Back to announcement
20260924_SMAR_Laporan Informasi dan Fakta Material_32150850_lamp2.pdf
Other Text extracted SMARSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 44
Page 1
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (Entitas Induk) Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha) Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
Page 2
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
(Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan PT Sinar Mas Agro
Resources and Technology Tbk untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
LAPORAN KEUANGAN - Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 3
Laporan Perubahan Ekuitas 4
Laporan Arus Kas 5
Catatan atas Laporan Keuangan 6
Page 3
Page 4
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Laporan Posisi Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 21 Mei 2026
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 4 872.284.781.336
Piutang usaha 5
Pihak berelasi 2.243.729.926.266
Pihak ketiga
setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 1.683.523.573 3.015.807.070.557
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 28i 504.522.222
Pihak ketiga 945.844.394.925
Persediaan 6 9.702.146.876.540
Aset biologis 7 51.920.006.914
Pajak Pertambahan Nilai dibayar di muka - bersih 1.528.714.854.084
Biaya dibayar di muka dan aset lancar lainnya 8 1.514.671.200.541
JUMLAH ASET LANCAR 19.875.623.633.385
ASET TIDAK LANCAR
Piutang dari pihak berelasi non-usaha 28i 945.597.814.533
Investasi jangka panjang 9 6.541.533.571.887
Tanaman produktif 10
Tanaman telah menghasilkan
setelah dikurangi akumulasi penyusutan
sebesar Rp 197.490.011.185 220.499.868.993
Tanaman belum menghasilkan 208.009.270.060
Bibitan 79.524.238.641
Persiapan lahan 21.040.115.557
Aset tetap 11
setelah dikurangi akumulasi penyusutan
sebesar Rp 6.277.018.622.150 9.331.633.335.102
Aset takberwujud 12 390.505.356.290
Aset lain-lain
Taksiran tagihan pajak 16 213.991.947.872
Lain-lain 13 152.084.907.537
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 18.104.420.426.472
JUMLAH ASET 37.980.044.059.857
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-1-
Page 5
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Laporan Posisi Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 21 Mei 2026
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 14 3.606.145.301.953
Utang usaha 15
Pihak berelasi 2.405.087.823.480
Pihak ketiga 1.319.006.063.175
Utang lain-lain - pihak ketiga 1.234.090.689.659
Uang muka pelanggan - pihak ketiga 413.274.376.055
Beban akrual 500.553.070.182
Utang pajak 16 240.076.093.420
Bagian liabilitas jangka panjang yang akan
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Utang bank jangka panjang 17 2.670.800.795.470
Utang obligasi 18 1.532.306.364.903
Liabilitas sewa 19 7.586.830.735
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 13.928.927.409.032
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 16 412.439.250.451
Liabilitas imbalan pasca-kerja 27 332.474.858.835
Utang kepada pihak berelasi non-usaha 28i 40.977.911.252
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Utang bank jangka panjang 17 6.386.294.582.012
Utang obligasi 18 1.568.401.306.822
Sukuk ijarah 18 1.023.483.338.888
Liabilitas sewa 19 2.293.617.233
Liabilitas derivatif jangka panjang 88.987.601.408
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 9.855.352.466.901
JUMLAH LIABILITAS 23.784.279.875.933
EKUITAS
Modal saham
Nilai nominal Rp 200 per saham
Modal dasar - 5.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh - 2.872.193.366 saham 20 574.438.673.200
Tambahan modal disetor 1.662.472.039.200
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 21 114.887.734.640
Belum ditentukan penggunaannya 11.843.965.736.884
JUMLAH EKUITAS 14.195.764.183.924
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 37.980.044.059.857
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-2-
Page 6
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 1 Januari - 21 Mei 2026
PENJUALAN BERSIH 22 31.546.521.276.030
BEBAN POKOK PENJUALAN 23 27.699.405.574.216
LABA KOTOR 3.847.115.701.814
BEBAN USAHA 24
Penjualan 1.965.321.368.563
Umum dan administrasi 341.457.298.044
Jumlah Beban Usaha 2.306.778.666.607
LABA USAHA 1.540.337.035.207
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan bunga 21.694.090.846
Rugi selisih kurs - bersih 25 (213.972.243.818)
Beban bunga dan keuangan lainnya 26 (360.794.700.328)
Lain-lain - bersih 221.308.398.887
Beban Lain-lain - Bersih (331.764.454.413)
LABA SEBELUM PAJAK 1.208.572.580.794
PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK 16
Kini (280.331.945.740)
Tangguhan 1.949.240.370
Jumlah Beban Pajak (278.382.705.370)
LABA BERSIH PERIODE BERJALAN 930.189.875.424
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN -
JUMLAH PENGHASILAN KOMPREHENSIF 930.189.875.424
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-3-
Page 7
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Laporan Perubahan Ekuitas (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Saldo Laba
Tambahan Modal Telah Ditentukan Belum Ditentukan Jumlah
Modal Saham Disetor Penggunaannya Penggunaannya Ekuitas
Saldo pada tanggal 1 Januari 2026 574.438.673.200 1.662.472.039.200 114.887.734.640 10.913.775.861.460 13.265.574.308.500
Laba bersih periode berjalan - - - 930.189.875.424 930.189.875.424
Saldo pada tanggal 21 Mei 2026 574.438.673.200 1.662.472.039.200 114.887.734.640 11.843.965.736.884 14.195.764.183.924
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-4-
Page 8
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Laporan Arus Kas (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1 Januari - 21 Mei 2026
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 30.341.611.613.623
Pembayaran kas untuk pemasok (27.858.773.246.774)
Kas bersih yang diperoleh dari operasi 2.482.838.366.849
Pembayaran untuk aktivitas operasional lainnya - bersih (1.510.402.565.005)
Pendapatan bunga 17.272.339.805
Pembayaran pajak penghasilan badan (101.310.916.555)
Pembayaran beban bunga (342.940.619.702)
Pembayaran bea keluar dan pungutan (1.270.490.657.000)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (725.034.051.608)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Piutang dari pihak berelasi non-usaha
Penambahan (127.800.000.000)
Pembayaran 562.900.000.000
Investasi saham (3.221.184.000)
Perolehan tanaman belum menghasilkan (37.762.184.612)
Bibitan
Pembelian (14.624.686.355)
Penjualan 5.029.953.726
Penambahan biaya persiapan lahan (15.153.204.923)
Aset tetap -
Perolehan (512.585.133.360)
Penjualan 40.874.939.134
Penambahan biaya pengembangan piranti lunak (32.982.131.557)
Penambahan biaya tangguhan hak atas tanah (10.320.587.547)
Penambahan uang muka proyek (81.619.132.702)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (227.263.352.196)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Utang bank jangka pendek
Penerimaan 7.933.779.945.663
Pembayaran (8.505.164.158.420)
Utang obligasi
Penerimaan 668.760.000.000
Pembayaran (220.000.000.000)
Penerimaan sukuk ijarah 525.360.000.000
Utang bank jangka panjang
Penerimaan 1.119.600.000.000
Pembayaran (818.141.758.772)
Pembayaran liabilitas sewa (15.660.908.479)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 688.533.119.992
PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (263.764.283.812)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 1.118.318.044.354
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 17.731.020.794
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 872.284.781.336
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-5-
Page 9
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta No. 67 tanggal
18 Juni 1962 yang dibuat oleh Raden Kadiman, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia (sekarang Menteri Hukum Republik Indonesia) dalam Surat Keputusan
No. J.A.5/115/3 tanggal 29 Agustus 1963 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia (BNRI)
No. 83 tanggal 15 Oktober 1963, Tambahan No. 570. Pada tahun 1970, Perusahaan memperoleh izin dari
Menteri Negara Ekonomi, Keuangan, dan Industri berdasarkan Surat Keputusan No. KEP/41/MEKUIN/7/1970
tanggal 15 Juli 1970 untuk mengubah status Perusahaan menjadi Penanaman Modal Asing (PMA) dalam rangka
Undang-undang Penanaman Modal Asing No. 1 tahun 1967. Selanjutnya, berdasarkan Surat Persetujuan Tetap
Badan Koordinasi Penanaman Modal No. 06/V/1985 tanggal 28 Maret 1985, status Perusahaan berubah dari
Penanaman Modal Asing menjadi Penanaman Modal Dalam Negeri.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta No. 32 tanggal
16 Juni 2025 yang dibuat oleh Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H., notaris di Jakarta, terkait penambahan
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia tanpa mengubah kegiatan usaha utama Perusahaan. Perubahan
tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
0039440.AH.01.02.TAHUN 2025 tanggal 18 Juni 2025.
Perusahaan didirikan dan menjalankan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan
meliputi pengembangan perkebunan, pertanian, perdagangan, pengolahan hasil perkebunan, serta bidang jasa
pengelolaan dan penelitian yang berhubungan dengan usaha. Hasil produksi Perusahaan meliputi hasil olahan
kelapa sawit antara lain minyak goreng, lemak nabati dan margarin, minyak kelapa sawit (CPO), inti sawit (PK),
minyak inti sawit (PKO), cocoa butter substitute (CBS), dan biodiesel.
Perusahaan memulai kegiatan komersialnya pada tahun 1962.
Perusahaan berkedudukan di Sinar Mas Land Plaza Menara II, Lt. 28 - 30, JI. M.H. Thamrin No. 51, RT 009,
RW 004, Jakarta Pusat 10350. Pabrik dan kebun divisi perkebunan Perusahaan berlokasi di Sumatera Utara dan
Kalimantan Selatan, sedangkan pabrik pengolahannya berlokasi di Surabaya, Medan, Tarjun, dan Marunda.
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan dan Aksi Korporasi Perusahaan yang Mempengaruhi Jumlah
Saham yang Diterbitkan
Aksi korporasi yang telah dilakukan Perusahaan sejak tanggal penawaran umum perdana sampai tanggal
21 Mei 2026 yang mempengaruhi jumlah saham yang diterbitkan adalah sebagai berikut:
Aksi Korporasi Perusahaan Jumlah Saham Tanggal
Penawaran umum perdana dan pencatatan saham
Perusahaan pada Bursa Efek Indonesia *) 150.000.000 20 November 1992
Pembagian saham bonus 60.000.000 26 Mei 1994
Pembagian saham dividen 42.000.000 2 Juli 199
Pembagian saham bonus 45.360.000 24 Januari 2001
Pemecahan nilai nominal saham 1.189.440.000 30 Mei 2005
Konversi utang menjadi saham **) 1.385.393.366 30 Juni 2005
Jumlah 2.872.193.366
*) Pada tanggal 15 Oktober 1992, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Ketua Badan Pengawas
Pasar Modal (Bapepam) dengan Surat No. S-1705/PM/1992 untuk melakukan penawaran umum saham
perdana sebanyak 30.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham dan dengan harga
penawaran sebesar Rp 3.000 per saham. Pada tanggal 20 November 1992, seluruh saham Perusahaan
sebanyak 150.000.000 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia).
-6-
Page 10
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
**) Efektif 30 Juni 2005, Perusahaan mengkonversikan utang sejumlah Rp 1.939.550.712.360 menjadi saham
dengan nilai konversi sebesar Rp 1.400 per saham. Perusahaan menerbitkan 1.385.393.366 saham biasa
dengan nilai nominal Rp 200 per saham. Selisih nilai nominal saham dengan harga wajar saham pada tanggal
konversi sebesar Rp 1.662.472.039.200 dibukukan sebagai “Tambahan modal disetor” pada bagian ekuitas
di laporan posisi keuangan.
Pada tanggal 21 Mei 2026, seluruh saham Perusahaan sejumlah 2.872.193.366 saham telah tercatat di Bursa
Efek Indonesia.
c. Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah Perusahaan
Berdasarkan surat OJK No. S-104/D.04/2020 tanggal 27 Maret 2020, Perusahaan telah menerima surat
pernyataan efektif atas Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II SMART Tahun 2020 dengan jumlah
sebanyak-banyaknya sebesar Rp 3.000.000.000.000.
Pada tanggal 3 April 2020, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II SMART Tahap I Tahun 2020
sebesar Rp 775.000.000.000, yang terdiri dari obligasi seri A sebesar Rp 608.500.000.000 dengan tingkat bunga
tetap sebesar 8,50% per tahun dan jangka waktu 3 (tiga) tahun serta obligasi seri B sebesar Rp 166.500.000.000
dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,00% per tahun dan jangka waktu 5 (lima) tahun (Catatan 18).
