Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 59
Page 1
Nomor Surat S.1110/VII/IIF/2023
Nama Emiten PT Indonesia Infrastructure Finance
Kode Emiten IIFF
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 PT Indonesia Pembiayaan Jakarta 2023 AKTIF 15.078.295 JUTAAN IDR 100.0
Infrastructure Infrastruktur
Finance
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Indonesia Infrastructure Finance yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara
elektronik. PT Indonesia Infrastructure Finance bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 June 2023
Nama entitas PT Indonesia Infrastructure Entity name
Finance
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas IIFF Entity code
Nomor identifikasi entitas AA735 Entity identification number
Industri utama entitas Pembiayaan / Financing Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor G. Financials Sector
Subsektor G2. Financing Service Subsector
Industri G22. Business Financing Industry
Subindustri G222. Specialize Business Subindustry
Financing
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
No Controlling Shareholder
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Obligasi / Bond Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas tunggal / Single entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal II / Second Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan June 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya June 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah 15,026.00000 presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Jutaan / In Million statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Tidak / No Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Page 3
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Purwantono, Sungkoro & Surja Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
Muhammad Kurniawan
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[8220000] Statement of financial position presented using order of liquidity -
Financing Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 June 2023 31 December 2022
Aset Assets
Kas dan setara kas 483,805 923,739 Cash and cash equivalents
Aset keuangan yang diukur Financial assets at fair value
pada nilai wajar melalui laba 193,047 214,300 through profit or loss
rugi
Biaya akuisisi tangguhan 1,720 568 Deferred acquisition costs
Pinjaman yang diberikan Loans
Pinjaman yang diberikan Loans third parties
7,530,600 8,497,630
pihak ketiga
Pinjaman yang diberikan Loans related parties
4,452,741 4,369,617
pihak berelasi
Cadangan kerugian Allowance for impairment
penurunan nilai pada ( 391,107 ) ( 349,216 ) losses for loans
pinjaman yang diberikan
Piutang lainnya 124,987 116,094 Other receivables
Biaya dibayar dimuka 7,581 8,105 Prepaid expenses
Pajak dibayar dimuka 2,111 342 Prepaid taxes
Aset keuangan nilai wajar Financial assets fair value
melalui pendapatan 786,009 827,602 through other comprehensive
komprehensif lainnya income
Aset keuangan biaya Financial assets amortized
1,286,035 1,368,174
perolehan diamortisasi cost
Tagihan derivatif 236,742 211,218 Derivative receivables
Aset pajak tangguhan 45,916 45,166 Deferred tax assets
Aset takberwujud selain Intangible assets other than
7,607 8,104
goodwill goodwill
Aset tetap Property, plant, and
237,882 243,154
equipment
Aset lainnya 72,619 13,855 Other assets
Jumlah aset 15,078,295 16,498,452 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas derivatif 656 5,493 Derivative payables
Pinjaman yang diterima Borrowings
Pinjaman yang Borrowings third
1,878,064 2,171,490
diterima pihak ketiga parties
Pinjaman yang Borrowings related
2,245,554 3,099,368
diterima pihak berelasi parties
Kewajiban imbalan pasca Post-employment benefit
35,772 31,598
kerja obligations
Pendapatan ditangguhkan 5,661 2,589 Deferred income
Beban akrual 49,124 66,714 Accrued expenses
Utang pajak 15,888 1,581 Taxes payable
Liabilitas lainnya 4,294 17,415 Other liabilities
Pinjaman subordinasi 4,757,216 4,916,285 Subordinated loans
Jumlah liabilitas 12,777,938 14,196,371 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Page 5
Saham biasa 2,000,000 2,000,000 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
29,800 29,800
disetor capital
Cadangan perubahan Reserve for changes in
nilai wajar aset fair value of fair value
keuangan nilai wajar ( 26,522 ) ( 24,026 ) through other
melalui pendapatan comprehensive income
komprehensif lainnya financial assets
Cadangan keuntungan Reserve of gains
(kerugian) investasi (losses) from
( 6,965 ) ( 8,264 )
pada instrumen ekuitas investments in equity
instruments
Cadangan lindung nilai Reserve of cash flow
0 11,024
arus kas hedges
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan retained earnings
penggunaanya
Cadangan General and
44,317 36,019
umum dan wajib legal reserves
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 259,727 257,528 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
2,300,357 2,302,081
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Jumlah ekuitas 2,300,357 2,302,081 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
15,078,295 16,498,452
ekuitas
Page 6
[8312000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by nature - Financing Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 June 2023 30 June 2022
Pendapatan Income
Pendapatan bunga dan Interest and finance income
611,880 483,998
keuangan
Keuntungan (kerugian) atas Realised gains (losses) on
perdagangan aset keuangan 2,039 0 trading of financial assets
yang telah direalisasi
Pendapatan dari provisi dan Income from provisions and
19,741 14,792
komisi commissions
Keuntungan (kerugian) yang Realised gains (losses) from
telah direalisasi atas 0 derivative instruments
instrumen derivatif
Keuntungan (kerugian) selisih Gains (losses) on changes in
( 1,533 ) 3,952
kurs mata uang asing foreign exchange rates
Pendapatan lainnya 12,201 8,296 Other income
Beban Expenses
Beban bunga dan keuangan ( 426,169 ) ( 312,203 ) Interest and finance costs
Pembentukan penyisihan Provision for impairment
( 44,861 ) ( 31,786 )
kerugian penurunan nilai losses
Beban gaji dan tunjangan Salary and employee benefit
( 79,790 ) ( 65,176 )
karyawan (expenses)
Beban umum dan General and administrative
( 27,271 ) ( 32,900 )
administrasi expenses
Beban penyusutan properti Depreciation of investment
investasi, aset sewa, aset property, lease assets,
tetap, aset yang diambil alih ( 6,618 ) ( 11,741 ) property and equipment,
dan aset ijarah foreclosed assets and ijarah
assets
Beban lainnya ( 7,757 ) ( 18,052 ) Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
51,862 39,180
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 16,471 ) ( 12,053 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
35,391 27,127
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) 35,391 27,127 Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, setelah pajak after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang tidak akan income that will not be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Penyesuaian lainnya atas Other adjustments to other
pendapatan komprehensif comprehensive income
lainnya yang tidak akan 1,299 ( 751 ) that will not be reclassified
direklasifikasi ke laba rugi, to profit or loss, after tax
setelah pajak
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang tidak akan 1,299 ( 751 ) that will not be
direklasifikasi ke laba reclassified to profit or
rugi, setelah pajak loss, after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
Page 7
lainnya yang akan income that may be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Keuntungan (kerugian) Gains (losses) on cash
lindung nilai arus kas, ( 13,520 ) 23,667 flow hedges, after tax
setelah pajak
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang akan direklasifikasi ( 13,520 ) 23,667 that may be reclassified
ke laba rugi, setelah to profit or loss, after tax
pajak
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, ( 12,221 ) 22,916 income, after tax
setelah pajak
Jumlah laba rugi komprehensif 23,170 50,043 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
35,391 27,127
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas 23,170 50,043 attributable to parent entity
induk
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang 18 14 share from continuing
dilanjutkan operations
Page 8
[8410000] Statement of changes in equity - Financing Industry - Current Year
30 June 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan perubahan
Cadangan keuntungan Saldo laba yang telah
nilai wajar aset Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal (kerugian) investasi Cadangan lindung ditentukan
Saham biasa keuangan nilai wajar ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor pada instrumen nilai arus kas penggunaannya-cadangan
melalui pendapatan penggunaannya entitas induk
ekuitas umum dan wajib
komprehensif lainnya
Reserve for changes in
Reserve of gains
fair value of fair value Appropriated retained
(losses) from Reserve of cash flow Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital through other earnings-general and legal Equity
investments in equity hedges earnings parent entity
comprehensive income reserves
instruments
financial assets
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 2,000,000 29,800 ( 24,026 ) ( 8,264 ) 11,024 36,019 257,528 2,302,081 2,302,081 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 2,000,000 29,800 ( 24,026 ) ( 8,264 ) 11,024 36,019 257,528 2,302,081 2,302,081 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 35,391 35,391 35,391 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 2,496 ) 1,299 ( 11,024 ) ( 12,221 ) ( 12,221 ) Other comprehensive income
Pembentukan cadangan umum 8,298 ( 8,298 ) 0 0 Allocation for general reserves
Distribusi dividen kas ( 24,894 ) ( 24,894 ) ( 24,894 ) Distributions of cash dividends
Posisi ekuitas, akhir periode 2,000,000 29,800 ( 26,522 ) ( 6,965 ) 0 44,317 259,727 2,300,357 2,300,357 Equity position, end of the period
Page 9
[8410000] Statement of changes in equity - Financing Industry - Prior Year
30 June 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Cadangan perubahan
Cadangan keuntungan Saldo laba yang telah
nilai wajar aset Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal (kerugian) investasi Cadangan lindung ditentukan
Saham biasa keuangan nilai wajar ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor pada instrumen nilai arus kas penggunaannya-cadangan
melalui pendapatan penggunaannya entitas induk
ekuitas umum dan wajib
komprehensif lainnya
Reserve for changes in
Reserve of gains
fair value of fair value Appropriated retained
(losses) from Reserve of cash flow Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital through other earnings-general and legal Equity
investments in equity hedges earnings parent entity
comprehensive income reserves
instruments
financial assets
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 2,000,000 29,800 24,208 ( 18,135 ) ( 41,181 ) 30,716 196,100 2,221,508 2,221,508 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 2,000,000 29,800 24,208 ( 18,135 ) ( 41,181 ) 30,716 196,100 2,221,508 2,221,508 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 27,127 27,127 27,127 Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 27,221 ) ( 751 ) 50,888 22,916 22,916 Other comprehensive income
Pembentukan cadangan umum 5,303 ( 5,303 ) 0 0 Allocation for general reserves
Distribusi dividen kas ( 15,908 ) ( 15,908 ) ( 15,908 ) Distributions of cash dividends
Posisi ekuitas, akhir periode 2,000,000 29,800 ( 3,013 ) ( 18,886 ) 9,707 36,019 202,016 2,255,643 2,255,643 Equity position, end of the period
Page 10
[8510000] Statement of cash flows, direct method - Financing Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 June 2023 30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from consumer
1,523,636 1,223,600
pembiayaan konsumen financing
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran untuk Payments for consumer
( 773,757 ) ( 2,553,593 )
pembiayaan konsumen financing
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
749,879 ( 1,329,993 )
(digunakan untuk) operasi in) operations
Pembayaran bunga dari Interests paid from operating
( 408,140 ) ( 291,651 )
aktivitas operasi activities
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
( 3,865 ) ( 12,069 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Penerimaan bunga pinjaman Receipts of interest from loan
552,731 418,135
diberikan receivable
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 98,593 ) ( 73,765 ) from operating activities
operasi
Arus kas sebelum Net cash flows received
perubahan dalam aset dan from (used in) operating
liabilitas yang diperoleh 792,012 ( 1,289,343 ) activities before changes in
dari (digunakan untuk) assets and liabilities
aktivitas operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
792,012 ( 1,289,343 )
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 5,748 ) ( 2,931 )
aset tetap property and equipment
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 33,585 ) 7,254 from investing activities
investasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 39,333 ) 4,323
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan pinjaman bank 1,984,001 3,900,000 Proceeds from bank loans
Pembayaran pinjaman bank ( 3,087,100 ) ( 3,100,000 ) Payments of bank loans
Pembayaran pinjaman Payments of subordinated
( 68,769 ) ( 61,768 )
subordinasi loans
Pembayaran pinjaman Payments of other borrowings
( 1,250 ) ( 5,000 )
lainnya
Pembayaran dividen dari Dividends paid from financing
( 24,894 ) ( 15,908 )
aktivitas pendanaan activities
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
Page 11
yang diperoleh dari ( 1,198,012 ) 717,324 received from (used in)
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
( 445,333 ) ( 567,696 )
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
923,740 1,352,435
awal periode flows, beginning of the period
Efek perubahan nilai kurs pada Effect of exchange rate changes
5,398 23,893
kas dan setara kas on cash and cash equivalents
Kenaikan (penurunan) kas dan Other increase (decrease) in
0
setara kas lainnya cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
483,805 808,632
akhir periode cash flows, end of the period
Page 12
[8610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Financing Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 June 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan N/A Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian statements
Prinsip-prinsip konsolidasi N/A Principles of consolidation
Kas dan setara kas Untuk tujuan penyajian arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang Cash and cash equivalents
jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan
serta tidak dibatasi penggunaannya. For cash flows presentation purposes, cash and cash equivalents
consist of cash on hand and in banks and all investments with maturities of three months or less from
the date of placement which are not pledged as collateral and unrestricted.
Piutang usaha dan piutang lain-lain Aset lain-lain termasuk aset tidak berwujud yang dicatat sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi Trade and other receivables
amortisasi dan rugi penurunan nilai. Harga perolehan mencakup semua pengeluaran yang terkait
secara langsung dengan perolehan aset tidak berwujud. Amortisasi aset tidak berwujud dihitung
dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dari aset
tersebut yaitu antara 4 - 5 tahun. Pada tanggal pelaporan, metode amortisasi, taksiran masa manfaat
dan nilai residual ditelaah ulang dan disesuaikan secara prospektif, jika diperlukan. Other assets
include intangible assets that are stated at cost less amortization and impairment. Historical cost
includes expenditures that are directly attributable to the acquisition of the items. Amortization of
intangible assets is computed using the straight-line method based on the estimated useful lives of the
assets which range between 4 - 5 years. At the reporting period, amortization methods, estimated
useful lives and residual values are reviewed and adjusted prospectively, if appropriate.
Aset tetap Aset tetap dicatat sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi Fixed assets
penurunan nilai. Harga perolehan mencakup semua pengeluaran yang terkait secara langsung dengan
perolehan aset tetap. Biaya-biaya setelah pengakuan awal diakui sebagai bagian dari nilai tercatat aset
atau sebagai aset yang terpisah sebagaimana mestinya, hanya apabila kemungkinan besar
Perusahaan akan mendapatkan manfaat ekonomis masa depan berkenaan dengan aset tersebut dan
biaya perolehan aset dapat diukur dengan andal. Nilai tercatat komponen yang diganti tidak lagi diakui.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomis dari aset tetap sebagai berikut: Bagunan 30 tahun, Kendaraan 4 tahun, komputer 4 tahun,
peralatan kantor 4 tahun, perabotan dan peralatan kantor 4 tahun. Apabila nilai tercatat aset lebih
Page 13
besar dari nilai yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai yang
dapat diperoleh kembali, dengan menggunakan nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai
pakai.Akumulasi biaya konstruksi serta pemasangan peralatan kantor dan komputer, dikapitalisasi
sebagai aset dalam penyelesaian. Biaya tersebut direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat proses
konstruksi atau pemasangan selesai. Penyusutan mulai dibebankan pada tanggal yang sama. Biaya
pemeliharaan dan perbaikan dicatat sebagai beban pada saat terjadinya. Aset tetap dalam
penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap
yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. Apabila aset tetap dihentikan
pengakuannya (tidak dipergunakan lagi atau dijual), biaya perolehan beserta akumulasi penyusutan
yang terkait dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan keuntungan atau kerugian
yang timbul diakui sebagai laba atau rugi tahun berjalan. Pada tanggal pelaporan, metode amortisasi,
taksiran masa manfaat dan nilai residual ditelaah ulang dan disesuaikan secara prospektif, jika
diperlukan. Property and equipment are stated at cost less accumulated depreciation and accumulated
impairment. Historical cost includes expenditures that are directly attributable to the acquisition of the
items. Subsequent costs are included in the asset?s carrying amount or are recognized as a separate
asset, as appropriate, only when it is probable that future economic benefits associated with the item
will flow to the Company and the cost of the item can be measured reliably. The carrying amount of the
replaced part is derecognized. Depreciation of property and equipment is computed using the
straight-line method based on the estimated useful lives as follows: building 30 years, vehicles 4 years,
computer 4 years, office equipment 4 years, office furniture and fixtures 4 years. When the carrying
amount of an asset is greater than its estimated recoverable amount, it is written down immediately to
its recoverable amount, which is determined as the higher of net selling price or value in use.The
accumulated costs of the construction of and the installation of office equipment and computers are
capitalized as construction in progress. These costs are reclassified to property and equipment
accounts when the construction or installation is complete. Depreciation is charged from such date.
Maintenance and repair cost are charged as an expense when incurred. Property and equipment in
progress is stated at cost and transferred to the respective property and equipment account when
completed and ready for use. When assets are derecognized (retired or otherwise disposed of), their
costs and the related accumulated depreciation are removed from the accounts and any resulting gains
or losses are recognized as profit or loss for the year. At the reporting period, amortization methods,
estimated useful lives and residual values are reviewed and adjusted prospectively, if appropriate.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada tanggal pelaporan, Perusahaan menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan Impairment of non-financial assets
apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi
tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian
penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat diperoleh
kembali atas suatu aset individu, Perusahaan mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari
unit penghasil kas atas aset. Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi
antara harga jual neto atau nilai pakai. Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset
non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas)
dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung
ke laba rugi. At reporting date, the Company reviews the carrying amounts of non-financial assets to
determine whether there is any indication that those assets have suffered an impairment loss. If any
such indication exists, the recoverable amount of the asset is estimated in order to determine the
extent of the impairment loss (if any). Where it is not possible to estimate the recoverable amount of an
individual asset, the Company estimates the recoverable amount of the cash generating unit to which
the asset belongs. Estimated recoverable amount is the higher of net selling price or value in use. If the
recoverable amount of a non-financial asset (cash generating unit) is less than its carrying amount, the
Page 14
carrying amount of the asset (cash generating unit) is reduced to its recoverable amount and an
impairment loss is recognized immediately in the profit or loss.
