Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 45
Page 1
Nomor Surat 072/DIR/TMP/VII/23
Nama Emiten PT Trimitra Propertindo Tbk.
Kode Emiten LAND
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Trimitra Propertindo Tbk. yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik. PT
Trimitra Propertindo Tbk. bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 June 2023
Nama entitas PT Trimitra Propertindo Tbk. Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas LAND Entity code
Nomor identifikasi entitas AA840 Entity identification number
Industri utama entitas Properti / Property Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor H. Properties & Real Estate Sector
Subsektor H1. Properties & Real Estate Subsector
Industri H11. Real Estate Management Industry
& Development
Subindustri H111. Real Estate Development Subindustry
& Management
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
National Corporation
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Pemantauan Khusus / Watchlist
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas tunggal / Single entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal II / Second Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan June 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya June 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Page 3
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[2210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - Property Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 June 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
6,609,793,070 8,309,603,321
equivalents
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
4,818,009,745 4,376,887,609
ketiga parties
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak Other receivables third
572,627,828 461,676,839
ketiga parties
Persediaan lancar Current inventories
Aset real estat lancar Current real estate
184,756,466,578 195,320,036,143
assets
Persediaan lancar Current inventories
Uang muka lancar Current advances
Uang muka lancar atas Current advances on
3,909,361,132 2,434,974,877
investasi investments
Pajak dibayar dimuka Current prepaid taxes
1,726,295,832 1,888,218,593
lancar
Jumlah aset lancar 202,392,554,185 212,791,397,382 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Dana yang dibatasi Non-current restricted
penggunaannya tidak 41,240,244,051 56,082,125,447 funds
lancar
Uang muka tidak lancar Non-current advances
Uang muka tidak Non-current advances
91,648,240,556 94,312,364,191
lancar atas investasi on investments
Persediaan tidak lancar Non-current inventories
Aset real estat tidak Non-current real estate
217,806,221,335 179,522,722,951
lancar assets
Aset tetap Property, plant, and
30,726,402,638 33,510,913,653
equipment
Aset tidak lancar Other non-current
158,127,443,219 158,127,443,219
non-keuangan lainnya non-financial assets
Jumlah aset tidak lancar 539,548,551,799 521,555,569,461 Total non-current assets
Jumlah aset 741,941,105,984 734,346,966,843 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang bank jangka Short term bank loans
16,867,155,637 19,947,962,605
pendek
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
22,525,362,429 10,553,277,991
ketiga third parties
Utang lainnya Other payables
Utang lainnya pihak Other payables
419,994,054 646,596,213
ketiga third parties
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
pendek
Page 5
Uang muka Current advances
pelanggan jangka 160,214,628,110 157,215,190,058 from customers
pendek pihak third parties
ketiga
Beban akrual jangka Current accrued
2,906,645,073 2,558,221,942
pendek expenses
Utang pajak 7,149,778,478 7,201,217,188 Taxes payable
Liabilitas jangka Current maturities of
panjang yang jatuh long-term liabilities
tempo dalam satu
tahun
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of bank loans
tempo dalam satu 23,289,600,000 23,289,600,000
tahun atas utang
bank
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of finance lease
tempo dalam satu 31,449,022 62,268,372 liabilities
tahun atas liabilitas
sewa pembiayaan
Jumlah liabilitas Total current
233,404,612,803 221,474,334,369
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Liabilitas jangka Long-term liabilities
panjang setelah net of current
dikurangi bagian maturities
yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas jangka Long-term bank
panjang atas utang 42,062,405,002 44,625,680,640 loans
bank
Liabilitas jangka Long-term finance
panjang atas lease liabilities
59,335,042 59,335,043
liabilitas sewa
pembiayaan
Liabilitas Other non-current
non-keuangan jangka 267,441,500 251,854,000 non-financial liabilities
panjang
Jumlah liabilitas Total non-current
42,389,181,544 44,936,869,683
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 275,793,794,347 266,411,204,052 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 279,262,000,000 279,262,000,000 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
224,768,190,580 224,768,190,580
disetor capital
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan ( 37,882,878,943 ) ( 36,094,427,789 ) retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
466,147,311,637 467,935,762,791
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Jumlah ekuitas 466,147,311,637 467,935,762,791 Total equity
Page 6
Jumlah liabilitas dan 741,941,105,984 734,346,966,843 Total liabilities and equity ekuitas
Page 7
[2322000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented before tax, by nature - Property Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
23,609,353,441 22,140,945,397
usaha
Beban konstruksi ( 12,569,948,202 ) ( 11,405,240,110 ) Construction expenses
Beban teknik dan pengadaan Construction engineering and
( 9,046,247,730 )
konstruksi procurement expenses
Beban penyusutan dan Depreciation and amortisation
( 3,092,672,463 )
amortisasi expenses
Beban lainnya ( 380,117,441 ) ( 7,939,315,952 ) Other expenses
Keuntungan (kerugian) lainnya 547,799,324 246,975,305 Other gains (losses)
Pendapatan keuangan 463,536,353 1,324,825,053 Finance income
Beban bunga dan keuangan ( 3,961,108,301 ) ( 5,061,166,779 ) Interest and finance costs
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
( 1,336,732,556 ) ( 3,785,649,549 )
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 458,136,598 ) ( 392,700,625 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
( 1,794,869,154 ) ( 4,178,350,174 )
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) ( 1,794,869,154 ) ( 4,178,350,174 ) Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, sebelum pajak before tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang tidak akan income that will not be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
sebelum pajak loss, before tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya atas pengukuran income for
kembali kewajiban 6,418,000 28,099,000 remeasurement of defined
manfaat pasti, sebelum benefit obligation, before
pajak tax
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang tidak akan 6,418,000 28,099,000 that will not be
direklasifikasi ke laba reclassified to profit or
rugi, sebelum pajak loss, before tax
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, 6,418,000 28,099,000 income, before tax
sebelum pajak
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, setelah 6,418,000 28,099,000 income, after tax
pajak
Jumlah laba rugi komprehensif ( 1,788,451,154 ) ( 4,150,251,174 ) Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
( 1,794,869,154 ) ( 4,178,350,174 )
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas ( 1,788,451,154 ) ( 4,150,251,174 ) attributable to parent entity
induk
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
Page 8
diatribusikan kepada attributable to equity pemilik entitas induk owners of the parent entity Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per dasar dari operasi yang ( 0.64 ) ( 1.5 ) share from continuing dilanjutkan operations
Page 9
[2410000] Statement of changes in equity - Property Industry - Current Year
30 June 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal
Saham biasa ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor
penggunaannya entitas induk
Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Equity
earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian Balance before restatement at beginning
279,262,000,000 224,768,190,580 ( 36,094,427,789 ) 467,935,762,791 467,935,762,791
kembali of period
Posisi ekuitas, awal periode Equity position, beginning of the
279,262,000,000 224,768,190,580 ( 36,094,427,789 ) 467,935,762,791 467,935,762,791
period
Laba (rugi) ( 1,794,869,154 ) ( 1,794,869,154 ) ( 1,794,869,154 ) Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 6,418,000 6,418,000 6,418,000 Other comprehensive income
Posisi ekuitas, akhir periode 279,262,000,000 224,768,190,580 ( 37,882,878,943 ) 466,147,311,637 466,147,311,637 Equity position, end of the period
