Back to announcement
20260908_VTNY_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32146131_lamp4.pdf
Other Text extracted VTNYSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 14
Page 1
Perihal: Tanggapan atas pertanyaan OJK No: S-11264/BEI.PP2/09-2026. LAPORAN KEUANGAN INTERIM Q2-2026 – PT VENTENY FORTUNA INTERNATIONAL Tbk 1. Berdasarkan laporan auditor independen atas laporan keuangan konsolidasian Perseroan per 30 Juni 2026, auditor memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) karena laporan keuangan konsolidasian Perseroan mencakup laporan keuangan Venteny Pte. Ltd. (Singapura) dan Venteny GK (Jepang) yang tidak diaudit oleh auditor independen. Total aset kedua entitas anak tersebut secara agregat sebesar Rp35,33 miliar atau 2,37% dari total aset konsolidasian Perseroan per 30 Juni 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a.alasan laporan keuangan Venteny Pte. Ltd. dan Venteny GK tidak diaudit oleh auditor independen dan faktor yang menyebabkan auditor tidak memperoleh bukti audit yang cukup atas laporan keuangan kedua entitas tersebut; Jawaban Pertanyaan 1a : Venteny Pte. Ltd. dan Venteny GK tidak diaudit karena Perusahaan berfokus untuk melakukan audit kepada laporan keuangan PT Lampung Berkah Finansial Teknologi, PT Venteny Matahari Indonesia dan laporan konsolidasian. b.kontribusi Venteny Pte. Ltd. dan Venteny GK terhadap laporan keuangan konsolidasian Perseroan, khususnya terhadap pendapatan, laba/(rugi), aset, liabilitas, dan arus kas Perseroan per 30 Juni 2026; Jawaban Pertanyaan 1b : Venteny Pte. Ltd. dan Venteny GK entitas anak Perseroan yang menjalankan bisnis sebagai perusahaan yang menghimpun dana dari investor asing yang kemudian disalurkan melalui intercompany loan ke Perseroan dan entitas anak perusahaan lainnya sebelum akhirnya didistribusi kepada pelanggan melalui lembaga jasa keuangan dan/atau perantara jasa keuangan. c.apakah terdapat akun atau transaksi material pada kedua entitas anak tersebut yang berpotensi memberikan dampak material terhadap laporan keuangan konsolidasian Perseroan; Jawaban Pertanyaan 1c : Tidak ada potensi dampak material terhadap aktivitas operasional terhadap laporan keuangan konsolidasi Perusahaan. d.langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan Perseroan untuk memastikan keandalan dan kewajaran laporan keuangan kedua entitas anak tersebut. Jawaban Pertanyaan 1d : Perusahaan memiliki jasa professional accounting service yang memberikan keandalan dan kewajaran dalam menyajikan data bagi keuangan entitas anak tersebut.
Page 2
2. Pada Catatan 6 Laporan Keuangan Konsolidasian per 30 Juni 2026, Perseroan mengungkapkan adanya piutang usaha atas layanan aplikasi kepada PT Venteny Fortuna International sebesar Rp11,94 juta. Mengingat PT Venteny Fortuna International merupakan Perseroan yang menyusun laporan keuangan konsolidasian, agar dijelaskan: a. sifat dan dasar transaksi yang menimbulkan piutang tersebut, termasuk pihak yang melakukan transaksi dan periode terjadinya transaksi; Jawaban Pertanyaan 2a : Sifat dan dasar transaksi di piutang tersebut merupakan karyawan PT Venteny Fortuna International Tbk yang melakukan transaksi EWA (Earned Wages Access) yang masih outstanding di 30 Juni 2026. b. alasan PT Venteny Fortuna International dicantumkan sebagai pihak ketiga dalam rincian piutang usaha tersebut; Jawaban Pertanyaan 2b : PT Venteny Fortuna International Tbk masuk dalam daftar pihak ketiga karena peruntukannya untuk karyawan transaksi EWA (Earned Wages Access). c. apakah saldo tersebut merupakan saldo/transaksi intrakelompok usaha dengan entitas anak yang telah melalui proses eliminasi dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian. Jawaban Pertanyaan 2c : Tidak, saldo dari transaksi tersebut bukan merupakan transaksi intrakelompok usaha dengan entitas anak yang telah melalui proses eliminasi dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian, karena transaksi tersebut merupakan transaksi dari karyawan PT Venteny Fortuna International Tbk. 3. Gross piutang dari aktivitas pemberian pinjaman Perseroan meningkat sebesar Rp78,63 miliar atau 6,80%, dari Rp1,16 triliun per 31 Desember 2025 menjadi Rp1,24 triliun per 30 Juni 2026. Pada periode yang sama, cadangan penurunan nilai meningkat lebih signifikan sebesar Rp13,38 miliar atau 23,41%, dari Rp57,15 miliar menjadi Rp70,53 miliar, sehingga rasio cadangan terhadap gross piutang meningkat dari sekitar 4,94% menjadi 5,71%. Peningkatan cadangan tersebut seluruhnya diakui sebagai beban impairment pada periode berjalan dan merupakan jumlah yang signifikan dibandingkan laba sebelum pajak Perseroan sebesar Rp7,82 miliar. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dikonfirmasi: a. faktor utama yang menyebabkan peningkatan cadangan penurunan nilai sebesar Rp13,38 miliar yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan gross piutang; Jawaban Pertanyaan 3a : Perusahaan memberikan cadangan yang dinilai dari adanya peningkatan aging pada diatas 180 hari serta peningkatan disbursement.
