Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 46
Page 1
Nomor Surat 049/DCI.ID/DIR/VII/2023
Nama Emiten PT DCI Indonesia Tbk
Kode Emiten DCII
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT DCI Indonesia Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik. PT DCI
Indonesia Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 June 2023
Nama entitas PT DCI Indonesia Tbk Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas DCII Entity code
Nomor identifikasi entitas AB015 Entity identification number
Industri utama entitas Umum / General Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor I. Technology Sector
Subsektor I1. Software & IT Services Subsector
Industri I12. IT Services & Consulting Industry
Subindustri I121. IT Services & Consulting Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
Individual WNI
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Pengembangan / Development
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas tunggal / Single entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal II / Second Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan June 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya June 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Jutaan / In Million statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Page 3
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[1210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - General Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 June 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
276,694 237,192
equivalents
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
218,494 191,403
ketiga parties
Piutang usaha pihak Trade receivables
5,867 5,371
berelasi related parties
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak Other receivables third
1,039 1,327
ketiga parties
Persediaan lancar Current inventories
Persediaan lancar 7,298 4,997 Current inventories
Biaya dibayar dimuka Current prepaid expenses
5,141 1,589
lancar
Uang muka lancar Current advances
Uang muka lancar Other current
790 115
lainnya advances
Jumlah aset lancar 515,323 441,994 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Uang muka tidak lancar Non-current advances
Uang muka tidak Non-current advances
110,000
lancar atas investasi on investments
Aset tetap Property, plant, and
2,700,023 2,752,442
equipment
Aset hak guna 536 1,072 Right of use assets
Aset takberwujud selain Intangible assets other
13,030 14,004
goodwill than goodwill
Aset tidak lancar Other non-current
8,242 8,052
non-keuangan lainnya non-financial assets
Jumlah aset tidak lancar 2,831,831 2,775,570 Total non-current assets
Jumlah aset 3,347,154 3,217,564 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
40,751 49,277
ketiga third parties
Utang usaha pihak Trade payables
4,309 3,678
berelasi related parties
Liabilitas keuangan Other current financial
577 1,126
jangka pendek lainnya liabilities
Beban akrual jangka Current accrued
60,508 78,533
pendek expenses
Liabilitas imbalan Short-term
pasca kerja jangka 14,038 22,257 post-employment
pendek benefit obligations
Utang pajak 21,087 24,484 Taxes payable
Pendapatan Current deferred
ditangguhkan jangka 114,440 119,602 revenue
Page 5
pendek
Liabilitas jangka Current maturities of
panjang yang jatuh long-term liabilities
tempo dalam satu
tahun
Liabilitas jangka Current maturities
panjang yang jatuh of bank loans
tempo dalam satu 195,627 169,258
tahun atas utang
bank
Jumlah liabilitas Total current
451,337 468,215
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Liabilitas pajak Deferred tax liabilities
14,057 12,749
tangguhan
Liabilitas jangka Long-term liabilities
panjang setelah net of current
dikurangi bagian maturities
yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas jangka Long-term bank
panjang atas utang 1,021,522 1,128,250 loans
bank
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 32,807 23,153 post-employment
panjang benefit obligations
Jumlah liabilitas Total non-current
1,068,386 1,164,152
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 1,519,723 1,632,367 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 297,968 297,968 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
101,254 101,254
disetor capital
Cadangan revaluasi 252,789 252,789 Revaluation reserves
Komponen ekuitas Other components of
38,740 38,740
lainnya equity
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Appropriated
telah ditentukan 15,000 10,000 retained earnings
penggunaannya
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan 1,121,680 884,446 retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
1,827,431 1,585,197
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Jumlah ekuitas 1,827,431 1,585,197 Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
3,347,154 3,217,564
ekuitas
Page 6
[1311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - General Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
632,813 458,169
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 254,127 ) ( 203,542 )
pendapatan
Jumlah laba bruto 378,686 254,627 Total gross profit
Beban penjualan ( 1,446 ) ( 520 ) Selling expenses
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 45,286 ) ( 35,143 )
expenses
Pendapatan keuangan 2,341 942 Finance income
Beban bunga dan keuangan ( 52,138 ) ( 39,912 ) Interest and finance costs
Beban pajak final ( 303 ) ( 235 ) Final tax expenses
Pendapatan lainnya 211 245 Other income
Beban lainnya ( 326 ) ( 1,036 ) Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
281,739 178,968
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak ( 39,505 ) ( 35,960 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
242,234 143,008
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) 242,234 143,008 Total profit (loss)
Jumlah laba rugi komprehensif 242,234 143,008 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
242,234 143,008
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas 242,234 143,008 attributable to parent entity
induk
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
diatribusikan kepada attributable to equity
pemilik entitas induk owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per
dasar dari operasi yang 102 60 share from continuing
dilanjutkan operations
Page 7
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Current Year
30 June 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Komponen transaksi
Saham biasa Cadangan revaluasi ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor ekuitas lainnya
penggunaannya penggunaannya entitas induk
Other components of Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Revaluation reserves Equity
equity transactions earnings earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 297,968 101,254 252,789 38,740 10,000 884,446 1,585,197 1,585,197 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 297,968 101,254 252,789 38,740 10,000 884,446 1,585,197 1,585,197 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 242,234 242,234 242,234 Profit (loss)
Pembentukan cadangan umum 5,000 ( 5,000 ) 0 Allocation for general reserves
Posisi ekuitas, akhir periode 297,968 101,254 252,789 38,740 15,000 1,121,680 1,827,431 1,827,431 Equity position, end of the period
Page 8
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Prior Year
30 June 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang telah Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Komponen transaksi
Saham biasa Cadangan revaluasi ditentukan ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor ekuitas lainnya
penggunaannya penggunaannya entitas induk
Other components of Appropriated retained Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Revaluation reserves Equity
equity transactions earnings earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 297,968 101,254 250,088 38,740 5,000 521,904 1,214,954 1,214,954 Balance before restatement at beginning of period
Posisi ekuitas, awal periode 297,968 101,254 250,088 38,740 5,000 521,904 1,214,954 1,214,954 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) 143,008 143,008 143,008 Profit (loss)
Pembentukan cadangan umum 5,000 ( 5,000 ) 0 Allocation for general reserves
Posisi ekuitas, akhir periode 297,968 101,254 250,088 38,740 10,000 659,912 1,357,962 1,357,962 Equity position, end of the period
Page 9
[1510000] Statement of cash flows, direct method - General Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 June 2023 30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
618,897 524,462
pelanggan
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 172,047 ) ( 152,364 ) goods and services
jasa
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 50,467 ) ( 44,911 )
tunjangan allowances
Pembayaran kas lainnya Other cash payments for
( 48,273 ) ( 53,420 )
untuk beban operasi operating activities
Kas diperoleh dari Cash generated from (used
348,110 273,767
(digunakan untuk) operasi in) operations
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
348,110 273,767
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 67,775 ) ( 125,231 )
aset tetap property, plant and equipment
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 129 ) ( 221 )
aset takberwujud intangible assets
Pembayaran uang muka Payments for advances on
( 110,000 )
investasi investments
Penerimaan bunga dari Interests received from
2,341 942
aktivitas investasi investing activities
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 175,563 ) ( 124,510 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Pembayaran pinjaman bank ( 79,460 ) ( 34,924 ) Payments of bank loans
Pembayaran liabilitas sewa Payments of finance lease
( 584 ) ( 537 )
pembiayaan liabilities
Penerimaan dari penerbitan Proceeds from issuance of
0
saham biasa common stocks
Pembayaran bunga dari Interests paid from financing
( 53,001 ) ( 39,681 )
aktivitas pendanaan activities
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 133,045 ) ( 75,142 )
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
39,502 74,115
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
237,192 50,497
awal periode flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
276,694 124,612
akhir periode cash flows, end of the period
Page 10
Page 11
[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 June 2023
Kas dan setara kas Kas dan setara kas dalam laporan posisi keuangan terdiri dari kas, bank dan deposito jangka pendek Cash and cash equivalents
dengan jangka waktu jatuh tempo antara 3 (tiga) bulan atau kurang pada saat penempatan dan tidak
dibatasi penggunaannya, dan mana yang memiliki risiko tidak signifikan dari perubahan nilai.