Pada tanggal 22 Oktober 2020, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II SMART Tahap II Tahun 2020
sebesar Rp 1.400.000.000.000, yang terdiri dari obligasi seri A sebesar Rp 572.000.000.000 dengan suku bunga
tetap sebesar 8,00% per tahun dan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari, obligasi seri B sebesar
Rp 280.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 9,75% per tahun dan jangka waktu 3 (tiga) tahun, serta
obligasi seri C sebesar Rp 548.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 10,50% per tahun dan jangka
waktu 5 (lima) tahun (Catatan 18).
Pada tanggal 19 Februari 2021, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II SMART Tahap III Tahun 2021
sebesar Rp 825.000.000.000, yang terdiri dari obligasi seri A sebesar Rp 225.000.000.000 dengan suku bunga
tetap sebesar 7,25% per tahun dan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari, obligasi seri B sebesar
Rp 380.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 9,00% per tahun dan jangka waktu 3 (tiga) tahun,
serta obligasi seri C sebesar Rp 220.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 9,50% per tahun dan jangka
waktu 5 (lima) tahun (Catatan 18).
Berdasarkan surat OJK No. S-74/D.04/2021 tanggal 31 Mei 2021, Perusahaan telah menerima surat pernyataan
efektif atas Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan III SMART Tahun 2021 dengan jumlah sebanyak-
banyaknya sebesar Rp 5.000.000.000.000.
Pada tanggal 10 Juni 2021, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III SMART Tahap I Tahun 2021
sebesar Rp 1.500.000.000.000, yang terdiri dari obligasi seri A sebesar Rp 600.000.000.000 dengan suku bunga
tetap sebesar 6,75% per tahun dan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari, obligasi seri B sebesar
Rp 600.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 8,75% per tahun dan jangka waktu 3 (tiga) tahun, serta
obligasi seri C sebesar Rp 300.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 9,25% per tahun dan jangka waktu
5 (lima) tahun (Catatan 18).
Pada tanggal 19 Oktober 2021, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III SMART Tahap II Tahun 2021
sebesar Rp 2.500.000.000.000, yang terdiri dari obligasi seri A sebesar Rp 477.000.000.000 dengan suku bunga
tetap sebesar 6,00% per tahun dan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari, obligasi seri B sebesar
Rp 1.065.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 8,50% per tahun dan jangka waktu 3 (tiga) tahun, serta
obligasi seri C sebesar Rp 958.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 9,00% per tahun dan jangka waktu
5 (lima) tahun (Catatan 18).
Pada tanggal 16 Februari 2022, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III SMART Tahap III Tahun 2022
sebesar Rp 1.000.000.000.000, yang terdiri dari obligasi seri A sebesar Rp 100.000.000.000 dengan suku bunga
tetap sebesar 5,00% per tahun dan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari, obligasi seri B sebesar
Rp 625.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 7,25% per tahun dan jangka waktu 3 (tiga) tahun, serta
obligasi seri C sebesar Rp 275.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 8,25% per tahun dan jangka waktu
5 (lima) tahun (Catatan 18).
Berdasarkan surat OJK No. S-102/D.04/2022 tanggal 22 Juni 2022, Perusahaan telah menerima surat pernyataan
efektif atas Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan IV SMART Tahun 2022 dengan jumlah sebanyak-
banyaknya sebesar Rp 6.000.000.000.000.
-7-
Page 11
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 6 Juli 2022, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV SMART Tahap I Tahun 2022
sebesar Rp 1.500.000.000.000, yang terdiri dari obligasi seri A sebesar Rp 560.000.000.000 dengan suku bunga
tetap sebesar 4,75% per tahun dan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari, obligasi seri B sebesar
Rp 538.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 7,00% per tahun dan jangka waktu 3 (tiga) tahun, serta
obligasi seri C sebesar Rp 402.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 8,00% per tahun dan jangka waktu
5 (lima) tahun (Catatan 18).
Berdasarkan surat OJK No. S-50/D.04/2025 tanggal 25 Juni 2025, Perusahaan telah menerima surat pernyataan
efektif atas Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V SMART Tahun 2025 dengan jumlah
sebanyak-banyaknya sebesar Rp 5.000.000.000.000 dan Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Ijarah
Berkelanjutan I SMARTTahun 2025 dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 2.500.000.000.000.
Pada tanggal 3 Juli 2025, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V SMART Tahap I Tahun 2025
sebesar Rp 500.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 7,50% per tahun dan jangka waktu 5 (lima) tahun.
Pada tanggal yang sama, Perusahaan juga menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I SMART Tahap I Tahun
2025 dengan jumlah sisa imbalan ijarah sebesar Rp 500.000.000.000,dengan cicilan imbalan ijarah sebesar
Rp 37.500.000.000 per tahun atau setara dengan 7,50% dari sisa imbalan ijarah per tahun, dan jangka waktu
5 (lima) tahun (Catatan 18).
Pada tanggal 6 Februari 2026, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V SMART Tahap II Tahun 2026
sebesar Rp 672.000.000.000, yang terdiri dari obligasi seri A sebesar Rp 385.000.000.000 dengan suku bunga
tetap sebesar 6,20% per tahun dan jangka waktu 5 (lima) tahun serta obligasi seri B sebesar Rp 287.000.000.000
dengan suku bunga tetap sebesar 6,50% per tahun dan jangka waktu 7 (tujuh) tahun (Catatan 17). Pada tanggal
yang sama, Perusahaan menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I SMART Tahap II Tahun 2026 sebesar
Rp 528.000.000.000, yang terdiri dari sukuk ijarah seri A sebesar Rp 460.000.000.000 dengan cicilan imbalan
ijarah sebesar Rp 28.520.000.000 per tahun atau setara dengan 6,20% dari sisa imbalan ijarah per tahun, dan
jangka waktu 5 (lima) tahun, serta sukuk ijarah seri B sebesar Rp 68.000.000.000 dengan cicilan imbalan ijarah
sebesar Rp 4.420.000.000 per tahun atau setara dengan 6,50% dari sisa imbalan ijarah per tahun, dan jangka
waktu 7 (tujuh) tahun (Catatan 18).
d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, dan Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 21 Mei 2026, berdasarkan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 32 tanggal 16 Juni 2025, dibuat oleh Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H., notaris di Jakarta,
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Franky Oesman Widjaja
Wakil Komisaris Utama : Rafael Buhay Concepcion, Jr.
Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen : Prof. DR. Teddy Pawitra
Komisaris : Ir. Lukmono Sutarto
Komisaris Independen : Prof. DR. Susiyati B. Hirawan
Ardhayadi, S.E., M.A.
Ketut Sanjaya
Direksi
Direktur Utama : The Biao Leng
Wakil Direktur Utama : Jimmy Pramono
DR. ING. Gianto Widjaja
Direktur : Franciscus Costan
D. Agus Purnomo
Drs. Gatot Eddy Pramono
Susunan Komite Audit pada tanggal 21 Mei 2026, berdasarkan Notulen Rapat Dewan Komisaris Perusahaan
tanggal 29 Juli 2025 adalah sebagai berikut:
Ketua : Ardhayadi, S.E., MA
Anggota : DR. Robert A. Simanjuntak
Reynold M. Batubara
Personel manajemen kunci Perusahaan terdiri dari anggota Dewan Komisaris dan Direksi.
-8-
Page 12
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
e. Penyelesaian Laporan Keuangan
Laporan keuangan Perusahaan untuk periode yang berakhir 21 Mei 2026 telah selesai dan diotorisasi pada
tanggal 24 September 2026 oleh Direksi Perusahaan, yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian
laporan keuangan tersebut.
2. Penggabungan Usaha dengan PT Perusahaan Perkebunan Panigoran
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan No. 41 dan Akta Pernyataan
Keputusan Pemegang Saham PT Perusahaan Perkebunan Panigoran (“PANIGORAN”) No. 42, yang keduanya
tertanggal 22 Mei 2026 dan dibuat oleh Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham
Perusahaan dan PANIGORAN telah menyetujui penggabungan usaha PANIGORAN dengan dan ke dalam
Perusahaan. Sehubungan dengan penggabungan tersebut, Perusahaan dan PANIGORAN telah menandatangani
Akta Penggabungan No. 43 tanggal 22 Mei 2026, yang dibuat oleh Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H., notaris di
Jakarta. Penggabungan tersebut telah dicatat oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia berdasarkan Surat
Penerimaan Pemberitahuan Penggabungan Perseroan No. AHU-AH.01.09.0292302 tanggal 25 Mei 2026.
Sehubungan dengan penggabungan usaha tersebut, Perusahaan akan mengajukan permohonan persetujuan kepada
Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) untuk menggunakan nilai buku atas aset dan liabilitas PANIGORAN yang akan
dialihkan kepada Perusahaan. Laporan keuangan ini disusun untuk tujuan pengajuan permohonan tersebut kepada
DJP.
3. Informasi Kebijakan Akuntansi Material
a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan
Laporan keuangan ini disusun semata-mata untuk memenuhi persyaratan perpajakan sehubungan dengan
penggabungan usaha antara Perusahaan dan PANIGORAN, entitas anak, dan tidak untuk didistribusikan kepada
atau digunakan oleh pihak selain otoritas perpajakan yang berwenang.
Laporan keuangan Perusahaan disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, kecuali terkait
penyajian informasi komparatif. Informasi komparatif tidak disajikan karena laporan keuangan ini disusun untuk
tujuan khusus sebagaimana dijelaskan di atas, sehingga tidak dimaksudkan sebagai laporan keuangan bertujuan
umum.
Dasar pengukuran laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun
berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan keuangan ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung, dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, kecuali dinyatakan secara khusus, disajikan dalam Rupiah penuh.
b. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat
transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi laporan keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
asing disesuaikan dengan kurs tengah Bank Indonesia untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal
tersebut. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi periode
yang bersangkutan.
c. Transaksi Pihak Berelasi
Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Perusahaan apabila memenuhi definisi pihak berelasi
berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 224, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan.
-9-
Page 13
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
d. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar
Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi lancar/tidak
lancar.
Suatu aset disajikan lancar bila:
i. akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
ii. untuk diperdagangkan, atau
iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas, kecuali yang dibatasi
penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah
tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:
i. akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
ii. untuk diperdagangkan,
iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
iv. tidak ada hak pada akhir periode pelaporan untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak
12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
e. Kas dan Setara Kas
Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan sangat likuid
yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak
tanggal penempatannya, dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi pencairannya.
f. Instrumen Keuangan
Aset Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan”, sehingga
setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:
(a) Model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan; dan
(b) Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
Pada tanggal 21 Mei 2026, aset keuangan Perusahaan terdiri dari aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
1. Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
(a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka
mendapatkan arus kas kontraktual; dan
(b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata
dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal
dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode
suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi dengan
cadangan kerugian kredit ekspektasian.
Pada tanggal 21 Mei 2026, kategori ini meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, piutang
dari pihak berelasi non-usaha, dan investasi dalam surat utang jangka panjang yang dimiliki oleh Perusahaan.
- 10 -
Page 14
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi kecuali aset keuangan tersebut diukur pada biaya
perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Derivatif juga diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, kecuali derivatif yang
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat pada laporan posisi keuangan pada nilai
wajarnya. Perubahan nilai wajar langsung diakui dalam laba rugi. Bunga yang diperoleh dicatat sebagai
pendapatan bunga, sedangkan pendapatan dividen dicatat sebagai bagian dari pendapatan lain-lain sesuai
dengan persyaratan dalam kontrak, atau pada saat hak untuk memperoleh pembayaran atas dividen tersebut
telah ditetapkan.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat pada laporan posisi keuangan pada nilai
wajarnya. Perubahan nilai wajar langsung diakui dalam laba rugi. Bunga yang diperoleh dicatat sebagai
pendapatan bunga, sedangkan pendapatan dividen dicatat sebagai bagian dari pendapatan lain-lain sesuai
dengan persyaratan dalam kontrak, atau pada saat hak untuk memperoleh pembayaran atas dividen tersebut
telah ditetapkan.
Pada tanggal 21 Mei 2026, kategori ini meliputi aset keuangan derivatif dalam akun piutang lain-lain yang
dimiliki oleh Perusahaan.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 109 diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya diamortisasi dan (ii) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau
melalui penghasilan komprehensif lain. Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat
pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, termasuk
biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif disajikan sebagai
bagian dari beban keuangan dalam laba rugi.