Page 3
b. apakah peningkatan cadangan tersebut mencerminkan adanya perubahan kualitas atau
kolektibilitas debitur, peningkatan piutang yang telah jatuh tempo atau gagal bayar, perubahan profil
risiko portfolio lending, perubahan asumsi atau parameter dalam perhitungan expected credit loss
(ECL), atau faktor lainnya;
Jawaban Pertanyaan 3b :
Tidak ada, peningkatan cadangan tersebut murni terjadi karena peningkatan piutang yang
telah jatuh tempo.
c. perkembangan aging dan kolektibilitas gross piutang per 30 Juni 2026 dibandingkan dengan 31
Desember 2025, termasuk nilai dan persentase piutang yang mengalami keterlambatan pembayaran
atau gagal bayar;
Jawaban Pertanyaan 3c :
Ya, telah terjadi peningkatan pada aging dan kolektibilitas gross piutang per 30 Juni 2026
dibandingkan dengan 31 Desember 2025, Nilai piutang gross pada aging 60 hari adalah 5,3%
dan aging 150 hari sebesar 0,8%.
d. rincian dasar perhitungan tambahan cadangan penurunan nilai sebesar Rp13,38 miliar, termasuk
perubahan parameter atau asumsi ECL dibandingkan dengan periode sebelumnya, apabila ada; dan
Jawaban Pertanyaan 3d :
Tidak ada perubahan parameter/asumsi ECL.
e. langkah-langkah yang dilakukan Perseroan untuk menjaga kualitas portfolio lending dan
memastikan kecukupan cadangan penurunan nilai dalam mengantisipasi risiko kredit pada periode
berikutnya.
Jawaban Pertanyaan 3e :
Untuk mengurangi risiko CKPN yang tinggi, perusahaan memperketat prosedur analisis
kredit dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut;
● Program Identifikasi Nasabah (Customer Identification Program/CIP) Perusahaan wajib
mengidentifikasi dan memverifikasi identitas debitur menggunakan dokumen yang sah
dan dapat diandalkan, seperti KTP, paspor, NPWP, akta perusahaan, dan dokumen
pendukung lainnya.
● Uji Tuntas Nasabah (Customer Due Diligence/CDD), Perusahaan melakukan penilaian
terhadap profil debitur, kegiatan usaha, sumber dana, tujuan hubungan bisnis, dan
tingkat risiko untuk memahami karakteristik debitur secara memadai.
● Uji Tuntas Mendalam (Enhanced Due Diligence/EDD), Pemeriksaan tambahan yang
dilakukan terhadap debitur berisiko tinggi, seperti Politically Exposed Persons (PEP),
debitur dari industri berisiko tinggi, atau yang terlibat dalam transaksi lintas negara
yang kompleks.
Page 4
● Pemantauan Berkelanjutan (Ongoing Monitoring), Perusahaan memantau transaksi
dan aktivitas debitur secara berkesinambungan untuk mendeteksi aktivitas yang tidak
biasa, mencurigakan, atau tidak sesuai dengan profil debitur.
● Penyimpanan Data dan Pelaporan (Record Keeping and Reporting), Perusahaan
menyimpan data dan dokumen KYC serta memenuhi kewajiban pelaporan kepada
regulator atas transaksi mencurigakan dan transaksi lain yang diwajibkan oleh
peraturan yang berlaku.
