Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 78
Page 1
PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
LAPORAN KEUANGAN
PERIODE 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
DAN
31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
Bapepam LK 062023
Page 2
Page 3
PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
DAN 31 DESEMBER 2022 (DIAUDIT)
Daftar Isi
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi Komprehensif 2
Laporan Perubahan Ekuitas 3
Laporan Arus Kas 4
Catatan Atas Laporan Keuangan 5-75
Page 4
PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desem ber 2022 (Diaudit)
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 Juni 2023 31 Desem ber 2022
ASET
Kas 3,5,37,38,39 57,769 85,042
Giro pada Bank Indonesia 3,6,37,38,39 2,729,993 2,830,394
Giro pada bank lain 3,7,37,38,39 39,730 59,954
Penem patan pada Bank Indonesia
dan bank lain 3,8,37,38,39 1,264,502 799,838
Efek-efek 3,9,37,38,39 4,070,038 3,945,886
Tagihan atas Reverse Repo 3,10 174,787 169,592
Kredit 3,11,37,38,39
Pihak berelasi 36 36,027 23,581
Pihak ketiga 7,060,387 2,850,275
Jum lah kredit 7,096,414 2,873,856
Pendapatan bunga yang m asih akan diterim a 3,12,37,38,39 106,560 102,664
Aset tetap 3,13,25 676,705 687,254
Aset pajak tangguhan - bersih 3 7,821 7,821
Aset lain-lain 3,14,37,38,39 5,163,175 9,066,200
JUMLAH ASET 21,387,494 20,628,501
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas segera 3,15,37,38 162,149 103,805
Sim panan dari nasabah
Pihak berelasi 35 1,048,806 24,085
Pihak ketiga 3,16,36,37,38 15,557,606 14,029,610
Jum lah sim panan dari nasabah 16,606,412 14,053,695
Sim panan dari bank lain 3,17,36,37,38 539,527 1,560,116
Liabilitas atas Repo 3,18 381,874 1,007,918
Utang pajak 3,19,37 18,595 13,967
Beban m asih harus dibayar
dan liabilitas lain-lain 3,20,37,38,39 80,859 67,188
Liabilitas im balan pasca kerja 3,21 35,925 35,925
Obligasi Subordinasi - bersih 3,22 248,900 498,350
JUMLAH LIABILITAS 18,074,241 17,340,964
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 /saham (nilai penuh)
Modal dasar - 28.000.000.000 saham pada tanggal
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
Modal ditempatkan dan disetor - masing-masing
19.953.024.885. saham pada tanggal 30 Juni 2023
dan tanggal 31 Desember 2022 23 1,995,302 1,995,302
Tam bahan m odal disetor - bersih 24 21,363 21,363
Kerugian yang belum direalisasi atas efek-efek
dalam kelom pok tersedia untuk dijual 3 207,233 202,271
Kerugian aktuarial (9,914) (9,914)
Surplus revaluasi 3,25 137,787 137,787
Saldo Laba
Telah ditentukan penggunaannya 26 59,611 59,611
Belum ditentukan penggunaannya 901,871 881,117
JUMLAH EKUITAS 3,313,253 3,287,537
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 21,387,494 20,628,501
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
1
Page 5
P T . B A N K C A P IT A L IN D O N E S IA T bk
LA P O R A N LA B A R UG I D A N P E N G H A S ILA N KO M P R E H E N S IF LA IN
Unt uk P e rio de Y a ng B e ra k hir 3 0 J uni 2 0 2 3 ( t ida k dia udit ) da n 2 0 2 2 ( t ida k dia udit )
( D inya t a k a n da la m jut a a n R upia h, k e c ua li dinya t a k a n la in)
C atatan 3 0 J uni 2 0 2 3 3 0 J uni 2 0 2 2
P E N D A P A T A N D A N B E B A N O P E R A S IO N A L
P e nda pa t a n B unga 3,28 368,398 291,930
B e ba n B unga 3,29 613,259 525,028
P e nda pa t a n B unga - be rs ih (244,861) (233,098)
P e ngha s ila n O pe ra s io na l La innya
P ro visi dan ko misi 3,30 7,644 12,245
Keuntungan (kerugian) atas transaksi efek-efek
yang diperdagangkan - bersih 2,068 11,471
Keuntungan (kerugian) selisih kurs mata uang asing-bersih (3,902) 9,755
Lain-lain 3,31 461,898 441,261
J um la h P e ngha s ila n O pe ra s io na l La innya 467,708 474,732
C a da nga n ( pe m uliha n) k e rugia n pe nuruna n nila i
a t a s a s e t k e ua nga n 3,11,34 3,005 5,505
B e ba n O pe ra s io na l La innya 3
Umum dan administrasi 32 105,667 107,847
Gaji dan tunjangan 33 93,384 95,227
Kerugian (keuntungan) penjualan efek-efek - bersih (9,448) 15,989
J um la h B e ba n O pe ra s io na l La innya 189,603 219,063
LA B A O P E R A S IO N A L B E R S IH 30,239 17,066
P E N G H A S ILA N D A N B E B A N
N O N - O P E R A S IO N A L
P enghasilan no n-o perasio nal 3 267 31
B eban no n-o perasio nal (3,898) (5,264)
P enghasilan no n-o perasio nal - bersih (3,631) (5,233)
LA B A S E B E LUM P A J A K P E N G H A S ILA N 26,608 11,833
B E B A N P A J A K P E N G H A S ILA N 3
Kini (5,854) (2,603)
Tangguhan - -
B eban P ajak P enghasilan - B ersih (5,854) (2,603)
LA B A B E R S IH 2 0 ,7 5 4 9 ,2 3 0
P E N G H A S ILA N KO M P R E H E N S IF LA IN N Y A
P o s ya ng t ida k a k a n dire k la s if ik a s i k e la ba rugi
P erubahan dalam surplus revaluasi 25 - -
P o s ya ng a k a n dire k la s if ik a s i le bih la njut k e la ba rugi
Keuntungan (kerugian) atas perubahan
nilai wajar dari efek-efek dalam kelo mpo k
tersedia untuk dijual 2 4,962 (120,839)
P enghasilan (beban) ko mprehensif lain 4 ,9 6 2 ( 12 0 ,8 3 9 )
J UM LA H LA B A KO M P R E H E N S IF 2 5 ,7 16 ( 111,6 0 9 )
LA B A P E R S A H A M ( nila i pe nuh) 3,35
Dasar 1.04 1.30
Lihat Catatan atas Lapo ran Keuangan yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari lapo ran keuangan.
2
Page 6
PT B A N K C A PI T A L I N D O N ESI A T b k
LA PO R A N PER U B A HA N EKU I T A S
U nt uk Per i o d e Y ang B er akhi r 3 0 Juni 2 0 2 3 ( t i d ak d i aud i t ) d an 2 0 2 2 ( t i d ak d i aud i t )
( D i nyat akan d al am j ut aan R up i ah, kecual i d i nyat akan l ai n)
Keunt ung an
( Ker ug i an)
yang B el um
D i r eal i sasi at as
M o d al D ana Keunt ung an/ Ef ek d al am Sal d o Lab a
D i t emp at kan T amb ahan Set o r an Ker ug i an Kel o mp o k T er sed i a Sur p l us T el ah D i t ent ukan B el um D i t ent ukan
d an D i set o r M o d al D i set o r M o d al A kt uar i al unt uk D i j ual R eval uasi Peng g unaannya Peng g unaannya Juml ah Ekui t as
Sal d o p er 0 1 Januar i 2 0 2 2 70 7, 8 0 0 8 ,4 8 8 - ( 6 , 72 9 ) 71, 3 77 151, 3 56 57, 6 11 8 3 3 , 153 1, 8 2 3 , 0 56
Laba bersih - - - - - - 9,230 9,230
Set oran M odal - - 300,000 300,000
Kerugian yang belum direalisasi
at as ef ek yang t ersedia unt uk dijual - - - (120,839) - - - (120,839)
Sal d o p er 3 0 Juni 2 0 2 2 70 7, 8 0 0 8 ,4 8 8 3 0 0 ,0 0 0 ( 6 , 72 9 ) ( 4 9 ,4 6 2 ) 151, 3 56 57, 6 11 8 4 2 ,3 8 3 2 , 0 11, 4 4 7
Sal d o p er 0 1 Januar i 2 0 2 3 1, 9 9 5, 3 0 2 2 1, 3 6 3 - ( 9 , 9 14 ) 2 0 2 , 2 71 13 7, 78 7 59 , 6 11 8 8 1, 117 3 , 2 8 7, 53 7
Laba bersih - - - - - - - 20,754 20,754
Keunt ungan yang belum direalisasi
at as ef ek yang t ersedia unt uk dijual - - - - 4,962 - - - 4,962
Sal d o p er 3 0 Juni 2 0 2 3 1, 9 9 5, 3 0 2 2 1, 3 6 3 - ( 9 , 9 14 ) 2 0 7, 2 3 3 13 7, 78 7 59 , 6 11 9 0 1, 8 71 3 , 3 13 , 2 53
3
Page 7
PT BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Periode Yang Berakhir 30 Juni 2023 (tidak diaudit) dan 2022 (tidak diaudit)
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2023 30 Juni 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan bunga, provisi dan komisi 376,042 304,175
Pembayaran bunga (613,259) (525,028)
Pembayaran beban umum dan administrasi (105,667) (107,847)
Pembayaran beban tenaga kerja dan tunjangan (93,384) (95,227)
Penerimaan operasional lainnya 469,512 456,982
Pembayaran operasional lainnya (3,005) (15,989)
Penerimaan non-operasional 267 31
Pembayaran non-operasional (3,898) (5,264)
Pembayaran beban pajak penghasilan (5,854) (2,603)
Arus Kas Sebelum Perubahan Aset
dan Liabilitas Operasi 20,754 9,230
Penurunan (kenaikan) aset operasi :
Efek-efek (119,190) (801,751)
Kredit (4,222,558) (49,776)
Aset lain-lain 3,920,638 (229,638)
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi:
Simpanan dari nasabah 2,552,717 (931,483)
Simpanan dari bank lain (1,020,589) (257,357)
Utang pajak 4,628 (4,266)
Liabilitas lain-lain (803,480) (213,990)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas
Operasi 332,920 (2,479,031)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (16,228) (32,158)
Hasil penjualan aset tetap 74 26
Arus Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (16,154) (32,132)
ARUS KAS DARI AKTIFITAS PENDANAAN
Pelaksanaan w aran - -
Arus Kas Bersih Diperoleh dari
Aktivitas Pendanaan - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 316,766 (2,511,163)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 3,775,228 7,210,501
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 4,091,994 4,699,338
Kas dan setara kas terdiri dari:
Kas 82,251 107,992
Giro pada Bank Indonesia 3,185,564 3,420,876
Giro pada bank lain 29,950 187,349
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lainnya 725,798 983,121
Jum lah 4,023,563 4,699,338
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
4
Page 8
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Bank Capital Indonesia Tbk ("Bank") didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 139 tanggal 20 April 1989 yang
kemudian diubah dengan Akta Perubahan No. 58 tanggal 3 Mei 1989, keduanya dibuat di hadapan Nyonya Siti
Pertiwi Henny Shidki, S.H., Notaris di Jakarta dengan nama PT Bank Credit Lyonnais Indonesia. Akta Pendirian
tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia (sekarang Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia) dengan Surat Keputusan No. C2- 4773.HT.01.01.TH.89 tanggal 27
Mei 1989 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 45 tanggal 5 Juni 1990, Tambahan
No. 1995. Nama Bank telah diubah menjadi PT Bank Capital Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 1 tanggal 1
September 2004 yang dibuat dihadapan Sri Hasmiarti, S.H., Notaris di Jakarta. Perubahan nama tersebut telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-
24209.HT.01.04.TH-2.2004 tanggal 29 September 2004 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 101 tanggal 17 Desember 2004, Tambahan No. 12246.
Anggaran dasar Bank telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dituangkan dalam Akta No. 122 tanggal
27 Juni 2016 dari Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, mengenai penyesuaian dengan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 32/POJK.04/2014 dan No. 33/POJK.04/2014 tanggal 8 September 2014 dan peningkatan modal
dasar Bank menjadi 28.000.000.000 saham. Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0012591.AH.01.02. TAHUN 2016
tanggal 30 Juni 2016. Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Bank, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Bank
adalah melakukan usaha di bidang perbankan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.
Bank telah beroperasi secara komersial sejak tahun 1989. Bank adalah sebuah bank umum devisa berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1199/ KMK.013/1989 tanggal 25 Oktober 1989 dan
Surat Bank Indonesia No. 22/946/UPPS/PSD tanggal 26 Desember 1989.
Komponen pemegang saham pengendali Bank adalah PT. Capital Global Investama 74.70%.
Kantor pusat Bank beralamat di Menara Jamsostek Lt. 6, Jl. Gatot Subroto Kav. 38, Jakarta Selatan. Bank
memiliki 1 (satu) kantor pusat operasional, 6 (enam) kantor cabang, 65 (enam puluh lima) kantor cabang
pembantu.
b. Penawaran Umum Saham Bank
Penawaran Umum Saham
Sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham yang diselenggarakan pada tanggal 13 Juli 2007,
yang dituangkan dalam Akta No. 60 tanggal 17 Juli 2007 dari Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta yang telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. W7-
07975.HT.01.04-TH.2007 tanggal 17 Juli 2007 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.
08 tanggal 25 Januari 2008 tambahan No. 821/2008, para pemegang saham Bank telah menyetujui untuk
melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat.
Sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 17 Juli 2007, maka pada tanggal 1 Oktober
2007 telah dilakukan penjatahan saham dimana saham yang dikeluarkan dan ditawarkan kepada masyarakat
sebanyak 500.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 100 (nilai penuh) per lembar saham dan harga
penawaran Rp 150 (nilai penuh) per lembar saham dimana saham-saham tersebut telah didaftarkan di Bursa Efek
Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia), yang dituangkan dalam akta No. 62 tanggal 10 Oktober 2007 dari
Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta dan surat Ketua Bapepam-LK No. S4776/BL/2007 tanggal 20 September
2007.
5
Page 9
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Penawaran Umum Saham Bank (lanjutan)
Penawaran Umum Saham (lanjutan)
Para pemegang saham Bank telah menyetujui untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I disertai dengan
penerbitan Waran dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) melalui Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa yang diadakan pada tanggal 24 Juni 2009, dan telah memperoleh pernyataan efektif dari
Bapepam-LK melalui Surat Keputusannya No. S-5535/BL/2009 tanggal 24 Juni 2009. Dalam penawaran ini
dikeluarkan saham baru Perseroan sebanyak 3.021.764.416 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100 (nilai
penuh) setiap saham. Setiap pemegang 1 (satu) Saham Biasa Atas Nama yang namanya tercatat dalam Daftar
Pemegang Saham mempunyai hak untuk membeli 2 (dua) saham biasa dengan harga Rp 101 (nilai penuh) per
saham. Bank secara bersamaan menerbitkan sebanyak 503.627.403 lembar Waran Seri I yang menyertai seluruh
saham hasil pelaksanaan HMETD dengan nilai nominal sebesar Rp 100 (nilai penuh) setiap saham. Sejumlah
18.206.033 lembar saham telah diterbitkan sehubungan dengan pelaksanaan waran tersebut.
Para pemegang saham Bank telah menyetujui untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas II disertai dengan
penerbitan Waran dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) melalui Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa yang diadakan pada tanggal 25 September 2013, dan telah memperoleh pernyataan efektif
dari Otoritas Jasa Keuangan (‘OJK”) melalui Surat Keputusannya No. S-276/D.04/2013 tanggal 24 September
2013. Dalam penawaran ini dikeluarkan saham baru Bank sebanyak 1.846.563.453 saham dengan nilai nominal
sebesar Rp 100 (nilai penuh) setiap saham. Setiap pemegang 537 (lima ratus tiga puluh tujuh) Saham Biasa Atas
Nama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham mempunyai hak untuk membeli 236 (dua ratus tiga
puluh enam) saham biasa dengan harga Rp 102 (nilai penuh) per saham.
Bank secara bersamaan menerbitkan sebanyak 1.470.411.587 lembar Waran Seri II yang menyertai seluruh
saham hasil pelaksanaan HMETD dengan nilai nominal sebesar Rp 100 (nilai penuh) setiap saham. Untuk setiap
54 (lima puluh empat) saham pelaksanaan HMETD tersebut melekat 43 (empat puluh tiga) Waran Seri II yang
diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham Bank dan/atau pemegang HMETD yang
melaksanakan haknya.
Waran Seri II adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham yang bernilai
nominal Rp 100 (nilai penuh) yang dapat dilaksanakan selama periode pelaksanaan Waran selama 5 (lima) tahun
yaitu mulai tanggal 23 April 2014 sampai dengan tanggal 8 Oktober 2018 dimana setiap pemegang 1 (satu)
Waran berhak untuk membeli 1 (satu) saham Bank dengan harga pelaksanaan Rp 100 per saham. Saham hasil
pelaksanaan HMETD dan hasil pelaksanaan Waran Seri II yang ditawarkan melalui Penawaran Umum Terbatas II
ini seluruhnya merupakan saham yang dikeluarkan dari Portepel Bank dan akan dicatatkan di Bursa Efek
Indonesia.
Para pemegang saham Bank telah menyetujui untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas III disertai dengan
penerbitan Waran dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) melalui Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa yang diadakan pada tanggal 18 Desember 2015, dan telah memperoleh pernyataan efektif dari
OJK melalui Surat Keputusannya No. S-620/D.04/2015 tanggal 17 Desember 2015. Dalam penawaran ini
dikeluarkan saham baru Bank sebanyak 632.545.991 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100 (nilai penuh)
setiap saham pada tanggal pelaksanaan 6 - 12 Januari 2016. Setiap pemegang 81 (delapan puluh satu) Saham
Biasa Atas Nama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham mempunyai hak untuk membeli 8
(delapan) saham biasa dengan harga Rp 102 (nilai penuh) per saham.
Bank secara bersamaan menerbitkan sebanyak 632.545.991 lembar Waran Seri III yang menyertai seluruh
saham hasil pelaksanaan HMETD dengan nilai nominal sebesar Rp 100 (nilai penuh) setiap saham. Untuk setiap
8 (delapan) saham pelaksanaan HMETD tersebut melekat 8 (delapan) Waran Seri III yang diberikan secara cuma-
cuma sebagai insentif bagi pemegang saham Bank dan/atau pemegang HMETD yang melaksanakan haknya.
Waran Seri III adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham yang bernilai
nominal Rp 100 (nilai penuh) yang dapat dilaksanakan selama periode pelaksanaan Waran selama 7 (tujuh) tahun
yaitu mulai tanggal 6 Juli 2016 sampai dengan tanggal 1 Desember 2022 dimana setiap pemegang 1 (satu)
Waran berhak untuk membeli 1 (satu) saham Bank dengan harga pelaksanaan Rp 102 per saham. Saham hasil
pelaksanaan HMETD dan hasil pelaksanaan Waran Seri III yang ditawarkan melalui Penawaran Umum Terbatas
III ini seluruhnya merupakan saham yang dikeluarkan dari Portepel Bank dan akan dicatatkan di Bursa Efek
Indonesia.
6
Page 10
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Penawaran Umum Saham Bank (lanjutan)
Penawaran Umum Saham (lanjutan)
Jumlah saham Bank yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sebanyak 19.953.024.885 lembar saham masing-
masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Penawaran Umum Obligasi
Pada tanggal 31 Desember 2014, Bank memperoleh pernyataan efektif dari OJK dengan surat
No. S-583/D.04/2014 untuk melakukan penawaran umum Obligasi Subordinasi Bank Capital I Tahun 2014 kepada
masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp. 200.000. Pada tanggal 14 Januari 2015, seluruh obligasi tersebut
telah dicatat pada Bursa Efek Indonesia.
Pada tanggal 31 Desember 2015, Bank memperoleh pernyataan efektif dari OJK dengan surat No. S-
385/D.01/2015 untuk melakukan penawaran umum Obligasi Subordinasi Bank Capital II Tahun 2015 kepada
masyarakat dengan nilai nominal sebesar Rp 250.000. Pada tanggal 15 Januari 2016, seluruh obligasi tersebut
telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
Pada tanggal 9 Juni 2017, Bank memperoleh pernyataan efektif dari OJK dengan surat No. S-48/PB/33/2017
untuk melakukan penawaran umum Obligasi Subordinasi Bank Capital III Tahun 2017 kepada masyarakat dengan
nilai nominal sebesar Rp 250.000. Pada tanggal 10 Mei 2017, seluruh obligasi tersebut telah dicatatkan di Bursa
Efek Indonesia.
c. Dewan Komisaris dan Direksi dan Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Komisaris Utama Danny Nugroho 1) Danny Nugroho 1)
Komisaris Independen Peter Kurniawan 2) Peter Kurniawan 2)
Direktur Utama Wahyu Dwi Aji 3) Wahyu Dwi Aji 3)
Direktur Lim Migi Trisnadi Elias 4) Lim Migi Trisnadi Elias 4)
Direktur Kurniawan Halim 5) Kurniawan Halim 5)
Direktur Yenny Ho 6) Yenny Ho 6)
Direktur Harri Setia Budi 7) Harri Setia Budi 7)
Berdasarkan persetujuan BI No. 6/69/DGS/DPIP/Rahasia
1) Berdasarkan persetujuan OJK No. KEP-162/D.03/2021
2) Berdasarkan persetujuan OJK No. KEP-173/D.03/2017
3) Berdasarkan persetujuan OJK No. KEP-139/D.03/2022
4) Berdasarkan persetujuan OJK No. KEP-138/D.03/2022
5) Berdasarkan persetujuan OJK No. KEP-128/D.03/2021
6) Berdasarkan persetujuan OJK No. KEP-159/D.03/2021
Ruang lingkup wewenang Direktur Utama mencakup sumber daya manusia, audit internal, business development
dan anti fraud, Direktur Kepatuhan mencakup bidang Sistem dan prosedur, kepatuhan, legal, dan manajemen
risiko, Direktur Operasional mencakup bidang teknologi informasi, akuntansi, operasional dalam negeri, general
affair, Direktur Komersial mencakup bidang kredit, financial institution, sedangkan Direktur Treasury mencakup
treasury, operasional internasional dan financial institution dan corporate secretary.
Ruang lingkup Komisaris mencakup fungsi pengawasan dan pemantauan kegiatan usaha Bank.
Susunan Komite Audit Bank masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 berdasarkan
Surat Keputusan Direksi No. SK/DIR/029/III/2018 tanggal 3 Maret 2018 dan Surat Keputusan Direksi No.
SK/DIR//005/VI/2017 tanggal 12 Juni 2017 yang telah sesuai dengan peraturan Bapepam - LK No. IX.I.5 adalah
sebagai berikut:
7
Page 11
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Dewan Komisaris dan Direksi dan Karyawan (lanjutan)
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Ketua Peter Kurniawan Peter Kurniawan
Anggota Budi Zainal Arifin Budi Zainal Arifin
Alfanur HR Alfanur HR
Susunan Corporate Secretary dan Ketua Satuan Kerja Audit Internal pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember
2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Corporate Secretary Budi Setiadi Budi Setiadi
Kepala Satuan Kerja Audit Internal Anadia Septasari Anadia Septasari
Jumlah karyawan Bank pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing adalah 749 dan 776
karyawan (tidak diaudit).
2. PERNYATAAN KEPATUHAN
Laporan keuangan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akutansi Keuangan (SAK) di Indonesia yang
mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK)
yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), Pedoman
Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI) 2008 dan Peraturan No. VII.G.7 tentang “Pedoman Penyajian Laporan
Keuangan” yang terdapat dalam Laporan Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni
2012.
3. IKTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING
a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan dan Pernyataan Kepatuhan
Kebijakan akuntansi telah diterapkan konsisten untuk laporan keuangan pada tanggal yang berakhir 30 Juni 2023
dan 31 Desember 2022, kecuali di bawah ini dinyatakan lain sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK mensyaratkan penggunaan estimasi akuntansi kritikal tertentu.
