Skip to content
Back to announcement

FinancialStatement-2023-II-IIFF.pdf

Financial statement Text extracted IIFF

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 59

Page 1
Nomor Surat                             S.1110/VII/IIF/2023
Nama Emiten                             PT Indonesia Infrastructure Finance
Kode Emiten                             IIFF
Perihal                                 Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit



Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :



Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :




 No        Nama           Kegiatan           Lokasi        Tahun         Status         Jumlah Aset          Satuan        Mata        Persentase
                           Usaha                          Komersil       Operasi                                           Uang           (%)
 1     PT Indonesia     Pembiayaan           Jakarta        2023         AKTIF               15.078.295     JUTAAN         IDR           100.0
       Infrastructure   Infrastruktur
       Finance




     Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Indonesia Infrastructure Finance yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara

                elektronik. PT Indonesia Infrastructure Finance bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information

Informasi umum                                                                    General information
                                                   30 June 2023
Nama entitas                            PT Indonesia Infrastructure                                  Entity name
                                        Finance
Penjelasan perubahan nama dari akhir                                      Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya                                                  the end of the preceding reporting
                                                                                                           period
Kode entitas                            IIFF                                                         Entity code
Nomor identifikasi entitas              AA735                                      Entity identification number
Industri utama entitas                  Pembiayaan / Financing                              Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih           PSAK                                   Selected accounting standards
Sektor                                  G. Financials                                                      Sector
Subsektor                               G2. Financing Service                                          Subsector
Industri                                G22. Business Financing                                          Industry
Subindustri                             G222. Specialize Business                                   Subindustry
                                        Financing
Informasi pemegang saham                                                   Controlling shareholder information
                                        No Controlling Shareholder
pengendali
Jenis entitas                           Local Company - Indonesia                                  Type of entity
                                        Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan              Obligasi / Bond                                 Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat                                             Type of board on which the entity is
entitas tercatat                                                                                            listed
Apakah merupakan laporan keuangan                                         Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok       Entitas tunggal / Single entity      of an individual entity or a group of
entitas                                                                                                   entities
Periode penyampaian laporan                                                      Period of financial statements
                                       Kuartal II / Second Quarter
keuangan                                                                                            submissions
Tanggal awal periode berjalan          January 01, 2023                                Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan         June 30, 2023                                    Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya         December 31, 2022                                     Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya        January 01, 2022                                   Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya       June 30, 2022                                      Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya       December 31, 2021                                  Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan                    Rupiah / IDR                       Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan                                        Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah 15,026.00000                         presentation currency is other than
                                                                                                           rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam                                             Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan      Jutaan / In Million                                               statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit              Type of report on financial statements
Jenis opini auditor                                                                   Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf                                                        Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu                                        emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan                                                               paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review                                                           Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama               Tidak / No                                 Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama                                                                 Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama                                                         Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil                                           Date of auditor's opinion or result of
laporan review                                                                                     review report
Auditor tahun berjalan                                                                     Current year auditor
Page 3
Nama partner audit tahun berjalan                                      Name of current year audit signing
                                                                                                      partner
Lama tahun penugasan partner yang                                        Number of years served as audit
menandatangani                                                                               signing partner
Auditor tahun sebelumnya            Purwantono, Sungkoro & Surja                           Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya                                      Name of prior year audit signing
                                    Muhammad Kurniawan
                                                                                                      partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan                                        Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor:                                                    No. 75/POJK.04/2017 concerning
                                     Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung                                   responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan                                                     financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan                                          Compliance to the independency of
independensi akuntan yang                                             Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal                                  Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor             Ya / Yes                                  rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang                                                     concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik                                           Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan                                                 Financial Services Activities.
Page 4
[8220000] Statement of financial position presented using order of liquidity -
Financing Industry

Laporan posisi keuangan                                           Statement of financial position
                                     30 June 2023         31 December 2022
Aset                                                                                                     Assets
  Kas dan setara kas                         483,805                923,739     Cash and cash equivalents
  Aset keuangan yang diukur                                                    Financial assets at fair value
  pada nilai wajar melalui laba              193,047                214,300            through profit or loss
  rugi
  Biaya akuisisi tangguhan                      1,720                   568       Deferred acquisition costs
  Pinjaman yang diberikan                                                                            Loans
     Pinjaman yang diberikan                                                         Loans third parties
                                           7,530,600              8,497,630
     pihak ketiga
     Pinjaman yang diberikan                                                       Loans related parties
                                           4,452,741              4,369,617
     pihak berelasi
     Cadangan kerugian                                                         Allowance for impairment
     penurunan nilai pada                 ( 391,107 )            ( 349,216 )           losses for loans
     pinjaman yang diberikan
  Piutang lainnya                            124,987                116,094                Other receivables
  Biaya dibayar dimuka                         7,581                  8,105                Prepaid expenses
  Pajak dibayar dimuka                         2,111                    342                     Prepaid taxes
  Aset keuangan nilai wajar                                                        Financial assets fair value
  melalui pendapatan                         786,009                827,602    through other comprehensive
  komprehensif lainnya                                                                                 income
  Aset keuangan biaya                                                             Financial assets amortized
                                           1,286,035              1,368,174
  perolehan diamortisasi                                                                                   cost
  Tagihan derivatif                          236,742                211,218            Derivative receivables
  Aset pajak tangguhan                        45,916                 45,166              Deferred tax assets
  Aset takberwujud selain                                                        Intangible assets other than
                                                7,607                  8,104
  goodwill                                                                                            goodwill
  Aset tetap                                                                             Property, plant, and
                                             237,882                243,154
                                                                                                    equipment
   Aset lainnya                               72,619                 13,855                      Other assets
   Jumlah aset                            15,078,295             16,498,452                      Total assets
Liabilitas dan ekuitas                                                                    Liabilities and equity
   Liabilitas                                                                                       Liabilities
       Liabilitas derivatif                         656                5,493          Derivative payables
       Pinjaman yang diterima                                                                Borrowings
           Pinjaman yang                                                              Borrowings third
                                           1,878,064              2,171,490
           diterima pihak ketiga                                                                parties
           Pinjaman yang                                                           Borrowings related
                                           2,245,554              3,099,368
           diterima pihak berelasi                                                              parties
       Kewajiban imbalan pasca                                                  Post-employment benefit
                                              35,772                 31,598
       kerja                                                                                   obligations
       Pendapatan ditangguhkan                 5,661                  2,589              Deferred income
       Beban akrual                           49,124                 66,714            Accrued expenses
       Utang pajak                            15,888                  1,581                Taxes payable
       Liabilitas lainnya                      4,294                 17,415                Other liabilities
       Pinjaman subordinasi                4,757,216              4,916,285           Subordinated loans
       Jumlah liabilitas                  12,777,938             14,196,371               Total liabilities
   Ekuitas                                                                                              Equity
       Ekuitas yang                                                                Equity attributable to
       diatribusikan kepada                                                     equity owners of parent
       pemilik entitas induk                                                                         entity
Page 5
      Saham biasa               2,000,000     2,000,000           Common stocks
      Tambahan modal                                             Additional paid-in
                                  29,800          29,800
      disetor                                                                  capital
      Cadangan perubahan                                  Reserve for changes in
      nilai wajar aset                                      fair value of fair value
      keuangan nilai wajar      ( 26,522 )    ( 24,026 )              through other
      melalui pendapatan                                  comprehensive income
      komprehensif lainnya                                         financial assets
      Cadangan keuntungan                                         Reserve of gains
      (kerugian) investasi                                             (losses) from
                                 ( 6,965 )      ( 8,264 )
      pada instrumen ekuitas                                 investments in equity
                                                                         instruments
      Cadangan lindung nilai                                 Reserve of cash flow
                                        0         11,024
      arus kas                                                                hedges
      Saldo laba                                               Retained earnings
      (akumulasi kerugian)                                                   (deficit)
         Saldo laba yang                                         Appropriated
         telah ditentukan                                  retained earnings
         penggunaanya
             Cadangan                                          General and
                                  44,317         36,019
             umum dan wajib                                  legal reserves
         Saldo laba yang                                       Unappropriated
         belum ditentukan        259,727       257,528       retained earnings
         penggunaannya
      Jumlah ekuitas yang                                         Total equity
      diatribusikan kepada                              attributable to equity
                                2,300,357     2,302,081
      pemilik entitas induk                                  owners of parent
                                                                         entity
   Jumlah ekuitas               2,300,357     2,302,081               Total equity
Jumlah liabilitas dan                                    Total liabilities and equity
                               15,078,295    16,498,452
ekuitas
Page 6
[8312000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by nature - Financing Industry

Laporan laba rugi dan penghasilan                           Statement of profit or loss and other
komprehensif lain                                                       comprehensive income
                                        30 June 2023         30 June 2022
Pendapatan                                                                                                Income
  Pendapatan bunga dan                                                            Interest and finance income
                                                611,880              483,998
  keuangan
  Keuntungan (kerugian) atas                                                       Realised gains (losses) on
  perdagangan aset keuangan                        2,039                    0       trading of financial assets
  yang telah direalisasi
  Pendapatan dari provisi dan                                                    Income from provisions and
                                                 19,741               14,792
  komisi                                                                                        commissions
  Keuntungan (kerugian) yang                                                     Realised gains (losses) from
  telah direalisasi atas                                                    0          derivative instruments
  instrumen derivatif
  Keuntungan (kerugian) selisih                                                  Gains (losses) on changes in
                                                ( 1,533 )               3,952
  kurs mata uang asing                                                                  foreign exchange rates
  Pendapatan lainnya                             12,201                 8,296                     Other income
Beban                                                                                                    Expenses
  Beban bunga dan keuangan                   ( 426,169 )          ( 312,203 )        Interest and finance costs
  Pembentukan penyisihan                                                               Provision for impairment
                                              ( 44,861 )           ( 31,786 )
  kerugian penurunan nilai                                                                                losses
  Beban gaji dan tunjangan                                                       Salary and employee benefit
                                              ( 79,790 )           ( 65,176 )
  karyawan                                                                                           (expenses)
  Beban umum dan                                                                   General and administrative
                                              ( 27,271 )           ( 32,900 )
  administrasi                                                                                         expenses
  Beban penyusutan properti                                                         Depreciation of investment
  investasi, aset sewa, aset                                                             property, lease assets,
  tetap, aset yang diambil alih                 ( 6,618 )          ( 11,741 )          property and equipment,
  dan aset ijarah                                                                 foreclosed assets and ijarah
                                                                                                          assets
    Beban lainnya                               ( 7,757 )          ( 18,052 )                  Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum                                                          Total profit (loss) before tax
                                                 51,862               39,180
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak                      ( 16,471 )           ( 12,053 )             Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi                                                          Total profit (loss) from
                                                 35,391               27,127
yang dilanjutkan                                                                         continuing operations
Jumlah laba (rugi)                               35,391               27,127                   Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif                                                        Other comprehensive income,
lainnya, setelah pajak                                                                                    after tax
    Pendapatan komprehensif                                                          Other comprehensive
    lainnya yang tidak akan                                                         income that will not be
    direklasifikasi ke laba rugi,                                                   reclassified to profit or
    setelah pajak                                                                              loss, after tax
        Penyesuaian lainnya atas                                              Other adjustments to other
        pendapatan komprehensif                                                  comprehensive income
        lainnya yang tidak akan                    1,299              ( 751 ) that will not be reclassified
        direklasifikasi ke laba rugi,                                           to profit or loss, after tax
        setelah pajak
        Jumlah pendapatan                                                                     Total other
        komprehensif lainnya                                                     comprehensive income
        yang tidak akan                            1,299               ( 751 )           that will not be
        direklasifikasi ke laba                                                  reclassified to profit or
        rugi, setelah pajak                                                                loss, after tax
    Pendapatan komprehensif                                                           Other comprehensive
Page 7
   lainnya yang akan                                             income that may be
   direklasifikasi ke laba rugi,                              reclassified to profit or
   setelah pajak                                                        loss, after tax
       Keuntungan (kerugian)                                Gains (losses) on cash
       lindung nilai arus kas,      ( 13,520 )   23,667      flow hedges, after tax
       setelah pajak
       Jumlah pendapatan                                                Total other
       komprehensif lainnya                               comprehensive income
       yang akan direklasifikasi    ( 13,520 )   23,667 that may be reclassified
       ke laba rugi, setelah                            to profit or loss, after tax
       pajak
   Jumlah pendapatan                                      Total other comprehensive
   komprehensif lainnya,            ( 12,221 )   22,916             income, after tax
   setelah pajak
Jumlah laba rugi komprehensif         23,170     50,043    Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat                                       Profit (loss) attributable to
diatribusikan
   Laba (rugi) yang dapat                                    Profit (loss) attributable to
                                      35,391     27,127
   diatribusikan ke entitas induk                                           parent entity
Laba rugi komprehensif yang                                       Comprehensive income
dapat diatribusikan                                                          attributable to
   Laba rugi komprehensif yang                                  Comprehensive income
   dapat diatribusikan ke entitas     23,170     50,043     attributable to parent entity
   induk
Laba (rugi) per saham                                       Earnings (loss) per share
   Laba per saham dasar                                  Basic earnings per share
   diatribusikan kepada                                       attributable to equity
   pemilik entitas induk                                owners of the parent entity
       Laba (rugi) per saham                            Basic earnings (loss) per
       dasar dari operasi yang             18        14   share from continuing
       dilanjutkan                                                     operations
Page 8
[8410000] Statement of changes in equity - Financing Industry - Current Year

30 June 2023


Laporan perubahan ekuitas                                                                                                                                                                                                                                                              Statement of changes in equity
                                                                                                Cadangan perubahan
                                                                                                                            Cadangan keuntungan                                   Saldo laba yang telah
                                                                                                    nilai wajar aset                                                                                         Saldo laba yang belum      Ekuitas yang dapat
                                                                      Tambahan modal                                         (kerugian) investasi    Cadangan lindung                  ditentukan
                                                 Saham biasa                                    keuangan nilai wajar                                                                                               ditentukan          diatribusikan kepada     Ekuitas
                                                                          disetor                                              pada instrumen          nilai arus kas           penggunaannya-cadangan
                                                                                                 melalui pendapatan                                                                                             penggunaannya              entitas induk
                                                                                                                                   ekuitas                                          umum dan wajib
                                                                                                komprehensif lainnya
                                                                                                Reserve for changes in
                                                                                                                               Reserve of gains
                                                                                                 fair value of fair value                                                         Appropriated retained
                                                                                                                                 (losses) from       Reserve of cash flow                                    Unappropriated retained   Equity attributable to
                                                 Common stocks     Additional paid-in capital          through other                                                            earnings-general and legal                                                      Equity
                                                                                                                             investments in equity         hedges                                                  earnings               parent entity
                                                                                                comprehensive income                                                                     reserves
                                                                                                                                  instruments
                                                                                                     financial assets
Posisi ekuitas                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Equity position
  Saldo awal periode sebelum penyajian kembali         2,000,000                   29,800                    ( 24,026 )                  ( 8,264 )                11,024                            36,019                 257,528                2,302,081        2,302,081    Balance before restatement at beginning of period
  Posisi ekuitas, awal periode                         2,000,000                   29,800                    ( 24,026 )                  ( 8,264 )                11,024                            36,019                 257,528                2,302,081        2,302,081          Equity position, beginning of the period
  Laba (rugi)                                                                                                                                                                                                               35,391                   35,391           35,391                                           Profit (loss)
  Pendapatan komprehensif lainnya                                                                              ( 2,496 )                    1,299              ( 11,024 )                                                                         ( 12,221 )       ( 12,221 )                       Other comprehensive income
  Pembentukan cadangan umum                                                                                                                                                                          8,298                 ( 8,298 )                      0                0                       Allocation for general reserves
  Distribusi dividen kas                                                                                                                                                                                                 ( 24,894 )               ( 24,894 )       ( 24,894 )                      Distributions of cash dividends
  Posisi ekuitas, akhir periode                        2,000,000                   29,800                    ( 26,522 )                  ( 6,965 )                          0                       44,317                 259,727                2,300,357        2,300,357                 Equity position, end of the period
Page 9
[8410000] Statement of changes in equity - Financing Industry - Prior Year

30 June 2022


Laporan perubahan ekuitas                                                                                                                                                                                                                                                          Statement of changes in equity
                                                                                                Cadangan perubahan
                                                                                                                            Cadangan keuntungan                               Saldo laba yang telah
                                                                                                    nilai wajar aset                                                                                     Saldo laba yang belum      Ekuitas yang dapat
                                                                      Tambahan modal                                         (kerugian) investasi    Cadangan lindung              ditentukan
                                                 Saham biasa                                    keuangan nilai wajar                                                                                           ditentukan          diatribusikan kepada     Ekuitas
                                                                          disetor                                              pada instrumen          nilai arus kas       penggunaannya-cadangan
                                                                                                 melalui pendapatan                                                                                         penggunaannya              entitas induk
                                                                                                                                   ekuitas                                      umum dan wajib
                                                                                                komprehensif lainnya
                                                                                                Reserve for changes in
                                                                                                                               Reserve of gains
                                                                                                 fair value of fair value                                                     Appropriated retained
                                                                                                                                 (losses) from       Reserve of cash flow                                Unappropriated retained   Equity attributable to
                                                 Common stocks     Additional paid-in capital          through other                                                        earnings-general and legal                                                      Equity
                                                                                                                             investments in equity         hedges                                              earnings               parent entity
                                                                                                comprehensive income                                                                 reserves
                                                                                                                                  instruments
                                                                                                     financial assets
Posisi ekuitas                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Equity position
  Saldo awal periode sebelum penyajian kembali         2,000,000                   29,800                        24,208                ( 18,135 )              ( 41,181 )                       30,716                 196,100                2,221,508        2,221,508    Balance before restatement at beginning of period
  Posisi ekuitas, awal periode                         2,000,000                   29,800                        24,208                ( 18,135 )              ( 41,181 )                       30,716                 196,100                2,221,508        2,221,508          Equity position, beginning of the period
  Laba (rugi)                                                                                                                                                                                                           27,127                   27,127           27,127                                           Profit (loss)
  Pendapatan komprehensif lainnya                                                                            ( 27,221 )                    ( 751 )                50,888                                                                         22,916           22,916                        Other comprehensive income
  Pembentukan cadangan umum                                                                                                                                                                      5,303                 ( 5,303 )                      0                0                       Allocation for general reserves
  Distribusi dividen kas                                                                                                                                                                                             ( 15,908 )               ( 15,908 )       ( 15,908 )                      Distributions of cash dividends
  Posisi ekuitas, akhir periode                        2,000,000                   29,800                      ( 3,013 )               ( 18,886 )                  9,707                        36,019                 202,016                2,255,643        2,255,643                 Equity position, end of the period
Page 10
[8510000] Statement of cash flows, direct method - Financing Industry

Laporan arus kas                                                     Statement of cash flows
                                  30 June 2023        30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi                                               Cash flows from operating
                                                                                                  activities
   Penerimaan kas dari                                                             Cash receipts from
   aktivitas operasi                                                               operating activities
       Penerimaan dari                                                     Receipts from consumer
                                        1,523,636           1,223,600
       pembiayaan konsumen                                                                  financing
   Pembayaran kas dari                                                           Cash payments from
   aktivitas operasi                                                               operating activities
       Pembayaran untuk                                                     Payments for consumer
                                       ( 773,757 )       ( 2,553,593 )
       pembiayaan konsumen                                                                  financing
   Kas diperoleh dari                                                    Cash generated from (used
                                          749,879        ( 1,329,993 )
   (digunakan untuk) operasi                                                            in) operations
   Pembayaran bunga dari                                                  Interests paid from operating
                                       ( 408,140 )         ( 291,651 )
   aktivitas operasi                                                                            activities
   Penerimaan pengembalian                                               Income taxes refunded (paid)
   (pembayaran) pajak                                                          from operating activities
                                          ( 3,865 )         ( 12,069 )
   penghasilan dari aktivitas
   operasi
   Penerimaan bunga pinjaman                                           Receipts of interest from loan
                                          552,731             418,135
   diberikan                                                                               receivable
   Penerimaan (pengeluaran)                                            Other cash inflows (outflows)
   kas lainnya dari aktivitas           ( 98,593 )          ( 73,765 )      from operating activities
   operasi
   Arus kas sebelum                                                        Net cash flows received
   perubahan dalam aset dan                                                from (used in) operating
   liabilitas yang diperoleh              792,012        ( 1,289,343 ) activities before changes in
   dari (digunakan untuk)                                                      assets and liabilities
   aktivitas operasi
   Jumlah arus kas bersih                                                       Total net cash flows
   yang diperoleh dari                                                       received from (used in)
                                          792,012        ( 1,289,343 )
   (digunakan untuk) aktivitas                                                   operating activities
   operasi
Arus kas dari aktivitas                                                    Cash flows from investing
investasi                                                                                     activities
   Pembayaran untuk perolehan                                            Payments for acquisition of
                                          ( 5,748 )           ( 2,931 )
   aset tetap                                                               property and equipment
   Penerimaan (pengeluaran)                                             Other cash inflows (outflows)
   kas lainnya dari aktivitas           ( 33,585 )               7,254       from investing activities
   investasi
   Jumlah arus kas bersih                                                       Total net cash flows
   yang diperoleh dari                                                       received from (used in)
                                        ( 39,333 )               4,323
   (digunakan untuk) aktivitas                                                   investing activities
   investasi
Arus kas dari aktivitas                                                      Cash flows from financing
pendanaan                                                                                      activities
   Penerimaan pinjaman bank             1,984,001           3,900,000       Proceeds from bank loans
   Pembayaran pinjaman bank          ( 3,087,100 )       ( 3,100,000 )        Payments of bank loans
   Pembayaran pinjaman                                                      Payments of subordinated
                                        ( 68,769 )           ( 61,768 )
   subordinasi                                                                                  loans
   Pembayaran pinjaman                                                   Payments of other borrowings
                                          ( 1,250 )            ( 5,000 )
   lainnya
   Pembayaran dividen dari                                               Dividends paid from financing
                                        ( 24,894 )          ( 15,908 )
   aktivitas pendanaan                                                                        activities
   Jumlah arus kas bersih                                                       Total net cash flows
Page 11
   yang diperoleh dari           ( 1,198,012 )     717,324         received from (used in)
   (digunakan untuk) aktivitas                                         financing activities
   pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan)                                     Total net increase (decrease)
                                  ( 445,333 )    ( 567,696 )
bersih kas dan setara kas                                       in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas,                                   Cash and cash equivalents cash
                                     923,740     1,352,435
awal periode                                                      flows, beginning of the period
Efek perubahan nilai kurs pada                                 Effect of exchange rate changes
                                        5,398        23,893
kas dan setara kas                                                on cash and cash equivalents
Kenaikan (penurunan) kas dan                                       Other increase (decrease) in
                                                          0
setara kas lainnya                                                   cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas,                                       Cash and cash equivalents
                                     483,805       808,632
akhir periode                                                   cash flows, end of the period
Page 12
[8610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Financing Industry


Kebijakan akuntansi signifikan                                                                                                                     Significant accounting policies
                                                                                   30 June 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan     N/A                                                                                                       Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian                                                                                                                                                                     statements




Prinsip-prinsip konsolidasi           N/A                                                                                                                         Principles of consolidation




Kas dan setara kas                    Untuk tujuan penyajian arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang                         Cash and cash equivalents
                                      jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan
                                      serta tidak dibatasi penggunaannya. For cash flows presentation purposes, cash and cash equivalents
                                      consist of cash on hand and in banks and all investments with maturities of three months or less from
                                      the date of placement which are not pledged as collateral and unrestricted.

