Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 59
Page 1
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(TIDAK DIAUDIT)
Page 2
DAFTAR ISI
Halaman
Surat pernyataan direksi
Laporan posisi keuangan (neraca) konsolidasian 1
Laporan laba rugi komprehensif konsolidasian 3
Laporan perubahan ekuitas konsolidasian 4
Laporan arus kas konsolidasian 5
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian 6
Page 3
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 6,444,053,416 12,554,046,854
Piutang usaha
Piutang usaha pihak ketiga 62,328,489,663 50,669,333,320
Piutang lainnya
Piutang lainnya pihak ketiga 7,878,467,126 13,606,525,537
Piutang lainnya pihak berelasi - 112,180,870
Persediaan lancar
Persediaan lancar 84,507,336,082 80,555,999,787
Biaya dibayar dimuka lancar - 3,090,888,399
Uang muka lancar
Pajak dibayar dimuka lancar 736,369,525 637,060,704
Aset non-keuangan lancar lainnya 11,593,522,073 7,988,368,075
Total Aset Lancar 173,488,237,885 169,214,403,546
ASET TIDAK LANCAR
Piutang dari pihak berelasi 641,320,684
Investasi pada ventura bersama dan entitas asosiasi
Investasi pada entitas ventura bersama - 1,202,205,224
Aset keuangan tidak lancar
Aset pajak tangguhan 88,828,562 167,216,293
Aset tetap 180,328,506,921 170,060,930,601
Aset hak guna 5,574,107,559 5,380,799,208
Beban tangguhan
Klaim atas pengembalian pajak tidak lancar 7,985,879,317 4,647,264,542
Aset tidak lancar non-keuangan lainnya 657,174,369 418,606,212
Total Aset Tidak Lancar 195,275,817,412 181,877,022,080
TOTAL ASET 368,764,055,297 351,091,425,626
1
Page 4
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 111,616,209,265 100,982,611,366
Utang usaha
Utang usaha pihak ketiga 20,343,435,458 16,534,826,070
Utang usaha pihak berelasi 515,451,609
Utang lainnya
Utang lainnya pihak ketiga 6,973,736,866 6,661,982,594
Utang lainnya pihak berelasi 200,749,500 4,955,992,650
Uang muka pelanggan jangka pendek
Beban akrual jangka pendek 6,220,692,288 3,786,297,605
Utang pajak 5,514,892,907 3,208,832,855
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun atas
125,608,622 57,794,969
utang pembiayaan konsumen
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun atas
- 28,526,356
pinjaman lainnya
Total Liabilitas Jangka Pendek 150,995,324,906 136,732,316,074
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan 23,764,259,993 21,904,017,130
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Liabilitas jangka panjang atas liabilitas sewa pembiayaan - 48,295,931
Provisi jangka panjang
Kewajiban imbalan pasca kerja jangka panjang 26,621,307,942 25,002,284,935
Total Liabilitas Jangka Panjang 50,385,567,935 46,954,597,996
TOTAL LIABILITAS 201,380,892,841 183,686,914,070
EKUITAS
Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Saham biasa 58,800,000,000 58,800,000,000
Tambahan modal disetor 9,521,891,461 9,521,891,461
Cadangan revaluasi 105,770,675,316 105,770,675,316
Cadangan pengukuran kembali program imbalan pasti (11,511,084,617) (11,751,348,801)
Komponen ekuitas lainnya (715,904,826) (715,904,826)
Saldo laba (akumulasi kerugian)
Saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya 480,372,551 480,372,551
Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya 5,037,212,571 5,298,798,052
Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk 167,383,162,456 167,404,483,753
Kepentingan non-pengendali - 27,803
TOTAL EKUITAS 167,383,162,456 167,404,511,556
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 368,764,055,297 351,091,425,626
2
Page 5
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023 30 Juni 2022
PENJUALAN NETO 132,780,809,029 135,627,939,488
BEBAN POKOK PENJUALAN 91,816,696,904 90,858,955,319
LABA BRUTO 40,964,112,125 44,768,984,169
BEBAN USAHA 37,588,597,772 40,266,604,929
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan keuangan - 45,222,468
Beban bunga dan keuangan (3,669,193,202) (4,259,668,379)
Keuntungan (kerugian) selisih kurs mata uang asing 51,633,816 96,578,442
Bagian atas laba (rugi) entitas ventura bersama yang dicatat menggunakan
- 36,997,367
metode ekuitas
Beban lainnya 337,242,630 (36,828,336)
Keuntungan (kerugian) lainnya (12,969,524)
LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 95,197,597 371,711,278
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENHASILAN (65,726,468) (168,136,498)
LABA (RUGI) NETO 29,471,129 203,574,780
Pendapatan komprehensif lainnya, sebelum pajak - -
Pendapatan komprehensif lainnya, setelah pajak - -
TOTAL LABA RUGI KOMPREHENSIF 29,471,129 203,574,780
LABA (RUGI) YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Laba (rugi) yang dapat diatribusikan ke entitas induk 29,471,129 203,533,237
Laba (rugi) yang dapat diatribusikan ke kepentingan non-pengendali - 41,543
Total 29,471,129 203,574,780
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan ke entitas induk 29,471,129 203,533,237
Laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan ke kepentingan non-
- 41,543
pengendali
Total 29,471,129 203,574,780
Laba (rugi) per saham
Laba per saham dasar diatribusikan kepada pemilik entitas induk 0.05 0.35
3
Page 6
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Cadangan Selisih transaksi Ekuitas yang dapat
Saldo laba yang Saldo laba yang
Tambahan modal Cadangan pengukuran ekuitas dengan diatribusikan Kepentingan non-
Saham biasa telah ditentukan belum ditentukan Total Ekuitas
disetor revaluasi kembali program pihak non- kepada entitas pengendali
penggunaannya penggunaannya
imbalan pasti pengendali induk
Difference in value
Reserve of
of equity
Additional paid-in Revaluation remeasurements Appropriated Unappropriated Equity attributable Non-controlling
Common stocks transactions with Total Equity
capital reserves of defined benefit retained earnings retained earnings to parent entity interests
non-controlling
plans
interests
Saldo 31 Desember 2022 58,800,000,000 9,521,891,461 105,770,675,316 (11,618,354,004) (715,904,826) 480,372,551 3,279,617,191 165,518,297,689 59,512 165,518,357,201
Laba tahun berjalan - - - - - - 2,019,180,861 2,019,180,861 - 2,019,180,861
Rugi komprehensif lain yang tidak dapat direklasifikasi ke laba - - - (132,994,797) - - - (132,994,797) (31,709) (133,026,506)
rugi
Saldo 31 Desember 2022 58,800,000,000 9,521,891,461 105,770,675,316 (11,751,348,801) (715,904,826) 480,372,551 5,298,798,052 167,404,483,753 27,803 167,404,511,556
Laba tahun berjalan - - - - - - 29,471,129 29,471,129 - 29,471,129
Rugi komprehensif lain yang tidak dapat direklasifikasi ke laba - - - 240,264,184 - - (291,056,610) (50,792,426) (27,803) (50,820,229)
rugi
Saldo 30 Juni 2023 58,800,000,000 9,521,891,461 105,770,675,316 (11,511,084,617) (715,904,826) 480,372,551 5,037,212,571 167,383,162,456 - 167,383,162,456
4
Page 7
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023 30 Juni 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 126,006,696,448 124,329,459,035
Pembayaran kepada pemasok atas barang dan jasa (125,972,201,963) (118,270,845,115)
Kas diperoleh dari (digunakan untuk) operasi 34,494,485 6,058,613,920
Penerimaan bunga dari aktivitas operasi 2,333,636 45,222,468
Pembayaran bunga dari aktivitas operasi (3,669,193,202) (4,259,668,379)
Penerimaan pengembalian (pembayaran) pajak penghasilan dari aktivitas
(2,539,945,802) (1,259,839,666)
operasi
Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya dari aktivitas operasi - -
Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi (6,172,310,883) 584,328,343
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dari penjualan aset tetap - 50,999,921
Pembayaran untuk perolehan aset tetap (453,024,908) (1,398,611,059)
Pencairan (penempatan) investasi jangka pendek - 650,000,000
Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya dari aktivitas investasi 122,215,734 8,430,943
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (330,809,174) (689,180,195)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman bank
Pembayaran pinjaman bank 151,203,292 (2,564,627,141)
Pembayaran liabilitas sewa pembiayaan 19,384,184 (24,739,677)
Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya dari aktivitas pendanaan 222,539,143 (2,671,791,965)
Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan 393,126,619 (5,261,158,783)
PENURUNAN NETO KAS (6,109,993,438) (5,366,010,635)
KAS AWAL TAHUN 12,554,046,854 10,487,426,215
DAMPAK PERUBAHAN SELISIH KURS TERHADAP KAS - (96,578,442)
KAS AKHIR TAHUN 6,444,053,416 5,024,837,138
5
Page 8
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Tira Austenite Tbk (Perusahaan) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 8 April 1974
berdasarkan akta No. 29 dibuat dihadapan J.N. Siregar, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini
telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.
Y.A.5/155/19 tanggal 15 Mei 1975 serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik
Indonesia No. 49 tanggal 20 Juni 1975.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
Akta Notaris No. 06 tanggal 26 Agustus 2020 oleh Jana Hanna Waturangi, S.H., mengenai antara
lain, menyetujui perubahan dan penyusunan kembali seluruh ketentuan Anggaran Dasar
Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) serta
pemberian kuasa kepada Direksi Perseroan untuk melakukan segala sesuatu yang diperlukan
untuk penyesuaian dan penyusunan kembali Anggaran Dasar dengan tidak ada satu tindakanpun
yang dikecualikan. Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan tersebut
telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-
0153125.AH.01.11.Tahun 2020 tanggal 14 September 2020.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi
perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, mesin kantor dan industri, suku
cadang dan perlengkapannya, barang logam untuk bahan konstruksi, logam dan bijih logam, bahan
bakar padat, cair dan gas, barang kimia dasar, barang bekas dan sisa-sisa tak terpakai (scrap),
dan lain-lain.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1974.
Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Kawasan Industri Pulogadung, Jl. Pulo Ayang Kav. R-1,
Jakarta Timur, Indonesia.
PT Widjajatunggal Sejahtera adalah entitas induk dari Perusahaan.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan dan Tindakan Perusahaan yang Mempengaruhi Efek
yang Diterbitkan
Kegiatan yang telah dilakukan Perusahaan sejak tanggal penawaran umum saham perdana
sampai dengan tanggal 30 Juni 2023 yang mempengaruhi saham yang diterbitkan adalah sebagai
berikut:
Kegiatan Perusahaan Jumlah Saham Tanggal
Penawaran umum perdana dan pencatatan saham
pendiri Perusahaan pada Bursa Efek Jakarta 10,000,000 20 Juni 1993
Pembagian saham bonus 4,000,000 24 Agustus 1994
Penawaran umum terbatas (right issue) 42,000,000 31 Oktober 2000
Penyelenggaraan Employee Stock Option Plan (ESOP) 2,800,000 24 Juni 2004
Jumlah 58,800,000
Pemecahan nilai nominal saham dari Rp1.000 per lembar saham
menjadi Rp100 per lembar saham 588,000,000 27 Januari 2016
6
Page 9
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
Berdasarkan Akta Notaris No. 4 dari Notaris Jana Hanna Waturangi, S.H., tanggal 8 Oktober 2015
yang telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat
No. AHU-AH.01.03-0976331 Tahun 2015 tanggal 30 Oktober 2015 dan persetujuan dari Bursa
Efek Indonesia melalui surat No. S-00265/BEI.PP2/01-2016 pada tanggal 18 Januari 2016.
Perusahaan memutuskan untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham Perusahaan dari
Rp1.000 menjadi Rp100 per lembar saham, dan jumlah saham Perusahaan dari 58.800.000 saham
menjadi 588.000.000 saham. Seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh ini telah
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia dan efektif diperdagangkan di pasar pada 27 Januari 2016
(Catatan 23).
c. Struktur Entitas Anak
Perusahaan memiliki secara langsung maupun tidak langsung saham Entitas Anak berikut ini
(selanjutnya secara bersama-sama disebut sebagai “Kelompok Usaha”):
Persentase
Kepemilikan Saat
(Langsung dan Mulai Jumlah Aset
Tidak Langsung) Bidang Kegiatan sebelum Eliminasi
Entitas Anak 2023 2022 Usaha Usaha Domisili 30-Jun-23 31-Des-22
Kepemilikan langsung
PT Alpha Austenite (AA) 99.99% 99.99% Industri cetakan 1977 Cileungsi, 50,393,160,822 49,769,255,586
dan Entitas Anak (moulding) dan Jawa Barat
kawat las
PT Tira Andalan Steel (TAS) 99.00% 99.00% Perdagangan baja 1974 Jakarta 24,414,865,318 24,324,781,624
PT Genta Laras Semesta (GLS) 99.96% 99.96% Perdagangan 2002 Jakarta 3,526,775,236 3,118,405,698
Kepemilikan tidak langsung
Melalui AA :
PT Genta Laras Semesta (GLS) 0.04% 0.04% Perdagangan 2002 Jakarta 3,526,775,236 3,118,405,698
PT Tira Andalan Steel (TAS) 1.00% 1.00% Perdagangan baja 1974 Jakarta 24,414,865,318 24,324,781,624
Berdasarkan Akta Notaris Rio Zaldi,SH.,M.Kn, Notaris di Kota Batam No. 46 tanggal 30 Agustus
2019 dan berdasarkan Akta Jual Beli Saham (AJB) No. 47 tanggal 30 Agustus 2019 di hadapan
Notaris Rio Zaldi Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan berkedudukan di Batam Propinsi
Kepulauan Riau, Perusahaan melalui entitas anak PT Alpha Austenite (AA) telah melakukan
penjualan atas seluruh kepemilikan saham pada PT Tanah Sumber Makmur dengan nilai nominal
sebesar Rp700.000.000. Selisih harga jual dengan nilai nominal dicatat sebagai bagian
penghasilan (beban) lain-lain pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian, akta ini telah dikukuhkan dengan SK Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia
No.AHU-0173210.AH.01.11.Tahun 2019, tanggal 19 September 2019.
Pada tanggal 28 November 2019 berdasarkan Keputusan Sirkular Pemegang Saham tanpa Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa bahwa seluruh atau sebagian besar aset milik PT Tanah
Sumber Makmur (TSM) telah dijaminkan oleh PT Tira Austenite, Tbk kepada Bank Mandiri.
Pada tanggal 3 September 2019 Perusahaan menerbitkan keterbukaan informasi untuk melakukan
penjualan saham pada TSM.