Beban tangguhan Beban tangguhan merupakan biaya transaksi yang terjadi berkaitan dengan proses pemberian Deferred charges
persetujuan kredit kepada debitur atau perolehan pinjaman yang diterima Perusahaan. Biaya transaksi
akan disajikan secara neto dalam akun ?Pinjaman diberikan? jika telah dicairkan kepada debitur atau
akun ?Pinjaman diterima? jika telah dicairkan oleh Perusahaan. Deferred charges represent
transaction costs incurred in relation to the process of loan approval to the debtors or borrowing
obtained by the Company. The transaction costs will be presented net in ?Loans? account when the
loan is disbursed to the debtors or in ?Fund borrowings? account when the borrowing is drawn by the
Company.
Utang usaha dan liabilitas lain-lain Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam FVTPL, jika liabilitas keuangan sebagai kelompok Trade payables and other liabilities
diperdagangkan atau pada saat pengakuan awal ditetapkan untuk diukur pada FVTPL. Liabilitas
keuangan yang termasuk dalam kategori ini pada saat awal pengakuan dan selanjutnya dicatat pada
nilai wajar; biaya transaksi diakui langsung pada laba rugi. Keuntungan dan kerugian yang berasal dari
perubahan nilai wajar dari liabilitas keuangan ini diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain dan dilaporkan sebagai ?keuntungan/(kerugian) yang belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar?. Liabilitas keuangan pada biaya perolehan pada awalnya diukur pada nilai
wajar, setelah dikurangi biaya transaksi, dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dengan beban bunga diakui
berdasarkan metode suku bunga efektif. Selisih antara hasil emisi (setelah dikurangi biaya transaksi)
dan penyelesaian atau pelunasan pinjaman diakui selama jangka waktu pinjaman. Financial liabilities
are classified as at FVTPL when the financial liabilities are either held-for-trading or it is designated
upon initial recognition as at FVTPL. Financial liabilities included in this category are recognized initially
and subsequently at fair value; transaction costs are taken directly to profit or loss. Gains and losses
arising from changes in fair value of these financial liabilities are included in the statement of profit or
loss and other comprehensive income and reported as ?unrealized gains/(losses) from changes in fair
value?. Financial liabilities at amortized cost are initially measured at fair value, net of transaction costs,
and are subsequently measured at amortized cost, using the effective interest rate method, with
interest expense recognized on an effective yield basis. Any difference between the proceeds (net of
transaction costs) and the settlement or redemption of borrowings is recognized over the term of the
borrowings.
Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan bunga dan beban bunga diakui berdasarkan basis akrual dengan menggunakan metode Revenue and expense recognition
suku bunga efektif. Perhitungan dengan metode suku bunga efektif memperhitungkan seluruh syarat
dan ketentuan kontraktual dari instrumen keuangan dan biaya transaksi yang timbul secara langsung
untuk instrumen tersebut dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari suku bunga efektif. Perusahaan
menyajikan nilai bersih keuntungan/(kerugian) dari transaksi derivatif, termasuk keuntungan/(kerugian)
kurs yang timbul, dalam laporan laba rugi tahun berjalan. Pendapatan provisi dan komisi yang
berkaitan dengan pemberian pinjaman diakui ketika jasa-jasa telah diberikan sesuai dengan kontrak
perjanjian seperti pendapatan jasa mandatory lead arranger, sindikasi, perencanaan model
pembiayaan, pendapatan komitmen atas fasilitas yang belum dicairkan, dan premi atas garansi kredit
yang diberikan. Pendapatan jasa advisory diakui ketika jasa-jasa telah diberikan sesuai dengan kontrak
perjanjian. Keuntungan/(kerugian) dari portofolio efek-efek dan investasi saham meliputi keuntungan/
(kerugian) yang timbul dari penjualan efek-efek dan keuntungan/(kerugian) yang belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar efek-efek dan investasi saham. Keuntungan/(kerugian) dari transaksi derivatif
meliputi keuntungan/(kerugian) yang timbul dari penyelesaian transaksi derivatif dan
keuntungan/(kerugian) yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar. Beban diakui pada saat
Page 15
terjadinya. Interest income and interest expense are recognized on accrual basis using the effective
interest rate method. The calculation using the effective interest rate method takes into account all
contractual terms of the financial instruments and includes any transaction costs that are directly
attributable to the instruments and are an integral part of the effective interest rate. The Company
disclose the net amount of gain/(loss) from derivative transactions, including the impact of its gain/(loss)
from foreign currency translation, in the statement of profit or loss. Provision and commission income
related to the loan disbursement is recognized when the services are rendered in accordance with the
respective engagement contracts such as income from mandatory lead arranger services, syndication,
structuring of financing scheme fees, commitment fee income from undrawn facilities, and credit
guarantee premium. Advisory service income is recognized when the services are rendered in
accordance with the respective engagement contracts. Gains/(losses) on securities and equity
investment consist of gains/(losses) on securities sold and unrealized gains/(losses) from changes in
the fair value of securities and equity investment. Gains/(losses) on derivative transactions consist of
gains/(losses) on settlement of derivative transactions and unrealized gains/(losses) from changes in
the fair value of derivative transactions. Expenses are recognized when incurred.
Penjabaran mata uang asing Pembukuan Perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah, mata uang dari lingkungan Foreign currency translation
ekonomi utama dimana Perusahaan beroperasi (mata uang fungsionalnya). Transaksi-transaksi
selama periode berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya
transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan
untuk mencerminkan kurs tengah Bank Indonesia (?BI?) yang berlaku pada tanggal tersebut.
Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun
berjalan. Pos non-moneter diukur dalam biaya historis dalam mata uang asing yang dijabarkan kembali
dengan nilai tukar pada saat tanggal awal transaksi. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022, kurs konversi 1 Dolar Amerika Serikat yang digunakan Perusahaan masing-masing
adalah sebesar Rp15.026 dan Rp15.731 (nilai penuh). The books of accounts of the Company are
maintained in Rupiah, the currency of the primary economic environment in which the Company
operates (its functional currency). Transactions during the period involving foreign currencies are
recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At reporting date,
monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the middle
exchange rates quoted by Bank Indonesia (?BI?) at that date. The resulting gains or losses are
credited or charged to the current year profit or loss statement. Non-monetary items that are measured
in terms of historical cost in a foreign currency are translated using the exchange rates at the dates of
the initial transaction.The conversion rate per 1 United States Dollar used by the Company as of June
30, 2023, and December 31, 2022 were Rp15,026 and Rp15,731, respectively (full amount).
Transaksi dengan pihak berelasi a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: Transactions with related parties
memiliki pengendalain atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; memiliki pengaruh signifikan
atas entitas pelapor; atau personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas
pelapor. b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: Entitas
dan entitas pelapor adalah kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas
anak berikutnya terkait dengan entitas lain); Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama
dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok
usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya); Kedua entitas tersebut adalah ventura
bersama dari pihak ketiga yang sama; Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca-kerja
untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor.
Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor
juga berelasi dengan entitas pelapor; Orangyang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh
signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). Seluruh
Page 16
transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, diungkapkan pada laporan keuangan.
a. A person or a close member of that person's family is related to the reporting entity if that person:
has control or joint control over the reporting entity; has significant influence over the reporting entity; or
is a member of the key management personnel of the reporting entity or of a parent of the reporting
entity. b. An entity is related to the reporting entity if any of the following conditions apply: The entity
and the reporting entity are members of the same company (which means that each parent, subsidiary
and fellow subsidiary is related to the others); One entity is an associate or joint venture of the other
entity (or an associate or joint venture of a member of a company of which the other entity is a
member; Both entities are joint ventures of the same third party; The entity is a post-employment
benefit plan for the benefit of employees of either the reporting entity, or an entity related to the
reporting entity. If the reporting entity is itself such a plan, the sponsoring employers are also related to
the reporting entity; The entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (a); and A
person identified in (a) (i) has significant influence over the entity or is a member of the key
management personnel of the entity (or a parent of the entity).All significant transactions with related
parties, are disclosed in the financial statements.
Pajak penghasilan Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan yang dihitung berdasarkan Income taxes
tarif pajak yang berlaku. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode
mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan
dengan dasar pengenaan pajak. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer
kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan,
sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa
datang. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara
substansial telah berlaku pada tanggal pelaporan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam
laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas, dalam hal ini
pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. Aset dan liabilitas pajak tangguhan
dapat saling hapus apabila terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus
antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini dan apabila aset dan liabilitas pajak tangguhan terkait
dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama, baik atas entitas kena
pajak yang sama ataupun berbeda. Perubahan atas liabilitas pajak dicatat pada saat surat ketetapan
pajak diterima atau apabila diajukan keberatan dan/atau banding, diakui pada saat hasil dari keberatan
dan/atau banding diterima. Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan bersih di laporan posisi
keuangan. Current tax expense is determined based on the taxable income for the year, computed
using the prevailing tax rates. Deferred tax assets and liabilities are recognized for the future tax
consequences attributable to differences between the financial statements carrying amounts of assets
and liabilities and their respective tax bases. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable
temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences to
the extent that it is probable that taxable income will be available in future periods against which the
deductible temporary differences can be utilized. Deferred tax is calculated at the tax rates that have
been enacted or substantively enacted at the reporting date. Deferred tax is charged or credited
immediately in profit or loss, except when it relates to items charged or credited directly to equity, in
which case the deferred tax is also charged or credited directly to equity. Deferred tax assets and
liabilities are offset when there is a legally enforceable right to offset current tax assets against current
tax liabilities and when the deferred tax assets and liabilities relate to income taxes levied by the same
tax authority on either the same taxable entity or different taxable entities Amendments to tax
obligations are recorded when a tax assessment is received or, if objected or appealed against, when
the result of the objection or appeal is determined Deferred tax assets and liabilities are offset in the
statement of financial position.
Page 17
Imbalan kerja karyawan Imbalan kerja karyawan jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan berdasarkan Employee benefits
metode akrual. Perusahaan menyediakan imbalan pasca-kerja untuk karyawan sesuai dengan
Undang- Undang Ketenagakerjaan yang pada dasarnya merupakan program imbalan pasti. Untuk usia
pensiun normal, Perusahaan menghitung imbalan kerja karyawan berdasar -kan Undang-Undang
Ketenagakerjaan. Beban atas pemberian imbalan dalam program imbalan manfaat pasti ditentukan
dengan metode projected unit credit. Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang
diakui sebagai penghasilan komprehensif lain, terdiri dari: i. Keuntungan atau kerugian aktuarial; ii.
Imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukan dalam bunga neto atas liabilitas
(aset); dan iii. Setiap perubahan dampak batas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukan dalam
bunga neto atas liabilitas (aset). Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang
diakui sebagai penghasilan komprehensif lain tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode
berikutnya.Biaya jasa lalu diakui pada laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara: Tanggal
amandemen atau kurtailmen program; dan Tanggal pada saat Perusahaan mengakui biaya
restrukturisasi terkait. Beban imbalan jangka panjang lainnya ditentukan dengan metode projected unit
credit dengan metode yang disederhanakan dimana metode ini tidak mengakui pengukuran kembali
dalam penghasilan komprehensif lain. Total nilai neto dari biaya jasa kini, biaya bunga neto atas
liabilitas (aset) imbalan pasti neto dan pengukuran kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui
pada laba rugi tahun berjalan. Short-term employee benefits are recognized when they become due to
the employees on accrual basis. The Company provides post-employment benefits as required under
Labor Law which in substance represent a defined benefit plan. For normal pension scheme, the
Company calculates the employee benefits under the Labor Law. The cost of providing benefits under
the defined benefits plan is determined using the projected unit credit method.Remeasurement on net
defined benefit liabilities (asset), which is recognized as other comprehensive income, consists of: i.
Actuarial gain and losses; ii. Return on program asset, not consist of amount included in liabilities
(asset) net interest; and iii. Every change in asset ceiling, not consist of amount included in liabilities
(asset) net interest. Remeasurement on net defined benefit liabilities (asset), which is recognized as
other comprehensive income will not be reclassified to profit or loss in the next periods. Past service
costs are recognized in profit or loss on the earlier of: The date of the plan amendment or curtailment;
and The date that the Company recognizes related restructuring costs.The cost of providing other
long-term employee benefits is determined using the projected unit credit method using simplified
method of not recognizing remeasurements in other comprehensive income. The net total of service
cost, net interest on the net defined benefit liability (asset) and remeasurements of the net defined
benefit liability (asset) are recognized in profit or loss for the year.
Laba per saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Earnings per share
pemegang saham biasa entitas dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun
berjalan. Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas dengan rata-rata tertimbang saham yang beredar
pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan mengasumsikan konversi instrumen
berpotensi saham yang bersifat dilutif.Basic earnings per share is computed by dividing income for the
year attributable to ordinary equity holders of the entity by the weighted average number of shares
outstanding during the year. Diluted earnings per share is computed by dividing net income for the year
attributable to ordinary equity holders of the entity by the weighted average number of shares
outstanding during the year adjusted for the assumed conversion of all dilutive potential ordinary
shares.
Dividen N/A Dividends
Page 18
Pelaporan segmen Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang Segment reporting
memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban, termasuk pendapatan dan beban terkait dengan
transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama, yang hasil operasinya dikaji ulang secara
regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang
dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya, dan tersedia informasi keuangan yang
dapat dipisahkan. Hasil segmen yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional termasuk
item yang dapat diatribusikan secara langsung kepada segmen dan juga yang dapat dialokasikan
dengan basis yang wajar. Perusahaan mengelola kegiatan usahanya dan mengidentifikasi segmen
yang dilaporkan berdasarkan jenis produk. Perusahaan menentukan dan menyajikan segmen operasi
berdasarkan informasi yang secara internal diberikan kepada pengambil keputusan operasional. An
operating segment is a component of the entity that engages in business activities from which it may
earn revenues and incur expenses, including revenues and expenses that relate to transactions with
any of the entity?s components, whose operating results are reviewed regularly by the chief operating
decision maker to make decisions about resources allocated to the segment and assess its
performance, and for which discrete financial information is available. Segment results that are reported
to the chief operating decision maker include items directly attributable to a segment as well as those
that can be allocated on a reasonable basis. The Company manages its business activities and
identifies its segments reported based on product categories. The Company determines and presents
operating segments based on the information that is internally provided to the chief operating decision
maker.
