Back to announcement
CEKA_Laporan Keuangan Triwulan_Q2.2023.pdf
Financial statement Text extracted CEKASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 56
Page 1
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
LAPORAN KEUANGAN
(Tidak diaudit)
Laporan keuangan tanggal 30 Juni 2023
dan untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut.
Page 2
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2023
DAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(TIDAK DIAUDIT)
Daftar Isi
Halaman
Laporan Posisi Keuangan .......................................................................... 1-2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain .............................. 3
Laporan Perubahan Ekuitas ....................................................................... 4
Laporan Arus Kas ..................................................................................... 5
Catatan atas Laporan Keuangan ................................................................ 6 - 53
**************
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan ini.
Page 3
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk
wilmar
SURAT PERNVATAAN DIREKSI BOARD OF DIRECTORS^ STA TEMENT
TENTANC REGARDING
TANCCUNC JAWAB ATAS THE RESPONSIBILITY FOR
LAPORAN KEDANCAN THE FINANCIAL STA TEMENTS
PADA TANCCAL 30 JliNI 2023 AS OF JUNE 30, 2023
DAN 31 DESEMBER2022 AND DECEMBER 31, 2022
SERTA IINTUK PERIODE YANG AND FOR THE PERIODS
BERAKHIR 30 Jl'Nl 2023 DAN 2022 ENDED JUNE 30, 2023 AND 2022
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk PT WILMAR CAHA YA INDONESIA Tbk
Saya, yang bertanda tangan di bawah ini: I, the undersigned below:
NamaERRY TJUATJA Name
Alamat kantor Jl. Industri Selatan 3. Jababeka Tahap Office address
II. GG No. 1 Kab. Bekasi, Jawa Barat
Alamat domisili Jl. Amir Hamzah Komplek Griya Domicile address or
atau sesuai K.TP Riatur Indah. Blok 1 No. 141. RT 001, address according to ID
RW 003 Kel. Helvetia Timur,
Kec. Medan Helvetia, Kota Medan,
Provinsi Sumatera Utara
Nomor telepon 021 - 89830003 Telephone number
Jabatan Presiden Direktur/ President Director Title
menyatakan bahwa: declare that:
1. Saya bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian 1.I am responsible for the preparation and presentation
laporan keuangan Pf Wilmar Cahaya Indonesia Tbk; of the financial statements of PT Wilmar Cahaya
Indonesia Tbk;
2. I^aporan keuangan PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk 2.The financial statements of PT Wilmar Cahaya
telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Indonesia Tbk have been prepared and presented in
Akuntansi Keuangan di Indonesia; accordance with Indonesian Financial Accounting
Standards;
3.a. Semua informasi dalam laporan keuangan 3.a All information in the financial statements of
PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk telah dimuat PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk have been fully
secara lengkap dan benar; dan disclosed in a complete and truthful manner; and
b. Laporan keuangan PT Wilmar Cahaya Indonesia b. The financial statements of PT Wilmar Cahaya
Tbk tidak mengandung informasi atau fakta Indonesia Tbk do not contain any incorrect
material yang tidak benar. dan tidak menghilangkan information or material fact, nor do they omit any
informasi atau fakta material; information or materialfact;
4.Saya bertanggung jawab atas sistem pengendalian 4.I am responsible fin- the internal control system ofPT
internal dalam PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk
Demikian pemyataan ini dibuat dengan sebenamya. This statement is made truthfully.
Jakarta, 27 Juli 2023/ Ja^art^Juty 27, 2023
ERRY TJUATJA
Presiden Direktur / President Director
HeadO^iceS Factory
Branc^ Oftce S Factory
Page 4
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2023 31 Desember 2022
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 4,31 187.807.891.852 118.054.324.561
Piutang usaha
Pihak ketiga 5,31 441.014.894.647 192.708.209.797
Pihak berelasi 12a,31 623.997.454.833 650.796.429.735
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 6,31 1.946.758.223 3.148.103.827
Pihak berelasi 12b,31 21.893.177 34.438.444
Persediaan - neto 7 333.519.560.478 367.684.598.919
Uang muka pembelian 8 43.023.145.813 26.002.308.665
Pajak dibayar di muka 16a 40.867.109.016 24.352.501.804
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Beban dibayar di muka 9 3.604.076.640 1.217.424.677
Jumlah aset lancar 1.675.802.784.679 1.383.998.340.429
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan - neto 16g 8.799.415.747 11.461.364.182
Estimasi tagihan pajak 16a 41.569.285.886 41.569.285.886
Aset tetap, setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar
Rp329.115.100.728 (2022 : Rp314.218.195.070) 11 263.985.016.703 269.389.502.266
Aset tidak lancar lainnya 10,31 11.558.701.852 11.868.960.812
Jumlah aset tidak lancar 325.912.420.188 334.289.113.146
JUMLAH ASET 2.001.715.204.867 1.718.287.453.575
1
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan ini.
Page 5
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2023 31 Desember 2022
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak ketiga 13,31 28.301.579.672 11.881.145.165
Pihak berelasi 12c,31 314.531.706.334 61.140.428.410
Utang lain-lain
Pihak ketiga 14,31 10.983.741.932 13.136.894.437
Pihak berelasi 12d,31 14.613.242.823 13.974.815.126
Uang muka penjualan 15 8.838.659.591 1.361.656.736
Utang pajak 16b 4.957.436.104 9.530.254.748
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Beban akrual 17,31 16.198.939.012 10.551.967.626
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 19,31 9.992.836.194 17.052.652.465
Utang dividen 18,31 491.586.500 407.206.500
Jumlah liabilitas jangka pendek 408.909.728.162 139.037.021.213
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 19 29.988.101.114 29.207.562.614
JUMLAH LIABILITAS 438.897.829.276 168.244.583.827
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 250 per saham
Modal dasar - 952.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 595.000.000 saham 20 148.750.000.000 148.750.000.000
Tambahan modal disetor - neto 21 109.952.993.909 109.952.993.909 2
Komponen ekuitas lainnya 22 2.747.693.317 2.747.693.317
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya:
- Cadangan umum 22 10.530.025.067 10.030.025.067
- Cadangan khusus 22 236.485.000 236.485.000
Belum ditentukan penggunaannya 1.290.600.178.298 1.278.325.672.455
JUMLAH EKUITAS 1.562.817.375.591 1.550.042.869.748
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.001.715.204.867 1.718.287.453.575
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan ini.
Page 6
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2023 30 Juni 2022
PENJUALAN NETO 23 3.031.206.977.387 3.642.424.476.918
BEBAN POKOK PENJUALAN 24 (2.845.704.508.301) (3.332.043.298.796)
LABA BRUTO 185.502.469.086 310.381.178.122
BEBAN USAHA
Beban penjualan 25 (70.509.093.421) (56.293.505.804)
Beban umum dan administrasi 26 (25.500.908.742) (26.909.645.341)
Laba/(rugi) selisih kurs - neto (1.059.988.593) 951.919.042
Laba pelepasan aset tetap 11 - 402.397.288
Pendapatan dan beban operasi lain-lain - neto 27 2.305.824.495 2.555.879.309
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
Jumlah beban usaha (94.764.166.261) (79.292.955.506)
LABA USAHA 90.738.302.825 231.088.222.616
(BEBAN)/PENGHASILAN LAIN-LAIN
Pendapatan bunga 1.544.231.432 1.288.384.141
Pajak final atas pendapatan bunga (256.411.473) (266.847.741)
Pendapatan bunga - neto setelah dikurangi pajak final 1.287.819.959 1.021.536.400
Beban bunga - (428.624.035)
Pendapatan/(beban) lain-lain - neto 1.287.819.959 592.912.365
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN BADAN 92.026.122.784 231.681.134.981
BEBAN PAJAK PENGHASILAN BADAN
Kini 16d (17.089.668.506) (47.324.513.170)
Tangguhan 16d (2.661.948.435) (3.420.598.516)
Jumlah beban pajak penghasilan badan (19.751.616.941) (50.745.111.686)
3
LABA PERIODE BERJALAN 72.274.505.843 180.936.023.295
Penghasilan komprehensif lain:
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja manfaat pasti - -
Pajak tangguhan terkait - -
Jumlah (rugi)/laba komprehensif lainnya - -
JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN 72.274.505.843 180.936.023.295
Laba per saham dasar:
Laba periode berjalan 28 121 304
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan ini.
Page 7
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tambahan modal Komponen ekuitas Ditentukan Belum ditentukan
Catatan Modal saham disetor lainnya penggunaannya penggunaannya Jumlah
Saldo per
31 Desember 2021 148.750.000.000 109.952.993.909 1.512.814.476 9.530.025.067 1.117.621.129.383 1.387.366.962.835
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Cadangan khusus 22 - - - - - -
Cadangan umum 22 - - - - - -
Laba tahun berjalan - - - - 180.936.023.295 180.936.023.295
Jumlah laba
komprehensif lainnya 16g,19 - - - - - -
Dividen kas 22 - - - - - -
Saldo per
30 Juni 2022 148.750.000.000 109.952.993.909 1.512.814.476 9.530.025.067 1.298.557.152.678 1.568.302.986.130
Saldo per
31 Desember 2022 148.750.000.000 109.952.993.909 2.747.693.317 10.266.510.067 1.278.325.672.455 1.550.042.869.748
Cadangan khusus 22 - -
Cadangan umum 22 - - - 500.000.000 (500.000.000) -
Laba tahun berjalan - - - - 72.274.505.843 72.274.505.843
Jumlah laba
komprehensif lainnya 16g,19 - - - - - -
Dividen kas 22 - - - - (59.500.000.000) (59.500.000.000)
4
Saldo per
30 Juni 2023 148.750.000.000 109.952.993.909 2.747.693.317 10.766.510.067 1.290.600.178.298 1.562.817.375.591
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan ini.
Page 8
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
LAPORAN ARUS KAS
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2023 30 Juni 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI:
Penerimaan kas dari pelanggan 2.856.610.662.741 3.328.328.306.153
Pembayaran kas kepada pemasok (2.628.788.379.691) (3.393.783.579.990)
Pembayaran untuk beban usaha (80.893.421.666) (43.316.912.460)
Pembayaran kepada karyawan (52.998.467.488) (47.429.763.283)
Pendapatan bunga yang diterima,
setelah dikurangi pajak final 1.025.645.475 1.067.390.942
Pembayaran pajak penghasilan badan (17.089.668.506) (63.380.816.087)
Penerimaan kas lain-lain - neto 60.595.513.525 18.002.958.345
Arus kas neto yang (digunakan)/diperoleh
dari aktivitas operasi 138.461.884.390 (200.512.416.380)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI:
Aset tetap:
Pembelian
LAPORAN ARUS KAS
(998.674.161) (3.053.066.357)
Penambahan aset dalam penyelesaian (7.717.595.168) (22.131.862.198)
Penjualan - 410.111.506
Pembayaran uang muka (576.427.770) (3.192.982.056)
Arus kas neto yang digunakan untuk
aktivitas investasi (9.292.697.099) (27.967.799.105)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN:
Pembayaran beban bunga - (428.624.035)
Pembayaran dividen (59.415.620.000) -
Arus kas neto yang digunakan untuk
aktivitas pendanaan (59.415.620.000) (428.624.035)
KENAIKAN/(PENURUNAN) NETO 5
KAS DAN SETARA KAS 69.753.567.291 (228.908.839.520)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE 118.054.324.561 234.899.763.801
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE 4 187.807.891.852 5.990.924.281
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan ini.
Page 9
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 dan untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut
(Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
Pendirian Perusahaan
PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. (“Perusahaan”), dahulu bernama CV Tjahaja Kalbar, didirikan di
Pontianak berdasarkan Akta No. 1 tanggal 3 Februari 1968 yang dibuat di hadapan Mochamad Damiri,
Notaris di Pontianak. Badan hukum Perusahaan berubah menjadi Perusahaan Terbatas berdasarkan Akta
Pendirian Perusahaan tanggal 9 Desember 1980 No. 49 yang dibuat di hadapan Mochamad Damiri,
Notaris di Pontianak. Berdasarkan Akta No. 103.A tanggal 18 April 1984 yang dibuat di hadapan Tommy
Tjoa Keng Liet, S.H., Notaris di Pontianak, diputuskan, antara lain, perpindahan kedudukan Perusahaan
dari Pontianak ke Jakarta. Akta pendirian dan perubahan yang dibuat di hadapan Mochamad Damiri dan
Tommy Tjoa Keng Liet, S.H. tersebut telah mendapat persetujuan dari Kementerian Kehakiman Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2- 1390.HT.01.01.TH.88. tanggal 17 Februari 1988. Akta
pendirian tersebut telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Pontianak No. 19/PT.Pendaf/95
tanggal 31 Juli 1995, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 27 Oktober
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
1995 No. 86, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 8884.
Anggaran Dasar Perusahaan beberapa kali mengalami perubahan, antara lain dengan Akta tanggal 18
April 1996 No. 83 yang dibuat di hadapan Siti Pertiwi Henny Singgih, S.H., Notaris di Jakarta mengenai
Perusahaan menjadi perusahaan terbuka. Sesuai dengan Surat Persetujuan Ketua Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (”Bapepam-LK”), sekarang Otoritas Jasa Keuangan (”OJK”), tanggal 10
Juni 1996 No. S-942/PM/1996, Pernyataan Pendaftaran Perusahaan menjadi efektif dalam rangka
Perusahaan melaksanakan penawaran umum perdana atas 34.000.000 saham Perusahaan dengan nilai
nominal Rp500 per saham kepada masyarakat melalui Bursa Efek Indonesia.
Perubahan Anggaran Dasar ini telah disahkan oleh Kementerian Kehakiman Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. C2-7688.HT.01.04.TH.96 tanggal 29 April 1996 dan telah didaftarkan di Kantor
Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Utara nomor agenda 613/BH.09.01/IX/1998 tanggal 29
September 1998 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 24 November
1998 No. 94, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 6538.
Sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perusahaan tanggal 27 Juni 1997 No. 137 yang dibuat
dihadapan Veronica Lily Dharma, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan mengubah Anggaran Dasarnya
untuk menyesuaikan dengan Keputusan Ketua BAPEPAM-LK (OJK) Nomor KEP-13/PM/1997 tanggal 30
April 1997 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perusahaan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek 6
Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik. Perusahaan juga meningkatkan modal dasar dari
Rp150.000.000.000 menjadi sebesar Rp238.000.000.000 dengan jumlah saham dari 300.000.000 saham
menjadi 476.000.000 saham dengan nilai nominal Rp500 per saham. Perubahan ini telah memperoleh
persetujuan dari Kementerian Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-
9678.HT.01.04.TH.97 tanggal 19 September 1997 dan telah didaftarkan di Kantor Pendaftaran
Perusahaan Kodya Jakarta Utara No. 613/BH.09.01/XII/97 tanggal 8 Desember 1997 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 6 Maret 1998 No. 19. Tambahan Berita
Negara Republik Indonesia No. 1436.