Penyusunan laporan keuangan juga mensyaratkan manajemen Bank untuk menggunakan pertimbangan dalam
menerapkan kebijakan akuntansi Bank. Hal-hal dimana pertimbangan dan estimasi yang signifikan telah dibuat
dalam penyusunan laporan keuangan beserta dampaknya diungkapkan dalam Catatan 4.
Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas disusun berdasarkan metode akrual (accrual basis). Mata uang
pelaporan yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan adalah Rupiah (Rp), yang juga merupakan
mata uang fungsional Bank, dimana dasar pengukurannya adalah konsep biaya historis (historical cost), kecuali
untuk beberapa akun yang diukur berdasarkan penjelasan kebijakan akuntansi dari akun yang bersangkutan.
8
Page 12
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan dan Pernyataan Kepatuhan (lanjutan)
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung yang dimodifikasi dengan mengelompokkan
arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara kas
mencakup kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain dan penempatan pada Bank Indonesia dan bank
lain yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan sejak tanggal perolehan, sepanjang tidak digunakan sebagai
jaminan atas pinjaman yang diterima serta tidak dibatasi penggunaannya.
Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, kecuali dinyatakan secara khusus, dibulatkan menjadi dan disajikan
dalam jutaan Rupiah yang terdekat.
Pada tanggal 1 Januari 2022, Bank menerapkan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut. Perubahan kebijakan akuntansi
Bank telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan ketentuan transisi dalam masing-masing standard dan
interpretasi.
b. Standar Baru, Amandemen, Penyesuaian dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku
efektif mulai 1 Januari 2022.
Standar baru, amandemen, penyesuaian dan interpretasi yang telah diterbitkan, dan yang berlaku efektif untuk
tahun buku yang dimulai pada 1 Januari 2022, dan relevan terhadap aktivitas Bank, adalah sebagai berikut:
- Amendemen PSAK 22 “kombinasi bisnis”, tentang referensi ke kerangka konseptual
memperbaharui referensi yang terdapat pada PSAK 22 ke kerangka konseptual untuk pelaporan
keuangan tanpa mengubah persyaratan akuntansi untuk kombinasi bisnis.
Amandemen tersebut meperbaharui referensi ke Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan dan
menambah pengecualian untuk pengakuan liabilitas dan liabilitas kontijensi dalam ruang lingkup
PSAK 57 “Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi” dan interpretasi ISAK 30 “Pungutan”.
Amandemen tersebut juga menegaskan bahwa aset kontijensi tidak diakui pada saat tanggal
akuisisi.
- Amendemen PSAK 57 “provisi, liabilitas kontijensi dan aset kontijensi” tentang kontrak memberatkan
- biaya memenuhi kontrak
Amandemen ini mengklarifikasi biaya untuk memenuhi suatu kontrak dalam menentukan apakah
suatu kontrak merupakan kontrak memberatkan.
Biaya untuk memenuhi kontrak sendiri terdiri dari biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak,
yang terdiri dari biaya inkremental untuk memenuhi kontrak tersebut dan alokasi biaya lain
berhubungan langsung untuk memenuhi kontrak.
- PSAK 71 (penyesuaian 2020), “instrumen keuangan”
Penyesuaian ini mengklarifikasi tentang pengakuan atas fee (imbalan) yang diakui oleh peminjam atas
penghentian pengakuan liabilitas keuangan. Peminjam delam menentukan fee (imbalan) yang
dibayarkan setelah dikurangi fee (imbalan) yang diterima, peminjam hanya memasukkan fee (imbalan)
yang dibayarkan atau diterima antara peminjam dan pemberi pinjaman, termasuk fee (imbalan) yang
dibayarkan atau diterima baik peminjam atau pemberi pinjaman atas nama pihak lain.
9
Page 13
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
b. Standar Baru, Amandemen, Penyesuaian dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku
efektif mulai 1 Januari 2022 (lanjutan)
- PSAK 73 (penyesuaian 2020), “sewa”
Penyesuaian ini menghapus ilustrasi pebayaran dari pesewa berkaitan dengan insentif sewa.
Contoh yang ada saat ini memiliki potensi kekeliruan dalam mengidentifikasi insentif sewa dan
terkait dengan perbaikan properti sewaan dalam menentukan perubahan masa sewa.
c. Standar Baru, Interpretasi dan Amandemen Yang Belum Efektif
- Amandemen PSAK 1 “penyajian laporan keuangan”
Amendemen PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan mengklarifikasi bahwa kewajiban diklasifikasikan
sebagai lancar atau tidak lancar, berdasarkan pada hak yang ada pada akhir periode pelaporan. Klasifikasi
tidak terpengaruh oleh ekspektasi entitas atau peristiwa setelah tanggal pelaporan (misalnya penerimaan
waiver atau pelanggaran perjanjian). Amendemen tersebut juga mengklarifikasi apa yang dimaksud PSAK 1
perihal penyelesaian liabilitas.
Amendemen tersebut dapat memengaruhi klasifikasi liabilitas, terutama untuk entitas yang sebelumnya
mempertimbangkan intensi manajemen untuk menentukan klasifikasi dan untuk beberapa liabilitas yang
dapat dikonversi menjadi ekuitas.
Standar ini harus diterapkan secara retrospektif sesuai dengan persyaratan dalam PSAK 25 Kebijakan
Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan. Amendemen tersebut akan berlaku efektif pada
1 Januari 2023 dan penerapan lebih awal diizinkan.
Amendemen PSAK 1 mengharuskan perusahaan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi yang material
dibandingkan signifikan. Amendemen ini mendefinisikan apa itu “informasi kebijakan akuntansi material” dan
menjelaskan bagaimana mengidentifikasi kapan kebijakan akuntansi itu material. Lebih lanjut, amendemen
ini mengklarifikasi bahwa kebijakan akutansi yang tidak material tidak perlu diungkapkan. Apabila
diungkapkan, tidak mengaburkan informasi kebijakan akuntansi material.
- Amandemen PSAK 16 “aset tetap” tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan
Amendemen tersebut melarang entitas untuk mengurangi biaya perolehan aset tetap dari penerimaan
penjualan yang dihasilkan oleh aset tetap sebelum penggunaan yang diintensikan. Penerimaan atas
penjualan memenuhi definisi pendapatan dan oleh karena itu harus diakui dalam laporan laba rugi.
- Amandemen PSAK 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan” – Definisi
estimasi akuntansi.
Amendemen PSAK 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan” – Definisi
estimasi akuntansi mengklarifikasi bagaimana bank membedakan perubahan kebijakan akuntansi dari
perubahan estimasi akuntansi. Perbedaan ini penting, karena perubahan estimasi akuntansi diterapkan
secara prospektif untuk transaksi masa depan dan peristiwa masa depan lainnya. Sedangkan perubahan
kebijakan akuntansi umumnya diterapkan secara retrospektif terhadap transaksi masa lalu dan peristiwa
masa lalu lainnya serta periode berjalan.
- Amandemen PSAK 46 ‘Pajak Penghasilan” Pajak Tangguhan terkait aset dan liabilitas yang timbul dari
transaksi tunggal.
Amendemen PSAK 46 “Pajak Penghasilan” – Pajak Tangguhan terkait asset dan liabilitas yang timbul dari
transaksi tunggal mensyaratkan entitas untuk mengakui pajak tangguhan atas transaksi dimana pada
pengakuan awalnya, menimbulkan perbedaan temporer kena pajak yang dapat dikurangkan dalam jumlah
yang sama. Amendemen ini akan berlaku untuk jenis transaksi seperti sewa menyewa dan kewajiban
pembongkaran yang mensyaratkan pengakuan tambahan atas aset dan liabilitas pajak tangguhan.
10
Page 14
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
c. Standar Baru, Interpretasi dan Amandemen Yang Belum Efektif (lanjutan)
Amendemen tersebut harus diterapkan pada transaksi yang terjadi pada atau setelah awal periode
komparatif paling awal yang disajikan. Selain itu, entitas harus mengakui aset pajak tangguhan (sepanjang
kemungkinan besar aset tersebut dapat digunakan) dan liabilitas pajak tangguhan termasuk seluruh
perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan perbedaan temporer terkait lainnya, akan diakui pada
awal periode komparatif paling awal.
Efek kumulatif atas pengakuan penyesuaian ini diakui dalam saldo laba, atau komponen ekuitas lainnya, jika
sesuai.
- PSAK 74 “Kontrak Asuransi”
Standar ini mengatur tentang relaksasi beberapa ketentuan antara lain berupa penambahan pengecualian
ruang lingkup, penyesuaian penyajian laporan keuangan, penerapan opsi mitigasi risiko dan beberapa
modifikasi pada ketentuan transisi. Standar ini juga mensyaratkan pemisahan yang jelas antara pendapatan
yang dihasilkan dari bisnis asuransi dengan pendapatan yang berasal dari kegiatan investasi.
d. Transaksi dangan Pihak-pihak Berelasi
Sesuai dengan PSAK 7 (Revisi 2015), “Pengungkapan Pihak-pihak yang Berelasi”, suatu pihak dianggap
berelasi dengan Bank jika:
• Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Bank jika orang tersebut:
i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama Bank;
ii. memiliki pengaruh signifikan atas Bank; atau;
iii. merupakan personil manajemen kunci Bank;
b) Suatu entitas berelasi dengan Bank jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. entitas dan Bank adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak
dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya)
ii. satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau
ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut
adalah anggotanya).
iii. kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
iv. satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari
entitas ketiga.
v. entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu Bank
atau entitas yang terkait dengan Bank.
vi. entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a).
vii. orang yang diidentifikasi dalam huruf a) i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Transaksi dengan pihak-pihak berelasi dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah
pihak. Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi dijelaskan pada Catatan 36.
11
Page 15
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan Selain Sukuk
Klasifikasi, Pengakuan dan Pengukuran
Bank dan entitas anak menerapkan PSAK 50 (Revisi 2016), “Instrumen Keuangan: Penyajian”.
Sebelum 1 Januari 2020, Bank menerapkan PSAK 55 (Revisi 2014), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran”. Sejak 1 Januari 2020, Bank dan entitas anak menerapkan PSAK 71, “Instrumen Keuangan”.
Bank dan entitas anak menerapkan PSAK 60 (Revisi 2016), “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”.
Aset keuangan Bank dan entitas anak terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan
pada Bank Indonesia dan bank lain, tagihan derivatif, surat-surat berharga, efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali, wesel ekspor dan tagihan lainnya, kredit yang diberikan dan pembiayaan syariah, tagihan
akseptasi, penyertaan saham, bunga yang masih akan diterima, dan aset lain-lain (setoran jaminan).
Liabilitas keuangan Bank dan entitas anak terdiri dari liabilitas segera, simpanan nasabah, simpanan dari bank
lain, liabilitas derivatif, efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali, liabilitas akseptasi, efek hutang yang
diterbitkan, pinjaman yang diterima, bunga yang masih harus dibayar, liabilitas lain-lain.
(i) Klasifikasi
a. Aset Keuangan
Aset keuangan dalam lingkup PSAK 71 diklasifikasikan sebagai (i) biaya perolehan diamortisasi, (ii) nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain, atau (iii) nilai wajar melalui laba rugi. Bank menentukan
klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat pengakuan awal bergabung pada karakteristik arus kas
kontraktual aset keuangan dan model bisnis Bank untuk mengelolanya.
Aset keuangan Bank terdiri dari kas dan setara kas dan piutang usaha - pihak ketiga yang
diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
b. Liabilita Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 71 dapat dikategorikan sebagai
1) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi,
2) liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, atau
3) derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, mana
yang sesuai. Bank menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
(ii) Pengakuan dan Pengukuran
a. Aset Keuangan
Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya dan dalam hal investasi yang tidak diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya.
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang mensyaratkan penyerahan aset dalam kurun waktu
yang ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim/reguler)
diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Bank berkomitmen untuk membeli atau menjual aset
tersebut.
12
Page 16
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan Selain Sukuk (lanjutan)
Klasifikasi, Pengakuan dan Pengukuran (lanjutan)
Aset keuangan yang diakui pada biaya perolehan diamortisasi
Bank mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
- Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang betujuan untuk memiliki aset keuangan dalam
rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
- Persyaratan kontraktual dari asset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan
metode suku bunga efektif (SBE). Keuntungan dan kerugian diakui sebagai laba rugi pada saat
pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai,
dimodifikasi, serta melalui proses amortisasi.
b. Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi, termasuk biaya transaksi yang dapat distribusikan secara
langsung.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, selanjutnya setelah pengakuan
awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi, menggunakan suku bunga efektif kecuali jika dampak
diskonto tidak material, maka dinyatakan pada biaya perolehan. Beban bunga diakui dalam "Beban
Bunga" dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian diakui pada laba rugi ketika liabilitas keuangan
tersebut dihentikan pengakuannya dan melalui proses amortisasi.
(iii) Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam laporan posisi
keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk
menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitasnya secara bersamaan.
(iv) Nilai Wajar dari Instrumen Keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan yang tterorganisasi,
jika ada, ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga penawaran atau permintaan (bid or ask prices)
pada penutupan perdagangan pada akhir periode pelaporan.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan
teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara
wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm's length market transactions);
penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama; analisa arus kas yang
didiskonto; atau model penilaian lain.
Bila nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak dapat ditentukan secara
handal, aset keuangan tersebut diakui dan diukur pada nilai tercatatnya.
13
Page 17
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan Selain Sukuk (lanjutan)
Klasifikasi, Pengakuan dan Pengukuran (lanjutan)
(iv) Nilai Wajar dari Instrumen Keuangan (lanjutan)
Bank menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan dimana tersedia kecukupan data untuk
mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian dapat dikategorikan pada level hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input terendah yang
signifikan atas pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
- Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
- Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi baik secara
langsung maupun tidak langsung
- Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas
Biaya Perolehan Diamortisasi atas Instrumen Keuangan
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi dengan
penyisihan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak dapat ditagih. Perhitungan
tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan
biaya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif.
(v) Penurunan Nilai Aset Keuangan
Bank mengkaji atas dasar forward looking atas kerugian kredit yang diharapkan terkait dengan instrumen
hutangnya yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi. Kerugian kredit yang diharapkan didasarkan
pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas
yang diharapkan akan diterima oleh Bank, didiskon berdasarkan perkiraan Expectied Interest Return awal.
Arus kas yang diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan
kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari ketentuan kontraktual.
Metodologi penurunan nilai yang diterapkan tergantung pada apakah ada peningkatan risiko kredit yang
signifikan. Suatu tunjangan kerugian penurunan nilai setara dengan kerugian kredit yang diharapkan seumur
hidup diberikan jika ada peningkatan yang signifikan dalam risiko kredit sejak pengakuan awal. Jika tidak,
pada jumlah yang sama dengan 12 bulan kerugian kredit yang diharapkan.
Suatu aset keuangan dihapuskan ketika tidak ada ekspektasi wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual.
Jumlah kerugian atau pembalikan kredit yang diharapkan diakui sebagai kerugian penurunan nilai atau
keuntungan dalam laba rugi dan disajikan secara terpisah dari yang lain jika material.
(vi) Penghentian Pengakuan
a. Aset Keuangan
Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok
aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:
- Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
- Bank mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau
menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa penundaan yang signifikan
kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan secara substansial mentransfer
seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial
tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan
tersebut, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.
14
Page 18
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan Selain Sukuk (lanjutan)
Klasifikasi, Pengakuan dan Pengukuran (lanjutan)
(vi) Penghentian Pengakuan
Ketika Bank telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah menandatangani
kesepakatan pelepasan (pass through arrangement), dan secara substansial tidak mentransfer dan tidak
memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun mentransfer pengendalian atas aset, aset
tersebut diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan Bank terhadap aset keuangan tersebut.
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur sebesar
jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang diterima yang
mungkin harus dibayar kembali.
Dalam hal ini, Bank juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang ditransfer dan liabilitas terkait diukur dengan
dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dimiliki Bank.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau
dibatalkan atau kadaluarsa.
Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan
persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas
keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan
liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat liabilitas
keuangan tersebut diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
f. Instrumen Pada Sukuk
Pengakuan dan Pengukuran
Sesuai dengan PSAK 110, “Akuntansi Sukuk”, sebelum pengakuan awal, Bank menentukan klasifikasi investasi
pada sukuk berdasarkan tujuan investasi Bank. Klasifikasi dalam investasi sukuk dikelompokkan sebagai berikut:
1) Biaya Perolehan
Apabila investasi tersebut dimiliki dalam suatu model usaha yang bertujuan utama untuk memperoleh arus
kas kontraktual dan terdapat persyaratan kontraktual dalam menentukan tanggal tertentu pembayaran pokok
dan/atau hasilnya.
Pada saat pengukuran awal, investasi dicatat sebesar biaya perolehan dan biaya perolehan ini termasuk
biaya transaksi. Setelah pengakuan awal, investasi sukuk ini diukur pada nilai perolehan yang diamortisasi.
Selisih antara biaya perolehan dan nilai nominal diamortisasi secara garis lurus selama jangka waktu
instrumen sukuk.
Jika terdapat indikasi penurunan nilai, maka Bank mengukur jumlah terpulihkannya. Jika jumlah terpulihkan
lebih kecil daripada jumlah tercatat, maka Bank mengakui rugi penurunan nilai. Jumlah terpulihkan
merupakan jumlah yang akan diperoleh dari pengembalian pokok tanpa memperhitungkan nilai kininya.
2) Nilai Wajar
Nilai wajar investasi ditentukan dengan mengacu pada urutan sebagai berikut:
a. kuotasi harga di pasar aktif, atau
b. harga yang terjadi dari transaksi terkini jika tidak ada kuotasi harga di pasar aktif, atau
c. nilai wajar instrumen sejenis jika tidak ada kuotasi harga di pasar aktif dan tidak ada harga yang terjadi
dari transaksi terkini
15
Page 19
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
f. Instrumen Pada Sukuk (lanjutan)
2) Nilai Wajar (lanjutan)
Pada saat pengakuan awal, investasi sukuk dalam klasifikasi ini dicatat sebesar harga perolehan,
namun harga perolehan tersebut tidak termasuk biaya transaksi.
Setelah pengakuan awal, investasi diakui pada nilai wajar. Selisih antara nilai wajar dan jumlah tercatat
diakui dalam laporan laba rugi Komprehensif.
Penyajian
Pendapatan investasi dan beban amortisasi disajikan secara neto dalam laporan laba rugi komprehensif.
Reklasifikasi
Bank tidak dapat mengubah klasifikasi investasi, kecuali perubahan tujuan model usaha. Model usaha yang
bertujuan untuk memperoleh arus kas kontraktual didasarkan pada tujuan investasi yang ditentukan oleh Bank.
Arus kas kontraktual yang dimaksud adalah arus kas bagi hasil dan pokok dari sukuk mudharabah atau arus kas
imbalan dari sukuk ijarah. Setelah pengakuan awal, jika aktual berbeda dengan tujuan investasi yang telah
ditetapkan, maka Bank menelaah kembali konsistensi tujuan investasinya.
g. Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Giro pada Bank Indonesia disajikan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan suku bunga efektif
dan giro pada bank lain disajikan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan suku bunga efektif
dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Giro Wajib Minimum
Sesuai dengan peraturan Bank Indonesia mengenai Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia
dalam Rupiah dan Valuta Asing, Bank diwajibkan untuk menempatkan sejumlah persentase tertentu atas
simpanan nasabah pada Bank Indonesia.
h. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Penempatan pada Bank Indonesia disajikan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan suku
bunga efektif dan penempatan pada bank lain disajikan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi
menggunakan suku bunga efektif dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
i. Efek-efek
Efek-efek terdiri dari SBI, obligasi pemerintah, obligasi korporasi, reksadana, surat utang jangka menengah, dan
efek beragun asset.
Efek-efek pada saat pengakuan awal diukur sebesar nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan efek-efek dan selanjutnya pengukuran dilakukan berdasarkan
klasifikasi efek-efek ke dalam kelompok aset keuangan tertentu dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan
nilai.
j. Kredit Yang Diberikan
Kredit dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
Kredit dijamin dengan agunan yang berupa deposito berjangka, tabungan, giro, emas, tanah dan bangunan,
kendaraan, mesin dan peralatan, persediaan, piutang dagang atau saham yang diikat dengan hak tanggungan,
atau surat kuasa untuk menjual dan jaminan lain yang umumnya diterima oleh Bank. Nilai agunan yang diterima
Bank cukup menutupi kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya kredit.
16
Page 20
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
j. Kredit Yang Diberikan
Restrukturisasi kredit meliputi modifikasi persyaratan kredit, konversi kredit menjadi saham atau instrumen
keuangan lainnya dan/atau kombinasi keduanya.
Kredit dihapusbukukan dari cadangan kerugian penurunan nilai pada saat manajemen berpendapat bahwa aset
tersebut harus dihapuskan karena secara operasional debitur sudah tidak mampu membayar dan/atau sulit untuk
ditagih. Penerimaan kembali aset yang telah dihapuskan pada tahun berjalan dicatat sebagai penambahan
cadangan kerugian penurunan nilai yang bersangkutan selama tahun berjalan. Penerimaan kembali aset yang
telah dihapuskan pada tahun-tahun sebelumnya dicatat sebagai pendapatan operasional tahun berjalan.
k. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Tagihan akseptasi diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. Liabilitas akseptasi
dikalsifikasikan sebagai liabilitas keuangan lainnya.
Tagihan dan liabilitas akseptasi dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi. Tagihan akseptasi disajikan
setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
l. Aset Tetap
Berdasarkan PSAK 16 (Revisi 2015), dalam mengukur aset tetap, Bank dapat menggunakan model revaluasi
(revaluation model) atau model biaya (cost model).
Sejak 1 Oktober 2011, aset tetap disajikan pada nilai revaluasian dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal revaluasian. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang
cukup regular untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang
ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada tanggal pelaporan. Tanah tidak disusutkan.
Kenaikan yang berasal dari revaluasi, tanah, bangunan dan prasarana, inventaris kantor, peralatan kantor dan
kendaraan tersebut dikreditkan ke pendapatan komprehensif lainnya dan terakumulasi di surplus revaluasi pada
bagian ekuitas, kecuali sebelumnya penurunan revaluasi atas aset yang sama pernah diakui dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain, dalam hal ini, kenaikan revaluasi hingga sebesar penurunan nilai aset
akibat revaluasi tersebut, dikreditkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Penurunan
jumlah tercatat yang berasal dari revaluasi aset tetap yang dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain apabila penurunan tersebut melebihi saldo akun surplus revaluasi aset tetap yang berasal dari
revaluasi sebelumnya, jika ada.
Penyusutan atas nilai revaluasian aset tetap dibebankan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Bila kemudian aset tetap yang telah direvaluasi dijual atau dihentikan penggunaannya, saldo surplus tersisa
dipindahkan langsung ke saldo laba. Bagian dari surplus revaluasi yang merupakan selisih atas penyusutan
berdasarkan nilai revaluasian dan nilai perolehan dipindahkan ke saldo laba.
Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomis aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 10 - 20
Inventaris dan perlengkapan kantor 4
Perlengkapan kantor 4
Kendaraan 4-8
17
Page 21
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
l. Aset Tetap (lanjutan)
Manajemen menelaah setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan untuk
memastikan bahwa nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan telah diterapkan secara konsisten sesuai
dengan ekspektasi pola manfaat ekonomis dari aset tersebut. Revaluasi aset tetap akan dilakukan secara
periodik selambat-lambatnya 3 (tiga) tahun sekali. Beban pemeliharaan dan perbaikan debebankan pada laba
rugi pada saat terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti
atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemingkinan
manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan
aset dapat diukur secara andal.
