Back to announcement
20260929_IDEA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32161909_lamp1.pdf
Other Text extracted IDEASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 10
Page 1
Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa Efek Indonesia
Nomor Surat S-12451/BEI. PP3/09-2026 tanggal 25 September 2026
PT Idea Akademi Indonesia Tbk
Bagian B
1. Kondisi operasional terkini Perseroan dan masing-masing entitas anak.
Tanggapan:
Kondisi kegiatan usaha dan operasional Perseroan beserta seluruh entitas anak berjalan dengan
normal, tidak terdapat kendala operasional yang bersifat material,
2. Perseroan agar menyampaikan informasi okupansi kamar hotel Perseroan dan program akademi
yang dijalankan Perseroan.
Tanggapan:
Rata-rata okupansi kamar hotel Perseroan selama tahun 2026 adalah sebesar 71,1%. Sedangkan
total okupansi dari program akademi Perseroan pada tahun 2026 untuk seluruh cabang adalah
sebanyak 425 peserta.
3. Kontribusi masing-masing entitas anak terhadap pendapatan konsolidasian Perseroan.
Tanggapan:
Sesuai laporan keuangan Perseroan pada 30 Juni 2026, berikut ini rincian dan kontribusi masing-
masing entitas terhadap pendapatan konsolidasian Perseroan :
Entitas Pendapatan Kontribusi
PT Idea Indonesia Akademi Tbk (Holding) Rp 6.527.736.228 63,8%
PT Aidia Indonesia Propertindo (Entitas Anak) Rp 3.710.841.432 36,2%
PT Idea Skill Academy (Entitas Anak) Rp 0 0%
4. Fokus strategi usaha yang saat ini sedang dilakukan Perseroan.
Tanggapan:
Fokus strategi usaha yang saat ini sedang dilakukan Perseroan yaitu :
- Menjalankan kegiatan usaha utama Perseroan, yaitu kegiatan belajar-mengajar, pelatihan
vokasi, dan program penyaluran kerja di bidang perhotelan, kapal pesiar, dan tata boga berjalan
secara aktif sesuai jadwal akademik yang berlaku;
- Ekspansi Cabang Berbasis Model Asset-Light Strategy, dimana Perseroan terus melanjutkan
pengembangan jaringan kantor cabang dan pusat pelatihan terpadu melalui kerja sama strategis
(hybrid concept) dengan mitra hotel berbintang 3 dan 4. Strategi asset-light ini memungkinkan
Perseroan untuk berekspansi secara efisien tanpa memerlukan alokasi belanja modal (capital
expenditure) yang besar untuk pembelian aset properti;
- Peningkatan Kemitraan Penyaluran Kerja (B2B / Placement Rate), dimana fokus Perseroan
adalah meningkatkan penyerapan lulusan melalui perluasan kolaborasi dengan jaringan hotel
nasional, restoran, hingga operator kapal pesiar luar negeri. Hal ini memperkuat nilai jual program
pelatihan vokasi yang bergaransi penyaluran kerja;
- Efisiensi Operasional dan Pengendalian Biaya, dimana Perseroan menerapkan disiplin
pengelolaan arus kas (cash flow management) serta efisiensi beban operasional di seluruh unit
usaha untuk menjaga margin profitabilitas yang sehat; dan
- Optimalisasi kontribusi pendapatan dari bisnis Hotel yang dijalankan oleh anak usaha PT Aidia
Indonesia Propertindo dengan mengoptimalkan pendapatan dari segmen hospitality
management dan fasilitas pendukung (kamar, F&B, serta ruang pertemuan/event)
5. Strategi pengembangan ke depan yang akan dilakukan Perseroan.
Tanggapan:
Strategi pengembangan usaha Perseroan ke depan akan tetap fokus di core competency yang
dimiliki oleh Perseroan, di antaranya:
- Pendirian Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Khusus Pasar Jepang, dimana Perseroan akan
mengembangkan unit pelatihan khusus program ke Jepang (LPK Jepang) yang mencakup
pelatihan bahasa, budaya, serta standar teknis hospitality sesuai kualifikasi industri di Jepang.