Page 10
[2410000] Statement of changes in equity - Property Industry - Prior Year
30 June 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal
Saham biasa ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor
penggunaannya entitas induk
Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Equity
earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian Balance before restatement at beginning
279,262,000,000 224,768,190,580 ( 28,188,628,108 ) 475,841,562,472 475,841,562,472
kembali of period
Posisi ekuitas, awal periode Equity position, beginning of the
279,262,000,000 224,768,190,580 ( 28,188,628,108 ) 475,841,562,472 475,841,562,472
period
Laba (rugi) ( 4,178,350,174 ) ( 4,178,350,174 ) ( 4,178,350,174 ) Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 28,099,000 28,099,000 28,099,000 Other comprehensive income
Posisi ekuitas, akhir periode 279,262,000,000 224,768,190,580 ( 32,338,879,282 ) 471,691,311,298 471,691,311,298 Equity position, end of the period
Page 11
[2510000] Statement of cash flows, direct method - Property Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 June 2023 30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
26,189,477,222 17,942,281,155
pelanggan
Penerimaan kas lainnya Other cash receipts from
547,799,324 916,530,587
dari aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 26,795,752,198 ) ( 24,344,216,935 ) goods and services
jasa
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 1,230,932,342 ) ( 2,832,122,495 )
tunjangan allowances
Pembayaran kas lainnya Other cash payments for
( 6,053,709,091 ) ( 6,464,428,279 )
untuk beban operasi operating activities
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
( 7,343,117,085 ) ( 14,781,955,967 )
(digunakan untuk) operasi in) operations
Penerimaan bunga dari Interests received from
463,536,353 1,324,825,053
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran bunga dari Interests paid from operating
( 3,961,108,301 ) ( 5,061,166,779 )
aktivitas operasi activities
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 10,840,689,033 ) ( 18,518,297,693 )
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 26,100,658 ) ( 371,754,627 )
aset tetap property and equipment
Pencairan (penempatan) Withdrawal (placement) of
dana yang dibatasi restricted funds from investing
14,841,881,396 6,495,123,250
penggunaannya dari aktivitas activities
investasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
14,815,780,738 6,123,368,623
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan pinjaman bank 7,707,925,573 Proceeds from bank loans
Pembayaran pinjaman bank ( 5,644,082,606 ) ( 4,000,000,000 ) Payments of bank loans
Pembayaran liabilitas sewa Payments of finance lease
( 30,819,350 ) ( 192,485,913 )
pembiayaan liabilities
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 5,674,901,956 ) 3,515,439,660
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
( 1,699,810,251 ) ( 8,879,489,410 )
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
8,309,603,321 26,802,379,346
awal periode flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
Page 12
akhir periode 6,609,793,070 17,922,889,936 cash flows, end of the period
Page 13
[2610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Property Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 June 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan disusun sesuai dengan PSAK 1, ?Penyajian Laporan Keuangan?. Laporan Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian keuangan disusun dengan dasar akrual, kecuali laporan arus kas, dan menggunakan konsep biaya statements
historis, kecuali untuk akun-akun tertentu yang diukur dengan dasar sebagaimana dijelaskan dalam
kebijakan akuntansi terkait. Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Dalam penyusunan
laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dibutuhkan
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi: - Penerapan kebijakan akuntansi; - Jumlah
aset dan liabilitas yang dilaporkan, dan pengungkapan atas aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal
laporan keuangan; - Jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama tahun pelaporan.
Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan tindakan
saat ini, hasil aktual mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula. Estimasi dan asumsi
yang digunakan ditelaah secara berkesinambungan. Revisi atas estimasi akuntansi diakui pada tahun
dimana estimasi tersebut direvisi dan tahun yang akan datang yang dipengaruhi oleh revisi estimasi
tersebut. Estimasi, asumsi dan pertimbangan akuntansi yang signifikan yang diterapkan dalam
penyusunan laporan keuangan Perusahaan diungkapkan pada Catatan 3. Tahun buku Perusahaan
adalah tanggal 1 Januari sampai 31 Desember. Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan
Perusahaan diukur menggunakan mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas
beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah Indonesia (?Rupiah?)
yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau Cash and cash equivalents
kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau dibatasi penggunaannya.
Piutang usaha dan piutang lain-lain Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur Trade and other receivables
pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, kecuali efek
diskontonya tidak material, setelah dikurangi cadangan kerugian kredit ekspektasian. Piutang
dihapusbukukan pada tahun piutang tersebut dipastikan tidak tertagih.
Persediaan 1. Proyek apartemen Persediaan proyek apartemen terdiri dari bangunan apartemen, kios dan SOHO Inventories
yang siap dijual atau yang sedang dalam penyelesaian untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, tidak
untuk sewa atau kenaikan nilai. Persediaan tersebut dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara
biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode
rata-rata. Nilai realisasi neto adalah taksiran harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi
taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya untuk melaksanakan penjualan. Penurunan nilai
persediaan ditetapkan untuk mengurangi nilai tecatat persediaan ke nilai realisasi neto dan
penurunannya diakui sebagai rugi pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Biaya
Page 14
perolehan bangunan dalam penyelesaian meliputi biaya pengembangan tanah, biaya konstruksi, biaya
lainnya yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan apartemen dan biaya pinjaman. Biaya
yang dikapitalisasi pada bangunan dalam penyelesaian dialokasikan untuk setiap unit apartemen
menggunakan metode area yang dapat dijual. Biaya pengembangan tanah meliputi biaya perolehan
tanah untuk pengembangan, biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang dapat
diatribusikan pada kegiatan pengembangan tanah. Biaya perolehan tanah untuk pengembangan
meliputi biaya pra-perolehan tanah dan perolehan tanah. Biaya perolehan bangunan dalam
penyelesaian dipindahkan ke bangunan tersedia untuk dijual pada saat pembangunan telah selesai
dan siap dijual. Biaya pemeliharaan dan perbaikan yang terjadi atas proyek yang sudah selesai dan
secara substansial siap untuk digunakan sesuai tujuannya dibebankan ke laba rugi pada saat
terjadinya. Estimasi dan alokasi biaya harus dikaji kembali pada setiap akhir tahun pelaporan sampai
proyek selesai secara substansial. Apabila telah terjadi perubahan mendasar pada estimasi kini, biaya
direvisi, dan direalokasi. Beban yang tidak berhubungan dengan pembangunan dan pengembangan
apartemen dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya. 2. Hotel Persediaan hotel terdiri dari bahan
makanan, minuman, perlengkapan hotel dan lainnya. Nilai awal persediaan diakui sebesar biaya
perolehan, dan selanjutnya ditentukan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau
nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.
Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal dikurangi taksiran biaya
yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan. Cadangan kerugian penurunan nilai untuk persediaan
usang dan yang perputarannya lambat ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan dan harga jual
masing-masing persediaan dimaksud di masa yang akan datang.
Properti investasi Pengklasifikasian Properti Perusahaan menentukan apakah sebuah properti yang diperoleh Investment property
diklasifikasikan sebagai properti investasi atau properti persediaan atau properti aset tetap: - Properti
investasi terdiri atas bangunan yang tidak bertujuan untuk digunakan dalam kegiatan operasi
Perusahaan, tidak juga untuk dijual dalam kegiatan bisnis Perusahaan, tetapi digunakan untuk
memperoleh pendapatan sewa dan peningkatan modal. - Properti persediaan terdiri dari properti yang
bertujuan untuk dijual dalam kegiatan bisnis perusahaan. - Properti aset tetap terdiri dari properti yang
bertujuan untuk digunakan dalam kegiatan bisnis Perusahaan.
