Back to announcement
Penjelasan Perubahan Lebih Dari 20 Persen Jun 2023.pdf
Financial statement Text extracted BUKKSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Analisa dan Penjelasan Kenaikan dan Penurunan
pada Laporan Posisi Keuangan Per 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dibandingkan
dengan Laporan Posisi Keuangan Per 31 Desember 2022 (Diaudit)
( disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain)
A. ASET
A1. Aset Lancar Selisih %
Per 30 Juni 2023 Rp. 2.435.165.536
Per 31 Desember 2022 Rp. 2.252.136.247 183.029.289 8,13%
A2. Aset Tidak Lancar
Per 30 Juni 2023 Rp. 4.796.358.988
Per 31 Desember 2022 Rp. 4.007.228.020 789.130.968 19,69%
A TOTAL ASET
Per 30 Juni 2023 Rp. 7.231.524.524
Per 31 Desember 2022 Rp. 6.259.364.267 972.160.257 15,53%
B LIABILITAS DAN EKUITAS
B1. LIABILITAS Selisih %
B1a. Liabilitas Jangka Pendek
Per 30 Juni 2023 Rp. 1.880.737.375
Per 31 Desember 2022 Rp. 1.761.592.729 119.144.646 6,76%
B1b. Liabilitas Jangka Panjang
Per 30 Juni 2023 Rp. 1.189.847.708
Per 31 Desember 2022 Rp. 669.670.553 520.177.155 77,68%
B1. Total Liabilitas
Per 30 Juni 2023 Rp. 3.070.585.083
Per 31 Desember 2022 Rp. 2.431.263.282 639.321.801 26,30%
B2. EKUITAS
Per 30 Juni 2023 Rp. 4.160.939.441
Per 31 Desember 2022 Rp. 3.828.100.985 332.838.456 8,69%
B TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
Per 30 Juni 2023 Rp. 7.231.524.524
Per 31 Desember 2022 Rp. 6.259.364.267 972.160.257 15,53%
Page 2
Detail Rasio Per 31 Desember 2022 dibandingkan dengan saldo Per 30 Juni 2023
A. Aset Lancar dan Aset tidak lancar
No. Keterangan Per 31 Desember 2022 Per 30 Juni 2023 %
Kas dan Setara Kas 513.535.195 345.337.487 -32,75%
Deposito Dibatasi Penggunaannya 2.267.757 2.256.831 -0,48%
Piutang Usaha 400.881.883 886.427.676 121,12%
Piutang Lain-Lain 1.224.166 1.035.176 -15,44%
Persediaan 763.491.414 823.314.699 7,84%
Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 453.468.598 223.241.020 -50,77%
Pajak Dibayar Dimuka 117.267.234 153.552.647 30,94%
2.252.136.247 2.435.165.536 8,13%
Uang Muka 137.317.782 158.394.328 15,35%
Piutang Lainnya Pihak Berelasi 1.750.000 1.750.000 0,00%
Pinjaman Direksi dan Karyawan 2.379.973 2.175.034 -8,61%
Aset keuangan dari kontrak konsesi 618.795.386 1.221.002.487 97,32%
Penyertaan pada Entitas Asosiasi 2.294.611.267 2.461.363.267 7,27%
Aset Pajak Tangguhan-Bersih 49.124.351 49.124.351 0,00%
Aset Tetap 894.660.626 894.039.171 -0,07%
Aset Lain-Lain 7.356.358 7.278.073 -1,06%
Goodwill 1.232.277 1.232.277 0,00%
4.007.228.020 4.796.358.988 19,69%
6.259.364.267 7.231.524.524 15,53%
B. Liabilitas
No. Keterangan Per 31 Desember 2022 Per 30 Juni 2023 %
Utang Bank 758.977.474 664.033.738 -12,51%
Utang Usaha 449.562.020 416.827.142 -7,28%
Utang Lain-Lain 2.659.721 1.616.687 -39,22%
Utang Pajak 36.713.754 15.251.909 -58,46%
Uang Muka Pelanggan 127.535.354 144.479.250 13,29%
Beban Masih Harus Dibayar 374.104.912 645.223.911 72,47%
Utang jatuh tempo kurang dari satu tahun
- Utang Lain-Lain - - 0,00%
- Utang Sewa Pembiayaan 12.039.494 13.304.738 10,51%
1.761.592.729 1.900.737.375 7,90%
Utang kepada Pihak Berelasi 2.692.990 2.860.422 6,22%
Kewajiban Imbalan Kerja 112.074.324 113.218.863 1,02%
Utang jatuh tempo lebih dari satu tahun
- Pinjaman Bank 538.155.285 1.053.411.363 95,74%
- Utang Lain-Lain 10.942.612 11.063.358 1,10%
- Utang Sewa Pembiayaan 5.805.342 9.293.702 60,09%
669.670.553 1.189.847.708 77,68%
2.431.263.282 3.090.585.083 27,12%
Page 3
Berikut penjelasan atas rasio diatas (nilai penuh) :
1. Kas dan Setara Kas
Saldo Kas dan Setara Kas mengalami penurunan sebesar 32,75% dari sebesar Rp. 513,53 Milyar menjadi Rp.
