Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 33
Page 1
Nomor Surat FAC/012/IMFI/VII/23
Nama Emiten PT Indomobil Finance Indonesia
Kode Emiten IMFI
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Indomobil Finance Indonesia yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara
elektronik. PT Indomobil Finance Indonesia bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 June 2023
Nama entitas PT Indomobil Finance Indonesia Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas IMFI Entity code
Nomor identifikasi entitas AA446 Entity identification number
Industri utama entitas Pembiayaan / Financing Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor G. Financials Sector
Subsektor G2. Financing Service Subsector
Industri G21. Consumer Financing Industry
Subindustri G211. Consumer Financing Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
National Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Obligasi / Bond Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas tunggal / Single entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal II / Second Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan June 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya June 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Tidak / No Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Page 3
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[8220000] Statement of financial position presented using order of liquidity -
Financing Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 June 2023 31 December 2022
Aset Assets
Kas dan setara kas 900,449,348,331 1,083,323,942,077 Cash and cash equivalents
Efek yang dibeli dengan janji Securities purchased under
0 0
dijual kembali agreement to resale
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
4,510,588,585,162 4,611,579,422,274
konsumen pihak ketiga receivables third parties
Piutang pembiayaan Consumer financing
12,350,007,518 8,758,541,082
konsumen pihak berelasi receivables related parties
Investasi sewa Lease investments
Investasi sewa pihak Lease investments third
8,931,702,042,168 7,993,598,032,720
ketiga parties
Investasi sewa pihak Lease investments related
426,292,667,270 470,820,646,354
berelasi parties
Investasi sewa nilai residu Lease investments
13,872,725,050,526 11,844,298,503,070
yang terjamin guaranteed residual value
Investasi sewa simpanan ( ( Lease investments
jaminan 13,872,725,050,526 11,844,298,503,070 guarantee deposits
) )
Tagihan anjak piutang Factoring receivables
Tagihan anjak piutang Factoring receivables third
0 99,571,082,027
pihak ketiga parties
Piutang lainnya 59,976,787,702 61,001,222,802 Other receivables
Biaya dibayar dimuka 10,377,905,984 10,095,641,325 Prepaid expenses
Klaim atas pengembalian Claims for tax refund
0 0
pajak
Tagihan derivatif 89,168,918,824 305,802,949,235 Derivative receivables
Aset pajak tangguhan 13,884,495,072 9,140,888,539 Deferred tax assets
Aset tetap Property, plant, and
348,677,492,368 348,346,102,380
equipment
Aset hak guna 0 0 Right of use assets
Aset lainnya 4,340,095,938 4,341,096,847 Other assets
Jumlah aset 15,307,808,346,337 15,006,379,567,662 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas derivatif 22,936,528,838 22,875,523,933 Derivative payables
Kewajiban imbalan pasca Post-employment benefit
23,638,914,390 21,612,982,044
kerja obligations
Beban akrual 110,689,357,099 95,189,626,446 Accrued expenses
Utang pajak 22,644,073,160 30,051,937,205 Taxes payable
Liabilitas lainnya 185,190,877,983 178,016,732,385 Other liabilities
Jumlah liabilitas 12,950,919,399,564 12,774,631,500,201 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 1,042,000,000,000 1,042,000,000,000 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
1,784,593,489 1,784,593,489
disetor capital
Page 5
Cadangan revaluasi 60,273,316,030 60,273,316,030 Revaluation reserves
Cadangan lindung nilai Reserve of cash flow
( 31,422,518,632 ) ( 17,240,150,298 )
arus kas hedges
Cadangan pengukuran Reserve of
kembali program 1,749,725,493 1,749,725,493 remeasurements of
imbalan pasti defined benefit plans
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan retained earnings
penggunaanya
Cadangan General and
2,200,000,000 2,100,000,000
umum dan wajib legal reserves
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 1,280,303,830,393 1,141,080,582,747 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
2,356,888,946,773 2,231,748,067,461
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Jumlah ekuitas 2,356,888,946,773 2,231,748,067,461 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
15,307,808,346,337 15,006,379,567,662
ekuitas
Page 6
[8312000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by nature - Financing Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 June 2023 30 June 2022
Pendapatan Income
Pendapatan bunga dan Interest and finance income
3,227,589,862 3,586,186,585
keuangan
Pendapatan dari Financing income
pembiayaan
Pendapatan dari Income from consumer
450,625,366,648 461,855,938,117
pembiayaan konsumen financing
Pendapatan dari sewa Income from finance lease
571,966,184,416 557,420,432,625
pembiayaan
Pendapatan dari anjak Income from factoring
8,007,443,528 9,028,957,951
piutang
Pendapatan administrasi 76,223,516,691 50,801,931,833 Administration income
Penerimaan kembali aset Income from recovery of
62,575,498,366 117,804,174,364
yang telah dihapusbukukan written off assets
Keuntungan (kerugian) Gains (losses) on disposal of
1,438,328,207 1,113,749,866
pelepasan aset tetap property and equipment
Pendapatan lainnya 11,606,628,973 10,293,588,633 Other income
Beban Expenses
Beban bunga dan keuangan ( 376,522,406,430 ) ( 370,550,588,377 ) Interest and finance costs
Pembentukan penyisihan Provision for impairment
( 346,653,670,517 ) ( 447,808,949,963 )
kerugian penurunan nilai losses
Beban gaji dan tunjangan Salary and employee benefit
( 162,875,923,247 ) ( 154,038,379,452 )
karyawan (expenses)
Beban umum dan General and administrative
( 79,288,513,822 ) ( 72,370,101,516 )
administrasi expenses
Beban penyusutan properti Depreciation of investment
investasi, aset sewa, aset property, lease assets,
tetap, aset yang diambil alih ( 26,693,751,142 ) ( 27,622,564,273 ) property and equipment,
dan aset ijarah foreclosed assets and ijarah
assets
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
193,636,291,533 139,514,376,393
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 42,327,674,105 ) ( 30,383,290,525 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
151,308,617,428 109,131,085,868
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) 151,308,617,428 109,131,085,868 Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, setelah pajak after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang tidak akan income that will not be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya atas pengukuran income for
kembali kewajiban 0 0 remeasurement of defined
manfaat pasti, setelah benefit obligation, after tax
pajak
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
0 0
Page 7
yang tidak akan that will not be
direklasifikasi ke laba reclassified to profit or
rugi, setelah pajak loss, after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang akan income that may be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Keuntungan (kerugian) Gains (losses) on cash
lindung nilai arus kas, ( 14,182,368,334 ) 53,482,672,290 flow hedges, after tax
setelah pajak
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang akan direklasifikasi ( 14,182,368,334 ) 53,482,672,290 that may be reclassified
ke laba rugi, setelah to profit or loss, after tax
pajak
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, ( 14,182,368,334 ) 53,482,672,290 income, after tax
setelah pajak
Jumlah laba rugi komprehensif 137,126,249,094 162,613,758,158 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
151,308,617,428 109,131,085,868
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas 137,126,249,094 162,613,758,158 attributable to parent entity
induk
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang 145,210 104,732 share from continuing
dilanjutkan operations
Page 8
[8410000] Statement of changes in equity - Financing Industry - Current Year
30 June 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah
Cadangan pengukuran Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Cadangan lindung nilai ditentukan
Saham biasa Cadangan revaluasi kembali program ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor arus kas penggunaannya-cadangan
imbalan pasti penggunaannya entitas induk
umum dan wajib
Reserve of Appropriated retained
Reserve of cash flow Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Revaluation reserves remeasurements of earnings-general and legal Equity
hedges earnings parent entity
defined benefit plans reserves
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali Balance before restatement at beginning of
1,042,000,000,000 1,784,593,489 60,273,316,030 ( 17,240,150,298 ) 1,749,725,493 2,100,000,000 1,141,080,582,747 2,231,748,067,461 2,231,748,067,461
period
Posisi ekuitas, awal periode 1,042,000,000,000 1,784,593,489 60,273,316,030 ( 17,240,150,298 ) 1,749,725,493 2,100,000,000 1,141,080,582,747 2,231,748,067,461 2,231,748,067,461 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 151,308,617,428 151,308,617,428 151,308,617,428 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 14,182,368,334 ) ( 14,182,368,334 ) ( 14,182,368,334 ) Other comprehensive income
Pembentukan cadangan umum 100,000,000 ( 100,000,000 ) 0 0 Allocation for general reserves
Distribusi dividen kas ( 11,985,369,782 ) ( 11,985,369,782 ) ( 11,985,369,782 ) Distributions of cash dividends
Posisi ekuitas, akhir periode 1,042,000,000,000 1,784,593,489 60,273,316,030 ( 31,422,518,632 ) 1,749,725,493 2,200,000,000 1,280,303,830,393 2,356,888,946,773 2,356,888,946,773 Equity position, end of the period
Page 9
[8410000] Statement of changes in equity - Financing Industry - Prior Year
30 June 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah
Cadangan pengukuran Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Cadangan lindung nilai ditentukan
Saham biasa Cadangan revaluasi kembali program ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor arus kas penggunaannya-cadangan
imbalan pasti penggunaannya entitas induk
umum dan wajib
Reserve of Appropriated retained
Reserve of cash flow Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Revaluation reserves remeasurements of earnings-general and legal Equity
hedges earnings parent entity
defined benefit plans reserves
