Back to announcement
20260925_ENRG_Laporan Informasi dan Fakta Material_32151076_lamp2.pdf
Other Text extracted ENRGSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 31
Page 1
PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN
HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU IV KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN
PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI DALAM DOKUMEN INI MERUPAKAN SUATU RANGKAIAN BAGIAN YANG TIDAK TERPISAHKAN DARI INFORMASI
YANG TELAH DITERBITKAN PADA TANGGAL 11 JUNI 2026.
OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI
PROSPEKTUS RINGKAS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PT ENERGI MEGA PERSADA TBK (“PERSEROAN’) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA, ATAU LAPORAN
DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS RINGKAS INI.
PT ENERGI MEGA PERSADA TBK
Kegiatan Usaha Utama:
Aktivitas perusahaan induk dan bergerak dalam bidang usaha eksplorasi, pengembangan dan produksi minyak dan gas bumi di darat (onshore) dan lepas pantai (offshore) serta
infrastruktur minyak dan gas bumi melalui Perusahaan Anak
Berkedudukan di Jakarta, Indonesia
Kantor Pusat Wilayah Operasional
Bakrie Tower Lantai 32 Perseroan memiliki 1 kantor pusat, serta 13 Aset Minyak & Gas Upstream yang
Rasuna Epicentrum, Jl. H.R. Rasuna Said tersebar di Indonesia & Mozambik
Jakarta Selatan 12940
Telepon : (021) 2994 1500
Faksimili : (021) 2994 1247
E-mail: corsec@emp.id
Situs web : www.emp.id
PENAWARAN UMUM TERBATAS KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM
DALAM RANGKA PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU IV (“PMHMETD IV”)
Perseroan dengan ini melakukan penawaran umum terbatas kepada pemegang saham Perseroan dalam rangka PMHMETD IV untuk membeli sebanyak 13.282.271.875 (tiga belas
miliar dua ratus delapan puluh dua juta dua ratus tujuh puluh satu ribu delapan ratus tujuh puluh lima) saham baru Seri B (“Saham Baru”) dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah)
per saham, atau mewakili 33,33% (tiga puluh tiga koma tiga tiga persen) dari jumlah saham Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD IV, yang ditawarkan
dengan harga sebesar Rp310 (tiga ratus sepuluh Rupiah) per saham (“Harga Pelaksanaan”), sehingga seluruhnya berjumlah sebesar Rp4.117.504.281.250 (empat triliun seratus
tujuh belas miliar lima ratus empat juta dua ratus delapan puluh satu ribu dua ratus lima puluh Rupiah).
Setiap pemegang saham yang memiliki 2 (dua) saham yang namanya tercantum dalam DPS Perseroan pada tanggal 6 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 1 (satu) Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”), dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru dalam PMHMETD
IV dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp310 (tiga ratus sepuluh Rupiah) untuk setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.
Saham yang ditawarkan dalam rangka PMHMETD IV dengan menerbitkan HMETD ini seluruhnya adalah saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan yang mempunyai hak
sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham lainnya dari Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh dan akan dicatatkan di Bursa Efek
Indonesia sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Sebagaimana telah diatur dalam Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015 tanggal 16 Desember 2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu, sebagaimana diubah dengan Peraturan OJK No. 14/POJK.04/2019 tanggal 29 April 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015
tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“POJK No. 32/2015”), Perseroan telah lebih dahulu memperoleh
persetujuan para pemegang saham terkait dengan PMHMETD IV Perseroan melalui RUPSLB yang diselenggarakan Perseroan pada tanggal 5 Juni 2026.
Sehubungan dengan PMHMETD IV,
1) Berdasarkan Surat PT Shima Global Kapital (“Shima”) No.003/SKL-SGK/VIII/26 tanggal 28 Agustus 2026 perihal Surat Pernyataan Pemegang Saham PT Energi Mega Persada
Tbk Sehubungan dengan Pengalihan HMETD (“Surat Pernyataan Pengalihan HMETD Shima”), Shima selaku pemegang saham pengendali Perseroan dengan jumlah
kepemilikan sebanyak 4.661.422.413 (empat miliar enam ratus enam puluh satu juta empat ratus dua puluh dua ribu empat ratus tiga belas) saham yang mewakili 17,55%
(tujuh belas koma lima lima persen) dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan, serta berhak atas 2.330.711.205 (dua miliar tiga ratus tiga puluh juta
tujuh ratus sebelas ribu dua ratus lima) HMETD, menyatakan tidak akan melaksanakan HMETD tersebut dan akan mengalihkan seluru h HMETD yang menjadi haknya dalam
PMHMETD IV (“HMETD Yang Dialihkan”) kepada PT Bakrie Kalila Investment (“BKI”) yang merupakan pihak terafiliasi dari Shima.
2) Berdasarkan Surat BKI No.002/SKL-BKI/IX/26 tanggal 1 September 2026 perihal Surat Pernyataan Komitmen dan Kecukupan Dana Dalam Rangka Penambahan Modal dengan
Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu IV PT Energi Mega Persada Tbk. (“Surat Pernyataan BKI”), BKI sebagai pemilik 946.871.014 (sembilan ratus empat puluh
enam juta delapan ratus tujuh puluh satu ribu empat belas) saham yang mewakili 3,56% (tiga koma lima enam persen) dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh dalam
Perseroan, serta berhak atas 473.435.507 (empat ratus tujuh puluh tiga juta empat ratus tiga puluh lima ribu lima ratus tujuh) HMETD dan atas HMETD Yang Dialihkan sebanyak
2.330.711.205 (dua miliar tiga ratus tiga puluh juta tujuh ratus sebelas ribu dua ratus lima) HMETD, menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD tersebut yang berjumlah
2.804.146.712 (dua miliar delapan ratus empat juta seratus empat puluh enam ribu tujuh ratus dua belas) HMETD pada Harga Pelaksanaan sebesar Rp310 (tiga ratus sepuluh
Rupiah) per saham, dengan nilai pelaksanaan HMETD sebesar Rp869.285.480.720 (delapan ratus enam puluh sembilan miliar dua rat us delapan puluh lima juta empat ratus
delapan puluh ribu tujuh ratus dua puluh Rupiah). Jumlah HMETD dan nilai pelaksanaan HMETD tersebut belum memperhitungkan saham baru yang dapat dibeli oleh BKI
dalam kapasitasnya sebagai Pembeli Siaga, sebagaimana diuraikan lebih lanjut pada paragraf berikutnya.
3) Berdasarkan Surat PT Bakrie Capital Indonesia (“BCI”) No.373L/BCI-BI/DIRUT/VIII/2026 tanggal 28 Agustus 2026 perihal Surat Pernyataan Komitmen dan Kecukupan Dana
Pembeli Siaga Dalam Rangka Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu IV PT Energi Mega Persada Tbk. (“Surat Pernyataan BCI”), BCI
sebagai pemilik 1.109.560.097 (satu miliar seratus sembilan juta lima ratus enam puluh ribu sembilan puluh tujuh) saham yang mewakili 4,18% (empat koma satu delapan
persen) dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan, serta berhak atas 554.780.048 (lima ratus lima puluh empat juta tujuh ratus delapan puluh ribu
empat puluh delapan) HMETD, menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD tersebut yang menjadi haknya dalam PMHMETD pada Harga Pelaksanaan sebesar Rp310
(tiga ratus sepuluh Rupiah) per saham, dengan nilai pelaksanaan HMETD sebesar Rp171.981.814.880 (seratus tujuh puluh satu miliar sembilan ratus d elapan puluh satu juta
delapan ratus empat belas ribu delapan ratus delapan puluh Rupiah). Jumlah HMETD dan nilai pelaksanaan HMETD tersebut belum memperhitungkan saham baru yang dapat
dibeli oleh BCI dalam kapasitasnya sebagai Pembeli Siaga, sebagaimana diuraikan lebih lanjut pada paragraf berikutnya.
Apabila Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD IV ini tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang Sertifikat Bukti Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“SBHMETD”),
maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang
telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta penambahan efek berdasarkan Harga Pelaksanaan. Apabila setelah alokasi tersebut masih terd apat sisa
Saham Baru, maka BKI dan BCI selaku pemegang saham Perseroan dan pihak terafiliasi Perseroan akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk mengambil atau membeli seluruh sisa
Saham Baru tersebut pada Harga Pelaksanaan sebesar Rp310 (tiga ratus sepuluh Rupiah) per saham dalam jumlah sebanyak-banyaknya 9.923.345.115 (sembilan miliar sembilan
ratus dua puluh tiga juta tiga ratus empat puluh lima ribu seratus lima belas) HMETD (“Pembeli Siaga”). Selanjutnya, masing-masing Para Pembeli Siaga telah menyatakan sebagai
berikut:
1) BKI berdasarkan Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka PMHMETD IV Perseroan No. 116 tanggal 15 Juli 2026, yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H.,
M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, dan Surat Pernyataan Komitmen dan Kecukupan Dana Untuk Melaksanakan Hak Pembeli Siaga Dala m Rangka PMHMETD IV Perseroan
No.001/SKL-BKI/IX/26 tanggal 1 September 2026, menyatakan: (i) selain melaksanakan HMETD sebagaimana diuraikan di atas, akan bertindak sebagai Pembeli Siaga dengan
membeli sisa Saham Baru yang masih tersisa setelah penjatahan Saham Baru tambahan pada Harga Pelaksanaan sebesar Rp310 (t iga ratus sepuluh Rupiah) per saham
sampai dengan jumlah sebanyak-banyaknya 1.050.000.000 (satu miliar lima puluh juta) Saham Baru dengan nilai pelaksanaan sebanyak-banyaknya sebesar
Rp325.500.000.000 (tiga ratus dua puluh lima miliar lima ratus juta Rupiah) (“Saham Yang Dijamin BKI”); dan (ii) memiliki dana yang cukup dan sanggup untuk membeli
Saham Yang Dijamin BKI sebagaimana dibuktikan berdasarkan surat keterangan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Nomor R04.Br.JMP/304/2026 tanggal 26 Agustus 2026
senilai Rp350.148.450.000,-, surat keterangan dari PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. Nomor 006/1606-3/060 tanggal 27 Agustus 2026 senilai Rp351.005.000.000,-,
surat keterangan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Nomor: TEB/20.03/040/SKB/2026 tanggal 27 Agustus 2026 senilai Rp353.005.000.000,-, dan surat keterangan
dari PT Bank Mayapada International Tbk. Nomor: 0901/BMI/REF/2026 tanggal 1 September 2026 senilai Rp141.004.620.324,-, dengan nilai keseluruhan sebesar
Rp1.195.163.070.324,-.
2) BCI berdasarkan Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka PMHMETD IV Perseroan No. 115 tanggal 15 Juli 2026, yang dibuat di hadap an Jose Dima Satria, S.H.,
M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, dan Surat Pernyataan Komitmen dan Kecukupan Dana Untuk Melaksanakan Hak Pembeli Siaga Dalam Rangka PMHMETD IV Perseroan
No.373L/BCI-BI/DIRUT/VIII/2026 tanggal 28 Agustus 2026, menyatakan: (i) akan bertindak sebagai Pembeli Siaga dengan membeli sisa Saham Ba ru yang masih tersisa
setelah penjatahan Saham Baru tambahan pada Harga Pelaksanaan sebesar Rp310 (tiga ratus sepuluh Rupiah) per saham sampai dengan jumlah sebanyak-banyaknya
8.873.345.115 (delapan miliar delapan ratus tujuh puluh tiga juta tiga ratus empat puluh lima ribu seratus lima belas) Saham Baru dengan nilai pelaksanaan sebanyak-banyaknya
sebesar Rp2.750.736.985.650 (dua triliun tujuh ratus lima puluh miliar tujuh ratus tiga puluh enam juta sembilan ratus delapan puluh lima ribu enam ratus lima puluh Rupiah)
(“Saham Yang Dijamin BCI”); dan (ii) memiliki dana yang cukup dan sanggup untuk membeli Saham Yang Dijamin BCI sebagaimana dibuktikan berdasarkan surat keterangan
dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Nomor: TEB/20.03/039/SKB/2026 tanggal 24 Agustus 2026 senilai Rp1.261.807.924.105,-, surat keterangan dari PT Bank
Syariah Indonesia (Persero) Tbk. Nomor 006/1595-3/060 tanggal 26 Agustus 2026 senilai Rp967.585.889.299,-, dan surat keterangan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Nomor R04.Br.JMP/313/2026 tanggal 27 Agustus 2026 senilai Rp881.246.909.789,-, dengan nilai keseluruhan sebesar Rp3.110.640.723.193,-.
Pembeli Siaga memastikan bahwa akan memiliki dana yang cukup untuk mengambil atau membeli seluruh sisa Saham Baru. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah 21 Oktober
2026 dimana hak yang tidak dilaksanakan sesudah tanggal tersebut tidak berlaku lagi. Dalam hal pemegang saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah
(round down), dimana hak atas pecahan saham baru tersebut akan menjadi milik Perseroan dan wajib dijual oleh Perseroan serta hasil penjualannya akan dimasukan ke rekening
Perseroan.
HMETD DAPAT DIPERDAGANGKAN BAIK DI DALAM MAUPUN DI LUAR BURSA EFEK INDONESIA SELAMA TIDAK KURANG DARI 5 (LIMA) HARI KERJA, MULAI TANGGAL 8 OKTOBER
2026 SAMPAI TANGGAL 21 OKTOBER 2026. PENCATATAN SAHAM BARU HASIL PELAKSANAAN HMETD AKAN DILAKUKAN DI BURSA EFEK INDONESIA PADA TANGGAL 8 OKTOBER
2026. TANGGAL TERAKHIR PELAKSANAAN HMETD ADALAH TANGGAL 21 OKTOBER 2026, DENGAN KETERANGAN BAHWA HMETD YANG TIDAK DILAKSANAKAN SAMPAI DENGAN
TANGGAL TERSEBUT TIDAK BERLAKU LAGI.
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO KETERGANTUNGAN PADA KINERJA OPERASIONAL DAN KEUANGAN PERUSAHAAN ANAK MENGINGAT SELURUH
PENDAPATAN PERSEROAN BERASAL DARI PERUSAHAAN ANAK. KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI FAKTOR RISIKO DAPAT DILIHAT PADA BAB VI PROSPEKTUS.
SELAIN DARI PEMEGANG SAHAM YANG AKAN MENGAMBIL BAGIAN HMETD-NYA, PEMEGANG SAHAM LAMA YANG TIDAK MELAKSANAKAN HAKNYA UNTUK MEMBELI SAHAM BARU
YANG DITAWARKAN DALAM PMHMETD IV INI SESUAI DENGAN HMETD-NYA AKAN MENGALAMI PENURUNAN PERSENTASE KEPEMILIKAN SAHAMNYA (DILUSI) DALAM JUMLAH YANG
CUKUP MATERIAL, YAITU MAKSIMUM SEBESAR 33,33% (TIGA PULUH TIGA KOMA TIGA TIGA PERSEN).
BKI DAN BCI AKAN BERTINDAK SEBAGAI PEMBELI SIAGA.
Penasihat Keuangan
PT Danatama Makmur Sekuritas PT Mandiri Sekuritas PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
Prospektus Ringkas ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 25 September 2026
Page 2
JADWAL PENAWARAN UMUM
Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (”RUPSLB”) : 5 Juni 2026
Tanggal Efektif : 24 September 2026
Tanggal Cum HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi : 2 Oktober 2026
Tanggal Ex HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi : 5 Oktober 2026
Tanggal Cum HMETD di Pasar Tunai : 6 Oktober 2026
Tanggal Ex HMETD di Pasar Tunai : 7 Oktober 2026
Tanggal Pencatatan (Recording Date) HMETD : 6 Oktober 2026
Tanggal Distribusi HMETD : 7 Oktober 2026
Tanggal Pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia : 8 Oktober 2026
Periode Perdagangan HMETD : 8 – 21 Oktober 2026
Periode Pelaksanaan HMETD : 8 – 21 Oktober 2026
Periode Distribusi Saham HMETD : 12 – 23 Oktober 2026
Tanggal Terakhir Pembayaran Untuk Pemesanan Saham Tambahan : 23 Oktober 2026
Tanggal Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan : 26 Oktober 2026
Tanggal Pembayaran oleh Pembeli Siaga : 27 Oktober 2026
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Saham Tambahan : 27 Oktober 2026
PMHMETD IV
Jumlah Saham : Sebanyak 13.282.271.875 (tiga belas miliar dua ratus delapan puluh dua
juta dua ratus tujuh puluh satu ribu delapan ratus tujuh puluh lima) Saham
Baru.
Nilai Nominal : Rp100 (seratus Rupiah) setiap saham.
Harga Pelaksanaan : Rp310 (tiga ratus sepuluh Rupiah) setiap saham.
Rasio HMETD : Setiap pemegang 2 (dua) Saham Lama yang tercatat dalam DPS
Perseroan pada tanggal 6 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB memiliki 1 (satu)
HMETD, dimana setiap pemegang 1 (satu) HMETD berhak untuk membeli
sebanyak 1 (satu) Saham Baru.
Dilusi kepemilikan : Maksimum 33,33% (tiga puluh tiga koma tiga tiga persen) dengan asumsi
seluruh HMETD dilaksanakan.
Pencatatan : Saham baru ini akan dicatatkan di BEI sama dengan saham-saham yang
telah dicatatkan sebelumnya oleh Perseroan.