Piutang usaha dan piutang lain-lain   Aset lain-lain termasuk aset tidak berwujud yang dicatat sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi                       Trade and other receivables
                                      amortisasi dan rugi penurunan nilai. Harga perolehan mencakup semua pengeluaran yang terkait
                                      secara langsung dengan perolehan aset tidak berwujud. Amortisasi aset tidak berwujud dihitung
                                      dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dari aset
                                      tersebut yaitu antara 4 - 5 tahun. Pada tanggal pelaporan, metode amortisasi, taksiran masa manfaat
                                      dan nilai residual ditelaah ulang dan disesuaikan secara prospektif, jika diperlukan. Other assets
                                      include intangible assets that are stated at cost less amortization and impairment. Historical cost
                                      includes expenditures that are directly attributable to the acquisition of the items. Amortization of
                                      intangible assets is computed using the straight-line method based on the estimated useful lives of the
                                      assets which range between 4 - 5 years. At the reporting period, amortization methods, estimated
                                      useful lives and residual values are reviewed and adjusted prospectively, if appropriate.
Aset tetap                            Aset tetap dicatat sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi                                               Fixed assets
                                      penurunan nilai. Harga perolehan mencakup semua pengeluaran yang terkait secara langsung dengan
                                      perolehan aset tetap. Biaya-biaya setelah pengakuan awal diakui sebagai bagian dari nilai tercatat aset
                                      atau sebagai aset yang terpisah sebagaimana mestinya, hanya apabila kemungkinan besar
                                      Perusahaan akan mendapatkan manfaat ekonomis masa depan berkenaan dengan aset tersebut dan
                                      biaya perolehan aset dapat diukur dengan andal. Nilai tercatat komponen yang diganti tidak lagi diakui.
                                      Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
                                      ekonomis dari aset tetap sebagai berikut: Bagunan 30 tahun, Kendaraan 4 tahun, komputer 4 tahun,
                                      peralatan kantor 4 tahun, perabotan dan peralatan kantor 4 tahun. Apabila nilai tercatat aset lebih
Page 13
                                   besar dari nilai yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai yang
                                   dapat diperoleh kembali, dengan menggunakan nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai
                                   pakai.Akumulasi biaya konstruksi serta pemasangan peralatan kantor dan komputer, dikapitalisasi
                                   sebagai aset dalam penyelesaian. Biaya tersebut direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat proses
                                   konstruksi atau pemasangan selesai. Penyusutan mulai dibebankan pada tanggal yang sama. Biaya
                                   pemeliharaan dan perbaikan dicatat sebagai beban pada saat terjadinya. Aset tetap dalam
                                   penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap
                                   yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. Apabila aset tetap dihentikan
                                   pengakuannya (tidak dipergunakan lagi atau dijual), biaya perolehan beserta akumulasi penyusutan
                                   yang terkait dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan keuntungan atau kerugian
                                   yang timbul diakui sebagai laba atau rugi tahun berjalan. Pada tanggal pelaporan, metode amortisasi,
                                   taksiran masa manfaat dan nilai residual ditelaah ulang dan disesuaikan secara prospektif, jika
                                   diperlukan. Property and equipment are stated at cost less accumulated depreciation and accumulated
                                   impairment. Historical cost includes expenditures that are directly attributable to the acquisition of the
                                   items. Subsequent costs are included in the asset?s carrying amount or are recognized as a separate
                                   asset, as appropriate, only when it is probable that future economic benefits associated with the item
                                   will flow to the Company and the cost of the item can be measured reliably. The carrying amount of the
                                   replaced part is derecognized. Depreciation of property and equipment is computed using the
                                   straight-line method based on the estimated useful lives as follows: building 30 years, vehicles 4 years,
                                   computer 4 years, office equipment 4 years, office furniture and fixtures 4 years. When the carrying
                                   amount of an asset is greater than its estimated recoverable amount, it is written down immediately to
                                   its recoverable amount, which is determined as the higher of net selling price or value in use.The
                                   accumulated costs of the construction of and the installation of office equipment and computers are
                                   capitalized as construction in progress. These costs are reclassified to property and equipment
                                   accounts when the construction or installation is complete. Depreciation is charged from such date.
                                   Maintenance and repair cost are charged as an expense when incurred. Property and equipment in
                                   progress is stated at cost and transferred to the respective property and equipment account when
                                   completed and ready for use. When assets are derecognized (retired or otherwise disposed of), their
                                   costs and the related accumulated depreciation are removed from the accounts and any resulting gains
                                   or losses are recognized as profit or loss for the year. At the reporting period, amortization methods,
                                   estimated useful lives and residual values are reviewed and adjusted prospectively, if appropriate.
Penurunan nilai aset nonkeuangan   Pada tanggal pelaporan, Perusahaan menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan                Impairment of non-financial assets
                                   apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi
                                   tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian
                                   penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat diperoleh
                                   kembali atas suatu aset individu, Perusahaan mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari
                                   unit penghasil kas atas aset. Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi
                                   antara harga jual neto atau nilai pakai. Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset
                                   non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas)
                                   dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung
                                   ke laba rugi. At reporting date, the Company reviews the carrying amounts of non-financial assets to
                                   determine whether there is any indication that those assets have suffered an impairment loss. If any
                                   such indication exists, the recoverable amount of the asset is estimated in order to determine the
                                   extent of the impairment loss (if any). Where it is not possible to estimate the recoverable amount of an
                                   individual asset, the Company estimates the recoverable amount of the cash generating unit to which
                                   the asset belongs. Estimated recoverable amount is the higher of net selling price or value in use. If the
                                   recoverable amount of a non-financial asset (cash generating unit) is less than its carrying amount, the
Page 14
                                       carrying amount of the asset (cash generating unit) is reduced to its recoverable amount and an
                                       impairment loss is recognized immediately in the profit or loss.
Beban tangguhan                        Beban tangguhan merupakan biaya transaksi yang terjadi berkaitan dengan proses pemberian                                            Deferred charges
                                       persetujuan kredit kepada debitur atau perolehan pinjaman yang diterima Perusahaan. Biaya transaksi
                                       akan disajikan secara neto dalam akun ?Pinjaman diberikan? jika telah dicairkan kepada debitur atau
                                       akun ?Pinjaman diterima? jika telah dicairkan oleh Perusahaan. Deferred charges represent
                                       transaction costs incurred in relation to the process of loan approval to the debtors or borrowing
                                       obtained by the Company. The transaction costs will be presented net in ?Loans? account when the
                                       loan is disbursed to the debtors or in ?Fund borrowings? account when the borrowing is drawn by the
                                       Company.
Utang usaha dan liabilitas lain-lain   Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam FVTPL, jika liabilitas keuangan sebagai kelompok                       Trade payables and other liabilities
                                       diperdagangkan atau pada saat pengakuan awal ditetapkan untuk diukur pada FVTPL. Liabilitas
                                       keuangan yang termasuk dalam kategori ini pada saat awal pengakuan dan selanjutnya dicatat pada
                                       nilai wajar; biaya transaksi diakui langsung pada laba rugi. Keuntungan dan kerugian yang berasal dari
                                       perubahan nilai wajar dari liabilitas keuangan ini diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
                                       komprehensif lain dan dilaporkan sebagai ?keuntungan/(kerugian) yang belum direalisasi dari
                                       perubahan nilai wajar?. Liabilitas keuangan pada biaya perolehan pada awalnya diukur pada nilai
                                       wajar, setelah dikurangi biaya transaksi, dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang
                                       diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dengan beban bunga diakui
                                       berdasarkan metode suku bunga efektif. Selisih antara hasil emisi (setelah dikurangi biaya transaksi)
                                       dan penyelesaian atau pelunasan pinjaman diakui selama jangka waktu pinjaman. Financial liabilities
                                       are classified as at FVTPL when the financial liabilities are either held-for-trading or it is designated
                                       upon initial recognition as at FVTPL. Financial liabilities included in this category are recognized initially
                                       and subsequently at fair value; transaction costs are taken directly to profit or loss. Gains and losses
                                       arising from changes in fair value of these financial liabilities are included in the statement of profit or
                                       loss and other comprehensive income and reported as ?unrealized gains/(losses) from changes in fair
                                       value?. Financial liabilities at amortized cost are initially measured at fair value, net of transaction costs,
                                       and are subsequently measured at amortized cost, using the effective interest rate method, with
                                       interest expense recognized on an effective yield basis. Any difference between the proceeds (net of
                                       transaction costs) and the settlement or redemption of borrowings is recognized over the term of the
                                       borrowings.
Pengakuan pendapatan dan beban         Pendapatan bunga dan beban bunga diakui berdasarkan basis akrual dengan menggunakan metode                        Revenue and expense recognition
                                       suku bunga efektif. Perhitungan dengan metode suku bunga efektif memperhitungkan seluruh syarat
                                       dan ketentuan kontraktual dari instrumen keuangan dan biaya transaksi yang timbul secara langsung
                                       untuk instrumen tersebut dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari suku bunga efektif. Perusahaan
                                       menyajikan nilai bersih keuntungan/(kerugian) dari transaksi derivatif, termasuk keuntungan/(kerugian)
                                       kurs yang timbul, dalam laporan laba rugi tahun berjalan. Pendapatan provisi dan komisi yang
                                       berkaitan dengan pemberian pinjaman diakui ketika jasa-jasa telah diberikan sesuai dengan kontrak
                                       perjanjian seperti pendapatan jasa mandatory lead arranger, sindikasi, perencanaan model
                                       pembiayaan, pendapatan komitmen atas fasilitas yang belum dicairkan, dan premi atas garansi kredit
                                       yang diberikan. Pendapatan jasa advisory diakui ketika jasa-jasa telah diberikan sesuai dengan kontrak
                                       perjanjian. Keuntungan/(kerugian) dari portofolio efek-efek dan investasi saham meliputi keuntungan/
                                       (kerugian) yang timbul dari penjualan efek-efek dan keuntungan/(kerugian) yang belum direalisasi dari
                                       perubahan nilai wajar efek-efek dan investasi saham. Keuntungan/(kerugian) dari transaksi derivatif
                                       meliputi keuntungan/(kerugian) yang timbul dari penyelesaian transaksi derivatif dan
                                       keuntungan/(kerugian) yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar. Beban diakui pada saat
Page 15
                                  terjadinya. Interest income and interest expense are recognized on accrual basis using the effective
                                  interest rate method. The calculation using the effective interest rate method takes into account all
                                  contractual terms of the financial instruments and includes any transaction costs that are directly
                                  attributable to the instruments and are an integral part of the effective interest rate. The Company
                                  disclose the net amount of gain/(loss) from derivative transactions, including the impact of its gain/(loss)
                                  from foreign currency translation, in the statement of profit or loss. Provision and commission income
                                  related to the loan disbursement is recognized when the services are rendered in accordance with the
                                  respective engagement contracts such as income from mandatory lead arranger services, syndication,
                                  structuring of financing scheme fees, commitment fee income from undrawn facilities, and credit
                                  guarantee premium. Advisory service income is recognized when the services are rendered in
                                  accordance with the respective engagement contracts. Gains/(losses) on securities and equity
                                  investment consist of gains/(losses) on securities sold and unrealized gains/(losses) from changes in
                                  the fair value of securities and equity investment. Gains/(losses) on derivative transactions consist of
                                  gains/(losses) on settlement of derivative transactions and unrealized gains/(losses) from changes in
                                  the fair value of derivative transactions. Expenses are recognized when incurred.
Penjabaran mata uang asing        Pembukuan Perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah, mata uang dari lingkungan                             Foreign currency translation
                                  ekonomi utama dimana Perusahaan beroperasi (mata uang fungsionalnya). Transaksi-transaksi
                                  selama periode berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya
                                  transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan
                                  untuk mencerminkan kurs tengah Bank Indonesia (?BI?) yang berlaku pada tanggal tersebut.
                                  Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun
                                  berjalan. Pos non-moneter diukur dalam biaya historis dalam mata uang asing yang dijabarkan kembali
                                  dengan nilai tukar pada saat tanggal awal transaksi. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31
                                  Desember 2022, kurs konversi 1 Dolar Amerika Serikat yang digunakan Perusahaan masing-masing
                                  adalah sebesar Rp15.026 dan Rp15.731 (nilai penuh). The books of accounts of the Company are
                                  maintained in Rupiah, the currency of the primary economic environment in which the Company
                                  operates (its functional currency). Transactions during the period involving foreign currencies are
                                  recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At reporting date,
                                  monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the middle
                                  exchange rates quoted by Bank Indonesia (?BI?) at that date. The resulting gains or losses are
                                  credited or charged to the current year profit or loss statement. Non-monetary items that are measured
                                  in terms of historical cost in a foreign currency are translated using the exchange rates at the dates of
                                  the initial transaction.The conversion rate per 1 United States Dollar used by the Company as of June
                                  30, 2023, and December 31, 2022 were Rp15,026 and Rp15,731, respectively (full amount).
Transaksi dengan pihak berelasi   a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:           Transactions with related parties
                                  memiliki pengendalain atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; memiliki pengaruh signifikan
                                  atas entitas pelapor; atau personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas
                                  pelapor. b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: Entitas
                                  dan entitas pelapor adalah kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas
                                  anak berikutnya terkait dengan entitas lain); Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama
                                  dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok
                                  usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya); Kedua entitas tersebut adalah ventura
                                  bersama dari pihak ketiga yang sama; Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca-kerja
                                  untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor.
                                  Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor
                                  juga berelasi dengan entitas pelapor; Orangyang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh
                                  signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). Seluruh
Page 16
                    transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, diungkapkan pada laporan keuangan.
                    a. A person or a close member of that person's family is related to the reporting entity if that person:
                    has control or joint control over the reporting entity; has significant influence over the reporting entity; or
                    is a member of the key management personnel of the reporting entity or of a parent of the reporting
                    entity. b. An entity is related to the reporting entity if any of the following conditions apply: The entity
                    and the reporting entity are members of the same company (which means that each parent, subsidiary
                    and fellow subsidiary is related to the others); One entity is an associate or joint venture of the other
                    entity (or an associate or joint venture of a member of a company of which the other entity is a
                    member; Both entities are joint ventures of the same third party; The entity is a post-employment
                    benefit plan for the benefit of employees of either the reporting entity, or an entity related to the
                    reporting entity. If the reporting entity is itself such a plan, the sponsoring employers are also related to
                    the reporting entity; The entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (a); and A
                    person identified in (a) (i) has significant influence over the entity or is a member of the key
                    management personnel of the entity (or a parent of the entity).All significant transactions with related
                    parties, are disclosed in the financial statements.
Pajak penghasilan   Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan yang dihitung berdasarkan                  Income taxes
                    tarif pajak yang berlaku. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode
                    mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan
                    dengan dasar pengenaan pajak. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer
                    kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan,
                    sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa
                    datang. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara
                    substansial telah berlaku pada tanggal pelaporan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam
                    laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas, dalam hal ini
                    pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas. Aset dan liabilitas pajak tangguhan
                    dapat saling hapus apabila terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus
                    antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini dan apabila aset dan liabilitas pajak tangguhan terkait
                    dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama, baik atas entitas kena
                    pajak yang sama ataupun berbeda. Perubahan atas liabilitas pajak dicatat pada saat surat ketetapan
                    pajak diterima atau apabila diajukan keberatan dan/atau banding, diakui pada saat hasil dari keberatan
                    dan/atau banding diterima. Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan bersih di laporan posisi
                    keuangan. Current tax expense is determined based on the taxable income for the year, computed
                    using the prevailing tax rates. Deferred tax assets and liabilities are recognized for the future tax
                    consequences attributable to differences between the financial statements carrying amounts of assets
                    and liabilities and their respective tax bases. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable
                    temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences to
                    the extent that it is probable that taxable income will be available in future periods against which the
                    deductible temporary differences can be utilized. Deferred tax is calculated at the tax rates that have
                    been enacted or substantively enacted at the reporting date. Deferred tax is charged or credited
                    immediately in profit or loss, except when it relates to items charged or credited directly to equity, in
                    which case the deferred tax is also charged or credited directly to equity. Deferred tax assets and
                    liabilities are offset when there is a legally enforceable right to offset current tax assets against current
                    tax liabilities and when the deferred tax assets and liabilities relate to income taxes levied by the same
                    tax authority on either the same taxable entity or different taxable entities Amendments to tax
                    obligations are recorded when a tax assessment is received or, if objected or appealed against, when
                    the result of the objection or appeal is determined Deferred tax assets and liabilities are offset in the
                    statement of financial position.
Page 17
Imbalan kerja karyawan   Imbalan kerja karyawan jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan berdasarkan                    Employee benefits
                         metode akrual. Perusahaan menyediakan imbalan pasca-kerja untuk karyawan sesuai dengan
                         Undang- Undang Ketenagakerjaan yang pada dasarnya merupakan program imbalan pasti. Untuk usia
                         pensiun normal, Perusahaan menghitung imbalan kerja karyawan berdasar -kan Undang-Undang
                         Ketenagakerjaan. Beban atas pemberian imbalan dalam program imbalan manfaat pasti ditentukan
                         dengan metode projected unit credit. Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang
                         diakui sebagai penghasilan komprehensif lain, terdiri dari: i. Keuntungan atau kerugian aktuarial; ii.
                         Imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukan dalam bunga neto atas liabilitas
                         (aset); dan iii. Setiap perubahan dampak batas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukan dalam
                         bunga neto atas liabilitas (aset). Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang
                         diakui sebagai penghasilan komprehensif lain tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode
                         berikutnya.Biaya jasa lalu diakui pada laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara: Tanggal
                         amandemen atau kurtailmen program; dan Tanggal pada saat Perusahaan mengakui biaya
                         restrukturisasi terkait. Beban imbalan jangka panjang lainnya ditentukan dengan metode projected unit
                         credit dengan metode yang disederhanakan dimana metode ini tidak mengakui pengukuran kembali
                         dalam penghasilan komprehensif lain. Total nilai neto dari biaya jasa kini, biaya bunga neto atas
                         liabilitas (aset) imbalan pasti neto dan pengukuran kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui
                         pada laba rugi tahun berjalan. Short-term employee benefits are recognized when they become due to
                         the employees on accrual basis. The Company provides post-employment benefits as required under
                         Labor Law which in substance represent a defined benefit plan. For normal pension scheme, the
                         Company calculates the employee benefits under the Labor Law. The cost of providing benefits under
                         the defined benefits plan is determined using the projected unit credit method.Remeasurement on net
                         defined benefit liabilities (asset), which is recognized as other comprehensive income, consists of: i.
                         Actuarial gain and losses; ii. Return on program asset, not consist of amount included in liabilities
                         (asset) net interest; and iii. Every change in asset ceiling, not consist of amount included in liabilities
                         (asset) net interest. Remeasurement on net defined benefit liabilities (asset), which is recognized as
                         other comprehensive income will not be reclassified to profit or loss in the next periods. Past service
                         costs are recognized in profit or loss on the earlier of: The date of the plan amendment or curtailment;
                         and The date that the Company recognizes related restructuring costs.The cost of providing other
                         long-term employee benefits is determined using the projected unit credit method using simplified
                         method of not recognizing remeasurements in other comprehensive income. The net total of service
                         cost, net interest on the net defined benefit liability (asset) and remeasurements of the net defined
                         benefit liability (asset) are recognized in profit or loss for the year.
Laba per saham           Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada              Earnings per share
                         pemegang saham biasa entitas dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun
                         berjalan. Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan yang dapat
                         diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas dengan rata-rata tertimbang saham yang beredar
                         pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan mengasumsikan konversi instrumen
                         berpotensi saham yang bersifat dilutif.Basic earnings per share is computed by dividing income for the
                         year attributable to ordinary equity holders of the entity by the weighted average number of shares
                         outstanding during the year. Diluted earnings per share is computed by dividing net income for the year
                         attributable to ordinary equity holders of the entity by the weighted average number of shares
                         outstanding during the year adjusted for the assumed conversion of all dilutive potential ordinary
                         shares.
Dividen                  N/A                                                                                                                   Dividends
Page 18
Pelaporan segmen               Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang                              Segment reporting
                               memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban, termasuk pendapatan dan beban terkait dengan
                               transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama, yang hasil operasinya dikaji ulang secara
                               regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang
                               dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya, dan tersedia informasi keuangan yang
                               dapat dipisahkan. Hasil segmen yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional termasuk
                               item yang dapat diatribusikan secara langsung kepada segmen dan juga yang dapat dialokasikan
                               dengan basis yang wajar. Perusahaan mengelola kegiatan usahanya dan mengidentifikasi segmen
                               yang dilaporkan berdasarkan jenis produk. Perusahaan menentukan dan menyajikan segmen operasi
                               berdasarkan informasi yang secara internal diberikan kepada pengambil keputusan operasional. An
                               operating segment is a component of the entity that engages in business activities from which it may
                               earn revenues and incur expenses, including revenues and expenses that relate to transactions with
                               any of the entity?s components, whose operating results are reviewed regularly by the chief operating
                               decision maker to make decisions about resources allocated to the segment and assess its
                               performance, and for which discrete financial information is available. Segment results that are reported
                               to the chief operating decision maker include items directly attributable to a segment as well as those
                               that can be allocated on a reasonable basis. The Company manages its business activities and
                               identifies its segments reported based on product categories. The Company determines and presents
                               operating segments based on the information that is internally provided to the chief operating decision
                               maker.
Instrumen keuangan derivatif   Instrumen derivatif diakui pertama-tama pada nilai wajar pada saat kontrak tersebut dilakukan, dan          Derivative financial instruments
                               selanjutnya diukur pada nilai wajarnya. Metode pengakuan keuntungan atau kerugian dari perubahan
                               nilai wajar tergantung pada apakah derivatif tersebut adalah instrumen lindung nilai, dan sifat dari
                               unsur yang dilindungi nilainya. Perusahaan menggunakan instrumen keuangan derivatif, pertukaran
                               (swap) tingkat suku bunga, sebagai bagian dari aktivitas manajemen untuk melindungi dampak risiko
                               tingkat suku bunga atas pinjaman Perusahaan. Perusahaan menerapkan akuntansi lindung nilai arus
                               kas pada saat transaksi tersebut memenuhi kriteria perlakuan akuntansi lindung nilai. Perubahan nilai
                               wajar instrumen derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai dicatat dalam laporan laba rugi dan
                               penghasilan komprehensif lain tahun berjalan. Jika instrumen derivatif dirancang dan memenuhi syarat
                               akuntansi lindung nilai, perubahan nilai wajar yang berkaitan dengan lindung nilai diakui sebagai
                               penyesuaian terhadap item yang dilindungi nilainya dalam penghasilan komprehensif lainnya tahun
                               berjalan atau disajikan dalam ekuitas, tergantung pada jenis transaksi dan efektivitas dari lindung nilai
                               tersebut. Perusahaan menetapkan derivatif sebagai instrumen lindung nilai atas arus kas apabila
                               instrumen tersebut melindungi nilai variabilitas arus kas yang dapat diatribusikan pada risiko tertentu
                               yang terkait dengan aset atau liabilitas yang telah diakui atau prakiraan transaksi yang kemungkinan
                               besar terjadi. Bagian efektif dari perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen
                               lindung nilai atas arus kas dalam hubungan lindung nilai yang memenuhi kualifikasi ditangguhkan pada
                               keuntungan/ (kerugian) kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas, yang merupakan
                               bagian dari ekuitas. Bagian yang tidak efektif diakui secara langsung pada laporan laba rugi dan
                               penghasilan komprehensif lain. Jumlah yang ditangguhkan dalam ekuitas direklasifikasi ke dalam
                               laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dalam tahun yang sama dimana arus kas yang
                               dilindung nilai mempengaruhi laba atau rugi, dan pada item yang sama dalam laporan laba rugi dan
                               penghasilan komprehensif lain. Ketika instrumen lindung nilai kadaluarsa atau dijual, dihentikan,
Page 19
dilaksanakan, atau tidak lagi memenuhi kriteria akuntansi lindung nilai, keuntungan atau kerugian
kumulatif yang ditangguhkan di ekuitas tetap diakui pada keuntungan/(kerugian) kumulatif atas
instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas dan direklasifikasi ke laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain ketika item yang dilindung nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain. Ketika suatu prakiraan transaksi akan dilindung nilai tidak lagi diharapkan akan
terjadi, jumlah yang ditangguhkan dalam ekuitas diakui segera dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain. Seluruh instrumen derivatif (termasuk transaksi valuta asing untuk
tujuan pendanaan dan perdagangan) dicatat dalam laporan posisi keuangan berdasarkan nilai
wajarnya. Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan harga pasar, kurs Reuters pada tanggal
pelaporan laporan posisi keuangan, diskonto arus kas, model penentu harga opsi atau harga yang
diberikan oleh broker (quoted price) atas instrumen lainnya yang memiliki karakteristik
serupa.Perusahaan menggunakan instrumen keuangan derivatif, opsi, sebagai bagian dari aktivitas
manajemen untuk melindungi dampak risiko perubahan nilai wajar atas investasi saham Perusahaan.
Perusahaan menerapkan akuntansi lindung nilai nilai wajar pada saat transaksi tersebut memenuhi
kriteria perlakuan akuntansi lindung nilai. Perusahaan menetapkan derivatif sebagai instrumen lindung
nilai atas nilai wajar apabila instrumen tersebut melindungi nilai variabilitas nilai wajar yang dapat
diatribusikan pada risiko tertentu yang terkait dengan aset atau liabilitas yang telah diakui atau
prakiraan transaksi yang kemungkinan besar terjadi. Bagian efektif dari perubahan nilai wajar derivatif
yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai atas nilai wajar dalam hubungan lindung nilai yang
memenuhi kualifikasi ditangguhkan pada keuntungan/ (kerugian) kumulatif atas instrumen derivatif
untuk lindung nilai nilai wajar, yang merupakan bagian dari ekuitas. Ketika instrumen lindung nilai
kadaluarsa atau dijual, dihentikan, dilaksanakan, atau tidak lagi memenuhi kriteria akuntansi lindung
nilai, keuntungan atau kerugian kumulatif yang ditangguhkan di ekuitas tetap diakui pada
keuntungan/(kerugian) kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung nilai nilai wajar dan tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi. Seluruh instrumen derivatif (termasuk transaksi valuta asing untuk tujuan
pendanaan dan perdagangan) dicatat dalam laporan posisi keuangan berdasarkan nilai wajarnya. Nilai
wajar tersebut ditentukan berdasarkan harga pasar, kurs Reuters pada tanggal pelaporan laporan
posisi keuangan, diskonto arus kas, model penentu harga opsi atau harga yang diberikan oleh broker
(quoted price) atas instrumen lainnya yang memiliki karakteristik serupa. Derivative instruments are
initially recognized at fair value on the date the contracts are entered into and are subsequently
remeasured at their fair values. The method of recognizing the fair value gain or loss depends on
whether the derivative is designated as a hedging instrument and, if so, the nature of the item being
hedged. The Company uses derivative instruments, interest rate swap as part of its management
activities to manage exposures to interest rate on the Company?s borrowing. The Company applies
cash flow hedge accounting when transactions meet the specified criteria for hedge accounting
treatment. Changes in fair value of derivative instruments that do not qualify for hedge accounting are
recognized in the current year statement of profit or loss and other comprehensive income. If derivative
instruments are designated and qualify for hedge accounting, changes in fair value of derivative
instruments are recorded as adjustments to the items being hedged in the current year other
comprehensive income or in the equity, depending on the type of hedge transaction represented and
the effectiveness of the hedge. The Company designates derivatives as the hedging instruments of
cash flows hedges where the instrument hedges the variability in cash flows attributable to a particular
risk associated with a recognized asset or liability, or a highly probable forecast transaction that could
affect profit or loss. The effective portion of changes in the fair value of derivatives designated as
hedging instruments of cash flows hedges in qualifying hedging relationships is deferred to the
cumulative gains/(losses) on derivative instruments for cash flows hedges, which forms part of equity.
Any ineffective portion is recognized immediately in the statement of profit or loss and other
Page 20
                                  comprehensive income. Amounts deferred in equity are reclassified to the statement of profit or loss
                                  and other comprehensive income as a reclassification adjustment in the same year as the hedged cash
                                  flows affect profit or loss, and in the same line item in the statement of profit or loss and other
                                  comprehensive income. When the hedging instrument expires or sold, terminated, exercised, or no
                                  longer qualifies for hedge accounting, the cumulative amount deferred in equity remains in the
                                  cumulative gains/(losses) on derivative instruments for cash flows hedges, and is subsequently
                                  transferred to the statement of profit or loss and other comprehensive income when the hedged item is
                                  recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income. When a forecast hedged
                                  transaction is no longer expected to occur, the amount deferred in equity is recognized immediately in
                                  the statement of profit or loss and other comprehensive income. All derivatives instruments (including
                                  foreign exchange transactions for financing and trading) are recognized in the statement of financial
                                  position at fair value. The fair value is based on the market rate, Reuters exchange rate at statement of
                                  financial position date, discounted cash flows, option pricing models or broker quoted price on other
                                  instruments with similar characteristics.The Company uses derivative instrument, option, as part of its
                                  management activities to manage exposures to fair value changes on the Company?s equity
                                  investment. The Company applies fair value hedge accounting when transactions meet the specified
                                  criteria for hedge accounting treatment. The Company designates derivatives as the hedging
                                  instruments of fair value hedges where the instrument hedges the variability in fair value attributable to
                                  a particular risk associated with a recognized asset or liability, or a highly probable forecast transaction
                                  that could affect. The effective portion of changes in the fair value of derivatives designated as hedging
                                  instruments of fair value hedges in qualifying hedging relationships is deferred to the cumulative
                                  gains/(losses) on derivative instruments for fair value hedges, which forms part of equity. When the
                                  hedging instrument expires or sold, terminated, exercised, or no longer qualifies for hedge accounting,
                                  the cumulative amount deferred in equity remains in the cumulative gains/(losses) on derivative
                                  instruments for fair value hedges, and will not be subsequently transferred to profit or loss. All
                                  derivatives instruments (including foreign exchange transactions for financing and trading) are
                                  recognized in the statement of financial position at fair value. The fair value is based on the market
                                  rate, Reuters exchange rate at statement of financial position date, discounted cash flows, option
                                  pricing models or broker quoted price on other instruments with similar characteristics.
Penerapan standar akutansi baru   Efektif 1 Januari 2023, Perusahaan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (?PSAK?)                   The implementation of new statements of
                                  revisi yang relevan untuk Perusahaan, sebagai berikut: ? Amandemen PSAK No. 1, ?Penyajian                                        accounting standards
                                  Laporan Keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi?; ? Amandemen PSAK No. 16, ?Aset
                                  Tetap? tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan?; ? Amandemen PSAK No. 25,
                                  ?Kebijakan Akuntansi Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan terkait Definisi Estimasi
                                  Akuntansi?; ? Amandemen PSAK No. 46, ?Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset
                                  dan Liabilitas Yang Timbul Dari Transaksi Tunggal?. Penerapan dari standar revisi tersebut tidak
                                  menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak berdampak
                                  material terhadap jumlah yang dilaporkan pada periode berjalan atau periode sebelumnya. Effective on
                                  January 1, 2023, the Company has applied revised Statements of Financial Accounting Standards
                                  (?SFAS?) which are relevant to the Company, as follows: ? Amendment to SFAS No. 1, ?Presentation
                                  of Financial Statements ? Disclosure of Accounting Policies?; ? Amendment of SFAS No. 16, ?Fixed
                                  Assets? regarding proceeds before intended use?; ? Amendment of PSAK No. 25 ?Accounting
                                  Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors - Definition of Accounting Estimates?; ?
                                  Amendment of PSAK No. 46, ?Income Taxes - Deferred Tax related to Assets and Liabilities arising
                                  from a Single Transaction?. The implementations of such revised standards did not result in
                                  substansial changes to Company?s accounting policies and had no material effect on the amounts
                                  reported for the current or prior periods.
Page 21
Kombinasi bisnis                            N/A                                                                                                                              Business combination