7
Page 10
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
Berdasarkan Akta Notaris Rio Zaldi,SH.,M.K.n, Notaris di Kota Batam No. 15 tanggal 8 Agustus
2019 dan berdasarkan Akta Jual Beli Saham (AJB) No. 16 tanggal 8 Agustus 2019 di hadapan
Notaris Rio Zaldi Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan berkedudukan di Batam Propinsi
Kepulauan Riau, Perusahaan melalui entitas anak PT Alpha Austenite (AA) telah melakukan
pembelian kepemilikan saham pada PT Sinar Persada Utama (SPU) dengan nilai nominal sebesar
Rp.5.200.000.000, Akta ini telah dikukuhkan dengan SK Kementrian Hukum dan Hak Asasi
Manusia No.AHU-0134517.AH.01.11.Tahun 2019, tanggal 12 Agustus 2019.
Pada tanggal 12 Agustus 2019 Perusahaan menerbitkan keterbukaan informasi untuk melakukan
pembelian saham pada SPU.
Pada bulan Agustus 2020, PT Alpha Austenite telah melakukan penjualan atas seluruh kepemilikan
saham pada SPU dengan nilai nominal sebesar Rp10.010.000.000. Selisih harga jual dengan nilai
nominal dicatat sebagai bagian penghasilan (beban) lain-lain pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain (Catatan 37).
d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan
Susunan dewan komisaris, direksi dan komite audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Komisaris Utama : Soebronto Laras
(Independen)
Komisaris : Shinta Widjaja Kamdani
Komisaris : Rudianto Darmawan Santoso
Direktur Utama : Selo Winardi
Direktur : Soeseno Adi
Direktur : Agus Hasan Sulistiono Reksoprodjo
Manajemen kunci terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi.
Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan (“RUPST”) tanggal 25 Agustus 2021, sebagaimana tertuang dalam Akta Notaris No. 133
tanggal 25 Agustus 2021 dari Neilly Iralita Iswari, SH, Msi, Mkn., Notaris di Jakarta.
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
Ketua : Soebronto Laras
Anggota : Siddi Widyaprathama
Anggota : Harry Kurniawan
Pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 jumlah karyawan tetap Perusahaan dan Anak
perusahaan masing-masing adalah 337 karyawan.
e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini
yang telah disetujui oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 30 Juni 2023.
8
Page 11
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian dan Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
(“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI), dan Keputusan Ketua Bapepam-LK
(sekarang Otoritas Jasa Keuangan (OJK))No. KEP-347/BL/2012 tertanggal 25 Juni 2012 tentang
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
Selain yang dijelaskan di bawah, kebijakan akuntansi telah diterapkan secara konsisten dengan
laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2022 yang telah disusun
berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara
akrual dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun
tertentu yang dicatat berdasarkan basis lain seperti yang diungkapkan pada kebijakan akuntansi
masing-masing akun terkait.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dan
dikelompokkan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Pos-pos dalam penghasilan komprehensif lain disajikan terpisah antara akun-akun yang akan
direklasifikasikan ke laba rugi dan akun-akun yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah
mata uang Rupiah (“Rp”), yang juga merupakan mata uang fungsional Kelompok Usaha.
Ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian
kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
keuangannya, maka laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif disajikan.
b. Perkembangan Terkini Standard an Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
Implementasi dari standar-standar, amendemen, dan penyesuaian tahunan yang dimulai pada
atau setelah tanggal 1 Januari 2022 di bawah ini tidak menghasilkan perubahan kebijakan
akuntansi Kelompok Usaha dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan
di tahun berjalan atau tahun sebelumnya:
- Amandemen PSAK No. 22 “Kombinasi Bisnis”.
- Amendemen PSAK No. 57 “Provisi, Liabilitas, Kontigensi, dan Aset Kontigensi”.
- Penyesuaian tahunan PSAK No. 71 “Instrumen Keuangan”.
- Penyesuaian tahunan PSAK No. 73 “Sewa”.
Standar akuntansi revision yang telah diterbitkan dan relevan untuk Perusahaan, berlaku efektif
sejak tanggal 1 Januari 2023 dan belum ditetapkan secara dini oleh Perusahaan:
- Amendemen PSAK No. 1 “Penyajian Laporan Keuangan”.
- Amendemen PSAK No. 16 “Aset Tetap”.
- Amendemen PSAK No. 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan
Kesalahan”.
- Amendemen PSAK No. 46 “Pajak Penghasilan”.
9
Page 12
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
c. Prinsip-Prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan seluruh Entitas Anak yang dikendalikan oleh
Perusahaan. Pengendalian didapat ketika Kelompok Usaha terekspos atau memiliki hak atas imbal
hasil variable dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Perusahaan mengendalikan investee
jika, dan hanya jika Perusahaan secara langsung atau tidak langsung melalui Entitas Anak hal-hal
sebagai berikut :
(a) Kekuasaan untuk mengarahkan aktivitas relevan;
(b) Eksposur atau hak atas imbal hasil variable dari keterlibatannya dengan investee;
(c) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah
imbal hasil investor.
Entitas Anak dikonsolidasi sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Kelompok Usaha memperoleh
pengendalian, sampai dengan tanggal Kelompok Usaha kehilangan pengendalian.
Kepentingan nonpengendali mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto yang tidak
diatribusikan kepada entitas induk dan disajikan secara terpisah dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian dan ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, dipisahkan
dari ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Entitas Induk.
Seluruh laba rugi komprehensif diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan
nonpengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan nonpengendali mempunyai saldo
defisit.
Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antar entitas yang dikonsolidasi telah dieliminasi.
Perubahan bagian kepemilikan tanpa kehilangan pengendalian
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada Entitas Anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas, dimana nilai tercatat kepentingan
pengendali dan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian relatifnya atas
entitas anak.
Perbedaan antara jumlah kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang
diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik entitas
induk.
Pelepasan entitas anak
Jika entitas induk kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk menghentikan
pengakuan aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen entitas terkait dengan entitas anak
tersebut, dan mengukur setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada
tanggal hilangnya pengendalian. Disamping itu, jumlah yang sebelumnya diakui pada penghasilan
komprehensif lain sehubungan dengan entitas tersebut telah dicatat seolah-olah entitas induk telah
melepas asset atau liabilitas terkait. Hal ini dapat berarti bahwa jumlah yang sebelumnya diakui
pada pendapatan komprehensif lain direklasifikasi ke laporan laba rugi. Keuntungan atau kerugian
yang terjadi diakui sebagai laba rugi yang dapat diatribusikan pada Entitas Induk.
10
Page 13
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
d. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat dengan metode akuisisi. Selisih lebih nilai agregat dari nilai wajar imbalan
yang dialihkan, jumlah proporsi kepemilikan kepentingan nonpengendali atas asset neto
teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi, dan nilai wajar kepentingan ekuitas yang sebelumnya
dimiliki pihak pengakuisisi, atas nilai wajar asset neto teridentifikasi yang diperoleh diakui sebagai
goodwill. Jika terdapat goodwill negatif, maka jumlah tersebut diakui dalam laba rugi. Goodwill tidak
diamortisasi tetapi dilakukan uji penurunan nilai setiap tahun.
Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 38 (Revisi 2012), “Kombinasi
Bisnis Entitas Sepengendali,” dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan. Selisih
antara harga pengalihan dengan nilai buku dicatat dalan akun “Selisih Nilai Transaksi dengan
Entitas Sepengendali” dan disajikan sebagai bagian dari “Tambahan Modal Disetor” dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian dan selanjutnya tidak dapat diakui sebagai laba rugi direalisasi
maupun direklasifikasi ke saldo laba.
Jika kombinasi bisnis diperoleh secara bertahap, nilai wajar pada tanggal akuisisi dari kepentingan
ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi diukur kembali
ke nilai wajar tanggal akuisisi melalui laporan laba rugi.
Selisih lebih imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan nonpengendali pada pihak
diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas sebelumnya dimiliki oleh pihak
pengakuisisi pada pihak diakuisisi atas nilai wajar asset bersih teridentifikasi yang diperoleh dicatat
sebagai goodwill. Jika jumlah imbalah yang dialihkan kepentingan nonpengendali yang diakui, dan
kepentingan yang sebelumnya dimikili pengakuisisi lebih rendah dari nilai wajar asset bersih entitas
anak yang diakuisisi dalam kasus pembelian dengan diskon, selisihnya diakui dalam laporan laba
rugi.
e. Transaksi Pihak-pihak Berelasi
Kelompok Usaha melakukan transaksi dengan pihak- pihak berelasi sebagaimana didefinisikan
dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana
persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-
pihak yang tidak berelasi.
Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan syarat
dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga ataupun tidak diungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan konsolidasian.
Suatu pihak dianggap berelasi dengan Kelompok Usaha jika:
(a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
iii. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau Entitas Induk entitas pelapor.
11
Page 14
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
(b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Kelompok Usaha yang sama (artinya
Entitas Induk, Entitas Anak, dan Entitas Anak berikutnya terkait dengan entitas lain);
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu Kelompok Usaha, yang
mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga;
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah
satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor
adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga
berelasi dengan entitas pelapor;
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
dalam huruf (a); atau
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas
atau personil manajemen kunci entitas (atau Entitas Induk dari entitas).
Dalam kegiatan usaha yang normal, Kelompok Usaha melakukan transaksi dengan pihak yang
berelasi pada tingkat harga dan persyaratan yang disetujui kedua belah pihak.
f. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang fungsional dengan kurs yang
berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam mata uang fungsional menggunakan kurs tengah
yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan pada periode
tersebut. Laba dan rugi yang timbul dari penyesuaian kurs maupun penyelesaian aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing tersebut dikreditkan atau dibebankan sebagai laba atau rugi
tahun/periode berjalan.
Kurs penutup yang digunakan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai
berikut:
30-Jun-23 31-Des-22
1 Dolar Amerika Serikat/Rupiah 15,026.00 15,731.00
1 Euro/Rupiah 16,373.85 16,712.63
1 Yen Jepang/Rupiah 104.92 117.5667
g. Instrumen Keuangan
Mulai 1 Januari 2020, Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK No. 71, “Instrumen Keuangan”.
Klasifikasi
1) Aset keuangan
Aset keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai (i) pada biaya perolehan
diamortisasi, (ii) Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain (Fair Value through Other
Comprehensive Income (“FVOCI”)), atau (iii) Nilai Wajar melalui Laba Rugi (Fair Value through
Profit Or Loss (“FVPL”)).
12
Page 15
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal bergantung pada karakteristik arus kas
kontraktual aset finansial dan model bisnis Kelompok Usaha untuk mengelolanya.
Aset keuangan Kelompok Usaha terdiri dari piutang usaha - pihak ketiga, piutang lain-lain –
pihak berelasi dan pihak ketiga, aset lancar, dan aset tidak lancar diklasifikasikan sebagai aset
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, investasi dalam instrumen ekuitas
diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar melalui FVOCI.
2) Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai (i) liabilitas keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi, atau (iii) derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai
dalam lindung nilai yang efektif, mana yang sesuai.
Liabilitas keuangan Kelompok Usaha terdiri dari utang usaha, beban akrual, pinjaman, utang
lain-lain, dan liabilitas jangka pendek lainnya diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang
dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi.
Pengakuan dan pengukuran
a. Aset Keuangan
Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah, dalam hal investasi
yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung. Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal
tergantung pada klasifikasinya.
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang mensyaratkan penyerahan aset dalam
kurun waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar
(pembelian yang lazim/reguler) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Kelompok
Usaha berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
i. Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika
kedua kondisi berikut terpenuhi:
- Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
- Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal
tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan
menggunakan metode Suku Bunga Efektif (Effective Interest Rate (“EIR”)).
Keuntungan dan kerugian diakui sebagai laba rugi pada saat pinjaman yang diberikan
dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, dimodifikasi,
serta melalui proses amortisasi.
13
Page 16
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
ii. Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
(“FVOCI”) (instrumen ekuitas).
Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha dapat memilih untuk mengklasifikasikan
investasi ekuitasnya yang tidak dapat dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang
ditetapkan pada FVOCI ketika mereka memenuhi definisi ekuitas dan tidak dimiliki
untuk perdagangan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen-per-instrumen.
Keuntungan dan kerugian pada aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang ke laba
rugi. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi ketika hak
pembayaran telah ditetapkan, kecuali ketika Kelompok Usaha memperoleh manfaat
dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian dari biaya aset keuangan, dalam hal
mana, keuntungan tersebut dicatat dalam Penghasilan Komprehensif Lain (Other
Comprehensive Income (“OCI”)).
Kelompok Usaha memilih untuk mengklasifikasikan, yang tidak dapat dibatalkan,
investasi ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif di bawah kategori ini.
iii. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (“FVPL”)
Aset keuangan yang diukur pada FVPL termasuk aset keuangan untuk
diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada
nilai wajar.
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka
diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Aset derivatif juga
diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan sebagai
instrumen lindung nilai efektif.
Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan
bunga diklasifikasikan dan diukur pada FVPL. Aset keuangan yang diukur pada FVPL
ditetapkan pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dengan
perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi.
b. Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan dalam hal liabilitas
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, termasuk biaya transaksi yang
dapat diatribusikan secara langsung.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, selanjutnya setelah
pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi, menggunakan metode suku
bunga efektif kecuali jika dampak diskonto tidak material, maka dinyatakan pada biaya
perolehan. Beban bunga diakui dalam “Beban Keuangan” dalam laba rugi. Keuntungan
atau kerugian diakui pada laba rugi ketika liabilitas keuangan tersebut dihentikan
pengakuannya dan melalui proses amortisasi.
14
Page 17
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
Saling hapus dari instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan
hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan
liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan
dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
bersamaan.
Nilai wajar dari instrumen keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan yang
terorganisasi, jika ada, ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga penawaran atau
permintaan (bid or ask prices) pada penutupan perdagangan pada akhir periode pelaporan.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar
terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami (recent
arm’s length market transactions); penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain yang secara
substansial sama; analisa arus kas yang didiskonto; atau model penilaian lain.
Bila nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak dapat
ditentukan secara handal, aset keuangan tersebut diakui dan diukur pada nilai tercatatnya.
Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan dimana
tersedia kecukupan data untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang
dapat diobservasi yang relevan dan meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat
diobservasi.
Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian dapat dikategorikan pada level hierarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input
terendah yang signifikan atas pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
- Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
- Level 2 - Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi
untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung.
- Level 3 - Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang,
Kelompok Usaha menentukan apakah terjadi transfer antara level di dalam hierarki dengan
cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input level terendah yang signifikan dalam
pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.
Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Kelompok Usaha telah menentukan kelas aset dan
liabilitas berdasarkan sifat, karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas, dan level hierarki nilai
wajar seperti dijelaskan di atas.
15
Page 18
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif
dikurangi dengan penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak
dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat
perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari suku bunga efektif.