Pada tanggal 21 Mei 2026, liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
1. Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal
dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode
suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.
Pada tanggal 21 Mei 2026, kategori ini meliputi utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain -
pihak ketiga, beban akrual, utang kepada pihak berelasi non-usaha, utang bank jangka panjang, utang
obligasi, dan sukuk ijarah yang dimiliki oleh Perusahaan.
2. Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi
Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kategori ini apabila liabilitas tersebut merupakan hasil dari aktivitas
perdagangan atau transaksi derivatif yang tidak dimaksudkan sebagai lindung nilai, atau jika Perusahaan
memilih untuk menetapkan liabilitas keuangan tersebut dalam kategori ini.
Perubahan dalam nilai wajar langsung diakui dalam laba rugi.
Pada tanggal 21 Mei 2026, kategori ini meliputi liabilitas keuangan derivatif dalam akun utang lain-lain - pihak
ketiga dan liabilitas derivatif jangka panjang yang dimiliki oleh Perusahaan.
- 11 -
Page 15
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan
jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah
diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan
menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.
Reklasifikasi Aset Keuangan
Sesuai dengan ketentuan PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan”, Perusahaan mereklasifikasi seluruh aset
keuangan dalam kategori yang terpengaruh, jika dan hanya jika, Perusahaan mengubah model bisnis untuk
pengelolaan aset keuangan tersebut. Sedangkan, liabilitas keuangan tidak direklasifikasi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian (ECL),
yang menggunakan penyisihan ECL seumur hidup berdasarkan basis forward-looking untuk seluruh saldo piutang
usaha dan kontrak aset tanpa komponen pendanaan yang signifikan. Selain untuk piutang usaha dan kontrak
aset tanpa komponen pendanaan yang signifikan, Grup menerapkan pendekatan umum untuk mengukur ECL.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
1. Aset Keuangan
Aset keuangan (atau bagian dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa) dihentikan
pengakuannya jika:
a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
b. Perusahaan tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun juga
menanggung liabilitas kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas yang diterima
tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan suatu kesepakatan; atau
c. Perusahaan telah mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan
(i) telah secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii) secara
substansial tidak mengalihkan atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, namun
telah mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.
2. Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut dilepaskan, dibatalkan, atau
telah kedaluwarsa.
g. Pengukuran Nilai Wajar
Perusahaan mengukur aset biologis pada nilai wajar setiap tanggal pelaporan. Perusahaan juga mengukur
instrumen keuangan pada nilai wajar pada pengakuan awal.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran
nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:
di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Perusahaan.
Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan
ekonomi terbaiknya.
- 12 -
Page 16
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomi dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau
dengan menjual kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan
terbaiknya.
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia untuk
mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan penggunaan masukan (input) yang dapat diamati (observable)
yang relevan dan meminimalkan penggunaan masukan (input) yang tidak dapat diamati (unobservable).
Seluruh aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan, dikategorikan
dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan level input terendah yang signifikan terhadap keseluruhan pengukuran,
sebagai berikut:
Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
Level 2 - teknik penilaian di mana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat
diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
Level 3 - teknik penilaian di mana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak
dapat diobservasi.
Apabila nilai wajar ditentukan menggunakan teknik penilaian dengan input signifikan yang tidak dapat
diobservasi (input Level 3), selisih antara harga transaksi dan nilai wajar tersebut ditangguhkan dan
selanjutnya diakui dalam laba rugi hanya sepanjang selisih tersebut timbul dari perubahan faktor (termasuk
waktu) yang dipertimbangkan oleh pelaku pasar dalam menentukan harga instrumen keuangan, atau pada
saat instrumen dihentikan pengakuannya, dengan PSAK No. 109.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan, maka Perusahaan
menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hirarki nilai wajar dengan cara menilai kembali
pengkategorian level nilai wajar (berdasarkan level input terendah yang signifikan terhadap keseluruhan
pengukuran) pada setiap akhir periode pelaporan.
h. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower
of cost and net realizable value). Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha
biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya penjualan.
Biaya perolehan persediaan bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi ditentukan dengan metode rata-
rata tertimbang, sedangkan biaya perolehan persediaan lainnya ditentukan dengan metode rata-rata bergerak.
Cadangan persediaan usang dan cadangan kerugian penurunan nilai persediaan dibentuk untuk menyesuaikan
nilai persediaan ke nilai realisasi bersih.
i. Aset Biologis
Aset biologis terkait produk agrikultur yang tumbuh dari tanaman produktif adalah Tandan Buah Segar (TBS) dan
dinyatakan pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan
nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual TBS pada setiap tanggal pelaporan diakui pada laba rugi dalam periode
terjadinya.
Nilai wajar produk agrikultur, termasuk produk yang tumbuh dan sudah dipanen dari tanaman produktif kelapa
sawit pada Level 2 dengan menerapkan estimasi volume produksi terhadap harga pasar yang berlaku pada
tanggal pelaporan. Biaya untuk menjual adalah biaya inkremental yang diatribusikan secara langsung untuk
pelepasan aset, tidak termasuk beban pembiayaan dan pajak penghasilan.
j. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis
lurus.
- 13 -
Page 17
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
k. Investasi dalam Saham
Rincian investasi dalam saham dalam entitas anak dan entitas asosiasi adalah sebagai berikut:
Tahun
Beroperasi % Efektif
secara Pemilikan
Entitas Domisili Kegiatan Utama Komersial Perusahaan
Entitas Anak
PT Kresna Duta Agroindo - Jakarta Industri kelapa sawit 1994 100,00
KRESNA (1,3,5)
PT Maskapai Perkebunan Jakarta Industri kelapa sawit 1982 99,99
Leidong West Indonesia -
LEIDONG (1,4,6)
PT Perusahaan Perkebunan Jakarta Industri kelapa sawit 1962 100,00
Panigoran - PANIGORAN (1)
PT Satya Kisma Usaha - Jakarta Industri kelapa sawit 1993 100,00
SATYA (1,3)
PT Tapian Nadenggan - Jakarta Industri kelapa sawit 1982 100,00
TAPIAN (1,5)
PT Pratama Ronaperintis - Jakarta Investasi *) 70,00
PRATAMA (1)
PT Propertindo Prima - Kotabaru Jasa transportasi 2005 100,00
PROPERTINDO (1,2)
PT SOCI MAS - SOCI (1) Medan Industri oleokimia 1995 99,40
PT Sinarmas Bio Energy - Jakarta Industri kimia dasar 2017 100,00
SBE (1,3) organik dan energi
terbarukan
PT Sinarmas Sentra Cipta - Jakarta Jasa administrasi kantor 2016 100,00
SSC (1,2)
Entitas Asosiasi
PT Hortimart Agrogemilang Malang Pembibitan tanaman 1990 39,10
HORTIMART (3)
PT Universal Transindo Mas - Jakarta Perusahaan transportasi 2003 34,61
UNIVERSAL (1,3)
PT Sinar Mas Super Air - Jakarta Pemupukan melalui 1997 35,00
SUPERAIR (1) udara
PT Super Wahana Tehno - Jakarta Perdagangan air minum 2000 50,00
WAHANA (1) dalam kemasan
PT Sumber Indahperkasa - Jakarta Industri kelapa sawit 1989 47,50
SIP (1)
Pemilikan langsung oleh:
(1) Perusahaan (4) PT Perusahaan Perkebunan Panigoran
(2) PT Maskapai Perkebunan Leidong West Indonesia (5) PT Propertindo Prima
(3) PT Tapian Nadenggan (6) PT Ivo Mas Tunggal, pihak berelasi
*) Entitas anak yang tidak aktif
- 14 -
Page 18
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
l. Tanaman Produktif
Tanaman produktif merupakan tanaman perkebunan yang dibedakan menjadi tanaman belum menghasilkan dan
tanaman telah menghasilkan. Tanaman belum menghasilkan dinyatakan sebesar biaya perolehan yang meliputi
akumulasi biaya persiapan lahan, penanaman bibit, pemupukan dan pemeliharaan, alokasi biaya tidak langsung
berdasarkan luas hektar yang dikapitalisasi, termasuk pula kapitalisasi biaya pinjaman, dan biaya
tak langsung lainnya sampai dengan tanaman yang bersangkutan dinyatakan menghasilkan dan sepanjang nilai
tercatat tanaman belum menghasilkan tersebut tidak melampaui nilai yang lebih rendah antara biaya pengganti
(replacement cost) dan jumlah yang mungkin diperoleh kembali (recoverable amount). Tanaman belum
menghasilkan tidak disusutkan.
Untuk pinjaman yang tidak secara khusus ditentukan penggunaannya, jumlah bunga pinjaman yang dikapitalisasi
terhadap nilai tercatat tanaman belum menghasilkan ditentukan dengan mengalikan tingkat kapitalisasi dengan
pengeluaran untuk tanaman belum menghasilkan. Tingkat kapitalisasi tersebut adalah rata-rata tertimbang biaya
pinjaman dari seluruh pinjaman terkait dalam periode tertentu, dengan mengecualikan jumlah pinjaman yang
secara khusus digunakan untuk membiayai investasi tanaman belum menghasilkan. Biaya pinjaman yang tidak
dikapitalisasi ke tanaman produktif dibebankan pada saat terjadinya.
Akumulasi biaya tanaman belum menghasilkan kemudian direklasifikasi menjadi tanaman menghasilkan pada
saat tanaman dianggap sudah menghasilkan menurut manajemen. Pada umumnya, tanaman kelapa sawit
dinyatakan menghasilkan pada umur 31 (tiga puluh satu) bulan. Tanaman telah menghasilkan dicatat sebesar
biaya perolehan saat reklasifikasi dilakukan dan disusutkan dengan metode garis lurus (straight-line method)
selama taksiran masa produktif yaitu selama 25 (dua puluh lima) tahun.
Biaya-biaya yang terjadi untuk pembibitan, pembelian bibit, dan pemeliharaannya dinyatakan sebesar biaya
perolehan. Akumulasi biaya ini akan dipindahkan ke akun “Tanaman belum menghasilkan” pada saat siap
ditanam.
m. Aset Tetap
Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk biaya perawatan sehari-
hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Hak atas tanah tidak
disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian, dan biaya-
biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi
yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.
Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan, dibebankan
ke laba rugi pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di
masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban
tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap.
Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap
sebagai berikut:
Tahun
Tangki 20 - 50
Prasarana jalan dan jembatan 5 - 50
Bangunan 10 - 30
Mesin 5 - 25
Perabot dan peralatan 5 - 10
Kendaraan dan alat berat 5 - 10
Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan
kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.
Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu
penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi tersebut
diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya.
Aset tetap yang dijual atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan serta
akumulasi penurunan nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut.
- 15 -
Page 19
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya (derecognized) pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang
timbul dari penghentian pengakuan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan,
jika ada, dengan jumlah tercatat dari aset tetap tersebut, dan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya
penghentian pengakuan.
Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian
apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.
Aset dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Aset dalam pembangunan
dalam hal ini meliputi seluruh biaya (termasuk biaya pinjaman) untuk membuat aset dalam pembangunan dapat
berfungsi dan siap digunakan sesuai dengan tujuannya. Akumulasi biaya ini akan dipindahkan ke masing-masing
akun aset tetap dan disusutkan pada saat aset tetap selesai dikerjakan dan siap digunakan sesuai dengan
tujuannya.
n. Transaksi Sewa
Perusahaan menerapkan PSAK No. 116, yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan
sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai ‘sewa operasi’.
Sebagai Penyewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa.
Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Perusahaan memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan
aset identifikasian; dan
Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Perusahaan memiliki hak ini
ketika Perusahaan memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk
tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
1. Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
2. Perusahaan telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan
apa aset akan digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal awal dimulainya kontrak atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah
komponen sewa, Perusahaan mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa
berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen non-sewa.
Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna diukur
pada biaya perolehan, yang meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan
pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga tanggal
yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat
ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Perusahaan menggunakan
suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
- pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
- pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan
menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
- jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
- harga eksekusi opsi beli jika Perusahaan cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
- penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Perusahaan cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih
awal.
