Back to announcement
PT Arsy Buana Travelindo Tbk 31 Des 2022 - Final.pdf
Financial statement Text extracted HAJJSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 55
Page 1
V260622
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2022 dan 2021
Beserta
Laporan Auditor Independen
Page 2
DAFTAR ISI
Halaman
Surat pernyataan direksi
Laporan auditor independen
Laporan posisi keuangan 1-3
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain 4
Laporan perubahan ekuitas 5
Laporan arus kas 6
Catatan atas laporan keuangan 7 - 47
Page 3
Ruko Hqrvest No. 3
Jl. Merpoti Royo, Sowoh Lomo
Cipuloi, Tongerong Selolon - Bonlen I5413
Telp. (62-21) 7422898
Emoil : corporolesecretory@obthovel.id
wwr.obthovel.id
Ga)
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN
PT ARSY BUANA TRAVELINDO TbK
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL.TANGGAL
31 DESEMBER2Oa? DAN 2021
Kami, yang bertandatangan dibawah ini:
1. Nama : Saiful Bahri
Alamat kantor : Ruko Harvest No. 3, Jalan Merpati Raya
Kel. Sawah Lama, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten
Alamat rumah : Bulevar Hijau Blok I No. 5, RT/RW 06/04, Kota Harapan lndah, Kel. Pejuang,
Kec.
Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat
Telepon : 0815 9829 037
Jabatan : Direktur Utama
2. Nama :Agung Prabowo
Alamat kantor : Ruko Harvest No. 3, Jalan Merpati Raya
Kel. Sawah Lama, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten
Alamat rumah : Kota Wisata Hacienda Height 5E.2123, RTfl'W 0021045, Kel. Ciangsana,
Kec. Gunung Putri, Bogor
Telepon : 08'11 1086 790
Jabatan : Direktur
menyatakan bahwa:
1, Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan PT Arsy Buana Travelindo Tbk;
2. Laporan keuangan PT Arsy Buana Travelindo Tbk telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di lndonesia;
3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan PT Arsy Buana Travelindo Tbk telah dimuat secara
lengkap dan benar;
b. Laporan keuangan PT Atsy Buana Travelindo Tbk tidak mengandung informasi atau fakta material
yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material;
4. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal dalam PT Arsy Buana Travelindo Tbk.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya,
Tangerang Selatan, 30 April 2023
Atas nama dan mewakili Direksi,
Saiful Bahri Aouno Prabowo
Direktur Utama Direktur
Ek ffi qsup *i
1:.
ffir!ffi
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Desember 2022 31 Desember 2021 *)
ASET
ASET LANCAR
Kas 3b,5 3.429.751.466 1.272.832.403
Piutang usaha
Pihak berelasi 3g,6,27b 5.113.428.800 -
Pihak ketiga 6 5.219.745.042 457.420.000
Piutang lain-lain - pihak ketiga 3.700.000 22.850.000
Persediaan tiket 3r,9 2.879.400.000 -
Biaya dibayar dimuka 38.144.642 -
Pajak Pertambahan Nilai dibayar dimuka 3i 550.000 -
Uang muka - pihak ketiga 8a 48.183.054.670 37.314.084.000
Aset lancar lainnya 7 2.343.905.293 143.000.000
Total Aset Lancar 67.211.679.913 39.210.186.403
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi 3g,27c - 3.305.625.000
Uang muka - pihak ketiga 8b 593.130.000 593.130.000
Aset pajak tangguhan 3i,21c 203.103.250 603.451.385
Aset tetap - neto 3d,10 3.865.051.307 3.873.993.973
Properti investasi - neto 3q,12 6.682.495.000 6.914.805.000
Aset tak berwujud - neto 3e,11 - 73.333.333
Total Aset Tidak Lancar 11.343.779.557 15.364.338.691
TOTAL ASET 78.555.459.470 54.574.525.094
*) Direklasifikasi (Catatan 33)
1
Page 10
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Desember 2022 31 Desember 2021 *)
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 16 1.667.769.469 -
Utang usaha - Pihak ketiga 13.216.935.101 -
Utang lain-lain - Pihak ketiga - 11.209.363
Utang pajak 3i,21a 373.268.693 30.000.000
Uang muka pelanggan 13
Pihak berelasi 3g,27e 180.000.000 32.250.000
Pihak ketiga 1.540.622.000 -
Pendapatan diterima dimuka 14
Pihak berelasi 3g,27f 1.295.371.400 150.000.000
Pihak ketiga - 1.022.362.000
Utang pembiayaan konsumen yang
jatuh tempo dalam satu tahun 15 28.447.430 24.829.392
Total Liabilitas Jangka Pendek 18.302.414.093 1.270.650.755
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang lain-lain - Pihak berelasi 3g,27d 10.663.314.956 6.438.256.100
Utang pembiayaan konsumen -
setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun 15 80.091.172 108.538.602
Liabilitas imbalan kerja 3m,17 780.623.882 366.785.777
Total Liabilitas Jangka Panjang 11.524.030.010 6.913.580.479
Total Liabilitas 29.826.444.103 8.184.231.234
2
Page 11
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Desember 2022 31 Desember 2021 *)
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp30 per saham
pada 31 Desember 2022 dan Rp20 per saham
pada 31 Desember 2021
Modal dasar - 6.413.600.000 saham pada
31 Desember 2022 dan 9.620.400.000 saham
pada 31 Desember 2021
Modal ditempatkan dan disetor -
1.603.400.000 saham pada 18 48.102.000.000 48.102.000.000
31 Desember 2022 dan 2.405.100.000
saham pada 31 Desember 2021
Penghasilan komprehensif lain
Pengukuran kembali imbalan kerja (266.518.464) (122.079.781)
Saldo laba (defisit)
Belum ditentukan penggunaannya 19 893.533.831 (1.589.626.359)
Ekuitas - Neto 48.729.015.367 46.390.293.860
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 78.555.459.470 54.574.525.094
*) Direklasifikasi (Catatan 33)
3
Page 12
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2022 2021
PENDAPATAN 3g,3h,22 318.192.911.020 252.860.000
BEBAN POKOK PENDAPATAN 3h,23 (308.109.012.854) (256.420.000)
LABA (RUGI) BRUTO 10.083.898.166 (3.560.000)
Beban umum dan administrasi 3h,24 (5.600.337.105) (2.971.819.206)
Beban keuangan 3h,25 (771.526.558) (87.676.920)
Penghasilan lain-lain 3h,26 425.002.086 558.889.037
Beban lain-lain 3h,26 (857.448.538) (18.887.277)
LABA (RUGI) SEBELUM MANFAAT
(BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 3.279.588.051 (2.523.054.366)
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN
Kini 3i,21b (355.340.612) -
Tangguhan 3i,21c (441.087.249) 547.774.759
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan - Neto (796.427.861) 547.774.759
LABA (RUGI) NETO 2.483.160.190 (1.975.279.607)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi:
Pengukuran kembali imbalan kerja 3m,17 (185.177.797) (211.024.353)
Pajak penghasilan terkait 3i,21c 40.739.114 46.425.358
Rugi Komprehensif Lain - Neto (144.438.683) (164.598.995)
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF NETO 2.338.721.507 (2.139.878.602)
LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR 3o,20 1,55 (1,22)
4
Page 13
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo Laba
(Defisit)
Penghasilan Belum Ditentukan
Modal Saham Komprehensif Lain Penggunaannya Ekuitas - Neto
Saldo 1 Januari 2021 48.102.000.000 42.519.214 385.653.248 48.530.172.462
Rugi neto tahun berjalan - - (1.975.279.607) (1.975.279.607)
Rugi komprehensif lain tahun berjalan - (164.598.995) - (164.598.995)
Saldo 31 Desember 2021 48.102.000.000 (122.079.781) (1.589.626.359) 46.390.293.860
Laba neto tahun berjalan - - 2.483.160.190 2.483.160.190
Rugi komprehensif lain tahun berjalan - (144.438.683) - (144.438.683)
Saldo 31 Desember 2022 48.102.000.000 (266.518.464) 893.533.831 48.729.015.367
5
Page 14
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2022 2021
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 317.905.846.570 850.052.000
Pembayaran kepada pemasok (322.534.000.006) (1.398.950.000)
Pembayaran kepada karyawan dan lainnya (5.201.581.448) (1.243.163.014)
Kas yang diperoleh dari (digunakan untuk) operasi (9.829.734.884) (1.792.061.014)
Penerimaan dari penghasilan bunga 35.862.525 70.979.174
Pembayaran pajak penghasilan badan - (135.596.906)
Pembayaran beban keuangan (771.526.558) (87.676.920)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Operasi (10.565.398.917) (1.944.355.666)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (223.163.593) (665.197.458)
Penerimaan dari piutang pihak berelasi 3.305.625.000 -
Pembayaran untuk piutang pihak berelasi - (1.685.625.000)
Arus Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi 3.082.461.407 (2.350.822.458)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari utang lain-lain - pihak berelasi 13.837.298.477 73.036.712
Pembayaran utang lain-lain kepada pihak berelasi (4.172.612.512) (2.529.733.290)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen (24.829.392) (89.232.006)
Arus Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan 9.639.856.573 (2.545.928.584)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS 2.156.919.063 (6.841.106.708)
KAS AWAL TAHUN 1.272.832.403 8.113.939.111
KAS AKHIR TAHUN 3.429.751.466 1.272.832.403
Lihat Catatan 31 untuk informasi tambahan arus kas.
6
Page 15
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum
PT Arsy Buana Travelindo Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 25 tanggal
21 November 2016 oleh Harra Mieltuani Lubis, SH. dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0053733.AH.01.01.TAHUN 2016 tanggal
1 Desember 2016. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta Notaris No. 10 tanggal 5 Desember 2022 oleh Rini Yulianti, SH, mengenai perubahan
status Perusahaan menjadi perusahaan terbuka. Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0086340.AH.01.02.
TAHUN 2022 tanggal 29 November 2022.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, Perusahaan bergerak dalam bidang aktivitas agen
perjalanan, penyelenggara tur dan jasa reservasi lainnya. Perusahaan berlokasi di Ruko Harvest No. 3,
Jalan Merpati Raya, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi
Banten. Perusahaan memulai kegiatan usaha komersialnya sejak tahun 2018. Kegiatan usaha Perusahaan
saat ini adalah dalam bidang penyelenggaraan ibadah umroh dan/atau haji.