Penurunan nilai aset keuangan
Kelompok Usaha mengkaji atas dasar forward looking atas kerugian kredit yang diharapkan
terkait dengan instrumen hutangnya yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi. Kerugian
kredit yang diharapkan didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh
tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima oleh
Kelompok Usaha, didiskon berdasarkan perkiraan EIR awal. Arus kas yang diharapkan akan
mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kredit lainnya yang
merupakan bagian integral dari ketentuan kontraktual
Metodologi penurunan nilai yang diterapkan tergantung pada apakah ada peningkatan risiko
kredit yang signifikan. Suatu tunjangan kerugian penurunan nilai setara dengan kerugian kredit
yang diharapkan seumur hidup diberikan jika ada peningkatan yang signifikan dalam risiko
kredit sejak pengakuan awal. Jika tidak, pada jumlah yang sama dengan dua belas (12) bulan
kerugian kredit yang diharapkan.
Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Kelompok Usaha menerapkan pendekatan yang
disederhanakan, yang mengharuskan kerugian seumur hidup yang diharapkan untuk diakui
dari pengakuan awal atas piutang. Kelompok Usaha telah membentuk tarif penyediaan yang
didasarkan pada pengalaman kehilangan kredit historisnya, yang disesuaikan dengan faktor-
faktor ke depan yang khusus untuk debitur dan lingkungan ekonomi. Suatu aset keuangan
dihapuskan ketika tidak ada ekspektasi wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual.
Jumlah kerugian atau pembalikan kredit yang diharapkan diakui sebagai kerugian penurunan
nilai atau keuntungan dalam laba rugi dan disajikan secara terpisah dari yang lain jika material.
Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada FVOCI tidak tunduk pada penilaian penurunan nilai.
Penghentian pengakuan
a) Aset Keuangan
Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian
dari kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:
i. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
16
Page 19
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
ii. Kelompok Usaha memindahkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang
berasal dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas
yang diterima tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu
kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial memindahkan seluruh risiko dan
manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak
memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
keuangan tersebut, namun telah memindahkan pengendalian atas aset keuangan
tersebut.
Ketika Kelompok Usaha telah memindahkan hak untuk menerima arus kas dari aset atau
telah menandatangani kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan secara
substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset
keuangan, maupun memindahkan pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh
keterlibatan berkelanjutan Kelompok Usaha terhadap aset keuangan tersebut.
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer
diukur sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari
pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali.
Dalam hal ini, Kelompok Usaha juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang ditransfer dan
liabilitas terkait diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih
dimiliki Kelompok Usaha.
Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih
antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk setiap aset
baru yang diperoleh dikurangi setiap liabilitas baru yang harus ditanggung; dan (ii) setiap
keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui secara langsung dalam ekuitas
harus diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
b) Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam
kontrak dihentikan, dibatalkan atau kedaluwarsa.
Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang
sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
substansial atas ketentuan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau
modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan
liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui
sebagai laba rugi.
h. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank, serta deposito berjangka yang jatuh tempo
dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai
jaminan atau dibatasi penggunaannya.
17
Page 20
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
i. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain
Piutang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, dikurangi penyisihan atas penurunan
nilai. Penyisihan atas penurunan nilai piutang dibentuk pada saat terdapat bukti objective bahwa
saldo piutang Kelompok Usaha tidak dapat ditagih.
Besarnya penyisihan merupakan selisih antara nilai aset tercatat dan nilai sekarang dari estimasi
arus kas masa depan, didiskontokan dengan tingkat suku bunga efektif. Penurunan nilai aset
dicatat di dalam akun penyisihan dan nilai kerugian diakui di dalam laba atau rugi. Ketika tidak
dapat ditagih, piutang dihapuskan bersama dengan penyisihan piutang. Pemulihan nilai setelah
penghapusan piutang diakui sebagai penghasilan dalam laba rugi.
Jika pendapatan telah diakui sebelum Kelompok Usaha memiliki hak tanpa syarat untuk menerima
pertimbangan, jumlah tersebut disajikan sebagai aset kontrak (Catatan 2j).
j. Aset Kontrak dan Liabilitas Kontrak
Aset kontrak
Hak imbalan entitas dalam pertukaran dengan barang atau jasa yang telah dialihkan entitas kepada
pelanggan ketika hak tersebut bergantung pada syarat selain berjalannya waktu (sebagai contoh,
pelaksanaan masa depan entitas).
Liabilitas kontrak
Kewajiban entitas untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan di mana entitas telah
menerima imbalan (atau jumlah yang jatuh tempo) dari pelanggan.
k. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi
neto (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan untuk persediaan bahan baku,
bahan pembantu dan suku cadang ditentukan dengan metode “masuk pertama, keluar pertama
(FIFO)”, sedangkan biaya persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi ditentukan
dengan metode rata-rata tertimbang. Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan hasil
penelaahan atas keadaan persediaan pada akhir tahun.
l. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi sesuai masa manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus.
m. Aset Tetap
Tanah dinyatakan berdasarkan nilai revaluasi yang merupakan nilai wajar pada tanggal revaluasi,
dan tanah tidak disusutkan. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang memadai untuk
memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang telah ditentukan
pada nilai wajar pada tanggal pelaporan keuangan Perusahaan dan beberapa entitas anak.
18
Page 21
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
Kenaikan yang berasal dari revaluasi atas tanah diakui pada penghasilan komprehensif lain dan
terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi aset. Penurunan jumlah tercatat yang
berasal dari revaluasi atas tanah dibebankan dalam laporan laba rugi apabila penjurunan tersebut
melebihi saldo revaluasi aset yang bersangkutan, jika ada.
Surplus revaluasi tanah yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke saldo laba
pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Perusahaan dan beberapa Entitas Anak memakai model revaluasi hanya untuk laporan keuangan
komersial, tidak untuk laporan keuangan fiskal.
Kelompok Usaha telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi
pengukuran aset tetap lainnya kecuali tanah.
Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus selama umur manfaat aset. Taksiran masa
manfaat ekonomis aset sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 4 – 20
Mesin dan peralatan 4 – 16
Tabung gas 8 – 16
Kendaraan bermotor 4–8
Perabot dan perlengkapan kantor 4–8
Pada setiap akhir periode pelaporan, nilai residu aset, umur manfaat dan metode penyusutan
ditelaah, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
Tanah dinyatakan sebesar nilai perolehan dan tidak disusutkan.
Aset dalam pengerjaan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari
“Aset Tetap” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Akumulasi biaya perolehan akan
dipindahkan ke masing-masing akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai
dikerjakan dan siap untuk digunakan.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laba rugi saat terjadinya; biaya penggantian
atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya dan jika besar kemungkinan
manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Kelompok
Usaha, dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap dihentikan pengakuannya
pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari
penggunaan atau pelepasannya.
Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laporan laba rugi
pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul
dari penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
19
Page 22
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
n. Goodwill
Goodwill yang timbul pada saat kombinasi bisnis diakui sebagai aset pada tanggal diperolehnya
pengendalian (tanggal akuisisi). Goodwill diukur sebagai selisih dari imbalan yang dialihkan, jumlah
setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi dan dalam hal bisnis kombinasi yang
dilakukan secara bertahap pada nilai wajar dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki
pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi (jika ada) atas jumlah selisih neto dari aset
teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada tanggal akuisisi.
Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill dialokasikan pada setiap unit penghasil kas dari
Kelompok Usaha yang diharapkan memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis tersebut.
Unit penghasil kas yang telah memperoleh alokasi goodwill diuji penurunan nilainya secara
tahunan, dan ketika terdapat indikasi bahwa unit tersebut mengalami penurunan nilai. Jika jumlah
terpulihkan dari unit penghasil kas kurang dari jumlah tercatatnya, rugi penurunan nilai dialokasikan
pertama untuk mengurangi jumlah tercatat aset atas setiap goodwill yang dialokasikan pada unit
dan selanjutnya ke aset lainnya dari unit dibagi prorata atas dasar jumlah tercatat setiap aset dalam
unit tersebut. Rugi penurunan nilai yang diakui atas goodwill tidak dapat dibalik pada periode
berikutnya.
o. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 48 tentang “Penurunan Nilai Aset”. PSAK ini memberikan
ketentuan pengungkapan tambahan untuk setiap aset individual (termasuk goodwill) atau unit
penghasil kas (“UPK”), yang mana rugi penurunan nilai telah diakui atau dibalik selama periode
berjalan.
Pada setiap tanggal pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, atau jika uji penurunan nilai secara tahunan
disyaratkan untuk aset tertentu, maka Kelompok Usaha mengestimasi jumlah terpulihkan aset
tersebut.
Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Jika jumlah terpulihkan suatu aset lebih
kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset harus diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan.
Rugi penurunan nilai dan pemulihan rugi penurunan nilai diakui segera dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Penilaian dilakukan pada setiap akhir tahun pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi
penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin
tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas
mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya untuk aset selain goodwill
dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah
terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.
20
Page 23
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut
dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
tercatat, setelah dikurangi penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui
untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba
rugi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di tahun mendatang
untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar
yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
p. Sewa
Kebijakan akuntansi yang diterapkan hingga 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
Sewa yang mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat yang terkait dengan
kepemilikan aset kepada lessee diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Pada awal masa
sewa, sewa pembiayaan dikapitalisasi sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari
pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum
dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan
pelunasan liabilitas sehingga menghasilkan suatu tingkat bunga periodik yang konstan atas saldo
liabilitas.
Beban keuangan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian. Aset sewaan
yang dimiliki oleh lessee dengan dasar sewa pembiayaan dicatat pada akun aset tetap dan
disusutkan sepanjang masa manfaat dari aset sewaan tersebut atau periode masa sewa, mana
yang lebih pendek, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak
kepemilikan pada akhir masa sewa.
Sewa yang tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan
kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Dengan demikian, pembayaran sewa
diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan sejak atau setelah 1 Januari 2020 adalah sebagai berikut:
Kelompok Usaha sebagai penyewa
Sewa dimana seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset secara signifikan
berada pada lessor diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa,
kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat
ekonomi aset sewa pembiayaan yang dinikmati pengguna.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal
permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku
bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental.
Pada umumnya, Kelompok Usaha menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai
tingkat bunga diskonto.
Kelompok Usaha sebagai pesewa
Ketika Kelompok Usaha bertindak sebagai pesewa, Kelompok Usaha mengklasifikasi masing-
masing sewanya baik sewa operasi atau sewa pembiayaan.
21
Page 24
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Kelompok Usaha membuat penilaian secara
keseluruhan atas apakah sewa mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang
terkait dengan kepemilikan aset pendasar. Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa
diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan; jika tidak, maka merupakan sewa operasi.
Apabila aset disewakan melalui sewa operasi, aset disajikan di laporan posisi keuangan
konsolidasian sesuai sifat aset tersebut. Penghasilan sewa diakui sebagai pendapatan dengan
dasar garis lurus selama masa sewa.
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Kelompok
Usaha dan jumlahnya dapat diukur secara handal. Pendapatan diukur pada nilai wajar imbalan
yang diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan pajak penjualan (PPN).
Kebijakan akuntansi yang diterapkan hingga 31 Desember 2019
Pendapatan diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan.
Beban diakui pada saat terjadinya (metode akrual).
Kebijakan akuntansi yang diterapkan sejak atau setelah 1 Januari 2020
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi lima (5) langkah analisa sebagai berikut:
1) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
2) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda
ke pelanggan.
3) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh
suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke
pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat
variable, maka Kelompok Usaha membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah
yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke
pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan
selama periode kontrak.
4) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
jual berdiri sendiri relative dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak.
Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan
berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah margin.
5) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
barang atau jasa tersebut).
Kelompok Usaha mengalihkan pengendalian atas barang atau jasa sepanjang waktu (“overtime”),
jika satu dari kriteria berikut terpenuhi:
1) Pelanggan secara simultan menerima dan mengonsumsi manfaat yang dihasilkan dari
pelaksanaan Kelompok Usaha selama Kelompok Usaha melaksanakan kewajiban
pelaksanaannya;
22
Page 25
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
2) Pelaksanaan Kelompok Usaha menimbulkan atau meningkatkan aset (sebagai contoh,
pekerjaan dalam proses) yang dikendalikan pelanggan selama aset tersebut ditimbulkan atau
ditingkatkan; atau
Jika kewajiban pelaksanaan tidak terpenuhi sepanjang waktu, maka Kelompok Usaha memenuhi
kewajiban pelaksanaan pada waktu tertentu (“at a point in time”). Kelompok Usaha
mempertimbangkan indikator pengalihan pengendalian, yang mencakup, tetapi tidak terbatas pada
hal berikut:
1) Kelompok Usaha memiliki hak kini atas pembayaran aset;
2) Pelanggan memiliki hak kepentingan legal atas aset;
3) Kelompok Usaha telah mengalihkan kepemilikan fisik atas aset;
4) Pelanggan memiliki risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset;
5) Pelanggan telah menerima aset.
Kelompok Usaha mengakui pendapatan ketika terjadi pengalihan pengendalian atas suatu produk
kepada pelanggan.
r. Imbalan Kerja
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan.
Imbalan pasca-kerja
kelompok Usaha menentukan liabilitas imbalan kerja sesuai dengan Undang-undang
Ketenagakerjaan No. 13/2003 (“Undang-undang”) tanggal 25 Maret 2003. Perhitungan imbalan
kerja ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit.
Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian pengalaman dan perubahan
asumsi aktuarial dikreditkan atau dibebankan sebagai ekuitas dalam penghasilan komprehensif
lain dalam periode terjadinya.
Beban jasa lalu yang timbul dari amandemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban dalam
laba rugi pada saat terjadinya.
Imbalan kerja jangka panjang lainnya
Imbalan kerja jangka panjang lainnya terdiri dari penghargaan masa kerja dan cuti berimbalan
jangka panjang. Imbalan ini dihitung dengan menggunakan metodologi yang sama dengan
metodologi yang digunakan dalam perhitungan pensiun imbalan pasti, dan dinilai setiap tahun oleh
aktuaris independen yang memenuhi syarat.
s. Pajak Penghasilan
Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak periode berjalan.
Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini dilakukan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang
dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus jumlah yang diakui; dan
bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto, atau merealisasikan asset dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
23
Page 26
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas untuk
tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa
mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh besar kemungkinan
realisasi atas manfaat pajak tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pada
periode ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan
perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada akhir periode
pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dilakukan saling hapus jika dan hanya jika entitas memiliki hak
secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, dan aset pajak
tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh
otoritas perpajakan atas entitas kena pajak, yang sama atau entitas kena pajak berbeda yang
bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa
depan yang mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan
diselesaikan atau dipulihkan.
Jumlah tambahan pokok dan denda pajak berdasarkan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) diakui
sebagai pendapatan atau beban dalam laba rugi tahun/periode berjalan. Namun jika diajukan
upaya penyelesaian selanjutnya, jumlah tersebut ditangguhkan pembebanannya sepanjang
memenuhi kriteria pengakuan aset.
t. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan
kepada pemegang saham biasa entitas induk, dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa
yang beredar, dalam satu periode.