Instrumen keuangan derivatif Instrumen derivatif diakui pertama-tama pada nilai wajar pada saat kontrak tersebut dilakukan, dan Derivative financial instruments
selanjutnya diukur pada nilai wajarnya. Metode pengakuan keuntungan atau kerugian dari perubahan
nilai wajar tergantung pada apakah derivatif tersebut adalah instrumen lindung nilai, dan sifat dari
unsur yang dilindungi nilainya. Perusahaan menggunakan instrumen keuangan derivatif, pertukaran
(swap) tingkat suku bunga, sebagai bagian dari aktivitas manajemen untuk melindungi dampak risiko
tingkat suku bunga atas pinjaman Perusahaan. Perusahaan menerapkan akuntansi lindung nilai arus
kas pada saat transaksi tersebut memenuhi kriteria perlakuan akuntansi lindung nilai. Perubahan nilai
wajar instrumen derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai dicatat dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain tahun berjalan. Jika instrumen derivatif dirancang dan memenuhi syarat
akuntansi lindung nilai, perubahan nilai wajar yang berkaitan dengan lindung nilai diakui sebagai
penyesuaian terhadap item yang dilindungi nilainya dalam penghasilan komprehensif lainnya tahun
berjalan atau disajikan dalam ekuitas, tergantung pada jenis transaksi dan efektivitas dari lindung nilai
tersebut. Perusahaan menetapkan derivatif sebagai instrumen lindung nilai atas arus kas apabila
instrumen tersebut melindungi nilai variabilitas arus kas yang dapat diatribusikan pada risiko tertentu
yang terkait dengan aset atau liabilitas yang telah diakui atau prakiraan transaksi yang kemungkinan
besar terjadi. Bagian efektif dari perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen
lindung nilai atas arus kas dalam hubungan lindung nilai yang memenuhi kualifikasi ditangguhkan pada
keuntungan/ (kerugian) kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas, yang merupakan
bagian dari ekuitas. Bagian yang tidak efektif diakui secara langsung pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain. Jumlah yang ditangguhkan dalam ekuitas direklasifikasi ke dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dalam tahun yang sama dimana arus kas yang
dilindung nilai mempengaruhi laba atau rugi, dan pada item yang sama dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain. Ketika instrumen lindung nilai kadaluarsa atau dijual, dihentikan,
Page 19
dilaksanakan, atau tidak lagi memenuhi kriteria akuntansi lindung nilai, keuntungan atau kerugian kumulatif yang ditangguhkan di ekuitas tetap diakui pada keuntungan/(kerugian) kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas dan direklasifikasi ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain ketika item yang dilindung nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Ketika suatu prakiraan transaksi akan dilindung nilai tidak lagi diharapkan akan terjadi, jumlah yang ditangguhkan dalam ekuitas diakui segera dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Seluruh instrumen derivatif (termasuk transaksi valuta asing untuk tujuan pendanaan dan perdagangan) dicatat dalam laporan posisi keuangan berdasarkan nilai wajarnya. Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan harga pasar, kurs Reuters pada tanggal pelaporan laporan posisi keuangan, diskonto arus kas, model penentu harga opsi atau harga yang diberikan oleh broker (quoted price) atas instrumen lainnya yang memiliki karakteristik serupa.Perusahaan menggunakan instrumen keuangan derivatif, opsi, sebagai bagian dari aktivitas manajemen untuk melindungi dampak risiko perubahan nilai wajar atas investasi saham Perusahaan. Perusahaan menerapkan akuntansi lindung nilai nilai wajar pada saat transaksi tersebut memenuhi kriteria perlakuan akuntansi lindung nilai. Perusahaan menetapkan derivatif sebagai instrumen lindung nilai atas nilai wajar apabila instrumen tersebut melindungi nilai variabilitas nilai wajar yang dapat diatribusikan pada risiko tertentu yang terkait dengan aset atau liabilitas yang telah diakui atau prakiraan transaksi yang kemungkinan besar terjadi. Bagian efektif dari perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai atas nilai wajar dalam hubungan lindung nilai yang memenuhi kualifikasi ditangguhkan pada keuntungan/ (kerugian) kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung nilai nilai wajar, yang merupakan bagian dari ekuitas. Ketika instrumen lindung nilai kadaluarsa atau dijual, dihentikan, dilaksanakan, atau tidak lagi memenuhi kriteria akuntansi lindung nilai, keuntungan atau kerugian kumulatif yang ditangguhkan di ekuitas tetap diakui pada keuntungan/(kerugian) kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung nilai nilai wajar dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Seluruh instrumen derivatif (termasuk transaksi valuta asing untuk tujuan pendanaan dan perdagangan) dicatat dalam laporan posisi keuangan berdasarkan nilai wajarnya. Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan harga pasar, kurs Reuters pada tanggal pelaporan laporan posisi keuangan, diskonto arus kas, model penentu harga opsi atau harga yang diberikan oleh broker (quoted price) atas instrumen lainnya yang memiliki karakteristik serupa. Derivative instruments are initially recognized at fair value on the date the contracts are entered into and are subsequently remeasured at their fair values. The method of recognizing the fair value gain or loss depends on whether the derivative is designated as a hedging instrument and, if so, the nature of the item being hedged. The Company uses derivative instruments, interest rate swap as part of its management activities to manage exposures to interest rate on the Company?s borrowing. The Company applies cash flow hedge accounting when transactions meet the specified criteria for hedge accounting treatment. Changes in fair value of derivative instruments that do not qualify for hedge accounting are recognized in the current year statement of profit or loss and other comprehensive income. If derivative instruments are designated and qualify for hedge accounting, changes in fair value of derivative instruments are recorded as adjustments to the items being hedged in the current year other comprehensive income or in the equity, depending on the type of hedge transaction represented and the effectiveness of the hedge. The Company designates derivatives as the hedging instruments of cash flows hedges where the instrument hedges the variability in cash flows attributable to a particular risk associated with a recognized asset or liability, or a highly probable forecast transaction that could affect profit or loss. The effective portion of changes in the fair value of derivatives designated as hedging instruments of cash flows hedges in qualifying hedging relationships is deferred to the cumulative gains/(losses) on derivative instruments for cash flows hedges, which forms part of equity. Any ineffective portion is recognized immediately in the statement of profit or loss and other
Page 20
comprehensive income. Amounts deferred in equity are reclassified to the statement of profit or loss
and other comprehensive income as a reclassification adjustment in the same year as the hedged cash
flows affect profit or loss, and in the same line item in the statement of profit or loss and other
comprehensive income. When the hedging instrument expires or sold, terminated, exercised, or no
longer qualifies for hedge accounting, the cumulative amount deferred in equity remains in the
cumulative gains/(losses) on derivative instruments for cash flows hedges, and is subsequently
transferred to the statement of profit or loss and other comprehensive income when the hedged item is
recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income. When a forecast hedged
transaction is no longer expected to occur, the amount deferred in equity is recognized immediately in
the statement of profit or loss and other comprehensive income. All derivatives instruments (including
foreign exchange transactions for financing and trading) are recognized in the statement of financial
position at fair value. The fair value is based on the market rate, Reuters exchange rate at statement of
financial position date, discounted cash flows, option pricing models or broker quoted price on other
instruments with similar characteristics.The Company uses derivative instrument, option, as part of its
management activities to manage exposures to fair value changes on the Company?s equity
investment. The Company applies fair value hedge accounting when transactions meet the specified
criteria for hedge accounting treatment. The Company designates derivatives as the hedging
instruments of fair value hedges where the instrument hedges the variability in fair value attributable to
a particular risk associated with a recognized asset or liability, or a highly probable forecast transaction
that could affect. The effective portion of changes in the fair value of derivatives designated as hedging
instruments of fair value hedges in qualifying hedging relationships is deferred to the cumulative
gains/(losses) on derivative instruments for fair value hedges, which forms part of equity. When the
hedging instrument expires or sold, terminated, exercised, or no longer qualifies for hedge accounting,
the cumulative amount deferred in equity remains in the cumulative gains/(losses) on derivative
instruments for fair value hedges, and will not be subsequently transferred to profit or loss. All
derivatives instruments (including foreign exchange transactions for financing and trading) are
recognized in the statement of financial position at fair value. The fair value is based on the market
rate, Reuters exchange rate at statement of financial position date, discounted cash flows, option
pricing models or broker quoted price on other instruments with similar characteristics.
Penerapan standar akutansi baru Efektif 1 Januari 2023, Perusahaan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (?PSAK?) The implementation of new statements of
revisi yang relevan untuk Perusahaan, sebagai berikut: ? Amandemen PSAK No. 1, ?Penyajian accounting standards
Laporan Keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi?; ? Amandemen PSAK No. 16, ?Aset
Tetap? tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan?; ? Amandemen PSAK No. 25,
?Kebijakan Akuntansi Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan terkait Definisi Estimasi
Akuntansi?; ? Amandemen PSAK No. 46, ?Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset
dan Liabilitas Yang Timbul Dari Transaksi Tunggal?. Penerapan dari standar revisi tersebut tidak
menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak berdampak
material terhadap jumlah yang dilaporkan pada periode berjalan atau periode sebelumnya. Effective on
January 1, 2023, the Company has applied revised Statements of Financial Accounting Standards
(?SFAS?) which are relevant to the Company, as follows: ? Amendment to SFAS No. 1, ?Presentation
of Financial Statements ? Disclosure of Accounting Policies?; ? Amendment of SFAS No. 16, ?Fixed
Assets? regarding proceeds before intended use?; ? Amendment of PSAK No. 25 ?Accounting
Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors - Definition of Accounting Estimates?; ?
Amendment of PSAK No. 46, ?Income Taxes - Deferred Tax related to Assets and Liabilities arising
from a Single Transaction?. The implementations of such revised standards did not result in
substansial changes to Company?s accounting policies and had no material effect on the amounts
reported for the current or prior periods.
Page 21
Kombinasi bisnis N/A Business combination
Penentuan nilai wajar Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif, seperti efek-efek, ditentukan Determination of fair value
berdasarkan kuotasi harga pasar pada tanggal laporan posisi keuangan dari sumber-sumber yang
terpercaya seperti kuotasi harga pasar dari Bloomberg, Reuters atau dari broker. Investasi pada unit
reksadana dicatat pada nilai pasar, sesuai dengan nilai bersih dari aset reksadana pada tanggal
laporan posisi keuangan. Instrumen keuangan dianggap menggunakan nilai kuotasi pasar aktif jika
harga kuotasi tersedia dan secara regular tersedia di bursa, dealer, broker dan harga tersebut
mencerminkan harga aktual dan terbentuk melalui transaksi pasar secara regular berdasarkan ?arm?s
length basis?. Jika kriteria di atas tidak tercapai, pasar dianggap tidak aktif. Indikasi dari pasar tidak
aktif adalah ketika terdapat selisih penawaran dan permintaan yang besar atau terjadi kenaikan
signifikan dari selisih penawaran dan permintaan atau hanya terdapat sejumlah kecil transaksi. Untuk
instrumen keuangan yang tidak memiliki kuotasi harga pasar, estimasi yang rasional dari nilai wajar
ditentukan dengan menggunakan referensi harga pasar sekarang dari instrumen lain yang memiliki
karakteristik yang sama secara substansial atau dihitung berdasarkan ekspektasi arus kas dari aset
bersih yang mendasari instrumen keuangan tersebut. Perusahaan menggunakan jasa penilai
independen dalam mengestimasikan nilai wajar dari investasi efek-efek saham dimana harga pasar
tidak tersedia. Penilaian berkala oleh jasa penilai independen dilakukan paling sedikit sekali dalam
setahun. Untuk instrumen yang lebih kompleks, Perusahaan menggunakan model penilaian internal,
yang pada umumnya berdasarkan teknik dan metode penilaian yang umumnya diakui sebagai standar
industri. Model penilaian terutama digunakan untuk menilai kontrak derivatif.The fair value of financial
instruments traded in active markets, such as securities, is determined based on quoted market prices
at the statement of financial position date from credible sources such as quoted market prices from
Bloomberg, Reuters or broker?s quoted price. Investments in mutual funds units are stated at market
value, in accordance with the net value of assets of the mutual funds at the statement of financial
position date. A financial instrument is regarded as quoted in an active market, if quoted prices are
readily and regularly available from an exchange, dealer, broker and those prices represent actual and
regularly occurring market transactions on an arm?s length basis. If the above criteria are not met, the
market is regarded as being inactive. Indications that a market is inactive are when there is a wide
bid-offer spread or significant increase in the bid-offer spread or there are few recent transactions. For
financial instruments with no quoted market price, a reasonable estimate of the fair value is determined
by reference to the current market value of another instrument which substantially has the same
characteristic or calculated based on the expected cash flows of the underlying net asset base of the
financial instruments. The Company uses an independent valuer in the estimation of fair value of its
investment in equity securities when the market price is not available. A regular valuation by the
independent valuer is done at least once a year. For more complex instruments, the Company uses
internally developed model, which is generally based on valuation method and technique generally
recognized as industry standard. Valuation model is used primarily to value derivative contracts.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Pembukuan Perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah, mata uang dari lingkungan Foreign currency transactions and balances
ekonomi utama dimana Perusahaan beroperasi (mata uang fungsionalnya). Transaksi-transaksi
selama periode berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya
transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan
Page 22
untuk mencerminkan kurs tengah Bank Indonesia (?BI?) yang berlaku pada tanggal tersebut.
Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun
berjalan. Pos non-moneter diukur dalam biaya historis dalam mata uang asing yang dijabarkan kembali
dengan nilai tukar pada saat tanggal awal transaksi. Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2023 dan 31
Desember 2022, kurs konversi 1 Dolar Amerika Serikat yang digunakan Perusahaan masing-masing
adalah sebesar Rp15.062 dan Rp15.731 (nilai penuh). The books of accounts of the Company are
maintained in Rupiah, the currency of the primary economic environment in which the Company
operates (its functional currency). Transactions during the period involving foreign currencies are
recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At reporting date,
monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the middle
exchange rates quoted by Bank Indonesia (?BI?) at that date. The resulting gains or losses are
credited or charged to the current year profit or loss statement. Non-monetary items that are measured
in terms of historical cost in a foreign currency are translated using the exchange rates at the dates of
the initial transaction. The conversion rate per 1 United States Dollar used by the Company as of
March 31, 2023, and December 31, 2022 were Rp15,062 and Rp15,731, respectively (full amount).
Efek-efek Setelah pengakuan awal, efek-efek yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan Securities
menggunakan suku bunga efektif. Sementara efek-efek yang diukur pada FVOCI, setelah pengakuan
awal akan diukur pada nilai wajar dimana keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi atas
perubahan nilai wajar akan diakui sebagai penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan pada
komponen terpisah pada ekuitas. Pada saat penghentian pengakuan, akumulasi keuntungan atau
kerugian nilai wajar, neto setelah akumulasi cadangan kerugian kredit ekspektasian, ditransfer ke laba
rugi. Untuk efek-efek yang dipersyaratkan diukur atas nilai wajar melalui laba rugi, setelah pengakuan
awal akan diukur pada nilai wajar dimana keuntungan dan kerugian yang timbul akibat perubahan nilai
wajar dicatat dalam laba rugiAfter initial recognition, securities held at amortized cost is amortized using
the effective interest rate. While securities held at FVOCI are subsequently carried at fair value with all
unrealized gains and losses arising from changes in fair value recognized in other comprehensive
income and accumulated in separate component of equity. On derecognition, the cumulative fair value
gains or losses, net of the cumulative expected credit loss reserve, are transferred to the profit or loss.
For securities mandatorily held at fair value through profit or loss are subsequently carried at fair value
with gains or losses arising from the changes in fair value recorded in profit or loss.
Investasi jangka pendek N/A Short-term investment
Aset hak guna Perusahaan mengakui aset hak-guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak-guna diukur pada biaya Right of use assets
perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai, jika ada, dan disesuaikan
untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak-guna meliputi nilai liabilitas sewa yang
diakui, biaya langsung awal, pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai sewa
dan estimasi biaya restorasi. Aset hak-guna disusutkan berdasarkan metode garis lurus (straight-line
method) selama masa sewa sebagai berikut: Laptop (3 tahun). The Company recognized right-of-use
assets at the commencement date of the lease. Right-of-use assets are measured at cost, less any
accumulated depreciation and impairment losses, if any and adjusted for any remeasurement of lease
liabilities. The cost of right-of-use assets includes the amount of lease liabilities recognized, initial direct
cost incurred, lease payments made at or before the commencement date and estimated reinstatement
Page 23
cost. Right-of-use assets are depreciated on a straight-line basis over the lease term as follows: Laptop
(3 years).
Properti investasi N/A Investment properties
Goodwill N/A Goodwill
Investasi pada entitas asosiasi N/A Investment in associates
Aset takberwujud Aset lain-lain termasuk aset tidak berwujud yang dicatat sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi Intangible assets
amortisasi dan rugi penurunan nilai. Harga perolehan mencakup semua pengeluaran yang terkait
secara langsung dengan perolehan aset tidak berwujud. Amortisasi aset tidak berwujud dihitung
dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dari aset
tersebut yaitu antara 4 - 5 tahun. Pada tanggal pelaporan, metode amortisasi, taksiran masa manfaat
dan nilai residual ditelaah ulang dan disesuaikan secara prospektif, jika diperlukan. Other assets
include intangible assets that are stated at cost less amortization and impairment. Historical cost
includes expenditures that are directly attributable to the acquisition of the items. Amortization of
intangible assets is computed using the straight-line method based on the estimated useful lives of the
assets which range between 4 - 5 years. At the reporting period, amortization methods, estimated
useful lives and residual values are reviewed and adjusted prospectively, if appropriate.
Beban dibayar dimuka Beban dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan Prepaid expenses
metode garis lurus. Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line
method.
Piutang dan utang asuransi N/A Insurance receivables and payables
Piutang pembiayaan konsumen N/A Consumer financing receivables
Page 24
Liabilitas atas kontrak N/A Contract liabilities
Simpanan nasabah dan simpanan dari bank lain N/A Deposits from customers and deposits from
other banks
Obligasi subordinasi N/A Subordinated bonds
Efek-efek yang dibeli dengan janji dibeli kembali N/A Securities purchased under resell agreements
Saham treasuri N/A Treasury stock
Modal saham N/A Share capital
Pengaturan pembayaran berbasis saham N/A Share-based payment arrangement
Page 25
Biaya emisi efek ekuitas N/A Stock issuance cost
Instrumen keuangan Terdapat tiga klasifikasi pengukuran aset keuangan: biaya perolehan diamortisasi, diukur pada nilai Financial instruments
wajar melalui laba rugi (FVTPL), dan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
(FVOCI). Aset keuangan diklasifikasikan menjadi kategori tersebut di atas berdasarkan model bisnis
dimana aset keuangan tersebut dimiliki, dan karakteristik arus kas kontraktualnya. Model bisnis
merefleksikan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola untuk mencapai tujuan bisnis tertentu.