PT Madinah Iman Wisata, didirikan di Republik Indonesia, adalah entitas induk dan Entin Suryatin adalah
pemegang saham pengendali akhir dari Perusahaan.
b. Dewan Komisaris, Direksi Komite Audit dan Sekretaris Perusahaan serta Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 adalah
sebagai berikut:
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Samsul Hidayat -
Komisaris Didik Ariyanto Ahmad Nurul Huda
Komisaris Independen Andi Sudhana -
Direksi
Direktur Utama Saipul Bahri Saipul Bahri
Direktur Agung Prabowo Agung Prabowo
Pada tanggal 24 Juni 2022, Perusahaan membentuk Komite Audit berdasarkan Surat Keputusan Dewan
Komisaris No. SK-003/ABT/VI/2022 dengan susunan sebagai berikut:
Ketua : Andi Sudhana
Anggota : Eko Purnama Jaya
Anggota : Umar Issa Zubaidi
7
Page 16
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
Pada tanggal 24 Juni 2022, Perusahaan menunjuk Sadewo Broto Saputro sebagai Kepala Unit Audit
Internal Perusahaan berdasarkan Surat Keputusan No. SK-005/ABT/VI/2022 yang telah disetujui oleh
Dewan Komisaris.
Pada tanggal 24 Juni 2022, Direksi Perusahaan menunjuk Agung Prabowo sebagai Sekretaris Perusahaan
berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. SK-001/ABT/VI/2022.
Personil manajemen kunci Perusahaan terdiri dari Komisaris dan Direksi.
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, Perusahaan memiliki masing-masing 20 dan 10 karyawan tetap
(tidak diaudit).
c. Penyelesaian Laporan Keuangan
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan ini yang telah disetujui
oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 30 April 2023.
2. PERNYATAAN KEPATUHAN
Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”) di
Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia dan Dewan Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia, serta Peraturan VIII.G.7 tentang
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING YANG DITERAPKAN
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah selaras dengan
kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan tanggal
31 Desember 2021.
Laporan keuangan telah disusun secara akrual dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical
cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang diukur berdasarkan basis lain seperti yang dijelaskan dalam
kebijakan akuntansi terkait.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan ke dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah mata uang Rupiah (Rp),
yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
8
Page 17
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING YANG DITERAPKAN (Lanjutan)
Penyesuaian dan amandemen standar serta interpretasi baru yang telah diterbitkan, dan yang berlaku
efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2022 namun tidak berdampak
terhadap laporan keuangan adalah sebagai berikut:
a. Amendemen PSAK No. 22, “Kombinasi Bisnis” tentang referensi terhadap kerangka konseptual
pelaporan keuangan.
b. Amendemen PSAK No. 57, “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi” tentang kontrak yang
merugi - biaya memenuhi kontrak.
c. PSAK No. 69 (Penyesuaian 2020), “Agrikultur” tentang klarifikasi pengakuan dan pengukuran.
d. PSAK No. 71 (Penyesuaian 2020), “Instrumen Keuangan” tentang klarifikasi fee (imbalan) yang diakui
oleh peminjam terkait penghentian pengakuan liabilitas keuangan.
e. PSAK No. 73 (Penyesuaian 2020), “Sewa” tentang klarifikasi pengukuran oleh penyewa dan pencatatan
perubahan masa sewa terkait “perbaikan properti sewaan”.
b. Kas
Kas terdiri dari saldo kas di bank yang tidak digunakan sebagai jaminan atau dibatasi penggunaannya.
c. Beban Dibayar Dimuka
Beban dibayar dimuka diamortisasi sesuai dengan masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis
lurus.
d. Aset Tetap
Perusahaan telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset
tetapnya.
Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus selama masa manfaat aset. Taksiran masa manfaat aset
tetap adalah sebagai berikut:
Taksiran Masa Manfaat Persentase
Kendaraan 8 tahun 12,5%
Bangunan 20 tahun 5%
Inventaris kantor 2 - 4 tahun 25% - 50%
Masa manfaat aset tetap dan metode depresiasi ditelaah dan disesuaikan, jika sesuai keadaan, pada setiap
akhir periode pelaporan.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya; biaya penggantian
atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya dan jika besar kemungkinan manfaat
ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan, dan biaya
perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau
ketika tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laba rugi pada
periode aset tersebut dihentikan pengakuannya.
9
Page 18
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING YANG DITERAPKAN (Lanjutan)
e. Aset Takberwujud
Biaya yang keluarkan untuk memperoleh lisensi piranti lunak komputer dan mempersiapkan piranti lunak
tersebut sehingga siap untuk digunakan dikapitalisasi. Biaya-biaya ini diamortisasi selama estimasi masa
manfaatnya. Masa manfaat aset takberwujud adalah 4 tahun.
f. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan aset
tersebut. Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai
wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakainya. Jika jumlah terpulihkan suatu aset lebih kecil dari jumlah
tercatatnya, maka jumlah tercatat aset tersebut diturunkan nilainya menjadi sebesar jumlah terpulihkan.
Rugi penurunan nilai diakui segera dalam laba rugi.
Pembalikan rugi penurunan nilai untuk aset nonkeuangan selain goodwill, diakui jika, dan hanya jika,
terdapat perubahan estimasi yang digunakan dalam menentukan jumlah terpulihkan aset sejak pengujian
penurunan nilai terakhir diakui. Pembalikan rugi penurunan nilai tersebut diakui segera dalam laba rugi,
kecuali aset disajikan pada jumlah revaluasian. Rugi penurunan nilai yang diakui atas goodwill tidak dibalik
lagi.
g. Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi
Perusahaan mengungkapkan transaksi dengan pihak-pihak berelasi berdasarkan PSAK No. 7
“Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan
entitas pelapor.
1) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
(i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
(iii) personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
2) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
(i) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk,
entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
(ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi
atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain
tersebut adalah anggotanya).
(iii) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
(iv) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi
dari entitas ketiga.
(v) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu
entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas
yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas
pelapor.
(vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam angka
(1).
10
Page 19
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING YANG DITERAPKAN (Lanjutan)
(vii) Orang yang diidentifikasi dalam angka (1) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil
manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
(viii) Entitas, atau anggota dari kelompok dimana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
menyediakan jasa personal manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari
entitas pelapor.
Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan.
h. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Perusahaan mengakui pendapatan sesuai dengan PSAK No. 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan
Pelanggan”, dengan melakukan analisa transaksi melalui metode lima langkah pengakuan pendapatan
sebagai berikut:
1) Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, dimana Grup mencatat kontrak dengan pelanggan hanya
jika seluruh kriteria berikut terpenuhi:
Kontrak telah disetujui oleh para pihak dalam kontrak.
Perusahaan dapat mengidentifikasi hak dari para pihak dan jangka waktu pembayaran atas barang
yang akan dialihkan.
Kontrak memiliki substansi komersial.
Kemungkinan besar Perusahaan akan menerima imbalan atas barang yang dialihkan.
2) Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak.
3) Menentukan harga transaksi.
4) Mengalokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan.
5) Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (pada suatu waktu tertentu atau
sepanjang waktu).
Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).
i. Pajak Penghasilan
Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak periode berjalan.
Pajak penghasilan dalam laba rugi periode berjalan terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Pajak penghasilan
diakui dalam laba rugi, kecuali untuk transaksi yang berhubungan dengan transaksi yang diakui langsung
dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain, dalam hal ini diakui dalam ekuitas atau penghasilan
komprehensif lain.
Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini dilakukan saling hapus jika, dan hanya jika, entitas memiliki hak yang
dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus jumlah yang diakui; dan memiliki intensi
untuk menyelesaikan dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan.
11
Page 20
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING YANG DITERAPKAN (Lanjutan)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas untuk tujuan
komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh
perbedaan temporer yang boleh dikurangkan sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer yang
boleh dikurangkan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang akan datang.
Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh besar
kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pada periode
ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang
berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada akhir periode pelaporan.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan dilakukan saling hapus jika, dan hanya jika, entitas
memiliki hak secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, dan aset pajak
tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas
perpajakan atas entitas kena pajak, yang sama atau entitas kena pajak berbeda yang bermaksud untuk
memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan yang mana jumlah signifikan atas aset atau
liabilitas pajak tangguhan diharapkan diselesaikan atau dipulihkan.
Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat penetapan pajak diterima dan/atau, jika
Perusahaan mengajukan keberatan dan/atau banding, pada saat keputusan atas keberatan dan/atau
banding telah ditetapkan.
j. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang fungsional dengan kurs yang berlaku
pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
asing disesuaikan ke dalam mata uang fungsional menggunakan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank
Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan pada periode tersebut. Keuntungan atau kerugian
yang timbul dari penyesuaian kurs maupun penyelesaian aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
tersebut dikreditkan atau dibebankan sebagai laba rugi periode berjalan.
Kurs penutup yang digunakan pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 terhadap 1 Dolar AS adalah
masing-masing sebesar Rp15.731 dan Rp14.269, dan atas 1 Riyal Saudi masing-masing sebesar Rp4.184
dan Rp3.801.
k. Instrumen Keuangan
Perusahaan mengakui aset dan liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika,
Perusahaan menjadi salah satu pihak dalam ketentuan kontraktual instrumen keuangan tersebut.
1. Aset Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangan dalam kategori berikut ini:
diukur pada biaya perolehan diamortisasi; dan
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain atau diukur melalui laba rugi.
12
Page 21
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING YANG DITERAPKAN (Lanjutan)
Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Perusahaan dan persyaratan kontraktual arus kas.
a) Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Klasifikasi ini berlaku untuk instrumen utang yang dikelola dalam model bisnis dimiliki untuk
mendapatkan arus kas dan memiliki arus kas yang memenuhi kriteria “semata-mata dari
pembayaran pokok dan bunga”.
Pada pengakuan awal, piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan,
diakui sebesar harga transaksi. Aset keuangan lainnya awalnya diakui sebesar nilai wajar dikurangi
biaya transaksi yang terkait. Aset keuangan ini selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan
diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan atau kerugian pada
penghentian atau modifikasi aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi diakui
pada laba rugi.
b) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Klasifikasi ini berlaku untuk aset keuangan berikut ini:
(i) Instrumen utang yang dikelola dengan model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual dan dimana arus
kasnya memenuhi kriteria “semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga”.
Perubahan nilai wajar aset keuangan ini dicatat pada penghasilan komprehensif lain, kecuali
pengakuan keuntungan atau kerugian penurunan nilai, penghasilan bunga (termasuk biaya
transaksi menggunakan metode suku bunga efektif), keuntungan atau kerugian yang timbul
dari penghentian pengakuan, serta keuntungan atau kerugian dari selisih kurs diakui pada laba
rugi.
Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian nilai wajar
kumulatif yang sebelumnya diakui pada penghasilan komprehensif lain direklasifikasi pada laba
rugi.
(ii) Investasi ekuitas dimana Perusahaan telah memilih secara takterbatalkan untuk menyajikan
keuntungan dan kerugian nilai wajar dari revalusi pada penghasilan komprehensif lain.
Pilihan dapat didasarkan pada investasi individu, namun, tidak berlaku pada investasi ekuitas
yang dimiliki untuk diperdagangkan. Keuntungan atau kerugian nilai wajar dari revaluasi
investasi ekuitas, termasuk komponen selisih kurs, diakui pada penghasilan komprehensif lain.
