Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 67
Page 1
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Interim 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak Diaudit)
Page 2
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK Daftar Isi Halaman Surat Pernyataan Direksi Laporan Keuangan Konsolidasian Interim 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak Diaudit) Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim 1 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 3 Konsolidasian Interim Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim 4 Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim 5 Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim 6
Page 3
28
Page 4
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2023 31 Desember 2022
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 3, 38, 42 691.130 506.061
Piutang Usaha
Pihak Berelasi 4, 38, 42 15.637 7.196
Pihak Ketiga 4, 42 25.176 26.042
Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga 5,42 12.186 7.659
Persediaan 6 5.845 6.052
Uang Muka 7 5.351 834
Pajak Dibayar di Muka 8.a 5.559 5.815
Biaya Dibayar di Muka 10 6.551 1.844
Aset Lain-lain 2.560 2.560
Jumlah Aset Lancar 769.995 564.063
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Usaha - Pihak Ketiga 4, 42 -- 76
Aset Pajak Tangguhan 8.d 568 568
Investasi pada Ventura Bersama 11 6.317 6.578
Investasi pada Entitas Asosiasi 12 23.589 26.361
Investasi Jangka Panjang Lainnya 13, 42 184.125 184.125
Aset Real Estat 14 279.943 279.372
Properti Investasi 15 209.955 213.638
Aset Tetap 16 2.518.296 2.509.438
Aset Hak Guna 17 81.761 85.316
Aset Lain-lain 18 24.859 23.249
Jumlah Aset Tidak Lancar 3.329.413 3.328.721
JUMLAH ASET 4.099.408 3.892.784
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan
d1/July 27, 2023 1 paraf/sign:
Page 5
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2023 31 Desember 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha
Pihak Berelasi 19, 38, 42 -- 764
Pihak Ketiga 19 7.721 6.737
Utang Lain-lain
Pihak Ketiga 20, 42 17.341 14.069
Utang Pajak 8.b 69.869 44.104
Beban Akrual dan Provisi 21, 42 407.018 376.438
Liabilitas Jangka Panjang yang
Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
Utang Bank 388.855 388.563
Liabilitas Sewa 17 3.616 2.294
Utang Obligasi 23, 42 149.425 --
Pendapatan Diterima di Muka dan
Uang Muka Pelanggan 24 95.180 102.654
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.139.025 935.623
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas Jangka Panjang Setelah Dikurangi
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
Utang Bank 22, 42 513.332 513.141
Utang Obligasi 23, 42 65.176 214.543
Pendapatan Diterima di Muka dan
Uang Muka Pelanggan 24 384.116 323.827
Liabilitas Sewa 17 96.905 99.360
Liabilitas Pajak Tangguhan 8.d 146.096 140.521
Jaminan Pelanggan dan Deposit Lainnya 25 25.889 6.726
Liabilitas Imbalan Kerja 26 105.853 98.114
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 1.337.367 1.396.232
JUMLAH LIABILITAS 2.476.392 2.331.855
EKUITAS
EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK
Modal Saham
Modal Dasar sebesar 5.759.999.998
saham terdiri dari 1 saham seri A,
1 saham seri B dengan nilai nominal
masing-masing Rp500 (Rupiah penuh)
per saham serta 5.759.999.996
saham seri C dengan nilai nominal
Rp250 (Rupiah penuh) per saham
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh sebesar
1.599.999.998 saham terdiri dari 1 saham
seri A, 1 saham seri B dan 1.599.999.996
saham seri C 27 400.000 400.000
Tambahan Modal Disetor 28.a 40.404 40.404
Komponen Ekuitas Lainnya 28.b 2.427 2.427
Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya 42.458 40.916
Belum Ditentukan Penggunaannya 1.123.566 1.062.219
Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk 1.608.855 1.545.966
Kepentingan Nonpengendali 29 14.161 14.963
JUMLAH EKUITAS 1.623.016 1.560.929
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 4.099.408 3.892.784
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan
d1/July 27, 2023 2 paraf/sign:
Page 6
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Enam Bulan Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2023 2022
PENDAPATAN USAHA 30, 38 578.621 413.724
Beban Pokok Pendapatan 31 (17.573) (11.245)
Beban Langsung 31 (251.945) (176.404)
Beban Pokok Pendapatan dan Beban Langsung (269.518) (187.649)
LABA BRUTO 309.103 226.075
Pendapatan Bunga 10.479 6.131
Pendapatan Lainnya 33 20.149 7.239
Beban Umum dan Administrasi 32 (104.758) (113.446)
Beban Penjualan 32 (9.229) (7.708)
Kerugian Selisih Kurs - Bersih (2) (3)
Beban Lain-lain 34 (9.631) (10.106)
Jumlah Beban Usaha (92.992) (117.893)
LABA USAHA 216.111 108.182
Bagian Laba (Rugi) Bersih Entitas Asosiasi 12 228 (11.949)
Bagian Rugi Bersih Investasi Ventura Bersama 11 (261) (299)
Beban Keuangan 35 (48.804) (46.643)
Beban Pajak Final 9 (6.771) (7.441)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 160.503 41.850
Beban Pajak Penghasilan 8.c.d (53.558) (5.081)
LABA BERSIH PERIODE BERJALAN 106.945 36.769
LABA (RUGI) YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 107.747 37.437
Kepentingan Nonpengendali 29 (802) (668)
JUMLAH 106.945 36.769
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 107.747 37.437
Kepentingan Nonpengendali 29 (802) (668)
JUMLAH 106.945 36.769
LABA PER SAHAM DASAR (Rupiah Penuh) 36 67 23
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan
d1/July 27, 2023 3 paraf/sign:
Page 7
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Enam Bulan Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
Tambahan Modal Disetor Saldo Laba
Catatan Modal Agio Selisih antara Ditentukan Belum Ditentukan Komponen Jumlah Kepentingan Jumlah
Disetor Saham Aset dan Liabilitas Penggunaannya Penggunaannya *) Ekuitas Lainnya Nonpengendali Ekuitas
Saldo per 31 Desember 2021 400.000 36.709 3.695 40.916 992.584 2.352 1.476.256 16.563 1.492.819
Rugi Bersih Periode Berjalan -- -- -- -- 37.437 -- 37.437 (668) 36.769
Saldo per 30 Juni 2022 400.000 36.709 3.695 40.916 1.030.021 2.352 1.513.693 15.895 1.529.588
Tambahan Modal Pada Entitas Anak -- -- -- -- -- -- -- 191 191
Dampak Dilusi Saham -- -- -- -- -- 75 75 (75) --
Laba Bersih Tahun Berjalan -- -- -- -- 154.228 -- 154.228 (1.728) 152.500
Kerugian Komprehensif Lain Tahun Berjalan -- -- -- -- (84.593) -- (84.593) 12 (84.581)
Saldo per 31 Desember 2022 400.000 36.709 3.695 40.916 1.062.219 2.427 1.545.966 14.963 1.560.929
Pembentukan Cadangan Umum 37 -- -- -- 1.542 -- -- 1.542 -- 1.542
Dividen 37 -- -- -- -- (46.400) -- (46.400) -- (46.400)
Laba Bersih Periode Berjalan -- -- -- -- 107.747 -- 107.747 (802) 106.945
Saldo per 30 Juni 2023 400.000 36.709 3.695 42.458 1.123.566 2.427 1.608.855 14.161 1.623.016
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan
d1/July 27, 2023 4 paraf/sign:
Page 8
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Enam Bulan Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2023 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari Pelanggan 659.051 402.439
Pembayaran kepada Pemasok dan Pihak Ketiga (254.405) (134.579)
Pembayaran kepada Karyawan (81.351) (71.254)
Kas Dihasilkan dari Operasi 323.295 196.606
Pendapatan Bunga 10.479 6.131
Penerimaan Klaim Asuransi 5.906 --
Pembayaran Pajak (6.771) (7.441)
Pembayaran Beban Bunga dan Keuangan (44.675) (48.944)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 288.234 146.352
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap (49.958) (13.891)
Perolehan Aset lain-lain (6.807) --
Penyertaan Investasi Ventura Bersama -- (2.000)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (56.765) (15.891)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Dividen (46.400) --
Pembayaran Utang Obligasi -- (516.000)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (46.400) (516.000)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 185.069 (385.539)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 506.061 843.468
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 691.130 457.929
Kas dan Setara Kas pada Akhir Periode terdiri dari:
Kas 458 408
Bank 63.272 37.231
Deposito Berjangka 627.400 420.291
Jumlah 691.130 457.929
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan Keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan
d1/July 27, 2023 5 paraf/sign:
Page 9
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
1.a. Pendirian Perusahaan
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (‘’Perusahaan’’) didirikan berdasarkan Akta No. 33 tanggal 10 Juli
1992 yang dibuat dihadapan Notaris pengganti Achmad Abid, S.H., Notaris di Jakarta, yang kemudian
telah diperbaharui dengan Akta No. 98 tanggal 22 Agustus 1992 dan Akta No. 134 tanggal 8
September 1992 yang dibuat dihadapan Notaris Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian dan
perubahan ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat keputusannya No.
C2-7514.HT.01.01. TH.92 tanggal 11 September 1992, serta diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 95, tanggal 27 Nopember 1992, Tambahan No. 6071. Anggaran Dasar
Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta Notaris No. 90
tanggal 24 Agustus 2020 dibuat oleh Aulia Taufani, S.H.,Notaris di Jakarta, antara lain mengenai
perubahan anggaran dasar Perusahaan. Perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapatkan
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No.AHU-0158739.AH.01.11 Tahun 2020 tanggal 21 September 2020.
Pada awalnya, dalam rangka pengembangan kawasan Ancol sebagai kawasan wisata terpadu, pada
tahun 1966, Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Pemda DKI) menunjuk PT Pembangunan
Ibu Kota Jakarta Raya (PT Pembangunan Jaya) sebagai Badan Pelaksana Pembangunan Proyek
Ancol (BPP Ancol) berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Raya No. 1b/3/1/26/1966 tanggal 19 Oktober 1966. Pada tahun 1966, Perusahaan memulai kegiatan
operasinya secara komersial. Pada tanggal 10 Juli 1992, status BPP Ancol diubah menjadi suatu
badan hukum, yaitu menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol, dengan komposisi kepemilikan sahamnya
adalah Pemda DKI sebesar 80% dan PT Pembangunan Jaya sebesar 20%.
Sesuai dengan pasal 3 (tiga) Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
berusaha dalam bidang pembangunan dan jasa. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,
Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
• Menjalankan usaha-usaha di bidang pembangunan, antara lain dapat bertindak sebagai
pengembang, pemborong pada umumnya, dan pengembang wilayah pemukiman;
• Menjalankan usaha di bidang jasa, yaitu konsultasi bidang perencanaan dan pengawasan
pembangunan.
Pada saat ini Perusahaan dan Entitas Anak (“Grup”) berusaha dalam bidang:
• Real estat, yaitu pembangunan, penjualan dan penyewaan bangunan dan penjualan tanah
kaveling;
• Pariwisata, termasuk mengelola taman bermain dan arena rekreasi, pasar seni dan dermaga.
Perusahaan tergabung dalam Jaya Grup. PT Pembangunan Jaya merupakan pemegang saham
dengan pengaruh signifikan atas Perusahaan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merupakan
entitas induk utamanya.
Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di Gedung Ecovention, Jl. Lodan
Timur No. 7 Kel. Ancol Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.
1.b. Komisaris, Direksi dan Karyawan
Berdasarkan Akta No. 01/II/2023 tanggal 1 Februari 2023 dari Notaris Aulia Taufani S.H., susunan
pengurus Perusahaan masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Komisaris Utama : Sofyan A. Djalil *) Thomas Trikasih Lembong *)
Komisaris : Sutiyoso Sutiyoso
Suhardi Alius Geisz Chalifah
*) Merangkap sebagai Komisaris Independen
6
Page 10
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Direktur Utama : Winarto Winarto
Direktur : Cahyo Satriyo Prakoso Cahyo Satriyo Prakoso
Daniel Nainggolan Daniel Nainggolan
Eddy Prastyo Eddy Prastyo
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan nomor 001/KOM-PJA/III/2023 dan
001/KOMPJA/X/2022, susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Ketua : Sofyan A. Djalil Thomas Trikasih Lembong
Anggota : Teti Eko Pratiwi Teti Eko Pratiwi
Loso Judijanto Otto Fikri Septianto
Sekretaris Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Sekretaris Perusahaan : Agung Praptono Agung Praptono
Ketua Satuan Pengendalian Internal Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Ketua : Farida Kusuma R. Farida Kusuma R.
Jumlah karyawan per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing adalah 668 dan 641
karyawan (tidak diaudit).
1.c. Entitas Anak
Dalam laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan dan Entitas Anak secara bersama - sama
disebut sebagai “Grup”.
Perusahaan memiliki pengendalian atas entitas anak sebagai berikut:
Entitas Domisili Jenis Usaha Tahun Persentase 30 Juni 2023 31 Desember 2022 30 Juni 2022
Anak Operasi Kepemilikan Jumlah Jumlah Laba Jumlah Jumlah Laba
Komersial % Aset (Rugi) Bersih Aset (Rugi) Bersih
PT Taman Impian Jakarta Pariwisata 1972 99,99 2.526.301 151.719 2.226.389 123.488
Jaya Ancol (PT TIJA)
PT Seabreez Jakarta Pariwisata, 1972 96,57 41.685 (589) 42.801 (732)
Indonesia (PT SI) Perdagangan
dan Jasa
PT Jaya Ancol (PT JA) Jakarta Pariwisata 2009 100 11.626 (48) 11.151 (171)
(99% kepemilikan
melalui Perusahaan,
dan 1% kepemilikan
melalui PT TIJA)
PT Sarana Tirta Utama Jakarta Jasa, Penjernihan 2010 65,00 32.706 (1.868) 34.429 (1.747)
(PT STU) dan Pengelolaan
air bersih, Limbah,
Penyaluran dan
pendistribusian
air bersih
PT Jaya Ancol Pratama Tol Jakarta Pembangunan Tol 2011 60,00 10.752 (81) 10.849 (222)
(PT JAPT) (60% dan Jasa
Kepemilikan melalui PT JA)
7
Page 11
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Entitas Domisili Jenis Usaha Tahun Persentase 30 Juni 2023 31 Desember 2022 30 Juni 2022
Anak Operasi Kepemilikan Jumlah Jumlah Laba Jumlah Jumlah Laba
Komersial % Aset (Rugi) Bersih Aset (Rugi) Bersih
PT Taman Impian (TI)
(99% Kepemilikan Jakarta Pariwisata 2012 100 10.827 304 10.259 424
melalui PT TIJA dan 1%
kepemilikan melalui PT JA)
PT Genggam Anugerah Jakarta Jasa Konsultan 2012 100 517 (17) 545 (23)
Lumbung Kuliner (PT GALK)
(95% Kepemilikan melalui
PT Taman Impian dan
5% kepemilikan melalui PT JA)
Semua entitas anak berdomisili di Jakarta.
PT TIJA mengelola pintu gerbang, taman dan pantai, dunia fantasi, kolam renang, pertunjukan
binatang, penginapan wisata, dan penjualan merchandise.
Berdasarkan Akta No. 53 tanggal 20 Agustus 2021 yang dibuat dihadapan Notaris Aulia Taufani, S.H.,
Notaris di Jakarta Selatan, pemegang saham PT TIJA menyetujui untuk menerbitkan 1.179 lembar
saham baru nilai nominal seluruhnya senilai Rp117.937, dan sehubungan dengan hal tersebut maka
modal ditempatkan dan disetor akan berubah dari sebesar Rp5.721 menjadi Rp6.700. Akta
perubahan ini telah disetujui oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. AHUAH. 01.03-0440151 Tahun 2021 tanggal 24 Agustus 2021.
Modal dasar PT TIJA sebesar Rp689.998 ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 6.899 saham
dengan nilai nominal sebesar Rp100 per saham, dengan komposisi sebagai berikut:
- Perusahaan memiliki 99,9999976% atau sebanyak 6.899. saham dengan nilai sebesar
Rp689.998.
- PT Pembangunan Jaya memiliki 0,0000024% atau sebanyak 168 saham dengan nilai sebesar
Rp16.800 (Rupiah penuh).
PT SI mengelola penginapan wisata dan sarana transportasi di Kepulauan Seribu, restoran, dan
penyewaan lahan.
Berdasarkan Akta No. 28 tanggal 13 Januari 2022 dari Notaris Aulia Taufani, S.H., pemegang saham
PT SI menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dengan menerbitkan 844.214 lembar
saham baru dengan nominal seluruhnya sebesar Rp21.105, yang diambil bagian oleh:
- Perusahaan sebesar Rp20.846;
- Tn. Slamet Budisukrisno sebesar Rp9;
- PT TIJA sebesar Rp68; dan
- Tn. Wardiman sebesar Rp182.
Akta perubahan di atas telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui surat No. AHUAH. 01.03-0075810 tanggal 3 Februari 2022.
Dengan demikian, persentase kepemilikan Perusahaan dan PT TIJA pada PT SI berubah menjadi
masing-masing sebesar 97,81% dan 0,32%.
PT JA bergerak di bidang pariwisata. Pada tahun 2011, PT JA bersama dengan PT Jaya Konstruksi
Pratama Tol mendirikan PT Jaya Ancol Pratama Tol (JAPT) dengan persentase kepemilikan masing-
masing sebesar 60% dan 40%.
PT STU bergerak di bidang jasa pengelolaan air bersih, khususnya menyelenggarakan penjernihan
dan pengelolaan air bersih dan limbah, pengadaan dan penyaluran dan pendistribusian air bersih.
Perusahaan bersama dengan PT Jaya Teknik Indonesia (PT JTI) mendirikan PT STU dengan
kepemilikan masing-masing sebesar 65% dan 35%.
8
Page 12
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TI bergerak di bidang pariwisata. Pada tahun 2012, PT TIJA bersama dengan PT JA mendirikan
PT Taman Impian (PT TI) dengan persentase kepemilikan masing-masing sebesar 99% dan 1%.
Berdasarkan akta No.1 dari Aulia Taufani, S.H., notaris di Jakarta 1 April 2021, ruang lingkup
kegiatan PT GALK adalah jasa konsultasi manajemen. Pada tahun 2014, PT TI mengakuisisi 70%
kepemilikan di PT GALK, sebelumnya entitas asosiasi, dan PT JA menambah kepemilikan 5% di
PT GALK sehingga Perusahaan secara tidak langsung memiliki PT GALK 100%. Pada tahun 2021
PT GALK berdasarkan Akta No. 21 tanggal 23 Februari 2021 dihadapan Notaris Aulia Taufani, S.H.,
tentang perubahan anggaran dasar, menyetujui peningkatan modal dasar dari sebesar 3.000
lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp3.000 menjadi 3.820 lembar saham
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp3.820, yang diambil bagian oleh PT TI sebesar
Rp3.629 dan PT JA sebesar Rp191. Perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapatkan
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
Keputusan No. AHU-AH.01.03-0128568. tahun 2021 tanggal 26 Februari 2021.
1.d. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 22 Juni 2004, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. S-1915/PM/2004 untuk melakukan
penawaran umum atas 800.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 2 Juli
2004 saham tersebut telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia).
Pada tanggal 30 Juni 2005, sejumlah saham Perusahaan seri C sejumlah 799.999.998 lembar
saham telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
Pada tanggal 13 April 2006 para pemegang saham memutuskan pemecahan nilai nominal setiap
saham seri C dari Rp500 menjadi Rp250 per saham. Sehingga jumlah saham seri C berubah
menjadi 1.599.999.996 lembar saham.