Kelompok Usaha tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada tanggal
31 Desember 2020 dan 2019.
u. Segmen Operasi
Kelompok Usaha mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan
untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis dan menggunakan
“pendekatan manajemen” dalam menyajikan informasi segmen menggunakan dasar yang sama
seperti halnya pelaporan internal.
Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang
disampaikan kepada pengambil keputusan operasional. Dalam hal ini pengambil keputusan
operasional yang mengambil keputusan strategis adalah Dewan Direksi.
v. Provisi dan Kontingensi
Provisi diakui jika Kelompok Usaha memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat.
24
Page 27
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (Lanjutan)
Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
estimasi terbaik yang paling kini. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang
mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, provisi tidak diakui.
Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi
diungkapkan, kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi
kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi
diungkapkan apabila terdapat kemungkinan besar arus masuk manfaat ekonomis akan diperoleh.
w. Dividen
Pembagian dividen final diakui sebagai liabilitas ketika dividen tersebut disetujui Rapat Umum
Pemegang Saham Perseroan. Pembagian dividen diakui sebagai liabilitas ketika dividen disetujui
berdasarkan keputusan rapat Direksi sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan.
x. Akuntasi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak
PSAK 70 ”Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak memberikan pengaturan akuntansi
atas aset dan liabilitas yang timbul dari pengampunan pajak, dimana entitas dapat memilih
menerapkan kebijakan akuntansi sesuai dengan SAK lain yang relevan dalam mengakui,
mengukur, menyajikan dan mengungkapkan aset dan liabilitas pengampunan pajak atau
menerapkan kebijakan akuntansi sesuai PSAK No. 70.
Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK ini dan telah melengkapi persyaratan mengenai
informasi akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak.
Aset Pengampunan Pajak dan Liabilitas Pengampunan Pajak diakui pada saat Surat Keterangan
Penganpunan Pajak (SKPP) diterbitkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, dan tidak
diakui secara neto (saling hapus). Selisih antara Aset Pengampunan Pajak dan Liabilitas
Pengampunan Pajak diakui sebagai Tambahan Modal Disetor.
Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK ini dan telah melengkapi persyaratan mengenai
informasi akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak.
Aset Pengampunan Pajak pada awalnya diakui sebesar nilai yang disetujui dalam SKPP.
Liabilitas Pengampunan Pajak pada awalnya diakui sebesar nilai kas dan setara kas yang masih
harus dibayarkan oleh Kelompok Usaha sesuai kewajiban kontraktual atas perolehan Aset
Pengampunan Pajak.
Uang tebusan yang dibayarkan oleh Kelompok Usaha untuk memperoleh pengampunajan pajak
diakui sebagai beban pada periode dimana SKPP diterima oleh Kelompok Usaha.
Setelah pengakuan awal, Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak diukur sesuai dengan SAK yang
relevan sesuai dengan klasifikasi masing-masing Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak.
Sehubungan dengan Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak yang diakui, Kelompok Usaha
mengungkapkan dalam laporan keuangannya:
a. Tanggal SKPP;
b. Jumlah yang diakui sebagai Aset Pengampunan Pajak sesuai SKPP;
c. Jumlah yang diakui sebagai Liabilitas Pengampunan Pajak.
25
Page 28
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia mewajibkan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang
mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya
ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa
mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat.
Kelompok Usaha mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan
keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat
perubahan pasar atau situasi diluar kendali Kelompok Usaha. Perubahan tersebut dicerminkan dalam
asumsi terkait pada saat terjadinya.
Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan
kebijakan akuntansi Kelompok Usaha yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui
dalam laporan keuangan konsolidasian:
Menentukan klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi
2014) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan
kebijakan akuntansi Kelompok Usaha seperti diungkapkan pada Catatan 2.
Menentukan nilai wajar dan perhitungan amortisasi biaya perolehan dari instrumen keuangan
Kelompok Usaha mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar dan pada biaya
perolehan yang diamortisasi, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara
komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar dan asumsi yang digunakan dalam perhitungan
amortisasi biaya perolehan ditentukan menggunakan bukti objektif yang dapat diverifikasi, jumlah nilai
wajar atau amortisasi dapat berbeda bila Kelompok Usaha menggunakan metodologi penilaian atau
asumsi yang berbeda.
Perubahan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Kelompok Usaha.
Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 33.
Menilai jumlah terpulihkan dari aset keuangan
Kelompok Usaha mengevaluasi akun piutang tertentu yang diketahui bahwa pelanggan tertentu tidak
dapat memenuhi kewajiban keuangannya.
Dalam hal tersebut, Kelompok Usaha menggunakan pertimbangan, berdasarkan fakta dan situasi yang
tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status
kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang
telah diketahui, untuk mencatat penyisihan spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang guna
mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Kelompok Usaha. Penyisihan spesifik
ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah
penyisihan atas penurunan nilai piutang. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 5 dan 6.
26
Page 29
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Menentukan metode penyusutan dan estimasi umur manfaat aset tetap dan aset hak guna
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap 4 (empat)
tahun sampai dengan 20 (dua puluh) tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam
industri dimana Kelompok Usaha menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan
perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan
karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam
Catatan 11.
Aset hak guna disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset hak guna selama dua
(2) sampai dengan dua puluh (20) tahun. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 12.
Menilai jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi
yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual
pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi
kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang
diestimasi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 7.
Jumlah pemulihan atas aset tetap didasarkan pada estimasi dan asumsi khususnya mengenai prospek
pasar dan arus kas terkait dengan aset. Estimasi arus kas masa depan mencakup perkiraan mengenai
pendapatan masa depan. Setiap perubahan dalam asumsi-asumsi ini mungkin memiliki dampak
material terhadap pengukuran jumlah terpulihkan dan bisa mengakibatkan penyesuaian penyisihan
penurunan nilai yang sudah dibukukan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 11.
Estimasi beban pensiun dan imbalan kerja
Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung pada
pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah
tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat
pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.
Sementara Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai,
perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan
Kelompok Usaha dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan
kerja dan beban imbalan kerja neto. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 21.
Menentukan pajak penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang
kegiatan usaha normal. Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan
berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Penjelasan lebih rinci
diungkapkan dalam Catatan 17.
27
Page 30
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Kelompok Usaha menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal pelaporan dan mengurangi nilai
tercatat sepanjang tidak ada kemungkinan bahwa laba kena pajak memadai untuk mengkompensasi
sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Kelompok Usaha juga menelaah waktu yang diharapkan
dan tarif pajak atas pemulihan perbedaan temporer dan menyesuaikan pengaruh atas pajak tangguhan
yang sesuai. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 17f.
Mengevaluasi provisi dan kontinjensi
Kelompok usaha melakukan pertimbangan untuk membedakan antara provisi dan kontinjensi serta
mempersiapkan provisi yang sesuai untuk proses hukum atau kewajiban konstruktif, jika ada, sesuai
dengan kebijakan provisinya dan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang relevan.
4. KAS DAN SETARA KAS
30-Jun-23 31-Des-22
Kas
Rupiah 573,873,870 567,798,505
573,873,870 567,798,505
Kas di Bank
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 3,211,615,157 8,091,796,654
PT Bank Central Asia Tbk 146,665,066 944,078,130
PT BPD Jawa Timur Tbk 411,387,018 729,980,510
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 58,287,596 49,055,202
PT Bank CIMB Niaga Tbk 1,000,000 -
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk - 1,000,000
PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk - 11,668,217
PT BPD Sulselbar - 31,059
Sub-total 3,828,954,837 9,827,609,772
Dolar AS
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 989,631,894 1,296,081,495
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 2,590,482 2,805,467
Sub-total 992,222,376 1,298,886,962
Euro
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1,049,002,333 609,751,615
Total kas di bank 5,870,179,546 11,736,248,349
Deposito berjangka
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk - 250,000,000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - -
Total deposito berjangka - 250,000,000
Total 6,444,053,416 12,554,046,854
Pada tanggal 31 Desember 2022, AA mencatat deposito berjangka pada PT Bank Central Asia Tbk,
dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu satu (1) bulan sebesar Rp250.000.000 dan dapat
diperpanjang secara otomatis dengan suku bunga sebesar 2,68% pertahun. Deposito pada PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk sudau dicairkan sebesar Rp.200.000.000 pada tanggal 4 Maret 2022.
Seluruh kas di bank dan deposito berjangka ditempatkan pada pihak ketiga.
28
Page 31
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA
30-Jun-23 31-Des-22
Pihak ketiga
PT Sanggar Sarana Baja 2,843,558,763 4,171,370,288
PT Bukit Makmur Mandiri Utama 1,393,903,783 3,747,123,163
PT Rivano Arnajaya 2,836,134,160 2,836,134,160
PT Tanah Sumber Makmur 1,485,000,000 2,069,039,995
PT United Tractors Pandu Engineering 385,875,905 2,055,961,397
Lain-lain (saldo dibawah Rp2 milyar) 54,446,950,812 40,268,944,354
Total pihak ketiga 63,391,423,422 55,148,573,357
Dikurangi penyisihan kerugian penurunan piutang (1,062,933,759) (4,479,240,037)
Pihak ketiga - neto 62,328,489,663 50,669,333,320
Neto 62,328,489,663 50,669,333,320
Persentase Piutang Usaha -
Pihak Berelasi terhadap Total Aset 0.00% 0.00%
Rincian daftar umur piutang usaha adalah sebagai berikut:
30-Jun-23 31-Des-22
Balum jatuh tempo 46,243,600,167 39,500,750,102
Jatuh tempo
1 sampai dengan 30 hari 7,821,695,338 6,821,695,338
31 sampai dengan 60 hari 3,452,232,769 2,452,232,769
61 sampai dengan 90 hari 1,250,752,434 750,752,434
Lebih dari 90 hari 4,623,142,714 5,623,142,714
Total 63,391,423,422 55,148,573,357
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai piutang (1,062,933,759) (4,479,240,037)
Neto 62,328,489,663 50,669,333,320
Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut:
30-Jun-23 31-Dec-22
Saldo awal tahun (4,479,240,037) (9,125,084,553)
Penyesuaian saldo atas Penerapan PSAK No. 71 - -
-
Saldo setelah penerapan PSAK No. 71 (4,479,240,037) (9,125,084,553)
Pemulihan - 2,754,223,515
Kerugian penurunan nilai
periode berjalan (catatan 28) - (1,276,916,435)
Penghapusan piutang yang telah disisihkan 3,168,537,436
Neto (4,479,240,037) (4,479,240,037)
Piutang usaha menggunakan mata uang Rupiah.
29
Page 32
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA (Lanjutan)
Berdasarkan penelaahan atas kolektibilitas masing-masing piutang usaha pada awal periode bahwa
penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas
tidak tertagihnya piutang usaha.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, piutang usaha Kelompok Usaha dijadikan sebagai
jaminan pinjaman bank jangka pendek (Catatan 13).
6. PIUTANG LAIN-LAIN
30-Jun-23 31-Des-22
Pihak Ketiga
Ahmad Irpangi - 5,158,000,000
PT Tanah Sumber Makmur 7,138,759,642 7,708,818,053
Lain-lain (dibawah Rp 500juta) 1,025,566,687 1,025,566,687
Total pihak ketiga 8,164,326,329 13,892,384,740
Total 8,164,326,329 13,892,384,740
Dikurangi penyisihan kerugian
penurunan nilai piutang (285,859,203) (285,859,203)
Total pihak ketiga-neto 7,878,467,126 13,606,525,537
Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut:
30-Jun-23 31-Des-22
Saldo awal tahun 285,859,203 22,131,644
Pencadangan selama tahun berjalan - 263,727,559
Saldo Akhir Periode 285,859,203 285,859,203
PT Tanah Sumber Makmur
Pada tanggal 29 Desember 2020, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengakuan Hutang dengan
PT Tanah Sumber Makmur (“TSM”) atas pinjaman yang diberikan Perusahaan kepada TSM. Pinjaman
ini dikenakan bunga sebesar 3,25% per tahun dengan jangka waktu pinjaman selama satu (1) tahun.
Aset TSM dijadikan jaminan untuk pelunasan pinjaman Perusahaan kepada Bank Mandiri sehubungan
dengan perjanjian ini. Perjanjian ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir dengan jatuh tempo
sampai dengan 28 Desember 2023 (Catatan 14).
Ahmad Irpangi
Piutang lain-lain kepada Ahmad Irpangi sebesar Rp5.158.000.000 pada tanggal 31 Desember 2022
dan sebesar Rp10.115.608.256 pada tanggal 31 Desember 2021, merupakan piutang atas pengalihan
saham Perusahaan di PT BCI dan AA di SPU. Pada tanggal 20 Agustus 2020, AA telah melakukan
penjualan atas seluruh kepemilikan saham di SPU sebesar Rp.5.200.000.000 dengan harga
Rp10.010.000.000 (Catatan 1). Pada tanggal 27 Agustus 2020, Perusahaan telah melakukan
penjualan atas seluruh kepemilikan saham pada BCI sebesar Rp500.000.000 dengan harga
Rp.923.700.000.
30
Page 33
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PERSEDIAAN
30-Jun-23 31-Des-22
Barang jadi 77,495,097,941 73,395,347,424
Barang dalam proses 3,208,666,346 3,280,300,209
Bahan baku, bahan pembantu dan suku cadang 3,177,405,391 2,879,372,119
Barang dalam perjalanan 626,166,404 1,000,980,035
Jumlah 84,507,336,082 80,555,999,787
Dikurangi penyisihan kerugian atas persediaan usang - -
Neto 84,507,336,082 80,555,999,787
Mutasi penyisihan persediaan usang sebagai berikut:
30-Jun-23 31-Des-22
Saldo awal tahun - -
Penyisihan selama tahun berjalan - -
Saldo Akhir Tahun - -
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan persediaaan usang adalah cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian atas persediaan usang.
Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya berdasarkan
suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar Rp168.286.762.938 tanggal 30 Juni
2023 dan 31 Desember 2022. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup
untuk menutupi kemungkinan kerugian atas persediaan yang dipertanggungkan.
Persediaan masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 digunakan sebagai
jaminan atas fasilitas pinjaman bank jangka pendek (Catatan 13).
8. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
30-Jun-23 31-Dec-22
Sewa - 402,379,626
Asuransi - 21,676,953
Lain-lain (dibawah Rp 10juta) - 2,666,831,820
Total - 3,090,888,399
9. ASET LANCAR LAINNYA
30-Jun-23 31-Des-22
Uang muka pembelian 5,150,260,177 4,423,609,058
Kas/dana yang dibatasi penggunaannya 2,036,000,000 2,036,000,000
Lain-lain (dibawah Rp 10juta) 4,407,261,896 1,528,759,017
Total 11,593,522,073 7,988,368,075
31
Page 34
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET LANCAR LAINNYA (Lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2017, Perusahaan mencatat deposito berjangka pada PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan dan dapat di perpanjang secara otomatis dalam mata
uang Rupiah sebesar Rp1.836.000.000 dan Rp200.000.000 dengan suku bunga masing-masing
sebesar 6% dan 5,75%.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, deposito berjangka Kelompok Usaha dijadikan
sebagai jaminan pinjaman bank jangka pendek (Catatan 14).
