Back to announcement
20230705_BRIF_Penyampaian Prospektus//Informasi Tambahan_31337545_lamp2.pdf
Other Text extracted BRIFSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 312
Page 1
JADWAL
Tanggal Efektif : 27 Juni 2023 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 11 Juli 2023
Masa Penawaran Umum : 4 - 6 Juli 2023 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 11 Juli 2023
Tanggal Penjatahan : 7 Juli 2023 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 12 Juli 2023
OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU
KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA
BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA (“PERSEROAN”) DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA
INFORMASI, FAKTA, DATA ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.
P ROSPEKTU S
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
Kegiatan Usaha Utama:
Bergerak dalam Bidang Pembiayaan
Berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta Selatan, Indonesia
Kantor Pusat Jaringan Usaha
Menara BRILiaN, Lantai 22, 21, dan 1 Per 31 Desember 2022, Perseroan memiliki
Jl. Gatot Subroto Kav. 64 No 177A, Menteng Dalam, Tebet, 1 kantor pusat, 26 kantor cabang dan 182 titik
Jakarta Selatan 12870 captive di Kantor Cabang BRI yang tersebar di
Telepon: (021) 574 5333; Faksimili: (021) 574 5444 seluruh Indonesia
Website: www.brifinance.co.id
Email: treasury.brif@brifinance.co.id
PENAWARAN UMUM
OBLIGASI II BRI FINANCE TAHUN 2023
JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBESAR Rp500.000.000.000,- (LIMA RATUS MILIAR RUPIAH)
(“OBLIGASI”)
Obligasi terdiri dari 2 (dua) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Seri B yang masing-masing ditawarkan sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat
kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (”KSEI”). Obligasi ini memberikan pilihan bagi Masyarakat untuk memilih seri Obligasi yang
dikehendaki sebagai berikut:
Seri A : Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan sebesar Rp197.000.000.000,- (seratus sembilan puluh tujuh miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,85% (lima
koma delapan lima persen) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi; dan
Seri B : Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan sebesar Rp303.000.000.000,- (tiga ratus tiga miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,40% (enam koma empat
nol persen) per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi.
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi. Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi,
terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 11 Oktober 2023, sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir bersamaan dengan tanggal
jatuh tempo masing-masing Seri Obligasi. Pelunasan Pokok Obligasi masing-masing seri akan dilakukan pada tanggal 21 Juli 2024 untuk Obligasi Seri A dan tanggal 11 Juli 2026 untuk Obligasi
Seri B. Pelunasan Pokok Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
OBLIGASI INI DIJAMIN DENGAN PIUTANG PERFORMING MILIK PERSEROAN DENGAN NILAI SEKURANG-KURANGNYA 50% (LIMA PULUH PERSEN) DARI NILAI POKOK
OBLIGASI DALAM WAKTU SELAMBAT-LAMBATNYA 30 (TIGA PULUH) HARI KALENDER SEJAK TANGGAL EMISI DENGAN MENANDATANGANI AKTA JAMINAN FIDUSIA. HAK
PEMEGANG OBLIGASI ATAS JAMINAN BERUPA PIUTANG PERFORMING MEMILIKI PERINGKAT PREFEREN DALAM HAL AKTA JAMINAN FIDUSIA TELAH DIDAFTARKAN
PADA KANTOR PENDAFTARAN FIDUSIA DALAM WAKTU SELAMBAT-LAMBATNYA 30 (TIGA PULUH) HARI KALENDER SETELAH PENANDATANGANAN AKTA JAMINAN
FIDUSIA. SEDANGKAN HAK PEMEGANG OBLIGASI ATAS OBLIGASI YANG TIDAK DIJAMIN DENGAN JAMINAN BERDASARKAN PERJANJIAN PERWALIAMANATAN ADALAH
PARI PASSU TANPA HAK PREFEREN DENGAN HAK-HAK KREDITUR PERSEROAN LAINNYA, BAIK YANG ADA SEKARANG MAUPUN YANG AKAN ADA DIKEMUDIAN
HARI, KECUALI HAK-HAK KREDITUR PERSEROAN YANG DIJAMIN SECARA KHUSUS DENGAN KEKAYAAN PERSEROAN BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN
ADA. OBLIGASI YANG TIDAK DIJAMIN DENGAN JAMINAN BERDASARKAN PERJANJIAN PERWALIAMANATAN, AKAN DIJAMIN DENGAN SELURUH HARTA KEKAYAAN
PERSEROAN BAIK BERUPA BARANG BERGERAK MAUPUN BARANG TIDAK BERGERAK, BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DIKEMUDIAN HARI SESUAI
DENGAN KETENTUAN DALAM PASAL 1131 DAN PASAL 1132 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA INDONESIA.
PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) UNTUK SEBAGIAN ATAU SELURUH OBLIGASI INI 1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN.
PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) DENGAN TUJUAN UNTUK PELUNASAN OBLIGASI ATAU DISIMPAN UNTUK KEMUDIAN DIJUAL
KEMBALI DENGAN HARGA PASAR DENGAN MEMPERHATIKAN KETENTUAN DALAM PERJANJIAN PERWALIAMANATAN DAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG
BERLAKU. KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI DAPAT DILIHAT PADA BAB I DALAM PROSPEKTUS INI.
PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI YANG DIDAFTARKAN ATAS NAMA PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (“KSEI”) DAN AKAN
DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI.
DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN ATAS OBLIGASI DARI PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA
(“PEFINDO”):
idAA
(double A)
UNTUK KETERANGAN LEBIH LANJUT TENTANG PEMERINGKATAN DAPAT DILIHAT PADA BAB I PROSPEKTUS INI.
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT YANG TIMBUL KARENA KEGAGALAN DEBITUR UNTUK MEMENUHI KEWAJIBAN KEPADA
PERSEROAN. RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI FAKTOR RISIKO DALAM PROSPEKTUS INI.
RISIKO YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM INI YANG ANTARA
PT BRI Multifinance Indonesia LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG. KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI RISIKO YANG DIHADAPI
INVESTOR PEMBELI OBLIGASI DAPAT DILIHAT PADA BAB VI PROSPEKTUS INI.
Menara BRILiaN lantai 22, 21 & 1
Jl. Gatot Subroto Kav. 64 No. 177A Pencatatan atas Obligasi yang ditawarkan ini akan dilakukan pada Bursa Efek Indonesia
Menteng Dalam, Tebet Penawaran Obligasi ini dijamin secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment)
Jakarta Selatan 12870
PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI
Telp. (021) 574 5333
(021) 5083 5000 PT BRI Danareksa Sekuritas PT BCA Sekuritas
(Terafiliasi)
Email contact.us@brifinance.co.id
Situs Web www.brifinance.co.id WALI AMANAT OBLIGASI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Terafiliasi)
Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 4 Juli 2023
Page 2
PT BRI Multifinance Indonesia (selanjutnya disebut “Perseroan”) telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Emisi Obligasi sehubungan dengan Penawaran Umum Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 (“Obligasi”) kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) di Jakarta dengan surat No. 012/BRIF-LGL/IV/2023 tanggal 4 April 2023, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan Undang- Undang No. 8 tahun 1995 tanggal 10 November 1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995, Tambahan No. 3608 beserta peraturan-peraturan pelaksanaannya (selanjutnya disebut “UUPM” atau “Undang-Undang Pasar Modal”) dan Undang- Undang No. 4 Tahun 2023 tanggal 12 Januari 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 No. 4, Tambahan No. 6845 (selanjutnya disebut “UU P2SK”). Bahwa dalam rangka Penawaran Umum tersebut, Perseroan merencanakan untuk mencatatkan Obligasi dengan jumlah pokok sebesar Rp500.000.000.000,- (lima ratus miliar Rupiah) pada PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”) sesuai dengan Persetujuan Prinsip Pencatatan Efek Bersifat Utang No. S-03887/BEI.PP3/05-2023 tanggal 17 Mei 2023 yang dikeluarkan oleh BEI. Apabila syarat-syarat pencatatan Obligasi di BEI tidak terpenuhi, maka Penawaran Umum batal demi hukum dan pembayaran pesanan Obligasi wajib dikembalikan kepada para pemesan Obligasi sesuai ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi dan Peraturan No.IX.A.2 tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum. Sesuai dengan syarat dan ketentuan pada Peraturan OJK No. 35/POJK.05/2018 tanggal 28 Desember 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan OJK No.7/POJK.05/2022 tanggal 18 Mei 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan OJK No.35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan, Perseroan telah mendapatkan surat Pencatatan atas Rencana Penerbitan Efek melalui Penawaran Umum dari OJK berdasarkan surat No. S-305/NB.211/2023 tertanggal 27 Februari 2023. Semua Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang disebut dalam Prospektus ini bertanggung jawab sepenuhnya atas data yang disajikan sesuai dengan fungsi dan kedudukan mereka, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal, kode etik, norma, serta standar profesi masing-masing. Sehubungan dengan Penawaran Umum Obligasi ini, semua pihak, termasuk setiap pihak Afiliasi tidak diperkenankan memberikan keterangan atau membuat pernyataan apapun mengenai data atau hal-hal yang tidak diungkapkan dalam Prospektus tanpa sebelumnya memperoleh persetujuan tertulis dari Perseroan dan para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi. Para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi serta para Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum Obligasi ini tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan Perseroan, sebagaimana didefinisikan dalam UU P2SK, kecuali PT BRI Danareksa Sekuritas yang bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk selaku Wali Amanat yang terafiliasi dengan Perseroan melalui kepemilikan saham oleh Negara Republik Indonesia. Penjelasan lebih lanjut mengenai hubungan Afiliasi dapat dilihat pada Bab X dan Bab XI dalam Prospektus ini. PENAWARAN UMUM OBLIGASI INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG ATAU PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI NEGARA REPUBLIK INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR WILAYAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI, MAKA DOKUMEN TERSEBUT TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI PENAWARAN UNTUK MEMBELI OBLIGASI INI, KECUALI BILA PENAWARAN DAN PEMBELIAN OBLIGASI TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN ATAU BUKAN MERUPAKAN PELANGGARAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SERTA KETENTUAN-KETENTUAN BURSA EFEK YANG BERLAKU DI NEGARA ATAU YURISDIKSI DI LUAR INDONESIA TERSEBUT. SEMUA INFORMASI YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH PUBLIK, TELAH DIUNGKAPKAN OLEH PERSEROAN DAN TIDAK TERDAPAT LAGI INFORMASI YANG BELUM DIUNGKAPKAN SEHINGGA TIDAK MENYESATKAN PUBLIK. PERSEROAN WAJIB MENYAMPAIKAN PERINGKAT TAHUNAN ATAS OBLIGASI KEPADA OJK PALING LAMBAT 10 (SEPULUH) HARI KERJA SETELAH BERAKHIRNYA MASA BERLAKU PERINGKAT TERAKHIR SAMPAI DENGAN PERSEROAN TELAH MENYELESAIKAN SELURUH KEWAJIBAN YANG TERKAIT DENGAN OBLIGASI YANG DITERBITKAN, SEBAGAIMANA DIATUR DALAM PERATURAN OJK NO. 49/POJK.04/2020 TANGGAL 3 DESEMBER 2020 TENTANG PEMERINGKATAN EFEK BERSIFAT UTANG DAN/ATAU SUKUK.
Page 3
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ...................................................................................................................................................................................... i
DEFINISI DAN SINGKATAN. ................................................................................................................................................................ iii
RINGKASAN ...................................................................................................................................................................................... xi
I. PENAWARAN UMUM............................................................................................................................................................... 1
II. PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PENAWARAN UMUM ................................................................. 15
III. PERNYATAAN UTANG............................................................................................................................................................. 17
IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING. ............................................................................................................................... 27
V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN........................................................................................................... 31
VI. FAKTOR RISIKO . .................................................................................................................................................................... 43
VII. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN PUBLIK. ...................................................................... 49
VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA..... 51
A. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN. ................................................................................................................. 51
B. KETERANGAN SINGKAT MENGENAI PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM............................... 61
C. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN. ....................................................................................................................... 64
D. TATA KELOLA PERUSAHAAN................................................................................................................................... 68
E. SUMBER DAYA MANUSIA.......................................................................................................................................... 83
F. PERKARA-PERKARA YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN SERTA DIREKSI DAN
DEWAN KOMISARIS PERSEROAN........................................................................................................................... 93
G. KEGIATAN USAHA SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN...................................... 93
IX. PERPAJAKAN.......................................................................................................................................................................... 105
X. PENJAMIN EMISI OBLIGASI................................................................................................................................................... 107
XI. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL.................................................................................................... 109
XII. KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT............................................................................................................................. 113
XIII. TATA CARA PEMESANAN OBLIGASI.................................................................................................................................... 119
XIV. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI. ....................................... 125
XV. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM. ............................................................................................................................................ 127
XVI. LAPORAN KEUANGAN........................................................................................................................................................... 141
i
Page 4
Halaman ini sengaja dikosongkan
ii
Page 5
DEFINISI DAN SINGKATAN
Afiliasi : Berarti pihak-pihak yang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 UU P2SK yaitu:
(a) hubungan keluarga karena perkawinan sampai dengan derajat kedua, baik secara horizontal
maupun vertikal, yaitu hubungan seseorang dengan:
1. suami atau istri;
2. orang tua dari suami atau istri dan suami atau istri dari anak;
3. kakek dan nenek dari suami atau istri dan suami atau istri dari cucu;
4. saudara dari suami atau istri beserta suami atau istrinya dari saudara yang
bersangkutan; atau
5. suami atau istri dari saudara orang yang bersangkutan;
(b) hubungan keluarga karena keturunan sampai dengan derajat kedua, baik secara horizontal
maupun vertikal, yaitu hubungan seseorang dengan:
1. orang tua dan anak;
2. kakek dan nenek serta cucu; atau
3. saudara dari orang yang bersangkutan;
(c) hubungan antara pihak dengan karyawan, direktur, atau komisaris dari pihak tersebut;
(d) hubungan antara 2 (dua) atau lebih perusahaan dimana terdapat satu atau lebih anggota
direksi, pengurus, dewan komisaris, atau pengawas yang sama;
(e) hubungan antara perusahaan dan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, dengan cara
apapun, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan atau pihak tersebut dalam
menentukan pengelolaan dan/atau kebijakan perusahaan atau pihak dimaksud;
(f) hubungan antara 2 (dua) atau lebih perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun
tidak langsung, dengan cara apa pun, dalam menentukan pengelolaan dan/atau kebijakan
perusahaan oleh pihak yang sama; atau
(g) hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama yaitu pihak yang secara
langsung maupun tidak langsung memiliki paling kurang 20% (dua puluh persen) saham
yang mempunyai hak suara dari perusahaan tersebut.
Agen Pembayaran : Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”), yang membuat Perjanjian Agen
Pembayaran dengan Perseroan, yang berkewajiban membantu melaksanakan pembayaran
Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi termasuk Denda (jika ada) serta pembayaran
manfaat lain atas Obligasi (jika ada) kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening
untuk dan atas nama Perseroan sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Agen Pembayaran,
dengan memperhatikan ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
Akuntan Publik : Berarti seseorang yang telah memperoleh izin untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam
ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai Akuntan Publik dan terdaftar di OJK.
Bank Kustodian : Berarti bank umum yang telah memperoleh persetujuan dari OJK untuk menjalankan kegiatan
usaha sebagai Kustodian sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal.
Bunga Obligasi : Berarti tingkat Bunga Obligasi per tahun untuk masing-masing Seri Obligasi yang harus dibayar
oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi kecuali Obligasi yang dimiliki Perseroan. Tingkat
Bunga Obligasi masing-masing Seri Obligasi sebagai berikut:
a. Bunga Obligasi Seri A dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,85% (lima koma delapan lima
persen) per tahun; dan
b. Bunga Obligasi Seri B dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,40% (enam koma empat nol
persen) per tahun.
Bunga Obligasi masing-masing Seri Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan terhitung sejak
Tanggal Emisi sesuai dengan Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi. Tingkat Bunga Obligasi
masing-masing Seri Obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang
dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga
ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender.
ii
iii
Page 6
Bursa Efek : Berarti penyelenggara pasar di pasar modal untuk transaksi bursa sebagaimana didefinisikan
dalam UU P2SK, yang dalam hal ini adalah PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”), berkedudukan di
Jakarta Selatan.
Daftar Pemegang : Berarti daftar yang dikeluarkan oleh KSEI yang memuat keterangan tentang kepemilikan Obligasi
Rekening Obligasi oleh Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening di KSEI yang memuat keterangan antara
lain: nama, jumlah kepemilikan Obligasi, status pajak dan kewarganegaraan Pemegang Obligasi
berdasarkan data yang diberikan oleh Pemegang Rekening kepada KSEI.
Denda : Berarti sejumlah dana yang wajib dibayar oleh Perseroan akibat adanya keterlambatan kewajiban
pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Pokok Obligasi yaitu sebesar 1% (satu persen) per tahun
di atas tingkat Bunga Obligasi masing-masing Seri Obligasi dari jumlah dana yang terlambat
dibayar, yang dihitung secara harian, sejak hari keterlambatan sampai dengan dibayar lunas
suatu kewajiban yang harus dibayar berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, dengan ketentuan
1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah
30 (tiga puluh) Hari Kalender.
Dokumen Emisi : Berarti Perjanjian Perwaliamanatan, Pengakuan Utang, Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi,
Perjanjian Agen Pembayaran, Perjanjian Pendaftaran Efek Bersifat Utang Di KSEI, Persetujuan
Prinsip Pencatatan Efek, dan Prospektus, serta dokumen-dokumen lainnya yang dibuat dalam
rangka Penawaran Umum sebagaimana disyaratkan dalam POJK No. 7/2017.
Efek : Berarti surat berharga atau kontrak investasi baik dalam bentuk konvensional dan digital atau
bentuk lain sesuai dengan perkembangan teknologi yang memberikan hak kepada pemiliknya
untuk secara langsung maupun tidak langsung memperoleh manfaat ekonomis dari penerbit atau
dari pihak tertentu berdasarkan perjanjian dan setiap Derivarif atas Efek, yang dapat dialihkan
dan/atau diperdagangkan di Pasar Modal.
Efektif : Berarti terpenuhinya seluruh persyaratan Pernyataan Pendaftaran sesuai ketentuan Pasal 74
UUPM yang telah diubah pada UU P2SK, yaitu Pernyataan Pendaftaran menjadi efektif pada
Hari Kerja ke-20 (kedua puluh) sejak diterimanya Pernyataan Pendaftaran secara lengkap atau
pada tanggal yang lebih awal jika dinyatakan efektif oleh OJK sebagaimana dimaksud dalam
Undang-undang Pasar Modal.
Emisi : Berarti suatu penerbitan Obligasi untuk ditawarkan atau dijual dan diperdagangkan kepada
Masyarakat melalui Penawaran Umum yang dilakukan oleh Perseroan.
Hari Bursa : Berarti hari-hari dimana Bursa Efek Indonesia melakukan aktivitas transaksi perdagangan Efek
menurut peraturan perundang-undangan di Negara Republik Indonesia yang berlaku dan
ketentuan-ketentuan Bursa Efek Indonesia.
Hari Kalender : Berarti setiap hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan Gregorius Calendar tanpa kecuali,
termasuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional yang sewaktu-waktu ditetapkan oleh
Pemerintah Republik Indonesia.
Hari Kerja : Berarti hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari libur nasional yang ditetapkan oleh
Pemerintah Republik Indonesia atau Hari Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu
ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai bukan Hari Kerja biasa.
IAPI : Berarti Institut Akuntan Publik Indonesia.
iii
iv
Page 7
Jaminan : Berarti jaminan yang diberikan dalam rangka Penawaran Umum Obligasi berupa piutang
performing milik Perseroan dengan nilai sekurang-kurangnya 50% (lima puluh persen) dari nilai
Pokok Obligasi dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender sejak Tanggal
Emisi dengan menandatangani akta jaminan fidusia. Hak Pemegang Obligasi atas jaminan
berupa piutang performing memiliki peringkat preferen dalam hal akta jaminan fidusia telah
didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Fidusia dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh)
Hari Kalender setelah penandatanganan akta jaminan fidusia. Sedangkan hak Pemegang
Obligasi atas Obligasi yang tidak dijamin dengan Jaminan berdasarkan Perjanjian
Perwaliamanatan adalah pari passu tanpa hak preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan
lainnya, baik yang ada sekarang maupun yang akan ada dikemudian hari, kecuali hak-hak
kreditur Perseroan yang dijamin secara khusus dengan kekayaan Perseroan baik yang telah ada
maupun yang akan ada. Obligasi yang tidak dijamin dengan Jaminan berdasarkan Perjanjian
Perwaliamanatan, akan dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan baik berupa barang
bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada dikemudian
hari sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan pasal 1132 Kitab Undang-Undang Hukum
Perdata Indonesia. Uraian lebih lanjut mengenai Jaminan dapat dilihat dalam Prospektus pada
Bab I Penawaran Umum.
Jumlah Terutang : Berarti jumlah uang yang harus dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi berdasarkan
Perjanjian Perwaliamanatan serta perjanjian-perjanjian lainnya yang berhubungan dengan Emisi
ini, termasuk tetapi tidak terbatas pada Pokok Obligasi, Bunga Obligasi serta Denda (jika ada)
yang terhutang dari waktu ke waktu.
Kesanggupan Penuh : Berarti bagian penjaminan dari Penjamin Emisi Efek dalam Penawaran Umum ini berdasarkan
(Full Commitment) mana Penjamin Emisi Efek berjanji dan mengikatkan diri akan menawarkan dan menjual Obligasi
kepada Masyarakat pada pasar perdana dan wajib membeli sisa Obligasi yang tidak habis terjual
sesuai dengan bagian penjaminan dari masing-masing Penjamin Emisi Efek pada tanggal
penutupan masa Penawaran Umum, berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian
Penjaminan Emisi Obligasi.
Konfirmasi Tertulis : Berarti konfirmasi tertulis dan/atau laporan saldo Obligasi dalam Rekening Efek yang diterbitkan
oleh KSEI atau Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan Rekening Efek dan
konfirmasi tersebut menjadi dasar bagi Pemegang Obligasi untuk mendapatkan pembayaran
Bunga Obligasi, pelunasan Pokok Obligasi dan hak-hak lain yang berkaitan dengan Obligasi.
Konfirmasi Tertulis Untuk : Berarti surat konfirmasi kepemilikan Obligasi yang diterbitkan oleh KSEI kepada Pemegang
RUPO (KTUR) Obligasi melalui Pemegang Rekening, khusus untuk menghadiri RUPO atau meminta
diselenggarakan RUPO, dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan KSEI.
Konsultan Hukum : Berarti ahli hukum yang memberikan pendapat hukum kepada Pihak lain dan terdaftar di OJK,
dalam hal ini Warens & Partners.
KSEI : Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, yang
menjalankan kegiatan usaha sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sebagaimana
didefinisikan dalam Undang-Undang Pasar Modal, yang dalam Emisi ini bertugas sebagai Agen
Pembayaran berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran dan mengadministrasikan Obligasi
berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Efek Bersifat Utang di KSEI.
Kustodian : Berarti pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek,
harta yang berkaitan dengan portofolio investasi kolektif, serta jasa lain, termasuk menerima
dividen, bunga, dan hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, serta mewakili pemegang rekening
yang menjadi nasabahnya sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Pasar Modal, yang
meliputi KSEI, Perusahaan Efek, dan Bank Kustodian.
Manajer Penjatahan : Berarti PT BCA Sekuritas yang bertanggung jawab atas penjatahan Obligasi yang ditawarkan
sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan dalam Peraturan No. IX.A.7.
iv
v
Page 8
Masa Penawaran : Berarti jangka waktu bagi Masyarakat untuk dapat mengajukan pemesanan Obligasi
sebagaimana diatur dalam Prospektus dan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi yaitu paling
kurang 1 (satu) Hari Kerja dan paling lama 5 (lima) Hari Kerja. Dalam hal terjadi penghentian
perdagangan Efek di BEI selama paling kurang 1 (satu) Hari Bursa dalam masa Penawaran
Umum, maka Perseroan dapat melakukan perpanjangan masa Penawaran Umum untuk periode
yang sama dengan masa penghentian perdagangan Efek dimaksud, sebagaimana diatur pada
Angka 5 huruf d Peraturan No. IX.A.2.
Masyarakat : Berarti perorangan, baik Warga Negara Indonesia maupun Warga Negara Asing dan/atau badan
hukum, baik badan hukum Indonesia maupun badan hukum asing yang bertempat
tinggal/berkedudukan di Indonesia maupun bertempat tinggal/berkedudukan di luar negeri.
Menkumham : Berarti singkatan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dahulu
merupakan Menteri Kehakiman atau Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia.
Obligasi : Berarti surat berharga bersifat hutang, dengan nama Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 yang
dikeluarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Penawaran Umum dan
dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi, dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dan
didaftarkan di KSEI, dalam jumlah pokok sebesar Rp500.000.000.000,- (lima ratus miliar Rupiah)
dengan tingkat bunga tetap, yang terbagi dalam 2 (dua) seri dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan sebesar Rp197.000.000.000,- (seratus
sembilan puluh tujuh miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,85% (lima
koma delapan lima persen) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari
Kalender sejak Tanggal Emisi; dan
b. Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan sebesar Rp303.000.000.000,- (tiga ratus
tiga miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,40% (enam koma empat nol
persen) per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi.
Jumlah Pokok Obligasi dapat berkurang sehubungan dengan pelunasan Pokok Obligasi masing-
masing Seri Obligasi dan/atau pelaksanaan pembelian kembali sebagai pelunasan Obligasi
sebagaimana dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi sesuai dengan ketentuan Pasal 5
Perjanjian Perwaliamanatan.
Otoritas Jasa Keuangan : Berarti lembaga negara yang independen yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang
atau OJK pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang-
Undang No. 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana diubah dengan UU
P2SK.
Pasar Modal : Berarti bagian dari Sistem Keuangan yang berkaitan dengan kegiatan:
a. Penawaran umum dan transaksi Efek;
b. Pengelolaan investasi;
c. Emiten dan Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya; dan
d. lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek,
sebagaimana dimaksud dalam undang-undang mengenai Pasar Modal.
Pefindo : Berarti PT Pemeringkat Efek Indonesia.
Pemegang Obligasi : Berarti Masyarakat yang menanamkan dananya ke dalam Obligasi dan memiliki manfaat atas
sebagian atau seluruh Obligasi yang terdiri dari:
1. Pemegang Rekening yang melakukan investasi langsung atas Obligasi; dan/atau
2. Masyarakat di luar Pemegang Rekening yang melakukan investasi atas Obligasi melalui
Pemegang Rekening.
Pemegang Rekening : Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek di KSEI yang meliputi Bank
Kustodian dan/atau Perusahaan Efek dan/atau pihak lain disetujui oleh KSEI dengan
memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
v
vi
Page 9
Pemeringkat : Berarti Pihak yang melakukan kegiatan usaha pemeringkatan atas:
a. suatu Efek; dan/atau
b. Pihak tertentu yang melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal,
sebagaimana di definisikan dalam Undang-Undang Pasar Modal, merupakan perusahaan
pemeringkat efek yang terdaftar di OJK, dalam hal ini PT Pemeringkat Efek Indonesia.
Pemerintah : Berarti Pemerintah Negara Republik Indonesia.
Penawaran Awal : Berarti ajakan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan Prospektus
(Bookbuilding) Awal yang antara lain bertujuan untuk mengetahui minat calon pembeli atas Obligasi yang akan
ditawarkan dan perkiraan tingkat Bunga Obligasi yang ditawarkan.
Penawaran Umum : Berarti kegiatan Penawaran Umum atas Obligasi dengan nama Obligasi II BRI Finance Tahun
2023, yang diterbitkan dan ditawarkan dengan Pokok Obligasi sebesar Rp500.000.000.000 (lima
ratus miliar Rupiah).
Pengakuan Utang : Berarti akta yang memuat pengakuan dari Perseroan atas keadaan berutangnya atas Obligasi
yang dimuat dalam Akta Pengakuan Utang Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 No. 32 tanggal
22 Juni 2023 yang dibuat di hadapan Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta.
Penitipan Kolektif : Berarti jasa penitipan atas Efek dan/atau dana yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu pihak
yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang
Pasar Modal.
Penjamin Emisi Obligasi : Berarti pihak-pihak yang membuat kontrak dengan Perseroan untuk menjamin Penawaran Umum
Obligasi atas nama Perseroan dengan kewajiban untuk membeli sisa Obligasi yang tidak terjual
dan melakukan pembayaran kepada Perseroan berdasarkan Perjanjian Penjaminan Emisi
Obligasi, yang dalam hal ini adalah PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT BCA Sekuritas sesuai
dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi.
Penjamin Pelaksana : Berarti pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan Penawaran Umum Obligasi sesuai
Emisi Obligasi dengan ketentuan Undang-Undang Pasar Modal, yang dalam hal ini adalah PT BCA Sekuritas
dan PT BRI Danareksa Sekuritas, sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam
Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi.
Peraturan No. IX.A.2 : Berarti Peraturan Bapepam dan LK No.IX.A.2 Lampiran atas Keputusan Ketua Bapepam dan LK
No.Kep-122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009 tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka
Penawaran Umum.
Peraturan No. IX.A.7 : Berarti Peraturan Bapepam dan LK No.IX.A.7 Lampiran atas Keputusan Ketua Bapepam dan LK
No.Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang Pemesanan dan Penjatahan Efek
Dalam Penawaran Umum.
Perjanjian Agen : Berarti perjanjian antara Perseroan dan KSEI perihal pelaksanaan pembayaran Bunga Obligasi,
Pembayaran pelunasan Pokok Obligasi serta pembayaran Denda (jika ada) serta pembayaran manfaat lain
atas Obligasi (jika ada) sebagaimana dimuat dalam Akta Perjanjian Agen Pembayaran Obligasi
II BRI Finance Tahun 2023 No. 46 tanggal 29 Maret 2023 dibuat dihadapan Arry Supratno, S.H.,
Notaris di Jakarta.
Perjanjian Pendaftaran : Berarti perjanjian yang dibuat antara Perseroan dan KSEI perihal pendaftaran Obligasi di KSEI
Efek Bersifat Utang di Nomor: SP-028/OBL/KSEI/0223, tanggal 29 Maret 2023 yang dibuat dibawah tangan bermeterai
KSEI cukup.
Perjanjian Penjaminan : Berarti Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 No. 02 tertanggal
Emisi Obligasi 3 April 2023, sebagaimana diubah dengan Akta Addendum Perjanjian Penjaminan Emisi Efek
Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 No. 06 tanggal 8 Mei 2023,Akta Addendum I Perjanjian
Penjaminan Emisi Efek Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 No. 34 tanggal 30 Mei 2023 dan Akta
Addendum II Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 No. 31
tanggal 22 Juni 2023, yang seluruhnya dibuat di hadapan Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta.
vi
vii
Page 10
Perjanjian : Berarti Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 No. 01 tertanggal
Perwaliamanatan 3 April 2023, sebagaimana diubah dengan Akta Addendum Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi
II BRI Finance Tahun 2023 No. 05 tanggal 8 Mei 2023,Akta Addendum I Perjanjian
Perwaliamanatan Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 No. 33 tanggal 30 Mei 2023 dan Akta
Addendum II Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 No. 30 tanggal 22
Juni 2023, yang seluruhnya dibuat di hadapan Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta.
Pernyataan Efektif : Berarti Pernyataan yang diberikan oleh OJK yang menyatakan bahwa Pernyataan Pendaftaran
menjadi Efektif sehingga Perseroan melalui Penjamin Emisi Obligasi berhak menawarkan dan
menjual Obligasi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
Pernyataan Pendaftaran : Berarti dokumen yang wajib disampaikan kepada OJK oleh Perseroan dalam rangka Penawaran
Umum, dengan memperhatikan Peraturan di sektor Pasar Modal termasuk POJK No.7/2017 dan
Peraturan IX.A.2.
Perseroan atau BRI : Berarti badan hukum yang akan melakukan Emisi yang dalam hal ini adalah PT BRI Multifinance
Finance atau BRIF Indonesia, berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta Selatan, suatu perseroan terbatas yang
didirikan menurut dan berdasarkan hukum dan Undang-Undang Negara Republik Indonesia.
Persetujuan Prinsip : Berarti Persetujuan Prinsip No. S-03887/BEI.PP3/05-2023 tertanggal 17 Mei 2023 yang
Pencatatan Efek dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia sehubungan dengan permohonan pencatatan Obligasi.
Perusahaan Afiliasi : Berarti badan atau badan hukum yang mempunyai hubungan Afiliasi karena:
Negara Republik a. kepemilikan atau penyertaan modal Negara Republik Indonesia baik langsung maupun tidak
Indonesia langsung; atau
b. dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung oleh Pemerintah Republik Indonesia;
tidak termasuk perusahaan anak Perseroan.
Perusahaan Efek : Berarti pihak yang melakukan kegiatan sebagai sebagai Penjamin Emisi Efek dan/atau Perantara
Pedagang Efek atau Manajer Investasi sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar
Modal juncto UU P2SK.
Pihak : Berarti orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau kelompok yang
terorganisasi.
POJK No. 7/2017 : Berarti Peraturan OJK No. 7/POJK.04/2017 tanggal 14 Maret 2017 tentang Dokumen Pernyataan
Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang,
dan/atau Sukuk.
POJK No. 9/2017 : Berarti Peraturan OJK No. 9/POJK.04/2017 tanggal 14 Maret 2017 tentang Bentuk dan Isi
Prospektus dan Prospektus Ringkas dalam rangka Penawaran Umum Efek Bersifat Utang.
POJK No. 19/2020 : Berarti Peraturan OJK No. 19/POJK.04/2020 tanggal 23 April 2020 tentang Bank Umum Yang
Melakukan Kegiatan Sebagai Wali Amanat.
POJK No. 20/2020 : Berarti Peraturan OJK No. 20/POJK.04/2020 tanggal 23 April 2020 tentang Kontrak
Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.
POJK No. 23/2017 : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 23/POJK.04/2017 tanggal 21 Juni 2017 tentang
Prospektus Awal dan Info Memo, yang diundangkan pada tanggal 22 Juni 2017.
POJK No. 30/2015 : Berarti Peraturan OJK No. 30/POJK.04/2015 tanggal 22 Desember 2015 tentang Laporan
Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.
POJK No. 33/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Direksi dan
Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
POJK No. 34/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Komite Nominasi
dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik.
vii
viii
Page 11
POJK No. 35/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Sekretaris
Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.
POJK No. 35/2018 : Berarti Peraturan OJK No. 35/POJK.05/2018 tanggal 28 Desember 2018 tentang
Penyelenggaraan Perusahaan Pembiayaan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan OJK
No.7/POJK.05/2022 tanggal 18 Mei 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan OJK
No.35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan.
POJK No. 42/2020 : Berarti Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 2 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan.
POJK No. 44/2020 : Berarti Peraturan OJK No. 44/POJK.04/2020 tanggal 2 September 2020 tentang Penerapan
Manajemen Risiko Bagi Lembaga Jasa Keuangan Nonbank.
POJK No. 49/2020 : Berarti Peraturan OJK No. 49/POJK.04/2020 tanggal 11 Desember 2020 tentang Pemeringkatan
Efek Bersifat Utang Dan/Atau Sukuk.
POJK No. 55/2015 : Berarti Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015 tanggal 29 Desember 2015 tentang Pembentukan
dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.
POJK No. 56/2015 : Berarti Peraturan OJK No. 56/POJK.04/2015 tanggal 29 Desember 2015 tentang Pembentukan
dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal.
Pokok Obligasi : Berarti jumlah pokok pinjaman Perseroan kepada Pemegang Obligasi berdasarkan Obligasi yang
terutang dari waktu ke waktu, yang pada Tanggal Emisi sebesar Rp500.000.000.000,- (lima ratus
miliar Rupiah) terbagi dalam 2 (dua) seri, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan sebesar Rp197.000.000.000,- (seratus
sembilan puluh tujuh miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,85% (lima koma
delapan lima persen) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender
sejak Tanggal Emisi; dan
b. Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan sebesar Rp303.000.000.000,- (tiga ratus tiga
miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,40% (enam koma empat nol persen) per
tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi.
Jumlah Pokok Obligasi dapat berkurang sehubungan dengan pelunasan Pokok Obligasi masing-
masing Seri Obligasi dan/atau pelaksanaan pembelian kembali sebagai pelunasan Obligasi
sebagaimana dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi, sesuai dengan ketentuan dalam
Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan.
Prospektus : Berarti dokumen tertulis yang memuat informasi Emiten dan informasi lain sehubungan dengan
Penawaran Umum dengan tujuan agar Pihak lain membeli Obligasi, yang wajib disusun sesuai
dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan di sektor Pasar Modal termasuk POJK
No. 9/2017.
Prospektus Awal : Berarti dokumen tertulis dalam rangka Penawaran Umum dengan tujuan agar pihak lain membeli
Obligasi yang memuat seluruh informasi dalam Prospektus yang disampaikan kepada Otoritas
Jasa Keuangan sebagai bagian dari Pernyataan Pendaftaran kecuali informasi mengenai
penjaminan Emisi, tingkat suku bunga Obligasi atau hal-hal lain yang berhubungan dengan
persyaratan Penawaran Umum yang belum dapat ditentukan, sesuai dengan POJK No. 23/2017,
dengan memperhatikan Peraturan No. IX.A.2.
Prospektus Ringkas : Berarti ringkasan dari isi Prospektus Awal sebagaimana diatur dalam POJK No. 9/2017.
Rekening Efek : Berarti rekening yang memuat catatan posisi Obligasi dan/atau dana milik Pemegang Obligasi
yang diadministrasikan oleh KSEI, Bank Kustodian atau Perusahaan Efek berdasarkan perjanjian
pembukaan Rekening Efek yang ditandatangani dengan Pemegang Obligasi.
RUPO : Berarti Rapat Umum Pemegang Obligasi sebagaimana diatur dalam Pasal 10 Perjanjian
Perwaliamanatan.
viii
ix
Page 12
Satuan Pemindahbukuan : Berarti satuan jumlah Obligasi yang dapat dipindahbukukan dari satu Rekening Efek ke Rekening
Efek lainnya, yaitu senilai Rp1,- (satu Rupiah) atau kelipatannya.
Satuan Perdagangan : Berarti satuan jumlah Obligasi yang diperdagangkan, yaitu senilai Rp5.000.000,- (lima juta
Rupiah) dan/atau kelipatannya, atau sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagaimana
ditentukan dalam peraturan BEI.
Sertifikat Jumbo Obligasi : Berarti bukti penerbitan Obligasi yang disimpan dalam Penitipan Kolektif di KSEI yang diterbitkan
oleh Perseroan atas nama atau tercatat atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi
melalui Pemegang Rekening.
Tanggal Distribusi : Berarti tanggal penyerahan Sertifikat Jumbo Obligasi hasil Penawaran Umum kepada KSEI yang
merupakan tanggal distribusi Obligasi yang dilakukan secara elektronik, paling lambat 2 (dua)
Hari Kerja terhitung setelah Tanggal Penjatahan kepada Pemegang Obligasi, yaitu tanggal 11
Juli 2023.
Tanggal Emisi : Berarti Tanggal Pembayaran hasil Emisi dari Penjamin Pelaksana Emisi Efek kepada Perseroan,
yang merupakan tanggal penerbitan Obligasi, yaitu tanggal 11 Juli 2023.
Tanggal Pelunasan : Berarti tanggal jatuh tempo Pokok Obligasi masing-masing Seri Obligasi yang wajib dibayar oleh
Pokok Obligasi Perseroan berdasarkan Daftar Pemegang Rekening melalui Agen Pembayaran, dengan
memperhatikan ketentuan dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan dan Prospektus.
Tanggal Pembayaran : Berarti tanggal pembayaran seluruh nilai Pokok Obligasi kepada Perseroan yang disetor oleh
Penjamin Emisi Obligasi (in good funds) yang merupakan tanggal yang sama dengan Tanggal
Emisi, yaitu tanggal 11 Juli 2023.
Tanggal Pembayaran : Berarti tanggal-tanggal saat Bunga Obligasi masing-masing Seri Obligasi menjadi jatuh tempo
Bunga Obligasi dan wajib dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi yang namanya tercantum dalam
Daftar Pemegang Rekening melalui Agen Pembayaran dan dengan memperhatikan ketentuan
dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan Prospektus.
Tanggal Penjatahan : Berarti tanggal dilakukannya penjatahan Obligasi, yaitu tanggal 7 Juli 2023.
Undang-Undang Pasar : Berarti Undang-Undang Republik Indonesia No.8 Tahun 1995 tanggal 10 November 1995 tentang
Modal atau UUPM Pasar Modal, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 No.64, Tambahan No.3608
sebagaimana diubah dengan UU P2SK.
UUPT : Berarti Undang-Undang Republik Indonesia No.40 Tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007 tentang
Perseroan Terbatas, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 No.106, Tambahan
No.4756, sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang No.6 Tahun 2023 tanggal 31
Maret 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2
Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang, Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2023 No.41, Tambahan No.6841.
UU P2SK : Berarti Undang-Undang Republik Indonesia No. 4 Tahun 2023 tanggal 12 Januari 2023 tentang
Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2023 No. 4, Tambahan No. 6845.
Wali Amanat : Berarti pihak yang mewakili kepentingan Pemegang Obligasi sebagaimana dimaksud dalam
Undang-Undang Pasar Modal yang dalam hal ini adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero)
Tbk., berkedudukan di Jakarta Pusat.
ix
x
Page 13
RINGKASAN
Ringkasan di bawah ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan keterangan yang lebih
rinci dan laporan keuangan serta catatan-catatan yang tercantum di dalam Prospektus ini. Ringkasan ini dibuat atas dasar fakta-fakta
dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting bagi Perseroan. Semua informasi keuangan Perseroan disusun dalam mata
uang Rupiah dan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
1. RIWAYAT SINGKAT
Perseroan didirikan dengan nama “PT Sari Usaha Leasing” berkedudukan di Jakarta, berdasarkan Akta pendirian No.7 tanggal
2 Agustus 1983 dibuat dihadapan Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta, dan dengan Akta Perubahan No.156 tanggal 22 November
1983 dibuat dihadapan Notaris Kartini Muljadi, S.H., nama PT Sari Usaha Leasing diubah menjadi “PT Sanwa BRI Leasing”
berkedudukan di Jakarta. Akta-akta tersebut telah memperoleh pengesahan Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No.
C2.7596-HT.01.01.TH’83 tanggal 25 November 1983, dan telah didaftarkan pada Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di
bawah No. 4265/1983 dan No. 4266/1983 tanggal 30 November 1983, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia (BNRI) No. 102 tanggal 23 Desember 1983, Tambahan No. 1079.
Akta pendirian yang didalamnya memuat anggaran dasar Perseroan telah mengalami perubahan-perubahan, termasuk perubahan-
perubahan nama Perseroan sejak pendiriannya. Perubahan terakhir nama Perseroan dari semula PT BTMU-BRI Finance menjadi
PT BRI Multifinance Indonesia disingkat BRI Finance bertempat kedudukan di Jakarta Pusat, dimuat dalam Akta No. 67 tanggal
15 September 2016 dibuat dihadapan I Gede Buda Gunamanta, S.H., Notaris berkedudukan di Jakarta Selatan, yang telah mendapat
persetujuan Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0017619.AH.01.02.Tahun 2016 tanggal 29 September 2016, dan
telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.85 tanggal 25 Oktober 2016, Tambahan No.77173.
Perubahan terakhir anggaran dasar Perseroan dimuat dalam Akta No.24 tanggal 16 Juni 2023 dibuat dihadapan Arry Supratno, S.H.,
Notaris di Jakarta, berkedudukan di Jakarta Pusat, yang telah mendapat persetujuan Menkumham berdasarkan Surat Keputusan
No.AHU-0034000.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 16 Juni 2023, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No.049 tanggal 20 Juni 2023, Tambahan No.017450/2023 (“Akta No.24 tanggal 16 Juni 2023”).
Sesuai dengan anggaran dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah dalam bidang Perusahaan Pembiayaan
Konvensional.
2. KEGIATAN USAHA DAN PROSPEK USAHA
Perseroan melaksanakan kegiatan usaha dalam bidang Perusahaan Pembiayaan Konvensional sebagai berikut:
- Menjalankan kegiatan usaha meliputi pembiayaan barang dan/atau jasa yaitu:
a. Pembiayaan Investasi yang dilakukan dengan cara:
(i) Sewa Pembiayaan;
(ii) Jual dan Sewa-Balik;
(iii) Anjak Piutang dengan Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang;
(iv) Anjak Piutang tanpa Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang;
(v) Pembelian dengan Pembayaran secara Angsuran;
(vi) Pembiayaan Proyek;
(vii) Pembiayaan Infrastruktur; dan/atau
(viii) Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan OJK.
b. Pembiayaan Modal Kerja yang dilakukan dengan cara:
(i) Jual dan Sewa-Balik;
(ii) Anjak Piutang dengan Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang;
(iii) Anjak Piutang tanpa Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang;
(iv) Fasilitas Modal usaha; dan/atau
(v) Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK.
c. Pembiayaan Multiguna yang dilakukan dengan cara:
(i) Sewa Pembiayaan;
(ii) Pembelian dengan Pembayaran secara Angsuran;
(iii) Fasilitas Dana; dan/atau
(iv) Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan dari OJK.
d. Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan OJK.
e. Sewa Operasi (operating lease); dan/atau
f. Kegiatan berbasis imbal jasa sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor
jasa keuangan.
x
xi
Page 14
Kegiatan usaha Perseroan saat ini sesuai arahan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Pemegang Saham
Pengendali adalah fokus pada pembiayaan konsumer atau pembiayaan multiguna, khususnya untuk pembiayaan kendaraan
bermotor dengan skema pembelian dengan pembayaran secara angsuran serta fasilitas dana berupa pembiayaan barang dan/atau
jasa yang disalurkan langsung kepada debitur untuk pemakaian/konsumsi debitur sendiri dengan jaminan kendaraan bermotor.
Selain itu, Perseroan juga masih melanjutkan pemberian fasilitas pembiayaan komersial yang telah menjadi core business selama ini
melalui fasilitas sewa pembiayaan (finance lease) dan jual dan sewa-balik (sale and lease-back) untuk pengadaan barang modal yang
dibutuhkan oleh debitur dalam menjalankan kegiatan usahanya, dengan fokus pada pembiayaan alat-alat transportasi dan forklift.
Dengan mempertimbangkan usaha yang dilakukan oleh Perseroan, maka kegiatan usaha utama dari Perseroan adalah bergerak
dalam bidang pembiayaan konvensional (KBLI: 64911).
Prospek Usaha
Membaiknya kondisi ekonomi Indonesia pada tahun 2022 setelah dua tahun terakhir menurun akibat pandemi COVID-19, membuat
minat beli Masyarakat terhadap barang konsumtif meningkat terutama kendaraan bermotor. Namun dari data yang dirangkum oleh
Roy Morgan Single Source Indonesia pada Juni 2022, disampaikan bahwa terdapat peningkatan yang cukup signifikan pada minat
beli Masyarakat atas kendaraan baru di kota-kota kecil, meskipun demikian minat beli dengan proporsi tertinggi masih didominasi
oleh Masyarakat kota besar.
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2023 berada pada rentang 4,42 – 5,04% (yoy). Proyeksi
tersebut terutama didorong oleh pemulihan ekonomi nasional yang terus berlangsung sejalan dengan pelonggaran pembatasan
mobilitas masyarakat. Sehingga perkembangan positif dari realisasi stimulus Pemerintah serta peningkatan permintaan dan aktivitas
bisnis masing-masing industri di triwulan III 2022 mulai terlihat naik setelah kontraksi akibat pandemi. Tingkat suku bunga BI 7-Day
Reverse Repo Rate (BI7DRRR) dipertahankan sebesar 4,25% per September 2022, dengan pertimbangan perlunya menjaga
stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah prakiraan inflasi yang tetap rendah.
Sejalan dengan rencana pertumbuhan Perseroan di tahun 2023, pembiayaan baru di semester pertama diharapkan dapat mencapai
Rp2,49 triliun pada semester pertama 2023. Perseroan memperkirakan tingkat piutang bermasalah pada semester pertama 2023
akan relatif stabil dan membaik di Desember 2023 seiring dengan perbaikan kinerja ekonomi global dan domestik. Perseroan terus
berfokus dalam memperbaiki serta mempertahankan kualitas piutang pembiayaan.
Seiring optimisme prospek penjualan industri otomotif yang membaik di tahun 2022, Perseroan semakin yakin dengan pergeseran
fokus pengembangan bisnis ke pembiayaan multiguna dalam rangka rekomposisi portofolio dengan profil risiko yang lebih
terukur. Berbagai strategi bisnis yang diterapkan Perseroan dalam mencapai target pembiayaan di tahun 2023 adalah sebagai berikut:
a. Pengembangan pembiayaan kendaraan mobil bekas dan fasilitas dana dengan menjalin kerja sama bersama showroom used
car serta pemanfaatan agen myBRIf untuk mendukung perluasan pangsa pasar pembiayaan Perseroan.
b. Peningkatan portfolio kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai bentuk komitmen Perseroan dalam
mendukung program Pemerintah.
c. Pengembangan Digital Signature dan e-Contract untuk meningkatkan pelayanan kepada debitur melalui digitalisasi.
d. Pengembangan mobile application BRI Finance (myBRIf) yang telah dimiliki sejak 2020, berfungsi sebagai sarana promosi
produk Perseroan. Rencana Perseroan akan melakukan integrasi MyBRIf dengan aplikasi induk lainnya untuk mendukung
strategi transformasi digital sebagai one stop service bagi debitur Perseroan.
e. Bentuk digitalisasi Perseroan dari sisi penjagaan kualitas piutang adalah dengan melakukan pengembangan collection
scoring.
f. Pengembangan payment gateway telah dilakukan di 2022 melalui implementasi API gateway. Dengan ini Perseroan telah
melakukan integrasi dengan aplikasi BRIMO untuk fitur pembayaran angsuran
xi
xii
Page 15
3. PENAWARAN UMUM OBLIGASI
Nama Obligasi : Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 (“Obligasi”)
Jumlah Pokok Obligasi : Sebesar Rp500.000.000.000,- (lima ratus miliar Rupiah)
Jangka Waktu, Tingkat : a. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan sebesar Rp197.000.000.000,- (seratus
Bunga dan Jatuh Tempo sembilan puluh tujuh miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,85% (lima koma
delapan lima persen) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender
sejak Tanggal Emisi; dan
b. Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan sebesar Rp303.000.000.000,- (tiga ratus tiga
miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,40% (enam koma empat nol persen) per
tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi.
Harga Penawaran : 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi
Satuan Perdagangan : Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya
Satuan Pemindahbukuan : Rp1,- (satu Rupiah) atau kelipatannya
Pembayaran Kupon : Triwulanan
Bunga
Hasil Pemeringkatan : idAA (double A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia.
Jaminan : Obligasi dijamin dengan piutang performing milik Perseroan dengan nilai sekurang-kurangnya
50% (lima puluh persen) dari nilai Pokok Obligasi dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga
puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi dengan menandatangani akta jaminan fidusia. Hak
Pemegang Obligasi atas jaminan berupa piutang performing memiliki peringkat preferen dalam
hal akta jaminan fidusia telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Fidusia dalam waktu
selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender setelah penandatanganan akta jaminan
fidusia. Sedangkan hak Pemegang Obligasi atas Obligasi yang tidak dijamin dengan Jaminan
berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan adalah pari passu tanpa hak preferen dengan hak-hak
kreditur Perseroan lainnya, baik yang ada sekarang maupun yang akan ada dikemudian hari,
kecuali hak-hak kreditur Perseroan yang dijamin secara khusus dengan kekayaan Perseroan baik
yang telah ada maupun yang akan ada. Obligasi yang tidak dijamin dengan Jaminan berdasarkan
Perjanjian Perwaliamanatan, akan dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan baik
berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan
ada dikemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan pasal 1132 Kitab Undang-
Undang Hukum Perdata Indonesia. Uraian lebih lanjut mengenai Jaminan dapat dilihat dalam
Prospektus pada Bab I Penawaran Umum.
Hak Senioritas Atas : Hak Pemegang Obligasi atas Jaminan berupa Piutang performing memiliki peringkat preferen
Utang dalam hal akta jaminan fidusia telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Fidusia. Sedangkan
hak Pemegang Obligasi atas Obligasi yang tidak dijamin dengan Jaminan berdasarkan Perjanjian
Perwaliamanatan adalah pari passu tanpa hak preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan
lainnya, baik yang ada sekarang maupun yang akan ada dikemudian hari, kecuali hak-hak
kreditur Perseroan yang dijamin secara khusus dengan kekayaan Perseroan baik yang telah ada
maupun yang akan ada. Obligasi yang tidak dijamin dengan Jaminan berdasarkan Perjanjian
Perwaliamanatan, akan dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan baik berupa barang
bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada dikemudian
hari sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan Pasal 1132 Kitab Undang-undang Hukum
Perdata Indonesia. Dalam hal terjadi kondisi gagal bayar, Pemegang Obligasi berhak atas
Jaminan secara proporsional berdasarkan besarnya jumlah Obligasi yang dimilikinya.
Penyisihan Dana : Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana pelunasan Obligasi ini dengan
Pelunasan Obligasi pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil emisi sesuai dengan tujuan
(Sinking Fund) rencana penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi.
xii
xiii
Page 16
Pembelian Kembali (buy : Pembelian kembali Obligasi baru dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan.
back) Perseroan dapat melakukan pembelian kembali untuk sebagian atau seluruh Obligasi sebelum
Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi. Perseroan mempunyai hak untuk memberlakukan pembelian
kembali tersebut untuk dipergunakan sebagai pelunasan Obligasi atau disimpan untuk kemudian
dijual kembali dengan harga pasar, dengan memperhatikan ketentuan dalam Perjanjian
Perwaliamanatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pembatasan-pembatasan : Keterangan mengenai pembatasan-pembatasan dan kewajiban-kewajiban Perseroan
dan Kewajiban-kewajiban sehubungan dengan penerbitan Obligasi ini diatur sesuai dengan ketentuan yang tercantum
Perseroan (covenants) dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan diuraikan dalam Bab I Penawaran Umum.
Wali Amanat : PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
4. KETERANGAN EFEK BERSIFAT UTANG YANG BELUM DILUNASI
Sampai dengan tanggal Prospektus ini, Perseroan tercatat sebagai penerbit obligasi yang dicatatkan, sebagaimana relevan, di Bursa
Efek Indonesia (BEI), sebagai berikut:
Mata Nilai nominal Bunga per
No. Jenis Peringkat Bursa Jatuh tempo
Uang (Rp juta) tahun
1 MTN II BRI Finance Tahun 2021 idAA BEI Rp 500.000 6,40% 17-09-2024
2 Obligasi I BRI Finance Tahun 2022 idAA BEI Rp 700.000 6,95% 09-08-2025
Total 1.200.000
5. RENCANA PENGGUNAAN DANA
Seluruh dana hasil Penawaran Umum Obligasi, setelah dikurangi dengan biaya-biaya Emisi, akan dipergunakan oleh Perseroan untuk
memperkuat struktur pendanaan Perseroan berdasarkan ijin usaha dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dimana
seluruh dana akan digunakan untuk ekspansi bisnis Perseroan, yaitu untuk ekspansi pembiayaan di segmen konsumer (multiguna).
Penggunaan dana selengkapnya dapat dilihat pada Bab II Prospektus ini mengenai Penggunaan Dana yang Diperoleh dari hasil
Penawaran Umum.
6. STRUKTUR PERMODALAN DAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN
Pada tanggal Prospektus ini, struktur permodalan dan susunan kepemilikan saham Perseroan berdasarkan Akta No.31 tanggal 13
Agustus 2019 dibuat dihadapan H. Feby Rubein Hidayat, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menkumham
berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0061721.AH.02.Tahun 2019 tanggal 30 Agustus 2019, dan pemberitahuan perubahannya
telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia berdasarkan
Surat No.AHU-AH.01.03-0323609 tanggal 30 Agustus 2019, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.014
tanggal 18 Februari 2022, Tambahan No.006675 (“Akta No.31 tanggal 13 Agustus 2019”) dan Akta No. 01 tanggal 2 November
2020 dibuat dihadapan Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta, yang pemberitahuan perubahannya telah diterima dan dicatat di
dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-
0406497 tanggal 11 November 2020 (“Akta No. 01 tanggal 2 November 2020”) adalah sebagai berikut:
Nilai Nominal
Rp1.000.000 per saham Persentase
Keterangan
Jumlah Saham (%)
Jumlah Nilai Nominal (Rp)
(lembar)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar 1.000.000 1.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 449.450 449.450.000.000 99,88
2. Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI 550 550.000.000 0,12
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 450.000 450.000.000.000 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel 550.000 550.000.000.000
7. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Calon investor harus membaca ikhtisar data keuangan penting yang disajikan di bawah ini bersamaan dengan laporan keuangan
Perseroan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan 2021 beserta catatan-catatan atas laporan
keuangan tersebut, yang terdapat di bagian lain dalam Prospektus ini. Calon investor juga harus membaca Bab V mengenai Analisis
dan Pembahasan oleh Manajemen.
xiii
xiv
Page 17
Berikut ini adalah ikhtisar data keuangan penting Perseroan berdasarkan laporan keuangan auditan Perseroan tanggal 31 Desember
2022 dan 2021 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut.
Angka-angka ikhtisar data keuangan penting di bawah ini disusun berdasarkan angka-angka yang dikutip dari dan harus dibaca
dengan mengacu pada Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, serta untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan Keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, yang
seluruhnya tercantum dalam Prospektus ini dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (firma
anggota dari Ernst & Young Global Limited) (“KAP PSS”) berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia (“IAPI”) sebagaimana tercantum dalam laporan auditor independen No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681-3/1/V/2023 tertanggal
9 Mei 2023 dan No. 01347/2.1032/AU.1/09/1681-2/1/V/2023 tertanggal 9 Mei 2023 yang ditandatangani oleh Christophorus Alvin
Kossim (Registrasi Akuntan Publik No.AP.1681). Laporan auditor independen tersebut, yang juga tercantum dalam Prospektus ini,
menyatakan opini tanpa modifikasian dan berisi paragraf-paragraf “hal-hal lain” yang menyatakan : (i) tujuan penerbitan laporan
auditor independen, dan (ii) penerbitan kembali laporan auditor independen atas Laporan Keuangan Perseroan.
RINGKASAN LAPORAN POSISI KEUANGAN
(dalam ribuan Rupiah)
Keterangan 31 Desember
2022 2021
Jumlah Aset 7.326.310.324 5.245.064.819
Jumlah Liabilitas 6.104.679.832 4.109.905.865
Jumlah Ekuitas 1.221.630.492 1.135.158.954
RINGKASAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
(dalam ribuan Rupiah)
Keterangan 31 Desember
2022 2021
Total Pendapatan 890.589.061 612.617.301
Total Beban 776.432.914 554.518.638
Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan 114.156.147 58.098.663
Laba Tahun Berjalan 83.838.773 43.206.081
Laba Komprehensif Lain Setelah Pajak 2.632.765 5.605.710
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan 86.471.538 48.811.791
Rasio-Rasio Keuangan Penting
31 Desember
Keterangan
2022 2021
Rasio Pertumbuhan
Total Pendapatan 45,45% 24,19%
Total Beban 40,02% 15,14%
Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan 98,24% 429,14%
Laba Tahun Berjalan 94,04% 802,93%
Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan 77,15% 739,28%
Total Aset 39,68% 29,56%
Total Liabilitas 48,54% 38,76%
Total Ekuitas 7,62% 4,49%
Rasio Permodalan
Modal Disesuaikan/Aset Disesuaikan (1) 23,87% 38,14%
Rasio Rentabilitas
Laba Tahun Berjalan/ Total Pendapatan 9,43% 7,05%
Laba Tahun Berjalan/ Total Ekuitas 6,86% 3,81%
Laba Tahun Berjalan/Total Aset 1,14% 0,82%
Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan/ Total Aset 1,54% 1,09%
Rasio Solvabilitas
Aset Lancar/ Liabilitas jangka pendek 43,70% 35,12%
Total Liabilitas/ Total Aset 83,33% 78,36%
Total Liabilitas/ Total Ekuitas 499,72% 381,12%
Gearing Ratio (1) 4,84x 3,51x
xiv
xv
Page 18
31 Desember
Keterangan
2022 2021
Kualitas Piutang Pembiayaan
Non Performing Financing Ratio – neto (1) 0,29% 0,40%
Rasio Piutang Pembiayaan (1) 88,37% 87,16%
Interest Coverage Ratio (2) 1,36x 1,28x
Debt Service Coverage Ratio (3) 0,43x 0,66x
Keterangan:
(1) Perhitungan dilakukan sesuai dengan POJK No. 35/2018 dan Surat Edaran OJK No.1/SEOJK.05/2016 tanggal 23 Februari 2016 tentang Tingkat Kesehatan
Keuangan Perusahaan Pembiayaan.
(2) Interest Coverage Ratio dihitung dari EBIT (2022: Rp427.132.878 ribu; 2021 : Rp265.444.914 ribu) dibagi dengan beban bunga tahun berjalan (2022:
Rp312.976.731 ribu; 2021 : Rp207.346.251 ribu). EBIT dihitung dari laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan (2022: Rp114.156.147 ribu; 2021 :
Rp58.098.663 ribu) ditambah beban bunga tahun berjalan (2022: Rp312.976.731 ribu; 2021 : Rp207.346.251 ribu).
(3) Debt Service Coverage Ratio dihitung dari EBITDA (2022: Rp567.114.299 ribu; 2021 : Rp369.488.591 ribu) dibagi dengan pembayaran pokok bunga atas
pinjaman diterima jangka panjang selama tahun berjalan (2022: Rp1.318.989.349 ribu; 2021 : Rp560.774.457 ribu). EBITDA dihitung dari laba sebelum beban
pajak final dan pajak penghasilan (2022: Rp114.156.147 ribu; 2021 : Rp58.098.663 ribu) ditambah dengan beban bunga tahun berjalan (2022: Rp312.976.731
ribu; 2021 : Rp207.346.251 ribu), beban depresiasi aset tetap (2022: Rp13.214.081 ribu; 2021 : Rp11.595.861 ribu), beban depresiasi aset sewa operasi (2022:
Rp111.445.974 ribu; 2021 : Rp73.945.194 ribu), amortisasi aset hak guna (2022: Rp9.334.743 ribu; 2021 : Rp12.345.036 ribu) dan amortisasi aset tak berwujud
(2022: Rp5.986.623 ribu; 2021 : Rp6.157.586 ribu).
Tingkat Pemenuhan Rasio dalam Perjanjian Utang
Uraian dan Keterangan Persyaratan Keuangan 31 Desember 2022 31 Desember 2021
Gearing Ratio (1) Sebesar-besarnya 10x 4,84 3,51
Rasio non performing loan terhadap piutang sewa
pembiayaan, tagihan anjak piutang, dan piutang Sebesar-besarnya 5,00% 2,00 2,87
pembiayaan konsumen(2)
Keterangan:
(1) Gearing Ratio : perbandingan jumlah pinjaman bank, Medium Term Notes dan obligasi dengan jumlah ekuitas yang terdiri dari modal saham, saldo laba, dan
penghasilan komprehensif lain – neto.
(2) Rasio non performing loan terhadap piutang sewa pembiayaan, tagihan anjak piutang, dan piutang pembiayaan konsumen : perbandingan jumlah piutang
menunggak > 90 hari dengan jumlah piutang sewa pembiayaan, tagihan anjak piutang, dan piutang pembiayaan konsumen.
Untuk periode pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, Perseroan telah mematuhi seluruh persyaratan penting sehubungan
dengan perjanjian dengan bank.
8. FAKTOR RISIKO
A. RISIKO UTAMA YANG MEMPUNYAI PENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA PERSEROAN
Risiko Kredit
Risiko Kredit adalah Risiko akibat kegagalan debitur dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada Perusahaan
Pembiayaan. Risiko Kredit antara lain : Risiko Konsentrasi Kredit, Counterparty Credit Risk dan Settlement Risk. Dalam rangka
pengelolaan risiko kredit tersebut, Perseroan menerapkan dua pendekatan yaitu pendekatan bisnis proses melalui pengendalian
intern dalam kegiatan operasional bisnis pembiayaan antara lain penerapan prinsip pemisahan fungsi Relationship Management dan
Credit Risk Management (RM CRM), four eyes principle, dan pendekatan kuantitatif melalui penerapan credit risk scoring.
B. RISIKO USAHA PERSEROAN YANG MATERIAL
1. Risiko Operasional
2. Risiko Pasar
3. Risiko Likuiditas
4. Risiko Hukum
5. Risiko Reputasi
6. Risiko Strategis
7. Risiko Kepatuhan
C. RISIKO UMUM
1. Risiko Bisnis
2. Risiko Non-Bisnis
xv
xvi
Page 19
D. RISIKO INVESTASI YANG BERKAITAN DENGAN OBLIGASI
Risiko yang dihadapi investor pembeli Obligasi adalah:
Risiko investasi terjadi apabila Perseroan tidak memenuhi kewajiban finansial tepat waktu. Kewajiban finansial dalam obligasi adalah
melakukan pembayaran kupon dan pokok obligasi. Perseroan dapat mengalami kendala dalam memenuhi kewajibannya, ketika
proyeksi kinerja Perseroan tidak tercapai dan arus kas Perseroan kurang baik.
9. HASIL PEMERINGKATAN
Sesuai dengan POJK No. 7/2017 dan POJK No. 49/POJK.04/2020, Perseroan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan
oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (“Pefindo”).
Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat utang jangka panjang sesuai dengan surat Pefindo No. RC-157/PEF-DIR/III/2023
tanggal 6 Maret 2023 untuk Periode 6 Maret 2023 sampai dengan 1 Maret 2024, Obligasi ini telah memperoleh peringkat:
idAA (Double A)
Peringkat tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi dari Perseroan serta Laporan Keuangan Perseroan pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro, dan Surja.
Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Pefindo yang bertindak sebagai lembaga pemeringkat.
10. PERPAJAKAN
Pajak atas penghasilan yang diperoleh dari kepemilikan Obligasi yang diterima atau diperoleh Pemegang Obligasi diperhitungkan
dan diperlakukan sesuai dengan Peraturan Perpajakan yang berlaku.
Perseroan telah memenuhi seluruh kewajiban perpajakannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan peraturan
perpajakan yang berlaku.
11. KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT
Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Bertindak sebagai Wali Amanat atau badan
yang diberi kepercayaan untuk mewakili kepentingan para Pemegang Obligasi sebagaimana ditetapkan dalam UUPM. Obligasi
diperhitungkan dan diperlakukan sesuai dengan Peraturan Perpajakan yang berlaku.
Perseroan telah memenuhi seluruh kewajiban perpajakannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan peraturan
perpajakan yang berlaku.
xvi
xvii
Page 20
Halaman ini sengaja dikosongkan
xviii
Page 21
I. PENAWARAN UMUM
PENAWARAN UMUM OBLIGASI II BRI FINANCE TAHUN 2023
JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBESAR Rp500.000.000.000,- (LIMA RATUS MILIAR RUPIAH)
(“OBLIGASI”)
Obligasi terdiri dari 2 (dua) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Seri B yang masing-masing ditawarkan sebesar 100% (seratus persen)
dari jumlah Pokok Obligasi. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama PT
Kustodian Sentral Efek Indonesia (”KSEI”). Obligasi ini memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memilih seri Obligasi yang
dikehendaki sebagai berikut:
Seri A : Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan sebesar Rp197.000.000.000,- (seratus sembilan puluh tujuh miliar
Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,85% (lima koma delapan lima persen) per tahun, berjangka waktu 370
(tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi; dan
Seri B : Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan sebesar Rp303.000.000.000,- (tiga ratus tiga miliar Rupiah) dengan
tingkat bunga tetap sebesar 6,40% (enam koma empat nol persen) per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak
Tanggal Emisi.
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi. Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan sesuai dengan Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama
akan dilakukan pada tanggal 11 Oktober 2023, sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir bersamaan dengan tanggal jatuh
tempo masing-masing Seri Obligasi. Pelunasan Pokok Obligasi masing-masing seri akan dilakukan pada tanggal 21 Juli 2024 untuk
Obligasi Seri A dan tanggal 11 Juli 2026 untuk Obligasi Seri B. Pelunasan Pokok Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment)
pada saat jatuh tempo.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
Kegiatan Usaha Utama:
Bergerak dalam Bidang Pembiayaan
Berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta Selatan, Indonesia
Kantor Pusat Jaringan Usaha
Menara BRILiaN, Lantai 22, 21, dan 1 Per 31 Desember 2022, Perseroan memiliki 1 kantor pusat,
Jl. Gatot Subroto Kav. 64 No 177A, Menteng Dalam, Tebet, 26 kantor cabang dan 182 titik captive di Kantor Cabang BRI
Jakarta Selatan 12870 yang tersebar di seluruh Indonesia
Telepon: (021) 574 5333; Faksimili: (021) 574 5444
Website: www.brifinance.co.id
Email: treasury.brif@brifinance.co.id
DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN ATAS
OBLIGASI DARI PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA (“PEFINDO”):
idAA
(double A)
UNTUK KETERANGAN LEBIH LANJUT TENTANG PEMERINGKATAN DAPAT DILIHAT PADA BAB I PROSPEKTUS INI.
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT YANG TIMBUL KARENA KEGAGALAN DEBITUR
UNTUK MEMENUHI KEWAJIBAN KEPADA PERSEROAN. RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN
PADA BAB VI FAKTOR RISIKO DALAM PROSPEKTUS INI.
RISIKO YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG
DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM INI YANG ANTARA LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN
OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG. KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI RISIKO YANG DIHADAPI
INVESTOR PEMBELI OBLIGASI DAPAT DILIHAT PADA BAB VI PROSPEKTUS INI.
Pencatatan atas Obligasi yang ditawarkan ini akan dilakukan pada Bursa Efek Indonesia
1
1
Page 22
KETERANGAN RINGKAS MENGENAI OBLIGASI
Nama Obligasi
Obligasi II BRI Finance Tahun 2023
Mata Uang Obligasi
Mata uang Obligasi ini adalah Rupiah.
Jenis Obligasi
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai
bukti utang untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening dan didaftarkan pada tanggal diserahkannya
Sertifikat Jumbo Obligasi oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis
yang diterbitkan oleh Pemegang Rekening dan diadministrasikan oleh KSEI berdasarkan perjanjian pembukaan Rekening Efek yang
ditandatangani Pemegang Obligasi dan Pemegang Rekening.
Jumlah Pokok Obligasi, Jangka Waktu, Jatuh Tempo dan Bunga Obligasi
Obligasi terdiri dari 2 (dua) seri, yaitu Obligasi Seri A dan Seri B yang masing-masing ditawarkan sebesar 100% (seratus persen) dari
jumlah Pokok Obligasi. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama PT Kustodian
Sentral Efek Indonesia (”KSEI”) dengan ketentuan sebagai berikut:
Seri A : sebesar Rp197.000.000.000,- (seratus sembilan puluh tujuh miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,85%
(lima koma delapan lima persen) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak Tanggal
Emisi;
Seri B : sebesar Rp303.000.000.000,- (tiga ratus tiga miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,40% (enam koma
empat nol persen) per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi; dan
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi. Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan sesuai dengan Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama
akan dilakukan pada tanggal 11 Oktober 2023, sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir bersamaan dengan tanggal jatuh
tempo masing-masing Seri Obligasi. Pelunasan Pokok Obligasi masing-masing seri akan dilakukan pada tanggal 21 Juli 2024 untuk
Obligasi Seri A dan tanggal 11 Juli 2026 untuk Obligasi Seri B. Pelunasan Pokok Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment)
pada saat jatuh tempo.
Bunga Obligasi ini dibayarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Agen Pembayaran pada Tanggal Pembayaran
Bunga Obligasi. Tanggal-tanggal pembayaran Bunga Obligasi adalah sebagai berikut:
Bunga Ke- Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi
Seri A Seri B
1 11 Oktober 2023 11 Oktober 2023
2 11 Januari 2024 11 Januari 2024
3 11 April 2024 11 April 2024
4 21 Juli 2024 11 Juli 2024
5 11 Oktober 2024
6 11 Januari 2025
7 11 April 2025
8 11 Juli 2025
9 11 Oktober 2025
10 11 Januari 2026
11 11 April 2026
12 11 Juli 2026
Bunga Obligasi dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat terhitung sejak Tanggal Emisi, dimana 1 (satu) bulan dihitung 30 (tiga
puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) tahun dihitung 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender.
Harga Penawaran
Obligasi ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi.
Satuan Pemindahbukuan Obligasi
Satuan Pemindahbukuan Obligasi adalah senilai Rp1,- (satu Rupiah) atau kelipatannya.
2
2
Page 23
Satuan Perdagangan Obligasi
Perdagangan Obligasi dilakukan di Bursa Efek Indonesia dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagaimana ditentukan dalam
Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00056/BEI/07-2021 perihal Perubahan Pedoman Perdagangan
Penyelenggara Pasar Alternatif Yang Disediakan Oleh PT Bursa Efek Indonesia. Satuan Perdagangan Obligasi di Bursa Efek
Indonesia dilakukan dengan nilai sebesar Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya.
Cara dan Tempat Pelunasan Pokok Obligasi dan Pembayaran Bunga Obligasi
Pelunasan Pokok Obligasi dan pembayaran Bunga Obligasi akan dilakukan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran atas nama
Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening di KSEI sesuai dengan jadwal waktu pembayaran masing-
masing sebagaimana yang telah ditentukan. Bilamana tanggal pembayaran jatuh pada hari yang bukan Hari Kerja, maka pembayaran
harus dilakukan pada Hari Kerja berikutnya.
Penarikan Obligasi
Penarikan Obligasi dari Rekening Efek hanya dapat dilakukan dengan pemindahbukuan dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek
lainnya. Penarikan Obligasi keluar dari Rekening Efek untuk dikonversikan menjadi sertifikat obligasi tidak dapat dilakukan, kecuali
apabila terjadi pembatalan pendaftaran Obligasi di KSEI atas permintaan Perseroan atau Wali Amanat dengan memperhatikan
peraturan perundang-undangan yang berlaku di Pasar Modal dan keputusan RUPO.
Pengalihan Obligasi
Hak kepemilikan Obligasi beralih dengan pemindahbukuan Obligasi dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya. Perseroan,
Wali Amanat, dan Agen Pembayaran memberlakukan Pemegang Rekening selaku Pemegang Obligasi yang sah dalam hubungannya
untuk menerima pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi dan hak-hak lain yang berhubungan dengan
Obligasi.
Hasil Pemeringkatan Obligasi
Berdasarkan POJK No.7/2017 dan POJK No.49/2020, Perseroan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh Pefindo.
Berdasarkan hasil pemeringkatan dari Pefindo atas Obligasi, sesuai dengan surat No. RC-157/PEF-DIR/III/2023 tanggal 6 Maret
2023 perihal Sertifikat Pemeringkatan atas Obligasi II Tahun 2023 PT BRI Multifinance Indonesia, hasil pemeringkatan atas Obligasi
Perseroan adalah:
idAA (double A)
Hasil pemeringkatan Obligasi diatas berlaku untuk periode 6 Maret 2023 sampai dengan 1 Maret 2024.
Lembaga Pemeringkat Efek dalam hal ini Pefindo tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan Perseroan, sebagaimana didefinisikan
dalam UU P2SK.
Perseroan wajib menyampaikan peringkat tahunan atas Obligasi kepada OJK paling lambat 10 (sepuluh) Hari Kerja setelah
berakhirnya masa berlaku peringkat terakhir sampai dengan Perseroan telah menyelesaikan seluruh kewajiban yang terkait dengan
Obligasi yang diterbitkan,sebagaimana diatur dalam POJK No. 49/2020.
Jaminan
Obligasi dijamin dengan piutang performing milik Perseroan dengan nilai sekurang-kurangnya 50% (lima puluh persen) dari nilai
Pokok Obligasi dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi dengan menandatangani akta
jaminan fidusia. Hak Pemegang Obligasi atas jaminan berupa piutang performing memiliki peringkat preferen dalam hal akta jaminan
fidusia telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Fidusia dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender setelah
penandatanganan akta jaminan fidusia. Piutang Performing yang menjadi jaminan tidak dibatasi berasal dari kegiatan usaha tertentu.
Sedangkan hak Pemegang Obligasi atas Obligasi yang tidak dijamin dengan Jaminan berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan
adalah pari passu tanpa hak preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan lainnya, baik yang ada sekarang maupun yang akan ada
dikemudian hari, kecuali hak-hak kreditur Perseroan yang dijamin secara khusus dengan kekayaan Perseroan baik yang telah ada
maupun yang akan ada. Obligasi yang tidak dijamin dengan Jaminan berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, akan dijamin dengan
seluruh harta kekayaan Perseroan baik berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang
akan ada dikemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1131 dan pasal 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
Indonesia.
Seluruh Pemegang Obligasi berhak atas Jaminan sebesar sekurang-kurangnya 50% (lima puluh persen) dari Pokok Obligasinya yang
dimilikinya. Jaminan merupakan Piutang Performing milik Perseroan, tidak terikat sebagai jaminan utang dengan pihak lain, tidak
dalam sengketa, dan tidak akan dipindahtangankan, dialihkan, dan/atau dibebankan dengan utang Perseroan lainnya. Piutang yang
menjadi Jaminan memiliki DPD max 90 hari dan harus diganti apabila piutang mengalami penurunan kualitas / kolektabilitas (DPD >
90 hari). Nilai jaminan Perseroan dimonitor oleh Wali Amanat. Jaminan akan didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Fidusia selambat-
lambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender setelah penandatanganan akta jaminan fidusia, dimana akta jaminan fidusia akan
3
3
Page 24
ditandatangani dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi. Dalam hal terjadi penggantian
atau perubahan Jaminan setelah akta jaminan fidusia didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Fidusia akan dilakukan sesuai dengan
ketentuan yang diatur dalam akta jaminan fidusia dan dikoordinasikan dengan Wali Amanat.
Hak Senioritas
Hak Pemegang Obligasi atas Jaminan berupa Piutang Performing memiliki peringkat preferen dalam hal akta jaminan fidusia telah
didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Fidusia dan telah diterbitkannya Sertifikat Jaminan Fidusia. Sedangkan hak Pemegang Obligasi
atas Obligasi yang tidak dijamin dengan Jaminan berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan adalah pari passu tanpa hak preferen
dengan hak-hak kreditur Perseroan lainnya, baik yang ada sekarang maupun yang akan ada dikemudian hari, kecuali hak-hak kreditur
Perseroan yang dijamin secara khusus dengan kekayaan Perseroan baik yang telah ada maupun yang akan ada. Obligasi yang tidak
dijamin dengan Jaminan khusus berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, akan dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan
baik berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada dikemudian hari sesuai
dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan Pasal 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdata Indonesia.
Perseroan tidak memiliki batasan untuk penambahan utang setelah penerbitan Obligasi ini.
Dalam hal terjadi kondisi gagal bayar, Pemegang Obligasi berhak atas Jaminan secara proporsional berdasarkan besarnya jumlah
Obligasi yang dimilikinya.
Penyisihan dan Pelunasan Pokok Obligasi
Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana pelunasan Pokok Obligasi dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan
penggunaan dana hasil Emisi sesuai dengan rencana penggunaan dana penerbitan Obligasi.
Pembatasan-Pembatasan dan Kewajiban-Kewajiban Perseroan
Pembatasan-Pembatasan
Sebelum dilunasinya semua Jumlah Terutang atau pengeluaran lain yang menjadi tanggung jawab Perseroan sehubungan dengan
penerbitan Obligasi, Perseroan berjanji dan mengikatkan diri bahwa:
1. Pembatasan keuangan dan pembatasan-pembatasan lain terhadap Perseroan (debt covenants) adalah sebagai berikut:
Perseroan, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Wali Amanat tidak akan melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. mengurangi modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan;
b. melakukan penggabungan dan/atau pemisahan dan/atau peleburan dan/atau pengambilalihan, yang secara material akan
mempunyai akibat yang negatif terhadap pemenuhan kewajiban Perseroan terhadap Obligasi serta tidak mempengaruhi
kemampuan Perseroan dalam melakukan pembayaran Pokok Obligasi dan/atau Bunga Obligasi;
c. melakukan kegiatan usaha selain yang disebutkan dalam Anggaran Dasar dan ijin usaha Perseroan.
2. Pemberian persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud dalam angka 1 di atas akan diberikan oleh Wali Amanat dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. permohonan persetujuan tersebut tidak akan ditolak tanpa alasan yang jelas dan wajar;
b. Wali Amanat wajib memberikan persetujuan, penolakan atau meminta tambahan data/dokumen pendukung lainnya dalam
waktu 15 (lima belas) Hari Kerja setelah permohonan persetujuan tersebut dan dokumen pendukungnya diterima secara
lengkap oleh Wali Amanat, dan jika dalam waktu 15 (lima belas) Hari Kerja tersebut Perseroan tidak menerima persetujuan,
penolakan atau permintaan tambahan data/dokumen pendukung lainnya dari Wali Amanat maka Wali Amanat dianggap telah
memberikan persetujuannya;
c. Jika Wali Amanat meminta tambahan data/dokumen pendukung lainnya, maka persetujuan atau penolakan wajib diberikan
oleh Wali Amanat dalam waktu 10 (sepuluh) Hari Kerja setelah data/dokumen pendukung lainnya tersebut diterima secara
lengkap oleh Wali Amanat dan jika dalam waktu 10 (sepuluh) Hari Kerja tersebut Perseroan tidak menerima persetujuan atau
penolakan dari Wali Amanat maka Wali Amanat dianggap telah memberikan persetujuan;
d. Wali Amanat berhak memberi persetujuan ataupun penolakan atas permintaan/usulan Perseroan, berdasarkan
pertimbangannya yang menguntungkan bagi Pemegang Obligasi dan untuk itu Wali Amanat dibebaskan dari segala tindakan
dan tuntutan oleh Pemegang Obligasi dan Perseroan atas pemberian keputusannya tersebut.
Kewajiban-Kewajiban
Perseroan berkewajiban untuk:
a. Menyetorkan dana yang diperlukan untuk pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi yang jatuh tempo
kepada Agen Pembayaran paling lambat 1 (satu) Hari Kerja (in good funds) sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi
dan/atau Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi ke rekening yang ditunjuk oleh KSEI dan menyerahkan kepada Wali Amanat fotokopi
bukti penyetoran dana tersebut pada hari yang sama.
4
4
Page 25
Apabila lewat tanggal jatuh tempo Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, Perseroan
belum menyetorkan sejumlah dana untuk pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi, maka Perseroan
harus membayar Denda atas kelalaian tersebut.
Denda yang dibayar oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang Obligasi akan dibayarkan kepada Pemegang Obligasi
secara proporsional berdasarkan besarnya Obligasi yang dimilikinya sesuai dengan ketentuan Perjanjian Agen Pembayaran.
b. Mematuhi segala ketentuan dan melakukan serta mempertahankan hal-hal yang diperlukan untuk menjaga tetap berlakunya
segala kuasa, izin dan persetujuan (baik dari Pemerintah maupun lainnya) bidang usaha utama Perseroan dan melakukan hal-
hal yang diwajibkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia sehingga Perseroan dapat secara sah menjalankan
kewajibannya berdasarkan setiap Dokumen Emisi dalam mana Perseroan menjadi salah satu pihaknya atau memastikan
keabsahan, keberlakuan dan dilaksanakannya setiap Dokumen Emisi di Republik Indonesia.
c. Menjalankan usaha-usahanya dengan sebaik-baiknya dan tidak bertentangan dengan praktik-praktik yang sesuai dengan
kegiatan usahanya serta wajib mentaati ketentuan-ketentuan yang berlaku bagi kesehatan dan usaha perusahaan pembiayaan
di Indonesia.
d. Memastikan pada setiap saat keadaan keuangan Perseroan yang tercantum dalam laporan keuangan tahunan Perseroan terakhir
yang telah diaudit atau laporan keuangan semesteran yang terakhir, yang diserahkan kepada Wali Amanat berdasarkan ketentuan
huruf i dibawah ini, harus berada dalam rasio-rasio sebagaimana diatur dalam POJK No. 35/2018 atau perubahan-perubahannya
yang berlaku dari waktu ke waktu.
e. Mematuhi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
f. Memelihara asuransi-asuransi yang telah berjalan dan berhubungan dengan kegiatan usaha dan harta kekayaan Perseroan pada
perusahaan asuransi yang mempunyai reputasi baik terhadap segala risiko yang biasa dihadapi oleh perusahaan-perusahaan
yang bergerak dalam bidang usaha yang sama dengan Perseroan.
g. Segera memberikan kepada Wali Amanat secara tertulis keterangan yang sewaktu-waktu diminta oleh Wali Amanat dengan wajar
mengenai operasi, keadaan keuangan, aktiva Perseroan dan hal lain-lain.
h. Memberikan ijin kepada Wali Amanat atau pihak yang ditunjuk oleh Wali Amanat dengan pemberitahuan secara tertulis 6 (enam)
Hari Kerja sebelumnya, untuk selama jam kerja Perseroan memasuki gedung-gedung dan halaman-halaman yang dimiliki atau
dikuasai Perseroan dan melakukan pemeriksaan atas buku-buku, ijin-ijin dan catatan keuangan Perseroan yang terkait dengan
penerbitan Obligasi sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku, dengan biaya-biaya yang disetujui terlebih
dahulu oleh Perseroan.
Wali Amanat dan/atau pihak yang ditunjuk oleh Wali Amanat wajib menjaga kerahasiaan informasi dan data yang dimuat dalam
dokumen yang diperiksa.
i. Menyampaikan kepada Wali Amanat:
1) salinan dari laporan-laporan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal yang disampaikan kepada OJK,
Bursa Efek Indonesia, atau KSEI dalam waktu selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah laporan-laporan tersebut
diserahkan kepada pihak-pihak yang disebutkan di atas;
2) salinan resmi akta-akta dan perjanjian yang dibuat sehubungan dengan penerbitan Obligasi dalam waktu selambat-lambatnya
2 (dua) Hari Kerja setelah diterimanya salinan tersebut oleh Perseroan;
3) laporan keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik yang terdaftar di OJK, yang disampaikan bersamaan dengan
penyerahan laporan ke OJK atau selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan tahunan
Perseroan;
4) laporan keuangan tengah tahunan disampaikan bersamaan dengan penyerahan laporan ke OJK;
5) laporan keuangan triwulan disampaikan bersamaan dengan penyerahan laporan ke OJK.
j. Memelihara secara konsisten sistem akuntansi dan pengawasan keuangan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK), dan memelihara buku-buku dan catatan-catatan lain yang cukup untuk menggambarkan dengan tepat
keadaan keuangan Perseroan dan hasil operasinya sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku secara umum di
Indonesia dan perundang-undangan yang berlaku.
k. Mengusahakan agar harta kekayaan yang digunakan dalam menjalankan kegiatan usahanya berada dalam keadaan baik,
memperbaikinya dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan usaha Perseroan.
l. Segera memberitahukan kepada Wali Amanat secara tertulis atas:
1) setiap kejadian atau keadaan yang dapat mempunyai pengaruh penting dan buruk atas jalannya usaha atau operasi atau
keadaan keuangan Perseroan;
2) setiap perubahan anggaran dasar, susunan Direksi dan Dewan Komisaris, susunan pemegang saham mayoritas Perseroan
dan diikuti dengan penyerahan akta-akta keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan;
3) perkara pidana, perdata, tata usaha negara dan hubungan industrial yang dihadapi oleh Perseroan yang telah memiliki
kekuatan hukum yang tetap dimana menurut anggapan Perseroan akan mempengaruhi pemenuhan kewajiban pembayaran
Perseroan kepada Pemegang Obligasi;
4) terjadinya kelalaian sebagaimana tersebut dalam Pasal 9 Perjanjian Perwaliamanatan atau setiap peristiwa yang dapat
menimbulkan kelalaian atau adanya pemberitahuan mengenai kelalaian yang diberikan oleh kreditur Perseroan;
5) setiap pelampauan dari rasio-rasio maupun ketentuan-ketentuan yang dipersyaratkan dalam POJK No. 35/2018 atau
perubahan-perubahannya yang berlaku dari waktu ke waktu dan juga keterangan-keterangan tentang setiap perubahan dalam
sifat dan/atau ruang lingkup Perseroan dan tentang setiap kejadian atau keadaan yang dapat mempunyai pengaruh penting
atau buruk atas usaha-usaha atau operasi Perseroan.
5
5
Page 26
m. Membayar kewajiban pajak atau bea lainnya yang menjadi beban Perseroan dalam menjalankan usahanya sebagaimana
mestinya.
n. Selama jangka waktu Obligasi, pemegang saham mayoritas dari seluruh saham yang telah dikeluarkan Perseroan adalah tetap
sama dengan pemegang saham mayoritas Perseroan pada saat diterbitkannya Obligasi.
o. Melakukan pemeringkatan atas Obligasi sesuai dengan POJK No. 49/2020 atau perubahan-perubahannya yang berlaku dari
waktu ke waktu, yang wajib dipatuhi oleh Perseroan sehubungan dengan pemeringkatan.
Sehubungan dengan pemeringkatan tahunan, Perseroan wajib memperoleh hasil pemeringkatan Obligasi minimal layak investasi
(investment grade), dan menyampaikan hasil pemeringkatan tahunan tersebut kepada Wali Amanat selambat-lambatnya 7 (tujuh)
Hari Kerja setelah hasil pemeringkatan tersebut diterima oleh Perseroan.
p. Menerbitkan dan menyerahkan Sertifikat Jumbo Obligasi kepada KSEI, untuk kepentingan Pemegang Obligasi sebagai bukti
pencatatan dalam daftar Pemegang Obligasi dan menyampaikan fotokopi Sertifikat Jumbo Obligasi tersebut kepada Wali Amanat.
q. Mempertahankan nilai Jaminan sekurang-kurangnya sebesar 50% (lima puluh persen) dari nilai Pokok Obligasi berupa Piutang
Performing, selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi sampai dengan dilunasinya seluruh Jumlah
Terutang.
r. Memberikan daftar Piutang Performing yang telah diperbaharui selambat-lambatnya 3 (tiga) Hari Kerja sebelum Wali Amanat
memenuhi kewajibannya sesuai Pasal 11.2. Perjanjian Perwaliamanatan.
s. Perseroan berkewajiban mengganti seluruh atau sebagian tagihan Perseroan kepada nasabah yang menjadi objek Jaminan yang
telah melewati jangka waktu selama 90 (sembilan puluh) Hari Kalender sejak berakhirnya penagihan namun tidak dibayar oleh
nasabah dengan tagihan Perseroan kepada nasabah lainnya yang nilainya setara dengan yang digantikan.
t. Perseroan tidak akan menjaminkan kembali Jaminan yang telah diberikan kepada Pemegang Obligasi kepada pihak manapun.
Kelalaian Perseroan
1. Kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan Perseroan dinyatakan lalai apabila terjadi salah satu atau lebih dari kejadian-kejadian
atau hal-hal-tersebut di bawah ini:
a. Perseroan tidak melaksanakan atau tidak mentaati ketentuan dalam kewajiban pembayaran Pokok Obligasi pada Tanggal
Pelunasan Pokok Obligasi dan/atau Bunga Obligasi pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi; atau
b. Apabila Perseroan dinyatakan lalai sehubungan dengan perjanjian utang oleh salah satu atau lebih krediturnya (cross default)
dalam jumlah utang keseluruhan melebihi 25% (dua puluh lima persen) dari ekuitas Perseroan, berdasarkan laporan tahunan
terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di OJK, dalam satu transaksi atau gabungan transaksi dalam 1
(satu) tahun berjalan, baik yang telah ada sekarang maupun yang akan ada di kemudian hari yang berakibat jumlah yang
terutang oleh Perseroan berdasarkan perjanjian utang tersebut seluruhnya menjadi dapat segera ditagih oleh kreditur yang
bersangkutan sebelum waktunya untuk membayar kembali (akselerasi pembayaran kembali), yang apabila dibayarkan akan
mempengaruhi secara material terhadap kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban yang ditentukan
dalam Perjanjian Perwaliamanatan; atau
c. Fakta mengenai Jaminan, keadaan, atau status Perseroan serta pengelolaannya tidak sesuai dengan informasi dan
keterangan yang diberikan oleh Perseroan; atau
d. Perseroan tidak melaksanakan atau tidak menaati ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan (selain huruf a dan huruf c
diatas); atau
e. Perseroan diberikan penundaan kewajiban pembayaran utang (moratorium) oleh badan peradilan yang berwenang.
2. Ketentuan mengenai pernyataan kelalaian/default, yaitu:
Dalam hal terjadi kondisi-kondisi kelalaian sebagaimana dimaksud dalam:
a. Huruf a dan huruf b angka 1 di atas, dan keadaan atau kejadian tersebut berlangsung terus menerus paling lama 14 (empat
belas) Hari Kerja, setelah diterimanya teguran tertulis dari Wali Amanat sesuai dengan kondisi kelalaian yang dilakukan, tanpa
diperbaiki/dihilangkan keadaan tersebut atau tanpa adanya upaya perbaikan untuk menghilangkan keadaan tersebut, yang
dapat disetujui dan diterima oleh Wali Amanat; atau
b. Huruf c dan d angka 1 di atas, dan keadaan atau kejadian tersebut berlangsung terus menerus dalam waktu yang ditentukan
oleh Wali Amanat dengan memperhatikan kewajaran yang berlaku umum, sebagaimana tercantum dalam teguran tertulis
Wali Amanat, paling lama 90 (sembilan puluh) Hari Kalender setelah diterimanya teguran tertulis dari Wali Amanat tanpa
diperbaiki/dihilangkan keadaan tersebut atau tanpa adanya upaya perbaikan untuk menghilangkan keadaan tersebut, yang
dapat disetujui dan diterima oleh Wali Amanat;
maka Wali Amanat berkewajiban untuk memberitahukan kejadian atau peristiwa itu kepada Pemegang Obligasi dengan cara
memuat pengumuman melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional.
Wali Amanat atas pertimbangannya sendiri dan setelah menginformasikan kepada Perseroan, berhak memanggil RUPO menurut
tata cara yang ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
Dalam RUPO tersebut, Wali Amanat akan meminta Perseroan untuk memberikan penjelasan sehubungan dengan kelalaiannya
tersebut.
6
6
Page 27
Apabila RUPO tidak dapat menerima penjelasan dan alasan Perseroan maka akan dilaksanakan RUPO berikutnya untuk
membahas langkah-langkah yang harus diambil terhadap Perseroan sehubungan dengan Obligasi.
Jika RUPO berikutnya memutuskan agar Wali Amanat melakukan penagihan kepada Perseroan, maka Obligasi sesuai dengan
keputusan RUPO menjadi jatuh tempo dan dapat dituntut pembayarannya dengan segera dan sekaligus. Wali Amanat dalam
waktu yang ditentukan dalam keputusan RUPO itu harus melakukan penagihan kepada Perseroan. Perseroan berkewajiban
melakukan pembayaran dalam waktu yang ditentukan dalam tagihan yang bersangkutan.
c. Huruf e angka 1 di atas, maka Wali Amanat berhak melakukan tindakan sebagaimana dimaksud dalam Angka 3 di bawah ini.
3. Apabila:
a. Perseroan dicabut izin usahanya oleh instansi yang berwenang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di Negara
Republik Indonesia; atau
b. Perseroan membubarkan diri melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham atau dibubarkan karena sebab apapun atau
terdapat keputusan pailit yang telah memiliki kekuatan hukum tetap; atau
c. Pengadilan atau instansi Pemerintah yang berwenang telah menyita atau mengambil alih dengan cara apapun juga semua
atau sebagian besar harta kekayaan Perseroan atau telah mengambil tindakan yang menghalangi Perseroan untuk
menjalankan sebagian besar atau seluruh usahanya sehingga mempengaruhi secara material kemampuan Perseroan untuk
memenuhi kewajiban-kewajibannya dalam Perjanjian Perwaliamanatan; atau
d. Perseroan berdasarkan perintah pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (in kracht) diharuskan membayar
sejumlah dana kepada pihak ketiga yang apabila dibayarkan akan mempengaruhi secara material terhadap kemampuan
Perseroan untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya yang ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan;
maka Wali Amanat berhak tanpa memanggil RUPO bertindak mewakili kepentingan Pemegang Obligasi dan mengambil
keputusan yang dianggap menguntungkan bagi Pemegang Obligasi dan untuk itu Wali Amanat dibebaskan dari segala tindakan
dan tuntutan oleh Pemegang Obligasi. Dalam hal ini Obligasi menjadi jatuh tempo dengan sendirinya.
Pembelian Kembali Obligasi Oleh Perseroan
1. Dalam hal Perseroan melakukan pembelian kembali Obligasi maka berlaku ketentuan sebagai berikut:
a. Pembelian kembali Obligasi ditujukan sebagai pelunasan atau disimpan untuk kemudian dijual kembali dengan harga
pasar;
b. Pelaksanaan pembelian kembali Obligasi dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia atau diluar Bursa Efek;
c. Pembelian kembali Obligasi baru dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan;
d. Pembelian kembali Obligasi tidak dapat dilakukan apabila hal tersebut mengakibatkan Perseroan tidak dapat memenuhi
ketentuan-ketentuan di dalam Perjanjian Perwaliamanatan;
e. Pembelian kembali Obligasi tidak dapat dilakukan apabila Perseroan melakukan kelalaian (wanprestasi) sebagaimana
dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan;
f. Pembelian kembali Obligasi hanya dapat dilakukan oleh Perseroan kepada pihak yang tidak ter-Afiliasi;
g. Rencana pembelian kembali Obligasi wajib dilaporkan kepada OJK oleh Perseroan paling lambat 2 (dua) Hari Kerja
sebelum pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi tersebut;
h. Pembelian kembali Obligasi, dapat dilakukan setelah pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi;
i. Rencana pembelian kembali Obligasi sebagaimana dimaksud dalam huruf g. dan pengumuman sebagaimana dimaksud
dalam huruf h. di atas, paling sedikit memuat informasi tentang:
1) periode penawaran pembelian kembali;
2) jumlah dana maksimal yang akan digunakan untuk pembelian kembali;
3) kisaran jumlah Obligasi yang akan dibeli kembali;
4) harga atau kisaran harga yang ditawarkan untuk pembelian kembali Obligasi;
5) tata cara penyelesaian transaksi;
6) persyaratan bagi Pemegang Obligasi yang mengajukan penawaran jual;
7) tata cara penyampaian penawaran jual oleh Pemegang Obligasi;
8) tata cara pembelian kembali Obligasi; dan
9) hubungan Afiliasi antara Perseroan dan Pemegang Obligasi;
j. Perseroan wajib melakukan penjatahan secara proporsional sebanding dengan partisipasi setiap pihak yang melakukan
penjualan Obligasi apabila jumlah Obligasi yang ditawarkan untuk dijual oleh Pemegang Obligasi melebihi jumlah Obligasi
yang dapat dibeli kembali;
k. Perseroan wajib menjaga kerahasian atas semua informasi mengenai penawaran jual yang telah disampaikan oleh
Pemegang Obligasi;
l. Perseroan dapat melaksanakan pembelian kembali Obligasi tanpa melakukan pengumuman sebagaimana dimaksud
dalam huruf h. di atas, dengan ketentuan:
1) Jumlah pembelian kembali tidak lebih dari 5% (lima persen) dari jumlah Obligasi untuk masing-masing Seri Obligasi
yang beredar (outstanding) dalam periode 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan;
7
7
Page 28
2) Obligasi yang dibeli kembali tersebut bukan Obligasi yang dimiliki oleh Afiliasi Perseroan tidak termasuk Obligasi yang
dimiliki Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia; dan
3) Obligasi yang dibeli kembali hanya untuk disimpan yang kemudian hari dapat dijual kembali;
dan wajib dilaporkan kepada OJK paling lambat akhir Hari Kerja ke-2 (dua) setelah terjadinya pembelian kembali Obligasi;
m. Perseroan wajib melaporkan informasi terkait pelakanaan pembelian kembali Obligasi kepada OJK dan Wali Amanat serta
mengumumkan kepada publik dalam waktu paling lambat 2 (dua) Hari Kerja setelah dilakukannya pembelian kembali
Obligasi;
n. Pembelian kembali Obligasi dilakukan dengan mendahulukan obligasi yang tidak dijamin jika terdapat lebih dari satu
obligasi yang diterbitkan Perseroan;
o. Pembelian kembali wajib dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas pembelian
kembali tersebut jika terdapat lebih dari satu obligasi yang tidak dijamin;
p. Pembelian kembali wajib mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas pembelian kembali Obligasi
tersebut jika terdapat jaminan atas seluruh obligasi; dan
q. Pembelian kembali Obligasi oleh Perseroan mengakibatkan:
1) hapusnya segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, meliputi hak menghadiri RUPO, hak suara, dan
hak memperoleh Bunga Obligasi serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali jika dimaksudkan untuk
pelunasan; atau
2) pemberhentian sementara segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, meliputi hak menghadiri
RUPO, hak suara, dan hak memperoleh Bunga Obligasi serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali, jika
dimaksudkan untuk disimpan untuk dijual kembali.
2. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada Angka 1. huruf e. dikecualikan jika telah memperoleh persetujuan RUPO.
3. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada Angka 1. huruf f. dikecualikan pada Afiliasi yang timbul karena kepemilikan atau
penyertaan modal oleh Pemerintah.
4. Pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi sebagaimana dimaksud pada Angka 1. huruf g. dan huruf h. wajib dilakukan
paling lambat 2 (dua) hari sebelum tanggal penawaran untuk pembelian kembali dimulai, dengan ketentuan bagi Perseroan
yang sahamnya tidak tercatat pada Bursa Efek paling sedikit melalui:
a. situs web Perseroan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa asing, dengan ketentuan Bahasa asing yang digunakan paling
sedikit Bahasa Inggris; dan
b. 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional.
5. Informasi yang wajib dilaporkan sebagaimana dimaksud pada Angka 1. huruf m., paling sedikit:
a. jumlah Obligasi yang telah dibeli oleh Perseroan;
b. rincian jumlah Obligasi yang telah dibeli kembali untuk pelunasan atau disimpan untuk dijual kembali;
c. harga pembelian kembali yang telah terjadi; dan
d. jumlah dana yang digunakan untuk pembelian kembali Obligasi.
Hak-Hak Pemegang Obligasi
1. Menerima pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi dari Perseroan yang dibayarkan melalui KSEI
selaku Agen Pembayaran pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi dan/atau Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang
bersangkutan. Jumlah yang wajib dibayarkan oleh Perseroan pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi adalah dengan harga
yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi pada
Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi.
2. Pemegang Obligasi yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar
Pemegang Rekening pada 3 (tiga) Hari Kerja sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi kecuali ditentukan lain oleh KSEI
sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi dalam waktu 3 (tiga) Hari Kerja
sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, pembeli Obligasi yang menerima pengalihan Obligasi tersebut tidak berhak
atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang bersangkutan, kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan
ketentuan KSEI yang berlaku.
3. Apabila Perseroan tidak menyediakan dana secukupnya untuk pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi
setelah lewat Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi atau Tanggal Pelunasan Obligasi, maka Perseroan harus membayar Denda
atas kelalaian membayar jumlah Pokok Obligasi dan/atau Bunga Obligasi tersebut. Denda tersebut dihitung secara harian
berdasarkan jumlah hari yang terlewat yaitu 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan
adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender. Denda yang dibayar oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang Obligasi oleh Agen
Pembayaran akan diberikan kepada Pemegang Obligasi secara proporsional berdasarkan besarnya Obligasi yang dimilikinya.
8
8
Page 29
4. Pemegang Obligasi baik sendiri maupun secara bersama-sama yang mewakili paling sedikit lebih dari 20% (dua puluh persen)
dari jumlah Obligasi yang belum dilunasi termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara
Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan, dapat mengajukan
permintaan tertulis kepada Wali Amanat untuk diselenggarakan RUPO dengan melampirkan asli KTUR. Permintaan tertulis
dimaksud harus memuat acara yang diminta, dengan ketentuan sejak diterbitkannya KTUR tersebut, Obligasi yang dimiliki oleh
Pemegang Obligasi yang mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat akan dibekukan oleh KSEI sejumlah Obligasi
yang tercantum dalam KTUR tersebut. Pencabutan pembekuan oleh KSEI tersebut hanya dapat dilakukan setelah mendapat
persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat.
5. Setiap jumlah Pokok Obligasi sebesar Rp 1,- (satu Rupiah) berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO, dengan demikian
setiap Pemegang Obligasi dalam RUPO mempunyai hak untuk hadir dalam RUPO dan berhak untuk mengeluarkan suara
sejumlah Obligasi yang dimilikinya dengan memperhatikan Tata Cara RUPO sebagaimana diungkapkan pada subbab Rapat
Umum Pemegang Obligasi dibawah ini. Suara dikeluarkan dengan tertulis dan ditandatangani dengen menyebutkan Nomor
KTUR, kecuali Wali Amanat memutuskan lain. Hak suara yang dikeluarkan oleh Pemegang Obligasi, baik sendiri maupun
diwakili berdasarkan surat kuasa wajib sesuai dengan jumlah Pokok Obligasi yang dimilikinya.
Syarat-Syarat Obligasi
Perseroan berjanji dan mengikat diri pada Wali Amanat, baik pada Wali Amanat untuk diri Wali Amanat sendiri maupun kepada Wali
Amanat sebagai kuasa Pemegang Obligasi (janji dan pengikatan diri ini dibuat dan mengikat bagi Perseroan terhadap setiap
Pemegang Obligasi) bahwa Perseroan akan mengeluarkan Obligasi atau melakukan Emisi dengan syarat-syarat sebagai berikut:
1. Obligasi Merupakan Bukti Utang
a. Berdasarkan pernyataan Perseroan sekarang tetapi berlaku sejak Tanggal Emisi, Obligasi merupakan bukti bahwa
Perseroan secara sah dan mengikat berutang kepada Pemegang Obligasi sejumlah Pokok Obligasi yang disebut dalam
Sertifikat Jumbo Obligasi ditambah dengan Bunga Obligasi dan Denda (jika ada) yang wajib dibayar oleh Perseroan
berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan dan Perjanjian Agen Pembayaran. Obligasi tersebut merupakan bagian penting
dan tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian Perwaliamanatan.
b. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh Pemegang Rekening
dan diadministrasikan oleh KSEI berdasarkan perjanjian pembukaan Rekening Efek yang ditandatangani Pemegang
Obligasi dan Pemegang Rekening. Konfirmasi Tertulis tersebut tidak dapat dialihkan atau diperdagangkan.
2. Pendaftaran Obligasi di KSEI
a. Obligasi telah didaftarkan pada KSEI berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI, dengan memperhatikan
ketentuan di bidang Pasar Modal dan peraturan KSEI yang berlaku.
b. Obligasi diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI
sebagai bukti utang untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening.
3. Penarikan Obligasi Menjadi Warkat
Penarikan Obligasi dari Rekening Efek hanya dapat dilakukan dengan pemindahbukuan dari satu Rekening Efek ke Rekening
Efek lainnya. Penarikan Obligasi keluar dari Rekening Efek untuk dikonversikan menjadi sertifikat obligasi tidak dapat dilakukan,
kecuali apabila terjadi pembatalan pendaftaran Obligasi di KSEI atas permintaan Perseroan atau Wali Amanat dengan
memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Pasar Modal dan keputusan RUPO.
4. Pengalihan Obligasi
Hak kepemilikan Obligasi beralih dengan pemindahbukuan Obligasi dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya.
Perseroan, Wali Amanat dan Agen Pembayaran memberlakukan Pemegang Rekening selaku Pemegang Obligasi yang sah
dalam hubungannya untuk menerima pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi dan hak-hak lain yang
berhubungan dengan Obligasi.
5. Sanksi:
Apabila Perseroan tidak menyerahkan dana secukupnya untuk pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi
berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan maka Perseroan dapat dikenakan sanksi berupa kewajiban untuk membayar Denda
sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan. Denda yang dibayar oleh Perseroan merupakan hak Pemegang Obligasi, yang
oleh Agen Pembayaran akan diberikan kepada Pemegang Obligasi secara proporsional berdasarkan besarnya Obligasi yang
dimilikinya.
9
9
Page 30
6. Lain-lain:
a. Kewajiban Perseroan berdasarkan Obligasi pada setiap waktu merupakan kewajiban Perseroan yang sah dan yang tidak
bersyarat serta bersifat mutlak.
b. Pembayaran Bunga Obligasi, Pokok Obligasi dan Denda (jika ada) merupakan hak dari para Pemegang Obligasi.
c. Bank Kustodian atau Perusahaan Efek yang merupakan Pemegang Rekening dapat bertindak untuk dirinya sendiri atau
berdasarkan surat kuasa bertindak untuk dan atas nama nasabahnya sebagai Pemegang Obligasi.
d. Bagi Pemegang Obligasi berlaku ketentuan perpajakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di
Negara Republik Indonesia dan apabila Perseroan diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku di
Negara Republik Indonesia untuk memotong pajak atas setiap pembayaran yang dilakukan oleh Perseroan kepada
Pemegang Obligasi, Perseroan melalui Agen Pembayaran harus memotong pajak tersebut dan membayarkannya
kepada instansi yang ditunjuk untuk menerima pembayaran pajak serta melalui Agen Pembayaran akan memberikan
bukti pemotongan pajak kepada Pemegang Obligasi.
Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO)
Untuk penyelenggaraan RUPO, kuorum yang disyaratkan, hak suara dan pengambilan keputusan berlaku ketentuan-ketentuan di
bawah ini, tanpa mengurangi peraturan Pasar Modal dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia
serta peraturan Bursa Efek.
1. RUPO diadakan untuk tujuan antara lain:
a. mengambil keputusan sehubungan dengan usulan Perseroan atau Pemegang Obligasi mengenai perubahan jangka
waktu Obligasi, jumlah Pokok Obligasi, suku Bunga Obligasi, perubahan tata cara atau periode pembayaran Bunga
Obligasi, Jaminan atau penyisihan dana pelunasan (sinking fund) (jika ada), dan ketentuan lain Perjanjian
Perwaliamanatan dan dengan memperhatikan POJK No. 20/2020;
b. menyampaikan pemberitahuan kepada Perseroan dan/atau Wali Amanat, memberikan pengarahan kepada Wali Amanat,
dan/atau menyetujui suatu kelonggaran waktu atas suatu kelalaian berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan serta
akibatnya, atau untuk mengambil tindakan lain sehubungan dengan kelalaian;
c. memberhentikan Wali Amanat dan menunjuk pengganti Wali Amanat menurut ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan;
d. mengambil tindakan yang dikuasakan oleh atau atas nama Pemegang Obligasi termasuk dalam penentuan potensi
kelalaian yang dapat menyebabkan terjadinya kelalaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 Perjanjian
Perwaliamanatan dan dalam POJK No. 20/2020 yang pengungkapannya dimuat pada angka 1 Kelalaian Perseroan pada
halaman 6 Prospektus ini; dan
e. mengambil tindakan lain yang diusulkan oleh Wali Amanat yang tidak dikuasakan atau tidak termuat dalam Perjanjian
Perwaliamanatan atau berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
2. RUPO dapat diselenggarakan atas permintaan:
a. Pemegang Obligasi baik sendiri maupun secara bersama-sama yang mewakili paling sedikit lebih dari 20% (dua puluh
persen) dari jumlah Obligasi yang belum dilunasi termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan
Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasi
Perseroan.
b. Perseroan;
c. Wali Amanat; atau
d. OJK.
3. Permintaan sebagaimana dimaksud dalam Angka 2. huruf a., b., dan d. wajib disampaikan secara tertulis kepada Wali Amanat
dengan melampirkan asli KTUR. Permintaan tertulis dimaksud harus memuat acara yang diminta, dengan ketentuan sejak
diterbitkannya KTUR tersebut, Obligasi yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi yang mengajukan permintaan tertulis kepada
Wali Amanat akan dibekukan oleh KSEI sejumlah Obligasi yang tercantum dalam KTUR tersebut. Pencabutan pembekuan oleh
KSEI hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Wali Amanat, dan paling lama 30 (tiga puluh) Hari
Kalender setelah tanggal diterimanya surat permintaan tersebut, Wali Amanat wajib melakukan panggilan untuk RUPO.
4. Dalam hal Wali Amanat menolak permohonan Pemegang Obligasi atau Perseroan untuk mengadakan RUPO, maka Wali
Amanat wajib memberitahukan secara tertulis alasan penolakan tersebut kepada pemohon dengan tembusan kepada OJK,
paling lama 14 (empat belas) Hari Kalender setelah diterimanya surat permohonan.
5. Pengumuman, pemanggilan, dan waktu penyelenggaraan RUPO, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Pengumuman RUPO wajib dilakukan melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran
nasional, dalam jangka waktu paling lama 14 (empat belas) Hari Kalender sebelum pemanggilan.
b. Pemanggilan RUPO dilakukan paling lama 14 (empat belas) Hari Kalender sebelum RUPO, melalui paling sedikit 1 (satu)
surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional.
10
10
Page 31
c. Pemanggilan untuk RUPO kedua atau ketiga dilakukan paling lama 7 (tujuh) Hari Kalender sebelum RUPO kedua atau
ketiga dilakukan dan disertai informasi bahwa RUPO sebelumnya telah diselenggarakan tetapi tidak mencapai kuorum.
d. Panggilan harus memuat rencana RUPO dan mengungkapkan informasi paling sedikit:
1) tanggal, tempat, dan waktu penyelenggaraan RUPO;
2) agenda RUPO;
3) pihak yang mengajukan usulan RUPO;
4) Pemegang Obligasi yang berhak hadir dan memiliki hak suara dalam RUPO; dan
5) kuorum yang dipersyaratkan untuk penyelenggaraan dan pengambilan keputusan RUPO.
e. RUPO kedua atau ketiga diselenggarakan paling singkat 14 (empat belas) Hari Kalender dan paling lama 21 (dua puluh
satu) Hari Kalender terhitung sejak RUPO sebelumnya.