- 16 -
Page 20
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada
laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo
liabilitas untuk setiap periode.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Perusahaan pada akhir masa sewa atau jika biaya
perolehan aset hak-guna merefleksikan Perusahaan akan mengeksekusi opsi beli, maka Perusahaan
menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka
Perusahaan menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir
umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Sewa Jangka Pendek
Perusahaan memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek
yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Perusahaan mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut
sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Modifikasi Sewa
Perusahaan mencatat modifikasi sewa sebagai sewa terpisah jika:
- modifikasi meningkatkan ruang lingkup sewa dengan menambahkan hak untuk menggunakan satu aset
pendasar atau lebih; dan
- imbalan sewa meningkat sebesar jumlah yang setara dengan harga tersendiri untuk peningkatan dalam ruang
lingkup dan penyesuaian yang tepat pada harga tersendiri tersebut untuk merefleksikan kondisi kontrak
tertentu.
Untuk modifikasi sewa yang tidak dicatat sebagai sewa terpisah, pada tanggal efektif modifikasi sewa,
Perusahaan:
- mengukur kembali dan mengalokasikan imbalan kontrak modifikasian;
- menentukan masa sewa dari sewa modifikasian;
- mengukur kembali liabilitas sewa dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat
diskonto revisian berdasarkan sisa umur sewa dan sisa pembayaran sewa dengan melakukan penyesuaian
terhadap aset hak-guna. Tingkat diskonto revisian ditentukan sebagai suku bunga pinjaman inkremental
Perusahaan pada tanggal efektif modifikasi;
- menurunkan jumlah tercatat aset hak-guna untuk merefleksikan penghentian sebagian atau sepenuhnya
sewa untuk modifikasi sewa yang menurunkan ruang lingkup sewa. Perusahaan mengakui dalam laba rugi
setiap laba rugi yang terkait dengan penghentian sebagian atau sepenuhnya sewa tersebut; dan
- membuat penyesuaian terkait dengan aset hak-guna untuk seluruh modifikasi sewa lainnya.
o. Aset Takberwujud
Biaya Pengembangan Piranti Lunak
Biaya yang dibayarkan atas pengembangan piranti lunak komputer, ditangguhkan dan diamortisasi selama masa
manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus.
Biaya Tangguhan Hak Atas Tanah
Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaruan hak atas tanah diakui sebagai biaya tangguhan hak atas tanah
dan diamortisasi selama masa berlaku hak atas tanah yang bersangkutan.
p. Biaya Tangguhan
Biaya-biaya tertentu yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun, ditangguhkan dan diamortisasi selama
masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus.
q. Penurunan Nilai Aset Non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Perusahaan menelaah apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, atau pada saat uji tahunan penurunan nilai aset perlu
dilakukan, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
- 17 -
Page 21
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan mengalami
penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas
masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang
mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.
Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui apakah terdapat indikasi
bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin
telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan aset
tersebut. Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam periode sebelumnya akan dipulihkan apabila nilai tercatat
aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada
rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun-tahun sebelumnya. Setelah pemulihan
tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset
yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
r. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Perusahaan menerapkan PSAK No. 115, yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah
analisa sebagai berikut:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam
kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas
sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan.
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati
secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah
marjin.
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa
yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki pengendalian atas barang atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan
yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Perusahaan memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk
penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari
pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah
penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Kriteria pengakuan spesifik juga harus terpenuhi sebelum pendapatan diakui:
Pendapatan penjualan domestik diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan;
Pendapatan penjualan ekspor diakui pada saat barang dikapalkan di pelabuhan pemuatan;
Pendapatan jasa olah diakui pada saat pemberian jasa.
Pendapatan bunga dan beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual menggunakan
metode suku bunga efektif.
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
s. Biaya Pinjaman
Biaya pinjaman merupakan bunga dan selisih kurs pinjaman yang diterima dalam mata uang asing dan biaya
lainnya (amortisasi diskonto/premi dari pinjaman diterima) yang terjadi sehubungan dengan peminjaman dana.
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi, atau pembuatan aset
kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui
sebagai beban pada saat terjadinya.
- 18 -
Page 22
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Jika Perusahaan meminjam dana secara khusus untuk tujuan memperoleh aset kualifikasian, maka Perusahaan
menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasikan sebesar biaya pinjaman aktual yang terjadi
selama tahun berjalan dikurangi penghasilan investasi atas investasi sementara dari pinjaman tersebut.
Jika pengembangan aktif atas aset kualifikasian dihentikan, Perusahaan menghentikan kapitalisasi biaya
pinjaman selama periode yang diperpanjang tersebut.
Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan saat selesainya secara substansi seluruh aktivitas yang diperlukan untuk
mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan atau dijual sesuai dengan maksudnya.
t. Biaya Emisi Obligasi
Biaya emisi obligasi dikurangi secara langsung dari hasil emisi obligasi tersebut untuk menentukan hasil
penerimaan bersih. Selisih antara hasil penerimaan bersih dengan nilai nominal utang obligasi merupakan
diskonto atau premium yang diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif.
u. Sukuk Ijarah
Sukuk ijarah diakui sebesar nilai nominal, disesuaikan dengan premium atau diskonto dan biaya transaksi terkait
dan disajikan sebagai liabilitas. Perbedaan antara nilai tercatat dan nilai nominal diakui pada laporan laba rugi
sebagai beban penerbitan sukuk ijarah menggunakan metode garis lurus selama jangka waktu sukuk ijarah.
Imbalan hasil sukuk ijarah kepada pemegang sukuk diakui sebagai beban ijarah pada saat terutang.
v. Pajak Penghasilan
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul dari perbedaan
antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang
dapat dikompensasikan. Aset pajak tangguhan diakui dan direviu pada setiap tanggal pelaporan atau diturunkan
jumlah tercatatnya, sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak tersedia untuk pemanfaatan perbedaan
temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika aset
dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang telah berlaku atau
secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak yang
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak
tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang
sama.
- 19 -
Page 23
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
4. Kas dan Setara Kas
Akun ini terdiri dari:
21 Mei 2026
Kas 472.500.000
Bank
Pihak berelasi (Catatan 28g)
PT Bank Sinarmas Tbk
Rupiah 7.601.139.082
Dolar Amerika Serikat 2.604.439.638
Jumlah - pihak berelasi 10.205.578.720
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 72.698.154.753
Citibank, N.A., Indonesia 52.884.843.598
PT Bank BCA Syariah 50.485.798.903
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 37.064.537.610
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 9.751.883.171
PT Bank Permata Tbk 5.210.596.076
PT Bank CIMB Niaga Tbk 4.389.284.591
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 2.211.433.678
PT Bank Central Asia Tbk 1.547.787.060
MUFG Bank, Ltd. 1.510.517.748
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 1 miliar) 1.443.231.637
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 444.234.339.334
Citibank, N.A., Indonesia 110.314.648.193
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 29.484.881.834
MUFG Bank, Ltd. 22.089.075.022
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 2.269.317.470
PT Bank CIMB Niaga Tbk 1.873.662.004
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 1.608.348.673
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.058.898.941
PT Bank Central Asia Tbk 1.002.545.702
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 1 miliar) 1.618.357.655
Yuan Cina
PT Bank ICBC Indonesia 126.654.628
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 98.049.236
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 12.950.458
Jumlah - pihak ketiga 854.989.797.975
Jumlah Bank 865.195.376.695
Deposito berjangka
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 6.616.904.641
Jumlah 872.284.781.336
Suku bunga deposito berjangka per tahun:
Rupiah 4,50%
- 20 -
Page 24
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
5. Piutang Usaha
Akun ini terdiri dari:
21 Mei 2026
Pihak berelasi (Catatan 28a)
Rupiah
PT SOCI MAS 821.957.000.956
PT Sinarmas Bio Energy 423.784.061.982
PT Energi Sejahtera Mas 160.513.191.800
PT Ivo Mas Tunggal 41.377.135.006
PT Sinar Meadow International Indonesia 21.418.457.785
PT Tapian Nadenggan 14.330.041.222
PT Binasawit Abadipratama 5.975.685.000
PT Satrindo Jaya Agropalma 1.027.298.578
PT Sinar Kencana Inti Perkasa 1.001.128.812
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 1 miliar) 1.990.154.076
Jumlah - Rupiah 1.493.374.155.217
Mata uang lainnya
Dolar Amerika Serikat
Golden Agri International Pte. Ltd. 405.869.520.130
GAR Pakistan (Pvt.) Limited 2.926.290.500
Yuan Cina
Shining Gold Oilseed Crushing (Ningbo) Co., Ltd. 341.559.960.419
Jumlah - Mata uang lainnya 750.355.771.049
Jumlah - Pihak berelasi 2.243.729.926.266
Pihak ketiga
Rupiah 2.397.853.630.379
Mata uang lainnya
Dolar Amerika Serikat 536.052.526.323
Yuan Cina 83.584.437.428
Jumlah - Pihak ketiga 3.017.490.594.130
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.683.523.573)
Jumlah bersih 3.015.807.070.557
Jumlah 5.259.536.996.823
Perubahan dalam cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:
21 Mei 2026
Saldo awal tahun 1.560.999.007
Penambahan 37.697.271
Pemulihan (6.361.128)
Selisih kurs 91.188.423
Saldo akhir tahun 1.683.523.573
- 21 -
Page 25
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk menghitung cadangan kerugian kredit ekspektasian
yang disyaratkan oleh PSAK No. 109, yang memperbolehkan penerapan cadangan kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya untuk seluruh piutang usaha. Untuk mengukur cadangan kerugian kredit ekspektasian tersebut,
piutang usaha dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko kredit yang sejenis dan pola tunggakan atau gagal
bayar.
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai piutang yang telah dibentuk pada tanggal 21 Mei
2026 adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas penurunan nilai piutang usaha.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko terkonsentrasi secara signifikan atas piutang dari pihak ketiga.
6. Persediaan
Akun ini terdiri dari:
21 Mei 2026
Barang jadi 5.448.931.393.363
Bahan baku 3.484.715.739.189
Bahan pembantu 402.281.854.878
Lain-lain 366.217.889.110
Jumlah 9.702.146.876.540
Tidak dibentuk cadangan barang usang pada tanggal 21 Mei 2026 karena manajemen berpendapat bahwa seluruh
persediaan dapat terjual dan/atau digunakan sesuai dengan periode peruntukannya.
7. Aset Biologis
Aset biologis terdiri atas TBS yang tumbuh pada tanaman kelapa sawit.
21 Mei 2026
Saldo awal 54.425.837.530
Rugi bersih yang timbul dari perubahan nilai wajar yang diakui pada laba rugi (2.505.830.616)
Saldo akhir 51.920.006.914
Rugi bersih yang timbul dari perubahan nilai wajar aset biologis disajikan sebagai bagian dari “Lain-lain - bersih” pada
bagian Penghasilan (beban) lain-lain dalam laba rugi.