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan tanggal 30
September 1998 No. 81 yang dibuat di hadapan Veronica Lily Dharma, S.H., Notaris di Jakarta dan sesuai
dengan Surat Keputusan BAPEPAM-LK (OJK) No. S-2026/PM/1998 tanggal 25 September 1998,
Perusahaan melakukan Penawaran Umum Terbatas I Saham Perusahaan dengan menerbitkan hak
memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang saham Perusahaan, yaitu sejumlah 178.500.000 saham
biasa atas nama dengan nilai nominal Rp500 per saham atau seluruhnya sebesar Rp89.250.000.000.
Page 10
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
1. UMUM (lanjutan)
Pendirian Perusahaan (lanjutan)
Sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan rapat Perusahaan tanggal 20 Juni 2008 No. 19 yang dibuat
dihadapan Merry Susanti Siaril, S.H., Notaris di Jakarta, dilakukan penyesuaian Anggaran Dasar
Perusahaan terhadap Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perubahan
tersebut telah mendapat persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan surat
No. AHU-74160.A.H.01.02 Tahun 2008 tanggal 15 Oktober 2008.
Berdasarkan akta Notaris No. 6 tanggal 10 Mei 2013 yang dibuat di hadapan Dr. Fransiscus Xaverius
Arsin, S.H., notaris di Jakarta, Perusahaan mengubah namanya dari PT Cahaya Kalbar Tbk. menjadi PT
Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat No. AHU-29266.AH.01.02.Tahun 2013 tanggal 30 Mei 2013
dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 13 September 2013 No. 74,
Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 102700.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan tanggal
9 Juli 2015 No. 9 yang dibuat di hadapan Dr. Fransiscus Xaverius Arsin, S.H., Notaris di Jakarta,
Perusahaan mengubah nilai nominal saham Perusahaan dari Rp500 per masing-masing saham menjadi
Rp250 per masing-masing saham. Perubahan Anggaran Dasar telah disetujui oleh Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia dalam Surat No. AHU-0939228.AH.01.02.Tahun 2015 tanggal 10 Juli 2015.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Berdasarkan Akta tanggal 20 November 2019 No. 8 yang dibuat di hadapan Dr. Fransiscus Xaverius Arsin,
S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan mengubah Anggaran Dasar sehubungan dengan perubahan maksud
dan tujuan perusahaan sesuai dengan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia tahun 2017. Perubahan
Anggaran Dasar ini telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam surat No. AHU-
0097154.AH.01.02.TAHUN 2019 tanggal 22 November 2019.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1971 dan ruang lingkup kegiatan usaha
Perusahaan meliputi produksi minyak nabati dan minyak nabati spesialitas untuk industri makanan dan
perdagangan umum, termasuk impor dan ekspor. Kantor pusat Perusahaan terletak di Jl. Industri Selatan
3 Jababeka Tahap II, GG No. 1, RT000, RW000, Pasirsari, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa
Barat, 17532. Lokasi pabrik Perusahaan terletak di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat dan
Pontianak, Kalimantan Barat.
Entitas induk Perusahaan adalah PT Sentratama Niaga Indonesia dan entitas induk terakhir adalah Wilmar
International Limited (“WIL”). WIL merupakan perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek
Singapura.
Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, dan Karyawan
7
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
adalah sebagai berikut.
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris Darwin Indigo Darwin Indigo
Komisaris - Erik
Komisaris Independen Mayjend. (Purn) Drs. Mayjend. (Purn) Drs.
Hendardji Soepandji, S.H. Hendardji Soepandji, S.H.
Direksi
Presiden Direktur Erry Tjuatja Erry Tjuatja
Direktur Tonny Muksim, S.E, MM. Tonny Muksim, S.E, MM.
Direktur Teh Kenny Suryadi Hairuddin Halim
Page 11
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
1. UMUM (lanjutan)
Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, dan Karyawan (lanjutan)
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 adalah berdasarkan Akta
Notaris No. 174 tanggal 26 Mei 2023 yang dibuat di hadapan Jimmy Tanal, S.H., M.Kn, notaris di Jakarta.
Komposisi Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai
berikut:
Komite Audit
Ketua : Mayjen TNI (Purn) Drs. Hendardji Soepandji, S.H.
Anggota : Prof. Dr. Sukrisno Agoes, Ak. MM. CPA
Anggota : Beny Suharsono, S.E., MM.
Manajemen kunci Perusahaan meliputi Komisaris dan Direksi.
Pada tanggal 30 Juni 2023, Perusahaan mempunyai 422 karyawan tetap (31 Desember 2022: 393
karyawan tetap - tidak diaudit).
Penyelesaian dan persetujuan laporan keuangan
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan ini
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang diselesaikan dan diotorisasi untuk
diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 27 Juli 2023.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
Kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan
untuk tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 dan untuk periode yang berakhir pada
tanggal-tanggal tersebut adalah sebagai berikut:
a. Dasar penyajian laporan keuangan
Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpetrasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Dewan Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan
Indonesia serta peraturan regulator pasar modal untuk entitas yang berada di bawah
pengawasannya, yaitu peraturan No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik” yang diterbitkan oleh OJK. Kebijakan ini telah diterapkan
secara konsisten terhadap seluruh tahun yang disajikan, kecuali jika dinyatakan lain.
8
Laporan keuangan disusun sesuai dengan PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan”. Laporan
keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep akrual dengan menggunakan
konsep harga historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang diukur berdasarkan pengukuran
lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan
ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi disajikan dengan
menggunakan metode langsung.
Mata uang pelaporan yang digunakan pada laporan keuangan adalah Rupiah, yang merupakan mata
uang fungsional Perusahaan.
Angka-angka yang disebut dalam catatan atas laporan keuangan dinyatakan dalam Rupiah kecuali
jika disebutkan lain.
Page 12
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
b. Kas dan setara kas
Kas dan setara kas terdiri atas kas, kas di bank, dan deposito yang tidak digunakan sebagai jaminan
atas liabilitas dan pinjaman lainnya.
c. Transaksi dengan pihak berelasi
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor:
(a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
ii. memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
iii. personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
(b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
(i) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas
induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
(ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana
entitas lain tersebut adalah anggotanya).
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
(iii) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
(iv) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas
asosiasi dari entitas ketiga.
(v) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah
satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor
adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi
dengan entitas pelapor.
(vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam
huruf (a).
(vii) Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Transaksi dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak.
Seluruh transaksi material yang dilakukan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan
12.
d. Piutang usaha
Piutang usaha diakui dan disajikan sebesar nilai tagihan dikurangi penyisihan penurunan nilai. 9
Kebijakan akuntansi untuk penyisihan penurunan nilai dijabarkan dalam Catatan 2r.
e. Persediaan
Persediaan diukur sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi neto
persediaan adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.
Perusahaan menetapkan penyisihan untuk penurunan nilai persediaan berdasarkan hasil penelaahan
berkala atas kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan.
f. Beban dibayar di muka
Beban dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus.
Page 13
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
g. Aset tetap dan penyusutan
Seluruh aset tetap, kecuali tanah, awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga
perolehan dan biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke
lokasi dan kondisi yang diinginkan supaya aset tersebut siap digunakan sesuai dengan maksud
manajemen.
Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Bangunan (“HGB”) ketika tanah
diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan
tidak diamortisasi.
Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan akumulasi rugi penurunan nilai.
Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika
memenuhi kriteria pengakuan. Biaya perbaikan yang signifikan diakui ke dalam jumlah tercatat aset
tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan
perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada saat terjadinya.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud
penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi umur
manfaat ekonomi sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 8 – 20
Tangki penyimpanan 10 – 20
Mesin dan peralatan 4 – 20
Peralatan pabrik 4 – 16
Peralatan kantor 4–8
Kendaraan 4–8
Biaya pinjaman yang secara langsung dapat diatribusikan dengan perolehan, konstruksi atau produksi
suatu aset kualifikasian tertentu, dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset tersebut.
Kapitalisasi biaya pinjaman diakhiri ketika aset kualifikasian telah selesai dan siap digunakan.
Aset dalam penyelesaian merupakan akumulasi biaya bahan dan biaya lainnya sampai dengan tanggal
di mana aset tersebut telah selesai dan siap untuk digunakan. Biaya-biaya tersebut direklasifikasi ke
aset tetap yang bersangkutan ketika aset tersebut telah siap dipakai.
10
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada
manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi
yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Pada setiap akhir tahun buku, nilai sisa, umur manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah
kembali, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
Page 14
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
h. Penurunan nilai aset non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian tahunan atas
penurunan nilai aset tertentu diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi atas jumlah
terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai
wajar aset atau Unit Penghasil Kas (“UPK”) dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya,
kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset
atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset
tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai
terpulihkannya.
Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain sebagai “Rugi Penurunan Nilai”. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas
masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak
yang menggambarkan penilaian pasar kini atas nilai waktu uang dan risiko spesifik aset. Dalam
menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir,
jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan model penilaian yang
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian
berganda atau indikator nilai wajar yang tersedia.
Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi aset yang
diturunkan nilainya.
Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk menentukan apakah terdapat
indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain
goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan,
maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah
diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan
asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi
penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah
terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah
terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi
penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya.
Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk 11
mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang
sistematis selama sisa umur manfaatnya.
i. Liabilitas imbalan kerja karyawan
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas
bulan setelah akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa kerjanya.
Page 15
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
i. Liabilitas imbalan kerja karyawan (lanjutan)
Imbalan kerja jangka panjang
Perusahaan mencatat liabilitas imbalan kerja karyawan jangka panjang untuk memenuhi dan
menutup imbalan minimum yang harus dibayar kepada karyawan sesuai dengan Perjanjian Kerja
Bersama. Liabilitas tersebut diestimasi dengan menggunakan perhitungan aktuarial dengan metode
“Projected Unit Credit”.
Keseluruhan dari keuntungan dan kerugian aktuaria diakui sebagai bagian dari pendapatan
komprehensif lain (other comprehensive income method). Biaya jasa lalu diakui seketika di dalam
laba rugi.
Perusahaan mengakui laba atau rugi dari kurtailmen pada saat kurtailmen terjadi, yaitu apabila
terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan material terhadap jumlah karyawan yang
ditanggung oleh suatu program atau apabila terdapat perubahan terhadap ketentuan-ketentuan pada
suatu program imbalan pasti, di mana bagian yang material untuk jasa yang diberikan oleh karyawan
pada masa depan tidak lagi memberikan suatu imbalan, atau memberikan imbalan yang lebih rendah.
Laba atau rugi penyelesaian diakui apabila terdapat transaksi yang menghapuskan semua kewajiban
hukum atau konstruktif atas seluruh imbalan dalam program manfaat pasti. Keuntungan atau
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
kerugian kurtailmen terdiri dari perubahan yang terjadi dalam nilai kini dari liabilitas dan keuntungan
atau kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu yang belum diakui sebelumnya.
Perubahan Kebijakan Akuntansi
Pada bulan April 2022, DSAK IAI (Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia)
menerbitkan materi penjelasan melalui siaran pers atas persyaratan pengatribusian imbalan pada
periode jasa sesuai PSAK 24: Imbalan Kerja yang diadopsi dari IAS 19 Employee Benefits. Materi
penjelasan tersebut menyampaikan informasi bahwa pola fakta umum dari program pensiun berbasis
undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia saat ini memiliki pola fakta serupa dengan
yang ditanggapi dan disimpulkan dalam IFRS Interpretation Committee (“IFRIC”) Agenda Decision
Attributing Benefit to Periods of Service (IAS 19).
Pada tahun-tahun sebelumnya, Perusahaan mengatribusikan imbalan berdasarkan formula imbalan
program imbalan pasti berdasarkan masa kerja sejak tanggal pekerja memberikan jasa hingga usia
pensiun. Mulai April 2022, berdasarkan siaran pers, Perusahaan telah mengubah kebijakan
akuntansinya untuk mengatribusikan imbalan berdasarkan program tersebut, yaitu dari tanggal ketika
jasa pekerja pertama kali menghasilkan imbalan dalam program sampai dengan tanggal ketika jasa
pekerja selanjutnya tidak akan menghasilkan jumlah imbalan yang material di bawah program
tersebut. Namun, perubahan tersebut tidak berdampak material terhadap laporan keuangan dan telah 12
dibebankan pada tahun 2022.
j. Informasi segmen
Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan
jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi
tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan
langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
kepada segmen tersebut.
Pada tanggal pelaporan, Perusahaan mengelola usahanya dalam 1 (satu) segmen yaitu bidang
industri makanan berupa pengolahan minyak nabati dan minyak nabati spesialitas.
Page 16
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
k. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat
transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada
tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang
timbul, dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun
berjalan.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 kurs yang digunakan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
(angka penuh) (angka penuh)
Rupiah/1 Dolar Amerika Serikat 15.026 15.731
Rupiah/1 Dolar Singapura 11.102 11.659
Rupiah/1 Euro 16.374 16.713
Rupiah/1 Ringgit Malaysia 3.213 3.556
Rupiah/1 Yen Jepang 105 118
Rupiah/1 Renminbi Cina 2.077 2.257
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
l. Pengakuan pendapatan dan beban
Perusahaan menerapkan PSAK No. 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”, yang
mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji
dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
pelanggan.
3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak
pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya
barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual
berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak
dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya
yang diharapkan ditambah marjin.
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
barang atau jasa tersebut).
Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui, pada 13
saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).
Pendapatan dalam hubungan keagenan dicatat sebesar jumlah tagihan bruto kepada pelanggan
ketika Perusahaan bertindak sebagai prinsipal dalam penjualan barang dan jasa. Pendapatan dicatat
sebesar jumlah bersih yang diperoleh (jumlah yang dibayarkan pelanggan dikurangi jumlah yang
dibayarkan kepada pemasok) ketika secara substansi, Perusahaan bertindak sebagai agen dan
memperoleh komisi dari pemasok atas penjualan barang dan jasa.
Perusahaan menerima uang muka jangka pendek dari para pelanggannya. Dengan menggunakan
pertimbangan praktis dalam PSAK 72, Perusahaan tidak menyesuaikan jumlah imbalan yang
dijanjikan atas dampak komponen pendanaan signifikan jika diharapkan, pada awal kontrak, bahwa
periode antara pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dan ketika pelanggan
membayar barang atau jasa itu satu tahun atau kurang.
Beban diakui pada saat terjadinya.
Page 17
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
m. Pajak penghasilan badan
Pajak final
Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang
bersifat final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas
transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.
Pajak kini
Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat
direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan yang dihitung berdasarkan
tarif pajak yang berlaku.
Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari “Beban Pajak Kini”
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Perusahaan menyajikan bunga/denda,
jika ada, sebagai bagian dari “Beban Lain-lain”. Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada
saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika diajukan keberatan, pada saat keputusan atas
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
keberatan ditetapkan.
Pajak tangguhan
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas konsekuensi pajak
pada masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan
keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan. Liabilitas
pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan
diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar
kemungkinan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa depan.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir setiap periode pelaporan dan
diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua
manfaat aset pajak tangguhan tersebut. Pada akhir setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai
kembali aset pajak tangguhan yang tidak diakui. Perusahaan mengakui aset pajak tangguhan yang
sebelumnya tidak diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa depan akan tersedia
untuk pemulihannya.
Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial 14
telah berlaku pada tanggal pelaporan. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan
yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada usaha periode berjalan, kecuali untuk
transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus dalam laporan posisi keuangan,
kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, sesuai dengan penyajian aset
dan liabilitas pajak kini.
Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah PPN kecuali:
i. PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak,
yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari
beban-beban yang diterapkan; dan
ii. Piutang dari utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
Jumlah PPN neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai bagian
dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan.
Page 18
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
n. Laba per saham
Laba per saham dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun
yang bersangkutan.
o. Transaksi restrukturisasi
Transaksi antara entitas sepengendali yang dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang
berada dalam suatu kelompok usaha yang sama dan bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam
arti substansi ekonomi dari transaksi tersebut, sehingga transaksi demikian tidak dapat menimbulkan
laba atau rugi bagi seluruh perusahaan ataupun bagi entitas individual dalam kelompok perusahaan
tersebut. Transaksi yang dijadikan dasar untuk transaksi restrukturisasi dicatat berdasarkan nilai buku
dan transaksi tersebut dicatat sebagai penggabungan usaha berdasarkan metode penyatuan
kepemilikan. Berdasarkan metode penyatuan kepemilikan, laporan keuangan perusahaan yang
direstrukturisasi disajikan seolah entitas yang dijual atau dibeli telah digabung atau dikeluarkan sejak
permulaan periode yang disajikan di dalam laporan keuangan. Selisih antara harga pengalihan yang
dibayarkan atau diterima oleh perusahaan dalam rangka memperoleh atau menjual anak perusahaan
dan bagian perusahaan dari nilai buku aset anak perusahaan diakui sebagai “Selisih Nilai Transaksi
Restrukturisasi Entitas Sepengendali” sebagai bagian dari tambahan modal disetor.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
p. Dividen
Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam laporan
keuangan pada saat dividen tersebut disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.
Pembagian dividen interim kepada pemegang saham Perusahaan diakui sebagai kewajiban
berdasarkan keputusan Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris.
q. Sewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung,
sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan
dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian,
Perusahaan mempertimbangkan apakah:
- Perusahaan memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari
penggunaan aset identifikasian; dan
- Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Perusahaan 15
memiliki hak ini ketika Perusahaan memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan
tentang penentuan bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan
sebelumnya dan:
1. Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset; atau
2. Perusahaan telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan
untuk tujuan apa aset akan digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal dimulainya atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah
komponen sewa, Perusahaan mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen
sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari
komponen nonsewa.
Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak
guna diukur pada biaya perolehan, di mana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang
disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan,
ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan
untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke
kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.
Page 19
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
q. Sewa (lanjutan)
Aset hak guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga
tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran tetap,
termasuk pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif sewa.
Setiap pembayaran sewa dialokasikan sebagai beban keuangan dan pengurangan liabilitas sehingga
menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan atas saldo liabilitas yang tersisa.
Pembayaran atas sewa jangka pendek dan sewa atas aset bernilai rendah diakui dengan dasar garis
lurus sebagai beban di dalam laporan laba rugi. Sewa jangka pendek adalah sewa dengan jangka
waktu sewa hingga 12 bulan.
r. Instrumen keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan.
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan bagi satu entitas dan
liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Aset keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Pada pengakuan awal, Perusahaan mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah biaya
transaksi, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (“NWLR”). Piutang
usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan, di mana Perusahaan telah
menerapkan cara praktis, yaitu diukur pada harga transaksi yang ditentukan sesuai PSAK 72, seperti
diungkapkan pada Catatan 2l.
Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau NWPKL, aset
keuangan harus menghasilkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPB”)
dari jumlah pokok terutang. Penilaian ini disebut sebagai uji SPPB dan dilakukan pada tingkat
instrumen.
Model bisnis Perusahaan untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana mereka
mengelola aset keuangannya untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus
kas akan dihasilkan dari penerimaan arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya.
16
Pengukuran selanjutnya
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
terpenuhi:
• Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset keuangan dalam
rangka mendapatkan arus kas kontraktual, dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
merupakan SPPB dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan
menggunakan metode suku bunga efektif (“SBE”) dan menjadi subjek penurunan nilai. Keuntungan
dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau
diturunkan nilainya.
Page 20
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
r. Instrumen keuangan (lanjutan)
Aset keuangan (lanjutan)
Pengukuran selanjutnya (lanjutan)
Aset keuangan Perusahaan pada kategori ini meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-
lain, dan aset tidak lancar lainnya - uang jaminan.
Penurunan Nilai
Perusahaan mengakui penyisihan Kerugian Kredit Ekspetasian (KKE) untuk semua instrumen utang
yang bukan diukur pada NWLR dan kontrak jaminan keuangan. KKE ditentukan atas perbedaan antara
arus kas kontraktual menurut kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima oleh
Perusahaan, yang didiskontokan dengan perkiraan SBE orisinal. Arus kas yang diharapkan mencakup
setiap arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perbaikan kredit lainnya yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dalam ketentuan kontrak.
KKE diakui dalam dua tahap. Bila belum terdapat peningkatan risiko kredit signifikan sejak pengakuan
awal, KKE diakui untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa gagal bayar yang mungkin
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
terjadi dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (KKE 12 bulan). Namun, bila telah terdapat
peningkatan signifikan risiko kredit sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diakui untuk kerugian
kredit yang diperkirakan selama sisa umur aset, tanpa mempertimbangkan waktu gagal bayar (KKE
sepanjang umurnya).
Karena aset kontrak, piutang usaha dan piutang lain-lainnya tidak memiliki komponen pembiayaan
signifikan, Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan KKE. Oleh
karena itu, Perusahaan tidak menelurusi perubahan dalam risiko kredit, namun justru mengakui
penyisihan kerugian berdasarkan KKE sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan. Perusahaan
membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan
dengan perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang spesifik untuk debitur dan
lingkungan ekonomi.
Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan. Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan
mengevaluasi apakah instrumen utang dianggap memiliki risiko kredit rendah menggunakan semua
informasi yang masuk akal dan dapat didukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang
berlebihan. Dalam melakukan evaluasi itu, Perusahaan menilai kembali peringkat kredit eksternal dari
instrumen utang. Selain itu, Perusahaan menganggap bahwa telah terjadi peningkatan risiko kredit
yang signifikan ketika pembayaran kontrak lebih dari 30 hari tunggakan. 17
Perusahaan mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah menunggak
lebih dari 90 hari. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Perusahaan juga dapat menganggap aset
keuangan dalam keadaan default ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa
Perusahaan tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan perluasan
persyaratan kredit. Piutang usaha dihapusbukukan ketika kecil kemungkinan untuk memulihkan arus
kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan
penyisihan.
Liabilitas keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman, dan hutang atau sebagai derivatif yang ditetapkan
sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai.
Page 21
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
r. Instrumen keuangan (lanjutan)
Liabilitas keuangan (lanjutan)
Pengakuan dan pengukuran awal (lanjutan)
Semua liabilitas keuangan diakui pada nilai wajar saat pengakuan awal dan, dalam hal liabilitas
keuangan diklasifikasi sebagai utang dan pinjaman, diakui pada nilai wajar setelah dikurangi biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, liabilitas
imbalan kerja jangka pendek dan utang dividen.
Pengukuran Selanjutnya
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (Utang dan pinjaman)
i) Utang dan Pinjaman Jangka Panjang yang Dikenakan Bunga
Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman jangka panjang yang berbunga diukur pada biaya
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Pada tanggal pelaporan, biaya
bunga yang masih harus dibayar dicatat secara terpisah, dari pokok pinjaman terkait, dalam
bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi ketika liabilitas
dihentikan pengakuannya maupun melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE.
Biaya amortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskonto atau premium atas akusisi
dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat
sebagai beban keuangan pada laba rugi.
ii) Utang dan Akrual
Liabilitas untuk utang usaha dan utang lain-lain jangka pendek, biaya masih harus dibayar dan
liabilitas imbalan kerja jangka pendek dinyatakan sebesar jumlah tercatat (jumlah nosional), yang
kurang lebih sebesar nilai wajarnya.
Saling hapus instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disaling hapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak secara hukum untuk melakukan
saling hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat 18
intensi untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas
secara bersamaan.
Penghentian Pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam
kontrak berakhir atau dibatalkan atau kedaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang
sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan
tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat
sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas keuangan baru,
dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi.
Page 22
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
s. Provisi
Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu yang besar kemungkinan penyelesaian liabilitas
tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi
yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi
kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat
ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi dibatalkan.
t. Perubahan kebijakan akuntansi
Pada tanggal 1 Januari 2022, Perusahaan menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan dan
interpretasi standar akuntansi keuangan baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut.
Perubahan kebijakan akuntansi Perusahaan telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi.
Penerapan standar yang baru dan direvisi tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan
akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan untuk tahun
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
keuangan saat ini atau sebelumnya:
• Amendemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontijensi, dan Aset Kontijensi tentang Kontrak Merugi-
Biaya Memenuhi Kontrak;
• Penyesuaian Tahunan 2020 untuk PSAK No. 71: Instrumen Keuangan;
• Penyesuaian Tahunan 2020 untuk PSAK No. 73: Sewa.
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan
Manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan
dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat
pertimbangan, estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan
jumlah estimasi yang dibuat.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:
19
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 dipenuhi. Dengan
demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan
seperti diungkapkan pada Catatan 2r.
Perpajakan
Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks, perubahan peraturan pajak dan
jumlah dan timbulnya penghasilan kena pajak di masa depan, dapat menyebabkan penyesuaian di masa
depan atas penghasilan dan beban pajak yang telah dicatat.
Pertimbangan juga dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
usaha normal.
Page 23
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Estimasi dan asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan
yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas
untuk tahun finansial berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan
estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai
perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali
Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penyusutan aset tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4
sampai dengan 20 tahun, yang merupakan masa manfaat ekonomis yang secara umum diharapkan dalam
industri di mana Perusahaan menjalankan usahanya. Perubahan pemakaian dan perkembangan teknologi
dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya beban penyusutan masa
depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 2g dan 11.
Imbalan kerja karyawan
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Penentuan provisi dan beban imbalan kerja karyawan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan
oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat
cacat, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi yang ditetapkan
Perusahaan langsung diakui dalam laba atau rugi pada saat terjadinya. Meskipun Perusahaan
berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual
atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara
material provisi, pendapatan komprehensif lain, dan beban neto atas beban imbalan kerja karyawan.
Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 2i dan 19.
Aset pajak tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer yang dapat digunakan sepanjang besar
kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer tersebut
dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh Manajemen disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak
tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan
strategi perencanaan pajak masa depan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 2m dan 16.
Penyisihan atas penurunan nilai piutang
20
Perusahaan menetapkan estimasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha menggunakan pendekatan
yang disederhanakan dari KKE. Matriks provisi digunakan untuk menghitung KKE untuk piutang usaha
dan lain-lain. Tarif provisi didasarkan pada hari tunggakan untuk pengelompokan berbagai segmen
pelanggan yang memiliki pola kerugian serupa.
Matriks provisi awalnya didasarkan pada riwayat tingkat kerugian pelanggan. Perusahaan akan melakukan
penyesuaian pengalaman kerugian historis dengan informasi berwawasan ke depan. Misalnya, jika
prakiraan kondisi ekonomi yang terkait erat dengan riwayat tingkat kerugian diperkirakan akan memburuk
pada tahun berikutnya yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah gagal bayar pada sektor-sektor
pelanggan beroperasi, riwayat tingkat kerugian disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, riwayat
tingkat gagal bayar yang diamati diperbarui dan perubahan dalam estimasi berwawasan ke depan
dianalisis.
Page 24
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Estimasi dan asumsi (lanjutan)
Evaluasi atas korelasi antara tingkat gagal bayar yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi
dan KKE, adalah estimasi signifikan. Jumlah KKE sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan
kondisi ekonomi. Kerugian kredit historis Perusahaan dan perkiraan kondisi ekonomi mungkin tidak
mewakili tingkat gagal bayar pelanggan aktual di masa depan.
Penyisihan atas penurunan nilai persediaan
Penyisihan atas penurunan nilai persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia,
termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi
biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Penyisihan dievaluasi kembali dan
disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi.
4. KAS DAN SETARA KAS
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Kas
Rupiah 151.206.856 116.604.192
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Kas di bank - pihak ketiga:
PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
Rupiah 8.423.714.418 -
PT Bank Central Asia Tbk.
Rupiah 8.342.918.327 1.981.900.529
Dolar AS 86.617.528 52.079.206
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Rupiah 7.105.305.853 81.828.340
PT Bank Permata Tbk.
Rupiah 1.882.294 1.912.294
Deposito - pihak ketiga:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Rupiah 15.520.000.000 75.820.000.000
PT Bank UOB Indonesia
Rupiah 148.176.246.576 40.000.000.000
187.656.684.996 117.937.720.369
187.807.891.852 118.054.324.561
Rekening di bank memiliki tingkat bunga mengambang sesuai dengan tingkat penawaran pada masing- 21
masing bank.
Tingkat suku bunga deposito berkisar antara 2,15% sampai 4,50% (2022: 1,80% sampai 4,50%) per
tahun. Jangka waktu penempatan deposito tersebut adalah 1 hari hingga 1 bulan dan jatuh tempo di
beberapa tanggal antara tanggal 3 Juli dan 31 Juli 2023.
Page 25
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
5. PIUTANG USAHA – PIHAK KETIGA
Akun ini merupakan saldo piutang usaha dari penjualan domestik pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022.
Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:
Umur Piutang
Uraian 0-30 hari 31-90 hari > 90 hari Jumlah/Total
30 Juni 2023
Penjualan domestik 439.421.108.308 660.415.118 933.371.221 441.014.894.647
31 Desember 2022
Penjualan domestik 190.281.627.376 - 2.426.582.421 192.708.209.797
Piutang usaha tidak berbunga dan pada umumnya berjangka waktu pembayaran 30 - 90 hari.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak ada piutang usaha - pihak ketiga dari penjualan
ekspor.
Rincian piutang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga:
Rupiah 441.014.894.647 192.708.209.797
Saldo piutang usaha - pihak ketiga pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 tidak memiliki
jaminan. Tidak ada surat jaminan yang diberikan maupun diterima untuk piutang usaha - pihak ketiga.
Berdasarkan penilaian atas kerugian kredit ekspektasian atas saldo akun piutang usaha pada akhir tanggal
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat jumlah penurunan nilai piutang usaha yang
signifikan. Oleh karena itu Manajemen berkeyakinan bahwa tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai
piutang usaha.
Tidak terdapat piutang usaha - pihak ketiga yang dijaminkan atas fasilitas pinjaman bank yang diperoleh
pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
6. PIUTANG LAIN-LAIN - PIHAK KETIGA
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, piutang lain-lain masing-masing merupakan piutang
klaim asuransi, bunga bank, dan piutang dari karyawan Perusahaan yang tidak berbunga, dan rata-rata
berjangka waktu pembayaran enam bulan. 22
Berdasarkan penilaian atas kerugian kredit ekspektasian atas saldo akun piutang usaha pada akhir tahun,
tidak terdapat jumlah penurunan nilai piutang lain-lain yang signifkan. Oleh karena itu Manajemen
berkeyakinan bahwa tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai piutang lain-lain.