6. Tata cara RUPO, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Pemegang Obligasi, baik sendiri maupun diwakili berdasarkan surat kuasa berhak menghadiri RUPO dan menggunakan
hak suaranya sesuai dengan jumlah Obligasi yang dimilikinya;
b. Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasi-nya (tidak termasuk Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi
Negara Republik Indonesia) tidak memiliki hak suara dan tidak diperhitungkan dalam kuorum kehadiran;
c. sebelum pelaksanaan RUPO, Perseroan berkewajiban untuk menyerahkan daftar Pemegang Obligasi yang merupakan
Afiliasi-nya (tidak termasuk Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia) kepada Wali
Amanat;
d. RUPO dapat diselenggarakan di tempat Perseroan atau tempat lain yang disepakati antara Perseroan dan Wali Amanat;
e. RUPO dipimpin oleh Wali Amanat;
f. Wali Amanat wajib mempersiapkan acara RUPO termasuk materi RUPO dan menunjuk Notaris untuk membuat berita
acara RUPO;
g. dalam hal penggantian Wali Amanat diminta oleh Perseroan atau Pemegang Obligasi, RUPO dipimpin oleh Perseroan
atau wakil Pemegang Obligasi yang meminta diadakannya RUPO tersebut;
h. Perseroan atau Pemegang Obligasi yang meminta diadakannya RUPO tersebut sebagaimana dimaksud pada huruf g.
diwajibkan untuk mempersiapkan acara RUPO dan materi RUPO;
i. Pemegang Obligasi yang berhak hadir dalam RUPO adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar
Pemegang Rekening yang diterbitkan oleh KSEI pada 3 (tiga) Hari Kerja sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO,
kecuali ditentukan lain oleh KSEI;
j. Pemegang Obligasi yang menghadiri RUPO wajib menyerahkan asli KTUR kepada Wali Amanat;
k. seluruh Obligasi yang disimpan di KSEI dibekukan sehingga Obligasi tersebut tidak dapat dialihkan/dipindahbukukan
sejak 3 (tiga) Hari Kerja sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO sampai dengan tanggal berakhirnya RUPO yang
dibuktikan dengan adanya pemberitahuan dari Wali Amanat atau setelah memperoleh persetujuan dari Wali Amanat.
Transaksi Obligasi yang penyelesaiannya jatuh pada tanggal-tanggal tersebut, ditunda penyelesaiannya sampai 1 (satu)
Hari Kerja setelah tanggal pelaksanaan RUPO;
l. setiap Obligasi sebesar Rp1,00 (satu Rupiah) berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO, dengan demikian setiap
Pemegang Obligasi dalam RUPO mempunyai hak untuk mengeluarkan suara sejumlah Obligasi yang dimilikinya;
m. suara dikeluarkan dengan tertulis dan ditandatangani dengan menyebutkan Nomor KTUR, kecuali Wali Amanat
memutuskan lain;
n. sebelum pelaksanaan RUPO:
- Perseroan berkewajiban untuk membuat surat pernyataan yang menyatakan jumlah Obligasi yang dimiliki oleh
Perseroan dan Afiliasi-nya (tidak termasuk Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik
Indonesia);
- Pemegang Obligasi atau kuasa Pemegang Obligasi yang hadir dalam RUPO berkewajiban untuk membuat surat
pernyataan yang menyatakan mengenai apakah Pemegang Obligasi (termasuk Perusahaan Afiliasi Negara
Republik Indonesia) memiliki atau tidak memiliki hubungan Afiliasi (tidak termasuk Perusahaan Afiliasi Negara
Republik Indonesia) dengan Perseroan.
7. Kuorum dan Pengambilan Keputusan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Dalam hal RUPO bertujuan untuk memutuskan mengenai perubahan Perjanjian Perwaliamanatan sebagaimana
dimaksud dalam Angka 1. diatur sebagai berikut:
1) Apabila RUPO dimintakan oleh Perseroan maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut:
a) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi
yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara
Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan), dan
berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian
dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh
Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki Perseroan
dan/atau Afiliasi Perseroan);
b) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf a) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO
yang kedua;
11
11
Page 32
c) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga
per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang
dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki
Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan), dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di
dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak
termasuk Obligasi yang dimiliki Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan);
d) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf c) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO
yang ketiga; dan
e) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga
per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang
dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki
Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan), dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di
dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak
termasuk Obligasi yang dimiliki Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan).
2) Apabila RUPO dimintakan oleh Pemegang Obligasi atau Wali Amanat maka wajib diselenggarakan dengan
ketentuan sebagai berikut:
a) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah Obligasi yang
masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara
Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan), dan
berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian
dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh
Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki Perseroan
dan/atau Afiliasi Perseroan);
b) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf a) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO
yang kedua;
c) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 2/3 (dua
per tiga) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang
dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki
Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan), dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di
dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak
termasuk Obligasi yang dimiliki Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan);
d) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf c) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO
yang ketiga; dan
e) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 2/3 (dua
per tiga) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang
dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki
Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan), dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di
dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak
termasuk Obligasi yang dimiliki Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan).
3) Apabila RUPO dimintakan oleh OJK maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut:
a) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang
masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara
Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan), dan
berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian
dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh
Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki Perseroan
dan/atau Afiliasi Perseroan);
b) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf a) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO
yang kedua;
c) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 1/2 (satu
per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang
dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki
Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan), dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di
dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak
termasuk Obligasi yang dimiliki Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan);
d) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf c) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO
yang ketiga; dan
12
12
Page 33
e) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 1/2 (satu
per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang
dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki
Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan), dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila
disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di
dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak
termasuk Obligasi yang dimiliki Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan).
b. RUPO yang diadakan untuk tujuan selain perubahan Perjanjian Perwaliamanatan, dapat diselenggarakan dengan
ketentuan sebagai berikut:
1) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang
masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara
Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan), dan
berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian
dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan
Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki Perseroan dan/atau Afiliasi
Perseroan);
2) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam angka 1) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO
kedua;
3) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga
per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang
dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki Perseroan
dan/atau Afiliasi Perseroan), dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling
sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO (termasuk di dalamnya jumlah
Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang
dimiliki Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan);
4) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam angka 3) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO
yang ketiga;
5) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga
per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang
dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki Perseroan
dan/atau Afiliasi Perseroan), dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat berdasarkan keputusan
suara terbanyak (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik
Indonesia namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan);
6) dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam angka 5) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO
yang keempat;
7) RUPO keempat dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili yang masih belum
dilunasi (termasuk di dalamnya jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perusahaan Afiliasi Negara Republik Indonesia
namun tidak termasuk Obligasi yang dimiliki Perseroan dan/atau Afiliasi Perseroan), dan berhak mengambil
keputusan yang sah dan mengikat dalam kuorum kehadiran dan kuorum keputusan yang ditetapkan oleh OJK atas
permohonan Wali Amanat; dan
8) Pengumuman, pemanggilan, dan waktu penyelenggaraan RUPO keempat wajib memenuhi ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam Angka 5 di atas.
8. Biaya-biaya penyelenggaraan RUPO menjadi beban Perseroan dan wajib dibayarkan kepada Wali Amanat paling lama 7 (tujuh)
Hari Kerja setelah permintaan biaya tersebut diterima Perseroan dari Wali Amanat, yang ditetapkan dalam Perjanjian
Perwaliamanatan.
9. Penyelenggaraan RUPO wajib dibuatkan berita acara secara notariil oleh Notaris.
10. Keputusan RUPO mengikat bagi semua Pemegang Obligasi, Perseroan dan Wali Amanat, karenanya Perseroan, Wali
Amanat, dan Pemegang Obligasi wajib memenuhi keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPO. Keputusan RUPO
mengenai perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau perjanjian-perjanjian lain sehubungan dengan Obligasi, baru
berlaku efektif sejak tanggal ditandatanganinya perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau perjanjian-perjanjian lainnya
sehubungan dengan Obligasi.
Jika dilakukan perubahan Perjanjian Perwaliamanatan maka Para Pihak berkewajiban menyesuaikan definisi Perjanjian
Perwaliamanatan dengan menambahkan perjanjian perwaliamanatan yang baru, dan jika dilakukan perubahan Pengakuan
Utang maka Para Pihak berkewajiban menyesuaikan definisi Pengakuan Utang dengan menambahkan Pengakuan Utang yang
baru.
11. Wali Amanat wajib mengumumkan hasil RUPO dalam 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran
nasional, dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pengumuman hasil RUPO tersebut wajib ditanggung oleh Perseroan.
12. Apabila RUPO yang diselenggarakan memutuskan untuk mengadakan perubahan atas Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau
perjanjian lainnya antara lain sehubungan dengan perubahan nilai Pokok Obligasi, perubahan tingkat Bunga Obligasi,
perubahan tata cara pembayaran Bunga Obligasi, dan perubahan jangka waktu Obligasi dan Perseroan menolak untuk
menandatangani perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau perjanjian lainnya sehubungan dengan hal tersebut maka
dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender sejak keputusan RUPO atau tanggal lain yang diputuskan
13
13
Page 34
RUPO (jika RUPO memutuskan suatu tanggal tertentu untuk penandatanganan perubahan Perjanjian Perwaliamanatan
dan/atau perjanjian lainnya tersebut) maka Wali Amanat berhak langsung untuk melakukan penagihan Jumlah Terutang kepada
Perseroan tanpa terlebih dahulu menyelenggarakan RUPO.
13. Peraturan-peraturan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan serta tata cara dalam RUPO dapat dibuat dan bila perlu kemudian
disempurnakan atau diubah oleh Perseroan dan Wali Amanat dengan mengindahkan peraturan Pasar Modal dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia.
14. Apabila ketentuan-ketentuan mengenai RUPO ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,
maka peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal tersebut yang berlaku.
15. Selain RUPO sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 20/2020, Perseroan dapat melaksanakan RUPO secara elektonik
menggunakan e-RUPO yang disediakan oleh penyedia e-RUPO sebagaimana dimaksud dalam penjelasan Pasal 5 Peraturan
OJK No.16/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka Secara Elektronik, yang
ditetapkan pada tanggal 20 April 2020 dan diundangkan pada 21 April 2020.
Pemberitahuan
Semua pemberitahuan dari satu pihak kepada pihak lain dalam Perjanjian Perwaliamanatan dianggap telah dilakukan dengan sah
dan dengan sebagaimana mestinya apabila ditandatangani oleh pihak yang berwenang. Pihak-pihak mana akan ditentukan bersama
antara Perseroan dan Wali Amanat dan disampaikan kepada alamat tersebut di bawah ini dan diberikan secara tertulis, ditandatangani
serta disampaikan dengan pos tercatat atau disampaikan langsung dengan memperoleh tanda terima atau dengan faksimili yang
sudah dikonfirmasikan.
PERSEROAN WALI AMANAT
PT BRI Multifinance Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Menara BRILiaN, Lantai 22, 21, dan 1 Banking Operations
Jl. Gatot Subroto Kav. 64 No 177A, Menteng Dalam, Tebet, Plaza BNI Lantai 14 CBD BSD City Lot I Nomor 5
Jakarta Selatan 12870 Jl.Pahlawan Seribu, Lengkong Gudang Serpong,
Telepon: (021) 574 5333; Fax: (021) 574 5444 Tangerang Selatan 15310, Indonesia
Website: www.brifinance.co.id Telp: (021) 25541220 sampai dengan (021) 25541223
Email: treasury.brif@brifinance.co.id Fax: (021) 29514042, 29514053, 29514054
E-mail: ipu2.custody@bni.co.id; INT_custody@bni.co.id
Website: www.bni.co.id
Keterangan lebih lanjut mengenai Wali Amanat akan dijelaskan pada Bab XII Prospektus ini
PERUBAHAN PERJANJIAN PERWALIAMANATAN
Perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
i. Apabila perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dilakukan sebelum Pernyataan Efektif, maka perubahan dan/atau penambahan
Perjanjian Perwaliamanatan tersebut harus dibuat dalam suatu perjanjian tertulis yang ditandatangani oleh Wali Amanat dan
Perseroan dan setelah perubahan tersebut dilakukan, memberitahukan kepada OJK dengan tidak mengurangi ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia;
ii. Apabila perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dilakukan pada dan/atau setelah Tanggal Emisi, maka perubahan Perjanjian
Perwaliamanatan hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari RUPO dan perubahan dan/atau penambahan
tersebut dibuat dalam suatu perjanjian tertulis yang ditandatangani oleh Wali Amanat dan Perseroan, kecuali ditentukan lain
dalam peraturan/perundangan yang berlaku, atau apabila dilakukan penyesuaian/perubahan terhadap Perjanjian
Perwaliamanatan berdasarkan peraturan baru yang berkaitan dengan kontrak perwaliamanatan.
HUKUM YANG BERLAKU
Seluruh perjanjian yang berhubungan dengan Obligasi ini tunduk pada dan diartikan sesuai ketentuan undang-undang dan hukum
Negara Republik Indonesia.
14
14
Page 35
II. PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PENAWARAN UMUM
Seluruh dana hasil Penawaran Umum Obligasi, setelah dikurangi dengan biaya-biaya Emisi, akan dipergunakan oleh Perseroan untuk
memperkuat struktur pendanaan Perseroan berdasarkan ijin usaha dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dimana
seluruh dana akan digunakan untuk ekspansi bisnis Perseroan, yaitu untuk ekspansi pembiayaan di segmen konsumer (multiguna).
Apabila penggunaan dana hasil Emisi Obligasi ini akan diubah, maka Perseroan wajib (i) menyampaikan rencana dan alasan serta
pertimbangan perubahan penggunaan dana hasil Emisi Obligasi bersamaan dengan pemberitahuan mata acara RUPO kepada OJK
dan (ii) memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari RUPO, sesuai dengan POJK No. 30/2015.
Apabila dana hasil Penawaran Umum Obligasi belum dipergunakan seluruhnya, maka penempatan sementara dana hasil Emisi
Obligasi tersebut harus dilakukan Perseroan dengan memperhatikan keamanan dan likuiditas Perseroan.
Perseroan akan melaporkan realisasi penggunaan dana kepada OJK dan kepada Wali Amanat dengan tembusan kepada OJK sampai
dengan dana hasil Penawaran Umum Obligasi ini terpakai seluruhnya, sesuai dengan POJK No.30/2015. Laporan realisasi
penggunaan dana tersebut wajib dibuat secara berkala setiap 6 (enam) bulan dengan tanggal laporan 30 Juni dan 31 Desember.
Sesuai dengan POJK No. 9/2017, total biaya yang dikeluarkan oleh Perseroan, adalah kurang lebih setara dengan 0,842% dari nilai
Pokok Obligasi yang meliputi:
1. Biaya jasa penyelenggaraan (management fee): 0,120%;
2. Biaya jasa penjaminan (underwriting fee): 0,015%;
3. Biaya jasa penjualan (selling fee): 0,015%.
4. Biaya Profesi Penunjang Pasar Modal: 0,254%, yang terdiri dari biaya jasa Akuntan: 0,180%; Konsultan Hukum: 0,063%; dan
Notaris: 0,011%.
5. Biaya Lembaga Penunjang Pasar Modal: 0,179%, yang terdiri dari biaya jasa Wali Amanat: 0,060% dan Perusahaan
Pemeringkat Efek: 0,119%.
6. Biaya Lain-lain 0,259%, diantaranya termasuk biaya Pernyataan Pendaftaran OJK, biaya pendaftaran di BEI, biaya pencatatan
di BEI, biaya pendaftaran di KSEI, serta biaya percetakan, iklan dan audit penjatahan.
15
15
Page 36
Halaman ini sengaja dikosongkan
16
Page 37
III. PERNYATAAN UTANG
Pernyataan utang berikut berasal dari laporan keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2022 yang diambil dari laporan
keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut
yang terdapat dalam Prospektus ini.
Laporan Keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut
yang seluruhnya tercantum dalam Prospektus ini, telah diaudit oleh KAP PSS, auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang
ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia sebagaimana tercantum dalam laporan auditor independen No.
01348/2.1032/AU.1/09/1681-3/1/V/2023 tertanggal 9 Mei 2023 dan No. 01347/2.1032/AU.1/09/1681-2/1/V/2023 tertanggal 9 Mei
2023 yang ditandatangani oleh Christophorus Alvin Kossim (Registrasi Akuntan Publik No.AP.1681). Laporan auditor independen
tersebut, yang juga tercantum dalam Prospektus ini, menyatakan opini tanpa modifikasian dan berisi paragraf-paragraf “hal-hal lain”
yang menyatakan : (i) tujuan penerbitan laporan auditor independen, dan (ii) penerbitan kembali laporan auditor independen atas
Laporan Keuangan Perseroan.
Pada tanggal 31 Desember 2022, Perseroan mempunyai jumlah liabilitas sebesar Rp6.104.679.832 ribu. Rincian jumlah liabilitas
Perseroan pada tanggal 31 Desember 2022 disajikan pada tabel di bawah ini:
(dalam ribuan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2022
LIABILITAS
Pinjaman yang Diterima 4.721.118.978
Medium Term Notes 499.455.589
Utang Obligasi 697.788.751
Beban yang Masih Harus Dibayar 57.270.335
Utang Pajak 17.821.859
Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan 21.469.775
Liablitas Derivatif -
Liabilitas Sewa 13.168.687
Liabilitas Lain - Lain 76.585.858
TOTAL LIABILITAS 6.104.679.832
Penjelasan untuk tiap akun liabilitas adalah sebagai berikut:
1. PINJAMAN YANG DITERIMA
Pada tanggal 31 Desember 2022, Perseroan memiliki liabilitas jangka panjang sebesar Rp4.721.118.978 ribu, dengan rincian sebagai
berikut:
(dalam ribuan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2022
Pihak ketiga:
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 641.666.667
PT Bank Victoria International Tbk 500.000.000
PT Bank HSBC Indonesia 300.000.000
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 277.500.000
PT Bank UOB Indonesia 250.000.000
PT Bank IBK Indonesia Tbk 246.200.949
PT Bank Oke Indonesia Tbk 216.710.065
PT Bank CIMB Niaga Tbk 151.388.889
PT Bank BTPN Tbk (d/h PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia 76.295.350
Pihak berelasi:
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.145.814.096
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 888.888.889
Dolar Amerika Serikat
32.248.550
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Biaya provisi yang belum diamortisasi (5.594.477)
PINJAMAN YANG DITERIMA 4.721.118.978
16
17
Page 38
Kisaran tingkat suku bunga efektif per tahun atas pinjaman yang diterima adalah sebagai berikut:
(dalam ribuan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2022
Rupiah 4,20% - 8,00%
Dolar Amerika Serikat 4,75% - 5,53%
PT Bank BTPN Tbk (“BTPN”)
Pada tanggal 16 Agustus 2007, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia sebesar
ASD20.000.000 (nilai penuh). Berdasarkan addendum pada tanggal 18 Desember 2017, pinjaman tersebut berubah dari
ASD20.000.000 (nilai penuh) menjadi ASD40.000.000 (nilai penuh). Perpanjangan dan addendum terakhir pada tanggal 4 Januari
2022, fasilitas pinjaman ini telah diperpanjang kembali sampai dengan 30 Desember 2022. Tingkat suku bunga selama tahun 2022
sebesar 1,25% - 5,35%. PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia telah melakukan merger dengan PT Bank BTPN Tbk di tahun 2019
menjadi PT Bank BTPN Tbk.
Fasilitas ini dikenakan tingkat suku bunga sebesar 0,8% ditambah biaya pendanaan yang akan ditentukan pada saat penarikan.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan Standby Letter of Credit (SBLC) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, entitas induk.
Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi persyaratan keuangan seperti debt to equity ratio tidak melebihi rasio 8,5 kali serta
mempertahankan rasio Non Performing Loan (“NPL”) diatas 90 (sembilan puluh) hari maksimal 5% dan kewajiban penyampaian
laporan lainnya. Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut di atas.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, fasilitas pinjaman Perusahaan masih tersedia ASD35.150.000 (nilai penuh).
MUFG Bank, Ltd. Jakarta (“MUFG Jakarta”)
Pada tanggal 26 Juli 2017, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman jangka pendek tanpa komitmen sebesar ASD60.000.000 (nilai
penuh). Jangka waktu penarikan fasilitas ditetapkan satu tahun sejak tanggal penandatanganan kredit. Fasilitas ini dikenakan tingkat
suku bunga sebesar ICE Libor + 1,00% (ASD) dan Jibor + 1,50% (IDR) dengan jangka waktu pinjaman maksimum 6 bulan.
Berdasarkan perubahan atas Perjanjian Kredit No. 2021-0030965-LN tanggal 26 Juli 2021, MUFG Jakarta setuju untuk mengubah
jatuh tempo fasilitas pembiayaan menjadi tanggal 26 Juli 2022.
Berdasarkan perubahan atas Perjanjian Kredit No. 2021-0061756-LN tanggal 15 Desember 2021, MUFG Jakarta setuju untuk
mengubah tingkat suku bunga sebesar Jibor + 1,20% (IDR) dengan jangka waktu pinjaman maksimum 6 bulan.
Berdasarkan perubahan atas Perjanjian Kredit No. 2022-0019490-LN tanggal 8 Agustus 2022, MUFG Jakarta setuju untuk mengubah
jatuh tempo fasilitas pembiayaan menjadi tanggal 26 Januari 2024.
Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi persyaratan keuangan seperti debt to equity ratio tidak melebihi rasio 10 kali serta
mempertahankan rasio Gross Non Performing Loan (“NPL”) maksimal 7% dan kewajiban penyampaian laporan lainnya. Perusahaan
telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut di atas.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, fasilitas pinjaman Perusahaan masih tersedia ASD60.000.000 (nilai penuh).
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Pada tanggal 19 Desember 2016, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman Uncommited Credit Line dalam bentuk Money Market
Line senilai Rp500.000.000 dan ASD95.000.000 (nilai penuh) yang dapat ditarik dalam denominasi Rupiah maupun Dolar Amerika
Serikat, serta Forex Line senilai ASD5.000.000 (nilai penuh).
Fasilitas Money Market Line dan Forex Line ini dikenakan tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar 3,50% - 6,10%.
Atas fasilitas Money Market Line dan Forex Line ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memberlakukan syarat kepada
Perusahaan untuk menjaminkan 100% piutang sewa pembiayaan, anjak piutang dan piutang pembiayaan konsumen dari saldo
pinjaman di BRI.
Pada tanggal 23 November 2020, fasilitas Money Market Line dan Forex Line ini telah diperpanjang sampai dengan 23 November
2022.
17
18
Page 39
Pada tanggal 23 November 2021, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. setuju untuk memberikan fasilitas Kredit Modal Kerja
sebesar Rp1.000.000.000. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 25 Mei 2025.
Pada tanggal 5 Desember 2022, fasilitas Money Market Line dan Forex Line ini telah diperpanjang sampai dengan 23 Februari 2023.
Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi persyaratan keuangan seperti gearing ratio tidak melebihi rasio 9 kali serta mempertahankan
rasio Non Performing Loan (“NPL”) diatas 90 (Sembilan puluh) hari maksimal 5% dan kewajiban penyampaian laporan lainnya.
Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut di atas.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, fasilitas pinjaman Perusahaan yang diperoleh dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk masih tersedia Rp1.862.196.450.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Pada tanggal 10 Juli 2021, Perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas pinjaman Uncomitted Credit Line dalam bentuk Kredit
Jangka Pendek Yang sifatnya revolving senilai Rp500.000.000. Tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar 4,00% - 4,60%.
Fasilitas pinjaman ini telah jatuh tempo pada tanggal 9 Juli 2022.
Pada tanggal 09 Juli 2022, fasilitas Kredit Jangka Pendek ini telah diperpanjang sampai dengan 09 Juli 2023.
Pada tanggal 23 November 2020, Perusahaan memperoleh penambahan fasilitas pinjaman dalam bentuk Kredit Modal Kerja yang
sifatnya revolving selama masa penarikan senilai Rp250.000.000. Tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar 7,20% - 8,00%.
Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 4 Februari 2024.
Pada tanggal 7 Juli 2021, Perusahaan memperoleh penambahan fasilitas pinjaman dalam bentuk Kredit Modal Kerja Yang sifatnya
revolving selama masa penarikan senilai Rp250.000.000. Tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar 6,50%. Fasilitas pinjaman
ini akan jatuh tempo pada tanggal 12 November 2024.
Pada tanggal 16 Maret 2022, Perusahaan memperoleh penambahan fasilitas pinjaman dalam bentuk Kredit Modal Kerja Yang sifatnya
revolving selama masa penarikan senilai Rp500.000.000. Tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar 6,25% - 6,35%. Fasilitas
pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 20 Juni 2025.
Pada tanggal 2 Agustus 2022, Perusahaan memperoleh penambahan fasilitas pinjaman dalam bentuk Kredit Modal Kerja Yang
sifatnya revolving selama masa penarikan senilai Rp500.000.000. Tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar 6,50% - 6,90%.
Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 15 November 2024.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari sebesar 100% dari total saldo
pinjaman.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 10 kali serta mempertahankan rasio Non Performing Loan
(“NPL”) diatas 90 (sembilan puluh) hari maksimal 5% dan Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, fasilitas pinjaman Perusahaan yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk masih
tersedia Rp500.000.000.
PT Bank Victoria International Tbk
Pada tanggal 6 Agustus 2020, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman Uncomitted Credit Line dalam bentuk Demand Loan yang
sifatnya revolving senilai Rp250.000.000. Tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar 4,20% - 5,90%.
Pada tanggal 5 Agustus 2021, Perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas pinjaman Uncomitted Credit Line dalam bentuk
Demand Loan yang sifatnya revolving senilai Rp250.000.000 sampai dengan 6 Agustus 2022.
Pada tanggal 6 Agustus 2022, Perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas pinjaman Uncomitted Credit Line dalam bentuk
Demand Loan yang sifatnya revolving senilai Rp250.000.000, serta tambahan plafon fasilitas senilai Rp250.000.000, sehingga total
plafon fasilitas menjadi Rp500.000.000 sampai dengan 6 Agustus 2023.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari sebesar 100% dari total saldo
pinjaman.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 8 kali serta mempertahankan rasio Non Performing Loan
(“NPL”) diatas 90 (sembilan puluh) hari maksimal 5% dan Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut.
18
19
Page 40
PT Bank CTBC Indonesia
Pada tanggal 14 November 2019, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman Uncomitted Credit Line dalam bentuk Fasilitas Club
Deal yang sifatnya Non revolving senilai ASD50.000.000 (nilai penuh). Tingkat suku bunga akan ditentukan saat tanggal penarikan
berdasarkan tingkat suku bunga pasar. Fasilitas pinjaman ini telah lunas pada tanggal 21 November 2022.
Pada tanggal 5 Juli 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman Uncomitted Credit Line dalam bentuk Fasilitas Club Deal yang
sifatnya non-revolving senilai ASD20.000.000 (nilai penuh). Fasilitas ini dikenakan tingkat suku bunga sebesar SOFR 3 Bulan + 1,21%
(ASD). Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 36 bulan dari tanggal penarikan. Dengan Availability Period 9 bulan dari tanggal
perjanjian.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari sebesar 100% dari total saldo
pinjaman.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 8,5 kali serta mempertahankan rasio Non Performing Loan
(“NPL”) diatas 90 (sembilan puluh) hari maksimal 5% dan Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, fasilitas pinjaman Perusahaan masih tersedia ASD20.000.000 (nilai penuh).
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Pada tanggal 27 Januari 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman Comitted Credit Line dalam bentuk Kredit Jangka Panjang
yang sifatnya non-revolving senilai Rp300.000.000. Fasilitas pinjaman ini dapat di tarik sebelum 27 Januari 2021 dan akan jatuh
tempo pada tanggal 27 Januari 2025.
Fasilitas ini dikenakan tingkat suku bunga sebesar 8% per tahun yang akan disesuaikan dengan berdasarkan bunga yang berlaku
pada saat penarikan.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari sebesar 100% dari total saldo
pinjaman.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga debt to equity ratio maksimum sebesar 7 kali serta mempertahankan rasio Non Performing
Loan (“NPL”) diatas 90 (sembilan puluh) hari maksimal 5% dan Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut.
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 12 Agustus 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman Uncomitted Credit Line dalam bentuk Kredit Jangka
Pendek yang sifatnya revolving senilai Rp200.000.000 Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 12 Agustus 2022. Serta
fasilitas Installment Loan senilai Rp300.000.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 25 November 2024. Tingkat suku bunga selama
tahun 2022 sebesar 4,10% - 5,95%.
Pada tanggal 9 Agustus 2022, Perusahaan memperoleh perpanjangan sementara untuk fasilitas pinjaman Uncomitted Credit Line
dalam bentuk Kredit Jangka Pendek Yang sifatnya revolving senilai Rp200.000.000 sampai 12 Oktober 2022.
Pada tanggal 11 Oktober 2022, Perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas pinjaman Uncomitted Credit Line dalam bentuk Kredit
Jangka Pendek yang sifatnya revolving senilai Rp200.000.000 sampai 12 Agustus 2023, serta penambahan fasilitas Installment Loan
senilai Rp250,000,000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 7 Desember 2024.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari sebesar 100% dari total saldo
pinjaman.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 10 kali serta mempertahankan rasio Non Performing Loan
(“NPL”) diatas 90 (sembilan puluh) hari maksimal 5% dan Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut.
PT Bank Maybank Indonesia Tbk
Pada tanggal 15 Desember 2021, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman Uncomitted Credit Line dalam bentuk Kredit Jangka
Panjang yang sifatnya non-revolving senilai Rp400.000.000. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 2025.
Fasilitas ini dikenakan tingkat suku bunga sebesar 6,25% per tahun.
Pada tanggal 1 September 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman Uncommitted Kredit Modal Kerja sebesar
Rp400.000,000. Fasilitas ini bersifat tidak berulang (non - revolving). Availability Period dari pinjaman ini adalah 12 bulan dari tanggal
19
20
Page 41
perjanjian dengan tenor maksimal 36 bulan. Tingkat suku bunga akan ditentukan saat tanggal penarikan berdasarkan tingkat suku
bunga pasar.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari sebesar 100% dari total saldo
pinjaman.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga debt to equity ratio maksimum sebesar 10 kali serta mempertahankan rasio Non Performing
Loan (“NPL”) diatas 90 (sembilan puluh) hari maksimal 5% dan Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, fasilitas pinjaman Perusahaan masih tersedia Rp400.000.000.
PT Bank UOB Indonesia
Pada tanggal 20 Januari 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman Uncommitted sebesar Rp250.000.000 Fasilitas ini bersifat
revolving credit facility (RCF). Tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar 4,20% - 4,30%. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo
pada tanggal 20 Januari 2023.
Pada tanggal 26 Desember 2022, Perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas pinjaman Uncommitted sebesar Rp250.000.000.
Fasilitas ini bersifat revolving credit facility (RCF). Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 20 Januari 2024.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang lancar dari total saldo pinjaman yang diterima sebesar 100%.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga debt to equity ratio maksimum sebesar 10 kali serta mempertahankan rasio Non Performing
Loan (“NPL”) maksimal 5% dan Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut.
PT Bank HSBC Indonesia
Pada tanggal 21 Januari 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman berulang sebesar Rp300.000.000. Tingkat suku bunga
selama tahun 2022 sebesar 4,30%. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 12 April 2023.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang lancar dari total saldo pinjaman yang diterima sebesar 100%.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 10 kali serta mempertahankan rasio Non Performing Loan
(“NPL”) maksimal 5% dan Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut.
PT Bank Oke Indonesia
Pada tanggal 22 Juni 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman Kredit Modal Kerja sebesar Rp250.000.000. Fasilitas ini
bersifat tidak berulang (non - revolving). Tingkat suku bunga sebesar 6,25%. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 25
Juli 2025.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang lancar dari total saldo pinjaman yang diterima sebesar 100%.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 8 kali serta mempertahankan rasio Non Performing Loan
(“NPL”) diatas 90 (sembilan puluh) hari maksimal 5% dan Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut.
PT IBK Bank Indonesia
Pada tanggal 16 November 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman Kredit Working Capital Executing sebesar
Rp250.000.000. Fasilitas ini bersifat tidak berulang (non - revolving). Tingkat suku bunga sebesar 6,25%. Fasilitas pinjaman ini akan
jatuh tempo pada tanggal 2 Desember 2025.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang lancar dari total saldo pinjaman yang diterima sebesar 100%.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 10 kali serta mempertahankan rasio Non Performing Loan
(“NPL”) maksimal 5% dan Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut.
20
21
Page 42
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Pada tanggal 21 Desember 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman Kredit Berjangka KB senilai Rp100.000.000 bersifat
revolving. Serta fasilitas Kredit Angsuran Berjangka (KAB) senilai Rp900.000.000 bersifat non-revolving dengan masa penarikan
selama 1 tahun setelah penandatangan. Tingkat suku bunga akan ditentukan saat tanggal penarikan berdasarkan tingkat suku bunga
pasar.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang lancar dari total saldo pinjaman yang diterima sebesar 100% untuk KAB. Sedangkan untuk
fasilitas KB tanpa jaminan.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 10 kali serta mempertahankan rasio Non Performing Loan
(“NPL”) maksimal 7% dan Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, fasilitas pinjaman Perusahaan masih tersedia Rp1.000.000.000.
2. MEDIUM TERM NOTES
Pada tanggal 31 Desember 2022, Perseroan memiliki Medium Term notes sebesar Rp499.455.589 ribu, dengan rincian sebagai
berikut:
(dalam ribuan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2022
Medium Term Notes
Pihak ketiga 287.500.000
Pihak berelasi 212.500.000
Biaya provisi yang belum diamortisasi (544.411)
MEDIUM TERM NOTES 499.455.589
MTN I
Pada tanggal 13 Desember 2019, Perseroan menerbitkan surat utang jangka menengah (Medium Term Notes) senilai Rp300.000.000
dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,25% dengan jangka waktu 3 tahun.
Surat utang jangka menengah ini dijaminkan dengan piutang lancar sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan konsumen sebesar
50% dari jumlah pokok surat utang jangka menengah. Wali amanat dari penerbitan surat utang jangka menengah ini adalah PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Bunga surat utang jangka menengah ini dibayarkan setiap triwulan, dengan pembayaran bunga pertama dilakukan pada tanggal
13 Maret 2020, sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo adalah pada tanggal 13 Desember 2022 dan sudah
dibayar lunas pada saat jatuh tempo.
Hasil perolehan dana dari penerbitan surat utang jangka menengah ini digunakan untuk pembayaran pinjaman utang jangka pendek
perbankan dan memperkuat struktur pendanaan.
Perseroan diwajibkan untuk mempertahankan rasio keuangan, seperti gearing ratio maksimal 10 kali, rasio permodalan paling sedikit
10% dan rasio non-performing financing paling tinggi sebesar 5%.
Sehubungan dengan surat utang jangka menengah yang diterbitkan, Perseroan telah memenuhi seluruh ketentuan dan persyaratan
yang telah disepakati dengan para kreditur.
MTN II
Pada tanggal 17 September 2021, Perusahaan menerbitkan surat utang jangka menengah (Medium Term Notes) senilai
Rp500.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,40% dengan jangka waktu 3 tahun.
Surat utang jangka menengah ini dijaminkan dengan piutang lancar sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan konsumen sebesar
50% dari jumlah pokok surat utang jangka menengah. Wali amanat dari penerbitan surat utang jangka menengah ini adalah PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Bunga surat utang jangka menengah ini dibayarkan setiap triwulan, dengan pembayaran bunga pertama dilakukan pada tanggal
17 Desember 2021, sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo adalah pada tanggal 17 September 2024.
21
22
Page 43
Hasil perolehan dana dari penerbitan surat utang jangka menengah ini digunakan untuk ekpansi bisnis perusahaan.
Perseroan diwajibkan untuk mempertahankan rasio keuangan, seperti gearing ratio maksimal 10 kali, rasio permodalan paling sedikit
10% dan rasio non-performing financing paling tinggi sebesar 5%.
Sehubungan dengan surat utang jangka menengah yang diterbitkan, Perseroan telah memenuhi seluruh ketentuan dan persyaratan
yang telah disepakati dengan para kreditur.
3. UTANG OBLIGASI
Pada tanggal 31 Desember 2022, Perseroan memiliki utang obligasi sebesar Rp697.788.751 ribu, dengan rincian sebagai berikut:
(dalam ribuan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2022
Utang Obligasi
Pihak ketiga 541.500.000
Pihak berelasi 158.500.000
700.000.000
Dikurangi:
Beban emisi yang belum diamortisasi:
Saldo awal 2.509.843
Penambahan (298.594)
Amortisasi 2.211.249
Total 697.788.751
Pada tanggal 9 Agustus 2022 Perusahaan telah menerbitkan Obligasi I BRI Finance Tahun 2022 dengan rincian sebagai berikut:
Obligasi Nilai Nominal Tingkat bunga tetap per tahun
Obligasi I 700.000.000.000 6.95%
Obligasi tersebut dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen Perusahaan sebesar minimum 50% dari nilai nominal. Per tanggal
31 Desember 2022, piutang pembiayaan konsumen yang dijaminkan adalah sebesar Rp308.585.355 ribu sedangkan piutang sewa
pembiayaan dan anjak piutang yang dijaminkan adalah sebesar Rp43.545.660 ribu.
Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perusahaan, antara lain memberikan
jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1.
Perusahaan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian tersebut diatas. PT Pefindo telah menetapkan
peringkat idAA (Double A) terhadap Obligasi I BRI Finance Tahun 2022, sesuai dengan Suratnya No.RC-189/PEFDIR/III/2022 tanggal
7 Maret 2022 untuk periode 7 Maret 2022 sampai dengan 1 Maret 2023.
4. KOMITMEN DAN KONTINJENSI
Pada tanggal 31 Desember 2022, Perseroan telah menganalisa penerapan standar akuntansi Amendemen PSAK No. 57: Provisi, Liabilitas
Kontijensi, dan Aset Kontijensi tentang Kontrak Merugi-Biaya Memenuhi Kontrak dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laporan
keuangan.
5. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR
Pada tanggal 31 Desember 2022, Perseroan memiliki beban yang masih harus dibayar sebesar Rp57.270.335 ribu, dengan rincian
sebagai berikut:
(dalam ribuan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2022
Pihak berelasi
Beban bunga 5.981.348
Pihak ketiga
Bonus dan tunjangan karyawan 25.622.164
Beban bunga 18.688.857
Lain – lain 6.977.966
Total 57.270.335
22
23
Page 44
6. UTANG PAJAK
Pada tanggal 31 Desember 2022, Perseroan memiliki utang pajak sebesar Rp17.821.859 ribu, dengan rincian sebagai berikut:
(dalam ribuan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2022
Pajak Pertambahan Nilai 929.262
Pajak Penghasilan
Pasal 4 (2) 277.898
Pasal 21 1.137.197
Pasal 23z 98.941
Pasal 25 1.305.362
Pasal 29 14.073.199
Total 17.821.859
7. LIABILITAS SEWA
Pada tanggal 31 Desember 2022, Perseroan memiliki liabilitas sewa sebesar Rp13.168.687 ribu, dengan rincian sebagai berikut:
(dalam ribuan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2022
Pajak Pertambahan Nilai
1-5 tahun 12.746.145
Pajak Pertambahan Nilai
1-5 tahun 422.542
Total liabilitas 13.168.687
8. LIABILITAS LAIN-LAIN
Pada tanggal 31 Desember 2022, Perseroan memiliki liabilitas lain-lain sebesar Rp76.585.858 ribu, dengan rincian sebagai berikut:
(dalam ribuan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2022
Titipan konsumen 51.885.309
Asuransi 11.299.363
Notaris 8.412.902
Utang supplier 4.339.561
Lain-lain 648.723
Total liabilitas lain-lain 76.585.858
9. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN
Pada tanggal 31 Desember 2022, Perseroan memiliki liabilitas imbalan kerja karyawan sebesar Rp21.469.775 ribu, dengan rincian
sebagai berikut:
(dalam ribuan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2022
Saldo awal 16.272.153
Biaya jasa kini 4.289.976
Biaya jasa lalu 2.458.008
Biaya bunga 1.217.378
Keuntungan Aktuarial 473.362
Manfaat yang dibayarkan (3.134.131)
Dampak atas perubahan metode atribusi pada laba rugi (106.971)
Saldo akhir 21.469.775
23
24
Page 45
10. LIABILITAS DERIVATIF
Pada tanggal 31 Desember 2022, Perseroan tidak memiliki liabilitas derivatif. Perusahaan menghadapi risiko pasar, terutama karena
perubahan kurs mata uang asing dan tingkat bunga mengambang, dan menggunakan instrument derivatif untuk lindung nilai atas
risiko tersebut sebagai bagian dari manajemen risiko. Perusahaan tidak memiliki atau menerbitkan instrumen derivative untuk tujuan-
tujuan diperdagangkan.
Perubahan atas nilai wajar dari kontrak forward, foreign exchange swap, dan cross currency swap yang ditetapkan sebagai instrumen
lindung nilai, yang secara efektif menghapus variabilitas arus kas dari pinjaman terkait, dicatat di ekuitas. Nilai ini kemudian diakui
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain sebagai penyesuaian atas laba atau rugi selisih kurs dan beban bunga
pinjaman terkait yang dilindungi nilai pada periode yang sama dimana selisih kurs dan beban bunga tersebut di akui pada laba rugi.
Per tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, Perusahaan mengakui kerugian atas instrument derivatif masing-masing sebesar
Rp5.161.784 dan Rp15.789.691, yang dicatat di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Selisih nilai wajar instrumen derivatif yang ditujukan sebagai lindung nilai arus kas dan kerugian selisih kurs atas utang bank dalam
mata uang asing neto dicatat pada pendapatan komprehensif lain masing-masing sebesar Rp3.001.987 pada 31 Desember 2022 dan
Rp5.585.349 pada 31 Desember 2021.
PT Bank CTBC Indonesia
Perseroan mengadakan perjanjian cross currency swap dengan PT Bank CTBC Indonesia, untuk tujuan lindung nilai atas risiko
fluktuasi arus kas yang di timbulkan oleh kurs mata uang dari tingkat suku bunga atas pinjaman yang di terima dan risiko tingkat suku
bunga mengambang atas fasilitas kredit dengan rincian sebagai berikut:
No. Jenis Kontrak Mulai Akhir Nilai kontrak (nilai penuh)
1 Cross Currency Swap 21 November 2019 21 November 2022 ASD17.000.000
2 Cross Currency Swap 19 Desember 2019 21 November 2022 ASD11.000.000
3 Cross Currency Swap 27 Februari 2020 21 November 2022 ASD5.000.000
Perjanjian ini telah berakhir pada tanggal 21 November 2022.
11. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN
a. Perjanjian Pembiayaan Joint Financing dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk
Pada tanggal 25 Januari 2023, Perusahaan mendapatkan fasilitas Joint Financing sebesar Rp300.000.000. Fasilitas ini bersifat
berulang (revolving). Tingkat suku bunga indikatif sebesar 6,70 - 7,10% untuk pembiayaan MOP, serta 7,15 - 7,50% untuk
pembiayaan mobil non MOP. Jangka waktu penarikan fasilitas ditetapkan satu tahun sejak tanggal penandatanganan kredit.
Porsi pembiayaan untuk fasilitas ini adalah sebesar maks 90% : min 10% (Bank : Perusahaan).
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga rasio pinjaman terhadap modal maksimum 7 kali dan NPF maksimal 5%.
b. Perpanjangan Fasilitas Pinjaman dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Pada tanggal 20 Februari 2023, Perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas pinjaman Uncommited Credit Line dalam bentuk
Money Market Line senilai Rp500.000.000 dan ASD95.000.000 (nilai penuh) menjadi Rp1.200.000.000 dengan sub limit
ASD20.000.000 (nilai penuh) (dialihkan sebagian ke KMK II). Perpanjangan Fasilitas Forex Line ASD5.000.000 (nilai penuh).
Perpanjangan & deplesi fasilitas SBLC semula ASD100.000.0000 (nilai penuh) menjadi ASD50.000.000 (nilai penuh) (dialihkan
sebagian ke KMK II). Serta mendapatkan fasilitas KMK II sebesar Rp1.500.000.000.
Atas fasilitas Money Market Line dan Forex Line ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memberlakukan syarat kepada
Perusahaan untuk menjaminkan 100% piutang sewa pembiayaan, anjak piutang dan piutang pembiayaan konsumen dari saldo
pinjaman di BRI.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga rasio pinjaman terhadap modal maksimum 9 kali dan NPF maksimal 5%.
c. Penambahan Fasilitas Pinjaman dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Pada tanggal 8 Maret 2023, entitas anak memperoleh penambahan fasilitas pinjaman dalam bentuk Kredit Modal Kerja Yang
sifatnya revolving selama masa penarikan senilai Rp500.000. Tingkat suku bunga akan ditentukan saat tanggal penarikan
24
25
Page 46
berdasarkan tingkat suku bunga pasar dengan indikasi 6,95%. Jangka waktu penarikan perjanjian ini sampai dengan 1 Agustus
2023.
Fasilitas tersebut di atas dijaminkan dengan piutang yang tidak memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari sebesar 100%
dari total saldo pinjaman. Perseroan diwajibkan untuk menjaga Gearing Ratio maksimum sebesar 10 kali serta mempertahankan
rasio Non-Performing Loan (“NPL”) di atas 90 (sembilan puluh) hari maksimal 5%
d. Perpanjangan Fasilitas Pinjaman dengan PT Bank BTPN Tbk
Berdasarkan addendum pada tanggal 17 Maret 2023, pinjaman tersebut berubah dari ASD40.000.000 (nilai penuh) menjadi
IDR600.000.000 atau nilai setaranya dalam mata uang Dolar Amerika Serikat. Fasilitas pinjaman ini telah diperpanjang kembali
sampai dengan 30 Desember 2023. Berdasarkan adendum tersebut fasilitas yang dijamin dengan SBLC dari PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk., dirubah menjadi dijaminkan dengan SBLC dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., sebesar
ASD4.850.000 (nilai penuh), serta piutang sebesar 100% dari total saldo pinjaman. Perusahaan diwajibkan untuk menjaga rasio
hutang terhadap ekuitas maksimum 8,5 kali dan NPL maksimal 5%.
SELURUH LIABILITAS PERSEROAN PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2022 TELAH DIUNGKAPKAN DALAM PROSPEKTUS
INI.
SAMPAI DENGAN TANGGAL DITERBITKANNYA PROSPEKTUS INI, PERSEROAN TIDAK MEMILIKI LIABILITAS DAN
PERIKATAN YANG TERJADI SETELAH TANGGAL 31 DESEMBER 2022 SAMPAI DENGAN TANGGAL LAPORAN AUDITOR
INDEPENDEN ATAS LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN TANGGAL 9 MEI 2023, DAN YANG TERJADI SEJAK TANGGAL
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TERSEBUT DI ATAS SAMPAI DENGAN TANGGAL EFEKTIFNYA PERNYATAAN
PENDAFTARAN, SELAIN YANG TELAH DIUNGKAPKAN DALAM PROSPEKTUS INI DAN LAPORAN KEUANGAN TERSEBUT
DI ATAS, SERTA SELAIN LIABILITAS DAN PERIKATAN YANG TERJADI DARI KEGIATAN USAHA NORMAL.
DENGAN ADANYA PENGELOLAAN YANG SISTEMATIS ATAS ASET DAN LIABILITAS SERTA PENINGKATAN HASIL
OPERASI DI MASA YANG AKAN DATANG, PERSEROAN MENYATAKAN KESANGGUPANNYA UNTUK DAPAT
MENYELESAIKAN SELURUH LIABILITASNYA SESUAI DENGAN PERSYARATAN SEBAGAIMANA MESTINYA.
TIDAK TERDAPAT PELANGGARAN ATAS PERSYARATAN DALAM PERJANJIAN KREDIT YANG DILAKUKAN OLEH
PERSEROAN YANG BERDAMPAK MATERIAL TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA PERSEROAN PER 31 DESEMBER
2022.
TIDAK TERDAPAT FAKTA MATERIAL YANG MENGAKIBATKAN PERUBAHAN SIGNIFIKAN PADA LIABILITAS DAN/ATAU
PERIKATAN SETELAH TANGGAL LAPORAN KEUANGAN TERAKHIR SAMPAI DENGAN TANGGAL LAPORAN AKUNTAN
PUBLIK DAN SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN PUBLIK SAMPAI DENGAN TANGGAL EFEKTIFNYA PERNYATAAN
PENDAFTARAN.
SETELAH TANGGAL 31 DESEMBER 2022 SAMPAI DENGAN TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN SETELAH
TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN SAMPAI DENGAN TANGGAL EFEKTIF PERNYATAAN PENDAFTARAN,
PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA TIDAK TERDAPAT KEJADIAN LALAI YANG DILAKUKAN OLEH PERSEROAN ATAS
PEMBAYARAN POKOK DAN/ATAU BUNGA PINJAMAN.
MANAJEMEN PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA PERSEROAN SENANTIASA MELAKUKAN PEMANTAUAN TERHADAP
KEWAJIBAN YANG AKAN JATUH TEMPO, SEHINGGA SETIAP KEWAJIBAN YANG AKAN JATUH TEMPO SELALU DAPAT
DIPENUHI DENGAN TEPAT WAKTU DAN TIDAK TERDAPAT LIABILITAS PERSEROAN YANG TELAH JATUH TEMPO
TETAPI BELUM DILUNASI.
TIDAK TERDAPAT NEGATIVE COVENANTS YANG AKAN MERUGIKAN HAK-HAK PEMEGANG SAHAM DAN HAK-HAK
PEMEGANG OBLIGASI.
TIDAK TERDAPAT KEJADIAN LALAI ATAS PEMBAYARAN POKOK DAN/ATAU BUNGA PINJAMAN SETELAH TANGGAL
LAPORAN KEUANGAN TERAKHIR SAMPAI DENGAN TANGGAL EFEKTIFNYA PERNYATAAN PENDAFTARAN.
PER TANGGAL 31 DESEMBER 2022, PERSEROAN TIDAK MEMILIKI KOMITMEN DAN KONTIJENSI YANG BELUM
DIUNGKAPKAN SELAIN YANG TELAH DIUNGKAPKAN PADA PROSPEKTUS DAN LAPORAN KEUANGAN.
25
26
Page 47
IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Calon investor harus membaca ikhtisar data keuangan penting yang disajikan di bawah ini bersamaan dengan laporan keuangan
Perseroan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan 2021 beserta catatan-catatan atas laporan
keuangan tersebut, yang terdapat di bagian lain dalam Prospektus ini. Calon investor juga harus membaca Bab V mengenai Analisis
dan Pembahasan oleh Manajemen.
Informasi keuangan yang disajikan di bawah ini diambil dari laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, yang terdapat di bagian lain dalam Prospektus ini, yang disusun dan
disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Laporan Keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut,
yang seluruhnya tercantum dalam Prospektus ini, telah diaudit oleh KAP PSS, auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang
ditetapkan oleh Institut Akuntan PubIik Indonesia sebagaimana tercantum laporan auditor independen No.
01348/2.1032/AU.1/09/1681-3/1/V/2023 tertanggal 9 Mei 2023 dan No. 01347/2.1032/AU.1/09/1681-2/1/V/2023 tertanggal 9 Mei
2023 yang ditandatangani oleh Christophorus Alvin Kossim (Registrasi Akuntan Publik No.AP.1681). Laporan auditor independen
tersebut, yang juga tercantum dalam Prospektus ini, menyatakan opini tanpa modifikasian dan berisi paragraf-paragraf “hal-hal lain”
yang menyatakan : (i) tujuan penerbitan laporan auditor independen, dan (ii) penerbitan kembali laporan auditor independen atas
Laporan Keuangan Perseroan.
Laporan Posisi Keuangan
(dalam ribuan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2022 2021
ASET
Kas dan Setara Kas 167.507.755 154.144.328
Piutang Sewa Pembiayaan – Neto 1.497.903.222 1.737.863.884
Tagihan Anjak Piutang – Neto 56.800.704 57.104.364
Piutang Pembiayaan Konsumen – Neto 4.919.356.692 2.776.442.315
Beban Dibayar Di Muka dan Uang Muka 39.019.219 33.757.073
Aset Tetap – Neto 34.815.717 28.075.035
Aset Hak Guna – Neto 21.951.477 4.600.565
Aset Sewa Operasi – Neto 517.238.009 390.254.654
Aset Takberwujud – Neto 14.494.915 15.689.357
Aset Pajak Tangguhan – Neto 28.110.374 28.312.609
Aset Lain – Lain 29.112.240 18.820.635
TOTAL ASET 7.326.310.324 5.245.064.819
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Pinjaman yang Diterima 4.721.118.978 3.186.530.385
Medium Term Notes 499.455.589 798.946.669
Utang Obligasi 697.788.751 -
Beban yang Masih Harus Dibayar 57.270.335 37.614.501
Utang Pajak 17.821.859 12.036.036
Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan 21.469.775 16.272.153
Liablitas Derivatif - 1.325.952
Liabilitas Sewa 13.168.687 3.128.144
Liabilitas Lain – Lain 76.585.858 54.052.025
TOTAL LIABILITAS 6.104.679.832 4.109.905.865
EKUITAS
Modal Saham 450.000.000 450.000.000
Saldo Laba
Telah Ditentukan Penggunaannya 45.049.233 12.644.672
Belum Ditentukan Penggunaannya 722.125.643 670.691.431
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja – Neto Setelah Pajak 4.455.616 4.824.838
Kerugian Kumulatif atas Instrumen Derivatif untuk Lindung Nilai Arus Kas -
Neto Setelah Pajak - (3.001.987)
TOTAL EKUITAS 1.221.630.492 1.135.158.954
TOTAL LIABILTAS DAN EKUITAS 7.326.310.324 5.245.064.819
26
27
Page 48
Laporan Laba Rugi Komprehensif
(dalam ribuan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2022 2021
PENDAPATAN
Pendapatan Sewa Pembiayaan 195.968.954 212.365.672
Pendapatan Anjak Piutang 12.094.972 12.152.205
Pendapatan Pembiayaan Konsumen 486.895.706 253.026.138
Pendapatan Sewa Operasi 163.513.195 106.933.475
Pendapatan Bunga 5.417.363 5.315.532
Pendapatan Lain – Lain 26.698.871 22.824.279
TOTAL PENDAPATAN 890.589.061 612.617.301
BEBAN
Beban Pendanaan 312.976.730 207.346.251
Beban Gaji dan Tunjangan 162.033.177 117.846.436
Penyisihan (Pemulihan) Kerugian Penurunan Nilai 76.245.518 51.112.907
Beban Umum dan Administrasi 72.545.677 55.771.107
Beban Depresiasi dan Amortisasi 139.981.420 104.043.677
Beban Hunian 3.943.833 2.912.075
(Keuntungan) Kerugian dari Selisih Kurs – Neto (1.496.633) (1.514.247)
Beban Lain – Lain 10.203.192 17.000.432
TOTAL BEBAN 776.432.914 554.518.638
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK FINAL DAN PAJAK PENGHASILAN 114.156.147 58.098.663
Beban Pajak Final 1.078.509 1.056.530
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 113.077.638 57.042.133
BEBAN PAJAK
Beban Pajak Penghasilan 29.238.865 13.836.052
LABA TAHUN BERJALAN 83.838.773 43.206.081
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan Direklarifikasi ke Laba Rugi
Keuntungan Aktuarial (473.362) 26.104
Pajak Penghasilan Terkait 104.140 (5.743)
Pos yang akan Direklasifikasi ke Laba Rugi
Bagian Efektif atas Perubahan Nilai Wajar Instrumen Derivatif – Lindung Nilai Arus Kas 3.848.701 6.885.469
Pajak Penghasilan Terkait (846.714) (1.300.120)
LABA KOMPREHENSIF LAIN SETELAH PAJAK 2.632.765 5.605.710
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 86.471.538 48.811.791
Rasio-Rasio Keuangan Penting
31 Desember
Keterangan
2022 2021
Rasio Pertumbuhan
Total Pendapatan 45,45% 24,19%
Total Beban 40,02% 15,14%
Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan 98,24% 429,14%
Laba Tahun Berjalan 94,04% 802,93%
Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan 77,15% 739,28%
Total Aset 39,68% 29,56%
Total Liabilitas 48,54% 38,76%
Total Ekuitas 7,62% 4,49%
Rasio Permodalan
Modal Disesuaikan/Aset Disesuaikan (1) 23,87% 38,14%
27
28
Page 49
31 Desember
Keterangan
2022 2021
Rasio Rentabilitas
Laba Tahun Berjalan/ Total Pendapatan 9,43% 7,05%
Laba Tahun Berjalan/ Total Ekuitas 6,86% 3,81%
Laba Tahun Berjalan/Total Aset 1,14% 0,82%
Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan/ Total Aset 1,54% 1,09%
Rasio Solvabilitas
Aset Lancar/ Liabilitas jangka pendek 43,70% 35,12%
Total Liabilitas/ Total Aset 83,33% 78,36%
Total Liabilitas/ Total Ekuitas 499,72% 381,12%
Gearing Ratio )(1) 4,84x 3,51x
Kualitas Piutang Pembiayaan
Non Performing Financing Ratio – neto (1) 0,29% 0,40%
Rasio Piutang Pembiayaan (1) 88,37% 87,16%
Interest Coverage Ratio(2) 1,36x 1,28x
Debt Service Coverage Ratio(3) 0,43x 0,66x
Keterangan:
(1) Perhitungan dilakukan sesuai dengan POJK No. 35/2018 dan Surat Edaran OJK No.1/SEOJK.05/2016 tanggal 23 Februari 2016 tentang Tingkat Kesehatan
Keuangan Perusahaan Pembiayaan.
(2) Interest Coverage Ratio dihitung dari EBIT (2022: Rp427.132.878 ribu; 2021 : Rp265.444.914 ribu) dibagi dengan beban bunga tahun berjalan (2022:
Rp312.976.731 ribu; 2021 : Rp207.346.251 ribu). EBIT dihitung dari laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan (2022: Rp114.156.147 ribu; 2021 :
Rp58.098.663 ribu) ditambah beban bunga tahun berjalan (2022: Rp312.976.731 ribu; 2021 : Rp207.346.251 ribu).
(3) Debt Service Coverage Ratio dihitung dari EBITDA (2022: Rp567.114.299 ribu; 2021 : Rp369.488.591 ribu) dibagi dengan pembayaran pokok bunga atas
pinjaman diterima jangka panjang selama tahun berjalan (2022: Rp1.318.989.349 ribu; 2021 : Rp560.774.457 ribu). EBITDA dihitung dari laba sebelum beban
pajak final dan pajak penghasilan (2022: Rp114.156.147 ribu; 2021 : Rp58.098.663 ribu) ditambah dengan beban bunga tahun berjalan (2022: Rp312.976.731
ribu; 2021 : Rp207.346.251 ribu), beban depresiasi aset tetap (2022: Rp13.214.081 ribu; 2021 : Rp11.595.861 ribu), beban depresiasi aset sewa operasi (2022:
Rp111.445.974 ribu; 2021 : Rp73.945.194 ribu), amortisasi aset hak guna (2022: Rp9.334.743 ribu; 2021 : Rp12.345.036 ribu) dan amortisasi aset tak berwujud
(2022: Rp5.986.623 ribu; 2021 : Rp6.157.586 ribu).
SAMPAI DENGAN DITERBITKANNYA PROSPEKTUS INI, PERSEROAN TELAH MEMENUHI SEMUA RASIO KEUANGAN
YANG DIPERSYARATKAN DALAM PERJANJIAN UTANG PERSEROAN.
28
29
Page 50
Halaman ini sengaja dikosongkan
30
Page 51
V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN
Keterangan yang ada dalam bab ini harus dibaca bersama-sama dengan laporan keuangan Perseroan beserta catatan-catatan di
dalamnya, yang terdapat pada Bab V dari Prospektus ini. Analisis dan pembahasan yang disajikan berikut mengandung kalimat-
kalimat yang juga menggambarkan risiko dan ketidakpastian. Hasil akhir sebenarnya dapat berbeda secara signifikan dengan hal-hal
yang dimaksud dalam kalimat-kalimat tersebut. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan perubahan signifikan sudah termasuk dalam
kalimat-kalimat tersebut, tetapi tidak terbatas pada analisis dan pembahasan berikut dan bagian yang terkait dalam Prospektus ini,
khususnya Bab VI mengenai Faktor Risiko.
Analisis dan pembahasan kondisi keuangan serta hasil operasi Perseroan dalam bab ini harus dibaca bersama-sama dengan “Ikhtisar
Data Keuangan Penting” dan laporan keuangan Perseroan beserta catatan atas laporan keuangan yang tercantum dalam prospektus
ini. Analisis dan pembahasan oleh manajemen yang disajikan di bawah ini disusun berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk
tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021.
Tabel berikut ini menunjukkan ikhtisar data keuangan penting Perseroan yang disusun berdasarkan laporan keuangan Perseroan
untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang bersumber dari laporan keuangan Perseroan
31 Desember 2022 dan 2021 yang seluruhnya tercantum dalam Prospektus ini.
Laporan Keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut,
yang seluruhnya tercantum dalam Prospektus ini, telah diaudit oleh KAP PSS, auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang
ditetapkan oleh Institut Akuntan PubIik Indonesia sebagaimana tercantum dalam laporan auditor independen No.
01348/2.1032/AU.1/09/1681-3/1/V/2023 tertanggal 9 Mei 2023 dan No. 01347/2.1032/AU.1/09/1681-2/1/V/2023 tertanggal 9 Mei
2023 yang ditandatangani oleh Christophorus Alvin Kossim (Registrasi Akuntan Publik No.AP.1681) Laporan auditor independen
tersebut, yang juga tercantum dalam Prospektus ini, menyatakan opini tanpa modifikasian dan berisi paragraf-paragraf “hal-hal lain”
yang menyatakan : (i) tujuan penerbitan laporan auditor independen, dan (ii) penerbitan kembali laporan auditor independen atas
Laporan Keuangan Perseroan.
Tidak terdapat kejadian yang signifikan atau transaksi yang signifikan serta tidak normal dan jarang terjadi atau perubahan
pentingdalam ekonomi yang dapat memengaruhi jumlah pendapatan dan profitablitas yang dilaporkan dalam laporan keuangan yang
telah diaudit Akuntan Publik.
1. UMUM
Didirikan sejak tahun 1983, Perseroan merupakan salah satu entitas anak BRI yang bergerak di bidang pembiayaan. Kegiatan usaha
bidang pembiayaan yang dijalankan oleh Perseroan saat ini adalah pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja, pembiayaan
konsumer dan sewa operasi.
Per 31 Desember 2022, kegiatan operasi dan usaha Perseroan didukung oleh jaringan kerja sebanyak 1 Kantor Pusat, 26 Kantor
Cabang, dan 182 titik captive di Kantor Cabang BRI yang tersebar diseluruh Indonesia. Selain itu, sejak tahun 2020 Perseroan ditunjuk
sebagai Single Gateway Autoloan BRI Grup sebagai wujud nyata dari sinergi bisnis antara Perseroan dengan induk usaha. Melalui
penunjukkan ini, Perseroan mendapatkan competitive advantage untuk menjangkau nasabah-nasabah di kota lain melalui
penempatan tenaga pemasar di unit kerja BRI. Kedepan, Perseroan akan terus mengembangkan sistem branchless financing melalui
sinergi bersama BRI Grup guna mencapai pertumbuhan usaha yang efektif, efisien dan berkelanjutan.
2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONDISI KEUANGAN DAN KINERJA PERSEROAN
Kegiatan usaha, hasil operasional dan kondisi keuangan Perseroan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang utama antara lain adalah
kondisi perekonomian, tingkat suku bunga, kompetisi dalam industri pembiayaan dan otomotif dan variasi produk baru otomotif.
Kondisi ekonomi merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kondisi keuangan dan kinerja Perseroan. Laju
pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat, inflasi dan pergerakan suku bunga menjadi barometer dalam menentukan arah
kebijakan dan langkah strategis Perseroan. Perusahaan pembiayaan memiliki nature business yang amat bergantung pada tingkat
suku bunga. Perubahan pada suku bunga relatif berdampak langsung pada jumlah penyaluran pembiayaan dimana nasabah
cenderung untuk memilih produk pembiayaan dengan bunga yang rendah. Untuk itu, Perseroan secara terus menerus berupaya
untuk membuka akses pada sumber pendanaan murah dan alternatif funding terbaik agar dapat menawarkan produk pembiayaan
dengan bunga yang kompetitif kepada para nasabah.
Kompetisi yang ketat dalam industri pembiayaan dan otomotif memaksa perusahaan pembiayaan untuk lebih kreatif dan inovatif
dalam membuat produk dan jasa yang ditawarkan termasuk kecepatan layanan dan persetujuan pembiayaan. Perseroan telah secara
aktif melakukan pengembangan produk dan layanan yang ditawarkan termasuk diantaranya transformasi digital melalui
pengembangan aplikasi MyBrif dan pengembangan scoring system – fast track approval untuk percepatan persetujuan pembiayaan.
29
31
Page 52
Sejalan dengan keputusan untuk menjadikan Perseroan sebagai Single Gateway Autoloan BRI Grup dan sebagai perwujudan sinergi
dengan induk usaha, Perseroan mengembangkan layanan branchless financing melalui penempatan tenaga pemasar dan
penyimpanan dokumen di 182 unit kerja BRI yang tesebar di seluruh Indonesia (per 31 Desember 2022. Implementasi strategi inisiatif
dan sinergi dengan induk usaha ini diharapkan mampu untuk memperkuat posisi Perseroan dalam memenangkan persaingan di
pasar.
3. PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
Perseroan telah menerapkan PSAK yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2022 yang dianggap relevan terhadap laporan
keuangan sebagai berikut:
1. Amandemen PSAK 71: Instrumen Keuangan: Imbalan dalam pengujian ’10 persen ’untuk penghentian pengakuan liabililitas
keuangan
2. Amendemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontijensi, dan Aset Kontijensi tentang Kontrak Merugi-Biaya Memenuhi Kontrak
3. Amendemen PSAK 73: Sewa tentang Reformasi Acuan Suku Bunga
Implementasi dari standar-standar tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang dilaporkan di periode berjalan
atau tahun sebelumnya.
Tidak terdapat perubahan Kebijakan Akuntansi Penting, dalam jangka waktu 2 (dua) tahun buku terakhir.
4. ANALISIS LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Tabel dibawah ini menyajikan data laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 sebagai berikut:
(dalam ribuan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2022 2021
PENDAPATAN
Pendapatan Sewa Pembiayaan 195.968.954 212.365.672
Pendapatan Anjak Piutang 12.094.972 12.152.205
Pendapatan Pembiayaan Konsumen 486.895.706 253.026.138
Pendapatan Sewa Operasi 163.513.195 106.933.475
Pendapatan Bunga 5.417.363 5.315.532
Pendapatan Lain – Lain 26.698.871 22.824.279
TOTAL PENDAPATAN 890.589.061 612.617.301
BEBAN
Beban Pendanaan 312.976.730 207.346.251
Beban Gaji dan Tunjangan 162.033.177 117.846.436
Penyisihan (Pemulihan) Kerugian Penurunan Nilai 76.245.518 51.112.907
Beban Umum dan Administrasi 72.545.677 55.771.107
Beban Depresiasi dan Amortisasi 139.981.420 104.043.677
Beban Hunian 3.943.833 2.912.075
(Keuntungan) Kerugian dari Selisih Kurs – Neto (1.496.633) (1.514.247)
Beban Lain – Lain 10.203.192 17.000.432
TOTAL BEBAN 776.432.914 554.518.638
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK FINAL DAN PAJAK PENGHASILAN 114.156.147 58.098.663
Beban Pajak Final 1.078.509 1.056.530
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 113.077.638 57.042.133
BEBAN PAJAK
Beban Pajak Penghasilan 29.238.865 13.836.052
LABA TAHUN BERJALAN 83.838.773 43.206.081
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan Direklarifikasi ke Laba Rugi
Keuntungan Aktuarial (473.362) 26.104
Pajak Penghasilan Terkait 104.140 (5.743)
30
32
Page 53
(dalam ribuan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2022 2021
Pos yang akan Direklasifikasi ke Laba Rugi
Bagian Efektif atas Perubahan Nilai Wajar Instrumen Derivatif – Lindung Nilai Arus Kas 3.848.701 6.885.469
Pajak Penghasilan Terkait (846.714) (1.300.120)
LABA KOMPREHENSIF LAIN SETELAH PAJAK 2.632.765 5.605.710
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 86.471.538 48.811.791
Pendapatan
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021
Pendapatan Perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp277.971.760 ribu atau 45,4% dari pendapatan sebesar Rp612.617.301
ribu untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 menjadi Rp890.589.061 ribu untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan pada Pembiayaan Konsumen sebesar
Rp233.869.568 ribu atau 92,4% dari pendapatan pembiayaan konsumen sebesar Rp253.026.138 ribu untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021 menjadi Rp486.895.706 ribu.
Beban
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021
Beban Perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp221.914.276 ribu atau 40,0% dari Beban Pokok Penjualan dan Pendapatan
sebesar Rp554.518.638 ribu untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 menjadi Rp776.432.914 ribu untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022. Peningkatan ini disebabkan terutama oleh peningkatan pada Beban Pendanaan
sebesar 50,9% atau Rp105.630.479 ribu dan Beban Gaji dan Tunjangan sebesar 37,5% atau Rp44.186.741 ribu.
Laba Tahun Berjalan
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021
Laba tahun berjalan Perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp40.632.692 ribu atau 94,0% % dari Laba tahun berjalan sebesar
Rp43.206.081 ribu untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 menjadi Rp83.838.773 ribu untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022. Peningkatan ini disebabkan diantara lain oleh peningkatan pendapatan perusahaan sebesar
Rp277.971.760 ribu atau 45,4% dari tahun 2021.
Laba Komprehensif Setelah Pajak
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021
Laba komprehensif setelah pajak Perseroan mengalami penurunan sebesar Rp2.972.945 ribu atau 53,0% % dari Laba komprehensif
setelah pajak sebesar Rp5.605.710 ribu untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 menjadi Rp2.632.765 ribu untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini disebabkan terutama oleh adanya penurunan pada Bagian
Efektif atas Perubahan nilai wajar instrument sebesar Rp3.036.768 ribu atau 44,1% dari tahun 2021 sebesar Rp6.885.469 ribu.
Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021
Penghasilan komprehensif tahun berjalan Perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp37.659.747 ribu atau 77,2% dari
Penghasilan komprehensif tahun berjalan sebesar Rp48.811.791 ribu untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
menjadi Rp86.471.538 ribu untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022. Peningkatan ini disebabkan terutama oleh
peningkatan pada Laba Tahun Berjalan perseroan sebesar Rp40.632.692 ribu atau 94,0% dari Tahun 2021.
31
33
Page 54
5. LAPORAN POSISI KEUANGAN PERSEROAN
Tabel dibawah ini menjelaskan rincian laporan posisi keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
(dalam ribuan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2022 2021
ASET
Kas dan Setara Kas 167.507.755 154.144.328
Piutang Sewa Pembiayaan – Neto 1.497.903.222 1.737.863.884
Tagihan Anjak Piutang – Neto 56.800.704 57.104.364
Piutang Pembiayaan Konsumen – Neto 4.919.356.692 2.776.442.315
Beban Dibayar Di Muka dan Uang Muka 39.019.219 33.757.073
Aset Tetap – Neto 34.815.717 28.075.035
Aset Hak Guna – Neto 21.951.477 4.600.565
Aset Sewa Operasi – Neto 517.238.009 390.254.654
Aset Takberwujud – Neto 14.494.915 15.689.357
Aset Pajak Tangguhan – Neto 28.110.374 28.312.609
Aset Lain – Lain 29.112.240 18.820.635
TOTAL ASET 7.326.310.324 5.245.064.819
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Pinjaman yang Diterima 4.721.118.978 3.186.530.385
Medium Term Notes 499.455.589 798.946.669
Utang Obligasi 697.788.751 -
Beban yang Masih Harus Dibayar 57.270.335 37.614.501
Utang Pajak 17.821.859 12.036.036
Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan 21.469.775 16.272.153
Liablitas Derivatif - 1.325.952
Liabilitas Sewa 13.168.687 3.128.144
Liabilitas Lain – Lain 76.585.858 54.052.025
TOTAL LIABILITAS 6.104.679.832 4.109.905.865
EKUITAS
Modal Saham 450.000.000 450.000.000
Saldo Laba
Telah Ditentukan Penggunaannya 45.049.233 12.644.672
Belum Ditentukan Penggunaannya 722.125.643 670.691.431
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja – Neto Setelah Pajak 4.455.616 4.824.838
Kerugian Kumulatif atas Instrumen Derivatif untuk Lindung Nilai Arus Kas -
Neto Setelah Pajak - (3.001.987)
TOTAL EKUITAS 1.221.630.492 1.135.158.954
TOTAL LIABILTAS DAN EKUITAS 7.326.310.324 5.245.064.819
ASET
Posisi pada tanggal 31 Desember 2022 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2021
Total Aset Perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp2.081.245.505 ribu atau 39,7% dari total aset sebesar Rp5.245.064.819
ribu pada tanggal 31 Desember 2021 menjadi sebesar Rp7.326.310.324 ribu pada tanggal 31 Desember 2022. Kontribusi terbesar
dari peningkatan aset terbesar berasal dari piutang pembiayaan konsumen-neto dan aset sewa operasi-neto masing masing sebesar
Rp2.142.914.377 ribu dan Rp126.983.355 ribu atau 77,2% dan 32,5% dari tahun 2021.
LIABILITAS
Posisi pada tanggal 31 Desember 2022 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2021
Total liabilitas Perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp1.994.773.967 ribu atau 48,5% dari total liabilitas sebesar
Rp4.109.905.865 ribu pada tanggal 31 Desember 2021 menjadi sebesar Rp6.104.679.832 ribu pada tanggal 31 Desember 2022.
Peningkatan terutama disebabkan oleh adanya kenaikan jumlah Pinjaman yang diterima dan Utang Obligasi masing masing sebesar
Rp1.534.588.593 ribu atau 48,2% dan Rp697.788.751 ribu dari tahun 2021.
32
34
Page 55
EKUITAS
Posisi pada tanggal 31 Desember 2022 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2021
Total ekuitas Perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp86.471.538 ribu atau 7,6% dari total ekuitas sebesar Rp1.135.158.954
ribu pada tanggal 31 Desember 2021 menjadi sebesar Rp1.221.630.492 ribu pada tanggal 31 Desember 2022. Peningkatan terutama
disebabkan oleh kenaikan pada Saldo Laba Yang Telah Ditentukan Penggunaannya dan Belum Ditentukan Penggunaannya masing
masing sebesar Rp32.404.561 ribu atau 256,3% dan Rp51.434.212 ribu atau 7,7% dari tahun 2021.
6. LIKUIDITAS DAN SUMBER PERMODALAN
Pada tanggal 31 Desember 2022, Perseroan memiliki sumber likuiditas secara internal yaitu kas dan setara kas sebesar
Rp167.507.755 ribu dan sumber likuiditas secara ekternal yaitu pinjaman bank, Medium Term Notes, dan Utang Obligasi masing-
masing sebesar Rp4.721.118.978 ribu, Rp499.455.589 ribu, dan Rp697.788.751 ribu. Perseroan memiliki fasilitas pinjaman dari bank
yang belum ditarik sebesar Rp3.762.196.450 di Bank BRI, Bank Mandiri, Bank Maybank Indonesia, dan Bank Danamon, serta sebesar
Amerika Serikat Dollar (ASD) 115.150.000 di Bank BTPN, Bank MUFG Jakarta, dan Bank CTBC Indonesia.
Arus kas masuk Perseroan yang utama diperoleh dari penerimaan angsuran piutang konsumen dan pinjaman yang diterima dari
bank. Arus kas keluar Perseroan yang utama adalah untuk membayar biaya transaksi sehubungan dengan pembiayaan kepada
dealer, membayar pinjaman kepada bank, serta membayar biaya operasional dan pajak penghasilan Perseroan.
Selama dua tahun terakhir, sumber likuiditas utama Perseroan adalah dari arus kas aktivitas operasi dan aktivitas pendanaan melalui
pinjaman bank, penerbitan surat berharga dan penanaman modal dari perusahaan induk. Penggunaan dana utama Perseroan adalah
untuk membiayai kebutuhan modal kerja dan belanja modal sehubungan dengan ekspansi kapasitas bisnis dan pengembangan
usaha. Perseroan secara rutin mengevaluasi kebutuhan modalnya terkait arus kas dari operasi, rencana penambahan kapasitas
Perseroan dan kondisi pasar. Sumber likuiditas Perseroan terutama berasal dari efek yang diterbitkan, utang bank, dan penanaman
modal dari perusahaan induk. Tidak terdapat sumber likuiditas yang material yang belum digunakan. Sejauh ini, tidak terdapat
kecenderungan yang diketahui, permintaan, perikatan dan komitmen, kejadian dan/atau ketidakpastian yang mungkin dapat
mengakibatkan terjadinya peningkatan atau penurunan yang material terhadap likuiditas Perseroan. Pada saat Prospektus ini
diterbitkan, Perseroan menyatakan memiliki kecukupan modal kerja.
Terkait dengan karakteristik bisnis Perseroan dalam bisnis pembiayaan, Perseroan melakukan penganekaragaman pendanaan dan
mengupayakan struktur pendanaan sejalan dengan struktur pembiayaan dengan tetap memperhatikan cost of fund agar terjadi
ketersesuaian antara pola pendanaan dan pola pembiayaan.
Dalam menjaga likuiditas, Perseroan memaksimalkan penggunaan dana yang tersedia untuk kegiatan operasional Perseroan dan
meminimalkan dana mengendap yang belum digunakan. Selain itu Perseroan juga memiliki sistem akuntansi atau pencatatan laporan
dari semua kegiatan transaksi yang berisi informasi mengenai pemasukan dan pengeluaran selama satu periode. Perseroan juga
secara berkala melakukan evaluasi atas laporan keuangan tersebut sehingga dapat mengukur tingkat likuiditas dan solvabilitas, serta
sebagai strategi adaptif dalam menghadapi perubahan keadaan dan peluang.
Strategi pendanaan yang dilakukan Perseroan di tahun 2023 untuk memenuhi kecukupan modal kerja Perseroan diantaranya sebagai
berikut :
• Menjaga cost of fund
• Diversifikasi sumber-sumber pendanaan
• Mencari potensi sumber-sumber pendanaan baru
• Penerbitan surat berharga (MTN atau Obligasi)
• Menjaga hubungan baik dengan para kreditur
Hingga Prospektus ini diterbitkan, tidak ada kecenderungan yang diketahui, permintaan, perikatan atau komitmen, kejadian dan/atau
ketidakpastian yang mungkin mengakibatkan terjadinya peningkatan atau penurunan yang material terhadap likuiditas Perseroan.
Perseroan menyatakan memiliki modal kerja yang cukup untuk menjalankan kegiatan usahanya.
(dalam ribuan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2022 2021
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi (1.844.929.637) (1.213.505.087)
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi (46.849.408) (14.724.112)
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan 1.904.480.864 1.107.366.501
Kas dan setara kas awal tahun 154.144.328 265.801.066
Kas dan setara kas akhir tahun 167.507.755 154.144.328
33
35
Page 56
Arus Kas Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Operasi
Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi termasuk penerimaan kas dari pelanggan dan pendapatan bunga. Arus kas yang digunakan
untuk aktivitas operasi termasuk pembayaran kas kepada pemasok, pihak ketiga lainnya dan karyawan, pembayaran beban bunga,
dan pembayaran pajak Perseroan.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021
Arus kas dari aktivitas operasi Perseroan mengalami peningkatan sebesar Rpp631.424.550 ribu atau 52,03% dari kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp1.213.505.087 ribu pada tanggal 31 Desember 2021 menjadi kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas operasi sebesar Rp1.844.929.637 ribu pada tanggal 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut terutama disebabkan
oleh adanya kenaikan penerimaan kas untuk Pendapatan Pembiayaan Konsumen sebesar Rp1.057.489.726 ribu atau 74,3% dari
tahun 2021.
Arus Kas Digunakan Untuk Aktivitas Investasi
Kas yang diperoleh dari aktivitas investasi termasuk penerimaan untuk investasi jangka pendek dan jangka panjang. Arus kas yang
digunakan untuk aktivitas investasi termasuk pembayaran untuk investasi jangka pendek dan jangka panjang serta penambahan aset
tetap.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021
Arus kas dari aktivitas investasi Perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp32.125.296 ribu atau 218,2% dari kas bersih yang
yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp14.724.112 ribu pada tanggal 31 Desember 2021 menjadi kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp46.849.408 ribu pada tanggal 31 Desember 2022. Peningkatan ini terutama
disebabkan oleh adanya kenaikan pada Perolehan Aset Hak Guna dan Perolehan Aset Tetap masing masing sebesar Rp27.811.446
ribu atau 3.910,9% dan Rp5.293.522 ribu atau 35,0%
Arus Kas Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Pendanaan
Kas yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan termasuk penerimaan pinjaman bank. Arus kas yang digunakan untuk
aktivitas pendanaan termasuk pembayaran pinjaman bank, pembayaran dividen dan pembayaran liabilitas sewa.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021
Arus kas dari aktivitas pendanaan Perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp797.114.363 ribu atau 71,98% dari kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp1.107.366.501 ribu pada tanggal 31 Desember 2021 menjadi kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar Rp1.904.480.864 ribu pada tanggal 31 Desember 2022. Peningkatan ini terutama
disebabkan oleh adanya penerimaan utang obligasi dan penurunan pembayaran pinjaman bank masing masing sebesar
Rp700.000.000 ribu dan Rp2.175.234.299 ribu atau 16,2%.
7. RASIO KEUANGAN PERSEROAN
(1) Likuiditas
Likuiditas adalah kemampuan Perseroan untuk memenuhi liabilitas jangka pendek yang dapat diukur dengan membandingkan antara
total aset lancar terhadap total liabilitas lancar. Tingkat likuiditas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 masing-masing
adalah sebesar 43,70% dan 35,12%. Kenaikan tingkat likuiditas dibandingkan dengan tahun sebelumnya terutama disebabkan
disebabkan oleh switching pendanaan ke jangka panjang untuk menghindari suku bunga yang fluktuatif.
(2) Solvabilitas
Solvabilitas adalah kemampuan Perseroan untuk memenuhi semua liabilitasnya, yang dapat diukur dengan membandingkan antara
total liabilitas terhadap total aset. Tingkat solvabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 masing-masing adalah
sebesar 83,33% dan 78,36%. Kenaikan rasio total liabilitas terhadap total aset disebabkan oleh peningkatan liabilitas (khususnya
pinjaman bank) yang lebih tinggi dibandingkan peningkatan aset guna mendukung pertumbuhan pembiayaan.
34
36
Page 57
(3) Imbal Hasil Ekuitas
Imbal Hasil Ekuitas atau Return on Equity (ROE) adalah kemampuan Perseroan untuk menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang
ditanamkan, yang diukur dari perbandingan antara laba bersih dengan total ekuitas. Imbal Hasil Ekuitas Perseroan pada tanggal
31 Desember 2022 dan 2021 masing-masing adalah sebesar 6,86% dan 3,81%. Kenaikan imbal hasil ekuitas dibandingkan dengan
tahun sebelumnya terutama disebabkan oleh adanya peningkatan laba bersih sebesar Rp40.632.692 ribu atau 94,0%.
(4) Imbal Hasil Investasi
Imbal Hasil Investasi atau Return on Asset (ROA) adalah kemampuan Perseroan untuk menghasilkan laba dari aset yang dimiliki,
yang diukur dari perbandingan antara laba bersih dengan total aset. Imbal Hasil Investasi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2022
dan 2021 masing-masing adalah sebesar 1,14% dan 0,82%. Peningkatan imbal hasil investasi karena peningkatan jumlah aset
Perseroan pada tahun 2022 sebesar Rp2.081.245.505 ribu atau 39,68% dibandingkan tahun 2021 dan terjadi peningkatan laba bersih
sebesar Rp40.632.692 ribu atau 94,0%
(5) Gearing Ratio
Gearing Ratio Perseroan berturut-turut pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 masing-masing adalah sebesar 4,84x dan 3,51x.
Hal ini membuktikan bahwa Perseroan telah memenuhi tingkat kesehatan perusahaan pembiayaan sebagaimana dipersyaratkan oleh
KMK dan OJK.
8. BELANJA MODAL
Pada tahun 2021, belanja modal Perseroan sebesar Rp312.104.240 ribu sementara itu pada tahun 2022, total belanja modal
Perseroan adalah sebesar Rp298.801.604 ribu.
Tabel berikut menunjukkan belanja modal Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021.
(dalam ribuan Rupiah)
Keterangan 31 Desember
2022 2021
Tanah 2.153.721 -
Bangunan 909.029 -
Kendaraan 5.552.402 4.209.227
Prasarana 5.084.566 7.422.442
Perangkat keras komputer 6.061.009 3.247.308
Perabotan dan peralatan kantor 655.030 243.258
Aset tidak berwujud 4.792.181 6.869.831
Aset hak guna 28.522.581 711.135
Aset sewa operasi 245.071.085 289.401.039
Jumlah belanja modal 298.801.604 312.104.240
Perseroan tidak memiliki transaksi hedging, risiko fluktuasi mata uang asing karena pembelian barang modal tersebut dilakukan dalam
bentuk mata uang Rupiah. Perseroan juga tidak memiliki ikatan material atas pembelian barang modal sepanjang tahun 2022.
Perseroan memiliki beberapa komitmen investasi barang modal yang material yang dilakukan pada tahun 2021 dan 2022, yang
seluruhnya dengan mata uang Rupiah, sehinggan tidak ada Tindakan yang dilakukan Emiten untuk melindungi risiko dari fluktuasi
kurs mata uang asing, serta seluruh komitmen investasi barang modal yang material tersebut tidak mengatur sanksi.
Tabel berikut komitmen investasi barang modal yang material untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021.
31 Desember 2022
Prakiraan periode dimulai dan
Nilai keseluruhan, mata Sumber
Pihak yang terkait dalam Tujuan dari investasi barang Distribusi investasi selesainya proses
No uang, dan bagian yang dana yang
perjanjian 2022 modal secara geografis pembangunan dalam rangka
telah direalisasi (Rp) digunakan
investasi barang modal
Aset Sewa Operasi
1 ASDP 4.162.880.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
2 Bank Rakyat Indonesia 24.593.424.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
3 BRI Danareksa 1.278.700.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
35
37
Page 58
31 Desember 2022
Prakiraan periode dimulai dan
Nilai keseluruhan, mata Sumber
Pihak yang terkait dalam Tujuan dari investasi barang Distribusi investasi selesainya proses
No uang, dan bagian yang dana yang
perjanjian 2022 modal secara geografis pembangunan dalam rangka
telah direalisasi (Rp) digunakan
investasi barang modal
4 BRI Life 379.000.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
5 Bringin Sejahtera Makmur 347.000.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
6 Jamkrindo 2.331.136.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
7 Jamkrindo Syariah 1.172.400.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
8 PERUM BULOG 2.457.487.460 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
9 PT BPUI 1.329.800.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
10 PT BRIngin Inti Teknologi 1.273.450.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
PT Bringin Sejahtera
11 1.944.000.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
Makmur
12 PT Eka Satya Puspita 2.833.200.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
PT Games Karya
13 862.110.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
Nusantara
14 PT Jamkrindo 1.375.000.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
15 PT Puncak Lembah Hijau 1.091.600.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
16 PT Siaga Abdi Utama 1.099.600.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
PT Telkomsel Ekosistem
17 1.251.210.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
Digital
PT Asuransi Kredit
18 2.627.800.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
Indonesia
19 PT Jembatan Nusantara 3.253.560.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
20 Puncak Lembah Hijau 635.400.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
21 Raksa Pratikara 462.600.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
22 Telkomsel 188.309.728.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
Total Aset Sewa Operasi 245.071.085.460
Aset Hak Guna
Penunjang kegiatan usaha Laba
1 PT Bringin Karya Sejahtera 17.616.217.519 DKI Jakarta 21 Dec 21 - 20 Dec 24
Perseroan Perseroan
Penunjang kegiatan usaha Laba
2 PT Bringin Karya Sejahtera 294.984.000 Surabaya 01 Jul 22 - 30 Sep 22
Perseroan Perseroan
Penunjang kegiatan usaha Laba 12 April 2022 - 11 April
3 Tn. Ronald Walla 1.263.183.269 Surabaya
Perseroan Perseroan 2027
Penunjang kegiatan usaha Laba
4 Ny. Elvina Sylvianti 1.575.000.000 Bandung 01 Mei 2022 - 30 April 2027
Perseroan Perseroan
Penunjang kegiatan usaha Laba
5 Ny. Shintya Noorafriani 285.000.000 Samarinda 02 Mei 2022 - 01 Mei 2025
Perseroan Perseroan
Penunjang kegiatan usaha Laba 01 Juni 2022 s.d 31 Mei
6 Tn. Kurdi Kusmanto 375.000.000 Medan
Perseroan Perseroan 2025
Penunjang kegiatan usaha Laba
7 Tn. Wongkery 725.000.000 Balikpapan 01 Sept 2022 - 31 Agt 2027
Perseroan Perseroan
PT Tristar Land Penunjang kegiatan usaha Laba 01 September 2022 - 31
8 240.000.000 Solo
Development Perseroan Perseroan Agustus 2025
Penunjang kegiatan usaha Laba 07 Januari 2022 - 06
9 PT Bank Rakyat indonesia 55.000.000 Palembang
Perseroan Perseroan Januari 2023
Penunjang kegiatan usaha Laba 01 November 2022 - 01
10 Tn. Untung Swastika 405.000.000 Denpasar
Perseroan Perseroan November 2025
Penunjang kegiatan usaha Laba 16 Maret 2022 - 15 Maret
11 PT Bank Rakyat indonesia 529.423.306 Semarang
Perseroan Perseroan 2025
Penunjang kegiatan usaha Laba
12 PT Bank Rakyat indonesia 26.121.489 Pekanbaru 01 Feb 2022 - 31 Jan 2023
Perseroan Perseroan
Penunjang kegiatan usaha Laba 01 April 2022 - 31 Maret
13 Ny. Noordinah 255.000.000 Banjarmasin
Perseroan Perseroan 2025
Penunjang kegiatan usaha Laba 01 April 2022 - 31 Maret
14 Tn. Edy Husen 300.000.000 Bandar Lampung
Perseroan Perseroan 2025
Penunjang kegiatan usaha Laba
15 Tn. Joe Joenoes Irawan 450.000.000 DKI Jakarta 01 Agt 2022 - 30 Juli 2025
Perseroan Perseroan
Penunjang kegiatan usaha Laba
16 Tn. Ardianto Sandjaya 337.500.000 Pontianak 01 Juli 2022 - 30 Juni 2025
Perseroan Perseroan
Penunjang kegiatan usaha Laba
17 Tn. Handoyo 348.484.848 Bogor 05 Juli 2022 - 04 Juli 2025
Perseroan Perseroan
Penunjang kegiatan usaha Laba 02 Januari 2022 - 01
18 PT Bank Rakyat indonesia 195.000.000 Sleman
Perseroan Perseroan Januari 2025
36
38
Page 59
31 Desember 2022
Prakiraan periode dimulai dan
Nilai keseluruhan, mata Sumber
Pihak yang terkait dalam Tujuan dari investasi barang Distribusi investasi selesainya proses
No uang, dan bagian yang dana yang
perjanjian 2022 modal secara geografis pembangunan dalam rangka
telah direalisasi (Rp) digunakan
investasi barang modal
Penunjang kegiatan usaha Laba
19 Tn. Yerry Titah 350.000.000 Manado 1 Oct 2022 - 30 Sep 2027
Perseroan Perseroan
Penunjang kegiatan usaha Laba
20 Tn. Fauzan 350.000.000 Padang 01 Feb 2022 - 31 Jan 2027
Perseroan Perseroan
Penunjang kegiatan usaha Laba 15 Desember 2022 - 15
21 Tn. Teddy Cahyo Nugroho 166.666.666 Cibubur
Perseroan Perseroan Desember 2025
Penunjang kegiatan usaha Laba 09 Desember 2022 - 09
22 Ny. IR Tinawati 183.333.333 Cikarang
Perseroan Perseroan Desember 2025
Penunjang kegiatan usaha Laba 14 Desember 2022 - 27
23 Tn.Yudah 97.777.778 Cikupa
Perseroan Perseroan Desember 2025
Penunjang kegiatan usaha Laba 01 Januari 2023 - 31
24 Ny. Linawati 93.333.333 Jember
Perseroan Perseroan Desember 2025
Penunjang kegiatan usaha Laba 06 Desember 2022 - 05
25 Ny. Titi Murni 166.666.666 Karawang
Perseroan Perseroan Desember 2025
Penunjang kegiatan usaha Laba 20 Desember 2022 - 01
26 Ny. Indira 250.000.000 DKI Jakarta
Perseroan Perseroan Januari 2026
Penunjang kegiatan usaha Laba 15 Desember 2022 - 15
27 Tn. Bowo Kadarmawanto 88.888.888 Serang
Perseroan Perseroan Desember 2024
Penunjang kegiatan usaha Laba 01 Desember 2022 - 01
28 Tn. Abdullah Hafid 133.333.333 Sidoarjo
Perseroan Perseroan Desember 2025
Penunjang kegiatan usaha Laba 09 Desember 2022 - 09
29 Ny. Lina Sukimin 316.666.666 DKI Jakarta
Perseroan Perseroan Desember 2025
Penunjang kegiatan usaha Laba 01 Januari 2023 - 31
30 Ny. Cindy 483.333.333 DKI Jakarta
Perseroan Perseroan Desember 2025
Penunjang kegiatan usaha Laba 01 Januari 2023 - 31
31 Ny. Rini Andriani 233.333.333 Cimahi
Perseroan Perseroan Desember 2025
Penunjang kegiatan usaha Laba 06 Desember 2022 - 26
32 Tn. Chandra Setiabudi 333.333.333 DKI Jakarta
Perseroan Perseroan Desember 2025
Total Aset Hak Guna 28.522.581.093
Total 273.593.666.553
31 Desember 2021
Prakiraan periode dimulai
Nilai keseluruhan, mata Distribusi Sumber dana
Pihak yang terkait dalam Tujuan dari investasi barang dan selesainya proses
No uang, dan bagian yang investasi secara yang
perjanjian 2022 modal pembangunan dalam rangka
telah direalisasi (Rp) geografis digunakan
investasi barang modal
Belanja Modal Sewa
Operasi
1 ASDP 6.152.500.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2021 s/d Tahun 2026
2 Askrindo 3.584.550.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2021 s/d Tahun 2026
3 Bank Rakyat Indonesia 199.734.564.190 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2021 s/d Tahun 2026
4 BRI Danareksa 1.825.300.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2021 s/d Tahun 2026
5 BRI Life 3.311.275.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2021 s/d Tahun 2026
6 Jamkrindo 583.700.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2021 s/d Tahun 2026
7 Jamkrindo Pusat 7.440.000.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2021 s/d Tahun 2026
8 Jamkrindo Syariah 2.659.500.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2021 s/d Tahun 2026
9 Peruri Property 450.000.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2021 s/d Tahun 2026
PT Bahana Pembinaan Kegiatan usaha Perseroan
10 5.984.250.000 N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
Usaha Indonesia (Persero)
11 PT Graha Sarana Duta 21.937.200.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
12 Raksa Pratikara 214.250.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
13 Satkomindo Mediyasa 1.700.150.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
14 Telkomsel 33.823.800.000 Kegiatan usaha Perseroan N/A Pinjaman Tahun 2022 s/d Tahun 2027
Total 289.401.039.190
Pada tahun 2022, pengeluaran belanja modal Perseroan adalah sebesar Rp298.801.604 ribu, mengalami penurunan sebesar 4,26%
dibandingkan tahun 2021. Penyumbang penurunan belanja modal terbesar adalah aset sewa operasi sebesar -15,32% atau menurun
sebesar Rp44.329.954 ribu dibandingkan dengan tahun 2021.
37
39
Page 60
9. RISIKO FLUKTUASI MATA UANG DAN SUKU BUNGA ACUAN PINJAMAN
Fluktuasi Kurs Mata Uang Asing
Untuk mengantisipasi dan mengurangi risiko fluktuasi kurs terhadap Dolar AS. Perseroan mengusahakan, di mana memungkinkan,
untuk memastikan bahwa sebagian besar pembelian dan penjualan dilakukan dalam mata uang yang sama serta dilakukan pada
saat yang hampir bersamaan dan mengimplementasikan kebijakan dimana hutang dalam mata uang asing yang digunakan untuk
membiayai kegiatan usaha dilakukan dalam mata uang yang sama (lindung nilai alami) dengan mata uang sumber pendapatan dari
kegiatan yang biayai. Manajemen juga memantau untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut diimplementasikan semaksimum
mungkin.
Fluktuasi Suku Bunga Acuan Pinjaman
Hingga Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki fasilitas kredit jangka pendek dan jangka panjang dalam mata uang Rupiah dan
mata uang asing. Perseroan memiliki pinjaman dengan tingkat suku bunga tetap.
Suku bunga kredit lembaga keuangan Perseroan memiliki kemungkinan untuk disesuaikan dengan berbagai faktor, diantaranya
adalah kepatuhan covenant, kondisi pasar, dan suku bunga acuan pinjaman yang ditentukan oleh lembaga penjamin simpaman.
Perseroan mengelola risiko ini dengan mengutamakan penggunaan suku bunga acuan yang relatif rendah dan stabil dengan
mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga di masa mendatang.
10. KEBIJAKAN PEMERINTAH
Kebijakan Pemerintah akan berpengaruh secara langsung atau tidak langsung terhadap kegiatan operasional dan sumber
pendapatan Perseroan, diantaranya adalah:
a. Kebijakan fiskal seperti penurunan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya sebesar 25 persen menjadi 22 persen untuk
tahun-tahun pajak 2020 dan 2021, dan menjadi 20 persen mulai tahun pajak 2022 sesuai Perppu 1 Tahun 2020 pemerintah.
Dimana, kebijakan tarif pajak penghasilan akan mempengaruhi beban pajak dan laba bersih.
b. Kebijakan moneter seperti kenaikan tingkat suku bunga dan fluktuasi nilai kurs mata uang asing yang terjadi akan mempengaruhi
pendapatan Perseroan karena sumber pendanaan Perseroan sebagian besar masih menggunakan pinjaman Bank.
c. Kebijakan Pemerintah mengenai upah minimum (UMR/UMP) akan berdampak pada beban Perseroan dalam biaya sumber daya
manusia
11. JUMLAH PINJAMAN YANG TERUTANG
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah pinjaman yang terutang berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan
yang menggambarkan profil jatuh tempo adalah sebagai berikut:
(dalam ribuan Rupiah)
31 Desember 2022
Keterangan
< 3 bulan 3-12 bulan 1-5 tahun
Pinjaman yang diterima 1.856.540.773 1.291.240.171 1.855.996.892
Medium Term Notes 8.000.000 24.000.000 524.000.000
Liabilitas sewa 63.090 13.105.597
Bond 12.162.500 36.487.500 785.137.500
Liabilitas lain lain 24.051.825 28.784.940 -
Total 1.900.818.188 1.380.512.611 3.178.239.989
12. KEBIJAKAN LINDUNG NILAI
Perseroan memiliki kebijakan khusus yang terkait dengan kebutuhkan lindung nilai sehubungan dengan fluktuasi kurs atau nilai tukar.
Lindung nilai adalah salah satu upaya Perseroan dalam mengurangi dampak risiko nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Akuntansi lindung nilai diterapkan dengan memenuhi ketentuan kualifikasi tertentu untuk mengakui dampak salih hapus pada laba
rugi atas perubahan nilai wajar dari instrumen lindung nilai dan item yang dilindung nilai. Perseroan menetapkan derivatif sebagai
instrumen lindung nilai atas arus kas apabila instrumen tersebut melindungi nilai variabilitas arus kas yang dapat diatribusikan pada
risiko tertentu yang terkait dengan aset atau liabilitas yang telah diakui atau prakiraan transaksi yang kemungkinan besar terjadi.
Bagian efektif dari perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai atas arus kas dalam hubungan
lindung nilai yang memenuhi kualifikasi ditangguhkan pada keuntungan/(kerugian) kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung
nilai arus kas, yang merupakan bagian dari ekuitas.Bagian yang tidak efektif diakui secara langsung pada laporan laba rugi. Jumlah
38
40
Page 61
yang ditangguhkan dalam ekuitas direklasifikasi ke dalam laporan laba rugi dalam tahun yang sama dimana arus kas yang dilindung
nilai mempengaruhi laba atau rugi, dan pada unsur yang sama dalam laporan laba rugi
13. SEGMEN OPERASI BERDASARKAN PRODUK
Perseroan memiliki beberapa lini bisnis yaitu sewa pembiyaan, anjak pituang, pembiayaan konsumen, dan sewa operasi. Berikut
adalah segmen operasi pendapatan Perseroan per tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021.
31 Desember 2022 31 Desember 2021
Segmen Operasi Berdasarkan
Produk Pendapatan Kontribusi Pendapatan Kontribusi
(Rp ribu) pendapatan (Rp ribu) pendapatan
Pendapatan sewa pembiayaan 195.968.954 23% 212.365.672 37%
Pendapatan anjak piutang 12.094.972 1% 12.152.205 2%
Pendapatan pembiayaan konsumen 486.895.706 57% 253.026.138 43%
Pendapatan sewa operasi 163.513.195 19% 106.933.475 18%
Total 858.472.827 100% 584.477.490 100%
14. KEJADIAN ATAU TRANSAKSI YANG TIDAK NORMAL DAN JARANG TERJADI
Membaiknya kondisi ekonomi Indonesia pada tahun 2022 setelah dua tahun terakhir menurun akibat pandemi COVID-19, membuat
minat beli Masyarakat terhadap barang konsumtif meningkat terutama kendaraan bermotor. Namun dari data yang dirangkum oleh
Roy Morgan Single Source Indonesia pada Juni 2022, disampaikan bahwa terdapat peningkatan yang cukup signifikan pada minat
beli Masyarakat atas kendaraan baru di kota-kota kecil, meskipun demikian minat beli dengan proporsi tertinggi masih didominasi
oleh Masyarakat kota besar.
15. KOMPONEN PENTING DARI PENDAPATAN ATAU BEBAN LAINNYA
Perseroan membukukan total pendapatan di akhir 2022 yang tumbuh sebesar 45,4% (yoy), dengan kontribusi terbesar adalah dari
segmen konsumen sebesar 56,7% dari total pendapatan seluruh segmen pembiayaan. Kontribusi tersebut diperoleh berdasarkan
strategi fokus pada pengembangan bisnis dan perluasan pangsa pasar. Selain itu, pertumbuhan signifikan tersebut dapat dicapai
atas implementasi strategic initiatives yang telah ditetapkan, antara lain:
1. Optimalisasi Single Gateway Auto Loan BRI Group
2. Pengembangan Digitalisasi Bisnis & Payment Mass Market
3. Penerbitan Obligasi
4. Penguatan Infrastruktur dan Digitalisasi SDM
5. Implementasi Fast Track Approval
16. PENINGKATAN MATERIAL DARI PENJUALAN DAN PENDAPATAN BERSIH
Penyaluran pembiayaan Perseroan di 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 37,18% (yoy) dengan total penyaluran pembiayaan
sebesar Rp5,10 triliun. Pembiayaan konsumer memberikan kontribusi terbesar dari total penyaluran pembiayaan baru Perusahaan,
yakni sebesar Rp3,43 triliun atau sebesar 67,28% dari total pembiayaan baru. Tentunya hal ini sesuai dengan strategi perusahaan
dalam melakukan Optimalisasi Single gateway Auto Loan BRI Group.
17. DAMPAK PERUBAHAN HARGA TERHADAP PENJUALAN DAN PENDAPATAN BERSIH
Perseroan tidak memiliki dampak material atas perubahan harga terhadapt penjaulan, dampak inflasi, dan perubahan kurs valuta
asing selama 2 (dua) tahun terakhir.
39
41
Page 62
Halaman ini sengaja dikosongkan
42
Page 63
VI. FAKTOR RISIKO
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan tidak terlepas dari berbagai risiko yang mungkin dihadapi dan dapat
mempengaruhi target serta kelangsungan bisnis Perseroan. Seluruh risiko usaha dan risiko umum yang dipaparkan dalam Prospektus
ini dapat mempengaruhi kinerja usaha Perseroan, baik kinerja operasional maupun keuangan Perseroan. Berikut ini merupakan risiko-
risiko yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan secara umum dan telah diurutkan berdasarkan bobot risiko.
A. RISIKO UTAMA YANG MEMPUNYAI PENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA PERSEROAN
Risiko didefinisikan sebagai potensi kerugian yang tidak dapat dikendalikan dan atau dapat dikendalikan akibat terjadinya suatu
peristiwa tertentu. Manajemen Risiko merupakan serangkaian prosedur dan metodologi yang digunakan untuk mengidentifikasi,
mengukur, mengendalikan, dan memantau risiko yang ditimbulkan dari seluruh kegiatan usaha. Kebijakan dan Implementasi
Manajemen Risiko yang diterapkan di Perseroan mengacu pada POJK No. 44/POJK.05/2020 yang meliputi 4 pilar utama Manajemen
Risiko:
a) Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris,
b) Kecukupan kebijakan dan prosedur Manajemen Risiko serta penetapan limit risiko,
c) Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pengendalian, dan pemantauan Risiko, serta Sistem Informasi Manajemen,
d) Sistem pengendalian internal yang menyeluruh terhadap penerapan manajemen risiko.
Dalam menerapkan Manajemen Risiko, Perseroan menerapkan 3 Lines Model didalam mengelola risiko yaitu:
a. Jenjang Pertama (First Line Role), yaitu fungsi bisnis dan operasional (risk taking function)
b. Jenjang Kedua (Second Line Role), yaitu fungsi Manajemen Risiko dan Bagian Kepatuhan
c. Jenjang Ketiga (Third Line Role), yaitu fungsi pengendalian internal atau fungsi audit internal
Sebagai lembaga pembiayaan, Perseroan menghadapi 8 jenis risiko yaitu risiko kredit, risiko operasional, risiko likuiditas, risiko pasar,
risiko kepatuhan, risiko hukum, risiko reputasi dan risiko strategis. Sesuai dengan cakupan risiko yang dihadapi Perseroan, risiko
utama yang berpengaruh terhadap kelangsungan Perseroan adalah:
Risiko Kredit
Risiko Kredit adalah Risiko akibat kegagalan debitur dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada Perusahaan
Pembiayaan. Risiko Kredit antara lain : Risiko Konsentrasi Kredit, Counterparty Credit Risk dan Settlement Risk. Dalam rangka
pengelolaan risiko kredit tersebut, Perseroan menerapkan dua pendekatan yaitu pendekatan bisnis proses melalui pengendalian
intern dalam kegiatan operasional bisnis pembiayaan sehari-hari dan pendekatan kuantitatif melalui penerapan credit risk
scoring.
Serangkaian aktivitas pengendalian internal guna memastikan proses manajemen risiko kredit dapat berjalan baik melalui :
Penetapan Kebijakan dan Prosedur terkait proses pemberian pembiayaan kepada calon debitur yang mengacu pada
Pedoman Pembiayaan Komersial dan Pedoman Pembiayaan Konsumer
Menyusun dan menetapkan Financing Portfolio Guidelines (FPG) yang terdiri atas Pasar Sasaran dan Kriteria Yang Dapat
Diterima
Menerapkan prinsip kehati-hatian melalui Four Eyes Principle dengan pemisahan fungsi Relationship Management – Credit
Risk Management (RM-CRM)
Proses identifikasi dan analisis risiko dengan menggunakan prinsip 5 C yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan
Condition, serta penilaian profil risiko secara berkala untuk menilai risiko kredit calon debitur. Perseroan juga telah bergabung
dengan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK
Menyusun Credit Risk Scoring sesuai Pedoman Pelaksanaan Credit Risk Scoring Pembiayaan Konsumer sebagai sistem
penilaian profil risiko calon debitur secara individual
Menyusun manajemen portofolio kredit dan perangkat deteksi dini (Early Warning Sign) untuk melakukan pemantauan dan
monitoring risiko kredit secara berkala
Pengendalian risiko kredit dilakukan dengan penetapan toleransi dan limit risiko kredit seperti Risk Appetite Statement (RAS),
konsentrasi kredit, pencadangan kerugian dan penanganan kredit bermasalah
Pemantauan risiko melalui Risk Management Risiko Committee (RMC) dan Komite Pemantau Manajemen Risiko (KPMR).
Perseroan melakukan stress testing untuk melengkapi penerapan pengukuran risiko dengan cara mengestimasi potensi kerugian
ekonomis Perseroan pada kondisi pasar yang tidak normal guna melihat sensitivitas Perseroan terhadap perubahan faktor risiko
dan mengidentifikasi pengaruh yang berdampak signifikan terhadap portofolio Perseroan.
40
43
Page 64
B. RISIKO USAHA PERSEROAN YANG MATERIAL
1. Risiko Operasional
Risiko operasional adalah risiko yang muncul akibat ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan
manusia, sistem teknologi informasi, dan/atau adanya kejadian yang berasal dari luar lingkungan Perseroan yang memengaruhi
operasional LJKNB.
Secara umum, penanganan risiko operasional dalam Perseroan dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut:
• Kompleksitas organisasi dan kegiatan usaha
• Sumber daya manusia
• Sistem teknologi dan informasi
• Risiko kecurangan (fraud)
• Gangguan terhadap bisnis dan organisasi
• Tingkat interaksi dan ketergantungan perusahaan
Proses pengukuran risiko operasional dapat dilakukan secara kualitatif dan/atau kuantitatif dan didukung oleh metodologi
pengukuran operasional yang tepat, sumber daya manusia yang kompeten dan infrastruktur sistem yang memadai dalam rangka
mengidentifikasi dan mengumpulkan data Risiko Operasional.
Pengendalian Risiko Operasional dilaksanakan dengan implementasi manajemen risiko operasional (MRO) melalui Risk Control
Self Assessment (RCSA), peraturan disiplin perusahaan, ketentuan strategi anti fraud, penetapan toleransi dan limit risiko,
pemenuhan kapasitas sistem IT dan penerapan manajemen risiko dalam penggunaan teknologi informasi (MR TI), peningkatan
kompetensi SDM baik melalui sertifikasi manajemen risiko maupun sertifikasi pembiayaan, pemenuhan kelengkapan kebijakan
dan prosedur operasional serta penerapan Business Continuity Management (BCM) sesuai Kebijakan BCM dan Disaster
Recovery Plan (DRP) sebagai langkah pengamanan dan penanggulangan terhadap gangguan/bencana.
2. Risiko Pasar
Manajemen risiko pasar mencakup 4 (empat) tahapan proses yaitu identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian
(termasuk penetapan limit) risiko. Variabel pasar yang dikelola Perseroan terdiri dari suku bunga dan nilai tukar, termasuk
transaksi derivatif.
Ruang lingkup Manajemen risiko pasar antara lain meliputi aktivitas fungsional kegiatan treasury dalam pasar uang, penyediaan
dana pembiayaan, dan penerbitan surat hutang.
Risiko Pasar didefinisikan sebagai risiko pada posisi aset, liabilitas, ekuitas, dan/atau rekening administratif termasuk transaksi
derivatif akibat perubahan secara keseluruhan dari kondisi pasar. Risiko pasar antara lain risiko suku bunga, risiko nilai tukar,
risiko komoditas, dan risiko ekuitas.
Penerapan manajemen risiko terhadap risiko pasar dilakukan Perseroan dengan cara:
Pengelolaan Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah potensi kerugian yang timbul akibat pergerakan suku bunga di pasar yang berlawanan dengan
posisi atau transaksi Perseroan yang mengandung risiko suku bunga. Perseroan senantiasa memantau pergerakan suku
bunga dalam meminimalkan risiko suku bunga ini, diantaranya dengan menjaga komposisi antara sumber pendanaan
dengan tingkat suku bunga mengambang dan tingkat suku bunga tetap. Secara umum sebagian besar piutang pembiayaan
Perseroan memiliki struktur suku bunga tetap, akan tetapi Perseroan memiliki struktur pinjaman dengan suku bunga
mengambang. Untuk hal ini Perseroan menerapkan strategi taktis Departemen Treasury Perseroan dalam mengantisipasi
arah tingkat suku bunga secara terukur pada setiap pergerakan suku bunga.
Pengelolaan Risiko Nilai Tukar
Risiko nilai tukar timbul dari pergerakan nilai tukar mata uang terhadap mata uang lainnya, dimana pergerakan nilai tukar
tersebut dapat menimbulkan dampak kerugian kurs baik secara transaksi pencatatan keuangan maupun arus kas
Perseroan. Pengelolaan risiko nilai tukar Perseroan dilakukan dengan menjaga Posisi Devisa Neto (PDN), yang dihitung
dari selisih antara aktiva dan pasiva Perseroan dalam mata uang asing. Perseroan memiliki beberapan pinjaman mata uang
asing, namun Perseroan juga melakukan transaksi pertukaran mata uang maupun tingkat suku bunga atas pinjaman
tersebut, sehingga Perseroan dapat menjaga PDN dalam posisi minimal, sehingga potensi kerugian akibat perubahan nilai
tukar mata uang tidak akan berdampak material bagi Perseroan.
41
44
Page 65
Dalam mengelola Risiko Pasar dilakukan pengendalian dengan cara penetapan toleransi risiko pasar, penetapan limit dan
konsentrasi, serta didukung oleh komite Assets and Liabilities Management Committee (ALCO) yang juga melakukan
pengelolaan likuiditas Pembiayaan.
3. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko akibat ketidakmampuan Perseroan untuk memenuhi liabilitas yang jatuh tempo dari
sumber pendanaan arus kas dan/atau dari aset likuid yang dapat dengan mudah dikonversi menjadi kas, tanpa mengganggu
aktivitas dan kondisi keuangan Perseroan.
Adapun penerapan manajemen risiko terhadap Risiko Likuiditas ini dilakukan Perseroan dengan cara:
• Mengukur kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajibannya. Perseroan menggunakan acuan Gearing Ratio (debt to
equity ratio). Per 31 Desember 2022, Gearing Ratio Perseroan sebesar 4,84 kali, jauh lebih rendah dari ketentuan batas
maksimum 10 kali yang ditetapkan OJK.
• Melakuan pemantauan dan menjaga ketersediaan sisa plafon fasilitas pinjaman yang dapat ditarik pada saat pinjaman jatuh
tempo dan tidak dapat diperpanjang.
• Menggunakan sumber likuiditas internal dari pembayaran angsuran bulanan oleh nasabah, serta melakukan diversifikasi
sumber-sumber pendanaan eksteral.
Dalam pengelolaan likuiditas, Direksi Perseroan didukung oleh komite yang bertanggung jawab untuk melakukan pengelolaan
likuiditas Perseroan, yaitu Assets and Liabilities Management Committee (ALCO).
Pengukuran risiko likuiditas dilakukan dengan pengukuran parameter profil risiko likuiditas, profil maturitas, serta dilakukan
pengendalian risiko likuiditas dengan cara penetapan toleransi risiko likuiditas, limit dan konsentrasi.
