Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 56
Page 1
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM TANGGAL 30 JUNI 2026 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT d1/September 9, 2026 paraf:
Page 2
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Interim 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim 5
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim 6
Page 3
Page 4
Kantor Akuntan Publik
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
Epiwalk Office Suites 7th Floor Unit B 708, Komplek Rasuna Epicentrum
Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940
Tel : +62 21 299 122 72 , +62 21 299 124 73
E-mail : mgnainggolan@kapmgn.co.id , kapmgn@gmail.com
Web : www.kapmgn.co.id
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Nomor: 00097/2.1104/AU.1/05/1292-2/1/IX/2026
Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
PT Leyand International Tbk dan Entitas Anak
Opini
Kami telah mengaudit laporan keuangan konsolidasian PT Leyand International Tbk (“Perusahaan”) dan
Entitas Anak (secara kolektif disebut “Grup”), yang terdiri dari Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian tanggal
30 Juni 2026, serta Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian, Laporan
Perubahan Ekuitas Konsolidasian, dan Laporan Arus Kas Konsolidasian untuk periode yang berakhir pada
tanggal tersebut, serta catatan atas laporan keuangan konsolidasian, termasuk informasi kebijakan akuntansi
material.
Menurut opini kami, laporan keuangan konsolidasian terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal
yang material, posisi keuangan konsolidasian Grup tanggal 30 Juni 2026, serta kinerja keuangan
konsolidasian dan arus kas konsolidasian untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.
Basis Opini
Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung
Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada laporan kami. Kami independen
terhadap Grup sesuai dengan Kode Etik Profesi Akuntan Publik yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia, sebagaimana berlaku untuk audit atas laporan keuangan entitas dengan akuntabilitas publik di
Indonesia. Kami juga telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami
yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi
opini audit kami.
Ketidakpastian Material yang Terkait dengan Kelangsungan Usaha
Kami menarik perhatian pada Catatan 38 atas laporan keuangan konsolidasian terlampir, Grup telah
melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 30 Juni 2026 sebesar Rp 463.905.896.804. Selain itu,
total liabilitas pada tanggal 30 Juni 2026 sebesar Rp 102.119.968.868 telah melampaui total aset. Kondisi
tersebut beserta hal-hal lainnya yang diungkapkan pada Catatan 38 atas laporan keuangan terlampir,
mengindikasi adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas
kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Opini kami tidak dimodifikasi
sehubungan dengan hal tersebut.
Hal Audit Utama
Hal audit utama adalah hal yang menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang paling
signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan konsolidasian periode kini. Hal tersebut disampaikan
dalam konteks audit kami atas laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan, dan dalam merumuskan
opini kami atas laporan keuangan konsolidasian terkait, kami tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal
audit utama tersebut.
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
Registered Public Accountants
License : KMK No. 300/KM.1/2017
Page 5
Hal audit utama yang teridentifikasi dalam audit kami diuraikan sebagai berikut:
1. Kecukupan Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha
Manajemen melakukan evaluasi atas keterpulihan piutang usaha dengan mempertimbangkan antara lain
umur piutang, riwayat pembayaran pelanggan, kondisi keuangan pelanggan, kemampuan pelanggan untuk
memenuhi kewajibannya, serta informasi mengenai penerimaan pembayaran setelah tanggal pelaporan.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, manajemen mengakui penyisihan kerugian penurunan nilai atas
piutang usaha yang diperkirakan tidak dapat tertagih sebesar 54,98% dari total piutang usaha.
Bagaimana audit kami merespons Hal Audit Utama:
• Kami memperoleh dan menguji umur piutang usaha untuk mengidentifikasi saldo piutang yang telah
jatuh tempo dan terindikasi tidak tertagih, termasuk menguji pengendalian relevan atas proses
penagihan piutang dan penilaian risiko kredit pelanggan;
• Kami melakukan konfirmasi saldo piutang kepada pelanggan yang dipilih sebagai sampel;
• Untuk konfirmasi yang tidak memperoleh jawaban, kami melaksanakan prosedur alternatif dengan
memeriksa dokumen pendukung transaksi penerimaan kas setelah tanggal pelaporan;
• Kami mengevaluasi metodologi dan asumsi yang digunakan oleh manajemen dalam menghitung
penyisihan kerugian penurunan nilai piutang dan melakukan perhitungan kembali atas penyisihan
kerugian penurunan nilai piutang usaha; dan
• Kami mengevaluasi kecukupan pengungkapan terkait piutang usaha dan penyisihan kerugian
penurunan nilai dalam laporan keuangan.
2. Penilaian atas nilai realisasi neto dan penyisihan penurunan nilai persediaan
Sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 8 dan 29 atas laporan keuangan sehubungan dengan kondisi
tersebut pada tanggal 30 Juni 2026, Perusahaan mengakui penyisihan penurunan nilai persediaan
sebesar Rp 13.254.824.306, yang merupakan sekitar 90% dari nilai tercatat persediaan sebelum
penyisihan sebesar Rp 14.727.582.564. Dengan demikian, nilai tercatat bersih persediaan setelah
memperhitungkan penyisihan penurunan nilai adalah sebesar Rp 1.472.758.256.
Respon kami atas Hal Audit Utama:
• Kami memperoleh pemahaman atas pengendalian internal dalam mengidentifikasi persediaan yang
mengalami penurunan nilai;
• Kami memperoleh rincian persediaan dan melakukan analisis atas umur serta pergerakan persediaan
untuk mengidentifikasi persediaan yang terindikasi mengalami penurunan nilai;
• Kami melakukan observasi atas kondisi fisik persediaan pada saat pelaksanaan stock opname dan
mengevaluasi persediaan yang tidak bergerak, bergerak lambat atau adanya indikasi kerusakan atau
keusangan;
• Kami melakukan pengujian atas transaksi penjualan dan pergerakan persediaan setelah tanggal
pelaporan untuk menilai kemampuan Perusahaan dalam merealisasikan persediaan;
• Kami mengevaluasi kewajaran dan kecukupan cadangan penurunan nilai persediaan sebesar
Rp 13.254.824.306 dan melakukan perhitungan kembali atas penyisihan penurunan nilai persediaan;
• Kami mengevaluasi kecukupan pengungkapan terkait persediaan dan penyisihan penurunan nilai
persediaan dalam laporan keuangan.
3. Keyakinan atas Nilai Utang Usaha kepada Pihak Ketiga dan Utang Lain-Lain kepada Pihak Berelasi
Lihat Catatan 13 (Utang Usaha Pihak Ketiga), Catatan 14 (Utang Lain-lain kepada Pihak Berelasi)
Perusahaan dan Entitas Anak mengakui nilai Utang Usaha kepada Pihak Ketiga dan Utang Lain-Lain
kepada Pihak Berelasi pada tanggal 30 Juni 2026 masing-masing sebesar Rp 6.390.795.757 dan
Rp 60.648.889.251.
Page 6
Respon kami atas Hal Audit Utama:
• Kami melakukan prosedur konfirmasi kepada seluruh kreditur dan telah memperoleh jawaban
konfirmasi dari seluruh kreditur atas Utang Usaha kepada Pihak Ketiga dan Utang Lain-Lain kepada
Pihak Berelasi tersebut. Seluruh kreditur menyatakan saldo piutang mereka telah cocok dengan yang
dicatatkan oleh Perusahaan dan Entitas Anak per tanggal 30 Juni 2026;
• Kami mengevaluasi perjanjian terkait Utang Usaha kepada Pihak Ketiga dan Utang Lain-Lain kepada
Pihak Berelasi dan memastikan bahwa transaksi tersebut valid untuk dicatatkan;
• Kami membaca dan memahami syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan utama atas kesepakatan yang
tertuang dalam Perjanjian Utang Usaha kepada Pihak Ketiga dan Utang Lain-Lain kepada Pihak
Berelasi.
Penekanan Suatu Hal
Kami menarik perhatian pada Catatan 37 atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang menjelaskan bahwa
Grup telah menyajikan kembali Laporan Keuangan Konsolidasian tanggal 31 Desember 2025 dan untuk
periode yang berakhir pada tanggal tersebut untuk mengoreksi klasifikasi utang lain-lain dan klasifikasi
aktivitas dalam laporan arus kas. Opini kami tidak dimodifikasi sehubungan dengan hal tersebut.
Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan
Keuangan Konsolidasian
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian
tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia, dan atas pengendalian internal yang
dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang
bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian, manajemen bertanggung jawab untuk menilai
kemampuan Grup dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan
kondisinya, hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi
kelangsungan usaha, kecuali manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi Grup atau menghentikan operasi,
atau tidak memiliki alternatif yang realistis selain melaksanakannya.
Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan
keuangan konsolidasian Grup.
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Tujuan kami adalah untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan konsolidasian
secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun
kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai
merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang
dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal
tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap
material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan
memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan tersebut.
Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan
mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga:
• Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan konsolidasian,
baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, merancang dan melaksanakan prosedur
audit yang responsif terhadap risiko tersebut, serta memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk
menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang
disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat
melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian
pengendalian internal.
Page 7
• Memperoleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk
merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan
opini atas efektivitas pengendalian internal Grup.
• Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan
pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.
• Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan,
berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait
dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Grup
untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu
ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor kami ke
pengungkapan terkait dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai, harus
menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan pada bukti audit
yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi masa depan dapat
menyebabkan Grup tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha.
• Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan, termasuk
pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa yang
mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.
• Merencanakan dan melaksanakan audit Grup untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat terkait
informasi keuangan entitas atau aktivitas bisnis dalam Grup untuk menyatakan opini atas laporan
keuangan konsolidasian. Kami bertanggung jawab atas arahan, supervisi, dan pelaksanaan audit Grup.
Kami tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas opini audit kami.
Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang
lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audi signifikan, termasuk setiap defisiensi
signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit.
Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami
telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan seluruh
hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika
relevan, langkah yang diambil untuk menghilangkan ancaman atau pengamanan yang diterapkan.
Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan
hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan konsolidasian periode kini dan oleh
karenanya menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor kami, kecuali
peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau ketika, dalam
kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan dalam
laporan kami karena konsekuensi merugikan dari mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan
secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut.
Kantor Akuntan Publik
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
Prof. Dr. Ahalik, Ak, CPA, CPSAK, CPMA, SAS, CA
Izin Akuntan Publik No. AP.1292
Jakarta, 9 September 2026
Page 8
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2026
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 31 Desember
Catatan 2026 2025 *)
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Bank 4 474.836.483 249.891.298
Kas yang Dibatasi Penggunaannya 5 - 6.635.410.615
Piutang Usaha
Pihak Berelasi 6,34 1.970.138.883 2.405.787.976
Pihak Ketiga 6 480.298.711 5.871.322.547
Piutang Lain-lain
Pihak Berelasi 7,34 325.000.000 -
Pihak Ketiga 7 2.571.499 11.130.003.324
Persediaan 8 1.472.758.256 18.192.991.678
Pajak Dibayar Dimuka 15a 51.802.659 919.981.885
Jumlah Aset Lancar 4.777.406.491 45.405.389.323
ASET TIDAK LANCAR
Aset Tetap 9 93.427.068.930 94.524.050.578
Aset Hak-Guna 10 488.840.412 558.674.758
Investasi pada Obligasi dan Reksadana 11 11.370.991 11.199.983
Aset Pajak Tangguhan 15e 769.205.401 423.545.445
Aset Keuangan Lainnya 12 - 750.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 94.696.485.734 96.267.470.764
JUMLAH ASET 99.473.892.225 141.672.860.087
*) Disajikan Kembali (Catatan 37)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 -1-
Page 9
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 31 Desember
Catatan 2026 2025 *)
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 13 6.378.758.059 22.834.060.515
Utang Lain-lain
Pihak Berelasi 14,34 6.098.889.251 3.733.360.000
Pihak Ketiga 14 5.207.284.125 4.698.508.598
Beban Akrual 19 107.614.231 162.340.000
Utang Lembaga Keuangan Non-Bank 17 11.309.713.003 30.609.225.733
Utang Pajak 15b 2.743.500 25.447.783
Bagian Lancar Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank 16 1.200.000.000 598.183.790
Utang Pembelian Aset Tetap 20 775.369.706 1.147.238.889
Liabilitas Sewa kepada Pihak Berelasi 18,33 145.180.078 148.651.930
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 31.225.551.953 63.957.017.238
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas Jangka Panjang Setelah
Dikurangi Bagian Lancar
Utang Bank 16 15.674.240.825 -
Utang Pembelian Aset Tetap 20 - 258.500.000
Liabilitas Sewa kepada Pihak Berelasi 18,33 420.250.486 491.104.599
Utang Lain-lain kepada Pihak Berelasi 14,33 54.550.000.000 54.550.000.000
Liabilitas Imbalan Pascakerja 21 249.925.604 1.142.133.879
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 70.894.416.915 56.441.738.478
JUMLAH LIABILITAS 102.119.968.868 120.398.755.716
EKUITAS
Modal Saham - Nilai nominal
Rp 100 per saham
Modal Dasar 15.000.000.000 saham,
Ditempatkan dan Disetor
3.966.350.139 saham 22 396.635.013.900 396.635.013.900
Tambahan Modal Disetor 23 32.148.364.560 32.148.364.560
Penghasilan Komprehensif Lain 30 1.061.491.890 1.014.350.311
Akumulasi Rugi (463.905.896.804) (451.329.836.225)
Defisiensi Modal Yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk (34.061.026.454) (21.532.107.454)
Kepentingan Non-Pengendali 24 31.414.949.811 42.806.211.825
JUMLAH EKUITAS (2.646.076.643) 21.274.104.371
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 99.473.892.225 141.672.860.087
*) Disajikan Kembali (Catatan 37)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 -2-
Page 10
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2026
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni
Catatan 2026 2025 *)
PENJUALAN 25 1.905.091.111 138.506.859.314
BEBAN POKOK PENJUALAN 26 (2.950.895.760) (134.153.632.278)
LABA (RUGI) BRUTO (1.045.804.649) 4.353.227.036
Beban Umum dan Administrasi 27 (1.986.537.435) (5.929.351.470)
Beban Bunga dan Keuangan 28 (1.580.337.810) (3.197.727.083)
Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bersih 29 (19.719.349.201) 1.141.907.461
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (24.332.029.095) (3.631.944.056)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan:
Pajak Tangguhan 15c dan 15e 338.054.288 14.838.030
RUGI PERIODE BERJALAN (23.993.974.807) (3.617.106.026)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi:
