Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 45
Page 1
Nomor Surat 053/CRS/EKS/VII/2023
Nama Emiten PT Sunter Lakeside Hotel Tbk.
Kode Emiten SNLK
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Sunter Lakeside Hotel Tbk. yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik.
PT Sunter Lakeside Hotel Tbk. bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 June 2023
Nama entitas PT Sunter Lakeside Hotel Tbk. Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas SNLK Entity code
Nomor identifikasi entitas AB025 Entity identification number
Industri utama entitas Umum / General Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor E. Consumer Cyclicals Sector
Subsektor E5. Consumer Services Subsector
Industri E51. Tourism & Recreation Industry
Subindustri E512. Hotels, Resorts & Cruise Subindustry
Lines
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
Individual WNI
pengendali
Jenis entitas Foreign Company Type of entity
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Pengembangan / Development
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas tunggal / Single entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal II / Second Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan June 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya June 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Page 3
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[1210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - General Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 June 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
16,025,568,975 22,558,007,732
equivalents
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
1,658,661,844 1,993,415,691
ketiga parties
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak Other receivables third
46,077,077 43,030,340
ketiga parties
Persediaan lancar Current inventories
Persediaan lancar 572,865,447 539,065,114 Current inventories
Uang muka lancar Current advances
Uang muka lancar Other current
2,277,066,184 546,803,438
lainnya advances
Jumlah aset lancar 20,580,239,527 25,680,322,315 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Aset keuangan tidak Non-current financial
lancar assets
Aset keuangan tidak Other non-current
2,129,870,000 2,129,870,000
lancar lainnya financial assets
Persediaan tidak lancar Non-current inventories
Persediaan tidak Non-current
306,094,125 267,642,575
lancar lainnya inventories
Properti investasi 57,008,037,500 57,042,212,500 Investment properties
Aset tetap Property, plant, and
81,148,506,813 81,275,092,386
equipment
Aset tidak lancar Other non-current
28,538,066,054 36,644,450,815
non-keuangan lainnya non-financial assets
Jumlah aset tidak lancar 169,130,574,492 177,359,268,276 Total non-current assets
Jumlah aset 189,710,814,019 203,039,590,591 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
1,313,665,317 1,296,489,110
ketiga third parties
Utang lainnya Other payables
Utang lainnya pihak Other payables
1,696,318,370 1,003,950,240
ketiga third parties
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
pendek
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
540,000,000 540,000,000
pendek pihak third parties
ketiga
Uang muka Current advances
pelanggan jangka from customers
192,156,336 480,390,834
pendek pihak related parties
berelasi
Page 5
Liabilitas keuangan 5,020,944,222 8,520,944,222 Other current financial
jangka pendek lainnya liabilities
Beban akrual jangka Current accrued
1,100,874,004 1,361,267,098
pendek expenses
Utang pajak 490,939,704 631,170,791 Taxes payable
Utang pihak berelasi Current due to related
277,005,555
jangka pendek parties
Jumlah liabilitas Total current
10,631,903,508 13,834,212,295
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Liabilitas pajak Deferred tax liabilities
6,020,305,837 6,020,305,837
tangguhan
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 1,511,824,718 1,511,824,718 post-employment
panjang benefit obligations
Liabilitas keuangan Other non-current
25,793,593,217 31,997,440,240
jangka panjang lainnya financial liabilities
Jumlah liabilitas Total non-current
33,325,723,772 39,529,570,795
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 43,957,627,280 53,363,783,090 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 45,000,000,000 45,000,000,000 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
23,183,372,390 23,183,372,390
disetor capital
Cadangan revaluasi 74,991,042,063 74,991,042,063 Revaluation reserves
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan 300,000,000 200,000,000 retained earnings
penggunaannya
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 2,278,772,286 6,301,393,048 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
145,753,186,739 149,675,807,501
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Jumlah ekuitas 145,753,186,739 149,675,807,501 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
189,710,814,019 203,039,590,591
ekuitas
Page 6
[1311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - General Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
19,538,649,285 14,623,435,920
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 3,485,496,334 ) ( 2,563,191,880 )
pendapatan
Jumlah laba bruto 16,053,152,951 12,060,244,040 Total gross profit
Beban penjualan ( 16,660,292,754 ) ( 11,536,428,520 ) Selling expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 3,936,457,591 ) ( 4,818,190,118 )
expenses
Pendapatan keuangan 254,006,167 196,690,831 Finance income
Keuntungan (kerugian) selisih Gains (losses) on changes in
37,074
kurs mata uang asing foreign exchange rates
Pendapatan lainnya 366,970,465 453,382,386 Other income
Beban lainnya ( 97,660,882 ) Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
( 3,922,620,762 ) ( 3,741,925,189 )
pajak penghasilan
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
( 3,922,620,762 ) ( 3,741,925,189 )
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) ( 3,922,620,762 ) ( 3,741,925,189 ) Total profit (loss)
Jumlah laba rugi komprehensif ( 3,922,620,762 ) ( 3,741,925,189 ) Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
( 3,922,620,762 ) ( 3,741,925,189 )
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas ( 3,922,620,762 ) ( 3,741,925,189 ) attributable to parent entity
induk