1.e. Penawaran Umum Obligasi Perusahaan
Perusahaan juga telah menerbitkan obligasi dengan jumlah nilai masing-masing sebesar
Rp731.000 pada tahun 2021, Rp269.000 pada tahun 2019 serta Rp1.000.000 pada tahun 2018 dan
2016 yang dibagi atas 4 (empat) seri obligasi, dengan rincian sebagai berikut:
No. Obligasi Jumlah Tingkat Pemeringkat Peringkat Tenor Tanggal Tanggal Status
(Rp Juta) Bunga Penerbitan Jatuh Tempo
1 Obligasi Berkelanjutan I Jaya
Ancol Tahap I Tahun 2016
Seri A 250.000 8,10% PEFINDO id AA- 3 Tahun 20-Sep-16 29-Sep-19 Lunas
Seri B 50.000 8,20% PEFINDO id AA- 5 Tahun 20-Sep-16 29-Sep-21 Lunas
2 Obligasi Berkelanjutan I Jaya
Ancol Tahap II Tahun 2018
Seri A 350.000 6,30% PEFINDO id AA- 370 Hari 18-Mei-18 23-Mei-19 Lunas
Seri B 350.000 7,60% PEFINDO id AA- 3 Tahun 18-Mei-18 18-Mei-21 Lunas
3 Obligasi Berkelanjutan II Jaya
Ancol Tahap I Tahun 2019
269.000 7,85% PEFINDO id A+ 370 Hari 02-Juli-19 12-Juli-20 Lunas
4 Obligasi Berkelanjutan II Jaya
Ancol Tahap II Tahun 2021
Seri A 516.000 7,25% PEFINDO id A 370 Hari 10-Feb-21 20-Feb-22 Lunas
Seri B 149.600 8,90% PEFINDO id A 3 Tahun 10-Feb-21 10-Feb-24 Belum Lunas
Seri C 65.400 9,60% PEFINDO id A 5 Tahun 10-Feb-21 10-Feb-26 Belum Lunas
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
2.a. Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK – IAI), serta peraturan Pasar Modal yang berlaku
9
Page 13
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang pedoman penyajian laporan keuangan,
keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-347/BL/2012 tentang penyajian dan pengungkapan
laporan keuangan emiten atauperusahaan publik.
2.b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha
serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian. Dasar pengukuran dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali
beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut. Biaya perolehan umumnya didasarkan pada nilai wajar
imbalan yang diserahkan dalam pemerolehan aset.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method)
dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini
adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Grup.
2.c. Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif pada
Periode Berjalan
Berikut adalah amendemen dan penyesuaian atas standar akuntansi keuangan (SAK) yang
berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023, yaitu:
• Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan
Akuntansi;
• Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai
Jangka Pendek atau Jangka Panjang; dan
• Amendemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan
tentang Definisi Estimasi Akuntansi
• Amendemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas
yang timbul dari Transaksi Tunggal; dan
• Revisi PSAK 107: Akuntansi Ijarah.
Implementasi standar-standar tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang
dilaporkan di periode berjalan atau tahun sebelumnya.
2.d. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian mencakup laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas
anak seperti disebutkan pada (Catatan 1.c).
Entitas anak adalah entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan, yakni Perusahaan terekspos, atau
memiliki hak, atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki
kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan dari entitas (kekuasaan atas investee).
Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial dimana Grup memiliki kemampuan praktis untuk
melaksanakan (yakni hak substantif) dipertimbangkan saat menilai apakah Grup mengendalikan
entitas lain.
Laporan keuangan konsolidasian Grup mencakup hasil usaha, arus kas, aset dan liabilitas dari
Perusahaan dan seluruh entitas anak yang, secara langsung dan tidak langsung, dikendalikan oleh
Perusahaan. Entitas anak dikonsolidasikan sejak tanggal efektif akuisisi, yaitu tanggal dimana
Grup secara efektif memperoleh pengendalian atas bisnis yang diakuisisi, sampai tanggal
pengendalian berakhir.
10
Page 14
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan kebijakan
akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Seluruh
transaksi, saldo, laba, beban, dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi
antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh.
Grup mengatribusikan laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain kepada
pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan
kepentingan nonpengendali memiliki saldo defisit. Grup menyajikan kepentingan nonpengendali di
ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya pengendalian adalah transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam
kapasitasnya sebagai pemilik). Ketika proporsi ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan
nonpengendali berubah, Grup menyesuaikan jumlah tercatat kepentingan pengendali dan
kepentingan nonpengendali untuk mencerminkan perubahan kepemilikan relatifnya dalam entitas
anak. Selisih antara jumlah dimana kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar dari
jumlah yang diterima atau dibayarkan diakui langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada
pemilik dari entitas induk.
Jika Grup kehilangan pengendalian, maka Grup:
(a) Menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas entitas anak pada jumlah
tercatatnya ketika pengendalian hilang;
(b) Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak
terdahulu ketika pengendalian hilang (termasuk setiap komponen penghasilan komprehensif
lain yang diatribusikan pada kepentingan nonpengendali);
(c) Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau
keadaan yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
(d) Mengakui sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal
hilangnya pengendalian
(e) Mereklasifikasi ke laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba jika disyaratkan
oleh SAK lain, jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain dalam kaitan dengan
entitas anak;
(f) Mengakui perbedaan apapun yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba
rugi yang diatribusikan kepada entitas induk.
2.e. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor:
a) Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
ii. memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
iii. merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas
pelapor.
b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya
entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lain);
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang
mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga;
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah
satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor
adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga
berelasi dengan entitas pelapor;
11
Page 15
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam
huruf (a); atau
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (ii) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
viii. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok
tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas palapor atau kepada
entitas induk dari entitas pelapor.
Entitas yang berelasi dengan Pemerintah dapat berupa entitas yang dikendalikan atau dipengaruhi
secara signifikan oleh Pemerintah Daerah yang merupakan Pemegang Saham entitas, atau entitas
yang dikendalikan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta sebagai entitas induk utama.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan
yang relevan.
2.f. Instrumen Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal
Grup mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian, jika dan hanya jika, Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak
instrumen tersebut. Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Grup
mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi
yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau
liabilitas keuangan tersebut. Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset
keuangan dan penerbitan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba
rugi dibebankan segera.
Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan
Aset keuangan Grup diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain, aset keuanganyang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dengan
menggunakan dua dasar yaitu: model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan dan
karakteristik arus kas kontraktual dari asset keuangan.
(i) Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut
terpenuhi:
(1) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan
(2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of
principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan
pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif
atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo, dan penurunan
nilainya.
Pendapatan bunga dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dan diakui di
laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika asset dihentikan atau
direklasifikasi.
Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian untuk alasan
lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan jumlahnya atau
tidak sering.
12
Page 16
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
(ii) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain
(”FVTOCI”)
Aset keuangan diukur pada FVTOCI ketika kedua kondisi berikut terpenuhi:
(1) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan
(2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of
principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, dimana keuntungan atau kerugian
diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai
dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi. Ketika aset
keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
(iii) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (“FVTPL”)
Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria
untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar asset keuangan diakui dalam
laba rugi.
Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria
untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI,
sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Grup dapat menetapkan pilihan yang tidak
dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan untuk
diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for trading) untuk diukur pada FVTOCI. Penetapan ini
menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan komprehensif lain,
kecuali pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang
sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke saldo laba tidak
melalui laba rugi.
Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan
Grup mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal liabilitas
keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kecuali:
(a) Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas dimaksud, termasuk derivatif
yang merupakan liabilitas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar.
(b) Liabilitas keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi
kualifikasi penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan
diterapkan.
(c) Kontrak jaminan keuangan dan komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga
dibawah pasar. Setelah pengakuan awal, penerbit kontrak dan penerbit komitmen selanjutnya
mengukur kontrak tersebut sebesar jumlah yang lebih tinggi antara:
(i) Jumlah penyisihan kerugian dan
(ii) Jumlah yang pertama kali diakui dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif dari
penghasilan yang diakui sesuai dengan prinsip PSAK 72.
(d) Imbalan kontijensi yang diakui oleh pihak pengakusisi dalam kombinasi bisnis ketika PSAK 22
diterapkan. Imbalan kontijensi selanjutnya diukur pada nilai wajar dan selisihnya dalam laba
rugi.
Saat pengakuan awal Grup dapat membuat penetapan yang takterbatalkan untuk mengukur
liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar atau jika penetapan
akan menghasilkan informasi yang lebih relevan, karena:
13
Page 17
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
(a) Mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkosistensi pengukuran atau pengakuan
(kadang disebut sebagai “accounting mismatch”) yang dapat timbul dari pengukuran aset atau
liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas aset atau liabilitas dengan dasar yang
berbeda beda; atau
(b) Sekelompok liabilitas keuangan atau aset keuangan dan liabilitas keuangan dikelola dan
kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai manajemen risiko atau strategi investasi
yang terdokumentasi, dan informasi dengan dasar nilai wajar dimaksud atas kelompok
tersebut disediakan secara internal untuk personil manajemen kunci Grup.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
Grup menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas
yang berasal dari aset keuangan berakhir atau Grup mengalihkan hak kontraktual untuk menerima
kas yang berasal dari aset keuangan atau tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima kas
tetapi juga menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut
kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan. Jika Grup secara substansial
mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Grup
menghentikan pengakuan aset keuangan dan mengakui secara terpisah sebagai aset atau
liabilitas untuk setiap hak dan kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki dalam pengalihan
tersebut. Jika Grup secara substansial tidak mengalihkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan
manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut dan masih memiliki pengendalian, maka Grup
mengakui aset keuangan sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut. Jika
Grup secara substansial masih memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
keuangan, maka Grup tetap mengakui aset keuangan tersebut.
Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas keuangan
tersebut berakhir, yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan
atau kadaluwarsa.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup mengakui kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang diukur pada FVTOCI.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup mengukur penyisihan kerugian instrument keuangan
sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya jika risiko kredit atas instrumen
keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Namun, jika risiko
kredit instrumen keuangan tersebut tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, maka
mengakui sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan.
Grup menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan.
Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pihak ketiga tidak mampu membayar
kewajiban kreditnya kepada Grup secara penuh. Periode maksimum yang dipertimbangkan ketika
memperkirakan kerugian kredit ekspektasian adalah periode maksimum kontrak dimana Grup
terekspos terhadap risiko kredit.
Penyisihan kerugian diakui sebagai pengurang jumlah tercatat aset keuangan kecuali untuk aset
keuangan yang diukur pada FVTOCI yang penyisihan kerugiannya diakui dalam penghasilan
komprehensif lain. Sedangkan jumlah kerugian kredit ekspektasian (atau pemulihan kerugian
kredit) diakui dalam laba rugi, sebagai keuntungan atau kerugian penurunan nilai.
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian dari instrumen keuangan dilakukan dengan suatu cara
yang mencerminkan:
(i) Jumlah yang tidak bias dan rata-rata probabilitas tertimbang yang ditentukan dengan
mengevaluasi serangkaian kemungkinan yang dapat terjadi;
(ii) Nilai waktu uang; dan
14
Page 18
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
(iii) Informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan pada
tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan perkiraan kondisi
ekonomi masa depan.
Aset keuangan dapat dianggap tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak
pengakuan awal jika aset keuangan memiliki risiko kredit yang rendah pada tanggal pelaporan.
Risiko kredit pada instrument keuangan dianggap rendah ketika asset keuangan tersebut memiliki
risiko gagal bayar yang rendah, peminjam memiliki kapasitas yang kuat untuk memenuhi
kewajiban arus kas kontraktualnya dalam jangka waktu dekat dan memburuknya kondisi ekonomik
dan bisnis dalam jangka waktu panjang mungkin, namun tidak selalu, menurunkan kemampuan
peminjam untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya. Untuk menentukan apakah aset
keuangan memiliki risiko kredit rendah, Grup dapat menggunakan peringkat risiko kredit internal
atau penilaian eksternal. Misal, asset keuangan dengan peringkat “investment grade” berdasarkan
penilaian eksternal merupakan instrumen yang memiliki risiko kredit yang rendah, sehingga tidak
mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal.
Grup menggunakan metode roll rate untuk mengukur penurunan nilai piutang usaha.
Metode Suku Bunga Efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan) dan
metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang
relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan,
atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh jumlah tercatat neto
dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Grup
mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam
instrumen keuangan tersebut, seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain, tetapi
tidak mempertimbangkan kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi
dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang merupakan
bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto
lain.
Reklasifikasi
Grup mereklasifikasi aset keuangan ketika Grup mengubah tujuan model bisnis untuk pengelolaan
aset keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat diterapkan.
Jika Grup mereklasifikasi aset keuangan, maka diperlukan untuk menerapkan reklasifikasi secara
prospektif sejak tanggal reklasifikasi. Keuntungan, kerugian (termasuk keuntungan atau kerugian
penurunan nilai) atau bunga yang sebelumnya diakui tidak disajikan kembali.
Ketika Grup mereklasifikasi aset keuangan dari biaya perolehan diamortisasi menjadi FVTPL,
maka nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
perbedaan antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajarnya diakui dalam
laporan laba rugi. Sebaliknya, jika Grup mereklasifikasi aset keuangannya dari FVTPL menjadi
biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi menjadi nilai tercatat
bruto baru.
Ketika Grup mereklasifikasi aset keuangan dari biaya perolehan diamortisasi menjadi FVTOCI,
nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih
antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar diakui pada penghasilan
komprehensif lain. Tingkat suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit yang diharapkan
tidak disesuaikan sebagai hasil dari reklasifikasi. Sebaliknya, ketika Grup mereklasifikasi aset
keuangannya dari FVTOCI menjadi biaya perolehan diamortisasi, asset keuangan tersebut
direklasifikasi ke nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi. Namun, keuntungan atau kerugian
15
Page 19
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dihilangkan dari ekuitas
dan disesuaikan dengan nilai wajar aset keuangan pada tanggal reklasifikasi. Akibatnya, pada
tanggal reklasifikasi, aset keuangan diukur dengan cara yang sama seperti biaya perolehan
diamortisasi.
Penyesuaian ini memengaruhi penghasilan komprehensif lain tetapi tidak memengaruhi laba rugi,
dan karenanya bukan merupakan penyesuaian reklasifikasi. Suku bunga efektif dan pengukuran
kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi.
Pada saat Grup mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran FVTPL menjadi
kategori pengukuran FVTOCI, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Sama halnya,
ketika Grup mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori
pengukuran FVTPL, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian
kumulatif yang sebelumnya diakui di penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke
laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi pada tanggal reklasifikasi.
Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling dihapuskan, jika dan hanya jika, Grup saat ini
memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
yang telah diakui tersebut; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran.
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran
atau untuk keperluan pengungkapan.
Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan
pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap
keseluruhan pengukuran nilai wajar:
(i) Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang
dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1).
(ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset
atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2).
(iii) Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3).
Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Grup sebisa mungkin menggunakan data pasar
yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara
langsung, Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan
memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Perpindahan antara level hirarki wajar diakui oleh Grup pada akhir tahun pelaporan dimana
perpindahan terjadi.
2.g. Investasi pada Entitas Asosiasi
Entitas asosiasi adalah entitas dimana Grup memiliki kekuasaan untuk berpartisipasi dalam
keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau
mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut (pengaruh signifikan).
Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Dalam metode
ekuitas, pengakuan awal investasi diakui sebesar biaya perolehan, dan jumlah tercatat ditambah
atau dikurang untuk mengakui bagian atas laba rugi investee setelah tanggal perolehan. Bagian
atas laba rugi investee diakui dalam laba rugi. Penerimaan distribusi dari investee mengurangi nilai
16
Page 20
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
tercatat investasi. Penyesuaian terhadap jumlah tercatat tersebut juga mungkin dibutuhkan untuk
perubahan dalam proporsi bagian investor atas investee yang timbul dari penghasilan
komprehensif lain, termasuk perubahan yang timbul dari revaluasi aset tetap dan selisih
penjabaran valuta asing. Bagian investor atas perubahan tersebut diakui dalam penghasilan
komprehensif lain.
Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal ketika investasinya berhenti
menjadi investasi pada entitas asosiasi sebagai berikut:
(a) jika investasi menjadi entitas anak.
(b) jika sisa kepentingan dalam entitas asosiasi merupakan aset keuangan, maka Grup mengukur
sisa kepentingan tersebut pada nilai wajar.
(c) ketika Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas, Grup mencatat seluruh jumlah yang
sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan investasi
tersebut menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika investee
telah melepaskan secara langsung aset dan liabilitas terkait.
2.h. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas termasuk kas tunai, kas di bank (rekening giro), dan deposito berjangka yang
jatuh tempo dalam jangka waktu tiga bulan atau kurang pada saat penempatan yang tidak
digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya.
2.i. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan jumlah terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi
neto. Biaya persediaan terdiri dari seluruh biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang
timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Biaya perolehan ditentukan
dengan metode masuk pertama keluar pertama (MPKP). Nilai realisasi neto merupakan taksiran
harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya
yang diperlukan untuk membuat penjualan.
Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan
seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau
kerugian tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan
kembali nilai realisasi bersih, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada
periode terjadinya pemulihan tersebut.
2.j. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka merupakan biaya yang telah dibayar namun pembebanannya sebagian
akan dilakukan pada periode yang akan datang, seperti premi asuransi dibayar di muka, bunga
dibayar di muka, dan sewa dibayar di muka. Biaya dibayar di muka diamortisasi sesuai dengan
masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis Iurus (straight-line method).
2.k. Aset Real Estat
Aset real estat berupa tanah kosong, tanah hasil pengembangan, tanah reklamasi, rumah tinggal,
rumah kantor, rumah toko dan apartemen dinilai berdasarkan biaya perolehan. Biaya perolehan
ditentukan dengan metode rata-rata. Biaya perolehan rumah tinggal dan rumah tinggal dalam
penyelesaian meliputi seluruh biaya konstruksi bangunan, diluar biaya perolehan tanah. Biaya
perolehan tanah meliputi biaya pembelian tanah mentah, pematangan dan pengembangan tanah,
perijinan dan jasa konsultasi. Biaya pinjaman atas pinjaman yang digunakan untuk membiayai
perolehan aset dikapitalisasi dalam harga perolehan aset real estat selama masa konstruksi.
Biaya yang tidak terhubung secara langsung dengan suatu proyek real estat, seperti biaya umum
dan administrasi diakui sebagai beban pada saat terjadinya.
Biaya yang telah dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dialokasi ke setiap unit real
estat dengan menggunakan metode identifikasi khusus yang diterapkan secara konsisten.
17
Page 21
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Biaya pinjaman yang berhubungan dengan kegiatan pengembangan dikapitalisasi ke proyek
pengembangan. Kapitalisasi dihentikan pada proyek pengembangan tersebut apabila secara
substantial telah siap untuk digunakan sesuai dengan tujuannya atau aktivitas pembangunan
ditunda atau ditangguhkan dalam suatu periode yang cukup lama.
2.l. Properti Investasi
Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau
kedua-duanya) yang dikuasai oleh pemilik atau penyewa melalui sewa pembiayaan untuk
menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan
dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau dijual dalam
kegiatan usaha sehari-hari.
Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomik
masa depan yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas; dan biaya perolehan
properti investasi dapat diukur dengan andal.
Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan, meliputi harga harga pembelian
dan setiap pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung (biaya jasa hukum, pajak
pengalihan properti, dan biaya transaksi lain). Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal
tersebut.
Setelah pengakuan awal, Grup memilih menggunakan model biaya dan mengukur properti
investasi sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan
nilai aset. Hak atas tanah tidak disusutkan dan disajikan sebesar biaya perolehan. Bangunan serta
sarana dan prasarana disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
umur manfaat aset Properti Investasi.
Tahun
Bangunan 20-50
Sarana dan Prasarana 5-30
Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika terdapat perubahan penggunaan
yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak
lain.
Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika terdapat perubahan penggunaan
yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan
untuk dijual.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi
secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari
pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan
dari selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada
periode terjadinya penghentian atau pelepasan.
2.m. Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan
setiap biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang
diinginkan agar aset siap digunakan sesuai intensi manajemen.
Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan
pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap
diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode tertentu untuk tujuan
selain untuk memproduksi persediaan selama periode tersebut.
Setelah pengakuan awal aset tetap kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan setelah
dikurangi akumulasi penyusutan dan estimasi kerugian penurunan nilai. Tanah diakui sebesar
harga perolehannya dan tidak disusutkan.
18
Page 22
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud
penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi
umur manfaat aset tetap, sebagai berikut:
Tahun
Kepemilikan Langsung
Bangunan 20 - 50
Sarana dan Prasarana 5 - 30
Mesin dan Peralatan 5 - 40
Perabotan dan Perlengkapan Kantor 5
Alat Transportasi (Kendaraan) 5
Kapal 8
Binatang 5-25
Aset Hak-Guna 5-21
Pada tahun 2018, Grup menelaah estimasi masa manfaat ekonomis untuk bangunan, sarana dan
prasarana, dan mesin dan perlengkapan yang umurnya dapat diestimasi secara andal, yakni
berdasarkan kegunaan yang diperkirakan oleh Grup.