Aset tetap Seluruh aset tetap awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan Fixed assets
biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi
yang diinginkan supaya aset tersebut siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Seluruh aset
tetap disajikan dengan menggunakan dasar pencatatan tersebut, dikurangi dengan akumulasi
penyusutan dan penurunan nilai, apabila ada. Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut
siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode
garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat aset tetap sebagai berikut: Unit hotel 20 tahun Unit
kantor 20 tahun Renovasi unit hotel 10 tahun Peralatan dan perlengkapan hotel 4 tahun Peralatan dan
perlengkapan kantor 4 tahun Kendaraan 5 tahun Jumlah tercatat dari suatu aset tetap dihentikan
pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang
diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat
dari aset) dikreditkan atau dibebankan dalam laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan
pengakuannya. Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila
terdapat peristiwa atau perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak
dapat dipulihkan sepenuhnya. Pengeluaran yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti biaya
perbaikan dan pemeliharaan, dibebankan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada
saat terjadinya. Dalam situasi dimana dapat dibuktikan secara jelas bahwa pengeluaran tersebut
menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis yang diharapkan diperoleh dari penggunaan aset tetap
Page 15
tersebut di masa datang yang melebihi kinerja normalnya, maka pengeluaran tersebut dikapitalisasi
sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap. Pada setiap akhir tahun pelaporan, nilai residu, manfaat
ekonomis dan metode penyusutan dievaluasi, dan jika sesuai keadaan, disesuaikan secara prospektif.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada setiap akhir tahun pelaporan, Perusahaan menelaah apakah terdapat indikasi suatu aset Impairment of non-financial assets
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai
aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jika nilai
tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan mengalami
penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi
arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum
pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.
Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui apakah terdapat
indikasi bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam tahun sebelumnya mungkin tidak ada
lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Perusahaan mengestimasi
jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam tahun sebelumnya akan
dipulihkan apabila nilai tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto
setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut
pada tahun-tahun sebelumnya. Setelah pemulihan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di
tahun mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya,
dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
Utang usaha dan liabilitas lain-lain Liabilitas untuk utang usaha, utang lain-lain dan beban akrual dinyatakan sebesar jumlah tercatat Trade payables and other liabilities
(jumlah nosional), yang kurang lebih sebesar nilai wajarnya.
Pengakuan pendapatan dan beban Perusahaan menerapkan PSAK 72, ?Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan? yang Revenue and expense recognition
mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut: 1.
Identifikasi kontrak dengan pelanggan. 2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban
pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki
karakteristik berbeda ke pelanggan 3. Menetapkan harga transaksi setelah dikurangi diskon, retur,
insentif pendapatan dan pajak pertambahan nilai yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai
kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak. 4. Alokasi harga transaksi
ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari
setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah
marjin. 5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang
atas jasa tersebut). Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, sebagai berikut: a) Suatu
titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau b) Suatu periode waktu
(umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Pendapatan diukur berdasarkan nilai yang
diharapkan dapat diterima Perusahaan atas pengalihan unit apartemen, barang atau jasa yang
dijanjikan kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah yang ditagihkan atas nama pihak ketiga.
Pendapatan diakui ketika Perusahaan telah memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan mengalihkan
unit apartemen, barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan, yaitu ketika pelanggan
memperoleh pengendalian atas unit apartemen, barang atau jasa tersebut. Jumlah pendapatan yang
diakui adalah sebesar jumlah yang dialokasikan untuk bagian dari kewajiban yang terpenuhi.
Page 16
Pendapatan dari penjualan unit apartemen diakui pada saat unit apartemen telah diterima oleh
pelanggan. Uang muka yang diperoleh dari pelanggan diakui sebagai liabilitas kontrak dan disajikan
dalam akun ?Uang Muka Pelanggan?. Pendapatan hotel yang dihasilkan dari penyediaan kamar dan
layanan tamu hotel lainnya diakui pada saat tamu menginap di hotel dan pendapatan lainnya diakui
pada saat barang dan jasa diterima oleh tamu. Beban diakui pada saat terjadinya dengan
menggunakan dasar akrual.
Transaksi dengan pihak berelasi Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi sesuai dengan definisi yang diuraikan pada Transactions with related parties
PSAK 7 (Revisi 2010), ?Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi?. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak. Seluruh transaksi dan saldo
yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan yang
relevan.
Pajak penghasilan Perpajakan Pajak Final Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan Income taxes
dikenakan pajak yang bersifat final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap
dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. Berdasarkan
Peraturan Pemerintah No. 71/2008 tanggal 4 November 2008, efektif tanggal 1 Januari 2009,
penghasilan atas transaksi penjualan atau pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dikenai pajak
final. Pajak final atas penghasilan yang menjadi subyek pajak final diakui proporsional dengan jumlah
pendapatan yang diakui pada tahun berjalan. Selisih antara jumlah pajak final yang telah dibayar
dengan jumlah yang dibebankan sebagai beban pajak final pada laba rugi diakui sebagai pajak dibayar
di muka atau utang pajak. Perusahaan menyajikan beban pajak final sebagai pos tersendiri. Selisih
nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak final dengan dasar pengenaan
pajaknya, tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan. Pajak Kini Beban pajak kini
ditentukan berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan yang dihitung berdasarkan tarif pajak dan
peraturan pajak yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan. Aset
dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi
dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Manajemen secara periodik melakukan evaluasi atas
posisi yang diambil dalam pelaporan pajak sehubungan dengan situasi dimana peraturan pajak terkait
menjadi subyek interpretasi dan menetapkan provisi bila diperlukan. Perubahan terhadap liabilitas
perpajakan diakui pada saat diterimanya surat ketetapan pajak atau, jika Perusahaan mengajukan
keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut ditetapkan. Kekurangan/kelebihan
pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari Beban Pajak Penghasilan Kini dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Perusahaan juga menyajikan bunga/denda, jika
ada, sebagai bagian dari Beban Pajak Penghasilan Kini.
Provisi Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) Provisions
yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomis dan estimasi yang
andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Provisi ditelaah pada setiap akhir tahun
pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan
arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomis untuk menyelesaikan kewajiban
tersebut, provisi dipulihkan.
Imbalan kerja karyawan Imbalan Kerja Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang Employee benefits
kepada karyawan berdasarkan metode akrual. Imbalan kerja jangka pendek termasuk upah, gaji,
bonus dan insentif. Imbalan pasca kerja Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja sesuai dengan
ketentuan dari Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 (?PP 35/2021?) untuk mengimplementasikan
provisi pada ayat 81 dan ayat 185 (b) dari Undang-undang No. 11/2020 tentang Cipta Kerja. PP
Page 17
35/2021 menentukan rumus tertentu untuk menghitung jumlah minimal imbalan pensiun, sehingga
pada dasarnya, program pensiun berdasarkan PP 35/2021 adalah program manfaat pasti. Program
pensiun manfaat pasti adalah program pensiun yang menetapkan jumlah imbalan pensiun yang akan
diterima oleh karyawan pada saat pensiun, biasanya berdasarkan beberapa faktor seperti usia, masa
kerja atau kompensasi. Liabilitas imbalan pasti yang diakui di laporan posisi keuangan adalah nilai kini
kewajiban imbalan pasti pada tanggal pelaporan yang dihitung oleh aktuaris independen menggunakan
metode projected unit credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan
estimasi arus kas keluar masa depan dengan menggunakan tingkat suku bunga Obligasi Pemerintah
dalam mata uang yang sama dengan mata uang imbalan yang akan dibayarkan dan waktu jatuh tempo
yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo pensiun yang bersangkutan. Biaya jasa lalu diakui
segera dalam laba atau rugi. Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian
pengalaman dan perubahan asumsi aktuarial segera diakui seluruhnya melalui penghasilan
komprehensif lain dalam tahun terjadinya. Akumulasi saldo pengukuran kembali dilaporkan pada akun
saldo rugi. Keuntungan atau kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian suatu program imbalan pasti
diakui ketika kurtailmen atau penyelesaian terjadi. Kurtailmen terjadi apabila salah satu dari kondisi
berikut terpenuhi: i. Menunjukkan komitmennya untuk mengurangi secara signifikan jumlah pekerja
yang ditanggung oleh program; atau ii. Mengubah ketentuan dalam program imbalan pasti yang
menyebabkan bagian yang material dari jasa masa depan pekerja tidak lagi memberikan imbalan atau
memberikan imbalan yang lebih rendah. Penyelesaian program terjadi ketika Perusahaan melakukan
transaksi yang menghapuskan semua liabilitas hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh
imbalan dalam program imbalan pasti.