4. Risiko Hukum
Risiko Hukum adalah risiko akibat tuntutan hukum dan/atau kelemahan aspek yuridis. Kelemahan aspek yuridis antara lain
disebabkan adanya tuntutan hukum, ketiadaan peraturan perundang-undangan yang mendukung, atau kelemahan perikatan
seperti tidak dipenuhinya syarat sahnya perjanjian dan pengikatan agunan yang tidak sempurna.
Implementasi mitigasi risiko hukum secara optimal dilakukan melalui peningkatan kualitas kepedulian eksposur risiko hukum
pada operasional pembiayaan Perseroan. Adanya permasalahan hukum diantisipasi melalui ketersediaan prosedur yang
memadai untuk dapat meminimalisir peningkatan risiko hukum. Hal ini secara konsisten menjadi bagian pengawasan yang
berkesinambungan. Dalam menilai risiko inheren atas risiko hukum, parameter atau indikator yang digunakan paling sedikit
adalah:
1. Parameter atau indikator tuntutan hukum (litigasi) :
a. Besarnya nominal tuntutan atau gugatan yang diajukan atau estimasi kerugian yang mungkin dialami oleh Perseroan
akibat dari gugatan dibandingkan dengan modal Perseroan.
b. Besarnya kerugian yang dialami oleh Perseroan karena suatu putusan dari pengadilan yang telah memiliki kekuatan
hukum tetap dibandingkan dengan modal Perseroan.
c. Dasar dari gugatan yang terjadi dan pihak yang tergugat/menggugat Perseroan dalam suatu gugatan yang diajukan
serta tindakan dari manajemen atas suatu gugatan yang diajukan.
d. Kemungkinan timbulnya gugatan yang serupa karena adanya standar perjanjian yang sama dan estimasi total kerugian
yang mungkin timbul dibandingkan dengan modal Perseroan.
2. Parameter atau indikator ketiadaan peraturan perundang-undangan:
a. Jumlah dan nilai nominal dari total produk Perseroan yang belum diatur oleh peraturan perundang-undangan secara
jelas dan produk tersebut cenderung memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi, dibandingkan dengan modal yang
dimiliki Perseroan.
b. Penggunaan standar perjanjian yang belum dikinikan walaupun telah ada perubahan best practice atau peraturan
perundang-undangan.
3. Parameter atau indikator kelemahan perikatan :
a. Tidak terpenuhinya syarat sah perjanjian;
b. Terdapat kelemahan klausula perjanjian dan/tidak terpenuhinya persyaratan yang telah disepakati;
c. Pemahaman para pihak yang terkait dengan perjanjian, terutama mengenai risiko-risiko yang ada dalam suatu
transaksi yang kompleks dan menggunakan istilah-istilah yang sulit dipahami atau tidak lazim bagi Masyarakat umum;
d. Tidak dapat dilaksanakannya suatu perjanjian baik untuk keseluruhan maupun sebagian;
e. Ketidakcukupan dokumen pendukung terkait perjanjian yang dilakukan oleh Perseroan dengan pihak ketiga;
f. Pembaruan dan tinjauan dari penggunaan standar perjanjian oleh Perseroan dan/pihak independen; dan
42
45
Page 66
g. Penggunaan pilihan hukum atas perjanjian yang diadakan oleh Perseroan juga penggunaan forum penyelesaian
sengketa.
5. Risiko Reputasi
Risiko Reputasi adalah risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan pemangku kepentingan (stakeholder) yang bersumber
dari persepsi negatif terhadap Perseroan. Risiko Reputasi timbul antara lain karena adanya pemberitaan media dan/atau rumor
mengenai Perseroan yang bersifat negatif, serta adanya strategi komunikasi Perseroan yang kurang efektif.
Dalam menilai risiko inheren atas risiko reputasi, parameter atau indikator yang digunakan paling sedikit adalah:
• Pengaruh reputasi pengurus, pemilik, dan grup;
• Pelanggaran etika bisnis;
• Kompleksitas produk dan kerja sama bisnis;
• Frekuensi, materialitas, dan eksposur pemberitaan negatif; dan
• Frekuensi dan materialitas keluhan debitur atau konsumen.
Dalam mengukur reputasi pengurus, pemilik dan grup Perseroan menggunakan penilaian rating PEFINDO. Pengendalian risiko
reputasi dilaksanakan melalui serangkaian aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility),
komunikasi kepada stakeholders dan berbagai upaya menjaga reputasi Perseroan.
6. Risiko Strategis
Risiko Strategis adalah Risiko akibat ketidaktepatan dalam pengambilan dan/atau pelaksanaan suatu keputusan strategis serta
kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis. Risiko strategis timbul antara lain karena:
• Perseroan menetapkan strategi yang kurang sejalan dengan visi dan misi Perseroan
• Perseroan melakukan analisis lingkungan strategis yang tidak komprehensif
• Terdapat ketidaksesuaian rencana strategis (strategic plan) antar level strategis
• Kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis seperti perubahan teknologi, perubahan kondisi ekonomi
makro, kompetisi di pasar, dan perubahan kebijakan otoritas terkait.
Dalam menyusun dan menetapkan strategi, Perseroan memperhatikan hal-hal berikut ini:
• Kesesuaian strategi bisnis dengan konidisi lingkungan usaha.
• Pilihan strategi : strategi berisiko tinggi dan strategi berisiko rendah.
• Posisi strategi Perseroan di Industri.
• Pencapaian realisasi bisnis Perseroan.
• Pengendalian risiko strategi dilaksanakan dengan menerapkan prosedur dan perencanaan strategis (corporate plan) dan
rencana kerja anggaran Perseroan, serta monitoring realisasinya.
7. Risiko Kepatuhan
Risiko Kepatuhan adalah risiko akibat tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan
ketentuan yang berlaku bagi Perseroan. Dalam menilai risiko inheren atas risiko kepatuhan, parameter atau indikator yang
digunakan paling sedikit adalah:
Jenis dan signifikansi pelanggaran yang dilakukan;
Frekuensi pelanggaran (termasuk sanksi) atau track record kepatuhan Perseroan;
Pelanggaran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan atau standar bisnis yang berlaku umum; dan
Tindak lanjut atas pelanggaran.
Pengendalian Risiko Kepatuhan dilakukan melalui penerapan sistem pengendalian internal secara efektif antara lain dengan
menyusun ketentuan Tata Kelola yang baik, ketentuan benturan kepentingan (Conflict of Interest), untuk memastikan tingkat
responsif Perseroan terhadap penyimpangan terhadap standar yang berlaku secara umum, ketentuan, dan/atau peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
43
46
Page 67
C. RISIKO UMUM
Pada prinsipnya risiko umum atas pemberian pembiayaan dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu risiko bisnis dan risiko non bisnis, dengan
penjelasan sebagai berikut:
1. Risiko Bisnis
Risiko Bisnis adalah risiko yang disebabkan karena faktor-faktor di luar kendali perusahaan pembiayaan, baik yang berasal dari
usaha debitur yang bersangkutan, dampak ekonomi secara makro, bencana alam, maupun faktor lainnya yang bersifat force
majeure. Risiko bisnis tersebut tetap dapat terjadi walaupun serangkaian proses pemberian pembiayaan sejak dari proses
Prakarsa sampai dengan pengawasan (monitoring) / pembinaan pembiayaan telah dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan
asas-asas pembiayaan yang sehat, serta didukung adanya itikad baik dari Pejabat Pembiayaan sesuai fungsi dan
kewenangannya. Prinsip kehati-hatian dan asas-asas pembiayaan yang sehat antara lain meliputi :
a) Telah dilakukan analisis dengan pendekatan prinsip 5C’s (Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition),
b) Proses pemberian pembiayaan didasari itikad baik dari seluruh Pejabat Pembiayaan,
c) Proses pengecekan atas kelengkapan dokumen,
d) Monitoring pembiayaan.
2. Risiko Non Bisnis
Risiko Non Bisnis adalah risiko yang timbul bukan akibat faktor-faktor yang bersifat bisnis, tetapi dikarenakan itikad tidak baik
atau kelalaian dari Pejabat Pembiayaan, antara lain :
1. Tidak melakukan analisis dan evaluasi sesuai prinsip kehati-hatian dan asas-asas pembiayaan yang sehat.
2. Tidak melakukan monitoring pembiayaan.
D. RISIKO INVESTASI YANG BERKAITAN DENGAN OBLIGASI
Risiko yang dihadapi investor pembeli Obligasi adalah:
Risiko investasi terjadi apabila Perseroan tidak memenuhi kewajiban finansial tepat waktu. Kewajiban finansial dalam obligasi adalah
melakukan pembayaran kupon dan pokok obligasi. Perseroan dapat mengalami kendala dalam memenuhi kewajibannya, ketika
proyeksi kinerja Perseroan tidak tercapai dan arus kas Perseroan kurang baik.
MANAJEMEN PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA SEMUA FAKTOR RISIKO USAHA YANG DIHADAPI PERSEROAN
DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA TELAH DIUNGKAPKAN DALAM PROSPEKTUS INI DAN DISUSUN
BERDASARKAN BOBOT DARI MASING-MASING RISIKO TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERSEROAN.
44
47
Page 68
Halaman ini sengaja dikosongkan
48
Page 69
VII. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN PUBLIK
Sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi setelah tanggal Laporan
Auditor Independen tertanggal 31 Desember 2022 dan 2021 atas laporan keuangan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini tanpa modifikasian,
berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini tanpa modifikasian, yang laporannya tercantum dalam Prospektus
ini.
Laporan Keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut
yang seluruhnya tercantum dalam Prospektus ini, telah diaudit oleh KAP PSS, auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang
ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia sebagaimana tercantum dalam laporan auditor independen No.
01348/2.1032/AU.1/09/1681-3/1/V/2023 tertanggal 9 Mei 2023 dan No. 01347/2.1032/AU.1/09/1681-2/1/V/2023 tertanggal 9 Mei
2023 yang ditandatangani oleh Christophorus Alvin Kossim (Registrasi Akuntan Publik No.AP.1681). Laporan auditor independen
tersebut, yang juga tercantum dalam Prospektus ini, menyatakan opini tanpa modifikasian dan berisi paragraf-paragraf “hal-hal lain”
yang menyatakan : (i) tujuan penerbitan laporan auditor independen, dan (ii) penerbitan kembali laporan auditor independen atas
Laporan Keuangan Perseroan. kecuali untuk kejadian penting berikut ini:
Pada tanggal 24 Mei 2023, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman Uncommitted Credit Line dari PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero) dalam bentuk Kredit Jangka Panjang senilai Rp200.000.000 ribu. Tingkat indikasi Suku bunga sebesar 6,50% - 6,75% dan
akan disesuaikan setiap kali penarikan berdasarkan suku bunga pasar. Jangka waktu penarikan Fasilitas pinjaman ini adalah 1 tahun
dari tanggal penandatanganan perjanjian. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak memiliki tunggakan yang lebih besar dari
90 hari sebesar 100% dari total saldo pinjaman. Perseroan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimum sebesar 10 kali serta
mempertahankan rasio Non Performing Loan (“NPL”) maksimal 5%. Perseroan telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut.
45
49
Page 70
Halaman ini sengaja dikosongkan
50
Page 71
VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA SERTA
KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA
A. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN
1. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN
Perseroan didirikan dengan nama “PT Sari Usaha Leasing” berkedudukan di Jakarta, berdasarkan Akta pendirian No.7 tanggal
2 Agustus 1983 dibuat dihadapan Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta, dan dengan Akta Perubahan No.156 tanggal 22 November
1983 dibuat dihadapan Notaris Kartini Muljadi, S.H., nama PT Sari Usaha Leasing diubah menjadi “PT Sanwa BRI Leasing”
berkedudukan di Jakarta. Akta-akta tersebut telah memperoleh pengesahan Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No.
C2.7596-HT.01.01.TH’83 tanggal 25 November 1983, dan telah didaftarkan pada Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di
bawah No. 4265/1983 dan No. 4266/1983 tanggal 30 November 1983, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia (BNRI) No. 102 tanggal 23 Desember 1983, Tambahan No. 1079.
Struktur permodalan dan susunan kepemilikan saham dalam Perseroan pada saat pendirian adalah sebagai berikut:
Nilai Nominal
Rp.100.000 per saham
Keterangan Persentase (%)
Jumlah Nilai Nominal
Jumlah Saham
(Rp)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar 30.000 3.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) 13.500 1.350.000.000 45,00
2. The Sanwa Bank Limited 16.500 1.650.000.000 55,00
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 30.000 3.000.000.000 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel - -
Berdasarkan Pasal 3 anggaran dasar Perseroan saat pendirian, maksud dan tujuan Perseroan adalah melakukan usaha dalam
bidang leasing yaitu berusaha dalam kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaaan barang-barang modal untuk
digunakan oleh suatu perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai
dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan, mengembalikan barang-barang
modal kepada perusahaan leasing atau memperpanjang jangka waktu leasing itu berdasarkan nilai sisa yang telah disepakati
bersama, tanpa mengurangi undang-undang serta peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku dari Negara Republik
Indonesia. Maksud dan tujuan Perseroan serta kegiatan usaha Perseroan hingga saat ini berubah dan bertambah seiring dengan
perubahan status Perseroan sebagai Perusahaan Pembiayaan dan sesuai dengan perubahan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Akta pendirian yang didalamnya memuat anggaran dasar Perseroan telah mengalami perubahan-perubahan, termasuk perubahan-
perubahan nama Perseroan sejak pendiriannya. Perubahan terakhir nama Perseroan dari semula PT BTMU-BRI Finance menjadi PT
BRI Multifinance Indonesia disingkat BRI Finance bertempat kedudukan di Jakarta Pusat, dimuat dalam Akta No. 67 tanggal 15
September 2016 dibuat dihadapan I Gede Buda Gunamanta, S.H., Notaris berkedudukan di Jakarta Selatan, yang telah mendapat
persetujuan Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0017619.AH.01.02.Tahun 2016 tanggal 29 September 2016, dan
telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.85 tanggal 25 Oktober 2016, Tambahan No.77173.
Perubahan terakhir anggaran dasar Perseroan dimuat dalam Akta No. 24 tanggal 16 Juni 2023 dibuat di hadapan Arry Supratno, SH,
Notaris berkedudukan di Jakarta Pusat, yang telah mendapat persetujuan Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0034000.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 16 Juni 2023, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 049
tanggal 20 Juni 2023, Tambahan No. 017450 (“Akta No. 24 tanggal 16 Juni 2023”), berkaitan dengan penyesuaian maksud dan tujuan
Perseroan dengan Peraturan Badan Pusat Statistik No.2 Tahun 2020 tanggal 24 September 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan
Usaha Indonesia yaitu dengan Kode KBLI 64911 Perusahaan Pembiayaan Konvensional.
Perseroan memperoleh izin usaha lembaga pembiayaan sebagai perusahaan leasing dari Menteri Keuangan Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No. KEP-465/KM.11/1983 tanggal 7 Desember 1983. Perseroan mengubah izin operasinya menjadi
perusahaan bisnis multifinance berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 396/KMK.013/1991 tanggal
26 April 1991. Pada bulan Oktober 2016, OJK menetapkan perubahan keputusan izin usaha dari PT BTMU-BRI Finance menjadi PT
BRI Multifinance Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK No.KEP-771/NB.11/2016 tanggal 17 Oktober 2016
tentang Pemberlakuan Izin Usaha Di Bidang Perusahaan Pembiayaan Sehubungan Dengan Perubahan Nama PT BTMU-BRI
Finance Menjadi PT BRI Multifinance Indonesia.
46
51
Page 72
Berdasarkan Pasal 3 anggaran dasar Perseroan yang dimuat dalam Akta No. 24 tanggal 16 Juni 2023, maksud dan tujuan Perseroan
adalah melakukan usaha dalam bidang Perusahaan Pembiayaan Konvensional (KBLI:64911).
Per 31 Desember 2022, Perseroan memiliki 1 (satu) Kantor Pusat dan 26 (dua puluh enam) Kantor Cabang.
2. PERKEMBANGAN STRUKTUR PERMODALAN DAN SUSUNAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN
Riwayat permodalan dan susunan kepemilikan saham Perseroan dalam 2 (dua) tahun terakhir sebelum Penawaran Umum Obligasi
I BRI Finance Tahun 2022, telah diungkapkan dalam prospektus yang diterbitkan dalam rangka Penawaran Umum obligasi tersebut.
Sejak diterbitkannya Obligasi I BRI Finance Tahun 2022 sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, struktur permodalan dan susunan
kepemilikan Perseroan tidak mengalami perubahan. Berikut ini adalah struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan
dalam 4 (empat) tahun terakhir pada tanggal Prospektus ini diterbitkan.
Tahun 2019
Berdasarkan Akta No. 31 tanggal 13 Agustus 2019, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui peningkatan modal dasar
dari semula Rp220.000.000.000 (dua ratus dua puluh miliar Rupiah) terbagi atas 220.000 (dua ratus dua puluh ribu) saham menjadi
Rp1.000.000.000.000 (satu triliun Rupiah) terbagi atas 1.000.000 (satu juta) saham dan peningkatan modal ditempatkan/disetor dari
semula Rp155.000.000.000 (seratus lima puluh lima miliar Rupiah) terbagi atas 155.000 (seratus lima puluh lima ribu) saham menjadi
Rp255.000.000.000 (dua ratus lima puluh lima miliar Rupiah) terbagi atas 255.000 (dua ratus lima puluh lima ribu) saham. Peningkatan
modal ditempatkan/disetor sebesar Rp100.000.000.000 (seratus miliar Rupiah) terbagi atas 100.000 (seratus ribu) saham seluruhnya
diambil bagian dan disetor dengan uang oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku pemegang saham.
Dengan adanya peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan/disetor tersebut maka struktur permodalan dan susunan
kepemilikan saham Perseroan menjadi sebagai berikut:
Nilai Nominal
Rp1.000.000 per saham Persentase
Keterangan
Jumlah Saham (%)
Jumlah Nilai Nominal (Rp)
(lembar)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar 1.000.000 1.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 254.450 254.450.000.000 99,78
2. Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI 550 550.000.000 0,22
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 255.000 255.000.000.000 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel 745.000 745.000.000.000
Tahun 2020
Berdasarkan Keputusan Pemegang Saham Di Luar Rapat Umum Pemegang Saham (Keputusan Sirkular Pemegang Saham) tanggal
27 Oktober 2020 yang dituangkan dalam Akta No. 01 tanggal 2 November 2020, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui
peningkatan modal ditempatkan/disetor dari semula Rp255.000.000.000 (dua ratus lima puluh lima miliar Rupiah) terbagi atas 255.000
(dua ratus lima puluh lima ribu) saham menjadi Rp450.000.000.000 (empat ratus lima puluh miliar Rupiah) terbagi atas 450.000
(empat ratus lima puluh ribu) saham. Peningkatan modal ditempatkan/disetor sebesar Rp195.000.000.000 (seratus sembilan puluh
lima miliar Rupiah) terbagi atas 195.000 (seratus sembilan puluh lima ribu) saham seluruhnya diambil bagian dan disetor dengan
uang oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku pemegang saham.
Dengan adanya peningkatan modal ditempatkan/disetor tersebut maka struktur permodalan dan susunan kepemilikan saham
Perseroan menjadi sebagai berikut:
Nilai Nominal
Rp.1.000.000 per saham Persentase
Keterangan
Jumlah Saham (%)
Jumlah Nilai Nominal (Rp)
(lembar)
Modal Dasar
Jumlah Modal Dasar 1.000.000 1.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 449.450 449.450.000.000 99,88
2. Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI 550 550.000.000 0,12
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 450.000 450.000.000.000 100,00
Jumlah Saham Dalam Portepel 550.000 550.000.000.000
47
52
Page 73
Tidak terdapat perubahan Struktur Permodalan Dan Susunan Kepemilikan Saham Perseroan sejak Akta No. 01 tanggal 2 November
2020.
3. KEJADIAN PENTING YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN USAHA PERSEROAN
Berikut beberapa kejadian penting yang mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan yaitu antara lain:
Tahun Keterangan
1983 • Perseroan sejak didirikan berganti nama menjadi PT Sanwa BRI Leasing
1990 • Perseroan berganti nama menjadi PT Sanwa - BRI Finance
2001 • Perseroan berganti nama menjadi PT UFJ - BRI Finance
2007 • Perseroan berganti nama menjadi PT BTMU - BRI Finance
2016 • Perseroan berganti nama menjadi PT BRI Mulltiinance Indonesia
2020 • Penetapan Perseroan sebagai Single Gateway Autoloan BRI Group
2020 • Peluncuran aplikasi digital Perseroan (MyBrif)
2021 • Peningkatan Rating Perseroan dari idAA - menjadi idAA
4. DOKUMEN PERIZINAN PERSEROAN
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan telah memiliki izin-izin material sehubungan dengan kegiatan usaha Perseroan,
antara lain sebagai berikut:
a. Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK No. KEP-771/NB.11/2016 tanggal 17 Oktober 2016 tentang Pemberlakuan Izin Usaha
Di Bidang Perusahaan Pembiayaan Sehubungan Dengan Perubahan Nama PT BTMU-BRI Finance Menjadi PT BRI Multifinance
Indonesia;
b. Surat OJK No. S-1893/NB.221/2020 tanggal 26 Agustus 2020 perihal Persetujuan Kegiatan Usaha Pembiayaan Lain, memuat
persetujuan bahwa Kegiatan Usaha Pembiayaan Surat Perintah Kerja (SPK) kepada vendor/kontraktor rekanan PT BRI
Multifinance Indonesia telah disetujui sebagai kegiatan usaha pembiayaan lain sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 ayat (1)
huruf b POJK No.35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Perusahaan Pembiayaan.
c. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha No.9120205561403 tanggal 22 Februari 2022, dengan
alamat di Menara BRILian Lt.22, 21 dan 1 Jl. Gatot Subroto, Kav.64, No.177 A, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.
d. Nomor Pokok Wajib Pajak 01.363.896.0-073.000 dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Selatan, dengan
alamat terdaftar di Menara BRILian Lt.22, 21 dan 1 Jl. Gatot Subroto, Kav.64, Menteng Dalam, Tebet, Kota Administrasi Jakarta
Selatan, DKI Jakarta, 12870.
5. PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK KETIGA
Dalam menjalankan kegiatan-kegiatan usahanya, Perseroan telah menandatangai perjanjian-perjanjian penting dengan pihak ketiga
berupa perjanjian kredit/pembiayaan dimana Perseroan sebagai Debitur, yang sampai dengan tanggal Prospektus ini, perjanjian-
perjanjian tersebut masih berlaku, yaitu sebagai berikut:
1. PT BANK BTPN Tbk (“Bank BTPN”)
Perseroan dan Bank BTPN telah menandatangani Perjanjian Kredit No.BSMI 0103 tanggal 16 Agustus 2007, dengan perubahan
terakhir dimuat dalam Skedul No.017 tanggal 17 Maret 2023. Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, Perseroan memperoleh
fasilitas kredit sebesar Rp600.000.000.000 (enam ratus miliar Rupiah) atau setara dengan mata uang Dolar Amerika Serikat atau
mata uang lainnya yang diterima Bank BTPN, dengan periode ketersediaan dana sampai dengan tanggal 30 Desember 2023,
dan jatuh tempo maksimum 6 (enam) bulan setelah tanggal penarikan terakhir. Tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar
1,25% - 5,35%. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan Standby Letter of Credit (SBLC) dari PT Bank Rakyat Indonesia Persero)
Tbk, entitas induk.
Rencana Penawaran Umum Obligasi Perseroan telah mendapat persetujuan dari Bank BTPN dengan cara turut menandatangani
surat Perseroan kepada Bank BTPN tanggal 20 Februari 2023 sebagai tanda persetujuan (tanpa tanggal).
2. MUFG BANK Ltd., Cabang Jakarta (“MUFG Bank”)
Perseroan dan MUFG Bank telah menandatangani Perjanjian Kredit No.17-0191LN tanggal 26 Juli 2017, dengan perubahan
terakhir dimuat dalam Perubahan Atas Perjanjian Kredit No.2022-0019490-LN tanggal 8 Agustus 2022. Berdasarkan perjanjian
kredit tersebut, Perseroan memperoleh fasilitas kredit maksimal sebesar US$60.000.000 (enam puluh juta Dolar Amerika Serikat),
dan dengan Tanggal Pembayaran terakhir (final repayment) tanggal 26 Januari 2024. Fasilitas ini dikenakan tingkat suku bunga
sebesar ICE Libor + 1,00% (ASD) dan Jibor + 1,20% (IDR). Tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar 1,28% - 4,81% untuk
48
53
Page 74
pinjaman ASD; serta 5,50% - 6,82% untuk pinjaman IDR. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan Standby Letter of Credit (SBLC)
dari PT Bank Rakyat Indonesia Persero) Tbk, entitas induk.
Pada tanggal 21 Februari 2023, MUFG Bank telah memberikan konfirmasi bahwa untuk rencana Penawaran Umum Obligasi yang
akan dilaksanakan oleh Perseroan tidak memerlukan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari MUFG Bank, dengan
menandatangani kolom konfirmasi dalam surat Perseroan tanggal 15 Februari 2023.
3. PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL Tbk (“Bank Victoria”)
Perseroan dan Bank Victoria telah menandatangani Akta Perjanjian Kredit Dengan Memakai Jaminan No.3 tanggal 2 Agustus
2019 dari Notaris Indrasari Kresnadjaja, S.H., M.Kn., dengan perubahan terakhir dimuat dalam Akta Pengubahan IV Terhadap
Perjanjian Kredit Dengan Memakai Jaminan No.23 tanggal 16 September 2022 dari Notaris Indrasari Kresnadjaja, S.H., M.Kn.;.
Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, Perseroan memperoleh fasilitas kredit maksimal sebesar Rp.500.000.000.000 (lima ratus
miliar Rupiah), untuk jangka waktu yang terhitung sejak tanggal 6 Agustus 2022 dan akan jatuh tempo pada tanggal 6 Agustus
2023. Tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar 4,20% - 5,90%. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak memiliki
tunggakan yang lebih besar dari 90 hari sebesar 100% dari total saldo pinjaman.
Pada tanggal 27 Februari 2023, Bank Victoria telah memberikan konfirmasi bahwa untuk rencana Penawaran Umum Obligasi
yang akan dilaksanakan oleh Perseroan tidak memerlukan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Bank Victoria, dengan
menandatangai kolom konfirmasi dalam surat Perseroan tanggal 15 Februari 2023.
4. PT BANK CTBC INDONESIA
Perseroan telah menerima fasilitas pinjaman maksimal sebesar US$20.000.000 dua puluh juta Dolar Amerika Serikat)
berdasarkan Perjanjian Fasilitas tanggal 5 Juli 2022 yang telah ditandatangani oleh Perseroan sebagai debitur dengan CTBC
Bank Co., Ltd. sebagai Mandated Lead Arranger dan Bookrunner, CTBC Bank Co., Ltd., PT Bank CTBC Indonesia, Taishin
International Bank Co., Ltd., dan The Export-Import Bank of The Republic of China sebagai Kreditur Awal, CTBC Bank Co., Ltd.,
Singapura sebagai Agen, dan PT Bank Central Asia Tbk sebagai Agen Jaminan. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo pada
tanggal 21 Februari 2026. Fasilitas ini dikenakan tingkat suku bunga sebesar SOFR 3 Bulan + 1,21% (ASD). Fasilitas ini
dijaminkan dengan piutang yang tidak memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari sebesar 100% dari total saldo pinjaman.
Perseroan telah menyampaikan pemberitahuan rencana Penawaran Umum Obligasi kepada CTBC Bank Co., L.td., Singapura
yang bertindak sebagai Agen dalam Perjanjian Fasilitas Sindikasi CTBC dengan surat tanggal 15 Februari 2023.
5. PT BANK CIMB NIAGA Tbk (“Bank CIMB Niaga”)
Perseroan dan Bank CIMB Niaga telah menandatangani Perjanjian Kredit No.013/CB/JKT/2021 tanggal 27 Januari 2021.
Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, Perseroan memperoleh fasilitas kredit sebesar Rp.300.000.000.000 (tiga ratus miliar
Rupiah), dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Mei 2024, 7 Juni 2024, 22 Juni 2024, dan 6 September 2024. Fasilitas ini
dikenakan indikasi tingkat suku bunga sebesar 8% per tahun yang akan disesuaikan dengan berdasarkan bunga yang berlaku
pada saat penarikan. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari sebesar
100% dari total saldo pinjaman.
Bank CIMB Niaga telah memberikan konfirmasi bahwa untuk rencana Penawaran Umum Obligasi yang akan dilaksanakan oleh
Perseroan tidak memerlukan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Bank CIMB Niaga. Konfirmasi tersebut dimuat dalam surat
Bank CIMB Niaga tanggal 24 Februari 2023.
6. PT BANK HSBC INDONESIA (“Bank HSBC”)
Perseroan dan Bank HSBC telah menandatangani Perjanjian Pemberian Fasilitas Perbankan Korporasi
No.JAK/210852/U/00651009 tanggal 7 Desember 2021. Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, Perseroan memperoleh fasilitas
kredit sebesar Rp.300.000.000.000 (tiga ratus miliar Rupiah), dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2024, 20 Maret 2024,
dan 16 April 2024. Tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar 4,30%. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang lancar dari
total saldo pinjaman yang diterima sebesar 100%.
Perseroan telah menyampaikan pemberitahuan rencana Penawaran Umum Obligasi kepada Bank HSBC dengan surat tanggal
15 Februari 2023, yang telah diterima Bank HSBC pada tanggal 21 Februari 2023.
7. PT BANK CENTRAL ASIA Tbk (“Bank BCA”)
Perseroan dan Bank BCA telah menandatangani Akta Perjanjian Kredit No.01 tanggal 12 Agustus 2021 dari Notaris Veronica
Sandra Irawaty Purnadi, S.H., yang diubah dengan Akta Perubahan Pertama Atas Perjanjian Kredit No.03 tanggal 11 Oktober
49
54
Page 75
2022 dari Notaris yang sama. Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, Perseroan memperoleh fasilitas kredit sebesar maksimal
sebesar Rp.300.000.000.000 (tiga ratus miliar Rupiah) untuk Fasilitas Installment Loan-1, maksimal sebesar Rp.200.000.000.000
(dua ratus miliar Rupiah) untuk Fasilitas Pinjaman Berjangka Money Market, dan maksimal sebesar Rp.250.000.000.000 (dua
ratus lima puluh miliar Rupiah) untuk Fasilitas Installmen Loan-2. Fasilitas Installment Loan-1 akan jatuh tempo pada tanggal 4
November 2024, 5 November 2024, 17 November 2024 dan 25 November 2024, dan Fasilitas Installment Loan-2 akan jatuh
tempo pada tanggal 5 Desember 2025 dan 7 Desember 2025. Fasilitas Pinjaman Berjangka Money Market yang ditarik sesuai
dengan kebutuhan Perseroan, dengan jatuh tempo sebagaimana dimuat dalam Surat Permohonan Penarikan Fasilitas (SPPF)
dan/atau Surat Permohonan Perpanjangan (SPP) pada waktu penarikan/penggunaan Fasilitas Pinjaman Berjangka Money
Market. Tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar 4,10% - 5,95%. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak
memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari sebesar 100% dari total saldo pinjaman.
Bank BCA telah memberikan persetujuan atas rencana Penawaran Umum Obligasi Perseroan dengan surat tertanggal 2 Maret
2023.
8. PT BANK MAYBANK INDONESIA Tbk (“Bank Maybank”)
Perseroan telah menerima 2 (dua) fasilitas kredit dari Bank Maybank masing-masing maksimal sebesar Rp.400.000.000.000
(empat ratus miliar Rupiah) berdasarkan: (i) Akta Perjanjian Kredit No.34 tanggal 15 Desember 2021 dari Notaris Veronica
Nataadmadja, S.H., MCA., MC (Business Law), yang akan jatuh tempo pada tanggal 24 Desember 2024, 6 Januari 2025, 13
Januari 2025, 18 Januari 2025, dan 31 Januari 2025, dan (ii) Akta Perjanjian Kredit No.01 tanggal 1 September 2022 dari Notaris
Veronica Nataadmadja, S.H., MCA., MC (Business Law), yang akan jatuh tempo pada tanggal 24 Januari 2026, 2 Februari 2026,
8 Februari 2026, dan 10 Februari 2026. Fasilitas ini dikenakan tingkat suku bunga sebesar 6,25% per tahun. Fasilitas ini
dijaminkan dengan piutang yang tidak memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari sebesar 100% dari total saldo pinjaman.
Perseroan telah menyampaikan pemberitahuan rencana Penawaran Umum Obligasi kepada Bank Maybank dengan surat tanggal
15 Februari 2023, yang telah diterima Bank Maybank pada tanggal 21 Februari 2023.
9. PT BANK UOB INDONESIA (“Bank UOB”)
Perseroan dan Bank UOB telah menandatangani Akta Perjanjian Kredit No.15 tanggal 20 Januari 2022 dari Notaris Fathiah Helmi,
S.H., dan Perubahan I Terhadap Perjanjian Kredit No.1672/12/2022 tanggal 26 Desember 2022. Berdasarkan perjanjian kredit
tersebut, Perseroan memperoleh fasilitas kredit maksimal sebesar Rp.250.000.000.000 (dua ratus lima puluh miliar Rupiah), dan
akan jatuh tempo pada tanggal 20 Januari 2024. Tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar 4,20% - 4,30%. Fasilitas ini
dijaminkan dengan piutang lancar dari total saldo pinjaman yang diterima sebesar 100%.
Pada tanggal 27 Februari 2023, Bank UOB telah memberikan konfirmasi bahwa untuk rencana Penawaran Umum Obligasi yang
akan dilaksanakan oleh Perseroan tidak memerlukan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Bank UOB, dengan menandatangai
kolom konfirmasi dalam surat Perseroan tanggal 15 Februari 2023.
10. PT BANK OKE INDONESIA Tbk (“Bank OK”)
Perseroan dan Bank OK telah menandatangani Akta Perjanjian Kredit No.23 tanggal 22 Juni 2022 dari Notaris Arry Supratno,
S.H. Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, Perseroan memperoleh fasilitas kredit sebesar Rp.250.000.000.000 (dua ratus lima
puluh miliar Rupiah), dengan jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan sejak tanggal pencairan, dan akan jatuh tempo pada
tanggal 29 Juni 2025, 21 Juli 2025, dan 25 Juli 2025. Tingkat suku bunga sebesar 6,25%. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang
lancar dari total saldo pinjaman yang diterima sebesar 100%.
Bank OK telah memberikan konfirmasi bahwa untuk rencana Penawaran Umum Obligasi yang akan dilaksanakan oleh Perseroan
tidak memerlukan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Bank OK. Konfirmasi tersebut dimuat dalam surat Bank OK tanggal 10
Maret 2023
11. PT BANK IBK INDONESIA Tbk (“Bank IBK”)
Perseroan dan Bank IBK telah menandatangani Akta Perjanjian Kredit (Modal Kerja) No.133 tanggal 16 November 2022 dari
Notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.H., M.Kn. Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, Perseroan memperoleh fasilitas kredit
sebesar Rp.250.000.000.000,00 (dua ratus lima puluh miliar Rupiah), dengan jangka 36 (tiga puluh enam) bulan untuk setiap
penarikan, dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 November 2025 dan 2 Desember 2025. Tingkat suku bunga sebesar 6,25%.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang lancar dari total saldo pinjaman yang diterima sebesar 100%.
Perseroan telah menyampaikan pemberitahuan rencana Penawaran Umum Obligasi kepada Bank IBK dengan surat tanggal 5
Mei 2023.
50
55
Page 76
12. PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk (“Bank Danamon)
Perseroan menerima 3 (tiga) fasilitas kredit dari Bank Danamon berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No.66 tanggal 21 Desember
2022 dari Notaris Sulistyaningsih, S.H., yaitu (i) Fasilitas Kredit Angsuran Berjangka Uncommitted/(Non Revolving) (Fasiltias KAB)
sebesar Rp.900.000.000.000 (sembilan ratus miliar Rupiah berjangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan untuk setiap penarikan;
(ii) Fasilitas Kredit Berjangka Uncommitted/(Revolving) (Fasilitas KB) sebesar Rp.100.000.000.000 (seratus miliar Rupiah)
berjangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal 21 Desember 2022; dan Fasilitas Pre Settlement Exposure Line (Fasilitas
PSE Line) sebesar Rp.50.000.000.000 (lima puluh miliar Rupiah) berjangka waktu maksimal 3 (tiga) tahun. Tingkat suku bunga
akan ditentukan saat tanggal penarikan berdasarkan tingkat suku bunga pasar. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang lancar dari
total saldo pinjaman yang diterima sebesar 100% untuk KAB. Sedangkan untuk fasilitas KB tanpa jaminan.
Bank Danamon telah memberikan konfirmasi bahwa untuk rencana Penawaran Umum Obligasi yang akan dilaksanakan oleh
Perseroan tidak memerlukan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Bank Danamon. Konfirmasi tersebut dimuat dalam surat
Bank Danamon tanggal 2 Maret 2023.
13. PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk (“Bank BRI”)
a. Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (“Fasilitas PJP”)
Perseroan dan Bank BRI telah menandatangani Perjanjian Pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek No.02/2019 tanggal
13 Februari 2019, dengan perubahan terakhir dimuat dalam Akta Addendum Perjanjian Pemberian Fasilitas Kredit Jangka
Pendek No.33 tanggal 20 Februari 2023 dari Notaris Indrasari Kresnadjaja, S.H., M.Kn.. Berdasarkan perjanjian kredit
tersebut, Perseroan memperoleh Fasilitas PJP l sebesar Rp.1.200.000.000.000 (satu triliun dua ratus miliar Rupiah) sublimit
US$20,000,000 (dua puluh juta Dolar Amerika Serikat), dengan jangka waktu ketersedian dana sampai dengan tanggal 23
November 2023, dan untuk setiap penarikan berjangka waktu maksimal 180 (seratus delapan puluh) hari. Tingkat suku bunga
selama tahun 2022 sebesar 3,50% - 6,10%. Atas fasilitas ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memberlakukan syarat
kepada Perusahaan untuk menjaminkan 100% piutang sewa pembiayaan, anjak piutang dan piutang pembiayaan konsumen
dari saldo pinjaman di BRI.
b. Fasilitas Foreign Exchange Line (“Fasilitas Forex Line”)
Perseroan dan Bank BRI telah menandatangani Akta Perjanjian Fasilitas Foreign-Exchange Line No.66 tanggal 30 Desember
2019 dari Notaris Indrasari Kresnadjaja, S.H., M.Kn., dengan perubahan terakhir dimuat dalam Akta Addendum Perjanjian
Fasilitas Foreign-Exchange Line No.34 tanggal 20 Februari 2023 dibuat dihadapan Indrasari Kresnadjaja, S.H., M.Kn..
Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, Perseroan memperoleh Fasilitas Forex Line maksimal sebesar US$5.000.000 (lima
juta Dolar Amerika Serikat), dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 November 2023.
c. Fasilitas Standby Letter of Credit (“Fasilitas SBLC”)
Perseroan dan Bank BRI telah menandatangani Akta Perjanjian Pemberian Standby Letter of Credit (SBLC) No.21 tanggal
10 Mei 2017 dari Notaris Muchlis Patahna, S.H., dengan perubahan terakhir dimuat dalam Akta Addendum Perjanjian
Pemberian Standby Letter of Credit (SBLC) No.35 tanggal 20 Februari 2023 dibuat dihadapan Indrasari Kresnadjaja, S.H.,
M.Kn. Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, Perseroan memperoleh Fasilitas SBLC maksimal sebesar US$50.000.000 (lima
puluh juta Dolar Amerika Serikat), dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 November 2023.
d. Fasilitas Kredit Modal Kerja Withdraw Approval (“Fasilitas KMK W/A”)
Perseroan dan Bank BRI telah menandatangani Akta Perjanjian Kredit Modal Kerja No.08 tanggal 27 Oktober 2021 dari
Notaris Dr. Tintin Surtini, S.H., M.H., M.Kn. Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, Perseroan memperoleh Fasilitas KMK W/A
sebesar Rp.1.000.000.000.000 (satu triliun Rupiah), dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2025, 18 Maret 2025, 9 Mei
2025, 13 Mei 2025, 19 Mei 2025, 20 Mei 2025, dan 25 Mei 2025. Tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar 6,00%.
Atas fasilitas ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memberlakukan syarat kepada Perusahaan untuk menjaminkan
100% piutang sewa pembiayaan, anjak piutang dan piutang pembiayaan konsumen dari saldo pinjaman di BRI.
e. Fasilitas Kredit Modal Kerja Withdraw Approval II (“Fasilitas KMK W/A II”)
Perseroan dan Bank BRI telah menandatangani Akta Perjanjian Fasilitas Kredit Modal Kerja Withdrawal Approval II (KMK
W/A II) No.36 tanggal 20 Februari 2023 dari Notaris Indrasari Kresnadjaja, S.H., M.Kn. Berdasarkan perjanjian kredit tersebut,
Perseroan menerima Fasilitas KMK W/A II sebesar Rp.1.500.000.000.000 (satu triliun lima ratus miliar Rupiah), dengan jangka
waktu penarikan dana 12 (dua belas) bulan sejak tanggal 20 Februari 2023, dan akan jatuh tempo untuk setiap penarikan
maksimal 36 (tiga puluh enam) bulan sejak tanggal penarikan. Indikasi tingkat suku bunga adalah sebesar 6,00% yang akan
disesuaikan dengan berdasarkan bunga yang berlaku pada saat penarikan. Atas fasilitas ini, PT Bank Rakyat Indonesia
51
56
Page 77
(Persero) Tbk memberlakukan syarat kepada Perusahaan untuk menjaminkan 100% piutang sewa pembiayaan, anjak piutang
dan piutang pembiayaan konsumen dari saldo pinjaman di BRI.
Bank BRI dengan surat tertanggal 27 Februari 2023 menyampaikan bahwa terkait rencana Penawaran Umum Obligasi yang
akan dilaksanakan Perseroan, tidak memerlukan persetujuan dari Bank BRI, dan Penawaran Umum Obligasi dapat
dilaksanakan Perseroan sepanjang tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku dan rasio-rasio keuangan yang telah diatur.
14. PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk (“Bank Mandiri”)
a. Fasilitas Kredit Jangka Pendek
Perseroan dan Bank Mandiri telah menandatangani Akta Perjanjian Kredit Jangka Pendek No.CRO.KP/337/KJP/2018 No.07
tanggal 9 Oktober 2018 dari Notaris Arry Supratno, S.H., dengan perubahan terakhir sebagaimana dimuat dalam Addendum
IV (Keempat) Perjanjian Kredit Jangka Pendek No.CRO.KP/337/KJP/2018 tanggal 4 Juli 2022. Berdasarkan perjanjian kredit
tersebut, Perseroan memperoleh fasilitas kredit jangka pendek maksimal sebesar Rp.500.000.000.000 (lima ratus miliar
Rupiah), dan akan jatuh tempo pada tanggal 9 Juli 2023. Tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar 4,00% - 4,60%.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari sebesar 100% dari total
saldo pinjaman.
b. Fasilitas Kredit Modal Kerja II Bank Mandiri (“Fasilitas KMK II Bank Mandiri”)
Perseroan dan Bank Mandiri telah menandatangani Akta Perjanjian Kredit Modal Kerja No.WCO.KP/285/KMK/2020 No.33
tanggal 23 November 2020 dari Notaris Aliya Sriwendayani Azhar, S.H., M.H., M.Kn. dan Addendum I (Pertama) Perjanjian
Kredit Modal Kerja Nomor: WCO.KP/285/KMK/2020 Akta Nomor 33 tanggal 15 Desember 2020. Berdasarkan perjanjian kredit
tersebut, Perseroan memperoleh Fasilitas KMK II Bank Mandiri maksimal sebesar Rp.250.000.000.000 (dua ratus lima puluh
miliar Rupiah), dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 Desember 2023, 4 Februari 2024, dan 28 Mei 2023. Untuk pinjaman
yang jatuh tempo pada 28 Mei 2023 sudah lunas dibayarkan dengan sumber dana berasal dari operasional Perseroan. Tingkat
suku bunga selama tahun 2022 sebesar 7,20% - 8,00%. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak memiliki tunggakan
yang lebih besar dari 90 hari sebesar 100% dari total saldo pinjaman.
c. Fasilitas Kredit Modal Kerja III Bank Mandiri (“Fasilitas KMK III Bank Mandiri”)
Perseroan dan Bank Mandiri telah menandatangani Akta Perjanjian Kredit Modal Kerja No.WCO.KP/290/KMK/2021 No.01
tanggal 7 Juli 2021 dari Notaris Aliya Sriwendayani Azhar, S.H., M.H., M.Kn. Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, Perseroan
memperoleh Fasilitas KMK III Bank Mandiri maksimal sebesar Rp.250.000.000.000 (dua ratus lima puluh miliar Rupiah), dan
akan jatuh tempo pada tanggal 29 September 2024, 14 Oktober 2024, 9 November 2024, dan 12 November 2024. Tingkat
suku bunga selama tahun 2022 sebesar 6,50%. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak memiliki tunggakan yang
lebih besar dari 90 hari sebesar 100% dari total saldo pinjaman.
d. Fasilitas Kredit Modal Kerja IV Bank Mandiri (“Fasilitas KMK IV Bank Mandiri”)
Perseroan dan Bank Mandiri telah menandatangani Akta Perjanjian Kredit Modal Kerja No.WCO.KP/142/KMK/2022 No.29
tanggal 16 Maret 2022 dari Notaris Aliya Sriwendayani Azhar, S.H., M.H., M.Kn. Berdasarkan perjanjian kredit tersebut,
Perseroan memperoleh Fasilitas KMK IV Bank Mandiri maksimal sebesar Rp.500.000.000.000 (lima ratus miliar Rupiah), dan
akan jatuh tempo pada tanggal 25 Maret 2025, 9 Juni 2025, 16 Juni 2025, dan 20 Juni 2025. Tingkat suku bunga selama
tahun 2022 sebesar 6,25% - 6,35%. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak memiliki tunggakan yang lebih besar
dari 90 hari sebesar 100% dari total saldo pinjaman.
e. Fasilitas Kredit Modal Kerja V Bank Mandiri (“Fasilitas KMK V Bank Mandiri”)
Perseroan dan Bank Mandiri telah menandatangani Akta Perjanjian Kredit Modal Kerja No.WCO.KP/439/KMK/2022 No.03
tanggal 2 Agustus 2022 dari Notaris Aliya Sriwendayani Azhar, S.H., M.H., M.Kn. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perseroan
memperoleh Fasilitas KMK V Bank Mandiri maksimal sebesar Rp.500.000.000.000 (lima ratus miliar Rupiah), dan akan jatuh
tempo pada tanggal 7 Oktober 2024, 17 Oktober 2024, dan 15 November 2024. Tingkat suku bunga selama tahun 2022
sebesar 6,50% - 6,90%. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari
sebesar 100% dari total saldo pinjaman.
Perseroan telah menyampaikan pemberitahuan rencana Penawaran Umum Obligasi kepada Bank Mandiri dengan surat tanggal
15 Februari 2023, yang telah diterima Bank Mandiri pada tanggal 21 Februari 2023.
Terkait dengan rencana Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi, Perseroan telah memperoleh persetujuan dari dan
menyampaikan pemberitahuan kepada para krediturnya dan tidak terdapat pembatasan-pembatasan (negative covenants) dalam
52
57
Page 78
perjanjian-perjanjian yang telah ditandatangani oleh Perseroan dengan para krediturnya yang dapat menghambat Penawaran Umum
Obligasi ini.
6. KETERANGAN MENGENAI ASET TETAP PERSEROAN
Berdasarkan laporan posisi keuangan Perseroan 31 Desember 2022 dan 2021, Perseroan memiliki aset tetap sebesar Rp34.815.717
ribu dan Rp28.075.035 ribu.
Pada tanggal Prospektus ini, Perseroan memiliki 1 (satu) bidang tanah seluas 110M2 yang diatasnya berdiri bangunan yang digunakan
sebagai kantor cabang, terletak di Jl. Sultan Alauddin, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar berdasarkan
Sertipikat Hak Guna Bangunan No.23727 tanggal 20 November 2012 berjangka waktu sampai dengan tanggal 10 November 2052,
dan terdaftar atas nama Perseroan (PT BRI Multifinance Indonesia).
7. ASURANSI
Perseroan dalam menjalankan usahanya telah mengadakan perjanjian pertanggungan asuransi sebagai berikut:
Tipe
No. Penanggung No. Polis Perjanjian Jangka Waktu Nilai Pertanggungan
Pertanggungan
- Asuransi Kendaraan Sampai dengan jatuh Rp.10.768.951.195,10
PT BRI Asuransi Indonesia
Bermotor tempo masing-
1. PT Asuransi Central Asia
masing
pertanggungan*)
2. PT BRI Asuransi Indonesia 1115010323000071 Property All Risks Insurance 31 Des 2022 Rp.46.180.337.991,-
sd
31 Des 2023
3. PT BRI Asuransi Indonesia 1115011123000033 Earthquake Insurance 31 Des 2022 Rp.46.180.337.991,-
sd
31 Des 2023
*) masa pertanggungan akan berakhir antara tanggal 1 Juli 2023 sampai dengan 1 Januari 2028.
8. TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN (CSR)
Menyadari bahwa keberhasilan Perseroan tidak hanya diukur dari kinerja keuangan tetapi juga peran Perseroan dalam memberikan
kontribusi terhadap para pemangku kepentingan. Perseroan berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi pemangku kepentingan
sesuai dengan nilai BRILiaN Ways yaitu peduli terhadap Masyarakat dan lingkungan. Pelaksanaan CSR bertujuan untuk membangun
hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan antara Perseroan dengan lingkungan serta pemangku kepentingan lainnya.
Ruang lingkup pelaksanaan CSR Perseroan melibatkan Masyarakat sekitar maupun debitur serta memperhatikan aspek ekonomi,
sosial dan lingkungan.
Tanggung Jawab Sosial Terkait Hak Asasi Manusia (HAM)
Perseroan senantiasa menghormati dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Komitmen dan Kebijakan Perseroan beserta seluruh Pekerja berkomitmen menciptakan suasana lingkungan kerja yang mampu
memberikan kepuasan kerja dan adanya kepastian hak dan kewajiban Perseroan maupun Pekerja. Lingkup tanggung jawab sosial
Perseroan terkait HAM dilaksanakan dengan senantiasa menjunjung dasar-dasar hak asasi manusia serta menghormati budaya di
wilayah setempat, memberikan perlakuan yang setara tanpa membedakan aspek apapun kepada setiap pekerja di unit kerja
Perseroan seluruh Indonesia.
Tanggung Jawab Sosial Terkait Praktik Operasi Yang Adil
Perseroan berkomitmen untuk menjalankan seluruh aktivitas operasional dan bisnis sesuai dengan ketentuan perundangan -
undangan yang berlaku. Hal tersebut dilakukan untuk menjamin aktivitas operasional dan bisnis dilakukan secara sehat, efektif dan
efisien, serta bebas dari korupsi, memberikan perlakuan dan layanan khusus kepada kaum difabel (penyandang disabilitas) serta
menghindarkan Perseroan dari praktik diskriminasi kepada pengguna jasa pembiayaan.
Tanggung Jawab Sosial Terkait Lingkungan Hidup
Perseroan bertekad untuk terus mengurangi dampak negatif dari operasional Perseroan terhadap lingkungan hidup, walaupun
aktivitas operasional Perseroan tidak bersinggungan langsung dengan lingkungan hidup. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan
mendukung gerakan hemat energi, penurunan emisi CO2 yang dihasilkan melalui penggunaan listrik, pemakaian BBM untuk kegiatan
operasional, dan melakukan penyaluran pembiayaan transportasi ramah lingkungan melalui pembiayaan kendaraan listrik berbasis
baterai maupun kendaraan hybrid.
53
58
Page 79
Tanggung Jawab Sosial Terkait Dengan Ketenagakerjaan, Kesehatan, Dan Keselamatan Kerja
Perseroan menyadari bahwa sumber daya manusia merupakan aset penting bagi Perseroan dan oleh karena itu, Perseroan
berkomitmen untuk memenuhi hak-hak Pekerja sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, menjamin kesehatan
dan keselamatan dalam bekerja, menjalankan upaya pencegahan dan perlindungan kepada pekerja akibat pandemi Covid-19,
meningkatkan komposisi pekerja perempuan, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan yang disesuaikan
dengan kebutuhan pekerja.
Tanggung Jawab Sosial Perseroan Terkait Pengembangan Sosial Kemasyarakatan
Perseroan terus berupaya untuk membangun hubungan yang harmonis dengan Masyarakat di sekitar lingkungan Perseroan yang
saat ini tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Perseroan percaya dengan terjalinnya hubungan dengan Masyarakat dapat
memberikan nilai tambah bagi Perseroan untuk terus tumbuh dan berkembang. Kontribusi nyata ditunjukkan dengan program bantuan
sosial di bulan Ramadhan, kegiatan literasi dan inklusi keuangan, dan renovasi pembangunan gedung sekolah terbuka yang siswanya
menyasar Masyarakat marginal.
Tanggung Jawab Sosial Perseroan Terhadap Konsumen
Perseroan senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada debitur untuk mencapai kepuasan pelanggan.
Perseroan menyadari bahwa debitur merupakan pemangku kepentingan yang memegang peranan penting dalam keberlanjutan
usaha Perseroan. Perseroan juga senantiasa tunduk dan patuh pada peraturan yang berlaku yang terkait dengan perlindungan
konsumen dan Masyarakat sektor jasa keuangan.
Kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang telah dilakukan Perseroan pada Tahun 2022
No. Kegiatan Lokasi Waktu Dokumentasi
1 Renovasi SMP Terbuka SMP Terbuka 22 November 2022
Yayasan Diponegoro Lentera Diponegoro,
Ilmu Jombang,
Bintaro,
Tangerang
Selatan
2 Buka Puasa Bersama Anak Yayasan Mizan 21 April 2022
Yatim & Penyerahan Bantuan Amanah,
Cakung, Jakarta
Timur
3 Bantuan Bencana Gempa Cianjur, Jawa 1 Desember 2022
Cianjur, Jawa Barat Barat
54
59
Page 80
9. STRUKTUR HUBUNGAN KEPEMILIKAN, PENGAWASAN DAN PENGURUSAN PERSEROAN DENGAN PEMEGANG
SAHAM
Berikut ini adalah struktur kepemilikan Perseroan dan Pemegang Saham Perseroan sampai dengan Prospektus ini diterbitkan.
Pemegang Saham Pengendali Perseroan adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dengan Pemegang Saham Pengendali
Terakhir sebagaimana dimaksud dalam UU P2SK pada tanggal Prospektus ini adalah Negara Republik Indonesia.
55
60
Page 81
Hubungan Pengurusan dan Pengawasan Perseroan dengan Pemegang Saham Pengendali
Berikut ini hubungan pengurusan dan pengawasan Perseroan dengan Pemegang Saham Pengendali:
Nama BRI Perseroan
Kartika Wirjoatmodjo KU
Rofikoh Rokhim Wakil Komisaris Utama/KI
Awan Nurmawan Nuh K
Rabin Indrajad Hattari K
Hendrikus Ivo KI
Dwi Ria Latifa KI
Heri Sunaryadi KI
Paripurna Poerwoko Sugarda KI
Agus Riswanto KI
Nurmaria Sarosa KI
Sunarso DU
Catur Budi Harto D
Handayani D
Supari D
Ahmad Solichin Lutfiyanto D
Agus Noorsanto D
Agus Sudiarto D
Agus Winardono D
Amam Sukriyanto D
Viviana Dyah Ayu R.K. D
Arga Mahanana Nugraha D
Andrijanto D
Sigit Murtiyoso KU
Dhoni Ramadi K
Sumantri Suwarno KI
Azizatun Azhimah* DU
Primartono Gunawan** DU
Ari Prayuwana D
Willy Halim Sugiardi D
* efektif tidak menjabat pada bulan Mei 2023
** efektif menjadi Pelaksana Tugas Direktur Utama pada bulan Mei 2023
Keterangan:
KU : Komisaris Utama DU : Direktur Utama
KI : Komisaris Independen D : Direktur
K : Komisaris
B. KETERANGAN SINGKAT MENGENAI PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM
Berikut keterangan singkat mengenai pemegang saham Perseroan yang berbentuk badan hukum.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”)
BRI adalah pemilik 449.450 saham Perseroan, yang merupakan 99,88% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan Perseroan.
Riwayat Singkat
Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (untuk selanjutnya disebut BRI) didirikan dengan nama De Poerwokertosche Sparbank der
Inslandsche Hoofden atau Bank Priyayi yang didirikan oleh Raden Wiriadmadja dan kawan-kawan pada tanggal 16 Desember 1895.
Anggaran dasar BRI telah mengalami beberapa kali perubahan. BRI berubah statusnya menjadi Perusahaan Perseroan (Persero)
berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 21 tahun 1992 tanggal 29 April 1992 berdasarkan Akta No. 113 tanggal
56
61
Page 82
31 Juli 1992 yang dibuat di hadapan Muhani Salim, S.H., Notaris di Jakarta, maka BRI diberi nama PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero). Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.
C2-6584.HT.01.01.TH.92 tanggal 12 Agustus 1992, telah didaftarkan pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan No. 2155-1992
tanggal 15 Agustus 1992 dan telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 11 September
1992, Tambahan No. 3a. Perubahan terakhir anggaran dasar BRI sebagaimana termaktub dalam Akta No. 4 tanggal 06 Oktober 2021
dibuat dihadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, yang pemberitahuan perubahan anggaran dasarnya telah diterima dan
dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat No. AHU-
AH.01.03-0457763 tanggal 7 Oktober 2021.
Maksud dan Tujuan
Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Ayat 1 Anggaran Dasar BRI, maksud dan tujuan BRI adalah untuk melakukan usaha di bidang
Perbankan serta optimalisasi sumber daya yang dimiliki BRI untuk menghasilkan jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat
untuk mendapat/mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai BRI dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.
Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Ayat 2 dan 3 Anggaran Dasar BRI, dalam rangka mencapai maksud dan tujuannya BRI dapat
melaksanakan usaha utama sebagai berikut :
a. Menghimpun danan dari Masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan
dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
b. Memberi kredit.
c. Menerbitkan surat pengakuan hutang.
d. Membeli, menjual atau menjaminkan atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya :
i. Surat wesel termasuk wesel yang diakseptasi oleh BRI selaku Bank yang masa berlakukanya tidak lebih lama dari pada
kebiasaan dalam perdagangan surat dimaksud.
ii. Surat pengakuan hutang dan kertas dagang lainnya yang masa berlakunya tidak lebih lama dari kebiasaan dalam
perdagangan surat dimaksud.
iii. Kertas perbendaharaan negara dan Surat Jaminan Pemerintah.
iv. Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
v. Obligasi.
vi. Surat dagang berjangka waktu sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
vii. Instrumen surat berharga lain yang berjangka waktu sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
e. Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah.
f. Menempatkan dana pada meminjam dana dari atau mememinjamkan dana kepada bank lain, baik dengan menggunakan surat,
sarana telekomunikasi maupun dengan wesel tunjuk, cek atau sarana lainnya.
g. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga.
h. Menyediakan tempat untuk menyimpan barangan dan surat berharga.
i. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak.
j. Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat beharga yang tidak tercatat di Bursa
Efek.
k. Membeli melalui pelalangan atau dengan cara lain agunan baik semua maupun sebagian dalam hal debitur tidak memenuhi
kewajibannya kepada BRI selaku Bank, dengan ketentuan agunan yang dibeli tersebut dapat dicairkan secepatnya.
l. Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit dan kegiatan wali amanat.
m. Menyediakan pembiayaan dan/atau melakukan kegiatan lain berdasarkan Prinsip Syariah sesuai dengan ketentuan yang
ditetapkan oleh yang berwenang.
n. Melakukan kegiatan dalam valuta asing dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh yang berwenang.
o. Melakukan kegiatan penyertaan modal pada bank atau perusahaan lain di bidang keuangan, seperti sewa guna usaha, modal
ventura, perusahaan efek, asuransi, serta lembaga kliring penyelesaian dan penyimpanan, dengan memenuhi ketentuan yang
ditetapkan oleh yang berwenang.
p. Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan kredit atau kegagalan pembiayaan
berdasarkan Prinsip Syariah dengan syarat harus menarik kembali penyertaannya dengan ketentuan yang ditetapkan oleh
otoritas yang berwenang.
q. Bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurus dana pensiun sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-
undangan.
r. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh Bank sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
Selain kegiatan usaha utama sebagaimana dimaksud diatas, BRI dapat melakukan kegiatan usaha pendukung/penunjang dalam
rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung/menunjang kegiatan usaha utama sepanjang tidak
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
Kegiatan usaha yang dijalankan BRI berdasarkan Anggaran Dasar dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020
adalah Bank Umum Konvensional.
57
62
Page 83
Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. per 31 Desember 2022 berdasarkan Laporan Keuangan per
tanggal 31 Desember 2022 (audited) :
Nilai Nominal Rp50,per Saham Persentase
Keterangan Jumlah Lembar Jumlah Nilai Saham Kepemilikan
Saham (Rp) Saham (%)
Modal Dasar
Saham Seri A Dwiwarna 1 50 0,00
Saham Biasa Seri B 299.999.999.999 14.999.999.999.950 100,00
Jumlah Modal Dasar 300.000.000.000 15.000.000.000.000 100,00
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Negara Republik Indonesia
Saham Seri A Dwiwarna 1 50 0,00
Saham Biasa Atas Nama Seri B 80.610.976.875 4.030.548.843.750 53,19
Kepemilikan Masyarakat dibawah 5%
- Saham Biasa Atas Nama Seri B 70.459.703.129 3.522.985.156.450 46,49
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 151.070.680.004 7.553.534.000.200 99,68
Saham Treasury 488.321.600 24.416.080.000 0,32
Total 151.559.001.604 7.577.950.080.200 100,00
Susunan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No.14 tanggal 13 Maret 2023 dibuat dihadapan Fathiah
Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Kartika Wirjoatmodjo
Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen : Rofikoh Rokhim
Komisaris : Awan Nurmawan Nuh*
Komisaris : Rabin Indrajad Hattari
Komisaris Independen : Hendrikus Ivo
Komisaris Independen : Heri Sunaryadi
Komisaris Independen : Paripurna Poerwoko Sugarda
Komisaris Independen : Dwi Ria Latifa
Komisaris Independen : Nurmaria Sarosa
Komisaris Independen : Agus Riswanto
*) Efektif setelah mendapat persetujuan OJK atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test). BRI pada saat ini sedang dalam proses
pemenuhan administrasi dalam rangka proses penilaian kemampuan dan kepatutan Sdr. Awan Nurmawan Nuh.
Direksi
Direktur Utama : Sunarso
Wakil Direktur Utama : Catur Budi Harto
Direktur : Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari
Direktur : Agus Noorsanto
Direktur : Agus Sudiarto
Direktur : Agus Winardono
Direktur : Supari
Direktur : Andrijanto
Direktur : Amam Sukriyanto
Direktur : Arga Mahanana Nugraha
Direktur : Achmad Solichin Lutfiyanto
Direktur : Handayani
58
63
Page 84
Ikhtisar Data Keuangan Penting
(dalam jutaan Rupiah)
Pada tanggal 31 Desember dan untuk tahun yang
Keterangan berakhir pada tanggal tersebut
2022 2021
Aset 1.865.639.010 1.678.097.734
Liabilitas 1.562.243.693 1.386.310.930
Ekuitas 303.395.317 291.786.804
Pendapatan Bunga dan Syariah 151.874.816 143.523.329
Total Beban Operasional Lainnya 82.191.967 75.918.108
Laba Usaha 64.596.701 40.992.065
Laba Bersih 51.408.207 30.755.766
C. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN
Struktur Pengurusan dan Pengawasan
Pada tanggal Prospektus ini, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Sigit Murtiyoso
Komisaris : Dhoni Ramadi
Komisaris Independen : Sumantri Suwarno
Direksi
Pelaksana Tugas Direktur Utama &
Direktus Bisnis : Primartono Gunawan
Direktur Operasional : Willy Halim Sugiardi
Direktur Manajemen Risiko : Ari Prayuwana
Susunan Dewan Komisaris Perseroan sebagaimana diuraikan di atas dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.10 tanggal
20 Oktober 2022 dibuat dihadapan Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta, yang pemberitahuan perubahan datanya telah diterima
dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat No.AHU-
AH.01.09-0068106 tanggal 21 Oktober 2022 dan susunan Direksi Perseroan sebagaimana diuraikan di atas telah dimuat dalam Akta
Pernyataan Keputusan Rapat No.02 tanggal 9 Mei 2022 dibuat dihadapan Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta, yang
pemberitahuan perubahan datanya telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum Dan
Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat No.AHU-AH.01.09-0011879 tanggal 12 Mei 2022.
Penunjukan Primartono Gunawan sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama berdasarkan Keputusan Sirkuler Di Luar Rapat Dewan
Komisaris Perseroan pada tanggal 26 Mei 2023 dan telah sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan.
Berdasarkan ketentuan anggaran dasar Perseroan, para anggota Dewan Komisaris dan Direksi diangkat atau diberhentikan oleh
Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak ditutupnya RUPS dimana mereka
diangkat dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan setelah masa jabatan 3 (tiga) tahun pertama berakhir, dengan
tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan mereka sewaktu-waktu.
Penunjukan seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan telah sesuai dengan POJK No. 33/2014.
Seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah memenuhi ketentuan mengenai pembatasan rangkap jabatan
sebagaimana diuraikan dalam Peraturan OJK No. 33/2014.
59
64
Page 85
Berikut adalah keterangan singkat dari masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan:
Dewan Komisaris
Sigit Murtiyoso – Komisaris Utama
Warga Negara Indonesia, usia 58 tahun. Beliau ditunjuk sebagai Komisaris Utama Perseroan
dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 25 April 2022 sebagaimana dimuat
dalam Akta No. 35 tanggal 25 April 2022 yang dibuat oleh Arry Supratno, SH, Notaris
berkedudukan di Jakarta Pusat, dan telah memperoleh persetujuan OJK atas hasil penilaian
kemampuan dan kepatutan sesuai dengan Surat Keputusan No.KEP-405/NB.11/2022
tanggal 12 Juli 2022. Beliau Lulus dari Universitas Sebelas Maret, Surakarta dengan gelar
Sarjana Hukum pada tahun 1988. Selama berkarir, beliau memiliki pengalaman dalam
berbagai jabatan antara lain:
Riwayat Pekerjaan:
2022 – sekarang: Komisaris Utama PT BRI Multifnance Indonesia
2019 – 2022: Direktur Ritel Agri & Pendanaan PT Bank Rakyat Indonesia
Agroniaga Tbk
2018 – 2019: Pemimpin Cabang Khusus PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2016 – 2018: Kepala Divisi Institutions 2 Kantor Pusat (Pejabat Eksekutif) PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Dhoni Ramadi – Komisaris
Warga Negara Indonesia, usia 44 tahun. Beliau ditunjuk sebagai Komisaris Perseroan dalam
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 25 April 2022 sebagaimana dimuat dalam
Akta No. 35 tanggal 25 April 2022 yang dibuat oleh Arry Supratno, SH, Notaris berkedudukan
di Jakarta Pusat.
Beliau Lulus dari Universitas Trisakti, dengan gelar Sarjana Teknik pada tahun 2001, dan
meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Pelita Harapan pada tahun 2020.
Riwayat Pekerjaan:
2022 – sekarang: Komisaris PT BRI Multifinance Indonesia
2023 – sekarang: Division Head Funding & retail Sales Management PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk
2020 – 2022: Division Head Retail Payment PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk
2017 – 2020: Wakil Kepala Divisi Retail Payment Bidang Bisnis Merchant Divisi
Retail Payment PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2015 – 2017: Wakil Kepala Divisi Kartu Kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk
Sumantri Suwarno – Komisaris Independen
Warga Negara Indonesia, berusia 46 tahun, menjabat sebagai Komisaris Independen PT BRI
Multifinance Indonesia sejak Mei 2020. Beliau ditunjuk sebagai Komisaris Independen
Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 19 Mei 2020 yang
ditegaskan dalam Akta No.06 tanggal 7 Januari 2021, serta telah memperoleh persetujuan OJK
atas hasil penilaian kemampuan dan kepatutan sesuai dengan Surat Keputusan No.KEP-
453/NB.11/2020 tanggal 18 Desember 2020. Beliau lulus dari Universitas Indonesia dengan
gelar Sarjana Ekonomi di tahun 2002 dan memulai karir sejak tahun 2004. Selama berkarir,
beliau memiliki pengalaman dalam berbagai jabatan antara lain:
Riwayat Pekerjaan:
2021 – sekarang Direktur Pengembangan Bisnis PT Rukun Raharja
2020 – sekarang: Komisaris Independen PT BRI Multifnance Indonesia
2019 – sekarang: Komisaris PT Sirius Surya Sentosa
2020: Komisaris PT IPC TPK
60
65
Page 86
Direksi
Primartono Gunawan – Plt. Direktur Utama & Direktus Bisnis
Warga Negara Indonesia, 58 tahun. Beliau menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama
dan Direktur Bisnis PT BRI Multifinance Indonesia sejak Mei 2020. Beliau ditunjuk sebagai
Direktur Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 19 Mei 2020 yang
ditegaskan dalam Akta No.06 tanggal 7 Januari 2021, serta telah memperoleh persetujuan OJK
atas hasil penilaian kemampuan dan kepatutan sesuai dengan Surat Keputusan No.KEP-
454/NB.11/2020 tanggal 18 Desember 2020. Pada tanggal 26 Mei 2023, beliau ditunjuk sebagai
Pelaksana Tugas Direktur Utama berdasarkan Keputusan Sirkuler di Luar Rapat Dewan
Komisaris Perseroan. Beliau lulus dari Universitas Lampung dengan gelar Sarjana Sosial
Ekonomi Pertanian di tahun 1988 dan memperoleh gelar Magister Hukum dari Universitas Gadjah
Mada, Yogyakarta, di tahun 2014. Memulai karir perbankan di PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk sejak tahun 1989. Selama menjabat, beliau pernah menempati beberapa posisi
jabatan antara lain:
Riwayat Pekerjaan:
26 Mei 2023 – sekarang: Pelaksana Tugas Direktur Utama PT BRI Multifnance Indonesia
Mei 2020 – sekarang: Direktur Bisnis PT BRI Multifnance Indonesia
2019 – 2020: Kepala Divisi Kredit Konsumer Kantor Pusat PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk
2018 – 2019: Kepala Divisi, Divisi Bisnis Ritel Kantor Pusat PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk
2017 – 2018: Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Bisnis Kanwil Semarang PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2016 – 2017: Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Bisnis Kanwil Makassar PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2014 – 2016: Pemimpin Cabang, Kantor Cabang Kediri, Kantor Wilayah Malang
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2013 – 2014: Pemimpin Cabang, Kantor Cabang Malang Martadinata, Kantor
Wilayah Malang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2010 – 2013: Pemimpin Cabang, Kantor Cabang Cianjur, Kantor Wilayah
Bandung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2009 – 2010: Pemimpin Cabang, Kantor Cabang Jakarta Pierre Tendean, Kantor
Wilayah Jakarta 2 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2007 – 2009: Pemimpin Cabang, Kantor Cabang Muntilan, Kantor Wilayah
Yogyakarta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2005 – 2007: Pemimpin Cabang, Kantor Cabang Muara Enim, Kantor Wilayah
Palembang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2001 – 2005: Pemimpin Cabang, Kantor Cabang Pangkalan Bun, Kantor Wilayah
Banjarmasin PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
1999 – 2001: Pemimpin Cabang, Kantor Cabang Biak, Kantor Wilayah Jayapura
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
1995 – 1998: Wakil Pemimpin Cabang Kupang, Kantor Wilayah Denpasar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
1989 – 1995: Staff Divisi Internasional PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Ari Prayuwana – Direktur Manajemen Risiko
Warga Negara Indonesia, 58 tahun, menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko PT BRI
Multifinance Indonesia sejak Mei 2020. Beliau ditunjuk sebagai Direktur Perseroan dalam Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 19 Mei 2020 yang ditegaskan dalam Akta No.06
tanggal 7 Januari 2021, serta telah memperoleh persetujuan OJK atas hasil penilaian
kemampuan dan kepatutan sesuai dengan Surat Keputusan No.KEP-455/NB.11/2020 tanggal 18
Desember 2020. Beliau menyandang gelar Sarjana Sosial Ekonomi Pertanian dari Institut
Pertanian Bogor di tahun 1989 dan Magister Ekonomi Pertanian di tahun 2006. Beliau memulai
karir perbankan di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sejak tahun 1992. Selama berkarir,
beliau memiliki pengalaman di beberapa posisi jabatan, antara lain:
61
66
Page 87
Riwayat Pekerjaan:
2020 – sekarang: Direktur Manajemen Risiko PT BRI Multifinance Indonesia
2018 – 2020: Kepala Divisi Kebijakan Risiko Kredit PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
2017 – 2018: Wakil Kepala Divisi Pengadaan Barang & Jasa PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk
2016 – 2017: Wakil Kepala Divisi Akuntansi Manajemen & Keuangan PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2010 – 2016: Kepala Bagian Laporan Divisi Akuntansi Manajemen & Keuangan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2006 – 2010: Manajer Implementasi Sistem Internal Rating PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk
2002 – 2005: Staff 2 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
1992 – 2001: Staff 1 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Willy Halim Sugiardi – Direktur Operasional
Warga Negara Indonesia, usia 49 tahun, Direktur Operasional PT BRI Multifinance Indonesia
sejak Juli 2018. Beliau ditunjuk sebagai Direktur Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa tanggal 30 Juli 2018 yang dimuat dalam Akta No.37 tanggal 13 Agustus 2018,
serta telah memperoleh persetujuan OJK atas hasil penilaian kemampuan dan kepatutan sesuai
dengan Surat Keputusan No.KEP-978/NB.11/2018 tanggal 29 Oktober 2018. Pada RUPS
Tahunan tanggal 25 April 2022, beliau diangkat kembali sebagai Direktur Operasional
sebagaimana dinyatakan dalam akta PKR No. 2 tanggal 9 Mei 2022. Lulusan Swinburne
University of Technology, Melbourne, Victoria, Australia dengan gelar Bachelor of Business pada
tahun 1995.
Riwayat Pekerjaan:
2019 – sekarang: Direktur Operasional & Keuangan PT BRI Mutlfinance Indonesia
2018 – 2019: Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko PT BRI Mutlfinance
Indonesia
2016 – 2018: Chief Operation Manager 2 PT BRI Multifinance Indonesia
membawahi Departemen Middle Office (rangkap sebagai Kepala
Departmen), Corporate Planning (rangkap sebagai Kepala
Departemen), Credit Administration, Credit Research
2014 – 2016: Chief Operation Manager 2 PT BTMU-BRI Finance membawahi
Departemen Corporate Planning (rangkap sebagai Kepala
Departemen), SDM, Credit & Research, Information Technology
2013 – 2014: Chief Operation Manager 2 PT BTMU-BRI Finance membawahi
Departmen Corporate Planning (rangkap sebagai Kepala
Departemen), SDM (rangkap sebagai Kepala Departemen), Credit
Research, Information Technology
2011 – 2013: Chief Operation Manager PT BTMU-BRI Finance membawahi
Departemen Credit Research (rangkap sebagai Kepala
Departemen), Corporate Planning (rangkap sebagai Kepala
Departemen), Credit Administration
2010 – 2011: Chief Operation Manager 2 PT BTMU-BRI Finance membawahi
Departemen Credit Research (rangkap sebagai Kepala
Departemen), Legal (rangkap sebagai Kepala Departemen),
Corporate Planning (rangkap sebagai Kepala Departemen), Credit
Administration
2007 – 2010: Head of Credit Research Department PT BTMU-BRI Finance
2004 – 2007: Wiraswasta
2001 – 2004: Head of Credit Research Department PT UFJ-BRI Finance
2000 – 2001: Head of Industrial Research Department PT Sanwa- BRI Finance
1998 – 2000: Head of Financial Restructure & Corporate Business Department
PT Sanwa- BRI Finance
1997 – 1998: Head of Credit Supervision Department PT Sanwa- BRI Finance
1996 – 1997: Staff Credit Analyst PT Sanwa- BRI Finance
Tidak terdapat hubungan kekeluargaan di antara anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris dan pemegang saham Perseroan.
62
67
Page 88
D. TATA KELOLA PERUSAHAAN
1. DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Ruang Lingkup Pekerjaan Dewan Komisaris Dan Direksi
Sesuai dengan tugas dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang diatur dalam Anggaran Dasar yang berlaku,
Dewan Komisaris mempunyai tugas utama untuk memberi nasihat kepada Direksi apabila diperlukan, dan mengawasi jalannya
pengurusan Perseroan yang dilakukan oleh Direksi. Dewan Komisaris melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara
pofessional dan tidak terlibat dalam pengambilan keputusan terkait dengan kegiatan operasional kecuali hal-hal lain yang ditetapkan
dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Direksi bertugas menjalankan segala professi yang berkaitan dengan pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan dan
sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar Pengadilan tentang segala hal
dan segala kejadian dengan pembatasan-pembatasan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar
dan/atau Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan senantiasa dituntut untuk melaksanakannya dengan penuh profesionalitas,
beretika, sehingga perlu penyelarasan etika usaha dan etika kerja dengan Visi dan Misi Perseroan serta Panduan Pelaksanaan GCG.
Tugas dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan dapat dilihat secara lebih rinci pada Bab Anggaran Dasar.
Frekuensi rapat dan tingkat kehadiran Dewan Komisaris
Rapat Dewan Komisaris dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu bulan. Rapat Dewan Komisaris terdiri dari rapat
internal antara anggota Dewan Komisaris maupun rapat dengan Direksi. Di tahun 2022, Dewan Komisaris mengikuti rapat internal
sebanyak 4 kali, dan rapat gabungan antara Dewan Komisaris dengan Direksi sebanyak 12 kali.
Tingkat kehadiran rapat Dewan Komisaris per tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Rapat Dewan Komisaris
Nama Jabatan
Jumlah Rapat Jumlah Kehadiran Persentase
Sigit Murtiyoso* Komisaris Utama 3 3 100%
Dhoni Ramadi* Komisaris 3 3 100%
Sumantri Suwarno Komisaris Independen 4 4 100%
* bergabung setelah April 2022 dan telah mendapat persetujuan OJK
Frekuensi rapat dan tingkat kehadiran Direksi
Rapat Direksi PT BRI Multifinance Indonesia dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu bulan. Selain menghadiri Rapat
Direksi bulanan dan hadir dalam Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi.
Tingkat kehadiran rapat Direksi per tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Rapat Direksi
Nama Jabatan
Jumlah Rapat Jumlah Kehadiran Persentase
Azizatun Azhimah Direktur Utama 12 12 100%
Primartono Gunawan Plt. Direktur Utama 12 12 100%
& Direktur
Ari Prayuwana Direktur 12 12 100%
Willy Halim Sugiardi Direktur 12 12 100%
Frekuensi rapat gabungan dan tingkat kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi
Sebagaimana telah diatur dalam POJK No. 33/2014, Rapat gabungan antara Dewan Komisaris dan Direksi dilaksanakan guna
membahas laporan-laporan berkala dari Direksi, membahas permasalahan perusahaan, serta respon Komisaris untuk memberi
tanggapan, catatan dan nasihat kepada Direksi. Rapat gabungan dilaksanakan paling sedikit satu kali dalam satu bulan. Komisaris
Utama dapat mengundang Direktur Utama untuk menyelenggarakan rapat gabungan sekurang-kurangnya tujuh hari sebelum rapat
diadakan. Sepanjang tahun 2022, rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi dilaksanakan sebanyak 12 (dua belas) kali dengan
tingkat kehadiran sebagai berikut:
63
68
Page 89
Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi
Nama Jabatan
Jumlah Rapat Jumlah Kehadiran Persentase
Dewan Komisaris
Sigit Murtiyoso* Komisaris Utama 8 8 100%
Dhoni Ramadi* Komisaris 8 8 100%
Sumantri Suwarno Komisaris Independen 12 12 100%
Direksi
Azizatun Azhimah Direktur Utama 12 12 100%
Primartono Gunawan Plt. Direktur Utama & 12 12 100%
Direktur
Ari Prayuwana Direktur 12 12 100%
Willy Halim Sugiardi Direktur 12 12 100%
* bergabung setelah April 2022 dan telah mendapat persetujuan OJK
Pelaksanaan Tugas Dewan Komisaris dalam 1 (satu) tahun terakhir
Selama tahun 2022, Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas, kewajiban dan tanggungjawabnya dalam rangka melakukan
pengawasan pengawasan berkala secara umum dan/atau spesifik terhadap kebijakan pengurusan, dan jalannya pengurusan
padaumumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan yang dilakukan oleh Direksi serta memberikan arahan, nasihat
kepada Direksi, termasuk pengawasan terhadap pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perusahaan, Rencana Kerja dan Anggaran
Perusahaan, pemenuhan ketentuan Anggaran Dasar, Keputusan RUPS serta peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk
kepentingan Perusahaan, dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan. Tugas, kewajiban dan tanggungjawab tersebut antara
lain dilakukan melalui Rapat Dewan Komisaris, Rapat Dewan Komisaris bersama Direksi, atau Rapat dan Evaluasi bersama komite-
komite di bawah Dewan Komisaris.
Prosedur Penetapan Remunerasi Dewan Komisaris
Dalam pemberian remunerasi bagi Dewan Komisaris, Perseroan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta mengacu pada
peraturan perundangan yang berlaku. Saat ini Perseroan telah menerapkan tata kelola yang baik dalam pemberian remunerasi
kepada Dewan Komisaris. Penetapan remunerasi Dewan Komisaris dilakukan dengan tata cara sebagai berikut:
1. Komite Nominasi dan Remunerasi melakukan evaluasi struktur dan besaran remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris dengan
mempertimbangkan pencapaian kinerja, hasil benchmark dengan industri sejenis (peers), skala dan kompleksitas usaha, serta
kemampuan keuangan perusahaan. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Komite Nominasi dan Remunerasi merekomendasikan
remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris dalam Rapat Dewan Komisaris.
2. Dewan Komisaris mengajukan usualn mengenai remunerasi serta tantiem untuk anggota Direksi dan Dewan Komisaris kepada
Pemegang Saham.
3. Pemegang Saham dapat menyetujui dan menetapkan usulan remunerasi serta tantiem bagi Dewan Komisaris dan Direksi.
Dalam hal Pemegang Saham tidak menyetujui usulan tersebut, maka Dewan Komisaris dan Direksi akan menggunakan struktur
dan besaran remunerasi yang sama seperti tahun buku sebelumnya.
Pelatihan Untuk Dewan Komisaris dan Direksi
Untuk menumbuhkembangkan serta pemutakhiran kompetensi, Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan mengikuti training dan
pelatihan baik yang diselenggarakan secara internal (inhouse) maupun oleh eksternal. Adapun pelatihan dan pengembangan yang
telah diikuti oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagaimana tabel berikut:
Daftar Pelatihan dan Pengembangan Direksi
Azizatun Primartono Willy Internal Eksternal
No Tanggal Nama Program Ari P.
A. * G. H. S. (inhouse) (Public)
1. 09/022021 Penguatan Peran Direksi dan ✔ - - - - ✔
Dewan Komisaris Penyedia
Jasa Keuangan Non-Bank
dalam Menunjang Efektivitas
Penerapan Program APU PPT
2. 23/02/2021 Seminar Online Multifinance ✔ - - - - ✔
2021 Bertumbuh di tengah
pandemi
64
69
Page 90
Azizatun Primartono Willy Internal Eksternal
No Tanggal Nama Program Ari P.
A. * G. H. S. (inhouse) (Public)
3. 27/04/2021 Seminar Online Peluang dan - - ✔ ✔ - ✔
Tantangan Kebijakan
Restrukturisasi Tahap 2
4. 27/07/2021 Refreshment Sertifikasi ✔ - - - - ✔
Manajemen Risiko, “Prospek
Bisnis Perbankan Menuju
Herd Immunity dan kaitannya
dengan risiko pasar &
Perkembangan Ekonomi
Global dan Domestik di masa
pandemi terhadap risiko
Likuiditas dan Risiko Kredit”
5. 27/07/2021 Seminar Online Cross-Industry - ✔ ✔ - - ✔
Collaboration For Multifinance
6. 28/07/2021 Sertifikasi Treasury Dealer ✔ - - - - ✔
Level Advance
7. 29/07/2021 Global Development in Digital ✔ - - - - ✔
Finance
8. 28/09/2021 Seminar Online Economic ✔ ✔ - ✔ - ✔
Outlook 2022
9. 19/11/2021 Webinar Series In Wealth ✔ - - - - ✔
Management 2021 Part 2
10. 23/11/2021 Seminar Online ✔ - - - - ✔
Mengembangkan SDM dan
Digitalisasi di Era Pandemi
11. 01/03/2022 Seminar Online Momentum ✔ ✔ - ✔ - ✔
Pemulihan Industri
Pembiayaan
12. 31/05/2022 Seminar Online Tantangan ✔ - ✔ ✔ - ✔
Percepatan Transformasi
Ekonomi Digital
13. 27/07/2022 Mengelola Risiko di Tengah - ✔ ✔ - - ✔
Ketidakpastian
14. 27/09/2022 Seminar Online “Economic ✔ - - - - ✔
Outlook 2023”
15. 01/12/2022 Konferensi Nasional - - ✔ - - ✔
s/d Profesional Manajemen Risiko
02/12/2022 VIII "ESG Investing and Risk
Mitigation"
*Efektif tidak menjabat pada bulan Mei 2023
Daftar Pelatihan dan Pengembangan Dewan Komisaris
Sumantri Internal Eksternal
No Tanggal Nama Program Sigit M.* Dhoni R.*
S. (inhouse) (Public)
1. 27/072021 Cross-Industry Collaboration - - - - ✔
For Multifinance
2. 23/11/2021 Seminar Online - - ✔ - ✔
Mengembangkan SDM dan
Digitalisasi di Era Pandemi
3. 25/05/2022 Sertifikasi Dasar Pembiayaan ✔ ✔ - - ✔
Komisaris
65
70
Page 91
4. 27/07/2022 Mengelola Risiko di Tengah - - ✔ - ✔
Ketidakpastian
5. 27/09/2022 Seminar Online “Economic ✔ ✔ - - ✔
Outlook 2023”
* bergabung setelah April 2022 dan telah mendapat persetujuan OJK
Remunerasi Dewan Komisaris Dan Anggota Direksi
Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi berpedoman pada ketentuan Komite Nominasi dan Remunerasi yang
dikeluarkan oleh Perseroan. Pemberian remunerasi juga mempertimbangkan beberapa aspek diantaranya kinerja keuangan
Perseroan, benchmark dengan market, kecukupan dan penguatan permodalan, maupun aspek stabilitas keuangan.
Remunerasi berupa gaji/honorarium dan tunjangan yang diberikan kepada Dewan Komisaris pada tahun 2022 dan 2021 adalah
masing – masing sebesar Rp3.100.456.590,- (Tiga Miliar Seratus Juta Empat Ratus Lima Puluh Enam Ribu Lima Ratus Sembilan
Puluh Rupiah) dan Rp2.508.093.564,- (Dua Miliar Lima Ratus Delapan Juta Sembilan Puluh Tiga Ribu Lima Ratus Enam Puluh Empat
Rupiah).
Remunerasi berupa gaji/honorarium dan tunjangan yang diberikan kepada Direksi Perseroan pada tahun 2022 dan 2021 adalah
masing – masing sebesar Rp9.592.438.410,- (Sembilan Miliar Lima Ratus Sembilan Puluh Dua Juta Empat Ratus Tiga Puluh Delapan
Ribu Empat Ratus Sepuluh Rupiah) dan Rp7.748.570.187,- (Tujuh Miliar Tujuh Ratus Empat Puluh Delapan Juta Lima Ratus Tujuh
Puluh Ribu Seratus Delapan Puluh Tujuh Rupiah).
2. SEKRETARIS PERUSAHAAN
Perseroan telah memiliki fungsi sekretaris perusahaan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 35/2014, yaitu dengan diangkatnya
R. M. Taufiq Kurniadihardja sebagai Sekretaris Perusahaan berdasarkan Keputusan Direksi Perseroan No. 075/DIR/HRD/04-2022
tanggal 29 April 2022 perihal Penugasan Pekerja Sebagai Sekretaris Perusahaan, kemudian pada tanggal 1 Oktober 2022, Sdr R.
M. Taufiq Kurniadihardja ditetapkan sebagai Kepala Desk Sekretariat Perusahaan.
Pengangkatan R. M. Taufiq Kurniadihardja sebagai Sekretaris Perusahaan telah sesuai dengan ketentuan POJK No. 35/2014.
Nama : R. M. Taufiq Kurniadihardja
Jabatan : Kepala Desk Sekretariat Perusahaan
Tempat, tanggal lahir : Bandung, 11 Agustus 1967
Usia : 55 Tahun
Kewarganegaraan : Indonesia
Domisili : Tangerang Selatan
Alamat : Villa Melati Mas Blok U-12A/10, RT 057/RW 008, Kel. Jelupang, Kec. Serpong Utara, Kota
Tangerang Selatan 15323, Banten.
No. Telp : 08118859878
Fax : -
Email : taufiq@brifinance.co.id
Website : https://www.brifinance.co.id/
Riwayat Pendidikan:
Tahun Pendidikan
1991 : Sarjana Hukum Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Jurusan Hukum Internasional.
66
71
Page 92
Pengalaman Kerja
Tahun Jabatan Perusahaan
Okt 2022 s/d Sekarang : Kepala Desk Sekretariat Perusahaan PT BRI Multifinance Indonesia
Apr 2022 s/d Okt 2022 : Sekretaris Perusahaan PT BRI Multifinance Indonesia
Okt 2021 s/d Apr 2022 : Group Head Corporate Legal & Corporate Secretary PT BRI Multifinance Indonesia
Group Head Corporate Legal & Collection; GH Corporate PT BRI Multifinance Indonesia
Jan 2011 s/d Sep 2021 :
Legal & SOP; GH Corporate Legal
Jan 2001 s/d Des 2010 : Partner AZLIA & Partners
Nov 2008 s/d Aug 2010 : Corporate Secretary PT Indoexchange Tbk
1992 s/d 2000 : Manager Legal & Collection Department PT Sanwa-BRI Finance
Sekretaris Perusahaan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Dewan Komisaris, Direksi, serta Pemegang Saham Utama dan
Pengendali.
Tugas dan Tanggung Jawab Sekretaris Perusahaan
Tugas dan tanggung jawab Sekretaris Perusahaan diuraikan sebagai berikut:
1. Penyusunan dan penyempurnaan strategi Sekretariat Perusahaan
2. Penyusunan, implementasi, dan evaluasi strategi komunikasi Perusahaan
3. Penyusunan, implementasi, dan evaluasi program event/pameran, dan pemberian sponsorship Perusahaan
4. Penyusunan, implementasi, dan evaluasi strategi dan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Community
Development
5. Pengelolaan, penatakerjaan, dan administrasi aktivitas kesekretariatan Perusahaan
6. Pengelolaan kepatuhan terhadap ketentuan yang terkait dengan peran Perusahaan sebagai emiten, termasuk ketentuan regulator,
pasar modal, dan lain – lain
7. Penatakerjaan aktivitas Dewan Komisaris dan Direksi
Program Pelatihan Sekretaris Perusahaan
Dalam rangka mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan, Sekretaris Perusahaan mengikuti program pelatihan baik yang
diselenggarakan secara internal (inhouse) maupun oleh eksternal. Adapun program pelatihan yang telah diikuti oleh Sekretaris
Perusahaan Perseroan adalah sebagaimana tabel berikut:
No Tanggal Nama Program Penyelenggara Lokasi
1 13/01/2022 Webinar OJK: “Kesiapan Industri Jasa Keuangan OJK Online
dalam Mendukung Literasi Digital Konsumen Jasa
Keuangan”
2 27/01/2022 Webinar OJK: “The Impact of ESG on the OJK Online
Performance of the Financial Services Industry”
3 22/03/2022 s.d. Pelatihan Sertifikasi Manajemen Risiko Level 1 Badan Sertifikasi Online
23/03/2022 Manajemen Risiko
4 18/05/2022 In-house Training: “Leadership Excellence & Perseroan Offline
Advancement Program”
5 27/07/2022 Hukum Online International Law Webinar Series: “The Hukum Online Online
Fate of the Draft of Personal Data Protection Law in
Indonesia”
6 24/08/2022 Pelatihan/Sosialisasi Peraturan Pencatatan, Sistem Bursa Efek Online
Sarana Pelaporan SPE-IDXNet dan Laporan Indonesia
Keuangan Berbasis XBRL,
7 01/09/2022 Webinar OJK: “Prospek Hak Kekayaan Intelektual OJK Online
Sebagai Jaminan Utang”
8 04/11/2022 Webinar OJK: “Menciptakan Stabilitas Sistem OJK Online
Keuangan Melalui Pengembangan Industri Jasa
Keuangan yang Sehat, Efisien dan Berintegritas”
9 17/11/2022 Webinar OJK: “Peluang dan Tantangan IJK dalam OJK Online
Mendukung Pembiayaan Kendaraan Bermotor Listrik
Berbasis Baterai”
10 13/12/2022 s.d. In-house Training Desk Sekretariat Perusahaan Perseroan Online
14/12/2022
67
72
Page 93
No Tanggal Nama Program Penyelenggara Lokasi
11 10/01/2023 Webinar OJK: “Outlook Industri Jasa Keuangan di OJK Online
Tahun 2023”
12 19/01/2023 Webinar IDX-PWC: “Membuka Peluang melalui OJK Online
Peningkatan ESG Rating”
13 02/02/2023 Webinar OJK: “Implementasi Artificial Intelligent di OJK Online
Industri Jasa Keuangan”
14 07/02/2023 In-house Training: Pelatihan Internal Audit ISO 37001: Perseroan Offline
2016 SMAP
15 22/02/2023 KNKG: Sosialisasi Pedoman Umum Governansi Komite Nasional Hybrid
Korporat Indonesia & Annual Report Award 2022 Kebijakan
Gevernansi &
Bursa Efek
Indonesia
16 23/02/2023 Webinar OJK: “The Role of GRC in Supporting OJK Online
Financial Sector Performance”
3. KOMITE AUDIT
Berdasarkan POJK No. 55/2015 dan POJK No. 29/POJK.05/2020 tentang Perubahan Atas Peraturan OJK No.30/POJK.05/2014
tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik bagi Perusahaan Pembiayaan (“POJK Tata Kelola Perusahaan Bagi Perusahaan
Pembiayaan”), Dewan Komisaris Perseroan telah membentuk Komite Audit, dengan susunan sebagai berikut:
Ketua : Sumantri Suwarno, diangkat sesuai Keputusan Rapat Dewan Komisaris tanggal 10 Maret 2021.
Anggota : Hidzuldin Elfani, diangkat sesuai Keputusan Rapat Dewan Komisaris tanggal 10 Maret 2021.
Anggota : Idewan Diaz, diangkat sesuai Keputusan Dewan Komisaris tanggal 22 April 2022
Pembentukan Komite Audit Perseroan telah memenuhi ketentuan POJK Tata Kelola Bagi Perusahaan Pembiayaan dan POJK No.
55/2015.
Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai anggota Komite Audit:
Hidzuldin Elfani
Anggota Komite Audit (Independen)
Warga Negara Indonesia, 64 tahun, lahir di Banjarmasin pada tanggal 11 Juli 1958
Memperoleh gelar Sarjana Peternakan dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1983
Bergabung dengan Perseroan pada tahun 2021 dan saat ini menduduki Jabatan sebagai anggota Komite Audit & Komite Pemantau
Risiko. Sebelumnya menjabat sebagai:
2021 - Saat ini : Anggota Independen Komite Pemantau Risiko di PT BRI Multifinance Indonesia
2021 - Saat ini : Anggota Independen Komite Audit di PT BRI Multifinance Indonesia
2018 - 2019 : Direktur di PT Bringin Sejahtera Makmur
2016 - 2018 : Direktur di PT Bringing Karya Sejahtera
2009 - 2013 : Inspektur Audit Intern Kantor Pusat di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2007 - 2009 : Pemimpin Wilayah Banjarmasin di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2005 - 2007 : Pemimpin Wilayah Banda Aceh di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2004 - 2005 : Kepala Unit Usaha Syariah Kantor Pusat di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2003 - 2004 : Wakil Pemimpin Wilayah Surabaya di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2001 - 2002 : Wakil Pemimpin Wilayah Bandung di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Idewan Diaz
Anggota Komite Audit (Independen)
Warga Negara Indonesia, 57 tahun, lahir di Jakarta pada tanggal 14 Desember 1965
Memperoleh gelar Magister Akuntansi dari Universitas Indonesia pada tahun 2000
68
73
Page 94
Bergabung dengan Perseroan pada tahun 2022 dan saat ini menduduki Jabatan sebagai anggota Komite Audit. Sebelumnya
menjabat sebagai :
Apr 2022 - saat ini : Anggota Independen Komite Audit di PT BRI Multifinance Indonesia
Jan 2022 - Jun 2022 : Staff Khusus Direksi di PT Bank Raya Indonesia, Tbk.
2021 : Kepala Divisi (Executive VP) Operasional, Jaringan dan Layanan di PT Bank Raya Indonesia, Tbk.
(d/h PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Tbk)
2020-2021 : Wakil Kepala Divisi (VP) Change Management Bank di PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Tbk
2020 : Vice President (VP) Tim Quantum di PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Tbk
2016-2020 : Wakil Kepala Divisi (VP) Human Capital Bank di PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Tbk
2014-2016 : Wakil Kepala (VP) Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) di PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Tbk
Informasi terkait dengan riwayat singkat Sumantri Suwarno secara lengkap dapat dilihat pada subbab Pengurusan dan Pengawasan
Perseroan pada Prospektus ini.
Tugas dan tanggung jawab Komite Audit
Komite Audit mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
1. Membuat rencana kegiatan tahunan yang disetujui oleh Dewan Komisaris;
2. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dipublikasikan oleh Perseroan seperti Laporan Keuangan, Proyeksi,
dan informasi keuangan lainnya;
3. Melakukan penelaahan atas ketaatan Perseroan atas peraturan perundang-undangan yang berlaku;
4. Memberikan pendapat independen jika terjadi perbedaan pendapat antara Perseroan dengan auditor eksternal;
5. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris atas penunjukan auditor eksternal yang didasarkan pada independensi,
ruang lingkup penugasan dan fee;
6. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh Satuan Kerja Audit Internal serta mengawasi tindak lanjut atas
temuan-temuan dari Satuan Kerja Audit Internal;
7. Melaporkan kepada Dewan Komisaris berbagai risiko yang dihadapi Perseroan dan pelaksanaan manajemen risiko oleh Direksi;
8. Melakukan penelaahan dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris atas pengaduan yang berkaitan dengan proses
akuntansi dan pelaporan keuangan Perseroan;
9. Melakukan penelaahan dan memberikan saran atas potensi benturan kepentingan kepada Dewan Komisaris;
10. Menelaah pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan Perseroan;
11. Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait adanya potensi benturan kepentingan;
12. Membuat, mengkaji dan memperbarui Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Audit;
13. Menyelenggarakan dan memberikan kewenangan untuk melakukan investigasi dalam lingkup tugasnya;
14. Menjalin kerjasama dengan konsultan, akuntan atau pihak eksternal lainnya yang memberikan saran kepada Komite Audit atau
memberi pengarahan sehubungan dengan investigasi, mencari berbagai informasi terkait dari Pekerja dari pihak-pihak yang
bekerja sama atas dasar permintaan Audit Komite;
15. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perseroan;
16. Dalam menjalankan tugas tersebut, Komite Audit dibantu secara penuh oleh Satuan Kerja Audit Internal Perusahaan.
Rapat Komite Audit dilaksanakan sebanyak 7 kali selama tahun 2022.
Tingkat kehadiran Komite Audit per tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Rapat Komite Audit
Nama Jabatan Jumlah Jumlah
Persentase
Rapat Kehadiran
Sumantri Suwarno Ketua Komite 7 7 100%
Ngalim Sawega (*) Anggota Komite 3 3 100%
Hidzuldin Elfani Anggota Komite 7 7 100%
Idewan Diaz (**) Anggota Komite 4 4 100%
Note : (*) selesai masa jabatan pada tanggal 22 April 2022
(**) jabatan dimulai pada tanggal 22 April 2022
Kegiatan yang dilakukan Komite Audit selama tahun 2022 adalah:
1. Melakukan penelaahan dan memberikan saran terkait laporan keuangan, pengendalian fraud, kecukupan pengelolaan
manajemen risiko, pelaksanaan kegiatan assurance dan pemantauan evaluasi atas kepatuhan perusahaan terhadap perundang-
undangan;
2. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris terkait rencana audit, ruang lingkup audit dan anggaran audit yang disusun
oleh Divisi Internal Audit;
3. Memastikan pelaksanaan tugas Audit Internal telah sesuai dengan Perencanaan Audit Tahunan Tahun 2022;
69
74
Page 95
4. Melakukan pemantauan dan evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan audit;
5. Melakukan pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupan pengendalian internal, termasuk
kecukupan proses pelaporan keuangan;
6. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan Akuntan yang didasarkan pada independensi, ruang
lingkup penugasan, dan imbalan jasa;
7. Memastikan kesesuaian pelaksanaan audit oleh Kantor Akuntan Publik dengan standar audit;
8. Memastikan kesesuaian Laporan Keuangan dengan standar akuntansi keuangan dan ketaatan terhadap peraturan perundang-
undangan;
9. Memastikan pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan Divisi Internal Audit, akuntan publik, dan hasil pengawasan
OJK atau pihak eksternal lainnya, guna memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris;
4. UNIT INTERNAL AUDIT
Pada tanggal Prospektus ini, Perseroan telah membentuk Desk Internal Audit dan telah memiliki Piagam Internal Audit yang
ditetapkan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 26 April 2021.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK No. 56/2015, Direksi Perseroan telah mengangkat Bahrul Ulum sebagai PGS Kepala Desk
Internal Audit berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 066/DIR/HRD/04/2022 tentang Penetapan Pekerja Sebagai Pejabat
Pengganti Sementara (PGS) tanggal 20 April 2022, kemudian pada tanggal 1 Januari 2023, Sdr Bahrul Ulum ditetapkan sebagai PGS
Kepala Divisi Internal Audit.
Pembentukan Unit Audit Internal telah dilakukan sesuai dengan ketentuan POJK No. 56/2015.
Struktur dan Kedudukan Unit Internal Audit
Kepala Unit Internal Audit
Nama : Bahrul Ulum
Jabatan : PGS Kepala Divisi Internal Audit
Tempat, tanggal lahir : Kudus, 29 April 1990
Kewarganegaraan : Indonesia
Jl. Masjid Jami Darul Falah No. 175 , Komplek Hasanah Village No. C3 RT 2 RW 13 , Pancoran
Domisili :
Mas, Pancoran Mas Kota Depok, Jawa Barat 16436
Email : bahrul.ulum@brifinance.co.id
Riwayat Pendidikan:
Tahun Pendidikan
2010 : Sarjana Ekonomi Akuntansi Universitas Airlangga
Pengalaman Kerja
Tahun Jabatan Perusahaan
2023 : Kepala Divisi Internal Audit PT BRI Multifinance Indonesia
2022 : Kepala Desk Internal Audit PT BRI Multifinance Indonesia
2019 s/d 2022 : Manager/Team Leader, Grup Audit Bisnis UMKM & Jaringan Kerja PT Bank Rakyat Indonesia,
Audit Intern Persero (Tbk)
2017 s/d 2019 : Assistant Manager, Grup Audit Bisnis UMKM & Jaringan Kerja Audit PT Bank Rakyat Indonesia,
Intern Persero (Tbk)
2010 s/d 2017 : Junior Auditor 1, Grup Audit Bisnis UMKM & Jaringan Kerja Audit PT Bank Rakyat Indonesia,
Intern Persero (Tbk)
Tugas dan Tanggung Jawab Unit Internal Audit
Sesuai dengan POJK No. 56/2015 maka fungsi Unit ini adalah :
1. Menyusun dan melaksanakan rencana Audit Internal tahunan;
2. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal dan sistem manajemen risiko sesuai dengan kebijakan
Perseroan;
70
75
Page 96
3. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional, sumber
daya manusia, pemasaran, teknologi informasi, dan kegiatan lainnya;
4. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang objektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkat manajemen;
5. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada direktur utama dan Dewan Komisaris;
6. Memantau, menganalisis, dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan;
7. Bekerja sama dengan Komite Audit Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan audit internal yang
dilakukannya; dan
8. Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan.
5. KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI
Berdasarkan POJK Tata Kelola Bagi Perusahaan Pembiayaan, Dewan Komisaris Perseroan telah membentuk Komite Nominasi dan
Remunerasi, dengan susunan sebagai berikut:
Ketua : Sumantri Suwarno, diangkat sesuai Akta No. 06 tanggal 7 Januari 2021.
Anggota : Dhoni Ramadi,diangkat sesuai Akta No. 35 tanggal 25 April 2022.
Anggota : Isahdi Askandar, diangkat sesuai Keputusan Rapat Dewan Komisaris tanggal 22 Mei 2021.
Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi:
Isahdi Askandar
Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi
Warga Negara Indonesia, umur 33 tahun, lahir di Jakarta pada tanggal 10 April 1989.
Memperoleh gelar Master of Business Administration dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2020.
Bergabung dengan Perseroan pada tahun 2021 dan saat ini menduduki Jabatan sebagai PGS Kepala Divisi Human Capital.
Sebelumnya menjabat sebagai:
2023 – saat ini : PJ Kepala Divisi Human Capital PT BRI Multifinance Indonesia
2022 : PGS Kepala Desk Divisi Human Capital PT BRI Multifinance Indonesia
2021 : Group Head Bagian Sumber Daya Manusia PT BRI Multifinance Indonesia
2020 - 2021 : Manager Divisi Human Capital Business Partner di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2020 - 2020 : Assistant Manager Divisi Human Capital Business Partner di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Informasi terkait dengan riwayat singkat Sumantri Suwarno dan Dhoni Ramadi secara lengkap dapat dilihat pada subbab Pengurusan
dan Pengawasan Perseroan pada Prospektus Bab VIII.
Tugas dan tanggung jawab Komite Nominasi dan Remunerasi
Komite Nominasi dan Remunerasi mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
1. Terkait dengan Kebijakan Nominasi
a. Menyusun dan memberikan rekomendasi mengenai sistem serta prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota
Direksi dan anggota Dewan Komisaris kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada RUPS;
b. Memberikan rekomendasi mengenai calon anggota Direksi dan/atau Calon anggota Dewan Komisaris kepada Dewan
Komisaris untuk disampaikan kepada RUPS; dan
c. Memberikan rekomendasi mengenai Pihak Independen yang akan menjadi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi
kepada Dewan Komisaris.
2. Terkait dengan Kebijakan Remunerasi
a. Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi yang didasarkan atas kinerja, risiko, kewajaran dengan peer group,
sasaran, dan strategi jangka panjang, pemenuhan cadangan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan
dan potensi pendapatan perusahaan pada masa yang akan datang;
b. Menyampaikan hasil evaluasi dan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai:
1) Kebijakan remunerasi bagi Direksi dan Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada RUPS;
2) Kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif dan Pekerja perusahaan secara keseluruhan untuk disampaikan
kepada Direksi;
3) Kebijakan ketenagakerjaan dan fungsi lainnya dalam manajemen; dan
4) Sumber Daya Manusia yang memiliki dampak finansial yang signifikan dan/atau risiko hukum bagi perusahaan.
71
76
Page 97
c. Memberikan rekomendasi tentang sistem kompensasi serta manfaat lainnya dalam pengurangan Pekerja perusahaan;
d. Memberikan rekomendasi atas penyelesaian temuan audit internal dan/atau eksternal serta hasil pengawasan Otoritas
Jasa Keuangan, khusus mengenai kebijakan di bidang manajemen sumber daya manusia;
e. Memastikan bahwa kebijakan remunerasi telah sesuai dengan ketentuan;
f. Melakukan evaluasi secara berkala terhadap penerapan kebijakan remunerasi; dan
g. Mengadministrasikan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab Komite Nominasi dan
Remunerasi.
Rapat Komite Nominasi Dan Remunerasi dilaksanakan sebanyak 4 kali selama tahun 2022.
Tingkat kehadiran Komite Nominasi Dan Remunerasi per tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Rapat Komite Nominasi Dan Remunerasi
Nama Jabatan Jumlah Jumlah
Persentase
Rapat Kehadiran
Sumantri Suwarno Ketua Komite 4 4 100%
Dhoni Ramadi* Anggota Komite 4 2 50%
Isahdi Askandar Anggota Komite 4 4 100%
*Efektif terhitung mulai tanggal 25 April 2022
Kegiatan yang dilakukan Komite Nominasi dan Remunerasi selama tahun 2022 adalah:
a. Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi tanggal 19 Januari 2022, membahas mengenai update progress kebijakan SDM di
Q4 2021 dan rencana kerja tahun 2022.
b. Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi tanggal 20 April 2022, membahas mengenai bonus Pekerja tahun 2021, THR
Keagamaan, dan kenaikan upah tahunan.
c. Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi tanggal 31 Mei 2022, membahas mengenai pencapaian KPI tahun 2021 dan
remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris.
d. Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi tanggal 12 Juli 2022, membahas mengenai kebijakan pengelolaan pekerja dengan
kinerja tidak cakap, implementasi pemberian kompensasi PKWT, dan desain program pendidikan dan pengembangan.
6. KOMITE PEMANTAU RISIKO
Berdasarkan POJK Tata Kelola Perusahaan Bagi Perusahaan Pembiayaan, Dewan Komisaris Perseroan telah membentuk Komite
Pemantau Risiko, dengan susunan sebagai berikut:
Ketua : Sumantri Suwarno, diangkat sesuai SK No. 031/SK/BRIF-KOM/4/2022 tanggal 26 April 2022.
Anggota : Dhoni Ramadi, diangkat sesuai SK No. 031/SK/BRIF-KOM/4/2022 tanggal 26 April 2022.
Anggota : Hidzuldin Elfani, diangkat sesuai SK No. 031/SK/BRIF-KOM/4/2022 tanggal 26 April 2022.
Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi:
Hidzuldin Elfani
Anggota Komite Pemantau Risiko
Warga Negara Indonesia, umur 63 tahun, lahir di Banjarmasin pada tanggal 11 Juli 1958.
Memperoleh gelar Sarjana Peternakan dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1983.
Bergabung dengan Perseroan pada tahun 2021 dan saat ini menduduki Jabatan sebagai anggota Komite Audit & Komite Pemantau
Risiko. Sebelumnya menjabat sebagai:
2021 - Saat ini : Anggota Independen Komite Pemantau Risiko di PT BRI Multifinance Indonesia
2021 - Saat ini : Anggota Independen Komite Audit di PT BRI Multifinance Indonesia
2018 - 2019 : Direktur di PT Bringin Sejahtera Makmur
2016 - 2018 : Direktur di PT Bringing Karya Sejahtera
2009 - 2013 : Inspektur Audit Intern Kantor Pusat di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2007 - 2009 : Pemimpin Wilayah Banjarmasin di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2005 - 2007 : Pemimpin Wilayah Banda Aceh di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2004 - 2005 : Kepala Unit Usaha Syariah Kantor Pusat di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
72
77
Page 98
2003 - 2004 : Wakil Pemimpin Wilayah Surabaya di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
2001 - 2002 : Wakil Pemimpin Wilayah Bandung di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Informasi terkait dengan riwayat singkat Sumantri Suwarno & Dhoni Ramadi secara lengkap dapat dilihat pada subbab Pengurusan
dan Pengawasan Perseroan pada Prospektus Bab VIII.
Tugas dan tanggung jawab Komite Pemantau Risiko
Komite Pemantau Risiko mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
1. Meninjau kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko Perusahaan dengan pelaksanaan kebijakan tersebut;
2. Mengawasi pelaksanaan tugas Satuan Kerja Manajemen Risiko
Rapat Komite Pemantau Risiko dilaksanakan sebanyak 4 kali selama tahun 2022.
Tingkat kehadiran Komite Pemantau Risiko per tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Rapat Komite Pemantau Risiko
Nama Jabatan Jumlah Jumlah
Persentase
Rapat Kehadiran
Sumantri Suwarno Ketua Komite 4 4 100%
Ngalim Sawega* Anggota Komite 2 2 100%
Dhoni Ramadi** Anggota Komite 2 2 100%
Hidzuldin Elfani Anggota Komite 4 4 100%
*menjabat sebagai anggota Komite Pemantau Risiko hingga 26 April 2022
**menjabat sebagai anggota Komite Pemantau Risiko mulai 26 April 2022
Kegiatan yang dilakukan Komite Pemantau Risiko selama tahun 2022 adalah:
a. Rapat Komite Pemantau Risiko tanggal 19 Januari 2022, membahas mengenai strategic initiatives Manajemen Risiko, Profil
Risiko & Monitoring Risk Appetite Statement (RAS) dan Batak Maksimum Pemberian Pembiayaan (BMPP);
b. Rapat Komite Pemantau Risiko tanggal 20 April 2022, membahas mengenai Profil Risiko, Portofolio Pembiayaan, Monitoring
RAS dan BMPP;
c. Rapat Komite Pemantau Risiko tanggal 12 Juli 2022, membahas mengenai Profil Risiko, Portofolio Pembiayaan, Monitoring
RAS dan BMPP, serta Manajemen Risiko Operasional (MRO);
d. Rapat Komite Pemantau Risiko tanggal 28 Oktober 2022, membahas mengenai Profil Risiko, Portofolio Pembiayaan,
Manajemen Risiko Operasional (MRO), serta Stress Test dan Simulasi CKPN.
73
78
Page 99
7. STRUKTUR ORGANISASI PERSEROAN
Struktur organisasi Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan terdiri dari 4 (empat) Direktorat yaitu Direktorat Utama, Direktorat Bisnis, Direktorat Manajemen Risiko, dan Direktorat
Operasional & Finance adalah sebagai berikut:
Struktur Keseluruhan
79
74
Page 100
Dengan penjabaran per bagan per Direktorat sebagai berikut:
Direktorat Utama Direktorat Bisnis
80
75
Page 101
Direktorat Manajemen Risiko Direktorat Operasional & Finance
81
76
Page 102
E. SUMBER DAYA MANUSIA
Sebagai aset penting dalam keberlanjutan bisnis, Perseroan memastikan untuk merekrut sumber daya manusia (SDM) terbaik dengan
mengedepankan prinsip keterbukaan, kesetaraan, dan kewajaran. Strategi rekrutmen disesuaikan berdasarkan kebutuhan
pengembangan bisnis Perseroan.
