Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
LAPORAN PELAKSANAAN PAPARANPUBLIK
PT CIPUTRA DEVELOPMENT TBK (PERSEROAN)
I. Pelaksanaan
Paparan publik telah dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Selasa, 27 Juni 2023
Waktu : Pk. 14.00 – 15.30 WIB
Teknis pelaksanaan : Hybrid (Offline dan Virtual)
Tempat / Media : Ciputra Artpreneur Gallery (Offline)
Lotte Shopping Avenue Level 11
Ciputra World 1 Jakarta
Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 3-5, Karet Kuningan, Jakarta 12940
: Aplikasi Zoom (Virtual)
Manajemen yang hadir : 1. Candra Ciputra - Direktur Utama
2. Budiarsa Sastrawinata - Direktur
3. Harun Hajadi - Direktur
4. Agussurja Widjaja – Direktur
5. Artadinata Djangkar – Direktur
6. MI Meiko Handoyo - Direktur
7. Nanik J. Santoso - Direktur
8. Tulus Santoso - Direktur/Sekretaris Korporasi
II. Daftar Hadir Peserta
Terlampir
III. Materi Presentasi
Terlampir
IV. Pertanyaan dan Jawaban
Nama: Hans - Bisnis Indonesia
Pertanyaan:
1. Sehubungan dengan kondisi Indonesia yang kini telah memasuki status endemi COVID-
19 dan strategi pertumbuhan Perseroan untuk lebih menyeimbangkan property
development for sale dan recurring income, bagaimana rencana Perseroan untuk proyek
recurring income dan berapa target recurring income untuk tahun 2023?
2. Dengan target capital expenditure (capex) sekitar Rp1 triliun, bagaimana rencana
Perseroan atas capex ini menjelang pemilu dan mengejar target kinerja di paruh kedua
tahun 2023?
Jawaban:
1. Perseroan menilai kondisi proyek-proyek recurring income saat ini dibandingkan pada
saat pandemi COVID-19 sebagai berikut:
Mal
Saat ini mal sudah mengalami perbaikan, terlihat dari foot traffic yang terus
menunjukkan tren positif, meskipun belum mencapai kondisi sebelum pandemi.
Perseroan menilai pengembangan mal harus dilakukan secara hati-hati mengingat
ada perubahan behavior dari pengunjung mal yang lebih mengutamakan experience
Page 2
(misalnya: adanya fasilitas playground untuk anak-anak, lapangan olahraga basket di
dalam mal, tempat rekreasi untuk hewan peliharaan seperti dog park di samping Food
and Beverage/F&B) dibandingkan berbelanja. Saat ini Perseroan sedang
mengembangkan mal di CitraLand City Losari Makassar, yang ditargetkan akan
selesai seluruhnya pada tahun 2025.
Hotel
Saat ini hotel menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik daripada mal, terutama untuk
resort. Namun demikian, Perseroan belum berencana untuk menambah
pengembangan hotel lagi. Pengembangan hotel Perseroan kebanyakan tidak
dilakukan secara stand alone, melainkan merupakan bagian dari mixed-use
development Perseroan dalam rangka meningkatkan value mixed-use development
itu sendiri.
Rumah sakit
Rumah sakit membukukan penurunan pendapatan seiring dengan berkurangnya
layanan COVID-19 dan berakhirnya pandemi, namun demikian Perseroan melihat ke
depannya rumah sakit merupakan opsi terbaik dalam mengembangkan recurring
income dan menciptakan pertumbuhan. Hal ini didukung dengan dikeluarkannya
Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan yang memberikan kemudahan bagi
tenaga medis dan tenaga kesehatan asing untuk melakukan praktik di Indonesia.
Mengenai kontribusi recurring income terhadap total pendapatan, untuk periode 3 bulan
tahun ini adalah sekitar 23%. Melihat kebanyakan ekspansi dari proyek recurring income
bersifat organik, Perseroan tidak berencana meningkatkan porsi recurring income secara
agresif, walaupun ada intensi untuk meningkatkan kontribusi recurring income agar
pendapatan Perseroan lebih seimbang antara property development for sale dan recurring
income.