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang (9) (9) share from continuing
dilanjutkan operations
Page 7
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Current Year
30 June 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal
Saham biasa Cadangan revaluasi ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor
penggunaannya penggunaannya entitas induk
Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Revaluation reserves Equity
earnings earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali Balance before restatement at beginning of
45,000,000,000 23,183,372,390 74,991,042,063 200,000,000 6,301,393,048 149,675,807,501 149,675,807,501
period
Posisi ekuitas, awal periode 45,000,000,000 23,183,372,390 74,991,042,063 200,000,000 6,301,393,048 149,675,807,501 149,675,807,501 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 3,922,620,762 ) ( 3,922,620,762 ) ( 3,922,620,762 ) Profit (loss)
Pembentukan cadangan umum 100,000,000 ( 100,000,000 ) Allocation for general reserves
Posisi ekuitas, akhir periode 45,000,000,000 23,183,372,390 74,991,042,063 300,000,000 2,278,772,286 145,753,186,739 145,753,186,739 Equity position, end of the period
Page 8
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Prior Year
30 June 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal
Saham biasa Cadangan revaluasi ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor
penggunaannya penggunaannya entitas induk
Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Revaluation reserves Equity
earnings earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali Balance before restatement at beginning of
45,000,000,000 23,183,372,390 74,991,042,063 100,000,000 11,253,789,319 154,528,203,772 154,528,203,772
period
Posisi ekuitas, awal periode 45,000,000,000 23,183,372,390 74,991,042,063 100,000,000 11,253,789,319 154,528,203,772 154,528,203,772 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 3,741,925,189 ) ( 3,741,925,189 ) ( 3,741,925,189 ) Profit (loss)
Pembentukan cadangan umum 100,000,000 ( 100,000,000 ) Allocation for general reserves
Posisi ekuitas, akhir periode 45,000,000,000 23,183,372,390 74,991,042,063 200,000,000 7,411,864,130 150,786,278,583 150,786,278,583 Equity position, end of the period
Page 9
[1510000] Statement of cash flows, direct method - General Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 June 2023 30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
20,305,754,879 13,322,217,260
pelanggan
Penerimaan dari royalti, Receipts from royalties,
fees, komisi, dan 254,006,167 fees, commissions and
pendapatan lain other revenues
Penerimaan kas lainnya Other cash receipts from
66,362,038 317,350,853
dari aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 3,502,120,460 ) ( 1,707,330,785 ) goods and services
jasa
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 7,981,442,110 ) ( 6,227,851,563 )
tunjangan allowances
Pembayaran kas lainnya Other cash payments for
( 10,123,157,354 ) ( 4,978,128,184 )
untuk beban operasi operating activities
Penerimaan pengembalian Income taxes refunded (paid)
(pembayaran) pajak from operating activities
( 140,231,088 )
penghasilan dari aktivitas
operasi
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 1,120,827,928 ) 701,318,604 from operating activities
operasi
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 1,120,827,928 ) 701,318,604
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 1,911,610,829 ) ( 11,063,986,174 )
aset tetap property, plant and equipment
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 1,911,610,829 ) ( 11,063,986,174 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 3,500,000,000 ) from financing activities
pendanaan
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 3,500,000,000 )
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
( 6,532,438,757 ) ( 10,362,667,570 )
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
22,558,007,732 30,597,196,003
awal periode flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
16,025,568,975 20,234,528,433
akhir periode cash flows, end of the period
Page 10
Page 11
[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 June 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang dilaporkan Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian dalam mata uang rupiah dan disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu yang statements
menggunakan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi untuk akun yang
bersangkutan. Laporan keuangan disusun dengan dasar akrual, kecuali laporan arus kas. Laporan
arus kas disusun dengan metode langsung, dan menyajikan perubahan dalam kas dan setara kas dari
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar
Akuntansi di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga
mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan
akuntansi Perusahaan. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi
atau area di mana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan
diungkapkan di Catatan 3.
Kas dan setara kas Kas dan setara kas merupakan kas, bank dan deposito yang jangka waktunya tidak melebihi tiga bulan Cash and cash equivalents
dan tidak dijaminkan pada pihak ketiga, serta tidak dibatasi penggunaannya.
Piutang usaha dan piutang lain-lain Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya Trade and other receivables
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, kecuali efek diskontonya tidak
material, setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. Cadangan kerugian penurunan nilai
dibentuk pada saat terdapat bukti obyektif bahwa saldo piutang tidak dapat ditagih. Piutang yang
mengalami penurunan nilai dihapusbukukan pada saat piutang tersebut dipastikan tidak tertagih.
Persediaan Persediaan diakui pada nilai terendah antara harga perolehan dan nilai realisasi neto. Nilai realisasi Inventories
neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan
estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan. Persediaan terdiri dari perlengkapan,
makanan dan minuman. Metode yang dipakai untuk menentukan biaya adalah metode masuk pertama
keluar pertama. Penyisihan untuk persediaan usang dan tidak terpakai atau tidak laris ditentukan
berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan masing-masing jenis persediaan pada masa
mendatang.