Pada tanggal 31 Desember 2022, Perseroan memiliki jumlah karyawan tetap sebanyak 359 orang.
Tabel berikut ini menunjukkan komposisi karyawan tetap Perseroan menurut lokasi, jabatan, tingkat pendidikan, rentang usia, dan
gender pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021.
Komposisi karyawan Perseroan berdasarkan Lokasi
31 Desember
Lokasi
2022 2021
Jakarta 185 150
Bogor 6 2
Depok 8 6
Tangerang Selatan 10 5
Bekasi 14 6
Bandung 8 6
Cirebon 2 1
Semarang 10 6
Solo 5 4
Yogyakarta 8 4
Malang 10 3
Banyuwangi 3 1
Surabaya 16 13
Denpasar 6 4
Makassar 13 8
Manado 4 1
Balikpapan 10 2
Samarinda 1 1
Banjarmasin 4 1
Pontianak 3 2
Bandar Lampung 6 1
Palembang 8 2
Pekanbaru 5 5
Medan 13 7
Padang 1 0
Jumlah 359 241
Komposisi karyawan Perseroan berdasarkan jabatan
31 Desember
Kelas Jabatan
2022 2021
Corporate Band 1 (Vice President) 3 3
Corporate Band 2 (Senior Manager) 9 5
Corporate Band 3 (Manager) 47 36
Corporate Band 4 (Supervisor) 94 57
Corporate Band 5 (Staff) 206 140
Jumlah 359 241
Komposisi karyawan Perseroan berdasarkan tingkat pendidikan
31 Desember
Pendidikan
2022 2021
Pasca Sarjana 18 15
Sarjana 284 193
Diploma 56 32
SMA 1 1
Jumlah 359 241
77
82
Page 103
Komposisi karyawan Perseroan berdasarkan rentang usia
31 Desember
Rentang Usia
2022 2021
19-30 115 87
31-40 175 97
41-50 54 43
>51 15 14
Jumlah 359 241
Komposisi karyawan Perseroan berdasarkan gender
31 Desember
Gender
2022 2021
Laki-laki 119 155
Perempuan 240 86
Jumlah 359 241
Komposisi karyawan menurut status
31 Desember
Keterangan
2022 2021
Tetap 359 241
Kontrak 667 516
Jumlah 1026 757
Karyawan dengan Keahlian Khusus
Perseroan memiliki karyawan dengan keahlian khusus dengan sertifikasi di bidang pembiayaan dan penagihan. Rincian keahlian
khusus yang dimiliki oleh Perseroan per tanggal 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Jumlah
Bidang Sertifikasi Penyelenggara
Pekerja
SPPI (Sertifikasi Profesi Pembiayaan
Pembiayaan Sertifikasi Dasar Pembiayaan Manajerial 46
Indonesia)
SPPI (Sertifikasi Profesi Pembiayaan
Penagihan Sertifikasi Profesi Penagihan Pembiayaan 63
Indonesia)
Sertifikasi Dasar Pembiayaan Manajerial
Tanggal Pengalaman Lembaga
No Nama Umur Jabatan
Kadaluarsa Kerja Sertifikasi
Lebih dari 10 Sertifikasi Profesi
Kepala Divisi Divisi
1 Adhitia Firmantika 51 20 Sep 25 tahun di bidang Pembiayaan
Pembiayaan Konsumer
pembiayaan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
2 Ady Wicaksono 43 25 Okt 25 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
pembiayaan Cabang Utama Indonesia (SPPI)
Pemimpin Kantor
Lebih dari 5 Sertifikasi Profesi
Cabang Kantor
3 Ahmad Eet Syahrani 34 15 Feb 25 tahun di bidang Pembiayaan
Cabang Kabupaten
pembiayaan Indonesia (SPPI)
Banjar
Lebih dari 10 Sertifikasi Profesi
Kepala Divisi Divisi
4 Bahrul Ulum 33 14 Jun 25 tahun di bidang Pembiayaan
Internal Audit
audit Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
5 Basrial 48 25 Okt 25 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
pembiayaan Cabang Kota Padang Indonesia (SPPI)
78
83
Page 104
Tanggal Pengalaman Lembaga
No Nama Umur Jabatan
Kadaluarsa Kerja Sertifikasi
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
6 Bima Aditya 55 25 May 26 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
pembiayaan Cabang Bandung Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Wakil Kepala Divisi Sertifikasi Profesi
Bobi Tiopan
7 49 25 May 26 tahun di bidang Bidang Pembiayaan Pembiayaan
Parningotan Simbolon
pembiayaan Konsumer 1 Indonesia (SPPI)
Pemimpin Kantor
Lebih dari 10 Sertifikasi Profesi
Cabang Kantor
8 Choeroni Amsah 34 15 Sep 24 tahun di bidang Pembiayaan
Cabang Kota Bandar
pembiayaan Indonesia (SPPI)
Lampung
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
9 Danang Sukendro 48 20 Jan 24 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
pembiayaan Cabang Semarang Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
Dennies Janry
10 36 20 Sep 25 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
Aritonang
pembiayaan Cabang Pekanbaru Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
11 Erlan Nasir 58 14 Jun 25 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
pembiayaan Cabang Palembang Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Sertifikasi Profesi
Group Head Bagian
12 Faisalludin 44 14 Jun 25 tahun di bidang Pembiayaan
Penagihan Konsumer
pembiayaan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 4 Sertifikasi Profesi
Group Head Bagian
13 Fajar Ardiansyah 39 25 Apr 25 tahun di bidang Pembiayaan
Pembiayaan Captive
pembiayaan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
14 Gatot Nurcahyono 42 15 Feb 25 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
pembiayaan Cabang Kota Bogor Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Sertifikasi Profesi
Group Head Bagian
15 Heri Abrianto 44 14 Jun 25 tahun di bidang Pembiayaan
Penagihan Komersial
pembiayaan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
16 Herlina 33 25 Oct 25 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
pembiayaan Cabang Medan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
17 Imam Fawzie 38 9 Aug 24 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
pembiayaan Cabang Jakarta Utara Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Sertifikasi Profesi
Kepala Divisi Divisi
18 Isahdi Askandar 34 16 Jun 24 tahun di bidang Pembiayaan
Human Capital
Human Capital Indonesia (SPPI)
79
84
Page 105
Tanggal Pengalaman Lembaga
No Nama Umur Jabatan
Kadaluarsa Kerja Sertifikasi
Pemimpin Kantor
Lebih dari 10 Sertifikasi Profesi
Cabang Kantor
19 Iskandar 41 9 Aug 24 tahun di bidang Pembiayaan
Cabang Kabupaten
pembiayaan Indonesia (SPPI)
Banyuwangi
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
20 Isra Muliana 40 9 Aug 24 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
pembiayaan Cabang Kota Manado Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Wakil Kepala Divisi Sertifikasi Profesi
21 Julita Nancy 44 25 Oct 25 tahun di bidang Bidang Pembiayaan Pembiayaan
pembiayaan Komersial Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
22 Julius Novianto 40 27 Mar 26 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
pembiayaan Cabang Bekasi Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
Mahendra Agung
23 30 14 Jun 25 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
Wijaya
pembiayaan Cabang Kota Depok Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10
Sertifikasi Profesi
Mohamad Misbahul tahun di bidang Kepala Divisi Divisi
24 54 19 Oct 24 Pembiayaan
Munir manajemen Manajemen Risiko
Indonesia (SPPI)
risiko
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
Muhamad Surya
25 39 13 Jul 23 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
Yudhi Prahara
pembiayaan Cabang Surabaya Indonesia (SPPI)
Pemimpin Kantor
Lebih dari 5 Sertifikasi Profesi
Muhamad Yusuf Cabang Kantor
26 44 11 Nov 24 tahun di bidang Pembiayaan
Edralin W Cabang Tangerang
pembiayaan Indonesia (SPPI)
Selatan
Lebih dari 10 Sertifikasi Profesi
Kepala Divisi Divisi
27 Muharam Yudyarto 55 20 Sep 25 tahun di bidang Pembiayaan
Keuangan
keuangan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 2 Sertifikasi Profesi
Kepala Divisi Divisi
28 Nahrowi 57 19 Oct 24 tahun di bidang Pembiayaan
Pembiayaan Komersial
pembiayaan Indonesia (SPPI)
Pemimpin Kantor
Lebih dari 10 Sertifikasi Profesi
Cabang Kantor
29 Nur Insan Susilo 41 27 Mar 26 tahun di bidang Pembiayaan
Cabang Kabupaten
pembiayaan Indonesia (SPPI)
Sukoharjo
Lebih dari 5
Sertifikasi Profesi
tahun di bidang Kepala Divisi Divisi
30 Pandu Purbasany 43 20 Sep 25 Pembiayaan
Teknologi Teknologi Informasi
Indonesia (SPPI)
Informasi
Lebih dari 10 Kepala Desk Desk Sertifikasi Profesi
R.M. Taufiq
31 55 15 Aug 25 tahun di bidang Sekretariat Pembiayaan
Kurniadihardja
pembiayaan Perusahaan Indonesia (SPPI)
80
85
Page 106
Tanggal Pengalaman Lembaga
No Nama Umur Jabatan
Kadaluarsa Kerja Sertifikasi
Lebih dari 5 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
Reza Dedy
32 35 14 Jun 25 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
Prasongko
pembiayaan Cabang Jakarta Barat Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
33 Rhama Sukasha 33 25 Oct 25 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
pembiayaan Cabang Balikpapan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
34 Risca Komala 36 25 Oct 25 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
pembiayaan Cabang Malang Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
35 Robertus Yuli Wibowo 37 11 Nov 24 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
pembiayaan Cabang Kota Cirebon Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Sertifikasi Profesi
Kepala Divisi Desk
36 Ruby Tjahjana S 59 27 Mar 26 tahun di bidang Pembiayaan
Hukum
hukum Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
Sukirno Widhi
37 57 13 Dec 25 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
Saksono
pembiayaan Cabang Denpasar Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
38 Surya Adi 46 9 Aug 24 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
pembiayaan Cabang Samarinda Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Wakil Kepala Divisi Sertifikasi Profesi
39 Syahdiandri 44 9 Dec 23 tahun di bidang Bidang Pembiayaan Pembiayaan
pembiayaan Fleet Indonesia (SPPI)
Lebih dari 4 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
40 Syahrial 59 25 Oct 25 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
pembiayaan Cabang Makassar Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
41 Untung 42 5 Jan 25 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
pembiayaan Cabang Pontianak Indonesia (SPPI)
Pemimpin Kantor
Lebih dari 5 Sertifikasi Profesi
Cabang Kantor
42 Wawan Styono 35 11 Nov 24 tahun di bidang Pembiayaan
Cabang Kabupaten
pembiayaan Indonesia (SPPI)
Sleman
Lebih dari 5 Sertifikasi Profesi
Group Head Bagian
43 Yoga Irawan 35 25 Apr 25 tahun di bidang Pembiayaan
Pembiayaan Captive
pembiayaan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Sertifikasi Profesi
Yohanes Ary Group Head Bagian
44 48 27 Mar 26 tahun di bidang Pembiayaan
Widjanarko General Affair
pembiayaan Indonesia (SPPI)
81
86
Page 107
Tanggal Pengalaman Lembaga
No Nama Umur Jabatan
Kadaluarsa Kerja Sertifikasi
Lebih dari 10 Pemimpin Kantor Sertifikasi Profesi
45 Yulianto Wibowo 43 20 Jan 24 tahun di bidang Cabang Kantor Pembiayaan
pembiayaan Cabang Surabaya Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Kepala Divisi Divisi Sertifikasi Profesi
46 Yusniar Wardhani 55 15 Jun 23 tahun di bidang Administrasi Pembiayaan
pembiayaan Pembiayaan Indonesia (SPPI)
Sertifikasi Profesi Penagihan Pembiayaan
Umur Tanggal Pengalaman Lembaga
No Nama Jabatan
(tahun) Kadaluarsa Kerja Sertifikasi
Lebih dari 5 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
1 Achmad Al Ashar 30 24 Mar 25 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
penagihan Kabupaten Sleman Indonesia (SPPI)
Lebih dari 2 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
Adhitya Wahyu
2 41 19 Apr 25 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
Suryaputra
penagihan Semarang Indonesia (SPPI)
Lebih dari 2 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
3 Agung Tri Cahyo 36 18 Aug 24 tahun di bidang Kantor Cabang Jakarta Pembiayaan
penagihan Utara Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
4 Agus Rianto 40 13 Dec 25 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
penagihan Kabupaten Sleman Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
5 Agus Sugianto 44 7 Dec 23 tahun di bidang Kantor Cabang Kota Pembiayaan
penagihan Depok Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
6 Aji Yugo Utomo 36 18 Aug 24 tahun di bidang Kantor Cabang Kota Pembiayaan
penagihan Depok Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
7 Alfret Imanuel Olin 34 2 Jun 24 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
penagihan Surabaya Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Sertifikasi Profesi
Alvonsus Dwi Collection Konsumer
8 36 20 Oct 25 tahun di bidang Pembiayaan
Riyanto Kantor Cabang Bekasi
penagihan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
9 Ananto Dwi Prasetyo 40 19 Jan 26 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
penagihan Semarang Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
Andry Ganjar
10 41 19 Oct 25 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
Ismunandar
penagihan Bandung Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
11 Binnazir Arafi 33 4 Jul 25 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
penagihan Surabaya Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
Deddy Bahagia
12 34 7 Dec 23 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
Manik
penagihan Pekanbaru Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
13 Deny Arfian 36 19 Aug 24 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
penagihan Balikpapan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
14 Deny Salim Nurdin 37 14 Apr 25 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
penagihan Bandung Indonesia (SPPI)
82
87
Page 108
Umur Tanggal Pengalaman Lembaga
No Nama Jabatan
(tahun) Kadaluarsa Kerja Sertifikasi
Lebih dari 2 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
Deo Sandy
15 27 1 Aug 23 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
Danurwendo
penagihan Kabupaten Sukoharjo Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
16 Dio Anggoro Putra 33 20 May 24 tahun di bidang Kantor Cabang Kota Pembiayaan
penagihan Bogor Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
17 Dirman 35 19 Aug 24 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
penagihan Palembang Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Sertifikasi Profesi
Dominikus Lamro Collection Konsumer
18 36 19 Aug 24 tahun di bidang Pembiayaan
Siahaan Kantor Cabang Malang
penagihan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
19 Donny Irahadinata 44 13 Dec 25 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
penagihan Samarinda Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
Efendi Kristino
20 33 13 Dec 25 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
Siagian
penagihan Tangerang Selatan Indonesia (SPPI)
Collection Konsumer
Lebih dari 5 Sertifikasi Profesi
Kantor Cabang
21 Eko Hadi Santoso 38 5 Apr 24 tahun di bidang Pembiayaan
Kabupaten
penagihan Indonesia (SPPI)
Banyuwangi
Lebih dari 10 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
22 Eko Nugroho 34 25 Mar 25 tahun di bidang Kantor Cabang Jakarta Pembiayaan
penagihan Utara Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Sertifikasi Profesi
Collection Konsumer
23 Eko Siswanto 39 10 Jan 26 tahun di bidang Pembiayaan
Kantor Cabang Malang
penagihan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 2 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
24 Ernansyah 27 1 Dec 23 tahun di bidang Kantor Cabang Kota Pembiayaan
penagihan Depok Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
25 Erwinsyah 31 19 Oct 25 tahun di bidang Kantor Cabang Jakarta Pembiayaan
penagihan Barat Indonesia (SPPI)
Lebih dari 2 Sertifikasi Profesi
Group Head Bagian
26 Faisalludin 44 20 Oct 25 tahun di bidang Pembiayaan
Penagihan Konsumer
penagihan Indonesia (SPPI)
Collection Konsumer
Lebih dari 5 Sertifikasi Profesi
Kantor Cabang
27 Haryo Pamungkas 41 14 Apr 25 tahun di bidang Pembiayaan
Kabupaten
penagihan Indonesia (SPPI)
Banyuwangi
Lebih dari 5 Sertifikasi Profesi
Group Head Bagian
28 Heri Abrianto 44 18 Aug 25 tahun di bidang Pembiayaan
Penagihan Komersial
penagihan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
I Made Rutin Trisna
29 31 19 Oct 25 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
Putra
penagihan Denpasar Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
30 Ibrahim Sanusi 40 24 Mar 25 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
penagihan Makassar Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
Ida Bagus Jaya
31 40 2 Jun 24 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
Wiguna
penagihan Denpasar Indonesia (SPPI)
83
88
Page 109
Umur Tanggal Pengalaman Lembaga
No Nama Jabatan
(tahun) Kadaluarsa Kerja Sertifikasi
Lebih dari 10 Deputy Group Head Sertifikasi Profesi
32 Irwan Sumardany 38 18 Aug 25 tahun di bidang Bagian Penagihan Pembiayaan
penagihan Konsumer Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
33 Jaka Utama Seratus 35 18 Jul 25 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
penagihan Bandung Indonesia (SPPI)
Lebih dari 2 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
34 Luki Aji Setiawan 26 2 Jun 24 tahun di bidang Kantor Cabang Jakarta Pembiayaan
penagihan Utara Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
35 M Imam Ma'na 34 19 Jan 24 tahun di bidang Kantor Cabang Kota Pembiayaan
penagihan Bandar Lampung Indonesia (SPPI)
Lebih dari 1 Sertifikasi Profesi
Collection Konsumer
36 M Yusuf Kurniawan 27 18 Jul 25 tahun di bidang Pembiayaan
Kantor Cabang Utama
penagihan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Sertifikasi Profesi
Collection Konsumer
37 Manaek Simbolon 48 13 Apr 26 tahun di bidang Pembiayaan
Kantor Cabang Medan
penagihan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Collection Komersial Sertifikasi Profesi
38 Marsuki Mustamin 48 13 Apr 26 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
penagihan Surabaya Indonesia (SPPI)
Lebih dari 2 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
Michael Demianus
39 31 18 Jul 25 tahun di bidang Kantor Cabang Kota Pembiayaan
Loupatty
penagihan Bogor Indonesia (SPPI)
Lebih dari 2 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
40 Mohammad Fiqi Rizki 29 1 Dec 23 tahun di bidang Kantor Cabang Jakarta Pembiayaan
penagihan Barat Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Sertifikasi Profesi
Mukhamad Rahmat Collection Konsumer
41 29 7 Dec 23 tahun di bidang Pembiayaan
Maulana Kantor Cabang Utama
penagihan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
Nike Yuda
42 42 19 Oct 25 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
Prasetiyo.S.Sos
penagihan Kabupaten Sukoharjo Indonesia (SPPI)
Lebih dari 2 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
Oktavianus Vino
43 35 25 Jan 24 tahun di bidang Kantor Cabang Kota Pembiayaan
Pantow
penagihan Manado Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
Panca Sugeng
44 38 21 Oct 25 tahun di bidang Kantor Cabang Kota Pembiayaan
Priyono
penagihan Cirebon Indonesia (SPPI)
Lebih dari 2 Collection Komersial Sertifikasi Profesi
45 Rachman Hidayat 37 18 Aug 24 tahun di bidang Bagian Penagihan Pembiayaan
penagihan Komersial Indonesia (SPPI)
Lebih dari 2 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
46 Raimannulloh 28 1 Dec 23 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
penagihan Tangerang Selatan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
47 Riyan Hermawan 37 19 Oct 25 tahun di bidang Kantor Cabang Kota Pembiayaan
penagihan Cirebon Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
48 Rizali Hakim 34 17 Sep 23 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
penagihan Kabupaten Banjar Indonesia (SPPI)
Lebih dari 2 Sertifikasi Profesi
Rochmat Hadi Collection Konsumer
49 37 18 Aug 25 tahun di bidang Pembiayaan
Prayitno Kantor Cabang Bekasi
penagihan Indonesia (SPPI)
84
89
Page 110
Umur Tanggal Pengalaman Lembaga
No Nama Jabatan
(tahun) Kadaluarsa Kerja Sertifikasi
Lebih dari 5 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
Rogabejaya
50 28 1 Jan 24 tahun di bidang Kantor Cabang Kota Pembiayaan
Lumbangaol
penagihan Padang Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
51 Rusli Rustam 41 13 Apr 26 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
penagihan Makassar Indonesia (SPPI)
Collection Konsumer
Lebih dari 5 Sertifikasi Profesi
Kantor Cabang
52 Samsul Hadi 37 2 Jun 24 tahun di bidang Pembiayaan
Kabupaten
penagihan Indonesia (SPPI)
Banyuwangi
Lebih dari 10 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
53 Sardo Sihombing 39 13 Dec 25 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
penagihan Pontianak Indonesia (SPPI)
Lebih dari 2 Collection Komersial Sertifikasi Profesi
Sebastianus Hendri
54 38 20 Oct 25 tahun di bidang Bagian Penagihan Pembiayaan
Purbaprakosa
penagihan Komersial Indonesia (SPPI)
Lebih dari 2 Junior Collection Sertifikasi Profesi
55 Shabrino Falah 37 25 Mar 25 tahun di bidang Konsumer Kantor Pembiayaan
penagihan Cabang Surabaya Indonesia (SPPI)
Lebih dari 2 Sertifikasi Profesi
Collection Konsumer
56 Sunja Paku Pratama 26 1 Apr 24 tahun di bidang Pembiayaan
Kantor Cabang Utama
penagihan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
57 Taufiq Idi Nuryanto 37 20 Oct 25 tahun di bidang Kantor Cabang Pembiayaan
penagihan Semarang Indonesia (SPPI)
Lebih dari 5 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
58 Tigor Sahala Siahaan 39 2 Jun 24 tahun di bidang Kantor Cabang Kota Pembiayaan
penagihan Bandar Lampung Indonesia (SPPI)
Lebih dari 2 Collection Komersial Sertifikasi Profesi
Tri Hatmanto Syafar
59 37 18 Aug 25 tahun di bidang Bagian Penagihan Pembiayaan
Budiman
penagihan Komersial Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Collection Konsumer Sertifikasi Profesi
Tubagus Sukma
60 32 13 Dec 25 tahun di bidang Kantor Cabang Kota Pembiayaan
Jaya
penagihan Bandar Lampung Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Sertifikasi Profesi
Collection Konsumer
61 Virgino Siahaya 34 14 Jul 23 tahun di bidang Pembiayaan
Kantor Cabang Bekasi
penagihan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Sertifikasi Profesi
Collection Konsumer
62 Yogi Lukmansyah 34 14 Jul 23 tahun di bidang Pembiayaan
Kantor Cabang Utama
penagihan Indonesia (SPPI)
Lebih dari 10 Deputy Group Head Sertifikasi Profesi
Zulfikoh Magelan
63 43 20 Oct 25 tahun di bidang Bagian Penagihan Pembiayaan
Ritonga
penagihan Konsumer Indonesia (SPPI)
Tenaga Kerja Asing
Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, Perseroan tidak memiliki tenaga kerja asing. Apabila dikemudian hari Perseroan memiliki
tenaga kerja asing, Perseroan akan tunduk pada Undang-Undang dan peraturan lain yang berlaku terkait pengelolaan tenaga kerja
asing.
Sarana Pendidikan dan pelatihan
Perseroan memiliki berbagai inisiatif untuk menunjang peningkatan kompetensi Pekerja. Secara umum, program pendidikan yang
diberikan kepada Pekerja meliputi:
85
90
Page 111
● Induction Program
Pendidikan umum untuk pengenalan perusahaan, organisasi, dan proses bisnis umum. Peserta dalam induction program yaitu
seluruh Pekerja baru.
● Refreshment Program
Pendidikan untuk update/refresh pengetahuan Pekerja di bidang tertentu (untuk jabatan yang bersifat massal seperti Relationship
Manager, Manager Pemasaran, Analyst, Auditor, Collection, dll)
● New Job Development Program
Pendidikan untuk membekali Pekerja yang akan menduduki jabatan baru seperti Manajer Pemasaran, Pemimpin Kantor
Pemasaran, Pemimpin Kantor Cabang, dll.
● Leadership Development Program
Pendidikan yang berfokus pada kompetensi leadership bagi Pekerja di jabatan struktural.
● Technical/Professional Development Program (Refreshment Specialist)
Pendidikan untuk update kompetensi Pekerja di bidang tertentu (untuk non jabatan massal seperti staff di kantor pusat) yang
dapat dilakukan dalam bentuk in house training ataupun public course.
● Sertifikasi
Pendidikan sertifikasi untuk jabatan tertentu baik yang bersifat mandatory/non mandatory seperti sertifikasi pembiayaan,
penagihan, manajemen risiko, audit, compliance, dll.
Kesejahteraan karyawan
• Remunerasi
Hingga tahun 2022, komponen remunerasi yang diberikan Perseroan terhadap Pekerja, secara umum adalah:
● Gaji Pokok
● Tunjangan Tetap (menyesuaikan dengan level jabatan tugas dan tanggungjawab masing-masing Pekerja)
● Tunjangan Hari Raya (THR)
● Tunjangan Cuti Tahunan
● Bonus atau Insentif sesuai dengan kinerja Pekerja dan kinerja Perseroan
● Upah lembur (untuk Pekerja dengan level tertentu, perhitungan menyesuaikan peraturan Pemerintah)
● Penghargaan masa kerja
• Fasilitas atau Benefit
Hingga tahun 2022, komponen Fasilitas atau Benefit yang diberikan Perseroan terhadap Pekerja, secara umum adalah:
● Jaminan pemeliharaan kesehatan atas diri dan keluarga (skema menyesuaikan status Pekerja dan level Pekerja dalam
Perseroan)
● Asuransi Jiwa
● BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan
● Fasilitas relokasi
● Fasilitas Kendaraan
● Fasilitas telekomunikasi
• Program Pensiun
Bagi Pekerja yang menyelesaikan masa kerja hingga usia pensiun di Perseroan, maka yang bersangkutan berhak atas uang pensiun
dan uang pesangon sesuai dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, Perseroan juga memberikan manfaat pension tambahan melalui
program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).
Organisasi serikat pekerja Perseroan
Sampai tahun 2022, Perseroan belum memiliki serikat pekerja yang dibentuk oleh Pekerja. Namun, Perseroan telah membentuk
Lembaga Kerja Sama Bipartit sebagai wadah untuk menyampaikan kritik dan saran, maupun pembahasan isu hubungan industrial.
86
91
Page 112
F. PERKARA-PERKARA YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN SERTA DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS
PERSEROAN
Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan dan didukung oleh surat Pernyataan tanggal 31 Maret 2023, Perseroan sedang menghadapi
perkara-perkara yang berkaitan dengan kegiatan operasional Perseroan. Sampai dengan tanggal Prospektus ini, Perseroan sedang
terlibat dalam 3 (tiga) perkara perdata, yang secara material tidak mempengaruhi kelangsungan usaha dan operasional Perseroan
serta keadaan keuangan Perseroan dan bukan merupakan perkara yang melibatkan anggota Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan. Selain perkara-perkara tersebut, Perseroan tidak terlibat dalam perkara lainnya baik dalam lingkup perdata, pidana,
kepailitan, hubungan industrial, tata usaha negara, perselisihan perpajakan, perkara arbitrase maupun sengketa atau klaim lainnya
dengan pihak manapun dan juga tidak terdapat somasi kepada Perseroan yang berpotensi menjadi perkara. Direksi dan Dewan
Komisaris Perseroan tidak pernah terlibat dan tidak sedang terlibat dalam perkara-perkara pada badan peradilan dan arbitrase.
3 (tiga) Perkara Perdata tersebut sebagaimana diuraikan dibawah ini:
1. Perseroan sebagai Tergugat dalam satu perkara pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Perkara No.229/Pdt.G/2022/PN
Jkt.Pst tanggal 25 April 2022, dengan Penggugat: PT Tritama Niaga Berjaya dan Turut Tergugat: PT Bencoolen Jaya Mandiri.
Nilai perkara materiil sebesar Rp119,210 miliar. Pokok perkara ini adalah Penggugat yang merupakan debitur Perseroan
mengajukan gugatan keberatan atas pelaksanaan sita eksekusi jaminan yang dilakukan Perseroan. Perseroan menang pada
tingkat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat namun Penggugat mengajukan upaya hukum Banding, dan saat ini Perseroan telah
menyampaikan Kontra Memori Banding melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
2. Perseroan sebagai Tergugat I dalam satu perkara pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Perkara No.
666/Pdt.G/2022/PN Jkt.Selatan tanggal 8 Juli 2022, dengan Penggugat: Aay Natawidjaja dan Tergugat II: Agustian Dani. Nilai
perkara materiil sebesar Rp.300 juta dan immaterial sebesar Rp1 miliar. Pokok perkara ini adalah Penggugat yang merupakan
debitur Perseroan mengajukan gugatan keberatan atas pelaksanaan sita eksekusi jaminan yang dilakukan oleh Perseroan. Pada
saat ini, perkara tersebut masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
3. Perseroan sebagai Tergugat (Kantor Cabang Surabaya) dan Turut Tergugat (Perseroan) dalam satu perkara pada Pengadilan
Negeri Surabaya dengan Perkara No. 104/Pdt.G/2023/PN.Sby tanggal 31 Januari 2023, dengan Penggugat: PT Fokus Narwastu
Transportasi. Nilai perkara materiil sebesar Rp.948,796 juta dan immaterial sebesar Rp100 miliar. Pokok perkara ini adalah
Penggugat yang merupakan debitur Perseroan mengajukan gugatan keberatan atas pelaksanaan sita eksekusi jaminan yang
dilakukan oleh Perseroan. Pada saat ini, perkara tersebut masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya.
G. KEGIATAN USAHA SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN
1. UMUM
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memiliki Visi dan Misi yang menjadi dasar dan landasan utama dalam melakukan
kegiatan usaha yaitu:
Visi:
“Menjadi Perusahaan Pembiayaan Terdepan dengan Layanan Terintegrasi”
Misi:
Membangun hubungan kemitraan jangka panjang melalui ketersediaan produk dan layanan yang terintegrasi sesuai dengan
kebutuhan nasabah.
Memberikan solusi pembiayaan yang terbaik dengan fokus pada pembiayaan multiguna yang tepat, cepat dan terpercaya.
Menciptakan budaya dan etos kerja yang mengutamakan kepuasan nasabah dengan melaksanakan manajemen risiko
yang efektif serta praktik Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance).
Memberikan nilai ekonomi bagi seluruh pemangku kepentingan (pemegang saham, komunitas, nasabah dan pekerja).
Meningkatkan kompetisi sumber daya manusia yang profesional, berintegritas dan berdaya saing tinggi
Perseroan menekankan tiap karyawannya untuk menerapkan 8 (delapan) perilaku kunci untuk mendorong kinerja yang disebut
dengan “BRILian Ways” yaitu:
BRILiaN jujur, tulus dan patuh pada peraturan
BRILiaN cakap dan handal, terus belajar, mengembangkan diri dan orang lain (continuous learner)
BRILiaN bekerja tuntas dengan penuh tanggung jawab berorientasi pada kinerja terbaik
BRILiaN membangun kolaborasi yang produktif
BRILiaN terbuka dan menghargai kemajemukan (respect to diversity)
BRILiaN proaktif, adaptif, inovatif dan berorientasi pada pertumbuhan yang berkelanjutan
BRILiaN berempati memahami kebutuhan nasabah dan memberikan layanan melebihi harapan
87
92
Page 113
BRILiaN peduli terhadap Masyarakat dan lingkungan
Sebagai anak perusahaan dari perusahaan BUMN, Perseroan menerapkan nilai-nilai utama (core value) sumber daya manusia
“AKHLAK” (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) dan Employee Value Preposition (EVP) “Memberi Makna
Indonesia”. Perseroan berkomitmen untuk melakukan penerapan serta penyeragaman nilai-nilai utama dan EVP guna mewujudkan
peran BUMN sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, akselerator kesejahteraan sosial (social welfare), penyedia lapangan kerja dan
penyedia talenta.
Sebagai warga perusahaan yang baik (good corporate citizenship), Perseroan senantiasa memastikan penerapan Tata Kelola
Perusahaan yang Baik (GCG good corporate governance) dalam menjalankan kegiatan bisnis dan operasionalnya. Pada tahun 2021,
Perseroan berhasil mempertahankan predikat Trusted Company berdasarkan Corporate Governance Perception Index (CGPI) dari
Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG).
Berdasarkan Akta No.24 tanggal 16 Juni 2023, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha dalam bidang Perusahaan
Pembiayaan Konvensional sebagai berikut:
- Menjalankan kegiatan usaha meliputi pembiayaan barang dan/atau jasa yaitu:
a. Pembiayaan Investasi yang dilakukan dengan cara:
(i) Sewa Pembiayaan;
(ii) Jual dan Sewa-Balik;
(iii) Anjak Piutang dengan Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang;
(iv) Anjak Piutang tanpa Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang;
(v) Pembelian dengan Pembayaran secara Angsuran;
(vi) Pembiayaan Proyek;
(vii) Pembiayaan Infrastruktur; dan/atau
(viii) Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan OJK.
b. Pembiayaan Modal Kerja yang dilakukan dengan cara:
(i) Jual dan Sewa-Balik;
(ii) Anjak Piutang dengan Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang;
(iii) Anjak Piutang tanpa Pemberian Jaminan dari Penjual Piutang;
(iv) Fasilitas Modal usaha; dan/atau
(v) Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK.
c. Pembiayaan Multiguna yang dilakukan dengan cara:
(i) Sewa Pembiayaan;
(ii) Pembelian dengan Pembayaran secara Angsuran;
(iii) Fasilitas Dana; dan/atau
(iv) Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan dari OJK.
d. Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan OJK.
e. Sewa Operasi (operating lease); dan/atau
f. Kegiatan berbasis imbal jasa sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor
jasa keuangan.
Kegiatan usaha Perseroan saat ini sesuai arahan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Pemegang Saham
Pengendali adalah fokus pada pembiayaan multiguna, khususnya untuk pembiayaan kendaraan bermotor dengan skema pembelian
dengan pembayaran secara angsuran serta fasilitas dana berupa pembiayaan barang dan/atau jasa yang disalurkan langsung kepada
debitur untuk pemakaian/konsumsi debitur sendiri dengan jaminan kendaraan bermotor.
Selain itu, Perseroan juga masih melanjutkan pemberian fasilitas pembiayaan komersial yang telah menjadi core business selama ini
melalui fasilitas sewa pembiayaan (finance lease) dan jual dan sewa-balik (sale and lease-back) untuk pengadaan barang modal yang
dibutuhkan oleh debitur dalam menjalankan kegiatan usahanya, dengan fokus pada pembiayaan alat-alat transportasi dan forklift.
Dengan mempertimbangkan usaha yang dilakukan oleh Perseroan, maka kegiatan usaha utama dari Perseroan adalah bergerak
dalam bidang pembiayaan konvensional (KBLI: 64911).
2. SEGMEN USAHA
Perseroan memiliki beberapa lini bisnis yaitu sewa pembiyaan, anjak pituang, pembiayaan konsumen, dan sewa operasi. Berikut
adalah segmen usaha pendapatan Perseroan per tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021.
88
93
Page 114
(dalam ribuan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
2022 2021
Pendapatan Sewa Pembiayaan 195.968.954 212.365.672
Pendapatan Anjak Piutang 12.094.972 12.152.205
Pendapatan Pembiayaan Konsumen 486.895.706 253.026.138
Pendapatan Sewa Operasi 163.513.195 106.933.475
A. Segmen Sewa Pembiayaan
Fasilitas sewa pembiayaan adalah pembiayaan yang ditujukan untuk barang modal beserta jasa yang diperlukan untuk aktivitas
usaha/investasi. Produk yang dihadirkan dalam fasilitas pembiayaan ini berfokus pada pembiayaan alat transportasi dan forklift.
B. Segmen Pembiayaan Anjak Piutang
Fasilitas pembiayaan anjak piutang merupakan fasilitas pembiayaan dengan jaminan surat piutang dan pembiayaan untuk
barang modal produksi. Perseroan telah mendapat izin dari OJK untuk melakukan pembiayaan Surat Perintah Kerja (SPK)
pada tahun 2020. Debitur dapat memanfaatkan fasilitas ini agar memperoleh pembiayaan cepat untuk kebutuhan modal
usaha. Fasilitas ini ditujukan kepada konsumen yang berbentuk badan usaha/perusahaan.
C. Segmen Pembiayaan Konsumen
Pembiayaan konsumen merupakan pembiayaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian konsumsi
dan bukan untuk keperluan usaha atau aktivitas produktif dalam jangka waktu yang diperjanjikan. Produk yang terdapat pada
pembiayaan konsumen antara lain:
• Pembiayaan langsung (fasilitas dana) merupakan fasilitas yang memberikan segala kemudahan dan solusi keuangan bagi
para konsumen untuk berbagai keperluan konsumsi, seperti pernikahan, renovasi rumah dan perjalanan wisata, perjalanan
ibadah, dan pendidikan dan keperluan konsumsi lainnya dengan proses yang sederhana dan jangka waktu kredit yang
fleksibel.
• Fasilitas pembiayaan kendaraan bermotor baru dan bekas yang terdiri dari roda 2, roda 4, dan lebih dengan berbagai merk,
tipe, dan kategori, yaitu sedan, multi purpose vehicle (MPV), sport utility vehicle (SUV), pick up, truck, dan bus. Pada
pembiayaan jenis ini konsumen dapat berbentuk badan usaha dan/atau perorangan, dengan suku bunga tetap dan jangka
waktu pembiayaan sampai dengan 6 (enam) tahun.
• Pembiayaan durable merupakan fasilitas pembiayaan dengan skema pembayaran secara angsuran dapat menjadi salah
satu pilihan bagi konsumen dalam melakukan pembelian kebutuhannya. Produk ini sudah mulai berjalan di tahun 2020.
D. Segmen Pembiayaan Sewa Operasi
Fasilitas pembiayaan untuk pengadaan barang modal yang ditujukan keperluan operasional dengan cara sewa dan pada akhir
periode pembiayaan barang modal akan dikembalikan ke Perseroan.
3. WILAYAH OPERASIONAL
Sampai dengan 31 Desember 2022, jaringan kerja yang dimiliki Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan sebanyak 1 Kantor
Pusat, 26 Kantor Cabang Perseroan yang tersebar di 26 (dua puluh enam) kota besar di Indonesia antara lain Medan, Pekanbaru,
Padang, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Tangerang Selatan, Bekasi, Depok, Bogor, Cirebon, Bandung,
Sukoharjo (Solo), Sleman (Yogyakarta), Semarang, Surabaya, Malang, Banyuwangi, Denpasar, Pontianak, Kabupaten Banjar
(Banjarmasin), Balikpapan, Samarinda, Makassar, dan Manado. Selain itu dengan sinergi bersama Perusahaan Induk BRI dan
Penunjukan Perseroan sebagai Single Gateway Autoloan BRI Group, Perseroan mampu menjangkau nasabah-nasabah di kota lain
melalui penempatan tenaga pemasar di unit kerja BRI pada tahun 2022 Perseroan telah menempatkan tenaga pemasar di 182 titik
captive atau unit kerja BRI. Untuk dapat berkembang dan bertumbuh secara efektif dan efisien, pengembangan jaringan kerja ke
depan dilakukan dengan membangun sistem branchless Financing melalui sinergi bersama BRI Group.
Sementara di tahun 2023, Perseroan telah menambah jangkauan titik unit kerja di 2023 dengan pembukaan 15 (lima belas) kantor
pemasaran yang tersebar di Jabodetabek (Pondok Indah, Klender, Kota, Mangga Dua, Pluit, Cikarang, Cibubur, Cikupa, dan Serang)
dan Non Jabodetabek (Batam, Jambi, Karawang, Cimahi, Jember, dan Sidoarjo). Hal ini dilakukan Perseroan sebagai strategi untuk
berkembang dan bertumbuh secara efektif dan efisien.
89
94
Page 115
Pihak yang masuk ke dalam BRI Group antara lain:
Anak Perusahaan BRI:
1. PT Bank Raya Indonesia (Bank Raya)
2. BRI Remittance Co. Ltd (BRI Remittance)
3. PT Asuransi BRI Life (BRI Life)
4. PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS)
5. PT BRI Ventura Investama (BRI Ventura)
6. PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance)
7. PT Pegadaian
8. PT Permodalan Nasional Madani (PNM)
9. PT Danareksa Investment Management (DIM)
Perusahaan Asosiasi BRI:
1. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI)
2. PT Bahana Artha Ventura (BAV)
4. PERSAINGAN USAHA
Seiring dengan pemulihan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan daya beli masyarakat, penjualan mobil wholesales (dari pabrik ke
dealer) tercatat naik 18,13% year-on-year (yoy) dari 887.200 unit pada periode Januari – Desember 2021 menjadi 1.048.040 unit
pada periode Januari – Desember 2022 (data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO)). Sementara di 2023,
GAIKINDO mencatatkan penjualan mobil wholesales sebesar 211.506 unit di sepanjang Januari – Maret.
Perseroan berhasil menangkap momen pertumbuhan ini dimana penyaluran pembiayaan mobil baru Perseroan meningkat 21,53%
(yoy) dari 8.315 unit pada periode Januari-Desember 2021 menjadi 10.002 unit pada periode Januari-Desember 2022. Berdasarkan
laporan keuangan inhouse (unaudited) di triwulan I 2023, perusahaan berhasil menyalurkan pembiayaan baru sebesar
Rp922.482.882 tumbuh 9,98% dibandingkan triwulan I 2022 (sumber: Gaikindo dan data olahan internal – asumsi porsi pembiayaan
60% dari penjualan wholesale). Sejalan dengan hal tersebut, berdasarkan data Statistik Lembaga Pembiayaan yang dikeluarkan oleh
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kinerja perusahaan pembiayaan mengalami tren pertumbuhan dimana total aset tercatat naik
Rp54.811.323.147 ribu atau 12,66% dari Rp433.107.853.800 pada tanggal 31 Desember 2021 menjadi Rp487.919.176.947 ribu pada
tanggal 31 Desember 2022 dan total piutang pembiayaan juga tercatat bertumbuh Rp51.632.768.818 ribu atau 14,18% dari
Rp364.231.506.510 ribu pada tanggal 31 Desember 2021 menjadi Rp415.864.275.329 ribu pada 31 Desember 2022. Sejalan dengan
kinerja industri yang bertumbuh, Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan siginifikan pada total aset dan total piutang
pembiayaan. Total aset Perseroan tercatat naik Rp2.081.245.503 ribu atau 39,68% dari Rp5.245.064.822 ribu pada 31 Desember
2021 menjadi Rp7.326.310.325 ribu pada 31 Desember 2022 sehingga pangsa pasar Perseroan dari sisi aset juga meningkat dari
1,21% pada tahun 2021 menjadi 1,50% pada tahun 2022. Berdasarkan laporan keuangan inhouse (unaudited) di triwulan I 2023,
perusahaan berhasil membukukan total aset sebesar Rp 7.640.976.457 tumbuh 32,83% dibandingkan triwulan I 2022, sehingga
pangsa pasar berdasarkan aset di triwulan I 2023 menjadi sebesar 1,49%. Total piutang pembiayaan neto Perseroan tercatat
meningkat tajam Rp1.902.650.053 ribu atau 41,62% dari Rp4.571.410.564 ribu pada 31 Desember 2021 menjadi Rp6.474.060.618
ribu pada 31 Desember 2022 sehingga pangsa pasar Perseroan dari sisi piutang pembiayaan juga meningkat dari 1,26% pada tahun
2021 menjadi 1,56% pada tahun 2022. Berdasarkan laporan keuangan inhouse (unaudited) di triwulan I 2023, perusahaan berhasil
membukukan piutang pembiayaan neto sebesar Rp6.825.062.339 tumbuh 34,44% dibandingkan triwulan I 2022, sehingga pangsa
pasar berdasarkan piutang pembiayaan neto di triwulan I 2023 menjadi sebesar 1,56%.
Kinerja positif Perseroan ini terutama disebabkan oleh berbagai inisiatif strategis yang diimplementasikan Perseroan di tahun 2022
termasuk inisiatif Optimalisasi branchless financing untuk memperluas coverage area pemasaran melalui sinergi yang dibangun
dengan unit kerja BRI & Pengembangan digitalisasi bisnis. (sumber Statistik Lembaga Pembiayaan OJK dan data olahan internal).
Data Statistik Lembaga Pembiayaan yang dikeluarkan oleh OJK mencatat penurunan jumlah perusahaan pembiayaan dari 161 pada
31 Desember 2021 menjadi 153 perusahaan pada 31 Desember 2022 dan tidak ada perubahan jumlah perusahaan pembiayaan
sampai dengan 31 Maret 2023. Meski jumlah perusahaan pembiayaan menurun, persaingan usaha di industri pembiayaan
diprognosakan akan terus meningkat. Para pelaku industri ini, terutama perusahaan pembiayaan yang terafiliasi dengan Agen
Tunggal Pemegang Merek (ATPM) dan/atau bank, melakukan berbagai pengembangan produk dan layanan yang kompetitif, inovatif
dan digital-based. Dalam menghadapi persaingan usaha ini, Perseroan telah secara aktif dan terus menerus mengimplementasikan
inisiatif strategis termasuk transformasi digital, re-engeneering proses bisnis, perluasan akses pada sumber pendanaan dengan
tingkat bunga yang kompetitif serta mempererat sinergi dengan induk usaha, BRI.
5. KEUNGGULAN KOMPETITIF
Perseroan yakin bahwa Perseroan memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain yaitu:
90
95
Page 116
Dukungan penuh dari Induk Usaha
BRI sebagai pemegang saham telah memberikan dukungan penuh untuk pengembangan bisnis Perseroan. Sejak 2020,
Perseroan ditunjuk sebagai Single Gateway Autoloan BRI Grup. Dengan penunjukkan ini, Perseroan mengembangkan layanan
branchless financing untuk memperluas coverage area melalui penempatan tenaga pemasar di unit kerja BRI di seluruh
Indonesia. Per 31 Desember 2022, Perseroan telah menempatkan tenaga pemasar pada 182 titik captive di unit kerja BRI yang
tersebar di seluruh Indonesia. Pemanfaatan Database BRI sebagai leads referral yang diberikan oleh pekerja BRI kepada
Perseroan yang menjadi calon debitur potensial.
Keberagaman Produk yang Ditawarkan
Perseroan memiliki produk dan layanan yang beragam. Selain produk pembiayaan multiguna yang menjadi fokus Perseroan
saat ini, Perseroan juga menawarkan berbagai produk pembiayaan lainnya termasuk pembiayaan sewa operasi, pembiayaan
investasi, pembiayaan modal kerja, dan Surat Perintah Kerja (SPK) Financing.
Digitalisasi
Perseroan melakukan digitalisasi proses bisnis guna memberikan layanan yang komprehensif bagi seluruh pemangku
kepentingan termasuk calon debitur, debitur existing dan supplier. Pengembangan digital yang dilakukan oleh Perseroan antara
lain:
- Pengembangan Digital aplikasi myBRIf
Aplikasi mobile Perseroan (myBRIf) awalnya dikembangkan untuk memberi kemudahan bagi debitur untuk memantau
informasi pembiayaan angsuran dan rincian pembiayaan yang sedang berjalan.Seiring berjalannya pengembangan aplikasi
ini memperluas jangkauan dengan mempermudah kerjasama dengan dealer/supplier karena didalamnya terdapat modul e-
dealer yang mempercepat proses referral dari dealer/supplier serta modul referral yang berasal dari agen pemasar termasuk
dari debitur existing. Selain itu fitur layanan kepada debitur juga dikembangkan seperti reward point sebagai program loyalty
kepada debitur BRI Finance yang telah menggunakan aplikasi MyBRIf. Selain fitur layanan dan loyalty MyBRIf diharapkan
dapat mempercepat proses akuisisi dan efisiensi biaya, aplikasi MyBRIf juga akan mendukung proses digitalisasi
operasional dan bisnis Perserian secara keseluruhan serta memberikan seamless customer experience yang akan
meningkatkan kepuasan debitur.
- Implementasi Fast Track dan penguatan Credit Scoring
Perseroan melakukan pemanfaatan data digital (data kependudukan, sistem informasi debitur serta Daftar Terduga Teroris
dan Organisasi Teroris) dan penguatan credit scoring untuk mengimplementasikan Fast Track. Implementasi fast track
bertujuan untuk mempercepat proses persetujuan pembiayaan hingga 1 jam (dari sebelumnya rata-rata 5 hari).
Implementasi ini merupakan bagian dari re-engineering bisnis proses melalui tranformasi digital.
Brand “BRI” menambah “nilai jual”
Menjadi bagian dari BRI Grup memberikan nilai tambah bagi Perseroan saat bekerjasama dengan ATPM dan mencari sumber
pendanaan yang kompetitif. Dari sisi debitur, nama besar BRI juga memberikan rasa aman dan percaya yang lebih untuk
mengambil pembiayaan di Perseroan.
6. PROSPEK USAHA, DAYA SAING, STRATEGI PEMASARAN, PANGSA PASAR & PROYEK-PROYEK PERSEROAN
6.1. Prospek Usaha
Membaiknya kondisi ekonomi Indonesia pada tahun 2022 setelah dua tahun terakhir menurun akibat pandemi COVID-19, membuat
minat beli Masyarakat terhadap barang konsumtif meningkat terutama kendaraan bermotor. Namun dari data yang dirangkum oleh
Roy Morgan Single Source Indonesia pada Juni 2022, disampaikan bahwa terdapat peningkatan yang cukup signifikan pada minat
beli Masyarakat atas kendaraan baru di kota-kota kecil, meskipun demikian minat beli dengan proporsi tertinggi masih didominasi
oleh Masyarakat kota besar.
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2023 berada pada rentang 4,42 – 5,04% (yoy). Proyeksi
tersebut terutama didorong oleh pemulihan ekonomi nasional yang terus berlangsung sejalan dengan pelonggaran pembatasan
mobilitas Masyarakat. Sehingga perkembangan positif dari realisasi stimulus Pemerintah serta peningkatan permintaan dan aktivitas
bisnis masing-masing industri di triwulan III 2022 mulai terlihat naik setelah kontraksi akibat pandemi. Tingkat suku bunga BI 7-Day
Reverse Repo Rate (BI7DRRR) dipertahankan sebesar 4,25% per September 2022, dengan pertimbangan perlunya menjaga
stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah prakiraan inflasi yang tetap rendah.
91
96
Page 117
Sejalan dengan rencana pertumbuhan Perseroan di tahun 2023, pembiayaan baru di semester pertama diharapkan dapat mencapai
Rp2,49 triliun pada semester pertama 2023. Perseroan memperkirakan tingkat piutang bermasalah pada semester pertama 2023
akan relatif stabil dan membaik di Desember 2023 seiring dengan perbaikan kinerja ekonomi global dan domestik. Perseroan terus
berfokus dalam memperbaiki serta mempertahankan kualitas piutang pembiayaan.
Seiring optimisme prospek penjualan industri otomotif yang membaik di tahun 2022, Perseroan semakin yakin dengan pergeseran
fokus pengembangan bisnis ke pembiayaan multiguna dalam rangka rekomposisi portofolio dengan profil risiko yang lebih
terukur. Berbagai strategi bisnis yang diterapkan Perseroan dalam mencapai target pembiayaan di tahun 2023 adalah sebagai berikut:
a. Pengembangan pembiayaan kendaraan mobil bekas dan fasilitas dana dengan menjalin kerja sama bersama showroom used
car serta pemanfaatan agen myBRIf untuk mendukung perluasan pangsa pasar pembiayaan Perseroan,
b. Peningkatan portfolio kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai bentuk komitmen Perseroan dalam
mendukung program Pemerintah,
c. Pengembangan Digital Signature dan e-Contract untuk meningkatkan pelayanan kepada debitur melalui digitalisasi,
d. Pengembangan mobile application BRI Finance (myBRIf) yang telah dimiliki sejak 2020, berfungsi sebagai sarana promosi
produk Perseroan. Rencana Perseroan akan melakukan integrasi MyBRIf dengan aplikasi induk lainnya untuk mendukung
strategi transformasi digital sebagai one stop service bagi debitur Perseroan,
e. Bentuk digitalisasi Perseroan dari sisi penjagaan kualitas piutang adalah dengan melakukan pengembangan collection scoring,
f. Pengembangan payment gateway telah dilakukan di 2022 melalui implementasi API gateway. Dengan ini Perseroan telah
melakukan integrasi dengan aplikasi BRIMO untuk fitur pembayaran angsuran.
6.2. Perkembangan Perekonomian
A. Perekonomian Global
Perekonomian global tahun 2022 memburuk dipicu oleh ketegangan geopolitik dunia, yang berdampak pada meningkatnya risiko
resesi dan inflasi yang tinggi. Namun, Indonesia tetap dapat menjaga ketahanan ekonomi dari risiko global dan terus mendukung
keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional tahun 2022. Risiko global tersebut dipicu oleh perang antara Rusia dan Ukraina yang
kembali meningkatkan fragmentasi politik dan ekonomi dunia. Secara umum terdapat 5 (lima) permasalahan yang mengemuka
dan saling berkaitan sehingga perlu diwaspadai karena dapat memberikan tekanan terhadap perekonomian nasional. Pertama,
pertumbuhan ekonomi dunia menurun sejalan dengan kenaikan fragmentasi politik dan ekonomi dunia tersebut, bahkan dengan
risiko resesi di Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang makin meningkat (”slow growth”).
Melansir dari Laporan World Economic Outlook (WEO) dan International Monetary Fund (IMF) edisi Januari 2023 menunjukkan
perekonomian global dunia mencatatkan estimasi pertumbuhan sebesar 3,4% untuk tahun 2022, menurun dibandingkan tahun
2021 yang mencatatkan 6,2%. Penurunan proyeksi ini terjadi pada hampir seluruh negara di dunia seperti Amerika Serikat
dengan estimasi pertumbuhan ditahun 2022 sebesar 2,0% menurun dibandingkan tahun 2021 yang mencatatkan 6,2%
begitupula dengan negara pada benua eropa dengan estimasi pertumbuhan ditahun 2022 sebesar 3,5% menurun dibandingkan
tahun 2021 yang sebesar 5,3%. Namun berbanding terbalik pada negara Asean seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapure
dan Thailand yang tumbuh secara signifikan sebesar 5,4% pada tahun 2022 dibandingkan tahun 2021 sebesar 3,8%.
Berdasarkan laporan Global Economic Prospects yang dirilis oleh World Bank Negara di kawasan Asia Tenggara menunjukkan
prospek pertumbuhan ekonomi yang positif pada 2022 dibandingkan dengan kawasan lain seiring dengan mengendalikan virus
yang baik, stimulus bantuan ekonomi, dan permintaan ekspor dari wilayah Asean yang cukup tinggi.
B. Perekonomian Nasional
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di sepanjang tahun 2022 berhasil tumbuh di angka
5,31% yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,70%, hasil ini menunjukkan bahwa
pertumbuhan ekonomi nasional mengalami penguatan, dimana pertumbuhan ekonomi tahunan kembali mencapai level 5%
seperti sebelum pandemi. Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian nasional mampu beranjak pulih dengan cepat tidak terlepas
dari berbagai kebijakan yang diberikan oleh Pemerintah dalam mendorong laju ekonomi nasional.
Pada Desember 2022 laju inflasi (yoy) sebesar 5,51% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,59. Kenaikan laju
inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dari naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.
Perekonomian Indonesia tahun 2022 berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku yang mencapai
Rp19.588,4 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp71,0 juta atau US$ 4.783,9. Hasil tersebut mencatatkan aktivitas ekonomi
nasional terus menguat dimana seluruh lapangan usaha menunjukkan tren positif pada Triwulan 4 2022 (yoy). Lapangan usaha
dengan pertumbuhan tertinggi adalah transportasi dan pergudangan serta akomodasi & minuman yang didorong dengan
mobilitas Masyarakat.
92
97
Page 118
Melansir dari siaran pres Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, indikator sektor eksternal Indonesia juga menunjukkan
kondisi yang relatif terkendali terlihat dari surplus transaksi berjalan, cadangan devisa yang terus meningkat, ekspor impor yang
masih dalam level positif meski melambat, yield obligasi Pemerintah melandai, nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham
Gabungan (IHSG) yang menguat, dan rasio utang luar negeri Indonesia terhadap PDB dalam level aman. Pemerintah tetap
melakukan penguatan ekonomi dalam negeri dengan menyiapkan sejumlah strategi dan kebijakan utama yang diharapkan
menjadi optimisme perekonomian nasional untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,30% (yoy) di tahun 2023.
Pemulihan ekonomi pada 2022 dengan ditopang stabilitas ekonomi yang terjaga. Pertumbuhan ekonomi tahun 2022 diprakirakan
meningkat dalam kisaran 4,5% - 5,3% dengan kecenderungan bias atas didorong ekspor yang tetap kuat seiring dengan
besarnya permintaan beberapa mitra dagang utama serta dukungan kebijakan Pemerintah. Stabilitas eksternal tetap terjaga,
didukung Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang tetap sehat, sejalan dengan surplus transaksi berjalan di tengah tekanan
pada transaksi modal dan finansial, khususnya investasi portofolio. Kinerja NPI yang tetap baik serta respons segera Bank
Indonesia berkontribusi dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Pergerakan ekonomi nasional yang terus meningkat menciptakan optimisme bahwa ekonomi Nasional masih dapat bertahan di
tengah tekanan global dan ketidakpastian pasar keuangan. Namun stabilitas sistem keuangan kedepan optimis tetap baik
dengan ketahanan yang terjaga dan fungsi intermediasi yang meningkat.
6.3. Kondisi Industri di Indonesia
Industri pembiayaan di tahun 2022 menunjukan pemulihan yang cukup signifikan dari berbagai krisis yang sedang dialami saat ini,
seiring dengan berjalannya percepatan pemulihan ekonomi domestik saat ini. Berbagai sektor industri perlahan membaik dan
menunjukkan lampu hijau termasuk pada industri pembiayaan.
Komposisi Komposisi
Piutang Pembiayaan (dalam miliar Rp) 2022 2021 Pertumbuhan
Tahun 2022 Tahun 2021
Piutang Pembiayaan
Pembiayaan Investasi 141,630 34.06% 114,276 31.37% 23.94%
Pembiayaan Modal Kerja 39,579 9.52% 28,953 7.95% 36.70%
Pembiayaan Multiguna 215,399 51.80% 206,907 56.81% 4.10%
Pembiayaan Lainnya 511 0.12% 422 0.12% 21.17%
Pembiayaan Syariah 18,745 4.51% 13,674 3.75% 37.08%
Total Piutang Pembiayaan 415,864 364,232 14.18%
Pada tahun 2022, terdapat pertumbuhan pada seluruh piutang pembiayaan sebesar 14,18% (yoy) tercatat jauh lebih baik dari tahun
sebelumnya yang mencatatkan penurunan sebesar -1,49% (yoy). Penilaian dari Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan bahwa sektor
jasa keuangan telah memasuki kondisi yang stabil dan terjaga dengan kinerja secara signifikan membaik ditengah ketidakpastian
perekonomian ditahun 2022 yang berdampak pada berbagai industri termasuk industri otomotif nasional dan perusahaan pembiayaan
yang semakin selektif dalam memberikan pendanaan sebagai langkah mitigasi risiko.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) telah merilis data penjualan mobil secara nasional sepanjang tahun
2022. Berdasarkan data tersebut, penjualan mobil wholesale (dari pabrik ke dealer) tumbuh 18,13% (yoy) dari 887.200 unit selama
periode 2021 menjadi 1.048.040 unit di sepanjang 2022. Hal ini menunjukkan mulai pulihnya konsumsi Masyarakat di tengah pandemi
COVID-19.
Kondisi yang stabil ini tidak terlepas dari perbaikan daya beli Masyarakat pasca pandemi COVID-19 dan dukungan Pemerintah salah
satunya pemberian insentif kendaraan listrik dan perpanjangan kebijakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBm) untuk
pembelian mobil baru sampai kuartal III 2022. Pulihnya perekonomian di berbagai sektor ekonomi sehingga menormalisasi harga
komoditas dan meningkatkan permintaan pembiayaan sektor produktif seperti alat berat, forklift dan mesin produksi.
6.4. Daya Saing
Sebagai anak usaha dari BRI, Perseroan memiliki value preposition yang menjadi keunggulan Perseroan dalam menghadapi
persaingan usaha di industri pembiayaan. Penunjukkan Perseroan sebagai Single Gateway Autolan BRI Grup pada September 2020
memberikan kesempatan bagi Perseroan untuk memperluas coverage area melalui layanan branchless financing dengan
penempatan tenaga pemasar di unit kerja BRI. Kedepan, Perseroan akan mengembangkan sinergi bersama Induk Usaha, BRI Grup
dan BUMN lainnya.
93
98
Page 119
Pada sisi tranformasi digital, Perseroan saat ini dalam tahap mengembangkan sistem teknologi informasi yang dapat memberikan
percepatan layanan sekaligus menciptakan ekosistem bisnis digital yang saling menguntungkan antara Perseroan, debitur, pihak
dealer dan pemangku kepentingan lainnya.
Melalui sinergi dan transformasi digital, Perseroan optimis dapat meningkatkan daya saing di pasar sekaligus mencapai pertumbuhan
usaha yang menguntungkan dan berkelanjutan.
6.5. Pemakai Akhir atas Jasa Perseroan
Sebagai pemain di industri Jasa Pembiayaan, Perseroan menawarkan beberapa produk yang dapat dinikmati oleh debitur yang
beragam. Produk Pembiayaan Komersil Perseroan melayani permintaan baik pembiayaan investasi maupun modal kerja yang dapat
dinikmati oleh debitur dari industri yang beragam, antara lain: transportasi, manufaktur, perdagangan, percetakan, dan lain
sebagainya. Sementara itu, Produk Pembiayaan Konsumer Perseroan yang melayani pembiayaan kendaraan bermotor dapat
dinikmati oleh debitur baik perorangan (Karyawan dan Wirausaha) maupun industri dengan skema pengadaan kendaraan
operasional.
6.6. Strategi Usaha
Memasuki tahun 2023 terdapat beberapa faktor baik di Indonesia maupun dunia yang dapat mempengaruhi kinerja Perseroan, antara
lain: pertumbuhan perekonomian, tingkat suku bunga, dan digitalisasi yang tumbuh semakin cepat. Sebagai upaya antisipatif demi
menjawab tantangan tersebut di tahun 2023, Perseroan melakukan pengembangan digitalisasi proses bisnis dalam rangka melakukan
efisiensi beban operasional sekaligus peningkatan produktivitas. Pengembangan yang akan dilakukan Perseroan tahun 2023 adalah:
a. Perluasan area dan channel pemasaran melalui pembukaan kantor pemasaran pada 16 titik potensial di seluruh Indonesia.
b. Optimalisasi branchless financing dengan cara menempatkan koordinator tenaga pemasar dan menambah tenaga pemasar
pada unit kerja BRI yang potensial.
c. Pengembangan Digital Signature & e-Contract yang secara agresif dilakukan guna menyajikan kemudahan bagi debitur untuk
memonitor keabsahan tanda tangan dan keamanan kontrak secara aktual,
d. Pembaharuan pada aplikasi internal lainnya yakni New Mobile Order (NEMO) yang digunakan untuk mendukung kemudahan
dan percepatan pengajuan aplikasi pembiayaan multiguna. Fitur yang dilakukan pembaharuan pada aplikasi ini antara lain
penambahan pada proses pre-screening calon debitur, menu integrasi e-Contract tiap akun debitur, dan lain sebagainya,
e. Enhancement sistem Credit Risk Scoring berdasarkan kelompok debitur, guna memperkuat back end Perseroan dan sebagai
predictive tools risk management, sehingga peninjauan pola pembayaran debitur dan penawaran repeat order kepada debitur
existing dapat dilakukan,
f. Pengembangan collection scoring sebagai modul analisis yang dapat memberikan rekomendasi kategori risiko setiap debitur
berdasarkan parameter tertentu, dan
g. Pengembangan payment gateway telah dilakukan di 2022 melalui implementasi API gateway. Dengan ini Perseroan telah
melakukan integrasi dengan aplikasi BRIMO untuk fitur pembayaran angsuran.
h. Implementasi Key Performance Indicator (KPI) fee based income Perseoran kepada pekerja BRI guna meningkatkan referral
dan optimalisasi database yang terdapat di BRI Group.
i. Implementasi Joint Financing dengan BRI untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan profitabilitas Perseroan.
Penetapan target dan langkah strategis Perseroan dalam mencapai target tahun 2023 didasari oleh pertimbangan faktor mikro dan
makro ekonomi serta asumsi tertentu. Perseroan telah mendapat persetujuan dari pemegang saham terkait penyusunan rencana
kerja tahun 2023. Sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia tentang pemulihan kondisi ekonomi di tahun 2023 serta adanya dukungan
dari Induk BRI dan sinergi BRI Group, Perseroan optimis dapat mencapai yang terbaik dalam pemenuhan target tahun 2023.
6.7. Strategi Pemasaran dan Pangsa Pasar
Sebagai strategi untuk bersaing dengan pesaing, Perseroan menjalankan pemasaran melalui:
1. Join marketing bersama dealer/showroom
2. Penempatan tenaga pemasar di unit kerja BRI
3. Digital partnership dengan market place otomotif di indonesia
Komitmen Perseroan untuk memenuhi aspirasi Pemegang Saham terlihat melalui ekspansi bisnis yang terus dilakukan sejak 2020
dengen fokus pada switching portfolio Perseroan ke pembiayaan multiguna. Perseroan optimis dapat meningkatkan kemudahan
penyaluran pembiayaan multiguna sebagai strategi switching portfolio dalam rangka melakukan rebranding secara berkelanjutan
Melalui sinergi BRI Group, ekspansi bisnis terus dilakukan Perseroan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata
94
99
Page 120
kelola yang baik, untuk mewujudkan aspirasi pemegang saham yakni menjadi “Top of Mind Multifinance Company in Indonesia” di
tahun 2025.
Strategi Bisnis
Perseroan berfokus pada pengembangan strategi bisnis sebagai berikut:
A. Strategi Pembiayaan baru investasi & modal kerja (komersial)
Pada tahun 2022, proporsi pembiayaan investasi dibandingkan total pembiayaan adalah sebesar 24,5%, dengan total amount
yang dihasilkan sebesar Rp1.647 triliun. Meskipun strategi Perseroan menitikberatkan lini bisnis di segmen multiguna, namun
upaya penyelarasan tetap dilakukan dengan menargetkan pertumbuhan pembiayaan investasi dan modal kerja yang disalurkan
secara selektif dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian sesuai dengan aspirasi Pemegang Saham.
Pembiayaan investasi dan modal kerja yang disalurkan Perseroan memanfaatkan sinergi BRI Group dan BUMN secara optimal
dengan tujuan menjaga kualitas portofolio debitur, sedangkan peningkatan pembiayaan modal kerja dilakukan melalui
pembiayaan bagi vendor dan debitur korporasi BRI Group dan BUMN.
B. Strategi Pembiayaan Multiguna (Konsumer)
Di tahun 2023, pengembangan pembiayaan multiguna tetap menjadi fokus bisnis Perseroan. Dengan memaksimalkan 27 unit
kerja yang telah dimiliki Perseroan dan melakukan optimalisasi peluang Perseroan sebagai single gateway autoloan BRI Group.
Perseroan melakukan penguatan pada 43 titik captive existing di triwulan kedua 2023 dengan menambahkan koordinator bagi
tenaga pemasar yang tersebar di kantor cabang. Perkuatan tersebut dilakukan dengan mengutamakan strategi scale up
coverage & market di area jangkauan kantor cabang BRI. Perkuatan pencapaian dari beragam produk pembiayaan antara lain:
Pembiayaan mobil/motor baru dan bekas, Fasilitas dana tunai dengan jaminan BPKB (BRIFlash), dan angsuran fleksibel
(BRIFlexy). Di tengah dinamika industri yang begitu tinggi, Perseroan harus mampu mengatasi setiap tantangan dan menjaga
keseimbangan antara pertumbuhan dengan tingkat kesehatan aset produktif.
Pada tahun 2023 komposisi piutang pembiayaan multiguna dibandingkan dengan total piutang pembiayaan ditargetkan sebesar
>75%, sementara komposisi piutang investasi & modal kerja sebesar <25%. Hal tersebut dilakukan Perseroan dalam rangka
meningkatkan profitability Perseroan dengan sebaran risiko yang lebih kecil dan tidak terkosentrasi pada sejumlah debiturnya.
Perseroan membangun ekosistem otomotif digital melalui kolaborasi digitalisasi bisnis dengan market place dan pengembangan
New Mobile Order untuk meningkatkan selera pembiayaan bagi debitur melalui transformasi digital.
Perseroan berencana memanfaatkan potensi besar pembiayaan motor yang memiliki pertumbuhan cemerlang. Industri
pembiayaan motor di Indonesia secara signifikan tumbuh sebesar 94% di tengah tahun 2022, dengan Yield lebih besar dari
kategori jenis pembiayaan lainnya. Pengembangan dilakukan pada Divisi Fleet untuk melakukan pendekatan langsung kepada
perusahaan-perusahaan melalui kerjasama Motorcycle Ownership Program (MOP) dan Car Ownership Program (COP).
Potensi lain yang akan dimanfaatkan oleh Perseroan yaitu pertumbuhan signifikan pada segmen kendaraan listrik. Data industri
tahun 2022 mencatatkan pertumbuhan sebesar 383,5% pada penjualan kendaraan listrik atau 15.437 unit (yoy). Selain itu
dukungan Pemerintah juga terlihat dari pembangunan infrastruktur stasiun pengisian bahan bakar listrik yang terus meningkat
baik SPKLU maupun SPBKLU. Sejalan dengan pertumbuhan yang terjadi, Perseroan melakukan ekspansi produk dengan
melakukan kerjasama dengan distributor kendaraan listrik baik mobil maupun motor. Portfolio kendaraan listrik yang telah
dibukukan oleh Perseroan masih kurang dari 1% dari total portfolio pembiayaan. Portfolio tersebut akan terus bertambah seiring
dengan peningkatan permintaan pembiayaan kendaraan kendaraan listrik serta komitmen Pemerintah yang mengatur
percepatan program penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (Battery Electric Vahicle).
Dari sisi operasional dan pendukung aktivitas bisnis, Perseroan melakukan konsolidasi pelaporan periodik untuk anggaran dan
realisasinya secara sistematis dengan BRI Group. Pengembangan core system CONFINS, sistem penyusunan laporan
keuangan E-GL, dan sistem Arlogy sebagai pendukung produk Sewa Operasi (Operating Lease) juga terus dilakukan untuk
mendukung pertumbuhan penyaluran pembiayaan dan meningkatkan kinerja Perseroan. Penerapan penyaluran pembiayaan
yang prudent akan secara terus menerus dilakukan dengan memperkuat back end Perseroan melalui pengembangan Credit
Scoring dan Collection Scoring di 2023.
C. Strategi Operasional Pembiayaan Sewa Operasi (Operating Lease)
Segmen operating lease yang telah dijalankan Perseroan memiliki performance yang baik dari sisi kualitas pembiayaan. Sejak
awal penyaluran pembiayaan operating lease, Perseroan telah mencatat portfolio sewa operasi yang selesai dan mencapai 1
siklus, atas aset tersebut dilakukan penjualan dan penghapusbukuan. Berdasarkan perhitungan penjualan aset tersebut,
Perseroan berhasil membukukan angka positif bagi profitabilitas dan keuntungan Perseroan.
95
100
Page 121
Pangsa pasar sewa operasi Perseroan terus diperluas melalui ekosistem otomotif yakni memanfaatkan kolaborasi dengan
dealer yang menjadi lead generation bagi pelanggannya yang membutuhkan layanan sewa operasi kendaraan. Perseroan telah
menjalin kerjasama dengan bengkel resmi untuk perawatan atas unit yang disewa-operasikan.
Strategi Operasional
Dari sisi operasional, Perseroan memperkuat pengembangan bisnis melalui berbagai strategi di tahun 2023. Percepatan dan
digitalisasi proses sebagai salah satu bentuk nyata pemenuhan customer behaviour di sisi operasional akan menjadi prioritas strategi
Perseroan. Penerapan strategi operasional tersebut adalah sebagai berikut:
A. Strategi Pengembangan Produk dan Pelayanan
Pengembangan Produk yang dilakukan Perseroan di 2023 berkaitan dengan bentuk komitmen BRI Group dalam mendukung
langkah Pemerintah terkait pelaksanaan green economy melalui penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai
(KBLBB). Perseroan di tahun 2022 telah menggunakan Electric Vehicle (Kendaraan Listrik) sebagai kendaraan operasional dan
memberikan penyaluran pembiayaan untuk Electric Vehicle. Dengan berbagai dukungan baik melalui kebijakan subsidi maupun
relaksasi yang diberikan Pemerintah, Perseroan akan menyajikan beragam produk pembiayaan Electric Vehicle yang menarik.
Perseroan juga melakukan perluasan kerjasama secara kontinu dengan ATPM dan dealer kendaraan listrik, guna mendorong
dan mempercepat transisi pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan.
Perseroan senantiasa berupaya memenuhi kebutuhan pelanggan atas proses penyaluran pembiayaan yang cepat dan mudah,
sehingga di tahun 2023 nantinya Perseroan akan meningkatkan digitalisasi proses bisnis sebagai penunjang produktivitas.
Peningkatan digitalisasi proses yang dilakukan antara lain:
1. Digital signature dan e-Contract
Tujuan utama pengembangan fitur Digital Signature & e-Contract adalah customer satisfaction dan peningkatan
produktivitas tenaga pemasar di lapangan. Efisiensi terlihat pada kemudahan yang diberikan baik bagi debitur maupun
tenaga pemasar dalam proses persetujuan dokumen. Fitur yang terdapat didalam aplikasi MyBRIf ini memudahkan proses
penandatanganan yang dilakukan debitur pada kontrak digital yang teruji keabsahannya, selain itu debitur dapat dengan
mudah mengakses informasi terkait pembiayaannya melalui aplikasi MyBRIf.
2. New Mobile Order (NEMO)
Seiring dengan meningkatnya ekspansi yang dilakukan, Perseroan mengembangkan salah satu tools utama bagi tenaga
pemasar yakni Mobile Order. Manfaat yang dirasakan Perseroan atas pengembangan tools ini antara lain: proses
percepatan service level agreement (SLA), peningkatan aset, fasilitas leads yang bersumber dari MyBRIf maupun
marketplace dan monitoring tenaga pemasar dapat diakomodir dengan optimal.
3. Credit Risk Scoring
Pengembangan Credit Risk Scoring untuk pembiayaan multiguna yang lebih komprehensif untuk mendapatkan model
scoring berdasarkan jenis aset (new car & used car) yang lebih prediktif dan berdaya guna untuk penetapan risk pricing
dan portfolio management strategy Perseroan. Pengembangan dilakukan dengan menyesuaikan parameter-parameter
CRS serta melakukan pengkategorian data pada masing-masing parameternya.
4. Collection scoring
Collection scoring bertujuan mempermudah pengklasifikasian prioritas collection pada setiap debitur dengan
menggunakan data credit history & installment history debitur, serta machine learning. Pengembangan yang dilakukan
dapat membantu perhitungan collection risk untuk kemudahan dan meringankan beban pekerjaan manusia serta
pengklasifikasian penyebab debitur overdue sehingga dapat lebih tepat dalam penanganannya.
B. Strategi Pengembangan Jaringan Kantor dan Struktur Organisasi
Perseroan telah meningkatkan 11 (sebelas) Kantor Selain Kantor Cabang (KSKC) menjadi Kantor Cabang (KC), antara lain:
Unit Kerja Banjarmasin, Banyuwangi, Padang, Cirebon, Bandar Lampung, Sleman, Sukoharjo, Manado, Depok, Bogor, dan
Jakarta Barat. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk optimalisasi pelayanan kepada debitur dengan percepatan proses
pembiayaan sesuai dengan wewenang persetujuan pembiayaan yang telah terdistribusi sesuai kebijakan Perseroan, sehingga
penyaluran fasilitas kepada debitur menjadi lebih efektif dan efisien. Sampai dengan 31 Desember 2022, Perseroan diperkuat
dengan 1 Kantor Pusat, 26 Kantor Cabang, dan 182 titik captive di Unit Kerja BRI. Perluasan jaringan pemasaran untuk
memperkuat pendekatan kepada calon debitur akan tetap dilakukan di 2023 dengan rencana pembukaan 16 (enam belas)
Kantor Selain Kantor Cabang (KSKC) di wilayah Indonesia. Rencana pembukaan 16 KSKC tersebut akan tersebar di kota-kota
96
101
Page 122
berikut: Batam, Jambi, Pluit, Cikarang, Karawang, Pondok Indah, Kota, WTC Mangga Dua, Klender, Cibubur, Serang, Cikupa,
Cimahi, Sidoarjo, Jember, dan Papua.
Seiring dengan upaya pengembangan pembiayaan multiguna di tahun 2023, Perseroan perlu melakukan penambahan jumlah
sumber daya manusia, terutama tenaga pemasar untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan. Penambahan pekerja diperoleh
melalui proses seleksi dengan memperhatikan kriteria kandidat yang dibutuhkan dan juga diperoleh dari pihak ketiga dengan
mempertimbangkan efisiensi biaya. Perseroan, ditahun 2022, didukung oleh 1.158 orang pekerja, dengan peningkatan status
11 unit kerja di tahun 2022. Dalam pemenuhan formasi pekerja, perusahaan Induk BRI memberikan dukungan penuh melalui
penugasan pekerja BRI, guna memperkuat pekerja yang telah dimiliki Perseroan dan mempercepat proses integrasi budaya
kerja BRI Group dan core values BUMN (AKHLAK).
C. Strategi Teknologi Informasi
Sepanjang tahun 2022, berbagai pengembangan dan enhancement teknologi informasi telah dilakukan untuk membantu
peningkatan pencapaian bisnis Perusahaan serta untuk menjaga keberlanjutan Perusahaan. Berikut pengembangan teknologi
informasi yang telah dilakukan diantaranya:
1. Risk Management Application
Beberapa dashboard Risk Management App telah dikembangkan sebagai sarana untuk memonitor proses bisnis agar tetap
berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. myBRIf Enhancement
Pengembangan myBRIf dilakukan dengan menambahkan beberapa fitur yang dapat memudahkan interaksi dan
meningkatkan engagement customer melalui redeem point dan perluasan payment point.
3. Mobile Order Reengineering
Pengembangan aplikasi mobile order yang disebut dengan NEMO (New Mobile Order) untuk memudahkan tenaga
pemasar dalam boarding customer untuk penginputan aplikasi baru di lapangan.
4. Confins Enhancement
Pengembangan beberapa fitur core system seperti perhitungan amortisasi, perubahan proses KYC (Know Your
Customer), Upload MOP dan API (Application Programming Interface) integrasi NEMO.
5. Portal Employee
Pembaruan portal employee yang dapat memudahkan Pekerja untuk berinteraksi baik antar internal maupun eksternal
departemen.
6. VPN Box
Implementasi penggunaan VPN Box untuk mempermudah Pekerja mengakses pekerjaan kapan saja dan di mana saja.
D. Implementasi Manajemen Risiko dan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Sebagai bentuk penetapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan, maka Perseroan secara terus-menerus
melakukan monitoring secara periodik atas pelaksanaan ketentuan kehati-hatian yang ditetapkan oleh regulator maupun
internal. Selain itu Perseroan secara berkelanjutan akan menjalankan penerapan risk based APU-PPT dengan beberapa
pengembangan e-KYC (know your customer) yang dilakukan dengan tujuan simplifikasi proses bisnis dan meminimalisir risiko
secara efektif. Pengembangan juga dilakukan pada compliance portal yang terdapat di dalam dashboard internal Perseroan
sebagai upaya peningkatan kualitas data debitur. Perseroan juga akan aktif terlibat pada kegiatan riset dan pemeringkatan
sebagai pengujian atas penilaian Perseroan.
Penguatan manajemen risiko Perseroan di tahun 2023 dilakukan dengan enhancement Sistem Credit Risk Scoring berdasarkan
kelompok debitur. Enhancement dilakukan berdasarkan hasil analisa dan dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik
antara debitur fixed income dan non fixed income. Selain itu Perseroan juga akan melakukan pengembangan collection scoring
sebagai modul analisis yang dapat memberikan rekomendasi kategori risiko setiap debitur berdasarkan parameter tertentu.
Modul ini juga akan digunakan sebagai predictive tools risk management, sehingga peninjauan pola pembayaran debitur dan
penawaran repeat order kepada nasabah existing dapat dilakukan. Tingkat risiko Perseroan ada pada kategori Low to Moderate
dengan penanggulangan atas Risiko Pasar menempati skor terbaik di sepanjang tahun 2022. Pemantauan Perseroan terhadap
kualitas penerapan manajemen risiko pada setiap unit kerja dilakukan secara ketat dan berkala untuk meningkatkan budaya
sadar risiko pada setiap aktivitas yang dikerjakan.
97
102
Page 123
7. KECENDERUNGAN YANG DAPAT MEMPENGARUHI SECARA SIGNIFIKAN KEGIATAN USAHA DAN PROSPEK USAHA
Kelima lini bisnis yang dijalankan oleh perseroan sangat berpengaruh kepada faktor internal maupun eksternal demi kelangsungan
bisnis perseroan. Faktor internal dan eksternal inilah yang harus diantisipasi oleh perseroan agar dapat menghasilkan kontribusi
maksimal per lini bisnis bagi perseroan. Adapun faktor yang mempengaruhi kegiatan usaha perseroan adalah sebagai berikut:
• Faktor Politik
Faktor politik akan mempengaruhi kelangsungan dan kinerja usaha Perseroan bilamana mengganggu stabilitas keamanan
secara signifikan.
• Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kondisi keuangan dan kinerja Perseroan. Laju
pertumbuhan ekonomi, daya beli Masyarakat, inflasi dan pergerakan suku bunga menjadi barometer dalam menentukan
arah kebijakan dan langkah strategis Perseroan. Perusahaan pembiayaan memiliki nature business yang amat bergantung
pada tingkat suku bunga. Perubahan pada suku bunga relatif berdampak langsung pada jumlah penyaluran pembiayaan
dimana nasabah cenderung untuk memilih produk pembiayaan dengan bunga yang rendah. Untuk itu, Perseroan secara
terus menerus berupaya untuk membuka akses pada sumber pendanaan murah dan alternatif funding terbaik agar dapat
menawarkan produk pembiayaan dengan bunga yang kompetitif kepada para nasabah.
• Kejadian Luar Biasa
Kejadian Luar Biasa seperti pandemi COVID-19 dan force majeure tentu saja memberikan dampak signfikan pada kegiatan
dan kelangsungan usaha Perseroan. Sebagai bagian dari penerapan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian dalam
melakukan kegiatan usahanya, Perseroan memilki Business Continuity Plan (BCP) untuk memitigasi segala risiko yang
mungkin muncul dari kejadian luar biasa yang terjadi.
8. HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL (“HAKI”)
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan Perseroan memiliki aset berupa HAKI yaitu sebagai berikut:
Kategori Kelas Tanggal Berlaku Selama
No. Etiket Merek No. Pendaftaran
Barang/Jasa Pendaftaran 10 Tahun Sejak Tanggal:
“BRI finance”
1. 16 28-12-2016 IDM000616337 28-12-2016
“BRI finance Layanan
2. 9 03-02-2017 IDM000633761 03-02-2017
Finansial Terdepan”
98
103
Page 124
Halaman ini sengaja dikosongkan
104
Page 125
IX. PERPAJAKAN
A. PERPAJAKAN UNTUK PEMEGANG OBLIGASI
Pajak Penghasilan atas Bunga Obligasi yang diterima atau diperoleh Pemegang Obligasi diperhitungkan dan diperlakukan sesuai
dengan Peraturan Perpajakan yang berlaku di Negara Republik Indonesia.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 91 tahun 2021 tanggal 30 Agustus 2021 tentang Pajak Penghasilan Atas
Penghasilan Berupa Bunga Obligasi. Obligasi penghasilan berupa bunga obligasi yang diterima atau diperoleh bagi Wajib Pajak
dalam negeri dan bentuk usaha tetap dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan yang bersifat final sebesar 10% (sepuluh persen)
dari dasar pengenaan pajak penghasilan, yaitu:
a. sebesar jumlah bruto sesuai dengan masa kepemilikan obligasi, untuk bunga dari obligasi dengan kupon,
b. sebesar selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan Obligasi, tidak termasuk bunga berjalan, untuk diskonto
dari obligasi dengan kupon,
c. sebesar selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan Obligasi, untuk diskonto dari obligasi tanpa bunga.
Dalam hal terdapat diskonto negatif atau rugi pada saat penjualan obligasi dengan kupon, diskonto negatif atau rugi tersebut dapat
diperhitungkan dengan dasar pengenaan pajak penghasilan atas Bunga Obligasi berjalan.
Pemotongan pajak yang bersifat final ini tidak dikenakan terhadap bunga atau diskonto obligasi yang diterima atau diperoleh Wajib
Pajak:
1. Dana pensiun yang pendirian atau pembentukannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan atau telah mendapatkan izin dari
OJK dan memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (3) huruf h Undang-undang Pajak Penghasilan dan
pelaksanaannya; dan
2. Bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia.
Pemotongan Pajak Penghasilan atas bunga dan diskonto obligasi yang diperdagangkan di luar BEI dan tidak dilaporkan
perdagangannya di BEI, tetap dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan sebagaimana berdasarkan pasal 23 atau pasal 26 Undang-
Undang Pajak Penghasilan.
CALON PEMBELI OBLIGASI DALAM PENAWARAN UMUM INI DIHARAPKAN UNTUK BERKONSULTASI DENGAN
KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG TIMBUL DARI PENERIMAAN BUNGA,
PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN ATAU PENGALIHAN DENGAN CARA LAIN OBLIGASI YANG DIBELI
MELALUI PENAWARAN UMUM INI.
B. PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN OLEH PERSEROAN
Perseroan telah memenuhi seluruh kewajiban perpajakannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan peraturan
perpajakan yang berlaku.
99
105
Page 126
Halaman ini sengaja dikosongkan
106
Page 127
X. PENJAMIN EMISI OBLIGASI
Berdasarkan persyaratan serta ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi, para Penjamin
Pelaksana Emisi Obligasi dan para Penjamin Emisi Obligasi yang namanya tercantum dibawah ini, untuk dan atas nama Perseroan,
menyetujui untuk menawarkan kepada Masyarakat Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 dengan jumlah pokok sebesar
Rp500.000.000.000,- (lima ratus miliar Rupiah) dengan Kesanggupan Penuh (Full Commitment).
Perjanjian tersebut di atas merupakan perjanjian lengkap yang menggantikan semua persetujuan atau perjanjian yang mungkin telah
dibuat sebelumnya mengenai perihal yang dimuat dalam perjanjian dan setelah itu tidak ada lagi perjanjian yang dibuat oleh para
pihak yang isinya bertentangan dengan perjanjian ini.
Susunan dan jumlah porsi penjaminan serta persentase dari penjaminan Emisi dalam Penawaran Umum Obligasi ini adalah sebagai
berikut:
Porsi Penjaminan Persentase
No. Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi
(Rp miliar) (%)
1. PT BCA Sekuritas 200 40%
2. PT BRI Danareksa Sekuritas 300 60%
Total 500 100%
Selanjutnya para Penjamin Emisi Obligasi yang turut dalam Penawaran Umum Obligasi ini telah sepakat untuk melaksanakan
tugasnya masing-masing sesuai dengan Peraturan No.IX.A.7.
Berdasarkan Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi, pihak yang bertindak sebagai Manajer Penjatahan untuk Obligasi ini adalah
PT BCA Sekuritas.
Kecuali PT BRI Danareksa Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Penjamin Emisi Obligasi yang merupakan pihak
terafiliasi dengan Perseroan melalui kepemilikan saham oleh Negara Republik Indonesia sebagaimana didefinisikan dalam UU P2SK,
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi serta Penjamin Emisi Obligasi lainnya dalam rangka Penawaran Umum ini yaitu PT BCA Sekuritas
bukan merupakan pihak terafiliasi dengan Perseroan baik secara langsung maupun secara tidak langsung sesuai dengan definisi
Afiliasi dalam UU P2SK.
Metode penentuan Harga Obligasi
Tingkat bunga Obligasi ditentukan berdasarkan hasil kesepakatan dan negosiasi Perseroan dengan Penjamin Pelaksana Emisi
Obligasi dengan mempertimbangkan beberapa faktor dan parameter, yaitu hasil penawaran awal (bookbuilding), kondisi pasar,
benchmark kepada Obligasi Pemerintah, dan risk premium (sesuai dengan rating dari Obligasi).
100
107
Page 128
Halaman ini sengaja dikosongkan
108
Page 129
XI. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang berperan dalam Penawaran Umum ini adalah sebagai berikut:
Akuntan Publik : KAP Purwantono, Sungkoro & Surja
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 2, lt. 7
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
No. STTD : STTD.AP-31/PM.223/2020 atas nama Christophorus Alvin Kossim
tanggal 25 September 2020
Surat Penunjukkan : Berdasarkan Perjanjian Kerjasama No. 0158/PSS/03/2023 tanggal
29 Maret 2023
Keanggotaan Asosiasi : Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) No. AP. 1681
Nama Rekan : Christophorus Alvin Kossim
Pedoman Kerja : Standar Profesi Akuntan Publik yang ditetapkan oleh IAPI dan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 13/POJK.03/2017 tentang
penggunaan Jasa Publik dan Kantor Akuntan Publik dalam kegiatan
Jasa Keuangan
Tugas Pokok : Melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh
Institut Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”). Standar tersebut
mengharuskan akuntan publik untuk mematuhi ketentuan etika serta
merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan
memadai tentang apakah laporan keuangan tersebut bebas dari
kesalahan penyajian material. Suatu audit melibatkan pelaksanaan
prosedur untuk memperoleh bukti audit tentang angka-angka dan
pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga mencakup
pengevaluasian atas ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan
dan kewajaran estimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen, serta
pengevaluasian atas penyajian laporan keuangan secara
keseluruhan.
Konsultan Hukum : Warens & Partners
Millennium Centennial Center Lt.1 Unit C,
Jl. Jend. Sudirman Kav.25
Jakarta 12920
No. STTD : No.STTD.KH-3/PJ-1/PM.02/2023 atas nama M. Indra Wargadalem,
S.H., MBA tanggal 6 Februari 2023
Surat Penunjukkan : No.003/BRIF-LGL/I/2023 tanggal 13 Januari 2023
Keanggotaan Asosiasi : Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal, No.95001
Nama Rekan : M. Indra Wargadalem, S.H., MBA
Pedoman Kerja : Standar Profesi Konsultan Himpunan Hukum Pasar Modal Lampiran
dari Keputusan Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal No.
Kep.02/HKHPM/VIII/2018 tanggal 8 Agustus 2018
Tugas Pokok : Melakukan pemeriksaan dari segi hukum secara independen, sesuai
dengan norma atau Standar Profesi dan kode etik Konsultan Hukum
dan memberikan laporan pemeriksaan dari segi hukum atas fakta
yang ada mengenai Perseroan yang disampaikan oleh Perseroan
kepada Konsultan Hukum. Hasil pemeriksaan Konsultan Hukum
tersebut telah dimuat dalam Laporan Uji Tuntas dari Segi Hukum yang
merupakan penjelasan atas Perseroan dan menjadi dasar dan bagian
yang tidak terpisahkan dari Pendapat Hukum yang diberikan secara
obyektif dan mandiri.
101
109
Page 130
Notaris : Arry Supratno, S.H.
Jl. Bendungan Jatiluhur No. 69
Benhil – Tanah Abang
Jakarta Pusat
No. STTD : STTD.N-194/PM.223/2019 tanggal 16 Juli 2019
Surat Penunjukkan : No. 004/BRIF-LGL/I/2023 tanggal 13 Januari 2023
Keanggotaan Asosiasi : Ikatan Notaris Indonesia (“INI”) No. 0108719580926.
Pedoman Kerja : Undang-Undang No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris dan
Kode Etik Ikatan Notaris Indonesia
Tugas Pokok : Membuat akta-akta dalam rangka Penawaran Umum dan Penawaran
Umum Obligasi, antara lain Pernyataan Penawaran Umum , Perjanjian
Perwaliamanatan, Pengakuan Utang, Perjanjian Penjaminan Emisi
Obligasi, dan Perjanjian Agen Pembayaran.
Wali Amanat : PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Gedung Grha BNI Lantai 9
Jl. Jend Sudirman Kav 1
Jakarta 10220, Indonesia
Telepon: (021) 5728387
Faks: 5728387
No. STTD : 01/STTD-WA/PM/1996 tanggal 27 Maret 1996
Surat Penunjukkan : No. 009/I/BRIF/TRSY-L/2023 tanggal 9 Januari 2023
Pedoman Kerja : Standar prosedur operasi Wali Amanat PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
Tugas Pokok : Mewakili kepentingan Pemegang Obligasi baik di dalam maupun di
luar pengadilan mengenai pelaksanaan hak-hak Pemegang Obligasi
sesuai dengan syarat-syarat Obligasi, dengan memperhatikan
ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian
Perwaliamanatan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No.20/POJK.04/2020 tanggal 23 April 2020 tentang Kontrak
Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang dan atau Sukuk, PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku Wali Amanat dalam penerbitan
Obligasi menyatakan bahwa sejak ditandatanganinya pernyataan
tersebut dan selama menjadi Wali Amanat, dilarang:
1. Mempunyai hubungan kredit dengan Perseroan dalam jumlah
yang melebihi ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No.19/POJK.04/2020 tanggal 23 April 2020 tentang Bank Umum
Yang Melakukan Kegiatan Sebagai Wali Amanat;
2. Merangkap menjadi penanggung dan/atau pemberi agunan dalam
penerbitan Efek bersifat utang, Sukuk, dan/atau kewajiban
Perseroan dan menjadi Wali Amanat dari pemegang Efek yang
diterbitkan oleh Perseroan;
3. Menerima dan meminta pelunasan terlebih dahulu atas kewajiban
Perseroan kepada Wali Amanat selaku kreditur dalam hal
Perseroan mengalami kesulitan keuangan, berdasarkan
pertimbangan Wali Amanat, sehingga tidak mampu memenuhi
kewajibannya kepada pemegang Efek bersifat utang, dimana
pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia.
102
110
Page 131
Pemeringkat Efek : PT Pemeringkat Efek Indonesia
Equity Tower 30th Floor
Sudirman Central Business District Lot 9
Jl.Jenderal Sudirman Kav.52-53
Jakarta 12190
Telp : (021) 50968469
Fax : (021) 50968468
Surat Penunjukkan : No. 012/I/BRIF/TRSY-L/2023 tanggal 10 Januari 2023
Tugas Pokok : Ruang lingkup Pemeringkat Efek adalah melakukan pemeringkatan
atas Obligasi setelah secara seksama mempertimbangkan seluruh
data dan informasi yang relevan, akurat dan dapat dipercaya serta
melakukan kaji ulang secara berkala terhadap hasil pemeringkatan
sepanjang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan yang
berlaku. Pemeringkat Efek juga wajib menyelesaikan kaji ulang
terhadap hasil pemeringkatan yang telah dipublikasikan dalam hal
terdapat fakta material atau kejadian penting yang dapat
mempengaruhi hasil pemeringkatan yang telah dipublikasikan, paling
lama 7 (tujuh) Hari Kerja sejak diketahuinya fakta material atau
kejadian penting dan mengeluarkan peringkat baru apabila terjadi
perubahan peringkat dari proses kaji ulang.
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang terlibat dalam Penawaran Umum ini menyatakan tidak ada hubungan Afiliasi
dengan Perseroan sebagaimana definisi Afiliasi dalam UU P2SK. Namun demikian, Lembaga Penunjang, yaitu Wali Amanat
menyatakan terafiliasi dengan Perseroan melalui kepemilikan Negara Republik Indonesia.
103
111
Page 132
Halaman ini sengaja dikosongkan
112
Page 133
XII. KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT
Sehubungan dengan Penawaran Umum Obligasi telah ditandatangani Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi II BRI Finance
Tahun 2023 No. 01 tanggal 03 April 2023, sebagaimana diubah dengan Akta Addendum Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi II BRI
Finance Tahun 2023 No. 05 tanggal 8 Mei 2023, Akta Addendum I Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi II BRI Finance Tahun 2023
No. 33 tanggal 30 Mei 2023 dan Akta Addendum II Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 No. 30 tanggal
22 Juni 2023 yang seluruhnya dibuat dihadapan Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta antara Perseroan dengan PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”), selaku Wali Amanat.
Dengan demikian yang berhak sebagai Wali Amanat atau badan yang diberi kepercayaan untuk mewakili kepentingan dan bertindak
untuk dan atas nama Pemegang Obligasi dalam rangka Penawaran Umum Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 adalah PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk, yang telah terdaftar di OJK dengan No. 01/STTD-WA/PM/1996 tanggal 27 Maret 1996 sesuai
dengan Undang-Undang No.8 Tahun 1995 serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.45 Tahun 1995 tentang
Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal.
BNI sebagai Wali Amanat telah melakukan penelaahan/uji tuntas (due diligence) terhadap Perseroan, dengan Surat Pernyataan
INT/08/1077 tanggal 09 Februari 2023 sebagaimana diatur dalam POJK No. 20/2020
BNI sebagai Wali Amanat dengan Surat Pernyataan No. INT/08/1078 tanggal 09 Februari 2023 menyatakan bahwa:
• BNI mempunyai hubungan Afiliasi dengan Perseroan melalui kepemilikan negara Republik Indonesia dimana mayoritas saham
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku pemegang saham pengendali
PT BRI Multifinance Indonesia, dimilki oleh pihak yang sama yaitu Negara Republik Indonesia;
• BNI sebagai Wali Amanat dengan Surat Pernyataan No.INT/08/1079 tanggal 09 Februari 2023 menyatakan bahwa BNI tidak
memiliki hubungan kredit dengan Perseroan melebihi 25% dari jumlah obligasi yang diwaliamanati sesuai dengan POJK No.
19/2020 dan tidak merangkap sebagai penanggung dan/atau pemberi agunan dan menjadi Wali Amanat dalam penerbitan
Obligasi sesuai POJK No. 19/2020;
Bersama ini Perseroan menyatakan bahwa Perseroan tidak memiliki kredit dan/atau pendanaan dari BNI yang pada Penawaran
Umum Obligasi ini bertindak selaku Wali Amanat.
1. Riwayat Singkat
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (selanjutnya disebut “BNI”), didirikan di Jakarta pada tanggal 5 Juli 1946. BNI menawarkan
layanan jasa keuangan terpadu kepada nasabah, didukung oleh perusahaan anak yang bergerak dibidang jasa keuangan, sekuritas,
asuransi dan modal ventura.
Pada 31 Desember 2022, BNI memiliki total aset sebesar Rp1.029.836.868Triliun dan mempekerjakan lebih dari 27.177 karyawan.
Untuk melayani nasabahnya, per BNI mengoperasikan jaringan layanan yang luas mencakup 2.255 outlet domestik dan 8 cabang
luar negeri/perwakilan di 6 negara (6 KCLN, 1 Kantor Sub Branch Luar Negeri dan 1 Representative Office Luar Negeri), 16.392 unit
ATM milik sendiri termasuk 4 ATM di Hongkong dan 2 ATM di Singapura, 71.000 EDC serta fasilitas Internet banking, mobile banking,
SMS banking, BNI Debit Online dan lainnya.
Dalam memberikan layanan Wali Amanat, BNI telah memperoleh Surat Tanda Terdaftar Sebagai Wali Amanat dari Bapepam dengan
Nomor 01/STTD-WA/PM/1996 tanggal 27 Maret 1996.
A. Permodalan
Berdasarkan Akta No. 23/2021 dan Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Maret 2022 yang dikeluarkan oleh PT Datindo Entrycom
selaku Biro Administrasi Efek Perseroan, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Wali Amanat Perseroan adalah sebagai
berikut:
104
113
Page 134
Keterangan Jumlah Saham Nominal (Rp) %
Modal Dasar:
• Saham Seri A Rp7.500 1 7.500 0,00
• Saham Seri B Rp7.500 289.341.866 2.170.063.995.000 0,84
• Saham Seri C Rp375 34.213.162.660 12.829.935.997.500 99,16
Jumlah Modal Dasar 34.502.504.527 15.000.000.000.000 100,00
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
• Saham Seri A Rp7.500
Dwiwarna Negara Republik Indonesia 1 7.500 0,00
• Saham Seri B: Rp7.500
Negara Republik Indonesia 217.006.399 1.627.547.992.500 1,16
Kepemilikan Masyarakat dibawah 5% 72.335.467 542.516.002.500 0,39
Jumlah Saham Seri B 289.341.866 2.170.063.995.000 1,55
• Saham Seri C: Rp375
Negara Republik Indonesia 10.972.187.475 4.114.570.303.125 58,84
Kepemilikan Masyarakat dibawah 5% 7.387.127.116 2.770.172.668.500 39,61
Jumlah Saham Seri C 18.359.314.591 6.884.742.971.625 98,45
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 18.648.656.458 9.054.806.974.125 100,00
Jumlah saham dalam portepel: 15.853.848.069 5.945.193.025.875
B. Pengurusan dan Pengawasan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BNI berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan “Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Bank Negara Indonesia Tbk” atau disingkat “PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk” No. 15 tanggal 15 Maret 2023
dibuat di hadapan Ashoya Ratam, S.H, MKn Notaris di Jakarta adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Agus Dermawan Wintarto Martowardojo (merangkap Komisaris Independen)
Wakil Komisaris Utama : Pradjoto
Komisaris : Askolani
Komisaris : Susyanto
Komisaris : Fadlansyah Lubis
Komisaris : Robertus Billitea*)
Komisaris Independen : Erwin Rijanto
Komisaris Independen : Sigit WIdyawan
Komisaris Independen : Asmawi Syam
Komisaris Independen : Septian Hario Seto
Komisaris Independen : Imam Sugema
Direksi
Direktur Utama : Royke Tumilaar
Wakil Direktur Utama : Adi Sulistyowati
Direktur Digital and Integrated Transaction Banking : Corina Leyla Karnalies
Direktur Enterprise and Commercial Banking : Sis Apik Wijayanto
Direktur Finance : Novita Widya Anggraini
Direktur Risk Management : David Pirzada
Direktur Institutional Banking : Muhammad Iqbal
Direktur Retail Banking : Putrama W. Setyawan
Direktur Technology and Operations : Toto Prasetio
Direktur Human Capital and Compliance : Mucharom
Direktur Wholesale and International Banking : Silvano Winston Rumantir
*) Efektif setelah mendapat persetujuan OJK atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test).
C. Kegiatan Usaha
Selaku Bank Umum, BNI melaksanakan kegiatan usaha perbankan sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Republik
Indonesia No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Disamping itu BNI juga melakukan penyertaan pada perusahaan anak dalam
berbagai bidang usaha, antara lain:
105
114
Page 135
• PT BNI Multi Finance Pembiayaan/Financing
• Perbankan
• PT BNI Life Insurance Asuransi Jiwa
• PT BNI Sekuritas dan Entitas Anak Sekuritas/Securities
• PT BNI Asset Management
• BNI Remittance Ltd. Jasa Keuangan/Financial Service
• PT Bank Syariah Indonesia
Dalam pengembangan Pasar Modal selama 3 Tahun terakhir (2019 – 2022), PT Bank Negara Indonesia (Persero)Tbk. ikut berperan
aktif, antara lain bertindak sebagai:
1. Wali Amanat (Trustee) pada penerbitan:
• Adira Dinamika PUB IV Tahap IV Tahun 2019
• Adira Dinamika PUB IV Tahap V Tahun 2019
• Adira Dinamika PUB IV Tahap VI Tahun 2019
• Adira Dinamika PUB V Tahap I Tahun 2020
• Adira Dinamika PUB V Tahap II Tahun 2021
• Adira Dinamika PUB V Tahap III Tahun 2022
• Adira Dinamika Sukuk Mudharabah PUB III Tahap III Tahun 2019
• Adira Dinamika Sukuk Mudharabah PUB III Tahap IV Tahun 2019
• Adira Dinamika Sukuk Mudharabah PUB IV Tahap I Tahun 2020
• Adira Dinamika Sukuk Mudharabah PUB IV Tahap II Tahun 2021
• Adira Dinamika Sukuk Mudharabah PUB IV Tahap III Tahun 2022
• Bank Rakyat Indonesia PUB III Tahap I Tahun 2019
• Bank Rakyat Indonesia PUB III Tahap I Tahun 2019
• Bank Rakyat Indonesia Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2022
• BRI Finance 2019 (MTN)
• BRI Finance Obligasi I 2022
• Timah Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2019
• Timah Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahun 2019
• Timah MTN I 2022
• OKI Pulp and Paper Mills MTN VII 2019
• OKI Pulp and Paper Mills MTN VIII 2019
• OKI Pulp and Paper Mills MTN IX 2019
• OKI Pulp and Paper Mills MTN XV 2019
• OKI Pulp and Paper Mills MTN I 2020
• OKI Pulp and Paper Mills MTN II 2020
• OKI Pulp and Paper Mills MTN XII 2020
• OKI Pulp and Paper Mills MTN X 2020
• OKI Pulp and Paper Mills MTN XI 2021
• OKI Pulp and Paper Mills Sukuk I 2022
• Pindo Deli Pulp and Paper Mills MTN I 2019
• Pindo Deli Pulp and Paper Mills MTN II 2020
• Pindo Deli Pulp and Paper Mills MTN III 2020
• PT PPA Sukuk 2022
• dll
2. Agen Pembayaran Dividen Perusahaan Go Public
• PT Gudang Garam, Tbk.
• PT Telkom (Persero), Tbk.
• PT Semen Indonesia (Persero)
3. Mengelola Agen Penjaminan (Security Agent):
• Adira Dinamika PUB IV Tahap IV Tahun 2019
• Sukuk Mudharabah PUB III Tahap III Tahun 2019
• Adira Dinamika PUB IV Tahap VI Tahun 2019
• Sukuk Mudharabah PUB III Tahap IV Tahun 2019
• Adira Dinamika PUB IV Tahap VI Tahun 2019
106
115
Page 136
4. Menyelenggarakan penyimpanan efek (Jasa Kustodian)
2. Tugas Pokok Wali Amanat
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 19/POJK.04/2020 tanggal 22 April 2020 tentang Kontrak Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang
Dan/Atau Sukuk dan kemudian ditegaskan lagi di dalam Akta Perjanjian Perwaliamanatan yang dibuat dihadapan Arry Supratno,
S.H., Notaris di Jakarta, antara Perseroan dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk selaku Wali Amanat, tugas pokok Wali
Amanat antara lain adalah:
a. mewakili kepentingan para Pemegang Obligasi, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan Perjanjian
Perwaliamanatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia;
b. mengikatkan diri untuk melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam huruf a sejak
menandatangani Perjanjian Perwaliamanatan dengan Perseroan, tetapi perwakilan tersebut mulai berlaku efektif pada saat
Obligasi telah dialokasikan kepada Pemegang Obligasi;
c. melaksanakan tugas sebagai Wali Amanat berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan dan dokumen lainnya yang berkaitan
dengan Perjanjian Perwaliamanatan; dan
d. memberikan semua keterangan atau informasi sehubungan dengan pelaksanaan tugas-tugas perwaliamanatan kepada OJK.
3. Penggantian Wali Amanat
Berdasarkan Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi II BRI Finance Tahun 2023 No. 01 tertanggal 3 April 2023 yang dibuat
dihadapan Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta, antara Perseroan dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk selaku Wali
Amanat, penggantian Wali Amanat dilakukan karena sebab-sebab, antara lain sebagai berikut:
a. Wali Amanat tidak lagi memenuhi ketentuan untuk menjalankan fungsi sebagai Wali Amanat sesuai dengan ketentuan peraturan
perundangundangan
b. izin usaha Bank Umum yang melakukan kegiatan usaha sebagai Wali Amanat dicabut;
c. pembatalan surat tanda terdaftar atau pembekuan kegiatan usaha Wali Amanat di Pasar Modal;
d. Wali Amanat dibubarkan oleh suatu badan peradilan yang berwenang dan telah mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum
tetap atau oleh suatu badan resmi lainnya atau dianggap telah bubar berdasarkanketentuan perundang-undangan yang berlaku
di Negara Republik Indonesia;
e. Wali Amanat dinyatakan pailit oleh badan peradilan yang berwenang dan telah mendapatkan putusan yang berkekuatan hukum
tetap atau dibekukan operasinya dan/atau kegiatan usahanya oleh pihak yang berwenang;
f. Wali Amanat tidak dapat melaksanakan kewajibannya berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau keputusan RUPO
dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku dibidang Pasar Modal;
g. Wali Amanat melanggar ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau peraturan perundang-undangan di bidang Pasar
Modal;
h. atas permintaan para Pemegang Obligasi;
i. timbulnya hubungan Afiliasi antara Wali Amanat dengan Perseroan setelah penunjukan Wali Amanat;
j. timbulnya hubungan kredit yang melampaui jumlah sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor:
19/POJK.04/2020 tanggal 22 April 2020 tentang Bank Umum Yang Melakukan Kegiatan Sebagai Wali Amanat; atau
k. atas permintaan Wali Amanat, dalam hal Wali Amanat mengundurkan diri atau Emiten tidak membayar imbalan jasa Wali
Amanat sebagaimana tersebut dalam Perjanjian Perwaliamanatan, setelah Wali Amanat mengajukan permintaan pembayaran
secaratertulis sebanyak tiga kali berturut-turut kepada Perseroan, maka Wali Amanat dapat mengajukan permohonan
pengunduran diri kepada Perseroan.
4. Ikhtisar Laporan Keuangan Wali Amanat
Berikut ini adalah kutipan dari Ikhtisar Laporan Keuangan Konsolidasian BNI per tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan, dengan opini wajar dalam laporannya tanggal 20 Januari
2023 yang ditandatangani oleh M. Jusuf Wibisana.
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan 2022 2021
Total Aset 1.029.836.868 964.837.692
Total Liabilitas 889.639.206 838.317.715
Total Ekuitas 140.197.662 126.519.977
Total Liabilitas dan Ekuitas 1.029.836.868 964.837.692
107
116
Page 137
Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan 2022 2021
Pendapatan Bunga dan Syariah – neto 41.320.692 38.246.731
Pendapatan Premi – neto 1.551.533 1.398.957
Pendapatan (Beban) Operasional Selain Bunga Bersih (19.973.370) (26.878.404)
Laba (Rugi) Operasional 22.898.855 12.767.284
Laba (Rugi) Sebelum Beban Pajak 22.686.708 12.550.987
Pajak Penghasilan (4.204.928) (1.573.936)
Laba Tahun Berjalan 18.481.780 10.977.051
Rasio Penting
(dalam %)
31 Desember
Keterangan 2022 2021
Capital Adequate Ratio (CAR) 19,3% 19,7%
Non Performing Loan Ratio (Gross) 2,8% 3,7%
Loan to Deposits Ratio (LDR) 84,25% 79,7%
Return On Asset (ROA) 2,5% 1,4%
Return On Equity (ROE) 16,39% 10,4%
Net Interest Margin (NIM) 4,81% 4,67%
Alamat Wali Amanat
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Banking Operations
Plaza BNI Lantai 14 CBD BSD City Lot I Nomor 5,
Jl. Pahlawan Seribu, Lengkong Gudang Serpong,
Tangerang Selatan 15310, Indonesia
Telp : 021) 25541220 sampai dengan (021) 25541223;
Fax: (021) 29514042, 29514053, 29514054
E-mail: ipu2.custody@bni.co.id; INT_custody@bni.co.id
Website: www.bni.co.id
108
117
Page 138
Halaman ini sengaja dikosongkan
118
Page 139
XIII. TATA CARA PEMESANAN OBLIGASI
1. Pemesan Yang Berhak
Perorangan dan/atau badan, baik Warga Negara Indonesia/Badan Indonesia maupun Warga Negara Asing/Badan Asing, yang
bertempat tinggal/berkedudukan di Indonesia.
2. Pemesanan Pembelian Obligasi
Sehubungan dengan anjuran Pemerintah baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi
interaksi sosial, menjaga jarak aman (social distancing) dan menghindari keramaian guna meminimalisir penyebaran penularan
virus corona (covid-19), maka proses atau mekanisme pemesanan dan pembelian Obligasi harus dilakukan sesuai dengan yang
tercantum dalam Prospektus. Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi (“FPPO”) dapat diperoleh dari para Penjamin Emisi
Obligasi sebagaimana tercantum pada Bab XIV Prospektus mengenai Penyebarluasan Prospektus dan Formulir Pemesanan
Pembelian Obligasi. Pemesanan pembelian Obligasi dilakukan dengan menggunakan FPPO yang dicetak untuk keperluan ini
dan dikeluarkan oleh Penjamin Emisi Obligasi yang dapat diperoleh softcopy-nya melalui email terlebih dahulu sesuai ketentuan
Pengajuan Pemesanan Pembelian Obligasi. Setelah FPPO ditandatangani oleh pemesan, scan FPPO tersebut wajib
disampaikan kembali melalui email atau faksimili dan aslinya dikirimkan melalui jasa kurir kepada Penjamin Emisi Obligasi.
Pemesanan yang telah diajukan tidak dapat dibatalkan oleh Pemesan. Pemesanan pembelian Obligasi yang dilakukan
menyimpang dari ketentuan-ketentuan tersebut di atas tidak dilayani.
Email para Penjamin Emisi Efek adalah sebagai berikut:
No. Penjamin Pelaksana Emisi Email
1 PT BCA Sekuritas cf@bcasekuritas.co.id ; dcm@bcasekuritas.co.id
2. PT BRI Danareksa Sekuritas IB-Group1@brids.co.id; debtcapitalmarket@brids.co.id
3. Jumlah Minimum Pemesanan Obligasi
Pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya satu Satuan Perdagangan yaitu
Rp5.000.000,- (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya.
4. Masa Penawaran Umum Obligasi
Masa Penawaran Umum akan dimulai pada tanggal 4 Juli 2023 dan ditutup pada tanggal 6 Juli 2023 pukul 16.00 WIB.
5. Pendaftaran Obligasi Ke Dalam Penitipan Kolektif
Obligasi yang ditawarkan oleh Perseroan melalui Penawaran Umum ini didaftarkan pada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
(“KSEI”) berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Efek Bersifat Utang di KSEI yang ditandatangani antara Perseroan dengan KSEI.
Dengan didaftarkannya Obligasi tersebut di KSEI maka atas Obligasi yang ditawarkan berlaku ketentuan sebagai berikut:
1. Perseroan tidak menerbitkan Obligasi dalam bentuk sertifikat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang disimpan KSEI untuk
kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi akan didistribusikan dalam bentuk elektronik yang diadministrasikan dalam
Penitipan Kolektif KSEI. Obligasi hasil Penawaran Umum akan dikreditkan ke dalam Rekening Efek pada tanggal 11 Juli
2023.
