Skip to content
Back to announcement

20230710_PSAB_Laporan Bulanan Aktivitas Eksplorasi_31339640_lamp1.pdf

Other Text extracted PSAB

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 7

Page 1
                        Surat No. JRAP/SKLR/CSD/2023/VII/160 tanggal 10 Juli 2023
       Perihal Laporan Aktivitas Eksplorasi Pertambangan Periode Triwulan II Tahun 2023

Dalam rangka memenuhi ketentuan III.3.2 Peraturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor
I-E Tanggal 19 Juli 2004 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi sebagaimana telah
diubah berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00015/BEI/01-2021 tentang
Perubahan Peraturan I-E Tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, bersama ini kami
sampaikan laporan aktivitas eksplorasi di lingkungan anak-anak perusahaan dari PT J
Resources Asia Pasifik Tbk untuk periode bulan April, Mei dan Juni (“Triwulan II”) tahun
2023:

1. PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM)
   1.1. Area Aktivitas Eksplorasi
        Pada periode Triwulan II tahun 2023 ini, kegiatan eksplorasi masih berlangsung
        pada Blok Bakan di Desa Bakan, Desa Matali Baru, Kecamatan Lolayan, Kabupaten
        Bolaang Mongondow dan Desa Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Tengah,
        Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.

   1.2. Pihak yang Melakukan Eksplorasi
        Kegiatan eksplorasi dilakukan oleh senior geologist, field geologist dan field
        assistant dari JRBM dengan dibantu oleh kru lapangan dari karyawan kontraktor
        lokal dari CV. Tri Bersaudara, yang diawasi secara langsung oleh Superintendent
        Brownfield Exploration.

   1.3. Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
        Pada periode Triwulan II tahun 2023 ini, area Tapagale, Jalina, Main Ridge, Gunung
        Botak, Matali Baru, East Durian, Upper Tobayagan, Busa, Villa dan Bukit Berkah
        adalah area yang menjadi target penyelidikan, dimana kegiatan yang dilakukan
        adalah channel sampling dan pengeboran inti. Kegiatan tersebut bertujuan untuk
        menambah sumber daya tambahan dan meningkatkan kualitas sumber daya.

        Seperti yang telah disampaikan pada laporan sebelumnya, metode geologi yang
        digunakan adalah pemetaan geologi permukaan detail dengan analisa geokimia
        bagi seluruh contoh dari lapangan, serta survey geofisika dengan menggunakan
        metode geolistrik IPDD–Dipole-Dipole juga dilakukan, dimana metode tersebut
        bertujuan untuk pengukuran resistivity dan chargebility untuk menafsirkan kondisi
        geologi di bawah permukaan untuk meningkatkan akurasi target pengeboran.
        Analisa spektral dengan metode SWIR (short wave infra red) masih dilakukan pada

                                                                                  Page 1 of 7
Page 2
    periode ini, dimana analisa tersebut bertujuan untuk terutama mengetahui jenis
    mineral lempung dan oksida besi untuk mengetahui lebih jauh mengenai sistem
    cebakan endapan mineral yang terbentuk di area yang dimaksud.

1.4. Hasil Aktivitas Eksplorasi
     Pada periode Triwulan II tahun 2023 ini, kegiatan pengeboran dilakukan di area
     East Durian, Busa, Tapagale dan Matali, dimana sebanyak 55 lubang pengeboran
     sudah diselesaikan dan sebanyak 1 lubang masih dalam proses pengeboran, dengan
     total kedalaman 4.620 meter dan sebanyak 6.826 buah contoh inti pengeboran
     sudah dikirim ke laboratorium.

