Skip to content
Back to announcement

20230711_BUVA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31340434_lamp1.pdf

Other Text extracted BUVA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 9

Page 1
Ref No. 12/BUV/VII/2023



11 Juli 2023



PT Bursa Efek Indonesia (Bursa)
Indonesia Stock Exchange Building, Tower 1 Lantai 6
Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan 12190

U.p.: Yth. Bapak I Gede Nyoman Yetna – Direktur
           Ibu Vera Florida – Kepala Divisi PP2


Perihal : Jawaban Atas Surat Bursa No.: S-05272/BEI.PP2/07-2023 tanggal 6 Juli 2023 tentang Permintaan
Penjelasan



Dengan hormat,

Menanggapi Surat Bursa tersebut di atas yang kami terima pada tanggal 7 Juli 2023 serta sesuai dengan
ketentuan II.9 Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, terlampir kami sampaikan
Jawaban Perseroan atas pertanyaan Bursa.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.



Hormat kami,




Benita Sofia
Corporate Secretary




Tembusan:
1.    Yth. Direktur Pengawasan Transaksi Efek, Otoritas Jasa Keuangan;
2.    Yth. Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 1, Otoritas Jasa Keuangan;
3.    Yth. Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 2, Otoritas Jasa Keuangan.
Page 2
                                Lampiran Permintaan Penjelasan
                               PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)



1. Bagaimana kondisi terkini operasional Perseroan? Agar dijelaskan occupancy rate dari masing-
   masing hotel/villa milik grup Perseroan beserta perbandingannya secara historis sejak tahun 2019.
   Penjelasan narasi agar dilengkapi dengan grafik.

   Selain occupancy rate, agar dielaborasi juga revenue dari masing2 hotel/villa Perseroan, diurutkan
   dari yang tertinggi.


   Jawaban:
   Alila Villas Uluwatu
   Pada tahun 2020, dengan mulainya pandemi, tingkat penghunian kamar (TPK) jatuh menjadi 15,63%
   dan harga kamar juga turun menjadi Rp 5,8 juta. Pada tahun 2021 TPK turun lagi menjadi 14,51% dan
   harga kamar turun menjadi Rp 4,6 juta. Tahun 2022, kondisi mulai pulih, TPK naik menjadi 47,19%
   dan harga kamar naik mencapai Rp 7,4 juta yang lebih tinggi daripada harga kamar di 2019.
   Tahun 2023, sampai dengan bulan Mei, TPK naik menjadi 64,0% dengan harga kamar Rp 7,8juta, kedua
   pencapaian ini melebihi kinerja Alila Villas Uluwatu sepanjang tahun 2019.

   Alila SCBD
   Pada tahun 2020, dengan mulainya pandemi, TPK justru menjadi 23,23% dari 10,84% di tahun 2019
   dan harga kamar turun menjadi Rp 1,9 juta dari Rp 2,8 juta. Pada tahun 2021 TPK naik lagi menjadi
   33,12% dan harga kamar naik menjadi Rp 2,2 juta. Tahun 2022, kondisi mulai pulih, TPK naik menjadi
   48,09% dan harga kamar naik menjadi Rp 2,7 juta hampir mendekati harga kamar di tahun 2019. Alila
   SCBD memperoleh pendapatan dari bisnis karantina dan isolasi mandiri. Sampai dengan bulan Mei
   2023 TPK turun sedikit menjadi 42,17% dengan harga kamar mencapai Rp 2,9 juta, pencapaian harga
   kamar melebihi harga kamar pada tahun 2019.

   Alila Ubud
   Pada tahun 2020, dengan mulainya pandemi, TPK jatuh menjadi 15,62% dari 73,45% di tahun 2019
   dan harga kamar juga turun menjadi Rp 1,9 juta dari Rp 2,8 juta di tahun 2019. Pada tahun 2021 TPK
   turun lagi menjadi 11,79% dan harga kamar turun menjadi Rp 1,1 juta. Tahun 2022, kondisi mulai pulih,
   TPK naik menjadi 48,67% dan harga kamar naik Rp 1,9 juta, hampir sama dengan harga kamar di tahun
   2020.
   Sampai dengan bulan Mei 2023, TPK naik menjadi 66,34% dengan harga kamar Rp 2,2 juta, pencapaian
   ini sudah melebihi kinerja Alila Ubud pada masa pandemi tapi masih di bawah kinerja tahun 2019.