- 22 -
Page 26
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
8. Biaya Dibayar di Muka dan Aset Lancar Lainnya
Akun ini terdiri dari:
21 Mei 2026
Biaya dibayar di muka
Asuransi 45.810.153.059
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 34.786.756.819
Sewa 21.262.421.320
Uang muka
Pembelian 1.288.220.283.380
Perjalanan dinas 2.293.828.044
Lain-lain 9.739.053.237
Aset lancar lainnya 112.558.704.682
Jumlah 1.514.671.200.541
9. Investasi Jangka Panjang
Akun ini terdiri dari:
21 Mei 2026
Investasi dalam saham 5.647.533.571.887
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Investasi dalam surat utang jangka panjang 894.000.000.000
Jumlah 6.541.533.571.887
a. Investasi dalam Saham
Akun ini merupakan penyertaan saham dalam entitas-entitas berikut:
21 Mei 2026
SIP 2.361.397.500.000
SBE 1.043.999.000.000
TAPIAN 674.697.525.000
SOCI 517.893.570.934
KRESNA 470.532.570.536
SSC 199.999.000.000
LEIDONG 141.240.313.839
SATYA 123.126.043.794
SUPERAIR 70.612.126.500
WAHANA 21.384.000.000
UNIVERSAL 11.838.000.000
PANIGORAN 10.308.682.284
PRATAMA 350.000.000
PROPERTINDO 155.239.000
Jumlah 5.647.533.571.887
- 23 -
Page 27
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perubahan Modal Entitas Anak
Berdasarkan Akta No. 02 tanggal 4 Februari 2026, dibuat oleh Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H., notaris di
Jakarta, para pemegang saham SOCI menyetujui peningkatan modal dasar SOCI dari semula sebesar
Rp 154.660.000.000 (setara dengan US$ 76.000.000) menjadi Rp 165.934.144.000 (setara dengan
US$ 76.672.000), atau meningkat sebesar Rp 11.274.144.000 (setara dengan US$ 672.000). Peningkatan modal
dasar tersebut terbagi atas 350 saham Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp 32.211.840 atau setara dengan
US$ 1.920 per saham. Selain itu, para pemegang saham juga menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan
disetor SOCI dari semula sebesar Rp 154.660.000.000 (setara dengan US$ 76.000.000) menjadi
Rp 157.881.184.000 (setara dengan US$ 76.192.000), atau meningkat sebesar Rp 3.221.184.000 (setara dengan
US$ 192.000). Peningkatan tersebut terbagi atas 100 saham Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp 32.211.840
atau setara dengan US$ 1.920 per saham, yang seluruhnya diambil bagian oleh Perusahaan. Perubahan
Anggaran Dasar ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-0013237.AH.01.02.TAHUN 2026 tanggal 26 Februari 2026.
b. Investasi dalam Surat Utang Jangka Panjang
Pada tanggal 12 Desember 2025, Perusahaan membeli Surat Utang Jangka Panjang (SUJP) yang diterbitkan
oleh PT Danantara Investment Management (Persero), yaitu SUJP Tahun 2025 Tahap II Seri A sebesar
Rp 644.000.000.000 yang jatuh tempo pada tanggal 13 Desember 2030 dan Seri B sebesar Rp 250.000.000.000
yang jatuh tempo pada tanggal 12 Desember 2032, masing-masing dengan tingkat kupon sebesar 2% per tahun.
10. Tanaman Produktif
Tanaman produktif terdiri dari:
Tanaman Telah Menghasilkan
Perubahan selama periode 2026
1 Januari 2026 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 21 Mei 2026
Biaya Perolehan
Kelapa sawit 403.445.712.366 - (6.550.909.654) 21.095.077.466 417.989.880.178
Akumulasi Penyusutan
Kelapa sawit 197.023.920.883 6.428.018.376 (5.961.928.074) - 197.490.011.185
Nilai Tercatat 206.421.791.483 220.499.868.993
Beban penyusutan tanaman telah menghasilkan dibebankan pada beban pokok penjualan (Catatan 23).
Tanaman Belum Menghasilkan
21 Mei 2026
Saldo awal 174.963.213.500
Penambahan biaya 37.762.184.612
Reklasifikasi dari persiapan lahan 12.480.711.056
Reklasifikasi dari bibitan 4.277.537.839
Penghapusan (379.299.481)
Reklasifikasi ke tanaman telah menghasilkan (21.095.077.466)
Saldo akhir 208.009.270.060
Tidak ada beban bunga yang dikapitalisasi ke tanaman belum menghasilkan pada periode yang berakhir 21 Mei 2026.
- 24 -
Page 28
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Bibitan
21 Mei 2026
Saldo awal 74.207.337.851
Penambahan biaya 14.624.686.355
Pengurangan (5.030.247.726)
Reklasifikasi ke tanaman belum menghasilkan (4.277.537.839)
Saldo akhir 79.524.238.641
Persiapan Lahan
21 Mei 2026
Saldo awal 18.367.621.690
Penambahan biaya 15.153.204.923
Reklasifikasi ke tanaman belum menghasilkan (12.480.711.056)
Saldo akhir 21.040.115.557
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai tanaman produktif karena nilai tercatat untuk semua
tanaman produktif Perusahaan dapat diperoleh kembali.
11. Aset Tetap
Akun ini terdiri dari:
Perubahan selama periode 2026
1 Januari 2026 Penambahan *) Pengurangan Reklasifikasi 21 Mei 2026
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
Hak atas tanah 765.232.206.918 - - - 765.232.206.918
Tangki 1.479.910.851.841 - (396.402.091) 38.976.003.000 1.518.490.452.750
Prasarana jalan dan jembatan 578.089.192.499 3.491.500.000 - 3.171.888.408 584.752.580.907
Bangunan 4.175.505.893.479 601.389.437 (3.832.179.859) 34.789.704.860 4.207.064.807.917
Mesin 4.825.397.901.897 6.582.510.983 (35.458.392.886) 206.797.147.360 5.003.319.167.354
Perabot dan peralatan 1.264.991.385.804 24.702.848.594 (7.784.720.017) 29.113.337.966 1.311.022.852.347
Kendaraan dan alat berat 427.674.986.483 10.034.643.463 (2.623.195.391) 44.700.162.215 479.786.596.770
Aset hak-guna 93.777.354.110 15.314.119.643 - - 109.091.473.753
Jumlah 13.610.579.773.031 60.727.012.120 (50.094.890.244) 357.548.243.809 13.978.760.138.716
Aset dalam pembangunan 1.409.217.849.033 578.222.213.312 - (357.548.243.809) 1.629.891.818.536
Jumlah Biaya Perolehan 15.019.797.622.064 638.949.225.432 (50.094.890.244) - 15.608.651.957.252
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan langsung
Hak atas tanah 1.213.244.355 - - - 1.213.244.355
Tangki 581.274.505.096 28.488.831.968 (396.402.091) - 609.366.934.973
Prasarana jalan dan jembatan 330.531.909.783 17.068.160.422 - - 347.600.070.205
Bangunan 1.691.263.033.166 78.856.618.561 (3.646.689.765) - 1.766.472.961.962
Mesin 2.066.420.020.723 109.684.275.594 (30.141.783.711) - 2.145.962.512.606
Perabot dan peralatan 1.013.663.359.614 38.763.578.320 (7.683.047.432) - 1.044.743.890.502
Kendaraan dan alat berat 270.830.549.806 21.873.310.732 (2.618.195.390) - 290.085.665.148
Aset hak-guna 65.423.320.411 6.150.021.988 - - 71.573.342.399
Jumlah Akumulasi Penyusutan 6.020.619.942.954 300.884.797.585 (44.486.118.389) - 6.277.018.622.150
Nilai Tercatat 8.999.177.679.110 9.331.633.335.102
*) Penambahan pada periode 2026 termasuk reklasifikasi dari uang muka proyek sebesar Rp 111.049.972.429.
Akumulasi penyusutan hak atas tanah merupakan amortisasi yang berasal dari perbedaan antara nilai wajar aset
bersih dan bagian kepemilikan Perusahaan atas nilai tercatat aset bersih entitas anak yang diakuisisi yang berasal
dari hak atas tanah.
- 25 -
Page 29
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Tidak ada beban bunga yang dikapitalisasi ke aset tetap pada periode yang berakhir 21 Mei 2026.
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat semua aset Perusahaan dapat terealisasi seluruhnya dan oleh karena
itu, tidak diperlukan cadangan penurunan nilai aset.
12. Aset Takberwujud
Akun ini terdiri dari:
21 Mei 2026
Biaya pengembangan piranti lunak - bersih 364.312.980.121
Biaya tangguhan hak atas tanah - bersih 26.192.376.169
Jumlah 390.505.356.290
Biaya Pengembangan Piranti Lunak
Perubahan selama
periode 2026
1 Januari 2026 Penambahan 21 Mei 2026
Biaya Perolehan
Biaya pengembangan piranti lunak 807.350.111.061 - 807.350.111.061
Biaya pengembangan piranti lunak
dalam penyelesaian 202.467.668.845 32.982.131.557 235.449.800.402
Jumlah Biaya Perolehan 1.009.817.779.906 32.982.131.557 1.042.799.911.463
Akumulasi Amortisasi
Biaya pengembangan piranti lunak 657.869.535.369 20.617.395.973 678.486.931.342
Nilai Tercatat 351.948.244.537 364.312.980.121
Beban amortisasi biaya pengembangan piranti lunak dibebankan pada beban pokok penjualan (Catatan 23) dan beban
umum dan administrasi (Catatan 24).
Manajemen berkeyakinan bahwa biaya pengembangan piranti lunak akan menghasilkan manfaat ekonomi di masa
depan, dan oleh karena itu, tidak ada penurunan nilai yang diakui.
13. Aset Lain-lain - Lain-lain
Akun ini terdiri dari:
21 Mei 2026
Uang muka proyek 107.005.475.028
Uang jaminan 43.790.732.509
Lain-lain 1.288.700.000
Jumlah 152.084.907.537
- 26 -
Page 30
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
14. Utang Bank Jangka Pendek
Akun ini terdiri dari:
21 Mei 2026
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 1.500.000.000.000
PT Bank BNP Paribas Indonesia 150.000.000.000
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Pan Indonesia Tbk 711.560.000.000
PT Bank CIMB Niaga Tbk 489.197.500.000
Citibank N.A., Indonesia 444.725.000.000
PT Bank SMBC Indonesia Tbk 133.417.500.000
PT Bank BNP Paribas Indonesia 88.945.000.000
Yen Jepang
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 88.833.300.000
Jumlah 3.606.678.300.000
Dikurangi biaya provisi kredit yang belum diamortisasi (532.998.047)
Bersih 3.606.145.301.953
Suku bunga rata-rata tertimbang per tahun:
Rupiah 5,32%
Dolar Amerika Serikat 3,95%
Yen Jepang 0,75%
15. Utang Usaha
Akun ini terdiri dari:
Utang usaha terutama merupakan utang atas pembelian produk kelapa sawit, bahan pembantu, dan peralatan
perkebunan lainnya, dengan rincian sebagai berikut:
21 Mei 2026
Pihak berelasi (Catatan 28b)
Rupiah
PT Tapian Nadenggan 1.119.975.406.658
PT Bumipermai Lestari 268.644.946.211
PT Binasawit Abadipratama 178.691.963.172
PT Sinar Kencana Inti Perkasa 168.143.042.590
PT Maskapai Perkebunan Leidong West Indonesia 133.644.676.403
PT Agrolestari Mandiri 118.858.937.147
PT Kresna Duta Agroindo 93.229.826.441
PT Paramitra Internusa Pratama 76.302.190.916
PT Sumber Indahperkasa 45.114.065.944
PT Kencana Graha Permai 37.664.592.996
PT Sawitakarya Manunggul 34.008.938.130
PT Agrolestari Mandiri 26.653.885.040
PT Kruing Lestari Jaya 25.147.312.540
PT Rolimex Kimia Nusamas 21.788.355.257
PT Satya Kisma Usaha 17.046.735.520
- 27 -
Page 31
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
21 Mei 2026
Pihak berelasi (Catatan 28b)
Rupiah
PT Sinarmas LDA Maritime 12.259.194.057
PT Bahana Karya Semesta 11.874.780.000
PT Primatama Kreasimas 7.916.520.000
PT Mitranusa Permata 5.320.474.250
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 1 miliar) 1.879.825.081
Jumlah - Rupiah 2.404.165.668.353
Dolar Amerika Serikat
Golden Agri International Pte. Ltd. 70.444.440
Yuan Cina
Shining Gold Oilseed Crushing
(Ningbo) Co., Ltd. 851.710.687
Jumlah - Pihak berelasi 2.405.087.823.480
Pihak ketiga
Rupiah 1.167.182.640.981
Mata uang lainnya
Dolar Amerika Serikat 106.309.242.531
Euro 43.472.515.289
Dolar Singapura 2.041.664.374
Jumlah - Pihak ketiga 1.319.006.063.175
Jumlah 3.724.093.886.655
16. Perpajakan
a. Taksiran Tagihan Pajak
Taksiran tagihan pajak merupakan kelebihan pembayaran pajak yang menurut pendapat manajemen dapat
diperoleh kembali, dengan rincian sebagai berikut:
21 Mei 2026
Pajak Penghasilan Badan 172.468.912.640
Pajak Pertambahan Nilai 40.647.842.989
Pajak Bumi dan Bangunan 874.075.031
Pajak Penghasilan 1.117.212
Jumlah 213.991.947.872
- 28 -
Page 32
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Pajak Tangguhan
Mutasi liabilitas pajak penghasilan tangguhan selama periode berjalan, adalah sebagai berikut:
Dikreditkan
(Dibebankan) pada
1 Januari 2026 Laba Rugi 21 Mei 2026
Tanaman produktif dan aset tetap (408.963.341.170) (3.608.223.230) (412.571.564.400)
