Back to announcement
20260916_BOAT_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32149041_lamp2.pdf
Other Text extracted BOATSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 10
Page 1
1. Perseroan telah memberikan tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa pada
lampiran Form E074.
2. Tanggapan Perseroan terhadap permintaan penjelasan Bursa:
a. Faktor utama yang menyebabkan peningkatan piutang usaha kepada GUS Co
Ltd dan PT Suasa Benua Sukses.
Peningkatan piutang usaha kepada GUS Co Ltd terjadi karena NMS memperoleh
kontrak baru untuk 2 unit kapal milik Perseroan pada periode kuartal I tahun 2026
sedangkan untuk periode pelaporan 31 Desember 2025, GUS hanya menyewa 1
unit kapal milik Perseroan.
Peningkatan piutang usaha kepada PT Suasa Benua Sukses (SBS) terjadi karena
SBS melakukan pelunasan dipercepat pada periode pelaporan 31 Desember
2025 dibandingkan dengan periode pelaporan 30 Juni 2026.
b. Status penagihan atas piutang tersebut serta rata-rata periode penagihannya.
Status penagihan atas kedua piutang tersebut lancar. Sampai dengan 30 Agustus
2026, Perseroan telah menerima pembayaran masing-masing dari GUS Co Ltd
dan PT Suasa Benua Sukses sejumlah USD 1.308.374 dan USD 519,339. Rata-
rata penagihan masing-masing untuk GUS Co Ltd dan PT Suasa Benua Sukses
adalah 67 hari dan 84 hari.
c. Mitigasi risiko kredit yang dilakukan Perseroan mengingat piutang usaha
digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman bank.
Perseroan memiliki kebijakan untuk memastikan penjualan jasa hanya dilakukan
kepada pelanggan yang dapat dipercaya dengan rekam jejak atau sejarah kredit
yang baik. Merupakan kebijakan Perseroan bahwa semua pelanggan yang akan
menggunakan jasa dan pembayaran secara kredit harus melalui prosedur
verifikasi kredit. Perseroan memiliki kebijakan yang membatasi jumlah kredit untuk
tiap-tiap pelanggan, selain itu saldo piutang usaha dipantau secara terus menerus
untuk mengurangi risiko piutang tak tertagih.
3. Tanggapan Perseroan terhadap permintaan penjelasan Bursa:
a. Rincian pelanggan yang membentuk saldo piutang jatuh tempo lebih dari 90 hari.
b. Dasar pertimbangan Perseroan tidak membentuk cadangan kerugian penurunan
nilai atau kerugian kredit ekspektasian.
Untuk piutang yang telah melewati jatuh tempo, Perseroan telah melakukan
pemantauan dan penagihan secara berkala serta melakukan evaluasi secara
individual terhadap pelanggan terkait keterlambatan pembayaran tidak serta-
merta dianggap sebagai indikasi bahwa piutang tersebut tidak tertagih,
mengingat keterlambatan dapat dipengaruhi oleh siklus pembayaran pelanggan
sementara hubungan usaha dengan pelanggan masih berjalan.
Page 2
Selain itu, dalam menentukan estimasi kerugian kredit ekspektasian, Perseroan
juga mempertimbangkan realisasi penerimaan pembayaran piutang usaha
selama periode tahun buku 2025 dan pendekatan berkala secara rutin dengan
pelanggan. Berdasarkan pemantauan tersebut, tidak terdapat indikasi bahwa
saldo piutang usaha secara keseluruhan akan mengalami kerugian kredit yang
material.
Perseroan juga memiliki mekanisme pengendalian atas piutang melalui
pemantauan aging piutang, penagihan secara berkala, serta evaluasi terhadap
kemampuan dan rekam jejak pembayaran pelanggan. Dengan adanya proses
tersebut, manajemen menilai risiko gagal bayar dapat dimonitor dan
dikendalikan.
Cranium Offshore Pte Ltd juga telah berkomitmen kepada Perseroan untuk
menyelesaikan pembayaran atas piutang usaha Perseroan sebelum tutup buku
pada akhir tahun 2026.
Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, manajemen menyimpulkan
bahwa estimasi kerugian kredit ekspektasian atas piutang usaha pada tanggal
30 Juni 2026 tidak material sehingga tidak terdapat penyisihan/cadangan
kerugian kredit ekspektasian yang perlu diakui dalam laporan keuangan.
Namun demikian, Perseroan akan terus melakukan evaluasi atas kolektibilitas
piutang pada setiap periode pelaporan dan akan mengakui kerugian kredit
ekspektasian apabila terdapat perubahan kondisi, bukti objektif, atau informasi
yang menunjukkan adanya peningkatan risiko kredit dan potensi kerugian atas
piutang usaha.
4. Tanggapan Perseroan terhadap permintaan penjelasan Bursa:
a. Dasar transaksi dan ketentuan penyelesaian piutang tersebut.
Dasar transaksi timbul sehubungan dengan biaya yang dibayarkan terlebih dahulu
untuk pengoperasian kapal NMS Sapphire dan penyelesaian pinjaman ini
berdasarkan kesepakatan kedua belah Pihak.
b. Jangka waktu penyelesaian yang disepakati antara Perseroan dan NOS.
Jangka waktu penyelesaian yang disepakati antara Perseroan dan NOS adalah
kesepakatan kedua belah pihak sesuai perjanjian pinjaman No. 001/LGR/NMS/PP
NMS-NOS/IX/2024 antara Perseroan dan NOS.
c. Langkah yang dilakukan Perseroan untuk memastikan saldo piutang pihak
berelasi tersebut dapat direalisasikan.
Langkah yang dilakukan Perseroan untuk memastikan saldo piutang pihak
berelasi tersebut dapat direalisasikan adalah Perseroan melakukan koordinasi
dengan pihak berelasi untuk menyepakati rencana atau jadwal pembayaran dan
NOS berkomitmen melakukan pelunasan sebagian di kuartal ke 4 tahun buku
2026.
5. Tanggapan Perseroan terhadap permintaan penjelasan Bursa:
a. Jenis kegiatan operasional kapal yang mendasari peningkatan uang muka
tersebut.
Jenis kegiatan operasioal yang mendasari peningkatan uang muka adalah
pembelian bahan bakar untuk persiapan proyek kapal-kapal charter dan
pembelian suku cadang kapal persiapan perawatan kapal-kapal crew boats di
kuarter ke 3 tahun 2026.
Page 3
b. Pihak-pihak penerima uang muka terbesar.
c. Estimasi waktu realisasi uang muka menjadi biaya operasional atau reklasifikasi
menjadi aset tetap adalah :
− Pada saat tagihan telah disetujui, ditagihkan, dan diterima oleh pelanggan,
atau
− Pada saat pekerjaan perawatan kapal-kapal dinyatakan selesai dan kapal
siap kembali bekerja ke pelanggan
6. Tanggapan Perseroan terhadap permintaan penjelasan Bursa:
a. Jenis aset tetap yang diperoleh dan mulai dioperasikan selama tahun berjalan.
Jenis aset tetap yang diperoleh dan mulai dioperasikan selama tahun berjalan
adalah Dynamic Positioning (DP) System untuk kapal-kapal jenis Anchor Handling
Tug Supply (AHTS).
b. Tujuan investasi dan kontribusinya terhadap peningkatan kapasitas operasional
Perseroan
Tujuan investasi DP System adalah bagian dari upaya peningkatan kemampuan
dan kapasitas operasional armada kapal dalam mendukung kegiatan usaha
pelayaran, khususnya untuk pekerjaan yang membutuhkan kemampuan kapal
dalam mempertahankan posisi dan arah secara presisi selama kegiatan
operasional di laut.
Adapun kontribusi dari investasi sistem tersebut adalah :
− Memperluas jenis pekerjaan yang dapat dilayani oleh armada Perseroan
− Meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi operasional, karena kapal dapat
mempertahankan posisi tanpa selalu mengandalkan sistem jangkar, sehingga
mendukung pelaksanaan pekerjaan pada kondisi dan lokasi tertentu yang
memiliki keterbatasan untuk melakukan anchoring
− Meningkatkan aspek keselamatan operasional, karena DP system membantu
menjaga posisi dan arah kapal secara otomatis serta mengurangi
ketergantungan terhadap metode penjangkaran pada kondisi operasional
tertentu.