7. PERSEDIAAN
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Barang jadi 215.834.957.101 230.111.616.995
Bahan baku 88.167.974.822 102.646.983.557
Bahan pembantu dan suku cadang 29.516.628.555 34.925.998.367
333.519.560.478 367.684.598.919
Page 26
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
7. PERSEDIAAN (lanjutan)
Berdasarkan penelaahan atas kondisi dan nilai persediaan, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan
atas penurunan nilai cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul dari kondisi-kondisi
tersebut.
Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket
polis dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar AS$17.281.000 atau setara dengan
Rp259.664.306.000 dan AS$18.437.000 atau setara dengan Rp290.032.447.000 pada tanggal 30 Juni
2023 dan 31 Desember 2022. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk
menutup kemungkinan timbulnya kerugian.
8. UANG MUKA PEMBELIAN
Akun ini merupakan uang muka pembelian bahan baku, bahan pembantu dan suku cadang kepada pihak
ketiga pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
9. BEBAN DIBAYAR DI MUKA
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibayar
di muka 2.079.249.532 1.020.541.349
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Beban dibayar di muka 1.524.827.108 196.883.328
3.604.076.640 1.217.424.677
10. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Uang muka pembelian aset tetap - pihak ketiga 9.612.789.030 9.919.683.990
Uang jaminan 1.945.912.822 1.925.738.822
Lain-lain - 23.538.000
11.558.701.852 11.868.960.812
Uang jaminan merupakan uang yang dibayarkan kepada pihak ketiga sebagai jaminan atas penggunaan
listrik.
23
Page 27
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
11. ASET TETAP
T a hun ya ng be ra k hir pa da t a ngga l 3 0 J uni 2 0 2 3
Saldo A wal P enambahan P engurangan Reklasifikasi Saldo A khir
B ia ya pe ro le ha n
Tanah 15.902.481.363 - - - 15.902.481.363
B angunan 102.440.244.823 - - 656.078.082 103.096.322.905
Tangki penyimpanan 64.334.225.453 - - 47.015.477 64.381.240.930
M esin dan peralatan 245.530.647.790 66.000.000 (1.450.000) 9.352.634.359 254.947.832.149
P eralatan pabrik 59.786.616.747 211.069.212 (27.955.638) 2.182.344.955 62.152.075.276
P eralatan kanto r 7.424.880.279 277.041.886 (77.766.326) 3.457.894.152 11.082.049.991
Kendaraan 23.534.421.732 444.563.063 - - 23.978.984.795
A set dalam penyelesaian 64.654.179.149 8.600.917.898 - (15.695.967.025) 57.559.130.022
Jumlah biaya pero lehan 583.607.697.336 9.599.592.059 (107.171.964) - 593.100.117.431
A k um ula s i pe nyus ut a n
B angunan 42.117.867.676 2.502.619.770 - - 44.620.487.446
Tangki penyimpanan 32.583.926.887 1.646.354.274 - - 34.230.281.161
M esin dan peralatan 182.822.315.069 6.788.662.766 (1.450.000) (177.774.353) 189.431.753.482
P eralatan pabrik 36.500.926.306 2.620.144.873 (27.955.638) (1.611.251.684) 37.481.863.857
P eralatan kanto r 5.377.699.306 467.122.267 (77.766.326) 1.789.026.037 7.556.081.284
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Kendaraan 14.815.459.826 979.173.672 - - 15.794.633.498
Jumlah akumulasi penyusutan 314.218.195.070 15.004.077.622 (107.171.964) - 329.115.100.728
N ila i buk u ne t o 2 6 9 .3 8 9 .5 0 2 .2 6 6 2 6 3 .9 8 5 .0 16 .7 0 3
T ahun yang ber akhir pada tanggal 3 1 Desember 2 0 2 2
S aldo A w al P enambahan P engurangan Reklasifikasi S aldo A khir
Biaya per olehan
Tanah 15.897.937.947 4.543.416 - - 15.902.481.363
Bangunan 97.845.864.764 - - 4.594.380.059 102.440.244.823
Tangki peny impanan 61.407.267.484 - - 2.926.957.969 64.334.225.453
M esin dan peralatan 216.318.730.127 28.919.954 (419.956.214) 29.602.953.923 245.530.647.790
P eralatan pabrik 50.045.340.883 2.479.342.731 (123.230.275) 7.385.163.408 59.786.616.747
P eralatan kantor 6.266.267.626 487.314.613 (14.279.500) 685.577.540 7.424.880.279
Kendaraan 21.072.438.745 3.518.481.188 (1.056.498.201) - 23.534.421.732
A set dalam peny elesaian 56.368.608.166 53.480.603.882 - (45.195.032.899) 64.654.179.149
Jumlah biay a perolehan 525.222.455.742 59.999.205.784 (1.613.964.190) - 583.607.697.336
A kumulasi penyusutan
Bangunan 37.090.394.069 5.027.473.607 - - 42.117.867.676 24
Tangki peny impanan 29.377.999.003 3.205.927.884 - - 32.583.926.887
M esin dan peralatan 171.277.445.319 11.964.825.964 (419.956.214) - 182.822.315.069
P eralatan pabrik 32.582.730.760 4.042.653.094 (123.230.275) (1.227.273) 36.500.926.306
P eralatan kantor 4.664.562.899 718.474.416 (6.565.282) 1.227.273 5.377.699.306
Kendaraan 14.166.437.197 1.705.520.830 (1.056.498.201) - 14.815.459.826
Jumlah akumulasi peny usutan 289.159.569.247 26.664.875.795 (1.606.249.972) - 314.218.195.070
Nilai buku neto 2 3 6 .0 6 2 .8 8 6 .4 9 5 2 6 9 .3 8 9 .5 0 2 .2 6 6
Aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan
suatu paket polis dengan nilai pertanggungan sebesar AS$19.243.000 atau setara dengan Rp
Rp289.145.318.000 dan AS$18.737.000 atau setara dengan Rp294.751.747.000 masing-masing pada
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan
tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, aset tetap yang digunakan dalam operasi Perusahaan
meliputi aset tetap yang telah habis nilai bukunya dengan nilai biaya perolehan masing-masing sebesar
Rp104.980.225.635 dan Rp99.425.371.470.
Page 28
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
11. ASET TETAP (lanjutan)
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Perusahaan menggunakan seluruh aset tetapnya.
Nilai penyusutan yang dibebankan pada operasi adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Beban pokok penjualan Rp 12.098.053.541 Rp 21.255.485.150
Beban penjualan Rp 1.199.098.059 Rp 2.432.712.635
Beban umum dan administrasi Rp 1.262.306.302 Rp 2.211.944.475
Pendapatan dan beban operasi lain-lain Rp 444.619.720 Rp 764.733.535
Rp 15.004.077.622 Rp 26.664.875.795
Perhitungan laba dari penjualan dan penghentian pengakuan aset tetap adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Biaya perolehan
Mesin dan peralatan 1.450.000 419.956.214
Peralatan pabrik 27.955.638 123.230.275
Peralatan kantor 77.766.326 14.279.500
Kendaraan - 1.056.498.201
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
107.171.964 1.613.964.190
Akumulasi penyusutan
Mesin dan peralatan 1.450.000 419.956.214
Peralatan pabrik 27.955.638 123.230.275
Peralatan kantor 77.766.326 6.565.282
Kendaraan - 1.056.498.201
107.171.964 1.606.249.972
Nilai tercatat aset yang dijual - 7.714.218
Hasil penjualan aset tetap - 585.106.516
Laba/(rugi) pelepasan aset tetap - 577.392.298
Rincian aset dalam penyelesaian pada tanggal 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Persentase
jumlah tercatat
terhadap Persentase Akumulasi
nilai kontrak penyelesaian biaya
Pembangunan silo di Pontianak 29% 46% 15.851.885.974
Pembangunan warehouse di Pontianak 53% 25% 5.142.100.225
25
Peningkatan kapasitas 30 unit mesin press PK di Pontianak 94% 86% 3.118.069.448
Peningkatan kapasitas 1 unit tangki penyimpanan CPO
dari 800 MT menjadi 1.000 MT di Pontianak 36% 80% 1.124.593.464
Peningkatan kapasitas 1 unit tangki penyimpanan CPO
dari 540 MT menjadi 1.000 MT di Pontianak 32% 87% 1.006.531.174
Peningkatan kapasitas 1 unit tangki penyimpanan CPO
dari 540 MT menjadi 1.000 MT di Pontianak 19% 12% 656.206.531
Peningkatan kapasitas 1 unit tangki penyimpanan CPO
dari 800 MT menjadi 1.000 MT di Pontianak 19% 12% 656.121.927
Peningkatan instrumen PIMS Consumer Pack di
Pontianak 47% 32% 584.384.310
Instalasi daya baru PLN 131 KVA gudang depan di
Pontianak 77% 91% 549.456.814
Peningkatan kapasitas 1 unit tangki penyimpanan CPO
dari 500 MT menjadi 650 MT di Pontianak 19% 27% 529.289.871
Lain-lain di bawah Rp500.000.000 28.340.490.284
57.559.130.022
Page 29
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
11. ASET TETAP (lanjutan)
Rincian aset dalam penyelesaian pada tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Persentase
jumlah tercatat
terhadap Persentase Akumulasi
nilai kontrak penyelesaian biaya
Peningkatan kapasitas PK Crushing di Pontianak 48% 42% 45.593.412.664
Peningkatan kapasitas power supply PLN dari 5.540
KVA menjadi 10.600 KVA di Pontianak 82% 79% 7.025.406.351
Peningkatan palm kernel crushing panel A di Pontianak 98% 69% 2.713.106.400
Instalasi Spiral Heat Exchanger di Pontianak 87% 85% 2.504.159.157
Instalasi Robotic CPO Sampling System di Pontianak 89% 95% 1.677.409.880
Peningkatan kapasitas 1 unit tangki penyimpanan CPO
dari 800 MT menjadi 1.000 MT di Pontianak 34% 30% 1.056.916.816
Peningkatan kapasitas 1 unit tangki penyimpanan CPO
dari 540 MT menjadi 1.000 MT di Pontianak 30% 32% 951.199.258
Peningkatan kapasitas Elevator Loading Screw di
Pontianak 81% 41% 627.001.866
Pemasangan 2 unit compressor di Pontianak 50% 21% 578.000.000
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Peningkatan kapasitas 30 unit mesin press PK di Pontianak 16% 38% 531.918.496
Lain-lain di bawah Rp500.000.000 1.395.648.261
64.654.179.149
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan potensial atas nilai aset tetap pada
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Pada 30 Juni 2023, terdapat komitmen kontraktual untuk perolehan aset tetap senilai Rp11.368.823.050.
Perusahaan telah membayar 85% dari nilai kontrak senilai Rp9.612.789.030 yang disajikan sebagai uang
muka pembelian aset tetap (Catatan 10).
Pada 31 Desember 2022, terdapat komitmen kontraktual untuk perolehan aset tetap senilai
Rp11.111.667.900. Perusahaan telah membayar 89% dari nilai kontrak senilai Rp9.919.683.990 yang
disajikan sebagai uang muka pembelian aset tetap (Catatan 10).
Hak atas tanah
Jenis kepemilikan hak atas tanah Perusahaan adalah berupa Hak Guna Bangunan (“HGB”), yang berlaku
hingga pada berbagai tanggal dari tahun 2027 sampai 2050. Manajemen berpendapat bahwa kepemilikan
hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo. 26
Page 30
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
12. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan mengadakan transaksi dengan pihak berelasi, yang dilakukan
dengan syarat dan kondisi yang disepakati oleh kedua belah pihak.
Saldo dan transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
a. Piutang usaha pihak berelasi – jangka pendek
Periode yang berakhir
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Entitas sepengendali :
PT Wilmar Nabati Indonesia 428.052.045.777 445.828.301.356
PT Sinar Alam Permai 111.470.837.743 -
PT Multimas Nabati Asahan 53.153.970.102 682.699.750
PT Sari Agrotama Persada 16.174.393.211 177.479.804.629
Wilmar Trading Pte. Ltd. 15.146.208.000 26.805.624.000
623.997.454.833 650.796.429.735
Sebagai persentase terhadap jumlah aset 31,17% 37,87%
Piutang usaha pihak berelasi - jangka pendek, tidak berbunga dan pada umumnya berjangka waktu
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
pembayaran 30 hari.
Rincian piutang usaha pihak berelasi - jangka pendek, menurut jenis mata uang adalah sebagai
berikut:
Periode yang berakhir
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Entitas sepengendali :
Rupiah 608.851.246.833 623.990.805.735
Dolar AS 15.146.208.000 26.805.624.000
623.997.454.833 650.796.429.735
Saldo piutang usaha pihak berelasi - jangka pendek pada akhir tahun tidak memiliki jaminan. Tidak
ada surat jaminan yang diberikan maupun diterima untuk piutang usaha pihak berelasi - jangka
pendek. Berdasarkan penilaian atas kerugian kredit ekspektasian atas saldo akun piutang usaha pada
akhir tahun, tidak terdapat jumlah penurunan nilai piutang usaha yang signifkan. Oleh karena itu
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai piutang usaha pihak
berelasi.
b. Piutang lain-lain pihak berelasi – jangka pendek
27
Periode yang berakhir
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Entitas sepengendali :
PT Multimas Nabati Asahan 21.893.177 34.438.444
21.893.177 34.438.444
Page 31
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
12. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. Piutang lain-lain pihak berelasi – jangka pendek (lanjutan)
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 , piutang lain-lain merupakan piutang kepada
pihak berelasi atas penjualan bahan pembantu. Manajemen berkeyakinan bahwa piutang tersebut
akan dapat dilunasi dalam waktu 1 tahun dan menyajikannya sebagai aset lancar.
c. Utang usaha pihak berelasi – jangka pendek
Periode yang berakhir
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Entitas sepengendali :
PT Multimas Nabati Asahan 120.394.889.892 37.056.212.844
PT Wilmar Nabati Indonesia 88.168.058.166 1.637.502.525
PT Agronusa Investama 55.078.394.250 6.324.075.150
PT Bumipratama Khatulistiwa 29.381.034.000 14.871.835.500
PT Agro Palindo Sakti 21.368.249.250 606.476.250
PT Sari Agrotama Persada 141.080.776 644.326.141
314.531.706.334 61.140.428.410
Sebagai persentase terhadap jumlah liabilitas 71,66% 36,34%
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Utang usaha pihak berelasi - jangka pendek merupakan utang yang timbul dari pembelian komoditas.
Utang usaha pihak berelasi - jangka pendek tidak berbunga dan pada umumnya dilunasi dalam jangka
waktu 30 hari.
