Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 55
Page 1
Nomor Surat 031/ADM/BOD/VII/2023
Nama Emiten PT Arkadia Digital Media Tbk
Kode Emiten DIGI
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 6 Bulan yang berakhir pada 30/06/2023 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 PT Arkadia Penyediaan Jakarta 2010 beroperasi 25.375.191.184 PENUH IDR 99.99
Media jasa
Nusantara portal web
dan
penyedia
konten
dalam bidang
media
2 PT Mata Jasa Jakarta 2018 beroperasi 337.010.040 PENUH IDR 99.97
Media multimedia
Nusantara
3 PT Integra Jasa Jakarta 2018 beroperasi 14.670.869.587 PENUH IDR 99.9
Archipelago multimedia
Media
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Arkadia Digital Media Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik.
PT Arkadia Digital Media Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
30 June 2023
Nama entitas PT Arkadia Digital Media Tbk Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir Explanation of change in name from
periode laporan sebelumnya the end of the preceding reporting
period
Kode entitas DIGI Entity code
Nomor identifikasi entitas AA846 Entity identification number
Industri utama entitas Umum / General Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor E. Consumer Cyclicals Sector
Subsektor E6. Media & Entertainment Subsector
Industri E61. Media Industry
Subindustri E614. Consumer Publishing Subindustry
Informasi pemegang saham Controlling shareholder information
Individual WNI
pengendali
Jenis entitas Local Company - Indonesia Type of entity
Jurisdiction
Jenis efek yang dicatatkan Saham / Stock Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat Type of board on which the entity is
Pemantauan Khusus / Watchlist
entitas tercatat listed
Apakah merupakan laporan keuangan Whether the financial statements are
satu entitas atau suatu kelompok Entitas grup / Group entity of an individual entity or a group of
entitas entities
Periode penyampaian laporan Period of financial statements
Kuartal II / Second Quarter
keuangan submissions
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2023 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan June 30, 2023 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2022 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya June 30, 2022 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2021 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan Conversion rate at reporting date if
jika mata uang penyajian selain rupiah presentation currency is other than
rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam Level of rounding used in financial
penyajian jumlah dalam laporan Satuan Penuh / Full Amount statements
keuangan
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf Matters disclosed in
pendapat untuk penekanan atas suatu emphasis-of-matter or other-matter
masalah atau paragraf penjelasan paragraph, if any
lainnya, jika ada
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil Date of auditor's opinion or result of
laporan review review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing
partner
Page 3
Lama tahun penugasan partner yang Number of years served as audit
menandatangani signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing
partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan Whether in compliance with OJK rules
peraturan OJK Nomor: No. 75/POJK.04/2017 concerning
Ya / Yes
75/POJK.04/2017 tentang Tanggung responsibilities of board of directors on
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan Compliance to the independency of
independensi akuntan yang Accountant that provide services in
memberikan jasa audit di pasar modal Capital Market as regulated in OJK
sesuai dengan POJK Nomor Ya / Yes rules No. 13/POJK.03/2017
13/POJK.03/2017 tentang concerning The Use of Public
Penggunaan Jasa Akuntan Publik Accountant and Auditing Firm in
dalam Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 4
[1210000] Statement of financial position presented using current and
non-current - General Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
30 June 2023 31 December 2022
Aset Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas Cash and cash
1,346,569,886 2,758,136,596
equivalents
Piutang usaha Trade receivables
Piutang usaha pihak Trade receivables third
4,258,790,463 3,705,643,461
ketiga parties
Biaya dibayar dimuka Current prepaid expenses
57,635,020 45,525,664
lancar
Uang muka lancar Current advances
Uang muka lancar Other current
488,636,883 425,956,429
lainnya advances
Pajak dibayar dimuka Current prepaid taxes
289,118,302 2,780,250
lancar
Jumlah aset lancar 6,440,750,554 6,938,042,400 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Aset keuangan tidak Non-current financial
lancar assets
Aset keuangan tidak Other non-current
200,000,000 200,000,000
lancar lainnya financial assets
Aset pajak tangguhan 794,417,467 782,223,237 Deferred tax assets
Aset tetap Property, plant, and
6,709,664,600 8,079,748,357
equipment
Aset takberwujud selain Intangible assets other
3,231,250,000 4,881,250,000
goodwill than goodwill
Jumlah aset tidak lancar 10,935,332,067 13,943,221,594 Total non-current assets
Jumlah aset 17,376,082,621 20,881,263,994 Total assets
Liabilitas dan ekuitas Liabilities and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Utang usaha Trade payables
Utang usaha pihak Trade payables
228,222,304 615,976,277
ketiga third parties
Utang lainnya Other payables
Utang lainnya pihak Other payables
141,067,991 325,799,131
ketiga third parties
Utang lainnya pihak Other payables
400,000,000 2,350,000,000
berelasi related parties
Liabilitas keuangan Other current financial
4,039,434,300 873,944,584
jangka pendek lainnya liabilities
Beban akrual jangka Current accrued
2,966,631,030 2,231,638,515
pendek expenses
Utang pajak 4,002,003,050 2,613,013,889 Taxes payable
Jumlah liabilitas Total current
11,777,358,675 9,010,372,396
jangka pendek liabilities
Liabilitas jangka Non-current liabilities
panjang
Kewajiban imbalan Long-term
pasca kerja jangka 3,174,593,613 3,162,165,276 post-employment
panjang benefit obligations
Liabilitas keuangan Other non-current
Page 5
jangka panjang lainnya 7,500,000,000 12,672,194,444 financial liabilities
Jumlah liabilitas Total non-current
10,674,593,613 15,834,359,720
jangka panjang liabilities
Jumlah liabilitas 22,451,952,288 24,844,732,116 Total liabilities
Ekuitas Equity
Ekuitas yang Equity attributable to
diatribusikan kepada equity owners of parent
pemilik entitas induk entity
Saham biasa 32,500,000,000 32,500,000,000 Common stocks
Tambahan modal Additional paid-in
11,690,000,000 11,690,000,000
disetor capital
Komponen ekuitas Other components of
757,363,949 687,045,575
lainnya equity
Saldo laba Retained earnings
(akumulasi kerugian) (deficit)
Saldo laba yang Unappropriated
belum ditentukan ( 50,038,088,264 ) ( 48,854,572,587 ) retained earnings
penggunaannya
Jumlah ekuitas yang Total equity
diatribusikan kepada attributable to equity
( 5,090,724,315 ) ( 3,977,527,012 )
pemilik entitas induk owners of parent
entity
Kepentingan Non-controlling interests
14,854,648 14,058,890
non-pengendali
Jumlah ekuitas ( 5,075,869,667 ) ( 3,963,468,122 ) Total equity
Jumlah liabilitas dan Total liabilities and equity
17,376,082,621 20,881,263,994
ekuitas
Page 6
[1311000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI
components presented net of tax, by function - General Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan Statement of profit or loss and other
komprehensif lain comprehensive income
30 June 2023 30 June 2022
Penjualan dan pendapatan Sales and revenue
25,977,849,593 18,849,153,007
usaha
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
( 13,749,691,658 ) ( 10,743,686,536 )
pendapatan
Jumlah laba bruto 12,228,157,935 8,105,466,471 Total gross profit
Beban umum dan administrasi General and administrative
( 12,749,797,068 ) ( 17,539,507,348 )
expenses
Beban lainnya ( 693,122,161 ) ( 2,155,735,595 ) Other expenses
Jumlah laba (rugi) sebelum Total profit (loss) before tax
( 1,214,761,294 ) ( 11,589,776,472 )
pajak penghasilan
Pendapatan (beban) pajak 32,030,646 77,982,483 Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi Total profit (loss) from
( 1,182,730,648 ) ( 11,511,793,989 )
yang dilanjutkan continuing operations
Jumlah laba (rugi) ( 1,182,730,648 ) ( 11,511,793,989 ) Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif Other comprehensive income,
lainnya, setelah pajak after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya yang tidak akan income that will not be
direklasifikasi ke laba rugi, reclassified to profit or
setelah pajak loss, after tax
Pendapatan komprehensif Other comprehensive
lainnya atas pengukuran income for
kembali kewajiban 70,329,103 40,905,093 remeasurement of defined
manfaat pasti, setelah benefit obligation, after tax
pajak
Jumlah pendapatan Total other
komprehensif lainnya comprehensive income
yang tidak akan 70,329,103 40,905,093 that will not be
direklasifikasi ke laba reclassified to profit or
rugi, setelah pajak loss, after tax
Jumlah pendapatan Total other comprehensive
komprehensif lainnya, 70,329,103 40,905,093 income, after tax
setelah pajak
Jumlah laba rugi komprehensif ( 1,112,401,545 ) ( 11,470,888,896 ) Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
( 1,183,965,604 ) ( 11,511,982,201 )
diatribusikan ke entitas induk parent entity
Laba (rugi) yang dapat Profit (loss) attributable to
diatribusikan ke kepentingan 1,234,956 188,212 non-controlling interests
non-pengendali
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan attributable to
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke entitas ( 1,113,636,501 ) ( 11,471,077,108 ) attributable to parent entity
induk
Laba rugi komprehensif yang Comprehensive income
dapat diatribusikan ke 1,234,956 188,212 attributable to non-controlling
kepentingan non-pengendali interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar Basic earnings per share
Page 7
diatribusikan kepada attributable to equity pemilik entitas induk owners of the parent entity Laba (rugi) per saham Basic earnings (loss) per dasar dari operasi yang ( 0.73 ) ( 7.08 ) share from continuing dilanjutkan operations
Page 8
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Current Year
30 June 2023
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Komponen transaksi Kepentingan
Saham biasa ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor ekuitas lainnya non-pengendali
penggunaannya entitas induk
Other components of Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Non-controlling interests Equity
equity transactions earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali Balance before restatement at beginning of
32,500,000,000 11,690,000,000 687,045,575 ( 48,854,572,587 ) ( 3,977,527,012 ) 14,058,890 ( 3,963,468,122 )
period
Posisi ekuitas, awal periode 32,500,000,000 11,690,000,000 687,045,575 ( 48,854,572,587 ) ( 3,977,527,012 ) 14,058,890 ( 3,963,468,122 ) Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 1,183,965,604 ) ( 1,183,965,604 ) 1,234,956 ( 1,182,730,648 ) Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 70,329,103 70,329,103 70,329,103 Other comprehensive income
Perubahan kepentingan non-pengendali atas Changes in non-controlling interests due to
( 10,729 ) 449,927 439,198 ( 439,198 ) 0
pendirian entitas anak establishment of subsidiaries
Posisi ekuitas, akhir periode 32,500,000,000 11,690,000,000 757,363,949 ( 50,038,088,264 ) ( 5,090,724,315 ) 14,854,648 ( 5,075,869,667 ) Equity position, end of the period
Page 9
[1410000] Statement of changes in equity - General Industry - Prior Year
30 June 2022
Laporan perubahan ekuitas Statement of changes in equity
Saldo laba yang belum Ekuitas yang dapat
Tambahan modal Komponen transaksi Kepentingan
Saham biasa ditentukan diatribusikan kepada Ekuitas
disetor ekuitas lainnya non-pengendali
penggunaannya entitas induk
Other components of Unappropriated retained Equity attributable to
Common stocks Additional paid-in capital Non-controlling interests Equity
equity transactions earnings parent entity
Posisi ekuitas Equity position
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali Balance before restatement at beginning of
32,500,000,000 11,690,000,000 515,334,930 ( 30,245,994,333 ) 14,459,340,597 14,365,035 14,473,705,632
period
Posisi ekuitas, awal periode 32,500,000,000 11,690,000,000 515,334,930 ( 30,245,994,333 ) 14,459,340,597 14,365,035 14,473,705,632 Equity position, beginning of the period
Laba (rugi) ( 11,511,982,201 ) ( 11,511,982,201 ) 188,212 ( 11,511,793,989 ) Profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya 40,905,093 40,905,093 0 40,905,093 Other comprehensive income
Perubahan kepentingan non-pengendali atas Changes in non-controlling interests due to
( 21,163 ) (1) ( 21,164 ) 21,163 (1)
pendirian entitas anak establishment of subsidiaries
Posisi ekuitas, akhir periode 32,500,000,000 11,690,000,000 556,218,860 ( 41,757,976,535 ) 2,988,242,325 14,574,410 3,002,816,735 Equity position, end of the period
Page 10
[1510000] Statement of cash flows, direct method - General Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
30 June 2023 30 June 2022
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating
activities
Penerimaan kas dari Cash receipts from
aktivitas operasi operating activities
Penerimaan dari Receipts from customers
25,424,702,589 18,549,621,272
pelanggan
Pembayaran kas dari Cash payments from
aktivitas operasi operating activities
Pembayaran kepada Payments to suppliers for
pemasok atas barang dan ( 7,536,590,894 ) ( 3,112,892,242 ) goods and services