4. Berdasarkan CALK nomor 8 terkait biaya di bayar di muka, biaya jasa profesional dibayar di muka
Perseroan sebesar Rp17,51 miliar per 31 Desember 2025 telah menjadi nihil per 30 Juni 2026. Namun
demikian, beban jasa profesional pada periode 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp4,86 miliar, sehingga
penurunan saldo biaya jasa profesional dibayar di muka tidak seluruhnya tercermin sebagai beban
jasa profesional pada periode berjalan. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan:
a. sifat, tujuan, dan pihak penyedia jasa atas biaya jasa profesional dibayar di muka sebesar Rp17,51
miliar per 31 Desember 2025; dan
Jawaban Pertanyaan 4a :
Saldo Biaya dibayar di muka per 31 Desember 2025 sejumlah Rp 17.514.259.075 merupakan
pengeluaran yang telah dilakukan oleh anak Perusahaan dan belum dibukukan sebagai biaya
terkait dengan fasilitas pinjaman yang sedang dalam proses penyelesaian, yang statusnya per
31 Desember 2025 masih dalam proses.
b. bagaimana penggunaan atau penyelesaian saldo tersebut, termasuk apakah telah dibebankan
sebagai biaya, direklasifikasi ke akun lain, dikapitalisasi sebagai aset, atau terdapat pengembalian
dana.
Jawaban Pertanyaan 4b :
Pada 30 Juni 2026, saldo biaya dibayar dimuka menjadi nihil karena sudah dibebankan
sepenuhnya.
5. Berdasarkan CALK nomor 18, utang obligasi jangka pendek Perseroan mengalami penurunan
sebesar Rp90,31 miliar atau 28,26%, dari Rp319,63 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp229,33
miliar per 30 Juni 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Faktor yang menyebabkan penurunan saldo utang obligasi jangka pendek sebesar Rp90,31 miliar,
termasuk pembayaran pokok, perubahan kurs, dan/atau reklasifikasi dari utang obligasi jangka
panjang.
Jawaban Pertanyaan 5a :
Penurunan saldo utang obligasi jangka pendek sebesar Rp 90,31 miliar disebabkan karena
pembayaran pokok pinjaman.
Page 5
b. Rekonsiliasi penerimaan dan pembayaran utang obligasi selama periode berjalan, mengingat
Perseroan mencatat penerimaan utang obligasi sebesar Rp128,12 miliar dan pembayaran utang
obligasi sebesar Rp272,12 miliar pada periode 30 Juni 2026.
Jawaban Pertanyaan 5b :
Sesuai dengan laporan keuangan Juni 2026, laporan arus kas sudah sesuai di laporan kas
pendanaan.
6. Berdasarkan CALK nomor 18, utang obligasi jangka panjang Perseroan mengalami penurunan
sebesar Rp133,89 miliar atau 39,21%, dari Rp341,49 miliar per 31 Desember 2025 menjadi Rp207,60
miliar per 30 Juni 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Faktor yang menyebabkan penurunan saldo utang obligasi jangka panjang sebesar Rp133,89 miliar,
termasuk pembayaran pokok, perubahan kurs, dan/atau reklasifikasi ke bagian jangka pendek.
Jawaban Pertanyaan 6a :
Penurunan saldo utang obligasi jangka panjang sebesar Rp 133,89 miliar disebabkan karena
pembayaran pokok pinjaman.
b. Berdasarkan Catatan 18, Venteny G.K. menerbitkan obligasi sebesar JPY5.899.434.256 atau setara
Rp650,95 miliar pada tahun 2026, sedangkan total saldo utang obligasi Venteny G.K.yang tercatat
pada laporan posisi keuangan per 30 Juni 2026 sebesar Rp413,07 miliar. Agar dijelaskan perbedaan
antara nilai penerbitan dan saldo utang tersebut, termasuk jumlah pokok yang masih terutang per 30
Juni 2026.
Jawaban Pertanyaan 6b :
Sesuai dengan catatan 39 laporan keuangan audit 30 Juni 2026.
