Back to announcement
20260921_UNSP_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32149997_lamp1.pdf
Other Text extracted UNSPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
No: 044/CS-BSP/KIK/IX/2026 Jakarta, 21 September 2026
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 Lantai 6
Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53
Jakarta Selatan 12190, Indonesia
Perihal : Tanggapan Atas Permintaan Penjelasan
Dengan hormat,
Sehubungan dengan surat PT Bursa Efek Indonesia (“Bursa”) No. S-12154/BEI.PP1/09-2026
tanggal 18 September 2026 terkait Permintaan Penjelasan, bersama ini kami sampaikan
tanggapan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (“Perseroan”) sebagai berikut:
1. Hasil revaluasi tanaman produktif menghasilkan nilai wajar per 31 Juli 2026 sebesar
Rp4.628.407.900.000 dari nilai tercatat Rp1.570.271.340.092 (surplus revaluasi
Rp3.058.136.559.908). Merujuk pada tanggapan atas Permintaan Penjelasan
sebelumnya nomor 5.b. perihal tingkat diskonto band of investment method sebesar
10,6% dalam metode Discounted Cash Flow untuk merevaluasi Tanaman Produktif
tersebut, diperoleh informasi sebagai berikut:
Page 2
Bursa meminta penjelasan lebih lanjut:
Tanggapan atas permintaan penjelasan dari pertanyaan-pertanyaan huruf a sampai
dengan huruf f di bawah ini adalah berdasarkan penjelasan KJPP Benedictus
Darmapuspita dan Rekan (“KJPP“).
a. Dasar nilai beta sebesar 1. Selain itu, agar dijelaskan apakah nilai beta tersebut
sudah merupakan levered beta atau masih unlevered beta.
Tanggapan:
Berdasarkan informasi KJPP, dalam Penilaian Properti, KJPP tidak menggunakan
beta untuk saham. Karena beta properti tidak tersedia dan nilai properti perkebunan
selalu bergerak inline dengan pasar, maka KJPP menggunakan beta hipotetis
sebesar 1,00.
b. Dasar pemilihan Indonesian Government Bond Yield, PHEI 31 Juli 2026 dengan
tenor 25 tahun yang menghasilkan angka 7,33%. Agar dijelaskan pula justifikasi
pemilihan tenor 25 tahun dibandingkan tenor lain yang lebih likuid dan lazim
digunakan sebagai benchmark (misalnya tenor 10 tahun). Selain itu, apakah
pemilihan tenor tersebut juga mempertimbangkan karakteristik dan horizon bisnis
Perseroan dan Entitas Anak secara spesifik, atau merupakan pendekatan standar
yang diterapkan KJPP secara umum? Jelaskan.
Tanggapan:
Sesuai dengan informasi dari KJPP, dasar pemilihan Indonesian Government Bond
Yield tenor 25 tahun adalah berdasarkan pada karakteristik objek penilaian yaitu
perkebunan kelapa sawit dan karet. Tanaman kelapa sawit dan karet memiliki umur
ekonomis 25 tahun. Hal ini secara umum diterapkan oleh KJPP pada penilaian
perkebunan.
c. Dasar interest rate menggunakan capital recovery dari bunga pinjaman investasi per
Mei 2026 sebesar 8,07% (sumber BI) dengan periode 25 tahun sebagaimana
disebutkan. Sama halnya dengan poin b, apakah pemilihan tenor ini juga telah
mempertimbangkan karakteristik dan horizon bisnis Perseroan dan Entitas Anak
secara spesifik, atau merupakan pendekatan standar yang diterapkan KJPP secara
umum? Jelaskan.
Tanggapan:
Sama halnya dengan poin b, periode 25 tahun pada perhitungan capital recovery
juga berdasarkan pada karakteristik objek penilaian yaitu perkebunan kelapa sawit
dan karet. Tanaman kelapa sawit dan karet memiliki umur ekonomis 25 tahun. Hal ini
secara umum diterapkan oleh KJPP pada penilaian perkebunan.
2
Page 3
d. Agar disertakan link sumber BI yang dimaksud yang menunjukkan dasar angka
8,07% tersebut.
Tanggapan:
Berikut disampaikan link yang digunakan KJPP untuk suku bunga sebesar 8,07%
yang diperoleh dari BI sebagai berikut:
https://www.bi.go.id/SEKI/tabel/TABEL1_26.pdf
e. Dasar perhitungan 9,43% yang berasal dari capital recovery bunga pinjaman
investasi per Mei 2026 sebesar 8,07% tersebut.
Tanggapan:
Sesuai dengan penjelasan dari KJPP, dasar perhitungan 9,43% yang berasal dari
Capital Recovery bunga pinjaman investasi per Mei 2026 sebesar 8,07% adalah
menggunakan formulasi untuk menghitung Capital Recovery sebagai berikut :
f. Dasar tax rate ditetapkan sebesar 0.
Tanggapan:
Sesuai dengan penjelasan dari KJPP, asumsi tax rate = 0 menunjukan tingkat
diskonto sebelum pajak. Tingkat diskonto sebelum pajak digunakan karena arus kas
pada penilaian properti adalah arus kas sebelum pajak.
3
Page 4
Berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 bagian SPI 106
Pendekatan dan Metode Penilaian, bab 6.4 Metode – metode dalam Pendekatan
Pendapatan, pada poin Jenis Arus Kas huruf f). “Jenis arus kas yang dipilih
seharusnya sesuai dengan sudut pandang pelaku pasar. Arus kas dan tingkat
diskonto untuk real properti lazimnya dikembangkan dengan dasar sebelum pajak
sedangkan arus kas dan tingkat diskonto untuk bisnis biasanya dikembangkan
dengan dasar setelah pajak”.
2. Informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat
mempengaruhi kelangsungan usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga
saham perusahaan.
Tanggapan:
Tidak ada Informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat
mempengaruhi kelangsungan usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga
saham perusahaan.
Demikian hal ini kami sampaikan. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk
_________________
Aditya Indrajati
Corporate Secretary
4
Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Benedictus Darmapuspita dan Rekan
p.2
unresolved
org
KJPP Benedictus Darmapuspita
p.2
unresolved
person
Aditya Indrajati
· Corporate Secretary
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.