Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 91
Page 1
Laporan Keuangan Konsolidasian
PT Asia Pacific Fibers Tbk
Dan Entitas Anak
30 Juni 2023, 31 Desember 2022
dan 30 Juni 2022
PT ASIA PACIFIC FIBERS TBK | The EAST Lt. 35 Unit 5-7
Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E3.2 No.1, Jakarta - 12950, INDONESIA
Phone: +62 21 57938555 | Fax: +62 21 57938565 | www.asiapacificfibers.com
Page 2
DAFTAR ISI
Surat Pernyataan Direksi
Halaman
Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1–3
Laporan Laba Rugidan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4–5
Laporan Perubahan Defisiensi Modal Konsolidasian 6
Laporan Arus Kas Konsolidasian 7
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 8 – 88
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
1. UMUM
a Pendirian dan Informasi Umum
PT Asia Pacific Fibers Tbk (“Perusahaan”) memproduksi bahan kimia dan serat sintetis, pertenunan dan perajutan serta aktivitas lainnya yang
berhubungan dengan industri tekstil. Perusahaan mempunyai 2 (dua) pabrik, dan memasarkan produknya di dalam dan di luar negeri, diantaranya
ke Eropa, Amerika Serikat, Asia, Australia dan Timur Tengah.
PT Asia Pacific Fibers Tbk didirikan dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968. Undang undang No. 12
tahun 1970 berdasarkan Akta No. 22 tanggal 15 Februari 1984 dari Januari Tirtaamidjaja, S.H., notaris di Jakarta. Undang-undang diatas telah
diubah dengan Undang-undang Perusahaan Terbatas Republik Indonesia No. 40 tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007. Akta pendirian ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6107.HT.01.01.TH.84 tanggal 26
Oktober 1984 dan diumumkan dalam Tambahan No. 3247 Berita Negara Republik Indonesia No. 72 tanggal 7 September 1990.
Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan dengan akta No. 92 tanggal 24 Maret 2009 oleh notaris Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta, untuk
menyesuaikan Anggaran Dasar Perusahaan dengan Peraturan Bapepam-LK No. IX.J.1 tanggal 14 Mei 2008 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar
Perusahaan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik. Akta notaris ini telah disahkan oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0052618.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 14 Agustus 2009.
Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan dengan akta No. 50 tanggal 10 September 2009 oleh notaris Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta,
mengenai perubahan nama Perusahaan dari PT Polysindo Eka Perkasa Tbk menjadi PT Asia Pacific Fibers Tbk. Akta notaris ini telah disahkan
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.AHU-54294.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 10
Nopember 2009 dan diumumkan dalam Tambahan No. 21449 Berita Negara Republik Indonesia No. 77 tanggal 24 September 2010.
Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan dengan akta No. 107 tanggal 23 Februari 2012 oleh notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn.,
notaris di Jakarta, mengenai implementasi dari program pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (MESOP) berdasarkan
peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) Indonesia No. IX.D.4. Akta notaris ini telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan No.AHU-0018443.AH.01.09.Tahun 2012 tanggal 29 Februari 2012.
Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan, dengan akta No. 30 tanggal 7 Juli 2015 oleh notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., notaris di
Jakarta untuk menyesuaikan Anggaran Dasar Perusahaan dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan. Akta notaris ini telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan AHU-AH.01.03-0954603., tahun 2015, tanggal 31 Juli 2015.
Kemudian, Perusahaan juga telah menerima persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk melakukan ekspansi terhadap
kapasitas fiber di Karawang melalui surat persetujuan No. 2/B/II/PMDN/2011 tanggal 24 Februari 2011. Proyek ini dimulai pada kuartal kedua
tahun 2012.
Berdasarkan akta No. 20 tanggal 9 September 2021 oleh Notaris Aulia Taufani, S.H., tujuan dan ruang lingkup aktivitas Perusahaan sesuai dengan
pasal 3 anggaran dasar meliputi industri kimia dan serat sintetis, pertenunan, perajutan, peralatan kedokteran dan kedokteran gigi dan perlengkapan
lainnya, serta aktivitas lain yang berhubungan dengan industri kecil. Perusahaan berkedudukan di Kendal, Jawa Tengah dengan pabrik yang
berlokasi di Kendal, Jawa Tengah dan Karawang, Jawa Barat. Kantor perwakilan Perusahaan berlokasi di Gedung “The East” , Lantai 35, Jl. DR.
Ide Anak Agung Gde Agung (dahulu Jalan Lingkar Mega Kuningan) Kav. E-3.2 No. 1, Jakarta. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial
pada tahun 1986.
Perusahaan turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar dua lokasi pabrik yang terletak di Karawang dan Semarang. Kegiatan ini
bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Dalam upaya untuk mendukung kegiatan ini dengan lebih efektif. Perusahaan
telah mendirikan yayasan yang bernama “Yayasan Asia Pasific Fiber” pada tanggal 15 Januari 2010. Persetujuan pendirian yayasan ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No. AHU 960.AH.01.04.Tahun 2010 tanggal
15 Maret 2010
Entitas induk langsung Perusahaan adalah Damiano Investments B.V., yang didirikan di Belanda, sedangkan entitas induk utama Perusahaan
adalah ADM Capital and Spinnaker Capital Company, yang masing-masing didirikan dan berdomisili di Hong Kong dan Inggris.
b Penawaran Umum Efek, Wesel Bayar Perusahaan
• Pada tanggal 14 Desember 1990, Perusahaan menawarkan 12.000.000 sahamnya kepada masyarakat melalui Bursa Efek Jakarta dan Surabaya,
sekarang dikenal dengan Bursa Efek Indonesia.
• Pada tanggal 8 Oktober 1993, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM), dengan
suratnya No. S-1738/PM/1993, untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar
184.000.000 saham kepada pemegang saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 1
November 1993.
• Pada tanggal 15 Desember 1994, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM. No S-2027/PM/1994, perihal perubahan
nilai nominal per saham dari
8/88
Page 12
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
• Pada tanggal 20 Mei 1996, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM, dengan suratnya No. S-778/PM/1996,
untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas II dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar 1.104.000.000 saham kepada pemegang
saham. Saham-saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 10 Juni 1996.
• Pada tanggal 11 Desember 1997, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM, dengan suratnya No. S-2844/PM/1997,
untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas III dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar 2.185.920.000 saham kepada pemegang
saham. Saham-saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 5 Januari 1998.
• Pada tahun 1994, Perusahaan menerbitkan Unsecured Senior Notes sebesar US$ 125.000.000 yang dicatat di Bursa Efek Luxembourg. Pada
tahun 1996, Perusahaan menawarkan kepada pemegang Unsecured Senior Notes untuk menukarkan Notes tersebut dengan Guaranteed Senior
Notes sebesar US$ 125.000.000 yang diterbitkan oleh PIFC dimana Perusahaan bertindak sebagai penjamin. Wesel ini dicatat di Bursa Efek
Luxembourg.
• Pada tahun 1996, PIFC, dengan Perusahaan sebagai penjamin, menerbitkan Secured Floating Rate Notes sebesar US$ 50.000.000 dan
Guaranteed Secured Notes sebesar US$ 260.000.000 yang tercatat di Bursa Efek Luxembourg.
• Pada tahun 1997, PIFC, dengan Perusahaan sebagai penjamin, menerbitkan Guaranteed Secured Notes sebesar US$ 250.000.000 yang tercatat
di Bursa Efek Luxembourg.
• Sejak bulan Januari 2000, wesel bayar yang dikeluarkan oleh PIFC sudah tidak tercatat (delisted) dari Bursa Efek Luxembourg.
• Mulai bulan Desember 2004, seluruh saham Perusahaan sejumlah 4.393.920.000 disuspensi sehubungan dengan tuntutan pailit terhadap
Perusahaan dan keterlambatan menyerahkan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan. Saham-saham Perusahaan tetap disuspensi walaupun
Perusahaan telah lepas dari pailit. Akan tetapi, Perusahaan berusaha untuk keluar dari suspensi ini dengan menyerahkan langkah-langkah yang
akan dilakukan oleh Perusahaan. Kemudian, pada bulan Juli 2006, saham-saham Perusahaan telah diperdagangkan kembali.
• Pada tahun 2006, Perusahaan telah melakukan konversi atas utang tidak terjamin sebagai bagian dari implementasi perjanjian perdamaian
yang telah diputuskan oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan menerbitkan sebanyak 43.144.238.750 lembar saham dimana sesuai dengan
ketentuan Bursa Efek Indonesia. saham tersebut tidak dapat diperdagangkan dalam waktu 1 (satu) tahun. Kemudian, pada bulan
• Menurut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 21 Februari 2008, para pemegang saham
menyetujui untuk melakukan penggabungan nilai nominal saham (reverse stock split) dengan rasio 20 berbanding 1 yang artinya 20 saham
lama akan menjadi 1 saham baru. Reverse stock ini dilakukan agar saham Perusahaan lebih likuid dan sesuai dengan kinerja Perusahaan.
Anggaran Dasar Perusahaan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tanggal 3 Maret 2008. Selanjutnya, menurut
akta notaris Sutjipto, S.H. No. 122 tanggal 27 Februari 2008 tentang perjanjian pembelian sisa saham hasil reverse stock Perusahaan,
dinyatakan bahwa PT Trimegah Securities Tbk sebagai pembeli siaga. Disamping itu, jumlah saham hasil reverse stock telah diperdagangkan
di Pasar Reguler pada tanggal 14 Maret 2008.
• Pada tanggal 10 Oktober 2008, saham dari Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) sudah tidak tercatat (delisted) di Bursa Efek Indonesia
melalui surat keputusan No. S 04741/BEI.PSR/09/2008 dan
Peng-004/BEI.PSR/DEL/09-2008 akibat suspensi saham PT Texmaco Jaya Tbk dari perdagangannya dan masalah kelangsungan hidupnya.
• Sejak tanggal 2 Desember 2009, saham Perusahaan di Bursa Efek Indonesia sudah diganti dengan menggunakan nama Perusahaan yang baru.
• Menurut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 24 Maret 2009 yang telah dikukuhkan dalam akta
notaris Sutjipto, S.H., No. 91 tanggal 24 Maret 2009, notaris di Jakarta. Pemegang Saham setuju untuk melakukan penambahan modal tanpa
hak memesan efek terlebih dahulu melalui pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (Management Employee Stock
Option Programme / MESOP) sebanyak 118.845.397 lembar saham seri C (5% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor). Akta
notaris ini telah disahkan olehMenteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
0052619.AH.01.09., tahun 2009 tanggal 14 Agustus 2009. Berdasarkan rencana Perusahaan yang telah dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia
melalui surat tertanggal 17 Maret 2009, program ini telah diimplementasikan pada 1 Februari 2012.
• Kemudian, berdasarkan akta notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., No. 107 tanggal 23 Februari 2012, notaris di Jakarta, program pemberian
hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (Management Employee Stock Option Programme / MESOP) telah diimplementasikan
dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 45 per saham. Semua saham telah disetor penuh melalui rekening bank Perusahaan pada tanggal 20
Februari 2012 dan 21 Februari 2012, dan telah didaftarkan di Bursa Efek Indonesia melalui pengumuman No. Peng P-00032/BEI.PPR/03-2012
tanggal 5 Maret 2012 dan No. Peng-P- 00033/BEI.PPR/03-2012 tanggal
7 Maret 2012.
9/88
Page 13
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
• Menurut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 18 Juni 2012 yang telah dikukuhkan dalam akta
notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn. No. 88 tanggal 18 Juni 2012, notaris di Jakarta. Pemegang Saham setuju untuk melakukan penambahan
modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu melalui pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (Management
Employee Stock Option Programme / MESOP) sebanyak 74.872.600 lembar saham seri C (3% dari jumlah saham yang ditempatkan dan
disetor). Perusahaan telah mengirimkan surat No. 068/APF-CS/VI/2014 tanggal 25 Juni 2014 dan No. 071/APF-CS/VIII/2014 tanggal 7 Juli
2014 kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang perihal pembatalan atas implementasi MESOP akibat belum selesainya restrukturisasi
hutang yang telah mengakibatkan penurunan pada harga pasar saham Perusahaan. Menurut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 16 Juni 2015 yang telah dikukuhkan dalam akta notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn. No. 49 tanggal
16 Juni 2015, notaris di Jakarta. Pemegang Saham setuju untuk melakukan pembatalan atas implementasi MESOP.
c Entitas Anak Yang Dikonsolidasi
Perusahaan induk memiliki beberapa entitas anak yang tidak aktif sebagai berikut:
Anak Preusahaan Lokasi Kegiatan Usaha Operasi Ownership 2021 US$ 2022 US$
% (dalam Jutaan) (dalam Jutaan)
PT Texmaco Jaya Tbk Karawang
(TJ) Perdagangan, 1972 92 228.735 228.735
pertenunan, perajutan
dan pemrosesan
PT Texmaco Graha Jakarta 1994 91 167 167
Perdagangan tekstil, dan
Busana (TGB),
produksi pakaian jadi
dimiliki TJ dengan
dan asesoris
kepemilikan 99%
Polysindo Belanda Jasa Keuangan 1994 100 682 682
International Finance
Company B.V.
Polysindo Republik Jasa Keuangan Pra Opratioanal 100 0 0
(Mauritius) Ltd. Mauritius
(PML)
• Pada tahun 2001, Perusahaan mengakuisisi 10.000 saham yang merupakan 100% kepemilikan di Polysindo (Mauritius) Ltd. Saham yang
diperoleh sejumlah US$ 10.000. Perbedaan antara harga perolehan dengan nilai aktiva bersih dari PML sejumlah Rp 221.924.188 (setara
dengan US$ 21.339) dicatat pada akun” selisih restrukturisasi entitas sepengendali” sebagai bagian dari tambahan modal disetor di dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 32).
• Tidak terdapat transaksi antara Perusahaan dengan Polysindo (Mauritius) Ltd., dan Polysindo International Finance Company BV selama tahun
2022 dan 2021. Perusahaan berniat untuk menutup kegiatan Entitas Anak tersebut bersama dengan proses restrukturisasi Perusahaan.
• Terhitung bulan April 2008, operasional divisi Fleece pada PT Texmaco Jaya Tbk (TJ) telah dioperasikan oleh Perusahaan dengan sistem
maklon.
• Sejak semester kedua tahun 2004, PT Texmaco Graha Busana sudah menghentikan operasional bisnisnya
10/88
Page 14
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
d Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit dan Karyawan
• Susunan Dewan Komisaris, Direksi Perusahaan dan Komite Audit (manajemen kunci) pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 adalah sesuai
dengan Akta Notaris No. 83 tanggal 21 Juli 2022 dari Aulia Taufani, S.H., notaris di Jakarta.
• Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Robert Mc Carthy Robert Mc Carthy
Komisaris Independen : Ir. Agus Tjahajana Wirakusumah Ir. Agus Tjahajana Wirakusumah
Sumiyati Dono Iskandar Djojosubroto
Komisaris : Christoper Ian Teague Christoper Ian Teague
Christopher Robert Botsford Christopher Robert Botsford
Alexander Shaik Alexander Shaik
Dewan Direksi:
Direktur Utama : Vasudevan Ravi Shankar Vasudevan Ravi Shankar
Direktur : Seeniappa Jegatheesan Seeniappa Jegatheesan
Peter Vinzenz Merkle Peter Vinzenz Merkle
Dr. Antonius Widyatma Sumarlin Dr. Antonius Widyatma Sumarlin
Drs. Prawira Atmadja Drs. Prawira Atmadja
• Untuk memenuhi Peraturan BAPEPAM No. IX.1.5 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit, Dewan Komisaris
telah membentuk Komite Audit.
Susunan komite audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Ketua : Dono Iskandar Djojosubroto Dono Iskandar Djojosubroto
Anggota : Doedy Darwin Doedy Darwin
Deddy Sutrisno Deddy Sutrisno
• Corporate Secretary Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah Bapak Tunaryo.
• Pada bulan Februari 2009, Perusahaan telah membentuk departemen internal audit untuk memenuhi ketentuan BAPEPAM-LK. Ketua internal
audit adalah Bapak Yohanes Baptis Galuh Adjar Pamungkas.
• Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan induk memiliki masing-masing 3,177 dan 3.457 orang pegawai tetap. Dan pada
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Entitas Anak tidak memiliki pegawai tetap.
e Persetujuan dan Otorisasi atas Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut
telah disetujui dan diotorisasi oleh Dewan Direksi pada tanggal 28 July 2023.
2. KELANGSUNGAN HIDUP PERUSAHAAN, RESTRUKTURISASI HUTANG DAN KONDISI EKONOMI
a Kelangsungan Hidup
Industri Poliester, yang telah pulih setelah gangguan yang disebabkan oleh pandemi, terus menghadapi permintaan-pasokan yang serius karena
ketidakpastian masih ada sepanjang tahun dan bahkan berlanjut hingga tahun 2023. Banyak tantangan yang dihadapi industri selama tahun ini
adalah biaya energi yang tinggi di Eropa, perang Rusia di Ukraina, dan respons China terhadap Covid. Seluruh jalur distribusi poliester
menghadapi situasi yang tidak menguntungkan terkait kelebihan kapasitas, yang akan memicu kelebihan pasokan di semua tingkat pasar. Dinamika
ini telah sangat memaksa pemotongan produksi dan rasionalisasi aset. Produsen bahan baku paraxylene, PTA, dan MEG berada di bawah tekanan
paling besar di tengah potensi kelebihan pasokan pada tahun 2022. Margin PTA yang tetap stabil di 2021, mulai berfluktuasi dan tetap fluktuatif di
2022 dan mencapai dasar selama kuarter ke -4, sebelum pulih ke level sekarang.
Harga minyak mentah dan PX terus melonjak sepanjang semester pertama tahun ini dan relatif tetap stabil sepanjang tahun. Kuartal terakhir tahun
ini menyaksikan pergerakan harga yang menurun karena penurunan permintaan. Harga kapas melanjutkan tren kenaikannya selama paruh pertama
tahun 2022 sebagai akibat dari penurunan tingkat stok akhir dengan cepat di bawah permintaan global yang kuat melebihi pasokan yang tersedia.
Hal ini juga membantu menjaga harga Polyester tetap stabil selama periode tersebut. Namun, harga Kapas menurun pada semester kedua karena
gangguan permintaan dan penurunan siklus harga komoditas. Namun demikian, harga Viscose tetap stabil dan menguat sepanjang tahun.
Industri polyester telah menjadi saksi dari tren yang stabil dari harga sebagian besar rantai distribusi polyester, yang didukung dengan kuat dari
pemulihan dalam permintaan pasar dan stabilitas dalam margin. Akan tetapi, tren ini tidak berkelanjutan sepanjang tahun, karena sejumlah faktor
yang mempengaruhi permintaan-penawaran. Permintaan di pasar utama telah rusak parah karena alasan yang memalukan; penumpukan distribusi,
ketidakseimbangan dari paraxylane, PTA dan MEG, dimana produk polyester lain (seperti PET botol) juga menghadapi masalah yang sama. Di
11/88
Page 15
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
pasar yang tidak seimbang ini, harga tetap bergejolak dengan ketidakpastian. Margin untuk banyak produk dalam rantai nilai terjepit karena kondisi
pasar dan margin berada di bawah tekanan selama paruh kedua tahun ini
Sektor TPT (Tekstil) dalam negeri melanjutkan pemulihannya yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi dan konsumsi domestik yang
berkelanjutan. Namun tren tersebut tidak berlanjut sepanjang tahun. Momentum pertumbuhan melambat pada kuartal terakhir sebagai akibat dari
melemahnya permintaan global dan harga komoditas yang moderat. Ekspor TPT selama tahun 2022 meningkat tipis 0,03% dibandingkan tahun
sebelumnya menjadi US$13,02 miliar dibandingkan dengan US$12,97 miliar. Sementara impor tumbuh sebesar 7,02% menjadi US$10,05 miliar
dibandingkan dengan US$9,39 miliar. Akibatnya, neraca perdagangan sektor TPT turun menjadi US$2,96 miliar pada tahun 2022 dari US$3,58
miliar pada tahun sebelumnya. Krisis global akibat dampak perang Rusia-Ukraina mulai dirasakan oleh industri TPT di Indonesia. Hilangnya pasar
ekspor ini mengakibatkan posisi overstock di sebagian besar perusahaan tekstil di Indonesia. Sementara di sisi lain, pasar domestik dibanjiri oleh
produk impor yang mengakibatkan terjadinya kelebihan stok di pasar.
Di tengah fluktuasi dan gangguan di pasar di atas, Perusahaan berusaha untuk mempertahankan tingkat operasinya secara moderat kecuali pada
kuartal terakhir ketika kegiatan hilir dihentikan sebagian dan para pekerja dirumahkan karena penurunan permintaan internasional dan domestik.
Tingkat produksi berada di bawah optimal sejak kuartal terakhir 2022. Damiano Investments B.V., Belanda, pemegang saham mayoritas kami telah
meningkatkan fasilitas modal kerja menjadi US$ 102 juta dalam bentuk Letter of Credit melalui Deutsche Bank, Hong Kong untuk menambah
modal kerja guna menopang kegiatan operasinya.
Harga minyak mentah tetap bergejolak di tengah pesimisme permintaan dan terbatasnya pasokan selama tahun 2022. Harga spot minyak mentah
Brent, yang merupakan patokan global, memulai tahun ini pada $81 per barel (b) dan meningkat ke level tertinggi $118/b pada 22 Juni sebelum
menurun secara bertahap pada kuartal kedua dan ketiga menjadi $84/b pada akhir tahun. Harga minyak mentah telah turun sekitar sepertiga dari
harga tertinggi di bulan Juni, tetapi tetap sangat tidak stabil. Rata-rata tahunan Brent tahun 2022 sebesar $99/b adalah yang tertinggi dalam delapan
tahun terakhir. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mengikuti pola yang sama dengan Brent dan rata-rata $ 4/b lebih rendah dari
Brent pada tahun 2022.
Permintaan minyak dunia diperkirakan berfluktuasi sebesar 110 kb/d tahun ke tahun di kuartal ke-4 (empat) tahun 2022, mencapai 100,8 mb/d,
naik sebesar 130 kb/d dibandingkan dengan Laporan bulan lalu. Penggunaan gasoil yang kuat di negara-negara konsumen utama melebihi
pengiriman petrokimia Eropa dan Asia yang lemah. Pertumbuhan permintaan minyak telah ditingkatkan menjadi 2,3 mb/d (+140 kb/d) untuk tahun
2022 secara keseluruhan dan menjadi 1,7 mb/d tahun depan (+100 kb/d), ketika akan mencapai 101,6 mb/d.
Industri polyester yang mulai pulih setelah dampak gangguan Covid 19 dan penurunan permintaan, melanjutkan pemulihannya di tahun 2022
dengan beberapa stabilitas dalam operasinya. Sebagian besar produsen serat mampu mempertahankan tingkat operasi di atas 70% dengan
bangkitnya kembali permintaan dari rantai tekstil hilir. Semua segmen utama permintaan serat, pakaian jadi, rumah tangga, dan industri telah
menunjukkan tanda-tanda pemulihan bertahap namun stabil. Namun, harga dan margin rantai Polyester tetap berada di bawah tekanan karena
volatilitas harga minyak mentah dan bahan baku. Perang yang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina serta dampaknya terhadap ekonomi dan
perdagangan global semakin memperlambat proses pemulihan.
Di tengah ketidakpastian dan perlambatan kebangkitan kegiatan hilir, APF berusaha keras untuk mempertahankan operasi sepanjang tahun.
Pendapatan penjualan untuk samapi dengan 30 Juni 2023 senilai USD$ 156.670.155 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 25%.
Penurunan pendapatan tersebut terbagi dalam pasar domestik sebesar 25% dan pasar export sebesar 22%,
Volume produksi dan penjualan hampir tetap datar karena pabrik benang fiber dan filamen beroperasi pada tingkat yang kurang optimal akibat
penurunan permintaan domestik akibat perlambatan kegiatan hilir. Sebagian besar unit hilir ditutup sebagian selama semester 2 tahun ini dan
memberhentikan pekerja.
Pendapatan penjualan divisi Performance Fabrics juga menurun secara signifikan menjadi US$2,04 juta pada tahun 2022 dibandingkan dengan
US$4,96 pada tahun sebelumnya, karena penjualan ritel dan offtake masih tetap lesu akibat dampak pembatasan terkait pandemi. Sebagai akibat
dari penurunan produksi dan penjualan, kinerja keuangan Perusahaan secara keseluruhan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan sesuai
rencana dan masih berada pada level yang sama. Perusahaan membukukan EBITDA positif sebesar US$17,58 juta pada tahun 2022 dibandingkan
dengan US$12,94 juta pada tahun sebelumnya. Dengan marjin EBITDA yang lebih rendah, Perusahaan terus menghadapi likuiditas yang ketat dan
tidak dapat memenuhi kebutuhan operasional dan modal kerja yang meningkat, kebutuhan belanja modal yang kritis, dan komitmen keuangan
lainnya.
Dengan tidak adanya kas bebas yang memadai, Perusahaan tidak dapat membayar bunga kepada kreditur tanpa jaminan (Surat Utang Baru) secara
penuh sepanjang tahun. Jumlah bunga yang jatuh tempo untuk keempat kuartal kepada kreditur tanpa jaminan dikapitalisasi sesuai dengan
persetujuan mayoritas kreditur.
Damiano Investments BV, pemegang saham mayoritas dan kreditur Perusahaan, membebaskan bunga atas batas LC sebesar US$ 102 juta untuk
tahun 2022. Bunga atas pinjaman modal kerja juga tidak dapat dilunasi selama tahun berjalan dan pembayaran ditangguhkan selama 10 bulan
dengan persetujuan dari para kreditur.
Industri poliester setelah pandemi menghadapi perubahan yang menyakitkan tetapi peluang berlimpah di tengah tantangan. Beberapa produsen
poliester mapan telah memilih untuk berintegrasi kembali dengan investasi di fasilitas hulu untuk memastikan sumber bahan baku mereka sendiri.
Yang lain telah mengalihkan fokus ke manufaktur khusus dan melakukan diversifikasi ke produksi yang lebih bernilai tambah, termasuk daur
ulang. Daur ulang memainkan peran yang lebih penting dari sebelumnya dalam rantai. Ketika upaya keberlanjutan global mendapatkan momentum,
implikasi pada poliester murni dalam hal pertumbuhan di masa depan memaksa pemikiran ulang asumsi dan prakiraan jangka panjang. Dengan
tantangan yang sulit di depan, tantangan ini akan menghadirkan peluang bagi rantai poliester untuk mengubah dirinya sendiri di tengah perubahan
yang terjadi pada tahun 2023, dan seterusnya.
Beberapa pemain utama telah mengalihkan fokus ke manufaktur khusus dan melakukan diversifikasi ke produksi yang lebih bernilai tambah,
12/88
Page 16
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
termasuk daur ulang. Memang, daur ulang polyester secara diam-diam akan merevolusi rantai poliester pada tahun 2023, dan seterusnya; tantangan
membayangi banyak pemain tradisional, tetapi peluang juga berlimpah bagi mereka yang ingin menemukan kembali diri mereka sendiri.
Namun, segmen Manmade Fibre (MMF) menyumbang 70% pangsa dalam konsumsi serat global dengan mayoritas pangsa dipegang oleh serat
poliester. Konsumsi serat global telah meningkat dari 87 juta ton pada tahun 2014 menjadi 103 juta ton pada tahun 2022. Poliester telah
menggantikan kapas untuk menjadi kategori terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di dunia dengan konsumsi global saat ini sebesar 57 juta
ton. Permintaan untuk serat buatan tumbuh secara signifikan di seluruh dunia. Ada beberapa alasan di balik tren ini. Biaya rendah, kesenjangan
antara permintaan dan penawaran kapas, dan keserbagunaan dalam desain dan aplikasi adalah beberapa alasan utamanya
Pertumbuhan dan volume konsumsi serat poliester yang mengesankan didorong oleh tren di pasar global. Serat sintetis lain yang juga penting
adalah nilon daur ulang, lyocell, dan viscose. Namun, poliester tetap menjadi serat dominan dalam kategori sintetik. Perubahan gaya hidup dan
sikap konsumen mendorong tren produk akhir. Permintaan meningkat mengingat premis berikut:
a. Peningkatan penekanan pada kebugaran: Peningkatan fokus kebugaran pada akhirnya mengarah pada peningkatan permintaan pakaian aktif
yang memberikan kenyamanan seiring dengan kinerja
b. Siklus Mode sangat singkat: Industri mode cepat menjadi sangat bergantung pada serat sintetis, seperti poliester, yang telah menjadi tulang
punggung model bisnis mereka.
c. Kualitas bagus, harga terjangkau: Harga kapas melonjak dalam setengah dekade terakhir. Untuk mengatasi harga serat yang tinggi, poliester
mengambil alih sebagai serat yang paling diminati, saat ini biaya poliester setengah dari kapas per kilo dan memiliki kemampuan memberikan
sifat fungsional seperti kelenturan, daya tahan, dan perawatan yang mudah.
d. Meningkatnya permintaan tekstil Industri: Sebagian besar tekstil teknis seperti Tyre cords, Seatbelt webbings, Upholstery material, Conveyor
belting fabric , dan sebagainya, hanya dapat diproduksi dengan menggunakan serat buatan. Peningkatan drastis dalam permintaan untuk kain-
kain keperluan industri ini mendorong peningkatan permintaan serat buatan.
Perusahaan dengan kemampuannya untuk meningkatkan volume produk khusus (Colored yarns/PBT) untuk aplikasi otomotif/ tekstil rumah,
perawatan kesehatan, tekstil teknis, produk daur ulang dan strategi integrasinya untuk memasuki pasar baru untuk tekstil dan non-tekstil
berorientasi kinerja segmen, akan dapat memenuhi permintaan pasar yang terus berubah dan meningkatkan kinerjanya di tahun-tahun mendatang.
Pabrik PTA di Karawang tetap tidak beroperasi karena perombakan tidak dapat diselesaikan sesuai rencana karena situasi pasar. Persyaratan PTA
terus di-outsource ke luar. Utilisasi kapasitas secara keseluruhan saat ini dipertahankan di sekitar 90% di kedua fasilitas tersebut.
Selain itu, kondisi keuangan Perusahaan pada tahun 2023 menunjukkan posisi sebagai berikut:
• Rugi komprehensif tahun berjalan sebesar US$ 14.431.324
• Modal kerja negatif sebesar US$ 990.966.175
• Defisiensi Modal sebesar US$ 958.869.537
Operasional Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) :
Sebagai konsekuensi dari pernyataan pailit PT Texmaco Jaya Tbk berdasarkan keputusan Pengadilan pada tanggal 19 Agustus 2011 dengan
mengacu pada putusan pengadilan No.10/PKPU/2010/PN.NIAGA.JKT.PST.Jo.No.71/PAILIT/2010/PN.NIAGA.JKT.PST, manajemen
Perusahaan dan pelaksana proses likuidasi berada dibawah tim kurator yang ditetapkan oleh Pengadilan dan diawasi oleh Hakim Pengawas
Kurator dan Pengadilan Niaga Jakarta telah mengakui dan mendaftarkan piutang sebesar Rp 1.106.832.761.717 sebagai utang tidak terjamin.
Proses likuidasi dari Entitas Anak masih berjalan.
Untuk saat ini, Pengadilan telah menyetujui untuk melanjutkan kelangsungan usaha dari operasional divisi Fleece untuk mempertahankan
nilai dari aset pailit. Sesuai dengan persetujuan Pengadilan dan sesuai dengan perjanjian tolling antara tim kurator dengan PT Asia Pacific
Fibers Tbk, divisi Fleece tetap dioperasikan secara tolling .
Laporan keuangan konsolidasian terlampir telah disusun atas dasar kelangsungan usaha, dan tidak mencakup penyesuaian yang mungkin
timbul sebagai akibat dari ketidakpastian tersebut. Dampak terkait akan dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian pada saat dampak
tersebut diketahui dan dapat diestimasi. Hingga saat ini, kegiatan operasional Perusahaan didukung oleh fasilitas Letter of Credit dan pinjaman
belanja modal lainnya dari Damiano Investments B.V., Belanda, serta kepercayaan dan dukungan dari para pemasok dan pelanggannya. Selain
itu, Damiano Investments B.V., Belanda telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan memberikan bantuan kepada Perusahaan untuk
mendapatkan fasilitas letter of credit sampai Perusahaan dapat memperoleh fasilitas kredit dari bank secara mandiri.
13/88
Page 17
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
b Restrukturisasi Utang
Utang Terjamin
Menanggapi permohonan dan diskusi yang terus menerus kami lakukan dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu)/PT Perusahaan Pengelola
Aset (PPA) untuk solusi restrukturisasi Utang Terjamin (Secured Debt), Kemenkeu telah menunjuk komite tingkat tinggi yang dipimpin oleh
Mandiri Sekuritas (divisi Investasi dan Sekuritas Bank BUMN - Bank Mandiri) untuk mempelajari dan merekomendasikan proposal restrukturisasi
utang Perusahaan Texmaco, termasuk Utang Terjamin PT Asia Pacific Fibers, kepada Kemenkeu untuk ditinjau dan disetujui.
Dengan demikian, Komite telah melakukan beberapa kali diskusi dengan Manajemen dan Pemegang Saham mayoritas Perusahaan mengenai
berbagai restrukturisasi dalam kondisi tertentu. Komite telah melakukan uji tuntas keuangan dan hukum terhadap Perusahaan dan juga melakukan
evaluasi teknis dan penilaian aset Perusahaan untuk merumuskan proposal restrukturisasi yang sesuai. Dalam diskusi bilateral dengan komite, APF
telah menekankan perlunya solusi segera untuk masalah ini dan meminta agar APF dilepaskan dari Perusahaan Texmaco karena APF bukan lagi
perusahaan afiliasi dan saham mayoritasnya dipegang oleh Damiano Investments B.V., Belanda, yang juga merupakan kreditur mayoritas
Setelah melalui beberapa kali diskusi dan mempertimbangkan kondisi terkini serta berbagai faktor ekonomi lainnya, Perusahaan telah mengajukan
proposal Restrukturisasi Utang Terjamin yang telah diperbaharui kepada Komite dan Kemenkeu pada bulan Oktober 2016. Rencana restrukturisasi
terakhir yang diajukan oleh Perusahaan adalah konversi seluruh utang yang dijamin menjadi ekuitas melalui debt-equity swap
Selanjutnya, karena tidak ada keputusan yang keluar atas proposal restrukturisasi dari Kemenkeu, Perusahaan mengadakan beberapa kali
pertemuan dengan Kemenkeu selama tahun 2017 dan 2018. Mengingat kesulitan keuangan dan ketidakmampuan Perusahaan untuk mendapatkan
fasilitas modal kerja dan untuk mengumpulkan dana untuk memenuhi investasi belanja modal yang penting dan strategis, kebutuhan untuk
Proposal Restrukturisasi Utang (DRP) yang diperbarui dan dapat dilaksanakan ditekankan kepada semua Kreditur Terjamin termasuk Kemenkeu.
Setelah mempertimbangkan masukan yang diambil dari para kreditor selama periode tersebut dan perkiraan kondisi bisnis saat ini, Perusahaan
mengajukan Proposal Restrukturisasi Hutang (Debt Restructuring Proposal) yang diperbarui dan direvisi pada tanggal 26 Maret 2018 kepada
Kementerian Keuangan dan semua Kreditur Terjamin. Rencana Restrukturisasi Hutang Terjamin (Secured Debt Restructuring Plan) mencakup
100% dari Utang Terjamin akan sepenuhnya dikonversi menjadi saham Ekuitas dengan penerbitan sejumlah 7.487.260.041 saham ekuitas yang
mewakili 75% penambahan ekuitas. Dari jumlah tersebut, 6.988.109.372 saham yang mewakili 70% dari penambahan saham akan dialokasikan
untuk semua Kreditur Terjamin dalam proporsi yang sama dengan nilai hutang pokok mereka.
Setelah beberapa waktu berlalu sejak pengajuan proposal di atas, belum ada keputusan akhir dari pihak yang berwenang dan Perusahaan
melanjutkan negosiasi dengan Kementerian Keuangan dan mengajukan berbagai opsi.
Sejalan dengan tujuan untuk memfasilitasi restrukturisasi obligasi yang dijaminkan dan utang yang dijaminkan lainnya, Perusahaan telah
melakukan berbagai langkah seperti yang ditunjukkan di bawah ini.
Pada tanggal 6 Maret 2017, PT Asia Pacific Fibers Tbk mendirikan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Asia Pacific Fibers Hong Kong
Limited, sebuah perusahaan terbatas swasta yang didirikan berdasarkan hukum Hong Kong Special Administrative Reg ("HKSAR") dengan nomor
registrasi perusahaan 2493881 dan berkantor di Hong Kong.
Anak perusahaan baru, Asia Pacific Fibers Hong Kong Limited melalui pelaksanaan Akta Polling akan secara sukarela mengambil alih tanggung
jawab Penerbit dan/atau Penjamin sehubungan dengan Surat Utang yang dijamin sebesar US$ 682,5 juta. Hal ini dimaksudkan untuk memfasilitasi
restrukturisasi (antara lain) Surat Utang melalui skema pengaturan sesuai dengan pasal 673 dan 674 dari Companies Ordinance (Cap 622 hukum
HKSAR) ("Skema") dan dengan cara yang menguntungkan bagi Perusahaan, Perusahaan dan masing-masing pemangku kepentingan, termasuk
(namun tidak terbatas pada) para pemegang Surat Utang.
Karena tujuan pendirian Asia Pacific Fibers Hong Kong Limited tidak dapat tercapai, maka diambil langkah-langkah untuk melakukan pencabutan
pendaftaran Perusahaan. Oleh karena itu, sebuah surat diajukan kepada pihak yang berwenang di Hong Kong pada tanggal 24 Juli 2018, dan "Tidak
ada keberatan untuk Pencabutan Pendaftaran" diterima pada tanggal 22 Agustus 2018. Selanjutnya pada tanggal 11 Januari 2019, Panitera
Perusahaan Hong Kong telah mengeluarkan surat pembubaran Asia Pacific Fibers Hing Kong Limited .
Selanjutnya, pada September 2021, Perusahaan melakukan pertemuan dengan tim koordinator dari Kementerian Perekonomian, Penanaman Modal,
Keuangan, dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan menekankan perlunya solusi segera atas masalah restrukturisasi utang yang
berkepanjangan. Perusahaan meminta tim untuk mempertimbangkan dengan baik usulan sebelumnya untuk mengubah 100% hutang menjadi
ekuitas yang telah disetujui oleh semua kreditur terjamin lainnya dan menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan. Berdasarkan hasil
diskusi tersebut, Perusahaan telah mengajukan permohonan Menteri Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) pada tanggal
25 September 2020 untuk mendapatkan persetujuan atas Proposal Restrukturisasi Utang yang telah disetujui untuk melakukan konversi 100%
utang menjadi ekuitas.