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti 30 39.358.219 30.429.450
Pajak Penghasilan Terkait 30 7.605.668 (4.998.609)
Komponen Ekuitas Lainnya 30 177.692 272.563
RUGI KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN (23.946.833.228) (3.591.402.622)
JUMLAH RUGI PERIODE BERJALAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (12.576.060.579) (2.078.258.992)
Kepentingan Non-Pengendali (11.417.914.228) (1.538.847.034)
JUMLAH (23.993.974.807) (3.617.106.026)
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (12.528.919.000) (2.052.555.588)
Kepentingan Non-Pengendali (11.417.914.228) (1.538.847.034)
JUMLAH (23.946.833.228) (3.591.402.622)
LABA PER SAHAM 31 (3,17) (0,52)
*) Tidak Diaudit
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 -3-
Page 11
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2026
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Defisiensi Modal yang
Pengukuran Dapat Distribusikan
Tambahan Kembali kepada Pemilik Kepentingan Jumlah
Catatan Modal Saham Modal Disetor Imbalan Pasti Akumulasi Rugi Entitas Induk Non-Pengendali Ekuitas
Saldo per 1 Januari 2025 396.635.013.900 32.148.364.560 1.081.691.687 (449.837.937.344) (19.972.867.197) 48.317.342.669 28.344.475.472
Rugi Periode Berjalan - - - (2.078.258.992) (2.078.258.992) (1.538.847.034) (3.617.106.026)
Penghasilan Komprehensif Lain 30 - - 25.703.404 - 25.703.404 - 25.703.404
Saldo per 30 Juni 2025 *) 396.635.013.900 32.148.364.560 1.107.395.091 (451.916.196.336) (22.025.422.785) 46.778.495.635 24.753.072.850
Saldo per 1 Januari 2025 396.635.013.900 32.148.364.560 1.081.691.687 (449.837.937.344) (19.972.867.197) 48.317.342.669 28.344.475.472
Rugi Tahun Berjalan - - - (4.205.379.607) (4.205.379.607) (2.848.141.826) (7.053.521.433)
Penghasilan Komprehensif Lain 30 - - (16.849.668) - (16.849.668) - (16.849.668)
Dampak Atas Penyesuaian
Kombinasi Bisnis (50.491.708) 2.713.480.726 2.662.989.018 (2.662.989.018) -
Saldo per 31 Desember 2025 396.635.013.900 32.148.364.560 1.014.350.311 (451.329.836.225) (21.532.107.454) 42.806.211.825 21.274.104.371
Rugi Periode Berjalan - - - (12.576.060.579) (12.576.060.579) (11.417.914.228) (23.993.974.807)
Penghasilan Komprehensif Lain 30 - - 47.141.579 - 47.141.579 26.652.214 73.793.793
Saldo per 30 Juni 2026 396.635.013.900 32.148.364.560 1.061.491.890 (463.905.896.804) (34.061.026.454) 31.414.949.811 (2.646.076.643)
*) Tidak Diaudit
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
2012 -4-
Page 12
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2026
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni
Catatan 2026 2025 *)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan 6, 25 7.731.764.040 132.003.730.263
Pembayaran Kepada Pemasok 7,8,9,14,15b,26,27 (8.398.157.134) (132.758.538.708)
Pembayaran Kepada Karyawan 21,27 (1.544.423.471) (4.529.599.873)
Pembayaran Kepada Operasional Lainnya 18,3 (2.386.384.611) (871.807.419)
Pembayaran Beban Bunga dan Keuangan 28 (1.589.351.814) (2.550.251.040)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (6.186.552.990) (8.706.466.777)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Kas yang Dibatasi Penggunaannya 5 6.635.410.615 (8.705.787.657)
Pembayaran Piutang lain-lain Dari Pihak Berelasi 7 (325.000.000) -
Pencairan Deposito 750.000.000 -
Penerimaan Bunga 28 9.014.004 3.377.556
Perolehan Aset Tetap 2l,9 - (11.766.889)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi 7.069.424.619 (8.714.176.990)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Utang Lain-lain kepada Pihak Berelasi
Penerimaan 14 9.390.875.889 2.335.053.500
Pembayaran 14 (7.025.346.638) (2.147.439.388)
Utang Bank
Penerimaan 16 16.874.240.825 54.456.128.473
Pembayaran 16 (598.183.790) (59.699.276.888)
Utang Lembaga Keuangan Non-Bank
Penerimaan 17 - 121.946.086.367
Pembayaran 17 (19.299.512.730) (121.906.962.142)
Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (657.926.444) (5.016.410.078)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN BANK 224.945.185 (22.437.053.845)
KAS DAN BANK AWAL PERIODE 249.891.298 29.247.586.533
KAS DAN BANK AKHIR PERIODE 474.836.483 6.810.532.688
*) Tidak Diaudit
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasian secara keseluruhan
201- 5 -
Page 13
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
1. UMUM
1.a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Leyand International Tbk (“Perusahaan”), semula bernama PT Lapindo International Tbk,
didirikan berdasarkan akta No. 52, tanggal 7 Juni 1990 yang dibuat dihadapan Oriana Roosdilan,
S.H. Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-6175.HT.01.01.TH.95 tanggal 17 Mei 1995.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta
No. 5 tanggal 6 Juni 2023 dari Emmy Yatmini S.H. Notaris di Jakarta, mengenai susunan dewan
direksi dan komisaris, ruang lingkup kegiatan Perusahaan, persetujuan rencana Perusahaan untuk
mendapatkan pinjaman dari Pemegang Saham dan pengambilalihan saham RER serta perubahan
Anggaran Dasar sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. Akta perubahan ini telah
disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-0111782.AH.01.11. Tahun 2023 tanggal 16 Juni
2023. Anggaran Dasar kemudian mengalami perubahan kembali sesuai dengan akta No. 40
tanggal 22 Juni 2026 dari Emmy Yatmini S.H. Notaris di Jakarta, mengenai persetujuan perubahan
pemegang saham pengendali menjadi PT JSI Sinergi Mas.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan merupakan di bidang aktivitas perusahaan
holding dan aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
Grup berdomisili di Jakarta dengan kantor beralamat di Panin Tower Lantai 11 Jl. Asia Afrika Lot
19, Senayan, Jakarta Pusat.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki jumlah karyawan
sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Karyawan Tetap 4 26
Karyawan Kontrak 14 68
Jumlah 18 94
1.b. Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi
Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Sayid Muhammad Riyadh Rustono Fulia
Komisaris : Tan Siok Sing Bobby Alianto
Komisaris Independen : Thauriq Anwar Frans Saul Noija
Dewan Direksi
Direktur Utama : Jamal Abdul Nasir Bambang Rahardja Burhan
Bamadhaj
Direktur : Bambang Rahardja Burhan Yehezkiel Fulia
Direktur : Kiran Raj -
Direktur : Hong Shieh Yung, Travis -
(Hong Xueyong, Travis)
Direktur : Achmad Rifky -
Komite Audit
Ketua : Thauriq Anwar Frans Saul Noija
Anggota : Duwi Suprianto Elisabet Yunia Astriani
Anggota : Widya Mauretya Chintya Rusli
-6-
Page 14
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan mengangkat komite audit berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Leyand
International Tbk No. 01/SK/DEKOM/VI/2026 tanggal 19 Januari 2026.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Leyand International Tbk No. 01/SKDIR/V/2025 tanggal
5 Mei 2025 Perusahaan mencabut Surat Keputusan No.04/SKDIR/VI/2023 Perusahaan
menetapkan Sinasir Daely sebagai Kepala Unit Audit Internal.
Manajemen kunci Perusahaan adalah pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab
dalam perencanaan, pengarahan, dan pengendalian aktivitas Perusahaan secara langsung
maupun tidak langsung. Manajemen kunci tersebut meliputi Direktur Utama dan Direktur.
Perusahaan merupakan bagian dari kelompok usaha yang berada di bawah pengendalian akhir
PT JSI Sinergi Mas sebagai entitas induk utama.
1.c. Entitas Anak
Pada 30 Juni 2026, Perusahaan memiliki lebih dari 51% saham entitas anak sebagai berikut:
Jumlah Aset Persentase Tahun
Entitas Anak Domisili Sebelum Eliminasi Kepemilikan Pendirian
PT Rusindo Eka Raya Indonesia 101.752.314.293 51% 1999
Pada 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki lebih dari 51% saham entitas anak sebagai berikut:
Jumlah Aset Persentase Tahun
Entitas Anak Domisili Sebelum Eliminasi Kepemilikan Pendirian
PT Rusindo Eka Raya Indonesia 144.373.607.662 51% 1999
PT Rusindo Eka Raya (RER)
RER didirikan di Jakarta berdasarkan akta notaris John Leonard Waworuntu, S.H., No. 36 tanggal
17 Februari 1999. Akta ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C-12250.HT.01.01.Th.99, tanggal
2 Juli 1999. RER berkedudukan di Tangerang dengan kegiatan utama dalam bidang perdagangan
besar bahan makanan dan minuman.
Berdasarkan Akta Jual-Beli Saham No 8 tanggal 16 Juni 2023 dari Notaris Dino Irwin Tengkano,
S.H., bahwa Perusahaan telah membeli dan menerima penyerahan saham dari PT Indoraya
Tunggal Pratama sebesar 45.000 saham.
Berdasarkan Akta Jual-Beli Saham No 10 tanggal 22 Juni 2023 dari Notaris Dino Irwin Tengkano,
S.H., bahwa Perusahaan telah membeli dan menerima penyerahan saham dari PT Rusco Logistik
Internasional sebesar 15.333 saham.
PT Rusindo Eka Raya (RER), entitas anak, RER didirikan di Jakarta berdasarkan akta notaris John
Leonard Waworuntu, S.H., No. 36 tanggal 17 Februari 1999. Akta ini telah mendapatkan
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No.C-12250.HT.01.01.Th.99, tanggal 2 Juli 1999. RER berkedudukan di Tangerang
dengan kegiatan utama dalam bidang perdagangan besar bahan makanan dan minuman.
Berdasarkan Akta Jual-Beli Saham No 10 tanggal 16 Juni 2023 dari Notaris Dino Irwin Tengkano,
S.H., bahwa Perusahaan telah membeli dan menerima penyerahan saham dari PT Indoraya
Tunggal Pratama sebesar 45.000 saham. Berdasarkan Akta Jual-Beli Saham No 10 tanggal
22 Juni 2023 dari Notaris Dino Irwin Tengkano, S.H., bahwa entitas anak menyetujui pembelian
seluruh saham kepunyaan/milik Perusahaan telah membeli dan menerima penyerahan saham
sebesar 15.333 saham atau sebesar Rp 14.740.092.486,70 dari PT Rusco Logistik Internasional.
Dari akuisisi tersebut mencatat sebagai keuntungan pembelian dengan diskon, pada laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember
2023.
-7-
Page 15
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal akuisisi RER, nilai wajar aset bersih dan nilai yang dibayarkan sebagai berikut:
Rupiah
Nilai Wajar Aset Bersih 60.333.000.000
Nilai Kas yang Dikeluarkan pada Saat Akuisisi 58.000.000.000
Pembelian dengan Diskon (Gain on Purchase Bargain) 2.333.000.000
Perusahaan dan RER secara kolektif disebut ”Grup”.
1.d. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 27 Juni 2001 Perusahaan memeroleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) untuk melakukan penawaran
umum perdana sebanyak 60.000.000 saham disertai penerbitan waran seri I sebanyak 30.000.000
kepada masyarakat. Pada tanggal 17 Juli 2001, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa efek
Indonesia.
Pada tanggal 27 Maret 2008 Perusahaan memeroleh pernyataan efektif untuk melakukan
penawaran umum Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dari Ketua Badan Pengawas
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) dengan suratnya No. 5.1764/BL/2008 untuk
melakukan penawaran umum Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak
3.701.574.800 saham baru dari portepel disertai penerbitan waran seri II sebanyak 92.539.370
kepada masyarakat. Pada tanggal 31 Desember 2014, waran yang telah dilaksanakan adalah
sebanyak 377.139 waran pada harga pelaksanaan Rp 120 (dalam jumlah penuh) atau seluruhnya
sebesar Rp 45.256.680.
Sejak Maret 2020 Perusahaan tidak membukukan pendapatan. Berdasarkan pengumuman
penghentian sementara perdagangan efek sementara PT Leyand International Tbk dengan Nomor
Peng-SPT-00014/BEI.PP3/07-2020, Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk melakukan
penghentian sementara perdagangan efek PT Leyand International Tbk di seluruh pasar sejak sesi
I Perdagangan hari kamis, 2 Juli 2020 hingga pengumuman Bursa lebih lanjut.
Berdasarkan Surat No.S-09511/BEI.PP3/10-2023 tentang Pencabutan Penghentian Sementara
Perdagangan Efek yang di terbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 31 Oktober 2023,
Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan mencabut penghentian sementara Perdagangan Saham
PT Leyand International Tbk diseluruh pasar terhitung sejak sesi I Perdagangan Efek pada hari
Rabu tanggal 1 November 2023.
1.e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian
ini yang telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 9 September
2026.
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
2.a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
-8-
Page 16
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian Grup, kecuali laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep
akrual dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan
atas laporan keuangan yang relevan.
Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan metode langsung, menyajikan penerimaan dan
pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah yang
merupakan mata uang fungsional Grup. Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini
disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali bila dinyatakan lain.
2.c. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Kebijakan akuntansi yang diadopsi adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi tahun keuangan
sebelumnya, kecuali bagi pengadopsian PSAK dan ISAK baru dan revisian yang berlaku efektif
pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025. Perubahan kebijakan akuntansi Grup, dibuat
sebagaimana disyaratkan sesuai dengan ketentuan transisi yang relevan terkait dengan PSAK dan
ISAK tersebut.
Penerapan standar baru, amandemen dan penyesuaian yang telah diterbitkan, dan yang akan
berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025 namun tidak
berdampak secara subtansial terhadap kebijakan akuntansi Grup dan berpengaruh material
terhadap laporan keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
- Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Ketertukaran/ Perubahan Kurs Valuta Asing”: Kurs Valuta
Asing terkait Kekurangan.
-
Standar baru, amandemen dan revisi yang telah diterbitkan, namun belum berlaku efektif untuk
tahun buku yang dimulai pada 1 Januari 2025 adalah sebagai berikut:
- Amendemen PSAK 107 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan: Klasifikasi dan Pengukuran
Instrumen Keuangan”.
- Amendemen PSAK 109 “Instrumen Keuangan: Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen
Keuangan”.
- Penyesuaian Tahunan PSAK 109 “Instrumen Keuangan“.
- Penyesuaian Tahunan PSAK 110 “Laporan Keuangan Konsolidasian“.
- Penyesuaian Tahunan PSAK 207 “Laporan Arus Kas“.
1 Januari 2026
- Penyesuaian Tahunan PSAK 107 “Intrumen Keuangan”.
- Penyesuaian Tahunan PSAK 207 “Laporan Arus Kas”.
- Amandemen PSAK 338 “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
1 Januari 2027
- PSAK 118 “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan”.
Penerapan dari amendemen atas standar di atas tidak menimbulkan perubahan substansial atas
kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak signifikan terhadap laporan keuangan
pada tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
-9-
Page 17
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.d. Dasar Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Grup dan entitas yang
dikendalikan oleh Grup. Pengendalian tercapai dimana Perusahaan memiliki kekuasaan atas
investee; eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah imbal
hasil investor.
Grup menilai kembali apakah entitas tersebut adalah investee jika fakta dan keadaan yang
mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian yang
disebutkan di atas.
Ketika Perusahaan memiliki kurang dari hak suara mayoritas di-investee, ia memiliki kekuasaan
atas investee ketika hak suara investor cukup untuk memberinya kemampuan praktis untuk
mengarahkan aktivitas relevan secara sepihak. Perusahaan mempertimbangkan seluruh fakta dan
keadaan yang relevan dalam menilai apakah hak suara Perusahaan cukup untuk memberikan
Perusahaan kekuasaan, termasuk (i) ukuran kepemilikan hak suara Perusahaan relatif terhadap
ukuran dan penyebaran kepemilikan pemilik hak suara lain; (ii) hak suara potensial yang dimiliki
oleh Perusahaan, pemegang suara lain atau pihak lain; (iii) hak yang timbul dari pengaturan
kontraktual lain; dan (iv) setiap fakta dan keadaan tambahan apapun mengindikasikan bahwa
Perusahaan memiliki, atau tidak memiliki, kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas yang
relevan pada saat keputusan perlu dibuat, termasuk pola suara pemilikan dalam RUPS
sebelumnya.
Konsolidasi entitas anak dimulai ketika Perusahaan memeroleh pengendalian atas entitas anak
dan akan dihentikan ketika Perusahaan kehilangan pengendalian pada entitas anak. Secara
khusus, pendapatan dan beban entitas anak diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan termasuk
dalam laporan laba rugi konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain dari tanggal
diperolehnya pengendalian Perusahaan sampai tanggal ketika Perusahaan berhenti untuk
mengendalikan entitas anak.