Penelaahan atas estimasi masa manfaat ekonomis Grup dilaksanakan oleh Kantor Jasa Penilai
Publik Asrori & Rekan, Penilai Publik Independen, yang telah terdaftar di Kementrian Keuangan
No. 2.15.00126 dengan laporannya No. 00251/FR-AS/TIJA/Studi/IX/2018.
Perubahan ini diterapkan secara prospektif sesuai dengan PSAK 25 (Revisi 2015).
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehannya. Semua biaya, termasuk biaya
pinjaman, yang terjadi sehubungan dengan konstruksi aset tersebut dikapitalisasi sebagai bagian
dari biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi. Biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi
tidak termasuk setiap laba internal, jumlah tidak normal dari biaya pemborosan yang terjadi dalam
pemakaian bahan baku, tenaga kerja atau sumber daya lain.
Akumulasi biaya perolehan yang akan dipindahkan ke masing-masing pos aset tetap yang sesuai
pada saat aset tersebut selesai dikerjakan atau siap digunakan dan disusutkan sejak beroperasi.
Nilai tercatat dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak
terdapat lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (yang ditentukan
sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah tercatatnya) dimasukkan
dalam laba rugi pada saat penghentian pengakuan tersebut dilakukan.
Pada akhir tahun pelaporan, Grup melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat ekonomis,
nilai residu dan metode penyusutan berdasarkan kondisi teknis dan pengaruh dari setiap perubahan
estimasi tersebut berlaku prospektif.
2.n. Aset Lain-lain
Akun-akun yang tidak dapat digolongkan dalam aset lancar, investasi, maupun aset takberwujud
disajikan dalam aset lain-lain.
2.o. Aset Takberwujud
Aset takberwujud diukur sebesar nilai perolehan pada pengakuan awal. Setelah pengakuan awal,
aset takberwujud dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi
penurunan nilai. Umur manfaat aset takberwujud dinilai apakah terbatas atau tidak terbatas.
19
Page 23
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas
Aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas diamortisasi selama umur manfaat ekonomi
dengan metode garis lurus. Amortisasi dihitung sebagai penghapusan biaya perolehan aset,
dikurangi nilai residunya, atas umur ekonomisnya sebagai berikut:
Tahun
Perangkat Lunak Komputer 5
Lisensi 1-5
Hak Atas Tanah 20
Periode amortisasi dan metode amortisasi untuk aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas
ditelaah setidaknya setiap akhir tahun buku.
Aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas
Aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas tidak diamortisasi. Masa manfaat aset
takberwujud dengan umur tak terbatas ditelaah setiap tahun untuk menentukan apakah peristiwa
dan kedaan dapat terus mendukung penilaian bahwa umur manfaat tetap tidak terbatas. Jika tidak,
perubahan masa manfaat dari tidak terbatas menjadi terbatas diterapkan secara prospektif.
Aset takberwujud dengan umur tidak terbatas diuji untuk penurunan nilai setiap tahun dan
kapanpun terdapat suatu indikasi bahwa aset takberwujud mungkin mengalami penurunan nilai.
2.p. Penurunan Nilai Aset
Pada setiap akhir tahun pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset
tersebut. Jumlah terpulihkan ditentukan atas suatu aset individual, dan jika tidak memungkinkan,
Grup menentukan jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas dari aset tersebut.
Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan
dengan nilai pakainya. Nilai pakai adalah nilai kini dari arus kas yang diharapkan akan diterima dari
aset atau unit penghasil kas. Nilai kini dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum
pajak yang mencerminkan nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset atau unit yang penurunan
nilainya diukur.
Jika, dan hanya jika, jumlah terpulihkan aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, maka jumlah
tercatat aset diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Penurunan tersebut adalah rugi
penurunan nilai dan segera diakui dalam laba rugi.
Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill
dibalik jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat
aset dinaikan ke jumlah terpulihkannya. Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan
nilai.
2.q. Pengaturan Bersama
Pengaturan bersama adalah pengaturan yang dua atau lebih pihak memiliki pengendalian
bersama, yaitu persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian atas suatu pengaturan, yang
ada hanya ketika keputusan mengenai aktivitas relevan mensyaratkan persetujuan dengan suara
bulat dari seluruh pihak yang berbagi pengendalian.
Grup mengklasifikasikan pengaturan bersama sebagai:
1) Operasi Bersama
Merupakan pengaturan bersama yang mengatur bahwa para pihak yang memiliki
pengendalian bersama atas pengaturan memiliki hak atas aset dan kewajiban terhadap
liabilitas, terkait dengan pengaturan tersebut. Para pihak tersebut disebut operator bersama.
20
Page 24
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Operator bersama mengakui hal berikut terkait dengan kepentingannya dalam operasi
bersama:
(a) Aset, mencakup bagiannya atas setiap aset yang dimiliki bersama;
(b) Liabilitas, mencakup bagiannya atas liabilitas yang terjadi bersama;
(c) Pendapatan dari penjualan bagiannya atas output yang dihasilkan dari operasi bersama;
(d) Bagiannya atas pendapatan dari penjualan output oleh operasi bersama; dan
(e) Beban, mencakup bagiannya atas setiap beban yang terjadi secara bersama-sama.
2) Ventura Bersama
Grup mengklasifikasikan pengaturan bersama sebagai ventura bersama yang mengatur
bahwa para pihak yang memiliki pengendalian bersama atas pengaturan memiliki hak atas
aset neto pengaturan tersebut. Para pihak tersebut disebut sebagai venturer bersama.
Venturer bersama mengakui kepentingannya dalam ventura bersama sebagai investasi dan
mencatat investasi tersebut dengan menggunakan metode ekuitas.
2.r. Biaya Emisi Saham
Biaya emisi saham disajikan sebagai pengurang dari tambahan modal disetor dan tidak
diamortisasi.
2.s. Biaya Emisi Obligasi
Biaya emisi obligasi merupakan biaya transaksi yang harus dikurangkan langsung dari hasil emisi
dalam rangka menentukan hasil emisi bersih obligasi. Selisih antara hasil emisi bersih dengan nilai
nominal merupakan diskonto atau premium dan diamortisasi selama jangka waktu obligasi yang
bersangkutan.
2.t. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Grup melakukan analisa transaksi melalui lima
langkah analisa berikut:
1. Kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam kontrak
- Perusahaan bisa mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu
pembayaran dari barang atau jasa yang akan dialihkan;
- Kontrak memiliki substansi komersial;
- Besar kemungkinan entitas akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang dialihkan.
2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak, untuk menyerahkan barang atau jasa
yang memiliki karakteristik yang berbeda ke pelanggan.
3. Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan, pajak
penjualan barang mewah, pajak pertambahan nilai dan pungutan ekspor, yang berhak
diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan.
4. Mengalokasikan harga transaksi kepada setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan
dasar harga jual dari setiap barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (sepanjang waktu atau
pada suatu waktu tertentu).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
- Suatu waktu tertentu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
- Sepanjang waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang sesuai
untuk penentuan jumlah pendapatan yang dapat diakui jumlah pendapatan yang dapat diakui
pelaksanaan.
Suatu kewajiban pelaksanaan dipenuhi pada suatu waktu tertentu kecuali jika memenuhi salah
satu kriteria berikut, dalam hal ini dipenuhi sepanjang waktu:
- Pelanggan secara bersamaan menerima dan menggunakan manfaat yang diberikan oleh
pelaksanaan Grup sebagaimana yang dilakukan Grup;
21
Page 25
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
- Pelaksanaan Grup menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan saat
aset itu dibuat atau ditingkatkan; dan
- Pelaksanaan Grup tidak menciptakan asset dengan penggunaan alternatif untuk Grup dan
Grup memiliki hak yang dapat diberlakukan atas pembayaran untuk pelaksanaan yang
diselesaikan hingga saat ini.
Pengakuan Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (metode akrual), kecuali merupakan aset yang terkait dengan
aktivitas kontrak masa depan.
Biaya yang secara langsung berhubungan dengan kontrak, menghasilkan sumber daya untuk
memenuhi kontrak ("biaya untuk memenuhi") atau penambahan untuk mendapatkan kontrak
("biaya untuk memperoleh") dan diharapkan dapat dipulihkan. Beban tersebut dengan demikian
memenuhi syarat kapitalisasi berdasarkan PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
dan dicatat sebagai aset lancar lainnya. Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis
sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang terkait dengan aset tersebut.
2.u. Biaya Pinjaman
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan atau
pembuatan aset kualifikasian, dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya
pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman dapat mencakup beban
bunga, beban keuangan dalam sewa pembiayaan atau selisih kurs yang berasal dari pinjaman
dalam mata uang asing sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas
biaya bunga.
Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat Grup telah melakukan aktivitas yang diperlukan
untuk mempersiapkan aset agar dapat digunakan atau dijual sesuai dengan intensinya serta
pengeluaran untuk aset dan biaya pinjamannya telah terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan
ketika secara substansial seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset
kualifikasian agar dapat digunakan atau dijual sesuai dengan intensinya telah selesai.
2.v. Imbalan Kerja
Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode
akuntansi, sebesar jumlah tidak terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan
akan dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut.
Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus dan insentif.
Imbalan Pascakerja
Imbalan pascakerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung
berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13/2003 (”UU 13/2003”).
Grup mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada
akhir tahun pelaporan dikurangi nilai wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris independen
dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan
dengan mendiskontokan imbalan tersebut.
Grup mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan
pasti, tetapi juga kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik informal entitas.
Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto
atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui dalam laba rugi.
22
Page 26
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan
kerugian aktuarial, imbal hasil atas aset program dan setiap perubahan dampak batas atas aset
diakui sebagai penghasilan komprehensif lain.
Pesangon
Grup mengakui pesangon sebagai liabilitas dan beban pada tanggal yang lebih awal di antara:
a) Ketika Grup tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan tersebut; dan
b) Ketika Grup mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK
No. 57 dan melibatkan pembayaran pesangon.
Grup mengukur pesangon pada saat pengakuan awal, dan mengukur dan mengakui perubahan
selanjutnya, sesuai dengan sifat imbalan kerja.
2.w. Pajak Penghasilan
Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam
menentukan laba rugi pada suatu periode. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi,
kecuali pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui dalam penghasilan
komprehensif lain atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing
diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.
Manfaat terkait dengan rugi pajak yang dapat ditarik untuk memulihkan pajak kini dari periode
sebelumnya diakui sebagai aset. Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak belum
dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak
masa depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit
pajak belum dimanfaatkan.
Seluruh perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali
perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari:
a) pengakuan awal goodwill; atau
b) pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat
transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak).
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan sepanjang
kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba dimaksud, kecuali jika aset pajak tangguhan timbul dari
pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang bukan kombinasi bisnis
dan pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak).
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan
pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir tahun pelaporan.
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai
dengan cara Grup memperkirakan, pada akhir tahun pelaporan, untuk memulihkan atau
menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir tahun pelaporan. Grup
mengurangi jumlah tercatat aset pajak tangguhan jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak
lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset
pajak tangguhan tersebut. Setiap pengurangan tersebut dilakukan pembalikan atas aset pajak
tangguhan hingga kemungkinan besar laba kena pajak yang tersedia jumlahnya memadai
Grup melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya
jika:
a) Grup memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset
pajak kini terhadap liabilitas pajak kini; dan
b) Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang
dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama atas:
23
Page 27
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
i. entitas kena pajak yang sama; atau
ii. entitas kena pajak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas
pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan, pada setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau
liabilitas pajak tangguhan diperkirakan untuk diselesaikan atau dipulihkan.
Grup melakukan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika dan hanya jika:
a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
yang diakui; dan
b) bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto atau merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
2.x. Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak
Aset Pengampunan Pajak dan Liabilitas Pengampunan Pajak diakui pada saat Surat Keterangan
Pengampunan Pajak (SKPP) diterbitkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, dan tidak
diakui secara neto (saling hapus). Selisih antara Aset Pengampunan Pajak dan Liabilitas
Pengampunan Pajak diakui sebagai Tambahan Modal Disetor.
Aset Pengampunan Pajak pada awalnya diakui sebesar nilai yang disetujui dalam SKPP.
Liabilitas Pengampunan Pajak pada awalnya diakui sebesar nilai kas dan setara kas yang masih
harus dibayarkan oleh Grup sesuai kewajiban kontraktual atas perolehan Aset Pengampunan
Pajak.
Uang tebusan yang dibayarkan oleh Grup untuk memperoleh pengampunan pajak diakui sebagai
beban pada periode dimana SKPP diterima oleh Grup.
Setelah pengakuan awal, Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak diukur sesuai dengan SAK yang
relevan sesuai dengan klasifikasi masing-masing Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak.
Sehubungan dengan Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak yang diakui, Grup telah
mengungkapkan dalam laporan keuangannya:
a. Tanggal SKPP,
b. Jumlah yang diakui sebagai Aset Pengampunan Pajak sesuai SKPP,
c. Jumlah yang diakui sebagai Liabilitas Pengampunan Pajak.
2.y. Sewa
Grup Sebagai Penyewa (Lessee)
Pada tanggal insepsi suatu kontrak, Grup menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau
mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung sewa jika kontrak tersebut
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan suatu aset identifikasian selama suatu jangka
waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak
untuk mengendalikan suatu aset identifikasian, Grup menilai apakah:
(a) Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian – ini dapat ditentukan secara
eksplisit atau implisit dan secara fisik dapat dibedakan atau mewakili secara substantial
seluruh kapasitas aset yang secara fisik dapat dibedakan. Jika pemasok memiliki hak
substitusi substantif, maka aset tersebut tidak teridentifikasi;
(b) Grup memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari
penggunaan aset selama periode penggunaan; dan
(c) Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini
ketika hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah bagaimana dan untuk
tujuan apa aset tersebut digunakan. Dalam kondisi tertentu di mana semua keputusan tentang
bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan aset digunakan telah
ditentukan mengarahkan penggunaan aset tersebut jika:
- Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset; atau
- Grup mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan
apa aset akan digunakan.
24
Page 28
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal insepsi atau pada saat penilaian kembali suatu kontrak yang mengandung suatu
komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen
sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam indeks utang sewa meliputi: pembayaran sewa tetap,
sewa variabel yang bergantung pada indeks, jumlah yang akan dibayarkan dalam jaminan nilai
residu dan harga eksekusi opsi beli, opsi perpanjangan atau penalty penghentikan jika Grup cukup
pasti akan mengeksekusi opsi tersebut.
Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak-guna
awalnya diukur pada biaya perolehan, yang terdiri dari jumlah pengukuran awal dari liabilitas sewa
disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan,
ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan estimasi biaya untuk membongkar
dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar atau tempat di mana aset
berada, dikurangi insentif sewa yang diterima.
Setelah tanggal permulaan, Grup mengukur aset hak-guna dengan model biaya, yaitu biaya
perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai, serta
disesuaikan dengan pengukuran kembali liabilitas sewa. Aset hakguna disusutkan dengan
menggunakan metode garis lurus.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan asset pendasar pada akhir masa sewa atau jika biaya
perolehan aset hak-guna merefleksikan penyewa akan mengeksekusi opsi beli, maka penyewa
menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar,
yang mengacu pada ketentuan masa manfaat aset tetap. Jika tidak, maka aset hak-guna
disusutkan dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset
hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini atas pembayaran sewa yang belum dibayar pada
tanggal permulaan, didiskontokan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau, jika suku
bunga tersebut tidak dapat ditentukan, digunakan suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan.
Umumnya, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai suku bunga
diskonto.
Setelah tanggal permulaan, Perusahaan mengukur liablitas sewa dengan:
(a) Meningkatkan jumlah tercatat untuk merefleksikan bunga atas liabilitas sewa;
(b) Mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa yang telah dibayar;
(c) Mengukur kembali jumlah tercatat untuk merefleksikan penilaian kembali atau modifikasi sewa
atau untuk merefleksikan pembayaran sewa tetap secara substansi revision.
Liabilitas sewa diukur kembali ketika ada perubahan pembayaran sewa masa depan yang timbul
dari perubahan indeks atau suku bunga, jika ada perubahan estimasi Perusahaan atas jumlah
yang diperkirakan akan dibayar dalam jaminan nilai residual, atau jika Perusahaan mengubah
penilaiannya apakah akan mengeksekusi opsi beli, perpanjangan atau penghentian.
Ketika liabilitas sewa diukur kembali dengan cara ini, penyesuaian terkait dilakukan terhadap
jumlah tercatat aset hak-guna, atau dicatat dalam laba rugi jika jumlah tercatat aset hak-guna
telah berkurang menjadi nol.
Selanjutnya, pembayaran atas kontrak yang termasuk ke dalam pengecualian, yakni pembayaran
atas sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah diakui pada metode garis lurus dan
dibebankan pada laba rugi. Pembayaran sewa terkait dengan sewa yang dikecualikan tersebut
diakui sebagai beban dengan menggunakan metode garis lurus selama masa sewa.
Grup Sebagai Lessor
Grup mengakui asset berupa piutang sewa pembiayaan di laporan keuangan sebesar jumlah yang
sama dengan investasi sewa neto. Penerimaan piutang sewa diperlakukan sebagai pembayaran
pokok dan pendapatan keuangan. Pengakuan pendapatan keuangan didasarkan pada suatu pola
yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodic yang konstan atas investasi neto Grup
sebagai lessor dalam sewa pembiayaan.
25
Page 29
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Grup menyajikan aset sebagai sewa operasi di laporan posisi keuangan sesuai sifat asset
tersebut. Biaya langsung awal sehubungan proses negosiasi dan pengaturan sewa operasi
ditambahkan dalam jumlah tercatat dari asset sewaan dan diakui sebagai beban selama masa
sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjen, apabila ada, diakui
sebagai pendapatan pada periode terjadinya. Pendapatan sewa operasi diakui sebagai
pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa.
2.z. Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Pertimbangan Akuntansi yang Penting
Grup membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi dan pertimbangan yang
digunakan dalam penyusunan laporan keuangan terus dievaluasi berdasarkan pengalaman
historis dan faktor lainnya, termasuk ekspektasi dari peristiwa masa depan yang diyakini wajar.
Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan
tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula.
Asumsi dan pertimbangan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah tercatat aset dan
liabilitas diungkapkan di bawah ini.
Estimasi Umur Manfaat
Grup melakukan penelaahan atas masa manfaat ekonomis aset tetap dan properti investasi
berdasarkan faktor-faktor seperti kondisi teknis dan perkembangan teknologi di masa depan. Hasil
operasi di masa depan akan dipengaruhi atas perubahan estimasi yang diakibatkan oleh perubahan
faktor tersebut (lihat Catatan 15 untuk nilai tercatat Properti Investasi dan Catatan 16 untuk nilai
tercatat aset tetap).
Imbalan Pascakerja
Nilai kini liabilitas imbalan pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan
dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya
(penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi
jumlah tercatat imbalan pascakerja. Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir
pelaporan, dengan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasi
dalam mata uang imbalan yang akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan
jangka waktu liabilitas yang terkait.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha
Grup menilai penurunan nilai pada asset keuangan dengan biaya perolehan yang diamortisasi
pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi penurunan nilai harus dicatat
dalam laba rugi, manajemen harus mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung yang
tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan pada tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu,
kondisi kini, dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan. Grup menerapkan pendekatan yang
disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan roll rate dan
discounted cash flow untuk menilai kas dan setara kas, dana yang dibatasi penggunaannya,
piutang usaha dan piutang lain-lain. Nilai tercatat aset keuangan telah diungkapkan dalam Catatan
3, 4, dan 5.
Pajak Penghasilan
Menentukan provisi atas pajak penghasilan badan mewajibkan pertimbangan signifikan oleh
manajemen. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah
tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan
badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan (Catatan
8).
Provisi dan Kontinjensi
Provisi diakui bila Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai
akibat peristiwa masa lalu dan besar kemungkinan Grup diharuskan menyelesaikan kewajiban
serta jumlah kewajiban tersebut dapat diestimasi secara andal.
26
Page 30
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Jumlah diakui sebagai provisi merupakan taksiran terbaik yang diharuskan menyelesaikan
kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan memperhatikan unsur risiko dan
ketidakpastian yang melekat pada kewajiban tersebut. Provisi diukur menggunakan estimasi arus
kas untuk menyelesaikan kewajiban kini dengan jumlah tercatatnya sebesar nilai kini dari arus kas
tersebut.
Bila beberapa atau keseluruhan dari manfaat ekonomis mengharuskan penyelesaian provisi
diharapkan dapat dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat
kepastian tagihan dapat diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal.
2.ab. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih diatribusikan kepada pemegang
saham biasa entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam satu
tahun.
