Skip to content
Back to announcement

20260915_GGRM_Public Expose_32148545_lamp2.pdf

Other Text extracted GGRM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 5

Page 1
Laporan Public Expose PT Gudang Garam Tbk
Kamis, 10 September 2026

1.       PT Gudang Garam Tbk (Perseroan) diwakili oleh Bp. Heru Budiman, Direktur & Corporate
         Secretary, dan Bp. Istata Siddharta, Direktur.

2.       Presentasi

3.       Sesi Tanya Jawab


1. Michael Suryajaya
   Pertanyaan:
   a. Bagaimana pandangan manajemen terkait volume penjualan di semester 2 tahun 2026 dibanding
      dengan semester 1?
   b. Bagaimana peredaran rokok-rokok tanpa cukai? Apakah sudah berkurang secara signifikan?
   c. Bagaimana strategi harga jual dan volume perusahaan di tengah kondisi saat ini dan ke depan?

     Jawaban:
     Volume penjualan Perseroan paruh pertama 2025 adalah 23,7 miliar batang, turun menjadi 20,5
     miliar batang pada paruh pertama 2026. Dalam persentase, penurunannya sebesar 13,6%.
     Untuk proyeksi semester kedua tahun 2026, harap bersabar, karena memang kalau dilihat, penurunan
       dak berhen total, tapi juga mudah-mudahan dak turun terus. Penurunan atau kenaikan volume
     akan sangat tergantung dari rela f pricing kita terhadap kompe tor. Jadi kalau memang kita melihat
     perlu menaikkan harga lagi, ada kemungkinan volume akan turun. Kalau kita misalkan memutuskan
     untuk dak menaikkan harga, kemungkinan volume di H2 itu tetap akan stabil. Lebih kurang seper
     itu.

     Mengenai rokok ilegal atau rokok yang dak memenuhi ketentuan cukai, apakah sudah banyak
     berkurang atau belum? Menurut kami, dari data yang tertangkap, cukup banyak kenaikannya, tapi
     apakah itu sudah mengatasi masalah secara menyeluruh? Kami kira belum. Karena ini sebetulnya
     cuma puncak gunung es dari masalah rokok ilegal yang ada di industri. Jadi memang penindakan itu
     sangat bagus, tapi ndakan sementara ini masih belum cukup untuk menghilangkan rokok ilegal.

2. Sarkia Adelia
   Pertanyaan:
   a. Volume rokok nasional turun 7% YoY, namun volume Perseroan turun lebih dalam dan segmen SKM
      sudah mencatat CAGR 5Y -5%. Apakah ini sinyal Perseroan kembali kehilangan pangsa pasar? Apa
      strategi manajemen untuk segmen ini ke depan, dan apakah ada rencana diversifikasi ke bisnis non-
      tobacco?
   b. Pendapatan segmen SKM di 1H terus turun selama 5 tahun terakhir. Apakah ini sudah menjadi low
      base terakhir sebelum recovery, atau manajemen melihat tekanan masih berlanjut? Dan apakah



                                                                                                     1
Page 2
   intensifikasi pemberantasan rokok ilegal oleh Pemerintah belum memberikan dampak signifikan
   terhadap permintaan GGRM secara struktural?

Jawaban:
a. Kami berusaha mempertahankan posisi op mum. Kalau ada kesempatan menaikkan harga, kami
   menghindari untuk menjadi rokok termahal sesaat dan kami juga memantau kompe tor sesama
   kelas mengiku atau dak. Kalau dak mengiku , kami juga dak memiliki wacana untuk
   memperbaiki profitabilitas dalam kondisi sekarang ini, di mana volume yang turun itu belum
   pernah terkejar kembali.

    Sekali lagi kami ulang bahwa penurunan volume itu terjadi karena perokok di kelas menengah ke
    bawah memiliki alterna f rokok lebih murah, yaitu rokok ilegal yang dak memenuhi peraturan
    pita cukai.

    Dapat ditambahkan kenapa pangsa pasar kita turun lebih besar daripada penurunan industri,
    kalau diingat kembali bahwa posisi kita ada di Tier 1 atau Golongan 1. Sedangkan dengan
    perbedaan diferensial cukai Golongan 1, Golongan 2, serta rokok ilegal yang prak s dak bayar
    cukai, akan terjadi downtrading, di mana mereka yang tadinya membeli rokok mahal Golongan 1
    itu sebagian ke Golongan 2. Di situ yang akan terjadi penurunan market share kita dibandingkan
    dengan penurunan di industri yang tercatat. Penurunan industri yang tercatat sendiri itu
    sebetulnya kelihatan cukup besar. Dan kalau dari angka itu kelihatan bagus buat faktor kesehatan
    dan mengurangi konsumsi. Namun yang sering dilupakan adalah berapa banyak sebetulnya
    mereka yang pindah ke rokok ilegal yang dak tercatat. Karena kalau kelihatannya dengan
    bertambahnya jumlah penduduk kita, dengan tendensi merokok yang sebetulnya masih belum
    banyak berubah, apakah itu penurunan volume yang real yang dikonsumsi oleh seluruh
    masyarakat, atau itu sebenarnya penurunan volume yang akhirnya berpindah ke rokok ilegal? Itu
    pertanyaan yang dak bisa kami jawab.