Aset keuangan hanya dapat dikategorikan sebagai biaya perolehan diamortisasi jika instrumen dimiliki
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual (?hold to collect?), dan dimana arus kas kontraktual
tersebut semata dari pembayaran pokok dan bunga (SPPI). Pokok merupakan nilai wajar dari
instrumen pada saat pengakuan awal. Bunga dalam hal ini merupakan kompensasi untuk nilai waktu
uang dan risiko kredit terkait beserta kompensasi untuk risiko lain dan biaya yang konsisten dengan
persyaratan dalam peminjaman standar dan marjin laba. Kategori aset ini membutuhkan penilaian
persyaratan kontraktual pada saat pengakuan awal untuk menentukan apakah kontrak mengandung
persyaratan yang dapat mengubah waktu atau jumlah dari arus kas yang tidak konsisten dengan
persyaratan SPPI. Dalam menilai apakah arus kas kontraktual memiliki karakteristik SPPI, Perusahaan
mempertimbangkan tujuan model bisnis adalah untuk memiliki aset untuk memperoleh arus kas
kontraktual atau untuk memperoleh arus kas kontraktual dan dijual dan juga persyaratan kontraktual
atas instrumen tersebut. Hal ini termasuk dalam hal menilai apakah aset keuangan mengandung
ketentuan kontraktual yang dapat mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual sehingga tidak
dapat memenuhi kondisi SPPI. Dalam melakukan penilaian, Perusahaan mempertimbangkan: ? Hak
yang dimiliki Perusahaan saat terdapat kepailitan dan keaslian kontrak. ? Penentuan mata uang pada
asset. ? Kejadian kontinjensi yang akan mengubah jumlah dan waktu arus kas; ? Non-recourse
arrangement; dan ? Persyaratan pelunasan dipercepat atau perpanjangan fasilitas dan juga perubahan
time value of money dari jumlah bunga. Aset dapat dijual dari portofolio hold to collect ketika terdapat
peningkatan risiko konsentrasi kredit. Penghentian untuk alasan lain diperbolehkan namun jumlah
penjualan tersebut harus tidak signifikan jumlahnya atau tidak sering. Aset keuangan berupa instrumen
utang dimana tujuan model bisnis dicapai dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset
(?hold to collect and sell?) dan memiliki arus kas SPPI, diklasifikasikan sebagai FVOCI, dengan laba
rugi yang belum direalisasi ditangguhkan di penghasilan komprehensif lain sampai aset tersebut
dihentikan. Seluruh aset keuangan lainnya akan dipersyaratkan diklasifikasikan sebagai FVTPL. Aset
keuangan dapat ditetapkan sebagai FVTPL hanya jika ini dapat mengeliminasi atau mengurangi
accounting mismatch. Efek-efekSetelah pengakuan awal, efek-efek yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif. Sementara efek-efek yang diukur pada FVOCI,
setelah pengakuan awal akan diukur pada nilai wajar dimana keuntungan dan kerugian yang belum
direalisasi atas perubahan nilai wajar akan diakui sebagai penghasilan komprehensif lain dan
diakumulasikan pada komponen terpisah pada ekuitas. Pada saat penghentian pengakuan, akumulasi
keuntungan atau kerugian nilai wajar, neto setelah akumulasi cadangan kerugian kredit ekspektasian,
ditransfer ke laba rugi. Untuk efek-efek yang dipersyaratkan diukur atas nilai wajar melalui laba rugi,
setelah pengakuan awal akan diukur pada nilai wajar dimana keuntungan dan kerugian yang timbul
Page 26
akibat perubahan nilai wajar dicatat dalam laba rugi. Pinjaman diberikan setelah pengakuan awal, pinjaman diberikan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Biaya perolehan diamortisasi diukur menggunakan metode suku bunga efektif. Investasi saham Investasi saham diukur pada FVOCI, dimana keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar akan diakui sebagai penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan pada komponen terpisah pada ekuitas. ? Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premi dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal. Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari instrumen keuangan FVTPL. Penurunan nilai aset keuangan Perusahaan menggunakan model perhitungan kerugian kredit ekspektasian (ECL) yang menggunakan matriks probability of default (PD), loss given default (LGD), dan exposure at default (EAD), yang didiskontokan menggunakan suku bunga efektif. Pendekatan PD dan LGD yang digunakan dibedakan untuk masing-masing segmentasi portofolio yaitu pembiayaan proyek dan pembiayaan korporasi, sesuai dengan karakteristik risiko masing-masing segmen tersebut. a. Probability of Default (PD) Probabilitas yang timbul di suatu waktu dimana debitur mengalami gagal bayar, diestimasi sampai dengan periode 12 bulan dari tanggal laporan (stage 1) atau sepanjang umur (stage 2) dengan memperhitungkan dampak asumsi ekonomi masa depan yang memiliki risiko kredit. Perusahaan menggunakan basis data PD berdasarkan studi yang dilakukan oleh Moody?s dan Standard & Poor?s (S&P). b. Loss Given Default (LGD) Kerugian yang diperkirakan akan timbul dari debitur yang mengalami gagal bayar, digambarkan sebagai persentase dari total paparan pada saat gagal bayar. Perusahaan menggunakan nilai LGD berdasarkan data tingkat pemulihan kredit Basel III dan Standard & Poor?s (S&P). c. Exposure at Default (EAD) Perkiraan nilai eksposur neraca pada saat gagal bayar dengan mempertimbangkan bahwa perubahan ekspektasi yang diharapkan selama masa eksposur. Hal ini menggabungkan dampak penarikan fasilitas yang dilakukan, pembayaran pokok dan bunga, amortisasi dan pembayaran dimuka, bersama dengan dampak asumsi ekonomi masa depan jika relevan. Untuk menentukan kerugian kredit ekspektasian, komponen-komponen ini akan diperhitungkan secara bersama-sama dan didiskontokan ke tanggal laporan keuangan menggunakan diskonto berdasarkan suku bunga efektif. Kerugian kredit ekspektasian atau Expected Credit Losses (ECL) diakui untuk seluruh instrumen utang keuangan, komitmen pinjaman dan jaminan keuangan yang diklasifikasikan sebagai hold to collect/hold to collect and sell dan memiliki arus kas SPPI. Kerugian kredit ekspektasian tidak diakui untuk instrumen ekuitas yang ditetapkan sebagai FVOCI. Pencadangan berbasis ECL diakui pada saat pengakuan awal untuk seluruh instrumen keuangan yang masuk dalam cakupan ECL sehubungan dengan adanya peristiwa gagal bayar yang dapat timbul dalam periode waktu 12 bulan ke depan (disebut sebagai stage 1 dengan cadangan kerugian senilai kerugian kredit ekspektasian 12 bulan). ECL akan terus dihitung berdasarkan basis ini sampai terdapat bukti peningkatan risiko kredit yang signifikan (SICR) sesuai kriteria yang ditetapkan Perusahaan atau aset mengalami penurunan nilai. Jika aset keuangan (atau portofolio aset keuangan) mengalami SICR sejak pengakuan awal, kerugian kredit ekpektasian diakui untuk peristiwa default yang dapat terjadi sepanjang umur dari aset tersebut (disebut sebagai ?aset stage 2? dengan cadangan kerugian sebesar kerugian kredit ekspektasian selama umur aset tersebut). Penilaian SICR dilakukan dalam konteks peningkatan risiko gagal bayar yang dapat terjadi sepanjang sisa umur dari instrumen keuangan ketika dibandingkan dengan ekspektasi pada saat pengakuan awal untuk periode waktu
Page 27
yang sama. SICR tidak dinilai dalam konteks peningkatan kerugian kredit ekspektasian. Akun kredit macet dikelola oleh unit SAM. Ketika suatu akun memerlukan penyelesaian kredit atau ada jumlah yang dianggap tidak dapat dipulihkan, dapat tetap di stage 2 (tanpa atau dengan tunggakan pembayaran sampai dengan 90 hari) atau stage 3 (adanya tunggakan pembayaran lebih dari 90 hari), namun cadangan kerugian penurunan nilai kredit secara individual akan dibuat. Cadangan kerugian adalah perbedaan antara jumlah pinjaman yang tercatat dan probabilitas tertimbang nilai sekarang dari estimasi arus kas masa depan yang mencerminkan berbagai skenario (dari hasil pemulihan terbaik, terburuk, dan paling mungkin). Jika arus kas mencakup jaminan yang dapat direalisasi, nilai-nilai yang digunakan akan memasukkan dampak informasi ekonomi forward looking. Keadaan individual dari masing-masing debitur dipertimbangkan ketika SAM memperkirakan arus kas masa depan dan waktu pemulihan masa depan yang melibatkan pertimbangan yang signifikan. Periode yang diperhitungkan ketika mengukur kerugian kredit ekspektasian adalah periode yang lebih pendek antara umur ekspektasian dan periode kontrak aset keuangan. Umur ekspektasian dapat dipengaruhi oleh pembayaran dimuka dan periode kontrak maksimum melalui opsi perpanjangan kontrak. Untuk aset keuangan stage 2 dan 3, yang dinilai secara individual, penentuan kerugian kredit ekspektasian selama umur aset akan serupa dengan pendekatan PSAK No. 55. Namun, estimasi arus kas akan berdasarkan rentang kemungkinan skenario-skenario. Ketika arus kas termasuk jaminan yang dapat direalisasi, nilai yang diperhitungkan akan termasuk informasi kedepan. Untuk aset yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, saldo di neraca mencerminkan aset bruto dikurangi kerugian kredit ekspektasian. Untuk instrumen utang dalam kategori FVOCI, saldo di neraca mencerminkan nilai wajar dari instrumen, dengan cadangan kerugian kredit ekspektasian dibukukan terpisah sebagai cadangan pada penghasilan komprehensif lain. Perubahan atas kerugian kredit ekspektasian diakui pada laba rugi dan terakumulasi di saldo laba. Kerugian kredit ekspektasian atas komitmen kredit yang diberikan dan jaminan keuangan diakui pada liabilitas lain-lain. Jika instrumen keuangan mencakup komponen aset keuangan dan komitmen yang belum ditarik, dan tidak dapat dipisahkan atas kerugian kredit ekspektasian pada komponen ini, jumlah kerugian kredit atas komitmen tersebut diakui bersamaan dengan kerugian kredit atas aset keuangan. Dalam kondisi jumlah kerugian kredit ekspektasian gabungan melebihi jumlah tercatat bruto dari aset keuangan, maka kerugian kredit ekspektasian diakui sebagai liabilitas lain-lain. Instrumen keuangan yang belum mengalami penurunan nilai pada saat pengakuan awal adalah aset stage 1 dan kerugian kredit ekspektasian 12 bulan diakui. Instrumen ini akan tetap pada stage tersebut sampai dilunasi, kecuali terdapat peningkatan risiko kredit signifikan (SICR) (stage 2) atau mengalami penurunan nilai kredit (stage 3). Instrumen pada stage 1 akan ditransfer ke stage 2 dan cadangan kerugian kredit ekspektasian dihitung sepanjang umurnya diakui saat terdapat peningkatan signifikan atas risiko kredit dibandingkan yang diharapkan saat pengakuan awal. Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan (stage 1) Kerugian kredit ekspektasian diakui pada saat pengakuan awal instrumen keuangan dan merepresentasikan kekurangan kas sepanjang umur aset yang timbul dari kemungkinan gagal bayar di masa yang akan datang dalam kurun waktu 12 bulan sejak tanggal pelaporan. Kerugian kredit ekspektasian terus ditentukan oleh dasar ini sampai timbul peningkatan risiko kredit yang signifikan pada instrumen tersebut atau instrumen tersebut telah mengalami penurunan nilai kredit. Peningkatan risiko kredit yang signifikan (stage 2) Jika aset keuangan mengalami peningkatan risiko kredit yang signifikan (SICR) sejak pengakuan awal, kerugian kredit ekspektasian diakui atas kejadian gagal bayar yang mungkin terjadi sepanjang umur aset. Peningkatan signifikan dalam risiko kredit dinilai dengan membandingkan risiko gagal bayar atas eksposur pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar saat pengakuan awal (setelah memperhitungkan perjalanan waktu dari akun tersebut). Signifikan tidak berarti signifikan secara statistik, juga tidak dinilai dalam konteks perubahan dalam cadangan kerugian kredit ekspektasian. Perubahan atas risiko gagal bayar dinilai signifikan atau tidak, dengan menggunakan sejumlah faktor
Page 28
kuantitatif dan kualitatif, yang bobotnya bergantung pada tipe produk dan pihak lawan. Aset keuangan tanpa adanya tunggakan pembayaran namun membutuhkan penyesuaian kredit untuk menyesuaikan dengan kemampuan mengembalikan hutang atau dengan tunggakan lebih dari 30 hari dan tidak mengalami penurunan nilai akan selalu dianggap telah mengalami peningkatan risiko kredit. Penentuan pengukuran kerugian kredit ekspektasian secara individual dilakukan oleh komite investasi. Efek-efek Perusahaan menggunakan pendekatan PD dan LGD yang berlaku untuk segmen pembiayaan korporasi dalam pengukuran kerugian kredit ekspektasian. Peningkatan risiko kredit secara signifikan Ketika menentukan apakah risiko kredit suatu instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, Perusahaan mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung, serta relevan yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang berlebihan. Perusahaan menggunakan kriteria berikut dalam menentukan apakah peningkatan risiko kredit secara signifikan atau eksposur telah terjadi: ? Perubahan tingkat pemeringkatan risiko menjadi IIF6 atau lebih buruk; dan ? Tertunggak lebih dari 30 hari. Dalam peningkatan risiko di atas, hal tersebut mencakup informasi dan analisa kuantitatif dan kualitatif, berdasarkan pada pengalaman historis, penilaian saat ini dan perkiraan masa depan. Pemeringkatan risiko bervariasi dengan rentang IIF1 sampai dengan IIF10, dimana IIF1 mencerminkan tingkat risiko kredit yang paling rendah, sedangkan IIF10 mencerminkan tingkat risiko kredit yang paling tinggi. Definisi gagal bayar (default) Dalam menilai apakah debitur dalam keadaan gagal bayar, Perusahaan mempertimbangkan 3 poin yaitu: ? Prospek usaha; ? Kinerja keuangan; dan ? Kemampuan membayar kembali. Kondisi gagal bayar terjadi ketika debitur telah melewati jatuh tempo lebih dari 90 hari atas kewajiban kreditnya kepada Perusahaan. Pengelompokan instrumen dalam rangka perhitungan kredit ekspektasian secara kolektif Perusahaan mengelompokan aset keuangan yang mencerminkan tingkat risiko kredit sebagai berikut: i) Stage 1 Evaluasi penurunan nilai dan risiko kredit atas instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal yang dapat dibuktikan dengan terjadinya: ? Peringkat risiko antara IIF1-IIF5; dan ? Tidak terjadi tunggakan lebih dari 30 hari.Perusahaan akan mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian ekspektasian 12 bulan. ii) Stage 2 Evaluasi penurunan nilai dan risiko kredit atas instrumen keuangan meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal yang dapat dibuktikan dengan terjadinya: ? Peringkat risiko antara IIF6-IIF7; dan/atau ? Terdapat tunggakan antara 31 hari sampai dengan 90 hari.Perusahaan akan mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian ekspektasian sepanjang umur dari instrumen keuangan tersebut. iii) Stage 3 Evaluasi penurunan nilai dan risiko kredit atas instrumen keuangan meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal yang dapat dibuktikan dengan terjadinya: ? Peringkat risiko antara IIF8-IIF10; dan/atau ? Terdapat tunggakan lebih dari 90 hari. iii) Stage 3 (lanjutan) Perusahaan akan mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian ekspektasian sepanjang umur dari instrumen keuangan tersebut. Restrukturisasi pinjaman diberikan. Restrukturisasi pinjaman diberikan dapat meliputi penurunan suku bunga, penyesuaian waktu pembayaran, atau perpanjangan tenor. There are three measurement classifications for financial assets: amortized cost, fair value through profit or loss (FVTPL), and fair value through other comprehensive income (FVOCI). Financial assets are classified into these categories based on the business model within which they are held, and their contractual cash flow characteristics. The business model reflects how groups of financial assets are managed to achieve a particular business objective. Financial assets can only be held at amortized cost if the instruments are held in order to collect the contractual cash flows (?hold to collect?), and where those contractual cash flows are solely payments of principal and interest (SPPI). Principal represents the fair value of the instrument at the time of initial recognition. Interest in this context represents compensation for the time value of money and associated credit risks together with compensation for other risks and costs consistent with a basic lending arrangement and a profit margin. This requires an assessment at initial
Page 29
recognition of the contractual terms to determine whether it contains a term that could change the timing or amount of cash flows in a way that is inconsistent with the SPPI criteria.In assessing whether the contractual cash flows have SPPI characteristics, the Company considers the objective of its business model is to hold assets only to collect cash flows, or to collect cash flows and to sell and the contractual terms of the instrument. This includes assessing whether the financial asset contains a contractual term that could change the timing or amount of contractual cash flows such that it would not meet this condition. In making the assessment, the Company considers: ? Rights in bankruptcy and genuinity of contracts. ? Currency denomination arrangement. ? Contingent events that would change the amount and timing of cash flows; ? Non-recourse arrangement; and ? Prepayment and extension terms, as well as modification on time value of money of interest. Assets may be sold out of hold to collect portfolios where there is an increase in credit concentration risk. Disposals for other reasons are permitted but such sales should be insignificant in value or infrequent in nature. Financial asset of debt instruments where the business model objectives are achieved by collecting the contractual cash flows and by selling the assets (?hold to collect and sell?) and that have SPPI cash flows are held at FVOCI, with unrealized gains or losses deferred in other comprehensive income until the asset is derecognized.All other financial assets will mandatorily be classified at FVTPL. Financial assets may be designated at FVTPL only if doing so eliminates or reduces an accounting mismatch. SecuritiesAfter initial recognition, securities held at amortized cost is amortized using the effective interest rate. While securities held at FVOCI are subsequently carried at fair value with all unrealized gains and losses arising from changes in fair value recognized in other comprehensive income and accumulated in separate component of equity. On derecognition, the cumulative fair value gains or losses, net of the cumulative expected credit loss reserve, are transferred to the profit or loss. For securities mandatorily held at fair value through profit or loss are subsequently carried at fair value with gains or losses arising from the changes in fair value recorded in profit or loss.LoansSubsequent to initial recognition, loans are measured at amortized cost. Amortized cost is recognized using the effective interest method.Equity investmentsEquity investments are measured at FVOCI, where all unrealized gains and losses arising from changes in fair value recognized in other comprehensive income and accumulated in separate component of equity.Effective interest methodThe effective interest method is a method of calculating the amortized cost of a financial instrument and allocating interest income over the relevant period. The effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts (including all fees and commissions paid or received that form an integral part of the effective interest rate, transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial instrument, or, where appropriate, a shorter period to the net carrying amount on initial recognition.Revenue is recognized on an effective interest basis for financial instruments other than those financial instruments at FVTPL.Impairment of financial assetsThe Company uses expected credit loss (ECL) models that utilize the probability of default (PD), loss given default (LGD), and exposure at default (EAD) metrics, discounted using the effective interest rate. The approach used for PD and LGD is differentiated for each portfolio segmentation, namely project finance and corporate finance, according to risk characteristic of each segment. a. Probability of Default (PD)The probability at a point in time that a counterparty will default, estimated over up to 12 months from the reporting date (stage 1) or over the lifetime of the product (stage 2) taking into account impact of forward-looking economic assumptions that have an effect on credit risk. The Company uses a PD database based on studies conducted by Moody?s and Standard & Poor?s (S&P). b. Loss Given Default (LGD)The loss that is expected to arise on default, depicted as a percentage of total exposure at the time of default. The Company uses LGD values based on Basel III and Standard & Poor?s (S&P) credit recovery rate data. c. Exposure at Default (EAD)The expected balance sheet exposure at the time of default, taking into account that expected change in exposure over the lifetime of the exposure. This incorporates the
Page 30
impact of drawdowns of committed facilities, repayments of principal and interest, amortization and prepayments, together with the impact of forward looking economic assumptions where relevant.To determine the expected credit loss, these components are multiplied together and discounted to the balance sheet date using the effective interest rate as the discount rate. Expected Credit Losses (ECL) are recognized for all financial debt instruments, loan commitments and financial guarantees that are classified as hold to collect/hold to collect and sell and have cash flows that are solely payments of principal and interest. Expected credit losses are not recognized for equity instruments designated at FVOCI. An ECL based allowance is recognized at the time of initial recognition for all financial instruments that are in the scope of ECL in respect of default events that may occur over the next 12 months (so-called ?stage 1 assets? with allowances equivalent to 12-months expected credit losses). ECL continues to be determined on this basis until there is either a significant increase in credit risk (SICR) on criteria set by the Company or the asset becomes credit impaired.If a financial asset (or portfolio of financial assets) experiences a SICR since initial recognition, an expected credit loss is recognized for default events that may occur over the lifetime of the asset (so-called ?stage 2 assets? with loss allowances equivalent to lifetime expected credit losses). SICR is assessed in the context of an increase in the risk of a default occurring over the remaining life of the financial instrument when compared to that expected at the time of initial recognition for the same period. It is not assessed in the context of an increase in the expected credit loss. Credit impaired accounts are managed by SAM unit. Where an account needs loan work-out or any amount is considered irrecoverable, it can stay at a stage 2 (with no payment overdue or overdue up to 90 days) or stage 3 (when there is more than 90 days payment overdue) but individual credit impairment provision is raised. The provision is the difference between the loan-carrying amount and the probability weighted present value of estimated future cash flows, reflecting a range of scenarios (typically the best, worst, and most likely recovery outcomes). Where the cash flows include realizable collateral, the values used will incorporate the impact of forward looking economic information. The individual circumstances of each debtor are considered when SAM estimates future cash flows and timing of future recoveries which involve significant judgement.The period considered when measuring expected credit loss is the shorter of the expected life and the contractual term of the financial asset. The expected life may be impacted by prepayments and the maximum contractual term by extension options.For stage 2 and 3 financial assets that are individually assessed, the determination of lifetime expected credit losses will be similar to the SFAS No. 55 approach. The estimated cash flows will, however, be based on a probability range of scenarios. Where the cash flows include realizable collateral, the values used will incorporate forward looking information. For assets measured at amortized cost, the balance sheet amount reflects the gross asset less the expected credit losses. For debt instruments held at FVOCI, the balance sheet amount reflects the instrument?s fair value, with the expected credit loss allowance held as a separate reserve within other comprehensive income. Changes in expected credit losses are recognized in the profit or loss and are accumulated in retained earnings. Expected credit loss on loan commitments and financial guarantees is recognized as other liabilities. Where a financial instrument includes both financial asset and an undrawn commitment, and it is not possible to separately identify the expected credit loss on these components, expected credit loss amounts on the loan commitment are recognized together with expected credit loss amounts on the financial asset. To the extent the combined expected credit loss exceeds the gross carrying amount of the financial asset, the expected credit loss is recognized as other liability.Financial instruments that are not credit-impaired are originated into stage 1 and a 12-month expected credit loss provision is recognized. Instruments will remain in that stage until they are repaid, unless they experience significant increase in credit risk (SICR) (stage 2) or they become credit impaired (stage 3). Instruments under stage 1 will transfer to stage 2 and a lifetime expected credit loss provision recognized when there has been a significant increase in the credit risk
Page 31
compared to what was expected at origination.12-month expected credit losses (stage 1)Expected
credit losses are recognized at the time of initial recognition of a financial instrument and represent the
lifetime cash shortfalls arising from possible default events up to 12 months into the future from the
reporting date. Expected credit losses continue to be determined on this basis until there is either a
significant increase in the credit risk of an instrument or the instrument becomes
credit-impaired.Significant increase in credit risk (stage 2)If a financial asset experiences a significant
increase in credit risk (SICR) since initial recognition, an expected credit loss provision is recognized for
default events that may occur over the lifetime of the asset. Significant increase in credit risk is
assessed by comparing the risk of default of an exposure at the reporting date to the risk of default at
origination (after taking into account the passage of time). Significant does not mean statistically
significant nor it is assessed in the context of changes in expected credit loss.Whether a change in the
risk of default is significant or not is assessed using a number of quantitative and qualitative factors, the
weight of which depends on the type of product and counterparty. Financial assets that are not overdue
but need to have a loan work out to adjust its debt servicing capacity or that are 30 or more days past
due and not credit-impaired will always be considered to have experienced an increase in credit risk.