jasa
Pembayaran gaji dan Payments for salaries and
( 12,877,994,301 ) ( 13,505,349,380 )
tunjangan allowances
Pembayaran kas lainnya Other cash payments for
( 2,200,486,236 ) ( 5,903,197,223 )
untuk beban operasi operating activities
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
2,809,631,158 ( 3,971,817,573 )
(digunakan untuk) aktivitas operating activities
operasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from investing
investasi activities
Pembayaran untuk perolehan Payments for acquisition of
( 79,762,000 ) ( 175,210,900 )
aset tetap property, plant and equipment
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 79,762,000 ) ( 175,210,900 )
(digunakan untuk) aktivitas investing activities
investasi
Arus kas dari aktivitas Cash flows from financing
pendanaan activities
Pembayaran pinjaman Payments of other borrowings
( 1,950,000,000 ) 97,818,845
lainnya
Penerimaan (pengeluaran) Other cash inflows (outflows)
kas lainnya dari aktivitas ( 2,191,435,868 ) 603,130,161 from financing activities
pendanaan
Jumlah arus kas bersih Total net cash flows
yang diperoleh dari received from (used in)
( 4,141,435,868 ) 700,949,006
(digunakan untuk) aktivitas financing activities
pendanaan
Jumlah kenaikan (penurunan) Total net increase (decrease)
( 1,411,566,710 ) ( 3,446,079,467 )
bersih kas dan setara kas in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents cash
2,758,136,596 4,896,974,460
awal periode flows, beginning of the period
Kas dan setara kas arus kas, Cash and cash equivalents
1,346,569,886 1,450,894,993
akhir periode cash flows, end of the period
Page 11
[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
30 June 2023
Dasar penyusunan laporan keuangan Dasar penyusunan laporan keuanganLaporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan Basis of preparation of consolidated financial
konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (?SAK?), yang mencakup Pernyataan statements
Standar Akuntansi Keuangan (?PSAK?) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (?ISAK?) yang
dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta Peraturan
Nomor VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan
Publik yang terdapat di dalam Peraturan-Peraturan dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan
Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (?OJK?). Kebijakan ini telah
diterapkan secara konsisten terhadap seluruh tahun yang disajikan, kecuali jika dinyatakan
lain.Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(?PSAK?) 1 (Revisi 2017): Penyajian Laporan Keuangan.Laporan keuangan konsolidasian disusun
berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian, dengan menggunakan konsep
biaya historis, kecuali untuk akun-akun tertentu yang diukur dengan dasar sebagaimana dijelaskan di
dalam kebijakan akuntansi terkait.Laporan arus kas konsolidasian yang disusun dengan menggunakan
metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan
ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Basis of preparation of the financial statementThe
consolidated financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian
Financial Accounting Standards (?SAK?), which comprise the Statements of Financial Accounting
Standards (?PSAK?) and Interpretations to Financial Accounting Standards (?ISAK?) issued by the
Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian Institute of Accountants and Rule No.
VIII.G.7 regarding Financial Statement Presentation and Disclosures of Public Entity on the
Regulations and Guidelines on Financial Statement Presentation and Disclosures issued by Financial
Services Authority (Otoritas Jasa Keuangan or ?OJK?). These policies have been consistently applied
to all years presented, unless otherwise stated.The consolidated financial statements are prepared in
accordance with the Statement of Financial Accounting Standards (?PSAK?) 1 (Revised 2017):
Presentation of Financial Statements.The consolidated financial statements have been prepared on the
accrual basis, except for the consolidated statement of cash flows, using the historical cost concept of
accounting, except for certain accounts which are measured on the bases described in the relevant
notes herein.The consolidated statement of cash flows which are prepared using the direct method,
present receipts and payments of cash and cash equivalents classified into operating, investing and
financing activities.
Prinsip-prinsip konsolidasi Prinsip KonsolidasianLaporan keuangan konsolidasian meliputi akun- akun Entitas Anak dimana Principles of consolidation
Perusahaan memiliki kendali.Seluruh transaksi material dan saldo akun antar perusahaan (termasuk
laba atau rugi yang signifikan yang belum direalisasi) telah dieliminasi.Entitas Anak dikonsolidasi
secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian, sampai
dengan tanggal entitas induk kehilangan pengendalian. Pengendalian dianggap ada ketika Perusahaan
memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui entitas anak lainnya, seluruh hal berikut:i.
Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan dari investee,ii. Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan investee, daniii. Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee
untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil.Principles of consolidationThe consolidated financial
Page 12
statements include on accounts of the Subsidiaries which are controlled by the Company.All material
inter-company transactions and account balances (including the related significant unrealized gains or
losses) with Subsidiaries have been eliminated.A Subsidiary is fully consolidated from the date of
acquisition, being the date on which the Company obtains control, and continues to be consolidated
until the date such control ceases. Control is presumed to exist if the Company owns, directly or
indirectly through another subsidiary, all of the following:i. Power over the investee, that is existing
rights that give the investor current ability to direct the relevant activities of the investee,ii. Is exposed or
has rights for variable returns from its involment with Subsidiary; andiii. Has the ability to use its
authority to affect its returns.
Kas dan setara kas Kas dan bankMencakup kas dan bank yang sewaktu-waktu bisa dicairkan dan investasi jangka pendek Cash and cash equivalents
likuid lainnya yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang dan tidak dijaminkan serta tidak
dibatasi penggunaannya.Cash on hand and cash on bank Include cash in hand and cash in bank, that
can be withdrawn at any time and other short-term investments with maturities of 3 (three) months or
less and are not guaranteed and are not restricted.
Piutang usaha dan piutang lain-lain Piutang usaha dan piutang lain-lainPiutang usaha merupakan jumlah yang terutang dari pelanggan Trade and other receivables
atas penjualan barang dagangan atau jasa dalam kegiatan usaha normal. Jika piutang diperkirakan
dapat ditagih dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal jika lebih
panjang), piutang diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika tidak, piutang disajikan sebagai aset tidak
lancar.Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya
diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, apabila dampak
pendiskontoan signifikan, dikurangi provisi atas penurunan nilai.Account receivables and other
receivables Trade receivables are amounts due from customers for the provision of goods and services
performed in the ordinary course of business. If the collection is expected in one year or less (or in the
normal operating cycle of the business if longer), they are classified as current assets. If not, they are
presented as non-current assets.Trade receivables and other receivables are recognized initially at fair
value and subsequently measured at amortized cost using the effective interest method, if the impact of
discounting is significant, less any provision for impairment.
Aset tetap Aset tetapAset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan Fixed assets
dan biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang
tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian pada saat terjadinya. Beban pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar
dikapitalisasi kepada jumlah tercatat aset terkait bila besar kemungkinan bagi kelompok usaha manfaat
ekonomi masa depan menjadi lebih besar dari standar kinerja awal yang ditetapkan sebelumnya dan
disusutkan sepanjang sisa masa manfaat aset terkait.Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan
pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.Penyusutan aset
tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan dan dihitung dengan menggunakan metode
garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset-aset tersebut sebagai berikut: Tahun %
Komputer 4 25%Peralatan dan perlengkapan 4 25%Kendaraan 4 25%Aset tetap dalam penyelesaian
dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban pinjaman dan biaya-biaya lainnya
yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya
perolehan akan direklasifikasi ke akun ?Aset Tetap? yang bersangkutan pada saat aset tetap tersebut
telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset tetap dalam penyelesaian tidak disusutkan
sampai memenuhi syarat pengakuan sebagai aset tetap seperti diungkapkan di atas.Jumlah tercatat
komponen dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat sudah tidak
Page 13
ada lagi manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan maupun pelepasannya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (ditentukan sebesar
selisih antara jumlah hasil pelepasan neto dan jumlah tercatatnya) dimasukkan ke dalam laba rugi
pada tahun penghentian pengakuan tersebut dilakukan.Nilai residu aset, umur manfaat dan metode
penyusutan dievaluasi setiap akhir tahun pelaporan dan disesuaikan secara prospektif jika dipandang
perlu.Fixed Assets Fixed assets are initially recognized at cost, which comprises its purchase price and
any costs directly attributable in bringing the assets to their working condition and to the location where
they are intended to be used. All other repairs and maintenance costs that do not meet the recognition
criteria are recognized in the consolidated statement of profit or loss and comprehensive income as
incurred. The cost of major renovation and restoration is included in the carrying amount of the related
asset when it is probable that future economic benefits in excess of the originally assessed standard of
performance of the existing asset will flow to the Group, and is depreciated over the remaining useful
lives of the related asset.Subsequent to initial recognition, fixed assets are carried at cost less any
subsequent accumulated depreciation and impairment losses.Depreciation of fixed assets begins when
the assets are available for use and is computed using the straight-line method based on the estimated
useful lives of the assets as follows: Years PersentaseComputer 4 25%Equipment and fixtures 4
25%Vehicles 4 25%Constructions in-progress are stated at cost, including capitalised borrowing costs
and other charges incurred in connection with the financing of the said asset constructions. The
accumulated costs will be reclassified to the appropriate ?Fixed assets? account when the construction
is completed. Assets under construction are not depreciated until they fulfill criteria for recognition as
fixed assets as disclosed above.The carrying amount of an item of fixed assets is derecognized upon
disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss
arising from the derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal
proceeds and the carrying amount of the asset) is directly included in the profit or loss of year the item
is derecognized.The asset residual values, useful lives and depreciation method are reviewed at the
end of each reporting year and adjusted prospectively if necessary.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Penurunan nilai aset non-keuanganPada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah Impairment of non-financial assets
terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat
pengujian penurunan nilai aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi formal jumlah
terpulihkan aset tersebut.Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk
suatu aset dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan
jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah
tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah
tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan,
seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun
sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan
di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya,
dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.Manajemen berkeyakinan bahwa tidak
terdapat indikasi atas penurunan nilai aset non-keuangan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember
2022. Impairment of non-financial asset The Company assesses at each reporting period whether there
is an indication that an asset may be impaired. If any such indication exists, or when impairment testing
for an asset is required, the Company makes an estimate of the assets recoverable amount.A
previously recognized impairment loss for an asset is reversed only if there has been a change in the
assumptions used to determine the asset?s recoverable amount since the last impairment loss was
recognized. If that is the case, the carrying amount of the asset is increased to its recoverable amount.
