Skip to content
Back to announcement

BTPS Penjelasan atas Laporan Keuangan TwII 2023.pdf

Financial statement Text extracted BTPS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 3

Page 1 OCR 0.957
Penjelasan atas Laporan Keuangan PT Bank BTPN Syariah Tbk. (“Bank”) Konsolidasian

Posisi 30 Juni 2023

Indonesia dan dunia sedang berada di dalam momentum pemulihan ekonomi setelah selama tiga tahun
terakhir menghadapi tantangan yang sangat kompleks akibat imbas pandemi COVID-19 dan perlambatan
ekonomi yang berdampak pada hampir seluruh industri. Terlebih, dunia kini dihadapkan juga pada
konflik geopolitik yang terjadi hingga menyebabkan kenaikan harga-harga komoditas yang mendorong
terjadinya inflasi tinggi di seluruh dunia, terutama negara-negara maju. Secara makro, kondisi ekonomi
Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap
kuat di tengah perlambatan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2023 tercatat
sebesar 5,0396 (yoy), sedikit meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya
sebesar 5,0196 (yoy). Ke depan, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan tetap kuat, didorong
diantaranya oleh komponen PDB seperti konsumsi rumah tangga membaik, seiring dengan naiknya
mobilitas dan peningkatan daya beli serta penurunan inflasi.

PT Bank BTPN Syariah Tbk terus fokus melayani masyarakat inklusi, terutama dalam memberikan akses
keuangan berupa pembiayaan bagi para perempuan pelaku ekonomi yang masuk dalam kelompok
unbankable (tak tersentuh layanan keuangan profesional). Selama lebih dari satu dekade, Bank BTPN
Syariah telah menjalankan model bisnis yang sudah didesain untuk memberikan kesempatan tumbuh
dan memenuhi berbagai kebutuhan bagi masyarakat inklusi.

Dalam perjalanannya di semester pertama tahun ini, Bank menyadari bahwa proses pemulihan kondisi
ekonomi nasabah di segmen ultra mikro masih terus berproses, terutama adaptasi terhadap kondisi
eksternal. Sehingga perlu bagi Bank untuk melakukan penyesuaian demi mengembalikan perilaku efektif
nasabah untuk membangun empat perilaku unggul yang Selama ini menjadi Kunci Sukses berjalan nya
model bisnis bank yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu (BDKS). Bank menyadari
perlu waktu untuk mengembalikan kebiasaan nasabah ultra mikro ini karena selama masa pandemi, Bank
memprioritaskan keselamatan dan kesehatan nasabah, yang secara langsung berdampak dalam perilaku
nasabah. Dalam menjawab kondisi tersebut, tentunya Bank melakukan berbagai kebijakan salah satunya
dengan memberikan apresiasi bagi nasabah-nasabah yang disiplin dalam melakukan pertemuan rutin
sentra (PRS) dengan berbagai program menarik.

Dengan kondisi-kondisi internal dan external yang disebutkan diatas serta dukungan dari regulator serta
pemerintah yang terus berupaya terbaik melalui progam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kinerja
dapat terjaga dengan pencapaian total Aset PT Bank BTPN Syariah Tbk pada tanggal 30 Juni 2023 tercatat
sebesar Rp21,3 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp 96,9 miliar atau 0,54 dibandingkan dengan posisi
pada tanggal 31 Desember 2022 yang sebesar Rp 21,2 triliun. Adapun perubahan penting pada pos-pos
neraca selama periode tersebut adalah sebagai berikut: &

www.btpnsyariah.com Es
Page 2 OCR 0.954
1. Giro dan Penempatan pada BI

Giro dan Penempatan pada BI pada posisi 30 Juni 2023 sebesar Rp 1,1 triliun mengalami kenaikan
sebesar Rp 356 miliar atau sebesar 48,796 dibandingkan posisi 31 Desember 2022 sebesar Rp 731
miliar. Kenaikan tersebut dikarenakan adanya penempatan fasilitas simpanan bank umum
syariah (FASBIS) di Bank Indonesia.

2. Piutang Murabahah

Piutang murabahah gross pada posisi 30 Juni 2023 sebesar Rp 12 triliun mengalami kenaikan
sebesar Rp 578 miliar atau sebesar 596 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 sebesar
Rp 11,5 triliun. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan penyaluran pembiayaan kepada nasabah
pra-sejahtera dan cukup sejahtera produktif baik nasabah pembiayaan existing dan nasabah
baru pada semester I 2023..