Decision to assess ECL on individual basis is conducted by the investment committee.SecuritiesThe
Company uses PD and LGD approaches which apply for corporate finance segment in measuring the
expected credit losses.Significant increase in credit riskWhen determining whether the credit risk of
financial instrument has increased significantly since initial recognition, the Company considers
reasonable, supported and relevant information without undue cost or effort.The Company uses the
following criteria in determining wheter a significant increase in credit risk or exposure has occurred: ?
Change in the risk rating level to IIF6 or worse; and ? More than 30 days arrears. In term of increase in
risk above, it includes quantitative and qualitative information and analysis, based on historical
expericence, current and future assessments. The risk rating varies from IIF1 to IIF10, where IIF1
represents the lowest level of credit risk, while IIF10 represents the highest level of credit risk.
Definition of failed payment (default)In assessing whether the debtors is in default condition, the
Company considers 3 points: ? Business prospect; ? Financial performance; and ? Repayment
ability.The default condition occurs when the debtors past due for more than 90 days on credit
obligation to the Company. Classification of instrument for calculating collective expected credit
lossesThe Company classifies financial assets that reflect the level of credit risk as follows: i) Stage
1Evaluation of impairment and credit risk on financial instruments does not increase significantly since
initial recognition which can be proven by the occurrence of: ? Risk rating between IIF1-IIF5; and ?
There are no arrears for more than 30 days. ii) Stage 2The Company will measure the allowance for
losses for these financial instruments at the amount of the expected credit losses of 12 months.
Evaluation of impairment and credit risk on financial instruments increase significantly since initial
recognition which can be proven by the occurrence of: ? Risk rating between IIF6-IIF7; and/or ? There
are arrears between 31 days to 90 days.The Company will measure the allowance for losses for these
financial instruments at the amount of the expected credit losses over the maturity of financial
instruments. iii) Stage 3 Evaluation of impairment and credit risk on financial instruments increase
significantly since initial recognition which can be proven by the occurrence of: ? Risk rating between
IIF8-IIF10; and/or ? There are arrears more than 90 days.Classification of instrument for calculating
collective expected credit losses (continued) iv)Stage 3 (continued)The Company will measure the
allowance for losses for these financial instruments at the amount of the expected credit losses over
the maturity of financial instruments.
Aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai N/A Non-current assets classified as held for sale
dimiliki untuk dijual
Page 32
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan N/A Events after reporting period
Penerapan standar akuntansi baru Efektif 1 Januari 2023, Perusahaan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (?PSAK?) Adoption of new accounting standards
revisi yang relevan untuk Perusahaan, sebagai berikut: ? Amandemen PSAK No. 1, ?Penyajian
Laporan Keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi?; ? Amandemen PSAK No. 16, ?Aset
Tetap? tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan?; ? Amandemen PSAK No. 25,
?Kebijakan Akuntansi Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan terkait Definisi Estimasi
Akuntansi?; ? Amandemen PSAK No. 46, ?Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset
dan Liabilitas Yang Timbul Dari Transaksi Tunggal?. Penerapan dari standar revisi tersebut tidak
menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak berdampak
material terhadap jumlah yang dilaporkan pada periode berjalan atau periode sebelumnya. Effective on
January 1, 2023, the Company has applied revised Statements of Financial Accounting Standards
(?SFAS?) which are relevant to the Company, as follows: ? Amendment to SFAS No. 1, ?Presentation
of Financial Statements ? Disclosure of Accounting Policies?; ? Amendment of SFAS No. 16, ?Fixed
Assets? regarding proceeds before intended use?; ? Amendment of PSAK No. 25 ?Accounting
Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors - Definition of Accounting Estimates?; ?
Amendment of PSAK No. 46, ?Income Taxes - Deferred Tax related to Assets and Liabilities arising
from a Single Transaction?. The implementations of such revised standards did not result in
substansial changes to Company?s accounting policies and had no material effect on the amounts
reported for the current or prior periods.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Standar akuntansi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan, tetapi belum berlaku Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif efektif untuk laporan keuangan tahun berjalan diungkapkan di bawah ini. Perusahaan bermaksud untuk effective
menerapkan standar tersebut, jika dipandang relevan, saat telah menjadi efektif. Amandemen PSAK
No. 1, ?Penyajian laporan keuangan liabilitas jangka panjang dengan kovenan; Amandemen ini
memberikan panduan dan contoh untuk membantu entitas menerapkan pengungkapan liabilitas jangka
panjang dengan kovenan sebagai liabilitas jangka pendek atau jangka panjang berdasarkan ada atau
tidaknya hak untuk menunda penyelesaian liabilitas. Kovenan dalam Amandemen PSAK No. 1 terbagi
menjadi dua yaitu: kovenan yang mempengaruhi hak dan kovenan yang tidak mempengaruhi hak
untuk menunda penyelesaian liabilitas setidaknya dua belas bulan setelah periode pelaporan.
Amandemen PSAK No. 73, ?Liabilitas sewa pada transaksi jual dan sewa-balik?. Amandemen tersebut
memberikan penegasan atas pengukuran untuk aset hak-guna dan liabilitas sewa dari transaksi jual
dan sewa-balik dalam laporan keuangan. Perusahaan sedang mengevaluasi dampak dari standar
akuntansi tersebut dan belum menentukan dampaknya terhadap laporan keuangan Perusahaan. The
standard that is issued by the Board of Financial Accounting Standards, but not yet effective for current
year financial statements are disclosed below. The Company intends to adopt this standard, if
applicable, when it becomes effective. Amendment to SFAS No. 1, ?Presentation of financial
statements ? long term liabilities with covenant?. This amendment provides guidance and examples to
help entites apply disclosures of long-term liabilities with covenants presented as either short-term or
long-term liabilities dependeding on wheter there is a right to defer the settlement of liabilities. The
Page 33
covenants in the Amandement SFAS No. 1 are divided into two categories: covenants that affect and
covenants that do not affect the right to defer the settlement of liabilities for at least twelve months after
the reporting period. Amendment of SFAS No. 73, ?Lease liabilities and leaseback transactions?. The
amendments clarify the measurement of right-of-use assets and lease liabilities arise from sale and
leaseback transactions in financial statements. The Company is presently evaluating and has not yet
determined the effects of this accounting standard on its financial statements.
Utang pembiayaan konsumen N/A Consumer financing liabilities
Page 34
[8611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Financing Industry - Current Year
30 June 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, akhir
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap
periode
Property, plant, and
Addition in property, plant, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning
and equipment plant, and equipment equipment, end period
period
Nilai perolehan, kotor Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount, gross
281,843 281,843
dimiliki langsung improvement, directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
39,006 39,006
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly
2,704 23 2,727
langsung owned
Lainnya, dimiliki langsung 10,783 1,390 12,173 Others, directly owned
Dimiliki langsung 334,336 1,413 335,749 Directly owned
Lainnya, aset hak guna 1,295 1,295 Others, right of use assets
Aset hak guna 1,295 1,295 Right of use assets
Lainnya, dalam Others, assets under
1,329 ( 1,329 ) 0
penyelesaian construction
Aset dalam penyelesaian 1,329 ( 1,329 ) 0 Assets under construction
Aset tetap Property, plant, and
336,960 1,413 ( 1,329 ) 337,044
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount,
42,277 4,696 46,973
dimiliki langsung improvement, directly owned accumulated depreciation
Perabot dan peralatan Furniture and office
38,993 11 39,004
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly
2,704 1 2,705
langsung owned
Lainnya, dimiliki langsung 8,537 648 9,185 Others, directly owned
Dimiliki langsung 92,511 5,356 97,867 Directly owned
Lainnya, aset hak guna 1,295 1,295 Others, right of use assets
Aset hak guna 1,295 1,295 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
93,806 5,356 99,162
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
243,154 237,882
equipment
Page 35
Page 36
[8611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Financing Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, akhir
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap
periode
Property, plant, and
Addition in property, plant, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning
and equipment plant, and equipment equipment, end period
period
Nilai perolehan, kotor Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount, gross
281,843 281,843
dimiliki langsung improvement, directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
39,040 ( 34 ) 39,006
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly
2,704 2,704
langsung owned
Lainnya, dimiliki langsung 10,818 214 ( 249 ) 10,783 Others, directly owned
Dimiliki langsung 334,405 214 ( 283 ) 334,336 Directly owned
Lainnya, aset hak guna 1,295 1,295 Others, right of use assets
Aset hak guna 1,295 1,295 Right of use assets
Lainnya, dalam Others, assets under
0 1,329 1,329
penyelesaian construction
Aset dalam penyelesaian 0 1,329 1,329 Assets under construction
Aset tetap Property, plant, and
335,700 1,543 ( 283 ) 336,960
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount,
32,882 9,395 42,277
dimiliki langsung improvement, directly owned accumulated depreciation
Perabot dan peralatan Furniture and office
34,152 4,875 ( 34 ) 38,993
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly
2,704 2,704
langsung owned
Lainnya, dimiliki langsung 7,637 1,149 ( 249 ) 8,537 Others, directly owned
Dimiliki langsung 77,375 15,419 ( 283 ) 92,511 Directly owned
Lainnya, aset hak guna 1,072 223 1,295 Others, right of use assets
Aset hak guna 1,072 223 1,295 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
78,447 15,642 ( 283 ) 93,806
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
257,253 243,154
equipment
Page 37
Page 38
[8611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Financing Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Penyusutan aset tetap dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi (Catatan 25). Tidak Disclosure of notes for property, plant and
terdapat penjualan aset tetap untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 equipment
Desember 2022. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, jumlah tercatat bruto dari
aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar
Rp48.393 dan Rp48.382. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, aset tetap telah
diasuransikan kepada PT Asuransi Central Asia, PT Sompo Insurance Indonesia, PT Asuransi PFG
Indonesia, dan PT Great Eastern General Insurance Indonesia, yang merupakan pihak ketiga,
terhadap risiko kerugian dan kehilangan dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar
Rp338.119 dan Rp336.335. Manajemen berpendapat bahwa perlindungan asuransi tersebut cukup
untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset tetap yang dipertanggungkan. Berdasarkan
penelaahan penurunan nilai atas aset tetap, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak ada
kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatatnya
mungkin tidak dapat terpulihkan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Depreciation of property and equipment is charged to general and administrative expense (Note 25).
There is no sale of property and equipment for the period ended June 30, 2023 and December 31,
2022. As of June 30, 2023, and December 31, 2022, the gross amount of property and equipment
which have been fully depreciated and still being used amounting to Rp48,393 and Rp48,382,
respectively. As of June 30, 2023, and December 31, 2022, property and equipment were insured with
PT Asuransi Central Asia, PT Sompo Insurance Indonesia, PT Asuransi PFG Indonesia, and PT Great
Eastern General Insurance Indonesia, which are third parties, against damage and loss risks with sum
insured of Rp338,119 and Rp336,335, respectively. Management believes that the insurance coverage
is adequate to cover possible losses on the insured assets. Based on the assessment for impairment of
the property and equipment, the Company?s management believes that there are no events or
changes in circumstances, which may indicate that the carrying amounts of these assets are not
recoverable as of June 30, 2023 and December 31, 2022.