The reversal is limited so that the carrying amount of the assets does not exceed Its recoverable
Page 14
amount, not exceed the carrying amount that would have been determined, net of depreciation, had not
impairment loss been recognized for the asset in prior years. Reversal of an impairment loss is
recognized in the consolidated statement of profit or loss and other Comprehensive income. After such
a reversal, the depreciation charge on this asset is adjusted in future periods to allocate the asset?s
revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over its remaining useful
life.Management believes that there is no indication of potential impairment in values of nonfinancial
assets as of June 30, 2023 and December 31, 2022.
Utang usaha dan liabilitas lain-lain Utang usaha dan utang lain-lainUtang usaha adalah kewajiban untuk membayar atas barang atau jasa Trade payables and other liabilities
yang telah diperoleh dalam kegiatan usaha dari pemasok.Utang usaha dan utang lain-lain pada
awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan yang diamortisasi
dengan menggunakan metode bunga efektif, kecuali dampak diskontonya tidak signifikan.Trade
payables and other payablesTrade payables are obligations to pay for goods or services that have
been acquired in the ordinary course of business from suppliers. Trade and other payables are
recognised initially at fair value and subsequently measured at amortized cost using the effective
interest method, unless the impact of discounting is not significant.
Pengakuan pendapatan dan beban Pengakuan pendapatan dan bebanDalam menentukan pengakuan pendapatan, kelompok usaha Revenue and expense recognition
melakukan analisa transaksi melalui lima langkah analisa berikut:1) Mengindentifikasi kontrak dengan
pelanggan, dengan kriteria sebagai berikut: (a) kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam
kontrak; (b) kelompok usaha bisa mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu
pembayaran dari barang yang akan dialihkan; (c) kontrak memiliki substansi komersial; (d) besar
kemungkinan kelompok usaha akan menerima imbalan atas barang yang dialihkan2) Mengidentifikasi
kewajiban pelaksanaan dalam kontrak ke pelanggan3) Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi
diskon, retur, potongan penjualan, pajak ekspor dan pungutan ekspor, yang berhak diperoleh suatu
entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang yang dijanjikan ke pelanggan.4)
Mengalokasikan harga transaksi kepada setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar
harga jual dari setiap barang yang dijanjikan di kontrak.5) Mengakui pendapatan ketika kewajiban
pelaksanaan telah dipenuhi (sepanjang waktu atau pada suatu waktu tertentu).Pendapatan diakui pada
titik waktu tertentu. Pendapatan dari penjualan barang jadi diakui pada saat pengendalian atas barang
jadi telah berpindah kepada pelanggan.Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).Revenue and
Expense RecognitionIn determining revenue recognition, the Group perform analysis transaction
through the following five steps of assessment:1) Identify contracts with customers with certain criteria
as follows: (a) the contract has been agreed by the parties involved in the contract; (b) the Group can
identify the rights of relevant parties and the term of payment for the goods to be transferred; (c) the
contract has commercial substance; (d) it is probable that the Group will receive benefits for the goods
transferred.2) Identify the performance obligations in the contract to the customer3) Determine the
transaction price, net of discounts, returns, trade allowances, export tax and export levies, which an
entity expects to be entitled in exchange for transferring promised goods to a customer.4) Allocate the
transaction price to each performance obligation on the basis of the selling prices of each goods
promised in the contract.5) Recognise revenue when performance obligation is satisfied (over time or
at a point in time.Revenue is recognised at a point in time. Revenue from the sales of finished goods is
recognised when control is transferred to a customer.Expenses are recognised when incurred (accrual
basis).
Transaksi dengan pihak berelasi Transaksi dengan pihak-pihak berelasiPihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Transactions with related parties
entitas pelapor:a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika
orang tersebut:i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;ii. Memiliki
pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atauiii. Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor
Page 15
atau perusahaan induk entitas pelaporb) Suatu perusahaan berelasi dengan entitas pelapor jika
memenuhi salah satu hal berikut:i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha
yang sama (artinya perusahaan induk, entitas anak dan entitas anak berikutnya terkait dengan
perusahaan lain);ii. Satu entitas adalah perusahaan asosiasi atau ventura bersama dari perusahaan
lain (atau perusahaan asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha,
di mana perusahaan lain tersebut adalah anggotanya)iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura
bersama dari pihak ketiga yang sama;iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari perusahaan ketiga
dan perusahaan yang lain adalah perusahaan asosiasi dari perusahaan ketiga;v. Entitas tersebut
adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau
perusahaan yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah perusahaan yang
menyelenggarakan program tersebut, perusahaan sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor;vi.
Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam butir (a);
atauvii. Orang yang diidentifikasi dalam butir (a) dan (i) memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas
atau personil manajemen kunci entitas (atau perusahaan induk dari entitas).Seluruh transaksi dan
saldo yang signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan yang relevan.Related party
transaction and balances A related party is a person or an entity that is related to the reporting entity:a)
A person or a close member of that person?s family is related to a reporting entity if that person:i. Has
control or joint control over the reporting entity;ii. Has significant influence over the reporting entity; oriii.
Is a member of the key Management personnel of the reporting entity or of a parent of the reporting
entity.b) An entity is related to a reporting entity if any of the following conditions applies:i. The entity
and reporting entity are members of the same business Group (which means each parent, Subsidiary
and fellow Subsidiary is related to the others); ii. One entity is an associate or joint venture of the other
entity (or an associate or joint venture of a member of a business group in which the other entity is a
member);i. Both entities are joint ventures same the third party;ii. One entity is a joint venture of a third
entity and the other entity is an associate from the same the third partyv. The entity is a
post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the reporting entity or an entity
related to the reporting entity. If the reporting entity is itself such a plan, the sponsoring employers are
also related to the reporting entity;vi. The entity is controlled or jointly controlled by a person identified
in (a); orvii. A person identified in (a) and (i) has significant influence over the entity or is a member of
the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity).All significant transactions and
balances Alt related parties are disclosed in the relevan notes
Pajak penghasilan Pajak penghasilanPajak kiniAset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah Income taxes
yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakanBeban pajak kini
ditentukan berdasarkan penghasilan kena pajak tahun berjalan yang dihitung berdasarkan tarif pajak
yang berlaku.Beban pajak kini ditentukan berdasarkan penghasilan kena pajak tahun berjalan yang
dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlakuBunga dan denda atas pajak penghasilan disajikan
sebagai bagian dari pendapatan atau beban usaha lainnya:Koreksi terhadap kewajiban perpajakan
diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika diajukan keberatan, pada saat keputusan
atas keberatan ditetapkan, atau jika mengajukan permohonan banding, pada saat keputusan banding
diterima, atau jika mengajukan permohonan peninjauan kembali, pada saat permohonan peninjauan
kembali diterima.Pajak tangguhanAset dan liabilitas pajak tangguhan diakui menggunakan metode
liabilitas atas konsekuensi pajak pada masa mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat
aset dan liabilitas menurut laporan keuangan konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak aset dan
liabilitas pada setiap tanggal pelaporan.Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan
temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh
dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer yang boleh
dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi penghasilan
Page 16
kena pajak pada masa depan. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir setiap
periode pelaporan dan diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi
sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan tersebut. Pada akhir setiap periode pelaporan,
Kelompok usaha menilai kembali aset pajak tangguhan yang tidak diakui. Kelompok usaha mengakui
aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal
pada masa depan akan tersedia untuk pemulihannya. Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan
tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal pelaporan. Perubahan nilai
tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan
pada usaha tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung
dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling
hapus dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak
kini.Income taxesCurrent taxCurrent income tax assets and liabilities for the current year are measured
at the amount expected to be recovered from or paid to the taxation authority.Current tax expense is
determined based on the taxable profit for the year computed using the prevailing tax rates.Current tax
expense is determined based on the taxable profit for the year computed using the prevailing tax
ratesInterests and penalties are presented as part of other income or expenses.Amendments to tax
obligations are recorded when a tax assessment letter is received or, if appealed against, when the
result of the appeal is determined, or, if appealed, by the time the appeal decision is received, or when
applying for a judicial review, upon request reconsideration is received.Deferred taxDeferred tax assets
and liabilities are recognized using the liability method for the future tax consequences attributable to
differences between the carrying amounts of existing assets and liabilities in the consolidated financial
statements and their respective tax bases at each reporting date.Deferred tax liabilities are recognized
for all taxable temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary
differences and accumulated fiscal losses to the extent that it is probable that taxable profit will be
available in future years against which the deductible temporary differences and accumulated fiscal
losses can be utilized. The carrying amount of a deferred tax asset is reviewed at the end of each
reporting period and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable profit will
be available to allow the benefit of part or all of that deferred tax asset to be utilized. At the end of each
reporting period, the Group reassesses unrecognized deferred tax assets. The Group recognizes a
previously unrecognized deferred tax assets to the extent that it has become probable that future
taxable profit will allow the deferred tax assets to be recovered.Deferred tax is calculated at the tax
rates that have been enacted or substantively enacted at the reporting date. Changes in the carrying
amount of deferred tax assets and liabilities due to a change in tax rates are charged to current year
operations, except to the extent that they relate to items previously charged or credited to equity.