Pemerintah Indonesia telah membentuk Satuan Tugas BLBI pada bulan April 2021 untuk menangani semua klaim yang tertunda atas dana Bantuan
Likuiditas Bank Indonesia yang termasuk di dalamnya adalah permasalahan Restrukturisasi Utang PT Asia Pacific Fibers. Salah satu kelompok
kerja di bawah Satgas di atas telah memulai diskusi dengan tim Perusahaan dan kreditur terjamin lainnya dengan tujuan untuk menyelesaikan
masalah Restrukturisasi Utang Perusahaan yang telah lama tertunda. Setelah melalui tahap diskusi awal, Perusahaan telah menyerahkan versi
terbaru dari Rencana Restrukturisasi Utang (DRP) untuk ditinjau oleh Tim Satgas di pada 10 Agustus 2022. Secara garis besar, isi dari Proposal
Restrukturisasi Utang (DRP) yang telah direvisi adalah sebagai berikut:
14/88
Page 18
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
a Konversi atas seluruh utang berjaminan senilai US$ 934.724.747 (pada 30 Juni 2022) menjadi ekuitas.
b Penerbitan saham ekuitas kepada BPP/Kemenkeu dalam rangka pengalihan kepemilikan aset strategis tertentu (aset non-APF yang dijaminkan
kepada Kemenkeu) yang sampai saat ini digunakan/dijalankan oleh APF sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan usahanya.
c Konversi keseluruhan notes tidak berjaminan sebesar US$ 31.241.621 menjadi ekuitas.
d Berdasarkan metodologi yang dikembangkan melalui konsultasi dengan seluruh kreditur yang dijamin, Perusahaan mengusulkan untuk
menerbitkan 18.302.191.211 saham baru dengan dilusi 88% yang akan diterbitkan kepada para Kreditur yang dijamin dan pihak-pihak lain
sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam DRP yang telah diedarkan.
e Dengan demikian, 15.496.473.443 saham kembali 74,51% dari modal yang diperluas akan dibagikan kepada semua kreditur terjamin dalam
proporsi yang sama dengan nilai hutang pokok mereka.
f 1.247.876.674 saham yang mewakili 6% dari ekuitas yang diperluas akan dialokasikan kepada BPP/MoF sebagai pertimbangan atas
pengalihan aset-aset strategis tertentu yang sampai saat ini digunakan/dijalankan oleh APF sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari
usahanya.
g
517.943.867 saham yang mewakili 2,49% dari modal yang diperluas akan diberikan kepada pemegang surat utang baru (Tanpa jaminan).
h 1.039.897.228 saham yang mewakili 5% dari modal yang diperluas akan diberikan kepada manajemen berdasarkan skema insentif manajemen.
i Perusahaan mengusulkan untuk membayar commitment fee sebesar sepuluh miliar rupiah (Rp 10.000.000.000) kepada Pemegang Surat Utang
Pemerintah (BPP/Kemendagri) sebagai pembayaran dimuka pada saat diterimanya/disetujuinya Proposal Restrukturisasi Utang (DRP) ini.
j Perusahaan juga mengusulkan untuk membayar biaya komitmen tambahan sebesar sepuluh miliar rupiah (Rp 10.000.000.000) kepada para
pemegang jaminan atas aset-aset setelah menerima/persetujuan atas proposal akuisisi aset-aset tersebut dan pengalihan hak atas tanah-tanah
tersebut kepada Perusahaan.
k Atas komitmen tersebut, Perusahaan telah membayar sebesar satu miliar rupiah (Rp 1.000.000.000) kepada KPKNL- JAKARTA 3 pada
tanggal 19 Januari 2022.
l Prinsip yang mendasari alokasi saham kepada para kreditur didasarkan pada perlakuan yang sama terhadap semua kreditur. Jaminan atas aset-
aset Perusahaan akan dilepaskan pada saat utang dikonversi menjadi ekuitas. Aset yang tidak terjamin akan digunakan untuk pendanaan
belanja modal dan modal kerja.
Sampai dengan tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan belim menerima tanggapan dari Menteri Keuangan terkait dengan
proposal konversi Perusahaan tersebut.
Wesel Bayar Tidak Terjamin
Perusahaan telah menandatangani perjanjian restrukturisasi dengan para kreditur tanpa jaminan yang telah disetujui oleh para kreditur dan
disahkan oleh Pengadilan. Pada tanggal 29 September 2006, kreditur tanpa jaminan yang terdiri dari Bank, PT Bina Prima Perdana, Sewa Guna
Usaha, dan Wesel Bayar telah direstrukturisasi menjadi Wesel Berbunga Tetap dengan kustodian The Hongkong and Shanghai Banking
Corporation Limited, Hong Kong. Dengan demikian, total pinjaman tanpa jaminan setelah restrukturisasi adalah sebesar US$ 18.670.630. Pada
tanggal 20 Desember 2022, jumlah pinjaman baru tanpa jaminan sebesar US$ 31.883.604 termasuk bunga yang dikapitalisasi sebesar US$
13.212.974 (Catatan 22).
Perusahaan telah melakukan semua tindakan korporasi yang diperlukan untuk melaksanakan Rencana Perdamaian ("Rencana Perdamaian") yang
telah disetujui oleh para kreditur tanpa jaminan Perusahaan dan telah disahkan oleh Pengadilan Niaga. Langkah-langkah tersebut meliputi
penerbitan utang baru dengan jaminan maupun tanpa jaminan sebagai ganti dari utang lama yang tidak dijamin dan penerbitan saham untuk
mengurangi jumlah pokok utang sesuai dengan ketentuan Rencana Perdamaian. Perusahaan telah mengurangi hutang tidak terjamin sesuai dengan
Rencana Perdamaian dan meningkatkan modal sahamnya sebagai tambahan modal yang akan dialokasikan kepada para kreditur. Madison Pacific
Trust Limited bertindak sebagai Fiscal & Paying Agent untuk Surat Utang Baru Tidak Terjamin
Pada bulan Februari 2022, Perusahaan juga telah menerima dan mendapatkan persetujuan untuk penundaan tanggal jatuh tempo atas Surat Utang
Baru dari Februari 2022 sampai Februari 2024 termasuk kapitalisasi bunga hingga Februari 2022.
Karena restrukturisasi Utang Terjamin yang belum terselesaikan, Perusahaan terus menghadapi kesulitan keuangan terkait dengan ketidakmampuan
untuk meningkatkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan Modal kerja untuk meningkatkan daya saing dan mengoptimalkan potensi
kinerjanya. Selain itu, kinerja Perusahaan terkena imbas buruk akibat pandemi Covid-19 yang menyebabkan pertumbuhan negatif di semua sektor
ekonomi. Sebagai hasilnya, Perusahaan tidak dapat melayani utang tidak terjamin baru sesuai jadwal yang telah disepakati sebelumnya di awal
tahun 2020.
15/88
Page 19
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Mengingat kesulitan keuangan, Perusahaan telah meminta dan memperoleh persetujuan dari Pemegang Utang untuk penjadwalan ulang Utang Baru
yang akan memperpanjang jadwal pembayaran dengan periode yang sama dua tahun dengan mencabut dan mengganti tabel Tanggal Pelunasan,
sebagaimana ditetapkan di bawah ini:
Redemption Table (Revised for PIK)
Redemption Date Subject to PIK Request Outstanding Amount Redemption Amount Redemption %
15 February 2005 US$ 18.670.630,00 US$ 18.670.630,00
to 15 Aug 2023 US$ 13.857.411,33 US$ 32.528.041,33
15 February 2024 US$ 30.901.639,27 US$ 1.626.402,07 5,00%
15 February 2025 US$ 25.209.232,03 US$ 5.692.407,23 17,50%
15 February 2026 US$ 19.516.824,80 US$ 5.692.407,23 17,50%
15 February 2027 US$ 13.824.417,57 US$ 5.692.407,23 17,50%
15 February 2028 US$ 7.318.809,30 US$ 6.505.608,27 20,00%
15 February 2029 US$ - US$ 7.318.809,30 22,50%
US$ 32.528.041,33 US$ 32.528.041,33 100,00%
NOTE: Based on the approval of majority creditors in the Meeting of the Noteholders held on 21th January 2022,
the schedule of repayment of loan is postponed by 2 years and accordingly the first installment will be due for
payment on 15th February 2024.
c Kondisi Ekonomi
Perekonomian global telah bergulat dengan banyak kejutan — mulai dari invasi Rusia ke Ukraina hingga langkah-langkah nol-Covid yang gigih
dari China — yang telah membuat inflasi melonjak dan aktivitas yang melemah. Pertumbuhan PDB global melambat dari 6% pada tahun 2021
menjadi 3,2% pada tahun 2022 dan diperkirakan akan terus turun menjadi 2,7% pada tahun 2023. Tren ini dicirikan sebagai “profil pertumbuhan
terlemah sejak tahun 2001 kecuali untuk krisis keuangan global dan fase akut Covid-19 pandemi.”
Dalam rilis yang terbaru sekitar bulan Januari 2023, Word Economic Outlook (WEO) menjelaskan bahwa inflasi kemungkinan akan melambat
selama dua tahun ke depan. Laporan itu mengatakan "Inflasi global diperkirakan turun dari 8.8 persen pada tahun 2002 menjadi 6.6 persen pada
tahun 2003 dan 4.3 persen pada tahun 2024". Dengan meredanya pandemi Covid 19 dan masih berlangsungnya perang Rusia-Ukrania serta
tingginya tingkat inflasi menyebabkan seluruh Bank Central secara bersamaan menaikan suku bunga acuan semenjak semester kedua tahun ini. hal
ini juga berdampak pada di negara Barat dan AS juga dialami oleh negara-negara anggota G20
Pertumbuhan ekonomi Indonesia naik ke level terkuatnya dalam sembilan tahun tahun lalu yang didorong oleh kembalinya pengeluaran dari
pencabutan pembatasan pandemi dan ledakan komoditas global yang mendorong ekspor ke rekor tertinggi. Perekonomian terbesar di Asia
Tenggara memperoleh keuntungan dari harga komoditas global yang tinggi setelah perang Rusia-Ukraina yang membantu rupiah dan meningkatkan
neraca berjalan negara. Tetapi momentum pertumbuhan melambat pada kuartal terakhir karena harga moderat dan permintaan global yang lebih
lemah, inflasi yang tinggi dan kenaikan suku bunga dapat menghambat aktivitas tahun ini. Ekonomi tumbuh 5,31% pada tahun 2022 dibandingkan
dengan 3,69 pada tahun sebelumnya, tingkat pertumbuhan tahunan terbaik sejak 2013, dan lebih cepat dari perkiraan 5,29% dalam jajak pendapat
Reuters
Pertumbuhan terjadi di semua industri. transportasi dan penyimpanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,87 persen, diikuti oleh kegiatan
akomodasi dan jasa pangan sebesar 11,97 persen, dan kegiatan jasa lainnya sebesar 9,47 persen. Manufaktur yang memiliki pangsa dominan
tumbuh 4,89 persen. Sedangkan Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; dan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Kendaraan Bermotor dan
Sepeda Motor meningkat masing-masing sebesar 2,25 persen dan 5,52 persen.
Total ekspor Indonesia meningkat tajam menjadi US$291,98 miliar pada tahun 2022, dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya sebesar
US$231,61 miliar pada tahun 2021 yang mencatat tingkat pertumbuhan 26,07% y-o-y. Nilai perdagangan impor juga meningkat signifikan sebesar
21,07% menjadi US$237,52 miliar dibandingkan dengan US$196,19 miliar pada tahun 2021. Peningkatan perdagangan luar negeri ini
mencerminkan pemulihan perdagangan global dan permintaan domestik setelah sempat terpuruk selama tahun 2020 akibat pandemi. Surplus
perdagangan meningkat menjadi US$54,46 miliar dibandingkan dengan US$35,42 miliar pada tahun sebelumnya. Ekspor yang kuat didorong oleh
permintaan yang terus-menerus di mitra dagang utama Indonesia dan harga komoditas yang meningkat. Pertumbuhan impor juga tetap terjaga
ditopang pemulihan permintaan domestik dan aktivitas manufaktur. Ekspor lebih tahan terhadap pembatasan mobilitas daripada impor.
Pada tahun 2022, inflasi indeks harga konsumen (IHK) meningkat menjadi 5,51% (per tahun) dari 1,87% (per tahun) pada tahun 2021, yang berarti
IHK meningkat dari 107,66 pada Desember 2021 menjadi 113,59 pada Desember 2022. Ini melebihi 3,0%±1 % target, terutama dipengaruhi
dampak lanjutan penyesuaian harga BBM bersubsidi pada September 2022. Inflasi IHK tetap terkendali berkat dampak positif sinergi kebijakan
yang erat antara Pemerintah (pusat dan daerah), Bank Indonesia, dan berbagai mitra strategis lainnya menurunkan tingkat inflasi, termasuk dampak
putaran kedua kenaikan harga BBM. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat respons kebijakan untuk memastikan berlanjutnya
penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi sehingga inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3,0%±1%.
Sepanjang tahun 2022, neraca pembayaran mencatat surplus karena kinerja ekspor yang kuat yang mendukung ketahanan sektor eksternal. Surplus
neraca transaksi berjalan pada tahun 2022 meningkat secara signifikan menjadi \US$ 13,2 miliar (1,0% dari PDB) dibandingkan dengan surplus
US$ 3,5 miliar (0,3% dari PDB) pada tahun 2021. Hal ini terutama didukung oleh ekspor yang lebih tinggi sejalan dengan kenaikan harga
komoditas internasional dan permintaan yang kuat untuk komoditas Indonesia, dengan impor yang juga meningkat untuk mendorong perbaikan
16/88
Page 20
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
ekonomi domestik. Sementara itu, neraca transaksi modal dan finansial pada tahun 2022 mencatat defisit sebesar US$8,9 miliar sejalan dengan
meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Neraca keseluruhan pada tahun 2022 mencatat surplus US$ 4,0 miliar setelah mencatat
surplus US$ 13,5 miliar pada tahun sebelumnya.
Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2022 tercatat kuat sebesar US$ 137,2 miliar atau setara dengan 5,9 bulan impor dan pembayaran
utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional.
Nilai tukar Rupiah mencerminkan tren global. Rupiah bertahan terhadap dollar AS dan menguat terhadap euro selama beberapa bulan pertama
tahun ini. Rupiah stabil di kuartal pertama di sekitar level 14.300 dan melemah hanya 3% terhadap dollar AS dalam enam bulan hingga akhir
Agustus, sementara mata uang Asia lainnya seperti baht Thailand dan Korea Selatan melemah lebih dari 10%. Ekspor Indonesia melampaui impor
hampir sepanjang tahun ini karena Indonesia diuntungkan oleh kenaikan harga-harga komoditi. Namun rupiah mengalami penurunan bulanan
terbesar tahun ini di bulan September, ketika rupiah turun 2,5% karena para investor memperhitungkan penurunan cadangan mata uang asing,
kenaikan hutang dan peningkatan arus keluar modal asing. Surplus perdagangan Indonesia mencapai rekor tertinggi di bulan April, namun
kemudian menyusut.
Nilai tukar rupiah acuan Bank Indonesia (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, disingkat JISDOR), yang tetap kuat di 14.278 per 21 Desember, yang
relatif stabil selama semester 1 tahun ini, telah terdepresiasi (9,20%) menjadi 15.592 per akhir Desember 2022 .
BI telah menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebanyak lima kali selama semester 2 tahun 2022 mulai tanggal 23 Agustus 2022 sampai dengan
22 Desember sebesar 200 basis poin (bps) menjadi 6,25% dari 4,25% sesuai dengan kebutuhan untuk menjaga nilai tukar. menjaga stabilitas suku
bunga, mengendalikan inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta memitigasi spillover effect yang ditimbulkan oleh penguatan dolar AS
dan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
Menyusul pertumbuhan ekonomi yang solid di tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2023 diperkirakan tetap kuat meskipun
sedikit melambat sejalan dengan perlambatan ekonomi global yang rata-rata berada di kisaran 4,5-5,3%. Pertumbuhan ekonomi global pada tahun
2023 diperkirakan masih akan melambat dengan risiko resesi yang tinggi di beberapa negara, antara lain Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
Perlambatan ekonomi global dipengaruhi oleh fragmentasi ekonomi, perdagangan, dan investasi akibat berlanjutnya ketegangan politik dan dampak
pengetatan kebijakan moneter yang agresif di negara maju.
Prospek Ekonomi & Bisnis: Prospek ekonomi tahun 2023 diperkirakan akan dipengaruhi oleh faktor-faktor utama dan tantangan utama berikut ini.
Pertumbuhan Global Lebih Lambat: Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2023 diproyeksikan melambat. Pertama, perang antara Rusia dan
Ukraina tidak akan berakhir meskipun ketegangan mereda. Kedua, negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa mengalami tekanan
permintaan domestik. Ketiga, kebijakan moneter kontraktif yang diterapkan sejak Januari 2022 meluas. Oleh karena itu, meskipun tekanan lebih
rendah pada tahun 2023, ketidakpastian tetap ada.
Perekonomian Domestik Tahan Tekanan Global: Di tengah potensi perlambatan ekonomi global, ekonomi Indonesia tahun depan relatif tangguh.
Faktor utama yang bertanggung jawab atas pertumbuhan tersebut adalah kuatnya konsumsi rumah tangga dan investasi. Namun demikian, net
ekspor yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi tahun 2021 dan 2022, diperkirakan akan kurang berperan pada tahun depan. Sementara itu,
rencana normalisasi kebijakan pada tahun 2023 juga dapat memperlambat pertumbuhan belanja pemerintah.
Konsumsi Swasta Masih Kuat: Konsumsi rumah tangga pada tahun 2023 akan berada di atas tingkat pra-pandemi meskipun pertumbuhannya
sedikit lebih lambat dari tahun ke tahun. Beberapa faktor penentu konsumsi tahun depan adalah terkendalinya pandemi, rendahnya tingkat inflasi,
dan belanja kampanye pemilu. Namun demikian, beberapa faktor dapat menghambat pertumbuhan konsumsi swasta domestik, yaitu melemahnya
permintaan global dan rencana kebijakan normalisasi fiskal dan moneter tahun depan.
Investasi Menjadi Penyumbang Pertumbuhan Terbesar Kedua: Permintaan domestik yang kuat membuat investor optimis untuk melanjutkan
investasinya di Indonesia. Pertumbuhan investasi di sektor manufaktur terlihat dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia di atas 50 dan
jumlah pinjaman investasi kembali ke level sebelum pandemi. Kenaikan anggaran infrastruktur 2023 akan mendorong investasi di sektor bangunan
dan lainnya seperti konstruksi, listrik, air & gas, transportasi, pergudangan, dan komunikasi.
Surplus Perdagangan Diprediksi Menyempit: Kuatnya tekanan global diperkirakan akan melemahkan permintaan global sehingga menurunkan
kinerja ekspor. Neraca perdagangan tahun 2023 diperkirakan akan menyempit secara signifikan akibat perlambatan ekspor sementara impor
cenderung tetap kuat. Hal tersebut menyebabkan melemahnya kontribusi net ekspor terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang diperkirakan
menjadi penyumbang ketiga setelah konsumsi rumah tangga dan PMTB.
Penyusutan Ruang Fiskal Dapat Menghambat Pertumbuhan Ekonomi: Mempertimbangkan penyusutan ruang fiskal dan ketidakpastian global,
konsumsi pemerintah pada tahun 2023 diperkirakan akan lebih rendah dari konsumsinya pada tahun 2022. Pada tahun 2023, defisit anggaran dan
keseimbangan primer harus kembali ke tingkat pra-pandemi karena diamanatkan dalam undang-undang. Mandat ini akan memperkecil ruang fiskal
dibandingkan dengan ruang fiskal 2020 hingga 2022. Namun, tidak menjadi masalah jika pemerintah dapat mengalokasikan pengeluarannya untuk
meningkatkan produktivitas dan multiplier effect untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
17/88
Page 21
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Faktor risiko: Risiko utama ekonomi pada tahun 2023 akan menjadi kombinasi dari perkembangan eksogen dan domestik. Secara global,
penurunan tajam dalam pertumbuhan global akan merugikan pendapatan ekspor serta melemahkan pengulangan kepentingan FDI yang kuat tahun
ini. Koreksi signifikan pada harga komoditas akan menjadi risiko, yang disertai dengan lonjakan energi (Indonesia adalah importir bersih) dapat
memperumit keseimbangan eksternal serta prospek inflasi. Perkembangan politik akan diawasi.
Dampak PHK pada industri dan startup akan melanggengkan kemiskinan, yang mengarah pada pendapatan yang lebih kecil dan daya beli yang
berkurang. Pada September 2022, pemerintah menaikkan harga BBM. Untuk itu, Indonesia memproyeksikan angka kemiskinan pada Maret 2023
sebesar 9,82%-9,62%.
Namun, kuatnya konsumsi domestik memberikan harapan bagi dunia usaha untuk melakukan ekspansi dan investasi. Meski surplus perdagangan
bisa menyusut akibat melemahnya permintaan global dan turunnya harga komoditas, potensi peningkatan jumlah barang modal dan bahan
baku/penolong menunjukkan bahwa kegiatan produktif di negeri ini masih baik.
Dalam jangka panjang. prospek pembuat tekstil dan garmen Indonesia tampak positif, setelah dua tahun disrupsi yang didorong oleh pandemi yang
menghancurkan industri tersebut. Dengan kembalinya pertumbuhan di sektor ini, sekarang menghadapi berbagai faktor yang kompleks. Di dalam
negeri, keengganan untuk memberikan pinjaman kepada sektor ini karena masalah hutang yang masih ada berpotensi menghambat pertumbuhan,
sementara kenaikan biaya dalam bentuk pengiriman yang tinggi dan harga bahan mentah menambah tekanan, yang berarti pantai masih jauh dari
kejelasan. Namun demikian, Pasar Tekstil Indonesia diperkirakan akan mencatatkan CAGR lebih dari 5% selama lima tahun ke depan – 2023
hingga 2028.
Langkah-langkah dukungan pemerintah untuk melindungi sektor TPT dalam negeri dengan membatasi impor ilegal, substitusi impor hingga 35%,
bea masuk pengamanan atas barang tekstil tertentu, dan rasionalisasi bea masuk dll diharapkan dapat mendongkrak prospek pertumbuhan sektor
TPT di masa mendatang. bertahun-tahun. Dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan daya beli yang meningkat, Indonesia menjadi tujuan yang
menarik bagi industri pakaian dan tekstil. Namun, persaingan sengit dari perusahaan internasional menimbulkan risiko dan peluang di pasar. Sektor
Tekstil dalam negeri diproyeksikan mencapai tingkat pertumbuhan 5% pada tahun 2023 didukung oleh pulihnya konsumsi dalam negeri. Produksi
hulu Serat ditargetkan sebesar 1,90 juta ton pada tahun 2023 – lebih tinggi dari tingkat pra-pandemi sebesar 1,82 juta yang didukung oleh
peningkatan permintaan domestik, substitusi Impor, dan pemulihan di pasar ekspor.
Berkontribusi pada pertumbuhan juga mengalihkan fokus Indonesia ke pasar ekspor baru, memanfaatkan hubungannya dengan negara-negara
Muslim. Beberapa negara mayoritas Muslim sekarang mewakili setengah dari misi dagang dan negosiasi Indonesia, dan produk tekstil sekarang
banyak diekspor ke sana. Karena perusahaan garmen terus mengalihkan produksinya dari China, Indonesia menjadi alternatif yang menarik. Posisi
China sebagai importir kapas global semakin menurun dan sebagian besar ekspor kapas dialihkan ke negara pesaing, termasuk Indonesia.
Selain itu, dukungan dan fokus yang kuat dari pemerintah Indonesia telah membantu memulihkan industri ini. Dalam masterplan pembangunan
negara “Industri 4.0”, pemerintah menargetkan Indonesia menjadi lima besar produsen tekstil dunia pada tahun 2030; target ekspor tahun 2023
ditetapkan sebesar US$14-15 miliar.
Undang-Undang Cipta Kerja
Pada bulan November 2021, Undang-Undang No. 11/2021 tentang Cipta Kerja mulai berlaku Selama 2022, Pemerintah secara resmi mengesahkan
beberapa peraturan pelaksana UU Cipta Kerja. Perusahaan saat ini terus memonitor perkembangan peraturan pelaksana tersebut secara ketat dan
akan mempertimbangkan dampaknya terhadap kegiatan operasional Perusahaan, jika ada.
Selanjutnya, pada bulan November 2022, Mahkamah Konstitusi (“MK”) menggelar sidang putusan hasil uji formil dan materiil Undang-Undang
Cipta Kerja dengan nomor 91/PUU-XVIII/2021. Dalam amar putusan, MK menyatakan UU Cipta Kerja inkonstitusional secara bersyarat dan harus
dilakukan perbaikan dalam kurun waktu dua tahun dari putusan tersebut diputuskan. Putusan MK telah menyatakan UU ciptaker masih tetap
berlaku secara konstitusional sampai dengan dilakukan perbaikan pembentukannya sesuai dengan tenggang waktu yang ditetapkan oleh MK, yaitu
harus dilakukan perbaikan paling lama 2 tahun sejak putusan.
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
Kebijakan akuntasi utama Perusahaan dan Entitas Anak yang ditetapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah seperti yang dijelaskan
dibawah ini:
a Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian PT Asia Pacific Fibers Tbk ini telah di susun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
(“SAK”) yang mencakup Penyataan Standar Akuntasi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”), yang dikeluarkan
oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesia (“DSAK – IAI”) serta peraturan dan pedoman penyajian laporan keuangan yang
ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”, dahulu BAPEPAM – LK) No. VIII.G7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
Emiten Perusahaan Publik” yang terdapat dalam laporan keputusan ketua BAPEPAM – LK No. KEP – 347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012.
Perusahaan dan Entitas Anak memilih untuk menyajikan semua pendapatan dan beban dalam laporan tunggal (Single Statement ). Sehubungan dengan
amandemen PSAK No. 4, “Laporan Keuangan Tersendiri”. Perusahaan telah mengukur investasi pada Entitas Anak menggunakan metode biaya.
Pada tanggal 19 Agustus 2011, Pengadilan Niaga mengumumkan bahwa Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) telah pailit dan insolven efektif per
tanggal 26 September 2011. Terhitung tanggal tersebut, pengendalian atas Entitas Anak berada dibawah Pengadilan, dan menyebabkan Perusahaan
hilang pengendalian atas Entitas Anak.
Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan dasar pengukuran biaya perolehan, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan
18/88
Page 22
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun
berdasarkan basis akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan sumber dan penggunaan kas dan setara kas dengan
mengelompokkan arus kas atas dasar kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan. Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank, dan deposito berjangka yang
jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah Dolar Amerika Serikat (“US$”), yang juga
merupakan mata uang fungsional dan mata uang penyajian perusahaan. Angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian disajikan
secara penuh dalam US$, kecuali dinyatakan lain. Lihat Catatan 3c untuk informasi mata uang fungsional.
Perusahaan telah menerima persetujuan dari Bank Indonesia melalui surat No. 17/1192/DKSP tanggal 11 Agustus 2015 mengenai penggunaan US$
sebagai mata uang fungsional sampai dengan bulan Juli 2016 dalam kaitannya dengan aturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015. Lebih lanjut,
berdasarkan surat dari Bank Indonesia No. 23/152/DKSP-PRP/Srt/B tertanggal 21 Juli 2022, Perusahaan telah menerima izin untuk memperpanjang
penggunaan US$ sebagai mata uang transaksi sampai dengan 30 Juni 2026. Namun, Perusahaan telah mengganti sebagian dari transaksi domestiknya
ke dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi persyaratan Bank Indonesia.
b Prinsip-prinsip Konsolidasian
(a) Entitas Anak
Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) dimana perusahaan memiliki pengendalian. Perusahaan mengendalikan entitas
lain ketika perusahaan terekspos atas, atau memiliki hak untuk, pengembalian yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki
kemampuan untuk mempengaruhi pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas entitas tersebut. Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh
sejak tanggal di mana pengendalian dialihkan kepada Perusahaan. Entitas anak tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal dimana perusahaan
kehilangan pengendalian.
Perusahaan menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan untuk akuisisi suatu entitas anak adalah sebesar
nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diakui terhadap pemilik pihak yang diakuisisi sebelumnya dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan
oleh perusahaan. Imbalan yang dialihkan termasuk nilai wajar aset atau liabilitas yang timbul dari kesepakatan imbalan kontinjensi. Aset
teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas serta liabilitas kontinjensi yang diambil alih dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada awalnya sebesar
nilai wajar pada tanggal akuisisi.
Perusahaan mengakui kepentingan non pengendali pada pihak yang diakuisisi baik sebesar nilai wajar atau sebesar bagian proporsional
kepentingan non pengendali atas aset neto pihak yang diakuisisi. Kepentingan non pengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.
Biaya yang terkait dengan akuisisi dibebankan pada saat terjadinya.
Jika kombinasi bisnis diperoleh secara bertahap, nilai wajar pada tanggal akuisisi dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak
pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi melalui laporan laba rugi.
Imbalan kontinjensi yang masih harus dialihkan, oleh Perusahaan diakui sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi. Perubahan selanjutnya atas nilai
wajar imbalan kontinjensi yang diakui sebagai aset atau liabilitas dan dicatat sesuai dengan PSAK 55 (Revisi 2014) “Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan
sebagai ekuitas tidak diukur kembali dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas.
Selisih lebih imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan non-pengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi
kepentingan ekuitas sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi atas nilai wajar aset bersih teridentifikasi yang diperoleh
akan dicatat sebagai goodwill . Jika jumlah imbalan yang dialihkan, kepentingan non pengendali yang diakui, dan kepentingan yang sebelumnya
dimiliki pengakuisisi lebih rendah dari nilai wajar aset bersih entitas anak yang diakuisisi dalam kasus pembelian dengan diskon, selisihnya diakui
dalam laporan laba rugi dan penghasilan konsolidasian.
Transaksi, saldo dan keuntungan antar entitas Perusahaan yang belum direalisasi telah dieliminasi. Kerugian yang belum direalisasi juga
dieliminasi. Kebijakan akuntansi Entitas Anak diubah jika diperlukan untuk memastikan konsistensi dengan kebijakan akuntansi yang diadopsi
Perusahaan.
(b) Perubahan kepemilikan tanpa kehilangan pengendalian
Transaksi dengan kepentingan non pengendali yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian merupakan transaksi ekuitas. Selisih antara nilai
wajar imbalan yang dibayar dan bagian yang diakuisisi atas nilai tercatat aset neto entitas anak dicatat pada ekuitas. Keuntungan atau kerugian
pelepasan kepentingan non-pengendali juga dicatat pada ekuitas.
19/88
Page 23
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
(c) Pelepasan Entitas Anak
Perusahaan memperlakukan transaksi dengan kepentingan non-pengendali yang tidak mengakibatkan hilangnya kontrol sebagai transaksi dengan
pemilik ekuitas Perusahaan. Perubahan dalam kepemilikan menghasilkan penyesuaian antara nilai tercatat dari kepentingan pengendali dan non-
pengendali untuk mencerminkan kepentingan relatifnya di anak perusahaan. Selisih antara jumlah penyesuaian untuk kepentingan non-pengendali
dan pertimbangan yang dibayarkan atau diterima diakui dalam cadangan terpisah dalam ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
Perusahaan.
Ketika Perusahaan tidak lagi mengkonsolidasikan atau mencatat menggunakan metode ekuitas untuk investasi karena hilangnya pengendalian,
pengendalian bersama atau pengaruh signifikan, maka kepentingan yang masih tersisa atas entitas diukur kembali berdasarkan nilai wajarnya, dan
perubahan nilai tercatat diakui dalam laporan laba rugi. Nilai tercatat awal adalah sebesar nilai wajar untuk kepentingan pengukuran kembali
kepentingan yang tersisa sebagai entitas asosiasi, ventura bersama atau aset keuangan.
Di samping itu, jumlah yang sebelumnya diakui pada pendapatan komprehensif lain sehubungan dengan entitas tersebut dicatat seolah-olah
Perusahaan telah melepas aset atau liabilitas terkait. Hal ini dapat berarti bahwa jumlah yang sebelumnya diakui pada pendapatan komprehensif
lain direklasifikasi ke laporan laba rugi.
Jika kepemilikan saham pada ventura bersama atau perusahaan asosiasi berkurang namun pengendalian bersama atau pengaruh signifikan
dipertahankan, hanya sebagian proporsional dari jumlah yang telah diakui sebelumnya dalam pendapatan komprehensif lain yang direklasifikasi ke
laba atau rugi jika diperlukan.
c Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
• Mata uang fungsional dan penyajian
Laporan keuangan individu masing-masing entitas Perusahaan diukur dan disajikan dalam mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana
entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan konsolidasian dari Perusahaan disajikan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat yang
merupakan mata uang fungsional Perusahaandan mata uang penyajian untuk laporan keuangan konsolidasian.
Dalam penyusunan laporan keuangan entitas Perusahaan, transaksi dalam mata uang selain mata uang fungsional entitas (mata uang asing) diakui
pada kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada setiap akhir perode pelaporan, pos moneter dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs
yang berlaku pada tanggal tersebut. Pos-pos non moneter yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang
berlaku pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos nonmoneter yang diukur dalam biaya historis dalam valuta asing tidak dijabarkan kembali.
• Transaksi dan saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal
transaksi. Pada setiap tanggal pelaporan. aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Dolar Amerika Serikat
menggunakan kurs penutup. Kurs yang digunakan sebagai acuan adalah kurs yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing diakui di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Dibawah ini adalah kurs tengah yang digunakan oleh Perusahaan:
2021 2022 2023
Rp Rp Rp
US$ 1 14.264 15.731 15.026
JPY 1 124 118 105
CHF 1 15.544 16.968 16.787
SGD 1 10.534 11.654 11.102
GBP 1 19.200 18.925 19.142
EUR 1 16.127 16.713 16.374
d Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
PSAK ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi termasuk komitmen dalam laporan keuangan
konsolidasian.
PSAK ini juga memberikan pengecualian dari persyaratan umum pengungkapan pihak berelasi atas transaksi dengan pemerintah dan entitas yang
dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi secara signifikan oleh Pemerintah (entitas berelasi dengan Pemerintah).
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas.
20/88
Page 24
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Pihak berelasi dijelaskan sebagai berikut:
a Orang atau anggota keluarga orang tersebut terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
(i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
(iii) personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
b Suatu entitas mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika entitas memenuhi salah satu hal berikut:
(i) entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Perusahaan yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, berikutnya terkait dengan entitas
lain);
(ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan
anggota suatu Perusahaan, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
(iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
(iv) suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;
(v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan paska kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas lain yang terkait
dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan
entitas pelapor;
(vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasikan dalam huruf a; dan
(vii) orang yang diidentifikasikan dalam huruf a (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau
entitas induk dari entitas).
(viii) Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen
kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan persyaratan dan kondisi
sebagaimana yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak mempunyai hubungan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan konsolidasian (Catatan 46).
e Perubahan pada pernyataan standar akuntansi keuangan dan interpretasi pernyataan standar akuntansi keuangan
Efektif tanggal 1 Januari 2022, Perusahaan menerapkan PSAK baru yang berlaku efektif pada tanggal pelaporan. Perubahan kebijakan akuntansi
Perusahaan telah dibuat sesuai kebutuhan, sesuai dengan ketentuan transisi dalam masing-masing standar.
Penerapan standar baru dan amandemen yang relevan dengan operasi Perusahaan adalah sebagai berikut:
− Amandemen PSAK 57 - Provisi, liabilitas kontinjensi, dan aset kontinjensi;
− Penyesuaian PSAK 71 - Instrumen Keuangan; and
− Penyesuaian PSAK 73 - Sewa
Dampak dari penerapan standar akuntansi baru ini adalah sebagai berikut:
-. Amandemen PSAK 57 - Provisi, Liabilitas kontinjensi dan Aset kontinjensi
PSAK 57 mendefinisikan kontrak yang memberatkan sebagai kontrak dimana biaya yang tidak dapat dihindari untuk memenuhi kewajiban
Perusahaan melebihi manfaat ekonomi yang akan diterima berdasarkan kontrak tersebut. Biaya yang tidak dapat dihindari adalah yang lebih
rendah dari biaya bersih untuk keluar dari kontrak dan biaya untuk memenuhi kontrak. Amandemen tersebut mengklarifikasi arti ‘biaya untuk
memenuhi kontrak’
Amandemen ini menjelaskan bahwa biaya langsung untuk memenuhi kontrak terdiri dari:
− biaya inkremental untuk memenuhi kontrak tersebut (misalnya tenaga kerja langsung dan material); dan
− alokasi biaya lain yang berhubungan langsung untuk memenuhi kontrak (misalnya alokasi biaya penyusutan atas aset tetap yang digunakan
dalam memenuhi kontrak tersebut).
21/88
Page 25
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Amandemen tersebut juga mengklarifikasi bahwa, sebelum provisi terpisah untuk kontrak yang memberatkan ditetapkan, entitas mengakui
kerugian penurunan nilai yang terjadi atas aset yang digunakan dalam memenuhi kontrak, bukan atas aset yang didedikasikan untuk kontrak
tersebut.
-. Penyesuaian PSAK 71 - Instrumen Keuangan
Amandemen PSAK 71 mengatur biaya mana yang harus dimasukkan dalam pengujian 10% untuk penghentian pengakuan liabilitas keuangan.
Biaya atau fee dapat dibayarkan kepada pihak ketiga atau pemberi pinjaman. Berdasarkan amandemen tersebut, biaya atau biaya yang
dibayarkan kepada pihak ketiga tidak akan dimasukkan dalam tes 10%.
Selain itu, amandemen ini juga mengklarifikasi perlakuan akuntansi untuk imbalan tersebut dalam kondisi modifikasi yang mengakibatkan
penghentian pengakuan dan tidak memenuhi penghentian pengakuan liabilitas keuangan. Jika modifikasi tidak mengakibatkan penghentian
pengakuan liabilitas keuangan, imbalan tersebut harus dimasukkan dalam perhitungan suku bunga. Jika modifikasi mengakibatkan
penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal, maka imbalan tersebut dibebankan langsung ke laba rugi.
-. Penyesuaian PSAK 73 - Sewa
DSAK-IAI telah menghilangkan ilustrasi pembayaran dari lessor terkait dengan prasarana. Alasan Amendemen tersebut adalah untuk
menghilangkan potensi kebingungan tentang perlakuan insentif leasing.