Properti investasi Properti investasi merupakan tanah atau bangunan yang dimiliki untuk sewa operasi atau kenaikan Investment property
nilai, dan tidak digunakan maupun dijual dalam kegiatan operasi. Properti investasi juga termasuk
properti yang masih dalam proses konstruksi atau pembangunan untuk penggunaan di masa yang
akan datang sebagai properti investasi. Properti investasi dicatat sebesar nilai wajar yang
mencerminkan kondisi pasar yang ditentukan oleh penilai independen. Properti investasi dalam
penyelesaian diukur sebesar biaya perolehan sampai nilai wajarnya dapat diukur secara andal atau
proses konstruksi selesai, mana yang lebih awal. Perubahan dalam nilai wajar dicatat pada laba rugi.
Penyusutan properti investasi dihitung dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran manfaat
Page 12
ekonomis aset tetap bersangkutan. Persentase penyusutan properti investasi per tahun adalah
sebagai berikut : Bangunan 5% Sesuai Peraturan No. VIII.G.7 bahwa aset yang mengalami perubahan
nilai wajar secara signifikan dan fluktuatif wajib direvaluasi secara tahunan, sedangkan aset yang tidak
mengalami perubahan nilai wajar secara signifikan wajib direvaluasi paling kurang setiap 3 (tiga) tahun.
Sesuai PSAK 13 bahwa Perusahaan dapat memilih apakah model nilai wajar atau model biaya untuk
seluruh properti investasi dan keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar properti
investasi diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya.
Aset tetap Aset tetap pada saat perolehan diakui sebesar harga perolehan, kecuali bangunan, inventaris dan Fixed assets
perlengkapan operasi hotel serta kendaraan yang diperoleh sebelum 30 September 2020 telah dinilai
kembali oleh penilai independen dan disajikan setelah dikurangi akumulasi penyusutan serta akumulasi
rugi penurunan nilai, jika ada. Sebelumnya, pada tahun 2015 Perusahaan juga telah melakukan
penilaian kembali/revaluasi yang dilakukan oleh penilai independen untuk aset tetap yang diperoleh
sebelum tahun 2015. Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa
manfaat ekonomis, kecuali tanah tidak disusutkan, dari aset tetap bersangkutan sebagai berikut :
Bangunan Inventaris dan perlengkapan operasi hotel Kendaraan Biaya-biaya setelah pengakuan awal
diakui sebagai bagian nilai tercatat aset atau sebagai aset yang terpisah, sebagaimana mestinya,
hanya jika kemungkinan besar Perusahaan mendapat manfaat ekonomis di masa depan berkenaan
dengan aset tersebut dan biaya perolehan aset dapat diukur dengan andal. Nilai tercatat komponen
yang diganti tidak lagi diakui. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laba rugi
selama periode di mana biaya-biaya tersebut terjadi. Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual,
maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan, serta
keuntungan atau kerugian yang dihasilkan diakui dalam laba rugi. Akumulasi biaya konstruksi
bangunan dan mesin dikapitalisasi sebagai aset dalam konstruksi. Biaya tersebut direklasifikasi ke aset
tetap pada saat konstruksi atau pemasangan selesai. Penyusutan mulai dibebankan pada saat aset
tersebut siap digunakan. Selisih penilaian kembali aset tetap dalam ekuitas dipindahkan langsung ke
saldo laba pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya, meliputi pemindahan sekaligus selisih
penilaian kembali pada saat penghentian atau pelepasan aset tersebut. Sesuai PSAK 16 dan
Peraturan No. VIII.G.7, Perusahaan melakukan revaluasi setiap tahun (secara teratur) jika terdapat
perubahan signifikan/ material atas nilai wajar aset yang direvaluasi, dan jika perubahannya tidak
signifikan (PSAK 16 par 34) maka Perusahaan diperkenankan melakukan revaluasi setiap tiga atau
lima tahun sekali.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan. Perusahaan menelaah apakah terdapat indikasi suatu Impairment of non-financial assets
aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau apa saat uji tahunan penurunan
nilai aset perlu dilakukan, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jika
nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan mengalami
penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi
arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum
pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.
Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui apakah terdapat
indikasi bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak
ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Perusahaan
mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam periode
sebelumnya akan dipulihkan apabila nilai tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun
nilai tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui
untuk aset tersebut pada tahun-tahun sebelumnya. Setelah pemulihan tersebut, penyusutan aset
tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi,
dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
Page 13
Utang usaha dan liabilitas lain-lain Utang usaha pada awalnya diakui nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi Trade payables and other liabilities
dengan menggunakan metode bunga efektif.
Pengakuan pendapatan dan beban Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut: 1. Identifikasi kontrak Revenue and expense recognition
dengan pelanggan. 2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan
merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang/jasa yang memiliki karakteristik
berbeda ke pelanggan. 3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan
yang berhak diperoleh suatu Perusahaan sebagai kompensasi atas diserahkannya barang/jasa yang
dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang
bersifat variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang
diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang/ jasa yang dijanjikan ke pelanggan. 4. Alokasi
harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri
relatif dari setiap barang/ jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah
marjin. 5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang/ jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang/ jasa
tersebut). Beban diakui pada saat terjadinya atau sesuai dengan masa manfaatnya (metode akrual).