Ketika investasi ekuitas dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian nilai wajar yang
sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain tidak direklasifikasi pada laba rugi.
Deviden diakui pada laba rugi ketika hak untuk menerima pembayaran telah ditetapkan.
13
Page 22
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING YANG DITERAPKAN (Lanjutan)
c) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Klasifikasi ini berlaku untuk aset keuangan berikut ini, dimana dalam semua kasus, biaya transaksi
dibebankan pada laba rugi:
(i) Instrumen utang yang tidak memiliki kriteria biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau kerugian nilai wajar selanjutnya akan
dicatat pada laba rugi.
(ii) Investasi ekuitas yang dimiliki untuk diperdagangkan atau dimana pilihan penghasilan
komprehensif lain tidak berlaku. Keuntungan atau kerugian nilai wajar dan penghasilan dividen
terkait diakui pada laba rugi.
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak kontraktual atas arus kas dari aset keuangan
tersebut telah berakhir atau telah ditransfer dan Perusahaan telah mentransfer secara substansial
seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset. Pada saat penghentian pengakuan aset keuangan,
selisih antara jumlah tercatat dengan imbalan yang diterima diakui dalam laba rugi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Penelaahan kerugian kredit ekspektasian masa depan diharuskan untuk: instrumen utang yang diukur
pada biaya perolehan diamortisasi atau diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
piutang sewa dan piutang usaha yang tidak memberi hak tanpa syarat untuk menerima imbalan.
Perusahaan mengakui provisi atas kerugian penurunan nilai untuk kerugian kredit ekspektasian atas
aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Provisi atas kerugian penurunan nilai
piutang usaha diukur dengan jumlah yang sama dengan kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya. Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya adalah kerugian kredit ekspektasian yang
dihasilkan dari semua kemungkinan kejadian gagal bayar sepanjang umur yang diharapkan dari suatu
instrumen keuangan.
Ketika menentukan apakah risiko kredit dari suatu aset keuangan telah meningkat secara signifikan
sejak pengakuan awal dan ketika memperkirakan kerugian kredit ekspektasian, Perusahaan
mempertimbangkan informasi relevan yang wajar dan dapat dibuktikan dan tersedia tanpa biaya atau
usaha yang tidak semestinya. Ini mencakup informasi dan analisis kuantitatif dan kualitatif, berdasarkan
pengalaman historis Perusahaan dan penilaian kredit dan termasuk informasi masa depan.
Perusahaan menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pelanggan tidak mampu membayar
kewajiban kreditnya kepada Perusahaan secara penuh. Periode maksimum yang dipertimbangkan
ketika memperkirakan kerugian kredit ekspektasian adalah periode maksimum kontrak dimana
Perusahaan terekspos terhadap risiko kredit.
Kerugian kredit ekspektasian adalah perkiraan probabilitas-tertimbang dari kerugian kredit. Kerugian
kredit diukur sebagai nilai sekarang dari semua kekurangan penerimaan kas (yaitu perbedaan antara
arus kas terutang dari suatu entitas berdasarkan kontrak dan arus kas yang Perusahaan harapkan
untuk diterima). Kerugian kredit ekspektasian didiskontokan pada tingkat bunga efektif dari aset
keuangan tersebut.
14
Page 23
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING YANG DITERAPKAN (Lanjutan)
2. Liabilitas Keuangan
Pada saat pengakuan awal, Perusahaan mengukur liabilitas keuangan pada nilai wajar ditambah atau
dikurangi, biaya transaksi yang terkait langsung dengan perolehan atau penerbitan liabilitas keuangan.
Perusahaan mengklasifikasikan semua liabilitas keuangannya ke dalam kategori liabilitas keuangan
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan atau kerugian diakui dalam laba rugi
ketika liabilitas keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, dan
melalui proses amortisasi.
Perusahaan mengeluarkan liabilitas keuangan dari laporan posisi keuangannya jika, dan hanya jika,
kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa. Selisih antara
jumlah tercatat liabilitas keuangan yang berakhir atau yang dialihkan ke pihak lain, dan imbalan yang
dibayarkan, termasuk aset nonkas yang dialihkan atau liabilitas yang ditanggung diakui dalam laba rugi.
3. Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah netonya dilaporkan dalam laporan
posisi keuangan jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan terdapat niat untuk menyelesaikannya secara neto, atau
untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
l. Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada setiap tanggal pelaporan
ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar atau kuotasi harga pedagang efek (harga penawaran
untuk posisi beli dan harga permintaan untuk posisi jual), tidak termasuk pengurangan apapun untuk biaya
transaksi.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan
teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara
wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length market transactions),
penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang
didiskonto, atau model penilaian lain.
m. Imbalan Kerja
Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek merupakan kompensasi yang diberikan oleh Perusahaan seperti gaji,
tunjangan, bonus dan pembayaran manfaat pensiun, yang diakui pada saat terutang kepada karyawan.
15
Page 24
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING YANG DITERAPKAN (Lanjutan)
Imbalan Pascakerja
Pada tanggal 2 Februari 2021, Pemerintah mengundangkan dan memberlakukan Peraturan Pemerintah
No. 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81 dan Pasal 185(b) UU
No. 11/2020 mengenai Cipta Kerja, yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya
bagi rakyat Indonesia secara merata, dalam rangka memenuhi kehidupan yang layak. PP 35/2021 mengatur
mengenai perjanjian alih daya, waktu kerja, waktu istirahat dan pemutusan hubungan kerja, yang dapat
mempengaruhi manfaat imbalan minimum yang harus dibayar kepada para karyawan.
Ketika Perusahaan memiliki surplus dalam program imbalan pasti, maka Perusahaan mengukur aset
imbalan pasti pada jumlah yang lebih rendah antara surplus program imbalan pasti dan batas atas aset yang
ditentukan dengan menggunakan tingkat diskonto.
Perusahaan mengakui komponen biaya imbalan pasti, kecuali SAK mensyaratkan atau mengizinkan biaya
tersebut sebagai biaya perolehan aset, sebagai berikut:
(a) biaya jasa dalam laba rugi;
(b) bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto dalam laba rugi; dan
(c) pengukuran kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto dalam penghasilan komprehensif lain.
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang diakui dalam penghasilan komprehensif
lain tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya. Akan tetapi, Perusahaan dapat mengalihkan
jumlah yang diakui sebagai penghasilan komprehensif lain tersebut pada pos lain dalam ekuitas.
Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto.
Biaya jasa terdiri dari biaya jasa kini dan biaya jasa lalu, keuntungan dan kerugian kurtailmen dan
penyelesaian tidak rutin, jika ada. Beban atau pendapatan bunga neto, dan biaya jasa diakui dalam laba
rugi.
Perusahaan mengakui biaya jasa lalu sebagai beban pada tanggal yang lebih awal antara ketika
amandemen atau kurtailmen program terjadi dan ketika Perusahaan mengakui biaya restrukturisasi terkait
atau pesangon. Perusahaan mengakui keuntungan atau kerugian atas penyelesaian program imbalan pasti
pada saat penyelesaian terjadi.
Kurtailmen terjadi ketika Perusahaan mengurangi secara signifikan jumlah pekerja yang ditanggung oleh
program, atau mengubah ketentuan program imbalan pasti sehingga unsur yang signifikan dari jasa masa
depan karyawan saat ini tidak lagi memenuhi syarat atas imbalan, atau akan memenuhi syarat hanya untuk
imbalan yang dikurangi.
n. Informasi Segmen
Perusahaan mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk
mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis dan menggunakan “pendekatan manajemen”
dalam menyajikan informasi segmen menggunakan dasar yang sama seperti halnya pelaporan internal.
Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang disampaikan
kepada pengambil keputusan operasional. Dalam hal ini pengambil keputusan operasional yang mengambil
keputusan strategis adalah Direksi.
16
Page 25
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING YANG DITERAPKAN (Lanjutan)
o. Laba atau Rugi per Saham
Laba atau rugi per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada
pemegang saham biasa entitas induk, dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar,
dalam suatu periode.
p. Sewa
Perusahaan menerapkan PSAK No. 73, “Sewa” yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan
dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai 'sewa operasi'.
Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung sewa.
Suatu kontrak merupakan, atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
mengendalikan penggunaan aset selama jangka waktu tertentu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Perusahaan merupakan pihak penyewa
Perusahaan menyewa aset tetap tertentu dengan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset
hak-guna diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan penurunan nilai.
Aset hak-guna disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset hak-guna atau
masa sewa. Aset hak-guna disajikan sebagai bagian dari “Aset tetap”.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar. Setiap pembayaran sewa
dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan. Liabilitas sewa, disajikan sebagai
liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang yang
disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga dalam biaya keuangan dibebankan ke laba rugi
selama masa sewa yang menghasilkan tingkat suku bunga konstan atas saldo liabilitas.
Perusahaan tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk:
- sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang; atau
- sewa yang asetnya bernilai rendah.
Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut dibebankan ke laba rugi dengan dasar garis lurus selama
masa sewa.
Perusahaan merupakan pihak pemberi sewa
Sebagai pihak pemberi sewa, Perusahaan mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sebagai sewa
operasi atau sewa pembiayaan.
Pendapatan sewa guna usaha dari kegiatan operasi sewa dimana Perusahaan bertindak sebagai pemberi
sewa diakui sebagai pendapatan secara garis lurus selama masa sewa.
17
Page 26
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING YANG DITERAPKAN (Lanjutan)
q. Properti Investasi
Perusahaan telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi untuk pengukuran
properti investasi.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomis properti investasi selama 20 tahun.
Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
dibuktikan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau
selesainya pembangunan atau pengembangan. Transfer dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya
jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau
dimulainya pengembangan untuk dijual.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul
dari penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laba rugi pada periode aset tersebut dihentikan
pengakuannya.
r. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto (the
lower of cost or net realizable value). Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha
normal dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk penjualan.
Penyisihan penurunan nilai atas persediaan ditentukan berdasarkan hasil penelaahan atas harga
persediaan pada akhir periode pelaporan.
4. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Penyusunan laporan keuangan, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, mewajibkan
manajemen untuk membuat estimasi dan pertimbangan yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan
dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi,
hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat.
Perusahaan mendasarkan estimasi dan pertimbangannya pada parameter yang tersedia pada saat laporan
keuangan disusun. Situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar
atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam pertimbangan terkait pada saat
terjadinya.
Estimasi dan pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:
18
Page 27
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Klasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 dipenuhi. Dengan
demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti
diungkapkan pada Catatan 3.