Amandemen dan penyesuaian dari standar akuntansi berikut ini tidak mempunyai dampak signifikan terhadap laporan keuangan Perusahaan
Konsolidasian:
-. Amandemen PSAK No. 22 - Kombinasi Bisnis dan,
-. Penyesuaian PSAK No. 69 - Agrikultur
Standar dan interpretasi standar akuntansi baru tertentu telah dikeluarkan tetapi tidak wajib diterapkan pada tahun yang berakhir 31 Desember
2022 dan belum diterapkan secara dini oleh Perusahaan, di diskusikan di Catatan 52.
f Aset Keuangan
Klasifikasi
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori pengukuran berikut:
− aset keuangan yang diukur pada nilai wajar (baik melalui penghasilan komprehensif lain, atau melalui laba rugi), dan
− aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Klasifikasi tersebut tergantung pada model bisnis entitas untuk mengelola aset keuangan dan persyaratan kontraktual arus kas
Untuk aset yang diukur pada nilai wajar, keuntungan dan kerugian akan dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
konsolidasian. Untuk investasi pada instrumen utang, hal ini akan bergantung pada model bisnis dimana investasi tersebut diadakan. Untuk
investasi pada instrumen ekuitas yang tidak dimiliki untuk diperdagangkan, hal ini akan tergantung pada apakah Perusahaan telah melakukan
pemilihan takterbatalkan pada saat pengakuan awal untuk mencatat investasi ekuitas pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan mereklasifikasi investasi utang jika dan hanya jika model bisnis untuk mengelola aset tersebut berubah.
Pengukuran
Pada pengakuan awal, Perusahaan mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi, biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset keuangan. Biaya transaksi dari aset
keuangan yang dicatat pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dibebankan pada laporan laba rugi.
Aset keuangan dengan derivatif melekat dipertimbangkan secara keseluruhan saat menentukan apakah arus kasnya hanya merupakan pembayaran
pokok dan bunga.
Instrumen utang
Pengukuran selanjutnya instrumen utang bergantung pada model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset dan karakteristik arus kas dari aset
tersebut. Perusahaan mengklasifikasikan instrumen utangnya pada kategori biaya perolehan diamortisasi yaitu aset yang dimiliki untuk
mengumpulkan arus kas kontraktual dimana arus kas tersebut hanya mewakili pembayaran pokok dan bunga diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi.
22/88
Page 26
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Keuntungan atau kerugian dari investasi utang yang selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan bukan merupakan bagian dari
hubungan lindung nilai, diakui dalam laporan laba rugi pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya atau penurunan nilainya. Pendapatan
bunga dari aset keuangan tersebut dimasukkan ke dalam pendapatan keuangan dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Instrumen keuangan disalinghapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat
hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan secara
neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan
dan dapat dipaksakan secara hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan atau kebangkrutan
Perusahaan atau pihak lawan.
Penghentian pengakuan aset keuangan
Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan berakhir,
atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain.
Jika Perusahaan tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan asset
yang ditransfer, maka Perusahaan mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin
harus dibayar. Jika Perusahaan memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Perusahaan
masih mengakui asset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.
Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan
yang diterima dan piutang diakui dalam laba rugi.
g Penurunan nilai aset keuangan
Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan
penilaian, Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada
perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang
terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan
awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha, yang mengindikasikan kenaikan risiko
kredit sejak pengakuan awal.
Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur Kerugian Kredit Ekspektasian (“KKE”) yang menggunakan cadangan
KKE seumur hidup berdasarkan basis forward-looking untuk seluruh saldo piutang usaha dan kontrak aset tanpa komponen pendanaan yang
signifikan. Selain untuk piutang usaha dan kontrak aset tanpa komponen pendanaan yang signifikan, Perusahaan menerapkan pendekatan umum
untuk mengukur KKE.
Kerugian kredit ekspektasian adalah estimasi probabilitas tertimbang dari kerugian kredit. Kerugian kredit diukur sebagai nilai sekarang dari semua
kekurangan kas (yaitu perbedaan antara arus kas terutang dari entitas berdasarkan kontrak dan arus kas yang Perusahaan harapkan untuk diterima).
Kerugian kredit ekpektasian didiskontokan pada suku bunga efektif dari aset keuangan tersebut.
Cadangan kerugian untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dikurangkan dari jumlah tercatat bruto aset.
Jumlah tercatat bruto dari aset keuangan dihapuskan (baik sebagian atau seluruhnya) sejauh tidak ada prospek pemulihan yang realistis. Hal ini
umumnya terjadi ketika Perusahaan menentukan bahwa debitur tidak memiliki aset atau sumber pendapatan yang dapat menghasilkan arus kas
yang cukup untuk membayar jumlah yang harus dihapuskan. Namun, aset keuangan yang dihapuskan masih dapat dipaksakan secara hukum untuk
mematuhi prosedur Perusahaan untuk pemulihan jumlah yang jatuh tempo.
Perusahaan menilai dengan basis forward-looking kerugian kredit ekspektasian terkait dengan instrumen utangnya yang dicatat pada biaya
perolehan diamortisasi. Metodologi penurunan nilai yang diterapkan tergantung pada apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan.
23/88
Page 27
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Definisi gagal bayar
Perusahaan menganggap hal-hal berikut ini merupakan peristiwa gagal bayar untuk tujuan manajemen risiko kredit internal karena pengalaman
historis menunjukkan bahwa aset keuangan yang memenuhi salah satu kriteria berikut umumnya tidak dapat dipulihkan:
− ketika terdapat pelanggaran persyaratan keuangan oleh debitur; atau
− Informasi yang dikembangkan secara internal atau diperoleh dari sumber eksternal menunjukkan bahwa debitur kemungkinan tidak akan
membayar kreditornya, termasuk Perusahaan, secara penuh (tanpa memperhitungkan jaminan yang dimiliki oleh Perusahaan).
Terlepas dari analisis di atas, Perusahaan menganggap bahwa gagal bayar telah terjadi ketika aset keuangan tertunggak lebih dari 90 hari kecuali
jika Perusahaan memiliki informasi yang wajar dan terdukung untuk menunjukkan bahwa kriteria yang lebih panjang lebih tepat.
Kebijakan penghapusan
Perusahaan menghapuskan aset keuangan ketika ada informasi yang menunjukkan bahwa pihak lawan berada dalam kesulitan keuangan yang buruk
dan tidak ada prospek pemulihan yang realistis, contoh ketika pihak lawan dalam proses likuidasi atau telah memasuki proses kebangkrutan, atau
untuk hal piutang usaha, ketika jumlahnya sudah lebih dari 120 hari tertunggak, mana yang terjadi lebih dulu. Aset keuangan yang dihapuskan
dapat menjadi subjek aktivitas penagihan dalam prosedur pemulihan Perusahaan, dengan mempertimbangkan nasihat hukum yang sesuai. Setiap
pemulihan yang terjadi diakui dalam laba rugi.
h Kas dan setara kas
Pada laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas mencakup kas, simpanan yang sewaktu-waktu bisa dicairkan dan investasi likuid jangka
pendek lainnya dengan yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dan cerukan. Pada laporan posisi keuangan konsolidasian, cerukan
disajikan bersama sebagai pinjaman dalam liabilitas jangka pendek.
i Investasi jangka pendek
Investasi jangka pendek terdiri dari deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari tiga bulan tetapi dalam waktu satu tahun sejak tanggal
akuisisi yang memiliki risiko perubahan nilai wajar yang tidak signifikan, diklasifikasikan sebagai investasi sementara dan disajikan sebagai aset
lancar.
j Piutang usaha dan piutang non-usaha
Piutang usaha merupakan jumlah yang terutang dari pelanggan atas penjualan barang dagangan atau jasa dalam kegiatan usaha normal. Jika piutang
diperkirakan dapat ditagih dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal jika lebih panjang), piutang diklasifikasikan
sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang disajikan sebagai aset tidak lancar.
Piutang non-usaha dari pihak berelasi merupakan saldo piutang yang terkait dengan pinjaman yang diberikan kepada pihak berelasi Perusahaan.
Setoran yang dapat dikembalikan yang diberikan oleh Perusahaan merupakan hak kontraktual untuk menerima uang tunai dari pemegang simpanan
ini.
Piutang non-usaha dari pihak berelasi merupakan saldo piutang yang terkait dengan pinjaman yang diberikan kepada pihak berelasi Perusahaan.
Piutang usaha dan piutang non-usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode bunga efektif, apabila dampak pendiskontoan signifikan, dikurangi provisi atas penurunan nilai.
k Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam
transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas terjadi di: pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau dalam hal tidak terdapat pasar utama, maka pasar yang paling
menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan harus dapat diakses oleh Perusahaan.
Nilai wajar aset dan liabilitas di ukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut,
dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar,
memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian dikelompokkan dalam hirarki nilai
wajar, sebagaimana dijelaskan dibawah ini, berdasarkan tingkatan level input yang terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara
keseluruhan:
Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik.
24/88
Page 28
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Level 2 - Teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat diobservasi baik secara
langsung atau tidak langsung.
Level 3 - Teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi baik secara
langsung atau tidak langsung.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Perusahaan menentukan apakah terdapat perpindahan
antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang atas penetapan kategori (berdasarkan Level masukan (input) paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.
l Persediaan
Persediaan diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi neto mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata
tertimbang, yang meliputi semua biaya dalam memperoleh persediaan, produksi atau biaya konversi, dan biaya lainnya yang terjadi dalam
membawanya kedalam lokasi dan kondisi yang ada. Dalam hal persediaan yang diproduksi dan barang dalam proses, biaya mencakup bagian yang
sesuai atas overhead produksi terkait berdasarkan kapasitas operasi normal. Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha
normal dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan tersebut.
Penyisihan penurunan nilai sehubungan dengan persediaan yang usang dan lambat bergerak ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau
penjualan masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang. Jumlah setiap penurunan nilai persediaan menjadi nilai realisasi bersih dan
seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut. Jumlah setiap pemulihan kembali atas
penurunan nilai persediaan yang timbul dari meningkatnya nilai realisasi bersih diakui sebagai pengurang terhadap jumlah persediaan yang diakui
dan diakui sebagai beban pada periode pemulihan kembali terjadi.
m Biaya yang dibayar di muka dan Uang Muka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
Uang muka adalah bagian dari kontrak yang dibayarkan atau diterima di muka untuk barang dan jasa. Uang muka dicatat sebagai aset pada laporan
posisi keuangan konsolidasian.
n Aset Tetap
Aset tetap diukur sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Perusahaan dan
Entitas Anak memilih untuk menerapkan model biaya.
Biaya perolehan meliputi pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset tersebut.
Ketika bagian dari suatu aset tetap memiliki masa manfaat yang berbeda, maka aset tetap tersebut dicatat sebagai item yang terpisah dari aset tetap
secara keseluruhan (komponen utama).
Keuntungan atau kerugian atas penjualan suatu aset tetap (yang dihitung sebagai perbedaan antara hasil penjualan bersih dari pelepasan dan jumlah
tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
Biaya-biaya setelah pengakuan awal diakui hanya jika terdapat kemungkinan besar bahwa manfaat ekonomis di masa depan akan mengalir ke
Perusahaan. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada saat terjadinya.
Aset tetap disusutkan dari tanggal dimana aset tetap tersebut tersedia untuk digunakan atau pada saat dimana aset tersebut diselesaikan dan siap
untuk digunakan dalam hal aset tersebut dibangun sendiri.
Penyusutan dihitung berdasarkan biaya perolehan dari aset tetap dikurangi dengan estimasi nilai sisa dari aset tersebut dengan menggunakan
metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaatnya. Penyusutan secara umum diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian, kecuali jumlah tersebut termasuk dalam nilai tercatat aset lainnya.
Tanah tidak disusutkan.
25/88
Page 29
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Estimasi masa manfaat aset tetap adalah sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan Prasarana 20
Mesin dan Perlengkapan 3 - 20
Kendaraan 5
Peralatan Kantor 5
Biaya legal awal untuk mendapatkan hak legal diakui sebagai bagian biaya akuisisi tanah, biaya-biaya tersebut tidak disusutkan. Biaya terkait
dengan pembaharuan hak atas tanah diakui sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak.
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya;
pembaruan dan perbaikan yang signifikan dikapitalisasi.
o Aset dalam penyelesaian
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi penyusutan akan
direklasifikasi ke aset tetap ketika konstruksi telah diselesaikan dan aset sudah siap untuk digunakan.
p Aset Tidak Berwujud
Biaya perpanjangan atau pembaharuan hak atas tanah diakui sebagai aset tidak berwujud dan akan diamortisasi selama dua puluh (20) tahun.
Piranti Lunak
Aset tak berwujud diukur sebesar nilai perolehan pada pengakuan awal. Setelah pengakuan awal, aset takberwujud dicatat pada biaya perolehan
dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai. Umur manfaat aset takberwujud dinilai apakah terbatas atau tidak terbatas.
Biaya yang terkait dengan pemeliharaan program piranti lunak komputer diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Biaya pengembangan yang
dapat secara langsung diatribusikan kepada desain dan pengujian produk piranti lunak yang dapat diidentifikasi dan unik yang dikendalikan oleh
Perusahaan diakui sebagai aset takberwujud.
Biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dikapitalisasi sebagai bagian produk piranti lunak mencakup beban pekerja pengembang piranti
lunak dan bagian overhead yang relevan.
Pengeluaran pengembangan yang lain yang tidak memenuhi kriteria ini diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Biaya pengembangan yang
sebelumnya diakui sebagai beban tidak dapat diakui sebagai aset pada periode berikutnya.
Biaya pengembangan piranti lunak komputer diakui sebagai aset yang diamortisasi selama estimasi masa manfaat, yang tidak lebih dari tiga tahun.
Amortisasi dihitung sebagai penghapusan biaya perolehan aset, dikurangi nilai residunya, periode amortisasi dan metode amortisasi untuk aset tak
berwujud dengan umur manfaat terbatas ditelaah setidaknya setiap akhir tahun buku.
q Penurunan Nilai Aset Non Keuangan
Pada akhir setiap periode pelaporan, Perusahaan menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset
tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, jumlah terpulihkan dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat
kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah terpulihkan atas suatu aset individual, Perusahaan
mengestimasi jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas atas aset. Ketika dasar alokasi yang wajar dan konsisten dapat diidentifikasi, aset
perusahaan juga dialokasikan ke masing-masing kelompok unit penghasil kas, atau sebaliknya mereka dialokasikan ke kelompok terkecil dari
kelompok unit penghasil kas di mana dasar alokasi yang wajar dan konsisten dapat diidentifikasi.
Aset takberwujud dengan masa manfaat tidak terbatas dan aset takberwujud yang belum tersedia untuk digunakan diuji penurunan nilainya setiap
tahun dan ketika terdapat indikasi penurunan nilai.
Jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakai. Dalam menilai nilai pakainya, estimasi arus
kas masa depan didiskontokan ke nilai kini menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai
waktu uang dan risiko spesifik atas aset dengan estimasi arus kas masa depan belum disesuaikan.
Jika jumlah terpulihkan dari aset nonkeuangan (unit penghasil kas) lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas)
diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan dan rugi penurunan nilai segera diakui dalam laba rugi.
Ketika penurunan nilai selanjutnya dibalik, jumlah tercatat aset (atau unit penghasil kas) ditingkatkan ke estimasi yang direvisi dari jumlah
terpulihkannya, namun kenaikan jumlah tercatat tidak boleh melebihi jumlah tercatat ketika kerugian penurunan nilai tidak diakui untuk aset (atau
unit penghasil kas) pada tahun-tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui segera dalam laba rugi.
26/88
Page 30
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
r Sewa
Perusahaan sebagai penyewa
Perusahaan menilai apakah sebuah kontrak mengandung sewa, pada tanggal insepsi kontrak. Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas
sewa terkait sehubungan dengan seluruh kesepakatan sewa di mana Perusahaan merupakan penyewa, kecuali untuk sewa jangka-pendek (yang
didefinisikan sebagai sewa yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang) dan sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah. Untuk sewa-sewa
tersebut, Perusahaan mengakui pembayaran sewa sebagai beban operasi secara garis lurus selama masa sewa kecuali dasar sistematis lainnya lebih
merepresentasikan pola konsumsi manfaat penyewa dari aset sewa.
Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini pembayaran sewa masa depan yang belum dibayarkan pada tanggal permulaan, yang didiskontokan
menggunakan suku bunga implisit dalam sewa. Jika suku bunga ini tidak dapat ditentukan, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental khusus untuk penyewa.
Bunga pinjaman inkremental bergantung pada jangka waktu, mata uang dan tanggal mulai sewa, dan ditentukan berdasarkan serangkaian input,
termasuk: tingkat bebas risiko berdasarkan suku bunga obligasi pemerintah; penyesuaian risiko khusus negara; penyesuaian risiko kredit
berdasarkan imbal hasil obligasi; dan penyesuaian khusus entitas ketika profil risiko entitas yang melakukan perjanjian sewa berbeda dengan
Perusahaan dan sewa tersebut tidak memperoleh manfaat atas jaminan dari Perusahaan.
Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri atas:
− pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara-substansi), dikurangai insentif sewa;
− pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan menggunakan indeks atau suku
bunga pada tanggal permulaan;
− jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dalam jaminan nilai residual;
− harga eksekusi opsi beli jika penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
− pembayaran penalti karena penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan penyewa mengeksekusi opsi untuk menghentikan sewa.
Liabilitas sewa disajikan sebagai pos terpisah dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Liabilitas sewa selanjutnya diukur dengan meningkatkan jumlah tercatat untuk mereflesikan bunga atas liabilitas sewa (menggunakan metode suku
bunga efektif) dan dengan mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa yang telah dibayar.
Aset hak-guna terdiri dari pengukuran awal atas liabilitas sewa, pembayaran sewa yang dilakukan pada saat atau sebelum permulaan sewa dan
biaya langsung awal. Aset hak-guna selanjutnya diukur sebesar biaya dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
Jika Perusahaan dibebankan kewajiban atas biaya membongkar dan memindahkan aset sewa, merestorasi tempat di mana aset berada atau
merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, provisi diakui dan diukur sesuai PSAK 57. Biaya tersebut
diperhitungkan dalam aset hak-guna terkait, kecuali jika biaya tersebut terjadi untuk memproduksi persediaan.
Aset hak-guna disusutkan selama periode yang lebih singkat antara masa sewa dan masa manfaat aset pendasar. Jika sewa mengalihkan
kepemilikan aset pendasar atau jika biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan Perusahaan akan mengeksekusi opsi beli, aset hak-guna
disusutkan selama masa manfaat aset pendasar. Penyusutan dimulai pada tanggal permulaan sewa.
Aset hak-guna disajikan sebagai pos terpisah di laporan posisi keuangan konsolidasian.
Perusahaan menerapkan PSAK 48 untuk menentukan apakah aset hak-guna mengalami penurunan nilai dan mencatat kerugian penurunan nilai
yang teridentifikasi sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan aset penurunan nilai.
Sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku bunga tidak diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas sewa dan aset hak-guna.
Pembayaran terkait diakui sebagai beban dalam periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran tersebut terjadi dan dicatat dalam
pos "Beban umum dan administrasi" dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
27/88
Page 31
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
s Liabilitas Keuangan
Perusahaan mengakui liabilitas pada tanggal diperdagangkan, yang mana pada tanggal tersebut. Perusahaan menjadi salah satu pihak yang ada di
dalam perjanjian kontrak dari suatu instrumen keuangan.
Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangan non-derivatif kedalam kategori Utang Usaha, Biaya yang masih harus dibayar, Pinjaman Jangka
Pendek, Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek, Utang Bank, Utang Terjamin, Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya, dan Pinjaman dari
institusi keuangan lain (seperti: Utang Kredit Pembiayaan, Wesel Bayar Tidak Terjamin, dan Pinjaman Modal). Liabilitas keuangan ini pada saat
pengakuan awal diakui sebesar nilai wajarnya setelah dikurangi dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Setelah
pengakuan awal, liabilitas keuangan ini diukur sebesar biaya perolehan yang diamortisasi. Selisih antara penerimaan (dikurangi biaya transaksi)
dan nilai pelunasan dicatat pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lain konsolidasian selama periode liabilitas dengan menggunakan
metode bunga efektif.
Liabilitas keuangan pada perolehan biaya perolehan diamortisasikan.
Liabilitas keuangan yang bukan merupakan 1) imbalan kontinjen dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis, 2) dimiliki untuk
diperdagangkan, atau 3) ditetapkan sebagai FVTPL, selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku
bunga efektif.
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan dan metode
untuk mengalokasikan biaya bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan
dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur liabilitas keuangan, atau (jika lebih tepat)
digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih pada saat pengakuan awal
Utang Bank, Utang Terjamin, dan Pinjaman dari Institusi Keuangan Lain diterima untuk mendukung pendanaan jangka pendek atas operasional
Perusahaan.
Utang usaha adalah kewajiban membayar barang atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan usaha normal dari pemasok. Utang usaha
diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek jika pembayarannya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi
normal, jika lebih lama). Jika tidak, utang tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka panjang. Utang usaha pada awalnya diakui pada nilai wajar
dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Pinjaman jangka panjang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar, setelah dikurangi biaya transaksi. Pinjaman selanjutnya dicatat pada biaya
perolehan diamortisasi; perbedaan antara hasil (setelah dikurangi biaya transaksi) dan nilai penebusan diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama periode pinjaman dengan menggunakan metode bunga efektif.
Perusahaan menghapus suatu liabilitas keuangan hanya jika liabilitas tersebut dibatalkan atau kadaluarsa.
Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Perusahaan telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa.
Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi.
Ketika Perusahaan bertukar dengan pemberi pinjaman, satu instrumen utang menjadi instrumen lain dengan persyaratan yang berbeda secara
substansial, pertukaran tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas keuangan baru. Demikian pula,
Perusahaan memperhitungkan modifikasi substansial dari ketentuan liabilitas yang ada atau bagian dari liabilitas tersebut sebagai pelepasan
liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas baru. Diasumsikan bahwa persyaratannya berbeda secara substansial jika nilai kini arus kas
yang didiskonto berdasarkan persyaratan yang baru, termasuk setiap fee (imbalan) yang dibayarkan setelah dikurangi setiap fee (imbalan) yang
diterima dan didiskonto menggunakan suku bunga efektif orisinal, berbeda sedikitnya 10% dari nilai kini sisa arus kas yang didiskonto yang
berasal dari liabilitas keuangan orisinal. Jika modifikasi tidak substansial, maka perbedaan antara: (1) jumlah tercatat liabilitas sebelum modifikasi;
dan (2) nilai kini dari arus kas setelah modifikasi, diakui dalam laba rugi sebagai keuntungan atau kerugian modifikasi dalam keuntungan dan
kerugian lainnya.
t Hibah Pemerintah
Hibah Pemerintah adalah bantuan Pemerintah dalam bentuk transfer sumber daya untuk suatu entitas sebagai imbalan atas masa lalu atau masa
depan sesuai dengan kondisi tertentu yang berkaitan dengan kegiatan operasional entitas. Dan hibah yang terkait dengan aset adalah hibah
Pemerintah yang kondisi utamanya adalah bahwa entitas yang memenuhi syarat harus melakukan pembelian, membangun, atau membeli aset
jangka panjang.
Hibah Pemerintah diakui jika terdapat keyakinan memadai bahwa entitas akan mematuhi kondisi yang melekat pada hibah tersebut, dan hibah akan
diterima.
Ada dua pendekatan akuntansi untuk Hibah Pemerintah diantaranya pendekatan modal, dimana hibah diakui di luar laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian, dan pendekatan penghasilan, dimana hibah diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian untuk satu atau lebih periode.
Perusahaan memilih untuk menerapkan pendekatan penghasilan dan mengakui hibah Pemerintah melalui pendapatan ditangguhkan, yang
kemudian akan diamortisasi menjadi pendapatan selama periode yang sama dengan biaya yang berhubungan dengan aset tetap tersebut secara
sistematis (20 tahun).
28/88
Page 32
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
u Imbalan Kerja
a Imbalan kerja jangka pendek
Liabilitas diakui atas manfaat yang menjadi hak karyawan sehubungan dengan upah dan gaji, cuti tahunan dan cuti sakit dalam periode di mana
jasa terkait diserahkan, sebesar jumlah yang tidak didiskontokan dari pembayaran manfaat ekspektasian sebagai imbalan atas jasa tersebut.
Hak karyawan atas cuti tahunan diakui ketika karyawan mendapat hak. Provisi dibuat untuk liabilitas cuti tahunan akibat jasa yang diserahkan oleh
karyawan sampai tanggal periode pelaporan.
b Imbalan pascakerja program imbalan pasti
Pada bulan April 2022, DSAK IAI (Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia) menerbitkan materi penjelasan melalui siaran
pers atas persyaratan pengatribusian imbalan pada periode jasa sesuai PSAK 24: Imbalan Kerja yang diadopsi dari IAS 19 Employee Benefits.
Materi penjelasan tersebut menyampaikan informasi bahwa pola fakta umum dari program pensiun berbasis undang-undang ketenagakerjaan yang
berlaku di Indonesia saat ini memiliki pola fakta serupa dengan yang ditanggapi dan disimpulkan dalam IFRS Intepretation Committee (“IFRIC”)
Agenda Decision Attributing Benefit to Periods of Service (IAS 19). Perusahaan telah menerapkan materi penjelasan tersebut dan dengan demikian
merubah kebijakan akuntansi menyangkut atribusi imbalan kerja pada periode jasa dari kebijakan yang diterapkan sebelumnya, sehingga laporan
keuangan konsolidasian Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut telah disajikan
kembali sebagai berikut:
2021 2020
US$ US$
Penurunan Imbalan pasca kerja 5.115.597 2.551.377
Penurunan akumulasi defisit 3.990.184 2.325.734
Penurunan kewajiban pajak tangguhan 1.125.413 225.693
Perusahaan menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti untuk semua karyawan tetapnya. Perusahaan juga memberikan imbalan pasca kerja
imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja (UndangUndang Cipta Kerja). Perusahaan
menghitung selisih antara imbalan yang diterima karyawan berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja yang berlaku dengan manfaat yang diterima
dari program pensiun untuk pensiun normal.
Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit dengan penilaian aktuaria yang dilakukan pada setiap
akhir periode pelaporan tahunan. Pengukuran kembali terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak batas atas aset (jika ada) dan dari
imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), diakui langsung dalam laporan posisi keuangan konsolidasian yang dibebankan atau
dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain periode terjadinya. Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan komprehensif lain tercermin
segera dalam ”saldo laba”.
Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi ketika terjadi amandemen program atau kurtailmen, atau ketika Perusahaan mengakui biaya restrukturisasi
terkait atau pesangon, jika lebih dahulu. Bunga neto dihitung dengan mengalikan tingkat diskonto dengan liabilitas atau aset imbalan pasti neto.
Biaya imbalan pasti dibagi menjadi tiga kategori
− Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian)
− Beban atau pendapatan bunga neto
− Pengukuran kembali
Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya
jasa lalu.
Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan defisit atau surplus aktual dalam program imbalan
pasti Perusahaan. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian
dana program dan pengurangan iuran masa depan atas program.
c Pesangon
Liabilitas untuk pesangon diakui mana yang terjadi lebih dulu ketika entitas tidak dapat lagi menarik penawaran imbalan tersebut dan ketika entitas
mengakui biaya restrukturisasi terkait.
29/88
Page 33
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
v Pajak Penghasilan
Pajak kini
Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan di
laba rugi karena tidak memperhitungkan penghasilan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan pada tahun berbeda dan tidak
memperhitungkan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan. Liabilitas Perusahaan untuk pajak kini dihitung
berdasarkan tarif pajak yang telah berlaku pada akhir periode pelaporan.
Provisi diakui untuk penentuan pajak yang tidak pasti, tetapi kemungkinan besar akan mengangkibatkan arus keluar dana kepada otoritas pajak.
Provisi diukur sebesar estimasi terbaik atas jumlah ekspektasian yang terhutang. Penilaian berdasarkan pada pertimbangan professional pajak
dalam Perusahaan yang didukung dengan pengalaman lalu atas aktivitas tersebut dan dalam kasus tertentu berdasarkan saran pakar pajak
independen.
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian dengan dasar
pengenaan pajak yang digunakan dalam perhitungan laba kena pajak. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan
temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan
besar bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika
perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (selain dari kombinasi bisnis) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak mempengaruhi
laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal
goodwill.
Pajak penghasilan tangguhan diakui dengan menggunakan metode balance sheet untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak
aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada laporan keungan konsolidasian.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan
atau aset dipulihkan berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode
pelaporan.
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan memperkirakan, pada akhir
periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba
kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba rugi periode berjalan, kecuali untuk pajak penghasilan yang
timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui di luar laba rugi (baik dalam penghasilan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas),
dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba rugi, atau yang timbul dari akuntansi awal kombinasi bisnis. Dalam hal kombinasi bisnis,
pengaruh pajak termasuk dalam akuntansi kombinasi bisnis.
w Tambahan Modal Disetor
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan emisi saham kepada masyarakat ditangguhkan dan diamortisasi dalam jangka waktu sepuluh tahun
berdasarkan metode garis lurus. Pada tahun 1997, Perusahaan mempercepat jangka waktu amortisasi menjadi lima tahun. Berdasarkan Surat
Keputusan BAPEPAM KEP–No.06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000, beban emisi saham secara retrospektif dibukukan pada akun “Tambahan
Modal Disetor”.
x Pengakuan Pendapatan dan Beban
Perusahaan telah menerapkan PSAK 72 yang membutuhkan pendapatan pengakuan untuk memenuhi 5 langkah penilaian:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam kontrak untuk mentransfer barang atau jasa yang
berbeda kepada pelanggan.
3. Tentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak entitas sebagai imbalan untuk mentransfer
barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan. Jika pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Perusahaan
memperkirakan jumlah imbalan yang diharapkan berhak sebagai imbalan atas pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan
dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat layanan yang akan dibayarkan selama masa kontrak.
4. Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda
yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi berdasarkan biaya
ekspektasian ditambah marjin.
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu
ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang atau jasa).
30/88
Page 34
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
a. Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
b. Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan layanan pada pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang
waktu, Perusahaan memilih ukuran kemajuan yang sesuai untuk menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika kewajiban pelaksanaan
dipenuhi.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui setelah imbalan yang dibayarkan oleh pelanggan kurang dari saldo
kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Liabilitas kontrak diakui setelah imbalan yang dibayarkan oleh pelanggan lebih dari saldo kewajiban
pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Penjualan barang :
Perusahaan memproduksi dan menjual serat kimia dan sintetis, tenun, rajutan, dan aktivitas terkait lainnya untuk tekstil.
Untuk barang umum
Pendapatan diakui pada suatu waktu atau setelah dikirimkan ke pelanggannya. Pelanggan memperoleh kendali atas aset yang dijanjikan dan
kewajiban kinerja Perusahaan. Indikator kontrol dialihkan ke pelanggan termasuk tetapi tidak terbatas pada hal-hal berikut:
a. Perusahaan memiliki hak sekarang untuk pembayaran aset;
b. Pelanggan memiliki hak legal atas aset
c. Perusahaan telah mengalihkan kepemilikan fisik aset;
d. Pelanggan memiliki risiko dan manfaat yang signifikan atas kepemilikan aset; dan
e. Pelanggan telah menerima aset tersebut.
Hak untuk membeli
Untuk memperhitungkan pengalihan produk dengan hak pengembalian, entitas harus mengakui semua hal berikut:
a. Pendapatan untuk produk yang ditransfer sebesar jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak entitas (oleh karena itu pendapatan tidak akan
diakui untuk produk yang diharapkan dikembalikan;
b, Kewajiban pengembalian uang; dan
c, Produk lain sebagai gantinya.
Beban diakui pada saat pemanfaatan jasa atau pada tanggal terjadinya.
Komponen pembiayaan
Perusahaan tidak memperkirakan adanya kontrak di mana jangka waktu antara pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dan
pembayaran oleh pelanggan melebihi satu tahun. Akibatnya, Perusahaan tidak menyesuaikan harga transaksi apa pun dengan nilai waktu uang.
Penghasilan Bunga
Pendapatan bunga dihitung dengan menerapkan suku bunga efektif terhadap nilai tercatat bruto dari aset keuangan kecuali untuk aset keuangan
yang kemudian mengalami penurunan nilai kredit. Untuk aset keuangan yang mengalami penurunan nilai kredit, suku bunga efektif diterapkan ke
nilai tercatat bersih dari aset keuangan (setelah dikurangi penyisihan kerugian).
Pendapatan bunga disajikan sebagai pendapatan keuangan yang diperoleh dari aset keuangan yang dimiliki untuk tujuan pengelolaan kas.
Pendapatan bunga lainnya dimasukkan ke dalam pendapatan lain.
z Laba (Rugi) per Saham
Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih yang tersedia bagi pemegang saham Perusahaan dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham biasa yang beredar pada periode berjalan.
Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, Perusahaan disesuaikan laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa
Perusahaan disesuaikan dengan efek setelah pajak bunga yang diakui dalam periode tersebut terkait dengan obligasi konversi.
31/88
Page 35
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
aa Informasi Segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Perusahaan yang secara regular direview oleh “pengambil
keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
1. yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan
transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
2. yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang
dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
3. dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penillaian kinerja mereka terfokus pada
kategori dari setiap produk.
ab Provisi
Provisi diakui ketika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu,
kemungkinan besar Perusahaan diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode
pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang
diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas (ketika pengaruh nilai waktu uang bersifat
material).
Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui sebagai
aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian akan diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal.
Garansi
Provisi untuk biaya ekspektasian atas kewajiban garansi berdasarkan ketentuan penjualan barang lokal diakui pada tanggal penjualan barang tersebut,
sebesar estimasi terbaik direktur atas pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban Perusahaan.
ac Kontinjensi
Liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.
Namun pengungkapan tidak diperlukan jika arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi tidak
diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian jika adanya kemungkinan arus
masuk dari manfaat ekonomi.
ad Modal Saham
Biaya tambahan yang secara langsung dapat diatribusikan kepada penerbitan saham biasa atau opsi disajikan pada ekuitas sebagai pengurang
penerimaan, setelah dikurangi pajak.
Ketika Perusahaan membeli modal saham ekuitas entitas (saham treasuri), imbalan yang dibayar, termasuk biaya tambahan yang secara langsung dapat
diatribusikan (dikurangi pajak penghasilan) dikurangkan dari ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik ekuitas entitas sampai saham tersebut
dibatalkan atau diterbitkan kembali. Ketika saham biasa tersebut selanjutnya diterbitkan kembali, imbalan yang diterima, dikurangi biaya tambahan
transaksi yang terkait dan dampak pajak penghasilan yang terkait dimasukkan pada ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik ekuitas entitas.
ae Peristiwa Setelah Tanggal Neraca
Peristiwa setelah tanggal neraca yang menyediakan informasi tambahan tentang posisi Perusahaan pada tanggal pelaporan (peristiwa penyesuaian)
disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian jika material. Peristiwa setelah tanggal neraca yang bukan merupakan peristiwa penyesuaian
diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian apabila material.
32/88
Page 36
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
4. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan manajemen untuk membuat estimasi dan
asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang
melekat dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat. Estimasi dan
asumsi yang mendasarinya direview dengan dasar kesinambungan. Revisi terhadap estimasi akuntansi diakui dalam suatu periode dengan merevisi estimasi
dan efeknya di periode yang akan datang.
Estimasi dan asumsi yang secara signifikan berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas selama 12 bulan kedepan
dipaparkan dibawah ini.
a Pertimbangan
Di dalam proses penerapan kebijakan akuntansi, manajemen telah membuat penilaian, termasuk estimasi dan asumsi, yang memiliki pengaruh paling
signifikan terhadap jumlah yang diakui di dalam laporan keuangan konsolidasian.
Penggunaan asumsi kelangsungan usaha
Dalam menerapkan kebijakan akuntansi Perusahaan, selain yang melibatkan estimasi, manajemen telah menyusun laporan keuangan konsolidasian
dengan asumsi bahwa Perusahaan akan dapat mempertahankan kelangsungan usaha dalam operasinya di tahun mendatang, yang merupakan
pertimbangan penting yang berdampak paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian. Penilaian asumsi
kelangsungan usaha melibatkan pengambilan keputusan oleh manajemen, pada titik waktu tertentu, tentang hasil masa depan dari peristiwa atau kondisi
yang secara inheren tidak pasti. Manajemen Perusahaan mempertimbangkan bahwa Perusahaan memiliki kemampuan untuk melanjutkan kelangsungan
usahanya dan peristiwa atau kondisi utama, yang dapat menimbulkan risiko bisnis, yang secara individual atau kolektif dapat menimbulkan keraguan
signifikan atas asumsi kelangsungan usaha sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 2a terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional dari Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi. Perusahaan mempertimbangkan
beberapa faktor dalam menentukan mata uang fungsionalnya seperti mata uang yang mempengaruhi pendapatan, biaya dan aktivitas pendanaan serta
mata uang yang mana penerimaan dari aktivitas operasi pada umumnya ditahan.
Berdasarkan substansi ekonomis dari kondisi yang sesuai dengan Perusahaan, mata uang fungsional telah ditentukan berupa Dolar Amerika Serikat
(US$), karena hal ini berkaitan dengan fakta bahwa mayoritas kegiatan operasional bisnis Perusahaan dipengaruhi oleh penetapan harga di pasar
komoditas internasional Dolar Amerika Serikat (US$) sebagai lingkungan ekonomi utamanya.
Penilaian ekspektasi kerugian kredit (ECL) pada piutang dagang
Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam penghitungan ECL, awalnya menggunakan matriks provisi berdasarkan tarif default
historis untuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Matriks provisi menentukan tingkat provisi tergantung pada jumlah hari piutang usaha dan piutang
lain-lain telah lewat jatuh tempo. Perusahaan juga menggunakan pengelompokan yang tepat jika historis pengalaman kerugian kredit menunjukkan pola
kerugian yang berbeda secara signifikan untuk segmen pelanggan yang berbeda. Perusahaan kemudian menyesuaikan historis pengalaman kerugian
kredit dengan informasi berwawasan ke depan berdasarkan data yang dapat diobservasi saat ini yang mempengaruhi setiap segmen pelanggan untuk
mencerminkan pengaruh kondisi ekonomi saat ini dan yang diperkirakan.
Perusahaan menyesuaikan tarif default historis ke tarif default berwawasan ke depan dengan menentukan faktor ekonomi terkait yang memengaruhi
setiap segmen pelanggan. Perusahaan secara teratur meninjau metodologi dan asumsi yang digunakan untuk memperkirakan ECL untuk mengurangi
perbedaan antara estimasi dan pengalaman kerugian kredit yang sebenarnya.