Rincian utang usaha pihak berelasi - jangka pendek menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
Periode yang berakhir
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Entitas sepengendali :
Rupiah 314.531.706.334 61.140.428.410
Saldo utang usaha pihak berelasi - jangka pendek pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
tidak memiliki jaminan. Tidak ada jaminan yang diberikan maupun diterima untuk utang usaha pihak
berelasi - jangka pendek.
28
Page 32
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
12. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
d. Utang lain-lain pihak berelasi – jangka pendek
Periode yang berakhir
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Entitas sepengendali :
Yihai Kerry (Guangzhou) Logistics & Supply Chain Co., Ltd.
Co., Ltd. 10.280.789.200 10.763.150.200
PT Petro Andalan Nusantara 1.062.855.360 -
PT Agronusa Investama 1.034.347.950 -
PT Wilmar Benih Indonesia 532.424.909 -
PT Bumipratama Khatulistiwa 458.430.000 308.302.500
PT Agro Palindo Sakti 382.533.750 17.468.625
PT Multi Nabati Sulawesi 48.351.533 -
PT Murini Samsam 16.295.963 -
PT Multimas Nabati Asahan 15.774.158 124.107.635
PT Kerry Sawit Indonesia 4.440.000 -
PT Wilmar Bioenergi Indonesia - 918.440.640
PT Sinar Alam Permai - 55.500.000
Raffles Shipping International Pte. Ltd. - 7.405.526
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
13.836.242.823 12.194.375.126
Entitas asosiasi Grup WIL :
PT Madu Lingga Raharja 777.000.000 1.780.440.000
777.000.000 1.780.440.000
14.613.242.823 13.974.815.126
Sebagai persentase terhadap jumlah liabilitas 3,33% 8,31%
Utang lain-lain pihak berelasi - jangka pendek, tidak berbunga dan merupakan utang atas pembelian
bahan bakar, beban transportasi, pembelian suku cadang dan bahan pembantu.
Utang lain-lain pihak berelasi - jangka pendek tidak berbunga dan pada umumnya dilunasi dalam
jangka waktu 30 hari.
Rincian utang lain-lain pihak berelasi – jangka pendek menurut jenis mata uang adalah sebagai
berikut:
Periode yang berakhir
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Entitas sepengendali :
29
Dolar AS 10.280.789.200 10.770.555.726
Rupiah 3.555.453.623 1.423.819.400
Entitas asosiasi Grup WIL :
Rupiah 777.000.000 1.780.440.000
14.613.242.823 13.974.815.126
Saldo utang lain-lain pihak berelasi – jangka pendek, pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember
2022 tidak memiliki jaminan. Tidak ada jaminan yang diberikan maupun diterima untuk utang lain-
lain pihak berelasi – jangka pendek.
Untuk penjelasan tentang proses manajemen risiko likuiditas Perusahaan, lihat Catatan 30.
Page 33
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
12. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Periode yang berakhir
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jumlah liabilitas - pihak berelasi 329.144.949.157 75.115.243.536
Jumlah liabilitas 438.897.829.276 168.244.583.827
Persentase antara jumlah liabilitas kepada
pihak berelasi dengan jumlah liabilitas 74,99% 44,65%
e. Penjualan dan pendapatan kepada pihak berelasi
Periode yang berakhir
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Penjualan komoditas
Entitas sepengendali :
Ekspor:
Wilmar Trading Pte. Ltd. 122.920.033.597 119.276.087.859
Lokal:
PT Wilmar Nabati Indonesia 1.098.559.340.938 1.841.912.983.114
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PT Sari Agrotama Persada 233.572.647.364 159.004.999.349
PT Multimas Nabati Asahan 110.722.884.671 378.714.941.665
PT Sinar Alam Permai 100.424.178.147 -
PT Bumipratama Khatulistiwa 188.244.000 -
PT Wilmar Bioenergi Indonesia - 62.337.547.993
1.543.467.295.120 2.441.970.472.121
1.666.387.328.717 2.561.246.559.980
Jumlah penjualan komoditas 3.031.206.977.387 3.642.424.476.918
Persentase antara jumlah penjualan komoditas
kepada pihak berelasi dengan jumlah penjualan
komoditas 54,97% 70,32%
Periode yang berakhir
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Penjualan bahan pembantu
suku cadang, dan lain-lain
Entitas sepengendali :
30
PT Wilmar Nabati Indonesia 2.964.010.062 275.100
PT Multimas Nabati Asahan 2.802.499.732 306.440.850
PT Sari Agrotama Persada 36.000.000 72.000.000
PT Bumipratama Khatulistiwa 19.200.000 -
PT Agronusa Investama - 30.846
5.821.709.794 378.746.796
Jumlah penjualan bahan pembantu dan suku
cadang 6.230.000.647 1.033.582.827
Persentase antara jumlah penjualan bahan
pembantu dan suku cadang kepada pihak
berelasi dengan jumlah penjualan bahan
pembantu dan suku cadang 93,45% 36,64%
Page 34
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
12. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
e. Penjualan dan pendapatan kepada pihak berelasi (lanjutan)
Periode yang berakhir
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Penjualan aset tetap
Entitas asosiasi Grup WIL:
PT Usaha Inti Padang - 68.200.000
PT Usda Seroja Jaya - 8.093.317
- 76.293.317
Jumlah penjualan aset tetap - 409.056.961
Persentase antara jumlah penjualan aset tetap
kepada pihak berelasi dengan jumlah penjualan
aset tetap 0,00% 18,65%
f. Pembelian dan beban dari pihak berelasi
Periode yang berakhir
30 Juni 2023 30 Juni 2022
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Pembelian komoditas
Entitas sepengendali :
PT Multimas Nabati Asahan 842.217.311.363 766.631.482.938
PT Wilmar Nabati Indonesia 353.279.579.869 32.803.494.730
PT Agronusa Investama 285.395.385.000 422.413.360.621
PT Bumipratama Khatulistiwa 107.089.801.212 166.933.311.243
PT Agro Palindo Sakti 100.405.850.000 149.955.784.622
PT Sari Agrotama Persada 8.466.627.955 2.000.932.172
1.696.854.555.399 1.540.738.366.326
Jumlah pembelian komoditas 2.750.477.467.164 3.376.418.311.128
Persentase antara jumlah pembelian komoditas
kepada pihak berelasi dengan jumlah pembelian
komoditas 61,69% 45,63%
31
Page 35
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
12. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
f. Pembelian dan beban dari pihak berelasi (lanjutan)
Periode yang berakhir
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Pembelian bahan pembantu,
suku cadang, dan bahan bakar, dan lain-lain
Entitas sepengendali :
PT Agronusa Investama 2.750.563.750 221.550.000
PT Bumipratama Khatulistiwa 1.759.250.000 1.268.750.000
PT Wilmar Bioenergi Indonesia 1.420.720.000 -
PT Petro Andalan Nusantara 1.381.120.000 4.685.600.000
PT Agro Palindo Sakti 1.159.324.955 622.587.500
Wilmar Trading (Hongkong) Ltd. 549.468.384 665.678.416
PT Multimas Nabati Asahan 331.780.795 2.441.627.520
Yihai Kerry (Guangzhou) Logistics & Supply Chain Co., Ltd.
Co., Ltd. 309.107.070 4.085.341.337
PT Multi Nabati Sulawesi 180.893.766 -
PGEO Edible Oils Sdn. Bhd. 51.108.300 445.709.964
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PT Murini Samsam 14.681.048 -
PT Sari Agrotama Persada 14.558.976 20.770.672
PT Wilmar Padi Indonesia 9.225.000 9.308.000
Wilmar Nutrition (Jiangsu) Co., Ltd. - 897.871.800
PT Wilmar Consultancy Services - 154.436.000
PT Sinar Alam Permai - 50.040.900
Entitas asosiasi Grup WIL:
PT Madu Lingga Raharja 1.750.000.000 2.620.400.000
PT Flextech Packaging Indonesia 1.387.650.000 830.920.400
PT Bumi Karyatama Raharja - 67.650.000
13.069.452.044 19.088.242.509
Jumlah pembelian bahan pembantu, suku
cadang, dan bahan bakar 32.572.474.479 59.354.388.073
Persentase antara jumlah pembelian bahan
pembantu, suku cadang, dan bahan bakar
kepada pihak berelasi dengan jumlah
pembelian bahan pembantu, suku cadang, dan
bahan bakar 40,12% 32,16% 32
Periode yang berakhir
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Beban transportasi dan penanganan
penjualan
Entitas sepengendali :
PT Sari Agrotama Persada 4.199.004.678 875.059.750
Jumlah beban transportasi dan penanganan
penjualan 20.480.876.684 7.055.807.649
Persentase antara jumlah beban transportasi
dan penanganan penjualan kepada pihak
berelasi dengan jumlah beban transportasi
dan penanganan penjualan 20,50% 12,40%
Page 36
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
12. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
f. Pembelian dan beban dari pihak berelasi (lanjutan)
Periode yang berakhir
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Beban transportasi dan penanganan
pembelian
Entitas sepengendali :
PT Petro Andalan Nusantara 5.040.000 12.600.000
Jumlah beban transportasi dan penanganan
pembelian 26.381.420.272 24.800.447.189
Persentase antara jumlah beban transportasi
dan penanganan pembelian kepada pihak
berelasi dengan jumlah beban transportasi
dan penanganan pembelian 0,02% 0,05%
Periode yang berakhir
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Biaya servis
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Entitas sepengendali :
PT Wilmar Consultancy Services 1.213.065.120 1.079.712.950
Jumlah biaya servis 1.426.225.218 1.337.804.063
Persentase antara jumlah biaya servis kepada
pihak berelasi dengan jumlah biaya servis 85,05% 80,71%
Periode yang berakhir
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Beban Sewa
Entitas sepengendali :
PT Wilmar Benih Indonesia 59.957.760 -
Jumlah beban sewa 59.957.760 -
Persentase antara jumlah beban sewa kepada
pihak berelasi dengan jumlah beban sewa 100,00% 0,00%
g. Kompensasi manajemen kunci 33
Manajemen kunci Perusahaan termasuk Direksi dan Dewan Komisaris. Kompensasi yang dibayar atau
terutang pada manajemen kunci atas jasa yang diberikan kepada Perusahaan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Gaji dan imbalan kerja jangka pendek 1.950.000.000 1.620.000.000
Direksi
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Gaji dan imbalan kerja jangka pendek 13.411.851.100 13.060.950.200
Tidak terdapat kompensasi lainnya selain dari yang diungkapkan di atas.
Page 37
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
12. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
h. Rincian jenis transaksi dan sifat hubungan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Sifat relasi Pihak berelasi Transaksi
Entitas PGEO Edible Oils Sdn. Bhd. Pembelian suku cadang
sepengendali PT Agro Palindo Sakti Pembelian bahan baku dan bahan
Grup WIL pembantu
PT Agronusa Investama Pembelian bahan baku, bahan
pembantu dan penjualan suku
cadang
PT Bumipratama Penjualan barang jadi, pembelian
Khatulistiwa bahan baku, bahan pembantu dan
pendapatan sewa
PT Kerry Sawit Indonesia Biaya penggantian atas jaringan
telekomunikasi
PT Multi Nabati Sulawesi Pembelian suku cadang
PT Multimas Nabati Asahan Penjualan dan pembelian barang
jadi, bahan pembantu, pembelian
suku cadang, biaya lisensi, dan jasa
titip timbun
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PT Murini Samsam Pembelian suku cadang
PT Petro Andalan Nusantara Pembelian bahan bakar dan beban
transportasi pembelian
PT Sari Agrotama Persada Penjualan dan pembelian barang
jadi, pembelian bahan pembantu,
beban transportasi penjualan dan
pendapatan sewa
PT Sinar Alam Permai Penjualan barang jadi, pembelian
bahan pembantu dan biaya lisensi
PT Wilmar Benih Indonesia Beban sewa ruangan
PT Wilmar Bioenergi Penjualan barang jadi dan pembelian
Indonesia bahan bakar
PT Wilmar Consultancy Jasa layanan teknologi informasi,
Services pembelian aset tetap, suku cadang
dan perangkat lunak
PT Wilmar Nabati Indonesia Penjualan dan pembelian barang
jadi, penjualan bahan baku dan suku
cadang
PT Wilmar Padi Indonesia Pembelian bahan pembantu 34
Raffles Shipping Beban transportasi dan penanganan
International Pte. Ltd. impor
Wilmar Nutrition (Jiangsu) Pembelian bahan pembantu
Co., Ltd.
Wilmar Trading (Hongkong) Pembelian bahan pembantu
Ltd.
Wilmar Trading Pte. Ltd. Penjualan barang jadi
Yihai Kerry (Guangzhou) Pembelian bahan pembantu dan
Logistics & Supply Chain suku cadang
Co., Ltd.
Entitas asosiasi PT Bumi Karyatama Raharja Pembelian bahan pembantu
Grup WIL PT Flextech Packaging Pembelian bahan pembantu
Indonesia
PT Madu Lingga Raharja Pembelian bahan pembantu
PT Usaha Inti Padang Penjualan aset tetap
PT Usda Seroja Jaya Penjualan aset tetap
Page 38
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
12. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
h. Rincian jenis transaksi dan sifat hubungan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)
Pada tanggal 30 Desember 2022, Perusahaan menyepakati Perjanjian Pemberian Lisensi dengan PT
Multimas Nabati Asahan (“MNA”). Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan memperoleh hak
penggunaan atas merek dagang dan logo “Sania”, “Sovia”, dan “SIIP” yang terdaftar sebagai milik
MNA. Perjanjian ini berlaku hingga beberapa tanggal dari 31 Desember 2023 sampai 31 Desember
2027. Selama tahun 2022, Perusahaan dikenakan beban royalti oleh MNA sebesar Rp110.000.000.
Pada tanggal 30 Desember 2022, Perusahaan menyepakati Perjanjian Pemberian Lisensi dengan PT
Sinar Alam Permai (“SAP”). Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan memperoleh hak penggunaan
atas merek dagang dan logo “Fortune” yang terdaftar sebagai milik SAP. Perjanjian ini berlaku hingga
31 Desember 2023. Selama tahun 2022, Perusahaan dikenakan beban royalti oleh SAP sebesar
Rp50.000.000.
13. UTANG USAHA - PIHAK KETIGA
Analisis umur utang usaha adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
0 - 30 hari 26.811.971.866 9.467.245.879
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 - 60 hari 984.685.289 1.330.270.986
61 - 90 hari 445.595.483 18.310.449
91 - 120 hari - 857.949.218
> 120 hari 59.327.034 207.368.633
28.301.579.672 11.881.145.165
Rincian utang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga:
Rupiah 28.301.579.672 11.881.145.165
Utang usaha merupakan utang yang timbul dari pembelian Crude Palm Oil (“CPO”) dan Palm Kernel (“PK”)
dari pihak ketiga. Utang usaha tidak berbunga dan pada umumnya dilunasi dalam jangka waktu 30 hari.
Saldo utang usaha pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 tidak memiliki jaminan. Tidak ada
surat jaminan yang diberikan maupun diterima untuk utang usaha. Untuk penjelasan tentang proses
manajemen risiko likuiditas Perusahaan, lihat Catatan 30.
