Skip to content
Back to announcement

20260917_UNTD_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32149522_lamp1.pdf

Other Text extracted UNTD

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 5

Page 1
Tanggal        : 17 September 2026
Nomor          : 06/FA-TDI/IDX/IX/2026
Hal            :Tanggapan atas surat S-11943/BEI.PP2/09-2026 (Permintaan Penjelasan Lanjutan)


Dengan hormat,

    Menanggapi surat S-11943/BEI.PP2/09-2026 Permintaan Penjelasan Lanjutan , berikut kami
    sampaikan tanggapan kami;

    Terkait Kinerja Keuangan
    1.     Perseroan menjelaskan bahwa kenaikan HPP sebesar 68,8% dipengaruhi oleh kenaikan harga
          perolehan barang impor, pelemahan nilai tukar Rupiah, peningkatan biaya freight/logistik, penurunan
          harga jual, dan perubahan bauran produk. Agar Perseroan menyampaikan perincian kuantitatif
          kontribusi masing-masing faktor terhadap kenaikan HPP dengan melengkapi tabel berikut:
          Jawab:


                                                         Dampak terhadap HPP       Kontribusi
                             Faktor

                                                                (Rp)                  (% )
          Perubahan volume penjualan/produksi                     36.315.792.102      28%
          Perubahan harga perolehan barang/bahan                   9.744.556.737       8%
          Perubahan nilai tukar                                    7.473.783.295       6%
          Perubahan freight, logistik, dan biaya impor            13.879.883.263      11%
          Perubahan harga jual                                    10.994.536.762       9%
          Perubahan bauran produk                                  2.748.634.190       2%
          Faktor lainnya                                           6.976.357.116       5%
          Total kenaikan HPP                                    88.133.543.465        68,80%


    2. Terkait penurunan margin pada seluruh segmen, termasuk margin sepeda listrik dari 37,5% menjadi
       2,5%, agar Perseroan menjelaskan faktor dominan yang menyebabkan penurunan
       margin masing- masing segmen dan menguantifikasi dampaknya.

          Jawab:
          Penurunan margin laba kotor secara menyeluruh di semua segmen Perseroan disebabkan secara
          dominan oleh lonjakan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang signifikan yang dipengaruhi dari faktor-
          faktor dalam tabel diatas



    Terkait Jaringan Distribusi dan Hak atas Merek
    3. Penjualan kepada PT Bintang Mas Lestari (BML) meningkat dari Rp4,5 miliar pada
       H1-2025 menjadi Rp132,6 miliar pada H1-2026 atau sebesar 61,2% dari penjualan
       Perseroan. Sehubungan dengan hal tersebut, agar Perseroan menjelaskan:
        a. Alasan dan dasar pengalihan jaringan distribusi dari PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (SBI)
            kepada BML, termasuk tanggal efektif dan proses pemilihan BML.
Page 2
Jawab:

   * Tanggal Efektif Pengalihan:
   Proses pengalihan dan penataan kembali jaringan distribusi dari PT Sepeda Bersama
   Indonesia Tbk (SBI) kepada PT Bintang Mas Lestari (BML) resmi diberlakukan dan
   dinyatakan efektif terhitung sejak tanggal 1 Mei 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai
   kelanjutan dari berakhirnya perjanjian distributor dengan SBI pada akhir April 2026.

   * Alasan dan Dasar Pengalihan:
   Keputusan pengalihan operasional ini didasari oleh berakhirnya status SBI sebagai pihak
   berelasi (sepengendali) dengan Perseroan. Momentum tersebut dimanfaatkan oleh
   manajemen untuk melakukan penataan ulang (restructuring) rantai pasok demi meningkatkan
   efisiensi operasional. Langkah ini sejalan dengan agenda strategis Perseroan yang tengah
   fokus memperluas, memperkuat, serta mendiversifikasi jaringan distributor independen di
   berbagai wilayah.
   * Proses Pemilihan dan Pertimbangan Menunjuk BML:
   Dalam proses seleksi distributor baru, Perseroan secara resmi menunjuk PT Bintang Mas
   Lestari (BML) atas dasar pertimbangan rekam jejak dan kredibilitas. Kemitraan ini didukung
   kuat oleh hubungan bisnis mendalam yang telah terjalin harmonis sejak tahun 2000.
   Kepercayaan komersial yang kuat, stabilitas kerja sama jangka panjang, serta kesiapan
   infrastruktur distribusi yang dimiliki BML dinilai mampu menjamin kelancaran transisi
   produk dan meminimalkan risiko gangguan penjualan di pasar.