Penentuan hubungan antara tingkat gagal bayar historis dan kondisi ekonomi yang diperkirakan merupakan estimasi akuntansi yang signifikan. Oleh
karena itu, ketentuan ECL pada piutang usaha dan piutang lain-lain sensitif terhadap perubahan asumsi tentang prakiraan kondisi ekonomi.
Perusahaan juga menganggap aset keuangan yang telah lewat lebih dari 180 hari sebagai titik terakhir di mana ECL seumur hidup harus diakui kecuali
dapat menunjukkan bahwa hal ini tidak mewakili risiko yang signifikan dalam risiko kredit seperti ketika non-pembayaran adalah administrasi.
pengawasan daripada akibat kesulitan keuangan peminjam.
Perusahaan telah menilai bahwa ECL atas aset keuangan lainnya kas di bank dan setara kas pada biaya perolehan diamortisasi tidak material karena
transaksi yang berkaitan dengan aset keuangan ini dilakukan oleh Perusahaan hanya dengan bank dan perusahaan terkemuka dengan reputasi kredit
yang baik dan relatif risiko gagal bayar yang rendah.
Pada tanggal 31 Desember 2022, penyisihan penurunan nilai piutang Perusahaan berjumlah US$ 198.230.305 (Catatan 6, 7, 12 dan 13).
Pengakuan pendapatan
33/88
Page 37
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Perusahaan mengakui pendapatan sebesar US$ 396.980.964 untuk penjualan barang selama tahun berjalan. Pembeli berhak mengembalikan barang jika
konsumennya tidak puas. Berdasarkan pengalaman sebelumnya dengan penjualan serupa, Perusahaan yakin bahwa tingkat ketidakpuasan tidak akan
melebihi 0,15%.
Oleh karena itu, Perusahaan mengakui pendapatan dari transaksi ini dengan penyisihan terkait pendapatan untuk estimasi pengembalian sebesar US$
558.892.
Estimasi masa sewa
Dalam mengestimasi masa sewa dari masingmasing perjanjian sewa, manajemen mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan yang memberikan
insentif ekonomik untuk mengeksekusi opsi perpanjangan, atau untuk tidak mengeksekusi opsi penghentian, termasuk perubahan fakta atau keadaan
yang diekspektasi dari tanggal permulaan hingga tanggal eksekusi opsi. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian) hanya
diperhitungkan dalam masa sewa jika sewa cukup pasti akan diperpanjang (atau tidak dihentikan).
Jaminan
Ketentuan jaminan adalah kewajiban dengan waktu atau jumlah yang tidak pasti. Tanggung jawab tersebut mungkin merupakan kewajiban hukum atau
kewajiban konstruktif. Kewajiban konstruktif muncul dari tindakan entitas, yang melalui tindakan tersebut telah menunjukkan kepada orang lain bahwa
ia akan menerima tanggung jawab tertentu, dan sebagai hasilnya telah menciptakan ekspektasi bahwa ia akan melaksanakan tanggung jawab tersebut.
Provisi jaminan diukur pada jumlah yang secara rasional akan dibayar entitas untuk menyelesaikan kewajiban pada akhir periode pelaporan berdasarkan
informasi historis dari klaim aktual di masa lalu atau untuk mentransfernya ke pihak ketiga pada saat itu. Risiko dan ketidakpastian diperhitungkan
dalam mengukur pemberian jaminan.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya dengan penjualan serupa, Perusahaan yakin bahwa tingkat garansi sekitar 0,01% dari total penjualan.
Pada tanggal 31 Desember 2022, ketentuan jaminan sebesar US$ 49.955 (Note 18).
Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan
Perusahaan membuat penyisihan penurunan nilai persediaan berdasarkan estimasi penggunaan persediaan pada masa mendatang. Walaupun asumsi
yang digunakan dalam mengestimasi penyisihan penurunan nilai persediaan telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini akan
berdampak material terhadap penyisihan penurunan nilai persediaan, yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil usaha Perusahaan. Nilai tercatat
persediaan diungkapkan dalam Catatan 9.
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, total penyisihan penurunan nilai atas persediaan yang diakui oleh Perusahaan masing masing sebesar US$
118.086 dan US$ 103.071 (Catatan 9).
Penurunan Nilai atas Aset Tetap dan Aset Tidak Berwujud
PSAK mensyaratkan bahwa penelaahan atas penurunan nilai atas aset tetap dan aset tidak berwujud harus dilakukan apabila terdapat kejadian atau
perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Penentuan jumlah yang dapat diperoleh
kembali membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan, yang akan dihasilkan dari penggunaan secara berkelanjutan dan hasil akhir dari aset tersebut.
Sementara itu, manajemen yakin bahwa asumsi yang digunakan dalam menghitung estimasi nilai wajar yang tercermin di dalam laporan keuangan
konsolidasian adalah sudah sesuai dan wajar. Maka perubahan yang signifikan dalam asumsi ini dapat secara material mempengaruhi penilaian atas
jumlah yang dapat diperoleh kembali dan kerugian atas penurunan nilai yang dihasilkan bisa memiliki dampak yang material terhadap hasil usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, tidak ada penurunan nilai yang diakui dalam aset tetap dan aset tidak berwujud Perusahaan (Catatan 14 dan
16).
b Asumsi dan Estimasi
Asumsi penting mengenai masa depan dan sumber utama lainnya dalam ketidakpastian estimasi pada akhir periode pelaporan memiliki risiko signifikan
yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan dijabarkan di bawah ini.
Penentuan Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan
Manajemen menggunakan teknik penilaian, termasuk model diskonto arus kas dalam mengukur nilai wajar dari instrumen keuangan dimana penawaran
pasar aktif tidak tersedia.
34/88
Page 38
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Dalam menerapkan teknik penilaian. manajemen memanfaatkan input pasar semaksimal mungkin, dan menggunakan estimasi dan asumsi, yang sejauh
mungkin, sesuai dengan data yang dapat diobservasi oleh pelaku pasar akan digunakan di dalam penentuan harga instrumen. Dalam hal data yang
berlaku tidak dapat dicermati, maka manajemen akan menggunakan estimasi terbaik dimana asumsi akan digunakan oleh pelaku pasar. Perkiraan ini
mungkin berbeda dengan harga sebenarnya yang akan dicapai dalam transaksi wajar pada tanggal pelaporan.
Tingkat penyisihan khusus dievaluasi oleh manajemen atas dasar faktor-faktor yang mempengaruhi kolektabilitas dari piutang. Penyisihan kolektif yang
diakui didasarkan pada pengalaman kerugian historis dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti kinerja historis dari debitur di dalam kelompok
kolektif dan penilaian tentang pengaruh dari penurunan di pasar dimana debitur beroperasi serta kelemahan struktural yang diidentifikasi atau
penurunan kinerja arus kas dari debitur.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap, Properti Investasi dan Aset Takberwujud Lain-lain
Masa manfaat setiap aset tetap, dan aset takberwujud Perusahaan ditentukan berdasarkan periode kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut. Estimasi
ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan
apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas
pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah
serta periode pencatatan beban yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap, dan aset takberwujud dapat mempengaruhi jumlah beban penyusutan dan amortisasi yang diakui dan penurunan
nilai tercatat aset tersebut.
Nilai tercatat aset tetap, dan aset takberwujud diungkapkan dalam Catatan 14 dan 16.
Estimasi atas Pensiun dan Imbalan Kerja
Nilai kini liabilitas imbalan pasca kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar aktuaris berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi
yang digunakan untuk menentukan biaya (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi nilai
tercatat imbalan pasca kerja. Tingkat diskonto merupakan tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan estimasi nilai kini atas arus kas
keluar di masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan liabilitas tersebut.
Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai. Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi Pemerintah yang didenominasikan
dalam mata uang dimana imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas terkait. Untuk tingkat kenaikan
gaji. Perusahaan mengumpulkan semua data historis yang berhubungan dengan perubahan dasar gaji dan mengoreksinya di dalam rencana bisnis di
masa yang akan datang.
Asumsi utama liabilitas imbalan pasca kerja ditentukan berdasarkan kondisi pasar saat ini. Informasi tambahan telah dipaparkan di Catatan 28.
Pajak penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang
penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan
estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Penentuan provisi untuk pajak penghasilan badan memerlukan pertimbangan yang signifikan dari manajemen. Ada transaksi dan perhitungan tertentu
yang penentuan pajak akhirnya tidak pasti selama kegiatan usaha biasa. Perusahaan mengakui liabilitas atas masalah pajak penghasilan badan yang
diharapkan berdasarkan estimasi apakah tambahan pajak penghasilan badan akan terutang. Jika hasil pajak final dari hal-hal tersebut berbeda dari
jumlah yang pada awalnya dicatat, perbedaan tersebut akan berdampak pada aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan pada periode di mana
penentuan tersebut dibuat.
Realisasi dari Aset Pajak Tangguhan
Perusahaan melakukan penelaahan atas nilai tercatat aset pajak tangguhan pada setiap akhir periode pelaporan dan mengurangi nilai aset tersebut
sebesar mungkin yang tidak dapat direalisasikan, dimana ketersediaan penghasilan kena pajak memungkinkan untuk menggunakan seluruh atau
sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut. Penelaahan Perusahaan atas pengakuan aset pajak tangguhan untuk perbedaan temporer yang dapat
dikurangkan dapat dikurangkan berdasarkan tingkat dan waktu dari taksiran penghasilan kena pajak untuk periode pelaporan berikutnya. Estimasi
tersebut didasarkan pada pencapaian Perusahaan di masa lalu dan ekspektasi masa depan terhadap pendapatan dan beban, serta dengan strategi
perencanaan pajak di masa depan. Namun tidak ada kepastian bahwa Perusahaan dapat menghasilkan penghasilan kena pajak yang cukup untuk
memungkinkan penggunaan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
Provisi dan Kontijensi
Perusahaan, dalam kegiatan usaha normal, menjalankan sesuai ketentuan untuk kewajiban hukum maupun konstruktif, jikaada, sesuai dengan kebijakan
pada ketentuan dan kontinjensi. Dalam pengakuan dan pengukuran ketentuan, manajemen mengambil pertimbangan risiko dan ketidakpastian.
Perusahaan tidak mengakui provisi pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022,
35/88
Page 39
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
5. KAS DAN SETARA KAS
Kas:
2023 2022
US$ US$
Rupiah 49.270 46.573
Dolar Amerika Serikat 3.540 6.540
Dolar Singapura 1.369 1.957
Euro Eropa 1.033 903
55.213 55.973
Kas di Bank: 2023 2022
US$ US$
Pihak Ketiga:
Deutsche Bank, Jakarta
Rekening Dolar Amerika Serikat 216.900 184.133
Rekening Rupiah 736.887 586.870
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Rekening Dolar Amerika Serikat 77.893 999.007
Rekening Rupiah 956.502 1.313.120
PT Bank Central Asia Tbk
Rekening Dolar Amerika Serikat 30.491 10.381
Rekening Rupiah 115.968 144.453
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Rekening Rupiah 49.273 103.136
PT Bank Mandiri Tbk
Rekening Dolar Amerika Serikat 978.759 1.291.389
Rekening Rupiah 508.500 1.308.147
PT Bank SBI Indonesia
Rekening Dolar Amerika Serikat 2.658 2.706
Rekening Rupiah 188
PT Bank Bukopin Tbk
Rekening Dolar Amerika Serikat 9.595 0
Rekening Rupiah 10.807 19.460
3.694.419 5.962.802
Jumlah 3.749.632 6.018.775
• Kas di bank dapat ditarik setiap saat.
• Rekening di bank memiliki tingkat suku bunga mengambang sesuai dengan tingkat penawaran pada masing-masing bank.
• Perusahaan tidak mempunyai hubungan berelasi dengan bank dimana kas dan setara kas ditempatkan.
• Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas kas dan
setara kas sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
36/88
Page 40
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
6. PIUTANG USAHA
2023 2022
US$ US$
Pihak ketiga :
Pelanggan dalam negeri 29.501.712 27.961.591
Pelanggan luar negeri 4.070.879 4.391.012
Jumlah 33.572.591 32.352.603
Dikurangi : Penyisihan atas kerugian
Kredit ekspektasian (1.982.746) (1.982.746)
Jumlah 31.589.845 30.369.857
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat piutang usaha dari pihak ketiga kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Rincian umur piutang usaha dari pihak ketiga adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Sampai dengan 1 bulan 18.396.280 22.515.193
> 1 bulan – 3 bulan 10.349.231 4.849.544
> 3 bulan – 6 bulan 546.035 576.119
> 6 bulan – 1 tahun 2.298.298 1.015.625
> 1 tahun 0 1.413.376
Jumlah 31.589.845 30.369.857
Mutasi atas penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian dari piutang usaha dari pihak ketiga adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Saldo awal tahun 1.982.746 1.251.588
Penyisihan tahun berjalan (Catatan 45) 0 731.158
Saldo akhir 1.982.746 1.982.746
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian piutang tersebut cukup untuk menutupi kerugian dari
tidak tertagihnya piutang usaha.
Rincian piutang usaha dari pihak ketiga menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Dolar Amerika Serikat 4.070.879 15.599.772
Rupiah
(Rp 414.490.661.373 pada tahun 2022 dan Rp 209.801.764.011) 27.518.966 14.770.085
Jumlah 31.589.845 30.369.857
Seluruh jumlah piutang usaha dari pihak ketiga tidak dikenakan bunga dan telah ditelaah ulang untuk tujuan indikasi penurunan
nilai.
37/88
Page 41
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
2023 2022
US$ US$
Pihak Berelasi:
PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) 15.657.945 15.657.945
Dikurangi: Penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian (15.657.945) (15.657.945)
Bersih 0 0
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat piutang usaha dari pihak berelasi kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Rincian umur piutang usaha dari pihak berelasi adalah sebagai berikut
2023 2022
US$ US$
Sampai dengan 1 bulan 0 0
> 1 bulan – 3 bulan 0 0
> 3 bulan – 6 bulan 0 0
> 6 bulan – 1 tahun 0 0
> 1 tahun 15.657.945 15.657.945
Bersih 15.657.945 15.657.945
Mutasi penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian untuk piutang usaha dari pihak berelasi adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Saldo awal 15.657.945 15.657.945
Perubahan selama tahun berjalan
Penambahan penyisihan 0 0
Pengurangan penyisihan 0 0
Saldo akhir 15.657.945 15.657.945
Seluruh jumlah piutang usaha dari pihak berelasi tidak dikenakan bunga dan telah ditelaah ulang untuk tujuan indikasi penurunan
nilai.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas piutang
usaha sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
Piutang usaha sejumlah US$ 45.000.000 digunakan sebagai jaminan atas utang bank Perusahaan yang diperolehnya dari Damiano
Investments B.V., Belanda (Catatan 20).
38/88
Page 42
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
7. PIUTANG LAIN-LAIN
2023 2022
US$ US$
Pihak ketiga
Piutang dari potongan pembelian 0 0
Piutang dari transaksi impor 0 0
Piutang karyawan 163.368 80.685
Klaim asuransi 0 0
Lain-lain 0 94.565
Jumlah 163.368 175.250
Pihak ketiga lainnya :
Uang muka operasional kepada:
PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit) 34.267.327 34.267.327
PT Wastra Indah 15.743.498 15.743.498
PT Texmaco Perkasa Engineering Tbk 5.678.072 5.678.072
PT Wahana Perkasa Auto Jaya 5.579.990 5.579.990
PT Sumatex Subur 3.192.784 3.192.784
PT Texmaco Taman Synthetics 2.982.354 2.982.354
PT Bina Prima Perdana 358.875 358.875
PT Jaya Perkasa Engineering 272.265 272.265
PT Perkasa Heavindo Engineering 194.587 194.587
PT Raja Busana Mahameru 136.945 136.945
PT Supermitory Utama Tbk 93.406 93.406
PT Saritex Jaya Swasti 49.534 49.534
PT Devrindo Widya 25.434 25.434
PT Perkasa Indobaja 15.816 15.816
PT Perkasa Indosteel 13.326 13.326
PT Wahana Jaya Perkasa 11.103 11.103
PT Bina Peranan Busana 2.336 2.336
PT Citra Indah Textile 985 985
Jumlah 68.618.637 68.618.637
Dikurangi: Penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian (67.637.756) (67.637.756)
Bersih 980.881 980.881
Jumlah 1.144.248 1.156.131
Piutang lain-lain dari karyawan merupakan pinjaman yang diberikan kepada karyawan. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga dan
pembayarannya dilakukan berdasarkan skedul pembayaran yang telah ditentukan.
Piutang lain-lain dari perusahaan-perusahaan diatas merupakan pinjaman dan uang muka untuk tujuan modal kerja. Pinjaman dan uang
muka ini tidak dikenakan bunga dan tidak ditetapkan jangka waktu pembayarannya. Sampai saat ini, perusahaan-perusahaan tersebut
diatas belum dapat membayar utangnya kepada Perusahaan karena masih mengalami kesulitan keuangan. Beberapa perusahaan
perusahaan tersebut sudah tidak beroperasi dan masih berada dalam program restrukturisasi utang dengan PT Perusahaan Pengelola
Aset (PPA). Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, Perusahaan telah membuat penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian atas
piutang lain-lain pihak ketiga (uang muka) sebesar masing-masing US$ 67.637.756. Sampai dengan tanggal laporan keuangan
konsolidasian, proses restrukturisasi utang tersebut belum selesai.
Pembayaran yang dilakukan oleh Perusahaan kepada PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit) merupakan kelebihan pembayaran atas
jumlah yang tertera di dalam tagihan, yang dianggap sebagai piutang lain-lain
kepada PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit) sehubungan dengan adanya perjanjian antara PT Wismakarya Prasetya dengan
Perusahaan pada tanggal 16 Nopember 2006, dan modal kerja yang diberikan kepada PT Wismakarya Prasetya di masa lalu untuk
pembayaran kepada PT Perusahaan Gas Negara (PGN), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan perpajakan. Perusahaan telah
mengajukan klaim kepada kurator untuk nilai pokok sebesar Rp 279.593.977.457 dan bunga sebesar Rp 206.051.448.529. Sampai
dengan tanggal pengesahan laporan keuangan konsolidasian, hal ini masih didiskusikan dengan kurator.
39/88
Page 43
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Sesuai dengan pernyataan didalam PSAK yang berkaitan dengan “Penurunan Nilai Piutang” dan mengingat adanya fakta bahwa PT
Wismakarya Prasetya telah dinyatakan pailit dan proses likuidasi telah dimulai, maka per tanggal 31 Desember 2022, Perusahaan telah
membuat penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas piutang lan-lain. Namun, hal itu terus diusahakan dengan kurator untuk
penyelesaian piutang PT Wismakarya Prasetya yang telah jatuh tempo.
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat piutang lain-lain kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Mutasi penyisihan kerugian kredit ekspektasian adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Saldo awal 67.637.756 67.637.756
Perubahan selama tahun berjalan
Penambahan penyisihan 0 0
Pengurangan penyisihan 0 0
Saldo akhir 67.637.756 67.637.756
Rincian piutang lain-lain menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Dolar Amerika Serikat 32.564.040 32.564.040
Rupiah
(Rp 527.017.656.616 di 2023 dan Rp 551.744.626.396 di 2022 ) 35.073.716 35.073.716
Jumlah 67.637.756 67.637.756
Seluruh jumlah piutang lain-lain telah ditelaah ulang untuk tujuan indikasi penurunan nilai. Berdasarkan hasil penelaahan terhadap
status dari piutang lain-lain secara individual, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan kerugian kredit ekspektasian dari
piutang lain-lain adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang lain-lain tersebut.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dan setiap kelas piutang lain-
lain sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
8. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA 2023 2022
US$ US$
Akun ini terdiri dari:
Deposito berjangka:
Pihak ketiga: – –
Deutsche Bank, Jakarta
Bank garansi / SBLC 2.034.000 1.903.520
Uang jaminan:
Pihak ketiga:
Uang jaminan atas listrik 1.592.234 1.441.390
Uang jaminan atas gas 0 250.000
Uang jaminan atas sewa 46.084 32.608
Uang jaminan bea cukai –
Lain-lain 25.719 40.736
1.664.037 1.764.734
Jumlah 3.698.037 3.668.254
a. Deposito Berjangka
• Pada tahun 2021, deposito berjangka pada Deutsche Bank, Jakarta sebesar Rp 2.000.000.000 (setara dengan US$ 140.164)
merupakan deposito berjangka waktu 1 (satu) tahun dengan suku bunga sebesar 1,71% setahun, dan jatuh tempo pada tanggal 12
Oktober 2022.
• Pada tanggal 12 Oktober 2022, Perusahaan melakukan pencairan deposito berjangka dengan nominal sebesar Rp 2.000.000.000.
40/88
Page 44
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
b. Bank Garansi / SBLC
Perusahaan dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk telah menandatangani perjanjian No.011700.PK/HK.02/USH/2014
untuk menyediakan gas kepada Perusahaan. Disamping itu seperti yang diungkapkan didalam perjanjian, Perusahaan juga harus
membayar penalti sebesar Rp 22.500.000.000 dalam 45 bulan. Berdasarkan pembaharuan perjanjian tanggal 20 Oktober 2015,
kedua belah pihak setuju untuk mengubah ketentuan mengenai batas maksimum pemakaian gas untuk periode 1 November 2015
sampai dengan 31 Desember 2018.
Perusahaan telah menyediakan bank garansi (SBLC) untuk memasok gas yang kira-kira setara dengan dua (2) bulan dari nilai
konsumsi gas. Untuk itu, Perusahaan menerbitkan SBLC melalui Deutsche Bank, Jakarta sebesar US$ 1.545.264 dengan
Pembayaran Obligasi sebesar US$ 1.032.800 melalui PT Jasarahardja Putera. Pada tahun 2021, Perusahaan telah memberikan
SBLC kepada PT PGN sebesar US$ 1.757.032 melalui Deutsche Bank, Jakarta yang berlaku hingga Maret 2022. Jaminan ini
diberikan kepada PT PGN setara dengan 2 bulan konsumsi gas.
Pada tahun 2022, Perusahaan telah memberikan SBLC kepada PT PGN sebesar US$ 1.903.520 melalui PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk, Jakarta yang berlaku hingga April 2023. Jaminan ini diberikan kepada PT PGN setara dengan 2 bulan konsumsi gas.
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat aset keuangan lancar lainnya kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Rincian aset keuangan lancar lainnya menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut
2023 2022
US$ US$
Dolar Amerika Serikat 2.034.000 2.240.054
Rupiah
(Rp 25.063.726.6540 pada tahun 2023 dan Rp 22.467.014.200 pada tahun 2022) 1.664.037 1.428.200
Jumlah 3.698.037 3.668.254
Tidak terdapat aset keuangan lancar lainnya kepada pihak yang berelasi
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas aset keuangan
lancar lainnya sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
9. PERSEDIAAN
2023 2022
US$ US$
Barang jadi 17.596.898 18.737.509
Barang dalam proses 2.535.727 3.438.605
Bahan baku 7.437.573 7.079.694
Bahan pembantu 26.087.975 26.936.629
Bahan pembantu dalam perjalanan 0
Barang jadi dalam perjalanan 460.208
Jumlah 53.658.173 56.652.645
Dikurangi : Penyisihan penurunan nilai - bersih 118.086 118.086
Bersih 53.540.087 56.534.559
Mutasi atas penyisihan penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Saldo awal 118.086 103.071
Mutasi selama periode berjalan:
Penambahan 0 15.015
Pengurangan 0 0
Saldo akhir 118.086 118.086
41/88
Page 45
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan fisik persediaan pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai
atas persediaan sudah memadai. Jumlah atas penambahan penurunan nilai persediaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2022 adalah sebesar US$ 15.015, dan dicatat sebagai bagian dari Beban Pokok Penjualan dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian (Catatan 40). Jumlah atas reversal penurunan nilai persediaan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021 adalah sebesar US$ 23.202.
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, persediaan dilindungi oleh kebijakan dari polis asuransi (throughput) PT FPG Indonesia
meliputi risiko kebakaran dan risiko-risiko kerugian lainnya dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar US$ 405.000.000
dan US$ 333.000.000. Manajemen berpendapat bahwa jumlah pertanggungan asuransi cukup memadai untuk menutup kerugian-
kerugian yang mungkin timbul.
Persediaan sejumlah US$ 60.200.000 digunakan sebagai jaminan atas utang bank Perusahaan yang diperolehnya dari Damiano
Investments B.V., Belanda (Catatan 20).
10. UANG MUKA PEMBELIAN
2023 2022
US$ US$
Pihak ketiga:
Pembelian bahan baku dan operasional 3.971.013 4.977.871
Pembelian aset tetap 70.073 333.908
Lain-lain 69.808 69.808
jumlah 4.110.894 5.381.587
Pada tahun 2022, total uang muka aset tetap sebesar US$ 333.908 (setara dengan Rp 4.754.574.596) merupakan uang muka yang
berkaitan dengan pembelian mesin dan perlengkapan pada divisi benang filamen dengan total sebesar US$ 309.857 (setara dengan Rp
4.410.276.436) dan pembelian mesin dan perlengkapan untuk memproduksi fiber dalam rangka ekspansi dengan total sebesar US$
24.051 (setara dengan Rp 344.298.160). Mesin dan perlengkapan tersebut akan diterima pada tahun 2023.
11. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
2023 2022
US$ US$
Premi asuransi dibayar dimuka 908.946 159.975
Lain-lain 67.298 1.009
jumlah 976.244 160.984
12. PIUTANG NON-USAHA
2023 2022
US$ US$
Akun ini terdiri dari:
Pihak ketiga:
PT Multikarsa Investama 40.354.902 40.451.606
Pihak berelasi:
PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) 107.168.358 107.476.645
147.523.260 147.928.251
Dikurangi: Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (111.962.653) (111.962.653)
Total 35.560.607 35.965.598
Piutang non-usaha dari PT Multikarsa Investama berasal dari penerimaan AR International Limited, Hong Kong masing-masing
sebesar Rp 21.313.289.128 (setara dengan US$ 1.354.859 pada tahun 2022) dan Rp 21.313.289.128 (setara dengan US$ 1.493.678
pada tahun 2021) untuk pengembalian uang muka pembelian aset tetap (mesin dan peralatan) dan sisanya masing masing sebesar US$
39.096.747 dan US$ 39.130.738 pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 merupakan pinjaman untuk uang muka gaji karyawan dan
biaya lainnya.
42/88
Page 46
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Mutasi penyisihan kerugian kredit ekspektasian adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Saldo awal 111.962.653 111.962.653
Mutasi selama periode berjalan:
Penambahan 0
Pengurangan 0
Saldo akhir 111.962.653 111.962.653
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang non-usaha, manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat diperkirakan telah
mendekati nilai wajarnya. Per tanggal 31 Desember 2022, penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk sisa saldo PT Multikarsa
Investama sebesar US$ 35.965.598 tidak dibuat dan akan dilakukan ketika program restrukturisasi utang Perusahaan selesai. Lebih
lanjut, manajemen berkeyakinan bahwa sisa saldo piutang non-usaha tersebut dapat ditagih di kemudian hari.
Rincian piutang non-usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Dolar Amerika Serikat
Rupiah 107.168.358 106.410.712
(Rp 606,372,750,240 pada tahun 2023 dan Rp 653.112.406.009 pada tahun 2022)
40.354.902 41.517.539
Jumlah 147.523.260 147.928.251
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas piutang non-
usaha sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
13. ASET KEUANGAN TIDAK LANCAR LAINNYA
2023 2022
US$ US$
BPPN (PPA):
PT Bank Dharmala
Rekening Rupiah 1.947 1.947
PT Bank Putera Multikarsa
Rekening Rupiah 281.383 281.383
Rekening Dolar Amerika Serikat 701.266 701.266
PT Bank Papan Sejahtera
Rekening Rupiah 2.687 2.687
PT Bank Umum Nasional
Rekening Dolar Amerika Serikat 1.882 1.882
PT Bank Asia Pacific
Rekening Rupiah 40 40
Jumlah 989.205 989.205
Dikurangi: Penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian (989.205) (989.205)
Bersih 0 0
Mutasi atas penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian dari asset keuangan lancer lainny adalah sebagai berikut
2023 2022
US$ US$
Saldo awal tahun 989.205 989.205
Penyesuaian terkait penerapan PSAK 7 (989.205) (989.205)
Saldo akhir 0 0
43/88
Page 47
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Perusahaan dan Entitas Anak sedang dalam proses restrukturisasi oleh Badan Penyehatan Perbankan Indonesia (BPPN), maka
keseluruhan saldo rekening bank dibatasi penggunaannya oleh BPPN.
Pemerintah Indonesia melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) menghentikan izin operasi PT Bank Putera Multikarsa,
yang merupakan pihak yang berelasi, pada tanggal 28 Januari 2000; PT Bank Dharmala, PT Bank Asia Pacific dan PT Bank Papan
Sejahtera pada tanggal 13 Maret 1999; dan PT Bank Umum Nasional pada tanggal 21 Agustus 1998. Akibatnya, saldo masing masing
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 sejumlah US$ 989.205, yang ada di bank tersebut disajikan sebagai aset keuangan tidak
lancar lainnya di laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021.
Perusahaan berpendapat bahwa nilai pada bank yang dibatasi penggunaannya perlu disesuaikan selama restrukturisasi utang terjamin
dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) / Kementerian Keuangan. Namun, adalah tepat untuk membuat penyisihan kerugian
kredit ekspektasian sebesar US$ 989.205.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas aset keuangan
tidak lancar lainnya sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
14. ASET TETAP
2023 2022
Rincian aset tetap adalah sebagai berikut: US$ US$
Pemilikan langsung:
Nilai tercatat 1.807.898.584 1.807.893.999
Akumulasi penyusutan (1.742.190.249) (1.739.863.200)
Nilai buku 65.708.335 68.030.799
Aset dalam penyelesaian 4.317.605 4.085.024
Jumlah 70.025.940 72.115.823
44/88
Page 48
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Pemilikan langsung
Perubahan selama periode berjalan
2023 Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Nilai tercatat :
Tanah 15.665.079 0 0 0 15.665.079
Bangunan dan prasarana 48.647.493 0 0 0 48.647.493
Mesin dan peralatan 1.734.555.115 0 0 0 1.734.555.115
Kendaraan 5.511.172 0 0 (1.254) 5.509.918
Peralatan kantor 3.515.140 5.838 0 0 3.520.978
1.807.893.999 5.838 0 (1.254) 1.807.898.583
Akumulasi penyusutan :
Bangunan dan prasarana 47.034.366 70.192 0 0 47.104.558
Mesin dan peralatan 1.683.986.382 2.203.839 0 0 1.686.190.221
Kendaraan 5.488.851 13.705 0 0 5.502.556
Peralatan kantor 3.353.601 39.312 0 0 3.392.913
1.739.863.200 2.327.048 0 0 1.742.190.248
Nilai buku 68.030.799 65.708.335
Perubahan selama periode berjalan
2022 Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Nilai tercatat :
Tanah 15.665.079 0 0 0 15.665.079
Bangunan dan prasarana 48.647.493 0 0 0 48.647.493
Mesin dan peralatan 1.726.294.399 9.623 0 8.251.093 1.734.555.115
Kendaraan 5.730.038 0 (218.866) 0 5.511.172
Peralatan kantor 3.510.493 4.647 0 0 3.515.140
1.799.847.502 14.270 (218.866) 8.251.093 1.807.893.999
Akumulasi penyusutan :
Bangunan dan prasarana 46.911.397 122.969 0 0 47.034.366
Mesin dan peralatan 1.679.792.721 4.193.661 0 0 1.683.986.382
Kendaraan 5.676.009 31.708 (218.866) 0 5.488.851
Peralatan kantor 3.242.536 111.065 0 0 3.353.601
1.735.622.663 4.459.403 (218.866) 0 1.739.863.200
Nilai buku 64.224.839 68.030.799
Perubahan selama periode berjalan
2023 Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Nilai tercatat:
Aset dalam penyelesaian 4.085.024 232.581 0 0 4.317.605
Perubahan selama periode berjalan
2022 Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Nilai tercatat:
Aset dalam penyelesaian 10.480.538 2.497.319 (641.740) (8.251.093) 4.085.024
Beban penyusutan dialokasikan pada:
2023 2022
US$ US$
Pemilikan langsung:
Beban pabrikasi (Catatan 41) 2.204.632 4.316.352
Beban umum dan administrasi (Catatan 43) 122.416 143.051
Jumlah 2.327.048 4.459.403
Baban pabrikasi (Catatn 41) tidak termasuk beban sofware
Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang berlokasi di Karawang dan Kendal seluas 755.071 m² dengan sertifikat berupa Hak Guna Bangunan
(HGB) yang berjangka waktu 20 – 30 tahun yang akan jatuh tempo antara tahun 2006 dan 2044. Pada tahun 2007, sertifikat HGB atas tanah yang
berlokasi di Semarang seluas 78.111 m² sudah diperpanjang hingga 29 November 2027.
Dan pada tahun 2014, Perusahaan juga telah memperpanjang sertifikat hak atas tanah yang berlokasi di Karawang seluas 319.755 m2 sampai dengan 3
Mei 2034. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan sertifikat hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan
didukung dengan bukti pemilikan yang memadai.
Sebagian tanah Perusahaan di Karawang, dengan sertifikat berupa Hak Guna Bangunan (HGB) No. 13 seluas 33.630 m² dan Hak Guna Bangunan (HGB)
No. 14 seluas 35.380 m², dijaminkan kepada PT Bina Prima Perdana (BPP) atas utang terjamin milik PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) (Catatan 21).
45/88
Page 49
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Pada tanggal 31 Desember 2022, mesin dan peralatan dalam penyelesaian sebesar US$ 4.085.024 yang terdiri dari sisa mesin dan peralatan dalam
penyelesaian tahun 2021 sebesar US$ 10.480.538 dan penambahan selama tahun 2022 sebesar US$ 2.699.680, pengurangan sebesar 844.101 serta
reklasifikasi ke aset tetap sebesar US$ 8.251.093. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2021, total persentase penyelesaian untuk instalasi mesin dan
peralatan tersebut adalah sekitar 80% dan sudah diselesaikan pada tahun 2023. Manajemen yakin bahwa tidak ada indikasi halangan terhadap
penyelesaian dari aset dalam penyelesaian ini.
Pada tanggal 31 Desember 2021, mesin dan peralatan dalam penyelesaian sebesar US$ 10.480.538 yang terdiri dari sisa mesin dan peralatan dalam
penyelesaian tahun 2020 sebesar US$ 11.854.210 dan penambahan selama tahun 2021 sebesar US$ 4.654.703 serta reklasifikasi ke aset tetap sebesar
US$ 6.028.375. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2021, total persentase penyelesaian untuk instalasi mesin dan peralatan tersebut adalah sekitar
80% dan sudah diselesaikan pada tahun 2022. Manajemen yakin bahwa tidak ada indikasi halangan terhadap penyelesaian dari aset dalam penyelesaian
ini.
Pada bulan Nopember 2014, Perusahaan telah membeli sebuah Gas Turbine senilai US$ 4.217.940 dari kurator PT Wismakarya Prasetya melalui sebuah
proses lelang.
Manajemen berpendapat bahwa estimasi nilai perolehan kembali dari aset tetap tersebut sudah melebihi nilai bukunya sehingga tidak perlu dilakukan
penurunan nilai atas aset tetap pada tanggal pelaporan.
Pada tahun 2022, nilai wajar atas tanah (814.764 m²) berdasarkan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) adalah sebesar Rp 715.608.873.000 (setara dengan
US$ 45.490.361) dan nilai wajar atas bangunan (256.881 m²) berdasarkan NJOP adalah sebesar Rp 321.776.042.000 (setara dengan US$ 20.454.901).
Berdasarkan laporan jasa penilai KJPP Nirboyo A., Dewi A. & Rekan tanggal 10 Desember 2021, jumlah nilai pasar atas aset tetap Perusahaan adalah
sebesar US$ 396.778.300 dengan nilai likuidasi sebesar US$ 238.506.000.
Penilaian, yang sesuai dengan Standar Penilaian Internasional, ditentukan berdasarkan transaksi pasar terkini yang dilakukan dalam ketentuan-ketentuan
yang wajar. Metode penilaian yang digunakan adalah Metode Pendekatan Data Pasar. Elemen-elemen yang digunakan dalam perbandingan data untuk
menentukan nilai wajar aset, antara lain:
a Jenis hak yang melekat pada properti
b Kondisi pasar
c Lokasi
d Karakteristik fisik dan tanah
e Karakteristik dalam menghasilkan pendapatan
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, total nilai tercatat dari aset tetap yang telah disusutkan penuh masing-masing sebesar US$ 1.706.847.709 dan
US$ 1.700.140.759. Namun Perusahaan masih menggunakannya untuk kegiatan operasional.
Seluruh aset tetap Perusahaan, kecuali tanah, telah diasuransikan kepada PT MAG sebagai pemimpin dari perusahaan asuransi, terhadap resiko kerugian
kebakaran dan resiko lainnya termasuk gempa bumi dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar US$ 460.550.000 dan US$ 458.550.000 pada
tanggal 31 Desember 2022 dan 2021. Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup memadai untuk menutupi
kerugian-kerugian yang mungkin timbul.
Sebagian besar tanah, gedung, mesin dan peralatan digunakan sebagai jaminan atas utang obligasi terjamin yang diperoleh dari PT Bina Prima Perdana
(BPP)/ PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) (Catatan 21). Mesin dan peralatan dibawah proyek Batch Poly (diluar pekerjaan sipil), Fiber Line, dan
proyek Otomotif dengan mesin EFK dengan total sebesar US$ 17.700.000 pada tahun 2021 dan tahun 2020 digunakan sebagai jaminan atas pinjaman
modal yang diperoleh dari Damiano Investments B.V., Belanda (Catatan 23).