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dan untuk kepentingan non-pengendali. Perusahaan juga mengatribusikan total laba
komprehensif entitas anak kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non-pengendali
meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan non-pengendali memiliki saldo defisit.
Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar
kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh
Grup.
Seluruh aset dan liabilitas dalam intra, ekuitas, pendapatan, biaya dan arus kas yang berkaitan
dengan transaksi dalam kelompok usaha dieliminasi secara penuh pada saat konsolidasian.
Kepentingan non-pengendali pada entitas anak diidentifikasi secara terpisah dan disajikan dalam
ekuitas. Kepentingan non-pengendali pemegang saham awalnya diukur baik pada nilai wajar
ataupun pada proporsi pemilikan kepentingan non-pengendali dari nilai wajar aset neto yang dapat
diidentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dilakukan pada akuisisi dengan dasar
akuisisi. Setelah akuisisi, jumlah tercatat kepentingan non-pengendali adalah jumlah kepemilikan
pada pengakuan awal ditambah bagian kepentingan non-pengendali dari perubahan selanjutnya
dalam ekuitas. Seluruh laba rugi komprehensif diatribusikan pada kepentingan non-pengendali
bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan non-pengendali mempunyai saldo defisit.
Perubahan dalam bagian kepemilikan Grup pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan Grup dan
kepentingan non-pengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian kepemilikannya
atas entitas anak. Setiap perbedaan antara jumlah kepentingan non-pengendali disesuaikan dan
nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan
diatribusikan pada pemilik entitas induk.
- 10 -
Page 18
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Ketika konsolidasian kehilangan pengendalian pada entitas anak, keuntungan atau kerugian diakui
dalam laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) agregat nilai wajar pembayaran yang
diterima dan nilai wajar sisa kepemilikan (retained interest) dan (ii) jumlah tercatat sebelumnya
dari aset (termasuk goodwill), dan liabilitas dari entitas anak dan setiap kepentingan
non-pengendali. Seluruh jumlah yang diakui sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain
yang terkait dengan entitas anak yang dicatat seolah-olah Grup telah melepaskan secara
langsung aset atau liabilitas terkait entitas anak (yaitu direklasifikasi ke laba rugi atau ditransfer ke
kategori lain dari ekuitas sebagaimana ditentukan / diizinkan oleh standar akuntansi yang berlaku).
Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian
dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk akuntansi berikutnya dalam PSAK
239, Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran atau, ketika berlaku, biaya perolehan
pada saat pengakuan awal dari investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama.
2.e. Kombinasi Bisnis
Akuisisi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu
kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar
tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup
kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan
oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi
diakui di dalam laba rugi konsolidasian pada saat terjadinya.
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih diakui pada
nilai wajar kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang
relevan.
Goodwill diukur sebagai selisih lebih dari nilai gabungan dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap
kepentingan non-pengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi
kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika
ada) atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih pada
tanggal akuisisi. Jika, setelah penilaian kembali, jumlah neto dari aset teridentifikasi yang
diperoleh dan liabilitas yang diambilalih pada tanggal akuisisi melebihi jumlah imbalan yang
dialihkan, jumlah dari setiap kepentingan non-pengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar
pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada
pihak diakuisisi (jika ada), selisih lebih diakui segera dalam laba rugi sebagai pembelian dengan
diskon.
Kepentingan non-pengendali yang menyajikan bagian kepemilikan dan memberikan mereka hak
atas bagian proposional dari aset neto entitas dalam hal terjadi likuidasi pada awalnya diukur baik
pada nilai wajar ataupun pada bagian proporsional kepemilikan kepentingan non-pengendali atas
aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan dasar pengukuran dilakukan atas dasar
transaksi. Kepentingan non-pengendali jenis lain diukur pada nilai wajar atau, jika berlaku, pada
dasar pengukuran lain yang ditentukan oleh standar akuntansi lain.
Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas
yang berasal dari pengaturan imbalan kontinjen (contingent consideration arrangement), imbalan
kontinjen tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari
imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan
kontinjen yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara
retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran
adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode
pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi
yang ada pada tanggal akuisisi.
Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang tidak memenuhi syarat
sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjen tersebut
diklasifikasikan. Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada
tanggal sesudah tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya dicatat dalam ekuitas. Imbalan
kontinjen yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas diukur setelah tanggal pelaporan sesuai
dengan standar akuntansi yang relevan dengan mengakui keuntungan atau kerugian terkait dalam
laba rugi kosolidasian atau dalam pendapatan komprehensif lain (OCI).
- 11 -
Page 19
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak
terakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugiannya,
jika ada, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi
yang sebelumnya telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi
dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikannya dilepas/dijual.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat
kombinasi terjadi, Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya
belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi
menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru
yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan
berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut.
2.f. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi suatu entitas dan
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas bagi entitas yang lain.
(i) Aset Keuangan
Pengakuan awal
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas
kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
1) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
2) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa
melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.
Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-
biaya transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi.
Aset keuangan Grup meliputi kas dan bank, piutang lain-lain dan aset keuangan tidak lancar
lainnya (instrumen keuangan yang memiliki kuotasi harga). Aset keuangan diklasifikasikan
sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini
diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai
berikut:
1) Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur
dengan menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah
dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan
bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laporan laba rugi
konsolidasian. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laporan laba
rugi konsolidasian.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi Grup terdiri dari kas dan
bank dan piutang lain-lain.
- 12 -
Page 20
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi konsolidasian atau melalui
penghasilan komprehensif lain.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi konsolidasian atau melalui
penghasilan komprehensif lain selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan
sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi
konsolidasian atau penghasilan komprehensif lain.
Grup tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
konsolidasian atau melalui penghasilan komprehensif lain.
Penghentian pengakuan
Aset keuangan (atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis) dihentikan pengakuannya pada saat:
1) Hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau
2) Grup telah mentransfer hak mereka untuk menerima arus kas yang berasal dari aset atau
berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan
yang material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “passthrough”, dan salah satu
diantara (a) Grup telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat dari
aset, atau (b) Grup tidak mentransfer atau mempertahankan secara substansial seluruh
risiko dan manfaat atas aset, namun telah mentransfer kendali atas aset tersebut.
(ii) Liabilitas Keuangan
Pengakuan awal
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109, ”instrumen keuangan”, diklasifikasikan sebagai
berikut:
1) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
2) Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi konsolidasian atau
melalui penghasilan komprehensif lain.
Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup hanya memiliki liabilitas keuangan
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Setelah pengakuan awal, yaitu pada nilai wajar ditambah biaya transaksi, Grup mengukur
seluruh liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode
suku bunga efektif.
Penghentian pengakuan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas keuangan telah berakhir.
(iii) Instrumen keuangan disalinghapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan jumlah netonya dilaporkan pada
laporan posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk
menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas
secara bersamaan. Hak yang berkekuatan hukum tidak boleh tergantung pada kejadian di
masa yang akan datang dan harus dapat dilaksanakan dalam kondisi bisnis yang normal dan
dalam keadaan lalai, tidak dapat membayar atau kebangkrutan Grup atau pihak lawan.
- 13 -
Page 21
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.g. Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup
menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen
keuangan.
Grup menerapkan pendekatan umum PSAK 109, ”instrumen keuangan” untuk mengukur kerugian
kredit ekspektasian yang menggunakan penyisihan kerugian ekspektasian sepanjang umurnya
untuk semua piutang dagang dan aset keuangan lainnya.
Dalam melakukan penilaian, Grup membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas
instrumen keuangan pada saat tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas
instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta
ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait
dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan,
yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
2.h. Persediaan
Persediaan dinyatakan menurut nilai terendah antara harga perolehan dan nilai realisasi neto.
Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.
Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan,
masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang.
2.i. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian setiap Grup, transaksi dalam mata uang
asing selain mata uang fungsional Grup (mata uang asing) diakui pada kurs yang berlaku pada
tanggal transaksi. Pada setiap akhir perode pelaporan, pos moneter dalam valuta asing dijabarkan
kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Pos-pos non-moneter yang diukur pada
nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal ketika nilai
wajar ditentukan. Pos non-moneter diukur dalam biaya historis dalam valuta asing yang tidak
dijabarkan kembali.
Selisih kurs atas pos moneter diakui dalam laba rugi konsilidasian pada periode saat terjadinya.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 kurs yang digunakan adalah kurs tengah dari
Bank Indonesia adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Dolar Amerika Serikat (USD) 17.856 16.782
2.j. Transaksi Pihak Berelasi
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi, sebagaimana yang diuraikan dalam
PSAK 224: ”Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”.
Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan 34 atas
Laporan Keuangan.
- 14 -
Page 22
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.k. Aset Tetap
Berdasarkan PSAK 216, “Aset Tetap”, pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya
perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat
diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan.
Setelah pengakuan awal, Grup menggunakan model biaya dimana seluruh aset tetap selain mesin
dan peralatan diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
kerugian penurunan nilai (jika ada).
Tanah diakui sebesar harga perolehan tidak disusutkan.
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang
terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa
depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Grup dan biaya tersebut dapat diukur
secara andal.
Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya pada tahun dimana pada saat
penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode yaitu metode garis lurus untuk mencatat
jumlah penyusutan selama estimasi manfaat ekonomi aset tetap adalah sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 20
Kendaraan 4
Peralatan Kantor 4
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada saat terjadinya, renovasi perbaikan yang signifikan dikapitalisasi. Ketika
aset tidak digunakan lagi atau dilepas, biaya dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari
kelompok aset tetap dan laba atau rugi yang dihasilkan tercermin dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain untuk periode tersebut.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa
depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan
jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.
Akumulasi biaya konstruksi bangunan, pabrik dan pemasangan mesin dikapitalisasi sebagai “aset
dalam penyelesaian”. Biaya tersebut direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat proses konstruksi
atau pemasangan selesai. Penyusutan mulai dibebankan pada saat aset tersebut siap untuk
digunakan sesuai dengan tujuan yang diinginkan manajemen.
2.l. Sewa
Perusahaan sebagai Pesewa (Lessor)
Sewa dimana Perusahaan sebagai pesewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan atau sewa
operasi. Ketika persyaratan sewa secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat
yang terkait dengan kepemilikan ke penyewa, kontrak tersebut diklasifikasikan sebagai sewa
pembiayaan. Seluruh sewa lainnya diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
Penghasilan sewa dari sewa operasi diakui secara garis lurus selama masa sewa yang relevan.
Biaya langsung awal yang terjadi dalam menegosiasikan dan mengatur sewa operasi
ditambahkan ke jumlah tercatat aset sewa dan diakui secara garis lurus selama masa sewa.
- 15 -
Page 23
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
a. Aset Hak-Guna
Aset Hak-Guna
Berdasarkan PSAK 116, “Sewa”, aset hak-guna diakui pada tanggal dimulainya sewa (yaitu,
tanggal aset pendasar tersedia untuk digunakan). Pada pengukuran awal, aset hak-guna
diukur pada biaya perolehan yang meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa, biaya
langsung awal yang dikeluarkan, pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal
mulai dikurangi insentif sewa yang diterima dan estimasi biaya dalam membongkar dan
memindahkan aset pendasar.
Setelah pengakuan awal, aset hak-guna diukur dengan menggunakan model biaya dimana
aset hak-guna diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
kerugian penurunan nilai.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
selama estimasi manfaat ekonomi aset hak-guna adalah sebagai berikut:
Jenis Aset Hak - Guna Masa Manfaat
Tanah 10 tahun
Gudang dan Ruko 10 tahun
Sewa Jangka Pendek dan Sewa Aset Bernilai Rendah
Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek (untuk sewa yang
memiliki jangka waktu selama 12 bulan atau kurang dari tanggal dimulainya dan tidak
mengandung opsi pembelian). Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa untuk
aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Perusahaan sebagai Pesewa
Sewa dimana Perusahaan tidak mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat
yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pendapatan
sewa yang timbul dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan termasuk dalam
pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.
2.m. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk
menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika
terdapat indikasi tersebut, jumlah terpulihkan dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat
kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah
terpulihkan atas suatu aset individual, Grup mengestimasi jumlah terpulihkan dari unit penghasil
kas atas aset.
Estimasi jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan
nilai pakai. Dalam menilai nilai pakai, estimasi arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai
waktu uang dan risiko spesifik atas aset yang mana estimasi arus kas masa depan belum
disesuaikan.
Jika jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya,
nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar jumlah terpulihkan dan rugi
penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi.
- 16 -
Page 24
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.n. Imbalan Pascakerja
Perusahaan menyelenggarakan imbalan pascakerja imbalan pasti untuk semua karyawan
tetapnya sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja No. 6/2023. Perusahaan telah menerapkan
panduan dalam siaran pers dan klarifikasi pengatribusian imbalan pada periode jasa untuk
program pensiun berbasis undang-undang ketenagakerjaan atau undang-undang cipta kerja
beserta peraturan pelaksanaan (UU Ketenagakerjaan) sesuai dengan yang diterbitkan oleh DSAK-
IAI pada April 2022.
Berdasarkan PSAK 219, “Imbalan Kerja”, imbalan pascakerja diakui sebesar jumlah yang diukur
dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada
Perusahaan dalam suatu periode akuntansi, liabilitas dan beban diukur dengan menggunakan
teknik aktuaria yang mencakup pula liabilitas konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan
Perusahaan. Dalam perhitungan liabilitas, imbalan harus didiskontokan dengan menggunakan
metode Projected Unit Credit.
Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika dan hanya jika, Perusahaan berkomitmen untuk:
a. Memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal, atau
b. Menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara
sukarela.
2.o. Pajak Penghasilan
Pajak saat terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda
dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain karena pos pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan
pada tahun berbeda dan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat
dikurangkan.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang
dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam
laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan dalam perhitungan laba kena
pajak. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer kena pajak.
Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat
dikurangkan sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga
perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika
perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (bukan kombinasi bisnis) dari aset dan liabilitas
suatu transaksi yang tidak memengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas
pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal goodwill.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan
berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan tarif pajak (dan
peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode
pelaporan.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi
jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang
memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
- 17 -
Page 25
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak
kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Perusahaan yang berbeda
yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto. Pajak kini dan
pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi, kecuali sepanjang
pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui, diluar laba atau rugi (baik
dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut
pajak juga diakui di luar laba atau rugi yang timbul dari akuntansi awal untuk kombinasi bisnis.
Dalam kasus kombinasi bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam akuntansi kombinasi bisnis.
Dalam hal Grup memiliki rugi fiskal kumulatif yang signifikan, pengakuan Aset Pajak Tangguhan
dilakukan setelah mempertimbangkan dan melakukan reassessment atas probabilitas tersedianya
laba kena pajak yang memadai untuk memanfaatkan rugi fiskal tersebut. Penilaian tersebut
dilakukan berdasarkan proyeksi laba kena pajak yang realistis, dengan mempertimbangkan antara
lain histori kinerja keuangan, proyeksi operasional, masa berlaku rugi fiskal, serta bukti pendukung
lainnya.
Saldo Aset Pajak Tangguhan ditinjau pada setiap tanggal pelaporan. Apabila berdasarkan hasil
reassessment laba kena pajak di masa depan tidak lagi probable untuk dapat direalisasikan, saldo
Aset Pajak Tangguhan harus dikurangi sampai pada jumlah yang kemungkinan besar dapat
direalisasikan. Apabila kondisi yang menyebabkan pengurangan Aset Pajak Tangguhan tersebut
kemudian membaik dan pemulihan Aset Pajak Tangguhan menjadi probable, jumlah Aset Pajak
Tangguhan dapat diakui kembali sesuai dengan ketentuan akuntansi yang berlaku.