Laba per saham Rugi per Saham Rugi per saham dasar dihitung dengan membagi rugi tahun berjalan dengan jumlah Earnings per share
rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Perusahaan tidak
mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022, dan oleh karenanya, rugi per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Pelaporan segmen Informasi Segmen Segmen adalah komponen yang dapat dibedakan dari kegiatan yang terlibat baik Segment reporting
dalam menyediakan produk-produk tertentu dan jasa (segmen usaha), atau dalam menyediakan
produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan
imbalan yang berbeda dari segmen lainnya. Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan
ukuran yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional untuk tujuan pengambilan
keputusan untuk mengalokasikan sumber daya kepada segmen dan menilai kinerjanya. Pendapatan,
beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan secara langsung
kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk
segmen tersebut. Informasi keuangan dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh
manajemen dalam mengevaluasi kinerja setiap segmen dan menentukan pengalokasian sumber daya.
Rincian informasi segmen tersebut diungkapkan dalam Catatan 30.
Penentuan nilai wajar Perusahaan mengukur aset keuangan dan liabilitas keuangan, pada nilai wajar setiap tanggal Determination of fair value
pelaporan. Perusahaan juga mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, aset dan liabilitas
yang diperoleh melalui kombinasi bisnis pada nilai wajar. Perusahaan juga mengukur jumlah
terpulihkan dari Unit Penghasil Kas (?UPK?) tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya
pelepasan, dan aset keuangan tertentu pada NWPKL. Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari
menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi
teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa
transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi: a. Di pasar utama untuk aset atau
Page 18
liabilitas tersebut, atau b. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk
aset atau liabilitas tersebut. Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat
diakses oleh Perusahaan. Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang
akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi
bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya. Pengukuran nilai wajar dari
suatu aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat
ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau dengan
menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan
tertinggi dan terbaiknya. Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan
data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input)
yang dapat diamati (observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat
diamati (unobservable). Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam
laporan keuangan dikategorikan dalam hierarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling
rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut: Harga
kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik. Teknik penilaian
yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran
nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara langsung atau tidak langsung. Teknik penilaian
yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran
nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable).
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama masa manfaat dengan Prepaid expenses
menggunakan metode garis lurus.
Modal saham Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, susunan pemegang saham dan komposisi Share capital
kepemilikan saham Perusahaan berdasarkan laporan dari Biro Administrasi Efek, PT Raya Saham
Registra, adalah sebagai berikut: Pemegang saham dan jumlah saham : PT Graha Mulia Indotama
102.985.320.000 PT Tridaya Bangun Cipta 98.946.680.000 Masyarakat (masing-masing di bawah 5
persen) 77.330.000.000 Jumlah 279.262.000.000 Berdasarkan pencatatan Biro Administrasi Efek,
tidak ada anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan yang memiliki saham Perusahaan yang
telah diterbitkan pada tanggal 30 June 2023 dan 31 Desember 2022.
Biaya emisi efek ekuitas Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran umum saham perdana Perusahaan kepada Stock issuance cost
masyarakat dikurangkan langsung dengan hasil emisi saham tersebut dan disajikan sebagai
pengurang akun tambahan modal disetor dalam laporan posisi keuangan.
Instrumen keuangan Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan bagi satu entitas dan Financial instruments
liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain. - Aset Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal
Pada pengakuan awal, Perusahaan mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah biaya
transaksi, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (?NWLR?). Piutang
usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan, dimana Perusahaan telah
menerapkan cara praktis, yaitu diukur pada harga transaksi yang ditentukan sesuai PSAK 72. Agar
aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain (?NWPKL?), aset keuangan harus menghasilkan arus kas yang semata
Page 19
dari pembayaran pokok dan bunga (?SPPB?) dari jumlah pokok terutang. Penilaian ini disebut sebagai uji SPPB dan dilakukan pada tingkat instrumen. Model bisnis Perusahaan untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana mereka mengelola aset keuangannya untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari penerimaan arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya. Pengukuran Selanjutnya Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam empat kategori: ? Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang), ? Aset keuangan pada NWPKL dengan reklasifikasi ke keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang), ? Aset keuangan pada NWPKL tanpa reklasifikasi ke keuntungan dan kerugian kumulatif atas pelepasan (instrumen ekuitas), dan ? Aset keuangan pada NWLR. Pengukuran selanjutnya dari aset keuangan tergantung kepada klasifikasi masing-masing aset keuangan seperti berikut ini: i. Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang) Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi: ? Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual, dan ? Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang merupakan SPPB dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif (?SBE?) dan menjadi subjek penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau diturunkan nilainya. Aset keuangan Perusahaan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi termasuk kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan setara kas yang dibatasi penggunaannya. ii. Aset keuangan pada NWPKL (instrumen utang) Untuk instrumen utang yang diukur pada NWPKL, pendapatan bunga, revaluasi mata uang asing dan kerugian penurunan nilai atau pembalikan diakui dalam laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama seperti untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui di penghasilan komprehensif lain (?PKL?). Pada saat penghentian pengakuan, perubahan nilai wajar kumulatif yang diakui di PKL direklasifikasi ke laba rugi. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan pada NWPKL dengan reklasifikasi ke keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang). iii. Aset keuangan pada NWPKL tanpa reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif setelah pelepasan (instrumen ekuitas) Pada pengakuan awal, Perusahaan dapat memilih untuk menetapkan klasifikasi yang tak terbatalkan atas investasi pada instrumen ekuitas sebagai NWPKL jika memenuhi definisi ekuitas sesuai PSAK 50 dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan atas basis instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian atas aset keuangan ini tidak pernah direklasifikasi ke laba rugi, dan aset keuangan ini tidak menjadi subjek penurunan nilai. Deviden diakui sebagai penghasilan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak atas pembayaran telah ditetapkan. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan pada NWPKL tanpa reklasifikasi ke keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen ekuitas). iv. Aset keuangan pada NWLR Aset keuangan pada NWLR tercatat dalam laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan perubahan neto nilai wajar yang diakui dalam laba rugi. Penghentian Pengakuan Aset keuangan (atau, sesuai dengan kondisinya, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapuskan dari laporan posisi keuangan Perusahaan) ketika: ? Hak untuk menerima arus kas dari aset telah berakhir, atau ? Perusahaan telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa penundaan yang material kepada pihak ketiga berdasarkan kesepakatan ?pass-through?, dan salah satu dari (a) Perusahaan telah mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Perusahaan tidak mengalihkan maupun tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat atas aset, tetapi telah mengalihkan kendali atas aset. Ketika Perusahaan telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah menandatangani