− Meningkatkan daya saing armada Perseroan karena kemampuan DP system
merupakan salah satu persyaratan teknis yang dibutuhkan dalam pekerjaan
pelayaran dan jasa kelautan tertentu, khususnya yang berkaitan dengan
kegiatan offshore di luar Indonesia.
− Mendukung peningkatan utilisasi dan potensi pendapatan armada, dengan
meningkatkan kemampuan kapal untuk mengikuti tender atau memperoleh
kontrak pekerjaan yang mensyaratkan spesifikasi dan kemampuan Dynamic
Positioning.
Page 4
c. Sumber pendanaan yang digunakan untuk pembelian aset tetap tersebut.
Sumber pendanaan yang digunakan untuk pembelian aset tetap tersebut adalah
berasal dari sumber internal, dana tersebut berasal dari kas dan setara kas yang
tersedia serta arus kas yang dihasilkan dari kegiatan usaha Perseroan.
d. Dampak investasi tersebut terhadap proyeksi pendapatan dan laba Perseroan.
Investasi DP System diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi jangka
panjang bagi Perseroan melalui peningkatan kapasitas operasional, utilisasi
armada, peluang memperoleh kontrak baru sehingga dapat meningkatkan
pendapatan, dan pada akhirnya meningkatkan profitabilitas Perseroan.
7. Tanggapan Perseroan terhadap permintaan penjelasan Bursa:
a. Rincian aset tetap yang dijual pada periode 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
Rincian aset tetap yang dijual masing-masing pada periode 30 Juni 2026 dan 31
Desember 2025 adalah kendaraan mobil tipe Alphard 2.5G A/T dan kendaraan
mobil tipe Mazda CX 9 FWD.
b. Latar belakang penjualan aset tetap mengalami kerugian selama 2 periode karena
disebabkan oleh adanya perbedaan antara nilai tercatat aset tetap pada saat
pelepasan dengan nilai realisasi atau harga jual aset tersebut serta perbedaan
penggunaan mata uang fungsional (USD) pada Laporan Keuangan Perseroan
dan mata uang transaksi (IDR).
c. Bursa tidak menemukan adanya pencatatan kerugian penjualan aset tetap pada
Laporan Laba Rugi, mohon penjelasan bagaimana kerugian penjualan aset tetap
tersebut dicatatkan dalam Laporan Laba Rugi.
Kerugian penjualan aset tetap pada Laporan Laba Rugi dicatat pada akun
Penghasilan usaha lainnya – neto.
8. Tanggapan Perseroan terhadap permintaan penjelasan Bursa:
a. Pertimbangan utama Perseroan melakukan refinancing fasilitas pinjaman LPEI ke
BNI.
Pertimbangan utama Perseroan dalam melakukan refinancing fasilitas pinjaman
dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Indonesia Eximbank) ke PT
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) adalah kesesuaian fasilitas
pembiayaan dengan karakteristik kegiatan usaha dan rencana pengembangan
usaha Perseroan ke depan.
Indonesia Eximbank pada prinsipnya merupakan lembaga pembiayaan yang
memiliki mandat untuk mendukung kegiatan yang berkaitan secara langsung
dengan ekspor. Sementara itu, kegiatan usaha Perseroan di bidang jasa
pelayaran dan NMS pada prinsipnya merupakan kegiatan yang bersifat indirect
export, sehingga terdapat keterbatasan dalam fleksibilitas LPEI untuk mendukung
seluruh rencana pengembangan usaha Perseroan di masa mendatang.
Di sisi lain, BNI memiliki cakupan pembiayaan yang lebih luas dan tidak memiliki
keterbatasan tersebut, sehingga BNI dapat memberikan dukungan pendanaan
yang lebih fleksibel terhadap kegiatan usaha dan rencana pengembangan
Perseroan.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut, refinancing fasilitas LPEI ke BNI
dilakukan sebagai bagian dari langkah Perseroan untuk menyelaraskan struktur
dan sumber pendanaan dengan kebutuhan operasional serta rencana
Page 5
pengembangan usaha Perseroan, sekaligus membangun hubungan perbankan
yang dapat mendukung kebutuhan pendanaan Perseroan secara berkelanjutan.
b. Rencana penggunaan fasilitas modal kerja Rp9 miliar.
