Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 58
Page 1
Nomor Surat 262/GDN-LEG/Corsec/SKL/VII/2023
Nama Emiten PT Global Digital Niaga Tbk
Kode Emiten BELI
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 Global Entitas induk Singapura 2018 Beroperasi 1.460.457 JUTAAN IDR 100.0
Distribution penyedia
Niaga Pte. Ltd logistik
2 PT Global Perdagangan Kudus 2014 Beroperasi 193.918 JUTAAN IDR 99.99
Distribusi barang
Nusantara
3 PT Global Jasa sarana Jakarta 2017 Beroperasi 97.536 JUTAAN IDR 99.99
Kassa online
Sejahtera transaksi
finansial
4 PT Promoland Informasi, Jakarta 1993 Beroperasi 51.091 JUTAAN IDR 99.99
Indowisata komunikasi,
dan agen
perjalanan
5 PT Global Pengangkutan Jakarta 2019 Beroperasi 23.073 JUTAAN IDR 99.99
Distribusi ,
Paket pergudangan,
informasi
dan
komunikasi
6 PT Global Platform Jakarta 2011 Beroperasi 1.551.253 JUTAAN IDR 99.99
Tiket Network digital dengan
tujuan,
komersial,
agen
perjalanan
wisata dan
jasa reservasi
lainnya
7 PT Global Perdagangan Jakarta 2021 Beroperasi 527.563 JUTAAN IDR 99.99
Teknologi barang
Niaga
8 PT Global Perdagangan Jakarta 2021 Beroperasi 13.353 JUTAAN IDR 99.98
Fortuna barang
Nusantara
9 PT Rajawali Perdagangan Jakarta 2021 Beroperasi 100.860 JUTAAN IDR 80.0
Inti Selular eceran
telekomunikas
i
10 PT Supra Perdagangan Jakarta 1997 Beroperasi 1.253.316 JUTAAN IDR 70.56
Boga Lestari dan
Tbk mengusahaka
n pasar
swalayan
11 PT Global Jasa Jakarta 2018 Beroperasi 705.069 JUTAAN IDR 99.99
Distribusi manajemen,
Pusaka jasa
handling,
pergudangan
12 PT Global Perdagangan Kudus 2022 Beroperasi 89.800 JUTAAN IDR 99.99
Astha Niaga eceran alat
telekomunikas
i
13 PT Global Perdagangan Kudus 2022 Beroperasi 436.742 JUTAAN IDR 99.99
Danapati Besar piranti
Niaga lunak,
peralatan
telekomunikas
i, komputer
dan
perlengkapan
komputer
14 PT Citra Aktivitas jasa Kudus 2022 Beroperasi 464 JUTAAN IDR 51.0
Komunikasi telekomunikas
Utama i lainnya
Page 2
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Global Digital Niaga Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik. PT
Global Digital Niaga Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 3
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 June 2023
Nama entitas PT Global Digital Niaga Tbk Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas BELI Entity code
Nomor identifikasi entitas AB128 Entity identification number
Industri utama entitas Umum / General Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor I. Technology Sector
Subsektor I1. Software & IT Services Subsector
Industri I11. Online Applications & Industry
Services
Subindustri I111. Online Applications & Subindustry
Services
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
National Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Ekonomi Baru / New Economy
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas grup / Group entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal II / Second Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan June 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya June 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Jutaan / In Million statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Page 4
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 5
[1210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - General Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 June 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
1,907,502 3,071,488
equivalents
Dana yang dibatasi Current restricted funds
30,382 28,753
penggunaannya lancar
Aset keuangan lancar Current financial assets
Aset keuangan lancar Other current financial
0 0
lainnya assets
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
1,118,359 974,335
ketiga parties
Piutang usaha pihak Trade receivables
84,274 17,187
berelasi related parties
Tagihan bruto pemberi Unbilled receivables
kerja
Tagihan bruto pemberi Unbilled receivables
24,502 30,711
kerja pihak ketiga third parties
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak Other receivables third
44,728 38,307
ketiga parties
Piutang lainnya pihak Other receivables
794 272
berelasi related parties
Persediaan lancar Current inventories
Persediaan lancar 1,670,999 1,354,666 Current inventories
Biaya dibayar dimuka Current prepaid expenses
100,344 110,418
lancar
Jaminan lancar 590,423 480,513 Current guarantees
Uang muka lancar Current advances
Uang muka lancar Other current
89,785 71,243
lainnya advances
Pajak dibayar dimuka Current prepaid taxes
404,964 379,026
lancar
Jumlah aset lancar 6,067,056 6,556,919 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Investasi pada ventura Investments in joint
bersama dan entitas ventures and associates
asosiasi
Investasi pada entitas Investments in
33,902 33,341
asosiasi associates
Uang muka tidak lancar Non-current advances
Uang muka tidak Non-current advances
lancar atas pembelian on purchase of
5,207 7,359
aset tetap property, plant and
equipment
Aset keuangan tidak Non-current financial
lancar assets
Aset keuangan tidak Non-current financial
lancar nilai wajar assets fair value
1,472,067 1,940,026
melalui pendapatan through other
komprehensif lainnya comprehensive income
Page 6
Aset keuangan tidak 0 0 Other non-current
lancar lainnya financial assets
Biaya dibayar dimuka Non-current prepaid
5,241 4,893
tidak lancar expenses
Aset pajak tangguhan 141,578 130,720 Deferred tax assets
Aset tetap Property, plant, and
1,678,443 1,776,399
equipment
Aset hak guna 483,353 482,511 Right of use assets
Klaim atas pengembalian Non-current claims for tax
50,182 53,485
pajak tidak lancar refund
Goodwill 2,469,390 2,469,390 Goodwill
Aset takberwujud selain Intangible assets other
533,871 546,243
goodwill than goodwill
Aset tidak lancar Other non-current
80,090 75,508
non-keuangan lainnya non-financial assets
Jumlah aset tidak lancar 6,953,324 7,519,875 Total non-current assets
Jumlah aset 13,020,380 14,076,794 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang bank jangka Short term bank loans
856,951 85,000
pendek
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
1,472,984 1,518,664
ketiga third parties
Utang usaha pihak Trade payables
28,480 3,805
berelasi related parties
Utang lainnya Other payables
Utang lainnya pihak Other payables
287,172 270,375
ketiga third parties
Utang lainnya pihak Other payables
441 6
berelasi related parties
Beban akrual jangka Current accrued
232,630 300,367
pendek expenses
Liabilitas imbalan Short-term
pasca kerja jangka 67,533 109,380 post-employment
pendek benefit obligations
Utang pajak 118,768 154,216 Taxes payable
Kontrak liabilitas Current contract
127,510 151,336
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Current maturities of
panjang yang jatuh long-term liabilities
tempo dalam satu
tahun
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of bank loans
tempo dalam satu 0 0
tahun atas utang
bank
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of finance lease
tempo dalam satu 135,366 130,899 liabilities
tahun atas liabilitas
sewa pembiayaan
Jumlah liabilitas Total current
3,327,835 2,724,048
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Liabilitas pajak Deferred tax liabilities
Page 7
tangguhan 194,762 251,900
Liabilitas jangka Long-term liabilities
panjang setelah net of current
dikurangi bagian maturities
yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas jangka Long-term finance
panjang atas lease liabilities
301,657 318,099
liabilitas sewa
pembiayaan
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 350,599 300,931 post-employment
panjang benefit obligations
Jumlah liabilitas Total non-current
847,018 870,930
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 4,174,853 3,594,978 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 29,623,324 29,623,324 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
793,377 793,377
disetor capital
Cadangan selisih kurs Reserve of exchange
penjabaran ( 4,857 ) ( 3,075 ) differences on
translation
Cadangan lainnya 424,103 294,421 Other reserves
Komponen ekuitas Other components of
( 670,955 ) ( 670,958 )
lainnya equity
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan ( 21,599,294 ) ( 19,852,789 ) retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
8,565,698 10,184,300
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Proforma ekuitas 0 0 Proforma equity
Kepentingan Non-controlling interests
279,829 297,516
non-pengendali
Jumlah ekuitas 8,845,527 10,481,816 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
13,020,380 14,076,794
ekuitas
Page 8
[1311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - General Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
7,775,585 6,711,741
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 6,584,900 ) ( 6,150,984 )
pendapatan
Jumlah laba bruto 1,190,685 560,757 Total gross profit
Beban penjualan ( 1,079,225 ) ( 1,402,064 ) Selling expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 1,828,616 ) ( 1,573,191 )
expenses
Pendapatan keuangan 26,409 30,874 Finance income
Beban bunga dan keuangan ( 59,836 ) ( 128,506 ) Interest and finance costs
Bagian atas laba (rugi) entitas Share of profit (loss) of
asosiasi yang dicatat dengan 561 593 associates accounted for using
menggunakan metode ekuitas equity method
Pendapatan lainnya 37,006 28,005 Other income
Beban lainnya ( 27,360 ) ( 28,580 ) Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
( 1,740,376 ) ( 2,512,112 )
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 19,926 ) 9,786 Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
( 1,760,302 ) ( 2,502,326 )
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) ( 1,760,302 ) ( 2,502,326 ) Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, setelah pajak after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang tidak akan income that will not be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Penyesuaian lainnya atas Other adjustments to other
pendapatan komprehensif comprehensive income
lainnya yang tidak akan 129,682 585,328 that will not be reclassified
direklasifikasi ke laba rugi, to profit or loss, after tax
setelah pajak
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang tidak akan 129,682 585,328 that will not be
direklasifikasi ke laba reclassified to profit or
rugi, setelah pajak loss, after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang akan income that may be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Keuntungan (kerugian) Gains (losses) on
selisih kurs penjabaran, ( 1,782 ) 283 exchange differences on
setelah pajak translation, after tax
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang akan direklasifikasi ( 1,782 ) 283 that may be reclassified
ke laba rugi, setelah to profit or loss, after tax
pajak
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, 127,900 585,611 income, after tax
Page 9
setelah pajak
Jumlah laba rugi komprehensif ( 1,632,402 ) ( 1,916,715 ) Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
( 1,746,505 ) ( 2,485,744 )
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan ke kepentingan ( 13,797 ) ( 16,582 ) non-controlling interests
non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas ( 1,618,605 ) ( 1,900,387 ) attributable to parent entity
induk
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke ( 13,797 ) ( 16,328 ) attributable to non-controlling
kepentingan non-pengendali interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang ( 15 ) ( 25 ) share from continuing
dilanjutkan operations
Page 10
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Current Year
30 June 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Selisih transaksi ekuitas Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Cadangan selisih kurs Kepentingan
Saham biasa Cadangan lainnya dengan pihak ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor penjabaran non-pengendali
non-pengendali penggunaannya entitas induk
Reserve of exchange Difference in value of
Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital differences on Other reserves equity transactions with Non-controlling interests Equity
earnings parent entity
translation non-controlling interests
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 29,623,324 793,377 ( 3,075 ) 294,421 ( 670,958 ) ( 19,852,789 ) 10,184,300 297,516 10,481,816 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 29,623,324 793,377 ( 3,075 ) 294,421 ( 670,958 ) ( 19,852,789 ) 10,184,300 297,516 10,481,816 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 1,746,505 ) ( 1,746,505 ) ( 13,797 ) ( 1,760,302 ) Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 1,782 ) 129,682 127,900 127,900 Other comprehensive income
Distribusi dividen kas (0) ( 3,887 ) ( 3,887 ) Distributions of cash dividends
Transaksi ekuitas lainnya 3 3 (3) 0 Other equity transactions
Posisi ekuitas, akhir periode 29,623,324 793,377 ( 4,857 ) 424,103 ( 670,955 ) ( 21,599,294 ) 8,565,698 279,829 8,845,527 Equity position, end of the period
Page 11
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Prior Year
30 June 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Selisih transaksi ekuitas Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Cadangan selisih kurs Kepentingan
Saham biasa Cadangan lainnya dengan pihak ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor penjabaran non-pengendali
non-pengendali penggunaannya entitas induk
Reserve of exchange Difference in value of
Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital differences on Other reserves equity transactions with Non-controlling interests Equity
earnings parent entity
translation non-controlling interests
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 25,175,876 ( 2,507,689 ) ( 4,160 ) 2,108,469 ( 670,958 ) ( 14,349,566 ) 9,751,972 333,087 10,085,059 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 25,175,876 ( 2,507,689 ) ( 4,160 ) 2,108,469 ( 670,958 ) ( 14,349,566 ) 9,751,972 333,087 10,085,059 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 2,485,744 ) ( 2,485,744 ) ( 16,582 ) ( 2,502,326 ) Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 234 585,123 585,357 254 585,611 Other comprehensive income
Distribusi dividen kas (0) ( 3,571 ) ( 3,571 ) Distributions of cash dividends
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pendirian Changes in non-controlling interests due to
0 2 2
entitas anak establishment of subsidiaries
Posisi ekuitas, akhir periode 25,175,876 ( 2,507,689 ) ( 3,926 ) 2,693,592 ( 670,958 ) ( 16,835,310 ) 7,851,585 313,190 8,164,775 Equity position, end of the period
Page 12
[1510000] Statement of cash flows, direct method - General Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 June 2023 30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
20,547,137 14,612,059
pelanggan
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 20,055,422 ) ( 14,516,780 ) goods and services
jasa
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 1,097,747 ) ( 896,761 )
tunjangan allowances
Pembayaran kas lainnya Other cash payments for
( 1,681,931 ) ( 1,864,782 )
untuk beban operasi operating activities
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
( 2,287,963 ) ( 2,666,264 )
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan bunga dari Interests received from
26,410 30,874
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran bunga dari Interests paid from operating
( 39,258 ) ( 107,562 )
aktivitas operasi activities
Pembayaran pajak Payments for corporate
( 23,672 ) ( 12,847 )
penghasilan badan income tax
Arus kas sebelum Net cash flows received
perubahan dalam aset dan from (used in) operating
liabilitas yang diperoleh ( 2,324,483 ) ( 2,755,799 ) activities before changes in
dari (digunakan untuk) assets and liabilities
aktivitas operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 2,324,483 ) ( 2,755,799 )
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran uang muka Payments for advances for
pembelian aset tetap ( 12,834 ) ( 24,317 ) purchase of property, plant
and equipment
Penerimaan dari penjualan Proceeds from disposal of
89,353 32
aset tetap property, plant and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 84,388 ) ( 49,840 )
aset tetap property, plant and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 1,275 ) ( 19,868 )
aset takberwujud intangible assets
Penerimaan dari penjualan Proceeds on sale of financial
538,476 0
aset keuangan assets
Pembayaran untuk perolehan Payments to acquire financial
( 3,031 ) ( 69,397 )
aset keuangan assets
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 1,379 ) 1,146 from investing activities
investasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
524,922 ( 162,244 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Page 13
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan pinjaman bank 2,897,414 1,574,300 Proceeds from bank loans
Pembayaran pinjaman bank ( 2,125,463 ) ( 1,563,914 ) Payments of bank loans
Pembayaran liabilitas sewa Payments of finance lease
( 134,747 ) ( 127,067 )
pembiayaan liabilities
Pencairan (penempatan) Withdrawal (placement) of
dana yang dibatasi restricted funds from
( 1,629 ) 6,397
penggunaannya dari aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
635,575 ( 110,284 )
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
( 1,163,986 ) ( 3,028,327 )
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
3,071,488 4,999,157
awal periode flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
1,907,502 1,970,830
akhir periode cash flows, end of the period
Page 14
[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 June 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian Keuangan Indonesia (?SAK?), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (?PSAK?) statements
dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (?ISAK?) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan (?DSAK?) Ikatan Akuntan Indonesia dan Dewan Standar Akuntansi Syariah
Ikatan Akuntan Indonesia serta Peraturan No. VIII.G.7 tentang ?Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik? yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (?OJK?).