www.idx.co.id
Page 2
Langkah ini ditujukan untuk memenuhi tingginya permintaan tenaga kerja terampil di sektor
hospitality dan jasa di Jepang yang bekerjasama dengan LKP yang memiliki spesialisasi
tersebut;
- Kemitraan Strategis dengan P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia), dimana
Perseroan menjalin kerja sama strategis dengan P3MI terpercaya untuk memperluas jaringan
dan koneksi penempatan alumni maupun tenaga kerja terampil di pasar luar negeri secara aman,
legal, dan masif;
- Sinergi dan Dukungan kepada Program Pemerintah melalui BP2MI, dimana Perseroan aktif
berkolaborasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dalam rangka
mendukung program pemerintah untuk menyiapkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang
kompeten, bersertifikat, dan prosedural. Sinergi ini memastikan seluruh proses penempatan
kerja luar negeri oleh Perseroan berjalan sesuai dengan regulasi dan mendapatkan perlindungan
yang optimal; dan
- Pengembangan Unit Usaha Headhunter / Recruitment Agency Sektor Hospitality, dimana
Perseroan mengembangkan layanan headhunting / rekrutmen profesional yang memfokuskan
diri pada penyerapan dan pemenuhan kebutuhan SDM di industri perhotelan, restoran, dan
hospitality skala internasional. Bisnis ini akan memberikan nilai tambah (monetization) langsung
dari supply chain alumni dan jaringan mitra global Perseroan.
6. Rencana Perseroan untuk mengembangkan kegiatan usaha baru (jika ada).
Tanggapan:
Perseroan belum memiliki rencana untuk mengembangkan kegiatan usaha baru selain dari yang
dijelaskan pada poin 5 di atas.
7. Kondisi industri perhotelan dan akademi terkini dan dampaknya terhadap kinerja Perseroan.
Tanggapan:
Kondisi Industri Perhotelan Terkini
1. Industri perhotelan domestik terus beradaptasi pasca efisiensi anggaran kegiatan di sektor
tertentu. Pertumbuhan okupansi kini ditopang kuat oleh sektor pariwisata domestik, event
kebudayaan/MICE, serta peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dan lokal pada destinasi-
destinasi unggulan, dan perjalanan bisnis
2. Terjadi pergeseran pada industri perhotelan di mana pengelola hotel lebih memprioritaskan
tenaga kerja terampil (skilled labor) yang siap kerja (work-ready) tanpa memerlukan proses
pelatihan internal yang panjang untuk menekan biaya operasional.
Kondisi Industri Pelatihan Hospitality & Tenaga Kerja Luar Negeri Terkini
1. Permintaan Tenaga Kerja Hospitality Dalam Negeri masih stabil, selain itu saat ini Permintaan
Tenaga Kerja Hospitality Luar Negeri cukup tinggi. Terjadi lonjakan kebutuhan tenaga kerja
hospitality, restoran, dan layanan jasa di pasar internasional, khususnya di Jepang (melalui
program Specified Skilled Worker) serta operator kapal pesiar global. Negara-negara tersebut
menghadapi keterbatasan populasi usia produktif (aging population).
2. Dukungan Pemerintah terhadap Vokasi Global: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian
Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan BP2MI terus memperluas program pemagangan dan
penyaluran tenaga kerja vokasi legal terampil ke luar negeri.
Dampak Terhadap PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA)
1. Dampak Positif pada Sisi Permintaan Pelatihan (Demand Drive): Tingginya permintaan tenaga
kerja siap pakai di industri perhotelan dalam negeri serta terbukanya peluang penempatan kerja
luar negeri (seperti Jepang dan kapal pesiar) menjadi pendorong utama pertumbuhan calon
siswa baru bagi Perseroan.
2. Dukungan untuk Strategi Diversifikasi & Ekspansi Perseroan: Dinamika industri ini berdampak
positif dan sejalan dengan arah strategi Perseroan, yaitu:
- Penyaluran tenaga kerja ke luar negeri: Memungkinkan Perseroan tidak hanya
mengandalkan penyerapan pasar lokal, tetapi juga mencetak pendapatan dari program
pelatihan dan penempatan tenaga kerja internasional ber-value tinggi.
- Penerapan Asset-Light Strategy: Kerja sama operasional dengan mitra hotel berbintang
sebagai pusat pelatihan terpadu membuat Perseroan tetap fleksibel dan efisien dalam
merespons dinamika bisnis perhotelan tanpa membebani biaya modal (capex).
www.idx.co.id
Page 3
8. Dampak kondisi geopolitik terhadap kinerja dan operasional Perseroan.
Tanggapan:
Kondisi geopolitik global secara umum memberikan dampak tidak langsung (indirect impact)
terhadap industri pariwisata, perhotelan, dan penempatan tenaga kerja internasional. Namun
demikian, hingga saat ini tidak terdapat dampak negatif yang bersifat material terhadap
keberlangsungan kegiatan operasional maupun kinerja keuangan Perseroan.