Rencana penggunaan fasilitas modal kerja Rp9 miliar adalah penggunaan
pembayaran tagihan atas biaya-biaya berhubungan dengan charter kapal lain dan
uang muka operasional kapal milik sendiri.
c. Upaya Perseroan menjaga kepatuhan terhadap covenant Current Ratio minimal
1, Debt to Equity Ratio maksimal 2,5, dan Debt Service Coverage Ratio minimal
100%.
Upaya Perseroan menjaga kepatuhan terhadap covenant Current Ratio minimal
1, Debt to Equity Ratio maksimal 2,5, dan Debt Service Coverage Ratio minimal
100% antara lain:
− Melakukan penyusunan proyeksi arus kas dan rasio keuangan secara
berkala, termasuk melakukan analisis terhadap potensi perubahan
pendapatan, biaya operasional, kebutuhan modal kerja, serta jadwal
pembayaran pinjaman untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran covenant
sejak dini.
− Melakukan pengelolaan arus kas dan modal kerja secara prudent agar
Perseroan memiliki kemampuan yang memadai dalam memenuhi kewajiban
jangka pendek dan mempertahankan Current Ratio pada tingkat minimal 1.
− Mengendalikan tingkat leverage, termasuk melakukan pengelolaan terhadap
penambahan utang dan kewajiban keuangan baru dengan
mempertimbangkan kemampuan Perseroan serta batas Debt to Equity Ratio
maksimal 2,5.
− Melakukan pengelolaan arus kas operasional secara hati-hati untuk
memastikan ketersediaan kas yang memadai dalam memenuhi kewajiban
pembayaran pokok dan bunga pinjaman, sehingga Debt Service Coverage
Ratio dapat dipertahankan pada tingkat minimal 100%.
− Mengoptimalkan penerimaan piutang usaha melalui monitoring umur piutang
dan penagihan secara aktif guna menjaga arus kas operasional dan
mendukung pemenuhan kewajiban Perseroan kepada kreditur.
− Melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak bank secara berkala
terkait pemenuhan persyaratan fasilitas pinjaman dan kondisi keuangan
Perseroan, serta mengambil langkah yang diperlukan apabila terdapat
potensi perubahan terhadap pemenuhan covenant.
9. Tanggapan Perseroan terhadap permintaan penjelasan Bursa:
a. Latar belakang peningkatan utang kepada PT Sentosasegara Mulia Shipping.
Latar belakang peningkatan utang kepada PT Sentosasegara Mulia Shipping
(SMS) adalah bagian dari manajemen arus kas atau likuditas untuk memenuhi
kebutuhan operasional Perseroan namun tetap menajaga hubungan baik dengan
SMS dan tidak menimbulkan potensi pelanggaran terhadap kontrak dengan
pelanggan dan vendor.
Page 6
b. Hubungan peningkatan utang usaha dengan aktivitas penyewaan kapal charter
sebagai berikut :
Dalam menjalankan kegiatan usaha pelayaran, Perseroan dapat melakukan
penyewaan kapal milik sendiri dan penyewaan kapal charter dari pemilik kapal
lainnya untuk memenuhi kebutuhan operasional dan mendukung pelaksanaan
kontrak dengan pelanggan. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan aktivitas
charter kapal, kewajiban / utang Perseroan kepada pemilik kapal charter juga
mengalami peningkatan.
Utang usaha tersebut pada dasarnya timbul dari tagihan atas jasa charter kapal
lain yang telah diterima Perseroan namun pembayarannya belum dilakukan
sampai dengan tanggal pelaporan.
c. Profil jatuh tempo dan kebijakan pembayaran kepada pemasok utama.