Aset biologis (11.973.684.256) 551.282.735 (11.422.401.521)
Lain-lain 6.548.534.605 5.006.180.865 11.554.715.470
Liabilitas pajak tangguhan - bersih (414.388.490.821) 1.949.240.370 (412.439.250.451)
c. Utang Pajak
Akun ini terdiri dari:
21 Mei 2026
Pajak penghasilan badan 199.110.051.855
Pajak penghasilan
Pasal 4(2) 2.748.206.377
Pasal 15 984.336.821
Pasal 21 17.494.859.762
Pasal 22 81.635.615
Pasal 23 2.227.169.521
Pasal 25 17.378.478.971
Pasal 26 51.354.498
Jumlah 240.076.093.420
d. Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan laba
kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
21 Mei 2026
Laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain 1.208.572.580.794
Perbedaan temporer:
Selisih penyusutan tanaman produktif dan
aset tetap antara fiskal dengan komersial (16.401.014.687)
Perubahan nilai wajar aset biologis 2.505.830.616
Lain-lain 22.755.367.574
Bersih 8.860.183.503
Perbedaan tetap:
Beban yang tidak dapat dikurangkan 82.240.343.687
Pendapatan yang pajak penghasilannya bersifat final (25.436.990.545)
Bersih 56.803.353.142
Laba kena pajak 1.274.236.117.439
- 29 -
Page 33
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Beban pajak kini dan utang pajak penghasilan kini adalah sebagai berikut:
21 Mei 2026
Beban pajak kini 280.331.945.740
Pembayaran pajak di muka:
Pasal 22 21.797.171.071
Pasal 23 14.164.694.567
Pasal 25 45.260.028.247
Jumlah 81.221.893.885
Utang pajak penghasilan kini 199.110.051.855
Rekonsiliasi antara beban pajak dan jumlah-jumlah yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku
atas laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai berikut:
21 Mei 2026
Laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain 1.208.572.580.794
Beban pajak dengan tarif yang berlaku (265.885.967.679)
Pengaruh pajak atas perbedaan tetap:
Beban yang tidak dapat dikurangkan (18.092.875.611)
Pendapatan yang pajak penghasilannya bersifat final 5.596.137.920
Jumlah Beban Pajak (278.382.705.370)
- 30 -
Page 34
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
17. Utang Bank Jangka Panjang
Akun ini terdiri dari:
21 Mei 2026
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.108.516.491.228
PT Bank DBS Indonesia 678.725.000.000
PT Bank Permata Tbk 112.500.000.000
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 7.177.861.500.000
Jumlah 9.077.602.991.228
Dikurangi biaya provisi kredit yang belum diamortisasi (20.507.613.746)
Bersih 9.057.095.377.482
Dikurangi:
Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun 2.678.124.035.088
Biaya provisi kredit yang belum diamortisasi (7.323.239.618)
Bersih 2.670.800.795.470
Bagian yang akan jatuh tempo lebih dari satu tahun 6.386.294.582.012
Suku bunga rata-rata tertimbang per tahun:
Rupiah 4,98%
Dolar Amerika Serikat 4,45%
18. Utang Obligasi dan Sukuk Ijarah
Utang Obligasi
Detail dari utang obligasi adalah sebagai berikut:
21 Mei 2026
Nilai nominal 3.107.000.000.000
Biaya emisi yang belum diamortisasi (6.292.328.275)
Bersih 3.100.707.671.725
Dikurangi:
Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun 1.533.000.000.000
Dikurangi biaya emisi yang belum diamortisasi (693.635.097)
Bersih 1.532.306.364.903
Bagian yang akan jatuh tempo lebih dari satu tahun 1.568.401.306.822
Pada tanggal 3 April 2020, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II SMART Tahap I Tahun 2020 sebesar
Rp 775.000.000.000, yang terdiri dari obligasi seri A sebesar Rp 608.500.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar
8,50% per tahun dan jangka waktu 3 (tiga) tahun serta obligasi seri B sebesar Rp 166.500.000.000 dengan tingkat
bunga tetap sebesar 9,00% per tahun dan jangka waktu 5 (lima) tahun. Obligasi seri A sebesar Rp 608.500.000.000
dan obligasi seri B sebesar Rp 166.500.000.000 masing-masing telah dilunasi pada tanggal 3 April 2023 dan 3 April
2025.
- 31 -
Page 35
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 22 Oktober 2020, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II SMART Tahap II Tahun 2020
sebesar Rp 1.400.000.000.000, yang terdiri dari obligasi seri A sebesar Rp 572.000.000.000 dengan suku bunga tetap
sebesar 8,00% per tahun dan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari, obligasi seri B sebesar
Rp 280.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 9,75% per tahun dan jangka waktu 3 (tiga) tahun, serta obligasi
seri C sebesar Rp 548.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 10,50% per tahun dan jangka waktu 5 (lima)
tahun. Obligasi seri A sebesarRp 572.000.000.000, obligasi seri B sebesar Rp 280.000.000.000, dan obligasi seri C
sebesar Rp 548.000.000.000 masing-masing telah dilunasi pada tanggal 2 November 2021, 22 Oktober 2023, dan
22 Oktober 2025.
Pada tanggal 19 Februari 2021, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II SMART Tahap III Tahun 2021
sebesar Rp 825.000.000.000, yang terdiri dari obligasi seri A sebesar Rp 225.000.000.000 dengan suku bunga tetap
sebesar 7,25% per tahun dan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari, obligasi seri B sebesar
Rp 380.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 9,00% per tahun dan jangka waktu 3 (tiga) tahun, serta obligasi
seri C sebesar Rp 220.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 9,50% per tahun dan jangka waktu 5 (lima)
tahun. Obligasi seri A sebesar Rp 225.000.000.000, obligasi seri B sebesar Rp 380.000.000.000, dan obligasi seri C
sebesar Rp 220.000.000.000 masing-masing telah dilunasi pada tanggal 1 Maret 2022, 19 Februari 2024, dan
19 Februari 2026.
Pada tanggal 10 Juni 2021, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III SMART Tahap I Tahun 2021 sebesar
Rp 1.500.000.000.000, yang terdiri dari obligasi seri A sebesar Rp 600.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar
6,75% per tahun dan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari, obligasi seri B sebesar Rp 600.000.000.000
dengan suku bunga tetap sebesar 8,75% per tahun dan jangka waktu 3 (tiga) tahun, serta obligasi seri C sebesar
Rp 300.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 9,25% per tahun dan jangka waktu 5 (lima) tahun. Obligasi
seri A sebesar Rp 600.000.000.000 dan obligasi seri B sebesar Rp 600.000.000.000 masing-masing telah dilunasi
pada tanggal 20 Juni 2022 dan 10 Juni 2024.
Pada tanggal 19 Oktober 2021, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III SMART Tahap II Tahun 2021
sebesar Rp 2.500.000.000.000, yang terdiri dari obligasi seri A sebesar Rp 477.000.000.000 dengan suku bunga tetap
sebesar 6,00% per tahun dan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari, obligasi seri B sebesar
Rp 1.065.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 8,50% per tahun dan jangka waktu 3 (tiga) tahun, serta
obligasi seri C sebesar Rp 958.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 9,00% per tahun dan jangka
waktu 5 (lima) tahun. Obligasi seri A sebesar Rp 477.000.000.000 dan obligasi seri B sebesar Rp 1.065.000.000.000
masing-masing telah dilunasi pada tanggal 29 Oktober 2022 dan 19 Oktober 2024.
Pada tanggal 16 Februari 2022, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III SMART Tahap III Tahun 2022
sebesar Rp 1.000.000.000.000, yang terdiri dari obligasi seri A sebesar Rp 100.000.000.000 dengan suku bunga tetap
sebesar 5,00% per tahun dan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari, obligasi seri B sebesar
Rp 625.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 7,25% per tahun dan jangka waktu 3 (tiga) tahun, serta obligasi
seri C sebesar Rp 275.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 8,25% per tahun dan jangka waktu 5 (lima)
tahun. Obligasi seri A sebesar Rp 100.000.000.000 dan obligasi seri B sebesar Rp 625.000.000.000 masing-masing
telah dilunasi pada tanggal 26 Februari 2023 dan 16 Februari 2025.
Pada tanggal 6 Juli 2022, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV SMART Tahap I Tahun 2022 sebesar
Rp 1.500.000.000.000, yang terdiri dari obligasi seri A sebesar Rp 560.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar
4,75% per tahun dan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari, obligasi seri B sebesar Rp 538.000.000.000
dengan suku bunga tetap sebesar 7,00% per tahun dan jangka waktu 3 (tiga) tahun, serta obligasi seri C sebesar
Rp 402.000.000.000 dengan suku bunga tetap sebesar 8,00% per tahun dan jangka waktu 5 (lima) tahun. Obligasi
seri A sebesar Rp 560.000.000.000 dan obligasi seri B sebesar Rp 538.000.000.000 masing-masing telah dilunasi
pada tanggal 16 Juli 2023 dan 7 Juli 2025.
Pada tanggal 3 Juli 2025, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V SMART Tahap I Tahun 2025 sebesar
Rp 500.000.000.000, dengan suku bunga tetap sebesar 7,50% per tahun dan jangka waktu 5 (lima) tahun.
Pada tanggal 6 Februari 2026, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V SMART Tahap II Tahun 2026
sebesar Rp 672.000.000.000, yang terdiri dari obligasi seri A sebesar Rp 385.000.000.000 dengan suku bunga tetap
sebesar 6,20% per tahun dan jangka waktu 5 (lima) tahun serta obligasi seri B sebesar Rp 287.000.000.000 dengan
suku bunga tetap sebesar 6,50% per tahun dan jangka waktu 7 (tujuh) tahun.
Bunga atas seluruh obligasi yang diterbitkan oleh Perusahaan dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan.
- 32 -
Page 36
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Sukuk Ijarah
Detail dari sukuk ijarah adalah sebagai berikut:
21 Mei 2026
Nilai nominal 1.028.000.000.000
Biaya emisi sukuk ijarah yang belum diamortisasi (4.516.661.112)
Bersih 1.023.483.338.888
Pada tanggal 3 Juli 2025, Perusahaan menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I SMART Tahap I Tahun 2025 dengan
jumlah sisa imbalan ijarah sebesar Rp 500.000.000.000, dengan cicilan imbalan ijarah sebesar Rp 37.500.000.000
per tahun atau setara dengan 7,50% dari sisa imbalan ijarah per tahun, dan jangka waktu 5 (lima) tahun.
Pada tanggal 6 Februari 2026, Perusahaan menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I SMART Tahap II Tahun 2026
sebesar Rp 528.000.000.000, yang terdiri dari sukuk ijarah seri A sebesar Rp 460.000.000.000 dengan cicilan imbalan
ijarah sebesar Rp 28.520.000.000 per tahun atau setara dengan 6,20% dari sisa imbalan ijarah per tahun, dan jangka
waktu 5 (lima) tahun, serta sukuk ijarah seri B sebesar Rp 68.000.000.000 dengan cicilan imbalan ijarah sebesar
Rp 4.420.000.000 per tahun atau setara dengan 6,50% dari sisa imbalan ijarah per tahun, dan jangka waktu 7 (tujuh)
tahun.
Cicilan imbalan ijarah dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan.
Objek ijarah yang mendasari penerbitan sukuk adalah hak manfaat atas jasa pengelolaan perkebunan antara
Perusahaan dan pihak berelasi tertentu.
Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi dan sukuk ijarah tersebut digunakan untuk membiayai sebagian
belanja modal dan modal kerja Perusahaan, serta untuk pembayaran sebagian pokok utang bank jangka pendek,
angsuran pokok utang bank jangka panjang, dan pokok utang obligasi pada saat jatuh tempo.
Seluruh obligasi dan sukuk ijarah dijual sebesar harga nominal dan tercatat di Bursa Efek Indonesia, dengan PT Bank
Mega Tbk sebagai Wali Amanat.
Obligasi dan sukuk ijarah ini tidak dijamin dengan aset tertentu Perusahaan. Namun seluruh aset Perusahaan, kecuali
yang telah dijaminkan kepada kreditor tertentu, dijaminkan secara pari-passu pada liabilitas lainnya, termasuk obligasi
dan sukuk ijarah.