Sesuai dengan ISAK No. 25 "Hak Tanah", biaya-biaya legal yang terjadi sehubungan dengan perolehan hak atas
tanah untuk pertama kalinya dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan atas tanah sedangkan biaya-
biaya untuk perpanjangan akan diakui sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi sepanjang periode hak atas
tanah atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek.
m. Aset yang Diambil Alih
Agunan yang diambil alih diakui sebesar nilai neto yang dapat direalisasi atau sebesar nilai outstanding kredit
yang diberikan, mana yang lebih rendah. Nilai neto yang dapat direalisasi adalah nilai wajar agunan yang diambil
alih dikurangi dengan estimasi biaya untuk menjual agunan tersebut. Selisih lebih saldo kredit di atas nilai neto
yang dapat direalisasi dari agunan yang diambil alih dibebankan ke dalam akun cadangan kerugian penurunan
nilai aset. Selisih antara nilai agunan yang diambil alih dengan hasil penjualan diakui sebagai keuntungan atau
kerugian pada saat penjualan.
Beban-beban yang berkaitan dengan pemeliharaan agunan yang diambil alih dibebankan dalam laporan laba
rugi pada saat terjadinya. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi
untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan dalam laporan laba rugi.
Bank memiliki agunan yang diambil alih per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 (Catatan 14).
n. Beban Dibayar Dimuka
Beban dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode
garis lurus (straight-line method) dan staging berdasarkan rencana bisnis Bank.
o. Liabilitas segera
Liabilitas segera dicatat pada saat timbulnya liabilitas atau diterima perintah dari pemberi amanat, baik dari
masyarakat maupun dari bank lain.
Liabilitas segera disajikan sebesar jumlah liabilitas bank dan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
p. Simpanan dari Nasabah
Giro merupakan dana nasabah yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran dan penarikannya dapat
dilakukan setiap saat melalui cek, atau dengan cara pemindahbukuan dengan bilyet giro atau sarana perintah
pembayaran lainnya.
Tabungan merupakan dana nasabah yang bisa ditarik setiap saat berdasarkan persyaratan tertentu yang
disepakati bersama.
Deposito berjangka merupakan simpanan nasabah yang dapat ditarik dalam jangka waktu tertentu berdasarkan
kesepakatan antara nasabah dengan Bank.
18
Page 22
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
p. Simpanan dari Nasabah (lanjutan)
Pada saat pengakuan awal simpanan dari nasabah diukur sebesar nilai wajar dikurangi dengan biaya transaksi
yang dapat diatribusikan secara langsung, dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan yang diamortisasi
menggunakan metode suku bunga efektif.
q. Simpanan dari Bank Lain
Simpanan dari bank lain terdiri dari liabilitas terhadap bank lain, dalam bentuk giro, deposito berjangka dan
interbank call money.
Pada saat pengakuan awal simpanan dari bank lain diukur sebesar nilai wajar dikurangi dengan biaya transaksi
yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan yang diamortisasi
menggunakan metode suku bunga efektif.
r. Imbalan Pasca Kerja
Bank menghitung dan mencatat imbalan pasca-kerja atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan
uang penggantian hak sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret
2003 (UU No. 13/2003) dan PSAK 24 (Revisi 2013), “Imbalan Kerja”. Imbalan pasca-kerja merupakan manfaat
pasti yang dibentuk tanpa pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan
karyawan pada saat pensiun.
Metode penilaian aktuarial yang digunakan untuk menentukan nilai kini cadangan imbalan pasti, beban jasa kini
yang terkait dan beban jasa lalu adalah metode Projected Unit Credit. Beban jasa kini, beban bunga, beban jasa
lalu yang telah menjadi hak karyawan dan dampak kurtailmen atau penyelesaian (jika ada) diakui pada laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya periode berjalan.
Beban jasa lalu yang belum menjadi hak karyawan dan keuntungan atau kerugian aktuarial diamortisasi selama
jangka waktu rata-rata sisa masa kerja karyawan.
s. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai atas Aset Non keuangan dan Estimasi Kerugian Komitmen dan
Kontinjensi
Efektif 1 Januari 2015, Bank menerapkan PSAK No. 48 (Revisi 2014) “Penurunan Nilai Aset”, yang mengatur
lebih dalam kriteria mengenai hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah yang telah diakui dan kriteria penyelesaian secara neto.
PSAK 48 (Revisi 2014) mengenai “Penurunan Nilai Aset” mensyaratkan manajemen Bank untuk menelaah nilai
aset untuk setiap penurunan dan penghapusan ke nilai wajar jika keadaan menunjukkan bahwa nilai tercatat
tidak bisa diperoleh kembali. Di lain pihak, pemulihan kerugian penurunan nilai diakui apabila terdapat indikasi
bahwa penurunan nilai tersebut tidak lagi terjadi. Penurunan (pemulihan) nilai aset diakui sebagai beban
(pendapatan) pada laba rugi komprehensif periode berjalan.
Nilai tercatat aset ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan
kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya. Setiap rugi
penurunan atau pemulihan nilai diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain periode
berjalan.
19
Page 23
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
t. Pendapatan dan Beban Bunga
Pendapatan dan beban bunga diakui dalam laporan laba rugi komprehensif menggunakan metode suku bunga
efektif. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran dan
penerimaan kas di masa datang selama masa perkiraan umur dari aset keuangan atau liabilitas keuangan (atau,
jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat) untuk memperoleh nilai tercatat dari aset keuangan atau
liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Bank mengestimasikan arus kas di masa datang
dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, tetapi tidak
mempertimbangkan kerugian kredit di masa mendatang.
Nilai tercatat aset atau liabilitas keuangan disesuaikan jika Bank merevisi estimasi pembayaran maupun
penerimaan. Nilai tercatat yang disesuaikan tersebut dihitung dengan menggunakan suku bunga efektif awal dan
perubahan nilai tercatat dicatat di laporan laba rugi komprehensif. Tetapi untuk aset keuangan yang telah
direklasifikasi, dimana pada tahun berikutnya Bank meningkatkan estimasi penerimaan kas sebagai hasil dari
peningkatan pengembalian penerimaan kas, dampak peningkatan pemulihan tersebut diakui sebagai
penyesuaian suku bunga efektif sejak tanggal perubahan estimasi.
Pada saat nilai tercatat aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang serupa telah diturunkan akibat
adanya kerugian penurunan nilai, penghasilan bunga tetap diakui dengan menggunakan tingkat suku bunga
yang digunakan untuk mendiskontokan arus kas masa mendatang dalam pengukuran kerugian penurunan nilai.
Penerimaan dari kredit yang diklasifikasikan sebagai kurang lancar, diragukan dan macet (non-performing) diakui
terlebih dahulu sebagai pengurang pokok kredit. Kelebihan penerimaan dari pokok kredit diakui sebagai
penghasilan bunga.
u. Pendapatan dan Biaya Lain-lain
Provisi yang dapat diatribusikan secara langsung terhadap aset keuangan diakui sebagai penyesuaian atas suku
bunga efektif aset keuangan tersebut. Provisi lainnya yang berhubungan dengan jasa disajikan dengan dasar
akrual (accrual basis). Pendapatan denda keterlambatan dan pinalti diakui pada saat diterima. Seluruh
penghasilan dan beban lain-lain yang terjadi dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya.
v. Sewa
Perusahaan sebagai penyewa
Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali untuk
sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas sewa untuk melakukan
pembayaran sewa dan aset hak-guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset pendasar.
1) Aset hak-guna
Perusahaan mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan (yaitu., pada tanggal di mana aset pendasar
telah tersedia untuk digunakan). Aset hak guna diukur pada biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi
penyusutan dan penurunan nilai. Biaya perolehan asset hak guna meliputi jumlah pengukuran liabilitas
sewa, biaya langsung awal yang dikeluarkan oleh penyewa, dan pembayaran sewa yang dilakukan pada
atau sebelum tanggal permulaan, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima. Aset hak-guna disusutkan
dengan metode garis lurus selama periode yang lebih pendek antara masa sewa dan estimasi masa
manfaat aset.
Jika kepemilikan aset sewaan dialihkan kepada Perusahaan pada akhir masa sewa atau jika biaya
perolehan aset hak-guna merfleksikan eksekusi opsi beli, penyusutan dihitung menggunakan taksiran
masa manfaat aset.
20
Page 24
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
v. Sewa (lanjutan)
2) Liabilitas sewa
Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa diukur pada nilai sekarang
pembayaran sewa yang akan dibayar selama masa sewa. Pembayaran sewa meliputi pembayaran tetap
(termasuk pembayaran tetap secara-substansi) dikurangi dengan piutang insentif sewa, pembayaran sewa
variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga dan jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan
dalam jaminan nilai residual. Pembayaran sewa juga meliputi harga eksekusi dari opsi beli cukup pasti
untuk mengeksekusi opsi oleh Perusahaan dan pembayaran penalti untuk penghentian sewa, jika masa
sewa merefleksikan Perusahaan mengeksekusi opsi untuk menghentikan sewa.
Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental pada tanggal permulaan sewa karena suku bunga implisit tidak dapat segera ditentukan.
Setelah tanggal permulaan, saldo liabilitas sewa ditingkatkan untuk merefleksikan pertambahan bunga dan
dikurangi untuk sewa yang telah dibayar. Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika terdapat
modifikasikan, perubahan masa sewa, (yaitu, perubahan pembayaran sewa masa depan sebagai akibat
dari perubahan indeks atau suku bunga yang digunakan untuk menentukan pembayaran sewa tersebut)
atau perubahan pada penilaian atas opsi untuk membeli aset pendasar.
3) Sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah
Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa jangka pendeknya
(yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang, dari tanggal permulaan dan tidak
mengandung opsi beli). Hal ini juga berlaku untuk pengecualian pengakuan sewa aset bernilai rendah
untuk sewa yang dianggap bernilai rendah. Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa dari
aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama masa sewa.
Perusahaan mengklasifikasikan sewa berdasarkan sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan
kepemilikan aset sewaan berada pada lessor atau lessee, dan pada substansi transaksi daripada bentuk
kontraknya, pada tanggal pengakuan awal.
w. Penjabaran Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku
pada saat transaksi tersebut. Pada tanggal posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan dengan kurs tengah Bank Indonesia yang bersumber dari Reuters pada pukul 16.00 Waktu
Indonesia Barat yang berlaku pada tanggal posisi keuangan.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran
aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi komprehensif, kecuali apabila
ditangguhkan pada bagian ekuitas sebagai lindung nilai arus kas yang memenuhi syarat.
Selisih penjabaran mata uang asing atas efek utang dan aset moneter keuangan lain yang diukur berdasarkan
nilai wajar dicatat sebagai bagian dari keuntungan dan kerugian selisih kurs.
Berikut ini adalah kurs mata uang asing utama yang digunakan untuk penjabaran pada tanggal 30 Juni 2023
dan 31 Desember 2022 yang menggunakan kurs spot Reuters.
30 Juni 2023 31 Desember 2022
1 Dolar Amerika Serikat 14,993 15,568
1 Dolar Singapura 11,109 11,593
1 Dolar Australia 10,058 10,578
1 EURO 16,402 16,582
1 China Yuan 2,080 2,239
1 Yen Jepang 104 118
21
Page 25
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
x. Perpajakan
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Sesuai PSAK 46 (Revisi 2014), “Pajak Penghasilan”, aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas
konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut
laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk
semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh
dikurangkan dan rugi fiskal yang belum dikompensasikan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan
untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku
pada tanggal laporan posisi keuangan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi
komprehensif kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan di laporan posisi keuangan, atas dasar kompensasi sesuai dengan
penyajian aset dan liabilitas pajak kini. Perubahan atas liabilitas pajak dicatat ketika hasil pemeriksaan diterima
atau, jika Bank mengajukan banding, ketika hasil banding telah ditetapkan.
y. Pelaporan Segmen
Bank menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2015), “Segmen Operasi”. PSAK revisi ini mengatur pengungkapan yang
memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas
bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi. Tidak terdapat dampak
signifikan atas penerapan standar akuntansi yang direvisi tersebut terhadap laporan keuangan.
Segmen adalah bagian khusus dari Bank yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa (segmen
usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis),
yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.
Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil keputusan
operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya kepada segmen dan
menilai kinerjanya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung
kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen
tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo transaksi antar kelompok usaha dieliminasi.
z. Efek-efek Yang Dijual Dengan Janji Dibeli Kembali dan Efek-efek Yang Dibeli Dengan Janji Dijual
Kembali
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) disajikan sebagai liabilitas sebesar harga pembelian
kembali yang disepakati dikurangi selisih antara harga jual dan harga pembelian kembali yang disepakati.
Selisih antara harga jual dan harga pembelian kembali yang disepakati tersebut diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif sebagai beban bunga selama jangka waktu sejak efek-efek tersebut
dijual hingga saat dibeli kembali.
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) disajikan sebagai tagihan sebesar harga jual
kembali efek-efek yang disepakati dikurangi selisih antara harga beli dan harga jual kembali yang disepakati.
Selisih antara harga beli dan harga jual kembali yang disepakati tersebut diamortisasi dengan metode suku
bunga efektif sebagai pendapatan bunga selama jangka waktu sejak efek-efek tersebut dibeli hingga dijual
Kembali.
22
Page 26
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
aa. Provisi
Bank menerapkan PSAK No. 57 (Revisi 2015), “Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi”.
Provisi diakui jika Bank memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat
peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber
daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat
dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik. Jika
tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk
menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi tidak diakui.
ab. Laba per Saham
Sesuai dengan PSAK 56, “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang
diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar pada
periode berjalan.
Laba per saham dilusian dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan rata-rata tertimbang jumlah
saham yang beredar ditambah dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang akan diterbitkan atas konversi
efek yang berpotensi saham yang bersifat dilutif.
4. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI
Dalam penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dibutuhkan
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Bank yang
memberikan pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Bank menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK 71 dipenuhi.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki
risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode
berikutnya, diungkapkan di bawah ini.
Bank mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi
dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar
kendali Bank. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Nilai wajar dari instrumen keuangan
Jika nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan yang tercatat dalam laporan posisi keuangan tidak dapat diperoleh
dari pasar aktif, nilai wajar ditentukan dari beberapa teknik penilaian termasuk model matematika yang menggunakan
estimasi dan asumsi, seperti teknik penilaian analisa arus kas masa depan yang didiskonto menggunakan suku
bunga pasar yang berlaku.
23
Page 27
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI (lanjutan)
Cadangan kerugian penurunan nilai atas kredit
Bank melakukan penelaahan atas kredit pada setiap tanggal pelaporan untuk melakukan penilaian atas cadangan
penurunan nilai yang telah dicatat. Pertimbangan manajemen diperlukan untuk melakukan estimasi atas jumlah dan
waktu arus kas dalam menentukan tingkat cadangan yang dibutuhkan. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan
disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan kerugian penurunan nilai. Nilai
tercatat dari kredit Bank setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022 masing-masing sebesar Rp 7.096.414 dan Rp 2.873.856. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam
Catatan 11.
Aset pajak tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas jumlah pajak penghasilan terpulihkan (recoverable) pada periode mendatang
sebagai akibat perbedaan temporer yang dapat dikurangkan. Pertimbangan manajemen diperlukan untuk
menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang bisa diakui, berdasarkan waktu dan estimasi laba fiskal di masa
mendatang sejalan dengan strategi rencana perpajakan ke depan. Nilai tercatat atas estimasi Aset pajak tangguhan
Bank pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah masing-masing sebesar Rp. 7.821.
Liabilitas imbalan pasca kerja
Liabilitas imbalan pasca kerja ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria. Perhitungan aktuaria mengunakan
asumsi-asumsi seperti tingkat diskonto, tingkat pengembalian investasi, tingkat kenaikan gaji, tingkat kematian,
tingkat pengunduran diri dan lain-lain.
Penyusutan aset tetap
Nilai revaluasian aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun. Ini
adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Bank menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat
pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan
karenanya beban penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat bersih atas aset tetap Bank pada tanggal
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing sebesar Rp 676.705 dan Rp 687.254 Penjelasan lebih rinci
diungkapkan dalam Catatan 13.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan
perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Bank mengakui
liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan
badan.
5. KAS
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah 44,698 80,938
Dolar Amerika Serikat 13,071 4,104
Lain-lain - -
Jumlah 57,769 85,042
24
Page 28
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. GIRO PADA BANK INDONESIA
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah 2,648,963 2,587,468
Dolar Amerika Serikat 81,030 242,926
Jumlah 2,729,993 2,830,394
Persentase Giro Wajib Minimum terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam mata uang Rupiah dan Dolar Amerika
Serikat pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah
- Giro wajib minimum Utama 19.23% 18.57%
- Giro wajib minimum PLM 14.91% 16.57%
Dolar Amerika Serikat 9.05% 30.65%
Peraturan Bank Indonesia mengenai GWM telah mengalami beberapa kali perubahan dan peraturan terakhir
tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.20/3/PBI/2018 tanggal 29 Maret 2018 tentang Giro Wajib
Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha
Syariah. Pemenuhan rasio GWM Primer dan PLM (dahulu GWM Sekunder) dalam mata uang Rupiah adalah masing-
masing sebesar 9% dan 6%. Sedangkan GWM dalam valuta asing adalah 4%.
7. GIRO PADA BANK LAIN
Akun ini terdiri dari :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 5,058 4,855
PT Bank Mega Tbk 1,155 1,153
PT Bank Sinar Mas 72 72
PT Bank Permata Tbk 47 54
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 2,712 4,265
PT Bank CIMB Niaga Tbk 141 117
PT Bank Panin Tbk 8 9
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Central Asia Tbk 20,652 30,982
Bank BRI - New York 346 2,037
KOOKMIN Bank, Korea 1,571 4,600
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1,728 1,340
PT Bank CIMB Niaga Tbk 207 494
PT Bank Panin Tbk 208 216
Dolar Singapura
Bank BNI - Singapore Branch 3,190 2,875
Dolar Australia
PT Bank Central Asia Tbk 773 1,330
EURO
PT Bank CIMB Niaga Tbk 223 865
Yuan China
PT Bank ICBC Indonesia 763 2,574
Yen Jepang
Bank BNI - Tokyo Branch 876 2,116
Jumlah 39,730 59,954
25
Page 29
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. GIRO PADA BANK LAIN (lanjutan)
Klasifikasi kolektibilitas giro pada bank lain pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah lancar.
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk sudah sesuai dengan PSAK 71
dan cukup untuk menutup kemungkinan kerugian.
8. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN
Akun ini terdiri dari :
30 Juni 2023 31 Desem ber 2022
Rupiah
Fasilitas Simpanan Bank Indonesia 1,114,691 749,901
Interbank Call Money 150,000 50,000
1,264,691 799,901
CKPN (189) (63)
Jum lah 1,264,502 799,838
Kisaran suku bunga untuk penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain disajikan dalam Catatan 38.
Seluruh penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022,
diklasifikasikan sebagai lancar.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain yang mengalami
penurunan nilai. Tidak ada penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain yang diblokir dan digunakan sebagai
jaminan.