9. Sehubungan dengan laporan laba rugi Perseroan untuk periode 30 Juni 2026 dibandingkan periode
30 Juli 2025, Perseroan agar menjelaskan mengenai:
a. Latar belakang dan penyebab pendapatan dari program siswa untuk periode 30 Juni 2026
mengalami penurunan dibandingkan periode 30 Juni 2025.
Tanggapan:
Penurunan pendapatan dari program siswa untuk periode 30 Juni 2026 dibandingkan periode 30
Juni 2025 karena adanya penurunan jumlah peserta pelatihan. Penurunan ini diantaranya
disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:
- Adanya peserta yang mengundurkan diri karena diterima kuliah di universitas;
- Terdapatnya masalah pelunasan pembayaran;
- Tidak optimalnya jadwal presentasi seperti tahun sebelumnya dikarenakan terjadinya
pergantian kalender akademik sekolah menengah seperti kepadatan persiapan TKA dan
ujian TKA di bulan high season recruitment (September - November) yang tahun
sebelumnya tidak ada, masa ujian yang dilaksanakan lebih cepat, sehingga siswa/i kelas
dua belas sudah tidak aktif kembali di sekolah sampai akhir kelulusan.
Hal ini kemudian dimitigasi dengan melakukan online presentation dan berkolaborasi dengan
stakeholder sekolah partner, namun peserta yang hadir juga belum maksimal karena kegiatan
yang sudah tidak terorganisir di sekolah masing-masing.
b. Informasi jumlah peserta program dan jumlah program akademi yang dijalankan Perseroan
untuk periode 30 Juni 2026 dan periode 30 Juni 2025.
Tanggapan:
Total jumlah peserta program untuk periode 30 Juni 2026 dari seluruh cabang adalah sebesar
425 peserta, sedangkan untuk periode 30 Juni 2025 dari seluruh cabang adalah sebesar 517
peserta.
Jumlah program akademi yang diselenggarakan oleh Perseroan adalah 2 program, yakni
Program Executive dan Program Reguler.
c. Latar belakang dan penyebab beban perlengkapan untuk periode 30 Juni 2026 mengalami
penurunan signifikan dibandingkan periode 30 Juni 2025.
Tanggapan:
Hal yang menjadi latar belakang penyebab beban perlengkapan mengalami penurunan
daripada tahun sebelumnya adalah dikarenakan jumlah peserta menurun dibanding tahun
sebelumnya dan adanya pengurangan fasilitas perlengkapan yang diberikan kepada peserta
pelatihan.
d. Latar belakang dan penyebab beban gaji dan tunjangan untuk periode 30 Juni 2026 mengalami
kenaikan signifikan dibandingkan periode 30 Juni 2025.
Tanggapan:
Kenaikan beban gaji dan tunjangan Perseroan per 30 Juni 2026 dibandingkan dengan periode
30 Juni 2025 disebabkan oleh langkah strategis Perseroan dalam melakukan penguatan
struktur organisasi untuk menunjang kelancaran operasional dan ekspansi usaha guna
mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan.
e. Latar belakang dan penyebab beban pokok segmen lembaga pendidikan untuk periode 30 Juni
2026 mengalami penurunan dibandingkan periode 30 Juni 2025 sedangkan beban pokok
segmen hotel untuk periode 30 Juni 2026 mengalami kenaikan dibandingkan periode 30 Juni
2025.
www.idx.co.id
Page 4
Tanggapan:
Latar belakang dan penyebab beban pokok segmen lembaga pendidikan untuk periode 30 Juni
2026 mengalami penurunan dibandingkan periode 30 Juni 2025 sedangkan beban pokok
segmen hotel mengalami kenaikan adalah sebagai berikut:
1. Penyebab penurunan beban pokok segmen lembaga pendidikan, disebabkan adanya
penurunan jumlah peserta pelatihan dan efisiensi dari aktivitas operasional
penyelenggaraan program pelatihan.
2. Penyebab kenaikan beban pokok segmen hotel disebabkan adanya kenaikan harga bahan
baku dan biaya operasional, peningkatan biaya pemeliharaan dalam rangka menjaga
standar layanan fasilitas hotel.
10. Dalam laporan laba rugi, Perseroan tidak mengakui beban/manfaat pajak penghasilan untuk periode
30 Juni 2025 dan 2026 sedangkan berdasarkan PSAK 234 paragraf 28 mensyaratkan penerapan
kebijakan akuntansi yang sama pada laporan keuangan interim sebagaimana yang diterapkan
dalam laporan keuangan tahunan. Dalam hal Perseroan menerapkan ketentuan tersebut,
Perseroan mengakui beban/manfaat pajak penghasilan untuk satu periode interim berdasarkan
estimasi terbaik dari rata-rata tertimbang tarif pajak tahunan yang diperkirakan untuk tahun buku
penuh. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan agar menjelaskan mengenai:
a. Latar belakang Perseroan tidak mengakui beban/manfaat pajak penghasilan pada laporan laba
rugi periode 30 Juni 2025 dan 2026.