Obligasi dan sukuk ijarah yang diterbitkan Perusahaan mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan
(negative covenants) antara lain untuk tidak melakukan hal-hal tertentu tanpa persetujuan tertulis wali amanat
sebagaimana diatur dalam Perjanjian Wali Amanat.
Pada tanggal 21 Mei 2026, Perusahaan telah memenuhi semua kondisi yang disyaratkan dalam Perjanjian Wali
Amanat.
Hasil pemeringkatan atas obligasi dan sukuk ijarah yang diterbitkan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
berdasarkan surat pemeringkat tertanggal 4 Maret 2026 adalah idAA-/Stable Outlook (Double A Minus; Stable Outlook)
dan idAA-sy (Double A Minus Syariah).
19. Liabilitas Sewa
Perusahaan, sebagai penyewa, memiliki kontrak sewa untuk aset tanah, bangunan, dan mesin yang digunakan dalam
operasinya. Perusahaan dibatasi untuk tidak mengalihkan seluruh atau sebagian hak sewanya, menyewakan kembali
seluruh atau sebagian aset sewaan, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak yang menyewakan.
Sewa tanah, bangunan, dan mesin umumnya memiliki jangka waktu sewa antara 2 hingga 5 tahun. Berdasarkan
perjanjian sewa, apabila pihak penyewa ingin memperpanjang jangka waktu sewa, maka pihak penyewa wajib
menyampaikan surat permohonan perpanjangan sewa sebelum jangka waktu sewa berakhir.
- 33 -
Page 37
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Berikut adalah pembayaran sewa masa yang akan datang (future lease payment):
21 Mei 2026
Pembayaran yang jatuh tempo pada tahun:
2026 4.900.000.000
2027 4.800.000.000
2028 1.200.000.000
Jumlah pembayaran sewa 10.900.000.000
Bunga (1.019.552.032)
Nilai sekarang pembayaran sewa 9.880.447.968
Dikurangi:
Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu tahun (7.586.830.735)
Bagian liabilitas sewa yang akan jatuh tempo lebih dari satu tahun 2.293.617.233
Pada tanggal 21 Mei 2026, nilai sekarang pembayaran sewa merupakan liabilitas kepada PT Ivo Mas Tunggal (IMT),
pihak berelasi.
Beban bunga liabilitas sewa adalah sebesar Rp 390.257.105 pada periode yang berakhir 21 Mei 2026 (Catatan 26).
20. Modal Saham
Rincian pemegang saham serta persentase kepemilikan dan jumlah saham yang dimiliki pada tanggal 21 Mei 2026
adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Ditempatkan Persentase
Pemegang Saham dan Disetor Penuh Kepemilikan Jumlah
PT Purimas Sasmita 2.653.897.571 92,40% 530.779.514.200
Lain-lain (masing-masing dengan
pemilikan di bawah 5%) 218.295.795 7,60% 43.659.159.000
Jumlah 2.872.193.366 100,00% 574.438.673.200
21. Pembentukan Cadangan Wajib
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 9 Juni 2010, Perusahaan membentuk cadangan umum
dari saldo laba sebesar Rp 114.887.734.640. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 40/2007
mengenai Perseroan Terbatas, yang mengharuskan setiap Perusahaan untuk membentuk cadangan minimum 20%
dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Tidak ada batasan waktu untuk membentuk cadangan tersebut.
- 34 -
Page 38
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
22. Penjualan Bersih
Rincian penjualan bersih Perusahaan adalah sebagai berikut:
1 Januari - 21 Mei 2026
Produk kelapa sawit
Penjualan Domestik
Pihak berelasi (Catatan 28a) 5.199.370.037.121
Pihak ketiga 12.534.292.243.680
Jumlah Penjualan Domestik 17.733.662.280.801
Penjualan Ekspor
Pihak berelasi (Catatan 28a) 10.739.790.733.534
Pihak ketiga 3.073.068.261.695
Jumlah Penjualan Ekspor 13.812.858.995.229
Jumlah Penjualan Bersih 31.546.521.276.030
23. Beban Pokok Penjualan
Rincian beban pokok penjualan Perusahaan adalah sebagai berikut:
1 Januari - 21 Mei 2026
Bahan baku yang digunakan 25.810.858.827.725
Biaya produksi langsung 1.077.798.412.477
Biaya pabrikasi 427.283.790.791
Biaya pokok produksi 27.315.941.030.993
Persediaan barang jadi
Awal periode 4.475.566.605.106
Pembelian 1.356.829.331.480
Akhir periode (5.448.931.393.363)
Beban Pokok Penjualan 27.699.405.574.216
Biaya produksi termasuk amortisasi biaya tangguhan, amortisasi biaya pengembangan piranti lunak, penyusutan
tanaman telah menghasilkan, dan penyusutan aset tetap sebesar Rp 262.927.312.934 pada periode yang berakhir
21 Mei 2026 (Catatan 10, 11, dan 12).
- 35 -
Page 39
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
24. Beban Usaha
Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:
1 Januari - 21 Mei 2026
Beban Penjualan
Bea keluar dan pungutan 1.270.490.657.000
Ongkos angkut dan pengiriman 251.365.191.066
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 81.368.494.338
Iklan dan promosi 72.573.556.342
Administrasi penjualan 41.918.992.688
Kemasan 35.967.362.924
Sewa, pajak dan perijinan 17.334.586.754
Asuransi (Catatan 28c) 15.625.550.018
Komisi penjualan 9.568.493.420
Penyusutan (Catatan 11) 6.242.084.396
Perjalanan dinas 5.171.794.777
Jasa profesional 913.157.054
Lain-lain (Catatan 28j) 156.781.447.786
Jumlah 1.965.321.368.563
Beban Umum dan Administrasi
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 714.808.165.098
Jasa profesional (Catatan 28k,l) 161.627.096.133
Perbaikan dan pemeliharaan 71.921.841.030
Sewa, pajak dan perijinan (Catatan 28f) 44.786.462.693
Penyusutan (Catatan 11) 38.267.383.537
Perjalanan dinas 33.737.723.938
Sumber daya manusia 12.846.139.747
Tanggung jawab sosial korporasi dan sponsor 6.125.396.394
Asuransi (Catatan 28c) 5.113.113.791
Jamuan dan sumbangan 2.985.116.378
Umum dan perlengkapan kantor 2.427.436.273
Komunikasi (Catatan 28j) 4.493.946.739
Amortisasi:
Biaya pengembangan piranti lunak 20.606.983.973
Biaya tangguhan hak atas tanah 599.649.725
Alokasi ke jasa pengelolaan dan komisi (779.797.963.251)
Lain-lain 908.805.846
Jumlah 341.457.298.044
Jumlah 2.306.778.666.607
25. Rugi Selisih Kurs
Akun ini merupakan keuntungan atau kerugian selisih kurs atas transaksi dalam mata uang asing.
- 36 -
Page 40
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
26. Beban Bunga dan Keuangan Lainnya
Rincian beban bunga dan keuangan lainnya adalah sebagai berikut:
1 Januari - 21 Mei 2026
Beban bunga
Utang bank jangka pendek dan jangka panjang (Catatan 14 dan 17) 220.616.256.703
Utang obligasi (Catatan 18) 103.450.088.275
Liabilitas sewa (Catatan 19) 390.257.105
Swap suku bunga (5.177.887.976)
Lain-lain
Pihak ketiga 10.847.906.524
Jumlah 330.126.620.631
Cicilan imbalan sukuk ijarah (Catatan 18) 26.238.722.222
Beban administrasi bank dan provisi kredit 4.429.357.475
Bersih 360.794.700.328
27. Imbalan Pasca-kerja
Perusahaan mempunyai program pensiun iuran pasti yang mencakup seluruh karyawan tetap Perusahaan.
Selain memenuhi manfaat pensiun melalui program iuran pasti tersebut, Perusahaan juga mencatat tambahan liabilitas
imbalan pasca-kerja untuk memenuhi batas minimum yang harus dibayarkan kepada karyawan yang berhak
sebagaimana diharuskan Undang-undang No. 6/2023 dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 35/2021.
Jumlah-jumlah yang diakui dalam Iaporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain sehubungan dengan imbalan
pasca-kerja adalah sebagai berikut:
1 Januari - 21 Mei 2026
Komponen biaya imbalan pasca-kerja yang diakui di laba rugi:
Biaya jasa kini 15.115.194.585
Biaya bunga 7.775.571.250
Jumlah biaya imbalan pasca-kerja 22.890.765.835
Mutasi liabilitas imbalan pasca-kerja adalah sebagai berikut:
21 Mei 2026
Liabilitas imbalan pasca-kerja awal tahun 309.584.093.000
Biaya imbalan pasca-kerja yang diakui di laba rugi 22.890.765.835
Liabilitas imbalan pasca-kerja akhir periode 332.474.858.835
28. Sifat Hubungan dan Transaksi dengan Pihak Berelasi
Sifat Hubungan Berelasi
Sifat hubungan dengan pihak berelasi adalah hubungan berada di bawah pengendalian bersama melalui kepemilikan
yang sama dan/atau memiliki anggota direksi dan/atau komisaris yang sama dengan Perusahaan.
- 37 -
Page 41
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Transaksi dengan Pihak Berelasi
Sebagai tambahan atas transaksi dengan pihak berelasi yang telah dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan
yang terkait, beberapa transaksi material yang dilakukan Perusahaan dan saldo yang berkaitan dengan pihak berelasi
dengan jumlah di atas Rp 1 miliar untuk transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat dan/atau di atas 0,5%
dari modal disetor untuk transaksi dengan entitas berelasi adalah sebagai berikut:
a. Perusahaan menjual produknya secara domestik kepada SBE, SOCI, SIP, PT Sinar Meadow International
Indonesia (SMII), IMT, PT Energi Sejahtera Mas, PT Satrindo Jaya Agropalma (SJA), PT Harapan Rimba Raya
dan PT Agrolestari Mandiri (AGROLESTARI), serta mengekspor produknya kepada Golden Agri-Resources Ltd.
(GAR), GAR Pakistan (Pvt.) Limited dan Shining Gold Oilseed Crushing (Ningbo) Co., Ltd. Perusahaan juga
menerima upah olah dari PT Sawitakarya Manunggul (SAWITAKARYA), LEIDONG, PT Sinar Kencana Inti
Perkasa (SKIP), SMII, PT Mitranusa Permata (MITRANUSA), dan TAPIAN.
Penjualan bersih kepada entitas-entitas ini adalah sebesar Rp 15.939.160.770.655 yang merupakan 50,53%
terhadap jumlah penjualan (Catatan 22) pada periode yang berakhir 21 Mei 2026. Saldo piutang yang timbul dari
transaksi penjualan sebesar Rp 2.243.729.926.266 atau sebesar 5,91% dari jumlah aset pada tanggal 21 Mei
2026 disajikan sebagai “Piutang usaha - Pihak berelasi” (Catatan 4) pada laporan posisi keuangan.
Perusahaan melakukan penjualan produk lainnya kepada KRESNA, SKIP, TAPIAN, PT Binasawit Abadipratama
(BAP), IMT, SATYA, dan PT Golden Biomass Energy.
Penjualan bersih kepada entitas-entitas ini adalah sebesar Rp 95.434.096.010 pada periode yang berakhir 21 Mei
2026 dan disajikan sebagai bagian dari “Penghasilan lain-lain - Lain-lain - bersih” dalam laba rugi.
b. Perusahaan membeli produk kelapa sawit dari SAWITAKARYA, TAPIAN, KRESNA, SIP, PT Agrolestari Sentosa,
PT Persada Graha Mandiri, PT Kruing Lestari Jaya, PT Paramitra Internusa Pratama, SKIP, PT Kencana Graha
Permai, PT Bahana Karya Semesta, PT Agrokarya Primalestari, PT Kartika Prima Cipta, PT Mitrakarya Agroindo,
MITRANUSA, PT Buana Adhitama, PT Aditunggal Mahajaya, BAP, AGROLESTARI, LEIDONG, SATYA,
PT Primatama Kreasimas, BPL, IMT, dan PT Forestalestari Dwikarya. Transaksi dengan entitas-entitas ini adalah
sebesar Rp 11.886.108.878.445 yang merupakan 37,68% terhadap penjualan bersih pada periode yang berakhir
21 Mei 2026 (Catatan 23).
Perusahaan membeli bahan pembantu dari PT Rolimex Kimia Nusamas; membeli bibit dari DAMIMAS;
menggunakan jasa transportasi dari SJA, UNIVERSAL, PT Sinarmas LDA Maritime, PT Sinarmas LDA Usaha
Pelabuhan, PT Sumber Surya Kencana Inhu, dan PT Sumber Kencana Inhu; serta membeli batubara dari
PT Roundhill Capital Indonesia.