Kebijakan ini telah diterapkan secara konsisten terhadap seluruh tahun yang disajikan, kecuali jika
dinyatakan lain. Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan PSAK 1, ?Penyajian Laporan
Keuangan?. Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun
berdasarkan basis akrual, menggunakan dasar akuntansi biaya historis, kecuali untuk beberapa akun
tertentu yang disajikan berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian telah disusun berdasarkan
konsep akrual dan menggunakan konsep biaya historis kecuali diungkapkan lain dalam catatan terkait
di sini. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Tahun buku
Kelompok Usaha adalah tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember. Akun-akun yang tercakup
dalam laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha diukur menggunakan mata uang dari
lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan
konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Kelompok Usaha kecuali
untuk entitas anak tertentu.
Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak. Principles of consolidation
Pengendalian diperoleh ketika Kelompok Usaha terekspos, atau memiliki hak atas imbal hasil variabel
dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil
tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Secara khusus, Kelompok Usaha mengendalikan
investee jika, dan hanya jika, Kelompok Usaha memiliki seluruh hal berikut ini: Kekuasaan atas
investee (misalnya adanya hak yang memberikan Kelompok Usaha kemampuan saat ini untuk
mengarahkan aktivitas investee yang relevan); Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatan Kelompok Usaha dengan investee; dan Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya
atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil Kelompok Usaha. Umumnya, kepemilikan hak suara
mayoritas menghasilkan pengendalian. Untuk mendukung hal ini, dan jika Kelompok Usaha memiliki
hak suara kurang dari hak suara mayoritas, atau hak sejenis atas suatu investee, Kelompok Usaha
mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan ketika menilai apakah Kelompok Usaha memiliki
kekuasaan atas investee, termasuk: ? Pengaturan kontraktual dengan pemegang hak suara lainnya
pada investee;? Hak-hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain; dan ? Hak suara yang dimiliki
Kelompok Usaha dan hak suara potensial. Kelompok Usaha menilai kembali apakah masih
mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu
atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Kelompok Usaha
memiliki pengendalian atas entitas anak dan berhenti ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian
atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban atas entitas anak yang diakuisisi atau dilepas
selama periode termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
Page 15
dari tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Kelompok Usaha
menghentikan pengendalian atas entitas anak. Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan
komprehensif lain (?OCI?) diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk dari Kelompok Usaha dan
kepentingan Nonpengendali (?KNP?), meskipun hal tersebut mengakibatkan KNP memiliki saldo
defisit. Bila diperlukan, penyesuaian dilakukan pada laporan keuangan entitas anak agar kebijakan
akuntansinya sesuai dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Semua aset dan liabilitas, ekuitas,
penghasilan, beban dan arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota Kelompok Usaha akan
dieliminasi secara penuh dalam proses konsolidasi. Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan
menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang
serupa. Jika anggota Kelompok Usaha menggunakan kebijakan akuntansi yang berbeda untuk
transaksi dan peristiwa dalam keadaan yang serupa, maka penyesuaian akan dilakukan atas laporan
keuangannya dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian. Seluruh saldo akun dan transaksi
yang signifikan antar Perusahaan dengan entitas anak telah dieliminasi. Perubahan dalam bagian
kepemilikan Kelompok Usaha pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian
dicatat sebagai transaksi ekuitas. Ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian pada entitas anak,
maka Kelompok Usaha menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill), liabilitas, KNP dan
komponen ekuitas lainnya serta mengakui keuntungan atau kerugian terkait dengan hilangnya
pengendalian. Saldo investasi yang masih dimiliki diakui pada nilai wajarnya. KNP mencerminkan
bagian atas laba rugi dan aset neto dari entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung
maupun tidak langsung kepada Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laba rugi dan dalam
ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan
kepada pemilik Entitas Induk. Akun yang berasal dari entitas anak di luar negeri, dijabarkan dalam
mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah yang berlaku pada tanggal laporan keuangan
untuk akun posisi keuangan dan kurs rata-rata selama periode berjalan untuk akun laba rugi. Selisih
kurs karena penjabaran laporan keuangan disajikan sebagai bagian dari ?Selisih kurs atas penjabaran
laporan keuangan? pada bagian ekuitas dari laporan posisi keuangan konsolidasian. Transaksi
restrukturisasi antara entitas sepengendali. Dalam PSAK 38, pengalihan bisnis antara entitas
sepengendali tidak mengakibatkan perubahan substansi ekonomi kepemilikan atas bisnis yang
dialihkan dan tidak dapat menimbulkan laba atau rugi bagi Kelompok Usaha secara keseluruhan
ataupun bagi entitas individual dalam Kelompok Usaha tersebut. Dikarenakan pengalihan bisnis antara
entitas sepengendali tidak mengakibatkan perubahan substansi ekonomi, bisnis yang dipertukarkan
dicatat pada nilai buku sebagai kombinasi bisnis dengan menggunakan metode penyatuan
kepemilikan. Dalam menerapkan metode penyatuan kepemilikan, komponen laporan keuangan di
mana terjadi kombinasi bisnis dan untuk periode lain yang disajikan untuk tujuan perbandingan,
disajikan sedemikian rupa seolah-olah kombinasi bisnis telah terjadi sejak awal periode terjadi
sepengendalian. Selisih antara nilai tercatat transaksi kombinasi bisnis dan jumlah imbalan yang
dialihkan diakui dalam akun ?Tambahan Modal Disetor?.
Kas dan setara kas Kas dan setara kas merupakan kas, bank dan deposito yang jangka waktunya tidak melebihi tiga bulan Cash and cash equivalents
dan tidak dijaminkan pada pihak ketiga. Untuk deposito dengan jangka waktu melebihi tiga bulan
disajikan sebagai deposito berjangka. Rekening bank dan deposito berjangka yang digunakan sebagai
jaminan atas pinjaman dan perjanjian fasilitas kredit lainnya disajikan sebagai ?Aset Lancar Lainnya?.
Piutang usaha dan piutang lain-lain Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya Trade and other receivables
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, kecuali efek diskontonya tidak
material, setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. Cadangan kerugian dibentuk pada saat
Page 16
terdapat bukti objektif bahwa saldo piutang tidak dapat ditagih. Piutang yang mengalami penurunan
nilai dihapusbukukan pada saat piutang tersebut dipastikan tidak tertagih.
Persediaan Persediaan diakui pada nilai terendah antara harga perolehan dan nilai realisasi neto. Nilai realisasi Inventories
neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan
estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan. Persediaan terdiri dari barang dagangan.
Metode yang dipakai untuk menentukan biaya adalah metode rata-rata bergerak. Penyisihan untuk
persediaan usang dan tidak terpakai atau tidak laris ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau
penjualan masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang.
Aset tetap Persediaan diakui pada nilai terendah antara harga perolehan dan nilai realisasi neto. Nilai realisasi Fixed assets
neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan
estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan. Persediaan terdiri dari barang dagangan.
Metode yang dipakai untuk menentukan biaya adalah metode rata-rata bergerak. Penyisihan untuk
persediaan usang dan tidak terpakai atau tidak laris ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau
penjualan masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Kelompok Usaha menelaah apakah terdapat indikasi Impairment of non-financial assets
suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji tahunan
penurunan nilai aset perlu dilakukan, maka Kelompok Usaha membuat estimasi jumlah terpulihkan
aset tersebut. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut
dinyatakan mengalami penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam
menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu
uang dan risiko spesifik atas aset. Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan
untuk mengetahui apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam
periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi yang dimaksud
ditemukan, maka Kelompok Usaha mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian
penurunan nilai yang diakui dalam periode sebelumnya akan dipulihkan apabila nilai tercatat aset tidak
melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada
rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun-tahun sebelumnya. Setelah
pemulihan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan pada periode mendatang untuk
mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis
selama sisa umur manfaatnya. Goodwill diuji untuk penurunan nilai setiap tahun dan ketika terdapat
indikasi bahwa nilai tercatatnya mungkin mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai bagi goodwill
ditetapkan dengan menentukan jumlah tercatat tiap UPK (atau kelompok UPK) terkait dari goodwill
tersebut. Jika jumlah terpulihkan UPK kurang dari jumlah tercatatnya, rugi penurunan nilai diakui. Rugi
penurunan nilai terkait goodwill tidak dapat dibalik pada tahun berikutnya.
Pengakuan pendapatan dan beban Kelompok Usaha menerapkan PSAK 72, "Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan", yang Revenue and expense recognition
mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut: 1.
Identifikasi kontrak dengan pelanggan, 2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban
pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki
karakteristik berbeda ke pelanggan, 3. Menetapkan harga transaksi setelah dikurangi diskon, retur,
insentif penjualan dan pajak pertambahan nilai yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai
kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan dikontrak, 4. Alokasi harga transaksi
ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari
setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dikontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung,
harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin, 5.
Page 17
Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa
tersebut). Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Kelompok
Usaha dan jumlahnya dapat diukur secara handal tanpa memperhitungkan kapan pembayaran
dilakukan. Pendapatan neto adalah total jumlah yang diproses Kelompok Usaha yang diperoleh dari
penjualan tiket transportasi, akomodasi, dan aktivitas dikurangi total biaya dari jumlah yang diproses
dari tiket transportasi, akomodasi, dan aktivitas. Kelompok Usaha mengevaluasi perjanjian
pendapatannya terhadap kriteria spesifik untuk menentukan apakah Kelompok Usaha bertindak
sebagai prinsipal atau agen. Kelompok Usaha menyimpulkan bahwa Kelompok Usaha bertindak
sebagai agen pada pendapatan untuk penjualan tiket transportasi, akomodasi, dan aktivitas.
Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat pengendalian aset dialihkan kepada pelanggan,
umumnya pada saat penyerahan barang. Pendapatan diakui ketika Kelompok Usaha memenuhi
kewajiban kinerja dengan menyelesaikan jasa yang dijanjikan kepada pelanggan, yaitu ketika
pelanggan memperoleh jasa tersebut. Kewajiban kinerja dapat dipenuhi pada suatu titik waktu atau
seiring waktu. Jumlah pendapatan yang diakui adalah jumlah yang dialokasikan untuk memenuhi
kewajiban kinerja. Kelompok Usaha memiliki program loyalitas pelanggan, di mana pengguna akhir
yang membeli barang dagang melalui platform Group diberikan poin yang memungkinkan mereka
untuk mengurangi nilai pembelian di masa mendatang dan ditukarkan kupon melalui platform
Kelompok Usaha. Sebagian dari poin ditangguhkan sampai ditukarkan, digunakan atau kedaluwarsa.