b. Mitigasi risiko ketergantungan terhadap BML sebagai pelanggan yang mencakup 61,2% dari
    penjualan Perseroan.
   Jawab:
  1. Diversifikasi dan Perluasan Jaringan Distributor
  * Segmentasi Geografis Baru: Melakukan pemetaan dan penetrasi pasar ke wilayah potensial
  sekunder (luar pulau/daerah berkembang) dengan menunjuk distributor lokal independen baru.
  * Akuisisi Akun Distributor Skala Menengah: Membagi alokasi volume produk ke beberapa
  distributor berskala medium untuk mengikis dominasi tunggal BML secara bertahap.
  * Pengembangan Jalur Direct-to-Consumer (D2C): Membangun atau memperkuat kanal penjualan
  langsung, baik melalui flagship store, platform e-commerce resmi, maupun kemitraan ritel modern
  demi menjangkau konsumen akhir tanpa perantara tunggal.

  2. Monitoring Kesehatan Bisnis dan Operasional BML
  * Pengawasan Pangsa Pasar: Memastikan BML tidak mengalami penurunan performa dalam
  mendistribusikan produk Perseroan akibat persaingan dari produk kompetitor di jaringan mereka.
Page 3
4. Terkait pemenuhan covenant keuangan, agar Perseroan menyampaikan tabel perhitungan seluruh
   covenant untuk setiap fasilitas bank yang memuat batas yang dipersyaratkan, hasil perhitungan per 30
   Juni 2026, serta status pemenuhan.

    Jawab:
    RASIO UNTUK MEMENUHI UTANG BANK PERUSAHAAN                                                  Juni 2026
    DEBT TO EQUI TY RATI O   Liabilitas                                                          608.749.952.791
                             Ekuitas                                                             505.894.559.842
                             Debt to Equity Ratio / kali                                                    1,20

    CURRENT RATIO                 Total Aset Lancar                                              903.639.559.761
                                  Total Kewajiban Jangka Pendek                                  558.732.251.734
                                  Current Ratio / Kali                                                      1,62

    EBITDA                        LABA USAHA                                                     (33.451.447.801)
                                  DEPRECIATION - HPP                                               8.616.669.854
                                  DEPRECIATION - GA                                                  999.861.351
                                  EBITDA                                                         (23.834.916.596)

                                  INTEREST                                                        23.529.299.090
                                  INSTALMENT CURRENT                                              36.000.000.000
                                                                                                  59.529.299.090
                                  Ratio / Kali                                            -                 0,40

                                                       Ketentuan                                 Status

    BCA
    EBITDA                        Lebih besar atau sama dengan dari 1 (satu) kali             Tidak memenuhi
    DEBT TO EQUITY                Lebih kecil atau sama dengan 3 (tiga) kali                     Memenuhi
    CURRENT RATIO                 Lebih besar atau sama dengan 1 (satu) kali                     Memenuhi

    OCBC
    DEBT TO EQUITY RATIO          Maksimum sebesar 2,5 kali (yang diuji selama 6 bulan)         Memenuhi
    CURRENT RATIO                 Minimum sebesar 1 kali                                        Memenuhi


5. Terkait fasilitas OCBC yang diperpanjang sementara sampai dengan 27 September 2026, agar
   Perseroan menyampaikan perkembangan terkini mengenai Persyaratan baru yang disampaikan OCBC
   dan status pemenuhannya.
   Jawab:

    Perkembangan Terkini Fasilitas Kredit OCBC

    * Persyaratan Baru dari Pihak Perbankan (OCBC):
    Sehubungan dengan perpanjangan sementara fasilitas kredit yang diberikan oleh PT Bank OCBC NISP
    Tbk ("OCBC") hingga tanggal 27 September 2026, pihak bank telah menetapkan persyaratan baru (new
    covenant). Persyaratan tersebut mewajibkan Perseroan untuk melakukan peningkatan nilai ikat Hak
    Tanggungan (HT) atas aset tanah dan bangunan yang menjadi agunan utama, menjadi sekurang-
    kurangnya sebesar 125% dari nilai pasar (market value) appraisal terbaru jaminan tersebut.

    * Status Pemenuhan Persyaratan dan Kelanjutan Fasilitas:
    Hingga saat ini, proses pemenuhan persyaratan tersebut berstatus sedang berjalan (on progress).
    Perseroan tengah menyelesaikan tahapan administrasi hukum serta penilaian ulang (appraisal)
    independen terhadap aset terkait untuk memenuhi target rasio penjaminan yang diminta. Manajemen
    dan pihak bank telah mencapai kesepakatan di mana agenda penandatanganan akad
    amandemen/perpanjangan fasilitas tahunan secara formal telah dijadwalkan pada tanggal 24 September
    2026, yakni sebelum berakhirnya masa perpanjangan sementara.
Page 4
6. Terkait akumulasi rugi fiskal sebesar Rp80,5 miliar dan aset pajak tangguhan sebesar Rp3,6 miliar, agar
   Perseroan menyampaikan:
   a. rincian rugi fiskal berdasarkan tahun pajak dan batas waktu pemanfaatannya;
   b. proyeksi laba kena pajak per tahun yang mendukung recoverability aset pajak tangguhan.

