Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
28 Juli 2023
Semester Pertama 2023
Total Pendapatan sebesar Rp24.674,8 miliar, 9,5% YoY.
EBITDA sebesar Rp11.383,1 miliar, 24,0% YoY. Laba Bersih sebesar Rp1.908,4 miliar
PT Indosat Tbk. ("Perusahaan") menunjukkan kinerja keuangan yang kuat selama semester pertama tahun 2023,
melanjutkan tren positif yang telah dibangun pada tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari peningkatan pendapatan
total sebesar 9,5% YoY menjadi IDR24.674,8 miliar, sementara EBITDA sebesar IDR11.383,1 miliar meningkat
sebesar 24,0% YoY, akibat kombinasi pertumbuhan pendapatan dan momentum optimalisasi biaya. Margin
EBITDA sebesar 46,1% pada semester 1 tahun 2023. Laba Periode Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk adalah sebesar IDR1.908,4 miliar.
Didorong oleh pendekatannya dalam menyediakan produk yang sederhana dan terjangkau, serta investasi dalam
infrastruktur jaringan, Perusahaan mengalami pertumbuhan sebesar 3,9% dalam basis pelanggan, mencapai 100
juta pada semester 1 (“SMT1”) tahun 2023 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan basis pelanggan menghasilkan peningkatan moderat dalam Average Revenue per User (ARPU)
menjadi Rp34,3 ribu di SMT1 2023, naik dari IDR 33,5 ribu pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perluasan basis pelanggan menghasilkan pertumbuhan trafik data yang kuat sebesar 16,8% YoY pada SMT1
2023. Selain itu, cakupan jaringan Perusahaan juga meningkat seiring peningkatan jumlah BTS 4G yang mencapai
167 ribu, sehingga mampu menangani peningkatan trafik yang tinggi.
Ikhtisar Keuangan
* tidak termasuk Aset Hak Guna sesuai PSAK 73
Perusahaan mencatat pencapaian yang kuat pada kuartal kedua 2023, sebagian besar didorong oleh dampak
positif dari periode perayaan Lebaran. Manfaat dari jaringan perusahaan yang sepenuhnya terintegrasi menjadi
hal penting dalam hal ini karena penyelesaian integrasi jaringan berarti memiliki jaringan yang lebih kuat untuk
menangani lonjakan trafik yang terjadi selama musim Lebaran. Oleh karena itu, Perusahaan dapat memastikan
pengalaman pelanggan yang lancar dan konsisten meskipun terjadi peningkatan trafik jaringan sebesar 25%
selama puncak periode perayaan Lebaran.
Perusahaan terus berfokus pada peningkatan pengalaman pelanggan dengan tidak hanya menyediakan koneksi
jaringan yang stabil dan kuat, tetapi juga melalui inisiatif pelanggan yang meningkatkan nilai tambah. Hal ini
dilakukan melalui peningkatan aplikasi digital Perusahaan seperti myIM3 dan Bima+; sebagai alat penilaian
manajemen untuk pelanggan unik yang memungkinkan penawaran nilai yang disesuaikan; dan perluasan
penawaran Layanan Digital melalui kemitraan. Semua ini bertujuan untuk menciptakan nilai bagi pelanggan kami
dan meningkatkan tingkat loyalitas.
Page 2
HASIL OPERASIONAL DAN KEUANGAN
SEMESTER PERTAMA 2023
Perusahaan telah mengumumkan laporan keuangan konsolidasian interim yang diaudit untuk Semester
Pertama 2023 (“SMT1 2023”). Laporan keuangan konsolidasian interim yang diaudit ini disusun dan disajikan
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia.