Penentuan nilai wajar                       Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif, seperti efek-efek, ditentukan                             Determination of fair value
                                            berdasarkan kuotasi harga pasar pada tanggal laporan posisi keuangan dari sumber-sumber yang
                                            terpercaya seperti kuotasi harga pasar dari Bloomberg, Reuters atau dari broker. Investasi pada unit
                                            reksadana dicatat pada nilai pasar, sesuai dengan nilai bersih dari aset reksadana pada tanggal
                                            laporan posisi keuangan. Instrumen keuangan dianggap menggunakan nilai kuotasi pasar aktif jika
                                            harga kuotasi tersedia dan secara regular tersedia di bursa, dealer, broker dan harga tersebut
                                            mencerminkan harga aktual dan terbentuk melalui transaksi pasar secara regular berdasarkan ?arm?s
                                            length basis?. Jika kriteria di atas tidak tercapai, pasar dianggap tidak aktif. Indikasi dari pasar tidak
                                            aktif adalah ketika terdapat selisih penawaran dan permintaan yang besar atau terjadi kenaikan
                                            signifikan dari selisih penawaran dan permintaan atau hanya terdapat sejumlah kecil transaksi. Untuk
                                            instrumen keuangan yang tidak memiliki kuotasi harga pasar, estimasi yang rasional dari nilai wajar
                                            ditentukan dengan menggunakan referensi harga pasar sekarang dari instrumen lain yang memiliki
                                            karakteristik yang sama secara substansial atau dihitung berdasarkan ekspektasi arus kas dari aset
                                            bersih yang mendasari instrumen keuangan tersebut. Perusahaan menggunakan jasa penilai
                                            independen dalam mengestimasikan nilai wajar dari investasi efek-efek saham dimana harga pasar
                                            tidak tersedia. Penilaian berkala oleh jasa penilai independen dilakukan paling sedikit sekali dalam
                                            setahun. Untuk instrumen yang lebih kompleks, Perusahaan menggunakan model penilaian internal,
                                            yang pada umumnya berdasarkan teknik dan metode penilaian yang umumnya diakui sebagai standar
                                            industri. Model penilaian terutama digunakan untuk menilai kontrak derivatif.The fair value of financial
                                            instruments traded in active markets, such as securities, is determined based on quoted market prices
                                            at the statement of financial position date from credible sources such as quoted market prices from
                                            Bloomberg, Reuters or broker?s quoted price. Investments in mutual funds units are stated at market
                                            value, in accordance with the net value of assets of the mutual funds at the statement of financial
                                            position date. A financial instrument is regarded as quoted in an active market, if quoted prices are
                                            readily and regularly available from an exchange, dealer, broker and those prices represent actual and
                                            regularly occurring market transactions on an arm?s length basis. If the above criteria are not met, the
                                            market is regarded as being inactive. Indications that a market is inactive are when there is a wide
                                            bid-offer spread or significant increase in the bid-offer spread or there are few recent transactions. For
                                            financial instruments with no quoted market price, a reasonable estimate of the fair value is determined
                                            by reference to the current market value of another instrument which substantially has the same
                                            characteristic or calculated based on the expected cash flows of the underlying net asset base of the
                                            financial instruments. The Company uses an independent valuer in the estimation of fair value of its
                                            investment in equity securities when the market price is not available. A regular valuation by the
                                            independent valuer is done at least once a year. For more complex instruments, the Company uses
                                            internally developed model, which is generally based on valuation method and technique generally
                                            recognized as industry standard. Valuation model is used primarily to value derivative contracts.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing   Pembukuan Perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah, mata uang dari lingkungan                       Foreign currency transactions and balances
                                            ekonomi utama dimana Perusahaan beroperasi (mata uang fungsionalnya). Transaksi-transaksi
                                            selama periode berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya
                                            transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan
Page 22
                          untuk mencerminkan kurs tengah Bank Indonesia (?BI?) yang berlaku pada tanggal tersebut.
                          Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun
                          berjalan. Pos non-moneter diukur dalam biaya historis dalam mata uang asing yang dijabarkan kembali
                          dengan nilai tukar pada saat tanggal awal transaksi. Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2023 dan 31
                          Desember 2022, kurs konversi 1 Dolar Amerika Serikat yang digunakan Perusahaan masing-masing
                          adalah sebesar Rp15.062 dan Rp15.731 (nilai penuh). The books of accounts of the Company are
                          maintained in Rupiah, the currency of the primary economic environment in which the Company
                          operates (its functional currency). Transactions during the period involving foreign currencies are
                          recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At reporting date,
                          monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the middle
                          exchange rates quoted by Bank Indonesia (?BI?) at that date. The resulting gains or losses are
                          credited or charged to the current year profit or loss statement. Non-monetary items that are measured
                          in terms of historical cost in a foreign currency are translated using the exchange rates at the dates of
                          the initial transaction. The conversion rate per 1 United States Dollar used by the Company as of
                          March 31, 2023, and December 31, 2022 were Rp15,062 and Rp15,731, respectively (full amount).
Efek-efek                 Setelah pengakuan awal, efek-efek yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan                                        Securities
                          menggunakan suku bunga efektif. Sementara efek-efek yang diukur pada FVOCI, setelah pengakuan
                          awal akan diukur pada nilai wajar dimana keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi atas
                          perubahan nilai wajar akan diakui sebagai penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan pada
                          komponen terpisah pada ekuitas. Pada saat penghentian pengakuan, akumulasi keuntungan atau
                          kerugian nilai wajar, neto setelah akumulasi cadangan kerugian kredit ekspektasian, ditransfer ke laba
                          rugi. Untuk efek-efek yang dipersyaratkan diukur atas nilai wajar melalui laba rugi, setelah pengakuan
                          awal akan diukur pada nilai wajar dimana keuntungan dan kerugian yang timbul akibat perubahan nilai
                          wajar dicatat dalam laba rugiAfter initial recognition, securities held at amortized cost is amortized using
                          the effective interest rate. While securities held at FVOCI are subsequently carried at fair value with all
                          unrealized gains and losses arising from changes in fair value recognized in other comprehensive
                          income and accumulated in separate component of equity. On derecognition, the cumulative fair value
                          gains or losses, net of the cumulative expected credit loss reserve, are transferred to the profit or loss.
                          For securities mandatorily held at fair value through profit or loss are subsequently carried at fair value
                          with gains or losses arising from the changes in fair value recorded in profit or loss.
Investasi jangka pendek   N/A                                                                                                                Short-term investment




Aset hak guna             Perusahaan mengakui aset hak-guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak-guna diukur pada biaya                      Right of use assets
                          perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai, jika ada, dan disesuaikan
                          untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak-guna meliputi nilai liabilitas sewa yang
                          diakui, biaya langsung awal, pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai sewa
                          dan estimasi biaya restorasi. Aset hak-guna disusutkan berdasarkan metode garis lurus (straight-line
                          method) selama masa sewa sebagai berikut: Laptop (3 tahun). The Company recognized right-of-use
                          assets at the commencement date of the lease. Right-of-use assets are measured at cost, less any
                          accumulated depreciation and impairment losses, if any and adjusted for any remeasurement of lease
                          liabilities. The cost of right-of-use assets includes the amount of lease liabilities recognized, initial direct
                          cost incurred, lease payments made at or before the commencement date and estimated reinstatement
Page 23
                                  cost. Right-of-use assets are depreciated on a straight-line basis over the lease term as follows: Laptop
                                  (3 years).
Properti investasi                N/A                                                                                                                      Investment properties




Goodwill                          N/A                                                                                                                                  Goodwill




Investasi pada entitas asosiasi   N/A                                                                                                                   Investment in associates




Aset takberwujud                  Aset lain-lain termasuk aset tidak berwujud yang dicatat sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi                         Intangible assets
                                  amortisasi dan rugi penurunan nilai. Harga perolehan mencakup semua pengeluaran yang terkait
                                  secara langsung dengan perolehan aset tidak berwujud. Amortisasi aset tidak berwujud dihitung
                                  dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dari aset
                                  tersebut yaitu antara 4 - 5 tahun. Pada tanggal pelaporan, metode amortisasi, taksiran masa manfaat
                                  dan nilai residual ditelaah ulang dan disesuaikan secara prospektif, jika diperlukan. Other assets
                                  include intangible assets that are stated at cost less amortization and impairment. Historical cost
                                  includes expenditures that are directly attributable to the acquisition of the items. Amortization of
                                  intangible assets is computed using the straight-line method based on the estimated useful lives of the
                                  assets which range between 4 - 5 years. At the reporting period, amortization methods, estimated
                                  useful lives and residual values are reviewed and adjusted prospectively, if appropriate.
Beban dibayar dimuka              Beban dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan                                      Prepaid expenses
                                  metode garis lurus. Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line
                                  method.