7. Terdapat perubahan klasifikasi akun dari laporan keuangan periode 31 Desember 2025 yang
disampaikan kepada publik pada tanggal 30 April 2026 melalui surat nomor 019/VFI/CRSC/IV/2026
dan laporan keuangan periode 30 Juni 2026 yang disampaikan kepada public pada tanggal 3 Agustus
2026 melalui surat nomor 039/VFI/CRSC/VIII/2026. Perubahan klasifikasi akun tersebut sebagai
berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2025
Liabilitas (Versi 3 Agustus (Versi 30 April Selisih
2026) 2026)
Liabiltias Jangka Pendek
Utang lain-lain pihak ketiga 2.820.812.046 2.101.431.627 719.380.419
Page 6
31 Desember 2025 31 Desember 2025
Liabilitas (Versi 3 Agustus (Versi 30 April Selisih
2026) 2026)
Beban masih harus dibayar 101.830.859.277 95.642.496.776 6.188.362.501
Utang obligasi 319.634.607.364 661.120.019.368 -341.485.412.004
Liabilitas jangka panjang
yang jatuh tempo dalam
99.039.175.054 - 99.039.175.054
satu tahun: pinjaman pihak
ketiga
Pinjaman Pihak Ketiga - 105.227.537.555 -105.227.537.555
Liabilitas lain-lain - 719.380.419 -719.380.419
Liabilitas Jangka
Panjang
Utang obligasi 341.485.412.004 - 341.485.412.004
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Dasar dan alasan perubahan klasifikasi atas utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar,
pinjaman pihak ketiga, dan utang obligasi sebagaimana disajikan dalam laporan keuangan per 30 Juni
2026;
Jawaban Pertanyaan 7a :
Sesuai dengan umur sudah melebihi 12 bulan sehingga dilakukan klasifikasi yang sesuai.
b. Apakah perubahan klasifikasi tersebut merupakan koreksi atas penyajian laporan keuangan
sebelumnya, dan apabila demikian, agar dijelaskan penyebab terjadinya perubahan serta
pertimbangan akuntansi yang mendasarinya?
Jawaban Pertanyaan 7b :
Bukan koreksi atas penyajian laporan keuangan sebelumnya tetapi reklasifikasi.
c. Dampak perubahan klasifikasi tersebut terhadap laporan keuangan Perseroan, termasuk apakah
perubahan tersebut hanya memengaruhi penyajian akun atau terdapat perubahan terhadap jumlah
liabilitas, beban, laba rugi, maupun rasio keuangan Perseroan.
Jawaban Pertanyaan 7c :
Tidak terdapat perubahan, tidak memengaruhi penyajian akun atau tidak terdapat perubahan
terhadap jumlah liabilitas, beban, laba rugi, maupun rasio keuangan Perseroan.
Page 7
8. Beban pemasaran Perseroan meningkat sebesar Rp1,45 miliar atau 42,38%, terutama disebabkan oleh peningkatan beban branding dari Rp785,25 juta menjadi Rp4,86 miliar, sementara beban iklan dan pemasaran turun dari Rp1,97 miliar menjadi Rp4,34 juta. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Apa yang menyebabkan peningkatan beban branding secara signifikan dari Rp785,25 juta menjadi Rp4,86 miliar pada periode 30 Juni 2026, termasuk jenis kegiatan yang dilakukan dan tujuan penggunaannya? Jawaban Pertanyaan 8a : Peningkatan pada beban branding dari Rp785,25 juta menjadi Rp4,86 miliar disebabkan karena Perseroan melakukan sponsorship. b. Apa yang menyebabkan beban iklan dan pemasaran turun secara signifikan dari Rp1,97 miliar menjadi Rp4,34 juta pada periode berjalan? Jawaban Pertanyaan 8b : Penurunan beban pemasaran disebabkan oleh perubahan strategi pemasaran Perseroan. c. Apakah terdapat korelasi antara peningkatan beban branding dan penurunan beban iklan dan pemasaran pada periode berjalan? Jawaban Pertanyaan 8c : Terdapat korelasi dikarenakan Perseroan berfokus untuk melakukan branding. 9. Berdasarkan CALK No. 33, pendapatan bunga Perseroan meningkat signifikan sebesar 403%, dari Rp312,33 juta pada 30 Juni 2025 menjadi Rp1,57 miliar pada 30 Juni 2026, sementara berdasarkan CALK No. 6, gross piutang dari aktivitas pemberian pinjaman meningkat sebesar 6,80% pada periode yang sama. Selain itu, berdasarkan CALK No. 33, pendapatan lain-lain meningkat signifikan dari Rp35,92 juta menjadi Rp12,06 miliar. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. faktor yang menyebabkan peningkatan pendapatan bunga secara signifikan pada periode berjalan, termasuk perubahan tingkat bunga dan/atau volume aktivitas pemberian pinjaman. Jawaban Pertanyaan 9a : Kenaikan saldo pendapatan bunga secara signifikan karena terdapat sisa saldo dana mengendap yang terjadi pada 31 Desember 2025 yang nilai sisa saldonya masih ada hingga 30 Juni 2026. b. sumber dan rincian pendapatan lain-lain sebesar Rp12,06 miliar pada periode berjalan. Jawaban Pertanyaan 9b : Pendapatan lain-lain sebesar Rp 12 miliar merupakan hasil dari negosiasi pembayaran utang yang dipercepat sebelum tanggal jatuh tempo.