Untuk tujuan penghitungan laba per saham dilusian, Grup menyesuaikan laba atau rugi yang dapat
diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham
yang beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.
Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar untuk perhitungan laba per saham dasar adalah
sebesar 1.599.999.998 untuk tahun 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021.
2.ac. Informasi Segmen
Sebuah segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
• yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari
entitas yang sama);
• hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan
keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
kinerjanya; dan
• tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Grup menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh
pengambil keputusan operasional dalam mengevaluasi kinerja segmen dan menentukan alokasi
sumber daya yang dimilikinya. Segmentasi berdasarkan aktivitas dari setiap kegiatan operasi
entitas di dalam Grup.
27
Page 31
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
3. Kas dan Setara Kas
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Kas 458 600
Bank
Rupiah
Pihak Berelasi
PT Bank
BankDKI (Catatan 38) 24.683 14.792
Pihak Ketiga
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 12.386 12.847
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 11.953 6.728
PT Bank Central Asia Tbk 8.856 5.365
PT Bank Permata Tbk 4.421 2.693
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 765 763
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 208 123
63.272 43.311
Deposito Berjangka
Rupiah
Pihak Berelasi
PT Bank DKI (Catatan 38) 615.000 449.750
Pihak Ketiga
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 9.900 9.900
PT Bank Permata Tbk 2.500 2.500
627.400 462.150
Jumlah Kas dan Setara Kas 691.130 506.061
Tingkat Suku Bunga Kontraktual
Deposito Berjangka Per Tahun (%) 2,25% - 5,25% 2,25% - 5,75%
Jangka Waktu 1 bulan 1 bulan
4. Piutang Usaha
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Berelasi (Catatan 38) 15.637 7.196
Pihak Ketiga 79.527 73.971
Dikurangi:
Bagian Jangka Panjang -- (76)
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (54.351) (47.853)
Jumlah Pihak Ketiga - Bersih 25.176 26.042
Jumlah Bersih 40.813 33.238
28
Page 32
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Jumlah piutang usaha berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Belum Jatuh Tempo 18.855 14.961
Sudah Jatuh Tempo
1 s/d 30 hari 11.294 7.275
31 s/d 60 hari 3.126 2.234
61 s/d 90 hari 7.575 6.950
> 90 hari 54.314 49.747
Jumlah 95.164 81.167
Dikurangi:
Bagian Jangka Panjang -- (76)
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (54.351) (47.853)
Jumlah Bersih 40.813 33.238
Piutang usaha jangka panjang merupakan piutang atas penjualan tanah dan bangunan yang akan jatuh
tempo lebih dari 1 (satu) tahun.
Manajemen telah membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai berdasarkan penilaian secara kelompok
atas masing-masing debitur.
Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Saldo Awal 47.853 42.884
Penambahan (Catatan 34) 8.881 9.088
Pemulihan (Catatan 33) (2.383) (4.119)
Saldo Akhir 54.351 47.853
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai diatas cukup untuk menutupi kerugian
yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.
Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang
kepada pihak ketiga.
5. Piutang Lain-lain – Pihak Ketiga
Saldo piutang lain-lain pihak ketiga pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing
sebesar Rp12.186 dan Rp7.659.
Piutang lain-lain pihak ketiga merupakan piutang sponsor dan tenant yang belum ditagihkan dan akrual
pendapatan bunga.
Manajemen berkeyakinan seluruh bahwa piutang lain-lain dapat tertagih, sehingga manajemen tidak
mencadangkan penurunan nilai piutang lain-lain pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang
lain-lain.
29
Page 33
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
6. Persediaan
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Suku Cadang 3.518 3.746
Makanan dan Minuman 1.306 1.476
Alat Kerja 606 463
Barang Dagangan 594 597
Alat Tulis 208 208
Minyak Pelumas 53 2
Sub Jumlah 6.285 6.492
Dikurangi: Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan (440) (440)
Jumlah 5.845 6.052
Persediaan Grup terdiri dari persediaan dengan tingkat perputaran cepat (fast moving), antara lain
persediaan suku cadang, makanan dan minuman, alat-alat tulis dan kerja, barang dagangan, serta minyak
pelumas.
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai persediaan cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian akibat penurunan nilai persediaan.
7. Uang Muka
Saldo uang muka pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing sebesar Rp5.351 dan
Rp834.
Uang muka terdiri dari uang muka operasional atas pelaksanaan kegiatan usaha atau acara-acara yang
diselenggarakan, dan uang muka pesangon karyawan atas pembayaran di muka (1 tahun sebelum masa
pensiun) kepada karyawan sebesar 50% dari jumlah pesangon yang akan diterima karyawan.
8. Perpajakan
a. Pajak Dibayar di Muka
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Perusahaan
Pajak Pertambahan Nilai -- 478
Pajak Penghasilan
2.299 2.097
Sub Jumlah 2.299 2.575
Entitas Anak
Pajak Hiburan 3.227 3.227
Pajak Penghasilan
Pasal 4 (2) 33 13
Sub Jumlah 3.260 3.240
Jumlah 5.559 5.815
30
Page 34
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
b. Utang Pajak
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Perusahaan
Pajak Pertambahan Nilai 363 --
Pajak Penghasilan
Pasal 4 (2) 2.852 1.249
Pasal 21 522 6.931
Pasal 23 55 129
Pasal 26 179 --
Sub Jumlah 3.970 8.309
Entitas Anak
Pajak Hiburan 8.468 10.236
Pajak Pertambahan Nilai 4.126 4.807
Pajak Pembangunan 1.065 1.792
Pajak Penghasilan
Pasal 4 (2) 3.876 3.650
Pasal 21 611 3.008
Pasal 23 1.853 148
Pasal 25 952 --
Pasal 26 -- 706
Pasal 29 44.948 11.448
Sub Jumlah 65.899 35.795
Jumlah 69.869 44.104
c. Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif Iain konsolidasian dengan laba kena pajak adalah sebagai berikut:
30 Juni
2023 2022
Laba Sebelum Pajak Menurut Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 160.503 41.850
Eliminasi dan Penyesuaian (249.581) (5.073)
Rugi Sebelum Pajak Perusahaan Induk (89.078) 36.777
Bagian Laba dan Beban yang telah
Dikenakan Pajak yang Bersifat Final 18.596 26.296
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Perusahaan (70.482) 63.073
Perbedaan Temporer
Beban Penyusutan dan Amortisasi (5.943) (11.921)
Manfaat Karyawan 4.603 4.627
Jumlah (1.340) (7.294)
Perbedaan Tetap
Bonus dan Tantiem 5.060 3.997
Jamuan Tamu dan Sumbangan 3.083 2.614
Bagian Laba Bersih Entitas Investasi Ventura Bersama 261 299
Penghargaan Karyawan 197 153
Bagian Laba (Rugi) Bersih Entitas Anak dan Asosiasi 2 (110.198)
Penghasilan Bunga (2.777) (2.720)
Lain-lain 50.107 40.034
Jumlah 55.932 (65.821)
Rugi Fiskal (15.890) (10.042)
31
Page 35
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni
2023 2022
Pajak Kini
Entitas Anak (47.983) --
Jumlah Beban Pajak Kini (47.983) --
Dikurangi: Pajak Dibayar di Muka
Entitas Anak
PPh Pasal 22 26 --
PPh Pasal 23 171 --
PPh Pasal 25 1.905 --
Jumlah 2.101 --
Jumlah Bersih Kurang Bayar (45.882) --
Terdiri dari:
Entitas Anak (45.882) --
Jumlah Bersih (45.882) --
Penghasilan kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan.
Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak
yang berlaku adalah sebagai berikut:
30 Juni
2023 2022
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Menurut Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 160.503 41.850
Laba Sebelum Pajak Entitas Anak (249.581) (5.073)
Bagian Laba dan Beban yang telah
Dikenakan Pajak yang Bersifat Final 18.596 26.296
Laba Sebelum Pajak Perusahaan (70.482) 63.073
Tarif Pajak 22% (15.506) 13.876
Koreksi Fiskal 12.010 (16.085)
Rugi Fiskal Tidak Dimanfaatkan 3.496 2.209
Jumlah Beban Pajak Penghasilan -- --
d. Pajak Tangguhan
Rincian dari aset (liabilitas) pajak tangguhan adalah sebagai berikut:
31 Des 2022 Dibebankan Dibebankan ke 30 Jun 2023
ke Laba Rugi Pendapatan
Komprehensif
Lain
Aset Pajak Tangguhan
PT SI 568 -- -- 568
Jumlah Aset
Pajak Tangguhan 568 -- -- 568
Liabilitas Pajak Tangguhan
PT TIJA (137.827) (5.575) -- (143.402)
PT STU (2.694) -- -- (2.694)
Jumlah Liabilitas
Pajak Tangguhan (140.521) (5.575) -- (146.096)
32
Page 36
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
31 Des 2021 Dibebankan Dibebankan ke 31 Des 2022
ke Laba Rugi Pendapatan
Komprehensif
Lain
Aset Pajak Tangguhan
PT SI 1.318 (645) (105) 568
PT TI 159 (159) -- --
Jumlah Aset
Pajak Tangguhan 1.477 (804) (105) 568
Liabilitas Pajak Tangguhan
PT TIJA (122.218) (16.202) 593 (137.827)
PT STU (2.494) (200) -- (2.694)
Jumlah Liabilitas
Pajak Tangguhan (124.712) (16.402) 593 (140.521)
Berdasarkan penilaian yang dibuat oleh manajemen, Perusahaan tidak mengakui pajak tangguhan
yang timbul dari perbedaan temporer antara pajak dan komersial karena sebagian besar penghasilan
Perusahaan telah dikenakan pajak final sehingga dampak pajak tangguhannya dipertimbangkan
tidak material.
e. Pemeriksaan Pajak
Pada tahun 2021, PT TIJA menerima Surat Paksa atas Surat Tagihan Pajak (STP) PPh Pasal 25
terkait kredit pajak yang tidak dibayarkan secara tepat waktu. Dalam hal ini, PT TIJA melakukan
relaksasi pembayaran PPh Pasal 25 tersebut dengan menggunakan metode angsuran dan telah
disetujui oleh Kantor Pajak terdaftar. PT TIJA telah melakukan pembetulan PPh Badan Tahun pajak
2020 pada tanggal 18 Februari 2021 sebesar Rp46.000.
Pada 8 Maret 2022, PT TIJA menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) atas PPh
Badan Tahun 2020 sebesar Rp46.000 dan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) atas PPh
Pasal 21, PPh Pasal 23, PPh Pasal 4 ayat 2 dan PPN sebesar Rp2.195. Atas SKPLB di atas,
PT TIJA telah memperoleh pengembalian sebesar Rp43.805, setelah dikompensasi dengan SKPKB
di atas, pada 29 Maret 2022.
9. Pajak Final
Jumlah beban pajak final untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2023 dan 2022 masing-masing
adalah sebesar Rp6.771 dan Rp7.441 yang dihitung dari pendapatan yang dikenakan pajak final masing-
masing sebesar Rp69.493 dan Rp61.286.
10. Biaya Dibayar di Muka
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Operasional 2.932 5
Asuransi 57 1.798
Lain-lain 3.562 41
Jumlah 6.551 1.844
33
Page 37
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
11. Investasi pada Ventura Bersama
30 Juni 2023
Domisili Persentase Saldo Penyertaan Bagian Rugi Pengembalian Saldo
Kepemilikan Awal Investasi Neto Investasi Akhir
Periode Berjalan
% Rp Rp Rp Rp Rp
KSO Pembangunan Jaya Property Jakarta 65,00 4.569 -- (261) -- 4.308
KSO Ancol Batavia Jakarta 50,00 2.009 -- -- -- 2.009
Jumlah 6.578 -- (261) -- 6.317
31 Desember 2022
Domisili Persentase Saldo Penyertaan Bagian Rugi Pengembalian Saldo
Kepemilikan Awal Investasi Neto Investasi Akhir
Periode Berjalan
% Rp Rp Rp Rp Rp
KSO Pembangunan Jaya Property Jakarta 65,00 8.696 -- (519) (3.608) 4.569
KSO Ancol Batavia Jakarta 50,00 -- 2.000 -- 9 2.009
Jumlah 8.696 2.000 (519) (3.599) 6.578
KSO Pembangunan Jaya Property
Tanggal 21 Desember 2011 Perusahaan dan PT Jaya Real Property Tbk mengadakan Perjanjian Kerjasama
Operasi (KSO) pembangunan apartemen double decker dan kondominium di kawasan Ancol Barat beserta
sarana dan prasarananya, dengan komposisi bagi hasil Perusahaan dan PT Jaya Real Property Tbk
masing-masing sebesar 65% dan 35%.
Berdasarkan addendum II Perjanjian Kerjasama Operasi (KSO) tanggal 15 Desember 2014 para pihak
sepakat untuk tidak melanjutkan kerjasama pada proyek kondominium di atas tanah seluas 12.162 m , 2
atas addendum ini proyek yang dijalankan hanya pembangunan apartemen Double Decker seluas 2.650
m.2
Berdasarkan Berita Acara Perhitungan Pembagian Keuntungan dan Pengembalian Sebagian Investasi KSO
Pembangunan Jaya Property tanggal 20 April 2020, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menerima sebesar
Rp5.216 atas pembagian keuntungan sebesar 65% dari nilai laba bersih sampai dengan tahun 2019, dan PT
Pembangunan Jaya Ancol Tbk berhak menerima sebesar 65% dari total pengembalian sebagian investasi
senilai Rp7.800.
Berdasarkan Berita Acara Kesepakatan antara Perusahaan dengan PT Jaya Real Property Tbk No. PJA :
001/DIR-PJA/VII/2020 No.JRP: 004/BAK/ JRP-PJA/VII/2020 tentang pengakhiran Perjanjian Kerjasama
Operasi (KSO) Dalam Rangka Pembangunan Hunian dan Komersial di Kawasan Ancol Barat Beserta
Dengan Sarana dan Prasarananya memutuskan bahwa Kedua belah pihak sepakat dan setuju untuk
mengakiri Perjanjian Kerjasama yang akan dituangkan dalam Akta Notaris pengakhiran perjanjian yang
ditunjuk dan/atau disepakati oleh kedua belah pihak. Sampai dengan tanggal laporan keuangan terbit,
belum terdapat pengakhiran perjanjian tersebut.
KSO Ancol Batavia
Pada tanggal 20 April 2022 PT JA dan PT Batavia Pictures mengadakan Perjanjian Kerjasama Operasi
(KSO) pembuatan dan pengembangan Intellectual Property (IP) dengan porsi kontribusi berupa penyertaan
modal ke dalam KSO dengan komposisi PT JA dan PT Batavia Pictures masing-masing sebesar 50%.
34
Page 38
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
12. Investasi pada Entitas Asosiasi
Perusahaan memiliki penyertaan saham pada entitas asosiasi yang dipertanggungjawabkan dengan metode
ekuitas sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
PT Fauna Land Ancol (PT FLA) 16.203 16.212
PT Jakarta Akses Tol Priok (PT JATP) 4.318 6.429
PT Jaya Kuliner Lestari (PT JKL) 2.010 2.660
PT Kawasan Ekonomi Khusus Marunda Jakarta (PT KEKMJ) 1.058 1.060
Jumlah 23.589 26.361
Rincian dan mutasi investasi pada entitas asosiasi pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023
Domisili Persentase Nilai Penerimaan Bagian Laba Penghasilan Saldo
Kepemilikan Tercatat Dividen (Rugi) Neto Komprehensif Lain Akhir
Awal Tahun Tahun Berjalan atas Entitas Asosiasi
% Rp Rp Rp Rp Rp
PT Fauna Land Ancol (FLA) Jakarta 35,00 16.212 -- (9) -- 16.203
PT Jakarta Akses Tol
Priok (JATP) Jakarta 50,00 6.429 (2.000) (111) -- 4.318
PT Jaya Kuliner Lestari (JKL) Jakarta 25,00 2.660 (1.000) 350 -- 2.010
PT Kawasan Ekonomi Khusus
Marunda Jakarta (KEKMJ) Jakarta 25,00 1.060 -- (2) -- 1.058
Jumlah 26.361 (3.000) 228 -- 23.589
31 Desember 2022
Domisili Persentase Nilai Penerimaan Bagian Laba Penghasilan Saldo
Kepemilikan Tercatat Dividen (Rugi) Neto Komprehensif Lain Akhir
Awal Tahun Tahun Berjalan atas Entitas Asosiasi
% Rp Rp Rp Rp Rp
PT Jakarta Tollroad
Development (PT JTD) Jakarta 11,96 326.269 -- (9.616) (316.653) --
PT Fauna Land Ancol (FLA) Jakarta 35,00 16.306 -- (94) -- 16.212
PT Jakarta Akses Tol
Priok (JATP) Jakarta 50,00 7.467 -- (1.038) -- 6.429
PT Jaya Kuliner Lestari (JKL) Jakarta 25,00 1.608 -- 1.052 -- 2.660
PT Kawasan Ekonomi Khusus
Marunda Jakarta (KEKMJ) Jakarta 25,00 1.041 -- 19 -- 1.060
PT Philindo Sporting Amusement
and Tourism Corporation (PSATC) Jakarta 50,00 365 -- (365) -- --
Jumlah 353.056 -- (10.042) (316.653) 26.361
PT JTD
Pada tanggal 2 Juni 2022, sehubungan dengan hilangnya pengaruh signifikan Perusahaan atas PT JTD
dengan berhentinya keterwakilan dalam Dewan Komisaris Perusahaan di PT JTD, Perusahaan mengubah
klasifikasi investasi pada PT JTD yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai investasi pada entitas
asosiasi menjadi aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
PT PSATC
Perusahaan telah melakukan absorb rugi penuh atas investasi ini pada tahun 2022. Bagian kerugian yang
tidak diakui pada 31 Desember 2022 sebesar Rp152.
35
Page 39
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT JATP
Berdasarkan Akta No. 07 tanggal 23 Maret 2021 dari Notaris Pratiwi Handayani S.H., pemegang saham
PT JATP menyetujui pembagian dividen sebesar Rp7.201 kepada PT JAPT.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat
pembatasan dan risiko signifikan yang terkait dengan investasi pada entitas asosiasi.
Berikut adalah informasi keuangan entitas asosiasi per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jumlah Agregat Aset 78.955 78.027
Jumlah Agregat Liabilitas 4.218 3.977
Jumlah Agregat Pendapatan Neto 3.744 52.174
Jumlah Agregat Laba Komprehensif 368 903
13. Investasi Jangka Panjang Lainnya
30 Juni 2023
Pengukuran
Tempat Awal Nilai Perubahan
Kedudukan % Saldo Awal Wajar Investasi Nilai Wajar Saldo Akhir
PT Jakarta Tollroad
Development (JTD) Jakarta 6,66% 183.487 -- -- 183.487
PT Jaya Bowling
Indonesia (JBI) Jakarta 16,75% 638 -- -- 638
Jumlah 184.125 -- -- 184.125
31 Desember 2022
Pengukuran
Tempat Awal Nilai Perubahan
Kedudukan % Saldo Awal Wajar Investasi Nilai Wajar Saldo Akhir
PT Jakarta Tollroad
Development (JTD) Jakarta 6,66% -- 265.669 (82.182) 183.487
PT Jaya Bowling
Indonesia (JBI) Jakarta 16,75% 638 -- -- 638
Jumlah 638 265.669 (82.182) 184.125
PT JTD
Pada tanggal 2 Juni 2022, Perusahaan melakukan reklasifikasi investasi pada JTD yang sebelumnya
diklasifikasikan sebagai investasi pada entitas asosiasi menjadi aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain. Pengakuan awal investasi diukur pada nilai wajar sebesar
Rp265.669 berdasarkan perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik Asrori dan Rekan, penilai independen,
dalam laporannya No. 00047/2.0126-00/BS/05/0338/1/III/2023 tanggal 24 Maret 2023. Selisih antara nilai
tercatat dengan nilai wajar diakui di laba rugi.
Berdasarkan Akta No. 71 tanggal 28 Desember 2022 dari Notaris Aulia Taufani S.H., mengenai pernyataan
keputusan para pemegang saham terkait dengan peningkatan modal dasar melalui penerbitan 294.026
lembar saham seri B dengan nilai Rp1.000.000. Perusahaan tidak mengambil bagian atas penerbitan saham
sehingga kepemilikan investasi Perusahaan di PT JTD menjadi sebesar 6,66%.