2. Konfirmasi Tertulis berarti Konfirmasi Tertulis dan/atau laporan saldo Obligasi dalam Rekening Efek yang diterbitkan oleh
KSEI, atau Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan Rekening Efek dengan Pemegang Obligasi.
3. Pengalihan kepemilikan Obligasi dilakukan dengan pemindahbukuan antar Rekening Efek di KSEI, Perusahaan Efek, atau
Bank Kustodian yang selanjutnya akan dikonfirmasikan kepada Pemegang Rekening.
4. Pemegang Obligasi yang tercatat dalam Rekening Efek berhak atas pembayaran Bunga Obligasi, pelunasan Pokok
Obligasi, memberikan suara dalam RUPO, serta hak-hak lainnya yang melekat pada Obligasi.
5. Pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan Pokok Obligasi kepada Pemegang Obligasi dilaksanakan oleh Perseroan
melalui KSEI sebagai Agen Pembayaran melalui Rekening Efek di KSEI untuk selanjutnya diteruskan kepada pemilik
manfaat (beneficial owner) yang menjadi pemegang Rekening Efek di Perusahaan Efek atau Bank Kustodian, sesuai
dengan jadwal pembayaran Bunga Obligasi maupun pelunasan pokok Obligasi yang ditetapkan Perseroan dalam Perjanjian
Perwaliamanatan dan Perjanjian Agen Pembayaran. Perseroan melaksanakan pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan
Pokok Obligasi berdasarkan data kepemilikan Obligasi yang disampaikan oleh KSEI kepada Perseroan.
6. Hak untuk menghadiri RUPO dilaksanakan oleh pemilik manfaat Obligasi atau kuasanya dengan membawa asli surat
Konfirmasi Tertulis untuk RUPO yang diterbitkan oleh KSEI dan Obligasi yang bersangkutan dibekukan sampai dengan
berakhirnya RUPO.
109
119
Page 140
7. Pihak-pihak yang hendak melakukan pemesanan Obligasi wajib menunjuk Perusahaan Efek atau Bank Kustodian yang
telah menjadi Pemegang Rekening di KSEI untuk menerima dan menyimpan Obligasi yang didistribusikan oleh Perseroan.
6. Tempat Pengajuan Pemesanan Pembelian Obligasi
Selama Masa Penawaran Umum ditutup, pemesanan Obligasi harus dilakukan selama jam kerja dengan mengajukan scan FPPO
melalui email atau faksimili dan aslinya dikirimkan melalui jasa kurir kepada Penjamin Emisi Efek yang ditunjuk, pada tempat
dimana FPPO diperoleh dalam bentuk softcopy melalui email.
Pemesanan Obligasi hanya dapat dilakukan melalui alamat email Penjamin Emisi Obligasi pada Bab XIII dengan prosedur
sebagai berikut:
Setiap pihak hanya berhak mengajukan satu FPPO dan wajib diajukan oleh pemesan yang bersangkutan. 1 (satu) alamat email
hanya bisa melakukan 1 (satu) kali pemesanan
Melampirkan fotokopi jati diri (KTP/paspor bagi perorangan dan anggaran dasar bagi badan hukum).
Menyampaikan pemesanan disertai detail Nomor Rekening untuk Pengembalian Kelebihan Pemesanan (Refund) dengan format:
Nama Bank<SPASI>No Rekening<SPASI>Nama Pemilik Rekening. Contoh: BCA 1000567890 Budi
Pemesan akan mendapatkan email balasan yang berisikan:
a. Hasil scan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi (FPPO) asli yang telah diisi secara elektronik sesuai dengan pemesanan
yang disampaikan untuk dicetak dan ditandatangani oleh Pemesan yang bersangkutan; atau
b. Informasi tolakan karena persyaratan tidak lengkap atau email ganda.
Penjamin Emisi Obligasi dan Perseroan berhak untuk menolak pemesanan pembelian Obligasi apabila FPPO tidak diisi dengan
lengkap atau bila persyaratan pemesanan pembelian Obligasi termasuk persyaratan pihak yang berhak melakukan pemesanan,
tidak terpenuhi. Sedangkan, pemesan, tidak dapat membatalkan pembelian Obligasi apabila telah memenuhi persyaratan
pemesanan pembelian.
7. Bukti Tanda Terima Pemesanan Obligasi
Para Penjamin Emisi Obligasi yang menerima pengajuan pemesanan pembelian Obligasi akan menyerahkan kembali kepada
pemesan berupa jawaban konfirmasi email bahwa pengajuan sudah diterima melalui email Penjamin Emisi Obligasi yang
dilampiri 1 (satu) tembusan dari FPPO yang telah ditandatanganinya sebagai bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi.
Bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi tersebut bukan merupakan jaminan dipenuhinya pesanan.
8. Penjatahan Obligasi
Penjatahan akan dilakukan sesuai dengan Peraturan No. IX.A.7 apabila jumlah keseluruhan Obligasi yang dipesan melebihi
jumlah Obligasi yang ditawarkan. Tanggal Penjatahan akan dilakukan pada tanggal 7 Juli 2023.
Setiap Pihak dilarang baik langsung maupun tidak langsung untuk mengajukan lebih dari satu pemesanan Obligasi untuk
Penawaran Umum Obligasi ini. Dalam hal terjadi kelebihan pemesanan Obligasi dan terbukti bahwa Pihak tertentu mengajukan
pemesanan Obligasi melalui lebih dari satu formulir pemesanan untuk Penawaran Umum Obligasi ini, baik secara langsung
maupun tidak langsung, maka untuk tujuan penjatahan Manajer Penjatahan hanya dapat mengikutsertakan satu formulir
pemesanan Obligasi yang pertama kali diajukan oleh pemesan yang bersangkutan.
Penjamin Pelaksana Emisi akan menyampaikan Laporan Hasil Penawaran Umum kepada OJK paling lambat 5 (lima) hari kerja
setelah Tanggal Penjatahan sesuai dengan Peraturan No. IX.A.2.
Manajer Penjatahan, dalam hal ini adalah PT BCA Sekuritas, akan menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan Akuntan kepada
OJK mengenai kewajaran dari pelaksanaan penjatahan dengan berpedoman pada peraturan Bapepam No. VIII.G.12 Tentang
Pedoman Pemeriksaan Oleh Akuntan Atas Pemesanan dan Penjatahan Efek Atau Pembagian Saham Bonus dan Peraturan No.
IX.A.7., paling lambat 30 hari setelah berakhirnya Masa Penawaran Umum.
9. Pembayaran Pemesanan Pembelian Obligasi
Selambat-lambatnya pada tanggal 10 Juli 2023, pemesan harus segera melaksanakan pembayaran yang dapat dilakukan secara
tunai atau transfer yang ditujukan kepada Penjamin Emisi Obligasi tempat mengajukan pemesanan. Dana tersebut harus sudah
efektif pada rekening Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi selambat-lambatnya tanggal 10 Juli 2023 (in good funds) kecuali
Penjamin Emisi Obligasi yang bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, dapat melakukan pembayaran selambat-
lambatnya pada Tanggal Pembayaran yang ditujukan pada rekening di bawah ini:
110
120
Page 141
Obligasi:
PT BCA Sekuritas PT BRI Danareksa Sekuritas
PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Cabang KCK Cabang Bursa Efek Jakarta
No. Rekening: 205-0086448 No. Rekening: 0671.01.000680.30.4
a.n.: PT BCA Sekuritas a.n.: PT BRI Danareksa Sekuritas
Jika pembayaran dilakukan dengan cek atau bilyet giro, maka cek dan bilyet giro yang bersangkutan harus dapat diuangkan
atau ditunaikan dengan segera selambat-lambatnya tanggal 10 Juli 2023 (in good funds) pada rekening tersebut di atas.
Semua biaya atau provisi bank ataupun biaya transfer merupakan beban pemesan. Pemesanan akan dibatalkan jika persyaratan
pembayaran tidak dipenuhi.
10. Pembayaran Penjamin Pelaksana Emisi Kepada Perseroan
Setelah pembayaran (in good funds) telah dilakukan kepada Para Penjamin Emisi Efek, pada tanggal 11 Juli 2023 Penjamin
Pelaksana Emisi selanjutnya harus mentransfer dana hasil Penawaran Umum kepada Perseroan.
11. Distribusi Obligasi Secara Elektronik
Pada Tanggal Emisi yaitu tanggal 11 Juli 2023, Perseroan wajib menerbitkan Sertifikat Jumbo Obligasi untuk diserahkan kepada
KSEI dan memberikan instruksi kepada KSEI untuk mengkreditkan Obligasi pada Rekening Efek Penjamin Pelaksana Emisi
Obligasi di KSEI. Dengan telah dilaksanakannya instruksi tersebut maka pendistribusian Obligasi semata-mata menjadi tanggung
jawab Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan KSEI.
Segera setelah Obligasi dikreditkan pada Rekening Efek Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, Penjamin Pelaksana Emisi
Obligasi memberikan instruksi kepada KSEI untuk mendistribusikan Obligasi kedalam Rekening Efek dari Penjamin Emisi
Obligasi sesuai dengan penyetoran yang telah dilakukan oleh Penjamin Emisi Obligasi menurut Bagian Penjaminan. Dengan
telah dilaksanakannya pendistribusian Obligasi kepada Penjamin Emisi Obligasi maka tanggung jawab pendistribusian Obligasi
selanjutnya kepada Pemegang Obligasi semata-mata menjadi tanggung jawab Penjamin Emisi Obligasi yang bersangkutan.
12. Penundaan Atau Pembatalan Penawaran Umum
1. Dalam jangka waktu sejak Pernyataan Efektif sampai dengan berakhirnya Masa Penawaran, Perseroan dapat menunda
Masa Penawaran untuk masa paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal Pernyataan Efektif atau membatalkan Penawaran
Umum, dengan ketentuan:
a. Terjadi suatu keadaan di luar kemampuan dan kekuasaan Perseroan yaitu:
1) Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek turun melebihi 10% (sepuluh perseratus) selama 3 (tiga) Hari
Bursa berturut-turut;
2 Bencana alam, perang, huru-hara, kebakaran, pemogokan yang berpengaruh secara signifikan terhadap
kelangsungan usaha Perseroan; dan/atau
3) Peristiwa lain yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan yang ditetapkan
oleh OJK berdasarkan Formulir sebagaimana ditentukan dalam Peraturan No.IX.A.2.
b. Dalam hal Perseroan menunda Masa Penawaran atau membatalkan Penawaran Umum, Perseroan wajib
memenuhi ketentuan sebagai berikut:
1) mengumumkan penundaan Masa Penawaran atau pembatalan Penawaran Umum dalam paling kurang 1
(satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang mempunyai peredaran nasional paling lambat 1 (satu)
Hari Kerja setelah penundaan atau pembatalan tersebut. Disamping kewajiban mengumumkan dalam surat
kabar, Perseroan dapat juga mengumumkan informasi tersebut dalam media massa lainnya;
2) menyampaikan informasi penundaan Masa Penawaran Umum atau pembatalan Penawaran Umum tersebut
kepada OJK pada hari yang sama dengan pengumuman sebagaimana dimaksud dalam butir 1);
3) menyampaikan bukti pengumuman sebagaimana dimaksud dalam butir 1) kepada OJK paling lambat 1 (satu)
Hari Kerja setelah pengumuman dimaksud; dan
4) Perseroan yang menunda Masa Penawaran atau membatalkan Penawaran Umum yang sedang dilakukan
dalam hal pesanan Efek telah dibayar maka Perseroan wajib mengembalikan uang pemesanan Efek kepada
pemesan paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sejak keputusan penundaan atau pembatalan tersebut.
2. Perseroan yang melakukan penundaan sebagaimana dimaksud dalam Angka 1 huruf a butir 1), dan akan memulai
kembali Masa Penawaran berlaku ketentuan sebagai berikut:
111
121
Page 142
a. dalam hal penundaan Masa Penawaran disebabkan oleh kondisi sebagaimana dimaksud dalam Angka 1 huruf a
butir 1), maka Perseroan wajib memulai kembali Masa Penawaran paling lambat 8 (delapan) Hari Kerja setelah
indeks harga saham gabungan di Bursa Efek mengalami peningkatan paling sedikit 50% (lima puluh perseratus)
dari total penurunan indeks harga saham gabungan yang menjadi dasar penundaan;
b. dalam hal indeks harga saham gabungan di Bursa Efek mengalami penurunan kembali sebagaimana dimaksud
dalam Angka 1 huruf a butir 1), maka Perseroan dapat melakukan kembali penundaan Masa Penawaran;
c. Perseroan wajib menyampaikan kepada OJK informasi mengenai jadwal Penawaran Umum dan informasi
tambahan lainnya, termasuk informasi peristiwa material yang terjadi setelah penundaan Masa Penawaran (jika
ada) dan mengumumkannya dalam paling kurang 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang mempunyai
peredaran nasional paling lambat 1 (satu) Hari Kerja sebelum dimulainya lagi Masa Penawaran. Disamping
kewajiban mengumumkan dalam surat kabar, Perseroan dapat juga mengumumkan dalam media massa lainnya;
dan
d. wajib menyampaikan bukti pengumuman sebagaimana dimaksud dalam huruf c kepada OJK paling lambat 1 (satu)
Hari Kerja setelah pengumuman dimaksud.
13. Pengembalian Uang Pemesanan Obligasi
Dalam hal suatu pemesanan Efek ditolak sebagian atau seluruhnya akibat penjatahan, maka uang pemesanan harus
dikembalikan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi kepada para pemesan paling lambat 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal
Penjatahan. Pengembalian uang dapat dilakukan dalam bentuk pemindahbukuan ke rekening atas nama pemesan atau melalui
instrumen pembayaran lainnya dalam bentuk cek atau bilyet giro yang dapat diambil langsung oleh pemesan yang bersangkutan
pada Penjamin Emisi Efek dimana pemesanan diajukan dengan menyerahkan bukti tanda terima pemesanan Obligasi dan bukti
jati diri.
Jika terjadi keterlambatan maka pihak yang menyebabkan keterlambatan yaitu Penjamin Emisi Efek dan/atau Penjamin
Pelaksana Emisi Efek wajib membayar Denda kepada para pemesan untuk tiap hari keterlambatan sebesar 1% (satu persen)
per tahun di atas tingkat Bunga Obligasi dari jumlah dana yang terlambat dibayar. Denda tersebut dihitung dengan ketentuan 1
(satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender untuk setiap hari keterlambatan mulai Hari Kalender ke-3 setelah
Tanggal Penjatahan.
Pembayaran denda dilakukan dengan cara transfer melalui rekening para pemesan. Pembayaran Denda dapat dilakukan dalam
bentuk pemindahbukuan ke rekening atas nama pemesan atau melalui instrumen pembayaran lainnya dalam bentuk cek atau
bilyet giro yang dapat diambil langsung oleh pemesan yang bersangkutan pada Penjamin Emisi Efek dimana pemesanan
diajukan dengan menyerahkan bukti tanda terima pemesanan Obligasi dan bukti jati diri.
Jika terjadi penundaan Masa Penawaran Umum atau pembatalan Penawaran maka ketentuan pengembalian uang pemesan
Obligasi adalah sebagai berikut:
a. Jika uang pemesanan Obligasi telah diterima oleh Penjamin Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi,
maka Penjamin Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi wajib mengembalikan uang pemesanan
tersebut kepada para pemesan paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sejak keputusan penundaan atau pembatalan tersebut.
b. Jika terjadi keterlambatan atas pengembalian uang pemesanan, maka pihak yang menyebabkan keterlambatan yaitu
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Emisi Obligasi wajib membayar denda kepada para pemesan untuk
tiap hari keterlambatan sebesar 1% (satu persen) per tahun di atas tingkat Bunga Obligasi dari jumlah dana yang terlambat
dibayar. Denda tersebut dihitung dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari kalender dan 1
(satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender untuk setiap hari keterlambatan mulai Hari Kalender ke-3 sejak keputusan
pembatalan atau penundaan Penawaran Umum.
Dalam hal terjadi hal yang menyebabkan tidak terpenuhinya persyaratan pencatatan pada Bursa Efek, maka ketentuan
pengembalian uang pemesan Obligasi adalah sebagai berikut:
a. Jika pencatatan Obligasi di Bursa Efek tidak dapat dilakukan dalam jangka waktu 1 (satu) Hari Kerja setelah Tanggal
Distribusi karena persyaratan pencatatan tidak dipenuhi, Penawaran Umum atas Obligasi batal demi hukum dan
pembayaran pesanan Obligasi dimaksud wajib dikembalikan kepada pemesan oleh Perseroan, yang pengembalian
pembayarannya melalui KSEI paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sejak batalnya Penawaran Umum.
b. Apabila terjadi keterlambatan pengembalian uang pemesanan yang telah diterima oleh Perseroan, maka pihak yang
menyebabkan tidak terpenuhinya persyaratan pencatatan pada Bursa Efek yaitu Perseroan wajib membayar denda kepada
para pemesan untuk tiap hari keterlambatan sebesar 1% (satu persen) per tahun di atas tingkat Bunga Obligasi dari jumlah
dana yang terlambat dibayar. Denda tersebut dihitung dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh)
Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender untuk setiap hari keterlambatan mulai Hari Kalender
ke-3 sejak sejak batalnya Penawaran Umum.
112
122
Page 143
14. Lain-Lain
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi berhak untuk menerima atau menolak pemesanan pembelian Obligasi secara keseluruhan
atau sebagian dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
113
123
Page 144
Halaman ini sengaja dikosongkan
124
Page 145
XIV. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN
OBLIGASI
Prospektus dan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi dapat diperoleh mulai tanggal 4 Juli 2023 hingga tanggal 6 Juli 2023 paling
lambat pukul 16.00 WIB pada kantor atau melalui email para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi di bawah ini:
PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI
PT BCA Sekuritas PT BRI Danareksa Sekuritas
(Terafiliasi)
Menara BCA – Grand Indonesia, Lantai 41 Gedung BRI II Lt.23
Jl. M.H. Thamrin No. 1 Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46
Jakarta 10310 Jakarta 10210, Indonesia
Telepon: (021) 23587222 Tel. (021) 5091 4100
Faksimili: (021) 23587290/7250/7300 Fax. (021) 2520 990
www.bcasekuritas.co.id www.bridanareksasekuritas.co.id
Email: cf@bcasekuritas.co.id; Email: ib-group1@brids.co.id &
dcm@bcasekuritas.co.id debtcapitalmarket@brids.co.id
114
125
Page 146
Halaman ini sengaja dikosongkan
126
Page 147
XV. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM
115
127
Page 148
128
Page 149
129
Page 150
130
Page 151
131
Page 152
132
Page 153
133
Page 154
134
Page 155
135
Page 156
136
Page 157
137
Page 158
138
Page 159
139
Page 160
140
Page 161
XVI. LAPORAN KEUANGAN
116
141
Page 162
PT BRI Multifinance Indonesia
Laporan keuangan tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut
beserta laporan-laporan auditor independen/
Financial statements as of December 31, 2022 and 2021
and for the years then ended
with independent auditor’s reports
142
Page 163
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
LAPORAN KEUANGAN FINANCIAL STATEMENTS
TANGGAL 31 DESEMBER 2022 DAN 2021 AS OF DECEMBER 31, 2022 AND 2021
SERTA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA AND FOR
TANGGAL-TANGGAL TERSEBUT THE YEARS THEN ENDED
BESERTA LAPORAN-LAPORAN WITH INDEPENDENT AUDITORS’ REPORTS
AUDITOR INDEPENDEN
Daftar Isi Table of Contents
Halaman/Page
Surat Pernyataan Direksi Statement Letter of the Board of Directors
Laporan-Laporan Auditor Independen Independent Auditors’ Reports
Laporan Posisi Keuangan ………………………………. 1-2 ……………………….Statements of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Statements of Profit or Loss and
Penghasilan Komprehensif Lain ………………… 3-4 ……………………… Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas ……………………………. 5 ………………………Statements of Changes in Equity
Laporan Arus Kas………………………………………… 6-7 ………………………………Statements of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan .................................. 8-134 ……………………. Notes to the Financial Statements
************************
143
Page 164
144
Page 165
The original report included herein is in the Indonesian
language.
The original report included herein is in the Indonesian
language.
Laporan Auditor Independen Independent Auditor’s Report
Laporan No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681- Report No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681-
3/1/V/2023
Laporan Auditor Independen 3/1/V/2023 Auditor’s Report
Independent
Laporan No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681- Report No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681-
Pemegang Saham, Dewan Komisaris, dan Direksi
3/1/V/2023 The Shareholders, Boards of Commissioners
3/1/V/2023
and Directors
PT BRI Multifinance Indonesia PT BRI Multifinance Indonesia
Pemegang Saham, Dewan Komisaris, dan Direksi The Shareholders, Boards of Commissioners
Opini and Directors
Opinion
PT BRI Multifinance Indonesia PT BRI Multifinance Indonesia
Kami telah mengaudit laporan keuangan We have audited the accompanying financial
PT BRI Multifinance Indonesia (“Perusahaan”)
Opini statements
Opinion of PT BRI Multifinance Indonesia (the
terlampir, yang terdiri dari laporan posisi “Company”), which comprise the statement of
keuangan
Kami telahtanggal 31 Desember
mengaudit laporan2022, serta
keuangan financial
We haveposition of 31
auditedasthe December 2022,
accompanying and
financial
laporan
PT BRI laba rugi dan Indonesia
Multifinance penghasilan(“Perusahaan”)
komprehensif the statements
statements of profit
of PT BRI or loss
Multifinance and other
Indonesia (the
terlampir, perubahan
lain, laporanyang ekuitas,
terdiri dari dan laporanposisi
laporan arus comprehensive
“Company”), income,
which changes
comprise theinstatement
equity, andof
keuangan tahun yang
kas untuk tanggal berakhir pada
31 Desember 2022,tanggal
serta cash flows
financial for theas
position year
of then ended, and
31 December notesand
2022, to
tersebut,laba
laporan danrugicatatan atas laporan
dan penghasilan keuangan,
komprehensif the financial statements,
statements of profitincluding
or loss a summary
and otherof
termasuk
lain, ikhtisar
laporan kebijakan
perubahan akuntansi
ekuitas, signifikan.
dan laporan arus significant accounting
comprehensive policies.
income, changes in equity, and
kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal cash flows for the year then ended, and notes to
Menurut opini
tersebut, dan kami, laporan
catatan atas keuangan terlampir
laporan keuangan, In financial
the our opinion, the accompanying
statements, financial
including a summary of
menyajikan
termasuk secarakebijakan
ikhtisar wajar, dalam semua
akuntansi hal yang
signifikan. statementsaccounting
significant present policies.
fairly, in all material
material, posisi keuangan Perusahaan tanggal respects, the financial position of the Company as
31 Desember
Menurut opini 2022, serta kinerja
kami, laporan keuangan
keuangan dan
terlampir of 31 opinion,
In our Decemberthe2022 and its financial
accompanying
arus kasnyasecara
menyajikan untukwajar,
tahundalam
yangsemua
berakhirhal pada
yang performance present
statements and cash fairly,
flows forin theall year then
material
tanggal tersebut,
material, posisi sesuai dengan
keuangan Standar Akuntansi
Perusahaan tanggal ended, inthe
respects, accordance with Indonesian
financial position Financial
of the Company as
Keuangan
31 Desember di Indonesia.
2022, serta kinerja keuangan dan Accounting
of Standards.2022 and its financial
31 December
arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada performance and cash flows for the year then
tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi ended, in accordance with Indonesian Financial
Keuangan di Indonesia. Accounting Standards.
i
i
145
Page 166
The original report included herein is in the Indonesian
language.
Laporan Auditor Independen (lanjutan) Independent Auditor’s Report (continued)
Laporan No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681- Report No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681-
3/1/V/2023 (lanjutan) 3/1/V/2023 (continued)
Basis opini Basis for opinion
Kami melaksanakan audit kami berdasarkan We conducted our audit in accordance with
Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Standards on Auditing established by the
Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”). Tanggung jawab Indonesian Institute of Certified Public
kami menurut standar tersebut diuraikan lebih Accountants (“IICPA”). Our responsibilities under
lanjut dalam paragraf Tanggung Jawab Auditor those standards are further described in the
terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada Auditor’s Responsibilities for the Audit of the
laporan kami. Kami independen terhadap Financial Statements paragraph of our report. We
Perusahaan berdasarkan ketentuan etika yang are independent of the Company in accordance
relevan dalam audit kami atas laporan keuangan di with the ethical requirements relevant to our
Indonesia, dan kami telah memenuhi tanggung audit of the financial statements in Indonesia, and
jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan we have fulfilled our other ethical responsibilities
tersebut. Kami yakin bahwa bukti audit yang telah in accordance with such requirements. We
kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk believe that the audit evidence we have obtained
menyediakan suatu basis bagi opini audit kami. is sufficient and appropriate to provide a basis for
our opinion.
Hal audit utama Key audit matter
Hal audit utama adalah hal-hal yang, menurut Key audit matters are those matters that, in our
pertimbangan profesional kami, merupakan hal professional judgment, were of most significance
paling signifikan dalam audit kami atas laporan in our audit of the financial statements of the
keuangan periode kini. Hal audit utama tersebut current period. Such key audit matters were
disampaikan dalam konteks audit kami atas addressed in the context of our audit of the
laporan keuangan secara keseluruhan dan dalam financial statements taken as a whole, and in
merumuskan opini audit kami atas laporan forming our audit opinion thereon, and we do not
keuangan terkait, dan kami tidak menyatakan provide a separate opinion on such key audit
suatu opini terpisah atas hal audit utama tersebut. matters. For the key audit matter below, our
Untuk hal audit utama di bawah ini, penjelasan description of how our audit addressed such key
kami tentang bagaimana audit kami merespons hal audit matter is provided in such context.
tersebut disampaikan dalam konteks tersebut.
Kami telah memenuhi tanggung jawab yang We have fulfilled the responsibilities described in
diuraikan dalam paragraf Tanggung Jawab Auditor the Auditors’ Responsibilities for the Audit of the
terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada Financial Statements paragraph of our report,
laporan kami, termasuk sehubungan dengan hal including in relation to the key audit matter
audit utama yang dikomunikasikan di bawah ini. communicated below. Accordingly, our audit
Oleh karena itu, audit kami mencakup pelaksanaan included the performance of procedures
prosedur yang dirancang untuk merespons designed to respond to our assessment of the
penilaian kami atas risiko kesalahan penyajian risks of material misstatement of the
material dalam laporan keuangan terlampir. Hasil accompanying financial statements. The results
prosedur audit kami, termasuk prosedur yang of our audit procedures, including the procedures
dilakukan untuk merespons hal audit utama di performed to address the key audit matter below,
bawah ini, menyediakan basis bagi opini kami atas provide the basis for our audit opinion on the
laporan keuangan terlampir. accompanying financial statements.
ii
146
Page 167
The original report included herein is in the Indonesian
language.
Laporan Auditor Independen (lanjutan) Independent Auditor’s Report (continued)
Laporan No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681- Report No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681-
3/1/V/2023 (lanjutan) 3/1/V/2023 (continued)
Hal audit utama (lanjutan) Key audit matter (continued)
Cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang Allowance for impairment losses on consumer
pembiayaan konsumen, piutang sewa financing receivables, finance lease receivables
pembiayaan dan anjak piutang (piutang and factoring receivables (financing
pembiayaan) receivables)
Penjelasan atas hal audit utama: Description of key audit matter:
Pada tanggal 31 Desember 2022, total saldo As of December 31, 2022, the total balance of
piutang pembiayaan konsumen, piutang sewa consumer financing receivables, finance lease
pembiayaan dan anjak piutang (piutang receivables and factoring receivables (financing
pembiayaan) adalah sebesar Rp6.474.060.618 receivables) amounted to Rp6.474.060.618
juta yang merupakan 88,36% dari total aset million which represented 88.36% of the total
Perusahaan. assets of the Company.
Perusahaan melakukan analisis penurunan nilai The Company performs its impairment analysis
atas piutang pembiayaan dengan pendekatan of the financing receivables with a forward-
Kerugian Kredit Ekspektasian (“ECL”) masa depan. looking Expected Credit Losses (“ECL”)
Pengukuran ECL memerlukan penerapan approach. The measurement of ECL requires the
pertimbangan yang signifikan dan menggunakan application of significant judgment and using risk
model parameter risiko yang memasukkan parameter model that incorporates key
parameter-parameter kunci, antara lain probability parameters, including probability of default, loss
of default, loss given default, exposure at default given default, exposure at default and discount
dan tingkat diskonto. Area utama pertimbangan rates. Key areas of significant judgments and
dan estimasi signifikan meliputi: segmentasi estimates include: segmenting the Company’s
eksposur risiko kredit Perusahaan; menentukan credit risk exposures; determining the method to
metode untuk memperkirakan ECL; mendefinisikan estimate ECL; defining default; identifying
gagal bayar; mengidentifikasi eksposur dengan exposures with significant deterioration in credit
penurunan kualitas kredit yang signifikan, quality, determining assumptions used in the ECL
menentukan asumsi yang digunakan dalam model model such as the counterparty collectability, the
ECL seperti kolektibilitas rekanan, perkiraan umur expected life of the financial asset, expected
aset keuangan, pemulihan yang diharapkan dari recoveries from defaulted accounts, and impact
akun gagal bayar, dan dampak pertanggungan of credit enhancements extended by any party;
kredit yang diberikan oleh pihak mana pun; dan and incorporating forward-looking information
menggabungkan informasi berwawasan ke depan and the application of economic scenarios and
dan penerapan skenario dan bobot ekonomi, weightings, determining management overlay
menentukan penyesuaian overlay manajemen adjustments due to significant uncertain factors
karena faktor ketidakpastian signifikan yang tidak not covered in the models, in calculating ECL.
tercakup dalam model, dalam menghitung ECL.
iii
147
Page 168
The original report included herein is in the Indonesian
language.
Laporan Auditor Independen (lanjutan) Independent Auditor’s Report (continued)
Laporan No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681- Report No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681-
3/1/V/2023 (lanjutan) 3/1/V/2023 (continued)
Hal audit utama (lanjutan) Key audit matters (continued)
Cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang Allowance for impairment losses on consumer
pembiayaan konsumen, piutang sewa financing receivables, finance lease receivables
pembiayaan dan anjak piutang (piutang and factoring receivables (financing
pembiayaan) (lanjutan) receivables) (continued)
Ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan The summary of significant accounting policies is
diungkapkan dalam Catatan 2, pengungkapan disclosed in Note 2, the disclosures of significant
pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi accounting judgments, estimates and
signifikan dalam Catatan 3 dan pengungkapan assumptions in Note 3 and the disclosures of
piutang pembiayaan konsumen, piutang sewa consumer financing receivables, finance lease
pembiayaan, anjak piutang dan cadangan kerugian receivables, factoring receivables and its
penurunan nilainya dan manajemen risiko kredit allowances for impairment losses and credit risk
masing-masing pada Catatan 5,6,7, dan 35 atas management in Notes 5,6,7 and 35, respectively,
laporan keuangan. to the financial statements.
Respon audit: Audit response:
Prosedur audit kami mencakup penilaian Our audit procedures included the assessment of
pengendalian utama atas originasi, segmentasi, key controls over the origination, segmentation,
penilaian kualitas kredit internal secara berkala, regular internal credit quality assessments,
pencatatan dan pemantauan piutang pembiayaan. recording and monitoring of the financing
Kami juga memperoleh pemahaman tentang receivables. We also obtained understanding of
metodologi ECL, model, asumsi, dan input data the ECL methodologies, models, assumptions and
yang digunakan untuk menghitung ECL. data inputs used to calculate the ECL.
Kami menilai segmentasi eksposur risiko kredit We assessed the Company’s segmentation of its
Perusahaan berdasarkan homogenitas credit risk exposure based on homogeneity of
karakteristik risiko kredit. Kami juga menguji credit risk characteristics. We also tested the
klasifikasi tiga tahap kualitas kredit portofolio classification of three stages credit quality of
pembiayaan sesuai dengan kriteria tingkatan financing portfolios in accordance with staging
(staging) yang dikembangkan Perusahaan. Kami criteria developed by the Company. We obtained
memperoleh pemahaman dan menilai metodologi understanding and assessed the impairment
pengukuran penurunan nilai, pemeliharaan dan measurement methodologies, maintenance and
validasi model ECL. Kami menguji kelengkapan dan validation of ECL models. We tested the
keakuratan input data, dasar dan asumsi yang completeness and accuracy of data inputs, basis
digunakan Perusahaan, termasuk dampak pandemi and assumptions used by the Company, including
coronavirus, dalam menghitung ECL. the impact of coronavirus pandemic, in
calculating the ECL.
iv
148
Page 169
The original report included herein is in the Indonesian
language.
Laporan Auditor Independen (lanjutan) Independent Auditor’s Report (continued)
Laporan No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681- Report No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681-
3/1/V/2023 (lanjutan) 3/1/V/2023 (continued)
Hal audit utama (lanjutan) Key audit matters (continued)
Cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang Allowance for impairment losses on consumer
pembiayaan konsumen, piutang sewa financing receivables, finance lease receivables
pembiayaan dan anjak piutang (piutang and factoring receivables (financing
pembiayaan) (lanjutan) receivables) (continued)
Respon audit: (lanjutan) Audit response: (continued)
Untuk staging dan identifikasi eksposur kredit For staging and identification of credit exposures
dengan penurunan kualitas kredit yang signifikan, with significant deterioration in credit quality, we
kami menilai dan menguji kewajaran kriteria assessed and tested the reasonableness of the
perpindahan yang diterapkan oleh Perusahaan. transfer criteria applied by the Company.
Untuk pengukuran ECL, melalui pengujian ulang, For the measurement of ECL, through
kami menilai dan menguji model ECL Perusahaan, reperformance testing, we assessed and tested
termasuk input model, desain model, dan kinerja the Company’s ECL models, including model
model untuk semua portofolio pembiayaan. Kami inputs, model design and model performance for
juga melakukan pengujian apakah pengalaman all financing portfolios. We also challenged
historis mewakili keadaan saat ini dan kerugian whether historical experience is representative of
terkini yang terjadi dalam portofolio dan menilai current circumstances and of the recent losses
kewajaran penyesuaian asumsi masa depan, incurred in the portfolios and assessed the
korelasi faktor ekonomi makro melalui uji statistik, reasonableness of forward-looking adjustments,
beberapa skenario probabilitas, dan sensitivitas correlation of macroeconomic factor through
ketentuan kolektif terhadap perubahan dalam statistical test, probability-weighted multiple
asumsi pemodelan. Kami menguji loss given scenarios and sensitivity of collective provisions
default dengan memeriksa pemulihan historis dan to changes in modelling assumptions. We tested
biaya terkait serta penghapusan. loss given default by inspecting historical
recoveries and related costs and write-offs.
Selain itu, kami mengevaluasi rasionalitas In addition, we evaluated the rationality of the
penyesuaian overlay manajemen yang merupakan management overlay adjustments which are
bagian dari pertimbangan dan estimasi signifikan subject to significant judgments and estimates by
oleh manajemen. Sebagai bagian dari evaluasi the management. As part of our evaluation, we
kami, kami mempertimbangkan informasi considered the financial and non-financial
keuangan dan non-keuangan peminjam, bukti information of borrowers, relevant external
eksternal yang relevan, dan faktor lainnya, untuk evidence, and other factors to assess the
menilai kesesuaian identifikasi manajemen atas appropriateness of management’s identification
penyesuaian overlay dan memeriksa keakuratan of overlay adjustments and tested the accuracy
perhitungan matematis yang relevan. of the relevant mathematical calculations.
Kami melibatkan spesialis internal kami dalam We involved our internal specialists in the
pelaksanaan prosedur di atas. performance of the above procedures.
v
149
Page 170
The original report included herein is in the Indonesian
language.
Laporan Auditor Independen (lanjutan) Independent Auditor’s Report (continued)
Laporan No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681- Report No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681-
3/1/V/2023 (lanjutan) 3/1/V/2023 (continued)
Hal audit utama (lanjutan) Key audit matters (continued)
Cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang Allowance for impairment losses on consumer
pembiayaan konsumen, piutang sewa financing receivables, finance lease receivables
pembiayaan dan anjak piutang (piutang and factoring receivables (financing
pembiayaan) (lanjutan) receivables) (continued)
Respon audit: (lanjutan) Audit response: (continued)
Kami juga menilai apakah pengungkapan laporan We also assessed whether the financial
keuangan secara memadai dan tepat statements disclosures are adequately and
mencerminkan eksposur Perusahaan terhadap appropriately reflecting the Company’s
risiko kredit. exposures to credit risk.
Hal-hal lain Other matters
Laporan ini diterbitkan dengan tujuan hanya This report has been prepared solely for inclusion
untuk dicantumkan dalam dokumen penawaran in the offering document in connection with the
sehubungan dengan rencana penawaran efek proposed offering of debt securities of the
utang Perusahaan berdasarkan peraturan dan Company in reliance on rules and regulations of
ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (“Penawaran the Indonesia Financial Services Authority
Umum”), serta tidak ditujukan, dan tidak (“Public Offering”), and is not intended to be, and
diperkenankan untuk digunakan untuk tujuan lain. should not be, used for any other purposes.
Kami sebelumnya telah menerbitkan laporan We have previously issued our independent
auditor independen kami No. auditor’s report NO.
00588/2.1032/AU.1/09/1681-3/1/IV/2023 00588/2.1032/AU.1/09/1681-3/1/IV/2023
tertanggal 3 April 2023 atas laporan keuangan dated April 3,2023 on the financial statements of
Perusahaan tanggal 31 Desember 2022 serta the Company as of December 31, 2022 and for
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, the year then ended, prior to the reissuance of
sebelum penerbitan kembali laporan keuangan such financial statements with certain additional
tersebut dengan pengungkapan tambahan disclosures in connection with the proposed
tertentu sehubungan dengan rencana Penawaran Public Offering.
Umum.
Informasi lain Other information
Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Management is responsible for the other
Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum information. Other information comprises the
dalam Laporan Tahunan Tahun 2022 (“Laporan information included in the Annual Report Year
Tahunan”) selain laporan keuangan konsolidasian 2022 (the “Annual Report”) other than the
terlampir dan laporan auditor independen kami. . accompanying consolidated financial statements
and our independent auditor’s report thereon.
vi
150
Page 171
The original report included herein is in the Indonesian
language.
Laporan Auditor Independen (lanjutan) Independent Auditor’s Report (continued)
Laporan No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681- Report No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681-
3/1/V/2023 (lanjutan) 3/1/V/2023 (continued)
Informasi lain (lanjutan) Other information (continued)
Opini kami atas laporan keuangan terlampir tidak Our opinion on the accompanying financial
mencakup Laporan Tahunan, dan oleh karena itu, statements does not cover the Annual Report,
kami tidak menyatakan bentuk keyakinan apapun and accordingly, we do not express any form of
atas Laporan Tahunan tersebut. assurance on the Annual Report.
Sehubungan dengan audit kami atas laporan In connection with our audit of the accompanying
keuangan terlampir, tanggung jawab kami adalah financial statements, our responsibility is to read
untuk membaca Laporan Tahunan ketika tersedia the Annual Report when it becomes available
dan, dalam melaksanakannya, mempertimbangkan and, in doing so, consider whether the Annual
apakah Laporan Tahunan mengandung Report is materially inconsistent with the
ketidakkonsistensian material dengan laporan accompanying financial statements or our
keuangan terlampir atau pemahaman yang kami knowledge obtained in the audit, or otherwise
peroleh selama audit, atau mengandung kesalahan appears to be materially misstated.
penyajian material.
Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami When we read the Annual Report, if we conclude
menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan that there is a material misstatement therein, we
penyajian material di dalamnya, kami diharuskan are required to communicate the matter to those
untuk mengomunikasikan hal tersebut kepada charged with governance and take appropriate
pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan actions based on the applicable laws and
melakukan tindakan yang tepat berdasarkan regulations.
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tanggung jawab manajemen dan pihak yang Responsibilities of management and those
bertanggung jawab atas tata kelola terhadap charged with governance for the financial
laporan keuangan statements
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan Management is responsible for the preparation
dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut and fair presentation of the financial statements
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di in accordance with Indonesian Financial
Indonesia, dan atas pengendalian internal yang Accounting Standards, and for such internal
dianggap perlu oleh manajemen untuk control as management determines is necessary
memungkinkan penyusunan laporan keuangan to enable the preparation of financial statements
yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik that are free from material misstatement,
yang disebabkan oleh kecurangan maupun whether due to fraud or error.
kesalahan.
Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen In preparing the financial statements,
bertanggung jawab untuk menilai kemampuan management is responsible for assessing the
Perusahaan dalam mempertahankan Company’s ability to continue as a going concern,
kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai disclosing, as applicable, matters related to going
dengan kondisinya, hal-hal yang berkaitan dengan concern, and using the going concern basis of
kelangsungan usaha, dan menggunakan basis accounting, unless management either intends to
akuntansi kelangsungan usaha, kecuali manajemen liquidate the Company or to cease its operations,
memiliki intensi untuk melikuidasi Perusahaan atau or has no realistic alternative but to do so.
menghentikan operasinya, atau tidak memiliki
alternatif yang realistis selain melaksanakannya.
vii
151
Page 172
The original report included herein is in the Indonesian
language.
Laporan Auditor Independen (lanjutan) Independent Auditor’s Report (continued)
Laporan No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681- Report No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681-
3/1/V/2023 (lanjutan) 3/1/V/2023 (continued)
Informasi lain (lanjutan) Other information (continued)
Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola Those charged with governance are responsible
bertanggung jawab untuk mengawasi proses for overseeing the Company’s financial reporting
pelaporan keuangan Perusahaan. process.
Tanggung jawab auditor terhadap audit atas Auditor’s responsibilities for the audit of the
laporan keuangan financial statements
Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan Our objectives are to obtain reasonable
memadai tentang apakah laporan keuangan secara assurance about whether the financial
keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian statements taken as a whole are free from
material, baik yang disebabkan oleh kecurangan material misstatement, whether due to fraud or
maupun kesalahan, dan untuk menerbitkan error, and to issue an independent auditor’s
laporan auditor independen yang mencakup opini report that includes our opinion. Reasonable
kami. Keyakinan memadai merupakan suatu assurance is a high level of assurance, but is not
tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan a guarantee that an audit conducted in
suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan accordance with Standards on Auditing
berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh established by the IICPA will always detect a
IAPI akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material misstatement when it exists.
material ketika hal tersebut ada. Kesalahan Misstatements can arise from fraud or error and
penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan are considered material if, individually or in the
maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik aggregate, they could reasonably be expected to
secara individual maupun agregat, dapat influence the economic decisions of users taken
diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi on the basis of these financial statements.
keputusan ekonomi yang dibuat oleh pengguna
berdasarkan laporan keuangan tersebut.
viii
152
Page 173
The original report included herein is in the Indonesian
language.
Laporan Auditor Independen (lanjutan) Independent Auditor’s Report (continued)
Laporan No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681- Report No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681-
3/1/V/2023 (lanjutan) 3/1/V/2023 (continued)
Tanggung jawab auditor terhadap audit atas Auditor’s responsibilities for the audit of the
laporan keuangan (lanjutan) financial statements (continued)
Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan As part of an audit in accordance with Standards
Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, kami on Auditing established by the IICPA, we exercise
menerapkan pertimbangan profesional dan professional judgment and maintain professional
mempertahankan skeptisisme profesional selama skepticism throughout the audit. We also:
audit. Kami juga:
Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan Identify and assess the risks of material
penyajian material dalam laporan keuangan, misstatement of the financial statements,
baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun whether due to fraud or error, design and
kesalahan, mendesain dan melaksanakan perform audit procedures responsive to such
prosedur audit yang responsif terhadap risiko risks, and obtain audit evidence that is
tersebut, serta memeroleh bukti audit yang sufficient and appropriate to provide a basis
cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi for our audit opinion. The risk of not detecting
opini audit kami. Risiko tidak terdeteksinya a material misstatement resulting from fraud
suatu kesalahan penyajian material yang is higher than for one resulting from error, as
disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi fraud may involve collusion, forgery,
daripada yang disebabkan oleh kesalahan, intentional omissions, misrepresentations, or
karena kecurangan dapat melibatkan kolusi, override of internal control.
pemalsuan, penghilangan secara sengaja,
pernyataan salah, atau pengabaian atas
pengendalian internal.
Memeroleh suatu pemahaman tentang Obtain an understanding of internal control
pengendalian internal yang relevan dengan relevant to the audit in order to design audit
audit untuk mendesain prosedur audit yang procedures that are appropriate in the
tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan circumstances, but not for the purpose of
untuk tujuan menyatakan opini audit atas expressing an audit opinion on the
keefektivitasan pengendalian internal effectiveness of the Company’s internal
Perusahaan. control.
Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi Evaluate the appropriateness of accounting
yang digunakan serta kewajaran estimasi policies used and the reasonableness of
akuntansi dan pengungkapan terkait yang accounting estimates and related disclosures
dibuat oleh manajemen. made by management
ix
153
Page 174
The original report included herein is in the Indonesian
language.
Laporan Auditor Independen (lanjutan) Independent Auditor’s Report (continued)
Laporan No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681- Report No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681-
3/1/V/2023 (lanjutan) 3/1/V/2023 (continued)
Tanggung jawab auditor terhadap audit atas Auditors’ responsibilities for the audit of the
laporan keuangan (lanjutan) financial statements (continued)
Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan As part of an audit in accordance with Standards
Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, kami on Auditing established by the IICPA, we exercise
menerapkan pertimbangan profesional dan professional judgment and maintain professional
mempertahankan skeptisisme profesional selama skepticism throughout the audit. We also:
audit. Kami juga: (lanjutan) (continued)
Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis Conclude on the appropriateness of
akuntansi kelangsungan usaha oleh management's use of the going concern basis
manajemen dan, berdasarkan bukti audit yang of accounting and, based on the audit
diperoleh, apakah terdapat suatu evidence obtained, whether a material
ketidakpastian material yang terkait dengan uncertainty exists related to events or
peristiwa atau kondisi yang dapat conditions that may cast significant doubt on
menyebabkan keraguan signifikan atas the Company's ability to continue as a going
kemampuan Perusahaan untuk concern. If we conclude that a material
mempertahankan kelangsungan usahanya. uncertainty exists, we are required to draw
Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat attention in our independent auditor’s report
suatu ketidakpastian material, kami diharuskan to the related disclosures in the financial
untuk menarik perhatian dalam laporan auditor statements or, if such disclosures are
independen kami ke pengungkapan terkait inadequate, to modify our opinion. Our
dalam laporan keuangan atau, jika conclusion is based on the audit evidence
pengungkapan tersebut tidak memadai, obtained up to the date of our independent
memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami auditor’s report. However, future events or
didasarkan pada bukti audit yang diperoleh conditions may cause the Company to cease
hingga tanggal laporan auditor independen to continue as a going concern.
kami. Namun, peristiwa atau kondisi masa
depan dapat menyebabkan Perusahaan tidak
dapat mempertahankan kelangsungan usaha.
Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi Evaluate the overall presentation, structure,
laporan keuangan secara keseluruhan, and content of the financial statements,
termasuk pengungkapannya, dan apakah including the disclosures, and whether the
laporan keuangan mencerminkan transaksi dan financial statements represent the underlying
peristiwa yang mendasarinya dengan suatu transactions and events in a manner that
cara yang mencapai penyajian wajar. achieves fair presentation.
Kami mengomunikasikan kepada pihak yang We communicate with those charged with
bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, governance regarding, among other matters, the
antara lain, ruang lingkup dan saat yang planned scope and timing of the audit and
direncanakan atas audit serta temuan audit significant audit findings, including any
signifikan, termasuk setiap defisiensi signifikan significant deficiencies in internal control that we
dalam pengendalian internal yang teridentifikasi identify during our audit.
oleh kami selama audit.
x
154
Page 175
The original report included herein is in the Indonesian
language.
The original report included herein is in the Indonesian
language.
Laporan Auditor Independen (lanjutan) Independent Auditor’s Report (continued)
Laporan Auditor Independen (lanjutan) Independent Auditor’s Report (continued)
Laporan No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681- Report No. 01348/2.1032/AU.1/09/1681-
3/1/V/2023No.
Laporan (lanjutan)
01348/2.1032/AU.1/09/1681- 3/1/V/2023
Report No.(continued)
01348/2.1032/AU.1/09/1681-
3/1/V/2023 (lanjutan) 3/1/V/2023 (continued)
Tanggung jawab auditor terhadap audit atas Auditor’s responsibilities for the audit of the
laporan keuangan
Tanggung jawab (lanjutan)
auditor terhadap audit atas financial
Auditor’sstatements (continued)
responsibilities for the audit of the
laporan keuangan (lanjutan) financial statements (continued)
Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada We also provide those charged with governance
Kami yangmemberikan
pihak juga bertanggungsuatu jawab atas tatakepada
pernyataan kelola with a statement
We also provide hosethatcharged
we havewithcomplied
governancewith
pihak kami bertanggung
bahwa yang telah mematuhi ketentuan
jawab etikakelola
atas tata yang relevant
with ethical that
a statement requirements
we have complied regarding
with
relevankami mengenai
bahwa telah mematuhiindependensi,
ketentuan etika yang dan independence,
relevant and to communicate
ethical requirements withregarding
them all
mengomunikasikan
relevan mengenai kepada independensi,
pihak tersebut seluruh dan relationships and toother
independence, matterswithat
communicate them may
all
hubungan, serta hal-hal
mengomunikasikan lainpihak
kepada yang tersebut
dianggapseluruh
secara reasonably beandthought
relationships to bear that
other matters on may our
wajar berpengaruh
hubungan, serta hal-halterhadap independensi
lain yang kami,
dianggap secara independence,be and
reasonably where to
thought applicable,
bear on related
our
dan, jika
wajar relevan, pengamanan
berpengaruh terkait.
terhadap independensi kami, safeguards.
independence, and where applicable, related
dan, jika relevan, pengamanan terkait. safeguards.
Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak From the matters communicated with those
yang hal-hal
Dari bertanggung jawab atas tata kepada
yang dikomunikasikan kelola, pihak
kami charged
From thewith governance,
matters we determine
communicated with those
menentukan
yang hal-hal tersebut
bertanggung jawab atas yang paling
tata signifikan
kelola, kami matters that
charged with were of mostwe
governance, determine in
significance the
those
dalam audit hal-hal
menentukan atas laporan
tersebut keuangan
yang palingperiode kini
signifikan audit of the
matters thatfinancial
were ofstatements of the current
most significance in the
dan oleh
dalam karenanya
audit menjadikeuangan
atas laporan hal audit utama.
periodeKami
kini periodofand
audit theare therefore
financial statements audit
the key of thematters.
current
menguraikan
dan oleh karenanyahal audit
menjadiutama tersebut
hal audit utama.dalam
Kami We describe
period and aresuch key audit
therefore the keymatters in our
audit matters.
laporan auditorhal
menguraikan independen kami kecuali
audit utama peraturan
tersebut dalam independent
We describe auditor’s
such key reportaudit unless
matters laws or
in our
perundang-undangan
laporan auditor independen melarang pengungkapan
kami kecuali peraturan regulations preclude
independent auditor’spublic disclosure
report unlessabout
lawssuchor
publik tentang hal audit
perundang-undangan utama pengungkapan
melarang tersebut atau key audit matters
regulations precludeor when,
public in extremely
disclosure rare
about such
publik dalam kondisi
ketika, tentang yang utama
hal audit sangat tersebut
jarang terjadi,
atau circumstances,
key audit matters we or when, inthat
determine a key audit
extremely rare
kami menentukan
ketika, dalam kondisi bahwa
yangsuatu
sangathaljarang
audit terjadi,
utama matter should we
circumstances, not determine
be communicated
that a keyinauditour
tidak boleh
kami dikomunikasikan
menentukan bahwa suatudalamhallaporan
audit auditor
utama independent
matter shouldauditor’s report becausein our
not be communicated the
independen
tidak kami karena dalam
boleh dikomunikasikan konsekuensi yang
laporan auditor adverse consequences
independent of doing
auditor’s report so would
because the
merugikan dari
independen kamimengomunikasikan
karena konsekuensi hal tersebut
yang reasonablyconsequences
adverse be expected tofoutweighdoing so the would
public
akan diekspektasikan
merugikan secara wajar
dari mengomunikasikan melebihi
hal tersebut interest benefits
reasonably of such communication.
be expected to outweigh the public
manfaat
akan kepentingan publik
diekspektasikan secara ataswajarkomunikasi
melebihi interest benefits of such communication.
tersebut. kepentingan publik atas komunikasi
manfaat
tersebut.
KAP Purwantono, Sungkoro & Surja
KAP Purwantono, Sungkoro & Surja
Christophorus Alvin Kossim
Christophorus
Registrasi Akuntan Publik No.: Alvin
AP.1681/Public Kossim Registration No.: AP.1681
Accountant
Registrasi Akuntan Publik No.: AP.1681/Public Accountant Registration No.: AP.1681
9 Mei 2023/May 9, 2023
9 Mei 2023/May 9, 2023
xi
xi
155
Page 176
The original report included herein is in the Indonesian
language.
The original report included herein is in the Indonesian
language.
Laporan Auditor Independen Independent Auditors’ Report
Laporan
Laporan Auditor
No. Independen
01347/2.1032/AU.1/09/1681- Independent
Report No.Auditors’ Report
01347/2.1032/AU.1/09/1681-
2/1/V/2023 2/1/V/2023
Laporan No. 01347/2.1032/AU.1/09/1681- Report No. 01347/2.1032/AU.1/09/1681-
2/1/V/2023 2/1/V/2023
Pemegang Saham, Dewan Komisaris The Shareholders and the Boards of
dan Direksi Commissioners and Directors
Pemegang Saham, Dewan
PT BRI Multifinance Komisaris
Indonesia The Shareholders
PT BRI Multifinanceand the Boards of
Indonesia
dan Direksi Commissioners and Directors
PT BRI Multifinance
Kami Indonesialaporan
telah mengaudit keuangan We BRI
PT haveMultifinance
audited theIndonesia
accompanying financial
PT BRI Multifinance Indonesia (“Perusahaan”) statements of PT BRI Multifinance Indonesia (the
Kami
terlampir,telahyangmengaudit laporan
terdiri dari laporankeuangan
posisi We have audited
“Company”), which the accompanying
comprise financial
the statement of
PT BRI Multifinance Indonesia
keuangan tanggal 31 Desember 2021, serta(“Perusahaan”) financial position as of December 31, 2021, (the
statements of PT BRI Multifinance Indonesia and
terlampir,
laporan labayang terdiri
rugi dan dari laporan
penghasilan posisi
komprehensif “Company”),
the statements which
of comprise
profit or the
lossstatement
and otherof
lain, laporan perubahan ekuitas, dan laporanserta
keuangan tanggal 31 Desember 2021, arus financial position as of December 31,
comprehensive income, changes in equity, and 2021, and
laporan
kas untuk labatahun
rugi dan
yangpenghasilan komprehensif
berakhir pada tanggal the statements
cash flows of profit
for the year or loss
then ended, and aand other
summary
lain, laporan
tersebut, danperubahan ekuitas,
suatu ikhtisar dan laporan
kebijakan arus
akuntansi comprehensive income, changes in
of significant accounting policies and otherequity, and
kas untuk tahun yang berakhir pada
signifikan dan informasi penjelasan lainnya. tanggal cash flows for the year
explanatory information. then ended, and a summary
tersebut, dan suatu ikhtisar kebijakan akuntansi of significant accounting policies and other
signifikan
Tanggungdan informasi
jawab penjelasan atas
manajemen lainnya.laporan explanatory
Management’s information.
responsibility for the financial
keuangan statements
Tanggung jawab manajemen atas laporan Management’s responsibility for the financial
keuangan
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan statements
Management is responsible for the preparation and
dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut fair presentation of such financial statements in
Manajemen bertanggung
sesuai dengan jawab atasKeuangan
Standar Akuntansi penyusunan di Management is responsible
accordance with IndonesianforFinancial
the preparation and
Accounting
dan penyajian wajar laporan keuangan
Indonesia, dan atas pengendalian internal tersebut
yang fair presentation of such financial statements
Standards, and for such internal control as in
sesuai dengan
dianggap Standar
perlu olehAkuntansi Keuangan
manajemen di
untuk accordance with Indonesian Financial Accounting
management determines is ecessary to enable the
Indonesia, dan atas pengendalian internal
memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang Standards, andfinancial
preparation of for such internalthat
statements control as
are free
dianggap perlu
yang bebas dari oleh penyajian
kesalahan manajemen
material,untuk
baik management determines is necessary to enable
from material misstatement, whether due to fraud the
memungkinkan
yang disebabkan oleh kecurangan keuangan
penyusunan laporan maupun preparation
or error. of financial statements that are free
yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik
kesalahan. from material misstatement, whether due to fraud
yang disebabkan oleh kecurangan maupun or error.
kesalahan.
Tanggung jawab auditor Auditors’ responsibility
Tanggung
Tanggung jawab
jawab auditor
kami adalah untuk menyatakan Auditors’
Our responsibility
responsibility is to express an opinion on such
suatu opini atas laporan keuangan tersebut financial statements based on our audit. We
Tanggung
berdasarkan kami.adalah
auditkami
jawab untuk menyatakan
Kami melaksanakan audit Our responsibility
conducted our audit in express
is to an opinion
accordance on such
with Standards
suatu opini atas laporan keuangan tersebut
kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan financial statements based on our audit.
on Auditing established by the Indonesian Institute We
oleh Institut audit
berdasarkan kami.Publik
Akuntan KamiIndonesia.
melaksanakan audit
Standar conducted our audit in accordance with Standards
of Certified Public Accountants. Those standards
kami berdasarkan Standar Audit yang
tersebut mengharuskan kami untuk mematuhiditetapkan on we comply by
thatestablished
Auditing
require Indonesian
theethical
with Institute
requirements
oleh Institut etika
ketentuan Akuntanserta
Publikmerencanakan
Indonesia. Standar
dan of Certified Public Accountants. Those
and plan and perform the audit to obtain standards
tersebut mengharuskan kami
melaksanakan audit untuk memeroleh untuk mematuhi
keyakinan require thatassurance
reasonable we comply withwhether
about ethical such
requirements
financial
ketentuan etika serta
memadai tentang apakah merencanakan
laporan keuangandan and plan and perform the audit to obtain
statements are free from material misstatement.
melaksanakan audit untuk memeroleh keyakinan
tersebut bebas dari kesalahan penyajian material. reasonable assurance about whether such financial
memadai tentang apakah laporan keuangan statements are free from material misstatement.
tersebut bebas dari kesalahan penyajian material.
156
Page 177
The original report included herein is in the Indonesian
language.
Laporan Auditor Independen (lanjutan) Independent Auditors’ Report (continued)
Laporan No. 01347/2.1032/AU.1/09/1681- Report No. 01347/2.1032/AU.1/09/1681-
2/1/V/2023 (lanjutan) 2/1/V/2023 (continued)
Tanggung jawab auditor (lanjutan) Auditors’ responsibility (continued)
Suatu audit melibatkan pelaksanaan prosedur An audit involves performing procedures to obtain
untuk memeroleh bukti audit tentang angka-angka audit evidence about the amounts and disclosures
dan pengungkapan dalam laporan keuangan. in the financial statements. The procedures
Prosedur yang dipilih bergantung pada selected depend on the auditors’ judgment,
pertimbangan auditor, termasuk penilaian atas including the assessment of the risks of material
risiko kesalahan penyajian material dalam laporan misstatement of the financial statements, whether
keuangan, baik yang disebabkan oleh kecurangan due to fraud or error. In making those risk
maupun kesalahan. Dalam melakukan penilaian assessments, the auditors consider internal control
risiko tersebut, auditor mempertimbangkan relevant to the entity’s preparation and fair
pengendalian internal yang relevan dengan presentation of the financial statements in order to
penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan design audit procedures that are appropriate in the
entitas untuk merancang prosedur audit yang circumstances, but not for the purpose of
tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk expressing an opinion on the effectiveness of the
tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan entity’s internal control. An audit also includes
pengendalian internal entitas. Suatu audit juga evaluating the appropriateness of accounting
mencakup pengevaluasian atas ketepatan policies used and the reasonableness of accounting
kebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimates made by management, as well as
estimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen, evaluating the overall presentation of the financial
serta pengevaluasian atas penyajian laporan statements.
keuangan secara keseluruhan.
Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami We believe that the audit evidence we have
peroleh adalah cukup dan tepat untuk obtained is sufficient and appropriate to provide a
menyediakan suatu basis bagi opini audit kami. basis for our audit opinion.
Opini Opinion
Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir In our opinion, the accompanying financial
menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang statements present fairly, in all material respects,
material, posisi keuangan PT BRI Multifinance the financial position of PT BRI Multifinance
Indonesia tanggal 31 Desember 2021, serta Indonesia as of December 31, 2021, and its
kinerja keuangan dan arus kasnya untuk tahun financial performance and cash flows for the year
yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai then ended, in accordance with Indonesian
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Financial Accounting Standards.
157
Page 178
The original report included herein is in the Indonesian
language.
The original report included herein is in the Indonesian
language.
Laporan Auditor Independen (lanjutan) Independent Auditors’ Report (continued)
Laporan Auditor Independen (lanjutan) Independent Auditors’ Report (continued)
Laporan No. 01347/2.1032/AU.1/09/1681- Report No. 01347/2.1032/AU.1/09/1681-
2/1/V/2023
Laporan No.(lanjutan)
01347/2.1032/AU.1/09/1681- 2/1/V/2023
Report No.(continued)
01347/2.1032/AU.1/09/1681-
2/1/V/2023 (lanjutan) 2/1/V/2023 (continued)
Hal-hal lain Other matters
Hal-hal lain Other matters
Laporan ini diterbitkan dengan tujuan hanya untuk This report has been prepared solely for inclusion in
dicantumkan
Laporan dalam dengan
ini diterbitkan dokumen penawaran
tujuan hanya untuk the offering
This report hasdocument
been preparedin connection with the
solely for inclusion in
sehubungan
dicantumkan dengan rencana
dalam penawaran
dokumen efek utang
penawaran proposed offering of debt securities of
the offering document in connection with the the Company
sehubungan berdasarkan
Perusahaan dengan rencanaperaturan
penawarandan efek
ketentuan
utang in relianceoffering
proposed on rulesofand regulations
debt securitiesofof the
the Indonesia
Company
Otoritas Jasaberdasarkan
Perusahaan Keuangan (“Penawaran Umum”),
peraturan dan serta
ketentuan Financial
in relianceServices
on rules andAuthority (“Public
regulations of theOffering”),
Indonesia
tidak ditujukan,
Otoritas dan tidak
Jasa Keuangan diperkenankan
(“Penawaran Umum”),untuk
serta and is not Services
Financial intended Authority
to be, and (“Public
should not be, used
Offering”),
digunakan
tidak untuk tujuan
ditujukan, lain. diperkenankan untuk
dan tidak for any
and other
is not purposes.
intended to be, and should not be, used
digunakan untuk tujuan lain. for any other purposes.
Kami sebelumnya telah menerbitkan laporan auditor We have previously issued our independent auditors
independen
Kami kami
sebelumnya telah menerbitkan No.
laporan auditor report No.
We have previously 00588/2.1032/AU.1/09/1681-
issued our independent auditors
00588/2.1032/AU.1/09/1681-3/1/IV/2023
independen kami No. 3/1/IV/2023
report No.dated00588/2.1032/AU.1/09/1681-
April 3,2023 on the financial
tertanggal 3 April 2023 atas
00588/2.1032/AU.1/09/1681-3/1/IV/2023laporan keuangan statements of the Company
3/1/IV/2023 dated April 3,2023 as ofonDecember 31,
the financial
tertanggal April 31
Perusahaan3tanggal 2023Desember 2021 serta
atas laporan untuk
keuangan 2021 and for
statements of the Company
year then as ended, the
prior to 31,
of December
tahun yang berakhir
Perusahaan pada
tanggal 31 tanggal tersebut,
Desember 2021 sertasebelum
untuk reissuance
2021 and of
forsuch
the financial
year then statements with certain
ended, prior to the
penerbitan
tahun kembali pada
yang berakhir laporan
tanggalkeuangan
tersebut, tersebut
sebelum additional of
reissuance disclosures in statements
such financial connectionwith with the
certain
dengan
penerbitan pengungkapan
kembali laporantambahan tertentu
keuangan tersebut proposed Public
additional Offering.in connection with the
disclosures
sehubunganpengungkapan
dengan dengan rencana Penawaran
tambahan Umum. tertentu proposed Public Offering.
sehubungan dengan rencana Penawaran Umum.
KAP Purwantono, Sungkoro & Surja
KAP Purwantono, Sungkoro & Surja
Christophorus Alvin Kossim
Registrasi Akuntan Publik No. AP. 1681/Public
Christophorus Accountant
Alvin Kossim Registration No. AP.1681
Registrasi Akuntan Publik No. AP. 1681/Public Accountant Registration No. AP.1681
9 Mei 2023/May 9, 2023
9 Mei 2023/May 9, 2023
158
Page 179
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
The original financial statements included herein are in the
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA Indonesian language.
LAPORAN POSISI KEUANGAN STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
Tanggal-Tanggal 31 Desember
PT BRI MULTIFINANCE 2022 dan 2021
INDONESIA AsBRI
PT of December 31, 2022
MULTIFINANCE and 2021
INDONESIA
(Disajikan
LAPORANdalam ribuan
POSISI Rupiah,
KEUANGAN (Expressed in thousands
STATEMENTS of Indonesian
OF FINANCIAL Rupiah,
POSITION
kecuali31
Tanggal-Tanggal dinyatakan
Desemberlain)
2022 dan 2021 As ofunless otherwise
December stated)
31, 2022 and 2021
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
31 Desember/ 31 Desember/
December 31, Catatan/ December 31,
2022
31 Desember/ Notes 2021
31 Desember/
December 31, Catatan/ December 31,
ASET ASSETS
2022 Notes 2021
ASET 2b,2c,2r, ASSETS
Kas dan kas di bank 167.507.755 4,36a,37 154.144.328 Cash on hand and
2b,2c,2r, cash in bank
Kas dan kas di bank 167.507.755 2b,2d,2g,
4,36a,37 154.144.328 Cash on hand and
Piutang sewa 2r,3,5,35, Finance
cash lease
in bank
pembiayaan - neto 1.497.903.222 36b,37
2b,2d,2g, 1.737.863.884 receivables - net
Piutang sewa 2r,3,5,35, Finance lease
pembiayaan - neto 1.497.903.222 2b,2f,
36b,37 1.737.863.884 receivables - net
2g,3,6,
Tagihan anjak piutang - neto 56.800.704 35,37
2b,2f, 57.104.364 Factoring receivables - net
2g,3,6,
Tagihan anjak piutang - neto 56.800.704 2b,2e,2g
35,37 57.104.364 Factoring receivables - net
Piutang pembiayaan 2r,3,7,35 Consumer financing
konsumen - neto 4.919.356.692 36c,37
2b,2e,2g 2.776.442.315 receivables - net
Piutang pembiayaan 2r,3,7,35 Consumer financing
Beban dibayar
konsumen di muka
- neto 4.919.356.692 2h,2r
36c,37 2.776.442.315 Prepaid expenses
receivables - net
dan uang muka 39.019.219 8,36f 33.757.073 and advances
Beban dibayar di muka 2h,2r Prepaid expenses
Aset
dantetap
uang- neto
muka 34.815.717
39.019.219 2i,3,9
8,36f 28.075.035
33.757.073 Fixed assets - net
and advances
Aset tetap
Aset hak guna - neto
- neto 21.951.477
34.815.717 2j,3,10
2i,3,9 4.600.565
28.075.035 Right of use assets
Fixed assets -- net
net
Aset hak guna - neto 21.951.477 2j,3,10 4.600.565 Asset
Right under
of use operating
assets - net
Aset sewa operasi - neto 517.238.009 3,11 390.254.654 lease - net
Asset under operating
Aset
Aset takberwujud
sewa operasi- -neto
neto 14.494.915
517.238.009 2k,12
3,11 15.689.357
390.254.654 Intangible assets
lease - net
- net
Aset pajak
Aset tangguhan
takberwujud - neto
- neto 28.110.374
14.494.915 2p,3,18d
2k,12 28.312.609
15.689.357 Deferred tax assets
Intangible assets -- net
net
Aset pajak tangguhan - neto 28.110.374 2b,2g,2l,
2p,3,18d 28.312.609 Deferred tax assets - net
2r,3,13,34,
Aset lain-lain - neto 29.112.240 2b,2g,2l,
36d,36e 18.820.635 Other assets - net
TOTAL ASET 7.326.310.324 2r,3,13,34, 5.245.064.819 TOTAL ASSETS
Aset lain-lain - neto 29.112.240 36d,36e 18.820.635 Other assets - net
TOTAL ASET 7.326.310.324 5.245.064.819 TOTAL ASSETS
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian The accompanying notes form an integral part of these
integral dari laporan keuangan ini. financial statements.
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian The accompanying notes form an integral part of these
integral dari laporan keuangan ini. 1 financial statements.
159
1
Page 180
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
Tanggal-Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 (continued)
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, As of December 31, 2022 and 2021
kecuali dinyatakan lain) (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
unless otherwise stated)
31 Desember/ 31 Desember/
December 31, Catatan/ December 31,
2022 Notes 2021
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS LIABILITIES
2b,2r
Pinjaman yang diterima 4.721.118.978 14,36g 3.186.530.385 Borrowings
Medium Term Notes 499.455.589 2r,15,36h 798.946.669 Medium Term Notes
Utang obligasi 697.788.751 2r,16,36i - Bonds
2b,2r
Beban yang masih harus dibayar 57.270.335 17,36j 37.614.501 Accrued expenses
Utang pajak 17.821.859 2p,3,18a 12.036.036 Taxes payable
Liabilities for
Liabilitas imbalan kerja karyawan 21.469.775 2o,3,21 16.272.153 employee benefits
2b,2s
Liabilitas derivatif - 3,22 1.325.952 Derivative liabilities
2b,2j,2r,
Liabilitas sewa 13.168.687 3,19,36s 3.128.144 Lease liabilities
Liabilitas lain-lain 76.585.858 2b,20 54.052.025 Other liabilities
TOTAL LIABILITAS 6.104.679.832 4.109.905.865 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS EQUITY
Modal saham 450.000.000 23 450.000.000 Capital stock
Saldo laba: Retained earnings:
Telah ditentukan
penggunaannya 45.049.233 24 12.644.672 Appropriated
Belum ditentukan
penggunaannya 722.125.643 670.691.431 Unappropriated
Pengukuran kembali liabiilitas Remeasurement of liabilities
imbalan kerja - for employee benefits -
neto setelah pajak 4.455.616 2o, 21 4.824.838 net of tax
Kerugian kumulatif Cummulative losses
atas instrumen derivatif untuk on derivative instrument for
lindung nilai arus kas – cash flow hedging -
neto setelah pajak - 2s, 22 (3.001.987) net of tax
TOTAL EKUITAS 1.221.630.492 1.135.158.954 TOTAL EQUITY
TOTAL LIABILITAS TOTAL LIABILITIES AND
DAN EKUITAS 7.326.310.324 5.245.064.819 EQUITY
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian The accompanying notes form an integral part of these
inetgral dari laporan keuangan ini. financial statements.
160
2
Page 181
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
LAPORAN LABA RUGI DAN STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME
Untuk Tahun yang Berakhir For the Years Ended
pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 December 31, 2022 and 2021
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/For the years ended December 31,
Catatan/
2022 Notes 2021
PENDAPATAN REVENUE
2n,2r,
Pendapatan sewa pembiayaan 195.968.954 25,36k 212.365.672 Finance lease income
Pendapatan anjak piutang 12.094.972 2n,26 12.152.205 Factoring income
Pendapatan pembiayaan 2n,2r,
konsumen 486.895.706 27,36l 253.026.138 Consumer financing income
Pendapatan sewa operasi 163.513.195 28,36r 106.933.475 Operating lease Income
2r,
Pendapatan bunga 5.417.363 29,36m 5.315.532 Interest income
Pendapatan lain-lain 26.698.871 30a 22.824.279 Other income
TOTAL PENDAPATAN 890.589.061 612.617.301 TOTAL REVENUE
BEBAN EXPENSES
2n,2r
Beban pendanaan 312.976.730 22,32,36n 207.346.251 Financing costs
Beban gaji dan tunjangan 162.033.177 2r,31,36o 117.846.436 Salaries and benefits expenses
Penyisihan kerugian 5,6,7, Provision for impairment
penurunan nilai 76.245.518 13,35 51.112.907 losses
General and administrative
Beban umum dan administrasi 72.545.677 34 55.771.107 expenses
9,10, Depreciation and
Beban depresiasi dan amortisasi 139.981.420 11,12 104.043.677 amortization expenses
Beban hunian 3.943.833 2r,33,36p 2.912.075 Occupancy expenses
Keuntungan dari selisih kurs - neto (1.496.633) (1.514.247) Foreign exchange gain net
Beban lain-lain 10.203.192 30b 17.000.432 Other expenses
TOTAL BEBAN 776.432.914 554.518.638 TOTAL EXPENSES
LABA SEBELUM BEBAN INCOME BEFORE FINAL
PAJAK FINAL DAN TAX AND INCOME
PAJAK PENGHASILAN 114.156.147 58.098.663 TAX EXPENSE
Beban pajak final 1.078.509 2p 1.056.530 Final tax expense
LABA SEBELUM BEBAN INCOME BEFORE INCOME
PAJAK PENGHASILAN 113.077.638 57.042.133 TAX EXPENSE
BEBAN PAJAK PENGHASILAN INCOME TAX EXPENSE
Beban Pajak Penghasilan 29.238.865 2p,18c 13.836.052 Income Tax Expense
LABA TAHUN BERJALAN 83.838.773 43.206.081 INCOME FOR THE YEAR
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian The accompanying notes form an integral part of these
inetgral dari laporan keuangan ini. financial statements.
161
3
Page 182
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
LAPORAN LABA RUGI DAN STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN (lanjutan) OTHER COMPREHENSIVE INCOME (continued)
Untuk Tahun yang Berakhir For the Year Ended
pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 December 31, 2022 and 2021
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/For the years ended December 31,
Catatan/
2022 Notes 2021
PENGHASILAN KOMPREHENSIF OTHER COMPREHENSIVE
LAIN INCOME
Pos yang tidak akan Item that will not be reclassified
direklasifikasi ke laba rugi to profit or loss
Keuntungan (kerugian) aktuarial (473.362) 21 26.104 Actuarial gain (loss)
Pajak penghasilan terkait 104.140 18d (5.743) Related income tax
Pos yang akan direklasifikasi Item that will be reclassified
ke laba rugi to profit or loss
Effective portion of the
Bagian efektif atas perubahan fair value change of the
nilai wajar instrumen derivatif - derivative instrument -
lindung nilai arus kas 3.848.701 22 6.885.469 cash flow hedge
Pajak penghasilan terkait (846.714) 18d (1.300.120) Related income tax
PENGHASILAN KOMPREHENSIF OTHER COMPREHENSIVE
LAIN SETELAH PAJAK 2.632.765 5.605.710 INCOME - NET OF TAX
TOTAL PENGHASILAN
KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE
TAHUN BERJALAN 86.471.538 48.811.791 INCOME FOR THE YEAR
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian The accompanying notes form an integral part of these
inetgral dari laporan keuangan ini. financial statements.
162
4
Page 183
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 For the Years Ended December 31, 2022 and 2021
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Pengukuran
Kerugian kumulatif Kembali Liabilitas
atas instrumen Imbalan Kerja
derivatif untuk - Neto Setelah
lindung nilai Pajak/
Saldo laba /Retained earnings arus kas - neto/ Remeasurement
Cumulative of Liabilities
Telah ditentukan Belum ditentukan losses instruments for Employee
Catatan/ Modal saham/ penggunaannya/ penggunaannya/ for cash flow Benefits – Total ekuitas/
Notes Share capital Appropriated Unappropriated hedges – net Net of Tax Total equity
Saldo pada tanggal 31 Desember 2020 450.000.000 12.405.416 627.724.606 (8.587.336) 4.804.477 1.086.347.163 Balance as of December 31, 2020
Pencadangan laba untuk
cadangan umum 23 - 239.256 (239.256 ) - - - Appropriate earning for general reserve
Laba tahun berjalan - - 43.206.081 - - 43.206.081 Income for the year
Keuntungan aktuarial - neto 20 - - - - 20.361 20.361 Actuarial gain - net
Bagian yang efektif dari lindung nilai
arus kas - neto 21 - - - 5.585.349 - 5.585.349 Effective portion of cash flow hedges - net
163
Saldo pada tanggal 31 Desember 2021 450.000.000 12.644.672 670.691.431 (3.001.987) 4.824.838 1.135.158.954 Balance as of December 31, 2021
Pencadangan laba untuk 23 - - - - - -
cadangan umum - 32.404.561 (32.404.561 ) - - - Appropriate earning for general reserve
Laba tahun berjalan - - 83.838.773 - - 83.838.773 Income for the year
Kerugian aktuarial - neto 20 - - - - (369.222) (369.222) Actuarial loss - net
Bagian yang efektif dari lindung nilai
arus kas - neto 21 - - - 3.001.987 - 3.001.987 Effective portion of cash flow hedges - net
Saldo pada tanggal 31 Desember 2022 450.000.000 45.049.233 722.125.643 - 4.455.616 1.221.630.492 Balance as of December 31, 2022
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan ini. The accompanying notes form an integral part of these financial statements.
5
Page 184
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
LAPORAN ARUS KAS STATEMENTS OF CASH FLOWS
Untuk Tahun yang Berakhir For the Years Ended
pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 December 31, 2022 and 2021
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/For the years ended December 31,
Catatan/
2022 Notes 2021
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM
OPERASI OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan kas dari : Cash receipts from :
Pendapatan sewa pembiayaan 998.518.651 25 1.194.651.803 Finance lease income
Pendapatan anjak piutang 61.627.390 26 68.361.583 Factoring income
Pendapatan pembiayaan
konsumen 2.480.874.820 27 1.423.385.094 Consumer financing income
Pendapatan sewa operasi 163.513.195 28 106.933.475 Operating lease income
Interest income from current
Bunga giro dan deposito 5.417.363 29 5.315.532 account and time deposit
Lain-lain 52.908.732 30a 22.824.279 Others
Total penerimaan kas 3.762.860.151 2.821.471.766 Total cash receipts
Pembayaran kas
untuk/kepada : Cash disbursrement for/to :
Transaksi sehubungan dengan
pembiayaan (4.825.161.505) (3.327.071.856) Financing related transaction
General and administrative
Beban umum dan administrasi 2q,9,11 expenses, salaries and
beban gaji dan tunjangan 21,31,34 benefits expenses and
serta beban lain-lain (229.632.189) 36o (174.236.223) other expenses
Beban pendanaan dan Financing cost and financing
keuangan (297.256.024) (208.484.971) Charge
Beban pajak (9.584.444) (8.991.587) Tax expense
Pembayaran untuk perolehan Payment of acquisition of
aset sewa operasi (245.071.085) 11 (289.401.039) operating lease assets
Lain-lain (1.084.541) (26.791.177) Others
Total pengeluaran kas (5.607.789.788) (4.034.976.853) Total cash expenses
Kas neto digunakan Net cash used
untuk aktivitas operasi (1.844.929.637) (1.213.505.087) in operating activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM
INVESTASI INVESTING ACTIVITIES
Perolehan aset tetap (20.415.757) 9 (15.122.235) Acquisition of fixed assets
Perolehan aset hak guna (28.522.581) 10 (711.135) Acquisition of right of use
Perolehan aset takberwujud (4.792.181) 12 (6.869.831) Acquisition of intangible assets
Penerimaan dari penjualan aset Proceeds from sale of fixed
tetap 505.813 9 251.998 assets
Penerimaan dari penjualan Proceeds from sale of
aset sewa operasi 6.375.298 11 7.727.091 operating lease assets
Kas neto digunakan untuk Net cash used in investing
aktivitas investasi (46.849.408) (14.724.112) activities
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian The accompanying notes form an integral part of these
inetgral dari laporan keuangan ini. financial statements.
164
6
Page 185
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
LAPORAN ARUS KAS STATEMENTS OF CASH FLOWS
Untuk Tahun yang Berakhir For the Years Ended
pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 December 31, 2022 and 2021
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/For the years ended December 31,
Catatan/
2022 Notes 2021
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM
PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES
Penerimaan pinjaman 12.758.756.550 40 14.023.080.573 Proceeds from borrowings
Pembayaran untuk pinjaman
bank (11.234.417.545) 40 (13.409.651.844) Repayment of bank loans
Penerimaan Medium Term Proceeds from Medium Term
Notes - 40 500.000.000 Notes
Pembayaran Medium Term Repayment of Medium Term
Notes (300.000.000) 40 - Notes
Pembayaran biaya emisi (2.509.842) 16 - Bonds emission payment
obligasi
Penerimaan utang obligasi 700.000.000 - Proceeds from Bonds
Pembayaran Liabilitas sewa (17.348.299) 40 (6.062.228) Repayment Lease liability
Kas neto diperoleh dari Net cash provided by
aktivitas pendanaan 1.904.480.864 1.107.366.501 financing activities
KENAIKAN (PENURUNAN) NET INCREASE (DECREASE)
NETO KAS DAN KAS IN CASH ON HAND AND
DAN KAS DI BANK 12.701.819 (120.862.698) CASH IN BANK
Effect on foreign exchange
Efek perubahan kurs terhadap rate changes on cash on
kas dan kas di bank 661.608 9.205.960 hand and cash in bank
CASH ON HAND AND CASH IN
KAS DAN KAS DI BANK BANK AT BEGINNING OF
AWAL TAHUN 154.144.328 265.801.066 THE YEAR
CASH ON HAND AND CASH IN
KAS DAN KAS DI BANK BANK AT THE END OF
AKHIR TAHUN 167.507.755 154.144.328 THE YEAR
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian The accompanying notes form an integral part of these
inetgral dari laporan keuangan ini. financial statements.
165
7
Page 186
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. UMUM 1. GENERAL
a. Pendirian dan informasi umum Perusahaan a. Establishment and general information of the
Company
PT BRI Multifinance Indonesia (“Perusahaan”) PT BRI Multifinance Indonesia (“the Company”)
didirikan di Republik Indonesia dengan nama was established in the Republic of Indonesia
PT Sari Usaha Leasing berdasarkan Akta namely PT Sari Usaha Leasing based on the
Pendirian No. 7 tanggal 2 Agustus 1983 yang Deed of Establishment No. 7 dated August 2,
dibuat di hadapan Kartini Muljadi, SH, Notaris 1983 made before Kartini Muljadi, SH, Notary in
di Jakarta, yang kemudian diubah menjadi Jakarta, which then changed into PT Sanwa-BRI
PT Sanwa-BRI Leasing berdasarkan Akta Leasing based on the Deed No. 156 dated
Perubahan No. 156 tanggal 22 November November 22, 1983. Those Deeds have been
1983. Akta-akta mana telah mendapatkan legalized by the Minister of Justice of the
pengesahan dari Menteri Kehakiman RI Republic of Indonesia based on His
berdasarkan Surat Keputusan No. C2-7596- Decree No. C2-7596-HT.01.01.TH’83 dated
HT.01.01.TH’83 tanggal 25 November 1983, November 25, 1983 and which has been
dan telah diumumkan dalam Berita Negara announced in the State Gazette of
Republik Indonesia (“BNRI”) No. 102 the Republic of Indonesia No. 102 dated
tanggal 23 Desember 1983. December 23, 1983.
Nama Perusahaan mengalami beberapa kali The Company’s name has been changed several
perubahan, terakhir dengan Akta No. 67 times, the latest of which was covered by the
tanggal 15 September 2016 yang dibuat di Notarial Deed No. 67 dated
hadapan I Gede Buda Gunamanta, S.H, September 15, 2016 of I Gede Buda Gunamanta,
Notaris di Jakarta Selatan, dimana nama S.H, in South Jakarta, in which the Company’s
Perusahaan diubah dari PT BTMU-BRI Finance name was changed from
menjadi PT BRI Multifinance Indonesia. PT BTMU-BRI Finance to PT BRI Multifinance
Perubahan nama ini telah disetujui oleh Menteri Indonesia. This change of name was approved
Hukum dan Hak Asasi Manusia RI dalam Surat by the Minister of Law and Human Rights by His
Keputusan No. AHU-0017619.AH.01.02 tahun Decree No. AHU-0017619.AH.01.02 in year
2016 tanggal 29 September 2016, dan telah 2016 dated September 29, 2016 and has been
diumumkan dalam BNRI No. 85 tanggal announced in the State Gazette No. 85 dated
25 Oktober 2016. October 25, 2016.
Anggaran dasar Perusahaan mengalami The Company’s Articles of Association have
beberapa kali perubahan dengan perubahan been amended several times, with the latest
terakhir dilakukan berdasarkan Akta No. 01 amendment effected based on the Deed no. 01
tanggal 2 November 2020 dibuat di hadapan dated November 2, 2020 made before Arry
Arry Supratno, SH, Notaris di Jakarta Pusat, Supratno, SH, Notary in Central Jakarta,
yang telah diberitahukan kepada Menteri which has been notified to the Ministry of Laws
Hukum Dan Hak Asasi Manusia dengan and Human Rights of the Republic of
Surat Penerimaan Pemberitahuan Indonesia by the Aceptance of Notification Letter
No. AHU-AH.01.03-0406497 tanggal No. AHU-AH.01.03-0406497 dated
11 November 2020. November 11, 2020.
166
8
Page 187
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
a. Pendirian dan informasi umum Perusahaan a. Establishment and general information of
(lanjutan) the Company
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar In accordance with the Article 3 of the
Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Company’s Articles of Association, the scope of
Perusahaan adalah berusaha dalam bidang activities of the Company comprises financing
pembiayaan yang meliputi bidang sebagai activities covering the following areas:
berikut:
a. Pembiayaan investasi a. Investment financing
b. Pembelian modal kerja b. Working capital financing
c. Pembiayaan multiguna c. Multipurpose financing
d. Kegiatan usaha pembiayaan lain, d. Other financing business activities based
berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa on approval by Financial Service Authority
Keuangan (OJK) (FSA)
e. Sewa operasi, dan atau kegiatan berbasis e. Operating lease and/or fee-based activitiy
fee sepanjang tidak bertentangan dengan to the extent consistent with legislation in
peraturan perundang-undangan di sektor the financial service sector.
jasa keuangan.
Perusahaan memperoleh izin usaha untuk The Company obtained the license to operate
melakukan kegiatan usaha dalam bidang as a financing company based on the Decree of
pembiayaan berdasarkan Keputusan Dewan the Board of Commissioners of the Financial
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Services Authority No. KEP-771/NB.11/2016
No. KEP-771/NB.11/2016 tanggal 17 Oktober dated October 17, 2016 regarding Enforcement
2016 tentang Pemberlakuan Izin Usaha di of the Business License in Finance Company in
Bidang Perusahaan Pembiayaan Sehubungan Relation to the Changes of Name PT BTMU-
Perubahan Nama PT BTMU-BRI Finance BRI Finance to become PT BRI Multifinance
menjadi PT BRI Multifinance Indonesia. Indonesia.
Perusahaan bergerak dalam bidang The Company is engaged in investment
pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja financing, working capital financing and multi
dan pembiayaan multiguna khususnya purpose financing activities particularly for
pembiayaan kendaraan bermotor. Kantor pusat motor vehicles financing. The Company’s head
Perusahaan beralamat di Gedung Menara office is located at Gedung Menara BRILian
BRILian Lantai 22, 21 dan 1, Jalan Gatot 22nd, 21st and 1st, Jalan Gatot Subroto Kav. 64
Subroto Kav. 64 No. 177A, Menteng Dalam, No. 177A, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta
Tebet, Jakarta Selatan 12870. Selatan 12870.
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, As of December 31, 2022 and 2021,
Perusahaan memiliki kantor cabang sebanyak the Company has 26 and 15 branches with 0
26 dan 15 kantor cabang, serta 0 dan 11 kantor and 11 marketing offices.
pemasaran.
Entitas induk Perusahaan adalah PT Bank The parent entity is PT Bank Rakyat Indonesia
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank (Persero) Tbk whereby PT Bank Rakyat
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dimiliki oleh Indonesia (Persero) Tbk is owned by the
Pemerintah Republik Indonesia sebagai Government of the Republic of Indonesia as the
pemegang saham mayoritas. majority shareholder.
167
9
Page 188
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
b. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan b. Boards of Commissioners, Directors and
Employees
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi The composition of the Company’s Boards of
Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2022 Commissioners and Directors as of
dan 2021 adalah sebagai berikut: December 31, 2022 and 2021 are as follows:
31 Desember 2022/ 31 Desember 2021/
December 31, 2022 December 31, 2021
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama Sigit Murtiyoso* Komang Sudiarsa President Commissioner
Komisaris Dhoni Ramadi Ngalim Sawega Commissioner
Komisaris Independen Sumantri Suwarno Sumantri Suwarno Independent Commissioner
Direksi Board of Directors
Direktur Utama Azizatun Azhimah Azizatun Azhimah President Director
Direktur Ari Prayuwana Ari Prayuwana Director
Direktur Primartono Gunawan Primartono Gunawan Director
Direktur Willy Halim Sugiardi Willy Halim Sugiardi Director
*) Untuk pengangkatan Komisaris Utama Bapak Sigit Murtiyoso telah *) The appointment of said new President Commissioner have become effective
berlaku efektif dengan mendapatkan persetuuan penilaian by obtaining approval of fit & proper test evaluation from OJK dated on July
kemampuan dan kepatutan dari OJK pada tanggal 12 Juli 2022. 12, 2022. The appointment of said new Commisioner have become effective
Untuk pengangkatan Komisaris Bapak Dhoni Ramadi telah berlaku by obtaining approval of fit & proper test evaluation from OJK dated on
efektif dengan mendapatkan persetujuan penilaian kemampuan October 10, 2022.
dan kepatutan dari OJK pada tanggal 10 Oktober 2022.
Berdasarkan Surat Keputusan Pengangkatan Based on Decision Letter Concerning
Sekretaris Perusahaan No. 075/DIR/HRD/04- Appointment of Corporate Secretary
2022 tanggal 29 April 2022, Sekretaris No. 075/DIR/HRD/04-2022 dated April 29,
Perusahaan adalah R.M. Taufiq 2022, the Corporate Secretary is R.M. Taufiq
Kurniadihardja. Kurniadihardja.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. Based on Directors’ Decision Letter of the
066/DIR/HRD/04-2022 dan No. Company No. 066/DIR/HRD/04-2022 and No.
153/DIR/HRD/08/2021, Kepala Desk Internal 153/DIR/HRD/08/2021, the Internal Audit Desk
Audit pada tanggal 31 Desember 2022 dan Head as of December 31, 2022 and 2021 is
2021 adalah Bahrul Ulum dan Paulus Suryo Bahrul Ulum and Paulus Suryo Nugroho.
Nugroho.
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, As of December 31, 2022, and 2021, the
Perusahaan mempunyai karyawan tetap Company has 359 and 241 permanent
sejumlah 359 orang dan 241 orang, serta employees, and 667 and 516 non-permanent
karyawan tidak tetap masing-masing sejumlah employees, respectively (unaudited).
667 orang dan 516 orang (tidak diaudit).
c. Penyelesaian laporan keuangan c. Completion of the financial statements
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab The Company’s management is responsible for
atas penyusunan dan penyajian wajar laporan the preparation and fair presentation of these
keuangan ini sesuai dengan Standar Akuntansi financial statements in accordance with
Keuangan di Indonesia, yang diselesaikan dan Indonesian Financial Accounting Standards,
diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi which were completed and authorized for
Perusahaan pada tanggal 9 Mei 2023. issueance by the Board of Directors of the
Company on May 9, 2023.
168
10
Page 189
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN POLICIES
a. Pernyataan kepatuhan dan dasar a. Statement of compliance and basis of
penyusunan laporan keuangan preparation of the financial statements
Laporan keuangan telah disusun dan disajikan The financial statements have been prepared
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di and presented in accordance with Financial
Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Accounting Standards, in Indonesia which
Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi comprise the Statements of Financial
Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang Accounting Standards (“SFAS”) and
dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Interpretations to Financial Accounting
Keuangan dan Dewan Standar Syariah Ikatan Standards (“ISAK”) issued by the Board of
Akuntan Indonesia. Financial Accounting Standards and Board of
Sharia Standards of the Indonesian Institute of
Accountants.
Laporan keuangan disusun berdasarkan The financial statements have been prepared
konsep akrual dan dasar pengukuran dengan on the accrual basis using the historical cost
menggunakan konsep harga historis, kecuali concept, except for the statement of cash flows
laporan arus kas dan beberapa akun tertentu and certain accounts which are measured on
yang disusun berdasarkan pengukuran lain the basis described in the related accounting
sebagaimana diuraikan dalam kebijakan policies for those accounts.
akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas disusun menggunakan The statement of cash flows are prepared based
metode langsung dan arus kas dikelompokkan on the direct method by classifying cash flows
atas dasar aktivitas operasi, investasi dan on the basis of operating, investing and
pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas, kas financing activities. For the purposes of the
dan kas di bank mencakup kas dan kas di bank statement of cash flows, cash and cash in banks
dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan include cash on hand and cash in banks with
atau kurang, sepanjang tidak digunakan original maturity of three months or less, as long
sebagai jaminan atas pinjaman atau dibatasi as they are not being pledged as collateral for
penggunaannya. borrowings or restricted.
Pos-pos dalam Penghasilan Komprehensif The items under Other Comprehensive Income
Lainnya disajikan terpisah antara akun-akun (OCI) are presented separately between items
yang akan direklasifikasikan ke laba rugi dan to be reclassified to profit or loss and those items
akun-akun yang tidak akan direklasifikasikan not to be reclassified to profit or loss.
ke laba rugi.
Dalam penyusunan laporan keuangan sesuai The preparation of financial statements in
dengan Standar Akuntansi Keuangan di conformity with Indonesian Financial Accounting
Indonesia, dibutuhkan pertimbangan, estimasi Standards requires the use of judgments,
dan asumsi yang mempengaruhi: estimates and assumptions that affect:
- penerapan kebijakan akuntansi; - the application of accounting policies;
- jumlah aset dan liabilitas yang dilaporkan, - the reported amounts of assets and liabilities
dan pengungkapan atas aset dan liabilitas and disclosure of contingent assets and
kontinjensi pada tanggal laporan liabilities at the date of the financial
keuangan; statements;
- the reported amounts of income and
- jumlah pendapatan dan beban yang expensesduring the reporting period.
dilaporkan selama periode pelaporan.
Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan Although these estimates are based on
pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian management’s best knowledge of current
dan tindakan saat ini, hasil aktual mungkin events and activities, actual results may differ
berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula from those estimates.
169
11
Page 190
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
a. Pernyataan kepatuhan dan dasar a. Statement of compliance and basis of
penyusunan laporan keuangan (lanjutan) preparation of the financial statements
(continued)
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam The presentation currency used in the
laporan keuangan adalah Rupiah yang preparation of the financial statements is the
merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Indonesian Rupiah, which is the Company’s
functional currency.
Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, All figures in the financial statement are
dibulatkan menjadi dan disajikan dalam ribuan rounded to and stated in thousands of Rupiah
Rupiah, kecuali dinyatakan lain. unless otherwise stated.
b. Aset dan liabilitas keuangan b. Financial assets and liabilities
b.1. Aset keuangan b.1. Financial assets
Perusahaan menggunakan 2 (dua) dasar The Company uses 2 (two) bases for
untuk mengklasifikasikan aset keuangan classifying financial assets, namely (i)
yaitu (i) penilaian model bisnis dan (ii) valuation of the business model and (ii)
penilaian mengenai arus kas kontraktual evaluation of contractual cash flows
yang diperoleh semata dari pembayaran obtained solely from payment of principal
pokok dan bunga. and interest.
Penilaian model bisnis Valuation of the business model
Model bisnis ditentukan pada level yang The business model is determined at a
mencerminkan bagaimana kelompok aset level that reflects how groups of financial
keuangan dikelola bersama-sama untuk assets are managed together to achieve
mencapai tujuan bisnis tertentu. certain business objectives.
Penilaian model bisnis dilakukan dengan The evaluation of the business model is
mempertimbangkan, tetapi tidak terbatas carried out by considering, but not limited
pada, hal-hal berikut: to, the following:
Bagaimana kinerja dari model bisnis How the performance of the business
dan aset keuangan yang dimiliki model and financial assets held in the
dalam model bisnis dievaluasi dan business model are evaluated and
dilaporkan kepada personil reported to the Company's key
manajemen kunci Perusahaan; management personnel;
Apakah risiko yang memengaruhi What risks affect the performance of
the business model (including financial
kinerja dari model bisnis (termasuk
assets held in the business model) and
aset keuangan yang dimiliki dalam especifically how the financial assets
model bisnis) dan khususnya aremanaged; and
bagaimana cara aset keuangan
tersebut dikelola; dan
Bagaimana penilaian kinerja How to evaluate the performance of
pengelola aset keuangan (sebagai managers of financial assets (for
example, whether performance
contoh, apakah penilaian kinerja
appraisals are based on the fair value
berdasarkan nilai wajar dari aset yang
of the assets being managed or the
dikelola atau arus kas kontraktual contractual cash flows obtained).
yang diperoleh).
Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan Expected frequency, value, and time of
yang diharapkan sales
170
12
Page 191
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
b. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b. Financial assets and liabilities (continued)
b.1. Aset keuangan (lanjutan) b.1. Financial assets (continued)
Penilaian mengenai arus kas kontraktual Evaluation of contractual cash flows
yang diperoleh semata dari pembayaran obtained solely from payment of principal
pokok dan bunga and interest
Untuk tujuan penilaian ini, pokok For the purpose of this valuation, principal
didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset is defined as the fair value of financial
keuangan pada saat pengakuan awal. assets at initial recognition. Interest is
Bunga didefinisikan sebagai imbalan untuk defined as compensation for the time
nilai waktu atas uang dan risiko kredit value of money and credit risk in relation
terkait jumlah pokok terutang pada periode to the principal amount owed over a
waktu tertentu dan juga risiko dan biaya certain period of time and also the risk and
peminjaman standar, dan juga marjin laba. standard borrowing costs, as well as profit
margins.
Penilaian mengenai arus kas kontraktual An assessment of contractual cash flows
yang diperoleh semata dari pembayaran obtained solely from principal and interest
pokok dan bunga dilakukan dengan payments is made by considering
mempertimbangkan persyaratan contractual terms, including whether
kontraktual, termasuk apakah aset financial assets contain contractual terms
keuangan mengandung persyaratan that can change the timing or amount of
kontraktual yang dapat mengubah waktu contractual cash flows. In assessing, the
atau jumlah arus kas kontraktual. Dalam Company considers:
melakukan penilaian, Perusahaan
mempertimbangkan:
Peristiwa kontinjensi yang akan Contingency events that will change
mengubah waktu atau jumlah arus kas the timing or amount of contractual
kontraktual; cash flow;
Fitur leverage; Leverage feature;
Persyaratan pembayaran dimuka dan Terms of advance payment and
perpanjangan kontraktual; contractual extension;
Persyaratan mengenai klaim yang Requirements regarding limited
terbatas atas arus kas yang berasal claims for cash flows from specific
dari aset spesifik; dan assets; and
Fitur yang dapat mengubah nilai waktu Features that can change the time
dari elemen uang. value of the money element.
Perusahaan mengklasifikasikan aset The Company classifies its financial
keuangannya berdasarkan kategori assets according to the following
sebagai berikut pada saat pengakuan awal: categories at initial recognition:
Aset keuangan yang diukur pada biaya Financial assets measured at
perolehan diamortisasi; amortized cost;
Aset keuangan yang diukur pada nilai Financial assets measured at fair
wajar melalui penghasilan value through other comprehensive
komprehensif lain; income;
Aset keuangan yang diukur pada nilai Financial assets measured at fair
wajar melalui laba rugi. value through profit or loss.
171
13
Page 192
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
b. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b. Financial assets and liabilities (continued)
b.1. Aset keuangan (lanjutan) b.1. Financial assets (continued)
Selama tahun berjalan dan pada tanggal During the year and at the date of
laporan posisi keuangan, Perusahaan statement of financial position, the
hanya memiliki aset keuangan yang diukur Company only has financial assets
pada biaya perolehan diamortisasi serta measured at amortized cost and hedging
derivatif lindung nilai sehingga kebijakan derivatives. Therefore, the accounting
akuntansi selain klasifikasi aset keuangan policies other than the classifications of
yang diukur pada biaya perolehan financial assets measured at amortized
diamortisasi serta derivatif lindung nilai cost and hedging derivatives are not
tidak diungkapkan. disclosed.
Aset keuangan yang diukur pada biaya Financial assets measured at amortized
perolehan diamortisasi cost
Aset keuangan diukur pada biaya Financial assets are measured at
perolehan diamortisasi jika memenuhi amortized cost if they meet the following
kondisi sebagai berikut: conditions:
aset keuangan dikelola dalam model financial assets are managed in a
bisnis yang bertujuan untuk memiliki business model that aims to have
aset keuangan dalam rangka financial assets in order to obtain
mendapatkan arus kas kontraktual; dan contractual cash flow; and
persyaratan kontraktual dari aset the contractual terms of the financial
keuangan tersebut memberikan hak asset provide rights on a certain date
pada tanggal tertentu atas arus kas for cash flow obtained solely from
yang diperoleh semata dari payment of principal and interest
pembayaran pokok dan bunga (SPPI) (SPPI) on the principal amount
dari jumlah pokok terutang. owed.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan Financial assets carried at amortized cost
yang diukur pada biaya perolehan are initially recognized at fair value plus
diamortisasi diakui pada nilai wajarnya transaction costs and administration
ditambah biaya transaksi dan pendapatan income and subsequently measured at
administrasi dan selanjutnya diukur pada amortized cost using the effective interest
biaya perolehan diamortisasi dengan rate method.
menggunakan suku bunga efektif.
Aset keuangan yang diukur pada biaya Financial assets carried at amortized cost
perolehan diamortisasi meliputi kas dan kas consist of cash and cash equivalents,
di bank, piutang pembiayaan konsumen, consumer financing receivables, finance
piutang sewa pembiayaan, anjak piutang, lease receivables, factoring receivables,
aset lain-lain dan uang jaminan. other assets and security deposit.
172
14
Page 193
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
b. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b. Financial assets and liabilities (continued)
b.1. Aset keuangan (lanjutan) b.1. Financial assets (continued)
Pendapatan dari aset keuangan yang Income from financial assets measured at
diukur pada biaya perolehan diamortisasi amortized cost is included in the statement
dicatat dalam laporan laba rugi dan of profit or loss and other comprehensive
penghasilan komprehensif lain dan diakui income and is reported as “Consumer
sebagai “Pendapatan pembiayaan financing income”, “Finance lease income”
konsumen”, ”Pendapatan sewa and “Factoring income”.
pembiayaan” dan “Pendapatan anjak
piutang”.
Dalam hal terjadi penurunan nilai, In the case of impairment, allowance for
cadangan kerugian penurunan nilai impairment losses is reported as a
dilaporkan sebagai pengurang dari nilai deduction from the carrying value of the
tercatat dari aset keuangan yang diukur financial assets measured at amortized
pada biaya perolehan diamortisasi,dan cost and recognized inthe statement of
diakui di dalam laporan laba rugi dan profit or loss and other comprehensive
penghasilan komprehensif lain sebagai income as “Provision for impairment
“Penyisihan kerugian penurunan nilai”. losses”.
Aset keuangan yang diukur pada nilai Financial assets measured at fair value
wajar melalui laba rugi through profit or loss
Aset keuangan yang diukur pada nilai Financial assets measured at fair value
wajar melalui laba rugi termasuk aset through profit or loss include financial
keuangan untuk diperdagangkan dan assets held for trading and financial
aset keuangan yang ditetapkan pada saat assets designated upon initial recognition
pengakuan awal untuk diukur pada nilai at fair value through profit or loss.
wajar melalui laba rugi.
Pengakuan Recognition
Perusahaan menggunakan akuntansi The Company uses settlement date
tanggal penyelesaian untuk kontrak accounting for regular way contracts when
reguler ketika mencatat transaksi aset recording financial assets transactions.
keuangan
b.2. Penurunan nilai aset keuangan b.2. Impairment of financial assets
Pada setiap tanggal pelaporan, At each reporting date, the Company
Perusahaan mengukur penyisihan measures the Allowance of impairment
kerugian penurunan nilai instrumen losses on financial instruments over their
keuangan sejumlah kredit ekspektasian lifetime expectancy, if the credit risk of the
sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas financial instrument has increased
instrumen keuangan tersebut telah significantly since initial recognition. If at
meningkat secara signfikan sejak the reporting date, the credit risk of the
pengakuan awal. Jika pada tanggal financial instrument has not increased
pelaporan, risiko kredit atas instrumen significantly since initial recognition, the
keuangan tidak meningkat secara entity measures the allowance of
signifikan sejak pengakuan awal, entitas impairment losses for the financial
mengukur penyisihan kerugian untuk instrument in the amount of the expected
instrumen keuangan tersebut sejumlah 12-month loss. The aforementioned
kerugian ekspektasian 12 bulan. Kerugian losses represent expected loan losses
dimaksud merepresentasikan kerugian arising from financial instrument defaults
kredit ekspektasian yang timbul dari that may occur 12 months after the
peristiwa gagal bayar instrumen reporting date.
keuangan yang mungkin terjadi dalam 12
bulan setelah tanggal pelaporan.
173
15
Page 194
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
b. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b. Financial assets and liabilities (continued)
b.2. Penurunan nilai aset keuangan b.2. Impairment of financial assets
(lanjutan) (continued)
Selanjutnya, Perusahaan Furthermore, the Company classifies
mengelompokkan aset keuangan financial assets based on the evaluation
berdasarkan hasil evaluasi tersebut yang results which reflects the level of the credit
mencerminkan tingkat risiko kredit aset risk of financial assets.
keuangan.
a. Stage 1 a. Stage 1
Pada tanggal evaluasi penurunan At the evaluation date for impairment,
nilai, risiko kredit atas instrumen the credit risk for financial instruments is
keuangan tidak meningkat secara not increased significantly since initial
signifikan sejak pengakuan awal yang recognition as evidenced by no overdue
dapat dibuktikan dengan tidak of more than 30 days. For this reason,
terdapat tunggakan lebih dari 30 hari. the Company will measure the
Atas hal tersebut, Perseroan akan allowance for losses for the financial
mengukur penyisihan kerugian untuk instrument in the amount of 12 months
instrumen keuangan tersebut expected credit losses.
sejumlah kerugian kredit
ekspektasian 12 bulan.
Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan The 12-month expected credit loss is
adalah bagian dari kerugian kredit part of the expected credit loss
ekspektasian sepanjang umurnya throughout its lifetime that represents an
yang merepresentasikan kerugian expected credit loss arising from a
kredit ekspektasian yang timbul dari default on financial instruments that
peristiwa gagal bayar instrumen might occur 12 months after reporting
keuangan yang mungkin terjadi dalam date.
12 bulan setelah tanggal pelaporan.
b. Stage 2 b. Stage 2
Pada tanggal evaluasi penurunan At the evaluation date of impairment,
nilai, risiko kredit atas instrumen credit risk on financial instruments has
keuangan telah meningkat secara increased significantly since initial
signifikan sejak pengakuan awal yang recognition, which can be proven by the
dapat dibuktikan dengan terdapat overdue between 31 days and 90 days.
tunggakan antara 31 hari sampai For this reason, the Company will
dengan 90 hari. Atas hal tersebut, measure the allowance for losses for
Perusahaan akan mengukur these financial instruments at the
penyisihan kerugian untuk instrumen amount of expected credit losses over
keuangan tersebut sejumlah kerugian their lifetime.
kredit ekspektasian sepanjang
umurnya.
174
16
Page 195
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
b. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b. Financial assets and liabilities (continued)
b.2. Penurunan nilai aset keuangan b.2. Impairment of financial assets
(lanjutan) (continued)
c. Stage 3 c. Stage 3
Pada tanggal evaluasi penurunan At the evaluation date of impairment,
nilai, terdapat bukti objektif bahwa there is objective evidence that the
instrumen keuangan mengalami financial instruments are impaired,
penurunan nilai yang dapat dibuktikan which can be proven by being in
dengan terdapat tunggakan lebih dari overdue of more than 90 days. For this
90 hari. Atas hal tersebut, Perseroan reason, the Company will measure the
akan mengukur penyisihan kerugian allowance for losses for these financial
untuk instrumen keuangan tersebut instruments at the amount of expected
sejumlah kerugian kredit credit losses over their lifetime.
ekspektasian sepanjang umurnya.
Tujuan dari persyaratan penurunan nilai The purpose of the impairment
adalah untuk mengakui kerugian kredit requirements is to recognize expected
ekspektasian sepanjang umurnya atas credit losses over the life of all financial
semua instrumen keuangan yang telah instruments that have experienced a
mengalami peningkatan risiko kredit significant increase in credit risk since
secara signifikan sejak pengakuan awal - initial recognition - whether assessed
baik dinilai secara individu atau kolektif - individually or collectively - taking into
dengan mempertimbangkan semua account all reasonable and supported
informasi yang wajar dan terdukung, information, including estimated
termasuk informasi yang bersifat information future (forward-looking).
perkiraan masa depan (forward-looking).
Perusahaan menerapkan persyaratan The Company applies an impairment
penurunan nilai untuk aset keuangan requirement for financial assets measured
yang diukur pada biaya perolehan at amortised cost and financial assets
diamortisasi dan aset keuangan yang measured at fair value through other
diukur pada nilai wajar melalui comprehensive income.
penghasilan komprehensif lain.
Dalam beberapa keadaan Perusahaan In some circumstances the Company does
tidak memiliki informasi yang wajar dan not have reasonable and supported
terdukung yang tersedia tanpa biaya atau information available without fees or
upaya berlebihan untuk mengukur excessive efforts to measure expected
kerugian kredit ekspektasian sepanjang credit losses throughout its life on
umurnya pada instrumen secara individual instruments. Expected credit
individual. Kerugian kredit ekspektasian losses for the entire lifetime are
sepanjang umurnya diakui secara kolektif recognized collectively by considering
dengan mempertimbangkan informasi comprehensive credit risk information. The
risiko kredit komprehensif. Informasi risiko comprehensive credit risk information
kredit komprehensif tersebut harus must include not only arrears information
memasukan tidak hanya informasi but also all relevant credit information,
tunggakan tetapi juga seluruh informasi including forward-looking macroeconomic
kredit relevan, termasuk informasi information, to approach the outcome of
makroekonomi forward-looking, untuk recognizing expected credit losses over
mendekati hasil dari pengakuan kerugian the life of when there is a significant
kredit ekspektasian sepanjang umurnya increase in credit risk since initial
ketika terdapat kenaikan signifikan pada recognition at the level of individual
risiko kredit sejak pengakuan awal pada instruments.
level instrumen individu.
175
17
Page 196
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
b. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b. Financial assets and liabilities (continued)
b.2. Penurunan nilai aset keuangan b.2. Impairment of financial assets
(lanjutan) (continued)
Jika pada periode berikutnya, jumlah If in a subsequent period, the amount of
kerugian penurunan nilai berkurang dan the impairment loss decreases and the
pengurangan tersebut dapat dikaitkan decrease can be related objectively to an
secara objektif pada peristiwa yang terjadi event occurring after the impairment was
setelah penurunan nilai diakui (seperti recognized (such as an improvement in
meningkatnya peringkat piutang debitur), the debtor’s receivable rating), the
maka kerugian penurunan nilai yang previously recognized impairment loss is
sebelumnya diakui harus dipulihkan, reversed by adjusting the allowance for
dengan menyesuaikan akun cadangan impairment losses. The amount of the
kerugian penurunan nilai. Jumlah impairment reversal is recognized in the
pemulihan aset keuangan diakui pada statement of profit or loss and other
laporan laba rugi dan penghasilan comprehensive income
komprehensif lain.
Cadangan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses on
secara individual dihitung dengan impaired financial assets that was
menggunakan metode diskonto arus kas assessed individually is computed using
(discounted cash flows). Sedangkan discounted cash flows method. While
cadangan kerugian penurunan nilai allowance for impairment losses on
secara kolektif dihitung dengan impaired financial assets that was
menggunakan metode statistik dari data assessed collectively, the Company uses
historis berupa probability of default di statistical method of the historical data
masa lalu, waktu pengembalian dan such as the probability of defaults, time of
jumlah kerugian yang terjadi (Loss Given recoveries, the amount of loss incurred
Default) yang selanjutnya disesuaikan (Loss Given Default), considering
lagi dengan pertimbangan manajemen management’s judgment of current
terkait kondisi ekonomi dan kredit saat ini. economic and credit conditions.
Penerimaan kemudian atas piutang yang Subsequent recoveries of receivable
telah dihapusbukukan, dikreditkan written off are credited by adjusting the
dengan menyesuaikan pada akun allowance for impairment losses account
cadangan kerugian penurunan nilai.
b.3. Liabilitas keuangan b.3. Financial Liabilities
Liabilitas keuangan diklasifikasikan Financial liabilities are classified as
sebagai liabilitas keuangan yang diukur financial liabilities at fair value through
pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, profit or loss, financial liabilities measured
liabilitas keuangan diukur pada biaya at amortized cost or as derivatives
perolehan diamortisasi atau derivatif yang designated as hedging instruments in an
telah ditetapkan untuk tujuan lindung nilai effective hedge, if appropriate.
yang efektif, jika sesuai.
Perusahaan menentukan klasifikasi atas The Company determines the
liabilitas keuangan pada saat pengakuan classification of its financial liabilities at
awal. initial recognition.
Pada saat pengakuan awal liabilitas Financial liabilities are recognized initially
keuangan diukur pada nilai wajarnya. at fair value.
176
18
Page 197
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
b. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b. Financial assets and liabilities (continued)
b.3. Liabilitas keuangan (lanjutan) b.3. Financial Liabilities (continued)
Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri The Company’s financial liabilities consist
dari pinjaman yang diterima, Medium of borrowings, Medium Term Notes,
Term Notes, Utang Obligasi, beban yang Bonds, accrued expenses - interest,
masih harus dibayar - bunga, liabilitas derivative liabilities and other liabilities
derivatif dan liabilitas lain-lain (utang (supplier, customers deposits and
kepada supplier, titipan konsumen dan insurance payable).
asuransi).
Dalam hal liabilitas keuangan diukur pada In the case of financial liabilities measured
biaya perolehan diamortisasi, pada at amortized cost, these are initially
awalnya diakui pada nilai wajar dikurangi recorded at fair value less any directly
dengan biaya transaksi yang bisa attributable transaction costs and are then
diatribusikan secara langsung dan subsequently measured at amortised cost,
selanjutnya diukur pada biaya perolehan using the effective interest rate method
diamortisasi, menggunakan suku bunga unless the effect of discounting would be
efektif kecuali jika dampak diskonto tidak immaterial, in which case they are stated
material, maka dinyatakan pada biaya asacquisition cost. The related interest
perolehan. Beban bunga diakui dalam expense is recognized within “Financing
“Beban Pendanaan” dalam laporan laba Costs” in the statement of profit or loss and
rugi dan penghasilan komprehensif lain. other comprehensive income.