    Kegiatan pengeboran di area Busa dilakukan untuk membuktikan konsep
    mineralisasi ekstensi yang lebih dalam, dan hasilnya didapatkan bahwa
    mineralisasi di bagian dalam area ini masih berkembang. Berdasarkan hasil analisa
    kandungan emas, titik BSD1761 memotong dua zona mineralisasi di zona dangkal
    dan zona lebih dalam. Zona mineralisasi dangkal dicirikan dengan litologi tuf dasitik
    dengan alterasi silika-masif dengan rekahan dominan diisi oleh oksida besi berupa
    hematit. Zona ini mengandung kadar emas 37,10m @0,16g/t Au, 0,14g/t AuCN dari
    kedalaman 0,00-37,10m termasuk 2,50 m @0,63g/t Au, 0,61 g/t AuCN dari 34,60-
    37,10m. Sementara itu, mineralisasi yang lebih dalam berasosiasi dengan breksi
    hidrotermal dengan alterasi silika-masif, dan mineralisasi goetit-hematit yang lebih
    intensif. Zona ini mengandung kadar emas sekitar 36,50m @0,42g/t Au, 0,32g/t
    AuCN dari 0,00-37,10m termasuk 4m @0,72g/t Au, 0,72g/t AuCN dari 86,50-
    90,50m dan 8,10m @0,57g/t AuCN, 0,55g/t AuCN dari 93,50-101,60m. Sedangkan
    pada titik BSD1759 menunjukan bahwa titik ini memotong zona mineralisasi yang
    lebih dalam. Zona ini berasosiasi dengan tuf dasitik dengan alterasi silika-masif
    dengan dua karakteristik mineralisasi yang khas, yaitu zona goetit-hematit (oksida)
    dan zona dominasi pirit (transisi sulfida). Zona ini mengandung kadar emas sekitar
    12,70m @0,36g/t Au, 0,33g/t AuCN dari 105,70-118,40m termasuk 2m @1,00g/t
    Au, 0,98g/t AuCN dari 107,60-109,60 (zona oksida) dan 22,20m @0,52g/t Au,
    0,28g/t AuCN dari 121,60–143,80m, termasuk 2m @1,14 g/t Au, 0,44 g/t AuCN dari
    128,50-130,50m (zona transisi).

    Selain itu, dari hasil analisa kandungan emas pada titik MTD1760 mengkonfirmasi
    kemenerusan zona mineralisasi dengan arah barat laut yang berasosiasi dengan
    bijih sulfida. Zona mineralisasi yang dalam berasosiasi dengan urat
    kuarsa±pirit±sfalerit atau silisifikasi yang terdapat di tuffaceous andesite dan
    diorit. Zona ini secara umum mengandung kadar emas sekitar 95,60m @0,33g/t
    AuFA, 0,04g/t AuCN dari 93,00–188,60m termasuk 26,00m @0.41g/t AuFA, 0,09g/t
                                                                                 Page 2 of 7
Page 3
AuCN dari 115,50-141,50m yang berasosiasi dengan breksi crackle dan breksi
sesar, juga termasuk 9,00m @0,95g/t AuFA, 0,62g/t AuCN dari 147,50-156,50m
yang dicirikan dengan zona urat kuarsa yang terdapat dalam Intrusi Diorit.
Sedangkan pada titik MTD1763 mengkonfirmasi kemenerusan secara lateral
mineralisasi dari MTD1754 yang berasosiasi dengan bijih sulfida. Secara umum
terdapat tiga hal yang mencirikan mineralisasi di dalam zona ini yaitu breksi
crackle, breksi urat kuarsa, dan urat kuarsa masif±sfalerit±galena (qtz-sph-gn).
Zona yang berasosiasi dengan breksi crackle mengandung kadar emas sekitar 9,5m
@0,26g/t AuFA, 0,12g/t AuCN dari 82,00-91,50m, sedangkan breksi urat kuarsa
mengandung kadar emas 9m @0.26g/t AuFA, 0,06g/t AuCN dari 99,00-108,00m
Termasuk 2m @0,56g/t AuFA, 0,25g/t AuCN dari 99,00-101,00m. Selanjutnya, zona
mineralisasi terdalam, yang berasosiasi dengan urat qtz-sph-gn masif, mengandung
kadar emas sekitar 79,50m 0,29g/t AuFA, 0,06g/t AuCN dari 124,00-203,50m
termasuk 2,00m @0,94g/t AuFA, 0,38g/ t AuCN dari 172,50-174,50m.