Nilai wajar investasi saham PT JTD pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp183.487 didasarkan pada
perhitungan penilai publik oleh Kantor Jasa Penilai Publik Asrori dan Rekan, penilai independen, dalam
laporannya No. 00048/2.0126-00/BS/05/0338/1/III/2023 tanggal 24 Maret 2023.
36
Page 40
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Pengukuran nilai wajar menggunakan pendekatan pendapatan dengan metode arus kas terdiskonto dan
pendekatan biaya dengan metode biaya pengganti/reproduksi tersusutkan (Tingkat 3).
14. Aset Real Estat
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Tanah 204.431 204.021
Rumah dan Apartemen 75.512 75.351
Jumlah 279.943 279.372
a. Mutasi tanah :
Tahun Saldo Awal Penambahan Penjualan Saldo Akhir
30 Juni 2023 204.021 410 -- 204.431
31 Desember 2022 204.021 -- -- 204.021
Lokasi, luas dan nilai perolehan atas tanah adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Lokasi Luas Tanah Nilai Perolehan Luas Tanah Nilai Perolehan
m2 Rp m2 Rp
Ancol Timur 282.628 164.497 282.628 164.447
Ancol Barat 6.231 20.548 6.231 20.228
Marunda 26.957 18.447 26.957 18.447
Tugu Permai 3.855 792 3.855 752
Sunter 1.585 147 1.585 147
Jumlah 321.256 204.431 321.256 204.021
Tanah Perusahaan di Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara dengan HGB No. 649 luas sebesar
1.585 m2 dan nilai perolehan sebesar Rp147 masing-masing pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember
2022, tercatat atas nama PT Regional Engineering dan Alumunium Manufacturing & Co.
b. Mutasi rumah dan apartemen :
Tahun Saldo Awal Penambahan Penjualan Saldo Akhir
30 Juni 2023 75.351 161 -- 75.512
31 Desember 2022 72.558 2.793 -- 75.351
Lokasi, jumlah dan nilai perolehan atas rumah dan apartemen adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Lokasi Jumlah Nilai Perolehan Jumlah Nilai Perolehan
Unit Rp Unit Rp
Ancol Timur 22 61.781 22 61.620
Pademangan 21 12.335 21 12.335
Ancol Barat 6 1.396 6 1.396
Jumlah 49 75.512 49 75.351
37
Page 41
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 Perusahaan telah mengasuransikan aset real estat
kepada pihak ketiga yang tergabung dalam suatu polis asuransi gabungan bersama aset tetap
(Catatan 16).
15. Properti Investasi
30 Juni 2023
1 Januari Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 Juni
Biaya Perolehan:
Tanah 4.523 -- -- -- 4.523
Bangunan 280.028 -- -- -- 280.028
Sarana dan Prasarana 25.318 -- -- -- 25.318
Jumlah 309.869 -- -- -- 309.869
Akumulasi Penyusutan:
Bangunan 77.424 3.315 -- -- 80.739
Sarana dan Prasarana 18.807 368 -- -- 19.175
Jumlah 96.231 3.683 -- -- 99.914
Nilai Tercatat 213.638 209.955
31 Desember 2022
1 Januari Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember
Biaya Perolehan:
Tanah 4.523 -- -- -- 4.523
Bangunan 280.028 -- -- -- 280.028
Sarana dan Prasarana 25.318 -- -- -- 25.318
Jumlah 309.869 -- -- -- 309.869
Akumulasi Penyusutan:
Bangunan 72.746 4.678 -- -- 77.424
Sarana dan Prasarana 17.770 1.037 -- -- 18.807
Jumlah 90.516 5.715 -- -- 96.231
Nilai Tercatat 219.353 213.638
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan telah mengasuransikan properti investasi
kepada pihak ketiga yang tergabung dalam suatu polis asuransi gabungan bersama aset tetap (Catatan
16).
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 tidak terdapat properti investasi milik Perusahaan
yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman kepada pihak ketiga.
Pendapatan sewa yang diterima Perusahaan dari properti investasi untuk periode enam bulan yang
berakhir 30 Juni 2023 dan 2022 masing-masing sebesar Rp655 dan Rp1.864 (Catatan 30).
Beban penyusutan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 dicatat
sebagai bagian dari beban langsung masing-masing sebesar Rp3.683 dan Rp3.462 (Catatan 31).
Beban operasi yang dikeluarkan untuk melakukan pemeliharaan properti investasi untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 sebesar Rp41 dan Rp100 (Catatan 31).
38
Page 42
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
16. Aset Tetap
30 Juni 2023
1 Januari Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 Juni
Biaya Perolehan:
Tanah 15.297 -- -- -- 15.297
Bangunan 1.141.600 -- (2.713) 5.885 1.144.772
Sarana dan Prasarana 1.156.676 -- (25.590) 3.239 1.134.325
Mesin dan Perlengkapan 1.151.645 -- (3.694) 11.527 1.159.478
Peralatan 66.922 -- (225) 334 67.031
Kendaraan 4.654 -- (275) 45 4.424
Kapal 5.110 -- -- -- 5.110
Binatang 12.239 -- -- -- 12.239
Sub Jumlah 3.554.143 -- (32.497) 21.030 3.542.676
Aset Dalam Penyelesaian 747.438 53.230 -- (21.030) 779.638
Jumlah Biaya Perolehan 4.301.581 53.230 (32.497) -- 4.322.314
Akumulasi Penyusutan:
Bangunan 427.705 13.545 (2.713) -- 438.537
Sarana dan Prasarana 605.068 10.912 (25.590) -- 590.390
Mesin dan Perlengkapan 623.175 18.173 (3.694) -- 637.654
Peralatan 62.181 1.108 (225) -- 63.064
Kendaraan 4.433 71 (275) -- 4.229
Kapal 4.614 88 -- -- 4.702
Binatang 6.356 475 -- -- 6.831
Jumlah 1.733.532 44.372 (32.497) -- 1.745.407
Beban Penurunan:
Nilai Aset Tetap 322 -- -- -- 322
Nilai Aset dalam Penyelesaian 58.289 -- -- -- 58.289
Nilai Tercatat 2.509.438 2.518.296
31 Desember 2022
1 Januari Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember
Biaya Perolehan:
Tanah 15.297 -- -- -- 15.297
Bangunan 1.105.354 179 (103) 36.170 1.141.600
Sarana dan Prasarana 1.137.496 273 (101) 19.008 1.156.676
Mesin dan Perlengkapan 1.121.803 679 (536) 29.699 1.151.645
Peralatan 65.484 414 -- 1.024 66.922
Kendaraan 4.654 -- -- -- 4.654
Kapal 5.055 55 -- -- 5.110
Binatang 10.235 -- -- 2.004 12.239
Sub Jumlah 3.465.378 1.600 (740) 87.905 3.554.143
Aset Dalam Penyelesaian 726.500 108.843 -- (87.905) 747.438
Jumlah Biaya Perolehan 4.191.878 110.443 (740) -- 4.301.581
Akumulasi Penyusutan:
Bangunan 392.884 34.924 (103) -- 427.705
Sarana dan Prasarana 580.334 24.835 (101) -- 605.068
Mesin dan Perlengkapan 588.080 35.631 (536) -- 623.175
Peralatan 60.466 1.715 -- -- 62.181
Kendaraan 4.283 150 -- -- 4.433
Kapal 4.460 154 -- -- 4.614
Binatang 5.568 788 -- -- 6.356
Jumlah 1.636.075 98.197 (740) -- 1.733.532
39
Page 43
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2022
1 Januari Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember
Beban Penurunan:
Nilai Aset Tetap 322 -- -- -- 322
Nilai Aset dalam Penyelesaian 58.289 -- -- -- 58.289
Nilai Tercatat 2.497.193 2.509.438
Beban penyusutan dialokasi sebagai berikut:
30 Juni
2023 2022
Beban Langsung (Catatan 31) 41.442 47.942
Beban Umum dan Administrasi (Catatan 33) 2.930 2.914
Jumlah 44.372 50.856
Perusahaan memiliki tanah yang terletak di Jakarta Utara, dengan hak legal berupa Hak Pengelolaan
Lahan (HPL) atas nama Pemda DKI, seluas 4.779.120 m2, juga memiliki beberapa bidang tanah yang
terletak di Jakarta Utara dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan (HGB) yang berjangka waktu
20 (dua puluh) tahun yang berakhir di tahun 2027. Untuk HPL, selama tanah tersebut dipergunakan untuk
industri, perumahan dan rekreasi, Perusahaan akan tetap mempunyai hak untuk mengelolanya.
Penambahan aset tetap untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 berasal dari
Renovasi Dunia Fantasi, Ocean Dream Samudera, Atlantis Water Adventure, Seaword Ancol dan Area
Taman Impian. Penambahan aset tetap pada tahun 2022 berasal dari Inovasi Jakarta Birdland dan
Dancing Fountain, Renovasi Ecopark, Dunia Fantasi dan Seaworld.
Penambahan aset tetap yang berasal dari penambahan utang lain-lain pada tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2021 masing-masing sebesar Rp2.644 dan Rp9.454 (Catatan 44).
Aset dalam penyelesaian per 30 Juni 2023 sebesar Rp779.636 dengan kenaikan bersih sebesar
Rp32.000 pada tahun berjalan sebagian besar atas Renovasi Dunia Fantasi, Ocean Dream Samudera
dan Area Taman Impian.
Aset dalam penyelesaian untuk proyek perluasan kawasan pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar
Rp.512.170 dan 31 Desember 2022 sebesar Rp511.687. Pada tanggal 24 Februari 2020, Gubernur DKI
Jakarta secara resmi mengumumkan izin perluasan pengembangan kawasan seluas 155 hektare. Izin
tersebut dalam bentuk Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 237 tahun 2020 tentang Izin
Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi seluas ± 35 Hektare Dan Kawasan Rekreasi
Taman Impian Ancol Timur Seluas ± 120 Hektar (Catatan 40.c).
Nilai wajar aset dalam penyelesaian untuk proyek perluasan kawasan pada tanggal 31 Desember 2022
adalah sebesar Rp1.187.469 didasarkan pada perhitungan penilai publik oleh Kantor Jasa Penilai Publik
Asrori dan Rekan, penilai independen, dalam laporannya No. 00046/2.0126-00/PI/05/0338/1/III/2023
tanggal 24 Maret 2023.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 seluruh properti investasi dan aset tetap kecuali tanah
telah diasuransikan kepada PT Great Eastern General Insurance, PT Sompo Insurance Indonesia,
PT Asuransi MSIG Indonesia, PT Asuransi Central Asia, PT Sunday Insurance Indonesia, PT Mandiri AXA
General Insurance, PT Asuransi Buana, PT Tugu Pratama Indonesia, PT Asuransi FPG Indonesia,
PT Asuransi Umum Mega, PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika, PT Asuransi Multi Artha Guna,
PT Asuransi Tokio Marine Indonesia dan PT Asuransi Umum BCA pihak ketiga, terhadap risiko gempa
bumi, kebakaran, pencurian dan risiko Iainnya dengan jumlah pertanggungan pada tanggal 30 Juni 2023
dan 31 Desember 2022 sebesar Rp6.032.917 dan Rp5.176.920.
40
Page 44
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Berdasarkan hasil penelaahan atas aset tetap pada akhir periode, manajemen berkeyakinan bahwa tidak
terdapat kejadian atau perubahan yang mengindikasikan penurunan nilai aset tetap pada 30 Juni 2023
dan 31 Desember 2022.
17. Aset Hak Guna dan Liabilitas Sewa
30 Juni 2023
1 Januari Penambahan Modifikasi Sewa 30 Juni
Biaya Perolehan
Tanah 106.118 -- -- 106.118
Akumulasi Penyusutan
Tanah 20.802 3.555 -- 24.357
Nilai Tercatat 85.316 81.761
31 Desember 2022
1 Januari Penambahan Modifikasi Sewa 31 Desember
Biaya Perolehan
Tanah 103.856 -- 2.262 106.118
Akumulasi Penyusutan
Tanah 13.847 6.955 -- 20.802
Nilai Tercatat 90.009 85.316
Pada tanggal 20 Oktober 2022, Grup melakukan adendum pertama atas kontrak kerja sama sewa lahan
dengan PT Philindo Sporting Amusement and Tourism Corporation No. 006/DIR-TIJA/I/2013, dengan nilai
kontrak sewa semula sebesar Rp111.187 menjadi Rp109.084 dan masa sewa 21 tahun.
Beban penyusutan seluruhnya dialokasikan pada Beban Langsung (Catatan 31) pada 30 Juni 2023 dan
2022 masing-masing sebesar Rp3.555 dan Rp3.462.
Berikut ini ringkasan komponen liabilitas sewa berdasarkan jangka waktu:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Liabilitas Sewa
Jatuh tempo dalam satu tahun 14.627 9.751
Jatuh tempo dalam lebih dari satu tahun 141.799 151.550
Jumlah 156.426 161.301
Dikurangi bagian bunga (55.905) (59.647)
Nilai kini Pembayaran Sewa 100.521 101.654
Dikurangi: bagian jatuh tempo satu tahun (3.616) (2.294)
Bagian Jangka Panjang 96.905 99.360
41
Page 45
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Berikut ini ringkasan komponen perubahan liabilitas yang timbul dari sewa:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Saldo Awal 101.654 101.570
Arus Kas (4.875) (8.732)
Perubahan Nonkas
Penambahan Bunga 3.742 7.499
Reklasifikasi ke Beban Akrual -- (945)
Modifikasi Sewa -- 2.262
Saldo Akhir 100.521 101.654
18. Aset Lain-lain
a. Aset Lain-lain Lancar
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Deposito Berjangka
PT Bank Permata Tbk 2.489 2.489
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 71 71
Jumlah 2.560 2.560
b. Aset Lain-lain Tidak Lancar
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Dana Dibatasi penggunaannya
Pihak Berelasi (Catatan 38) 7.332 7.332
Pihak Ketiga
PT Bank Permata Tbk 1.533 3.207
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 349 349
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 243 243
Sub Jumlah 9.457 11.131
Aset Takberwujud
Perangkat Lunak Komputer
dan Lisensi 48.944 42.137
Hak atas Tanah 13.067 13.067
Jumlah 62.011 55.204
Dikurangi: Akumulasi Amortisasi (51.654) (47.320)
Sub Jumlah 10.357 7.884
Lain-lain 5.045 4.234
Jumlah 24.859 23.249
Deposito berjangka pada PT Bank Permata Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memiliki
tingkat suku bunga per tahun masing-masing sebesar 3,25%. Tipe dari dari deposito ini adalah Automatic
Roll Over (ARO) dengan jangka waktu 1 tahun.
Perangkat lunak komputer dan lisensi merupakan biaya atas pembelian piranti lunak yang bersifat spesifik
berdasarkan proses bisnis Grup serta lisensi atas musik dan wahana.
42
Page 46
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tahun 1994, PT SI memperoleh Hak Pengelolaan atas pulau Bidadari di Kepulauan Seribu seluas
38.220 m2 dari Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (Pemda DKI) Jakarta, sebagaimana tersebut dalam
Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) No. 3280/1.711.5 tanggal 12 Oktober 1994, dengan
jangka waktu 20 tahun. Pada tahun 2003, telah terjadi peningkatan status SIPPT tersebut menjadi Hak
Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai sebagaimana tersebut dalam HGB No. 255 tanggal 31 Juli 2003
dan Hak Pakai No. 19 tanggal 25 September 2003. Biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan
pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama umur Hak Guna Bangunan/HGB.
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022, Grup mencatat beban
amortisasi masing-masing sebesar Rp4.334 dan Rp2.128 yang dialokasikan ke beban pokok pendapatan
dan beban langsung serta beban umum dan administrasi.
19. Utang Usaha
Jumlah utang usaha berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Berelasi (Catatan 38) -- 764
Pihak Ketiga
PT Permata Indo Sejahtera 1.263 --
PT Bumi Daya Plaza 1.142 1.108
Lain-lain (Masing-masing dibawah Rp1 Miliar) 5.316 5.629
Sub Jumlah 7.721 6.737
Jumlah 7.721 7.501
Jumlah utang usaha berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Belum Jatuh Tempo 475 432
Sudah Jatuh Tempo
1-30 hari 54 49
31-60 hari 492 447
61-90 hari 1.306 1.187
>90 hari 5.395 5.386
Jumlah 7.721 7.501
20. Utang Lain-lain
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga
CV Istana Timur Tehnik 2.217 3.551
PT Emtu Karya Sentosa 847 1.074
PT Pratama Bumi Sentosa 616 8
PT Citra Gentari Indonesia 598 --
PT Semangart Giri Putra 575 209
PT Purindo Mandiri 526 47
PT Wijaya Kusuma Sakti 514 --
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp500 juta) 11.446 9.180
Sub Jumlah 17.341 14.069
Jumlah 17.341 14.069
43
Page 47
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
21. Beban Akrual dan Provisi
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pajak Bumi dan Bangunan 163.704 132.385
Operasional 35.641 67.275
Bonus dan Tantiem 50.246 45.454
Tenaga Alih Daya 43.875 25.518
Bunga 3.265 3.265
Gaji 7.045 6.785
Logistik 5.549 3.967
Lisensi Wahana 2.312 2.312
Pemeliharaan 1.405 813
Iklan 1.402 1.402
Lain-lain 8.440 3.127
Jumlah Beban Akrual 322.883 292.303
Provisi 84.135 84.135
Jumlah 407.018 376.438
Beban akrual operasional adalah utang kepada pihak ketiga dan pihak berelasi sehubungan dengan
kegiatan operasional Perusahaan dan PT TIJA meliputi kegiatan penjualan, pemasaran, iklan, perbaikan,
penyewaan, pemeliharaan dan beban utilitas.
Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan membentuk provisi sehubungan dengan kewajiban
Perusahaan atas pemenuhan Surat Ijin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT).
22. Utang Bank
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Berelasi (Catatan 38) 905.000 905.000
Biaya Provisi (2.813) (3.296)
Jumlah 902.187 901.704
Dikurangi:Bagian Jatuh
Tempo Dalam Satu Tahun (388.855) (388.563)
Bagian Jangka Panjang 513.332 513.141
PT Bank DKI
Berdasarkan Akta No. 55 tanggal 20 Desember 2021, tentang Perubahan VI (Ke Enam) Perjanjian Kredit
Modal Kerja Pinjaman Tetap Berjangka, yang dibuat dihadapan Notaris Ashoya Ratam, S.H., Mkn,
Perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas Kredit Modal Kerja dengan limit Rp389.000 dengan
jangka waktu 24 bulan sejak jatuh tempo fasilitas kredit atau sampai dengan 20 September 2023.
Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 6,25% per tahun.
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) No.2161/SPPK/910/IX/2021 tanggal
16 September 2021, terdapat perubahan tingkat bunga semula 7,15% per tahun menjadi 7% per tahun.
Berdasarkan Akta No. 56 tanggal 20 Desember 2021, tentang Perjanjian Kredit Investasi Refinancing,
yang dibuat dihadapan Notaris Ashoya Ratam, S.H., Mkn, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit
investasi dengan nilai Rp516.000 dengan jangka waktu 24 bulan untuk grace period dan 84 bulan untuk
masa setelah grace period sejak jatuh tempo fasilitas kredit atau total jangka waktu sampai dengan 14
Desember 2030. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar Jibor 3 bulan + margin 1,75% (selama grace
period) dan Jibor 3 bulan + margin 3% (setelah grace period).
44
Page 48
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Adapun affirmative covenants yang dipersyaratkan adalah sebagai berikut:
1. Menggunakan fasilitas kredit sesuai tujuan penggunaan kredit.
2. Menyampaikan laporan keuangan audited yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ditunjuk
oleh PT Pembangunan Jaya ancol Tbk (Sesuai Akta Perseroan KAP ditunjuk oleh Komisaris PT
Pembangunan Jaya Ancol Tbk) paling lambat 180 hari kalender setelah akhir periode laporan.
3. Menyampaikan laporan keuangan in-house setiap triwulan paling lambat 60 hari kalender setelah akhir
laporan.
4. Menyampaikan laporan realisasi jumlah pengunjung bulanan, dan relaisasi pendapatan bulanan paling
lambat 30 hari kalender setelah bulan berjalan.