Tanggapan:
Perseroan mempertimbangkan untuk melakukan perhitungan dan pengakuan beban/manfaat
penghasilan pada akhir tahun buku (full year) di mana Perseroan melakukan rekonsiliasi fiskal
menyeluruh serta perhitungan tarif pajak pada akhir tahun buku. Perseroan menerapkan prinsip
kehati-hatian (prudence) dalam penyusunan Laporan Keuangan Interim, Perseroan belum
mengakui Manfaat Pajak Tangguhan (Deferred Tax Benefit) pada periode berjalan sampai
terdapat kepastian realisasi laba fiskal yang dapat memulihkan aset pajak tangguhan tersebut.
Untuk kedepannya, Perseroan akan melakukan penyesuaian perhitungan dan pengakuan
beban/manfaat pajak penghasilan pada Laporan Laba Rugi sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
b. Latar belakang Perseroan mengakui beban pajak penghasilan pada periode tahun buku penuh
tetapi tidak mengakui beban pajak penghasilan pada periode interim. Perseroan diharapkan
untuk menyertakan pendapat/pertimbangan akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan
tahunan Perseroan, dan
Tanggapan:
Pada periode interim, Manajemen menerapkan prinsip kehati-hatian (prudence) dan
mempertimbangkan untuk melakukan perhitungan rekonsiliasi fiskal secara final dan
komprehensif atas seluruh pendapatan, beban, serta koreksi fiskal positif/negatif yang
terealisasi sepanjang 12 bulan pada akhir tahun buku penuh (31 Desember). Selanjutnya,
Perseroan akan melakukan perhitungan dan penyesuaian beban pajak penghasilan secara
definitif (baik pajak kini maupun pajak tangguhan) secara periodik sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
c. Penjabaran rinci atas akuntansi untuk beban/manfaat pajak penghasilan untuk keperluan
pelaporan keuangan. Perseroan diminta untuk menjelaskan dalam penjabaran tersebut
bagaimana Perseroan mencapai kesimpulan bahwa beban/manfaat pajak penghasilan tidak
diakui selama periode interim.
Tanggapan:
Pada tahun buku 31 Desember 2025, Perseroan melakukan perhitungan menyeluruh atas
beban pajak penghasilan yang mencakup:
1. Pajak Kini (Current Tax): Perseroan melakukan koreksi fiskal (beda temporer dan beda
permanen) atas laba sebelum pajak sehingga diperoleh Laba Kena Pajak dan dihitung
Taksiran Beban Pajak Kini sebesar Rp697.948.790 untuk entitas induk dan Rp50.955.850
untuk entitas anak.
2. Pajak Tangguhan (Deferred Tax): Perseroan memperhitungkan dampak beda temporer,
seperti Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha dan Imbalan Pasca Kerja, yang
menghasilkan Aset Pajak Tangguhan Bersih sebesar Rp175.104.470.
www.idx.co.id
Page 5
Perseroan tidak mengakui/menghitung estimasi beban/manfaat pajak penghasilan pada
laporan keuangan interim per 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 berdasarkan pertimbangan
akuntansi, yakni:
Pertimbangan Materialitas Transaksi Penyesuaian:
Komponen utama beda temporer yang terbentuk pada periode pertengahan tahun (interim)
sebagian besar didominasi oleh penyesuaian kewajiban imbalan pasca kerja dan pencatatan
cadangan piutang. Pada periode interim 6 bulanan, nilai penyesuaian/perubahan dari akun-
akun tersebut dinilai tidak signifikan (tidak material) terhadap Laporan Laba Rugi secara
keseluruhan.
Perseroan menyadari ketentuan PSAK 234 Paragraf 28 mengenai penerapan estimasi rata-
rata tertimbang tarif pajak tahunan untuk periode interim. Kedepannya, pada periode pelaporan
interim selanjutnya, Perseroan berkomitmen untuk menerapkan estimasi pajak penghasilan
(pajak kini dan pajak tangguhan) secara konsisten sesuai dengan standar yang berlaku.
11. Sehubungan dengan laporan arus kas Perseroan untuk periode 30 Juni 2026 dibandingkan periode
30 Juli 2025, Perseroan agar menjelaskan mengenai Latar belakang dan penyebab penerimaan
kas dari pelanggan untuk periode 30 Juni 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode 30
Juni 2025.