Pada periode Triwulan II tahun 2023 ini, kegiatan pemetaan dan pengambilan
sampel permukaan dilakukan di area Villa, East Durian, Busa, Gunung Botak dan
Bukit Berkah. Dari kegiatan pemetaan dan pengambilan sampel permukaan di area
Gunung Botak dan Matali Baru, diketahui bahwa secara umum batuan yang
menyusun area barat laut dari Gunung Botak yang berbatasan dengan area Matali
Baru didominasi oleh batuan tuf dasitik dan juga dijumpai litologi intrusi diorit.
Berdasarkan hasil pengamatan lapangan zona alterasi, area Gunung Botak dan
Matali Baru terdiri atas zona alterasi silika-massif, silika-argilik, argilik dan kloritik.
Di area ini juga dijumpai urat kuarsa, breksi diatreme, tuf breksi dasitik dengan
alterasi silika-massif dan silika-vuggy yang terpotong oleh breksi hidrotermal,
singkapan permukaan juga menunjukkan adanya urat kuarsa yang memotong
tumpukan batuan tuf dasitik di dalam zona alterasi argilik. Pemetaan detail di area
ini menunjukkan bahwa masih ada zona mineralisasi sulfida tinggi dan mineralisasi
sulfida rendah yang berkembang sehingga area ini sangat layak untuk di tindak
lanjuti.

Selain itu, dari kegiatan pemetaan dan pengambilan sampel permukaan diketahui
bahwa pada area Bukit Berkah tersusun oleh litologi tuf dasitik, tuf breksi dasitik,
breksi sesar dan breksi diatreme dengan zona alterasi silika-massif, silika-vuggy,
argilik-lanjut, lempung-argilik lanjut dan argilik. Batuan samping yang dijumpai
umumnya tuf dasitik dan tuf breksi dasitik yang berarah barat laut, juga terdapat
sesar mendarat berarah timur laut–barat daya. Zona alterasi silika-masif dan silika-
vuggy umumnya berarah timur laut–barat daya yang merupakan arah utama zona
mineralisasi dan alterasi yang berkembang di Tambang Bakan pada umumnya.
                                                                                  Page 3 of 7
Page 4
    Distribusi hasil tes geokimia beberapa sampel paritan yang diuji dari sampel
    permukaan pada saat pemetaan detial di area Bukit Berkah menunjukkan nilai yang
    signifikan. Kadar emas yang signifikan umumnya berasosiasi dengan litologi Tuf
    Dasitik yang teralterasi menjadi silika-massif dan silika-vuggy yaitu berkisar 0,16-
    4,41 g/t, sampel lain yang mempunyai kadar emas signifikan adalah sampel dengan
    litologi breksi diatreme yang terubah menjadi alterasi silika-massif dengan oksidasi
    tinggi mempunyai kadar emas 1,79g/t.

    Pemetaan detail juga dilakukan dari area puncak Bukit Berkah hingga area Busa
    dan Sungai Bolaang dengan ketinggian berkisar antara 500-670 mdpl. Singkapan
    batuan yang dijumpai berupa tuf dasitik dengan alterasi silika-masif dan silika-
    granular yang muncul sebagai zona utama yang mengintrusi tumpukan batuan di
    atas-nya. Selain itu, dijumpai juga batuan breksi diatreme dengan dimensi kecil di
    sekitar Tuf Dasitik. Kontak alterasi antara silika-granular dan silika-massif dan
    silika-vuggy umumnya berarah utara.

    Pada periode Triwulan II ini, masih dilanjutkan kegiatan jaminan dan kontrol
    kualitas contoh batuan, yaitu pada contoh kosong, contoh material tersertifikasi
    dan contoh batuan duplikat lapangan. Untuk contoh batuan dengan kadar kosong,
    dari sejumlah 254 contoh batuan kadar kosong, hanya 3 sampel yang menunjukkan
    kisaran 0,05g/t AuFa, dan hampir semua contoh kosong yang dikirim menunjukan
    nilai di bawah detection limit 0,01g/t AuFA, dimana hal tersebut menunjukan
    bahwa preparasi di area pemotongan batuan atau di area preparasi cukup bagus,
    sehingga tidak ada kontaminasi di area tersebut. Untuk contoh material, yaitu
    contoh referensi tersertifikasi atau certified reference material (“CRM”), dari hasil
    analisa yang dilakukan pada 141 contoh, menunjukan bahwa hasil analisa sampel
    memberikan nilai deviasi yang kecil di dalam zona toleransi yang berarti batuan
    mempunyai kualitas yang bagus dan terjamin. Sedangkan dari kegiatan jaminan
    dan kontrol kualitas untuk batuan duplikat lapangan, dari sebanyak 94 contoh
    batuan yang dianalisa menunjukan tingkat kemiripan 99% dengan separuh
    potongan memanjang pasangannya.