Pembeli Siaga : Apabila Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD IV ini tidak
seluruhnya diambil oleh pemegang SBHMETD, maka sisanya akan
dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan
pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional berdasarkan atas
jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang
saham yang meminta penambahan efek berdasarkan Harga
Pelaksanaan. Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa Saham
Baru, maka Pembeli Siaga akan mengambil atau membeli seluruh sisa
Saham Baru dalam jumlah sebanyak-banyaknya 9.923.345.115 (sembilan
miliar sembilan ratus dua puluh tiga juta tiga ratus empat puluh lima ribu
seratus lima belas) HMETD.
Proforma struktur permodalan saham Perseroan setelah PMHMETD IV, dengan asumsi bahwa seluruh pemegang
saham Perseroan melaksanakan HMETD yang ditawarkan dalam PMHMETD IV ini, kecuali Shima yang akan
mengalihkan HMETD nya kepada BKI, maka struktur permodalan dan pemegang saham Perseroan sebelum dan
sesudah PMHMETD IV tersaji secara proforma dalam tabel di bawah ini:
Sebelum PMHMETD IV Setelah PMHMETD IV
Keterangan Jumlah Nilai Jumlah Nilai
Jumlah saham % Jumlah saham %
Nominal (Rp) Nominal (Rp)
Modal Dasar Seri A
6.138.347.970 4.910.678.376.000 6.138.347.970 4.910.678.376.000
(Nilai Nominal Rp800,-/saham)
Modal Dasar Seri B
146.893.216.240 14.689.321.624.000 146.893.216.240 14.689.321.624.000
(Nilai Nominal Rp100,-/saham)
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Shima Global Kapital (SHIMA) 4.661.422.413 - 17,55 4.661.422.413 - 11,70
2. PT Trimegah Sekuritas Indonesia 3.243.456.322 - 12,21 4.865.184.483 - 12,21
Tbk.
3. PT CGS International Sekuritas 2.000.180.219 - 7,53 3.000.270.328 - 7,53
Indonesia
4. PT Maybank Sekuritas Indonesia 1.920.617.800 - 7,23 2.880.926.700 - 7,23
5. PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) 1.109.560.097 - 4,18 1.664.340.145 - 4,18
6. PT Bakrie Kalila Investment (BKI) 946.871.014 3,56 3.751.017.726 9,41
7. Masyarakat (dibawah 5%) 12.682.435.885 - 47,74 19.023.653.830 - 47,74
Jumlah modal ditempatkan dan disetor 26.564.543.750 6.953.297.954.000 100,00 39.846.815.625 8.281.525.141.500 100,00
Saham dalam portepel 126.467.020.460 12.646.702.046.000 113.184.748.585 11.318.474.858.500
1
Page 3
Proforma struktur permodalan saham Perseroan setelah PMHMETD IV, dengan asumsi: (i) BKI sesuai
komitmennya akan melaksanakan: (a) HMETD yang menjadi haknya dalam PMHMETD, dan (b) HMETD Yang
Dialihkan dari Shima; (ii) BCI sesuai komitmennya akan melaksanakan HMETD yang menjadi haknya dalam
PMHMETD; (iii) seluruh pemegang saham lainnya tidak melaksanakan HMETD yang ditawarkan dalam
PMHMETD IV ini; serta (iv) BKI dan BCI akan bertindak sebagai Pembeli Siaga untuk mengambil atau membeli
seluruh sisa saham, maka struktur permodalan dan pemegang saham Perseroan sebelum dan sesudah
PMHMETD IV tersaji secara proforma dalam tabel di bawah ini:
Sebelum PMHMETD IV Setelah PMHMETD IV
Keterangan Jumlah Nilai Jumlah Nilai
Jumlah saham % Jumlah saham %
Nominal (Rp) Nominal (Rp)
Modal Dasar Seri A
6.138.347.970 4.910.678.376.000 6.138.347.970 4.910.678.376.000
(Nilai Nominal Rp800,-/saham)
Modal Dasar Seri B
146.893.216.240 14.689.321.624.000 146.893.216.240 14.689.321.624.000
(Nilai Nominal Rp100,-/saham)
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Shima Global Kapital (SHIMA) 4.661.422.413 - 17,55 4.661.422.413 - 11,70
2. PT Trimegah Sekuritas Indonesia 3.243.456.322 - 12,21 3.243.456.322 - 8,14
Tbk.
3. PT CGS International Sekuritas 2.000.180.219 - 7,53 2.000.180.219 - 5,02
Indonesia
4. PT Maybank Sekuritas Indonesia 1.920.617.800 - 7,23 1.920.617.800 - 4,82
5. PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) 1.109.560.097 - 4,18 10.537.685.260 - 26,45
6. PT Bakrie Kalila Investment (BKI) 946.871.014 3,56 4.801.017.726 12,05
7. Masyarakat (dibawah 5%) 12.682.435.885 - 47,74 12.682.435.885 - 31,83
Jumlah modal ditempatkan dan disetor 26.564.543.750 6.953.297.954.000 100,00 39.846.815.625 8.281.525.141.500 100,00
Saham dalam portepel 126.467.020.460 12.646.702.046.000 113.184.748.585 11.318.474.858.500
Dengan memperhatikan bahwa jumlah Saham Baru yang diterbitkan dalam PMHMETD IV ini berjumlah sebesar
13.282.271.875 (tiga belas miliar dua ratus delapan puluh dua juta dua ratus tujuh puluh satu ribu delapan ratus
tujuh puluh lima) lembar saham, maka pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli Saham
Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD IV ini sesuai HMETD-nya akan mengalami penurunan persentase
kepemilikan sahamnya (dilusi) maksimum sebesar 33,33% (tiga puluh tiga koma tiga tiga persen).
Berdasarkan Kesepakatan Bersama Terkait Pengendalian Perseroan tanggal 22 September 2026 yang
ditandatangani oleh Shima, BKI, dan BCI, pelaksanaan PMHMETD IV tidak akan mengakibatkan perubahan
terhadap Pengendali Perseroan, dimana Pengendali Perseroan akan tetap Shima dan BKI karena dengan asumsi
seluruh pemegang saham lainnya (selain BKI) tidak melaksanakan HMETD miliknya dalam PMHMETD IV dan BCI
melaksanakan seluruh kewajibannya selaku pembeli siaga, maka BCI akan menjadi pemegang saham dengan
kepemilikan terbesar pada Perseroan. Namun, diantara Shima, BKI dan BCI telah sepakat bahwa:
(a) BCI akan melepaskan kendali apapun atas Perseroan dan tidak akan bertindak sebagai pengendali atas
Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan akan tetap berada di bawah pengendalian penuh Shima dan BKI;
(b) BCI tidak akan berpartisipasi dalam pengelolaan, penetapan kebijakan, maupun manajemen Perseroan,
dimana BCI tidak akan menggunakan haknya untuk mencalonkan atau menunjuk anggota apa pun dari
direksi dan/atau dewan komisaris Perseroan;
(c) BCI akan selalu memberikan suara yang sejalan dengan Shima dan BKI dalam hal apa pun yang
memerlukan persetujuan pemegang saham, termasuk namun tidak terbatas pada keputusan rapat umum
pemegang saham; dan
(d) BCI tidak bermaksud dan tidak akan mengkonsolidasikan laporan keuangan Perseroan kepada laporan
keuangan BCI, kecuali diharuskan lain berdasarkan standar akuntansi yang berlaku.
Dengan dilaksanakannya seluruh HMETD, maka jumlah saham yang akan dicatatkan Perseroan di BEI adalah
sebanyak 39.846.815.625 (tiga puluh sembilan miliar delapan ratus empat puluh enam juta delapan ratus lima
belas ribu enam ratus dua puluh lima) saham atau sejumlah 100% (seratus persen) dari jumlah modal ditempatkan
dan disetor penuh setelah PMHMETD IV, yang terdiri dari 26.564.543.750 (dua puluh enam miliar lima ratus enam
puluh empat juta lima ratus empat puluh tiga ribu tujuh ratus lima puluh) Saham Lama dan 13.282.271.875 (tiga
belas miliar dua ratus delapan puluh dua juta dua ratus tujuh puluh satu ribu delapan ratus tujuh puluh lima) Saham
Baru yang berasal dari PMHMETD IV ini.
Sampai dengan tanggal Prospektus Ringkas ini diterbitkan, Perseroan tidak memiliki saham tresuri.
Keterangan lebih lanjut mengenai Penawaran Umum dapat dilihat pada Bab I Prospektus.
RENCANA PENGGUNAAN DANA
Seluruh dana yang diperoleh oleh Perseroan dari hasil PMHMETD IV ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya
emisi efek, seluruhnya akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada Perusahaan Anak dengan alokasi
dan rincian sebagai berikut:
2
Page 4
1) Sekitar 54,83% (lima puluh empat koma delapan tiga persen) akan dipinjamkan kepada EMP Bentu, yang
selanjutnya akan digunakan oleh EMP Bentu untuk untuk pengeboran 9 (sembilan) sumur pengembangan di
lapangan CEN dan Segat serta pembangunan fasilitas produksi, yaitu pipa penyaluran produksi gas dari
Lapangan CEN ke fasilitas produksi di Lapangan Segat;
2) Sekitar 13,49% (tiga belas koma empat sembilan persen) akan dipinjamkan kepada ITA, yang selanjutnya
akan digunakan oleh ITA untuk pelaksanaan Pilot Enhanced Oil Recovery di Lapangan Melibur, pengeboran
4 (empat) sumur pengembangan di Lapangan MSTB, serta peremajaan pipa pada fasilitas produksi Lapangan
Melibur;
3) Sekitar 16,13% (enam belas koma satu tiga persen) akan dipinjamkan kepada EMP Inc, yang selanjutnya
akan digunakan oleh EMP Inc untuk pembangunan pipa penyaluran gas serta modal kerja;
4) Sekitar 5,38% (lima koma tiga delapan persen) akan dipinjamkan kepada EMP ER, yang selanjutnya akan
digunakan oleh EMP ER pengeboran 2 (dua) sumur pengembangan serta modal kerja;
5) Sekitar 2,65% (dua koma enam lima persen) akan dipinjamkan kepada kepada EMP EG, yang selanjutnya
akan digunakan oleh EMP EG untuk pengeboran 1 (satu) sumur eksplorasi serta modal kerja;
6) Sekitar 5,31% (lima koma tiga satu persen) akan dipinjamkan kepada BSSL, yang selanjutnya akan digunakan
oleh BSSL untuk pemeliharaan rutin Floating Storage and Offloading Gandini; dan
7) Sekitar 2,21% (dua koma dua satu persen) akan dipinjamkan kepada ENI, yang selanjutnya akan digunakan
oleh ENI untuk pembangunan fasilitas pemrosesan Compressed Natural Gas.
Keterangan selengkapnya mengenai rencana penggunaan dana hasil PMHMETD IV dapat dilihat pada Bab II
Prospektus.
PERNYATAAN UTANG
Tabel di bawah ini menyajikan posisi liabilitas konsolidasian interim Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal
31 Maret 2026 yang diambil dari laporan keuangan konsolidasian interim Perseroan dan Perusahaan Anak pada
tanggal 31 Maret 2026, yang telah diaudit berdasarkan standar audit yang ditetapkan IAPI, oleh Kantor Akuntan
Publik (KAP) Achsin Handoko Tomo, auditor independen, yang ditandatangani oleh akuntan publik Handoko Tomo
dalam laporan auditor independen nomor No.00059/2.1096/AU.1/02/0597-1/1/IX/2026 tertanggal 7 September
2026 dengan opini tanpa modifikasian.
Perseroan memiliki liabilitas yang seluruhnya berjumlah sebesar USD1.023.769.999 pada tanggal 31 Maret 2026,
dengan rincian sebagai berikut:
(dalam USD)
Keterangan 31 Maret 2026
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek
Pihak ketiga 2.422.039
Pembiayaan musyarakah jangka pendek
Pihak ketiga 1.011.274
Utang usaha
Pihak ketiga 68.617.311
Utang lain-lain
Pihak ketiga 2.326.005
Uang muka pelanggan 9.845.092
Beban akrual 184.062.564
Utang pajak 100.278.501
Liabilitas jangka panjang - jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Sewa 31.957.308
Pinjaman 58.482.657
Obligasi Rupiah 4.413.582
Total Liabilitas Jangka Pendek 463.416.333
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi 115.567
Liabilitas pajak tangguhan - neto 151.199.124
Liabilitas imbalan kerja 14.813.457
Liabilitas untuk merestorasi area yang ditinggalkan jangka panjang 64.967.979
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Sewa 64.306.562
Pinjaman 172.301.063
Obligasi Rupiah 92.649.914
Total Liabilitas Jangka Panjang 560.353.666
Total Liabilitas 1.023.769.999
Rincian lebih lanjut mengenai liabilitas Perseroan dapat dilihat pada Bab III Prospektus.
3
Page 5
IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Informasi keuangan konsolidasian Grup pada tanggal 31 Maret 2026 dan tanggal 31 Desember 2025 dan 2024,
serta untuk periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 yang disajikan dalam tabel di bawah ini diambil
dari:
1. Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk periode
3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, yang telah disusun oleh
Manajemen Perseroan sesuai dengan SAK Indonesia. Laporan keuangan konsolidasian Interim Perseroan
dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret
2026 telah diaudit oleh KAP Achsin Handoko Tomo sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI,
dengan opini wajar tanpa modifikasian dalam laporannya yang diterbitkan dengan
No.00059/2.1096/AU.1/02/0597-1/1/IX/2026 tertanggal 7 September 2026 yang ditandatangani oleh Handoko
Tomo (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0597); dan
2. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, yang telah disusun oleh Manajemen Perseroan
sesuai dengan SAK Indonesia. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak pada
tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 telah diaudit oleh
KAP Y. Santosa & Rekan sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini wajar tanpa
modifikasian dalam laporannya yang diterbitkan dengan No.00011/2.0902/AU.1/02/0457-5/1/II/2026
tertanggal 26 Februari 2026 yang ditandatangani oleh Hilda Ong (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0457).