Saldo utang usaha yang timbul dari transaksi ini sebesar Rp 2.405.087.823.480 atau 10,11% dari jumlah liabilitas
pada tanggal 21 Mei 2026, dan disajikan sebagai “Utang usaha - Pihak berelasi” (Catatan 15) pada laporan posisi
keuangan.
c. Perusahaan mempunyai kontrak asuransi dengan PT Asuransi Sinar Mas untuk mengasuransikan aset tertentu
terhadap risiko kebakaran dan lainnya. Perusahaan dibebani premi asuransi sebesar Rp 15.080.248.999 pada
periode yang berakhir 21 Mei 2026.
d. Pada periode yang berakhir 21 Mei 2026, Perusahaan menyewakan tangki penimbunan minyak kelapa sawit dan
minyak inti sawit serta pabrik pengolahan inti sawit dan tandan buah segar kepada IMT senilai Rp 1.400.000.000,
serta gudang bungkil inti sawit senilai Rp 3.255.341.933. Selain itu, Perusahaan juga menyewa pabrik ke divisi
penyulingan (refinery) IMT di Belawan senilai Rp 3.000.000.000. Perusahaan juga memberikan jasa timbun dan
pompa kepada SBE, TAPIAN, dan SIP senilai Rp 10.484.159.520.
e. Perusahaan mengadakan perjanjian jasa pengelolaan dengan beberapa pihak berelasi. Perjanjian pengelolaan
meliputi penyediaan sumber daya manusia, akuntansi, jasa informasi dan teknologi, transaksi penjualan dan
pembelian, dan jasa-jasa lainnya oleh Perusahaan. Pendapatan jasa pengelolaan dan komisi sebesar
Rp 650.725.465.577 pada periode yang berakhir 21 Mei 2026. Jumlah ini disajikan sebagai bagian dari “Lain-lain
- bersih” pada bagian Penghasilan (beban) lain-lain dalam laba rugi. Saldo piutang yang timbul dari transaksi ini
adalah sebesar Rp 619.120.000 pada tanggal 21 Mei 2026 dan disajikan sebagai bagian dari “Piutang dari pihak
berelasi non-usaha” (Catatan 28i) pada laporan posisi keuangan.
- 38 -
Page 42
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
f. Perusahaan (penyewa) dan PT Royal Oriental (pihak yang menyewakan) menandatangani beberapa perjanjian
sewa kantor di Sinar Mas Land Plaza Tower II, Jl. M.H. Thamrin No. 51, Jakarta. Perjanjian sewa akan jatuh
tempo pada berbagai tanggal, terakhir sampai dengan tanggal 31 Desember 2026. Berdasarkan perjanjian
tersebut, Perusahaan membayar di muka biaya sewa dan pemeliharaan yang terutang dalam cicilan tiga bulanan.
Beban sewa dan pemeliharaan sebesar Rp 30.073.051.495 pada periode yang berakhir 21 Mei 2026 dan disajikan
sebagai bagian dari “Beban usaha” (Catatan 24) dalam laba rugi.
g. Saldo penempatan dana Perusahaan dalam bentuk giro pada PT Bank Sinarmas Tbk secara keseluruhan sebesar
Rp 10.205.578.720 atau sebesar 0,03% dari jumlah aset pada tanggal 21 Mei 2026 (Catatan 4).
h. Utang bank jangka pendek dan jangka panjang tertentu Perusahaan dijamin dengan jaminan perusahaan dari
PURIMAS dan GAR (Catatan 14 dan 17).
i. Perusahaan juga mempunyai transaksi-transaksi lainnya dengan beberapa pihak berelasi. Saldo piutang dan
utang yang timbul dari transaksi ini disajikan sebagai “Piutang lain-lain - Pihak berelasi”, “Piutang dari pihak
berelasi non-usaha”, dan “Utang kepada pihak berelasi non-usaha” pada laporan posisi keuangan, dengan rincian
sebagai berikut:
21 Mei 2026
Aset Lancar
Piutang lain-lain - Pihak berelasi
Rupiah
PT Maskapai Perkebunan Leidong West Indonesia 504.522.222
Aset Tidak Lancar
Piutang dari pihak berelasi non-usaha
Rupiah
PT SOCI MAS 1) 250.000.000.000
PT Maskapai Perkebunan Leidong West Indonesia 2) 130.624.762.007
PT Tapian Nadenggan 62.027.043.286
PT Ivo Mas Tunggal 78.653.284.851
PT Sumber Indahperkasa 61.734.624.993
PT Binasawit Abadipratama 34.114.032.169
PT Sinar Kencana Inti Perkasa 22.029.096.423
PT Kruing Lestari Jaya 20.750.218.806
PT Agrokarya Primalestari 20.452.897.671
PT Kresna Duta Agroindo 19.292.293.449
PT Mitrakarya Agroindo 17.133.368.874
PT Sawit Mas Sejahtera 13.601.827.864
PT Paramitra Internusa Pratama 12.984.600.222
PT Forestalestari Dwikarya 11.773.527.523
PT Agrolestari Sentosa 11.118.521.306
PT Agrolestari Mandiri 11.014.502.549
PT Bumipermai Lestari 10.974.472.635
PT Harapan Rimba Raya 10.663.631.765
PT Sinarmas Bio Energy 9.833.497.854
PT Kencana Graha Permai 9.398.442.861
PT Buana Wiralestari Mas 9.192.298.511
PT Buana Artha Sejahtera 9.114.477.079
PT Bumi Sawit Permai 9.100.484.604
PT Satya Kisma Usaha 8.071.504.540
PT Sawitakarya Manunggul 7.548.597.329
PT Bumipalma Lestaripersada 7.154.421.563
PT Djuandasawit Lestari 7.011.469.431
PT Bahana Karya Semesta 6.634.453.996
PT Persada Graha Mandiri 6.469.462.629
- 39 -
Page 43
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
21 Mei 2026
Aset Tidak Lancar
Piutang dari pihak berelasi non-usaha
Rupiah
PT Ramajaya Pramukti 5.791.920.198
PT Bangun Nusa Mandiri 5.653.110.719
PT Primatama Kreasimas 5.092.893.173
PT Buana Adhitama 4.992.975.963
PT Prisma Cipta Mandiri 4.582.185.011
PT Aditunggal Mahajaya 4.425.573.792
PT Sinarmas Cakrawala Persada 3.555.894.000
PT Agrolestari Subur Sejahtera 3.519.407.439
PT Rimba Rayatama Jaya 3.304.745.516
PT Cahayanusa Gemilang 3.109.292.314
PT Palmindo Billiton Berjaya 2.984.147.917
PT Kartika Prima Cipta 2.934.765.707
PT Mitranusa Permata 1.353.923.330
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 1 miliar) 5.796.610.607
Dolar Amerika Serikat
Golden Agri International Pte. Ltd. 28.552.057
Jumlah 945.597.814.533
Liabilitas Jangka Panjang
Utang kepada pihak berelasi non-usaha
Rupiah
PT Ivo Mas Tunggal 10.051.261.445
PT Tapian Nadenggan 10.641.948.321
PT Sinarmas Bio Energy 6.216.045.719
PT Binasawit Abadipratama 5.966.505.888
PT Sinarmas Sentra Cipta 1.689.466.500
PT Kresna Duta Agroindo 1.444.294.790
PT Bhakti Manunggal Karya 1.150.955.117
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 1 milliar) 3.817.433.472
Jumlah 40.977.911.252
1) Pada tanggal 17 Desember 2025, Perusahaan memberikan pinjaman kepada SOCI, dengan fasilitas
maksimum sebesar Rp 1.000.000.000.000. Pinjaman ini dikenakan bunga sesuai tingkat suku bunga pasar
dengan periode pinjaman dari 17 Desember 2025 sampai dengan 30 Juni 2027. Pada tanggal 21 Mei 2026,
saldo piutang pinjaman ini adalah sebesar Rp 250.000.000.000.
2) Pada tanggal 30 Juli 2025, Perusahaan memberikan pinjaman kepada LEIDONG, dengan fasilitas maksimum
sebesar Rp 500.000.000.000. Pinjaman ini dikenakan bunga sesuai tingkat suku bunga pasar dengan periode
pinjaman dari 30 Juli 2025 sampai dengan 31 Desember 2030. Pada tanggal 21 Mei 2026, saldo piutang
pinjaman ini adalah sebesar Rp 125.800.000.000.
j. Perusahaan menggunakan jasa dan produk telekomunikasi dan teknologi dari PT XLSMART Telecom Sejahtera
Tbk. Beban yang timbul dari transaksi ini adalah sebesar Rp 14.766.181.435 pada periode yang berakhir 21 Mei
2026, yang disajikan sebagai bagian dari “Beban pokok penjualan” (Catatan 23) dan “Beban usaha” (Catatan 24)
dalam laba rugi.
- 40 -
Page 44
PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk (Entitas Induk)
Catatan atas Laporan Keuangan (Sesaat Sebelum Penggabungan Usaha)
Untuk Periode yang Berakhir 21 Mei 2026
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
k. Perusahaan menandatangani perjanjian jasa IT dengan Integrated Advance IT Services Sdn. Bhd., meliputi
pengelolaan data center, penyediaan program SAP dan program IT lainnya, pengelolaan jaringan, serta jasa IT
lainnya. Beban yang timbul dari perjanjian ini sebesar Rp 9.469.976.177 disajikan sebagai “Beban jasa
profesional” pada “Beban umum dan administrasi” (Catatan 24) dalam laba rugi. Perusahaan juga menggunakan
jasa IT dari Vulcan Al Pte. Ltd. Pada tanggal 21 Mei 2026, saldo sebesar Rp 19.247.697.509 disajikan sebagai
bagian “Aset takberwujud” (Catatan 12) dalam laporan posisi keuangan.
l. Pada tanggal 19 Desember 2017, Perusahaan menandatangani perjanjian jasa administrasi dan jasa informasi
teknologi dengan SSC, meliputi jasa administrasi pembayaran tagihan, penagihan, pembukuan, perpajakan, dan
jasa informasi teknologi. Beban jasa profesional sebesar Rp 122.672.590.000 atau 5,32% dari beban usaha pada
periode yang berakhir 21 Mei 2026 disajikan sebagai bagian dari “Beban umum dan administrasi” (Catatan 24)
dalam laba rugi.
m. Berdasarkan Akta Jual Beli Aset No. 25 tanggal 30 April 2026, dibuat oleh Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H,
notaris di Jakarta, Perusahaan telah menjual Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Ujung Tanjung kepada IMT dengan
nilai transaksi sebesar Rp 35.418.800.000.
Berdasarkan Akta Jual Beli Aset No. 26 tanggal 30 April 2026 oleh Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H, notaris di
Jakarta, Perusahaan telah menjual Pabrik Pengolahan Inti Sawit Libo kepada IMT dengan nilai transaksi sebesar
Rp 3.603.020.000.
29. Rekonsiliasi Liabilitas yang Timbul dari Aktivitas Pendanaan
Perubahan non-kas
Pergerakan
1 Januari 2026 Arus kas *) valuta asing Perubahan lainnya 21 Mei 2026
Utang bank jangka pendek 4.078.249.920.572 (571.384.212.757) 99.812.592.185 (532.998.047) 3.606.145.301.953
Utang obligasi 2.650.654.041.782 448.760.000.000 - 1.293.629.943 3.100.707.671.725
Sukuk ijarah 497.757.616.667 525.360.000.000 - 365.722.221 1.023.483.338.888
Utang bank jangka panjang 8.343.595.230.858 301.458.241.228 408.540.000.000 3.501.905.396 9.057.095.377.482
Jumlah liabilitas dari aktivitas
pendanaan 15.570.256.809.879 704.194.028.471 508.352.592.185 4.628.259.513 16.787.431.690.048
*) Arus kas dari utang bank jangka pendek, utang obligasi, sukuk ijarah, dan utang bank jangka panjang merupakan jumlah bersih dari penerimaan dan pembayaran pinjaman
pada laporan arus kas
*******
- 41 -
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.