memberikan kuasa kepada Dewan komisaris Grup untuk menyatakan dalam akta tersendiri yang
dibuat dihadapan Notaris, mengenai kepastian jumlah saham yang ditempatkan dan disetor, setelah
pengeluaran saham kepada masyarakat melalui penawaran umum.
• Menyetujui penyesuaian anggaran dasar Grup menjadi anggaran dasar Grup terbuka.
Berdasarkan Akta No. 79 dari Notaris Buntario Tigris. S.H., S.E.. M.H. tanggal 15 Oktober 2018. saham
yang dimiliki oleh Richard Rachmadi Wiriahardja 151.600 lembar saham dialihkan sepenuhnya kepada
PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk. Perubahan peralihan saham tersebut, telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03.0254270 Tahun 2018 tanggal 18
Oktober 2018.
21. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Pada tanggal 30 Juni 2023, akun ini terdiri dari:
Tambahan modal disetor dari Penawaran Umum Perdana
sebanyak 461.538.000 saham dengan nilai nominal
Rp 200 per lembar saham yang ditawarkan
sebesar Rp 220 per lembar saham (Catatan 1b) 9.230.760.000
Tambahan modal disetor dari Penerbitan Saham Waran
sebanyak 2.705 saham dengan nilai nominal
Rp 200 per lembar saham yang ditawarkan sebesar
Rp 680 per lembar saham 1.298.400
Selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali (7.882.754.064 )
Biaya emisi saham (Catatan 1b) (3.500.000.000 )
Total (2.150.695.664 )
38
Page 41
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. SALDO LABA TELAH DITENTUKAN PENGGUNAANNYA DAN DIVIDEN
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham No. 2.163 tanggal 30 April 2021 yang dibuat dihadapan
Jhony Dwikora Aron S.H., Notaris di Jakarta Utara, para pemegang saham menyetujui penyisihan laba
ditahan sebesar Rp. 121.353.108 dari laba bersih tahun buku 2020 sebagai laba ditahan yang telah
ditentukan penggunaannya.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham No. 273 tanggal 12 Mei 2020 yang dibuat dihadapan Jhony
Dwikora Aron S.H., Notaris di Jakarta Utara, para pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen
tunai kepada pemegang saham sebesar Rp. 2.197.538.000 atau Rp 1 per lembar saham dan menyetujui
penyisihan laba ditahan sebesar Rp. 419.467.182 dari laba bersih tahun buku 2019 sebagai laba ditahan
yang telah ditentukan penggunaannya.
Perseroan melakukan pembayaran dividen tunai pada tanggal 11 Juni 2020.
23. PENJUALAN NETO
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Rumah 22.640.750.000 40.334.000.000
Kavling Tanah 1.360.400.000 4.977.400.000
Total 24.001.150.000 45.311.400.000
Sepanjang periode berjalan, tidak terdapat pelanggan individual yang nilai transaksinya melebihi 10%
dari penjualan bersih kumulatif ataupun penjualan yang dilakukan kepada pihak-pihak berelasi.
24. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Rumah 14.825.949.842 24.806.235.192
Kavling tanah 620.186.060 1.865.914.440
Total 15.446.135.902 26.672.149.632
Sepanjang tahun berjalan, tidak terdapat transaksi dengan pemasok yang nilai transaksinya melebihi
10% dari penjualan bersih kumulatif ataupun penjualan yang dilakukan kepada pihak-pihak berelasi.
25. BEBAN PENJUALAN
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Biaya promo penjualan 1.694.243.496 3.117.105.827
Komisi penjualan 1.571.808.650 3.198.601.224
Iklan dan promosi 54.000.0000 36.000.000
Total 3.320.052.146 6.351.707.051
39
Page 42
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Gaji, upah dan tunjangan 2.039.171.682 1.789.460.432
Beban rumah tangga – proyek 1.618.917.382 2.292.130.379
Jasa profesional 1.026.558.966 873.166.917
Perijinan 1.162.137.777 2.361.473.685
Penyusutan (Catatan 11) 243.139.057 102.611.175
Beban rumah tangga – pusat 115.814.046 84.098.547
Pajak 335.375.036 367.027.183
Lain-lain (masing-masing di bawah
Rp 50.000.000) 551.847.385 587.820.180
Total 7.092.961.331 8.457.788.498
27. PENGHASILAN (BEBAN) USAHA LAINNYA – NETO
Rincian penghasilan (beban) usaha lainnya - neto adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Lain-lain 1.165.887 952.070
Total 1.165.887 952.070
28. INFORMASI PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usahanya, Grup melakukan beberapa transaksi dengan pihak-pihak berelasi yang
dilakukan pada tingkat harga dan persyaratan tertentu, Rangkuman transaksi dan saldo dari transaksi-
transaksi tersebut adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 (%) 31 Desember 2022 (%)
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Utang pihak berelasi
Richard Rachmadi Wiriahardja 6.204.646.983 5,64 6.204.646.983 6,69
PT. Manggala Citra Abadi (MCA) 1.273.527.973 1,15 4.468.027.973 4,82
Total 7.478.174.956 6,79 10.672.674.956 11,51
Sifat hubungan dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak Berelasi Sifat Berelasi
Richard Rachmadi Wiriahardja Pemegang saham
PT. Manggala Citra Abadi (MCA)* Perusahaan afiliasi
Seluruh transaksi pihak berelasi dengan pemegang saham tidak memiliki bunga, tidak ada jangka waktu
jatuh tempo ataupun jaminan yang secara khusus diberikan oleh Grup sehubungan dengan utang lain-
lain pihak berelasi.