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 89.670.265 62.248.969 53.606.326
Piutang Usaha - Pihak Ketiga - neto 60.811.251 38.075.506 51.447.715
Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga - neto 54.576.342 52.879.655 74.719.344
Piutang Lain-lain - Pihak Berelasi - neto 877.800 877.800 12.747.209
Persediaan - neto 39.594.670 40.201.978 43.790.347
Pajak Dibayar Dimuka 1.978.334 805.296 4.419.720
Beban Dibayar Dimuka 1.863.546 2.134.267 1.669.752
Aset Lancar Lainnya 12.579.083 9.145.008 13.243.996
Total Aset Lancar 261.951.291 206.368.479 255.644.409
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang Dibatasi Penggunaannya (Restricted Cash) 112.622.516 127.412.812 95.008.653
Piutang Pihak Berelasi - neto 107.077.096 108.133.020 71.391.618
Aset Pajak Tangguhan - neto 46.668.061 58.250.956 43.561.383
Investasi pada Ventura Bersama 38.436.689 36.425.621 31.166.120
Aset Tetap - neto 66.603.963 66.072.183 71.264.729
Aset Hak Guna - neto 95.372.039 112.646.571 139.257.566
Aset Eksplorasi dan Evaluasi - neto 117.749.514 115.505.515 115.529.197
Aset Minyak dan Gas Bumi - neto 983.948.531 957.814.439 742.353.105
Tagihan Pajak 381.006 1.496.672 894.614
Aset Tidak Lancar Lainnya - neto 34.261.102 32.194.865 17.187.391
Total Aset Tidak Lancar 1.603.120.517 1.615.952.654 1.327.614.376
TOTAL ASET 1.865.071.808 1.822.321.133 1.583.258.785
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman Jangka Pendek - Pihak Ketiga 2.422.039 10.674.089 12.912.453
Pembiayaan Musyarakah Jangka Pendek - Pihak Ketiga 1.011.274 2.654.506 -
Utang Usaha - Pihak Ketiga 68.617.311 81.783.646 81.314.012
Utang Lain-lain (bagian jatuh tempo ≤ 1 tahun) - Pihak
Ketiga 2.326.005 1.096.017 6.092.417
Uang Muka Pelanggan 9.845.092 10.942.727 18.574.544
Beban Akrual 184.062.564 165.453.862 121.589.560
Utang Pajak 100.278.501 88.325.759 98.094.725
4
Page 6
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 2024
Liabilitas jangka panjang (bagian jatuh tempo ≤ 1 tahun)
Sewa 31.957.308 42.618.930 41.161.954
Pinjaman 58.482.657 70.683.292 53.762.450
Obligasi Rupiah 4.413.582 - -
Pembiayaan Musyarakah - - 1.309.275
Total Liabilitas Jangka Pendek 463.416.333 474.232.828 434.811.390
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pihak Berelasi 115.567 115.521 115.521
Utang Lain-lain Jangka Panjang - Pihak Ketiga - - 6.991.373
Liabilitas Pajak Tangguhan - neto 151.199.124 146.423.496 117.706.955
Liabilitas Imbalan Kerja 14.813.457 14.872.650 11.810.274
Liabilitas Untuk Merestorasi Area Yang Ditinggalkan -
Jangka Panjang 64.967.979 63.424.523 63.829.322
Liabilitas Jangka Panjang (setelah dikurangi bagian jatuh
tempo ≤ 1 tahun)
Sewa 64.306.562 64.551.617 75.083.794
Pinjaman 172.301.063 235.960.387 213.925.991
Obligasi Rupiah 92.649.914 - -
Pembiayaan Musyarakah - - 1.843.547
Total Liabilitas Jangka Panjang 560.353.666 525.348.194 491.306.777
TOTAL LIABILITAS 1.023.769.999 999.581.022 926.118.167
EKUITAS
Modal Saham (ditempatkan dan disetor penuh) 647.422.128 647.422.128 638.086.082
Tambahan Modal Disetor - neto 556.514.487 556.514.487 490.943.286
Akumulasi Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja (10.446.759) (10.621.211) (9.792.916)
Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali (13.648.677) (13.648.677) (13.648.677)
Selisih Kurs Penjabaran Laporan Keuangan (15.809) (92.224) -
Defisit (265.542.165) (283.865.234) (375.398.209)
Kepentingan Nonpengendali - neto (72.981.396) (72.969.158) (73.048.948)
TOTAL EKUITAS 841.301.809 822.740.111 657.140.618
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.865.071.808 1.822.321.133 1.583.258.785
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 *) 2025 2024
PENJUALAN NETO 136.937.401 117.045.214 498.126.837 467.425.177
BEBAN POKOK PENJUALAN (78.479.811) (79.139.645) (316.644.705) (319.361.232)
LABA BRUTO 58.457.590 37.905.569 181.482.132 148.063.945
BEBAN USAHA (5.920.577) (4.964.279) (26.723.572) (23.950.791)
LABA USAHA 52.537.013 32.941.290 154.758.560 124.113.154
PENGHASILAN (BEBAN)
LAIN-LAIN
Beban Keuangan (11.547.978) (9.471.999) (35.382.230) (38.210.040)
Rugi Penurunan Nilai (326.665) (994.737) (590.806) (9.656.731)
Keuntungan (Kerugian) Selisih Kurs -
Neto (109.010) (19.347) 39.194 65.822
Lain-Lain - Neto 1.856.722 4.840.873 9.274.585 18.591.014
Beban Lain-Lain - Neto (10.126.931) (5.645.210) (26.659.257) (29.209.935)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK
PENGHASILAN 42.410.082 27.296.080 128.099.303 94.903.219
BEBAN PAJAK PENGHASILAN – (24.099.251) (9.317.416) (36.486.537) (21.940.161)
NETO
LABA NETO 18.310.831 17.978.664 91.612.766 72.963.058
5
Page 7
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 *) 2025 2024
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
Pos-Pos Yang Tidak Akan
direklasifikasi Lebih Lanjut
ke laba rugi:
Selisih Kurs Penjabaran Laporan
Keuangan 76.415 - (92.224) -
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja 266.983 (396.444) (1.245.371) (1.632.152)
Pajak Penghasilan Terkait (92.531) 156.584 417.076 704.695
Laba (Rugi) Komprehensif Lain Neto
- Setelah Pajak 250.867 (239.860) (920.519) (927.457)
LABA KOMPREHENSIF NETO 18.561.698 17.738.804 90.692.247 72.035.601
Laba Neto Yang Dapat Diatribusikan
Kepada:
Pemilik Entitas Induk 18.323.069 17.958.002 91.532.975 75.394.672
Kepentingan Nonpengendali (12.238) 20.662 79.791 (2.431.614)
Neto 18.310.831 17.978.664 91.612.766 72.963.058
Laba Komprehensif Neto Yang
Dapat Diatribusikan Kepada:
Pemilik Entitas Induk 18.573.936 17.718.142 90.612.456 74.467.215
Kepentingan Nonpengendali (12.238) 20.662 79.791 (2.431.614)
Neto 18.561.698 17.738.804 90.692.247 72.035.601
LABA NETO PER SAHAM DASAR/
DILUSIAN DIATRIBUSIKAN
KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK 0,00070 0,00072 0,00359 0,00304
*) Tidak diaudit
Rasio Keuangan Konsolidasian
Keterangan 31 Maret 31 Desember
2026 2025 2025 2024
Rasio Usaha
Laba sebelum pajak penghasilan / pendapatan usaha 30,97% 23,32% 25,72% 20,30%
Laba tahun berjalan / pendapatan usaha 13,37% 15,34% 18,39% 16,13%
Laba tahun berjalan / total ekuitas (ROE) 8,71% 10,64% 11,14% 11,47%
Laba tahun berjalan / total aset (ROA) 3,93% 4,54% 5,02% 4,76%
Rasio Keuangan
Current Ratio 56,49% 58,51% 43,52% 58,79%
Jumlah liabilitas / Jumlah ekuitas 121,72% 134,70% 121,49% 140,93%
Jumlah liabilitas / Jumlah aset 54,90% 57,39% 54,85% 58,49%
Interest Coverage Ratio (ICR) 13,64x 12,02x 11,97x 10,21x
Debt Service Coverage Ratio (DSCR) 4,16x 3,69x 3,21x 3,39x
Rasio Pertumbuhan (%)
Pendapatan usaha 17,00% 20,32% 6,57% 11,09%
Laba bruto 54,22% 14,32% 22,57% 1,37%
Laba usaha 59,49% 19,19% 24,69% 1,70%
Jumlah aset 2,36% 11,30% 15,10% 15,67%
Jumlah liabilitas 2,45% 10,78% 7,93% 18,18%
Jumlah ekuitas 2,26% 12,00% 25,20% 12,31%
6
Page 8
ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN
Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen ini harus dibaca bersama dengan Ikhtisar Data Keuangan Penting.
Informasi keuangan konsolidasian Grup pada tanggal 31 Maret 2026 dan tanggal 31 Desember 2025 dan 2024,
serta untuk periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 yang disajikan dalam tabel di bawah ini diambil
dari:
1. Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk periode
3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, yang telah disusun oleh
Manajemen Perseroan sesuai dengan SAK Indonesia. Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk
periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 telah diaudit oleh KAP Achsin Handoko Tomo
sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini wajar tanpa modifikasian dalam
laporannya yang diterbitkan dengan No.00059/2.1096/AU.1/02/0597-1/1/IX/2026 tertanggal 7 September
2026 yang ditandatangani oleh Handoko Tomo (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0597); dan
2. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, yang telah disusun oleh Manajemen Perseroan
sesuai dengan SAK Indonesia. Laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 telah diaudit oleh KAP Y. Santosa & Rekan sesuai dengan
standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini wajar tanpa modifikasian dalam laporannya yang
diterbitkan dengan No.00011/2.0902/AU.1/02/0457-5/1/II/2026 tertanggal 26 Februari 2026 yang
ditandatangani oleh Hilda Ong (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0457).
Analisis Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Tabel berikut ini menyajikan rincian mengenai komposisi laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Maret 2026 dan 2025 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024,
sebagai berikut:
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 *) 2025 2024
Penjualan Neto 136.937.401 117.045.214 498.126.837 467.425.177
Beban Pokok Penjualan (78.479.811) (79.139.645) (316.644.705) (319.361.232)
Laba Bruto 58.457.590 37.905.569 181.482.132 148.063.945
Laba Usaha 52.537.013 32.941.290 154.758.560 124.113.154
Laba Sebelum Beban Pajak
Penghasilan 42.410.082 27.296.080 128.099.303 94.903.219
Laba Neto 18.310.831 17.978.664 91.612.766 72.963.058
*) Tidak diaudit
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan dengan periode tiga bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2025
Total penjualan Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 tercatat sebesar
USD136,94 juta meningkat sebesar 17,00% atau setara dengan USD19,89 juta dibandingkan dengan tanggal
31 Maret 2025 sebesar USD117,05 juta.
Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan penjualan neto dari Wilayah Kerja Malacca Strait PSC dan Siak
PSC yang ditopang oleh kenaikan harga realisasi rata-rata minyak sebesar 15% menjadi USD87,36/barel untuk
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan dari USD76,00/barel untuk periode
tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025. Demikian pula harga realisasi rata-rata gas bumi mengalami
kenaikan menjadi USD6,88/MMBTU pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dari
USD6,75/MMBTU untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025.
Harga jual minyak bumi yang diproduksi oleh Perusahaan Anak ditentukan berdasarkan Indonesian Crude Price
(“ICP”) yang setiap bulan ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan mengacu pada
harga minyak Brent. Oleh karena itu, harga jual minyak yang diterima Perusahaan Anak pada periode-peridoe
tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal yang berada di luar kendali Perseroan.
Beban pokok penjualan Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 tercatat
sebesar USD78,48 juta menurun sebesar 0,83% atau setara dengan USD0,66 juta dibandingkan dengan tanggal
31 Maret 2025 sebesar USD79,14 juta.
7
Page 9
Penurunan beban pokok penjualan ini terutama disebabkan oleh penurunan biaya penyusutan, deplesi dan
amortisasi atas aset minyak dan gas bumi Wilayah Kerja Kangean PSC dan Wilayah Kerja Bentu. Biaya produksi
untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 juga mengalami penurunan sebesar 6,44%
dari sebelumnya sebesar USD 28,77 juta pada tanggal 31 Maret 2025 menjadi USD 26,91 pada tanggal 31 Maret
2026. Penurunan biaya produksi tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya perbaikan sumur (well service)
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025
masing-masing sebanyak 18 dan 22 perbaikan sumur.
Laba bruto Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 tercatat sebesar
USD58,46 juta meningkat sebesar 54,22% atau setara dengan USD20,55 juta dibandingkan dengan tanggal
31 Maret 2025 sebesar USD37,91 juta.
Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan penjualan neto dari Wilayah Kerja Malacca Strait PSC dan Siak
PSC. Kenaikan tersebut terutama kenaikan harga realisasi rata-rata minyak untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Kenaikan tersebut terutama
kenaikan harga realisasi rata-rata minyak menjadi USD87,36/barel untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan dari USD76,00/barel pada periode yang sama pada tahun 2025.
Laba usaha Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 tercatat sebesar
USD52,54 juta meningkat sebesar 59,49% atau setara dengan USD19,60 juta dibandingkan dengan tanggal
31 Maret 2025 sebesar USD32,94 juta. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan penjualan neto dari
Wilayah Kerja Malacca Strait PSC dan Siak PSC. Kenaikan tersebut terutama kenaikan harga realisasi rata-rata
minyak untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan periode yang sama pada
tahun 2025. Kenaikan laba usaha tersebut didominasi oleh kenaikan harga realisasi rata-rata minyak yang
meningkat secara signifikan yang dipengaruhi oleh harga pasar minyak dunia.
Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan sebelumnya, laba neto Perseroan meningkat sebesar 1,85% menjadi
USD18,31 juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dari sebelumnya USD17,98
juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025.
Laba komprehensif neto Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 tercatat
sebesar USD18,56 juta meningkat sebesar 4,64% atau setara dengan USD0,82 juta dibandingkan dengan tanggal
31 Maret 2025 sebesar USD17,74 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan penjualan neto
dari Wilayah Kerja Malacca Strait PSC dan Siak PSC. Kenaikan tersebut terutama kenaikan harga realisasi rata-
rata minyak menjadi USD87,36/barel untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026
dibandingkan dari USD76,00/barel pada periode yang sama pada tahun 2025.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024
Total penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 tercatat sebesar
USD498,13 juta meningkat sebesar 6,57% atau setara dengan USD30,70 juta dibandingkan dengan tanggal
31 Desember 2024 sebesar USD467,43 juta.
Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan penjualan neto dari Wilayah Kerja Sengkang PSC yang mana
51% partisipasi interesnya diakuisisi oleh Perseroan pada bulan Oktober 2024. Harga realisasi rata-rata gas bumi
mengalami penurunan menjadi USD6,35/MMBTU pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dari
USD6,59/MMBTU untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024. Harga realisasi rata-rata minyak
juga mengalami penurunan menjadi USD69,24/barel untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
dibandingkan dari USD79,40/barel untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Harga jual minyak bumi yang diproduksi oleh Perusahaan Anak ditentukan berdasarkan Indonesian Crude Price
(“ICP”) yang setiap bulan ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan mengacu pada
harga minyak Brent. Oleh karena itu, harga jual minyak yang diterima Perusahaan Anak pada tahun-tahun tersebut
dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal yang berada di luar kendali Perseroan.
Beban pokok penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 tercatat sebesar
USD316,64 juta menurun sebesar 0,85% atau setara dengan USD2,72 juta dibandingkan dengan tanggal
31 Desember 2024 sebesar USD319,36 juta. Penurunan beban pokok penjualan ini terutama disebabkan oleh
penurunan biaya produksi dalam beban pokok penjualan pada Wilayah Kerja Malacca Strait sehubungan dengan
penurunan penjualan neto pada Wilayah Kerja tersebut. Biaya produksi juga mengalami penurunan sebesar
12,70% dari sebesar USD 109,60 juta pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2025 sebesar USD 95,69 juta pada
tahun 2025. Penurunan biaya produksi tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya perbaikan sumur (well
service) tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 masing-masing sebanyak 121 dan 108 perbaikan sumur.
8
Page 10
Laba bruto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 tercatat sebesar USD181,48
juta meningkat sebesar 22,57% atau setara dengan USD33,42 juta dibandingkan dengan tanggal 31 Desember
2024 sebesar USD148,06 juta. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan penjualan neto dari Wilayah Kerja
Sengkang PSC yang mana 51% partisipasi interesnya diakuisisi oleh Perseroan pada bulan Oktober 2024.
Laba usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 tercatat sebesar USD154,76
juta meningkat sebesar 24,69% atau setara dengan USD30,65 juta dibandingkan dengan tanggal 31 Desember
2024 sebesar USD124,11 juta. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan penjualan neto dari Wilayah Kerja
Sengkang PSC yang mana 51% partisipasi interesnya diakuisisi oleh Perseroan pada bulan Oktober 2024.
Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan sebelumnya, laba neto Perseroan meningkat sebesar 25,56%
menjadi USD91,61 juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dari sebelumnya USD72,96
juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024. Laba neto tersebut juga ditopang oleh penurunan
beban keuangan dari sebesar USD 38,21 juta pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2025 sebesar USD 35,38 juta.
Penurunan tersebut merupakan hasil upaya Perseroan melakukan restrukturisasi pinjaman yang berbiaya bunga
lebih tinggi sebelumnya.
Laba komprehensif neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 tercatat sebesar
USD90,69 juta meningkat sebesar 25,90% atau setara dengan USD18,66 juta dibandingkan dengan tanggal
31 Desember 2024 sebesar USD72,04 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh disebabkan oleh
kenaikan penjualan neto dari Wilayah Kerja Sengkang PSC yang mana 51% partisipasi interesnya diakuisisi oleh
Perseroan pada bulan Oktober 2024 sesuai dengan strategi Perseroan dalam akuisisi aset-aset baru yang
memenuhi kriteria portfolio untuk memberi nilai tambah bagi Perseroan.
Analisis Pertumbuhan Aset, Liabilitas dan Ekuitas
Aset
Tabel berikut menyajikan rincian aset Perseroan pada masing-masing tanggal:
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 89.670.265 62.248.969 53.606.326
Piutang Usaha - Pihak Ketiga (neto) 60.811.251 38.075.506 51.447.715
Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga (neto) 54.576.342 52.879.655 74.719.344
Piutang Lain-lain - Pihak Berelasi (neto) 877.800 877.800 12.747.209
Persediaan - neto 39.594.670 40.201.978 43.790.347
Pajak Dibayar Dimuka (PPN) 1.978.334 805.296 4.419.720
Beban Dibayar Dimuka 1.863.546 2.134.267 1.669.752
Aset Lancar Lainnya 12.579.083 9.145.008 13.243.996
Total Aset Lancar 261.951.291 206.368.479 255.644.409
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang Dibatasi Penggunaannya (Restricted Cash) 112.622.516 127.412.812 95.008.653
Piutang Pihak Berelasi - neto 107.077.096 108.133.020 71.391.618
Aset Pajak Tangguhan - neto 46.668.061 58.250.956 43.561.383
Investasi pada Ventura Bersama 38.436.689 36.425.621 31.166.120
Aset Tetap - neto 66.603.962 66.072.183 71.264.729
Aset Hak Guna - neto 95.372.039 112.646.571 139.257.566
Aset Eksplorasi dan Evaluasi - neto 117.749.514 115.505.515 115.529.197
Aset Minyak dan Gas Bumi - neto 983.948.531 957.814.439 742.353.105
Tagihan Pajak 381.006 1.496.672 894.614
Aset Tidak Lancar Lainnya - neto 34.261.103 32.194.865 17.187.391
Total Aset Tidak Lancar 1.603.120.517 1.615.952.654 1.327.614.376
TOTAL ASET 1.865.071.808 1.822.321.133 1.583.258.785
9
Page 11
Posisi keuangan pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember
2025
Pada tanggal 31 Maret 2026 aset lancar Perseroan adalah sebesar USD261,95 juta atau meningkat sebesar
26,93% atau setara dengan USD55,58 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025 sebesar
USD206,37 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas sebesar USD27,41
juta atau meningkat sebesar 44,05% menjadi USD89,67 juta pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan kas dan
setara kas pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD62,25 juta. Kenaikan kas dan setara kas tersebut
terutama disebabkan kenaikan arus kas dari aktivitas pendanaan yang diperoleh dari penerimaan pinjaman
jangkan panjang - Obligasi Rupiah.
Pada tanggal 31 Maret 2026 aset tidak lancar Perseroan adalah sebesar USD1.603,12 juta atau menurun
sebesar 0,79% atau setara dengan USD12,83 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025
sebesar USD1.615,95. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan aset hak guna sebesar
USD17,27 juta atau menurun sebesar 15,34% dibandingkan aset hak guna pada tanggal 31 Desember 2025
sebesar USD95,37 juta. Penurunan aset hak guna tersebut terutama disebabkan oleh penyusutan aset hak guna
sebesar USD20,37 juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026.