Penjabaran mata uang asing Pos-pos dalam laporan keuangan diukur dengan menggunakan mata uang yang sesuai dengan Foreign currency translation
lingkungan ekonomi utama di mana Perusahaan beroperasi ("mata uang fungsional"). Laporan
keuangan disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Transaksi
dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs yang
berlaku pada tanggal transaksi. Aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke
dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada akhir periode pelaporan.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing
dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui di dalam laba rugi. Kurs
yang digunakan oleh Perusahaan sebagai acuan adalah kurs yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia
pada tanggal pelaporan sebagai berikut (nilai Rupiah penuh) : 30 Juni 2023 / June 30, 2023 Dolar
Amerika Serikat (USD) 15,003 Keuntungan atau kerugian karena penyesuaian kurs pada tanggal
laporan posisi keuangan dibukukan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun
berjalan.
Transaksi dengan pihak berelasi Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana didefinisikan pada Transactions with related parties
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.7 "Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi". Semua
transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan yang relevan.
Pajak penghasilan Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak tersebut diakui dalam laba Income taxes
rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui dalam
ekuitas atau dalam penghasilan komprehensif lain. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui
dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain. Beban pajak penghasilan kini dihitung dengan
menggunakan tarif pajak yang berlaku pada akhir periode pelaporan. Pajak penghasilan tangguhan
diakui untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak atas aset dan liabilitas dengan
nilai tercatatnya. Pajak penghasilan tangguhan diukur menggunakan tarif pajak yang telah berlaku atau
Page 14
secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan dan yang diharapkan akan diterapkan pada saat
aset pajak tangguhan yang bersangkutan direalisasi atau pada saat liabilitas pajak tangguhan
diselesaikan. Aset pajak penghasilan tangguhan diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba kena
pajak pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang
menimbulkan aset pajak tangguhan tersebut.
Provisi Perusahaan mengakui provisi apabila memiliki liabilitas kini (baik secara hukum maupun konstruktif) Provisions
sebagai akibat peristiwa masa lalu apabila besar kemungkinan penyelesaian liabilitas tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya dan dapat diestimasi dengan andal. Provisi tidak diakui untuk
kerugian operasi masa depan.
Imbalan kerja karyawan Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan. Employee benefits
Imbalan kerja jangka pendek termasuk upah, gaji, bonus dan insentif. Imbalan pensiun Perusahaan
diharuskan menyediakan program pensiun dengan minimal jumlah imbalan tertentu sesuai dengan
Undang-undang dan peraturan yang berlaku yang merupakan liabilitas imbalan pasti. Jika imbalan
pensiun tersebut lebih tinggi daripada jumlah imbalan berdasarkan program pensiun Perusahaan,
selisih tersebut disajikan sebagai bagian dari liabilitas imbalan pensiun. Kewajiban imbalan kerja yang
diakui pada laporan posisi keuangan sehubungan dengan imbalan pensiun merupakan nilai kini
liabilitas imbalan akhir periode pelaporan tahunan. Liabilitas imbalan pensiun dihitung oleh aktuaris
independen dengan menggunakan Metode Projected Unit Credit. Nilai kini liabilitas imbalan pasti
ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas masa depan dengan menggunakan tingkat
bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada akhir periode pelaporan tahunan dalam mata uang
Rupiah, sesuai dengan mata uang dengan apa imbalan tersebut akan dibayarkan, dan yang memiliki
jangka waktu yang sama dengan imbalan pensiun yang bersangkutan. Biaya jasa lalu diakui secara
langsung di laba rugi. Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan
dalam asumsi-asumsi aktuarial langsung diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya
pada saat terjadinya.
Pelaporan segmen Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan Segment reporting
kepada pengambil keputusan operasi utama. Pengambil keputusan operasi utama, yang bertanggung
jawab mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi adalah Direksi.
Instrumen keuangan derivatif Perusahaan mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan, jika dan Derivative financial instruments
hanya jika, Perusahaan menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut.
Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Perusahaan mengukur pada nilai
wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan
secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut.
Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan
liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera. d.1. Aset
keuangan Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan didasarkan pada model bisnis dan arus kas
kontraktual. Perusahaan menilai apakah arus kas aset keuangan tersebut semata-mata dari
pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest - SPPI). Aset keuangan
diklasifikasikan dalam tiga kategori sebagai berikut : (1) Aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi
Page 15
berikut terpenuhi : a. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan b. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (SPPI) dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo, dan penurunan nilainya. Pendapatan keuangan dihitung dengan metode menggunakan suku bunga efektif dan diakui di laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika aset dihentikan atau direklasifikasi. Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian untuk alasan lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan jumlahnya atau tidak sering. (2) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVTOCI) Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi : a. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan b. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (SPPI) dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, di mana keuntungan atau kerugian diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi. Ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi. (3) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI. Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI, sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Perusahaan dapat menetapkan pilihan yang tidak dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan untuk diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for trading) untuk diukur pada FVTOCI. Penetapan ini menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan komprehensif lain, kecuali pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi langsung ke saldo laba tidak melalui laba rugi. d.2. Liabilitas keuangan Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut : (1) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL adalah liabilitas keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai. Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi. (2) Liabilitas keuangan lainnya Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL dikelompokan dalam kategori ini dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. d.3. Metode suku bunga efektif Metode suku bunga efektif
Page 16
adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan) dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh jumlah tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. d.4. Saling hapus Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. d.5. Penurunan nilai aset keuangan Perusahaan mengakui kerugian kredit ekspektasian (ECL) untuk semua aset keuangan Perusahaan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima Perusahaan, didiskontokan pada perkiraan tingkat bunga efektif awal. ECL diakui dalam tiga tahap (general model) untuk penurunan nilai berdasarkan perubahan kualitas kredit sejak pengakuan awal. Untuk eksposur kredit di mana tidak terdapat peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, ECL ditentukan untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk eksposur kredit di mana terdapat peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diperlukan untuk kerugian kredit yang diharapkan selama sisa waktu eksposur risiko kredit, terlepas dari waktu peristiwa gagal bayar (ECL sepanjang umur). Untuk aset keuangan yang terdapat bukti obyektif penurunan nilai, ECL sepanjang umur dihitung pada nilai tercatat bersih (setelah dikurangi penyisihan kredit). Ketika menentukan apakah risiko kredit suatu aset keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal dan ketika mengestimasi ECL, Perusahaan membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada aset keuangan pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi pada aset keuangan pada tanggal pengakuan awal dan mempertimbangkan informasi yang mendukung dan relevan, yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang berlebihan, yang merupakan indikasi peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal. Ini mencakup informasi dan analisis kuantitatif dan kualitatif, berdasarkan pengalaman historis Perusahaan dan informasi penilaian kredit dan termasuk informasi forward-looking. Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan. d.6. Pengukuran nilai wajar Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Nilai wajar aset dan liabillitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan. Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap keseluruhan pengukuran nilai wajar: (i) Level 1 Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses pada tanggal pengukuran. (ii) Level 2 Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung. (iii) Level 3 Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas. Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Perusahaan sedapat mungkin menggunakan data pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara langsung, Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. d.7. Penghentian pengakuan (1) Aset keuangan Aset keuangan (atau bagian dari kelompok aset keuangan
Page 17
serupa) dihentikan pengakuannya jika : a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset
keuangan tersebut berakhir; b. Perusahaan tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset
keuangan tersebut, namun juga menanggung liabilitas kontraktual untuk membayar kepada pihak
ketiga atas arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan
berdasarkan suatu kesepakatan; atau c. Perusahaan telah mentransfer haknya untuk menerima arus
kas dari aset keuangan dan (i) telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas
aset keuangan, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan
manfaat atas aset keuangan, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut. (2)
Liabilitas keuangan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut
berakhir, dibatalkan atau telah kadaluarsa.
Penerapan standar akutansi baru Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah mengeluarkan dan The implementation of new statements of
melakukan revisi atas beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang berlaku efektif accounting standards
pada tanggal 1 Januari 2022 sebagai berikut : - PSAK 73 (Amendemen): Konsesi Sewa Terkait
Covid-19 Setelah 30 Juni 2021 - PSAK 57 (Amendemen) : Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset
Kontinjensi tentang Kontrak Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak - Penyesuaian Tahunan 2021
atas PSAK (amendemen PSAK 69 Agrikultur, PSAK 71 Instrumen Keuangan, dan PSAK 73 Sewa) -
PSAK 24 Imbalan Kerja: Siaran Pers DSAK IAI pada Atribusi imbalan ke masa kerja Pada bulan April
2022, DSAK-IAI menerbitkan materi penjelasan melalui siaran pers atas persyaratan pengatribusian
imbalan pada periode jasa sesuai PSAK 24: Imbalan Kerja yang diadopsi dari IAS 19: Employee
Benefits. Materi penjelasan tersebut menyampaikan informasi bahwa pola fakta umum dari program
pensiun berbasis Undang-undang Ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia saat ini memiliki pola
fakta serupa dengan yang ditanggapi dan disimpulkan dalam IFRS Interpretation Committee (?IFRIC?)
Agenda Decision Attributing Benefit to Periods of Service (IAS 19). - PSAK 24 Imbalan Kerja: Siaran
Pers DSAK IAI pada Atribusi imbalan ke masa kerja Dengan menerapkan materi penjelasan tersebut,
Grup perlu mengubah kebijakan akuntansi mengenai atribusi imbalan kerja pada periode jasa dari
kebijakan yang diterapkan saat ini. Sampai dengan tanggal otorisasi laporan keuangan interim
konsolidasian, Grup masih melakukan berbagai tindakan yang diperlukan, baik secara internal maupun
eksternal, untuk menerapkan materi penjelasan tersebut, sehingga dampaknya belum dapat ditentukan
dan dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian interim Grup untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2023. Pada tanggal persetujuan laporan keuangan konsolidasian
interim, standar, interpretasi dan amendemen-amendemen atas PSAK yang telah diterbitkan namun
belum berlaku efektif, dengan penerapan dini diijinkan, adalah sebagai berikut: Efektif untuk periode
yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023 - PSAK 1 (Amendemen) Penyajian Laporan
Keuangan: Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang - PSAK 16
(Amendemen) Aset Tetap: Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan - "PSAK 25 (Amendemen)
Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan: Definisi Estimasi Akuntansi" -
PSAK 1 (Amendemen) Penyajian Laporan Keuangan: Pengungkapan Kebijakan Akuntansi Efektif
untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025 - PSAK 74 Kontrak Asuransi
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian interim, dampak dari penerapan
standar, amendemen dan interpretasi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian interim tidak
dapat diketahui atau diestimasi oleh manajemen. Perusahaan menerapkan PSAK yang berkaitan
dengan kegiatan usahanya.