2.p. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Perusahaan melakukan penerapan PSAK 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus
memenuhi 6 langkah analisa sebagai berikut:
a. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
b. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda
ke pelanggan.
c. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak
diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah
yang bersifat variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar
jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan
ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan
selama periode kontrak.
d. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak.
Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan
berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
e. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
barang atau jasa tersebut).
f. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
barang atau jasa tersebut).
- 18 -
Page 26
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Grup memilih ukuran
penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena
telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan. Pembayaran harga transaksi berbeda untuk
setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo
kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah
penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset
kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak disajikan dalam "Pendapatan
tangguhan”.
Pendapatan Bunga
Pendapatan bunga di akru berdasarkan waktu terjadinya dengan acuan jumlah pokok terutang
dan tingkat bunga yang berlaku.
Biaya dan Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
Penjualan Barang
Perusahaan mengakui pendapatan ketika Perusahaan memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan
mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan (yaitu aset) kepada pelanggan. Aset dialihkan ketika
pelanggan memeroleh pengendalian atas aset tersebut.
2.q. Laba Per Saham
Berdasarkan PSAK 233, “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba
bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang dari
saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah saham
biasa yang dibeli kembali.
Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas
dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa.
2.r. Biaya Emisi Saham
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada publik
dikurangkan langsung dengan hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang akun tambahan modal
disetor dalam laporan posisi keuangan.
2.s. Provisi dan Kontijensi
Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban
tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan
estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban
kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.
Liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan tetapi diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi
kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan tetapi diungkapkan
dalam laporan keuangan jika terdapat kemungkinan besar arus masuk manfaat ekonomis akan
diperoleh.
- 19 -
Page 27
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG MATERIAL
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, yang dijelaskan dalam Catatan 2, Dewan Direksi
diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan
liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada
pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda dari
estimasi tersebut.
Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui
dalam periode dimana estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya memengaruhi periode itu, atau pada
periode revisi dan periode masa depan jika revisi memengaruhi kedua periode tersebut.
Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 2, tidak terdapat
pertimbangan kritis yang memiliki dampak signifikan pada jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian, selain dari penyajian perkiraan yang diatur dibawah ini:
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi ketidakpastian utama lainnya pada akhir
periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini:
Penurunan Nilai Aset
Pengujian atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai. Penentuan nilai
pakai aset memerlukan estimasi mengenai arus kas yang diharapkan untuk dihasilkan dari penggunaan
aset (unit penghasil kas) dan penjualan aset tersebut serta tingkat diskonto yang sesuai untuk
menentukan nilai sekarang.
Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai pakai aset yang tercermin dalam laporan
keuangan konsolidasian dianggap telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini
akan berdampak material terhadap penentuan jumlah yang dapat dipulihkan dan akibatnya kerugian
penurunan nilai yang timbul akan berdampak terhadap hasil usaha.
Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat indikator penurunan nilai atas aset Grup.
Manfaat Karyawan
Penentuan liabilitas imbalan pascakerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan
oleh aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat
diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Realisasi yang berbeda dari asumsi Grup diakui dalam laporan
keuangan mencerminkan jumlah keseluruhan dari defisit atau surplus program. Walaupun asumsi Grup
dianggap tepat dan wajar, namun perubahan signifikan pada kenyataannya atau perubahan signifikan
dalam asumsi yang digunakan dapat berpengaruh secara signifikan terhadap liabilitas imbalan
pascakerja Grup. Nilai tercatat liabilitas imbalan pascakerja dan asumsi dari aktuaris diungkapkan
dalam Catatan 21.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap
Masa manfaat setiap aset tetap Grup ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari
penggunaan aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan
pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan
apabila perkiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan
komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan
bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas
jumlah serta periode pencatatan beban yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di
atas.
- 20 -
Page 28
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Perubahan masa manfaat aset tetap dapat memengaruhi jumlah beban penyusutan yang diakui dan
penurunan nilai tercatat aset tetap.
Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam Catatan 9.
4. KAS DAN BANK
2026 2025
Kas 24.023.107 79.616.903
Bank
Bank Mandiri 350.929.078 -
Bank Danamon Indonesia 36.608.642 27.291.125
Bank Maybank Indonesia 28.981.695 28.475.148
Bank Hibank Indonesia 22.467.928 -
Bank Central Asia 5.656.566 63.723.117
Bank Pan Indonesia 4.004.566 7.285.762
Bank CIMB Niaga 2.164.901 42.497.801
Bank OCBC NISP - 1.001.442
Sub Jumlah 450.813.376 170.274.395
Jumlah 474.836.483 249.891.298
Seluruh saldo bank ditempatkan pada pihak ketiga dan tidak dijaminkan.
5. KAS YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA
2026 2025
Bank Pan Indonesia - 6.635.410.615
Jumlah - 6.635.410.615
Kas yang dibatasi penggunaannya merupakan Bank Garansi pada Bank Pan Indonesia yang bertujuan
untuk menjamin utang yang tidak bisa terbayarkan ke pihak prinsipal. Bank Garansi tersebut akan
diperbarui setiap akhir masa berlaku dengan keterangan sebagai berikut:
a) Berdasarkan pemberitahuan perpanjangan Bilyet Deposito Berjangka:
• No. Deposito Berjangka : Bank Pan Indonesia No. 00327012
• Nominal : Rp 6.635.410.615
• Jangka Waktu : 3 bulan dari tanggal 15 November 2025 – 15 Februari 2026
• Suku Bunga : 4,25%.
Bank garansi telah ditutup dan seluruh deposito berjangka tersebut telah dicairkan pada tanggal 15 Mei
2026.
- 21 -
Page 29
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
6. PIUTANG USAHA
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Pihak Berelasi
PT Rusco Online Distribusi 2.269.499.953 2.748.583.198
Sub Jumlah 2.269.499.953 2.748.583.198
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (299.361.070) (342.795.222)
Jumlah Piutang Pihak Berelasi – Bersih 1.970.138.883 2.405.787.976
Pihak Ketiga
CV Raya Dipta Swastika 1.969.300.068 2.395.863.587
Toko Susu CS 250.000.000 465.526.841
Toko MMM Sejahtera 148.119.969 178.503.990
CV H.M Putra 144.853.999 154.853.999
PT Sumber Trijaya Lestari 124.009.258 -
PT Astro Teknologies Indonesia 25.487.490 304.603.258
PT Badan Koneksi Niaga Solusindo - 430.559.094
PT Duta Sentosa Yasa - 362.981.409
PT Orientraco Perkasa - 291.587.677
PT Jaya Putra Panipahan - 211.054.558
PT Niceso Sukses Indonesia - 129.052.727
PT Pelanduk Jaya Bersama - 61.415.542
Toko Uniboo - 29.916.169
Natasha Citra II - 13.500.197
Lainnya (Masing-masing dibawah Rp 100.000.000) 512.777.555 1.678.494.810
Sub Jumlah 3.174.548.339 6.707.913.858
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (2.694.249.628) (836.591.311)
Jumlah Piutang Pihak Ketiga – Bersih 480.298.711 5.871.322.547
Jumlah 2.450.437.594 8.277.110.523
Rincian umur piutang usaha sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Belum Jatuh Tempo 180.199.225 1.565.735.703
Jatuh Tempo
30 hari 52.461.313 1.204.084.780
31 - 60 hari 9.177.301 1.146.918.541
61 - 90 hari - 4.578.947.563
> 90 hari 5.202.210.453 960.810.469
Jumlah 5.444.048.292 9.456.497.056
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (2.993.610.698) (1.179.386.533)
Jumlah Bersih 2.450.437.594 8.277.110.523
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Saldo Awal 1.179.386.533 126.365.693
Penambahan Pencadangan (Catatan 29) 1.814.224.165 1.053.020.840
Jumlah 2.993.610.698 1.179.386.533
- 22 -
Page 30
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai piutang Perusahaan menggunakan model kerugian kredit
ekspektasian, yang menggunakan model kerugian kredit yang terjadi untuk mengukur penyisihan
penurunan nilai piutang usaha. Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan
nilai piutang diatas adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang
tersebut.
Berdasarkan penelaahan atas status masing-masing piutang pada akhir tahun, manajemen memutuskan
bahwa cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang usaha adalah cukup karena tidak terdapat
perubahan signifikan terhadap kualitas kredit dan jumlah tersebut masih dapat ditagih. Selain itu, terdapat
piutang yang telah dilakukan penurunan nilai.
7. PIUTANG LAIN-LAIN
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Pihak Berelasi
PT Rusco Online Distribusi 325.000.000 -
Sub Jumlah 325.000.000 -
Pihak Ketiga
Principle MRV 4.708.639.265 4.990.552.093
Principle DCV 953.644.358 3.889.235.709
Giro Mundur 309.080.269 900.614.983
Lain-lain (Masing-masing dibawah Rp 100.000.000) 2.571.499 1.349.600.539
Sub Jumlah 5.973.935.391 11.130.003.324
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (5.971.363.892) -
Sub Jumlah 2.571.499 11.130.003.324
Jumlah 327.571.499 11.130.003.324
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Saldo Awal - -
Penambahan Pencadangan (Catatan 29) 5.971.363.892 -
Jumlah 5.971.363.892 -
Piutang Lain-lain merupakan area yang signifikan. Oleh karena itu, penilaian atas Expected Credit Loss
(ECL) perlu mempertimbangkan antara lain aging saldo, subsequent collection, status dispute, estimasi
recovery, dan/atau nilai collateral yang tersedia sebagai dasar dalam menentukan kecukupan penyisihan
kerugian kredit ekspektasian.
Piutang kepada PT Rusco Online Distribusi merupakan pinjaman yang diberikan oleh RER berdasarkan
perjanjian untuk keperluan modal PT Rusco Online Distribusi berdasarkan perjanjian No. ADDM-02/RER-
ROD/01/2025 yang tidak dikenakan bunga dan akan dilunasi dalam jangka waktu selambat-lambatnya
pada tanggal 31 Desember 2026.
Piutang Principle Market Return Voucher (MRV) merupakan piutang atas pengembalian barang oleh
Perusahaan kepada pemasok.
Piutang Principle Distributor Claim Voucher (DCV) merupakan piutang kepada distributor Perusahaan atas
program yang diberikan oleh distributor kepada toko serta bonus atas pencapaian yang diperoleh dari
Perusahaan.
- 23 -
Page 31
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
8. PERSEDIAAN
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Peralatan Elektronik 5.407.113.045 5.817.052.295
Kebutuhan Ibu dan Anak 5.341.307.884 6.796.761.166
Makanan dan Minuman 3.979.161.635 5.579.178.217
Sub Jumlah 14.727.582.564 18.192.991.678
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (13.254.824.306) -
Jumlah 1.472.758.256 18.192.991.678
Pada tanggal 30 Juni 2026, Perusahaan melakukan evaluasi atas kondisi persediaan melalui pelaksanaan
stock opname. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, sebagian besar persediaan Perusahaan, yang
merupakan persediaan barang dagangan sebagai distributor, telah mengalami kerusakan dan/atau
kedaluwarsa sehingga tidak dapat direalisasikan pada nilai tercatatnya.
Sehubungan dengan kondisi tersebut pada 30 Juni 2026, Perusahaan mengakui penyisihan penurunan
nilai persediaan sebesar Rp 13.254.824.306, yang merupakan sekitar 90% dari nilai tercatat persediaan
sebelum penyisihan sebesar Rp 14.727.582.564.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Rusindo Eka Raya Nomor 033/RER/VIII/2026 tanggal
31 Agustus 2026 tentang Pencadangan Penurunan Nilai Persediaan, manajemen telah menetapkan
pencadangan atas persediaan sebesar Rp 13.254.824.306. Pencadangan tersebut dilakukan berdasarkan
hasil evaluasi manajemen atas kondisi, pergerakan, dan penelahaan cek fisik persediaan.
Penyisihan penurunan nilai tersebut diakui berdasarkan estimasi nilai realisasi neto persediaan dengan
mempertimbangkan kondisi fisik, tingkat kerusakan dan kedaluwarsa persediaan, serta kemampuan
Perusahaan untuk merealisasikan persediaan tersebut.
Seluruh persediaan merupakan persediaan yang dimiliki oleh Perusahaan dan tidak terdapat persediaan
yang dikonsinyasikan kepada pihak lain.
Seluruh persediaan Perusahaan diasuransikan kepada PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk dengan nomor
polis 3301250002260 dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 3.971.776.732 dengan jangka waktu sejak
30 September 2025 sampai dengan 30 september 2026.
Seluruh persediaan Perusahaan diasuransikan kepada PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk dengan nomor
polis 36012126001215 dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 11.934.000.000 dengan jangka waktu
sejak 1 Januari 2026 sampai dengan 1 Januari 2027.
9. ASET TETAP
30 Juni 2026
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 71.914.730.000 - - 71.914.730.000
Bangunan 25.033.113.000 - - 25.033.113.000
Peralatan Kantor 1.575.167.843 - - 1.575.167.843
Kendaraan 11.247.004.834 - - 11.247.004.834
Jumlah 109.770.015.677 - - 109.770.015.677
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 5.346.772.100 605.390.200 - 5.952.162.300
Peralatan Kantor 1.560.830.648 3.570.859 - 1.564.401.508
Kendaraan 8.338.362.351 488.020.588 - 8.826.382.939
-
Jumlah 15.245.965.099 1.096.981.647 - 16.342.946.747
Nilai Buku 94.524.050.578 93.427.068.930
- 24 -
Page 32
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 71.914.730.000 - - 71.914.730.000
Bangunan 25.033.113.000 - - 25.033.113.000
Peralatan Kantor 1.563.400.953 11.766.890 - 1.575.167.843
Kendaraan 11.247.004.834 - - 11.247.004.834
Jumlah 109.758.248.787 11.766.890 - 109.770.015.677
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 4.135.991.700 1.210.780.400 - 5.346.772.100
Peralatan Kantor 1.544.980.597 15.850.051 - 1.560.830.648
Kendaraan 7.362.321.176 976.041.175 - 8.338.362.351
Jumlah 13.043.293.473 2.202.671.626 - 15.245.965.099
Nilai Buku 96.714.955.314 94.524.050.578
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Beban Pokok Penjualan (Catatan 26) 1.094.881.649 2.198.471.631
Beban Umum dan Administrasi (Catatan 27) 2.099.998 4.199.995
Jumlah 1.096.981.647 2.202.671.626
RER memiliki aset tanah pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, dengan rincian sebagai
berikut:
Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 80/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Persil 25.D.46, Blok: 004, Kohir Nomor C: 324 yang berlokasi di Komplek Pergudangan Industri Raya
Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec Legok,Tangerang dengan luas 3.244 M2.
Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 81/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Persil 25.D.46, Blok: 004, Kohir Nomor C: 324 yang berlokasi di Komplek Pergudangan Industri Raya
Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec Legok,Tangerang dengan luas 1.472M2.
Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 82/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Komplek Pergudangan Industri Raya Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec Legok,Tangerang
dengan luas 1.390 M2.
Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 83/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Komplek Pergudangan Industri Raya Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec Legok,Tangerang
dengan luas 195 M2.
Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 84/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Komplek Pergudangan Industri Raya Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec Legok,Tangerang
dengan luas 601 M2.
Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 85/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Komplek Pergudangan Industri Raya Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec Legok,Tangerang
dengan luas 363 M2.
Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 86/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Kampung Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec Legok, Tangerang dengan luas 1.011 M2.
Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 87/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Kampung Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec Legok, Tangerang dengan luas 1.366 M2.