Insentif dan promosi yang diberikan kepada pelanggan Kelompok Usaha, dicatat sebagai pengurang
pendapatan jika Kelompok Usaha tidak menerima suatu barang atau jasa yang spesifik atau tidak
dapat memperkirakan nilai wajar dari barang atau jasa yang diterima secara andal. Beban diakui pada
saat terjadinya (basis akrual).
Penjabaran mata uang asing Akun-akun dalam laporan keuangan Kelompok Usaha diukur dengan menggunakan mata uang yang Foreign currency translation
sesuai dengan lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi ("mata uang fungsional").
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional
Kelompok Usaha. Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan
menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada akhir
periode pelaporan. Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi
dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui
di dalam laba rugi.
Transaksi dengan pihak berelasi Kelompok Usaha melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan pada Transactions with related parties
PSAK 7 "Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi". Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait
dengan Kelompok Usaha dan entitas anaknya sebagai berikut a. Orang atau anggota keluarga
terdekat sebagai berikut: 1. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Kelompok Usaha
dan entitas anaknya; 2. Memiliki pengaruh signifikan atas Kelompok Usaha dan entitas anaknya; 3.
Merupakan personil manajemen kunci Kelompok Usaha dan entitas anak atau Entitas Induk dari
Kelompok Usaha dan entitas anaknya. b. Entitas yang memenuhi salah satu hal berikut: 1. Merupakan
anggota dari Kelompok Usaha yang sama (artinya Entitas Induk, Entitas Anak dan Entitas Anaknya
berikutnya terkait dengan entitas lain); 2. Merupakan entitas asosiasi atau ventura bersama dari
Kelompok Usaha (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu grup di
mana Kelompok Usaha adalah anggotanya); 3. Entitas tersebut bersama-sama Kelompok Usaha
adalah ventura bersama dari suatu pihak ketiga yang sama; 4.Ventura bersama dari entitas ketiga dan
Kelompok Usaha adalah asosiasi dari entitas ketiga; 5. Merupakan suatu program imbalan pasca kerja
untuk imbalan kerja dari suatu karyawan yang ditujukan bagi karyawan dari Kelompok Usaha atau
entitas yang terkait dengan Kelompok Usaha; 6. Dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang
Page 18
yang diidentifikasi dalam huruf-huruf di atas; dan 7. Orang yang diidentifikasi dalam huruf a(i) memiliki
pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci Kelompok Usaha (atau Entitas Induk
perusahaan). Transaksi dengan pihak-pihak berelasi dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui
oleh kedua belah pihak, yang mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan
pihak-pihak yang tidak berelasi. Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi
telah diungkapkan dalam Catatan 31 atas laporan keuangan konsolidasian.
Pajak penghasilan Pajak final Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak Income taxes
yang bersifat final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas
transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. Mengacu pada revisi PSAK 46 yang
disebutkan di atas, pajak final tersebut tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 46.
Perbedaan antara nilai tercatat dari aset revaluasian dan dasar pengenaan pajak merupakan
perbedaan temporer sehingga menimbulkan liabilitas atau aset pajak tangguhan, kecuali untuk aset
tertentu seperti tanah, yang pada saat realisasinya dikenakan pajak final yang dikenakan atas nilai
bruto transaksi. Pajak kini Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang
diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Beban pajak kini
ditentukan berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku. Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari Beban
Pajak Penghasilan Badan - Kini dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian. Kelompok Usaha juga menyajikan bunga/denda, jika ada, sebagai bagian dari Beban
Pajak Penghasilan Badan - Kini. Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat
ketetapan pajak diterima atau, jika diajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan
ditetapkan. Pajak tangguhan Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas
atas konsekuensi pajak pada masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan
liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas pada setiap
tanggal pelaporan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan
aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi
fiskal, sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi
fiskal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa depan. Jumlah
tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir setiap periode pelaporan dan diturunkan
apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset
pajak tangguhan tersebut. Pada akhir setiap periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai kembali aset
pajak tangguhan yang tidak diakui. Kelompok Usaha mengakui aset pajak tangguhan yang
sebelumnya tidak diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa depan akan tersedia
untuk pemulihannya. Pajak Pertambahan Nilai (?PPN?) Pendapatan, beban-beban dan aset-aset
diakui neto atas jumlah PPN kecuali: ? PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak
dapat dikreditkan, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau
sebagai bagian dari item beban-beban yang terkait; dan ? Piutang dan utang yang disajikan termasuk
dengan jumlah PPN. Jumlah PPN neto yang diajukan untuk direstitusi, atau terutang kepada, kantor
pajak termasuk sebagai bagian dari aset atau liabilitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Provisi Kelompok Usaha mengakui provisi apabila memiliki kewajiban kini (baik secara hukum maupun Provisions
konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu apabila besar kemungkinan penyelesaian kewajiban
tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya dan dapat diestimasi dengan andal. Provisi tidak
diakui untuk kerugian operasi masa depan.
Imbalan kerja karyawan Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan. Employee benefits
Page 19
Imbalan kerja jangka pendek termasuk upah, gaji, bonus dan insentif. Imbalan pensiun Beban atas
pemberian imbalan dalam program imbalan manfaat pasti ditentukan dengan metode Projected Unit
Credit. Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang diakui sebagai penghasilan
komprehensif lain, terdiri dari: i. Keuntungan dan kerugian aktuarial; ii. Imbal hasil atas aset program,
tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto; dan
iii. Setiap perubahan dampak batas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto
atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto. Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto
yang diakui sebagai penghasilan komprehensif lain tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode
berikutnya. Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara: ? Tanggal
amendemen atau kurtailmen program; dan ? Tanggal pada saat Kelompok Usaha mengakui biaya
restrukturisasi terkait. Bunga neto ditentukan dengan mengalikan liabilitas (aset) imbalan pasti neto
dengan tingkat diskonto. Kelompok Usaha mengakui perubahan atas liabilitas imbalan pasti neto
berikut pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian: ? Biaya jasa yang
terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan dan kerugian atas kurtailmen; dan ? Beban
atau pendapatan bunga neto. Keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian suatu
program imbalan pasti diakui ketika kurtailmen atau penyelesaian terjadi. Kurtailmen terjadi apabila
salah satu dari kondisi berikut terpenuhi: Menunjukkan komitmennya untuk mengurangi secara
signifikan jumlah pekerja yang ditanggung oleh program; atau Mengubah ketentuan dalam program
imbalan pasti yang menyebabkan bagian yang signifikan dari jasa masa depan pekerja tidak lagi
memberikan imbalan atau memberikan imbalan yang lebih rendah. Penyelesaian program terjadi ketika
Kelompok Usaha melakukan transaksi yang menghapuskan semua kewajiban hukum atau konstruktif
atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program imbalan pasti. Perubahan Kebijakan Akuntansi
Pada bulan April 2022, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (?DSAK IAI?)
menerbitkan siaran pers atas persyaratan pengatribusian imbalan pada periode jasa sesuai PSAK 24:
Imbalan Kerja yang diadopsi dari IAS 19 Employee Benefits. Siaran pers tersebut menyampaikan
informasi bahwa pola fakta umum dari program pensiun berbasis undang-undang ketenagakerjaan
yang berlaku di Indonesia saat ini memiliki pola fakta serupa dengan yang ditanggapi dan disimpulkan
dalam IFRS Intepretation Committee (?IFRIC?) Agenda Decision Attributing Benefit to Periods of
Service IAS 19. Kelompok Usaha telah menerapkan siaran pers tersebut dan dengan demikian
merubah kebijakan akuntansi terkait atribusi imbalan kerja pada periode jasa dari kebijakan yang
diterapkan sebelumnya. Pada tahun-tahun sebelumnya, Kelompok Usaha mengatribusikan imbalan
berdasarkan formula imbalan program imbalan pasti berdasarkan masa kerja sejak tanggal pekerja
memberikan jasa hingga usia pensiun. Berdasarkan siaran pers, Kelompok Usaha telah mengubah
kebijakan akuntansinya untuk mengatribusikan imbalan berdasarkan program tersebut, yaitu dari
tanggal ketika jasa pekerja pertama kali menghasilkan imbalan dalam program sampai dengan tanggal
ketika jasa pekerja selanjutnya tidak akan menghasilkan jumlah imbalan yang material di bawah
program tersebut. Karena perubahan kebijakan akuntansi ini, pada tanggal 1 Januari 2022, liabilitas
imbalan kerja karyawan menurun sebesar Rp37.352, yang dianggap tidak material bagi Kelompok
Usaha sehingga efeknya dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian tahun berjalan.
Laba per saham Rugi per saham dihitung dengan membagi rugi tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang Earnings per share
saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Page 20
Pelaporan segmen Segmen adalah bagian khusus dari Kelompok Usaha yang terlibat baik dalam menyediakan produk Segment reporting
(segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen
geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya. Pendapatan, beban,
hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu
segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut.
Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Kelompok Usaha, dieliminasi.
Kombinasi bisnis Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi Business combination
diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan
jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, Kelompok Usaha
memilih apakah mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada
proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya
akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disertakan dalam beban administrasi. Kelompok Usaha
menentukan bahwa mereka telah mengakuisisi bisnis ketika rangkaian aktivitas dan aset yang
diakuisisi mencakup input dan proses substantif yang bersama-sama secara signifikan berkontribusi
pada kemampuan untuk menghasilkan output. Proses yang diperoleh adalah substantif jika penting
bagi kemampuan untuk terus menghasilkan output, dan input yang diperoleh mencakup tenaga kerja
yang terorganisir dengan keterampilan, pengetahuan, atau pengalaman yang diperlukan untuk
melakukan proses itu atau secara signifikan berkontribusi pada kemampuan untuk terus menghasilkan
output dan dianggap unik atau langka atau tidak dapat diganti tanpa biaya, usaha, atau penundaan
yang signifikan dalam kemampuan untuk terus menghasilkan output. Ketika melakukan akuisisi atas
sebuah bisnis, Kelompok Usaha mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan yang diperoleh
dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi
dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi. Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan
secara bertahap, Kelompok Usaha mengukur kembali kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya
pada pihak yang diakuisisi pada nilai wajar tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian
yang dihasilkan. Setiap imbalan kontinjensi yang akan ditransfer oleh perusahaan pengakuisisi akan
diakui pada nilai wajar pada tanggal akuisisi. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas
tidak diukur kembali dan penyelesaian selanjutnya adalah diperhitungkan dalam ekuitas. Imbalan
kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yaitu instrumen keuangan dan dalam
lingkup PSAK 71, diukur pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi
sesuai dengan PSAK 71. Imbalan kontinjensi lain yang tidak termasuk dalam PSAK 71 diukur sebesar
nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan dengan perubahan nilai wajar yang diakui pada laba rugi.
Bila pencatatan awal kombinasi bisnis belum dapat diselesaikan pada tanggal pelaporan, Kelompok
Usaha melaporkan jumlah sementara bagi pos yang pencatatannya belum dapat diselesaikan tersebut.
Periode pengukuran adalah periode setelah tanggal akuisisi yang didalamnya Kelompok Usaha dapat
melakukan penyesuaian atas jumlah sementara yang diakui dalam kombinasi bisnis tersebut. Selama
periode pengukuran, Kelompok Usaha mengakui penambahan aset atau liabilitas bila terdapat
informasi terbaru yang diperoleh mengenai fakta dan keadaan pada tanggal akuisisi, yang bila
diketahui pada saat itu, akan menyebabkan pengakuan atas aset dan liabilitas pada tanggal tersebut.
Periode pengukuran berakhir pada saat pengakuisisi menerima informasi yang diperlukan mengenai
fakta dan keadaan pada tanggal akuisisi atau mengetahui bahwa informasi lainnya tidak dapat
diperoleh, namun tidak lebih dari satu tahun dari tanggal akuisisi. Kombinasi bisnis entitas
sepengendali Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan
kepentingan, di mana selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dengan jumlah tercatat aset neto
entitas yang diakuisisi diakui sebagai bagian dari akun "Tambahan Modal Disetor" pada laporan posisi
Page 21
keuangan konsolidasian. Dalam menerapkan metode penyatuan kepentingan tersebut, unsur-unsur
laporan keuangan dari entitas yang bergabung disajikan seolah-olah penggabungan tersebut telah
terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam kesepengendalian.
Penentuan nilai wajar Kelompok Usaha mengukur aset keuangan dan liabilitas keuangan, pada nilai wajar setiap tanggal Determination of fair value
pelaporan. Kelompok Usaha juga mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan
liabilitas yang diperoleh melalui kombinasi bisnis pada nilai wajar. Kelompok Usaha juga mengukur
jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas (?UPK?) tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya
pelepasan, dan aset keuangan tertentu pada Nilai Wajar melalui Penghasilan Komprehensif Lain
(?NWPKL?). Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang
akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas terjadi: i) Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau ii) Jika tidak
terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Pasar
utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Kelompok Usaha.
Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku
pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar
bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya. Pengukuran nilai wajar dari suatu aset nonkeuangan
memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan
menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada
pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang
memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat
diamati (observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati
(unobservable). Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan
keuangan konsolidasian dikategorikan dalam hierarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input)
paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut: i)
Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran. ii) Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan
tingkat masukan (input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang
dapat diamati (observable) baik secara langsung atau tidak langsung. iii) Level 3 - Teknik penilaian
yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran
nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable).
Aset hak guna Pada tanggal permulaan kontrak, Kelompok Usaha menilai apakah kontrak merupakan, atau Right of use assets
mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu
untuk dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk
mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Kelompok Usaha harus menilai apakah: 1. Kelompok
Usaha memiliki hak untuk mengoperasikan aset; 2. Kelompok Usaha telah mendesain aset dengan
cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan digunakan selama periode
penggunaan. Pada tanggal awal kontrak atau pada saat penilaian kembali suatu kontrak yang
mengandung suatu komponen sewa, Kelompok Usaha mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke
masing-masing komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi: Pembayaran tetap,
termasuk pembayaran tetap secara-substansi; Pembayaran sewa variabel yang bergantung pada
suatu indeks atau suku bunga, yang pada awalnya diukur dengan menggunakan indeks atau suku
bunga pada tanggal permulaan; Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan dalam jaminan nilai
residual; dan Harga eksekusi opsi beli di mana Kelompok Usaha cukup pasti untuk mengeksekusi opsi
Page 22
tersebut, pembayaran sewa dalam periode perpanjangan opsional jika Kelompok Usaha cukup pasti
untuk mengeksekusi opsi perpanjangan, dan penalti untuk penghentian dini dari sewa kecuali jika
Kelompok Usaha cukup pasti untuk tidak mengakhiri lebih dini. Kelompok Usaha mengakui aset hak
guna dan liabilitas sewa pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak guna awalnya diukur pada biaya
perolehan, yang terdiri dari jumlah pengukuran awal dari liabilitas sewa disesuaikan dengan
pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya
langsung awal yang dikeluarkan, dan estimasi biaya untuk membongkar dan memindahkan aset
pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar atau tempat di mana aset berada, dikurangi insentif
sewa yang diterima. Aset hak guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari
tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak guna atau akhir
masa sewa. Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal
permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga
tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada
umumnya, Kelompok Usaha menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat diskonto.
Goodwill Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih Goodwill
nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari aset
teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut lebih rendah dari
nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui pada laba rugi sebagai
keuntungan dari pembelian dengan diskon setelah sebelumnya manajemen melakukan penilaian atas
identifikasi dan nilai wajar dari aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Setelah pengakuan
awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan
pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi
dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (UPK) dari Kelompok Usaha yang diharapkan akan
bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang
diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut. Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi
tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang
dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan
atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif
operasi yang dihentikan terhadap bagian dari UPK yang ditahan.
Investasi pada entitas asosiasi Entitas asosiasi adalah suatu entitas di mana Kelompok Usaha mempunyai pengaruh yang signifikan. Investment in associates
Investasi pada entitas asosiasi diukur dengan menggunakan metode ekuitas, di mana nilai perolehan
investasi ditambah atau dikurang dengan bagian Kelompok Usaha atas aset neto entitas asosiasi,
termasuk penerimaan dividen dari entitas asosiasi sejak tanggal perolehan. Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian mencerminkan bagian Kelompok Usaha atas hasil
operasi dari entitas asosiasi. Bila terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas
asosiasi, Kelompok Usaha mengakui bagiannya atas perubahan tersebut dan mengungkapkan hal ini,
jika relevan dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Laba atau rugi yang belum direalisasi
sebagai hasil dari transaksi-transaksi antara Kelompok Usaha dengan entitas asosiasi dieliminasi pada
jumlah sesuai dengan kepentingan dalam entitas asosiasi. Kelompok Usaha mengakui laba
perusahaan asosiasi yang ditunjukkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian. Ini adalah keuntungan yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan asosiasi,
oleh karena itu, laba setelah pajak. Jika bagian Kelompok Usaha atas kerugian perusahaan asosiasi
sama dengan atau melebihi bagian kepemilikannya dalam perusahaan asosiasi, maka Kelompok
Usaha menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih lanjut. Setelah bagian Kelompok Usaha
diturunkan hingga nihil, tambahan kerugian dicadangkan dan liabilitas diakui, hanya sepanjang
Kelompok Usaha mempunyai kewajiban konstruktif atau hukum atau melakukan pembayaran atas
nama entitas asosiasi. Jika entitas asosiasi selanjutnya melaporkan laba, Kelompok Usaha mengakui
Page 23
bagiannya atas laba tersebut hanya setelah bagiannya atas laba tersebut sama dengan bagian atas
kerugian yang belum diakui. Laporan keuangan entitas asosiasi disusun berdasarkan periode
pelaporan yang sama dengan Kelompok Usaha. Setelah penerapan metode ekuitas, Kelompok Usaha
menentukan apakah diperlukan untuk mengakui tambahan rugi penurunan nilai atas investasi
Kelompok Usaha dalam entitas asosiasi. Kelompok Usaha menentukan pada setiap tanggal pelaporan
apakah terdapat bukti yang objektif yang mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas asosiasi
mengalami penurunan nilai. Dalam hal ini, Kelompok Usaha menghitung jumlah penurunan nilai
berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas asosiasi dan nilai
tercatatnya dan mengakuinya dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian.
Aset takberwujud Aset tak berwujud yang diperoleh secara terpisah diukur pada pengakuan awal sebesar biaya Intangible assets
perolehan. Setelah pengakuan awal, aset tak berwujud dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi
dengan akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Aset tak berwujud adalah
berupa pengembangan aplikasi, pengembangan sistem, perangkat lunak, lisensi merek dagang, dan
trademark termasuk seluruh biaya langsung terkait persiapan untuk tujuan penggunaan. Aset tak
berwujud diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) sesuai dengan
masa manfaat sebagai berikut: Piranti lunak (4 tahun), Pengembangan desain dan konsep toko (8
tahun), Lisensi (20 tahun). Aset tak berwujud, merek dagang memiliki umur manfaat tidak terbatas dan
tidak diamortisasi. Pada setiap akhir periode pelaporan, umur manfaat dan metode amortisasi dikaji
oleh manajemen Kelompok Usaha, dan jika diperlukan akan disesuaikan secara prospektif.
Beban dibayar dimuka Biaya sewa dibayar di muka diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line Prepaid expenses
method) selama jangka waktu sewa. Bagian sewa yang akan dibebankan pada usaha dalam 1 (satu)
tahun disajikan dalam akun ?Bagian Lancar Biaya Sewa Dibayar di Muka? pada laporan posisi
keuangan konsolidasian.
Instrumen keuangan Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan bagi satu entitas dan Financial instruments
liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain. Aset Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal
Pada pengakuan awal, Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah biaya
transaksi, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi (NWLR). Piutang
usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan, di mana Kelompok Usaha telah
menerapkan cara praktis, yaitu diukur pada harga transaksi yang ditentukan sesuai PSAK 72. Agar
aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau NWPKL, aset
keuangan harus menghasilkan arus kas yang Semata dari Pembayaran Pokok dan Bunga (SPPB) dari
jumlah pokok terutang. Penilaian ini disebut sebagai uji SPPB dan dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis Kelompok Usaha untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana mereka
mengelola aset keuangannya untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus
kas akan dihasilkan dari penerimaan arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya.
Pengukuran Selanjutnya Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam
empat kategori: ? Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang), ? Aset
keuangan pada NWPKL dengan reklasifikasi ke keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang),
? Aset keuangan pada NWPKL tanpa reklasifikasi ke keuntungan dan kerugian kumulatif atas
pelepasan (instrumen ekuitas), dan ? NWLR. Pengukuran selanjutnya dari aset keuangan tergantung
kepada klasifikasi masing-masing aset keuangan seperti berikut ini: Aset keuangan pada biaya
perolehan diamortisasi (instrumen utang) Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya
perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi: ? Aset keuangan dimiliki dalam model
Page 24
bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual, dan ? Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang merupakan SPPB dari jumlah pokok terutang. Pengukuran selanjutnya dari aset keuangan tergantung kepada klasifikasi masing-masing aset keuangan seperti berikut ini: Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif (?SBE?) dan menjadi subjek penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau diturunkan nilainya. Aset keuangan Kelompok Usaha yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi termasuk kas dan setara kas, deposito berjangka, uang jaminan, piutang usaha dan lain-lain, aset kontrak, dan aset tidak lancar lainnya. Aset keuangan pada NWPKL (Instrumen utang) Untuk instrumen utang yang diukur pada NWPKL, pendapatan bunga, revaluasi mata uang asing dan kerugian penurunan nilai atau pembalikan diakui dalam laporan laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama seperti untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui di PKL. Pada saat penghentian pengakuan, perubahan nilai wajar kumulatif yang diakui di PKL direklasifikasi ke laba rugi. Instrumen utang Kelompok Usaha yang diukur pada NWPKL termasuk investasi pada instrumen utang dengan kuotasi yang termasuk dalam aset keuangan tidak lancar lainnya. Aset keuangan pada NWPKL tanpa reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif setelah pelepasan (instrumen ekuitas) Pada pengakuan awal, Kelompok Usaha dapat memilih untuk menetapkan klasifikasi yang takterbatalkan atas investasi pada instrumen ekuitas sebagai NWPKL jika memenuhi definisi ekuitas sesuai PSAK 50 dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan atas basis instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian atas aset keuangan ini tidak pernah direklasifikasi ke laba rugi, dan aset keuangan ini tidak menjadi subjek penurunan nilai. Dividen diakui sebagai penghasilan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak atas pembayaran telah ditetapkan. Kelompok Usaha memilih untuk mengklasifikasi secara takterbatalkan investasi ekuitas yang tidak terdaftar di bursa masuk dalam kategori ini. Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi (?NWLR?) Aset keuangan pada NWLR tercatat dalam laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan perubahan neto nilai wajar yang diakui dalam laporan laba rugi. Kategori ini termasuk instrumen derivatif dan investasi ekuitas yang diperdagangkan di bursa efek yang mana oleh Kelompok Usaha diklasifikasikan secara takterbatalkan pada NWPKL. Dividen atas investasi ekuitas yang tercatat di bursa diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laporan laba rugi pada saat hak atas pembayaran telah ditetapkan. Derivatif melekat dalam kontrak hibrida, dengan liabilitas keuangan atau kontrak utama non-keuangan, dipisahkan dari kontrak utamanya dan dicatat sebagai derivatif terpisah jika: karakteristik ekonomi dan risiko tidak berkaitan erat dengan kontrak utamanya; instrumen terpisah dengan persyaratan yang sama dengan derivatif melekat akan memenuhi definisi derivatif; dan kontrak hibrida ini tidak diukur pada NWLR. Derivatif melekat diukur pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi. Penilaian ulang hanya terjadi jika terdapat perubahan baik dalam persyaratan kontrak yang secara signifikan mengubah arus kas yang sebaliknya akan diperlukan, atau reklasifikasi aset keuangan diluar dari kategori NWLR. Penghentian Pengakuan Aset keuangan (atau, sesuai dengan kondisinya, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapuskan dari laporan posisi keuangan konsolidasian Kelompok Usaha) ketika: ? Hak untuk menerima arus kas dari aset telah berakhir, atau ? Kelompok Usaha telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa penundaan yang material kepada pihak ketiga berdasarkan kesepakatan ?pass-through?, dan salah satu dari (a) Kelompok Usaha telah mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Kelompok Usaha tidak mengalihkan maupun tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat atas aset, tetapi telah mengalihkan kendali
Page 25
atas aset. Ketika Kelompok Usaha telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah menandatangani kesepakatan ?pass-through?, Kelompok Usaha mengevaluasi jika, dan sejauh mana, Kelompok Usaha masih mempertahankan risiko dan manfaat atas kepemilikan aset. Ketika Kelompok Usaha tidak mengalihkan maupun seluruh risiko dan manfaat atas aset dipertahankan secara substansial, maupun tidak mengalihkan kendali atas aset, Kelompok Usaha tetap mengakui aset yang dialihkan sebesar keterlibatan berkelanjutannya. Dalam kasus tersebut, Kelompok Usaha juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur dengan basis yang mencerminkan hak dan kewajiban yang masih dipertahankan oleh Kelompok Usaha. Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer, diukur pada nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat awal aset dan jumlah maksimum imbalan yang dibutuhkan oleh Kelompok Usaha untuk membayar kembali. Penurunan Nilai Kelompok Usaha mengakui penyisihan Kerugian Kredit Ekspektasian (?KKE?) untuk semua instrumen utang yang bukan diukur pada NWLR dan kontrak jaminan keuangan. KKE ditentukan atas perbedaan antara arus kas kontraktual menurut kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima oleh Kelompok Usaha, yang didiskontokan dengan perkiraan SBE orisinal. Arus kas yang diharapkan mencakup setiap arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perbaikan kredit lainnya yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam ketentuan kontrak. KKE diakui dalam dua tahap. Bila belum terdapat peningkatan risiko kredit signifikan sejak pengakuan awal, KKE diakui untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (KKE 12 bulan). Namun, bila telah terdapat peningkatan signifikan risiko kredit sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diakui untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur aset, tanpa mempertimbangkan waktu gagal bayar (KKE sepanjang umurnya). Karena piutang usaha dan piutang lain-lainnya tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Kelompok Usaha menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan KKE. Oleh karena itu, Kelompok Usaha tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit, namun justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan KKE sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan. Kelompok Usaha membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan dengan perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi. Untuk instrumen utang pada NWPKL, Kelompok Usaha menerapkan risiko kredit rendah yang disederhanakan. Setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha mengevaluasi apakah instrumen utang tersebut dianggap memiliki risiko kredit rendah dengan menggunakan semua informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau usaha yang berlebihan. Dalam melakukan evaluasi tersebut, Kelompok Usaha menilai kembali peringkat kredit internal dari instrumen utang tersebut. Selain itu, Kelompok Usaha mempertimbangkan bahwa telah terjadi peningkatan risiko kredit secara signifikan ketika pembayaran kontraktual lebih dari tanggal jatuh tempo. Kelompok Usaha menganggap aset keuangan dalam gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah lewat dari tanggal jatuh tempo. Namun, dalam kasus tertentu, Kelompok Usaha juga dapat mempertimbangkan aset keuangan menjadi gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa besar kemungkinan Kelompok Usaha tidak menerima jumlah kontraktual terutang secara penuh sebelum memperhitungkan perbaikan kredit yang dimiliki oleh Kelompok Usaha. Aset keuangan dihapuskan jika tidak terdapat ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual. Liabilitas Keuangan Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada NWLR, utang dan pinjaman atau derivatif ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai pada lindung nilai yang efektif, sesuai dengan kondisinya. Semua liabilitas keuangan diakui pada nilai wajar saat pengakuan awal dan, dalam hal liabilitas keuangan dilklasifikasi sebagai utang dan pinjaman, diakui pada nilai wajar setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Kelompok Usaha menetapkan liabilitas keuangannya sebagai utang dan pinjaman, seperti utang bank, utang usaha, utang lain-lain, liabilitas
Page 26
imbalan kerja jangka pendek, beban akrual, liabilitas sewa, liabilitas kontrak. Pengukuran Selanjutnya
Pengukuran selanjutnya dari liabilitas keuangan ditentukan oleh klasifikasinya sebagai berikut:
Liabilitas keuangan pada NWLR Liabilitas keuangan yang diukur pada NWLR mencakup liabilitas
keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang diukur pada NWLR yang
ditetapkan saat pengakuan awal. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
diperdagangkan, jika liabilitas keuangan tersebut diperoleh untuk tujuan dibeli kembali dalam waktu
dekat. Kategori ini juga mencakup instrumen keuangan derivatif yang dilakukan oleh Kelompok Usaha
di mana instrumen derivatif tersebut tidak ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam hubungan
lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 71. Derivatif melekat yang dipisahkan juga
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali ditetapkan sebagai instrumen lindung
nilai yang efektif. Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui
dalam laporan laba rugi. Liabilitas keuangan yang diukur pada NWLR yang ditetapkan saat pengakuan
awal harus memenuhi kriteria dalam PSAK 71 dan ditetapkan pada tanggal pengakuan awal.