1.5. Rencana Tindak Lanjut
     Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan III tahun 2023 adalah sebagai
     berikut:
      Melanjutkan kegiatan pengeboran di area timur laut (NE) Gunung Botak, Bukit
        Berkah dan Upper Tobayagan (UTO) north east Gunung Botak, Matali, Upper
        Tobayagan, Durian dan Busa untuk mendapatkan tambahan sumber daya dan
        meningkatkan kualitas sumber daya.
                                                                                 Page 4 of 7
Page 5
       Melanjutkan program geofisika di area Upper Tobayagan dan Matali Baru untuk
        menemukan target pengeboran baru.
       Melanjutkan kegiatan pemetaan geologi di area Upper Tobayagan.

1.6. Biaya Eksplorasi
     Biaya eksplorasi dari JRBM untuk periode Triwulan II tahun 2023 adalah sebesar
     USD944,320.




                                                                            Page 5 of 7
Page 6
2. PT Arafura Surya Alam (ASA)
   2.1. Area Aktivitas Eksplorasi
        Aktivitas eksplorasi ASA dilakukan di daerah Doup, Desa Kotabunan, Kecamatan
        Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara.

   2.2. Pihak yang Melakukan Eksplorasi
        Kegiatan eksplorasi di Doup dilakukan oleh seluruh karyawan ASA dan sejumlah
        karyawan harian lepas dari PT Tribers.

   2.3. Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
        Pada periode Triwulan II tahun 2023 ini, kegiatan eksplorasi yang dilakukan adalah
        pemetaan geologi dan melanjutkan kegiatan pengeboran infill. Kegiatan pemetaan
        geologi dilakukan di area Polawat, dimana pada area tersebut didominasi oleh
        endapan batuan terrestrial. Selain itu, kegiatan pengeboran infill masih dilanjutkan,
        dimana kegiatan ini bertujuan untuk pemilihan dan pengambilan sampel infill
        drilling dan juga untuk meningkatkan resources category, terutama untuk
        meningkatkan resources category dari terkira menjadi terukur.

   2.4. Hasil Aktivitas Eksplorasi
        Pada periode Triwulan II tahun 2023 ini, telah dilakukan kegiatan pemetaan
        geologi di area Polawat, dari kegiatan pemetaan geologi tersebut dijumpai endapan
        batuan terrestrial yang terdiri dari batu pasir, abu-abu, ukuran butir sangat halus,
        di beberapa tempat dijumpai rekahan bersifat intens terisi oleh mineral limonite,
        umumnya batuan segar dan tidak mengalami alterasi. Selain itu terdapat juga
        sedimen konglomeratan, material sebagian terikat hingga tidak terikat (semi
        consolidated‐unconsolidated), terdiri dari fragmen diorite, volcanic dacite berwarna
        putih abu-abu, berbutir kasar, fresh rock umumnya batuan segar dan tidak
        mengalami alterasi.

       Kegiatan pengeboran infill masih dilanjutkan dan sampai dengan periode ini telah
       dilakukan pengeboran pada 25 lubang bor, dimana sebanyak 23 lubang bor, yaitu
       DOD653 sampai dengan DOD679 sudah selesai dilakukan pengeboran dan
       sebanyak 2 lubang bor, yaitu DOD680 di area Panang dan DOD681 di area Benteng.




                                                                                     Page 6 of 7
Page 7
    Pada periode ini juga telah didapat hasil analisa laboratorium dari beberapa lubang
    pengeboran pada periode Triwulan II ini yang disajikan dalam tabel significant
    intercept assay, yaitu sebagai berikut:




2.5. Rencana Tindak Lanjut
     Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan III tahun 2023 adalah sebagai
     berikut:
      Melanjutkan persiapan drillpad preparation and road access improvements.
      Melakukan pengeboran metallurgy‐drilling.
      Melanjutkan kegiatan logging, update plan, penampang melintang litologi dan
         alterasi.

2.6. Biaya Eksplorasi
     Biaya eksplorasi dari ASA untuk periode Triwulan II tahun 2023 adalah sebesar
     USD416,568.
                                                                                Page 7 of 7

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.47 MB
Published10 Jul 2023
Pages7
Characters14,621
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result