Page 20
kesepakatan ?pass-through?, Perusahaan mengevaluasi jika, dan sejauh mana, Perusahaan masih mempertahankan risiko dan manfaat atas kepemilikan aset. Ketika Perusahaan tidak mengalihkan maupun tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, maupun tidak mengalihkan kendali atas aset, Perusahaan tetap mengakui aset yang dialihkan sebesar keterlibatan berkelanjutannya. Dalam kasus tersebut, Perusahaan juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur dengan basis yang mencerminkan hak dan kewajiban yang masih dimiliki oleh Perusahaan. Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer, diukur pada nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat awal aset dan jumlah maksimum imbalan yang dibutuhkan oleh Perusahaan untuk membayar kembali. Penurunan nilai Perusahaan mengakui penyisihan kerugian kredit ekspektasian (?KKE?) untuk semua instrumen utang yang bukan diukur pada NWLR dan kontrak jaminan keuangan. KKE ditentukan atas perbedaan antara arus kas kontraktual menurut kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima oleh Perusahaan, yang didiskontokan dengan perkiraan SBE orisinal. Arus kas yang diharapkan mencakup setiap arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perbaikan kredit lainnya yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam ketentuan kontrak. KKE diakui dalam dua tahap. Bila belum terdapat peningkatan risiko kredit signifikan sejak pengakuan awal, KKE diakui untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (KKE 12 bulan). Namun, bila telah terdapat peningkatan signifikan risiko kredit sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diakui untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur aset, tanpa mempertimbangkan waktu gagal bayar (KKE sepanjang umurnya). Karena piutang usaha dan piutang lain-lain tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan KKE. Oleh karena itu, Perusahaan tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit, namun justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan KKE sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan. Perusahaan membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan dengan perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi. Perusahaan menganggap aset keuangan dalam gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah lewat dari tanggal jatuh tempo. Namun, dalam kasus tertentu, Perusahaan juga dapat mempertimbangkan aset keuangan menjadi gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa besar kemungkinan Perusahaan tidak menerima jumlah kontraktual terutang secara penuh sebelum memperhitungkan perbaikan kredit yang dimiliki oleh Perusahaan. Aset keuangan dihapuskan jika tidak terdapat ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual. - Liabilitas Keuangan Pengakuan dan Pengukuran Awal Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada NWLR, utang dan pinjaman atau derivatif ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai pada lindung nilai yang efektif, sesuai dengan kondisinya. Semua liabilitas keuangan diakui pada nilai wajar saat pengakuan awal dan, dalam hal liabilitas keuangan diklasifikasi sebagai utang dan pinjaman, diakui pada nilai wajar setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Perusahaan menetapkan liabilitas keuangannya sebagai utang dan pinjaman, seperti utang bank, utang usaha, utang lain-lain, beban akrual dan utang jangka panjang. Pengukuran Selanjutnya Pengukuran selanjutnya dari liabilitas keuangan ditentukan oleh klasifikasinya sebagai berikut: i. Liabilitas keuangan pada NWLR Liabilitas keuangan yang diukur pada NWLR mencakup liabilitas keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang diukur pada NWLR yang ditetapkan saat pengakuan awal. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan, jika liabilitas keuangan tersebut diperoleh untuk tujuan dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini juga mencakup instrumen keuangan derivatif yang dilakukan oleh Perusahaan dimana instrumen derivatif tersebut tidak ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 71. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai dimiliki
Page 21
untuk diperdagangkan kecuali ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Keuntungan
atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laba rugi. Liabilitas
keuangan yang diukur pada NWLR yang ditetapkan saat pengakuan awal harus memenuhi kriteria
dalam PSAK 71 dan ditetapkan pada tanggal pengakuan awal. Perusahaan tidak menetapkan liabilitas
keuangan apapun sebagai liabilitas yang diukur pada NWLR. ii. Liabilitas keuangan pada biaya
perolehan diamortisasi (utang dan pinjaman) (i) Utang dan Pinjaman Jangka Panjang yang Dikenakan
Bunga Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman jangka panjang yang berbunga diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Pada tanggal pelaporan, biaya
bunga yang masih harus dibayar dicatat secara terpisah, dari pokok pinjaman terkait, dalam bagian
liabilitas jangka pendek. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi ketika liabilitas dihentikan
pengakuannya maupun melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE. Biaya amortisasi
dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskonto atau premium atas akuisisi dan komisi atau biaya
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai biaya keuangan
pada laba rugi. (ii) Utang dan Akrual Liabilitas untuk utang usaha, utang lain-lain dan beban akrual
dinyatakan sebesar jumlah tercatat (jumlah nosional), yang kurang lebih sebesar nilai wajarnya.
Penghentian pengakuan Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban
yang ditetapkan dalam kontrak berakhir atau dibatalkan atau kadaluarsa. Ketika sebuah liabilitas
keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan
yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara
substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian
pengakuan liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai
tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi. - Saling Hapus Instrumen
Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan disaling hapuskan dan nilai netonya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak secara hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi
untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan.
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan informasi Events after reporting period
mengenai posisi keuangan Perusahaan pada tanggal laporan posisi keuangan (peristiwa
penyesuaian), jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian (peristiwa nonpenyesuaian), apabila
jumlahnya material, telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
Penerapan standar akuntansi baru Berikut ini adalah standar akuntansi keuangan revisi yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2023: - Adoption of new accounting standards
Amandemen PSAK 1, ?Penyajian Laporan Keuangan? tentang pengungkapan kebijakan akuntansi
yang mengubah istilah ?signifikan? menjadi ?material? dan memberi penjelasan mengenai kebijakan
akuntansi material; - Amandemen PSAK 1, ?Penyajian Laporan Keuangan? tentang klasifikasi
liabilitas; - Amandemen PSAK 25, ?Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan
Kesalahan? tentang definisi ?estimasi akuntansi? dan penjelasannya; - Amandemen PSAK 16, ?Aset
Tetap? tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan; - Amandemen PSAK 46, ?Pajak
Penghasilan? tentang pajak tangguhan terkait aset dan liabilitas yang timbul dari transaksi tunggal
yang diadopsi dari Amandemen IAS 12, ?Income Tax? regarding Deferred Tax related to Assets and
Liabilities arising from a Single Transaction; dan - Amandemen PSAK 107, ?Akuntansi Ijarah?.
Implementasi dari standar akuntansi keuangan revisi tersebut di atas tidak menghasilkan perubahan
substansial terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak yang material
terhadap laporan keuangan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya. Terkait adanya siaran pers
Page 22
DSAK IAI ?Pengatribusian Imbalan pada Periode Jasa? pada bulan April 2022, Perusahaan mengubah
kebijakan terkait atribusi imbalan pensiun pada periode jasa sesuai ketentuan dalam PSAK 24 untuk
pola fakta umum dari program pensiun berbasis Undang-undang Cipta Kerja No. 11/2020 dan
Peraturan Pemerintah 35/2021. Dampak perubahan perhitungan tersebut adalah tidak material
terhadap Perusahaan, sehingga dibukukan seluruhnya pada laporan keuangan tahun berjalan.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Standar akuntansi keuangan baru dan revisi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia tetapi belum berlaku efektif untuk tahun yang berakhir pada effective
tanggal 30 Juni 2023 dan belum diterapkan secara dini oleh Perusahaan adalah sebagai berikut: Mulai
efektif pada atau setelah 1 Januari 2024 ? Amandemen PSAK 1, ?Penyajian Laporan Keuangan?
tentang liabilitas jangka panjang dengan kovenan; dan ? Amandemen PSAK 73, ?Sewa? tentang
liabilitas sewa pada transaksi jual dan sewa-balik. Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2025 ?