Page 8
c. Nature dari pendapatan lain-lain, apakah berkaitan dengan aktivitas pemberian pinjaman atau
transaksi lainnya, serta apakah pendapatan tersebut bersifat berulang atau tidak berulang.
Jawaban Pertanyaan 9c :
Sifat dari transaksi atas pendapatan lain-lain yang tidak bersifat berulang.
Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum
10. Berdasarkan RUPS tanggal 13 Oktober 2023, telah disetujui perubahan rencana penggunaan dana
hasil Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan, antara lain perubahan alokasi dana untuk
pengembangan bisnis dari semula sebesar 30% menjadi 35% dan modal kerja dari semula sebesar
28% menjadi 23%. Selain perubahan alokasi tersebut, terdapat perubahan komposisi penggunaan
dana dalam masing-masing kategori, antara lain peningkatan alokasi untuk product development dan
organization development serta penurunan alokasi untuk ekspansi geografis dan marketing & brand
development. Sehubungan dengan hal tersebut dapat dijelaskan:
a. Latar belakang dan pertimbangan Perseroan melakukan perubahan rencana penggunaan dana
tersebut, termasuk faktor yang menyebabkan perubahan prioritas penggunaan dana dibandingkan
dengan rencana penggunaan dana sebagaimana tercantum dalam Prospektus.
Jawaban Pertanyaan 10a :
Sesuai dengan yang disampaikan oleh Direksi dalam RUPSLB pada tanggal 11 Oktober 2023,
alasan dan pertimbangan dilakukannya perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum
perdana saham Perseroan adalah sebagai berikut:
● Perubahan rencana ekspansi Perseroan dimana Perseroan memutuskan untuk menunda
ekspansi luar negeri karena situasi geopolitik dan kondisi perekonomian global yang masih
kurang stabil. Sehingga, Perseroan memutuskan untuk mengembangkan pasar di
Indonesia terlebih dahulu karena Perseroan melihat bahwa pasar di Indonesia merupakan
pasar yang lebih menjanjikan pada saat ini.
● Perseroan melihat dibutuhkannya pengembangan sistem, teknologi informasi dan produk
terutama dilihat dari pertumbuhan bisnis VENTENY Employee Superapp yang signifikan.
● Untuk mendukung kegiatan tersebut, Perseroan memerlukan penguatan dan penambahan
sumber daya manusia serta pembelian asset untuk mengakomodir pengembangan
organisasi dan ekspansi Perseroan.
Page 9
b. Perubahan kebutuhan dan kondisi usaha Perseroan yang mendasari perubahan alokasi dana,
termasuk apakah perubahan tersebut berkaitan dengan perkembangan kegiatan usaha, perubahan
strategi bisnis, kondisi pasar, atau faktor lainnya.
Jawaban Pertanyaan 10b :
Sesuai dengan yang disampaikan oleh Direksi dalam RUPSLB pada tanggal 11 Oktober 2023,
alasan dan pertimbangan dilakukannya perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum
perdana saham Perseroan adalah sebagai berikut:
● Perubahan rencana ekspansi Perseroan dimana Perseroan memutuskan untuk menunda
ekspansi luar negeri karena situasi geopolitik dan kondisi perekonomian global yang masih
kurang stabil. Sehingga, Perseroan memutuskan untuk mengembangkan pasar di
Indonesia terlebih dahulu karena Perseroan melihat bahwa pasar di Indonesia merupakan
pasar yang lebih menjanjikan pada saat ini.
● Perseroan melihat dibutuhkannya pengembangan sistem, teknologi informasi dan produk
terutama dilihat dari pertumbuhan bisnis VENTENY Employee Superapp yang signifikan.
● Untuk mendukung kegiatan tersebut, Perseroan memerlukan penguatan dan penambahan
sumber daya manusia serta pembelian asset untuk mengakomodir pengembangan
organisasi dan ekspansi Perseroan.
c. Evaluasi Perseroan atas efektivitas perubahan rencana penggunaan dana tersebut, termasuk
pencapaian atas tujuan penggunaan dana setelah perubahan dibandingkan dengan tujuan yang
sebelumnya direncanakan dalam Prospektus.
Jawaban Pertanyaan 10c :
Perseroan menilai bahwa penggunaan dana sudah sesuai dengan rencana penggunaan dana
beserta perubahannya, dan pencapaian hasil cukup efektif menimbang peningkatan
pendapatan sejak penawaran umum.