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali Balance before restatement at beginning of
1,042,000,000,000 1,784,593,489 60,273,316,030 ( 110,300,786,747 ) ( 8,862,293,150 ) 2,000,000,000 1,062,119,762,111 2,049,014,591,733 2,049,014,591,733
period
Posisi ekuitas, awal periode 1,042,000,000,000 1,784,593,489 60,273,316,030 ( 110,300,786,747 ) ( 8,862,293,150 ) 2,000,000,000 1,062,119,762,111 2,049,014,591,733 2,049,014,591,733 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 109,131,085,868 109,131,085,868 109,131,085,868 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 53,482,672,290 53,482,672,290 53,482,672,290 Other comprehensive income
Pembentukan cadangan umum 100,000,000 ( 100,000,000 ) 0 0 Allocation for general reserves
Distribusi dividen kas ( 45,000,000,000 ) ( 45,000,000,000 ) ( 45,000,000,000 ) Distributions of cash dividends
Posisi ekuitas, akhir periode 1,042,000,000,000 1,784,593,489 60,273,316,030 ( 56,818,114,457 ) ( 8,862,293,150 ) 2,100,000,000 1,126,150,847,979 2,166,628,349,891 2,166,628,349,891 Equity position, end of the period
Page 10
[8510000] Statement of cash flows, direct method - Financing Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 June 2023 30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari sewa Receipts from finance
5,373,977,268,180 4,319,467,277,897
pembiayaan leases
Penerimaan dari Receipts from consumer
1,721,543,672,629 1,532,204,585,119
pembiayaan konsumen financing
Penerimaan dari anjak Receipts from factoring
379,900,000,000 408,839,535,903
piutang
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran untuk sewa ( 5,709,822,371,504 ( 3,585,483,976,702 Payments for finance
pembiayaan ) ) leases
Pembayaran untuk ( 1,491,470,595,733 ( 1,662,217,405,877 Payments for consumer
pembiayaan konsumen ) ) financing
Pembayaran untuk anjak Payments for factoring
( 273,630,913,000 ) ( 437,791,799,414 )
piutang
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
575,018,216,926
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan bunga dari Interests received from
2,515,112,985 2,870,382,748
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran bunga dari Interests paid from operating
( 330,781,153,166 ) ( 379,229,967,981 )
aktivitas operasi activities
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
( 48,534,104,754 ) ( 20,299,946,413 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 88,678,542,293 ) ( 40,532,862,776 ) from operating activities
operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 461,981,626,656 ) 137,825,822,504
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal of
3,298,665,238 2,611,635,271
aset tetap property and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 20,437,144,839 ) ( 12,343,906,951 )
aset tetap property and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 8,448,333,321 ) ( 7,069,539,442 )
aset non-keuangan lainnya other non-financial assets
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 25,586,812,922 ) ( 16,801,811,122 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan pinjaman bank 19,815,080,000,002 9,299,404,700,000 Proceeds from bank loans
Pembayaran pinjaman bank ( ( Payments of bank loans
19,225,756,746,672 11,130,795,424,072
) )
Penerimaan surat berharga Proceeds from debt securities
Page 11
utang 1,283,905,000,000 1,738,660,000,000
Pembayaran surat berharga ( 1,536,375,000,000 Payments of debt securities
( 121,000,000,000 )
utang )
Penerimaan pinjaman lainnya Proceeds from other
0 0
borrowings
Pembayaran pinjaman Payments of other borrowings
( 139,870,622 ) ( 6,604,899,513 )
lainnya
Pembayaran biaya penerbitan Payments of debt securities
( 4,093,680,917 ) ( 5,309,480,722 )
surat berharga utang issuance costs
Pembayaran dividen dari Dividends paid from financing
( 11,985,369,782 ) ( 45,000,000,000 )
aktivitas pendanaan activities
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 16,155,984,419 ) ( 17,531,289,308 ) from financing activities
pendanaan
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
304,478,347,590 ( 288,176,393,615 )
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
( 183,090,091,988 ) ( 167,152,382,233 )
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
1,083,596,094,256 1,035,890,002,316
awal periode flows, beginning of the period
Efek perubahan nilai kurs pada Effect of exchange rate changes
215,498,242 ( 118,150,989 )
kas dan setara kas on cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
900,721,500,510 868,619,469,094
akhir periode cash flows, end of the period
Page 12
[8610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Financing Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 June 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar statements
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntan Indonesia dan Dewan Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia serta peraturan
regulator pasar modal yaitu Peraturan No. VIII.G.7 Lampiran Keputusan Ketua OJK No.
KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian
dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kebijakan ini telah diterapkan secara konsisten terhadap seluruh tahun yang disajikan, kecuali jika
dinyatakan lain.
Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan Cash and cash equivalents
atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan untuk utang.
Aset tetap Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan (kecuali tanah tidak Fixed assets
disusutkan) dan kerugian penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset
tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi
utama dilakukan, beban itu diakui ke dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai penggantian jika
memenuhi kriteria pengakuan. Semua beban pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi
kriteria pengakuan diakui sebagai laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada saat
terjadinya. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus selama umur manfaat aset
tetap yang diestimasi sebagai berikut: Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan (kecuali tanah tidak disusutkan) dan kerugian penurunan nilai. Biaya perolehan
termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria
pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi utama dilakukan, beban itu diakui ke dalam jumlah
tercatat aset tetap sebagai penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua beban
pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui sebagai laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Penyusutan dihitung dengan menggunakan
metode garis lurus selama umur manfaat aset tetap yang diestimasi sebagai berikut:
Persentase/Tahun Bangunan 20 5% Kendaraan 5 20% Peralatan dan perlengkapan kantor 5 20%
Pengembangan gedung yang disewa 1-5 10-20% Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya
pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari
penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset
(dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) diakui
pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tahun aset tersebut dihentikan
pengakuannya. Nilai yang dapat diperoleh kembali atas aset, diestimasi apabila terdapat peristiwa atau
perubahan keadaan yang memberikan indikasi bahwa nilai perolehan mungkin tidak sepenuhnya dapat
diperoleh kembali. Apabila terjadi penurunan nilai aset, maka kerugian atas penurunan nilai aset diakui
Page 13
sebagai laba atau rugi tahun berjalan. Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan
metode penyusutan di-reviu, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan pembiayaan konsumen, pendapatan sewa pembiayaan, pendapatan anjak piutang, Revenue and expense recognition
pendapatan bunga dan beban bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Suku
bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran dan
penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari aset keuangan atau liabilitas keuangan
(atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat) untuk memperoleh nilai tercatat dari aset
keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Perusahaan
mengestimasi arus kas di masa datang dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual
dalam instrumen keuangan tersebut, tetapi tidak mempertimbangkan kerugian di masa mendatang.
Perhitungan suku bunga efektif mencakup seluruh tagihan dan bentuk lain yang dibayarkan atau
diterima yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, termasuk biaya transaksi.
Pendapatan denda atas keterlambatan pembayaran angsuran pembiayaan konsumen dan sewa
pembiayaan diakui pada saat realisasi. Pelunasan sebelum masa pembiayaan konsumen dan sewa
pembiayaan berakhir dianggap sebagai suatu pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan sewa
pembiayaan dan laba atau rugi yang timbul, diakui sebagai laba rugi tahun berjalan. Perusahaan
mengakui pendapatan atas pembiayaan konsumen, sewa pembiayaan dan tagihan anjak piutang
sebagaimana dijelaskan pada Catatan 2e, 2f dan 2g. Pendapatan lainnya dan beban diakui pada saat
terjadinya menggunakan basis akrual.
Transaksi dengan pihak berelasi Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Suatu pihak dianggap berelasi dengan Transactions with related parties
Perusahaan jika: a. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor
jika orang tersebut:- memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;- memiliki
pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau- merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor
atau entitas induk dari entitas pelapor. b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi
salah satu hal berikut:(i) entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama
(artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas
lainnya).(ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas
lain tersebut adalah anggotanya).(iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga
yang sama.(iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga. c. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi
salah satu hal berikut: (lanjutan) (v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk
imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika
entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga
berelasi dengan entitas pelapor.(vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang
yang diidentifikasi dalam huruf (a).(vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf (a)(i) memiliki pengaruh
signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari
entitas). Seluruh transaksi dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan di catatan atas laporan
keuangan.