Keuntungan atau kerugian diakui sebagai Gains or losses are recognized in the
laba rugi ketika liabilitas keuangan profit or loss when the financial liabilities
tersebut dihentikan pengakuannya dan are derecognized as well as through the
melalui proses amortisasi. amortization process.
Liabilitas keuangan dihentikan A financial liability is derecognized when
pengakuannya ketika kewajiban yang the obligation specified in the contract is
ditetapkan dalam kontrak ditunaikan atau discharged or cancelled or expired.
dibatalkan atau kadaluwarsa.
b.4. Modifikasi atas Arus Kas Aset keuangan b.4. Modification of Cash Flow of Financial
Assets
Penilaian atas suatu aset keuangan telah An assessment of a financial asset has
dimodifikasi baik secara substansial been modified substantially or not is
maupun tidak substansial dapat dilakukan carried out by a working unit who can
oleh unit kerja yang berwenang authorized to modify or restructure the
melakukan modifikasi atau restrukturisasi financial assets when the working unit
aset keuangan pada saat unit kerja carries out modification or restructuring
tersebut melakukan tindakan modifikasi the financial assets.
atau restrukturisasi atas suatu aset
keuangan.
Modifikasi aset keuangan dianggap Modifications to financial assets are
substansial dan Perusahaan akan considered substantial and the Company
berhenti mengakui aset keuangan awal will derecognize the original financial
ketika: (i) aset keuangan (atau assets when: (i) the financial asset (or a
bagiannya) berakhir, yaitu jika debitur portion) expires, that is, if the debtor is
secara hukum dibebaskan dari tanggung legally released from primary
jawab utama atas aset tersebut (atau responsibility for the asset (or any portion),
bagiannya), baik melalui proses hukum either by legal process or by the creditor
maupun oleh kreditur pembuatan kontrak entering into a new credit contract (for
kredit baru (sebagai contoh, novasi); atau example, novation); or (ii) there is a
(ii) terdapat konversi mata uang. currency conversion.
177
19
Page 198
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
b. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b. Financial assets and liabilities (continued)
b.4. Modifikasi atas Arus Kas Aset keuangan b.4. Modification of Cash Flow of Financial
(lanjutan) Assets (continued)
a. Modifikasi Aset Keuangan yang a. Substantial Modification of Financial
Substansial Assets
Perusahaan kemudian akan The Company will then measure the
mengukur aset keuangan yang telah modified financial assets either
dimodifikasi baik secara substansial substantially or not as follows:
maupun tidak substansial dengan
cara berikut:
1. Saat arus kas kontraktual atas 1. When the contractual cash
aset keuangan direnegosiasi flows on financial assets are
atau dimodifikasi (antara lain renegotiated or modified (for
ketika kredit direstrukturisasi) example, when credit is
dimana renegosiasi atau restructured) where the
modifikasi tersebut renegotiation or modification
menghasilkan penghentian results in derecognition of the
pengakuan aset keuangan, financial asset, the Company
Perusahaan akan mencatat aset will record the financial asset as
keuangan tersebut sebagai aset a new/modified financial asset
keuangan baru/modifikasian on the modification/negotiation
pada tanggal date.
modifikasi/negosiasi.
2. Selisih jumlah tercatat bruto aset 2. The difference between the
keuangan awal dengan nilai gross carrying amount of the
wajar aset modifikasian diakui di original financial asset and the
laba rugi. fair value of the modified asset
is recognized in profit or loss.
3. Pendapatan atau biaya transaksi 3. Transaction income or costs
yang terjadi sehubungan dengan incurred in connection with a
kejadian modifikasi diakui modification event are
sebagai bagian dari keuntungan recognized as part of the gain
atau kerugian atas modifikasi or loss on the modification.
tersebut.
4. Selanjutnya, Perusahaan 4. Next, the Company assessed
melakukan penilaian apakah whether new/ modified financial
aset keuangan baru/ assets are assets that arise
modifikasian merupakan asset from deteriorating financial
yang berasal dari aset keuangan assets.
memburuk.
5. Pengakuan pendapatan bunga 5. The recognition of interest
atas aset yang berasal dari aset income on assets originating
keuangan memburuk ditentukan from deteriorating financial
berdasarkan suku bunga efektif assets is determined based on
yang telah disesuaikan dengan the risk-adjusted effective
risiko kredit (risk adjusted interest rate to discount the
effective interest rate) untuk cash flows of modified financial
mendiskontokan arus kas aset assets.
keuangan yang telah
dimodifikasi.
178
20
Page 199
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
b. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b. Financial assets and liabilities (continued)
b.4. Modifikasi atas Arus Kas Aset keuangan b.4. Modification of Cash Flow of Financial
(lanjutan) Assets (continued)
b. Modifikasi Aset Keuangan yang Tidak b. Unsubstantiated Modification of
Substansial Financial Assets
1. Saat Perusahaan melakukan 1. When the Company renegotiates
renegosiasi atau modifikasi arus or modifies contractual cash
kas kontraktual atas aset flows for financial assets (among
keuangan (antara lain ketika others, when loans are
kredit direstrukturisasi) yang restructured) that do not meet the
tidak memenuhi kriteria criteria for substantial
modifikasi aset keuangan yang modification of financial assets
substansial di atas, maka above, the renegotiation or
renegosiasi atau modifikasi modification does not result in
tersebut tidak menghasilkan derecognition of financial assets.
penghentian pengakuan aset
keuangan.
2. Jumlah tercatat bruto aset 2. The gross carrying amount of
keuangan dihitung sebesar nilai financial assets is computed at
kini (net present value) dari arus the net present value of modified
kas kontraktual yang telah or renegotiated contractual cash
dimodifikasi atau direnegosiasi flows discounted at the original
yang didiskontokan effective interest rate.
menggunakan suku bunga
efektif awal.
3. Perusahaan kemudian 3. The Company then recognizes
mengakui keuntungan atau the gain or loss from the
kerugian dari modifikasi (yaitu modification (namely the change
sebesar perubahan jumlah in the gross carrying amount of
tercatat bruto aset keuangan) the financial asset) in the income
dalam laporan laba rugi. statement.
4. Pendapatan atau biaya transaksi 4. Transaction income or costs
yang terjadi sehubungan dengan incurred in connection with a
kejadian modifikasi diakui modification event are
sebagai penyesuaian terhadap recognized as an adjustment to
jumlah tercatat aset keuangan the carrying amount of the
yang telah dimodifikasi dan modified financial asset and
diamortisasi selama sisa jangka amortized over the remaining
waktu aset keuangan term of the modified financial
modifikasian tersebut. asset.
b.5. Saling hapus b.5. Offsetting
Aset keuangan dan liabilitas keuangan Financial assets and financial liabilities are
saling hapus dan nilai netonya disajikan to be offset against one another and the
dalam laporan posisi keuangan jika, dan net amount is presented in the statement
hanya jika, Perusahaan memiliki hak of financial position only if the Company
yang berkekuatan hukum untuk has a legally enforceable right to set off the
melakukan saling hapus atas jumlah yang amounts and intends either to settle on a
telah diakui tersebut dan berniat untuk net basis or to realize the asset and settle
menyelesaikan
179
21
Page 200
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
b. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b. Financial assets and liabilities (continued)
b.5. Saling hapus (lanjutan) b.5. Offsetting (continued)
secara neto atau untuk merealisasikan the liability simultaneously. This means
aset dan menyelesaikan liabilitasnya that the right to set off:
secara simultan. Hak yang berkekuatan
hukum berarti:
a. tidak terdapat kontinjensi di masa a. must not be contingent on a future
yang akan datang, dan event, and
b. hak yang berkekuatan hukum pada b. must be legally enforceable in all of the
kondisi-kondisi berikut ini: following circumstances:
i. kegiatan bisnis normal; i. the normal course of business
ii. kondisi kegagalan usaha; dan ii. the event of default
iii. kondisi gagal bayar atau iii. the event of insolvency or
bangkrut. bankruptcy.
Pendapatan dan beban disajikan dalam Income and expense are presented on a
jumlah neto hanya jika diperkenankan oleh net basis only whenpermitted by
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Indonesian Financial Accounting
Standards.
b.6. Klasifikasi instrumen keuangan b.6. Classification of financial instruments
Perusahaan mengklasifikasikan instrumen The Company classifies the financial
keuangan ke dalam klasifikasi tertentu instruments into classes that reflects the
yang mencerminkan sifat dari informasi nature of information and take into account
dan mempertimbangkan karakteristik dari the characteristics of those financial
instrumen keuangan tersebut. Klasifikasi instruments. The classifications are inline
ini sesuai dengan kategori yang di with the Category as defined by SFAS
definisikan oleh PSAK 71 sebagai berikut: No.71 as follows:
Kategori yang didefiniskan oleh PSAK No. 71/ Golongan (ditentukan oleh Perusahaan)/ Subgolongan/
Category as defined by SFAS No. 71 Class (as determined by the Company) Subclasses
Kas dan kas di bank/ Cash and cash equivalent
Kas di bank/ Cash in banks
Piutang sewa pembiayaan/ Financing lease receivables
Aset keuangan yang diukur Anjak Piutang/ Factoring
Aset
pada biaya perolehan yang Piutang pembiayaan konsumen/ Consumer financing receivables
keuangan/Financial
diamortisasi/ Financial
assets Piutang lain-lain/ Other receivables
assets at amortized cost
Aset lain-lain/ Other assets
Piutang karyawan/ Employees receivables
Uang jaminan/ Guarantee deposit
180
22
Page 201
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
b. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b. Financial assets and liabilities (continued)
b.6. Klasifikasi instrument keuangan b.6. Classification of financial instruments
(lanjutan) (continued)
Perusahaan mengklasifikasikan instrumen The Company classifies the financial
keuangan ke dalam klasifikasi tertentu instruments into classes that reflects the
yang mencerminkan sifat dari informasi nature of information and take into
dan mempertimbangkan karakteristik dari account the characteristics of those
instrument keuangan tersebut. Klasifikasi financial instruments. The classifications
ini sesuai dengan kategori yang di are inline with the Category as defined by
definisikan oleh PSAK 71 sebagai berikut SFAS No.71 as follows (continued):
(lanjutan):
Kategori yang didefiniskan oleh PSAK No. 71/ Golongan (ditentukan oleh Perusahaan)/ Subgolongan/
Category as defined by SFAS No. 71 Class (as determined by the Company) Subclasses
Utang usaha/ Trade payables
Utang asuransi/ insurance payables
Utang lain-lain/ Other payables
Liabilitas keuangan yang
Premi asuransi/ Insurance premium
diukur dengan biaya
Lain-lan/ Others
Liabilitas perolehan diamortisasi/
Beban bunga yang masih harus dibayar/ Accrued interest expenses
keuangan/Financial Financial liabilities at
Pinjaman bank/ Bank Loans
liabilities amortized cost
Surat berharga/ Medium Terms Notes
Utang obligasi/ Bonds
Liabilitas sewa/ Lease Liabilities
Derivatif lindung nilai/ Lindung nilai atas nilai arus kas/ Hedging instruments in cash flow hedges
Hedging derivative Utang derivatif/ Derivative payables
b.7. Pengukuran biaya perolehan b.7. Amortized cost measurement
diamortisasi
Biaya perolehan diamortisasi dari aset The amortized cost of a financial asset or
keuangan atau liabilitas keuangan adalah financial liability is the amount at which the
jumlah aset atau liabilitas keuangan yang financial asset or liability is measured at
diukur pada saat pengakuan awal initial recognition, minus principal
dikurangi pembayaran pokok, ditambah repayments, plus or minus the cumulative
atau dikurangi dengan amortisasi amortization using the effective interest
kumulatif dengan menggunakan metode method of any difference between the
suku bunga efektif yang dihitung dari initial amount recognized and the maturity
selisih antara nilai awal dan nilai jatuh amount, minus any reduction of allowance
temponya, dikurangi cadangan kerugian for impairment losses.
penurunan nilai.
b.8. Pengukuran nilai wajar b.8. Fair value measurement
Nilai wajar adalah harga yang akan Fair value is the price that would be
diterima untuk menjual suatu aset atau received to sell an asset or paid to transfer
harga yang akan dibayar untuk a liability in an orderly transaction between
mengalihkan suatu liabilitas dalam market participants at the measurement
transaksi teratur antara pelaku pasar date. The fair value measurement is based
pada tanggal pengukuran. Pengukuran on the presumption that the transaction to
nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa sell the asset or transfer the liability takes
transaksi untuk menjual aset atau place either:
mengalihkan liabilitas terjadi di:
pasar utama untuk aset dan liabilitas in the principal market for the asset or
tersebut, atau liability, or
181
23
Page 202
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
b. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b. Financial assets and liabilities (continued)
b.8. Pengukuran nilai wajar (lanjutan) b.8. Fair value measurement (continued)
Nilai wajar adalah harga yang akan Fair value is the price that would be
diterima untuk menjual suatu aset atau received to sell an asset or paid to transfer
harga yang akan dibayar untuk a liability in an orderly transaction between
mengalihkan suatu liabilitas dalam market participants at the measurement
transaksi teratur antara pelaku pasar pada date. The fair value measurement is based
tanggal pengukuran. Pengukuran nilai on the presumption that the transaction to
wajar berdasarkan asumsi bahwa transaksi sell the asset or transfer the liability takes
untuk menjual aset atau mengalihkan place either (continued):
liabilitas terjadi di (lanjutan):
jika terdapat pasar utama, di pasar in the absence of the principal market,
yang paling menguntungkan untuk in the most advantageous market for
aset atau liabilitas tersebut. the asset or liability.
Perusahaan harus memiliki akses ke pasar The principal or the most advantageous
utama atau pasar yang paling market must be accessible by the
menguntungkan tersebut. Company.
Nilai wajar aset dan liabilitas diukur The fair value of an asset or a liability is
menggunakan asumsi yang akan measured using the assumptions that
digunakan pelaku pasar ketika market participants would use when pricing
menentukan harga aset atau liabilitas the asset or liability, assuming that market
tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku participants act in their economic best
pasar bertindak dalam kepentingan interest.
ekonomi terbaiknya.
Perusahaan menggunakan teknik The Company uses valuation techniques
penilaian yang sesuai dalam keadaan dan that are appropriate in the circumtances
dimana data yang memadai tersedia untuk and for which sufficient data are available
mengukur nilai wajar, memaksimalkan to measure fair value, maximising the use
penggunaan input yang tidak dapat of relevant observable inputs and
diobservasi. minimising the use of unobservable inputs.
Semua aset dan liabilitas yang nilai All assets and liabilities for which fair value
wajarnya diukur atau diungkapkan dalam is measured or disclosed in the financial
laporan keuangan dikategorikan dalam statements are categorized within the fair
hirarki nilai wajar, sebagaimana dijelaskan value hierarchy, described as follows,
di bawah ini, berdasarkan tingkatan level based on the lowest level input that is
input yang terendah yang signifikan significant to the fair value measurement as
terhadap pengukuran nilai wajar secara a whole:
keseluruhan:
Level 1 - harga kuotasian (tanpa Level 1 - quoted (unadjusted) market
penyesuaian) di pasar aktif untuk prices in active markets for identical
aset atau liabilitas yang identik. assets or liabilities.
Level 2 - teknik penilaian di mana Level 2 - valuation techniques for
tingkat level input terendah yang which the lowest level input that is
signifikan terhadap pengukuran nilai significant to the fair value
wajar dapat diobservasi baik secara measurement is directly or indirectly
langsung atau tidak langsung. observable.
Level 3 - teknik penilaian di mana Level 3 - valuation techniques for
tingkat level input terendah yang which the lowest level input that is
signifikan terhadap pengukuran nilai significant to the fair value
wajar tidak dapat diobservasi baik measurement is directly or indirectly
secara langsung atau tidak unobservable.
langsung.
182
24
Page 203
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
b. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) b. Financial assets and liabilities (continued)
b.8. Pengukuran nilai wajar (lanjutan) b.8. Fair value measurement (continued)
Untuk aset dan liabilitas yang diukur secara For assets and liabilities that are
berulang dalam laporan keuangan, recognized in the financial statements on a
Perusahaan menentukan apakah recurring basis, the Company determines
perpindahan antar level hirarki telah terjadi whether transfers have occurred between
dengan melakukan evaluasi levels in hierarchy by re-assesing
pengelompokan (berdasarkan level input categorisation (based on the lowest level
yang terendah yang signifikan terhadap input that is significant to the fair value
pengukuran nilai wajar secara menyeluruh) measurement as a whole) at the end of
pada setiap akhir periode pelaporan. each reporting period.
c. Kas dan kas di bank c. Cash on hand and cash in banks
Kas dan setara kas terdiri dari kas dan kas di Cash and cash equivalents consist of cash on
bank, yang jatuh tempo dalam waktu 3 bulan hand and cash in banks with a maturity period
atau kurang sejak tanggal penempatan yang of 3 months or less since the date of placement
tidak digunakan sebagai jaminan atas utang that are unrestricted and not used as collateral
serta tidak dibatasi penggunaannya. for loans.
d. Akuntansi sewa d. Accounting for leases
Piutang sewa pembiayaan merupakan jumlah Finance lease receivables represent lease
piutang sewa pembiayaan ditambah nilai sisa receivables plus the residual value at the end of
yang akan diterima pada akhir masa sewa the lease period and stated net of unearned
pembiayaan dikurangi dengan pendapatan lease income, security deposits and allowances
sewa pembiayaan tangguhan, simpanan for impairment losses. The difference between
jaminan dan cadangan kerugian penurunan the gross lease receivable and the present
nilai. Selisih antara nilai piutang usaha bruto value of the lease receivable is recognized as
dan nilai tunai piutang diakui sebagai unearned lease income.
pendapatan sewa pembiayaan tangguhan.
Pendapatan sewa pembiayaan yang Unearned financing lease income is recognized
ditangguhkan diakui sebagai pendapatan sewa as financing lease income using effective
pembiayaan menggunakan metode suku interest rates method.
bunga efektif.
Penyewa pembiayaan memiliki hak opsi untuk The lessee has the option to purchase the
membeli aset yang disewa-pembiayaankan leased asset at the end of the lease period at a
pada akhir masa sewa pembiayaan dengan price mutually agreed upon at the
harga yang telah disetujui bersama pada saat commencement of the agreement.
dimulainya perjanjian sewa pembiayaan.
Penyelesaian kontrak sebelum masa sewa Early termination is treated as a cancellation of
pembiayaan berakhir diperlakukan sebagai an existing contract and the resulting gain or
pembatalan kontrak sewa dan laba atau rugi loss is credited or charged to the current year
yang timbul diakui dalam laporan laba rugi dan statement of profit or loss and other
penghasilan komprehensif lain tahun berjalan. comprehensive income.
183
25
Page 204
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
d. Akuntansi sewa (lanjutan) d. Accounting for leases (continued)
Perusahaan sebagai lessor The Company as a lessor
Dalam sewa pembiayaan, Perusahaan, Under a finance lease, the Company, as a
sebagai lessor, mengakui aset berupa piutang lessor, recognizes assets held under a finance
sewa pembiayaan di laporan posisi keuangan lease in its statement of financial position and
sebesar jumlah yang sama dengan sewa present them as a receivable at an amount
pembiayaan neto. Penerimaan piutang sewa equal to the net investment in direct financing
diperlakukan sebagai pembayaran pokok dan leases.
penghasilan pembiayaan.
Pengakuan pendapatan sewa pembiayaan Lease payment receivable is treated as
didasarkan pada suatu pola yang repayment of principal and finance income. The
mencerminkan suatu tingkat pengembalian recognition of lease income is based on a
periodik yang konstan atas investasi neto pattern reflecting a constant periodic rate of
Perusahaan sebagai lessor dalam sewa return on the Company’s net investment in
pembiayaan. direct financing lease.
Dalam sewa menyewa operasi, Perusahaan Under an operating lease, the Company
mengakui aset untuk sewa operasi di laporan presents assets subject to operating leases in
posisi keuangan sesuai sifat aset tersebut. its statement of financial position according to
Biaya langsung awal sehubungan proses the nature of the asset. Initial direct costs
negosiasi sewa operasi ditambahkan ke nilai incurred in negotiating an operating lease are
tercatat dari aset sewaan dan diakui sebagai added to the carrying amount of the leased
beban selama masa sewa dengan dasar yang asset and recognized over the lease term on the
sama dengan pendapatan sewa. Rental same basis as rental income. Contingent rents,
kontinjen, apabila ada, diakui sebagai if any, are recognized as revenue in the periods
pendapatan pada periode terjadinya. in which they are earned. Lease income from
Pendapatan sewa operasi diakui sebagai operating leases is recognized as income on a
pendapatan atas metode garis lurus selama straight-line method over the lease term.
masa sewa.
Piutang sewa pembiayaan diklasifikasikan Finance lease receivables are classified as
sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya financial assets measured at amortized cost.
perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2b untuk Refer to Note 2b for the accounting policy for
kebijakan akuntansi atas aset keuangan yang financial assets measured at amortized cost.
diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Restrukturisasi kredit dapat dilakukan dengan Credit restructuring can be done by over
cara pengalihan kredit, melanjutkan kredit, contract, asset replacement, repay back,
mengangsur kembali, merubah jatuh tempo, change in due date, change in tenor and/or
merubah tenor dan/atau menambah down increase in down payment.
payment.
184
26
Page 205
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
d. Akuntansi sewa (lanjutan) d. Accounting for leases (continued)
Kerugian yang timbul dari restrukturisasi kredit Losses on loan restructuring in respect of
yang berkaitan dengan modifikasi persyaratan modification of the terms of the loans are
kredit hanya diakui bila nilai tunai penerimaan recognized only if the cash value of total future
kas masa depan yang telah ditentukan dalam cash receipt specified in the new terms of the
persyaratan kredit yang baru, termasuk loans, including both receipts designated as
penerimaan yang diperuntukkan sebagai interest, and those designated as loan principal,
bunga maupun pokok, adalah lebih kecil dari are less than the recorded amounts of loans
nilai kredit yang diberikan yang tercatat before restructuring in financial statements.
sebelum restrukturisasi di laporan keuangan.
e. Akuntansi piutang pembiayaan konsumen e. Accounting for consumer financing
receivables
Piutang pembiayaan konsumen neto Net consumer financing receivables are
merupakan total piutang setelah dikurangi presented net of amounts financed, unearned
pendapatan pembiayaan konsumen yang consumer financing income and allowance for
belum diakui dan cadangan kerugian impairment losses.
penurunan nilai.
Piutang pembiayaan konsumen diakui pada Consumer financing receivables are recognized
awalnya dengan nilai wajar ditambah biaya- initially at fair value, added with directly
biaya transaksi dan dikurangi yield enhancing attributable transactions costs and deducted by
income yang dapat diatribusikan secara yield enhancing income, and subsequently
langsung dan selanjutnya diukur dengan biaya measured at amortized cost using the effective
perolehan diamortisasi menggunakan metode interest rate method. Consumer financing
tingkat bunga efektif. Piutang pembiayaan receivables are classified as financial assets
konsumen diklasifikasikan sebagai aset measured at amortized cost. Consumer
keuangan yang diukur pada biaya perolehan financing receivables are classified as loans
diamortisasi. Piutang pembiayaan konsumen and receivables. Refer to Note 2b for the
diklasifikasikan sebagai pinjaman yang accounting policy for financial assets measured
diberikan dan piutang. Lihat Catatan 2b untuk at amortized cost.
kebijakan akuntansi atas asset keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Pendapatan pembiayaan konsumen yang Consumer financing receivables presented the
belum diakui merupakan selisih antara jumlah difference between total installment payments
keseluruhan pembayaran angsuran yang akan to be received from customer with total principal
diterima dari konsumen dan jumlah pokok amount, recognized as an income over the
pembiayaan, yang diakui sebagai pendapatan contract term based on the effective interest rate
selama jangka waktu kontrak berdasarkan of consumer financing receivables.
tingkat suku bunga efektif dari piutang
pembiayaan konsumen.
Penyelesaian kontrak sebelum masa The completion of the contract before its
pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan maturity is treated as a cancellation of an
sebagai pembatalan kontrak pembiayaan existing contract and the resulting gain is
konsumen dan keuntungan atau kerugian yang recognized in the current year statement of
timbul diakui dalam laporan laba rugi dan profit or loss and other comprehensive income
penghasilan komprehensif lain tahun berjalan at the transaction date.
pada tanggal terjadinya transaksi.
185
27
Page 206
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
e. Akuntansi piutang pembiayaan konsumen e. Accounting for consumer financing
(lanjutan) receivables (continued)
Restrukturisasi kredit dapat dilakukan dengan Credit restructuring can be done by over
cara pengalihan kredit, melanjutkan kredit, contract, asset replacement, repay back,
mengangsur kembali, merubah jatuh tempo, change in due date, change in tenor and/or
merubah tenor dan/atau menambah down increase in down payment.
payment.
Kerugian yang timbul dari restrukturisasi kredit Losses on loan restructuring in respect of
yang berkaitan dengan modifikasi persyaratan modification of the terms of the loans are
kredit hanya diakui bila nilai tunai penerimaan recognized only if the cash value of total future
kas masa depan yang telah ditentukan dalam cash receipt specified in the new terms of the
persyaratan kredit yang baru, termasuk loans, including both receipts designated as
penerimaan yang diperuntukkan sebagai interest, and those designated as loan principal,
bunga maupun pokok, adalah lebih kecil dari are less than the recorded amounts of loans
nilai kredit yang diberikan yang tercatat before restructuring in financial statements.
sebelum restrukturisasi di laporan keuangan.
f. Akuntansi tagihan anjak piutang f. Accounting for factoring receivables
Anjak piutang dicatat menggunakan PSAK Factoring receivables are recognized as in
terkait dan diakui sebagai tagihan anjak piutang PSAK and accounted for as a factoring
sebesar nilai piutang yang diperoleh dan receivable at the amounts of receivables
dinyatakan sebesar nilai neto yang dapat acquired and are presented at the realizable
direalisasi, setelah dikurangi pendapatan anjak value, net of deferred income. The difference
piutang ditangguhkan. Selisih antara tagihan between the factoring receivables and the
anjak piutang dengan jumlah pembayaran ke amount of payments made to the client is
klien diakui sebagai pendapatan anjak piutang recognized as deferred factoring income and will
ditangguhkan, yang akan diakui sebagai be recognized as factoring income over the
pendapatan anjak piutang berdasarkan terms of the respective factoring agreements
proporsi waktu selama periode kontrak using the effective interest rate.
menggunakan tingkat suku bunga efektif.
Anjak piutang diklasifikasikan sebagai aset Factoring receivables are classified as financial
keuangan yang diukur pada biaya perolehan assets measured at amortized cost. Before
diamortisasi. Anjak piutang diklasifikasikan January 1, 2020, factoring receivables are
sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. classified as loans and receivables. Refer to
Lihat Catatan 2b untuk kebijakan akuntansi atas Note 2b for the accounting policy for financial
aset keuangan yang diukur pada biaya assets measured at amortized cost.
perolehan diamortisasi.
g. Cadangan kerugian penurunan nilai g. Allowance for impairment losses
Perusahaan melakukan perhitungan cadangan The Company calculates the allowance for
kerugian penurunan nilai dengan impairment losses using the “expected credit
menggunakan metode kerugian kredit losses” methodology. Refer to Note 2b.
ekspektasian. Lihat Catatan 2b.
186
28
Page 207
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
g. Cadangan kerugian penurunan nilai g. Allowance for impairment losses
(lanjutan) (continued)
Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian Measurement of Expected Credit Losses
Kerugian Kredit Ekspektasian adalah estimasi Expected Credit Loss is an estimate of the
probabilitas tertimbang dari kerugian kredit weighted probability of a credit loss measured
yang diukur sebagai berikut: as follows:
Aset keuangan yang tidak memburuk pada Financial assets that do not deteriorate at the
tanggal pelaporan, kerugian kredit reporting date, the expected credit loss is
ekspektasian diukur sebesar selisih antara nilai measured at the difference between the present
kini dari seluruh kekurangan kas (yaitu selisih value of all cash shortages (i.e. the difference
antara arus kas yang terutang kepada between the cash flows owed to the Company
Perseroan sesuai dengan kontrak dan arus kas in accordance with the contract and the cash
yang diperkirakan akan diterima oleh flows expected to be received by the Company);
Perusahaan);
Aset keuangan yang memburuk pada tanggal Financial assets that deteriorate at the reporting
pelaporan, kerugian kredit ekspektasian diukur date, the expected credit loss is measured at the
sebesar selisih antara jumlah tercatat bruto dan difference between the gross carrying amount
nilai kini arus kas masa depan yang diestimasi. and the present value of estimated future cash
flows.
h. Beban dibayar di muka dan uang muka h. Prepaid expenses and advances
Beban dibayar di muka yang terutama terdiri Prepaid expenses mainly consist of prepaid
dari sewa dibayar di muka dibebankan pada rental charged to operations over the periods
operasi selama masa manfaat masing-masing benefitted and advances to suppliers.
biaya yang bersangkutan dan uang muka
kepada pemasok.
i. Aset tetap i. Fixed assets
Aset tetap pada awalnya dinyatakan sebesar Fixed assets are initially recognized at
harga perolehan. Setelah pengukuran awal, acquisition cost. After initial measurement, fixed
aset tetap diukur dengan model biaya, dicatat assets are measured using the cost model,
pada harga perolehan dikurangi akumulasi carried at its cost less any accumulated
penyusutan dan akumulasi penurunan nilai. depreciation and accumulated impairment
losses.
Harga perolehan mencakup harga pembelian Acquisition cost includes purchase price and
dan semua beban yang terkait secara langsung any costs directly attributable to bring the
untuk membawa aset tersebut ke lokasi dan assets to the location and condition necessary
kondisi yang diperlukan untuk memungkinkan for the asset to be capable of operating in the
aset tersebut beroperasi sebagaimana manner intended by management.
ditentukan oleh manajemen.
187
29
Page 208
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
i. Aset tetap (lanjutan) i. Fixed assets (continued)
Penyusutan aset tetap selain tanah dihitung Depreciation of fixed assets other than land is
dengan menggunakan metode garis lurus calculated on the straight-line method to
untuk mengalokasikan harga perolehan hingga allocate their cost to their residual values over
mencapai nilai sisa sepanjang estimasi masa their estimated useful lives as follows:
manfaatnya sebagai berikut:
Tahun/ Persentase/
Year Percentage
Kendaraan 5 20% Vehicles
Prasarana 3-5 20.00% - 33.33% Leasehold Improvements
Perangkat keras komputer 5 20.00% Computer Hardware
Perabot dan peralatan kantor 3-5 20.00% - 33.33% Furniture, texture, and office equipment
Aset Sewa Operasi 5 20,00% Operating lease asset
Beban perbaikan dan pemeliharaan Repairs and maintenance are charged to the
dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan statement of profit or loss and other
penghasilan komprehensif selama tahun comprehensive income during the year in which
dimana beban-beban tersebut terjadi. they are incurred. Expenditures that extend the
Pengeluaran yang memperpanjang masa future life of assets or provide further economic
manfaat aset atau yang memberikan tambahan benefits are capitalized and depreciated.
manfaat ekonomis dikapitalisasi dan
disusutkan.
Apabila aset tetap dihentikan pengakuannya When fixed assets are derecognized (retired or
(tidak digunakan lagi atau dijual), maka nilai disposed of), their carrying values and the
tercatat dan akumulasi penyusutannya related accumulated depreciation are removed
dikeluarkan dari laporan posisi keuangan, dan from the statement of financial position, and the
keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui resulting gains or losses are recognized in the
dalam laporan laba rugi dan penghasilan current year statement of profit or loss and other
komprehensif lain tahun berjalan. comprehensive income.
Apabila nilai tercatat aset tetap lebih besar dari When the carrying amount of fixed assets is
nilai yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat greater than its estimated recoverable amount,
aset tersebut diturunkan menjadi sebesar nilai it is written down to its recoverable amount
yang dapat diperoleh kembali, yang ditentukan which is determined at the higher of net selling
sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan price or value in use.
nilai pakai.
Pada setiap akhir periode pelaporan, nilai At the reporting date, the assets residual values,
residu, umur manfaat dan metode penyusutan useful lives and methods of depreciation are
dikaji ulang dan disesuaikan secara prospektif reviewed and adjusted prospectively if
jika diperlukan. appropriate.
j. Aset hak guna dan liabilitas sewa j. Right-of-use assets and lease liabilities
Perusahaan telah menerapkan PSAK No. 73 The Company has applied SFAS No. 73
“Sewa” sejak tanggal 1 Januari 2020. “Lease” since January 1, 2020.
188
30
Page 209
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
j. Aset hak guna dan liabilitas sewa (lanjutan) j. Right-of-use assets and lease liabilities
(continued)
PSAK No. 73 menerapkan persyaratan baru SFAS No. 73 introduces new or amended
atau amandemen sehubungan dengan requirements with respect to lease accounting.
akuntansi sewa. Standar ini memperkenalkan This standard introduces significant changes to
perubahan signifikan untuk akuntansi lessee lessee accounting by removing the distinction
dengan menghapus perbedaan antara sewa between operating and finance lease, and
operasi dan pembiayaan, serta mensyaratkan requiring the recognition of a right-of-use asset
pengakuan aset hak guna dan pengakuan and a lease liability at commencement for all
liabilitas sewa pada saat dimulainya sewa untuk leases, except for:
seluruh sewa, kecuali:
sewa dengan jangka waktu kurang atau Leases with a term of less or equal to 12
sama dengan 12 bulan dan tidak terdapat months and there is no call option;
opsi beli;
sewa atas aset dengan nilai rendah. Leases of low value assets.
Berbeda dengan akuntansi lessee, persyaratan In contrast to lessee accounting, the
untuk akuntansi lessor sebagian besar tidak requirements for lessor accounting have
berubah. Dampak dari adopsi PSAK No. 73 remained largely unchanged. The impact of the
pada laporan keuangan dijelaskan di bawah ini adoption of SFAS No. 73 on the financial
statements is described below.
Tanggal penerapan awal PSAK No. 73 untuk The date of initial application of SFAS No. 73 for
Perusahaan adalah 1 Januari 2020. the Company is January 1, 2020. The Company
Perusahaan telah menerapkan PSAK No. 73 has applied SFAS No. 73 using the modified
menggunakan pendekatan retrospektif yang retrospective approach by recognizing the
dimodifikasi dengan mengakui dampak cumulative impact of the initial application of
kumulatif dari awal penerapan PSAK No. 73. SFAS No. 73. Therefore, the comparative
Dengan demikian, informasi komparatif yang information presented for 2019 has not been
disajikan untuk tahun 2019 tidak disajikan restated as previously reported, under SFAS
kembali sebagaimana dilaporkan sebelumnya, No. 30 and the related interpretations.
pada PSAK No. 30 dan interpretasi terkait.
a. Dampak definisi baru dari sewa a. Impact of the new definition of a lease
Perubahan utama dari definisi sewa The major change in the definition of a
berkaitan dengan konsep pengendalian. lease mainly relates to the concept of
PSAK No. 73 menentukan apakah kontrak control. SFAS No. 73 determines whether a
mengandung sewa atas dasar jika terdapat contract contains a lease on the basis of
aset identifikasian dan lessee memiliki hak whether the identified asset and lessee has
untuk mengendalikan penggunaan asset the right to control the use of an asset for a
selama suatu jangka waktu tertentu untuk period of time in exchange for
dipertukarkan dengan imbalan. Hal consideration. This is, in contrast, to
tersebut merupakan perbedaan penentuan determine whether a contract contains a
apakah kontrak mengandung sewa lease under SFAS No. 30 that focuses on
berdasarkan PSAK No. 30, yaitu dengan the 'risks and rewards' concept.
konsep risiko dan manfaat.
189
31
Page 210
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
j. Aset hak guna dan liabilitas sewa (lanjutan) j. Right-of-use assets and lease liabilities
(continued)
b. Dampak pada akuntansi lessee b. Impact on lessee accounting
Perusahaan menerapkan pendekatan The Company applies a single recognition
pengakuan dan pengukuran tunggal untuk and measurement approach to all leases,
seluruh sewa, kecuali untuk sewa jangka except for short-term leases and low-value
pendek dan sewa aset bernilai rendah. asset leases. The Company recognized
Perusahaan mengakui liabilitas sewa lease liabilities to make lease payments and
untuk melakukan pembayaran sewa dan right-of-use assets that represent the right to
aset hak guna yang mewakili hak untuk use the underlying asset.
menggunakan aset pendasar.
Perusahaan mengakui liabilitas sewa sebesar The Company recognized lease liabilities at the
jumlah pembayaran sewa yang masih harus amount of lease payments accrued to the end of
dibayar hingga akhir masa sewa yang the lease term which discounted using the
didiskontokan dengan menggunakan suku incremental borrowing rate. While, the right-of-
bunga pinjaman inkremental. Sedangkan aset use assets includes the amount of lease liabilities
hak guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang recognized, initial direct costs paid, restoration
diakui, biaya langsung awal yang dibayarkan, costs and lease payments on or before the start
biaya pemulihan dan pembayaran sewa yang date of the lease, less lease incentives received.
dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai Right-of-use are depreciated using the straight-
sewa, dikurangi insentif sewa yang diterima. line method over the shorter period between the
Aset hak guna disusutkan dengan metode garis lease term and the estimated useful life of the
lurus selama jangka waktu yang lebih pendek asset.
antara masa sewa dengan estimasi masa
manfaat aset.
Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan On the initial of lease date, the Company
mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai recognized lease liabilities which measured at
kini dari pembayaran sewa masa depan yang the present value of future lease payments that
akan dibayarkan selama masa sewa. will be paid over the lease term. Lease payments
Pembayaran sewa termasuk pembayaran tetap include fixed payments (including substantially
(termasuk pembayaran tetap secara substansi) fixed payments), less lease incentive
dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran receivables, variable lease payments that
sewa variabel yang bergantung pada indeks depends on index or interest rate, and the
atau suku bunga, dan jumlah yang diharapkan expected amount to be paid in a residual value
akan dibayar dalam jaminan nilai residu. guarantee. Lease payments also include the
Pembayaran sewa juga termasukharga reasonable exercise price for the purchase option
eksekusi opsi pembelian yang wajar jika if it is determined to be made bythe Company and
dipastikan akan dilakukan oleh Perusahaan the payment of a penalty to terminate the lease,
dan pembayaran penalti untuk mengakhiri if the lease term reflects the Company exercising
sewa, jika jangka waktu sewa mencerminkan the lease termination option. Variable lease
Perusahaan mengeksekusi opsi penghentian payments that are not depends on an index or
sewa. Pembayaran sewa variabel yang tidak interest rate are recognized as an expense in the
bergantung pada indeks atau suku bunga period in which the event or condition that
diakui sebagai beban pada periode di mana triggers the payment occurs.
peristiwa atau kondisi yang memicu
pembayaran terjadi.
190
32
Page 211
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
j. Aset hak guna dan liabilitas sewa (lanjutan) j. Right-of-use assets and lease liabilities
(continued)
Dalam menghitung nilai kini dari pembayaran In calculating the present value of lease
sewa, Perusahaan menggunakan suku bunga payments, the Company uses the lessee
pinjaman inkremental penyewa pada tanggal incremental borrowing rate at the inception date
dimulainya sewa karena suku bunga implisit of the lease since the interest rate implicit implicit
dalam sewa tidak dapat ditentukan. Setelah in the lease cannot be determined. After the
tanggal dimulainya sewa, jumlah liabilitas sewa inception date of the lease, the amount of the
ditingkatkan untuk mencerminkan pertambahan lease liability is increased to reflect the interest
bunga dan dikurangi pembayaran sewa yang increase and less lease payments made.
dilakukan. Selain itu, jumlah tercatat liabilitas Furthermore, the lease liabilities carrying amount
sewa diukur kembali jika terdapat modifikasi, is remeasured if there are modifications, changes
perubahan jangka waktu sewa, perubahan in term of the lease, lease payments, or the
pembayaran sewa, atau perubahan dalam valuation of the option to purchase the underlying
penilaian opsi untuk membeli aset pendasar. asset.
Sewa jangka pendek (dengan jangka waktu Short-term leases (with term of less or equal to
kurang atau sama dengan 12 bulan) dan sewa 12 months) and leases of low-value assets, and
aset bernilai rendah, serta elemen-elemen elements of those leases, partially or entirely not
sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak applying the recognition principles stipulated by
menerapkan prinsip-prinsip pengakuan yang SFAS No. 73 will be treated the same as
ditentukan oleh PSAK No. 73 akan operating leases in SFAS No. 30. The Company
diperlakukan sama dengan sewa operasi pada will recognize these lease payments on a
PSAK No. 30. Perusahaan akan mengakui straight-line basis during the lease period on the
pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis statement of profit or loss and other
lurus selama masa sewa dalam laporan laba comprehensive income. This expense is
rugi dan penghasilan komprehensif lain. Beban recorded under general and administrative
ini dicatat pada beban umum dan administrasi expenses in profit or loss.
dalam laporan laba rugi.
Penerapan pencatatan PSAK No. 73 berlaku The recording implementation of SFAS No. 73 is
untuk seluruh sewa (kecuali sebagaimana yang applied for all leases (except as stated earlier),
disebutkan sebelumnya), yaitu sebagai berikut: as follows:
a. Menyajikan aset hak-guna sebagai bagian a. Presents right-of-use assets as part of fixed
dari aset tetap dan liabilitas sewa disajikan assets and lease liabilities presented as part
sebagai bagian dari liabilitas lain-lain of other liabilities in the statement of financial
dalam laporan posisi keuangan, yang position which measured at the present
diukur pada nilai kini dari pembayaran value of the future lease payments;
sewa masa depan;
b. Mencatat penyusutan aset hak-guna dan b. Records depreciation of right-of-use assets
bunga atas liabilitas sewa dalam laporan and interest on lease liabilities in the
laba rugi dan penghasilan komprehensif; statement of profit or loss and other
dan comprehensive income; and
c. Memisahkan jumlah total pembayaran ke c. Separates the total amount of cash paid into
bagian pokok (disajikan dalam kegiatan a principal portion (presented within
pendanaan) dan bunga (disajikan dalam financing activities) and interest (presented
kegiatan operasional) dalam laporan arus within operating activities) in the statement
kas. of cash flows.
191
33
Page 212
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
k. Aset takberwujud k. Intangible asset
Aset takberwujud adalah perangkat lunak yang Intangible asset is a software that is acquired by
dibeli oleh Perusahaan. Perangkat lunak pada the Company. The software is initially recognized
awalnya dinyatakan sebesar harga perolehan. at acquisition cost. After initial recognition,
Setelah pengakuan awal, aset takberwujud intangible assets are measured using cost
tetap diukur menggunakan model biaya, dicatat model, stated at cost less accumulated
sebesar biaya perolehannya dikurangi amortization.
akumulasi amortisasi.
Pengeluaran selanjutnya untuk perangkat lunak Subsequent expenditure on software assets are
akan dikapitalisasi hanya jika pengeluaran capitalized only when it increases the future
tersebut menambah manfaat ekonomi di masa economic benefits embodied in the specific asset
mendatang untuk aset yang bersangkutan. to which it relates. All other expenditures are
Semua pengeluaran lainnya dibebankan pada expensed as incurred.
saat terjadinya.
Amortisasi diakui dalam laporan laba rugi dan Amortization is recognized in the statement of
penghasilan komprehensif lain dengan profit or loss and other comprehensive income on
menggunakan metode garis lurus sepanjang a straight-line method over the estimated useful
estimasi masa manfaatnya, dimulai dari tanggal life of software, from the date that it is available
perangkat lunak tersebut tersedia untuk dipakai. for use. The estimated useful life of software is
Estimasi masa manfaat perangkat lunak adalah five years.
lima tahun.
l. Aset lain-lain l. Other assets
Salah satu bagian dari aset lain-lain merupakan A part of other assets represents receivables
piutang yang berasal dari jaminan piutang milik derived from collaterals owned by the customer
konsumen untuk pelunasan piutang sewa for settlement of their finance lease receivables,
pembiayaan, yang dinyatakan sebesar nilai which is presented at the lower of the carrying
terendah antara nilai tercatat piutang sewa value of the related finance lease receivables or
pembiayaan atau nilai realisasi neto dari the net realizable value of the collaterals.
jaminan milik konsumen tersebut.
Selisih antara nilai tercatat dan nilai realisasi The difference between the carrying value and
neto piutang dicatat sebagai penyisihan the net realizable value of receivables is recorded
kerugian penurunan nilai aset lain-lain dan as allowance for impairment losses of other
dibebankan pada laporan laba rugi dan assets and is charged to the current year
penghasilan komprehensif tahun berjalan. statement of profit or loss and other
comprehensive income.
Konsumen memberi kuasa kepada Perusahaan The customers give the right to the Company to
untuk menjual jaminan ataupun melakukan sell the collaterals or take any other actions to
tindakan lainnya dalam upaya penyelesaian settle the outstanding finance lease receivables
piutang sewa pembiayaan bila terjadi in the events of default.
wanprestasi terhadap perjanjian pembiayaan.
Konsumen berhak atas selisih lebih antara nilai Customers are entitled to the positive difference
penjualan dengan saldo piutang sewa between the proceeds from sale of the collaterals
pembiayaan. Jika terjadi selisih kurang, and the outstanding finance lease receivable. If
kerugian yang terjadi dibebankan pada laporan the difference is negative, the resulting loss is
laba rugi dan penghasilan komprehensif tahun charged to the current year statement of profit or
berjalan. loss and other comprehensive income.
192
34
Page 213
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
m. Provisi m. Provisions
Provisi diakui jika Perusahaan memiliki Provisions are recognized when the Company
kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun has a present obligation (legal or constructive)
bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa where, as a result of a past event, it is probable
lalu besar kemungkinannya penyelesaian that an outflow of resources embodying
kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar economic benefits will be required to settle the
sumber daya yang mengandung manfaat obligation and a reliable estimate can be made
ekonomi dan estimasi yang andal mengenai of the amount of the obligation.
jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap akhir periode Provisions are reviewed at each reporting date
pelaporan dan disesuaikan untuk and adjusted to reflect the current best
mencerminkan estimasi kini terbaik. Jika tidak estimate. If it is no longer probable that an
terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya outflow of resources embodying economic
yang mengandung manfaat ekonomi untuk benefits will be required to settle the obligation,
menyelesaikan kewajiban tersebut, provisi the provision is reversed.
dipulihkan.
n. Pengakuan pendapatan dan beban n. Revenue and expense recognition
Perusahaan mengakui pendapatan atas sewa The Company recognizes the income of
pembiayaan, anjak piutang dan pembiayaan financing leases, factoring and consumer
konsumen sebagaimana dijelaskan pada financing using the effective interest method as
Catatan 2d, 2e, 2f. Beban diakui pada saat explained in Notes 2d, 2e, 2f. The expenses are
terjadinya. recognized when incurred.
Pendapatan denda atas keterlambatan Penalty income from late payments of financing
pembayaran angsuran sewa pembiayaan dan lease and consumer financing installments are
pembiayaan konsumen diakui pada saat tp be recognized when its occured.
realisasi.
Pelunasan sebelum masa pembiayaan Early termination is treated as cancellation of
konsumen berakhir dianggap sebagai suatu existing agreement and the resulting gain orloss
pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan is recognized as profit or loss for the current
laba atau rugi yang timbul, diakui sebagai laba year.
rugi tahun berjalan.
o. Liabilitas imbalan kerja karyawan o. Liabilities for employee benefits
Perusahaan menerapkan PSAK 24 (Revisi The Company adopted SFAS 24 (Revised
2013), “Imbalan Kerja”, yang mengatur 2013), “Employee Benefits”, which regulates
perlakuan akuntansi dan pengungkapan atas accounting treatment and disclosure employee
imbalan kerja, untuk jangka pendek dan jangka benefits, for both short-term and long-term
panjang. employee benefits.
Perusahaan mengakui seluruh imbalan kerja The Company recognizes employee benefits
yang diberikan melalui program atau perjanjian under formal and informal programs or
formal dan informal, peraturan perundang- agreements, under legislative requirements or
undangan atau peraturan industri, yang through industry arrangements, including
mencakup imbalan kerja dan pesangon employee benefits and termination benefits.
pemutusan hubungan kerja.
193
35
Page 214
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
o. Liabilitas imbalan kerja karyawan (lanjutan) o. Liabilities for employee benefits (continued)
Perusahaan mencatat penyisihan manfaat untuk The Company made provisions in order to meet
memenuhi imbalan minimum yang harus dibayar the minimum benefits required to be paid to the
kepada karyawan-karyawan sesuai dengan qualified employees under Company’s
Undang-undang Cipta Kerja No. 11 tahun 2020 regulation and Job Creation No. 11 year 2020
tanggal 2 November 2020 (“Undang-undang dated November 2, 2020 (“The Job Creation
Cipta Kerja”) (2020: Undang-undang Tenaga Law”) (2020: Labor Law No. 13/2003). The said
Kerja No. 13/2003). Penyisihan tersebut provisions are estimated using actuarial
diestimasi dengan menggunakan perhitungan calculations using the “Projected Unit Credit”
aktuarial metode “Projected Unit Credit”. method.
Perkiraan liabilitas pada tanggal laporan posisi The estimated liabilities as of the statement of
keuangan merupakan nilai kini imbalan pasti financial position date represent the present
pada tanggal laporan posisi keuangan dikurangi value of the defined benefit obligation as of the
nilai wajar aset program. statement of financial position date less the fair
value of plan assets.
Biaya imbalan kerja yang diakui selama tahun The employee benefits expense recognized
berjalan terdiri dari biaya jasa dalam laba rugi, during the current year consists of service cost
bunga neto atas liabilitas imbalan pasti neto in profit and loss, net interest on the net defined
dalam laba rugi dan pengukuran kembali benefit liability in profit and loss and
liabilitas imbalan pasti neto dalam penghasilan remeasurement of the net defined benefit
komprehensif lain. liabilities in other comprehensive income.
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasca- Remeasurements of the net defined benefit
kerja terdiri atas: liability consist of:
1. Keuntungan dan kerugian aktuarial. 1. Actuarial gains and losses.
2. Imbal hasil atas aset program, tidak 2. Return on plan assets, excluding amount
termasuk jumlah yang dimasukkan dalam included in net interest on the net defined
bunga neto atas liabilitas imbalan pasti benefit liability.
neto.
3. Setiap perubahan dampak batas atas aset, 3. Any change in effect of the asset ceiling,
tidak termasuk jumlah yang dimasukkan excluding amount included in net interest on
dalam bunga neto atas liabilitas imbalan the net defined benefit liability.
pasti neto.
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) Remeasurements of net defined benefit
imbalan pasti neto, yang diakui sebagai liabilities (assets), which are recognized as
penghasilan komprehensif lain tidak other comprehensive income are not
direklasifikasi ke laba rugi pada periode reclassified to profit or loss in subsequent
berikutnya. periods.
Perusahaan memberikan imbalan kerja jangka The Company provides other long-term
panjang lainnya berupa penghargaan masa employment benefits in the form of long service
kerja dan cuti besar yang ditentukan sesuai award and leave which is determined in
dengan Peraturan Perusahan. compliance with the Company’s Regulation.
194
36
Page 215
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
o. Liabilitas imbalan kerja karyawan (lanjutan) o. Liabilities for employee benefits (continued)
Perubahan Kebijakan Akuntansi Changes in Accounting Policy
Perkiraan beban imbalan ini dihitung dan diakui The expected costs of these benefits are
sepanjang masa kerja karyawan dengan calculated and recognised over the year of
menggunakan metode yang diterapkan dalam employment, using a method which is applied
menghitung kewajiban imbalan pasca-kerja. in calculating obligation for post-employment
Kewajiban ini dihitung minimum satu tahun benefits. These obligations are calculated at
sekali oleh aktuaris independen. Imbalan kerja minimum once a year by an independent
jangka panjang lainnya yang telah menjadi hak actuary. Other long-term employment benefits
karyawan diakui segera sebagai beban dalam that are vested, are recognised asexpense
laporan laba rugi. immediately in the statement of profit or loss.
Pada bulan April 2022, Dewan Standar In April 2022, the Institute of Indonesia
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Chartered Accountants’ Accounting Standard
“DSAK IAI”) menerbitkan siaran pers atas Board “DSAK IAI”) issued a press release
persyaratan pengatribusian imbalan pada regarding attribution of benefits to periods of
periode jasa sesuai PSAK 24: Imbalan Kerja service in accordance with PSAK 24: Imbalan
yang diadopsi dari IAS 19 Employee Benefits. Kerja which was adopted from IAS 19
Siaran pers tersebut menyampaikan informasi Employee Benefits. The press release
bahwa pola fakta umum dari program pensiun conveyed the information that the fact pattern of
berbasis undang-undang ketenagakerjaan the pension program based on the Labor Law
yang berlaku di Indonesia saat ini memiliki pola currently enacted in Indonesia is similar to
fakta serupa dengan yang ditanggapi dan those responded and concluded in the IFRS
disimpulkan dalam IFRS Intepretation Interpretation Committee “IFRIC”) Agenda
Committee (“IFRIC”) Agenda Decision Decision Attributing Benefit to Periods of
Attributing Benefit to Periods of Service IAS Service IAS 19). The Company has adopted the
19). Perusahaan telah menerapkan siaran pers said press release and accordingly changed its
tersebut dan dengan demikian merubah accounting policy regarding attribution of
kebijakan akuntansi terkait atribusi imbalan benefits to periods of service previously
kerja pada periode jasa dari kebijakan yang applied.
diterapkan sebelumnya.
Pada tahun-tahun sebelumnya, Perusahaan In prior years, the Company attribute benefits
mengatribusikan imbalan berdasarkan formula under the defined benefit plan’s benefit formula
imbalan program imbalan pasti berdasarkan to periods of service from the date when
masa kerja sejak tanggal pekerja memberikan employees provide their services until their
jasa hingga usia pensiun. Mulai April, 2022, retirement age. Starting from April, 2022, based
berdasarkan siaran pers, Perusahaan telah on the press release, the Company change the
mengubah kebijakan akuntansinya untuk policy for attributing benefits under the plan to
mengatribusikan imbalan berdasarkan program the date when employee service first leads to
tersebut, yaitu dari tanggal ketika jasa pekerja benefits under the plan until the date when
pertama kali menghasilkan imbalan dalam further employee service will lead to no material
program sampai dengan tanggal ketika jasa amount of further benefits under the plan.
pekerja selanjutnya tidak akan menghasilkan
jumlah imbalan yang material di bawah
program tersebut.
p. Perpajakan p. Taxation
Perusahaan menerapkan PSAK No. 46 (Revisi The Company applied SFAS No. 46 (Revised
2014), “Pajak Penghasilan”, yang 2014), “Accounting for Income Tax”, which
mengharuskan Perusahaan untuk requires the Company to account for the current
memperhitungkan konsekuensi pajak kini dan and future tax consequences of the future
pajak masa depan atas pemulihan di masa recovery (settlement) of the carrying amount of
depan (penyelesaian) dari jumlah tercatat aset assets (liabilities) that are recognized in the
(liabilitas) yang diakui dalam laporan posisi statement of financial position and transactions
keuangan dan transaksi-transaksi serta and other events of the current year.
peristiwa lain yang terjadi dalam tahun berjalan.
195
37
Page 216
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
p. Perpajakan (lanjutan) p. Taxation (continued)
Pajak Final Final Tax
Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur Tax regulation in Indonesia determined that
beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak certain taxable income is subject to final tax.
yang bersifat final. Pajak final yang dikenakan Final tax applied to the gross value of
atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan transactions is applied even when the parties
walaupun atas transaksi tersebut pelaku carrying the transaction are recognizing losses.
transaksi mengalami kerugian.
Mengacu pada PSAK No. 46 (Revisi 2014), Based on revised PSAK No. 46” Income tax”,
“Pajak Penghasilan”, pajak final tersebut tidak final tax is no longer governed by PSAK No. 46.
termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK Therefore, the Company has decided to
No. 46. Oleh karena itu, Perusahaan present all of the final tax arising from time
memutuskan untuk menyajikan beban pajak deposits and current account as separate line
final sehubungan dengan pendapatan bunga item.
sebagai pos tersendiri.
Pajak Kini Current Tax
Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun Current income tax assets and liabilities for the
berjalan diukur sebesar jumlah yang current period are measured at the amount
diharapkan dapat direstitusi dari atau expected to be recovered from or paid to the
dibayarkan kepada otoritas perpajakan. taxation authority.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba Current tax expense is determine based on the
kena pajak tahun berjalan yang dihitung taxable profit for the year computed using the
berdasarkan tarif pajak yang berlaku. prevailing tax rates.
Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak Under/over payment of income tax are
penghasilan dicatat sebagai bagian dari presented as part of “Income Tax Expense in
“Beban Pajak Penghasilan” dalam laporan laba the statements of profit or loss and other
rugi dan penghasilan komprehensif lain. comprehensive income. The Company also
Perusahaan juga menyajikan bunga/denda, presents interest/penalty, if any, as part of
jika ada, sebagai bagian dari “Beban Pajak “Income Tax Expense”.
Penghasilan”.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui Amendments to tax obligations are recorded
pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, when a tax assessment letter is received or, if
jika diajukan keberatan, pada saat keputusan appealed against, when the result of the appeal
atas keberatan ditetapkan. is determined.
Pajak Tangguhan Deferred Tax
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui Deferred tax assets and liabilities are
menggunakan metode liabilitas atas recognized by using liability method for the
konsekuensi pajak pada masa mendatang future tax consequences attributable to
yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat differences between the carrying amounts of
aset dan liabilitas menurut laporan keuangan existing assets and liabilities in the financial
dengan dasar pengenaan pajak aset dan statements and their respective tax bases at
liabilitas pada setiap tanggal pelaporan. each reporting date.
196
38
Page 217
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
p. Perpajakan (lanjutan) p. Taxation (continued)
Pajak Tangguhan (lanjutan) Deferred Tax (continued)
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua Deferred tax liabilities are recognized for all
perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak taxable temporary differences and deferred tax
tangguhan diakui untuk perbedaan temporer assets are recognized for deductible temporary
yang boleh dikurangkan dan akumulasi rugi differences and accumulated fiscal losses to
fiskal, sepanjang besar kemungkinan the extent that it is probable that taxable profit
perbedaan temporer yang boleh dikurangkan will be available in future years against which
dan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat the deductible temporary differences and
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena accumulated fiscal losses can be utilized.
pajak pada masa depan.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah The carrying amount of a deferred tax asset is
ulang pada akhir setiap periode pelaporan dan reviewed at the end of each reporting period
diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak and reduced to the extent that it is no longer
memadai untuk mengkompensasi sebagian probable that sufficient taxable profit will be
atau semua manfaat aset pajak tangguhan available to allow the benefit of part or all of that
tersebut. Pada akhir setiap periode pelaporan, deferred tax asset to be utilized. At the end of
Perusahaan menilai kembali aset pajak reporting period, the Company reassesses
tangguhan yang tidak diakui. Perusahaan unrecognized deferred tax assets. The
mengakui aset pajak tangguhan yang Company recognizes a previously
sebelumnya tidak diakui apabila besar unrecognized deferred tax assets to the extent
kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa that it has become probable that future taxable
depan akan tersedia untuk pemulihannya. profit will allow the deferred tax assets to be
recovered.
Pajak tangguhan dihitung dengan Deferred tax is calculated at the tax rates that
menggunakan tarif pajak yang berlaku atau have been enacted or substantively enacted at
secara substansial telah berlaku pada tanggal the reporting date. Changes in the carrying
pelaporan. Perubahan nilai tercatat aset dan amount of deferred tax assets and liabilities due
liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan to a change in tax rates are charged to current
oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada period operations, except to the extent that they
usaha periode berjalan, kecuali untuk relate to items previously charged or credited to
transaksi-transaksi yang sebelumnya telah equity.
langsung dibebankan atau dikreditkan ke
ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan Deferred tax assets and liabilities are offset in
secara saling hapus dalam laporan posisi the statements of financial position, except if
keuangan, kecuali aset dan liabilitas pajak they are for different legal entities, consistent
tangguhan untuk entitas yang berbeda, sesuai with the presentation of current tax assets and
dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini. liabilities.
q. Segmen operasi q. Operating segment
Segmen adalah bagian khusus dari A segment is a distinguishable component of
Perusahaan yang terlibat baik menyediakan the Company that is engaged either in
produk dan jasa (segmen usaha), maupun providing certain products and services within a
dalam menyediakan produk dan jasa dalam particular economic environment (geographical
lingkungan ekonomi tertentu (segmen segment), which is subject to risks and reward
geografis), yang memiliki risiko dan imbalan that are different from those of other segments.
yang berbeda dari segmen lainnya.
197
39
Page 218
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
q. Segmen operasi (lanjutan) q. Operating segment (continued)
Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan The amount of each segment item reported is
merupakan ukuran yang dilaporkan kepada the measure reported to the chief operation
pengambil keputusan operasional (Direktur) decision maker (Directors) for the purposes of
untuk tujuan pengambilan keputusan untuk making decisions about allocating resources to
mengalokasikan sumber daya kepada segmen the segment and assessing its performance.
dan menilai kinerjanya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas Segment revenue, expenses, result, assets and
segmen termasuk item-item yang dapat liabilities include items directly attributable to a
diatribusikan langsung kepada suatu segmen segment as well as those that can be allocated
serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan on a reasonable basis to that segment.
dasar yang sesuai kepada segmen tersebut.
Informasi keuangan dilaporkan berdasarkan Financial information is reported based on the
informasi yang digunakan oleh manajemen information used by management in evaluating
dalam mengevaluasi kinerja setiap segmen dan the performance of each segment and
menentukan pengalokasian sumber daya. determining the allocation of resources. In this
Sehubungan dengan ini, segmen operasi respect, the business operating segment in the
dalam laporan keuangan disajikan berdasarkan financial statements are presented based on
pengklasifikasian umum atas daerah general classification of marketing areas as
pemasaran sebagai segmen geografis. Rincian geographical segments. The details of
segmen operasi tersebut diungkapkan dalam operating segment are disclosed in Note 40.
Catatan 40.
r. Transaksi dengan pihak berelasi r. Transaction with related parties
Perusahaan mempunyai transaksi dengan The Company has transactions with related
pihak berelasi seperti yang didefinisikan dalam parties as the definition in SFAS No. 7 (Revised
PSAK No. 7 (Revisi 2010) tentang 2010 about “Related parties Disclosure”as
“Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi" adalah follows:
sebagai berikut:
Suatu pihak dianggap berelasi dengan The Company considers the following as its
Perusahaan jika: related parties:
a. Orang atau anggota keluarga dekatnya a. A person or a close member of that person’s
mempunyai relasi dengan entitas pelapor family is related to a reporting entity if that
jika orang tersebut: person:
(i) memiliki pengendalian atau (i) has control or joint control of the
pengendalian bersama atas entitas reporting entity;
pelapor;
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas (ii) has significant influence over the
entitas pelapor ; atau reporting entity; or
(iii) merupakan personil manajemen kunci (iii) is a member of the key management
entitas pelapor atau entitas induk dari personnel of the reporting entity or of a
entitas pelapor. parent of the reporting entitiy
198
40
Page 219
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
r. Transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan) r. Transaction with related parties (continued)
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas b. An entity is related to a reporting entity if any
pelapor jika memenuhi salah satu hal of the following conditions applies:
berikut:
(i) Entitas dan entitas pelapor adalah (i) The entity and the reporting entity are
anggota dari kelompok usaha yang members of the same group (which
sama (artinya entitas induk, entitas means that each parent, subsidiary
anak, dan entitas anak berikutnya and fellow subsidiary is related to the
saling berelasi dengan entitas others).
lainnya).
(ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi (ii) One entity is an associate or joint
atau ventura bersama dari entitas lain venture of the other entity (or an
(atau entitas asosiasi atau ventura associate or joint venture of a member
bersama yang merupakan anggota of a group of which the other entity is a
suatu kelompok usaha, yang mana member).
entitas lain tersebut adalah
anggotanya).
(iii) Kedua entitas tersebut adalah ventura (iii) Both entities are joint ventures of the
bersama dari pihak ketiga yang sama. same third party.
(iv) Satu entitas adalah ventura bersama (iv) One entity is a joint venture of a third
dari entitas ketiga dan entitas yang entity and the other entity is an
lain adalah entitas asosiasi dari associate of the third entity.
entitas ketiga.
(v) Entitas tersebut adalah suatu program (v) The entity is a post-employment
imbalan pasca kerja untuk imbalan benefit plan for the benefit of
kerja dari salah satu entitas pelapor employees of either the reporting
atau entitas yang terkait dengan entity or an entity related to the
entitas pelapor. Jika entitas pelapor reporting entity. If the reporting entity
adalah entitas yang is itself such a plan, the sponsoring
menyelenggarakan program tersebut, employers are also related to the
maka entitas sponsor juga berelasi reporting entity.
dengan entitas pelapor.
(vi) Entitas yang dikendalikan atau (vi) The entity is controlled or jointly
dikendalikan bersama oleh orang controlled by a person identified in (a).
yang diidentifikasi dalam huruf (a).
(vii) Orang yang diidentifikasi dalam huruf (vii) A person identified in (a)(i) has
(a)(i) memiliki pengaruh signifikan significant influence over the entity or
atas entitas atau merupakan personil is a member of the key management
manajemen kunci entitas (atau entitas personnel of the entity (or of a parent
induk dari entitas). of the entity).
Seluruh transaksi dan saldo yang material All significant transactions and balances with
dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan related parties are disclosed in the relevant
dalam catatan atas laporan keuangan yang notes to the financial statements.
relevan.
199
41
Page 220
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
s. Instrumen derivatif untuk tujuan manajemen s. Derivative instrument for risk management
risiko purposes
Seluruh instrumen derivatif yang dimiliki All derivative instruments held by the Company
Perusahaan digunakan untuk tujuan are for risk management purposes. These
manajemen risiko. Instrumen derivatif ini derivative instruments are used to hedge the
digunakan untuk lindung nilai eksposur risiko Company’s exposures to interest rate risk and
suku bunga dan risiko mata uang Perusahaan. currency risk. Derivative instruments held for risk
Instrumen derivatif untuk tujuan manajemen management are measured at fair value in the
risiko diukur pada nilai wajar dalam laporan statement of financial position. To qualify for
posisi keuangan. Untuk memenuhi persyaratan hedge accounting, certain criteria are to be met,
akuntansi lindung nilai, beberapa kriteria including formal documentation to be in place at
tertentu harus dipenuhi, termasuk adanya the inception of the hedge.
dokumentasi formal pada awal lindung nilai.
Pada penetapan awal lindung nilai, Perusahaan On initial designation of the hedge, the Company
mendokumentasikan secara formal hubungan formally documents the relationship between the
antara instrumen lindung nilai dan unsur yang hedging instruments and hedged items,
dilindung nilai, oleh karena itu instrumen ini therefore this instrument is recorded as the
dicatat sebagai hedge accounting, termasuk accounting hedge, including the risk
tujuan manajemen risiko dan strategi dalam management objective and strategy in
melaksanakan transaksi lindung nilai, undertaking the hedge transaction, together with
bersamaan dengan metode yang akan the method that will be used to assess the
digunakan untuk menilai efektivitas hubungan effectiveness of the hedging relationship.
lindung nilai.
Perusahaan menilai, pada awal hubungan The Company makes an assessment, both at the
lindung nilai dan juga secara inception of the hedge relationship as well as on
berkesinambungan, apakah instrumen lindung an ongoing basis, whether the hedging
nilai diharapkan akan ‘sangat efektif’ dalam instruments are expected to be ‘highly effective’
rangka saling hapus atas perubahan nilai wajar in offsetting the changes in the fair value or cash
atau perubahan arus kas dari unsur yang flows of the respective hedged items during the
dilindung nilai sepanjang periode dimana period for which the hedge is designated, and
lindung nilai tersebut ditetapkan, dan apakah whether the actual results of each hedge are
hasil aktual dari setiap lindung nilai berada within a range of 80-125 percent.
dalam kisaran 80-125 persen.
Perusahaan menetapkan derivatif sebagai The Company designates derivatives as the
instrumen lindung nilai atas arus kas apabila hedging instruments of cash flows hedges where
instrumen tersebut melindungi nilai variabilitas the instrument hedges the variability in cash
arus kas yang dapat diatribusikan pada risiko flows attributable to a particular risk associated
tertentu yang terkait dengan aset atau liabilitas with a recognised asset or liability, or a highly
yang telah diakui atau prakiraan transaksi yang probable forecast transaction that could affect
kemungkinan besar terjadi. profit or loss.
Bagian efektif dari perubahan nilai wajar The effective portion of changes in the fair value
derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen of derivatives designated as hedging
lindung nilai atas arus kas dalam hubungan instruments of cash flows hedges in qualifying
lindung nilai yang memenuhi kualifikasi hedging relationships is deferred to the
ditangguhkan pada keuntungan/(kerugian) cumulative gains/(losses) on derivative
kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung instruments for cash flows hedges, which forms
nilai arus kas, yang merupakan bagian dari part of equity.
ekuitas.
200
42
Page 221
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
s. Instrumen derivatif untuk tujuan manajemen s. Derivative instrument for risk management
risiko (lanjutan) purposes (continued)
Bagian yang tidak efektif diakui secara Any ineffective portion is recognised
langsung pada laporan laba rugi. Jumlah yang immediately in the statement of profit or loss.
ditangguhkan dalam ekuitas direklasifikasi ke Amounts deferred in equity are reclassified to
dalam laporan laba rugi dalam tahun yang sama the statement of income as a reclassification
dimana arus kas yang dilindung nilai adjustment in the same year as the hedged cash
mempengaruhi laba atau rugi, dan pada unsur flows affect profit or loss, and in the same line
yang sama dalam laporan laba rugi. item in the statement of profit or loss.
Ketika instrumen lindung nilai kadaluarsa atau When the hedging instrument expires or sold,
dijual, dihentikan, dilaksanakan, atau tidak lagi terminated, exercised, or no longer qualifies for
memenuhi kriteria akuntansi lindung nilai, hedge accounting, the cumulative amount
keuntungan atau kerugian kumulatif yang deferred in equity remains in the cumulative
ditangguhkan di ekuitas tetap diakui pada gains/(losses) on derivative instruments for cash
keuntungan/(kerugian) kumulatif atas instrumen flows hedges, and is subsequently transferred to
derivatif untuk lindung nilai arus kas dan the statement of profit or loss when the hedged
direklasifikasi ke laporan laba rugi ketika unsur item is recognised in the statement of profit or
yang dilindung nilai diakui dalam laporan laba loss.
rugi.
Ketika suatu prakiraan transaksi akan dilindung When a forecast hedged transaction is no longer
nilai tidak lagi diharapkan akan terjadi (tidak expected to occur (ineffective) then, the amount
efektif) maka, jumlah yang ditangguhkan dalam deferred in equity is recognised immediately in
ekuitas akan diakui segera dalam laporan laba the statement of profit or loss.
rugi.
t. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing t. Foreign currency transactions and balances
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Transactions involving foreign currencies are
Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada recorded in Indonesia Rupiah at the rates of
saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode exchange prevailing at the time the transactions
pelaporan aset dan liabilitas moneter dalam are made. At the reporting date, monetary assets
mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah and liabilities denominated in foreign currencies
berdasarkan rata-rata kurs jual dan kurs beli are adjusted to Indonesia Rupiah to reflect the
yang diterbitkan oleh Bank Indonesia yang average of selling and buying exchange rate at
berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi such date as published by Bank Indonesia. Any
kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan resulting gains or losses are credited or charged
sebagai laba rugi tahun berjalan. to the profit or loss for current year.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan As of December 31, 2022, and 2021, the average
2021, rata-rata kurs jual dan kurs beli yang of selling and buying exchange rates at such date
diterbitkan oleh Bank Indonesia yang digunakan as published by Bank Indonesia used were
masing-masing adalah sebesar Rp15.731 Rp15,731 (in full amount) and Rp14,269 (in full
(dalam nilai penuh) dan Rp14.269 (dalam nilai amount) to USD1 (in full amount), respectively.
penuh) untuk ASD1 (dalam nilai penuh).
201
43
Page 222
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
SIGNIFIKAN (lanjutan) POLICIES (continued)
u. Perubahan kebijakan akuntansi dan u. Change in accounting policies and
pengungkapan disclosures
Perusahaan telah menerapkan standar The Company adopted the following accounting
akuntansi berikut pada tanggal 1 Januari 2022 standards, which are considered relevant
yang dianggap relevan sebagai berikut: starting on January 1, 2022 as follows:
Penyesuaian Tahunan 2020 - PSAK 2020 Annual Adjustment – SFAS No. 71,
No. 71, “Instrumen Keuangan - Imbalan “Financial Instruments - Fee under testing
dalam pengujian “10 persen” untuk “10 percent” for the derecognition of a
penghentian pengakuan liabilitas financial liability”, effective 1 January 2022.
keuangan”, berlaku efektif 1 Januari 2022.
Amandemen tersebut mengklarifikasi The amendments clarifiy the costs
biaya yang termasuk dalam entitas ketika included in the entity when assessing
menilai apakah persyaratan liabilitas whether the terms of the new or modified
keuangan baru atau yang dimodifikasi financial liabilities are substantially
secara substansial berbeda dari different from the terms of the original
persyaratan liabilitas keuangan asli. financial liabilities.
Penyesuaian Tahunan 2020 – PSAK 2020 Annual Improvements – SFAS
No. 73: Sewa. No. 73: Leases.
Amandemen terhadap Contoh Ilustrasi 13 The amendment to Illustrative Example 13
yang merupakan bagian dari PSAK No. 73 accompanying SFAS No. 73 removes from
dengan menghilangkan dari contoh the example the illustration of the
ilustrasi penggantian perbaikan properti reimbursement of leasehold improvements
sewaan oleh pesewa untuk mengatasi by the lessor in order to resolve any
potensi kebingungan mengenai perlakuan potential confusion regarding the treatment
insentif sewa yang mungkin timbul karena of lease incentives that might arise because
cara insentif sewa diilustrasikan dalam of how lease incentives are illustrated in
contoh tersebut. that example.
Amendemen PSAK No. 57: Provisi, Amendments to SFAS No. 57: Provisions,
Liabilitas Kontijensi, dan Aset Kontijensi Contingent Liabilities, and Contingent
tentang Kontrak Merugi-Biaya Memenuhi Assets - Onerous Contract Fulfillment
Kontrak Costs
Amendemen PSAK No. 57 mengatur These amendments provide that costs to
biaya-biaya untuk memenuhi kontrak fulfill an onerous contract consist of costs
merugi terdiri dari biaya yang terkait that are directly related to the contract,
langsung dengan kontrak, dimana terdiri which consist of:
dari:
biaya inkremental untuk memenuhi Incremental costs to fulfill the contract,
kontrak tersebut, dan and
alokasi biaya lain yang berhubungan Allocation of other costs that are directly
langsung untuk memenuhi kontrak. related to fulfilling ther contract.
Perusahaan telah menganalisa penerapan The Company has assessed that the adoption
standar akuntansi di atas dan tidak memiliki of the mentioned above accounting standards
pengaruh yang signifikan terhadap laporan and does not have significant impact to the
keuangan. financial statements
202
44
Page 223
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN 3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY
Penyusunan laporan keuangan Perusahaan The preparation of the Company’s financial
mengharuskan manajemen untuk membuat statements requires management to make
pertimbangan estimasi dan asumsi yang estimates and assumptions that affect the reported
mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari amounts of revenues, expenses, assets and
pendapatan, beban, aset dan liabilitas, liabilities, and the disclosure of contingent liabilities,
danpengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada at the end of the reporting period.
akhir periode pelaporan.
Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi Uncertainty about these assumptions and estimates
tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian could result in outcomes that require a material
material terhadap nilai tercatat pada aset dan adjustment to the carrying amounts of the assets
liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya. and liabilities affected in future periods.
a. Pertimbangan a. Judgments
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh The following judgements are made by
manajemen dalam rangka penerapan kebijakan management in the process of applying the
akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh Company’s accounting policies that have the
paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam most significant effects on the amount
laporan keuangan: recognized in the financial statements:
Usaha yang berkelanjutan Going concern
Manajemen Perusahaan telah melakukan The Company’s management has assessed
penilaian atas kemampuan Perusahaan untuk the Company’s ability to continue as a going
melanjutkan kelangsungan usahanya dan concern and is satisfied that the Company has
berkeyakinan bahwa Perusahaan memiliki the resources to continue in business for the
sumber daya untuk melanjutkan usahanya di foreseeable future. Furthermore, the
masa mendatang. Selain itu, manajemen tidak management is not aware of any material
mengetahui adanya ketidakpastian material uncertainties that may cast significant doubt
yang dapat menimbulkan keraguan yang upon the Company’s ability to continue as a
signifikan terhadap kemampuan Perusahaan going concern. Therefore, the financial
untuk melanjutkan kelangsungan usahanya. statements continue to be prepared on the
Oleh karena itu, laporan keuangan telah going concern basis.
disusun atas dasar usaha yang berkelanjutan.
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan Classification of financial assets and financial
liabilities
Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui Financial assets and financial liabilities are
sesuai dengan kebijakan akuntansi seperti accounted for in accordance with the
yang diungkapkan pada Catatan 2b. accounting policies as disclosed in Note 2b.
Nilai wajar instrumen keuangan Fair value of financial instruments
Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas When the fair values of financial assets and
keuangan yang tercatat pada laporan posisi financial liabilities recorded on the statements
keuangan tidak tersedia di pasar aktif, nilainya of financial position cannot be derived from
ditentukan dengan menggunakan berbagai active markets, they are determined using a
teknik penilaian termasuk penggunaan model variety of valuation techniques that include the
203
45
Page 224
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN 3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY
(lanjutan) (continued)
a. Pertimbangan (lanjutan) a. Judgments (continued)
Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) Fair value of financial instruments (continued)
matematika. Masukan (input) untuk model ini use of mathematical models. The inputs to
berasal dari data pasar yang bisa diamati these models are derived from observable
sepanjang data tersebut tersedia, bila data market data where possible, but when
pasar yang bisa diamati tersebut tidak tersedia, observable market data are not available,
pertimbangan manajemen diperlukan untuk management judgement is required to establish
menentukan nilai wajar. fair values.
Pertimbangan manajemen tersebut mencakup The management judgements include
pertimbangan likuiditas dan masukan model considerations of liquidity and model inputs
seperti volatilitas untuk transaksi derivatif yang such as volatility for long term derivatives and
berjangka waktu panjang dan tingkat diskonto, discount rates, early payment rates and default
tingkat pelunasan dipercepat dan asumsi rate assumptions (Note 2b.8).
tingkat gagal bayar (Catatan 2b.8).
b. Estimasi dan asumsi b. Estimates and assumptions
Asumsi utama masa depan dan sumber utama The key assumptions concerning the future and
estimasi ketidakpastian lain pada tanggal other key sources of estimation uncertainty at
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi the reporting date that have a significant risk of
penyesuaian yang material terhadap nilai causing a material adjustment to the carrying
tercatat aset dan liabilitas untuk tahun amounts of assets and liabilities within the next
berikutnya diungkapkan di bawah ini. year are disclosed below. The Company based
Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi its assumptions and estimates on parameters
pada parameter yang tersedia pada saat available when financial statements were
laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi prepared. Existing circumstances and
mengenai perkembangan masa depan assumptions about future developments may
mungkin berubah akibat perubahan pasar atau change due to market changes or
situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan circumstances arising beyond the control of the
tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada Company. Such changes are reflected in the
saat terjadinya. assumptions when they occur.
Cadangan kerugian penurunan nilai atas Allowance for impairment losses on receivables
piutang
PSAK 71 mensyaratkan penyertaan informasi SFAS 71 requires inclusion of information about
tentang kejadian masa lalu, kondisi saat ini dan past events, current conditions and forecasts of
perkiraan kondisi ekonomi masa depan. future economic conditions. The estimates of
Perkiraan perubahan dalam kerugian kredit changes in expected credit losses should
yang diharapkan harus mencerminkan, dan reflect, and be directionally consistent with,
secara langsung konsisten dengan, perubahan changes in related observable data from period
dalam data terkait yang diobservasi dari periode to period. The calculation of collective expected
ke periode. Perhitungan kerugian kredit credit losses of financial assets requires
ekspektasian secara kolektif atas aset estimation of forward looking Probability of
keuangan membutuhkan estimasi forward Default (PD), Loss Given Default (LGD) and
looking dari Probability of Default (PD), Loss Exposure at Default (EAD) (refer to Note 2b).
Given Default (LGD) dan Exposure at Default
(EAD) (lihat Catatan 2b).
Perusahaan melakukan penelaahan atas The Company reviews its receivables at end of
piutang pada setiap akhir periode pelaporan reporting period to evaluate the allowance for
untuk melakukan penilaian atas cadangan impairment losses.
penurunan nilai yang telah dicatat.
204
46
Page 225
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN 3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY
(lanjutan) (continued)
b. Estimasi dan asumsi (lanjutan) b. Estimates and assumptions (continued)
Cadangan kerugian penurunan nilai atas Allowance for impairment losses on receivables
piutang (lanjutan) (continued)
Pertimbangan manajemen diperlukan untuk Management’s judgment is applied in the
melakukan estimasi atas jumlah dan waktu estimation of the amount and timing of future
yang tepat atas arus kas masa mendatang cash flows when determining the level of
dalam menentukan tingkat cadangan yang allowance required.
dibutuhkan.
Perusahaan membentuk cadangan kerugian The Company estimates the collective
penurunan nilai kolektif atas eksposur piutang, impairment allowance for its receivable’s
dimana evaluasi dilakukan berdasarkan data portfolio based on historical loss experience.
kerugian historis. Penjelasan lebih lanjut Further details are disclosed in Notes 5, 6, 7
diungkapkan pada Catatan 5, 6, 7 dan 33. and 33.
Liabilitas imbalan kerja karyawan Liabilities for employee benefits
Nilai kini liabilitas imbalan kerja karyawan The present value of liabilities for employee
tergantung pada beberapa faktor yang benefits depends on several factors that are
ditentukan dengan dasar aktuarial berdasarkan determine by actuarial basis based on several
beberapa asumsi. assumptions.
Asumsi yang digunakan untuk untuk Assumptions used to determined the net cost of
menentukan biaya bersih imbalan kerja liabilities for employee benefits include a
karyawan mencakup tingkat diskonto, tingkat discount rate, salary increase rate, and
kenaikan gaji, dan tingkat pengembalian expected return on plan assets. Changes in
investasi. Perubahan asumsi-asumsi ini akan these assumptions will affect the carrying
mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas amounts of liabilities for employee benefits.
imbalan kerja karyawan.
Tingkat diskonto ditentukan pada akhir periode The appropriate discount rate at the end of the
pelaporan, yakni tingkat suku bunga untuk reporting period is the interest rate used in
menentukan nilai kini arus kas keluar masa determining the present value of estimated
depan estimasian yang diharapkan untuk future cash outflows expected to settle liabilities
menyelesailan liabilitas imbalan kerja for employee benefits.
karyawan.
Dalam menentukan tingkat suku bunga yang In determining the appropriate levels of interest
sesuai, Perusahaan mempertimbangkan rate, the Company considers the interest rate of
tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang government bonds denominated in Rupiah, the
didenominasikan dalam mata uang Rupiah, currency in which the benefits will be paid, and
mata uang yang mana imbalan akan dibayar, which has a similar time period with a period of
dan yang memiliki jangka waktu yang serupa related liabilities for employee benefits.
dengan jangka waktu liabilitas imbalan kerja
karyawan yang terkait.
Penyusutan aset tetap Depreciation of fixed assets
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan The costs of fixed assets are depreciated on a
menggunakan metode garis lurus berdasarkan straight-line method over their estimated useful
estimasi masa manfaat ekonomisnya. lives. Management estimates the useful lives of
Manajemen mengestimasi masa manfaat these fixed assets to be within 3 years
ekonomis aset tetap tersebut 3 tahun sampai to 5 years. These are common life expectancies
205
47
Page 226
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN 3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY
(lanjutan) (continued)
b. Estimasi dan asumsi (lanjutan) b. Estimates and assumptions (continued)
Penyusutan aset tetap (lanjutan) Depreciation of fixed assets (continued)
5 tahun. Ini adalah umur yang secara umum applied in the industries where the Company
diharapkan dalam industri dimana Perusahaan conducts its business.
menjalankan bisnisnya.
Perubahan tingkat pemakaian dan Changes in the expected level of usage and
perkembangan teknologi dapat mempengaruhi technological development could impact the
masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan economic useful lives and the residual values of
karenanya biaya penyusutan masa depan these assets, and therefore future depreciation
mungkin direvisi. charges could be revised.
Perpajakan Taxation
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam Significant judgment is involved in determining
menentukan provisi atas pajak penghasilan. the income tax liability. There are certain
Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu transactions and computation for which the
yang menentukan pajak akhirnya adalah tidak ultimate tax determination is uncertain during
pasti sepanjang kegiatan usaha normal. the ordinary course of business. The Company
Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak recognizes liabilities for expected income tax
penghasilan berdasarkan estimasi apakah akan based on estimates of whether additional
terdapat tambahan pajak penghasilan. income tax will be due. Further details are
Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam disclosed in Note 18.
Catatan 18.
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh Deferred tax assets are recognized for all
perbedaan temporer yang dapat dikurangkan, deductible temporary differences, to the extent
sepanjang besar kemungkinannya bahwa that it is probable that taxable income will be
penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga available against which the deductible
perbedaan temporer tersebut dapat digunakan. temporary differences can be utilized.
Estimasi signifikan oleh manajemen Significant management estimates are required
disyaratkan dalam menentukan total aset pajak to determine the amount of deferred tax assets
tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat that can be recognized, based upon the likely
penggunaan dan tingkat penghasilan kena timing and the level of the future taxable income
pajak serta strategi perencanaan pajak masa together with future tax planning strategies.
depan. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan Further details are disclosed in Note 18.
dalam Catatan 18.
Penetapan masa sewa untuk kontrak sewa Determination of the lease term for lease
dengan opsi pembaruan dan penghentian contracts with renewal and termination options
(Perusahaan sebagai penyewa) (The Company as a lessee)
Perusahaan menentukan masa sewa sebagai The Company determines the lease term as the
periode sewa yang tidak dapat dibatalkan, serta noncancellable term of the lease, together with
periode yang dicakup oleh opsi untuk any periods covered by an option to extend the
memperpanjang sewa, jika penyewa cukup lease if it is reasonably certain to be exercised,
pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut, dan or any periods covered by an option to
periode yang dicakup oleh opsi untuk terminate the lease, if it is reasonably certain
menghentikan sewa, jika penyewa cukup pasti not to be exercised.
untuk tidak mengeksekusi opsi tersebut.
206
48
Page 227
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN 3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY
(lanjutan) (continued)
b. Estimasi dan asumsi (lanjutan) b. Estimates and assumptions (continued)
Penetapan masa sewa untuk kontrak sewa Determination of the lease term for lease
dengan opsi pembaruan dan penghentian contracts with renewal and termination options
(Perusahaan sebagai penyewa) (lanjutan) (The Company as a lessee) (continued)
Perusahaan memiliki beberapa kontrak sewa The Company has several lease contracts that
dengan opsi perpanjangan dan opsi include extension and termination options. The
penghentian. Perusahaan menerapkan Company applies judgement in evaluating
pertimbangan dalam mengevaluasi apakah whether it is reasonably certain whether or not
penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi to exercise the option to renew or terminate the
pembaruan atau penghentian sewa tersebut. lease. That is, it considers all relevant factors
Perusahaan mempertimbangkan semua faktor- that create an economic incentive for it to
factor relevan yang menciptakan insentif exercise either the renewal or termination. After
ekonomi jika Perusahaan mengeksekusi opsi the commencement date, the Company
pembaruan atau penghentian tersebut. Setelah reassesses the lease term if there is a
dimulainya masa sewa, Perusahaan menilai significant event or change in circumstances
kembali masa sewa jika terdapat peristiwa atau that is within its control that affects its ability to
perubahan signifikan pada lingkungan dalam exercise or not to exercise the option to renew
kendalinya yang mempengaruhi kemampuan or to terminate (e.g., construction of significant
Perusahaan untuk mengeksekusi atau tidak leasehold improvements or significant
mengeksekusi opsi pembaruan atau customisation of the leased asset).
penghentian sewa (misalnya, konstruksi dari
pengembangan prasarana yang signifikan atau
penyesuaian signifikan dari aset sewa).
Nilai wajar instrumen keuangan Fair values of financial instruments
Dalam menentukan nilai wajar aset keuangan In determining the fair value for financial assets
dan liabilitas yang tidak mempunyai harga and financial liabilities for which there is no
pasar, Perusahaan menggunakan teknik observable market price, the Company uses the
penilaian seperti yang dijelaskan dalam Catatan valuation techniques as described in Note 2b.
2b. Untuk instrumen keuangan yang jarang For financial instruments that are traded
diperdagangkan dan memiliki informasi harga infrequently and a lack of price transparency,
yang terbatas, nilai wajar menjadi kurang fair value is less objective and requires varying
objektifdan membutuhkan berbagai tingkat degrees of judgement depending on liquidity,
penilaian tergantung pada likuiditas, concentration, uncertainty of market factors,
konsentrasi, factor ketidakpastian pasar, pricing assumptions and other risks affecting
asumsi harga dan risiko lainnya. the specific instrument.
Masukan (input) untuk model ini berasal dari The input for this model comes from observable
data pasar yang bisa diamati. Bila data pasar market data. When observable market data is
yang bisa diamati tersebut tidak tersedia, not available, management considers
manajemen mempertimbangkan masukan dan necessary inputs and assumptions to
asumsi diperlukan untuk menentukan nilai determine the fair value. The above
wajar. Pertimbangan tersebut mencakup considerations include liquidity and volatility
feedback model atas likuiditas volatilitas untuk feedback model for derivative transactions and
transaksi derivatif dan tingkat diskonto yang long-term discount rate, the level of early
berjangka waktu panjang, tingkat pelunasan payment and the level of default assumption.
dipercepat dan asumsi tingkat gagal bayar.
207
49
Page 228
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
4. KAS DAN KAS DI BANK 4. CASH ON HAND AND CASH IN BANK
31 Desember/December 31,
2022 2021
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing/ mata uang asing/
Notional amount in Notional amount in
foreign currency Ekuivalen/ foreign currency Ekuivalen/
(Angka penuh/ Equivalent (Angka penuh/ Equivalent
Full amount) Rupiah Full amount) Rupiah
Kas 239.152 64.000 Cash on hand
Kas di bank Cash in banks
Pihak ketiga Third parties
Rupiah Rupiah
PT Bank IBK Indonesia Tbk 3.055.516 - PT Bank IBK Indonesia Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 1.518.823 746.699 PT Bank Central Asia Tbk
Citibank N.A. Indonesia 762.765 1.302.716 Citibank N.A. Indonesia
MUFG Bank, Ltd. Jakarta 81.371 81.585 MUFG Bank, Ltd. Jakarta
PT Bank BTPN Tbk (formerly
PT Bank BTPN Tbk. (d/h PT Bank PT Bank Sumitomo
Sumitomo Mitsui Indonesia) 78.161 78.016 Mitsui Indonesia)
PT Bank CIMB Niaga Tbk 59.562 57.392 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Victoria International Tbk 47.993 180.178 PT Bank Victoria International Tbk
PT Bank CTBC Indonesia 29.483 24.155 PT Bank CTBC Indonesia
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 15.646 5.607 PT Bank Maybank Indonesia Tbk
PT Bank UOB Indonesia 12.611 - PT Bank UOB Indonesia
PT Bank HSBC Indonesia 8.027 - PT Bank HSBC Indonesia
PT Bank Oke Indonesia Tbk 4.193 - PT Bank Oke Indonesia Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 1.500 - PT Bank Danamon Indonesia Tbk
5.675.651 2.476.348
Dolar Amerika Serikat United States Dollar
MUFG Bank, Ltd. Jakarta 13.853 217.922 1.252 17.872 MUFG Bank, Ltd. Jakarta
PT Bank BTPN Tbk (formerly
PT Bank BTPN Tbk. (d/h PT Bank PT Bank Sumitomo
Sumitomo Mitsui Indonesia) 3.202 50.368 3.034 43.305 Mitsui Indonesia)
PT Bank CTBC Indonesia 1.351 21.247 1.537 21.933 PT Bank CTBC Indonesia
Citibank N.A. Indonesia 162 2.552 110 1.575 Citibank N.A. Indonesia
292.089 84.685
Pihak berelasi (Catatan 36) Related parties (Note 36)
Rupiah Rupiah
PT Bank Raya Indonesia Tbk PT Bank Raya Indonesia Tbk
(d/h PT Bank Rakyat (formerly PT Bank Rakyat
Indonesia Agroniaga Tbk) 98.169.629 81.537.919 Indonesia Agroniaga Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 55.692.654 39.756.273 (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk 810.982 613.600 (Persero) Tbk
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk 464.879 671.238 (Persero) Tbk
155.138.144 122.579.030
Dolar Amerika Serikat United States Dollar
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 391.756 6.162.719 2.028.191 28.940.265 (Persero) Tbk
161.300.863 151.519.295
Total 167.507.755 154.144.328 Total
Kisaran tingkat suku bunga setahun untuk kas di Interest rate range per annum for cash in banks:
bank:
31 Desember/December 31,
2022 2021
Rupiah 0,00% - 2,09% 0,00% - 1,74% Rupiah
Dolar Amerika Serikat 0,00% - 0,22% 0,00% - 0,17% United States Dollar
Tidak ada saldo kas dan kas di bank yang dibatasi There are no restricted cash on hand and cash bank
penggunaannya pada tanggal 31 Desember 2022 as of December 31, 2022 and 2021.
dan 2021.
208
50
Page 229
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
5. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN - NETO 5. FINANCE LEASE RECEIVABLES - NET
31 Desember/December 31,
2022 2021
Piutang sewa pembiayaan - bruto Finance lease receivables - gross
Pihak ketiga 1.849.436.462 2.090.810.312 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 36) 7.503.468 18.821.098 Related parties (Note 36)
1.856.939.930 2.109.631.410
Nilai sisa yang dijamin Guaranteed residual value
Pihak ketiga 1.705.845.911 1.776.841.694 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 36) 4.000 22.000 Related parties (Note 36)
1.705.849.911 1.776.863.694
Pendapatan sewa pembiayaan ditangguhkan Unearned finance lease income
Pihak ketiga (209.165.890) (213.478.395) Third parties
Pihak berelasi (Catatan 36) (298.329) (1.648.385) Related parties (Note 36)
(209.464.219) (215.126.780)
Simpanan jaminan Security deposits
Pihak ketiga (1.705.845.911) (1.776.841.694) Third parties
Pihak berelasi (Catatan 36) (4.000) (22.000) Related parties (Note 36)
(1.705.849.911) (1.776.863.694)
1.647.475.711 1.894.504.630
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai (149.572.489) (156.640.746) Less: Allowance for impairment losses
Total 1.497.903.222 1.737.863.884 Total
Rincian piutang sewa pembiayaan - bruto menurut The details of finance lease receivables - gross by
tanggal jatuh temponya adalah sebagai berikut: maturity dates are as follows:
31 Desember/December 31,
2022 2021
≤ 1 tahun 1.061.567.700 1.247.470.926 ≤ 1 year
>1 tahun - 2 tahun 499.421.978 555.087.430 > 1 year - 2 years
>2 tahun 295.950.252 307.073.054 > 2 years
Total piutang sewa Total finance lease
pembiayaan - bruto 1.856.939.930 2.109.631.410 receivables - gross
Klasifikasi piutang sewa pembiayaan berdasarkan The classification of finance lease receivables
mata uang yang digunakan adalah sebagai berikut: based on its currencies are as follows:
31 Desember/December 31,
2022 2021
Rupiah 1.736.174.986 1.863.926.923 Rupiah
Dolar Amerika Serikat United States Dollar
(ASD7.676.876 dan ASD26.780.340 (USD7,676,876 and USD26,780,340
(nilai penuh) masing-masing pada (full amount) as of December 31, 2021
tanggal 31 Desember 2022 dan 2021) 120.764.944 245.704.487 and 2020, respectively)
Total piutang sewa Total finance lease
pembiayaan - bruto 1.856.939.930 2.109.631.410 receivables - gross
209
51
Page 230
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
5. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN - NETO (lanjutan) 5. FINANCE LEASE RECEIVABLES - NET
(continued)
Kisaran tingkat bunga efektif yang diterapkan Effective interest rate range applied are as follows:
adalah sebagai berikut:
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/
Years ended December 31
2022 2021
Rupiah 2,90% - 49,79% 3,30% - 35,74% Rupiah
Dolar Amerika Serikat 2,80% - 8,20% 2,75% - 10,50% United States Dollar
Pengelompokan piutang sewa pembiayaan - bruto The classification of finance lease receivables -
menurut jumlah hari tunggakan adalah sebagai gross based on overdue days are as follows:
berikut:
31 Desember/December 31,
2022 2021
Lancar 1.526.379.664 1.781.509.683 Current
1 - 90 hari 227.309.513 206.826.149 1 - 90 days
91 - 120 hari 26.307.504 8.935.426 91 - 120 days
121 - 180 hari 6.830.434 1.908.081 121 - 180 days
> 180 hari 70.112.815 110.452.071 > 180 days
Total piutang sewa Total finance lease
pembiayaan - bruto 1.856.939.930 2.109.631.410 receivables - gross
Analisis atas perubahan nilai tercatat bruto terkait An analysis of change in the gross carrying amount
piutang sewa pembiayaan adalah sebagai berikut: of finance lease receivables are as follows:
31 Desember/December 31, 2022
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Biaya perolehan diamortisasi Acquisition cost
Saldo Awal 1.711.220.506 70.149.406 113.134.718 1.894.504.630 Beginning balances
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to the 12-month expected
12 bulan (stage 1) 13.857.804 (1.635.514) (12.222.290) - credit loss (stage 1)
Pengalihan ke piutang yang tidak Transfer to receivables which are
mengalami penurunan nilai (stage 2) (12.984.730) 12.984.730 - - not impaired (stage 2)
Pengalihan ke piutang yang Transfer to receivables which are
mengalami penurunan nilai (stage 3) (42.029.939) (7.540.059) 49.569.998 - impaired (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 1.670.063.641 73.958.563 150.482.426 1.894.504.630 Total beginning balance after transfer
Aset keuangan baru yang New financial asset
diterbitkan atau dibeli 724.442.020 3.824.238 303.728 728.569.986 originated or purchased
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (846.533.795) (58.291.142) (41.060.974) (945.885.911) Derecognized financial asset
Aset keuangan yang dihapusbuku (11.965.197) - (17.747.797) (29.712.994) Financial asets written off
Total penambahan (penurunan) Total addition (deduction)
tahun berjalan (134.056.972) (54.466.904) (58.505.043) (247.028.919) during the year
Saldo akhir 1.536.006.669 19.491.659 91.977.383 1.647.475.711 Ending balance
210
52
Page 231
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
5. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN - NETO (lanjutan) 5. FINANCE LEASE RECEIVABLES - NET
(continued)
31 Desember/December 31, 2021
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Biaya perolehan diamortisasi Acquisition cost
Saldo Awal 2.192.296.728 88.717.962 107.307.814 2.388.322.504 Beginning balances
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to the 12-month expected
12 bulan (stage 1) 3.388.827 (3.388.827) - - credit loss (stage 1)
Pengalihan ke piutang yang tidak Transfer to receivables which are
mengalami penurunan nilai (stage 2) (23.404.698) 23.404.698 - - not impaired (stage 2)
Pengalihan ke piutang yang Transfer to receivables which are
mengalami penurunan nilai (stage 3) (49.320.848) (12.681.517) 62.002.365 - impaired (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 2.122.960.009 96.052.316 169.310.179 2.388.322.504 Total beginning balance after transfer
Aset keuangan baru yang New financial asset
diterbitkan atau dibeli 652.636.775 7.763.220 23.572.594 683.972.589 originated or purchased
Aset keuanganyang dihentikan
pengakuannya (1.063.845.917) (33.434.553) (50.140.809) (1.147.421.279) Derecognized financial asset
Aset keuangan yang dihapusbuku (530.361) (231.577) (29.607.246) (30.369.184) Financial asets written off
Total penambahan (penurunan) Total addition (deduction)
tahun berjalan (411.739.503) (25.902.910) (56.175.461) (493.817.874) during the year
Saldo akhir 1.711.220.506 70.149.406 113.134.718 1.894.504.630 Ending balance
Analisis atas perubahan cadangan atas kerugian An analysis of change in the corresponding
kredit ekspektasian terkait piutang sewa expected credit loss allowances of finance lease
pembiayaan adalah sebagai berikut: receivables are as follows:
31 Desember/December 31, 2022
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo Awal 55.160.133 4.346.517 97.134.096 156.640.746 Beginning balance
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to the 12 month expected
12 bulan (stage 1) 12.068.449 (163.830) (11.904.619) - credit loss (stage 1)
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to lifetime expected credit
sepanjang umurnya – tidak mengalami losses - not impaired
penurunan nilai (stage 2) (214.385) 214.385 - - (stage 2)
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to lifetime expected credit
Sepanjang umurnya - mengalami losses- credit impairment
penurunan nilai (stage 3) (725.957) (1.294.703) 2.020.660 - (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 66.288.240 3.102.369 87.250.137 156.640.746 Total beginning balance after transfer
Pengukuran kembali bersih Net measurement of
penyisihan kerugian 6.842.693 (770.794) 45.253.194 51.325.093 loss allowance
Aset keuangan baru yang New financial asset
diterbitkan atau dibeli 8.196.920 713.163 303.728 9.213.811 originated or purchased
Aset keuanganyang dihentikan
pengakuannya (4.765.793) (179.690) (32.948.684) (37.894.167) Derecognized financial asset
Total pembentukan tahun berjalan 10.273.820 (237.321) 12.608.238 22.644.737 Total built-up during the year
Aset keuangan yang dihapusbuku (11.965.197) - (17.747.797) (29.712.994) Financial assets written-off
Saldo akhir 64.596.863 2.865.048 82.110.578 149.572.489 Ending balance
211
53
Page 232
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
5. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN - NETO (lanjutan) 5. FINANCE LEASE RECEIVABLES - NET
(continued)
31 Desember/December 31, 2021
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo Awal 91.702.302 10.067.842 78.069.265 179.839.409 Beginning balance
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to the 12 month expected
12 bulan (stage 1) 465.497 (465.497) - - credit loss (stage 1)
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to lifetime expected credit
sepanjang umurnya – tidak mengalami losses - not impaired
penurunan nilai (stage 2) (440.387) 440.387 - - (stage 2)
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to lifetime expected credit
Sepanjang umurnya - mengalami losses- credit impairment
penurunan nilai (stage 3) (17.820.227) (5.851.526) 23.671.753 - (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 73.907.185 4.191.206 101.741.018 179.839.409 Total beginning balance after transfer
Pengukuran kembali bersih Net measurement of
penyisihan kerugian (16.156.102) (981.074) 17.551.400 414.224 loss allowance
Aset keuangan baru yang New financial asset
diterbitkan atau dibeli 7.296.699 1.367.962 23.071.828 31.736.489 originated or purchased
Aset keuanganyang dihentikan
pengakuannya (9.357.288) - (15.622.904) (24.980.192) Derecognized financial asset
Total pembentukan tahun berjalan (18.216.691) 386.888 25.000.324 7.170.521 Total built-up during the year
Aset keuangan yang dihapusbuku (530.361) (231.577) (29.607.246) (30.369.184) Financial assets written-off
Saldo akhir 55.160.133 4.346.517 97.134.096 156.640.746 Ending balance
Pengelompokan piutang sewa pembiayaan – bruto The classification of restructured Covid-19 finance
restrukturisasi covid 19 adalah sebagai berikut: lease receivables – gross are as follows:
31 Desember/December 31,
2022 2021
Lancar 173.258.581 404.346.647 Current
Dalam perhatian khusus 10.558.803 71.442.444 Spesial mention
Kurang lancar 2.999.636 6.139.511 Substandard
Diragukan 5.719.657 1.147.134 Doubtful
Macet 19.168.299 7.614.172 Loss
Total 211.704.976 490.689.908 Total
Piutang sewa pembiayaan yang direstrukturisasi The percentage of restructured finance lease
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 adalah receivables as of 31 December 2022 and 2021 is
sebesar 11,40% dan 23,26% dari saldo piutang 11.40% and 23.26% of the finance lease
sewa pembiayaan - bruto. receivables balance - gross.
Perusahaan telah melakukan restrukturisasi The Company has restructured it’s financing for
pembiayaan untuk debitur yang terkena dampak debtors affected by the Covid-19 pandemic in
pandemi Covid-19 sesuai dengan POJK accordance with POJK No. 14/POJK.05/2020
No. 14/POJK.05/2020 ”Kebijakan Countercyclical "Countercyclical Policy Impact of the Spread of
Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 Coronavirus Disease 2019 for Non-Bank Financial
bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank” tanggal Services Institutions" dated April 17, 2020. As of
17 April 2020. Pada tanggal 31 Desember 2022 dan December 31, 2022 and 2022, the balance of
2021, saldo piutang sewa pembiayaan - bruto restructured Covid-19 finance lease receivables -
restrukturisasi Covid-19 masing-masing adalah gross is amounted to Rp211,704,976 and
sebesar Rp211.704.976 dan Rp490.689.908. Rp490,689,908, respectively.
212
54
Page 233
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
5. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN - NETO (lanjutan) 5. FINANCE LEASE RECEIVABLES - NET
(continued)
Metode restrukturisasi yang dilakukan Perusahaan The restructuring method carried out by the
adalah dengan memberikan keringanan Company is to provide relief of principal and interest
pembayaran pokok dan bunga termasuk including additional in tenor payments for 3-6
penambahan tenor selama 3-6 bulan dengan months by adjusting to the debtor's financial
menyesuaikan kondisi keuangan debitur. condition.
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan Management believes that the above allowance for
kerugian penurunan nilai di atas adalah memadai impairment losses is adequate to cover possible
untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul losses that may arise from non-collection of finance
dari tidak tertagihnya piutang sewa pembiayaan. lease receivables.
Piutang sewa pembiayaan yang dijadikan sebagai The lease receivables which were used as fiduciary
jaminan fidusia untuk pinjaman yang diterima dan collateral for borrowings and medium term notes as
medium term notes pada tanggal 31 Desember of December 31, 2022 and 2021 amounted to
2022 dan 2021 adalah masing-masing sebesar Rp1,181,359,472 and Rp1,072,764,915
Rp1.181.359.472 dan Rp1.072.764.915 (Catatan 14 respectively (Note 14 and 15).
dan 15).
6. TAGIHAN ANJAK PIUTANG - NETO 6. FACTORING RECEIVABLES - NET
31 Desember/December 31,
2022 2021
Tagihan anjak piutang - bruto 71.902.731 67.704.237 Factoring receivables - gross
Pendapatan tagihan anjak
yang belum diakui (1.324.096) (1.676.407) Unearned factoring income
Sub-total 70.578.635 66.027.830 Sub-total
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai (13.777.931) (8.923.466) Less: Allowance for impairment losses
Total 56.800.704 57.104.364 Total
Seluruh tagihan anjak piutang merupakan transaksi All factoring receivables represents third party’s
dengan pihak ketiga dan disajikan dalam mata uang transaction and presented in Indonesian Rupiah.
Rupiah Indonesia.
Rincian tagihan anjak piutang - bruto menurut Details of factoring receivables – gross by maturity
tanggal jatuh temponya adalah sebagai berikut: are as follows:
31 Desember/December 31,
2022 2021
≤ 1 tahun 61.967.957 67.604.308 ≤ 1 year
>1 tahun - 2 tahun 9.877.819 99.929 > 1 year - 2 years
>1 tahun - 2 tahun 56.955 - > 1 year - 2 years
Total tagihan anjak piutang - bruto 71.902.731 67.704.237 Total factoring receivables - gross
Kisaran tingkat bunga efektif yang diterapkan adalah The effective interest rate range applied are as
sebagai berikut: follows:
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/
Years ended December 31,
2022 2021
Rupiah 12,03% - 19,66% 11,50% - 15,00% Rupiah
213
55
Page 234
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
6. TAGIHAN ANJAK PIUTANG - NETO (lanjutan) 6. FACTORING RECEIVABLES – NET (continued)
Pengelompokan tagihan anjak piutang - bruto The classification of factoring receivables - gross
menurut jumlah hari tunggakan adalah sebagai based on overdue days is as follows:
berikut:
31 Desember/December 31,
2022 2021
Lancar 26.704.617 58.038.500 Current
1 - 90 hari 38.661.520 202.888 1 - 90 days
91 - 120 hari - - 91 - 120 days
121 - 180 hari - 803.559 121 - 180 days
> 180 hari 6.536.594 8.659.290 > 180 days
Total tagihan anjak piutang - bruto 71.902.731 67.704.237 Total factoring receivables - gross
Analisis atas perubahan nilai tercatat bruto terkait An analysis of change in the gross carrying amount
piutang anjak piutang adalah sebagai berikut: of factoring receivables are as follows:
31 Desember/December 31, 2022
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Biaya perolehan diamortisasi Acquisition cost
Saldo Awal 57.328.213 - 8.699.617 66.027.830 Beginning balances
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to the 12-month expected
12 bulan (stage 1) - - - - credit loss (stage 1)
Pengalihan ke piutang yang tidak Transfer to receivables which are
mengalami penurunan nilai (stage 2) - - - - not impaired (stage 2)
Pengalihan ke piutang yang Transfer to receivables which are
mengalami penurunan nilai (stage 3) - - - - impaired (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 57.328.213 - 8.699.617 66.027.830 Total beginning balance after transfer
Aset keuangan baru yang New financial asset
diterbitkan atau dibeli 64.733.676 - - 64.733.676 originated or purchased
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (57.229.938) - (2.952.933) (60.182.871) Derecognized financial asset
Aset keuangan yang dihapusbuku - - - - Financial asets written off
Total penambahan (penurunan) Total addition (deduction)
tahun berjalan 7.503.738 - (2.952.933) 4.550.805 during the year
Saldo akhir 64.831.951 - 5.746.684 70.578.635 Ending balance
31 Desember/December 31, 2021
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Biaya perolehan diamortisasi Acquisition cost
Saldo Awal 21.064.244 - 7.905.985 28.970.229 Beginning balances
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to the 12-month expected
12 bulan (stage 1) - - - - credit loss (stage 1)
Pengalihan ke piutang yang tidak Transfer to receivables which are
mengalami penurunan nilai (stage 2) - - - - not impaired (stage 2)
Pengalihan ke piutang yang Transfer to receivables which are
mengalami penurunan nilai (stage 3) (1.023.781) - 1.023.781 - impaired (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 20.040.463 - 8.929.766 28.970.229 Total beginning balance after transfer
Aset keuangan baru yang New financial asset
diterbitkan atau dibeli 56.043.448 - - 56.043.448 originated or purchased
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (18.755.698) - (230.149) (18.985.847) Derecognized financial asset
Aset keuangan yang dihapusbuku - - - - Financial asets written off
Total penambahan (penurunan) Total addition (deduction)
tahun berjalan 37.287.750 - (230.149) 37.057.601 during the year
Saldo akhir 57.328.213 - 8.699.617 66.027.830 Ending balance
214
56
Page 235
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
6. TAGIHAN ANJAK PIUTANG - NETO (lanjutan) 6. FACTORING RECEIVABLES - NET (continued)
Analisis atas perubahan cadangan atas kerugian An analysis of change the corresponding expected
kredit ekspektasian terkait piutang anjak piutang credit loss allowances of factoring receivables are
adalah sebagai berikut: as follows:
31 Desember/December 31, 2022
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo Awal 213.827 - 8.709.639 8.923.466 Beginning balance
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to the 12 month expected
12 bulan (stage 1) - - - - credit loss (stage 1)
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to lifetime expected credit
sepanjang umurnya - tidak mengalami losses - not impaired
penurunan nilai (stage 2) - - - - (stage 2)
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to lifetime expected credit
sepanjang umurnya - mengalami losses- credit impairment
penurunan nilai (stage 3) - - - - (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 213.827 - 8.709.639 8.923.466 Total beginning balance after transfer
Pengukuran kembali bersih Net measurement of
penyisihan kerugian - - - - loss allowance
Aset keuangan baru yang New financial asset
diterbitkan atau dibeli 8.031.051 - - 8.031.051 originated or purchased
Aset keuanganyang dihentikan
pengakuannya (213.631) - (2.962.955) (3.176.586) Derecognized financial asset
Total pembentukan tahun berjalan 7.817.420 - (2.962.955) 4.854.465 Total built-up during the year
Aset keuangan yang dihapusbuku - - - - Financial assets written-off
Saldo akhir 8.031.247 - 5.746.684 13.777.931 Ending balance
31 Desember/December 31, 2021
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo Awal 136.925 - 3.996.830 4.133.755 Beginning balance
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to the 12 month expected
12 bulan (stage 1) - - - - credit loss (stage 1)
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to lifetime expected credit
sepanjang umurnya - tidak mengalami losses - not impaired
penurunan nilai (stage 2) - - - - (stage 2)
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to lifetime expected credit
sepanjang umurnya - mengalami losses- credit impairment
penurunan nilai (stage 3) (9.432) - 9.432 - (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 127.493 - 4.006.262 4.133.755 Total beginning balance after transfer
Pengukuran kembali bersih Net measurement of
penyisihan kerugian (27.584) - 4.703.377 4.675.793 loss allowance
Aset keuangan baru yang New financial asset
diterbitkan atau dibeli 211.792 - - 211.792 originated or purchased
Aset keuanganyang dihentikan
pengakuannya (97.874) - - (97.874) Derecognized financial asset
Total pembentukan tahun berjalan 86.334 - 4.703.377 4.789.711 Total built-up during the year
Aset keuangan yang dihapusbuku - - - - Financial assets written-off
Saldo akhir 213.827 - 8.709.639 8.923.466 Ending balance
Pengelompokan tagihan anjak piutang - bruto The classification of restructured Covid-19 factoring
restrukturisasi Covid-19 adalah sebagai berikut: receivables – gross are as follows:
31 Desember/December 31,
2022 2021
Lancar 32.004.269 1.283.745 Current
Macet 560.699 - Loss
Total 32.564.968 1.283.745 Total
Anjak piutang yang direstrukturisasi pada tanggal The percentage of restructured factoring
31 Desember 2022 dan 2021 adalah sebesar receivables as of December 31, 2022 and 2021 is
45,29% dan 1,90% dari saldo piutang anjak piutang 45.29% and 1.90% of the factoring receivables
- bruto. balance – gross.