11. Rencana penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham setelah perubahan, dana
sebesar Rp131,19 miliar digunakan sebagai pemberian pinjaman kepada Entitas Anak Perseroan,
yaitu VMI, untuk dijadikan modal kerja dalam rangka pendanaan kepada UMKM melalui kerja sama
dengan Penyelenggara LPBBTI. Sehubungan dengan hal tersebut dapat dijelaskan:
a. Pihak Penyelenggara LPBBTI yang bekerja sama dengan VMI, termasuk mekanisme penyaluran
dana kepada UMKM dan perkembangan jumlah UMKM yang telah memperoleh pendanaan.
Jawaban Pertanyaan 11a :
VMI bekerjasama dengan beberapa Pihak Penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama
Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) yang merupakan entitas anak Perseroan (yang
terkonsolidasi maupun tidak) seperti Lahan Sikam dan Indofund, maupun mitra fintech peer-
Page 10
to-peer lending resmi lainnya yang bekerjasama dengan VMI. Sampai dengan 2026, Perseroan telah menyalurkan pendanaan ke lebih dari 10.000 UMKM dan bisnis. b. Manfaat dan kontribusi penggunaan dana tersebut terhadap Perseroan, termasuk pendapatan yang telah diperoleh dari pemberian pinjaman kepada VMI serta perkembangan pengembalian pokok dan bunga pinjaman VMI kepada Perseroan. Jawaban Pertanyaan 11b : Manfaat dari penggunaan dana tersebut adalah peningkatan kapabilitas Perseroan dalam kontribusinya untuk menjembatani kesenjangan pembiayaan (financial gap) UMKM di Indonesia melalui penyaluran pendanaan produktif untuk meningkatkan kapabilitas dan membantu akselerasi pertumbuhan UMKM. VMI memperoleh pendapatan melalui bunga pinjaman kepada UMKM dan Perseroan memperoleh pendapatan dari bunga pinjaman kepada VMI sesuai dengan bunga yang disebutkan diprospektus. 12. Dana sebesar Rp50,29 miliar digunakan untuk pengembangan sistem informasi teknologi Perseroan, antara lain pengembangan Super-app, fitur-fitur baru, Artificial Intelligence (AI), big data, serta pengembangan dan peningkatan fitur produk Perseroan. Sehubungan dengan hal tersebut dapat dijelaskan: a. Status pengembangan dan implementasi masing-masing sistem dan/atau fitur tersebut, termasuk sistem dan/atau fitur yang telah digunakan dalam kegiatan operasional Perseroan. Jawaban Pertanyaan 12a : Berdasarkan Laporan Realisasi Penggunaan Dana (LRPD) Hasil Penawaran Umum yang disampaikan Perseroan melalui SPE pada tanggal 15 Januari 2025 serta pada RUPS Tahunan 18 Juni 2025, Perseroan menggunakan Rp49,97 miliar untuk pengembangan sistem teknologi informasi Perseroan untuk mendukung operasional Perseroan agar dapat berjalan dengan lancar dan membantu proses mitigasi risiko seperti VENTENY Management System (VMS), Loan Origination System (LOS), SAP integration, Google System, dan sistem lainnya, yang masih dalam tahap riset dan pengembangan. Perseroan terus melakukan riset dan development untuk dapat memberikan yang terbaik bagi UMKM, bisnis, dan karyawan. b. Manfaat dan kontribusi dari pengembangan sistem informasi tersebut terhadap kegiatan usaha Perseroan, termasuk dampaknya terhadap efisiensi operasional, peningkatan jumlah pengguna/pelanggan, pendapatan, dan/atau indikator kinerja lainnya. Jawaban Pertanyaan 12b : Sampai dengan 30 Juni 2026, pendapatan dari B2B Lending tercatat sebesar Rp60,65 miliar dan Super App tercatat sebesar Rp44,92 miliar tumbuh dari 31 Desember 2022 yang dimana
Page 11
B2B Lending mencatatkan pendapatan sebesar Rp55,84 miliar dan Super App mencatatkan pendapatan sebesar Rp8,33 miliar. 