Menentukan nilai wajar dan perhitungan dari instrumen keuangan
Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar melalui laba rugi dan pada biaya
perolehan diamortisasi, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan
atas pengukuran nilai wajar dan asumsi yang digunakan dalam perhitungan biaya perolehan diamortisasi
ditentukan menggunakan bukti objektif yang dapat diverifikasi, jumlah nilai wajar atau amortisasi dapat berbeda
bila Perusahaan menggunakan metodologi penilaian atau asumsi yang berbeda. Perubahan tersebut dapat
memengaruhi secara langsung laba rugi Perusahaan. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 28.
Menentukan metode penyusutan dan estimasi masa manfaat aset tetap dan properti investasi
Biaya perolehan aset tetap dan properti investasi disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan estimasi masa manfaatnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat aset tetap dan properti
investasi 2 tahun sampai dengan 20 tahun. Ini adalah ekspektasi umur yang secara umum diterapkan dalam
industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan
teknologi dapat memengaruhi masa manfaat dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan
mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 10 dan 12.
Estimasi beban dan liabilitas imbalan kerja
Penentuan liabilitas dan beban untuk imbalan kerja Perusahaan tergantung pada pemilihan asumsi yang
digunakan dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat diskonto, tingkat
kenaikan gaji, tingkat pengunduran diri, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat mortalitas. Hasil aktual
yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan langsung diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya.
Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan
pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat memengaruhi
secara material liabilitas dan beban imbalan kerja. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 17.
Menentukan pajak penghasilan
Aset pajak tangguhan diakui apabila besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia.
Estimasi signifikan oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat
diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan strategi perencanaan pajak masa
depan. Namun tidak terdapat kepastian bahwa Perusahaan dapat menghasilkan penghasilan kena pajak yang
cukup untuk memungkinkan penggunaan sebagian atau keseluruhan dari aset pajak tangguhan tersebut.
Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 21.
19
Page 28
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Mengevaluasi provisi dan kontinjensi
Perusahaan melakukan pertimbangan untuk membedakan antara provisi dan kontinjensi serta mempersiapkan
provisi yang sesuai untuk proses hukum atau kewajiban konstruktif, jika ada, sesuai dengan kebijakan provisinya
dan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang relevan.
5. KAS
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Kas
Riyal Saudi Arabia 83.686.800 -
Dolar AS 7.178.760 763.400
Rupiah 1.321.900 -
Subtotal 92.187.460 763.400
Kas di Bank
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 1.645.890.359 180.840.000
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1.163.841.063 1.084.073.096
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 439.165.807 -
PT Bank Syariah Indonesia 2.989.616 -
Dolar AS
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 58.011.366 -
PT Bank Syariah Indonesia 15.115.918 -
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 12.549.877 7.155.907
Subtotal 3.337.564.006 1.272.069.003
Total 3.429.751.466 1.272.832.403
Seluruh kas ditempatkan pada pihak ketiga dan tidak digunakan sebagai jaminan atau dibatasi penggunaannya.
20
Page 29
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Pihak Ketiga
Rupiah
Hotel Fajr Al-Bade 3.054.281.641 -
Perahu Kalimantan 1.064.700.000 -
Adeem Tour 751.400.000 -
PT Salwana Global Sarana 171.805.410 158.360.000
Koperasi Amphuri 124.877.000 -
PT Basmah Jaya Wisata - 298.200.000
Lain-lain (dibawah Rp100 juta) 105.587.000 860.000
Subtotal 5.272.651.051 457.420.000
Dolar AS
El-Amien Travel 89.666.700 -
Total Pihak Ketiga 5.362.317.751 457.420.000
Penyisihan penurunan nilai atas piutang (142.572.709) -
Pihak Ketiga - Neto 5.219.745.042 457.420.000
Pihak Berelasi - Rupiah
PT Madinah Iman Wisata 5.113.428.800 -
Total 10.333.173.842 457.420.000
Rincian umur piutang usaha adalah sebagai berikut:
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Lancar 2.614.691.000 457.420.000
Telah jatuh tempo namun tidak mengalami
penurunan nilai:
1 - 30 hari 2.465.683.786 -
31 - 90 hari 4.394.528.212 -
Lebih dari 90 hari 1.000.843.553 -
Telah jatuh tempo dan mengalami penurunan nilai 142.572.709 -
Total 10.475.746.551 457.420.000
21
Page 30
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA (Lanjutan)
Mutasi penyisihan kerugian atas penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Saldo awal tahun - -
Penyisihan tahun berjalan 183.442.655 -
Penghapusan tahun berjalan (40.869.946) -
Saldo Akhir Tahun 142.572.709 -
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan kerugian atas penurunan nilai piutang usaha adalah cukup untuk
menutupi kerugian atas tidak tertagihmya piutang usaha.
7. ASET LANCAR LAINNYA
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Pihak Ketiga
Deposit Maraseem dan Al Ruwais 676.616.482 -
Uang muka
Jasa profesional 1.340.943.807 -
Lain-lain (dibawah Rp100 juta) 326.345.004 143.000.000
Total 2.343.905.293 143.000.000
Deposit Maraseem dan Al Ruwais merupakan penempatan dana pada rekening e-wallet untuk pengurusan visa
umroh dan ibadah haji.
Uang muka jasa profesional merupakan uang muka atas jasa audit, konsultan keuangan dan hukum yang
dibayarkan oleh Perusahaan sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Perdana Saham Perusahaan.
22
Page 31
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. UANG MUKA
a. Aset Lancar
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Pihak Ketiga
Uang muka hotel
Al Fajr Albadiea 2 23.283.537.158 28.000.000.000
PT Diar Almanasik International 1.275.195.011 1.142.530.000
Movenpict Hotel and Residence 1.080.001.293 -
Lain-lain (dibawah Rp500juta) 740.628.552 -
Subtotal 26.379.362.014 29.142.530.000
Uang muka tiket
PT Dream Tours and Travel 8.256.700.000 3.737.500.000
Kanaya Tour 4.381.750.000 -
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk 1.845.000.000 2.814.654.000
Dwi Tunggal Jaya 1.250.250.000 -
Kanomas Tour and Travel 1.212.500.000 -
Umi Tour and Travel 749.250.000 -
Nizar Tour & Travel 3.400.000 562.900.000
Lain-lain (dibawah Rp500 juta) 865.550.000 1.056.500.000
Subtotal 18.564.400.000 8.171.554.000
Uang muka land arrangement
Mawardi Bin Darman Darwilan 3.239.292.656 -
Total 48.183.054.670 37.314.084.000
b. Aset Tidak Lancar
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Pihak Ketiga
Uang muka tiket
PT Raja Umrah Jameka 593.130.000 593.130.000
Uang muka hotel merupakan pembayaran dimuka untuk menjamin reservasi kamar pada beberapa hotel di
Mekah dan Madinah.
23
Page 32
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. UANG MUKA (Lanjutan)
Uang muka hotel Al Fajr Al Badiea 2 merupakan sewa kamar hotel yang telah dibayarkan PT Madinah Iman
Wisata kepada Yayasan Ali Ahmed Motah selaku pemilik hotel Al Fajr Al Badiea 2 dan kemudian dialihkan
kepada Perusahaan sesuai Pengalihan dan Penerimaan Perjanjian Kerjasama tanggal 8 September 2020. Nilai
kontrak kerjasama atas sewa kamar hotel tersebut adalah sebesar 43.000.000 Riyal Saudi untuk masa sewa
satu tahun dan telah dibayarkan sebesar 7.000.000 Riyal Saudi (setara dengan Rp28.000.000.000). Pada
tanggal 2 Juni 2022, Perusahaan dan Ali Ahmed Motah selaku pemilik hotel Al Fajr Al Badiea 2 sepakat untuk
memperpanjang masa sewa atas kontrak kerjasama sampai tahun 1444 Hijriyah atau sampai dengan bulan Juli
2023.
Uang muka tiket merupakan uang muka yang telah dibayarkan kepada beberapa travel tour dan maskapai
penerbangan atas pesanan tiket untuk umroh.
9. PERSEDIAAN
Persediaan terdiri dari persediaan atas tiket dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
masing-masing sebesar Rp2.879.400.000 dan nihil.
Mutasi persediaan adalah sebagai berikut:
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Saldo awal tahun - -
Penambahan 133.026.620.956
Pengurangan (dibebankan ke beban pokok
pendapatan) - Catatan 23 (130.147.220.956) -
Saldo Akhir Tahun 2.879.400.000 -
Berdasarkan evaluasi manajemen, tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai atas persediaan.
10. ASET TETAP
Saldo Saldo
1 Januari 2022 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2022
Biaya Perolehan
Tanah 1.412.859.540 - - 1.412.859.540
Bangunan 2.166.587.918 35.010.393 - 2.201.598.311
Komputer dan peralatan kantor 258.217.890 96.378.200 - 354.596.090
Perabotan kantor 160.482.110 91.775.000 - 252.257.110
Kendaraan 222.600.000 - - 222.600.000
Total Biaya Perolehan 4.220.747.458 223.163.593 - 4.443.911.051
24
Page 33
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (Lanjutan)
Saldo Saldo
1 Januari 2022 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2022
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 127.096.777 109.496.409 - 236.593.186
Komputer dan peralatan kantor 132.552.519 62.159.826 - 194.712.345
Perabotan kantor 63.916.689 32.625.024 - 96.541.713
Kendaraan 23.187.500 27.825.000 - 51.012.500
Total Akumulasi Penyusutan 346.753.485 232.106.259 - 578.859.744
Jumlah Tercatat 3.873.993.973 3.865.051.307
Saldo Saldo
1 Januari 2021 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2021
Biaya Perolehan
Tanah 1.412.859.540 - - 1.412.859.540
Bangunan 1.501.390.460 665.197.458 - 2.166.587.918
Komputer dan peralatan kantor 258.217.890 - - 258.217.890
Perabotan kantor 160.482.110 - - 160.482.110
Kendaraan - 222.600.000 - 222.600.000
Total Biaya Perolehan 3.332.950.000 887.797.458 - 4.220.747.458
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 18.767.381 108.329.396 - 127.096.777
Komputer dan peralatan kantor 77.517.506 55.035.013 - 132.552.519
Perabotan kantor 21.305.563 42.611.126 - 63.916.689
Kendaraan - 23.187.500 23.187.500
Total Akumulasi Penyusutan 117.590.450 229.163.035 - 346.753.485
Jumlah Tercatat 3.215.359.550 3.873.993.973
Pada tanggal 31 Desember 2022, penambahan aset tetap berupa bangunan dengan nilai sebesar
Rp35.010.393 merupakan biaya renovasi kantor oleh pihak ketiga. Sedangkan, penambahan aset tetap sebesar
Rp188.153.200 merupakan penambahan berupa komputer dan peralatan kantor serta perabotan kantor.
Pada tanggal 31 Desember 2021, penambahan aset tetap berupa bangunan dengan nilai sebesar
Rp665.197.458 merupakan biaya renovasi kantor oleh pihak ketiga. Sedangkan, penambahan aset tetap berupa
kendaraan sebesar Rp222.600.000 merupakan pembelian mobil yang digunakan untuk kendaraan operasional
Perusahaan yang dibeli melalui PT Bussan Auto Finance, pihak ketiga.