Tanggapan:
Faktor utama yang menyebabkan penurunan penerimaan kas dari pelanggan per 30 Juni 2026
adalah terjadinya penurunan pendapatan dari aktivitas usaha Perseroan, baik yang dijalankan oleh
Perseroan maupun yang dijalankan anak usaha Perseroan. Perseroan memproyeksikan arus
masuk kas dari pelanggan akan mengalami pemulihan pada laporan arus kas periode berikutnya.
12. Sehubungan dengan rencana pengambilalihan saham Perseroan oleh PT Nawasena Nugra
Investama, Perseroan agar menjelaskan mengenai:
a. Dampak rencana pengambilalihan tersebut terhadap kinerja keuangan Perseroan dan entitas
anak.
Tanggapan:
Rencana pengambilalihan saham Perseroan oleh PT Nawasena Nugra Investama tidak
memberikan dampak terhadap kinerja keuangan Perseroan dan entitas anak. Hal tersebut
dikarenakan rencana pengambilalihan pada dasarnya merupakan perubahan kepemilikan
saham dan pengendalian atas Perseroan dan tidak secara langsung mengubah kegiatan
operasional maupun kondisi keuangan Perseroan dan entitas anak.
b. Dampak rencana pengambilalihan tersebut terhadap operasional Perseroan dan entitas anak.
Tanggapan:
Rencana pengambilalihan saham Perseroan oleh PT Nawasena Nugra Investama tidak
memberikan dampak terhadap operasional Perseroan dan entitas anak. Hal tersebut
dikarenakan rencana pengambilalihan pada dasarnya merupakan perubahan kepemilikan
saham dan pengendalian atas Perseroan dan tidak secara langsung mengubah kegiatan
operasional maupun kondisi keuangan Perseroan dan entitas anak.
c. Dampak rencana pengambilalihan tersebut terhadap sumber daya manusia atau karyawan
Perseroan dan Entitas Anak.
Tanggapan:
Rencana pengambilalihan saham Perseroan oleh PT Nawasena Nugra Investama tidak
memberikan dampak terhadap sumber daya manusia atau karyawan dari Perseroan dan
entitas anak. Hal tersebut dikarenakan rencana pengambilalihan pada dasarnya merupakan
perubahan kepemilikan saham dan pengendalian atas Perseroan dan tidak secara langsung
mengubah kegiatan operasional maupun kondisi keuangan Perseroan dan entitas anak.
d. Rencana strategis Perseroan setelah adanya rencana pengambilalihan tersebut.
Tanggapan:
Rencana strategis Perseroan setelah dilaksanakannya pengambilalihan adalah melakukan
transformasi dan pengembangan kegiatan usaha Perseroan sejalan dengan arah dan strategi
www.idx.co.id
Page 6
Pengendali Baru. Transformasi tersebut antara lain akan dilakukan melalui rencana masuknya
perusahaan yang dimiliki oleh Pemilik Manfaat Akhir PT Nawasena Nugra Investama ke dalam
Perseroan melalui mekanisme inbreng, sehingga Perseroan dapat menjalankan dan
mengembangkan kegiatan usaha baru yang berasal dari perusahaan tersebut.
Selain itu, Perseroan akan melakukan pengembangan kegiatan usaha dengan memanfaatkan
sumber daya, kompetensi, jaringan, dan potensi sinergi dengan perusahaan dalam grup
Pengendali Baru. Perseroan juga akan melakukan penyesuaian struktur manajemen dan
operasional sesuai dengan kebutuhan pengembangan kegiatan usaha setelah perubahan
Pengendali.
Melalui rencana tersebut, Perseroan diharapkan dapat memperluas cakupan kegiatan usaha,
meningkatkan skala usaha, serta meningkatkan prospek bisnis dan nilai tambah Perseroan
dalam jangka panjang.
13. Rencana Perseroan untuk melakukan perubahan alamat kantor.
Tanggapan:
Sampai dengan tanggal jawaban ini disampaikan, tidak terdapat rencana Perseroan untuk
melakukan perubahan alamat kantor.
14. Pihak yang memberikan jasa penasihat keuangan (financial advisory) dalam pelaksanaan
pengambilalihan Perseroan (jika ada).
Tanggapan:
Tidak terdapat pihak yang memberikan jasa penasihat keuangan (financial advisory) dalam
pelaksanaan pengambilalihan Perseroan.