Page 39
[8612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Financing Industry - Current Year
30 June 2023
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode awal Aset hak guna, periode akhir
Right of use assets, beginning
Right of use assets, end period
period
Nilai perolehan, kotor Lainnya, aset hak guna 1,295 1,295 Others, right of use assets Carrying amount, gross
Aset hak guna 1,295 1,295 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Lainnya, aset hak guna 1,295 1,295 Others, right of use assets Carrying amount, accumulated
Aset hak guna 1,295 1,295 Right of use assets depreciation
Nilai perolehan Aset hak guna 0 0 Right of use assets Carrying amount
Page 40
[8612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Financing Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode Aset hak guna, periode
Penambahan aset hak guna
awal akhir
Right of use assets, Right of use assets, end
Addition in right of use assets
beginning period period
Nilai perolehan, kotor Lainnya, aset hak guna 1,295 1,295 Others, right of use assets Carrying amount, gross
Aset hak guna 1,295 1,295 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Lainnya, aset hak guna 1,072 223 1,295 Others, right of use assets Carrying amount, accumulated
Aset hak guna 1,072 223 1,295 Right of use assets depreciation
Nilai perolehan Aset hak guna 223 0 Right of use assets Carrying amount
Page 41
[8612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Financing Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset hak guna N/A Disclosure of notes for right of use assets
Page 42
[8634000a] Notes to the financial statements - Bonds Payable - Financing Industry
30 June 2023
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
Utang obligasi, nilai
Nama obligasi Mata uang Total obligasi, kotor Jatuh tempo obligasi Bunga Jenis bunga
dalam mata uang asing
Bonds payable, amount in Total bonds payable, Due date for bonds
Bond name Currency Interest rate Interest rate type
foreign currency gross payable
Nama obligasi 1 Obligasi I Indonesia Bond name 1
Infrastructure Finance IDR 432,650 19 Juli 2023 9 Tetap
Tahun 2016 Seri C
Nama obligasi 2 Obligasi Bond name 2
Berkelanjutan I
Indonesia
IDR 163,465 18 Desember 2024 7.9 Tetap
Infrastructure Finance
Tahap I Tahun 2019
Seri C
Nama obligasi 3 Obligasi Bond name 3
Berkelanjutan I
Indonesia
IDR 820,525 21 Oktober 2023 6.65 Tetap
Infrastructure Finance
Tahap II Tahun 2020
Seri B
Nama obligasi 4 Obligasi Bond name 4
Berkelanjutan I
Indonesia
IDR 121,559 21 Oktober 2025 6.9 Tetap
Infrastructure Finance
Tahap II Tahun 2020
Seri C
Nama obligasi 5 Euro Medium Term Bond name 5
USD 150,229,187 2,257,342 27 Januari 2026 1.5 Tetap
Note Programme
Nama obligasi 3,795,541 Bond name
31 December 2022
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
Utang obligasi, nilai
Nama obligasi Mata uang Total obligasi, kotor Jatuh tempo obligasi Bunga Jenis bunga
dalam mata uang asing
Page 43
Bond name Currency Bonds payable, amount in Total bonds payable, Due date for bonds Interest rate Interest rate type
foreign currency gross payable
Nama obligasi 1 Obligasi I Indonesia Bond name 1
Infrastructure Finance IDR 432,650 19 Juli 2023 9 Tetap
Tahun 2016 Seri C
Nama obligasi 2 Obligasi Bond name 2
Berkelanjutan I
Indonesia
IDR 163,465 18 Desember 2024 7.9 Tetap
Infrastructure Finance
Tahap I Tahun 2019
Seri C
Nama obligasi 3 Obligasi Bond name 3
Berkelanjutan I
Indonesia
IDR 820,525 21 Oktober 2023 6.65 Tetap
Infrastructure Finance
Tahap II Tahun 2020
Seri B
Nama obligasi 4 Obligasi Bond name 4
Berkelanjutan I
Indonesia
IDR 121,559 21 Oktober 2025 6.9 Tetap
Infrastructure Finance
Tahap II Tahun 2020
Seri C
Nama obligasi 5 Euro Medium Term Bond name 5
USD 148,881,063 2,358,703 27 Januari 2026 1.5 Tetap
Note Programme
Nama obligasi 3,896,902 Bond name
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
30 June 2023 31 December 2022
Total obligasi, kotor 3,795,541 3,896,902 Total bonds payable, gross
Biaya penerbitan obligasi yang belum diamortisasi ( 9,832 ) ( 13,064 ) Unamortized bond issuance cost
Total utang obligasi, bersih 3,785,709 3,883,838 Total bonds payable, net
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu Current maturities of bonds payable
1,272,907 1,270,912
tahun atas utang obligasi
Liabilitas jangka panjang atas utang obligasi 2,512,802 2,612,926 Long-term bonds payable
Page 44
[8634100] Disclosure of Notes to the financial statements - Bonds Payable - Financing Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang obligasi Obligasi I Indonesia Infrastructure Finance Tahun 2016 Pada tanggal 29 Juni 2016, Perusahaan telah Disclosure of notes for bonds payable
menerima pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan melalui surat No. S-336/D.04/2016 untuk
melakukan penawaran umum Obligasi I Indonesia Infrastructure Finance Tahun 2016. Pada tanggal 19
Juli 2016, Perusahaan telah menerima dana hasil penerbitan obligasi tersebut sebesar Rp1.500.000
yang terdiri dari: - Seri A sebesar Rp825.000 dengan tingkat bunga tetap 8,25% per tahun untuk tenor
3 tahun; - Seri B sebesar Rp250.000 dengan tingkat bunga tetap 8,70% per tahun untuk tenor 5 tahun;
dan - Seri C sebesar Rp425.000 dengan tingkat bunga tetap 9,00% per tahun untuk tenor 7 tahun.
Perusahaan telah melakukan pelunasan atas Pinjaman Seri A sesuai jatuh temponya pada tanggal 19
Juli 2019. Perusahaan telah melakukan pelunasan atas Pinjaman Seri B sesuai jatuh temponya pada
tanggal 19 Juli 2021. Obligasi Seri C akan dibayarkan penuh pada tanggal 19 Juli 2023. Bunga
dibayarkan setiap tiga bulan. Wali amanat dari penerbitan Obligasi ini adalah PT Bank Mega Tbk. Pada
tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 peringkat Obligasi I Indonesia Infrastructure
Finance Tahun 2016 menurut Pefindo adalah idAAA dan menurut Fitch Rating Indonesia adalah
AAA(idn). Perjanjian obligasi mencakup beberapa pembatasan, antara lain mengenai larangan
pengurangan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor, penggabungan dan atau peleburan
usaha, utang baru yang memiliki hak tagih lebih tinggi dari obligasi yang diterbitkan, dan pinjaman
selain pinjaman kepada pegawai dan pinjaman yang diberikan dalam rangka melaksanakan kegiatan
usaha sehari-hari Perusahaan. Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi ketentuan tentang pembatasan-pembatasan dan
kewajiban-kewajiban sebagaimana disepakati dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Obligasi
Berkelanjutan I Indonesia Infrastructure Finance Tahap I Tahun 2019 Pada tanggal 13 Desember
2019, Perusahaan telah menerima pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan melalui surat No.
S-198/D.04/2019 untuk melakukan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I Indonesia Infrastructure
Finance Tahap I Tahun 2019. Pada tanggal 18 Desember 2019, Perusahaan telah menerima dana
hasil penerbitan obligasi tersebut sebesar Rp1.500.000 yang terdiri dari: - Seri A sebesar Rp965.000
dengan tingkat bunga tetap 6,75% per tahun untuk tenor 370 hari; - Seri B sebesar Rp372.000 dengan
tingkat bunga tetap 7,75% per tahun untuk tenor 3 tahun; dan - Seri C sebesar Rp163.000 dengan
tingkat bunga tetap 7,90% per tahun untuk tenor 5 tahun. Perusahaan telah melakukan pelunasan atas
Obligasi Seri A dan Seri B sesuai jatuh temponya masing-masing pada tanggal 28 Desember 2020 dan
18 Desember 2022. Obligasi Seri C akan dibayarkan penuh pada tanggal 18 Desember 2024. Bunga
dibayarkan setiap tiga bulan. Wali amanat dari penerbitan Obligasi ini adalah PT Bank Mega Tbk. Pada
tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, peringkat Obligasi Berkelanjutan I Indonesia
Infrastructure Finance Tahap I Tahun 2019 menurut Pefindo adalah idAAA. Perjanjian obligasi
mencakup beberapa pembatasan, antara lain mengenai larangan pengurangan modal dasar, modal
ditempatkan dan modal disetor, penggabungan dan atau peleburan usaha, utang baru yang memiliki
hak tagih lebih tinggi dari obligasi yang diterbitkan, dan pinjaman selain pinjaman kepada pegawai dan
pinjaman yang diberikan dalam rangka melaksanakan kegiatan usaha sehari-hari Perusahaan. Untuk
periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah
memenuhi ketentuan tentang pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban sebagaimana
disepakati dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Obligasi Berkelanjutan I Indonesia Infrastructure
Page 45
Finance Tahap II Tahun 2020 Pada bulan Oktober 2020, Perusahaan telah melakukan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I Indonesia Infrastructure Finance Tahap II Tahun 2020. Pada tanggal 21 Oktober 2020, Perusahaan telah menerima dana hasil penerbitan obligasi tersebut sebesar Rp1.500.000 yang terdiri dari: - Seri A sebesar Rp570.000 dengan tingkat bunga tetap 5,00% per tahun untuk tenor 367 hari; - Seri B sebesar Rp810.000 dengan tingkat bunga tetap 6,65% per tahun untuk tenor 3 tahun; dan - Seri C sebesar Rp120.000 dengan tingkat bunga tetap 6,90% per tahun untuk tenor 5 tahun. Perusahaan telah melakukan pelunasan atas Obligasi Seri A sesuai jatuh temponya pada tanggal 28 Oktober 2021. Obligasi Seri B dan Seri C akan dibayarkan penuh masing-masing pada tanggal 21 Oktober 2023 dan 21 Oktober 2025. Bunga dibayarkan setiap tiga bulan. Wali amanat dari penerbitan Obligasi ini adalah PT Bank Mega Tbk. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, peringkat Obligasi Berkelanjutan I Indonesia Infrastructure Finance Tahap II Tahun 2020 menurut Pefindo adalah idAAA. Perjanjian obligasi mencakup beberapa pembatasan, antara lain mengenai larangan pengurangan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor, penggabungan dan atau peleburan usaha, utang baru yang memiliki hak tagih lebih tinggi dari obligasi yang diterbitkan, dan pinjaman selain pinjaman kepada pegawai dan pinjaman yang diberikan dalam rangka melaksanakan kegiatan usaha sehari-hari Perusahaan. Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi ketentuan tentang pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban sebagaimana disepakati dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Euro Medium Term Notes (EMTN) Programme Tahun 2021 Perusahaan telah menerbitkan dan menawarkan Surat Utang Senior Tanpa Jaminan dalam jumlah nominal sebesar USD150.000.000 dengan tenor selama 5 tahun dan tingkat suku bunga tetap 1,50% per tahun. Surat Utang Senior tanpa Jaminan tersebut telah tercatat di Singapore Stock Exchange pada tanggal 28 Januari 2021 sebagai bagian dari USD500.000.000 Euro Medium Term Note Programme yang mendapatkan peringkat ?BBB? oleh Fitch Rating. Penggunaan dana dari penerbitan Surat Utang tersebut akan digunakan untuk green projects yang memenuhi syarat dan/atau proyek sosial yang memenuhi syarat untuk surat utang berkelanjutan. Wali amanat dari penerbitan Obligasi ini adalah Citicorp International Limited. Perjanjian surat utang mencakup beberapa pembatasan, antara lain mengenai larangan memiliki anak perusahaan material di mana pendapatan atau total aset anak perusahaan tidak kurang 10% dari pendapatan konsolidasian atau total aset konsolidasian, mengikat hak tanggungan, fidusia, biaya, gadai, janji atau instrumen keamanan lainnya, kecuali penerbit memastikan bahwa: - Semua jumlah terhutang telah dijaminkan dengan instrumen keamanan secara sama dan terukur dengan persetujuan dari Wali amanat, atau; - Instrumen keamanan atau ketentuan lain disediakan oleh Wali amanat dengan pertimbangan mutlak, jika instrumen keamanan atau ketentuan lain tersebut dianggap tidak material atau tidak memberikan manfaat kepada Pemegang surat utang atau sebagaimana di setujui melalui Pernyataan Luar Biasa Pemegang surat utang. Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi ketentuan tentang pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban sebagaimana disepakati dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Indonesia Infrastructure Finance Bond I Year 2016 On June 29, 2016, the Company obtained effectiveness statement from Financial Services Authority through its letter No. S-336/D.04/2016 to conduct public offering on Indonesia Infrastructure Finance Bond I Year 2016. On July 19, 2016, the Company received the funds from the bond?s issuance totaling to Rp1,500,000 which consists of: - Series A amounting to Rp825,000 with a fixed interest rate of 8.25% per annum and tenor of 3 years; - Series B amounting to Rp250,000 with a fixed interest rate of 8.70% per annum and tenor of 5 years; and - Series C amounting to Rp425,000 with a fixed interest rate of 9.00% per annum and tenor of 7 years. The Company has fully repaid Series A Bond on its maturity date on July 19, 2019. The Company has fully repaid B Series Bond on its maturity date on July 19, 2021. The Series C Bond shall be fully repaid on July 19, 2023. Interest is paid quarterly. The
Page 46
trustee for the bond issuance is PT Bank Mega Tbk. As of June 30, 2023 and December 31, 2022, the Indonesia Infrastructure Finance Bond I Year 2016 is rated idAAA by Pefindo and AAA(idn) by Fitch rating Indonesia. The bond agreement includes several covenants, among others, the prohibition of reduction of authorized capital, issued and paid-up capital, merger, related party transactions, new loans with higher right to claim more than bonds issued, and borrowing other than borrowing to employees and borrowing granted in order to carry out the daily business activities of the Company. For the periods ended June 30, 2023 and December 31, 2022, the Company has fulfilled all covenants and obligations according to the Trustee Agreements. Indonesia Infrastructure Finance Shelf Registration Bond I Phase I Year 2019 On December 13, 2019, the Company obtained effectiveness statement from the Financial Services Authority through its letter No. S-198/D.04/2019 to conduct public offering on Indonesia Infrastructure Finance Shelf Registration Bond I Phase I Year 2019. On December 18, 2019, the Company received the funds from the bond?s issuance totaling to Rp1,500,000 which consists of: - Series A amounting to Rp965,000 with a fixed interest rate of 6.75% per annum and tenor of 370 days; - Series B amounting to Rp372,000 with a fixed interest rate of 7.75% per annum and tenor of 3 years; and - Series C amounting to Rp163,000 with a fixed interest rate of 7.90% per annum and tenor of 5 years. The Company has fully repaid Series A Bond and Series B Bond on its maturity date on December 28, 2020 and December 18, 2022, respectively. The Series C Bonds shall be fully repaid on December 18, 2024. Interest is paid quarterly. The trustee for the bond issuance is PT Bank Mega Tbk. As of June 30, 2023 and December 31, 2022, the Indonesia Infrastructure Finance Shelf Registration Bond I Phase I Year 2019 is rated idAAA by Pefindo. The bond agreement includes several covenants, among others, the prohibition of reduction of authorized capital, issued and paid-up capital, merger, related party transactions, new loans with higher right to claim more than bonds issued, and borrowing other than borrowing to employees and borrowing granted in order to carry out the daily business activities of the Company. For the periods ended June 30, 2023 and December 31, 2022, the Company has fulfilled all covenants and obligations according to the Trustee Agreements. Indonesia Infrastructure Finance Shelf Registration Bond I Phase II Year 2020 In October 2020, the Company conducted public offering on Indonesia Infrastructure Finance Shelf Registration Bond I Phase II Year 2020. On October 21, 2020, the Company received the funds from the bond?s issuance totaling to Rp1,500,000 which consists of: - Series A amounting to Rp570,000 with a fixed interest rate of 5.00% per annum and tenor of 367 days; - Series B amounting to Rp810,000 with a fixed interest rate of 6.65% per annum and tenor of 3 years; and - Series C amounting to Rp120,000 with a fixed interest rate of 6.90% per annum and tenor of 5 years. The Company has fully repaid Series A Bond on its maturity date on October 28, 2021. The Series B and Series C Bonds shall be fully repaid on October 21, 2023 and October 21, 2025, respectively. Interest is paid quarterly. The trustee for the bond issuance is PT Bank Mega Tbk. As of June 30, 2023 and December 31, 2022, the Indonesia Infrastructure Finance Shelf Registration Bond I Phase II Year 2020 is rated idAAA by Pefindo. The bond agreement includes several covenants, among others, the prohibition of reduction of authorized capital, issued and paid-up capital, merger, related party transactions, new loans with higher right to claim more than bonds issued, and borrowing other than borrowing to employees and borrowing granted in order to carry out the daily business activities of the Company. For the periods ended June 30, 2023 and December 31, 2022, the Company has fulfilled all covenants and obligations according to the Trustee Agreements. Euro Medium Term Notes (EMTN) Programme Year 2021 The Company had issued and offered Senior Unsecured Notes with nominal amounting to USD150,000,000 with a tenor of 5 years and a fixed interest rate of 1.50% per annum. The Senior Unsecured Notes was listed on the Singapore Stock Exchange on January 28, 2021 under the USD500,000,000 Euro Medium Term Note Programme which were rated ?BBB? by Fitch Rating. The use of the proceeds from the issuance of the Notes will be used towards the eligible green projects
Page 47
and/or eligible social projects for sustainability bonds. The trustee for the bond issuance is Citicorp International Limited. The note agreement includes several covenants, among others, the prohibition of acquiring a material subsidiary whose revenue or total assets amount to not less than 10% of the consolidated revenue or consolidated total assets, binding a mortgage, fiducia, charge, lien, pledge or other security interest to secure a relevant indebtedness, unless the issuer ensures that: - All amounts payable are secured by the security interest equally and rateably with the consent of the Trustee, or; - Such security interest or other arrangement is provided which the Trustee shall, in its absolute discretion, if security interest or other arrangement deemed not material or less beneficial to the Noteholders or as is approved by an Extraordinary Resolution of the Noteholders. For the periods ended June 30, 2023 and December 31, 2022, the Company has fulfilled all covenants and obligations according to the Trustee Agreements.