Jangka waktu penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain dari tanggal penempatannya adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Kurang dari atau sama dengan 1 bulan 1,264,502 799,838
Jumlah 1,264,502 799,838
26
Page 30
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. EFEK-EFEK
Akun ini terdiri dari efek-efek disajikan berdasarkan klasifikasinya sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Tersedia untuk dijual:
Rupiah
Obligasi Pemerintah - -
Surat utang jangka menengah 1,034,134 1,019,797
Obligasi Korporasi 22,792 49,019
Reksadana 11,477 11,199
Dolar Amerika Serikat
Obligasi Korporasi 40,142 39,813
Obligasi Pemerintah - -
Jumlah tersedia untuk dijual 1,108,545 1,119,828
Diperdagangkan:
Rupiah
Reksadana - -
Obligasi Pemerintah 288,537 350,229
Obligasi Korporasi 199,907 -
Surat utang jangka menengah 356,499 352,196
Jumlah diperdagangkan 844,943 702,425
Dimiliki Hingga Jatuh Tempo
Rupiah
Obligasi Pemerintah 1,946,361 1,947,542
Dolar Amerika Serikat
Obligasi Pemerintah 170,189 176,091
Jumlah HTM 2,116,550 2,123,633
Jumlah efek-efek- bersih 4,070,038 3,945,886
Efek-efek berdasarkan sisa umur jatuh tempo perjanjian adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Kurang dari 1 tahun 412,299 11,048
1 - 5 tahun 2,361,985 2,313,848
5 - 10 tahun 1,219,961 1,545,690
Lebih dari 10 tahun 75,793 75,300
Bersih 4,070,038 3,945,886
27
Page 31
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. EFEK-EFEK
Jatuh tempo dan tanggal pembayaran bunga dari efek-efek adalah sebagai berikut:
(a) Tersedia untuk dijual
(1) Obligasi Korporasi
Rupiah
30 Juni 2023
Tingkat bunga Interval
Penerbit Peringkat Jatuh tempo tahunan pembayaran bunga Nilai nominal Nilai wajar
BMTR03CCN1 idA+ 05 Juli 2027 11.00% Per triwulan 21,000 22,792
22,792
31 Desember 20232
Tingkat bunga Interval
Penerbit Peringkat Jatuh tempo tahunan pembayaran bunga Nilai nominal Nilai wajar
BMTR03CCN1 idA+ 05 Juli 2027 11.00% Per triwulan 45,000 49,019
49,019
Valas
30 Juni 2023
Tingkat bunga Interval
Penerbit Peringkat Jatuh tempo tahunan pembayaran bunga Nilai nominal Nilai wajar
PLN 42 2042 BBB (idn) 24 Oktober 2042 5.25% Per triwulan 14,993 13,381
PLN 42 2042 BBB (idn) 24 Oktober 2042 5.25% Per triwulan 21,985 26,761
40,142
31 Desember 2022
Tingkat bunga Interval
Penerbit Peringkat Jatuh tempo tahunan pembayaran bunga Nilai nominal Nilai wajar
PLN 42 2042 BBB (idn) 24 Oktober 2042 5.25% Per triwulan 15,568 13,271
PLN 42 2042 BBB (idn) 24 Oktober 2042 5.25% Per triwulan 31,135 26,542
39,813
28
Page 32
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. EFEK-EFEK (lanjutan)
(a) Tersedia untuk dijual (lanjutan)
(2) Reksadana
Rupiah
30 Juni 2023
Nama reksadana Nilai Aset Bersih
RDJCPUN 11,477
11,477
31 Desember 2022
Nama reksadana Nilai Aset Bersih
RDJCPUN 11,199
11,199
(3) Surat Utang Jangka Menengah
30 Juni 2023
Tingkat bunga Interval
Penerbit Peringkat Jatuh tempo tahunan pembayaran bunga Nilai nominal Nilai wajar
PPIC02XXMF IrA 22-Jun-27 7.00% Per triwulan 225,000 213,907
BOGA01XXMF IrBBB+ 29-Sep-26 10.00% Per triwulan 196,800 196,149
CASI01XXMF IrA- 17-Feb-25 8.00% Per triwulan 180,000 179,715
CASI01XXMF IrA- 17-Feb-25 8.00% Per triwulan 20,000 19,968
PPIC01XXMF IrA 14-Feb-27 9.50% Per triwulan 240,000 247,642
NIRO01XXMF IrBBB+ 21-Dec-26 9.50% Per triwulan 180000 176,753
1,034,134
31 Desember 2022
Tingkat bunga Interval
Penerbit Peringkat Jatuh tempo tahunan pembayaran bunga Nilai nominal Nilai wajar
PPIC02XXMF IrA 22-Jun-27 7.00% Per triwulan 225,000 209,053
BOGA01XXMF IrBBB+ 29-Sep-26 10.00% Per triwulan 196,800 194,227
CASI01XXMF IrA- 17-Feb-25 8.00% Per triwulan 180,000 177,563
CASI01XXMF IrA- 17-Feb-25 8.00% Per triwulan 20,000 19,729
PPIC01XXMF IrA 14-Feb-27 9.50% Per triwulan 240,000 244,596
NIRO01XXMF IrBBB+ 26-Dec-26 9.50% Per triwulan 180,000 174629
1,019,797
29
Page 33
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. EFEK-EFEK (lanjutan)
(b) Diperdagangkan
(1) Obligasi Pemerintah
Rupiah
30 Juni 2023
Tingkat bunga Interval
Nomor Seri Jatuh tempo tahunan pembayaran bunga Nilai nominal Nilai wajar
PBS017 15-Oct-25 6.13% Per semester 40,000 40,213
PBS017 15-Oct-26 6.13% Per semester 150,000 150,798
PBS032 15-Jul-26 4.88% Per semester 100,000 97,526
288,537
31 Desember 2022
Tingkat bunga Interval
Nomor Seri Jatuh tempo tahunan pembayaran bunga Nilai nominal Nilai wajar
FR0087 15-2-2031 6.50% per semester 10,000 9,776
FR0087 15-2-2031 6.50% per semester 20,000 19,552
FR0091 15-4-2032 6.38% per semester 6,021 5,801
FR0091 15-4-2032 6.38% per semester 30,000 28,903
PBS017 15-10-2025 6.13% per semester 40,000 40,150
PBS017 15-10-2025 6.13% per semester 150,000 150,562
PBS032 15-7-2026 6.00% per semester 100,000 95,485
350,229
(2) Surat Utang Jangka Menengah
30 Juni 2023
Tingkat bunga Interval
Penerbit Peringkat Jatuh tempo tahunan pembayaran bunga Nilai nominal Nilai wajar
NIRO01XXMF IrBBB+ 21-Dec-26 9.50% Per triwulan 300,000 294,589
PPIC01XXMF IrA 14-Feb-27 9.50% Per triwulan 60,000 61,910
356,499
31 Desember 2022
Tingkat bunga Interval
Penerbit Peringkat Jatuh tempo tahunan pembayaran bunga Nilai nominal Nilai wajar
NIRO01XXMF IrBBB+ 21-Dec-26 9.50% Per triwulan 300,000 291,047
PPIC01XXMF IrA 14-Feb-27 9.50% Per triwulan 60,000 61,149
352,196
(3) Obligasi Korporasi
30 Juni 2023
Tingkat bunga Interval
Penerbit Peringkat Jatuh tempo tahunan pembayaran bunga Nilai nominal Nilai wajar
SMMFIND01ACN3 IrA(sy) 29 Juni 2024 7.00% Per triwulan 200,000 199,907
199,907
30
Page 34
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. EFEK-EFEK (lanjutan)
(c) Dimiliki Hingga Jatuh Tempo
(1) Obligasi Pemerintah
Rupiah
30 Juni 2023
Tingkat bunga Interval
Nomor Seri Jatuh tempo tahunan pembayaran bunga Nilai nominal Nilai wajar
FR0086 2026-04-15 5.50% Per semester 10,000 10,082
FR0086 2026-04-15 5.50% Per semester 20,000 20,156
FR0086 2026-04-15 5.50% Per semester 20,000 20,320
FR0086 2026-04-15 5.50% Per semester 50,000 49,463
FR0086 2026-04-15 5.50% Per semester 250,000 248,411
FR0064 2028-05-15 6.13% Per semester 18,000 17,962
FR0064 2028-05-15 6.13% Per semester 40,000 38,649
PBS017 2025-10-15 6.13% Per semester 37,000 37,802
FR0091 2032-04-15 6.38% Per semester 50,000 49,626
FR0091 2032-04-15 6.38% Per semester 20,000 19,813
FR0091 2032-04-15 6.38% Per semester 50,000 49,533
FR0091 2032-04-15 6.38% Per semester 20,000 19,757
FR0091 2032-04-15 6.38% Per semester 50,000 49,158
FR0091 2032-04-15 6.38% Per semester 30,000 29,439
FR0091 2032-04-15 6.38% Per semester 20,000 19,626
FR0091 2032-04-15 6.38% Per semester 20,000 19,579
FR0091 2032-04-15 6.38% Per semester 20,000 19,486
FR0091 2032-04-15 6.38% Per semester 20,000 19,486
FR0091 2032-04-15 6.38% Per semester 50,000 48,667
FR0091 2032-04-15 6.38% Per semester 20,000 19,439
FR0091 2032-04-15 6.38% Per semester 10,000 9,711
FR0087 2031-02-15 6.50% Per semester 50,000 49,333
FR0087 2031-02-15 6.50% Per semester 250,000 249,585
FR0087 2031-02-15 6.50% Per semester 112,854 112,542
FR0087 2031-02-15 6.50% Per semester 10,000 9,944
FR0087 2031-02-15 6.50% Per semester 20,000 19,889
FR0087 2031-02-15 6.50% Per semester 10,000 9,992
FR0087 2031-02-15 6.50% Per semester 10,000 10,023
FR0087 2031-02-15 6.50% Per semester 50,000 50,159
FR0087 2031-02-15 6.50% Per semester 80,373 80,842
FR0087 2031-02-15 6.50% Per semester 26,274 26,100
FR0087 2031-02-15 6.50% Per semester 20,000 20,102
FR0074 2032-08-15 7.50% Per semester 20,000 21,129
FR0072 2036-05-15 8.25% Per semester 5,000 5,596
FR0056 2026-09-15 8.38% Per semester 15,000 16,701
FR0068 2034-03-15 8.38% Per semester 15,000 16,810
FR0073 2031-05-15 8.75% Per semester 14,500 16,756
PBS011 2023-08-15 8.75% Per semester 10,000 10,208
FR0045 2037-05-15 9.75% Per semester 1,500 1,825
FR0044 2024-09-15 10.00% Per semester 500 569
F04150102 2026-04-15 6.50% Per semester 200,000 202,501
F04150102 2031-02-15 6.50% Per semester 100,000 100,188
F04150102 2031-02-15 6.50% Per semester 100,000 99,402
1,946,361
31
Page 35
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. EFEK-EFEK (lanjutan)
(c) Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (lanjutan)
(1) Obligasi Pemerintah (lanjutan)
Rupiah
31 Desember 2022
Tingkat bunga Interval
Nomor Seri Jatuh tempo tahunan pembayaran bunga Nilai nominal Nilai wajar
FR0044 15-Sep-24 10.00% per semester 500 598
FR0045 15-May-37 9.75% per semester 1,500 1,837
FR0056 15-Sep-26 8.38% per semester 15,000 16,902
FR0068 15-Mar-34 6.13% per semester 15,000 16,894
FR0072 15-May-36 6.13% per semester 5,000 5,619
FR0073 15-May-31 8.38% per semester 14,500 16,899
FR0074 15-Aug-32 8.25% per semester 20,000 21,190
PBS011 15-Aug-23 8.75% per semester 10,000 11,047
FR0086 15-Apr-26 7.50% per semester 10,000 10,097
FR0086 15-Apr-26 5.50% per semester 20,000 20,184
FR0086 15-Apr-26 5.50% per semester 20,000 20,377
FR0086 15-Apr-26 5.50% per semester 200,000 202,948
FR0086 15-Apr-26 5.50% per semester 50,000 49,367
FR0086 15-Apr-26 6.50% per semester 250,000 248,127
FR0087 15-Feb-31 6.50% per semester 50,000 49,290
FR0087 15-Feb-31 6.50% per semester 250,000 249,618
FR0087 15-Feb-31 6.50% per semester 112,854 112,522
FR0087 15-Feb-31 6.50% per semester 10,000 9,941
FR0087 15-Feb-31 6.50% per semester 20,000 19,882
FR0087 15-Feb-31 6.50% per semester 100,000 100,200
FR0087 15-Feb-31 6.50% per semester 10,000 9,991
FR0087 15-Feb-31 6.38% per semester 10,000 10,025
FR0087 15-Feb-31 6.38% per semester 50,000 50,170
FR0087 15-Feb-31 6.38% per semester 80,373 80,873
FR0087 15-Feb-31 6.38% per semester 100,000 99,363
FR0087 15-Feb-31 6.38% per semester 26,274 26,088
FR0087 15-Feb-31 6.38% per semester 20,000 20,109
PBS017 15-Oct-25 6.38% per semester 37,000 37,976
FR0091 15-Apr-32 6.38% per semester 50,000 49,605
FR0091 15-Apr-32 6.38% per semester 20,000 19,802
FR0091 15-Apr-32 6.38% per semester 50,000 49,507
FR0091 15-Apr-32 6.38% per semester 20,000 19,743
FR0091 15-Apr-32 6.38% per semester 50,000 49,110
FR0091 15-Apr-32 6.38% per semester 30,000 29,407
FR0091 15-Apr-32 8.75% per semester 20,000 19,605
FR0091 15-Apr-32 6.13% per semester 20,000 19,555
FR0091 15-Apr-32 6.13% per semester 20,000 19,456
FR0091 15-Apr-32 6.13% per semester 20,000 19,456
FR0091 15-Apr-32 6.13% per semester 50,000 48,592
FR0091 15-Apr-32 6.13% per semester 20,000 19,407
FR0091 15-Apr-32 6.13% per semester 10,000 9,695
FR0064 15-May-28 6.13% per semester 18,000 17,958
FR0064 15-May-28 6.13% per semester 40,000 38,510
1,947,542
Valas
30 Juni 2023
Tingkat bunga Interval
Nomor Seri Jatuh tempo tahunan pembayaran bunga Nilai nominal Nilai wajar
INDON 2031 28-Jul-31 2.15% Per semester 29,985 28,312
INDON 2031 28-Jul-31 2.15% Per semester 44,978 42,469
INDOIS 2031 9-Jun-31 2.55% Per semester 29,985 29,150
INDON 2031 28-Jul-31 2.15% Per semester 44,978 42,155
INDON 2031 28-Jul-31 2.15% Per semester 29,985 28,103
170,189
32
Page 36
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. EFEK-EFEK (lanjutan)
(c) Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (lanjutan)
(1) Obligasi Pemerintah (lanjutan)
Valas
31 Desember 2022
Tingkat bunga Interval
Nomor Seri Jatuh tempo tahunan pembayaran bunga Nilai nominal Nilai wajar
INDOIS 2031 9-Jun-31 2.55% per semester 31,135 30,213
INDON 2031 28-Jul-31 2.15% per semester 31,135 29,291
INDON 2031 28-Jul-31 2.15% per semester 46,703 43,936
INDON 2031 28-Jul-31 2.15% per semester 46,703 43,591
INDON 2031 28-Jul-31 2.15% per semester 31,135 29,060
176,091
Klasifikasi efek-efek pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah lancar. Tidak terdapat saldo efek-
efek yang digunakan sebagai jaminan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk telah memadai.
Efek-efek Bank telah diperingkat oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan PT Fitch Ratings Indonesia,
yang merupakan perusahaan pemeringkat efek independen.
10. Tagihan atas Reverse Repo
30 Juni 2023
Tingkat bunga
Nomor Seri Jatuh tempo diskonto Nilai nominal Nilai wajar
BVIC01SBCN1 20-Jul-23 11.00% 30,623 30,345
BACA03SB 20-Jul-23 11.00% 50,910 50,447
BVIC02SBCN1 20-Jul-23 11.00% 15,054 14,917
BACA03SB 20-Jul-23 11.00% 50,910 50,447
BCAP02CN1 3-Jul-23 11.00% 23,737 28,631
174,787
31 Desember 2022
Tingkat bunga
Nomor Seri Jatuh tempo diskonto Nilai nominal Nilai wajar
BVIC02SBCN1 20-Mar-23 11.00% 15,328 14,610
BCAP02CN1 20-Mar-23 11.00% 24,297 23,661
BVIC01SBCN1 20-Mar-23 11.00% 31,179 30,363
BACA03SB 20-Mar-23 11.00% 51,836 50,479
BACA03SB 20-Mar-23 11.00% 51,836 50,479
169,592
33
Page 37
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT
a. Berdasarkan Jenis Kredit dan Mata Uang
30 Juni2023
Dalam
perhatian Kurang
Lancar khusus lancar Diragukan Macet Jumlah
Pihak berelasi
Rupiah
Pinjaman karyawan 7,782 - - - - 7,782
Rekening koran 28,486 - - - - 28,486
Cerukan - - - - - -
Pihak ketiga
Rupiah
Akseptasi 479,613 39,010 - - 1,500 520,123
Akseptasi money market 1,637,523 - - - - 1,637,523
Akseptasi supply chain 3,103 - - - - 3,103
Angsuran berjangka 4,784,585 79,072 - - - 4,863,657
Rekening koran 17,371 - - - 3,400 20,771
Kredit Pensiun 1,987 - - - - 1,987
Pinjaman karyawan 2,710 - - - - 2,710
Dolar Amerika Serikat
Akseptasi - - - - - -
Angsuran berjangka 24,759 - - - - 24,759
Jumlah 6,987,919 118,082 - - 4,900 7,110,901
Cadangan kerugian
penurunan nilai (8,362) (1,225) - - (4,900) (14,487)
Bersih 6,979,557 116,857 - - - 7,096,414
31 Desember 2022
Dalam
perhatian Kurang
Lancar khusus lancar Diragukan Macet Jumlah
Pihak berelasi
Rupiah
Pinjaman karyawan 8,060 - - - - 8,060
Rekening koran - 15,617 - - - 15,617
Cerukan - - - - - -
Pihak ketiga
Rupiah
Akseptasi 208,081 23,393 - - 1,500 232,974
Akseptasi money market 1,859,120 - - - - 1,859,120
Angsuran berjangka 401,790 102,961 - - - 504,751
Rekening koran 118,081 - - - 3,394 121,475
Kredit Pemilikan
Rumah (KPR) - - - - - -
Pinjaman karyawan 2,910 - - - - 2,910
Dolar Amerika Serikat
Akseptasi 85,621 - - - - 85,621
Angsuran berjangka 55,011 - - - - 55,011
Jumlah 2,738,674 141,971 - - 4,894 2,885,539
Cadangan kerugian
penurunan nilai (6,167) (622) - - (4,894) (11,683)
Bersih 2,732,507 141,349 - - - 2,873,856
34
Page 38
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT (lanjutan)
b. Berdasarkan Sektor Ekonomi dan Mata Uang
30 Juni 2023
Dalam
perhatian Kurang
Lancar khusus lancar Diragukan Macet Jumlah
Rupiah
Jasa-jasa dunia usaha 17,297 - - - - 17,297
Perdagangan dan
restoran 1,803,688 - - - - 1,803,688
Perindustrian 274,706 - - - - 274,706
Pertambangan - - - - - -
Pertanian, perburuan
dan sarana pertanian - - - - 4,900 4,900
Konstruksi 1,993,106 - - - - 1,993,106
Pengangkutan,
pergudangan dan
telekomunikasi - 38,927 - - - 38,927
Jasa sosial - - - - - -
Lain-lain 2,874,363 79,155 - - - 2,953,518
Dollar Amerika Serikat
Pertambangan 24,759 - - - - 24,759
Pengangkutan,
pergudangan dan
telekomunikasi - - - - - -
Perdagangan dan
restoran - - - - - -
Jumlah 6,987,919 118,082 - - 4,900 7,110,901
Cadangan kerugian
penurunan nilai (8,362) (1,225) - - (4,900) (14,487)
Bersih 6,979,557 116,857 - - - 7,096,414
31 Desember 2022
Dalam
perhatian Kurang
Lancar khusus lancar Diragukan Macet Jumlah
Rupiah
Jasa-jasa dunia usaha 97 - - - - 97
Perdagangan dan
restoran 541,377 15,617 - - - 556,994
Perindustrian 287,047 - - - - 287,047
Pertambangan - - - - - -
Pertanian, perburuan
dan sarana pertanian - - - - 4,894 4,894
Konstruksi 413,642 - - - - 413,642
Pengangkutan,
pergudangan dan
telekomunikasi 11,260 50,797 - - - 62,057
Jasa sosial 1,088 - - - - 1,088
Lain-lain 1,343,531 75,557 - - - 1,419,088
Dollar Amerika Serikat
Pertambangan 55,011 - - - - 55,011
Pengangkutan,
pergudangan dan
telekomunikasi 85,621 - - - - 85,621
Perdagangan dan
restoran - - - - - -
Jumlah 2,738,674 141,971 - - 4,894 2,885,539
Cadangan kerugian
penurunan nilai (6,167) (622) - - (4,894) (11,683)
Bersih 2,732,507 141,349 - - - 2,873,856
35
Page 39
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT (lanjutan)
c. Berikut ini adalah saldo kredit pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 berdasarkan klasifikasi
kolektibilitas:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Lancar 6,987,919 2,738,674
Dalam perhatian khusus 118,082 141,971
Kurang lancar - -
Diragukan - -
Macet 4,900 4,894
Jumlah 7,110,901 2,885,539
Cadangan kerugian penurunan nilai (14,487) (11,683)
Bersih 7,096,414 2,873,856
d. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, rincian kredit bermasalah menurut sektor ekonomi adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Penyisihan Penyisihan
Pokok Penghapusan Pokok Penghapusan
Pertanian, perburuan dan kehutanan 4,900 4,900 4,894 4,894
Jumlah 4,900 4,900 4,894 4,894
e. Berdasarkan Periode Perjajian dan Sisa Umur Jatuh Tempo
Berdasarkan Sisa Umur Jatuh Tempo
30 Juni 2023 31 Desem ber 2022
Rupiah
Kurang dari 1 tahun 1,623,385 218,024
1 - 2 tahun 763,342 2,143,675
2 - 5 tahun 191,521 292,092
Lebih dari 5 tahun 4,507,894 91,116
Dolar Amerika Serikat
Kurang dari 1 tahun 24,759 140,632
1 - 2 tahun - -
2 - 5 tahun - -
Lebih dari 5 tahun - -
Jumlah 7,110,901 2,885,539
Cadangan kerugian penurunan nilai (14,487) (11,683)
Bersih 7,096,414 2,873,856
36
Page 40
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT (lanjutan)
f. Tingkat Bunga Efekif Rata-Rata
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah 11.90% 12.03%
Dolar Amerika Serikat 10.00% 5.63%
g. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai kredit adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 11,683 6,432
Peningkatan (penurunan) nilai periode berjalan 2,804 5,251
Saldo akhir 14,487 11,683
Berikut ini adalah saldo kredit bruto dan cadangan kerugian penurunan nilai yang dievaluasi berdasarkan Stage
dan secara individual dan kolektif pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022:
Berdasarkan Stage
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Kredit yang dievaluasi berdasarkan Stage 1 7,063,021 2,841,619
Penurunan nilai berdasarkan Stage 1 (8,862) (6,584)
Sub jumlah 7,054,159 2,835,035
Kredit yang dievaluasi berdasarkan Stage 2 42,980 39,026
Penurunan nilai berdasarkan Stage 2 (725) (205)
Sub jumlah 42,255 38,821
Kredit yang dievaluasi berdasarkan Stage3 4,900 4,894
Penurunan nilai berdasarkan Stage 3 (4,900) (4,894)
Sub jumlah - -
Bersih 7,096,414 2,873,856
h. Kredit dijamin dengan giro, tabungan, deposito berjangka (Catatan 16a dan c), agunan yang diikat dengan hak
tanggungan atau surat kuasa untuk menjual dan jaminan lain yang umumnya diterima oleh Bank.
i. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 terdapat saldo kredit yang direstrukturisasi sebesar Rp.
379.366 dan Rp. 420.514. Restrukturisasi kredit dilakukan dengan memperpanjang jangka waktu dan
penambahan fasilitas kredit. Secara umum nasabah yang direstruktur memiliki kolektibilitas 1 – 5.
j. Kredit yang dihapus buku untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebesar Rp. nihil dan Rp. nihil.
k. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat penyediaan dana kepada pihak berelasi dan
pihak ketiga yang melampaui Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).
l. Rasio Non-Performing Loan (NPL) Bank sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. SE 12/11/DPNP
tanggal 31 Maret 2010. Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 rasio NPL secara bruto masing-
masing sebesar 0,07% dan 0,17%, sedangkan rasio NPL secara neto masing-masing sebesar nihil dan nihil.
m. Kredit kepada pihak berelasi per tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai adalah sebesar Rp. 36.027 atau 0.51% dan Rp. 23.581 atau 0,82%.
37
Page 41
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. KREDIT (lanjutan)
n. Kredit kepada karyawan Bank dibebani bunga 10% - 14,5% untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30
Juni 2023 dan 31 Desember 2022 dengan jangka waktu pelunasan berkisar antara 2 tahun sampai dengan 15
tahun dan dibayar melalui pemotongan gaji bulanan.
o. Jumlah kredit yang dijamin dengan agunan tunai masing-masing sebesar Rp 71.408 juta serta Rp 113.817 juta
pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
12. PENDAPATAN BUNGA YANG MASIH AKAN DITERIMA
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Kredit 51,298 50,470
Efek-efek 54,591 51,661
Reverse Repo 571 519
Interbank Call Money 100 14
Jumlah 106,560 102,664
13. ASET TETAP
30 Juni 2023
1 Januari 2023 Penambahan Pengurangan 31 Maret 2023
Nilai Revaluasi
Tanah 379,756 - - 379,756
Bangunan dan prasarana 355,871 1,105 - 356,976
Inventaris dan -
perlengkapan kantor 135,510 1,866 - 137,376
Peralatan kantor 25,980 11 - 25,991
Kendaraan 10,304 2,569 1,926 10,947
Aset Sewa Gedung 54,345 5,850 - 60,195
Aset Sewa Kendaraan 51,845 5,790 - 57,635
Jumlah 1,013,611 17,191 1,926 1,028,876
Akumulasi penyusutan
Bangunan dan prasarana (144,765) (8,486) - (153,251)
Inventaris dan
perlengkapan kantor (90,677) (4,135) - (94,812)
Peralatan kantor (17,226) (180) - (17,406)
Kendaraan (4,335) (606) 1,184 (3,757)
Aset Sewa Gedung (37,494) (6,406) - (43,900)
Aset Sewa Kendaraan (31,860) (7,185) - (39,045)
Jumlah (326,357) (26,998) 1,184 (352,171)
Jumlah tercatat 687,254 676,705
38
Page 42
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. ASET TETAP (lanjutan)
31 Desember 2022
1 Januari 2022 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2022
Nilai Revaluasi
Tanah 379,756 - - 379,756
Bangunan dan prasarana 354,554 1,317 - 355,871
Inventaris dan -
perlengkapan kantor 133,704 1,996 (190) 135,510
Peralatan kantor 25,872 108 - 25,980
Kendaraan 9,361 1,074 (131) 10,304
Aset Sewa Gedung 52,483 4,705 (2,843) 54,345
Aset Sewa Kendaraan 34,433 27,920 (10,508) 51,845
Jumlah 990,163 37,120 (13,672) 1,013,611
Akumulasi penyusutan
Bangunan dan prasarana (127,877) (16,888) - (144,765)
Inventaris dan -
perlengkapan kantor (76,248) (14,619) 190 (90,677)
Peralatan kantor (16,406) (820) - (17,226)
Kendaraan (3,593) (873) 131 (4,335)
Aset Sewa Gedung (26,114) (13,319) 1,939 (37,494)
Aset Sewa Kendaraan (21,983) (20,385) 10,508 (31,860)
Jumlah (272,221) (66,904) 12,768 (326,357)
Jumlah tercatat 717,942 687,254
Pada tanggal 1 Oktober 2021, aset tetap yang dicatat berdasarkan nilai revaluasi telah direview oleh manajemen
dan didukung oleh laporan penilai independen profesional KJPP Ihot Dollar & Raymond dengan tanggal laporan 26
November 2021 yang ditandatangani oleh Ihot Parasian Gultom, SE., MAPPI (Cert) berdasarkan metode metode
pendekatan biaya dan pendekatan data pasar untuk tanah, bangunan dan prasarana, inventaris kantor dan
peralatan kantor serta pendekatan pendapatan dan pendekatan data pasar untuk kendaraan.