Persediaan Persediaan diukur pada harga perolehan, dan ditentukan menggunakan metode first-in-first-out dan Inventories
termasuk pengeluaran yang terjadi pada saat memperoleh persediaan, dan beban lain yang terjadi
ketika membawa persediaan tersebut ke lokasi dan kondisi saat ini.Cadangan untuk keusangan
dan/atau penurunan nilai persediaan berdasarkan hasil penelaahan berkala atas kondisi fisik dan
penilaian dari setiap persediaan pada akhir tahun, dan estimasi jumlah tiap item persediaan adalah
sebesar nilai realisasinya.
Aset tetap Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan Fixed assets
biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi
yang diinginkan agar aset siap digunakan. Setelah pengakuan awal, aset tetap, kecuali tanah,
dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai.
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan dan dihitung dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset-aset
tersebut.Jumlah tercatat komponen dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat
dilepaskan atau saat sudah tidak ada lagi manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari
penggunaan maupun pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian
pengakuan tersebut (ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto dan jumlah
tercatatnya) dimasukkan ke dalam laba atau rugi untuk tahun penghentian pengakuan tersebut
dilakukan. Pada setiap akhir periode pelaporan, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan
di-reviu oleh manajemen Perusahaan, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara
prospektif.Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi
beban pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam
penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun ?Aset Tetap? yang
bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset
tetap dalam penyelesaian tidak disusutkan sampai memenuhi syarat pengakuan sebagai aset tetap
seperti diungkapkan di atas. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat
terjadinya. Beban pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada jumlah
tercatat aset terkait bila besar kemungkinan bagi Perusahaan manfaat ekonomi masa depan menjadi
lebih besar dari standar kinerja awal yang ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa
manfaat aset terkait. Tanah dinyatakan berdasarkan nilai revaluasi yang merupakan nilai wajar pada
tanggal revaluasi dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal revaluasi.
Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang memadai untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak
berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada setiap
akhir periode pelaporan. Kenaikan yang berasal dari revaluasi tanah diakui pada penghasilan
Page 12
komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasian, kecuali
sebelumnya penurunan revaluasi atas aset yang sama pernah diakui dalam laba rugi, dalam hal ini
kenaikan revaluasi hingga sebesar penurunan nilai aset akibat revaluasi tersebut, dikreditkan dalam
laba rugi. Penurunan jumlah tercatat yang berasal dari revaluasi tanah dibebankan dalam laba rugi
apabila penurunan tersebut melebihi saldo surplus revaluasi aset yang bersangkutan, jika ada. Surplus
revaluasi tanah yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke saldo laba pada saat aset
tersebut dihentikan penggunaannya.Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna
Usaha (?HGU?), Hak Guna Bangunan (?HGB?), dan Hak Pakai (?HP?) ketika tanah diperoleh
pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun ?Aset Tetap? dan tidak
diamortisasi. Sementara biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah
dalam bentuk HGU, HGB, dan HP diakui sebagai bagian dari akun ?Aset Tetap? pada laporan posisi
keuangan dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih pendek antara umur hukum hak dan umur
ekonomi tanah. Jumlah tercatat aset tetap dilakukan atas penurunan dan kemungkinan penurunan nilai
wajar aset jika terjadi peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat
mungkin tidak dapat seluruhnya terealisasi.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada setiap akhir tahun pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset Impairment of non-financial assets
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai
aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi formal jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah
terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset
atau Unit Penghasil Kas (?UPK?) dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset
tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok
aset lain. Jika nilai tercatat aset atau UPK lebih besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset
tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi
sebesar jumlah terpulihkannya.Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada,
diakui pada laba atau rugi sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang
diturunkan nilainya. Untuk aset selain goodwill, penilaian dilakukan pada akhir setiap tanggal pelaporan
apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya
mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas
mengestimasi jumlah terpulihkan aset atau UPK tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui
dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan
asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi
penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya.
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya
maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang
telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui
sebagai laba atau rugi.Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode
mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan
dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat
indikasi atas kemungkinan penurunan nilai potensial atas aset tetap, dan aset non-keuangan tidak
lancar lainnya yang disajikan pada laporan posisi keuangan.
Pengakuan pendapatan dan beban Perusahaan menerapkan PSAK 72, ?Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan?, yang Revenue and expense recognition
mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:1.