Deferred tax assets and liabilities are offset in the consolidated statement of financial position,
consistent with the presentation of current tax assets and liabilities.
Imbalan kerja karyawan Kelompok usaha mencatat liabilitas imbalan kerja yang tidak didanakan berdasarkan Undang-Undang Employee benefits
Republik Indonesia No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja tanggal 2 November 2020 dan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia No. 35 tahun 2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu
Istirahat dan Pemutusan Hubungan Kerja tanggal 2 Februari 2021.Beban pensiun berdasarkan
program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara periodik
dengan menggunakan metode projected-unit-credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto dan
tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.Seluruh pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan
atau kerugian aktuarial diakui langsung melalui pendapatan komprehensif lainnya dengan tujuan agar
liabilitas pensiun bersih diakui dalam laporan posisi keuangan. Pengukuran kembali tidak
mereklasifikasi laba atau rugi pada periode berikutnya.Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang
lebih dulu antara ketika amandemen/kurtailmen terjadi atau ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan
Page 17
hubungan kerja diakui. Sebagai akibatnya, biaya jasa lalu yang belum vested tidak lagi dapat
ditangguhkan dan diakui selama periode vesting masa depan.Employee benefit The Group recognizes
its unfunded employee benefits liability in accordance with Law of the Republic of Indonesia No. 11
/2020 on ?Cipta Kerja? dated November 2, 2020 and Republic of Indonesia Government Regulation
No. 35/2021 on ?PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat dan Pemutusan Hubungan Kerja?
dated February 2, 2021, as included in the Board of Directors? Decree dated December 1,
2021.Pension costs under the Group?s defined benefit pension plans are determined by periodic
actuarial calculation using the projected-unit-credit method and applying the assumptions on discount
rate and annual rate of increase in compensation.All re-measurements, comprising of actuarial gains or
losses, are recognized immediately through other comprehensive income in the statement of financial
position. Re-measurements are not reclassified to profit or loss in subsequent periods.All past service
costs are recognized at the earlier of when the amendment/curtailment occurs and when the related
restructuring or termination costs are recognized. As a result, unvested past service costs can no
longer be deferred and recognized over the future vesting period.
Laba per saham Laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Earnings per share
pemilik Entitas Induk dengan total rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor
penuh.Earnings per share are computed by dividing net income attributable to owners of the parent by
the weighted average number of shares outstanding during the year.
Pelaporan segmen Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan Segment reporting
kepada pengambil keputusan operasional yang bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber
daya, menilai kinerja segmen operasi dan membuat keputusan strategis.Operating segments are
reported in a manner consistent with the internal reporting provided to the chief operating
decisionmaker responsible for allocating resources, assessing performance of the operating segments
and making strategic decisions.
Kombinasi bisnis Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi Business combination
diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan
jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, Kelompok Usaha
memilih apakah mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada
proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya
akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disertakan dalam beban administrasi.Ketika melakukan
akuisisi atas sebuah bisnis, Kelompok Usaha mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan yang
diperoleh dan liabilitas keuangan diambil alih yang berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi
ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi.Pada tanggal akuisisi, goodwill
awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang
dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas
yang diambil alih. Jika imbalan tersebut lebih rendah dari nilai wajar aset neto entitas anak yang
diakuisisi, selisih tersebut diakui pada laba rugi sebagai keuntungan dari pembelian dengan diskon
setelah sebelumnya manajemen melakukan penilaian atas identifikasi dan nilai wajar dari aset yang
diperoleh dan liabilitas yang diambil alih.Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat
dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai. Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang
diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil
Kas ("UPK") dari Kelompok Usaha yang diharapkan akan bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut,
terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi ditetapkan atas UPK
tersebut.Business combinations are accounted for using the acquisition method. The cost of an
Page 18
acquisition is measured as the aggregate of the consideration transferred, measured at acquisition date
fair value, and the amount of any NCI in the acquiree. For each business combination, the Group elects
whether it measures the NCI in the acquiree either at fair value or at the proportionate share of the
acquiree's identifiable net assets. Acquisition costs incurred are directly expensed and included in
administrative expenses.When the Group acquires a business, it assesses the financial assets
acquired and liabilities assumed for appropriate classification and designation in accordance with the
contractual terms, economic circumstances and pertinent conditions as at the acquisition date.On
acquisition, goodwill is initially measured at cost being the excess of the aggregate of the consideration
transferred and the amount recognized for NCI over the net identifiable assets acquired and liabilities
assumed. If this consideration is lower than the fair value of the net assets of the subsidiary acquired,
the difference is recognized in profit or loss as gain on bargain purchase after previously assessing the
identification and fair value measurement of the acquired assets and the assumed liabilities.After initial
recognition, goodwill is measured at cost less any accumulated impairment losses. For the purpose of
impairment testing, goodwill acquired in a business combination is, from the acquisition date, allocated
to each of the Group's Cash-generating Units ("CGU?) that are expected to benefit from the
combination, irrespective of whether other assets or liabilities of the acquiree are assigned to those
CGU.
Penentuan nilai wajar Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar Determination of fair value
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran. Pengukuran nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas terjadi di:? Pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau? Dalam hal tidak
terdapat pasar utama, maka pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.Kelompok Usaha harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling
menguntungkan tersebut.Nilai wajar aset dan liabilitas di ukur menggunakan asumsi yang akan
digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa
pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.Kelompok Usaha menggunakan teknik
penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai
wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur
atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian dikelompokkan dalam hirarki nilai wajar,
sebagaimana dijelaskan dibawah ini, berdasarkan tingkatan level input yang terendah yang signifikan
terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:? Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian)
di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik? Level 2 - teknik penilaian dimana tingkat level input
terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung atau
tidak langsung.? Level 3 - teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung.Untuk aset
dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Kelompok Usaha
menentukan apakah terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi
ulang atas penetapan kategori (berdasarkan Level masukan (input) paling rendah yang signifikan
terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.Fair value is
the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction
between market participants at the measurement date. The fair value measurement is based on the
presumption that the transaction to sell the asset or transfer the liability takes place either:? In the
principal market for the asset or liability; or? In the absence of a principal market, in the most
advantageous market for the asset or liability.The principal or the most advantageous market must be
accessible by the Group.The fair value of an asset or a liability is measured using the assumptions that
market participants would use when pricing the asset or liability, assuming that market participants act
Page 19
in their economic best interest.The Group uses valuation techniques that are appropriate in the
circumstances and for which sufficient data are available to measure fair value, maximising the use of
relevant observable inputs and minimising the use of unobservable inputs.All assets and liabilities for
which fair value is measured or disclosed in the consolidated financial statements are categorised
within the fair value hierarchy, described as follows, based on the lowest level input that is significant to
the fair value measurement as a whole:? Level 1 - Quoted (unadjusted) market prices in active markets
for identical assets or liabilities? Level 2 - Valuation techniques for which the lowest level input that is
significant to the fair value measurement is directly or indirectly observable.? Level 3 - Valuation
techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is
unobservable.For assets and liabilities that are recognized in the consolidated financial statements on
a recurring basis, the Group determines whether transfers have occurred between Levels in the
hierarchy by re-assessing categorization (based on the lowest level input that is significant to the fair
value measurement as a whole) at the end of each reporting period.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Transaksi dan saldo mata uang asingKelompok usaha mempertimbangkan indikator utama dan Foreign currency transactions and balances
indikator lainnya dalam menentukan mata uang fungsionalnya. Jika ada indikator yang tercampur dan
mata uang fungsional tidak jelas, manajemen menggunakan penilaian untuk menentukan mata uang
fungsional yang paling tepat menggambarkan pengaruh ekonomi dari transaksi, kejadian dan kondisi
yang mendasarinya.Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada
saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang rupiah menggunakan kurs terakhir
yang berlaku pada tanggal tersebut dan laba atau rugi kurs yang terjadi dikredit atau dibebankan pada
operasi tahun berjalan. Kurs yang digunakan adalah sebagai berikut: 30 Juni 2023 31 Desember 2022
Dollar (USD) 15.000 15.731 Transaction and balances in foreign currency The Group considers the
primary indicators and other indicators in determining its functional currency. If indicators are mixed and
the functional currency is not obvious, management uses its judgment to determine the functional
currency that most faithfully represents the economic effects of the underlying transactions, events and
conditions.Transactions involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at
the time the transactions are made. At consolidated statement of financial position date, monetary
assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the last prevailing rates
as of such date and the resulting gains or losses are credited or charged to current operations. The
rates of exchange used were as follows: June 30, 2023 December 31, 2022 United States(USD)15.000
15.731
Aset takberwujud Aset takberwujud-piranti lunak komputerPerangkat lunak komputer disajikan sebesar harga perolehan Intangible assets
dikurangi akumulasi amortisasi, yang dihitung menggunakan metode garis lurus selama 4 tahun
perkiraan masa manfaat. Amortisasi perangkat lunak komputer dimulai pada saat aset siap untuk
digunakan. Amortisasi perangkat lunak komputer dicatat sebagai biaya amortisasi. Aset tak berwujud
dengan masa manfaat terbatas diamortisasi selama masa manfaat ekonomis dan dinilai untuk
penurunan nilai setiap ada indikasi bahwa aset tak berwujud tersebut mungkin mengalami penurunan
nilai. Periode amortisasi dan metode amortisasi untuk aset tak berwujud dengan masa manfaat
terbatas dikaji paling lambat pada setiap akhir periode pelaporan. Perubahan dalam masa manfaat
yang diharapkan atau pola konsumsi yang diharapkan dari manfaat masa depan yang terkandung
dalam aset dianggap memodifikasi periode atau metode amortisasi, sebagaimana mestinya, dan
diperlakukan sebagai perubahan dalam estimasi akuntansi. Beban amortisasi atas aset tak berwujud
dengan umur terbatas diakui dalam laba rugi dalam kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari
aset tak berwujud.Aset tak berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas tidak diamortisasi, tetapi diuji
untuk penurunan setiap tahun, baik secara individu atau pada tingkat unit penghasil kas. Penilaian
masa manfaat yang tidak terbatas ditinjau setiap tahun untuk menentukan apakah masa manfaat yang
Page 20
tidak terbatas tetap dapat didukung. Jika tidak, perubahan dalam masa manfaat dari tidak terbatas
menjadi terbatas dilakukan secara prospektif.Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian
pengakuan suatu aset tak berwujud diukur sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan
jumlah tercatat dari aset dan diakui dalam laba rugi ketika aset dihentikan pengakuannya.Intangible
assets-computer softwareComputer software is recorded at historical cost less accumulated
amortization which is calculated using the straight-line method over the estimated useful life of 4 years.