5. Memelihara Debt to Equity Ratio maksimal sebesar 2,5 kali.
6. Dalam rangka sinergi BUMD, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk bersedia menjadikan Bank DKI
sebagai Bank Utama Debitur termasuk dan tidak terbatas pada:
a. Bank penerima pembayaran yang berasal dari penerimaan tiket termasuk penjualan melalui website
dan e-commerce.
b. Bank penerima pembayaran yang terkait dengan kegiatan usaha debitur yang tidak melalui Bank
DKI wajib dipindahbukukan maksimal H+2 ke Rekening debitur di Bank DKI.
c. Menyerahkan rekening koran bulanan debitur pada bank lain paling lambat setiap tanggal 15 bulan
berikutnya.
d. Memberikan akses inquiry untuk system payment gateway pada website ancol.
e. Penempatan Dana Utama (Bank DKI minimal 90% dari total kas dan bank debitur)
f. Penggunaan CMS.
g. Pembayaran payroll karyawan.
h. KMG Karyawan.
i. Memprioritaskan Bank DKI sebagai mitra apabila menyelenggarakan program-program khusus
kepada customer.
j. Debitur bersedia melunasi pembayaran kewajiban kepada vendor/supplier sesuai dengan perjanjian
yang berlaku.
7. Memiliki ijin-ijin yang dipersyaratkan untuk menjalankan kegiatan usaha sebagaimana mestinyadan
berkewajiban untuk memperpanjang atau meperbaharui ijin-ijin dalam hal telah habis masa belakunya
serta menyerahkan copy perpanjangan ke Bank DKI.
8. Memberitahukan secara tertulis kepada Bank DKI, selambat-lambatnya 1 bulan sejak tanggal kejadian
jika terdapat perubahan Anggaran Dasar Perusahaan termasuk di dalamnya perubahan pemegang
saham, direksi, komisaris, permodalan dan nilai nominal saham.
9. Senantiasa selalu menjaga kualitas kredit atas nama Perusahaan dan Pengurus Perusahaan.
Pembatasan Terhadap Tindakan Nasabah (Negative Covenants):
Selama kredit belum lunas, Perusahaan wajib memberitahukan secara tertulis kepada Bank DKI,
selambat-lambatnya 1 bulan sejak tanggal kejadian jika:
1. Membayar/melunasi utang pemegang saham.
2. Mengikatkan diri sebagai penjamin utang atau menjaminkan harta kekayaan Perusahaan yang sudah
atau belum dijaminkan ke Bank DKI kepada pihak lain.
3. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari bank lain dan/atau lembaga lain.
Saldo utang bank pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing sebesar Rp902.187
dan Rp901.704.
23. Utang Obligasi
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol
Tahap II Tahun 2021 215.000 215.000
Biaya Emisi Obligasi (1.221) (1.221)
Akumulasi Amortisasi 822 764
Jumlah 214.601 214.543
45
Page 49
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Dikurangi: Bagian Jatuh
Tempo Dalam Satu Tahun (149.425) --
Bagian Jangka Panjang 65.176 214.543
Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021
Pada tanggal 10 Februari 2021, Perusahaan telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) atas penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 yaitu:
a. Seri A senilai Rp516.000 dengan suku bunga 7,25% per tahun, akan jatuh tempo tanggal
20 Februari 2022.
b. Seri B senilai Rp149.600 dengan suku bunga 8,90% per tahun, akan jatuh tempo tanggal
10 Februari 2024.
c. Seri C senilai Rp65.400 dengan suku bunga 9,60% per tahun, akan jatuh tempo tanggal
10 Februari 2026.
Total dana yang diterima Perusahaan pada tanggal 10 Februari 2021, dari hasil penerbitan Obligasi
Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 adalah sebesar Rp731.000. Sesuai perjanjian dengan
PT Bank Permata Tbk selaku Wali Amanat dan prospektus utang obligasi Perusahaan.
Obligasi ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan.
Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 mendapatkan peringkat idA (Single A) untuk
penerbitan obligasi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Peringkat tersebut memiliki sedikit
perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan dan kemampuan Obligor untuk memenuhi komitmen
keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan obligor lainnya di Indonesia
adalah sangat kuat.
a. Perbandingan Total Pinjaman terhadap Total Ekuitas tidak lebih dari 2:1.
b. Perbandingan Profit sebelum Beban Pajak Penghasilan dan Penyusutan dan Amortisasi terhadap
Beban Bunga Pinjaman tidak kurang dari 2:1.
Pada tanggal 8 Februari 2022, Perusahaan telah melunasi Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II
Tahun 2021 Seri A senilai Rp516.000.
24. Pendapatan Diterima di Muka dan Uang Muka Pelanggan
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pendapatan Diterima di Muka
Sewa 215.106 226.316
Proyek Ancol Beach City 139.335 144.517
Uang Muka E-Commerce 87.814 14.521
Uang Titipan 22.837 20.192
Uang Muka Rombongan 9.749 9.516
Sponsor 2.054 2.874
Lain-lain -- 7.206
Sub Jumlah 476.895 425.142
Uang Muka Pelanggan Penjualan Tanah dan Bangunan 2.401 1.339
Jumlah 479.296 426.481
Dikurangi : Bagian Jatuh Tempo dalam Satu Tahun (95.180) (102.654)
Bagian Jangka Panjang 384.116 323.827
Pendapatan sewa diterima di muka terutama merupakan penyewaan lahan Perusahaan untuk
pengembangan jaringan di pipa gas bumi milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PT PGN)
(Catatan 40.d) dan jaringan di pipa gas bumi milik PT Pertamina Gas (PT Pertagas) (Catatan 41.d).
46
Page 50
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Pendapatan diterima di muka atas proyek Ancol Beach City berdasarkan Berita Acara Serah Terima
Pengoperasian Bangunan Music Stadium No. 021/DIRPJA/XII/2012 tanggal 20 Desember 2012 dan
31 Juli 2013, Perusahaan sepakat dan setuju untuk menyerahkan bangunan tersebut untuk dioperasikan
oleh PT Wahana Agung Indonesia Propertindo (WAIP) selama 25 (dua puluh lima) tahun.
25. Jaminan Pelanggan dan Deposit Lainnya
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jaminan Pengunjung 20.999 464
Jaminan Penyewa 4.890 6.262
Jumlah 25.889 6.726
Uang Jaminan yang diterima merupakan uang yang dibayarkan tenant kepada PT TIJA sebagai jaminan
usaha di kawasan Ancol.
Jaminan Pengunjung sebagian besar merupakan uang deposit pengunjung Putri Duyung Ancol yang
belum terealisasi.
26. Liabilitas Imbalan Kerja
Grup membukukan manfaat karyawan sesuai dengan peraturan Grup dan peraturan perundang-undangan
yang berlaku. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan manfaat karyawan tersebut adalah masing-
masing sebanyak 623 pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Liabilitas imbalan kerja karyawan terdiri
dari liabilitas imbalan pascakerja sesuai undang-undang tenaga kerja dan liabilitas imbalan kerja lainnya
berupa manfaat cuti besar dan penghargaan masa kerja.
Program Imbalan Pasti
Pada 31 Desember 2022, Perusahaan dan PT TIJA telah menempatkan dana sebesar Rp13.291 pada
Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) AXA Mandiri untuk kompensasi pesangon pegawai.
Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
Imbalan kerja jangka panjang lainnya terdiri dari:
• Imbalan Penghargaan Masa Kerja dalam bentuk cincin pengabdian terbuat dari 10 (sepuluh) gram
emas. Penghargaan diberikan kepada karyawan yang telah menjalani masa kerja 10 (sepuluh) tahun
secara terus-menerus tanpa terputus sejak diangkat menjadi karyawan tetap;
• Imbalan Cuti Panjang berupa tunjangan cuti panjang sebesar 1 (satu) kali gaji bulanan diberikan
kepada karyawan yang telah menjalani setiap kelipatan 5 (lima) tahun masa kerja.
Total liabilitas imbalan pascakerja pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti 105.853 106.506
Nilai Wajar Aset Program -- (8.392)
Liabilitas Imbalan Kerja 105.853 98.114
47
Page 51
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Mutasi liabilitas imbalan pascakerja bersih di laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Liabilitas Imbalan Pasti Neto Awal Periode 98.114 117.522
Biaya yang diakui pada Laporan Laba/Rugi (Catatan 32) 8.826 7.035
Kontribusi Pemberi Kerja Periode Berjalan (1.087) (26.764)
Pembayaran Imbalan oleh Perusahaan -- (2.548)
Kelebihan Pembayaran Manfaat -- (17)
Pendapatan yang diakui pada
Penghasilan Komprehensif Lain -- 2.886
Liabilitas Imbalan Pasti Neto Akhir Periode 105.853 98.114
Mutasi Kerugian Komprehensif Lain adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Penghasilan Komprehensif Lain Awal Periode 51.086 38.988
Penghasilan Komprehensif Lain Periode Berjalan -- 2.886
Akumulasi Pajak Penghasilan Terkait -- 9.212
Beban Komprehensif Lain Akhir Periode Setelah Pajak 51.086 51.086
Saldo liabilitas imbalan kerja dan imbalan lainnya pada 31 Desember 2022 didasarkan pada perhitungan
aktuaria oleh Kantor Konsultan Aktuaria Steven & Mourits, aktuaris independen, dalam laporannya
tertanggal 8 Maret 2023 menggunakan asumsi sebagai berikut:
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
Tingkat Kematian Mengikuti Tabel Mortalita Indonesia VI Tahun 2019
Umur Pensiun Normal 55 tahun
Tingkat Cacat 10% per tahun
Kenaikan Gaji 6% per tahun
Tingkat Diskonto 7,25%-7,30% per tahun
Tingkat Pengunduran Diri 1% pada usia 20 tahun dan menurun secara linier sampai dengan usia 55 tahun
Program liabilitas imbalan pasti memberikan eksposur Grup terhadap risiko aktuarial seperti risiko tingkat
bunga, dan risiko gaji.
Risiko Investasi
Nilai kini kewajiban imbalan pasti pensiun kesehatan dihitung menggunakan tingkat diskonto yang
ditetapkan dengan mengacu pada imbal hasil obligasi korporasi berkualitas tinggi; jika pengembalian aset
program di bawah tingkat tersebut, hal itu akan mengakibatkan defisit program.
Risiko Tingkat Bunga
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto yang ditetapkan dengan
mengacu pada imbal pasti hasil obligasi korporasi berkualitas tinggi. Penurunan suku bunga obligasi akan
meningkatkan liabilitas program.
Risiko Gaji
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program.
Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.
Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan liabilitas imbalan pasti adalah tingkat diskonto dan
kenaikan gaji yang diharapkan. Sensitivitas analisis dibawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing
perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir tahun pelaporan, dengan semua asumsi yang lain
konstan.
48
Page 52
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
27. Modal Saham
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
Jumlah Persentase Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Saham Pemillikan Disetor
Pemerintah DKI Jakarta
Saham Seri A 1 0,0000001% 0,00050
Saham Seri C 1.151.999.998 71,9999999% 288.000
Jumlah 1.151.999.999 72,0000000% 288.000
PT Pembangunan Jaya
Saham Seri B 1 0,0000001% 0,00050
Saham Seri C 288.099.998 18,0099999% 72.025
Jumlah 288.099.999 18,0100000% 72.025
Masyarakat
(masing-masing dibawah 5%, Saham Seri C) 159.900.000 9,9900000% 39.975
Jumlah 1.599.999.998 100,0000000% 400.000
Perusahaan mengeluarkan saham Seri A, Seri B, dan Seri C dengan keterangan sebagai berikut:
1. Saham Seri A
Merupakan saham yang memberikan hak istimewa kepada Pemerintah DKI Jakarta untuk
mencalonkan sebanyak-banyaknya 2 orang direktur dan 4 orang komisaris (termasuk 1 orang
komisaris utama). Pencalonan tersebut mengikat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
2. Saham Seri B
Merupakan saham yang memberikan hak istimewa kepada PT Pembangunan Jaya untuk
mencalonkan direktur utama dan sebanyak-banyaknya 2 orang direktur serta 1 orang komisaris.
Pencalonan tersebut mengikat RUPS.
3. Saham Seri C
Saham Seri C memiliki hak yang sama dengan hak yang dimiliki saham Seri A dan Seri B, kecuali hak-
hak istimewa yang dimiliki saham Seri A dan Seri B sebagaimana dijelaskan.
28. Tambahan Modal Disetor dan Komponen Ekuitas Lainnya
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pengeluaran 80.000.000 Saham melalui Penawaran Umum
Tahun 2004:
Agio Saham 42.000 42.000
Biaya Emisi Saham (5.291) (5.291)
Tambahan Modal Disetor dari Selisih antara Aset dan
Liabilitas Pengampunan Pajak 3.695 3.695
Jumlah 40.404 40.404
Pada tahun 2017 perusahaan telah melaporkan aset Pengampunan Pajak atas Perseroan sebesar
Rp3.695 sesuai Surat Keterangan Pengampunan Pajak Nomor KET-643/PP/WPJ.07/2017 yang dicatat
sebagai tambahan modal disetor.
49
Page 53
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
29. Kepentingan Nonpengendali
Akun ini merupakan kepentingan nonpengendali atas aset bersih dan laba bersih Entitas Anak sebagai
berikut:
30 Juni 2023
Kepemilikan Nilai Tercatat Bagian Laba Tambahan Setoran Dampak Nilai Tercatat
Awal Tahun (Rugi) Komprehensif Modal pada Dilusi Saham Akhir Periode
Periode Berjalan Entitas Anak
% Rp Rp Rp Rp Rp
PT Jaya Ancol Pratama Tol 40,00% 4.742 (32) -- -- 4.710
PT Sarana Tirta Utama 35,00% 10.317 (766) -- -- 9.551
PT Seabreez Indonesia 1,87% (96) (4) -- -- (100)
Jumlah 14.963 (802) -- -- 14.161
31 Desember 2022
Kepemilikan Nilai Tercatat Bagian Laba Tambahan Setoran Dampak Nilai Tercatat
Awal Tahun (Rugi) Komprehensif Modal pada Dilusi Saham Akhir Tahun
Periode Berjalan Entitas Anak
% Rp Rp Rp Rp Rp
PT Jaya Ancol Pratama Tol 40,00% 4.612 14 191 (75) 4.742
PT Sarana Tirta Utama 35,00% 11.635 (1.318) -- -- 10.317
PT Seabreez Indonesia 1,87% 316 (412) -- -- (96)
Jumlah 16.563 (1.716) 191 (75) 14.963
30. Pendapatan Usaha
30 Juni
2023 2022
Pendapatan Tiket
Wahana Wisata 279.473 196.024
Pintu Gerbang 133.243 85.269
Sub Jumlah 412.716 281.293
Pendapatan Hotel dan Restoran
Restoran 25.493 25.096
Kamar 19.466 10.411
Sub Jumlah 44.959 35.507
Pendapatan Usaha Lainnya
Penyewaan Kios, Lahan, dan Gedung 61.257 51.244
Pengelolaan Perumahan 18.218 16.614
Sponsor 12.271 11.182
Barang Dagangan 11.232 8.053
Bagi Hasil 5.458 4.452
Loker dan Permainan 4.902 1.019
Uang Sandar dan Iuran 3.138 3.720
Logistik Acara 1.829 1.557
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 Miliar) 3.718 266
Sub Jumlah 122.023 98.107
Jumlah 579.698 414.907
Dikurangi: Potongan Penjualan (1.077) (1.183)
Bersih 578.621 413.724
50
Page 54
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
31. Beban Pokok Pendapatan dan Beban Langsung
30 Juni
2023 2022
Beban Pokok Pendapatan
Makanan dan Minuman 10.537 6.635
Barang Dagangan 4.313 4.520
Logistik Acara 2.723 90
Sub Jumlah 17.573 11.245
Beban Langsung
Penyusutan dan Amortisasi (Catatan 15, 16, 17 dan 18) 52.739 51.404
Sub Kontrak Tenaga Kerja 49.609 22.612
Gaji dan Upah 37.949 37.663
Pajak Hiburan 40.611 28.112
Telepon, Listrik dan Air 29.607 17.474
Penyelenggaraan Pertunjukan 13.633 5.420
Pemeliharaan 12.421 7.332
Alat Kerja dan Operasi 5.890 3.602
Jasa Layanan Aplikasi 4.656 --
Perjalanan dan Survei 2.328 1.641
Sewa 1.275 337
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 Miliar) 1.227 807
Sub Jumlah 251.945 176.404
Jumlah 269.518 187.649
32. Beban Penjualan dan Umum dan Administrasi
30 Juni
2023 2022
Beban Penjualan
Promosi dan Penjualan 9.229 7.708
Beban Umum dan Administrasi
Gaji dan Upah 43.402 44.751
Pajak Bumi dan Bangunan 32.053 39.838
Imbalan Kerja (Catatan 26) 8.826 8.299
Penyusutan dan Amortisasi (Catatan 15, 16, 17 dan 18) 3.205 2.914
Humas dan Jamuan Tamu 3.101 3.490
Jasa Profesional 2.836 2.361
Asuransi 2.740 2.534
Sub Kontrak Tenaga Kerja 2.442 2.435
Telepon, Listrik dan Air 1.511 1.505
Pemeliharaan 1.393 3.666
Fasilitas Karyawan 974 --
Administrasi Bank 842 380
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp500 Juta) 1.433 1.273
Sub Jumlah 104.758 113.446
Jumlah 113.987 121.154
51
Page 55
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
33. Pendapatan Lainnya
30 Juni
2023 2022
Klaim Asuransi Aset 5.906 --
Ancol Beach City (Catatan 40.b) 4.733 4.733
Pemulihan Cadangan Kerugian Piutang Usaha 2.383 2.413
Lain-lain (Masing-masing di bawah Rp1 Miliar) 7.127 93
Jumlah 20.149 7.239
34. Beban Lain - Lain
30 Juni
2023 2022
Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha 6.498 6.144
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 Miliar) 3.133 3.962
Jumlah 9.631 10.106
35. Beban Keuangan
30 Juni
2023 2022
Bunga Bank 28.953 26.414
Bunga Obligasi 15.794 15.536
Bunga Liabilitas Sewa 3.742 3.645
Amortisasi Biaya Emisi 315 1.048
Jumlah 48.804 46.643
36. Laba Per Saham
Berikut ini adalah data yang digunakan untuk perhitungan laba per saham dasar:
30 Juni
2023 2022
Laba yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk 107.747 37.437
Rata-rata Tertimbang Jumlah Saham Biasa yang
Beredar (Catatan 2.ab) 1.599.999.996 1.599.999.996
Laba per Saham Dasar (Rupiah Penuh) 67 23
Perusahaan tidak memiliki efek berpotensi saham yang bersifat dilutif sehingga tidak ada dampak dilusian
pada perhitungan laba per saham.
37. Dividen dan Cadangan Umum
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 19 Mei 2023 sebagaimana tercantum
dalam Akta No. 54 tanggal 19 Mei 2023 dari Notaris Aulia Taufani, S.H., pemegang saham menyetujui
pembagian dividen untuk tahun buku 2022 sebesar 37,78% dari laba bersih tahun buku 2017 atau
sebesar Rp29 (dalam rupiah penuh) per lembar saham atau seluruhnya sebesar Rp46.400 yang telah
dibayarkan di tahun 2023 dan menetapkan tambahan cadangan umum sebesar Rp1.542.
52
Page 56
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
38. Sifat Transaksi dan Hubungan dengan Pihak-pihak Berelasi
Hubungan dengan Pihak-pihak Berelasi
Pihak-pihak Berelasi/ Sifat Hubungan/ Jenis Transaksi/
Related Parties Nature of Relationship Types of Transaction
PT Bank DKI (Bank DKI) Entitas yang pemegang sahamnya sama Penyimpanan Uang dan Pinjaman Bank
dengan pemegang saham Perusahaan,
yaitu Pemda DKI
PT Jakarta Propertindo Entitas yang pemegang sahamnya sama Pemanfaatan Lahan
(Perseroda) dengan pemegang saham Perusahaan,
yaitu Pemda DKI
PT Jaya Kuliner Lestari Entitas Asosiasi Piutang Usaha
PT Arkonin Entitas yang pemegang sahamnya sama Penagihan Jasa Konstruksi
dengan pemegang saham Perusahaan,
yaitu PT Pembangunan Jaya
Manajemen Kunci Pengendali Kegiatan Perusahaan Tantiem dan Bonus
Saldo dan transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi adalah sebagai berikut :
Persentase Terhadap Jumlah Aset,
Liabilitas, Pendapatan dan Beban
30 Juni 2023 31 Desember 2022 30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rp Rp % %
Kas dan Setara Kas (Catatan 3)
Bank
PT Bank DKI 24.683 14.792 0,01 0,00
Deposito Berjangka
PT Bank DKI 615.000 449.750 0,15 0,12
Jumlah 639.683 464.542 0,16 0,12
Piutang Usaha (Catatan 4)
PT Jakarta Propertindo (Perseroda) 14.350 6.753 0,00 0,00
PT Bank DKI 717 216 0,00 0,00
PT Jaya Kuliner Lestari 570 227 0,00 0,00
Sub Jumlah 15.637 7.196 0,00 0,00
Aset Lain-lain (Catatan 18)
PT Bank DKI 7.332 7.332 0,00 0,00
Utang Usaha (Catatan 19)
PT Arkonin -- 764 -- 0,00
Jumlah -- 764 -- 0,00
Utang Bank (Catatan 22)
PT Bank DKI 902.187 901.704 0,22 0,23
Jumlah 902.187 901.704 0,22 0,23
Pendapatan (Catatan 30)
PT Jakarta Propertindo (Perseroda) 8.431 13.293 0,00 0,00
PT Bank DKI 717 598 0,00 0,00
Jumlah 9.148 13.891 0,00 0,00
Pendapatan Lainnya (Catatan 33)
PT Jakarta Propertindo (Perseroda) -- 4.904 -- 0,00
Transaksi dengan pihak berelasi terutama merupakan pengadaan atau penyediaan jasa subkontraktor/
supplier. Pengadaan ini diselenggarakan oleh Perusahaan dengan mengadakan tender yang pesertanya
adalah pihak ketiga dan pihak berelasi yang terdaftar dalam daftar rekanan Perusahaan. Mekanisme
pengadaan sesuai dengan standar pengadaan yang ditetapkan oleh Perusahaan.