Identifikasi kontrak dengan pelanggan.2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban
pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki
karakteristik berbeda ke pelanggan.3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur,
insentif penjualan dan pajak pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai
kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.4. Alokasi harga transaksi
Page 13
ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari
setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah
marjin.5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang
atau jasa tersebut).Pendapatan atas jasa colocation, crossconnect dan smarthandsPendapatan
recurring pada umumnya berasal dari penyediaan jasa colocation, crossconnect dan smarthands dan
diakui secara layak selama periode kontrak pada saat jasa diberikan kepada pelangganPendapatan
dari instalasi dan rekondisiJasa non-recurring atas instalasi dan rekondisi ruang yang tersedia, pada
umumnya dibayarkan di muka pada saat instalasi, ditangguhkan dan diakui secara layak selama
periode kontrak.Pendapatan atas Flexspace dan baremetalsPendapatan dari flexspace dan baremetals
adalah pendapatan sewa operasi dan diakui berdasakan ketentuan PSAK 73: Sewa.Pendapatan yang
DitangguhkanPenerimaan kas dari pelanggan sehubungan dengan keseluruhan jasa diatas, yang
belum memenuhi kriteria pengakuan pendapatan, dicatat sebagai bagian dari ?Pendapatan yang
Ditangguhkan? dalam laporan posisi keuangan.Pendapatan/beban bungaUntuk semua instrumen
keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, pendapatan atau biaya bunga dicatat
dengan menggunakan metode suku bunga efektif (?SBE?), yaitu suku bunga yang secara tepat
mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa yang akan datang selama
perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode yang lebih singkat,
untuk nilai tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.Pengakuan bebanBeban diakui
pada saat terjadinya (asas akrual).
Penjabaran mata uang asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat Foreign currency translation
transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada
tanggal transaksi perbankan terakhir untuk periode yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang
timbul, dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun yang bersangkutan.Pada tanggal 30 Juni
2023, nilai tukar yang digunakan adalah sebagai berikut: 1 Dolar Amerika Serikat/Rupiah 15.0261
Dolar Singapura/Rupiah 11.102
Transaksi dengan pihak berelasi Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan (entitas pelapor): a. Transactions with related parties
Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: i.
Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;ii. Memiliki pengaruh signifikan
atas entitas pelapor; atau iii. Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk
dari entitas pelapor. b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal
berikut:i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Perusahaan yang sama (artinya entitas induk,
entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya);ii. Satu entitas adalah
entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama
yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;iv. Satu entitas adalah
ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;v.
Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas
pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang
menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor;vi.
Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a);vii.
Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas); atauviii. Entitas, atau anggota dari
kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil
manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor.Transaksi ini
Page 14
dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yang mungkin tidak sama
dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi. Transaksi dan saldo
yang material dengan pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan yang relevan.
Kecuali diungkapkan khusus sebagai pihak berelasi, maka pihak-pihak lain yang disebutkan dalam
Catatan atas laporan keuangan merupakan pihak tidak berelasi.
Pajak penghasilan Pajak kiniAset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan Income taxes
dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan.Beban pajak kini ditentukan
berdasarkan laba kena pajak tahun berjalan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku.Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari ?Beban
Pajak Kini? dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Perusahaan menyajikan
bunga/denda, jika ada, sebagai bagian dari pendapatan atau beban lainnya.Koreksi terhadap liabilitas
perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika diajukan keberatan, pada saat
keputusan atas keberatan ditetapkan.Pajak FinalBeban pajak sehubungan dengan penghasilan yang
dikenakan pajak penghasilan final diakui proposional dengan jumlah pendapatan yang diakui pada
tahun berjalan untuk tujuan akuntansi dan dicatat sebagai ?Beban Pajak Final? dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain. Selisih antara pajak penghasilan final yang telah dibayar
dengan beban pajak penghasilan final pada tahun berjalan diakui sebagai pajak dibayar di muka atau
utang pajak. Sesuai peraturan perpajakan di Indonesia, pajak final dikenakan atas nilai bruto transaksi,
dan tetap dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.Pajak
tangguhanAset dan liabilitas pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas konsekuensi
pajak pada masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut
laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas pada setiap tanggal pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak
tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal,
sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal
tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa depan.Jumlah tercatat
aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir setiap periode pelaporan dan diturunkan apabila laba
fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak
tangguhan tersebut. Pada akhir setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai kembali aset pajak
tangguhan yang tidak diakui. Perusahaan mengakui aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak
diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa depan akan tersedia untuk
pemulihannya.Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara
substansial telah berlaku pada tanggal pelaporan. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak
tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada usaha periode berjalan,
kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke
ekuitas.Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus dalam laporan posisi
keuangan, kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, sesuai dengan
penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
Pinjaman Perusahaan mengkapitalisasi beban bunga yang berasal dari pinjaman dan biaya terkait lainnya yang Borrowings
digunakan untuk membiayai pembangunan atau instalasi aset tetap. Kapitalisasi biaya pinjaman
dihentikan pada saat pembangunan atau instalasi aset selesai dan aset yang dibangun atau diinstalasi
tersebut telah siap untuk digunakan.
Provisi Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) Provisions
yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut
Page 15
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal
mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan
disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk
menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.
Imbalan kerja karyawan Perusahaan mengakui penyisihan imbalan kerja karyawan berdasarkan Peraturan Perusahaan dan Employee benefits
sesuai dengan Undang-undang Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah No. 35
Tahun 2021. Penyisihan tersebut diestimasi dengan menggunakan perhitungan aktuarial metode
?Projected Unit Credit?.Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial, segera
diakui pada laporan posisi keuangan dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo
laba melalui penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak
direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada
saat yang lebih awal antara:i) Ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi; danii) Ketika
Perusahaan mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.Bunga neto dihitung dengan
menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas imbalan kerja. Perusahaan mengakui
perubahan berikut pada kewajiban obligasi neto pada akun ?Beban Pokok Pendapatan? dan ?Beban
Umum dan Administrasi? pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain:i) Biaya jasa terdiri
atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas penyelesaian (curtailment) tidak
rutin, danii) Beban atau penghasilan bunga neto.Pada bulan April 2022, DSAK IAI (Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia) menerbitkan materi penjelasan melalui siaran pers
atas persyaratan pengatribusian imbalan pada periode jasa sesuai PSAK 24: Imbalan Kerja yang
diadopsi dari IAS 19 Employee Benefits. Materi penjelasan tersebut menyampaikan informasi bahwa
pola fakta umum dari program pensiun berbasis undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku di
Indonesia saat ini memiliki pola fakta serupa dengan yang ditanggapi dan disimpulkan dalam IFRS
Interpretation Committee (?IFRIC?) Agenda Decision Attributing Benefit to Periods of Service (IAS
19).Pada tahun-tahun sebelumnya, Perusahaan mengatribusikan imbalan berdasarkan formula
imbalan program imbalan pasti berdasarkan masa kerja sejak tanggal pekerja memberikan jasa hingga
usia pensiun. Mulai 2022, berdasarkan siaran pers, Perusahaan telah mengubah kebijakan
akuntansinya untuk mengatribusikan imbalan berdasarkan program tersebut, yaitu dari tanggal ketika
jasa pekerja pertama kali menghasilkan imbalan dalam program sampai dengan tanggal ketika jasa
pekerja selanjutnya tidak akan menghasilkan jumlah imbalan yang material di bawah program
tersebut.Perusahaan telah menerapkan materi penjelasan tersebut dan dengan demikian merubah
kebijakan akuntansi menyangkut atribusi imbalan kerja pada periode jasa dari kebijakan yang
diterapkan sebelumnya pada laporan keuangan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2022 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Dampak perubahan tersebut atas saldo awal
dibukukan di tahun berjalan.