The amortization of computer software commences from the date when the assets are ready for use.
The amortization of computer software is recognized an amortization expense.Legal intangible assets
with finite lives are amortized cwer the useful economic life and assessed for impairment whenever
there is an indication that the intangible asset may be impaired. The amortization period and the
amortization method for an intangible asset with a finite useful life are reviewed at least at the end of
each reporting period. Changes in the expected useful life or the expected pattern of consumption of
future economic benefits embodied in the asset are considered to modify the amortization period or
method, as appropriate and are treated as changes in accounting estimates. The amortization expense
on intangible assets with finite life is recognized in the statement of profit or loss in the expense
category that is consistent with the function of the intangible assets.Intangible assets with indefinite
useful lives are not amortized, but are tested for impairment annually, either individually or at the cash-
generating unit level. The assessment of indefinite life is reviewed annually to determine whether the
indefinite fife continues to be supportable. If not, the change in useful, life from indefinite to finite is
made on a prospective basis.Gains or losses arising from derecognition of an intangible asset are
measured as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset
and are recognized in the statement of profit or loss when the asset is derecognized.
Beban dibayar dimuka Beban dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan Prepaid expenses
menggunakan metode garis lurus.Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using
the straight-line method.
Modal saham Komposisi pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2023 berdasarkan laporan yang Share capital
dikelola oleh PT Bima Registra, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:1. Iwa Sukresno
Karunia sebanyak 386.276.500 saham,dengan jumlah kepemilikan saham 23,77%,dengan nominal
sebesar Rp 7.725.530.0002. PT Harvest Capital International sebanyak499.322.000 saham,dengan
jumlah kepemilikan saham 30,73%,dengan nominal sebesar Rp 9.986.440.0003. Suwarjono sebanyak
81.750.000 saham,dengan jumlah kepemilikan saham 5,03%,dengan nominal sebesar Rp
1.635.000.0004. Masyarakat sebanyak 657.651.500 saham, dengan jumlah kepemilikan saham
40,47%,dengan nominal sebesar Rp 13.153.030.000Komposisi pemegang saham Perusahaan pada
tanggal 31 Desember 2022 berdasarkan laporan yang dikelola oleh PT Bima Registra, Biro
Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:1. Iwa Sukresno Karunia sebanyak 386.276.500
saham,dengan jumlah kepemilikan saham 23,77%,dengan nominal sebesar Rp 7.725.530.0002. PT
Valbury Sekuritas Indonesia sebanyak 259.078.000 saham, dengan jumlah kepemilikan saham
15,94%,dengan nominal sebesar Rp 5.181.560.0003. PT Harvest Capital International sebanyak
240.244.000 saham,dengan jumlah kepemilikan saham 14,78%,dengan nominal sebesar Rp
4.804.880.000 4. Suwarjono sebanyak 81.750.000 saham,dengan jumlah kepemilikan saham
5,03%,dengan nominal sebesar Rp 1.635.000.000 5. Masyarakat sebanyak 657.651.500 saham,
dengan jumlah kepemilikan saham 40,47%,dengan nominal sebesar Rp 13.153.030.000The
composition of the Company?s shareholders as of March 31, 2023 based on the reports managed by
Page 21
PT Bima Registra, the Securities Administration Bureau, are as follows: 1. Iwa Sukresno Karunia with
386,276,500 shares, with a total share ownership of 23.77%, with a nominal value of IDR
7,725,530,0002. PT Harvest Capital International with 499,322,000 shares, with a total share
ownership of 30.73%, with a nominal value of IDR 9,986,440,0003. Suwarjono with 81,750,000 shares,
with a total share ownership of 5.03%, with a nominal value of IDR 1,635,000,0004. 657,651,500 public
shares, with a total share ownership of 40.47%, with a nominal value of IDR 13,153,030,000The
composition of the Company?s shareholders as of December 31, 2022 based on the reports managed
by PT Bima Registra, the Securities Administration Bureau, are as follows: 1. Iwa Sukresno Karunia
with 386,276,500 shares, with a total share ownership of 23.77%, with a nominal value of IDR
7,725,530,0002. PT Valbury Sekuritas Indonesia with 259,078,000 shares, with a total share ownership
of 15.94%, with a nominal value of IDR 5,181,560,0003. PT Harvest Capital International with
240,244,000 shares, with a total share ownership of 14.78%, with a nominal value of IDR
4,804,880,000 4. Suwarjono with 81,750,000 shares, with a total share ownership of 5.03%, with a
nominal value of IDR 1,635,000,000 5. 657,651,500 public shares, with a total share ownership of
40.47%, with a nominal value of IDR 13,153,030,000
Instrumen keuangan Instrumen keuangan(i) Aset KeuanganPengakuan dan pengukuran awalKelompok Usaha Financial instruments
mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui pendapatan komprehensif
lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.Aset keuangan
Kelompok Usaha terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain diklasifikasikan
sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Kelompok Usaha tidak memiliki aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.Kelompok
Usaha menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu model bisnis
Kelompok Usaha dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset
keuangan (?SPPI?).Pengujian SPPISebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Kelompok Usaha
menilai persyaratan kontraktual keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian
SPPI.Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada
pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran
pokok atau amortisasi premi/diskon).Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya
adalah pertimbangan atas nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI,
Kelompok Usaha menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktorfaktor yang relevan seperti
mata uang dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga
ditetapkan.Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas
risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan pinjaman,
tidak menimbulkan arus kas kontraktual yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga atas
saldo SPPI. Dalam kasus seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through
Profit or Loss (?FVTPL?).Penilaian model bisnisKelompok Usaha menentukan model bisnisnya
berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan bagaimana Kelompok Usaha mengelola kelompok atas
keuangannya untuk mencapai tujuan bisnisnya.Model bisnis Kelompok Usaha tidak dinilai berdasarkan
masing-masing instrumennya, tetapi pada tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan
didasarkan pada faktor-faktor yang dapat diamati seperti:? Bagaimana kinerja model bisnis dan aset
keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel
manajemen kunci;? Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki
dalam model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola? Bagaimana
manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada nilai wajar dari aset
yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);? Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan
yang diharapkan, juga merupakan aspek penting dari penilaian Kelompok UsahaPenilaian model bisnis
Page 22
didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa mempertimbangkan skenario ?worst case? atau ?stress case?. Jika arus kas setelah pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan, Kelompok Usaha tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (?SPPI?) dari jumlah pokok terutang.Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai ?Pendapatan Keuangan?. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan konsolidasian sebagai ?Kerugian penurunan nilai?.Penurunan Nilai Aset KeuanganAset keuangan, selain aset keuangan FVTPL, dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.Kelompok Usaha menerapkan pendekatan yang disederhanakan (simplified) dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian yaitu kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur (lifetime).(ii) Liabilitas KeuanganPengakuan dan pengukuran awalLiabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Kelompok Usaha menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.Liabilitas keuangan Kelompok Usaha terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, liabilitas jangka pendek lainnya, dan liabilitias sewa diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Kelompok Usaha tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.Pengukuran selanjutnyaSetelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE.Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE.Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai ?Beban Keuangan? dalam laba rugi.Penghentian pengakuanSuatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan
Page 23
tersebut diakui pada laba rugi.(iii) Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuanganBiaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode SBE dikurangi cadangan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan fee yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SBE.(iv) Saling hapus dari instrumen keuanganAset dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.(v) Pengukuran nilai wajarNilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi di:? Pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau? Dalam hal tidak terdapat pasar utama, maka pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.Kelompok Usaha harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut.Nilai wajar aset dan liabilitas di ukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian dikelompokkan dalam hirarki nilai wajar, sebagaimana dijelaskan dibawah ini, berdasarkan tingkatan level input yang terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:? Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik? Level 2 - teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung.? Level 3 - teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung.Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Kelompok Usaha menentukan apakah terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang atas penetapan kategori (berdasarkan Level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.Financial Instruments i. Financial AssetsInitial recognition and measurementThe Group classifies its financial assets into the following category: (a) financial assets measured at fair value through profit or loss, (b) financial assets measured at fair value through other comprehensive income, and (c) financial assets measured at amortised cost.The Group?s financial assets consist of cash and cash equivalents, trade receivables and other receivables classified as financial assets at amortized cost. The Group has no financial assets measured at fair value through profit or loss and other comprehensive income.The Group useing 2 (two) methods to classify its financial assets, based on the Group?s business model in managing the financial assets, and the contractual cash flow of the financial assets (?SPPI?).SPPI TestAs a first step of its classification process, the Group assesses the contractual terms of financial to identify whether they meet the SPPI test.Principal for the purpose of this test is defined as the fair value of the financial asset at initial recognition and may change over the life of the financial asset (for example, if there are repayments of principal or amortisation of the premium/discount).The most significant elements of interest within an arrangement are typically the consideration for the time value of money and credit risk. To make the SPPI assessment, the Group applies judgment and considers relevant factors such
Page 24
as the currency in which the financial asset is denominated, and the period for which the interest rate is set.In contrast, contractual terms that introduce a more than de minimis exposure to risks or volatility in the contractual cash flows that are unrelated to a basic lending arrangement, do not give rise to contractual cash flows that are solely payments of principal and interest on the amount outstanding. In such cases, the financial asset is required to be measured as Fair Value through Profit or Loss (?FVTPL?).Business model assessmentThe Group determines its business model at the level that best reflects how it manages the Group?s financial assets to achieve its business objective.The Group?s business model is not assessed on an instrument-by-instrument basis, but at a higher level of aggregated portfolios and is based on observable factors such as:? How the performance of the business model and the financial assets held within that business model are evaluated and reported to the entity?s key management personnel;? The risks that affect the performance of the business model (and the financial assets held within that business model) and, in particular the way those risks are managed;? How business managers are compensated (for example, whether the compensation is based on the fair value of the assets managed or on the contractual cash flows collected);? The expected frequency, value, and timing of sales are also important aspects of the Group?s assessment.The business model assessment is based on reasonably expected scenarios without taking ?worst case? or ?stress case? scenarios into account. If cash flows after initial recognition are realised in a way that is different from the Group?s original expectations, the Group does not change the classification of the remaining financial assets held in that business model, but incorporates such information when assessing newly originated or newly purchased financial assets going forward.Financial assets are measured at amortized cost if the financial asset is managed in a business model aimed at owning a financial asset in order to obtain a contractual cash flow and the contractual requirements of a financial asset that on a given date increases the cash flow solely from the principal and interest payments (?SPPI?) of the amount owed.At initial recognition, the financial assets measured at amortized cost are recognized at the fair value plus the transaction fee and subsequently measured at amortized cost by using the effective interest rate.Interest income from financial assets measured at amortized cost is recorded in the statements of profit and loss and other comprehensive income and is recognized as "Finance Income". When a decline in value occurs, the impairment loss is recognized as a deduction of the recorded value of the financial asset and is acknowledged in the consolidated financial statements as "Impairment loss".Impairment of Financial AssetsFinancial assets, other than those at FVTPL, are assessed for indicators of impairment at the end of each reporting date. Financial assets are considered to be impaired when there is objective evidence that, as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the financial asset, the estimated future cash flows of the investment have been affected.The Group adopted the simplified expected credit loss approach which is using lifetime expected credit loss.i. Financial LiabilitiesInitial recognition and measurementFinancial liabilities are classified as financial liabilities at fair value through profit or loss or financial liabilities at amortized cost. The Group determines the classification of its financial liabilities at initial recognition.Financial liabilities are initially measured at fair value. Transaction costs that are directly attributable to the acquisition of financial liabilities (other than financial liabilities at fair value through profit or loss) are added to or deducted from the fair value of the financial liabilities, as appropriate, on initial recognition. Transaction costs directly attributable to the acquisition of financial liabilities at fair value through profit or loss are recognized immediately in profit or loss.The Group?s financial liabilities consist of trade payables, other payables, accrued expenses, other current liabilities and lease liabilities classified as financial liabilities at amortized cost. The Group has no financial liabilities measured at fair value through profit or loss.Subsequent measurementAfter initial recognition, interest-bearing financial liabilities are subsequently measured at amortized cost using the EIR method.At the reporting dates, accrued interest expenses is recorded separately from the associated
Page 25
borrowings within the current liabilities section. Gains and losses are recognized in profit or loss when
the liabilities are derecognized as well as through the EIR amortisation process.Amortized cost is
calculated by taking into account any discount or premium on acquisition and fee or costs that are an
integral part of the EIR. The EIR amortisation is included in ?Finance Costs? in profit or
loss.DerecognitionA financial liability is derecognized when it is extinguished, that is when the
obligation specified in the contract is discharged or cancelled or expired.When an existing financial
liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an
existing financial liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as
derecognition of the original financial liability and recognition of a new financial liability, and the
difference in the respective carrying amounts is recognized in the profit or loss.iii. Amortized cost of
financial instrumenAmortized cost is computed using the EIR method less any allowance for
impairment and principal repayment or reduction. The calculation takes into account any premium or
discount on acquisition and includes transaction costs and fees that are an integral part of the EIR.iv.