Revaluasi tersebut telah di setujui oleh Direktorat Jendral Pajak sesuai dengan surat keputusan Direktur Jenderal
Pajak No. 58/WPJ.07/2022.
Beban penyusutan sebesar Rp 26.998 dan Rp 66.904 masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 dicatat pada Beban Umum dan Administrasi dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain.
Bank memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Jakarta dan Solo dengan hak legal berupa "Hak Guna
Bangunan" atau "HGB" yang mempunyai masa manfaat antara 18 (delapan belas) sampai dengan 34 (tiga puluh
empat) tahun. Masa berlaku HGB akan berakhir antara tahun 2020 sampai dengan tahun 2044. Manajemen
berpendapat bahwa hak pemilikan tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo.
Aset tetap, kecuali tanah telah diasuransikan terhadap risiko gempa bumi, kebakaran dan property all risks
insurance kepada beberapa perusahaan asuransi seperti PT Artagraha General Insurance, PT Asuransi Multi Artha
Guna Tbk, dan PT Victoria Insurance dengan jumlah nilai pertanggungan Rp 453.554 pada tanggal 30 Juni 2023
dan 31 Desember 2022.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas
aset dipertanggungkan.
Manajemen berpendapat bahwa, tidak terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang mungkin menimbulkan
indikasi penurunan nilai aset tetap, sehingga Bank tidak membentuk cadangan kerugian penurunan nilai aset tetap
pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Tidak ada aset tetap Bank yang berasal dari aset sewa pembiayaan.
39
Page 43
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. ASET LAIN-LAIN
30 Juni 2022 31 Desember 2022
AYDA 97,612 97,612
Uang muka 44,629 37,056
Beban dibayar di muka 4,966,927 4,950,182
Persediaan hadiah dan barang cetakan 3,416 2,648
Lain-lain 50,591 3,978,702
Jumlah 5,163,175 9,066,200
Nilai Aset Yang Diambil Alih (AYDA) yang disajikan adalah nilai bersih setelah memperhitungkan Cadangan
Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yaitu senilai Rp 0 untuk posisi 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Manajemen
berpendapat bahwa CKPN yang dibentuk telah memadai.
Pada tahun 2020 Bank mencatat beban dibayar dimuka atas premi yang dibayarkan untuk Asuransi Penjaminan
Kredit. Manajemen berpendapat bahwa premi yang dibayarkan kepada pihak Asuransi adalah wajar dan memadai
untuk memitigasi resiko kredit yang terdapat pada kredit yang diberikan.
15. LIABILITAS SEGERA
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Liabilitas lain segera dibayar 12,967 64,014
Liabilitas pemberian hadiah 8,683 4,658
Liabilitas administrasi kredit 106,852 635
Liabilitas sewa gedung 11,239 10,697
Liabilitas sewa kendaraan 22,408 23,801
Dolar Amerika Serikat
Kewajiban lain segera dibayar - -
Jumlah 162,149 103,805
16. SIMPANAN NASABAH
Akun ini terdiri dari :
30 Juni 2023
Pihak berelasi Pihak ketiga Jumlah
Giro 1,039,659 2,303,760 3,343,419
Tabungan 5,814 5,904,186 5,910,000
Deposito berjangka 3,333 7,349,660 7,352,993
Jumlah 1,048,806 15,557,606 16,606,412
31 Desember 2022
Pihak berelasi Pihak ketiga Jumlah
Giro 15,766 2,279,066 2,294,832
Tabungan 4,828 5,161,183 5,166,011
Deposito berjangka 3,491 6,589,361 6,592,852
Jumlah 24,085 14,029,610 14,053,695
40
Page 44
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. SIMPANAN NASABAH (lanjutan)
Berdasarkan Undang-undang No. 24 tanggal 22 September 2004 yang berlaku efektif sejak tanggal 22 September
2005, sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Republik Indonesia No. 3
tanggal 13 Oktober 2008, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dibentuk untuk menjamin liabilitas tertentu bankbank
umum berdasarkan program penjaminan yang berlaku, yang besaran nilai jaminannya dapat berubah, jika
memenuhi kriteria tertentu yang berlaku.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 66 tahun 2008 tanggal 13 Oktober 2008 mengenai
Besarnya Nilai Simpanan yang dijamin LPS, maka pada tahun 2017, jumlah simpanan yang dijamin LPS adalah
simpanan sampai dengan Rp 2.000.000.000 untuk per nasabah per Bank. Simpanan nasabah dijamin hanya jika
suku bunganya sama dengan atau dibawah 3,75% untuk simpanan dalam mata uang Rupiah dan 1.75% untuk
simpanan dalam mata uang asing pada 31 Desember 2022 (pada tahun 2021: 3,50% & 0.25%).
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, Bank adalah peserta program penjaminan tersebut.
a. Giro
Berdasarkan mata uang dan nasabah :
30 Juni 2023 31 Desem ber 2022
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 36) 1,034,956 11,815
Pihak ketiga 2,079,645 2,041,794
Dolar Amerika Serikat
Pihak berelasi (Catatan 36) 4,703 3,951
Pihak ketiga 223,095 232,552
Dolar Australia
Pihak ketiga 410 12
Dolar Singapura
Pihak ketiga 455 283
Yen Jepang
Pihak ketiga 155 4,425
Jum lah 3,343,419 2,294,832
Tingkat bunga efektif rata-rata:
Rupiah 0.64% 0.63%
Dolar Amerika Serikat 0.13% 0.11%
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, terdapat simpanan giro yang merupakan simpanan yang
diblokir dan dijadikan sebagai jaminan atas kredit yang diberikan masing-masing sebesar Rp. 65.000 dan Rp.
1.500.
b. Tabungan
Berdasarkan mata uang dan nasabah :
30 Juni 2023 31 Desember 20212
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 36) 5,814 4,828
Pihak ketiga 5,904,186 5,161,183
Jumlah 5,910,000 5,166,011
Tingkat suku bunga efektif rata-rata:
Rupiah 1.49% 1.74%
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 tidak terdapat simpanan nasabah tabungan yang diblokir dan
dijadikan sebagai jaminan atas kredit.
41
Page 45
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. SIMPANAN NASABAH (lanjutan)
c. Deposito Berjangka
Berdasarkan mata uang dan nasabah
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 36) 3,333 3,491
Pihak ketiga 6,715,226 6,015,740
Dolar Amerika Serikat
Pihak berelasi (Catatan 36) - -
Pihak ketiga 634,434 573,621
Jumlah 7,352,993 6,592,852
Tingkat suku bunga efektif rata-rata:
Rupiah 5.30% 4.60%
Dolar Amerika Serikat 2.58% 1.27%
Berdasarkan sisa waktu sampai dengan saat jatuh tempo
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Kurang dari atau 1 bulan 4,499,191 4,116,421
Lebih dari 1 s/d 3 bulan 1,462,335 1,004,380
Lebih dari 3 s/d 6 bulan 456,630 538,978
Lebih dari 6 s/d 12 bulan 300,402 359,452
Dolar Amerika Serikat
Kurang dari atau 1 bulan 416,777 316,860
Lebih dari 1 s/d 3 bulan 95,153 162,659
Lebih dari 3 s/d 6 bulan 32,400 62,951
Lebih dari 6 s/d 12 bulan 90,105 31,151
Jumlah 7,352,993 6,592,852
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, deposito berjangka masing-masing sebesar Rp 14.318 juta
dan Rp 122.500 juta, merupakan simpanan nasabah - deposito berjangka yang diblokir dan dijadikan sebagai
jaminan atas kredit yang diberikan (Catatan 11) dan bank garansi (Catatan 27).
42
Page 46
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. SIMPANAN DARI BANK LAIN
Berdasarkan mata uang, dan jenis simpanan
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Pihak ketiga
Giro 1,420 1,928
Tabungan 107 188
Deposito - 103,000
On call deposit 3,000 -
Interbank call money 535,000 1,455,000
Jumlah 539,527 1,560,116
Berdasarkan jangka waktu
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Kurang dari atau 1 bulan 539,527 1,560,116
Lebih dari 1 s/d 3 bulan - -
Jumlah 539,527 1,560,116
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat saldo simpanan dari bank lain yang diblokir atau
dijadikan jaminan kredit.
18. KEWAJIBAN ATAS REPO
30 Juni 2023
Tingkat bunga
Nomor Seri Jatuh tempo diskonto Nilai nominal Nilai wajar
F04150102 3-Jul-23 6.00% 200,000 190,464
F04150102 3-Jul-23 6.00% 100,000 95,705
F04150102 3-Jul-23 6.00% 100,000 95,705
381,874
31 Desember 2022
Tingkat bunga
Nomor Seri Jatuh tempo diskonto Nilai nominal Nilai wajar
FR0086 3-Jan-23 5.75% 188,280 188,070
FR0087 3-Jan-23 5.75% 46,308 46,256
FR0086 3-Jan-23 5.75% 235,350 235,088
FR0087 3-Jan-23 5.75% 92,615 92,512
FR0087 3-Jan-23 5.75% 46,308 46,256
FR0087 3-Jan-23 5.75% 74,092 74,009
FR0087 3-Jan-23 5.75% 92,615 92,512
PBS017 4-Jan-23 5.75% 142,651 142,491
PBS032 4-Jan-23 5.75% 90,825 90,724
1,007,918
43
Page 47
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PERPAJAKAN
a. Utang Pajak
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Pajak penghasilan
Pasal 4 (2) 16,704 11,813
Pasal 21 1,742 1,989
Pasal 23 77 83
Lain-lain 72 82
Jumlah 18,595 13,967
b. Pajak Penghasilan Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif, dan taksiran penghasilan kena pajak untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal
30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagal berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Laba sebelum pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi
komprehensif 26,608 41,442
Beda fiskal: - (560)
Taksiran penghasilan kena pajak 26,608 40,882
Taksiran pajak penghasilan kini 5,854 8,994
Besarnya pajak terutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh wajib pajak (self-
assessment). Kantor pajak dapat melakukan pemeriksaan pajak dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak pajak
terutang.
20. LIABILITAS LAIN-LAIN
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Rupiah
Utang bunga 47,665 44,473
Setoran jaminan 743 637
Beban akrual 974 19,000
Lain-lain 29,539 1,553
Dolar Amerika Serikat
Utang bunga 1,551 1,419
Beban akrual 387 106
Jumlah 80,859 67,188
44
Page 48
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Bank membentuk pencadangan imbalan pasca-kerja sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 11/2020 tentang
Cipta Kerja.
Liabilitas imbalan pasca kerja di laporan posisi keuangan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022
masing-masing sebesar Rp. 35.925 dan Rp. 35.925.
Perhitungan imbalan pasca kerja untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dihitung oleh PT V.
Agus Basuki, FSAI, aktuaris independen, sesuai laporannya pada tanggal 02 Maret 2023. Asumsi utama yang
digunakan dalam menentukan:
31 Desember 20212
Tabel mortalitas TMI-IV-2019
Tingkat diskonto 4.96% s/d 7.26%
Tingkat kenaikan gaji tahunan 5%
Usia pensiun 55 tahun
Tidak ada pendanaan yang dilakukan sehubungan dengan program imbalan kerja tersebut.
Tidak ada Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif yang masuk dalam perhitungan imbalan pasca kerja.
22. OBLIGASI SUBORDINASI - BERSIH
Merupakan obligasi subordinasi yang diterbitkan oleh Bank dengan rincian sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Obligasi Subordinasi Bank Capital II Tahun 2015 - 250,000
Obligasi Subordinasi Bank Capital II Tahun 2017 250,000 250,000
Diskonto yang belum diamortisasi (1,100) (1,650)
Bersih 248,900 498,350
Pada tanggal 14 Januari 2015, Bank menerbitkan Obligasi Subordinasi Bank Capital I Tahun 2014 sebesar
Rp 200.000. Obligasi subordinasi ini berjangka waktu 7 tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 13 Januari 2022.
Tingkat suku bunga sebesar 12% per tahun. Bunga obligasi subordinasi ini dibayarkan setiap triwulanan.
Pada tanggal 15 Januari 2016, Bank menerbitkan Obligasi Subordinasi Bank Capital II Tahun 2015 sebesar
Rp 250.000. Obligasi subordinasi ini berjangka waktu 7 tahun yang akan jatuh tempo pada tangga 13 Januari 2023.
Tingkat suku bunga sebesar 12% per tahun. Bunga obligasi subordinasi ini dibayarkan setiap triwulan.
Pada tanggal 12 Juli 2017, Bank menerbitkan Obligasi Subordinasi Bank Capital III tahun 2017 sebesar Rp 250.000.
Obligasi ini berjangka waktu 7 tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 11 Juli 2024. Tingkat suku bunga sebesar
11,5% per tahun. Bunga obligasi subordinasi ini dibayarkan tiap triwulan.
Berdasarkan surat PT Pefindo tanggal 3 April 2018 No. RC-390/PEF-Dir/IV/2018 peringkat Obligasi Subordinasi
Bank Capital I Tahun 2014, Obligasi Subordinasi Bank Capital II Tahun 2015 dan Obligasi Subordinasi Bank Capital
III Tahun 2017 untuk periode 3 April 2018 sampai dengan 1 April 2019 adalah idBBB-.
45
Page 49
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham Bank dan kepemilikannya masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember
2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023
Jumlah saham
ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham disetor (jumlah penuh) Kepemilikan Jumlah
PT Capital Global Investama 14,904,480,000 74.70 1,490,448
Publik (masing-masing dibawah 5%) 5,048,544,885 25.30 504,854
Jumlah 19,953,024,885 100.00 1,995,302
31 Desember 2022
Jumlah saham
ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham disetor (jumlah penuh) Kepemilikan Jumlah
PT Capital Global Investama 14,904,480,000 74.70 1,490,448
Publik (masing-masing dibawah 5%) 5,048,544,885 25.30 504,854
Jumlah 19,953,024,885 100.00 1,995,302
Berdasarkan Akta No 55 tanggal 22 Desember 2022 dari Mahendra Adinegara S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, modal
ditempatkan dan disetor Bank meningkat menjadi 19.953.024.885 saham dengan nominal Rp. 1.995.302.488.500.
Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0332132 tanggal 23 Desember 2022.
Berdasarkan Akta No 52 tanggal 21 Desember 2022 dari Mahendra Adinegara S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, modal
ditempatkan dan disetor Bank meningkat menjadi 7.078.024.885 saham dengan nominal Rp 707.802.488.500. Akta
perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No. AHU-AH.01.03-0330831 tanggal 22 Desember 2022.
Berdasarkan Akta No 13 tanggal 8 November 2022 dari Mahendra Adinegara S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, modal
ditempatkan dan disetor Bank meningkat menjadi 7.078.015.213 saham dengan nominal Rp 707.801.521.300. Akta
perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No. AHU-AH.01.03-0312118 tanggal 11 November 2022.
Berdasarkan Akta No 28 tanggal 19 Juli 2022 dari Mahendra Adinegara S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, modal
ditempatkan dan disetor Bank meningkat menjadi 7.078.002.691 saham dengan nominal Rp 707.800.269.100. Akta
perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No.AHU-AH.01.03-0268618 tanggal 21 Juli 2022.
Berdasarkan Akta No 85 tanggal 31 Agustus 2020 dari Mahendra Adinegara, S.H., Notaris di Jakarta, modal
ditempatkan dan disetor Bank sampai dengan tanggal 21 Agustus 2020 meningkat menjadi 7.070.413.250 saham
sehubungan dengan Konversi Waran Seri III sebanyak 1.271.400 saham. Akta perubahan ini telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-AH.01.03-
0388419 tanggal 18 September 2020.
Berdasarkan Akta No 39 dan 40 tanggal 27 Juni 2019 dari Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, modal ditempatkan
dan disetor Bank sampai dengan tanggal 29 Mei 2019 meningkat menjadi 7.070.141.185 saham sehubungan
dengan Konversi Waran Seri III sebanyak 13.423 saham. Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-AH.01.03-0289978 tanggal 25
Juni 2019.
Berdasarkan Akta No 10 tanggal 19 Juni 2019 dari Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, modal ditempatkan dan
disetor Bank sampai dengan tanggal 29 Mei 2019 meningkat menjadi 7.070.141.185 saham sehubungan dengan
Konversi Waran Seri III sebanyak 13.423 saham. Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0289977 tanggal 25 Juni 2019.
46
Page 50
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. MODAL SAHAM (lanjutan)
Berdasarkan Akta No 01 tanggal 1 April 2019 dari Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, modal ditempatkan dan
disetor Bank sebanyak 7.070.128.427 saham. Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0193567 tanggal 09 April 2019.
Berdasarkan Akta No 66 tanggal 27 Maret 2019 dari Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, modal ditempatkan dan
disetor Bank sampai dengan tanggal 6 Maret 2019 meningkat menjadi 7.070.128.427 saham sehubungan dengan
Konversi Waran Seri III sebanyak 59 saham. Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0174372 tanggal 28 Maret 2019.
Berdasarkan Akta No 35 tanggal 20 Maret 2019 dari Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, modal ditempatkan dan
disetor Bank sampai dengan tanggal 6 Maret 2019 meningkat menjadi 7.070.128.368 saham sehubungan dengan
Konversi Waran Seri II sebanyak 20.873 saham. Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0170853 tanggal 26 Maret
2019.
Berdasarkan Akta No. 11 tanggal 6 Agustus 2018 dari Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, modal ditempatkan dan
disetor Bank sampai dengan tanggal 31 Juli 2018 meningkat menjadi 7.049.255.362 saham sehubungan dengan
Konversi Waran Seri II sebanyak 100 saham. Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0233072 tanggal 5 Juni 2018.
Sehubungan dengan konversi Waran Seri II dan Seri III menjadi saham sebanyak 20.873.065, sehingga modal
ditempatkan dan disetor Bank sampai 31 Desember 2018 meningkat menjadi 7.070.128.427 saham.
Berdasarkan Akta No. 127 tanggal 28 Mei 2018 dari Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, modal ditempatkan dan
disetor Bank sampai dengan tanggal 14 Mei 2018 meningkat menjadi 7.049.255.262 saham sehubungan dengan
Konversi Waran Seri III sebanyak 1.200 saham. Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0212554 tanggal 5 Juni 2018.
Berdasarkan Akta No. 83 tanggal 16 Mei 2018 dari Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, modal ditempatkan dan
disetor Bank sampai dengan tanggal 14 Mei 2018 meningkat menjadi 7.049.254.062 saham sehubungan dengan
Konversi Waran Seri II sebanyak 8.979.100 saham. Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0209713 tanggal 25 Mei 2018.
Berdasarkan Akta No. 52 tanggal 19 Februari 2018 dari Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta, modal dasar Bank
sampai dengan tanggal 2 Februari 2018 meningkat menjadi 7.040.274.962 saham sehubungan dengan konversi
Waran Seri III sebanyak 618.219 saham. Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0081072 tanggal 25 Februari 2018.
24. TAMBAHAN MODAL DISETOR – BERSIH
Akun ini merupakan agio saham dan biaya emisi saham berasal dari Penawaran Umum Saham Perdana dan
Penawaran Umum Terbatas dengan perincian sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Agio saham :
Tahun 2007 25,000 25,000
Tahun 2009 3,021 3,021
Tahun 2013 3,693 3,693
Tahun 2016 1,265 1,265
Tahun 2017 1 1
Tahun 2021 16 16
Tahun 2022 12,875 12,875
Biaya emisi saham :
Tahun 2007 (4,339) (4,339)
Tahun 2009 (16,160) (16,160)
Tahun 2013 (2,157) (2,157)
Tahun 2016 (1,852) (1,852)
21,363 21,363
47
Page 51
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. SURPLUS REVALUASI
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Saldo awal tahun 137,787 151,356
Surplus revaluasi pada 30 September 2021 - -
Pajak penghasilan final - -
Selisih surplus revaluasi
atas penyusutan nilai revaluasi
dan nilai perolehan - (13,569)
Saldo akhir tahun 137,787 137,787
Bagian dari surplus revaluasi yang merupakan selisih atas penyusutan berdasarkan nilai revaluasian dan nilai
perolehan dipindahkan ke saldo laba.
26. CADANGAN UMUM
Berdasarkan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Perusahaan di Indonesia diharuskan
untuk membentuk cadangan umum sebesar sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan
disetor penuh. Undang-Undang tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk pembentukan cadangan umum
tersebut.
31 Desember 2022
Sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana dituangkan dalam Akta No.39 tanggal 25
Juli 2022 dari Mahendra Adinegara SH Mkn, Notaris di Jakarta selatan telah ditetapkan:
a. Sejumlah Rp 2.000 digunakan sebagai cadangan umum sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar
Bank.
b. Dan sisanya dicatat sebagai Saldo Laba Ditahan yang akan digunakan untuk kebutuhan Perusahaan.
31 Desember 2020
Sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 40 tanggal 16
Juli 2020 dari Eliwaty Tjitra, SH, Notaris di Jakarta telah ditetapkan:
a. Sejumlah Rp. 800 digunakan sebagai cadangan umum sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Bank.
48
Page 52
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. KOMITMENT DAN KONTINJENSI
a. Berdasarkan Jenis dan Mata Uang
Bank memiliki transaksi komitmen dan kontinjensi, sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
KOMITMEN
Tagihan komitmen
Posisi pembelian spot dan derivatif
yang masih berjalan
Rupiah 60,050 31,360
Dolar Amerika Serikat 588,100 210,161
Jumlah 648,150 241,521
Liabilitas komitmen
Rupiah
Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan
Committed - -
Uncommitted 908,534 687,182
Posisi penjualan spot dan derivatif yang masih berjalan 586,340 210,869
Dolar Amerika Serikat
Posisi penjualan spot dan derivatif yang masih berjalan 62,219 31,135
Jumlah 1,557,093 929,186
Jumlah liabilitas komitmen - bersih (908,943) (687,665)
KONTINJENSI
Liabilitas kontinjensi
Rupiah
Bank garansi 357,727 302,727
Dolar Amerika Serikat
Bank garansi - -
Jumlah 357,727 302,727
Tidak terdapat liabilitas komitmen dan kontinjensi dari pihak berelasi pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022.
b. Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontijensi
Manajemen berpendapat bahwa tidak ada estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi yang dibentuk karena
semua kolektibilitas komitmen dan kontijensi lancar.
c. Litigasi
(1) Sutris
Perseroan telah telah melaporkan Alm. Sutris (eks. Debitur Perseroan/“Debitur”) dan Didik (mantan
karyawan Perseroan) ke Kepolisian Resort Solo berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Pelaporan nomor
STPL/177/XI/2012/SPK.II tanggal 7 Nopember 2012, dengan kewajiban sebesar Rp.2.709.710.563,- (dua
miliar tujuh ratus sembilan juta tujuh ratus sepuluh ribu lima ratus enam puluh tiga Rupiah).
Debitur telah meninggal dunia pada tanggal 27 Maret 2015 dan pemeriksaan terhadap perkara yang
bersangkutan dihentikan oleh Kepolisian Resort Solo dan sampai saat ini Kepolisian Resort Solo belum
menerbitkan Surat Keterangan Penghentian Pemeriksaan Perkara. Kewajiban Debitur sudah dihapus buku
pada tanggal 31 Oktober 2018.
49
Page 53
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. KOMITMENT DAN KONTINJENSI (lanjutan)
c. Litigasi (lanjutan)
(2) PT. Gilang Citra Perdana
PT Gilang Citra Perdana (“Debitur”) mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap Bank pada
tanggal 21 Desember 2016 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sehubungan dengan tindakan Bank
melakukan eksekusi Hak Tanggungan atas jaminan Debitur melalui lelang KPKNL.
Pada tanggal 8 September 2017 Bank telah menerima salinan resmi Putusan PN Jakarta Selatan No.
894/Pdt.G/2016/PN.Jkt.Sel tanggal 22 Agustus 2017 yang menolak gugatan yang diajukan pihak
Penggugat seluruhnya.