Laba per saham Laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun/periode berjalan yang dapat diatribusikan Earnings per share
kepada pemilik entitas dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar dan disetor penuh
selama tahun/periode yang bersangkutan.
Pelaporan segmen Segmen adalah komponen yang dapat dibedakan dari Perusahaan yang terlibat baik dalam Segment reporting
menyediakan jasa-jasa tertentu (segmen usaha), atau dalam menyediakan jasa dalam lingkungan
ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen
lainnya.Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan
secara langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang
Page 16
memadai untuk segmen tersebut.Perusahaan tidak menyajikan informasi sehubungan dengan segmen
geografis dikarenakan manajemen Perusahaan berpendapat bahwa Perusahaan beroperasi pada
suatu lingkungan ekonomi yang memiliki risiko dan imbalan yang sama.
Penentuan nilai wajar Perusahaan mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan pada nilai wajar, dan aset dan Determination of fair value
liabilitas yang diakuisisi pada kombinasi bisnis. Perusahaan juga mengukur jumlah terpulihkan dari
UPK tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan.Nilai wajar adalah harga yang akan
diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas
dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar
mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:i. di pasar
utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atauii. jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling
menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.Pasar utama atau pasar yang paling
menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Perusahaan. Nilai wajar dari aset atau liabilitas
diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga
aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
terbaiknya. Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan
pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan
tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan
aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.Perusahaan menggunakan teknik penilaian
yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan
memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati (observable) yang relevan dan meminimalkan
masukan (input) yang tidak dapat diamati (unobservable). Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya
diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan
level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara
keseluruhan sebagai berikut :i) Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset
atau liabilitas yang identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.ii) Level 2 - Teknik
penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara langsung atau tidak langsung.iii)
Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable).Untuk aset dan
liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan menentukan apakah
terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang atas penetapan
kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar,
Perusahaan mementukan klasifikasi aset dan liabilitas berdasarkan sifat, karakteristik dan risikonya
dan level pada hierarki nilai wajar sebagaimana dijelaskan diatas.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat Foreign currency transactions and balances
transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada
tanggal transaksi perbankan terakhir untuk periode yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang
timbul, dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun yang bersangkutan.Pada tanggal 30 Juni
2023, nilai tukar yang digunakan adalah sebagai berikut: 1 Dolar Amerika Serikat/Rupiah 15.0261
Dolar Singapura/Rupiah 11.102
Aset hak guna Perusahaan mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan sewa (yaitu tanggal aset pendasar Right of use assets
tersedia untuk digunakan). Aset hak-guna diukur pada harga perolehan, dikurangi akumulasi
penyusutan dan penurunan nilai, serta disesuaikan dengan pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya
perolehan aset hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang
Page 17
terjadi, dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan dikurangi setiap
insentif sewa yang diterima. Aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus selama periode
sewa.Jika kepemilikan aset sewaan beralih ke Perusahaan pada akhir masa sewa atau biaya
perolehan mencerminkan pelaksanaan opsi beli, penyusutan dihitung dengan menggunakan estimasi
masa manfaat aset. Aset hak-guna juga mengalami penurunan nilai.Perusahaan memilih untuk tidak
mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa 12
bulan atau kurang dan sewa atas aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui pembayaran sewa
terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.Biaya perolehan
aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus berdasarkan jangka waktu sewa. Manajemen
mengestimasi masa manfaat ekonomis aset hak guna 2 (dua) tahun, yang merupakan umur yang
secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan
tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan
nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
Aset takberwujud Aset takberwujud yang diperoleh secara terpisah diukur pada pengakuan awal sebesar biaya Intangible assets
perolehan. Biaya perolehan aset takberwujud yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis adalah nilai
wajarnya pada tanggal akuisisi. Setelah pengakuan awal, aset takberwujud dicatat sebesar biaya
perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Aset takberwujud
yang dihasilkan secara internal, tidak termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi, tidak
dikapitalisasi dan pengeluaran terkait tercermin dalam laba rugi pada periode ketika pengeluaran
terjadi. Masa manfaat aset takberwujud dinilai baik terbatas atau tidak terbatas.Aset takberwujud
dengan masa manfaat terbatas diamortisasi selama masa manfaat ekonomis dan dinilai untuk
penurunan nilai setiap ada indikasi bahwa aset takberwujud tersebut mungkin mengalami penurunan
nilai. Periode amortisasi dan metode amortisasi untuk aset takberwujud dengan masa manfaat terbatas
dikaji paling lambat pada setiap akhir periode pelaporan. Perubahan dalam masa manfaat yang
diharapkan atau pola konsumsi yang diharapkan dari manfaat ekonomi masa depan yang terkandung
dalam aset dianggap memodifikasi periode atau metode amortisasi, sebagaimana mestinya, dan
diperlakukan sebagai perubahan dalam estimasi akuntansi. Beban amortisasi atas aset takberwujud
dengan umur terbatas diakui dalam laba rugi dalam kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari
aset takberwujud.Aset takberwujud dengan masa manfaat tidak terbatas tidak diamortisasi, tetapi diuji
untuk penurunan setiap tahun, baik secara individu atau pada tingkat unit penghasil kas. Penilaian
masa manfaat yang tidak terbatas ditinjau setiap tahun untuk menentukan apakah masa manfaat yang
tidak terbatas tetap dapat didukung. Jika tidak, perubahan dalam masa manfaat dari tidak terbatas
menjadi terbatas dilakukan secara prospektif. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian
pengakuan suatu aset takberwujud diukur sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan
jumlah tercatat dari aset dan diakui dalam laba rugi ketika aset dihentikan pengakuannya.