Piutang dan utang asuransi        N/A                                                                                                         Insurance receivables and payables




Piutang pembiayaan konsumen       N/A                                                                                                            Consumer financing receivables
Page 24
Liabilitas atas kontrak                          N/A                              Contract liabilities




Simpanan nasabah dan simpanan dari bank lain N/A         Deposits from customers and deposits from
                                                                                       other banks




Obligasi subordinasi                             N/A                            Subordinated bonds




Efek-efek yang dibeli dengan janji dibeli kembali N/A   Securities purchased under resell agreements




Saham treasuri                                   N/A                                 Treasury stock




Modal saham                                      N/A                                   Share capital




Pengaturan pembayaran berbasis saham             N/A              Share-based payment arrangement
Page 25
Biaya emisi efek ekuitas   N/A                                                                                                         Stock issuance cost




Instrumen keuangan         Terdapat tiga klasifikasi pengukuran aset keuangan: biaya perolehan diamortisasi, diukur pada nilai        Financial instruments
                           wajar melalui laba rugi (FVTPL), dan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
                           (FVOCI). Aset keuangan diklasifikasikan menjadi kategori tersebut di atas berdasarkan model bisnis
                           dimana aset keuangan tersebut dimiliki, dan karakteristik arus kas kontraktualnya. Model bisnis
                           merefleksikan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola untuk mencapai tujuan bisnis tertentu.
                           Aset keuangan hanya dapat dikategorikan sebagai biaya perolehan diamortisasi jika instrumen dimiliki
                           dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual (?hold to collect?), dan dimana arus kas kontraktual
                           tersebut semata dari pembayaran pokok dan bunga (SPPI). Pokok merupakan nilai wajar dari
                           instrumen pada saat pengakuan awal. Bunga dalam hal ini merupakan kompensasi untuk nilai waktu
                           uang dan risiko kredit terkait beserta kompensasi untuk risiko lain dan biaya yang konsisten dengan
                           persyaratan dalam peminjaman standar dan marjin laba. Kategori aset ini membutuhkan penilaian
                           persyaratan kontraktual pada saat pengakuan awal untuk menentukan apakah kontrak mengandung
                           persyaratan yang dapat mengubah waktu atau jumlah dari arus kas yang tidak konsisten dengan
                           persyaratan SPPI. Dalam menilai apakah arus kas kontraktual memiliki karakteristik SPPI, Perusahaan
                           mempertimbangkan tujuan model bisnis adalah untuk memiliki aset untuk memperoleh arus kas
                           kontraktual atau untuk memperoleh arus kas kontraktual dan dijual dan juga persyaratan kontraktual
                           atas instrumen tersebut. Hal ini termasuk dalam hal menilai apakah aset keuangan mengandung
                           ketentuan kontraktual yang dapat mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual sehingga tidak
                           dapat memenuhi kondisi SPPI. Dalam melakukan penilaian, Perusahaan mempertimbangkan: ? Hak
                           yang dimiliki Perusahaan saat terdapat kepailitan dan keaslian kontrak. ? Penentuan mata uang pada
                           asset. ? Kejadian kontinjensi yang akan mengubah jumlah dan waktu arus kas; ? Non-recourse
                           arrangement; dan ? Persyaratan pelunasan dipercepat atau perpanjangan fasilitas dan juga perubahan
                           time value of money dari jumlah bunga. Aset dapat dijual dari portofolio hold to collect ketika terdapat
                           peningkatan risiko konsentrasi kredit. Penghentian untuk alasan lain diperbolehkan namun jumlah
                           penjualan tersebut harus tidak signifikan jumlahnya atau tidak sering. Aset keuangan berupa instrumen
                           utang dimana tujuan model bisnis dicapai dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset
                           (?hold to collect and sell?) dan memiliki arus kas SPPI, diklasifikasikan sebagai FVOCI, dengan laba
                           rugi yang belum direalisasi ditangguhkan di penghasilan komprehensif lain sampai aset tersebut
                           dihentikan. Seluruh aset keuangan lainnya akan dipersyaratkan diklasifikasikan sebagai FVTPL. Aset
                           keuangan dapat ditetapkan sebagai FVTPL hanya jika ini dapat mengeliminasi atau mengurangi
                           accounting mismatch. Efek-efekSetelah pengakuan awal, efek-efek yang diukur pada biaya perolehan
                           diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif. Sementara efek-efek yang diukur pada FVOCI,
                           setelah pengakuan awal akan diukur pada nilai wajar dimana keuntungan dan kerugian yang belum
                           direalisasi atas perubahan nilai wajar akan diakui sebagai penghasilan komprehensif lain dan
                           diakumulasikan pada komponen terpisah pada ekuitas. Pada saat penghentian pengakuan, akumulasi
                           keuntungan atau kerugian nilai wajar, neto setelah akumulasi cadangan kerugian kredit ekspektasian,
                           ditransfer ke laba rugi. Untuk efek-efek yang dipersyaratkan diukur atas nilai wajar melalui laba rugi,
                           setelah pengakuan awal akan diukur pada nilai wajar dimana keuntungan dan kerugian yang timbul
Page 26
akibat perubahan nilai wajar dicatat dalam laba rugi. Pinjaman diberikan setelah pengakuan awal,
pinjaman diberikan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Biaya perolehan diamortisasi diukur
menggunakan metode suku bunga efektif. Investasi saham Investasi saham diukur pada FVOCI,
dimana keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar akan diakui
sebagai penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan pada komponen terpisah pada ekuitas. ?
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari instrumen keuangan dan untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode
yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan
diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga
efektif, biaya transaksi dan premi dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan,
atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk nilai tercatat bersih dari aset
keuangan pada saat pengakuan awal. Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk
instrumen keuangan selain dari instrumen keuangan FVTPL. Penurunan nilai aset keuangan
Perusahaan menggunakan model perhitungan kerugian kredit ekspektasian (ECL) yang menggunakan
matriks probability of default (PD), loss given default (LGD), dan exposure at default (EAD), yang
didiskontokan menggunakan suku bunga efektif. Pendekatan PD dan LGD yang digunakan dibedakan
untuk masing-masing segmentasi portofolio yaitu pembiayaan proyek dan pembiayaan korporasi,
sesuai dengan karakteristik risiko masing-masing segmen tersebut. a. Probability of Default (PD)
Probabilitas yang timbul di suatu waktu dimana debitur mengalami gagal bayar, diestimasi sampai
dengan periode 12 bulan dari tanggal laporan (stage 1) atau sepanjang umur (stage 2) dengan
memperhitungkan dampak asumsi ekonomi masa depan yang memiliki risiko kredit. Perusahaan
menggunakan basis data PD berdasarkan studi yang dilakukan oleh Moody?s dan Standard & Poor?s
(S&P). b. Loss Given Default (LGD) Kerugian yang diperkirakan akan timbul dari debitur yang
mengalami gagal bayar, digambarkan sebagai persentase dari total paparan pada saat gagal bayar.
Perusahaan menggunakan nilai LGD berdasarkan data tingkat pemulihan kredit Basel III dan Standard
& Poor?s (S&P). c. Exposure at Default (EAD) Perkiraan nilai eksposur neraca pada saat gagal bayar
dengan mempertimbangkan bahwa perubahan ekspektasi yang diharapkan selama masa eksposur.
Hal ini menggabungkan dampak penarikan fasilitas yang dilakukan, pembayaran pokok dan bunga,
amortisasi dan pembayaran dimuka, bersama dengan dampak asumsi ekonomi masa depan jika
relevan. Untuk menentukan kerugian kredit ekspektasian, komponen-komponen ini akan
diperhitungkan secara bersama-sama dan didiskontokan ke tanggal laporan keuangan menggunakan
diskonto berdasarkan suku bunga efektif. Kerugian kredit ekspektasian atau Expected Credit Losses
(ECL) diakui untuk seluruh instrumen utang keuangan, komitmen pinjaman dan jaminan keuangan
yang diklasifikasikan sebagai hold to collect/hold to collect and sell dan memiliki arus kas SPPI.
Kerugian kredit ekspektasian tidak diakui untuk instrumen ekuitas yang ditetapkan sebagai FVOCI.
Pencadangan berbasis ECL diakui pada saat pengakuan awal untuk seluruh instrumen keuangan yang
masuk dalam cakupan ECL sehubungan dengan adanya peristiwa gagal bayar yang dapat timbul
dalam periode waktu 12 bulan ke depan (disebut sebagai stage 1 dengan cadangan kerugian senilai
kerugian kredit ekspektasian 12 bulan). ECL akan terus dihitung berdasarkan basis ini sampai terdapat
bukti peningkatan risiko kredit yang signifikan (SICR) sesuai kriteria yang ditetapkan Perusahaan atau
aset mengalami penurunan nilai. Jika aset keuangan (atau portofolio aset keuangan) mengalami SICR
sejak pengakuan awal, kerugian kredit ekpektasian diakui untuk peristiwa default yang dapat terjadi
sepanjang umur dari aset tersebut (disebut sebagai ?aset stage 2? dengan cadangan kerugian
sebesar kerugian kredit ekspektasian selama umur aset tersebut). Penilaian SICR dilakukan dalam
konteks peningkatan risiko gagal bayar yang dapat terjadi sepanjang sisa umur dari instrumen
keuangan ketika dibandingkan dengan ekspektasi pada saat pengakuan awal untuk periode waktu
Page 27
yang sama. SICR tidak dinilai dalam konteks peningkatan kerugian kredit ekspektasian. Akun kredit
macet dikelola oleh unit SAM. Ketika suatu akun memerlukan penyelesaian kredit atau ada jumlah
yang dianggap tidak dapat dipulihkan, dapat tetap di stage 2 (tanpa atau dengan tunggakan
pembayaran sampai dengan 90 hari) atau stage 3 (adanya tunggakan pembayaran lebih dari 90 hari),
namun cadangan kerugian penurunan nilai kredit secara individual akan dibuat. Cadangan kerugian
adalah perbedaan antara jumlah pinjaman yang tercatat dan probabilitas tertimbang nilai sekarang dari
estimasi arus kas masa depan yang mencerminkan berbagai skenario (dari hasil pemulihan terbaik,
terburuk, dan paling mungkin). Jika arus kas mencakup jaminan yang dapat direalisasi, nilai-nilai yang
digunakan akan memasukkan dampak informasi ekonomi forward looking. Keadaan individual dari
masing-masing debitur dipertimbangkan ketika SAM memperkirakan arus kas masa depan dan waktu
pemulihan masa depan yang melibatkan pertimbangan yang signifikan. Periode yang diperhitungkan
ketika mengukur kerugian kredit ekspektasian adalah periode yang lebih pendek antara umur
ekspektasian dan periode kontrak aset keuangan. Umur ekspektasian dapat dipengaruhi oleh
pembayaran dimuka dan periode kontrak maksimum melalui opsi perpanjangan kontrak. Untuk aset
keuangan stage 2 dan 3, yang dinilai secara individual, penentuan kerugian kredit ekspektasian
selama umur aset akan serupa dengan pendekatan PSAK No. 55. Namun, estimasi arus kas akan
berdasarkan rentang kemungkinan skenario-skenario. Ketika arus kas termasuk jaminan yang dapat
direalisasi, nilai yang diperhitungkan akan termasuk informasi kedepan. Untuk aset yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi, saldo di neraca mencerminkan aset bruto dikurangi kerugian kredit
ekspektasian. Untuk instrumen utang dalam kategori FVOCI, saldo di neraca mencerminkan nilai wajar
dari instrumen, dengan cadangan kerugian kredit ekspektasian dibukukan terpisah sebagai cadangan
pada penghasilan komprehensif lain. Perubahan atas kerugian kredit ekspektasian diakui pada laba
rugi dan terakumulasi di saldo laba. Kerugian kredit ekspektasian atas komitmen kredit yang diberikan
dan jaminan keuangan diakui pada liabilitas lain-lain. Jika instrumen keuangan mencakup komponen
aset keuangan dan komitmen yang belum ditarik, dan tidak dapat dipisahkan atas kerugian kredit
ekspektasian pada komponen ini, jumlah kerugian kredit atas komitmen tersebut diakui bersamaan
dengan kerugian kredit atas aset keuangan. Dalam kondisi jumlah kerugian kredit ekspektasian
gabungan melebihi jumlah tercatat bruto dari aset keuangan, maka kerugian kredit ekspektasian diakui
sebagai liabilitas lain-lain. Instrumen keuangan yang belum mengalami penurunan nilai pada saat
pengakuan awal adalah aset stage 1 dan kerugian kredit ekspektasian 12 bulan diakui. Instrumen ini
akan tetap pada stage tersebut sampai dilunasi, kecuali terdapat peningkatan risiko kredit signifikan
(SICR) (stage 2) atau mengalami penurunan nilai kredit (stage 3). Instrumen pada stage 1 akan
ditransfer ke stage 2 dan cadangan kerugian kredit ekspektasian dihitung sepanjang umurnya diakui
saat terdapat peningkatan signifikan atas risiko kredit dibandingkan yang diharapkan saat pengakuan
awal. Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan (stage 1) Kerugian kredit ekspektasian diakui pada saat
pengakuan awal instrumen keuangan dan merepresentasikan kekurangan kas sepanjang umur aset
yang timbul dari kemungkinan gagal bayar di masa yang akan datang dalam kurun waktu 12 bulan
sejak tanggal pelaporan. Kerugian kredit ekspektasian terus ditentukan oleh dasar ini sampai timbul
peningkatan risiko kredit yang signifikan pada instrumen tersebut atau instrumen tersebut telah
mengalami penurunan nilai kredit. Peningkatan risiko kredit yang signifikan (stage 2) Jika aset
keuangan mengalami peningkatan risiko kredit yang signifikan (SICR) sejak pengakuan awal, kerugian
kredit ekspektasian diakui atas kejadian gagal bayar yang mungkin terjadi sepanjang umur aset.
Peningkatan signifikan dalam risiko kredit dinilai dengan membandingkan risiko gagal bayar atas
eksposur pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar saat pengakuan awal (setelah
memperhitungkan perjalanan waktu dari akun tersebut). Signifikan tidak berarti signifikan secara
statistik, juga tidak dinilai dalam konteks perubahan dalam cadangan kerugian kredit ekspektasian.
Perubahan atas risiko gagal bayar dinilai signifikan atau tidak, dengan menggunakan sejumlah faktor
Page 28
kuantitatif dan kualitatif, yang bobotnya bergantung pada tipe produk dan pihak lawan. Aset keuangan
tanpa adanya tunggakan pembayaran namun membutuhkan penyesuaian kredit untuk menyesuaikan
dengan kemampuan mengembalikan hutang atau dengan tunggakan lebih dari 30 hari dan tidak
mengalami penurunan nilai akan selalu dianggap telah mengalami peningkatan risiko kredit.
Penentuan pengukuran kerugian kredit ekspektasian secara individual dilakukan oleh komite investasi.
Efek-efek Perusahaan menggunakan pendekatan PD dan LGD yang berlaku untuk segmen
pembiayaan korporasi dalam pengukuran kerugian kredit ekspektasian. Peningkatan risiko kredit
secara signifikan Ketika menentukan apakah risiko kredit suatu instrumen keuangan telah meningkat
secara signifikan sejak pengakuan awal, Perusahaan mempertimbangkan informasi yang wajar dan
terdukung, serta relevan yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang berlebihan. Perusahaan
menggunakan kriteria berikut dalam menentukan apakah peningkatan risiko kredit secara signifikan
atau eksposur telah terjadi: ? Perubahan tingkat pemeringkatan risiko menjadi IIF6 atau lebih buruk;
dan ? Tertunggak lebih dari 30 hari. Dalam peningkatan risiko di atas, hal tersebut mencakup informasi
dan analisa kuantitatif dan kualitatif, berdasarkan pada pengalaman historis, penilaian saat ini dan
perkiraan masa depan. Pemeringkatan risiko bervariasi dengan rentang IIF1 sampai dengan IIF10,
dimana IIF1 mencerminkan tingkat risiko kredit yang paling rendah, sedangkan IIF10 mencerminkan
tingkat risiko kredit yang paling tinggi. Definisi gagal bayar (default) Dalam menilai apakah debitur
dalam keadaan gagal bayar, Perusahaan mempertimbangkan 3 poin yaitu: ? Prospek usaha; ? Kinerja
keuangan; dan ? Kemampuan membayar kembali. Kondisi gagal bayar terjadi ketika debitur telah
melewati jatuh tempo lebih dari 90 hari atas kewajiban kreditnya kepada Perusahaan. Pengelompokan
instrumen dalam rangka perhitungan kredit ekspektasian secara kolektif Perusahaan mengelompokan
aset keuangan yang mencerminkan tingkat risiko kredit sebagai berikut: i) Stage 1 Evaluasi penurunan
nilai dan risiko kredit atas instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan
awal yang dapat dibuktikan dengan terjadinya: ? Peringkat risiko antara IIF1-IIF5; dan ? Tidak terjadi
tunggakan lebih dari 30 hari.Perusahaan akan mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen
keuangan tersebut sejumlah kerugian ekspektasian 12 bulan. ii) Stage 2 Evaluasi penurunan nilai dan
risiko kredit atas instrumen keuangan meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal yang dapat
dibuktikan dengan terjadinya: ? Peringkat risiko antara IIF6-IIF7; dan/atau ? Terdapat tunggakan
antara 31 hari sampai dengan 90 hari.Perusahaan akan mengukur penyisihan kerugian untuk
instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian ekspektasian sepanjang umur dari instrumen
keuangan tersebut. iii) Stage 3 Evaluasi penurunan nilai dan risiko kredit atas instrumen keuangan
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal yang dapat dibuktikan dengan terjadinya: ?
Peringkat risiko antara IIF8-IIF10; dan/atau ? Terdapat tunggakan lebih dari 90 hari. iii) Stage 3
(lanjutan) Perusahaan akan mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut
sejumlah kerugian ekspektasian sepanjang umur dari instrumen keuangan tersebut. Restrukturisasi
pinjaman diberikan. Restrukturisasi pinjaman diberikan dapat meliputi penurunan suku bunga,
penyesuaian waktu pembayaran, atau perpanjangan tenor. There are three measurement
classifications for financial assets: amortized cost, fair value through profit or loss (FVTPL), and fair
value through other comprehensive income (FVOCI). Financial assets are classified into these
categories based on the business model within which they are held, and their contractual cash flow
characteristics. The business model reflects how groups of financial assets are managed to achieve a
particular business objective. Financial assets can only be held at amortized cost if the instruments are
held in order to collect the contractual cash flows (?hold to collect?), and where those contractual cash
flows are solely payments of principal and interest (SPPI). Principal represents the fair value of the
instrument at the time of initial recognition. Interest in this context represents compensation for the time
value of money and associated credit risks together with compensation for other risks and costs
consistent with a basic lending arrangement and a profit margin. This requires an assessment at initial
Page 29
recognition of the contractual terms to determine whether it contains a term that could change the
timing or amount of cash flows in a way that is inconsistent with the SPPI criteria.In assessing whether
the contractual cash flows have SPPI characteristics, the Company considers the objective of its
business model is to hold assets only to collect cash flows, or to collect cash flows and to sell and the
contractual terms of the instrument. This includes assessing whether the financial asset contains a
contractual term that could change the timing or amount of contractual cash flows such that it would not
meet this condition. In making the assessment, the Company considers: ? Rights in bankruptcy and
genuinity of contracts. ? Currency denomination arrangement. ? Contingent events that would change
the amount and timing of cash flows; ? Non-recourse arrangement; and ? Prepayment and extension
terms, as well as modification on time value of money of interest. Assets may be sold out of hold to
collect portfolios where there is an increase in credit concentration risk. Disposals for other reasons are
permitted but such sales should be insignificant in value or infrequent in nature. Financial asset of debt
instruments where the business model objectives are achieved by collecting the contractual cash flows
and by selling the assets (?hold to collect and sell?) and that have SPPI cash flows are held at FVOCI,
with unrealized gains or losses deferred in other comprehensive income until the asset is
derecognized.All other financial assets will mandatorily be classified at FVTPL. Financial assets may be
designated at FVTPL only if doing so eliminates or reduces an accounting mismatch. SecuritiesAfter
initial recognition, securities held at amortized cost is amortized using the effective interest rate. While
securities held at FVOCI are subsequently carried at fair value with all unrealized gains and losses
arising from changes in fair value recognized in other comprehensive income and accumulated in
separate component of equity. On derecognition, the cumulative fair value gains or losses, net of the
cumulative expected credit loss reserve, are transferred to the profit or loss. For securities mandatorily
held at fair value through profit or loss are subsequently carried at fair value with gains or losses arising
from the changes in fair value recorded in profit or loss.LoansSubsequent to initial recognition, loans
are measured at amortized cost. Amortized cost is recognized using the effective interest
method.Equity investmentsEquity investments are measured at FVOCI, where all unrealized gains and
losses arising from changes in fair value recognized in other comprehensive income and accumulated
in separate component of equity.Effective interest methodThe effective interest method is a method of
calculating the amortized cost of a financial instrument and allocating interest income over the relevant
period. The effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts
(including all fees and commissions paid or received that form an integral part of the effective interest
rate, transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial
instrument, or, where appropriate, a shorter period to the net carrying amount on initial
recognition.Revenue is recognized on an effective interest basis for financial instruments other than
those financial instruments at FVTPL.Impairment of financial assetsThe Company uses expected credit
loss (ECL) models that utilize the probability of default (PD), loss given default (LGD), and exposure at
default (EAD) metrics, discounted using the effective interest rate. The approach used for PD and LGD
is differentiated for each portfolio segmentation, namely project finance and corporate finance,
according to risk characteristic of each segment. a. Probability of Default (PD)The probability at a point
in time that a counterparty will default, estimated over up to 12 months from the reporting date (stage 1)
or over the lifetime of the product (stage 2) taking into account impact of forward-looking economic
assumptions that have an effect on credit risk. The Company uses a PD database based on studies
conducted by Moody?s and Standard & Poor?s (S&P). b. Loss Given Default (LGD)The loss that is
expected to arise on default, depicted as a percentage of total exposure at the time of default. The
Company uses LGD values based on Basel III and Standard & Poor?s (S&P) credit recovery rate data.
c. Exposure at Default (EAD)The expected balance sheet exposure at the time of default, taking into
account that expected change in exposure over the lifetime of the exposure. This incorporates the
Page 30
impact of drawdowns of committed facilities, repayments of principal and interest, amortization and
prepayments, together with the impact of forward looking economic assumptions where relevant.To
determine the expected credit loss, these components are multiplied together and discounted to the
balance sheet date using the effective interest rate as the discount rate. Expected Credit Losses (ECL)
are recognized for all financial debt instruments, loan commitments and financial guarantees that are
classified as hold to collect/hold to collect and sell and have cash flows that are solely payments of
principal and interest. Expected credit losses are not recognized for equity instruments designated at
FVOCI. An ECL based allowance is recognized at the time of initial recognition for all financial
instruments that are in the scope of ECL in respect of default events that may occur over the next 12
months (so-called ?stage 1 assets? with allowances equivalent to 12-months expected credit losses).
ECL continues to be determined on this basis until there is either a significant increase in credit risk
(SICR) on criteria set by the Company or the asset becomes credit impaired.If a financial asset (or
portfolio of financial assets) experiences a SICR since initial recognition, an expected credit loss is
recognized for default events that may occur over the lifetime of the asset (so-called ?stage 2 assets?
with loss allowances equivalent to lifetime expected credit losses). SICR is assessed in the context of
an increase in the risk of a default occurring over the remaining life of the financial instrument when
compared to that expected at the time of initial recognition for the same period. It is not assessed in the
context of an increase in the expected credit loss. Credit impaired accounts are managed by SAM unit.
Where an account needs loan work-out or any amount is considered irrecoverable, it can stay at a
stage 2 (with no payment overdue or overdue up to 90 days) or stage 3 (when there is more than 90
days payment overdue) but individual credit impairment provision is raised. The provision is the
difference between the loan-carrying amount and the probability weighted present value of estimated
future cash flows, reflecting a range of scenarios (typically the best, worst, and most likely recovery
outcomes). Where the cash flows include realizable collateral, the values used will incorporate the
impact of forward looking economic information. The individual circumstances of each debtor are
considered when SAM estimates future cash flows and timing of future recoveries which involve
significant judgement.The period considered when measuring expected credit loss is the shorter of the
expected life and the contractual term of the financial asset. The expected life may be impacted by
prepayments and the maximum contractual term by extension options.For stage 2 and 3 financial
assets that are individually assessed, the determination of lifetime expected credit losses will be similar
to the SFAS No. 55 approach. The estimated cash flows will, however, be based on a probability range
of scenarios. Where the cash flows include realizable collateral, the values used will incorporate
forward looking information. For assets measured at amortized cost, the balance sheet amount reflects
the gross asset less the expected credit losses. For debt instruments held at FVOCI, the balance sheet
amount reflects the instrument?s fair value, with the expected credit loss allowance held as a separate
reserve within other comprehensive income. Changes in expected credit losses are recognized in the
profit or loss and are accumulated in retained earnings. Expected credit loss on loan commitments and
financial guarantees is recognized as other liabilities. Where a financial instrument includes both
financial asset and an undrawn commitment, and it is not possible to separately identify the expected
credit loss on these components, expected credit loss amounts on the loan commitment are recognized
together with expected credit loss amounts on the financial asset. To the extent the combined expected
credit loss exceeds the gross carrying amount of the financial asset, the expected credit loss is
recognized as other liability.Financial instruments that are not credit-impaired are originated into stage
1 and a 12-month expected credit loss provision is recognized. Instruments will remain in that stage
until they are repaid, unless they experience significant increase in credit risk (SICR) (stage 2) or they
become credit impaired (stage 3). Instruments under stage 1 will transfer to stage 2 and a lifetime
expected credit loss provision recognized when there has been a significant increase in the credit risk
Page 31
                                                  compared to what was expected at origination.12-month expected credit losses (stage 1)Expected
                                                  credit losses are recognized at the time of initial recognition of a financial instrument and represent the
                                                  lifetime cash shortfalls arising from possible default events up to 12 months into the future from the
                                                  reporting date. Expected credit losses continue to be determined on this basis until there is either a
                                                  significant increase in the credit risk of an instrument or the instrument becomes
                                                  credit-impaired.Significant increase in credit risk (stage 2)If a financial asset experiences a significant
                                                  increase in credit risk (SICR) since initial recognition, an expected credit loss provision is recognized for
                                                  default events that may occur over the lifetime of the asset. Significant increase in credit risk is
                                                  assessed by comparing the risk of default of an exposure at the reporting date to the risk of default at
                                                  origination (after taking into account the passage of time). Significant does not mean statistically
                                                  significant nor it is assessed in the context of changes in expected credit loss.Whether a change in the
                                                  risk of default is significant or not is assessed using a number of quantitative and qualitative factors, the
                                                  weight of which depends on the type of product and counterparty. Financial assets that are not overdue
                                                  but need to have a loan work out to adjust its debt servicing capacity or that are 30 or more days past
                                                  due and not credit-impaired will always be considered to have experienced an increase in credit risk.
                                                  Decision to assess ECL on individual basis is conducted by the investment committee.SecuritiesThe
                                                  Company uses PD and LGD approaches which apply for corporate finance segment in measuring the
                                                  expected credit losses.Significant increase in credit riskWhen determining whether the credit risk of
                                                  financial instrument has increased significantly since initial recognition, the Company considers
                                                  reasonable, supported and relevant information without undue cost or effort.The Company uses the
                                                  following criteria in determining wheter a significant increase in credit risk or exposure has occurred: ?
                                                  Change in the risk rating level to IIF6 or worse; and ? More than 30 days arrears. In term of increase in
                                                  risk above, it includes quantitative and qualitative information and analysis, based on historical
                                                  expericence, current and future assessments. The risk rating varies from IIF1 to IIF10, where IIF1
                                                  represents the lowest level of credit risk, while IIF10 represents the highest level of credit risk.
                                                  Definition of failed payment (default)In assessing whether the debtors is in default condition, the
                                                  Company considers 3 points: ? Business prospect; ? Financial performance; and ? Repayment
                                                  ability.The default condition occurs when the debtors past due for more than 90 days on credit
                                                  obligation to the Company. Classification of instrument for calculating collective expected credit
                                                  lossesThe Company classifies financial assets that reflect the level of credit risk as follows: i) Stage
                                                  1Evaluation of impairment and credit risk on financial instruments does not increase significantly since
                                                  initial recognition which can be proven by the occurrence of: ? Risk rating between IIF1-IIF5; and ?
                                                  There are no arrears for more than 30 days. ii) Stage 2The Company will measure the allowance for
                                                  losses for these financial instruments at the amount of the expected credit losses of 12 months.
                                                  Evaluation of impairment and credit risk on financial instruments increase significantly since initial
                                                  recognition which can be proven by the occurrence of: ? Risk rating between IIF6-IIF7; and/or ? There
                                                  are arrears between 31 days to 90 days.The Company will measure the allowance for losses for these
                                                  financial instruments at the amount of the expected credit losses over the maturity of financial
                                                  instruments. iii) Stage 3 Evaluation of impairment and credit risk on financial instruments increase
                                                  significantly since initial recognition which can be proven by the occurrence of: ? Risk rating between
                                                  IIF8-IIF10; and/or ? There are arrears more than 90 days.Classification of instrument for calculating
                                                  collective expected credit losses (continued) iv)Stage 3 (continued)The Company will measure the
                                                  allowance for losses for these financial instruments at the amount of the expected credit losses over
                                                  the maturity of financial instruments.
Aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai   N/A                                                                                                             Non-current assets classified as held for sale
dimiliki untuk dijual
Page 32
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan   N/A                                                                                                                    Events after reporting period