Instrumen keuangan Perusahaan mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan, jika dan Financial instruments
hanya jika, Perusahaan menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut.
Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Perusahaan mengukur pada nilai
wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan
Page 18
secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut. Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera. d.1. Aset keuangan Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan didasarkan pada model bisnis dan arus kas kontraktual. Perusahaan menilai apakah arus kas aset keuangan tersebut semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest - SPPI). Aset keuangan diklasifikasikan dalam tiga kategori sebagai berikut : (1) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut terpenuhi : a. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan b. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (SPPI) dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo, dan penurunan nilainya. Pendapatan keuangan dihitung dengan metode menggunakan suku bunga efektif dan diakui di laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika aset dihentikan atau direklasifikasi. Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian untuk alasan lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan jumlahnya atau tidak sering. (2) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVTOCI) Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi : a. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan b. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (SPPI) dari jumlah pokok terutang. Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, di mana keuntungan atau kerugian diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi. Ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi. (3) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI. Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI, sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Perusahaan dapat menetapkan pilihan yang tidak dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan untuk diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for trading) untuk diukur pada FVTOCI. Penetapan ini menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan komprehensif lain, kecuali pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi langsung ke saldo laba tidak melalui laba rugi. d.2. Liabilitas keuangan Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut : (1) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL adalah liabilitas keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali
Page 19
dalam waktu dekat, atau bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai. Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi. (2) Liabilitas keuangan lainnya Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL dikelompokan dalam kategori ini dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. d.3. Metode suku bunga efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan) dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh jumlah tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. d.4. Saling hapus Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. d.5. Penurunan nilai aset keuangan Perusahaan mengakui kerugian kredit ekspektasian (ECL) untuk semua aset keuangan Perusahaan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima Perusahaan, didiskontokan pada perkiraan tingkat bunga efektif awal. ECL diakui dalam tiga tahap (general model) untuk penurunan nilai berdasarkan perubahan kualitas kredit sejak pengakuan awal. Untuk eksposur kredit di mana tidak terdapat peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, ECL ditentukan untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk eksposur kredit di mana terdapat peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diperlukan untuk kerugian kredit yang diharapkan selama sisa waktu eksposur risiko kredit, terlepas dari waktu peristiwa gagal bayar (ECL sepanjang umur). Untuk aset keuangan yang terdapat bukti obyektif penurunan nilai, ECL sepanjang umur dihitung pada nilai tercatat bersih (setelah dikurangi penyisihan kredit). Ketika menentukan apakah risiko kredit suatu aset keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal dan ketika mengestimasi ECL, Perusahaan membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada aset keuangan pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi pada aset keuangan pada tanggal pengakuan awal dan mempertimbangkan informasi yang mendukung dan relevan, yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang berlebihan, yang merupakan indikasi peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal. Ini mencakup informasi dan analisis kuantitatif dan kualitatif, berdasarkan pengalaman historis Perusahaan dan informasi penilaian kredit dan termasuk informasi forward-looking. Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan. d.6. Pengukuran nilai wajar Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Nilai wajar aset dan liabillitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan. Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap keseluruhan pengukuran nilai wajar: (i) Level 1 Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses pada tanggal
Page 20
pengukuran. (ii) Level 2 Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung. (iii) Level 3 Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas. Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Perusahaan sedapat mungkin menggunakan data pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara langsung, Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. d.7. Penghentian pengakuan (1) Aset keuangan Aset keuangan (atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya jika : a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; b. Perusahaan tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun juga menanggung liabilitas kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan suatu kesepakatan; atau c. Perusahaan telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan (i) telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut. (2) Liabilitas keuangan Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan atau telah kadaluarsa.