   Alila Manggis
   Pada tahun 2020, dengan mulainya pandemi, TPK jatuh menjadi 12,34% dari 52,70% di tahun 2019
   dan harga kamar juga turun menjadi Rp 1,5 juta. Pada tahun 2021 TPK turun lagi menjadi 12,05% dan
   harga kamar turun menjadi Rp 624 ribu. Tahun 2022, kondisi mulai pulih, TPK naik menjadi 30,11%
   dan harga kamar naik menjadi Rp 1,3 juta hampir mendekati harga kamar di tahun 2020. Sampai dengan
   bulan Mei 2023 TPK naik menjadi 40,18% dengan harga kamar mencapai Rp 1,4 juta, kinerja ini hampir
   sama dengan harga kamar pada tahun 2020 dan masih jauh dibawah kinerja tahun 2019.
Page 3

          
Page 4
Kinerja Keuangan

Alila Villas Uluwatu

•   Pendapatan Alila Villas Uluwatu di tahun 2020 turun 78,29% dari tahun 2019 yang membuat hotel
    rugi. Hal ini berlanjut di tahun 2021.
•   Kondisi hotel pulih sebagian di tahun 2022.
•   Kinerja di tahun 2023 diproyeksikan akan melampaui tahun 2019 dengan marjin keuntungan yang
    lebih baik yang merupakan kelanjutan penghematan biaya operasi pada saat pandemi.
Page 5
Alila SCBD
•   Pendapatan Alila SCBD turun 48,08% di tahun 2020, lalu meningkat 61,10% di tahun 2021.
•   Dengan adanya fokus penekanan biaya operasi, kerugian hotel terus turun.
•   Di tahun 2022, pendapatan lebih tinggi 52,78% dibandingkan sebelum pandemi dan kerugian hotel
    sangat kecil.
•   Kinerja di tahun 2023 diproyeksikan lebih baik. Marjin keuntungan lebih baik.
Page 6
Alila Ubud

•   Pendapatan Alila Ubud di tahun 2020 turun 84,70% dari tahun 2019 yang membuat hotel rugi. Hal
    ini berlanjut di tahun 2021.
•   Kondisi hotel pulih sebagian di tahun 2022.
•   Kinerja di tahun 2023 diproyeksikan lebih baik, namun belum melampaui tahun 2019. Marjin
    keuntungan lebih baik yang merupakan kelanjutan penghematan biaya operasi pada saat pandemi.
Page 7
Alila Manggis
•   Pendapatan Alila Manggis di tahun 2020 turun 77,87% dari tahun 2019 yang membuat hotel rugi.
    Hal ini berlanjut di tahun 2021.
•   Kondisi hotel pulih sebagian di tahun 2022.
•   Kinerja di tahun 2023 diproyeksikan lebih baik. Marjin keuntungan lebih baik.
Page 8
2. Bagaimana strategi bisnis Perseroan setelah selesainya pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak
   Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dan perubahan Pengendali? Agar Perseroan
   menyampaikan business plan kepada Bursa, lengkap dengan elaborasi atas masing-masing strategi
   bisnis tersebut, disertai juga dengan penjelasan feasibility dan sumber dananya.
   Jawaban:
   Setelah pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD)
   dan perubahan Pengendali dari Perseroan, Perseroan akan tetap melanjutkan bisnis seperti biasa
   (business as usual) sebagaimana yang selama ini sudah dijalankan oleh Perseroan, dengan pelaksanaan
   kegiatan operasional sesuai dengan Good Corporate Governance dan peraturan perundang-undangan
   yang berlaku.
   Perseroan, secara garis besar, akan melanjutkan dan meningkatkan kinerja bisnis-bisnis dari grup
   Perseroan dengan dengan rencana sebagai berikut:
   -   Meningkatkan kinerja dari Alila Villas Uluwatu dan Alila Ubud yang saat ini menjadi tulang
       punggung (backbone) secara financial dari grup Perseroan;
   -   Melanjutkan pembangunan proyek-proyek grup Perseroan yang selama ini sudah berjalan;
   -   Mencari peluang lain untuk mengembangkan usaha grup Perseroan dengan tetap mempertahankan
       fokus bisnis di bidang perhotelan, gaya hidup dan rekreasi (hospitality, lifestyle and leisure); dan
   -   Mengontrol keuangan Perseroan secara lebih efektif dan efisien.
   Untuk melanjutkan proyek-proyek grup Perseroan, Perseroan akan membuat studi kelayakan
   (feasibility study) lanjutan dari yang sudah ada sebelumnya. Lebih lanjut, sumber dana Perseroan
   untuk melanjutkan bisnis berasal dari, antara lain, i) hasil usaha Perseroan; ii) pinjaman perbankan;
   iii) pinjaman dari pemegang saham; dan/atau iv) modal yang diraih melalui aksi korporasi (corporate
   action) right issue.