Offsetting of financial instrumentsFinancial assets and financial liabilities are offset and the net amount
reported in the consolidated statement of financial position if, and only if, there is a currently
enforceable legal right to offset the recognized amounts and there is an intention to settle on a net
basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously.v. Fair valueFair value is the price
that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between
market participants at the measurement date. The fair value measurement is based on the presumption
that the transaction to sell the asset or transfer the liability takes place either:? In the principal market
for the asset or liability; or? In the absence of a principal market, in the most advantageous market for
the asset or liability.The principal or the most advantageous market must be accessible by the
GroupThe fair value of an asset or a liability is measured using the assumptions that market
participants would use when pricing the asset or liability, assuming that market participants act in their
economic best interest.The Group uses valuation techniques that are appropriate in the circumstances
and for which sufficient data are available to measure fair value, maximising the use of relevant
observable inputs and minimising the use of unobservable inputs.All assets and liabilities for which fair
value is measured or disclosed in the consolidated financial statements are categorised within the fair
value hierarchy, described as follows, based on the lowest level input that is significant to the fair value
measurement as a whole:? Level 1 - Quoted (unadjusted) market prices in active markets for identical
assets or liabilities? Level 2 - Valuation techniques for which the lowest level input that is significant to
the fair value measurement is directly or indirectly observable? Level 3 - Valuation techniques for which
the lowest level input that is significant to the fair value measurement is unobservable.For assets and
liabilities that are recognized in the consolidated financial statements on a recurring basis, the Group
determines whether transfers have occurred between Levels in the hierarchy by re-assessing
categorization (based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a
whole) at the end of each reporting period.
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Peristiwa setelah akhir periode yang memberikan tambahan informasi mengenai posisi keuangan Events after reporting period
Kelompok usaha pada tanggal pelaporan (peristiwa penyesuai), jika ada, dicerminkan dalam laporan
keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah akhir periode yang bukan peristiwa penyesuai diungkapkan
dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian jika material.Post period events that provide
additional information about the Group?s financial position at the reporting date (adjusting events), if
any, are reflected in the consolidated financial statements. Post period events that are not adjusting
events are disclosed in the notes to the consolidated financial statements when material.
Penerapan standar akuntansi baru Pada tanggal 1 Januari 2022, Grup menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (?PSAK?) Adoption of new accounting standards
dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (?ISAK?) baru dan revisi yang efektif sejak tanggal
tersebut. Perubahan kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
Page 26
ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi.Penerapan standar dan interpretasi yang baru dan direvisi berikut ini tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan akuntansi Kelompok usaha dan tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan untuk tahun keuangan saat ini atau sebelumnya:Amendemen PSAK 22: Kombinasi Bisnis - Rujukan ke Kerangka KonseptualAmendemen ini mengklarifikasi interaksi antara PSAK 22, PSAK 57, ISAK 30 dan Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan.Secara umum, amendemen PSAK 22: Menambahkan deskripsi terkait ?liabilitas dan liabilitas kontinjensi dalam ruang lingkup PSAK 57 atau ISAK 30?. Mengklarifikasi liabilitas kontinjensi yang telah diakui pada tanggal akuisisi. Menambahkan definisi aset kontinjensi dan perlakuan akuntansinya.Amandemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontijensi, dan Aset Kontijensi tentang Kontrak Merugi - Biaya Memenuhi KontrakAmandemen PSAK 57 mengatur biaya-biaya untuk memenuhi kontrak merugi terdiri dari biaya yang terkait langsung dengan kontrak, dimana terdiri dari:Amandemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian, juga tidak diharapkan akan berdampak pada masa depan Kelompok usaha.1) biaya inkremental untuk memenuhi kontrak tersebut, dan2) alokasi biaya lain yang berhubungan langsung untuk memenuhi kontrakPenyesuaian Tahunan 2020 - PSAK 71: Instrumen Keuangan:Amandemen ini mengklarifikasi biaya yang diperhitungkan entitas dalam mengevaluasi apakah persyaratan yang dimodifikasi dari suatu liabilitas keuangan menyebabkan penghentian pengakuan liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas keuangan baru. Biaya tersebut hanya mencakup yang dibayarkan atau diterima antara peminjam dan pemberi pinjaman, termasuk fee yang dibayarkan atau diterima baik oleh peminjam atau pemberi pinjaman atas nama pihak lain.Penyesuaian Tahunan 2020 - PSAK 73: Sewa.Amandemen ini tidak memperbolehkan entitas untuk mengurangi suatu hasil penjualan item yang diproduksi saat membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset dapat beroperasi sesuai dengan intensi manajemen dari biaya perolehan suatu aset tetap. Sebaliknya, entitas mengakui hasil dari penjualan item-item tersebut, dan biaya untuk memproduksi item-item tersebut, dalam laba rugi.On January 1, 2022, the Group adopted new and revised Statements of Financial Accounting Standards (?SFAS?) and Interpretations of Statements of Financial Accounting Standards (?IFAS?) that are mandatory for application from that date. Changes to the Group?s accounting policies have been made as required, in accordance with the transitional provisions in the respective standards and interpretations.The adoption of the following new and revised standard and interpretation did not result in substantial changes to Group?s accounting policies and had no material effect on the amounts reported for the current of prior financial years:Amendments to PSAK 22: Business Combinations - Reference to Conceptual FrameworksThese amendments clarify the interactions between PSAK 22, PSAK 57, ISAK 30 and the Conceptual Framework of Financial Reporting.In general, the amendments to PSAK 22: Add a description regarding ?liabilities and contingent liabilities within the scope of PSAK 57 or ISAK 30?. Clarifying the contingent liabilities recognized at the acquisition date. Adds definition of a contingent asset and its accounting treatment.Amendments to PSAK 57: Provisions, Contingent Liabilities, and Contingent Assets - Onerous Contract Fulfillment CostsThese amendments provide that costs to fulfill an onerous contract consist of costs that are directly related to the contract, which consist of:These amendments had no impact on the consolidated financial statements of, nor is there expected to be any future impact to the Group.1) incremental costs to fulfill the contract, and2) allocation of other costs that are directly related to fulfilling the contract2020 Annual Improvements - PSAK 71: Financial Instruments:The amendment clarifies the fees that an entity includes when assessing whether the modified terms of a financial liability required derecognition of the original financial liability and recognition of a new financial liability. These fees include only those paid or received between the borrower and the lender, including fees paid or received by either the borrower or lender on the other?s behalf.2020 Annual Improvements - PSAK 73: Leases.The amendments prohibit entities to deduct from the cost of an item of fixed assets, any proceeds from selling items produced while bringing that asset
Page 27
to the location and condition necessary for it to be capable of operating in the manner intended by
management. Instead, an entity recognizes the proceeds from selling such items, and the costs of
producing those items, in the profit or loss.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun Standar akuntansi dan interpretasi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Accounting standards issued but not yet
belum berlaku efektif (?DSAK?), tetapi belum berlaku efektif untuk laporan keuangan konsolidasian tahun berjalan effective
diungkapkan di bawah ini. Kelompok usaha bermaksud untuk menerapkan standar tersebut, jika
dipandang relevan, saat telah menjadi efektif.Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari
2023Amendemen PSAK 16: Aset Tetap - Hasil sebelum Penggunaan yang DiintensikanAmandemen
ini tidak memperbolehkan entitas untuk mengurangi suatu hasil penjualan item yang diproduksi saat
membawa aset tersebut ke lokasi dan kondisi yang diperlukan supaya aset dapat beroperasi sesuai
dengan intensi manajemen dari biaya perolehan suatu aset tetap. Sebaliknya, entitas mengakui hasil
dari penjualan item-item tersebut dan biaya untuk memproduksi item-item tersebut, dalam laba
rugi.Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2023 dan diterapkan secara retrospektif untuk aset tetap yang tersedia untuk
digunakan pada atau setelah awal dari periode sajian paling awal dimana entitas pertama kali
menerapkan amandemen tersebut. Amandemen tersebut diperkirakan tidak akan berdampak material
terhadap pelaporan keuangan Kelompok usaha.Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan
Tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang.Amandemen ini
menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan suatu liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka
panjang dan menjelaskan:? hal yang dimaksud sebagai hak untuk menangguhkan pelunasan.? hak
untuk menangguhkan pelunasan harus ada pada akhir periode pelaporan? klasifikasi tersebut tidak
dipengaruhi oleh kemungkinan entitas akan menggunakan hakya untuk menangguhkan liabilitas, dan?
