Back to announcement
20260923_DJPU_Pengumuman Pencatatan Awal Obligasi dan Sukuk_32150607_lamp1.pdf
Listing Text extracted DJPUSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN PEMBIAYAAN DAN RISIKO
GEDUNG FRANS SEDA LANTAI 2, JALAN DR. WAHIDIN RAYA NOMOR 1, JAKARTA 10710
TELEPON 021 – 3505052; FAKSIMILE 021 – 3846635; SITUS www.djppr.kemenkeu.go.id
KETERANGAN PERS
Hasil Penjualan Sukuk Ritel Seri SR025 Mencapai Rp29,77 Triliun
Jakarta, 21 September 2026 – Pada hari ini, Pemerintah telah melaksanakan Penetapan Hasil
Penjualan Sukuk Ritel Seri SR025 sebesar Rp29.770.058.000.000, yang terdiri dari seri SR025T3
(Tenor 3 Tahun) sebesar Rp24.935.191.000.000 dan seri SR025T5 (Tenor 5 Tahun) sebesar
Rp4.834.867.000.000.
Sukuk Ritel Seri SR025 ditawarkan pada tanggal 21 Agustus sampai dengan 16 September 2026
dengan akad Ijarah Asset to be Leased dan diterbitkan dengan underlying asset berupa Barang Milik
Negara (BMN) dan Proyek APBN tahun 2026. SR025T3 jatuh tempo pada tanggal 10 September
2029 dan SR025T5 jatuh tempo pada tanggal 10 September 2031. Hasil penerbitan SR025
seluruhnya digunakan untuk pemenuhan pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026.
Sukuk Ritel Seri SR025 diterbitkan tanpa warkat dan bersifat tradable dengan menawarkan tingkat
imbalan tetap (fixed rate), yaitu seri SR025T3 sebesar 6,80% per tahun dan seri SR025T5 sebesar
6,90% per tahun. Penjualan SR025 juga didukung dengan kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada
masyarakat baik secara daring maupun luring melalui berbagai media, serta optimalisasi media
sosial untuk memberikan informasi tentang investasi di pasar keuangan, khususnya investasi di
Sukuk Ritel seri SR025.
Adapun beberapa capaian penjualan SR025 adalah sebagai berikut:
1) SR025 merupakan Sukuk Ritel ketujuh yang diterbitkan dalam dua seri (dual tranches), yaitu seri
SR025T3 (Tenor 3 Tahun) dan SR025T5 (Tenor 5 Tahun). Total penerbitan SR025 adalah sebesar
Rp29.770.058.000.000.
2) Total investor SR025 mencapai 93.548 investor, dengan jumlah investor SR025T3 sebanyak
79.967 investor dan SR025T5 sebanyak 18.730 investor. Adapun jumlah investor baru SR025
terhadap SBN Ritel adalah sebanyak 21.582 investor. Sedangkan jumlah investor baru SR025
terhadap SBSN Ritel adalah sebanyak 28.599 investor.
3) Berdasarkan generasi, Generasi Y/Milenial mendominasi investor SR025 yaitu sebesar 49,11%.
Namun dari sisi volume pemesanan, Generasi X melakukan pemesanan terbanyak yaitu sebesar
42,84%.
4) Berdasarkan profesi, jumlah investor SR025 terbanyak adalah Pegawai Swasta sebesar 33,66%,
sedangkan berdasarkan volume pemesanan, Wiraswasta merupakan pemesan terbanyak
sebesar 29,13%.
5) Berdasarkan wilayah, SR025 menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Jumlah investor dan
nominal pemesanannya sama-sama didominasi oleh investor dari wilayah Indonesia Barat (selain
DKI Jakarta) dengan jumlah investor sebesar 63,85% dan nominal pemesanan mencapai
52,47%.
6) Berdasarkan gender, jumlah investor SR025 didominasi oleh perempuan sebesar 56,66%. Dari
sisi volume pemesanan, porsi laki-laki sedikit lebih besar, yaitu 50,53%.
Page 2
Selama masa penawaran SR025 terdapat seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel yang jatuh tempo, yaitu SR019T3 yang jatuh tempo pada tanggal 10 September 2026 senilai Rp17,54 triliun. Sebanyak 47,58% (Rp8,35 triliun) dari total nominal SR019T3 yang jatuh tempo direinvestasikan kembali ke SR025. Informasi lebih lanjut: Direktorat Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Call Center Kemenkeu PRIME 134 Landing page: www.kemenkeu.go.id/sukukritel
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.