15. HAK PAKAI
Tabel berikut menunjukkan rincian hak pakai aset dalam laporan posisi keuangan konsolidasian:
Perubahan selama periode berjalan
2023 Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
US$ US$ US$ US$
Nilai tercatat :
Bangunan dan prasarana 1.205.134 0 0 1.205.134
Mesin dan peralatan 1.425.437 0 0 1.425.437
Kendaraan 704.566 32.608 0 737.174
Peralatan kantor 5.498 450 0 5.948
3.340.635 33.059 0 3.373.694
Akumulasi penyusutan :
Bangunan dan prasarana 580.467 25.283 0 605.750
Mesin dan peralatan 705.793 0 705.793
Kendaraan 283.939 5.954 0 289.893
Peralatan kantor 5.948 0 5.948
1.576.147 31.237 0 1.607.384
Nilai buku 1.764.488 1.766.309
46/88
Page 50
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Perubahan selama periode berjalan
2022 Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
US$ US$ US$ US$
Nilai tercatat :
Bangunan dan prasarana 1.633.782 454.652 (883.300) 1.205.134
Mesin dan peralatan 1.425.437 0 0 1.425.437
Kendaraan 686.691 138.164 (120.289) 704.566
Peralatan kantor 5.498 0 0 5.498
3.751.408 592.816 (1.003.589) 3.340.635
Akumulasi penyusutan :
Bangunan dan prasarana 596.554 240.876 (256.963) 580.467
Mesin dan peralatan 468.220 237.573 0 705.793
Kendaraan 247.924 149.784 (113.769) 283.939
Peralatan kantor 1.984 3.964 0 5.948
1.314.682 632.197 (370.732) 1.576.147
2.436.726 1.764.488
Jumlah yang diakui dalam laporan laba atau rugi dan pendapatan komprehensif lain konsolidasian:
2023 2022
US$ US$
Beban penyusutan hak pakai (Catatan 41 dan 43)
Bangunan dan prasarana 25.283 240.876
Mesin dan peralatan 0 237.573
Kendaraan 5.954 149.784
Peralatan kantor 0 3.964
31.237 632.197
Arus kas keluar total untuk sewa pada tahun 2022 adalah US$ 765.039 (pokok 611.731 dan bunga 153.668).
16. ASET TIDAK BERWUJUD
2023 2022
US$ US$
Biaya proses legal hak atas tanah 125.429 166.652
Dikurangi: akumulasi amortisasi (56.864) (70.247)
Bersih 68.565 96.405
SAP 641.740 641.740
Dikurangi: akumulasi amortisasi (54.305) (10.695)
Bersih 587.435 631.045
Total aset tidak berwujud 656.000 727.450
13.246 25.202
Beban umum dan administrasi (Catatan 43)
Aset tidak berwujud merupakan biaya legal sehubungan dengan perpanjangan hak atas tanah yang berlokasi di Bandung (166 m²) dan perpanjangan
hak atas tanah yang berlokasi di Karawang (319.755 m²). Atas aset tidak berwujud ini diamortisasi sepanjang masa manfaat (Hak Guna Bangunan)
selama 20 tahun or 3 May 2034.
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai pada aset tidak berwujud
17. UTANG USAHA
2023 2022
US$ US$
Akun ini terdiri dari:
Pihak ketiga:
Pemasok lokal 7.705.133 6.831.667
Pemasok luar negeri 8.307.689 6.783.780
Jumlah 16.012.821 13.615.447
Rincian umur utang usaha kepada pihak ketiga yang dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Sampai dengan 1 bulan 4.802.776 7.367.643
> 1 bulan – 3 bulan 7.436.661 2.594.670
> 3 bulan – 6 bulan 1.694.446 331.497
> lebih dari 6 bulan 2.078.938 3.321.637
Jumlah 16.012.821 13.615.447
47/88
Page 51
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Rincian utang usaha kepada pihak ketiga menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Dolar Amerika Serikat 8.071.801 7.059.293
Rupiah
(Rp 121.696.382.357 pada tahun 2023 dan Rp 95.641.152.688 pada tahun 2022) 7.686.990 6.079.789
Euro Eropa
(EUR 332.995 tahun 2023 dan EUR 374.902,38 tahun 2022) 230.877 398.297
Yen Jepang
(Yen 2.501.913 tahun 20203 dan Yen 2.137.766 tahun 2022) 16.575 15.977
Poundsterling
(£ 48.248 pada tahun 2022) 3.209 58.047
Singapore Dolar
(SGD 3.010 tahun 2023 dan SGD 4.519,72 tahun 2022) 3.370 3.350
Swiss Franc
(CHF 643,95 pada tahun 2022) 0 694
Jumlah 16.012.821 13.615.447
Utang usaha pihak ketiga kepada pemasok lokal dan pemasok luar negeri merupakan utang atas pembelian bahan baku dan bahan pembantu. Utang
ini tidak dikenakan bunga dan tidak ditentukan jangka waktu pelunasannya karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat utang usaha
kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Tidak terdapat utang usaha yang dijaminkan.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas utang usaha sebagaimana
yang dijabarkan pada Catatan 51.
18. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
2023 2022
US$ US$
Pihak ketiga :
Bunga 27.299.860 24.660.770
Listrik dan gas 2.364.670 2.507.331
Transportasi 0 113.427
Pemasaran 812.357 650.041
Asuransi 271.492 181.499
Liabilitas klaim pelanggan 0 49.955
Jasa profesional 153.621 95.337
Sewa 91.598 75.545
Lain-lain 63.003 17.864
31.056.601 28.351.769
Pihak berelasi :
Bunga 19.775.861 18.320.584
Jumlah 50.832.462 46.672.353
Bagian dari biaya bunga sebesar Rp 387.938.571.029 (setara dengan US$ 24.660.770 pada tahun 2022) dan Rp 389.541.977.860 (setara dengan
US$ 27.299.860 pada tahun 2021) merupakan biaya bunga atas utang terjamin yang telah diakui pada tahun 2001 dan 2002, dimana seluruh jumlah
tersebut belum dibayarkan dan hutang bunga sampai dengan tahun 2000 telah dihapuskan berdasarkan DMOA. Biaya bunga setelah tahun 2002
tidak dicatat oleh Perusahaan karena proses restrukturisasi belum selesai (Catatan 21).
Rincian biaya masih harus dibayar menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Rupiah
(Rp 467,774,524,864 pada 2023 dan Rp 471.168.116.208 pada 2022) 31.056.601 29.951.568
Dolar Amerika Serikat 19.775.861 16.720.785
Jumlah 50.832.462 46.672.353
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat biaya yang masih harus dibayar kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas utang usaha sebagaimana
yang dijabarkan pada Catatan 51.
48/88
Page 52
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
19. PINJAMAN JANGKA PENDEK
2023 2022
US$ US$
Pihak ketiga:
PT Bank Bukopin Tbk 0 582.170
0 582.170
Pada tanggal 8 Agustus 2018, Perusahaan telah menandatangani perjanjian kerjasama antara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN)
distribusi Jawa Tengah area Semarang dan PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin) tentang pembiayaan tagihan listrik untuk unit Kaliwungu dengan
pemberian fasilitas Letter of Credit sebesar Rp 72.000.000.000. Pada tanggal 31 Desember 2022, saldo pinjaman jangka pendek kepada Bukopin
sebesar US$ 582.170. Perjanjian ini berlaku selama 12 (dua belas) bulan dan dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama para pihak.
Pada tanggal 19 September 2018, Perusahaan telah menandatangani perjanjian kerjasama antara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN)
distribusi Jawa Barat area Karawang dan PT Bank Bukopin Tbk tentang pembiayaan tagihan listrik untuk unit Karawang dengan pemberian
fasilitas Letter of Credit sebesar Rp 7.500.000.000. Pada tanggal 31 Desember 2021, saldo pinjaman jangka pendek kepada Bukopin sebesar US$
3.656.794. Perjanjian ini berlaku selama 6 (enam) bulan dan dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama para pihak.
Pada tanggal 30 September 2020, Perusahaan telah menandatangani perjanjian kerjasama antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk distribusi Jawa
Barat area Karawang dan PT Bank Bukopin Tbk tentang pembiayaan tagihan gas untuk unit Karawang dengan pemberian fasilitas Letter of Credit
sebesar Rp 45.000.000.000. Perjanjian ini berlaku selama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama para pihak
Bank Bukopin membiayai pembayaran PLN dan PGN melalui metode pembiayaan tagihan Flexi. Namun karena adanya perubahan manajemen
Bank Bukopin pada awal tahun 2021, bank memutuskan untuk menghentikan pemberian fasilitas kepada Perusahaan.
Sejak April / Mei 2020, Perusahaan membayar PLN dan PGN secara langsung karena fasilitas tagihan Flexi ini sudah tidak tersedia lagi. Hingga
Desember 2020, Perusahaan baru saja memperpanjang jumlah yang jatuh tempo dan membayar bunga kepada Bank Bukopin. Perusahaan telah
meminta Bank Bukopin untuk mengubah jumlah yang terutang ini menjadi pinjaman modal kerja dan dilunasi selama 24 bulan mulai tahun 2021.
Pada bulan April 2021, Bukopin menyampaikan surat persetujuan pengalihan fasilitas tagihan Flexi ke Kredit Modal Kerja dengan jangka waktu
selama 12 bulan sampai dengan Maret 2022.
Pada bulan Januari 2022, Perusahaan telah menyampaikan surat permohonan perpanjangan angsuran atas sisa pokok pinjaman untuk bulan Maret
2022 sampai dengan April 2023. Perusahaan telah menerima surat persetujuan dari Bukopin.
Total saldo terhutang pada Desember 2022 adalah Rp 9,158.110.000 (setara dengan US$ 582.170) terdiri dari Rp 3.979.921.924 (setara dengan
US$ 252.999) di Cabang Semarang dan Rp 5.178.188.076 (setara dengan US$ 329.171) di Cabang Karawang.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas pinjaman jangka pendek
sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
20. UTANG BANK
2023 2022
US$ US$
Pihak berelasi:
Damiano Investment B.V., Belanda 98.508.116 99.061.481
98.508.116 99.061.481
Menurut perjanjian pinjaman tanggal 3 Maret 2006 dan pembaharuannya tanggal 31 Agustus 2006 antara Perusahaan (Peminjam). Damiano
Investments B.V., Belanda (Pemberi Pinjaman), dan PT Ferrier Hodgson (Monitoring Agent), pemberi pinjaman menyetujui untuk menyediakan
fasilitas letter of credit dengan jumlah keseluruhan sebesar US$ 50.000.000. Dengan demikian, Perusahaan juga dapat menggunakan nama pemberi
pinjaman sebagai penjamin untuk membuka Letter of Credit di Barclays Bank Plc, Hong Kong (Barclays). Disamping itu, Perusahaan juga
membayar biaya pendanaan sebesar 2,25% per bulan atas jumlah penggunaan fasilitas di Barclays kepada Damiano Investments B.V., Belanda.
Berdasarkan pembaharuan perjanjian pinjaman tanggal 1 Januari 2009 antara Perusahaan (Peminjam). Damiano Investments B.V., Belanda
(Pemberi Pinjaman), dan PT Kordamentha (d/h PT Ferrier Hodgson) sebagai Monitoring Agent, sejak tanggal 3 April 2009, semua fasilitas “Letter
of Credit di Barclays” dipindahkan ke “Deutsche Bank AG: Fasilitas Letter of Credit”. Total biaya pendanaan yang dibebankan oleh Damiano
Investments B.V., Belanda untuk fasilitas ini adalah sebesar 1,25% per bulan.
Fasilitas Letter of Credit ini selalu berubah sesuai dengan kebutuhan Perusahaan untuk pembelian bahan baku. Berdasarkan perubahan perjanjian
pada tanggal 8 April 2011 antara Perusahaan (Peminjam) dan Damiano Investments B.V., Belanda (Pemberi Pinjaman), dan PT Ferrier Hodgson
(Monitoring Agent), pemberi pinjaman setuju untuk meningkatkan fasilitas Letter of Credit dari jumlah sebesar US$ 50.000.000 menjadi US$
80.000.000.
Berdasarkan perubahan perjanjian pada bulan August 2021 antara Perusahaan (Peminjam). Damiano Investments B.V., Belanda (Pemberi
49/88
Page 53
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Pinjaman), dan PT Kordamentha (Monitoring Agent). Pemberi pinjaman setuju untuk meningkatkan fasilitas Letter of Credit dari jumlah sebesar
US$ 100.000.000 menjadi US$ 102.000.000.
Fasilitas yang tersedia per 31 Desember 2022 dan 2021 adalah sejumlah US$ 101.920.655 dan US$ 101.792.261. Letter of Credit yang telah
digunakan oleh Perusahaan untuk membeli bahan baku sejumlah US$ 99.061.481 pada tahun 2022 dan US$ 97.393.874 pada tahun 2021. Seluruh
utang bank dinyatakan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat. Fasilitas ini merupakan revolving facility. Jangka waktu jatuh tempo dari fasilitas
Letter of Credit ini adalah bulan Agustus 2023.
Perusahaan telah menandatangani perjanjian kerjasama atas fasilitas pembiayaan Letter of Credit dengan Deutsche bank, Jakarta pada tanggal 24
September 2018 sejumlah US$ 20.000.000. Ini merupakan bagian (Sub-Limit) dari keseluruhan fasilitas pinjaman Letter of Credit yang diberikan
oleh Damiano Invesment B.V. melalui Deutsche Bank, Hong Kong.
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2022, bunga biaya pendanaan atas utang bank telah dibebaskan oleh Damiano Investments B.V., Belanda
sesuai dengan amandemen perjanjian tanggal 30 Desember 2022.
Fasilitas Letter of Credit dijamin secara fidusia dengan piutang usaha dan persediaan yang masing-masing bernilai US$ 45.000.000 dan US$
60.200.000 (Catatan 6 dan 9).
Karena bersifat jangka pendek, maka jumlah tercatat pinjaman bank mendekati nilai wajarnya.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas utang bank sebagaimana
yang dijabarkan pada Catatan 51.
21. UTANG TERJAMIN
2023 2022
US$ US$
Obligasi:
13% Guaranteed Secured Notes 122.526.000 122.526.000
Secured Floating Rate Notes 50.000.000 50.000.000
9,375% Guaranteed Secured Notes 250.000.000 250.000.000
11,375% Guaranteed Secured Notes 260.000.000 260.000.000
682.526.000 682.526.000
PT Bina Prima Perdana:
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Rupiah 86.688.667 82.803.630
Dolar Amerika Serikat 29.055.834 29.055.834
EURO 926.108 902.904
Yen 20.959.481 22.433.494
137.630.089 135.195.862
Eks - Bank – Pinjaman Bilateral:
Damiano Investments B.V., Belanda (Eks.Credit Agricole Indosuez, Singapura) 12.117.088 12.117.088
Damiano Investments B.V., Belanda (Eks. PT Bank Finconesia) EUR 7.471.539 8.141.745 7.937.771
Damiano Investments B.V., Belanda (Eks.Union Europeene de CIC, Singapura) EUR 5.941.395 6.474.345 6.312.144
Damiano Investments B.V., Belanda (Eks. Bangkok Bank, Singapura) 1.303.097 1.303.097
Kyoa Investment Limited, British Virgin Island (Ex. Bangkok Bank, Singapore) 500.000 500.000
Sverige Financing Limited, British Virgin Island (Ex. Bangkok Bank, Singapore) 500.000 500.000
Sasando Pte. Ltd., Singapore (Ex. Bangkok Bank, Singapore) 500.000 500.000
Sverige Netherlands B.V., Netherland (Ex. Bangkok Bank, Singapore) 10.000 10.000
Lain - lain 490.000 490.000
30.036.275 29.670.100
Menteri Keuangan (Eks. BNI LC):
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Dolar Amerika Serikat 80.366.458 80.366.458
Rupiah 2.560.099 2.445.367
82.926.557 82.811.825
Jumlah 933.118.922 930.203.787
Pada bulan November 2010 dan Desember 2010, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) mengumumkan program “Penjualan aset dan saham
Perusahaan Texmaco” yang meliputi pabrik di Semarang. Namun karena beberapa alasan, program ini kemudian dibatalkan.
Damiano Investments B.V., Belanda yang memiliki sekitar 93% utang terjamin yang berupa obligasi dan bank telah menyetujui usulan
restrukturisasi tersebut. Pada bulan Februari 2014, Perusahaan telah mengirimkan revisi dari usulan restrukturisasi (SDRP) kepada PPA (Catatan
2b) sejalan dengan tren bisnis saat ini dan keberlanjutan dari utang. Menurut revisi dari usulan restrukturisasi, utang terjamin akan dikonversi
menjadi utang yang ditahan sebesar US$ 80 juta dan sisanya akan dikonversi menjadi ekuitas. Utang baru akan dibayarkan lebih dari 8 tahun.
Ekuitas yang ada akan terdilusi sebesar 45,10% dengan adanya penerbitan 54,90% ekuitas baru yang akan dikeluarkan untuk para kreditur terjamin
atas penukaran utangnya.
Perusahaan juga telah mengajukan pembaharuan atas usulan Restrukturisasi Utang Terjamin kepada Komite dan Kementerian Keuangan pada
tanggal 26 Maret 2018.
50/88
Page 54
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Selanjutnya, pada September 2020, Perusahaan melakukan pertemuan dengan tim koordinator dari Kementerian Perekonomian, Penanaman
Modal, Keuangan, dan Direktorat Kekayaan Negara (DJKN) dan menekankan perlunya solusi segera atas masalah restrukturisasi utang yang
berkepanjangan. Perusahaan meminta tim untuk mempertimbangkan dengan baik usulan sebelumnya untuk mengubah 100% hutang menjadi
ekuitas yang telah disetujui oleh semua kreditur terjamin lainnya dan menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan. Berdasarkan pembahasan
tersebut, Perusahaan mengajukan banding kepada Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Kekayaan Negara pada tanggal 25 September 2020
untuk menyetujui Usulan Restrukturisasi Hutang Terjaminnya atas konversi 100% hutang menjadi ekuitas.
Sampai dengan tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan belum menerima tanggapan dari Menteri Keuangan terkait
dengan proposal konversi Perusahaan tersebut.
Pinjaman kepada PT Bina Prima Perdana (BPP) merupakan pinjaman pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang telah jatuh tempo dan
administrasinya telah dialihkan ke BPPN. Kemudian sesuai dengan skema restrukturisasi utang yang termuat dalam Master Restructuring
Agreement (MRA) tertanggal. 23 Mei 2001, pada tahun 2002 utang Perusahaan berdasarkan program restrukturisasi dengan BPPN telah dialihkan
kepada BPP. Untuk pengalihan tersebut. BPP menerbitkan Exchangeable Bond (EB) kepada BPPN. Akan tetapi, pada tanggal 26 Februari 2004.
BPPN mengeluarkan pernyataan pemberitahuan default kepada PT Bina Prima Perdana. Di dalam surat tersebut dinyatakan bahwa PT Bina Prima
Perdana sebagai perusahaan holding tekstil telah gagal membayar kupon Exchangeable Bond (EB) yang jatuh tempo tanggal 18 Agustus 2003.
Perusahaan tidak mengakui adanya beban bunga atas utang terjamin sejak tahun 2002 dimana Perusahaan masih dalam proses restrukturisasi, dan
utang bunga tidak akan diperhitungkan nantinya. Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, Perusahaan mempunyai utang bunga sebesar Rp
387.938.572.870 (setara dengan US$ 24.660.770 pada tahun 2022) dan Rp 389.541.977.860 (setara dengan US$ 27.299.860 pada tahun 2021) dan
disajikan sebagai bagian dari biaya yang masih harus dibayar di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 18).
Berdasarkan Akta Perjanjian Utang tanggal 11 Juni 2014, Damiano Investments B.V., Belanda setuju untuk memberikan hak, nama dan
kepemilikannya atas utang terjamin Perusahaan kepada Kyoa Investment Limited, Sverige Financing Limited, Sverige Netherland B.V., dan
Sasando Pte. Ltd. sesuai dengan proporsi yang tertera dibawah ini:
Jumlah Pokok Pertimbangan
Pinjaman yang dalam
dibeli Pembelian
US$ Penjual
menahan suatu
proporsi atas
utang (US$)
Damiano Investments B.V. 1.303.097 50.000
Kyoa Investment Limited 500.000 50.000
Sverige Financing Limited 500.000 50.000
Sverige Netherland B.V. 500.000 50.000
Sasando Pte. Ltd. 500.000 50.000
Jumlah 3.303.097 250.000
51/88
Page 55
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Kemudian, berdasarkan Transfer Certificate tanggal 30 April 2015, Sverige Financing Limited mengalihkan sebagian pokok utang terjamin
Perusahaan sejumlah US$ 490.400 kepada pihak lain dan sisanya sebesar US$ 9.600 tetap dimiliki oleh Sverige Financing Limited. Sehingga
proporsi kepemilikan atas utang terjamin Perusahaan menjadi sebagai berikut:
Jumlah Pokok Pertimbangan
Pinjaman yang dalam
dibeli Pembelian
US$ Penjual
menahan suatu
proporsi atas
utang (US$)
Damiano Investments B.V. 1.303.097 50.000
Kyoa Investment Limited 500.000 50.000
Sverige Financing Limited 500.000 50.000
Sverige Netherland B.V. 500.000 50.000
Sasando Pte. Ltd. 500.000 50.000
Jumlah 3.303.097 250.000
Sebagai konsekuensinya, Perusahaan harus membayarkan utang sesuai dengan jumlah utang yang dibeli oleh masing-masing kreditur diatas
sesuai dengan proporsi dari nilai pembelian yang dimiliki oleh masing masing kreditur seperti yang dinyatakan pada tabel diatas.
Rincian utang terjamin menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Dolar Amerika Serikat 807.368.478 807.368.478
Euro Eropa - (EUR 14.262.806 pada tahun 2023 dan 2022) 15.542.197 15.152.818
Yen Jepang - (Yen 3.001.711.400 pada tahun 2023 dan 2022) 20.959.481 22.433.495
Rupiah - (Rp 1.341.051.955.403 pada tahun 2023 dan 2022) 89.248.766 85.248.996
933.118.922 930.203.787
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat utang terjamin kurang lebih sama dengan nilai wajarnya
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas utang terjamin
sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
22. WESEL BAYAR TIDAK TERJAMIN
Rincian utang terjamin menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Madison Pacific Trust Limited 32.528.042 31.883.604
Perusahaan telah mengambil langkah untuk implementasi Rencana Perdamaian (Composition Plan) yang telah disetujui oleh para kreditur tidak
terjamin Perusahaan dan diratifikasi oleh Pengadilan Niaga. Pada tanggal 29 September 2006, utang tidak terjamin yang terdiri dari Bank, PT Bina
Prima Perdana, sewa guna usaha dan wesel bayar sebesar US$ 18.670.630 telah direstrukturisasi ke dalam wesel bayar dengan tingkat bunga tetap
(Fixed Rate Notes) dan berada dibawah pengawasan (Custodian) The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Hong Kong.
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, jumlah utang tidak terjamin setelah direstrukturisasi masing masing sebesar US$ 31.883.604 dan US$
30.622.670 yang terdiri dari utang pokok US$ 18.670.630 ditambah dengan utang bunga yang dikapitalisasi masing-masing sebesar US$
13.212.974 pada tahun 2022 dan US$ 11.952.040 pada tahun 2021.
Pada bulan Februari 2022, Perusahaan telah menerima dan mendapatkan persetujuan untuk penundaan tanggal jatuh tempo atas Surat Utang Baru
dari Februari 2024 sampai Februari 2029 termasuk kapitalisasi bunga hingga Februari 2029. Rinciannya adalah sebagai berikut:
Tahun Amortisai
2024 5%
2025 18%
2026 18%
2027 18%
2028 20%
2029 23%
Seluruh wesel bayar tidak terjamin dinyatakan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat.
52/88
Page 56
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Berdasarkan Akta Novasi dan Aksesi tanggal 28 April 2016 antara Perusahaan, Damiano Investments, B.V., Belanda, Deutsche Bank AG, PT Pilot
Asia Capital, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, dan Madison Pacific Trust Limited, para pihak setuju untuk mengganti
jasa Agen Fiskal atas Wesel Bayar tidak Terjamin dari The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited menjadi Madison Pacific Trust
Limited.
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, beban bunga atas wesel bayar tidak terjamin masing-masing sebesar
US$ 1.265.137 dan US$ 1.215.238, dan disajikan sebagai bagian dalam beban keuangan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian (Catatan 44).
Nilai wajar dari liabilitas keuangan jangka panjang ditentukan dengan cara memperhitungkan nilai kini pada saat tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian. dengan menggunakan metode suku bunga efektif tetap yang tersedia pada Perusahaan.
Tidak ada perubahan nilai wajar yang dibukukan pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif konsolidasian selama tahun berjalan sebagai
liabilitas keuangan yang dinyatakan sebesar nilai amortisasi pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas wesel bayar tidak terjamin
sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
23. PINJAMAN MODAL
Rincian utang terjamin menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Pihak yang berelasi:
Damiano Investments B.V., Belanda 22.445.000 22.445.000
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Modal Kerja antara Perusahaan dan Damiano Investments B.V., Belanda tanggal 1 Juni 2006. Damiano
Investments B.V., Belanda setuju untuk menyediakan fasilitas pinjaman modal kerja kepada Perusahaan. Suku bunga yang dibebankan atas
pinjaman tersebut adalah 9% per tahun sampai dengan diimplementasikannya Rencana Perdamaian. Setelah Rencana Perdamaian
diimplementasikan, tingkat suku bunga akan mengikuti surat utang baru atas pinjaman yang direstrukturisasi. Fasilitas pinjaman modal kerja ini
tersedia sampai dengan tahun ke 5 (lima) sejak tanggal perjanjian ini.
Berdasarkan pembaharuan kedua atas Perjanjian Pinjaman Modal Kerja pada tanggal 1 Juni 2011, jangka waktu pelunasan telah diperbaharui dari
5 (lima) tahun menjadi 7 (tujuh) tahun.
Berdasarkan pembaharuan ketiga atas Perjanjian Pinjaman Modal Kerja pada tanggal 1 Agustus 2013, jangka waktu pelunasannya kembali
diperbaharui dari 7 (tujuh) tahun menjadi 9 (sembilan) tahun.
diperbaharui dari 9 (sembilan) tahun menjadi 11 (sebelas) tahun. Manajemen menginformasikan bahwa pinjaman akan diperpanjang selama 2
(dua) tahun lebih ketika berakhir pada bulan Juni 2017.
Pinjaman Ketiga:
Sepanjang tahun 2011, Damiano Investments B.V., Belanda telah menyediakan pinjaman modal kerja sebesar US$ 8.500.000 sebagai bagian atas
belanja barang modal. Bagian dari pinjaman modal kerja ini sebesar US$ 4.100.000 telah dilunasi oleh Perusahaan pada tahun 2012, dan sisanya
sebesar US$ 4.400.000 masih terhutang pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015.
Sepanjang tahun 2012, Damiano Investments B.V., Belanda juga telah menyediakan pinjaman modal kerja sebesar US$ 12.940.000 sebagai bagian
atas belanja barang modal. Atas pinjaman ini masih terhutang pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015.
Seluruh pinjaman modal kerja dinyatakan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat. Pinjaman ini dijaminkan secara fidusia dengan aset-aset
tertentu di Karawang dan Semarang dengan nilai sebesar US$ 17.700.000 (Catatan 14).
Selama tahun 2016, Damiano Investments B.V., Belanda juga menyediakan US$ 1.500.000 sebagai bagian dari belanja modal Perusahaan.
Perusahaan telah melakukan pelunasan sebesar US$ 875.000 selama tahun berjalan dan pada tanggal 31 Desember 2017 sisa saldo terutang adalah
sebesar US$ 625.000.
Berdasarkan perjanjian tanggal 3 Juli 2017 antara Perusahaan dan Damiano Investments B.V., Belanda, bunga untuk periode Juni 2017 sampai
dengan Agustus 2017 telah dihapus.
53/88
Page 57
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Pinjaman Keempat:
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Keempat antara Perusahaan dengan Damiano Investments B.V., Belanda tanggal 5 November 2014, Damiano
Investments B.V., Belanda setuju untuk menyediakan fasilitas Pinjaman untuk Perusahaan dengan total sebesar US$ 4.750.000. Biaya bunga yang
dibebankan atas perjanjian ini adalah sebesar 6% per tahun yang dihitung sejak tahun pertama dari tanggal pencairan, dan harus dikembalikan
sampai dengan tahun ke-5 (lima) sejak tanggal perjanjian ini. Pinjaman ini digunakan untuk membeli Gas Turbine (ABB) melalui proses lelang
dari kurator PT Wismakarya Prasetya.
Kemudian, berdasarkan surat pencairan pinjaman tertanggal 5 November 2014 dan 14 November 2014. Perusahaan telah menerima fasilitas
pinjaman keempat dengan total sebesar US$ 4.730.000. Pencairan Pinjaman tersebut digunakan untuk membeli 1 (satu) buah Gas Turbin milik PT
Wismakarya Prasetya.
Berdasarkan perjanjian tanggal 3 Juli 2017 antara Perusahaan dan Damiano Investments B.V., Belanda, bunga pada Perjanjian Pinjaman Keempat
untuk periode dari Juni 2017 sampai dengan Agustus 2017 telah dihapuskan. Pada tanggal 31 Desember 2018, sisa saldo atas perjanjian ini adalah
sebesar US$ 4.730.000.
Perubahan Ketujuh dari Pinjaman Keempat
Berdasarkan amandemen perjanjian ketujuh tanggal 1 Juli 2021 antara Perusahaan dan Damiano Investments B.V., Belanda, periode pinjaman
diperpanjang dari tanggal 1 Juli 2021 sampai dengan 30 Juni 2023. Perusahaan sedang dalam proses perpanjangan tanggal perpanjangan jatuh
tempo pinjaman ini sejak tanggal pengesahan laporan keuangan konsolidasian ini.
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, beban bunga atas pinjaman modal kerja dari Damiano Investment
B.V., Belanda masing-masing sebesar US$ 3.072.158 dan US$ 3.322.732 dan disajikan sebagai beban keuangan pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian (Catatan 44).
Nilai wajar dari liabilitas keuangan jangka panjang ditentukan dengan cara memperhitungkan nilai kini pada saat tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian dengan menggunakan metode suku bunga efektif tetap yang tersedia pada Perusahaan. Tidak ada perubahan nilai wajar yang
dibukukan pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif konsolidasian selama tahun berjalan sebagai liabilitas keuangan yang dinyatakan
sebesar nilai amortisasi pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas pinjaman modal
sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
24. UTANG KREDIT PEMBIAYAAN
Perusahaan selama tahun 2022 dan 2023 tidak memiliki utang kredit pembiyaan
25. LIABILITAS KEUANGAN JANGKA PENDEK LAINNYA
2023 2022
US$ US$
Liabilitas kontrak 2.020.908 1.701.299
Pengangkutan dan transportasi 1.211.421 1.252.993
PT Pacific Poly 1.007.226 966.747
Sewa 615.019 790.610
Lainnya 1.661.714 102.288
6.516.288 4.813.937
Rincian liabilitas keuangan jangka pendek lainnya menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Rupiah (Rp 72.604.089.107 pada 2023 dan Rp 64.018.625.904 pada 2022) 4.820.349 4.069.584
Dolar Amerika Serikat 1.695.939 744.353
Jumlah 6.516.288 4.813.937
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat liabilitas keuangan jangka pendek lainnya kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas liabilitias keuangan jangka
pendek lainnya sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
54/88
Page 58
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
26. PENDAPATAN DITANGGUHKAN
2023 2022
US$ US$
Hibah Pemerintah 246.027 246.027
Dikurangi: Akumulasi amortisasi (124.584) (121.443)
Jumlah 121.443 124.584
Pendapatan amortisasi dialokasikan pada:
Pendapatan lain-lain, bersih (Catatan 45) 3.141 12.563
Pendapatan ditangguhkan merupakan bantuan Pemerintah yang berhubungan dengan pembelian mesin EFK Multi Spindel Texturing and EFK
Coolflex senilai Rp 37.629.356.188 (setara dengan US$ 3.972.862). Mesin tersebut berlokasi di Semarang, Jawa Tengah.
Bantuan Pemerintah tersebut didasarkan pada Surat Perjanjian Pemberian Hibah untuk Program Revitalisasi dan Pertumbuhan Industri melalui
Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri TPT serta IAK dari Kementerian Perindustrian No. 0043/BIM.5/SPPB-TL/A/5/2013 tanggal 10 Mei 2013,
yang menyatakan bahwa Perusahaan mendapatkan bantuan atas pembelian mesin sebesar Rp 2.388.181.818 (setara dengan US$ 246.027). Dan atas
bantuan Pemerintah ini diamortisasi selama masa manfaat mesin (20 tahun).
27. LIABILITAS IMBALAN KERJA JANGKA PENDEK
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 masing-masing sebesar US$ 225.043 dan US$ 235.334
merupakan liabilitas atas bonus untuk karyawan, pensiun, gaji, tunjangan kesehatan, dan tunjangan karyawan lainnya.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas liabilitias keuangan jangka
pendek lainnya sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
28. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA JANGKA PANJANG
Pada tanggal 20 Juni 2000. Menteri Tenaga Kerja menerbitkan Keputusan No. Kep-150/Men/2000 mengenai aturan besarnya kompensasi disertai
ketentuan yang mendasari pemberian kompensasi tersebut, yang mengharuskan entitas untuk membayar uang jasa dan kompensasi sehubungan
dengan pengunduran diri karyawan atas dasar jumlah tahun masa kerja dan gaji, apabila pengunduran diri memenuhi ketentuan yang diatur dalam
Keputusan tersebut.
Kemudian pada bulan April 2003. Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 menggantikan
Keputusan No. KEP-150/Men/2000.
Perusahaan mempunyai perencanaan imbalan pasti yang melindungi seluruh karyawan tetap yang mempunyai syarat. Saldo imbalan pasca kerja
jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 masing-masing sebesar US$ 8.793.967 dan US$ 9.893.474, dihitung oleh aktuaris
independen secara tahunan, seperti yang terdapat pada laporan aktuaris tertanggal 21 Maret 2023.
Sebagai tambahan, Perusahaan telah membuat provisi atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang bagi senior manajemen berdasarkan Undang –
Undang Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2003 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, masing-masing sebesar US$
1.254.556 dan US$ 1.566.255 dan diakui sebagai biaya jasa kini pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
55/88
Page 59
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Jumlah yang diakui di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
2022 - US$ 2 0 2 1 - US$ 2 0 2 0 - US$
(As Restated) (As Restated)
Nilai kini liabilitas imbalan pasti 8.793.967 9.893.474 12.175.676
Nilai wajar aset program 0 0 0
Liabilitas bersih 8.793.967 9.893.474 12.175.676
Mutasi dari nilai kini liabilitas imbalan pasti selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Saldo Awal 10.048.523 11.459.729
Biaya jasa kini 0 366.953
Biaya bunga 0 562.346
Keuntungan aktuarial dari asumsi demografis 0 0
Keuntungan aktuarial dari penyesuaian pengalaman 0 (130.692)
Keuntungan perubahan asumsi keuangan 0 (149.496)
Pembayaran manfaat 0 (1.140.843)
Laba selisih kurs - bersih 0 (919.474)
Saldo akhir 10.048.523 10.048.523
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 seluruh liabilitas imbalan pasti tidak didanai sehingga tidak terdapat nilai wajar dari aset yang
direncanakan.
Jumlah yang diakui di dalam laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif konsolidasian adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Biaya jasa kini 0 366.953
Biaya bunga 0 562.346
Jumlah (Catatan 43) 0 929.299
Mutasi liabilitas bersih di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Saldo Awal 8.793.967 9.893.474
Biaya jasa kini 0 0
Biaya bunga 0 0
Keuntungan aktuarial dari asumsi demografis 0 0
Keuntungan aktuarial dari penyesuaian pengalaman 0 (130.692)
Keuntungan perubahan asumsi keuangan 0 (149.496)
Pembayaran manfaat 0 (1.140.843)
Beban tahun berjalan 0 1.240.998
Laba selisih kurs - bersih 0 (919.474)
Saldo akhir 8.793.967 8.793.967
Perhitungan aktuaria tersebut di atas telah dihitung oleh aktuaris Kantor Kosultan Aktuaria Indra Catarya Situmeang dan Rekan dengan
menggunakan asumsi sebagai berikut:
Tingkat diskonto 7,07% setahun pada tahun 2022 dan 6,69% setahun pada tahun 2021
Tingkat kenaikan gaji 8% setahun pada tahun 2022 dan 2021
Tingkat mortalitas Tabel Mortalitas di Indonesia tahun 2019
Usia pensiun normal 10% pada usia 20 tahun dan menurun sampai dengan usia 55 tahun
Tingkat kemungkinan pengunduran diri 1% dari tingkat mortalitas
Metode pendanaan Projected Unit Credit
Asumsi yang berhubungan dengan pengalaman mortalitas masa depan ditentukan berdasarkan saran aktuaris menurut statistik yang telah
diterbitkan dan pengalaman setiap wilayah. Di Indonesia, asumsi mortalitas yang digunakan adalah berdasarkan Tabel Mortalitas di Indonesia
tahun 2019 (“TMI 2019”).
Manajemen telah menelaah asumsi yang digunakan dan berpendapat bahwa asumsi tersebut telah memadai dan juga berpendapat bahwa provisi
atas uang jasa telah memadai untuk menutup liabilitas yang ditentukan oleh UU Ketenagakerjaan No. 13/2003.
56/88
Page 60
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Durasi rata-rata tertimbang dari kewajiban manfaat untuk Perusahaan per tanggal 31 Desember 2022 adalah 16,29 tahun.