Kelompok Usaha tidak menetapkan liabilitas keuangan apapun sebagai liabilitas yang diukur pada
NWLR. Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (Utang dan pinjaman) (i) Utang dan
Pinjaman Jangka Panjang yang Dikenakan Bunga Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman
jangka panjang yang berbunga diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan
metode SBE. Pada tanggal pelaporan, biaya bunga yang masih harus dibayar dicatat secara terpisah,
dari pokok pinjaman terkait, dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan dan kerugian diakui
pada laba rugi ketika liabilitas dihentikan pengakuannya maupun melalui proses amortisasi
menggunakan metode SBE. Biaya amortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskonto
atau premium atas akusisi dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE.
Amortisasi SBE dicatat sebagai beban keuangan pada laba rugi. (ii) Utang dan Akrual Liabilitas untuk
utang usaha dan utang lain-lain jangka pendek, beban akrual, liabilitas kontrak dan liabilitas imbalan
kerja jangka pendek dinyatakan sebesar jumlah tercatat (jumlah nosional), yang kurang lebih sebesar
nilai wajarnya Penghentian Pengakuan Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat
kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak berakhir atau dibatalkan atau kedaluwarsa. Ketika sebuah
liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas
persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut
secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai
penghentian pengakuan liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan
selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi. Saling
Hapus Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya
disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak secara
hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan
tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Peristiwa setelah tanggal pelaporan yang memberikan tambahan informasi mengenai posisi keuangan Events after reporting period
Kelompok Usaha pada tanggal pelaporan (peristiwa penyesuai), jika ada, dicerminkan dalam laporan
keuangan. Peristiwa setelah tanggal pelaporan yang bukan peristiwa penyesuaian diungkapkan dalam
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian, jika material.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Berikut ini adalah beberapa standar akuntansi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif Keuangan (?DSAK?) yang dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha namun effective
belum berlaku efektif untuk laporan keuangan konsolidasian tahun 2022: Mulai efektif pada atau
Page 27
setelah 1 Januari 2023 1) Amendemen PSAK 16: Aset Tetap - Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan Amendemen ini tidak memperbolehkan entitas untuk mengurangi suatu hasil penjualan item yang diproduksi saat membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset dapat beroperasi sesuai dengan intensi manajemen dari biaya perolehan suatu aset tetap. Sebaliknya, entitas mengakui hasil dari penjualan item-item tersebut, dan biaya untuk memproduksi item-item tersebut, dalam laba rugi. Amendemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023 dan diterapkan secara retrospektif untuk aset tetap yang tersedia untuk digunakan pada atau setelah awal dari periode sajian paling awal di mana entitas pertama kali menerapkan amendemen tersebut. Amandemen tersebut diperkirakan tidak akan berdampak material terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha. 2) Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang. Amendemen menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang. Amendemen tersebut menjelaskan: ? Apa yang dimaksud dengan hak untuk menangguhkan penyelesaian ? Bahwa hak entitas untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas harus ada pada akhir periode pelaporan. ? Klasifikasi tersebut tidak terpengaruh oleh kemungkinan bahwa entitas akan menggunakan haknya untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas. ? Hanya jika suatu derivatif melekat dalam liabilitas konvertibel merupakan instrumen ekuitas saja, penggunaan frasa liabilitas tidak akan memengaruhi klasifikasinya. Amandemen tersebut diekspektasikan tidak akan berdampak material terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha. 3) Amendemen PSAK 1: Penyajian laporan keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi Amendemen ini memberikan panduan dan contoh untuk membantu entitas menerapkan pertimbangan materialitas dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amendemen tersebut bertujuan untuk membantu entitas menyediakan pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih berguna dengan mengganti persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan' entitas dengan persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' entitas dan menambahkan panduan tentang bagaimana entitas menerapkan konsep materialitas dalam membuat keputusan tentang pengungkapan kebijakan akuntansi Penerapan dini untuk amandemen ini diperkenankan. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pengungkapan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. 4) Amendemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan terkait Definisi Estimasi Akuntansi Amendemen tersebut memperkenalkan definisi 'estimasi akuntansi' dan mengklarifikasi perbedaan antara perubahan estimasi akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan. Amendemen tersebut juga mengklarifikasi bagaimana entitas menggunakan teknik pengukuran dan input untuk mengembangkan estimasi akuntansi. Penerapan dini untuk amandemen ini diperkenankan. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pengungkapan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. 5) Amendemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas Yang Timbul Dari Transaksi Tunggal Amendemen ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun liabilitas pajak tangguhan pada saat pengakuan awalnya sebagai contoh dari transaksi sewa, untuk mengeliminasi perbedaan praktik saat ini atas transaksi tersebut dan transaksi lain yang serupa. Penerapan dini untuk amandemen ini diperkenankan. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pengungkapan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2024 1) Amendemen PSAK 1: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan Amendemen ini mengklarifikasi bahwa hanya kovenan yang harus dipatuhi entitas pada atau sebelum tanggal pelaporan yang akan memengaruhi klasifikasi liabilitas sebagai lancar atau tidak lancar. Amendemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 dengan penerapan dini diperkenankan. Entitas menerapkan amendemen PSAK 1
Page 28
(Oktober 2020) tentang klasifikasi liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang pada periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 secara retrospektif sesuai dengan PSAK 25. Jika entitas menerapkan amendemen PSAK 1 (Oktober 2020) pada periode yang lebih awal setelah terbitnya amendemen PSAK 1 (Desember 2022) tentang liabilitas jangka panjang dengan kovenan, maka entitas juga menerapkan amendemen PSAK 1 (Desember 2022) pada periode tersebut. Jika entitas menerapkan amendemen PSAK 1 (Oktober 2020) untuk periode sebelumnya, maka entitas mengungkapkan fakta tersebut. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak dari amendemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha. 2) Amendemen PSAK 73: Liabilitas Sewa dalam Jual Beli dan Sewa balik Amendemen PSAK 73 Sewa menetapkan persyaratan yang digunakan penjual-penyewa dalam mengukur kewajiban sewa yang timbul dalam transaksi jual beli dan sewa-balik, untuk memastikan penjual-penyewa tidak mengakui jumlah setiap keuntungan atau kerugian yang terkait dengan hak guna yang dipertahankan. Amendemen berlaku secara retrospektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan dini diperkenankan. Kelompok Usaha saat ini sedang menilai dampak dari amendemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pelaporan keuangan Kelompok Usaha.
Page 29
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Current Year
30 June 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal Penambahan aset Pengurangan aset Aset tetap, akhir
Reklasifikasi aset tetap
periode tetap tetap periode
Property, plant, and Reclassifications of Property, plant, and
Addition in property, Disposals in property,
equipment, beginning property, plant, and equipment, end
plant, and equipment plant, and equipment
period equipment period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 896,257 896,257 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan Building and leasehold
fasilitasnya, dimiliki 618,738 23,911 ( 2,278 ) 640,371 improvement, directly
langsung owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 1,197,871 36,552 ( 12,291 ) 808 1,222,940 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
43,619 ( 2,715 ) 40,904
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 2,756,485 60,463 ( 17,284 ) 808 2,800,472 Directly owned
Bangunan, dalam Building, assets under
48,584 39,131 ( 85,372 ) ( 808 ) 1,535
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
48,584 39,131 ( 85,372 ) ( 808 ) 1,535
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
2,805,069 99,594 ( 102,656 ) 0 2,802,007
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 298,298 26,396 ( 154 ) 324,540 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 711,166 77,566 ( 9,821 ) 778,911 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
19,206 3,622 ( 2,715 ) 20,113
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 1,028,670 107,584 ( 12,690 ) 1,123,564 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
1,028,670 107,584 ( 12,690 ) 1,123,564
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
1,776,399 1,678,443
equipment
Page 30
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal Penambahan aset Pengurangan aset Aset tetap, akhir
Reklasifikasi aset tetap
periode tetap tetap periode
Property, plant, and Reclassifications of Property, plant, and
Addition in property, Disposals in property,
equipment, beginning property, plant, and equipment, end
plant, and equipment plant, and equipment
period equipment period
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 896,257 896,257 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan Building and leasehold
fasilitasnya, dimiliki 590,088 46,251 ( 17,601 ) 618,738 improvement, directly
langsung owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 1,098,938 98,668 ( 3,997 ) 4,262 1,197,871 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
41,850 4,471 ( 2,468 ) ( 234 ) 43,619
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 2,627,133 149,390 ( 24,066 ) 4,028 2,756,485 Directly owned
Bangunan, dalam Building, assets under
12,208 50,237 ( 9,599 ) ( 4,262 ) 48,584
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
12,208 50,237 ( 9,599 ) ( 4,262 ) 48,584
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
2,639,341 199,627 ( 33,665 ) ( 234 ) 2,805,069
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 281,967 47,948 ( 12,821 ) ( 18,796 ) 298,298 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Perabot dan peralatan Furniture and office
kantor, dimiliki langsung 538,432 157,478 ( 3,540 ) 18,796 711,166 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
14,120 7,684 ( 2,364 ) ( 234 ) 19,206
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 834,519 213,110 ( 18,725 ) ( 234 ) 1,028,670 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
834,519 213,110 ( 18,725 ) ( 234 ) 1,028,670
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
1,804,822 1,776,399
equipment
Page 31
[1611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023, 2022 dan 31 Desember 2022, nilai perolehan aset tetap Kelompok Disclosure of notes for property, plant and
Usaha yang telah disusutkan penuh namun masih digunakan adalah masing-masing sebesar equipment
Rp470.131, Rp343.432, dan Rp400.639.Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Kelompok
Usaha memiliki tanah dengan luas keseluruhan 100.123 meter persegi yang terletak di beberapa kota
di Indonesia, yang merupakan tanah dengan status sertifikat Hak Guna Bangunan (?HGB?). HGB
tersebut akan berakhir pada berbagai tanggal antara tahun 2028 sampai dengan tahun 2045 dan
menurut keyakinan manajemen, hak ini dapat diperpanjang pada saat berakhirnya hak
tersebut.Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP Nirboyo Adiputro, Dwi Apriyanti dan Rekan,
penilai independen, dalam laporannya yang bertanggal 2 November 2021 nilai pasar dari tanah yang
dimiliki oleh Perusahaan adalah sebesar Rp620.763 sedangkan nilai perolehannya adalah sebesar
Rp587.641. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP Nirboyo Adiputro, Dwi Apriyanti dan
Rekan, penilai independen, dalam laporannya yang bertanggal 25 Oktober 2021, nilai pasar dari tanah
yang dimiliki oleh GDPu yang ditentukan dengan menggunakan metode pendekatan nilai pasar adalah
sebesar Rp440.318 sedangkan nilai perolehannya adalah sebesar Rp306.869. Pada tanggal 31
Desember 2022, aset dalam penyelesaian Perusahaan merupakan pembangunan gudang di Kawasan
Marunda Industrial Center yang terletak di Bekasi, Jawa Barat. Dimana pada tanggal 31 Mei 2023
berdasarkan Perjanjian No. 013A/MMJ-LEG/FIN/PKS/V/2023 seluruh aset tersebut dialihkan kepada
PT Mekar Multi Jasa dengan nilai sebesar Rp85.372. Kelompok Usaha mengasuransikan aset tetap
terhadap risiko kerugian karena kebakaran dan lainnya pada tanggal 30 Juni 2023 kepada PT Sunday
Insurance Indonesia, PT Asuransi Ramayana Tbk., PT Asuransi Wahana Tata, PT Redoura Prima
Indonesia, PT Axa Mandiri Financial Services, pihak ketiga dan PT Asuransi Umum BCA, pihak
berelasi, dengan total pertanggungan sebesar Rp1.003.237 dan kepada kepada PT KSK Insurance
Indonesia, PT Asuransi Ramayana Tbk., PT Asuransi Wahana Tata, PT Redoura Prima Indonesia, PT
Axa Mandiri Financial Services, PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk., pihak ketiga dan PT Asuransi
Umum BCA, pihak berelasi, pada tanggal 31 Desember 2022 dengan total pertanggungan
masing-masing sebesar Rp1.006.599. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut
cukup untuk melindungi Kelompok Usaha terhadap kemungkinan kerugian tersebut.Manajemen
berkeyakinan tidak terdapat indikasi penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022.