    Kemudian pertanyaan kedua mengenai rencana diversifikasi. Sementara ini dak ada rencana
    konkret untuk melakukan diversifikasi karena melihat kondisi ekonomi secara keseluruhan juga
      dak terlalu baik, sekalipun itu adalah akibat imported infla on, terganggu nya rantai pasok dan
    lain-lain, sehingga kami dak memiliki rencana saat ini untuk melakukan suatu bisnis baru.

b. Kalau kita melihat tekanan terhadap SKM Gudang Garam, tergantung dari nan posisi kita mau
   seberapa jauh kita fokus ke volume atau seberapa jauh kita fokus ke profitabilitas. Jadi, tetap kalau
   kita melihat kondisi market yang ada, dengan boleh dibilang status quo dari Pemerintah yang
   memberikan kelonggaran dengan dak menaikkan cukai selama beberapa tahun, harapannya
   adalah itu merupakan status quo yang bisa kita pertahankan untuk volume SKM. Namun, sesuai
   dengan perkembangan cost structure kita nan dan market ke depannya, kita dak bisa
   memberikan suatu kepas an bahwa kita dak akan mengorbankan volume lagi untuk
   mempertahankan profit, atau apakah kita akan mengorbankan profit untuk menaikkan volume.
   Itu kita akan tetap lihat ke depannya.


                                                                                                     2
Page 3
      Sedikit tambahan perihal SKM, sebagai contoh spesifik, untuk rokok SKM 12 batang, cukai yang
      kita bayarkan adalah Rp 19.000. Gudang Garam hari ini menjual rokok di Rp 26.000. Jadi bisa
      diis lahkan kami mengambil uang konsumen Rp 26.000, kami setor cukai Rp 19.000. Sekarang
      dapat dibayangkan untuk produsen yang dak membayar cukai, apakah dia harus juga menjual di
      Rp 26.000? Tidak, dia cukup misalnya menjual di Rp 15.000.

      Yang mau dihitung sekarang adalah is lah kami “net sales proceeds”. Kami mendapatkan hasil
      penjualan, dimana kami sudah membayar cukai, yaitu angkanya adalah Rp 26.000, harga SKM 12
      batang saat ini, dan cukainya Rp19.000, sehingga kami mendapatkan net sales proceeds (bukan
      keuntungan) sebesar Rp 7.000. Produsen yang dak memakai pita cukai, cukup misalnya menjual
      di Rp 12.000. Karena dia dak membayar cukai, maka net sales proceeds dia adalah Rp 12.000.

      Mudah-mudahan ini bisa memberikan gambaran bahwa selama masih adanya alterna f rokok
      murah yaitu rokok yang dak memenuhi peraturan cukai, kami harus mempertahankan
      batasannya supaya dak mengalami nega ve cash flow. Karena kalau kami menaikkan harga
      terus, akan berhadapan dengan pesaing di kelas yang sama dimana kami juga menghindari
      menjadi rokok termahal karena ini akan mendorong orang yang uangnya dak cukup untuk
      melakukan downtrading.

      Perihal intensifikasi pemberantasan rokok ilegal, kami terus terang dak bisa menghubungkan
      kesuksesan pemberantasan rokok ilegal dengan operasional kami. Mungkin itu memang bagus
      dan kejadian, tapi kalau dari kami sebenarnya dak merasakan dampak secara terlalu posi f.

3. Andrew - Investor
   Pertanyaan:
   Izin bertanya bagaimana tanggapan perusahaan dengan harga saham GGRM pada saat ini? Dan
   bagaimana dengan rencana kebijakan dividen untuk tahun depan?

  Jawaban:
  Pada RUPS tahun 2026 yang membahas tahun 2025, Perseroan memutuskan membayar dividen
  sebesar Rp 800 per lembar saham, dengan total Rp 1,6 triliun.

  Sekarang, yang kita syukuri adalah pinjaman kita sangat rendah, pada balance sheet date, seringkali
  0. Kalau memang uang tersebut dak diperlukan, tentunya akan diper mbangkan untuk membayar
  dividen. Tapi kalau pertanyaannya meningkatkan pembayaran dividen, itu hanya bisa terjadi kalau
  kami menaikkan harga terus, karena cukai turun itu belum pernah terjadi. Kalau kami menaikkan
  harga, kami juga akan melihat apakah kompe tor sekelas juga menaikkan harga. Kalau mereka
  menaikkan harga dan kita memang memerlukan uangnya, seper yang terjadi di paruh kedua tahun
  2025 maupun sampai paruh pertama 2026, kita akan mencoba menaikkan harga. Tapi dak ada target
  maupun formulasi volume turun berapa, kenaikan harga berapa.