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Interim Yang Diaudit
Indikator Utama Tahunan Triwulanan
(dalam miliar Rupiah) SMT1 2023 SMT1 2022 %Tumbuh TW2 2023 TW1 2023 %Tumbuh
Pendapatan 24.674,8 22.562,6 9,5 12.729,8 11.945,0 6,6
• Selular 21.177,7 19.537,0 8,4 10.919,7 10.258,0 6,5
• MIDI 3.029,3 2.618,0 15,7 1.574,4 1.454,9 8,2
• Telekomunikasi Tetap 467,8 371,6 25,9 235,7 232,1 1,5
Beban - beban (19.909,0) (16.429,4) 21,2 (10.323,2) (9.585,8) 7,7
Laba Operasi 4.765,8 6.097,2 (21,8) 2.406,6 2.359,2 2,0
Beban Lain-lain - Bersih (2.345,4) (2.121,4) 10,6 (1.143,5) (1.201,9) (4,9)
Laba Periode Berjalan
Yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk 1.908,4 3.260,3 (41,5) 979,3 929,1 5,4
EBITDA* 11.383,1 9.177,9 24,0 6.054,0 5.329,1 13,6
Marjin EBITDA 46,1% 40,7% 5,4 47,6% 44,6% 3,0
Rasio-rasio Keuangan
Formula TW1 2023 TW1 2022
Tingkat Pengembalian Bunga** EBITDA/Pembayaran Bunga 13,79 12,79
Total Utang Bersih terhadap EBITDA*** (Utang - Kas & Setara Kas)/Total EBITDA 0,45 0,85
* EBITDA (pendapatan sebelum beban bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi) merupakan metode pengukuran yang bukan berasal dari
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) yang diyakini oleh manajemen sebagai suatu metode pengukuran tambahan yang berguna
untuk menentukan ketersediaan kas sebelum pelunasan utang yang jatuh tempo, pengeluaran barang modal, dan pajak penghasilan. Untuk
perhatian Investor, EBITDA tidak dapat ditafsirkan sebagai alternatif untuk menentukan laba bersih sesuai dengan PSAK, sebagai suatu indikator
atas kondisi Perusahaan atau indikator atas arus kas dari kegiatan operasional sebagai ukuran likuiditas dan arus kas. EBITDA tidak memiliki
pengertian standar berdasarkan PSAK. Metode yang digunakan Perusahaan untuk menghitung EBITDA dapat berbeda dengan metode
penghitungan yang dilakukan oleh perusahaan lain dan karenanya tidak dapat dibandingkan dengan EBITDA perusahaan lain.
** Dihitung dengan menggunakan EBITDA dan pembayaran bunga untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022.
*** Utang bersih tidak termasuk liabilitas sewa
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG
DIAUDIT
Pendapatan tercatat sebesar Rp24.674,8 miliar pada SMT1 2023, meningkat sebesar Rp2.148,2 miliar atau
naik sebesar 9,5% dibandingkan SMT1 2022. Layanan Selular, MIDI, dan Telekomunikasi Tetap milik
Perusahaan masing-masing memberikan kontribusi sebesar 85,8%, 12,3%, dan 1,9% terhadap pendapatan
usaha konsolidasian yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023.
• Pendapatan Selular meningkat sebesar 8,4% dibandingkan SMT1 2022, terutama disebabkan oleh
peningkatan pendapatan Data, dan Interkoneksi yang diimbangi penurunan pendapatan Suara.
• Pendapatan MIDI meningkat sebesar 15,7% dibandingkan SMT1 2022, disebabkan oleh peningkatan
pendapatan Layanan IT dan Internet Tetap yang diimbangi dengan penurunan pendapatan Konektivitas
Tetap.
• Pendapatan Telekomunikasi Tetap meningkat sebesar 25,9% dibandingkan SMT1 2022 dikontribusi
oleh kenaikan pendapatan Telepon Internasional dan pendapatan Jaringan tetap.
Beban - beban sebesar Rp19.909,0 miliar pada SMT1 2023, naik sebesar Rp3.479,6 miliar atau 21,2% lebih
tinggi dibandingkan SMT1 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan Beban Penyusutan dan
Amortisasi, Beban Karyawan dan penurunan Pendapatan Operasional Lain-lain, yang diimbangi oleh
penurunan Beban Penyelenggaraan Jasa, Beban Pemasaran serta Beban Umum dan Administrasi.