Page 32
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Current Year
30 June 2023
Aset hak guna Right of use assets
Penurunan
Aset hak guna, Penambahan aset hak Pengurangan aset hak Aset hak guna,
(pemulihan) nilai aset
periode awal guna guna periode akhir
hak guna
Right of use assets, Addition in right of use Disposals in right of use Impairment (recovery) Right of use assets,
beginning period assets assets of right of use assets end period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak Building, right of use Carrying amount, gross
980,639 107,986 ( 7,556 ) ( 283 ) 1,080,786
guna assets
Aset hak guna 980,639 107,986 ( 7,556 ) ( 283 ) 1,080,786 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak Building, right of use Carrying amount,
498,128 102,903 ( 3,598 ) 597,433
guna assets accumulated depreciation
Aset hak guna 498,128 102,903 ( 3,598 ) 597,433 Right of use assets
Nilai perolehan Aset hak guna 482,511 483,353 Right of use assets Carrying amount
Page 33
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset hak guna Right of use assets
Penurunan
Aset hak guna, Penambahan aset hak Pengurangan aset hak Aset hak guna,
(pemulihan) nilai aset
periode awal guna guna periode akhir
hak guna
Right of use assets, Addition in right of use Disposals in right of use Impairment (recovery) Right of use assets,
beginning period assets assets of right of use assets end period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak Building, right of use Carrying amount, gross
835,080 164,821 ( 16,458 ) ( 2,804 ) 980,639
guna assets
Aset hak guna 835,080 164,821 ( 16,458 ) ( 2,804 ) 980,639 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak Building, right of use Carrying amount,
319,175 191,566 ( 12,613 ) 498,128
guna assets accumulated depreciation
Aset hak guna 319,175 191,566 ( 12,613 ) 498,128 Right of use assets
Nilai perolehan Aset hak guna 515,905 482,511 Right of use assets Carrying amount
Page 34
[1612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset hak guna Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat aset hak guna yang dijadikan Disclosure of notes for right of use assets
sebagai jaminan ataupun tidak terpakai. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Kelompok
Usaha mengindikasikan terjadinya penurunan nilai aset hak guna tertentu dan melakukan penyisihan
penurunan nilai aset hak guna sebesar Rp3.870 dan Rp3.587.
Page 35
[1616000] Notes to the financial statements - Revenue By Parties - General
Industry
Catatan untuk pendapatan berdasarkan Notes for revenue by parties
pihak
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan Penjualan dan
Nama pihak
pendapatan usaha pendapatan usaha
Party name Sales and revenue Sales and revenue
Pihak berelasi 1 PT Djarum 40,231 33,951 Related party 1
Pihak berelasi 2 PT Hartono Istana Related party 2
9,027 6,121
Teknologi
Pihak berelasi 3 PT Bank Central Related party 3
7,925 2,917
Asia Tbk.
Pihak berelasi 4 PT Global Media Related party 4
7,173 14,465
Visual
Pihak berelasi 5 PT BCA Finance 2,584 387 Related party 5
Pihak berelasi 6 PT Bank Digital Related party 6
1,990 0
BCA
Pihak berelasi lainnya Pihak berelasi Other related parties
496 270
lainnya
Pihak berelasi 69,426 58,111 Related parties
Pihak ketiga lainnya Pihak ketiga Other third parties
7,706,159 6,653,630
lainnya
Pihak ketiga 7,706,159 6,653,630 Third parties
Tipe pihak 7,775,585 6,711,741 Type of parties
Page 36
[1616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas pendapatan Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 2022, tidak terdapat Disclosure of notes for revenue
pendapatan kepada pelanggan yang total kumulatif individual melebihi 10% dari pendapatan neto
konsolidasian.
Page 37
[1620100] Notes to the financial statements - Trade receivables, by currency - General Industry
Piutang usaha berdasarkan mata uang Trade receivables by currency
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, Trade receivables,
impairment of trade Trade receivables impairment of trade Trade receivables
gross gross
receivables receivables
Pihak ketiga IDR 1,035,420 921,849 IDR Third party
SGD 149,078 113,897 SGD
Mata uang 1,184,498 ( 66,139 ) 1,118,359 1,035,746 ( 61,411 ) 974,335 Currency
Pihak berelasi IDR 84,796 17,402 IDR Related party
Mata uang 84,796 ( 522 ) 84,274 17,402 ( 215 ) 17,187 Currency
Page 38
[1620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - General Industry
Piutang usaha berdasarkan umur Trade receivables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, Trade receivables,
impairment of trade Trade receivables impairment of trade Trade receivables
gross gross
receivables receivables
Belum jatuh tempo Umur 800,645 574,076 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 184,946 196,260 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 37,993 73,107 31 - 60 days
61 - 90 hari 21,216 89,478 61 - 90 days
Lebih dari 90 hari 224,494 120,227 More than 90 days
Umur 468,649 479,072 Aging
Jatuh tempo Umur 1,269,294 ( 66,661 ) 1,202,633 1,053,148 ( 61,626 ) 991,522 Aging Due status
Page 39
[1620300] Notes to the financial statements - Trade receivables, by list of counterparty - General Industry
Rincian piutang usaha berdasarkan rincian pihak Trade receivables by list of counterparty
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Nama pihak, Piutang usaha, Piutang usaha,
penurunan nilai Piutang usaha penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha kotor kotor
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Counterparty name, Trade receivables, Trade receivables,
impairment of trade Trade receivables impairment of trade Trade receivables
trade receivables gross gross
receivables receivables
Pihak ketiga Pihak lainnya Pihak ketiga Others, counterparty Third party
1,184,498 1,035,746
lainnya
Rincian pihak 1,184,498 ( 66,139 ) 1,118,359 1,035,746 ( 61,411 ) 974,335 List of counterparty
Pihak berelasi Pihak 1 PT Hartono Rank 1, counterparty Related party
67,047 1,103
Istana Teknologi
Pihak 2 PT Bank Central Rank 2, counterparty
9,156 9,757
Asia Tbk.
Pihak 3 PT Djarum 5,252 3,848 Rank 3, counterparty
Pihak 4 PT Global Rank 4, counterparty
1,564 1,553
Media Visual
Pihak 5 PT Bank Digital Rank 5, counterparty
1,426 800
BCA
Pihak lainnya Pihak berelasi Others, counterparty
351 341
lainnya
Rincian pihak 84,796 ( 522 ) 84,274 17,402 ( 215 ) 17,187 List of counterparty
Page 40
[1620500] Notes to the financial statements - Trade receivable, movement of
allowance for impairment of Trade receivables - General Industry
Pergerakan penurunan nilai piutang Movement of allowance for
usaha impairment of trade receivables
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan penurunan nilai Allowance for impairment of
piutang usaha, awal periode 61,626 38,514 trade receivables, beginning
period
Penambahan penyisihan Addition of allowance for
25,835 44,718
penurunan nilai piutang usaha impairment of trade receivables
Pengurangan mutasi penurunan Reduction of movement of
nilai piutang usaha ( 20,800 ) ( 21,606 ) allowance for impairment of trade
receivables
Dihapusbukukannya cadangan Written off of movement of
penurunan nilai piutang usaha (0) ( 0 ) allowance for impairment of trade
receivables
Penyisihan penurunan nilai Allowance for impairment of
piutang usaha, akhir periode 66,661 61,626 trade receivables, ending
period
Page 41
[1621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas piutang usaha Seluruh piutang usaha tidak dikenakan jaminan dan bunga. Berdasarkan penelaahan atas kolektibilitas Disclosure of notes for trade receivables
piutang usaha, manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa penyisihan kerugian kredit
ekspektasian nilai piutang usaha cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak
tertagihnya piutang usaha.
Page 42
[1630000] Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 June 2023 31 December 2022
Barang dagang 1,769,938 1,400,809 Merchandise inventory
Lainnya 35,360 78,245 Other inventories
Persediaan, kotor 1,805,298 1,479,054 Inventories, gross
Cadangan penurunan nilai Allowance for impairment
( 134,299 ) ( 124,388 )
persediaan of inventories
Persediaan 1,670,999 1,354,666 Inventories
Persediaan lancar 1,670,999 1,354,666 Current inventories
Mutasi cadangan penurunan nilai Movement of allowance for
persediaan impairment of inventories
30 June 2023 31 December 2022
Saldo awal Penyisihan Allowance for Impairment of
124,388 71,566
Penurunan Nilai Persediaan Inventories, beginning balance
Kenaikan/(penurunan) cadangan Increase/(decrease) for
penurunan nilai persediaan 9,911 52,822 allowance for impairment of
inventories
Saldo akhir Penyisihan Allowance for Impairment of
134,299 124,388
Penurunan Nilai Persediaan Inventories, ending balance
Page 43
[1632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, persediaan entitas anak, RANC, berupa barang Disclosure of notes for inventories
konsumsi dengan nilai Rp105.700 dijadikan jaminan untuk utang bank jangka pendek (Catatan 16).
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, persediaan telah diasuransikan terhadap risiko
kebakaran dan risiko lainnya oleh PT Sunday Insurance Indonesia, pihak ketiga, dengan nilai
pertanggungan sekitar Rp1.368.066 dan PT Asuransi Umum BCA, pihak berelasi dengan jumlah
pertanggungan sekitar Rp501.200 (31 Desember 2022: PT KSK Insurance Indonesia, pihak ketiga
dengan jumlah pertanggungan Rp685.101 dan PT Asuransi Umum BCA, pihak berelasi dengan jumlah
pertanggungan sekitar Rp468.000). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut
cukup untuk melindungi Kelompok Usaha terhadap kemungkinan kerugian tersebut. Untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah persediaan diakui sebagai beban pokok pendapatan
masing-masing sebesar Rp6.565.455, Rp6.124.190 dan Rp13.993.129 (Catatan 27). Pada tanggal 30
Juni 2023 dan 31 Desember 2022, manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang muncul.