Pada tanggal 21 Januari 2021 SIS memperoleh pinjaman dari MCA dengan pagu maksimal
Rp. 6.000.000.000, bunga 3% dengan jangka waktu pinjaman 2 tahun. Perjanjian ini sudah diperpanjang
selama 2 tahun sehingga berlaku sampai dengan 21 Januari 2025.
Pinjaman ini dalam mata uang Rupiah.
40
Page 43
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. UTANG SUBORDINASI
Pada tanggal 3 Oktober 2018, SIS, entitas anak, membuat perjanjian dengan beberapa pemegang
saham dalam pemberian utang subordinasi. Utang subordinasi merupakan utang kepada pemegang
saham yang ditempatkan sebagai pinjaman subordinasi atas fasilitas kredit BNI (Subordinated Loan)
yang diperoleh SIS.
SIS dilarang untuk melunasi seluruh utang SIS kepada pemegang saham atau SIS afiliasi yang telah
didudukan sebagai pinjaman subordinasi fasilitas kredit tersebut. Utang subordinasi tersebut tidak
dikenakan bunga, tanpa jaminan, dan tidak ada jangka waktu pelunasan.
30. INSTRUMEN KEUANGAN
Nilai wajar dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, piutang pihak berelasi, aset
keuangan lancar lainnya, utang bank, utang pembiayaan konsumen liabilitas lancar keuangan lainnya,
utang usaha - pihak ketiga, utang pihak berelasi dan beban akrual mendekati jumlah tercatat karena
jangka waktu yang singkat atas instrumen keuangan tersebut.
Nilai wajar utang bank dan utang pembiayaan konsumen mendekati jumlah tercatat karena telah
dikenakan tingkat suku bunga pasar.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Grup tidak memiliki aset dan liabilitas keuangan yang
diukur pada nilai wajar.
31. KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Grup memiliki eksposur risiko dalam bentuk risiko kredit dan risiko likuiditas. Manajemen terus memantau
proses manajemen risiko Grup untuk memastikan keseimbangan yang sesuai antara risiko dan
pengendalian yang dicapai. Kebijakan dan sistem manajemen risiko dipantau secara berkala untuk
mencerminkan perubahan dalam kondisi pasar dan kegiatan Grup.
1. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan atau kontrak pelanggan
akan gagal memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.
Tujuan Grup adalah untuk mencari pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dan meminimalkan
kerugian yang terjadi karena peningkatan eksposur risiko kredit. Grup melakukan transaksi hanya
dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik, Ini adalah kebijakan Grup
bahwa semua pelanggan yang akan melakukan transaksi secara kredit harus melalui prosedur
verifikasi kredit. Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan bahwa
eksposur Grup terhadap piutang tak tertagih tidak signifikan.
Guna meminimumkan eksposur yang ada atas simpanan dana di bank, Grup hanya menempatkan
dana pada bank yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Manajemen juga senantiasa
memantau kesehatan bank serta mempertimbangkan keikutsertaan bank dalam Lembaga
Penjaminan Simpanan (LPS).
Terhadap eksposur yang terkait dengan dengan piutang. Grup menerapkan manajemen kredit
dengan prinsip kehati-hatian di mana mencakup prosedur verifikasi kredit, pertimbangan atas
kredibilitas konsumen dan penetapan jaminan kredit dalam bentuk sertifikat kepemilikan
tanah/rumah. Manajemen juga senantiasa memantau kolektibilitas penagihan dan mengupayakan
secara maksimum pencapaian zero bad debt. Selain dari itu dalam transaksi penjualan real estat.
manajemen juga melakukan kerjasama dengan pihak bank dalam bentuk penyediaan fasilitas KPR
sehingga dapat meminimumkan risiko kredit.
