Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 68
Page 1
Nomor Surat 073/CORSEC-IFII/VII/2023
Nama Emiten PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk
Kode Emiten IFII
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara
elektronik. PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 June 2023
Nama entitas PT Indonesia Fibreboard Entity name
Industry Tbk
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas IFII Entity code
Nomor identifikasi entitas AA942 Entity identification number
Industri utama entitas Umum / General Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor B. Basic Materials Sector
Subsektor B1. Basic Materials Subsector
Industri B15. Forestry & Paper Industry
Subindustri B151. Timber Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
National Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Utama / Main
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas tunggal / Single entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal II / Second Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan June 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya June 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
Page 3
partner
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[1210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - General Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 June 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
20,145,222,322 11,870,768,964
equivalents
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
37,313,168,274 7,521,382,801
ketiga parties
Piutang usaha pihak Trade receivables
36,837,905,447 58,431,210,281
berelasi related parties
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak Other receivables third
63,959,125 28,934,882
ketiga parties
Persediaan lancar Current inventories
Persediaan lancar 254,248,272,556 284,784,341,426 Current inventories
Biaya dibayar dimuka Current prepaid expenses
1,477,302,082 2,292,331,441
lancar
Uang muka lancar Current advances
Uang muka lancar Other current
35,093,661,551 23,053,653,241
lainnya advances
Pajak dibayar dimuka Current prepaid taxes
8,677,053,938 20,614,241,927
lancar
Jumlah aset lancar 393,856,545,295 408,596,864,963 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Uang muka tidak lancar Non-current advances
Uang muka tidak Non-current advances
lancar atas pembelian on purchase of
14,594,116,000 8,962,267,900
aset tetap property, plant and
equipment
Aset pajak tangguhan 14,101,457,410 13,955,849,379 Deferred tax assets
Aset tetap Property, plant, and
1,412,502,671,031 1,312,231,513,700
equipment
Aset hak guna 2,348,829,475 3,006,810,623 Right of use assets
Aset tidak lancar Other non-current
42,593,771 54,055,301
non-keuangan lainnya non-financial assets
Jumlah aset tidak lancar 1,443,589,667,687 1,338,210,496,903 Total non-current assets
Jumlah aset 1,837,446,212,982 1,746,807,361,866 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang bank jangka Short term bank loans
92,688,801,562 38,907,203,572
pendek
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
56,810,413,117 44,034,699,460
ketiga third parties
Utang usaha pihak Trade payables
203,870,116 3,310,684,122
berelasi related parties
Utang lainnya Other payables
Utang lainnya pihak Other payables
711,725,084 1,189,481,221
ketiga third parties
Uang muka Current advances
Page 5
pelanggan jangka from customers
pendek
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
2,771,298,100 898,651,555
pendek pihak third parties
ketiga
Utang dividen 18,824,000,000 0 Dividends payable
Beban akrual jangka Current accrued
38,141,839,843 8,041,633,791
pendek expenses
Utang pajak 3,261,300,302 7,485,581,904 Taxes payable
Liabilitas jangka Current maturities of
panjang yang jatuh long-term liabilities
tempo dalam satu
tahun
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of bank loans
tempo dalam satu 84,344,341,262 40,638,416,929
tahun atas utang
bank
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of other borrowings
tempo dalam satu 1,528,329,453 1,470,505,899
tahun atas
pinjaman lainnya
Jumlah liabilitas Total current
299,285,918,839 145,976,858,453
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Liabilitas jangka Long-term liabilities
panjang setelah net of current
dikurangi bagian maturities
yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas jangka Long-term bank
panjang atas utang 376,555,521,308 445,803,430,645 loans
bank
Liabilitas jangka Long-term other
panjang atas 989,517,168 1,733,473,669 borrowings
pinjaman lainnya
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 9,443,600,251 10,813,718,521 post-employment
panjang benefit obligations
Jumlah liabilitas Total non-current
386,988,638,727 458,350,622,835
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 686,274,557,566 604,327,481,288 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 941,200,000,000 941,200,000,000 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
2,898,071,300 2,898,071,300
disetor capital
Cadangan pengukuran Reserve of
kembali program 6,210,803,505 6,210,803,505 remeasurements of
imbalan pasti defined benefit plans
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan 4,000,000,000 3,000,000,000 retained earnings
penggunaannya
Page 6
Saldo laba yang 196,862,780,611 189,171,005,773 Unappropriated
belum ditentukan retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
1,151,171,655,416 1,142,479,880,578
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Jumlah ekuitas 1,151,171,655,416 1,142,479,880,578 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
1,837,446,212,982 1,746,807,361,866
ekuitas
Page 7
[1311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - General Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
409,428,897,674 407,501,077,980
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 331,587,018,658 ) ( 293,588,971,922 )
pendapatan
Jumlah laba bruto 77,841,879,016 113,912,106,058 Total gross profit
Beban penjualan ( 46,310,874,302 ) ( 40,996,825,689 ) Selling expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 13,718,608,817 ) ( 13,433,601,381 )
expenses
Pendapatan keuangan 7,512,696 23,684,895 Finance income
Beban bunga dan keuangan ( 7,732,523,902 ) ( 1,014,025,918 ) Interest and finance costs
Keuntungan (kerugian) selisih Gains (losses) on changes in
23,514,954,718 ( 3,137,855,661 )
kurs mata uang asing foreign exchange rates
Pendapatan lainnya 1,916,677,933 1,742,065,998 Other income
Beban lainnya ( 26,577,255 ) ( 258,388,147 ) Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
35,492,440,087 56,837,160,155
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 7,976,665,249 ) ( 12,622,980,082 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
27,515,774,838 44,214,180,073
yang dilanjutkan continuing operations
Laba (rugi) dari operasi yang Profit (loss) from discontinued
0 0
dihentikan operations
Jumlah laba (rugi) 27,515,774,838 44,214,180,073 Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, setelah pajak after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang tidak akan income that will not be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya atas keuntungan income for gains (losses)
(kerugian) hasil revaluasi 0 0 on revaluation of property,
aset tetap, setelah pajak plant and equipment, after
tax
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, 0 0 income, after tax
setelah pajak
Jumlah laba rugi komprehensif 27,515,774,838 44,214,180,073 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
27,515,774,838 44,214,180,073
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas 27,515,774,838 44,214,180,073 attributable to parent entity
induk
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Page 8
Laba (rugi) per saham 2.92 4.7 Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang share from continuing
dilanjutkan operations
Laba (rugi) per saham Diluted earnings (loss) per
dilusian share
Laba (rugi) per saham Diluted earnings (loss) per
dilusian dari operasi yang 2.92 4.7 share from continuing
dilanjutkan operations
Page 9
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Current Year
30 June 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan pengukuran Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal
Saham biasa kembali program ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor
imbalan pasti penggunaannya penggunaannya entitas induk
Reserve of
Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital remeasurements of Equity
earnings earnings parent entity
defined benefit plans
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian Balance before restatement at beginning of
941,200,000,000 2,898,071,300 6,210,803,505 3,000,000,000 189,171,005,773 1,142,479,880,578 1,142,479,880,578
kembali period
Posisi ekuitas, awal periode 941,200,000,000 2,898,071,300 6,210,803,505 3,000,000,000 189,171,005,773 1,142,479,880,578 1,142,479,880,578 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 27,515,774,838 27,515,774,838 27,515,774,838 Profit (loss)
Pembentukan cadangan umum 1,000,000,000 ( 1,000,000,000 ) 0 0 Allocation for general reserves
Distribusi dividen kas ( 18,824,000,000 ) ( 18,824,000,000 ) ( 18,824,000,000 ) Distributions of cash dividends
Posisi ekuitas, akhir periode 941,200,000,000 2,898,071,300 6,210,803,505 4,000,000,000 196,862,780,611 1,151,171,655,416 1,151,171,655,416 Equity position, end of the period
Page 10
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Prior Year
30 June 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan pengukuran Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal
Saham biasa kembali program ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor
imbalan pasti penggunaannya penggunaannya entitas induk
Reserve of
Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital remeasurements of Equity
earnings earnings parent entity
defined benefit plans
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali Balance before restatement at beginning of
941,200,000,000 2,898,071,300 6,570,202,717 2,000,000,000 130,700,790,568 1,083,369,064,585 1,083,369,064,585
period
Posisi ekuitas, awal periode 941,200,000,000 2,898,071,300 6,570,202,717 2,000,000,000 130,700,790,568 1,083,369,064,585 1,083,369,064,585 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 44,214,180,073 44,214,180,073 44,214,180,073 Profit (loss)
Pembentukan cadangan umum 1,000,000,000 ( 1,000,000,000 ) 0 0 Allocation for general reserves
Posisi ekuitas, akhir periode 941,200,000,000 2,898,071,300 6,570,202,717 3,000,000,000 173,914,970,641 1,127,583,244,658 1,127,583,244,658 Equity position, end of the period
Page 11
[1510000] Statement of cash flows, direct method - General Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 June 2023 30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
403,103,063,580 406,989,668,400
pelanggan
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 173,343,268,397 ) ( 257,445,409,225 ) goods and services
jasa
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 53,233,893,031 ) ( 44,918,482,008 )
tunjangan allowances
Pembayaran kas lainnya Other cash payments for
( 48,556,673,047 ) ( 45,439,926,660 )
untuk beban operasi operating activities
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
127,969,229,105 59,185,850,507
(digunakan untuk) operasi in) operations
Pembayaran bunga dari Interests paid from operating
( 14,467,520,954 ) ( 1,231,651,302 )
aktivitas operasi activities
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
( 409,366,893 ) ( 9,979,761,535 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
113,092,341,258 47,974,437,670
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran uang muka Payments for advances for
pembelian aset tetap ( 7,752,208,000 ) ( 8,937,619,617 ) purchase of property, plant
and equipment
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal of
427,702,703 180,180,180
aset tetap property, plant and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 150,527,477,546 ) ( 284,028,336,896 )
aset tetap property, plant and equipment
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal of
0 0
aset non-keuangan lainnya other non-financial assets
Penerimaan dari pelepasan Proceeds from disposal of
0 0
entitas anak subsidiaries
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 157,851,982,843 ) ( 292,785,776,333 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan pinjaman bank 53,781,597,990 266,568,441,660 Proceeds from bank loans
Pembayaran pinjaman bank (0) (0) Payments of bank loans
Pembayaran pinjaman Payments of other borrowings
( 747,503,047 ) ( 833,892,957 )
lainnya
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
53,034,094,943 265,734,548,703
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Page 12
Jumlah kenaikan (penurunan) 8,274,453,358 20,923,210,040 Total net increase (decrease)
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
11,870,768,964 14,902,817,134
awal periode flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
20,145,222,322 35,826,027,174
akhir periode cash flows, end of the period
Page 13
[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 June 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (?SAK?), Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi statements
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia serta Peraturan-Peraturan serta Pedoman Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (?OJK?). Kebijakan
akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras dengan kebijakan
akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan tanggal 31 Desember 2022 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep akrual,
kecuali laporan arus kas, dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan
dalam catatan atas laporan keuangan yang relevan. Laporan arus kas disusun dengan menggunakan
metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah, yang
merupakan mata uang fungsional Perusahaan. | The financial statements have been prepared in
accordance with Indonesian Financial Accounting Standards (?SAK?), which comprise the Statements
and Interpretations issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian Institute
of Accountants and the Regulations and Guidelines on Financial Statement Presentation and
Disclosures issued by Financial Service Authority (?OJK?). The accounting policies adopted in the
preparation of the financial statements are consistent with those adopted in the preparation of the
financial statements as of December 31, 2022 and for the year then ended. The financial statements
have been prepared on the accrual basis, except for the statements of cash flows, using the historical
cost concept of accounting, except as disclosed in the relevant notes herein. The statements of cash
flows have been prepared using direct method which classify cash flows into operating, investing and
financing activities. The reporting currency used in the financial statements is Rupiah, which is the
Company?s functional currency.