Page 44
[1640100] Notes to the financial statements - Trade Payable, by currency - General Industry
Utang usaha berdasarkan mata uang Trade payables by currency
30 June 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Pihak ketiga IDR 1,346,341 1,419,395 IDR Third party
AUD 82 98 AUD
EUR 0 0 EUR
HKD 131 0 HKD
SGD 66,824 30,109 SGD
THB 11,534 9,134 THB
USD 31,105 42,227 USD
Mata uang lainnya 16,967 17,701 Other currency
Mata uang 1,472,984 1,518,664 Currency
Pihak berelasi IDR 28,480 3,805 IDR Related party
Mata uang 28,480 3,805 Currency
Page 45
[1640200] Notes to the financial statements - Trade Payable, by aging - General Industry
Utang usaha berdasarkan umur Trade payables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Belum jatuh tempo Umur 1,138,790 1,195,162 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 298,690 284,332 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 29,492 25,354 31 - 60 days
61 - 90 hari 17,101 10,838 61 - 90 days
Lebih dari 90 hari 17,391 6,783 More than 90 days
Umur 362,674 327,307 Aging
Jatuh tempo Umur 1,501,464 1,522,469 Aging Due status
Page 46
[1640300] Notes to the financial statements - Trade Payable, by list of counterparty - General Industry
Rincian utang usaha berdasarkan rincian pihak Trade payables by list of counterparty
31 December
30 June 2023
2022
Nama pihak, utang usaha Utang usaha Utang usaha
Counterparty name, trade
Trade payables Trade payables
payables
Pihak ketiga Pihak lainnya Pihak ketiga lainnya 1,472,984 1,518,664 Others, counterparty Third party
Rincian pihak 1,472,984 1,518,664 List of counterparty
Pihak berelasi Pihak 1 PT Hartono Istana Rank 1, counterparty Related party
26,488 0
Teknologi
Pihak 2 PT Sarana Kencana Rank 2, counterparty
1,023 1,416
Mulya
Pihak 3 PT Grand Indonesia 0 1,062 Rank 3, counterparty
Pihak lainnya Pihak berelasi lainnya 969 1,327 Others, counterparty
Rincian pihak 28,480 3,805 List of counterparty
Page 47
[1641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang usaha Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak ada jaminan yang diberikan oleh Kelompok Disclosure of notes for trade payables
Usaha atas utang usaha.
Page 48
[1670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - General
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 June 2023 30 June 2022
Barang jadi awal 1,479,054 1,344,731 Beginning finish goods inventory
Pembelian barang jadi 6,891,699 6,366,920 Purchased finish goods inventory
Barang jadi akhir 1,805,298 1,587,461 Ending finish goods inventory
Beban pokok pendapatan Other cost of goods sold
19,445 26,794
lainnya
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
6,584,900 6,150,984
pendapatan
Page 49
[1671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas beban pokok Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 2022, tidak terdapat Disclosure of notes for cost of goods sold
penjualan transaksi pembelian persediaan yang dilakukan dengan satu pemasok dengan jumlah pembelian
kumulatif selama tahun tersebut melebihi 10% dari pembelian neto.
Page 50
[1691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Page 51
[1691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Page 52
[1692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Page 53
[1693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
30 June 2023 31 December 2022
Utang bank jangka Utang bank jangka
Utang bank jangka Utang bank jangka
pendek, nilai dalam mata pendek, nilai dalam mata
pendek pendek
uang asing uang asing
Short-term bank loan, Short-term bank loan,
Short term bank loans Short term bank loans
amount in foreign currency amount in foreign currency
Bank Central Asia Tbk IDR 30,000 30,000 IDR Bank Central Asia Tbk
Mata uang 30,000 30,000 Currency
Bank Cimb Niaga Tbk IDR 30,000 20,000 IDR Bank Cimb Niaga Tbk
Mata uang 30,000 20,000 Currency
Bank Btpn Tbk IDR 461,952 IDR Bank Btpn Tbk
Mata uang 461,952 Currency
Bank OCBC Nisp Tbk IDR 30,000 30,000 IDR Bank OCBC Nisp Tbk
Mata uang 30,000 30,000 Currency
Bank lokal lainnya IDR 304,999 5,000 IDR Other local banks
Mata uang 304,999 5,000 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 856,951 85,000 Currency Creditor bank name
Page 54
[1693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka GDN - PT Bank BTPN Tbk. Pada 28 September 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman Disclosure of notes for short-term bank loans
pendek kredit yang bersifat Revolving yang akan jatuh tempo pada tanggal 30 September 2022. Jumlah
maksimum fasilitas ini adalah sebesar Rp2.500.000. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan
operasional. Tingkat suku bunga pinjaman ini adalah 1% ditambah dengan JIBOR (Jakarta Interbank
Offered Rate) per tahun. Pada tanggal 6 April 2022, perjanjian ini diamendemen untuk pertama kalinya
dengan penambahan fasilitas perdagangan sebagai berikut: a. Fasilitas perdagangan bank garansi
dengan nilai maksimum sebesar Rp100.000 b. Commercial letter of credit dengan nilai maksimum
sebesar Rp200.000 c. Fasilitas perdagangan Acceptance dengan nilai maksimum sebesar Rp200.000
Pada tanggal 8 September 2022, perjanjian ini diamendemen untuk kedua kalinya dengan perubahan
kenaikan limit fasilitas menjadi Rp4.000.000 dan akan jatuh tempo pada tanggal 29 September 2023.
Perjanjian kredit ini kembali diamendemen untuk ketiga kalinya pada tanggal 13 Desember 2022
dengan perubahan beberapa fasilitas sebagai berikut: a. Fasilitas pinjaman revolving uncommitted
dengan nilai maksimum sebesar Rp1.500.000. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan operasional.
Tingkat suku bunga pinjaman ini adalah 1% ditambah dengan JIBOR (Jakarta Interbank Offered Rate)
per tahun. b. Fasilitas perdagangan garansi bank dengan nilai maksimum sebesar Rp500.000 c.
Fasilitas perdagangan letter of credit dengan nilai maksimum sebesar Rp500.000 d. Fasilitas
acceptance dengan nilai maksimum sebesar Rp500.000. Fasilitas ini telah diperpanjang hingga tanggal
30 November 2023. Sehubungan dengan fasilitas pinjaman di atas, Perusahaan diwajibkan untuk
mempertahankan ekuitas positif pada setiap saat. Perusahaan telah memenuhi ketentuan tersebut.
Pada tanggal 10 November 2022, Perusahaan telah melunasi fasilitas diatas, sehingga pada tanggal
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak ada saldo terutang untuk fasilitas ini. Pada tanggal 29
Maret 2023, perjanjian ini dinyatakan kembali dengan penambahan entitas anak GDNus, GDNi, GTNi,
dan GAN dengan kesepakatan tanggung jawab secara renteng yang berlaku hingga tanggal 29 Maret
2024. GDN - PT BCA TBk Pada 29 Oktober 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman kredit
yang bersifat Revolving yang akan jatuh tempo pada tanggal 29 Oktober 2022. Jumlah maksimum
fasilitas ini adalah sebesar Rp2.500.000. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan operasional.
Tingkat suku bunga pinjaman ini adalah 1% ditambah dengan JIBOR (Jakarta Interbank Offered Rate)
per tahun. Pada tanggal 29 September 2022, perjanjian ini diamendemen dengan perubahan sebagai
berikut: 1. Fasilitas kredit Time Loan Revolving Uncommitted dengan nilai maksimum sebesar
Rp4.000.000. 2. Fasilitas Kredit Multi yang terdiri dari fasilitas Bank Garansi dan fasilitas Surat Kredit
Berdokumen Dalam Negeri (?SKBDN?) dengan nilai maksimum Rp25.000. 3. Memperpanjang jatuh
tempo menjadi 29 Oktober 2023. Perjanjian kredit ini kembali diamendemen pada tanggal 12
Desember 2022, dengan perubahan sebagai berikut: 1. Fasilitas kredit Time Loan Revolving
Uncommitted dengan nilai maksimum sebesar Rp1.500.000. Tingkat suku bunga pinjaman ini adalah
1% ditambah dengan JIBOR (Jakarta Interbank Offered Rate) per tahun. 2. Fasilitas Kredit Multi yang
terdiri dari fasilitas Bank Garansi, Letter of Credit, dan SKBDN dengan nilai maksimum sebesar
Rp500.000. Selama pinjaman belum dilunasi, Perusahaan harus mempertahankan ekuitas positif pada
setiap saat. Perusahaan telah memenuhi ketentuan tersebut. Pada tanggal 2 Desember 2022,
Perusahaan telah melunasi fasilitas diatas, sehingga pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember
2022, tidak ada saldo terutang untuk fasilitas ini. Perjanjian kredit ini kembali diamandemen pada
Page 55
tanggal 21 Januari 2023, dengan perubahan sebagai berikut: 1. Perubahan tujuan pembukaan fasilitas Bank Garansi dari semula digunakan untuk jaminan pembukaan kontrak kerjasama dengan vendor menjadi untuk jaminan pihak ketiga yang sejalan dengan bisnis Perusahaan. 2. Pencabutan pasal 12 huruf r pada Perjanjian Kredit perihal affirmative covenant terkait syarat pelunasan utang bank pasca aksi korporasi. 3. Penghapusan salah satu negative covenant terkait investasi saham di Halodoc. GTNi - PT Bank BTPN Tbk. Pada tanggal 29 Maret 2023, GTNi memperoleh fasilitas pinjaman kredit yang bersifat Revolving Uncommited dengan kesepakatan tanggung jawab secara renteng yang akan jatuh tempo pada tanggal 29 Maret 2024. Jumlah maksimum fasilitas ini adalah sebesar Rp200.000. Pinjaman ini digunakan pembiayaan operasional. Tingkat suku bunga pinjaman ini adalah 1% ditambah dengan JIBOR (Jakarta Interbank Offered Rate) per tahun. Sehubungan dengan fasilitas pinjaman diatas, GTNi diwajibkan untuk mempertahankan: 1. Rasio lancar kurang dari 1 2. Rasio hutang bersih banding ekuitas tidak lebih dari 3 3. Ekuitas positif Pada tanggal 30 Juni 2023, GTNi telah memenuhi seluruh rasio keuangan yang dipersyaratkan. Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah pinjaman untuk fasilitas ini adalah sebesar Rp145.200. GAN - PT Bank BTPN Tbk. Pada 29 Maret 2023, GAN memperoleh fasilitas pinjaman kredit yang bersifat Revolving Uncommited dengan kesepakatan tanggung jawab secara renteng yang akan jatuh tempo pada tanggal 29 Maret 2024. Jumlah maksimum fasilitas ini adalah sebesar Rp100.000. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan operasional. Tingkat suku bunga pinjaman ini adalah 1% ditambah dengan JIBOR (Jakarta Interbank Offered Rate) per tahun. Sehubungan dengan fasilitas pinjaman diatas, GAN diwajibkan untuk mempertahankan: 1. Rasio lancar kurang dari 1 2. Rasio hutang bersih banding ekuitas tidak lebih dari 3 3. Ekuitas positif Pada tanggal 30 Juni 2023, GAN telah memenuhi seluruh rasio keuangan yang dipersyaratkan. Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah pinjaman untuk fasilitas ini adalah sebesar Rp36.500. GDNus - PT Bank BTPN Tbk. Pada 29 Maret 2023, GDNus memperoleh fasilitas pinjaman yang bersifat Revolving Uncommited dengan kesepakatan tanggung jawab secara renteng yang akan jatuh tempo pada tanggal 29 Maret 2024. Jumlah maksimum fasilitas ini adalah sebesar Rp100.000. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan operasional. Tingkat suku bunga pinjaman ini adalah 1% ditambah dengan JIBOR (Jakarta Interbank Offered Rate) per tahun. Sehubungan dengan fasilitas pinjaman diatas, GDNus diwajibkan untuk mempertahankan: 1. Rasio lancar kurang dari 1 2. Rasio hutang bersih banding ekuitas tidak lebih dari 3 3. Ekuitas positif Pada tanggal 30 Juni 2023, tidak ada saldo terutang atas fasilitas ini. GDNi - PT Bank BTPN Tbk. Pada 29 Maret 2023, GDNi memperoleh fasilitas pinjaman kredit yang bersifat Revolving Uncommited dengan kesepakatan tanggung jawab secara renteng yang akan jatuh tempo pada tanggal 29 Maret 2024. Jumlah maksimum fasilitas ini adalah sebesar Rp500.000. Pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan operasional. Tingkat suku bunga pinjaman ini adalah 1% ditambah dengan JIBOR (Jakarta Interbank Offered Rate) per tahun. Sehubungan dengan fasilitas pinjaman diatas, GDNi diwajibkan untuk mempertahankan: 1. Rasio lancar kurang dari 1 2. Rasio hutang bersih banding ekuitas tidak lebih dari 3 3. Ekuitas positif Pada tanggal 30 Juni 2023, GDNi telah memenuhi seluruh rasio keuangan yang dipersyaratkan. Pada tanggal 30 Juni 2023, jumlah pinjaman untuk fasilitas ini adalah sebesar Rp280.252 RISE - PT Bank BCA Syariah Pada tanggal 24 Februari 2021, RISE memperoleh fasilitas PMK Musyarakah PRKS (revolving) dari PT Bank BCA Syariah, pihak berelasi dengan jumlah fasilitas sebesar Rp300.000. Tingkat nisbah bagi hasil untuk RISE dan PT Bank BCA Syariah adalah masing-masing sebesar 95,65% dan 4,35%. Fasilitas ini dijaminkan dengan rekening giro sebesar Rp250.000. Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 24 Februari 2022. PT Bank BCA Syariah, pihak berelasi melalui surat No. 0172/PRBH-BCAS/II/2022 tanggal 24 Februari 2022 setuju untuk memperpanjang jangka waktu fasilitas PMK Musyarakah PRKS (revolving) menjadi tanggal 24 Februari 2023. Pada tanggal 27 Februari 2023, RISE menyetujui perpanjangan perjanjian fasilitas PMK Musyarakah dengan PT Bank BCA Syariah, pihak berelasi dengan jumlah fasilitas sebesar dengan Rp250.000 melalui ?Addendum