• Beban Penyelenggaraan Jasa: turun sebesar Rp107,4 miliar atau 1,0% lebih rendah dibandingkan SMT1
2022, hal ini terutama disebabkan oleh penurunan beban frekuensi, sewa sirkuit, dan pemeliharaan yang
diimbangi dengan kenaikan beban interkoneksi, kartu SIM, instalasi, USO, dan biaya hak penyelenggaraan
jasa telekomunikasi.
• Beban Penyusutan dan Amortisasi: meningkat sebesar Rp529,7 miliar atau 7,9% lebih tinggi
dibandingkan SMT1 2022, terutama disebabkan oleh dampak penyusutan dari tambahan aset tetap
yang berasal dari penggelaran jaringan.
• Beban Karyawan: naik sebesar Rp128,5 miliar atau 7,3% lebih tinggi dibandingkan SMT1
2022, terutama disebabkan oleh peningkatan gaji karyawan, bonus, dan beban pajak
penghasilan karyawan.
Page 3
• Beban Pemasaran: turun sebesar Rp68,8 miliar atau 10,5% lebih rendah dibandingkan SMT1 2022,
utamanya dikarenakan penurunan dalam jaringan pemasaran, agensi pemasaran dan biaya pemasaran
bersama yang diimbangi dengan peningkatan beban iklan, pameran, promosi, dan biaya akuisisi
pelanggan, sebagai dampak dari peningkatan aktivitas untuk mendukung pertumbuhan pendapatan.
• Beban Umum dan Administrasi: turun sebesar Rp9,3 miliar atau 2,6% lebih rendah dibandingkan SMT1
2022, terutama disebabkan oleh penurunan dalam provisi penurunan nilai piutang, beban asuransi dan
beban administrasi sebagai bagian dari inisiatif optimalisasi biaya yang sedang berlangsung yang
diimbangi dengan peningkatan beban jasa profesional dan beban transportasi.
• Pendapatan Operasional Lain-lain: turun sebesar Rp3.006,9 miliar atau 82,8% lebih rendah
dibandingkan SMT1 2022, utamanya disebabkan oleh penurunan keuntungan yang diasosiasikan dengan
hilangnya pengendalian atas anak perusahaan di SMT1 2022, yang dikompensasi oleh kenaikan
keuntungan bersih dari penjualan aset dan perjanjian kembali sewa menara SMT1 2023.
Beban lain-lain - bersih: Perusahaan mencatat beban biaya sebesar Rp2.345,4 miliar, naik sebesar Rp 224,0
miliar atau lebih tinggi 10,6% lebih tinggi dibandingkan SMT1 2022. Peningkatan ini disebabkan oleh biaya
keuangan yang lebih tinggi sebesar IDR236,1 miliar, terutama karena biaya keuangan yang lebih tinggi pada
liabilitas sewa, dan kerugian yang lebih tinggi pada nilai tukar asing sebesar IDR 149,4 miliar, yang diimbangi
oleh peningkatan pendapatan bunga sebesar IDR161,6 miliar.
Laba Periode Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk: Perusahaan membukukan
laba bersih sebesar Rp 1.908,4 miliar atau turun sebesar Rp 1.351,9 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan
pendapatan operasional lain-lain, peningkatan biaya depresiasi dan amortisasi, dan peningkatan biaya keuangan
yang diimbangi oleh peningkatan pendapatan dan penurunan beban penyelenggaraan jasa.
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG DIAUDIT
Indikator Utama (dalam miliar Rupiah) SMT1 2023 2022* % Perubahan
ASET
Aset Lancar 14.585,3 18.683,1 (21,9)
Aset Tidak Lancar 95.310,2 94.974,2 0,4
JUMLAH ASET 109.895,5 113.657,3 (3,3)
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek 32.586,0 35.874,0 (9,2)
Liabilitas Jangka Panjang 46.242,1 46.414,7 (0,4)
JUMLAH LIABILITAS 78.828,1 82.288,7 (4,2)
JUMLAH EKUITAS 31.067,4 31.368,6 (1,0)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 109.895,5 113.657,3 (3,3)
*disajikan kembali, lihat Catatan 36 Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
• Aset lancar menurun sebesar 21,9% menjadi Rp14.585,3 miliar, terutama karena penurunan kas dan setara
kas dan biaya frekuensi dan lisensi yang dibayar di muka akibat amortisasi yang diimbangi dengan
peningkatan piutang usaha.