10. INVESTASI PADA VENTURA BERSAMA
PT Tira Stahlindo Indonesia
Pada tanggal 2 Agustus 2017, PT Alpha Austenite (AA) (Entitas anak) menandatangani perjanjian
usaha patungan dengan PT Stahlindo Engineering untuk membentuk usaha patungan yang berdomisili
di Bogor. Pada tanggal 2 Agustus 2017, PT Tira Stahlindo Indonesia (TSI) didirikan berdasarkan Akta
Pendirian Perseroan Terbatas No 01, Notaris Jana Hanna Waturangi, S.H., Notaris di Jakarta. AA
memiliki 3.125 saham dengan kepemilikan 50% di TSI.
Investasi tersebut dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian di bawah akun “Investasi pada
Ventura Bersama” sebesar Rp781.250.000. TSI ditentukan untuk memulai operasi pada tahun 2017.
Pada tanggal 29 September 2017 AA sudah membayar harga saham di TSI.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat TSI No. 04 tanggal 9 Januari 2019, oleh Jana Hanna
Waturagi, S.H. disebutkan bahwa para pemegang saham Perseroan seperti tertera dalam Keputusan
Sirkuler Pemegang Saham Tanpa Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan, yang
keputusannya telah ditangatangani seluruhnya oleh pemegang saham Perseroan pada tanggal 13
Desember 2018, menyetujui sepenuhnya untuk menambah modal Perseroan sebesar Rp391.250.000
atau sebanyak 1.565 lembar saham. Akta ini telah dikukuhkan dengan SK Kementrian Hukum dan Hak
Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-0050864, tanggal 25 Januari 2019.
Perubahan Anggaran Dasar ini merubah prosentase kepemilikan modal AA di TSI dari 50% menjadi
60%. Penambahan modal ini telah disetorkan AA di 19 Desember 2018.
Sampai dengan tanggal 30 Juni 2023, Perusahaan masih menerapkan metode ekuitas sebagai
kebijakan akuntansinya dalam mencatat investasi kepemilikan pada PT Tira Stahlindo Indonesia.
30-Jun-23 31-Des-22
PT Tira Stahlindo Indonesia
Saldo awal 1,202,205,224 1,196,800,381
Bagian atas laba neto dari entitas ventura bersama (560,884,540) 5,404,843
Saldo akhir 641,320,684 1,202,205,224
Jumlah 641,320,684 1,202,205,224
Bagian Kelompok Usaha atas asset dan liabilitas adalah sebagai berikut:
32
Page 35
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. INVESTASI PADA VENTURA BERSAMA (Lanjutan)
30-Jun-23 31-Des-22
TSI TSI
Aset 2,255,623,948 2,345,664,913
Liabilitas 178,616,927 346,487,538
Laba 34,534,624 9,008,071
% kepemilikan 60% 60%
11. ASET TETAP
Saldo Surplus Saldo
1-Jan-23 Penambahan Pengurangan Revaluasi Aset 30-Jun-23
Harga Perolehan
Pemilikan langsung
Tanah 148,195,451,124 - - - 148,195,451,124
Bangunan dan prasarana 26,353,106,950 - - - 26,353,106,950
Mesin dan peralatan 7,614,060,069 - - - 7,614,060,069
Tabung gas 36,878,823,344 - - - 36,878,823,344
Kendaraan bermotor 4,793,853,979 - - 4,793,853,979
Perabot dan perlengkapan kantor 20,163,675,853 453,024,908 -- - 20,616,700,761
Sub-total 243,998,971,319 453,024,908 - - 244,451,996,227
Aset Dalam Pengerjaan
Aset dalam pengerjaan 9,411,216,463 10,644,587,913 - - 20,055,804,376
Total Biaya Perolehan 253,410,187,782 11,097,612,821 - - 264,507,800,603
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana 21,965,272,217 377,804,759 - - 22,343,076,976
Mesin dan peralatan 6,428,295,475 17,875,000 - - 6,446,170,475
Tabung gas 34,077,777,979 260,431,074 - - 34,338,209,053
Kendaraan 4,604,058,484 47,448,864 - 4,651,507,348
Perabot dan perlengkapan kantor 16,273,853,026 126,476,804 - - 16,400,329,830
Total Akumulasi Penyusutan 83,349,257,181 830,036,501 - - 84,179,293,682
Jumlah Tercatat 170,060,930,601 180,328,506,921
33
Page 36
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (Lanjutan)
Saldo Surplus Saldo
1-Jan-22 Penambahan Pengurangan Revaluasi Aset 31-Dec-22
Harga Perolehan
Pemilikan langsung
Tanah 148,195,451,124 - - - 148,195,451,124
Bangunan dan prasarana 26,353,106,950 - - - 26,353,106,950
Mesin dan peralatan 6,515,449,464 1,098,610,605 - - 7,614,060,069
Tabung gas 36,584,267,513 388,835,996 94,280,165 - 36,878,823,344
Kendaraan bermotor 4,865,703,402 - 71,849,423 - 4,793,853,979
Perabot dan perlengkapan kantor 22,343,307,237 391,567,412 2,571,198,796
- - 20,163,675,853
Sub-total 244,857,285,690 1,879,014,013 2,737,328,384 - 243,998,971,319
Aset Dalam Pengerjaan
Aset dalam pengerjaan 799,524,916 8,611,691,547 - - 9,411,216,463
Total Biaya Perolehan 245,656,810,606 10,490,705,560 2,737,328,384 - 253,410,187,782
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana 21,198,596,697 766,675,520 - - 21,965,272,217
Mesin dan peralatan 6,311,326,410 116,969,065 - - 6,428,295,475
Tabung gas 33,661,832,606 510,225,538 94,280,165 - 34,077,777,979
Kendaraan 4,581,010,179 94,897,728 71,849,423 - 4,604,058,484
Perabot dan perlengkapan kantor 17,797,564,444 1,047,487,378 2,571,198,796 - 16,273,853,026
Total Akumulasi Penyusutan 83,550,330,336 2,536,255,229 2,737,328,384 - 83,349,257,181
Jumlah Tercatat 162,106,480,270 170,060,930,601
Pada tanggal 31 Desember 2016, Perusahaan melakukan perubahan kebijakan akuntansi atas tanah
dari sebelumnya menggunakan model biaya menjadi model revaluasi. Revaluasi aset tetap tersebut
tidak ditujukan untuk keperluan perpajakan, sehingga tidak ada pajak yang terhutang atas revaluasi
aset tanah tersebut.
Penilaian atas nilai wajar aset tetap berupa tanah Perusahaan dan AA pada tanggal 31 Desember
2021 dihitung oleh penilai independen KJPP Rizky Djunaedi dan Rekan dengan laporan penilai pada
tanggal 27 Mei 2022. Berdasarkan laporan tersebut, penilaian dilakukan sesuai dengan Kode Etik
Penilai Indonesia dan Standar Penilai Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII Tahun 2018 berbasis nilai pasar
(SPI 101-3.1) dan nilai likuidasi (SPI 102-3.5.b).
Metode penilaian yang digunakan adalah pendekatan pasar dengan cara membandingkan aset yang
dinilai dengan aset yang identik atau sebanding, dimana informasi harga transaksi atau penawaran
tersedia, pendekatan pendapatan dengan mempertimbangkan pendapatan yang akan dihasilkan
selama masa manfaatnya dan menghitung nilai proses kapitalisasi, pedekatan biaya berdasarkan pada
prinsip harga yang akan dibayar pembeli untuk aset yang dinilai tidak lebih dari biaya membeli atau
membangun untuk aset setara kecuali faktor waktu yang tidak wajar, ketidaknyamanan, resiko atau
faktor lainnya.
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, ”Surplus Revaluasi atas Aset” disajikan dalam
penghasilan komprehensif lain dan bagian dari ekuitas sebagai berikut:
34
Page 37
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (Lanjutan)
31-Des-22
Nilai tanah setelah penilaian kembali 148,195,451,124
Nilai tercatat tanah sebelum penilaian kembali 12,592,021,232
Surplus revaluasi aset 135,603,429,892
Dikurangi:
Pajak tangguhan (29,832,754,576)
Penyesuaian tarif pajak -
Total 105,770,675,316
Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:
30-Jun-23 31-Des-22
Beban pokok penjualan 476,134,432 1,018,596,000
Beban usaha 867,995,035 1,517,659,229
Total 1,344,129,467 2,536,255,229
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, terdapat nilai bruto aset tetap yang telah disusutkan penuh
dan masih digunakan sebesar Rp70.952.047.771 dan Rp.70.439.139.147.
Aset tetap, kecuali tanah dan aset dalam penyelesaian, telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran,
pencurian dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan
masing-masing sebesar Rp58.250.730.144 pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut adalah cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Berdasarkan evaluasi manajemen tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan
keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap Kelompok Usaha.
Tanah dan bangunan, termasuk mesin dan peralatan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas
pinjaman yang diperoleh dari bank (Catatan 13).
35
Page 38
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. ASET HAK GUNA
Rincian aset hak guna pada tanggal 1 Januari 2020 setelah penerapan awal PSAK No. 73 dan
mutasinya sampai dengan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
1-Jan-22 Penambahan 31-Des-22
Aset Hak Guna
Pihak ketiga
Model Biaya
Tanah HGB diatas Hak Pengelolaan (HPL) 5,511,021,004 - 5,511,021,004
Bangunan 2,384,768,651 657,945,176 3,042,713,827
Kendaraan 15,519,641,899 - 15,519,641,899
Total 23,415,431,554 657,945,176 24,073,376,730
Akumulasi Penyusutan
Penyesuaian PSAK No. 73 6,472,514,175 - 6,472,514,175
Penyusutan 8,300,446,233 3,919,617,114 12,220,063,347
Total 14,772,960,408 3,919,617,114 18,692,577,522
Nilai Tercatat 8,642,471,146 5,380,799,208
Perusahaan memiliki sebidang tanah terletak di Kawasan Jakarta Industrial Estate Pulogadung (“JIEP”)
dengan HPL yang berjangka waktu tiga puluh (20) tahun dan akan jatuh tempo antara tahun 2017
sampai dengan tahun 2037.
Perusahaan dan AA memiliki beberapa unit kendaraan yang terletak di beberapa daerah antara lain di
pulau Jawa, pulau Sumatera dan pulau Sulawesi yang berjangka waktu lima (5) tahun dan akan jatuh
tempo antara tahun 2022 sampai dengan tahun 2023.
Manajemen berkeyakinan bahwa HPL tersebut dapat diperpanjang pada saat jatuh tempo.
Penyusutan dibebankan pada akun berikut ini:
30-Jun-23 31-Des-22
Beban umum dan administrasi (Catatan 28) 979,904,276 3,919,617,114
Total 979,904,276 3,919,617,114
Tanah atas HPL dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman Perusahaan (Catatan 14).
36
Page 39
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA
30-Jun-23 31-Des-22
Lain-lain (dibawah Rp 300juta) 657,174,368 418,606,212
Total 657,174,368 418,606,212
14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK
Kelompok Usaha memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”).
Pinjaman dari Mandiri pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 merupakan pinjaman
Perusahaan atas fasilitas pinjaman sebagai berikut:
30-Jun-23 31-Des-22
KMK Revolving 41,388,540,251 44,263,540,251
KMK Transaksional 60,300,020,369 47,208,798,579
SCF 9,927,648,645
- 9,510,272,536
-
Total 111,616,209,265 100,982,611,366
Rincian saldo fasilitas pinjaman menurut mata uang sebagai berikut:
30-Jun-23 31-Des-22
Rupiah 68,269,110,680 84,862,112,838
Dolar AS 19,679,193,228 14,021,785,949
Euro 23,667,905,357
- 2,098,712,579
-
Total 111,616,209,265 100,982,611,366
Pada tanggal 23 Maret 2022 melalui surat No. CM2.JPM/SPPK/195/2022, pihak Mandiri menyetujui
permohonan Perusahaan berupa Perubahan Perpanjangan Fasilitas Kredit.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, pada tanggal 25 Maret 2022 perihal “Adendum IX
(kesembilan) atas Perjanjian Kredit Modal Kerja Revolving Rekening Koran No.
CRO.KP/008/KMK/2016, Akta No. 05 tanggal 5 Februari 2016 tentang Perubahan Covenant dan
Perpanjangan Jangka Waktu Fasilitas Kredit”. Fasilitas kredit ini berakhir pada 25 Maret 2022 dan
diperpanjang lagi sampai dengan 25 September 2022 (Catatan 37).
Berdasarkan perjanjian tersebut, Mandiri setuju untuk menyediakan jumlah pokok fasilitas perbankan
maksimum hingga sebesar Rp100 miliar dengan ketentuan sebagai berikut:
Fasilitas Non Cash Loan (Bank Garansi)
Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga Rp5miliar digunakan untuk penerbitan Bank Garansi
sebagai jaminan uang muka, tender dan pengadaan barang.
37
Page 40
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)
Fasilitas Supply Chain Financing (SCF)
Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga Rp 10 miliar. Berdasarkan perjanjian ini Mandiri akan
membayar tagihan pemasok tertentu yang telah mendapat persetujuan dari Perusahaan dan
Mandiri akan mengenakan biaya forfaiting kepada Perusahaan.
Fasilitas kredit ini berakhir pada 25 Maret 2022 dan diperpanjang lagi sampai dengan 25 September
2022 (Catatan 37).
Fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) Revolving R/K
Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga Rp40 miliar yang hanya dapat digunakan oleh
Perusahaan, dengan jangka waktu pendanaan selama satu (1) tahun atau sampai dengan 24
Maret 2019. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 9,25% per tahun. Fasilitas kredit ini
berakhir pada 25 Maret 2022 dan diperpanjang lagi sampai dengan 25 September 2022 (Catatan
37).
Fasilitas KMK
Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga Rp10 miliar yang hanya dapat digunakan oleh
Perusahaan, dengan jangka waktu pendanaan selama satu (1) tahun atau sampai dengan 24
Maret 2018. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 9,25% per tahun. Fasilitas kredit ini
berakhir pada 25 Maret 2022 dan diperpanjang ladi sampai dengan 25 September 2022 (Catatan
37).
Pada tanggal 19 Maret 2019 melalui surat No. CM2.JPM/SPPK.033/2019, pihak Mandiri menyetujui
permohonan Perusahaan berupa Penggabungan Limit Fasilitas KMK dan KMK Revolving dan
Perpanjangan Jangka Waktu Fasilitas Kredit.
Fasilitas KMK Transaksional
Pada tanggal 25 Maret 2022, Mandiri dan Perusahaan menyetujui dan menyepakati mengadakan
perubahan dan/atau tambahan terhadap Adendum IX (kesembilan) atas Perjanjian Kredit Modal
Kerja Transaksional dengan Sublimit Non Cash Loan No. CRO.KP/010/KMK/2016 Akta No. 7
tanggal 5 Februari 2016.