Page 48
[8694000a] Notes to the financial statements - Bank Loans by Order of Liquidity - Financing Industry
Page 49
[8694100] Disclosure of Notes to the financial statements - Bank Loans by Order of Liquidity - Financing Industry
Page 50
[8695000] Notes to the financial statements - Borrowings, by creditor, by currency - Financing Industry
Catatan pinjaman Notes for borrowings
30 June 2023 31 December 2022
Pinjaman dalam mata Pinjaman dalam mata
Total pinjaman Total pinjaman
uang asing uang asing
Borrowings in foreign Borrowings in foreign
Total borrowings Total borrowings
currency currency
Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR 1,995,098 1,443,711 IDR Bank Mandiri (Persero) Tbk
Mata uang 1,995,098 1,443,711 Currency
Bank Permata Tbk IDR 1,503,104 1,495,619 IDR Bank Permata Tbk
Mata uang 1,503,104 1,495,619 Currency
Bank Danamon Indonesia IDR 374,959 374,409 IDR Bank Danamon Indonesia
Tbk Mata uang 374,959 374,409 Currency Tbk
Bank asing lainnya IDR 250,457 1,655,657 IDR Other foreign banks
Mata uang 250,456 1,655,657 Currency
Bank lokal lainnya IDR 301,462 IDR Other local banks
Mata uang 301,642 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 4,123,618 5,270,858 Currency Creditor bank name
Page 51
[8695100] Disclosure of Notes to the financial statements - Borrowings - Financing Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas pinjaman PT Bank Mandiri (Persero) Tbk III Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman diterima dari PT Bank Disclosure of notes for borrowings
Mandiri (Persero) Tbk dengan jumlah sebesar Rp3.000.000 dan USD100.000.000 yang terdiri dari
pinjaman transaksi khusus sebesar Rp2.500.000, kredit jangka pendek Rp500.000 dan treasury line
sebesar USD100.000.000 (Catatan 31 dan 33). Pinjaman transaksi khusus memiliki suku bunga
sebesar JIBOR 1 bulan + 1,59% per tahun dengan tenor 3 tahun dan telah dibayarkan penuh pada
tanggal 26 Oktober 2021. Bunga dibayarkan setiap bulan. Pada tanggal 17 April 2020, Perusahaan
telah mencairkan fasilitas pinjaman transaksi khusus sebesar Rp2.500.000. Perusahaan telah
melakukan pelunasan atas fasilitas pinjaman transaksi khusus tersebut dengan melakukan beberapa
kali pembayaran, yaitu: - pada tanggal 26 Oktober 2021 sebesar Rp1.000.000; - pada tanggal 26
Februari 2021 sebesar Rp500.000; dan - pada tanggal 30 November 2020 sebesar Rp1.000.000. Pada
tanggal-tanggal 26 Oktober 2021 dan 16 November 2021, Perusahaan telah mencairkan fasilitas kredit
jangka pendek masing-masing sebesar Rp350.000 dan Rp150.000. Perusahaan telah melakukan
pelunasan atas fasilitas kredit jangka pendek sebesar Rp500.000 pada tanggal 6 Januari 2022.
Perusahaan telah melakukan pencairan fasilitas kredit jangka pendek pada tanggal-tanggal 29 Maret
2022, 30 Maret 2022, 6 April 2022, 18 April 2022, 27 April 2022, 27 Mei 2022, 24 Juni 2022, 8 Juli
2022, 25 Juli 2022, 11 Agustus 2022, 19 September 2022, dan 29 Desember 2022, masing-masing
sebesar Rp100.000, Rp400.000, Rp400.000, Rp400.000, Rp100.000, Rp500.000, Rp500.000,
Rp400.000, Rp100.000, Rp200.000, Rp250.000, dan Rp200.000. Perusahaan telah melakukan
pelunasan atas fasilitas kredit jangka pendek tersebut pada tanggal-tanggal 5 April 2022, 6 April 2022,
18 April 2022, 18 Mei 2022, 27 Mei 2022, 24 Juni 2022, 8 Juli 2022, 5 Agustus 2022, 22 Agustus 2022,
9 September 2022, 29 September 2022 dan 5 Januari 2023, masing-masing sebesar Rp100,000,
Rp400,000, Rp400,000, Rp400,000, Rp100,000, Rp500,000, Rp500,000, Rp400,000, Rp100,000,
Rp200,000, Rp250,000 dan Rp200,000. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk IV Perusahaan memperoleh
fasilitas pinjaman transaksi khusus diterima dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan jumlah
sebesar Rp2.000.000 (Catatan 31 dan 33). Pinjaman transaksi khusus memiliki suku bunga sebesar
JIBOR 3 bulan + 1,55% per tahun dengan tenor 4 tahun dan akan dibayarkan penuh pada tanggal 17
November 2025. Bunga dibayarkan setiap bulan. Pada tanggal 15 Juni 2023, Perusahaan
menandatangani addendum II perjanjian fasilitas pinjaman transaksi khusus yang merubah suku bunga
menjadi suku bunga tetap sebesar 6,75% per tahun. Pada tanggal-tanggal 30 Desember 2021, 27 April
2022, 27 Oktober 2022, 31 Mei 2023, 13 Juni 2023 dan 16 Juni 2023, Perusahaan telah mencairkan
fasilitas pinjaman masing-masing sebesar Rp600.000, Rp300.000, Rp350.000, Rp350.000, Rp50.000
dan Rp350.000. Tidak ada jaminan untuk fasilitas-fasilitas pinjaman diberikan ini. Dalam perjanjian
pinjaman Bank Mandiri III dan IV tersebut, Perusahaan diwajibkan memenuhi beberapa persyaratan
keuangan dan persyaratan negatif (negative covenants). Persyaratan keuangan yang harus dipatuhi
Perusahaan diantaranya adalah pemenuhan Gearing ratio sebesar maksimum 6 kali. Persyaratan
negatif mencakup keharusan untuk memperoleh persetujuan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk
melakukan transaksi tertentu diluar kegiatan usaha normal Perusahaan dan pembatasan tertentu untuk
melakukan transaksi tertentu jika Perusahaan melanggar persyaratan keuangan. Selama periode yang
berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi
ketentuan tentang pembatasan pembatasan dan kewajiban-kewajiban sebagaimana disepakati dalam
Page 52
Perjanjian Pinjaman. PT Bank Permata Tbk Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman diterima dari PT Bank Permata Tbk dengan jumlah sebesar Rp2.100.000 dan USD1.000.000 yang terdiri dari Perjanjian Term Loan I sebesar Rp1.000.000, Perjanjian Term Loan II sebesar Rp1.000.000, Perjanjian Money Market sebesar Rp100.000 dan Perjanjian Transaksi Valuta Asing sebesar USD1.000.000 (Catatan 33). Tidak ada jaminan untuk fasilitas-fasilitas pinjaman diberikan ini. Dalam perjanjian pinjaman PT Bank Permata Tbk, Perusahaan diwajibkan memenuhi beberapa persyaratan negatif (negative covenants) mencakup keharusan untuk memperoleh persetujuan dari PT Bank Permata Tbk untuk: ? membayar sebagian atau seluruh utang kepada pemegang saham; dan ? mengubah sifat dan kegiatan usaha yang sedang dijalankan atau melakukan kegiatan usaha diluar kegiatan usahanya sehari-hari. Pinjaman Term Loan I memiliki suku bunga sebesar 6,90% per tahun dengan tenor 3 tahun dan akan dibayarkan penuh pada tanggal 30 November 2023. Bunga dibayarkan setiap bulan. Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan telah mencairkan seluruh fasilitas Term Loan I tersebut sebesar Rp1.000.000. Pada tanggal 1 Maret 2021, Perusahaan melakukan percepatan pelunasan atas pokok fasilitas Term Loan I sebesar Rp500.000. Pada tanggal-tanggal 25 Februari 2022, 29 Maret 2022, 27 April 2022, 30 Mei 2022, 28 Juli 2022 dan 18 Oktober 2022, Perusahaan telah mencairkan fasilitas Money Market masing-masing sebesar Rp100.000. Perusahaan telah melakukan pelunasan atas fasilitas Money Market masing-masing sebesar Rp100.000 pada tanggal-tanggal 11 Maret 2022, 5 April 2022, 27 Mei 2022, 26 Juli 2022, 6 Oktober 2022 dan 17 November 2022. Pinjaman Term Loan II memiliki suku bunga tetap sebesar 5,40% per tahun dan suku bunga floating sebesar JIBOR 3 bulan + 1,50% per tahun dan JIBOR 3 bulan + 1,55% per tahun dengan tenor 3 tahun dan akan dibayarkan penuh pada tanggal 27 Oktober 2025. Bunga dibayarkan setiap bulan. Pada tanggal 27 Mei 2022, Perusahaan telah mencairkan fasilitas Term Loan II tersebut sebesar Rp100.000 dengan suku bunga tetap sebesar 5,40% per tahun. Pada tanggal-tanggal 21 Juli 2022 dan 28 Juli 2022, Perusahaan telah mencairkan fasilitas Term Loan II tersebut masing-masing sebesar Rp300.000 dan Rp350.000 dengan suku bunga floating sebesar JIBOR 3 bulan + 1,50% per tahun. Pada tanggal 27 Oktober 2022, Perusahaan telah mencairkan fasilitas Term Loan II tersebut sebesar Rp250.000 dengan suku bunga floating sebesar JIBOR 3 bulan + 1,55% per tahun. PT Bank Danamon Indonesia Tbk Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman diterima dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan jumlah sebesar Rp2.500.000 dan USD1.000.000 yang terdiri dari Fasilitas Kredit Berjangka sebesar Rp500.000, Fasilitas Kredit Angsuran Berjangka I sebesar Rp500.000, Fasilitas Kredit Angsuran Berjangka II sebesar Rp1.000.000, Fasilitas Omnibus Trade Finance sebesar Rp500.000, dan Fasilitas Pre-Settlement Exposure sebesar USD1.000.000 (Catatan 33). Pinjaman ini memiliki suku bunga sebesar 7,00% per tahun dengan tenor 3 tahun dan akan dibayarkan penuh pada tanggal 22 Desember 2023. Bunga dibayarkan setiap bulan. Tidak ada jaminan untuk fasilitas-fasilitas pinjaman diberikan ini. Pada tanggal-tanggal 30 November 2020 dan 22 Desember 2020, Perusahaan telah mencairkan fasilitas Kredit Angsuran Berjangka I dan II masing-masing sebesar Rp500.000 dan Rp1.000.000. Pada tanggal-tanggal 28 Februari 2021 dan 30 Maret 2021, Perusahaan melakukan percepatan pelunasan atas pokok Fasilitas Kredit Angsuran Berjangka I masing-masing sebesar Rp250.000 dan Rp250.000. Pada tanggal-tanggal 22 April 2021 dan 22 Desember 2022, Perusahaan melakukan percepatan pelunasan atas pokok Fasilitas Kredit Angsuran Berjangka II masing-masing sebesar Rp.250.000 dan Rp375.000. Pada tanggal-tanggal 24 Februari 2022, 24 Maret 2022, 22 April 2022, 20 Mei 2022, 29 Juni 2022, 7 Juli 2022, 21 Juli 2022, 29 Juli 2022, 5 Agustus 2022, 26 Agustus 2022, 29 Agustus 2022, 30 September 2022, 17 Maret 2023 dan 7 Juni 2023, Perusahaan telah mencairkan fasilitas kredit berjangka masing-masing sebesar Rp100.000, Rp100.000, Rp100.000, Rp100.000, Rp300.000, Rp100.000, Rp100.000, Rp300.000, Rp100.000, Rp300.000, Rp100.000, Rp100.000, Rp100.000, dan Rp250.000. Perusahaan telah melakukan pelunasan atas Fasilitas Kredit Berjangka masing-masing sebesar Rp100.000, Rp100.000, Rp100.000, Rp100.000, Rp300.000,
Page 53
Rp100.000, Rp100.000, Rp100.000, Rp300.000, Rp100.000, Rp300.000, Rp100.000, Rp100.000, dan Rp250.000 pada tanggal-tanggal 24 Maret 2022, 22 April 2022, 20 Mei 2022, 17 Juni 2022, 29 Juli 2022, 5 Agustus 2022, 12 Agustus 2022, 18 Agustus 2022, 26 Agustus 2022, 7 Oktober 2022, 25 Oktober 2022, 28 Oktober 2022, 6 April 2023 dan 21 Juni 2023. Dalam perjanjian pinjaman Bank Danamon tersebut, Perusahaan diwajibkan memenuhi persyaratan keuangan. Persyaratan keuangan yang harus dipatuhi Perusahaan diantaranya adalah pemenuhan rasio Debt to Equity sebesar maksimum 5 kali. Selama periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi ketentuan tentang pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban sebagaimana disepakati dalam Perjanjian Pinjaman. PT Bank QNB Indonesia Tbk Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman diterima dari PT Bank QNB Indonesia Tbk yang terdiri dari Perjanjian Revolving Credit Facility sebesar Rp350.000 dan Perjanjian Transaksi Valuta Asing sebesar USD10.000.000 (Catatan 33). Pinjaman ini memiliki suku bunga sebesar 1 bulan JIBOR + 1,10% per tahun. Tidak ada jaminan untuk fasilitas-fasilitas pinjaman diberikan ini. Persyaratan keuangan yang harus dipatuhi Perusahaan diantaranya adalah pemenuhan Debt to Equity ratio maksimum sebesar 7 kali, Current ratio minimal sebesar 1 kali dan Gross Non Performing ratio maksimum 5 kali. Pada tanggal 26 Agustus 2022, Perusahaan telah mencairkan seluruh fasilitas Revolving Credit Facility tersebut sebesar Rp350.000 dan jatuh tempo pada tanggal 26 Oktober 2022. Pada tanggal 26 Oktober 2022, Perusahaan melakukan pelunasan atas pokok Perjanjian Revolving Credit Facility sebesar Rp50.000. Pada tanggal 24 Oktober 2022, Perusahaan telah melakukan perpanjangan fasilitas Revolving Credit Facility tersebut sebesar Rp300.000 dan jatuh tempo pada tanggal 26 Januari 2023. Perusahaan telah melakukan pelunasan atas pokok Perjanjian Revolving Credit Facility sebesar Rp300.000 pada tanggal 26 Januari 2023. Pada tanggal-tanggal 22 Februari 2023 dan 9 Mei 2023, Perusahaan telah mencairkan fasilitas kredit berjangka masing-masing sebesar Rp150.000 dan Rp200.000. Perusahaan telah melakukan pelunasan atas Fasilitas Kredit Berjangka masing-masing sebesar Rp150.000, dan Rp200.000 pada tanggal-tanggal 2 Maret 2023 dan 8 Juni 2023. PT Bank BNP Paribas Indonesia Pada tanggal-tanggal 12 April 2023, dan 10 Mei 2023, Perusahaan telah mencairkan fasilitas Revolving Loan Facility Agreement masing-masing sebesar Rp75.000 dan Rp300.000, dengan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 10 Mei 2023 dan 8 Juni 2023. Perusahaan telah melakukan pelunasan atas fasilitas Revolving Loan Facility Agreement masing-masing sebesar Rp75.000 dan Rp300.000 pada tanggal-tanggal 10 Mei 2023 dan 8 June 2023. International Finance Corporation III Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman diterima dari International Finance Corporation dengan jumlah sebesar USD150.000.000 yang terdiri dari Pinjaman A sebesar USD50.000.000, Pinjaman B1 sebesar USD50.000.000 dan Pinjaman B2 sebesar USD50.000.000 (Catatan 31 dan 33). Pinjaman A memiliki suku bunga sebesar LIBOR 3 bulan + 1,75% per tahun dengan tenor 7 tahun dan dibayarkan penuh 7 tahun setelah tanggal penarikan pertama. Bunga dibayarkan setiap tiga bulanan pada tanggal 15 Maret, 15 Juni, 15 September dan 15 Desember. Pinjaman B1 memiliki suku bunga sebesar LIBOR 3 bulan + 1,00% per tahun dengan tenor 3 tahun dan dibayarkan penuh 3 tahun setelah tanggal penarikan pertama. Bunga dibayarkan setiap tiga bulanan pada tanggal 15 Maret, 15 Juni, 15 September dan 15 Desember. Pinjaman B2 memiliki suku bunga sebesar LIBOR 3 bulan + 1,20% per tahun dengan tenor 5 tahun dan dibayarkan penuh 5 tahun setelah tanggal penarikan pertama. Bunga dibayarkan setiap tiga bulanan pada tanggal 15 Maret, 15 Juni, 15 September dan 15 Desember.Pada tanggal 14 Maret 2019, Perusahaan telah melakukan pembatalan pinjaman B1 dari International Finance Corporation III sebesar USD50.000.000.Pada tanggal 31 Desember 2019, Perusahaan telah menarik seluruh pokok pinjaman dari Fasilitas A dan B2 masing-masing sebesar USD50.000.000. Pada tanggal 15 Maret 2023, Perusahaan melakukan pelunasan sebagian atas pokok Fasilitas pinjaman A dan B2 masing-masing sebesar USD25.000.000 dan USD25.000.000. Pada tanggal 15 Juni 2023, Perusahaan melakukan
Page 54
pelunasan seluruh pokok Fasilitas pinjaman A dan B2 masing-masing sebesar USD25.000.000 dan USD25.000.000. Tidak ada jaminan untuk fasilitas-fasilitas pinjaman diberikan ini. Dalam perjanjian pinjaman IFC III tersebut, Perusahaan diwajibkan memenuhi beberapa persyaratan afirmatif, persyaratan keuangan serta persyaratan negatif. Persyaratan keuangan yang harus dipatuhi Perusahaan diantaranya adalah sebagai berikut: a) Rasio Kecukupan Modal Tertimbang adalah hasil yang diperoleh dengan membagi; (i) Jumlah Modal; oleh (ii) Aset Tertimbang Menurut Risiko. b) Rasio Hutang terhadap Total Kapitalisasi adalah hasil yang diperoleh dengan membagi; (i) Total Hutang ditambah jumlah total pinjaman subordinasi yang dijadwalkan untuk dilunasi atau jatuh tempo atau dapat diminta sebelum Tanggal Pembayaran Kembali terakhir; dengan (ii) Ekuitas Pemegang Saham ditambah setiap Pinjaman Subordinasi yang dijadwalkan untuk dilunasi atau jatuh tempo atau dapat diminta setelah Tanggal Pembayaran Kembali terakhir. c) Rasio Lancar adalah hasil yang diperoleh dengan membagi; (i) Aset Lancar (dikurangi biaya dibayar dimuka); oleh (ii) Kewajiban Lancar. Persyaratan negatif mencakup keharusan untuk memperoleh persetujuan dari International Finance Corporation untuk melakukan transaksi tertentu seperti pembagian dividen, menyediakan program insentif jangka panjang untuk karyawan, memperoleh utang keuangan berdasarkan kondisi tertentu, dan lain-lain. Pada tahun 2022, Perusahaan dan International Finance Corporation setuju untuk mengubah dan menyatakan kembali bagian tertentu dari perjanjian pinjaman sebagai berikut: - Open Credit Exposure tidak lebih dari: (i) 77% selama periode dari 1 Juli 2022 hingga dan termasuk 30 September 2022, (ii) 75% selama periode dari 1 Oktober 2022 hingga dan termasuk 30 Juni 2023. Selama periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi ketentuan tentang pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban sebagaimana disepakati dalam Perjanjian Pinjaman terkecuali untuk Economic Group Exposure Ratio. Pada tanggal 21 Maret 2023, Perusahaan dan International Finance Corporation setuju untuk mengubah dan menyatakan kembali bagian tertentu dari perjanjian pinjaman sebagai berikut: - Economic Group Exposure Ratio untuk grup tertentu sehubungan dengan komitmen yang dilakukan Perusahaan sebelum 30 September 2022: (i) Grup pertama tidak lebih dari 44% selama periode dari 30 September 2022 hingga dan termasuk 30 Juni 2023, dan tidak lebih dari 30% selama periode dari 1 Juli 2023 dan setelahnya. Selama periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023, Perusahaan telah memenuhi ketentuan tentang pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban sebagaimana disepakati dalam Perjanjian Pinjaman. Asian Development Bank Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman diterima dari Asian Development Bank dengan jumlah sebesar USD100.000.000 yang merupakan pinjaman penerusan dari Pemerintah Republik Indonesia yang bersifat fasilitas senior (Catatan 31 dan 33). Tidak ada jaminan untuk fasilitas-fasilitas pinjaman diberikan ini. Persyaratan keuangan yang harus dipatuhi Perusahaan diantaranya adalah pemenuhan Capital Adequacy Ratio minimal sebesar 12%, Total Long-term Debt to Total Equity Ratio maksimum sebesar 10 kali dan Current Ratio minimal sebesar 1 kali. Pada tanggal-tanggal 25 Agustus 2022, 14 Desember 2022, 28 April 2023, 5 Mei 2023, dan 23 Juni 2023, Perusahaan telah mencairkan fasilitas pinjaman masing-masing sebesar USD4.060.578, USD1.662.307, USD2.640.008, USD 5.677.881 dan USD2.423.061. Pinjaman ini memiliki tingkat bunga LIBOR 6 bulan + 1,75% per tahun, yang akan disesuaikan dengan tingkat bunga SOFR. Bunga dibayarkan setiap enam bulanan pada tanggal 1 Maret dan 1 September. Pokok pinjaman akan jatuh tempo pada tanggal 1 September 2039. Pada tanggal 19 April 2023, Perusahaan dan Asian Development Bank setuju untuk memperpanjang jangka waktu penarikan menjadi 31 Desember 2025 dan penyesuaian jumlah fasilitas fasilitas dari yang semula USD100.000.000 menjadi sebesar USD50.000.000 untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar saat ini. Selama periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi ketentuan tentang pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban sebagaimana disepakati dalam Perjanjian Pinjaman. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk III The Company obtained loan facility from PT Bank Mandiri