• Aset tidak lancar meningkat sebesar 0,4% menjadi Rp95.310,2 miliar terutama diakibatkan karena kenaikan
aset tetap yang diimbangi oleh penurunan beban dibayar di muka jangka panjang.
• Liabilitas jangka pendek menurun sebesar 9,2% menjadi Rp32.586,0 miliar yang utamanya disebabkan
oleh penurunan bagian jangka pendek dari pinjaman jangka panjang, akrual, utang pajak, dan pendapatan
diterima di muka yang diimbangi oleh kenaikan utang usaha.
• Liabilitas jangka panjang menurun sebesar 0,4% menjadi Rp46.242,1 miliar diakibatkan penurunan dalam
utang pinjaman dan obligasi jangka panjang yang diimbangi dengan kenaikan kewajiban sewa pembiayaan.
Arus Kas dan Pengeluaran Modal
Indikator Utama (dalam miliar Rupiah) SMT 1 2023 SMT 1 2022 % Perubahan
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Kegiatan Usaha 8.482,0 7.500,3 13,1
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Kegiatan Investasi (3.122,2) (1.285,0) 143,0
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Kegiatan Pendanaan (9.399,7) (3.254,6) 188,8
Dampak Perubahan Selisih Kurs Terhadap Kas dan Setara Kas (126,7) 63,5 (299,4)
(Penurunan) Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas (4.166,6) 3.024,2 (237,8)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE 9.507,9 3.789,0 150,9
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE 5.341,3 6.813,2 (21,6)
Pengeluaran belanja modal pada SMT1 2023 sebesar Rp4.300,8 miliar (tidak termasuk Rp4.467,8 miliar Aset
Hak Guna). Sekitar 90,9% dari pengeluaran modal ini dialokasikan untuk bisnis selular untuk mendukung
permintaan layanan data dan sisanya dialokasikan pada pengeluaran modal untuk MIDI, infrastruktur
dan TI.
Page 4
STATUS UTANG
Total utang: Per tanggal 30 Juni 2023, Perusahaan memiliki utang pokok (tidak termasuk biaya transaksi yang
belum diamortisasi dan liabilitas sewa) sebesar Rp15.098,0 miliar. Posisi kas Perusahaan per tanggal 30 Juni
2023 adalah sebesar Rp5.341,3 miliar dengan utang bersih sebesar Rp9.756,7 miliar. Komposisi utang pokok
Perusahaan, tanpa liabilitas sewa, adalah sebagai berikut:
Proporsi Utang (Jumlah pokok) SMT1 2023 2022 % Perubahan
Pinjaman dalam miliar Rupiah 7.600,0 13.727,3 (44,6)
Obligasi dalam miliar Rupiah 7.498,0 7.596,0 (1,3)
Total utang jatuh tempo: dalam kurun waktu 12 bulan, Perusahaan memiliki utang yang jatuh tempo sebesar
Rp1.417 miliar. Jatuh tempo rata-rata utang adalah 3,1 tahun pada 30 Juni 2023.
KINERJA OPERASIONAL
Tahunan Triwulanan
Indikator Utama
SMT1 2023 SMT1 2022 %Perubahan TW 2 2023 TW 1 2023 %Perubahan
Pelanggan - Pasca Bayar (juta) 1,6 1,6 0,2 1,6 1,6 (0,4)
Pelanggan - Pra Bayar (juta) 98,4 94,6 4,0 98,4 96,9 1,5
Jumlah Pelanggan (juta) 100,0 96,2 3,9 100,0 98,5 1,5
ARPU (Pasca Bayar) (ribu Rp.) 70,0 65,1 7,6 71,6 68,4 4,5
ARPU (Pra Bayar) (ribu Rp.) 33,8 33,0 2,4 35,2 32,4 8.7
ARPU (Gabungan) (ribu Rp.) 34,3 33,5 2,5 35,8 32,9 8.6
MoU (menit) 7,6 12,3 (38,4) 7,3 7,9 (6.9)
Trafik Data (TB) 7.195.879 6.160.270 16,8 3.739.211 3.456.668 8.2
Trafik SMS (miliar) 1,7 1,5 16,4 1,1 0,6 75.4
Pada SMT1 2023, Perusahaan mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam basis pelanggan seluler,
mencapai total 100,0 juta pelanggan. Jumlah pelanggan pada SMT1 2023 meningkat sebesar 3,8 juta
pelanggan dibandingkan dengan SMT1 2022.
