Back to announcement
Penjelasan 20 persen Aset dan Liabilitas Final.pdf
Financial statement Text extracted MASBSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1
Bersama ini kami kirimkan penjelasan kenaikan dan penurunan Aset dan Liabilitas pada
posisi Juni 2023 sebagai berikut :
1. Giro pada Bank Indonesia
- Giro pada Bank Indonesia dibandingkan posisi Desember 2022 mengalami kenaikan
sebesar Rp. 849,27 Milyar hal ini sejalan dengan meningkatnya rata-rata dana pihak ke
tiga bank pada Juni 2023 ini sehingga Bank menempatkan dana lebih besar untuk
memenuhi rasio Giro Wajib Minimum (GWM).
2. Giro pada Bank Lain – Pihak ketiga
- Giro pada Bank Lain – Pihak ketiga dibandingkan posisi Desember 2022 mengalami
kenaikan sebesar Rp. 596,45 Milyar hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dana
untuk mendukung kebutuhan transaksi operasional.
3. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain- Pihak ketiga
‐ Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain dibandingkan posisi Desember 2022
mengalami penurunan sebesar Rp. 569,80 Milyar. Penurunan tersebut disebabkan
karena adanya penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain yang dialihkan pada
pembelian surat berharga jenis Reverse Repo.
4. Efek-efek – Pihak ketiga
‐ Efek-efek – Pihak ketiga dibandingkan posisi Desember 2022 mengalami penurunan
sebesar Rp. 1,88 Trilyun. Penurunan tersebut disebabkan adanya penjualan surat
berharga yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Dana
hasil penjualan tersebut dialihkan pada pembeluan surat berharga jenis Reverse Repo.
5. Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali – Pihak ketiga
‐ Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali – Pihak ketiga dibandingkan posisi
Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp. 2,03 Trilyun. Peningkatan tersebut
disebabkan karena adanya pembelian RR SUN.
6. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi – Pihak ketiga
‐ Tagihan Akseptasi – Pihak ketiga dibandingkan posisi Desember 2022 mengalami
penurunan sebesar Rp. 9,58 Milyar hal ini terjadi karena adanya penurunan kegiatan atas
transaksi ekspor import dari nasabah.
7. Aset Pajak Tangguhan
‐ Aset pajak tangguhan mengalami penurunan sebesar Rp. 17 Milyar jika dibandingkan
dengan posisi Desember 2022. Penurunan tersebut disebabkan oleh dampak pengakuan
mark to market (MTM) surat berharga yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain dimana posisi Juni 2023 mengalami keuntungan, sedangkan posisi
Desember 2022 mengalami kerugian MTM sehingga berdampak pada pengakuan pajak
tangguhan.
Page 2
8. Kewajiban Segera
‐ Kewajiban Segera dibandingkan posisi Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar
Rp. 128,52 Milyar. Kenaikan tersebut sebagian besar disebabkan oleh adanya kenaikan
kewajiban atas transaksi ATM Prima sejalan dengan meningkatnya transaksi nasabah.
9. Liabilitas Lain-lain
‐ Liabilitas Lain-lain dibandingkan posisi Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar
Rp. 23,68 Milyar. Kenaikan tersebut disebabkan adanya kenaikan setoran jaminan LC
dan BG.
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.