Page 55
(Persero) Tbk amounting to Rp3,000,000 and USD100,000,000 which consists of special transaction loans amounting to Rp2,500,000, short term credit amounting to Rp500,000 and treasury lines amounting to USD100,000,000 (Notes 31 and 33).Special transaction loan has an interest rate of 1-month JIBOR + 1.59% per annum with tenor of 3 years and a bullet repayment on October 26, 2021. Interest is paid monthly. As of April 17, 2020, the Company had drawdown the special transaction loan facility amounting to Rp2,500,000. The Company had repaid the special transaction loan facility through several repayment, as follows: - On October 26, 2021, amounting to Rp1,000,000; - On February 26, 2021, amounting to Rp500,000; and - On November 30, 2020, amounting to Rp1,000,000. As on October 26, 2021 and November 16, 2021, the Company had drawdown the short term credit facility amounting to Rp350,000, and Rp150,000, respectively. The Company had repaid the short term credit facility amounting to Rp500,000 on January 6, 2022. As on March 29, 2022, March 30, 2022, April 6, 2022, April 18, 2022, April 27, 2022, May 27, 2022, June 24, 2022, July 8, 2022, July 25, 2022, August 11, 2022, September 19, 2022 and December 29, 2022, the Company has drawdown the short term credit facility amounting to Rp100,000, Rp400,000, Rp400,000, Rp400,000, Rp100,000, Rp500,000, Rp500,000, Rp400,000, Rp100,000, Rp200,000, Rp250,000, and Rp200,000, respectively. As on April 5, 2022, 6 April 2022, 18 April 2022, May 18, 2022, May 27, 2022, June 24, 2022, July 8, 2022, August 5, 2022, August 22, 2022, September 9, 2022, September 29, 2022, and January 5, 2023, the Company has repaid the short term credit facility amounting to Rp100,000, Rp400,000, Rp400,000, Rp400,000, Rp100,000, Rp500,000, Rp500,000, Rp400,000, Rp100,000, Rp200,000, Rp250,000, and Rp200,000, respectively. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk IV The Company obtained facility of special transaction loan from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk amounting to Rp2,000,000 (Notes 31 and 33). Special transaction loan has an interest rate of 3-month JIBOR + 1.55% per annum with tenor of 4 years and a bullet repayment on November 17, 2025. Interest is paid monthly. On June 15, 2023, the Company has signed addendum II facility agreement of special transaction loan that changes interest rate into fixed interest rate of 6.75% per annun. As on December 30, 2021, April 27, 2022, October 27, 2022, May 31, 2023, June 13, 2023 and June 16, 2023, the Company has drawdown the loan facility amounting to Rp600,000, Rp300,000, Rp350,000, Rp350,000, Rp50,000 and Rp350,000, respectively. The fund borrowings are unsecured. Under Bank Mandiri III and IV loan agreements, the Company is obliged to fulfill certain financial covenants and negative covenants. The financial covenants that must be fulfilled by the Company, among others is to fulfill the maximum Gearing ratio of 6 times. The negative covenants include requirement to obtain consent from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk to conduct certain transaction outside of the ordinary business activity of the Company and certain restriction to conduct certain transaction when the Company is in breach of financial covenant. During the periods ended June 30, 2023 and December 31, 2022, the Company has fulfilled all covenants and obligations according to the Loan Agreements. PT Bank Permata Tbk The Company obtained loan facility from PT Bank Permata Tbk amounting to Rp2,100,000 and USD1,000,000 which consists of Term Loan I Agreement amounting to Rp1,000,000, Term Loan II Agreement amounting to Rp1,000,000, Money Market Agreement amounting to Rp100,000 and Foreign Exchange Transaction Agreement amounting to USD1,000,000 (Note 33). The fund borrowings are unsecured. Under PT Bank Permata Tbk loan agreements, the Company is obliged to fulfill certain negative covenants including requirement to obtain consent from PT Bank Permata Tbk to: ? pay in part or full payable to shareholders; and ? change the nature and current business activities or conduct certain transaction outside of the ordinary business activity. Term Loan I bears an interest rate of 6.90% per annum with tenor of 3 years and a bullet repayment on November 30, 2023. Interest is paid monthly. As of December 31, 2020, the Company had drawdown the Term Loan I Facility amounting to Rp1,000,000. On March 1, 2021, the Company early repaid the principal of the Term loan I Facility amounting to Rp500,000. As on February 25, 2022, March 29, 2022, April 27, 2022, May 30,
Page 56
2022, July 28, 2022 and October 18, 2022, the Company had drawdown the Money Market facility amounting to Rp100,000, respectively. The Company had repaid the Money Market facility amounting to Rp100,000 on March 11, 2022, April 5, 2022, May 27, 2022, July 26, 2022, October 6, 2022, and November 17, 2022, respectively. Term Loan II bears an fixed interest rate of 5.40% per annum and floating rates of 3-month JIBOR + 1.50% per annum and 3-month JIBOR + 1.55% per annum with tenor of 3 years and a bullet repayment on October 27, 2025. Interest is paid monthly. As of May 27, 2022, the Company had drawdown the Term Loan II Facility amounting to Rp100,000 with an interest rate of 5.40% per annum. As of July 21, 2022, and July 28, 2022, the Company had drawdown the Term Loan II facility amounting to Rp300,000 and Rp350,000, respectively with an interest rate of 3-month JIBOR + 1.50% per annum. As of October 27, 2022, the Company had drawdown the Term Loan II facility amounting to Rp250,000 with an interest rate of 3-month JIBOR + 1.55% per annum PT Bank Danamon Indonesia Tbk The Company obtained loan facility from PT Bank Danamon Indonesia Tbk amounting to Rp2,500,000 and USD1,000,000 which consists of Term Credit Facility amounting to Rp500,000, Term Installment Credit I amounting to Rp500,000, Term Installment Credit II amounting to Rp1,000,000, Omnibus Trade Finance Facility amounting to Rp500,000 and Pre-Settlement Exposure Facility amounting to USD1,000,000 (Note 33). This loan has an interest rate of 7.00% per annum with tenor of 3 years and a bullet repayment on December 22, 2023. Interest is paid monthly. The fund borrowings are unsecured. As on November 30, 2020 and December 22, 2020, the Company had drawdown the Term Installment Credit I and II amounting to Rp500,000 and Rp1,000,000, respectively. On February 28, 2021 and March 30, 2021, the Company early fully repaid the principal of the Term Installment Credit I amounting to Rp250,000 and Rp250,000, respectively. On April 22 2021 and December 22, 2022, the Company early repaid the principal of the Term Installment Credit II amounting to Rp250,000 and Rp375,000, respectively. As of February 24, 2022, March 24, 2022, April 22, 2022, May 20, 2022, June 29, 2022, July 7, 2022, July 21, 2022, July 29, 2022, August 5, 2022, August 26, 2022, August 29, 2022, September 30, 2022, March 17, 2023 and June 7, 2023 the Company has drawdown the Term Credit Facility amounting to Rp100,000, Rp100,000, Rp100,000, Rp100,000, Rp300,000, Rp100,000, Rp100,000, Rp300,000, Rp100,000, Rp300,000, Rp100,000, Rp100,000, Rp100,000, and Rp250,000, respectively. The Company had repaid the Term Credit Facility amounting to Rp100,000, Rp100,000, Rp100,000, Rp100,000, Rp300,000, Rp100,000, Rp100,000, Rp100,000, Rp300,000, Rp100,000, Rp300,000, Rp100,000, and Rp100,000, on March 24, 2022, April 22, 2022, May 20, 2022, June 17, 2022, July 29, 2022, August 5, 2022, August 12, 2022, August 18, 2022, August 26, 2022, October 7, 2022, October 25, 2022, October 28, 2022, April 6, 2023, and June 21, 2023, respectively. Under Bank Danamon loan agreement, the Company is obliged to fulfill financial covenants. The financial covenants that must be fulfilled by the Company, among others is to fulfill the maximum Debt to Equity ratio of 5 times. During the periods ended June 30, 2023 and December 31, 2022, the Company has fulfilled all covenants and obligations according to the Loan Agreements. PT Bank QNB Indonesia Tbk The Company obtained loan facility from PT QNB Indonesia Tbk which consists of Revolving Credit Facility Agreement amounting to Rp350,000 and Foreign Exchange Transaction Agreement amounting to USD10,000,000 (Note 33). This loan bears an interest rate of 1-month JIBOR + 1.10% per annum. The fund borrowings are unsecured. The financial covenants that must be fulfilled by the Company, among others is to fulfill the maximum Debt to Equity ratio of 7 times, minimum Current ratio of 1 time and maximum Gross Non Performing ratio of 5 time. As on August 26, 2022, the Company has fully drawdown the Revolving Credit Facility amounting to Rp350,000 and mature on October 26, 2022. On October 26, 2022, the Company repaid the principal of the Revolving Credit Facility Agreement amounting to Rp50,000. PT Bank QNB Indonesia Tbk (continued) As of October 24, 2022, the Company had rolled-over the Revolving Credit Facility amounting to Rp300,000 and mature on January 26, 2023. The Company repaid the principal of the Revolving Credit Facility
Page 57
agreement amounting to Rp300,000 on January 26, 2023. As of February 22, 2023, and May 9, 2023 the Company has drawdown the Term Credit Facility amounting to Rp150,000 and Rp200,000, respectively, The Company had repaid the Term Credit Facility amounting to Rp150,000, and Rp200,000, on March 2, 2023, and June 8, 2023, respectively. PT Bank BNP Paribas Indonesia AS of April 12, 2023 and May 10, 2023, the Company has drawdown the signed Revolving Loan Facility Agreement amounting to Rp 75,000 and Rp300,000 respectively, and will mature on May 10, 2023 and June 8, 2023. The Company repaid the principal of the Revolving Loan Facility Agreement amounting to Rp75,000 and Rp300,000 on May 10, 2023, and June 8, 2023 respectively. This loan bears an interest rate of 6.95% and 6.85% per annum. The fund borrowings are unsecured. International Finance Corporation III The Company obtained loan facilities from International Finance Corporation amounting to USD150,000,000 which consists of A Loans amounting to USD50,000,000, B1 Loans amounting to USD50,000,000 and B2 Loans amounting to USD50,000,000 (Notes 31 and 33). A loan has an interest rate of 3-month LIBOR + 1.75% per annum with tenor of 7 years and a bullet repayment 7 years after the date of the first drawdown. Interest is paid quarterly on March 15, June 15, September 15 and December 15. B1 loan has an interest rate of 3-month LIBOR + 1.00% per annum with tenor of 3 years and a bullet repayment 3 years after the date of the first drawdown. Interest is paid quarterly on March 15, June 15, September 15 and December 15. B2 loan has an interest rate of 3-month LIBOR + 1.20% per annum with tenor of 5 years and a bullet repayment 5 years after the date of the first drawdown. Interest is paid quarterly on March 15, June 15, September 15 and December 15. On March 14, 2019, the Company canceled the B1 loan from International Finance Corporation III amounting to USD50,000,000. On December 31, 2019, the Company has fully drawdown all principal from the loan facilities A and B2 amounting to USD50,000,000, respectively. On March 15, 2023, the Company has partially repaid the principal of the A and B2 loans amounting to USD25,000,000 and USD25,000,000, respectively. On June 15, 2023, the Company has repaid all the principal of the A and B2 loans amounting to USD25,000,000 and USD25,000,000, respectively. The fund borrowings are unsecured. Under IFC III loan agreements, the Company is obliged to fulfill certain affirmative, financial and negative covenants. The financial covenants that must be fulfilled by the Company, among others, as follows: a) Risk Weighted Capital Adequacy Ratio means the result obtained by dividing; (i) Total Capital; by (ii) Risk Weighted Assets. b) Debt to Total Capitalization Ratio means the result obtained by dividing; (i) Total Debt raised plus the total amount of any subordinated loans scheduled to be repaid or maturing or capable of being put on demand prior to the last Repayment Date; by (ii) Shareholders? Equity plus any Subordinated Loans scheduled to be repaid or maturing or capable of being put on demand after the last Repayment Date. c) Current Ratio means the result obtained by dividing; (i) Current Assets (less prepaid expenses); by (ii) Current Liabilities. The negative covenants include requirement to obtain consent from International Finance Corporation for certain transactions such as distribution of dividend, providing long term incentive plan to employees, incurring financial debts under certain conditions, etc. In 2022, the Company and International Finance Corporation agreed to amend and restate certain section of the loan agreement as follows: - Open Credit Exposure Ratio shall not exceed (i) 77% during the period from July 1, 2022 up to and including September 30, 2022, (ii) 75% during the period from October 1, 2022 up to and including June 30, 2023. During the period ended December 31, 2022, the Company has fulfilled all covenants and obligations according to the Loan Agreements except for Economic Group Exposure Ratio. In March 21, 2023, the Company and International Finance Corporation agreed to amend and restate certain section of the loan agreement as follows: - Economic Group Exposure Ratio for certain groups with respect to commitments entered into by the Company before September 30, 2022: (i) First group: shall not exceed 44% during the period from September 30, 2022 up to and including June 30, 2023, and shall not exceed 30% during the period from July 1, 2023 and thereafter. During the period ended June 30, 2023 the Company has
Page 58
fulfilled all covenants and obligations according to the Loan Agreements. Asian Development Bank The Company obtained loan facility from Asian Development Bank amounting to USD100,000,000 which represents the channeling from Goverment of Indonesia that considered as senior facility (Notes 31 and 33). The fund borrowings are unsecured. The financial covenants that must be fulfilled by the Company, among others is to fulfill the minimum Capital Adequacy Ratio of 12%, Maximum Total Long-term Debt to Total Equity Ratio of 10 times and minimum Current Ratio of 1 time. As on August 25, 2022, December 14, 2022, April 28, 2023, May 5, 2023, and June 23, 2023, the Company has drawdown the facility amounting to USD4,060,578, USD1,662,307, USD2,640,008, USD5,677,881 and USD2,423,061, respectively. This loan bears an interest rate of 6-month LIBOR + 1.75% per annum, which will be adjusted into SOFR interest rate. Interest paid semiannually on March 1 and September 1. The loan will mature on September 1, 2039. As on April 19, 2023, the Company and Asian Develipment Bank agreed to extend the availability period until December 31, 2025 and amendment of facility limit from originally USD100,000,000 to USD50,000,000 to reflect several changes in the market condition. During the periods ended June 30, 2023 and December 31, 2022, the Company has fulfilled all covenants and obligations according to the Loan Agreements.
Page 59
[8697000] Notes to the financial statements - Bank Loans by Order of Liquidity Interest Information - Financing Industry
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.