Perkiraan jumlah manfaat imbalan kerja yang akan jatuh tempo sesuai dengan rata-rata durasi tertimbang adalah sebagai berikut:
2022 2021
Restate
Kurang dari satu tahun 942.002 901.017
Satu sampai dengan dua tahun 809.723 950.617
Dua sampai dengan lima tahun 2.549.560 2.795.614
Lima sampai dengan sepuluh tahun 2.811.263 3.364.067
Lebih dari sepuluh tahun 1.681.419 1.882.159
Jumlah 8.793.967 9.893.474
Sensitivitas nilai kini kewajiban imbalan pasti dan biaya jasa kini terhadap perubahan asumsi utama sebesar 1% adalah sebagai berikut:
Deskripsi Tingkat Diskonto Tingkat Diskonto
0 0
31 Desember 2022:
Nilai kini kewajiban pasti 9.263.098 0 8.275.772 (0)
Biaya jasa kini 736.964 0 627.820 (0)
Deskripsi Tingkat Diskonto Tingkat Diskonto
0 0
31 Desember 2021:
Nilai kini kewajiban pasti 10.490.453 0 9.353.151 (0)
Biaya jasa kini 822.968 0 702.226 (0)
Informasi historis atas nilai kini liabilitas imbalan pasti dan penyesuaian pengalaman pada liabilitas program adalah sebagai berikut:
29. PERPAJAKAN
a Pajak Dibayar Di Muka
2023 2022
US$ US$
Lebih bayar atas pajak penghasilan badan:
2020 − −
2021 1.415.401 1.415.401
2022 2.119.363 2.119.363
2023 793.437 −
Pajak Pertamabahan Nilai 11.655.549 10.140.696
Jumlah 15.983.750 13.675.460
b Utang pajak
2023 2022
US$ US$
Pajak penghasilan pasal 21 111.056 160.029
Pajak penghasilan pasal 23 12.819 12.682
Pajak penghasilan pasal 26 (0) 12.673
Pajak penghasilan pasal 4 (2) 0 13.911
Jumlah 123.875 199.295
57/88
Page 61
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
c Pajak Penghasilan Badan
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum taksiran pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lain konsolidasian
dengan taksiran laba (rugi) fiskal yang dihitung oleh Perusahaan induk untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan
2021 adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain 13.706.842 (11.473.580)
konsolidasian
Laba Entitas Anak sebelum pajak penghasilan 0 0
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain 13.706.842 (11.473.580)
Perusahaan Induk
Penyesuaian fiskal terdiri dari:
Beda tetap:
Beban yang tidak diperkenankan (penghasilan kena pajak final):
Pajak penghasilan pasal 21 779.808 710.364
Beban pajak 85.572 140.790
Perjamuan dan representasi 50.122 48.474
Sumbangan 128.919 23.218
Penghasilan bunga (17.399) (8.935)
Rugi bersih atas selisih kurs 0 0
1.027.022 913.911
Beda waktu:
Beban penyusutan aset tetap 3.770.341 (5.566.204)
Liabilitas imbalan pasca kerja jangka panjang 0 0
Aset tidak berwujud (585.817) 80.459
Amortisasi pendapatan ditangguhkan (3.141) 135.503
Amortisasi beban tangguhan (20.728) 2.459.690
Beban penyusutan hak pakai aset dan beban bunga PSAK 73 0 164.457
Liabilitas klaim pelanggan PSAK 72 0 0
Liabilitas pengembalian PSAK 72 0 0
Cadangan kerugian piutang tak tertagih 0 0
3.160.655 (2.726.095)
Taksiran rugi fiskal tahun berjalan sebelum kompensasi kerugian tahun sebelumnya
Akumulasi rugi fiskal tahun sebelumnya 30.172.431 32.433.967
Jumlah taksiran akumulasi rugi fiskal (77.798.050) (35.888.211)
(47.625.620) (3.454.244)
Taksiran pajak penghasilan badan 0 0
Pajak dibayar dimuka: Pajak penghasilan pasal 22 (793.437) (1.460.782)
Taksiran lebih bayar pajak penghasilan badan (793.437) (1.460.782)
Perusahaan telah melaporkan kelebihan pajak penghasilan badan tahun 2021 pada SPT pajak penghasilan badan tahun 2021 sebesar Rp
20.140.372.000 dan SPT pajak penghasilan badan tersebut telah dilaporkan kepada kantor pajak pada bulan 25 April 2022, setelah penerbitan
laporan audit. Pemeriksaan pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak terkait dengan kelebihan pembayaran pajak penghasilan ini masih berlangsung.
Perusahaan telah melaporkan kelebihan pajak penghasilan badan tahun 2020 pada pada bulan Juni 2021 sebesar Rp 13.075.515.000.
Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Badan dari Kantor Pajak (Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar
Dua) No. 00071/406/20/092/22 tanggal 27 Juni 2022. Pada tanggal 15 Juli 2022, Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak
penghasilan badan pada 15 Juli 2022 sebesar Rp 13.075.515.000.
Perusahaan telah melaporkan kelebihan pajak penghasilan badan tahun 2019 pada pada bulan Juni 2020 sebesar Rp 41.238.128.000.
Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Penghasilan Badan dari Kantor Pajak (Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar
Dua) No. 00005/206/19/092/21 tanggal 11 Juni 2021, Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 35.220.956.132. Pada tanggal
24 Juni 2021, Perusahaan telah menyampaikan keberatan atas koreksi Pajak Penghasilan Badan tahun 2019 . Pada tanggal 24 Juni 2022
Perusahaan menerima hasil ketetapan pajak atas lebih bayar pajak penghasilan badan tahun 2019. Berdasarkan SKPKPP No. KEP-
00166.PPH/WPJ.19/KP.02/2022 Perusahaan berhak menerima Rp 41.238.128.000. Jumlah ini diterima pada 28 Juni 2022.
58/88
Page 62
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Rekonsiliasi jumlah estimasi rugi fiskal antara jumlah yang diperhitungkan berdasarkan mata uang fungsional/penyajian dengan mata uang
untuk tujuan perpajakan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023
Mata uang Kurs Mata uang Mata uang
Pelaporan Pajak Pelaporan Pajak Fungsional
Rp Rp US$ US$
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian 548.532.440.127 (13.706.842) (13.706.842)
Laba Entitas Anak sebelum pajak penghasilan 0 0 0
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain Perusahaan Induk 548.532.440.127 (13.706.842) (13.706.842)
Penyesuaian fiskal terdiri dari:
Beda tetap:
Beban yang tidak diperkenankan (penghasilan kena pajak final):
Pajak penghasilan pasal 21 11.723.438.268 15.034 779.808 779.808
Beban pajak 1.318.843.094 15.412 85.572 85.572
Perjamuan dan representasi 751.959.079 15.003 50.122 50.122
Sumbangan 1.936.252.338 15.019 128.919 128.919
Penghasilan bunga (263.019.632) 15.117 (17.399) (17.399)
Rugi bersih atas selisih kurs 0 0 0
15.467.473.147 1.027.022 1.027.022
Beda waktu:
Beban penyusutan aset tetap (93.532.625.950) (24.807) 3.770.341 3.770.341
Liabilitas imbalan pasca kerja jangka panjang 0 0
Aset tidak berwujud 124.073.110 (212) (585.817) (585.817)
Amortisasi pendapatan ditangguhkan (10.162.476) 3.236 (3.141) (3.141)
Amortisasi beban tangguhan 289.754.433 (13.979) (20.728) (20.728)
Beban penyusutan hak pakai aset dan beban bunga PSAK 73 0 0 0
Liabilitas klaim pelanggan PSAK 72 0 0 0
Liabilitas pengembalian PSAK 72 0 0 0
Cadangan kerugian piutang tak tertagih 0 0 0
(93.128.960.884) 3.160.655 3.160.655
Taksiran rugi fiskal tahun berjalan sebelum kompensasi kerugian tahun
sebelumnya 470.870.952.390 30.172.431 30.172.431
Akumulasi rugi fiskal tahun sebelumnya (1.410.425.214.210) (77.798.050) (77.798.050)
Jumlah taksiran akumulasi rugi fiskal (939.554.261.820) (47.625.620) (47.625.620)
Taksiran pajak penghasilan badan
Pajak dibayar dimuka: Pajak penghasilan pasal 22 (12.382.378.758) (793.437) (793.437)
Taksiran lebih bayar pajak penghasilan badan (12.382.378.758) (793.437) (793.437)
30 Juni 2022
Mata uang Kurs Mata uang Mata uang
Pelaporan Pajak Pelaporan Pajak Fungsional
Rp Rp US$ US$
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian 471.820.781.911 (11.473.580) (11.473.580)
Laba Entitas Anak sebelum pajak penghasilan 0 0 0
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain Perusahaan Induk 471.820.781.911 (11.473.580) (11.473.580)
Penyesuaian fiskal terdiri dari:
Beda tetap:
Beban yang tidak diperkenankan (penghasilan kena pajak final):
Pajak penghasilan pasal 21 10.285.780.417 14.480 710.364 710.364
Beban pajak 1.810.144.507 12.857 140.790 140.790
Perjamuan dan representasi 698.473.008 14.409 48.474 48.474
Sumbangan 326.789.541 14.075 23.218 23.218
Penghasilan bunga (128.982.944) 14.436 (8.935) (8.935)
Rugi bersih atas selisih kurs 0 0 0
12.992.204.529 913.911 913.911
59/88
Page 63
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Beda waktu:
Beban penyusutan aset tetap (31.048.291.324) 5.578 (5.566.204) (5.566.204)
Liabilitas imbalan pasca kerja jangka panjang 0 0 0 0
Aset tidak berwujud 932.614.944 11.591 80.459 80.459
Amortisasi pendapatan ditangguhkan 1.312.388.056 9.685 135.503 135.503
Amortisasi beban tangguhan 5.412.697.880 2.201 2.459.690 2.459.690
Beban penyusutan hak pakai aset dan beban bunga PSAK 73 2.188.722.044 13.309 164.457 164.457
Liabilitas klaim pelanggan PSAK 72 0 0 0 0
Liabilitas pengembalian PSAK 72 0 0 0 0
Cadangan kerugian piutang tak tertagih 0 0 0 0
(21.201.868.400) (2.726.095) (2.726.095)
Taksiran rugi fiskal tahun berjalan sebelum kompensasi kerugian tahun
sebelumnya 463.611.118.040 32.433.967 32.433.967
Akumulasi rugi fiskal tahun sebelumnya (1.192.204.702.710) (35.888.211) (35.888.211)
Jumlah taksiran akumulasi rugi fiskal (728.593.584.670) (3.454.244) (3.454.244)
Taksiran pajak penghasilan badan
Pajak dibayar dimuka: Pajak penghasilan pasal 22 17.677.191.833 (1.460.782) (1.460.782)
Taksiran lebih bayar pajak penghasilan badan 17.677.191.833 (1.460.782) (1.460.782)
Estimasi rugi fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang dilaporkan pada SPT pajak penghasilan badan tahun 2021
adalah sebesar Rp 136.669.395.081 dan SPT tersebut telah dilaporkan kepada kantor pajak pada bulan April 2022
Dalam laporan keuangan konsolidasian ini jumlah rugi fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar US$
87.954.791 didasarkan atas perhitungan sementara karena Perusahaan belum menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan
Badan 2022.
2023
Pada tanggal 1 Dikreditkan Dikreditkan Pada tanggal 30
Januari 2022 (dibebankan) (dibebankan) Penyesuaian Juni 2023
pada laporan pada laba
Aset (Liabilitas) Pajak
Tangguhan:
Akumulasi rugi fiscal 37.926.696 (27.449.060) 0 0 10.477.636
Penyisihan Penilaian (37.926.696) 27.449.060 0 0 (10.477.636)
Beban Penyusutan Aset Tetap (13.520.006) 829.476 0 0 (12.690.530)
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja Jangka Panjang 2.210.620 0 0 0 2.210.620
Aset Tidak Berwujud (18.857) (128.880) 0 0 (147.737)
Amortisasi Pendapatan Ditangguhkan 27.409 (691) 0 0 26.718
Amortisasi Beban Tangguhan 487.069 (4.560) 0 0 482.509
Beban penyusutan hak pakai aset dan beban bunga (12.901) 0 0 0 (12.901)
Liabilitas klaim pelanggan 10.990 0 0 0 10.990
Liabilitas pengembalian 4.746 0 0 0 4.746
Cadangan kerugian piutang tak tertagih 436.202 0 0 0 436.202
Jumlah liabilitas pajak tangguhan (10.374.728) 695.345 0 0 (9.679.383)
2022
Pada tanggal 1 Dikreditkan Dikreditkan Pada tanggal 31
Januari 2021 (dibebankan) (dibebankan) Penyesuaian Desember 2022
pada laporan pada laba
d Aset (Liabilitas) Pajak
Tangguhan:
Akumulasi rugi fiscal 20.359.073 19.350.058 0 (1.782.435) 37.926.696
Penyisihan Penilaian (20.359.073) (19.350.058) 0 1.782.435 (37.926.696)
Beban Penyusutan Aset Tetap (13.470.215) (49.791) 0 0 (13.520.006)
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja Jangka Panjang 2.521.141 (248.880) (61.641) 0 2.210.620
Aset Tidak Berwujud (24.401) 5.544 0 0 (18.857)
Amortisasi Pendapatan Ditangguhkan 30.173 (2.544) 0 (220) 27.409
Amortisasi Beban Tangguhan 504.398 (17.329) 0 0 487.069
Beban penyusutan hak pakai aset dan beban bunga 22.628 (35.529) 0 0 (12.901)
Liabilitas klaim pelanggan 33.492 (22.502) 0 0 10.990
Liabilitas pengembalian 8.393 (3.647) 0 0 4.746
Cadangan kerugian piutang tak tertagih 492.084 160.855 0 (216.737) 436.202
Jumlah liabilitas pajak tangguhan (9.882.307) (213.823) (61.641) (216.957) (10.374.728)
60/88
Page 64
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Pengakuan aset pajak penghasilan yang ditangguhkan oleh Perusahaan adalah berdasarkan perkiraan dari manajemen akan hasil di masa
mendatang termasuk perkiraan atas tingkat produksi dan harga komoditi atas produk Perusahaan, waktu dan sifat penyelesaian atas liabilitas
pajak tangguhan serta strategi perencanaan pajak. Berdasarkan perkiraan tersebut, manajemen berpendapat bahwa kemungkinan besar
Perusahaan dan Entitas Anak tidak dapat merealisasikan aset pajak tangguhannya yang timbul dari rugi fiskal kumulatif. Oleh karena itu,
manajemen membentuk penyisihan penilaian yang masing-masing sebesar US$ 37.926.696 dan US$ 20.359.073 yang dicadangkan pada tanggal
31 Desember 2022 dan 2021
Dasar rincian atas pengakuan dari aset pajak tangguhan ditelaah secara regular oleh manajemen.
• Rekonsiliasi antara jumlah beban dan jumlah yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak efektif terhadap rugi sebelum pajak penghasilan
adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian 13.706.842 (2.647.745)
Laba Entitas Anak sebelum pajak penghasilan 0 0
Laba (rugi)sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain Perusahaan 13.706.842 (2.647.745)
Manfaat (beban) pada tarif 22% (3.015.505) 617.476
Rugi fiskal selama tahun berjalan pada tarif 22% (10.477.636) 809.237
Pengaruh pajak atas beban yang tidak diperkenankan (penghasilan kena pajak final): 14.399.239 124.921
Penyesuaian 98.574 (542.701)
Jumlah beban pajak 1.004.671 1.008.933
e Beban Pajak
(Beban)/manfaat pajak tangguhan - bersih:
Perusahaan (1.004.671) 1.008.933
Entitas Anak 0
Jumlah beban pajak (1.004.671) 1.008.933
f Surat Ketetapan Pajak
a Perusahaan Induk
• Pada tanggal 31 Oktober 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode Oktober 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00103/407/21/092/22, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 4.601.069.673. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 16
November 2022 sebesar Rp 4.601.069.673.
• Pada tanggal 25 Oktober 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode Juni 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00099/407/21/092/22, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 4.696.284.209. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 16
November 2022 sebesar Rp 4.694.832.442.
• Pada tanggal 25 Oktober 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan
Pajak Pertambahan Nilai untuk periode Juni 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00162/107/21/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 605.220. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 16
November 2022.
• Pada tanggal 25 Oktober 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode Juli 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00100/407/21/092/22, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 6.185.100.829. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 16
November 2022 sebesar Rp 6.185.100.829.
• Pada tanggal 25 Oktober 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan
Pajak Pertambahan Nilai untuk periode Juli 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00163/107/21/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 241.327. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 16
November 2022.
61/88
Page 65
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
• Pada tanggal 25 Oktober 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode Agustus 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00101/407/21/092/22, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 7.625.529.407. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 16
November 2022 sebesar Rp 7.526.129.407.
• Pada tanggal 25 Oktober 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan
Pajak Pertambahan Nilai untuk periode Agustus 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00164/107/21/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 605.220. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 16
November 2022.
• Pada tanggal 25 Oktober 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode September 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00102/407/21/092/22,
Perusahaan mempunyai lebih bayar pajak Rp 5.199.810.771. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai
pada 16 November 2022 sebesar Rp 4.699.810.771.
• Pada tanggal 19 September 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode Mei 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00067/407/21/092/22, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 9.661.853.675. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 17
Oktober 2022 sebesar Rp 8.855.616.254.
• Pada tanggal 19 September 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan
Pajak Pertambahan Nilai untuk periode Mei 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00124/107/21/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 911.820. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 17 Oktober
2022.
• Pada tanggal 14 September 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode April 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00064/407/21/092/22, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 3.602.352.397. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 14
Oktober 2022 sebesar Rp 2.806.876.766.
• Pada tanggal 14 September 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan
Pajak Pertambahan Nilai untuk periode April 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00107/107/21/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 1.332.646. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 17 Oktober
2022.
• Pada tanggal 13 September 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Pratama Karawang mengeluarkan Surat
Tagihan Pajak Penghasilan pasal 21 untuk periode Juni 2022. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00419/101/22/408/22,
Perusahaan mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 8.538.389. Atas utang pajak tersebut, telah dikompensasi dengan Surat
Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pada 19 September 2022 periode Mei 2021 dengan nomor surat Direktorat Jenderal Pajak No.
00067/407/21/092/22.
• Pada tanggal 30 Agustus 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode Februari 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00055/407/21/092/22, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 7.642.597.299. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 16
September 2022 sebesar Rp 7.641.588.658.
• Pada tanggal 30 Agustus 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan
Pajak Pertambahan Nilai untuk periode Februari 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00099/107/21/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 438.776. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 16
September 2022.
• Pada tanggal 30 Agustus 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode Maret 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00056/407/21/092/22, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 6.208.612.210. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 19
September 2022 sebesar Rp 6.208.612.210.
• Pada tanggal 30 Agustus 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan
Pajak Pertambahan Nilai untuk periode Maret 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00100/107/21/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 350.477. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 16
September 2022.
• Pada tanggal 26 Agustus 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode Januari 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00050/407/21/092/22, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 5.994.418.711. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 19
September 2022 sebesar Rp 5.770.168.711.
• Pada tanggal 26 Agustus 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan
Pajak Pertambahan Nilai untuk periode Januari 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00097/107/21/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 219.388. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 16
September 2022.
• Pada tanggal 1 Agustus 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Pratama Batang mengeluarkan Surat Tagihan
Pajak Penghasilan pasal 23 untuk periode Februari 2022. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00019/103/22/513/22,
Perusahaan mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 5.222. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 9
62/88
Page 66
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Agustus 2022.
• Pada tanggal 1 Juli 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Penghasilan pasal 26 untuk periode Desember 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00027/204/20/092/22, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 228.818.595. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 15 Juli 2022.
• Pada tanggal 20 Juni 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Pratama Batang mengeluarkan Surat Tagihan
Pajak Penghasilan pasal 23 untuk periode Desember 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00044/103/21/513/22,
Perusahaan mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 236.174. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal
28 Juni 2022.
• Pada tanggal 13 April 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Pertambahan Nilai untuk periode Januari 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00010/207/19/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 316.551.084. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 20 Mei
2022.
• Pada tanggal 13 April 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Tagihan Pajak
Pertambahan Nilai untuk periode Januari 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00007/107/19/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 22.281.334. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 20 Mei
2022.
• Pada tanggal 13 April 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Pertambahan Nilai untuk periode Februari 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00011/207/19/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 68.500.210. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 20 Mei
2022.
• Pada tanggal 13 April 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Tagihan Pajak
Pertambahan Nilai untuk periode Februari 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00008/107/19/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 9.314.364. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 20 Mei
2022.
• Pada tanggal 25 Maret 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan Pajak
Pertambahan Nilai untuk periode Desember 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00036/107/20/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 2.055.822. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 12 April
2022.
• Pada tanggal 24 Maret 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode Desember 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00020/407/20/092/22, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 16.958.184.123. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 12
April 2022 sebesar Rp 16.958.184.123.
• Pada tanggal 23 Maret 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Pratama Karawang mengeluarkan Surat
Ketetapan Pajak Penghasilan pasal 21 untuk periode Desember 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No.
00058/101/21/408/22, Perusahaan mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 3.667.167. Atas utang pajak tersebut, telah
dikompensasi dengan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pada 16 Maret 2022 periode November 2020 dengan nomor surat
Direktorat Jenderal Pajak No. 00018/407/20/092/22.
• Pada tanggal 16 Maret 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode September 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00019/407/20/092/22,
Perusahaan mempunyai lebih bayar pajak Rp 4.738.316.970. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai
pada 28 Maret 2022 sebesar Rp 4.692.744.596.
• Pada tanggal 16 Maret 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan Pajak
Pertambahan Nilai untuk periode September 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00031/107/20/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 902.778. Atas utang pajak tersebut, telah dikompensasi dengan Surat Ketetapan
Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pada 16 Maret 2022 periode September 2020 dengan nomor surat Direktorat Jenderal Pajak No.
00019/407/20/092/22.
• Pada tanggal 16 Maret 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode November 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00018/407/20/092/22, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 5.733.583.639. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 30
Maret 2022 sebesar Rp 5.720.922.814.
63/88
Page 67
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
• Pada tanggal 16 Maret 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan Pajak
Pertambahan Nilai untuk periode November 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00030/107/20/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 6.993.419. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 30 Maret
2022.
• Pada tanggal 1 Maret 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Pertambahan nilai untuk periode Oktober 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00015/407/20/092/22, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 6.143.705.609. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 15
Maret 2022 sebesar Rp 6.095.760.881.
• Pada tanggal 1 Maret 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan Pajak
Pertambahan Nilai untuk periode Oktober 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00023/107/20/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 1.087.236. Atas utang pajak tersebut, telah dikompensasi dengan Surat Ketetapan
Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pada 15 Maret 2022 periode Oktober 2020 dengan nomor surat Direktorat Jenderal Pajak No.
00015/407/20/092/22.
• Pada tanggal 9 Februari 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode Agustus 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00007/407/20/092/22, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 9.148.802.225. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 24
Februari 2022 sebesar Rp 8.912.717.313.
• Pada tanggal 9 Februari 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan Pajak
Pertambahan Nilai untuk periode Agustus 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00009/107/20/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 1.122.263. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 24 Februari
2022.
• Pada tanggal 31 Januari 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak pertambahan nilai untuk periode Januari 2017. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00002/207/17/092/22, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 48.469.288. Atas utang pajak tersebut, telah dikompensasi dengan Surat Ketetapan Pajak
Lebih Bayar (SKPLB) pada 9 Februari 2022 periode Agustus 2020 dengan nomor surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00007/407/20/092/22.
• Pada tanggal 31 Januari 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak pertambahan nilai untuk periode Februari 2017. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00003/207/17/092/22, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 81.358.768. Atas utang pajak tersebut, telah dikompensasi dengan Surat Ketetapan Pajak
Lebih Bayar (SKPLB) pada 9 Februari 2022 periode Agustus 2020 dengan nomor surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00007/407/20/092/22.
• Pada tanggal 31 Januari 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan Pajak
Pertambahan Nilai untuk periode Februari 2017. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00002/107/17/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 15.482.743. Atas utang pajak tersebut, telah dikompensasi dengan Surat Ketetapan
Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pada 9 Februari 2022 periode Agustus 2020 dengan nomor surat Direktorat Jenderal Pajak No.
00007/407/20/092/22.
• Pada tanggal 31 Januari 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak pertambahan nilai untuk periode Maret 2017. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00004/207/17/092/22, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 61.568.894. Atas utang pajak tersebut, telah dikompensasi dengan Surat Ketetapan Pajak
Lebih Bayar (SKPLB) pada 9 Februari 2022 periode Agustus 2020 dengan nomor surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00007/407/20/092/22.
• Pada tanggal 31 Januari 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan Pajak
Pertambahan Nilai untuk periode Maret 2017. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00003/107/17/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 38.880.999. Atas utang pajak tersebut, telah dikompensasi dengan Surat Ketetapan
Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pada 9 Februari 2022 periode Agustus 2020 dengan nomor surat Direktorat Jenderal Pajak No.
00007/407/20/092/22.
• Pada tanggal 31 Januari 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak pertambahan nilai untuk periode April 2017. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00005/207/17/092/22, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 18.393.642. Atas utang pajak tersebut, telah dikompensasi dengan Surat Ketetapan Pajak
Lebih Bayar (SKPLB) pada 9 Februari 2022 periode Agustus 2020 dengan nomor surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00007/407/20/092/22.
• Pada tanggal 31 Januari 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan Pajak
Pertambahan Nilai untuk periode April 2017. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00004/107/17/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 4.341.464. Atas utang pajak tersebut, telah dikompensasi dengan Surat Ketetapan
Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pada 9 Februari 2022 periode Agustus 2020 dengan nomor surat Direktorat Jenderal Pajak No.
00007/407/20/092/22.
64/88
Page 68
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
• Pada tanggal 5 Januari 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode Juni 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00001/407/20/092/22, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 1.639.798.449. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 24
Januari 2022 sebesar Rp 843.195.399.
• Pada tanggal 5 Januari 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan Pajak
Pertambahan Nilai untuk periode Juni 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00001/107/20/092/22, Perusahaan
mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 2.671.887. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 24 Januari
2022.
• Pada tanggal 5 Januari 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode Juli 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00002/407/20/092/22, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 2.654.054.679. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 24
Januari 2022 sebesar Rp 2.618.943.414.
• Pada tanggal 5 Januari 2022, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan Pajak
Pertambahan Nilai untuk periode Juli 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00002/107/20/092/22, Perusahaan mempunyai
utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 329.082. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 24 Januari 2022.
• Pajak Pertambahan nilai untuk periode April 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00088/407/20/092/21, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 16.117.143.557. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 9
November 2021 sebesar Rp 16.117.143.557.
• Pada tanggal 22 Oktober 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode Mei 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00089/407/20/092/21, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 2.079.090.414. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 10
November 2021 sebesar Rp 2.079.090.414.
• Pada tanggal 22 Oktober 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan
Pajak Pertambahan Nilai untuk periode April dan Mei 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00159/107/20/092/21 dan
00160/107/20/092/21, Perusahaan mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 1.338.265. Atas utang pajak tersebut, telah
dikompensasi dengan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pada 3 Maret 2021 periode Desember 2019 dengan nomor surat
Direktorat Jenderal Pajak No. 00034/407/19/092/21.
• Pada tanggal 3 Agustus 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan Pajak
Pertambahan Nilai untuk periode Januari, Februari dan Maret 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00011/107/20/092/21,
00112/107/20/092/21 dan 00113/107/20/092/21, Perusahaan mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 1.949.358. Atas utang
pajak tersebut, telah dikompensasi dengan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pada 3 Maret 2021 periode Desember 2019 dengan
nomor surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00034/407/19/092/21.
• Pada tanggal 3 Agustus 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode Maret 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00059/407/20/092/21, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 9.670.101.520. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 23
Agustus 2021 sebesar Rp 9.670.101.520.
• Pada tanggal 3 Agustus 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak pertambahan nilai untuk periode Februari 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00008/277/20/092/21, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 129.588.254. Atas utang pajak tersebut, telah dikompensasi dengan Surat Ketetapan Pajak
Lebih Bayar (SKPLB) pada 3 Maret 2021 periode Desember 2019 dengan nomor surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00034/407/19/092/21.
• Pada tanggal 3 Agustus 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode Februari 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00058/407/20/092/21, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 1.766.759.456. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 23
Agustus 2021 sebesar Rp 1.766.759.456.
• Pada tanggal 3 Agustus 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak pertambahan nilai untuk periode February 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00007/277/20/092/21, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 5.295.582. Atas utang pajak tersebut, telah dikompensasi dengan Surat Ketetapan Pajak
Lebih Bayar (SKPLB) pada 3 Maret 2021 periode Desember 2019 dengan nomor surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00034/407/19/092/21.
65/88
Page 69
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
• Pada tanggal 3 Agustus 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode Januari 2020. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00057/407/20/092/21, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 2.960.718.838. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 23
Agustus 2021 sebesar Rp 2.960.718.838.
• Pada tanggal 9 Juni 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Penghasilan Pasal 23/26 untuk periode Desember 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00012/245/19/092/21, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 33.143.556. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 6 Juli 2021.
• Pada tanggal 9 Juni 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Penghasilan Pasal 23/26 untuk periode November 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00011/245/19/092/21, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 148.143.979. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 6 Juli 2021.
• Pada tanggal 9 Juni 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Penghasilan Pasal 23/26 untuk periode Oktober 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00010/245/19/092/21, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 149.151.510. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 6 Juli 2021.
• Pada tanggal 9 Juni 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Penghasilan Pasal 23/26 untuk periode Agustus 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00009/245/19/092/21, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 32.075.271. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 6 Juli 2021.
• Pada tanggal 9 Juni 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Penghasilan Pasal 23/26 untuk periode Mei 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00008/245/19/092/21, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 2.770.251. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 6 Juli 2021.
• Pada tanggal 9 Juni 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Penghasilan Pasal 23/26 untuk periode Maret 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00007/245/19/092/21, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 22.274.817. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 6 Juli 2021.
• Pada tanggal 9 Juni 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Penghasilan Pasal 23/26 untuk periode Februari 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00006/245/19/092/21, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 91.625.304. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 6 Juli 2021.
• Pada tanggal 9 Juni 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Penghasilan Pasal 23/26 untuk periode Januari 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00005/245/19/092/21, Perusahaan
mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 25.906.343. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 6 Juli 2021.
• Pada tanggal 9 Juni 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Penghasilan Pasal 4(2) untuk periode Januari sampai Desember 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No.
00019/240/19/092/21, Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 375.103.060. Perusahaan telah membayar utang pajak
tersebut pada tanggal 6 Juli 2021.
• Pada tanggal 9 Juni 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Penghasilan Pasal 21 untuk periode Januari sampai Desember 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00042/201/19/092/21,
Perusahaan mempunyai tambahan utang pajak sebesar Rp 91.430.354. Perusahaan telah membayar utang pajak tersebut pada tanggal 6 Juli
2021.
• Pada tanggal 3 Maret 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat tagihan Pajak
Pertambahan Nilai untuk periode Juni, Juli, Agustus, September, Oktober dan Desember 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak
No. 00045/107/19/092/21, 00050/107/19/092/21, 00030/107/19/092/21, 00046/107/19/092/21, 00047/107/19/092/21, 00048/107/19/092/21
dan 00049/107/19/092/21, Perusahaan mempunyai utang pajak pertambahan nilai sebesar Rp 480.983.058. Atas utang pajak tersebut, telah
dikompensasi dengan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pada 3 Maret 2021 periode Desember 2019 dengan nomor surat
Direktorat Jenderal Pajak No. 00034/407/19/092/21.
• Pada tanggal 3 Maret 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Pertambahan nilai untuk periode Desember 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00034/407/19/092/21, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak sebesar Rp 10.259.886.305. Perusahaan telah menerima pengembalian atas lebih bayar tersebut pada tanggal
7 April 2021 sebesar Rp 9.793.049.756, setelah dikurangi oleh denda pajak sebesar Rp 466.836.549.
• Pada tanggal 3 Maret 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Pertambahan nilai untuk periode November 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00033/407/19/092/21, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 7.664.722.688. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 12
April 2021 sebesar Rp 7.664.722.688.
• Pada tanggal 3 Maret 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Pertambahan nilai untuk periode October 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00032/407/19/092/21, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 5.445.785.174. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 12
April 2021 sebesar Rp 5.445.785.174.
• Pada tanggal 3 Maret 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Pertambahan nilai untuk periode September 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00031/407/19/092/21, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak Rp 2.635.873.128. Perusahaan telah menerima pengembalian lebih bayar pajak pertambahan nilai pada 12
April 2021 sebesar Rp 2.635.873.128.
66/88
Page 70
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
• Pada tanggal 3 Maret 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
pertambahan nilai untuk periode Juli 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00069/207/19/092/21, Perusahaan mempunyai
tambahan utang pajak sebesar Rp 18.531.502. Atas utang pajak tersebut, telah dikompensasi dengan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar
(SKPLB) pada 3 Maret 2021 periode Desember 2019 dengan nomor surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00034/407/19/092/21.
• Pada tanggal 3 Maret 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
pertambahan nilai untuk periode Juni 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00068/207/19/092/21, Perusahaan mempunyai
tambahan utang pajak sebesar Rp 9.600.946. Atas utang pajak tersebut, telah dikompensasi dengan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar
(SKPLB) pada 3 Maret 2021 periode Desember 2019 dengan nomor surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00034/407/19/092/21
• Pada tanggal 25 Januari 2021, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan
Pajak Pertambahan nilai untuk periode Agustus 2019. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00008/407/19/092/21, Perusahaan
mempunyai lebih bayar pajak
• Pada tanggal 30 September 2021, Perusahaan mendapatkan keputusan dari Pengadilan Pajak dengan nomor putusan PUT-
007415.15/2018/PP/M.IVBT Tahun 2021 atas banding yang diajukan oleh Perusahaan. Dalam putusannya, majelis Hakim Pengadilan Pajak
mengabulkan sebagian gugatan wajib pajak sehingga rugi fiskal Perusahaan tahun 2015 menjadi sebesar Rp 1.309.091.352.745. Dengan
demikian, atas kerugian tersebut dapat dikompensasikan pada laba fiskal tahun 2019.
• Pada tanggal 22 Mei 2018, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Penghasilan pasal 26 Kurang Bayar untuk bulan July 2016, sehubungan dengan perbedaan tarif pajak atas beban bunga. Berdasarkan Surat
Direktorat Jenderal Pajak No. 00030/204/16/092/18. Pada 28 Juli 2022, Perusahaan telah menerima keputusan peninjauan kembali oleh
DJP dari Mahkamah Agung dengan berdasarkan surat No. 3510/B/PK/PJK/2022 yang menyatakan membatalkan peninjauan kembali dari
DJP. Dengan surat ini menjadikan SKPLB No. 00035/204/16/092/18 tidak berlaku.
29. Administrasi
Perubahan tarif pajak
Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Republik Indonesia No. 1
Tahun 2020 yang telah menjadi Undang-Undang (UU) No. 2 Tahun 2020, serta menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 30 Tahun 2020
tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perusahaan Terbuka dan berlaku sejak
tanggal 19 Juni 2020. Aturan tersebut menetapkan penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap
dari semula 25% menjadi 22% untuk tahun pajak 2020 dan 2021 dan 20% mulai tahun pajak 2022 dan seterusnya.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan
Perpajakan. Aturan tersebut menetapkan tarif pajak penghasilan wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 22% yang mulai
berlaku pada tahun pajak 2022 dan seterusnya, dan pengurangan tarif pajak sebesar 3% untuk wajib pajak dalam negeri yang memenuhi
persyaratan tertentu dan kenaikan tarif pajak pertambahan nilai dari sebelumnya 10% menjadi 11% efektif mulai dari 1 April 2022 dan menjadi
12% paling lambat 1 Januari 2025.
Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia. Perusahaan menghitung menetapkan dan membayar sendiri besarnya
jumlah pajak yang terhutang secara individu. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) dapat
menetapkan atau mengubah jumlah pajak terhutang dalam jangka waktu tertentu. Untuk tahun pajak 2007 dan sebelumnya jangka waktu
tersebut adalah sepuluh (10) tahun sejak saat terutangnya pajak tetapi tidak lebih dari tahun 2013 sedangkan untuk tahun 2008 dan seterusnya,
jangka waktunya adalah lima (5) tahun sejak saat terutangnya pajak.
Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa Perusahaan dan Entitas Anak telah patuh terhadap peraturan perpajakan yang ada.
67/88
Page 71
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
30. KEWAJIBAN SEWA
Tabel berikut menunjukkan rincian liabilitas sewa dalam laporan posisi keuangan konsolidasian:
2023 2022
US$ US$
Liabilitas sewa
Lancar 624.856 624.856
Tidak lancar 1.089.826 1.080.990
Total liabilitas sewa 1.714.682 1.705.846
Pembayaran sewa pembiayaan minimum di masa mendatang, serta nilai kini atas pembayaran minimum sewa pembiayaan pada tanggal 31
Maret 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Liabilitas sewa pembiayaan bruto Pembayaran sewa minimum
Tidak lebih dari 1 tahun 624.856 730.483
Lebih dari 1 tahun dan kurang dari 5 tahun 1.089.826 1.165.923
Lebih dari 5 tahun 0
1.714.682 1.896.406
Beban keuangan di masa depan atas sewa pembiayaan 0 (190.560)
Nilai kini liabilitas Sewa 1.714.682 1.705.846
Nilai kini liabilitas sewa adalah sebagai berikut:
Tidak lebih dari 1 tahun 624.856 624.856
Lebih dari 1 tahun dan kurang dari 5 tahun 1.089.826 1.080.990
Lebih dari 5 tahun 0
1.714.682 1.705.846
Tidak ada pembatasan signifikan yang ditetapkan oleh Pesewa dalam perjanjian sewa pembiayaan dengan Perusahaan terkait dengan
penggunaan aset atau pencapaian kinerja keuangan tertentu.
31. MODAL SAHAM
Berdasarkan akta notaris Januar Tirtaamidjaja, S.H., No. 22 tanggal 15 Februari 1984, modal dasar Perusahaan adalah sebesar Rp 15.000.000.000
yang terdiri dari 600 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 25.000.000 per lembar. Modal ditempatkan sebesar Rp 7.500.000.000 (setara
dengan US$ 6.710.179) atau sebanyak 300 lembar saham.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham dengan akta notaris Aulia Taufani, S.H., No. 100 tanggal 27 Desember 2002, para pemegang saham
Perusahaan menyetujui rencana perubahan Modal Dasar dari semula Rp 8.500.000.000.000 menjadi Rp 16.000.000.000.000 dan Modal
Ditempatkan dan Disetor dari semula Rp 2.196.960.000.000 menjadi Rp 4.174.224.000.000.
Berdasarkan akta notaris Aulia Taufani. SH. No. 12 tanggal 4 Juli 2006 tentang perubahan Anggaran Dasar Perusahaan dan Rapat Luar Biasa
Pemegang Saham dengan akta notaris Aulia Taufani, S.H., No. 111 tanggal 21 Juni 2006, para pemegang saham telah menyetujui beberapa hal
sebagai berikut:
• Modal dasar Perusahaan sebesar Rp 16.000.000.000.000, modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 4.174.224.000.000.
• Alokasi 83.484.480.000 lembar saham baru (seri C) dengan nilai nominal Rp 2 per saham berdasarkan konversi utang menjadi modal. Saham
baru sebesar 43.144.238.750 lembar untuk kreditur tidak terjamin dan pemberi fasilitas modal kerja baru sedangkan sisanya sebanyak
40.340.241.250 lembar saham untuk kreditur terjamin.
• Membukukan agio saham hasil konversi saham menjadi modal sebesar Rp 5.574.513.535.500 (setara dengan US$ 618.017.022).
Akta notaris tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia berdasarkan keputusannya No. C-25038.HT.01.04.TH.2006
tanggal 28 Agustus 2006 dan telah didaftarkan di Departemen Industri dan Perdagangan No. 233/BH-1/IX/2006 tanggal 1 September 2006.
Pada tanggal 31 Desember 2006, modal dasar Perusahaan sebesar Rp 16.000.000.000.000 terdiri dari 247.145.100.800 lembar saham dengan
pengelompokkan sebagai berikut:
• 17.000.000.000 lembar saham seri A dengan nilai nominal Rp 500 per saham.
• 146.660.620.800 lembar saham seri B dengan nilai nominal Rp 50 per saham.
• 83.484.480.000 lembar saham seri C dengan nilai nominal Rp 2 per saham.
Dan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 2.283.248.477.500 yang terdiri dari 4.393.920.000 lembar saham seri A dan 43.144.238.750
lembar saham seri C.