41
Page 44
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (LANJUTAN)
1. Risiko Kredit (Lanjutan)
Tabel di bawah menunjukkan analisis umur aset keuangan Grup yang telah jatuh tempo tetapi tidak
mengalami penurunan nilai pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022:
30 Juni 2023
Telah jatuh
tempo tetapi
Belum jatuh tidak
tempo dan tidak mengalami Mengalami Penyisihan
mengalami penurunan penurunan penurunan
penurunan nilai nilai nilai nilai Total
Kas dan
Setara kas 44.125.343.628 - - - 44.125.343.628
Piutang usaha - 14.989.580.302 - - 14.989.580.302
Piutang lain-lain 4.005.279.110 - - - 4.005.279.110
Total 48.130.622.738 14.989.580.302 - - 63.120.203.040
31 Desember 2022
Telah jatuh
tempo tetapi
Belum jatuh tidak
tempo dan tidak mengalami Mengalami Penyisihan
mengalami penurunan penurunan penurunan
penurunan nilai nilai nilai nilai Total
Kas dan
Setara kas 25.468.614.912 - - - 25.468.614.912
Piutang usaha - 15.934.253.187 - - 15.934.253.187
Piutang lain-lain 2.885.056.937 - - - 2.885.056.937
Total 28.353.671.849 15.934.253.187 - - 44.287.925.036
2. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko di mana Grup akan mengalami kesulitan dalam memperoleh dana guna
memenuhi komitmennya atas liabilitas keuangan yang jatuh tempo dalam waktu singkat.
Grup memiliki eksposur terhadap risiko likuiditas yang timbul terutama dari ketidaksesuaian jatuh
tempo antara aset dan liabilitas keuangan.
Grup memantau kebutuhan likuiditasnya dengan memonitor jadwal pembayaran liabilitas keuangan
dan arus kas keluar terkait dengan operasi sehari-hari, guna memastikan ketersediaan pendanaan
yang cukup melalui fasilitas kredit, baik mengikat dan tidak mengikat.
42
Page 45
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (LANJUTAN)
2. Risiko Likuiditas (Lanjutan)
Tabel di bawah merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran
kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
30 Juni 2023
Kurang dari 1 1 sampai 3 3 sampai 12 1 sampai 5 Seperti yang
bulan bulan bulan tahun dilaporkan
Utang
subordinasi - - - 6.853.455.000 6.853.455.000
Utang bank - 450.000.000 1.350.000.000 69.361.215.419 71.161.215.419
Utang usaha - - 12.506.179.416 - 12.506.179.416
Liabilitas lancar
keuangan
lainnya - - 4.732.800.617 - 4.732.800.617
Utang pihak
berelasi - - 7.478.174.956 - 7.478.174.956
Beban akrual - - 745.151.332 - 745.151.332
Total - 450.000.000 26.812.306.321 76.214.670.419 103.476.976.740
31 Desember 2022
Kurang dari 1 1 sampai 3 3 sampai 12 Seperti yang
bulan bulan bulan 1 sampai 5 tahun dilaporkan
Utang
subordinasi - - - 6.846.579.826 6.846.579.826
Utang bank - 300.000.000 1.200.000.000 45.083.701.255 46.583.701.255
Utang usaha - 25.026.957 16.819.761.513 - 16.844.788.470
Liabilitas lancar
keuangan
Lainnya - - 5.281.865.367 - 5.281.865.367
Utang pihak
berelasi - - 10.672.674.956 - 10.672.674.956
Beban akrual - - 1.140.631.174 - 1.140.631.174
Utang
pembiayaan
konsumen 3.383.959 6.767.918 30.455.634 30.455.632 71.063.143
Total 3.383.959 331.794.875 35.145.388.644 51.960.736.713 87.441.304.191
32. LABA NETO PER SAHAM DASAR
Laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba neto untuk para pemegang saham dengan
rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada periode/tahun bersangkutan.
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Laba (Rugi ) Neto Periode
Berjalan (3.285.850.375) 1.550.137.252
Jumlah rata-rata tertimbang
Saham (setelah perubahan 2.197.538.753 2.197.538.753
nilai
nominal saham)
Laba (Rugi) per saham dasar /
dilusi untuk periode tahun
berjalan (1.61) 0,20
43
Page 46
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. TRANSAKSI KOMBINASI BISNIS ENTITAS SEPENGENDALI DAN PENYAJIAN KEMBALI
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada tanggal 24 September 2019, Perusahaan mengakuisisi SIS dengan persentase kepemilikan
68,00% dengan harga pembelian Rp 36.720.000.000.
Karena transaksi tersebut merupakan kombinasi bisnis entitas sepengendali, sehingga akuisisi tersebut
dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan. Untuk tujuan penyajian, laporan keuangan
Perusahaan, SIS digabungkan dan disajikan kembali seolah-olah Perusahaan dan SIS dikonsolidasikan
sejak awal periode yang disajikan.