    Jawab:

    Rincian Rugi Fiskal dan Pemulihan Aset Pajak Tangguhan (Per 2026)
     a. Rincian Rugi Fiskal Berdasarkan Tahun Pajak dan Batas Waktu Pemanfaatannya
    Akumulasi rugi fiskal Perseroan yang tercatat sebesar Rp80,5 miliar merupakan posisi saldo rugi fiskal
    berjalan yang diakumulasikan hingga akhir Tahun Pajak 2026. Sesuai dengan regulasi perpajakan yang
    diatur dalam Pasal 6 ayat (2) Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh), kerugian fiskal ini dapat
    dikompensasikan berturut-turut selama 5 (lima) tahun pajak ke depan dengan rincian masa kedaluwarsa
    sebagai berikut:

    * Rugi Fiskal Kumulatif (Per 2026): Sebesar Rp80,5 miliar.
    * Batas Waktu Pemanfaatan (Masa Kompensasi): Kerugian fiskal ini dapat digunakan untuk
    mengurangi Laba Kena Pajak Perseroan mulai dari Tahun Pajak 2027 hingga maksimum berakhir pada
    Tahun Pajak 2031.

    b. Proyeksi Laba Kena Pajak per Tahun yang Mendukung Recoverability Aset Pajak Tangguhan
    Keberadaan nilai saldo Aset Pajak Tangguhan (APT) sebesar Rp3,6 miliar per 2026 dinilai tetap
    recoverable (dapat dipulihkan). Saldo APT ini timbul karena Perseroan memiliki potensi manfaat pajak
    di masa depan berupa penghematan pembayaran PPh Badan melalui pemanfaatan sisa rugi fiskal
    tersebut.
    Berdasarkan rencana bisnis strategis serta pemulihan pasar yang ditargetkan manajemen, berikut adalah
    Proyeksi Laba Kena Pajak (LKP) tahunan jangka menengah yang akan menyerap saldo rugi fiskal
    tersebut:
    * Proyeksi LKP Tahun Pajak 2027: Sebesar Rp12,0 miliar
    * Proyeksi LKP Tahun Pajak 2028: Sebesar Rp18,5 miliar
    * Proyeksi LKP Tahun Pajak 2029: Sebesar Rp25,0 miliar

    Melalui akumulasi proyeksi Laba Kena Pajak dalam tiga tahun pertama tersebut, Perseroan
    diproyeksikan mampu menghasilkan laba operasional kena pajak yang signifikan untuk menyerap
    sebagian besar akumulasi rugi fiskal 2026.
    Dengan kemampuan pemulihan profitabilitas ini, kriteria pengujian pemulihan (recoverability test) atas
    Aset Pajak Tangguhan sebesar Rp3,6 miliar akan terpenuhi.
Page 5
       7. Agar Perseroan melengkapi perincian penggunaan dana hasil Penawaran Umum per 30 Juni 2026 dengan
          menyajikan rencana alokasi awal, realisasi, sisa alokasi, persentase realisasi terhadap alokasi masing-
          masing komponen, dan keterangan penggunaan dana dalam tabel berikut:

                                                Realisasi s.d. 30 Juni                         %
     Keterangan              Rencana alokasi                                Sisa alokasi                  Keterangan
                                                        2026                                realisasi

        FRAME               271.128.160.761          162.005.914.772     109.122.245.989     60%
    Baterai/Dinamo          65.334.950.803             44.083.730.722    21.251.220.081      67%
      WHEEL SET              6.544.628.471              4.222.021.613     2.322.606.858      65%
Multi-information display
                            21.434.289.638             20.278.653.069     1.155.636.569      95%
(spidometer digital, GPS)

   BRAKE SYSTEM             10.227.609.165              9.823.520.967     404.088.198        96%
       Suspension            9.950.939.371              7.709.700.335     2.241.239.036      77%
         Total              384.620.578.210     248.123.541.478          136.497.036.732




Demikian tanggapan kami. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan banyak terima kasih

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.28 MB
Published17 Sep 2026
Pages5
Characters13,033
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Sepeda Bersama Indonesia Tbk p.1 ×5
linked org Bank OCBC NISP Tbk p.3 ×2
unresolved org PT Bintang Mas Lestari p.1 ×3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result