Penerapan standar akuntansi baru              Efektif 1 Januari 2023, Perusahaan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (?PSAK?)                 Adoption of new accounting standards
                                              revisi yang relevan untuk Perusahaan, sebagai berikut: ? Amandemen PSAK No. 1, ?Penyajian
                                              Laporan Keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi?; ? Amandemen PSAK No. 16, ?Aset
                                              Tetap? tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan?; ? Amandemen PSAK No. 25,
                                              ?Kebijakan Akuntansi Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan terkait Definisi Estimasi
                                              Akuntansi?; ? Amandemen PSAK No. 46, ?Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset
                                              dan Liabilitas Yang Timbul Dari Transaksi Tunggal?. Penerapan dari standar revisi tersebut tidak
                                              menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak berdampak
                                              material terhadap jumlah yang dilaporkan pada periode berjalan atau periode sebelumnya. Effective on
                                              January 1, 2023, the Company has applied revised Statements of Financial Accounting Standards
                                              (?SFAS?) which are relevant to the Company, as follows: ? Amendment to SFAS No. 1, ?Presentation
                                              of Financial Statements ? Disclosure of Accounting Policies?; ? Amendment of SFAS No. 16, ?Fixed
                                              Assets? regarding proceeds before intended use?; ? Amendment of PSAK No. 25 ?Accounting
                                              Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors - Definition of Accounting Estimates?; ?
                                              Amendment of PSAK No. 46, ?Income Taxes - Deferred Tax related to Assets and Liabilities arising
                                              from a Single Transaction?. The implementations of such revised standards did not result in
                                              substansial changes to Company?s accounting policies and had no material effect on the amounts
                                              reported for the current or prior periods.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun   Standar akuntansi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan, tetapi belum berlaku           Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif                         efektif untuk laporan keuangan tahun berjalan diungkapkan di bawah ini. Perusahaan bermaksud untuk                                        effective
                                              menerapkan standar tersebut, jika dipandang relevan, saat telah menjadi efektif. Amandemen PSAK
                                              No. 1, ?Penyajian laporan keuangan liabilitas jangka panjang dengan kovenan; Amandemen ini
                                              memberikan panduan dan contoh untuk membantu entitas menerapkan pengungkapan liabilitas jangka
                                              panjang dengan kovenan sebagai liabilitas jangka pendek atau jangka panjang berdasarkan ada atau
                                              tidaknya hak untuk menunda penyelesaian liabilitas. Kovenan dalam Amandemen PSAK No. 1 terbagi
                                              menjadi dua yaitu: kovenan yang mempengaruhi hak dan kovenan yang tidak mempengaruhi hak
                                              untuk menunda penyelesaian liabilitas setidaknya dua belas bulan setelah periode pelaporan.
                                              Amandemen PSAK No. 73, ?Liabilitas sewa pada transaksi jual dan sewa-balik?. Amandemen tersebut
                                              memberikan penegasan atas pengukuran untuk aset hak-guna dan liabilitas sewa dari transaksi jual
                                              dan sewa-balik dalam laporan keuangan. Perusahaan sedang mengevaluasi dampak dari standar
                                              akuntansi tersebut dan belum menentukan dampaknya terhadap laporan keuangan Perusahaan. The
                                              standard that is issued by the Board of Financial Accounting Standards, but not yet effective for current
                                              year financial statements are disclosed below. The Company intends to adopt this standard, if
                                              applicable, when it becomes effective. Amendment to SFAS No. 1, ?Presentation of financial
                                              statements ? long term liabilities with covenant?. This amendment provides guidance and examples to
                                              help entites apply disclosures of long-term liabilities with covenants presented as either short-term or
                                              long-term liabilities dependeding on wheter there is a right to defer the settlement of liabilities. The
Page 33
                            covenants in the Amandement SFAS No. 1 are divided into two categories: covenants that affect and
                            covenants that do not affect the right to defer the settlement of liabilities for at least twelve months after
                            the reporting period. Amendment of SFAS No. 73, ?Lease liabilities and leaseback transactions?. The
                            amendments clarify the measurement of right-of-use assets and lease liabilities arise from sale and
                            leaseback transactions in financial statements. The Company is presently evaluating and has not yet
                            determined the effects of this accounting standard on its financial statements.
Utang pembiayaan konsumen   N/A                                                                                                              Consumer financing liabilities
Page 34
[8611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Financing Industry - Current Year

30 June 2023

Aset tetap                                                                                                                                                                     Property, plant, and equipment
                                                                                                                                               Aset tetap, akhir
                                                        Aset tetap, awal periode   Penambahan aset tetap          Pengurangan aset tetap
                                                                                                                                                   periode
                                                          Property, plant, and
                                                                                   Addition in property, plant,    Disposals in property,     Property, plant, and
                                                         equipment, beginning
                                                                                         and equipment             plant, and equipment      equipment, end period
                                                                period
Nilai perolehan, kotor   Bangunan dan fasilitasnya,                                                                                                                    Building and leasehold       Carrying amount, gross
                                                                      281,843                                                                             281,843
                         dimiliki langsung                                                                                                                        improvement, directly owned
                         Perabot dan peralatan                                                                                                                            Furniture and office
                                                                        39,006                                                                             39,006
                         kantor, dimiliki langsung                                                                                                                  equipment, directly owned
                         Kendaraan bermotor, dimiliki                                                                                                                   Motor vehicle, directly
                                                                         2,704                              23                                              2,727
                         langsung                                                                                                                                                        owned
                         Lainnya, dimiliki langsung                    10,783                          1,390                                               12,173       Others, directly owned
                         Dimiliki langsung                            334,336                          1,413                                              335,749              Directly owned
                         Lainnya, aset hak guna                         1,295                                                                               1,295   Others, right of use assets
                         Aset hak guna                                  1,295                                                                               1,295        Right of use assets
                         Lainnya, dalam                                                                                                                                  Others, assets under
                                                                         1,329                                                   ( 1,329 )                      0
                         penyelesaian                                                                                                                                              construction
                         Aset dalam penyelesaian                         1,329                                                   ( 1,329 )                      0 Assets under construction
                         Aset tetap                                                                                                                                      Property, plant, and
                                                                      336,960                          1,413                     ( 1,329 )                337,044
                                                                                                                                                                                    equipment
Akumulasi depresiasi     Bangunan dan fasilitasnya,                                                                                                                    Building and leasehold            Carrying amount,
                                                                        42,277                         4,696                                               46,973
                         dimiliki langsung                                                                                                                        improvement, directly owned     accumulated depreciation
                         Perabot dan peralatan                                                                                                                            Furniture and office
                                                                        38,993                              11                                             39,004
                         kantor, dimiliki langsung                                                                                                                  equipment, directly owned
                         Kendaraan bermotor, dimiliki                                                                                                                   Motor vehicle, directly
                                                                         2,704                               1                                              2,705
                         langsung                                                                                                                                                        owned
                         Lainnya, dimiliki langsung                      8,537                           648                                                9,185       Others, directly owned
                         Dimiliki langsung                              92,511                         5,356                                               97,867              Directly owned
                         Lainnya, aset hak guna                          1,295                                                                              1,295   Others, right of use assets
                         Aset hak guna                                   1,295                                                                              1,295        Right of use assets
                         Aset tetap                                                                                                                                      Property, plant, and
                                                                        93,806                         5,356                                               99,162
                                                                                                                                                                                    equipment
Nilai perolehan          Aset tetap                                                                                                                                      Property, plant, and             Carrying amount
                                                                      243,154                                                                             237,882
                                                                                                                                                                                    equipment
Page 35

          
Page 36
[8611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Financing Industry - Prior Year

31 December 2022

Aset tetap                                                                                                                                                                        Property, plant, and equipment
                                                                                                                                                  Aset tetap, akhir
                                                        Aset tetap, awal periode     Penambahan aset tetap          Pengurangan aset tetap
                                                                                                                                                      periode
                                                          Property, plant, and
                                                                                     Addition in property, plant,    Disposals in property,      Property, plant, and
                                                         equipment, beginning
                                                                                           and equipment             plant, and equipment       equipment, end period
                                                                period
Nilai perolehan, kotor   Bangunan dan fasilitasnya,                                                                                                                       Building and leasehold       Carrying amount, gross
                                                                      281,843                                                                                281,843
                         dimiliki langsung                                                                                                                           improvement, directly owned
                         Perabot dan peralatan                                                                                                                               Furniture and office
                                                                        39,040                                                         ( 34 )                 39,006
                         kantor, dimiliki langsung                                                                                                                     equipment, directly owned
                         Kendaraan bermotor, dimiliki                                                                                                                      Motor vehicle, directly
                                                                         2,704                                                                                 2,704
                         langsung                                                                                                                                                           owned
                         Lainnya, dimiliki langsung                    10,818                               214                      ( 249 )                  10,783       Others, directly owned
                         Dimiliki langsung                            334,405                               214                      ( 283 )                 334,336              Directly owned
                         Lainnya, aset hak guna                         1,295                                                                                  1,295   Others, right of use assets
                         Aset hak guna                                  1,295                                                                                  1,295        Right of use assets
                         Lainnya, dalam                                                                                                                                     Others, assets under
                                                                                 0                       1,329                                                 1,329
                         penyelesaian                                                                                                                                                 construction
                         Aset dalam penyelesaian                                 0                       1,329                                                 1,329 Assets under construction
                         Aset tetap                                                                                                                                         Property, plant, and
                                                                      335,700                            1,543                       ( 283 )                 336,960
                                                                                                                                                                                       equipment
Akumulasi depresiasi     Bangunan dan fasilitasnya,                                                                                                                       Building and leasehold            Carrying amount,
                                                                        32,882                           9,395                                                42,277
                         dimiliki langsung                                                                                                                           improvement, directly owned     accumulated depreciation
                         Perabot dan peralatan                                                                                                                               Furniture and office
                                                                        34,152                           4,875                         ( 34 )                 38,993
                         kantor, dimiliki langsung                                                                                                                     equipment, directly owned
                         Kendaraan bermotor, dimiliki                                                                                                                      Motor vehicle, directly
                                                                         2,704                                                                                 2,704
                         langsung                                                                                                                                                           owned
                         Lainnya, dimiliki langsung                      7,637                           1,149                       ( 249 )                   8,537       Others, directly owned
                         Dimiliki langsung                              77,375                          15,419                       ( 283 )                  92,511              Directly owned
                         Lainnya, aset hak guna                          1,072                             223                                                 1,295   Others, right of use assets
                         Aset hak guna                                   1,072                             223                                                 1,295        Right of use assets
                         Aset tetap                                                                                                                                         Property, plant, and
                                                                        78,447                          15,642                       ( 283 )                  93,806
                                                                                                                                                                                       equipment
Nilai perolehan          Aset tetap                                                                                                                                         Property, plant, and             Carrying amount
                                                                      257,253                                                                                243,154
                                                                                                                                                                                       equipment
Page 37