2. Perseroan memang telah menargetkan Rp1 triliun untuk capital expenditure (capex) tahun
ini, tentunya target ini masih dapat ditingkatkan, tergantung prospek pengembangan
properti ke depannya, apalagi saat ini masa pandemi juga baru berakhir. Capex terutama
terkait dengan land banking yang dilakukan secara selektif.
Nama: Yanita - Bisnis.com
Pertanyaan:
1. Terkait keberlanjutan (sustainability), apakah saat ini perbankan sudah memberikan
insentif bagi developer yang menerapkan komitmen keberlanjutan pada pengembangan
proyeknya (sustainable development)?
2. Bagaimana Perseroan melihat prospek segmen perkantoran dan apartemen? Apakah ada
rencana pengembangan proyek baru terkait apartemen?
Jawaban:
1. Saat ini perbankan belum memberikan insentif (monetary incentive) bagi developer yang
telah menerapkan sustainability (Environment Social and Governance/ESG) pada
pengembangannya, walaupun ESG menjadi salah satu bahan evaluasi perbankan dalam
pemberian kredit. Perseroan sendiri telah berkomitmen untuk menerapkan ESG sebagai
bagian dari praktik pengelolaan bisnis. Hal ini terlihat dari konsep pengembangan green
building dan green development proyek-proyek Perseroan sesuai standar dari IFC World
Page 3
Bank. Selain itu beberapa proyek Perseroan telah mendapatkan sertifikasi EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies), dimana design produknya efisien dalam penghematan air, listrik maupun penggunaan material ramah lingkungan, masing-masing sebanyak 20%. 2. Perseroan menilai segmen perkantoran merupakan segmen yang paling lambat terdampak pandemi COVID-19 dibandingkan hotel dan mal yang terkena dampak langsung dari pandemi. Dampak terhadap perkantoran baru terasa pada saat renewal sewa, seperti yang terjadi pada Perseroan pada beberapa bulan terakhir ini. Padahal untuk Indonesia dan Asia pada umumnya, saat ini porsi market yang kembali bekerja di kantor adalah sekitar 70%, lebih tinggi dibandingkan negara maju yang hanya 50% dari market-nya yang kembali bekerja di kantor, sehingga merupakan hal yang positif bagi Perseroan. Namun demikian, sebetulnya saat ini tingkat okupansi perkantoran di area CBD tercatat hanya 70%, belum pulih dari puncaknya di tahun 2015 yang sekitar 90% dan diperkirakan masih akan terus turun sampai tahun 2025. Diharapkan pasar perkantoran akan mengalami penguatan (rebound) mulai tahun 2026. Mengenai apartemen, Perseroan melihat pasar apartemen masih belum baik sampai saat ini disebabkan karena apartemen lebih merupakan properti yang dibeli untuk tujuan investasi, walaupun ada juga yang ditempati. Perseroan menilai sampai saat ini sentimen pasar untuk melakukan investasi di apartemen masih belum terjadi, sehingga walaupun daya belinya ada, tetap tidak mempengaruhi recovery pasar apartemen. Perseroan masih wait and see terkait pasar apartemen ini. Nama: Hilda - Kompas.com Pertanyaan: 1. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia tanggal 21-22 Juni 2023 telah memutuskan untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan sebesar 5.75%, namun mengapa Perseroan kurang optimis dengan hanya menargetkan pre-sales tahun 2023 sebesar Rp9 triliun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp8 triliun? 2. Terkait peraturan Gubernur DKI Jakarta nomor 50 tahun 2021 mengenai Jakarta sebagai Kawasan Berorientasi Transit, bagaimana Perseroan melihat hal ini dan apa potensi pengembangan proyek yang akan dilakukan Perseroan? 3. Bagaimana rencana ekspansi dan komitmen Perseroan terkait pengembangan Ibu Kota Negara (IKN)? Jawaban: 1. Perseroan menilai target pertumbuhan pre-sales tahun 2023 sebesar 8% dari tahun 2022 cukup tinggi mengingat pertumbuhan demand belum tentu setinggi pertumbuhan pre- sales tersebut. Selain itu pada tahun 2022 terdapat insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang tidak diberikan lagi pada tahun 2023 ini. Mengenai pengaruh tingkat suku bunga acuan terhadap pre-sales, sebetulnya saat ini kenaikan tingkat suku bunga acuan tidak secara pararel mempengaruhi kenaikan tingkat bunga KPR, sehingga dampaknya juga tidak terlalu signifikan dibandingkan kenaikan tingkat bunga aktual yang terjadi. 2. Terkait peraturan Gubernur DKI Jakarta nomor 50 tahun 2021 mengenai Jakarta sebagai Kawasan Berorientasi Transit, Perseroan melihat hal ini akan berdampak positif apabila diikuti dengan infrastruktur pendukungnya, seperti transportasi publik.