- 25 -
Page 33
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 88/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Kampung Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec Legok, Tangerang dengan luas 1.965 M2.
Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 89/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Kampung Bojong Kamal, Kelurahan Bojong Kamal, Kec Legok, Tangerang dengan luas 1.220 M2.
Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 90/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Jalan Raya Imam Bonjol No. 228, Bojong Raya, Tangerang, Banten dengan luas 525 M2.
Berdasarkan Akta Jual-Beli No. 91/2022 tanggal 21 Juni 2022 tertulis sebidang tanah yang terletak di
Jalan Raya Imam Bonjol No. 228, Bojong Raya, Tangerang, Banten dengan luas 1.472 M2.
Berdasarkan Surat Keterangan (Cover Note) No. 448/Not-AR/IX/2026 yang dibuat oleh Notaris Ariandi,
S.H., M.Kn. pada tanggal 4 September 2026 dan berlaku sampai dengan tanggal 4 September 2027,
tanah tersebut saat ini masih dalam proses peralihan dan penurunan hak pada Kantor Pertanahan
Kabupatenn Tangerang. Selain itu, sedang dilakukan proses pengajuan Izin Lokasi (IL) dan Pertimbangan
Teknis (Pertek) atas tanah tersebut.
10. ASET HAK - GUNA
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Harga Perolehan 1.396.686.896 1.396.686.896
Akumulasi Penyusutan (907.846.484) (838.012.138)
Jumlah 488.840.412 558.674.758
RER mengadakan perjanjian sewa-menyewa dengan Tn. Rustono Fulia berdasarkan tanggal
3 Januari 2020 atas sebidang tanah berikut bangunan yang berdiri di atasnya seluas 1.860 m2 atas nama
Tn. Rustono Fulia yang terletak di Jl. Imam Bonjol KM 2.8 No. 228, Karawaci, Tangerang. Masa sewa ini
berlaku selama 10 tahun sejak 1 Januari 2020 sampai dengan 1 Januari 2030 dengan nilai sewa sebesar
Rp 180.000.000 per tahun.
Sehubungan dengan perjanjian sewa-menyewa seluruhnya dilakukan dengan pihak berelasi yaitu
Tn. Rustono Fulia. Syarat dan ketentuan yang dimaksud atas perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:
• Perjanjian sewa-menyewa ini dilangsungkan dan diterima untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun
terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020 sampai dengan 31 Desember 2030 dan dapat diperpanjang
dengan jangka waktu tertentu dengan syarat-syarat yang akan disepakati kemudian oleh yang
menyewakan dan penyewa.
• Penyewa dilarang menggunakan objek sewa selain untuk kantor dan gudang sebagaimana disepakati
pada Perjanjian Sewa.
• Selama jangka waktu berlakunya perjanjian, penyewa sama sekali tidak dibenarkan untuk
mengalihkan hak atau menyewakan kembali kepada pihak ketiga dengan alasan apapun juga, tanpa
izin dan persetujuan tertulis dari pihak pertama.
• Penyewa tidak diperbolehkan mengubah struktur dan instalasi dari unit bangunan tersebut tanpa izin
dan persetujuan dari pihak yang menyewakan.
Alokasi beban amortisasi adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Beban Pokok Penjualan (Catatan 26) 69.834.346 139.668.690
Jumlah 69.834.346 139.668.690
- 26 -
Page 34
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
11. INVESTASI REKSADANA
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Bank Central Asia 11.370.991 11.199.983
Jumlah 11.370.991 11.199.983
Reksadana diperoleh melalui Bank Central Asia dengan rincian sebagai berikut:
Reksadana : Batavia Dana Kas Maxima
Jumlah Unit : 5.966,8007
NAB/Unit Beli Rata-rata : 1.675,9400
NAB/Unit Pasar : 1.906.8300
Tanggal NAB/Unit Pasar : 30 Juni 2026
Nilai Modal : Rp 9.999.999,97
Nilai Pasar : Rp 11.370.991,76
12. ASET KEUANGAN LAINNYA
Deposito Berjangka pada Pihak Ketiga:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Bank Danamon Indonesia - 750.000.000
Jumlah - 750.000.000
Berdasarkan pemberitahuan perpanjangan bilyet deposito berjangka tanggal 8 September 2025:
• No. Deposito Berjangka : Bank Danamon No. 003699170142.
• Nominal : Rp 750.000.000.
• Jangka Waktu : 12 bulan dari tanggal 8 September 2025 – 9 September 2026.
• Suku Bunga : 4,00%.
Deposito berjangka dijaminkan dalam rangka perpanjangan fasilitas Kredit Rekening Koran (KRK) pasif.
Deposito tersebut merupakan jaminan baru berupa time deposit (TD) atas nama PT Rusindo Eka Raya
(Catatan 16).
Deposito Berjangka tersebut telah dicairkan Pada tanggal 14 April 2026.
13. UTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA
30 Juni 31 Desember
2026 2025
PT Lucky Mom Indonesia 6.221.780.233 12.532.118.428
PT Sonel Pure Care 69.948.469 -
PT Energizer Indonesia 43.485.705 311.669.947
PT Sukanda Djaya 39.793.647 39.793.647
PT Shang Che 3.750.005 -
PT Fokus Ritel Indoprima - 4.266.475.424
PT Bintang Inter Global - 2.088.761.118
PT Macrosentra Niagaboga - 1.939.694.329
PT Hoka Karya Mandiri - 777.027.930
PT Mega Lighter Internusa - 484.839.751
PT Delta Sukses Teknologi - 220.749.499
PT Angel Greenmom Indonesia - 172.930.442
Jumlah 6.378.758.059 22.834.060.515
- 27 -
Page 35
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian umur utang usaha kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Belum Jatuh Tempo - 4.934.127.983
Jatuh Tempo
1- 30 hari 69.948.469 2.653.392.574
31 - 60 hari - 6.978.582.373
61 - 90 hari - 6.125.956.764
>90 hari 6.308.809.590 2.142.000.821
Jumlah 6.378.758.059 22.834.060.515
14. UTANG LAIN-LAIN
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Pihak Berelasi
Jangka Pendek
Leo Andyanto 3.000.000.000 3.000.000.000
Rustono Fulia 2.291.741.361 283.360.000
PT Intiputera Bumitirta 450.000.000 450.000.000
PT JSI Sinergi Mas 357.147.890 -
Sub Jumlah 6.098.889.251 3.733.360.000
Jangka Panjang
Leo Andyanto 37.000.000.000 37.000.000.000
PT Intiputera Bumitirta 17.550.000.000 17.550.000.000
Sub Jumlah 54.550.000.000 54.550.000.000
Pihak Ketiga
PT Visindo Prime Sinergi 4.698.508.598 4.698.508.598
PT Neon Sinergi Perkasa 508.775.527 -
Sub Jumlah 5.207.284.125 4.698.508.598
Jumlah 65.856.173.376 62.981.868.598
Perjanjian utang lain-lain kepada PT Visindo Prime Sinergi mengalami beberapa kali perubahan,
perubahan terakhir berdasarkan perjanjian No. ADDM-04/LAPD-VPS/01/2025 para pihak menyetujui
addendum perjanjian utang-piutang dan sampai dengan 31 Desember 2026 Perusahaan belum melunasi
utang kepada PT Visindo Prime Sinergi.
Berdasarkan Addendum Perjanjian Fasilitas Pinjaman Nomor PSP-LAPD/V/2023 tanggal 16 Mei 2023
antara Perusahaan dengan Leo Andyanto, selanjutnya para pihak menyetujui untuk perjanjian fasilitas
pinjaman Perusahaan dari Leo Andyanto sebesar Rp 40.000.000.000, dengan jangka waktu 10 tahun
dan bunga sebesar 1,00% per annum yang dibayarkan setiap tiga bulan. Pinjaman ini akan digunakan
oleh Perusahaan untuk keperluan pengambilalihan mayoritas sebanyak 51% kepemilikan atas saham
PT Rusindo Eka Raya dan sisanya akan dipergunakan untuk modal kerja Perusahaan.
Berdasarkan Addendum Perjanjian Fasilitas Pinjaman Nomor PSP/LA-IB/V/2023 tanggal 16 Mei 2023
antara Perusahaan dengan PT Intiputera Bumitirta, selanjutnya para pihak menyetujui untuk perjanjian
fasilitas pinjaman Perusahaan dari PT Intiputera Bumitirta sebesar Rp 18.000.000.000, dengan jangka
waktu 10 tahun dan bunga sebesar 1,00% per annum yang dibayarkan setiap tiga bulan. Pinjaman ini
akan digunakan oleh Perusahaan untuk keperluan pengambilalihan mayoritas sebanyak 51%
kepemilikan atas saham PT Rusindo Eka Raya.
- 28 -
Page 36
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Modal Kerja No. 082/LAPD/I/2026 tanggal 15 Januari 2026 antara
PT JSI Sinergi Mas dan Perusahaan, para pihak telah menyepakati pemberian pinjaman untuk keperluan
modal kerja sebesar Rp 3.000.000.0000. Pinjaman tersebut diberikan tanpa jaminan dan tidak dikenakan
bunga atau imbalan dalam bentuk apa pun. Perjanjian pinjaman tersebut berlaku sampai dengan
1 Januari 2027 dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak.
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Modal Kerja No. 082/LAPD/I/2026 tanggal 30 Januari 2026 antara
PT Neon Sinergi Perkasa dan Perusahaan, para pihak telah menyepakati pemberian pinjaman untuk
keperluan modal kerja sebesar Rp 658.775.527. Pinjaman tersebut diberikan tanpa jaminan dan tidak
dikenakan bunga atau imbalan dalam bentuk apa pun. Perjanjian pinjaman tersebut berlaku sampai
dengan 30 Agustus 2026 dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak.
Utang Lain-lain kepada Rustono Fulia merupakan pinjaman yang diberikan kepada Perusahaan
berdasarkan perjanjian No. LAPD/DIR/10/2025 yang tidak dikenakan bunga dan akan dilunasi dalam
jangka waktu selambat-lambatnya pada tanggal 31 Desember 2027.
Utang Lain-lain kepada Rustono Fulia merupakan pinjaman yang diberikan kepada RER berdasarkan
perjanjian No. RER-LAPD/01/2026 yang tidak dikenakan bunga dan akan dilunasi dalam jangka waktu
selambat-lambatnya pada tanggal 31 Desember 2027.
15. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Pajak Pertambahan Nilai-Bersih 43.516.027 919.981.885
Pasal 21 8.286.632 -
Jumlah 51.802.659 919.981.885
b. Utang Pajak
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Pajak Pertambahan Nilai-Bersih - -
Pajak Penghasilan:
Entitas Induk
Pasal 21 - 22.664.662
Pasal 23 2.743.500 2.783.121
Jumlah 2.743.500 25.447.783
c. Beban Pajak Penghasilan – Bersih
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Manfaat (Beban) Pajak Tangguhan 338.054.288 (279.379.730)
Jumlah 338.054.288 (279.379.730)
- 29 -
Page 37
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
d. Pajak Penghasilan Badan
Entitas Induk
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Rugi Sebelum Pajak Penghasilan
Menurut Laporan Laba Rugi (692.109.035) (1.240.987.095)
Koreksi Fiskal:
Beda Tetap
Tunjangan PPh 21 897.772 54.450.650
Beban (Pendapatan) Aktuaria (229.751.000) 65.578.000
Pendapatan Jasa Giro (270.460) (44.068)
Jumlah Koreksi Fiskal Bersih (229.123.688) 119.984.582
Rugi Fiskal (921.232.723) (1.121.002.513)
Akumulasi Rugi Fiskal
2026 (921.232.723) -
2025 (1.121.892.013) (1.121.892.013)
2024 (2.323.376.905) (2.323.376.905)
Jumlah Akumulasi Rugi Fiskal (4.366.501.641) (3.445.268.918)
Entitas Anak – RER
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Rugi Sebelum Pajak (23.627.882.362) (5.533.154.609)
Beda Temporer:
Beban Cadangan Kerugian Nilai Persediaan 13.254.824.306 -
Beban Cadangan Kerugian Nilai Piutang 7.785.588.057 -
Beban (Pendapatan) Aktuaria (623.099.056) 61.546.098
Penyusutan Aset Tetap (302.695.100) 886.458.155
Beda Permanen:
Pendapatan (Beban) Lain-lain (361.007.943) (2.490.102)
Beban yang tidak dapat
dikurangkan menurut fiskal 31.990.531 106.087.380
Sumbangan dan Jamuan - 14.400.000
Rugi Kena Pajak (Rugi Fiskal) (3.842.281.567) (4.467.153.078)
Pembulatan (3.842.281.000) (4.467.153.000)
Akumulasi Rugi Fiskal:
2026 (3.842.281.567) -
2025 (4.467.163.078) (4.467.163.078)
2024 (23.127.785.602) (23.127.785.602)
Jumlah Akumulasi Rugi Fiskal (31.437.230.247) (27.594.948.680)
- 30 -
Page 38
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
e. Pajak Tangguhan
Dibebankan ke
Penghasilan
1 Januari Dikreditkan Komprehensif 30 Juni
2026 ke Laba Rugi Lain 2026
Imbalan Pascakerja 190.370.755 (153.958.298) 7.605.668 44.018.125
Cadangan Piutang 259.465.037 399.129.317 - 658.594.354
Penyusutan Aset Tetap (26.290.347) 92.883.269 - 66.592.922
Aset Pajak Tangguhan
Bersih 423.545.445 338.054.288 7.605.668 769.205.401
Dibebankan ke
Penghasilan
1 Januari Dikreditkan Komprehensif 31 Desember
2025 ke Laba Rugi Lain 2025
Imbalan Pascakerja 275.197.572 (90.767.316) 5.940.499 190.370.755
Cadangan Piutang 173.276.810 86.188.227 - 259.465.037
Penyusutan Aset Tetap 248.510.294 (274.800.641) - (26.290.347)
Aset Pajak Tangguhan
Bersih 696.984.676 (279.379.730) 5.940.499 423.545.445
16. UTANG BANK
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Bank Hibank Indonesia 16.874.240.825 -
Bank Danamon Indonesia - 598.183.790
Jumlah Utang Bank 16.874.240.825 598.183.790
Tingkat suku bunga 10,00% 3,65%
RER memiliki utang bank dengan rincian sebagai berikut:
1) Bank Hibank Indonesia
Berdasarkan perjanjian kredit Nomor 03 tanggal 4 Juni 2026
• Plafon PAB : Rp 16.874.000.000.
• Plafon PRK : Rp 10.000.000.000 diberikan dalam bentuk pasif
• Fasilitas Kredit : Pinjaman Angsuran Berjangka (PAB) dan Rekening Koran (PRK).
• Jangka Waktu PAB : 60 bulan terhitung mulai tanggal 04-06-2026 s/d 04-06-2031.
• Jangka Waktu PRK : 12 bulan terhitung mulai tanggal 04-06-2026 s/d 04-06-2027
• Suku Bunga : 10,00%
• Jaminan :
- Sebidang tanah milik Rustono Fulia dengan Hak Milik Nomor NIB 28.04.000146835.0
dengan luas 7.290 m2 yang terletak di Desa Bojong Kamal, Kecamatan Legok, Kabupaten
Tangerang, Provinsi Banten.
- Sebidang tanah milik Rustono Fulia dengan Hak Milik Nomor NIB 28.04.000146836.0
dengan luas 1.030 m2 yang terletak di Desa Bojong Kamal, Kecamatan Legok, Kabupaten
Tangerang, Provinsi Banten.
- Sebidang tanah milik Rustono Fulia dengan Hak Milik Nomor NIB 28.04.000146837.0
dengan luas 955 m2 yang terletak di Desa Bojong Kamal, Kecamatan Legok, Kabupaten
Tangerang, Provinsi Banten.