35
14. UTANG LAIN-LAIN - PIHAK KETIGA
Analisis umur utang lain-lain - pihak ketiga adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
0 - 30 hari 10.387.391.511 12.755.598.330
31 - 60 hari 10.854.499 111.859.650
61 - 90 hari 19.822.000 162.283.550
91 - 120 hari 26.466.950 21.437.535
> 120 hari 539.206.972 85.715.372
10.983.741.932 13.136.894.437
Page 39
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
14. UTANG LAIN-LAIN - PIHAK KETIGA (LANJUTAN)
Rincian utang lain-lain - pihak ketiga menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga:
Rupiah 8.887.050.199 11.078.002.427
Dolar AS 2.040.112.893 2.031.738.164
Dolar Singapura 29.975.427 -
Euro 26.603.413 27.153.846
10.983.741.932 13.136.894.437
Utang lain-lain merupakan utang yang timbul dari pembelian barang dan jasa yang tidak berhubungan
dengan bisnis utama Perusahaan.
Utang lain-lain tidak berbunga dan pada umumnya dilunasi dalam jangka waktu 60 hari.
15. UANG MUKA PENJUALAN
Akun ini merupakan uang muka penjualan barang jadi pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Uang muka penjualan tidak berbunga dan pada umumnya diselesaikan dalam jangka waktu 60 hari.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
16. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar di muka dan estimasi tagihan pajak
Pajak dibayar di muka
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pajak Pertambahan Nilai ("PPN") 40.688.993.016 24.174.385.804
Pajak Ekspor 178.116.000 178.116.000
Jumlah pajak dibayar di muka 40.867.109.016 24.352.501.804
Estimasi tagihan pajak
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pajak pertambahan nilai
tahun pajak 2016 2.602.298.639 2.602.298.639
2.602.298.639 2.602.298.639
Kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan
tahun pajak 2017 13.506.280.132 13.506.280.132
36
tahun pajak 2016 11.308.898.275 11.308.898.275
tahun pajak 2015 14.151.808.840 14.151.808.840
38.966.987.247 38.966.987.247
41.569.285.886 41.569.285.886
Page 40
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
a. Pajak dibayar di muka dan estimasi tagihan pajak (lanjutan)
Pada tanggal 5 April 2019, Perusahaan menerima surat hasil pemeriksaan pajak untuk tahun pajak
2017 yang menyatakan kurang bayar pajak penghasilan badan beserta denda sebesar
Rp6.912.011.399, berbeda dibandingkan dengan jumlah yang dilaporkan dalam surat pemberitahuan
tahunan Perusahaan tahun 2017, yaitu lebih bayar pajak penghasilan badan sebesar
Rp7.677.910.203. Perusahaan menyetujui sebagian hasil pemeriksaan pajak sebesar
Rp1.083.641.470 dan mencatat ke dalam laporan laba rugi tahun 2019. Pada tanggal 25 April 2019,
Perusahaan membayar nilai sesuai hasil pemeriksaan sebesar Rp6.912.011.399. Pada tanggal 20 Mei
2019 Perusahaan mengajukan keberatan kepada Kantor Pajak atas nilai sebesar Rp13.506.280.132.
Pada tanggal 20 April 2020, Kantor Pajak menolak keberatan yang diajukan oleh Perusahaan. Pada
tanggal 15 Juni 2020, Perusahaan mengajukan banding kepada Pengadilan Pajak. Belum terdapat
hasil keputusan banding yang disampaikan kepada Perusahaan hingga tanggal penyelesaian laporan
keuangan ini.
Pada tanggal 5 Januari 2021, Perusahaan menerima surat hasil pemeriksaan pajak untuk tahun pajak
2016 yang menyatakan kurang bayar pajak penghasilan badan beserta denda sebesar
Rp12.116.559.339, berbeda dibandingkan dengan jumlah yang dilaporkan dalam surat
pemberitahuan tahunan Perusahaan tahun 2016, yaitu kurang bayar pajak penghasilan badan
sebesar Rp7.207.976.048. Perusahaan menyetujui sebagian hasil pemeriksaan pajak sebesar
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Rp807.661.064 dan mencatat ke dalam laporan laba rugi tahun 2021. Pada tanggal 3 Februari 2021,
Perusahaan membayar nilai kurang bayar sesuai hasil pemeriksaan sebesar Rp12.116.559.339. Pada
tanggal 15 Februari 2021 Perusahaan mengajukan keberatan kepada Kantor Pajak atas nilai sebesar
Rp11.308.898.275. Pada tanggal 7 Februari 2022, Kantor Pajak menolak keberatan tersebut. Pada
tanggal 25 Maret 2022, Perusahaan mengajukan banding kepada Pengadilan Pajak. Belum terdapat
hasil keputusan banding yang disampaikan kepada Perusahaan hingga tanggal penyelesaian laporan
keuangan ini.
Pada tanggal 30 Januari 2020, Perusahaan menerima surat hasil pemeriksaan pajak untuk tahun
pajak 2015 yang menyatakan kurang bayar pajak penghasilan badan beserta denda sebesar
Rp15.125.813.490, berbeda dibandingkan dengan jumlah yang dilaporkan dalam surat
pemberitahuan tahunan Perusahaan tahun 2015, yaitu kurang bayar pajak penghasilan badan
sebesar Rp9.895.619.655. Perusahaan menyetujui sebagian hasil pemeriksaan pajak sebesar
Rp974.004.650 dan mencatat ke dalam laporan laba rugi tahun 2020. Pada tanggal 26 Februari 2020,
Perusahaan membayar nilai kurang bayar sesuai hasil pemeriksaan sebesar Rp15.125.813.490. Pada
tanggal 17 April 2020 Perusahaan mengajukan keberatan kepada Kantor Pajak atas nilai sebesar
Rp14.151.808.840. Pada tanggal 26 April 2021, Kantor Pajak menolak keberatan tersebut. Pada
tanggal 7 Juni 2021, Perusahaan mengajukan banding kepada Pengadilan Pajak. Belum terdapat hasil
keputusan banding yang disampaikan kepada Perusahaan hingga tanggal penyelesaian laporan
keuangan ini. 37
Untuk penjelasan tentang status tagihan pajak pertambahan nilai yang masih belum selesai, lihat
Catatan 16f.
b. Utang pajak
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pajak penghasilan badan - Pasal 29 3.779.209.998 8.472.568.085
Pajak penghasilan - Pasal 26 666.820.801 110.820.032
Pajak penghasilan karyawan - Pasal 21 374.016.496 687.788.256
Pajak penghasilan - Pasal 23 118.571.551 132.517.342
Pajak penghasilan final 18.817.258 126.561.033
4.957.436.104 9.530.254.748
Page 41
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Pajak kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan badan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain dan estimasi penghasilan kena pajak, pajak kini dan kekurangan/kelebihan
pembayaran pajak penghasilan badan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Laba sebelum pajak penghasilan badan 92.026.122.784 283.149.105.983
Beda temporer:
Penyusutan aset tetap (6.714.491.584) (11.991.063.443)
Bonus karyawan (6.165.812.532) 1.396.700.094
Imbalan kerja 780.538.500 3.875.336.000
Penyisihan atas penurunan nilai
persediaan - (5.670.575.004)
Beda tetap:
Pendapatan jasa giro (1.287.819.959) (1.354.414.134)
Pendapatan sewa (28.588.590) (3.753.754)
Lain-lain (929.637.230) 929.637.230
Penalti dan bunga pajak - 1.118.347.000
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Jumlah koreksi fiskal neto (14.345.811.395) (11.699.786.011)
Estimasi penghasilan kena pajak 77.680.311.389 271.449.319.972
Beban pajak kini
Pajak penghasilan atas penghasilan berdasarkan
tarif pajak standar 17.089.668.506 59.718.850.394
Pajak penghasilan badan dibayar di muka
Pasal 25 13.131.635.360 50.398.099.635
Pasal 22 174.683.226 811.251.054
Pasal 23 4.139.922 36.931.620
Jumlah pajak penghasilan badan dibayar
di muka 13.310.458.508 51.246.282.309
Kekurangan/(kelebihan) pembayaran
pajak penghasilan badan 3.779.209.998 8.472.568.085
d. Komponen beban pajak penghasilan badan
30 Juni 2023 31 Desember 2022
38
Pajak penghasilan:
Beban pajak kini:
Tahun kini 17.089.668.506 59.718.850.394
Kekurangan pajak penghasilan badan tahun-
tahun sebelumnya - -
Beban pajak tangguhan 2.661.948.435 2.725.712.517
19.751.616.941 62.444.562.911
Page 42
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Rekonsiliasi pajak penghasilan badan
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang
berlaku atas laba sebelum pajak penghasilan badan dan beban pajak penghasilan badan seperti
disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Laba sebelum pajak penghasilan badan menurut
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain 92.026.122.784 283.149.105.983
Beban pajak penghasilan berdasarkan tarif pajak
yang berlaku 20.245.747.013 62.292.803.316
Pengaruh pajak atas beda tetap:
Beban yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan
pajak dan beda permanen lain (494.130.072) 151.759.595
Jumlah beban pajak penghasilan 19.751.616.941 62.444.562.911
f. Ketetapan pajak
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”)
Perusahaan menerima surat ketetapan dan surat tagihan pajak pertambahan nilai sebagai berikut:
Pada tahun 2018 dan 2017, Perusahaan menerima surat hasil pemeriksaan pajak atas PPN untuk
tahun pajak 2016. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2021, Perusahaan telah mengajukan banding
dengan total nilai sebesar Rp1.144.029.113 dan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung dengan
total nilai sebesar Rp2.212.831.593. Pada 9 September 2022, Pengadilan Pajak mengabulkan
sebagian banding Perusahaan dengan total nilai sebesar Rp702.903.335. Perusahan menerima
pengembalian dana dengan total nilai sebesar Rp702.903.335 pada 24 Oktober 2022 dan mencatat
nilai yang tidak dikabulkan sebesar Rp441.125.778 pada laba rugi tahun berjalan. Hingga tanggal
penyelesaian laporan keuangan ini, belum terdapat hasil keputusan peninjauan kembali yang
disampaikan kepada Perusahaan. Perusahaan juga masih dalam proses mengajukan Surat
Pengembalian atas denda PPN Desember 2016 sebesar Rp73.971.282 dan Surat Pengembalian atas
kekurangan pencairan PPN 2017 yang dipotong pada restitusi PPN Agustus 2016 sebesar
Rp315.495.764.
g. Pajak tangguhan
Rincian aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan adalah sebagai berikut:
39
30 Juni 2023
Diakui sebagai
Diakui sebagai Pendapatan
(Beban)/Manfaat Komprehensif
Saldo Awal Pajak Tangguhan Lainnya Saldo Akhir
Aset pajak
tangguhan:
Provisi imbalan kerja
karyawan 6.425.663.781 171.718.471 - 6.597.382.252
Provisi bonus
karyawan 3.477.536.944 (1.356.478.757) - 2.121.058.187
Aset tetap 1.558.163.457 (1.477.188.149) - 80.975.308
Jumlah aset pajak
tangguhan - neto 11.461.364.182 (2.661.948.435) - 8.799.415.747
Page 43
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
g. Pajak tangguhan (lanjutan)
Rincian aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan adalah sebagai berikut: (lanjutan)
31 Desember 2022
Diakui sebagai
Diakui sebagai Pendapatan
(Beban)/Manfaat Komprehensif
Saldo Awal Pajak Tangguhan Lainnya Saldo Akhir
Aset pajak
tangguhan:
Provisi imbalan kerja
karyawan 5.921.389.020 852.573.920 (348.299.159) 6.425.663.781
Provisi bonus
karyawan 3.170.262.923 307.274.021 - 3.477.536.944
Penurunan nilai
persediaan 1.247.526.501 (1.247.526.501) - -
Aset tetap 4.196.197.414 (2.638.033.957) - 1.558.163.457
Jumlah aset pajak
tangguhan - neto 14.535.375.858 (2.725.712.517) (348.299.159) 11.461.364.182
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Penggunaan aset pajak tangguhan yang diakui Perusahaan tergantung pada kelebihan laba fiskal
pada masa mendatang atas penghasilan yang timbul dari pemulihan perbedaan temporer kena pajak
yang ada. Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan dapat dimanfaatkan di
masa mendatang.
h. Perubahan tarif pajak
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan
(HPP) yang menetapkan perubahan tarif pajak penghasilan badan dari 20% menjadi 22% untuk tahun
pajak 2022 dan seterusnya.
Tarif pajak yang baru tersebut digunakan sebagai acuan untuk pengukuran aset dan liabilitas pajak
kini dan tangguhan mulai sejak tanggal berlakunya peraturan tersebut.
17. BEBAN AKRUAL
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pengangkutan 12.361.457.647 7.155.729.800
40
Listrik dan air 3.230.597.395 3.152.862.500
Audit 301.000.000 190.000.000
Lain-lain - di bawah Rp250.000.000 305.883.970 53.375.326
16.198.939.012 10.551.967.626
Beban akrual tidak berbunga dan pada umumnya dilunasi dalam jangka waktu 60 hari.
Page 44
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
18. UTANG DIVIDEN
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Diumumkan dan dibagikan di:
- Tahun 2018 63.616.500 63.616.500
- Tahun 2019 91.370.000 91.370.000
- Tahun 2020 83.460.000 83.460.000
- Tahun 2021 84.380.000 84.380.000
- Tahun 2022 84.380.000 84.380.000
- Tahun 2023 84.380.000 -
491.586.500 407.206.500
19. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Provisi atas bonus karyawan 9.641.173.554 15.806.986.086
Jamsostek 351.662.640 316.029.149
Dana kompensasi pekerja - 929.637.230
9.992.836.194 17.052.652.465
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang
Perusahaan memberikan imbalan pensiun untuk karyawannya yang telah mencapai usia pensiun sesuai
dengan kebijakan Perusahaan. Provisi imbalan kerja tersebut tidak didanai.
Tabel berikut ini merangkum komponen-komponen atas beban imbalan kerja neto yang diakui dalam
laporan laba rugi komprehensif dan jumlah yang disajikan dalam laporan posisi keuangan sebagai provisi
imbalan kerja karyawan.
Beban imbalan kerja neto:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Beban jasa kini (233.935.000) 2.462.468.000
Beban bunga 1.014.473.500 1.916.179.000
Beban jasa masa lalu atas perubahan imbalan - 7.026.152.000
Penyesuaian karena perubahan periode
atribusi manfaat - (6.773.302.000)
Penyesuaian atas pengakuan masa kerja lalu
karyawan - 560.000
41
Pengakuan seketika atas mutasi karyawan - 20.220.000
780.538.500 4.652.277.000
Perubahan provisi imbalan kerja karyawan untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni
2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Saldo 1 Januari 29.207.562.614 26.915.404.614
Beban/(pendapatan) imbalan kerja 780.538.500 4.652.277.000
Kerugian/(keuntungan) aktuarial yang diakui
sebagai laba/kerugian komprehensif lainnya:
- Perubahan asumsi keuangan - (1.738.440.000)
- Penyesuaian pengalaman - 155.262.000
Pembayaran manfaat - (776.941.000)
Saldo akhir periode 29.988.101.114 29.207.562.614
Page 45
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
19. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan)
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, provisi imbalan kerja karyawan merupakan nilai kini
liabilitas imbalan kerja karyawan.