Profil jatuh tempo umumnya 60 – 90 hari kalender dan kebijakan pembayaran
kepada pemasok utama adalah berdasarkan termin pembayaran yang telah
disepakati dalam kontrak, purchase order, atau dokumen perjanjian lainnya,
dengan tetap mempertimbangkan kondisi arus kas dan kebutuhan operasional
Perseroan.
d. Rincian AP Aging per 30 Juni 2026.
e. Upaya Perseroan dalam mengatasi peningkatan utang usaha, mengingat kondisi
kas dan setara kas nilainya berkisar 6x lebih rendah dibandingkan utang usaha
pada 30 Juni 2026.
Upaya Perseroan dalam mengatasi peningkatan utang usaha, mengingat kondisi
kas dan setara kas nilainya berkisar 6x lebih rendah dibandingkan utang usaha
pada 30 Juni 2026, antara lain :
- Mengoptimalkan penerimaan piutang usaha.
- Melakukan pengelolaan arus kas secara berkala dengan menyusun proyeksi
penerimaan dan pengeluaran kas serta menjaga Current Ratio Perseroan
minimal 1x.
- Melakukan pembayaran utang usaha berdasarkan jatuh tempo dan
kesepakatan termin pembayaran, dengan memprioritaskan kewajiban yang
telah jatuh tempo dan kewajiban yang berkaitan langsung dengan
keberlangsungan operasional kapal.
- Melakukan koordinasi dengan pemasok utama, khususnya untuk kewajiban
yang material, terkait jadwal dan mekanisme pembayaran apabila terdapat
perbedaan waktu antara penerimaan kas dari pelanggan dengan jatuh tempo
kewajiban kepada pemasok.
Page 7
- Mengendalikan penambahan kewajiban usaha baru dengan melakukan
evaluasi terhadap kebutuhan operasional, komitmen charter kapal, dan
pengeluaran lainnya agar peningkatan utang usaha tetap sejalan dengan
kemampuan Perseroan dalam menghasilkan arus kas.
- Mengoptimalkan utilisasi armada dan kegiatan charter kapal untuk menjaga
kesinambungan pendapatan operasional dan meningkatkan kemampuan
Perseroan dalam menghasilkan kas dari kegiatan usaha.
- Perseroan juga melakukan evaluasi terhadap kebutuhan penggunaan modal
kerja apabila diperlukan, dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas,
proyeksi arus kas, serta kepatuhan terhadap ketentuan financial covenant yang
berlaku.
10. Tanggapan Perseroan terhadap permintaan penjelasan Bursa:
a. Faktor yang menyebabkan penurunan pendapatan kapal milik.
Faktor yang menyebabkan penurunan pendapatan kapal milik adalah adanya
perawatan, pembaharuan dan instalasi DP System pada 2 unit kapal AHTS pada
kuartal I yang mengakibatkan tidak maksimumnya utilisasi kedua kapal tersebut.
b. Tingkat utilisasi armada kapal milik pada semester I 2026 dibandingkan periode
yang sama tahun sebelumnya.
Tingkat utilisasi armada kapal milik pada semester I 2026 dibandingkan periode
yang sama tahun sebelumnya adalah 78% atau lebih rendah 6% dibandingkan
periode yang sama tahun sebelumnya akibat adanya perawatan, pembaharuan
dan instalasi DP System pada 2 unit kapal AHTS guna menjaga kualitas dan daya
saing kapal di pasar.
c. Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan kapal milik hingga akhir
tahun 2026 dan masa-masa mendatang adalah Perseroan akan melakukan
optimalisasi utilisasi armada serta memperluas peluang komersial secara regional
(Asia Tenggara) dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar pelayaran dan
offshore serta kemungkinan untuk melakukan investasi aset kapal baru.
11. Tanggapan Perseroan terhadap permintaan penjelasan Bursa:
a. Hubungan bisnis Perseroan dengan GUS Co Ltd.
Hubungan bisnis Perseroan dengan GUS Co Ltd adalah hubungan usaha atau
komersial dalam rangka pelaksanaan kegiatan operasional Perseroan di bidang
pelayaran, khususnya terkait dengan penyediaan charter kapal sesuai dengan
kebutuhan dan kesepakatan komersial antara kedua pihak.
b. Jangka waktu kontrak yang berlaku dengan pelanggan tersebut.