Pajak penghasilan Pajak Final Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak Income taxes
yang bersifat final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas
transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. Pajak final tersebut tidak termasuk dalam
lingkup yang diatur oleh PSAK No. 46, ?Pajak Penghasilan?. Oleh karena itu, Perusahaan
memutuskan untuk menyajikan beban pajak final sehubungan dengan penghasilan bunga dan sewa
sebagai pos tersendiri. Pajak Kini Current Tax Pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah
yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan
Page 14
peraturan pajak yang digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang berlaku atau secara
substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan. Penghasilan kena pajak berbeda dengan laba yang
dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain karena penghasilan kena pajak
tidak termasuk bagian dari pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan di
tahun-tahun yang berbeda, dan juga tidak termasuk bagian-bagian yang tidak dikenakan pajak atau
tidak dapat dikurangkan. Perubahan terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan
Pajak (SKP) diterima atau, jika Perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas
keberatan tersebut telah ditetapkan. Pajak Tangguhan Deferred TaxAset dan liabilitas pajak tangguhan
diakui menggunakan metode posisi keuangan atas konsekuensi pajak pada masa mendatang yang
timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan. Liabilitas pajak tangguhan diakui
untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan
temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar kemungkinan perbedaan
temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat dimanfaatkan untuk
mengurangi laba kena pajak pada masa depan. Nilai tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada
setiap tanggal pelaporan dan nilai tercatat aset pajak tangguhan tersebut diturunkan apabila laba fiskal
mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan.
Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan menilai kembali aset pajak tangguhan yang tidak diakui.
Perusahaan mengakui aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila besar
kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya. Aset
dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan berlaku
pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak
yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan. Aset dan liabilitas
pajak tangguhan disajikan secara saling hapus dalam laporan posisi keuangan, sesuai dengan
penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
Imbalan kerja karyawan Perusahaan mempunyai program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi Employee benefits
syarat. Iuran pensiun sebesar 9,00% dari gaji pokok karyawan seluruhnya ditanggung oleh
Perusahaan. Perusahaan mencatat penyisihan imbalan pasca kerja sesuai dengan PSAK No. 24
(Revisi 2016), ?Imbalan Kerja?. Pernyataan ini mewajibkan Perusahaan mengakui seluruh imbalan
kerja yang diberikan melalui program atau perjanjian formal dan informal, peraturan
perundang-undangan atau peraturan industri, yang mencakup imbalan pasca kerja, imbalan kerja
jangka pendek dan jangka panjang lainnya, pesangon pemutusan hubungan kerja dan imbalan
berbasis ekuitas. Kewajiban imbalan pasca kerja yang diakui di laporan posisi keuangan dihitung
berdasarkan nilai kini dari estimasi kewajiban imbalan pasca kerja di masa depan yang timbul dari jasa
yang telah diberikan oleh karyawan pada masa kini dan masa lalu. Perhitungan dilakukan oleh aktuaris
independen dengan metode projected-unit-credit. Keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul dari
penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial langsung diakui seluruhnya melalui
penghasilan atau rugi komprehensif lain pada tahun dimana keuntungan (kerugian) aktuarial terjadi.
Pelaporan segmen Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana Segment reporting
memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban, termasuk pendapatan dan beban terkait dengan
transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama, yang hasil operasinya dikaji ulang secara
berkala oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang
dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya, dan tersedia informasi keuangan yang
dapat dipisahkan. Hasil segmen yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional termasuk
item yang dapat diatribusikan secara langsung kepada segmen dan juga yang dapat dialokasikan
dengan basis yang wajar. Perusahaan mengelola kegiatan usahanya dan mengidentifikasi segmen
yang dilaporkan berdasarkan wilayah geografis. Perusahaan menentukan dan menyajikan segmen
Page 15
operasi berdasarkan informasi yang secara internal diberikan kepada pengambil keputusan
operasional.
Instrumen keuangan derivatif Instrumen derivatif diakui pertama-tama pada nilai wajar pada saat kontrak tersebut dilakukan, dan Derivative financial instruments
selanjutnya diukur pada nilai wajarnya. Derivatif dicatat sebagai aset apabila memiliki nilai wajar positif
dan sebagai liabilitas apabila memiliki nilai wajar negatif. Metode pengakuan keuntungan atau kerugian
dari perubahan nilai wajar tergantung pada apakah derivatif tersebut adalah instrumen lindung nilai dan
sifat dari unsur yang dilindungi nilainya. Perusahaan menggunakan instrumen keuangan derivatif,
seperti cross currency swap dan interest rate swap sebagai bagian dari aktivitas manajemen aset dan
liabilitas untuk melindungi dampak risiko mata uang asing dan risiko tingkat suku bunga. Perusahaan
menerapkan akuntansi lindung nilai arus kas pada saat transaksi tersebut memenuhi kriteria perlakuan
akuntansi lindung nilai. Pada saat terjadinya transaksi, Perusahaan membuat dokumentasi mengenai
hubungan antara instrumen lindung nilai dan unsur yang dilindungi nilainya, juga tujuan manajemen
risiko dan strategi yang diterapkan dalam melakukan berbagai macam transaksi lindung nilai. Proses
dokumentasi ini menghubungkan derivatif yang ditujukan sebagai lindung nilai dengan aset dan
liabilitas tertentu atau dengan komitmen penuh tertentu atau transaksi yang diperkirakan. Pada saat
terjadinya transaksi lindung nilai dan pada periode berikutnya, Perusahaan juga membuat dokumentasi
atas penilaian apakah derivatif yang digunakan sebagai transaksi lindung nilai memiliki efektivitas yang
tinggi dalam menandingi (offsetting) perubahan nilai wajar atau arus kas dari unsur yang dilindungi
nilainya. Lindung nilai dinyatakan efektif oleh Perusahaan hanya jika memenuhi kriteria sebagai
berikut: i) pada saat terjadinya dan sepanjang umur transaksi lindung nilai memiliki efektivitas yang
tinggi dalam menandingi (offsetting) perubahan nilai wajar atau arus kas yang melekat pada
risiko-risiko yang dilindungi nilainya, dan ii) tingkat efektivitas lindung nilai berkisar antara 80% hingga
125%. Perusahaan akan menghentikan penerapan akuntansi lindung nilai ketika derivatif tersebut tidak
atau tidak lagi efektif; ketika instrumen lindung nilai kadaluwarsa atau dijual, dihentikan atau dibayar;
pada saat unsur yang dilindungi tersebut jatuh tempo, dijual atau dibayar kembali, atau ketika transaksi
yang diperkirakan akan terjadi tidak lagi diperkirakan akan terjadi. Bagian yang efektif atas perubahan
nilai wajar derivatif yang ditujukan dan memenuhi kualifikasi sebagai lindung nilai arus kas, diakui
sebagai cadangan lindung nilai arus kas pada bagian ekuitas. Keuntungan atau kerugian atas bagian
yang tidak efektif diakui langsung pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Jumlah
akumulasi keuntungan atau kerugian dalam ekuitas dibebankan pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain ketika unsur yang dilindungi nilainya mempengaruhi laba neto. Ketika
instrumen lindung nilai kadaluwarsa atau dijual, atau ketika suatu lindung nilai tidak lagi memenuhi
persyaratan sebagai akuntansi lindung nilai, akumulasi keuntungan maupun kerugian yang ada pada
ekuitas saat itu dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi Foreign currency transactions and balances
dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal
tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.
Aset hak guna Perusahaan telah menerapkan PSAK No. 73 ?Sewa? sejak tanggal 1 Januari 2020. PSAK No. 73 Right of use assets
menerapkan persyaratan baru atau amandemen sehubungan dengan akuntansi sewa. Standar ini
memperkenalkan perubahan signifikan untuk akuntansi lessee dengan menghapus perbedaan antara
sewa operasi dan pembiayaan, serta mensyaratkan pengakuan aset hak guna dan pengakuan liabilitas
sewa pada saat dimulainya sewa untuk seluruh sewa, kecuali:? sewa dengan jangka waktu kurang
atau sama dengan 12 bulan dan tidak terdapat opsi beli;? sewa atas aset dengan nilai rendah.
Page 16
Piutang pembiayaan konsumen Piutang pembiayaan konsumen merupakan jumlah piutang setelah dikurangi pendapatan pembiayaan Consumer financing receivables
konsumen yang belum diakui dan cadangan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen.
Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan bersama konsumen tanpa jaminan (without recourse),
Perusahaan hanya menyajikan porsi jumlah angsuran piutang yang dibiayai Perusahaan (pendekatan
neto). Pendapatan pembiayaan konsumen disajikan setelah dikurangi dengan bagian yang merupakan
hak bank-bank dalam rangka transaksi tersebut. Untuk pembiayaan bersama dengan jaminan (with
recourse), piutang pembiayaan konsumen merupakan seluruh jumlah angsuran dari pelanggan
sedangkan kredit yang disalurkan oleh penyedia dana dicatat sebagai utang di laporan posisi
keuangan (pendekatan bruto). Bunga yang dikenakan kepada pelanggan dicatat sebagai bagian dari
pendapatan pembiayaan konsumen, sedangkan bunga yang dikenakan penyedia dana dicatat sebagai
bagian dari beban pembiayaan. Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui, yang
merupakan selisih antara jumlah keseluruhan pembayaran angsuran yang akan diterima dari
konsumen dengan jumlah pokok pembiayaan konsumen, ditambah atau dikurangi pendapatan atau
biaya proses pembiayaan neto, akan diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu kontrak
pembiayaan konsumen berdasarkan tingkat bunga efektif dari piutang pembiayaan konsumen.
Pendapatan atau biaya proses pembiayaan adalah pendapatan administrasi proses pembiayaan dan
biaya transaksi yang timbul pertama kali yang terkait langsung dengan pembiayaan konsumen
tersebut. Pelunasan sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir dianggap sebagai pembatalan
perjanjian pembiayaan konsumen dan laba yang timbul diakui dalam operasi tahun berjalan. Untuk
kebijakan Perusahaan mengenai cadangan kerugian penurunan nilai, diungkapkan dalam Catatan 2d.
Perusahaan tidak mengakui pendapatan pembiayaan konsumen yang piutangnya telah lewat jatuh
tempo lebih dari tiga (3) bulan. Pendapatan bunga yang telah diakui selama tiga (3) bulan tetapi belum
tertagih, dibatalkan pengakuannya. Pendapatan tersebut akan diakui sebagai pendapatan pada saat
pembayaran piutang diterima. T Piutang dihapuskan pada saat piutang tersebut telah jatuh tempo lebih
dari 180 hari dan berdasarkan kasus per kasus. Penerimaan kembali atas piutang yang telah
dihapuskan dicatat sebagai pendapatan lain-lain.
Instrumen keuangan i. Aset Keuangan Perusahaan menggunakan 2 (dua) dasar untuk mengklasifikasikan aset keuangan Financial instruments
yaitu penilaian model bisnis dan penilaian mengenai arus kas kontraktual yang diperoleh semata dari
pembayaran pokok dan bunga. Model bisnis ditentukan pada level yang mencerminkan bagaimana
kelompok aset keuangan dikelola bersama-sama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian
model bisnis dilakukan dengan mempertimbangkan, tetapi tidak terbatas pada, hal-hal berikut:?
Bagaimana kinerja dari model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dievaluasi
dan dilaporkan kepada personil manajemen kunci Perusahaan; ? Apakah risiko yang memengaruhi
kinerja dari model bisnis (termasuk aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis) dan khususnya
bagaimana cara aset keuangan tersebut dikelola; dan? Bagaimana penilaian kinerja pengelola aset
keuangan (sebagai contoh, apakah penilaian kinerja berdasarkan nilai wajar dari aset yang dikelola
atau arus kas kontraktual yang diperoleh).? Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang
diharapkan.Untuk tujuan penilaian ini, pokok didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada
saat pengakuan awal. Bunga didefinisikan sebagai imbalan untuk nilai waktu atas uang dan risiko
kredit terkait jumlah pokok terutang pada periode waktu tertentu dan juga risiko dan biaya peminjaman
standar, dan juga marjin laba.Penilaian mengenai arus kas kontraktual yang diperoleh semata dari
pembayaran pokok dan bunga dilakukan dengan mempertimbangkan persyaratan kontraktual,
termasuk apakah aset keuangan mengandung persyaratan kontraktual yang dapat mengubah waktu
atau jumlah arus kas kontraktual.Dalam melakukan penilaian, Perusahaan mempertimbangkan:?
Peristiwa kontinjensi yang akan mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual;? Fitur leverage;?
Persyaratan pembayaran dimuka dan perpanjangan kontraktual;? Persyaratan mengenai klaim yang
terbatas atas arus kas yang berasal dari aset spesifik; dan? Fitur yang dapat mengubah nilai waktu
Page 17
dari elemen uang. Penilaian mengenai arus kas kontraktual yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya berdasarkan kategori sebagai berikut pada saat pengakuan awal:? Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;? Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain;? Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Selama tahun berjalan dan pada tanggal laporan posisi keuangan, Perusahaan hanya memiliki aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi serta derivatif lindung nilai sehingga kebijakan akuntansi selain klasifikasi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi serta derivatif lindung nilai tidak diungkapkan. Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika memenuhi kondisi sebagai berikut:? aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan? persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga (SPPI) dari jumlah pokok terutang. Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan pendapatan administrasi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif. Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi meliputi kas dan setara kas, piutang pembiayaan konsumen, piutang sewa pembiayaan, tagihan anjak piutang, piutang lain-lain dan aset lain-lain (setoran jaminan). Pendapatan dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai ?Pendapatan pembiayaan konsumen?, ?Pendapatan sewa pembiayaan? dan ?Pendapatan anjak piutang?. Dalam hal terjadi penurunan nilai, cadangan kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, dan diakui di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain sebagai ?Penyisihan kerugian penurunan nilai?. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan untuk diperdagangkan dan aset keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Aset derivatif diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi disajikan dalam laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi. Pengakuan Perusahaan menggunakan akuntansi tanggal penyelesaian untuk kontrak reguler ketika mencatat transaksi aset keuangan. Penurunan nilai dari aset keuanganPada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan mengukur penyisihan kerugian penurunan nilai instrumen keuangan sejumlah kredit ekspektasian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Jika pada tanggal pelaporan, risiko kredit atas instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, entitas mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian ekspektasian 12 bulan. Kerugian dimaksud merepresentasikan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari peristiwa gagal bayar instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan. Selanjutnya, Perusahaan mengelompokkan aset keuangan berdasarkan hasil evaluasi tersebut yang mencerminkan tingkat risiko kredit aset keuangan. a) Stage 1Pada tanggal evaluasi penurunan nilai, risiko kredit atas instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal yang dapat dibuktikan dengan tidak terdapat tunggakan lebih dari 10 hari. Atas hal tersebut, Perusahaan akan mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan. Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan adalah bagian dari kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya yang merepresentasikan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari peristiwa gagal bayar instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan. b)
Page 18
Stage 2 Pada tanggal evaluasi penurunan nilai, risiko kredit atas instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal yang dapat dibuktikan dengan terdapat tunggakan antara 11 hari sampai dengan 90 hari. Atas hal tersebut, Perusahaan akan mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya.c) Stage 3 Pada tanggal evaluasi penurunan nilai, terdapat bukti objektif bahwa instrumen keuangan mengalami penurunan nilai yang dapat dibuktikan dengan terdapat tunggakan lebih dari 90 hari atau telah diserahkannya jaminan kendaraan milik konsumen untuk pelunasan piutang pembiayaan. Atas hal tersebut, Perusahaan akan mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya. Tujuan dari persyaratan penurunan nilai adalah untuk mengakui kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya atas semua instrumen keuangan yang telah mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal - baik dinilai secara individu atau kolektif - dengan mempertimbangkan semua informasi yang wajar dan terdukung, termasuk informasi yang bersifat perkiraan masa depan (forward-looking). Perusahaan menerapkan persyaratan penurunan nilai untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Dalam beberapa keadaan Perusahaan tidak memiliki informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya pada instrumen secara individual. Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya diakui secara kolektif dengan mempertimbangkan informasi risiko kredit komprehensif. Informasi risiko kredit komprehensif tersebut harus memasukan tidak hanya informasi tunggakan tetapi juga seluruh informasi kredit relevan, termasuk informasi makroekonomi forward-looking, untuk mendekati hasil dari pengakuan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya ketika terdapat kenaikan signifikan pada risiko kredit sejak pengakuan awal pada level instrumen individu.Cadangan kerugian penurunan nilai secara individual dihitung dengan menggunakan metode diskonto arus kas (discounted cash flows). Sedangkan cadangan kerugian penurunan nilai secara kolektif dihitung dengan menggunakan metode statistik dari data historis berupa Probability of Default di masa lalu, waktu pengembalian dan jumlah kerugian yang terjadi (Loss Given Default) yang selanjutnya disesuaikan lagi dengan pertimbangan manajemen terkait kondisi ekonomi dan kredit saat ini. Ketika suatu piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapus buku dengan menjurnal balik cadangan kerugian penurunan nilai. Piutang tersebut dapat dihapus buku setelah semua prosedur yang diperlukan telah dilakukan dan jumlah kerugian telah ditentukan. Beban penurunan nilai yang terkait dengan pinjaman yang diberikan dan piutang diklasifikasikan ke dalam ?Cadangan kerugian penurunan nilai?. ?Jika pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara obyektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui (seperti meningkatnya peringkat piutang konsumen), maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan, dengan menyesuaikan akun cadangan kerugian penurunan nilai. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Penerimaan kemudian atas piutang yang telah dihapusbukukan, dikreditkan dengan menyesuaikan pada akun cadangan kerugian penurunan nilai. Perusahaan menggunakan akuntansi tanggal penyelesaian ketika mencatat transaksi aset keuangan. ii. Liabilitas KeuanganPengakuan dan Pengukuran Liabilitas keuangan Perusahaan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi, liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau sebagai instrumen yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Perusahaan menentukan klasifikasi atas liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal. Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang bank, beban akrual, utang lain-lain, dan utang obligasi yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan juga memiliki utang derivatif yang diakui sebagai lindung nilai yang efektif(Catatan 2d.vi). Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasiPada saat