68/88
Page 72
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Pada bulan Februari 2008, Perusahaan melakukan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan reverse stock yang dilakukan dengan rasio
20 : 1. Dan menurut akta notaris Sutjipto, S.H., No. 91 tanggal 21 Februari 2008 tentang Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan, modal saham
Perusahaan sebesar Rp 16.000.000.000.000 terbagi atas 12.357.255.040 lembar saham dengan pengelompokan sebagai berikut:
• 850.000.000 lembar saham seri A dengan nilai nominal Rp 10.000 per saham.
• 7.333.031.040 lembar saham seri B dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham.
• 4.174.224.000 lembar saham seri C dengan nilai nominal Rp 40 per saham.
Modal ditempatkan dan disetor penuh seluruhnya sebesar Rp 4.174.224.000.000 (26%) terbagi atas:
•
219.696.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 10.000 per saham atau seluruhnya sebesar Rp 2.196.960.000.000.
• 1.890.975.522 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 per saham atau seluruhnya sebesar Rp 1.890.975.522.000.
• 2.157.211.950 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 40 per saham atau seluruhnya sebesar Rp 86.288.478.000.
Susunan pemegang saham pada tanggal 21 Februari 2008 menurut akta notaris adalah sebagai berikut:
Pemegang Saham Jumlah lembar Persentase Jumlah
Rp US$
Saham seri A 219.696.000 5 2.196.960.000.000 625.598.841
Saham seri B 1.890.975.522 44 1.890.975.522.000 209.642.519
Saham seri C 2.157.211.950 51 86.288.478.000 9.566.350
Jumlah 4.267.883.472 100 4.174.224.000.000 844.807.710
Akta notaris tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan keputusannya No. AHU-
10588.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 3 Maret 2008.
Menurut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 24 Maret 2009 yang telah dikukuhkan dalam akta
notaris Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta, No. 91 tanggal 24 Maret 2009. Pemegang Saham setuju untuk melakukan penambahan modal tanpa hak
memesan efek terlebih dahulu melalui pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (Management Employee Stock Option
Programme / MESOP) Tahap 1. Saham yang dikeluarkan adalah sebanyak 5% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor (sebanyak
118.845.397 lembar saham seri C). Akta notaris ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. AHU 0052619.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 14 Agustus 2009. Berdasarkan rencana Perusahaan yang telah dilaporkan ke Bursa
Efek Indonesia melalui surat tertanggal 17 Maret 2009, program ini akan diimplementasikan pada periode sebagai berikut:
Periode Periode Implementasi
I 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 April 2009
II 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 Oktober 2009
III 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 April 2010
IV 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 Oktober 2010
V 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 April 2011
VI 5 (lima) hari bursa dimulai dari 3 Oktober 2011
VII 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 Februari 2012
Berdasarkan akta notaris dari Aryanti Artisari, S.H., M.Kn. No. 107 tanggal 23 Februari 2012, pemegang saham setuju bahwa harga eksekusi saham
tanpa hak memesan efek terlebih dahulu melalui pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan Tahap 1 adalah sebesar Rp 45
per lembar saham. Dan pada tanggal 5 Maret 2012. Perusahaan telah mengeluarkan 118.845.397 lembar saham seri C tersebut dengan nilai
nominal sebesar Rp 40 per lembar saham atau total sebesar Rp 4.753.815.880 (setara dengan US$ 524.125). Akta notaris ini telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.AHU-0018443.AH.01.09., Tahun 2012, tanggal 29
Februari 2012.
69/88
Page 73
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Susunan kepemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 berdasarkan catatan pemegang saham yang dikeluarkan oleh
Kantor Administrasi Saham, PT Datindo Entrycom adalah sebagai berikut:
Pemegang Saham Jumlah lembar % Jumlah
Kepemilikan Rp US$
Saham Seri A:
PT Multikarsa Investama (saham dijual kepada PT Bina Prima 131.394.719 5 1.313.947.195.000 374.155.125
Perdana)
Publik (masing-masing dibawah 5%) 88.301.281 4 883.012.805.000 251.443.716
219.696.000 9 2.196.960.000.000 625.598.841
Saham Seri B: 0 0 0 0
Saham Seri C:
Damiano Investments B.V., Belanda 1.443.805.382 58 57.752.215.280 6.402.685
Lain-lain 649.611.983 26 25.984.479.320 2.880.763
Yang belum diambil 182.639.982 7 7.305.599.320 807.027
2.276.057.347 91 91.042.293.920 10.090.475
Jumlah 2.495.753.347 100 2.288.002.293.920 635.689.316
Saham Seri C yang belum diambil merupakan saham baru yang belum ditukarkan oleh kreditur (melalui The Hong kong and Shanghai Banking
Corporation Limited. Hong Kong – custodian). Sehingga nama pemegang sahamnya belum didaftarkan di PT Datindo Entrycom (administrator
saham).
Kemudian, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 18 Juni 2012 yang telah dikukuhkan
dalam akta notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta. No 88 tanggal 18 Juni 2012. Pemegang Saham setuju untuk melakukan
penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak 74.872.600 lembar saham seri C (3% dari jumlah saham yang ditempatkan
dan disetor) melalui pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (Management Employee Stock Option Programme /
MESOP) tahap 2. Berdasarkan rencana Perusahaan yang telah dilaporkan kepada PT Bursa Efek Indonesia tanggal 17 Maret 2012, program ini
akan diimplementasikan pada periode sebagai berikut:
Periode Periode Implementasi
I Mulai tanggal 15 Desember 2012 sampai dengan 22 Desember 2012
II Mulai tanggal 18 Juni 2013 sampai dengan tanggal 24 Juni 2013
III Mulai tanggal 18 Desember 2013 sampai dengan 24 Desember 2013
IV Mulai tanggal 2 Juni 2014 sampai dengan 24 Juni 2014
Perusahaan telah mengirimkan surat No. 068/APF-CS/VI/2014 tanggal 25 Juni 2014 dan No. 071/APF CS/VII/2014 tanggal 7 Juli 2014 kepada
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehubungan dengan pembatalan atas implementasi MESOP akibat dari belum selesainya proses restrukturisasi
hutang berjaminan. Lebih lanjut, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar biasa yang diadakan pada tanggal 16 Juni 2015 yang
dikukuhkan dengan akta notaris dari Aryanti Artisari, S.H., MKn., No. 49 tanggal 16 Juni 2015, para pemegang saham Perusahaan menyetujui
pembatalan atas implementasi MESOP ini.
Berdasarkan akta notaris DR. H. Teddy Anwar, S.H., Spn. No. 111 tanggal 16 Agustus 2002, sebagian saham PT Multikarsa Investama sebanyak
2.454.081.290 saham (atau 122.704.064 saham setelah penggabungan saham) telah dijual kepada PT Bina Prima Perdana. Namun menurut catatan
yang dibuat oleh PT Datindo Entrycom masih terdaftar atas nama PT Multikarsa Investama.
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, jumlah saham yang dimiliki oleh publik termasuk saham yang dimiliki oleh Direktur Perusahaan
dengan rincian sebagai berikut:
2023 2022
Bapak Seeniappa Jegatheesan 10.701.700 10.701.700
Bapak Peter Vinzenz Merkle 2.711.000 2.711.000
Bapak Prawira Atmadja 720.100 720.100
Jumlah 14.132.800 14.132.800
70/88
Page 74
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
32. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Menurut usulan restrukturisasi (Rencana Perdamaian), Perusahaan telah menerbitkan sebanyak 16.780.718.747 lembar saham seri C kepada para
kreditur utang tidak terjamin dan 26.363.520.000 lembar saham seri C untuk Damiano Investments B.V., Belanda, sehubungan dengan konversi
utang menjadi saham sebesar Rp 5.660.802.013.000.
Kemudian, berdasarkan perubahan anggaran dasar Perusahaan tanggal 4 Juli 2006 melalui akta notaris Aulia Taufani, S.H., No. 12, Perusahaan
telah mencatat saham yang diterbitkan sebesar Rp 5.660.802.013.000, modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 86.288.477.500 dan
tambahan modal disetor sebesar Rp 5.574.513.535.500 (setara dengan US$ 618.017.022).
33. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Kemudian. melalui program pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (Management Employee Stock Option
Programme/MESOP) tahap 1 pada tanggal 23 Februari 2012. Perusahaan menerima sebesar Rp 5.348.042.865 untuk penerbitan saham sebanyak
118.845.397 lembar saham seri C dengan nilai nominal sebesar Rp 40 per lembar saham. Tarif konversi yang digunakan adalah sebesar Rp 9.070.
34. SALDO LABA YANG DITENTUKAN PENGGUNANNYA
Berdasarkan Undang-undang Perusahaan Terbatas. Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya
20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana tercantum dalam akta No. 351 tanggal 23 Juni 1997 dan akta No.
402 tanggal 24 Juni 1996 dari Adam Kasdarmadji. S.H., notaris di Jakarta, disetujui penyisihan cadangan umum sebesar Rp 8.280.000.000 (setara
dengan US$ 2.345.301) dari saldo laba. guna memenuhi ketentuan pasal 61 Undang-undang No. 1 tahun 1995 tentang Perusahaan Terbatas. Pada
tahun 2021 dan 2020, Perusahaan tidak membuat tambahan cadangan karena akumulasi defisitnya.
35. LABA PER SAHAM
2023 2022
US$ US$
Jumlah laba (Rugi) bersih tahun berjalan (14.431.324) 12.482.512
Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar 2.495.753.347 2.495.753.347
Laba per saham dasar yang diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk (0,0058) 0,0050
71/88
Page 75
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
36. TRANSAKSI NON-KAS
Pada tahun 2022 dan 2021, transaksi non-cash yang penting adalah sebagai berikut
a. Perolehan kendaraan melalui utang kredit pembiayaan sebagaimana yang telah dijabarkan dalam Catatan 14, 24, dan 36.
b. Reklasifikasi hutang bunga dari biaya yang masih harus dibayar ke wesel bayar tidak terjamin sebagaimana yang telah dijabarkan dalam
Catatan 18 dan 22.
INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS
Pergerakan
Saldo 1 Saldo 31
Arus kas.Neto Valuta asing Lain-lain
Januari 2023 Desember 2023
Utang terjamin 930.203.787 0 2.915.135 0 933.118.922 933.118.922
Utang bank 99.061.481 0 (553.365) 0 98.508.116 98.508.116
Wesel bayar tidak terjamin 31.883.604 0 644.438 0 32.528.042 32.528.042
Pinjaman modal 22.445.000 0 0 0 22.445.000 22.445.000
Utang kredit pembiayaan 0 0 0 0 0
Pinjaman jangka pendek 582.170 (582.170) 0 0 0
1.084.176.042 (582.170) 3.006.208 0 1.086.600.080
Pergerakan
Saldo 1 Saldo 31
Arus kas.Neto Valuta asing Lain-lain
Januari 2022 Desember 2022
Utang terjamin 943.534.107 0 (13.330.320) 0 930.203.787
Utang bank 97.393.874 1.667.607 0 0 99.061.481
Wesel bayar tidak terjamin 30.622.670 0 0 1.260.934 31.883.604
Pinjaman modal 22.445.000 0 0 0 22.445.000
Utang kredit pembiayaan 2.137 (2.137) 0 0 0
Pinjaman jangka pendek 3.656.794 (2.923.008) (151.616) 0 582.170
1.097.654.582 (1.257.538) (13.481.936) 1.260.934 1.084.176.042
37. PENYELESAIAN ATAS KLAIM ASURANSI, BERSIH
2023 2022
US$ US$
Keuntungan atas kebakaran:
Penerimaan dari klaim asuransi 0 0
Jumlah keuntungan atas kebakaran 0 0
0 0
Penerimaan klaim asuransi atas kerugian
Persediaan yang hilang / rusak 0 0
Jumlah 0 0
38. PENDAPATAN BERSIH
2023 2022
US$ US$
Lokal
Fibre 56.774.157 84.033.517
Benang 59.329.584 74.974.492
Chips 14.753.837 17.185.547
Fleece (Pemintalan) 1.181.566 627.466
132.039.144 176.821.022
Ekspor
Benang 19.457.286 24.919.125
Fibre 3.868.874 3.984.049
Chips 287.150 1.211.720
Fleece (Pemintalan) 75.604 152.157
23.688.915 30.267.051
Jumlah 155.728.059 207.088.073
Pada tahun 2023 dan 2022, total penjualan bersih fleece (pemintalan) masing-masing sebesar US$ 662.859 dan US$ 354.872 merupakan penjualan
kepada pihak ketiga. Produk ini diproduksi oleh PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) berdasarkan sistem maklon.
Pada tahun 2022 dan 2021, tidak ada penjualan kepada pihak yang berelasi.
Pada tahun 2022 dan 2021, tidak terdapat penjualan kepada pihak ketiga yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan usaha.
72/88
Page 76
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
39. PENDAPATAN USAHA LAINNYA
2023 2022
US$ US$
Produk tidak standar dan lainnya 942.096 1.346.458
Barang pembantu rusak
Jumlah 942.096 1.346.458
Pada tahun 2023, pendapatan usaha lainnya dari Fleece (Pemintalan) masing-masing sebesar US$ 20.832 yang merupakan pendapatan usaha lain
dari pihak ketiga. Produk ini diproduksi oleh PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) berdasarkan sistem maklon.
Pada tahun 2023 dan 2022, tidak terdapat penjualan kepada pihak yang berelasi.
Pada tahun 2023 dan 2022, tidak terdapat pendapatan usaha lainnya yang diterima dari pihak ketiga yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan
usaha.
40. BEBAN POKOK PENJUALAN
2023 2022
US$ US$
Bahan baku dan bahan pembantu
Bahan baku yang digunakan 105.907.471 138.677.202
Bahan pembantu yang digunakan 17.201.152 15.097.599
Upah tenaga kerja langsung 6.152.765 6.389.899
Beban pabrikasi (Catatan 41) 21.790.244 26.548.218
Jumlah beban produksi 151.051.633 186.712.917
Persediaan barang dalam proses
Pada awal tahun 3.076.473 3.460.739
Pada akhir tahun (2.535.727) (3.050.688)
Beban pokok produksi 151.592.379 187.122.968
Persediaan barang jadi
Pada awal tahun 18.619.423 13.910.569
Pada akhir tahun (17.478.812) (14.356.267)
Penambahan (reversal) nilai persediaan (Catatan 9)
Hak pengembalian persediaan 0
Jumlah 152.732.990 186.677.269
Pada tahun 2022 dan 2021, bahan baku dan bahan pembantu yang digunakan mencakup bahan baku yang digunakan untuk produk fleece
(pemintalan) setelah dieliminasi dengan akun intercompany masing masing sebesar US$ 1.493.298 dan US$ 1.788.104.
Pada tahun 2022 dan 2021, tidak ada pembelian dari pihak yang berelasi
Pada tahun 2022 dan 2021, pembelian dari pihak ketiga yang melebihi 10% dari jumlah pembelian:
2023
US$ %
PT Ineos Aromatics Indonesia 42.483.955 40%
PT, Mitsubishi Chemical Indonesa 38.121.907 36%
Kolmar Group 18.643.923 18%
2022
US$ %
PT Ineos Aromatics Indonesia 85.961.299 60%
73/88
Page 77
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
41. BEBAN PABRIKASI
2023 2022
US$ US$
Listrik dan gas 15.855.563 19.427.766
Beban penyusutan aset tetap (Catatan 14) 2.263.293 2.362.876
Pengangkutan 649.472 1.625.544
Perbaikan dan pemeliharaan 925.351 1.346.017
Asuransi 831.991 -
Biaya proses (jasa maklon) 935.994 1.066.888
Sewa (Catatan 15) 242.489 425.524
Beban penyusutan hak pakai (catatan 15) 11.465 260.528
Gaji dan tunjangan lainnya 31.857 -
Lain-lain 42.769 33.074
Jumlah 21.790.244 26.548.218
Pada tahun 2022, biaya proses (jasa maklon) sebesar US$ 1.940.347 merupakan biaya proses yang dibayarkan kepada PT Texmaco Jaya Tbk
(dalam pailit) sebesar US$ 254.514 dan PT Multikarsa Investama sebesar US$ 1.685.833. Pada tahun 2021, biaya proses (jasa maklon) sebesar US$
3.002.324 merupakan biaya proses yang dibayarkan kepada PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) sebesar US$ 1.227.527 dan PT Multikarsa
Investama sebesar US$ 1.774.797 (Catatan 46).
42. BEBAN PENJUALAN
2023 2022
US$ US$
Beban ekspor 855.061 4.865.245
Pengangkutan 1.539.739 1.629.734
Beban administrasi penjualan - 47.812
Pemasaran 507.983 536.304
Iklan dan promosi 8.136 -
Klaim pelanggan 9.654 20.565
Lain-lain - 23.568
Jumlah 2.920.572 7.123.228
43. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2023 2022
US$ US$
Gaji, upah dan tunjangan 5.938.357 6.109.276
Jasa profesional 267.962 1.695.773
Imbalan paska kerja (Catatan 28) 0 - 9.597
Beban landscap 496.733 -
Sewa (Catatan 15) 554.628 463.692
Perjalanan bisnis 222.105 327.667
Beban Pajak 218.141 319.384
Beban legalisasi 39.672 -
Komunikasi 125.627 125.412
Beban keamanan 98.361 -
Alat tulis dan fotokopi 41.795 79.948
Sumbangan dan tanggung jawab sosial Perusahaan 128.919 23.218
Penyusutan hak pakai (Catatan 15) 33.450 47.931
Beban penyusutan aset tetap (Catatan 14) 122.416 81.023
Perjamuan dan representasi 50.122 48.474
Perbaikan dan pemeliharaan 39.515 27.085
Amortisasi aset tidak berwujud (Catatan 16) 3.155 -
Beban pelatihan 79.240 -
Asuransi 278.510 1.188.972
Listrik dan air 16.848 43.928
Beban keperluan tenaga kerja 2.320 -
Lain-lain 106.268 193.411
Jumlah 8.864.144 10.765.597
74/88
Page 78
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
44. BEBAN KEUANGAN, BERSIH
2023 2022
US$ US$
Beban keuangan:
Beban bunga dari pinjaman modal (Catatan 23), 2.208.711 2.150.822
Beban bunga dari wesel bayar tidak terjamin (Catatan 22) 0
Beban bunga dari utang kredit pembiayaan (Catatan 24) 8.884 84.959
Bunga atas hak pakai aset (Catatan 15) 0 0
Jumlah beban bunga 2.217.596 2.235.781
Administrasi bank 315.506 1.193.952
Jumlah beban keuangan 2.533.101 3.429.733
Penghasilan keuangan
Pendapatan bunga dari jasa giro dan deposito Berjangka (17.399) (829)
Jumlah 2.515.703 3.428.904
45. PENDAPATAN LAIN-LAIN, BERSIH
2023 2022
US$ US$
Amortisasi atas pendapatan ditangguhkan (Catatan 26) 3.141 5.235
Penyisihan piutang atas kerugian kredit ekspektasian (507.878)
Dampak IFRIC PSAK 24
Lain-lain 1.312.245 1.893.362
Jumlah 807.507 1.898.597
46. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Perusahaan dikendalikan oleh Damiano Investments B.V., (berdomisili di Belanda) yang memiliki 1.443.805.382 saham Perusahaan (57,85%).
Induk utama Perusahaan adalah ADM Capital dan Spinnaker Capital Company, yang masing-masing berdomisili di Hong Kong dan Inggris.
Sifat Hubungan dan Transaksi
Nama pihak-pihak yang berelasi Sifat relasi Sifat Transaksi
Damiano Investments B.V., Belanda Pemegang saham Pinjaman, pemegang saham
PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit / under bankruptcy ) Perusahaan afiliasi Pinjaman, maklon
Kyoa Investment Limited Pemegang saham Pinjaman, pemegang saham
PT Pacific Poly Perusahaan afiliasi Rental
Bapak Agus Tjahajana Wirakusumah Komisaris Independen Kompensasi dan renumerasi
Bapak Dono Iskandar Djojosubroto Komisaris Independen Kompensasi dan renumerasi
Bapak Vasudevan Ravi Shankar Direktur Utama Kompensasi dan renumerasi
Bapak Seeniappa Jegatheesan Direktur Kompensasi dan renumerasi
Bapak Peter Vinzez Merkle Direktur Kompensasi dan renumerasi
Bapak Prawira Atmadja Direktur Kompensasi dan renumerasi
Bapak Antonius Widyatma Sumarlin Direktur Kompensasi dan renumerasi
Transaksi dengan pihak yang berelasi
Dalam kegiatan normal usahanya, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan bisnis dan transaksi keuangan tertentu dengan pihak-pihak berelasi.
Transaksi ini dilakukan pada harga dan kondisi normal seperti yang dilakukan kepada pihak yang tidak berelasi. Transaksi tersebut meliputi antara
lain:
2023 2022 2023 2022
US$ US$ % %
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 0 966.747 0% 8%
Biaya yang masih harus dibayar 19.775.861 18.320.584 167% 156%
Utang bank 98.508.116 99.061.481 833% 845%
Utang terjamin 682.526.000 682.526.000 5773% 5825%
Pinjaman modal 22.445.000 22.445.000 190% 191%
Biaya manufaktur yang dibayarkan kepada pihak berelasi pada tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 masing-
masing sebesar 0,70% dan 0,53% (Catatan 41).
Rincian atas biaya proses (jasa maklon) dan biaya sewa kepada pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) 152.221 125.696
75/88
Page 79
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Kompensasi manajemen kunci
Personel manajemen kunci Perusahaan adalah Dewan Komisaris dan Dewan Direksi seperti yang telah diungkapkan pada Catatan 1d.
Imbalan berupa gaji yang diberikan kepada Komisaris dan Direktur Perusahaan untuk tahun tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023
sebesar Rp. 8.338.776.005 dan 31 Desember 2022 sebesar Rp 15.461.260.470 . Tidak ada imbalan berupa manfaat pensiun, uang jasa karyawan
dan manfaat khusus lainnya yang diberikan selama tahun 2023 dan 2022.
47. PERJANJIAN PENTING
Perjanjian Maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit)
Pada tanggal 1 April 2008, Perusahaan mengadakan perjanjian sewa dan maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk untuk periode 12 bulan dan dapat
diperbaharui. Perjanjian ini dibuat karena PT Texmaco Jaya Tbk tidak mempunyai modal kerja yang cukup untuk melayani permintaan dari para
pelanggannya. Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan harus membayar biaya yang terdiri dari biaya maklon, sewa gedung dan sewa mesin kepada
PT Texmaco Jaya Tbk setiap bulannya. Biaya maklon diperhitungkan berdasarkan hasil produksi.
Pada tanggal 3 Agustus 2009, Perusahaan mengadakan pembaharuan perjanjian maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk untuk periode tiga (3) bulan
dan dapat diperbaharui. Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan harus membayar biaya maklon sebesar US$ 1,20 per yard dengan hasil produksi
minimum sebesar 100.000 yards kepada PT Texmaco Jaya Tbk setiap bulannya. Pada tanggal 23 Oktober 2009, Perusahaan setuju untuk
memperpanjang perjanjian maklon untuk periode tujuh (7) bulan dari tanggal 1 November 2009 sampai dengan 30 Juni 2010.
Pada tanggal 15 Juli 2010, Perusahaan mengadakan pembaharuan perjanjian maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk untuk perpanjangan periode
selama lima belas (15) bulan yang dimulai dari tanggal 1 Juli 2010 sampai dengan 30 September 2011 dan dapat diperbaharui. Berdasarkan
perjanjian ini, Perusahaan harus membayar biaya maklon sebesar US$ 1,20 per yard untuk periode tanggal 1 Juli 2010 sampai dengan 30
September 2010 dan US$ 0,75 per yard untuk periode dari tanggal 1 Oktober 2010 sampai dengan 30 September 2011.
Pada tanggal 10 Januari 2011, Perusahaan mengadakan pembaharuan perjanjian maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk untuk perpanjangan periode
selama lima (5) tahun yang dimulai dari tanggal 1 Januari 2011 sampai dengan 30 Desember 2016 dan dapat diperbaharui untuk periode tiga (3)
tahun kemudian. Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan harus membayar biaya maklon sebesar US$ 0,30 per kgs dan minimal sebesar US$ 50.000
setiap bulannya.
Kemudian, berdasarkan pembaharuan perjanjian maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) pada tanggal 23 Maret 2012, Perusahaan
setuju untuk membayar biaya maklon sebesar US$ 0,30 per kgs dan dikenakan biaya minimum sebesar US$ 64.000 setiap bulannya. Efektif bulan
September 2017, biaya maklon menjadi paling kecil Rp 350.000.000 per bulan sesuai dengan amandemen perjanjian No. 007/APF/IX/2017 tanggal
11 September 2017.
Berdasarkan perjanjian sewa tanah tanggal 15 Juni 2009 antara Perusahaan dengan PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit). Perusahaan setuju untuk
menyewa tanah yang digunakan untuk 950 meter saluran pipa gas, 1.500 meter saluran pipa air, 800 meter untuk fasilitas air pompa dan 1.000
meter kabel listrik. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu tiga puluh (30) tahun yang terhitung sejak tanggal 1 Januari 2010 sampai dengan 31
Desember 2040. Sebagai konsekuensinya, Perusahaan harus membayar biaya sewa sebesar Rp 100.000.000 setiap bulannya.
Berdasarkan perjanjian sewa gudang tanggal 30 Maret 2011 antara Perusahaan dengan PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit), Perusahaan setuju
untuk menyewa gudang selama sepuluh (10) bulan yang dimulai dari tanggal 1 Maret 2011 sampai dengan 31 Desember 2011. Perjanjian ini telah
diperbaharui beberapa kali. Berdasarkan pembaharuan perjanjian tanggal 1 Juli 2016, perjanjian ini telah diperpanjang sampai dengan tanggal 31
Desember 2016. Lebih lanjut, berdasarkan pembaharuan terakhir tanggal 1 Januari 2017, Perusahaan setuju untuk memperpanjang sewa gudang
sampai dengan 30 Juni 2017. Sebagai konsekuensinya, Perusahaan harus membayar biaya sewa sebesar Rp 43.200.000 setiap bulannya.
Pada tanggal 31 Desember 2021, Perusahaan sudah tidak memperpanjang sewa gudang dengan PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit)
Berdasarkan perjanjian sewa gudang tanggal 2 Januari 2012 antara Perusahaan dengan PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit), Perusahaan setuju
untuk menyewa gudang Coating selama satu (1) tahun yang terhitung sejak tanggal 2 Januari 2012 sampai dengan 31 Desember 2012. Kemudian,
berdasarkan pembaharuan perjanjian tanggal 30 Mei 2015. Perusahaan setuju untuk memperpanjang masa sewa gudang sampai dengan tanggal 31
Desember 2016. Dan berdasarkan pembaharuan perjanjian yang terakhir tanggal 31 Desember 2016, Perusahaan setuju untuk memperpanjang
masa sewa gudang sampai dengan tanggal 31 Mei 2016. Sebagai konsekuensinya, Perusahaan harus membayar biaya sewa sebesar Rp 5.000.000
per bulan.
Berdasarkan perjanjian sewa gudang tanggal 28 November 2012 antara Perusahaan dengan PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit), Perusahaan setuju
untuk menyewa mesin chiller selama satu (1) tahun yang terhitung sejak tanggal 1 Januari 2013 sampai dengan 31 Desember 2013. Perjanjian ini
telah diperpanjang bebrapa kali. Berdasarkan pembaharuan perjanjian tanggal 31 Desember 2017, Perusahaan setuju untuk memperpanjang masa
sewa sampai dengan 31 Desember 2018. Kemudian, berdasarkan pembaharuan perjanjian terakhir tanggal 30 Desember 2018, Perusahaan setuju
untuk memperpanjang sewa mesin chiller sampai dengan 31 Desember 2019. Sebagai konsekuensinya, Perusahaan harus membayar biaya sewa
sebesar Rp 5.000.000 per bulan.
Pada tanggal 31 Desember 2021, Perusahaan sudah tidak memperpanjang sewa gudang dengan PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit).
76/88
Page 80
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Perjanjian sewa gudang dengan PT Texmaco Taman Synthetics
Berdasarkan perjanjian sewa tanggal 1 Agustus 2011 antara Perusahaan dengan PT Texmaco Taman Synthetics, Perusahaan setuju untuk menyewa
gudang guna menempatkan peralatan laboratorium selama lima (5) tahun. Berdasarkan perjanjian terakhir tanggal 31 Januari 2022, Perusahaan
setuju untuk memperpanjang sewa gudang dari tanggal 1 Februari 2022 sampai dengan tanggal 31 Juli 2022. Lebih lanjut, berdasarkan amandemen
1, perusahaan setuju untuk memperpanjang sewa dari tanggal 1 Agustus 2022 sampai dengan 31 Januari 2023 dengan membayar biaya sewa
dengan total sebesar Rp 200.000.000. Pada tanggal 26 Januari 2023, Perusahaan setuju untuk memperpanjang sewa dari tanggal 1 Februari 2023
sampai dengan tanggal 31 Juli 2023.
Perjanjian Gas Turbin dengan PT Wismakarya Prasetya
Berdasarkan pada surat korespondensi tertanggal 27 Maret 2013, Perusahaan setuju untuk membayar biaya tambahan masing-masing sebesar US$
250.000 per bulan selama 6 (enam) bulan. Perusahaan telah membayar sejumlah US$ 250.000 per bulan untuk periode 3 (tiga) bulan, yang dimulai
pada bulan April 2013 sampai dengan Juni 2013. PT Wismakarya Prasetya (WKP), yang menyediakan 100% kebutuhan energi pada fasilitas
Perusahaan di Karawang telah dinyatakan pailit, berdasarkan pada klaim hutang yang diajukan oleh krediturnya, oleh Mahkamah Agung Jakarta
dalam Putusan No. 440k/Pdt.sus.PAILIT/2013 tanggal 22 Oktober 2013, yang terhitung efektif pada tanggal 22 Oktober 2013. Bagaimanapun,
Pengadilan telah memutuskan untuk menjaga kelangsungan usaha dari WKP akibat adanya faktor dalam penyediaan kebutuhan energi bagi fasilitas
Perusahaan di Karawang melalui Keputusan No. 440K/PDT.SUS/PAILIT/2013 j.o. No: 05/Pdt.sus/PKPU/2013/PN. Niaga.Jkt.Pst. pada tanggal 13
Februari 2014.
Berdasarkan perjanjian penyediaan atas peralatan listrik dan uap tanggal 16 April 2014 antara Perusahaan dan PT Wismakarya Prasetya (dalam
pailit). Perusahaan setuju untuk menyewa peralatan selama 5 (lima) tahun yang terhitung sejak 1 Januari 2014 sampai dengan 31 Desember 2018.
Peralatan disini terdiri dari 4 (empat) buah gas turbine “Cogen Mitsubishi with capacity 12.50 MW + HRSG” dan 1 buah gas turbine
“ABB/Siemens with capacity 20 MW + HRSG”. Sebagai konsekuensinya, Perusahaan harus membayar biaya sewa sebesar US$ 40.800 per bulan.
Pada tanggal 5 November 2014, 1 buah gas turbine “ABB/Siemens with capacity 20 MW telah dibeli oleh Perusahaan pada proses lelang dari
Kurator melalui fasilitas Fourth Loan dari Damiano Investments B.V., Belanda.
Kemudian, berdasarkan pembaharuan perjanjian tanggal 24 Nopember 2014 antara Perusahaan dan PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit), biaya
sewa telah diubah dari US$ 40.800 menjadi US$ 30.600 per bulan. yang merupakan biaya sewa untuk untuk 4 (empat) buah gas turbine. Perjanjian
ini berlaku untuk periode 4 (empat) tahun yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember 2018.
Berdasarkan pembaharuan perjanjian tanggal 18 Desember 2015 antara Perusahaan dan PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit), biaya sewa telah
diubah dari US$ 30.600 menjadi Rp 210.375.000 per bulan, yang merupakan biaya sewa untuk untuk 2 (dua) buah gas turbine. Perjanjian ini
berlaku untuk periode 3 (tiga) tahun yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Desember 2018. Lebih lanjut, berdasarkan
pembaharuan perjanjian tanggal 21 Desember 2021 antara Perusahaan dan PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit), masa sewa gas turbine
diperpanjang untuk jangka waktu dari 1 Januari 2022 sampai dengan tanggal 31 Desember 2024.
Perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Wismakarya Prasetya untuk menyewa 53 unit rumah. Sesuai dengan amandemen perjanjian tanggal
29 Desember 2017, perjanjian ini akan berlaku untuk 1 (satu) tahun. Berdasarkan perpanjangan perjanjian tanggal 31 Desember 2022, masa sewa
telah diperpanjang dari tanggal 1 Januari 2023 sampai dengan 31 Desember 2023. Sebagai konsekuensinya, maka Perusahaan harus membayar
beban sewa sejumlah Rp 123.000.000 per bulan.
Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)
Berdasarkan perjanjian tanggal 17 Oktober 2016 antara Perusahaan dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (“PLN”), PLN setuju untuk
memberikan layanan jasa listrik Premium Bronze kepada Perusahaan. Dalam perjanjian ini. PLN akan menyalurkan tenaga listrik tegangan tinggi
150kV ke instalasi listrik milik Perusahaan yang berlokasi di Kendal, Jawa Tengah. Layanan ini akan efektif mulai bulan November 2016 dan atas
jasa ini maka Perusahaan akan dikenakan penyesuaian uang jaminan langganan sebesar Rp 18.917.000.000 dan akan dibayarkan secara cicilan
selama 60 bulan.
Perjanjian Sewa dengan PT Pacific Poly
Perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Pacific Poly untuk penggunaan mesin, tanah, dan bangunan (fasilitas) melalui sewa. Berdasarkan
amandemen atas perjanjian sewa tanggal 1 Januari 2016, besarnya nilai sewa telah direvisi menjadi US$ 50.000 per kuartal. Perjanjian sewa ini
berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2018. Berdasarkan pembaharuan perjanjian tanggal 4 Desember 2018, para pihak setuju untuk
memperpanjang masa sewa sampai dengan 31 Desember 2020. Lebih lanjut, berdasarkan Amandemen Perjanjian Ketiga tanggal 1 Januari 2021,
para pihak setuju untuk memperpanjang masa sewa sampai dengan 31 Desember 2023
Perjanjian Flexy Bill dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Area Semarang dan PT Bank Bukopin Tbk.
Pada tanggal 8 Agustus 2018, Perusahaan mengadakan perjanjian Flexy Bill dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Area Semarang
dan PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin). Berdasarkan perjanjian, PLN akan menerima pembayaran dari Bukopin atas pemakaian listrik Perusahaan.
Selanjutnya, Perusahaan akan melunasi tagihan listriknya kepada Bukopin maksimal saat tanggal jatuh tempo (Catatan 19).
77/88
Page 81
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
48. KONTINJENSI
• Efektif tanggal 19 Agustus 2011, Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) menjadi berada dibawah pengendalian Pengadilan, dan menyebabkan
Perusahaan kehilangan pengendaliannya. Pengadilan juga sudah menetapkan Hakim Pengawas dan tim kurator untuk menjaga aset pailit dan
memonitor operasional dan arus kas Entitas Anak tersebut. Liabilitas bersih Entitas Anak pada tanggal tersebut adalah sebesar Rp
656.593.951.279. PT Asia Pacific Fibers Tbk yang merupakan Entitas Induk tidak ada liabilitas atas utang kreditur dari Entitas Anak tersebut.
• Berdasarkan surat koresponden dengan PT Bina Prima Perdana tanggal 8 Agustus 2011, PT Bina Prima Perdana mengajukan klaim terhadap
Perusahaan selaku pemberi garansi atas beberapa pinjaman yang diberikannya kepada Entitas Anak dari Bank Dharmala dan Bank Arya.
Namun, manajemen Perusahaan menyatakan bahwa garansi (promisory note) tersebut tidak pernah didaftarkan oleh PT Bina Prima Perdana
selama proses verifikasi utang yang dilakukan oleh kurator PT Asia Pacific Fibers Tbk (dahulu PT Polysindo Eka Perkasa Tbk) dalam proses
pailit pada tahun 2005 dan sebagai konsekuensinya, klaim dari PT Bina Prima Perdana tersebut adalah tidak sah. Disamping itu, proses
restrukturisasi utang tidak terjamin PT Asia Pacific Fibers Tbk telah selesai dilakukan.
• Sertifikat tanah Perusahaan dengan HGB No. 13 dan HGB No. 14 yang berlokasi di Kiara Payung, Kecamatan Klari, Karawang dijaminkan
kepada PT Bina Prima Perdana sehubungan dengan utang terjamin milik PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit). PT Bina Prima Perdana telah
mengajukan klaim kepada Perusahaan melalui suratnya tertanggal 1 Februari 2013 sebesar Rp 19 miliar untuk membebaskan jaminan tersebut.
Hal ini sedang dalam proses diskusi dengan PT Bina Prima Perdana (Catatan 21).
• Kementerian Keuangan Republik Indonesia telah membentuk Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank
Indonesia (SATGAS BLBI) pada 6 April 2021 melalui Kepres No. 6 tahun 2021, yang akan bertugas sampai dengan 31 Desember 2023, untuk
melakukan penyelesaian dari para debitur termasuk penyelasian dari Perusahaan Texmaco sesuai dengan Master Restructuring Agreement
dimana di dalamnya termasuk PT Asia Pacific Fibers Tbk. Pada tanggal 20 Januari 2022 Satgas BLBI telah melakukan Penyitaan terhadap Aset
yang menjadi Jaminan yaitu tanah yang ada di Nolokerto dan Sumberejo Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah dan sebagian Tanah yang ada di
Kiara Payung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Namun demikian karena Perusahaan masih beroperasi dan masih
mempekerjakan karyawan kunci yang telah berpengalaman serta merupakan produsen bahan baku untuk industri tekstil nasional maka Satgas
BLBI lebih memilih untuk penyelesaian dengan restrukturisasi hutang Perusahaan.
Dalam beberapa kali pembahasan dengan Satgas BLBI, manajemen Perusahaan menyampaikan permohonan Restrukturisasi yang hingga saat ini
masih dalam diskusi intens dengan Perusahaan.
Perusahaan berharap permohonan Restrukturisasi Perusahaan dapat segera diselesaikan sehingga kedepan akan ada solusi dalam mencari
pendanaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja bagi Perusahaan.
49. INFORMASI SEGMEN
Dewan Direksi adalah pengambil keputusan operasional Perusahaan. Manajemen telah menentukan segmen operasi berdasarkan informasi yang
ditelaah oleh Dewan Direksi dan ditujukan untuk mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja Perusahaan.