Jangka waktu kontrak yang berlaku adalah 31 Desember 2026 + opsi
perpanjangan 30 hari.
c. Risiko ketergantungan terhadap pelanggan utama serta langkah mitigasi yang
dilakukan Perseroan.
Risiko ketergantungan terhadap pelanggan utama serta langkah mitigasi yang
dilakukan Perseroan sebagai berikut :
- Perseroan menyadari adanya risiko ketergantungan terhadap pelanggan
tertentu. Namun demikian, pemilihan pelanggan dilakukan secara selektif
berdasarkan analisis dan rekam jejak, termasuk ketepatan pembayaran,
komitmen pemenuhan kontrak, serta aspek bisnis dan operasional lainnya.
Terhadap pelanggan yang telah terbukti memiliki rekam jejak dan kualitas
Page 8
bisnis yang baik, Perseroan secara sadar memberikan fokus dan dukungan
optimal, termasuk mengupayakan kontrak dengan jangka waktu yang lebih
panjang, dengan tetap memperhatikan pengelolaan risiko Perseroan.
- Peseroan tetap melakukan diversifikasi risiko, dengan secara:
o Aktif mencari dan mengembangkan hubungan usaha dengan pelanggan
baru dan menggunakan kapal lain untuk meminimalisir risiko operasional
di area kerja baru serta mempelajari karakteristik bisnis dari pelanggan
baru tersebut.
o Meningkatkan aktivitas pemasaran dan mengikuti tender, baik kepada
pelanggan existing maupun calon pelanggan baru, khususnya pada sektor
pelayaran dan offshore yang sesuai dengan spesifikasi armada Perseroan.
o Mempertahankan hubungan dengan pelanggan existing, termasuk
menjaga kualitas pelayanan, keselamatan operasional, kesiapan kapal,
serta pemenuhan standar teknis yang dipersyaratkan pelanggan untuk
meningkatkan peluang perpanjangan kontrak.
12. Tanggapan Perseroan terhadap permintaan penjelasan Bursa:
a. Nature atau kondisi seperti apa yang diklasifikasikan sebagai CALK 19
pendapatan lain-lain pihak ketiga. Mohon jelaskan.
Kondisi yang diklasifikasikan sebagai CALK 19 pendapatan lain-lain pihak ketiga
adalah jasa dan produk selain segmentasi utama Perseroan yakni jasa charter
kapal milik Perseroan dan jasa charter kapal lain; seperti akomodasi penumpang,
jasa agen, jasa sewa peralatan pendukung, bahan bakar dan pelumas, dan jasa
atau produk lainnya.
b. Alasan peningkatan pendapatan lain-lain pihak ketiga sebesar 241,25%, dari
jumlah sebesar $126 ribu pada 30 Juni 2025 menjadi $430 ribu pada periode 30
Juni 2026.
Terdapat proyek-proyek baru menggunakan kapal lain dan membutuhkan
dukungan tambahan dalam proyek tersebut, salah satunya adalah jasa refloating
kapal.
13. Tanggapan Perseroan terhadap permintaan penjelasan Bursa:
a. Latar belakang peningkatan penggunaan kapal sewa dibandingkan kapal milik.
Karena Kapal yang dimilki oleh Perseroan telah digunakan dan diutiliasi secara
penuh, sehingga Perseroan perlu menyewa kapal tambahan untuk mendukung
peningkatan pendapatan. Di sisi lain, tarif sewa kapal juga mengalami
peningkatan seiring dengan meningkatnya permintaan atas kapal sewa di pasar.
b. Strategi Perseroan dalam menjaga margin atas aktivitas charter kapal.
Strategi Perseroan dalam menjaga margin atas aktivitas charter kapal antara lain:
− Melakukan evaluasi keekonomian sebelum menerima kontrak charter, dengan
mempertimbangkan nilai kontrak, estimasi pendapatan, biaya sewa kapal,
serta biaya lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan kontrak.
− Menetapkan harga atau tarif charter berdasarkan perhitungan biaya dan target
margin, dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan tingkat persaingan
sehingga Perseroan tetap kompetitif tanpa mengorbankan tingkat profitabilitas
yang ditargetkan.