PSAK 74, ?Kontrak Asuransi?; dan ? Amandemen PSAK 74, ?Kontrak Asuransi? tentang penerapan
awal PSAK 74 dan PSAK 71 - Informasi Komparatif. Manajemen sedang mengevaluasi dampak dari
penerapan standar akuntansi keuangan baru dan revisi tersebut dan belum menentukan dampaknya
terhadap laporan keuangan.
Utang pembiayaan konsumen Perusahaan melakukan perjanjian pembiayaan konsumen dengan PT Toyota Astra Financial Services, Consumer financing liabilities
perusahaan pembiayaan pihak ketiga, untuk perolehan kendaraan. Pembayaran minimum atas
pembiayaan tersebut akan jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) sampai 4 (empat) tahun, dengan jaminan
kendaraan yang bersangkutan (Catatan 9).
Page 23
[2611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Property Industry - Current Year
30 June 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Addition in property, plant, Property, plant, and
equipment, beginning period and equipment equipment, end period
Nilai perolehan, kotor Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount, gross
41,721,276,317 41,721,276,317
dimiliki langsung improvement, directly owned
Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment,
2,124,043,103 4,292,793 2,128,335,896
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
7,169,624,527 7,169,624,527
langsung
Lainnya, dimiliki langsung 4,821,463,337 4,821,463,337 Others, directly owned
Dimiliki langsung 55,836,407,284 4,292,793 55,840,700,077 Directly owned
Kendaraan bermotor, aset hak Motor vehicle, rights of use
222,364,000 222,364,000
guna assets
Aset hak guna 222,364,000 222,364,000 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
56,058,771,284 4,292,793 56,063,064,077
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount, accumulated
10,266,261,592 1,548,654,635 11,814,916,227
dimiliki langsung improvement, directly owned depreciation
Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment,
1,350,907,408 63,295,455 1,414,202,863
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
6,494,691,193 388,994,980 6,883,686,173
langsung
Lainnya, dimiliki langsung 4,391,524,638 765,622,338 5,157,146,976 Others, directly owned
Dimiliki langsung 22,503,384,831 2,766,567,408 25,269,952,239 Directly owned
Kendaraan bermotor, aset hak Motor vehicle, rights of use
44,472,800 22,236,400 66,709,200
guna assets
Aset hak guna 44,472,800 22,236,400 66,709,200 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
22,547,857,631 2,788,803,808 25,336,661,439
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
33,510,913,653 30,726,402,638
equipment
Page 24
[2611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - Property Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Reclassifications of
Addition in property, plant, Property, plant, and
equipment, beginning property, plant, and
and equipment equipment, end period
period equipment
Nilai perolehan, kotor Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount, gross
dimiliki langsung 41,002,524,212 169,222,105 549,530,000 41,721,276,317 improvement, directly
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
1,827,003,255 297,039,848 2,124,043,103
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
3,449,624,527 3,720,000,000 7,169,624,527
dimiliki langsung owned
Lainnya, dimiliki langsung 4,821,463,337 4,821,463,337 Others, directly owned
Dimiliki langsung 51,100,615,331 466,261,953 4,269,530,000 55,836,407,284 Directly owned
Kendaraan bermotor, aset Motor vehicle, rights of use
3,720,000,000 222,364,000 ( 3,720,000,000 ) 222,364,000
hak guna assets
Aset hak guna 3,720,000,000 222,364,000 ( 3,720,000,000 ) 222,364,000 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
54,820,615,331 688,625,953 549,530,000 56,058,771,284
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount,
dimiliki langsung 7,168,952,324 3,097,309,268 10,266,261,592 improvement, directly accumulated depreciation
owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
898,437,657 452,469,751 1,350,907,408
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
3,388,134,566 777,989,960 2,328,566,667 6,494,691,193
dimiliki langsung owned
Lainnya, dimiliki langsung 3,186,158,803 1,205,365,835 4,391,524,638 Others, directly owned
Dimiliki langsung 14,641,683,350 5,533,134,814 2,328,566,667 22,503,384,831 Directly owned
Kendaraan bermotor, aset Motor vehicle, rights of use
2,328,566,667 44,472,800 ( 2,328,566,667 ) 44,472,800
hak guna assets
Aset hak guna 2,328,566,667 44,472,800 ( 2,328,566,667 ) 44,472,800 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
16,970,250,017 5,577,607,614 22,547,857,631
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
37,850,365,314 33,510,913,653
equipment
Page 25
Page 26
[2611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Property Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Unit hotel merupakan bagian dari proyek Apartemen Parkland Avenue Tower A dan Tower B yang Disclosure of notes for property, plant and
digunakan untuk operasional Hotel Sahid Serpong. Unit kantor merupakan unit yang digunakan equipment
sebagai kantor Perusahaan di Parkland Avenue, Serpong, Tangerang Selatan. Penyusutan aset tetap
dibebankan ke beban umum dan administrasi masing-masing sebesar Rp 2.788.803.808 sampai
tanggal 30 Juni 2023 dan Rp 5.577.607.614 pada tahun 2022 (Catatan 24). Jumlah biaya perolehan
aset tetap yang telah disusutkan penuh namun masih digunakan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022 adalah sebesar Rp 3.563.557.747. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember
2022, tidak terdapat aset tetap yang tidak dipakai sementara atau dihentikan dari penggunaan aktif dan
tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022,
tidak terdapat aset tetap yang berasal dari hibah. Unit hotel dan kantor digunakan sebagai jaminan
atas utang bank jangka panjang (Catatan 13). Kendaraan dari pembiayaan konsumen dijaminkan atas
pembiayaan yang diperoleh dari perusahaan pembiayaan terkait (Catatan 18). Pada tanggal 30 Juni
2023 dan 31 Desember 2022, kendaraan Perusahaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran,
pencurian dan risiko lainnya kepada perusahaan asuransi pihak ketiga, dengan nilai pertanggungan
sebesar Rp 241.400.000. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup
memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022, berdasarkan penelaahan atas estimasi umur manfaat, nilai residu dan metode
penyusutan aset tetap, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat perubahan atas estimasi masa
manfaat, nilai residu dan metode penyusutan aset tetap. Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak
terdapat kondisi atau peristiwa yang mengindikasikan penurunan nilai atas aset tetap pada tanggal 30
Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Page 27
[2616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - Property Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas pendapatan Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat Disclosure of notes for revenue
pendapatan dari pihak berelasi dan pendapatan dari satu pelanggan yang melebihi 10 persen dari total
pendapatan.