Prinsip-prinsip konsolidasi - Principles of consolidation
Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank serta deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) Cash and cash equivalents
bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atas utang serta
tidak dibatasi penggunaannya. | Cash and cash equivalents consist of cash and banks and time
deposits with maturities of 3 (three) months or less at the time of placement, with no restriction as to
usage, or not pledged as collateral for loans and other borrowings.
Piutang usaha dan piutang lain-lain Piutang usaha disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai Trade and other receivables
piutang usaha. Kebijakan akuntansi untuk penyisihan atas penurunan nilai dijabarkan dalam Catatan
2d. |Trade Receivables are recorded net of allowance for impairment of trade receivables. The
accounting policy for allowance for impairment is described in Note 2d.
Page 14
Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Inventories
Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak. Penyisihan penurunan
nilai persediaan dibentuk berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir
periode, untuk menyesuaikan nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi bersih. |Inventories are
stated at the lower of cost or net realizable value. Cost is determined using the moving average
method. Allowance for decline in the value of inventory is provided based on the review of the
inventories condition at year end to reduce the carrying values of inventories to its net realizable
values.
Tanaman produktif - Bearer plants
Properti investasi - Investment property
Aset tetap Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan Fixed assets
biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi
yang diinginkan agar aset siap digunakan. Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya
perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai. Pada setiap akhir periode
pelaporan, taksiran masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah oleh manajemen dan
jika perlu disesuaikan secara prospektif. Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap
untuk digunakan sesuai dengan maksud penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode
garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut : Bangunan dan
prasarana 20 tahun, Mesin dan peralatan pabrik 8 - 16 tahun, Peralatan kantor 4 - 8 tahun, Perabot
dan perlengkapan 4 - 8 tahun, dan Kendaraan 4-8 tahun. Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan
dan tidak diamortisasi karena manajemen berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah
tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo. Aset tetap dalam penyelesaian
dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban pinjaman dan biaya-biaya lainnya
yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya
perolehan akan direklasifikasi ke akun ?Aset Tetap? yang bersangkutan pada saat aset tetap tersebut
telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset tetap dalam penyelesaian tidak disusutkan
sampai memenuhi syarat pengakuan sebagai aset tetap seperti pengungkapan diatas. Beban
perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
pada saat terjadinya; pengeluaran dalam jumlah signifikan dan yang memperpanjang masa manfaat
aset atau yang memberikan tambahan manfaat ekonomis dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak
dipergunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba
atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tahun
yang bersangkutan. |All fixed assets are initially recognized at cost, which comprises its purchase price
and any costs directly attributable in bringing the asset to its working condition and to the location
Page 15
where it is intended to be used. Subsequent to initial recognition, are carried at cost less any
subsequent accumulated depreciation and impairment losses. At the end of each reporting period, the
estimated useful lives and methods of depreciation of property and equipment are reviewed by
management and adjusted prospectively, if appropriate. Depreciation of fixed assets starts when it is
available for use and is computed using the straight-line method based on the estimated useful lives of
the assets: Buildings and infrastructures 20 years, Machineries and plant equipments 8 - 16 years,
Office equipments 4 - 8 years, Furnitures and fixtures 4 - 8 years, and Vehicles 4 - 8 years. Land is
stated at cost and not amortized as the management is of the opinion that it is probable that the tittles
of land rights can be renewed/extended upon expiration. Constructions in progress are stated at cost,
including capitalized borrowing costs and other charges incurred in connection with the financing of
said assets. The accumulated costs will be reclassified to the appropriate ?Fixed Assets? account
when the construction is completed and ready for use. Constructions in progress are not depreciated
until they fulfill criteria for recognition as fixed assets as disclosed above. The costs of repairs and
maintenance are charged to profit or loss as incurred; while significant renewals and betterments are
capitalized. When assets are retired or otherwise disposed of, their net book values are removed from
the accounts and any resulting gain or loss is reflected in the statements of profit or loss and other
comprehensive income for the year.
Tanah belum dikembangkan - Undeveloped land
Aset biologis - Biological assets
Perkebunan plasma - Plasma plantations
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset Impairment of non-financial assets
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan diestimasi untuk
aset individual. Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual, maka
Perusahaan menentukan nilai terpulihkan dari Unit Penghasil Kas (UPK) yang mana aset tercakup
(aset dari UPK). Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah
yang lebih tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya. Jika nilai
tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami
penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Dalam
menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai
Page 16
waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual,
digunakan harga transaksi pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut,
menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset.
Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar lain yang
tersedia. Kerugian penurunan nilai, jika ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang
konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya. Penilaian dilakukan pada setiap akhir
periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam
periode sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun.
Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill
dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah
terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset
dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak
melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak
ada rugi yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan
nilai diakui dalam laba rugi. Setelah pembalikan tersebut diakui sebagai laba rugi, penyusutan aset
tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi,
dikurang nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya. |The Company
assesses at each end of reporting period, whether there is any indication that an asset may be
impaired. If such indication exists, recoverable amount shall be estimated for the individual asset. If it is
not possible to estimate the recoverable amount of the individual asset, the Company determines the
recoverable amount of the Cash Generating Unit (CGU) to which the asset belongs (the asset?s of
CGU). An asset?s (either individual asset or CGU) recoverable amount is the higher of the asset?s fair
value less costs to sell and its value in use. Where the carrying amount of the asset exceeds its
recoverable amount, the asset is considered impaired and is written down to its recoverable amount. In
assessing the value in use, the estimated future cash flows are discounted to their present value using
a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the
risks specific to the asset. In determining fair value less costs to sell, recent market transactions are
taken into account, if available. If no such transactions can be identified, an appropriate valuation
model is used to determine the fair value of the asset. These calculations are corroborated by valuation
multiples or other available fair value indicators. Impairment losses, if any, are recognized in profit or
loss under expense categories that are consistent with the functions of the impaired assets. An
assesment is made at each reporting period whether there is any indication that previously recognized
impairment losses recognized for an asset other than goodwill may no longer exist or may have
decreased. If such indication exist, the recoverable amount is estimated. A previously recognized
impairment loss for an asset other than goodwill is reversed only if there has been a change in the
assumptions use to determine the asset?s recoverable amount since the last impairment loss was
recognized. If that is the case, the carrying amount of the asset is increased to its recoverable amount.
The reversal is limited so that the carrying amount of the asset does not exceed its recoverable
amount, nor exceeds the carrying amount that would have been determined, net of depreciation, had
no impairment loss been recognized for the asset in prior periods. Reversal of an impairment loss is
recognized in profit or loss. After such a reversal is recognized in profit or loss, depreciation charge on
the said asset is adjusted in future periods to allocate the asset's revised carrying amount, less any
residual value, on a systematic basis over its remaining useful life.
Beban tangguhan - Deferred charges
Page 17
Utang usaha dan liabilitas lain-lain Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang bank, utang usaha, biaya masih harus dibayar, utang Trade payables and other liabilities
lain-lain dan liabilitas sewa diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi. |The Company?s financial liabilities consist of bank loans, trade payables, accrued
expenses, other payables and lease liabilities classified as a financial liability at amortized cost.
Pengakuan pendapatan dan beban Perusahaan menerapkan PSAK 72, ?Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan?, yang Revenue and expense recognition
mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:1.
Identifikasi kontrak dengan pelanggan.2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban
pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki
karakteristik berbeda ke pelanggan.3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur,
insentif penjualan dan pajak pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai
kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.4. Alokasi harga transaksi
ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari
setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah
marjin.5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang
atau jasa tersebut).Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan
pendapatan diakui, pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada
suatu titik waktu). Penerimaan kas dari pelanggan sehubungan dengan transaksi penjualan yang
belum memenuhi kriteria pengakuan pendapatan, dicatat sebagai bagian dari ?Uang Muka
Pelanggan? dalam laporan posisi keuangan.Pengakuan beban :Sementara Beban diakui pada saat
terjadinya (basis akrual). |The Company has adopted PSAK 72, ?Revenue from Contracts with
Customers?, which requires revenue recognition to fulfill 5 (five) steps of assessment as follows:1.
Identify contract(s) with a customer.2. Identify the performance obligations in the contract. Performance
obligations are promises in a contract to transfer to a customer goods or services that are distinct.3.
Determine the transaction price, net of discounts, returns, sales incentives and value added tax, which
an entity expects to be entitled in exchange for transferring the promised goods or services to a
customer.4. Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the relative
stand-alone selling prices of each distinct goods or services promised in the contract. When these are
not directly observable, the relative standalone selling price are estimated based on expected cost plus
margin.5. Recognise revenue when performance obligation is satisfied by transferring a promised
goods or services to a customer (which is when the customer obtains control of those goods or
services).For sale of goods, performance obligation is typically satisfied, and revenue is recognized,
when the control of goods has been transferred to the customer (a point in time). Cash received from
customer related to the sales transactions which have not fulfilled the criteria for revenue recognition
are recorded as part of ?Advances from Customers? in the statement of financial position.Expenses
recognition :Expenses are recognized when they are incurred (accrual basis).
Penjabaran mata uang asing - Foreign currency translation
Page 18
Transaksi dengan pihak berelasi Perusahaan memiliki transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana yang didefinisikan dalam Transactions with related parties
PSAK No. 7 ?Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi?. Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan
dengan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. |The Company
has transactions with related parties as defined in PSAK No. 7 ?Related-Party Disclosure?. All
significant transactions and balances with related parties have been disclosed in the notes to the
financial statements.
Pajak penghasilan Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Income taxes
Terdapat transaksi dan perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam
kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan
estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. |Significant judgment is involved in
determining the provision for income taxes. There are certain transactions and computations for which
the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business. The Company
recognizes liabilities for expected tax issues based on estimates of whether additional taxes will be
due.
Pinjaman - Borrowings
Provisi Provisi diakui jika Perusahaan mempunyai liabilitas kini (hukum maupun konstruktif) sebagai akibat Provisions
peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar
sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan jumlah liabilitas tersebut dapat diestimasi
secara andal. Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan liabilitas
kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan. Jika dampak nilai waktu dari uang cukup
material, maka jumlah provisi adalah nilai kini dari perkiraan pengeluaran yang diperlukan untuk
menyelesaikan liabilitas. Ketika provisi didiskontokan, peningkatan jumlah provisi dikarenakan
berlalunya waktu diakui sebagai beban keuangan. |Provisions are recognized when the Company has
a legal or constructive obligation where, as a result of past event, it is probable that an outflow of
resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate
can be made of the amount of the obligation. Provisions are reviewed at each reporting date and
adjusted to reflect the current best estimates. If it is no longer probable that an outflow of resources
embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed. If the
effect of the time value of money is material, provisions are discounted using a current pre tax rate that
reflects, where appropriate, the risk specific to the liability. Where discounting is used, the increase in
the provision due to the passage of time is recognized as a financing cost.
Imbalan kerja karyawan Imbalan kerja jangka pendek :Perusahaan mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek ketika jasa Employee benefits
diberikan oleh karyawan dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan
setelah jasa tersebut diberikan. Imbalan pascakerja :Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021,
Perusahaan telah menerapkan Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK) No. 11 Tahun 2020 dan peraturan
penerapan terkaitnya PP 35 Tahun 2021 yang diterbitkan di bulan Februari 2021.Perusahaan telah
menerapkan PSAK No. 24 ?Imbalan Kerja?. Penyisihan tersebut diestimasi dengan menggunakan
perhitungan aktuarial metode ?Project Unit Credit?.Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan
Page 19
kerugian akturial, segera diakui pada laporan posisi keuangan dengan pengaruh langsung didebit atau
dikreditkan kepada saldo laba melalui penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya.
Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi periode berikutnya.Biaya jasa lalu harus diakui
sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:i) ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi;
atauii) ketika Perusahaan mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.Bunga neto
dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas imbalan kerja.
Perusahaan mengakui perubahan berikut pada akun ?Beban Umum dan Administrasi? pada laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain:i) biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu,
keuntungan atau kerugian atas penyelesaian (curtailment) tidak rutin, danii) beban atau penghasilan
bunga neto. |Short-term employee benefits :The Company recognizes short-term employee benefits
liability when services are rendered and the compensation for such services are to be paid within
twelve months after the rendering of such services.Post-employment benefits :As of December 31,
2022 and 2021, the Company has implemented the Job Creation Law No. 11/2020 and its
implementing regulation PP 35/2021 issued in February 2021.The Company has applied PSAK No. 24
?Employee Benefits?. The said provision are estimated using the ?Projected-Unit-Credit? actuarial
valuation method.Re-measurements comprising of actuarial gains and losses, are recognized
immediately in the statements of financial position with a corresponding debit or credit to retained
earnings through other comprehensive income in the period in which they occur. Re-measurement are
not reclassified to profit or loss in subsequent periods.Past service costs are recognized in profit or loss
at the earlier between:i) the date of the plan amendment or curtailment; orii) the date the entity
recognizes related restructuring costs.Net interest is calculated by applying the discount rate to the net
defined benefit liability. The Company recognized the following changes under ?General and
Administrative Expenses? account in the statement of profit or loss and other comprehensive income:i)
service costs comprising current service costs, past-service costs, gains and losses on curtailment and
non-routine settlements, andii) net interest expense or income.
Laba per saham Perusahaan menerapkan PSAK No. 56, ?Laba Per Saham?. Laba per saham dihitung dengan Earnings per share
membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk dengan jumlah
rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode yang bersangkutan.Jumlah rata-rata
tertimbang saham untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022,
masing-masing sejumlah 9.412.000.000 saham (Catatan 29). |The Company adopted PSAK No. 56,
?Earning Per Share?. Earnings per share is calculated by dividing income for the current year
attributable to Equity Holders of the Parent Company by the weighted average number of shares
outstanding in the respective period.The weighted average number of shares for the six months period
ended June 30, 2023 and 2022 are 9,412,000,000 shares, respectively (Note 29).
Dividen Dalam RUPST yang diadakan pada tanggal 07 Juni 2022 para pemegang saham menyetujui untuk Dividends
membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham Perusahaan sebesar Rp 37.648.000.000
dari laba periode 2021, yang pelaksanaan pembayarannya telah dilakukan pada tanggal 08 Juli 2022.
Para pemegang saham juga menyetujui untuk mencadangkan sejumlah Rp 1.000.000.000 dari laba
bersih Perusahaan tahun 2021, sebagai dana cadangan umum Perusahaan sesuai ketentuan yang
berlaku. Dalam RUPST yang diadakan pada tanggal 20 Juni 2023 para pemegang saham menyetujui
untuk membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham Perusahaan sebesar Rp
18.824.000.000 dari laba periode 2022, yang rencana pelaksanaan pembayarannya dilakukan pada
tanggal 21 Juli 2023. Para pemegang saham juga menyetujui untuk mencadangkan sejumlah Rp
1.000.000.000 dari laba bersih Perusahaan tahun 2022, sebagai dana cadangan umum Perusahaan
sesuai ketentuan yang berlaku.|Based on AGMS dated June 07, 2022, the Company?s Shareholders
declared cash dividends to be distributed to Company?s shareholders amounted to Rp 37,648,000,000
from Company?s income period 2021, which has been paid on July 08, 2022. The Company?s
Page 20
shareholders also agreed to appropriate portions of 2021 net profit for general reserve purposes
amounting to Rp 1,000,000,000, in accordance with the existing regulations. Based on AGMS dated
June 20, 2023, the Company?s Shareholders declared cash dividends to be distributed to Company?s
shareholders amounted to Rp 18,824,000,000 from Company?s income period 2022, which is planned
to be paid on July 21, 2023. The Company?s shareholders also agreed to appropriate portions of 2022
net profit for general reserve purposes amounting to Rp 1,000,000,000, in accordance with the existing
regulations.
Pelaporan segmen Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk Segment reporting
(segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen
geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya. Pendapatan, beban,
hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan secara langsung kepada
suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen
tersebut. |A segment is a distinguishable component of the Company that is engaged either in
providing certain products (business segment), or in providing products within a particular economic
environment (geographical segment), which is subject to risks and rewards that are different from those
in other segments. Segment revenue, expenses, results, assets and liabilities include items directly
attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to that segment.
Instrumen keuangan derivatif - Derivative financial instruments
Penerapan standar akutansi baru Perusahaan telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar akuntansi yang The implementation of new statements of
relevan dengan pelaporan keuangan dan efektif untuk tahun periode yang dimulai pada atau setelah 1 accounting standards
Januari 2022 sebagai berikut: - Amendemen PSAK 22: Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke
Kerangka Konseptual; - Amendemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi
tentang Kontrak Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak; - Amendemen PSAK 16: Aset Tetap tentang
Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan; - PSAK 71 (Penyesuaian Tahunan 2020): Instrumen
Keuangan; dan - PSAK 73 (Penyesuaian Tahunan 2020): Sewa. Dampak atas penerapan standar baru
dan penyesuaian atau amendemen lainnya tidak material terhadap laporan keuangan. Pada bulan
April 2022, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (?DSAK IAI?)
mengeluarkan siaran pers mengenai ?Pengatribusian Imbalan pada Periode Jasa? sebagai bahan
penjelasan terhadap persyaratan yang relevan dari PSAK 24, ?Imbalan kerja?, yang secara khusus
menjelaskan cara mengatribusikan imbalan pensiun pada periode jasa program pensiun dengan pola
tertentu berdasarkan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia. Setiap perubahan kewajiban imbalan
pascakerja setelah penerapan atribusi imbalan sebagaimana dijelaskan dalam siaran pers ini dianggap
sebagai perubahan kebijakan akuntansi. Berdasarkan siaran pers, setiap Perusahaan perlu menilai
waktu yang wajar untuk mengubah kebijakan akuntansinya terkait hal ini, yang dampaknya harus
diperhitungkan secara retrospektif pada saldo awal periode komparatif paling awal, jika material.
Perusahaan telah menerapkan persyaratan dari siaran pers dan telah melakukan perikatan dengan
aktuaris independen untuk menghitung dampak dari perubahan kebijakan akuntansi ini sejak awal
periode komparatif yang disajikan material. Dampak atas penerapan standar baru dan penyesuaian
atau amendemen lainnya tidak material terhadap laporan keuangan. |The Company?s have applied a
number of amendments and improvements to accounting standards that are relevant to its financial
reporting and effective for annual periods beginning on or after January 1, 2022 as follow:-
Page 21
Amendments to PSAK 22: Business Combinations regarding Reference to Conceptual Frameworks;-
Amendments to PSAK 57: Provisions, Contingent Liabilities, and Contingent Assets regarding
Aggravating Contracts - Contract Fulfillment Costs;- Amendments to PSAK 16: Property, Plant and
Equipment regarding Proceeds before Intended Use;- PSAK 71 (Annual Improvement 2020): Financial
Instruments; and- PSAK 73 (Annual Improvement 2020): Leases.The impact on the application of new
standards and adjustments or other amendments is not material to the financial statements. In April
2022, the Financial Accounting Standards Board of the Institute of Indonesia Chartered Accountants
(?DSAK IAI?) issued a press release regarding ?Attributing Benefits to Periods of Service? as an
explanatory material to the relevant requirements of PSAK 24 ?Employee benefits?, which specifically
explains how to attribute pension benefits to periods of service for pension plans with specific patterns
based on the applicable laws in Indonesia. Any changes in the post-employment benefits obligation
after applying the attribution of benefits as explained in this press release are considered as a change
in accounting policy. Based on the press release, each Company needs to assess the reasonable
timing to change its accounting policy on this matter, which should be retrospectively accounted for the
impact on the beginning balance of the earliest comparative period, if it is material. The Company?s
have applied the requirements of the press release and has engaged with an independent actuary to
calculate the impact of change in accounting policy from the beginning of the earliest comparative
period. The impact on the application of new standards and adjustments or other amendments is not
material to the financial statements.
Kombinasi bisnis - Business combination
Penentuan nilai wajar Perusahaan mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang Determination of fair value
diakuisisi pada kombinasi bisnis. Perusahaan juga mengukur jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas
(?UPK?) tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan (fair value less cost of disposal
atau ?FVLCD?), dan piutang yang tidak dikenakan bunga pada nilai wajar. Nilai wajar adalah harga
yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu
liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar
mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi: i) Di pasar
utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau ii) Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling
menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Pasar utama atau pasar yang paling
menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Perusahaan. Nilai wajar dari aset atau liabilitas
diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga
aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
terbaiknya. Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan
pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan
tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan
aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya. Perusahaan mengunakan teknik penilaian
yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan
memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati (observable) yang relevan dan meminimalkan
masukan (input) yang tidak dapat diamati (unobservable).Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya
diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan
level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara
Page 22
keseluruhan sebagai berikut:i) Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset
atau liabilitas yang identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.ii) Level 2 - Teknik
penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara langsung atau tidak langsung.iii)
Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik secara
langsung atau tidak langsung.Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara
berulang, Perusahaan menentukan apakah terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan
melakukan evaluasi ulang atas penetapan kategori (berdasarkan Level masukan (input) paling rendah
yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode
pelaporan. |The Company initially measure financial instruments at fair value, and assets and liabilities
of the acquirees upon business combinations. The Company also measure certain recoverable
amounts of the cash generating unit (?CGU?) using fair value less cost of disposal (?FVLCD?), and
non-interest bearing receivables at their fair values.Fair value is the price that would be received to sell
an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the
measurement date. The fair value measurement is based on the preasumption that the transaction to
sell the asset or transfer the liability takes place either:i) In the principal market for the asset or liability,
orii) In the absence of a principal market, in the most advantageous market for the asset or liability.The
principal or the most advantageous market must be accessible by the Company.The fair value of an
asset or a liability is measured using the assumptions that market participants would use when pricing
the asset or liability, assuming that market participants act in their best economic interest. A fair value
measurement of a non-financial asset takes into account a market participant?s ability to generate
economic benefits by using the assets in its highest and best use or by selling it to another market
participant that would use the asset in its highest and best use.The Company uses valuation
techniques that are appropriate in the circumstances and for which sufficient data are available to
measure fair value, maximizing the use of relevant observable inputs and minimizing the use of
unobservable inputs.All assets and liabilities for which fair value is measured or disclosed in the
financial statements are categorized within the fair value hierarchy, described as follows, based on the
lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole:i) Level 1 - Quoted
(unadjusted) market prices in active markets for identical assets or liabilities.ii) Level 2 - Valuation
techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is directly or
indirectly observable.iii) Level 3 - Valuation techniques for which the lowest level input that is significant
to the fair value measurement is directly or indirectly unobservable.For assets and liabilities that are
recognized in the financial statements on recurring basis, the Company determine whether transfers
have occurred between levels in the hierarchy by re-assessing categorization (based on the lowest
level input that is significant to the fair value measurement as a whole) at the end of each reporting
period.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi Foreign currency transactions and balances
dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
disesuaikan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs rata-rata Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal
tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi, dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi tahun berjalan.