Jumlah remunerasi jangka pendek yang diterima oleh Dewan Komisaris pada periode 30 Juni 2023 dan
2022, masing-masing sebesar Rp2.054 dan Rp1.256.
Jumlah remunerasi jangka pendek yang diterima oleh Direksi pada periode 30 Juni 2023 dan
2022, masing-masing sebesar Rp4.644 dan Rp6.122.
Seluruh transaksi dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan ini.
53
Page 57
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
39. Segmen Operasi
Untuk tujuan pelaporan manajemen, saat ini membagi segmen operasi sesuai dengan produk dan jasa
kegiatan usahanya yaitu: pariwisata, real estat serta perdagangan dan jasa. Kelompok-kelompok tersebut
menjadi dasar pelaporan segmen informasi.
Kegiatan utama kelompok tersebut terdiri dari:
Pariwisata : Mengelola kawasan wisata, pertunjukan keliling dan penginapan wisata
Real Estat : Pembangunan, penjualan dan penyewaan properti
Perdagangan dan Jasa : Penjualan barang dagangan, jasa sarana transportasi laut dan
pengelolaan restoran dan air bersih
Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen operasi:
30 Juni 2023
Pariwisata Real Estat Perdagangan Eliminasi Jumlah
dan Jasa
Rp Rp Rp Rp Rp
Pendapatan dari
Pelanggan Eksternal 452.857 61.486 70.478 (6.200) 578.621
Hasil
Hasil Segmen 114.465 74.146 91.760 (5.039) 275.333
Beban Langsung tidak
dapat Dialokasikan (5.815)
Laba Bruto 309.103
Penghasilan Bunga 10.479
Penghasilan Lainnya 20.149
Keuntungan Penjualan Aset Tetap --
Beban Umum dan Administrasi (104.758)
Beban Penjualan (9.229)
Kerugian Selisih Kurs (2)
Beban Lain-lain (9.631)
Jumlah Beban Usaha (92.992)
Rugi Sebelum Pajak
dan Beban Keuangan 216.111
Beban Pajak Final (6.771)
Beban Keuangan (48.804)
Bagian Laba Bersih
Investasi Ventura Bersama (261)
Bagian Rugi Bersih
Entitas Asosiasi 228
Rugi Sebelum Pajak 160.503
Beban Pajak Penghasilan (53.558)
Rugi Bersih Tahun Berjalan 106.945
Penghasilan Komprehensif
Lain Setelah Pajak --
Jumlah Rugi Komprehensif
Tahun Berjalan 106.945
Kepentingan Non-pengendali (802)
Aset
Aset Segmen 2.072.648 1.337.625 224.795 (2.279.035) 1.356.033
Aset yang Tidak Dapat Dialokasi 2.743.375
Total Aset 4.099.408
Liabilitas
Liabilitas Segmen 517.068 592.885 85.738 (66.056) 1.129.634
Liabilitas yang Tidak Dapat Dialokasi 1.346.758
Total Liabilitas 2.476.392
Pengeluaran Modal 53.230
Penyusutan dan Amortisasi 55.898
Beban Nonkas selain Penyusutan dan
Amortisasi Tidak Dapat
Dialokasikan 8.826
54
Page 58
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2022
Pariwisata Real Estat Perdagangan Eliminasi Jumlah
dan Jasa
Rp Rp Rp Rp Rp
Pendapatan dari
Pelanggan Eksternal 112.071 16.990 27.336 (4.054) 152.343
Hasil
Hasil Segmen 46.946 7.072 10.823 13.141 77.982
Beban Langsung tidak
dapat Dialokasikan (7.551)
Laba Bruto 66.810
Penghasilan Bunga 3.658
Penghasilan Lainnya 2.539
Kerugian Selisih Kurs - Bersih --
Beban Penjualan (2.490)
Beban Umum dan Administrasi (60.452)
Beban Lain-lain (2.630)
Jumlah Beban Usaha (59.375)
Laba Sebelum Pajak
dan Beban Keuangan 7.435
Beban Pajak Final (2.736)
Beban Keuangan (24.610)
Bagian Rugi Bersih
Investasi Ventura Bersama (136)
Bagian Rugi Bersih
Entitas Asosiasi (6.222)
Laba Sebelum Pajak (26.269)
Beban Pajak Penghasilan (11.057)
Laba Bersih Tahun Berjalan (37.326)
Kerugian Komprehensif
Lain Setelah Pajak --
Jumlah Laba Komprehensif
Tahun Berjalan (37.326)
Kepentingan Non-pengendali (1.716)
Aset
Aset Segmen 1.644.959 1.061.607 178.409 (1.672.247) 1.212.728
Aset yang Tidak Dapat Dialokasi 2.680.056
Total Aset 3.892.784
Liabilitas
Liabilitas Segmen 315.133 470.543 68.046 (93.079) 760.643
Liabilitas yang Tidak Dapat Dialokasi 1.571.212
Total Liabilitas 2.331.855
Pengeluaran Modal 110.443
Penyusutan dan Amortisasi (5.135)
Beban Nonkas selain Penyusutan
dan Amortisasi Tidak Dapat
Dialokasikan 7.033
Grup tidak menyajikan segmen geografis karena seluruh usaha Grup terkonsentrasi pada satu lokasi di
Ancol, Jakarta Utara.
40. Perjanjian dan Informasi Penting Lainnya
a. Berdasarkan Ketetapan Walikotamadya Jakarta Utara selaku Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T)
Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum Wilayah Kotamadya Jakarta Utara No.
02/PPT/JU/111/95 tanggal 16 Maret 1995, tanah yang digunakan untuk jalan tol yang termasuk dalam
HPL No. 1 milik Perusahaan adalah seluas 143.574 m2 dengan nilai ganti rugi sebesar Rp92.842.
Selisih perhitungan nilai antara Ketetapan Walikotamadya Jakarta Utara tersebut dengan dana ganti
rugi yang diterima Perusahaan yaitu sebesar Rp16.582 belum dicatat sebagai pendapatan
Perusahaan, karena menurut manajemen Perusahaan:
55
Page 59
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. Secara yuridis formal, sisa tagihan belum dapat dikategorikan sebagai piutang Perusahaan karena
penentuan jumlah nilai seluruh ganti rugi dilakukan secara sepihak oleh Panitia Pengadaan Tanah
untuk Kepentingan Umum Jalan Tol Pluit - Cilincing (Harbour Road) Kotamadya Jakarta Utara.
Tidak ada perjanjian kesepakatan jumlah ganti rugi yang melibatkan Perusahaan selaku entitas
usaha berbadan hukum, sehingga secara validitas, tidak ada dasar bagi Perusahaan untuk
mengakui sisa tagihan ganti rugi sebagai piutang maupun pendapatan;
2. Ditjen Binamarga dengan suratnya No. T.10.100.06.06/729 tanggal 22 September 1999 yang
ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta, memohon untuk mempertimbangkan agar sisa
kekurangan pembayaran ganti rugi dapat diselesaikan tanpa ganti rugi, mengingat hal-hal berikut:
▪ Kondisi keuangan negara saat ini dan ketersediaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) yang cenderung semakin terbatas, dan
▪ Prasarana publik yang dibangun di atas tanah Perusahaan juga memberikan manfaat yang
sangat besar terhadap pengembangan proyek Perusahaan.
Berdasarkan surat Perusahaan No. 048/DIR-PJA/II/2002 tanggal 5 Februari 2002 kepada Menteri
Pemukiman dan Prasarana Wilayah, Perusahaan telah meminta realisasi atas kekurangan ganti rugi
yang belum diterima. Sampai dengan tanggal laporan ini, penyelesaian selisih tersebut masih dalam
proses.
b. Pada tanggal 10 Agustus 2004, Perusahaan mengadakan perjanjian kerja sama dengan PT Paramitha
Bangun Cipta Sarana (PBCS) untuk membangun, mengalihkan serta mengelola hak atas sarana music
stadium di area Perusahaan seluas 39.000 m². PBCS memiliki hak pengelolaan atas proyek tersebut
selama 25 tahun. Setelah masa perjanjian berakhir, PBCS akan mengembalikan pengelolaan kepada
Perusahaan. PBCS memiliki hak opsi untuk memperpanjang masa pengelolaan maksimal
25 tahun atas persetujuan tertulis Perusahaan. Atas kerjasama tersebut, Perusahaan berhak
mendapatkan imbalan sebesar 5% dari sewa jangka panjang dan 6% dari sewa jangka pendek yang
merupakan bagian dari pendapatan kotor setiap tahunnya. Apabila PBCS terlambat melaksanakan
penyerahan atas pembagian hasil transaksi penjualan maka dikenakan denda keterlambatan yang
besarnya denda ditentukan berdasarkan rata-rata bunga deposito 1 (satu) tahun dari 3 (tiga) bank
pemerintah terkemuka.
Pada tanggal 26 April 2007, melalui Akta Notaris No. 208 dari Sutjipto S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
Perusahaan telah memberikan persetujuan kepada PBCS untuk mengalihkan kerjasama kepada
PT Wahana Agung Indonesia (WAI), sebagai perusahaan afiliasi PBCS, yang berlaku sejak tanggal
ditandatanganinya perjanjian pengalihan.
Pembagian pendapatan yang disetujui berdasarkan perjanjian adalah:
▪ Pendapatan yang bersumber dari sewa jangka panjang pihak ketiga yaitu sebesar 5% (lima
persen) dari pendapatan bruto;
▪ Pendapatan yang bersumber dari sewa jangka pendek dari pihak ketiga yaitu 6% (enam persen)
dari pendapatan bruto, dan
▪ WAI wajib melakukan pembayaran minimal ke Perusahaan sebesar Rp3.250 pada tahun pertama
pengoperasian dan untuk tahun berikutnya dengan kenaikan minimal 5% (lima persen) per tahun,
pembayaran tahun pertama sudah diterima.
Sehubungan keterlambatan pembangunan fisik sehingga mundurnya pelaksanaan pengoperasian
proyek secara keseluruhan, maka dengan itikad baik Perusahaan, WAI dan PT Wahana Agung
Indonesia Propertindo (WAIP) sepakat membuat Perjanjian Pengalihan Kerjasama Pembangunan,
Pengalihan dan Pengoperasian “Music Stadium“ dari WAI ke WAIP yang tertuang dalam perjanjian
tertanggal 28 Agustus 2009, selanjutnya proyek tersebut akan dilakukan oleh WAIP dan dijadwalkan
dapat diselesaikan tanggal 30 Nopember 2010 untuk proyek sisi utara dan 30 Juni 2011 untuk proyek
sisi selatan. Pada tanggal 29 Agustus 2011 dilakukan addendum I (pertama) mengenai penyelesaian
proyek di sisi Utara yang semula tanggal 30 Nopember 2010 menjadi 29 Agustus 2011 dan dari 30
Juni 2011 menjadi 29 Desember 2011 untuk sisi selatan. Pada tanggal 18 Desember 2012 dilakukan
addendum II (kedua) mengenai penyelesaian proyek dari 29 Agustus 2011 untuk sisi utara dan 28
Desember 2011 untuk sisi selatan, menjadi 20 Desember 2012 untuk pengalihan proyek secara parsial
dan 31 Juli 2013 untuk pengalihan proyek secara keseluruhan.
56
Page 60
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Kemudian Perusahaan melakukan berita acara serah terima secara parsial Pengalihan dan
Pengoperasian Bangunan Music Stadium masing-masing melalui Berita Acara (BA) No.
021/DIRPJA/XII/2012 - 001/BA/DIR-WAIP/ XII/2012 dan No. 020/DIR-PJA/XII/2012 - No.
002/BA/DIRWAIP/XII/2012 tanggal 20 Desember 2012 dan secara keseluruhan Pengalihan dan
Pengoperasian Bangunan Music Stadium masing-masing melalui Berita Acara (BA) No. 003/DIR-
PJA/VII/2013 - No. 003/BA/DIR-WAIP/VII/2013 dan No. 004/DIR-PJA/VII/2013 - 004/BA/DIR-
WAIP/VII/2013 tanggal 31 Juli 2013, dengan ini perusahaan sepakat dan setuju untuk menyerahkan
bangunan tersebut untuk dioperasikan oleh WAIP selama 25 tahun.
c. Kelanjutan proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta yang berada di kawasan Ancol mengalami
penyesuaian dengan adanya perencanaan ulang penataan ruang kawasan reklamasi Pantai Utara
Jakarta yang diatur melalui Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 121 Tahun 2012 tentang
Penataan Ruang Kawasan Reklamasi Pantai Utara Jakarta dan peraturan perundang-undangan terkait
lainnya, sehingga kemudian dilakukan penyesuaian terhadap izin-izin reklamasi yang sebelumnya
telah diterbitkan dan diperoleh Perusahaan. Izin-izin reklamasi baru yang diperoleh Perusahaan
setelah dilakukan penyesuaian sebagaimana dimaksud di atas menjadi sebagai berikut:
- Izin Prinsip Reklamasi Pulau I dengan Surat Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 1275/-1.794.2
tanggal 21 September 2012 dengan luas 202,5 Ha, yang kemudian diperpanjang dengan Surat
Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 994/-1/794.2 tanggal 7 September 2015.
- Izin Prinsip Reklamasi Pulau J dengan Surat Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 1276/-1.794.2
tanggal 21 September 2012 dengan luas 316 Ha, yang kemudian diperpanjang dengan Surat
Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 995/-1.794.2 tanggal 7 September 2015.
- Izin Prinsip Reklamasi Pulau K dengan Surat Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 1295/-1.794.2
tanggal 21 September 2012 dengan luas 32 Ha, yang kemudian diperpanjang dengan Surat
Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 540/-1.794.2 tanggal 10 Juni 2014. Bahwa kemudian terhadap
izin prinsip Pulau K tersebut telah terbit Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 2485
Tahun 2015 tentang Pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi Pulau K kepada Perusahaan pada
tanggal 17 November 2015.
- Izin Prinsip Reklamasi Pulau L dengan Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 1296/-1.794.2
tanggal 21 September 2012 dengan luas 481 Ha.
Bahwa pada tanggal 26 September 2018 Gubernur Provinsi DKI Jakarta melalui jumpa pers di
Balaikota Jakarta secara resmi mengumumkan pemberhentian proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta,
yang kemudian diikuti dengan pencabutan izin-izin reklamasi yang telah diterbitkan sebelumnya,
termasuk izin-izin reklamasi yang diperoleh Perusahaan sebagaimana dimaksud di atas. Terhadap
keputusan pemberhentian tersebut, kemudian Perusahaan menerima surat keputusan pencabutan
terhadap izin-izin reklamasi yang dimiliki Perusahaan sebagai berikut:
1. Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 1041/-1.794.2 tanggal 6 September 2018 Perihal
Pencabutan:
a) Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta tanggal 21 September 2012 No. 1276/-1.794.2 (Pulau J);
b) Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta tanggal 21 September 2012 No. 1296/-1.794.2 (Pulau L);
c) Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta tanggal 21 September 2012 No. 1275/-1.794.2 (Pulau I).
2. Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 1410 Tahun 2018 Tentang Pencabutan Keputusan
Gubernur No. 2485 Tahun 2015 Tentang Pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi Pulau K Kepada
Perusahaan.
Bahwa Perusahaan kemudian melakukan koordinasi intensif kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta
dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membahas
rencana kerja Perusahaan kedepannya. Rencana kerja tersebut kemudian disampaikan oleh
Perusahaan kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta melalui Surat No. 011/DIR-PJA/EXT/XI/2018
tanggal 27 November 2018 tentang rencana pengembangan ikon Dunia Fantasi dengan melakukan
perluasan kawasan rekreasi Dunia Fantasi melalui pembangunan wahana Ocean Fantasi yang
terintegrasi dengan wahana Dunia Fantasi eksisting dan rencana perluasan kawasan rekreasi kawasan
Taman Impian pada area Ancol Timur. Melalui surat yang sama, terhadap rencana kerja tersebut
kemudian Perusahaan mengajukan permohonan kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk dapat
57
Page 61
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
menerbitkan izin prinsip perluasan kawasan rekreasi Dunia Fantasi seluas ± 35 Ha dan Kawasan
Rekreasi Taman Impian pada area Ancol Timur seluas ± 120 Ha.
Bahwa berdasarkan persetujuan prinsip perluasan kawasan rekreasi Dunia Fantasi (DUFAN) seluas ±
35 Ha dan kawasan rekreasi Taman Impian Ancol Timur seluas ± 120 Ha berdasarkan surat Gubernur
DKI Jakarta tanggal 24 Mei 2019 Nomor 462/-1.711.511 dan berdasarkan surat Perusahaan Nomor
010/DIR-PJA/EXT/II/2020 tanggal 13 Februari 2020 perihal Permohonan Penerbitan Izin Pelaksanaan
Perluasan Kawasan, pada tanggal 24 Februari 2020 diterbitkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta
Nomor 237 Tahun 2020 tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi
(DUFAN) seluas ± 35 Ha dan Kawasan Rekreasi Taman Impian Ancol Timur seluas ± 120 Ha, yang
pada intinya memberikan Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi (DUFAN)
seluas ± 35 Ha dan Kawasan Rekreasi Taman Impian Ancol Timur seluas ± 120 Ha kepada
Perusahaan dengan ketentuan-ketentuan yang wajib dipenuhi oleh Perusahaan sebelum
pelaksanaannya dan dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
d. Berikut ini adalah pihak yang signifikan terkait dengan perjanjian sewa dan sponsorship:
Entitas Pihak Periode Kontrak Bagi Hasil Nilai Kontrak Pendapatan
Juni 2023
PJA PT Pertamina Gas 2014 - 2039 Penyewaan Lahan 84.675 1.694
PJA PT Pertamina Gas 2016 - 2041 Penyewaan Lahan 79.660 1.593
PJA PT Perusahaan Gas Negara 2015 - 2040 Penyewaan Lahan 79.660 1.593
PJA PT Perusahaan Gas Negara 2013 - 2038 Penyewaan Lahan 44.357 887
TIJA PT Fauna Land Ancol 2016 - 2035 Penyewaan Lahan 24.500 645
PJA PT Indosat Tbk 2020 - 2025 Penyewaan Lahan 22.681 2.268
PJA PT Inti Bangun Sejahtera Tbk 2018 - 2028 Penyewaan Lahan 20.750 1.038
PJA PT Ketrosden Triasmitra 2012 - 2032 Penyewaan Lahan 7.331 153
TIJA PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 2021 - 2023 Kerjasama Promosi dan Penjualan 7.128 1.960
e. Berikut ini adalah pihak yang signifikan terkait dengan perjanjian sewa berdasarkan persentase bagi
hasil:
Entitas Pihak Periode Kontrak Presentase Pendapatan
Bagi Hasil Juni 2023
TIJA PT DJAMANMAS PANGAN NUSA 2020 - 2025 15% 4.826
TIJA PT REKSO NASIONAL FOOD 2019 - 2024 5.50% - 6% 2.103
TIJA PT JIMBARAN JAYA 2003 - 2028 10% 1.867
TIJA CV NUSA PRIMA PANGAN 2022 - 2028 15% 1.713
TIJA PT ARIF CIPTA MANDIRI 2019 - 2023 20% 1.457
TIJA PT JAYA KULINER LESTARI 2015 - 2020 7% 1.165
TIJA KALAHA TAN 2018 - 2023 25% 936
TIJA PT LIT SERIBU DRUMS 2022 - 2023 10% 742
TIJA SIMPANG RAYA 2022 - 2023 10% - 11% 389
TIJA PT. PRIMA USAHA ERA MANDIRI 2018 - 2023 10% 345
f. Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerja Sama terkait pemanfaatan tanah/lahan di Kawasan
Ancol untuk Penyelenggaraan Acara/Event dengan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Nomor X/DIR-
PJA/XI/2021 pada tanggal 17 November 2021 dengan jangka waktu kerjasama penggunaan lahan
dalam perjanjian tersebut selama 3 tahun, adapun penggunaan area obyek pemanfaatan dalam jangka
waktu tersebut mengikuti kalender acara penyelenggaraan event sesuai penggunaan PT Jakarta
Propertindo (Perseroda) dalam jangka waktu tersebut.