Perusahaan dikelola dan dikelompokkan ke dalam segmen usaha yang terdiri dari pabrik-pabrik yang terletak di lokasi sebagai berikut:
Tahun yang berakhir 30 Juni Tahun yang berakhir 30 Juni 2022
2023
Semarang Karawang Semarang Karawang
Penjualan 79.332.701 236.002.856 100.773.997 107.660.533
Beban pokok penjualan (75.977.376) (76.755.614) (90.178.833) (96.498.436)
Laba kotor 3.355.325 159.247.242 10.595.164 11.162.097
Beban-beban (14.620.694) (162.413.198) (307.007.184) 272.767.410
Laba (Rugi) bersih (11.265.369) (3.165.955) (296.412.020) 283.929.507
Aset segmen 124.370.211 98.968.702 143.237.168 101.870.527
Liabilitas segmen 1.059.950.148 122.258.302 1.061.000.258 132.585.627
Dewan Direksi mempertimbangkan bisnis baik dari perspektif geografis maupun dari perspektif produk. Secara geografis, manajemen
mempertimbangkan kinerja di Indonesia, Asia, Amerika, Eropa, Australia dan Afrika. Namun dari perspektif produk, manajemen secara terpisah
mempertimbangkan segmen bisnis sebagai berikut:
1 Industri kimia dan benang sintetis
2 Pertenunan dan perajutan
78/88
Page 82
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
dilaporkan, manajemen menyimpulkan bahwa segmen ini harus dilaporkan, karena dimonitor secara ketat oleh Dewan Direksi sebagai segmen
yang memiliki potensi pertumbuhan dan diharapkan akan berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan Perusahaan di masa
yang akan datang.
2023 Industri kimia Pertenunan dan Lain-lain Eliminas Jumlah
dan dan Perajutan
benang sintetis
PENJUALAN SEGMEN
Penjualan eksternal
Lokal 131.759.338 1.221.902 132.981.240
Ekspor
Eropa 6.103.855 1.848 6.105.703
Amerika 5.765.132 27.185 5.792.317
Asia 1.765.021 0 1.765.021
Afrika 9.314.342 46.570 9.360.913
Australia 664.960 0 664.960
Jumlah Ekspor 23.613.310 75.604 0 0 23.688.915
Penjualan antar segmen 49.109.724 723.098 (49.832.822) 0
Jumlah penjualan segmen 204.482.373 2.020.604 0 (49.832.822) 156.670.155
Hasil segmen (3.259.548) (677.617) (3.937.165)
Beban yang tidak dapat dialokasikan (8.943.561) (545.927) (9.489.488)
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan (12.203.109) (1.223.544) 0 0 (13.426.654)
Beban pajak (1.004.671)
Jumlah rugi bersih tahun berjalan (14.431.324)
Pendapatan komprehensif lain, setelah pajak 0
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan (14.431.324)
Aset segmen 227.911.886 5.272.232 (9.845.205) 223.338.913
Liabilitas segmen 1.188.311.226 906.521 (7.009.298) 1.182.208.450
INFORMASI LAINNYA
Pengeluaran modal 232.581 232.581
Beban Penyusutan 2.304.500 81.209 2.385.709
2022 Industri kimia Pertenunan dan Lain-lain Eliminas Jumlah
dan dan Perajutan
benang sintetis
PENJUALAN SEGMEN
Penjualan eksternal
Lokal 177.523.954 643.668 0 0 92.996.788
Ekspor
Eropa 4.868.332 0 0 0 4.868.332
Amerika 9.127.595 53.765 0 0 9.181.360
Asia 2.940.291 1.262 0 0 2.941.553
Afrika 12.934.676 97.129 0 0 13.031.805
Australia 244.000 0 0 0 244.000
Jumlah Ekspor 30.114.894 152.157 0 0 30.267.051
Penjualan antar segmen 207.638.848 795.825 (208.434.673) 0
Jumlah penjualan segmen 415.277.695 1.591.650 0 (208.434.673) 208.434.673
Hasil segmen 21.531.311 225.951 21.757.261
Beban yang tidak dapat dialokasikan (9.098.184) (1.185.498) (10.283.682)
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan 12.433.127 (959.547) 0 0 11.473.580
Beban pajak 1.008.933
Jumlah rugi bersih tahun berjalan 12.482.512
Pendapatan komprehensif lain, setelah pajak 0
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan 12.482.512
Aset segmen 143.237.168 101.870.527 682.526.000 (682.526.000) 245.107.695
Liabilitas segmen 1.061.000.258 132.585.627 685.239.763 (685.239.763) 1.193.585.885
INFORMASI LAINNYA
Pengeluaran modal 527.493 1.450.387 1.977.880
Beban Penyusutan 1.333.815 1.110.085 2.443.900
79/88
Page 83
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Tabel berikut ini menunjukkan bahwa nilai tercatat dari segmen aset tidak lancar dan penambahan aset tetap berdasarkan area geografis dimana aset tersebut
ditempatkan adalah sebagai berikut:
Nilai Tercatat dari Aset Tidak Penambahan Aset Tetap dan Aset
Tetap Tidak Berwujud
30 Juni 30 Juni 30 Juni 30 Juni
2023 2022 2023 2022
Indonesia 70.025.940 77.811.017 232.581 1.977.880
50. ASET DAN LIABILITAS MONETER BERSIH DALAM MATA UANG ASING
Perusahaan dan Anak Perusahaan memiliki aset dan liabilitas dalam mata uang asing sebagai berikut:
2023 2022
Mata uang Setara dalam Mata uang Setara dalam
Asing Asing
Aset:
Kas dan setara kas IDR 36.561.415.507 2.427.394 39.175.872.788 2.638.461
EUR 951 1.033 938 986
SGD 1.858 1.369 1.952 1.404
Piutang usaha:
Pihak ketiga IDR 414.490.661.373 27.518.966 588.106.187.796 39.608.445
Piutang lain-lain IDR 528.280.310.392 35.073.716 500.440.167.453 33.704.214
Aset keuangan lancar lainnya IDR 25.063.726.650 1.664.037 26.376.421.652 1.776.429
Piutang non-usaha IDR 607.825.526.694 40.354.902 612.452.881.167 41.248.174
Aset keuangan tidak lancar lainnya IDR 4.308.590.534 286.057 4.247.374.336 286.057
Jumlah aset 107.327.475 119.264.170
Liabilitas:
Utang Usaha:
Pihak ketiga IDR 115.781.439.313 7.686.990 137.913.483.235 9.288.354
EUR 212.379 230.877 80.695 84.836
SGD 4.572 3.370 0 0
YEN 2.379.490 16.575 1.347.636 9.897
GBP 0 6.141 7.475
Biaya yang masih harus dibayar IDR 467.774.524.864 31.056.601 465.109.192.183 31.324.703
Pinjaman jangka pendek IDR 0 0 24.596.764.169 1.656.571
Utang terjamin IDR 1.344.264.910.973 89.248.766 1.341.051.955.403 90.318.693
EUR 14.296.978 15.542.197 14.262.805 13.566.568
YEN 3.008.903.042 20.959.481 3.001.711.400 22.043.818
Liabilitas keuangan jangka
pendek lainnya IDR 72.604.089.107 4.820.349 96.058.124.703 6.469.432
Utang kredit pembiayaan IDR 0 0 0 0
Imbalan pasca kerja jangka panjang IDR 151.350.857.238 10.048.523 246.110.440.448 16.575.326
Jumlah liabilitas 179.613.729 191.345.674
Liabilitas bersih (72.286.254) (72.081.504)
Aset dan liabilitas moneter diatas dijabarkan menggunakan kurs penutup Bank Indonesia per 30 Juni 2023 dan 2022.
51. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Perusahaan memiliki beragam eksposur risiko yang berasal dari pengunaan instrumen keuangan diantaranya:
• Risiko Kredit
• Risiko Likuiditas
• Risiko Pasar
80/88
Page 84
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Catatan ini menyajikan informasi tentang eksposur Perusahaan dan Entitas Anak terhadap setiap risiko diatas, tujuan, kebijakan dan proses
Perusahaan dan Entitas Anak dalam mengukur dan mengelola risiko, serta manajemen modal atas Perusahaan dan Entitas Anak. Tujuan utama
Perusahaan dan Entitas Anak dalam melakukan instrumen keuangan adalah untuk membiayai operasional dan belanja modal. Perusahaan dan
Entitas Anak tidak aktif terlibat dalam perdagangan aset keuangan untuk tujuan spekulasi atau opsi. Dewan Direksi secara keseluruhan
bertanggung jawab untuk membentuk dan mengawasi kerangka kerja dari manajemen risiko atas Perusahaan dan Entitas Anak. Dewan Direksi juga
bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memonitor kebijakan serta manajemen risiko dari Perusahaan dan Entitas Anak.
Kebijakan manajemen risiko Perusahaan dan Entitas Anak dibentuk untuk mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang dihadapi oleh Perusahaan
dan Entitas Anak, untuk menetapkan batas risiko dan pengendalian yang tepat, serta memonitor risiko dan kepatuhan terhadap batas yang telah
ditentukan. Kebijakan dari sistem dan manajemen risiko ditelaah secara berkala untuk mencerminkan setiap perubahan dalam kondisi pasar dan
setiap kegiatan Perusahaan dan Entitas Anak. Semua risiko yang dihadapi oleh Perusahaan dan Entitas Anak tergabung dalam anggaran operasional
secara tahunan. Mitigasi dari strategi dan prosedur juga dirancang untuk mengatasi risiko yang pasti terjadi sehingga tidak mempengaruhi
operasional dan hasil yang diperkirakan dari Perusahaan dan Entitas Anak. Perusahaan dan Entitas Anak, melalui pelatihan dan kebijakan serta
prosedur manajemen memiliki tujuan untuk mengembangkan lingkungan pengendalian secara disiplin dan konstruktif dimana semua karyawan
akan memahami peran dan kewajibannya.
Dewan Direksi melakukan pengawasan atas fungsi pelaporan keuangan, khususnya di bidang pengelolaan kredit, likuiditas, pasar dan risiko
lainnya terhadap Perusahaan. Dewan Direksi juga melakukan penelaahan atas pengendalian dan prosedur manajemen risiko serta memastikan
integritas dari kegiatan pengendalian internal yang akan mempengaruhi sistem pelaporan keuangan dari Perusahaan.
a. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko dimana Perusahaan dan Entitas Anak akan mengalami kerugian yang timbul jika pelanggan atau rekanan gagal
dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya. Informasi keuangan Perusahaan dan Entitas Anak serta eksposur maksimal atas risiko kredit
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, tanpa mempertimbangkan adanya efek agunan dan teknik risiko mitigasi lainnya. adalah seperti
yang disajikan dibawah ini:
2023 2022
US$ US$
Kas dan setara kas 3.749.632 6.018.967
Piutang usaha, bersih 31.589.845 30.369.857
Piutang lain-lain, bersih 1.144.248 1.156.131
Aset keuangan lancar lainnya 3.698.037 3.668.254
Piutang non-usaha 35.560.607 35.965.598
Jumlah aset keuangan 75.742.369 77.178.807
(a) Kas dan Setara Kas
Manajemen mengevaluasi kondisi keuangan dari industri perbankan dan deposito/investasi bank terhadap reputasi bank tersebut. Untuk
bank, hanya dengan peringkat kredit dari penilai independen dengan minimum ”A” yang dapat diterima. Kualitas kredit dapat dinilai
dengan mengacu pada peringkat kredit eksternal sebagai berikut:
2022 2021
Dengan pihak yang memiliki peringkat kredit eksternal: US$ US$
- Fitch:
F1+ 793.361 2.044.141
F3 2.754.370 1.140.833
- Pefindo:
idAAA 103.136 69.047
idAA+ 2.312.127 1.288.211
5.962.994 4.542.232
Dengan pihak yang tidak memiliki peringkat kredit eksternal: 55.973 63.127
6.018.967 4.605.359
Perusahaan memiliki jenis aset keuangan berikut yang menjadi subjek kerugian pada kredit yang diharapkan:
• Piutang usaha untuk penjualan persediaan
• Piutang lainnya, dan
• Aset keuangan lancar lainnya
• Piutang non-usaha
• Aset kuangan tidak lancar lainnya
Sementara kas dan setara kas serta piutang lain-lain dari pihak berelasi juga termasuk subjek dari penurunan nilai PSAK No. 71,
kerugian penurunan nilai yang teridentifikasi tidak material.
81/88
Page 85
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
(b) Piutang Usaha
Perusahaan menerapkan pendekatan sederhana PSAK 71 untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan penyisihan
kerugian ekspektasian sepanjang umurnya untuk semua piutang usaha dan aset kontrak.
Untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian, piutang usaha dan aset kontrak telah dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko
kredit bersama dan hari jatuh tempo. Aset kontrak terkait dengan pekerjaan yang belum tertagih dan secara substansial memiliki
karakteristik risiko yang sama dengan piutang usaha untuk jenis kontrak yang sama. Oleh karena itu, Perusahaan menyimpulkan bahwa
tingkat kerugian yang diharapkan untuk piutang usaha adalah perkiraan yang wajar dari tingkat kerugian untuk aset kontrak.
Tingkat kerugian yang diharapkan didasarkan pada profil pengumpulan penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021 dan 31 Desember 2020 masing-masing dan kerugian kredit historis terkait yang dialami dalam periode ini. Tingkat kerugian
historis disesuaikan untuk mencerminkan arus dan informasi berwawasan ke depan mengenai faktor makroekonomi yang
mempengaruhi kemampuan pelanggan dalam melunasi piutang. Perusahaan telah mengidentifikasi PDB Indonesia di mana ia menjual
barang-barangnya sebagai faktor yang paling relevan, dan karenanya menyesuaikan tingkat kerugian historis berdasarkan perubahan
yang diharapkan pada faktor-faktor ini.
Atas dasar itu, penyisihan kerugian pada tanggal 31 Desember 2022 dan 31 Desember 2021 (dengan penerapan PSAK 71) ditetapkan
sebagai berikut untuk piutang usaha dan aset keuangan tidak lancar lainnya:
2022 2021
Tingkat Cadangan untuk Tingkat Cadangan untuk
kerugian (pemulihan dari) kerugian (pemulihan dari)
ekspektasian kerugian kredit ekspektasian kerugian kredit
ekspektasian ekspektasian
Piutang usaha
Lancar 0% 64.964 0% 46.392
1-30 hari 0% 29.406 0% 59.523
31-90 hari 12% 24.476 5% 47.289
91-180 hari 26% 18.537 26% 182.536
Lebih dari 180 hari 94% 1.845.363 100% 915.848
1.982.746 1.251.588
2022 2021
Tingkat kerugian Cadangan kerugian Tingkat kerugian Cadangan kerugian
ekspektasian kredit ekspektasian ekspektasian kredit ekspektasian
Aset keuangan tidak lancar lainnya
Lancar 0% 0 0% 0
1-30 hari 0% 0 0% 0
31-90 hari 0% 0 0% 0
91-180 hari 0% 0 0% 0
Lebih dari 180 hari 100% 989.205 100% 989.205
989.205 989.205
Piutang usaha dan aset kontrak dihapuskan jika tidak ada ekspektasi pemulihan yang wajar. Indikator bahwa tidak ada ekspektasi
pemulihan yang wajar mencakup, antara lain, kegagalan debitur untuk terlibat dalam rencana pembayaran kembali dengan Perusahaan,
dan kegagalan melakukan pembayaran kontraktual untuk jangka waktu lebih dari 365 hari lewat jatuh tempo.
Kerugian penurunan nilai piutang usaha dan aset kontrak disajikan sebagai kerugian penurunan nilai bersih dalam laba operasi.
Pemulihan selanjutnya dari jumlah yang dihapuskan sebelumnya dikreditkan ke item baris yang sama.
Mayoritas risiko kredit Perusahaan adalah dari piutang yang dapat diatribusikan kepada aktivitas yang dipengaruhi oleh karakteristik
individual untuk setiap pelanggan dan uang muka tanpa bunga yang diterima oleh Perusahaan dan Entitas Anak dengan aktivitas
operasional yang serupa. Demografi dari pelanggan Perusahaan mencakup risiko kegagalan dalam industri dan wilayah dimana
pelanggan beroperasi, yang memiliki pengaruh terhadap risiko kredit.
Sehubungan dengan piutang usaha, Perusahaan tidak memiliki eksposur yang signifikan terhadap risiko kredit dari para pelanggan baik,
secara individual maupun secara Perusahaan. Piutang usaha terdiri dari banyak pelanggan. Berdasarkan informasi historis, tingkat
kegagalan dalam pelunasan piutang dari para pelanggan adalah kecil karena pembayaran dari pelanggan biasanya diterima oleh
Perusahaan dalam batas waktu kredit. Lagipula, beberapa penjualan ekspor dilakukan dengan penerimaan uang muka terlebih dahulu
dari pelanggan (prefinance). Dengan demikian, manajemen berpendapat bahwa kualitas kredit atas saldo piutang usaha tidak
diperlukan adanya penurunan nilai.
Dewan Direksi telah menetapkan kebijakan kredit untuk setiap jumlah uang muka yang diterima dari setiap pelanggan/rekanan baru
dengan menganalisa secara individual untuk setiap kreditnya seperti yang dinyatakan dalam persyaratan kondisi dalam kebijakan kredit
yang telah ditentukan.
Penelaahan yang dilakukan oleh Perusahaan mencakup persyaratan untuk memperbaharui dokumen aplikasi kredit, verifikasi kredit
atas tidak adanya catatan yang negatif dan daftar rekening yang di-blacklisted, serta menganalisa kinerja keuangan untuk memastikan
82/88
Page 86
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
kapasitas kredit telah memadai. Status dari masing-masing akun pada awalnya akan diperika sebelum jumlah uang muka ditetapkan.
Kualitas kredit aset keuangan baik yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai, dan jatuh tempo tetapi tidak
mengalami penurunan nilai dapat dinilai dengan mengacu pada informasi historis mengenai tingkat gagal bayar dari debitur:
2022 2021
Jumlah Bruto Penyisihan Jumlah Bruto Penyisihan
kerugian kredit kerugian kredit
ekspektasian ekspektasian
Dengan pihak yang tidak
memiliki peringkat kredit eksternal:
Perusahaan 1 27.940.856 − 36.472.256 −
Perusahaan 2 2.429.001 1.982.746 3.823.651 1.251.588
Perusahaan 3 15.657.945 15.657.945 15.657.945 15.657.945
Jumlah 46.027.802 17.640.691 55.953.852 16.909.533
(c)Piutang Lain-lain
• Perusahaan 1 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (kurang dari enam bulan).
• Perusahaan 2 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (lebih dari enam bulan) tanpa adanya kasus gagal bayar di masa lalu
• Perusahaan 3 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (lebih dari enam bulan) dengan beberapa kejadian gagal bayar pada masa lalu.
Pada tanggal pelaporan, tidak ada eksposur risiko kredit yang signifikan.
Berdasarkan pengalaman historis, Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai atas Perusahaan 1
dan Perusahaan 2 tidak diperlukan karena piutang usaha tersebut dapat diperoleh kembali.
Dalam piutang lain-lain, Perusahaan tidak memiliki eksposur yang signifikan terhadap risiko kredit dari para pelanggan, baik secara individual maupun
secara Perusahaan. Berdasarkan informasi historis tentang tingkat kegagalan dari para pelanggan, manajemen mempertimbangkan bahwa kualitas
kredit dari piutang lain-lain, bersih pada Perusahaan 1 dan Perusahaan 2 tidak perlu dilakukan penurunan nilai.
Kualitas kredit aset keuangan baik yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai, dan jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan
nilai dapat dinilai dengan mengacu pada informasi historis mengenai tingkat gagal bayar dari debitur:
2022 2021
Jumlah Bruto Penyisihan Jumlah Bruto Penyisihan
kerugian kredit kerugian kredit
ekspektasian ekspektasian
Dengan pihak yang tidak
memiliki peringkat kredit eksternal:
Perusahaan 1 0 0 1.584.718 0
Perusahaan 2 175.250 0 417.594 0
Perusahaan 3 68.618.637 67.637.756 68.701.331 67.637.756
Jumlah 68.793.887 67.637.756 70.703.643 67.637.756
• Perusahaan 1 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (kurang dari enam bulan)
• Perusahaan 2 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (lebih dari enam bulan) tanpa adanya kasus gagal bayar di masa lalu
• Perusahaan 3 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (lebih dari enam bulan) dengan beberapa kejadian gagal bayar pada masa lalu.
(d) Piutang Non-usaha
Piutang non-usaha merupakan piutang kepada PT Multikarsa Investama. Manajemen Company menyatakan bahwa tidak ada indikasi
penurunan nilai yang dapat diukur dari estimasi arus kas di masa yang akan datang, karena PT Multikarsa Investama sedang dalam
proses restrukturisasi dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Disamping itu, nilai tercatat akan disesuaikan pada waktu
restrukturisasi selesai.
(e) Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya
dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) / Kementerian Keuangan. Namun, adalah tepat untuk membuat penyisihan kerugian
kredit ekspektasian sebesar US$ 985.156.
83/88
Page 87
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
b. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko yang terjadi saat Perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya yang terkait dengan liabilitas keuangan
yang akan diselesaikan dengan cara memberikan uang tunai atau aset keuangan lainnya.
Perusahaan mengelola risiko liabilitas dengan memproyeksikan arus kas dan menjaga keseimbangan serta fleksibilitas dari kesinambungan
dalam pendanaan. Pengendalian dan prosedur treasury digunakan untuk memastikan bahwa kas yang memadai akan dipertahankan untuk
menutupi kebutuhan modal operasional secara harian dan berkala.
Manajemen terus memonitor liabilitas Perusahaan di masa depan dan juga untuk liabilitas kontinjensinya, serta mengatur cadangan kas
yang diperlukan menurut kebutuhan internal.
Berikut ini adalah liabilitas keuangan kontraktual berdasarkan jatuh temponya, yang termasuk estimasi pembayaran bunga dan tidak
termasuk dampak dari perjanjian saling hapus Perusahaan dan Entitas Anak:
Lancar Tidak Lancar
Dalam 6 bulan 6 sampai 12 1 sampai 5 Lebih dari 5
bulan tahun tahun
30 Juni 23:
Utang usaha 13.933.883 2.078.938
Biaya yang masih harus dibayar 50.832.462
Pinjaman jangka pendek 0
Utang bank 98.508.116
Utang terjamin 933.118.922
Wesel bayar tidak terjamin 12.184.232 20.343.809
Pinjaman modal 22.445.000
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 0
Bagian lancar dari liabilitas sewa 624.856
Liabilitas keuangan jangka Pendek lainnya 6.516.288
1.103.534.527 2.078.938 34.629.232 20.343.809
Lancar Tidak Lancar
Dalam 6 bulan 6 sampai 12 1 sampai 5 Lebih dari 5
bulan tahun tahun
30 Juni 22:
Utang usaha 18.370.866 2.122.022
Biaya yang masih harus dibayar 48.182.014
Pinjaman jangka pendek 1.656.571
Utang bank 98.545.901
Utang terjamin 934.432.983
Wesel bayar tidak terjamin 12.184.232 19.057.389
Pinjaman modal 22.445.000
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 373.324
Bagian lancar dari liabilitas sewa 637.480
Liabilitas keuangan jangka Pendek lainnya 7.539.815
1.109.738.953 2.122.022 34.629.232 19.057.389
c. Risiko Pasar
Risiko pasar adalah risiko dimana terdapat perubahan harga pasar, seperti suku bunga, nilai tukar mata uang asing, dan harga pasar lainnya yang
akan mempengaruhi penghasilan Perusahaan serta nilai kepemilikan atas instrumen keuangan. Tujuan pengelolaan risiko pasar adalah untuk
mengelola dan mengendalikan eksposur risiko pasar dalam parameter yang dapat diterima, sekaligus untuk mengoptimalkan pengembaliannya.
Perusahaan memiliki beberapa eksposur terhadap risiko pasar yang terdiri dari risiko suku bunga dan risiko nilai tukar mata uang asing.
(1) Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko tingkat suku bunga merupakan dampak dari perubahan suku bunga pada aset dan liabilitas Perusahaan. Risiko tingkat suku bunga
pada umumnya disebabkan karena perubahan dari suku bunga tetap dan suku bunga mengambang. Ketika mempertimbangkan risiko tingkat
suku bunga, lindung nilai atas suku bunga merupakan salah satu cara untuk mengurangi risiko nilai wajar yang berhubungan dengan aset
dan liabilitas dengan suku bunga tetap serta risiko arus kas yang berhubungan dengan aset dan liabilitas dengan suku bunga mengambang.
Kebijakan Perusahaan adalah untuk meminimalkan eksposur risiko arus kas pendanaan jangka panjang. Bunga atas pinjaman jangka
panjang biasanya dalam tingkat suku bunga tetap (fixed interest rates). Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021. Perusahaan mempunyai
tingkat bunga tetap (fixed interest rates) atas pinjaman kepada pihak bank, pihak ketiga dan pihak berelasi, dengan demikian, tidak terdapat
risiko tingkat bunga pada Perusahaan.
84/88
Page 88
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
(2) Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
Mayoritas transaksi Perusahaan dilakukan dalam beberapa mata uang asing. Eksposur terhadap nilai tukar mata uang asing timbul karena
transaksi aktivitas operasional Perusahaan yang didominasi dalam mata uang Rupiah dan mata uang lainnya, selain Dolar Amerika Serikat.
Perusahaan juga peduli terhadap risiko pasar yang timbul dari fluktuasi nilai tukar. Manajemen telah menentukan kebijakan yang meminta
Perusahaan untuk menjaga risiko nilai tukar terhadap mata uang fungsional. Tidak ada perjanjian spesifik untuk mengurangi risiko melalui
instrumen derivatif dan lindung nilai. Risiko nilai tukar timbul ketika transaksi komersial dimasa yang akan datang terjadi atau pada saat
pengakuan aset dan liabilitas yang dinyatakan dalam mata uang selain mata uang fungsional.
Untuk mengurangi risiko terhadap risiko nilai tukar mata uang asing. Perusahaan selalu memonitor arus kas dalam mata uang asingnya.
Aset dan liabilitas keuangan dalam mata uang asing, dijabarkan ke Dolar Amerika Serikat dengan kurs tengah Bank Indonesia yang telah
dijabarkan dalam Aset dan Liabilitas Moneter dalam Mata Uang Asing (Catatan 51).
Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan pada dasarnya telah melakukan lindung nilai terhadap risiko nilai tukar. Risiko ini diukur dengan menggunakan
rencana arus kas di dalam analisa sensitivitas. Tabel dibawah ini merangkum analisa sensitivitas terhadap kemungkinan perubahan kurs mata uang asing,
dengan pertimbangan semua faktor lainnya adalah konstan, terhadap laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif konsolidasian untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021:
2022
US$
IDR menurun 3,11 % 1.207.270
EUR menurun 2,23 % 16.021.584
YEN menurun 2,07 % 2.571.773
SGD menurun 1,89 % 16.588.570
CHF menurun 2,98 % 20
GBP menurun 2,38 % 1.381
Rugi bersih 36.390.598
Manajemen melakukan survey melalui bank untuk mendapatkan estimasi atas nilai tukar mata uang asing sampai dengan tanggal pelaporan.
Estimasi perubahan mata uang asing menurun sebesar 3,11 % untuk Indonesia Rupiah dan menurun sebesar 2,23 % untuk Euro Eropa, 2,38
% untuk Poundsterling, 1,89 % untuk Dolar Singapura, 2,98 % untuk Franc Swiss, dan 2,07 % untuk Yen Jepang jika dibandingkan dengan
nilai tukar mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2022.
Kebijakan Perusahaan untuk mengelola aset keuangannya dalam mata uang asing yang dilakukan dengan menyediakan dana guna
menyelesaikan liabilitas keuangan dalam mata uang asing. Pada tanggal 31 Desember 2021, liabilitas keuangan dalam mata uang asing
telah melebihi jumlah aset keuangan dalam mata uang asing sebesar US$ 104.201.126. Hal ini disebabkan karena adanya utang terjamin
milik Perusahaan yang belum selesai direstrukturisasi. Jika utang terjamin yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan mata uang lainnya
selain Dolar Amerika Serikat tidak dipertimbangkan, maka tidak ada selisih lebih liabilitas keuangan diatas aset keuangan. Jumlah ini
menggambarkan nilai yang akan dibayarkan saat jatuh tempo.
Pengaturan Pembiayaan
Pada 31 Desember 2022, Perusahaan memiliki fasilitas letter of credit yang difasilitasi dari Damiano Investment, B.V., melalui Deutsche Bank
sejumlah US$ 99.061.481. Fasilitas ini tersedia dalam beberapa periode sampai dengan Agustus 2023. Pada tanggal 31 Desember 2021, porsi
yang digunakan adalah US$ 97.393.874.
Estimasi Nilai Wajar
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.
PSAK 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar dengan tingkat hirarki nilai wajar
sebagai berikut:
1. Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat 1).
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi nilai pasar pada tanggal
pelaporan. Kuotasi nilai pasar yang digunakan untuk aset keuangan adalah harga penawaran, sedangkan untuk liabilitas keuangan adalah
harga jual.
85/88
Page 89
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
2. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya
harga) atau secara tidak langsung (misalnya derivasi dari harga) (tingkat 2), dan
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan pada pasar aktif (misalnya derivatif over-the-counter) ditentukan dengan teknik
penilaian. Teknik penilaian tersebut memaksimumkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi apabila tersedia dan sedapat mungkin
meminimalisir penggunaan estimasi yang bersifat spesifik dari entitas. Jika seluruh input yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar
instrumen keuangan dapat diobservasi, instrumen tersebut termasuk dalam tingkat 2.
3. Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).
Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan pada data pasar yang dapat diobservasi, instrumen ini termasuk dalam tingkat 3.
(a) Teknik penilaian tertentu digunakan untuk menentukan nilai instrumen keuangan yang mencakup:
(b) Teknik lain, seperti analisis arus kas yang didiskontokan, digunakan untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan lainnya.
Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan diukur dan diakui dengan hirarki tingkat pengukuran nilai wajar tingkat 2 dan tingkat 3.
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
US$ US$ US$ US$
Aset Keuangan:
Aset Lancar:
Kas dan setara kas 3.749.632 3.749.632 6.018.967 6.018.967
Piutang usaha, bersih 31.589.845 31.589.845 30.369.857 30.369.857
Piutang lain-lain, bersih 1.144.248 1.144.248 1.156.131 1.156.131
Aset keuangan lancar lainnya 3.698.037 3.698.037 3.668.254 3.668.254
Aset tidak lancar:
Piutang non-usaha 35.560.607 35.560.607 35.965.598 35.965.598
Jumlah aset keuangan 75.742.369 75.742.369 77.178.807 77.178.807
Liabilitas keuangan:
Liabilitas Jangka Pendek:
Utang usaha 16.012.821 16.012.821 13.615.447 13.615.447
Biaya yang masih harus dibayar 50.832.462 50.832.462 46.672.353 46.672.353
Pinjaman jangka pendek 0 0 582.170 582.170
Bagian lancar dari liabilitas sewa 624.856 624.856 624.856 624.856
Utang bank 98.508.116 98.508.116 99.061.481 99.061.481
Utang terjamin 933.118.922 933.118.922 930.203.787 930.203.787
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang:
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 0 0 225.043 225.043
Utang kredit pembiayaan
Liabilitas keuangan 0 0 0 0
jangka pendek lainnya 6.516.288 6.516.288 4.813.937 4.813.937
Liabilitas Jangka Panjang:
Wesel bayar tidak terjamin 32.528.042 32.528.042 31.883.604 31.883.604
Pinjaman modal 22.445.000 22.445.000 22.445.000 22.445.000
Kewajiban sewa 1.089.826 1.089.826 1.080.990 1.080.990
1.161.676.333 1.161.676.333 1.151.208.668 1.151.208.668
Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu (1) tahun atau kurang (kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset
keuangan lancar lainnya, utang usaha, biaya yang masih harus dibayar, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, pinjaman jangka pendek, utang
terjamin, dan liabilitas keuangan lancar lainnya). Nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan ini dipertimbangkan telah mendekati nilai
wajarnya karena merupakan jangka pendek.
Instrumen keuangan jangka panjang dengan jatuh tempo lebih dari satu (1) tahun. Nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan ini
diperhitungkan dengan menggunakan diskonto arus kas di masa yang akan datang dengan menggunakan tingkat suku bunga yang dapat
diobservasi pada pasar dari transaksi instrumen dengan kondisi, risiko kredit dan waktu jatuh tempo yang sama.
86/88
Page 90
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Berdasarkan tingkatan nilai wajar yang berbeda-beda, tabel dibawah ini merupakan aset dan liabilitas keuangan Perusahaan yang diukur pada
nilai wajar pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021:
30 Juni 2023
Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Total
Aset Keuangan:
Aset Lancar:
Kas dan setara kas 3.749.632 3.749.632
Piutang usaha, bersih 31.589.845 31.589.845
Piutang lain-lain, bersih 1.144.248 1.144.248
Aset keuangan lancar lainnya 3.698.037 3.698.037
Aset tidak lancar: 0
Piutang non-usaha dari pihak berelasi 35.560.607 35.560.607
Jumlah aset keuangan 0 40.181.763 35.560.607 75.742.369
Liabilitas keuangan:
Liabilitas Jangka Pendek:
Utang usaha 16.012.821 16.012.821
Biaya yang masih harus dibayar 50.832.462 50.832.462
Pinjaman jangka pendek 0 0
Utang bank 98.508.116 98.508.116
Utang terjamin 933.118.922 933.118.922
Bagian lancar dari liabilitas sewa 624.856 624.856
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 0 0
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang: 0
Utang kredit pembiayaan 0 0
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 6.516.288 6.516.288
Liabilitas Jangka Panjang: 0
Bagian tidak lancar dari liabilitas sewa 1.089.826 1.089.826
Wesel bayar tidak terjamin 32.528.042 32.528.042
Pinjaman modal 22.445.000 22.445.000
0 228.557.411 933.118.922 1.161.676.333
31 Desember 2022
Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Total
Aset Keuangan:
Aset Lancar:
Kas dan setara kas 0 6.018.967 6.018.967
Piutang usaha, bersih 0 30.369.857 30.369.857
Piutang lain-lain, bersih 0 1.156.131 1.156.131
Aset keuangan lancar lainnya 0 3.668.254 3.668.254
Aset tidak lancar: 0
Piutang non-usaha dari pihak berelasi 0 0 35.965.598 35.965.598
Jumlah aset keuangan 0 41.213.209 35.965.598 77.178.807
Liabilitas keuangan:
Liabilitas Jangka Pendek:
Utang usaha 0 13.615.447 13.615.447
Biaya yang masih harus dibayar 0 46.672.353 46.672.353
Pinjaman jangka pendek 0 582.170 582.170
Utang bank 0 99.061.481 99.061.481
Utang terjamin 0 930.203.787 930.203.787
Bagian lancar dari liabilitas sewa 0 624.856 624.856
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 0 225.043 225.043
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang: 0
Utang kredit pembiayaan 0 0 0
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 0 4.813.937 4.813.937
Liabilitas Jangka Panjang: 0 0 0
Bagian tidak lancar dari liabilitas sewa 0 1.080.990 1.080.990
Wesel bayar tidak terjamin 0 31.883.604 31.883.604
Pinjaman modal 0 22.445.000 22.445.000
0 221.004.881 930.203.787 1.151.208.668
87/88
Page 91
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 Juni 2023 , 31 Desember 2022 dan 30 Juni 2022
Tabel dibawah ini merupakan mutasi dari instrumen tingkat 3:
Piutang jangka Aset Keuangan Utang Terjamin Jumlah
panjang dari Tidak Lancar
Pihak berelasi Lainnya
Saldo awal 25.495.929 989.205 (930.203.787) (903.718.653)
Keuntungan (kerugian)
selisih kurs, bersih 0 0 (2.915.135) (2.915.135)
Saldo akhir 35.560.607 989.205 (933.118.922) (906.633.788)
Manajemen risiko permodalan
Tujuan Perusahaan dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Perusahaan dan Entitas Anak guna
memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemangku kepentingan lainnya serta mengelola struktur modal yang
optimal untuk meminimalisasi biaya modal yang efektif.
Perusahaan mengkaji dan mengelola struktur modal secara aktif dan berkala untuk memastikan struktur modal dan pengembalian kepada
pemegang saham sudah optimal dengan mempertimbangkan kebutuhan modal di masa depan dan defisiensi modal dari Perusahaan, serta
memproyeksikan tingkat keuntungan, arus kas bersih dari operasional, belanja modal dan kesempatan investasi yang strategis. Dalam rangka
mempertahankan atau menyesuaikan struktur permodalan. Perusahaan selalu menyesuaikan jumlah saham baru yang diterbitkan serta
menambah/mengurangi jumlah utang dari waktu ke waktu.
Konsisten dengan entitas lain dalam industri yang sama, Perusahaan memonitor permodalan berdasarkan gearing ratio. Gearing ratio per tanggal
31 Desember 2022 dan 2021 adalah sebagai berikut:
2023 2022
US$ US$
Jumlah pinjaman 1.086.600.080 1.094.423.541
Dikurangi:
Kas dan setara kas (3.749.632) (4.172.112)
Aset keuangan lancar lainnya (3.698.037) (3.929.949)
Liabilitas bersih 1.079.152.411 1.086.321.480
Jumlah defisiensi (958.869.537) (948.478.190)
Gearing ratio (0,8885) (0,8731)
Jumlah liabilitas mencakup jumlah utang terjamin yang belum direstrukturisasi sebesar US$ 930.203.787. Perusahaan akan merestrukturisasi
utang ini pada tingkat yang berkelanjutan dimana tahap negosiasi dengan kreditur terjamin termasuk PPA/BPP sedang berlangsung. Jika usulan
Perusahaan mengenai konversi utang menjadi modal diterima, maka hal ini akan memperbaiki struktur permodalan Perusahaan.
52. STANDAR AKUNTANSI BARU DAN AMANDEMENNYA
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (DSAK-IAI) telah menerbitkan amandemen Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) berikut ini.
Standar akuntansi yang diubah akan berlaku efektif atau berlaku untuk laporan keuangan konsolidasian Perusahaan untuk periode yang dimulai
pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023:
• Amandemen PSAK 1 - Penyajian laporan keuangan: Klasifikasi liabilitas sebagai lancar dan tidak lancar;
• Amandemen PSAK 16 - Aset tetap: tentang hasil sebelum penggunaan yang dimaksudkan;
• Amandemen PSAK 46 - Pajak penghasilan tentang Pajak tangguhan terkait aset dan liabilitas yang timbul dari transaksi tunggal;
• PSAK 25 (amandemen) Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan: Definisi Estimasi Akuntansi;
• Amandemen PSAK 1(amandemen) Penyajian Laporan Keuangan: Pengungkapan Kebijakan Akuntansi.
Sampai dengan tanggal otorisasi laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen Perusahaan masih mengevaluasi dampak potensial dari
perubahan standar akuntansi tersebut terhadap laporan keuangannya.
88/88
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.