Merupakan fasilitas modal kerjsa dengan fasilitas tersdia maksimum hingga Rp40 miliar, yang dapat
digunakan oleh Perusahaan dan AA, dengan jangka waktu setiap penarikan adalah maksimum 180
hari kalender. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 9,25% per tahun. Fasilitas kredit ini
berakhir pada 25 Maret 2022 dan diperpanjang lagi sampai dengan 25 September 2022 (Catatan
37).
Pada tanggal 12 November 2019 melalui surat No. CM2.JPM/SPPK.147/2019, pihak Mandiri
menyetujui permohonan Perusahaan berupa Pengajuan Fasilitas Import General Facility dengan
Limit Kredit sebesar Rp30.000.000.000. Pada tanggal 25 Maret 2022, Mandiri dan Perusahaan
menyetujui dan menyepakati mengadakan perubahan dan/atau tambahan atas Perjanjian Import
General Facility – LC Issuance No. CRO.JSD/0006/NLC/2020 Akta No. 51 tanggal 10 Januari 2020.
38
Page 41
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan)
Fasilitasdimulai pada 26 Maret 2020 menurut Syarat-Syarat Umum Perjanjian Kredit PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk. Tujuan penggunaan kredit tersebut yaitu :
- Pembelian bahan baku produksi atau bahan baku pendukung untuk Perdagangan Baja High
Grade.
- Beneficary tidak diperbolehkan kepada Kelompok Usaha.
Fasilitas Non Cash Loan (LC/SKBDN dan Bank Garansi)- sublimit dari KMK Transaksional
Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga ekuivalen Rp40 miliar digunakan untuk pembelian
bahan baku produksi atau bahan baku pendukung yang berkaitan dengan perdagangan baja dan
gas industry, dan penerbitan Bank Garansi sebagai jaminan uang muka, tender, pelaksanaan dan
pengadaan barang.
Fasilitas Treasury Line
Pada tanggal 25 Maret 2022, Mandiri dan Perusahaan menyetujui dan menyepakati mengadakan
perubahan dan/atau tambahan terhadap ketentuan dan syarat-syarat fasilitas Kredit Modal Kerja
dengan mengadakan Addendum VIII (kedelapan) atas Perjanjian Treasury Line No.
CRO.KP/011/TL/2016 Akta No. 08 tanggal 5 Februari 2016.
Jumlah fasilitas tersedia maksimum hingga USD3.000.000 dengan tujuan penggunaan untuk
pelaksanaan transaksi produk-produk treasury dengan tujuan lindung nilai (hedging) maupun untuk
peningkatan yield dan tidak untuk spekulasi. Fasilitas ini digunakan untuk transaksi L/C
ekspor/impor dan atau pemenuhan kewajiban valuta asing lainnya. Fasilitas kredit ini berakhir pada
25 Maret 2022 dan diperpanjang lagi sampai dengan 25 September 2022 (Catatan 37).
Perjanjian pinjaman ini memuat beberapa persyaratan seperti mempertahankan rasio keuangan
tertentu dan pembatasan atas: merger dan akuisisi, pembagian dividen, bertindak sebagai penjamin,
melakukan perubahan pemegang saham atau mengubah jenis usaha, atau menyerahkan sebagian
besar aset kepada pihak lain.
Pada tanggal 21 Juni 2017 melalui surat No.OPS.CRO/CCL.406/ADD/2017 perihal ”Adendum II
(kedua) atas Perjanjian Kredit Modal Kerja Revolving Rekening Koran No.CRO.KP/008/KMK/2016,
Akta No: 05 tanggal 5 Februari 2016 tentang ”Perubahan Agunan”. Mandiri telah menyetujui perubahan
ketentuan dan syarat Fasilitas Perjanjian Kredit Modal Kerja (”Fasilitas Kredit”) atas nama Perusahaan.
Perubahan Agunan yang dimaksud adalah dengan menukar sebidang tanah yang berlokasi di
Bandung dengan nilai jaminan Rp1.836 juta dengan bilyet deposito Mandiri atas nama Perusahaan
dengan nominal minimal Rp2 miliar. Penjaminan bilyet deposito tersebut telah disetujui dengan
ditandatanganinya perjanjian Gadai Deposito No. CRO.KP/100/PGD/2017 pada tanggal 21 Juni 2017
antara Perusahaan dan Mandiri.
Seluruh fasilitas pinjaman Perusahaan dan AA dijamin dengan detail berikut, yang juga terikat secara
cross-collateralized dan cross-default dengan fasilitas pinjaman bank jangka pendek pada tanggal 31
Maret 2022 dan 31 Desember 2021 adalah sebagai berikut:
39
Page 42
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan)
Daftar Jaminan Perusahaan Pemilik Nilai Jaminan
Jaminan
a. Sebelas (11) bidang tanah dan segala sesuatu Perusahaan, TSM dan AA 142.766.000.000
termasuk bangunan yang melekat.
b. Mesin-mesin Perusahaan, TSM dan AA 27.051.000.000
c. Persediaan Perusahaan 80.000.000.000
d. Piutang usaha Perusahaan 60.000.000.000
e. Deposito berjangka Perusahaan 2.036.000.000
Pada tanggal 18 Januari 2021, Perusahaan mengajukan surat permohonan penurunan tingkat suku
bunga pinjaman terkait adanya pandemi COVID-19 yang belum dapat dipastikan sampai kapan
selesainya, dengan ini pihak Mandiri berdasarkan surat No. CM2.JPM/086/2021 tanggal 22 Januari
2021 menyetujui untuk menyesuaikan suku bunga kredit Perusahaan dalam kondisi luar biasa pandemi
COVID-19 dengan rincian sebagai berikut:
Fasilitas Semula Menjadi Efektif Kembali normal
KMK Revolving 11.00%p.a. 9,25%p.a. 1 Mei 2020 – 31 Desember 2020 11.00%p.a. 1 Januari
2021
KMK Transaksional 11.00%p.a. 9,25%p.a. 1 Mei 2020 – 31 Desember 2020 11.00%p.a. 1 Januari
2021
15. UTANG USAHA
a. Akun ini terdiri dari:
30-Jun-23 31-Des-22
Pihak berelasi
PT Tira Stahlindo Indonesia - 515,451,609
Pihak ketiga
PT Perdana Karya Mandiri Sejahtera 1,300,714,651 1,300,714,651
PT Air Products Indonesia 1,656,251,395 1,656,251,395
PT Maxima Mandiri Indonusa 2,451,933,945 2,451,933,945
International Metal Service Nord Gmbh - -
PT Dwigasindo Abadi - -
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 miliar) 14,934,535,467 11,125,926,079
Total 20,343,435,458 17,050,277,679
40
Page 43
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG USAHA (Lanjutan)
b. Rincian utang usaha menurut mata uang adalah sebagai berikut:
30-Jun-23 31-Des-22
Rupiah 20,343,435,458 17,045,075,818
Dolar AS - 2,614,806
Euro - -
Yen Jepang - 2,587,055
Total 20,343,435,458 17,050,277,679
16. UTANG LAIN-LAIN
30-Jun-23 31-Des-22
Pihak ketiga:
Uang muka pelanggan 3,295,947,564 2,743,845,326
Uang jaminan pelanggan 10,500,000 290,304,576
Transportasi 234,778,952 802,511,784
Uang jaminan botol 1,082,430,932 1,082,430,932
Lain-lain 2,350,079,418 1,742,889,976
Total 6,973,736,866 6,661,982,594
17. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
30-Jun-23 31-Des-22
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 733,989,962 636,759,204
Pajak Penghasilan:
Pasal 23 2,379,564 301,500
Total 736,369,526 637,060,704
b. Taksiran Tagihan Pajak Penghasilan
Taksiran tagihan pajak merupakan kelebihan pembayaran pajak di Kelompok Usaha, yang
menurut pendapat manajemen dapat diperoleh kembali, dengan rincian sebagai berikut:
41
Page 44
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17 PERPAJAKAN (Lanjutan)
30-Jun-23 31-Des-22
Pajak Penghasilan
2019 269,043,243 269,043,243
2020 - -
2021 2,205,577,068 2,205,577,068
2022 2,172,644,231 2,172,644,231
2023 3,338,614,775 -
Total 7,985,879,317 4,647,264,542
c. Utang Pajak
30-Jun-23 31-Des-22
Perusahaan
Pajak Penghasilan
Pasal 21 423,499,072 457,361,148
Pasal 23 84,377,466 336,544,178
Pasal 4 (2) 1,907,411 39,999,998
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) - neto 4,277,474,138 2,159,428,523
Entitas Anak
Pajak Penghasilan
Pasal 21 26,684,456 20,049,234
Pasal 23 1,740,210 1,919,400
Pasal 29 190,666,854 193,530,374
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) - neto 508,543,300 -
Total 5,514,892,907 3,208,832,855
d. Manfaat (beban) Pajak Penghasilan
Manfaat (beban) pajak penghasilan Kelompok Usaha adalah sebagai berikut:
30-Jun-23 30-Jun-22
Pajak kini
Perusahaan - -
Entitas Anak (65,726,468) -
Total (65,726,468) -
Pajak tangguhan
Perusahaan - -
Entitas Anak - -
Total - -
Neto (65,726,468) -
42
Page 45
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. PERPAJAKAN (Lanjutan)
e. Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan sesuai dengan laporan laba rugi konsolidasian
dan penghasilan kena pajak untuk periode sampai dengan 30 Juni 2023 dan 2022 adalah sebagai
berikut:
30-Jun-23 30-Jun-22
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi konsolidasian 95,197,597 -
Laba (Rugi) Entitas Anak
sebelum beban pajak penghasilan - -
Laba (rugi) Perusahaan
sebelum beban pajak penghasilan 95,197,597 -
Beda temporer:
Penyisihan imbalan kerja -
Pembayaran manfaat imbalan pasca kerja -
Total - -
Beda tetap: -
Laba (rugi) kena pajak 95,197,597 -
Kompensasi rugi fiskal tahun lalu (12,779,251,527)
4,615,663,223,600 4,615,663,223,600
Akumulasi Rugi Fiskal / Laba Kena Pajak (12,684,053,930) -
Pajak Penghasilan - -
Dikurangi:
Pajak penghasilan dibayar dimuka -
Taksiran Tagihan (Utang) Pajak Penghasilan - -
f. Pajak Tangguhan
Dikreditkan
(Dibebankan) ke
Dikreditkan Penghasilan
Saldo (Dibebankan) ke Komprehensif Saldo
1-Jan-23 Laba Rugi Lain 30-Jun-23
Aset Pajak Tangguhan
Perusahaan : - - - -
Entitas Anak
Liabilitas imbalan kerja - - - -
Piutang Usaha 220,657,903 - - 220,657,903
Piutang Lain - lain 6,086,202 - - 6,086,202
Aset tidak lancar lainnya 39,735,826 - - 39,735,826
Kompensasi rugi fiskal - - - -
Penyisihan aset pajak tangguhan (99,263,638) - - (99,263,638)
Aset pajak tangguhan
Entitas anak 167,216,293 - - 167,216,293
Total Aset Pajak
Tangguhan - Neto 167,216,293 - - 167,216,293
43
Page 46
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. PERPAJAKAN (Lanjutan)
Dikreditkan
(Dibebankan) ke
Dikreditkan Penghasilan
Saldo (Dibebankan) ke Komprehensif Saldo
1-Jan-23 Laba Rugi Lain 30-Jun-23
Liabilitas pajak tangguhan
Perusahaan :
Rugi fiskal 2,409,035,634 - - 2,409,035,634
Liabilitas imbalan kerja 5,203,594,858 - - 5,203,594,858
Piutang Usaha 727,495,956 - - 727,495,956
Aset tetap (25,243,968,309) (1,860,242,863) - (27,104,211,172)
Aset hak guna (1,009,413,986) - - (1,009,413,986)
(17,913,255,847) (1,860,242,863) - (19,773,498,710)
Entitas Anak
Liabilitas imbalan kerja 296,907,828 - - 296,907,828
Piutang Usaha 37,278,949 - - 37,278,949
Aset tetap (4,382,730,034) - - (4,382,730,034)
Piutang Lain-lain 56,802,823 - - 56,802,823
Aset hak guna 979,151 - - 979,151
(3,990,761,283) - - (3,990,761,283)
Total Liabilitas Pajak
Tangguhan - Neto (21,904,017,130) (1,860,242,863) - (23,764,259,993)
Saldo (Dibebankan) ke Komprehensif Saldo
1-Jan-22 Laba Rugi Lain 31-Dec-22
Aset Pajak Tangguhan
Perusahaan : - - - -
Entitas Anak
Liabilitas imbalan kerja 1,186,296 (1,186,296) - -
Piutang Usaha 129,989,903 90,668,000 - 220,657,903
Piutang Lain - lain 4,868,962 1,217,240 - 6,086,202
Aset tidak lancar lainnya 19,867,913 19,867,913 39,735,826
Kompensasi rugi fiskal 3,358,233 (3,358,233) -
Penyisihan aset pajak tangguhan (78,178,484) (21,085,154) - (99,263,638)
Aset pajak tangguhan
Entitas anak 81,092,823 86,123,470 - 167,216,293
Total Aset Pajak
Tangguhan - Neto 81,092,823 86,123,470 - 167,216,293
Liabilitas pajak tangguhan
Perusahaan :
Rugi fiskal 2,811,435,336 (402,399,702) - 2,409,035,634
Liabilitas imbalan kerja 5,179,840,775 (24,827,958) 48,582,041 5,203,594,858
Piutang Usaha 1,861,142,014 (1,133,646,058.00) - 727,495,956
Aset tetap (25,151,598,595) (92,369,714) - (25,243,968,309)
Aset hak guna (1,296,880,121) 287,466,135 - (1,009,413,986)
(16,596,060,591) (1,365,777,297) 48,582,041 (17,913,255,847)
Entitas Anak
Liabilitas imbalan kerja 343,767,365 (39,217,323) (7,642,214) 296,907,828
Piutang Usaha 16,386,685 20,892,264 - 37,278,949
Piutang Lain-lain - 56,802,823 - 56,802,823
Aset tetap (4,365,217,432) (17,512,602) - (4,382,730,034)
Aset hak guna 1,422,265 (443,114) - 979,151
(4,003,641,117) 20,522,048 (7,642,214) (3,990,761,283)
Total Liabilitas Pajak
Tangguhan - Neto (20,599,701,708) (1,345,255,249) 40,939,827 (21,904,017,130)
44
Page 47
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. PERPAJAKAN (Lanjutan)
UU No. 2 Tahun 2020
Pada tanggal 31 Maret 2020, Presiden Republik Indonesia menerbitkan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-Undang (“Perppu”) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara
dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-
19) dan/atau dalam rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional
dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan (“Perppu 1 – 2020), yang mengatur, antara lain:
- Penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak Badan dari 25% menjadi 22% pada tahun pajak
2020 dan 2021;
- Penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak Badan dari 22% menjadi 20% mulai tahun pajak
2022 dan seterusnya;
- Pengurangan lebih lanjut tarif pajak sebesar 3% lebih rendah dari tarif pajak yang disebutkan
di atas untuk wajib pajak yang memenuhi persyaratan tertentu.