215
57
Page 236
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
6. TAGIHAN ANJAK PIUTANG - NETO (lanjutan) 6. FACTORING RECEIVABLES – NET (continued)
Perusahaan telah melakukan restrukturisasi The Company has restructured it’s financing for
pembiayaan untuk debitur yang terkena dampak debtors affected by the Covid-19 pandemic in
pandemi Covid-19 sesuai dengan POJK accordance with POJK No. 14/POJK.05/2020
No. 14/POJK.05/2020 “Kebijakan Countercyclical "Countercyclical Policy Impact of the Spread of
Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 Coronavirus Disease 2019 for Non-Bank Financial
bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank” tanggal Services Institutions" dated April 17, 2020. As of
17 April 2020. Pada tanggal 31 Desember 2022 dan December 31, 2022, and 2021, the balance of
2021, saldo piutang anjak piutang - bruto restructured Covid-19 factoring receivables - gross
restrukturisasi Covid-19 masing-masing adalah is amounted to Rp32,564,968 and Rp1,283,745,
sebesar Rp32.564.968 dan Rp1.283.745. respectively.
Metode restrukturisasi yang dilakukan Perusahaan The restructuring method carried out by the
adalah dengan memberikan keringanan Company is to provide relief of principal and interest
pembayaran pokok dan bunga termasuk including additional in tenor payments for 3-6
penambahan tenor selama 3-6 bulan dengan months by adjusting to the debtor's financial
menyesuaikan kondisi keuangan debitur. condition.
Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh tagihan Management believes that the factoring receivables
anjak piutang dapat tertagih dan jumlah cadangan are fully collectible and the allowance for impairment
kerugian penurunan nilai yang dibentuk cukup. losses is adequate.
Tagihan anjak piutang yang dijadikan sebagai The factoring receivables which were used as
jaminan fidusia untuk pinjaman yang diterima pada fiduciary collateral for borrowings as of December
tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 adalah 31, 2022 and 2021 amounted to Rp32,555,349 and
masing-masing sebesar Rp32.555.349 dan Rp45,465,865 respectively (Note 14).
Rp45.465.865 (Catatan 14).
7. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN - NETO 7. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES - NET
31 Desember/December 31,
2022 2021
Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables
Pihak ketiga 6.349.183.400 3.529.154.359 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 36) 13.667.632 23.636.356 Related parties (Note 36)
6.362.851.032 3.552.790.715
Pendapatan pembiayaan konsumen ditangguhkan Unearned consumer financing income
Pihak ketiga (1.367.785.321) (723.355.934) Third parties
Pihak berelasi (Catatan 36) (2.481.569) (2.839.935) Related parties (Note 36)
(1.370.266.890) (726.195.869)
4.992.584.142 2.826.594.846
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai (73.227.450) (50.152.531) Less: Allowance for impairment losses
Total 4.919.356.692 2.776.442.315 Total
Seluruh piutang pembiayaan konsumen disajikan All consumer financing receivables are presented in
dalam mata uang Rupiah Indonesia. Indonesian Rupiah.
216
58
Page 237
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
7. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN - NETO 7. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES - NET
(lanjutan) (continued)
Kisaran tingkat bunga efektif yang diterapkan adalah The effective interest rate range applied are as
sebagai berikut: follows:
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/
Years ended December 31,
2022 2021
Rupiah 6,25% - 33,25% 6,25% - 32,56% Rupiah
Rincian piutang pembiayaan konsumen - bruto Details of consumer financing receivables - gross by
menurut tanggal jatuh temponya adalah sebagai maturity are as follows:
berikut:
31 Desember/December 31,
2022 2021
≤ 1 tahun 1.957.542.024 1.123.264.103 ≤ 1 year
>1 tahun - 2 tahun 1.690.225.833 967.581.010 > 1 year - 2 years
>2 tahun 2.715.083.175 1.461.945.602 > 2 years
Total piutang pembiayaan konsumen - bruto 6.362.851.032 3.552.790.715 Total consumer financing receivables - gross
Pengelompokan piutang pembiayaan konsumen - The classification of consumer financing receivables
bruto menurut jumlah hari tunggakan adalah - gross based on overdue days is as follows:
sebagai berikut:
31 Desember/December 31,
2022 2021
Lancar 6.103.241.357 3.399.347.208 Current
1 - 90 hari 215.864.931 134.838.213 1 - 90 days
91 - 120 hari 8.253.289 2.638.422 91 - 120 days
121- 180 hari 12.054.967 4.748.772 121-180 days
>180 hari 23.436.488 11.218.100 >180 days
Total piutang pembiayaan konsumen - bruto 6.362.851.032 3.552.790.715 Total consumer financing receivables - gross
Analisis atas perubahan nilai tercatat bruto terkait An analysis of change in the gross carrying amount
piutang pembiayaan konsumen adalah sebagai of consumer financing receivables are as follows:
berikut:
31 Desember/December 31, 2022
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Biaya perolehan diamortisasi Acquisition cost
Saldo Awal 2.794.630.420 15.736.247 16.228.179 2.826.594.846 Beginning balances
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to the 12 months expected
12 bulan (stage 1) 4.710.810 (3.884.159) (826.651) - credit loss (stage 1)
Pengalihan ke piutang yang tidak Transfer to receivables which are
mengalami penurunan nilai (stage 2) (12.386.322) 12.694.001 (307.679) - not impaired (stage 2)
Pengalihan ke piutang yang Transfer to receivables which are
mengalami penurunan nilai (stage 3) (21.269.466) (1.111.051) 22.380.517 - impaired (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 2.765.685.442 23.435.038 37.474.366 2.826.594.846 Total beginning balance after transfer
Aset keuangan baru yang New financial asset
diterbitkan atau dibeli 3.116.770.328 13.363.722 14.308.239 3.144.442.289 originated or purchased
Aset keuanganyang dihentikan
pengakuannya (944.558.308) (6.598.061) (4.824.613) (955.980.982) Derecognized financial asset
Aset keuangan yang dihapusbuku (7.324.443) (4.940.110) (10.207.458) (22.472.011) Financial asets written off
Total penambahan (penurunan) Total addition (deduction)
tahun berjalan 2.164.887.577 1.825.551 (732.832) 2.165.989.296 during the year
Saldo akhir 4.930.573.019 25.260.589 36.750.534 4.992.584.142 Ending balance
217
59
Page 238
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
7. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN - NETO 7. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES - NET
(lanjutan) (continued)
31 Desember/December 31, 2021
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Biaya perolehan diamortisasi Acquisition cost
Saldo Awal 1.251.484.540 22.987.386 11.609.942 1.286.081.868 Beginning balances
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to the 12 months expected
12 bulan (stage 1) 9.815.209 (9.815.209) - - credit loss (stage 1)
Pengalihan ke piutang yang tidak Transfer to receivables which are
mengalami penurunan nilai (stage 2) (9.937.077) 10.273.123 (336.046) - not impaired (stage 2)
Pengalihan ke piutang yang Transfer to receivables which are
mengalami penurunan nilai (stage 3) (9.270.555) (2.599.632) 11.870.187 - impaired (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 1.242.092.117 20.845.668 23.144.083 1.286.081.868 Total beginning balance after transfer
Aset keuangan baru yang New financial asset
diterbitkan atau dibeli 1.971.378.298 4.399.189 5.307.720 1.981.085.207 originated or purchased
Aset keuanganyang dihentikan
pengakuannya (415.064.462) (5.673.289) (5.477.405) (426.215.156) Derecognized financial asset
Aset keuangan yang dihapusbuku (3.775.533) (3.835.321) (6.746.219) (14.357.073) Financial asets written off
Total penambahan (penurunan) Total addition (deduction)
tahun berjalan 1.552.538.303 (5.109.421) (6.915.904) 1.540.512.978 during the year
Saldo akhir 2.794.630.420 15.736.247 16.228.179 2.826.594.846 Ending balance
Analisis atas perubahan cadangan atas kerugian An analysis of change in the corresponding
kredit ekspektasian terkait piutang pembiayaan expected credit loss allowances of consumer
konsumen adalah sebagai berikut: receivables are as follows:
31 Desember/December 31, 2022
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo Awal 34.965.315 2.643.540 12.543.676 50.152.531 Beginning balance
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to the 12 month expected
12 bulan (stage 1) 908.349 (563.219) (345.130) - credit loss (stage 1)
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to lifetime expected credit
sepanjang umurnya – tidak mengalami losses - not impaired
penurunan nilai (stage 2) (409.188) 663.094 (253.906) - (stage 2)
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to lifetime expected credit
sepanjang umurnya - mengalami losses- credit impairment
penurunan nilai (stage 3) (677.542) (163.984) 841.526 - (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 34.786.934 2.579.431 12.786.166 50.152.531 Total beginning balance after transfer
Pengukuran kembali bersih Net measurement of
penyisihan kerugian (4.260.844) 5.656.135 26.893.094 28.288.385 loss allowance
Aset keuangan baru yang New financial asset
diterbitkan atau dibeli 22.972.453 2.820.934 8.488.718 34.282.105 originated or purchased
Aset keuanganyang dihentikan
pengakuannya (4.137.716) (1.781.731) (11.104.113) (17.023.560) Derecognized financial asset
Total pembentukan tahun berjalan 14.573.893 6.695.338 24.277.699 45.546.930 Total built-up during the year
Aset keuangan yang dihapusbuku (7.324.443) (4.940.110) (10.207.458) (22.472.011) Financial assets written-off
Saldo akhir 42.036.384 4.334.659 26.856.407 73.227.450 Ending balance
218
60
Page 239
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
7. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN - NETO 7. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES - NET
(lanjutan) (continued)
Analisis atas perubahan cadangan atas kerugian An analysis of change in the corresponding
kredit ekspektasian terkait piutang pembiayaan expected credit loss allowances of consumer
konsumen adalah sebagai berikut: (lanjutan) receivables are as follows: (continued)
31 Desember/December 31, 2021
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo Awal 17.551.756 5.154.694 7.974.282 30.680.732 Beginning balance
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to lifetime expected credit
12 bulan (stage 1) 2.084.446 (2.084.446) - - credit loss (stage 1)
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to lifetime expected credit
sepanjang umurnya – tidak mengalami losses - not impaired
penurunan nilai (stage 2) (399.562) 611.409 (211.847) - (stage 2)
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to lifetime expected credit
sepanjang umurnya - mengalami losses- credit impairment
penurunan nilai (stage 3) (330.268) (607.785) 938.053 - (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 18.906.372 3.073.872 8.700.488 30.680.732 Total beginning balance after transfer
Pengukuran kembali bersih Net measurement of
penyisihan kerugian (1.585.168) 4.400.178 7.276.922 10.091.932 loss allowance
Aset keuangan baru yang New financial asset
diterbitkan atau dibeli 23.640.831 792.823 4.325.449 28.759.103 originated or purchased
Aset keuanganyang dihentikan
pengakuannya (2.221.187) (1.788.012) (1.012.964) (5.022.163) Derecognized financial asset
Total pembentukan tahun berjalan 19.834.476 3.404.989 10.589.407 33.828.872 Total built-up during the year
Aset keuangan yang dihapusbuku (3.775.533) (3.835.321) (6.746.219) (14.357.073) Financial assets written-off
Saldo akhir 34.965.315 2.643.540 12.543.676 50.152.531 Ending balance
Pengelompokan piutang pembiayaan konsumen – The classification of restructured Covid-19
bruto restrukturisasi Covid-19 adalah sebagai consumer financing receivables – gross are as
berikut: follows:
31 Desember/December 31,
2022 2021
Lancar 77.686.928 76.958.393 Current
Dalam perhatian khusus 19.488.587 17.356.687 Spesial mention
Kurang lancar 1.928.828 502.132 Substandard
Diragukan 2.527.740 830.161 Doubtful
Macet 6.032.764 860.982 Loss
Total 107.664.847 96.508.355 Total
Piutang pembiayaan konsumen yang The percentage of restructured consumer financing
direstrukturisasi pada tanggal 31 Desember 2022 receivables as of December 31, 2022 and 2021 is
dan 2021 adalah sebesar 1,69% dan 2,72% dari 1.69% and 2.72% of the consumer financing
saldo piutang pembiayaan konsumen - bruto. receivables balance - gross.
Perusahaan telah melakukan restrukturisasi The Company has restructured it’s financing for
pembiayaan untuk debitur yang terkena dampak debtors affected by the Covid-19 pandemic in
pandemi Covid-19 sesuai dengan POJK No. accordance with POJK No. 14/POJK.05/2020
14/POJK.05/2020 ”Kebijakan Countercyclical "Countercyclical Policy Impact of the Spread of
Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 Coronavirus Disease 2019 for Non-Bank Financial
bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank” tanggal Services Institutions" dated April 17, 2020. As of
17 April 2020. Pada tanggal 31 Desember 2022 dan December 31, 2022, and 2021 the balance of
2021, saldo piutang pembiayaan konsumen - bruto restructured Covid-19 consumer financing
restrukturisasi Covid-19 masing-masing adalah receivables - gross amounted to Rp107,664,847
sebesar Rp107.664.847 dan Rp96.508.355. and Rp96,508,355, respectively.
219
61
Page 240
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
7. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN - NETO 7. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES - NET
(lanjutan) (continued)
Metode restrukturisasi yang dilakukan Perusahaan The restructuring method carried out by the
adalah dengan memberikan keringanan Company is to provide relief of principal and interest
pembayaran pokok dan bunga termasuk including additional in tenor payments for 3-6
penambahan tenor selama 3-6 bulan dengan months by adjusting to the debtor's financial
menyesuaikan kondisi keuangan debitur. condition.
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan Management believes that the above allowance for
kerugian penurunan nilai di atas adalah memadai impairment losses is adequate to cover possible
untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul losses that may arise from non-collection of
dari tidak tertagihnya piutang pembiayaan consumer financing receivables.
konsumen.
Piutang pembiayaan konsumen yang dijadikan The consumer financing receivables which were
sebagai jaminan fidusia untuk pinjaman dan medium used as fiduciary collateral for borrowings and
term notes yang diterima pada tanggal 31 Desember medium term notes as of December 31, 2022 and
2022 dan 2021 masing-masing adalah sebesar 2021 amounted to Rp3,817,516,707 and
Rp3.817.516.707 dan Rp2.145.476.608 (Catatan 14 Rp2,145,476,608 respectively (Note 14 and 15).
dan 15).
8. BEBAN DIBAYAR DI MUKA DAN UANG MUKA 8. PREPAID EXPENSES AND ADVANCES
Beban Dibayar Di Muka Prepaid Expenses
31 Desember/December 31,
2022 2021
Pihak berelasi (Catatan 36) Related parties (Note 36)
Asuransi 28.607.414 26.687.566 Insurance
Beban standby letters of credit 209.367 792.497 Standby letters of credit fee
Sewa 25.264 225.540 Rent
28.842.045 27.705.603
Pihak ketiga Third parties
Pemeliharaan sistem 3.601.661 1.579.353 Maintenance system
Provisi 1.993.313 1.478.308 Provision
Beban aset sewa operasi 1.145.401 864.710 Expenses of assets operating lease
Sewa 1.332.912 649.839 Rent
Lainnya 1.076.195 1.001.219 Others
9.149.482 5.573.429
Total 37.991.527 33.279.032 Total
Uang Muka Advances
31 Desember/December 31,
2022 2021
Pihak ketiga Third parties
Uang muka 1.027.692 478.041 Advances
220
62
Page 241
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
9. ASET TETAP - NETO 9. FIXED ASSETS - NET
31 Desember/December 31, 2022
Saldo awal/ Saldo akhir/
Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Ending
balance Additions Deductions balance
Biaya perolehan Acquisition cost
Kendaraan 17.902.113 5.552.402 (831.235) 22.623.280 Vehicles
Prasarana 23.574.451 5.084.566 (490.869) 28.168.148 Leasehold improvements
Perangkat keras komputer 13.865.913 6.061.009 (82.012) 19.844.910 Computer hardware
Furniture, fixture and
Perabot dan peralatan kantor 5.346.748 655.030 (115.815) 5.885.963 and office equipment
Bangunan - 909.029 - 909.029 Building
Tanah - 2.153.721 - 2.153.721 Land
Total biaya perolehan 60.689.225 20.415.757 (1.519.931) 79.585.051 Total acquisition cost
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Kendaraan (6.312.226) (4.272.532) 379.724 (10.205.034) Vehicles
Prasarana (13.239.144) (6.149.170) 481.386 (18.906.928) Leasehold improvements
Perangkat keras komputer (8.681.279) (2.070.651) 82.012 (10.669.918) Computer hardware
Furniture, fixture and
Perabotan dan peralatan kantor (4.381.541) (714.153) 115.815 (4.979.879) office equipment
Bangunan - (7.575) - (7.575) Building
Total akumulasi depresiasi (32.614.190) (13.214.081) 1.058.937 (44.769.334) Total accumulated depreciation
Nilai buku neto 28.075.035 34.815.717 Net book value
31 Desember/December 31, 2021
Saldo awal/ Saldo akhir/
Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Ending
balance Additions Deductions balance
Biaya perolehan Acquisition cost
Kendaraan 14.014.586 4.209.227 (321.700) 17.902.113 Vehicles
Prasarana 17.127.333 7.422.442 (975.324) 23.574.451 Leasehold improvements
Perangkat keras komputer 10.626.404 3.247.308 (7.799) 13.865.913 Computer hardware
Furniture, fixture and
Perabot dan peralatan kantor 5.167.440 243.258 (63.950) 5.346.748 and office equipment
Total biaya perolehan 46.935.763 15.122.235 (1.368.773) 60.689.225 Total acquisition cost
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Kendaraan (2.707.468) (3.679.822) 75.064 (6.312.226) Vehicles
Prasarana (8.342.346) (5.752.808) 856.010 (13.239.144) Leasehold improvements
Perangkat keras komputer (7.388.284) (1.293.775) 780 (8.681.279) Computer hardware
Furniture, fixture and
Perabotan dan peralatan kantor (3.567.768) (869.456) 55.683 (4.381.541) office equipment
Total akumulasi depresiasi (22.005.866) (11.595.861) 987.537 (32.614.190) Total accumulated depreciation
Nilai buku neto 24.929.897 28.075.035 Net book value
Beban penyusutan yang dibebankan pada laporan Depreciation expense charged to statement of profit
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk or loss and other comprehensive income for the
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal years ended December 31, 2022 and 2021
31 Desember 2022 dan 2021 adalah masing-masing amounted to Rp13,214,081 and Rp11,595,861,
sebesar Rp13.214.081 dan Rp11.595.861. respectively.
Laba (rugi) penjualan aset tetap untuk tahun yang Gains (loss) on sale of fixed asset for the years then
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 ended December 31, 2022 and 2021 are as follows:
dan 2021 adalah sebagai berikut:
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Harga penjualan 505.813 251.998 Sales proceed
Nilai buku (460.994) (381.236) Net book value
Keuntungan (kerugian)
penjualan aset tetap 44.819 (129.238) Gain (loss) on sale of fixed assets
221
63
Page 242
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
9. ASET TETAP – NETO (lanjutan) 9. FIXED ASSETS – NET (continued)
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, As of December 31, 2022, and 2021, fixed assets
aset tetap dengan harga perolehan masing-masing with acquisition cost amounting to Rp36,373,116
sebesar Rp36.373.116 dan Rp13.739.527 telah and Rp13,739,527 respectively, have been fully
disusutkan penuh dan masih digunakan oleh depreciated and are still being used by the Company
Perusahaan (tidak diaudit). (unaudited).
Aset tetap (kecuali prasarana) telah diasuransikan Fixed assets (exclude leasehold improvements) are
terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan covered by insurance against losses from fire and
nilai pertanggungan keseluruhan sebesar other risks for a total coverage of Rp30,576,626 and
Rp30.576.626 dan Rp25.312.903 masing-masing Rp25,312,903 as of December 31, 2022 and 2021,
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021. Pada respectively. As of December 31, 2022, and 2021,
tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, aset tetap property and equipment are insured through
tersebut diasuransikan melalui PT BRI Asuransi PT BRI Asuransi Indonesia, related party
Indonesia, pihak berelasi (Catatan 36). (Note 36).
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa nilai The Company’s management believes that the sum
pertanggungan asuransi tersebut telah memadai insured are adequate to cover the possible losses
untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset from these insured risks.
tetap yang dipertanggungkan
Berdasarkan penelaahan penurunan nilai atas aset Based on the assessment for impairment of the fixed
tetap, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa assets, the Company’s Management believes that
tidak ada kejadian-kejadian atau perubahan- there are no events or changes in circumstances,
perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa which may indicate that the carrying amounts of
nilai tercatatnya mungkin tidak dapat terpulihkan these assets are not recoverable as of December
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021. 31, 2022 and 2021.
Tidak ada aset tetap yang dijadikan jaminan pada There are no fixed assets pledged as collateral as of
tanggal 31 Desember 2022 dan 2021. Seluruh aset December 31, 2022 and 2021. All of fixed assets are
tetap digunakan untuk mendukung kegiatan used to support the Company’s operational activity.
operasional perusahaan.
Semua aset tetap digunakan untuk mendukung All fixed assets are used to support the Company’s
kegiatan operasional Perusahaan. operational activity.
10. ASET HAK GUNA - NETO 10. RIGHT OF USE ASSETS - NET
31 Desember/December 31, 2022
Saldo awal/ Saldo akhir/
beggining Penambahan/ Pengurangan/ Ending
balance Additions Deductions balance
Aset hak-guna: Right-of-use assets:
Bangunan Buildings
Harga perolehan 29.105.098 28.522.581 (26.483.073) 31.144.606 Carrying value
Akumulasi penyusutan (24.504.533) (9.334.743) 24.646.147 (9.193.129) Accumulated depreciation
Nilai buku neto 4.600.565 21.951.477 Net book value
31 Desember/December 31, 2021
Saldo awal/ Saldo akhir/
beggining Penambahan/ Pengurangan/ Ending
balance Additions Deductions balance
Aset hak-guna: Right-of-use assets:
Bangunan Buildings
Harga perolehan 28.393.963 711.135 - 29.105.098 Carrying value
Akumulasi penyusutan (12.159.497) (12.345.036) - (24.504.533) Accumulated depreciation
Nilai buku neto 16.234.466 4.600.565 Net book value
222
64
Page 243
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
10. ASET HAK GUNA - NETO (lanjutan) 10. RIGHT OF USE ASSETS – NET (continued)
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif Statement of profit or loss and other comprehensive
lain menyajikan saldo berikut berkaitan dengan income shows the following amount related to
sewa: leases:
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Beban penyusutan Depreciation expense of
aset hak-guna 9.334.743 12.345.036 right-of-use assets
Beban bunga 863.088 428.574 Interest expense
10.197.831 12.773.610
Seluruh aset hak guna digunakan untuk mendukung All right of use assets are used to support the
kegiatan operasional perusahaan. Company’s operational activity.
11. ASET SEWA OPERASI – NETO 11. ASSET UNDER OPERATING LEASE - NET
31 Desember/December 31, 2022
Saldo awal/ Saldo akhir/
Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Ending
Balance Additions Deductions Balance
Biaya perolehan Acquisition cost
Kendaraan 498.166.773 245.071.085 (13.730.068) 729.507.790 Vehicles
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Kendaraan (107.912.119) (111.445.974) 7.088.312 (212.269.781) Vehicles
Nilai buku neto 390.254.654 517.238.009 Net book value
31 Desember/December 31, 2021
Saldo awal/ Saldo akhir/
Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Ending
Balance Additions Deductions Balance
Biaya perolehan Acquisition cost
Kendaraan 223.528.412 289.401.039 (14.762.678) 498.166.773 Vehicles
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Kendaraan (39.809.524) (73.945.194) 5.842.599 (107.912.119) Vehicles
Nilai buku neto 183.718.888 390.254.654 Net book value
Beban penyusutan yang dibebankan pada laporan The depreciation expense charged to statement of
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada profit or loss and other comprehensive income for
tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 the years ended December 31, 2022 and 2021
masing-masing adalah sebesar Rp111.445.974 dan amounted to Rp111,445,974 and Rp73,945,194,
Rp73.945.194. respectively.
Rugi penjualan aset sewa operasi untuk tahun yang Loss on sale of asset under operating lease for the
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 years then ended December 31, 2022 and 2021 are
dan 2021 adalah sebagai berikut: as follows:
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Harga penjualan 6.375.298 7.727.091 Sales proceed
Nilai buku (6.641.756) (8.920.079) Net book value
Kerugian Loss
penjualan aset sewa operasi (266.458) (1.192.988) on sale of assets under operating lease
223
65
Page 244
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
11. ASET SEWA OPERASI - NETO (lanjutan) 11. ASSET UNDER OPERATING LEASE - NET
(continued)
Aset sewa operasi telah diasuransikan terhadap Assets under operating lease are covered by
risiko-risiko dengan total nilai pertanggungan insurance against risks for a total coverage of
sebesar Rp574.123.894 dan Rp119.323.230 Rp574,123,894 and Rp119,323,230 as of
masing-masing pada tanggal 31 Desember 2022 December 31, 2022 and 2021, respectively. As of
dan 2021. Pada tanggal 31 Desember 2022 dan December 31, 2022, and 2021, property and
2021, aset tetap tersebut diasuransikan melalui equipment are insured through PT BRI Asuransi
PT BRI Asuransi Indonesia, pihak berelasi Indonesia, related party (Note 36).
(Catatan 36).
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa nilai The Company’s management believes that the sum
pertanggungan asuransi tersebut telah memadai insured are adequate to cover the possible losses
untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset from these insured risks.
sewa operasi yang dipertanggungkan.
Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa nilai Management believes that the book values of all the
buku dari seluruh aset sewa operasi Perusahaan di Company’s fixed assets can be recovered, hence,
atas dapat dipulihkan, sehingga tidak diperlukan there are no impairment on assets under operating
adanya penurunan nilai atas aset sewa operasi lease.
tersebut.
Tidak ada aset sewa operasi yang dijadikan jaminan There are no assets under operating lease pledged
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021. Seluruh as collateral as of December 31, 2022 and 2021. All
aset sewa operasi digunakan untuk mendukung of assets under operating lease are used to support
kegiatan operasional perusahaan. the Company’s operational activity.
Seluruh aset sewa operasi digunakan untuk All of asset under operating lease are used to
mendukung kegiatan operasional perusahaan. support the Company’s operational activity.
12. ASET TAKBERWUJUD - NETO 12. INTANGIBLE ASSETS - NET
31 Desember/December 31, 2022
Saldo awal/ Saldo akhir/
Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Ending
Balance Additions Deductions Reclassification Balance
Biaya perolehan Acquisition Cost
Perangkat lunak 36.666.549 3.875.856 - 1.298.195 41.840.600 Software
Perangkat lunak dalam
penyelesaian 936.869 916.325 - (1.298.195) 554.999 Software under development
Total biaya perolehan 37.603.418 4.792.181 - - 42.395.599 Total acquisition cost
Amortisasi Amortization
Perangkat lunak (21.914.061) (5.986.623) - - (27.900.684) Software
Nilai buku neto 15.689.357 14.494.915 Net book value
31 Desember/December 31, 2021
Saldo awal/ Saldo akhir/
Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Ending
Balance Additions Deductions Reclassification Balance
Biaya perolehan Acquisition Cost
Perangkat lunak 28.628.462 1.070.714 - 6.967.373 36.666.549 Software
Perangkat lunak dalam
penyelesaian 2.105.125 5.799.117 - (6.967.373) 936.869 Software under development
Total biaya perolehan 30.733.587 6.869.831 - - 37.603.418 Total acquisition cost
Amortisasi Amortization
Perangkat lunak (15.756.475) (6.157.586) - - (21.914.061) Software
Nilai buku neto 14.977.112 15.689.357 Net book value
224
66
Page 245
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
12. ASET TAKBERWUJUD - NETO (lanjutan) 12. INTANGIBLE ASSETS - NET (continued)
Beban amortisasi yang dibebankan pada laporan The amortization expense charged to statement of
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk profit or loss and other comprehensive income in
tahun 2022 dan 2021 adalah masing-masing 2022 and 2021 amounted to Rp5,986,623 and
sebesar Rp5.986.623 dan Rp6.157.586. Rp6,157,586, respectively.
Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa nilai Management believes that the book values of all the
buku dari seluruh aset takberwujud Perusahaan di Company’s intangible assets can be recovered,
atas dapat dipulihkan, sehingga tidak diperlukan hence, there are no impairment on intangible
adanya penurunan nilai atas aset takberwujud assets.
tersebut.
Tidak ada aset takberwujud yang dijadikan jaminan There are no intangible assets pledged as collateral
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021. Seluruh as of December 31, 2022 and 2021. All of intangible
aset takberwujud digunakan untuk mendukung assets are used to support the Company’s
kegiatan operasional perusahaan. operational activity.
13. ASET LAIN-LAIN– NETO 13. OTHER ASSETS - NET
31 Desember/December 31,
2022 2021
Piutang sewa operasi (Catatan 36) Operating lease receivables (Note 36)
Pihak berelasi 20.437.759 12.364.450 Related parties
Pihak ketiga 772.605 1.390.181 Third parties
Piutang atas program kepemilikan motor Motorcycle ownership program receivables
Pihak berelasi (Catatan 36) 3.976.603 2.907.321 Related party (Note 36)
Uang jaminan 2.983.203 1.216.560 Security deposits
Piutang karyawan 216.499 399.223 Employee receivables
Lainnya 725.571 542.900 Others
Total 29.112.240 18.820.635 Total
Pada tanggal 31 Desember 2022, lainnya terdiri dari As of December 31, 2022, others consist of
piutang lain-lain atas premi asuransi dan biaya receivable for insurance premiums and temporary
penarikan sementara dan akan ditagih pada saat repossession fee and will be collected upon
unit berhasil dilelang. successful auction.
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai aset The changes in the allowance for impairment losses
lain-lain adalah sebagai berikut: for other assets are as follows:
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember/
Years ended December 31,
2022 2021
Saldo awal tahun - (610.971) Balance at beginning of year
Penambahan cadangan
tahun berjalan (Catatan 35) - Provision during the year (Note 35)
Penghapusan piutang - 610.971 Receivables writen-off
Saldo akhir - - Ending balance
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan Management believes that allowance for impairment
kerugian penurunan nilai di tahun 2022 tidak losses in 2022 is not required. Management
diperlukankan. Manajemen berkeyakinan bahwa believes that values of all Company’s other assets
nilai dari aset lain-lain Perusahaan pada tahun 2022 in 2022 can be fully recovered, therefore, there are
dapat dipulihkan seluruhnya, sehingga tidak no allowance for impairment losses needed.
diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai.
225
67
Page 246
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
14. PINJAMAN YANG DITERIMA 14. BORROWINGS
31 Desember/December 31,
2022 2021
Pihak ketiga Third parties
Rupiah Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 641.666.667 441.666.667 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Victoria International Tbk 500.000.000 250.000.000 PT Bank Victoria International Tbk
PT Bank HSBC Indonesia 300.000.000 - PT. Bank HSBC Indonesia
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 277.500.000 10.000.000 PT. Bank Maybank Indonesia Tbk
PT Bank UOB Indonesia 250.000.000 - PT. Bank UOB Indonesia
PT Bank IBK Indonesia Tbk 246.200.949 - PT. Bank IBK Indonesia Tbk
PT Bank Oke Indonesia Tbk 216.710.065 - PT. Bank Oke Indonesia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk 151.388.889 251.388.889 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank BTPN Tbk (d/h PT Bank PT Bank BTPN Tbk (formerly PT Bank
Sumitomo Mitsui Indonesia 76.295.350 117.005.800 Sumitomo Mitsui Indonesia
MUFG Bank, Ltd. Jakarta - 100.000.000 MUFG Bank, Ltd. Jakarta
Dolar Amerika Serikat United States Dollar
PT Bank CTBC Indonesia - 162.904.415 PT Bank CTBC Indonesia
MUFG Bank, Ltd. Jakarta - 135.555.500 MUFG Bank, Ltd. Jakarta
Pihak berelasi (Catatan 36) Related parties (Note 36)
Rupiah Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.145.814.096 1.091.455.260 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 888.888.889 627.900.000 (Persero) Tbk
Dolar Amerika Serikat United States Dollar
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 32.248.550 - (Persero) Tbk
4.726.713.455 3.187.876.531
Biaya provisi yang belum diamortisasi (5.594.477) (1.346.146) Unamortized provision cost
4.721.118.978 3.186.530.385
Kisaran tingkat suku bunga efektif per tahun atas The effective interest rate range per annum on
pinjaman yang diterima adalah sebagai berikut: borrowing are as follows:
31 Desember/December 31,
2022 2021
Rupiah 4.20% - 8.00% 4,10% - 9,25% Rupiah
Dolar Amerika Serikat 4.75% - 5.53% 1,25% - 1,30% United States Dollar
PT Bank BTPN Tbk (“BTPN”) PT Bank BTPN Tbk (“BTPN”)
Pada tanggal 16 Agustus 2007, Perusahaan On August 16, 2007, the Company obtained loan
memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank facility from PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia
Sumitomo Mitsui Indonesia sebesar ASD20.000.000 amounting to USD20,000,000 (full amount). Based
(nilai penuh). Berdasarkan addendum pada tanggal on the loan amendment on December 18, 2017,
18 Desember 2017, pinjaman tersebut berubah dari the loan was changed from USD20,000,000 (full
ASD20.000.000 (nilai penuh) menjadi amount) to USD40,000,000 (full amount). Based
ASD40.000.000 (nilai penuh). Perpanjangan dan on the latest amendment and extension was on
addendum terakhir pada tanggal 4 Januari 2022, January 4, 2022, this loan facility has been
fasilitas pinjaman ini telah diperpanjang kembali extended until December 30, 2022. This facility
sampai dengan 30 Desember 2022. Tingkat suku bears interest rate during 2022 at 1.25% - 5.35%.
bunga selama tahun 2022 sebesar 1,25% - 5,35%. PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia has merged
PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia telah melakukan with PT Bank BTPN Tbk in 2019 into PT Bank
merger dengan PT Bank BTPN Tbk di tahun 2019 BTPN Tbk.
menjadi PT Bank BTPN Tbk.
Fasilitas ini dikenakan tingkat suku bunga sebesar This facility bears interest rate at 0.8% plus cost of
0,8% ditambah biaya pendanaan yang akan fund which will be determined upon withdrawal.
ditentukan pada saat penarikan.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan Standby Letter The loan facilities are secured by Standby Letter of
of Credit (SBLC) dari PT Bank Rakyat Indonesia Credit (SBLC) from PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk, entitas induk. (Persero) Tbk, parent entity.
226
68
Page 247
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 14. BORROWINGS (continued)
PT Bank BTPN Tbk (“BTPN”) (lanjutan) PT Bank BTPN Tbk (“BTPN”) (continued)
Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi Under the loan agreements, the Company is also
persyaratan keuangan seperti debt to equity ratio obliged to comply with financial covenants such as
tidak melebihi rasio 8,5 kali serta mempertahankan gearing ratio not exceeding 8.5 times and maintain
rasio Non Performing Loan (“NPL”) diatas 90 maximum Non Performing Loan (“NPL”) ratio above
(sembilan puluh) hari maksimal 5% dan kewajiban ninety (90) days of 5% and other reporting
penyampaian laporan lainnya. Perusahaan telah obligations. The Company has complied with the
memenuhi seluruh persyaratan tersebut di atas. above requirements.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, fasilitas Up to December 31, 2022, credit facility of the
pinjaman Perusahaan masih tersedia Company is still available for USD35,150,000 (full
ASD35.150.000 (nilai penuh). amount).
MUFG Bank, Ltd. Jakarta (“MUFG Jakarta”) MUFG Bank, Ltd. Jakarta (“MUFG Jakarta”)
Pada tanggal 26 Juli 2017, Perusahaan On July 26, 2017, the Company obtained
memperoleh fasilitas pinjaman jangka pendek tanpa uncommited short term loan facility amounting to
komitmen sebesar ASD60.000.000 (nilai penuh). USD60,000,000 (full amount). The term of credit
Jangka waktu penarikan fasilitas ditetapkan satu withdrawal is one year from the signing date of
tahun sejak tanggal penandatanganan kredit. Credit Agreement. This facility bears interest rate at
Fasilitas ini dikenakan tingkat suku bunga sebesar ICE Libor + 1.00% (USD) and Jibor + 1.50% (IDR)
ICE Libor + 1,00% (ASD) dan Jibor + 1,50% (IDR) with maximum period of loan up to 6 months.
dengan jangka waktu pinjaman maksimum 6 bulan.
Berdasarkan perubahan atas Perjanjian Kredit Based on Amendment to The Credit Agreement
No. 2021-0030965-LN tanggal 26 Juli 2021, MUFG No. 2021-0030965-LN dated July 26, 2021, MUFG
Jakarta setuju untuk mengubah jatuh tempo fasilitas Jakarta agreed to change maturity date of the
pembiayaan menjadi tanggal 26 Juli 2022. financing facility to be July 26, 2022.
Berdasarkan perubahan atas Perjanjian Kredit Based on Amendment to The Credit Agreement
No. 2021-0061756-LN tanggal 15 Desember 2021, No. 2021-0061756-LN dated December 15, 2021,
MUFG Jakarta setuju untuk mengubah tingkat suku MUFG Jakarta agreed to change interest rate at
bunga sebesar Jibor + 1,20% (IDR) dengan jangka Jibor + 1.20% (IDR) with maximum period of loan up
waktu pinjaman maksimum 6 bulan. to 6 months.
Berdasarkan perubahan atas Perjanjian Kredit Based on Amendment to The Credit Agreement
No. 2022-0019490-LN tanggal 8 Agustus 2022, No. 2022-0019490-LN dated August 8, 2022, MUFG
MUFG Jakarta setuju untuk mengubah jatuh tempo Jakarta agreed to change maturity date of the
fasilitas pembiayaan menjadi tanggal 26 Juli 2023. financing facility to be July 26, 2023.
Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi The Company is also obliged to comply with
persyaratan keuangan seperti debt to equity ratio financial covenants such as debt to equity ratio not
tidak melebihi rasio 10 kali serta mempertahankan exceeding 10 times and maintain maximum Gross
rasio Gross Non Performing Loan (“NPL”) maksimal Non Performing Loan (“NPL”) ratio of 7% and other
7% dan kewajiban penyampaian laporan lainnya. reporting obligations. The Company has complied
Perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan with the above requirements.
tersebut di atas.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, fasilitas Up to December 31, 2022, credit facility of the
pinjaman Perusahaan masih tersedia Company is still available for USD60,000,000 (full
ASD60.000.000 (nilai penuh). amount).
227
69
Page 248
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 14. BORROWINGS (continued)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Pada tanggal 19 Desember 2016, Perusahaan On December 19, 2016, the Company obtained
memperoleh fasilitas pinjaman Uncommited Credit Uncommitted Credit Line facility in Money Market
Line dalam bentuk Money Market Line senilai Line for amount of Rp500,000,000 and
Rp500.000.000 dan ASD95.000.000 (nilai penuh) USD95,000,000 (full amount) which is
yang dapat ditarik dalam denominasi Rupiah interchangeable in Rupiah from United States
maupun Dolar Amerika Serikat, serta Forex Line Dollar, and the Forex Line USD5,000,000 (full
senilai ASD5.000.000 (nilai penuh). amount).
Fasilitas Money Market Line dan Forex Line ini This Money Market Line and Forex Line facility
dikenakan tingkat suku bunga selama tahun 2022 bears interest rate during 2022 at 3.50% - 6.10%.
sebesar 3,50% - 6,10%.
Atas fasilitas Money Market Line dan Forex Line ini, For this Money Market Line and Forex Line facility,
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk requires
memberlakukan syarat kepada Perusahaan untuk the Company to pledge 100% of finance lease
menjaminkan 100% piutang sewa pembiayaan, receivables, factoring receivables and consumer
anjak piutang dan piutang pembiayaan konsumen financing receivables from the outstanding loan
dari saldo pinjaman di BRI. balances as collateral.
Pada tanggal 23 November 2020, fasilitas Money As of November 23, 2020, the Money Market Line
Market Line dan Forex Line ini telah diperpanjang and Forex Line facility has been extended until 23
sampai dengan 23 November 2022. November 23, 2022.
Pada tanggal 23 November 2021, PT Bank Rakyat On November 23, 2021, PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk. setuju untuk memberikan Indonesia (Persero) Tbk. agreed give long term
fasilitas Kredit Modal Kerja sebesar creadit line amounting to Rp1,000,000,000. This
Rp1.000.000.000. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh loan facility will be due on May 25, 2025.
tempo pada tanggal 25 Mei 2025.
Pada tanggal 5 Desember 2022, fasilitas Money As of December 5, 2022, the Money Market Line
Market Line dan Forex Line ini telah diperpanjang and Forex Line facility has been extended until
sampai dengan 23 Februari 2023. February 23, 2023.
Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi The Company is also obliged to comply with
persyaratan keuangan seperti gearing ratio tidak financial covenants such as gearing ratio not
melebihi rasio 9 kali serta mempertahankan rasio exceeding 9 times and maintain maximum Non
Non Performing Loan (“NPL”) diatas 90 (sembilan Performing Loan (“NPL”) ratio above ninety (90)
puluh) hari maksimal 5% dan kewajiban days of 5% and other reporting obligations. The
penyampaian laporan lainnya. Perusahaan telah Company has complied with the above
memenuhi seluruh persyaratan tersebut di atas. requirements.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, fasilitas Up to December 31, 2022, credit facility of the
pinjaman Perusahaan yang diperoleh dari PT Bank Company which was obtained from PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk masih tersedia Rakyat Indonesia (Persero) Tbk is still available for
Rp1.862.196.450. Rp1,862,196,450.
228
70
Page 249
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 14. BORROWINGS (continued)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Pada tanggal 10 Juli 2021, Perusahaan memperoleh On July 10, 2021, the Company obtained renewal
perpanjangan fasilitas pinjaman Uncomitted Credit of Uncommitted Credit Line facility in short term
Line dalam bentuk Kredit Jangka Pendek Yang credit (revolving) amounting to of Rp500,000,000.
sifatnya revolving senilai Rp500.000.000. Tingkat This facility bears interest rate during 2022 at
suku bunga selama tahun 2022 sebesar 4,00% - 4.00% - 4.60%. This loan facility was due on
4,60%. Fasilitas pinjaman ini telah jatuh tempo pada July 9, 2022.
tanggal 9 Juli 2022.
Pada tanggal 09 Juli 2022, fasilitas Kredit Jangka As of July 9, 2022, the short term credit facility has
Pendek ini telah diperpanjang sampai dengan 09 Juli been extended until July 9, 2023.
2023.
Pada tanggal 23 November 2020, Perusahaan On November 23, 2020, the Company obtained
memperoleh penambahan fasilitas pinjaman dalam long-term credit facility (revolving as long as
bentuk Kredit Modal Kerja yang sifatnya revolving availibility period) amounting to of Rp250,000,000.
selama masa penarikan senilai Rp250.000.000. This facility bears interest rate during 2022 at
Tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar 7.20% - 8.00%. This loan facility will be due on
7,20% - 8,00%. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh February 4, 2024.
tempo pada tanggal 4 Februari 2024.
Pada tanggal 7 Juli 2021, Perusahaan memperoleh On July 7, 2021, the Company obtained long-term
penambahan fasilitas pinjaman dalam bentuk Kredit credit facility (revolving as long as availibility
Modal Kerja Yang sifatnya revolving selama masa period) amounting to of Rp250,000,000. This
penarikan senilai Rp250.000.000. Tingkat suku facility bears interest rate during 2022 at 6.50%.
bunga selama tahun 2022 sebesar 6,50%. Fasilitas This loan facility will be due on November 12, 2024.
pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal
12 November 2024.
Pada tanggal 16 Maret 2022, Perusahaan On March 16, 2022, the Company obtained long-
memperoleh penambahan fasilitas pinjaman dalam term credit facility (revolving as long as availibility
bentuk Kredit Modal Kerja Yang sifatnya revolving period) amounting to of Rp500,000,000. This
selama masa penarikan senilai Rp500.000.000. facility bears interest rate during 2022 at 6.25% -
Tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar 6.35%. This loan facility will be due on June 20,
6,25% - 6,35%. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh 2025.
tempo pada tanggal 20 Juni 2025.
Pada tanggal 2 Agustus 2022, Perusahaan On August 2, 2022, the Company obtained long-
memperoleh penambahan fasilitas pinjaman dalam term credit facility (revolving as long as availibility
bentuk Kredit Modal Kerja Yang sifatnya revolving period) amounting to of Rp500,000,000. This
selama masa penarikan senilai Rp500.000.000. facility bears interest rate during 2022 at 6.50% -
Tingkat suku bunga selama tahun 2022 sebesar 6.90%. This loan facility will be due on
6,50% - 6,90%. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh November 15, 2024.
tempo pada tanggal 15 November 2024.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak This facility is secured by warrant receivable which
memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari has overdue of no more than 90 days equivalent to
sebesar 100% dari total saldo pinjaman. 100% of the total amount of the outstanding
borrowings.
229
71
Page 250
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 14. BORROWINGS (continued)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (lanjutan) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (continued)
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio The Company is required to maintain maximum
maksimum sebesar 10 kali serta mempertahankan gearing ratio of 10 times and maintain maximum
rasio Non Performing Loan (“NPL”) diatas 90 Non Performing Loan (“NPL”) ratio above ninety
(sembilan puluh) hari maksimal 5% dan Perusahaan (90) days of 5% and the Company has complied
telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut. with that requirement.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, fasilitas Up to December 31, 2022, credit facility of the
pinjaman Perusahaan yang diperoleh dari PT Bank Company which was obtained from PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk masih tersedia Mandiri (Persero) Tbk is still available for
Rp500.000.000. Rp500,000,000.
PT Bank Victoria International Tbk PT Bank Victoria International Tbk
Pada tanggal 6 Agustus 2020, Perusahaan On August 6, 2020, the Company obtained
memperoleh fasilitas pinjaman Uncomitted Credit Uncommitted Credit Line facility in Demand Loan
Line dalam bentuk Demand Loan yang sifatnya (revolving) amounting to Rp250,000,000. This
revolving senilai Rp250.000.000. Tingkat suku facility bears interest rate during 2022 at 4.20% -
bunga selama tahun 2022 sebesar 4,20% - 5,90%. 5.90%.
Pada tanggal 5 Agustus 2021, Perusahaan On August 5, 2021, the Company obtained
memperoleh perpanjangan fasilitas pinjaman renewal of Uncommitted Credit Line facility in
Uncomitted Credit Line dalam bentuk Demand Loan Demand Loan (revolving) amounting to
yang sifatnya revolving senilai Rp250.000.000 Rp250,000,000, until August 6, 2022.
sampai dengan 6 Agustus 2022.
Pada tanggal 6 Agustus 2022, Perusahaan On August 6, 2022, the Company obtained
memperoleh perpanjangan fasilitas pinjaman renewal of Uncommitted Credit Line facility in
Uncomitted Credit Line dalam bentuk Demand Loan Demand Loan (revolving) amounting to
yang sifatnya revolving senilai Rp250.000.000, serta Rp250,000,000, and additional limit amounting to
tambahan plafon fasilitas senilai Rp250.000.000, Rp250,000,000. So the total facility amounting to
sehingga total plafon fasilitas menjadi Rp500,000,000 until August 6, 2023.
Rp500.000.000 sampai dengan 6 Agustus 2023.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak This facility is secured by warrant receivable
memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari which has overdue of no more than 90 days
sebesar 100% dari total saldo pinjaman. equivalent to 100% of the total amount of the
outstanding borrowings.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio The Company is required to maintain maximum
maksimum sebesar 8 kali serta mempertahankan gearing ratio of 8 times and maintain maximum
rasio Non Performing Loan (“NPL”) diatas 90 Non Performing Loan (“NPL”) ratio above ninety
(sembilan puluh) hari maksimal 5% dan Perusahaan (90) days of 5% and the Company has complied
telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut. with that requirement.
230
72
Page 251
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 14. BORROWINGS (continued)
PT Bank CTBC Indonesia PT Bank CTBC Indonesia
Pada tanggal 14 November 2019, Perusahaan On November 14, 2019, the Company obtained
memperoleh fasilitas pinjaman Uncomitted Credit Uncommitted Credit Line facility in Club Deal
Line dalam bentuk Fasilitas Club Deal yang sifatnya Facility (Non revolving) amounting to
Non revolving senilai ASD50.000.000 (nilai penuh). USD50,000,000 (full amount). Interest rate will be
Tingkat suku bunga akan ditentukan saat tanggal determined at the withdrawal date based on
penarikan berdasarkan tingkat suku bunga pasar. money market rate. This facility has fully repaid on
Fasilitas pinjaman ini telah lunas pada tanggal November 21, 2022.
21 November 2022.
Pada tanggal 5 Juli 2022, Perusahaan memperoleh On July 5, 2022, the Company obtained
fasilitas pinjaman Uncomitted Credit Line dalam Uncommitted Credit Line facility in Club Deal
bentuk Fasilitas Club Deal yang sifatnya Non Facility (Non revolving) amounting to
revolving senilai ASD20.000.000 (nilai penuh). USD20,000,000 (full amount). This facility bears
Fasilitas ini dikenakan tingkat suku bunga sebesar interest rate at SOFR 3 months + 1.21% (USD).
SOFR 3 Bulan + 1,21% (ASD). Fasilitas pinjaman ini The facilty will be due 36 months from drawdown
akan jatuh tempo 36 bulan dari tanggal penarikan. date and the Availibility Period is 9 months from
Dengan Availability Period 9 bulan dari tanggal signing date.
perjanjian.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak This facility is secured by warrant receivable
memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari which has overdue of no more than 90 days
sebesar 100% dari total saldo pinjaman. equivalent to 100% of the total amount of the
outstanding borrowings.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio The Company is required to maintain maximum
maksimum sebesar 8,5 kali serta mempertahankan gearing ratio of 8.5 times and maintain maximum
rasio Non Performing Loan (“NPL”) diatas 90 Non Performing Loan (“NPL”) ratio above ninety
(sembilan puluh) hari maksimal 5% dan Perusahaan (90) days of 5% and the Company has complied
telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut. with that requirement.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, fasilitas Up to December 31, 2022, credit facility of the
pinjaman Perusahaan masih tersedia Company is still available for USD20,000,000 (full
ASD20.000.000 (nilai penuh). amount).
PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk
Pada tanggal 27 Januari 2021, Perusahaan On January 27, 2021, the Company obtained
memperoleh fasilitas pinjaman Comitted Credit Line Uncommitted Credit Line facility in long term credit
dalam bentuk Kredit Jangka Panjang yang sifatnya (non-revolving) amounting to of Rp300,000,000.
non-revolving senilai Rp300.000.000. Fasilitas This loan facility can be withdrawn before January
pinjaman ini dapat di tarik sebelum 27 Januari 2021 27, 2022 and will be due on January 27, 2025.
dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 Januari 2025.
Fasilitas ini dikenakan tingkat suku bunga sebesar This facility bears interest rate at 8% per annum
8% per tahun yang akan disesuaikan dengan which will be adjusted based on the interest
berdasarkan bunga yang berlaku pada saat prevailing at the time of withdrawal.
penarikan.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak This facility is secured by warrant receivable which
memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari has overdue of no more than 90 days equivalent
sebesar 100% dari total saldo pinjaman. to 100% of the total amount of the outstanding
borrowings.
231
73
Page 252
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 14. BORROWINGS (continued)
PT Bank CIMB Niaga Tbk (lanjutan) PT Bank CIMB Niaga Tbk (continued)
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga debt to The Company is required to maintain maximum
equity ratio maksimum sebesar 7 kali serta debt to equity ratio of 7 times and maintain
mempertahankan rasio Non Performing Loan maximum Non Performing Loan (“NPL”) ratio
(“NPL”) diatas 90 (sembilan puluh) hari maksimal above ninety (90) days of 5% and the Company
5% dan Perusahaan telah memenuhi seluruh has complied with that requirement.
persyaratan tersebut.
PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 12 Agustus 2021, Perusahaan On August 12, 2021, the Company obtained
memperoleh fasilitas pinjaman Uncomitted Credit Uncommitted Credit Line facility in short term
Line dalam bentuk Kredit Jangka Pendek yang credit (revolving) amounting to of Rp200,000,000
sifatnya revolving senilai Rp200.000.000 Fasilitas and new long term credit for amounting to
pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal Rp300,000,000. This loan facility wiil be due on
12 Agustus 2022. Serta fasilitas Installment Loan August 12, 2022. And new long term credit for
senilai Rp300.000.000 yang akan jatuh tempo pada amounting to Rp300,000,000 that wiil be due on
tanggal 25 November 2024. Tingkat suku bunga November 25, 2024. This facility bears interest
selama tahun 2022 sebesar 4,10% - 5,95%. rate during 2022 at 4.10% - 5.95%.
Pada tanggal 9 Agustus 2022, Perusahaan On August 9, 2022, the Company obtained
memperoleh perpanjangan sementara untuk temporary extension of Uncommitted Credit Line
fasilitas pinjaman Uncomitted Credit Line dalam facility in Demand Loan (revolving) amounting to
bentuk Kredit Jangka Pendek Yang sifatnya Rp250,000,000, until October 12, 2022.
revolving senilai Rp200.000.000 sampai 12 Oktober
2022.
Pada tanggal 11 Oktober 2022, Perusahaan On October 11, 2021, the Company obtained
memperoleh perpanjangan fasilitas pinjaman renewal of Uncommitted Credit Line facility in
Uncomitted Credit Line dalam bentuk Kredit Jangka Demand Loan (revolving) amounting to
Pendek yang sifatnya revolving senilai Rp250,000,000, until August 12, 2023, and new
Rp200.000.000 sampai 12 Agustus 2023, serta long term credit amounting to Rp250,000,000 that
penambahan fasilitas Installment Loan senilai will be due on December 7, 2024.
Rp250,000,000 yang akan jatuh tempo pada tanggal
7 Desember 2024.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak This facility is secured by warrant receivable which
memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari has overdue of no more than 90 days equivalent
sebesar 100% dari total saldo pinjaman. to 100% of the total amount of the outstanding
borrowings.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio The Company is required to maintain maximum
maksimum sebesar 10 kali serta mempertahankan gearing ratio of 10 times and maintain maximum
rasio Non Performing Loan (“NPL”) diatas 90 Non Performing Loan (“NPL”) ratio above ninety
(sembilan puluh) hari maksimal 5% dan Perusahaan (90) days of 5% and the Company has complied
telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut. with that requirement.
PT Bank Maybank Indonesia Tbk PT Bank Maybank Indonesia Tbk
Pada tanggal 15 Desember 2021, Perusahaan On December 15, 2021, the Company obtained
memperoleh fasilitas pinjaman Uncomitted Credit Uncommitted Credit Line facility in long term credit
Line dalam bentuk Kredit Jangka Panjang yang (non-revolving) amounting to of Rp400,000,000.
sifatnya non-revolving senilai Rp400.000.000. This loan facility will be due on Januari 31, 2025.
Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal This facility bears interest rate at 6.25% per
31 Januari 2025. Fasilitas ini dikenakan tingkat suku annum.
bunga sebesar 6,25% per tahun.
232
74
Page 253
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 14. BORROWINGS (continued)
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (lanjutan) PT Bank Maybank Indonesia Tbk (continued)
Pada tanggal 1 September 2022, Perusahaan On September 1, 2022, the Company obtained
memperoleh fasilitas pinjaman Uncommitted Kredit Uncommitted Credit Line facility in long term credit
Modal Kerja sebesar Rp400.000,000. Fasilitas ini (non-revolving) amounting to of Rp400,000,000.
bersifat tidak berulang (non - revolving). Availability The Availability Period is 12 months from the
Period dari pinjaman ini adalah 12 bulan dari tanggal signing date and maximum tenor is 36 months.
perjanjian dengan tenor maksimal 36 bulan. Tingkat Interest rate will be determined at the withdrawal
suku bunga akan ditentukan saat tanggal penarikan date based on money market rate.
berdasarkan tingkat suku bunga pasar.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang yang tidak This facility is secured by warrant receivable which
memiliki tunggakan yang lebih besar dari 90 hari has overdue of no more than 90 days equivalent
sebesar 100% dari total saldo pinjaman. to 100% of the total amount of the outstanding
borrowings.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga debt to The Company is required to maintain maximum
equity ratio maksimum sebesar 10 kali serta debt to equity ratio of 10 times and maintain
mempertahankan rasio Non Performing Loan maximum Non Performing Loan (“NPL”) ratio
(“NPL”) diatas 90 (sembilan puluh) hari maksimal above ninety (90) days of 5% and the Company
5% dan Perusahaan telah memenuhi seluruh has complied with that requirement.
persyaratan tersebut.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, fasilitas Up to December 31, 2022, credit facility of the
pinjaman Perusahaan masih tersedia Company is still available for Rp400,000,000.
Rp400.000.000.
PT Bank UOB Indonesia PT Bank UOB Indonesia
Pada tanggal 20 Januari 2022, Perusahaan On January 20, 2022, the Company obtained
memperoleh fasilitas pinjaman Uncommitted Uncommitted loan facility amounting to
sebesar Rp250.000.000 Fasilitas ini bersifat Rp250,000,000. This facility is a revolving credit
revolving credit facility (RCF). Tingkat suku bunga facility (RCF). This facility bears interest rate
selama tahun 2022 sebesar 4,20% - 4,30%. during 2022 at 4.20% - 4.30%. This loan facility will
Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal be due on January 20, 2023.
20 Januari 2023.
Pada tanggal 26 Desember 2022, Perusahaan On December 26, 2022, the Company obtained an
memperoleh perpanjangan fasilitas pinjaman extension of Uncommitted loan facility amounting
Uncommitted sebesar Rp250.000.000. Fasilitas ini to Rp250,000,000. This facility is a revolving credit
bersifat revolving credit facility (RCF). Fasilitas facility (RCF). This loan facility will be due on
pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 20 January 20, 2024.
Januari 2024.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang lancar dari This facility is secured by current account
total saldo pinjaman yang diterima sebesar 100%. receivable 100% of the total amount of the
outstanding borrowings.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga debt to The Company is required to maintain maximum
equity ratio maksimum sebesar 10 kali serta debt to equity of 10 times and maintain maximum
mempertahankan rasio Non Performing Loan Non Performing Loan (“NPL”) ratio of 5% and the
(“NPL”) maksimal 5% dan Perusahaan telah Company has complied with that requirement.
memenuhi seluruh persyaratan tersebut.
233
75
Page 254
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 14. BORROWINGS (continued)
PT Bank HSBC Indonesia PT Bank HSBC Indonesia
Pada tanggal 21 Januari 2022, Perusahaan On January 21, 2022, the Company obtained
memperoleh fasilitas pinjaman berulang sebesar Credit Line facility (revolving) amounting to
Rp300.000.000. Tingkat suku bunga selama tahun Rp300,000,000. This facility bears interest rate
2022 sebesar 4,30%. Fasilitas pinjaman ini akan during 2022 at 4.30%. This loan facility will be due
jatuh tempo pada tanggal 12 April 2023. on April 12, 2023.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang lancar dari This facility is secured by current account
total saldo pinjaman yang diterima sebesar 100%. receivable 100% of the total amount of the
outstanding borrowings.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio The Company is required to maintain maximum
maksimum sebesar 10 kali serta mempertahankan debt to equity of 10 times and maintain maximum
rasio Non Performing Loan (“NPL”) maksimal 5% Non Performing Loan (“NPL”) ratio of 5% and the
dan Perusahaan telah memenuhi seluruh Company has complied with that requirement.
persyaratan tersebut.
PT Bank Oke Indonesia PT Bank Oke Indonesia
Pada tanggal 22 Juni 2022, Perusahaan On June 22, 2022, the Company obtained Credit
memperoleh fasilitas pinjaman Kredit Modal Kerja Line facility in long term credit (non-revolving)
sebesar Rp250.000.000. Fasilitas ini bersifat tidak amounting to Rp250,000,000. This facility bears
berulang (non - revolving). Tingkat suku bunga interest rate at 6.25% per annum. This loan facility
sebesar 6,25%. Fasilitas pinjaman ini akan jatuh will be due on July 25, 2025.
tempo pada tanggal 25 Juli 2025.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang lancar dari This facility is secured by current account
total saldo pinjaman yang diterima sebesar 100%. receivable 100% of the total amount of the
outstanding borrowings.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio The Company is required to maintain maximum
maksimum sebesar 8 kali serta mempertahankan gearing ratio of 8 times and maintain maximum
rasio Non Performing Loan (“NPL”) diatas 90 Non Performing Loan (“NPL”) ratio above ninety
(sembilan puluh) hari maksimal 5% dan Perusahaan (90) days of 5% and the Company has complied
telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut. with that requirement.
PT IBK Bank Indonesia PT IBK Bank Indonesia
Pada tanggal 16 November 2022, Perusahaan On November 16, 2022, the Company obtained
memperoleh fasilitas pinjaman Kredit Working Credit Line facility in long term credit (non-
Capital Executing sebesar Rp250.000.000. Fasilitas revolving) amounting to Rp250,000,000. This
ini bersifat tidak berulang (non - revolving). Tingkat facility bears interest rate at 6.25% per annum.
suku bunga sebesar 6,25%. Fasilitas pinjaman ini This loan facility will be due on December 2, 2025.
akan jatuh tempo pada tanggal 2 Desember 2025.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang lancar dari This facility is secured by current account
total saldo pinjaman yang diterima sebesar 100%. receivable 100% of the total amount of the
outstanding borrowings.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio The Company is required to maintain maximum
maksimum sebesar 10 kali serta mempertahankan gearing ratio of 10 times and maintain maximum
rasio Non Performing Loan (“NPL”) maksimal 5% Non Performing Loan (“NPL”) ratio of 5% and the
dan Perusahaan telah memenuhi seluruh Company has complied with that requirement.
persyaratan tersebut.
234
76
Page 255
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
14. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 14. BORROWINGS (continued)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Pada tanggal 21 Desember 2022, Perusahaan On December 21, 2022, the Company obtained
memperoleh fasilitas pinjaman Kredit Berjangka KB Credit Line facility in short term credit (revolving)
senilai Rp100.000.000 bersifat revolving. Serta amounting to of Rp100,000,000. And new long
fasilitas Kredit Angsuran Berjangka (KAB) senilai term credit (non-revolving) amounting to
Rp900.000.000 bersifat non-revolving dengan masa Rp900,000,000 with availability period 1 year after
penarikan selama 1 tahun setelah penandatangan. the signing of facility. Interest rate will be
Tingkat suku bunga akan ditentukan saat tanggal determined at the withdrawal date based on
penarikan berdasarkan tingkat suku bunga pasar. money market rate.
Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang lancar dari This facility is secured by current account
total saldo pinjaman yang diterima sebesar 100% receivable 100% of the total amount of the
untuk KAB. Sedangkan untuk fasilitas KB tanpa outstanding borrowings of long term credit. While
jaminan. the short term credit is clean basis.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio The Company is required to maintain maximum
maksimum sebesar 10 kali serta mempertahankan gearing ratio of 10 times and maintain maximum
rasio Non Performing Loan (“NPL”) maksimal 7% Non Performing Loan (“NPL”) ratio of 7% and the
dan Perusahaan telah memenuhi seluruh Company has complied with that requirement.
persyaratan tersebut.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, fasilitas Up to December 31, 2022, credit facility of the
pinjaman Perusahaan masih tersedia Company is still available for Rp1,000,000,000.
Rp1.000.000.000.
15. MEDIUM TERM NOTES 15. MEDIUM TERM NOTES
31 Desember/December 31,
2022 2021
Medium Term Notes Medium Term Notes
Pihak Ketiga 287.500.000 455.000.000 Third Party
Pihak berelasi (Catatan 36) 212.500.000 345.000.000 Related Parties (Notes 36)
Biaya yang belum diamortisasi (544.411) (1.053.331) Unamortized cost
499.455.589 798.946.669
MTN I MTN I
Pada tanggal 13 Desember 2019, Perusahaan On December 13, 2019, the Company issued
menerbitkan surat utang jangka menengah (Medium Medium Term Notes with a principal amounting to
Term Notes) senilai Rp300.000.000 dengan tingkat Rp300,000,000 and a fixed interest rate of 9.25%
bunga tetap sebesar 9,25% dengan jangka waktu 3 for a period of 3 years.
tahun.
Surat utang jangka menengah ini dijaminkan This Medium Term Notes is secured by warrant
dengan piutang lancar sewa pembiayaan dan finance lease receivables and consumer financing
piutang pembiayaan konsumen sebesar 50% dari receivables which are equivalent to 50% of the
jumlah pokok surat utang jangka menengah. Wali principal amount of Medium Term Notes. The
amanat dari penerbitan surat utang jangka trustee of Medium Term Notes is PT Bank Negara
menengah ini adalah PT Bank Negara Indonesia Indonesia (Persero) Tbk.
(Persero) Tbk.
235
77
Page 256
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
15. MEDIUM TERM NOTES (lanjutan) 15. MEDIUM TERM NOTES (continued)
MTN I (lanjutan) MTN I (continued)
Bunga surat utang jangka menengah ini dibayarkan Interest of Medium Term Notes will be paid
setiap triwulan, dengan pembayaran bunga pertama quarterly. The first interest payment will be paid on
dilakukan pada tanggal 13 Maret 2020, sedangkan March 13, 2020 while the last interest payment and
pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo maturity date is on December 13, 2022. This
adalah pada tanggal 13 Desember 2022 dan sudah Medium Term Notes has been fully repaid on the
dibayar lunas pada saat jatuh tempo. maturity date.
Hasil perolehan dana dari penerbitan surat utang The proceeds from the issuance of Medium Term
jangka menengah ini digunakan untuk pembayaran Notes are used to repay short-term debt loans to
pinjaman utang jangka pendek perbankan dan banks and strengthen the funding structure.
memperkuat struktur pendanaan.
Perusahaan diwajibkan untuk mempertahankan The Company is required to comply with the
rasio keuangan, seperti gearing ratio maksimal 10 financial covenants such as maintain gearing ratio
kali, rasio permodalan paling sedikit 10% dan rasio at maximum 10 times, capital ratio of not less than
non-performing financing paling tinggi sebesar 5%. 10% and non-performing financing ratio not more
than 5%.
Sehubungan dengan surat utang jangka menengah In connection with Medium Term Notes issued, the
yang diterbitkan, Perusahaan telah memenuhi Company has fulfilled all the terms and conditions
seluruh ketentuan dan persyaratan yang telah agreed upon by the creditors.
disepakati dengan para kreditur.
PT Pefindo telah menetapkan peringkat idAA PT Pefindo has rated the Bonds as idAA (Double A)
(Double A) terhadap Medium Term Notes I BRI of BRI Medium Term Notes I Year 2019 based on
Finance Tahun 2019, sesuai dengan Suratnya its report No.RC-190/PEF-DIR/III/2022 dated 8
No.RC-/190/PEF-DIR/III/2022 tanggal 8 Maret 2022 March 2022 for period 7 March 2022 until 1 March
untuk periode 7 Maret 2022 sampai dengan 1 Maret 2023.
2023.
MTN II MTN II
Pada tanggal 17 September 2021, Perusahaan On September 17, 2021, the Company issued
menerbitkan surat utang jangka menengah (Medium Medium Term Notes with a principal amounting to
Term Notes) senilai Rp500.000.000 dengan tingkat Rp500,000,000 and a fixed interest rate of 6.40%
bunga tetap sebesar 6,40% dengan jangka waktu for a period of 3 years.
3 tahun.
Surat utang jangka menengah ini dijaminkan This Medium Term Notes is secured by warrant
dengan piutang lancar sewa pembiayaan dan finance lease receivables and consumer financing
piutang pembiayaan konsumen sebesar 50% dari receivables which are equivalent to 50% of the
jumlah pokok surat utang jangka menengah. Wali principal amount of Medium Term Notes. The
amanat dari penerbitan surat utang jangka trustee of Medium TermNotes is PT Bank Negara
menengah ini adalah PT Bank Negara Indonesia Indonesia (Persero) Tbk.
(Persero) Tbk.
Bunga surat utang jangka menengah ini dibayarkan Interest of Medium Term Notes will be paid
setiap triwulan, dengan pembayaran bunga pertama quarterly. The first interest payment will be paid on
dilakukan pada tanggal 17 Desember 2021, December 17, 2021 while the last interest payment
sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus and maturity date is on September 17, 2024.
jatuh tempo adalah pada tanggal 17 September
2024.
Hasil perolehan dana dari penerbitan surat utang The proceeds from the issuance of Medium Term
jangka menengah ini digunakan untuk ekpansi Notes are used for company business expansion.
bisnis perusahaan.
236
78
Page 257
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
15. MEDIUM TERM NOTES (lanjutan) 15. MEDIUM TERM NOTES (continued)
MTN II (lanjutan) MTN II (continued)
Perusahaan diwajibkan untuk mempertahankan The Company is required to comply with the
rasio keuangan, seperti gearing ratio maksimal financial covenants such as maintain gearing ratio
10 kali, rasio permodalan paling sedikit 10% dan at maximum 10 times, capital ratio of not less than
rasio non-performing financing paling tinggi 10% and non-performing financing ratio not more
sebesar 5%. than 5%.
Sehubungan dengan surat utang jangka menengah In connection with Medium Term Notes issued, the
yang diterbitkan, Perusahaan telah memenuhi Company has fulfilled all the terms and conditions
seluruh ketentuan dan persyaratan yang telah agreed upon by the creditors.
disepakati dengan para kreditur.
PT Pefindo telah menetapkan peringkat idAA PT Pefindo has rated the Bonds as idAA (Double A)
(Double A) terhadap Medium Term Notes II BRI of BRI Medium Term Notes II Year 2021 based on
Finance Tahun 2021, sesuai dengan Suratnya its report No.RC-190/PEF-DIR/III/2022 dated 8
No.RC-/190/PEF-DIR/III/2022 tanggal 8 Maret 2022 March 2022 for period 7 March 2022 until 1 March
untuk periode 7 Maret 2022 sampai dengan 1 Maret 2023.
2023.
16. UTANG OBLIGASI 16. BONDS PAYABLE
31 Desember/December 31,
2022 2021
Obligasi Tahap I Bonds Phase I
Pihak ketiga 541.500.000 - Third parties
Pihak berelasi (Catatan 36) 158.500.000 - Related parties (Note 36)
700.000.000 -
Dikurangi : Less:
Beban emisi yang belum diamortisasi: Unamortized issuance cost :
Saldo awal - - Beginning balance
Penambahan 2.509.843 - Additions
Amortisasi (298.594) - Amortization
2.211.249 -
Total 697.788.751 - Total
Utang obligasi sesuai dengan jatuh temponya Bonds payable based on maturity profile, are as
sebagai berikut: follows:
31 Desember/December 31,
2022 2021
Tahun Year
2025 700.000.000 - 2025
700.000.000 -
237
79
Page 258
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
16. UTANG OBLIGASI (lanjutan) 16. BONDS (continued)
Obligasi Tahap I Bonds Phase I
Pada tanggal 9 Agustus 2022 Perusahaan telah On August 9, 2022, the Company issued BRI
menerbitkan Obligasi I BRI Finance Tahun 2022 Finance Bonds I Year 2022 with details as follows:
dengan rincian sebagai berikut:
Tingkat bunga
tetap per tahun/
Obligasi/ Nilai Nominal/ Fixed interest Jatuh tempo/ Cicilan pokok obligasi/
Bonds Nominal value rate per annum due date Bonds principal installment
Obligasi I/Bonds I 700.000.000 6,95% 9 Agustus/ Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/
August 2025 Bullet payment on due date
Obligasi tersebut dijamin dengan piutang These bonds are secured by the Company’s
pembiayaan konsumen Perusahaan sebesar consumer financing receivables for a minimum
minimum 50% dari nilai nominal. Per tanggal amount of 50% of the nominal value. As of 31
31 Desember 2022, piutang pembiayaan konsumen December 2022, the amount of consumer financing
yang dijaminkan adalah sebesar Rp308.585.355 receivables that are pledged amounted to
sedangkan piutang sewa pembiayaan dan anjak Rp308,585,355, while finance lease receivables
piutang yang dijaminkan adalah sebesar and factoring receivables that are pledged
Rp43.545.660. amounted to Rp43,545,660.
Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur The trustee agreement provides several negative
beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh covenants to the Company, among others, collateral
Perusahaan, antara lain memberikan jaminan with fiduciary transfer of consumer financing
fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen dan receivables and debt to equity ratio not to exceed
rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak 10:1.
melebihi rasio 10:1.
Perusahaan telah memenuhi batasan-batasan yang The Company has complied with the covenants as
diwajibkan dalam perjanjian tersebut diatas. required by the above trustee agreements.
PT Pefindo telah menetapkan peringkat idAA PT Pefindo has rated the Bonds as idAA (Double A)
(Double A) terhadap Obligasi I BRI Finance Tahun of BRI Finance Bonds I Year 2022 based on its
2022, sesuai dengan Suratnya No.RC-189/PEF- report No.RC-189/PEF-DIR/III/2022 dated 7 March
DIR/III/2022 tanggal 7 Maret 2022 untuk periode 2022 for period 7 March 2022 until 1 March 2023.
7 Maret 2022 sampai dengan 1 Maret 2023.
17. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR 17. ACCRUED EXPENSES
31 Desember/ December 31,
2022 2021
Pihak berelasi (Catatan 36) Related parties (Note 36)
Beban bunga 5.981.348 5.644.847 Interest expense
Pihak ketiga Third parties
Bonus dan tunjangan karyawan 25.622.164 15.793.025 Employees bonus and allowance
Beban bunga 18.688.857 7.409.158 Interest expense
Lain-lain 6.977.966 8.767.471 Others
Total 57.270.335 37.614.501 Total
238
80
Page 259
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
18. PERPAJAKAN 18. TAXATION
a. Utang Pajak a. Taxes payable
31 Desember/December 31,
2022 2021
Pajak Pertambahan Nilai 929.262 495.002 Value added tax
Pajak Penghasilan: Income Tax:
Pasal 4 (2) 277.898 44.382 Article 4 (2)
Pasal 21 1.137.197 814.877 Article 21
Pasal 23 98.941 94.684 Article 23
Pasal 25 1.305.362 1.086.803 Article 25
Pasal 29 14.073.199 9.500.288 Article 29
Total 17.821.859 12.036.036 Total
\
b. Pajak penghasilan b. Income tax
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak Reconciliation between income before income
penghasilan, sebagaimana yang disajikan tax expense, as shown in the statement of profit
dalam laporan laba rugi dan penghasilan or loss and other comprehensive income and
komprehensif lain dengan laba kena pajak taxable income are as follows:
adalah sebagai berikut:
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Laba sebelum beban Income before income
Pajak penghasilan 113.077.638 57.042.133 tax expense
Beda temporer: Temporary difference:
Penyisihan penurunan nilai piutang (3.682.063) 6.559.504 Provision of impairment losses of receivables
Beban imbalan kerja karyawan 4.724.261 (1.941.671) Provision for employee benefits
Kompensasi karyawan kontrak (573.554) 2.083.083 Accrued compensation PKWT
Hak sewa guna (8.736.531) 302.617 Right of use assets
Akrual bonus 9.929.801 11.925.173 Accrued bonus
Depresiasi asset tetap 794.173 (8.137.453) Depreciation of fixed assets
Beda tetap: Permanent differences:
Pendapatan bunga yang
dikenakan pajak final (5.392.543) (5.282.648) Interest income subject to final tax
Pajak penghasilan atas pendapatan Final income tax on Interest
bunga yang dikenakan pajak final 1.078.509 1.056.530 income subject to final tax
Beban yang tidak dapat dikurangkan 24.140.328 18.092.713 Non-deductible expenses
Taksiran laba kena pajak 135.360.019 81.699.981 Estimated taxable income
Perhitungan beban pajak tahun berjalan dan The current tax expenses and the computation
taksiran utang pajak penghasilan adalah of the estimated income tax payable are as
sebagai berikut: follows:
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Taksiran penghasilan kena pajak 135.360.019 81.699.981 Estimated taxable income
Beban pajak
tahun berjalan 29.779.204 17.973.996 Current tax expenses
Dikurangi pajak penghasilan dibayar Less prepaid income taxes
Dimuka Pasal 25 12.431.496 7.516.035 Article 25
Dikurangi pajak penghasilan dibayar Less prepaid income taxes
Dimuka Pasal 23 3.274.509 957.673 Article 23
Taksiran (pengembalian)/ utang Estimated (claim for tax refund)/
pajak penghasilan - Pasal 29 14.073.199 9.500.288 income tax payable - Art 29
239
81
Page 260
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued)
c. Beban pajak c. Tax expense
Perubahan tarif pajak Tax rate changes
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah On October 29, 2021, the Goverment stipulated
menetapkan Undang-Undang No. 7 Tahun Law No. 7 Year 2021 on the Harmonization of
2021 tentang Harmonisasi Peraturan Tax Regulations (“HPP Bill”). One of the article
Perpajakan (“UU HPP”). Salah satu pasal in this HPP Bill is that the corporate income tax
dalam UU HPP ini adalah tarif pajak rate applicable in 2022 and so forth is 22%.
penghasilan badan yang berlaku di tahun 2022
dan seterusnya adalah 22%.
Laba kena pajak hasil rekonsiliasi untuk tahun Reconciliation of taxable income for the year
2022 akan digunakan sebagai dasar dalam 2022 will be used as basis in submission of the
pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Company’s Annual Corporate Income Tax
Tahunan PPh Badan Perusahaan. Return.
Perhitungan pajak penghasilan badan untuk The corporate income tax calculation for the
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember year ended December 31, 2021 conforms with
2021 telah sesuai dengan SPT tahunannya. the Company’s annual tax returns.
Rekonsiliasi antara beban pajak yang dihitung The reconciliation between the tax expense
dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku calculated by applying the applicable tax rates
atas laba sebelum beban pajak penghasilan based on the existing tax regulation to the
dengan beban pajak - neto menurut laporan income before tax expense and tax expense
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain net, as shown in the statement of profit or loss
sebagai berikut: and other comprehensive income are as
follows:
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Laba sebelum beban pajak penghasilan 113.077.638 57.042.133 Income before income tax expense
Beban pajak berdasarkan Tax expense based on
tarif pajak yang berlaku 24.877.080 12.549.270 the applicable tax rates
Pengaruh pajak atas beda tetap: Tax effects on permanent differences:
Pendapatan bunga yang dikenakan Interest income subject to
pajak penghasilan final (1.186.359) (1.162.182) final income tax
Pajak penghasilan atas
pendapatan bunga yang Final income tax on interestincome
dikenakan pajak penghasilan final 237.272 232.437 subject to final income tax
Beban yang tidak dapat dikurangkan 5.310.872 3.980.397 Non-deductible expense
Penyesuaian tarif pajak - (1.763.870) Tax rate adjustment
Beban pajak - neto 29.238.865 13.836.052 Tax expense - net
Beban pajak: Tax expense:
Pajak kini 29.779.204 17.973.996 Current tax
Pajak tangguhan (540.339) (4.137.944) Deferred tax
Beban pajak - neto 29.238.865 13.836.052 Tax expense - net
240
82
Page 261
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued)
d. Pajak Tangguhan d. Deferred tax
Rincian aset pajak tangguhan, seperti yang The details of deferred tax assets, as shown in
ditunjukkan dalam laporan posisi keuangan the statements of financial position as of
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 December 31, 2022, and 2021 are as follows:
adalah sebagai berikut:
31 Desember/December 31, 2022
Penyesuaian tarif
pajak terhadap
ekuitas dan
pendapatan Dikreditkan ke
komprehensif (Dibebankan)/ ekuitas dari
lain/ dikreditkan ke pendapatan
Penyesuaian tarif Impact on laba tahun komprehensif
pajak terhadap tax rate berjalan/ lain
laba tahun berjalan/ adjustment on (Charged)/ Credited to
Saldo awal/ Impact on tax rate equity and other credited to equity from other Saldo akhir/
Beginning adjustment on comprehensive income for comprehensive Ending
balance income for the year income the year income balance
Liabilitas imbalan Liabilities for employee
kerja karyawan 3.579.874 - - 1.039.337 104.140 4.723.351 benefits
Bonus yang masih
harus dibayar 2.923.093 - - 2.184.556 - 5.107.649 Accrued bonus
Kompensasi karyawan Compensation
kontrak 458.278 - - (126.182 ) - 332.096 Contract Employee
Kerugian kumulatif
atas instrumen
derivatif pada Cumulative losses on
lindung arus kas- derivative instrument for
bersih 846.714 - - - (846.714) - cash flow hedge - net
Cadangan kerugian
penurunan nilai Allowance for impairment
piutang 26.559.512 - - (810.054 ) - 25.749.458 losses on receivables
Penyusutan aset
tetap (6.080.232) - - 174.719 - (5.905.513 ) Depreciation of fixed assets
Aset hak guna 25.370 - - (1.922.037 ) - (1.896.667 ) Right-of-use assets
Aset pajak tangguhan
- neto 28.312.609 - - 540.339 (742.574) 28.110.374 Deferred tax assets - net
31 Desember/December 31, 2021
Penyesuaian tarif
pajak terhadap
ekuitas dan
pendapatan Dikreditkan ke
komprehensif (Dibebankan)/ ekuitas dari
lain/ dikreditkan ke pendapatan
Penyesuaian tarif Impact on laba tahun komprehensif
pajak terhadap tax rate berjalan/ lain
laba tahun berjalan/ adjustment on (Charged)/ Credited to
Saldo awal/ Impact on tax rate equity and other credited to equity from other Saldo akhir/
Beginning adjustment on comprehensive income for comprehensive Ending
balance income for the year income the year income balance
Liabilitas imbalan Liabilities for employee
kerja karyawan 3.694.374 318.411 - (427.168 ) (5.743) 3.579.874 benefits
Bonus yang masih
harus dibayar 299.555 - - 2.623.538 - 2.923.093 Accrued bonus
Kompensasi karyawan Compensation
kontrak - - - 458.278 - 458.278 Contract Employee
Kerugian kumulatif
atas instrumen
derivatif pada Cumulative losses on
lindung arus kas- derivative instrument for
bersih 2.146.834 - 214.683 - (1.514.803) 846.714 cash flow hedge - net
Cadangan kerugian
penurunan nilai Allowance for impairment
piutang 23.853.449 1.262.972 - 1.443.091 - 26.559.512 losses on receivables
Penyusutan aset
tetap (4.472.479) 182.487 - (1.790.240 ) - (6.080.232 ) Depreciation of fixed assets
Aset hak guna (41.205) - - 66.575 - 25.370 Right-of-use assets
Aset pajak tangguhan
- neto 25.480.528 1.763.870 214.683 2.374.074 (1.520.546) 28.312.609 Deferred tax assets - net
241
83
Page 262
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued)
e. Tahun pajak 2019 e. Tax fiscal year 2019
Pada tanggal 4 November 2020, On November 4, 2020, the Company received
Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan the Field Inspection Notification Letter No.
Pemeriksaan Lapangan No. Pemb- Pemb-00412WPJ.06/KP.1205/RIK.SIS/2020
00412WPJ.06/KP.1205/RIK.SIS/2020 tentang concerning field inspections for all types of taxes
pemeriksaan lapangan untuk semua jenis pajak for the 2019 fiscal year on overpayment of the
tahun pajak 2019 atas lebih bayar SPT tahunan 2019 corporate income tax return with total
PPh badan tahun 2019 dengan jumlah amount of Rp1,360,479.
keseluruhan Rp1.360.479.
Pemeriksaan berlangsung selama kurang lebih The inspection took place for approximately
tujuh bulan setelah surat perintah pemeriksaan seven months after the inspection warrant was
diterima, dan pada tanggal 17 Mei 2021, received, and on May 17, 2021, the Company
Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan received the Notification of Examination Results
Hasil Pemeriksaan No. SPHP- No.SPHP-0216/WPJ.06/KP.1205/RIKSIS/2021.
00216/WPJ.06/KP.1205/RIKSIS/2021. Dalam In the Notification of Audit Results, the total
Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan amount of the overpayment of the 2019 annual
tersebut jumlah keseluruhan atas lebih bayar corporate income tax return approved by the
SPT tahunan PPh badan tahun 2019 yang Tax Office is Rp1,212,263.
disetujui Kantor Pajak adalah sebesar
Rp1.212.263.
Pada tanggal 19 Mei 2021, Perusahaan On May 19, 2021, the Company filed a
mengajukan Surat Sanggahan Hasil Disclaimer of Examination Results on the
Pemeriksaan atas keberatan terkait koreksi objection related to the fiscal correction
fiskal yang diajukan oleh pihak KPP dengan submitted by the KPP with the following details:
rincian sebagai berikut: biaya hiburan dan biaya Entertainment fees and transportation costs
transportasi Rp251.727, STP PPh Badan tahun Rp251,727, 2019 Corporate Income Tax STP
2019 Rp1.000 dan STP PPh 23 Rp100. Rp1,000 and STP PPh 23 Rp100. The objection
Permohonan keberatan atas koreksi fiskal request to the fiscal correction was accepted by
tersebut diterima oleh pihak KPP, sehingga the KPP, so that the overpayment of the 2019
lebih bayar SPT tahunan PPh badan tahun corporate income tax return approved by the
2019 yang disetujui Kantor Pajak adalah Tax Office was Rp1,249,146.
sebesar Rp1.249.146.
Pada tanggal 3 Juni 2021, Perusahaan On June 3, 2021, the Company received the
menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar 2019 Income Tax Overpayment Assessment
Pajak Penghasilan tahun 2019 Letter No. 00061/406/19/062/21 with total
No. 00061/406/19/062/21 dengan jumlah amount Rp1,249,146.
keseluruhan Rp1.249.146.
Pada tanggal 1 Juli 2021 Perusahaan On July 1, 2021, the Company received an
menerima Surat Perintah Membayar Kelebihan Order to Pay Excess Tax No. 00535A with a
Pajak No. 00535A dengan jumlah keseluruhan total amount of Rp1,249,146 and on July 5,
Rp1.249.146 dan pada tanggal 5 Juli 2021 2021, the Company received a refund for the
Perusahaan menerima pengembalian atas 2019 Income Tax Overpayment with total
Lebih Bayar Pajak Penghasilan tahun 2019 amount of Rp1,249,146. The company has
dengan jumlah keseluruhan Rp1.249.146. charged the remaining amount of Rp111,333 as
Perusahaan telah membebankan selisih part of “Other expenses” in the statement of
sebesar Rp111.333 sebagai bagian dari Profit or loss and other comprehensive income.
“Beban lain-lain” dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
242
84
Page 263
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
18. PERPAJAKAN (lanjutan) 18. TAXATION (continued)
f. Administrasi f. Administration
Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan Under the Taxation Laws of Indonesia, the
yang berlaku di Indonesia, Perusahaan Company submits tax returns based on their
menghitung, menetapkan dan membayar own self assessment.
sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang.
Direktur Jenderal Pajak dapat menetapkan The Director General of Taxes may assess or
atau mengubah liabilitas pajak dalam jangka amend taxes within a certain period. For the
waktu tertentu. Untuk tahun pajak 2008 dan fiscal years of 2008 and onwards, the period is
seterusnya, jangka waktunya adalah lima tahun within five years from the time the tax becomes
sejak saat terutangnya pajak. due.
19. LIABILITAS SEWA 19. LEASE LIABILITIES
31 Desember/December 31,
2022 2021
Jatuh tempo dalam waktu Due in
Pihak Ketiga Third parties
1-5 tahun 12.746.145 1.768.104 1-5 years
Pihak berelasi (Catatan 36) Related parties (Note 36)
1-5 tahun 422.542 1.360.040 1-5 years
Total liabilitas sewa-neto 13.168.687 3.128.144 Total lease liabilities - net
20. LIABILITAS LAIN-LAIN 20. OTHER LIABILITIES
31 Desember/December 31,
2022 2021
Titipan konsumen 51.885.309 29.472.381 Customers deposits
Asuransi 11.299.363 19.199.879 Insurance
Notaris 8.412.902 4.123.023 Notary
Utang supplier 4.339.561 640.967 Payable to suppliers
Lain-lain 648.723 615.775 Others
Total liabilitas lain-lain 76.585.858 54.052.025 Total other liabilities
Titipan konsumen merupakan pembayaran Customers deposits represents installment paid by
angsuran dari konsumen yang dilakukan sebelum customer before its maturity date.
tanggal jatuh tempo.
21. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN 21. LIABILITIES FOR EMPLOYEE BENEFITS
Perusahaan mencatat liabilitas imbalan kerja dan The Company recorded the liabilities for employee
imbalan jangka panjang lainnya pada tanggal benefits and long-term benefits as of December 31,
31 Desember 2022 dan 2021 berdasarkan 2022 and 2021 based on the independent actuarial
perhitungan yang dilakukan oleh aktuaris calculation carried out by an independent actuary -
independen Kantor Konsultan Aktuaria Enny Diah Kantor Konsultan Aktuaria Enny Diah Awal, whose
Awal dan Kantor Konsultan Aktuaria Nandi dengan report dated January 03, 2023 Number 22006/BRI-
laporannya masing-masing tanggal 3 Januari 2023 MI/EP/01/2023 and January 10, 2022 Number
Nomor 22006/BRI-MI/EP/01/2023 dan 10 Januari 138/LV/NSR/1/2022, respectively, applied the
2022 138/LV/NSR/1/2022, menggunakan metode “Projected Unit Credit” method which considered the
“Projected Unit Credit” yang mempertimbangkan following assumptions:
asumsi-asumsi berikut:
243
85
Page 264
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
21. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN 21. LIABILITIES FOR EMPLOYEE BENEFITS
(lanjutan) (continued)
31 Desember/December 31,
2022 2021
Tingkat diskonto 7,40% 7,50% Discount rate
Kenaikan gaji tahunan 7,00% 7,00% Annual salary increase
Tingkat mortalitas TMI IV 2019 TMI IV 2019 Mortality rates
Umur pensiun 56 56 Retirement age
Tingkat cacat 5% dari TMI IV 2019 5% dari TMI IV 2019 Disability rates
Tingkat pengunduran diri Resignation rates
Pada usia sampai dengan Up to 30 years old
30 tahun dan berkurang hingga and decrease linearly
0,00% pada usia 55 tahun 6,00% 6,00% up to 0.00% at 55 years old
*TMI = Tabel Mortalita Indonesia *TMI = Indonesia Mortality Table
Perusahaan mengakui liabilitas imbalan kerja The Company accrued the liabilities for employee
karyawan pada tanggal 31 Desember 2022 dan benefits as of December 31, 2022 and 2021
2021 adalah masing-masing sebesar Rp21.469.775 amounting to Rp21,469,775 and Rp16,272,153,
dan Rp16.272.153. respectively.
Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti adalah The movements in the present value of benefit
sebagai berikut: liability are as follows:
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Saldo awal 16.272.153 18.239.927 Beginning balance
Biaya jasa kini 4.289.976 1.953.622 Current service cost
Biaya jasa lalu 2.458.008 (3.287.870) Past service cot
Biaya bunga 1.217.378 1.338.811 Interest cost
Keuntungan aktuaria 473.362 (26.104) Actuarial gain
Manfaat yang dibayarkan (3.134.131) (1.946.233) Benefits paid
Dampak atas perubahan metode Effect of attribution method
atribusi pada laba rugi (106.971) - changes on profit and loss
Saldo akhir 21.469.775 16.272.153 Ending balance
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, As of December 31, 2022, and 2021, cumulative
akumulasi keuntungan aktuaria setelah pajak gain on actuarial-net of tax amounting to
masing-masing sebesar Rp4.455.616 dan Rp4,455,616 and Rp4,824,838, respectively, are
Rp4.824.838 dicatat pada saldo laba yang belum recognized in unappropriated retained earnings.
ditentukan penggunaanya.
Mutasi liabilitas imbalan kerja karyawan adalah The movements in the liabilities for employee
sebagai berikut: benefits are as follows:
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Saldo awal 16.272.153 18.239.927 Beginning balance
Beban imbalan kerja karyawan Employee benefits expense
selama satu tahun berjalan 7.858.391 4.562 during the year
Jumlah yang diakui di penghasilan Total amount recognized in other
komprehensif lainnya 473.362 (26.103) comprehensive income
Pembayaran imbalan kerja
selama tahun berjalan (3.134.131) (1.946.233) Payment of benefits during the year
Saldo akhir 21.469.775 16.272.153 Ending balance
244
86
Page 265
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
21. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN 21. LIABILITIES FOR EMPLOYEE BENEFITS
(lanjutan) (continued)
Beban imbalan kerja karyawan yang diakui di Employee benefits expense recognized in the
laporan laba rugi tahun 2022 dan 2021 adalah statement of profit and loss in 2022 and 2021 are as
sebagai berikut: follows:
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended December 31,
2022 2021
Biaya jasa kini 4.289.976 1.953.622 Current service cost
Biaya jasa lalu 2.458.008 (3.287.870) Past service cot
Biaya bunga 1.217.378 1.338.811 Interest cost
Dampak atas perubahan metode Effect of attribution method
atribusi pada laba rugi (106.971) - changes on profit and loss
Beban pada tahun berjalan 7.858.391 4.562 Expense for the year
Perubahan satu poin persentase asumsi tingkat A one percentage point change in the assumed
diskonto akan memiliki dampak terhadap liabilitas discount rate would have the following effects on the
imbalan kerja karyawan sebagai berikut (tidak liabilities for employee benefits as follows
diaudit): (unaudited):
31 Desember/December 31,
2022 2021
Kenaikan (1.252.939) (991.150) Increase
Penurunan 1.428.082 1.151.953 Decrease
Perubahan satu poin persentase asumsi tingkat gaji A one percentage point change in the assumed
akan memiliki dampak terhadap liabilitas imbalan salary rate would have the following effects on the
kerja sebagai berikut (tidak diaudit): employee benefits liabilities as follow (unaudited):
31 Desember/December 31,
2022 2021
Kenaikan 1.418.940 1.072.627 Increase
Penurunan (1.267.827) (940.552) Decrease
Analisa profil jatuh tempo nilai kini liabilitas imbalan The maturity profile analysis of the present value of
kerja karyawan pada tanggal 31 Desember 2022 liabilities for employee benefits as of December 31,
dan 2021 (tidak diaudit): 2022 and 2021 (unaudited):
31 Desember/December 31,
2022 2021
Kurang dari 2 tahun 6.645.035 4.436.932 Under 2 years
Antara 2 - 5 tahun 4.940.720 3.885.652 Between 2 - 5 years
Lebih dari 5 tahun 197.152.882 196.729.482 More than 5 years
208.738.637 205.052.066
Durasi rata-rata tertimbang dari imbalan kerja The weighted average duration of employee service
karyawan pada tanggal 31 Desember 2022 dan entitlements as of December 31, 2022 and 2021, are
2021 masing-masing adalah 19,64 dan 19,31 tahun. 19.64 and 19.31 years, respectively.
245
87
Page 266
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
21. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN 21. LIABILITIES FOR EMPLOYEE BENEFITS
(lanjutan) (continued)
Pada bulan April 2022, DSAK IAI (Dewan Standar In April 2022, DSAK IAI (Institute of Indonesia
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia) Chartered Accountants’ Accounting Standard Board)
menerbitkan materi penjelasan melalui siaran pers issued an explanatory material through a press
atas persyaratan pengatribusian imbalan pada release regarding attribution of benefits to periods of
periode jasa sesuai PSAK 24: Imbalan Kerja yang service in accordance with PSAK 24: Imbalan Kerja
diadopsi dari IAS 19 Employee Benefits. Materi which was adopted from IAS 19 Employee Benefits.
penjelasan tersebut menyampaikan informasi
The explanatory material conveyed the information
bahwa pola fakta umum dari program pensiun
berbasis undang-undang ketenagakerjaan yang that the fact pattern of the pension program based
berlaku di Indonesia saat ini memiliki pola fakta on the Labor Law currently enacted in Indonesia is
serupa dengan yang ditanggapi dan disimpulkan similar to those responded and concluded in the
dalam IFRS Intepretation Committee (“IFRIC”) IFRS Intepretation Committee (“IFRIC”) Agenda
Agenda Decision Attributing Benefit to Periods of Decision Attributing Benefit to Periods of Service
Service (IAS 19). Perusahaan telah menerapkan (IAS 19). The Company has adopted the said
materi penjelasan tersebut dan dengan demikian explanatory material and accordingly changed its
merubah kebijakan akuntansi menyangkut atribusi accounting policy regarding attribution of benefits to
imbalan kerja pada periode jasa. periods of service.
Dampak dari penerapan perubahan kebijakan The impact of the changed of the accounting policy
akuntansi tersebut terhadap laporan keuangan 31 was insignificant to the financial statements as of
Desember 2021 dan untuk tahun yang berakhir 31 December 2021 and for the year then ended,
pada tanggal tersebut tidak signifikan, oleh karena therefore, the Company recognised the impact of the
itu, Perusahaan membukukan dampak dari changed in accounting policy to the financial
perubahan kebijakan akuntansi di dalam laporan statements as of 31 December 2022 and for the year
keuangan pada tanggal 31 Desember 2022 dan
then ended.
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.
22. LIABILITAS DERIVATIF 22. DERIVATIVE LIABILITIES
31 Desember/December 31,
2022 2021
PT Bank CTBC Indonesia - 1.325.952 PT Bank CTBC Indonesia
Total - 1.325.952 Total
Perusahaan menghadapi risiko pasar, terutama The Company is exposed to market risks, primarily
karena perubahan kurs mata uang asing dan tingkat to changes in foreign currency exchange and
bunga mengambang, dan menggunakan instrumen floating interest ratesand uses derivative
derivatif untuk lindung nilai atas risiko tersebut instruments to hedge these risks as part of its risk
sebagai bagian dari manajemen risiko. Perusahaan management activities. The Company does not hold
tidak memiliki atau menerbitkan instrumen derivatif or issue derivative instruments for trading purposes.
untuk tujuan-tujuan diperdagangkan.
Perubahan atas nilai wajar dari kontrak forward, Changes in the fair value of the forward, foreign
foreign exchange swap, dan cross currency swap exchange swap, and cross currency swap contracts
yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai, designated as hedging instruments that effectively
yang secara efektif menghapus variabilitas arus kas offset the variability of cash flows associated with
dari pinjaman terkait, dicatat di ekuitas. Nilai ini the borrowings are recorded in equity. The
kemudian diakui dalam laporan laba rugi dan subsequent mark-to-market changes in amounts
penghasilan komprehensif lain sebagai arerecognised in statement profit or loss and other
penyesuaian atas laba atau rugi selisih kurs dan comprehensive income as adjustments of the
beban bunga pinjaman terkait yang dilindungi nilai exchange rate differences and interest payments
pada periode yang sama dimana selisih kurs dan related to the hedged borrowings in the same period
beban bunga tersebut di akui pada laba rugi. in which the related exchange rate differences and
interest affects profit or loss.
246
88
Page 267
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
22. LIABILITAS DERIVATIF (lanjutan) 22. DERIVATIVE LIABILITIES (continued)
Per tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, As of December 31, 2022, and 2021, the Company
Perusahaan mengakui kerugian atas instrumen recognized loss from derivative instrument
derivatif masing-masing sebesar Rp5.161.784 dan amounting to Rp5,161,784 and Rp15,789,691,
Rp15.789.691, yang dicatat di laporan laba rugi dan respectively, which was recorded in the statement of
penghasilan komprehensif lain. profit or loss and other comprehensive income.
Selisih nilai wajar instrumen derivatif yang ditujukan The fair value difference of derivative instruments
sebagai lindung nilai arus kas dan kerugian selisih designated as cash flow hedges and loss on foreign
kurs atas utang bank dalam mata uang asing neto exchange of bank loan denominated in foreign
dicatat pada penghasilan komprehensif lain masing- currency net was reported as other comprehensive
masing sebesar Rp3.001.987 pada 31 Desember income amounting to Rp3,001,987 in December 31,
2022 dan Rp5.585.349 pada 31 Desember 2021. 2022 and Rp5,585,349 in December 31, 2021,
respectively.
PT Bank CTBC Indonesia PT Bank CTBC Indonesia
Perusahaan mengadakan perjanjian cross The Company entered into cross currency swap
currency swap dengan PT Bank CTBC Indonesia, contracts with PT Bank CTBC Indonesia to hedge the
untuk tujuan lindung nilai atas risiko fluktuasi arus risk of fluctuations in cash flows from exchange rates
kas yang di timbulkan oleh kurs mata uang dari and interest rates on its borrowing and the risk of
tingkat suku bunga atas pinjaman yang di terima floating interest rate on credit facility as follows:
dan risiko tingkat suku bunga mengambang atas
fasilitas kredit dengan rincian sebagai berikut:
Jenis kontrak/ Mulai/ Akhir/ Nilai kontrak (nilai penuh)/
No. Contract type Start End Contract value (full amount)
1 Cross currency swap 21 November 2019/ 21 November 2022/ ASD17.000.000
November 21, 2019 November 21, 2022
2 Cross currency swap 19 Desember 2019/ 21 November 2022/ ASD11.000.000
December 19, 2019 November 21, 2022
3 Cross currency swap 27 Februari 2020/ 21 November 2022/ ASD5.000.000
February 27,2020 November 21, 2022
Perjanjian ini telah berakhir pada tanggal This agreement has been expired on November 21,
21 November 2022. 2022.
23. MODAL SAHAM 23. CAPITAL STOCK
Rincian pemegang saham Perusahaan pada The details of the Company’s stockholders as of
tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 adalah December 31, 2022 and 2021 are as follows:
sebagai berikut:
Total saham Total modal
ditempatkan Persentase saham ditempatkan
(nilai penuh)/ kepemilikan/ dan disetor penuh/
Number of Percentage of Capital stock
shares issued ownership issued and
Pemegang Saham (full amount) (%) fully paid Shareholders
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 449.450 99,88 449.450.000 (Persero) Tbk
Yayasan Kesejahteraan Pekerja Yayasan Kesejahteraan Pekerja
Bank Rakyat Indonesia 550 0,12 550.000 Bank Rakyat Indonesia
Total 450.000 100,00 450.000.000 Total
247
89
Page 268
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
23. MODAL SAHAM (lanjutan) 23. CAPITAL STOCK (continued)
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Based on the Deed of Statement of Resolution of
Pemegang Saham No.01 tanggal 2 November 2020 the Shareholders No. 01 dated November 2, 2020
yang dibuat dihadapan Arry Supratno, S.H., Notaris made before Arry Supratno, SH, Notary in Central
di Jakarta Pusat, yang pemberitahuan Jakarta, which notification of its amendment has
perubahannya telah diterima dan dicatat di dalam been registered and recorded in the Legal Entity
Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Administration System of Ministry of Law and
Hukum Dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Human Rights based on the Letter No. AHU-
No.AHU-AH.01.03-0406497 tanggal 11 November AH.01.03-0406497 dated November 11, 2020, it has
2020 telah diputuskan peningkatan modal PT Bank been decided that the additional paid up capital by
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk to the
sebesar Rp195.000.000 (seratus sembilan puluh Company amounting to Rp195,000,000 (one
lima miliar Rupiah) sehingga persentase hundred ninety five billion Rupiah) and therefore the
kepemilikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) percentage ownership of PT Bank Rakyat Indonesia
Tbk pada Perusahaan meningkat menjadi 99,88%. (Persero) Tbk in the Company increased up to
99.88%.
Berdasarkan Akta Pernyataan Tentang Keputusan Based on the Deed of Statement of Circular
Luar Rapat Umum Pemegang Saham No.31 tanggal Resolution In Lieu of General Meeting of
13 Agustus 2019 yang dibuat dihadapan H. Feby Shareholders No. 31 dated August 13, 2019 made
Rubein Hidayat, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah before H. Feby Rubein Hidayat, SH, Notary in
mendapat persetujuan Menteri Hukum Dan Hak Jakarta, which has been approved by the
Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan Minister of Laws and Human Rights of the
No.AHU-0061721.AH.02.Tahun 2019 tanggal Republic of Indonesia by His Decree
30 Agustus 2019, dan pemberitahuan No. AHU-0061721.AH.02. Tahun 2019 dated
perubahannya telah diterima dan dicatat di dalam August 30, 2019, and notification of its amendment
Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian has been registered and recorded in the Legal Entity
Hukum Dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Administration System of Ministry of Law and
No.AHU-AH.01.03-0323609 tanggal 30 Agustus Human Rights based on the Letter
2019 diputuskan antara lain untuk menyetujui No. AHU-AH.01.03-0323609 dated August 30,
peningkatan modal PT Bank Rakyat Indonesia 2019, among others, it provides the approval of
(Persero) Tbk pada Perusahaan sebesar additional paid up capital by PT Bank Rakyat
Rp100.000.000 (seratus miliar rupiah) sehingga Indonesia (Persero) Tbk to the Company amounting
persentase kepemilikan PT Bank Rakyat Indonesia to Rp100,000,000 (one hundred billion Rupiah) and
(Persero) Tbk pada Perusahaan meningkat menjadi therefore, the percentage ownership of PT Bank
99,78%. Rakyat Indonesia (Persero) Tbk in the Company
increased up to 99.78%.
Manajemen Permodalan Capital management
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan The primary objective of the Company’s capital
adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal management is to ensure that it maintains healthy
yang sehat untuk mendukung usaha dan capital ratios in order to support its business and
memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham. maximize shareholder value.
Perusahaan mengelola struktur permodalan dan The Company manages its capital structure based
melakukan penyesuaian terhadap perubahan on the current economic conditions. The Company
kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan adjust the capital structure by managing the
menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dividend payment to shareholders, issue new
dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada shares or even engage in a debt financing.
pemegang saham, menerbitkan saham baru atau
mengusahakan pendanaan melalui pinjaman.
Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun No changes were made in the objectives, policies or
proses pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021. processes as of December 31, 2022 and 2021.
248
90
Page 269
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
23. MODAL SAHAM (lanjutan) 23. CAPITAL STOCK (continued)
Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan The Company’s policy is to maintain a healthy
struktur permodalan yang sehat untuk capital structure in order to secure access to finance
mengamankan akses terhadap pendanaan pada at a reasonable cost.
biaya yang wajar.
Termasuk dalam kebijakan pengelolaan modal As included in the Company’s capital management
Perusahaan, Perusahaan juga mempertimbangkan policy, the Company also considers Financial
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Service Authority Regulation No. 35/POJK.05/2018
No. 35/POJK.05/2018 tanggal 27 Desember 2018 dated December 27, 2018 which regulates that the
dimana Perusahaan menjaga total pinjamannya Company should mantain the total loan against own
dibandingkan dengan total modal sendiri (rasio capital (gearing ratio) at the maximum of 10 (ten)
pengungkit) ditetapkan setinggi-tingginya sebesar times.
10 (sepuluh) kali.
24. SALDO LABA YANG TELAH DITENTUKAN 24. APPROPRIATION OF RETAINED EARNINGS
PENGGUNAANNYA
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Based on Deed of Minutes of Annual General
Pemegang Saham (RUPS) Tahunan No. 35 tanggal Meeting of Shareholders (AGMS) No. 35, held on
25 April 2022 yang dibuat di hadapan Arry Supratno, April 25, 2022, which was notarized by Arry
S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Pusat, Supratno, S.H., Notary in Central Jakarta, per
para pemegang saham menyetujui penambahan Notarial Deed No. 35, the shareholders approved
cadangan umum dari laba bersih Perusahaan additional appriation of retained earnings for general
sebesar Rp32.404.561 untuk tahun buku yang reserve amounting to Rp32,404,561 for the year
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021. ended December 31, 2021.
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Based on Deed of Minutes of Annual General
Pemegang Saham (RUPS) Tahunan No. 04 tanggal Meeting of Shareholders (AGMS) No. 04, held on
06 Mei 2021 yang dibuat di hadapan Arry Supratno, May 06, 2021, which was notarized by Arry
S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Pusat, Supratno, S.H., Notary in Central Jakarta, per
para pemegang saham menyetujui penambahan Notarial Deed No. 04, the shareholders approved
cadangan umum dari laba bersih Perusahaan additional appriation of retained earnings for general
sebesar Rp239.256 untuk tahun buku yang berakhir reserve amounting to Rp239,256 for the year ended
pada tanggal 31 Desember 2020. December 31, 2020.
25. PENDAPATAN SEWA PEMBIAYAAN 25. FINANCE LEASE INCOME
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Rupiah Rupiah
Pihak ketiga 194.618.898 209.924.189 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 36) 1.350.056 2.441.483 Related parties (Note 36)
Total 195.968.954 212.365.672 Total
26. PENDAPATAN ANJAK PIUTANG 26. FACTORING INCOME
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Rupiah Rupiah
Pihak ketiga 12.094.972 12.152.205 Third parties
249
91
Page 270
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
27. PENDAPATAN PEMBIAYAAN KONSUMEN 27. CONSUMER FINANCING INCOME
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Rupiah Rupiah
Pihak ketiga 485.072.259 252.038.883 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 36) 1.823.447 987.255 Related parties (Note 36)
Total 486.895.706 253.026.138 Total
28. PENDAPATAN SEWA OPERASI 28. OPERATING LEASE INCOME
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Rupiah Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 36) 153.794.633 101.229.841 Related parties (Note 36)
Pihak ketiga 9.718.562 5.703.634 Third parties
Total 163.513.195 106.933.475 Total
29. PENDAPATAN BUNGA 29. INTEREST INCOME
Akun ini merupakan pendapatan yang diperoleh dari This account represents income earned from
bunga atas penempatan giro, deposito berjangka interest of placement funds in current accounts, time
dan bunga atas piutang karyawan. deposit and interest from employee receivables.