Page 4
3. Perseroan melihat pengembangan IKN memiliki potensi yang sangat menarik. Saat ini Perseroan masih menunggu finalisasi Pemerintah terkait status tanah di IKN, yang akan mempengaruhi skema atau konsep pengembangan Perseroan di IKN (jual beli atau kerjasama operasi), yang rencananya akan diumumkan pada bulan Juli mendatang. Dengan dikeluarkannya keputusan tersebut, Perseroan memperkirakan perkembangan pembangunan proyek IKN akan jauh lebih cepat dari kondisi saat ini, yang sedang melakukan pembangunan atas kebutuhan Pemerintah yang sifatnya mendasar, seperti istana, kompleks kementrian, ASN dan tenaga kerja. Nama: Andi Pambudi - Investor Pertanyaan: Bagaimana persiapan Perseroan terkait penerapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 60 tahun 2023 yang menaikkan batas harga rumah tapak yang mendapat pembebasan PPN 11% menjadi antara Rp162 juta sampai Rp234 juta di tahun 2023? Jawaban: Saat ini Perseroan mengembangkan rumah subsidi dalam jumlah yang sangat terbatas. Dengan adanya kenaikan harga rumah subsidi, Perseroan akan melakukan evaluasi terkait PMK No. 60 tersebut agar dapat mengembangkan produk-produk yang sesuai. Nama: Kharel - Trimegah Sekuritas Pertanyaan: 1. Apa yang menyebabkan kontribusi dari rumah dengan harga per unit sampai dengan Rp1 miliar terhadap pre-sales semakin berkurang? Apakah demand dari segmen menengah bawah (low segment) yang sangat lemah atau karena Perseroan yang sekarang lebih fokus pada segmen menengah dan menengah atas (mid to high segment)? 2. Perseroan mencatat posisi kas per 31 Maret 2023 sebesar Rp9.1 triliun, rencana untuk capex tahun ini sekitar Rp1 triliun dan laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sekitar Rp1.8 triliun. Mengapa dividend pay out ratio Perseroan hanya sekitar 15% dan tidak dinaikkan sehingga Return on Equity (ROE) juga bisa naik? Jawaban: 1. Saat ini Perseroan banyak mengembangkan produk residensial dengan harga di atas Rp1 miliar yang demand-nya lebih kuat dengan target pasar segmen menengah dan menengah atas. Pandemi COVID-19 mempengaruhi daya beli segmen menengah bawah sehingga terjadi pelemahan demand atas rumah-rumah kecil. Selain itu membangun rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar menjadi semakin sulit dengan adanya inflasi harga bahan bangunan sehingga hanya bisa dilakukan di proyek-proyek tertentu saja. 2. Perseroan berencana untuk menaikkan ROE dalam jangka panjang melalui penambahan proyek-proyek recurring income secara selektif. Saat ini Perseroan sedang membangun mal di CitraLand City Losari Makassar yang ditargetkan akan selesai di tahun 2025. Selain itu Perseroan juga sedang melakukan evaluasi tahap awal atas rencana pengembangan proyek health care di Makassar. Pengembangan proyek-proyek recurring income dilakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu 2-3 tahun, sehingga kas Perseroan yang dianggarkan untuk capex tahun ini sebesar Rp1 triliun. Capex, selain digunakan
Page 5
untuk pengembangan proyek recurring juga digunakan untuk keperluan land banking. Seiring dengan meningkatnya recurring income, ROE juga akan naik. Nama: Silvia - Properti Indonesia Pertanyaan: Sebagai ketua asosiasi real estat internasional (Pak Budiarsa), program apa yang akan dilakukan untuk pasca pandemi COVID-19? Jawaban: Asosiasi real estat internasional ini merupakan wadah bagi pelaku industri properti untuk melakukan best practice sharing, cooperation dan collaboration. Di dalamnya para anggota bisa menambah pengetahuan melalui contoh proyek sesama anggota, mempelajari garis besar melakuan cooperation dengan institusi lain, misalnya institusi keuangan untuk program perumahan terjangkau (affordable housing) dan lainnya, jadi memang bukan secara spesifik melakukan pemasaran atau penjualan dari proyek sendiri. Nama: Amalia - Kontan Pertanyaan: 1. Bagaimana kinerja Perseroan pada kuartal pertama tahun ini, apakah tren kinerja yang terjadi di kuartal pertama (pendapatan dan laba bersih menurun) berlanjut? 