• Syarat Fasilitas Pinjaman Angsuran Berjangka (PAB):
a) Dana pencairan akan berlangsung dikirimkan ke rekening escrow batumbu yang ada di
Hibank.
- 31 -
Page 39
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
• Syarat Fasilitas Pinjaman Rekening Koran (PRK):
a) Pencairan berdasarkan surat pelunasan dari Batumbu atas Distributor Debitur, selain
distributor yang dibiayai oleh bank
b) Mengirimkan instruksi pelunasan debitur channeling yang dibiayai bank sesuai dengan
jumlah yang akan dilunasi
• Hal-hal yang wajib dilaksanakan :
a) Debitur wajib menyerahkan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh auditor
independent/Kantor Akuntan Publik (KAP) yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
paling lambat tanggal 30 Juni tahun berjalan untuk posisi akhir tahun sebelumnya.
b) Debitur wajib melakukan pemindahan aktivitas usaha ke bank, minimal sebesar 50% dari
transaksi usaha.
c) Agunan harus diasuransikan pada Perusahaan Asuransi rekanan Bank yaitu salah satu dari
Perusahaan Asuransi berikut: PT Asuransi Zurich, PT Asuransi LGI, atau PT Asuransi
lainnya yang merupakan rekanan Bank Hibank.
d) Debitur wajib melampirkan perjanjian sewa dengan maksimal jangka waktu sewa selama 3
(tiga) tahun
e) Debitur wajib melampirkan surat pengosongan atas agunan yang disewakan.
• Hal-hal yang Dilarang Dilaksanakan oleh Debitur:
a) Menerima suatu fasilitas kredit atau fasilitas keuangan dari pihak ketiga yang akan
berdampak kepada kemampuan debitur untuk melakukan pembayaran atau melaksanakan
kewajibannya berdasarkan dokumen kredit kepada bank;
b) Melakukan pembayaran kembali sebelum jatuh tempo atas semua pinjaman debitur kepada
pihak ketiga manapun selain pembayaran yang telah disepakati dan disyaratkan atau
karena sifat bidang usaha debitur;
c) Dalam hal debitur merupakan badan hukum atau badan usaha;
- Melakukan perubahan susunan pengurus dan pemegang saham;
- Melakukan atau dilakukan likuidasi, penggabungan, akuisisi, peleburan dan pemisahan
(untuk debitur badan usaha atau hukum), pailit penundaan pembayaran utang
mengajukan permohonan kepailitan atau penundaan kewajiban pembayaran
utang/surseance van betaling, membubarkan;
- Mengubah bentuk hukum atau status hukum Perusahaan debitur;
- Mengubah bidang/jenis usaha debitur;
- Memindahtangankan Perusahaan dalam bentuk apapun juga dan dengan maksud
apapun juga kepada pihak ketiga; dan
- Membayar utangnya kepada para pemegang saham dan/atau para perseronya dalam
bentuk apapun juga yang sekarang telah ada maupun yang akan timbul di kemudian
hari.
d) Memberikan pinjaman kepada pihak lain (khusus debitur badan usaha atau badan hukum
termasuk pemberian pinjaman kepada pemegang saham, Perusahaan anak dan
Perusahaan afiliasinya);
e) Melakukan penyertaan modal, pengambilalihan saham (termasuk melakukan akuisisi),
investasi baru di dalam Perusahaan lain atau khusus untuk debitur badan usaha atau
hukum membuat anak Perusahaan;
f) Menggadaikan saham Perusahaan debitur, melakukan penerbitan saham atau efek bersifat
utang baik di dalam maupun di pasar modal;
g) Memberikan penjaminan baik dalam bentuk penjaminan Perusahaan (Corporate Guarantee)
atau penjaminan Perorangan (Personal Guarantee).
- 32 -
Page 40
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian angsuran di masa mendatang atas utang jangka panjang dari bank adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Jatuh tempo dalam tahun:
2027 1.664.962.044 -
2028 3.220.555.409 -
2029 4.144.916.086 -
2030 6.458.674.086 -
2031 4.091.646.061 -
Jumlah 19.580.753.686 -
2) Bank Danamon Indonesia
a. Berdasarkan Surat Keterangan Lunas (SKL) No.B.036/SMEC/R-1/0426 tanggal 14 April 2026
yang diterbitkan oleh PT Bank Danamon Indonesia, dinyatakan bahwa seluruh kewajiban
Perseroan, baik pokok, bunga/margin/ujrah/bagi hasil, maupun kewajiban lainnya, telah dilunasi
pada tanggal 14 April 2026.
b. Berdasarkan perjanjian kredit Nomor PP/0334/0925 tanggal 8 September 2025
• Plafon : Rp 2.500.000.000.
• Jenis Kredit : Rekening Koran Passive.
• Jangka Waktu : 12 bulan terhitung mulai tanggal 27-10-2025 s/d 27-09-2026.
• Suku Bunga : 8,50%.
• Jaminan : Deposito DE-016604, No. Rekening 0036505226811 atas nama
PT Rusindo Eka Raya sebesar Rp 1.500.000.000.
• Ketentuan Tambahan :
a) Debitur wajib membuka rekening operasional dan rekening KRK Pasif pada Bank.
b) Debitur wajib melakukan pembelian seluruh barang dagangan dari prinsipal
menggunakan Fasilitas KRK Pasif di Bank.
c) Menyerahkan Laporan Keuangan Triwulan termasuk neraca dan perhitungan laba-rugi,
segera setelah diminta oleh Bank selambat-lambatnya 60 hari kalender sejak tanggal
laporan.
d) Menyerahkan daftar stock barang debitur setiap triwulan selambat-lambatnya 30 hari
kalender setelah tanggal periode laporan dan ditandatangani oleh pihak yang
berwenang dari debitur.
17. UTANG LEMBAGA KEUANGAN NON-BANK
30 Juni 31 Desember
2026 2025
PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu) 9.658.186.006 28.157.139.475
PT Sembrani Finance Indonesia 1.030.476.291 1.416.850.865
PT Dipo Star Finance 621.050.706 1.035.235.393
Jumlah Utang Non-Bank 11.309.713.003 30.609.225.733
Tingkat suku bunga 2,31% - 11% 2,31% - 11%
- 33 -
Page 41
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu)
Berdasarkan addendum perjanjian No. 0199/Batumbu/Legal-Compliance/VII/2025 tanggal 9 Agustus 2025
sampai dengan 9 Agustus 2026, perihal exposure kerjasama dan fitur pinjaman.
• Plafon : Rp 48.000.000.000.
• Jenis Kredit : APFG maks 100% dari nilai invoice principal.
• Besaran Pinjaman : Rp 50.000.000 sampai dengan Rp 2.000.000.000.
• Jangka Waktu : 60 hari setelah tanggal Perjanjian.
• Suku Bunga : 11% p.a.
• Jaminan : a. Jaminan bilyet giro/cek senilai 125% dari plafon pinjaman.
b. Garansi Perusahaan dari principal.
c. Garansi pribadi dari Tn. Rustono Fulia.
PT Sembrani Finance
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Sembrani Finance Indonesia berdasarkan
Perjanjian Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No.10125020569, 70, 71, 71, 73, 74
dan 75 pada tanggal 29 September 2025 dengan jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan dengan
pembayaran uang sewa berikutnya pada tanggal 25 September 2025 sampai dengan 25 Agustus 2027
dengan suku bunga 7,98%. Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 7 unit mobil kepada
PT Sembrani Finance Indonesia.
PT Dipo Star Finance
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Dipo Star Finance berdasarkan Perjanjian
Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 0009438/1/10/02/2024 pada tanggal
28 Februari 2024 dengan jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 28 Maret 2024 sampai dengan 28 Januari 2027 dengan suku bunga 6,94%.
Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 7 (tujuh) unit mobil kepada PT Dipo Star Finance.
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Dipo Star Finance berdasarkan Perjanjian
Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 0009435/1/10/02/2024 pada tanggal
9 Februari 2024 dengan jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan dengan pembayaran uang sewa
berikutnya pada tanggal 9 Maret 2024 sampai dengan 9 Januari 2027 dengan suku bunga 4,23%.
Pinjaman tersebut menjaminkan berupa BPKB atas 12 (dua belas) unit mobil kepada PT Dipo Star
Finance.
Perusahaan mengadakan perjanjian utang dengan PT Dipo Star Finance berdasarkan Perjanjian
Pembiayaan Investasi dengan cara Sales and Lease Back No. 0009457/1/10/05/2024 pada tanggal
27 Mei 2024 dengan jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan dengan pembayaran uang sewa berikutnya
pada tanggal 27 Juni 2024 sampai dengan 27 April 2027 dengan suku bunga 2,31%. Pinjaman tersebut
menjaminkan berupa BPKB atas 7 (tujuh) unit mobil kepada PT Dipo Star Finance.
Berdasarkan Surat Pelunasan No. 0131/JKS/04/VI/2025 tanggal 4 Juni 2025, Perusahaan telah melunasi
seluruh kewajiban atas pembelian 7 (tujuh) unit kendaraan yang sebelumnya dibiayai melalui fasilitas
pembiayaan dengan No. Pembiayaan 0009457/1/10/05/2024.
- 34 -
Page 42
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
18. LIABILITAS SEWA KEPADA PIHAK BERELASI
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Pembayaran yang Jatuh Tempo pada Tahun:
2022 180.000.000 180.000.000
2023 180.000.000 180.000.000
2024 – 2030 1.440.000.000 1.440.000.000
Jumlah Pembayaran Minimum Sewa 1.800.000.000 1.800.000.000
Dikurangi:
Pokok (831.256.330) (756.930.367)
Bunga (403.313.104) (403.313.104)
Nilai Kini Pembayaran Minimum Sewa 565.430.565 639.756.529
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun: (145.180.079) (148.651.930)
Bagian Jangka Panjang 420.250.486 491.104.599
Berikut ini merupakan biaya bunga terkait sewa:
2026 2025
Bunga Sewa 15.674.035 38.291.773
Jumlah 15.674.035 38.291.773
Liabilitas Sewa merupakan liabilitas kepada Tn. Rustono Fulia sehubungan dengan sewa tanah berikut
bangunan yang berdiri di atasnya, yang terletak di Jalan Imam Bonjol KM. 2,8 No. 228 Karawaci
Tangerang dengan jangka waktu selama 10 (sepuluh) tahun dari tanggal 1 Januari 2020 sampai dengan
1 Januari 2030 dengan pembayaran sewa dilakukan setiap tahun dan tingkat suku bunga sebesar
4,90%, dengan harga sewa sebesar Rp 180.000.000.
19. BEBAN AKRUAL
2026 2025
Jasa Profesional 84.369.231 118.600.000
Gaji dan Tunjangan 23.245.000 43.740.000
Jumlah 107.614.231 162.340.000
20. UTANG PEMBELIAN ASET TETAP
Utang pembelian aset tetap merupakan utang atas pembelian kendaraan bermotor dengan sebagai
berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Liabilitas Sewa Pembiayaan 775.369.706 1.147.238.889
Lebih dari Satu Tahun dan Kurang dari Lima Tahun - 258.500.000
Nilai Sekarang atas Pembayaran minimum
Utang Pembiayaan 775.369.706 1.405.738.889
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun (775.369.706) (1.147.238.889)
Bagian Jangka Panjang - 258.500.000
- 35 -
Page 43
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian berdasarkan masing-masing kreditur tercantum dalam tabel di bawah ini
30 Juni 31 Desember
2026 2025
PT Win Express Indonesia 581.625.000 993.493.537
PT Mitsui Leasing Capital 193.744.706 412.245.352
Jumlah 775.369.706 1.405.738.889
PT Mitsui Leasing Capital
Pembelian kendaraan bermotor dengan nomor rangka mesin MHMFE71EBPK002777 4V21Z00154
kepada PT Mitsui Leasing Capital dengan suku bunga 5,75% (flat) dan jangka waktu 36 bulan.
Pembelian kendaraan bermotor dengan nomor rangka mesin MHMFE71EBPK002776 4V21Z00136
kepada PT Mitsui Leasing Capital dengan suku bunga 5,75% (flat) dan jangka waktu 36 bulan.
Pembelian kendaraan bermotor dengan nomor rangka mesin MHMFE73EFPK000524 4V21Z75545
kepada PT Mitsui Leasing Capital dengan suku bunga 5,75% (flat) dan jangka waktu 36 bulan.
Pembelian kendaraan bermotor dengan nomor rangka mesin MHMFE73EFPK000521 4V21Z75550
kepada PT Mitsui Leasing Capital dengan suku bunga 5,75% (flat) dan jangka waktu 36 bulan.
PT Win Express Indonesia
Pembelian kendaraan mobil dengan nomor mesin MHMFE74EHRK003937 kepada PT Win Express
Indonesia dengan suku bunga 5% dan jangka waktu 35 bulan.
Pembelian kendaraan mobil dengan nomor mesin MHMFE74EHRK003943 kepada PT Win Express
Indonesia dengan suku bunga 5% dan jangka waktu 35 bulan.
Pembelian kendaraan mobil dengan nomor mesin MHMFE74EHRK003946 kepada PT Win Express
Indonesia dengan suku bunga 5% dan jangka waktu 35 bulan.
Pembelian kendaraan mobil dengan nomor mesin MHMFE74HRK003942 kepada PT Win Express
Indonesia dengan suku bunga 5% dan jangka waktu 35 bulan.
Pembelian kendaraan mobil dengan nomor mesin MHMFE74EHRK003941 kepada PT Win Express
Indonesia dengan suku bunga 5% dan jangka waktu 35 bulan.
Jadwal pembayaran utang pembelian aset tetap minimum berdasarkan perjanjian utang pembelian aset
tetap Perusahaan pada tanggal 30 Juni dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
21. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Besarnya imbalan kerja jangka panjang dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-
Undang No. 6/2023. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan sehubungan dengan imbalan
kerja jangka panjang tersebut. Perhitungan aktuaria atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang untuk
Grup dilakukan oleh aktuaris Kantor Konsultan Aktuaria Budi Ramdani dengan laporan Nomor
1801/PSAK/KKA-BR/VIII/2026 tanggal 20 Agustus 2026.
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Jumlah Karyawan 4 23
Umur Pensiun Normal (per Tahun) 55 55
Kenaikan Gaji (per Tahun) 5,00% 6,00%
Tingkat Diskonto (per Tahun) 6,17% 6,68%
Tabel Mortalitas TMI-2019 TMI-2019
- 36 -
Page 44
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan melakukan kurtailment atas program imbalan pascakerja sehubungan dengan pengurangan
karyawan. Perubahan tersebut mengakibatkan berkurangnya hak atau manfaat yang akan diterima oleh
karyawan, sehingga berdampak terhadap penurunan kewajiban imbalan pascakerja yang diakui oleh
Perusahaan.
Dampak kurtailment terhadap kewajiban imbalan pascakerja telah diperhitungkan dalam pengukuran
kewajiban pada tanggal pelaporan dan diakui sesuai dengan ketentuan akuntansi yang berlaku. Jumlah
dampak kurtailment yang diakui selama periode berjalan adalah sebesar Rp 900.968.067.