Tarif pajak yang baru tersebut akan digunakan sebagai acuan untuk pengukuran aset dan liabilitas
pajak kini dan tangguhan mulai sejak berlakunya Perppu 1 – 2020 tersebut.
Manajemen berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan dapat direalisasikan pada tahun
mendatang.
Undang-Undang No. 7 Tahun 2021
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No.
7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Aturan tersebut menetapkan tarif pajak
penghasilan wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 22% yang mulai berlaku
pada tahu pajak 2022 dan seterusnya. Dengan demikian, penetapan tarif pajak sebelumnya 20%
menjadi tidak berlaku setelah Undang-Undang ini disahkan.
Manajemen berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan dapat direalisasikan pada tahun
mendatang.
g. Pengampunan Pajak
Sehubungan dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.03/2016
tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/PMK.03/2016 dan
Peraturan Direktoran Jenderal Pajak Nomor PER-18/PJ/2016 tentang Pengembalian Kelebihan
Pembayaran Uang Tebusan dalam rangka Pengampunan Pajak.
Kelompok Usaha telah melaksanakan pengampunan pajak ini dengan memperoleh SKPP per
tanggal 14 Desember 2016 sebesar Rp7.500.000, 23 Desember 2016 sebesar Rp5.000.000, 15
Maret 2017 sebesar Rp5.000.000, 20 Maret 2017 sebesar Rp15.225.300 dan 24 Maret 2017
sebesar Rp10.730.000.
45
Page 48
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR
30-Jun-23 31-Des-22
Operasional 1,895,675,584 1,217,716,516
Impor 2,172,600,857 1,234,942,251
Jasa profesional 315,896,810 404,876,449
Pajak 1,435,185,113 798,535,694
Lain-lain 401,333,924 130,226,695
Total 6,220,692,288 3,786,297,605
19. LIABILITAS PEMBIAYAAN KONSUMEN
Pembayaran minimum liabilitas pembiayaan konsumen di masa mendatang, serta nilai sekarang atas
pembayaran minimum liabilitas pembiayaan konsumen adalah sebagai berikut:
30-Jun-23 31-Des-22
2022 - -
2023 87,299,722 67,782,000
2024 50,836,500 50,836,500
Total pembayaran minimum 138,136,222 118,618,500
Bunga belum jatuh tempo (12,527,600) (12,527,600)
Nilai kini pembayaran minimum 125,608,622 106,090,900
Bagian jatuh tempo dalam satu tahun (125,608,622) (57,794,969)
Bagian Jangka Panjang - 48,295,931
Kelompok Usaha memperoleh fasilitas pembiayaan konsumen untuk pemilikan kendaraan.
Kelompok Usaha mengakui beban bunga pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing
sebesar Rp16.721.686 disajikan sebagai “Beban Keuangan” di dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian (Catatan 29).
Liabilitas pembiayaan konsumen dalam mata uang Rupiah.
20. LIABILITAS SEWA
30-Jun-23 31-Des-22
Pihak Ketiga
Komitmen sewa operasi berdasarkan perjanjian sewa - 28,900,000
Menggunakan suku bunga 4,22% - 6,88% - (373,644)
Total - 28,526,356
Mulai tanggal 1 Januari 2020, Kelompok Usaha melakukan penerapan PSAK No. 73 “Sewa” dan
memilih metode setrospektif dengan dampak kumulatif. Perusahaan telah melakukan pengkajian dan
menentukan bahwa transisi standar baru memiliki dampak terhadap saldo laba pada 1 Januari 2020
sebesar Rp3.984.850.014.
46
Page 49
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Perusahaan menyelenggarakan program pensiun untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi
syarat. Iuran pensiun ditanggung oleh Perusahaan dan ditempatkan di PT Asuransi Jiwa Manulife
Indonesia. Aset program terdiri dari uang tunai.
Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2013), “Imbalan Kerja” dalam mengakui
biaya manfaat karyawan dalam laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022.
Liabilitas imbalan kerja Perusahaan, GLS dan AA pada tanggal 31 Desember 2022 dihitung oleh
aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria I Gde Eka Sarmaja, FSAI dan Rekan dalam laporannya
masing-masing tertanggal 12 Mei 2022 dengan menggunakan metode ”Projected Unit Credit” dan
mempertimbangkan beberapa asumsi sebagai berikut:
2023 2022
Tingkat diskonto 7,00% 7,00%
Tingkat kenaikan gaji 3,00% 3,00%
Tabel mortalita TMI IV-2019 TMI IV-2019
Usia pensiun normal 56 tahun 56 tahun
Jumlah yang dicakup pada laporan posisi keuangan konsolidasian yang berasal dari liabilitas
Perusahaan dan Entitas Anak tertentu sehubungan dengan imbalan kerja adalah sebagai berikut:
30-Jun-23 31-Des-22
Nilai kini liabilitas imbalan pasti 26,621,307,941 25,622,662,714
Nilai wajar aset program - (620,377,779)
Nilai Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan - Neto 26,621,307,941 25,002,284,935
Mutasi liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut:
30-Jun-23 31-Des-22
Saldo awal tahun 25,002,284,935 25,112,701,984
Beban diakui pada laporan konsolidasian:
Laba rugi 3,216,145,705 1,486,705,650
Penghasilan komprehensif lain 186,090,122 186,090,122
Transfer PBO - -
Pembayaran manfaat (1,783,212,821) (1,783,212,821)
Nilai Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan - Neto 26,621,307,941 25,002,284,935
Analisa jatuh tempo yang diharapkan dari imbalan kerja karyawan yang tidak terdiskonto pada tanggal
31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Periode 31-Des-22
Dalam 1 tahun 6,410,981,368
1 tahun sampai 5 tahun 12,113,141,294
5 tahun sampai 10 tahun 14,943,527,712
Lebih dari 10 tahun 38,404,887,711
Total 71,872,538,085
47
Page 50
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. MODAL SAHAM
Pemegang saham Perusahaan, jumlah ditempatkan dan disetor, dan saldo yang terkait pada tanggal
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 berdasarkan catatan PT Sinartama Gunita, adalah sebagai
berikut:
Jumlah saham Persentase Modal saham
Ditempatkan Kepemilikan Ditempatkan
Nama Pemegang Saham dan Disetor (%) dan Disetor
PT Widjajatunggal Sejahtera 259,426,340 44.120 25,942,634,000
PT Martensite Unggul 247,879,660 42.156 24,787,966,000
PT Penta Widjaja Investindo 21,605,000 3.674 2,160,500,000
Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Tbk 156,000 0.027 15,600,000
Johny Santoso*) 70,000 0.012 7,000,000
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 58,863,000 10.011 5,886,300,000
Jumlah 588,000,000 100.000 58,800,000,000
*) Bapak Johnny Santoso sebagai Komisaris Utama meninggal dunia pada tanggal 21 Maret 2022.
23. TAMBAHAN MODAL DISETOR
30-Jun-23 31-Des-22
Agio saham dari penawaran umum terbatas 10,500,000,000 10,500,000,000
Biaya emisi saham (1,914,738,539) (1,914,738,539)
Kelebihan nilai pasar saham ESOP 908,400,000 908,400,000
Sub-total 9,493,661,461 9,493,661,461
Pengampunan pajak 43,455,300 43,455,300
Divestasi entitas anak (15,225,300) (15,225,300)
Total 9,521,891,461 9,521,891,461
24. CADANGAN UMUM
Berdasarkan Akta Notaris No. 6 oleh Jana Hanna Waturangi, S.H., tanggal 15 Juni 2015, pemegang
saham menyetujui penggunaan laba bersih Perusahaan tahun buku 2014 sejumlah Rp480.372.551
sebagai dana cadangan umum Perusahaan.
25. PENJUALAN NETO
30-Jun-23 30-Jun-22
Baja 78,384,961,125 88,203,505,603
Gas industri 44,940,980,141 40,118,956,477
Cetakan dan kawat las 9,454,867,764 7,305,477,408
Total 132,780,809,030 135,627,939,488
Tidak ada penjualan kepada satu pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan neto
konsolidasian selama bulan Januari – Juni 2023 dan 2022. Penjualan selama bulan Januari – Juni
2023 dan 2022 seluruhnya kepada pihak ketiga.
48
Page 51
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. BEBAN POKOK PENJUALAN
30-Jun-23 30-Jun-22
Bahan baku dan pembantu yang digunakan 8,972,027,898 1,988,689,110
Tenaga kerja langsung 708,938,326 687,785,363
Beban pabrikasi - -
Penyusutan (Catatan 11) 476,134,432 500,959,311
Total beban produksi 10,157,100,656 3,177,433,784
Barang dalam proses
Awal tahun 766,551,051 3,066,204,201
Akhir tahun (1,640,150,106)
Beban pokok produksi 9,283,501,601 6,243,637,985
Barang jadi
Awal tahun 1,260,909,334 1,260,909,334
Pembelian 81,715,464,843 84,615,317,334
Akhir tahun (443,178,874) (1,260,909,334)
Beban Pokok Penjualan 91,816,696,904 90,858,955,319
27. BEBAN USAHA
30-Jun-23 30-Jun-22
Gaji dan upah 28,402,382,052 28,902,382,052
Pengangkutan dan pengemasan 2,044,974,617 2,094,974,617
Sewa 54,993,334 154,993,334
Beban imbalan kerja 737,774,704 787,774,704
Pajak dan perizinan 518,602,674 568,602,674
Penyusutan aset tetap 867,995,035 752,168,320
Penyusutan aset hak guna 979,904,276 2,008,215,545
Administrasi bank 987,859,127 1,037,859,127
Perbaikan dan pemeliharaan 398,092,611 598,092,611
Listrik dan energi 709,846,137 909,846,137
Perjalanan 629,740,976 579,740,976
Jasa Profesional 223,051,020 223,051,020
Asuransi 65,164,458 165,164,458
Perlengkapan kantor 482,792,866 482,792,866
Telepon dan faksimili 140,461,998 240,461,998
Lain-lain 344,961,887 760,484,490
Total 37,588,597,772 40,266,604,929
49
Page 52
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. BEBAN KEUANGAN
30-Jun-23 30-Jun-22
Pinjaman bank 3,669,193,202 2,077,180,275
Liabilitas pembiayaan konsumen - 4,767,228
Total 3,669,193,202 2,081,947,503
29. LABA (RUGI) PER SAHAM
30-Jun-23 30-Jun-22
Laba (rugi) neto diatribusikan kepada
pemilik entitas induk 29,471,129 1,554,209,308
Total rata-rata tertimbang lembar saham biasa
yang beredar 588,000,000 588,000,000
Laba (Rugi) Neto per Saham Dasar / Dilusian 0.05 2.64
Pada tanggal pelaporan, tidak ada efek berpotensi saham biasa yang dapat menimbulkan pengaruh
dilutif pada laba neto atau rugi neto per saham Perusahaan.
30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Sifat hubungan dengan pihak berelasi
Pihak Berelasi Sifat Berelasi Sifat Transaksi
PT Widjajatunggal Sejahtera Pemegang Piutang pihak berelasi dan
Saham utang lain-lain pihak
berelasi
Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Pemegang Piutang pihak berelasi
Tbk Saham
PT Hamana Works Tira Indonesia Join Venture Piutang pihak berelasi dan
utang lain-lain pihak
berelasi
PT Tira Stahlindo Indonesia Join Venture Utang lain - lain pihak
berelasi
Karena memiliki sifat berelasi, hal ini memungkinkan syarat dan kondisi transaksi dengan pihak yang
berelasi tidak sama jika transaksi tersebut dilakukan dengan pihak ketiga.
50
Page 53
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
Transaksi Dengan Pihak Berelasi
a. Piutang pihak berelasi
30-Jun-23 31-Des-22
PT Hamana Works Tira Indonesia - -
Total - -
Persentase piutang usaha -
pihak berelasi terhadap total aset % %
Piutang pihak berelasi dari PT Hamana Works Tira Indonesia merupakan penggantian biaya
berkaitan dengan beban operasional yang merupakan pinjaman yang diberikan tanpa dikenakan
bunga, diberikan tanpa jaminan.
b. Utang lain-lain pihak berelasi
30-Jun-23 31-Des-22
PT Tira Stahlindo Indonesia - -
Koperasi Karyawan PT Tira Austenite Tbk 200,749,500 112,180,870
200,749,500 112,180,870
Utang lain-lain kepada PT Tira Stahlindo Indonesia berkaitan dengan biaya operasional. Koperasi
Karyawan PT Tira Austenite Tbk merupakan pinjaman dana untuk dana pinjaman anggota
koperasi. Seluruhnya merupakan pinjaman yang diberikan tanpa dikenakan bunga yang diberikan
tanpa jaminan.
Utang lain-lain kepada pihak berelasi dalam mata uang Rupiah.
c. Imbalan jangka pendek yang diberikan ke Dewan Komisaris dan Direksi sebesar
Rp11.012.538.741 dan Rp8.363.545.199 masing-masing pada 31 Desember 2022 dan 2021.
31. INFORMASI SEGMEN
Segmen Usaha
Untuk tujuan pelaporan manajemen, saat ini kegiatan usaha Kelompok Usaha terbagi dalam tiga
kelompok segmen yaitu perdagangan dan distribusi barang-barang teknik; industri cetakan dan kawat
las; dan perdagangan gas industri. Segmen tersebut menjadi dasar pelaporan informasi segmen primer
Kelompok Usaha. Seluruh pendapatan Kelompok Usaha berasal dari wilayah Indonesia sehingga
segmen geografis tidak disajikan.
Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
51
Page 54
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. INFORMASI SEGMEN (Lanjutan)
Perdagangan Industri
dan distribusi cetakan dan Perdagangan
30 Juni 2023 barang teknik kawat las gas industri Eliminasi Konsolidasi
Penjualan eksternal neto 78,384,961,126 9,454,867,764 44,940,980,140 132,780,809,030
Penjualan antar segmen 124,616,871 - (124,616,871) -
Penjualan neto 78,509,577,997 9,454,867,764 44,940,980,140 (124,616,871) 132,780,809,030
-
Beban pokok penjualan 54,566,410,871 6,308,824,688 31,066,078,216 (124,616,871) 91,816,696,904
Beban usaha 24,690,386,719 2,167,048,544 10,731,162,509 - 37,588,597,772
Hasil segmen (747,219,593) 978,994,532 3,143,739,415 - 3,375,514,354
Laba atas penjualan aset tetap -
Rugi selisih kurs - neto 51,633,815
Pendapatan bunga -
Pendapatan sewa -
Beban keuangan (3,669,193,202)
Denda dan koreksi pajak -
Bagian atas rugi neto dari -
entitas ventura bersama -
Lain-lain neto 337,242,630
Laba sebelum beban -
pajak penghasilan 95,197,597
Beban pajak penghasilan -
Laba Neto 95,197,597
Informasi lainnya
Aset
Aset segmen 288,473,386,891 46,513,579,062 81,029,282,038 416,016,247,991
Liabilitas
Liabilitas segmen 173,364,766,204 10,564,430,067 45,238,925,237 229,168,121,508
Pengeluaran barang modal 57,508,750 - 395,516,158 453,024,908
Penyusutan 414,461,510 16,701,887 436,831,638 867,995,035
Perdagangan Industri
dan distribusi cetakan dan Perdagangan
30 Juni 2022 barang teknik kawat las gas industri Eliminasi Konsolidasi
Penjualan eksternal neto 88,203,505,603 7,305,477,408 40,118,956,477 135,627,939,488
Penjualan antar segmen 5,210,774,093 - (5,210,774,093) -
Penjualan neto 93,414,279,696 7,305,477,408 40,118,956,477 (5,210,774,093) 135,627,939,488
-
Beban pokok penjualan 68,020,495,170 4,645,525,667 23,403,708,575 (5,210,774,093) 90,858,955,319
Beban usaha 26,999,655,281 863,767,524 12,403,182,124 - 40,266,604,929
Hasil segmen (1,605,870,755) 1,796,184,217 4,312,065,778 - 4,502,379,240
Laba atas penjualan aset tetap -
Rugi selisih kurs - neto 96,578,442
Pendapatan bunga -
Pendapatan sewa -
Beban keuangan (4,259,668,379)
Denda dan koreksi pajak -
Bagian atas rugi neto dari -
entitas ventura bersama -
Lain-lain neto 32,421,975
Laba sebelum beban -
pajak penghasilan 371,711,278
Beban pajak penghasilan -
Laba Neto 371,711,278
Informasi lainnya
Aset
Aset segmen 175,545,712,813 70,218,285,125 105,327,427,687 351,091,425,625
Liabilitas
Liabilitas segmen 91,843,457,035 36,737,382,814 55,106,074,221 183,686,914,070
Pengeluaran barang modal 68,622,000 - 189,840,909 258,462,909
Penyusutan 245,723,162 18,950,862 487,494,296 752,168,320
52
Page 55
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. INSTRUMEN KEUANGAN
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrument keuangan Kelompok
Usaha yang dicatat di laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022 :
30-Jun-23 31-Dec-22
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas tunai 573,873,870 573,873,870 567,798,505 567,798,505
Pinjaman yang diberikan dan piutang
pada biaya perolehan diamortisasi:
Kas di bank dan setara kas 5,870,179,546 5,870,179,546 11,986,248,349 11,986,248,349
Piutang usaha - neto 62,328,489,663 62,328,489,663 50,669,333,320 50,669,333,320
Piutang lain-lain 7,878,467,126 7,878,467,126 13,718,706,407 13,718,706,407
Aset lancar lainnya - deposito 2,036,000,000 2,036,000,000 2,036,000,000 2,036,000,000
Total Aset Keuangan 78,687,010,205 78,687,010,205 78,978,086,581 78,978,086,581
Liabilitas Keuangan
Pinjaman dan utang pada
biaya perolehan diamortisasi:
Pinjaman bank jangka pendek 111,616,209,265 111,616,209,265 100,982,611,366 100,982,611,366
Utang usaha 20,343,435,458 20,343,435,458 17,050,277,679 17,050,277,679
Utang lain-lain 6,973,736,866 6,973,736,866 11,617,975,244 11,617,975,244
Beban masih harus dibayar 6,220,692,288 6,220,692,288 3,786,297,605 3,786,297,605
Liabilitas sewa - - 28,526,356 28,526,356
Liabilitas pembiayaan konsumen 125,608,622 125,608,622 106,090,900 106,090,900
Total Liabilitas Keuangan 145,279,682,499 145,279,682,499 133,571,779,150 133,571,779,150
Berdasarkan PSAK 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, terdapat tingkat hirarki nilai wajar
sebagai berikut:
a. Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat
1),
b. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset
atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya derivasi
dari harga) (tingkat 2), dan
c. Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input
yang tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dicatat sebesar
nilai wajar, atau sebaliknya, disajikan dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut mendekati nilai
wajarnya atau nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.
Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok
instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:
Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek:
Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau kurang.
Instrumen keuangan ini sangat mendekati nilai tercatat mereka karena jatuh tempo mereka dalam
jangka pendek.
53
Page 56
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)
Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang:
Liabilitas keuangan jangka panjang dengan suku bunga tetap dan variabel.
Nilai wajar dari liabilitas keuangan ini ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa datang
menggunakan suku bunga yang berlaku dari transaksi pasar yang dapat diamati untuk instrumen
dengan persyaratan, risiko kredit dan jatuh tempo yang sama.
Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
Estimasi nilai wajar didasarkan pada nilai diskonto dari arus kas masa datang yang disesuaikan
untuk mencerminkan risiko pihak lawan (untuk aset keuangan) dan risiko kredit Perusahaan (untuk
liabilitas keuangan) dan menggunakan suku bunga bebas risiko (risk-free rates) dari instrumen
yang serupa.
Untuk aset keuangan tidak lancar lainnya yang tidak dikuotasi di harga pasar dan nilai wajarnya
tidak dapat diukur secara handal tanpa menimbulkan biaya yang berlebihan, dicatat berdasarkan
nilai nominal dikurangi penurunan nilai.
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Instrumen keuangan pokok Kelompok Usaha terdiri dari kas, piutang usaha dan utang usaha, terutama
berasal langsung dari operasi Kelompok Usaha, pinjaman bank jangka pendek dan pinjaman bank
jangka panjang dan pinjaman lainnya. Aset dan liabilitas keuangan lainnya Kelompok Usaha termasuk
piutang lain-lain, uang jaminan, utang lain-lain, beban masih harus dibayar dan saldo dengan pihak-
pihak berelasi.
Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Kelompok Usaha adalah risiko kredit, risiko
transaksi mata uang asing, risiko suku bunga, dan risiko likuiditas. Tujuan manajemen atas risiko
Kelompok Usaha secara keseluruhan adalah untuk secara efektif mengelola risiko-risiko tersebut dan
meminimalkan dampak yang tidak diharapkan pada kinerja keuangan Kelompok Usaha. Direksi telah
mereview dan menyetujui semua kebijakan untuk mengelola setiap risiko, termasuk juga risiko ekonomi
dan risiko usaha Kelompok Usaha, yang dirangkum di bawah ini, dan juga memantau risiko akibat
perubahan harga pasar yang timbul dari semua instrumen keuangan.
a. Risiko kredit
Aset keuangan Kelompok Usaha yang memiliki potensi konsentrasi secara signifikan risiko kredit
pada dasarnya terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan piutang
hubungan istimewa. Kelompok Usaha memiliki kebijakan kredit dan prosedur untuk memastikan
berlangsungnya evaluasi kredit dan pemantauan akun secara aktif.
Eksposure Kelompok Usaha terhadap risiko kredit timbul dari wanprestasi pihak lain, dengan
eksposur maksimum setara dengan nilai tercatat dari instrumen berikut:
30-Jun-23 31-Des-22
Kas di bank & setara kas 5,870,179,546 11,986,248,349
Piutang usaha - neto 62,328,489,663 50,669,333,320
Piutang lain-lain 7,878,467,126 13,718,706,407
Aset lancar lainnya - deposito 2,036,000,000 2,036,000,000
78,113,136,335 78,410,288,076
54
Page 57
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
b. Risiko mata uang asing
Kelompok Usaha terekspos terhadap perubahan nilai tukar mata uang asing terutama dalam Dolar
Amerika dan Euro Eropa pada biaya-biaya tertentu terkait dengan pembelian material dan barang
dagangan, beban pokok penjualan, serta aset dan liabilitas yang timbul dari opersi sehari-hari.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Kelompok Usaha mempunyai aset dan
liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:
30-Jun-23 31 Desember 2022
Dalam mata Ekuivalen Dalam mata Ekuivalen
uang asli dalam Rupiah uang asli dalam Rupiah
Aset
Kas
Dolar Amerika Serikat 66,034 992,222,376 82,569 1,298,886,962
Euro 64,066 1,049,002,333 36,484 609,751,615
Total aset
Dolar Amerika Serikat 66,034 992,222,376 82,569 1,298,886,962
Euro 64,066 1,049,002,333 36,484 609,751,615
Liabilitas
Pinjaman jangka pendek
Dolar Amerika Serikat 1,309,676 19,679,193,229 891,347 14,021,785,949
Euro 1,445,469 23,667,905,357 125,576 2,098,712,579
Utang usaha
Dolar AS - - 166 2,614,806
Yen Jepang - - 22,005 2,587,055
Utang lain-lain
Dolar Amerika Serikat - - - -
Total liabilitas
Dolar Amerika Serikat 1,309,676 19,679,193,229 891,514 14,024,400,755
Euro 1,445,469 23,667,905,357 125,576 2,098,712,579
Yen Jepang - - 22,005 2,587,055
Aset (Liabilitas) Neto
Dolar Amerika Serikat (1,243,642) (18,686,970,852) (808,945) (12,725,513,793)
Euro (1,381,404) (22,618,903,024) (89,092) (1,488,960,964)
Yen Jepang - - (22,005) (2,587,055)
Total (41,305,873,877) (14,217,061,812)
Jika Rupiah melemah/menguat 5% terhadap mata uang lainnya, maka laba sebelum beban pajak
penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 akan
menjadi lebih rendah/tinggi masing-masing sebesar sekitar Rp710 juta dan Rp1,2 miliar.
55
Page 58
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
c. Risiko suku bunga
Kelompok Usaha dibiayai melalui pinjaman bank jangka pendek serta pinjaman lainnya, seperti
kredit dan uang muka dari pihak ketiga dan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Pinjaman
bank perusahaan khususnya berasal dari Bank Mandiri dalam nominasi mata uang Rupiah dan
mempunyai tingkat suku bunga 9.25% masing-masing untuk tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022.
Oleh sebab itu, Kelompok Usaha tertentu terekspos terhadap risiko pasar untuk perubahan tingkat
suku bunga terkait terutama terhadap liabilitas pinjaman jangka pendek dan panjang serta asset
dan liabilitas berbunga. Kelompok Usaha memiliki kebijakan untuk mendapatkan suku bunga yang
tersedia dan paling menguntungkan tanpa meningkatkan risiko mata uang asing mereka.
Kelompok Usaha juga berkewajiban untuk secara berkala memonitor penggunaan modal kerja
sehingga lebih efektif dan mempunyai biaya modal yang paling efisien. Salah satu upaya
manajemen dalam hal ini adalah melalui efektivitas manajemen modal kerja dan memperpendek
periode perputaran kas operasional (cash-to-cash cycle).
Kelompok Usaha menganalisis tingkat suku bunga mereka secara dinamis. Berbagai skenario
simulasi dengan mempertimbangkan pembayaran kembali, pertimbangan pelunasan,
pembaharuan posisi jumlah pinjaman yang ada dan pendanaan alternatif, di antaranya melalui
skema yang disebut project financing. Berdasarkan skenario tersebut, Kelompok Usaha
menghitung dampak pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dari perubahan suku
bunga yang ditetapkan. Pinjaman jangka pendek serta pinjaman lainnya Kelompok Usaha adalah
dalam mata uang Rupiah Indonesia, kecuali untuk fasilitas trade financing dan project financing
yang menggunakan mata uang Dollar Amerika.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022, berdasarkan simulasi sederhana yang dilakukan, jika suku
bunga meningkat/menurun sebesar 1% dengan semua variabel lainnya tetap konstan, laba
sebelum pajak penghasilan Kelompok Usaha untuk tahun yang bersangkutan masing-masing
Rp20 juta dan Rp18 juta lebih rendah/tinggi.
d. Risiko likuiditas
Manajemen risiko likuiditas dan pengelolaan modal kerja secara hati-hati berarti mempertahankan
posisi kas dan setara kas serta menggunakan modal kerja secara efektif untuk mendukung
kegiatan bisnis Kelompok Usaha. Kelompok Usaha telah menggunakan tolok ukur perputaran kas
(cash to cash cycle) dalam mengefektifkan perputaran modal kerja tersebut, di mana risiko ini akan
terus diturunkan sejalan dengan kebijakan manajemen untuk menurunkan tingkat persediaan
Kelompok Usaha yang dikelolanya. Sementara itu Kelompok Usaha juga menjaga keseimbangan
antara keselarasan penagihan piutang usaha serta melalui fleksibilitas penggunaan pinjaman bank
dan pinjaman lainnya.
e. Pengelolaan permodalan
Tujuan utama dari pengelolaan permodalan Kelompok Usaha adalah untuk memastikanbahwa
rasio modal selalu dalam kondisi sehat agar dapat mendukung kinerja usaha dan memaksimalkan
nilai dari pemegang saham.
Kelompok Usaha mengelola struktur modalnya dan membuat penyesuaian-penyesuaian
sehubungan dengan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik dari risiko usahanya. Aga dapat
menjaga dan menyesuaikan struktur modalnya, Kelompok Usaha akan menyesuaikan jumlah dari
pembayaran dividen kepada para pemegang saham atau pengembalian struktur modal atau
menerbitkan surat saham.
56
Page 59
PT TIRA AUSTENITE Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tujuan pengelolaan modal, manajemen menganggap jumlah kombinasi sumber modal
eksternal (utang) dan internal yang berasal dari ekuitas serta saldo laba sebagai modal yang
digunakan dalam keseluruhan investasi. Jumlah ekuitas neto pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022
dianggap optimal oleh manajemen setelah memperhatikan belanja modal yang diproyeksikan dan
proyeksi peluang investasi dan bisnis strategis di tahun berikutnya. Selama beberapa tahun
terakhir, laba sebelum pajak penghasilan, bunga, penyusutan dan amortisasi (EBITDA) telah
menjadi kendali penting Kelompok Usaha serta juga bagi pihak bank yang memberikan pinjaman
kepada Kelompok Usaha. Kegiatan operasi yang berkelanjutan serta optimal dari Kelompok Usaha
tergantung dari kemampuan mereka secara mandiri dalam pendanaan melalui sumber pendanaan
di atas (EBITDA).
EBITDA Kelompok Usaha adalah sebagai berikut:
30-Jun-23 30-Jun-22
EBIT 95,197,597 371,711,278
Penyusutan dan amortisasi 867,995,035 752,168,320
EBITDA 963,192,632 1,123,879,598
Tidak terdapat perubahan pendekatan Kelompok Usaha untuk pengelolaan modal sepanjang
tahun berjalan.
57
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 6
Surat Pengantar.pdf
done
inlineXBRL.zip
done
instance.zip
done
FinancialStatement-2023-II-TIRA.xlsx
done