2. Berapa pre-sales Juni 2023? 3. Berapa realisasi capex per Juni 2023? 4. Terkait pembahasan apartemen sebelumnya, apakah Perseroan belum merencanakan ekspansi proyek apartemen dalam waktu dekat ini? 5. Bagaimana rencana Perseroan terhadap proyek apartemen Citra Landmark Ciracas? Apakah akan dilanjutkan kembali? Jawaban: 1. Kinerja pendapatan merupakan pencatatan dalam pembukuan accounting, berasal dari pengakuan pendapatan atas pre-sales yang terjadi 1-2 tahun sebelumnya. Untuk tahun 2023 (full year), Perseroan menargetkan pendapatan stabil atau meningkat sedikit (± 5%). Sementara untuk pre-sales, Perseroan menargetkan pertumbuhan 8% dari tahun lalu dan selama kuartal pertama sudah meningkat 74% dibandingkan kuartal pertama tahun lalu. Kontribusi pre-sales kuartal pertama ini adalah sekitar 38% terhadap target setahun dan akan dibukukan sebagai pendapatan pada 1-2 tahun ke depan. Untuk recurring income akan ada kenaikan seiring dengan recovery di segmen mal dan hotel. 2. Pencapaian pre-sales Perseroan dipublikasikan setiap triwulan. Untuk pre-sales sampai dengan Juni 2023 rencananya akan dipublikasikan pada minggu pertama bulan Juli 2023. 3. Selama kuartal pertama Perseroan telah merealisasikan capex sekitar Rp200 miliar dari target setahun sebesar Rp1 triliun. Diharapkan realisasi capex tahun ini dapat sesuai dengan targetnya.
Page 6
4. Untuk apartemen, umumnya Perseroan melakukan pre-marketing dan mengevaluasi hasilnya sebelum melakukan launching produk. Saat ini Perseroan belum memiliki rencana terkait proyek apartemen baru. 5. Perseroan telah memutuskan untuk menghentikan pengembangan proyek apartemen Citra Landmark di Ciracas sejak semester kedua tahun 2022 sehubungan dengan pre- sales yang belum dapat mencapai target. Perseroan juga telah menyelesaikan kewajibannya terhadap pembeli sehubungan hal ini. Nama: Taufik - Umum Pertanyaan: Terkait pencapaian pre-sales Perseroan yang cukup solid, apakah ada pengaruh dari daerah- daerah penghasil komoditas, seperti Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi yang menghasilkan nikel dan CPO? Jawaban: Perseroan melihat ada pengaruh dari harga komoditas terhadap pre-sales Perseroan, khususnya untuk proyek-proyek di luar Jawa, walaupun pengaruhnya tidak linier, dimana harga komoditas mempengaruhi daya beli masyarakat. Jadi pre-sales Perseroan di beberapa daerah memang mengikuti tren harga komoditas. Nama: Edita - Investor Pertanyaan: 1. Apa latar belakang Perseroan menetapkan strategi menambah porsi recurring income untuk tujuan keberlanjutan usaha? 2. Terkait dengan land bank Perseroan yang cukup untuk 15 tahun pengembangan, sementara ketersediaan land bank memiliki batasan dan akan berkurang seiring berjalannya waktu, di samping adanya pesaing yang juga melakukan land banking, bagaimana Perseroan melihat keberlanjutan usaha ini dan apa strategi Perseroan terkait hal ini? Jawaban: 1. Sejak lama Perseroan selalu berupaya agar porsi pendapatan dari recurring income mencapai sekitar 30% dari total pendapatan, namun selama ini pertumbuhan proyek property development for sale selalu di atas pertumbuhan proyek recurring income. Proyek recurring income juga menghasilkan pendapatan yang lebih stabil dibandingkan proyek property development for sale yang lebih cyclical (memiliki siklus) dalam hal pre- sales dan ini tentunya lebih baik bagi investor. Namun demikian, penambahan proyek recurring income akan sangat mempengaruhi neraca Perseroan, karena biasanya dibiayai dengan pinjaman. Oleh karena itu Perseroan selalu berhati-hati dalam merencanakan penambahan proyek recurring income. 