Page 19
pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada nilai
wajar dikurangi biaya transaksi.Setelah pengakuan awal, Perusahaan mengukur seluruh liabilitas
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga
efektif.Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi antara lain utang lain-lain,
beban akrual, pinjaman bank dan utang obligasi.Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba atau rugiLiabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi mencakup
liabilitas keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang
pada saat pengakuan awalnya, telah ditetapkan, diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi.Liabilitas
keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki untuk tujuan
dijual dalam waktu dekat. Liabilitas derivatif juga diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan
kecuali derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif.Laba atau rugi atas
liabilitas keuangan dalam kelompok diperdagangkan harus diakui dalam laba rugi.Penghentian
PengakuanPenghentian pengakuan aset keuangan dilakukan ketika hak kontraktual atas arus kas
yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau ketika aset keuangan tersebut telah ditransfer
dan secara subtansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset tersebut telah ditransfer (jika
secara substansial seluruh risiko dan manfaat tidak ditransfer, maka Perusahaan melakukan evaluasi
untuk memastikan keterlibatan berkelanjutan atas kendali yang masih dimiliki tidak mencegah
penghentian pengakuan). Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas telah
dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.Penghentian pengakuan piutang pembiayaan konsumen
yang mengalami penurunan nilai, akan dilakukan ketika piutang telah dihapusbukukan. Piutang
ragu-ragu akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari 180 hari atau pada saat piutang
tersebut diputuskan tidak dapat tertagih. Penghapusbukuan piutang ragu-ragu ini bukan merupakan
hapus tagih, sehingga upaya penagihan tetap dilakukan. Piutang pembiayaan konsumen dapat
diselesaikan dengan menjual kendaraan yang dibiayai Perusahaan.Perusahaan menerima kendaraan
dari konsumen dan membantu untuk menjual kendaraan tersebut sehingga konsumen dapat melunasi
utang pembiayaan konsumennya.Konsumen memberi kuasa kepada Perusahaan untuk menjual
kendaraan ataupun melakukan tindakan lainnya dalam upaya penyelesaian piutang pembiayaan
konsumen bila terjadi wanprestasi terhadap perjanjian pembiayaan. Konsumen berhak atas selisih
lebih antara nilai penjualan dengan saldo piutang pembiayaan konsumen. Jika terjadi selisih kurang,
kerugian yang terjadi dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun
berjalan.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Berikut ini adalah beberapa Standar Akuntansi Keuangan, Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif dan amandemen yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang effective
dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan Perusahaan namun belum berlaku efektif untuk
laporan keuangan tahun 2022: Mulai efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023 Amendemen
PSAK 16: Aset Tetap - Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan Amandemen ini tidak
memperbolehkan entitas untuk mengurangi suatu hasil penjualan item yang diproduksi saat membawa
aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset dapat beroperasi sesuai dengan
intensi manajemen dari biaya perolehan suatu aset tetap. Sebaliknya, entitas mengakui hasil dari
penjualan item-item tersebut, dan biaya untuk memproduksi item-item tersebut, dalam laba rugi.
Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2023 dan diterapkan secara retrospektif untuk aset tetap yang tersedia untuk digunakan
pada atau setelah awal dari periode sajian paling awal dimana entitas pertama kali menerapkan
amandemen tersebut. Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan Tentang Klasifikasi
Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang Amandemen ini menentukan persyaratan
untuk mengklasifikasikan suatu liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang dan
menjelaskan:1) hal yang dimaksud sebagai hak untuk menangguhkan pelunasan,2) hak untuk
Page 20
menangguhkan pelunasan harus ada pada akhir periode pelaporan,3) klasifikasi tersebut tidak dipengaruhi oleh kemungkinan entitas akan menggunakan hakya untuk menangguhkan liabilitas, dan4) hanya jika derivatif melekat pada liabilitas konversi tersebut adalah suatu instrumen ekuitas, maka syarat dan ketentuan dari suatu liabilitas konversi tidak akan berdampak pada klasifikasinya. Berikut ini adalah beberapa Standar Akuntansi Keuangan, Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan dan amandemen yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan Perusahaan namun belum berlaku efektif untuk laporan keuangan tahun 2022: (lanjutan) Mulai efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023 (lanjutan) Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan Tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang (lanjutan) Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023 dan diterapkan secara retrospektif. Amandemen PSAK 1: Penyajian laporan keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi Amandemen ini memberikan panduan dan contoh untuk membantu entitas menerapkan pertimbangan materialitas dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amandemen tersebut bertujuan untuk membantu entitas menyediakan pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih berguna dengan mengganti persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan' entitas dengan persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' entitas dan menambahkan panduan tentang bagaimana entitas menerapkan konsep materialitas dalam membuat keputusan tentang pengungkapan kebijakan akuntansi. Amandemen ini berlaku efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023 dengan penerapan dini diperkenankan. Berikut ini adalah beberapa Standar Akuntansi Keuangan, Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan dan amandemen yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan Perusahaan namun belum berlaku efektif untuk laporan keuangan tahun 2022: (lanjutan) The following are several Financial Accounting Standards, Interpretations of Financial Accounting Standards and amendment issued by the Indonesian Financial Accounting Standards Board (FASB) that are considered relevant to the financial reporting of the Company but are not yet effective for 2022 financial statements: (continued)Mulai efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023 (lanjutan) Amandemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan terkait Definisi Estimasi Akuntansi Amandemen tersebut memperkenalkan definisi 'estimasi akuntansi' dan mengklarifikasi perbedaan antara perubahan estimasi akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan. Amandemen tersebut juga mengklarifikasi bagaimana entitas menggunakan teknik pengukuran dan input untuk mengembangkan estimasi akuntansi. Amandemen tersebut berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2023 dan berlaku untuk perubahan kebijakan akuntansi dan perubahan estimasi akuntansi yang terjadi pada atau setelah awal periode tersebut. Penerapan dini diperkenankan. Amandemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul dari Transaksi Tunggal Amendemen ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun liabilitas pajak tangguhan pada saat pengakuan awalnya sebagai contoh dari transaksi sewa, untuk mengeliminasi perbedaan praktik saat ini atas transaksi tersebut dan transaksi lain yang serupa. Amendemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023 dengan penerapan dini diperkenankan. Berikut ini adalah beberapa Standar Akuntansi Keuangan, Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan dan amandemen yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan Perusahaan namun belum berlaku efektif untuk laporan keuangan tahun 2022: (lanjutan) Mulai efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024Amandemen PSAK 1: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan Amendemen ini mengklarifikasi bahwa hanya kovenan yang harus dipatuhi entitas pada atau sebelum tanggal pelaporan yang akan memengaruhi klasifikasi liabilitas sebagai lancar atau tidak lancar. Amendemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada
Page 21
atau setelah 1 Januari 2024 dengan penerapan dini diperkenankan. Entitas menerapkan amandemen PSAK 1 (Oktober 2020) tentang klasifikasi liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang pada periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 secara retrospektif sesuai dengan PSAK 25. Jika entitas menerapkan amandemen PSAK 1 (Oktober 2020) pada periode yang lebih awal setelah terbitnya amandemen PSAK 1 (Desember 2022) tentang liabilitas jangka panjang dengan kovenan, maka entitas juga menerapkan amandemen PSAK 1 (Desember 2022) pada periode tersebut. Jika entitas menerapkan amandemen PSAK 1 (Oktober 2020) untuk periode sebelumnya, maka entitas mengungkapkan fakta tersebut. Berikut ini adalah beberapa Standar Akuntansi Keuangan, Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan dan amandemen yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan Perusahaan namun belum berlaku efektif untuk laporan keuangan tahun 2022: (lanjutan) Mulai efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024 (lanjutan) Amandemen PSAK 73: Liabilitas Sewa dalam Jual Beli dan Sewa-balik Amandemen PSAK 73 Sewa menetapkan persyaratan yang digunakan penjual-penyewa dalam mengukur kewajiban sewa yang timbul dalam transaksi jual beli dan sewa-balik, untuk memastikan penjual-penyewa tidak mengakui jumlah setiap keuntungan atau kerugian yang terkait dengan hak guna yang dipertahankan. Amandemen berlaku secara retrospektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan dini diperkenankan. Manajemen masih melakukan persiapan dalam penerapan standar baru tersebut yang dipertimbangkan relevan terhadap Perusahaan pada saat efektif, dan pengaruhnya terhadap posisi dan kinerja keuangan Perusahaan masih diestimasi sampai tanggal laporan keuangan.