Page 28
[2617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - Property
Industry
Catatan untuk tipe pendapatan Notes for revenue by type
30 June 2023 30 June 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari jasa 1 Unit apartemen - Service revenue 1
Proyek 18,325,463,920 14,179,686,814
apartemen
Pendapatan dari jasa 2 Unit SOHO - Service revenue 2
Proyek 1,528,338,182
apartemen
Pendapatan dari jasa 3 Kamar - Hotel Service revenue 3
3,365,124,953 3,908,480,228
Sahid Serpong
Pendapatan dari jasa 4 Makanan dan Service revenue 4
minuman - Hotel 1,876,881,077 2,219,448,501
Sahid Serpong
Pendapatan dari jasa 5 Lainnya - Hotel Service revenue 5
41,883,491 304,991,672
Sahid Serpong
Pendapatan dari jasa 23,609,353,441 22,140,945,397 Service revenue
Tipe pendapatan 23,609,353,441 22,140,945,397 Type of revenue
Page 29
[2620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - Property Industry
Piutang usaha berdasarkan umur Trade receivables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Belum jatuh tempo Umur 3,973,991,680 3,043,221,061 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 334,356,483 936,993,010 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 266,354,515 389,006,010 31 - 60 days
61 - 90 hari 220,294,364 126,890,364 61 - 90 days
Lebih dari 90 hari 323,622,703 181,387,164 More than 90 days
Umur 1,144,628,065 1,634,276,548 Aging
Jatuh tempo Umur 5,118,619,745 ( 300,610,000 ) 4,818,009,745 4,677,497,609 ( 300,610,000 ) 4,376,887,609 Aging Due status
Page 30
[2621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - Property Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas piutang usaha Piutang usaha dari proyek apartemen merupakan piutang pelanggan atas pembelian unit apartemen Disclosure of notes for trade receivables
yang telah dilakukan serah terima unit kepada pelanggan. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022, piutang usaha dari proyek apartemen digunakan sebagai jaminan atas utang bank
jangka panjang (Catatan 13). Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian kredit ekspektasian
adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha. Manajemen
berkeyakinan bahwa tidak terdapat risiko terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha.
Page 31
[2621000a] Notes to the financial statements - Notes Payable - Property Industry
Page 32
[2621110] Disclosure of Notes to the financial statements - Notes Payable - Property Industry
Page 33
[2630000] Notes to the financial statements - Inventories - Property Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 June 2023 31 December 2022
Bangunan dalam Building under
217,806,221,335 179,522,722,951
konstruksi construction
Bangunan siap jual 184,575,039,199 195,203,808,273 Building available for sale
Aset real estat kotor Real estate assets,
402,381,260,534 374,726,531,224
gross
Aset real estat 402,381,260,534 374,726,531,224 Real estate assets
Aset real estat lancar 184,756,466,578 195,320,036,143 Current real estate assets
Aset real estat tidak lancar Non-current real estate
217,806,221,335 179,522,722,951
assets
Lainnya 181,427,379 116,227,870 Other inventories
Persediaan, kotor 181,427,379 116,227,870 Inventories, gross
Persediaan 181,427,379 116,227,870 Inventories
Page 34
[2632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - Property Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan Persediaan proyek apartemen Mutasi persediaan proyek apartemen selama tahun berjalan adalah Disclosure of notes for inventories
sebagai berikut: Saldo awal tahun 195.203.808.273 Penambahan: Biaya konstruksi dan
pengembangan 178.651.664.554 Reklasifikasi dari tanah untuk pengembangan 39.154.556.781
Pengurangan: Beban pokok pendapatan (10.628.769.074) Saldo akhir tahun 402.381.260.534
Persentase penyelesaian pembangunan proyek apartemen Canary pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
sekitar 53,62 persen dan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2024. Manajemen berkeyakinan
bahwa tidak terdapat hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian proyek apartemen tersebut.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, persediaan unit apartemen, kios dan SOHO atas
proyek Parkland Avenue digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka panjang (Catatan 13).
Tidak terdapat biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke bangunan dalam penyelesaian untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Persediaan telah diasuransikan
terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya kepada perusahaan asuransi pihak ketiga dengan nilai
pertanggungan sebesar Rp 333.642.592.211 pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup memadai untuk menutup
kemungkinan kerugian atas risiko tersebut. Persediaan hotel Rincian persediaan hotel adalah sebagai
berikut: Perlengkapan hotel 123.685.341 Makanan dan minuman 51.177.950 Lain-lain 6.564.088
Jumlah 181.427.379 Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dan nilai realisasi neto
persediaan pada tanggal pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi
penurunan nilai persediaan sehingga tidak diperlukan pembentukan cadangan kerugian penurunan
nilai atas persediaan.
Page 35
[2640200] Notes to the financial statements - Trade Payable, by aging - Property Industry
Utang usaha berdasarkan umur Trade payables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Belum jatuh tempo Umur 22,135,875,584 9,936,982,898 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 194,029,720 307,018,237 1 - 30 days Overdue
Lebih dari 30 hari 195,457,125 309,276,856 More than 30 days
Umur 389,486,845 616,295,093 Aging
Jatuh tempo Umur 22,525,362,429 10,553,277,991 Aging Due status
Page 36
[2641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - Property Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang usaha Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, fasilitas SKBDN Line yang digunakan Perusahaan Disclosure of notes for trade payables
untuk menjamin pembayaran utang usaha kepada pemasok adalah Rp Nihil. (Catatan 13).
Page 37
[2670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - Property
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 June 2023 30 June 2022
Biaya pelaksanaan proyek 10,628,769,074 9,053,221,381 Project implementation costs
Jumlah biaya produksi 10,628,769,074 9,053,221,381 Total production cost
Harga pokok produksi 10,628,769,074 9,053,221,381 Cost of goods manufactured
Beban pokok pendapatan Other cost of goods sold
1,941,179,128 2,352,018,729
lainnya
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
12,569,948,202 11,405,240,110
pendapatan
Page 38
[2671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - Property Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas beban pokok Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat Disclosure of notes for cost of goods sold
penjualan pembelian dari pihak berelasi.
Page 39
[2691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - Property Industry
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 June 2023 31 December 2022
Utang bank, nilai dalam Utang bank, nilai dalam
Total utang bank, kotor Total utang bank, kotor
mata uang asing mata uang asing
Bank loan, amount in foreign Bank loan, amount in foreign
Total bank loans, gross Total bank loans, gross
currency currency
Bank lokal lainnya IDR 65,352,005,002 67,915,280,640 IDR Other local banks
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 June 2023 31 December 2022
Total utang bank, bersih 65,352,005,002 67,915,280,640 Total bank loan, net
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu Current maturities of bank loans
23,289,600,000 23,289,600,000
tahun atas utang bank
Liabilitas jangka panjang atas utang bank 42,062,405,002 44,625,680,640 Long-term bank loans
Page 40
[2691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - Property Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka - PT Bank Ganesha Tbk (?BG?) Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 03 tanggal 27 Oktober 2022 Disclosure of notes for long-term bank loans
panjang yang dibuat di hadapan Raden Adrianto, SH, Notaris di Tangerang Selatan, Perusahaan memperoleh
fasilitas Short-Term Loan (?STL?) dari BG sebesar Rp 68.500.000.000 untuk pembayaran kembali
seluruh saldo utang bank dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Fasilitas kredit tersebut
berlaku untuk 2 (dua) tahun sampai dengan tanggal 27 Oktober 2024 dan dikenakan suku bunga
tahunan sebesar 10 persen. Fasilitas kredit tersebut dijamin dengan persediaan unit apartemen, kios
dan SOHO atas proyek Parkland Avenue (Catatan 6) dan unit hotel (Catatan 9). Pembayaran cicilan
pinjaman dilakukan sesuai arus kas yang diperoleh dari penjualan unit persediaan yang dijaminkan
tersebut. Pada tanggal 30 Juni 2023, saldo fasilitas STL yang digunakan oleh Perusahaan adalah
sebesar Rp 65.352.005.002. Berdasarkan perjanjian pinjaman dengan BG, tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari BG, Perusahaan tidak diperkenankan untuk melakukan hal-hal sebagai berikut: -
Melakukan perubahan modal saham, pemegang saham, pengurus, pembagian deviden; - Bertindak
sebagai penjamin atas utang pihak ketiga; - Mengajukan kepailitan; serta - Menjual aset yang menjadi
jaminan di Bank. Pada tanggal 30 Juni 2023, Perusahaan telah memenuhi syarat dan kondisi pinjaman
yang ditetapkan oleh BG. - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (?BTN?) Berdasarkan Akta
Perjanjian Kredit No. 39 tanggal 10 Juni 2015 yang dibuat di hadapan Desra Natasha Warganegara,
SH, MKn, Notaris di Tangerang Selatan, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit Modal Kerja
Konstruksi Non-Revolving dari BTN dengan fasilitas sebesar Rp 150 miliar untuk pembangunan
apartemen Parkland Avenue di Serpong, Tangerang Selatan. Jangka waktu pinjaman tersebut adalah
48 (empat puluh delapan) bulan sampai dengan tanggal 10 Juni 2019 serta dikenakan tingkat suku
bunga sebesar 13 persen per tahun. Sumber utama pengembalian kredit adalah dari penjualan unit
apartemen yang pembangunannya dibiayai BTN melalui Kredit Pemilikan Apartemen, Cash Keras dan
Cash Bertahap serta Tunai. Berdasarkan Akta Addendum Perjanjian Kredit No. 64 tanggal 29
September 2017 yang dibuat di hadapan Dr. Udin Nasrudin, SH, MHum, Notaris di Tangerang Selatan,
BTN menyetujui perpanjangan kredit selama 24 (dua puluh empat) bulan menjadi sampai dengan
tanggal 10 Juni 2021 dan mengubah jadwal serta jumlah angsuran pengembalian pokok pinjaman.