Pada tanggal 31 Maret 2026 total aset Perseroan adalah sebesar USD1.865,07 atau meningkat sebesar 2,35%
atau setara dengan USD42,75 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD1.822,32
juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan
kas dan setara kas yang disebabkan oleh kenaikan arus kas dari aktivitas pendanaan yang diperoleh dari
penerimaan pinjaman jangkan panjang - Oblligasi Rupiah.
Posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan posisi keuangan pada tanggal
31 Desember 2024
Pada tanggal 31 Desember 2025 aset lancar Perseroan adalah sebesar USD206,37 juta atau menurun sebesar
19,28% atau setara dengan USD49,27 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar
USD255,64 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan piutang lain-lain pihak ketiga - neto
sebesar USD21,84 juta atau menurun sebesar 29,23% menjadi USD52,88 juta pada tanggal 31 Desember 2025
dibandingkan piutang lain-lain pihak ketiga - neto pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD74,72 juta.
Penurunan piutang lain-lain pihak ketiga - neto tersebut terutama disebabkan oleh penerimaan piutang dari SKK
Migas atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dapat ditagihkan kepada SKK Migas dari PPN yang telah
dibayarkan oleh Perusahaan Anak yang bergerak di bidang industri minyak dan gas di Indonesia.
Pada tanggal 31 Desember 2025 aset tidak lancar Perseroan adalah sebesar USD1.615,95 juta atau meningkat
sebesar 21,72% atau setara dengan USD288,34 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024
sebesar USD1.327,61 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan aset minyak dan gas bumi
sebesar USD215,46 juta atau meningkat sebesar 29,02% menjadi USD957,81 juta pada tanggal 31 Desember
2025 dibandingkan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD742,35 juta. Kenaikan aset minyak
dan gas bumi terutama berasal dari investasi pengeluaran barang modal (capital expenditures) pada Wilayah Kerja
Malacca Strait PSC dan Wilayah Kerja Kangean PSC selama tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2025 masing-masing sebesar USD90,23 juta dan USD57,92 juta. Kenaikan investasi sejalan dengan strategi
Perseroan untuk mempercepat pengembangan unit usaha Perseroan untuk mencapai komersialisasi dengan
ekonomis serta upaya Perseroan untuk menambah cadangan baru minyak dan gas bumi.
Pada tanggal 31 Desember 2025 total aset Perseroan adalah sebesar USD1.822,32 juta atau meningkat sebesar
15,10% atau setara dengan USD239,06 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar
USD1.583,26 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan aset minyak dan gas bumi yang
timbul dari investasi pengeluaran barang modal (capital expenditures) pada Wilayah Kerja Malacca Strait PSC dan
Kangean PSC.
Liabilitas
Tabel berikut menyajikan rincian liabilitas Perseroan pada masing-masing tanggal:
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman Jangka Pendek - Pihak Ketiga 2.422.039 10.674.089 12.912.453
Pembiayaan Musyarakah Jangka Pendek - Pihak
Ketiga 1.011.274 2.654.506 -
Utang Usaha - Pihak Ketiga 68.617.311 81.783.646 81.314.012
10
Page 12
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 2024
Utang Lain-lain (bagian jatuh tempo ≤ 1 tahun) -
Pihak Ketiga 2.326.005 1.096.017 6.092.417
Uang Muka Pelanggan 9.845.092 10.942.727 18.574.544
Beban Akrual 184.062.564 165.453.862 121.589.560
Utang Pajak 100.278.501 88.325.759 98.094.725
Liabilitas jangka panjang (bagian jatuh tempo ≤ 1
tahun)
Sewa 31.957.308 42.618.930 41.161.954
Pinjaman 58.482.657 70.683.292 53.762.450
Obligasi Rupiah 4.413.582 - -
Pembiayaan Musyarakah - - 1.309.275
Total Liabilitas Jangka Pendek 463.416.333 474.232.828 434.811.390
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pihak Berelasi 115.567 115.521 115.521
Utang Lain-lain Jangka Panjang - Pihak Ketiga - - 6.991.373
Liabilitas Pajak Tangguhan - neto 151.199.124 146.423.496 117.706.955
Liabilitas Imbalan Kerja 14.813.457 14.872.650 11.810.274
Liabilitas Untuk Merestorasi Area Yang Ditinggalkan -
Jangka Panjang 64.967.979 63.424.523 63.829.322
Liabilitas Jangka Panjang (setelah dikurangi bagian
jatuh tempo ≤ 1 tahun
Sewa 64.306.562 64.551.617 75.083.794
Pinjaman 172.301.063 235.960.387 213.925.991
Obligasi Rupiah 92.649.914 - -
Pembiayaan Musyarakah - - 1.843.547
Total Liabilitas Jangka Panjang 560.353.666 525.348.194 491.306.777
TOTAL LIABILITAS 1.023.769.999 999.581.022 926.118.167
Posisi keuangan pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember
2025
Pada tanggal 31 Maret 2026 liabilitas jangka pendek Perseroan adalah sebesar USD463,42 juta atau menurun
sebesar 2,28% atau setara dengan USD10,82 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025
sebesar USD474,23 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan; (i) pinjaman jangka pendek
sebesar 81,83% atau sebesar USD10,91 juta menjadi USD2,42 juta pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan
saldo pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD10,67 juta, dan (ii) pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun sebesar USD17,26% atau sebesar USD12,20 juta menjadi USD58,48 juta pada tanggal
31 Maret 2026 dibandingkan saldo pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD70,68 juta. Penurunan saldo
pinjaman jangka pendek dan pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun tersebut
merupakan bagian dari hasil pembayaraan dari penerimaan Obiligasi Rupiah dalam periode tiga bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2026.
Pada tanggal 31 Maret 2026 liabilitas jangka panjang Perseroan adalah sebesar USD560,35 atau meningkat
sebesar 6,66% atau setara dengan USD35,00 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025
sebesar USD525,35 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan liabilitas jangka panjang dari
Obligasi Rupiah yang diterima oleh Perseroan dalam periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026.
Pada tanggal 31 Maret 2026 total liabilitas Perseroan adalah sebesar USD1.024,07 juta atau meningkat sebesar
2,45% atau setara dengan USD24,49 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025 sebesar
USD999,58 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan liabilitas jangka panjang dari Obligasi
Rupiah yang diterima oleh Perseroan dalam periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026.
Posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan posisi keuangan pada tanggal
31 Desember 2024
Pada tanggal 31 Desember 2025 liabilitas jangka pendek Perseroan adalah sebesar USD474,23 juta, meningkat
sebesar 9,07% atau setara dengan USD39,42 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024
sebesar USD434,81 juta. Peningkatan liabilitas jangka pendek tersebut terutama disebabkan oleh (i) kenaikan
beban akrual sebesar USD43,86 juta atau meningkat sebesar 36,08% menjadi USD165,45 juta dibandingkan
dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD121,59 juta, serta (ii) kenaikan pinjaman jangka
panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar USD16,92 juta atau meningkat sebesar 31,47% menjadi
USD70,68 juta pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan saldo pada tanggal 31 Desember 2024
11
Page 13
sebesar USD98,09 juta sehubungan dengan adanya kenaikan bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun untuk
pinjaman kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada tanggal 31 Desember 2025.
Pembiayaan musyarakah jangka pendek pihak ketiga yang baru muncul pada posisi 31 Desember 2025 berasal
dari penarikan fasilitas Line Facility sebesar Rp100,0 miliar dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (“BSI”) oleh
Perusahaan Anak, EMP Gandewa, dengan jangka waktu sampai 2 Mei 2026. Pada periode sebelumnya, fasilitas
tersebut belum ditarik sehingga belum ada saldo pembiayaan yang tercatat. Penarikan fasilitas dilakukan
sehubungan dengan kewajiban Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2023, di mana EMP Gandewa wajib
menempatkan hasil penjualan ekspor minyak mentah yang merupakan Dana Hasil Ekspor Sumber Daya Alam
(DHE SDA) ke dalam Rekening Khusus (Reksus) DHE pada bank DHE dan mengendapkan minimal 30% selama
minimal 3 bulan. Dari sisi faktor internal, manajemen mengambil kebijakan untuk menjaga kelancaran arus kas
operasional selama dana DHE diendapkan dengan memanfaatkan pembiayaan jangka pendek dari BSI (selaku
bank DHE). Fasilitas ini dijamin dengan dana DHE yang diendapkan di BSI. Dampaknya adalah meningkatnya
pembiayaan musyarakah jangka pendek pihak ketiga sebesar USD2,65 juta pada tanggal 31 Desember 2025,
yang secara fungsional mendukung stabilitas likuiditas dan kelancaran operasional EMP Gandewa selama masa
pengendapan DHE sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada tanggal 31 Desember 2025 liabilitas jangka panjang Perseroan adalah sebesar USD525,35 juta, meningkat
sebesar 6,93% atau setara dengan USD34,04 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024
sebesar USD491,31 juta. Kenaikan liabilitas jangka panjang tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan liabilitas
pajak tangguhan – neto sebesar USD28,72 juta atau sebesar 24,40% menjadi USD146,42 juta pada tanggal
31 Desember 2025 dibandingkan saldo pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD117,71 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2025 total liabilitas Perseroan adalah sebesar USD999,58 juta atau meningkat
sebesar 7,93% atau setara dengan USD73,46 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024
sebesar USD926,12 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya kenaikan kenaikan beban akrual
sehubungan dengan kenaikan pengeluaran dan investasi pengeluaran barang modal (capital expenditures)
maupun pengeluaran operasional (operational expenditures) selama tahun 2025.
Ekuitas
Tabel berikut menyajikan rincian ekuitas Perseroan pada masing-masing tanggal:
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 2024
EKUITAS
Modal Saham (ditempatkan dan disetor penuh) 647.422.128 647.422.128 638.086.082
Tambahan Modal Disetor - neto 556.514.487 556.514.487 490.943.286
Akumulasi Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja (10.446.759) (10.621.211) (9.792.916)
Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali (13.648.677) (13.648.677) (13.648.677)
Selisih Kurs Penjabaran Laporan Keuangan (15.809) (92.224) -
Defisit (265.542.165) (283.865.234) (375.398.209)
Kepentingan Nonpengendali - neto (72.981.396) (72.969.158) (73.048.948)
TOTAL EKUITAS 841.301.809 822.740.111 657.140.618
Posisi keuangan pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember
2025
Pada tanggal 31 Maret 2026 total ekuitas - neto Perseroan adalah sebesar USD841,30 juta, meningkat sebesar
2,26% atau setara dengan USD18,56 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2025 sebesar
USD822,74 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya defisit Perseroan dari laba bersih
yang diperoleh Perseroan dan Perusahaan Anak selama periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret
2026.
Defisit Perseroan pada tanggal 31 Maret 2026 terutama disebabkan oleh penurunan nilai investasi dan
penghapusan aset minyak dan gas bumi yang disebabkan oleh berakhirnya kontrak kerja sama antara Perusahaan
Anak dan Pemerintah.
Posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan posisi keuangan pada tanggal
31 Desember 2024
Pada tanggal 31 Desember 2025 total ekuitas – neto Perseroan adalah sebesar USD822,74 juta, meningkat
sebesar 25,20% atau setara dengan USD165,60 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024
sebesar USD657,14 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh; (i) berkurangnya defisit Perseroan dari
12
Page 14
laba bersih yang diperoleh Perseroan dan Perusahaan Anak, serta (ii) tambahan modal disetor Perseroan selama
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
Likuiditas dan Sumber Pendanaan
Kebutuhan likuiditas utama Perseroan dan Perusahaan Anak adalah untuk modal kerja dan belanja modal. Secara
historis, Perseroan membiayai kebutuhan modal dengan menggunakan kas yang diperoleh secara internal dari
aktivitas operasi dengan mengelola ketersediaan kas yang berasal dari penerimaan bulanan atas penjualan
minyak dan gas bumi serta pendapatan usaha lainnya. Pengelolaan tersebut bertujuan untuk memastikan
tersedianya dana yang memadai guna memenuhi kebutuhan modal kerja dan membayar kewajiban jangka pendek
Perseroan yang jatuh tempo setiap bulan. Disamping itu Perseoan juga membiayai kebutuhan modal dengan
menggunakan kas yang diperoleh secara eksternal dari kegiatan pendanaan. Pada tanggal 31 Maret 2026,
Perseroan dan Perusahaan Anak memiliki fasilitas pinjaman, sebagai sumber likuiditas eksternal yang material,
yang belum ditarik sebesar USD72.398.072.
Dengan memperhitungkan fasilitas pinjaman yang belum ditarik dan estimasi dana yang diperoleh dari Penawaran
Umum Obligasi, Perseroan berkeyakinan bahwa Perseroan memiliki likuiditas yang memadai untuk memenuhi
kebutuhan modal kerja dan operasional dan rencana belanja modal untuk 12 bulan ke depan. Jika nantinya
likuiditas Perseroan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan belanja modal, Perseroan akan
berusaha mendapatkan pinjaman dan/atau fasilitas kredit baru maupun pendanaan melalui pasar modal.
Tidak ada kecenderungan yang diketahui, permintaan, perikatan atau komitmen, kejadian dan/atau ketidakpastian
yang mungkin mengakibatkan terjadinya peningkatan atau penurunan yang material terhadap likuiditas Perseroan.
Pada tanggal Prospektus Ringkas ini diterbitkan, tidak terdapat pembatasan terhadap kemampuan Perusahaan
Anak untuk mengalihkan dana kepada Perseroan yang dapat berdampak terhadap kemampuan Perseroan dalam
memenuhi kewajiban pembayaran tunai. Sehubungan dengan Perjanjian Fasilitas pinjaman antara EMP Gebang
dan Japan Petroleum Exploration Co., Ltd (JAPEX) bahwa alokasi pembagian dividen EMP Gebang diatur dalam
ketentuan Perjanjian Fasilitas dan Perjanjian Pemegang Saham dan Operasi EMP Gebang. JAPEX telah
menyampaikan surat konfirmasi tertanggal 19 Agustus 2026 menyatakan bahwa ketentuan hal tersebut bukan
merupakan pembatasan dividen dari EMP Gebang kepada Perseroan.
Kegiatan usaha Perseroan dan Perusahaan Anak juga tidak memiliki modal kerja yang menimbulkan risiko khusus.
Arus Kas
Pola arus kas operasi Perseroan umumnya bersumber dari penerimaan kas yang diperoleh dari hasil operasi
Perseroan sesuai dengan karakteristik bisnis usaha yaitu berasal dari penjualan minyak, gas bumi, dan
infrastruktur minyak dan gas bumi. Sedangkan arus kas keluar operasi Perseroan termasuk namun tidak terbatas
pada (i) pembayaran kas kepada pemasok, kontraktor dan karyawan, (ii) pembayaran pajak penghasilan badan
dan dividen dan (iii) pembayaran untuk beban keuangan.
Jumlah kas neto yang diperoleh dari atau digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan secara siklus bisnis
tergantung dari kontrak penjualan. Selain itu faktor-faktor lain yang mempengaruhi siklus bisnis Perseroan juga
disebabkan oleh sisa cadangan dari minyak dan gas bumi, termasuk strategi Perseroan dalam me-monetisasi
cadangan tersebut. Pola arus kas investasi umumnya bergantung pada bagaimana Perseroan melakukan alokasi
dana untuk berinvestasi pada aset-aset tidak lancar dan sumber daya untuk pertumbuhan di masa depan. Sesuai
dengan karakteristik bisnis Perseroan, kas yang digunakan untuk aktivitas investasi terkait pengembangan dan
akuisisi, seperti untuk penambahan aset minyak dan gas bumi, penambahan aset eksplorasi dan evaluasi,
penambahan aset tetap dan juga akuisisi bisnis. Sementara, kas yang diperoleh dari aktivitas investasi meliputi
dividen kas dari entitas asosiasi dan penerimaan bunga. Pola arus kas pendanaan umumnya berasal dari
penerimaan pinjaman jangka pendek dan jangka panjang. Dengan demikian untuk membiayai pengembangan
proyek-proyek dan akuisisi bisnis Perseroan, maka Perseroan dapat memperoleh kas dari pinjaman bank dan
penerbitan saham Perseroan. Sementara itu, pengeluaran kas terkait aktivitas pendanaan berupa pelunasan
pinjaman bank, pembayaran beban pendanaan, dan pembayaran liabilitas sewa:
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 *) 2025 2024
Arus kas neto dari aktivitas operasi 55.986.051 65.012.438 330.016.842 207.663.319
Arus kas neto dari aktivitas investasi (44.356.373) (36.693.466) (307.370.959) (308.050.509)
Arus kas neto dari aktivitas
pendanaan 15.955.258 (28.353.667) (13.671.973) 71.951.109
Kenaikan (penurunan) neto kas dan
setara kas 27.584.936 (34.695) 8.973.910 (28.436.081)
13
Page 15
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025 *) 2025 2024
Pengaruh Perubahan Selisih Kurs
Mata Uang Pada Kas dan Setara
Kas (163.640) (398.167) (331.267) (398.167)
Kas Dan Setara Kas Awal
Periode/Tahun 62.248.969 53.606.326 53.606.326 82.440.574
Kas dan Setara Kas Akhir
Periode/Tahun 89.670.265 53.173.464 62.248.969 53.606.326
*) Tidak diaudit
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dibandingkan dengan periode tiga bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2025
Arus kas dari aktivitas operasi
Pada tanggal 31 Maret 2026, arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan tercatat sebesar
USD55,99 juta, menurun sebesar USD9,03 juta atau 13,88% dibandingkan dengan USD65,01 juta pada tanggal
31 Maret 2025. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya penerimaan kas dari pelanggan,
meskipun pembayaran kepada pemasok, kontraktor, dan aktivitas operasional lainnya juga mengalami penurunan.