Kurs yang digunakan untuk menjabarkan mata uang asing ke dalam Rupiah adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023 (Euro Eropa 16.374; Franc Swiss 16.787; Dolar Amerika Serikat 15.026; Dolar Kanada
11.422; Dolar Singapura 11.102; Yuan China 2.077; dan Yen Jepang 105) dan 31 Desember 2022
(Euro Eropa 16.713; Franc Swiss 16.968; Dolar Amerika Serikat 15.731; Dolar Kanada 11.566; Dolar
Singapura 11.659; Yuan China 2.257; dan Yen Jepang 118). |Transactions involving foreign currencies
are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At statements
Page 23
of financial position date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted
to Rupiah based on the average rates of exchange published by Bank Indonesia at that date. The
resulting gains or losses are credited or charged to the current year operations. The exchange rates
used against the Rupiah are as follows: June 30, 2023 (European Euro 16,374; Swiss Franc 16,787;
United States Dollar 15,026; Dollar Canada 11,422; Singapore Dollar 11,102; China Yuan 2,077; and
Japanese Yen 105) and December 31, 2022 (European Euro 16,713; Swiss Franc 16,968; United
States Dollar 15,731; Dollar Canada 11,566; Singapore Dollar 11,659; China Yuan 2,257; and
Japanese Yen 118).
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain - Current accounts with Bank Indonesia and
other banks
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - Placements with Bank Indonesia and other
banks
Efek-efek - Securities
Investasi jangka pendek - Short-term investment
Aset hak guna Perusahaan mengakui aset hak guna pada tanggal permulaan sewa (yaitu pada tanggal aset pendasar Right of use assets
tersedia untuk digunakan). Aset hak guna diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa.
Biaya perolehan aset hak-guna meliputi jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang
dikeluarkan, dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, dikurangi
dengan insentif sewa yang diterima. Aset hak-guna didepresiasi dengan metode garis lurus selama
jangka waktu yang lebih pendek antara masa sewa dan estimasi umur manfaat aset. Jika kepemilikan
aset sewa beralih kepada Perusahaan pada akhir masa sewa atau biaya perolehan merefleksikan
penyewa akan mengeksekusi opsi beli, depresiasi dihitung dengan menggunakan estimasi umur
manfaat aset. Aset hak-guna juga diuji penurunan nilainya sesuai dengan PSAK 48 ?Penurunan Nilai
Aset?. |The Company recognizes right-of use assets at the commencement date of the lease (i.e., the
date the underlying asset is available for use). Right-of-use assets are measured at cost, less any
accumulated depreciation and impairment losses, and adjusted for any remeasurement of lease
Page 24
liabilities. The cost of right-of-use assets includes the amount of lease liabilities recognized, initial direct
costs incurred, and lease payments made at or before the commencement date less any lease
incentives received. Right-of-use assets are depreciated on a straight line basis over the shorter of the
lease term and the estimated useful lives of the assets. If ownership of the lease assets transfers to the
Company at the end of the lease term or the cost reflects the exercise of a purchase option,
depreciation is calculated using the estimated useful life of the asset. The right-of-use assets are also
subject to impairment in accordance with PSAK 48 ?Impairment of Assets?.
Properti investasi - Investment properties
Goodwill - Goodwill
Investasi pada entitas asosiasi - Investment in associates
Aset takberwujud Peranti Lunak :Biaya yang berkaitan dengan biaya peranti lunak ditangguhkan dan diamortisasi Intangible assets
dengan menggunakan metode garis lurus selama masa manfaatnya. Estimasi masa manfaat dan
metode amortisasi ditelaah pada setiap akhir tahun, dengan pengaruh dari setiap perubahan yang
diestimasi dihitung secara prospektif. |Software :Expenses related to the software cost are deferred
and are being amortized using the straight-line method over their beneficial periods. The estimated
useful lives and amortization method are reviewed at the end of each year, with the effect of any
changes in estimate being accounted for on a prospective basis.
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang bersangkutan. Prepaid expenses
|Prepaid expenses are amortized over the periods benefited using the straight-line method.
Piutang dan utang asuransi - Insurance receivables and payables
Page 25
Piutang pembiayaan konsumen - Consumer financing receivables
Aset minyak dan gas bumi - Oil and gas properties
Aset eksplorasi dan evaluasi - Exploration and evaluation assets
Aset konsesi - Concession assets
Liabilitas atas kontrak - Contract liabilities
Simpanan nasabah dan simpanan dari bank lain - Deposits from customers and deposits from
other banks
Obligasi subordinasi - Subordinated bonds
Efek-efek yang dibeli dengan janji dibeli kembali - Securities purchased under resell agreements
Page 26
Liabilitas pembongkaran aset restorasi area - Asset abandoment and site restoration
Saham treasuri - Treasury stock
Modal saham Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk Share capital
menyisihkan dan mempertahankan suatu dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai dana
cadangan tersebut mencapai 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh. Persyaratan
permodalan eksternal tersebut akan dipertimbangkan oleh Perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS) Tahunan berikutnya. Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan
penyesuaian berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur
permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan usulan pembayaran dividen kepada pemegang saham,
menerbitkan saham baru atau mengusahakan tambahan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada
perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses dalam manajemen modal untuk periode yang
berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Kebijakan Perusahaan adalah
mempertahankan struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan akses terhadap pendanaan
pada biaya yang wajar, antara lain dengan memonitor permodalan menggunakan debt to equity ratio
dan gearing ratio. |The Company is also required by the Limited Liability Company Law No. 40 Year
2007 to contribute and maintain a non-distributable reserve fund until the said reserve reaches 20% of
the issued and fully paid share capital. This externally imposed capital requirements will be considered
with by the Company in next Annual General Meeting of Shareholders (?AGMS?). The Company
manages its capital structure and make adjustments to it, in light of changes in economic conditions. In
order to maintain and adjust the capital structure, the Company may adjust the proposed dividend
payment to shareholders, issue new shares, or raise additional debt financing. No changes were made
in the objectives, policies or processes for managing capital during the years ended Juni 30, 2023 and
December 31, 2022. The Company?s policy is to maintain a healthy capital structure in order to secure
access to finance at a reasonable cost, using debt to equity ratio and gearing ratio.
Pengaturan pembayaran berbasis saham - Share-based payment arrangement
Biaya emisi efek ekuitas Biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada publik Stock issuance cost
dikurangkan langsung dengan hasil dan emisi disajikan sebagai pengurang akun Tambahan Modal
Page 27
Disetor dalam laporan posisi keuangan. | Costs incurred in connection with the Company's issuance of
share capital to public were offset directly with the proceeds and presented as a deduction for the
Additional Paid-in Capital account in the statements of financial position.
Instrumen keuangan Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan Financial instruments
liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain. Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan bank,
piutang usaha dan piutang lain-lain diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain. Perusahaan menggunakan 2 (dua) metode untuk
mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan
dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan (?SPPI?).Liabilitas keuangan diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada
biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada
saat pengakuan awal. Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang
dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas
keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung
diakui dalam laba rugi. Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang bank, utang usaha, biaya
masih harus dibayar, utang lain-lain dan liabilitas sewa diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan
yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi. |A financial instrument is any contract that gives rise to a financial asset of
one entity and a financial liability or equity instrument of another entity. The Company?s financial
assets consist of cash and banks, trade receivables and other receivables classified as financial assets
at amortized cost. The Company has no financial assets measured at fair value through profit or loss
and other comprehensive income. The Company used 2 (two) methods to classify its financial assets,
based on the Company?s business model in managing the financial assets, and the contractual cash
flow of the financial assets (?SPPI?).Financial liabilities are classified as financial liabilities at fair value
through profit or loss or financial liabilities at amortized cost. The Company determines the
classification of its financial liabilities at initial recognition. Financial liabilities are initially measured at
fair value. Transaction costs that are directly attributable to the acquisition of financial liabilities (other
than financial liabilities at fair value through profit or loss) are added to or deducted from the fair value
of the financial liabilities, as appropriate, on initial recognition. Transaction costs directly attributable to
the acquisition of financial liabilities at fair value through profit or loss are recognized immediately in
profit or loss. The Company?s financial liabilities consist of bank loans, trade payables, accrued
expenses, other payables and lease liabilities classified as a financial liability at amortized cost. The
Company have no financial liabilities measured at fair value through profit or loss.
Aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai - Non-current assets classified as held for sale
dimiliki untuk dijual
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan - Events after reporting period
Page 28
Penerapan standar akuntansi baru Perusahaan telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar akuntansi yang Adoption of new accounting standards
relevan dengan pelaporan keuangan dan efektif untuk tahun periode yang dimulai pada atau setelah 1
Januari 2022 sebagai berikut: - Amendemen PSAK 22: Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke
Kerangka Konseptual; - Amendemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi
tentang Kontrak Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak; - Amendemen PSAK 16: Aset Tetap tentang
Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan; - PSAK 71 (Penyesuaian Tahunan 2020): Instrumen
Keuangan; dan - PSAK 73 (Penyesuaian Tahunan 2020): Sewa. Dampak atas penerapan standar baru
dan penyesuaian atau amendemen lainnya tidak material terhadap laporan keuangan. Pada bulan
April 2022, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (?DSAK IAI?)
mengeluarkan siaran pers mengenai ?Pengatribusian Imbalan pada Periode Jasa? sebagai bahan
penjelasan terhadap persyaratan yang relevan dari PSAK 24, ?Imbalan kerja?, yang secara khusus
menjelaskan cara mengatribusikan imbalan pensiun pada periode jasa program pensiun dengan pola
tertentu berdasarkan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia. Setiap perubahan kewajiban imbalan
pascakerja setelah penerapan atribusi imbalan sebagaimana dijelaskan dalam siaran pers ini dianggap
sebagai perubahan kebijakan akuntansi. Berdasarkan siaran pers, setiap Perusahaan perlu menilai
waktu yang wajar untuk mengubah kebijakan akuntansinya terkait hal ini, yang dampaknya harus
diperhitungkan secara retrospektif pada saldo awal periode komparatif paling awal, jika material.