58
Page 62
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
41. Perkara Hukum
a. Pada tanggal 27 Mei 2022, PT Mata Elang Internasional Stadium (PT MEIS) (selaku Penggugat)
mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap
PT Wahana Agung Indonesia Propertindo (PT WAIP) (selaku Tergugat I) dan Perusahaan (selaku
Tergugat II).
Berdasarkan dokumen gugatan diperoleh informasi bahwa gugatan didasarkan pada perjanjian sewa
menyewa antara PT WAIP (pihak menyewakan) dan PT MEIS (pihak penyewa) sebagaimana yang
dinyatakan dalam akta Notaris Edison Jingga, SH. No. 78 tanggal 21 Maret 2012 tentang Perjanjian
Sewa Menyewa yang telah dibatalkan melalui putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan nomor
297/Pdt.G/2014/PN.Jkt.Utr. tanggal 18 Agustus 2015 juncto putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta
nomor 629/PDT/2016/PT.DKI tanggal 16 Desember 2016 juncto Putusan Mahkamah Agung Republik
Indonesia nomor 2430 K/Pdt/2018 tanggal 30 Oktober 2018 juncto Putusan Peninjauan Kembali nomor
547 PK/Pdt/2018 tanggal 24 Agustus 2020.
Bahwa kedudukan Perusahaan dalam gugatan ini adalah karena adanya perjanjian BTO antara
Perusahaan dengan PT WAIP, dimana setelah selesai masa pembangunan proyek BTO, PT WAIP
memiliki hak mengoperasikan proyek BTO tersebut, termasuk menyewakan kepada pihak ketiga,
dalam perkara ini pihak ketiga dimaksud adalah PT MEIS.
Bahwa kemudian gugatan telah diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada tanggal 27 Mei
2022 dan tercatat dengan nomor register perkara 294/Pdt.G/2022/PN.Jkt.Utr. Relaas panggilan sidang
diterima oleh Perusahaan dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara Kelas I A Khusus tanggal 13 Juni
2022.
Pada tanggal 22 Desember 2022, Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutus perkara tersebut yang
amar putusannya sebagai berikut:
Dalam Eksepsi:
1. Mengabulkan eksepsi Tergugat I dan Tergugat II;
2. Menyatakan gugatan Penggugat Ne Bis in idem.
Dalam Pokok Perkara:
1. Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (Niet Onvankelijk Verklaard);
2. Menghukum Penggugat membayar biaya perkara yang timbul jumlahnya Rp623.000 (enam ratus
dua puluh tiga ribu Rupiah).
Pada tanggal 5 Januari 2023, kuasa hukum Perusahaan telah menerima pemberitahuan permohonan
banding oleh PT MEIS atas putusan perkara nomor 294/Pdt.G/2022/PN.JKT.UTR. tanggal 22
Desember 2022 dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara melalui informasi dari aplikasi e-court yang
kemudian diikuti dengan penyerahan memori banding oleh PT MEIS kepada Pengadilan Negeri
Jakarta Utara pada tanggal 11 Januari 2023 yang untuk selanjutnya Perusahaan telah menanggapi
memori banding PT MEIS tersebut melalui kontra memori banding tanggal 17 Februari 2023 yang
disampaikan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan kemudian tercatat dengan nomor register
perkara No. 96/PDT/2023/PT DKI.
Bahwa pada tanggal 17 Maret 2023, kuasa hukum Perusahaan telah menerima informasi putusan
banding perkara No. 96/PDT/2023/PT DKI melalui informasi dari aplikasi e-court dan juga
sebagaimana yang dimuat pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri
Jakarta Utara diperoleh informasi bahwa pada tanggal 20 Februari 2023 telah diputus perkara pada
tingkat banding tersebut dengan amar putusannya sebagai berikut:
59
Page 63
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. Menerima permohonan banding Pembanding semula Penggugat;
2. Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 294/Pdt.G/2022/PN.JKT.UTR.
tanggal 22 Desember 2022 banding online melalui aplikasi E-Court tersebut;
3. Menghukum Pembanding semula Penggugat untuk membayar biaya perkara pada kedua tingkat
peradilan, yang pada tingkat banding sejumlah Rp150.000 (seratus lima puluh ribu Rupiah).
Sampai dengan batas waktu pengajuan upaya hukum kasasi, Perusahaan maupun kuasa hukum
Perusahaan tidak menerima pemberitahuan atau relaas resmi yang diterbitkan oleh Pengadilan Negeri
Jakarta Utara yang menginformasikan adanya upaya hukum lanjutan (upaya hukum kasasi) dari PT
MEIS ataupun kuasa hukumnya yang sah.
b. Pada tanggal 25 Oktober 2022, PT Arkindo (selaku Penggugat) mengajukan gugatan perbuatan
melawan hukum tertanggal 25 Oktober 2022 ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap:
1. PT Taman Impian Jaya Ancol (PT TIJA) (selaku Tergugat I);
2. PT PJA (selaku Tergugat II);
3. PT Bank DKI c.q. Bank DKI Kantor Layanan Pintu Besar Selatan (selaku Turut Tergugat I);
4. PT Jamkrida Jakarta (selaku Turut Tergugat).
Berdasarkan dokumen gugatan diperoleh informasi bahwa gugatan didasarkan pada kontrak Nomor:
001/P/DIR-TIJA/PP/VIII/21 tanggal 16 Agustus 2021 tentang Masjid Apung Ancol (“Kontrak”) dimana
PT Arkindo (Penggugat) sebagai kontraktor/penerima pekerjaan dan PT TIJA (Tergugat) sebagai
pemilik proyek/pemberi pekerjaan dengan jenis Kontrak turnkey (putar kunci) yang merupakan kontrak
mengenai pembangunan suatu proyek dalam hal kontraktor/penerima pekerjaan setuju untuk
membangun proyek secara lengkap sampai selesai termasuk pemasangan semua perlengkapannya
sehingga proyek siap dioperasikan. PT Arkindo (Penggugat) wajib melaksanakan dan menyelesaikan
pekerjaan terhitung sejak tanggal 16 Agustus 2021 sampai dengan 15 Juni 2022.
Dalam pelaksanaannya sampai dengan batas waktu penyelesaian dan penyerahan pekerjaan sesuai
Kontrak, PT Arkindo (Penggugat) tidak dapat menyelesaikan pekerjaan Masjid Apung Ancol secara
penuh dan tuntas sampai dengan pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus persen) sesuai dengan
batas waktu penyelesaian dan penyerahan pekerjaan yang diatur di dalam Kontrak, yaitu pada tanggal
15 Juni 2022, sehingga berdasarkan ketentuan yang diatur di dalam Kontrak PT TIJA melakukan
pembatalan Kontrak terhadap PT Arkindo pada tanggal 15 Juni 2022 dengan segala konsekuensi
akibat pembatalan Kontrak ditanggung oleh PT Arkindo sesuai ketentuan yang diatur di dalam Kontrak.
Bahwa kemudian gugatan telah diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada tanggal 25
Oktober 2022 dan tercatat dengan nomor register perkara 709/Pdt.G/2022/PN.Jkt.Utr. panggilan
sidang (relaas) diterima masing-masing oleh PT TIJA dan PT PJA dari Pengadilan Negeri Jakarta
Utara Kelas I A Khusus pada tanggal 15 November 2022.
Sampai dengan laporan ini disampaikan, perkara ini masih dalam tahap pemeriksaan.
c. Pada tanggal 5 April 2023, PT Mata Elang Internasional Stadium (PT MEIS) (selaku Penggugat)
mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap
PT Wahana Agung Indonesia Propertindo (PT WAIP) (selaku Tergugat) dan Perusahaan (selaku Turut
Tergugat).
Berdasarkan dokumen gugatan diperoleh informasi bahwa gugatan didasarkan pada perjanjian sewa
menyewa antara PT WAIP (pihak menyewakan) dan PT MEIS (pihak penyewa) sebagaimana yang
dinyatakan dalam akta Notaris Edison Jingga, SH. No. 78 tanggal 21 Maret 2012 tentang Perjanjian
Sewa Menyewa yang telah dibatalkan melalui putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan nomor
297/Pdt.G/2014/PN.Jkt.Utr. tanggal 18 Agustus 2015 juncto putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta
nomor 629/PDT/2016/PT.DKI tanggal 16 Desember 2016 juncto Putusan Mahkamah Agung Republik
Indonesia nomor 2430 K/Pdt/2018 tanggal 30 Oktober 2018 juncto Putusan Peninjauan Kembali nomor
547 PK/Pdt/2018 tanggal 24 Agustus 2020.
60
Page 64
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Bahwa kedudukan Perusahaan dalam gugatan ini adalah karena adanya perjanjian BTO antara
Perusahaan dengan PT WAIP, dimana setelah selesai masa pembangunan proyek BTO, PT WAIP
memiliki hak mengoperasikan proyek BTO tersebut, termasuk menyewakan kepada pihak ketiga,
dalam perkara ini pihak ketiga dimaksud adalah PT MEIS.
Bahwa kemudian gugatan telah diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada tanggal 6 April
2023 dan tercatat dengan nomor register perkara 225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. Relaas panggilan sidang
diterima oleh Perusahaan dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara Kelas I A Khusus tanggal 13 April
2023.
Sampai dengan laporan ini disampaikan, perkara ini masih dalam tahap pemeriksaan.
42. Instrumen Keuangan dan Manajemen Risiko Keuangan
Manajemen risiko Perusahaan adalah suatu proses yang dilaksanakan oleh personil Perusahaan sebagai
salah satu dasar dalam penentuan strategi, dirancang untuk mengidentifikasi peristiwa atau keadaan yang
berpotensi negatif terhadap pencapaian tujuan korporasi dan mengelola risiko tersebut agar masuk dalam
risk appetite (risiko yang dapat diterima) Perusahaan untuk menjamin secara rasional pencapaian tujuan
Perusahaan.
Dalam melaksanakan manajemen risiko, Perusahaan melakukan identifikasi, penaksiran, respon,
pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan atas risiko Perusahaan.
1. Risiko keuangan utama yang harus dikelola adalah risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar yang
terdiri dari risiko suku bunga dan risiko mata uang asing.
i. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah kerugian yang timbul dari kegagalan pelanggan memenuhi kewajiban
kontraktual mereka. Instrumen keuangan Perusahaan yang mempunyai potensi atas risiko kredit
terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain. Jumlah eksposur risiko kredit
maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-akun tersebut (rincian umur piutang usaha). Pada
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 piutang usaha Perusahaan tidak terkonsentrasi pada
pelanggan tertentu.
Perusahaan mengelola risiko kredit dengan cara melakukan seleksi pelanggan, bank dan institusi
keuangan serta penetapan kebijakan cara pembayaran penjualan dan pengalihan risiko dengan
penutupan asuransi, mengusahakan penyandang dana untuk pelanggan.
Tabel berikut menyajikan eksposur maksimum risiko kredit Perusahaan atas instrumen keuangan
pada laporan posisi keuangan konsolidasian:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Nilai Tercatat Exposure Maksimum Nilai Tercatat Exposure Maksimum
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 691.130 691.130 506.061 506.061
Piutang Usaha 40.813 39.843 33.238 33.238
Piutang Lain-lain 12.186 12.186 7.659 7.659
Investasi Jangka Panjang Lainnya 184.125 184.125 184.125 184.125
Jumlah Aset Keuangan 928.254 927.284 731.083 731.083
Grup mengelola risiko kredit yang terkait dengan rekening bank dan piutang dengan memonitor
reputasi, peringkat kredit, dan membatasi risiko agregat dari masing-masing pihak dalam kontrak.
Kualitas kredit dari aset keuangan baik yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan
nilai dapat dinilai dengan mengacu pada peringkat kredit eksternal (jika tersedia) atau mengacu
pada informasi historis mengenai tingkat gagal bayar debitur.
61
Page 65
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Grup telah mencatat penyisihan penurunan nilai atas penurunan piutang usaha yang telah jatuh
tempo (Catatan 4).
Aset keuangan yang belum jatuh tempo yang terindikasi risiko kredit terutama dari kas dan setara
kas dan piutang usaha.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko kredit yang signifikan atas penempatan dana
di bank, karena penempatan dana hanya ditempatkan pada bank-bank yang berpredikat baik.
Manajemen berpendapat bahwa piutang usaha yang belum jatuh tempo tidak memiliki risiko kredit
yang signifikan, karena piutang usaha atas penjualan unit properti, dijamin dengan properti yang
sama, dimana jumlah eksposure risikonya lebih rendah dari nilai jaminannya, sedangkan piutang
usaha nonproperti berasal dari pelanggan-pelanggan yang memiliki rekam jejak yang baik.
ii. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko dimana perusahaan tidak bisa memenuhi liabilitas pada saat jatuh
tempo.
Eksposur risiko likuiditas berupa kesulitan Perusahaan dalam memenuhi liabilitas keuangan yang
harus dibayar dengan kas atau aset keuangan lainnya. Perusahaan diharapkan dapat membayar
seluruh liabilitasnya sesuai dengan jatuh tempo kontraktual. Agar dapat memenuhi liabilitas
tersebut, Perusahaan harus menghasilkan arus kas masuk yang cukup.
Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas yang mencukupi
dalam memenuhi komitmen Perusahaan untuk operasi normal dan secara rutin mengevaluasi
proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan kewajiban
keuangan.
Tabel berikut merangkum liabilitas keuangan Perusahaan per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
pada saat jatuh tempo berdasarkan kontrak pembayaran yang tidak didiskontokan:
30 Juni 2023
Liabilitas Tidak ditentukan < 1 Tahun > 1 - 5 tahun Biaya Emisi Nilai Tercatat
Utang Usaha dan Lain-lain -- 25.062 -- -- 25.062
Beban Akrual 407.018 -- -- -- 407.018
Utang Bank -- 389.000 516.000 (2.813) 902.187
Utang Obligasi -- 149.600 65.400 (399) 214.601
Jaminan Pelanggan
dan Deposit lainnya 25.889 -- -- -- 25.889
Liabilitas Sewa -- 3.616 96.905 -- 100.521
Jumlah 432.907 567.278 678.305 (3.212) 1.675.278
31 Desember 2022
Liabilitas Tidak ditentukan < 1 Tahun > 1 - 5 tahun Biaya Emisi Nilai Tercatat
Utang Usaha dan Lain-lain -- 21.570 -- -- 21.570
Beban Akrual 376.438 -- -- -- 376.438
Utang Bank -- 389.000 516.000 (3.296) 901.704
Utang Obligasi -- -- 215.000 (457) 214.543
Jaminan Pelanggan
dan Deposit lainnya 6.726 -- -- -- 6.726
Liabilitas Sewa -- 2.294 99.360 -- 101.654
Jumlah 383.164 412.864 830.360 (3.753) 1.622.635
62
Page 66
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
iii. Risiko nilai tukar mata uang asing
Risiko nilai tukar mata uang asing didefinisikan sebagai penurunan nilai aset/pendapatan atau
peningkatan nilai liabilitas/pengeluaran yang disebabkan fluktuasi nilai tukar mata uang asing
tersebut.
2. Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah, Kondisi Ekonomi dan Sosial Politik.
Kebijakan Pemerintah baik yang menyangkut ekonomi dan moneter, serta kondisi sosial dan politik
yang kurang kondusif akan berakibat menurunnya investasi dan pembangunan. Hal ini dapat
mengakibatkan tertundanya proyek-proyek yang telah maupun akan diperoleh Grup. Risiko ini
merupakan risiko yang bersifat sistemik (systematic risk) dimana bila risiko ini terjadi maka akan
mempengaruhi secara negatif seluruh variable yang terlibat, sehingga membuat kinerja menurun,
bahkan diversifikasipun belum mampu menghilangkan risiko ini.
3. Nilai Wajar
Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Bank 691.130 691.130 506.061 506.061
Piutang Usaha 40.813 39.843 33.314 33.314
Aset Lain-lain 24.859 24.859 11.131 11.131
Total 756.802 755.832 550.506 550.506
Liabilitas Keuangan
Utang Usaha dan Lain-lain 25.062 25.062 21.570 21.570
Utang Bank 902.187 902.187 901.704 901.704
Beban Akrual 407.018 407.018 376.438 376.438
Total 1.334.267 1.334.267 1.299.712 1.299.712
Manajemen berpendapat bahwa nilai buku dari aset dan liabilitas keuangannya mendekati nilai wajar
dari aset dan liabilitas keuangan tersebut pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, karena
dampak pendiskontoan yang tidak signifikan.
43. Manajemen Permodalan
Tujuan dari Perusahaan dalam mengelola permodalan adalah untuk melindungi kemampuan entitas
dalam mempertahankan kelangsungan usaha, sehingga entitas dapat tetap memberikan hasil bagi
pemegang saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya, dan untuk memberikan imbal hasil
yang memadai kepada pemegang saham dengan menentukan harga produk dan jasa yang sepadan
dengan tingkat risiko.
Grup menetapkan sejumlah modal sesuai proporsi terhadap risiko. Perusahaan mengelola struktur modal
dan membuat penyesuaian dengan memperhatikan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik risiko
aset yang mendasari. Konsisten dengan perusahaan lain dalam industri, Perusahaan memonitor modal
dengan dasar rasio utang terhadap modal yang disesuaikan. Rasio ini dihitung sebagai berikut: Liabilitas
neto dibagi modal yang disesuaikan. Liabilitas neto merupakan total liabilitas (sebagaimana jumlah dalam
laporan posisi keuangan) dikurangi kas dan setara kas. Modal yang disesuaikan terdiri dari seluruh
komponen ekuitas (meliputi modal saham dan saldo laba).
63
Page 67
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2023 dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Rasio liabilitas terhadap modal yang disesuaikan pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jumlah Liabilitas 2.476.392 2.331.855
Dikurangi Kas dan Setara Kas (691.130) (506.061)
Liabilitas Bersih 1.785.262 1.825.794
Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk 1.608.855 1.545.966
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 111,0% 118,1%
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Liabilitas Keuangan
Suku Bunga Tetap 31.771 24.610
44. Informasi Tambahan untuk Arus Kas
Perusahaan memiliki transaksi non kas untuk 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Penambahan Aset Tetap Melalui Utang Lain-lain 3.272 9.454
Penambahan Investasi Jangka
Panjang Lainnya Melalui Reklasifikasi
Investasi pada Entitas Asosiasi -- 265.669
Jumlah 3.272 275.123
Tabel dibawah ini menunjukan rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan untuk periode
yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, sebagai berikut:
30 Juni 2023
Saldo Awal Arus Kas Perubahan Saldo Akhir
Non Kas
Utang Bank 901.704 -- 483 902.187
Utang Obligasi 214.543 -- 58 214.601
Liabilitas Sewa 101.654 (4.875) 3.742 100.521
31 Desember 2022
Saldo Awal Arus Kas Perubahan Saldo Akhir
Non Kas
Utang Bank 900.776 -- 928 901.704
Utang Obligasi 729.771 (516.000) 772 214.543
Liabilitas Sewa 101.570 (8.732) 8.816 101.654
45. Tanggung Jawab Manajemen atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab terhadap penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasian interim. Laporan keuangan konsolidasian interim telah diotorisasi untuk terbit oleh Direksi
pada tanggal 28 Juli 2023.
64
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 6
inlineXBRL.zip
done
FinancialStatement-2023-II-PJAA.xlsx
done
Disclosure Checklist PT PJA Tbk 30 Juni 2023..pdf
dead
instance.zip
done