hanya jika derivatif melekat pada liabilitas konversi tersebut adalah suatu instrumen ekuitas, maka
syarat dan ketentuan dari suatu liabilitas konversi tidak akan berdampak pada
klasifikasinyaAmandemen PSAK 1: Penyajian laporan keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan
Akuntansi.Amandemen ini memberikan panduan dan contoh untuk membantu entitas menerapkan
pertimbangan materialitas dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amandemen tersebut bertujuan
untuk membantu entitas menyediakan pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih berguna dengan
mengganti persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan' entitas dengan
persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' entitas dan menambahkan panduan
tentang bagaimana entitas menerapkan konsep materialitas dalam membuat keputusan tentang
pengungkapan kebijakan akuntansi.Amandemen ini berlaku efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari
2023 dengan penerapan dini diperkenankan. Kelompok usaha saat ini sedang menilai dampak dari
amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pengungkapan kebijakan akuntansi
Kelompok usaha.Amandemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan
Kesalahan terkait Definisi Estimasi AkuntansiAmandemen tersebut memperkenalkan definisi 'estimasi
akuntansi' dan mengklarifikasi perbedaan antara perubahan estimasi akuntansi dan perubahan
kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan. Amandemen tersebut juga mengklarifikasi bagaimana
entitas menggunakan teknik pengukuran dan input untuk mengembangkan estimasi
akuntansi.Amandemen tersebut berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2023 dan berlaku untuk
perubahan kebijakan akuntansi dan perubahan estimasi akuntansi yang terjadi pada atau setelah awal
periode tersebut. Penerapan dini diperkenankan. Grup saat ini sedang menilai dampak dari
amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pelaporan keuangan Grup.Amandemen
PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan - Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka
Panjang efektif 1 Januari 2023, dan penerapan lebih awal diizinkan.Amandemen PSAK 46: Pajak
Penghasilan tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Liabilitas Yang Timbul Dari Transaksi
Tunggal.Amandemen ini mengusulkan agar entitas mengakui aset maupun liabilitas pajak tangguhan
Page 28
pada saat pengakuan awalnya sebagai contoh dari transaksi sewa, untuk mengeliminasi perbedaan praktik saat ini atas transaksi tersebut dan transaksi lain yang serupa.Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023 dengan penerapan dini diperkenankan. Grup saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pelaporan keuangan Kelompok usaha.Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2024.Amandemen PSAK 1: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan.Amandemen ini mengklarifikasi bahwa hanya kovenan yang harus dipatuhi entitas pada atau sebelum tanggal pelaporan yang akan memengaruhi klasifilasi liabilitas sebagai lancar atau tidak lancar.Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 dengan penerapan dini diperkenankan.Amandemen PSAK 73 Sewa menetapkan persyaratan yang digunakan penjual-penyewa dalam mengukur kewajiban sewa yang timbul dalam transaksi jual beli dan sewa-balik, untuk memastikan penjual-penyewa tidak mengakui jumlah setiap keuntungan atau kerugian yang terkait dengan hak guna yang dipertahankan.Amandemen berlaku secara retrospektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan dini diperkenankan.PSAK 74: Kontrak Asuransi.Standar akuntansi baru yang komprehensif untuk kontrak asuransi yang mencakup pengakuan dan pengukuran, penyajian dan pengungkapan, pada saat berlaku efektif PSAK 74 akan menggantikan PSAK 62: Kontrak Asuransi. PSAK 74 berlaku untuk semua jenis kontrak asuransi, jiwa, non-jiwa, asuransi langsung dan reasuransi, terlepas dari entitas yang menerbitkannya, serta untuk jaminan dan instrumen keuangan tertentu dengan fitur partisipasi tidak mengikat, serta beberapa pengecualian ruang lingkup akan berlaku. Tujuan keseluruhan dari PSAK 74 adalah untuk menyediakan model akuntansi untuk kontrak asuransi yang lebih bermanfaat dan konsisten untuk asuradur.PSAK 74 berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025, dengan mensyaratkan angka komparatif. Penerapan dini diperkenankan bila entitas juga menerapkan PSAK 71 dan PSAK 72 pada atau sebelum tanggal penerapan awal PSAK 74. Standar ini tidak diharapkan memiliki dampak pada pelaporan keuangan Kelompok usaha pada saat diadopsi untuk pertama kali.Kelompok usaha sedang mengevaluasi dampak dari standar akuntansi tersebut dan belum menentukan dampaknya terhadap laporan keuangan konsolidasian.The standards and interpretations that are issued by the Indonesian Financial Accounting Standards Board (?DSAK?), but not yet effective for current consolidated financial statements are disclosed below. The Group intends to adopt these standards, if applicable, when they become effective.Effective beginning on or after January 1, 2023Amendments to PSAK 16: Fixed Assets - Proceeds before Intended UseThe amendments prohibit entities to deduct from the cost of an item of fixed assets, any proceeds from selling items produced while bringing that asset to the location and condition necessary for it to be capable of operating in the manner intended by management. Instead, an entity recognizes the proceeds from selling such items, and the costs of producing those items, in the profit or loss.The amendment is effective for annual reporting periods beginning on or after January 1, 2023 and shall be applied retrospectively to items of property, plant and equipment made available for use on or after the beginning of the earliest period presented when the entity first applies the amendment. The amendments are not expected to have a material impact on the financial reporting of the Group.Amendments to PSAK 1: Presentation of Financial Statements - Classification of a Liability as current or non-current.The amendments specify the requirements for classifying liabilities as current or non- current and clarify:? what is meant by a right to defer settlement? the right to defer must exist at the end of the reporting period? classification is not affected by the likelihood that an entity will exercise its deferral right, and? only if an embedded derivative in a convertible liability is an equity instrument would the terms and conditions of a liability will not impact its classificationAmendment of PSAK 1: Presentation of financial statement - Disclosure of accounting policies.Thisamendments provides guidance and examples to help entities apply materiality judgements to accounting policy
Page 29
disclosures. The amendment aims to help entities provide accounting policy disclosures that are more useful by replacing the requirement for entities to disclose their ?significant? accounting policies with a requirement to disclose their ?material? accounting policies and adding guidance on how entities apply the concept of materiality in making decisions about accounting policy disclosures.The amendments are effective on or after January 1, 2023 with earlier application permitted. The Group is currently assessing the impact of the amendment to determine the impact they will have on the Group?s accounting policy disclosures.Amendment of PSAK 25: Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors - Definition of Accounting EstimatesThe amendments introduce a definition of ?accounting estimates? and clarify the distinction between changes in accounting estimates and changes in accounting policies and the correction of errors. Also, they clarify how entities use measurement techniques and inputs to develop accounting estimates.The amendments are effective on or after January 1, 2023 and apply to changes in accounting policies and changes in accounting estimates that occur on or after the start of that period. Earlier application is permitted. The Group is currently assessing the impact of the amendment to determine the impact they will have on the Group?s financial reporting.Amendments to SFAS No. 1: Presentation of Financial Statements - Classification of Liabilities as Current or Non-current, effective January 1, 2023, and earlier application is permitted.Amendment of PSAK 46: Income Taxes - Deferred Tax related to Assets and Liabilities arising from a Single Transaction.This amendment proposes that entities recognize deferred tax assets and liabilities at the time of initial recognition, for example from a lease transaction, to eliminate differences in current practice for such transactions and similar transactions.The amendments are effective for annual reporting periods beginning on or after January 1, 2023 with early adoption permitted. The Group is currently assessing the impact of the amendment to determine the impact they will have on the Group?s financial reporting.Effective beginning on or after January 1, 2024.Amendment of PSAK 1: Non-currentLiabilities with Covenants.This amendment clarifies that only covenants with which entities must comply on or before the reporting date will affect a liability?s classification as current or non-current.The amendments are effective for annual reporting periods beginning on or after January 1, 2024 with early adoption permitted.The amendment to PSAK 73 Leases specifies the requirements that a seller-lessee uses in measuring the lease liability arising in a sale and leaseback transaction, to ensure the seller- lessee does not recognise any amount of the gain or loss that relates to the right of use it retains.The amendment applies retrospectively to annual reporting periods beginning on or after January 1, 2024. Earlier application is permitted.PSAK 74: Insurance Contracts.A comprehensive new accounting standard for insurance contracts covering recognition and measurement, presentation and disclosure, upon its effective date, PSAK 74 will replace PSAK 62: Insurance Contracts. PSAK 74 applies to all types of insurance contracts, life, non-life, direct insurance and re-insurance, regardless of the entities issuing them, as well as to certain guarantees and financial instruments with discretionary participation features, while a few scope exceptions will apply. The overall objective of PSAK 74 is to provide an accounting model for insurance contracts that is more useful and consistent for insurers.PSAK 74 is effective for reporting periods beginning on or after January 1, 2025, with comparative figures required. Early application is permitted, provided the entity also applies PSAK 71 and PSAK 72 on or before the date of initial application of PSAK 74. This standard is not expected to have any impact to the financial reporting of the Group upon first-time adoption.The Group is presently evaluating and has not yet determined the effects of these accounting standards on its consolidated financial statements.