Beban penyusutan dibebankan ke beban umum dan administrasi sebesar Rp232.106.259 dan Rp229.163.035
masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021.
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, tidak terdapat aset tetap yang tidak dipakai sementara dan yang
dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual.
25
Page 34
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (Lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, total biaya perolehan dan akumulasi penyusutan aset tetap yang
telah disusutkan penuh dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar Rp50.000.000.
Pada tanggal 31 Desember 2022, Perusahaan telah mengasuransikan aset tetap, berupa bangunan dan
kendaraan, dan properti investasi secara all risk kepada PT Asuransi Wahana Tata dan PT Asuransi Reliance
Indonesia, pihak ketiga, dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar Rp10.102.000.000 dan
Rp222.600.000. Pada tanggal 31 Desember 2021, Perusahaan telah mengasuransikan aset tetap berupa
bangunan, dan properti investasi secara all risk kepada PT Asuransi Wahana Tata, pihak ketiga, dengan jumlah
pertanggungan sebesar Rp10.102.000.000.
Aset tetap berupa tanah dan bangunan, digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka pendek
(Catatan 16).
Manajemen Perusahaan telah mengkaji ulang atas estimasi umur ekonomis dan metode penyusutan atas aset
tetap pada setiap akhir periode pelaporan. Berdasarkan evaluasi manajemen, tidak terdapat kejadian-kejadian
atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai atas aset tetap.
11. ASET TAKBERWUJUD
Saldo Saldo
1 Januari 2022 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2022
Biaya Perolehan
Piranti lunak (sistem akuntansi) 110.000.000 - 110.000.000 -
Akumulasi Amortisasi
Piranti lunak (sistem akuntansi) 36.666.667 20.624.999 57.291.666 -
Jumlah Tercatat 73.333.333 -
Saldo Saldo
1 Januari 2021 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2021
Biaya Perolehan
Piranti lunak (sistem akuntansi) 110.000.000 - - 110.000.000
Akumulasi Amortisasi
Piranti lunak (sistem akuntansi) 9.166.667 27.500.000 - 36.666.667
Jumlah Tercatat 100.833.333 73.333.333
Aset takberwujud merupakan biaya perolehan atas piranti lunak yang digunakan Perusahaan yang diamortisasi
selama 4 tahun.
Beban amortisasi atas aset takberwujud dicatat pada beban umum dan administrasi (Catatan 24).
26
Page 35
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. PROPERTI INVESTASI
Saldo Saldo
1 Januari 2022 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2022
Biaya Perolehan
Tanah 2.617.070.000 - - 2.617.070.000
Bangunan 4.646.200.000 - - 4.646.200.000
Total Biaya Perolehan 7.263.270.000 - - 7.263.270.000
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 348.465.000 232.310.000 - 580.775.000
Jumlah Tercatat 6.914.805.000 6.682.495.000
Saldo Saldo
1 Januari 2021 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2021
Biaya Perolehan
Tanah 2.617.070.000 - - 2.617.070.000
Bangunan 4.646.200.000 - - 4.646.200.000
Total Biaya Perolehan 7.263.270.000 - - 7.263.270.000
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 116.155.000 232.310.000 - 348.465.000
Jumlah Tercatat 7.147.115.000 6.914.805.000
Beban penyusutan atas properti investasi dicatat pada beban umum dan administrasi (Catatan 24). Perusahaan
telah mengasuransikan properti investasinya dalam satu paket asuransi dengan aset tetapnya (Catatan 10).
Properti investasi digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka pendek (Catatan 16).
Manajemen Perusahaan telah mengkaji ulang atas estimasi umur ekonomis dan metode penyusutan atas
properti investasi pada setiap akhir periode pelaporan. Berdasarkan evaluasi manajemen, tidak terdapat
kejadian-kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai atas properti
investasi.
13. UANG MUKA PELANGGAN
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Pihak Ketiga
Perahu Sekunder 1.095.000.000 -
Sarana 163.500.000 -
Golden Firdaus 135.000.000 -
Lain-lain (dibawah Rp100 juta) 147.122.000 -
Subtotal 1.540.622.000 -
27
Page 36
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UANG MUKA PELANGGAN (Lanjutan)
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Pihak Berelasi
PT Madinah Iman Wisata 180.000.000 32.250.000
Total 1.720.622.000 32.250.000
Uang muka pelanggan merupakan uang muka pelanggan atas land arrangement untuk ibadah Umroh.
14. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Pihak Ketiga
PT Basmah Jaya Wisata - 674.862.000
PT Salwana Global Sarana - 157.500.000
Koperasi Amphuri - 190.000.000
Subtotal - 1.022.362.000
Pihak Berelasi
PT Madinah Iman Wisata 1.295.371.400 150.000.000
Total 1.295.371.400 1.172.362.000
Pendapatan diterima dimuka merupakan uang muka pelanggan atas land arrangement untuk ibadah Umroh
15. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2022 31 Desember 2021
PT Bussan Auto Finance 135.057.000 176.613.000
Dikurangi bunga yang belum jatuh tempo 26.518.398 43.245.006
Nilai kini pembayaran minimum 108.538.602 133.367.994
Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 28.447.430 24.829.392
Bagian Jangka Panjang 80.091.172 108.538.602
Perusahaan menandatangani perjanjian pembiayaan No. 124170003353 dengan PT Bussan Auto Finance atas
pembelian kendaraan Nissan Grand Livina tanggal 4 Maret 2021. Nilai fasilitas pembiayaan adalah sebesar
Rp135.786.000 dengan tingkat bunga 4% per tahun untuk jangka waktu 60 bulan.
28
Page 37
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. UTANG BANK JANGKA PENDEK
Pada tanggal 15 Juni 2022, PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) dan Perusahaan menandatangani Perjanjian
Kredit dengan No. 00326/PK/0978S/2022 dimana BCA memberikan fasilitas Pinjaman Berjangka (Time Loan)
dengan plafon maksimal sebesar Rp3.000.000.000 yang digunakan untuk kebutuhan modal kerja Perusahaan.
Jangka waktu fasilitas ini adalah 1 tahun (16 Juni 2022 - 16 Juni 2023) dengan suku bunga tetap sebesar 9,25%
per tahun. Jaminan atas fasilitas kredit ini berupa 3 tanah dan bangunan ruko milik Perusahaan yang berlokasi di
Ruko Harvest, Kel. Sawah, Kec. Ciputat, Kota Tangerang, Banten.
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, saldo utang kepada BCA masing-masing sebesar Rp1.667.769.469
dan nihil.
17. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Liabilitas imbalan kerja Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 dihitung oleh aktuaris
independen, Kantor Konsultan Aktuaria Bagaiastra, dalam laporannya masing-masing tertanggal 17 Februari
2023 dan 4 Januari 2022, dengan mempertimbangkan beberapa asumsi sebagai berikut:
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Tingkat diskonto 7,26% 6,88%
Tingkat kenaikan gaji 10,00% 10,00%
Usia pensiun 58 tahun 58 tahun
Tabel mortalita TMI IV 2019 TMI IV 2019
Mutasi liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut:
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Saldo awal tahun 366.785.777 42.051.216
Beban imbalan kerja yang diakui dalam:
Laba rugi 228.660.308 113.710.208
Penghasilan komprehensif lain 185.177.797 211.024.353
Saldo Akhir Tahun 780.623.882 366.785.777
Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain sehubungan dengan liabilitas
imbalan kerja adalah sebagai berikut:
2022 2021
Beban yang diakui dalam laba rugi:
Beban jasa kini 259.693.784 132.840.931
Beban bunga 25.234.862 2.783.790
Pengakuan segera dari biaya jasa lalu yang vested (56.268.338) (21.914.513)
Total 228.660.308 113.710.208
29
Page 38
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. LIABILITAS IMBALAN KERJA (Lanjutan)
2022 2021
Pengukuran kembali yang diakui dalam
penghasilan komprehensif lain:
Kerugian aktuarial yang timbul dari:
Perubahan asumsi keuangan (32.491.470) (13.434.787)
Penyesuaian pengalaman 217.669.267 224.459.140
Total 185.177.797 211.024.353
Perusahaan menghadapi sejumlah risiko signifikan terkait program imbalan pasti, sebagai berikut:
(a) Tingkat diskonto dimana penurunan pada tingkat diskonto menyebabkan kenaikan liabilitas program.
(b) Tingkat kenaikan gaji dimana semakin tinggi tingkat kenaikan gaji akan menyebabkan semakin besarnya
liabilitas
Analisa sensitivitas kuantitatif kewajiban imbalan pasti terhadap perubahan asumsi utama tertimbang adalah
sebagai berikut:
Dampak terhadap
Kewajiban Imbalan Pasti
Perubahan Kenaikan Penurunan
Asumsi Asumsi Asumsi
31 Desember 2022
Tingkat diskonto 1% (82.879.658) 95.511.537
Tingkat kenaikan gaji 1% 90.996.912 (80.778.872)
31 Desember 2021
Tingkat diskonto 1% (47.486.811) 57.710.789
Tingkat kenaikan gaji 1% 54.970.510 (46.333.203)
Analisa sensitivitas didasarkan pada perubahan atas satu asumsi aktuarial dimana asumsi lainnya dianggap
konstan. Dalam prakteknya, hal ini jarang terjadi dan perubahan beberapa asumsi mungkin saling berkorelasi.
Dalam perhitungan sensitivitas kewajiban imbalan pasti atas asumsi utama, metode yang sama (perhitungan
nilai kini kewajiban imbalan pasti dengan menggunakan metode Projected Unit Credit di akhir periode) telah
diterapkan. Metode dan tipe asumsi yang digunakan dalam menyiapkan analisa sensitivitas tidak berubah dari
periode sebelumnya.