          
Page 38
[8611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Financing Industry


Pengungkapan                                                                                                                                                              Disclosure
                                                                                    30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap   Penyusutan aset tetap dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi (Catatan 25). Tidak       Disclosure of notes for property, plant and
                                       terdapat penjualan aset tetap untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31                                      equipment
                                       Desember 2022. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, jumlah tercatat bruto dari
                                       aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar
                                       Rp48.393 dan Rp48.382. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, aset tetap telah
                                       diasuransikan kepada PT Asuransi Central Asia, PT Sompo Insurance Indonesia, PT Asuransi PFG
                                       Indonesia, dan PT Great Eastern General Insurance Indonesia, yang merupakan pihak ketiga,
                                       terhadap risiko kerugian dan kehilangan dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar
                                       Rp338.119 dan Rp336.335. Manajemen berpendapat bahwa perlindungan asuransi tersebut cukup
                                       untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset tetap yang dipertanggungkan. Berdasarkan
                                       penelaahan penurunan nilai atas aset tetap, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak ada
                                       kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatatnya
                                       mungkin tidak dapat terpulihkan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
                                       Depreciation of property and equipment is charged to general and administrative expense (Note 25).
                                       There is no sale of property and equipment for the period ended June 30, 2023 and December 31,
                                       2022. As of June 30, 2023, and December 31, 2022, the gross amount of property and equipment
                                       which have been fully depreciated and still being used amounting to Rp48,393 and Rp48,382,
                                       respectively. As of June 30, 2023, and December 31, 2022, property and equipment were insured with
                                       PT Asuransi Central Asia, PT Sompo Insurance Indonesia, PT Asuransi PFG Indonesia, and PT Great
                                       Eastern General Insurance Indonesia, which are third parties, against damage and loss risks with sum
                                       insured of Rp338,119 and Rp336,335, respectively. Management believes that the insurance coverage
                                       is adequate to cover possible losses on the insured assets. Based on the assessment for impairment of
                                       the property and equipment, the Company?s management believes that there are no events or
                                       changes in circumstances, which may indicate that the carrying amounts of these assets are not
                                       recoverable as of June 30, 2023 and December 31, 2022.
Page 39
[8612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Financing Industry - Current Year

30 June 2023

Aset hak guna                                                                          Right of use assets
                                                      Aset hak guna, periode awal       Aset hak guna, periode akhir
                                                      Right of use assets, beginning
                                                                                       Right of use assets, end period
                                                                  period
Nilai perolehan, kotor    Lainnya, aset hak guna                              1,295                            1,295     Others, right of use assets         Carrying amount, gross
                          Aset hak guna                                       1,295                            1,295          Right of use assets
Akumulasi depresiasi      Lainnya, aset hak guna                              1,295                            1,295     Others, right of use assets   Carrying amount, accumulated
                          Aset hak guna                                       1,295                            1,295          Right of use assets                       depreciation
Nilai perolehan           Aset hak guna                                           0                                0          Right of use assets                   Carrying amount
Page 40
[8612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Financing Industry - Prior Year

31 December 2022

Aset hak guna                                                                                                                                                           Right of use assets
                                                  Aset hak guna, periode                                     Aset hak guna, periode
                                                                           Penambahan aset hak guna
                                                            awal                                                       akhir
                                                    Right of use assets,                                     Right of use assets, end
                                                                           Addition in right of use assets
                                                     beginning period                                                 period
Nilai perolehan, kotor   Lainnya, aset hak guna                    1,295                                                        1,295   Others, right of use assets         Carrying amount, gross
                         Aset hak guna                             1,295                                                        1,295        Right of use assets
Akumulasi depresiasi     Lainnya, aset hak guna                    1,072                             223                        1,295   Others, right of use assets   Carrying amount, accumulated
                         Aset hak guna                             1,072                             223                        1,295        Right of use assets                       depreciation
Nilai perolehan          Aset hak guna                               223                                                            0        Right of use assets                   Carrying amount
Page 41
[8612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - Financing Industry


Pengungkapan                                                                                                                      Disclosure
                                                                    30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset hak guna   N/A                                                          Disclosure of notes for right of use assets
Page 42
[8634000a] Notes to the financial statements - Bonds Payable - Financing Industry

30 June 2023

Catatan untuk utang obligasi                                                                                                                                              Notes for bonds payable
                                                                Utang obligasi, nilai
                       Nama obligasi              Mata uang                              Total obligasi, kotor   Jatuh tempo obligasi            Bunga             Jenis bunga
                                                              dalam mata uang asing
                                                              Bonds payable, amount in   Total bonds payable,     Due date for bonds
                         Bond name                Currency                                                                                     Interest rate     Interest rate type
                                                                  foreign currency               gross                 payable
Nama obligasi 1    Obligasi I Indonesia                                                                                                                                                 Bond name 1
                   Infrastructure Finance   IDR                                                       432,650 19 Juli 2023              9                      Tetap
                   Tahun 2016 Seri C
Nama obligasi 2    Obligasi                                                                                                                                                             Bond name 2
                   Berkelanjutan I
                   Indonesia
                                            IDR                                                       163,465 18 Desember 2024          7.9                    Tetap
                   Infrastructure Finance
                   Tahap I Tahun 2019
                   Seri C
Nama obligasi 3    Obligasi                                                                                                                                                             Bond name 3
                   Berkelanjutan I
                   Indonesia
                                            IDR                                                       820,525 21 Oktober 2023           6.65                   Tetap
                   Infrastructure Finance
                   Tahap II Tahun 2020
                   Seri B
Nama obligasi 4    Obligasi                                                                                                                                                             Bond name 4
                   Berkelanjutan I
                   Indonesia
                                            IDR                                                       121,559 21 Oktober 2025           6.9                    Tetap
                   Infrastructure Finance
                   Tahap II Tahun 2020
                   Seri C
Nama obligasi 5    Euro Medium Term                                                                                                                                                     Bond name 5
                                            USD                         150,229,187                2,257,342 27 Januari 2026            1.5                    Tetap
                   Note Programme
Nama obligasi                                                                                      3,795,541                                                                             Bond name


31 December 2022

Catatan untuk utang obligasi                                                                                                                                              Notes for bonds payable
                                                               Utang obligasi, nilai
                       Nama obligasi              Mata uang                              Total obligasi, kotor   Jatuh tempo obligasi            Bunga             Jenis bunga
                                                              dalam mata uang asing
Page 43
                                 Bond name               Currency   Bonds payable, amount in   Total bonds payable,       Due date for bonds          Interest rate     Interest rate type
                                                                        foreign currency               gross                   payable
Nama obligasi 1           Obligasi I Indonesia                                                                                                                                                            Bond name 1
                          Infrastructure Finance   IDR                                                     432,650 19 Juli 2023                9                      Tetap
                          Tahun 2016 Seri C
Nama obligasi 2           Obligasi                                                                                                                                                                        Bond name 2
                          Berkelanjutan I
                          Indonesia
                                                   IDR                                                     163,465 18 Desember 2024            7.9                    Tetap
                          Infrastructure Finance
                          Tahap I Tahun 2019
                          Seri C
Nama obligasi 3           Obligasi                                                                                                                                                                        Bond name 3
                          Berkelanjutan I
                          Indonesia
                                                   IDR                                                     820,525 21 Oktober 2023             6.65                   Tetap
                          Infrastructure Finance
                          Tahap II Tahun 2020
                          Seri B
Nama obligasi 4           Obligasi                                                                                                                                                                        Bond name 4
                          Berkelanjutan I
                          Indonesia
                                                   IDR                                                     121,559 21 Oktober 2025             6.9                    Tetap
                          Infrastructure Finance
                          Tahap II Tahun 2020
                          Seri C
Nama obligasi 5           Euro Medium Term                                                                                                                                                                Bond name 5
                                                   USD                        148,881,063                2,358,703 27 Januari 2026             1.5                    Tetap
                          Note Programme
Nama obligasi                                                                                            3,896,902                                                                                         Bond name

Catatan untuk utang obligasi                                                                                                                                                     Notes for bonds payable
                                                                        30 June 2023                                  31 December 2022
Total obligasi, kotor                                                                     3,795,541                                      3,896,902                                     Total bonds payable, gross
   Biaya penerbitan obligasi yang belum diamortisasi                                        ( 9,832 )                                    ( 13,064 )                             Unamortized bond issuance cost
Total utang obligasi, bersih                                                              3,785,709                                      3,883,838                                       Total bonds payable, net
   Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu                                                                                                                      Current maturities of bonds payable
                                                                                          1,272,907                                      1,270,912
   tahun atas utang obligasi
   Liabilitas jangka panjang atas utang obligasi                                          2,512,802                                      2,612,926                                           Long-term bonds payable
Page 44
[8634100] Disclosure of Notes to the financial statements - Bonds Payable - Financing Industry


Pengungkapan                                                                                                                                                              Disclosure
                                                                                        30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang obligasi   Obligasi I Indonesia Infrastructure Finance Tahun 2016 Pada tanggal 29 Juni 2016, Perusahaan telah       Disclosure of notes for bonds payable
                                           menerima pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan melalui surat No. S-336/D.04/2016 untuk
                                           melakukan penawaran umum Obligasi I Indonesia Infrastructure Finance Tahun 2016. Pada tanggal 19
                                           Juli 2016, Perusahaan telah menerima dana hasil penerbitan obligasi tersebut sebesar Rp1.500.000
                                           yang terdiri dari: - Seri A sebesar Rp825.000 dengan tingkat bunga tetap 8,25% per tahun untuk tenor
                                           3 tahun; - Seri B sebesar Rp250.000 dengan tingkat bunga tetap 8,70% per tahun untuk tenor 5 tahun;
                                           dan - Seri C sebesar Rp425.000 dengan tingkat bunga tetap 9,00% per tahun untuk tenor 7 tahun.
                                           Perusahaan telah melakukan pelunasan atas Pinjaman Seri A sesuai jatuh temponya pada tanggal 19
                                           Juli 2019. Perusahaan telah melakukan pelunasan atas Pinjaman Seri B sesuai jatuh temponya pada
                                           tanggal 19 Juli 2021. Obligasi Seri C akan dibayarkan penuh pada tanggal 19 Juli 2023. Bunga
                                           dibayarkan setiap tiga bulan. Wali amanat dari penerbitan Obligasi ini adalah PT Bank Mega Tbk. Pada
                                           tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 peringkat Obligasi I Indonesia Infrastructure
                                           Finance Tahun 2016 menurut Pefindo adalah idAAA dan menurut Fitch Rating Indonesia adalah
                                           AAA(idn). Perjanjian obligasi mencakup beberapa pembatasan, antara lain mengenai larangan
                                           pengurangan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor, penggabungan dan atau peleburan
                                           usaha, utang baru yang memiliki hak tagih lebih tinggi dari obligasi yang diterbitkan, dan pinjaman
                                           selain pinjaman kepada pegawai dan pinjaman yang diberikan dalam rangka melaksanakan kegiatan
                                           usaha sehari-hari Perusahaan. Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31
                                           Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi ketentuan tentang pembatasan-pembatasan dan
                                           kewajiban-kewajiban sebagaimana disepakati dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Obligasi
                                           Berkelanjutan I Indonesia Infrastructure Finance Tahap I Tahun 2019 Pada tanggal 13 Desember
                                           2019, Perusahaan telah menerima pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan melalui surat No.
                                           S-198/D.04/2019 untuk melakukan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I Indonesia Infrastructure
                                           Finance Tahap I Tahun 2019. Pada tanggal 18 Desember 2019, Perusahaan telah menerima dana
                                           hasil penerbitan obligasi tersebut sebesar Rp1.500.000 yang terdiri dari: - Seri A sebesar Rp965.000
                                           dengan tingkat bunga tetap 6,75% per tahun untuk tenor 370 hari; - Seri B sebesar Rp372.000 dengan
                                           tingkat bunga tetap 7,75% per tahun untuk tenor 3 tahun; dan - Seri C sebesar Rp163.000 dengan
                                           tingkat bunga tetap 7,90% per tahun untuk tenor 5 tahun. Perusahaan telah melakukan pelunasan atas
                                           Obligasi Seri A dan Seri B sesuai jatuh temponya masing-masing pada tanggal 28 Desember 2020 dan
                                           18 Desember 2022. Obligasi Seri C akan dibayarkan penuh pada tanggal 18 Desember 2024. Bunga
                                           dibayarkan setiap tiga bulan. Wali amanat dari penerbitan Obligasi ini adalah PT Bank Mega Tbk. Pada
                                           tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, peringkat Obligasi Berkelanjutan I Indonesia
                                           Infrastructure Finance Tahap I Tahun 2019 menurut Pefindo adalah idAAA. Perjanjian obligasi
                                           mencakup beberapa pembatasan, antara lain mengenai larangan pengurangan modal dasar, modal
                                           ditempatkan dan modal disetor, penggabungan dan atau peleburan usaha, utang baru yang memiliki
                                           hak tagih lebih tinggi dari obligasi yang diterbitkan, dan pinjaman selain pinjaman kepada pegawai dan
                                           pinjaman yang diberikan dalam rangka melaksanakan kegiatan usaha sehari-hari Perusahaan. Untuk
                                           periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah
                                           memenuhi ketentuan tentang pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban sebagaimana
                                           disepakati dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Obligasi Berkelanjutan I Indonesia Infrastructure
Page 45
Finance Tahap II Tahun 2020 Pada bulan Oktober 2020, Perusahaan telah melakukan penawaran
umum Obligasi Berkelanjutan I Indonesia Infrastructure Finance Tahap II Tahun 2020. Pada tanggal 21
Oktober 2020, Perusahaan telah menerima dana hasil penerbitan obligasi tersebut sebesar
Rp1.500.000 yang terdiri dari: - Seri A sebesar Rp570.000 dengan tingkat bunga tetap 5,00% per
tahun untuk tenor 367 hari; - Seri B sebesar Rp810.000 dengan tingkat bunga tetap 6,65% per tahun
untuk tenor 3 tahun; dan - Seri C sebesar Rp120.000 dengan tingkat bunga tetap 6,90% per tahun
untuk tenor 5 tahun. Perusahaan telah melakukan pelunasan atas Obligasi Seri A sesuai jatuh
temponya pada tanggal 28 Oktober 2021. Obligasi Seri B dan Seri C akan dibayarkan penuh
masing-masing pada tanggal 21 Oktober 2023 dan 21 Oktober 2025. Bunga dibayarkan setiap tiga
bulan. Wali amanat dari penerbitan Obligasi ini adalah PT Bank Mega Tbk. Pada tanggal-tanggal 30
Juni 2023 dan 31 Desember 2022, peringkat Obligasi Berkelanjutan I Indonesia Infrastructure Finance
Tahap II Tahun 2020 menurut Pefindo adalah idAAA. Perjanjian obligasi mencakup beberapa
pembatasan, antara lain mengenai larangan pengurangan modal dasar, modal ditempatkan dan modal
disetor, penggabungan dan atau peleburan usaha, utang baru yang memiliki hak tagih lebih tinggi dari
obligasi yang diterbitkan, dan pinjaman selain pinjaman kepada pegawai dan pinjaman yang diberikan
dalam rangka melaksanakan kegiatan usaha sehari-hari Perusahaan. Untuk periode yang berakhir
pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi ketentuan
tentang pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban sebagaimana disepakati dalam Perjanjian
Perwaliamanatan. Euro Medium Term Notes (EMTN) Programme Tahun 2021 Perusahaan telah
menerbitkan dan menawarkan Surat Utang Senior Tanpa Jaminan dalam jumlah nominal sebesar
USD150.000.000 dengan tenor selama 5 tahun dan tingkat suku bunga tetap 1,50% per tahun. Surat
Utang Senior tanpa Jaminan tersebut telah tercatat di Singapore Stock Exchange pada tanggal 28
Januari 2021 sebagai bagian dari USD500.000.000 Euro Medium Term Note Programme yang
mendapatkan peringkat ?BBB? oleh Fitch Rating. Penggunaan dana dari penerbitan Surat Utang
tersebut akan digunakan untuk green projects yang memenuhi syarat dan/atau proyek sosial yang
memenuhi syarat untuk surat utang berkelanjutan. Wali amanat dari penerbitan Obligasi ini adalah
Citicorp International Limited. Perjanjian surat utang mencakup beberapa pembatasan, antara lain
mengenai larangan memiliki anak perusahaan material di mana pendapatan atau total aset anak
perusahaan tidak kurang 10% dari pendapatan konsolidasian atau total aset konsolidasian, mengikat
hak tanggungan, fidusia, biaya, gadai, janji atau instrumen keamanan lainnya, kecuali penerbit
memastikan bahwa: - Semua jumlah terhutang telah dijaminkan dengan instrumen keamanan secara
sama dan terukur dengan persetujuan dari Wali amanat, atau; - Instrumen keamanan atau ketentuan
lain disediakan oleh Wali amanat dengan pertimbangan mutlak, jika instrumen keamanan atau
ketentuan lain tersebut dianggap tidak material atau tidak memberikan manfaat kepada Pemegang
surat utang atau sebagaimana di setujui melalui Pernyataan Luar Biasa Pemegang surat utang. Untuk
periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah
memenuhi ketentuan tentang pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban sebagaimana
disepakati dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Indonesia Infrastructure Finance Bond I Year 2016 On
June 29, 2016, the Company obtained effectiveness statement from Financial Services Authority
through its letter No. S-336/D.04/2016 to conduct public offering on Indonesia Infrastructure Finance
Bond I Year 2016. On July 19, 2016, the Company received the funds from the bond?s issuance
totaling to Rp1,500,000 which consists of: - Series A amounting to Rp825,000 with a fixed interest rate
of 8.25% per annum and tenor of 3 years; - Series B amounting to Rp250,000 with a fixed interest rate
of 8.70% per annum and tenor of 5 years; and - Series C amounting to Rp425,000 with a fixed interest
rate of 9.00% per annum and tenor of 7 years. The Company has fully repaid Series A Bond on its
maturity date on July 19, 2019. The Company has fully repaid B Series Bond on its maturity date on
July 19, 2021. The Series C Bond shall be fully repaid on July 19, 2023. Interest is paid quarterly. The
Page 46
trustee for the bond issuance is PT Bank Mega Tbk. As of June 30, 2023 and December 31, 2022, the
Indonesia Infrastructure Finance Bond I Year 2016 is rated idAAA by Pefindo and AAA(idn) by Fitch
rating Indonesia. The bond agreement includes several covenants, among others, the prohibition of
reduction of authorized capital, issued and paid-up capital, merger, related party transactions, new
loans with higher right to claim more than bonds issued, and borrowing other than borrowing to
employees and borrowing granted in order to carry out the daily business activities of the Company.
For the periods ended June 30, 2023 and December 31, 2022, the Company has fulfilled all covenants
and obligations according to the Trustee Agreements. Indonesia Infrastructure Finance Shelf
Registration Bond I Phase I Year 2019 On December 13, 2019, the Company obtained effectiveness
statement from the Financial Services Authority through its letter No. S-198/D.04/2019 to conduct
public offering on Indonesia Infrastructure Finance Shelf Registration Bond I Phase I Year 2019. On
December 18, 2019, the Company received the funds from the bond?s issuance totaling to
Rp1,500,000 which consists of: - Series A amounting to Rp965,000 with a fixed interest rate of 6.75%
per annum and tenor of 370 days; - Series B amounting to Rp372,000 with a fixed interest rate of
7.75% per annum and tenor of 3 years; and - Series C amounting to Rp163,000 with a fixed interest
rate of 7.90% per annum and tenor of 5 years. The Company has fully repaid Series A Bond and
Series B Bond on its maturity date on December 28, 2020 and December 18, 2022, respectively. The
Series C Bonds shall be fully repaid on December 18, 2024. Interest is paid quarterly. The trustee for
the bond issuance is PT Bank Mega Tbk. As of June 30, 2023 and December 31, 2022, the Indonesia
Infrastructure Finance Shelf Registration Bond I Phase I Year 2019 is rated idAAA by Pefindo. The
bond agreement includes several covenants, among others, the prohibition of reduction of authorized
capital, issued and paid-up capital, merger, related party transactions, new loans with higher right to
claim more than bonds issued, and borrowing other than borrowing to employees and borrowing
granted in order to carry out the daily business activities of the Company. For the periods ended June
30, 2023 and December 31, 2022, the Company has fulfilled all covenants and obligations according to
the Trustee Agreements. Indonesia Infrastructure Finance Shelf Registration Bond I Phase II Year
2020 In October 2020, the Company conducted public offering on Indonesia Infrastructure Finance
Shelf Registration Bond I Phase II Year 2020. On October 21, 2020, the Company received the funds
from the bond?s issuance totaling to Rp1,500,000 which consists of: - Series A amounting to
Rp570,000 with a fixed interest rate of 5.00% per annum and tenor of 367 days; - Series B amounting
to Rp810,000 with a fixed interest rate of 6.65% per annum and tenor of 3 years; and - Series C
amounting to Rp120,000 with a fixed interest rate of 6.90% per annum and tenor of 5 years. The
Company has fully repaid Series A Bond on its maturity date on October 28, 2021. The Series B and
Series C Bonds shall be fully repaid on October 21, 2023 and October 21, 2025, respectively. Interest
is paid quarterly. The trustee for the bond issuance is PT Bank Mega Tbk. As of June 30, 2023 and
December 31, 2022, the Indonesia Infrastructure Finance Shelf Registration Bond I Phase II Year 2020
is rated idAAA by Pefindo. The bond agreement includes several covenants, among others, the
prohibition of reduction of authorized capital, issued and paid-up capital, merger, related party
transactions, new loans with higher right to claim more than bonds issued, and borrowing other than
borrowing to employees and borrowing granted in order to carry out the daily business activities of the
Company. For the periods ended June 30, 2023 and December 31, 2022, the Company has fulfilled all
covenants and obligations according to the Trustee Agreements. Euro Medium Term Notes (EMTN)
Programme Year 2021 The Company had issued and offered Senior Unsecured Notes with nominal
amounting to USD150,000,000 with a tenor of 5 years and a fixed interest rate of 1.50% per annum.
The Senior Unsecured Notes was listed on the Singapore Stock Exchange on January 28, 2021 under
the USD500,000,000 Euro Medium Term Note Programme which were rated ?BBB? by Fitch Rating.
The use of the proceeds from the issuance of the Notes will be used towards the eligible green projects
Page 47
and/or eligible social projects for sustainability bonds. The trustee for the bond issuance is Citicorp
International Limited. The note agreement includes several covenants, among others, the prohibition of
acquiring a material subsidiary whose revenue or total assets amount to not less than 10% of the
consolidated revenue or consolidated total assets, binding a mortgage, fiducia, charge, lien, pledge or
other security interest to secure a relevant indebtedness, unless the issuer ensures that: - All amounts
payable are secured by the security interest equally and rateably with the consent of the Trustee, or; -
Such security interest or other arrangement is provided which the Trustee shall, in its absolute
discretion, if security interest or other arrangement deemed not material or less beneficial to the
Noteholders or as is approved by an Extraordinary Resolution of the Noteholders. For the periods
ended June 30, 2023 and December 31, 2022, the Company has fulfilled all covenants and obligations
according to the Trustee Agreements.
Page 48
[8694000a] Notes to the financial statements - Bank Loans by Order of Liquidity - Financing Industry
Page 49
[8694100] Disclosure of Notes to the financial statements - Bank Loans by Order of Liquidity - Financing Industry
Page 50
[8695000] Notes to the financial statements - Borrowings, by creditor, by currency - Financing Industry