                                                                                                   3
Page 4
   Yang kita harus perha kan adalah kalau kita menjadi rokok termahal, itu akan mendorong konsumen
   kelompok menengah ke bawah untuk mencoba merek lain. Kalau misalnya cocok, nan sewaktu
   misalnya harga bisa kembali lagi seper dulu, dimana harga rokok 12 batang itu hampir semuanya
   kurang lebih sama, dak otoma s ada jaminan bahwa konsumen yang dulu membeli rokok Gudang
   Garam, sekarang bergan ke merek lain, akan kembali lagi ke rokok Gudang Garam. Jadi itu adalah
   per mbangan kami kalau misalnya kami hanya menekankan pada profitabilitas.

4. William Adriel
   Pertanyaan:
   Apakah Perseroan berencana destocking inventory dalam waktu dekat?

   Jawaban:
   Sebetulnya itu bukan destocking. Penurunan penjualan mengakibatkan penurunan pemakaian
   sehingga pembelian bahan baku pun berkurang. Akibatnya adalah posisi inventory turun.

Sesi Press conference

1. Thurfah - Liputan6.com
   Pertanyaan:
    a. Berapa target pendapatan, laba bersih, serta realisasi belanja modal (capex) hingga akhir 2026?
    b. Dan bagaimana update operasional dan kontribusi komersial dari Bandara Dhoho Kediri saat ini?

   Jawaban:
   a. Target laba, pendapatan, dan capex sampai akhir 2026 dak kami umumkan, tetapi tentunya kami
      memiliki target. Mengingat kondisi sekarang dipengaruhi banyak faktor eksternal yang dak berada
      dalam kendali kami, untuk 2026 kami berharap, antara lain, volume dak lagi mengalami
      penurunan.
      Untuk capex operasional rokok, dak ada rencana atau keharusan untuk meningkatkan
      pembelanjaan. Untuk bandara juga dak ada tambahan capex yang direncakan pada 2026. Capex
      tetap ada untuk progres pembangunan jalan tol, dengan es masi tahun ini sekitar Rp 1 triliun
      hingga Rp 2 triliun.
   b. Karena bandara merupakan proyek jangka panjang, sampai saat ini belum memberikan kontribusi
      posi f bagi Perusahaan dan diperkirakan tetap seper itu untuk beberapa tahun ke depan.

2. Annisa - Bisnis Indonesia
   Pertanyaan:
   a. Apakah GGRM melihat pemulihan laba semester I sebagai tren yang bisa berlanjut?
   b. Apakah Perseroan masih memiliki rencana investasi besar lainnya setelah Dhoho?

Jawaban:
   a. Peningkatan laba hanya akan terjadi apabila kami dapat terus melakukan kenaikan harga. Dalam
      melakukan kenaikan harga, kami tentunya melihat kondisi daya beli konsumen, khususnya


                                                                                                         4
Page 5
     kelompok menengah ke bawah. Akibat kenaikan harga, produk kami mungkin menjadi rokok paling
     mahal sesaat, kecuali kenaikan tersebut juga diiku produsen rokok besar yang sekelas dengan
     Gudang Garam. Jika kondisi makro dan perekonomian Indonesia maupun global dak banyak
     berubah, kami mengharapkan perbaikan pada H1 akan berlanjut pada H2.
  b. Selain Dhoho dan proyek jalan tol, sementara ini kami dak mempunyai rencana yang lain.

3. Jasmine Aisyah
   Pertanyaan:
    a. Berapa angka porsi Free Float Perusahaan saat ini?
    b. Bagaimana rencana strategis korporasi yang disiapkan untuk menambah (atau mempertahankan)
       porsi saham publik dan untuk memenuhi target porsi Free Float 15% di 31 Maret 2028? Apakah
       Perseroan sudah memetakan meline internal menuju tanggal tersebut?

  Jawaban:
  a. Free Float Perseroan saat ini 17%.
  b. Targetnya 15%, sedangkan free float Perusahaan 17%, kami sudah memenuhi target tersebut
     sehingga dak ada lagi meline khusus yang relevan.

4. Annisa – Bisnis Indonesia
   Pertanyaan:
   a. Seberapa besar GGRM melihat ruang kenaikan ASP untuk menopang pendapatan?

  Jawaban:
  a. Kami dak dapat menjawab hal itu karena ruang kenaikan ASP berubah dari minggu ke minggu.




                                                                                                5

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.69 MB
Published15 Sep 2026
Pages5
Characters12,358
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

unresolved org Gudang Garam Tbk p.1 ×4
unresolved person Heru Budiman p.1
unresolved person Istata Siddharta p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result