Berikut ini merangkum nilai buku aset neto, kepentingan nonpengendali dan selisih nilai transaksi
kombinasi bisnis entitas sepengendali yang timbul dari kombinasi bisnis entitas sepengendali:
Total aset lancar 16.517.314.961
Total aset tidak lancar 117.130.184.990
Total aset 133.647.499.951
Total liabilitas jangka pendek 35.391.301.807
Total liabilitas jangka panjang 55.848.483.533
Total liabilitas 91.239.785.340
Total aset neto teridentifikasi dengan nilai buku 42.407.714.610
Kepentingan nonpengendali (13.570.468.676)
Dikurangi imbalan yang dibayarkan (36.720.000.000)
Total (7.882.754.064)
34. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS
Informasi transaksi non kas adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Penambahan persediaan melalui
reklasifikasi tanah yang
yang belum dikembangkan 6.000.000.000 15.080.000.000
Penambahan aset tetap melalui
utang pembiayaan konsumen 637.997.022 -
44
Page 47
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS (LANJUTAN)
Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan:
30 Juni 2023
Saldo awal Arus kas - Neto Lain-lain Saldo Akhir
Utang
subordinasi 6.846.579.826 - 6.875.174 6.853.455.000
Utang bank 46.583.701.255 24.524.950.000 52.564.164 71.161.215.419
Utang
pembiayaan
konsumen 71.063.143 (89.165.049) 637.997.022 619.895.116
Utang pihak
berelasi 10.672.674.956 (3.194.500.000 ) - 7.478.174.956
Total 64.174.019.180 21.241.284.951 697.436.360 86.112.740.491
31 Desember 2022
Saldo awal Arus kas – Neto Lain-lain Saldo Akhir
Utang
subordinasi 6.720.810.386 - 125.769.440 6.846.579.826
Utang bank 59.182.469.981 (13.308.196.996 ) 709.428.267 46.583.701.255
Utang
pembiayaan
konsumen 111.670.654 (40.607.511 ) - 71.063.143
Utang pihak
berelasi 14.007.975.171 (3.335.300.215 ) - 10.672.674.956
Total 80.022.926.192 (16.684.104.719) 835.197.707 64.174.019.180
35. INFORMASI SEGMEN
Grup beroperasi hanya dalam satu segmen usaha yaitu pengembang real estat. Tidak ada komponen
dari Grup yang terlibat secara terpisah dalam aktivitas bisnis ataupun yang informasi keuangannya dapat
dipisahkan.
36. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
30 Juni 2023
Persentase Saldo Awal Kepentingan Bagian Bagian Laba Bagian Saldo Akhir
Kepentingan Nonpengendali Tambahan Rugi Neto Penghasilan
Nonpengendali Pada saat Modal Disetor Komprehensif
Akuisis Lain
SIS 32% 19.162.421.411 - (6.875.175) 259.500.171 - 19.415.046.407
31 Desember 2022
Persentase Saldo Awal Kepentingan Bagian Bagian Laba Bagian Saldo Akhir
Kepentingan Nonpengendali Tambahan Rugi Neto Penghasilan
Nonpengendali Pada saat Modal Disetor Komprehensif
Akuisis Lain
SIS 32% 17.682.476.031 - (110.107.478) 1.577.385.308 12.667.550 19.162.421.411
45
Page 48
PT NUSANTARA ALMAZIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023
Serta Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN
Grup
Ekonomi global menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19 di mana Indonesia
mulai mengalami dampak sebagai bukti bahwa mata uang Rupiah turun signifikan yang dapat
mempengaruhi operasi Grup.
Operasi Grup dipengaruhi oleh kondisi ekonomi setelah tanggal pelaporan laporan keuangan
konsolidasi. Mengingat tekanan ekonomi pada pemasok Grup, ketersediaan dan kenaikan harga bahan
material, sehingga meningkatkan persediaan. Selain itu, menurunnya daya beli masyarakat untuk
melakukan pesanan pembeliannya ke Grup dan penutupan sementara hotel milik entitas anak sebagai
akibat dari krisis pandemi.
Sebagai tanggapan terhadap berlanjutnya kondisi ekonomi yang merugikan, Grup berencana untuk
mengadopsi langkah-langkah berikut:
• Grup memaksimalkan penjualan rumah dari stok yang siap dijual.
• Mengajukan permohonan penurunan bunga pinjaman kepada bank.
• Pengurangan jam kerja karyawan.
• Memaksimalkan penggunaan modal kerja dan menerapkan cash manajemen yang ketat.
Grup tidak dapat memperkirakan secara wajar lama atau besarnya pandemi ini, tetapi sampai dengan
saat ini kami mengantisipasi dampak material yang merugikan operasional Grup.
46
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.