Beban dibayar dimuka Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama masa manfaatnya Prepaid expenses
menggunakan metode garis lurus, dan disajikan sebagai aset lancar atau aset tidak lancar sesuai
sifatnya masing-masing.
Biaya emisi efek ekuitas Biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada publik Stock issuance cost
dikurangkan langsung dengan hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang akun tambahan modal
disetor dalam laporan posisi keuangan.
Page 18
Instrumen keuangan Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan Financial instruments
liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.i. Aset KeuanganPengakuan dan pengukuran
awalPerusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori: (a) aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui pendapatan
komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Aset
keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset tidak
lancar lainnya diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.
Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain. Perusahaan menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan
aset keuangan, yaitu model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus
kas kontraktual dari aset keuangan.Pengujian arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan
bunga (?SPPI?)Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan menilai persyaratan
kontraktual keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI. Nilai pokok
untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada pengakuan awal
dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran pokok atau amortisasi
premi/diskon). Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan
atas nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan menerapkan
pertimbangan dan memperhatikan faktor faktor yang relevan seperti mata uang dimana aset keuangan
didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan. Sebaliknya, persyaratan kontraktual
yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual
yang tidak terkait dengan dasar pengaturan pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI
atas jumlah saldo. Dalam kasus seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value
through Profit or Loss(?FVTPL?).Penilaian model bisnis Perusahaan menentukan model bisnisnya
berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan bagaimana Perusahaan mengelola kelompok atas
keuangannya untuk mencapai tujuan bisnisnya.Model bisnis Perusahaan tidak dinilai berdasarkan
masing-masing instrumennya, tetapi pada tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan
didasarkan pada faktor-faktor yang dapat diamati seperti: Bagaimana kinerja model bisnis dan aset
keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel
manajemen kunci; Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki
dalam model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola; Bagaimana
manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada nilai wajar dari aset
yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih); Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang
diharapkan, juga merupakan aspek penting dari penilaian Perusahaan.Penilaian model bisnis
didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa mempertimbangkan skenario ?worst
case? atau ?stress case?. Jika arus kas setelah pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang
berbeda dari yang awal diharapkan, Perusahaan tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki
yang tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan
penilaian atas aset keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya. Aset keuangan yang diukur
pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan
untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan persyaratan
kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari
pembayaran pokok dan bunga (?SPPI?) dari jumlah pokok terutang. Pada saat pengakuan awal, aset
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya
transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga
efektif. Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai ?Pendapatan
Page 19
Keuangan?. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan sebagai ?Kerugian penurunan nilai?Metode Suku Bunga Efektif (?SBE?) SBE adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. SBE adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari SBE, biaya transaksi dan premium dan diskontolainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih aset keuangan pada saat pengakuan awal. Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari aset keuangan FVTPL.Penurunan Nilai Aset KeuanganPerusahaan mengakui cadangan kerugian kredit ekspektasian (?ECL?) untuk semua instrumen utang yang tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima Perusahaan, didiskontokan dengan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontraktual. ECL diakui dalam dua tahap. Bila belum terdapat peningkatan risiko kredit signifikan sejak pengakuan awal, ECL diakui untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Namun, bila telah terdapat peningkatan signifikan risiko kredit sejak pengakuan awal,penyisihan kerugian diakui untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur aset, tanpa mempertimbangkan waktu gagal bayar (ECL sepanjang umurnya).Penghentian PengakuanAset keuangan (atau, sesuai dengan kondisinya, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapuskan dari laporan posisi keuangan Perusahaan) ketika:? Hak untuk menerima arus kas dari aset telah berakhir Atau ? Perusahaan telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa penundaan yang material kepada pihak ketiga berdasarkan kesepakatan ?pass-through?, dan salah satu dari (a) Perusahaan telah mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Perusahaan tidak mengalihkan maupun tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat atas aset, tetapi telah mengalihkan kendali atas aset.Ketika Perusahaan telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah menandatangani kesepakatan ?pass-through?, Perusahaanmengevaluasi jika, dan sejauh mana, Perusahaan masih mempertahankan risiko dan manfaat atas kepemilikan aset. Ketika Perusahaan tidak mengalihkan maupun seluruh risiko dan manfaat atas aset dipertahankan secara substansial, maupun tidak mengalihkan kendali atas aset, Perusahaan tetap mengakui aset yang dialihkan sebesar keterlibatan berkelanjutannya. Dalam kasus tersebut, Perusahaan juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur dengan basis yang mencerminkan hak dan kewajiban yang masih dipertahankan oleh Perusahaan. Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer, diukur pada nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat awal aset dan jumlah maksimum imbalan yang dibutuhkan oleh Perusahaan untuk membayar kembali.ii. Liabilitas KeuanganPengakuan dan Pengukuran AwalLiabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal. Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
Page 20
langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung
diakui dalam laba rugi.Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang usaha, beban akrual, liabilitas
imbalan kerja karyawan jangka pendek, liabilitas utang bank jangka panjang dan liabilitas sewa
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan tidak
memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.Pengukuran
SelanjutnyaSetelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Pada tanggal pelaporan, akrual beban
bunga dicatat secara terpisah dari pokokpinjaman terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek.
Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan
pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan
mempertimbangkan diskonto atau premium atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai ?Beban Keuangan? dalam laba
rugi.Penghentian PengakuanSuatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban
yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika sebuah liabilitas
keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan
yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara
substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian
pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai
tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi.iii. Reklasifikasi Instrumen
KeuanganPerusahaan diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki
jika Perusahaan mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Perusahaan tidak
diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan. Perubahan model bisnis sifatnya
harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan operasional Perusahaan seperti memperoleh,
melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis. Selain itu, Perusahaan perlu membuktikan adanya
perubahan tersebut kepada pihak eksternal. Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah:
(a) perubahan intensi berkaitan dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan
signifikan dalam kondisi pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c)
pengalihan aset keuangan antara bagian dari Perusahaan dengan model bisnis berbeda.v. Saling
Hapus Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya
disajikan dalam laporan posisi keuangan jika Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara
hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk
menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
simultan. Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu
peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan
dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Peristiwa setelah tanggal pelaporan yang memberikan tambahan informasi mengenai posisi keuangan Events after reporting period
Perusahaan pada tanggal pelaporan (peristiwa penyesuai), jika ada, dicerminkan dalam laporan
keuangan. Peristiwa setelah tanggal pelaporan yang bukan peristiwa penyesuaian diungkapkan dalam
Catatan atas laporan keuangan, jika material.