Asumsi yang digunakan dalam menentukan provisi imbalan kerja karyawan untuk periode yang berakhir
pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Tingkat diskonto tahunan : 7,3%
Tingkat kenaikan gaji tahunan : 4% per tahun untuk 2023; 7% per tahun untuk 2024
Tingkat pengunduran diri : 10% per tahun sampai dengan usia 20 tahun dan berkurang secara linear
karyawan tahunan ke 1.5% di usia 40 dan 1.5% untuk setiap tahun setelahnya
Umur pensiun : 57 tahun
Tingkat kecatatatan tahunan : 10% dari tingkat mortalitas
Referensi tingkat kematian : TMI 2019
Metode : Projected Unit Credit
20. MODAL SAHAM
Rincian pemegang saham Perusahaan dan kepemilikan sahamnya pada tanggal 30 Juni 2023 adalah
sebagai berikut:
Jumlah Saham
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Ditempatkan dan Persentase
Pemegang saham Disetor penuh Kepemilikan Jumlah ( Rp )
PT Sentratama Niaga Indonesia 517.771.000 87,02% 129.442.750.000
Masyarakat ( masing-masing dengan
kepemilikan di bawah 5%) 77.229.000 12,98% 19.307.250.000
595.000.000 100,00% 148.750.000.000
Rincian pemegang saham Perusahaan dan kepemilikan sahamnya pada tanggal 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
Jumlah Saham
Ditempatkan dan Persentase
Pemegang saham Disetor penuh Kepemilikan Jumlah ( Rp )
PT Sentratama Niaga Indonesia 517.771.000 87,02% 129.442.750.000
Hairuddin Halim, Direktur 250.000 0,04% 62.500.000
Masyarakat ( masing-masing dengan
kepemilikan di bawah 5%) 76.979.000 12,94% 19.244.750.000
595.000.000 100,00% 148.750.000.000
Pengelolaan Modal 42
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang
sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang No. 40 tahun 2007, tentang Perseroan Terbatas, Pasal
70 ayat (3), untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham ditempatkan dan disetor penuh
ke dalam dana cadangan. Persyaratan modal tersebut dipertimbangkan oleh Perusahaan pada Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan.
Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi
ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan
pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau mengusahakan pendanaan
melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses selama periode penyajian.
Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan
akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.
Page 46
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
21. TAMBAHAN MODAL DISETOR - NETO
Tambahan
Modal Disetor
Agio Saham 104.847.825.314
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 5.105.168.595
109.952.993.909
a. Agio Saham
Agio saham
Agio Saham 109.650.000.000
Biaya emisi efek ekuitas (4.802.174.686)
104.847.825.314
Pada tahun 1996, Perusahaan melakukan penjualan 34.000.000 saham bernilai Rp17.000.000.000
melalui penawaran umum kepada masyarakat. Hasil penjualan adalah Rp37.400.000.000.
Perusahaan mencatat Rp17.000.000.000 sebagai modal disetor dan Rp20.400.000.000 sebagai
tambahan modal disetor.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Pada tahun 1998, Perusahaan melakukan penjualan 178.500.000 saham bernilai nominal
Rp89.250.000.000 melalui penawaran umum terbatas kepada masyarakat dengan hak memesan efek
terlebih dahulu. Perusahaan mencatat Rp89.250.000.000 sebagai modal disetor dan
Rp89.250.000.000 sebagai tambahan modal disetor.
b. Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali
Pada tanggal 12 Agustus 2009, Perusahaan telah menjual 46.999.000 saham yang merupakan
kepemilikan 99,998% dari jumlah saham di PT Wilmar Benih Indonesia (”WBE”) (dahulu PT Inticocoa
Abadi Industri), entitas anak sebelumnya, kepada pihak-pihak sebagai berikut: (i) PT Wilmar Nabati
Indonesia (”WINA”) yang merupakan entitas sepengendali, sejumlah 32.900.000 saham (70%
kepemilikan) dengan harga jual sebesar Rp15.792.000.000 dan (ii) PT Natura Wahana Gemilang
(NWHG), yang merupakan pihak berelasi, sejumlah 14.099.000 saham (29,998% kepemilikan)
dengan harga jual sebesar Rp6.767.520.000.
Penjualan 70% kepemilikan saham di WBE kepada WINA dicatat berdasarkan PSAK No. 38 tentang
“Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali”. Dengan demikian, selisih neto antara harga jual dan
70% bagian proporsional dari nilai buku aset neto WBE sebesar Rp5.105.168.595 dicatat di buku
Perusahaan sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali dan disajikan sebagai
tambahan modal disetor dalam laporan posisi keuangan. 43
22. SALDO LABA DAN KOMPONEN EKUITAS LAINNYA
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan pada tanggal 26 Mei 2023, yang telah
diaktakan dengan Akta Notaris No. 172 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn pada tanggal yang sama dalam
agenda kedua rapat, para pemegang saham Perusahaan menyetujui, antara lain penetapan tambahan
dana cadangan sebesar Rp500.000.000. Pemegang saham Perusahaan juga menyetujui pembagian
dividen tunai untuk tahun buku 2022 adalah sebesar Rp59.500.000.000 atau Rp100 per saham yang
dibagikan mulai tanggal 27 Juni 2023.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan pada tanggal 28 Juli 2022, yang telah
diaktakan dengan Akta Notaris No. 15 dari Dr. Fransiscus Xaverius Arsin, S.H., pada tanggal yang sama
dalam mata acara ketiga, para pemegang saham Perusahaan menyetujui, antara lain penetapan
tambahan dana cadangan sebesar Rp500.000.000. Pemegang saham Perusahaan juga menyetujui
pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2021 adalah sebesar Rp59.500.000.000 atau Rp100 per
saham yang dibagikan mulai tanggal 31 Agustus 2022.
Page 47
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
22. SALDO LABA DAN KOMPONEN EKUITAS LAINNYA (lanjutan)
Undang-Undang Perseroan Terbatas Indonesia No. 40 tahun 2007, tertanggal 16 Agustus 2007,
mensyaratkan agar setiap perusahaan yang memiliki posisi akumulasi laba neto untuk menyisihkan
sejumlah tertentu dari laba neto setiap tahun buku sebagai cadangan untuk diakumulasi sehingga
mencapai minimal 20% dari jumlah modal disetor Perusahaan. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2023,
Perusahaan telah menyisihkan saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya sebagai cadangan umum
sejumlah Rp10.530.025.067.
Sesuai dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, pada tahun 2022
Perusahaan telah melakukan reklasifikasi atas saldo utang dividen yang sudah lebih dari lima tahun
sebesar Rp236.485.000 ke saldo laba yang ditentukan penggunaannya (cadangan khusus).
Komponen ekuitas lainnya merupakan keuntungan atau kerugian pengukuran (keuntungan dan kerugian
aktuaria) yang timbul dari liabilitas imbalan kerja jangka panjang.
23. PENJUALAN
Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni
2023 2022
Penjualan domestik
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Pihak ketiga 1.364.819.648.670 1.081.177.916.938
Pihak berelasi 1.543.467.295.120 2.441.970.472.121
Jumlah penjualan domestik 2.908.286.943.790 3.523.148.389.059
Penjualan ekspor
Pihak ketiga - -
Pihak berelasi 122.920.033.597 119.276.087.859
Jumlah penjualan ekspor 122.920.033.597 119.276.087.859
Penjualan - neto 3.031.206.977.387 3.642.424.476.918
Lihat Catatan 12 untuk rincian transaksi dan saldo pihak berelasi.
Rincian pelanggan dengan nilai transaksi penjualan melebihi 10% dari jumlah penjualan Perusahaan
selama satu tahun adalah sebagai berikut:
Jumlah Persentase dari
penjualan jumlah penjualan
Tahun yang berakhir Tahun yang berakhir
pada tanggal 30 Juni pada tanggal 30 Juni 44
Pelanggan 2023 2022 2023 2022
Entitas sepengendali Grup WIL
PT Wilmar Nabati Indonesia 1.098.559.340.938 1.841.912.983.114 36% 51%
PT Sari Agrotama Persada 233.572.647.364 159.004.999.349 8% 4%
Page 48
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
23. PENJUALAN (lanjutan)
Rincian penjualan neto berdasarkan produk adalah sebagai berikut:
Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni
2023 2022
Penjualan domestik
Produk Crude Palm Oil 1.771.366.882.161 1.736.655.977.599
Produk Palm Kernel 662.049.342.256 1.333.511.169.072
Produk Tengkawang - -
Produk Tepung 123.039.573.786 -
Lain-lain 351.831.145.587 452.981.242.388
Jumlah penjualan domestik 2.908.286.943.790 3.523.148.389.059
Penjualan ekspor
Produk Palm Kernel 112.432.668.529 119.276.087.859
Produk Crude Palm Oil 10.487.365.068 -
Lain-lain - -
Jumlah penjualan ekspor 122.920.033.597 119.276.087.859
Penjualan - neto 3.031.206.977.387 3.642.424.476.918
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
24. BEBAN POKOK PENJUALAN
Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni
2023 2022
Pembelian komoditas 2.750.477.467.164 3.376.418.311.128
Beban produksi tidak langsung 50.258.471.317 43.859.610.729
Beban penyusutan 12.098.053.541 10.079.399.703
Beban tenaga kerja langsung 4.114.847.650 5.961.677.948
Jumlah biaya produksi 2.816.948.839.672 3.436.318.999.508
Persediaan awal tahun:
Biaya perolehan 332.758.600.552 397.322.032.019
Pemulihan penurunan nilai - (5.670.575.004)
Dikurangi:
Persediaan akhir periode (304.002.931.923) (495.927.157.727)
Beban pokok penjualan 2.845.704.508.301 3.332.043.298.796
Rincian pemasok dengan nilai pembelian melebihi 10% dari jumlah pembelian bahan baku Perusahaan
selama satu tahun adalah sebagai berikut: 45
Jumlah Persentase dari
pembelian jumlah pembelian
Periode yang berakhir Periode yang berakhir
pada tanggal 30 Juni pada tanggal 30 Juni
Pemasok 2023 2022 2023 2022
Entitas sepengendali Grup WIL
PT Multimas Nabati Asahan 842.217.311.363 766.631.482.938 31% 23%
PT Wilmar Nabati Indonesia 353.279.579.869 32.803.494.730 13% 1%
PT Agronusa Investama 285.395.385.000 422.413.360.621 10% 13%
Lihat Catatan 12 untuk rincian transaksi dan saldo pihak berelasi.
Page 49
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
25. BEBAN PENJUALAN
Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni
2023 2022
Pajak ekspor 24.160.779.000 30.569.962.000
Transportasi dan pengurusan 20.480.876.684 7.055.807.649
Gaji 15.328.030.467 9.161.759.706
Operasi penjualan 4.172.693.702 3.633.193.553
Penyusutan 1.199.098.059 1.221.060.842
Operasi pelayaran 1.195.126.012 842.612.933
Survei produk 802.585.491 802.132.993
Perbaikan dan pemeliharaan 703.171.095 775.435.334
Listrik dan air 587.902.890 591.990.498
Lain-lain 1.878.830.021 1.639.550.296
70.509.093.421 56.293.505.804
26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
2023 2022
Gaji 16.314.404.082 18.370.098.648
Umum kantor 1.948.068.778 1.764.538.581
Penyusutan 1.262.306.302 1.041.773.520
Perbaikan dan pemeliharaan 1.074.764.303 972.540.393
Konsultan 943.885.464 526.259.998
Imbalan kerja karyawan 780.538.500 1.616.530.998
Listrik dan air 234.081.681 252.809.586
Pengembangan lingkungan 180.819.048 113.687.125
Hiburan 113.948.013 183.247.422
Keuangan 43.763.101 63.722.202
Lain-lain 2.604.329.470 2.004.436.868
25.500.908.742 26.909.645.341
27. PENDAPATAN DAN BEBAN USAHA LAIN-LAIN – NETO
Periode yang berakhir pada tanggal
30 Juni
2023 2022 46
Pendapatan operasi lain-lain
Penjualan barang bekas 402.885.448 -
Penjualan suku cadang 313.070.418 12.247.243
Lain-lain 2.034.504.049 4.550.052.811
Subtotal 2.750.459.915 4.562.300.054
Beban operasi lain-lain
Penyusutan (444.619.720) (352.426.145)
Lain-lain (15.700) (1.653.994.600)
Subtotal (444.635.420) (2.006.420.745)
(Beban)/pendapatan usaha
lain-lain - neto 2.305.824.495 2.555.879.309
Page 50
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
28. LABA PER SAHAM
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Laba tahun berjalan 72.274.505.843 180.936.023.295
Rata - rata tertimbang jumlah saham 595.000.000 595.000.000
Laba tahun berjalan per saham 121 304
Perusahaan tidak mempunyai saham biasa yang berpotensi untuk bersifat dilutif pada tanggal 30 Juni
2023 dan 2022, dan oleh karenanya, laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
29. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
Konversi ke Mata
Mata Uang Asing
Uang Rupiah
30 Juni 2023
Aset
Kas di bank USD 5.765 86.617.528
Piutang usaha
Pihak berelasi USD 1.008.000 15.146.208.000
Liabilitas
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Utang lain-lain
Pihak ketiga USD 135.772 2.040.112.893
EUR 1.625 26.603.413
SGD 2.700 29.975.427
Pihak berelasi USD 684.200 10.280.789.200
Aset neto USD 193.792 2.911.923.435
EUR (1.625) (26.603.413)
SGD (2.700) (29.975.427)
2.855.344.595
Konversi ke Mata
Mata Uang Asing
Uang Rupiah
31 Desember 2022
Aset
Kas di bank USD 3.311 52.079.206
Piutang usaha
Pihak berelasi USD 1.704.000 26.805.624.000 47
Liabilitas
Utang lain-lain
Pihak ketiga USD 129.155 2.031.738.164
EUR 1.625 27.153.846
Pihak berelasi USD 684.671 10.770.555.726
Aset neto USD 893.485 14.055.409.316
EUR (1.625) (27.153.846)
14.028.255.470
Page 51
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
30. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, liabilitas imbalan
kerja jangka pendek, pinjaman bank jangka pendek, dan utang dividen. Perusahaan memiliki aset
keuangan meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, dan aset tidak lancar lainnya -
uang jaminan.
Perusahaan menghadapi risiko pasar, risiko tingkat suku bunga, risiko kredit dan risiko likuiditas.
Manajemen Perusahaan mengawasi manajemen risiko dari risiko-risiko tersebut. Mengelola risiko ini
merupakan bagian dari proses manajemen risiko Perusahaan. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan
untuk mengelola setiap risiko sebagai berikut.
Risiko pasar
Risiko pasar merupakan risiko di mana nilai wajar dari arus kas masa depan dari instrumen keuangan
akan berfluktuasi disebabkan oleh perubahan harga pasar. Harga pasar terdiri dari dua jenis risiko: risiko
mata uang asing dan risiko harga komoditas. Instrumen keuangan dipengaruhi oleh risiko pasar termasuk
kas dan setara kas, piutang usaha, aset tidak lancar lainnya - uang jaminan, utang usaha dan utang lain-
lain.