15. Profesi penunjang lain yang membantu proses pengambilalihan Perseroan.
Tanggapan:
Profesi penunjang yang membantu proses rencana pengambilalihan Perseroan adalah PT RHB
Sekuritas Indonesia dan TnP Law Firm.
16. Sehubugan dengan rencana transaksi penjualan saham Perseroan oleh Eko Desriyanto dan PT
Idea Asia Investama yang akan dibeli oleh PT Nawasena Nugra Investama, Perseroan agar
menjelaskan mengenai:
a. Latar belakang dan alasan Eko Desriyanto dan PT Idea Asia Investama melakukan penjualan
atas kepemilikan saham Perseroan.
Tanggapan:
Latar belakang dan alasan Eko Desriyanto dan PT Idea Asia Investama melakukan penjualan
atas kepemilikan saham Perseroan adalah untuk tujuan Divestasi atas penyertaan saham
dalam Perseroan, dengan memperhatikan imbal hasil dari investasi masing-masing pemegang
saham ke dalam Perseroan.
Lebih lanjut, para pemegang saham juga mempertimbangkan bahwa dengan masuknya PT
Nawasena Nugra Investama dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan
kegiatan usaha Perseroan di masa yang akan datang dengan masuknya kegiatan usaha baru
yang berasal dari perusahaan yang dimiliki oleh Pemilik Manfaat Akhir PT Nawasena Nugra
Investama. Rencana tersebut antara lain akan dilakukan melalui mekanisme inbreng
perusahaan tersebut ke dalam Perseroan, yang selanjutnya akan dikembangkan sebagai
bagian dari kegiatan usaha Perseroan.
b. Hubungan afiliasi antara PT Nawasena Nugra Investama dengan Eko Desriyanto dan PT Idea
Asia Investama
Tanggapan:
Tidak terdapat hubungan afiliasi antara Pemegang saham maupun Direksi dan Dewan
Komisaris dari PT Nawasena Nugra Investama dengan Eko Desriyanto dan Pemegang saham
maupun Direksi dan Dewan Komisaris dari PT Idea Asia Investama.
www.idx.co.id
Page 7
17. Informasi tabel perbandingan struktur pemegang saham beserta pengendali Perseroan sebelum
dan setelah terjadinya pengambilalihan dilengkapi dengan susunan pemegang saham (beserta
detail jumlah saham dan persentasenya) setelah adanya pengambilalihan tersebut.
Tanggapan:
Informasi tabel perbandingan struktur pemegang saham beserta pengendali Perseroan sebelum
dan setelah terjadinya pengambilalihan dilengkapi dengan susunan pemegang saham beserta
detail jumlah saham dan persentasenya setelah adanya pengambilalihan sebagai berikut:
Sebelum Pengambilalihan Setelah Pengambilalihan
Jumlah Nilai Jumlah Nilai
Keterangan Jumlah Jumlah
Nominal Rp40 % Nominal Rp40 %
Saham Saham
per saham (Rp) per saham (Rp)
Modal Dasar 3.399.800.000 135.992.000.000 3.399.800.000 135.992.000.000
Modal Ditempatkan dan
Disetor Penuh
Eko Desriyanto 402.818.600 16.112.774.000 37,92 - - -
PT Idea Asia Investama 304.504.100 12.180.164.000 28,66 - - -
Masyarakat 355.114.800 14.204.592.000 33,42 355.114.800 14.204.592.000 33,42
PT Nawasena Nugra - - - 707.322.700 28.292.908.000 66,58
Investama
Total Modal Ditempatkan 1.062.437.500 42.497.500.000 100,00 1.062.437.500 42.497.500.000 100,00
dan Disetor Penuh
Jumlah Saham dalam 2.337.362.500 93.494.500.000 2.337.362.500 93.494.500.000
Portepel
18. Kelanjutan atas program, strategi dan pengembangan bisnis yang sudah diinisiasi pengendali dan
para pemegang saham pendiri setelah adanya pengambilalihan oleh PT Nawasena Nugra
Investama.
Tanggapan:
Perseroan mengonfirmasi terkait dengan kelanjutan program, strategi dan pengembangan bisnis
yang sudah diinisiasi pengendali dan para pemegang saham pendiri setelah adanya
pengambilalihan oleh PT Nawasena Nugra Investama, saat ini masih dalam proses diskusi di mana
keputusannya akan disepakati oleh pihak penjual dan pembeli dan akan dituangkan dalam
perjanjian definitif sehubungan dengan pengambilalihan.