Catatan pinjaman                                                                                                                          Notes for borrowings

                                                      30 June 2023                            31 December 2022

                                         Pinjaman dalam mata                          Pinjaman dalam mata
                                                                  Total pinjaman                               Total pinjaman
                                              uang asing                                   uang asing
                                          Borrowings in foreign                        Borrowings in foreign
                                                                  Total borrowings                             Total borrowings
                                               currency                                     currency
Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR                                            1,995,098                                    1,443,711        IDR Bank Mandiri (Persero) Tbk
                           Mata uang                                      1,995,098                                    1,443,711   Currency
Bank Permata Tbk           IDR                                            1,503,104                                    1,495,619        IDR        Bank Permata Tbk
                           Mata uang                                      1,503,104                                    1,495,619   Currency
Bank Danamon Indonesia IDR                                                  374,959                                      374,409        IDR Bank Danamon Indonesia
Tbk                        Mata uang                                        374,959                                      374,409   Currency                        Tbk
Bank asing lainnya         IDR                                              250,457                                    1,655,657        IDR       Other foreign banks
                           Mata uang                                        250,456                                    1,655,657   Currency
Bank lokal lainnya         IDR                                                                                           301,462        IDR         Other local banks
                           Mata uang                                                                                     301,642   Currency
Kreditur nama bank         Mata uang                                      4,123,618                                    5,270,858   Currency       Creditor bank name
Page 51
[8695100] Disclosure of Notes to the financial statements - Borrowings - Financing Industry