3. Piutang Oardh

Piutang gardh gross pada posisi 30 Juni 2023 sebesar Rp 1,2 miliar mengalami penurunan sebesar
Rp 2,4 miliar atau sebesar 67,24 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 sebesar Rp 3,5
Miliar. Hal ini disebabkan adanya pelunasan atas pinjaman tersebut.

4. Pembiayaan Musyarakah

Pembiayaan musyarakah gross pada posisi 30 Juni 2023 sebesar Rp 47 miliar mengalami
penurunan sebesar Rp 13,3 miliar atau sebesar 2296 dibandingkan dengan posisi 31 Desember
2022 sebesar Rp 60,3 miliar dikarenakan adanya pembayaran pembiayaan.

5. Biaya Dibayar Dimuka

Biaya dibayar dimuka pada 30 Juni 2023 sebesar 78,4 miliar mengalami peningkatan sebesar 25
miliar atau sebesar 47,596 dibandingkan 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp 53,1 miliar. Hal ini
dikarenakan adanya pembayaran asuransi kesehatan untuk karyawan, asuransi IT dan hak guna
pakai.

6. Aset Lain-lain

Aset lain-lain pada 30 Juni 2023 sebesar Rp. 29,6 miliar mengalami penurunan sebesar 74,996
atau Rp 88,1 miliar dibandingkan posisi 31 Desember 2022 sebesar Rp. 117,7 miliar. Hal ini
disebabkan adanya penurunan uang muka operasional, dan penurunan likuiditas community
officer untuk mendukung layanan laku pandai dan lainnya.

»

www.btpnsyariah.com Es
Page 3 OCR 0.949
7.

10.

11.

12.

Pembiayaan Yang Diterima

Pembiayaan yang diterima pada tanggal 30 Juni 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 100
miliar atau sebesar 10096 dibandingkan dengan periode 31 Desember 2022. Penurunan ini
disebabkan pembiayaan dari bank lain pihak ketiga yaitu PT Bank Maybank Indonesia Tbk (UUS)
telah jatuh tempo dan lunas/selesai.

Liabilitas Lain-lain

Liabilitas lain-lain pada 30 Juni 2023 sebesar Rp 79,3 miliar mengalami penurunan sebesar Rp
65,2 miliar atau 45,196 dibandingkan posisi 31 Desember 2022 yaitu Rp 144,5 miliar. Hal ini
disebabkan adanya penurunan utang kepada pihak ketiga dan penyelesain transaksi.

Akrual

Akrual pada 30 Juni 2023 sebesar Rp 65,8 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 25 miliar atau
27,5K dibandingkan posisi 31 Desember 2022 yaitu Rp 90,8 miliar. Penurunan mayoritas akrual
dikarenakan adanya realisasi penggunaan akrual.

Liabilitas Imbalan Pasca Kerja

Liabilitas imbalan pasca kerja pada 30 Juni 2023 sebesar 97 miliar mengalami penurunan sebesar
Rp 88,7 miliar atau 47,896 dibandingkan posisi 31 Desember 2022 yaitu 185,7 miliar. Penurunan
disebabkan karena realisasi pembayaran imbalan kerja jangka pendek dan jasa produksi kepada
karyawan.

Dana Syirkah Temporer

Dana syirkah temporer pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 10,1 trilllun mengalami
peningkatan sebesar Rp 294 miliar. Di Sisi lain tabungan mengalami penurunan sebesar Rp 45,4
miliar tetapi deposito mengalami kenaikan sebesar Rp. 339,4 miliar. Peningkatan dana tersebut
sebagai kepercayaan dari nasabah kepada bank seliring dengan berakhirnya pandemi COVID19.

Ekuitas

Ekuitas pada tanggal 30 Juni 2023 sebesar Rp 8,4 triliun mengalami peningkatan sebesar Rp
41,5 miliar atau sebesar 0,546 dibandingkan dengan periode 31 Desember 2022 sebesar Rp 8,4
triliun. Peningkatan ekuitas ini karena adanya pertumbuhan modal secara organik berupa
penambahan laba bersih periode berjalan sebesar Rp 753 miliar dan pembayaran deviden gross
sebesar 713 miliar.

www.btpnsyariah.com ay

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.17 MB
Published21 Jul 2023
Pages3
Characters7,065
Text sourceOCR
OCR confidence0.953

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 9

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result