30
Page 39
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 adalah sebagai berikut:
31 Desember 2022
Jumlah Saham
Ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham Disetor Penuh Kepemilikan Jumlah
PT Madinah Iman Wisata 1.603.366.670 99,998% 48.101.000.100
Saipul Bahri 33.330 0,002% 999.900
Total 1.603.400.000 100% 48.102.000.000
31 Desember 2021
Jumlah Saham
Ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham Disetor Penuh Kepemilikan Jumlah
PT Madinah Iman Wisata 2.405.050.000 99,998% 48.101.000.000
Saipul Bahri 50.000 0,002% 1.000.000
Total 2.405.100.000 100% 48.102.000.000
a. Berdasarkan Akta Notaris No.79 tanggal 29 November 2022 oleh Rini Yulianti, SH, yang telah mendapat
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-0086340.AH.01.02.TAHUN 2022 tanggal 29 November 2022, para pemegang saham telah
menyatakan dan memutuskan, menyetujui hal-hal sebagai berikut:
Menegaskan kembali persetujuan pemegang saham atas rencana Perusahaan untuk melakukan
Penawaran Umum Perdana (IPO) atas saham Perusahaan kepada masyarakat sebanyak-banyaknya
687.100.000 saham baru dengan nilai nominal Rp30 yang mewakili sebanyak-banyaknya 29,998% dari
modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, yang disertai dengan waran yang diberikan secara
cuma-cuma sebanyak 549.680.000 Waran Seri I atau sebanyak-banyaknya 34,28% dari modal
ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dan mencatatkan saham-saham Perusahaan tersebut di
Bursa Efek Indonesia (BEI) serta persetujuan untuk mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam
Penitipan Kolektif yang dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di
bidang Pasar Modal Indonesia;
Menegaskan persetujuan pemegang saham Perusahaan sehubungan dengan IPO atas:
- Perubahan kembali Anggaran Dasar Perusahaan menjadi Anggaran Dasar Perusahaan terbuka
sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku termasuk peraturan di bidang pasar modal;
- Pencatatan seluruh saham-saham Perusahaan yang merupakan saham yang telah dikeluarkan dan
disetor penuh pada BEI; dan
- Perubahan struktur permodalan dan susunan pemegang saham dalam Perusahaan sesuai dengan
hasil pelaksanaan IPO dan pencatatan saham-saham Perusahaan dalam BEI dalam rangka IPO.
31
Page 40
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. MODAL SAHAM (Lanjutan)
b. Perusahaan telah melakukan ratifikasi terhadap Akta Pendirian dan Akta Pernyataan Keputusan Rapat
No. 2 tanggal 18 Mei 2020 melalui Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perusahaan No. 12
tanggal 10 Agustus 2022 yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan HAM sebagaimana
dibuktikan dengan Surat Pernyataan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
No. AHU-AH.01.03-0277879 tanggal 10 Agustus 2022. Ratifikasi tersebut sehubungan dengan
pengurangan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp500.000.000 oleh para pemegang saham
Perusahaan saat ini yaitu PT Madinah Iman Wisata dan Saipul Bahri dikarenakan setoran pendirian
Perusahaan belum disetor oleh para pendiri Perusahaan.
Oleh karena hal tersebut, guna memastikan bahwa 25% modal dasar dalam Perusahaan telah ditempatkan
dan disetor penuh sebagaimana diatur dalam Pasal 33 UUPT juncto Pasal 2 Peraturan Pemerintah No. 29
Tahun 2016 tentang Perubahan Modal Dasar Perusahaan Terbatas yang saat ini telah dicabut dan diganti
dengan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2021 tentang Modal Dasar Perusahaan serta Pendaftaran
Pendirian, Perubahan, dan Pembubaran Perusahaan yang Memenuhi Kriteria untuk Usaha Mikro dan Kecil,
maka para pemegang saham Perusahaan saat ini yaitu PT Madinah Iman Wisata dan Saipul Bahri melalui
Akta No. 36 tanggal 27 Oktober 2021 menyetujui untuk menarik kembali saham yang telah dikeluarkan oleh
Perusahaan dengan cara melakukan pengurangan modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor yaitu
sebanyak 500 saham atau dengan nilai nominal sebesar Rp500.000.000.
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Pemegang Saham yang tertuang dalam Akta Notaris No. 36 oleh Rini
Yulianti, SH tanggal 27 Oktober 2021, para pemegang saham telah memutuskan untuk menyetujui:
pengurangan modal dasar dari Rp194.408.000.000 menjadi Rp192.408.000.000.
pengurangan modal ditempatkan dan disetor dari Rp48.602.000.000 menjadi Rp48.102.000.000 yang
dilakukan melalui utang kepada pemegang saham.
Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No.AHU-0075606.AH.01.02.TAHUN 2021 tanggal 28 Desember 2021.
c. Berdasarkan Pernyataan Keputusan Pemegang Saham yang tertuang dalam Akta Notaris No. 50 oleh Rini
Yulianti, SH tanggal 24 Juni 2022, para pemegang saham telah memutuskan untuk menyetujui:
pengalihan saham yang dimiliki Saipul Bahri sebanyak 5 lembar saham kepada PT Madinah Iman
Wisata sehingga komposisi kepemilikan Saipul Bahri menjadi sebesar Rp999.900 (49.995 lembar
saham) dan PT Madinah Iman Wisata menjadi sebesar RpRp48.101.000.100 (2.405.050.005 lembar
saham).
dalam rangka Penawaran Umum Perdana, perubahan status Perusahaan menjadi perusahaan terbuka
dan perubahan nilai nominal dari sebesar Rp20 menjadi Rp30 per lembar saham.
Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No.AHU-0043355.AH.01.02.TAHUN 2022 tanggal 24 Juni 2022.
32
Page 41
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. SALDO LABA
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Saldo awal tahun (1.589.626.359) 385.653.248
Laba (rugi) neto tahun berjalan 2.483.160.190 (1.975.279.607)
Saldo Akhir Tahun 893.533.831 (1.589.626.359)
20. LABA (RUGI) NETO PER SAHAM
Akun ini terdiri dari:
2022 2021
Laba (rugi) neto 2.483.160.190 (1.975.279.607)
Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar 1.603.400.000 1.617.090.476
Laba (Rugi) Neto per Saham Dasar 1,55 (1,22)
21. PERPAJAKAN
a. Utang Pajak
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Pajak Penghasilan:
Pasal 4 ayat 2 - 30.000.000
Pasal 23 1.065.800 -
Pasal 29 355.340.612 -
Total 373.268.693 30.000.000
b. Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan, seperti yang disajikan dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, dengan taksiran laba kena pajak (rugi fiskal) untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 adalah sebagai berikut:
2022 2021
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban)
pajak penghasilan 3.279.588.052 (2.523.054.366)
Beda tetap 340.538.590 33.169.101
Beda temporer 371.233.016 113.710.208
33
Page 42
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. PERPAJAKAN (Lanjutan)
2022 2021
Laba kena pajak (rugi fiskal) sebelum kompensasi
rugi fiskal 3.991.359.658 (2.376.175.057)
Kompensasi rugi fiskal tahun 2021 (2.376.175.057) -
Laba kena pajak (rugi fiskal) tahun berjalan 1.615.184.601 (2.376.175.057)
Beban pajak kini 355.340.612 -
Utang Pajak Penghasilan - Pasal 29 355.340.612 -
Laba kena pajak (rugi fiskal) hasil rekonsiliasi di atas menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan Pajak
Penghasilan Badan yang disampaikan kepada otoritas perpajakan.
c. Aset Pajak Tangguhan
Dikreditkan Dikreditkan ke
Saldo (Dibebankan) ke Penghasilan Saldo
1 Januari 2022 Laba Rugi Komprehensif Lain 31 Desember 2022
Rugi fiskal 522.758.513 (522.758.513) - -
Liabilitas imbalan kerja 80.692.872 50.305.268 40.739.114 171.737.254
Penyisihan penurunan nilai atas piutang - 31.365.996 - 31.365.996
Total 603.451.385 (441.087.249) 40.739.114 203.103.250
Dikreditkan ke
Saldo Dikreditkan ke Penghasilan Saldo
1 Januari 2021 Laba Rugi Komprehensif Lain 31 Desember 2021
Rugi fiskal - 522.758.513 - 522.758.513
Liabilitas imbalan kerja 9.251.268 25.016.246 46.425.358 80.692.872
Total 9.251.268 547.774.759 46.425.358 603.451.385
d. Administrasi
Undang-undang Perpajakan Indonesia mengatur bahwa masing-masing entitas perusahaan menghitung
dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Pihak fiskus dapat melakukan pemeriksaan
atas perhitungan pajak tersebut dalam jangka waktu 5 tahun. Apabila dalam jangka waktu tersebut pihak
fiskus tidak melakukan pemeriksaan, maka SPT Tahunan perusahaan dianggap rampung. Kewajiban
perpajakan lainnya, jika ada, sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan akan diselesaikan saat jatuh
tempo.
34
Page 43
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. PENDAPATAN
Akun ini terdiri dari:
2022 2021
Pihak Ketiga
Tiket 66.101.123.015 -
Hotel 23.877.783.464 -
Land arrangement
Visa 17.420.391.972 -
Bus 2.698.687.427 -
Handling 4.312.206.246 -
Mutowif 1.060.632.081 -
Lainnya 1.933.289.857 -
Subtotal 117.404.114.062 -
Pihak Berelasi
Tiket 64.430.059.965 -
Hotel 84.464.760.021 -
Land arrangement
Visa 36.373.552.543 -
Bus 5.959.788.776 -
Handling 3.732.312.836 -
Mutowif 2.952.078.295 -
Lainnya 2.876.244.522 -
Wisata halal - 252.860.000
Subtotal 200.788.796.958 252.860.000
Total 318.192.911.020 252.860.000
Rincian pelanggan dengan pendapatan melebihi 10% dari total pendapatan adalah sebagai berikut:
2022 2021
Pihak Berelasi
PT Madinah Iman Wisata 200.788.796.958 252.860.000
35
Page 44
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Akun ini terdiri dari:
2022 2021
Tiket 130.147.220.956 -
Hotel 103.844.304.020 -
Land arrangement
Visa 51.989.842.448 -
Bus 7.799.211.009 -
Handling 7.621.481.079 -
Mutowif 3.260.916.356 -
Lainnya 3.446.036.986 -
Wisata halal - 256.420.000
Total 308.109.012.854 256.420.000
Tidak terdapat pembelian yang berasal dari pihak berelasi.