Perusahaan telah menerapkan persyaratan dari siaran pers dan telah melakukan perikatan dengan
aktuaris independen untuk menghitung dampak dari perubahan kebijakan akuntansi ini sejak awal
periode komparatif yang disajikan material. Dampak atas penerapan standar baru dan penyesuaian
atau amendemen lainnya tidak material terhadap laporan keuangan. |The Company?s have applied a
number of amendments and improvements to accounting standards that are relevant to its financial
reporting and effective for annual periods beginning on or after January 1, 2022 as follow:-
Amendments to PSAK 22: Business Combinations regarding Reference to Conceptual Frameworks;-
Amendments to PSAK 57: Provisions, Contingent Liabilities, and Contingent Assets regarding
Aggravating Contracts - Contract Fulfillment Costs;- Amendments to PSAK 16: Property, Plant and
Equipment regarding Proceeds before Intended Use;- PSAK 71 (Annual Improvement 2020): Financial
Instruments; and- PSAK 73 (Annual Improvement 2020): Leases.The impact on the application of new
standards and adjustments or other amendments is not material to the financial statements. In April
2022, the Financial Accounting Standards Board of the Institute of Indonesia Chartered Accountants
(?DSAK IAI?) issued a press release regarding ?Attributing Benefits to Periods of Service? as an
explanatory material to the relevant requirements of PSAK 24 ?Employee benefits?, which specifically
explains how to attribute pension benefits to periods of service for pension plans with specific patterns
based on the applicable laws in Indonesia. Any changes in the post-employment benefits obligation
after applying the attribution of benefits as explained in this press release are considered as a change
in accounting policy. Based on the press release, each Company needs to assess the reasonable
timing to change its accounting policy on this matter, which should be retrospectively accounted for the
impact on the beginning balance of the earliest comparative period, if it is material. The Company?s
have applied the requirements of the press release and has engaged with an independent actuary to
calculate the impact of change in accounting policy from the beginning of the earliest comparative
period. The impact on the application of new standards and adjustments or other amendments is not
material to the financial statements.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Berikut adalah beberapa standar akuntansi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia yang dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan effective
Page 29
Perusahaan.Berlaku efektif pada atau setelah 1 Januari 2023 :- Amandemen PSAK 1 - ?Penyajian
Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang?.-
Amendemen PSAK 1 ?Penyajian Laporan Keuangan? tentang pengungkapan kebijakan akuntansi.-
Amendemen PSAK 16 ?Aset Tetap? tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan.-
Amendemen PSAK 25 ?Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan? tentang
definisi estimasi akuntansi.- Amendemen PSAK 46 ?Pajak Penghasilan? tentang pajak tangguhan
terkait aset dan liabilitas yang timbul dari transaksi tunggal.- Amendemen PSAK 107 ?Akuntansi
Ijarah? tentang pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan akad ijarah.Berlaku efektif pada
atau setelah 1 Januari 2025 :- PSAK 74 ?Kontak Asuransi?.- Amendemen PSAK 74 "Kontrak Asuransi"
tentang penerapan awal PSAK 74 dan PSAK 71 - informasi komparatif.Sampai dengan tanggal
penerbitan laporan keuangan, dampak dari penerapan amendemen atas PSAK terhadap laporan
keuangan tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh manajemen. |The following are several accounting
standards issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian Institute of
Accountants that are considered relevant to the Company?s financial reporting. Effective beginning on
or after January 1, 2023 :- Amendments to PSAK 1 - ?Classification of Liabilities as Current or
Non-Current?. - The amendments to PSAK 1 ?Presentation of Financial Statements? about disclosure
of accounting policies. - The amendments to PSAK 16 ?Property, Plant and Equipment? about
proceeds before intended use. - The amendments to PSAK 25 ?Accounting Policies, Changes in
Accounting Estimates and Errors? about definition of accounting estimates. - The amendments to
PSAK 46 "Income Tax" about deferred tax related to assets and liabilities arising from a single
transaction. - The amendments to PSAK 107 "Ijarah Accounting" about recognition, measurement, and
disclosure of ijarah contracts. Effective beginning on or after January 1, 2025 :- PSAK 74 ?Insurance
Contracts?. - The amendments to PSAK 74 "Insurance Contract" about initial application of PSAK 74
and PSAK 71 - comparative information. As of the issuance date of financial statements, the effects of
adopting these amendments to SFAS on the financial statements are not known nor reasonably
estimable by management.
Utang pembiayaan konsumen - Consumer financing liabilities
Page 30
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Current Year
30 June 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Pengurangan aset
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Aset tetap, akhir periode
tetap
Property, plant, and Reclassifications of
Addition in property, plant, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning property, plant, and
and equipment plant, and equipment equipment, end period
period equipment
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki Land, directly owned Carrying amount,
20,209,967,850 0 (0) 0 20,209,967,850
langsung gross
Bangunan dan Building and leasehold
fasilitasnya, dimiliki 471,382,283,557 41,705,489,591 (0) 405,222,199,491 918,309,972,639 improvement, directly
langsung owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 805,243,262,675 30,890,033,270 (0) 369,157,480,626 1,205,290,776,571 equipment, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki 15,080,172,936 2,689,256,387 (0) 63,822,721 17,833,252,044 equipment, directly
langsung owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
51,821,577,116 11,781,710,941 ( 1,674,226,167 ) 0 61,929,061,890
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 1,363,737,264,134 87,066,490,189 ( 1,674,226,167 ) 774,443,502,838 2,223,573,030,994 Directly owned
Bangunan, dalam Building, assets under
361,724,482,251 60,869,943,049 (0) ( 408,265,155,619 ) 14,329,269,681
penyelesaian construction
Mesin dan alat berat, Machinery and heavy
dalam penyelesaian 348,497,570,794 17,680,776,425 (0) ( 366,178,347,219 ) 0 equipment, assets
under construction
Aset dalam Assets under
710,222,053,045 78,550,719,474 (0) ( 774,443,502,838 ) 14,329,269,681
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
2,073,959,317,179 165,617,209,663 ( 1,674,226,167 ) 0 2,237,902,300,675
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 220,884,586,908 17,352,375,458 (0) 0 238,236,962,366 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 499,456,526,315 44,798,748,635 (0) 0 544,255,274,950 equipment, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
Page 31
kantor, dimiliki 13,636,858,655 409,279,171 (0) 0 14,046,137,826 equipment, directly
langsung owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
27,749,831,601 2,785,649,068 ( 1,674,226,167 ) 0 28,861,254,502
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 761,727,803,479 65,346,052,332 ( 1,674,226,167 ) 0 825,399,629,644 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
761,727,803,479 65,346,052,332 ( 1,674,226,167 ) 0 825,399,629,644
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
1,312,231,513,700 1,412,502,671,031
equipment
Page 32
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Pengurangan aset Reklasifikasi aset
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Aset tetap, akhir periode
tetap tetap
Property, plant, and Reclassifications of
Addition in property, plant, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning property, plant, and
and equipment plant, and equipment equipment, end period
period equipment
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki Land, directly owned Carrying amount,
20,209,967,850 0 (0) 0 20,209,967,850
langsung gross
Bangunan dan Building and leasehold
fasilitasnya, dimiliki 471,382,283,557 0 (0) 0 471,382,283,557 improvement, directly
langsung owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 765,994,809,287 39,248,453,388 (0) 0 805,243,262,675 equipment, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 14,662,436,333 488,107,888 ( 70,371,285 ) 0 15,080,172,936 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
50,960,234,202 7,723,580,214 ( 6,862,237,300 ) 0 51,821,577,116
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 1,323,209,731,229 47,460,141,490 ( 6,932,608,585 ) 0 1,363,737,264,134 Directly owned
Bangunan, dalam Building, assets under
74,126,981,398 287,597,500,853 (0) 0 361,724,482,251
penyelesaian construction
Mesin dan alat berat, Machinery and heavy
dalam penyelesaian 0 348,497,570,794 (0) 0 348,497,570,794 equipment, assets
under construction
Aset dalam Assets under
74,126,981,398 636,095,071,647 (0) 0 710,222,053,045
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
1,397,336,712,627 683,555,213,137 ( 6,932,608,585 ) 0 2,073,959,317,179
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 197,315,395,461 23,569,191,447 (0) 0 220,884,586,908 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 434,307,409,249 65,149,117,066 (0) 0 499,456,526,315 equipment, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
Page 33
kantor, dimiliki langsung 12,970,165,546 737,064,394 ( 70,371,285 ) 0 13,636,858,655 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
29,117,069,871 5,024,542,108 ( 6,391,780,378 ) 0 27,749,831,601
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 673,710,040,127 94,479,915,015 ( 6,462,151,663 ) 0 761,727,803,479 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
673,710,040,127 94,479,915,015 ( 6,462,151,663 ) 0 761,727,803,479
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
723,626,672,500 1,312,231,513,700
equipment
Page 34
[1611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Pada tanggal 30 Juni 2023, aset tetap tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian kebakaran Disclosure of notes for property, plant and
dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sekitar Rp 1,53 triliun dan US$ 45 equipment
juta pada PT Asuransi Multi Artha Guna, PT Lippo General Insurance Indonesia, PT Asuransi Central
Asia, PT Great Eastern General Insurance Indonesia, PT Malacca Trust Wuwungan Insurance dan PT
Asuransi Bina Dana Arta Tbk (pihak ketiga). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan
tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.Perusahaan memiliki aset
tetap tanah dengan Hak Guna Bangunan (HGB) dengan jangka waktu 30 tahun. Pada tanggal 30 Juni
2023, HGB Perusahaan masih memiliki sisa jangka waktu 18 tahun. Manajemen berpendapat bahwa
jangka waktu HGB tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo.Pada tanggal 30
Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan memiliki uang muka pembelian aset tetap
masing-masing sebesar Rp 14.594.116.000 dan Rp 8.962.267.900 yang disajikan sebagai ?uang muka
pembelian aset tetap? dalam laporan posisi keuangan.Pada tanggal 30 Juni 2023, nilai perolehan aset
tetap Perusahaan yang telah disusutkan penuh namun masih digunakan adalah sebesar Rp
75.544.793.873, yang terdiri atas mesin dan peralatan pabrik, peralatan kantor, perabotan dan
perlengkapan serta kendaraan. Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset tetap
Perusahaan tersebut dapat dipulihkan, sehingga tidak diperlukan penurunan nilai atas aset tetap
tersebut. |As of June 30, 2023, fixed assets are covered by insurance against losses by fire and other
risks under blanket policies with total coverage approximately amounting to Rp 1.53 trillion and US$ 45
million from PT Asuransi Multi Artha Guna, PT Lippo General Insurance Indonesia, PT Asuransi
Central Asia, PT Great Eastern General Insurance Indonesia, PT Malacca Trust Wuwungan Insurance
and PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (third parties), which management believes, is adequate to cover
possible losses that may arise from such risks.The Company has fixed assets under Building Usage
Rights (HGB) with term of 30 years. As of June 30, 2023, the Company's HGB still has remaining term
of 18 years. Management believes that the term of the HGB can be renewed/extended upon their
expiry.As of June 30, 2023 and December 31, 2022, the Company has advances for purchase of fixed
assets amounting Rp 14,594,116,000 and Rp 8,962,267,900, respectively, presented as ?Advance for
purchases of fixed assets? in the statements of financial position. As of June 30, 2023, the costs of the
Company?s fixed assets that have been fully depreciated but still being utilized amounted to Rp
75,544,793,873, which consist of machineries and plant equipments, office equipments, furnitures and
fixtures and vehicles. Management believes that the carrying values of all the Company?s fixed assets
are fully recoverable, hence, no writedown for impairment in fixed asset values is necessary.
Page 35
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Current Year
30 June 2023
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode Penambahan aset hak Pengurangan aset hak Aset hak guna, periode
awal guna guna akhir
Right of use assets, Addition in right of use Disposals in right of use Right of use assets, end
beginning period assets assets period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna Building, right of use Carrying amount, gross
6,638,664,405 61,370,100 (0) 6,700,034,505
assets
Aset hak guna 6,638,664,405 61,370,100 (0) 6,700,034,505 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna Building, right of use Carrying amount,
3,631,853,782 719,351,248 (0) 4,351,205,030
assets accumulated depreciation
Aset hak guna 3,631,853,782 719,351,248 (0) 4,351,205,030 Right of use assets
Nilai perolehan Aset hak guna 3,006,810,623 2,348,829,475 Right of use assets Carrying amount
Page 36
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode Penambahan aset hak Pengurangan aset hak Aset hak guna, periode
awal guna guna akhir
Right of use assets, Addition in right of use Disposals in right of use Right of use assets, end
beginning period assets assets period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna Building, right of use Carrying amount, gross
6,199,984,932 438,679,473 (0) 6,638,664,405
assets
Aset hak guna 6,199,984,932 438,679,473 (0) 6,638,664,405 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna Building, right of use Carrying amount,
2,215,578,382 1,416,275,400 (0) 3,631,853,782
assets accumulated depreciation
Aset hak guna 2,215,578,382 1,416,275,400 (0) 3,631,853,782 Right of use assets
Nilai perolehan Aset hak guna 3,984,406,550 3,006,810,623 Right of use assets Carrying amount
Page 37
[1612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset hak guna Jumlah beban penyusutan aset hak-guna untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Disclosure of notes for right of use assets
Juni 2023 dan 2022 masing-masing adalah sebesar Rp 719.351.248 dan Rp 635.024.456. |
Depreciation of Right-of-use assets for the six months period ended June 30, 2023 and 2022 amounted
to Rp 719,351,248 and Rp 635,024,456.