Page 56
Perubahan Akad Pemberian Limit Fasilitas Pembiayaan? No. 0112/PRBH-BCAS/II/2023 dan ?Perubahan Akad Pembiayaan Musyarakah? No. 0113/PRBH-BCAS/II/2023 berdasarkan ?Surat Perpanjangan Fasilitas Pembiayaan? No. 067/ADP/2023 tanggal 22 Februari 2023. Fasilitas berikut akan berakhir pada tanggal 24 Februari 2024 Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, jumlah pinjaman untuk fasilitas ini masing - masing adalah sebesar Rp4.999 dan Rp5.000. GTNe - PT BCA Tbk. Berdasarkan Perjanjian Kredit tanggal 16 Oktober 2014, GTNe mendapatkan fasilitas Kredit Lokal dari PT Bank Central Asia Tbk. (?BCA?), pihak berelasi. Perjanjian kredit ini telah beberapa kali diubah, pada tanggal 29 Juni 2020, perjanjian kredit dengan BCA telah diperbaharui dengan "Addendum Perjanjian Ketujuh?. Berdasarkan addendum tersebut, GTNe memperoleh peningkatan Fasilitas Kredit Multi yang terdiri dari fasilitas Bank Garansi dan Standby L/C dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp200.000. Pada tanggal 28 Juni 2021, perjanjian kredit ini telah diperpanjang sampai dengan tanggal 5 Mei 2022. Perjanjian kredit ini telah beberapa kali diubah, pada tanggal 29 Juni 2020, perjanjian kredit dengan BCA telah diperbaharui dengan "Addendum Perjanjian Ketujuh?. Berdasarkan addendum tersebut, GTNe memperoleh peningkatan Fasilitas Kredit Multi yang terdiri dari fasilitas Bank Garansi dan Standby L/C dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp200.000. Pada tanggal 28 Juni 2021, perjanjian kredit ini telah diperpanjang sampai dengan tanggal 5 Mei 2022. Pada tanggal 26 April 2022, perjanjian kredit No. 100 tanggal 16 Oktober 2014 dengan BCA telah diperbaharui dengan surat "Pemberitahuan Perpanjangan Batas Waktu Penarikan dan/atau Penggunaan Fasilitas Kredit?. Berdasarkan surat tersebut, Fasilitas Kredit Multi telah diperpanjang sampai dengan tanggal 5 Agustus 2022. Pada tanggal 2 Desember 2022, perjanjian kredit telah diperbaharui dengan "Addendum Perjanjian Kesembilan?. Berdasarkan addendum tersebut, Perusahaan memperoleh peningkatan Fasilitas Kredit Multi yang terdiri dari fasilitas Bank Garansi dan Standby L/C dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp200.000. Atas pemberian Fasilitas Kredit, GTNe wajib membayar komisi kepada BCA yang dihitung dari nilai Bank Garansi dan Standby L/C yang diterbitkan oleh BCA. Perjanjian kredit ini telah diperpanjang sampai dengan tanggal 5 Agustus 2023. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, GTNe menggunakan fasilitas Kredit Multi dalam bentuk Standby L/C ini masing-masing sebesar Rp 120.025, AS$500.000 (dalam jumlah penuh) dan Rp80.953. GTNe - PT Bank DBS Indonesia Pada tanggal 18 Desember 2020, GTNe menandatangani perjanjian fasilitas perbankan dengan PT Bank DBS Indonesia dalam bentuk uncommitted revolving credit facility dengan jumlah fasilitas sebesar Rp1.000.000. Fasilitas berikut berakhir pada tanggal 17 Desember 2021. Pada tanggal 10 Desember 2021, GTNe menyetujui perpanjangan perjanjian fasilitas perbankan dengan PT Bank DBS Indonesia untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo perjanjian untuk jangka waktu tiga bulan terhitung sejak tanggal 18 Desember 2021 sampai 17 Maret 2022. Pada tanggal 1 Maret 2022, GTNe menyetujui perpanjangan perjanjian fasilitas perbankan dengan PT Bank DBS Indonesia untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo perjanjian untuk jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 18 Desember 2021 sampai 18 Desember 2022. Pada tanggal 31 Januari 2023, GTNe menyetujui perpanjangan perjanjian fasilitas perbankan dengan PT Bank DBS Indonesia untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo perjanjian untuk jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 18 Desember 2022 sampai 18 Desember 2023. Pada tanggal 30 Juni 2023, GTNe memiliki saldo terutang sebesar Rp300.000. Pada tanggal 31 Desember 2022, GTNe tidak memiliki saldo terutang untuk fasilitas ini. GTNe - Royal Bank of Canada GTNC mendapatkan fasilitas Pendanaan Bisnis Darurat yang didanai oleh Pemerintah Kanada. GTNC memperoleh fasilitas sebesar CAD$60.000 (dalam jumlah penuh), dalam bentuk fasilitas Credit Line for Small Business (?CLSB?). Fasilitas ini berlaku sampai tanggal 30 Juni 2021 dengan biaya bunga sebesar 0% per tahun dan tidak terdapat biaya tahunan terkait. Fasilitas ini mengalami perubahan di tahun 2021, perubahan terakhir pada tanggal 25 Oktober 2021 menyatakan jika GTNC melunasi fasilitas sebelum 31 Desember 2022, maka sisa jumlah terutang dari fasilitas ini sebesar CAD$20.000 (dalam jumlah penuh) akan dihapuskan. Selain itu, tidak ada biaya
Page 57
bunga yang dibebankan sampai dengan tanggal 31 Desember 2022. Jumlah pinjaman yang terutang pada tanggal 1 Januari 2023 akan dikenakan bunga sebesar 5% per tahun. Pada tanggal 28 Januari 2022, GTNC melakukan pelunasan penuh fasilitas Credit Line for Small Business (?CLSB?) yang didanai oleh pemerintah Kanada. GTNe - The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Pada tanggal 20 Juni 2023, TNPL mendapatkan fasilitas Bank Garansi HSBC sebesar SG$250.000 (dalam jumlah penuh). Tanggal jatuh tempo adalah 30 Juni 2024. SBL - PT Bank CIMB Niaga Tbk. RANC memperoleh fasilitas Pinjaman Transaksi Khusus (?PTK?) dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. yang bersifat Revolving. Fasilitas pinjaman tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir pada bulan Februari 2021, fasilitas pinjaman adalah maksimum sebesar Rp30.000, dengan jangka waktu sampai dengan 18 Desember 2021, terakhir telah diperpanjang sampai dengan 18 Desember 2023, dan dikenakan bunga pertahun sebesar 8% masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, saldo pinjaman atas fasilitas Pinjaman Transaksi Khusus (PTK) masing - masing adalah sebesar Rp30.000 dan Rp20.000. Fasilitas tersebut dijamin dengan persediaan milik RANC (Catatan 9). Sehubungan dengan fasilitas pinjaman di atas, RANC diwajibkan untuk memenuhi persyaratan tertentu seperti menjaga rasio keuangan tertentu (rasio account receivable and inventory and cash terhadap short-term bank loan and account payable minimum 1x, EBITDA terhadap interest minimum 1,25x dan rasio interest bearing debt terhadap equity maksimum 3x). Pada tanggal 31 Desember 2022, RANC telah memenuhi seluruh rasio keuangan yang dipersyaratkan. SBL - PT Bank OCBC NISP Tbk. Berdasarkan Akta No. 40 tanggal 7 September 2021 dari Notaris Sulistyaningsih, S.H., mengenai pemberian fasilitas kredit, RANC memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank OCBC NISP Tbk. yang terdiri dari: a. Fasilitas Pinjaman Demand Loan (DL) dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp34.500, jatuh tempo tanggal 7 September 2022. Pada tanggal 6 September 2022, RANC dan PT Bank OCBC NISP Tbk. telah menyetujui perpanjangan jatuh tempo atas fasilitas pinjaman Demand Loan (DL) sampai dengan tanggal 16 Januari 2024. b. Fasilitas Pinjaman Term Loan (TL) dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp81.500, jatuh tempo tanggal 31 Desember 2026. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, saldo pinjaman atas fasilitas Pinjaman Demand Loan (DL) adalah masing-masing sebesar Rp30.000. Tingkat bunga atas fasilitas Pinjaman Demand Loan (DL) adalah sebesar 7,75% masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Fasilitas tersebut dijamin dengan persediaan milik RANC (Catatan 9). Berdasarkan Akta No. 52 tanggal 14 Februari 2022 dari Notaris Sulistyaningsih, S.H., mengenai Perubahan Perjanjian Pinjaman, RANC dan PT Bank OCBC NISP Tbk. menyetujui, antara lain, untuk menutup fasilitas pinjaman Term Loan dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp81.500. Sehubungan dengan fasilitas pinjaman di atas, RANC diwajibkan untuk memenuhi persyaratan tertentu seperti menjaga rasio keuangan tertentu (rasio lancar minimum 1,1x, debt service coverage ratio (DCSR) minimum 1,25x dan rasio leverage maksimum 3x). SBL - PT BCA Tbk. Berdasarkan Akta No. 101 tanggal 13 September 2022 dari Notaris Dr. Dr. Satria Amiputra A, S.E., Ak., CA., CTL., S.H., S.S., M.M., M.Ak., M.Ec.Dev., M.H., M.Kn., M.A., mengenai fasilitas pemberian kredit, RANC memperoleh fasilitas pinjaman Time Loan Revolving dari BCA. Jumlah maksimum fasilitas ini adalah sebesar Rp50.000 dengan jangka waktu sampai 13 September 2023, dan dikenakan bunga sebesar 7,5% pertahun. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, saldo pinjaman atas fasilitas pinjaman Time Loan Revolving adalah sebesar Rp30.000. Fasilitas ini dijamin dengan persediaan milik RANC (Catatan 9). Sehubungan dengan fasilitas pinjaman diatas, RANC diwajibkan untuk memenuhi persyaratan tertentu seperti menjaga rasio keuangan tertentu (piutang usaha, persediaan, and cash ratio terhadap utang bank jangka pendek dan utang usaha minimum 1x, EBITDA terhadap bunga minimum 1.25x and interest bearing debt terhadap ekuitas maksimum 3x). Pada tanggal 31 Desember 2022, RANC telah memenuhi seluruh rasio keuangan yang dipersyaratkan.
Page 58
[1696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
30 June 2023
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
Utang bank jangka pendek,
Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank jangka
nilai dalam mata uang
jangka pendek pendek
asing
Short-term bank loan, amount Due date for short-term bank Interest rate short-term bank
in foreign currency loan loan
Bank Central Asia Tbk IDR 30,000 13/09/2023 0.075 IDR Bank Central Asia Tbk
Bank Cimb Niaga Tbk IDR 30,000 18/12/2023 0.08 IDR Bank Cimb Niaga Tbk
Bank Btpn Tbk IDR 461,952 29/03/2024 1% + JIBOR IDR Bank Btpn Tbk
Bank OCBC Nisp Tbk IDR 30,000 16/01/2024 0.0775 IDR Bank OCBC Nisp Tbk
Bank lokal lainnya IDR GTNe: Floating Rate IDR Other local banks
RISE: Tingkat nisbah
GTNe : 18 Desember bagi hasil untuk RISE
304,999 2023, RISE: 24 dan PT Bank BCA
February 2024 Syariah adalah
masing-masing sebesar
95,65% dan 4,35%.
31 December 2022
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
Utang bank jangka pendek,
Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank jangka
nilai dalam mata uang
jangka pendek pendek
asing
Short-term bank loan, amount Due date for short-term bank Interest rate short-term bank
in foreign currency loan loan
Bank Central Asia Tbk IDR 30,000 13/09/2023 0.075 IDR Bank Central Asia Tbk
Bank Cimb Niaga Tbk IDR 20,000 18/12/2023 0.08 IDR Bank Cimb Niaga Tbk
Bank OCBC Nisp Tbk IDR 30,000 16/01/2024 0.0775 IDR Bank OCBC Nisp Tbk
Bank lokal lainnya IDR Tingkat nisbah bagi hasil IDR Other local banks
perusahaan dan bank
5,000 24/2/2023
masing-masing sebesar
95,65% dan 4,35%.
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.