Page 22
[8611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Financing Industry - Current Year
30 June 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Pengurangan aset
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Aset tetap, akhir periode
tetap
Property, plant, and Reclassifications of
Addition in property, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning property, plant, and
plant, and equipment plant, and equipment equipment, end period
period equipment
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 141,328,559,421 141,328,559,421 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan Building and leasehold
fasilitasnya, dimiliki 68,969,232,121 68,969,232,121 improvement, directly
langsung owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 97,914,351,659 8,877,663,215 ( 2,303,281,830 ) 104,488,733,044 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
74,326,089,991 10,341,456,637 ( 5,059,766,410 ) 79,607,780,218
dimiliki langsung owned
Lainnya, dimiliki Others, directly owned
47,400,736,637 261,647,724 ( 7,511,667 ) 1,301,727,340 48,956,600,034
langsung
Dimiliki langsung 429,938,969,829 19,480,767,576 ( 7,370,559,907 ) 1,301,727,340 443,350,904,838 Directly owned
Bangunan, aset hak Building, right of use
174,042,797,241 8,448,333,321 182,491,130,562
guna assets
Aset hak guna 174,042,797,241 8,448,333,321 182,491,130,562 Right of use assets
Lainnya, dalam Others, assets under
1,401,317,211 956,377,263 ( 1,301,727,340 ) 1,055,967,134
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
1,401,317,211 956,377,263 ( 1,301,727,340 ) 1,055,967,134
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
605,383,084,281 28,885,478,160 ( 7,370,559,907 ) 626,898,002,534
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 11,919,439,273 1,331,349,705 13,250,788,978 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 85,094,698,314 3,418,309,780 ( 2,297,925,982 ) 86,215,082,112 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
28,818,059,576 5,295,097,931 ( 3,204,785,227 ) 30,908,372,280
dimiliki langsung owned
Lainnya, dimiliki Others, directly owned
Page 23
langsung 41,801,732,729 1,416,914,273 ( 7,511,667 ) 43,211,135,335
Dimiliki langsung 167,633,929,892 11,461,671,689 ( 5,510,222,876 ) 173,585,378,705 Directly owned
Bangunan, aset hak Building, right of use
89,403,052,009 15,232,079,452 104,635,131,461
guna assets
Aset hak guna 89,403,052,009 15,232,079,452 104,635,131,461 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
257,036,981,901 26,693,751,141 ( 5,510,222,876 ) 278,220,510,166
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
348,346,102,380 348,677,492,368
equipment
Page 24
[8611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Financing Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Addition in property, plant, Disposals in property, plant, Property, plant, and
equipment, beginning period and equipment and equipment equipment, end period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 141,328,559,421 141,328,559,421 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold
dimiliki langsung 68,969,232,121 68,969,232,121 improvement, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
96,506,212,469 5,020,833,162 ( 3,612,693,972 ) 97,914,351,659
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
70,119,250,750 17,465,929,351 ( 13,259,090,110 ) 74,326,089,991
dimiliki langsung owned
Lainnya, dimiliki langsung 45,669,515,794 1,731,220,843 47,400,736,637 Others, directly owned
Dimiliki langsung 422,592,770,555 24,217,983,356 ( 16,871,784,082 ) 429,938,969,829 Directly owned
Bangunan, aset hak guna 108,220,300,851 65,822,496,390 174,042,797,241 Building, right of use assets
Aset hak guna 108,220,300,851 65,822,496,390 174,042,797,241 Right of use assets
Lainnya, dalam Others, assets under
695,552,524 705,764,687 1,401,317,211
penyelesaian construction
Aset dalam penyelesaian Assets under
695,552,524 705,764,687 1,401,317,211
construction
Aset tetap Property, plant, and
531,508,623,930 90,746,244,433 ( 16,871,784,082 ) 605,383,084,281
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount,
dimiliki langsung 9,253,041,975 2,666,397,298 11,919,439,273 improvement, directly accumulated depreciation
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
81,101,928,619 7,591,680,863 ( 3,598,911,168 ) 85,094,698,314
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
27,674,681,000 10,108,176,308 ( 8,964,797,732 ) 28,818,059,576
dimiliki langsung owned
Lainnya, dimiliki langsung 35,908,568,868 5,893,163,861 41,801,732,729 Others, directly owned
Dimiliki langsung 153,938,220,462 26,259,418,330 ( 12,563,708,900 ) 167,633,929,892 Directly owned
Bangunan, aset hak guna 59,815,250,846 29,587,801,163 89,403,052,009 Building, right of use assets
Aset hak guna 59,815,250,846 29,587,801,163 89,403,052,009 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
Page 25
213,753,471,308 55,847,219,493 ( 12,563,708,900 ) 257,036,981,901 equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
317,755,152,622 348,346,102,380
equipment
Page 26
[8611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Financing Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Penyusutan yang dibebankan pada operasi adalah sebesar Rp26.693.751.141 dan Rp27.622.564.273 Disclosure of notes for property, plant and
masing-masing untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 30 Juni 2022. Pada equipment
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, nilai perolehan aset tetap Perusahaan yang telah
disusutkan penuh namun masih digunakan masingmasing adalah sebesar Rp117.710.514.949 dan
Rp86.070.990.285, yang terutama terdiri atas kendaraan, peralatan dan perlengkapan kantor, dan
pengembangan gedung yang disewa (tidak diaudit). Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah
dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) yang memiliki masa manfaat yang akan berakhir pada
berbagai tanggal dari tahun 2027 sampai 2052. Manajemen berkeyakinan bahwa HGB di atas dapat
diperpanjang pada saat masa berlaku tersebut berakhir. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember
2022, Perusahaan tidak memiliki aset tetap yang tidak digunakan untuk sementara. Pada tanggal 30
Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan tidak memiliki aset tetap yang dihentikan dari
penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual. Perusahaan
mengasuransikan aset tetap terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket
polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar Rp91.890.694.377 dan Rp92.014.784.377
masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Aset tetap tersebut diasuransikan
melalui PT Asuransi Central Asia, pihak berelasi (Catatan 28d). Manajemen berkeyakinan bahwa nilai
pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang akan timbul. .Pada tanggal
13 Januari 2021, Perusahaan melakukan penilaian kembali untuk kelompok aset tanah.Berdasarkan
keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Dan Lembaga Keuangan No. KEP-347/BL/2012
tanggal 25 Juni 2012 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
Perusahaan Publik butir 27.a dan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku, maka per tanggal 31
Desember 2020, Perusahaan telah menugaskan perusahaan jasa penilai terdaftar untuk
melaksanakan penilaian (revaluasi) aset tetap (tanah). Perusahaan melakukan penilaian kembali atas
aset tanah tersebut bukan untuk tujuan perpajakan tetapi hanya untuk pemenuhan ketentuan
Bapepam dan LK dan Standar Akuntansi Keuangan tersebut.Penilaian atas tanah dilakukan oleh
penilai independen eksternal yaitu KJPP Pung?s Zulkarnain & rekan.Penilaian dilakukan berdasarkan
Standar Penilaian Indonesia, ditentukan berdasarkan transaksi pasar terkini dan dilakukan dengan
ketentuan-ketentuan yang lazim. Metode penilaian yang dipakai adalah metode data pasar.Informasi
mengenai penilaian kembali aset tetap pada tanggal 31 Desember 2020 untuk kelompok aset tanah
Perusahaan adalah sebagai berikut:Penilaian kembali yang dilakukan atas tanah menghasilkan jumlah
kenaikan nilai tercatat sebesar Rp60.273.316.030 yang dicatat sebagai ?Penghasilan Komprehensif
Lain?.Jika tanah dicatat sebesar harga perolehan, maka dicatat dalam jumlah sebagai
berikut:Berdasarkan evaluasi manajemen, tidak terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember
2022.
