Back to announcement
20260918_BBKP_Laporan Informasi dan Fakta Material_32149893_lamp1.pdf
Other Text extracted BBKPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
PRESS RELEASE
KB Bank Perkuat Fundamental Bisnis,
Aset dan Pendanaan Tumbuh Solid pada Semester I 2026
Jakarta, 18 September 2026 — PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) terus memperkuat
fundamental bisnis dan menjaga momentum transformasi pada Semester I 2026.
Perkembangan tersebut tercermin dari pertumbuhan aset dan pendanaan, peningkatan dana
murah (Current Account and Savings Account/CASA), pertumbuhan Net Interest Income (NII),
perbaikan Net Interest Margin (NIM), serta peningkatan kualitas aset.
Dengan mengoptimalkan dukungan dan sinergi bersama KB Financial Group (KBFG), KB Bank
terus memperkuat fundamental bisnis dan mengembangkan peluang pertumbuhan yang lebih
terarah. Sinergi tersebut diwujudkan melalui penguatan kapabilitas bisnis serta dukungan dalam
menghadirkan produk dan layanan yang relevan bagi kebutuhan nasabah.
Pada Semester I 2026, total aset KB Bank tumbuh 12,71% secara year-on-year (yoy) menjadi
Rp86,11 triliun. Pertumbuhan aset tersebut sejalan dengan penguatan fungsi intermediasi dan
pendanaan Bank.
Dari sisi intermediasi, total kredit yang disalurkan KB Bank mencapai Rp44,97 triliun atau
tumbuh 4,38% yoy. Pertumbuhan kredit dilakukan secara selektif dengan tetap memperhatikan
kualitas aset dan profil risiko Bank.
Sejalan dengan pertumbuhan aset dan kredit, KB Bank juga mencatatkan penguatan pada sisi
pendanaan. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 12,44% yoy menjadi Rp45,57 triliun, sementara
CASA meningkat 15,25% yoy menjadi Rp14,71 triliun. Pertumbuhan CASA tersebut turut
meningkatkan rasio CASA KB Bank menjadi 32,27%, atau tetap berada di atas level 30%.
Perkembangan ini mencerminkan upaya Bank untuk terus memperkuat kualitas dan efisiensi
struktur pendanaan.
Penguatan struktur pendanaan dan pengelolaan aset yang semakin terarah juga tercermin pada
pertumbuhan pendapatan bunga bersih. Net Interest Income (NII) KB Bank tumbuh 54,44% yoy
menjadi Rp695 miliar pada Semester I 2026. Sejalan dengan pertumbuhan NII, Net Interest
Margin (NIM) KB Bank meningkat menjadi 1,96% dari 1,33% pada Semester I 2025,
menunjukkan perbaikan dalam pengelolaan earning assets dan struktur pendanaan Bank.
Di sisi kualitas aset, KB Bank terus melakukan pengelolaan dan perbaikan kualitas portofolio
kredit secara konsisten. Hal ini tercermin dari Loan at Risk (LAR) yang membaik menjadi
21,93%, dibandingkan 24,45% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan tersebut
Page 2
PRESS RELEASE
menjadi bagian dari upaya Bank untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang selektif dan terukur
dengan tetap memperhatikan kualitas portofolio kredit.
Kunardy Darma Lie, Direktur Utama KB Bank mengatakan, kinerja Semester I 2026
mencerminkan konsistensi Perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis dan membangun
fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika industri perbankan.
“Kami terus memperkuat fundamental bisnis KB Bank melalui pertumbuhan yang terarah,
penguatan struktur pendanaan, peningkatan kualitas aset, serta perbaikan kemampuan Bank
dalam menghasilkan pendapatan. Setiap langkah strategis kami jalankan secara selektif dan
terukur dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset, dan
keberlanjutan kinerja. Kami berharap penguatan fundamental ini dapat menjadi landasan bagi
KB Bank untuk terus meningkatkan kontribusi kepada nasabah dan seluruh pemangku
kepentingan,” ujar Kunardy.
Ke depan, KB Bank akan melanjutkan fokus pada penguatan fundamental bisnis dengan
menjaga pertumbuhan yang berkualitas, memperkuat struktur pendanaan, meningkatkan
kualitas portofolio kredit, serta terus mengembangkan kapabilitas Bank untuk mendukung
kebutuhan nasabah. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya KB Bank untuk
membangun pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Laporan Keuangan KB Bank untuk Semester I 2026 telah melalui proses audit sebagai bagian
dari kebutuhan proses pembentukan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) serta
dalam rangka mendukung rencana penerbitan obligasi global KB Bank. Proses tersebut juga
mencerminkan komitmen Bank terhadap transparansi, akuntabilitas, dan penyediaan informasi
keuangan yang kredibel bagi seluruh pemangku kepentingan.
*Catatan: seluruh angka kinerja keuangan dalam siaran pers ini merupakan bank only, kecuali
dinyatakan lain.
***
Tentang PT Bank KB Indonesia Tbk
PT Bank KB Indonesia Tbk (“KB Bank”) merupakan bank yang beroperasi di Indonesia yang didirikan
pada 10 Juli 1970 dan resmi menggunakan nama PT Bank KB Indonesia Tbk sejak 11 Agustus 2025.
Dengan pengalaman panjang di industri perbankan nasional, KB Bank saat ini terus mempercepat
transformasi bisnisnya untuk menjadi institusi keuangan yang lebih kuat dan kompetitif melalui
penguatan kualitas aset, disiplin manajemen risiko, serta strategi pembiayaan yang berfokus pada
sektor-sektor produktif.
KB Bank terus mengembangkan kapabilitasnya di bidang wholesale banking, retail banking, serta solusi
transaction banking terintegrasi, guna mendukung pertumbuhan dunia usaha sekaligus berkontribusi
terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif.
Page 3
PRESS RELEASE Sebagai bagian dari KB Financial Group (KBFG), salah satu grup jasa keuangan terbesar di Korea Selatan, KB Bank memperoleh dukungan permodalan, tata kelola berstandar internasional, serta kapabilitas manajemen risiko yang maju melalui KB Kookmin Bank sebagai pemegang saham pengendali. Dukungan global ini semakin memperkuat posisi KB Bank sebagai mitra pertumbuhan jangka panjang bagi pelaku usaha dan perekonomian Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi: Corporate Communication and Government Relations Division PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) medcomm@kbbank.co.id
Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Perkuat Fundamental Bisnis
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.