Page 30
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Current Year
30 June 2023
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and Addition in property, plant, Property, plant, and
equipment, beginning period and equipment equipment, end period
Nilai perolehan, kotor Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount, gross
2,386,549,245 2,386,549,245
dimiliki langsung improvement, directly owned
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
16,277,559,816 79,762,000 16,357,321,816
langsung directly owned
Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment,
2,720,395,058 2,720,395,058
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
604,750,000 604,750,000
langsung
Dimiliki langsung 21,989,254,119 79,762,000 22,069,016,119 Directly owned
Bangunan, aset hak guna 5,777,777,778 5,777,777,778 Building, right of use assets
Aset hak guna 5,777,777,778 5,777,777,778 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
27,767,031,897 79,762,000 27,846,793,897
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount, accumulated
715,964,777 238,654,926 954,619,703
dimiliki langsung improvement, directly owned depreciation
Mesin dan peralatan, dimiliki Machinery and equipment,
14,141,922,106 511,004,988 14,652,927,093
langsung directly owned
Perabot dan peralatan kantor, Furniture and office equipment,
2,345,017,035 89,074,740 2,434,091,775
dimiliki langsung directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki Motor vehicle, directly owned
604,749,994 604,749,994
langsung
Dimiliki langsung 17,807,653,912 838,734,654 18,646,388,566 Directly owned
Bangunan, aset hak guna 1,879,629,628 611,111,103 2,490,740,731 Building, right of use assets
Aset hak guna 1,879,629,628 611,111,103 2,490,740,731 Right of use assets
Aset tetap Property, plant, and
19,687,283,540 1,449,845,757 21,137,129,297
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
8,079,748,357 6,709,664,600
equipment
Page 31
[1611000] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement - General Industry - Prior Year
31 December 2022
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap, awal periode Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Aset tetap, akhir periode
Property, plant, and
Addition in property, plant, Disposals in property, Property, plant, and
equipment, beginning
and equipment plant, and equipment equipment, end period
period
Nilai perolehan, kotor Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount, gross
dimiliki langsung 2,386,549,245 2,386,549,245 improvement, directly
owned
Mesin dan peralatan, Machinery and equipment,
16,093,694,016 226,172,700 ( 42,306,900 ) 16,277,559,816
dimiliki langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
2,701,145,175 33,762,883 ( 14,513,000 ) 2,720,395,058
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
604,750,000 604,750,000
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 21,786,138,436 259,935,583 ( 56,819,900 ) 21,989,254,119 Directly owned
Bangunan, aset hak guna 5,777,777,778 5,777,777,778 Building, right of use assets
Aset hak guna 5,777,777,778 5,777,777,778 Right of use assets
Aset dalam penyelesaian Assets under
0 0 (0) 0
construction
Aset tetap Property, plant, and
27,563,916,214 259,935,583 ( 56,819,900 ) 27,767,031,897
equipment
Akumulasi depresiasi Bangunan dan fasilitasnya, Building and leasehold Carrying amount,
dimiliki langsung 238,654,925 477,309,852 715,964,777 improvement, directly accumulated depreciation
owned
Mesin dan peralatan, Machinery and equipment,
10,769,529,821 3,397,071,314 ( 24,679,029 ) 14,141,922,106
dimiliki langsung directly owned
Perabot dan peralatan Furniture and office
2,115,242,991 242,099,333 ( 12,325,289 ) 2,345,017,035
kantor, dimiliki langsung equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, Motor vehicle, directly
604,749,994 604,749,994
dimiliki langsung owned
Dimiliki langsung 13,728,177,731 4,116,480,499 ( 37,004,318 ) 17,807,653,912 Directly owned
Bangunan, aset hak guna 657,407,405 1,222,222,223 1,879,629,628 Building, right of use assets
Aset hak guna 657,407,405 1,222,222,223 1,879,629,628 Right of use assets
Aset dalam penyelesaian Assets under
0 0 (0)
construction
Page 32
Aset tetap 14,385,585,136 5,338,702,722 ( 37,004,318 ) 19,687,283,540 Property, plant, and
equipment
Nilai perolehan Aset tetap Property, plant, and Carrying amount
13,178,331,078 8,079,748,357
equipment
Page 33
[1611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas aset tetap Beban penyusutan untuk tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing sebesar Rp Disclosure of notes for property, plant and
1.449.845.757 dan Rp 5.338.702.772 dialokasikan ke beban umum dan administrasi (catatan equipment
12).Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember
2022.Depreciation expenses for the years ended June 30, 2023 and December 31,2022 amounting to
Rp 1,449,845,757 and Rp 5,338,702,772, respectively, are allocated to general and administrative
expenses (Note 22).Based on management?s assessment, there are no events or changes in
circumstances which may indicate an impairment in the value of fixed assets as of June 30, 2023 and
December 31, 2022.
Page 34
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Current Year
Page 35
[1612000] Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry - Prior Year
Page 36
[1612100] Disclosure of Notes to the financial statements - Right of Use Assets - General Industry
Page 37
[1616100] Disclosure of Notes to the financial statements - Revenue - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas pendapatan Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 30 Juni 2022 Pendapatan Perseroan sebesar Rp. 26.977.849.593 dan Disclosure of notes for revenue
Rp. 18.849.153.007. Pendapatan tersebut dari jasa penyedia konten dan portal web yang berasal dari
penyediaan jasa data transfer, download ringtones, logo, kuis, polling, dan lain sebagainya untuk
aplikasi mobile dengan bekerjasama dengan provider telekomunikasi, serta pendapatan jasa iklan
berbasis website di suara.com.As of June 30, 2023 and 2022, the Company's revenue is Rp.
26,977,849,593 and Rp. 18,849,153,007. Revenue from web content and portal providers is obtained
from the provision of data transfer services, download ringtones, logos, quizzes, polls, etc., for the use
of mobile applications, in collaboration with telecommunications providers, and revenue from
website-based advertising services at suara.com.
Page 38
[1617000] Notes to the financial statements - Revenue By Type - General
Industry
Catatan untuk tipe pendapatan Notes for revenue by type
30 June 2023 30 June 2022
Nama produk Penjualan dan Penjualan dan
atau jasa pendapatan usaha pendapatan usaha
Service or product
Sales and revenue Sales and revenue
name
Pendapatan dari jasa 1 Konten dan Service revenue 1
25,977,849,593 18,849,153,007
Portal Web
Pendapatan dari jasa 25,977,849,593 18,849,153,007 Service revenue
Tipe pendapatan 25,977,849,593 18,849,153,007 Type of revenue
Page 39
[1620200] Notes to the financial statements - Trade receivables, by aging - General Industry
Piutang usaha berdasarkan umur Trade receivables by aging
30 June 2023 31 December 2022
Penyisihan Penyisihan
Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha Piutang usaha, kotor penurunan nilai Piutang usaha
piutang usaha piutang usaha
Allowance for Allowance for
Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables Trade receivables, gross impairment of trade Trade receivables
receivables receivables
Belum jatuh tempo Umur 1,060,871,848 1,104,268,995 Aging Not yet due
Telah jatuh tempo 1 - 30 hari 941,093,100 1,351,231,927 1 - 30 days Overdue
31 - 60 hari 1,057,402,151 468,165,644 31 - 60 days
61 - 90 hari 476,888,209 257,019,880 61 - 90 days
Lebih dari 90 hari 829,576,760 631,998,620 More than 90 days
Umur 3,304,960,220 2,708,416,071 Aging
Jatuh tempo Umur 4,365,832,068 ( 107,041,605 ) 4,258,790,463 3,812,685,066 ( 107,041,605 ) 3,705,643,461 Aging Due status
Page 40
[1621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas piutang usaha Manajemen berpendapat bahwa penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian adalah cukup untuk Disclosure of notes for trade receivables
menutup kemungkinan kerugian atas menurunnya nilai piutang.Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 2022,
tidak ada piutang usaha yang dijadikan sebagai jaminan.The management is of the opinion that the
above allowance for expected credit loss is adequate to cover possible losses that may arise from
impairment of receivables.As of June 30, 2023 and 2022, no trade receivables are pledged as
collateral.
Page 41
[1621000a] Notes to the financial statements - Notes Payable - General Industry
Page 42
[1621100] Notes to the financial statements - Notes Payable Interest Information - General Industry
Page 43
[1621110] Disclosure of Notes to the financial statements - Notes Payable - General Industry
Page 44
[1630000] Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Page 45
[1632000] Disclosure of Notes to the financial statements - Inventories - General Industry
Page 46
[1640300] Notes to the financial statements - Trade Payable, by list of counterparty - General Industry
Rincian utang usaha berdasarkan rincian pihak Trade payables by list of counterparty
31 December
30 June 2023
2022
Nama pihak, utang usaha Utang usaha Utang usaha
Counterparty name, trade
Trade payables Trade payables
payables
Pihak ketiga Pihak 1 PT Awan Integrasi Rank 1, counterparty Third party
153,557,304 450,333,845
Sandidta
Pihak 2 PT Cipta Karya Rank 2, counterparty
77,141,000
Multiguna
Pihak 3 Perum Lembaga Kantor Rank 3, counterparty
26,160,000 39,240,000
Berita Nasional Antara
Pihak 4 PT Iforte Solusi Infotek 13,080,000 26,160,000 Rank 4, counterparty
Pihak 5 PT Blue Star Media 4,196,500 Rank 5, counterparty
Pihak 6 Salman Fauzi Efendi 0 Rank 6, counterparty
Pihak 7 PT Sarana Semesta Rank 7, counterparty
0
Sejahtera
Pihak 8 CV Maestro 0 Rank 8, counterparty
Pihak 9 KAP Doli, Bambang, Rank 9, counterparty
Sulistyanto, Dadang & 35,425,000 0
Ali
Pihak 10 Lain - Lain 18,904,932 Rank 10, counterparty
Rincian pihak 228,222,304 615,976,277 List of counterparty
Page 47
[1641000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Payables - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas utang usaha Seluruh utang usaha berdenominasikan mata uang Rupiah. Tidak ada jaminan yang diberikan oleh Disclosure of notes for trade payables
Grup atas perolehan utang ini.Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 utang usaha
berjumlah Rp.228.222.304 dan Rp. 615.976.277.All trade payables are donominated in Rupiah.There
is no collateral given by the Group on these payable.As of June 30,2023 and December 31, 2022,
trade payables amounted to Rp. 228,222,304 and Rp. 615,976,277.
Page 48
[1670000] Notes to the financial statements - Cost of Good Sold - General
Industry
Beban pokok penjualan Cost of good sold
30 June 2023 30 June 2022
Jumlah biaya produksi 0 0 Total production cost
Harga pokok produksi 0 0 Cost of goods manufactured
Biaya overhead lainnya 5,471,064,545 5,782,401,190 Overhead
Beban pokok pendapatan Other cost of goods sold
8,278,627,113 4,961,285,346
lainnya
Beban pokok penjualan dan Cost of sales and revenue
13,749,691,658 10,743,686,536
pendapatan
Page 49
[1671000] Disclosure of Notes to the financial statements - Cost of Goods Sold - General Industry
Pengungkapan Disclosure
30 June 2023
Pengungkapan catatan atas beban pokok Beban portal web terdiri dari biaya iklan di Facebook, Google.com, promo Suara.com dan lain-lain.The Disclosure of notes for cost of goods sold
penjualan web portal load, consisting of advertising costs on Facebook, Google.com, Suara.com promos and
others.
Page 50
[1691000a] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Page 51
[1691100] Disclosure of Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans - General Industry
Page 52
[1692000] Notes to the financial statements - Long-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Page 53
[1693000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Page 54
[1693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry
Page 55
[1696000] Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans Interest Information - General Industry
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 5
instance.zip
done
Lap Keu 30 Juni 2023(DIGI)..pdf
dead
FinancialStatement-2023-II-DIGI.xlsx
done
inlineXBRL.zip
done