Di sisi lain, pembayaran kepada pemasok dan kontraktor dalam rangka perolehan aset minyak dan gas bumi yang
diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi meningkat pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret
2026 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. Sejalan dengan penurunan aktivitas operasi
tersebut, beban pokok penjualan juga mengalami penurunan. Sementara itu, pengeluaran untuk perolehan aset
minyak dan gas bumi pada aktivitas investasi meningkat dari USD33,57 juta pada periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2025 menjadi USD41,97 juta pada periode yang sama tahun 2026.
Arus kas dari aktivitas investasi
Pada tanggal 31 Maret 2026 arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan adalah sebesar
USD44,36 juta, meningkat sebesar 20,88% atau setara dengan USD7,66 juta dibandingkan dengan posisi tanggal
31 Maret 2025 sebesar USD36,69 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan perolehan
aset minyak dan gas bumi pada Wilayah Kerja Bentu PSC pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026.
Perseroan dan Perusahaan Anak juga meningkatkan aktivitas investasi atas perolehan aset minyak dan gas bumi
dalam rangka meningkatkan produksi dan cadangan terbukti minyak dan gas bumi sebesar USD41,97j juta pada
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026. Kenaikan aktivitas tersebut mengakibatkan kenaikan
arus kas digunakan untuk aktivitas investasi menjadi sebesar USD46,90 juta pada tanggal 31 Maret 2026.
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Pada tanggal 31 Maret 2026, arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan tercatat sebesar
USD15,96 juta, meningkat sebesar 156,27% atau setara dengan USD44,31 juta dibandingkan dengan posisi arus
kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada tanggal 31 Desermber 2024 sebesar USD28,35 juta.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman jangka panjang dari Obligasi Rupiah yang
diterima oleh Perseroan selama periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024
Arus kas dari aktivitas operasi
Pada tanggal 31 Desember 2025 arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan adalah sebesar
USD330,02 juta, meningkat sebesar 58,92% atau setara dengan USD122,35 juta dibandingkan dengan posisi
tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD207,66 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan
pembayaran kepada pemasok, kontraktor dan aktivitas operational lainnya pada tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025. Seperti halnya pada periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026,
pembayaran kepada pemasok dan kontraktor dalam rangka perolehan aset minyak dan gas bumi yang
diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi meningkat pada tahun 2025 dibandingkan dengan tahun 2024. Sejalan
dengan penurunan aktivitas operasi tersebut, beban pokok penjualan juga mengalami penurunan. Sementara itu,
pengeluaran untuk perolehan aset minyak dan gas bumi pada aktivitas investasi meningkat dari USD170,95 juta
pada tahun 2024 menjadi USD269,38 juta pada tahun 2024.
14
Page 16
Arus kas dari aktivitas investasi
Pada tanggal 31 Desember 2025 arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan adalah sebesar
USD307,37 juta, meningkat sebesar 0,22% atau setara dengan USD0,68 juta dibandingkan dengan posisi tanggal
31 Desember 2024 sebesar USD308,05 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan perolehan
aset tetap dan tidak adanya akuisisi Perusahaan Anak baru pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024.
Perseroan dan Perusahaan Anak juga meningkatkan aktivitas investasi atas perolehan aset minyak dan gas bumi
dalam rangka meningkatkan produksi dan cadangan terbukti minyak dan gas bumi sebesar USD98,43 juta pada
tahun 2025. Kenaikan aktivitas tersebut tidak mengakibatkan kenaikan arus kas digunakan untuk aktivitas investasi
menjadi sebesar USD307,37 juta pada tanggal 31 Desember 2025. Hal ini dikarenakan arus kas dari penurunan
perolehan aset tetap dan penurunan arus kas untuk akuisisi masih melebihi kenaikan arus kas digunakan untuk
aktivitas atas perolehan aset minyak dan gas bumi.
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Pada tanggal 31 Desember 2025, arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan tercatat
sebesar USD13,67 juta, menurun sebesar 119,00% atau setara dengan USD85,62 juta dibandingkan dengan
posisi arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tanggal 31 Desermber 2024 sebesar USD71,95
juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya penerimaan pinjaman jangka panjang pada
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
FAKTOR RISIKO
Risiko yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
A. Risiko Utama yang Mempunyai Pengaruh Signifikan Terhadap Kelangsungan Usaha Perseroan
Risiko Ketergantungan pada Kinerja Operasional dan Keuangan Perusahaan Anak
B. Risiko Usaha Yang Bersifat Material Baik Secara Langsung Maupun Tidak Langsung Yang Dapat
Mempengaruhi Hasil Usaha Dan Kondisi Keuangan Perseroan
1. Risiko Strategi Usaha dan Portofolio Investasi
2. Risiko Fluktuasi Harga Komoditas Minyak dan Gas Bumi
3. Risiko Cadangan, Eksplorasi, dan Penurunan Produksi
4. Risiko Operasional
5. Risiko Pasokan Material dan Jasa Penunjang
6. Risiko Kredit dari Pelanggan
7. Risiko Tingkat Suku Bunga;
8. Risiko Persaingan Industri dan Pasar
9. Risiko Terkait Transaksi Pihak Berelasi
10. Risiko Perubahan Teknologi
11. Risiko Ketergantungan pada Personel Kunci dan Tenaga Ahli
12. Risiko Likuiditas
13. Risiko Utang Pajak
C. Risiko Umum
1. Risiko Perekonomian Makro
2. Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
3. Risiko Perubahan Hukum dan Peraturan Pemerintah
4. Risiko Tuntutan atau Gugatan Hukum
5. Risiko Tidak Diperpanjangnya Kontrak Kerja Sama (KKS)
6. Risiko Kegagalan Perseroan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam industrinya
7. Risiko Ketentuan Negara Lain atau Peraturan Internasional
Keterangan selengkapnya mengenai Faktor Risiko Perseroan dapat dilihat pada Bab VI Prospektus.
15
Page 17
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Manajemen Perseroan menyatakan bahwa tidak ada kejadian penting yang mempunyai dampak material terhadap
keadaan keuangan dan hasil usaha Perseroan dan Perusahaan Anak yang terjadi setelah tanggal Laporan Auditor
Independen tertanggal 7 September 2026 atas laporan keuangan konsolidasian interim Perseroan dan
Perusahaan Anak pada tanggal 31 Maret 2026, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Achsin
Handoko Tomo, auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, sebagaimana
tercantum dalam laporan auditor independen No.00059/2.1096/AU.1/02/0597-1/1/IX/2026 tertanggal 7 September
2026, yang ditandatangani oleh Handoko Tomo (Registrasi Akuntan Publik No. AP. 0597). Laporan auditor
independen tersebut, yang juga tercantum dalam Prospektus, menyatakan opini tanpa modifikasian, sampai
dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran.
KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN DAN
PROSPEK USAHA
A. Keterangan Tentang Perseroan
Perseroan berkedudukan di Jakarta Selatan, adalah suatu perseroan terbatas terbuka yang didirikan berdasarkan
hukum negara Republik Indonesia, berdasarkan Akta Pendirian No. 16 tanggal 16 Oktober 2001, yang dibuat
dihadapan Rakhmat Syamsul Rizal, S.H., M.H., Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menkum berdasarkan
Surat Keputusan No. C-14507.HT.01.01.TH.2001 tanggal 29 November 2001 dan telah didaftarkan dalam Daftar
Perseroan No. TDP 090815334921 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan No.
195/BH.09.03/I/2002 tanggal 31 Januari 2002, serta telah diumumkan dalam BNRI No. 31 tanggal 16 April 2002
dan Tambahan BNRI No. 3684 (“Akta Pendirian Perseroan”).
Berdasarkan Akta Pendirian Perseroan, struktur permodalan Perseroan pada saat pendirian adalah sebagai
berikut:
Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham
Keterangan %
Jumlah Saham Nominal (Rp)
Modal Dasar 500 500.000.000
Modal Disetor
1. Julianto Benhayudi 160 160.000.000 80,00
2. Rennier Abdul Rachman Latief 40 40.000.000 20,00
Jumlah Modal Disetor 200 200.000.000 100,00
Jumlah Saham dalam Portepel 300 300.000.000 -
Anggaran dasar Perseroan sebagaimana termuat dalam Akta Pendirian Perseroan telah beberapa kali mengalami
perubahan sebagaimana terakhir diubah berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPSLB Perseroan No. 2
tanggal 2 Juli 2026, dibuat di hadapan Emmyra Fauzia Kariana, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah
diberitahukan kepada Menkum berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No.
AHU-AH.01.03-0195110 tanggal 10 Juli 2026 yang menyetujui perubahan Pasal 4 ayat (2) mengenai modal
ditempatkan dan disetor (“Akta Perseroan No. 2/2026”).
Akta Pendirian Perseroan, beserta seluruh perubahannya, termasuk Akta Perseroan No. 2/2026 selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Anggaran Dasar Perseroan”.
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah menjalankan usaha dalam
bidang aktivitas perusahaan induk, aktivitas konsultasi manajemen lainnya, dan perdagangan besar bahan bakar
padat, cair, dan gas beserta produk terkait, dengan menjalankan kegiatan usaha berikut:
a. Kegiatan Usaha Utama:
i) Aktivitas Perusahaan Induk (KBLI 64210)
Kelompok ini mencakup kegiatan dari perusahaan induk (holding companies), misalnya unit yang memegang aset
(memiliki dan mengelola tingkat ekuitas) dari satu atau lebih anak perusahaan dan hanya bertanggung jawab
sebagai pemilik anak perusahaan. Perusahaan induk dalam kelompok ini tidak memberikan jasa lain kepada
perusahaan yang ekuitasnya dipegang oleh perusahaan induk, misalnya perusahaan induk tidak mengatur dan
mengelola unit-unit lain. Perusahaan induk ini dapat melakukan aktivitas seperti pengendalian, konsolidasi
keuangan, dan bertanggungjawab terhadap aktivitas setiap anak perusahaan, tetapi bukan aktivitas manajemen
aktif anak perusahaan tersebut, misalnya perusahaan induk konglomerasi keuangan.
16
Page 18
b. Kegiatan Usaha Penunjang:
i) Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209)
Kelompok ini mencakup ketentuan bantuan nasihat, bimbingan dan operasional usaha dan permasalahan
organisasi dan manajemen lainnya, seperti perencanaan strategi dan organisasi; keputusan berkaitan dengan
keuangan; tujuan dan kebijakan perencanaan, praktik dan kebijakan sumber daya manusia; perencanaan
penjadwalan dan pengontrolan produksi. Penyediaan jasa usaha ini dapat mencakup bantuan nasihat, bimbingan
dan operasional berbagai fungsi manajemen, konsultasi manajemen olah agronomist dan agricultural economis
pada bidang pertanian dan sejenisnya, rancangan dari metode dan prosedur akuntansi, program akuntansi biaya,
prosedur pengawasan anggaran belanja, pemberian - nasihat dan bantuan untuk usaha dan pelayanan
masyarakat dalam perencanaan, pengorganisasian, efisiensi dan pengawasan, informasi manajemen, konsultasi
kesehatan dan keselamatan kerja, misalnya identifikasi dan dokumentasi risiko, dan lain-lain.
ii) Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair, dan Gas Beserta Produk Terkait (KBLI 46710)
Kelompok ini mencakup perdagangan besar bahan bakar fosil dan bahan bakar rendah karbon atau bebas karbon,
gemuk (grease), pelumas, minyak.
c. Untuk mendukung kegiatan usaha utama sebagaimana dimaksud pada poin (a) di atas, Perseroan dapat
melaksanakan seluruh kegiatan usaha yang berkaitan dan menunjang kegiatan usaha utama dan kegiatan
usaha penunjang Perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada melakukan investasi dan/atau divestasi
pada perusahaan-perusahaan lain, menerima maupun memberikan pendanaan dan/atau pembiayaan yang
dibutuhkan untuk mendukung usaha anak-anak perusahaan atau perusahaan lain yang dapat menunjang
kegiatan Perseroan, selama pelaksanaannya tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Pada tanggal Prospektus Ringkas ini diterbitkan, kegiatan usaha utama Perseroan yang benar-benar dijalankan
adalah aktivitas perusahaan induk (KBLI 64210) dan juga bergerak dalam bidang usaha eksplorasi,
pengembangan dan produksi minyak dan gas bumi di darat (onshore) dan lepas pantai (offshore) serta infrastruktur
minyak dan gas bumi melalui Perusahaan Anak. Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan tidak mengubah
substansi dan ruang lingkup kegiatan usaha yang telah dijalankan oleh Perseroan, dan perubahan ditujukan untuk
memastikan penyelarasan antara kegiatan usaha yang telah benar-benar dijalankan dengan kegiatan usaha yang
tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan dengan klasifikasi KBLI 2025 sesuai Peraturan Badan Pusat Statistik
No. 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. Oleh karena itu, perubahan tersebut bukan
suatu perubahan kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/2020.
Perseroan berkantor di Bakrie Tower Lantai 32, Rasuna Epicentrum, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940,
Indonesia.
B. Susunan Pemegang Saham dan Struktur Permodalan Terakhir
Struktur permodalan Perseroan terakhir sebelum disampaikan pernyataan pendaftaran adalah sebagaimana
termaktub dalam Akta Perseroan No. 2/2026, sebagai berikut:
Modal dasar : Rp19.600.000.000.000
Modal ditempatkan : Rp6.953.297.954.000
Modal disetor : Rp6.953.297.954.000
Modal dasar Perseroan terbagi atas (a) 6.138.347.970 saham seri A dengan nilai nominal Rp800 per lembar
saham; dan (b) 146.893.216.240 saham seri B dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham.
Selanjutnya, berdasarkan (i) Akta Perseroan No. 2/2026, (ii) DPS Perseroan per tanggal 31 Juli 2026 yang
dikeluarkan oleh PT Ficomindo Buana Registrar selaku Biro Administrasi Efek Perseroan pada tanggal 4 Agustus
2026, struktur permodalan, susunan pemegang saham dan kepemilikan saham Perseroan adalah sebagai berikut:
17
Page 19
Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal Persentase
Keterangan
(Lembar) (Rupiah) Kepemilikan (%)
Modal Dasar Seri A
6.138.347.970 4.910.678.376.000
(Nilai Nominal Rp800,-/saham)
Modal Dasar Seri B
146.893.216.240 14.689.321.624.000
(Nilai Nominal Rp100,-/saham)
Jumlah Modal Dasar 153.031.564.210 19.600.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Shima Global Kapital (SHIMA) 4.661.422.413 - 17,55
2. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. 3.243.456.322 - 12,21
3. PT CGS International Sekuritas Indonesia 2.000.180.219 - 7,53
4. PT Maybank Sekuritas Indonesia 1.920.617.800 - 7,23
5. PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) 1.109.560.097 - 4,18
6. PT Bakrie Kalila Investment (BKI) 946.871.014 3,56
7. Masyarakat (dibawah 5%) 12.682.435.885 - 47,74
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Seri A 6.138.347.970 4.910.678.376.000 23,11
(Nilai Nominal Rp800,-/saham)
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Seri B 20.426.195.780 2.042.619.578.000 76,89
(Nilai Nominal Rp100,-/saham)
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 26.564.543.750 6.953.297.954.000 100,00
Saham Portepel 126.467.020.460 12.646.702.046.000 -
C. Pengurusan Dan Pengawasan
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 65 tanggal 5 Juni 2026, yang dibuat di hadapan Jose Dima
Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah diberitahukan kepada dan diterima oleh Menkum
berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0354600 tanggal
23 Juni 2026 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0140965.AH.01.11.Tahun 2026 tanggal 23
Juni 2026, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ir. Rudianto Rimbono
Komisaris : Suyitno Patmosukismo
Komisaris : Rizal Malarangeng
Komisaris Independen : Syamsu Alam
Komisaris Independen : Chalid Said Salim
Direksi
Direktur Utama : Syailendra S. Bakrie
Wakil Direktur Utama : Edoardus Ardianto
Direktur : Adinda Andarina Bakrie
Direktur : Edi Sutriono
Direktur : Tri Firmanto
Direktur : Kelik Rudi Suharya
Direktur : Riri Hosniari Harahap
Pengangkatan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah memenuhi POJK No. 33/2014 .
D. Keterangan Mengenai Perusahaan Anak dan Perusahaan Asosiasi
Pada tanggal Prospektus Ringkas ini diterbitkan, Perseroan memiliki total 52 Perusahaan Anak dengan penyertaan
secara langsung dan tidak langsung, sebagai berikut:
No. Nama Kegiatan Domisili Tahun Kepemilikan Status Kontribusi
Perusahaan Anak Usaha Hukum Penyertaan Saham (%) Operasional Pendapatan
Kepemilikan secara langsung Perseroan
1. RHI Corporation Perusahaan Delaware, 2003 100,00 Belum -
Investasi Amerika beroperasi*
Serikat
2. EMP Holdings Perusahaan Singapura 2007 100,00 Belum -
Singapore Pte., Investasi beroperasi*
Ltd.