Risiko mata uang asing
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Risiko mata uang asing adalah risiko bahwa nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen
keuangan akan berfluktuasi karena perubahan kurs mata uang asing. Eksposur Perusahaan terhadap
risiko perubahan kurs valuta asing berhubungan terutama dengan kegiatan operasi Perusahaan, di
mana pendapatan dalam mata uang Dolar AS dan kewajiban untuk penyelesaian liabilitas-liabilitas
keuangan dalam mata uang Dolar AS.
Tidak ada kebijakan formal untuk lindung nilai sehubungan dengan eksposur valuta asing. Eksposur
terhadap risiko nilai tukar dipantau secara berkelanjutan.
Tabel berikut ini menunjukkan sensitivitas kemungkinan perubahan tingkat nilai tukar Rupiah
terhadap mata uang asing, dengan asumsi variabel lain konstan, pengaruh terhadap laba sebelum
pajak penghasilan badan sebagai berikut:
Perubahan tingkat Dampak terhadap
nilai tukar Rupiah laba sebelum
terhadap beban pajak
30 Juni 2023
Dolar AS 10% 291.192.344
Dolar AS -10% (291.192.344)
Euro 10% (2.660.341) 48
Euro -10% 2.660.341
Dolar Singapura 10% (2.997.543)
Dolar Singapura -10% 2.997.543
Perubahan tingkat Dampak terhadap
nilai tukar Rupiah laba sebelum
terhadap beban pajak
31 Desember 2022
Dolar AS 10% 1.405.540.931
Dolar AS -10% (1.405.540.931)
Euro 10% (2.715.385)
Euro -10% 2.715.385
Page 52
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
30. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Risiko pasar (lanjutan)
Risiko harga komoditas
Perusahaan terkena dampak dari fluktuasi harga komoditas tertentu. Harga komoditas minyak sawit
mentah, minyak kernel kelapa sawit, minyak tengkawang dan produk-produk turunannya memiliki
fluktuasi tinggi karena faktor tak terduga seperti cuaca, kebijakan pemerintah, perubahan permintaan
global akibat pertumbuhan penduduk dan perubahan standar hidup, dan produksi global produk-
produk substitusi.
Dalam kegiatan usaha yang normal, nilai penjualan Perusahaan dan persediaan komoditas bahan
baku terus menerus berubah sesuai dengan pergerakan harga pasar komoditas yang mendasarinya.
Perusahaan umumnya menggunakan kontrak di muka untuk mengurangi risiko tersebut.
Tidak ada kebijakan formal untuk lindung nilai sehubungan dengan risiko harga komoditas. Eksposur
terhadap risiko harga komoditas dipantau secara berkelanjutan.
Risiko tingkat suku bunga
Risiko tingkat suku bunga adalah risiko di mana arus kas di masa depan akan berfluktuasi karena
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
perubahan tingkat suku bunga pasar. Perusahaan terpengaruh risiko perubahan suku bunga pasar
terutama terkait dengan pinjaman bank jangka pendek yang dimiliki Perusahaan.
Tidak ada kebijakan formal untuk lindung nilai sehubungan dengan eksposur tingkat suku bunga.
Eksposur terhadap risiko tingkat suku bunga dipantau secara berkelanjutan.
Tabel berikut ini menunjukan sensitivitas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pinjaman. Dengan
asumsi variabel lain konstan, laba sebelum beban pajak dipengaruhi oleh tingkat suku bunga
mengambang sebagai berikut:
Dampak terhadap
Kenaikan/(penurunan) laba sebelum
dalam satuan poin beban pajak
30 Juni 2023
Dolar AS 100 866.175
Dolar AS -100 (866.175)
Rupiah 100 1.877.212.743
Rupiah -100 (1.877.212.743)
49
Dampak terhadap
Kenaikan/(penurunan) laba sebelum
dalam satuan poin beban pajak
31 Desember 2022
Dolar AS 100 520.792
Dolar AS -100 (520.792)
Rupiah 100 1.180.022.454
Rupiah -100 (1.180.022.454)
Page 53
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
30. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Risiko kredit
Risiko kredit mengacu pada risiko di mana pihak lain tidak membayar atas liabilitas kontrak yang
mengakibatkan kerugian keuangan kepada Perusahaan. Eksposur risiko kredit Perusahaan terutama
timbul dari piutang.
Tujuan Perusahaan adalah untuk mencari pertumbuhan pendapatan secara terus-menerus dan
meminimalkan kerugian yang timbul akibat risiko kredit yang meningkat. Piutang Perusahaan terutama
timbul dari transaksi dengan pihak ketiga. Sehubungan dengan transaksi dengan pihak berelasi,
berdasarkan kebijakan dari Grup Wilmar International Limited, semua pihak harus menyelesaikan semua
saldo pihak berelasi sesuai jangka waktu pembayarannya.
Risiko kredit pelanggan dikelola oleh Direksi sesuai kebijakan dan prosedur pengendalian Perusahaan,
yang berkaitan dengan pengelolaan risiko kredit pelanggan. Piutang pelanggan yang belum tertagih
dimonitor secara teratur. Tidak terdapat konsentrasi risiko kredit yang signifikan dalam Perusahaan.
Untuk aset keuangan lainnya, seperti kas dan setara kas, Perusahaan meminimalkan risiko kredit dengan
mempertahankan saldo kas minimum dan memilih bank yang berkualitas di Indonesia untuk
menempatkan rekening bank.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tabel berikut menggambarkan jumlah risiko kredit dan konsentrasi risiko yang dimiliki Perusahaan pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021:
30 Juni 2023
Belum jatuh tempo Jatuh tempo dan
dan tidak mengalami tidak mengalami
penurunan nilai penurunan nilai Jumlah
Kas dan setara kas 187.807.891.852 - 187.807.891.852
Piutang usaha 1.063.418.563.141 1.593.786.339 1.065.012.349.480
Piutang lain-lain 1.968.651.400 - 1.968.651.400
Aset tidak lancar lainnya -
uang jaminan 1.945.912.822 - 1.945.912.822
1.255.141.019.215 1.593.786.339 1.256.734.805.554
31 Desember 2022
Belum jatuh tempo Jatuh tempo dan
dan tidak mengalami tidak mengalami
penurunan nilai penurunan nilai Jumlah
Kas dan setara kas 118.054.324.561 - 118.054.324.561 50
Piutang usaha 841.078.057.111 2.426.582.421 843.504.639.532
Piutang lain-lain 3.182.542.271 - 3.182.542.271
Aset tidak lancar lainnya -
uang jaminan 1.925.738.822 - 1.925.738.822
964.240.662.765 2.426.582.421 966.667.245.186
Risiko likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko di mana Perusahaan akan mengalami kesulitan dalam memenuhi liabilitas
keuangannya karena kekurangan dana. Perusahaan mempunyai risiko likuiditas terutama dari jatuh
tempo atas utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, pinjaman bank jangka pendek dan utang dividen.
Perusahaan mempertahankan likuiditas yang cukup dengan memonitor arus kas Perusahaan. Perusahaan
juga mengikuti kebijakan Wilmar International Limited Group dalam mengelola risiko likuiditas dengan
menerapkan kebijakan manajemen risiko likuiditas hati-hati dalam menjaga fasilitas kredit yang cukup.
Perusahaan juga bertujuan untuk mempertahankan fleksibilitas dalam pendanaan dengan menjaga
fasilitas kredit yang tersedia dengan berbagai bank.
Page 54
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
30. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Risiko likuiditas (lanjutan)
Tabel berikut ini menunjukan profil jangka waktu pembayaran liabilitas Perusahaan berdasarkan
pembayaran dalam kontrak.
Kurang dari 1 sampai 2 sampai Lebih dari
30 Juni 2023 1 tahun 2 tahun 5 tahun 5 tahun Jumlah
Utang usaha
Pihak ketiga 28.301.579.672 - - - 28.301.579.672
Pihak berelasi 314.531.706.334 - - - 314.531.706.334
Utang lain-lain
Pihak ketiga 10.983.741.932 - - - 10.983.741.932
Pihak berelasi 14.613.242.823 - - - 14.613.242.823
Beban akrual 16.198.939.012 - - - 16.198.939.012
Liabilitas imbalan
kerja jangka
pendek 351.662.640 - - - 351.662.640
Utang dividen 491.586.500 - - - 491.586.500
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Kurang dari 1 sampai 2 sampai Lebih dari
31 Desember 2022 1 tahun 2 tahun 5 tahun 5 tahun Jumlah
Utang usaha
Pihak ketiga 11.881.145.165 - - - 11.881.145.165
Pihak berelasi 61.140.428.410 - - - 61.140.428.410
Utang lain-lain
Pihak ketiga 13.136.894.437 - - - 13.136.894.437
Pihak berelasi 13.974.815.126 - - - 13.974.815.126
Beban akrual 10.551.967.626 - - - 10.551.967.626
Liabilitas imbalan
kerja jangka
pendek 316.029.149 - - - 316.029.149
Utang dividen 407.206.500 - - - 407.206.500
31. INSTRUMEN KEUANGAN
Estimasi nilai wajar
51
Di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen keuangan
Perusahaan yang tercatat dalam laporan keuangan.
30 Juni 2023
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset keuangan
Kas dan setara kas 187.807.891.852 187.807.891.852
Piutang usaha
Pihak ketiga 441.014.894.647 441.014.894.647
Pihak berelasi 623.997.454.833 623.997.454.833
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 1.946.758.223 1.946.758.223
Pihak berelasi 21.893.177 21.893.177
Aset tidak lancar lainnya - uang jaminan 1.945.912.822 1.945.912.822
Page 55
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
31. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Estimasi nilai wajar (lanjutan)
30 Juni 2023
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Liabilitas keuangan
Utang usaha
Pihak ketiga 28.301.579.672 28.301.579.672
Pihak berelasi 314.531.706.334 314.531.706.334
Utang lain-lain
Pihak ketiga 10.983.741.932 10.983.741.932
Pihak berelasi 14.613.242.823 14.613.242.823
Beban akrual 16.198.939.012 16.198.939.012
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 351.662.640 351.662.640
Utang dividen 491.586.500 491.586.500
31 Desember 2022
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset keuangan
Kas dan setara kas 118.054.324.561 118.054.324.561
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Piutang usaha
Pihak ketiga 192.708.209.797 192.708.209.797
Pihak berelasi 650.796.429.735 650.796.429.735
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 3.148.103.827 3.148.103.827
Pihak berelasi 34.438.444 34.438.444
Aset tidak lancar lainnya - uang jaminan 1.925.738.822 1.925.738.822
Liabilitas keuangan
Utang usaha
Pihak ketiga 11.881.145.165 11.881.145.165
Pihak berelasi 61.140.428.410 61.140.428.410
Utang lain-lain
Pihak ketiga 13.136.894.437 13.136.894.437
Pihak berelasi 13.974.815.126 13.974.815.126
Beban akrual 10.551.967.626 10.551.967.626
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 316.029.149 316.029.149
Utang dividen 407.206.500 407.206.500
52
Nilai wajar didefinisikan sebagai jumlah di mana instrumen tersebut dapat dipertukarkan di dalam
transaksi kini antara pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan yang memadai melalui suatu
transaksi yang wajar, selain di dalam penjualan terpaksa atau penjualan likuidasi. Nilai wajar didapatkan
dari kuotasi harga pasar dan model arus kas diskonto.
Perusahaan menggunakan hierarki berikut ini untuk menentukan dan mengungkapkan nilai wajar
instrumen keuangan:
Tingkat 1: Nilai wajar diukur berdasarkan pada harga kuotasi (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif
untuk aset atau liabilitas sejenis.
Tingkat 2: Nilai wajar diukur berdasarkan teknik-teknik valuasi, yaitu untuk seluruh input yang
diketahui baik secara langsung ataupun tidak langsung memiliki dampak signifikan atas
nilai wajar tercatat.
Tingkat 3: Nilai wajar diukur berdasarkan teknik-teknik valuasi, yaitu untuk seluruh input yang
tidak dapat diketahui baik secara langsung ataupun tidak langsung memiliki dampak
signifikan atas nilai wajar tercatat.
Page 56
PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk.
30 Juni 2023 dan 2022
31. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Estimasi nilai wajar (lanjutan)
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar atau
biaya perolehan diamortisasi, jika tidak, disajikan dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut
mendekati nilai wajarnya atau nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.
Berikut metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar:
Nilai wajar kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset tidak lancar lainnya - uang jaminan,
utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, liabilitas imbalan kerja jangka pendek dan utang dividen
mendekati nilai tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrumen keuangan
tersebut.
32. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING
Pada tanggal 12 April 2017, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
(“Bank Mandiri”), dan telah dilakukan perpanjangan pada tanggal 13 September 2022, meliputi:
i. Fasilitas Kredit Modal Kerja (“KMK”) maksimum senilai Rp20.000.000.000, yang bertujuan untuk
membiayai kebutuhan modal kerja operasional Perusahaan. Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
suku bunga pasar yang berlaku.
ii. Fasilitas Kredit Jangka Pendek (“KJP”) maksimum senilai Rp120.000.000.000, yang bertujuan untuk
membiayai kebutuhan modal kerja Perusahaan.
Fasilitas kredit ini dijamin dengan negative pledge of asset dan akan jatuh tempo pada tanggal 14
September 2023.
Perjanjian fasilitas pinjaman dari Bank Mandiri mengandung pembatasan tertentu dan pembatasan
keuangan tertentu, antara lain mempertahankan cakupan rasio lancar minimal 100%, rasio pinjaman
terhadap modal maksimal 300%, dan rasio EBITDA terhadap beban bunga minimal 120%. Pada tanggal
30 Juni 2023, Perusahaan telah memenuhi seluruh pembatasan tersebut
Pada tanggal 30 Juni 2023, Perusahaan tidak menggunakan fasilitas pinjaman ini.
33. STANDAR AKUNTANSI BARU
Berikut ini adalah beberapa standar akuntansi yang telah disahkan oleh DSAK yang dipandang relevan
terhadap pelaporan keuangan Perusahaan dan akan berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai
pada atau setelah tanggal: 53
Efektif berlaku pada atau tanggal setelah tanggal 1 Januari 2023:
• Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka
Pendek atau Jangka Panjang efektif 1 Januari 2023, dan penerapan lebih awal diizinkan.
• Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Penyajian Kebijakan Akuntansi.
Amendemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan” - definisi
estimasi akuntansi.
Amendemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang
timbul dari Transaksi Tunggal.
Amendemen PSAK 16: Aset Tetap tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan.
Efektif berlaku pada atau tanggal setelah tanggal 1 Januari 2024:
• Amandemen PSAK 1: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan.
Amandemen PSAK 73: Liabilitas Sewa dalam Jual Beli dan Sewa-balik.
Pada saat penerbitan laporan keuangan, Perusahaan masih mempelajari dampak yang mungkin timbul
dari penerapan standar baru dan revisi tersebut serta pengaruhnya pada laporan keuangan Perusahaan.
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.