Pengungkapan                                                                                                                                                      Disclosure
                                                                                  30 June 2023
Pengungkapan catatan atas pinjaman   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk III Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman diterima dari PT Bank          Disclosure of notes for borrowings
                                     Mandiri (Persero) Tbk dengan jumlah sebesar Rp3.000.000 dan USD100.000.000 yang terdiri dari
                                     pinjaman transaksi khusus sebesar Rp2.500.000, kredit jangka pendek Rp500.000 dan treasury line
                                     sebesar USD100.000.000 (Catatan 31 dan 33). Pinjaman transaksi khusus memiliki suku bunga
                                     sebesar JIBOR 1 bulan + 1,59% per tahun dengan tenor 3 tahun dan telah dibayarkan penuh pada
                                     tanggal 26 Oktober 2021. Bunga dibayarkan setiap bulan. Pada tanggal 17 April 2020, Perusahaan
                                     telah mencairkan fasilitas pinjaman transaksi khusus sebesar Rp2.500.000. Perusahaan telah
                                     melakukan pelunasan atas fasilitas pinjaman transaksi khusus tersebut dengan melakukan beberapa
                                     kali pembayaran, yaitu: - pada tanggal 26 Oktober 2021 sebesar Rp1.000.000; - pada tanggal 26
                                     Februari 2021 sebesar Rp500.000; dan - pada tanggal 30 November 2020 sebesar Rp1.000.000. Pada
                                     tanggal-tanggal 26 Oktober 2021 dan 16 November 2021, Perusahaan telah mencairkan fasilitas kredit
                                     jangka pendek masing-masing sebesar Rp350.000 dan Rp150.000. Perusahaan telah melakukan
                                     pelunasan atas fasilitas kredit jangka pendek sebesar Rp500.000 pada tanggal 6 Januari 2022.
                                     Perusahaan telah melakukan pencairan fasilitas kredit jangka pendek pada tanggal-tanggal 29 Maret
                                     2022, 30 Maret 2022, 6 April 2022, 18 April 2022, 27 April 2022, 27 Mei 2022, 24 Juni 2022, 8 Juli
                                     2022, 25 Juli 2022, 11 Agustus 2022, 19 September 2022, dan 29 Desember 2022, masing-masing
                                     sebesar Rp100.000, Rp400.000, Rp400.000, Rp400.000, Rp100.000, Rp500.000, Rp500.000,
                                     Rp400.000, Rp100.000, Rp200.000, Rp250.000, dan Rp200.000. Perusahaan telah melakukan
                                     pelunasan atas fasilitas kredit jangka pendek tersebut pada tanggal-tanggal 5 April 2022, 6 April 2022,
                                     18 April 2022, 18 Mei 2022, 27 Mei 2022, 24 Juni 2022, 8 Juli 2022, 5 Agustus 2022, 22 Agustus 2022,
                                     9 September 2022, 29 September 2022 dan 5 Januari 2023, masing-masing sebesar Rp100,000,
                                     Rp400,000, Rp400,000, Rp400,000, Rp100,000, Rp500,000, Rp500,000, Rp400,000, Rp100,000,
                                     Rp200,000, Rp250,000 dan Rp200,000. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk IV Perusahaan memperoleh
                                     fasilitas pinjaman transaksi khusus diterima dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan jumlah
                                     sebesar Rp2.000.000 (Catatan 31 dan 33). Pinjaman transaksi khusus memiliki suku bunga sebesar
                                     JIBOR 3 bulan + 1,55% per tahun dengan tenor 4 tahun dan akan dibayarkan penuh pada tanggal 17
                                     November 2025. Bunga dibayarkan setiap bulan. Pada tanggal 15 Juni 2023, Perusahaan
                                     menandatangani addendum II perjanjian fasilitas pinjaman transaksi khusus yang merubah suku bunga
                                     menjadi suku bunga tetap sebesar 6,75% per tahun. Pada tanggal-tanggal 30 Desember 2021, 27 April
                                     2022, 27 Oktober 2022, 31 Mei 2023, 13 Juni 2023 dan 16 Juni 2023, Perusahaan telah mencairkan
                                     fasilitas pinjaman masing-masing sebesar Rp600.000, Rp300.000, Rp350.000, Rp350.000, Rp50.000
                                     dan Rp350.000. Tidak ada jaminan untuk fasilitas-fasilitas pinjaman diberikan ini. Dalam perjanjian
                                     pinjaman Bank Mandiri III dan IV tersebut, Perusahaan diwajibkan memenuhi beberapa persyaratan
                                     keuangan dan persyaratan negatif (negative covenants). Persyaratan keuangan yang harus dipatuhi
                                     Perusahaan diantaranya adalah pemenuhan Gearing ratio sebesar maksimum 6 kali. Persyaratan
                                     negatif mencakup keharusan untuk memperoleh persetujuan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk
                                     melakukan transaksi tertentu diluar kegiatan usaha normal Perusahaan dan pembatasan tertentu untuk
                                     melakukan transaksi tertentu jika Perusahaan melanggar persyaratan keuangan. Selama periode yang
                                     berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi
                                     ketentuan tentang pembatasan pembatasan dan kewajiban-kewajiban sebagaimana disepakati dalam
Page 52
Perjanjian Pinjaman. PT Bank Permata Tbk Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman diterima dari
PT Bank Permata Tbk dengan jumlah sebesar Rp2.100.000 dan USD1.000.000 yang terdiri dari
Perjanjian Term Loan I sebesar Rp1.000.000, Perjanjian Term Loan II sebesar Rp1.000.000,
Perjanjian Money Market sebesar Rp100.000 dan Perjanjian Transaksi Valuta Asing sebesar
USD1.000.000 (Catatan 33). Tidak ada jaminan untuk fasilitas-fasilitas pinjaman diberikan ini. Dalam
perjanjian pinjaman PT Bank Permata Tbk, Perusahaan diwajibkan memenuhi beberapa persyaratan
negatif (negative covenants) mencakup keharusan untuk memperoleh persetujuan dari PT Bank
Permata Tbk untuk: ? membayar sebagian atau seluruh utang kepada pemegang saham; dan ?
mengubah sifat dan kegiatan usaha yang sedang dijalankan atau melakukan kegiatan usaha diluar
kegiatan usahanya sehari-hari. Pinjaman Term Loan I memiliki suku bunga sebesar 6,90% per tahun
dengan tenor 3 tahun dan akan dibayarkan penuh pada tanggal 30 November 2023. Bunga dibayarkan
setiap bulan. Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan telah mencairkan seluruh fasilitas Term
Loan I tersebut sebesar Rp1.000.000. Pada tanggal 1 Maret 2021, Perusahaan melakukan percepatan
pelunasan atas pokok fasilitas Term Loan I sebesar Rp500.000. Pada tanggal-tanggal 25 Februari
2022, 29 Maret 2022, 27 April 2022, 30 Mei 2022, 28 Juli 2022 dan 18 Oktober 2022, Perusahaan
telah mencairkan fasilitas Money Market masing-masing sebesar Rp100.000. Perusahaan telah
melakukan pelunasan atas fasilitas Money Market masing-masing sebesar Rp100.000 pada
tanggal-tanggal 11 Maret 2022, 5 April 2022, 27 Mei 2022, 26 Juli 2022, 6 Oktober 2022 dan 17
November 2022. Pinjaman Term Loan II memiliki suku bunga tetap sebesar 5,40% per tahun dan suku
bunga floating sebesar JIBOR 3 bulan + 1,50% per tahun dan JIBOR 3 bulan + 1,55% per tahun
dengan tenor 3 tahun dan akan dibayarkan penuh pada tanggal 27 Oktober 2025. Bunga dibayarkan
setiap bulan. Pada tanggal 27 Mei 2022, Perusahaan telah mencairkan fasilitas Term Loan II tersebut
sebesar Rp100.000 dengan suku bunga tetap sebesar 5,40% per tahun. Pada tanggal-tanggal 21 Juli
2022 dan 28 Juli 2022, Perusahaan telah mencairkan fasilitas Term Loan II tersebut masing-masing
sebesar Rp300.000 dan Rp350.000 dengan suku bunga floating sebesar JIBOR 3 bulan + 1,50% per
tahun. Pada tanggal 27 Oktober 2022, Perusahaan telah mencairkan fasilitas Term Loan II tersebut
sebesar Rp250.000 dengan suku bunga floating sebesar JIBOR 3 bulan + 1,55% per tahun. PT Bank
Danamon Indonesia Tbk Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman diterima dari PT Bank Danamon
Indonesia Tbk dengan jumlah sebesar Rp2.500.000 dan USD1.000.000 yang terdiri dari Fasilitas Kredit
Berjangka sebesar Rp500.000, Fasilitas Kredit Angsuran Berjangka I sebesar Rp500.000, Fasilitas
Kredit Angsuran Berjangka II sebesar Rp1.000.000, Fasilitas Omnibus Trade Finance sebesar
Rp500.000, dan Fasilitas Pre-Settlement Exposure sebesar USD1.000.000 (Catatan 33). Pinjaman ini
memiliki suku bunga sebesar 7,00% per tahun dengan tenor 3 tahun dan akan dibayarkan penuh pada
tanggal 22 Desember 2023. Bunga dibayarkan setiap bulan. Tidak ada jaminan untuk fasilitas-fasilitas
pinjaman diberikan ini. Pada tanggal-tanggal 30 November 2020 dan 22 Desember 2020, Perusahaan
telah mencairkan fasilitas Kredit Angsuran Berjangka I dan II masing-masing sebesar Rp500.000 dan
Rp1.000.000. Pada tanggal-tanggal 28 Februari 2021 dan 30 Maret 2021, Perusahaan melakukan
percepatan pelunasan atas pokok Fasilitas Kredit Angsuran Berjangka I masing-masing sebesar
Rp250.000 dan Rp250.000. Pada tanggal-tanggal 22 April 2021 dan 22 Desember 2022, Perusahaan
melakukan percepatan pelunasan atas pokok Fasilitas Kredit Angsuran Berjangka II masing-masing
sebesar Rp.250.000 dan Rp375.000. Pada tanggal-tanggal 24 Februari 2022, 24 Maret 2022, 22 April
2022, 20 Mei 2022, 29 Juni 2022, 7 Juli 2022, 21 Juli 2022, 29 Juli 2022, 5 Agustus 2022, 26 Agustus
2022, 29 Agustus 2022, 30 September 2022, 17 Maret 2023 dan 7 Juni 2023, Perusahaan telah
mencairkan fasilitas kredit berjangka masing-masing sebesar Rp100.000, Rp100.000, Rp100.000,
Rp100.000, Rp300.000, Rp100.000, Rp100.000, Rp300.000, Rp100.000, Rp300.000, Rp100.000,
Rp100.000, Rp100.000, dan Rp250.000. Perusahaan telah melakukan pelunasan atas Fasilitas Kredit
Berjangka masing-masing sebesar Rp100.000, Rp100.000, Rp100.000, Rp100.000, Rp300.000,
Page 53
Rp100.000, Rp100.000, Rp100.000, Rp300.000, Rp100.000, Rp300.000, Rp100.000, Rp100.000, dan
Rp250.000 pada tanggal-tanggal 24 Maret 2022, 22 April 2022, 20 Mei 2022, 17 Juni 2022, 29 Juli
2022, 5 Agustus 2022, 12 Agustus 2022, 18 Agustus 2022, 26 Agustus 2022, 7 Oktober 2022, 25
Oktober 2022, 28 Oktober 2022, 6 April 2023 dan 21 Juni 2023. Dalam perjanjian pinjaman Bank
Danamon tersebut, Perusahaan diwajibkan memenuhi persyaratan keuangan. Persyaratan keuangan
yang harus dipatuhi Perusahaan diantaranya adalah pemenuhan rasio Debt to Equity sebesar
maksimum 5 kali. Selama periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember
2022, Perusahaan telah memenuhi ketentuan tentang pembatasan-pembatasan dan
kewajiban-kewajiban sebagaimana disepakati dalam Perjanjian Pinjaman. PT Bank QNB Indonesia
Tbk Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman diterima dari PT Bank QNB Indonesia Tbk yang terdiri
dari Perjanjian Revolving Credit Facility sebesar Rp350.000 dan Perjanjian Transaksi Valuta Asing
sebesar USD10.000.000 (Catatan 33). Pinjaman ini memiliki suku bunga sebesar 1 bulan JIBOR +
1,10% per tahun. Tidak ada jaminan untuk fasilitas-fasilitas pinjaman diberikan ini. Persyaratan
keuangan yang harus dipatuhi Perusahaan diantaranya adalah pemenuhan Debt to Equity ratio
maksimum sebesar 7 kali, Current ratio minimal sebesar 1 kali dan Gross Non Performing ratio
maksimum 5 kali. Pada tanggal 26 Agustus 2022, Perusahaan telah mencairkan seluruh fasilitas
Revolving Credit Facility tersebut sebesar Rp350.000 dan jatuh tempo pada tanggal 26 Oktober 2022.
Pada tanggal 26 Oktober 2022, Perusahaan melakukan pelunasan atas pokok Perjanjian Revolving
Credit Facility sebesar Rp50.000. Pada tanggal 24 Oktober 2022, Perusahaan telah melakukan
perpanjangan fasilitas Revolving Credit Facility tersebut sebesar Rp300.000 dan jatuh tempo pada
tanggal 26 Januari 2023. Perusahaan telah melakukan pelunasan atas pokok Perjanjian Revolving
Credit Facility sebesar Rp300.000 pada tanggal 26 Januari 2023. Pada tanggal-tanggal 22 Februari
2023 dan 9 Mei 2023, Perusahaan telah mencairkan fasilitas kredit berjangka masing-masing sebesar
Rp150.000 dan Rp200.000. Perusahaan telah melakukan pelunasan atas Fasilitas Kredit Berjangka
masing-masing sebesar Rp150.000, dan Rp200.000 pada tanggal-tanggal 2 Maret 2023 dan 8 Juni
2023. PT Bank BNP Paribas Indonesia Pada tanggal-tanggal 12 April 2023, dan 10 Mei 2023,
Perusahaan telah mencairkan fasilitas Revolving Loan Facility Agreement masing-masing sebesar
Rp75.000 dan Rp300.000, dengan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 10 Mei 2023 dan 8 Juni
2023. Perusahaan telah melakukan pelunasan atas fasilitas Revolving Loan Facility Agreement
masing-masing sebesar Rp75.000 dan Rp300.000 pada tanggal-tanggal 10 Mei 2023 dan 8 June
2023. International Finance Corporation III Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman diterima dari
International Finance Corporation dengan jumlah sebesar USD150.000.000 yang terdiri dari Pinjaman
A sebesar USD50.000.000, Pinjaman B1 sebesar USD50.000.000 dan Pinjaman B2 sebesar
USD50.000.000 (Catatan 31 dan 33). Pinjaman A memiliki suku bunga sebesar LIBOR 3 bulan +
1,75% per tahun dengan tenor 7 tahun dan dibayarkan penuh 7 tahun setelah tanggal penarikan
pertama. Bunga dibayarkan setiap tiga bulanan pada tanggal 15 Maret, 15 Juni, 15 September dan 15
Desember. Pinjaman B1 memiliki suku bunga sebesar LIBOR 3 bulan + 1,00% per tahun dengan tenor
3 tahun dan dibayarkan penuh 3 tahun setelah tanggal penarikan pertama. Bunga dibayarkan setiap
tiga bulanan pada tanggal 15 Maret, 15 Juni, 15 September dan 15 Desember. Pinjaman B2 memiliki
suku bunga sebesar LIBOR 3 bulan + 1,20% per tahun dengan tenor 5 tahun dan dibayarkan penuh 5
tahun setelah tanggal penarikan pertama. Bunga dibayarkan setiap tiga bulanan pada tanggal 15
Maret, 15 Juni, 15 September dan 15 Desember.Pada tanggal 14 Maret 2019, Perusahaan telah
melakukan pembatalan pinjaman B1 dari International Finance Corporation III sebesar
USD50.000.000.Pada tanggal 31 Desember 2019, Perusahaan telah menarik seluruh pokok pinjaman
dari Fasilitas A dan B2 masing-masing sebesar USD50.000.000. Pada tanggal 15 Maret 2023,
Perusahaan melakukan pelunasan sebagian atas pokok Fasilitas pinjaman A dan B2 masing-masing
sebesar USD25.000.000 dan USD25.000.000. Pada tanggal 15 Juni 2023, Perusahaan melakukan
Page 54
pelunasan seluruh pokok Fasilitas pinjaman A dan B2 masing-masing sebesar USD25.000.000 dan
USD25.000.000. Tidak ada jaminan untuk fasilitas-fasilitas pinjaman diberikan ini. Dalam perjanjian
pinjaman IFC III tersebut, Perusahaan diwajibkan memenuhi beberapa persyaratan afirmatif,
persyaratan keuangan serta persyaratan negatif. Persyaratan keuangan yang harus dipatuhi
Perusahaan diantaranya adalah sebagai berikut: a) Rasio Kecukupan Modal Tertimbang adalah hasil
yang diperoleh dengan membagi; (i) Jumlah Modal; oleh (ii) Aset Tertimbang Menurut Risiko. b) Rasio
Hutang terhadap Total Kapitalisasi adalah hasil yang diperoleh dengan membagi; (i) Total Hutang
ditambah jumlah total pinjaman subordinasi yang dijadwalkan untuk dilunasi atau jatuh tempo atau
dapat diminta sebelum Tanggal Pembayaran Kembali terakhir; dengan (ii) Ekuitas Pemegang Saham
ditambah setiap Pinjaman Subordinasi yang dijadwalkan untuk dilunasi atau jatuh tempo atau dapat
diminta setelah Tanggal Pembayaran Kembali terakhir. c) Rasio Lancar adalah hasil yang diperoleh
dengan membagi; (i) Aset Lancar (dikurangi biaya dibayar dimuka); oleh (ii) Kewajiban Lancar.
Persyaratan negatif mencakup keharusan untuk memperoleh persetujuan dari International Finance
Corporation untuk melakukan transaksi tertentu seperti pembagian dividen, menyediakan program
insentif jangka panjang untuk karyawan, memperoleh utang keuangan berdasarkan kondisi tertentu,
dan lain-lain. Pada tahun 2022, Perusahaan dan International Finance Corporation setuju untuk
mengubah dan menyatakan kembali bagian tertentu dari perjanjian pinjaman sebagai berikut: - Open
Credit Exposure tidak lebih dari: (i) 77% selama periode dari 1 Juli 2022 hingga dan termasuk 30
September 2022, (ii) 75% selama periode dari 1 Oktober 2022 hingga dan termasuk 30 Juni 2023.
Selama periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi
ketentuan tentang pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban sebagaimana disepakati dalam
Perjanjian Pinjaman terkecuali untuk Economic Group Exposure Ratio. Pada tanggal 21 Maret 2023,
Perusahaan dan International Finance Corporation setuju untuk mengubah dan menyatakan kembali
bagian tertentu dari perjanjian pinjaman sebagai berikut: - Economic Group Exposure Ratio untuk grup
tertentu sehubungan dengan komitmen yang dilakukan Perusahaan sebelum 30 September 2022: (i)
Grup pertama tidak lebih dari 44% selama periode dari 30 September 2022 hingga dan termasuk 30
Juni 2023, dan tidak lebih dari 30% selama periode dari 1 Juli 2023 dan setelahnya. Selama periode
yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023, Perusahaan telah memenuhi ketentuan tentang
pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban sebagaimana disepakati dalam Perjanjian
Pinjaman. Asian Development Bank Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman diterima dari Asian
Development Bank dengan jumlah sebesar USD100.000.000 yang merupakan pinjaman penerusan
dari Pemerintah Republik Indonesia yang bersifat fasilitas senior (Catatan 31 dan 33). Tidak ada
jaminan untuk fasilitas-fasilitas pinjaman diberikan ini. Persyaratan keuangan yang harus dipatuhi
Perusahaan diantaranya adalah pemenuhan Capital Adequacy Ratio minimal sebesar 12%, Total
Long-term Debt to Total Equity Ratio maksimum sebesar 10 kali dan Current Ratio minimal sebesar 1
kali. Pada tanggal-tanggal 25 Agustus 2022, 14 Desember 2022, 28 April 2023, 5 Mei 2023, dan 23
Juni 2023, Perusahaan telah mencairkan fasilitas pinjaman masing-masing sebesar USD4.060.578,
USD1.662.307, USD2.640.008, USD 5.677.881 dan USD2.423.061. Pinjaman ini memiliki tingkat
bunga LIBOR 6 bulan + 1,75% per tahun, yang akan disesuaikan dengan tingkat bunga SOFR. Bunga
dibayarkan setiap enam bulanan pada tanggal 1 Maret dan 1 September. Pokok pinjaman akan jatuh
tempo pada tanggal 1 September 2039. Pada tanggal 19 April 2023, Perusahaan dan Asian
Development Bank setuju untuk memperpanjang jangka waktu penarikan menjadi 31 Desember 2025
dan penyesuaian jumlah fasilitas fasilitas dari yang semula USD100.000.000 menjadi sebesar
USD50.000.000 untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar saat ini. Selama periode yang berakhir
pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah memenuhi ketentuan
tentang pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban sebagaimana disepakati dalam Perjanjian
Pinjaman. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk III The Company obtained loan facility from PT Bank Mandiri
Page 55
(Persero) Tbk amounting to Rp3,000,000 and USD100,000,000 which consists of special transaction
loans amounting to Rp2,500,000, short term credit amounting to Rp500,000 and treasury lines
amounting to USD100,000,000 (Notes 31 and 33).Special transaction loan has an interest rate of
1-month JIBOR + 1.59% per annum with tenor of 3 years and a bullet repayment on October 26, 2021.
Interest is paid monthly. As of April 17, 2020, the Company had drawdown the special transaction loan
facility amounting to Rp2,500,000. The Company had repaid the special transaction loan facility
through several repayment, as follows: - On October 26, 2021, amounting to Rp1,000,000; - On
February 26, 2021, amounting to Rp500,000; and - On November 30, 2020, amounting to
Rp1,000,000. As on October 26, 2021 and November 16, 2021, the Company had drawdown the short
term credit facility amounting to Rp350,000, and Rp150,000, respectively. The Company had repaid the
short term credit facility amounting to Rp500,000 on January 6, 2022. As on March 29, 2022, March 30,
2022, April 6, 2022, April 18, 2022, April 27, 2022, May 27, 2022, June 24, 2022, July 8, 2022, July 25,
2022, August 11, 2022, September 19, 2022 and December 29, 2022, the Company has drawdown the
short term credit facility amounting to Rp100,000, Rp400,000, Rp400,000, Rp400,000, Rp100,000,
Rp500,000, Rp500,000, Rp400,000, Rp100,000, Rp200,000, Rp250,000, and Rp200,000, respectively.
As on April 5, 2022, 6 April 2022, 18 April 2022, May 18, 2022, May 27, 2022, June 24, 2022, July 8,
2022, August 5, 2022, August 22, 2022, September 9, 2022, September 29, 2022, and January 5,
2023, the Company has repaid the short term credit facility amounting to Rp100,000, Rp400,000,
Rp400,000, Rp400,000, Rp100,000, Rp500,000, Rp500,000, Rp400,000, Rp100,000, Rp200,000,
Rp250,000, and Rp200,000, respectively. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk IV The Company obtained
facility of special transaction loan from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk amounting to Rp2,000,000
(Notes 31 and 33). Special transaction loan has an interest rate of 3-month JIBOR + 1.55% per annum
with tenor of 4 years and a bullet repayment on November 17, 2025. Interest is paid monthly. On June
15, 2023, the Company has signed addendum II facility agreement of special transaction loan that
changes interest rate into fixed interest rate of 6.75% per annun. As on December 30, 2021, April 27,
2022, October 27, 2022, May 31, 2023, June 13, 2023 and June 16, 2023, the Company has
drawdown the loan facility amounting to Rp600,000, Rp300,000, Rp350,000, Rp350,000, Rp50,000
and Rp350,000, respectively. The fund borrowings are unsecured. Under Bank Mandiri III and IV loan
agreements, the Company is obliged to fulfill certain financial covenants and negative covenants. The
financial covenants that must be fulfilled by the Company, among others is to fulfill the maximum
Gearing ratio of 6 times. The negative covenants include requirement to obtain consent from PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk to conduct certain transaction outside of the ordinary business activity of the
Company and certain restriction to conduct certain transaction when the Company is in breach of
financial covenant. During the periods ended June 30, 2023 and December 31, 2022, the Company
has fulfilled all covenants and obligations according to the Loan Agreements. PT Bank Permata Tbk
The Company obtained loan facility from PT Bank Permata Tbk amounting to Rp2,100,000 and
USD1,000,000 which consists of Term Loan I Agreement amounting to Rp1,000,000, Term Loan II
Agreement amounting to Rp1,000,000, Money Market Agreement amounting to Rp100,000 and
Foreign Exchange Transaction Agreement amounting to USD1,000,000 (Note 33). The fund
borrowings are unsecured. Under PT Bank Permata Tbk loan agreements, the Company is obliged to
fulfill certain negative covenants including requirement to obtain consent from PT Bank Permata Tbk to:
? pay in part or full payable to shareholders; and ? change the nature and current business activities or
conduct certain transaction outside of the ordinary business activity. Term Loan I bears an interest rate
of 6.90% per annum with tenor of 3 years and a bullet repayment on November 30, 2023. Interest is
paid monthly. As of December 31, 2020, the Company had drawdown the Term Loan I Facility
amounting to Rp1,000,000. On March 1, 2021, the Company early repaid the principal of the Term loan
I Facility amounting to Rp500,000. As on February 25, 2022, March 29, 2022, April 27, 2022, May 30,
Page 56
2022, July 28, 2022 and October 18, 2022, the Company had drawdown the Money Market facility
amounting to Rp100,000, respectively. The Company had repaid the Money Market facility amounting
to Rp100,000 on March 11, 2022, April 5, 2022, May 27, 2022, July 26, 2022, October 6, 2022, and
November 17, 2022, respectively. Term Loan II bears an fixed interest rate of 5.40% per annum and
floating rates of 3-month JIBOR + 1.50% per annum and 3-month JIBOR + 1.55% per annum with
tenor of 3 years and a bullet repayment on October 27, 2025. Interest is paid monthly. As of May 27,
2022, the Company had drawdown the Term Loan II Facility amounting to Rp100,000 with an interest
rate of 5.40% per annum. As of July 21, 2022, and July 28, 2022, the Company had drawdown the
Term Loan II facility amounting to Rp300,000 and Rp350,000, respectively with an interest rate of
3-month JIBOR + 1.50% per annum. As of October 27, 2022, the Company had drawdown the Term
Loan II facility amounting to Rp250,000 with an interest rate of 3-month JIBOR + 1.55% per annum PT
Bank Danamon Indonesia Tbk The Company obtained loan facility from PT Bank Danamon Indonesia
Tbk amounting to Rp2,500,000 and USD1,000,000 which consists of Term Credit Facility amounting to
Rp500,000, Term Installment Credit I amounting to Rp500,000, Term Installment Credit II amounting to
Rp1,000,000, Omnibus Trade Finance Facility amounting to Rp500,000 and Pre-Settlement Exposure
Facility amounting to USD1,000,000 (Note 33). This loan has an interest rate of 7.00% per annum with
tenor of 3 years and a bullet repayment on December 22, 2023. Interest is paid monthly. The fund
borrowings are unsecured. As on November 30, 2020 and December 22, 2020, the Company had
drawdown the Term Installment Credit I and II amounting to Rp500,000 and Rp1,000,000, respectively.
On February 28, 2021 and March 30, 2021, the Company early fully repaid the principal of the Term
Installment Credit I amounting to Rp250,000 and Rp250,000, respectively. On April 22 2021 and
December 22, 2022, the Company early repaid the principal of the Term Installment Credit II amounting
to Rp250,000 and Rp375,000, respectively. As of February 24, 2022, March 24, 2022, April 22, 2022,
May 20, 2022, June 29, 2022, July 7, 2022, July 21, 2022, July 29, 2022, August 5, 2022, August 26,
2022, August 29, 2022, September 30, 2022, March 17, 2023 and June 7, 2023 the Company has
drawdown the Term Credit Facility amounting to Rp100,000, Rp100,000, Rp100,000, Rp100,000,
Rp300,000, Rp100,000, Rp100,000, Rp300,000, Rp100,000, Rp300,000, Rp100,000, Rp100,000,
Rp100,000, and Rp250,000, respectively. The Company had repaid the Term Credit Facility amounting
to Rp100,000, Rp100,000, Rp100,000, Rp100,000, Rp300,000, Rp100,000, Rp100,000, Rp100,000,
Rp300,000, Rp100,000, Rp300,000, Rp100,000, and Rp100,000, on March 24, 2022, April 22, 2022,
May 20, 2022, June 17, 2022, July 29, 2022, August 5, 2022, August 12, 2022, August 18, 2022,
August 26, 2022, October 7, 2022, October 25, 2022, October 28, 2022, April 6, 2023, and June 21,
2023, respectively. Under Bank Danamon loan agreement, the Company is obliged to fulfill financial
covenants. The financial covenants that must be fulfilled by the Company, among others is to fulfill the
maximum Debt to Equity ratio of 5 times. During the periods ended June 30, 2023 and December 31,
2022, the Company has fulfilled all covenants and obligations according to the Loan Agreements. PT
Bank QNB Indonesia Tbk The Company obtained loan facility from PT QNB Indonesia Tbk which
consists of Revolving Credit Facility Agreement amounting to Rp350,000 and Foreign Exchange
Transaction Agreement amounting to USD10,000,000 (Note 33). This loan bears an interest rate of
1-month JIBOR + 1.10% per annum. The fund borrowings are unsecured. The financial covenants that
must be fulfilled by the Company, among others is to fulfill the maximum Debt to Equity ratio of 7 times,
minimum Current ratio of 1 time and maximum Gross Non Performing ratio of 5 time. As on August 26,
2022, the Company has fully drawdown the Revolving Credit Facility amounting to Rp350,000 and
mature on October 26, 2022. On October 26, 2022, the Company repaid the principal of the Revolving
Credit Facility Agreement amounting to Rp50,000. PT Bank QNB Indonesia Tbk (continued) As of
October 24, 2022, the Company had rolled-over the Revolving Credit Facility amounting to Rp300,000
and mature on January 26, 2023. The Company repaid the principal of the Revolving Credit Facility
Page 57
agreement amounting to Rp300,000 on January 26, 2023. As of February 22, 2023, and May 9, 2023
the Company has drawdown the Term Credit Facility amounting to Rp150,000 and Rp200,000,
respectively, The Company had repaid the Term Credit Facility amounting to Rp150,000, and
Rp200,000, on March 2, 2023, and June 8, 2023, respectively. PT Bank BNP Paribas Indonesia AS of
April 12, 2023 and May 10, 2023, the Company has drawdown the signed Revolving Loan Facility
Agreement amounting to Rp 75,000 and Rp300,000 respectively, and will mature on May 10, 2023 and
June 8, 2023. The Company repaid the principal of the Revolving Loan Facility Agreement amounting
to Rp75,000 and Rp300,000 on May 10, 2023, and June 8, 2023 respectively. This loan bears an
interest rate of 6.95% and 6.85% per annum. The fund borrowings are unsecured. International
Finance Corporation III The Company obtained loan facilities from International Finance Corporation
amounting to USD150,000,000 which consists of A Loans amounting to USD50,000,000, B1 Loans
amounting to USD50,000,000 and B2 Loans amounting to USD50,000,000 (Notes 31 and 33). A loan
has an interest rate of 3-month LIBOR + 1.75% per annum with tenor of 7 years and a bullet repayment
7 years after the date of the first drawdown. Interest is paid quarterly on March 15, June 15, September
15 and December 15. B1 loan has an interest rate of 3-month LIBOR + 1.00% per annum with tenor of
3 years and a bullet repayment 3 years after the date of the first drawdown. Interest is paid quarterly on
March 15, June 15, September 15 and December 15. B2 loan has an interest rate of 3-month LIBOR +
1.20% per annum with tenor of 5 years and a bullet repayment 5 years after the date of the first
drawdown. Interest is paid quarterly on March 15, June 15, September 15 and December 15. On
March 14, 2019, the Company canceled the B1 loan from International Finance Corporation III
amounting to USD50,000,000. On December 31, 2019, the Company has fully drawdown all principal
from the loan facilities A and B2 amounting to USD50,000,000, respectively. On March 15, 2023, the
Company has partially repaid the principal of the A and B2 loans amounting to USD25,000,000 and
USD25,000,000, respectively. On June 15, 2023, the Company has repaid all the principal of the A and
B2 loans amounting to USD25,000,000 and USD25,000,000, respectively. The fund borrowings are
unsecured. Under IFC III loan agreements, the Company is obliged to fulfill certain affirmative, financial
and negative covenants. The financial covenants that must be fulfilled by the Company, among others,
as follows: a) Risk Weighted Capital Adequacy Ratio means the result obtained by dividing; (i) Total
Capital; by (ii) Risk Weighted Assets. b) Debt to Total Capitalization Ratio means the result obtained by
dividing; (i) Total Debt raised plus the total amount of any subordinated loans scheduled to be repaid or
maturing or capable of being put on demand prior to the last Repayment Date; by (ii) Shareholders?
Equity plus any Subordinated Loans scheduled to be repaid or maturing or capable of being put on
demand after the last Repayment Date. c) Current Ratio means the result obtained by dividing; (i)
Current Assets (less prepaid expenses); by (ii) Current Liabilities. The negative covenants include
requirement to obtain consent from International Finance Corporation for certain transactions such as
distribution of dividend, providing long term incentive plan to employees, incurring financial debts under
certain conditions, etc. In 2022, the Company and International Finance Corporation agreed to amend
and restate certain section of the loan agreement as follows: - Open Credit Exposure Ratio shall not
exceed (i) 77% during the period from July 1, 2022 up to and including September 30, 2022, (ii) 75%
during the period from October 1, 2022 up to and including June 30, 2023. During the period ended
December 31, 2022, the Company has fulfilled all covenants and obligations according to the Loan
Agreements except for Economic Group Exposure Ratio. In March 21, 2023, the Company and
International Finance Corporation agreed to amend and restate certain section of the loan agreement
as follows: - Economic Group Exposure Ratio for certain groups with respect to commitments entered
into by the Company before September 30, 2022: (i) First group: shall not exceed 44% during the
period from September 30, 2022 up to and including June 30, 2023, and shall not exceed 30% during
the period from July 1, 2023 and thereafter. During the period ended June 30, 2023 the Company has
Page 58
fulfilled all covenants and obligations according to the Loan Agreements. Asian Development Bank The
Company obtained loan facility from Asian Development Bank amounting to USD100,000,000 which
represents the channeling from Goverment of Indonesia that considered as senior facility (Notes 31
and 33). The fund borrowings are unsecured. The financial covenants that must be fulfilled by the
Company, among others is to fulfill the minimum Capital Adequacy Ratio of 12%, Maximum Total
Long-term Debt to Total Equity Ratio of 10 times and minimum Current Ratio of 1 time. As on August
25, 2022, December 14, 2022, April 28, 2023, May 5, 2023, and June 23, 2023, the Company has
drawdown the facility amounting to USD4,060,578, USD1,662,307, USD2,640,008, USD5,677,881 and
USD2,423,061, respectively. This loan bears an interest rate of 6-month LIBOR + 1.75% per annum,
which will be adjusted into SOFR interest rate. Interest paid semiannually on March 1 and September
1. The loan will mature on September 1, 2039. As on April 19, 2023, the Company and Asian
Develipment Bank agreed to extend the availability period until December 31, 2025 and amendment of
facility limit from originally USD100,000,000 to USD50,000,000 to reflect several changes in the market
condition. During the periods ended June 30, 2023 and December 31, 2022, the Company has fulfilled
all covenants and obligations according to the Loan Agreements.
Page 59
[8697000] Notes to the financial statements - Bank Loans by Order of Liquidity Interest Information - Financing Industry

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.18 MB
Published28 Jul 2023
Pages59
Characters240,477
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 7

inlineXBRL.zip done
FinancialStatement-2023-II-IIFF.xlsx done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result