Page 38
[1616000] Notes to the financial statements - Revenue By Parties - General
Industry
Catatan untuk pendapatan berdasarkan Notes for revenue by parties
pihak
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan Penjualan dan
Nama pihak
pendapatan usaha pendapatan usaha
Party name Sales and revenue Sales and revenue
Pihak berelasi 1 SMB Kenzai Related party 1
155,918,094,926 206,435,046,104
Co., Ltd
Pihak berelasi 2 PT Karya Agung Related party 2
64,387,192,098 82,533,334,784
Abadi
Pihak berelasi 220,305,287,024 288,968,380,888 Related parties
Pihak ketiga lainnya 189,123,610,650 118,532,697,092 Other third parties
Pihak ketiga 189,123,610,650 118,532,697,092 Third parties
Tipe pihak 409,428,897,674 407,501,077,980 Type of parties
Page 39
[1616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas pendapatan Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan memiliki uang muka dari pelanggan, Disclosure of notes for revenue
masing-masing sebesar Rp 2.771.298.100 dan Rp 898.651.555. Sebagian penjualan, yaitu
masing-masing sekitar 53,81% dan 70,91% untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30
Juni 2023 dan 2022 dilakukan kepada pihak berelasi (Catatan 26). | As of June 30, 2023 and
December 31, 2022, the Company has advances from costumers amounting Rp 2,771,298,100 and Rp
898,651,555, respectively. A portion of sales approximately 53.81% and 70.91% for the six months
period ended June 30, 2023 and 2022, respectively, were made to a related party (Note 26).
Page 40
[1617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - General
Industry
Catatan untuk tipe pendapatan Notes for revenue by type
30 June 2023 30 June 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari Product revenue 1
MDF Jepang 155,918,094,926 206,435,046,104
produk 1
Pendapatan dari MDF Middle Product revenue 2
140,286,244,850 38,570,571,535
produk 2 East
Pendapatan dari Product revenue 3
MDF Reguler 99,969,094,009 133,715,556,410
produk 3
Pendapatan dari Product revenue 4
Lain-lain 13,255,463,889 28,779,903,931
produk 4
Pendapatan dari Product revenue
409,428,897,674 407,501,077,980
produk
Tipe pendapatan 409,428,897,674 407,501,077,980 Type of revenue
Page 41
[1618000] Notes to the financial statements - Revenue By Source - General
Industry
Catatan untuk sumber pendapatan Notes for revenue by source
30 June 2023 30 June 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari Penjualan Domestic revenue 1
93,462,015,604 125,439,437,327
domestik 1 Produk
Pendapatan domestik 93,462,015,604 125,439,437,327 Domestic revenue
Pendapatan dari Penjualan Export revenue 1
315,966,882,070 282,061,640,653
ekspor 1 Produk
Pendapatan ekspor 315,966,882,070 282,061,640,653 Export revenue
Sumber pendapatan 409,428,897,674 407,501,077,980 Source of revenue
Page 42
[1619000] Notes to the financial statements - Revenue With Value More Than
10% - General Industry
Catatan untuk pendapatan lebih dari 10% Note for revenue with value
more than 10%
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan Penjualan dan
Nama pihak
pendapatan usaha pendapatan usaha
Party name Sales and revenue Sales and revenue
Pihak 1 SMB Kenzai Co., Party 1
155,918,094,926 206,435,046,104
Ltd.
Pihak 2 PT Karya Agung Party 2
64,387,192,098 82,533,334,784
Abadi
Pihak 3 S.A.Shahab And Party 3
Company Pte., 56,700,461,652 21,761,150,737
Ltd.
Pihak dengan Party with revenue
pendapatan lebih dari 277,005,748,676 310,729,531,625 more than 10%
10%
Page 43
[1620100] Notes to the financial statements - Trade receivables, by currency - General Industry
Piutang usaha berdasarkan mata uang Trade receivables by currency
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Pihak ketiga IDR 8,127,088,102 6,960,123,396 IDR Third party
USD 29,963,553,059 1,333,353,897 USD
Mata uang 38,090,641,161 ( 777,472,887 ) 37,313,168,274 8,293,477,293 ( 772,094,492 ) 7,521,382,801 Currency
Pihak berelasi IDR 28,678,920,479 24,005,824,374 IDR Related party
USD 8,211,340,562 34,555,575,244 USD
Mata uang 36,890,261,041 ( 52,355,594 ) 36,837,905,447 58,561,399,618 ( 130,189,337 ) 58,431,210,281 Currency
Page 44
[1620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - General Industry
Piutang usaha berdasarkan umur Trade receivables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Belum jatuh tempo Umur 71,933,869,766 63,532,986,785 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 1,841,990,603 1,487,978,761 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 409,599,138 911,052,226 31 - 60 days
61 - 90 hari 251,559,774 278,779,142 61 - 90 days
Lebih dari 90 hari 543,882,921 644,079,997 More than 90 days
Umur 3,047,032,436 3,321,890,126 Aging
Jatuh tempo Umur 74,980,902,202 ( 829,828,481 ) 74,151,073,721 66,854,876,911 ( 902,283,829 ) 65,952,593,082 Aging Due status
Page 45
[1620300] Notes to the financial statements - Trade receivables, by list of counterparty - General Industry
Rincian piutang usaha berdasarkan rincian pihak Trade receivables by list of counterparty
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Nama pihak,
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Counterparty Allowance for Allowance for
Trade receivables, Trade receivables,
name, trade impairment of trade Trade receivables impairment of trade Trade receivables
gross gross
receivables receivables receivables
Pihak ketiga Pihak 1 Pelanggan Rank 1, Third party
dalam negeri 8,127,088,102 6,960,123,396 counterparty
(Lokal)
Pihak 2 Pelanggan luar Rank 2,
29,963,553,059 1,333,353,897
negeri (Ekspor) counterparty
Rincian pihak List of
38,090,641,161 ( 777,472,887 ) 37,313,168,274 8,293,477,293 ( 772,094,492 ) 7,521,382,801
counterparty
Pihak berelasi Pihak 1 PT Karya Rank 1, Related party
28,678,920,479 24,005,824,374
Agung Abadi counterparty
Pihak 2 SMB Kenzai Rank 2,
8,211,340,562 34,555,575,244
Co., Ltd counterparty
Rincian pihak List of
36,890,261,041 ( 52,355,594 ) 36,837,905,447 58,561,399,618 ( 130,189,337 ) 58,431,210,281
counterparty
Page 46
[1620400] Notes to the financial statements - Trade receivables, by domestic or international - General Industry
Piutang usaha berdasarkan domestik atau international Trade receivables by domestic or international
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan penurunan Penyisihan penurunan
Piutang usaha, kotor Piutang usaha Piutang usaha, kotor Piutang usaha
nilai piutang usaha nilai piutang usaha
Allowance for impairment of Allowance for impairment of
Trade receivables, gross Trade receivables Trade receivables, gross Trade receivables
trade receivables trade receivables
Domestik 36,806,008,581 30,965,947,770 Domestic
International 38,174,893,621 35,888,929,141 International
Total piutang usaha Total trade receivables by
berdasarkan domestik atau 74,980,902,202 ( 829,828,481 ) 74,151,073,721 66,854,876,911 ( 902,283,829 ) 65,952,593,082 domestic or international
international
Page 47
[1620500] Notes to the financial statements - Trade receivable, movement of
allowance for impairment of Trade receivables - General Industry
Pergerakan penurunan nilai piutang Movement of allowance for
usaha impairment of trade receivables
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan penurunan nilai Allowance for impairment of
piutang usaha, awal periode 902,283,829 1,481,747,704 trade receivables, beginning
period
Pengurangan mutasi penurunan Reduction of movement of
nilai piutang usaha ( 72,455,348 ) ( 579,463,875 ) allowance for impairment of trade
receivables
Penyisihan penurunan nilai Allowance for impairment of
piutang usaha, akhir periode 829,828,481 902,283,829 trade receivables, ending
period
Page 48
[1621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas piutang usaha Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai piutang usaha yang Disclosure of notes for trade receivables
dibentuk adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Piutang usaha tidak dijadikan sebagai jaminan
atas fasilitas pinjaman bank. |The Company?s management believes that the allowance for impairment
losses of trade receivables is adequate to cover possible losses from uncollectible accounts. As of
June 30, 2023 and December 31, 2022, the above receivables are not used as collateral on bank loan
facilities.
Page 49
[1621000a] Notes to the financial statements - Notes Payable - General Industry
Page 50
[1621100] Notes to the financial statements - Notes Payable Interest Information - General Industry
Page 51
[1621110] Disclosure of Notes to the financial statements - Notes Payable - General Industry
Page 52
[1630000] Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 June 2023 31 December 2022
Barang jadi 83,528,532,665 79,710,242,260 Finished goods
Barang dalam proses 26,668,273,035 18,642,596,769 Work in process
Bahan baku dan bahan Raw and indirect material
76,432,090,401 101,762,071,421
pembantu
Suku cadang 68,856,999,795 85,376,924,626 Spareparts
Perlengkapan 1,137,008,117 1,667,137,807 Supplies
Persediaan, kotor 256,622,904,013 287,158,972,883 Inventories, gross
Cadangan penurunan nilai Allowance for impairment
( 2,374,631,457 ) ( 2,374,631,457 )
persediaan of inventories
Persediaan 254,248,272,556 284,784,341,426 Inventories
Persediaan lancar 254,248,272,556 284,784,341,426 Current inventories
Mutasi cadangan penurunan nilai Movement of allowance for
persediaan impairment of inventories
30 June 2023 31 December 2022
Saldo awal Penyisihan Allowance for Impairment of
2,374,631,457 2,050,967,839
Penurunan Nilai Persediaan Inventories, beginning balance
Kenaikan/(penurunan) cadangan Increase/(decrease) for
penurunan nilai persediaan 0 323,663,618 allowance for impairment of
inventories
Saldo akhir Penyisihan Allowance for Impairment of
2,374,631,457 2,374,631,457
Penurunan Nilai Persediaan Inventories, ending balance
Page 53
[1632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas Disclosure of notes for inventories
penurunan nilai persediaan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang terjadi akibat
penurunan nilai persediaan. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, persediaan tersebut
telah diasuransikan terhadap risiko kerugian kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan
secara keseluruhan sebesar Rp 120 milyar pada PT Asuransi Multi Artha Guna (pihak ketiga).
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
kerugian atas risiko tersebut. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, persediaan
Perusahaan tidak dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman apapun. |As of June 30, 2023 and
December 31, 2022, management believes that the allowance for declining in value of inventories is
adequate to cover possible losses that may arise from decline in value of inventories. As of June 30,
2023 and December 31, 2022, inventories are covered by insurance against losses by fire and other
risks under blanket policies with total coverage approximately amounting to Rp 120 billion from PT
Asuransi Multi Artha Guna (third party), which management believes is adequate to cover possible
losses that may arise from such risks. As of June 30, 2023 and December 31, 2022, the Company?s
inventories are no pledged as collateral to any loan facilities.