Pada tanggal 22 Agustus 2017, jaminan Debitur telah laku terjual melalui lelang KPKNL Denpasar dengan
nilai jual lelang sebesar Rp.12.501 juta dan hasil penjualan lelang telah digunakan untuk mengurangi
jumlah kewajiban Debitur terhadap Bank.
Pada tanggal 5 September 2017, Debitur mengajukan permohonan Banding atas Putusan PN Jakarta
Selatan No.894/Pdt.G/2016/PN.Jkt.Sel dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak banding dari Debitur
(berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta nomor 92/Pdt/2018/PT.DKI tanggal 29 Maret 2018).
Debitur mengajukan upaya hukum Kasasi kepada Mahkamah Agung berdasarkan Memori Kasasi tanggal
21 Mei 2018, yang diterima bagian Kasasi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tanggal 21 Mei 2018 dan
pemberitahuan Memori Kasasi tersebut diterima oleh Bank tanggal 6 Juni 2018, selanjutnya Bank
menunjukan Kuasa Hukum untuk mengajukan Kontra Memori Kasasi dan Kuasa Hukum telah
menyerahkan Kontra Memori Kasasi melalui Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tanggal 8
Juni 2018. Kewajiban Debitur telah dilunasi pada tanggal 28 Februari 2019. Sampai saat ini perkara hukum
masih berjalan di tingkat kasasi dan masih menunggu putusan kasasi.
(3) Lidya Purba
Bank telah melakukan pengajuan sita jaminan ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat terkait atas penetapan
eksekusi sita barang jaminan Debitur Lidya Purba dengan nomor perkara 28/2017 Eks.Jo.No.118/2017,
dan pada tanggal 16 April 2018 Pengadilan Negeri Jakarta Barat telah mengeluarkan penetapan sita
eksekusi.
Debitur (“Penggugat”) melakukan pengajuan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat terkait
penetapan sita eksekusi yang telah dilakukan oleh Bank dengan nomor Perkara Perdata No.
591/PDT.PLW/2018/PN.JKT.BAR pada tanggal 28 Agustus 2018. Dalam putusannya Majelis Hakim tingkat
I menolak gugatan yang diajukan oleh Debitur berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat No.
250/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Brt tanggal 13 Agustus 2019.
Pada tanggal 20 November 2019, Debitur mengajukan permohonan Banding atas Putusan Pengadilan
Negeri Jakarta Barat No. 591/Pdt.Plw/2018/PN.Jkt.Bar tanggal 28 Agustus 2018. Dalam Putusan Majelis
Hakim tingkat 1 menolak gugatan yang diajukan oleh Debitur (“Penggugat”).
Pada tanggal 20 Nopember 2019, Debitur mengajukan permohonan Banding atas Putusan Pengadilan
Negeri Jakarta Selatan nomor 591/Pdt.Plw/2018/PN.Jkt.Brt tanggal 28 Agustus 2018, dan Perseroan telah
menerima pemberitahuan upaya hukum Banding Debitur tanggal 16 Desember 2019, selanjutnya
Perseroan telah menunjuk Kuasa Hukum untuk mengajukan Kontra Memori Banding melalui Kepaniteraan
Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan Surat Kuasa pada tanggal 18 Desember 2019. Pada tanggal 12
Juni 2020 Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memutuskan untuk menguatkan putusan Pengadilan tingkat
pertama yaitu menolak gugatan Lidya Purba.
Lidya Purba mengajukan kasasi pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada tanggal 28 Agustus 2020
dengan No. 591/Pdt.Plw/2018/PN.Jkt.Brt. Berdasarkan Surat No.: 06/MJ-LO/VI/2022 tanggal 06 Juli 2022
yang disampaikan oleh Menara Justice Law Office selaku Kuasa Hukum Perseroan, diketahui bahwa
perkara hukum masih menunggu putusan kasasi. Kewajiban Debitur sudah dihapus buku pada tanggal 31
Maret 2020.
50
Page 54
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. KOMITMENT DAN KONTINJENSI (lanjutan)
c. Litigasi (lanjutan)
(4) PT. Berkat Bumi Sentosa Abadi
Maria Osmond (Pemilik Jaminan) mengajukan gugatan kepada PT Berkat Bumi Sentosa Abadi (Debitur)
sebagai tergugat I, Bank Capital (Tergugat II), KPKNL Jakarta V (Tergugat III), Kepala Kantor Pertanahan
Kota Administrasi Jakarta Barat (Tergugat IV) dan Helena Mariana (Tergugat V) dalam perkara hukum
lelang jaminan SHGB No: 3023 tanggal 20 Maret 2002 yang terletak dikelurahan Wijaya Kusuma Kec.
Grogol Petamburan, Jakarta Barat dengan Perkara No.576/Pdt.G/2021 PN.Tng di Pengadilan Negeri
Tangerang. Pemeriksaan setempat telah dilaksanakan pada tanggal 05 November 2022, dan sidang akan
dilanjutkan pada tanggal 25 Januari 2023 dengan agenda pemanggilan para pihak untuk hadir sidang di
Pengadilan Negeri Tangerang.
(5) PT. Ciremai Putera Mandiri
Bahwa pada tanggal 11 Maret 2022 Perseroan menerima Surat dengan No.: 018/TP-AR/PKPUS/III/22
yang disampaikan oleh Tim Pengurus PT Ciremai Putera Mandiri (Dalam PKPUS) perihal : (1)
Pemberitahuan Putusan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Sementara Terhadap PT Ciremai
Putera Mandiri (Dalam PKPUS) berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat No. 09/PDT.SUS-PKPU/2022/PN.Niaga.Jkt.Pst. tanggal 08 Maret 2022 dan (2) Undangan untuk
menghadiri rapat kreditor pertama, rapat verifikasi pajak/pencocokan piutang, rapat pembahasan rencana
perdamaian dan sidang permusyawaratan majelis PT Ciremai Putera Mandiri (Dalam PKPUS). Perseroan
telah memenuhi undangan Tim Pengurus dan telah mendaftarkan tagihan Perseroan dengan rincian:
(a) pokok : Rp. 4.492.734.279,22;
(b) bunga : Rp. 177.846.939,07; dan
(c) denda : Rp. 160.824.156,94;
sehingga total tagihan yang didaftarkan oleh Perseroan kepada Tim Pengurus adalah sebesar Rp.
4.831.405.375.23,-. Bahwa pada tanggal 05 Desember 2022 telah dilaksanakan Rapat Permusyawaratan
Majelis Hakim untuk pengesahan Perjanjian Perdamaian di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat yang sebelumnya ditunda karena Hakim Pemutus Berhalangan Hadir pada tanggal 23
November 2022.
(6) Mirwan Amir (Penanggung PT. Kuala Tripa Hotel)
Bahwa Mirwan Amir selaku penanggung dari PT Kuala Tripa Hotel (eks-Debitur Perseroan) mengajukan
gugatan perbuatan melawan hukum kepada Perseroan selaku Tergugat I dan Wise Dragon Limited selaku
Tergugat II yang gugatannya telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di
bawah No. 661/Pdt.G/2022/ PN.Jkt.Sel tanggal 21 Juli 2022.
Perseroan telah menerima panggilan pertama melalui Surat Panggilan No.661/Pdt.G/ 2022/PN.Jkt-Sel
tanggal 28 Juli 2022 untuk hadir sidang pada tanggal 04 Agustus 2022 di Pengadilan Negeri Jakarta
Selatan. Bahwa pada tanggal 04 Agustus 2022 Perseroan hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
dengan agenda pemeriksaan legal standing (kedudukan para pihak).
Dalam sidang tersebut hanya dihadiri oleh Penggugat dan Tergugat I. Dengan tidak dihadirinya Tergugat II,
Majelis Hakim meminta untuk memanggil Tergugat II yang berada di luar negeri selama 7 bulan, Kemudian
Majelis Hakim menetapkan sidang selanjutnya pada tanggal 06 April 2023.
(7) Hana Tanadi, David Julianto, dan Tifana
Bahwa Hanna Tanadi selaku Penggugat I, David Julianto selaku Penggugat II, dan Tifana selaku
Penggugat III (“Para Penggugat”) mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum kepada Lim Victory
Halim selaku Tergugat I, Vidi Andito selaku Tergugat II, Adiaty Hadi selaku Tergugat III, Perseroan selaku
Tergugat IV, dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara selaku Turut Tergugat, yang
gugatannya telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Utara di bawah No. 666/Pdt.G/
2022/PN.Jkt.Utr tanggal 11 Oktober 2022.
51
Page 55
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. KOMITMENT DAN KONTINJENSI (lanjutan)
c. Litigasi (lanjutan)
Para Penggugat adalah Ahli Waris dari Alm.Juyatno yang merupakan pemilik sebelumnya dari Sertifikat
Hak Milik No. 1323/Pluit, Surat Ukur No. 1435/1995 tanggal 26 Mei 1995 yang terletak di Jalan Pluit Putri
No. 19, Blok C Kavling No.: 10, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara dengan Luas 514 m2 (“SHM
No.1323/Pluit”). SHM No. 1323/Pluit telah dibalik nama ke atas nama Lim Victory Halim berdasarkan akta
kuasa jual dan akta jual beli. SHM No. 1323/Pluit yang terdaftar atas nama Lim Victory Halim pernah
diserahkan kepada Perseroan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diajukan oleh eks-Debitur
Perseroan atas nama PT Nindo Global Nusantara.
Saat ini perkara masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dimana pada
tanggal 29 November 2022 telah dilaksanakan sidang dengan agenda pemeriksaan legalitas para pihak
yang dihadiri oleh Penggugat, Tergugat II, Tergugat IV, dan Turut Tergugat, tanpa dihadiri oleh Pihak
Tergugat I, dan Tergugat III. Sidang kemudian ditunda dan akan dilanjutkan pada tanggal 05 Januari 2023.
28. PENDAPATAN BUNGA
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Kredit 159,529 120,512
Efek-efek 188,871 131,546
Penempatan pada Bank Indonesia
dan Bank lain 19,998 39,872
Jumlah 368,398 291,930
29. BEBAN BUNGA
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Simpanan nasabah 539,899 473,870
Obligasi yang diterbitkan 15,542 30,175
Premi penjaminan 11,950 20,092
Simpanan dari bank lain 25,540 891
Amortisasi premium efek 20,328 -
Jumlah 613,259 525,028
52
Page 56
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENDAPATAN PROVISI DAN KOMISI
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Pendapatan provisi
Pendapatan provisi kredit 62 87
Pendapatan provisi bank garansi - -
Pendapatan komisi
Pendapatan komisi asuransi 4,018 4,812
Pendapatan komisi bank garansi 809 6,474
Pendapatan transaksi derivatif 2,499 405
Pendapatan provisi letter of credit - 38
Pendapatan komisi lainnya 256 429
Jumlah 7,644 12,245
31. PENDAPATAN LAIN-LAIN
Merupakan pendapatan operasional terutama jasa transfer, administrasi, denda dan operasional lainnya.
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Pendapatan Administrasi 2,047 1,422
Pendapatan Jasa Transfer Dana 250 262
Pendapatan Denda Pokok Dan Bunga 2,273 543
Lainnya 457,328 439,034
Jumlah 461,898 441,261
32. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Premi asuransi 29,465 28,360
Penyusutan 26,998 31,861
Biaya outsourcing 11,729 11,566
Sewa 3,821 4,172
Promosi 5,207 4,238
Pemeliharaan 6,914 6,335
Aplikasi dan jaringan 6,234 5,517
Perlengkapan kantor 2,101 1,818
Transportasi 2,631 2,300
Listrik dan air 1,675 1,647
Penerbitan surat berharga 549 1,137
Biaya penyelesaian kredit 50 307
Transaksi ATM Bersama 1,216 1,178
Jasa profesional 648 833
Biaya transaksi bank note 541 729
Komunikasi 524 505
Imbalan kerja - -
Lain-lain 5,354 5,344
Jumlah 105,657 107,847
53
Page 57
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. GAJI DAN TUNJANGAN
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Gaji dan upah 60,278 59,375
Tunjangan karyawan 31,038 35,147
Beban pelatihan 2,055 673
Lain-lain 13 32
Jumlah 93,384 95,227
Perincian gaji dan tunjangan atas dewan komisaris, direksi, dan komite audit adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023
Jumlah Gaji Tunjangan Jumlah
Dewan Komisaris 2 480 98 578
Dewan Direksi 5 5,760 1,259 7,019
7 6,240 1,357 7,597
30 Juni 2022
Jumlah Gaji Tunjangan Jumlah
Dewan Komisaris 3 744 864 1,608
Dewan Direksi 5 5,803 1,558 7,361
8 6,547 2,422 8,969
34. BEBAN (PEMULIHAN) KERUGIAN PENURUNAN NILAI ATAS ASET KEUANGAN
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Penempatan pada Bank lain 126 1,069
Efek-Efek 75 137
Kredit yang diberikan 2,804 4,299
Lainnya - -
Jumlah 3,005 5,505
54
Page 58
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. LABA PER SAHAM DASAR
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih pemegang saham dengan rata-rata tertimbang saham
biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
31 Juni 2023 31 Juni 2022
Laba bersih
Laba bersih untuk perhitungan
laba per saham dasar 20,754 9,230
Jumlah saham
Jumlah rata-rata tertimbang
saham biasa 19,953,024,885 7,078,002,691
Laba per saham 1.04 1.30
36. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK-PIHAK YANG BERELASI
Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 7/3/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 yang diubah dengan Peraturan
Bank Indonesia No. 8/13/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 tentang BMPK Bank Umum, pihak-pihak berelasi adalah
perusahaan dan perorangan yang mempunyai keterkaitan kepemilikan atau kepengurusan secara langsung maupun
tidak langsung dengan Bank.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Bank melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang berelasi sebagai
berikut:
Pihak-pihak yang Sifat
berelasi hubungan Transaksi
Komisaris, Direksi dan Karyawan kunci Simpanan dari Komisaris,
Pejabat Eksekutif Direksi dan Pejabat Eksekutif
Online Rangkai Sukses Perusahaan asosiasi Kredit, simpanan nasabah
Capital Life Indonesia Perusahaan asosiasi Simpanan nasabah
Capital Digital Creative Perusahaan asosiasi Simpanan nasabah
Bintang Langit Perusahaan asosiasi Kredit, simpanan nasabah
Capital Financial Indonesia, Tbk Perusahaan asosiasi Simpanan nasabah
Capital Life Syariah Perusahaan asosiasi Simpanan nasabah
Toko Modal Mitra Usaha Perusahaan asosiasi Simpanan nasabah
Bhakti Mitra Usaha Perusahaan asosiasi Simpanan nasabah
Bunda Mulia Medika Perusahaan asosiasi Kredit, simpanan nasabah
Kasih Karunia Bapa Perusahaan asosiasi Kredit, simpanan nasabah
55
Page 59
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK-PIHAK YANG BERELASI (lanjutan)
a. Saldo kredit kepada pihak berelasi pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Kredit
Kredit kepada pihak berelasi
Lainnya dibawah Rp. 2 miliar 36,268 23,581
Jumlah 36,268 23,581
Persentase jumlah kredit pihak berelasi
terhadat total aset 0.17% 0.11%
b. Saldo simpanan pihak berelasi masing-masing pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut :
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Simpanan nasabah (Catatan 15):
Giro 1,039,659 15,766
Tabungan 5,814 4,828
Deposito 3,333 3,491
Jumlah 1,048,806 24,085
Persentase jumlah simpanan pihak berelasi
terhadap jumlah liabilitas 5.80% 0.14%
Giro
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tingkat bunga yang diberikan adalah berkisar antara 0% -
3.5%
Tabungan
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tingkat bunga yang diberikan adalah berkisar antara 0% -
2%.
Deposito Berjangka
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tingkat bunga yang diberikan adalah berkisar antara 2,25% -
6.5%.
56
Page 60
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
Posisi aset (sebelum dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai) dan liabilitas moneter dalam mata uang
asing pada tanggal posisi keuangan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Mata Uang Asing Mata Uang Asing
Setara Rupiah Setara Rupiah
(Penuh) (Penuh)
Aset
Kas USD 871,874 13,072 263,599 4,104
SGD - - - -
Giro pada Bank Indonesia USD 5,404,686 81,030 15,604,686 242,926
Giro pada bank lain USD 1,623,336 24,338 2,548,227 39,670
AUD 76,822 773 125,979 1,330
CNY 366,917 763 1,149,519 2,574
EUR 13,607 223 52,172 865
JPY 8,387,614 876 17,958,473 2,116
SGD 287,137 3,190 248,012 2,875
Penempatan pada Bank
Indonesia dan Bank lain USD - - - -
Efek-efek USD 14,029,110 210,331 13,868,911 215,904
Kredit USD 1,651,454 24,759 9,033,681 140,632
Pendapatan bunga yang
masih akan diterima USD 3,682 55 9,240 144
Tagihan akseptasi SGD - - - -
Aset lain-lain USD 133,397 2,000 133,397 2,077
Jumlah 361,411 655,216
Liabilitas
Simpanan nasabah USD 57,510,942 862,233 52,039,469 810,124
AUD 40,820 411 1,140 12
SGD 40,921 455 24,386 283
JPY 1,482,500 155 37,557,400 4,425
Simpanan pada bank lain USD - - - -
Liabilitas akseptasi SGD - - - -
Utang pajak USD 39,664 595 20,001 311
Beban yang harus dibayar
dan liabilitas lain-lain USD (152,343) (2,284) (328,655) (5,116)
Jumlah 861,564 810,039
Aset bersih (500,153) (154,823)
57
Page 61
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. ASET KEUANGAN DAN LIABILITAS KEUANGAN
Tabel dibawah ini adalah nilai tercatat dan nilai wajar atas aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam laporan
posisi keuangan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas 57,769 57,769 85,042 85,042
Giro pada Bank Indonesia 2,729,993 2,729,993 2,830,394 2,830,394
Giro pada bank lain 39,730 39,730 59,954 59,954
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain - bersih 1,264,502 1,264,502 799,838 799,838
Efek-efek - bersih 4,070,038 4,070,038 3,945,886 3,945,886
Kredit - bersih 7,096,414 7,096,414 2,873,856 2,873,856
Pendapatan bunga yang masih
harus diterima 106,560 106,560 102,664 102,664
Tagihan akseptasi - - - -
Aset lain-lain 5,163,175 5,163,175 9,066,200 9,066,200
Jumlah 20,528,181 20,528,181 19,763,834 19,763,834
Liabilitas Keuangan
Liabilitas segera 162,149 162,149 113,329 113,329
Simpanan dari nasabah 16,606,412 16,606,412 14,053,695 14,053,695
Simpanan dari bank lain 539,527 539,527 1,560,116 1,560,116
Liabilitas akseptasi - - - -
Obligasi subordinasi 248,900 248,900 498,350 498,350
Beban masih harus dibayar
dan liabilitas lain-lain 80,859 80,859 69,160 69,160
Jumlah 17,637,847 17,637,847 16,294,650 16,294,650
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diukur dengan dasar sebagai berikut:
Aset Keuangan
Nilai wajar atas aset keuangan jangka pendek (umumnya kurang dari satu tahun) seperti kas, giro pada Bank
Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia, efek-efek, kredit dan bank lain, dan aset lainnya
adalah sebesar nilai tercatat karena telah mendekati estimasi nilai wajarnya.
Nilai wajar atas efek-efek ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar terakhir yang dipublikasikan pada
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
Estimasi nilai wajar kredit (umumnya kredit dengan bunga mengambang) merupakan nilai kini dari estimasi arus kas
masa depan yang diharapkan akan diterima yang didiskontokan pada suku bunga pasar. Kredit disajikan bersih
setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
Liabilitas Keuangan
Nilai wajar liabilitas keuangan jangka pendek (biasanya kurang dari satu tahun) seperti simpanan dari nasabah dan
simpanan dari bank lain dan liabilitas lainnya adalah sebesar nilai tercatat karena telah mendekati estimasi nilai
wajarnya.
Estimasi nilai wajar simpanan tanpa jatuh tempo adalah sebesar jumlah terutang ketika utang tersebut harus segera
dibayar pada saat ditagih.
Berikut metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar:
- Nilai wajar aset lancar dan liabilitas jangka pendek mendekati nilai tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang
singkat atas instrumen keuangan tersebut.
58
Page 62
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. ASET KEUANGAN DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan)
- Nilai wajar dari efek-efek ditentukan menggunakan diskonto arus kas berdasarkan tingkat suku bunga efektif.
- Nilai wajar dari liabilitas segera, simpanan dari nasabah, simpanan dari bank lain dan liabilitas lainnya dicatat
sebesar biaya historis karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.
Estimasi nilai wajar
Tabel di bawah ini menganalisis intrumen keuangan yang dicatat pada nilai wajar berdasarkan tingkatan metode
penilaian. Perbedaan pada setiap tingkatan metode penilaian dijelaskan sebagai berikut:
Tingkat 1: Harga dikutip (tidak disesuaikan) dari pasar yang aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
Tingkat 2: Input selain harga yang dikutip dari pasar yang disertakan pada Tingkat 1 yang dapat
diobservasiuntuk aset dan liabilitas, baik secara langsung (yaitu sebagai sebuah harga) atau secara tidak
langsung (yaitu sebagai turunan dari harga); dan
Tingkat 3: Input untuk aset atau liabilitas yang tidak didasarkan pada data pasar yang dapat diobservasi
(informasi yang tidak dapat diobservasi).
Tabel berikut menyajikan aset dan liabilitas Bank yang diukur sebesar nilai wajar pada 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022.
30 Juni 2023
Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Total
Aset
Aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi
Efek-efek 844,943 - - 844,943
Aset keuangan tersedia untuk dijual
Efek-efek 1,108,545 1,108,545
Aset keuangan dimiliki hingga
jatuh tempo
Efek-efek 2,116,550 - - 2,116,550
Total aset 4,070,038 - - 4,070,038
Liabilitas
Liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan
diamortisasi
Obligasi subordinasi 248,900 - - 248,900
Total liabilitas 248,900 - - 248,900
59
Page 63
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. ASET KEUANGAN DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan)
31 Desember 2022
Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Total
Aset
Aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi
Efek-efek 702,425 - - 702,425
Aset keuangan tersedia untuk dijual
Efek-efek 1,119,828 - - 1,119,828
Aset keuangan dimiliki hingga
jatuh tempo
Efek-efek 2,123,633 - - 2,123,633
Total aset 3,945,886 - - 3,945,886
Liabilitas
Liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan
diamortisasi
Obligasi subordinasi 498,350 - - 498,350
Total liabilitas 498,350 - - 498,350
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan dalam pasar aktif (misalnya efek yang diperdagangkan dan
tersedia untuk dijual) ditentukan berdasarkan harga pasar yang dikutip pada tanggal pelaporan. Suatu pasar
dianggap aktif apabila informasi mengenai harga kuotasi dapat dengan mudah dan secara berkala tersedia dari
suatu bursa, pedagang efek, atau broker, kelompok penilai harga pasar industri tertentu, regulator dan harga-harga
tersebut mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan reguler pada tingkat yang wajar. Harga pasar yang dikutip
untuk aset keuangan yang dimiliki Bank adalah harga penawaran sekarang. Instrumen-instrumen tersebut termasuk
dalam Tingkat 1. Instrumen yang termasuk dalam Tingkat 1 umumnya meliputi investasi utang pada BEI yang
diklasifikasikan sebagai surat berharga yang dimiliki untuk diperdagangkan dan tersedia untuk dijual.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan pada pasar aktif (misalnya derivatif over-the-counter)
ditentukan dengan teknik penilaian.
Teknik-teknik penilaian tersebut memaksimumkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi apabila tersedia
dan sedapat mungkin meminimalisir penggunaan estimasi yang bersifat spesifik dari entitas. Jika seluruh input yang
dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan dapat diobservasi, instrumen tersebut termasuk
dalam Tingkat 2.
Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan pada data pasar yang dapat diobservasi, instrumen ini
termasuk dalam Tingkat 3.
Teknik penilaian spesifik yang digunakan untuk melakukan penilaian pada instrument keuangan, antara lain:
Harga yang dikutip dari pasar atau pedagang efek untuk instrumen serupa;
Nilai wajar dari swap tingkat suku bunga yang diperhitungkan sebagai nilai kini dari estimasi arus kas masa
datang berdasarkan kurva imbal hasil yang dapat diobservasi;
Nilai wajar dari kontrak berjangka valuta asing yang ditentukan berdasarkan kurs berjangka pada tanggal
pelaporan keuangan; dan
Teknik-teknik lainnya, seperti analisa arus kas diskontoan, yang digunakan untuk menentukan nilai wajar
instrument keuangan lainnya.
60
Page 64
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO
Bank memiliki eksposur terhadap risiko di bawah ini yang berasal dari instrumen keuangan:
- Risiko kredit
- Risiko pasar
- Risiko likuiditas
- Risiko operasional
- Risiko kepatuhan
Catatan di bawah ini menyajikan informasi mengenai eksposur Bank terhadap setiap risiko di atas, tujuan, kebijakan
dan proses yang dilakukan oleh Bank dalam mengukur dan mengelola risiko.
a. Kerangka manajemen risiko
Penerapan manajeman risiko di Bank berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.
18/POJK.03/2016 tanggal 16 Maret 2016, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No.
34/SEOJK.03/2016 tanggal 7 September 2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi bank umum.
Pelaksanaan manajemen risiko di Bank Capital Indonesia melibatkan pengawasan oleh Dewan Komisaris dan
Direksi, Komite Pemantau Risiko dan Komite Manajemen Risiko. Dewan Komisaris mendelegasikan kepada
Direktur Utama dan Direksi untuk mengimplementasikan strategi manajemen risiko. Komite Pemantau Risiko
merupakan komite yang dibentuk untuk mendukung tugas-tugas Dewan Komisaris. Komite Pemantau Risiko
memonitor pelaksanaan kerangka dan kebijakan manajemen risiko dengan mengadakan pertemuan triwulanan
untuk menilai kinerja dari setiap portofolio kredit dan mendiskusikan masalah-masalah risiko. Komite Manajemen
Risiko dibentuk oleh Direksi beranggotakan mayoritas Direksi dan pejabat eksekutif terkait. Komite Manajemen
Risiko memberikan rekomendasi kepada Direksi dalam hal Pengelolaan risiko yang ada di Bank. Komite
Manajemen Risiko diketuai oleh Direktur yang membawahi Bidang Manajemen Risiko.
Kebijakan manajemen risiko Bank ditetapkan untuk mengidentifikasi dan menganalisa risiko-risiko yang dihadapi
Bank, untuk menetapkan batasan risiko dan pengendalian yang sesuai, serta untuk mengawasi risiko dan
kepatuhan terhadap batasan yang telah ditetapkan. Kebijakan dan sistem manajemen risiko ditelaah secara
berkala untuk mencerminkan perubahan dalam kondisi pasar, produk, dan jasa yang ditawarkan. Bank, melalui
pelatihan serta standar dan prosedur pengelolaan, berusaha untuk mengembangkan lingkungan pengendalian
yang taat dan konstruktif, dimana semua karyawan memahami tugas dan kewajiban mereka.
Selain Komite Pemantau Risiko, Bank membentuk Komite Audit yang memiliki tanggung jawab memantau
kepatuhan Bank terhadap regulasi dari otoritas, terhadap kebijakan dan prosedur manajemen risiko, dan untuk
menelaah kecukupan kerangka manajemen risiko yang terkait dengan risiko-risiko yang dihadapi oleh Bank.
Dalam menjalankan fungsinya, Komite Audit dibantu oleh Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) yang secara berkala
maupun sesuai kebutuhan, menelaah pengendalian dan prosedur manajemen risiko dan melaporkan hasilnya ke
Komite Audit Bank.
b. Risiko kredit
Risiko kredit adalah risiko terjadinya kerugian keuangan yang disebabkan nasabah atau counterparty gagal
memenuhi kewajibannya. Risiko kredit dikelola melalui penetapan kebijakan - kebijakan dan proses-proses yang
meliputi kriteria pemberian kredit, origination dan persetujuan kredit, penetapan harga, pemantauan, pengelolaan
kredit bermasalah dan manajemen portofolio. Bank juga dengan ketat memantau perkembangan portofolio kredit
Bank, yang memungkinkan Bank untuk melakukan tindakan pencegahan secara tepat waktu apabila terjadi
penurunan kualitas kredit.
Bank terus melanjutkan untuk mengelola dan mengawasi secara aktif kualitas portofolio pinjaman yang diberikan
dengan cara meningkatkan kebijakan manajemen risiko kredit secara efektif, penyempurnaan prosedur dan
pengembangan system dalam upaya menjaga dampak negatif yang diakibatkan oleh kredit bermasalah.
Bank telah mengimplementasikan upaya berlapis disetiap tahap yang berhubungan dengan aktifitas pemberian
kredit untuk memastikan keamanan kredit yang diberikan. Proses pemberian kredit dilakukan dengan
menerapkan prinsip dual control dan four eyes principles, dengan memisahkan fungsi yang menangani
pemasaran kredit, dipisahkan dari fungsi yang menangani analisa kredit. Keputusan pemberian kredit dilakukan
secara berjenjang menurut besaran kredit, dan dilakukan oleh Komite Kredit. Sebelum keputusan diambil, Komite
Kredit mempertimbangkan opini yang diberikan oleh Departemen Manajemen Risiko, Departemen Kepatuhan
dan opini hukum dari Divisi Legal. Keseluruhan proses tersebut diatur didalam Kebijakan Perkreditan Bank.
61
Page 65
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Risiko kredit (lanjutan)
Produk program telah dikembangkan oleh masing-masing unit bisnis berdasarkan kebijakan kredit yang telah
ditetapkan.
Didalam perhitungan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) kredit Bank menggunakan metode standar sesuai
dengan ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan.
i. Eksposur maksimum terhadap risiko kredit
Untuk aset keuangan yang diakui di laporan posisi keuangan, eksposur maksimum terhadap risiko kredit
sama dengan nilai tercatatnya. Untuk liabilitas kontinjensi, eksposur maksimum terhadap risiko kredit adalah
nilai maksimum yang harus Bank bayarkan dalam hal timbul liabilitas atas instrumen yang diterbitkan.
Untuk komitmen kredit, eksposur maksimum terhadap risiko kredit adalah sebesar jumlah fasilitas yang
belum ditarik dari nilai penuh fasilitas kredit yang telah disepakati (committed) kepada nasabah.
Tabel berikut menyajikan eksposur maksimum terhadap risiko kredit Bank atas instrumen keuangan pada
laporan posisi keuangan dan komitmen dan kontinjensi (rekening administratif), tanpa memperhitungkan
agunan yang dimiliki atau jaminan kredit lainnya.
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Jakarta Solo Bandung Jakarta Solo Bandung
Laporan Posisi Keuangan:
Giro pada Bank Indonesia 2,729,993 - - 2,830,394 - -
Giro pada bank lain 39,730 - - 59,954 - -
Penempatan pada bank lain dan
Bank Indonesia 1,264,502 - - 799,838 - -
Efek-efek 4,070,038 - - 2,868,925 - -
Kredit 7,096,414 - - 2,873,998 - -
Pendapatan bunga yang masih
harus diterima 106,560 - - 102,664 - -
Sub-jumlah 15,307,237 - - 9,535,773 - -
Komitmen dan kontijensi:
Garansi yang diterbitkan 357,727 - - 302,727 - -
Letters of credit - - - - - -
Sub-jumlah 357,727 - - 302,727 - -
Jumlah 15,664,964 - - 9,838,500 - -
ii. Analisis risiko konsentrasi kredit
Risiko konsentrasi kredit timbul ketika sejumlah pelanggan bergerak dalam aktivitas usaha yang sejenis atau
memiliki kegiatan usaha dalam wilayah geografis yang sama, atau memiliki karakteristik yang sejenis yang
dapat menyebabkan kemampuan nasabah untuk memenuhi liabilitas kontraktualnya sama-sama dipengaruhi
oleh perubahan kondisi ekonomi ataupun kondisi lainnya yang sama.
Oleh karena itu, Bank mendorong adanya diversifikasi dari portofolio kreditnya pada berbagai jenis industri,
serta wilayah geografis sebagai upaya untuk meminimalisasi risiko akibat konsentrasi kredit pada industri
atau wilayah tertentu.
Diversifikasi sektor ekonomi kredit tersebut telah direncanakan sebagai rencana strategi Bank, yang
mencakup sektor ekonomi, kondisi ekonomi saat ini relevansi dengan kebijakan pemerintah, sumber
pendanaan, dan proyeksi pertumbuhan. Konsentrasi kredit yang diberikan berdasarkan jenis kredit, mata
uang, sektor ekonomi dan wilayah geografis diungkapkan pada Catatan 11.
62
Page 66
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Risiko kredit (lanjutan)
iii. Konsentrasi berdasarkan jenis debitur
Tabel berikut menyajikan konsentrasi aset keuangan berdasarkan jenis debitur:
30 Juni 2023
Giro pada Penempatan Piutang
bank lain dan pada bank lain pembiayaan Tagihan Obligasi Komitmen dan
BI dan BI Efek-efek Pinjaman konsumen Akseptasi Pemerintah kontinjensi Jumlah %
Korporasi - - 1,664,952 7,081,605 - - - 1,266,261 10,012,818 61%
Pemerintah dan
Bank Indonesia 2,729,993 1,264,502 506,679 - - - 1,898,407 - 6,399,581 39%
Bank - bank 39,730 - - - - - - - 39,730 0%
Retail - - - 3,402 11,407 - - - 14,810 0%
Jumlah 2,769,723 1,264,502 2,171,631 7,085,007 11,407 1,898,407 1,266,261 16,466,938 100%
31 Desember 2022
Giro pada Penempatan Piutang
bank lain dan pada bank lain pembiayaan Tagihan Obligasi Komitmen dan
BI dan BI Efek-efek Repo Pinjaman konsumen Akseptasi Pemerintah kontinjensi Jumlah %
Korporasi - - 1,436,715 - 2,824,989 - - - 680,217 4,941,921 44%
Pemerintah dan
Bank Indonesia 2,830,394 749,901 - 1,077,017 - - - 1,432,210 - 6,089,522 54%
Bank - bank 59,954 49,937 - - - - - - - 109,891 1%
Retail - - - - 36,503 12,506 - - 6,965 55,974 0%
Jumlah 2,890,348 799,838 1,436,715 1,077,017 2,861,492 12,506 1,432,210 687,182 11,197,308 100%
c. Risiko pasar
Risiko pasar merupakan risiko yang timbul pada posisi neraca dan rekening administrative termasuk transaksi
derivative akibat perubahan secara keseluruhan dari kondisi pasar dari portofolio yang dimiliki oleh Bank. Yang
dimaksud dengan faktor pasar adalah suku bunga dan nilai tukar, baik pada posisi trading book maupun banking
book.
Risiko pasar terdapat pada aktivitas fungsional Bank dan kegiatan tresuri. Aktivitas ini mencakup penempatan
posisi dalam bentuk surat berharga dan pasar uang maupun penyertaan pada lembaga keuangan lainnya,
penyediaan dana (pinjaman dan bentuk sejenis lainnya), dan kegiatan pendanaan dan penerbitan surat utang,
serta kegiatan pembiayaan perdagangan.
Tujuan dari manajemen risiko pasar adalah untuk mengelola dan melakukan kontrol atas eksposur risiko pasar
dalam parameter yang dapat diterima, serta memaksimalkan tingkat pengembalian atas risiko.
Risiko pasar dikelola melalui kebijakan yangkomprehensif dan kerangka limit untuk mengukur dan memonitor
nilai risiko berdasarkan tingkat risiko yang akan diambil (risk appetite) oleh Bank. Limit dari risiko pasar
ditetapkan pada tingkat bank-wide dan dilaporkan serta dipantau oleh Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR).
Assets and Liability Committee (ALCO) berperan sebagai forum manajemen senior tertinggi untuk mengambil
keputusan atas kebijakan yang berkaitan dengan manajemen risiko pasar dan likuiditas Bank.
Secara keseluruhan, risiko pasar dibagi menjadi dua bagian sebagai berikut:
i. Risiko mata uang
Risiko mata uang timbul dari adanya posisi posisi keuangan dan komitmen dan kontinjensi (off- balance
sheet) baik di sisi aset maupun liabilitas yang timbul melalui transaksi mata uang asing.
Bank menggunakan metode Value at Risk (VaR) untuk mengukur risiko nilai tukar untuk melihat besarnya
potensi kerugian akibat fluktuasi nilai tukar pada Posisi Devisa Netto. Selain itu untuk mengelola dan
memitigasi risiko nilai tukar, pembatasan posisi devisa netto secara internal telah ditentukan, lebih
konservatif dari pembatasan regulator sebesar 20% dari modal bank.
63
Page 67
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
c. Risiko pasar (lanjutan)
i. Risiko mata uang (lanjutan)
30 Juni 2023
Aset Liabilitas Posisi Devisa Neto
Mata Uang
Keseluruhan (Laporan
posisi keuangan dan
Rekening Administratif)
Dolar Amerika Serikat 943,685 922,388 21,298
Dolar Singapura 3,190 455 2,735
Euro 223 - 223
Dolar Australia 773 411 362
Yuan China 3,014 - 3,014
Yen Jepang 876 155 721
Jumlah 951,761 923,408 28,353
Jumlah Modal Tier I dan II 3,304,701
Rasio PDN (Keseluruhan) 0.86%
31 Desember 2022
Aset Liabilitas Posisi Devisa Neto
Mata Uang
Keseluruhan (Laporan
posisi keuangan dan
Rekening Administratif)
Dolar Amerika Serikat 855,617 836,454 19,162
Dolar Singapura 2,875 283 2,592
Euro 865 - 865
Dolar Australia 1,330 12 1,318
Yuan China 2,574 - 2,574
Yen Jepang 2,116 4,425 2,309
Jumlah 865,377 841,174 28,821
Jumlah Modal Tier I dan II 3,316,197
Rasio PDN (Keseluruhan) 0.87%
Sensitivitas mata uang
Bank memiliki eksposur dalam valuta asing yaitu Dollar Amerika Serikat, Dollar Singapura, Australian Dollar dan
Euro yang relatif kecil. Manajemen sangat konservatif menjaga Posisi Devisa Netto (PDN) dibawah 5% dari
modal Bank. PDN pada tanggal 30 Juni 2022 dari 6 valuta asing tersebut adalah sebesar 11.34% dari modal
Bank, sangat jauh dari ketentuan Bank Indonesia yaitu PDN setinggi-tingginya sebesar 20%.
Berdasarkan PDN yang relatif kecil tersebut maka potensi kerugian akibat fluktuasi kurs juga sangat kecil. Hal ini
dapat diukur dengan menghitung Value at Risk (VaR) yakni potensi kerugian terbesar dari posisi devisa neto atas
kepemilikan asset dan liabilitas dalam bentuk USD, SGD, AUD dan EUR, CNY, JPY dan berdasarkan historical
data fluktuasi kurs selama 250 hari terakhir dengan tingkat kepercayaan 99%, diperoleh nilai diversified VaR
relatif kecil sehingga tidak signifikan mempengaruhi laba/rugi Bank.
Berdasarkan perhitungan tersebut diatas dengan menjaga PDN pada tingkat yang rendah maka potensi kerugian
atas fluktuasi valuta asing tersebut relatif rendah.
64
Page 68
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
c. Risiko pasar (lanjutan)
ii. Risiko tingkat suku bunga
Risiko suku bunga adalah potensi kerugian yang timbul akibat pergerakan suku bunga di pasar yang
berlawanan dengan posisi atau transaksi Bank yang mengandung risiko suku bunga.
Tabel di bawah merangkum tingkat suku bunga efektif rata-rata setahun untuk Rupiah dan mata uang asing
pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022.
30 Juni 2023 31 Desem ber 2022
Mata Uang Mata Uang
Rupiah Asing Rupiah Asing
% % % %
ASET
Giro pada bank lain 0% 0% 0% 0%
Penempatan pada
Bank Indonesia dan bank lain 0.00% 0.00% 4.80% 0.00%
Efek-efek 6.97% 3.09% 6.49% -
Kredit 11.90% 10.00% 12.03% 5.63%
LIABILITAS
Simpanan nasabah
Giro 0.64% 0.13% 0.63% 0.11%
Tabungan 1.49% - 1.74% -
Deposito berjangka 5.30% 2.58% 4.60% 1.27%
Simpanan dari bank lain 0.00% 0.0% 5.17% 0.0%
Bank mengelola risiko suku bunga dengan menggunakan pendekatan gap analysis antara aset dengan
liabilitas, dengan simulasi kenaikan atau penurunan suku bunga dikaitkan dengan potensi keuntungan atau
kerugian Bank.
Buku Trading (Trading Book) untuk mencatat posisi kepemilikan surat-surat berharga yang termasuk
kategori diperdagangkan (trading) tetap dikelola secara harian. Pengukuran potensi rugi atau laba
dilakukan dengan mencocokkan kepemilikan surat-surat berharga dalam kategori trading tersebut dengan
nilai pasar melalui proses marked to market. Limit risiko pasar ditetapkan dengan mengacu pada
kompetensi dan pengalaman para dealer, dan dipantau melalui pengawasan oleh Departemen Manajemen
Risiko dan Satuan Kerja Audit Internal.
Tabel di bawah ini menyajikan portofolio Bank (tidak termasuk portofolio yang diperdagangkan) pada nilai
tercatatnya, yang dikelompokkan menurut mana yang lebih awal antara tanggal re-pricing atau tanggal
jatuh tempo kontraktual:
65
Page 69
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
c. Risiko pasar (lanjutan)
ii. Risiko tingkat suku bunga (lanjutan)
30 Juni 2023
Suku bunga mengambang Suku bunga tetap
Kurang dari Kurang dari Lebih dari
Nilai tercatat 3 bulan 3-12 bulan 3 bulan 3-12 bulan 12-24 bulan 24 bulan
Aset Keuangan
Giro pada Bank Indonesia 2,729,993 2,729,993 - - - - -
Giro pada Bank lain 39,730 39,730 - - - - -
Penempatan pada
Bank Indonesia dan
bank lain 1,264,502 - - 1,264,502 - - -
Efek-efek 4,070,038 - - 10,208 - 400,160 3,659,670
Kredit - bersih 7,096,414 1,203,670 5,858,120 23 24,672 38 9,891
Pendapatan bunga yang
masih akan diterima 106,560 106,560 - - - - -
Jumlah 15,307,237 4,079,953 5,858,120 1,274,733 24,672 400,198 3,669,561
Liabilitas Keuangan
Simpanan dari nasabah 16,606,412 9,170,266 11,775 6,467,452 944,426 12,465 27
Simpanan dari bank lain 539,527 539,527 - - - - -
Liabilitas lain-lain 80,859 80,859 - - - - -
Jumlah 17,226,798 9,790,652 11,775 6,467,452 944,426 12,465 27
Selisih (1,919,561) (5,710,699) 5,846,345 (5,192,719) (919,754) 387,733 3,669,534
31 Desember 2022
Suku bunga mengambang Suku bunga tetap
Kurang dari Kurang dari Lebih dari
Nilai tercatat 3 bulan 3-12 bulan 3 bulan 3-12 bulan 12-24 bulan 24 bulan
Aset Keuangan
Giro pada Bank Indonesia 2,830,394 2,830,394 - - - - -
Giro pada Bank lain 59,954 59,954 - - - - -
Penempatan pada
Bank Indonesia dan
bank lain 799,838 - - 799,838 - - -
Efek-efek 3,945,887 - - 11,199 11,047 598 3,923,043
Repo 1,077,017 - - 1,077,017 - - -
Reverse Repo 169,468 - - 169,468 - - -
Kredit - bersih 2,873,855 406,445 2,401,986 188 55,037 162 10,037
Pendapatan bunga yang
masih akan diterima 102,664 102,664 - - - - -
Jumlah 11,859,077 3,399,457 2,401,986 2,057,710 66,084 760 3,933,080
Liabilitas Keuangan
Simpanan dari nasabah 14,053,695 7,269,401 - 5,737,288 875,532 171,474 -
Simpanan dari bank lain 1,560,116 - - 1,560,116 - - -
Liabilitas lain-lain 67,188 67,188 - - - - -
Jumlah 15,680,999 7,336,589 - 7,297,404 875,532 171,474 -
Selisih (3,821,922) (3,937,132) 2,401,986 (5,239,694) (809,448) (170,714) 3,933,080
Sensitifitas Suku Bunga
Berdasarkan stress test yang telah dilakukan, modal Bank yang dialokasikan untuk men-cover risiko suku bunga
masih kuat. Dengan portofolio yang sensitif terhadap suku bunga yang dimiliki oleh Bank saat ini, Bank akan
terekspos risiko suku bunga atau terjadi potential loss apabila terdapat kenaikan suku bunga pada kisaran 6%
dan penurunan suku bunga kurang lebih 2,5% untuk portofolio dalam Rupiah, sedangkan untuk portofolio dalam
valuta asing potential loss terjadi apabila terdapat kenaikan suku bunga kurang lebih sebesar 3% dan penurunan
suku bunga kurang lebih sebesar 2%.
Oleh karena itu Bank dapat mengantisipasi potensi kerugian dari fluktuasi kenaikan atau penurunan suku bunga
mengingat kenaikan/penurunan suku bunga Bank Indonesia rata-rata pada kisaran 0,25%.
66
Page 70
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
d. Risiko likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko yang disebabkan oleh ketidak mampuan Bank dalam memenuhi kewajiban yang
telah jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas dan/atau dari aset berkualitas tinggi yang dapat diagunkan
tanpa mengganggu aktifitas dan kondisi keuangan Bank.
ALCO berperan sebagai forum manajemen senior tertinggi untuk memonitor situasi likuiditas Bank. ALCO
bertanggungjawab untuk menentukan kebijakan dan strategi yang berkaitan dengan aset dan liabilitas Bank
sejalan dengan prinsip kehati-hatian manajemen risiko dan peraturan yang berlaku. ALCO menyetujui kerangka
limit, mempertimbangkan struktur laporan posisi keuangan jangka panjang dari Bank. ALCO juga menyetujui
asumsi likuiditas dan skenario stress testing yang akan diterapkan.
Risiko likuiditas diukur dan dipantau secara harian berdasarkan kerangka kerja limit risiko likuiditas. Kerangka
kerja digunakan untuk mengelola situasi likuiditas Bank pada kondisi normal (business-as-usual) dan kejadian
kondisi stress. Rencana pendanaan darurat likuiditas (liquidity contingency plan) telah disusun untuk
mempersiapkan Bank jika terjadi krisis likuiditas.
Eksposur terhadap risiko likuiditas
Analisis kesenjangan likuiditas untuk memberikan pandangan terhadap ketidaksesuaian arus kas masuk terkait
dengan arus kas keluar di setiap saat. Kondisi ini dikelola secara terpusat oleh Tresuri yang mempunyai akses
dan otorisasi secara langsung ke interbank, nasabah besar (institusional) dan professional market yang lainnya,
dalam upaya membantu aktivitas bisnis Bank di pengumpulan dana dan pemberian kredit.
Salah satu rasio likuiditas adalah rasio dari aset likuid bersih terhadap liabilitas 1 bulan. Untuk tujuan ini, aset
yang bersifat likuid termasuk kas dan setara kas dan efek-efek berperingkat investasi, yang diperdagangkan
secara aktif dan likuid di pasar dikurangi dengan simpanan dari bank dan komitmen yang jatuh tempo dalam satu
bulan mendatang.