Tabel berikut menyajikan komponen liabilitas imbalan kerja yang diakui dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian dan beban imbalan kerja karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian. Rincian liabilitas atas kewajiban imbalan pascakerja karyawan adalah
sebagai berikut:
Mutasi liabilitas atas kewajiban imbalan pascakerja karyawan adalah sebagai berikut:
2026 2025
Saldo Awal Tahun 1.142.133.879 1.223.502.284
Biaya Jasa Kini 13.651.284 79.080.278
Biaya Bunga 34.466.727 48.043.820
Dampak Kurtailmen (900.968.067) -
Perhitungan Manfaat - (231.777.139)
Pendapatan Komprehensif Lain (39.358.219) 23.284.636
Saldo Akhir Tahun 249.925.604 1.142.133.879
Jumlah beban imbalan pascakerja karyawan adalah sebagai berikut:
2026 2025
Beban Jasa Kini 13.651.284 79.080.278
Beban Bunga 34.466.727 48.043.820
Perubahan Program Manfaat - (231.777.139)
Aktuarial yang timbul dari penyesuaian atas pengalaman (39.358.219) 11.070.636
Jumlah 8.759.792 (93.582.405)
Asumsi aktuaria yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto,
kenaikan gaji yang diharapkan dan kematian.
Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam
kewajiban imbalan pasti karena tidak mungkin bahwa perubahan asumsi akan terjadi dalam isolasi satu
sama lain karena beberapa dari asumsi dapat berkorelasi.
Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas
dari tahun sebelumnya.
22. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 berdasarkan catatan yang
dibuat oleh PT Ficomindo Buana Registrar, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026
Jumlah Modal
Jumlah Persentase Ditempatkan
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Dan Disetor
PT JSI Sinergi Mas 2.022.838.500 51% 202.283.850.000
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 1.943.511.639 49% 194.351.163.900
Jumlah 3.966.350.139 100% 396.635.013.900
- 37 -
Page 45
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka
tanggal 19 September 2025, terdapat pembelian Saham atas nama PT JSI Sinergi Mas sebesar 12,95%
atau 513.750.900 lembar saham di mana PT JSI Sinergi Mas sebelumnya telah mengumumkan
Negosiasi Rencana Pengambilalihan PT Leyand International Tbk yang telah disampaikan pada tanggal
28 Agustus 2025.
31 Desember 2025
Jumlah Modal
Jumlah Persentase Ditempatkan
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Dan Disetor
PT JSI Sinergi Mas 2.022.838.500 51% 202.283.850.000
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 1.943.511.639 49% 194.351.163.900
Jumlah 3.966.350.139 100% 396.635.013.900
Berdasarkan akta No. 9 tanggal 23 Juni 2016 dari Notaris Dino Irwin Tengkano, SH. Mkn di Jakarta, yang
telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat
Keputusan No. AHU-AH.01.03-0062663 tanggal 30 Juni 2016 para pemegang saham menyetujui modal
disetor dan ditempatkan sebesar 3.966.350.139 dengan nominal Rp 100 per lembar saham.
23. TAMBAHAN MODAL DISETOR
a) Pengampunan Pajak
Merupakan tambahan modal disetor dari aset pengampunan pajak sesuai dengan Surat Keterangan
Pengampunan Pajak dari Kementerian Keuangan No. KET-1150/PP/WPJ.07/2017 atas nama
PT Leyand International Tbk tertanggal 25 April 2017 dengan rincian aset berupa kas sebesar
Rp 100.000.000 dan Surat Keterangan Pengampunan Pajak dari Kementerian Keuangan No. KET-
230/PP/WPJ.07/2017 tertanggal 18 Januari 2017 dengan rincian aset berupa persediaan sebesar
Rp 400.000.000. Jumlah tambahan modal disetor yang merupakan aset pengampunan pajak per
tanggal 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp 500.000.000.
b) Agio Saham
Agio Saham
Penawaran saham sebesar 60.000.000 saham dengan nilai nominal
Rp 100 per lembar yang ditawarkan Rp 200 per saham pada tahun 2001. 37.015.748.000
Penawaran saham sebesar 1.386.200 saham dengan nilai nominal
Rp 100 per lembar yang ditawarkan Rp 166 per saham pada tahun 2006. 6.000.000.000
Penawaran saham sebesar 3.701.574.800 saham dengan nilai nominal
Rp 100 per lembar yang ditawarkan Rp 110 per saham pada tahun 2008. 91.489.200
Pelaksanaan 26.000 waran seri II saham dengan nilai nominal
Rp 100 per waran yang ditawarkan Rp 120 per waran pada tahun 2014. 520.000
Pelaksanaan 351.139 waran seri II saham dengan nilai nominal
Rp 100 per waran yang ditawarkan Rp 120 per waran pada tahun 2014. 7.022.780
Dikurangi dengan Biaya Emisi Saham (6.766.415.420)
Penerbitan Saham Bonus. (4.300.000.000)
Jumlah 32.048.364.560
- 38 -
Page 46
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
24. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Kepentingan Non-Pengendali atas Aset Bersih Entitas Anak:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
PT Rusco Logistik International 16.077.894.596 21.907.842.155
Rustono Fulia 15.066.082.508 20.529.140.524
Yehezkiel Fulia 270.972.707 369.229.146
Jumlah 31.414.949.811 42.806.211.825
25. PENJUALAN
30 Juni
2026 2025
Penjualan 1.905.091.111 138.506.859.314
Jumlah 1.905.091.111 138.506.859.314
Rincian penjualan berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut:
30 Juni
2026 2025
Pihak Berelasi
PT Rusco Online Distribusi 2.888.064 24.509.823.799
Sub Jumlah 2.888.064 24.509.823.799
Pihak Ketiga
PT Lucky Mom Indonesia 606.346.545 12.365.967.358
Toko Tri Adi Bersama 234.542.848 -
PT Badan Koneksi Niaga Solusindo 160.537.818 -
PT Niceso Sukses Indonesia 153.000.060 -
CV Raya Dipta Swastika - 15.799.745.029
PT Pelanduk Jaya Bersama - 7.712.161.238
Toko Susu Cs - 5.919.428.590
Tn Yusuf - 2.967.159.731
Toko William - 2.560.176.744
Toko Virgo - 2.547.858.136
PT Jaya Putra Panipahan - 2.470.021.406
PT Gaya Poetra Bangkit - 1.948.795.148
CV Baby Wise Indonesia - 1.854.266.015
Toko Natasha Citra II - 1.557.181.077
Toko Natasha Susu - 1.534.371.508
Toko Bei Bee Woo - 1.485.716.582
Toko Susu Pasir Jaya - 1.065.521.430
Lain-lain Dibawah 2 Miliar 747.775.776 52.208.665.523
Sub Jumlah 1.902.203.047 113.997.035.515
Jumlah 1.905.091.111 138.506.859.314
- 39 -
Page 47
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian penjualan dengan nilai kontribusi melebihi nilai 10% dari total penjualan untuk tahun yang
berakhir 30 Juni 2026 dan 2025 sebagai berikut:
30 Juni
2026 2025
PT Lucky Mom Indonesia 606.346.545 -
Toko Tri Adi Bersama 234.542.848 -
PT Rusco Online Distribusi - 24.509.823.799
CV Raya Dipta Swastika - 15.799.745.029
Jumlah 840.889.393 40.309.568.828
26. BEBAN POKOK PENJUALAN
30 Juni
2026 2025
Persediaan Awal 18.192.991.678 17.219.285.674
Pembelian 679.498.647 136.182.250.836
Retur Pembelian (2.364.313.408) -
Barang Siap Dijual 16.508.176.917 153.401.536.510
Persediaan Akhir (14.727.582.562) (20.710.811.066)
Jumlah Persediaan 1.780.594.355 132.690.725.444
Biaya Overhead - 1.100.992.098
Penyusutan Aset Tetap (Catatan 9) 1.094.881.649 292.080.391
Penyusutan Aset Hak-Guna (Catatan 10) 69.834.347 69.834.345
Biaya Transportasi 5.585.409 -
Beban Pokok Penjualan 2.950.895.760 134.153.632.278
Rincian pembelian dengan nilai kontribusi melebihi nilai 10% dari total pembelian untuk tahun yang
berakhir pada 30 Juni 2026 dan 2025 sebagai berikut:
30 Juni
2026 2025
PT Sonel Pure Care 388.850.832 -
PT Delta Sukses Teknologi 224.621.852 -
PT Lucky Mom Indonesia - 40.646.889.212
PT Sinbad Karya Perdagangan - 30.060.103.556
Jumlah 613.472.684 70.706.992.768
27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
30 Juni
2026 2025
Gaji dan Tunjangan 850.130.552 4.566.616.015
Iuran OJK 322.845.067 94.210.967
Jasa Profesional 205.986.231 39.200.000
Biaya Kantor 117.443.782 311.440.912
Legal 76.647.772 -
PPN yang Dibiayakan 22.671.000 16.841.000
BPJS Tenaga Kerja 11.679.000 8.316.000
Biaya Operasional 10.614.891 47.659.112
BPJS Kesehatan 5.400.000 5.400.000
Transportasi 4.937.360 314.545.650
Penyusutan Aset Tetap (Catatan 9) 2.099.998 2.099.998
- 40 -
Page 48
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni
2026 2025
Pemeliharaan Inventaris Kantor 611.700 8.500.198
Keamanan - 14.873.000
Imbalan Pascakerja (Catatan 21) - 67.445.592
Entertainment Direksi - 23.336.680
Software - 22.165.000
Jamuan dan Sumbangan - 10.300.000
Lain-lain 355.470.082 473.495.938
Jumlah 1.986.537.435 5.929.351.470
28. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN
30 Juni
2026 2025
Beban Bunga 1.521.315.391 2.550.251.040
Beban Administrasi Bank 51.183.499 106.118.449
Beban Provisi 7.838.920 541.357.594
Jumlah 1.580.337.810 3.197.727.083
29. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN – BERSIH
30 Juni
2026 2025
Pendapatan Aktuaria 852.850.056 -
Pendapatan Lain-lain 361.007.943 107.657.144
Pendapatan Bunga Deposito 114.121.023 -
Pendapatan Jasa Giro 9.284.464 3.396.204
Beban Bunga Sewa (15.674.035) (19.145.887)
Cadangan Penurunan Nilai Piutang (Catatan 6 dan 7) (7.785.588.057) -
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Persediaan
(Catatan 8) (13.254.824.306) -
Pendapatan Sewa - 1.050.000.000
Beban Lain-lain (526.289) -
Jumlah (19.719.349.201) 1.141.907.461
30. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
30 Juni
2026 2025
Saldo Awal 1.014.350.311 1.081.691.687
Penambahan
Pengukuran Kembali Atas Kewajiban
Imbalan Pasti (Catatan 21) 39.358.219 30.429.450
Komponen Ekuitas Lainnya 177.692 272.563
Pajak Penghasilan Terkait 7.605.668 (4.998.609)
Saldo Akhir 1.061.491.890 1.107.395.091
- 41 -
Page 49
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
31. RUGI PER SAHAM
30 Juni
2026 2025
Rugi untuk Perhitungan Rugi per saham (12.576.060.579) (2.078.258.992)
Jumlah Saham Lembar Lembar
Jumlah rata-rata tertimbang saham
untuk perhitungan rugi bersih per saham 3.966.350.139 3.966.350.139
Rugi per Saham (Rupiah Penuh) (3,17) (0,52)
32. SEGMEN OPERASI
Grup melaporkan segmen operasi berdasarkan PSAK 108 (revisi 2024) segmen usaha dan segmen
operasi. Pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup melakukan penambahan atas usaha dibidang
distribusi pada entitas anak.
Grup melakukan usaha dibidang ruang lingkup kegiatan Grup yang dimana meliputi dibidang aktivitas
keuangan, asuransi, profesional, ilmiah dan teknis yang berfokus pada aktivitas Grup Holding dan
Aktivitas Konsultasi Manajemen lainnya, sehingga laporan segmen operasi disajikan sebagai berikut:
30 Juni 2026
Distribusi Holding Jumlah Eliminasi Konsolidasi
Laporan Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif
Lain
Pendapatan Usaha dan
Penjualan 1.905.091.111 - 1.905.091.111 - 1.905.091.111
Beban Pokok Penjualan dan
Beban Langsung (2.950.895.760) - (2.950.895.760) - (2.950.895.760)
Laba Kotor (1.045.804.649) - (1.045.804.649) - (1.045.804.649)
Penghasilan (Beban) yang
Tidak Dapat Dialokasikan
Beban Umum dan
Administrasi (1.064.903.978) (921.633.457) (1.986.537.435) - (1.986.537.435)
Beban Bunga dan Keuangan (1.579.840.772) (497.038) (1.580.337.810) - (1.580.337.810)
Pendapatan Lain-lain - bersih (19.949.370.661) 230.021.460 (19.719.349.201) - (19.719.349.201)
Rugi sebelum pajak (23.639.920.060) (692.109.035) (24.332.029.095) - (24.332.029.095)
Laporan Posisi Keuangan
Aset segmen 101.752.314.292 60.726.226.910 162.478.541.202 63.004.648.976 99.473.892.226
Jumlah aset konsolidasian 101.752.314.292 99.473.892.226
Informasi Lainnya
Penyusutan - - - - 1.096.981.646
- 42 -
Page 50
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Distribusi Holding Jumlah Eliminasi Konsolidasi
Laporan Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif
Lain
Pendapatan Usaha dan
Penjualan 230.245.960.203 - 230.245.960.203 - 230.245.960.203
Beban Pokok Penjualan dan
Beban Langsung (216.129.197.088) - (216.129.197.088) - (216.129.197.088)
Laba Kotor 14.116.763.115 - 14.116.763.115 - 14.116.763.115
Penghasilan (Beban) yang
Tidak Dapat Dialokasikan
Beban Umum dan
Administrasi (13.802.432.939) (1.237.807.274) (15.040.240.213) - (15.040.240.213)
Beban Bunga dan Keuangan (7.199.010.503) (723.889) (7.199.734.392) - (7.199.734.392)
Pendapatan Lain-lain - bersih 1.351.525.719 (2.455.932) 1.349.069.787 - 1.349.069.787
Rugi sebelum pajak (5.533.154.608) (1.240.987.095) (6.774.141.703) - (6.774.141.703)
Laporan Posisi Keuangan
Aset segmen 144.373.607.664 60.358.946.401 204.732.554.065 63.059.693.978 141.672.860.087
Jumlah aset konsolidasian 144.373.607.664 141.672.860.087
Informasi Lainnya
Penyusutan - - - - 2.202.671.626
33. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI
Sifat pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak-Pihak Berelasi Sifat Pihak Berelasi Sifat Transaksi
Rustono Fulia Personel Kunci Liabilitas Sewa dan Piutang Lain-lain
Yehezkiel Fulia Direktur Utang Lain-lain
PT Rusco Online Distribusi Entitas Piutang Usaha dan Utang Lain-lain
PT JSI Sinergi Mas Pemegang Saham Utang Lain-lain Pihak Berelasi
34. IKATAN
PT Leyand International Tbk (Entitas Induk)
PT Visindo Prime Sinergi
Perjanjian utang lain-lain kepada PT Visindo Prime Sinergi mengalami beberapa kali perubahan,
perubahan terakhir berdasarkan perjanjian No. ADDM-04/LAPD-VPS/01/2025 para pihak menyetujui
addendum perjanjian utang-piutang dan sampai dengan 31 Desember 2026 Perusahaan belum melunasi
utang kepada PT Visindo Prime Sinergi.
Perjanjian Fasilitas Pinjaman dengan Leo Andyanto
Berdasarkan Addendum Perjanjian Fasilitas Pinjaman Nomor PSP-LAPD/V/2023 tanggal 16 Mei 2023
antara Perusahaan dengan Leo Andyanto, selanjutnya para pihak menyetujui untuk perjanjian fasilitas
pinjaman Perusahaan dari Leo Andyanto sebesar Rp 40.000.000.000, dengan jangka waktu 10 tahun
dan bunga sebesar 1,00% per annum yang dibayarkan setiap tiga bulan. Pinjaman ini akan digunakan
oleh Perusahaan untuk keperluan pengambilalihan mayoritas sebanyak 51% kepemilikan atas saham
PT Rusindo Eka Raya dan sisanya akan dipergunakan untuk modal kerja Perusahaan.