Selanjutnya, berdasarkan Surat dari BTN No. 596/Clg.II/BCSU/VI/2021 tanggal 25 Juni 2021, BTN
menyetujui perpanjangan jangka waktu kredit menjadi 24 bulan dari jadwal sebelumnya tanggal 6
Desember 2022 menjadi sampai dengan tanggal 6 Desember 2024 dengan perubahan jadwal dan
jumlah angsuran tertentu dan dikenakan tingkat suku bunga sebesar 12,5 persen per tahun. Fasilitas
kredit tersebut dijamin dengan: - Tanah dan bangunan proyek apartemen Parkland Avenue. - Tanah
milik Tan Ping. - Jaminan pribadi dari Komisaris dan Direktur Utama Perusahaan. - Standing
Instruction atas penjualan apartemen. - Piutang usaha yang berkaitan dengan penjualan unit-unit
apartemen, SOHO dan kios yang dibiayai oleh bank. Berdasarkan perjanjian pinjaman dengan BTN,
Perusahaan wajib memenuhi rasio keuangan dan syarat-syarat lainnya. Perusahaan juga tak
diperkenankan untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari
BTN, yaitu untuk: - Melakukan merger atau akuisisi; - Mendapat tambahan pinjaman dari pihak lain
kecuali pinjaman dari pemegang saham dan transaksi bisnis normal; - Membubarkan Perusahaan dan
meminta pernyataan pailit; dan - Menyewakan atau memindahtangankan Perusahaan dalam bentuk,
nama, atau maksud apapun kepada pihak ketiga. Pada tanggal 27 Oktober 2022, Perusahaan telah
Page 41
melunasi seluruh pinjaman dari BTN dan memperoleh Surat Keterangan Lunas dari BTN No. 328/S/CMBD/CLMR/X/2022 tanggal 28 Oktober 2022.
Page 42
[2692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - Property Industry
31 December 2022
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term
bank loan
Utang bank, nilai dalam mata uang
asing
Bank loan, amount in foreign currency
Bank lokal lainnya IDR 67,915,280,640 IDR Other local banks
Page 43
[2693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - Property Industry
Catatan utang bank jangka pendek Notes for short-term bank loans
30 June 2023 31 December 2022
Utang bank jangka Utang bank jangka
pendek, nilai dalam Utang bank jangka pendek pendek, nilai dalam Utang bank jangka pendek
mata uang asing mata uang asing
Short-term bank loan, Short-term bank loan,
amount in foreign Short term bank loans amount in foreign Short term bank loans
currency currency
Bank OCBC Nisp Tbk IDR 16,867,155,637 19,947,962,605 IDR Bank OCBC Nisp Tbk
Mata uang 16,867,155,637 19,947,962,605 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 16,867,155,637 19,947,962,605 Currency Creditor bank name
Page 44
[2693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - Property Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka - PT Bank OCBC NISP Tbk (?OCBC?) Berdasarkan Perjanjian Pinjaman No. 001/CL/YL/ PP/XII/2018 Disclosure of notes for short-term bank loans
pendek tanggal 27 Desember 2018, yang telah diubah beberapa kali dan terakhir berdasarkan Surat
Perubahan Perjanjian Pinjaman No. 130/CL/BF/ADD/I/2022 tanggal 19 Januari 2022, Perusahaan
memperoleh fasilitas kredit dari OCBC dengan rincian sebagai berikut: a. Fasilitas Kredit Rekening
Koran sebesar Rp 20.000.000.000 untuk modal kerja Perusahaan. b. Fasilitas SKBDN Line 2 dan 3
masing-masing sebesar Rp 10.000.000.000 untuk menjamin pembayaran tagihan kontraktor atas
pembangunan proyek apartemen. Fasilitas kredit tersebut berlaku sampai dengan tanggal 29 Januari
2023 (Catatan 36) serta dijamin dengan deposito berjangka di OCBC milik Perusahaan (Catatan 8).
Pada tanggal 31 Januari 2023, Perusahaan telah melunasi seluruh pinjaman dari OCBC dan
memperoleh Surat Konfirmasi Kredit Lunas dari OCBC pada tanggal 3 Maret 2023. Berdasarkan
Perjanjian Pinjaman No. 417/PP/SR/I/2023 tanggal 31 Januari 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas
kredit dari OCBC dengan rincian sebagai berikut: - Fasilitas Kredit Rekening Koran sebesar Rp
19.000.000.000 untuk modal kerja Perusahaan. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022,
fasilitas pinjaman rekening koran yang digunakan Perusahaan masing-masing sebesar Rp
16.867.155.637dan Rp 19.947.962.605. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, fasilitas
SKBDN Line yang digunakan Perusahaan adalah sebesar Rp Nihil. (Catatan 14). - PT Bank BTPN Tbk
(?BTPN?) Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 01 tanggal 13 Mei 2019, yang telah diubah beberapa kali
terakhir berdasarkan Perjanjian Kredit No. 05 tanggal 7 Mei 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas
Pinjaman Rekening Koran dari BTPN sebesar Rp 4.750.000.000 untuk modal kerja. Fasilitas kredit
berlaku untuk 12 (dua belas) bulan sampai dengan 13 Mei 2022 dan dikenakan tingkat suku bunga per
tahun 1 persen di atas suku bunga deposito berjangka BTPN. Pinjaman ini dijamin dengan deposito
berjangka di BTPN milik Perusahaan sebesar Rp 5.000.000.000 (Catatan 8). Pada tanggal 30 Juni
2023 dan 31 Desember 2022, fasilitas Pinjaman Rekening Koran tidak digunakan oleh Perusahaan.
Pada tanggal 13 Mei 2022, Perusahaan telah melunasi seluruh pinjaman dari BTPN dan memperoleh
Surat Keterangan Lunas dari BTPN No. 008/SME/0461/V/2022 pada tanggal yang sama.
Page 45
[2696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - Property Industry
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.