13. Dana sebesar Rp55,75 miliar digunakan untuk product development, antara lain pengembangan Exclusive Members bisnis B2B2E, Learning Management System (LMS), Invoicing System, Point of Sales (POS), dan produk lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut dapat dijelaskan: a. Rincian penggunaan dana sebesar Rp55,75 miliar untuk masing-masing produk yang dikembangkan, termasuk nilai dana yang telah digunakan untuk setiap produk. Jawaban Pertanyaan 13a : Berdasarkan Laporan Realisasi Penggunaan Dana (LRPD) Hasil Penawaran Umum yang disampaikan Perseroan melalui SPE pada tanggal 15 Januari 2025 serta pada RUPS Tahunan 18 Juni 2025, Perseroan menggunakan Rp56,22 miliar untuk product development serta riset dan pengembangan untuk Exclusive Members bisnis B2B2E serta karyawan pada umumnya. Perseroan telah mengembangkan beragam fitur dalam Super App diantaranya Multi-wallet, QRIS, EWA, AWA, Ownership Program, Pembayaran & tagihan, Reimbursement serta fitur- fitur lainnya yang masih dalam tahap riset dan pengembangan yang pengembangannya akan dilakukan secara inhouse, maupun melalui kerjasama dengan pada pihak ketiga. Perseroan juga melakukan investasi pada PT Digitalisasi Perangkat Indonesia (melalui kepemilikan saham sebesar 30%), yang merupakan perusahaan induk yang membawahi PT Mareco Prima Mandiri, yang menjalankan bisnis dompet digital (Dipay) dan PT Bursa Akselerasi Indonesia yang merupakan perusahaan fintech peer-to-peer lending (Indofund). b. Status pengembangan dan komersialisasi masing-masing produk, termasuk jumlah pelanggan dan/atau pengguna serta perkembangan transaksi yang dihasilkan dari produk tersebut. Jawaban Pertanyaan 13b : Sejak IPO, Perseroan telah meluncurkan fitur dan produk baru seperti disebutkan dalam jawaban pertanyaan sebelumnya. Pengguna layanan Super App bertumbuh dari 52 ribu di tahun 2022 menjadi 97 ribu di tahun 2025. c. Kontribusi masing-masing produk terhadap pendapatan dan kegiatan usaha Perseroan, termasuk pendapatan yang telah dihasilkan sejak produk tersebut dikomersialisasikan. Jawaban Pertanyaan 13c : Sampai dengan 30 Juni 2026, pendapatan dari B2B Lending tercatat sebesar Rp60,65 miliar dan Super App tercatat sebesar Rp44,92 miliar tumbuh dari 31 Desember 2022 yang dimana B2B Lending mencatatkan pendapatan sebesar Rp55,84 miliar dan Super App mencatatkan pendapatan sebesar Rp8,33 miliar.
Page 12
14. Berdasarkan RUPS tanggal 13 Oktober 2023, rencana penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham setelah perubahan, dana sebesar Rp3,28 miliar digunakan untuk ekspansi geografis melalui pembukaan representative office dan/atau kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk untuk menjangkau wilayah Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, serta wilayah Asia Tenggara dan kawasan Asia lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut dapat dijelaskan: a. Realisasi ekspansi geografis yang telah dilakukan Perseroan, termasuk wilayah yang telah dijangkau, bentuk ekspansi yang dilakukan, dan periode pelaksanaannya. Jawaban Pertanyaan 14a : Perseroan memperluas jangkauan geografis melalui kantor representatif di Palembang untuk memperluas pasar dan kehadiran fisik di wilayah Sumatera, serta perluasan pasar di wilayah Jawa dan Bali melalui keberadaan kantor representatif di Surabaya. Perseroan juga bekerjasama dengan partner strategis untuk memperluas jangkauan dan mempercepat penetrasi pasar. b. Rincian penggunaan dana sebesar Rp3,28 miliar untuk masing-masing kegiatan ekspansi, termasuk penggunaan dana untuk pembukaan representative office dan/atau kerja sama dengan pihak ketiga. Jawaban Pertanyaan 14b : Pembukaan representative office, serta pembayaran sewa kantor Perseroan dan entitas anak. c. Manfaat dan kontribusi ekspansi geografis terhadap kegiatan usaha Perseroan, termasuk perkembangan jumlah pelanggan, pendapatan, dan/atau indikator kinerja lainnya yang berasal dari wilayah hasil ekspansi tersebut. Jawaban Pertanyaan 14c : Manfaat dari ekspansi geografis terhadap kegiatan usaha Perseroan adalah untuk memperluas jangkauan pada UMKM, bisnis dan karyawan, serta mempercepat penetrasi produk dipasar. 15. Dana sebesar Rp65,37 miliar digunakan untuk organization development, terutama untuk penguatan dan penambahan sumber daya manusia Perseroan serta pembelian aset untuk mendukung pengembangan organisasi dan ekspansi yang dilakukan Perseroan. Sehubungan dengan hal tersebut dapat dijelaskan: a. Rincian penggunaan dana sebesar Rp65,37 miliar, termasuk dana yang digunakan untuk penambahan dan pengembangan sumber daya manusia serta pembelian aset.