- 43 -
Page 51
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Perjanjian Fasilitas Pinjaman dengan PT Intiputera Bumitirta
Berdasarkan Addendum Perjanjian Fasilitas Pinjaman Nomor PSP/LA-IB/V/2023 tanggal 16 Mei 2023
antara Perusahaan dengan PT Intiputera Bumitirta, selanjutnya para pihak menyetujui untuk perjanjian
fasilitas pinjaman Perusahaan dari PT Intiputera Bumitirta sebesar Rp 18.000.000.000, dengan jangka
waktu 10 tahun dan bunga sebesar 1,00% per annum yang dibayarkan setiap tiga bulan. Pinjaman ini
akan digunakan oleh Perusahaan untuk keperluan pengambilalihan mayoritas sebanyak 51%
kepemilikan atas saham PT Rusindo Eka Raya.
PT Rusindo Eka Raya (Entitas Anak)
Perjanjian Sewa-Menyewa
Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa-Menyewa tanggal 3 Januari 2020 antara Perusahaan dengan
Tn. Rustono Fulia, telah terjadi kesepakatan untuk menyewakan sebuah tanah berikut bangunan yang
berdiri di atasnya yang terletak di Jalan Imam Bonjol Km 2,8, No. 228, Karawaci, Tangerang selama
10 tahun yang dimulai dari 1 Januari 2020 sampai dengan 1 Januari 2030 dengan harga sewa sebesar
Rp 180.000.000 per tahun.
Perjanjian Kerjasama Distribusi
1. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi No. 66/RER-HKM/IV/2024 tanggal 16 April 2024
antara Perusahaan dengan PT Hoka Karya Mandiri, telah terjadi kesepakatan kerjasama sebagai
distributor untuk menjual produk Tissue Sonel. Perjanjian ini berlaku mulai tanggal efektif
1 Mei 2024 sampai dengan 1 Mei 2029 dengan Jaminan Bank Garansi senilai Rp 300.000.000.
2. Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Distribusi tanggal 26 Desember 2007 antara Perusahaan
dengan PT Energizer Indonesia yang diwakilkan Djon Halim, telah terjadi kesepakatan kerjasama
sebagai distributor untuk menjual produk berupa baterai di wilayah Tangerang dan sekitarnya dengan
jangka waktu yang tidak dapat ditentukan.
35. KATEGORI DAN KELAS INSTRUMEN KEUANGAN
Biaya Perolehan
Diamortisasi
30 Juni 2026
Aset Keuangan Lancar
Kas dan Bank 474.836.483
Piutang Usaha dari Pihak Berelasi 1.970.138.883
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga 480.298.711
Piutang Lain-lain dari Pihak Ketiga 2.571.498
Piutang Lain-lain dari Pihak Berelasi 325.000.000
Aset Keuangan Tidak Lancar
Investasi pada Obligasi dan Reksadana 11.370.991
Aset Keuangan Lainnya -
Jumlah Aset Keuangan 3.264.216.566
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 6.378.758.059
Utang Lain-lain Pihak Berelasi 6.098.889.251
Utang Lain-lain Pihak Ketiga 5.207.284.125
Liabilitas Sewa kepada Pihak Berelasi 145.180.078
Utang Pembelian Aset Tetap 775.369.706
Utang Bank 1.200.000.000
Utang Lembaga Keuangan Non-Bank 11.309.713.003
Utang Pajak 2.743.500
Beban Akrual 107.614.231
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 31.225.551.953
- 44 -
Page 52
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Biaya Perolehan
Diamortisasi
30 Juni 2026
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Utang Bank 15.674.240.825
Liabilitas Sewa kepada Pihak Berelasi 420.250.486
Utang Lain-lain kepada Pihak Berelasi 54.550.000.000
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 70.644.491.311
Biaya Perolehan
Diamortisasi
31 Desember 2025
Aset Keuangan Lancar
Kas dan Bank 249.891.298
Kas yang Dibatasi Penggunanya 6.635.410.615
Piutang Usaha dari Pihak Berelasi 2.405.787.976
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga 5.871.322.547
Piutang Lain-lain dari Pihak Ketiga 11.130.003.324
Aset Keuangan Tidak Lancar
Investasi pada Obligasi dan Reksadana 11.199.983
Aset Keuangan Lainnya 750.000.000
Jumlah Aset Keuangan 27.053.615.743
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 22.834.060.515
Utang Lain-lain Pihak Berelasi 8.431.868.598
Liabilitas Sewa Jangka Pendek kepada Pihak Berelasi 148.651.930
Utang Jangka Panjang – yang Jatuh
Tempo dalam Satu Tahun 1.147.238.889
Utang Jangka Panjang – yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
Utang Bank 598.183.790
Utang Lembaga Keuangan Non-Bank Jangka Pendek 30.609.225.733
Beban Akrual 162.340.000
Jumlah Liabilitas Keuangan 63.931.569.455
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Liabilitas Jangka Panjang Setelah
Dikurangi Bagian Lancar
Utang Pembelian Aset Tetap 258.500.000
Liabilitas Sewa kepada Pihak Berelasi 491.104.599
Utang Lain-lain kepada Pihak Berelasi 54.550.000.000
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 55.299.604.599
36. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL
a. Manajemen Risiko Modal
Grup mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan
kelangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui
optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Struktur modal Grup terdiri dari kas dan setara kas (Catatan
4) dan ekuitas yang terdiri dari modal yang ditempatkan dan disetor, penghasilan komprehensif lain,
saldo laba dan kepentingan non-pengendali (Catatan 24).
- 45 -
Page 53
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Grup adalah untuk memastikan bahwa sumber
daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta untuk
mengelola risiko mata uang asing, risiko kredit dan risiko likuiditas. Grup beroperasi dengan
pedoman yang telah ditentukan oleh Dewan Direksi.
i. Manajemen Risiko Mata Uang Asing
Risiko nilai tukar mata uang asing timbul ketika transaksi dalam mata uang selain mata uang
fungsional dari Grup yang terutama disebabkan karena volatilitas atau fluktuasi nilai tukar mata
uang asing tersebut. Volatilitas ini menghasilkan pendapatan dan menimbulkan beban yang
memengaruhi pendapatan dan beban Grup.
Kebijakan Grup adalah melakukan pengelolaan dengan cara penyeimbangan arus kas dari
aktivitas operasi dan pendanaan dalam mata uang yang sama.
Sebagian besar transaksi Grup dilakukan dalam mata uang Rupiah, demikian juga dengan
pembukuannya.
ii. Manajemen Risiko Kredit
Risiko kredit mengacu pada risiko rekanan gagal dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya
yang mengakibatkan kerugian bagi Grup.
Risiko kredit Grup terutama melekat pada rekening bank, deposito berjangka, piutang usaha
lain-lain. Grup menempatkan saldo bank dan deposito berjangka pada institusi keuangan yang
layak serta terpercaya.
Grup memiliki kebijakan untuk memeroleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan
dengan meminimalkan kerugian yang terjadi karena eksposur risiko kredit. Karena itu, Grup
memiliki kebijakan untuk memastikan transaksi dilakukan dengan pelanggan yang memiliki
sejarah dan reputasi kredit yang baik. Manajemen melakukan pengawasan secara terus
menerus untuk mengurangi eksposur risiko kredit.
Nilai tercatat aset keuangan pada laporan keuangan setelah dikurangi dengan penyisihan untuk
kerugian mencerminkan eksposur Grup terhadap risiko kredit.
iii. Manajemen Risiko Likuiditas
Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada dewan direksi, yang telah
membentuk kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manajemen
likuiditas dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang Grup. Grup mengelola
risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan dan fasilitas bank dengan terus menerus
memonitor perkiraan dan arus kas aktual dan mencocokkan profil jatuh tempo aset dan liabilitas
keuangan.
Tabel Risiko Likuiditas dan Suku Bunga
Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif dengan
periode pembayaran yang disepakati Grup. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas yang
didiskontokan dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal di mana Grup dapat diminta
untuk membayar. Jatuh tempo kontrak didasarkan pada tanggal terawal di mana Grup mungkin
akan diminta untuk membayar.
- 46 -
Page 54
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2026
Kurang dari Lebih dari
Satu Tahun 1 – 2 Tahun 2 Tahun Jumlah
Utang Usaha kepada
Pihak Ketiga 6.378.758.059 - - 6.378.758.059
Utang Lain-lain kepada
Pihak Ketiga 5.207.284.125 - - 5.207.284.125
Pihak Berelasi 6.098.889.251 - 54.550.000.000 60.648.889.251
Utang Bank 1.200.000.000 - 15.674.240.825 16.874.240.825
Utang Lembaga
Keuangan Non-Bank 11.309.713.003 - - 11.309.713.003
Utang Pembelian Aset
Tetap 775.369.706 - - 775.369.706
Liabilitas Sewa kepada
Pihak Berelasi
Jangka Pendek 145.180.078 - - 145.180.078
Jangka Panjang 420.250.486 420.250.486
Beban Akrual 107.614.231 - - 107.614.231
Jumlah 31.643.058.939 - 70.224.240.825 101.867.299.764
31 Desember 2025
Kurang dari Lebih dari
Satu Tahun 1 – 2 Tahun 2 Tahun Jumlah
Utang Usaha kepada
Pihak Ketiga 22.834.060.515 - - 22.834.060.515
Utang Lain-lain kepada
Pihak Ketiga 4.698.508.598 - - 4.698.508.598
Pihak Berelasi 3.733.360.000 - 54.550.000.000 58.283.360.000
Utang Bank 598.183.790 - - 598.183.790
Utang Lembaga
Keuangan Non-Bank 30.609.225.733 - - 30.609.225.733
Utang Pembelian Aset
Tetap 1.147.238.889 258.500.000 1.405.738.889
Liabilitas Sewa kepada
Pihak Berelasi
Jangka Pendek 148.651.930 - - 148.651.930
Jangka Panjang 491.104.599 - - 491.104.599
Beban Akrual 162.340.000 - - 162.340.000
Jumlah 64.422.674.054 258.500.000 54.550.000.000 119.231.174.054
c. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan yang dicatat sebesar
biaya perolehan diamortisasi dalam laporan keuangan konsolidasian mendekati nilai wajarnya
karena jatuh tempo dalam jangka pendek atau menggunakan tingkat suku bunga pasar.
- 47 -
Page 55
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
37. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN
Grup telah menerbitkan kembali laporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut untuk mengoreksi klasifikasi utang lain-lain dan
klasifikasi aktivitas dalam laporan arus kas. Dampak penyajian kembali tersebut dijelaskan sebagai
berikut:
a. Laporan Posisi Keuangan
31 Desember 2025
Sebelum Setelah
Disajikan Disajikan
Kembali Reklasifikasi Kembali
Utang Lain-lain Pihak Berelasi
PT Visindo Prime Sinergi 4.698.508.598 4.698.508.598 -
Utang Lain-lain Pihak Ketiga
PT Visindo Prime Sinergi - 4.698.508.598 4.698.508.598
b. Laporan Arus Kas
31 Desember 2025
Sebelum Setelah
Disajikan Disajikan
Kembali Reklasifikasi Kembali
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Pembayaran Kepada Karyawan (9.160.015.502) (136.276.709) (9.296.292.211)
Pembayaran Kepada Pemasok (228.468.742.623) (2.100.000.000) (230.568.742.623)
Pembayaran Kepada Operasional
Lainnya (16.695.217.660) 15.211.561.440 (1.483.656.220)
31 Desember 2025
Sebelum Setelah
Disajikan Disajikan
Kembali Reklasifikasi Kembali
Arus Kas Dari Aktivitas
Investasi
Penerimaan Piutang dari Pihak
Berelasi - 2.100.000.000 2.100.000.000
Arus Kas Dari Aktivitas
Pendanaan
Utang Lain-lain kepada Pihak
Berelasi
Penerimaan 2.335.053.500 21.422.167.407 23.757.220.907
Pembayaran (2.147.439.388) (29.717.596.834) (31.865.036.222)
Utang Bank
Penerimaan 111.952.242.760 (96.419.772.900) 15.532.469.860
Pembayaran (122.659.462.015) 89.639.917.596 (33.019.544.419)
c. Catatan atas laporan keuangan, yaitu tambahan dan perubahan pengungkapan pada catatan 14.
- 48 -
Page 56
PT LEYAND INTERNATIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
38. KELANGSUNGAN USAHA
Untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026, Perusahaan mengalami rugi bersih sebesar
Rp 23.993.974.807, yang mengakibatkan akumulasi rugi sebesar Rp 463.905.896.804. Kondisi tersebut
menimbulkan ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan terhadap
kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya, termasuk kemampuan
Perusahaan dalam memulihkan aset serta mengelola dan melunasi liabilitas yang jatuh tempo.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, manajemen perlu menyediakan rencana mitigasi yang bersifat
kuantitatif dan terukur, serta tidak hanya berupa narasi strategis. Rencana tersebut perlu didukung
antara lain dengan proyeksi arus kas yang realistis, estimasi kebutuhan dan sumber pendanaan,
rencana pembayaran liabilitas beserta jangka waktunya, target pemulihan kinerja keuangan, serta
estimasi waktu dan nilai realisasi aset yang dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban. Asumsi dan
estimasi yang digunakan dalam rencana tersebut juga perlu didukung oleh bukti yang memadai agar
dapat dievaluasi kewajaran dan kelayakannya.
Manajemen telah melakukan penilaian atas kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan
kelangsungan usahanya dengan membuat rencana bisnis (business plan) yang komprehensif dan
mengatur rencana aksi strategis korporasi dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Dukungan Keuangan
JSI berkomitmen untuk memberikan dukungan keuangan kepada Perseroan, apabila diperlukan,
dalam rangka memenuhl kebutuhan modal kerja dan kewajiban Perseroan yang jatuh tempo
apabila arus kas internal Perseroan belum mencukupi. Dukungan tersebut dapat diberlkan dalam
bentuk penyediaan dana dan/atau sumber pendanaan lainnya sesuai dengan kebutuhan Perseroan
dan ketentuan yang berlaku. Dukungan ini diberikan untuk jangka waktu sekurang-kurangnya
12 (dua belas) bulan sejak tanggal laporan keuangan 30 Juni 2026.
2. Pengembangan dan Diversifikasl Usaha
JSI akan mendukung Perseroan dalam mengembangkan portofolio usaha secara bertahap, tidak
terbatas pada batu bara, tetapi juga mencakup peluang pada komoditas mineral lainnya serta sektor
energi terbarukan dan energi berkelanjutan. Pengembangan tersebut akan dilakukan berdasarkan
kelayakan teknis dan komersial, kesiapan perizinan, serta peluang pasar yang tersedia.
3. Pengelolaan Keuangan dan Kewajiban
JSI akan mendukung manajemen Perseroan dalam melakukan pengelolaan arus kas, pengendalian
biaya, optimalisasi aset, serta pengelolaan dan/atau restrukturisasi kewajiban Perseroan apabila
diperlukan. JSI juga akan membantu Perseroan dalam mengupayakan sumber pendanaan dan
peluang usaha yang dapat mendukung peningkatan kinerja dan kondisi keuangan Perseroan.
4. Pernyataan Dukungan Going Concern
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, JSI menyatakan dukungan dan komitmennya untuk membantu
Perseroan mempertahankan kelangsungan usahanya sekurang-kurangnya untuk periode 12 (dua
belas) bulan sejak tanggal laporan keuangan 30 Juni 2026. JSI akan terus berkoordinasi dengan
manajemen Perseroan dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan
perkembangan kondisi keuangan, kebutuhan pendanaan, kegiatan operasional, serta rencana
pengembangan usaha Perseroan.
- 49 -
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.