3. Sehubungan dengan aset-aset dalam pembangunan grup Perseroan yang belum selesai
   pembangunannya (seperti proyek pembangunan Alila SCBD Jakarta dan Alila Villas Bintan), agar
   dijelaskan kelanjutan pembangunan aset-aset tersebut, beserta timeline dan sumber dananya.
   Jawaban:
   Aset-aset grup Perseroan yang belum selesai pembangunannya akan dilakukan langkah-langkah
   sebagai berikut:
   -   Alila SCBD Jakarta
       Perseroan akan mempertimbangkan dengan lebih rinci dan hati-hati untuk memutuskan apakah
       Perseroan melanjutkan proyek Alila SCBD Jakarta atau mengambil langkah lainnya. Apabila
       Perseroan memutuskan untuk melanjutkan proyek Alila SCBD Jakarta, maka Perseroan akan
       membuat studi kelayakan (feasibility study) lanjutan dengan jangka waktu (timeline) sebagaimana
       akan tertentukan di dalam studi kelayakan (feasibility study) tersebut.
   -   Alila Villas Bintan
       Perseroan akan melanjutkan pembangunan proyek Alila Villas Bintan sampai dengan selesai
       sehingga bisa beroperasi. Langkah awal yang akan diambil Perseroan adalah Perseroan akan
       membuat studi kelayakan (feasibility study) lanjutan untuk dapat menganalisa ulang aspek-aspek
       pasar, teknis, manajemen, keuangan dan lain-lain sebagaimana relevan. Untuk jangka waktu
       (timeline) kelanjutan pembangunan sampai dengan selesai akan ditentukan lebih lanjut setelah
       Perseroan menerima hasil studi kelayakan (feasibility study). Adapun sumber dana Perseroan
       untuk melanjutkan proyek Alila Villas Bintan berasal dari, antara lain, i) hasil usaha Perseroan; ii)
Page 9
       pinjaman perbankan; iii) pinjaman dari pemegang saham; dan/atau iv) modal yang diraih melalui
       aksi korporasi (corporate action) right issue.


4. Berdasarkan keterbukaan informasi tanggal 26 Juni 2023, sisa kewajiban jatuh tempo yang tidak
   dikonversi beserta bunga akan dibayarkan kembali oleh Perseroan kepada PT Nusantara Utama
   Investama selaku kreditur baru secara bertahap dengan cara cicilan setiap tanggal 25 setiap bulannya
   hingga seluruh sisa kewajiban kewajiban jatuh tempo dan bunga akan dibayarkan secarapenuh oleh
   Perseroan pada tanggal 25 November 2024. Atas hal tersebut, agar dijelaskan feasibilitydari rencana
   pelunasan kewajiban tersebut beserta penjelasan sumber dananya.
   Jawaban:
   Perseroan akan berupaya secara maksimal dengan mempertimbangkan kecukupan modal kerja untuk
   melakukan pembayaran hingga pelunasan secara bertahap setiap bulannya kepada PT Nusantara
   Utama Investama selaku kreditur dari Perseroan. Apabila dianggap perlu, Perseroan juga akan
   melakukan negosiasi dengan PT Nusantara Utama Investama untuk menentukan jadwal pembayaran
   sisa kewajiban jatuh tempo yang tidak dikonversi disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi
   cashflow dari Perseroan.


5. Apakah terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
   harga Efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik?
   Jika iya, agar dijelaskan.
   Jawaban:
   Tidak terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga
   Efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.59 MB
Published11 Jul 2023
Pages9
Characters10,638
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result