− Menjaga relasi dengan para pemilik kapal supaya memiliki banyak opsi
ketersediaan jenis kapal lain serta menjaga margin atas biaya tarif charter
kapal lain dari pemilik kapal.
Page 9
14. Tanggapan Perseroan terhadap permintaan penjelasan Bursa:
a. Faktor utama yang menyebabkan penurunan saldo kas.
Faktor utama yang menyebabkan penurunan saldo kas adalah akhir periode 31
Desember 2025 Perseroan menjaga kesediaan arus kas untuk persiapan kegiatan
pemeliharaan, pembelian, dan investasi DP System untuk 2 kapal AHTS dan dana
tersebut digunakan selama periode 2026 yang mengakibat saldo kas pada akhir
periode 30 Juni 2026.
b. Kecukupan likuiditas Perseroan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang
meningkat menjadi $5,08 juta.
Kecukupan likuiditas Perseroan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang
meningkat menjadi $5,08 juta adalah melakukan pengelolaan arus kas dan modal
kerja secara prudent agar Perseroan memiliki kemampuan yang memadai dalam
memenuhi kewajiban jangka pendek dan mempertahankan Current Ratio pada
tingkat minimal 1.
c. Langkah yang akan diambil Perseroan untuk memperkuat posisi kas dan likuiditas
hingga akhir tahun 2026 dan masa-masa mendatang.
Langkah yang akan diambil Perseroan untuk memperkuat posisi kas dan likuiditas
hingga akhir tahun 2026 dan masa-masa mendatang antara lain :
− Mempercepat realisasi piutang usaha dan piutang afiliasi melalui peningkatan
intensitas penagihan, monitoring aging piutang, serta koordinasi dengan
pelanggan
− Meningkatkan utilisasi kapal milik dan mengoptimalkan aktivitas charter kapal
untuk meningkatkan pendapatan dan arus kas dari kegiatan operasional.
− Mengoptimalkan kontrak dengan pelanggan existing dan memperoleh kontrak
baru, dengan memprioritaskan pekerjaan yang memberikan kontribusi margin
dan arus kas yang baik bagi Perseroan.
− Melakukan pengendalian biaya operasional secara ketat, termasuk biaya
bahan bakar, pemeliharaan kapal, biaya awak kapal, serta biaya operasional
lainnya, tanpa mengurangi aspek keselamatan dan kelayakan operasional
kapal.
− Mengendalikan belanja modal (capital expenditure) dengan memprioritaskan
investasi yang memiliki manfaat ekonomi dan kontribusi terhadap pendapatan
Perseroan, serta menyesuaikan waktu pelaksanaan investasi dengan
kemampuan likuiditas.
− Mengelola utang usaha berdasarkan prioritas dan jatuh tempo, termasuk
melakukan koordinasi dengan pemasok utama terkait termin pembayaran
apabila terdapat perbedaan waktu antara penerimaan kas dari pelanggan
dengan pembayaran kepada pemasok.
− Melakukan penyusunan dan pemantauan proyeksi arus kas secara berkala,
termasuk melakukan analisis terhadap kebutuhan kas, penerimaan yang akan
diperoleh, jadwal pembayaran utang, kebutuhan modal kerja, dan potensi
kebutuhan pendanaan.
− Mengoptimalkan sumber pendanaan yang tersedia, termasuk mengevaluasi
fasilitas perbankan dan alternatif pendanaan lainnya apabila diperlukan untuk
mendukung kebutuhan modal kerja dan menjaga kecukupan likuiditas
Perseroan.
Page 10
15. Tidak ada Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat
mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang
belum diungkapkan kepada publik.
Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
GUS Co Ltd
p.1 ×6
unresolved
org
PT Suasa Benua Sukses. Peningkatan
p.1
unresolved
org
PT Suasa Benua Sukses
p.1 ×3
unresolved
org
Cranium Offshore Pte Ltd
p.2
unresolved
org
PT Sentosasegara Mulia Shipping. Latar
p.5
unresolved
org
PT Sentosasegara Mulia Shipping
p.5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.