ARPU untuk pelanggan selular pada SMT1 2023 adalah sebesar Rp34,3 ribu atau naik sebesar Rp0,8 ribu
dibandingkan SMT1 2022.
Rata-rata menit pemakaian (MOU) per pelanggan turun menjadi 7,6 menit atau turun 38,4% dibandingkan SMT1
2022, seiring dengan tren di industri atas penurunan layanan suara.
JARINGAN
Pada 30 Juni 2023, Perusahaan mengoperasikan secara total ~167 ribu BTS 4G (bertambah sebesar ~43 ribu
BTS 4G di SMT1 2023) dan 90 5G BTS.
Indikator Utama Tahunan
SMT1 2023 SMT1 2022 %Perubahan
Base Transceiver Stations (BTS) 2G 48.860 48.581 0,6
3G - 26.013 (100,0)
4G 166.536 123.901 34,4
5G 90 72 25,0
Page 5
KERANGKA ESG: MENDORONG PERTUMBUHAN BERKELANJUTAN
Perusahaan percaya bahwa bisnis memiliki peran penting dalam menciptakan dunia yang lebih baik dan
berkelanjutan. Dipandu oleh misi Perusahaan untuk "menghubungkan & memberdayakan masyarakat
Indonesia," Perusahaan mempertahankan komitmen kuatnya untuk memberikan dampak sosial positif melalui
kerangka kerja Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) kami, yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan
dan dampak positif dalam lanskap telekomunikasi di Indonesia. Strategi ESG kami bersandar pada tiga pilar:
1. Melaksanakan Perlindungan Lingkungan: Kami sangat berkomitmen untuk mengurangi emisi gas
rumah kaca dan mendorong keberlanjutan. Pendekatan kami mencakup perubahan perilaku untuk
mengurangi konsumsi energi, seperti pemasangan panel surya, baterai berkualitas tinggi, dan
intelligent cell sleep mode pada mobile base stations. Praktik-praktik berwawasan lingkungan ini
mengurangi jejak karbon kami, mendorong masa depan yang lebih berkelanjutan untuk Indonesia,
dan sejalan dengan upaya perubahan iklim global.
2. Meningkatkan Dampak Sosial: Kami memanfaatkan kekuatan inisiatif digital untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, mengatasi kesenjangan digital di seluruh Indonesia, dan mendorong
keragaman gender dalam kepemimpinan kami. Tanggung jawab sosial kami mendorong
pembangunan inklusif dan memberdayakan individu.
3. Tata Kelola Perusahaan yang Bertanggung Jawab: Kami sedang aktif bekerja untuk memperkuat
sistem privasi dan perlindungan data kami agar sejalan dengan standar tinggi yang kami
pertahankan. Kami mengakui pentingnya langkah-langkah kuat untuk menjaga privasi dan data
pelanggan serta pemangku kepentingan kami.
Melalui pilar-pilar ini, kami teguh dalam upaya kami untuk pertumbuhan berkelanjutan dan masa depan yang
lebih cerah dan inklusif bagi Indonesia, menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan
kami.
Tentang Indosat Ooredoo Hutchison
Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat, IDX: ISAT) memiliki visi untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital yang paling dipilih di Indonesia. Bersama
anak usaha dan afililasinya, Indosat menghadirkan layanan seluler, solusi TIK, data center, Fiber to the Home (FTTH), layanan pembayaran elektronik,
layanan finansial dan layanan digital lainnya. Indosat memiliki tujuan yang lebih besar yaitu memberdayakan Indonesia. Dan dengan semangat gotong
royong, Indosat ingin menjadi kolaborator utama dalam mewujudkan tujuan serta menciptakan perubahan yang berarti.