Page 21
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Current Year
30 June 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Reclassifications of
Addition in property, plant, Property, plant, and
equipment, beginning property, plant, and
and equipment equipment, end period
period equipment
Nilai perolehan, kotor Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount, gross
dimiliki langsung 80,014,680,978 ( 4,873,890,274 ) 75,140,790,704 improvement, directly
owned
Mesin dan peralatan, Machinery and equipment,
10,146,935,402 1,454,159,279 11,601,094,681
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
663,903,498 419,000,000 1,082,903,498
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 90,825,519,878 1,873,159,279 ( 4,873,890,274 ) 87,824,788,883 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
90,825,519,878 1,873,159,279 ( 4,873,890,274 ) 87,824,788,883
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount,
dimiliki langsung 6,739,755,865 1,216,576,806 ( 4,873,890,274 ) 3,082,442,397 improvement, directly accumulated depreciation
owned
Mesin dan peralatan, Machinery and equipment,
2,461,561,413 732,757,266 3,194,318,679
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
349,110,214 50,410,780 399,520,994
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 9,550,427,492 1,999,744,852 ( 4,873,890,274 ) 6,676,282,070 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
9,550,427,492 1,999,744,852 ( 4,873,890,274 ) 6,676,282,070
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
81,275,092,386 81,148,506,813
equipment
Page 22
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Pengurangan aset Aset tetap, akhir
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Reklasifikasi aset tetap
tetap periode
Property, plant, and Reclassifications of
Addition in property, plant, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning property, plant, and
and equipment plant, and equipment equipment, end period
period equipment
Nilai perolehan, kotor Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount, gross
fasilitasnya, dimiliki 64,737,000,000 10,526,042,775 4,751,638,203 80,014,680,978 improvement, directly
langsung owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 8,810,229,000 1,336,706,402 10,146,935,402 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
758,600,000 ( 94,696,502 ) 663,903,498
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 74,305,829,000 11,862,749,177 ( 94,696,502 ) 4,751,638,203 90,825,519,878 Directly owned
Lainnya, dalam Others, assets under
4,751,638,203 ( 4,751,638,203 )
penyelesaian construction
Aset dalam Assets under
4,751,638,203 ( 4,751,638,203 )
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
79,057,467,203 11,862,749,177 ( 94,696,502 ) 90,825,519,878
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
fasilitasnya, dimiliki 4,042,687,502 2,697,068,363 6,739,755,865 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Mesin dan peralatan, Machinery and
dimiliki langsung 1,257,537,057 1,204,024,356 2,461,561,413 equipment, directly
owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
281,106,249 90,879,313 ( 22,875,348 ) 349,110,214
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 5,581,330,808 3,991,972,032 ( 22,875,348 ) 9,550,427,492 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
5,581,330,808 3,991,972,032 ( 22,875,348 ) 9,550,427,492
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
73,476,136,395 81,275,092,386
equipment
Page 23
[1611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Aset tetap pada saat perolehan diakui sebesar harga perolehan, kecuali bangunan, inventaris dan Disclosure of notes for property, plant and
perlengkapan operasi hotel serta kendaraan yang diperoleh sebelum 30 September 2020 telah dinilai equipment
kembali oleh penilai independen dan disajikan setelah dikurangi akumulasi penyusutan serta akumulasi
rugi penurunan nilai, jika ada. Sebelumnya, pada tahun 2015 Perusahaan juga telah melakukan
penilaian kembali/revaluasi yang dilakukan oleh penilai independen untuk aset tetap yang diperoleh
sebelum tahun 2015. Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa
manfaat ekonomis, kecuali tanah tidak disusutkan, dari aset tetap bersangkutan sebagai berikut :
Bangunan 3,2% - 5% Inventaris dan perlengkapan operasi hotel 12,5% Kendaraan 12,5 % .
Biaya-biaya setelah pengakuan awal diakui sebagai bagian nilai tercatat aset atau sebagai aset yang
terpisah, sebagaimana mestinya, hanya jika kemungkinan besar Perusahaan mendapat manfaat
ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut dan biaya perolehan aset dapat diukur
dengan andal. Nilai tercatat komponen yang diganti tidak lagi diakui. Biaya perbaikan dan
pemeliharaan dibebankan ke dalam laba rugi selama periode di mana biaya-biaya tersebut terjadi.
Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya
dikeluarkan dari laporan keuangan, serta keuntungan atau kerugian yang dihasilkan diakui dalam laba
rugi. Akumulasi biaya konstruksi bangunan dan mesin dikapitalisasi sebagai aset dalam konstruksi.
Biaya tersebut direklasifikasi ke aset tetap pada saat konstruksi atau pemasangan selesai. Penyusutan
mulai dibebankan pada saat aset tersebut siap digunakan. Selisih penilaian kembali aset tetap dalam
ekuitas dipindahkan langsung ke saldo laba pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya, meliputi
pemindahan sekaligus selisih penilaian kembali pada saat penghentian atau pelepasan aset tersebut.
Sesuai PSAK 16 dan Peraturan No. VIII.G.7, Perusahaan melakukan revaluasi setiap tahun (secara
teratur) jika terdapat perubahan signifikan/ material atas nilai wajar aset yang direvaluasi, dan jika
perubahannya tidak signifikan (PSAK 16 par 34) maka Perusahaan diperkenankan melakukan
revaluasi setiap tiga atau lima tahun sekali.
Page 24
[1616000] Notes to the financial statements - Revenue By Parties - General
Industry
Catatan untuk pendapatan berdasarkan Notes for revenue by parties
pihak
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan Penjualan dan
Nama pihak
pendapatan usaha pendapatan usaha
Party name Sales and revenue Sales and revenue
Pihak ketiga 1 GUEST 19,538,649,285 14,623,435,920 Third party 1
Pihak ketiga 19,538,649,285 14,623,435,920 Third parties
Tipe pihak 19,538,649,285 14,623,435,920 Type of parties
Page 25
[1616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas pendapatan Tidak ada pendapatan ke pihak berelasi untuk periode yang berakhir 30 Juni 2023 dan 2022. Tidak Disclosure of notes for revenue
terdapat pendapatan usaha dari pihak tertentu yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan usaha.