Penerapan standar akuntansi baru Perusahaan menerapkan pertama kali seluruh standar baru dan/atau yang direvisi yang berlaku efektif Adoption of new accounting standards
untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2022, termasuk standar yang direvisi berikut
ini yang mempengaruhi laporan keuangan Perusahaan:? Penyesuaian Tahunan 2020 - PSAK 71:
Instrumen KeuanganAmandemen ini mengklarifikasi biaya yang diperhitungkan entitas dalam
mengevaluasi apakah persyaratan yang dimodifikasi dari suatu liabilitas keuangan menyebabkan
Page 21
penghentian pengakuan liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas keuangan baru. Biaya
tersebut hanya mencakup yang dibayarkan atau diterima antara peminjam dan pemberi pinjaman,
termasuk fee yang dibayarkan atau diterima baik oleh peminjam atau pemberi pinjaman atas nama
pihak lain.? Penyesuaian Tahunan 2020 - PSAK 73: SewaAmandemen terhadap Contoh Ilustrasi 13
yang merupakan bagian dari PSAK 73 dengan menghilangkan dari contoh ilustrasi penggantian
perbaikan properti sewaan oleh pesewa untuk mengatasi potensi kebingungan mengenai perlakuan
insentif sewa yang mungkin timbul karena cara insentif sewa diilustrasikan dalam contoh tersebut.?
Amendemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontijensi, dan Aset Kontijensi tentang Kontrak Merugi-Biaya
Memenuhi KontrakAmendemen PSAK 57 mengatur biaya-biaya untuk memenuhi kontrak merugi terdiri
dari biaya yang terkait langsung dengan kontrak, dimana terdiri dari:1. Biaya inkremental untuk
memenuhi kontrak tersebut, dan2. Alokasi biaya lain yang berhubungan langsung untuk memenuhi
kontrak.Penerapan dari standar baru ini tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap laporan
keuangan Perusahaan.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Mulai efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023? Amendemen PSAK 16: Aset Tetap - Hasil Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif sebelum Penggunaan yang Diintensikan.Amandemen ini tidak memperbolehkan entitas untuk effective
mengurangi suatu hasil penjualan item yang diproduksi saat membawa aset tersebut ke lokasi dan
kondisi yang diperlukan supaya aset dapat beroperasi sesuai dengan intensi manajemen dari biaya
perolehan suatu aset tetap. Sebaliknya, entitas mengakui hasil dari penjualan item-item tersebut, dan
biaya untuk memproduksi item-item tersebut, dalam laba rugi.? Amendemen PSAK 1: Penyajian
Laporan Keuangan Tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang.
Amandemen ini menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan suatu liabilitas sebagai jangka
pendek atau jangka panjang dan menjelaskan:- hal yang dimaksud sebagai hak untuk menangguhkan
pelunasan,- hak untuk menangguhkan pelunasan harus ada pada akhir periode pelaporan,- klasifikasi
tersebut tidak dipengaruhi oleh kemungkinan entitas akan menggunakan haknya untuk menangguhkan
liabilitas, dan- hanya jika derivatif melekat pada liabilitas konversi tersebut adalah suatu instrumen
ekuitas, maka syarat dan ketentuan dari suatu liabilitas konversi tidak akan berdampak pada
klasifikasinya.? Amandemen PSAK 1: Penyajian laporan keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan
Akuntansi.Amandemen ini memberikan panduan dan contoh untuk membantu entitas menerapkan
pertimbangan materialitas dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amandemen tersebut bertujuan
untuk membantu entitas menyediakan pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih berguna dengan
mengganti persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan' entitas dengan
persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' entitas dan menambahkan panduan
tentang bagaimana entitas menerapkan konsep materialitas dalam membuat keputusan tentang
pengungkapan kebijakan akuntansi.? Amandemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan
Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan terkait Definisi Estimasi Akuntansi.Amandemen tersebut
memperkenalkan definisi 'estimasi akuntansi' dan mengklarifikasi perbedaan antara perubahan
estimasi akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan. Amandemen tersebut
juga mengklarifikasi bagaimana entitas menggunakan teknik pengukuran dan input untuk
mengembangkan estimasi akuntansi.? Amandemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak
Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas Yang Timbul Dari Transaksi Tunggal.Amendemen ini
mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun liabilitas pajak tangguhan pada saat pengakuan
awalnya sebagai contoh dari transaksi sewa, untuk mengeliminasi perbedaan praktik saat ini atas
transaksi tersebut dan transaksi lain yang serupa.Mulai efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari
2024? Amandemen PSAK 1: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan.Amendemen ini
mengklarifikasi bahwa hanya kovenan yang harus dipatuhi entitas pada atau sebelum tanggal
pelaporan yang akan memengaruhi klasifilasi liabilitas sebagai lancar atau tidak lancar.? Amandemen
PSAK 73: Liabilitas Sewa dalam Jual Beli dan Sewa-balik.Amandemen PSAK 73 Sewa menetapkan
Page 22
persyaratan yang digunakan penjual-penyewa dalam mengukur kewajiban sewa yang timbul dalam transaksi jual beli dan sewa-balik, untuk memastikan penjual-penyewa tidak mengakui jumlah setiap keuntungan atau kerugian yang terkait dengan hak guna yang dipertahankan. Amandemen berlaku secara retrospektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan dini diperkenankan.