Rincian pemasok yang melebihi 10% dari total pendapatan adalah sebagai berikut:
2022 2021
Pihak Ketiga
PT Batik Air Indonesia 75.311.134.848 -
Maraseem 37.119.551.208 -
Al Ruwais 36.192.949.866 -
PT Lion Mentari Airlines 35.412.334.661 -
Total 184.035.970.583 -
24. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Akun ini terdiri dari:
2022 2021
Gaji dan tunjangan 3.330.706.982 1.180.982.704
Penyusutan dan amortisasi 485.041.258 488.973.034
Imbalan kerja 228.660.308 113.710.208
Informasi dan teknologi 553.077.398 801.681.443
Jasa profesional 452.726.026 126.703.589
Lain-lain (dibawah Rp100 juta) 550.125.133 259.768.228
Total 5.600.337.105 2.971.819.206
36
Page 45
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. BEBAN KEUANGAN
Akun ini terdiri dari:
2022 2021
Bunga atas pinjaman pihak berelasi 754.799.950 73.036.712
Bunga atas utang pembiayaan konsumen 16.726.608 14.640.208
Total 771.526.558 87.676.920
26. PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari:
2022 2021
Penghasilan Lain-lain
Penghasilan bunga atas pinjaman 220.375.000 230.625.000
Penghasilan sewa 150.000.000 150.000.000
Penghasilan bunga bank 35.862.525 70.979.174
Keuntungan atas selisih kurs - 106.773.263
Lain-lain 18.764.561 511.600
Subtotal 425.002.086 558.889.037
Beban Lain-lain
Kerugian atas selisih kurs (413.803.391) -
Penyisihan penurunan nilai dan penghapusan
atas piutang usaha (183.442.655) -
Administrasi bank (117.556.651) (17.451.825)
Kerugian atas pelepasan aset takberuwujud (52.708.334) -
Lain-lain (89.937.507) (1.435.452)
Subtotal (857.448.538) (18.887.277)
Neto (432.446.452) 540.001.760
37
Page 46
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak berelasi. Transaksi-transaksi
tersebut adalah sebagai berikut:
a. Sifat Hubungan dan Transaksi dengan Pihak Berelasi
Entitas Hubungan Sifat Transaksi
PT Madinah Iman Wisata Pemegang saham Piutang/Utang/ Pendapatan
PT Buana Solusi Sinergi Logistik Entitas sepengendali Piutang
Didik Ariyanto Komisaris Utang
b. Pendapatan dan Piutang Usaha
2022 2021
Pendapatan
PT Madinah Iman Wisata 200.788.796.958 252.860.000
Persentase terhadap total pendapatan 63,10% 100,00%
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Piutang Usaha
PT Madinah Iman Wisata 5.113.428.800 457.420.000
Persentase terhadap total aset 6,51% 0,84%
c. Piutang Pihak Berelasi
31 Desember 2022 31 Desember 2021
PT Buana Solusi Sinergi Logistik - 3.305.625.000
Persentase terhadap total aset 0,00% 6,06%
Piutang dari PT Buana Solusi Sinergi Logistik merupakan pinjaman yang diberikan tanpa jaminan dengan
bunga 10,00% per tahun terhitung mulai tanggal 1 April 2021. Jangka waktu pinjaman adalah 4 tahun.
Piutang dari PT Buana Solusi Sinergi Logistik telah dilunasi seluruhnya pada bulan September 2022.
38
Page 47
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)
d. Utang Lain-lain
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Didik Ariyanto 9.548.375.000 -
PT Madinah Iman Wisata 1.114.939.956 6.438.256.100
Total 10.663.314.956 6.438.256.100
Persentase terhadap total liabilitas 35,75% 78,67%
Utang kepada PT Madinah Iman Wisata (MIW) merupakan utang atas pembayaran uang muka tiket dan
pinjaman untuk biaya operasional Perusahaan. Utang atas uang muka tiket telah dilunasi pada tahun 2022.
Seluruh utang didenominasikan dalam mata uang Rupiah. Utang atas pinjaman sebesar Rp947.503.000
dikenakan bunga sebesar 9,25% terhitung mulai tanggal 1 April 2021.
Pada tanggal 1 September 2022, Perusahaan dan MIW menandatangani Perjanjian Hutang Piutang dimana
Perusahaan menerima pinjaman dari MIW sebesar Rp4.000.000.000 untuk modal kerja. Pinjaman tidak
dikenakan bunga dan berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2022. Pada tanggal 25 November 2022,
seluruh pinjaman sebesar Rp4.000.000.000 telah dilunasi.
Utang kepada Didik Ariyanto merupakan pinjaman yang digunakan untuk modal kerja dan biaya operasional
Perusahaan dengan total pinjaman sebesar Rp8.900.000.000. Utang tersebut didenominasikan dalam mata
uang Rupiah dan dikenakan bunga sebesar 9,25%.
e. Uang Muka Pelanggan
31 Desember 2022 31 Desember 2021
PT Madinah Iman Wisata 180.000.000 32.250.000
Persentase terhadap total liabilitas 0,60% 0,39%
f. Pendapatan Diterima Dimuka
31 Desember 2022 31 Desember 2021
PT Madinah Iman Wisata 1.295.371.400 150.000.000
Persentase terhadap total liabilitas 4,34% 1,83%
39
Page 48
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)
Personil manajemen kunci Perusahaan terdiri dari Komisaris dan Direksi. Rincian remunerasi yang diberikan
kepada personil manajemen kunci adalah sebagai berikut:
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Direksi
Imbalan kerja jangka pendek 840.000.000 314.000.000
Dewan Komisaris
Imbalan kerja jangka pendek 630.000.000 90.000.000
Total 1.470.000.000 404.000.000
28. INSTRUMEN KEUANGAN
Tabel berikut menyajikan jumlah tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan yang dicatat di
laporan posisi keuangan pada 31 Desember 2022 dan 2021:
31 Desember 2022
Jumlah Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Kas 3.429.751.466 3.429.751.466
Piutang usaha 10.333.173.842 10.333.173.842
Piutang lain-lain 3.700.000 3.700.000
Total Aset Keuangan 13.766.625.308 13.766.625.308
Liabilitas Keuangan
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Utang bank jangka pendek 1.667.769.469 1.667.769.469
Utang usaha 13.216.935.101 13.216.935.101
Utang lain-lain 10.663.314.956 10.663.314.956
Utang pembiayaan konsumen 108.538.602 108.538.602
Total Liabilitas Keuangan 25.656.558.128 25.656.558.128
40
Page 49
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)
31 Desember 2021
Jumlah Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Kas 1.272.832.403 1.272.832.403
Piutang usaha 457.420.000 457.420.000
Piutang lain-lain 22.850.000 22.850.000
Piutang pihak berelasi 3.305.625.000 3.305.625.000
Total Aset Keuangan 5.058.727.403 5.058.727.403
Liabilitas Keuangan
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Utang lain-lain 6.449.465.463 6.449.465.463
Utang pembiayaan konsumen 133.367.994 133.367.994
Total Liabilitas Keuangan 6.582.833.457 6.582.833.457
29. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko-risiko Keuangan
Perusahaan dipengaruhi oleh berbagai risiko keuangan, termasuk risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar.
Tujuan manajemen risiko Perusahaan secara keseluruhan adalah untuk secara efektif mengendalikan
risiko-risiko ini dan meminimalisasi pengaruh merugikan yang dapat terjadi terhadap kinerja keuangan mereka.
a. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko dimana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi
kewajibannya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Risiko kredit yang dihadapi
Perusahaan berasal dari kegiatan operasi (terutama dari piutang usaha kepada pihak ketiga) dan dari
kegiatan pendanaan, termasuk rekening bank.
Eksposur risiko kredit Perusahaan terutama adalah dalam mengelola piutang. Perusahaan melakukan
pengawasan kolektibilitas piutang sehingga dapat diterima penagihannya secara tepat waktu dan juga
melakukan penelaahan atas masing-masing piutang pelanggan secara berkala untuk menilai potensi
timbulnya kegagalan penagihan dan membentuk pencadangan berdasarkan hasil penelaahan tersebut.
41
Page 50
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
Eksposur Perusahaan terhadap risiko kredit timbul dari kelalaian pihak lain, dengan eksposur maksimum
sebesar jumlah tercatat aset keuangan Perusahaan, sebagai berikut:
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Kas di bank 3.429.751.466 1.272.832.403
Piutang usaha 10.333.173.842 457.420.000
Piutang lain-lain 3.700.000 22.850.000
Piutang pihak berelasi - 3.305.625.000
Total 13.766.625.308 5.058.727.403
b. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko saat posisi arus kas Perusahaan menunjukkan bahwa
penerimaan jangka pendek tidak cukup menutupi pengeluaran jangka pendek.
Kebutuhan likuiditas Perusahaan secara historis timbul dari kebutuhan untuk membiayai investasi dan
pengeluaran barang modal terkait dengan program perluasan usaha. Perusahaan membutuhkan modal
kerja yang substansial untuk mendanai operasional.
Tabel di bawah menunjukkan analisis jatuh tempo liabilitas keuangan dalam rentang waktu yang
menunjukkan jatuh tempo kontraktual untuk semua liabilitas keuangan. Jumlah yang diungkapkan dalam
tabel adalah arus kas kontraktual yang tidak termasuk beban bunga pinjaman masa yang akan datang,
sebagai berikut:
31 Desember 2022
Jumlah Arus Kas Kontraktual yang Tidak Terdiskonto
Sampai dengan Lebih dari 1 tahun
Jumlah Tercatat Total 1 tahun sampai 5 tahun
Utang bank jangka pendek 1.667.769.469 1.667.769.469 1.667.769.469 -
Utang usaha 13.216.935.101 13.216.935.101 13.216.935.101 -
Utang lain-lain 10.663.314.956 10.663.314.956 - 10.663.314.956
Utang pembiayaan konsumen 108.538.602 108.538.602 28.447.430 80.091.172
Total 25.656.558.128 25.656.558.128 14.913.152.000 10.743.406.128
31 Desember 2021
Jumlah Arus Kas Kontraktual yang Tidak Terdiskonto
Sampai dengan Lebih dari 1 tahun
Jumlah Tercatat Total 1 tahun sampai 5 tahun
Utang lain-lain 6.449.465.463 6.449.465.463 11.209.363 6.438.256.100
Utang pembiayaan konsumen 133.367.994 133.367.994 24.829.392 108.538.602
Total 6.582.833.457 6.582.833.457 36.038.755 6.546.794.702
42
Page 51
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
Pengelolaan Permodalan
Tujuan utama dari pengelolaan permodalan Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa dipertahankannya
peringkat kredit yang kuat dan rasio modal yang sehat agar dapat mendukung kelancaran usahanya dan
memaksimalkan nilai dari pemegang saham. Perusahaan mengelola struktur modalnya dan membuat
penyesuaian-penyesuaian sehubungan dengan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik dari risiko
usahanya. Agar dapat menjaga dan menyesuaikan struktur modalnya, Perusahaan akan menyesuaikan jumlah
dari pembayaran dividen kepada para pemegang saham atau tingkat pengembalian modal atau menerbitkan
surat saham. Tidak ada perubahan dalam tujuan, kebijakan dan proses dan sama seperti penerapan
tahun-tahun sebelumnya.
Perusahaan memonitor struktur modalnya dengan menggunakan rasio utang terhadap modal, dimana total
utang dibagi dengan total modal. Total utang ini adalah utang pokok dari pinjaman yang berbunga dan total
modal adalah total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Perhitungan rasio utang terhadap modal adalah sebagai berikut:
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Total liabilitas 29.826.444.103 8.184.231.234
Ekuitas - neto 48.729.015.367 46.390.293.860
Rasio Utang terhadap Modal 0,61 0,18
30. INFORMASI SEGMEN OPERASI
Manajemen telah menentukan segmen operasi didasarkan pada laporan yang ditelaah oleh Direksi, yang
digunakan dalam mengambil keputusan strategis. Direksi mempertimbangkan operasi bisnis dari perspektif jenis
bisnis. Tidak terdapat segmen geografis karena seluruh kegiatan bisnis Perusahaan beroperasi di Indonesia.