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Pihak berelasi (Catatan 36) 5.045.093 5.168.768 Related parties (Note 36)
Pihak ketiga 372.270 146.764 Third parties
5.417.363 5.315.532
30. LAIN-LAIN 30. OTHERS
a. Pendapatan a. Income
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Penalti 10.968.101 4.017.105 Penalty
Pemulihan hapus buku 5.321.420 4.713.591 Write off recovery
Denda 4.460.841 2.486.905 Late charges
Komisi asuransi 2.078.394 9.120.229 Insurance commissions
Lain-lain 3.870.115 2.486.449 Others
Total pendapatan lain-lain 26.698.871 22.824.279 Total other income
250
92
Page 271
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
30. LAIN-LAIN (lanjutan) 30. OTHERS (continued)
b. Beban b. Expenses
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Keanggotaan dan langganan 5.381.899 2.931.171 Membership and subscription
Kerugian atas penghapusan Loss on disposal of assets
aset sewa operasi 1.910.306 1.424.286 under operating lease
Donasi 433.863 344.470 Donation
Dana bencana 339.717 1.865.483 Disaster fund
Biaya bank 276.373 278.286 Bank charges
Lain-lain 1.861.034 10.156.736 Others
Total 10.203.192 17.000.432 Total
31. BEBAN GAJI DAN TUNJANGAN 31. SALARIES AND BENEFITS EXPENSES
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Gaji 63.831.631 51.624.454 Salary
Bonus 36.049.401 24.347.350 Bonus
Tunjangan rutin 18.891.128 16.455.155 Regular allowance
Tenaga kerja alih daya 10.317.678 7.900.834 Outsourcing
Tunjangan kesehatan 6.709.845 4.593.030 Medical benefits
Tunjangan ketenagakerjaan 6.577.663 4.986.059 Labor allowances
Tunjangan pajak 2.764.472 2.726.263 Tax allowances
Pelatihan 1.202.289 1.304.980 Training
Tunjangan lainnya 15.689.070 3.908.311 Other allowances
Total 162.033.177 117.846.436 Total
32. BEBAN PENDANAAN 32. FINANCING COSTS
Akun ini terdiri dari bunga pinjaman, biaya jaminan This account consists of interest on borrowings,
biaya provisi, dan kerugian atas instrumen derivatif - guarantee fee, provision fees and loss from
neto dengan rincian dan sebagai berikut: derivative instruments - net are as follows:
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Pihak ketiga 196.823.740 91.328.808 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 36) 116.152.990 116.017.443 Related parties (Note 36)
Total 312.976.730 207.346.251 Total
251
93
Page 272
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
33. BEBAN HUNIAN 33. OCCUPANCY EXPENSES
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Sewa kantor Offices rental
Pihak ketiga 2.129.580 508.455 Third parties
Pihak berelasi (Catatan 36) 46.203 1.176.230 Related party (Note 36)
Sewa apartemen 1.434.685 1.077.895 Apartments rental
Perbaikan dan pemeliharaan 241.240 88.442 Repairs and maintenance
Lain-lain 92.125 61.053 Others
Total 3.943.833 2.912.075 Total
34. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 34. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Perawatan 34.717.767 27.542.913 Maintenance
Percetakan, alat tulis dan Printing, stationery
perlengkapan kantor 9.748.447 8.160.172 and office supplies
Beban tenaga ahli 7.588.135 6.140.592 Professional fees
Transportasi 6.565.297 4.311.695 Transportation
Komunikasi 5.338.008 3.985.106 Communication
Promosi 2.980.451 1.403.796 Promotion
Sewa kendaraan 2.139.709 1.783.402 Vehicle rent
Lain-lain 3.467.863 2.443.431 Others
Total 72.545.677 55.771.107 Total
35. PENYISIHAN (PEMULIHAN) KERUGIAN 35. PROVISION (RECOVERY) FOR IMPAIRMENT
PENURUNAN NILAI LOSSES
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Penyisihan penurunan Provision for
nilai atas: impairment losses on:
Piutang sewa pembiayaan 22.644.737 7.170.521 Finance lease receivables
Tagihan anjak piutang 4.854.465 4.789.711 Factoring receivables
Piutang pembiayaan konsumen 45.546.930 33.828.872 Consumer financing receivables
Kerugiaan penjualan asset Loss on selling consumer
pembiayaan konsumen 3.199.386 5.323.803 financing asset
Total penyisihan Total provision
kerugian penurunan nilai 76.245.518 51.112.907 for impairment losses
252
94
Page 273
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
36. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK- 36. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
PIHAK BERELASI RELATED PARTIES
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan In the normal course of business, the Company is
melakukan transaksi usaha dengan pihak-pihak engaged in transactions with related parties. The
berelasi. Pihak-pihak berelasi dan sifat hubungan related parties and nature of relationship are as
adalah sebagai berikut: follows:
Pihak-pihak berelasi/ Sifat dari hubungan/ Sifat dari transaksi/
Related parties Nature of relationship Nature of transaction
PT Bank Rakyat Indonesia Entitas induk/ - Kas di bank/Cash in bank
(Persero) Tbk Parent company - Piutang sewa operasi/Operating lease
receivable
- Piutang lain-lain program kepemilikan
motor/Other receivable motorcycle
ownership program
- Beban dibayar di muka/Prepaid expenses
and advances
- Pinjaman yang diterima/Borrowings
- Medium Term Notes/Medium Term Notes
- Utang obligasi/Bonds
- Beban yang masih harus dibayar/Accrued
expenses
- Pendapatan bunga/Interest income
- Beban pendanaan/Financing costs
- Beban hunian/Occupancy expenses
- Pendapatan sewa operasi/Operating lease
income
- Liabilitas sewa/Lease liabilities
Yayasan Kesejahteraan Pekerja Entitas induk/ - Medium Term Notes/Medium Term Notes
Bank Rakyat Indonesia Parent company - Pendapatan sewa operasi/Operating lease
income
PT Bank Raya Indonesia Tbk (d/h Entitas sepengendali/ - Kas di bank/Cash in bank
PT Bank Rakyat Indonesia Under common control entity - Pendapatan bunga/Interest income
Agroniaga Tbk)
PT. Bank Tabungan Negara Hubungan pengendalian melalui - Kas di bank/Cash in banks
(Persero Tbk Pemerintah Pusat RI/ - Pendapatan bunga/Interest income
Control relationship through the Central
Government of the Republic of Indonesia
PT Bank Mandiri (Persero) Hubungan pengendalian melalui - Kas di bank/Cash in bank
Tbk Pemerintah Pusat RI/ - Pinjaman yang diterima/Borrowings
Control relationship through the Central - Beban yang masih harus dibayar/Accrued
Government of the Republic of Indonesia expenses
- Pendapatan bunga/Interest income
- Beban pendanaan/Financing costs
PT Bank Negara Indonesia Hubungan pengendalian melalui - Pendapatan bunga/Interest income
(Persero) Tbk Pemerintah Pusat RI/ - Beban pendanaan/Financing costs
Control relationship through the Central
Government of the Republic of Indonesia
PT Hakaaston Hubungan pengendalian melalui Pemerintah - Piutang sewa pembiayaan/Finance lease
Pusat RI/ receivables
Control relationship through the Central - Pendapatan sewa pembiayaan/Finance
Government of the Republic of Indonesia lease income
PT Hutama Karya Infrastruktur Hubungan pengendalian melalui Pemerintah - Piutang sewa pembiayaan/Finance lease
(Persero) Pusat RI/ receivables
Control relationship through the Central - Pendapatan sewa pembiayaan/Finance
Government of the Republic of Indonesia lease income
PT Hutama Karya Hubungan pengendalian melalui Pemerintah - Piutang sewa pembiayaan/Finance lease
(Persero) Pusat RI/ receivables
Control relationship through the Central - Pendapatan sewa pembiayaan/Finance
Government of the Republic of Indonesia lease income
253
95
Page 274
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
36. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK- 36. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
PIHAK BERELASI (lanjutan) RELATED PARTIES (continued)
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan In the normal course of business, the Company is
melakukan transaksi usaha dengan pihak-pihak engaged in transactions with related parties. The
berelasi. Pihak-pihak berelasi dan sifat hubungan related parties and nature of relationship are as
adalah sebagai berikut: (lanjutan) follows: (continued)
Pihak-pihak berelasi/ Sifat dari hubungan/ Sifat dari transaksi/
Related parties Nature of relationship Nature of transaction
PT BRI Asuransi Indonesia Entitas sepengendali/ - Piutang pembiayaan konsumen/Consumer
Under common control entity financing receivables
- Beban dibayar di mukan dan uang
muka/Prepaid expenses and advances
- Medium Term Notes/Medium Term Notes
- Utang obligasi/Bonds
- Pendapatan pembiayaan
konsumen/Consumer financing income
- Beban asuransi/Insurance expenses
PT Asuransi BRI Life Entitas sepengendali/ - Piutang pembiayaan konsumen/Consumer
Under common control entity financing receivables
- Piutang sewa operasi/Operating lease
receivable
- Beban dibayar di mukan dan uang
muka/Prepaid expenses and advances
- Medium Term Notes/Medium Term Notes
- Utang obligasi/Bonds
- Pendapatan pembiayaan konsumen/
Consumer financing income
- Beban asuransi/Insurance expenses
- Pendapatan sewa operasi/Operating lease
income
PT BRI Ventura Investama Entitas sepengendali/ - Piutang pembiayaan konsumen/Consumer
Under common control entity financing receivables
- Piutang sewa operasi/Operating lease
receivable
- Pendapatan pembiayaan konsumen/
Consumer financing income
- Pendapatan sewa operasi/Operating lease
income
PT Prima Armada Raya Hubungan pengendalian melalui Pemerintah - Piutang pembiayaan konsumen/Consumer
Pusat RI/ financing receivables
Control relationship through the Central - Pendapatan pembiayaan konsumen /
Government of the Republic of Indonesia Consumer financing income
PT Bank Rakyat Indonesia Entitas sepengendali/ - Piutang sewa operasi/Operating lease
Dana Sekuritas Under common control entity receivables
- Pendapatan sewa operasi/Operating lease
income
Perum Jamkrindo Hubungan pengendalian melalui Pemerintah - Piutang sewa operasi/Operating lease
Pusat RI/ receivable
Control relationship through the Central - Pendapatan sewa operasi/Operating lease
Government of the Republic of Indonesia income
Perum Bulog Hubungan pengendalian melalui Pemerintah - Piutang sewa operasi/Operating lease
Pusat RI/ receivable
Control relationship through the Central - Pendapatan sewa operasi/Operating lease
Government of the Republic of Indonesia income
PT Peruri Properti Hubungan pengendalian melalui Pemerintah - Piutang sewa operasi/Operating lease
Pusat RI/ receivable
Control relationship through the Central - Pendapatan sewa operasi/Operating lease
Government of the Republic of Indonesia income
PT. Asuransi Jiwa Taspen Hubungan pengendalian melalui Pemerintah - Medium Term Notes/Medium Term Notes
Pusat RI/
Control relationship through the Central
Government of the Republic of Indonesia
254
96
Page 275
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
36. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK- 36. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
PIHAK BERELASI (lanjutan) RELATED PARTIES (continued)
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan In the normal course of business, the Company is
melakukan transaksi usaha dengan pihak-pihak engaged in transactions with related parties. The
berelasi. Pihak-pihak berelasi dan sifat hubungan related parties and nature of relationship are as
adalah sebagai berikut: (lanjutan) follows: (continued)
Pihak-pihak berelasi/ Sifat dari hubungan/ Sifat dari transaksi/
Related parties Nature of relationship Nature of transaction
PT Mitrasraya Adhijasa Hubungan pengendalian melalui Pemerintah - Beban dibayar di mukan dan uang
Pusat RI/ muka/Prepaid expenses and advances
Control relationship through the Central - Beban hunian/Occupancy expenses
Government of the Republic of Indonesia - Liabilitas sewa/Lease liabilities
PT Graha Sarana Duta Hubungan pengendalian melalui Pemerintah - Piutang sewa operasi/Operating lease
Pusat RI/ receivable
Control relationship through the Central - Pendapatan sewa operasi/Operating lease
Government of the Republic of Indonesia income
PT Telkom Indonesia Hubungan pengendalian melalui Pemerintah - Piutang sewa operasi/Operating lease
(Persero) Tbk Pusat RI/ receivable
Control relationship through the Central - Pendapatan sewa operasi/Operating lease
Government of the Republic of Indonesia income
PT ASDP Indonesia Ferry Hubungan pengendalian melalui Pemerintah - Piutang sewa operasi/Operating lease
(Persero) Pusat RI/ receivable
Control relationship through the Central - Pendapatan sewa operasi/Operating lease
Government of the Republic of Indonesia income
PT Penjaminan Jamkrindo Hubungan pengendalian melalui Pemerintah - Piutang sewa operasi/Operating lease
Syariah Pusat RI/ receivable
Control relationship through the Central - Pendapatan sewa operasi/Operating lease
Government of the Republic of Indonesia income
PT Telkomsel Ekosistem Digital Hubungan pengendalian melalui Pemerintah - Pendapatan sewa operasi/Operating lease
Pusat RI/ income
Control relationship through the Central
Government of the Republic of Indonesia
PT Asuransi Kredit Indonesia Hubungan pengendalian melalui Pemerintah - Pendapatan sewa operasi/Operating lease
Pusat RI/ income
Control relationship through the Central
Government of the Republic of Indonesia
PT Asuransi Tugu Pratama Hubungan pengendalian melalui Pemerintah - Medium Term Notes/Medium Term Notes
Indonesia Tbk Pusat RI/ - Utang obligasi/Bonds
Control relationship through the Central
Government of the Republic of Indonesia
Rincian saldo dan transaksi signifikan dengan Details of significant balances and transactions with
pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: related parties are as follows:
a. Kas di bank a. Cash in banks
31 Desember/December 31,
2022 2021
Bank Cash in Banks
PT Bank Raya Indonesia PT Bank Raya Indonesia
(d/h PT Bank Rakyat Indonesia (formerly PT Bank Rakyat
Agroniaga Tbk) 98.169.629 81.537.919 Indonesia Agroniaga Tbk)
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 61.855.373 68.696.538 (Persero) Tbk
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk 464.879 671.238 (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 810.982 613.600 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Total 161.300.863 151.519.295 Total
Persentase terhadap total aset 2,20% 2,89% Percentage to total assets
255
97
Page 276
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
36. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK- 36. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
PIHAK BERELASI (lanjutan) RELATED PARTIES (continued)
Rincian saldo dan transaksi signifikan dengan Details of significant balances and transactions with
pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: related parties are as follows: (continued)
(lanjutan)
b. Piutang sewa pembiayaan - neto b. Finance lease receivables - net
31 Desember/December 31,
2022 2021
PT Hakaaston PT Hakaaston
Piutang sewa pembiayaan - bruto - 872.569 Finance lease receivables - gross
Nilai sisa yang dijamin - 18.000 Guaranteed residual value
Pendapatan sewa
pembiayaan ditangguhkan - (7.682) Unearned finance lease income
Simpanan jaminan - (18.000) Security deposits
PT Hutama Karya Infrastruktur PT Hutama Karya Infrastruktur
Piutang sewa pembiayaan - bruto 7.503.468 17.948.529 Finance lease receivables - gross
Nilai sisa yang dijamin 4.000 4.000 Guaranteed residual value
Pendapatan sewa
pembiayaan ditangguhkan (298.329) (1.640.703) Unearned finance lease income
Simpanan jaminan (4.000) (4.000) Security deposits
Total 7.205.139 17.172.713 Total
Persentase terhadap total aset 0,10% 0,33% Percentage to total assets
c. Piutang pembiayaan konsumen c. Consumer financing receivables
31 Desember/December 31,
2022 2021
PT Asuransi BRI Life PT Asuransi BRI Life
Piutang pembiayaan konsumen 13.595.093 12.365.376 Consumer financing receivables
Pendapatan pembiayaan
konsumen ditangguhkan (2.480.895) (2.409.440) Unearned consumer financing income
PT BRI Ventura Investama PT BRI Ventura Investama
Piutang pembiayaan konsumen - 266.953 Consumer financing receivables
Pendapatan pembiayaan
konsumen ditangguhkan - (12.375) Unearned consumer financing income
PT BRI Asuransi Indonesia PT BRI Asuransi Indonesia
Piutang pembiayaan konsumen 72.539 1.175.623 Consumer financing receivables
Pendapatan pembiayaan
konsumen ditangguhkan (674) (77.923) Unearned consumer financing income
PT Prima Armada Raya PT Prima Armada Raya
Piutang pembiayaan konsumen - 9.828.404 Consumer financing receivables
Pendapatan pembiayaan
konsumen ditangguhkan - (340.197) Unearned consumer financing income
Total 11.186.063 20.796.421 Total
Persentase terhadap total aset 0,15% 0,40% Percentage to total assets
256
98
Page 277
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
36. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK- 36. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
PIHAK BERELASI (lanjutan) RELATED PARTIES (continued)
Rincian saldo dan transaksi signifikan dengan Details of significant balances and transactions with
pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: related parties are as follows: (continued)
(lanjutan)
d. Piutang sewa operasi d. Operating lease receivable
31 Desember/December 31,
2022 2021
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 18.049.730 12.201.451 (Persero) Tbk
PT. Graha Sarana Duta 1.867.410 - PT. Graha Sarana Duta
Perum Bulog 150.907 - Perum Bulog
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk 120.540 - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) 74.220 - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)
Perum Jamkrindo 66.818 53.454 Perum Jamkrindo
PT BRI Dana Sekuritas 43.545 44.723 PT BRI Dana Sekuritas
PT Asuransi BRI Life 33.954 - PT Asuransi BRI Life
PT BRI Ventura Investama 26.334 52.186 PT BRI Ventura Investama
PT Penjaminan Jamkrindo Syariah 4.301 - PT Penjaminan Jamkrindo Syariah
PT Peruri Properti - 12.636 PT Peruri Property
Total 20.437.759 12.364.450 Total
Persentase terhadap total aset 0,28% 0,24% Percentage to total assets
e. Piutang lain-lain program kepemilikan motor e. Other receivable motorcycle ownership program
31 Desember/December 31,
2022 2021
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 3.976.603 2.907.321 (Persero) Tbk
Persentase terhadap total aset 0,05% 0,06% Percentage to total assets
f. Beban di bayar di muka dan uang muka f. Prepaid expenses and advances
31 Desember/December 31,
2022 2021
PT BRI Asuransi Indonesia 23.280.235 23.044.471 PT BRI Asuransi Indonesia
PT Asuransi BRI Life 5.327.179 3.643.095 PT Asuransi BRI Life
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 234.631 891.551 (Persero) Tbk
PT Mitrasraya Adhijasa - 126.486 PT Mitrasraya Adhijasa
Total 28.842.045 27.705.603 Total
Persentase terhadap total aset 0,39% 0,53% Percentage to total assets
257
99
Page 278
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
36. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK- 36. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
PIHAK BERELASI (lanjutan) RELATED PARTIES (continued)
Rincian saldo dan transaksi signifikan dengan Details of significant balances and transactions with
pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: related parties are as follows: (continued)
(lanjutan)
g. Pinjaman yang diterima g. Borrowings
31 Desember/December 31,
2022 2021
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.145.814.096 1.091.455.260 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 921.137.439 627.900.000 (Persero) Tbk
Total 2.066.951.535 1.719.355.260 Total
Persentase terhadap
total liabilitas 33,86% 41,83% Percentage to total liabilities
h. Medium Term Notes h. Medium Term Notes
31 Desember/December 31,
2022 2021
PT BRI Asuransi Indonesia 75.000.000 75.000.000 PT BRI Asuransi Indonesia
PT Asuransi BRI Life 50.000.000 140.000.000 PT Asuransi BRI Life
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 50.000.000 100.000.000 (Persero) Tbk
PT Asuransi Jiwa Taspen 30.000.000 PT Asuransi Jiwa Taspen
Yayasan Kesejahteraan Yayasan Kesejahteraan
Pekerja Bank Rakyat Indonesia 25.000.000 - Pekerja Bank Rakyat Indonesia
PT. Asuransi Tugu Pratama PT Asuransi Tugu Pratama
Indonesia Tbk 12.500.000 - Indonesia Tbk
Total 212.500.000 345.000.000 Total
Persentase terhadap total liabilitas 3,48% 8,39% Percentage to total liabilities
i. Utang obligasi i. Bonds payable
31 Desember/December 31,
2022 2021
PT Asuransi BRI Life 78.500.000 - PT Asuransi BRI Life
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 50.000.000 - (Persero) Tbk
PT BRI Asuransi Indonesia 20.000.000 - PT BRI Asuransi Indonesia
PT. Asuransi Tugu Pratama PT Asuransi Tugu Pratama
Indonesia Tbk 10.000.000 - Indonesia Tbk
Total 158.500.000 - Total
Persentase terhadap total liabilitas 2,60% - Percentage to total liabilities
258
100
Page 279
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
36. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK- 36. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
PIHAK BERELASI (lanjutan) RELATED PARTIES (continued)
Rincian saldo dan transaksi signifikan dengan Details of significant balances and transactions with
pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: related parties are as follows: (continued)
(lanjutan)
j. Beban yang masih harus dibayar j. Accrued expenses
31 Desember/December 31,
2022 2021
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 3.720.447 3.004.351 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 2.260.901 2.640.496 (Persero) Tbk
Total 5.981.348 5.644.847 Total
Persentase terhadap total liabilitas 0,10% 0,14% Percentage to total liabilities
k. Pendapatan sewa pembiayaan k. Finance lease income
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
PT Hutama Karya Infrastruktur 1.342.374 739.332 PT Hutama Karya Infrastruktur
PT Hakaaston 7.682 1.326.952 PT Hakaaston
PT Hutama Karya (Persero) - 375.199 PT Hutama Karya (Persero)
Total 1.350.056 2.441.483 Total
Persentase terhadap total
pendapatan 0,15% 0,40% Percentage to total income
l. Pendapatan pembiayaan konsumen l. Consumer financing income
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
PT Asuransi BRI Life 1.414.439 646.217 PT Asuransi BRI Life
PT Prima Armada Raya 340.197 229.501 PT Prima Armada Raya
PT BRI Asuransi Indonesia 65.103 79.782 PT BRI Asuransi Indonesia
PT BRI Ventura Investama 3.708 31.755 PT BRI Ventura Investama
Total 1.823.447 987.255 Total
Persentase terhadap total
pendapatan 0,20% 0,16% Percentage to total income
259
101
Page 280
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
36. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK- 36. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
PIHAK BERELASI (lanjutan) RELATED PARTIES (continued)
Rincian saldo dan transaksi signifikan dengan Details of significant balances and transactions with
pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: related parties are as follows: (continued)
(lanjutan)
m. Pendapatan bunga m. Interest income
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
PT Bank Raya Indonesia PT Bank Raya Indonesia
(d/h PT Bank Rakyat Indonesia (formerly PT Bank Rakyat
Agroniaga Tbk) 2.826.178 3.756.626 Indonesia Agroniaga Tbk)
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 2.105.943 1.345.250 (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 102.045 46.180 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk 10.927 17.335 (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk - 3.377 (Persero) Tbk
Total 5.045.093 5.168.768 Total
Persentase terhadap total
pendapatan 0,57% 0,84% Percentage to total income
n. Beban pendanaan n. Financing costs
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 68.203.579 64.462.128 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 47.949.411 50.817.730 (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk - 737.585 (Persero) Tbk
Total 116.152.990 116.017.443 Total
Persentase terhadap total beban 14,96% 20,92% Percentage to total expense
o. Gaji dan tunjangan o. Salaries and benefits
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
Direksi 7.564.500 7.053.000 Directors
Karyawan kunci 2.990.685 3.107.113 Key management
Dewan komisaris 2.404.080 2.268.000 Board of Commissioners
Total 12.959.265 12.428.113 Total
Persentase terhadap total beban 1,67% 2,24% Percentage to total expenses
260
102
Page 281
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
36. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK- 36. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
PIHAK BERELASI (lanjutan) RELATED PARTIES (continued)
Rincian saldo dan transaksi signifikan dengan Details of significant balances and transactions with
pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: related parties are as follows: (continued)
(lanjutan)
p. Beban hunian p. Occupancy expenses
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
PT Mitrasraya Adhijasa - 758.923 PT. Mitrasraya Adhijasa
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 46.203 417.307 (Persero) Tbk
Total 46.203 1.176.230 Total
Persentase terhadap total beban 0,01% 0,21% Percentage to total expenses
q. Beban asuransi q. Insurance expense
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
PT Asuransi BRI Life 6.501.552 4.560.708 PT Asuransi BRI Life
PT BRI Asuransi Indonesia 255.991 193.546 PT BRI Asuransi Indonesia
Total 6.757.543 4.754.254 Total
Persentase terhadap total beban 0,87% 0,86% Percentage to total expenses
r. Pendapatan sewa operasi r. Operating lease Income
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
PT Bank Rakyat PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk 110.950.524 90.170.571 Indonesia (Persero) Tbk
PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk 14.771.081 - PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk
PT. Graha Sarana Duta 8.256.040 - PT. Graha Sarana Duta
Perum Jamkrindo 7.851.396 6.466.931 Perum Jamkrindo
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) 2.642.504 - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)
PT Penjaminan Jamkrindo Syariah 2.418.673 1.453.725 PT Penjaminan Jamkrindo Syariah
PT Asuransi BRI Life 2.132.655 1.223.830 PT Asuransi BRI Life
PT Telkomsel Ekosistem Digital 1.637.980 - PT Telkomsel Ekosistem Digital
PT Asuransi Kredit Indonesia 1.386.994 - PT Asuransi Kredit Indonesia
Perum Bulog 615.946 852.000 Perum Bulog
PT BRI Dana Sekuritas 603.880 308.250 PT BRI Dana Sekuritas
PT BRI Ventura Investama 386.560 535.852 PT BRI Ventura Investama
PT Peruri Properti 140.400 121.409 PT Peruri Property
Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI - 97.273 Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI
Total 153.794.633 101.229.841 Total
Persentase terhadap total
Pendapatan 17,27% 16,52% Percentage to total income
261
103
Page 282
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
36. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK- 36. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
PIHAK BERELASI (lanjutan) RELATED PARTIES (continued)
Rincian saldo dan transaksi signifikan dengan Details of significant balances and transactions with
pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut: related parties are as follows: (continued)
(lanjutan)
s. Liabilitas sewa s. Lease Liabilities
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember/Years ended December 31,
2022 2021
PT Bank Rakyat Indonesia 422.542 1.360.040 PT Bank Rakyat Indonesia
Total 422.542 1.360.040 Total
Persentase terhadap total beban 0,05% 0,25% Percentage to total expenses
Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak- All significant transactions with related parties are
pihak berelasi dilakukan dengan persyaratan dan conducted under commercial terms and condition
kondisi usaha pada umumnya yang mungkin tidak which may not be similar to those conducted with
sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga third parties (Note 2r).
(Catatan 2r).
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT
Pendahuluan dan gambaran umum Risk management framework
Perusahaan memiliki eksposur terhadap risiko-risiko The Company has exposure to the following risks:
sebagai berikut:
Risiko pasar Market risk
Risiko kredit Credit risk
Risiko likuiditas Liquidity risk
Risiko operasional Operational risk
Kerangka manajemen risiko Risk management framework
Penerapan praktik manajemen risiko yang baik Implementation of good risk management practices
dapat mendukung kinerja dari perusahaan could support the performance of a finance
pembiayaan, maka manajemen risiko selalu company, risk management would always be an
menjadi elemen pendukung penting bagi important element for the Compay in conducting its
Perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Sasaran business. The target and main purpose of the
dan tujuan utama dari diterapkannya praktik implementation of risk management practices in the
manajemen risiko di Perusahaan adalah untuk Company through managing the risk of losses which
menjaga dan melindungi Perusahaan melalui could arise from its various activities as well as
pengelolaan risiko kerugian yang mungkin timbul maintaining risk level in order to match with the
dari berbagai aktivitasnya serta menjaga tingkat strategic goals and risk appetite established by the
risiko agar sesuai dengan tujuan strategis dan risk Company.
appetite yang ditetapkan oleh Perusahaan.
Tujuan utama Manajemen Risiko adalah menjaga The main objective of Risk Management is to ensure
agar aktivitas yang dilakukan BRI Finance tidak that the activities carried out by BRI Finance do not
menimbulkan kerugian yang melebihi kemampuan cause losses that exceed BRI Finance's ability to
BRI Finance untuk menyerap kerugian tersebut absorb these losses or jeopardize BRI Finance's
ataupun membahayakan kelangsungan usaha BRI business continuity. In implementing Risk
Finance. Dalam menerapkan Manajemen Risiko, Management, BRI Finance applies 3 (three) levels of
BRI Finance menerapkan 3 (tiga) jenjang mengelola risk management (Three Lines Model) as follows:
Risiko (Three Lines Model) sebagai berikut:
262
104
Page 283
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued)
1. 1st Line Role, yaitu unit kerja bisnis/operasional 1. 1st Line Role, the business/operational work
yang langsung mengelola risiko (Core Risk unit that directly manages risk (Core Risk
Taking Unit); Taking Unit);
2. 2nd Line Role, yaitu unit kerja yang memantau 2. 2nd Line Role, the work unit that monitors &
& mengendalikan resiko secara aggregat serta controls risks in the aggregate and formulates
menyusun kebijakan & metodologi; dan policies & methodologies; and
3. 3rd Line Role, yaitu unit kerja yang memastikan 3. 3rd Line Role, the work unit that ensures
(objective assurance) penerapan pengelolaan (objective assurance) the implementation of risk
resiko dijalankan secara efektif. management is carried out effectively.
Manajemen Perusahaan memiliki komitmen penuh The Company’s management is fully committed to
untuk menerapkan manajemen risiko secara implement risk management comprehensively,
komprehensif yang secara esensi mencakup which essentially covers the adequacy of policies,
kecukupan kebijakan, prosedur dan metodologi procedures and risk management methodology,
pengelolaan risiko sehingga kegiatan usaha hence, the Company's business activities could
Perusahaan tetap dapat terarah dan terkendali pada remain be directed and controlled at an aceptable
batasan risiko yang dapat diterima, serta tetap risk limit, at the same time the Company can still be
menguntungkan Perusahaan. Satuan Kerja profitable. Risk Management Division is playing an
Manajemen Risiko yang berperan secara aktif dalam active role in coordinating preventive, proactive and
mengkoordinasikan tindakan-tindakan pencegahan, responsive actions with all employees from various
proaktif dan responsif dengan seluruh karyawan dari levels within the Company in order to support the
berbagai tingkatan yang ada di dalam Perusahaan implementation of risk management, because all
untuk mendukung penerapan manajemen risiko ini, divisions of the Company will play their respective
karena semua bagian di dalam Perusahaan masing- important roles.
masing akan memainkan peranan penting.
Pemahaman atas risiko dan nilai-nilai kepatuhan Understanding of risk and value of compliance to the
terhadap peraturan yang ada dan berlaku harus existing and prevailing regulations should be
dibudayakan dan melekat pada semua karyawan cultivated and embeded into all employees of the
Perusahaan yang dipimpin oleh jajaran manajemen Company, led by the management of the Company.
Perusahaan. Infrastruktur risiko dibangun melalui Risk infrastructure is built through the availability of
tersedianya kebijakan dan proses yang tepat dan appropriate policies and processes which are in line
sesuai dengan kondisi terkini, pengembangan with current conditions, continuous development of
sistem dan database risiko yang berkelanjutan, serta systems and risk database, as well as advance
teknik dan metodologi pengelolaan yang advance. management techniques and methodologies.
Membangun proses dan kemampuan risiko yang Building strong and healthy processes as well as risk
sehat dan kuat adalah sebuah pengkajian yang capabilities is a continuous assessment on
berkesinambungan terhadap tujuan penanganan objectives of risk handling as well as various risk
risiko serta berbagai aktivitas proses manajemen management process, such as identification,
risiko, yaitu identifikasi, pengukuran, pemantauan measurement, monitoring and controlling risk.
dan pengendalian risiko.
263
105
Page 284
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued)
Tahun ini merupakan kelanjutan dari tahun-tahun This year is a continuation from previous years in
sebelumnya terkait dengan “Penerapan Manajemen terms of “Implementation of Consolidated Risk
Risiko secara Konsolidasi bagi Bank yang Management For Bank’s Controlling Subsidiary
Melakukan Pengendalian terhadap Entitas Anak”, Companies”, which is implemented by the Company
yang dilaksanakan Perusahaan dalam kapasitasnya in its capacity as the Subsidiary of PT Bank Rakyat
sebagai Entitas Anak dari PT Bank Rakyat Indonesia Indonesia (Persero) Tbk, the controlling shareholder
(Persero) Tbk, pemegang saham pengendali of the Company. This risk management framework
Perusahaan. Kerangka pengelolaan risiko ini refers to Bank Indonesia regulation (PBI)
mengacu pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 5/8/PBI/2003 dated May 19, 2003 concerning the
No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 Penerapan Application of Risk Management for Commercial. As
Manajemen Risiko untuk Komersil. Sebagai a finance company, the implementation of risk
perusahaan pembiayaan, penerapan manajemen management at BRI Finance refers to the Regulation
risiko di BRI Finance mengacu pada Peraturan of the Financial Services Authority (POJK) No.
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 44/POJK.05/2020 dated August 28, 2020
44/POJK.05/2020 tanggal 28 Agustus 2020 Implementation of Risk Management for Non-Bank
Penerapan Manajemen Risiko bagi Lembaga Jasa Financial Services Institutions.
Keuangan Non-Bank.
Dalam penerapan manajemen risiko, Perusahaan In the implementation of risk management, the
menyadari pentingnya untuk memiliki tata kelola Company realices the importance of having an
risiko yang memadai dalam mengakomodasi risiko- adequate risk governance to accomodate the risks
risiko yang dihadapi oleh Perusahaan. Perusahaan faced by the Company. The Company has a risk
memiliki suatu mekanisme tata kelola risiko yang governance’s mechanism that is based upon 4 (four)
bertumpu pada 4 (empat) pilar manajemen risiko, risk management pillars, which could be described
yang dapat diuraikan sebagai berikut: as follows:
Pilar 1: Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Pillar 1: Active Supervision by Boards of
Direksi Commissioners and Directors
Pengawasan aktif tersebut tercermin sejak Active supervision is reflected since anual business
perencanaan bisnis tahunan, yang mencakup: planning, which includes:
Menyusun kebijakan dan strategi manajemen Formulate written and comprehensive risk
risiko secara tertulis dan komprehensif, serta management policies and strategies, as well as
melakukan evaluasi secara berkala; conduct periodic evaluations;
Menetapkan limit risiko sesuai startegi dan Setting risk limits according to the company's
appetite perusahaan; strategy and appetite.
Melakukan evaluasi dan menyetujui aktivitas Evaluating and approving activities that require
yang memerlukan persetujuan dari Dewan approval from the Board of Commissioners or
Komisaris atau Direksi; Directors;
Menetapkan kebijakan dan strategi termasuk Establishing risk management policies and
penetapan otoritas dalam pemberian batasan strategies, which include determining the
serta tinjauan atas kualitas portofolio secara authorization in limits and reviewing the quality
berkala; of porfolio on a regular basis;
264
106
Page 285
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued)
Pilar 1: Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Pillar 1: Active Supervision by Boards of
Direksi (lanjutan) Commissioners and Directors (continued)
Pengawasan aktif tersebut tercermin sejak Active supervision is reflected since anual business
perencanaan bisnis tahunan, yang mencakup: planning, which includes: (continued)
(lanjutan)
Terdapatnya Komite sebagai Organ dari The presence of a Committee as an Organ of
Governing Body dalam pemantauan risiko the Governing Body in monitoring company
perusahaan meliputi: risks including:
- Komite dibawah Supervisi Dewan - Committees under the Supervision of the
Komisaris meliputi Komite Pemantau Board of Commissioners include the Risk
Risiko (KMR), Komite Audit, dan Komite Monitoring Committee (KMR), Audit
Remunerasi dan Nominasi. Committee, Remuneration and Nomination
- Komite dibawah Supervisi Dewan Direksi Committee.
meliputi Komite Risk Management - Committees under the supervision of the
Committee (RMC), Komite ALCO, Komite Board of Directors include the Risk
Kepatuhan, Komite Kepatuhan, Komite Management Committee (RMC), ALCO
Kredit dan Komite Pengarah TI. Committee, Compliance Committee,
Compliance Committee, Credit Committee
and IT Steering Committee.
Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan The consolidated risk management framework with
Perusahaan Induk dibentuk dangan menempatkan Parent Company is established through placing
wakil dari Perusahaan Induk dalam jajaran Dewan representatives from Parent Company in the Board
Komisaris Perusahaan. Kerangka tersebut juga of Commissioners. The framework is also
dilaksanakan melalui pemeriksaan kinerja secara implemented through regular performance
berkala oleh Perusahaan Induk terhadap assessment by the Parent Company on the
Perusahaan, menyangkut kinerja keuangan, Company, concerning the financial performance,
pengawasan sistem informasi akuntansi, serta monitoring on accounting information system, as
tingkat kesehatan dan profil risiko dari piutang well as the level of soundness and risk profile of the
pembiayaan. Company’s financial receivables.
Pilar 2: Kecukupan Kebijakan dan Prosedur Pillar 2: Adequacy of Risk Management Policies
serta Penetapan Limit and Procedures and Determination of Limits
Perusahaan menyusun kebijakan dan prosedur The Company develops policies and procedures
sesuai hierarki dan tata kelola perusahaan, yang related to risk management, which are reviewed
ditinjau secara berkala dan selalu disesuaikan periodically and aligned constantly to fit the most
dengan keadaan terkini, kompleksitas perusahaan recent business situation, company complexity and
dan regulasi yang berlaku. Kebijakan tersebut applicable regulations. The policy is translated into
diterjemahkan ke dalam Kebijakan, Pedoman Policies, implementation guidelines and Standard
Pelaksanaan, dan Surat Edaran yang Operating Procedures, which are being socialized to
disosialisasikan kepada seluruh karyawan dan all employees and assigned to the system. The
ditatakerjakan ke dalam sistem. Perusahaan juga Company also set limits for credit and non-credit,
menetapkan limit untuk kredit maupun yang bukan consisting of Risk Appetite Statement (RAS), risk
kredit, yang terdiri atas Risk Appetite Statement profile, Maximum Limit for Granting Financing and
(RAS), profil risiko, Batas Maksismum Pemberian limit for Delegation of Authority for Financing
Pembiayaan (BMPP) maupun limit Pemberian Decisions.
Delegasi Wewenang Putusan pembiayaan (PDWP).
265
107
Page 286
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued)
Pilar 3: Kecukupan Proses Manajemen Risiko Pillar 3: Adequacy of Risk Management Process
dan Sistem Informasi Manajemen and Management Information System
Perusahaan melakukan proses manajemen risiko The Company carries out a risk management
yang terdiri atas mengidentifikasi, mengukur, process, namely identifying, measuring, monitoring
memantau dan mengendalikan risiko, khususnya and controlling risks, especially credit risk and
terkait risiko kredit dan risiko operasional melalui operational risk through risk management tools and
perangkat manajemen risiko dan mekanisme reporting mechanisms and as a management
pelaporan sebagai sistem informasi manajemen. information system. Risk management tools include
Perangkat manajemen risiko meliputi profil risiko risk profiles for both corporate and work unit levels,
baik level corporate maupun unit kerja, serta and operational risk management tools including
perangkat manajemen risiko operasional meliputi Risk Control Self Assessment (RCSA). The
Risk Control Self Assessment (RCSA). Perusahaan company has also developed an Early Warning Sign
juga mengembangkan Early Warning Sign (EWS) (EWS) as an early detection for monitoring risk
sebagai deteksi dini untuk pemantauan trend risiko. trends. In addition, the Company continuously
Selain itu, dengan perkembangan sistem teknologi develops a Management Information System (MIS)
informasi Perusahaan terus menerus in order to be able to provide data/information
mengembangkan Sistem Informasi Manajemen quickly and accurately to management, the Parent
(SIM) agar mampu menyediakan data/informasi Entity or other related third parties. Reports on the
secara cepat dan akurat kepada pihak manajemen, implementation of risk management are submitted to
Entitas Induk atau pihak ketiga yang terkait lainnya. management and committees under the Board of
Laporan atas penerapan manajemen risiko Directors and the Board of Commissioners.
disampaikan ke manajemen maupun komite
dibawah Direksi maupun Dewan Komisaris.
Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan The consolidated risk management framework with
Entitas Induk terlaksana melalui penyampaian Parent Company is conducted through the reporting
paparan risiko Perusahaan yang ada secara berkala of the Company’s risk exposure periodically to
kepada Komite Manajemen Risiko Terintegrasi dan Parent Company’s Integrated Risk Management
Komite Tata Kelola Terintegrasi, termasuk Committee and Integrated Governance Committee,
penyampaian laporan berkala terkait risk appetite, including the periodic reporting in relation to the risk
profil risiko, tingkat kesehatan pembiayaan dan appetire, risk profile, financing health level, and other
lainnya kepada Entitas Induk. aspects to the Parent Company.
Pilar 4: Sistem Pengendalian Internal Pillar 4: Internal Control System
Perusahaan memiliki Satuan Kerja Audit Internal The Company has an Internal Audit Department
yang secara independen melaporkan proses dan which independently reports on the process and
hasil pemeriksaannya kepada Direktur Utama dan assessment result to the President Director and
melakukan koordinasi dengan Komite Audit secara regularly coordinate with Audit Committee monthly.
rutin setiap bulan. Akuntabilitas dari Satuan Kerja The accountability of the Internal Audit Department
Audit Internal mencakup: includes:
Menyusun kebijakan dan piagam audit sebagai Develop audit policies and charters as a
acuan pelaksanaan audit secara menyeluruh; reference for the overall audit implementation;
Menyediakan penilaian atas kecukupan dan Providing assessment on the adequacy and
efektivitas dari semua proses yang ada di effectiveness of all existing processes within
dalam Perusahaan; the Company;
Melaporkan masalah-masalah penting yang Reporting on important issues related to the
terkait dengan proses pengendalian aktivitas- control process of activities within the
aktivitas didalam Perusahaan, termasuk Company, including potential improvements to
perbaikan yang potensial terhadap proses- these processes; and
proses tersebut; dan
Koordinasi dengan fungsi pengendali dan Coordinating with other controlling and
pengawasan lainnya (manajemen risiko, supervisory functions (risk management,
kepatuhan, hukum, dan audit eksternal). compliance, legal, and external audit).
266
108
Page 287
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued)
Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan The consolidated risk management framework with
Perusahaan Induk juga dicerminkan dengan Parent Company is also reflected in the
dilaksanakannya audit reguler/audit teknologi implementation of regular audit/information
informasi/audit terintegrasi atas unit-unit di technology audit/integrated audit on the business
Perusahaan oleh Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) units in the Company by Parent Company’s Internal
Perusahaan Induk. Audit Unit (SKAI).
a. Risiko pasar a. Market risk
Risiko pasar merupakan risiko yang terutama Market risk is the risk which is primarily caused
disebabkan karena perubahan tingkat suku by the changes in interest rates and exchange
bunga dan nilai tukar mata, yang dapat rate, in which the Company may be exposed to.
membawa risiko bagi Perusahaan. Dalam In the Company's business planning, market
perencanaan usaha Perusahaan, risiko pasar risk with direct impact to the Company is in
yang memiliki dampak langsung kepada terms of interest rates management.
Perusahaan adalah dalam hal pengelolaan
tingkat bunga.
Perubahan tingkat bunga acuan akan menjadi Changes in interest rates would become a risk
risiko pada saat perubahannya, terutama ketika at the point of change, especially when the
tingkat bunga dinaikkan, yang menyebabkan interest rate increases, which would cause
kerugian bagi Perusahaan sehingga dapat losses to the Company, hence resulting in
menyebabkan risiko kredit Perusahaan increased Company's credit risk. Therefore, the
meningkat. Untuk itu, Perusahaan menerapkan Company consistently implements fixed
pengelolaan tingkat bunga tetap secara interest rate management by making
konsisten dengan menyesuaikan tingkat bunga adjustments on lending interest rate and cost of
kredit terhadap tingkat bunga pinjaman dan funds.
beban keuangan.
Sumber pendanaan Perusahaan berasal dari Source of funding for the Company is obtained
pinjaman secara langsung dari bank dalam direct loans from domestic banks. In addition,
negeri. Disamping ini, Perusahaan juga the Company also issues the Medium Terms
mendapatkan pinjaman dalam Medium Terms Notes with fixed interest rates.
Notes dengan tingkat suku yang tetap.
Perusahaan memiliki pinjaman luar negeri The Company has off-shore loans in foreign
dalam mata uang asing, dalam hal ini currency and the Company has already
Perusahaan sudah melakukan antisipasi anticipated the currency risk by implementing
terhadap risiko nilai tukar dengan telah hedging policy for loans in foreign currency.
menetapkan kebijakan lindung nilai untuk
pinjaman yang diterima dalam mata uang
asing.
Pada tanggal 31 Desember 2022, Perusahaan As of December 31, 2022, the Company has
memiliki liabilitas keuangan dalam mata uang financial liabilities denominated in foreign
asing berupa pinjaman yang diterima sebesar currency for borrowings amounting to
ASD6.900 (nilai penuh) (2021: ASD29.117 USD6,900 (full amount) (2021: USD29,117 (full
(nilai penuh)) atau setara dengan amount)) or equivalent to Rp108,543,900
Rp108.543.900 (2021: Rp415.465.715) yang (2021: Rp415,465,715) which as hedged by
telah dilindung nilai melalui instrumen derivatif derivative instruments such as cross currency
seperti kontrak cross currency swap. swap contracts.
267
109
Page 288
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued)
a. Risiko pasar (lanjutan) a. Market risk (continued)
Dengan pola aktivitas usaha yang dijalankan With the pattern of business activity currently
Perusahaan saat ini, risiko pasar Perusahaan operated by the Company, the market risk of
adalah minimal. Perusahaan tidak mempunyai the Company is minimal. The Company does
kegiatan usaha pembiayaan konsumen dalam not have consumer financing business in
mata uang asing. foreign currency.
Tabel berikut menggambarkan rincian aset dan The following tables summarize the Company’s
liabilitas keuangan Perusahaan yang financial assets and liabilities categorized by
dikelompokkan menurut mana yang lebih awal the earlier of contractual repricing or maturity
antara tanggal repricing atau tanggal jatuh dates to see the impact of changes in interest
tempo kontraktual untuk melihat dampak rates (gross):
perubahan tingkat suku bunga (bruto):
31 Desember 2022/December 31, 2022
Bunga tetap/Fixed rate
Tidak
Bunga Kurang dari Lebih dari dikenakan
mengambang/ satu tahun/ 3 tahun/ bunga/non
Floating Less than 1-3 tahun/ More than interest
rate one year 1-3 years 3 years sensitive Total
Aset keuangan Financial assets
Kas di bank 167.268.603 - - - - 167.268.603 Cash in banks
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan - neto 106.869.465 234.887.517 940.864.632 215.281.608 - 1.497.903.222 receivables - net
Tagihan anjak
piutang – neto - 34.369.012 22.431.692 - - 56.800.704 Factoring receivables - net
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen- neto 81.207 98.076.077 1.338.472.366 3.482.727.042 - 4.919.356.692 receivables– net
Aset lain-lain - - - 216.499 28.895.741 29.112.240 Other assets
Total aset keuangan 274.219.275 367.332.606 2.301.768.690 3.698.225.149 28.895.741 6.670.441.461 Total financial assets
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Pinjaman yang diterima - 2.949.775.594 1.771.343.384 - - 4.721.118.978 Borrowings
Medium Terms Notes - - 499.455.589 - - 499.455.589 Medium Terms Notes
Utang obligasi - - 697.788.751 - - 697.788.751 Bonds
Beban yang masih harus
dibayar - - - - 57.270.335 57.270.335 Accrued expenses
Liabilitas derivatif - - - - - - Derivative liabilities
Liabilitas sewa - 63.090 12.644.714 460.883 - 13.168.687 Lease liabilities
Liabilitas lain-lain - - - - 76.585.858 76.585.858 Other liabilities
Total liabilitas
keuangan - 2.949.838.684 2.981.232.438 460.883 133.856.193 6.065.388.198 Total financial liabilities
31 Desember 2021/December 31, 2021
Bunga tetap/Fixed rate
Tidak
Bunga Kurang dari Lebih dari dikenakan
mengambang/ satu tahun/ 3 tahun/ bunga/non
Floating Less than 1-3 tahun/ More than interest
rate one year 1-3 years 3 years sensitive Total
Aset keuangan Financial assets
Kas di bank 154.080.328 - - - - 154.080.328 Cash in banks
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan - neto 244.945.103 375.341.189 905.160.102 212.417.490 - 1.737.863.884 receivables - net
Tagihan anjak
piutang – neto - 56.650.649 453.715 - - 57.104.364 Factoring receivables - net
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen- neto - 76.498.220 902.063.122 1.797.880.973 - 2.776.442.315 receivables– net
Aset lain-lain - - - 399.224 18.421.411 18.820.635 Other assets
Total aset keuangan 399.025.431 508.490.058 1.807.676.939 2.010.697.687 18.421.411 4.744.311.526 Total financial assets
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Pinjaman yang diterima 162.904.415 2.382.651.824 640.974.146 - - 3.186.530.385 Borrowings
Medium Terms Notes - 299.263.683 499.322.986 - - 798.586.669 Medium Terms Notes
Beban yang masih harus
dibayar - - - - 37.614.501 37.614.501 Accrued expenses
Liabilitas derivatif - 1.325.952 - - - 1.325.952 Derivative liabilities
Liabilitas sewa - 30.000 3.098.144 - - 3.128.144 Lease liabilities
Liabilitas lain-lain 54.052.025 54.052.025 Other liabilities
Total liabilitas
keuangan 162.904.415 2.683.271.459 1.143.395.276 - 91.666.526 4.081.237.676 Total financial liabilities
268
110
Page 289
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued)
a. Risiko pasar (lanjutan) a. Market risk (continued)
Analisis sensitivitas Sensitivity analysis
Tabel berikut menunjukkan sensitivitas atas The following table demonstrates the sensitivity
kemungkinan perubahan tingkat suku bunga to a reasonably possible change in market
pasar, dengan variabel lain dianggap tetap, interest rates, with all other variables held
terhadap pendapatan pembiayaan (tidak constant, of the financing income (unaudited):
diaudit):
31 Desember/December 31,
2022 2021
Kenaikan suku bunga Increase in interest rate
dalam 100 basis poin 64.740.606 45.720.877 in 100 basis point
Penurunan suku bunga Decrease in interest rate
dalam 100 basis poin (64.740.606) (45.720.877) in 100 basis point
Tabel berikut menunjukkan sensitivitas atas The following table demonstrates the sensitivity
kemungkinan perubahan tingkat suku bunga to a reasonably possible change in market
pasar, dengan variabel lain dianggap tetap, interest rates, with all other variables held
terhadap beban bunga dan keuangan (tidak constant, of the interest expense and financing
diaudit): charges (unaudited):
31 Desember/December 31,
2022 2021
Kenaikan suku bunga Increase in interest rate
dalam 100 basis poin 47.211.190 31.864.998 in 100 basis point
Penurunan suku bunga Decrease in interest rate
dalam 100 basis poin (47.211.190) (31.864.998) in 100 basis point
b. Risiko kredit b. Credit risk
Pengelolaan risiko kredit Perusahaan The Company’s credit risk management is
diarahkan untuk meningkatkan pertumbuhan directed to improve healthy credit growth with a
kredit yang sehat dengan pengelolaan kredit prudent credit management to avoid from the
sesuai prinsip kehati-hatian agar terhindar dari decline in the quality or being Non-Performing
penurunan kualitas atau menjadi Non- Financing (NPF), as well as capital
Performing Financing (NPF), serta mengelola management to earn optimal return.
penggunaan modal untuk memperoleh return
yang optimal.
Perusahaan secara berkala melakukan The Company periodically performs the
identifikasi dan pengukuran risiko kredit identification and risk measurement of credit risk
berdasarkan indikator-indikator yang relevan based on the indicators relevant to the Company
terhadap Perusahaan serta selalu and continuously develops indicators of
mengembangkan indikator pengukuran risiko measuring credit risk to ensure that credit risk
kredit sehingga risiko kredit dapat terukur lebih can be measured in a more sharp and accurate
tajam dan akurat. Perusahaan juga senantiasa manner. The Company monitors the
memantau penerapan kebijakan kredit yang implementation of credit policies and performs
berlaku dan melakukan perubahan-perubahan adjustments as needed, in accordance with
yang diperlukan, sesuai dengan kondisi dan Company’s complexity.
kompleksitas Perusahaan.
269
111
Page 290
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued)
b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued)
Perusahaan telah memiliki kebijakan dan The Company has a policy and procedure in
prosedur di setiap proses bisnis pembiayaan, every financing business process to deal with
yakni sejak proses awal penerimaan aplikasi, this risk, starting from the initial process of
prakarsa pembiayaan hingga penanganan receiving applications financing initiatives to
account receivable (AR) management. Prinsip handling account receivable (AR) management.
utama dalam mengelola risiko pembiayaan The main principles in managing financing risk
diatur dalam Pedoman Pembiayaan, yang are regulated in the Financing Policy, which
mengacu pada prinsip kehati-hatian yaitu: refer to the prudential principle, namely:
Prinsip Pemisahan Fungsi dalam Proses The principle of Separation of Functions in
Pembiayaan, yaitu Relationship the Financing Process, namely
Management (RM) dan Credit Risk Relationship Management (RM) and Credit
Management (CRM); Risk Management (CRM);
Penerapan Four Eyes Principle, yaitu Application of the Four Eyes Principle,
pelaksanaan kewenangan prakarsa dan namely the implementation of initiative
putusan pembiayaan harus dilakukan oleh authority and financing decisions must be
2 (dua) fungsi yang berbeda; carried out by 2 (two) different functions;
Penerapan Analisa 5C meliputi Character, Implementation of 5C's Analysis includes
Capacity, Capital, Collateral dan Condition, Character, Capacity, Capital, Collateral and
serta Risk Scoring System; Condition, as well as Risk Scoring System;
Penerapan Prinsip Pembiayaan yang Implementation of Principles of Sound
Sehat dengan menerapkan Financing Financing by implementing the Financing
Portfolio Guidelines; Portfolio Guidelines;
Prinsip Pemisahan Fungsi dalam Principle of Separation of Functions in Non-
Pengelolaan Pembiayaan Bermasalah. Performing Financing Management.
Untuk setiap kategori aset keuangan, For each financial asset category, the Company
Perusahaan harus mengungkapkan eksposur should disclose maximum exposure to credit
maksimum terhadap risiko kredit dan analisa risk and concentration of credit risk analysis.
konsentrasi risiko kredit.
Eksposur maksimum terhadap risiko Maximum exposure to credit risk
kredit
Nilai tercatat dari aset keuangan The carrying amount of the Company’s
Perusahaan selain piutang sewa financial assets other than finance lease
pembiayaan dan piutang pembiayaan receivables and consumer financing
konsumen menggambarkan eksposur receivables represent the maximum
maksimum atas risiko tersebut. Dalam hal exposure of credit. In case of consumer
piutang pembiayaan konsumen dan sewa financing and finance lease receivables,
pembiayaan, Perusahaan menggunakan the Company uses the collateral to
agunan untuk meminimalkan risiko kredit. minimize the credit risk. The Company
Perusahaan menetapkan jenis dan nilai determined the type and value of collaterals
agunan yang diterima antara lain tanah, accepted such as land, buildings, invoice of
bangunan, faktur mesin, faktur alat berat, machineries, invoice of heavy equipments,
dan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor and Certificate of Ownership of the vehicles
(BPKB) atas kendaraan yang dibiayai financed by the Company. In times of
Perusahaan. Apabila terjadi default (gagal default, the Company will use the collateral
bayar), Perusahaan akan menggunakan as the last resort in recovering the
agunan tersebut sebagai pilihan terakhir obligation of the counterparty.
untuk pemenuhan kewajiban counterparty.
270
112
Page 291
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued)
b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued)
Analisis konsentrasi risiko kredit Concentration of credit risk analysis
Konsentrasi risiko kredit timbul ketika Concentrations of credit risk arise when
sejumlah pelanggan bergerak dalam several customers are engaged in similar
aktivitas usaha yang sama atau aktivitas business activities or activities within the
dalam wilayah geografis yang sama, atau same geographic region, or when they
ketika mereka memiliki karakteristik yang have similar characteristics that would
sejenis yang akan menyebabkan cause their ability to meet contractual
kemampuan untuk memenuhi kewajiban obligations to be similarly affected by
kontraktualnya sama-sama dipengaruhi changes in economic or other conditions.
oleh perubahan kondisi ekonomi atau yang
lainnya.
Perusahaan bergerak di bidang usaha The Company is currently engaged in
sewa pembiayaan dan pembiayaan finance lease and consumer financing
konsumen yang pelanggannya tersebar di business in which customers are
berbagai wilayah dan tidak terkonsentrasi distributed to various locations and they
pada wilayah geografis tertentu. are not concentrated in the specific
geographic region.
Tabel berikut menggambarkan jumlah The following tables set out the total credit
risiko kredit dan konsentrasi risiko aset risk and risk concentration of financial
keuangan konsumen yang dimiliki assets of the Company (gross):
Perusahaan (bruto):
a. Sektor Industri a. Industry sector
31 Desember 2022/December 31, 2022
Industri Pertambangan Konstruksi Transportasi Lainnya Total
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan - neto 139.653.605 197.342.703 260.980.447 262.220.634 637.705.831 1.497.903.220 receivables - net
Tagihan anjak
piutang - neto 3.870.810 13.842.453 2.737.938 - 36.349.503 56.800.704 Factoring receivables - net
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen- neto 701.116.211 138.405.308 78.963.530 462.744.613 3.538.127.030 4.919.356.692 eceivables- net
Total aset keuangan 844.640.626 349.590.464 342.681.915 724.965.247 4.212.182.364 6.474.060.616 Total financial assets
31 Desember 2021/December 31, 2021
Industri Pertambangan Konstruksi Transportasi Lainnya Total
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan - neto 260.473.046 290.970.566 304.844.249 327.892.098 553.683.925 1.737.863.884 receivables - net
Tagihan anjak
piutang - neto 1.347.834 19.828.574 3.249.066 - 32.678.890 57.104.364 Factoring receivables - net
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen- neto 356.742.093 67.632.078 38.172.945 200.681.279 2.113.213.920 2.776.442.315 receivables- net
Total aset keuangan 618.562.973 378.431.218 346.266.260 528.573.377 2.699.576.735 4.571.410.563 Total financial assets
271
113
Page 292
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued)
b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued)
Analisis konsentrasi risiko kredit Concentration of credit risk analysis
(lanjutan) (continued)
b. Berdasarkan kualitas kredit dari aset b. Based on credit quality of financial
keuangan assets
Pada tanggal 31 Desember 2022 dan As of December 31, 2022 and 2021,
2021 eksposur risiko kredit atas aset credit risk exposure of financial
keuangan terbagi atas: assets is divided into:
31 Desember 2022/December 31, 2022
Belum jatuh Jatuh tempo
tempo dan dan tidak
tidak mengalami mengalami
penurunan nilai/ penurunan Mengalami
Neither past nilai/ penurunan
due nor Past-due but- nilai/
impaired not impaired Impaired Total
Kas di bank 167.268.603 - - 167.268.603 Cash in bank
Piutang sewa
Piutang sewa pembiayaan 1.536.006.669 19.491.659 91.977.383 1.647.475.711 Financing lease receivables
Cadangan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses
atas piutang sewa pembiayaan (64.596.863) (2.865.048) (82.110.578) (149.572.489) on finance lease receivables
1.471.409.806 16.626.611 9.866.805 1.497.903.222
5
Tagihan anjak piutang 64.831.951 - 5.746.684 70.578.635 Factoring receivables
Cadangan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses on
atas tagihan anjak piutang (8.031.247) - (5.746.684) (13.777.931) on factoring receivables
56.800.704 - - 56.800.704
Piutang pembiayaan konsumen 4.930.573.019 25.260.589 36.750.534 4.992.584.142 Consumer financing receivables
Cadangan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses on
atas piutang pembiayaan konsumen (42.036.384) (4.334.659) (26.856.407) (73.227.450) consumer financing receivables
4.888.536.634 20.925.930 9.894.127 4.919.356.692
31 Desember 2021/December 31, 2021
Belum jatuh Jatuh tempo
tempo dan dan tidak
tidak mengalami mengalami
penurunan nilai/ penurunan Mengalami
Neither past nilai/ penurunan
due nor Past-due but- nilai/
impaired not impaired Impaired Total
Kas di bank 154.080.328 - - 154.080.328 Cash in bank
Piutang sewa
Piutang sewa pembiayaan 1.590.631.096 190.738.816 113.134.718 1.894.504.630 Financing lease receivables
Cadangan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses
atas piutang sewa pembiayaan (18.706.352) (40.800.298) (97.134.096) (156.640.746) on finance lease receivables
1.571.924.744 149.938.518 16.000.622 1.737.863.884
Tagihan anjak piutang 57.132.033 196.180 8.699.617 66.027.830 Factoring receivables
Cadangan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses on
atas tagihan anjak piutang (210.446) (3.381) (8.709.639) (8.923.466) on factoring receivables
56.921.587 192.799 (10.022) 57.104.364
Piutang pembiayaan konsumen 2.701.838.099 108.528.568 16.228.179 2.826.594.846 Consumer financing receivables
Cadangan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses on
atas piutang pembiayaan konsumen (28.164.292) (9.444.563) (12.543.676) (50.152.531) consumer financing receivables
2.673.673.807 99.084.005 3.684.503 2.776.442.315
272
114
Page 293
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued)
b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued)
Analisis konsentrasi risiko kredit Concentration of credit risk analysis
(lanjutan) (continued)
b. Berdasarkan kualitas kredit dari asset b. Based on credit quality of financial
keuangan (lanjutan) assets (continued)
Piutang pembiayaan konsumen dan Consumer financing and finance
piutang sewa pembiayaan yang lease receivables which installments
pembayaran angsurannya menunggak are overdue for more than 90 days
lebih dari 90 hari diklasifikasikan are classified as impaired financial
sebagai aset keuangan yang assets.
mengalami penurunan nilai.
Tabel berikut menunjukkan aging analysis The following tables summarizes the
terhadap piutang sewa pembiayaan, aging analysis of finance lease
tagihan anjak piutang dan piutang receivables, factoring receivables and
pembiayaan konsumen yang telah jatuh consumer financing receivables which are
tempo tetapi tidak mengalami penurunan past due but not impaired:
nilai:
31 Desember 2022/December 31, 2022
1-30 hari/days 31-60 hari/days 61-90 hari/days Total
Piutang sewa pembiayaan 191.019.420 16.039.544 3.452.114 210.511.078 Financing lease receivables
Cadangan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses
atas piutang sewa pembiayaan (38.461.604) (2.336.489) (528.557) (41.326.650) on finance lease receivables
Tagihan anjak piutang 38.661.520 - - 38.661.520 Factoring receivables
Cadangan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses on
atas tagihan anjak piutang (7.576.784) - - (7.576.784) on factoring receivables
Piutang pembiayaan konsumen 148.321.408 17.472.399 7.788.190 173.581.997 Consumer financing receivables
Cadangan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses on
atas piutang pembiayaan konsumen (8.584.077) (2.973.721) (1.360.937) (12.918.735) consumer financing receivables
323.379.884 28.201.733 9.350.810 360.932.427
31 Desember 2021/December 31, 2021
1-30 hari/days 31-60 hari/days 61-90 hari/days Total
Piutang sewa pembiayaan 164.288.406 21.533.051 4.917.359 190.738.816 Financing lease receivables
Cadangan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses
atas piutang sewa pembiayaan (36.453.782) (3.629.826) (716.690) (40.800.298) on finance lease receivables
Tagihan anjak piutang 196.180 - - 196.180 Factoring receivables
Cadangan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses on
atas tagihan anjak piutang (3.381) - - (3.381) on factoring receivables
Piutang pembiayaan konsumen 92.792.320 10.111.624 5.624.624 108.528.568 Consumer financing receivables
Cadangan kerugian penurunan nilai Allowance for impairment losses on
atas piutang pembiayaan konsumen (3.036.360) (5.225.874) (1.182.329) (9.444.563) consumer financing receivables
217.783.383 22.788.975 8.642.964 249.215.322
273
115
Page 294
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued)
b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued)
Dampak pandemi COVID-19 Effects of the COVID-19 pandemic
Pandemik COVID-19 mempengaruhi COVID-19 pandemic are impacting directly
secara langsung dan tidak langsung and indirectly to the global economy,
terhadap perekonomian global, pasar dan markes and the counterparties as well as
pihak pesaing maupun nasabah dari the customers of the Company.
Perusahaan.
Perusahaan telah melakukan The Company has restructured credit for
restrukturisasi kredit untuk debitur yang debtors affected by the Covid- 19 pandemic
terdampak pandemi Covid- 19 sesuai in accordance with POJK No. 14/ POJK.
dengan POJK No. 14/ POJK. 05/2020, " 05/2020, " National Economic Stimulus as
Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Countercyclical Policy Impact of Corona
kebijakan Countercyclical Dampak Virus Disease spread 2019" dated April
Penyebaran Corona Virus Disease 2019" 14,2020. This policy was then a First
tertanggal 14 April 2020. Kebijakan ini Amendment through POJK No. 58/ POJK.
kemudian mengalami Perubahan Pertama 5/2020 dated December 10,2020 and on
melalui POJK No. 58/ POJK. 5/2020 January 7,2022 there was a Second
tertanggal 10 Desember 2020 dan pada Amendment through POJK No. 30/ POJK.
tanggal 7 Januari 2022 terdapat Perubahan 05/2021 to POJK No. 14/ POJK. 05/2020.
Kedua melalui POJK No. 30/ POJK. which will be extended until April 17,2023.
05/2021 atas POJK No. 14/ POJK. 05/2020
yang akan diperpanjang hingga 17 April
2023.
Manajemen juga telah melakukan langkah- Management also has been taking actions
langkah untuk memitigasi dampak as to mitigate the impacts on the
terhadap bisnis Perusahaan sebagai Company’s business as follows:
berikut:
i. Menyusun kebijakan dan prosedur i. Develop financing policies and
pembiayaan sesuai prinsip pembiayaan procedures according to sound financing
yang sehat. principles.
ii. Memberikan restrukturisasi kredit untuk ii. Provide credit restructuring to impacted
debitur yang berdampak COVID-19 COVID-19 customers based on
sesuai peraturan dan kebijakan yang regulations and policies.
ada.
iii. Melakukan penyaluran kredit secara iii. Provide financing to customers
selektif berdasarkan prinsip kehati- selectively based on prudent principles.
hatian.
iv. Meningkatkan upaya penagihan dan iv. Increase efforts on collections and
penyelesaian kredit bermasalah. settlements of non-performing financing.
v. Melakukan efisiensi biaya operasional. v. Manage operational expenses
efficiently.
vi. Menerapkan manajemen risiko likuiditas vi. Implement liquidity risk management
secara optimum untuk menjaga posisi optimally as to secure the Company’s
likuiditas Perusahaan. liquidity position.
274
116
Page 295
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued)
b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued)
Dampak pandemi COVID-19 (lanjutan) Effects of the COVID-19 pandemic
(continued)
Dalam menghitung kerugian kredit In calculating the expected credit loss,
ekspektasian, manajemen telah menilai management has already assessed the
kondisi masa depan, dengan future condition based on available relevant
mempertimbangkan berbagai informasi information. Under normal conditions, loan
relevan yang tersedia. Dalam kondisi restructure would indicate a significant
normal, restrukturisasi pembiayaan akan increase in credit risk and should move to
menunjukkan peningkatan risiko kredit Stage 2. However, in the current condtion
yang signifikan dan pindah ke Stage 2. and in line with guidance issued by the
Namun, dalam kondisi saat ini dan sejalan Indonesian Institute of Accountants,
dengan panduan yang dikeluarkan oleh management have considered that such a
Ikatan Akuntansi Indonesia, manajemen restructure event may not automatically
telah mempertimbangkan bahwa trigger a significant increase in credit risk as
restrukturisasi atau peristiwa mungkin tidak the customers would be expected to
secara otomatis memicu peningkatan risiko recover and fulfill their contractual
kredit yang signifikan jika debitur obligations after the end of restructuring or
diharapkan mampu memulihkan dan relaxation period.
memenuhi kewajiban kontraktual mereka
setelah akhir periode restrukturisasi atau
relaksasi.
Manajemen telah melakukan evaluasi Management has evaluated the impact of
dampak pandemi COVID-19 terhadap the COVID-19 pandemic on calculating
perhitungan kerugian kredit ekspektasian expected credit loss by performing
dengan melakukan penyesuaian, antara adjustment, such as updated the macro-
lain melakukan perubahan terhadap economic variables and recorded lifetime
variable ekonomi makro dan melakukan expected credit losses for certain
perhitungan kerugian kredit ekspektasian restructured customers impacted by
secara lifetime untuk nasabah COVID-19 which impacted credit loss
restrukturisasi tertentu yang terdampak recognized in the financial statements is
COVID-19 dimana mempengaruhi stated fairly.
kerugian kredit ekspektasian dan
memastikan nilai kerugian kredit
ekspektasian yang diakui dalam laporan
keuangan dinyatakan secara wajar.
c. Risiko likuiditas c. Liquidity risk
Risiko likuiditas merupakan risiko, bilamana Liquidity risk is the risk when the Company does
Perusahaan tidak memiliki sumber keuangan not have sufficient financial resources to
yang mencukupi untuk memenuhi discharge its matured liabilities. As the
kewajibannya yang telah jatuh tempo. Company receives strong financial support
Mengingat Perusahaan memperoleh dukungan from Parent Company, this risk could be
keuangan yang kuat dari Perusahaan Induk, managed properly. The management evaluates
maka risiko ini dapat dikelola dengan baik. and monitors cash-in flows and cash-out flows
Manajemen melakukan evaluasi dan to ensure the availability of fund to settle the
pengawasan atas arus kas masuk dan arus kas obligations that are due. In general, funds
keluar untuk memastikan tersedianya dana needed to settle the liabilities is obtained from
untuk memenuhi kebutuhan pembayaran collection of customers’ receivables.
liabilitas yang jatuh tempo. Secara umum,
kebutuhan dana untuk pelunasan liabilitas
jangka pendek maupun jangka panjang yang
jatuh tempo diperoleh dari penagihan piutang
pembiayaan.
275
117
Page 296
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued)
c. Risiko likuiditas (lanjutan) c. Liquidity risk (continued)
jatuh tempo diperoleh dari penagihan piutang Moreover, in liquidity risk management, the
pembiayaan. Company has formed Asset and Liabilities
Selain itu, dalam pengelolaan risiko likuiditas, Committee, whose responsibilities are to
Perusahaan telah membentuk Komite Aset dan monitor conditions and situations related to
Liabilitas yang bertugas untuk memantau Company’s liquidity as well as to perform any
kondisi dan situasi yang berhubungan dengan mitigation, if needed.
likuiditas Perusahaan serta melakukan tindakan
mitigasi jika diperlukan.
Tabel di bawah ini menggambarkan profil jatuh The table below summarizes the maturity profile
tempo atas aset dan liabilitas keuangan of the Company’s financial assets and financial
Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2022 liabilities at December 31, 2022 and 2021 based
dan 2021 berdasarkan pembayaran kontraktual on contractual undiscounted payments:
yang tidak didiskontokan:
31 Desember 2022/December 31, 2022
Tidak memiliki
tanggal jatuh Kurang dari Lebih dari
tempo/ 3 bulan/ 5 tahun/
No contractual Lessthan 3-12 bulan/ 1-5 tahun/ More than
maturity 3 months 3-12 months 1-5 years 5 years Total
Aset keuangan Financial assets
Kas di bank 167.268.603 - - - - 167.268.603 Cash in banks
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan - 111.591.672 282.869.138 1.408.276.610 54.202.510 1.856.939.930 receivables
Tagihan anjak
piutang - 31.475.102 10.965.036 29.462.593 - 71.902.731 Factoring receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen - 17.310.619 146.393.639 5.392.064.043 807.082.731 6.362.851.032 receivables
Aset lain-lain 72.723 28.158.561 664.457 216.499 - 29.112.240 Other assets
Total aset keuangan 167.341.326 188.535.954 440.892.270 6.830.019.745 861.285.241 8.488.074.536 Total financial assets
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Pinjaman yang diterima - 1.856.540.773 1.291.240.171 1.855.996.892 - 5.003.777.836 Borrowings
Medium Terms Notes - 8.000.000 24.000.000 524.000.000 - 556.000.000 Medium Terms Notes
Utang Obligasi - 12.162.500 36.487.500 785.137.500 - 833.787.500 Bond
Liabilitas derivatif - - - - - - Derivative liabilities
Liablitas sewa - 63.090 - 13.105.597 - 13.168.687 Lease liabilities
Liabilitas lain-lain 23.749.093 24.051.825 28.784.940 - - 76.585.858 Other liabilities
Total liabilitas
keuangan 23.749.093 1.900.818.188 1.380.512.611 3.178.239.989 - 6.483.319.881 Total financial liabilities
31 Desember 2021/December 31, 2021
Tidak memiliki
tanggal jatuh Kurang dari Lebih dari
tempo/ 3 bulan/ 5 tahun/
No contractual Lessthan 3-12 bulan/ 1-5 tahun/ More than
maturity 3 months 3-12 months 1-5 years 5 years Total
Aset keuangan Financial assets
Kas di bank 154.080.328 - - - - 154.080.328 Cash in banks
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan - 82.431.678 437.142.871 1.535.543.349 54.513.512 2.109.631.410 receivables
Tagihan anjak
piutang - 63.400.563 3.804.027 499.647 - 67.704.237 Factoring receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen - 7.608.801 75.886.279 3.081.457.911 387.837.724 3.552.790.715 receivables
Aset lain-lain 432.604 17.988.808 - 399.223 - 18.820.635 Other assets
Total aset keuangan 154.512.932 171.429.850 516.833.177 4.617.900.130 442.351.236 5.903.027.325 Total financial assets
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Pinjaman yang diterima - 1.666.736.707 996.096.769 645.770.623 - 3.308.604.099 Borrowings
Medium Terms Notes - - 359.750.000 556.000.000 - 915.750.000 Medium Terms Notes
Liabilitas derivatif - - 1.325.952 - - 1.325.952 Derivative liabilities
Liablitas sewa 30.000 3.098.144 3.128.144 Lease liabilities
Liabilitas lain-lain 918.641 23.963.869 29.169.515 - - 54.052.025 Other liabilities
Total liabilitas
keuangan 918.641 1.690.700.576 1.386.372.236 1.204.868.767 - 4.282.860.220 Total financial liabilities
276
118
Page 297
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued)
d. Risiko operasional d. Operational risk
Perusahaan juga sangat peduli terhadap risiko The Company is also very concerned about the
operasional, karena permasalahan yang timbul operational risk, because the problems arising
sehubungan dengan risiko ini dapat berdampak from this risk could bring significant impact and
dan berpengaruh luas terhadap kinerja affect the Company’s overall performance. In
Perusahaan secara keseluruhan. Secara general, operational risk is the risk caused by
umum, risiko operasional merupakan risiko shortcomings and failures of internal processes,
yang disebabkan karena kekurangan dan human errors, system failures or problems that
kegagalan proses internal, kesalahan manusia, could bring impact to the Company's operations.
kegagalan sistem ataupun permasalahan- The operational risks in the Company are
permasalahan yang berdampak pada operasi handled through the following steps:
Perusahaan. Penanganan risiko operasional
dalam Perusahaan dilakukan dengan
langkah-langkah sebagai berikut:
Menyusun kebijakan manajeman risiko Developing the company's operational risk
operasional perusahaan management policies
Mengidentifikasikan risiko yang melekat To identify risks attached to every product
dalam setiap produk dan aktivitas and operational activity using Risk Control
operasional menggunakan Risk Control Self Assessment (RCSA)
Self Assessment (RCSA)
Mengukur profil risiko Perusahaan agar To measure the Company’s risk profile, in
mendapatkan gambaran dari efektivitas order to understand the effectiveness of
penerapan manajemen risiko serta tingkat risk management’s implementation as well
kepatuhan terhadap prosedur dan as compliance level towards existing
kebijakan yang tersedia. procedures and policies.
Menyusun kebijakan manajemen risiko Develop risk management policies in the
dalam penggunaan teknologi informasi use of information technology
Mengelola, mengawasi dan To manage, monitor and control risk in the
mengendalikan risiko dalam bentuk form of proactive actions in order to
tindakan proaktif sehingga kerugian manage operational loss within specified
operasional yang terjadi tidak melewati limit and will not affect the Company’s
batasan yang telah ditentukan dan tidak business.
mengganggu jalannya usaha Perusahaan.
Menyusun Manajemen Kelangsungan Develop Business Continuity Management
Usaha sebagai tindakan preventif agar as a preventive measure so that the
perusahaan memiliki ketahanan apabila company has resilience in the event of a
terjadi bencana atau gangguan kritikal. disaster or critical disturbance.
e. Manajemen Permodalan e. Capital management
Tujuan Perusahaan dalam mengelola The Company’s objectives when managing
permodalannya adalah menjaga kelangsungan capital are to safeguard the Company’s ability
usaha Perusahaan untuk dapat memberikan to continue as a going concern in order to
hasil kepada pemegang saham dan manfaat provide returns for shareholders and benefits
kepada pemangku kepentingan lainnya, dan for other stakeholders and to maintain an
memelihara optimalisasi struktur permodalan optimal capital structure to reduce the cost of
untuk mengurangi biaya modal. capital.
277
119
Page 298
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
37. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 37. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Risk management framework (continued)
e. Manajemen Permodalan (lanjutan) e. Capital management (continued)
Konsisten dengan pelaku industri lainnya, Consistent with other companies in the
Perusahaan memonitor permodalan industry, the Company monitors capital on the
berdasarkan gearing ratio. Rasio ini dihitung basis of the gearing ratio. This ratio is
dari nilai bersih pinjaman (termasuk medium- calculated as net debt (including bonds
term notes) dibagi dengan jumlah modal. payable and medium-term notes) divided by
Jumlah modal diambil dari ekuitas yang total capital. Total capital is calculated asequity
tercantum dalam laporan posisi keuangan. shown in the statements of financial position.
Dalam mengelola permodalan, Perusahaan In managing capital, the Company conducts
melakukan analisa secara bulanan untuk monthly analysis to ensure that the Company
memastikan bahwa Perusahaan tetap complies with the POJK No. 35/POJK.05/2018
mengikuti POJK No. 35/POJK.05/2018 tanggal dated December 27, 2018 regarding Finance
27 Desember 2018 tentang Penyelenggaraan Companies which have some provisions as
Usaha Perusahaan Pembiayaan yang follows:
diantaranya mengatur ketentuan sebagai
berikut:
Modal disetor Perusahaan minimum The Company's paid-up capital of minimum
sebesar Rp100.000.000; Rp100,000,000;
Ekuitas Perusahaan minimum sebesar The Company's equity amounting to
50,00% dari modal disetor; minimum 50.00% of paid-up capital;
Jumlah pinjaman yang dimiliki Perusahaan The amount of the Company's loan to
dibandingkan modal sendiri dan utang equity and subordinated loan deducted by
subordinasi dikurangi penyertaan (gearing investment (gearing ratio) is maximum 10
ratio) ditetapkan setinggi-tingginya 10 kali, times, both for offshore and on-shore
baik untuk pinjaman luar negeri maupun domestic loans.
dalam negeri.
2022 2021
Pinjaman 5.918.363.318 3.985.477.054 Borrowings
Jumlah modal 1.221.630.492 1.135.158.954 Total Capital
Gearing ratio 4,84 3,51 Gearing ratio
Perusahaan senantiasa menjaga jumlah The Company always maintains the maximum
maksimum gearing ratio lebih kecil dari amount of gearing ratio at lower level than the
ketentuan yang ditetapkan melalui analisa applicable regulation by performing an analysis
alternatif pembiayaan baik melalui pinjaman to determine financing alternative whether
bank, maupun penerbitan medium terms notes. through the bank loans, or medium terms notes
Perusahaan juga menghitung biaya dana dari issuance. The Company also calculates the
alternatif pembiayaan yang dipilih untuk cost of fund of each financing alternative
memastikan biaya dana tersebut dapat selected by the Company to ensure it could
menghasilkan pendapatan maksimum bagi generate a maximum income for the Company.
Perusahaan.
278
120
Page 299
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
38. KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN 38. FINANCIAL INSTRUMENT BY CATEGORY
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas The table below is a comparison by class of the
nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen carrying amounts and fair values of the Company’s
keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2022 financial instruments as of December 31, 2022 and
dan 2021 yang tercatat dalam laporan keuangan: 2021 that are carried in the financial statements:
31 Desember/December 31, 2022
Aset Liabilitas
keuangan keuangan
diukur diukur
pada biaya pada biaya
perolehan perolehan
Nilai wajar diamortisasi/ diamortisasi/
instrumen financial financial
lindung nilai/ assets liablities
Fair value- measured measured Nilai tercatat/
hedging at amortized at amortized Carrying Nilai wajar/
instruments cost cost value Fair value
Aset keuangan Financial assets
Kas di bank - 167.268.603 - 167.268.603 167.268.603 Cash in bank
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan - neto - 1.497.903.222 - 1.497.903.222 1.475.475.760 receivables - net
Tagihan anjak piutang - neto 56.800.704 - 56.800.704 38.608.191 Factoring receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen – neto - 4.919.356.692 - 4.919.356.692 4.843.508.287 receivables - net
Aset lain-lain - neto - 29.112.240 - 29.112.240 29.071.331 Other assets - net
Total aset keuangan 6.670.441.461 6.670.441.461 6.553.932.172 Total financial assets
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Pinjaman yang diterima 4.721.118.978 4.721.118.978 4.645.525.663 Borrowings
Medium Term Notes 499.455.589 499.455.589 465.636.631 Medium Term Notes
Utang obligasi - - 697.788.751 697.788.751 675.871.416 Bonds
Beban yang masih harus
dibayar - bunga - - 57.270.335 57.270.335 38.402.439 Accrued expenses - interest
Liabilitas derivatif - - - - - Derivative liabilities
Liabilitas sewa - - 13.168.687 13.168.687 13.168.687 Lease liabilities
Liabilitas lain-lain - - 76.585.858 76.585.858 76.585.858 Other liabilities
Total liabiliitas keuangan 6.065.388.198 6.065.388.198 5.915.190.694 Total financial liabilities
31 Desember/December 31, 2021
Aset Liabilitas
keuangan keuangan
diukur diukur
pada biaya pada biaya
perolehan perolehan
Nilai wajar diamortisasi/ diamortisasi/
instrumen financial financial
lindung nilai/ assets liablities
Fair value- measured measured Nilai tercatat/
hedging at amortized at amortized Carrying Nilai wajar/
instruments cost cost value Fair value
Aset keuangan Financial assets
Kas di bank - 154.080.328 - 154.080.328 154.080.328 Cash in bank
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan - neto - 1.737.863.884 - 1.737.863.884 1.653.816.165 receivables - net
Tagihan anjak piutang - neto - 57.104.364 - 57.104.364 56.329.290 Factoring receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen – neto - 2.776.442.315 - 2.776.442.315 2.824.857.731 receivables - net
Aset lain-lain - neto - 18.820.635 - 18.820.635 18.694.429 Other assets - net
Total aset keuangan - 4.744.311.526 - 4.744.311.526 4.707.777.943 Total financial assets
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Pinjaman yang diterima - - 3.186.530.385 3.186.530.385 3.093.058.779 Borrowings
Medium Term Notes - - 798.946.669 798.946.669 734.079.319 Medium Term Notes
Beban yang masih harus
dibayar - bunga - - 37.614.501 37.614.501 20.472.728 Accrued expenses - interest
Liabilitas derivatif 1.325.952 - - 1.325.952 1.325.952 Derivative liabilities
Liabilitas sewa - - 3.128.144 3.128.144 3.128.144 Lease liabilities
Liabilitas lain-lain - - 54.052.025 54.052.025 54.052.025 Other liabilities
Total liabiliitas keuangan 1.325.952 - 4.080.271.724 4.081.597.676 3.906.116.947 Total financial liabilities
279
121
Page 300
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
38. KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 38. FINANCIAL INSTRUMENT BY CATEGORY
(continued)
Berikut metode dan asumsi yang digunakan oleh The following methods and assumptions used by the
Perusahaan untuk estimasi nilai wajar: Company to estimate fair value are:
Nilai wajar kas dan kas di bank, aset lain-lain, beban The fair values of cash on hand and cash in bank,
yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain other assets, accrued expensesand other liabilities
mendekati nilai tercatat karena jangka waktu jatuh approximate their carrying amounts due to short-
tempo yang singkat atas instrumen keuangan term maturities of these financial instruments.
tersebut.
Nilai wajar piutang sewa pembiayaan, tagihan anjak The fair values of finance lease receivables,
piutang, piutang pembiayaan konsumen, pinjaman factoring receivables, consumer financing
yang diterima dan liabilitas derivatif dinilai receivables, borrowings and derivative liabilities are
menggunakan diskonto arus kas berdasarkan suku determined based on discounted cash flow using
bunga pasar pada akhir periode pelaporan. market interest rates as at end of the reporting
period.
Teknik penilaian mencakup model nilai kini bersih Valuation techniques include net present value and
dan diskonto arus kas, dibandingkan dengan discounted cash flow models, comparison with
instrumen sejenis yang harga pasarnya tersedia similar instruments for which market observable
serta dapat diobservasi dan model penilaian lainnya. prices exist and other valuation models.
Asumsi dan input yang digunakan dalam teknik Assumptions and inputs used in valuation
penilaian meliputi risk-free dan patokan techniques include risk-free and benchmark interest
(benchmark) suku bunga serta credit spreads yang rates, bond prices and foreign currency exchange
digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto, rates.
harga obligasi dan nilai tukar mata asing.
Hirarki nilai wajar instrumen keuangan Fair value hierarchy of financial instruments
Perusahaan menggunakan hirarki berikut untuk The Company adopts the following hierarchy for
menentukan dan mengungkapkan nilai wajar dari determining and disclosing the fair value of financial
instrumen keuangan: instruments by valuation technique:
1. Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) 1. Level 1 - quoted (unadjusted) market prices in
di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang active markets for identical assets or liabilities;
identik;
2. Level 2 - teknik penilaian di mana tingkat level 2. Level 2 - valuation techniques for which the
input terendah yang signifikan terhadap lowest level input that is significant to the fair
pengukuran nilai wajar dapat diobservasi baik value measurement is directly or indirectly
secara langsung atau tidak langsung; dan observable; and
3. Level 3 - teknik penilaian di mana tingkat level 3. Level 3 - valuation techniques for which the
input terendah yang signifikan terhadap lowest level input that is significant to the fair
pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi value measurement is directly or indirectly
baik secara langsung atau tidak langsung. unobservable.
280
122
Page 301
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
38. KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 38. FINANCIAL INSTRUMENT BY CATEGORY
(continued)
Hirarki nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) Fair value hierarchy of financial instruments
(continued)
Tabel di bawah ini menyajikan instrumen keuangan The table below shows the financial instruments
yang diakui pada nilai wajar berdasarkan hirarki recognized at fair value based on the hierarchy used
yang digunakan Perusahaan untuk menentukan dan by the Company in determining and disclosing the
mengungkapkan nilai wajar dari instrumen fair value of financial instruments:
keuangan:
31 Desember/December 31, 2022
Nilai wajar/Fair value
Jumlah nilai
tercatat/
Total carrying Tingkat/ Tingkat/ Tingkat/
amount Level 1 Level 2 Level 3 Total
Aset keuangan yang nilai Financial assets in which
wajarnya diungkapkan the fair value is disclosed
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan - neto 1.497.903.222 - 1.440.047.147 35.428.613 1.475.475.760 receivables - net
Tagihan anjak piutang - neto 56.800.704 - - - - Factoring receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen - neto 4.919.356.692 - 4.836.022.706 7.485.581 4.843.508.287 receivables - net
Aset lain-lain - neto 29.112.240 - 29.071.331 - 29.071.331 Other assets - net
Total aset keuangan 6.503.172.858 - 6.305.141.184 42.914.194 6.348.055.378 Total financial assets
Liabilitas keuangan yang nilai Financial liabilities in which
wajarnya diungkapkan the fair value is disclosed
Pinjaman yang diterima 4.721.118.978 - 4.645.525.663 - 4.645.525.663 Borrowings
Medium Term Notes 499.455.589 - 465.636.631 - 465.636.631 Medium Term Notes
Utang obligasi 697.788.751 - 675.871.416 - 675.871.416 Bonds
Liabilitas keuangan yang Financial liabilities
diukur pada nilai wajar measured at fair value
secara berulang on a recurring basis
Liabilitas derivatif - - - - - Derivative liabilities
Total liabilitas keuangan 5.918.363.318 5.787.033.710 5.787.033.710 Total financial liabilities
31 Desember/December 31, 2021
Nilai wajar/Fair value
Jumlah nilai
tercatat/
Total carrying Tingkat/ Tingkat/ Tingkat/
amount Level 1 Level 2 Level 3 Total
Aset keuangan yang nilai Financial assets in which
wajarnya diungkapkan the fair value is disclosed
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan - neto 1.737.863.884 - 1.651.276.388 2.539.777 1.653.816.165 receivables - net
Tagihan anjak piutang - neto 57.104.364 - 56.329.290 - 56.329.290 Factoring receivables
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen - neto 2.776.442.315 - 2.787.252.741 37.604.991 2.824.857.732 receivables - net
Aset lain-lain - neto 18.820.635 - 18.694.429 - 18.694.429 Other assets - net
Total aset keuangan 4.590.231.198 - 4.513.552,848 40.144.768 4.553.697.616 Total financial assets
Liabilitas keuangan yang nilai Financial liabilities in which
wajarnya diungkapkan the fair value is disclosed
Pinjaman yang diterima 3.186.530.385 - 3.093.058.779 - 3.093.058.779 Borrowings
Medium Term Notes 798.946.669 - 734.079.319 - 734.079.319 Medium Term Notes
Liabilitas keuangan yang Financial liabilities
diukur pada nilai wajar measured at fair value
secara berulang on a recurring basis
Liabilitas derivatif 1.325.952 - 1.325.952 - 1.325.952 Derivative liabilities
Total liabilitas keuangan 3.986.803.006 - 3.828.464.050 - 3.828.464.050 Total financial liabilities
281
123
Page 302
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
39. PERJANJIAN SIGNIFIKAN 39. SIGNIFICANT AGREEMENTS
PT MNC Finance PT MNC Finance
Pada tanggal 5 Oktober 2018, Perusahaan On October 5, 2018, the Company conducted a joint
mengadakan perjanjian kerjasama pembiayaan financing cooperation agreement with
bersama dengan PT MNC Finance. Kedua belah PT MNC Finance. Both parties agreed to cooperate
pihak setuju untuk melakukan kerjasama fasilitas with the facility financing in the form of providing
pembiayaan dalam bentuk pemberian pembiayaan multipurpose financing ownership of motorized
multiguna pemilikan kendaran bermotor, vehicles (consumer), financing multipurpose
pembiayaan multiguna pemilikan properti, dan property ownership, and financing factoring to
pembiayaan anjak piutang kepada debitur. debtor.
Perusahaan memberikan Fasilitas Pembiayaan The Company provided Uncommitted Line
Uncomitted Line kepada PT MNC Finance sebesar Financing Facility to PT MNC Finance which
Rp100.000.000. Dengan porsi pembiayaan 95% amounts to Rp100,000,000. With the financing
Perusahaan dan 5% PT MNC Finance, dimana portion of 95% of the Company and 5% of PT MNC
Perusahaan menanggung risiko kredit sesuai Finance, the Company bears credit risk in
dengan porsi pembiayaan. accordance with the portion of the financing.
Perjanjian ini telah diperpanjang pada tanggal This agreement has been extended on December
18 Desember 2019, dan telah berakhir pada 18 Juni 18, 2019 and has been expired on June 18, 2021.
2021.
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
Pada tanggal 15 Februari 2021, Perusahaan On February 15, 2021, the Company conducted a
mengadakan Perjanjian Jual Beli dan Pengalihan Sale and Purchase Agreement and Transfer of
Piutang (Cessie) dengan PT. Bank Rakyat Indonesia Receivables (Cessie) with PT. Bank Rakyat
dengan nomor perjanjian: 03/CLS/02-/2021 Indonesia with agreement number: 03/CLS/02-/2021
Sehubungan dengan pengalihan kredit kendaraan In purpose for the transfer of motor vehicle loans
bermotor yang telah berjalan di Bank BRI dengan which has been running at Bank BRI with current
status kolektibilitas lancar. Hal ini ditujukan untuk collectability status. This is intended to support the
mendukung perkembangan bisnis perusahaan company's business development in motor vehicle
dalam pembiayaan kendaraan bermotor. financing.
Pengalihan piutang dilakukan sejak April 2021 dan The transfer of current loan has been transferred
telah berakhir pada Oktober 2021. Dengan total since April 2021 and has ended in October 2021.
pengalihan piutang sebesar Rp194,3 Milyar untuk With a total transfer of receivables active Loan in
1730 debitur dengan 55 unit kerja BRI. amount of Rp194.3 billion for 1730 debtors with 55
BRI working units.
282
124
Page 303
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
40. TAMBAHAN INFORMASI LAINNYA 40. ADDITIONAL INFORMATION
Arus Kas Cash Flow
Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktifitas Changes in liabilities arising from financing activities
pendanaan pada laporan arus kas adalah sebagai in the cash flow statement are as follows:
berikut:
31 Desember/December 31, 2022
1 Januari/ Arus Kas/ Perubahan nonkas 31 Desember/
January 2022 Cash Flows Non-cash activities December 2022
Pinjaman yang diterima 3.186.530.385 1.524.339.005 10.249.588 4.721.118.978 Borrowings
Medium Term Notes 798.946.669 (300.000.000) 508.920 499.455.589 Medium Term Notes
Utang obligasi - 700.000.000 (2.211.249) 697.788.751 Bonds
Liabilitas sewa 3.128.144 (17.348.299) 27.388.842 13.168.687 Lease liabilities
Total liabilitas dari Total liabilities from financing
aktivitas pendanaan 3.988.605.198 1.906.990.706 35.936.101 5.931.532.005 activities
31 Desember/December 31, 2021
1 Januari/ Arus Kas/ Perubahan nonkas 31 Desember/
January 2021 Cash Flows Non-cash activities December 2021
Pinjaman yang diterima 2.566.566.071 613.428.729 6.535.585 3.186.530.385 Borrowings
Medium Term Notes 299.260.768 500.000.000 (314.099) 798.946.669 Medium Term Notes
Liabilitas sewa 8.056.920 (6.062.228) 1.133.452 3.128.144 Lease liabilities
Total liabilitas dari Total liabilities from financing
aktivitas pendanaan 2.873.883.759 1.107.366.501 7.354.938 3.988.605.198 activities
Rasio Ratio
Berdasarkan POJK No.35/POJK.05/2018 tanggal Based on POJK No. 35/POJK.05/2018 dated
31 Desember 2018 tentang Penyelenggaraan December 31, 2018 regarding the Organisation of
Usaha Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Financing Company Business, the Company is
diharuskan untuk memenuhi sejumlah rasio required to comply with several financial ratios.
keuangan tertentu. Rasio-rasio ini dibuat oleh These ratios have been prepared by the Company
Perusahaan berdasarkan formula sebagaimana based on the formula as prescribed in the said OJK
ditentukan dalam peraturan OJK untuk tujuan regulation for regulatory compliance purposes,
kepatuhan terhadap peraturan, dimana rasio where such ratios may differ had the ratios been
tersebut dapat berbeda jika rasio tersebut dihitung computed based on Indonesian financial accounting
berdasarkan standar akuntansi keuangan Indonesia standards (unaudited).
(tidak diaudit).
31 Desember/December 31,
2022 2021
Financing to asset ratio 88,37% 87,16% Financing to asset ratio
Rasio saldo piutang pembiayaan neto Net financing receivables
terhadap total pendanaan 109,39% 114,70% to funding ratio
Rasio saldo piutang pembiayaan untuk
pembiayaan investasi dan modal kerja Net financing receivables for investment
dibandingkan dengan total saldo and working capital financing to total
piutang pembiayaan 24,01% 39,27% financing receivables ratio
Rasio piutang pembiayaan bermasalah (bruto) 2,00% 2,87% Non performing financing (gross)
Rasio piutang pembiayaan bermasalah (neto) 0,29% 0,40% Non-performing financing (net)
Rasio Permodalan 23,87% 38,14% Capital ratio
Rasio ekuitas terhadap modal disetor 271,45% 252,26% Equity to paid up capital ratio
Gearing ratio 4,84 3,51 Gearing ratio
283
125
Page 304
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Indonesian Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
41. SEGMEN OPERASI 41. OPERATING SEGMENT
Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan laporan Operating segments are reported in accordance
internal Perusahaan yang disiapkan untuk with the internal reporting provided to the chief
mengambil keputusan operasional yang operating decision maker which is responsible for
bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber allocating resources to certain segments and
daya ke segmen tertentu dan penilaian atas performance assessments.
performanya.
Perusahaan melakukan kegiatan pembiayaan di The Company has financing activities in several
beberapa wilayah di Indonesia (Jakarta, Bogor, geographical areas in Indonesia (Jakarta, Bogor,
Tangerang dan Bekasi – disingkat Jabotabek, Jawa Tangerang and Bekasi – abbreviated Jabotabek,
Barat, Jawa Timur, Bali, Kalimantan dan Sulawesi, West Java, East Java, Bali, Kalimantan and
Jawa Tengah dan Sumatera), baik untuk Sulawesi, Central Java and Sumatera), for
pembiayaan investasi, modal kerja maupun investment, working capital and multipurpose
multiguna. Untuk itu, informasi segmen operasi financing. Therefore, geographical operating
disajikan sebagai bentuk primer pelaporan segmen. segment is presented as the primary basis of
segment reporting.
Informasi mengenai hasil dari masing-masing bisnis Information regarding the results of each reportable
segmen disajikan di bawah ini. Kinerja diukur segment is included below. Performance is
berdasarkan laba segmen sebelum pajak measured based on segment profit before income
penghasilan, sebagaimana dilaporkan dalam tax, as included in the internal management reports
laporan internal manajemen yang ditelaah oleh that are reviewed by the Company’s management.
manajemen Perusahaan. Keuntungan segmen Segment profit is used to measure performance of
digunakan untuk mengukur kinerja dimana that business segment as management believes
manajemen berkeyakinan bahwa informasi tersebut that such information is the most relevant in
paling relevan dalam mengevaluasi hasil segmen evaluating the results of those segments relative to
tersebut relatif terhadap entitas lain yang beroperasi other entities that operate within these industries.
dalam industri tersebut.
284
126
Page 305
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut and for the years then ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
41. SEGMEN OPERASI (lanjutan) 41. OPERATING SEGMENT (continued)
Segmen operasi menurut daerah geografis pemasaran adalah sebagai berikut: The operating segment based on marketing geographical are as follows:
31 Desember 2022/December 31, 2022
Jabotabek Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah Jawa Barat Sumatera Total
Kalimantan, dan Sulawesi/ /Central Java /West Java
East Java, Bali, Kalimantan,
and Sulawesi
Pendapatan segmen 447.336.848 201.776.862 66.053.743 68.768.579 105.574.520 889.510.552 Segment revenues
Pendapatan tidak dapat dialokasi Unallocated revenues
1.078.509
Total pendapatan 447.336.848 201.776.862 66.053.743 68.768.579 105.574.520 890.589.061 Total revenues
Beban segmen: Segment expenses:
285
Beban pendanaan dan keuangan Financing costs and financing charges
119.850.476 85.444.772 29.508.379 31.367.060 46.806.043 312.976.730
Beban usaha Operating expenses
98.148.141 66.638.241 21.808.233 26.002.726 30.688.072 243.285.413
Beban penyusutan Depreciation expenses
122.119.327 8.579.301 2.372.927 3.047.023 3.862.842 139.981.420
Pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai Provision for impairment losses
5.690.250 29.644.984 11.131.877 10.533.239 19.245.168 76.245.518
Beban hunian Occupancy expenses
1.194.145 1.342.378 426.061 535.580 445.669 3.943.833
Total beban 347.002.339 191.649.676 65.247.477 71.485.628 101.047.794 776.432.914 Total expenses
Hasil segmen 100.334.509 10.127.186 806.266 (2.717.049) 4.526.726 114.156.147 Segment results
Laba sebelum beban pajak final dan beban pajak Income before final tax expense and
penghasilan 114.156.147 income tax expense
Beban pajak final Final tax expense
1.078.509
Laba sebelum beban pajak penghasilan 113.077.638 Income before income tax expense
Beban pajak penghasilan 29.238.865 income tax expense
Laba tahun berjalan 83.838.773 Income for the year
127
Page 306
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut and for the years then ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
41. SEGMEN OPERASI (lanjutan) 41. OPERATING SEGMENT (continued)
Segmen operasi menurut daerah geografis pemasaran adalah sebagai berikut The operating segment based on marketing geographical are as follows (continued):
(lanjutan):
31 Desember 2022/December 31, 2022
Jabotabek Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah Jawa Barat Sumatera Total
Kalimantan, dan Sulawesi/ /Central Java /West Java
East Java, Bali, Kalimantan,
and Sulawesi
Aset segmen 2.726.321.325 1.777.362.952 638.689.116 503.850.175 1.023.553.437 6.669.777.005 Segment assets
Aset tidak dapat dialokasi Unallocated assets
656.533.319
Total aset Total assets
286
7.326.310.324
Liabilitas segmen 164.534.962 8.688.985 4.539.613 2.835.740 5.837.326 186.436.626 Segment liabilities
Liabilitas tidak dapat dialokasi Unallocated liabilities
5.918.243.206
Total Liabilitas Total liabilities
6.104.679.832
Segment acquisitions of property and
Perolehan aset tetap segmen equipment
2.208.900 4.920.207 309.000 710.094 760.379 8.908.580
Acquisitions of property and equipment
Perolehan aset tetap kantor pusat in head office
11.507.177
Total acquisitions of property and
Total perolehan aset tetap
20.415.757 equipment
128
Page 307
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut and for the years then ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
41. SEGMEN OPERASI (lanjutan) 41. OPERATING SEGMENT (continued)
Segmen operasi menurut daerah geografis pemasaran adalah sebagai berikut The operating segment based on marketing geographical are as follows (continued):
(lanjutan):
31 Desember 2021/December 31, 2021
Jabotabek Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah Jawa Barat Sumatera Total
Kalimantan, dan Sulawesi/ /Central Java /West Java
East Java, Bali, Kalimantan,
and Sulawesi
Pendapatan segmen 326.232.488 137.825.548 38.156.456 46.526.136 62.820.143 611.560.771 Segment revenues
Pendapatan tidak dapat dialokasi Unallocated revenues
1.056.530
Total pendapatan 326.232.488 137.825.548 38.156.456 46.526.136 62.820.143 612.617.301 Total revenues
Beban segmen: Segment expenses:
287
Beban pendanaan dan keuangan Financing costs and financing charges
96.603.502 51.288.307 15.594.220 18.978.374 24.881.848 207.346.251
Beban usaha Operating expenses
91.590.800 44.819.459 15.121.794 17.111.256 20.461.184 189.104.493
Beban penyusutan Depreciation expenses
85.151.058 9.026.282 2.486.190 3.600.750 3.778.632 104.042.912
Pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai Provision for impairment losses
8.293.905 14.164.161 10.158.294 8.462.212 10.034.335 51.112.907
Beban hunian Occupancy expenses
1.617.287 736.472 160.008 90.362 307.946 2.912.075
Total beban 283.256.552 120.034.681 43.520.506 48.242.954 59.463.945 554.518.638 Total expenses
Hasil segmen 42.975.936 17.790.867 (5.364.050) (1.716.818) 3.356.198 58.098.663 Segment results
Laba sebelum beban pajak final dan beban pajak Income before final tax expense and
penghasilan 58.098.663 income tax expense
Beban pajak final Final tax expense
1.056.530
Laba sebelum beban pajak penghasilan 57.042.133 Income before income tax expense
Beban pajak penghasilan 13.836.052 income tax expense
Laba tahun berjalan 43.206.081 Income for the year
129
Page 308
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut and for the years then ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
41. SEGMEN OPERASI (lanjutan) 41. OPERATING SEGMENT (continued)
Segmen operasi menurut daerah geografis pemasaran adalah sebagai berikut The operating segment based on marketing geographical are as follows: (continued):
(lanjutan):
31 Desember 2021/December 31, 2021
Jabotabek Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah Jawa Barat Sumatera Total
Kalimantan, dan Sulawesi/ /Central Java /West Java
East Java, Bali, Kalimantan,
and Sulawesi
Aset segmen 1.994.090.875 1.255.133.806 418.687.746 452.100.069 624.299.031 4.744.311.527 Segment assets
Aset tidak dapat dialokasi Unallocated assets
500.753.292
288
Total aset 5.245.064.819 Total assets
Liabilitas segmen 88.048.789 22.545.869 5.511.966 6.137.126 11.185.061 133.428.811 Segment liabilities
Liabilitas tidak dapat dialokasi Unallocated liabilities
3.976.477.054
Total Liabilitas Total liabilities
4.109.905.865
Perolehan aset tetap segmen Segment acquisitions of property and
38.380 534.095 184.368 395.057 386.424 1.538.324 Equipment
Acquisitions of property and equipment
Perolehan aset tetap kantor pusat in head office
13.583.911
Total acquisitions of property and
Total perolehan aset tetap
15.122.235 equipment
130
Page 309
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta untuk Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
42. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN 42. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT
NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF YET EFFECTIVE
Berikut ini adalah beberapa Standar Akuntansi The following are several Financial Accounting
Keuangan, Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Standards, Interpretations of Financial Accounting
dan amandemen yang telah disahkan oleh Dewan Standards and amendment issued by the
Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang Indonesian Financial Accounting Standards Board
dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan (DSAK) that are considered relevant to the financial
Perseroan namun belum berlaku efektif untuk reporting of the Company but are not yet effective
laporan keuangan tahun 2022: for 2022 financial statements:
Amandemen PSAK 1: Penyajian laporan Amendment of PSAK 1: Presentation of financial
keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan statement - Disclosure of accounting policies
Akuntansi
Amandemen ini memberikan panduan dan contoh This amendments provides guidance and
untuk membantu entitas menerapkan examples to help entities apply materiality
pertimbangan materialitas dalam pengungkapan judgements to accounting policy disclosures. The
kebijakan akuntansi. Amandemen tersebut amendment aim to help entities provide
bertujuan untuk membantu entitas menyediakan accounting policy disclosures that are more
pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih useful by replacing the requirement for entities to
berguna dengan mengganti persyaratan untuk disclose their ‘significant’ accounting policies with
mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan' a requirement to disclose their ‘material’
entitas dengan persyaratan untuk accounting policies and adding guidance on how
mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' entities apply the concept of materiality in making
entitas dan menambahkan panduan tentang decisions about accounting policy disclosures.
bagaimana entitas menerapkan konsep The amendments are effective on or after
materialitas dalam membuat keputusan tentang January 1, 2023 with early adoption permitted.
pengungkapan kebijakan akuntansi. Amandemen
ini berlaku efektif pada atau setelah tanggal
1 Januari 2023 dengan penerapan dini
diperkenankan.
Amendemen PSAK 16: Aset Tetap - Hasil Amendments to PSAK 16: Fixed Assets -
sebelum Penggunaan yang Diintensikan. Proceeds before Intended Use.
Amandemen ini tidak memperbolehkan entitas The amendments prohibit entities to deduct from
untuk mengurangi suatu hasil penjualan item yang the cost of an item of fixed assets, any proceeds
diproduksi saat membawa aset tersebut ke lokasi from selling items produced while bringing that
dan kondisi yang diperlukan supaya aset dapat asset to the location and condition necessary for
beroperasi sesuai dengan intensi manajemen dari it to be capable of operating in the manner
biaya perolehan suatu aset tetap. Sebaliknya, intended by management. Instead, an entity
entitas mengakui hasil dari penjualan item-item recognizes the proceeds from selling such items,
tersebut, dan biaya untuk memproduksi item-item and the costs of producing those items, in the
tersebut, dalam laba rugi. profit or loss.
289
131
Page 310
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta untuk Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
42. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN 42. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT
NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan) YET EFFECTIVE (continued)
Amandemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Amendment of PSAK 25: Accounting Policies,
Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan Changes in Accounting Estimates and Errors –
terkait Definisi Estimasi Akuntansi. Definition of Accounting Estimates.
Amandemen tersebut memperkenalkan definisi The amendments introduces a definition of
'estimasi akuntansi' dan mengklarifikasi ‘accounting estimates’ and clarify the distinction
perbedaan antara perubahan estimasi akuntansi between changes in accounting estimates and
dan perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi changes in accounting policies and the correction
kesalahan. Amandemen tersebut juga of errors. Also, they clarify how entities use
mengklarifikasi bagaimana entitas menggunakan measurement techniques and inputs to develop
teknik pengukuran dan input untuk accounting estimates. The amendments are
mengembangkan estimasi akuntansi. effective on or after January 1, 2023 and apply to
Amandemen tersebut berlaku efektif pada tanggal changes in accounting policies and changes in
1 Januari 2023 dan berlaku untuk perubahan accounting estimates that occur on or after the
kebijakan akuntansi dan perubahan estimasi start of that period.
akuntansi yang terjadi pada atau setelah awal
periode tersebut.
Amandemen PSAK 46: Pajak Penghasilan Amendment of PSAK 46: Income Taxes –
tentang Pajak Tangguhan Terkait Aset dan Deferred Tax related to Assets and Liabilities
Liabilitas Yang Timbul Dari Transaksi Tunggal arising from a Single Transaction
Amendemen ini mengusulkan agar entitas This amendment proposes that entities
mengakui aset maupun liabilitas pajak tangguhan recognize deferred tax assets and liabilities at the
pada saat pengakuan awalnya sebagai contoh time of initial recognition, for example from a
dari transaksi sewa, untuk mengeliminasi lease transaction, to eliminate differences in
perbedaan praktik saat ini atas transaksi tersebut current practice for such transactions and similar
dan transaksi lain yang serupa. Amendemen transactions. The amendments are effective for
tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan annual reporting periods beginning on or after
tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari January 1, 2023 with early adoption permitted.
2023 dengan penerapan dini diperkenankan.
Manajemen masih melakukan persiapan dalam The management intends to adopt these new
penerapan standar baru tersebut yang standards that are considered relevant to the
dipertimbangkan relevan terhadap Perseroan pada Company when they become effective, and the
saat efektif, dan pengaruhnya terhadap posisi dan impact to the financial position and performance of
kinerja keuangan Perseroan masih diestimasi the Company is still being estimated until the report
sampai tanggal laporan keuangan. date.
43. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN 43. SIGNIFICANT EVENTS AFTER THE REPORTING
PERIOD
a. Perjanjian Pembiayaan Joint Financing dengan a. Joint Financing Agreement with PT Bank CIMB
PT Bank CIMB Niaga Tbk Niaga Tbk
Pada tanggal 25 Januari 2023, Perusahaan On January 25, 2023, the Company obtained
mendapatkan fasilitas Joint Financing sebesar Joint Financing Facility amounting to
Rp300.000.000. Fasilitas ini bersifat berulang Rp300,000,000. This facility is on revolving
(revolving). Tingkat suku bunga indikatif sebesar basis. Indicative interest rate is 6.70 - 7.10% for
6,70 - 7,10% untuk pembiayaan MOP, serta 7,15 MOP, and 7.15 - 7.50% for car non MOP.The
- 7,50% untuk pembiayaan mobil non MOP. term of credit withdrawal is one year from the
Jangka waktu penarikan fasilitas ditetapkan satu signing date of Credit Agreement.
tahun sejak tanggal penandatanganan kredit.
290
132
Page 311
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta untuk Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
43. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN 43. SIGNIFICANT EVENTS AFTER THE REPORTING
(lanjutan) PERIOD (continued)
a. Perjanjian Pembiayaan Joint Financing dengan a. Joint Financing Agreement with PT Bank CIMB
PT Bank CIMB Niaga Tbk (lanjutan) Niaga Tbk (continued)
Porsi pembiayaan untuk fasilitas ini adalah The financing portion for this facility is a max of
sebesar maks 90% : min 10% (Bank : 90% : min of 10% (Bank : Company).
Perusahaan).
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga rasio The Company is required to maintain at the
pinjaman terhadap modal maksimum 7 kali dan maximum debt to equity ratio of 7 times and
NPF maksimal 5%. NPF maximum 5%.
b. Perpanjangan Fasilitas Pinjaman dengan b. Extension of Credit Line Facility with PT Bank
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Pada tanggal 20 Februari 2023, Perusahaan On February 20, 2023, the Company obtained
memperoleh perpanjangan fasilitas pinjaman an extension of the Uncommitted Credit Line
Uncommited Credit Line dalam bentuk Money loan facility in the form of a Money Market Line
Market Line senilai Rp500.000.000 dan in the amount of Rp500,000,000 and
ASD95.000.000 (nilai penuh) menjadi USD95,000,000 (full amount) to
Rp1.200.000.000 dengan sub limit Rp1,200,000,000 with a sub limit
ASD20.000.000 (nilai penuh) (dialihkan USD20,000,000 (full amount) (partially switched
sebagian ke KMK II). Perpanjangan Fasilitas to the new long term loan II). Extension of Forex
Forex Line ASD5.000.000 (nilai penuh). Line Facility in amount of USD5,000,000 (full
Perpanjangan & deplesi fasilitas SBLC semula amount). Extension & depletion of the SBLC
ASD100.000.0000 (nilai penuh) menjadi facility from USD 100,000,0000 (full amount) to
ASD50.000.000 (nilai penuh) (dialihkan USD 50,000,000 (full amount) (partially
sebagian ke KMK II). Serta mendapatkan switched to the new long term loan II). As well
fasilitas KMK II sebesar Rp1.500.000.000. as getting a new long term loan II facility of
Rp1,500,000,000.
Atas fasilitas Money Market Line dan Forex Line For this Money Market Line and Forex Line
ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk facility, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
memberlakukan syarat kepada Perusahaan Tbk requires the Company to pledge 100% of
untuk menjaminkan 100% piutang sewa finance lease receivables, factoring receivables
pembiayaan, anjak piutang dan piutang and consumer financing receivables from the
pembiayaan konsumen dari saldo pinjaman di outstanding loan balances as collateral.
BRI.
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga rasio The Company is required to maintain at the
pinjaman terhadap modal maksimum 9 kali dan maximum gearing ratio of 9 times and NPF
NPF maksimal 5%. maximum 5%.
c. Penambahan Fasilitas Pinjaman dengan PT c. Addition of Loan Facility with PT Bank Mandiri
Bank Mandiri (Persero) Tbk (Persero) Tbk
Pada tanggal 8 Maret 2023, entitas anak On March 8, 2023, the Company obtained an
memperoleh penambahan fasilitas pinjaman additional loan facility in the form of a Revolving
dalam bentuk Kredit Modal Kerja Yang sifatnya Working Capital Credit during the withdrawal
revolving selama masa penarikan senilai period of Rp500,000. The interest rate will be
Rp500.000. Tingkat suku bunga akan ditentukan determined on the drawdown date based on the
saat tanggal penarikan berdasarkan tingkat suku market interest rate. The indicative interest rate
bunga pasar dengan indikasi 6,95%. Jangka is around 6.95%. Availability period of this
waktu penarikan perjanjian ini sampai dengan 1 facility is until August 1, 2023.
Agustus 2023.
291
133
Page 312
The original financial statements included herein are in
the Indonesian language.
PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA PT BRI MULTIFINANCE INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 As of December 31, 2022 and 2021
serta untuk Tahun yang Berakhir and for
pada Tanggal-Tanggal tersebut the Years Then Ended
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
43. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN 43. SIGNIFICANT EVENTS AFTER THE REPORTING
(lanjutan) PERIOD (continued)
c. Penambahan Fasilitas Pinjaman dengan PT c. Addition of Loan Facility with PT Bank Mandiri
Bank Mandiri (Persero) Tbk (lanjutan) (Persero) Tbk (continued)
Fasilitas tersebut di atas dijaminkan dengan This facility is collateralized by receivables that
piutang yang tidak memiliki tunggakan yang have no arrears greater than 90 days for 100%
lebih besar dari 90 hari sebesar 100% dari total of the total loan balance.
saldo pinjaman.
Perseroan diwajibkan untuk menjaga Gearing The Company is required to maintain a
Ratio maksimum sebesar 10 kali serta maximum gearing ratio of 10 times and maintain
mempertahankan rasio Non-Performing Loan a Non-Performing Loan (“NPL”) ratio of above
(“NPL”) di atas 90 (sembilan puluh) hari 90 (ninety) days at a maximum of 5%.
maksimal 5%.
d. Perpanjangan Fasilitas Pinjaman dengan PT d. Extension of Credit Line Facility with PT Bank
Bank BTPN Tbk BTPN Tbk
Berdasarkan addendum pada tanggal 17 Maret Based on the addendum on March 17, 2023,
2023, pinjaman tersebut berubah dari the loan has changed from USD40,000,000 (full
ASD40.000.000 (nilai penuh) menjadi amount) to IDR600.000.000 or its equivalent
IDR600.000.000 atau nilai setaranya dalam value in US Dollars. This loan facility has been
mata uang Dolar Amerika Serikat. Fasilitas extended again until December 30, 2023.
pinjaman ini telah diperpanjang kembali sampai
dengan 30 Desember 2023.
Berdasarkan adendum tersebut fasilitas yang Based on the addendum, the facility secured by
dijamin dengan SBLC dari PT Bank Rakyat SBLC from PT Bank Rakyat Indonesia
Indonesia (Persero) Tbk., dirubah menjadi (Persero) Tbk. was changed to be secured by
dijaminkan dengan SBLC dari PT Bank Rakyat SBLC from PT Bank Rakyat Indonesia
Indonesia (Persero) Tbk., sebesar (Persero) Tbk. amounting to ASD4,850,000
ASD4.850.000 (nilai penuh), serta piutang (full amount), as well as receivables in the
sebesar 100% dari total saldo pinjaman. amount of 100% of the total loan balance
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga rasio The Company is required to maintain at the
hutang terhadap ekuitas maksimum 8,5 kali dan maximum debt to eqquity ratio of 8.5 times and
NPL maksimal 5%. NPL maximum 5%.
44. TUJUAN PENYUSUNAN DAN PENERBITAN 44. PURPOSE OF THE PREPARATION AND
LAPORAN KEUANGAN ISSUANCE OF THE FINANCIAL STATEMENTS
Laporan keuangan ini disusun dan diterbitkan These financial statements have been prepared and
dengan tujuan untuk dicantumkan dalam dokumen issued solely for inclusion in the offering document
penawaran sehubungan dengan rencana penawaran in connection with the proposed offering of the debt
umum efek utang Perusahaan di Indonesia securities of the Company in Indonesia in reliance in
berdasarkan peraturan dan ketentuan Otoritas Jasa rules and regulations of the Indonesia Financial
Keuangan. Service Authority.
45. PENERBITAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN 45. REISSUANCE OF THE CONSOLIDATED
KONSOLIDASIAN FINANCIAL STATEMENTS
Perusahaan telah menerbitkan laporan keuangan ini The Company has reissued these financial
dengan tambahan pengungkapan dalam Laporan statements with additional disclosures in Statements
Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan of Changes in Equity, Statements of Cash Flows,
1, 2, 15, 16 dan 43 atas laporan keuangan, and Notes 1, 2, 15, 16, and 43 to the financial
sehubungan dengan rencana Penawaran Umum. statements, in connection with the proposed Public
Offering.
292
134
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.