Page 23
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Current Year
30 June 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, akhir
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Reklasifikasi aset tetap
periode
Property, plant, and Reclassifications of
Addition in property, plant, Property, plant, and
equipment, beginning property, plant, and
and equipment equipment, end period
period equipment
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 590,763 590,763 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold
907,290 3,598 175 911,063
dimiliki langsung improvement, directly owned
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
1,547,481 1,719 2,344 1,551,544
langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
116,552 2,250 373 119,175
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
707 707
langsung
Infrastruktur Telekomunikasi, Telecommunication
96,407 748 999 98,154
dimiliki langsung Infrastructure, directly owned
Lainnya, dimiliki langsung 2,546 5 2,551 Others, directly owned
Dimiliki langsung 3,261,746 8,320 3,891 3,273,957 Directly owned
Mesin dan alat berat, dalam Machinery and heavy
penyelesaian 105,061 29,875 ( 3,891 ) 131,045 equipment, assets under
construction
Aset dalam penyelesaian 105,061 29,875 ( 3,891 ) 131,045 Assets under construction
Aset tetap Property, plant, and
3,366,807 38,195 0 3,405,002
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount,
163,403 22,971 186,374
dimiliki langsung improvement, directly owned accumulated depreciation
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
360,728 55,265 415,993
langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
53,992 7,133 61,125
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
122 43 165
langsung
Infrastruktur Telekomunikasi, Telecommunication
33,779 5,162 38,941
dimiliki langsung Infrastructure, directly owned
Page 24
Lainnya, dimiliki langsung 2,341 40 2,381 Others, directly owned
Dimiliki langsung 614,365 90,614 704,979 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
614,365 90,614 704,979
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
2,752,442 2,700,023
equipment
Page 25
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal Penambahan aset Pengurangan aset Reklasifikasi aset Revaluasi aset Aset tetap, akhir
periode tetap tetap tetap tetap periode
Property, plant, and Reclassifications of Revaluation of Property, plant,
Addition in property, Disposals in property,
equipment, property, plant, and property, plant, and and equipment,
plant, and equipment plant, and equipment
beginning period equipment equipment end period
Nilai perolehan, Tanah, dimiliki langsung 588,062 2,701 590,763 Land, directly owned Carrying amount,
kotor Bangunan dan Building and leasehold gross
fasilitasnya, dimiliki 868,397 10,544 28,349 907,290 improvement, directly
langsung owned
Mesin dan peralatan, Machinery and
1,357,114 69,037 121,330 1,547,481
dimiliki langsung equipment, directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
102,335 5,043 9,174 116,552
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
728 495 ( 516 ) 707
dimiliki langsung owned
Infrastruktur Telecommunication
Telekomunikasi, dimiliki 74,173 11,328 10,906 96,407 Infrastructure, directly
langsung owned
Lainnya, dimiliki Others, directly owned
2,392 154 2,546
langsung
Dimiliki langsung 2,993,201 96,601 ( 516 ) 169,759 2,701 3,261,746 Directly owned
Mesin dan alat berat, Machinery and heavy
dalam penyelesaian 127,278 147,542 ( 169,759 ) 105,061 equipment, assets under
construction
Aset dalam Assets under
127,278 147,542 ( 169,759 ) 105,061
penyelesaian construction
Aset tetap Property, plant, and
3,120,479 244,143 ( 516 ) 0 2,701 3,366,807
equipment
Akumulasi Bangunan dan Building and leasehold Carrying amount,
depresiasi fasilitasnya, dimiliki 118,458 44,945 163,403 improvement, directly accumulated
langsung owned depreciation
Mesin dan peralatan, Machinery and
254,970 105,758 360,728
dimiliki langsung equipment, directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
40,431 13,561 53,992
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Page 26
Kendaraan bermotor, 567 71 ( 516 ) 122 Motor vehicle, directly
dimiliki langsung owned
Infrastruktur Telecommunication
Telekomunikasi, dimiliki 24,494 9,285 33,779 Infrastructure, directly
langsung owned
Lainnya, dimiliki Others, directly owned
2,277 64 2,341
langsung
Dimiliki langsung 441,197 173,684 ( 516 ) 614,365 Directly owned
Aset tetap Property, plant, and
441,197 173,684 ( 516 ) 614,365
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
2,679,282 2,752,442
equipment
Page 27
[1611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Pada tanggal 31 Desember 2022, tanah yang diukur pada nilai wajarnya telah direviu oleh manajemen Disclosure of notes for property, plant and
dan didukung oleh laporan penilaian KJPP Wiseso, Saladin & Rekan tanggal 7 Maret 2023, dengan equipment
metode pendekatan harga pasar. Manajemen telah menelaah bahwa terdapat perubahan atas situasi
dan kondisi tanah tersebut dan karenanya, selisih nilai wajarnya sebesar Rp2.701 dicatat sebagai
?Perubahan nilai wajar tanah? dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya.Pada
tanggal 31 Desember 2021, tanah yang diukur pada nilai wajarnya telah direviu oleh manajemen dan
didukung oleh laporan penilaian KJPP Wiseso, Saladin & Rekan tanggal 24 Februari 2022, dengan
metode pendekatan harga pasar. Manajemen telah menelaah bahwa terdapat perubahan yang
signifikan atas situasi dan kondisi tanah tersebut dan karenanya, selisih nilai wajarnya sebesar
Rp84.894 dicatat sebagai ?Perubahan nilai wajar tanah? dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lainnya.Pengukuran nilai wajar atas tanah dikategorikan sebagai nilai wajar Level 2
dengan menggunakan pendekatan data pasar yang dapat diperbandingkan yaitu menggunakan harga
kuotasian untuk aset yang serupa di pasar yang tidak aktif. Perkiraan harga pasar dari tanah
sebanding disesuaikan dengan perbedaan pada atribut kunci seperti luas tanah, lokasi dan kondisi.
Page 28
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Current Year
30 June 2023
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode Aset hak guna, periode
Penambahan aset hak guna
awal akhir
Right of use assets, Right of use assets, end
Addition in right of use assets
beginning period period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna 2,144 2,144 Building, right of use assets Carrying amount, gross
Aset hak guna 2,144 2,144 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna 1,072 536 1,608 Building, right of use assets Carrying amount, accumulated
Aset hak guna 1,072 536 1,608 Right of use assets depreciation
Nilai perolehan Aset hak guna 1,072 536 Right of use assets Carrying amount
Page 29
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna, periode Aset hak guna, periode
Penambahan aset hak guna
awal akhir
Right of use assets, Right of use assets, end
Addition in right of use assets
beginning period period
Nilai perolehan, kotor Bangunan, aset hak guna 2,144 2,144 Building, right of use assets Carrying amount, gross
Aset hak guna 2,144 2,144 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Bangunan, aset hak guna 1,072 1,072 Building, right of use assets Carrying amount, accumulated
Aset hak guna 1,072 1,072 Right of use assets depreciation
Nilai perolehan Aset hak guna 2,144 1,072 Right of use assets Carrying amount
Page 30
[1612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset hak guna Transaksi sewa kantor mengandung opsi perpanjangan yang dapat diambil oleh Perusahaan sebelum Disclosure of notes for right of use assets
masa berakhirnya kontrak yang tidak dapat dibatalkan. Opsi perpanjangan yang dimiliki hanya dapat
diambil oleh Perusahaan. Perusahaan mengevaluasi pada awal dimulainya masa sewa apakah besar
kemungkinan akan diambilnya opsi perpanjangan. Perusahaan mengevaluasi kembali penentuan ini
apabila ada peristiwa signifikan atau ada perubahan keadaan signifikan di dalam kendali Perusahaan.