Perusahaan mengoperasikan dan mengelola bisnis dalam satu segmen yaitu jasa.
Informasi menurut segmen tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 adalah sebagai berikut:
2022 2021
Pendapatan 318.192.911.020 252.860.000
Beban pokok pendapatan (308.109.012.854) (256.420.000)
Hasil segmen 10.083.898.166 (3.560.000)
Beban umum dan administrasi (5.600.337.105) (2.971.819.206)
Beban keuangan (771.526.558) (87.676.920)
Penghasilan lain-lain 425.002.086 558.889.037
43
Page 52
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. INFORMASI SEGMEN OPERASI (Lanjutan)
2022 2021
Beban lain-lain (857.448.538) (18.887.277)
Manfaat (beban) pajak penghasilan - neto (796.427.861) 547.774.759
Laba (Rugi) Segmen 2.483.160.190 (1.975.279.607)
Segmen Aset dan Liabilitas
Segmen aset 78.555.459.470 54.574.525.094
Segmen liabilitas 29.826.444.103 8.184.231.234
31. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS
Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas adalah sebagai berikut:
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Pelunasan utang pemegang saham
melalui net-off dengan piutang usaha 5.439.627.109 -
Penurunan aset lancar lainnya melalui
utang pemegang saham - 1.317.234.615
Penambahan aset tetap melalui
utang pembiayaan konsumen - 222.600.000
32. PERJANJIAN PENTING
a. Pada tanggal 4 Januari 2021, Perusahaan dan PT Salwana Global Sarana (“SGS”) menandatangani
Perjanjian Kerjasama Penggunaan Account Access Tawaf dimana SGS memberikan Access Account
kepada Perusahaan sehingga Perusahaan dapat melakukan kegiatan reservasi dan pembayaran down
payment untuk hotel, transportasi bus dan BRN (Booking Reference Number) untuk pengurusan penerbitan
visa. Perusahaan akan dikenakan biaya sebesar 10 Riyal Arab Saudi (SAR) per paket untuk musim umroh
1443H.
b. Pada tanggal 11 Januari 2021, Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan PT Muslim
Teknologi Ekosistem (MUSTEK) dimana MUSTEK menyediakan dan mengembangkan aplikasi yang
digunakan untuk keperluan pemesanan kamar hotel dengan nilai kontrak sebesar Rp1.200.000.000. Jangka
waktu perjanjian ini adalah 5 (lima) tahun berlaku sejak Perjanjian ditandatangani dan akan diperpanjang
berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Pada tanggal 6 Juni 2022, perjanjian ini telah diakhiri dengan
kesepakatan kedua belah pihak.
44
Page 53
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. PERJANJIAN PENTING (Lanjutan)
c. Pada tanggal 1 Desember 2021, Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan PT Diar Al
Manasik International dimana PT Diar Al Manasik International menyediakan fasilitas pelayanan terhadap
pelanggan Perusahaan yang mencakup dua hal yakni, memberikan dukungan pelayanan dimana
Perusahaan tidak diizinkan meminta dan/ menerima secara langsung pembayaran sebagian atau utuh atas
paket yang dipesan pelanggan kepada PT Diar Al Manasik International, baik secara tunai maupun transfer
dari pelanggan, dan menangani permintaan dan/ atau penambahan paket yang telah diminta pelanggan.
Perjanjian ini berlaku sampai dengan musim umrah 1443 Hijriah berakhir terhitung sejak Perjanjian ini
ditandatangani.
d. Pada tanggal 1 Januari 2022, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pinjam Rekening dengan PT Diar Al
Manasik International dimana PT Diar Al Manasik International meminjamkan rekening Bank Mandiri atas
nama PT Diar Almanasik International dengan nomor rekening 157006872155 kepada Perusahaan untuk
dipergunakan sebagai rekening usaha. Perjanjian ini berlaku selama 6 (enam) bulan terhitung sejak
1 Januari – 30 Juni 2022. Perjanjian ini telah berakhir pada tanggal 30 Juni 2022.
e. Pada tanggal 23 Februari 2022, Perusahaan menerima surat perihal penyediaan layanan paket Land
Arrangement dari Koperasi Jasa Amphuri Bangkit Melayani (“Koperasi ABM”) dimana Koperasi ABM
menyambut baik dan memberi dukungan kepada Perusahaan untuk memberikan pelayanan Land
Arrangement yang terdiri dari pelayanan hotel, transportasi darat, dan catering untuk jemaah Group Umroh
Koperasi ABM.
f. Pada tanggal 1 Maret 2022, Perusahaan menandatangani Perjanjian Kontrak Kerjasama Jasa Pengadaan
Aplikasi Reservasi dengan PT Bids Inovasi Prodigital dimana PT Bids Inovasi Prodigital menyediakan dan
mengembangkan web aplikasi system reservasi hotel, land arrangement, tiket penerbangan, dan paket
umroh dengan nilai kontrak sebesar Rp750.000.000. Jangka waktu perjanjian adalah 1 tahun terhitung
dimulai sejak tanggal 1 Maret 2022 - 1 Februari 2023 dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan
kedua belah pihak.
g. Pada tanggal 15 Juni 2022, PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) dan Perusahaan menandatangani Perjanjian
Kredit dimana BCA memberikan fasilitas Pinjaman Berjangka (Time Loan) dengan plafon maksimal sebesar
Rp3.000.000.000 yang digunakan untuk kebutuhan modal kerja Perusahaan. Jangka waktu fasilitas ini
adalah 1 tahun (16 Juni 2022 – 16 Juni 2023) dengan suku bunga tetap sebesar 9,25% per tahun. Jaminan
atas fasilitas kredit ini berupa 3 tanah dan bangunan ruko milik Perusahaan yang berlokasi di Ruko Harvest,
Kel. Sawah, Kec. Ciputat, Kota Tangerang, Banten.
h. Pada tanggal 26 September 2022, Perusahaan dan Mawardi Bin Darman Darwilan menandatangani
Perjanjian Kerjasama Operasional Umrah dimana Mawardi memberikan dan menyediakan jasa Handling
dan Tour Guide (Muthawif) kepada pelanggan Perusahaan. Perusahaan akan membayar biaya handling
dan Muthawif masing-masing sebesar SAR250. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu satu tahun dan
dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua belah pihak.
45
Page 54
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. PERJANJIAN PENTING (Lanjutan)
i. Pada tanggal 29 November 2022, Perusahaan menandatangani Addendum Kontrak Sewa Kamar Hotel
Alfajr Albadii ‘2 dengan Yayasan Ali Ahmed Motah Real Estate Co. dimana perjanjian sebelumnya
ditandatangani pada tanggal 8 September 2020 dan telah diperpanjang pada tanggal 15 Juli 2021.
Penyesuaian dalam addendum kontrak ini mencakup beberapa hal, antara lain;
(i) Subjek Kontrak (Pasal 2)
- Pihak hotel sebelumnya menyebutkan terkait menyewakan 624 (enam ratus dua puluh empat)
kamar kemudian diubah menjadi minimal menyewakan 102 (seratus dua) kamar setiap bulannya di
Hotel Al Fajr Al Badiea 2 untuk musim Umrah dan Haji yang terletak di Makkah Al Mukarramah -
Ajyad Al Masafi.
- Perusahaan wajib memberitahukan secara tertulis kepada pihak hotel terkait jumlah kamar hotel
yang akan disewa selambat-lambatnya 7 hari sebelum penggunaan kamar hotel.
- Terhadap kamar hotel yang telah disewa, pihak hotel tidak diperbolehkan tanpa persetujuan
Perusahaan untuk menyewakan kembali kamar hotel yang sudah menjadi hak Perusahaan.
- Pihak hotel berhak untuk menyewakan kembali sebagian atau seluruh kamar hotel kepada pihak
ketiga lainnya dengan memberitahukan terlebih dahulu kepada Perusahaan.
(ii) Periode Kontrak (Pasal 4)
- Total biaya sewa kamar hotel akan ditentukan berdasarkan jumlah aktual kamar hotel yang dipesan
dan digunakan oleh pelanggan Perusahaan.
- Dalam hal Perusahaan memesan lebih dari 102 kamar hotel, maka pihak hotel wajib menyediakan
kamar hotel tambahan baik hotel lain yang dimiliki oleh Hotel Al Fajr Al Badiea 2 dan/atau hotel lain
yang dimiliki oleh pihak ketiga.
- Pihak hotel wajib mengeluarkan invoice sebelum dilakukannya pembayaran sewa kamar hotel oleh
Perusahaan.
- Perusahaan wajib melakukan pembayaran kepada pihak hotel 5 (lima) hari sebelum penggunaan
kamar hotel oleh pelanggan Perusahaan dan Perusahaan tidak berhak menuntut pihak hotel dalam
setiap pembayaran yang dilakukannya yang menjadi hak pihak hotel.
- Dalam hal kontrak sewa kamar ini telah berakhir sebagaimana telah diatur dalam pasal 3 dan masih
terdapat sisa kamar hotel yang telah disewa dan belum digunakan oleh Perusahaan, maka
Perusahaan tetap mempunyai hak menggunakan sisa kamar hotel tersebut pada tahun umrah
selanjutnya.
- Dalam hal pembayaran sewa yang disepakati dalam kontrak tertunda lebih dari 10 (sepuluh) hari,
pihak hotel berhak untuk mengakhiri kontrak dengan berlalunya sepuluh hari sesuai dengan tanggal
jatuh tempo pembayaran, pihak hotel juga memiliki hak untuk menyewakan kembali unit dalam
kontrak kepada pihak lain dengan harga pasar, dan ini merupakan otorisasi dari Perusahaan
kepada pihak hotel.
33. REKLASIFIKASI AKUN
Beberapa angka perbandingan dalam laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2021 telah direklasifikasi
agar sesuai dengan penyajian laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2022. Reklasifikasi tersebut
mencakup reklasifikasi utang lain-lain pihak berelasi dari liabilitas jangka pendek menjadi liabilitas jangka
panjang sebagai berikut:
46
Page 55
PT ARSY BUANA TRAVELINDO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. REKLASIFIKASI AKUN (Lanjutan)
Dilaporkan Setelah
Sebelumnya Reklasifikasi Reklasifikasi
Liabilitas Jangka Pendek
Utang lain-lain - pihak berelasi 6.438.256.100 (6.438.256.100) -
Liabilitas Jangka Panjang
Utang lain-lain - pihak berelasi - 6.438.256.100 6.438.256.100
34. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN
Pada tanggal 24 Maret 2023, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
dengan surat No. S-78/D.04/2023 atas Penawaran Umum Perdana (“IPO”) sebanyak 687.100.000 lembar
Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp30 per saham dengan harga penawaran Rp140 per saham
kepada masyarakat. Saham-saham yang ditawarkan selama IPO tersebut dicatat di Bursa Efek Indonesia pada
tanggal 5 April 2023.
47
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.