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, rasio dari aset likuid bersih terhadap simpanan nasabah
adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023 31 Desember 2022
Kas dan setara kas 4,091,994 3,775,228
Efek-efek diperdagangkan,
tidak termasuk yang sudah diklasifikasikan
sebagai kas dan setara kas 844,943 702,425
Efek-efek tersedia untuk dijual,
tidak termasuk yang sudah diklasifikasikan
sebagai kas dan setara kas 1,108,545 1,119,828
Efek-efek dimiliki hingga jatuh tempo,
tidak termasuk yang sudah diklasifikasikan
sebagai kas dan setara kas 2,116,550 2,123,633
Jumlah aset likuid bersih 8,162,032 7,721,114
Simpanan dari nasabah 16,606,412 14,053,695
Rasio aset likuid bersih terhadap
simpanan dari nasabah 49.15% 54.94%
67
Page 71
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
d. Risiko likuiditas (lanjutan)
Sisa jatuh tempo kontraktual dari liabilitas keuangan
Tabel di bawah ini menyajikan ekspektasi arus kas dari liabilitas keuangan Bank berdasarkan periode jatuh
tempo kontraktual yang terdekat dan asumsi perilaku (behavioral assumptions) pada tanggal pelaporan.
Nilai nominal arus masuk/arus keluar yang disajikan pada tabel di bawah ini merupakan arus kas kontraktual
yang tidak didiskontokan terkait dengan pokok dan bunga atas liabilitas keuangan.
30 Juni 2023
Tidak
mempunyai Lebih dari
Nilai jatuh tempo Kurang dari 3 - 12 Lebih dari
tercatat kontraktual 1 bulan 1 - 3 bulan bulan 12 bulan
Liabilitas non derivatif:
Simpanan dari nasabah 16,606,412 9,039,736 4,875,569 1,722,413 944,654 24,040
Simpanan dari bank lain 539,527 - 539,527 - - -
Liabilitas lain-lain 80,859 80,859 - - - -
Jumlah 17,226,798 9,120,595 5,415,096 1,722,413 944,654 24,040
31 Desember 2022
Tidak
mempunyai Lebih dari
Nilai jatuh tempo Kurang dari 3 - 12 Lebih dari
tercatat kontraktual 1 bulan 1 - 3 bulan bulan 12 bulan
Liabilitas non derivatif:
Simpanan dari nasabah 14,053,695 7,269,401 4,418,191 1,319,097 875,532 171,474
Simpanan dari bank lain 1,560,116 2,116 1,558,000 - - -
Liabilitas lain-lain 67,188 67,188 - - - -
Jumlah 15,680,999 7,338,705 5,976,191 1,319,097 875,532 171,474
68
Page 72
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
d. Risiko likuiditas (lanjutan)
Analisis perbedaan jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan
Tabel dibawah ini menyajikan analisa jatuh tempo aset dan liabilitas Bank pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2022. Berdasarkan jangka waktu yang tersisa sampai tanggal jatuh tempo kontrak dan asumsi
perilaku (behavioral assumptions):
30 Juni 2023
Tidak mempunyai
Kontrak jatuh Kurang dari
Nilai tercatat tempo 1 bulan 1-3 bulan 3-6 bulan 6-12 bulan > 1 tahun
ASET
Kas 769 769 - - - - -
Giro pada Bank Indonesia 2,729,993 2,729,993 - - - - -
Giro pada bank lain 30 30 - - - - -
Penempatan pada
Bank Indonesia dan
bank lain 1,264,502 - 1,264,502 - - - -
Efek-efek 4,070,038 - - 10,208 - - 4,059,830
Kredit 7,096,414 - 154,819 1,048,874 422,390 602,752 4,867,579
Pendapatan bunga yang
masih akan diterima 106,560 106,560 - - - - -
Aset lain-lain 5,163,175 5,163,175 - - - - -
Jumlah 20,431,481 8,000,527 1,419,321 1,059,082 422,390 602,752 8,927,409
Cadangan kerugian
penurunan nilai (14,676)
Jumlah 20,416,805
LIABILITAS
Liabilitas segera 162,149 162,149 - - - -
Simpanan nasabah 16,606,412 9,039,736 4,875,569 1,722,413 540,411 404,243 24,040
Simpanan dari bank lain 539,527 - 539,527 - - - -
Liabilitas lain-lain 80,859 80,859 - - - - -
Jumlah 17,388,947 9,282,744 5,415,096 1,722,413 540,411 404,243 24,040
Perbedaan jatuh tempo 3,042,534 (1,282,217) (3,995,775) (663,331) (118,021) 198,509 8,903,369
Posisi neto setelah
Cadangan kerugian
penurunan nilai 3,027,858
69
Page 73
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
d. Risiko likuiditas (lanjutan)
Analisis perbedaan jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
31 Desember 2022
Tidak mempunyai
Kontrak jatuh Kurang dari
Nilai tercatat tempo 1 bulan 1-3 bulan 3-6 bulan 6-12 bulan > 1 tahun
ASET
Kas 85,042 85,042 - - - - -
Giro pada Bank Indonesia 2,830,394 2,830,394 - - - - -
Giro pada bank lain 59,954 59,954 - - - - -
Penempatan pada
Bank Indonesia dan
bank lain 799,838 - 799,838 - - - -
Efek-efek 3,945,886 11,199 - - 11,047 3,923,640
Repo 1,007,918 - 1,007,918 - - - -
Reverse Repo 169,592 - 169,592 - - - -
Kredit 2,873,856 - 3,802 402,832 761,608 1,151,882 553,732
Pendapatan bunga yang
masih akan diterima 102,664 102,664 - - - - -
Tagihan akseptasi - - - - - - -
Aset lain-lain 9,066,200 9,066,200 - - - - -
Jumlah 20,941,344 12,155,453 1,981,150 402,832 761,608 1,162,929 4,477,372
Cadangan kerugian
penurunan nilai (11,745)
Jumlah 20,929,599
LIABILITAS
Liabilitas segera 103,805 103,805 - - - -
Simpanan nasabah 14,053,695 7,269,401 4,418,191 1,319,097 625,687 249,845 171,474
Simpanan dari bank lain 1,560,116 2,116 1,558,000 - - - -
Liabilitas lain-lain 67,188 67,188 - - - - -
Jumlah 15,784,804 7,442,510 5,976,191 1,319,097 625,687 249,845 171,474
Perbedaan jatuh tempo 5,156,540 4,712,943 (3,995,041) (916,265) 135,921 913,084 4,305,898
Posisi neto setelah
Cadangan kerugian
penurunan nilai 5,144,795
e. Risiko operasional
Risiko operasional adalah risiko kerugian yang diakibatkan oleh ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya
proses internal, faktor manusia, kegagalan sistem dan/atau adanya kejadian-kejadian eksternal yang
mempengaruhi kinerja operasional Bank.
Risiko ini melekat dalam semua proses bisnis, kegiatan operasional, sistem dan produk Bank, dari mulai Kantor
Pusat sampai kantor kas di seluruh Indonesia. Kegagalan mengelola risiko operasional dapat menyebabkan
kerugian financial, keselamatan karyawan dan reputasi Bank.
Komponen utama dari Kerangka Kerja Pengelolaan Risiko Operasional yang dijalankan secara
berkesinambungan antara lain:
1. Akuntabilitas yang jelas
Semua pihak di Bank menjalankan penugasan terkait dengan perannya masing-masing dalam pengelolaan
risiko operasional. Direksi seperti halnya Dewan Komisaris bertanggung-jawab untuk mengawasi efektivitas
dari kerangka kerja pengelolaan risiko operasional secara menyeluruh.
Unit bisnis sebagai Risk Taking Unit (RTU) dan unit operasional yang menjalankan fungsi support berperan
menjalankan fungsi pengendalian internal pada lini pertahanan lapis pertama dalam pengelolaan risiko
operasional sehari-hari. Mereka bertanggung jawab dalam mengidentifikasi, mengelola, memitigasi risiko
operasional.
Satuan Kerja Manajemen Risiko (“SKMR”) bersama-sama dengan Divisi Kepatuhan dan Hukum berperan
sebagai pertahanan lapis kedua.
70
Page 74
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
e. Risiko operasional (lanjutan)
1. Akuntabilitas yang jelas (lanjutan)
SKMR berfungsi dalam perancangan, pendefinisian, pengembangan dan pemeliharaan kerangka kerja
risiko operasional secara keseluruhan, memantau penerapan kerangka kerja oleh RTU, memastikan
kecukupan kontrol atas kebijakan dan prosedur, serta berperan sebagai koordinator/fasilitator atas aktivitas
pengelolaan risiko operasional yang efektif.
Divisi Satuan Kerja Audit Internal secara independen berperan sebagai pertahanan lapis ketiga.
Bank juga melakukan penerapan yang ketat atas prinsip “empat mata” (pemisahan tugas dan dual control /
dual custody) untuk semua proses terutama proses yang berpotensi resiko.
2. Siklus pengelolaan risiko operasional
Pelaksanaan kerangka kerja SKMR di Bank dilakukan dalam siklus SKMR yang terpadu dan terdiri dari
proses identifikasi, penilaian/pengukuran, pemantauan serta pengendalian/mitigasi risiko.
Siklus ini mencakup :
(1) Identifikasi risiko melalui analisa alur kerja dan key process untuk membuat identifikasi risk.
(2) Pengukuran tingkat pengendalian risiko pada setiap risk taking unit dengan melakukan Risk Self
Assessment dan pencatatan risk loss event dengan risk taking unit terkait, serta melakukan
review/analisa atas kejadian risiko yang merugikan bank.
(3) Tinjauan risiko secarah menyeluruh atas produk, sistem maupun aktifitas / proses Bank yang baru
maupun perubahannya.
3. Perhitungan Beban Modal Risiko Operasional
Bank telah melakukan perhitungan beban modal untuk risiko operasional dengan menggunakan
Pendekatan Indikator Dasar sejak Januari 2010, sesuai dengan jadwal Bank Indonesia. Persiapan untuk
langkah selanjutnya, Liabilitas Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dengan menggunakan Pendekatan
Standar juga telah dimulai dan akan disesuaikan dengan jadwal dan ketentuan dari Bank Indonesia.
4. Business Continuity Plan (BCP)
Business Continuity Plan bertujuan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko operasional yang mungkin
terjadi dari kondisi krisis karena gangguan system misalnya listrik mati, jaringan komputer terputus, atau
faktor eksternal misalnya bencana (dari bencana alam seperti banjir, gempa bumi atau kebakaran) atau
kondisi yang tidak menunjang. Apabila terjadi gangguan pusat data center, Bank menerapkan BCP dengan
menggunakan backup data center guna memastikan kelangsungan layanan nasabah.
5. Asuransi Aset Bank
Penerapan asuransi yang terkoordinasi secara komprehensif dan merupakan salah satu mitigasi utama
dari risiko operasional. Cash insurance, atau cash in transit insurance merupakan tindakan mitigasi risiko
terhadap uang cash di bank. Bank memastikan cakupan polis asuransi yang optimum terhadap potensi-
potensi risiko yang dapat ditutup dengan asuransi. Polis asuransi aset dan finansial Bank secara
komprehensif terdiri dari Money Insurance, Property All Risk, Bankers Blanket Clause untuk agunan yang
diasuransikan oleh Bank.
71
Page 75
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
e. Risiko operasional (lanjutan)
6. Quality Assurance dan Fraud
Bank telah mengimplementasikan penerapan strategi anti fraud sesuai SE BI No.13/28/DPNP tanggal 9
Desember 2011 tentang Penerapan Strategi Anti Fraud Bagi Bank Umum dan telah membentuk
Departemen Anti Fraud, pada Semester I tahun 2012. Tugas utama Departemen Anti Fraud adalah
memastikan agar kerangka kerja dan kebijakan manajemen anti fraud di Bank sejalan dengan nilai-nilai
dasar bank. Bukti komitmen tersebut antara lain melalui deklarasi anti fraud dari seluruh karyawan berbagai
level.
Beberapa kasus-kasus fraud yang terjadi di perbankan nasional saat ini tidak secara langsung
mempengaruhi kinerja Bank dikarenakan Bank telah secara terus menerus melakukan berbagai tindakan
untuk mencegah, mendeteksi dan mengelola risiko fraud, antara lain dengan melakukan pengembangan
prosedur internal, kampanye anti fraud, training tentang kesadaran anti fraud dan berbagai strategi yang
telah dan akan diterapkan dalam mencegah dan mendeteksi kejadian fraud di setiap bagian. Bank
memberikan pula penekanan kepada pentingnya servis kepada nasabah tanpa mengurangi prinsip-prinsip
prudential banking, melalui pembentukan Departemen Service Quality Management Fungsi ini berperan
aktif dalam meng-koordinasikan usaha-usaha untuk memperkuat sistem pelayanan tanpa mengurangi
prinsip kehati-hatian, guna mendukung kinerja Lini Bisnis.
f. Risiko Kepatuhan
Risiko kepatuhan adalah risiko yang disebabkan Bank tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan dan
perundang-undangan yang berlaku. Pada prakteknya risiko kepatuhan melekat pada Bank, seperti terkait
dengan ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Bank umum, Kualitas Aset Produktif,
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) dan risiko lain yang
terkait dengan kegiatan tertentu. Bank telah memenuhi ketentuan pemenuhan kewajiban penyediaan modal
minimum Bank umum sesuai dengan peraturan Bank Indonesia No. 14/18/PBI/2012, Peraturan Bank Indonesia
No. 15/12/PBI/2013 dan POJK No. 34/POJK.03/2016 tentang perubahan atas POJK No. 11/POJK.03/2016
tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum.
40. INFORMASI SEGMEN
Informasi segmen Bank tidak dikelompokkan per segmen usaha hanya dikelompokkan berdasarkan segmen
geografis.
30 Juni 2023
Jakarta Solo Bandung Surabaya Kupang Semarang Medan Jumlah
Pendapatan
Pendapatan bunga 308,962 5,579 26,081 26,931 845 - - 368,398
Pendapatan provisi dan
komisi 7,643 - - 1 - - - 7,644
Pendapatan operasional 463,838 48 57 8 11 4 - 463,966
lainnya
Jumlah pendapatan 780,443 5,627 26,138 26,940 856 4 - 840,008
Beban
Beban bunga (575,908) (6,725) (18,427) (9,763) (406) (1,760) (270) (613,259)
Beban operasional lainnya (178,804) (2,095) (2,933) (5,222) (1,215) (2,163) (1,073) (193,505)
Jumlah beban (754,712) (8,820) (21,360) (14,985) (1,621) (3,923) (1,343) (806,764)
Laba operasional 25,731 (3,193) 4,778 11,955 (765) (3,919) (1,343) 33,244
CKPN (3,002) (3) - - - - - (3,005)
Pendapatan non operasional 267 - - - - - - 267
Beban non operasional (3,897) (1) - - - - - (3,898)
Laba sebelum pajak 19,099 (3,197) 4,778 11,955 (765) (3,919) (1,343) 26,608
penghasilan
Pajak penghasilan (5,854)
Laba bersih 20,754
Aset 19,823,271 289,350 646,513 394,762 17,262 101,722 114,614 21,387,494
Kredit yang diberikan - bersih 7,096,414 - - - - - - 7,096,414
Liabilitas 16,518,066 292,544 641,735 382,807 18,027 105,105 115,957 18,074,241
Simpanan dari nasabah 15,063,272 289,539 639,319 381,621 17,872 102,536 112,253 16,606,412
Pengeluaran modal 10,754 190 - 55 78 5 6,109 17,191
Beban penyusutan 24,713 110 570 424 374 360 446 26,998
72
Page 76
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
30 Juni 2022
Jakarta Solo Bandung Surabaya Kupang Jumlah
Pendapatan
Pendapatan bunga 267,015 4,633 19,122 830 330 291,930
Pendapatan provisi dan
komisi 12,244 1 - - - 12,245
Pendapatan operasional lainnya 452,652 12 54 9 5 452,732
Jumlah pendapatan 731,911 4,646 19,176 839 335 756,907
Beban
Beban bunga (502,463) (5,326) (16,634) (350) (255) (525,028)
Beban operasional lainnya (201,666) (2,419) (3,170) (1,394) (659) (209,308)
Jumlah beban (704,129) (7,745) (19,804) (1,744) (914) (734,336)
Laba operasional 27,782 (3,099) (628) (905) (579) 22,571
CKPN (5,494) (11) - - - (5,505)
Pendapatan non operasional 29 - - 1 1 31
Beban non operasional (5,263) (1) - - - (5,264)
Laba sebelum pajak penghasilan 17,054 (3,111) (628) (904) (578) 11,833
Pajak penghasilan (2,603)
Laba bersih 9,230
Aset 19,607,266 232,121 626,486 316,943 20,096 20,802,912
Kredit yang diberikan - bersih 2,354,745 388 - - - 2,355,133
Liabilitas 17,597,895 235,114 626,618 311,039 20,799 18,791,465
Simpanan dari nasabah 16,600,718 233,201 623,873 309,937 14,593 17,782,322
Pengeluaran modal 28,683 - 906 231 5 29,825
Beban penyusutan 28,776 351 352 581 372 30,432
41. RASIO LIABILITAS PENYEDIAAN MODAL MINIMUM
30 Juni 2023 30 Juni 2022
Modal Inti 3,201,051 1,951,788
Modal Pelengkap 105,469 68,870
Jumlah Modal 3,306,520 2,020,658
Aset Tetimbang Menurut Risiko
Risiko kredit 8,791,139 4,180,194
Risiko pasar 667,613 1,091,565
Risiko operasional 481,258 991,176
Rasio Kewajiban Penyediaan
Modal Minimum dengan memperhitungkan :
Risiko kredit dan operasional 35.66% 39.07%
Risiko kredit, risiko operasional
dan risiko pasar 33.26% 32.26%
Jumlah liabilitas penyediaan modal minimum yang diwajibkan oleh Bank Indonesia adalah sebesar 8% dari Aktiva
Tertimbang Menurut Risiko (ATMR).
73
Page 77
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. POSISI DEVISA NETO
Posisi Devisa Neto (PDN) Bank pada tanggal 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2022 dihitung berdasarkan Peraturan
Bank Indonesia No. 5/13/PI31/2003 tanggal 17 Juli 2003 dan perubahannya, PBI No. 6/20/PBI/2004 tanggal 15 Juli
2004 dan No. 7/37/2005 tanggal 30 September 2005, No.12/10/PBI/2010 tanggal 1 Juli 2010 dan No.17/5/PBI/2015
tanggal 29 Mei 2015.
Berdasarkan peraturan tersebut di atas, bank-bank diwajibkan untuk memelihara PDN secara keseluruhan dan untuk
posisi keuangan setinggi-tingginya 20% dari modal. PDN secara keseluruhan merupakan angka penjumlahan dari
nilai absolut untuk jumlah dari selisih bersih aset dan liabilitas untuk setiap mata uang asing dan selisih bersih
tagihan dan liabilitas, berupa komitmen dan kontinjensi di rekening administratif (transaksi rekening administratif)
untuk setiap mata uang asing, yang semuanya dinyatakan dalam Rupiah. Sedangkan PDN untuk posisi keuangan,
merupakan angka penjumlahan dari selisih bersih aset dan liabilitas dalam posisi keuangan untuk setiap mata uang
asing yang semuanya dinyatakan dalam Rupiah.
PDN Bank pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2023
Aset Liabilitas Posisi Devisa Neto
Laporan Posisi Keuangan
Dolar Amerika Serikat 355,585 860,169 (504,584)
Dolar Singapura 3,190 455 2,735
EURO 223 - 223
Dolar Australia 773 411 362
Yuan China 763 - 763
Yen Jepang 876 155 721
Rekening Administratif
Dolar Amerika Serikat 588,100 62,219 525,881
Yuan China 2,251 - 2,251
Jumlah 28,353
Jumlah Modal 3,304,701
31 Desember 2022
Aset Liabilitas Posisi Devisa Neto
Laporan Posisi Keuangan
Dolar Amerika Serikat 645,456 805,319 (159,863)
Dolar Singapura 2,875 283 2,592
EURO 865 - 865
Dolar Australia 1,330 12 1,318
Yuan China 2,574 - 2,574
Yen Jepang 2,116 4,425 (2,309)
Rekening Administratif
Dolar Amerika Serikat 210,161 31,135 179,026
Dolar Singapura - - -
Jumlah 28,821
Jumlah Modal 3,287,537
Rasio PDN (Keseluruhan) 0.88%
74
Page 78
PT. BANK CAPITAL INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2022 (Diaudit) dan
Untuk Periode Yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 Juni 2023 (Tidak diaudit) dan 2022 (Tidak diaudit)
(Dinyatakan dalan Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
43. INFORMASI LAINNYA
a. Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum
Sehubungan dengan Program Penjaminan Pemerintah untuk menjamin kelangsungan liabilitas pembayaran
bank umum, Pemerintah telah membentuk suatu lembaga independen yaitu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
yang menggantikan Unit Pelaksana Program Penjaminan (UP3) berdasarkan Undang-undang Republik
Indonesia No. 24 tahun 2004 tanggal 22 September 2004 yang kemudian diperbarui dengan Peraturan
Pemerintah No. 3 tanggal 13 Oktober 2008 dimana LPS menjamin dana masyarakat termasuk dana dari bank
lain dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang setara.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 66 Tahun 2008 tanggal 13 Oktober 2008 tentang
Besaran Nilai Simpanan yang Dijamin LPS, jumlah simpanan yang dijamin LPS adalah simpanan sampai dengan
Rp 2 Miliyar untuk masing-masing nasabah per masing-masing bank dengan kriteria suku bunga deposito
tertentu.
Beban premi penjaminan Pemerintah untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2023 dan
30 Juni 2022 masing-masing sebesar Rp 11.950 dan Rp 20.092 dibukukan pada akun beban bunga (Catatan 29)
dalam laporan laba rugi komprehensif.
b. Bank mengadakan perjanjian dengan PT Artajasa Pembayaran Elektronis ("Artajasa"), pihak ketiga sehubungan
dengan pemanfaatan jaringan "ATM BERSAMA" yang dikelola oleh Artajasa. Bank menjadi Associate Member,
salah satu klasifikasi keanggotaan pada jaringan "ATM BERSAMA", yang merupakan klasifikasi untuk anggota
jaringan "ATM BERSAMA" yang tidak memiliki terminal ATM. Bank akan dikenakan biaya keanggotaan dan
biaya lainnya termasuk biaya untuk setiap transaksi yang dilakukan oleh nasabah Bank pada jaringan "ATM
BERSAMA" yang besarnya telah ditentukan dalam perjanjian.
c. Bank mengadakan beberapa perjanjian sewa dengan pihak ketiga atas bangunan dan ruang kantor untuk
kegiatan usaha berkaitan dengan bertambahnya jumlah kantor cabang Bank. Sampai dengan tanggal laporan
keuangan, perjanjian ini masih berlaku.
d. Bank mengadakan perjanjian dengan PT Fortress Data Service sehubungan dengan pembelian lisensi perangkat
lunak dengan jangka waktu 10 tahun berlaku sejak 6 Maret 2018.
e. Bank mengadakan beberapa perjanjian dengan PT Labora Duta Anugrah (pihak ketiga) sehubungan dengan
penyediaan jasa karyawan outsourcing untuk Bank. Perjanjian ini berlaku 1 (satu) tahun, yang telah diperpanjang
dengan Addendum Perjanjian Kerjasama Jasa Pengadaan Karyawan Outsourcing, yang berlaku sampai dengan
tanggal 13 Mei 2011. Perjanjian kerjasama ini telah diperpanjang beberapa kali, terakhir diperpanjang sampai
dengan 14 Mei 2023.
44. AKTIVITAS NON KAS
Aktivitas investasi yang tidak mempengaruhi kas adalah sebagai berikut :
31 Maret 2023 31 Maret 2022
Kenaikan (penurunan) efek tersedia
untuk dijual yang berasal dari
perubahan nilai wajar 4,962 (120,839)
45. PERSETUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan telah disetujui Direksi untuk diterbitkan tanggal 21 Juli 2023.
75
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.