19. Sehubungan dengan rencana strategis setelah adanya rennca pengambilalihan saham Perseroan
oleh PT Nawasena Nugra Investama, Perseroan agar menjelaskan mengenai:
a. Ada tidaknya rencana untuk melakukan perubahan bidang usaha atau perubahan kebijakan
dividen pada Perseroan.
Tanggapan:
Sampai dengan tanggal tanggapan ini disampaikan, tidak terdapat rencana untuk melakukan
perubahan bidang usaha atau perubahan kebijakan dividen pada Perseroan.
b. Ada tidaknya rencana penghapusan pencatatan (delisting) saham Perseroan dari Bursa atau
rencana untuk melakukan perubahan status Perseroan dari Perusahaan Terbuka menjadi
Perusahaan Tertutup.
Tanggapan:
Tidak terdapat rencana penghapusan pencatatan (delisting) saham Perseroan dari Bursa atau
rencana untuk melakukan perubahan status Perseroan dari Perusahaan Terbuka menjadi
Perusahaan Tertutup setelah rencana pengambilalihan saham Perseroan oleh PT Nawasena
Nugra Investama.
c. Rencana pengembangan bisnis yang akan dilakukan oleh PT Nawasena Nugra Investama atas
kegiatan usaha Perseroan dan entitas anak.
Tanggapan:
Rencana pengembangan bisnis yang akan dilakukan oleh PT Nawasena Nugra Investama
adalah melakukan inbreng atas perusahaan yang dimiliki oleh Pemilik Manfaat Akhir dari PT
Nawasena Nugra Investama ke dalam Perseroan, serta mengembangkan kegiatan usaha
perusahaan tersebut setelah proses inbreng dilaksanakan dan perusahaan tersebut menjadi
bagian dari Perseroan.
www.idx.co.id
Page 8
20. Sehubungan dengan informasi mengenai profil PT Nawasena Nugra Investama selaku calon
pengendali baru Perseroan, Perseroan agar menjelaskan mengenai:
a. Profil singkat PT Nawasena Nugra Investama
Tanggapan:
PT Nawasena Nugra Investama (NNI) merupakan Perseroan Terbatas yang didirikan pada
tahun 2025, berkedudukan di Jakarta Selatan dan bergerak di bidang aktivitas perusahaan
holding dan aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Pemilik manfaat akhir dari NNI adalah
Yukki Nugrahawan Hanafi.
b. Susunan manajemen PT Nawasena Nugra Investama.
Tanggapan:
Sampai dengan tanggal jawaban ini disampaikan, susunan manajemen PT Nawasena Nugra
Investama adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur Utama : Mochamad Riandri Prasetya
Direktur : Aristyo Wibowo Kamil
Dewan Komisaris
Komisaris : Yukki Nugrahawan Hanafi
c. Produk utama yang menjadi penyumbang kontribusi utama pendapatan dari PT Nawasena
Nugra Investama
Tanggapan:
Sampai dengan tanggal jawaban ini disampaikan, PT Nawasena Nugra Investama (“NNI”)
belum beroperasi dan belum menjalankan kegiatan usaha secara aktif. Sehubungan dengan
hal tersebut, NNI belum memiliki pendapatan usaha.
d. Informasi mengenai entitas anak dari PT Nawasena Nugra Investama.
Tanggapan:
Sampai dengan tanggal jawaban ini disampaikan, tidak terdapat entitas anak dari PT
Nawasena Nugra Investama. Namun demikian, ke depannya NNI berencana untuk memiliki
dan/atau mendirikan entitas anak dalam rangka mendukung pengembangan usaha NNI.
e. Informasi mengenai penempatan pada perusahaan atau instrumen investasi lainnya yang telah
dilakukan oleh PT Nawasena Nugra Investama.
Tanggapan:
PT Nawasena Nugra Investama memiliki penempatan investasi pada perusahaan terbuka yang
tercatat di Bursa Efek Indonesia sebagai pemegang saham publik.
f. Pendapatan yang saat ini telah diterima oleh PT Nawasena Nugra Investama
Tanggapan:
Sampai dengan tanggal jawaban ini disampaikan, PT Nawasena Nugra Investama (“NNI”)
belum beroperasi dan belum menjalankan kegiatan usaha secara aktif. Sehubungan dengan
hal tersebut, NNI belum memiliki pendapatan usaha.
g. Struktur permodalan beserta daftar pemegang saham PT Nawasena Nugra Investama.