Page 13
Jawaban Pertanyaan 15a : Dana tersebut digunakan untuk pembelian aset tanah dan bangunan gedung kantor pusat Perseroan serta renovasinya dan pengadaan interior, renovasi ruang kantor, serta pembelian peralatan, perabotan, dan kendaraan operasional. b. Perkembangan jumlah dan komposisi sumber daya manusia Perseroan setelah penggunaan dana tersebut, termasuk penambahan tenaga kerja pada fungsi IT, sales & marketing, support/administrasi, dan fungsi lainnya. Jawaban Pertanyaan 15b : Perseroan mencatat perkembangan komposisi sumber daya manusia yang meningkat 47,22% dari 36 orang pada tahun 2023 menjadi 53 orang pada tahun 2024. c. Manfaat penggunaan dana untuk organization development terhadap kapasitas operasional Perseroan, termasuk dampaknya terhadap produktivitas, kapasitas layanan, jumlah pelanggan, pendapatan, dan/atau indikator kinerja lainnya. Jawaban Pertanyaan 15c : Penggunaan dana ini memberikan kesempatan bagi Perseroan untuk ekspansi lebih cepat dengan penambahan karyawan untuk mendukung pertumbuhan. Selain itu, Perseroan juga memanfaatkan dana untuk program-program retensi seperti MESOP, tunjangan, employee engagement, serta kemampuan untuk kenaikan upah. 16. Berdasarkan RUPS tanggal 13 Oktober 2023, rencana penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham setelah perubahan, dana sebesar Rp6,47 miliar digunakan untuk marketing & brand development, antara lain melalui kegiatan advertising dan promosi untuk meningkatkan awareness dan mendukung operasional Perseroan. Sehubungan dengan hal tersebut dapat dijelaskan: a. Rincian penggunaan dana sebesar Rp6,47 miliar untuk masing-masing kegiatan marketing dan brand development yang telah dilakukan Perseroan. Jawaban Pertanyaan 16a : Perseroan mengalokasikan dana untuk sponsor utama Japan Lamborghini Owners Club (JLOC), Event-event dengan komunitas HRD untuk mendukung brand awareness, social media dan digital marketing, HiVE Event: Dorong Brand Awareness dan Corporate Social Responsibility (CSR). b. Hasil dan efektivitas kegiatan marketing dan brand development tersebut, termasuk perkembangan brand awareness, jumlah pelanggan baru, dan/atau tingkat akuisisi pelanggan.
Page 14
Jawaban Pertanyaan 16b : Hasil dari efektivitas kegiatan marketing dan brand development adalah pertumbuhan omset revenue dan pertumbuhan disbursement yang meningkat tiap tahun. Program-program branding ini meningkatkan awareness public terhadap Perseroan dan produk dan layanan yang ditawarkan, sehingga memudahkan untuk memasarkan produk dan layanan serta akuisisi pelanggan. c. Kontribusi kegiatan marketing dan brand development terhadap pendapatan Perseroan, termasuk perkembangan pendapatan dan/atau jumlah pelanggan setelah pelaksanaan kegiatan tersebut. Jawaban Pertanyaan 16c : Kontribusi kegiatan marketing dan brand development adalah peningkatan awareness terhadap Perseroan dan produk dan layanannya, sehingga mempermudah akuisisi pelanggan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Perseroan. 17. Apakah Perseroan memiliki perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU atau pailit) dari pihak ketiga, kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon disampaikan nomor perkara, pokok perkara, dan perkembangan atas perkara hukum tersebut. Jawaban Pertanyaan 17 : Tidak memiliki perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU atau pailit) dari pihak ketiga, kreditur maupun supplier Perseroan). 18. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik. Jawaban Pertanyaan 18 : Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang bersifat material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan yang belum disampaikan oleh Perseroan kepada publik.
Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
FORTUNA INTERNATIONAL Tbk
p.1
unresolved
org
Venteny Pte. Ltd.
p.1 ×5
unresolved
org
PT Lampung Berkah Finansial Teknologi
p.1
unresolved
org
PT Venteny Matahari Indonesia
p.1
unresolved
org
PT Mareco Prima Mandiri
p.11
unresolved
org
PT Bursa Akselerasi Indonesia
p.11
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.