Kode: ISAT; Harga Saham: Rp8.625; Kapitalisasi Pasar: Rp69,5 triliun; Peringkat: Pefindo idAAA (Stable);
Fitch AA+(idn) (Stable); Kurs USD: Rp15.026
Page 6
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM KONSOLIDASIAN YANG DIAUDIT
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Miliar Rupiah)
Pertumbuhan
Deskripsi 2023 2022
(%) (1)
PENDAPATAN
Selular 21.177,7 19.537,0 8,4
Multimedia, Komunikasi Data, Internet (“MIDI”) 3.029,3 2.618,0 15,7
Telekomunikasi Tetap 467,8 371,6 25,9
JUMLAH PENDAPATAN 24.674,8 22.526,6 9,5
(BEBAN) PENGHASILAN
Beban Penyelenggaraan Jasa (10.472,4) (10.579,8) (1,0)
Penyusutan dan Amortisasi (7.241,1) (6.711,4) 7,9
Karyawan (1.885,8) (1.757,3) 7,3
Pemasaran (587,0) (655,8) (10,5)
Umum dan Administrasi (346,5) (355,8) (2,6)
Keuntungan Bersih dari Jual dan Sewa Balik Aset 722,4 - 100,0
Bagian atas Laba (Rugi) Bersih Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama (63,9) (75,3) 15,1
(Kerugian) Keuntungan Selisih Kurs - Bersih (0,8) 9,3 (108,1)
Keuntungan yang Diasosiasikan dengan Hilangnya Pengendalian - 3.580,3 (100,0)
atas Entitas Anak
Amortisasi Keuntungan Tangguhan dari Jual dan Sewa Balik Menara - 71,8 (100,0)
Lain-Lain - Bersih (33,9) 44,6 (175,9)
JUMLAH BEBAN (19.909,0) (16.429,4) 21,2
LABA USAHA 4.765,8 6.097,2 (21,8)
Penghasilan Bunga 190,4 28,8 561,7
Biaya Keuangan (2.433,9) (2.197,8) 10,7
(Kerugian) Keuntungan Selisih Kurs - bersih (101,9) 47,5 (314,7)
Keuntungan Perubahan Nilai Wajar Derivatif - bersih - 0,1 (100,0)
BEBAN LAIN-LAIN - BERSIH (2.345,4) (2.121,4) 10,6
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 2.420,4 3.975,8 (39,1)
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (376,5) (408,9) (7,9)
LABA PERIODE BERJALAN 2.043,9 3.566,9 (42,7)
LABA PERIODE BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
PEMILIK ENTITAS INDUK 1.908,4 3.260,3 (41,5)
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI 135,5 306,6 (55,8)
TOTAL 2.043,9 3.566,9 (42,7)
(1) Persentase dapat berubah karena pembulatan.
Disclaimer
Dokumen ini mengandung informasi keuangan dan hasil-hasil kegiatan operasional tertentu, dan dapat mengandung sejumlah proyeksi, rencana, strategi
dan tujuan-tujuan Indosat Ooredoo Hutchison, yang bukan merupakan pernyataan fakta sejarah yang akan diperlakukan sebagai pernyataan proyeksi
kedepan sesuai pengertian hukum yang berlaku. Pernyataan proyeksi ke depan dipengaruhi oleh resiko dan ketidakpastian yang dapat mengakibatkan
kejadian sesungguhnya dan pencapaian Indosat Ooredoo Hutchison kedepan berbeda dengan yang diharapkan atau diindikasikan oleh pernyataan-
pernyataan semacam ini. Tidak ada jaminan bahwa hasil yang diharapkan oleh Indosat Ooredoo Hutchison, atau diindikasikan oleh pernyataan semacam
ini akan tercapai.
Informasi keuangan yang tersaji dalam dokumen ini berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Indosat Ooredoo Hutchison menurut Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia.
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.