Tanggapan:
Sampai dengan tanggal jawaban ini disampaikan, struktur permodalan beserta daftar
pemegang saham PT Nawasena Nugra Investama adalah sebagai berikut:
www.idx.co.id
Page 9
Jumlah Jumlah Nilai Nominal
Keterangan %
Saham Rp1.000.000 per saham (Rp)
Modal Dasar 10.000 10.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Yukki Nugrahawan Hanafi 255 255.000.000 5,00
Tashya Ayu Sasikirana 255 255.000.000 5,00
Mochamad Riandri Prasetya 1.530 1.530.000.000 30,00
Aristyo Wibowo Kamil 255 255.000.000 5,00
Mochamad Randi Wibawa 255 255.000.000 5,00
PT Nawasena Nugra Jaya 2.550 2.550.000.000 50,00
Total Modal Ditempatkan dan Disetor 5.100 5.100.000.000
Penuh
Jumlah Saham dalam Portepel 4.900 4.900.000.000
h. Informasi pemilik manfaat dari PT Nawasena Nugra Investama.
Tanggapan:
Pemilik manfaat akhir dari PT Nawasena Nugra Investama adalah Yukki Nugrahawan Hanafi.
i. Rangkap jabatan oleh pemilik manfaat akhir dari PT Nawasena Nugra Investama pada
entitas/organisasi/perusahaan lain.
Tanggapan:
Yukki Nugrahawan Hanafi selaku komisaris dari PT Nawasena Nugra Investama menjabat
sebagai Direksi dan/atau Komisaris di beberapa perusahaan tertutup. Selain itu, tidak terdapat
rangkap jabatan dari anggota Direksi dan Dewan Komisaris lainnya dari PT Nawasena Nugra
Investama pada perusahaan lain.
j. Kesiapan PT Nawasena Nugra Investama dalam menjadi pengendali baru Perseroan dari
aspek keuangan, aspek operasional, aspek strategis, dan tata kelola.
Tanggapan:
PT Nawasena Nugra Investama telah mempersiapkan diri untuk menjalankan perannya
sebagai Pengendali Baru Perseroan dengan memperhatikan aspek keuangan, operasional,
strategis, dan tata kelola. NNI akan memastikan tersedianya sumber daya dan dukungan yang
diperlukan untuk mendukung keberlangsungan kegiatan usaha Perseroan saat ini serta
pengembangan Perseroan setelah pelaksanaan Pengambilalihan.
Dari aspek keuangan, NNI akan memastikan tersedianya sumber daya keuangan yang
memadai untuk mendukung pelaksanaan rencana pengembangan usaha Perseroan. Dari
aspek operasional, NNI akan mendukung Perseroan dalam menjaga keberlangsungan dan
kegiatan operasional yang saat ini dijalankan. Dari aspek strategis, NNI telah memiliki rencana
pengembangan usaha yang diharapkan dapat membuka peluang dan memberikan nilai
tambah bagi Perseroan untuk memberikan prospek usaha yang prospektif bagi Perseroan.
Sementara dari aspek tata kelola, NNI akan mendukung penerapan tata kelola perusahaan
yang baik serta memastikan pengelolaan Perseroan dilakukan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
NNI akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan secara bertahap setelah penyelesaian
Pengambilalihan dengan tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan Perseroan serta
kepentingan seluruh pemegang saham Perseroan.
k. Kesiapan PT Nawasena Nugra Investama dalam menyediakan dana untuk melaksanakan
penawaran tender wajib.
Tanggapan:
PT Nawasena Nugra Investama akan memastikan ketersediaan dana yang cukup untuk
melaksanakan Penawaran Tender Wajib sebelum pelaksanaan Pengambilalihan.
l. Hubungan antara PT Nawasena Nugra Investama dengan Perusahaan Tercatat di Bursa (jika
ada).
www.idx.co.id
Page 10
Tanggapan:
Tidak terdapat hubungan antara PT Nawasena Nugra Investama dengan Perusahaan Tercatat
di Bursa.
1. Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan (jika ada).
Tanggapan:
Dalam periode 12 bulan ke depan, aksi korporasi yang direncanakan adalah pelaksanaan
Penawaran Tender Wajib (MTO) yang akan dilakukan oleh calon Pengendali Baru sebagai bagian
dari kewajiban calon pengendali baru setelah proses pengambilalihan Perseroan diselesaikan,
serta Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) yang akan
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi keberlangsungan usaha
Perseroan serta dapat mempengaruhi harga saham Perseroan.
Tanggapan:
Sampai dengan tanggal tanggapan ini disampaikan, tidak terdapat informasi/kejadian penting
lainnya yang bersifat material yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan maupun
yang dapat mempengaruhi harga saham Perseroan.
Apabila di kemudian hari terdapat informasi material, Perseroan akan menyampaikan keterbukaan
informasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
www.idx.co.id
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.