3. THP Perusahaan Indonesia 2006 99,99 Beroperasi 47,47%
Investasi
4. ITA Minyak dan Indonesia 2004 99,99 Beroperasi 24,95%
Gas Bumi
5. Enviroco Perusahaan Republik 2007 100,00 Belum -
Company Ltd. Investasi Seiselia beroperasi*
18
Page 20
No. Nama Kegiatan Domisili Tahun Kepemilikan Status Kontribusi
Perusahaan Anak Usaha Hukum Penyertaan Saham (%) Operasional Pendapatan
6. Freemont Capital Perusahaan Kepulauan 2008 100,00 Belum -
Group Ltd. Investasi Virgin, beroperasi*
Britania
Raya
7. EMP Tonga Minyak dan Indonesia 2008 99,00 Beroperasi 0,16%
Gas Bumi
8. PT Artha Widya Perusahaan Indonesia 2009 70,00 Belum -
Persada Investasi beroperasi*
9. PT Visi Multi Artha Minyak dan Indonesia 2009 70,00 Belum -
Gas Bumi beroperasi*
10. EMPPL Perusahaan Singapura 2007 100,00 Belum -
Investasi beroperasi*
11. EMP International Perusahaan Kepulauan 2011 51,00 Belum -
(BVI) Ltd. Investasi Virgin beroperasi*
Britania
Raya
12. KSP Perusahaan Indonesia 2013 99,00 Beroperasi 0,05%
Investasi
13. EMP Power Perusahaan Singapura 2014 100,00 Belum -
International Pte., investasi beroperasi*
Ltd.
14. PT Energi Power Perusahaan Indonesia 2015 99,00 Belum -
Utama investasi beroperasi*
15. EMP EA Perusahaan Indonesia 2020 99,99 Beroperasi 3,48%
Investasi
16. EMP TP Perusahaan Indonesia 2020 99,99 Beroperasi 5,75%
Investasi
17. EMA Perusahaan Indonesia 2022 99,99 Beroperasi 6,51%
Investasi
18. EMP Inc. Perusahaan Kepulauan 2004 99,99 Beroperasi 16,40%
Investasi Virgin
Britania
Raya
19. BHPL Minyak dan Singapura 2026 93,08 Belum -
Gas Bumi beroperasi*
Kepemilikan RHI Corporation
20. EMP MS Perusahaan Panama 2003 100,00 Belum -
Investasi beroperasi*
Kepemilikan THP
21. PT EMP Perdagangan Indonesia 2006 99,99 Belum -
Semberah dan beroperasi*
Transportasi
22. PT EMP Gelam Pertambanga Indonesia 2006 99,99 Belum -
n Minyak dan beroperasi*
Gas Bumi
23. EMP Bentu Minyak dan Kepulauan 2006 100,00 Beroperasi 24,70%
Gas Bumi Virgin
Britania
Raya
24. EMP Korinci Baru Minyak dan Kepulauan 2006 100,00 Beroperasi -
Gas Bumi Virgin
Britania
Raya
19
Page 21
No. Nama Kegiatan Domisili Tahun Kepemilikan Status Kontribusi
Perusahaan Anak Usaha Hukum Penyertaan Saham (%) Operasional Pendapatan
25. EMP Gebang Minyak dan Kepulauan 2006 50,00 Belum -
Gas Bumi Virgin beroperasi*
Britania
Raya
26. ETE Minyak dan Indonesia 2021 99,99 Belum -
Gas Bumi beroperasi*
27. EMP ER Minyak dan Indonesia 2021 99,99 Beroperasi 5,12%
Gas Bumi
28. PT EMP Energi Perusahaan Indonesia 2021 99,99 Belum -
Sumatra Investasi beroperasi*
29. PT EMP Garuda Perusahaan Indonesia 2021 99,99 Belum -
Energi Investasi beroperasi*
30. EMP EJ Perusahaan Indonesia 2021 99,99 Beroperasi 6,51%
Investasi
31. EMP EG Minyak dan Indonesia 2022 99,99 Beroperasi 10,87%
Gas Bumi
32. PT Energi Mega Perusahaan Indonesia 2022 99,99 Belum -
Nagendra Investasi beroperasi*
33. PT Aceh Energy Minyak dan Indonesia 2023 64,00 Belum -
Gas Bumi beroperasi*
Kepemilikan EIBL
34. EMP ONWJ Ltd. Perusahan Labuan, 2011 51,00 Belum -
Investasi Malaysia beroperasi*
Kepemilikan EMP EA
35. PGE Minyak dan Indonesia 2021 48,00 Beroperasi 3,48%
Gas Bumi
Kepemilikan EMP TP
36. EMP DN Perusahaan Indonesia 2020 99,99 Beroperasi 5,74%
Investasi
37. PT EMP Energi Perusahaan Indonesia 2009 99,99 Belum -
Terbarukan Investasi beroperasi*
38. EMP Mining Perusahaan Mozambik 2021 70,00 Belum -
Offshore Africa Investasi beroperasi*
LDA
Kepemilikan EMP DN
39. PT Energi Perusahaan Indonesia 2022 90,00 Belum -
Nusantara Jasa Lainnya beroperasi*
Infrastruktur
40. SRGS Perusahaan Indonesia 2023 99,99 Beroperasi 2,62%
Jasa Lainnya
41. EDU Perusahaan Indonesia 2023 99,98 Beroperasi 0,63%
Jasa Lainnya
42. PT Sulawesi Daya Perusahaan Indonesia 2024 61,00 Belum -
Nusantara Jasa Lainnya beroperasi*
43. EJM Perusahaan 99,90 Beroperasi 0,002%
Jasa Lainnya Indonesia 2023
44. BSSL Perusahaan Indonesia 2024 99,80 Beroperasi 2,49%
Jasa Lainnya
45. PT EMP Perusahaan Indonesia 2026 99,00 Belum -
Infrastruktur Gas Jasa Lainnya beroperasi*
20
Page 22
No. Nama Kegiatan Domisili Tahun Kepemilikan Status Kontribusi
Perusahaan Anak Usaha Hukum Penyertaan Saham (%) Operasional Pendapatan
Kepemilikan PT EMP Energi Terbarukan
46. EMPREJ Energi Jepang 2021 85,00 Beroperasi -
Terbarukan
47. EMP Renewables Perusahaan Singapura 2007 100,00 Belum -
International Investasi beroperasi*
Pte.Ltd
Kepemilikan EMP EJ
48. EEH Perusahaan Australia 2024 100,00 Beroperasi 3,25%
Investasi
49. ESG Perusahaan Australia 2024 100,00 Beroperasi 3,25%
Investasi
Kepemilikan EEH & ESG
50. EEES Minyak dan Australia 2024 50,00 Beroperasi 6,51%
Gas Bumi oleh EEH &
50,00
oleh ESG
Kepemilikan EMP Inc
51. KEIL Minyak dan Delaware, 2004 100,00 Beroperasi 9,84%
Gas Bumi Amerika
Serikat
52. EEKL Minyak dan Inggris 2004 100,00 Beroperasi 6,56%
Gas Bumi
*) Sampai dengan tanggal Prospektus Ringkas ini diterbitkan, Perusahaan Anak yang belum membukukan pendapatan
operasional diklasifikasikan sebagai perusahaan belum beroperasi. Kondisi tersebut terutama disebabkan oleh: (i) Perusahaan
Anak masih berada pada tahap eksplorasi dan/atau pengembangan, atau (ii) Perusahaan Anak merupakan perusahaan induk
(holding company) yang memiliki kepemilikan saham pada Perusahaan Anak yang belum beroperasi. Untuk Perusahaan anak
yang belum beroperasi karena masih berada dalam tahap eksplorasi dan/atau pengembangan, Perseroan terus melakukan
upaya dan/atau kegiatan yang perlu dilakukan agar Perusahaan Anak dapat segera memasuki tahap produksi dan memiliki
pendapatan operasional. Sesuai dengan kegiatan Perusahaan Anak itu sendiri, kegiatan-kegiatan tersebut, antara lain melalui
pelaksanaan studi teknis, pengurusan perizinan, pemenuhan Komitmen Kerja Pasti (KKP), pengeboran sumur eksplorasi dan
pengembangan, serta persiapan dan pembangunan fasilitas produksi. Dengan pelaksanaan upaya-upaya tersebut, Perseroan
mengharapkan Perusahaan Anak dapat segera menghasilkan produksi dan memberikan kontribusi pendapatan kepada
Perseroan.
Penjelasan lebih lengkap mengenai Perseroan dan Perusahaan Anak dapat dilihat pada bagian dari Bab VIII dalam
Prospektus dengan judul “Keterangan Mengenai Perusahaan Anak dan Perusahaan Asosiasi.”
E. Kegiatan Usaha Perseroan
Perseroan merupakan perusahaan Migas yang didirikan pada tahun 2001 dan berkantor di Jakarta, Indonesia.
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta) sejak tahun 2004, saat ini Perseroan
mengoperasikan 13 wilayah kerja Migas yang tersebar di Sumatra, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Mozambik
(Afrika). Kegiatan usaha utama Perseroan yang benar-benar dijalankan adalah aktivitas perusahaan induk dan
juga bergerak dalam bidang usaha eksplorasi, pengembangan dan produksi minyak dan gas bumi di darat
(onshore) dan lepas pantai (offshore) serta infrastruktur minyak dan gas bumi melalui Perusahaan Anak.
Melalui Perusahaan Anaknya, Perseroan mengelola 13 wilayah kerja minyak dan gas bumi seluas lebih dari 38.000
km2. Rincian mengenai ke-13 aset minyak dan gas bumi tersebut, berdasarkan perjanjian kerjasama produksi dan
kontrak area per 31 Maret 2026, digambarkan pada tabel berikut:
21
Page 23
Masa Persentase Luas Wilayah Kerja
No Wilayah Kerja Jenis Kontrak
Berakhir Kepemilikan (km2)
1 “B” PSC 2041 48% 1.326,62
2 Bireun Sigli PSC 2053 64% 4.845,02
3 Gebang PSC 2035 50% 879,61
4 Tonga PSC 2037 95% 521,44
5 Malacca Strait PSC (gross split) 2040 100% 7.031,30
6 Kampar PSC 2035 90% 421,87
7 Siak PSC 2034 90% 2.287,17
8 Bentu PSC 2041 100% 1.039,02
9 Korinci Baru PSC 2027 100% 252,50
10 South CPP PSC 2051 100% 5.447,14
11 Kangean PSC 2030 100% 3.470,58
12 Sengkang PSC (gross split) 2042 100% 2.925,23
13 Buzi EPCC - 75% 7.653,43
TOTAL 38.100,93
Untuk memperkuat dan memperluas cakupan bisnis di luar operasional hulu, Perseroan mendirikan EMP DN pada
tahun 2019, dengan visi untuk menyediakan infrastruktur energi dan layanan minyak dan gas bumi. EMP DN
memiliki rekam jejak yang terbukti dalam penggarapan proyek infrastruktur energi strategis di Gorontalo dan Riau.
Perseroan memiliki Perusahaan Anak yang bergerak di bidang energi terbarukan yaitu EMPREJ dengan lokasi
usaha, di Hokkaido, Jepang. Tim ahli kami berdedikasi untuk mengembangkan solusi inovatif bagi mitra
Pemerintah dan Industri. Kami memahami permintaan energi yang terus meningkat di Indonesia dan
mancanegara, serta berkomitmen untuk memberikan strategi yang efektif.
Operasi dan Produksi
Sampai dengan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026, produksi bersih minyak Perseroan
adalah sebesar 6.920 BOPD menurun 9,74% dari periode yang sama pada tahun 2025 sebesar 7.667 BOPD.
Tahun 2025 produksi bersih minyak Perseroan adalah 7.499 BOPD atau meningkat 1,3% dari 7.403 BOPD pada
2024. Sedangkan produksi bersih gas Perseroan sampai dengan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2026 adalah sebesar 183 BBTUD, menurun 2,72% dari 188 BBTUD pada periode yang sama pada tahun
2025. Produksi bersih gas Perseroan pada tahun 2025 adalah sebesar 184 MMSCFD atau meningkat 6% dari 174
juta kaki kubik per hari dibandingkan tahun 2024.
Sampai dengan periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026, produksi minyak tertinggi dihasilkan
dari Wilayah Kerja Malacca Strait PSC, sementara produksi gas tertinggi dihasilkan dari Wilayah Kerja Bentu PSC
dan Kangean PSC. Produksi bersih minyak Wilayah Kerja Malacca Strait PSC adalah sebesar 4.621 BOPD.
Adapun produksi bersih gas Wilayah Kerja Bentu PSC adalah sebanyak 63,6 BBTUD dan Wilayah Kerja Kangean
PSC adalah sebanyak 49,9 BBTUD.
Tabel berikut adalah data produksi bersih untuk masing-masing Wilayah Kerja Perseroan yang saat ini sedang
dalam kondisi berproduksi secara komersil untuk masing-masing tahun:
31 Maret
Blok 2026 2025
Minyak Gas Minyak Gas
(Minyak dalam BOPD dan Gas dalam BBTUD)
Malacca Strait 4.621 1,9 4.767 2,3
Bentu - 63,6 - 78,0
Korinci Baru - - - 0,27
Siak 1.254 - 1.543 -
Kampar 918 - 747 -
”B” 36 18,9 496 21,4
Tonga 47 - 81 -
Kangean 43 49,9 33 46,3
Sengkang 0 48,2 1 39,3
TOTAL 6.920 182,5 7.667 187,6
Persaingan dan Strategi Usaha
Persaingan di industri hulu migas di Indonesia memiliki karakteristik seller’s market, di mana permintaan minyak
dan gas secara konsisten melebihi pasokan. Walaupun terdapat sejumlah pemain, intensitas persaingan relatif
terkendali karena produksi minyak maupun gas umumnya terserap pasar domestik maupun ekspor. Pemerintah
juga mendorong peningkatan produksi nasional melalui kebijakan dan insentif, terutama bagi perusahaan
22
Page 24
Indonesia, sehingga membuka peluang bagi Perseroan untuk memperluas kontribusi di tengah kebutuhan energi
domestik yang terus tumbuh.
Meskipun skala usaha Perseroan relatif lebih kecil dibandingkan pemain-pemain besar di industri, baik perusahaan
BUMN, swasta domestik, maupun perusahaan internasional, Perseroan menempati posisi mid-tier dengan
portofolio gas yang signifikan, lokasi wilayah kerja yang strategis, serta kontrak penjualan jangka panjang bersama
offtaker berperingkat baik. Faktor-faktor tersebut memberikan kepastian pemasaran, stabilitas pendapatan, dan
daya saing yang berkesinambungan bagi Perseroan.
Dalam hal persaingan usaha, pemain lain yang beroperasi pada wilayah berdekatan dengan Perseroan antara
lain:
• Sumatra: Pertamina Hulu Rokan (Rokan), Bumi Siak Pusako (CPP), Pertamina Hulu Energi (NSO), Medco
E&P Malaka (Wilayah Kerja A), PetroChina (Jabung)
• Jawa Timur: Husky CNOOC Madura Ltd - Jabung, Pertamina EP Cepu (Tiung Biru)
• Sulawesi Selatan: hingga saat ini tidak terdapat produsen gas lain selain Perusahaan Anak.
Perseroan memandang bahwa meskipun terdapat perusahaan lain di sekitar wilayah operasi, tingkat persaingan
tetap terkendali mengingat karakter pasar migas yang berbasis pada kebutuhan jangka panjang serta tersedianya
pasar tersendiri untuk setiap wilayah produksi. Dengan demikian, posisi Perseroan sebagai mid-tier dengan basis
gas yang kuat, wilayah kerja strategis, dan kontrak jangka panjang dengan offtaker berperingkat baik, memberikan
peluang yang signifikan untuk tumbuh secara berkelanjutan di tengah kebutuhan energi nasional yang terus
meningkat.
Prospek Usaha
Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah dinamika global. Badan Pusat Statistik mencatat
ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2026 tumbuh sebesar 5,61% secara year-on-year, meningkat dibandingkan
pertumbuhan pada Triwulan IV-2025 sebesar 5,39% secara year-on-year. Bank Indonesia memprakirakan
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 tetap berada pada kisaran 4,9%–5,7%, didukung oleh permintaan
domestik, stimulus Pemerintah, dan implementasi program-program prioritas. Di sisi lain, inflasi pada 2026
diprakirakan tetap berada dalam kisaran sasaran Bank Indonesia sebesar 2,5±1%. Kondisi makroekonomi tersebut
diperkirakan tetap menjadi salah satu faktor pendukung permintaan energi domestik, terutama untuk menunjang
kegiatan industri dan ketenagalistrikan.