Page 31
[1616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas pendapatan Perusahaan menerapkan PSAK 72, ?Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan?, yang Disclosure of notes for revenue
mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut: 1.
Identifikasi kontrak dengan pelanggan. 2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban
pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki
karakteristik berbeda ke pelanggan. 3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur,
insentif penjualan dan pajak pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai
kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak. 4. Alokasi harga transaksi
ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari
setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah
marjin. 5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang
atau jasa tersebut).
Page 32
[1617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - General
Industry
Catatan untuk tipe pendapatan Notes for revenue by type
30 June 2023 30 June 2022
Nama produk atau Penjualan dan Penjualan dan
jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari jasa 1 Colocation 597,791 434,139 Service revenue 1
Pendapatan jasa lainnya Lain-lain 35,022 24,030 Other service revenue
Pendapatan dari jasa 632,813 458,169 Service revenue
Tipe pendapatan 632,813 458,169 Type of revenue
Page 33
[1620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - General Industry
Piutang usaha berdasarkan umur Trade receivables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, Trade receivables,
impairment of trade Trade receivables impairment of trade Trade receivables
gross gross
receivables receivables
Belum jatuh tempo Umur 188,101 148,675 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 25,638 26,294 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 5,940 7,358 31 - 60 days
61 - 90 hari 345 8,416 61 - 90 days
Lebih dari 90 hari 4,337 6,031 More than 90 days
Umur 36,260 48,099 Aging
Jatuh tempo Umur 224,361 224,361 196,774 196,774 Aging Due status
Page 34
[1621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas piutang usaha Berdasarkan hasil penelaahan manajemen atas saldo piutang usaha pada tanggal 30 Juni 2023 dan Disclosure of notes for trade receivables
31 Desember 2022, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa semua piutang usaha dapat tertagih,
oleh karena itu, provisi kerugian kredit ekspektasian atas piutang usaha belum diperlukan.
Page 35
[1630000] Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Catatan atas persediaan Notes for inventories
30 June 2023 31 December 2022
Barang dalam proses 4,201 2,505 Work in process
Perlengkapan 3,097 2,492 Supplies
Persediaan 7,298 4,997 Inventories
Persediaan lancar 7,298 4,997 Current inventories
Page 36
[1632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas persediaan Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi persediaan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Disclosure of notes for inventories
Desember 2022, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa persediaan dapat digunakan, oleh
karena itu cadangan atas keusangan persediaan belum diperlukan.
Page 37
[1640200] Notes to the financial statements - Trade Payable, by aging - General Industry
Utang usaha berdasarkan umur Trade payables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Utang usaha Utang usaha
Trade payables Trade payables
Belum jatuh tempo Umur 44,686 52,505 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 42 81 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 332 309 31 - 60 days
Lebih dari 90 hari 60 More than 90 days
Umur 374 450 Aging
Jatuh tempo Umur 45,060 52,955 Aging Due status
Page 38
[1641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang usaha Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, utang usaha tidak dikenakan bunga dan tidak ada Disclosure of notes for trade payables
jaminan yang diberikan Perusahaan atas perolehan utang usaha.
Page 39
[1670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - General
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 June 2023 30 June 2022
Material 2,336 1,424 Material usage
Upah, tenaga kerja langsung 14,619 12,135 Wages and direct labor
Amortisasi 907 396 Amortization
Depresiasi 90,548 84,880 Depreciation
Beban utilitas 115,137 91,992 Utilities expense
Biaya pabrikasi lainya 30,580 12,715 Other manufacturing overhead
Jumlah biaya produksi 254,127 203,542 Total production cost
Harga pokok produksi 254,127 203,542 Cost of goods manufactured
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
254,127 203,542
pendapatan
Page 40
[1671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - General Industry
Page 41
[1691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 June 2023 31 December 2022
Utang bank, nilai dalam Utang bank, nilai dalam
Total utang bank, kotor Total utang bank, kotor
mata uang asing mata uang asing
Bank loan, amount in Bank loan, amount in
Total bank loans, gross Total bank loans, gross
foreign currency foreign currency
Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR 1,221,729 1,221,729 IDR Bank Mandiri (Persero) Tbk
Mata uang 1,221,729 Currency
Bank OCBC Nisp Tbk IDR 1,299,341 1,299,341 IDR Bank OCBC Nisp Tbk
Mata uang 1,299,341 Currency
Kreditur nama bank Mata uang 1,221,729 1,299,341 Currency Creditor bank name
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
30 June 2023 31 December 2022
Total utang bank, kotor 1,221,729 1,299,341 Total bank loans, gross
Biaya penerbitan utang bank yang belum diamortisasi ( 4,580 ) ( 1,833 ) Unamortized bank loan issuance cost
Total utang bank, bersih 1,217,149 1,297,508 Total bank loan, net
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu Current maturities of bank loans
195,627 169,258
tahun atas utang bank
Liabilitas jangka panjang atas utang bank 1,021,522 1,128,250 Long-term bank loans
Page 42
[1691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Page 43
[1692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
30 June 2023
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
Utang bank, nilai dalam Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank jangka Jenis bunga utang bank
mata uang asing jangka panjang panjang jangka panjang
Bank loan, amount in Due date for long-term Interest rate long-term bank Interest rate type long-term
foreign currency bank loan loan bank loan
Bank Mandiri (Persero) Tbk IDR fixed 7,5% selama 3 IDR Bank Mandiri (Persero) Tbk
tahun dan setelah
1 sampai diatas 5 tahun ketiga sampai Suku bunga
1,221,729
tahun dengan kredit lunas mengambang
menggunakan Jibor 3
bulan + 0,45% pa
31 December 2022
Catatan untuk utang bank jangka panjang Notes for long-term bank loan
Utang bank, nilai dalam Jatuh tempo utang bank Bunga utang bank Jenis bunga utang bank
mata uang asing jangka panjang jangka panjang jangka panjang
Bank loan, amount in Due date for long-term Interest rate long-term Interest rate type long-term
foreign currency bank loan bank loan bank loan
Bank OCBC Nisp Tbk IDR JIBOR tenor 3 bulan IDR Bank OCBC Nisp Tbk
1 sampai diatas 5 Suku bunga
1,299,341 ditambah 2% per
tahun mengambang
tahun
Page 44
[1693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Page 45
[1693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Page 46
[1696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.