Page 54
[1640100] Notes to the financial statements - Trade Payable, by currency - General Industry
Utang usaha berdasarkan mata uang Trade payables by currency
30 June 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Pihak ketiga IDR 56,023,268,352 41,747,470,470 IDR Third party
CAD 0 143,163,887 CAD
EUR 6,778,772 587,730,385 EUR
JPY 0 0 JPY
USD 736,666,179 1,519,726,290 USD
Mata uang lainnya 43,699,814 36,608,428 Other currency
Mata uang 56,810,413,117 44,034,699,460 Currency
Pihak berelasi IDR 203,870,116 3,310,684,122 IDR Related party
Mata uang 203,870,116 3,310,684,122 Currency
Page 55
[1640200] Notes to the financial statements - Trade Payable, by aging - General Industry
Utang usaha berdasarkan umur Trade payables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Belum jatuh tempo Umur 57,014,283,233 47,345,383,582 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo Umur 0 0 Aging Overdue
Jatuh tempo Umur 57,014,283,233 47,345,383,582 Aging Due status
Page 56
[1640300] Notes to the financial statements - Trade Payable, by list of counterparty - General Industry
Rincian utang usaha berdasarkan rincian pihak Trade payables by list of counterparty
31 December
30 June 2023
2022
Nama pihak, utang usaha Utang usaha Utang usaha
Counterparty name, trade
Trade payables Trade payables
payables
Pihak ketiga Pihak 1 Supplier dalam negeri Rank 1, counterparty Third party
56,023,268,352 41,747,470,470
(Lokal)
Pihak 2 Supplier luar negeri Rank 2, counterparty
787,144,765 2,287,228,990
(Ekspor)
Rincian pihak 56,810,413,117 44,034,699,460 List of counterparty
Pihak berelasi Pihak 1 PT Wahana Lestari Rank 1, counterparty Related party
199,976,513 227,719,164
Makmur Sukses
Pihak 2 PT Prapat Tunggal Rank 2, counterparty
3,893,603 21,249,283
Cipta
Pihak 3 PT Wanakasita Rank 3, counterparty
0 3,061,715,675
Nusantara
Rincian pihak 203,870,116 3,310,684,122 List of counterparty
Page 57
[1641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang usaha Pemasok utama Perusahaan antara lain adalah PT Hatiga Trading Sukses, PT Dover Trading Disclosure of notes for trade payables
Indonesia, PT Baja Karya Perkasa, PT Mitra Sentosa Agro Sukses dan CV Dua Bintang. | The main
suppliers of the Company, among others, are PT Hatiga Trading Sukses, PT Dover Trading Indonesia,
PT Baja Karya Perkasa, PT Mitra Sentosa Agro Sukses and CV Dua Bintang.
Page 58
[1670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - General
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 June 2023 30 June 2022
Persediaan bahan baku awal 101,762,071,421 73,171,066,050 Beginning raw inventory
Pembelian bahan baku 169,053,473,366 216,226,832,426 Purchased raw inventory
Persediaan bahan baku akhir 76,432,090,401 87,075,807,143 Ending raw inventory
Bahan baku yang digunakan 194,383,454,386 202,322,091,333 Raw inventory used
Upah, tenaga kerja langsung 42,416,252,435 35,059,236,777 Wages and direct labor
Depresiasi 64,947,816,690 46,678,328,614 Depreciation
Perbaikan dan pemeliharaan 23,785,852,874 15,757,247,399 Repairs and maintenance
Beban bahan bakar 7,794,638,692 6,968,818,989 Fuel expenses
Biaya pabrikasi lainya 10,102,970,254 7,175,934,461 Other manufacturing overhead
Jumlah biaya produksi 343,430,985,331 313,961,657,573 Total production cost
Barang setengah jadi awal 18,642,596,769 12,535,367,142 Beginning wip inventory
Barang setengah jadi akhir 26,668,273,037 20,460,697,868 Ending wip inventory
Harga pokok produksi 335,405,309,063 306,036,326,847 Cost of goods manufactured
Barang jadi awal 79,710,242,260 27,774,823,554 Beginning finish goods inventory
Barang jadi akhir 83,528,532,665 40,222,178,479 Ending finish goods inventory
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
331,587,018,658 293,588,971,922
pendapatan
Page 59
[1671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas beban pokok Sebagian pembelian, yaitu sekitar 0,67% dan 6,49% masing-masing untuk periode enam bulan yang Disclosure of notes for cost of goods sold
penjualan berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 dilakukan dengan pihak-pihak berelasi (Catatan
26).Pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022, tidak terdapat
pembelian dari pemasok pihak ketiga yang jumlah pembeliannya selama enam bulan melebihi 10%
dari jumlah penjualan bersih. |A portion of purchases approximately 0.67% and 6,49% for the six
months period ended June 30, 2023 and 2022, respectively, were made from related parties (Note
26).For the six months period ended June 30, 2023 and 2022, there were no purchase from third party
suppliers with six months cummulative individual amount exceeding 10% of total net sales.
Page 60
[1691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 June 2023 31 December 2022
Utang bank, nilai dalam Utang bank, nilai dalam
Total utang bank, kotor Total utang bank, kotor
mata uang asing mata uang asing
Bank loan, amount in foreign Bank loan, amount in
Total bank loans, gross Total bank loans, gross
currency foreign currency
Bank Danamon Indonesia IDR 462,055,000,000 462,055,000,000 IDR Bank Danamon Indonesia
Tbk USD 31,000,000 487,661,000,000 USD Tbk
Mata uang 462,055,000,000 487,661,000,000 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 462,055,000,000 487,661,000,000 Currency Creditor bank name
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 June 2023 31 December 2022
Total utang bank, kotor 462,055,000,000 487,661,000,000 Total bank loans, gross
Biaya penerbitan utang bank yang belum diamortisasi ( 1,155,137,430 ) ( 1,219,152,426 ) Unamortized bank loan issuance cost
Total utang bank, bersih 460,899,862,570 486,441,847,574 Total bank loan, net
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu Current maturities of bank loans
84,344,341,262 40,638,416,929
tahun atas utang bank
Liabilitas jangka panjang atas utang bank 376,555,521,308 445,803,430,645 Long-term bank loans
Page 61
[1691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka Pada tanggal 12 Agustus 2021, Perusahaan telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman Disclosure of notes for long-term bank loans
panjang dengan Bank Danamon sehubungan dengan pembiayaan pembangunan tambahan fasilitas produksi
MDF dan prasarana pendukungnya dengan rincian sebagai berikut: - Fasilitas Kredit Angsuran
Berjangka (KAB) dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar US$ 31.000.000 dengan tambahan
sub-fasilitas Letter of Credit (L/C) maksimum sebesar US$ 16.000.000. Jangka waktu fasilitas selama
84 bulan (termasuk grace period 24 bulan) dengan tingkat bunga 2,45% per tahun. Pada tanggal 31
Desember 2021 tingkat suku bunga sebesar 2,45%. Pada tanggal 8 Maret 2022, Perusahaan telah
menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan Bank Danamon sehubungan dengan perubahan,
penambahan dan perpanjangan atas fasilitas pinjaman sebagai berikut: - Fasilitas Kredit Angsuran
Berjangka (KAB) dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar US$ 31.000.000 dengan tambahan
sub-fasilitas Letter of Credit (L/C) maksimum sebesar US$ 16.000.000. Jatuh tempo tanggal 12
Agustus 2028, dengan tingkat bunga 2,40%. Pada tanggal 09 Juni 2023, Perusahaan mendapatkan
persetujuan konversi Fasilitas Kredit Angsuran Berjangka (KAB) dari US$ 31.000.000 menjadi Rp
462.055.000.000, dengan tingkat suku bunga 7,40% per tahun.Untuk tujuan akuntansi dan pelaporan
keuangan, saldo utang bank jangka panjang tersebut di atas, dicatat dan disajikan pada laporan posisi
keuangan tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 sebesar biaya perolehan yang diamortisasi
dengan menggunakan tingkat suku bunga efektif per 30 Juni 2023 sebesar 2,46% - 5,38% (USD) dan
7,40% - 7,75% (IDR).Pada tanggal 30 Juni 2023, tingkat suku bunga untuk fasilitas Kredit Angsuran
Berjangka (KAB) sebesar 7,40% per tahun.Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, saldo
pinjaman atas fasilitas KAB adalah sebesar Rp 460.899.862.570 (kontraktual; Rp 462.055.000.000)
dan sebesar US$ 30.922.500 atau setara dengan Rp 486.441.847.574 (kontraktual; US$ 31.000.000
atau setara dengan Rp 487.661.000.000).Tidak ada jaminan atas fasilitas pinjaman ini dan selama
jangka waktu fasilitas, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi persyaratan tertentu seperti kewajiban
pemenuhan rasio keuangan antara lain meliputi current ratio minimum 1x, debt to equity ratio
maksimum 2x serta debt service coverage ratio minimum 1x. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi persyaratan rasio keuangan tersebut. |On August 12,
2021, the Company has signed a loan facility agreement with Bank Danamon in connection with the
financing for the construction of additional MDF production facilities and its supporting infrastructure
with details as follows: - Term Installment Credit Facility (KAB) with a maximum facility of US$
31,000,000 with an additional Letter of Credit (L/C) sub-facility with a maximum amount of US$
16,000,000. The term of the facility is 84 months (including a grace period of 24 months) with an
interest rate of 2.45% per annum. On December 31, 2021 the interest rate is 2.45%. On March 8, 2022,
the Company has signed a loan facility agreement with Bank Danamon in connection with changes,
additions and renewals to the following credit facilities: - Term Installment Credit Facility (KAB) with a
maximum facility of US$ 31,000,000 with an additional Letter of Credit (L/C) sub-facility with a
maximum amount of US$ 16,000,000, will mature on August 12, 2028, with an interest rate of 2.40%
per annum. On June 09, 2023, the Company received approval for the conversion of the Term
Installment Credit Facility (KAB) from US$ 31,000,000 become Rp462,055,000,000, with an interest of
7.40% per annum. For financial accounting and reporting purposes, the long-term bank loans balance
mentioned above is recorded and presented in the statement of financial position as of June 30, 2023
Page 62
and December 31, 2022 at amortized cost with effective interest rate at June 30, 2023 of 2.46% - 5.38% (USD) and 7.40% - 7.75% (IDR). On June 30, 2023, interest rate for Term Installment Credit Facility (KAB) is 7.40% per annum.As of June 30, 2023 and December 31, 2022, the outstanding balance of KAB facility amounted to Rp 460,899,862,570 (contractual; Rp 462,055,000,000) and amounting to US$ 30,922,500 or equivalent to Rp 486,441,847,574 (contractual; US$ 31,000,000 or equivalent to Rp 487,661,000,000).There is no collateral for this loan facility and during the term of the facility, the Company is required to fulfill certain requirements such as the obligation to fulfill financial ratios, including the minimum current ratio of 1x, maximum debt to equity ratio of 2x and minimum debt service coverage ratio of 1x.As of June 30, 2023 and December 31, 2022, the Company has complied all the financial ratio requirements.
Page 63
[1692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
30 June 2023
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
Utang bank, nilai dalam Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank Jenis bunga utang bank
mata uang asing jangka panjang jangka panjang jangka panjang
Bank loan, amount in foreign Due date for long-term Interest rate long-term Interest rate type
currency bank loan bank loan long-term bank loan
Bank Danamon Indonesia IDR IDR Bank Danamon Indonesia
462,055,000,000 2028-08-12 0.074 Fluktuatif
Tbk Tbk
31 December 2022
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
Utang bank, nilai dalam Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank Jenis bunga utang bank
mata uang asing jangka panjang jangka panjang jangka panjang
Bank loan, amount in Due date for long-term Interest rate long-term Interest rate type
foreign currency bank loan bank loan long-term bank loan
Bank Danamon Indonesia USD USD Bank Danamon Indonesia
31,000,000 2028-08-12 0.0525 Fluktuatif
Tbk Tbk
Page 64
[1693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
30 June 2023 31 December 2022
Utang bank jangka Utang bank jangka
pendek, nilai dalam mata Utang bank jangka pendek pendek, nilai dalam mata Utang bank jangka pendek
uang asing uang asing
Short-term bank loan, Short-term bank loan,
Short term bank loans Short term bank loans
amount in foreign currency amount in foreign currency
Bank Danamon Indonesia IDR 48,596,730,613 48,596,730,613 38,907,203,572 38,907,203,572 IDR Bank Danamon Indonesia
Tbk Mata uang 48,596,730,613 38,907,203,572 Currency Tbk
Bank Cimb Niaga Tbk IDR 44,092,070,949 44,092,070,949 0 0 IDR Bank Cimb Niaga Tbk
Mata uang 44,092,070,949 0 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 92,688,801,562 38,907,203,572 Currency Creditor bank name
Page 65
[1693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka Pada tanggal 12 Agustus 2021, Perusahaan telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman Disclosure of notes for short-term bank loans
pendek dengan Bank Danamon sehubungan dengan pembiayaan pembangunan tambahan fasilitas produksi
MDF dan prasarana pendukungnya dengan rincian sebagai berikut:a. Fasilitas Kredit Berjangka (KB)
dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 50.000.000.000 dengan jangka waktu fasilitas selama
12 bulan dan tingkat bunga 6,00% per tahun.b. Fasilitas Transaksi Valuta Asing dan Derivatif dengan
jumlah fasilitas maksimum sebesar US$ 650.000 dengan jangka waktu fasilitas selama 12 bulan.Pada
tanggal 8 Maret 2022, Perusahaan telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan Bank
Danamon sehubungan dengan perubahan, penambahan dan perpanjangan atas fasilitas pinjaman
sebagai berikut: a. Fasilitas Kredit Berjangka (KB) dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp
30.000.000.000, jatuh tempo pada tanggal 12 Agustus 2022, dengan tingkat bunga 6,00% per tahun.