Dari sisi kebijakan energi nasional, Pemerintah terus menegaskan agenda penguatan ketahanan energi dan
peningkatan produksi migas. Pada 2025, realisasi lifting minyak bumi nasional mencapai sekitar 605,3 ribu barel
per hari atau melampaui target APBN 2025, sedangkan realisasi lifting gas bumi mencapai sekitar 951,8 ribu barel
setara minyak per hari. Untuk 2026, Pemerintah menetapkan target lifting minyak bumi sebesar 610 ribu barel per
hari dan terus mendorong peningkatan produksi melalui optimalisasi lapangan eksisting, reaktivasi sumur tidak
aktif, kegiatan eksplorasi dan pengeboran, penerapan teknologi peningkatan perolehan minyak, serta percepatan
pelaksanaan proyek-proyek migas. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan eksplorasi, pengembangan,
dan optimalisasi produksi tetap memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Di tingkat global, pasar minyak dan gas bumi pada 2026 diperkirakan masih menghadapi volatilitas akibat dinamika
geopolitik, perubahan kondisi pasokan, serta kelancaran perdagangan energi global. Kondisi tersebut dapat
memengaruhi pergerakan harga komoditas dan kegiatan usaha perusahaan migas. Namun demikian,
ketidakpastian pada pasar energi global juga semakin menegaskan pentingnya peningkatan produksi domestik
dan penguatan ketahanan energi nasional.
Dalam menghadapi dinamika tersebut, Perseroan memiliki portofolio aset migas yang terdiversifikasi di Indonesia
dan Mozambik, dengan fondasi bisnis gas yang kuat. Selain menjaga keberlanjutan produksi dari aset eksisting,
Perseroan terus melaksanakan kegiatan eksplorasi dan pengembangan guna memperkuat basis sumber daya dan
cadangan serta mendorong monetisasi aset-aset utama untuk menopang pertumbuhan dalam jangka menengah.
Memasuki 2026, prospek pertumbuhan Perseroan didukung oleh kombinasi program pemeliharaan produksi,
eksplorasi lanjutan, pengembangan lapangan, penguatan portofolio hulu migas, dan agenda komersialisasi gas.
Pada aset-aset produksi utama, strategi Perseroan diarahkan pada optimalisasi fasilitas produksi, pelaksanaan
workover, pengeboran sumur pengembangan dan infill drilling, serta peningkatan tingkat perolehan untuk menahan
laju penurunan alamiah produksi. Pada sisi pertumbuhan, pengembangan Gebang PSC tetap menjadi salah satu
katalis utama, dengan fase awal pengembangan gas sekitar 50 MMSCFD dan potensi peningkatan kapasitas pada
fase berikutnya.
Potensi pertumbuhan organik Perseroan juga didukung oleh, penemuan gas baru pada Sengkang PSC dengan
potensi hingga 0,5 trillion cubic feet, penemuan cadangan minyak tambahan di Blok Malacca Strait PSC dengan
potensi penambahan oil-in-place sekitar 31 juta barel, penemuan cadangan minyak baru di Blok SCPP PSC
dengan potensi oil-in-place sekitar 15 juta barel, serta penemuan cadangan kondensat minyak di Blok Bentu PSC
23
Page 25
dengan potensi oil-in-place sekitar 20 juta barel, yang berpotensi mendukung penambahan basis sumber daya
dan cadangan Perseroan. Di tingkat internasional, aset Buzi EPCC di Mozambik memberikan opsi pertumbuhan
dalam jangka menengah, dengan realisasi pengembangannya bergantung pada hasil kegiatan appraisal dan
rencana komersialisasi.
Prospek usaha Perseroan juga akan didukung oleh pelaksanaan Rencana Penggunaan Dana hasil PMHMETD IV
yang akan disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada Perusahaan Anak untuk membiayai kegiatan
pengembangan, pemeliharaan fasilitas, dan kebutuhan operasional pada sejumlah aset migas Perseroan. Pada
Blok Bentu PSC, dana hasil PMHMETD IV akan digunakan untuk pengeboran 9 sumur pengembangan di
Lapangan Segat dan Lapangan CEN serta pengembangan fasilitas produksi Lapangan CEN. Pelaksanaan
program tersebut diharapkan dapat menjaga tingkat produksi dan peningkatan kapasitas produksi gas dari Blok
Bentu PSC. Monetisasi produksi gas Bentu PSC juga akan didukung oleh pengembangan fasilitas pemrosesan
Compressed Natural Gas (“CNG Plant”) oleh ENI, yang akan digunakan untuk menyalurkan sebagian produksi
gas dari Bentu PSC dan diharapkan dapat memperluas fleksibilitas serta jangkauan pemasaran gas Perseroan.
Pada Malacca Strait PSC, dana hasil PMHMETD IV akan digunakan untuk pelaksanaan Pilot Enhanced Oil
Recovery/Trial di Lapangan Melibur, pengeboran 4 sumur pengembangan di Lapangan MSTB, serta pipeline
rejuvenation pada fasilitas produksi Lapangan Melibur. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjaga tingkat
produksi minyak dari sumur eksisting, menambah kontribusi produksi dari sumur pengembangan, serta
meningkatkan menjaga keamanan fasilitas penyaluran produksi. Sementara itu, pada Kangean PSC,
pembangunan pipa penyaluran gas dari Lapangan Rancak ke fasilitas produksi diharapkan dapat mendukung
pengembangan dan monetisasi cadangan gas Lapangan Rancak, sedangkan dukungan modal kerja diharapkan
dapat menjaga kesinambungan kegiatan produksi dan kegiatan penunjang lainnya.
Dana hasil PMHMETD IV yang dialokasikan kepada EMP ER akan digunakan untuk pengeboran 2 sumur
pengembangan pada Kampar PSC dan pemenuhan kebutuhan modal kerja, sehingga diharapkan dapat
mendukung kesinambungan dan pengembangan produksi pada Lapangan Gengamuruh dan Lapangan Merbau.
Pada Siak PSC, pengeboran 1 sumur eksplorasi di Lapangan Palem diharapkan dapat menambah potensi
cadangan minyak dan membuka peluang pengembangan cadangan baru, sedangkan dukungan modal kerja akan
digunakan untuk menjaga kelancaran kegiatan produksi dan operasional. Adapun pemeliharaan rutin FSO Gandini
oleh BSSL diharapkan dapat menjaga keandalan fasilitas penyimpanan dan penyaluran hasil produksi dari Blok
Malacca Strait PSC serta meminimalkan risiko gangguan terhadap kegiatan operasional.
Secara keseluruhan, Rencana Penggunaan Dana hasil PMHMETD IV diharapkan dapat mendukung Perseroan
dalam memenuhi Komitmen Kerja Pasti pada masing-masing wilayah kerja, menjaga kesinambungan kegiatan
produksi, meningkatkan keandalan dan menjaga keamanan fasilitas produksi dan penyaluran, serta
mengembangkan dan memonetisasi cadangan migas. Dengan didukung oleh kebijakan Pemerintah dalam
meningkatkan lifting dan ketahanan energi nasional, portofolio aset yang terdiversifikasi, serta pelaksanaan
program pengembangan dan pemeliharaan aset, Perseroan memandang prospek usahanya tetap positif. Meski
demikian, realisasi prospek tersebut akan dipengaruhi oleh volatilitas harga komoditas, risiko pelaksanaan program
kerja, keberhasilan kegiatan pengeboran dan monetisasi proyek, serta proses perizinan dan persetujuan yang
diperlukan untuk merealisasikan rencana pengembangan.
24
Page 26
EKUITAS
Tabel di bawah ini menunjukkan perkembangan posisi ekuitas konsolidasian Perseroan pada tanggal 31 Maret
2026 dan 31 Desember 2025, yang diambil dari:
1. Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk periode
3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, yang telah disusun oleh
Manajemen Perseroan sesuai dengan SAK Indonesia. Laporan keuangan konsolidasian Interim Perseroan
dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret
2026 telah diaudit oleh KAP Achsin Handoko Tomo sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI,
dengan opini wajar tanpa modifikasian dalam laporannya yang diterbitkan dengan
No.00059/2.1096/AU.1/02/0597-1/1/IX/2026 tertanggal 7 September 2026 yang ditandatangani oleh Handoko
Tomo (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0597); dan
2. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, yang telah disusun oleh Manajemen Perseroan
sesuai dengan SAK Indonesia. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak pada
tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 telah diaudit oleh
KAP Y. Santosa & Rekan sesuai dengan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan opini wajar tanpa
modifikasian dalam laporannya yang diterbitkan dengan No.00011/2.0902/AU.1/02/0457-5/1/II/2026
tertanggal 26 Februari 2026 yang ditandatangani oleh Hilda Ong (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0457).
(dalam USD)
31 Maret 31 Desember
Keterangan
2026 2025
EKUITAS
Modal saham (modal ditempatkan dan disetor penuh) 647.422.128 647.422.128
Tambahan modal disetor – neto 556.514.487 556.514.487
Akumulasi pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja (10.446.759) (10.621.211)
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali (13.648.677) (13.648.677)
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan (15.809) (92.224)
Defisit (265.542.165) (283.865.234)
Kepentingan nonpengendali - neto (72.981.396) (72.969.158)
JUMLAH EKUITAS 841.301.809 822.740.111
Saham baru yang ditawarkan oleh Perseroan dalam rangka PMHMETD IV dengan menerbitkan HMETD
seluruhnya merupakan Saham Baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan yang mengakibatkan terjadinya
peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor penuh dalam Perseroan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan dengan ini melakukan PMHMETD IV dalam rangka penerbitan
HMETD kepada para pemegang saham Perseroan sebanyak 13.282.271.875 (tiga belas miliar dua ratus delapan
puluh dua juta dua ratus tujuh puluh satu ribu delapan ratus tujuh puluh lima) lembar saham baru, atau sebesar
33,33% (tiga puluh tiga koma tiga tiga persen) dari modal ditempatkan dan disetor setelah PMHMETD IV dengan
nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah), yang ditawarkan dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp310 (tiga ratus
sepuluh Rupiah).
Tabel berikut ini menggambarkan proforma ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Maret 2026 dengan asumsi semua
HMETD ditawarkan dalam PMHMETD IV ini dilaksanakan seluruhnya dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp310
(tiga ratus sepuluh Rupiah).
(dalam USD)
Sebelum Pelaksanaan Setelah
Keterangan
PMHMETD IV PMHMETD IV PMHMETD IV
EKUITAS
Modal saham (modal ditempatkan dan 647.422.128 78.163.196 725.585.324
disetor penuh)
Tambahan modal disetor – neto 556.514.487 164.142.711 720.657.198
Akumulasi pengukuran kembali (10.446.759) – (10.446.759)
liabilitas imbalan kerja
Transaksi dengan kepentingan (13.648.677) – (13.648.677)
nonpengendali
Selisih kurs penjabaran laporan (15.809) – (15.809)
keuangan
Defisit (265.542.165) – (265.542.165)
Kepentingan nonpengendali - neto (72.981.396) – (72.981.396)
JUMLAH EKUITAS 841.301.809 242.305.907 1.083.607.716
25
Page 27
LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Akuntan Publik : KAP Achsin Handoko Tomo
Konsultan Hukum : TnP Law Firm
Notaris : Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.
Biro Administrasi Efek : PT Ficomindo Buana Registrar
TATA CARA PEMESANAN SAHAM
Perseroan telah menunjuk PT Ficomindo Buana Registrar sebagai pelaksana pengelola administrasi saham dan
sebagai agen pelaksana Perseroan, sesuai dengan Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham.
1. Pemesan yang Berhak
Para pemegang saham yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 6 Oktober 2026 pukul 16.00
WIB berhak untuk mengajukan pemesanan Saham Baru dalam rangka PMHMETD IV ini dengan ketentuan bahwa
setiap pemegang 2 (dua) Saham Lama akan mendapatkan 1 (satu) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD
memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru dalam PMHMETD IV
sebesar Harga Pelaksanaan.
Pemesan yang berhak untuk melakukan pembelian Saham Baru adalah:
a. Pemegang SBHMETD yang namanya tercantum dalam SBHMETD atau pembeli HMETD yang namanya
tercantum di dalam kolom endosemen pada SBHMETD sampai dengan tanggal terakhir periode perdagangan
HMETD; atau
b. Pemegang HMETD yang sah, yaitu pemegang saham yang memperoleh HMETD dari Perseroan dan belum
menjual HMETD tersebut; atau
c. Pemesan dapat terdiri atas Perorangan Warga Negara Indonesia dan/atau Warga Negara Asing dan/atau
Lembaga/Badan Hukum Indonesia atau Asing, sebagaimana diatur dalam UUPM.
Untuk memperlancar serta terpenuhinya jadwal pendaftaran Pemegang Saham Yang Berhak, maka para
Pemegang Saham yang memegang saham Perseroan dalam bentuk warkat yang akan menggunakan haknya
untuk memperoleh HMETD dan belum melakukan pencatatan peralihan kepemilikan sahamnya disarankan untuk
mendaftar di BAE sebelum batas akhir pendaftaran Pemegang Saham yaitu tanggal 6 Oktober 2026.
2. Distribusi HMETD
Bagi pemegang saham yang sahamnya berada dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, HMETD akan
didistribusikan secara elektronik melalui rekening efek di KSEI Anggota Bursa atau Bank Kustodian masing-masing
di KSEI selambat-lambatnya 1 (satu) hari bursa setelah tanggal pencatatan pada DPS Perseroan yang berhak
atas HMETD, yaitu pada tanggal 7 Oktober 2026.
Prospektus dan petunjuk pelaksanaan akan didistribusikan oleh Perseroan melalui KSEI yang dapat diperoleh oleh
pemegang saham Perseroan dari masing-masing Anggota Bursa atau Bank Kustodiannya.
Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang sahamnya tidak dimasukkan dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI,
Perseroan akan menerbitkan SBHMETD atas nama Pemegang Saham Yang Berhak, yang dapat diambil oleh
Pemegang Saham Yang Berhak atau kuasanya di BAE pada setiap hari dan jam kerja mulai tanggal 8 Oktober
2026 dengan membawa:
a. Fotokopi identitas diri yang masih berlaku (bagi pemegang saham perorangan) atau fotokopi anggaran dasar
(bagi pemegang saham lembaga/badan hukum). Pemegang saham juga wajib menunjukkan asli dari fotokopi
tersebut; dan
b. Asli surat kuasa (jika dikuasakan) bermeterai Rp10.000 (sepuluh ribu Rupiah) dilampiri dengan fotokopi
identitas diri yang masih berlaku baik untuk pemberi kuasa maupun penerima kuasa (asli identitas pemberi
dan penerima kuasa wajib diperhatikan).
3. Tata Cara Pelaksanaan Pelaksanaan HMETD
Pelaksanaan HMETD dapat dilakukan mulai tanggal 8 Oktober 2026 sampai dengan tanggal 21 Oktober 2026.
a. Para pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI yang akan melaksanakan HMETD-nya wajib
mengajukan permohonan pelaksanaan melalui Anggota Bursa/Bank Kustodian yang ditunjuk sebagai
pengelola efeknya. Selanjutnya Anggota Bursa / Bank Kustodian melakukan permohonan atau instruksi
pelaksanaan (exercise) melalui sistem Central Depository-Book Entry Settlement System (C-BEST) sesuai
dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh KSEI. Dalam melakukan instruksi pelaksanaan, Anggota
Bursa/Bank Kustodian harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
26
Page 28
1. Pemegang HMETD harus menyediakan dana pelaksanaan HMETD pada saat mengajukan permohonan
tersebut; dan
2. Kecukupan HMETD dan dana pembayaran atas pelaksanaan HMETD harus telah tersedia di dalam
rekening efek pemegang HMETD yang melakukan pelaksanaan.
Satu Hari Kerja berikutnya KSEI akan menyampaikan Daftar Pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di
KSEI yang melaksanakan haknya dan menyetorkan dana pembayaran pelaksanaan HMETD tersebut ke
rekening Bank Perseroan.
Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD akan didistribusikan oleh BAE dalam bentuk elektronik ke rekening
yang telah ditentukan oleh KSEI untuk selanjutnya didistribusikan ke masing-masing Rekening Efek pemegang
HMETD yang bersangkutan yang melaksanakan haknya oleh KSEI. Saham Baru hasil pelaksanaan akan
didistribusikan BAE Perseroan selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah permohonan pelaksanaan
diterima dari KSEI dan dana pembayaran telah diterima dengan baik (in good funds) di rekening Bank
Perseroan.
b. Para pemegang HMETD dalam bentuk warkat/SBHMETD yang akan melaksanakan HMETD-nya harus
mengajukan permohonan pelaksanaan HMETD kepada BAE Perseroan, dengan menyerahkan dokumen
sebagai berikut:
1. Asli SBHMETD yang telah ditandatangani dan diisi lengkap;
2. Asli bukti pembayaran dengan tunai/cek/wesel/transfer ke rekening Perseroan dari bank tempat
menyetorkan pembayaran;
3. Fotokopi identitas diri yang masih berlaku (bagi perorangan), atau fotokopi anggaran dasar dan lampiran
susunan Direksi/Pengurus (bagi Lembaga /Badan Hukum);
4. Asli surat kuasa yang sah (jika dikuasakan) bermeterai Rp10.000 (sepuluh ribu Rupiah) dilampiri dengan
fotokopi identitas diri yang masih berlaku baik untuk Pemberi kuasa maupun Penerima Kuasa;
5. Apabila pemegang HMETD menghendaki Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD-nya dalam bentuk
elektronik maka permohonan pelaksanaan kepada BAE Perseroan melalui Anggota Bursa atau Bank
Kustodian yang ditunjuk dengan menyerahkan dokumen tambahan berupa:
a. Asli surat kuasa dari pemegang HMETD kepada Anggota Bursa atau Bank Kustodian untuk mengajukan
permohonan pelaksanaan HMETD dan melakukan pengelolaan efek atas Saham Baru Hasil
Pelaksanaan HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI atas nama pemberi kuasa; dan
b. Asli Formulir Penyetoran Efek yang diterbitkan oleh KSEI yang telah diisi dan ditandatangani dengan
lengkap.