Page 26
[1617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - General
Industry
Catatan untuk tipe pendapatan Notes for revenue by type
30 June 2023 30 June 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari jasa 1 Kamar 10,374,459,991 8,501,665,631 Service revenue 1
Pendapatan dari jasa 2 Makanan dan Service revenue 2
7,796,924,453 5,127,761,808
Minuman
Pendapatan dari jasa 3 Lain lain 1,367,264,841 994,008,481 Service revenue 3
Pendapatan dari jasa 19,538,649,285 14,623,435,920 Service revenue
Tipe pendapatan 19,538,649,285 14,623,435,920 Type of revenue
Page 27
[1620100] Notes to the financial statements - Trade receivables, by currency - General Industry
Piutang usaha berdasarkan mata uang Trade receivables by currency
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Pihak ketiga IDR 1,658,661,844 1,993,415,691 IDR Third party
Mata uang 1,658,661,844 1,993,415,691 Currency
Page 28
[1620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - General Industry
Piutang usaha berdasarkan umur Trade receivables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Belum jatuh tempo Umur 1,485,538,602 1,926,617,173 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 31 - 60 hari 138,814,154 35,130,000 31 - 60 days Overdue
61 - 90 hari 7,200,000 8,759,426 61 - 90 days
Lebih dari 90 hari 22,909,092 22,909,092 More than 90 days
Umur 168,923,246 66,798,518 Aging
Jatuh tempo Umur 1,654,461,848 1,654,461,848 1,993,415,691 1,993,415,691 Aging Due status
Page 29
[1620500] Notes to the financial statements - Trade receivable, movement of allowance for impairment of Trade receivables - General Industry
Page 30
[1621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas piutang usaha Seluruh piutang usaha adalah dalam Rupiah Seluruh piutang usaha tidak dikenakan jaminan dan Disclosure of notes for trade receivables
bunga. Berdasarkan hasil penelaahan atas kolektibilitas piutang, manajemen Perusahaan
berkeyakinan bahwa seluruh piutang usaha dapat tertagih, sehingga tidak membentuk cadangan
kerugian penurunan nilai piutang.
Page 31
[1630000] Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 June 2023 31 December 2022
Bahan baku dan bahan Raw and indirect material
235,039,189 259,232,983
pembantu
Perlengkapan 337,826,258 279,832,131 Supplies
Persediaan, kotor 572,865,447 539,065,114 Inventories, gross
Persediaan 572,865,447 539,065,114 Inventories
Persediaan lancar 572,865,447 539,065,114 Current inventories
Persediaan tidak lancar Non-current inventories
306,094,125 267,642,575
lainnya
Page 32
[1632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan Tidak terdapat cadangan kerugian penurunan nilai untuk persediaan, karena manajemen berkeyakinan Disclosure of notes for inventories
bahwa seluruh persediaan dapat dijual atau digunakan sesuai dengan periode peruntukannya
Page 33
[1634000a] Notes to the financial statements - Bonds Payable - General Industry
Page 34
[1634100] Disclosure of Notes to the financial statements - Bonds Payable - General Industry
Page 35
[1640100] Notes to the financial statements - Trade Payable, by currency - General Industry
Utang usaha berdasarkan mata uang Trade payables by currency
30 June 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Pihak ketiga IDR 1,313,665,317 1,296,489,110 IDR Third party
Mata uang 1,313,665,317 1,296,489,110 Currency
Page 36
[1640200] Notes to the financial statements - Trade Payable, by aging - General Industry
Utang usaha berdasarkan umur Trade payables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Belum jatuh tempo Umur 1,005,678,683 1,151,139,334 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 31 - 60 hari 188,011,364 136,300,184 31 - 60 days Overdue
61 - 90 hari 70,223,033 2,910,600 61 - 90 days
Lebih dari 90 hari 49,752,237 6,138,992 More than 90 days
Umur 307,986,634 145,349,776 Aging
Jatuh tempo Umur 1,313,665,317 1,296,489,110 Aging Due status
Page 37
[1641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang usaha Seluruh utang usaha adalah dalam Rupiah. Seluruh utang usaha tidak dikenakan jaminan dan bunga Disclosure of notes for trade payables
Page 38
[1670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - General
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 June 2023 30 June 2022
Makan dan minuman 2,911,564,887 1,960,323,749 Food and beverage
Material 573,931,447 602,868,131 Material usage
Jumlah biaya produksi 3,485,496,334 2,563,191,880 Total production cost
Harga pokok produksi 3,485,496,334 2,563,191,880 Cost of goods manufactured
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
3,485,496,334 2,563,191,880
pendapatan
Page 39
[1671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas beban pokok Tidak terdapat beban dari pihak tertentu yang melebihi 10% dari jumlah beban pokok pendapatan. Disclosure of notes for cost of goods sold
penjualan
Page 40
[1691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Page 41
[1691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Page 42
[1692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Page 43
[1693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Page 44
[1693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Page 45
[1696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 7
inlineXBRL.zip
done
instance.zip
done
FinancialStatement-2023-II-SNLK.xlsx
done
SNLK_SPD Q2 2023.pdf
done