345,33 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya pencairan deposito dalam mata uang rupiah pada Bank Mandiri dan
Bank Rakyat Indonesia yang kemudian digunakan untuk membiayai pengerjaan proyek yang saat ini masih
berlangsung, membayar utang usaha yang telah jatuh tempo dan membiayai kegiatan operasional lainnya.
2. Piutang Usaha
Saldo Piutang Usaha mengalami peningkatan sebesar 121,12% yang disebabkan adanya piutang atas penjualan
bulan Juni yang belum jatuh tempo baik konstruksi maupun non konstruksi, terutama piutang pihak berelasi atas
Proyek PLTA Kerinci serta beberapa proyek lainnya. Adapun peningkatannya sebesar Rp. 485.545 Juta dari
sebesar Rp. 400.881 Juta menjadi Rp. 886.427 Juta.
3. Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka
Penurunan saldo Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka sebesar 50,77% dari semula Rp. 453,47 Milyar menjadi
sebesar Rp. 223,24 Milyar karena penurunan saldo/pembayaran dalam pos uang muka kepada pemasok untuk
penyelesaian Proyek PLTA Kerinci, PLTA Bumi Mineral Sulawesi, Proyek Garbarata, proyek transmisi PLN dan
beberapa proyek transmisi lainnya, dimana sampai dengan periode ini terdapat beberapa proses
pembangunan/pengerjaan yang sudah selesai pengerjaannya.
4. Pajak Dibayar Dimuka
Kenaikan saldo Pajak Dibayar Dimuka sebesar 30,94% atau setara dengan Rp. 36,28 Milyar dari saldo
per 31 Desember 2022 sebesar Rp. 117,27 Milyar menjadi Rp. 153,55 Milyar terjadi di pos Pajak Pertambahan
Nilai.
5. Aset keuangan dari kontrak konsesi
Kenaikan saldo Aset keuangan dari kontrak konsesi sebesar 97,32% atau setara dengan Rp. 602,20 Milyar dari
semula sebesar Rp. 618,79 Milyar menjadi Rp. 1.221,00 Milyar. Merupakan nilai aset keuangan untuk proyek
konsesi Penggantian dan/atau Duplikasi Jembatan Callender Hamilton (CH) di Pulau Jawa, antara Entitas Anak –
PT Baja Titian Utama dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
Republik Indonesia selama 12 tahun terhitung sejak tanggal efektif, berdasarkan perjanjian Kerjasama
Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) No.12/PKS/Db/2021 dan No.001/PTBTU-DIR/XII/2021, yang telah
diklasifikasikan sebagai aset keuangan sebagai hasil penerapan ISAK 16.
6. Utang Lain-Lain
Penurunan saldo Utang Lain-Lain sebesar 39,22% atau setara dengan Rp. 1,04 Milyar dari sebesar Rp. 2,66 Milyar
menjadi Rp 1,61 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya pembayaran pinjaman kepada pihak ketiga lainnya yang
bukan dalam transaksi usaha.
7. Utang Pajak
Penurunan saldo Utang Pajak sebesar 58,46% atau setara dengan Rp. 21,46 Milyar dari sebesar Rp. 36,71 Milyar
menjadi Rp. 15,25 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya PPPh pasal 23, PPh pasal 29, PPh Pasal 21 dan pajak
penghasilan lainnya.
8. Beban Masih Harus Dibayar
Kenaikan saldo Beban yang Masih Harus Dibayar sebesar 72,47% atau setara dengan Rp. 271,11 Milyar dari
sebesar Rp. 374,10 Milyar menjadi Rp. 645,22 Milyar dikarenakan adanya kenaikan di beban konstruksi atas
beberapa proyek yang progressnya cukup besar seperti beberapa proyek transmisi, proyek konsesi Penggantian
dan/atau Duplikasi Jembatan Callender Hamilton (CH) di Pulau Jawa dan Proyek PLTA Kerinci.
Page 4
9. Pinjaman Bank (Jangka Panjang)
Kenaikan saldo Utang Bank sebesar 95,74% atau setara dengan Rp. 515,26 Milyar dari semula sebesar Rp. 538,26
Milyar menjadi Rp. 1.053,41 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan pinjaman baru dari Entitas Anak-PT
Baja Titian Utama pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk Proyek Jembatan Callender Hamilton.
10. Utang Sewa Pembiayaan (Jangka Panjang)
Kenaikan utang sewa pembiayaan sebesar 37,11% atau setara dengan Rp. 5,28 Milyar karena pembiayaan baru
dari pihak leasing (BNI Multifinance dan Mandiri Tunas Finance, serta beberapa pihak leasing lainnya) atas
pembelian aset tetap.
Demikian penjelasan kami atas terjadinya deviasi antara Saldo per 30 Juni 23 dengan Saldo per 31 Desember 2022
yang melebihi 20% sesuai dengan Peraturan Bursa Nomor I-E Ketentuan angka III.1.4.
Terima kasih
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.