Perseroan akan menerbitkan Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD dalam bentuk fisik SKS jika pemegang
SBHMETD tidak menginginkan Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD-nya dimasukkan dalam Penitipan Kolektif
di KSEI.
Setiap dan semua biaya yang timbul dalam rangka konversi atas saham Perseroan dari bentuk warkat menjadi
bentuk elektronik dan/atau sebaliknya dari bentuk elektronik menjadi bentuk warkat harus dibayar dan ditanggung
sepenuhnya oleh pemegang saham Perseroan yang bersangkutan.
Pendaftaran pelaksanaan HMETD dilakukan di kantor BAE. Pendaftaran dapat dilakukan mulai tanggal
8 Oktober 2026 sampai dengan tanggal 21 Oktober 2026 pada hari dan jam kerja (Senin sampai dengan Jumat
pukul 09.00 - 16.00 WIB).
Bilamana pengisian SBHMETD tidak sesuai dengan petunjuk/syarat pemesanan saham yang tercantum dalam
SBHMETD tidak sesuai dengan petunjuk/syarat pemesanan saham yang tercantum dalam SBHMETD dan
Prospektus, maka hal ini dapat mengakibatkan penolakan pemesanan.
HMETD hanya dianggap telah dilaksanakan pada saat pembayaran tersebut telah terbukti diterima dengan baik
(in good funds) di rekening Perseroan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam syarat-syarat pembelian.
4. Pemesanan Pembelian Saham Tambahan
Pemegang saham yang HMETD-nya tidak dijual atau pembeli/pemegang HMETD terakhir yang namanya
tercantum di dalam kolom endosemen pada SBHMETD atau pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI,
dapat memesan saham tambahan melebihi hak yang dimilikinya dengan cara mengisi kolom pemesanan
pembelian saham tambahan yang telah disediakan pada SBHMETD dan atau FPPS Tambahan dalam jumlah
sekurang-kurangnya 1 (satu) saham atau kelipatannya dan menyerahkan kepada BAE paling lambat pada hari
terakhir periode perdagangan HMETD, yaitu tanggal 21 Oktober 2026.
a. Bagi pemegang HMETD dalam bentuk warkat/SBHMETD yang menginginkan Saham Baru hasil
penjatahannya dalam bentuk elektronik harus mengajukan kepada BAE melalui Anggota Bursa atau Bank
Kustodian dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut:
- Asli FPPS Tambahan yang telah diisi dengan lengkap dan benar;
27
Page 29
- Asli surat kuasa dari pemegang HMETD kepada Anggota Bursa atau Bank Kustodian untuk mengajukan
permohonan pemesanan pembelian Saham Baru tambahan dan melakukan pengelolaan efek atas Saham
Baru hasil penjatahan dalam Penitipan Kolektif di KSEI dan kuasa lainnya yang mungkin diberikan
sehubungan dengan pemesanan pembelian Saham Baru tambahan atas nama pemberi kuasa;
- Fotokopi identitas diri yang masih berlaku (bagi perorangan), atau fotokopi Anggaran Dasar dan lampiran
susunan Direksi/Pengurus (bagi Lembaga /Badan Hukum);
- Asli bukti pembayaran dengan tunai/cek/wesel/transfer ke rekening Perseroan dari bank tempat
menyetorkan pembayaran;
- Asli Formulir Penyetoran Efek yang dikeluarkan KSEI yang telah diisi dan ditandatangani dengan lengkap
untuk keperluan pendistribusian saham tambahan hasil pelaksanaan oleh BAE.
b. Bagi pemegang HMETD dalam bentuk warkat/SBHMETD yang menginginkan Saham Baru hasil
penjatahannya tetap dalam bentuk warkat/fisik SKS, harus mengajukan permohonan kepada BAE Perseroan
dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut:
- Asli FPPS Tambahan yang telah diisi dengan lengkap dan benar;
- Asli surat kuasa yang sah (jika dikuasakan) bermaterai Rp10.000 (sepuluh ribu Rupiah) dilampiri dengan
fotokopi identitas diri dari Pemberi kuasa maupun Penerima Kuasa;
- Fotokopi identitas diri yang masih berlaku (bagi perorangan), atau fotokopi Anggaran Dasar dan lampiran
susunan Direksi/Pengurus (bagi Lembaga /Badan Hukum);
- Asli bukti pembayaran dengan tunai/cek/wesel/transfer ke rekening Perseroan dari bank tempat
menyetorkan pembayaran.
c. Bagi pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI, mengisi dan menyerahkan FPPS Tambahan yang
telah didistribusikan dengan melampirkan dokumen sebagai berikut:
- Asli instruksi pelaksanaan (exercise) yang telah berhasil (settled) dilakukan melalui C-BEST yang sesuai
atas nama pemegang HMETD tersebut (khusus bagi pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI
yang telah melaksanakan haknya melalui sistem C-BEST);
- Asli Formulir Penyetoran Efek yang dikeluarkan KSEI yang telah diisi lengkap untuk keperluan
pendistribusian Saham Baru hasil pelaksanaan oleh BAE;
- Asli bukti pembayaran dengan tunai / cek / wesel / transfer ke rekening Perseroan dari bank tempat
menyetorkan pembayaran.
Pembayaran atas pemesanan pembelian saham tambahan tersebut dapat dilaksanakan dan harus telah diterima
pada rekening Bank Perseroan selambat-lambatnya pada tanggal 23 Oktober 2026 dalam keadaan baik (in good
funds). Pemesanan yang tidak memenuhi petunjuk sesuai dengan ketentuan pemesanan dapat mengakibatkan
penolakan pemesanan.
5. Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan
Penjatahan atas pemesanan saham tambahan akan ditentukan pada tanggal 26 Oktober 2026 dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. Bila jumlah seluruh saham yang dipesan, termasuk pemesanan Saham Baru tambahan tidak melebihi jumlah
seluruh Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD IV ini, maka seluruh pesanan atas Saham Baru
tambahan akan dipenuhi;
b. Bila jumlah seluruh Saham Baru yang dipesan, termasuk pemesanan Saham baru tambahan melebihi jumlah
seluruh Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD IV ini, maka kepada pemesan yang melakukan
pemesan Saham Baru tambahan akan diberlakukan sistem penjatahan secara proporsional berdasarkan atas
jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta pemesanan
Saham Baru tambahan.
Manajer penjatahan, dalam hal ini adalah Perseroan, akan menyampaikan laporan hasil pemeriksaan akuntan
kepada OJK mengenai kewajaran dari pelaksanaan penjatahan dengan berpedoman pada Peraturan No. VIII.G.12
tentang Pedoman Pemeriksaan Oleh Akuntan Atas Pemesanan dan Penjatahan Efek atau Pembagian Saham
Bonus, dan Peraturan No. IX.A.7 tentang Pemesanan dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum. Laporan
hasil pemeriksaan tersebut wajib disampaikan oleh Perseroan kepada OJK paling lambat 30 (tiga puluh) hari
setelah tanggal penjatahan berakhir sesuai dengan ketentuan POJK No. 32/2015.
6. Persyaratan Pembayaran
Pembayaran pemesanan pembelian saham dalam rangka PMHMETD IV harus dibayar penuh (in good funds)
dalam mata uang Rupiah pada saat pengajuan pemesanan secara tunai/cek/wesel/transfer dengan
mencantumkan Nomor SBHMETD atau Nomor FPPS Tambahan dan pembayaran harus dilakukan ke rekening
Bank Perseroan sebagai berikut:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Cabang Wisma Mulia
Nomor Rekening: 0700013504209
Atas Nama: PT Energi Mega Persada Tbk
28
Page 30
Semua cek dan wesel bank akan segera dicairkan pada saat diterima. Bilamana pada saat pencairan cek atau
wesel bank tersebut ditolak oleh bank yang bersangkutan, maka pemesanan pembelian Saham Baru dianggap
batal. Bila pembayaran dilakukan dengan cek/wesel/transfer, maka tanggal pembayaran dihitung berdasarkan
tanggal penerimaan cek/wesel/transfer yang dananya telah diterima baik (in good funds) di rekening Bank
Perseroan tersebut di atas.
Untuk pemesanan pembelian Saham Baru tambahan, pembayaran dilakukan pada hari pemesanan yang mana
pembayaran tersebut harus sudah diterima dengan baik (in good funds) di rekening Bank Perseroan tersebut di
atas paling lambat tanggal 23 Oktober 2026.
Segala biaya yang mungkin timbul dalam rangka pembelian saham PMHMETD IV ini menjadi beban pemesan.
Pemesanan saham yang tidak memenuhi persyaratan pembayaran akan dibatalkan.
7. Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Saham
Perseroan melalui BAE yang ditunjuk Perseroan yang menerima pengajuan pemesanan pembelian Saham Baru
akan menyerahkan bukti tanda terima pemesanan pembelian Saham yang telah dicap dan ditandatangani kepada
pemesan sebagai tanda bukti pemesanan pembelian Saham Baru untuk kemudian dijadikan salah satu bukti pada
saat mengambil Saham Baru dan pengembalian uang untuk pemesanan saham tambahan yang tidak terpenuhi
Bagi Pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif di KSEI akan mendapat konfirmasi atas permohonan
pelaksanaan HMETD (exercise) dari C-BEST di KSEI melalui Pemegang Rekening di KSEI.
8. Pembatalan Pemesanan Pembelian
Perseroan berhak untuk membatalkan pemesanan Saham Baru, baik sebagian atau secara keseluruhan dengan
memperhatikan persyaratan yang berlaku. Pemberitahuan mengenai pembatalan pemesanan Saham Baru akan
disampaikan bersamaan dengan surat konfirmasi penjatahan atas pemesanan Saham Baru Hal-hal yang dapat
menyebabkan dibatalkannya pemesanan Saham Baru antara lain:
a. Pengisian SBHMETD atau FPPS Tambahan tidak sesuai dengan petunjuk/syarat-syarat pemesanan Saham
Baru yang tercantum dalam SBHMETD dan Prospektus;
b. Persyaratan pembayaran tidak terpenuhi;
c. Persyaratan kelengkapan dokumen permohonan tidak terpenuhi;
9. Pengembalian Uang Pemesanan
Dalam hal tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh pemesanan Saham Baru tambahan atau dalam hal terjadi
pembatalan pemesanan saham baru, maka Perseroan akan mengembalikan sebagian atau seluruh uang
pemesanan tersebut dalam mata uang Rupiah pada tanggal 27 Oktober 2026. Pengembalian uang pemesanan
dilakukan dengan menggunakan pemindahbukuan ke rekening pemesan. Pengembalian uang pemesan yang
dilakukan pada tanggal 27 Oktober 2026 tidak akan disertai dengan pembayaran bunga.
Apabila terjadi keterlambatan pengembalian uang yang melampaui 2 (dua) Hari Kerja setelah tanggal Penjatahan,
jumlah uang yang dikembalikan akan disertai bunga yang diperhitungkan mulai Hari Kerja ke-2 (dua) setelah
tanggal Penjatahan sampai dengan tanggal pengembalian uang. Besar bunga atas keterlambatan pengembalian
uang pemesanan saham tersebut dihitung sebesar suku bunga rata-rata deposito dengan jangka waktu 1 (satu)
bulan pada bank dimana uang pemesanan tersebut ditempatkan. Perseroan tidak membayar bunga atas
keterlambatan pengembalian uang pemesanan saham apabila keterlambatan tersebut disebabkan oleh kesalahan
pemesan pada saat mencantumkan nama bank dan nomor rekening bank.
Bagi pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif KSEI yang melaksanakan haknya melalui KSEI,maka
pengembalian uang pemesanan akan dilakukan oleh KSEI.
10. Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD
Saham Baru Hasil Pelaksanaan HMETD bagi pemesan yang melaksanakan HMETD sesuai haknya melalui KSEI,
akan dikreditkan pada rekening efek dalam 2 (dua) Hari Kerja setelah permohonan pelaksanaan HMETD diterima
dari KSEI dan dana pembayaran telah diterima dengan baik (in good funds) di rekening Perseroan.
Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD bagi pemegang HMETD dalam bentuk warkat yang melaksanakan
HMETD sesuai haknya akan mendapatkan SKS atau saham dalam bentuk warkat selambatnya 2 (dua) Hari Kerja
setelah permohonan diterima oleh BAE Perseroan dan dana pembayaran telah efektif (in good funds) di rekening
Perseroan.
Adapun Saham Baru hasil penjatahan atas pemesanan Saham Baru tambahan bagi pemegang saham yang
sahamnya tercatat dalam Penitipan Kolektif di KSEI akan didistribusikan dalam bentuk elektronik dalam Penitipan
Kolektif di KSEI paling lambat 2 (dua) Hari Kerja setelah tanggal penjatahan.
29
Page 31
Sedangkan bagi pemegang saham yang sahamnya tidak tercatat dalam Penitipan Kolektif di KSEI, SKS baru hasil
pelaksanaan HMETD dapat diambil mulai tanggal 12 Oktober 2026 sampai dengan tanggal 23 Oktober 2026 pada
hari dan jam kerja (Senin sampai dengan Jumat pukul 09.00 – 16.00 WIB). Sedangkan SKS baru hasil penjatahan
saham dapat diambil mulai tanggal 23 Oktober 2026 pada hari dan jam kerja (Senin sampai dengan Jumat pukul
09.00 – 16.00 WIB). Pengambilan dilakukan di kantor BAE dengan menunjukkan/menyerahkan dokumen-
dokumen sebagai berikut:
a. Asli identitas diri yang masih berlaku (bagi perorangan) atau fotokopi Anggaran Dasar dan lampiran susunan
Direksi/Pengurus (bagi lembaga/badan hukum);
b. Asli surat kuasa (jika dikuasakan) bermaterai Rp10.000 (sepuluh ribu Rupiah) dilampiri dengan fotokopi
identitas diri yang masih berlaku baik untuk pemberi kuasa maupun penerima kuasa;
c. Asli bukti tanda terima pemesanan saham
11. Alokasi Terhadap HMETD yang Tidak Diambil Bagian
Jika Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD IV ini tidak seluruhnya diambil bagian/dibeli oleh Pemegang
Saham Yang Berhak dan/atau para pemegang HMETD, maka sisa Saham Baru akan dialokasikan kepada
pemegang HMETD lainnya yang telah melaksanakan haknya dan telah melakukan pemesanan melebihi hak yang
dimilikinya sebagaimana tercantum dalam SBHMETD dan/atau FPPS Tambahan, secara proporsional
berdasarkan jumlah HMETD yang telah dilaksanakan.
Jika masih terdapat sisa saham dari jumlah yang ditawarkan, maka Pembeli Siaga akan mengambil atau membeli
seluruh sisa saham, dengan jumlah sebanyak-banyaknya 9.923.345.115 (sembilan miliar sembilan ratus dua puluh
tiga juta tiga ratus empat puluh lima ribu seratus lima belas) saham, dengan rincian sebagai berikut: (i) Saham
Yang Dijamin BKI sebanyak-banyaknya adalah 1.050.000.000 (satu miliar lima puluh juta) Saham Baru; dan (ii)
Saham Yang Dijamin BCI sebanyak-banyaknya adalah 8.873.345.115 (delapan miliar delapan ratus tujuh puluh
tiga juta tiga ratus empat puluh lima ribu seratus lima belas) Saham Baru, dengan harga sebesar Harga
Pelaksanaan, yang seluruhnya akan dibayar penuh berdasarkan Perjanjian Pembelian Sisa Saham.
12. Lain-Lain
Setiap dan semua biaya konversi sehubungan pengalihan saham Perseroan dalam bentuk warkat menjadi bentuk
elektronik dan/atau sebaliknya dari bentuk elektronik menjadi bentuk warkat harus dibayar dan ditanggung
sepenuhnya oleh pemegang saham Perseroan yang bersangkutan.
PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM
Prospektus, SBHMETD, FPPS Tambahan dan Formulir Permohonan Pemecahan SBHMETD dapat diambil
langsung oleh pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 6 Oktober
2026 di:
PT Ficomindo Buana Registrar
Wisma Bumiputera,
Jl. Jend Sudirman Kav 75 Setiabudi lt.6
Jakarta 10250
Telepon: (021) 5260982
Faksimili: (021) 5260983
Apabila pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam DPS Perseroan belum mengambil Prospektus
dan SBHMETD serta tidak menghubungi BAE, maka seluruh risiko kerugian bukan menjadi tanggung jawab BAE
ataupun Perseroan, melainkan merupakan tanggung jawab para pemegang saham yang bersangkutan.
Informasi Tambahan
Para pihak yang menginginkan penjelasan mengenai PMHMETD IV ini atau menginginkan tambahan informasi
sehubungan dengan PMHMETD IV ini dapat menghubungi:
Biro Administrasi Efek: Sekretaris Perseroan:
PT Ficomindo Buana Registrar PT Energi Mega Persada Tbk
Wisma Bumiputera, Bakrie Tower Lantai 32
Jl. Jend Sudirman Kav 75 Setiabudi lt.6 Rasuna Epicentrum, Jl. H.R. Rasuna Said
Jakarta 10250 Jakarta Selatan 12940
Telepon: (021) 5260982 Telepon: (021) 2994 1500
Faksimili: (021) 5260983 Faksimili: (021) 2994 1247
E-mail: ficomindo_br@yahoo.co.id E-mail: corsec@emp.id
Situs web: www.emp.id
30
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.