b. Fasilitas Kredit Rekening Koran (KRK) dengan jumlah fasilitas maksimum Rp 20.000.000.000. Jatuh
tempo pada tanggal 12 Agustus 2022, dengan tingkat suku bunga 6,00% per tahun.c. Fasilitas
Transaksi Valuta Asing dan Derivatif (PSE) dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar US$ 650.000
dengan jangka waktu fasilitas selama 12 bulan. Pada tanggal 22 September 2022, Perusahaan
mendapatkan persetujuan perpanjangan jangka waktu Fasilitas Kredit Berjangka (KB) dan Fasilitas
Kredit Rekening Koran (KRK) dengan jatuh tempo pada tanggal 12 Agustus 2023.Pada tanggal 30 Juni
2023, tingkat suku bunga untuk fasilitas Kredit Berjangka (KB) dan fasilitas Kredit Rekening Koran
(KRK) sebesar 7,75% per tahun.Perusahaan memiliki fasilitas dari Bank CIMB Niaga, yang terakhir
berdasarkan perubahan perjanjian pinjaman pada tanggal 21 April 2022, Bank CIMB Niaga menyetujui
permohonan perpanjangan fasilitas kredit, sebagai berikut:a. Fasilitas Pinjaman Tetap (PT) dengan
jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 35.000.000.000, jatuh tempo tanggal 22 Februari 2023, dengan
tingkat bunga 7,50% per tahun.b. Fasilitas Pinjaman Rekening Koran (PRK) dengan jumlah fasilitas
maksimum sebesar Rp 15.000.000.000, jatuh tempo tanggal 22 Februari 2023, dengan tingkat bunga
7,75% per tahun.c. Fasilitas Negoisasi Wesel Eksport (NEW)/ Diskonto Wesel Eksport (DWE) dengan
jumlah fasilitas maksimum sebesar US$ 3.000.000, jatuh tempo tanggal 22 Februari 2023, dengan
tingkat bunga Telegraphic Transfer International (TTI) 4,50% per tahun untuk mata uang Dolar Amerika
Serikat dan 8,50% per tahun untuk mata uang Rupiah.d. Fasilitas NEW/DWE iB Dana Talangan
(Qardh) dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar US$ 3.000.000, jatuh tempo tanggal 22 Februari
2023.e. Fasilitas Layanan Penagihan Dokumen Ekspor iB (wakalah) dengan jumlah fasilitas maksimum
sebesar US$ 3.000.000, jatuh tempo tanggal 22 Februari 2023, dengan tingkat bunga Telegraphic
Transfer International (TTI) 4,50% per tahun untuk mata uang Dolar Amerika Serikat dan 8,50% per
tahun untuk mata uang Rupiah.f. Fasilitas Pinjaman PSF dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar
US$ 3.000.000, jatuh tempo tanggal 22 Februari 2023, dengan tingkat bunga Telegraphic Transfer
International (TTI) 4,50% per tahun untuk mata uang Dolar Amerika Serikat dan 8,50% per tahun untuk
mata uang Rupiah.Berdasarkan perubahan perjanjian pinjaman pada tanggal 23 Februari 2023, Bank
CIMB Niaga menyetujui permohonan perpanjangan fasilitas kredit, sebagai berikut:a. Fasilitas
Pinjaman Tetap (PT) dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 35.000.000.000, jatuh tempo
tanggal 22 Februari 2024, dengan tingkat bunga 7,50% per tahun. b. Fasilitas Pinjaman Rekening
Koran (PRK) dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 15.000.000.000, jatuh tempo tanggal 22
Februari 2024, dengan tingkat bunga 7,75% per tahun. c. Fasilitas Negoisasi Wesel Eksport (NEW)/
Page 66
Diskonto Wesel Eksport (DWE) dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar US$ 3.000.000, jatuh tempo tanggal 22 Februari 2024, dengan tingkat bunga Telegraphic Transfer International (TTI) 4,50% per tahun untuk mata uang Dolar Amerika Serikat dan 7,50% per tahun untuk mata uang Rupiah.d. Fasilitas NEW/DWE iB Dana Talangan (Qardh) dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar US$ 3.000.000, jatuh tempo tanggal 22 Februari 2024.e. Fasilitas Layanan Penagihan Dokumen Ekspor iB (wakalah) dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar US$ 3.000.000, jatuh tempo tanggal 22 Februari 2024, dengan tingkat bunga Telegraphic Transfer International (TTI) 4,50% per tahun untuk mata uang Dolar Amerika Serikat dan 7,50% per tahun untuk mata uang Rupiah. f. Fasilitas Pinjaman PSF dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar US$ 3.000.000, jatuh tempo tanggal 22 Februari 2024, dengan tingkat bunga Telegraphic Transfer International (TTI) 4,50% per tahun untuk mata uang Dolar Amerika Serikat dan 7,50% per tahun untuk mata uang Rupiah. Sehubungan dengan fasilitas pinjaman tersebut, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi persyaratan tertentu seperti kewajiban pemenuhan rasio keuangan, antara lain meliputi leverage ratio maksimum 1x, current ratio minimum 1x, debt service coverage ratio dan interest service coverage ratio minimum 1x serta bank loan to earning before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) ratio maksimum 2,5x.|On August 12, 2021, the Company has signed a loan facility agreement with Bank Danamon in connection with the financing for the construction of additional MDF production facilities and its supporting infrastructure with details as follows:a. Term Credit Facility (KB) with a maximum facility of Rp 50,000,000,000 with a term of 12 months and an interest rate of 6.00% per annum.b. Foreign Exchange and Derivative Transaction Facility with a maximum facility amount of US$ 650,000 with a term of 12 months.On March 8, 2022, the Company has signed a loan facility agreement with Bank Danamon in connection with changes, additions and renewals to the following credit facilities: a. Term Credit Facility (KB) with a maximum facility of Rp 30,000,000,000 will mature on August 12, 2022, with an interest rate of 6.00% per annum. b. Overdraft Facility (KRK) with a maximum facility of Rp 20,000,000,000 will mature on August 12, 2022, with an interest rate of 6.00% per annum. c. Foreign Exchange and Derivative Transaction Facility (PSE) with a maximum facility amount of US$ 650,000 with a term of 12 months.On September 22, 2022, the Company received approval for the renewals of the Term Credit Facility (KB) and Overdraft Facility (KRK) will mature on August 12, 2023. On June 30, 2023, interest rate for Term Credit Facility (KB) and Overdraft Facility (KRK) is 7.75% per annum.The Company has facilities from Bank CIMB Niaga, the latest one based on changes in the loan agreement dated April 21, 2022, Bank CIMB Niaga agreed to change the loan facility, as follows:a. Fixed Loan (PT) facilities with a maximum facility of Rp 35,000,000,000 will mature on February 22, 2023, with an interest rate of 7,50% per annum.b. The overdraft facility with a maximum facility of Rp 15,000,000,000 will mature on February 22, 2023, with an interest rate of 7.75% per annum.c. The Negoisasi Wesel Eksport (NEW)/Diskonto Wesel Eksport (DWE) facility, with a maximum facility amount of US$ 3,000,000, will mature on February 22, 2023, with an interest rate of Telegraphic Transfer International (TTI) of 4.50% per annum for the United States Dollar and 8.50% per annum for the Rupiah.d. The NWE/DWE iB Dana Talangan (Qardh) facility, with a maximum facility amount of US$ 3,000,000, will mature on February 22, 2023.e. The Document Billing Service Export iB (wakalah) facility, with a maximum facility amount of US$ 3,000,000, will mature on February 22, 2023, with an interest rate of Telegraphic Transfer International (TTI) of 4.50% per annum for the United States Dollar and 8.50% per annum for the Rupiah.f. The PSF facility loan, with a maximum facility amount of US$ 3,000,000, will mature on February 22, 2023, with an interest rate of Telegraphic Transfer International (TTI) of 4,50% per annum for the United States Dollar and 8.50% per annum for the Rupiah.Based on changes in the loan agreement dated February 23, 2023, Bank CIMB Niaga agreed to change the loan facility, as follows:a. Fixed Loan (PT) facilities with a maximum facility of Rp 35,000,000,000 will mature on February 22, 2024, with an interest rate of 7,50% per annum.b. The overdraft facility with a maximum facility of Rp 15,000,000,000 will mature on
Page 67
February 22, 2024, with an interest rate of 7.75% per annum.c. The Negoisasi Wesel Eksport (NEW)/Diskonto Wesel Eksport (DWE) facility, with a maximum facility amount of US$ 3,000,000, will mature on February 22, 2024, with an interest rate of Telegraphic Transfer International (TTI) of 4.50% per annum for the United States Dollar and 7.50% per annum for the Rupiah.d. The NWE/DWE iB Dana Talangan (Qardh) facility, with a maximum facility amount of US$ 3,000,000, will mature on February 22, 2024.e. The Document Billing Service Export iB (wakalah) facility, with a maximum facility amount of US$ 3,000,000, will mature on February 22, 2024, with an interest rate of Telegraphic Transfer International (TTI) of 4.50% per annum for the United States Dollar and 7.50% per annum for the Rupiah.f. The PSF facility loan, with a maximum facility amount of US$ 3,000,000, will mature on February 22, 2024, with an interest rate of Telegraphic Transfer International (TTI) of 4,50% per annum for the United States Dollar and 7.50% per annum for the Rupiah.In connection with the loan facility, the Company is required to fulfill certain requirements such as the obligation to fulfill financial ratios, which include maximum leverage ratio of 1x, minimum current ratio of 1x, debt service coverage ratio and minimum interest service coverage ratio 1x and bank loan to earnings before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) maximum ratio of 2.5x.
Page 68
[1696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
30 June 2023
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
Utang bank jangka pendek,
Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank jangka Jenis bunga utang bank
nilai dalam mata uang
jangka pendek pendek jangka pendek
asing
Short-term bank loan, Due date for short-term Interest rate short-term bank Interest rate type
amount in foreign currency bank loan loan short-term bank loan
Bank Danamon Indonesia IDR IDR Bank Danamon Indonesia
48,596,730,613 2023-08-12 0.0775 Fluktuatif
Tbk Tbk
Bank Cimb Niaga Tbk IDR 44,092,070,949 2024-02-22 7,50%-7,75% Fluktuatif IDR Bank Cimb Niaga Tbk
31 December 2022
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
Utang bank jangka pendek,
Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank Jenis bunga utang bank
nilai dalam mata uang
jangka pendek jangka pendek jangka pendek
asing
Short-term bank loan, Due date for short-term Interest rate short-term Interest rate type
amount in foreign currency bank loan bank loan short-term bank loan
Bank Danamon Indonesia IDR IDR Bank Danamon Indonesia
38,907,203,572 2023-08-12 0.0725 Fluktuatif
Tbk Tbk
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.