2. Land bank memang menjadi tantangan bagi pengembang properti karena ketersediaan lahan yang tidak tergantikan. Perseroan yang melakukan ekspansi ke kota-kota besar di seluruh Indonesia sebetulnya juga merupakan bagian dari strategi melakukan land
Page 7
banking, selain mengembangkan proyek high-rise yang lebih sedikit menggunakan lahan. Namun pengembangan proyek high-rise baru bisa dilakukan menunggu kesiapan pasar. Nama: Lukita - Kompas Pertanyaan: 1. Dijelaskan bahwa membangun rumah dengan harga jual per unit sampai dengan Rp1 miliar semakin sulit, namun mungkin ada demand yang lebih baik untuk produk rumah ini setelah Lebaran. Bagaimana Perseroan melihat hal ini? 2. Bagaimana Perseroan melihat skema sewa beli atas produk perumahan? 3. Bagaimana Perseroan melihat target pertumbuhan pasar residensial tahun ini dan kira- kira berapa harga produk residensial yang paling diminati pasar? Jawaban: 1. Perseroan mengembangkan proyek residensial Citra Maja Raya yang sebagian besar rumahnya memiliki harga jual per unit di bawah Rp1 miliar. Perseroan mengamati, bahwa selama masa pandemi, pre-sales dari proyek ini lemah disebabkan karena profil pembelinya yang kebanyakan menggunakan transportasi umum, sementara banyak sekali diberlakukan pembatasan-pembatasan atas transportasi umum tersebut sehingga calon pembeli yang mengunjungi kantor pemasaran proyek juga sangat sedikit. Di samping itu profil pembeli rumah dengan harga per unit di bawah Rp1 miliar memiliki tabungan yang sangat terbatas, sehingga mereka lebih berhati-hati dan sangat memperhitungkan berbagai hal. Dengan membaiknya kondisi perekonomian selama setahun terakhir dan berakhirnya masa pandemi, Perseroan berharap ada peningkatan kembali atas pre-sales rumah dengan harga per unit sampai dengan Rp1 miliar ini. 2. Perseroan mengamati, selama masa pandemi terjadi banyak penundaan pembelian properti dan berdasarkan data dari Century21 Indonesia (agen pemasaran properti Grup Ciputra), perbandingan antara penjualan dan sewa properti mencapai 20:80. Perseroan memperkirakan profil pembeli rumah dengan harga per unit di bawah Rp1 miliar yang banyak melakukan sewa. Perseroan sendiri sebetulnya telah menerapkan skema sewa beli melalui pembayaran uang muka (DP) yang diangsur secara bertahap. Namun Perseroan juga melihat saat ini skema sewa beli ini tidak efisien dalam hal perpajakan, karena penyewa dikenakan double tax, yaitu pada saat sewa sebesar 10% final dan beli (AJB) sebesar 2,5%. Selain itu saat ini tersedia KPR dengan tingkat bunga tetap dan jangka waktu sampai dengan 20 tahun, sehingga dapat menggantikan skema sewa beli tersebut. 3. Berdasarkan informasi yang telah disampaikan, pada prinsipnya Perseroan telah menetapkan strategi pengembangan proyek yang beragam melalui diversifikasi geografis, produk dan target pasar. Perseroan tidak hanya fokus ke salah satu lokasi, produk maupun target pasar tertentu saja, melainkan melakukan pengembangan dan juga pre- sales di semua proyeknya. Dengan demikian Perseroan siap pada saat market mengalami perbaikan (recovery).
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.