Page 27
[8694000a] Notes to the financial statements - Bank Loans by Order of Liquidity - Financing Industry
Catatan utang bank berdasarkan tingkat likuiditas Notes for bank loans by order of liquidity
30 June 2023 31 December 2022
Utang bank berdasarkan Utang bank berdasarkan
tingkat likuiditas, nilai Total utang bank, kotor tingkat likuiditas, nilai Total utang bank, kotor
dalam mata uang asing dalam mata uang asing
Bank loans by order Bank loans by order
liquidity, amount in foreign Total bank loans, gross liquidity, amount in foreign Total bank loans, gross
currency currency
Bank Central Asia Tbk IDR 50,000,000,000 83,333,333,333 IDR Bank Central Asia Tbk
Mata uang 50,000,000,000 83,333,333,333 Currency
Bank Mandiri (Persero) IDR 400,000,000,000 400,000,000,000 IDR Bank Mandiri (Persero)
Tbk Mata uang 400,000,000,000 400,000,000,000 Currency Tbk
Bank Syariah Indonesia Mata uang Currency Bank Syariah Indonesia
0
Tbk Tbk
Bank Jago Tbk IDR 420,000,000,000 200,000,000,000 IDR Bank Jago Tbk
Mata uang 420,000,000,000 200,000,000,000 Currency
Bank Permata Tbk IDR 145,833,333,340 177,083,333,338 IDR Bank Permata Tbk
Mata uang 145,833,333,340 177,083,333,338 Currency
Bank Danamon Indonesia IDR 37,500,000,000 45,833,333,333 IDR Bank Danamon Indonesia
Tbk USD 39,290,611 590,380,722,088 40,836,944 642,405,973,056 USD Tbk
Mata uang 627,880,722,088 688,239,306,389 Currency
Bank Maybank Indonesia IDR 283,158,000,000 IDR Bank Maybank Indonesia
Tbk Mata uang 283,158,000,000 Currency Tbk
Bank Pan Indonesia Tbk IDR 547,222,222,220 1,257,888,888,888 IDR Bank Pan Indonesia Tbk
Mata uang 547,222,222,220 1,257,888,888,888 Currency
Bank Cimb Niaga Tbk IDR 350,000,000,000 IDR Bank Cimb Niaga Tbk
Mata uang 350,000,000,000 Currency
Bank Btpn Tbk IDR 500,000,000,000 IDR Bank Btpn Tbk
Mata uang 500,000,000,000 Currency
Pinjaman sindikasi USD 415,000,000 6,235,790,000,901 246,666,666 3,880,313,331,341 USD Syndicated bank loans
Mata uang 6,235,790,000,901 3,880,313,331,341 Currency
Bank asing lainnya IDR 26,150,000,000 199,227,178,546 IDR Other foreign banks
Mata uang 26,150,000,000 199,227,178,546 Currency
Bank lokal lainnya IDR 1,104,423,503,633 1,138,522,687,095 IDR Other local banks
Page 28
Mata uang 1,104,423,503,633 1,138,522,687,095 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 9,557,299,782,182 9,157,766,058,930 Currency Creditor bank name
Catatan utang bank berdasarkan tingkat likuiditas Notes for bank loans by order of liquidity
30 June 2023 31 December 2022
Total utang bank, kotor 9,557,299,782,182 9,157,766,058,930 Total bank loans, gross
Biaya penerbitan utang bank yang belum diamortisasi ( 15,739,224,295 ) ( 27,942,172,738 ) Unamortized bank loan issuance cost
Total utang bank, bersih 9,541,560,557,887 9,129,823,886,192 Total bank loan, net
Page 29
[8694100] Disclosure of Notes to the financial statements - Bank Loans by Order of Liquidity - Financing Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank a. Kredit Sindikasi Berjangka XII Berdasarkan Perjanjian Kredit Sindikasi Berjangka tanggal 22 Juli Disclosure of notes for bank loans by order of
berdasarkan tingkat likuiditas 2022, PT Bank BTPN Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank KB Bukopin Tbk, The Korea liquidity
Development Bank, Cabang Singapura, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Mizuho Bank, Ltd., PT Bank
Mizuho Indonesia, Oversea-Chinese Banking Corporation Limited, RHB Bank Berhad, Bank Of China
(Hong Kong) Limited, Bank Of China (Hong Kong) Limited Cabang Jakarta, DBS Bank Ltd., dan
Sumitomo Mitsui Banking Corporation Cabang Singapura sebagai original mandate lead arrangers and
bookrunners (Kredit Sindikasi Berjangka XII) setuju untuk memberikan fasilitas kredit kepada
Perusahaan dengan jumlah maksimum sebesar AS$327.000.000. Dalam mengelola risiko yang
berkaitan dengan fluktuasi mata uang asing dan tingkat bunga mengambang dari pinjaman sindikasi
ini, Perusahaan menggunakan instrumen keuangan derivatif untuk melindungi risiko tersebut (Catatan
16). Perusahaan menerima fasilitas Kredit Sindikasi Berjangka (Seri A) dari beberapa kreditur
diantaranya Oversea-Chinese Banking Corporation Limited, RHB Bank Berhad, Bank Of China (Hong
Kong) Limited, DBS Bank Ltd, Australia and New Zealand Banking Group Limited, and Sumitomo
Mitsui Trust Bank, Limited Cabang Singapura. Perusahaan menerima fasilitas Kredit Sindikasi
Berjangka (Seri B) dari beberapa kreditur diantaranya PT Bank BTPN Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk,
PT Bank KB Bukopin, Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Mizuho Indonesia, The Korea
Development Bank, Cabang Singapura, Bank Of China (Hong Kong) Limited Cabang Jakarta, dan PT
Bank KEB Hana Indonesia. b. Kredit Sindikasi Berjangka XI Berdasarkan Perjanjian Kredit Sindikasi
Berjangka tanggal 4 Mei 2021, Bank of China (Hong Kong) Limited, DBS Bank Ltd.,The Korea
Development Bank, Cabang Singapura, Mizuho Bank, Ltd., Oversea-Chinese Banking Corporation
Limited, RHB Bank Berhad, Sumitomo Mitsui Banking Corporation Cabang Singapura, PT Bank BTPN
Tbk, PT Bank Mandiri (persero) Tbk, Cabang Singapura, PT Bank Mizuho Indonesia, dan PT Bank
UOB Indonesia sebagai original mandate lead arrangers and bookrunners (Kredit Sindikasi Berjangka
XI) setuju untuk memberikan fasilitas kredit kepada Perusahaan dengan jumlah maksimum sebesar
US$270.000.000. Dalam mengelola risiko yang berkaitan dengan fluktuasi mata uang asing dan tingkat
bunga mengambang dari pinjaman sindikasi ini, Perusahaan menggunakan instrumen keuangan
derivatif untuk melindungi risiko tersebut (Catatan 16). Perusahaan menerima fasilitas Kredit Sindikasi
Berjangka (Seri A) dari beberapa kreditur diantaranya Bank Of China (Hong Kong) Limited, CTBC
Bank Co., Ltd., Cabang Singapura, DBS Bank Ltd., Oversea-Chinese Banking Corporation Limited,
dan RHB Bank Berhad. Perusahaan menerima fasilitas Kredit Sindikasi Berjangka (Seri B) dari
beberapa kreditur diantaranya Bank Of China (Hong Kong) Limited Cabang Jakarta, The Korea
Development Bank, Cabang Singapura, PT Bank BTPN Tbk, PT Bank CTBC Indonesia, PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk., Cabang Singapura, PT Bank Mizuho Indonesia dan PT Bank UOB Indonesia.
c. Kredit Sindikasi Berjangka X Berdasarkan Perjanjian Kredit Sindikasi Berjangka tanggal 31 Maret
2020, Bank of China (Hong Kong) Limited, The Korea Development Bank, Cabang Singapura, PT
Bank Maybank Indonesia Tbk, Mizuho Bank, Ltd., Oversea-Chinese Banking Corporation Limited, RHB
Bank Berhad, RHB Securities Singapore Pte. Ltd., Sumitomo Mitsui Banking Corporation Cabang
Singapura, PT Bank BTPN Tbk dan Sumitomo Mitsui Trust Bank, Ltd., Singapura sebagai original
mandate lead arrangers and bookrunners (Kredit Sindikasi Berjangka X) setuju untuk memberikan
fasilitas kredit kepada Perusahaan dengan jumlah maksimum sebesar US$240.000.000. Selanjutnya,
Page 30
pada tanggal 13 Agustus 2020, Perusahaan bersama-sama dengan original mandate lead arrangers and bookrunners (Kredit Sindikasi Berjangka X) dan lembaga-lembaga keuangan seperti disebutkan dalam perjanjian tersebut, setuju untuk merubah Perjanjian Kredit Sindikasi Berjangka tanggal 31 Maret 2020, untuk memberikan fasilitas kredit dengan jumlah maksimum sebesar US$255.000.000. Dalam mengelola risiko yang berkaitan dengan fluktuasi mata uang asing dan tingkat bunga mengambang dari pinjaman sindikasi ini, Perusahaan menggunakan instrumen keuangan derivatif untuk melindungi risiko tersebut (Catatan 16). Perusahaan menerima fasilitas Kredit Sindikasi Berjangka (Seri A) dari beberapa kreditur diantaranya Bank of China (Hong Kong) Limited, The Korea Development Bank, Cabang Singapura, Oversea-Chinese Banking Corporation Limited, RHB Bank Berhad dan Sumitomo Mitsui Trust Bank, Limited, Singapura. Perusahaan menerima fasilitas Kredit Sindikasi Berjangka (Seri B) dari beberapa kreditur diantaranya Bank of China (Hong Kong) Limited Cabang Jakarta, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank Mizuho Indonesia, dan PT Bank BTPN Tbk. Perusahaan menerima fasilitas Kredit Sindikasi Berjangka (Seri C) dari beberapa kreditur diantaranya First Commercial Bank, Offshore Banking Branch dan Chang Hwa Commercial Bank Ltd., Offshore Banking Branch. d. Kredit Sindikasi Berjangka IX Berdasarkan Perjanjian Kredit Sindikasi Berjangka tanggal 26 Juni 2019, Australia and New Zealand Banking Group Limited, CTBC Bank Co., Ltd., DBS Bank Ltd., Oversea-Chinese Banking Corporation Limited, Sumitomo Mitsui Banking Corporation Singapore Branch, PT Bank BTPN Tbk, Taipe Fubon Commercial Bank Co., Ltd. dan United Overseas Bank Limited sebagai mandated lead arrangers dan bookrunners (Kredit Sindikasi Berjangka IX), serta lembaga-lembaga keuangan seperti disebutkan dalam perjanjian tersebut, setuju untuk memberikan fasilitas kredit kepada Perusahaan. Sehubungan dengan risiko yang berkaitan dengan fluktuasi mata uang asing dan tingkat bunga mengambang dari pinjaman sindikasi ini, Perusahaan menggunakan instrumen keuangan derivatif untuk melindungi risiko tersebut (Catatan 16). Perusahaan menerima fasilitas Kredit Sindikasi Berjangka (Seri A) dari beberapa kreditur diantaranya Oversea-Chinese Banking Corporation Limited, Australia and New Zealand Banking Group Limited, CTBC Bank Co., Ltd., DBS Bank Ltd., Taipe Fubon Commercial Bank Co., Ltd., United Overseas Bank Limited, Bank of China (Hong Kong) Limited, Taiwan Cooperative Bank (Offshore Banking Branch), First Commercial Bank (Offshore Banking Branch), Sumitomo Mitsui Trust Bank, Limited (Cabang Singapura), Chang Hwa Commercial Bank Ltd. (Offshore Banking Branch), Jih Sun International Bank, Ltd., Land Bank of Taiwan (Offshore Banking Branch), Taishin International Bank Co., Ltd., dan Taiwan Business Bank (Offshore Banking Branch). Perusahaan menerima fasilitas Kredit Sindikasi Berjangka (Seri B) dari beberapa kreditur diantaranya PT Bank BTPN Tbk (sebelumnya PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia) dan Bank of China (Hong Kong) Limited (Cabang Jakarta). Pinjaman ini telah dilunasi pada tanggal 25 Oktober 2022. e. Kredit Sindikasi Berjangka VIII Berdasarkan Perjanjian Kredit Sindikasi Berjangka tanggal 26 Juli 2018, Australia and New Zealand Banking Group Limited, PT Bank CIMB Niaga Tbk, CTBC Bank Co., Ltd., DBS Bank Ltd., Oversea-Chinese Banking Corporation Limited, Sumitomo Mitsui Banking Corporation Singapore Branch dan PT Bank BTPN Tbk (sebelumnya PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia) sebagai original mandated lead arrangers dan bookrunners (Kredit Sindikasi Berjangka VIII), serta lembaga-lembaga keuangan yang disebutkan dalam perjanjian tersebut setuju untuk memberikan fasilitas kredit kepada Perusahaan. Sehubungan dengan risiko yang berkaitan dengan fluktuasi mata uang asing dan tingkat bunga mengambang dari pinjaman sindikasi ini, Perusahaan menggunakan instrumen keuangan derivatif untuk melindungi risiko tersebut (Catatan 16). Perusahaan menerima fasilitas Kredit Sindikasi Berjangka (Seri A) dari beberapa kreditur diantaranya Oversea-Chinese Banking Corporation Limited, Australia and New Zealand Banking Group Limited, CTBC Bank Co., Ltd, DBS Bank Ltd, Taiwan Cooperative Bank (Offshore Banking Branch), First Commercial Bank (Offshore Banking Branch), The Korea Development Bank (Cabang Singapura), Apple Bank of Savings, Bank of Taiwan (Cabang Singapura), Taishin International Bank Co., Ltd. dan
Page 31
Sumitomo Mitsui Trust Bank, Limited (Cabang Singapura). Perusahaan menerima fasilitas Kredit Sindikasi Berjangka (Seri B) dari beberapa kreditur diantaranya PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk dan PT Bank BTPN Tbk (sebelumnya PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia) dan PT Bank SBI Indonesia. Pinjaman ini telah dilunasi pada tanggal 10 Juni 2022.
Page 32
[8697000] Notes to the financial statements - Bank Loans by Order of Liquidity Interest Information - Financing Industry
30 June 2023
Catatan utang bank berdasarkan tingkat likuiditas Notes for bank loans by order of liquidity
Utang bank berdasarkan
Jatuh tempo utang
tingkat likuiditas, nilai Bunga Jenis bunga
bank
dalam mata uang asing
Bank loans by order liquidity,
Due date for bank loan Interest rate Interest rate type
amount in foreign currency
Bank Central Asia Tbk IDR 50,000,000,000 29 Mar 2024 6,90% Fixed IDR Bank Central Asia Tbk
Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR 400,000,000,000 26 Agt 2023 6,00&-6,50% Floating IDR Bank Mandiri (Persero) Tbk
Bank Jago Tbk IDR 420,000,000,000 15 Jun 2028 5,75%-6,50% Floating & Fixed IDR Bank Jago Tbk
Bank Permata Tbk IDR 145,833,333,340 19 Okt 2025 0.069 Fixed IDR Bank Permata Tbk
Bank Danamon Indonesia IDR 37,500,000,000 28 Nov 2025 6,75%-7,40% Fixed IDR Bank Danamon Indonesia
Tbk USD 39,290,611 28 Nov 2025 5,45%-7,40% Floating & Fixed USD Tbk
Bank Pan Indonesia Tbk IDR 547,222,222,220 16 Des 2025 6,75%-7,35% Fixed IDR Bank Pan Indonesia Tbk
Pinjaman sindikasi USD 3 months Term SOFR USD Syndicated bank loans
415,000,000 19 Jul 2026 Fixed
+ margin
Bank asing lainnya IDR 26,150,000,000 18 Mar 2024 5,07%-6,94% Floating IDR Other foreign banks
Bank lokal lainnya IDR 1,104,423,503,633 26 Jun 2027 6,00%-7,30% Floating & Fixed IDR Other local banks
31 December 2022
Catatan utang bank berdasarkan tingkat likuiditas Notes for bank loans by order of liquidity
Utang bank berdasarkan
tingkat likuiditas, nilai Jatuh tempo utang bank Bunga Jenis bunga
dalam mata uang asing
Bank loans by order liquidity,
Due date for bank loan Interest rate Interest rate type
amount in foreign currency
Bank Central Asia Tbk IDR 83,333,333,333 29 Mar 2024 6,90% Fixed IDR Bank Central Asia Tbk
Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR 400,000,000,000 03 Jan 2023 6,00% Floating IDR Bank Mandiri (Persero) Tbk
Bank Jago Tbk IDR 200,000,000,000 02 Jan 2023 5,75% Floating IDR Bank Jago Tbk
Bank Permata Tbk IDR 177,083,333,338 19 Okt 2025 6,90% Fixed IDR Bank Permata Tbk
Bank Danamon Indonesia IDR 45,833,333,333 2023-01-09 3.75%-5,45% Floating IDR Bank Danamon Indonesia
Tbk USD 40,836,944 2025-11-28 3,75%-7,40% Fixed & Floating USD Tbk
Bank Maybank Indonesia IDR IDR Bank Maybank Indonesia
283,158,000,000 03 Jan 2023 6,10% Fixed
Tbk Tbk
Page 33
Bank Pan Indonesia Tbk IDR 1,257,888,888,888 2025-12-16 6,75% - 7,35% Fixed & Floating IDR Bank Pan Indonesia Tbk Bank Cimb Niaga Tbk IDR 350,000,000,000 06 Jan 2023 6,00% Floating IDR Bank Cimb Niaga Tbk Bank Btpn Tbk IDR 500,000,000,000 02 Jan 2023 7,10% Floating IDR Bank Btpn Tbk Pinjaman sindikasi USD 246,666,666 2025-08-25 5,70% - 8,45% Fixed USD Syndicated bank loans Bank asing lainnya IDR 199,227,178,546 02 Jan 2023 5,07% - 5,70% Floating IDR Other foreign banks Bank lokal lainnya IDR 1,138,522,687,095 2026-05-25 5,75% - 6,95% Fixed & Floating IDR Other local banks
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.