Back to announcement
20260930_SMFP_Laporan Informasi dan Fakta Material_32162026_lamp1.pdf
Financial statement Text extracted SMFPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 37
Page 1
Nomor : S-2327/DIR/SMF/IX/2026 Jakarta, 30 September 2026
Lampiran : 1 Set
Kepada Yth.
Direksi
PT Bursa Efek Indonesia
Stock Exchange Building, Tower I
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
Jakarta 12190
U.p. : Bapak I Gede Nyoman Yetna Setia, Direktur Penilaian Perusahaan
Perihal : Laporan Keuangan Tengah Tahunan EBA-SP SMF-BTN04 ( Audited) Periode
30 Juni 2026
Merujuk Pasal 49 POJK.23/POJK.04/2014 tanggal 19 November 2014 tentang Pedoman
Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Dalam Rangka
Pembiayaan Sekunder Perumahan, bersama ini kami sampaikan:
1. Laporan Keuangan Tengah Tahunan EBA-SP SMF-BTN04 ( Audited) periode yang berakhir
30 Juni 2026;
2. Bukti publikasi Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BTN04 periode yang
berakhir 30 Juni 2026 yang diterbitkan pada tanggal 30 September 2026 di harian berskala
nasional Investor Daily.
Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero )
Ditandatangani secara elektronik oleh : Ditandatangani secara elektronik oleh :
Heliantopo Harya Narendra
Plt. Direktur Bisnis Kepala Divisi Manajemen Kredit
"Layanan Pengaduan Pemangku Kepentingan dan Whistle Blowing System:
Apabila terdapat pegawai SMF yang menerima/meminta gratifikasi dan suap dapat dilaporkan melalui https://wbs.smf-indonesia.co.id/ dan/atau
terdapat keluhan dapat disampaikan melalui surat elektronik stakeholder.care@smf-indonesia.co.id."
Page 2
8 IKLAN
RABU, 30 SEPTEMBER 2026
EFEK BERAGUN ASET SYARIAH BERBENTUK SURAT PARTISIPASI EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK SYARIAH INDONESIA 01 SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 04
(EBAS-SP SMF-BRIS01) (EBA-SP SMF-BTN04)
LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir
(Dalam Rupiah) pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Dalam Rupiah) pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
2026 2025 2026 2025 2026 2025 2026 2025
Aset Pendapatan Investasi Aset Pendapatan Investasi
Kas dan Setara Kas 10.182.422.450 12.195.685.549 Pendapatan Imbal Hasil 8.610.583.293 11.284.139.800 Kas dan Setara Kas 8.475.433.300 10.576.331.508 Bunga 6.147.678.002 12.856.954.696
Rekening Titipan 6.269.574.972 6.614.542.066 Rekening Titipan 691.022.773 693.345.391 Denda Keterlambatan 628.077.697 671.686.140
Jumlah Pendapatan Investasi 8.610.583.293 11.284.139.800
Piutang Pembiayaan Pemilikan Rumah 122.736.350.713 144.430.812.375 Piutang Kredit Pemilikan Rumah 76.087.158.547 111.365.295.105 Jumlah Pendapatan Investasi 6.775.755.699 13.528.640.836
Beban Investasi
Pajak Dibayar di Muka 355.308.528 95.983.396 Piutang Bunga 156.959.075 513.850.573 Beban Investasi
Beban Imbal Hasil 4.054.160.059 5.771.822.787
Aset Pajak Tangguhan 18.401.219 20.839.995 Pajak Dibayar di Muka 2.856.603.913 1.641.490.003 Bunga EBA Kelas A - 885.586.563
Beban Jasa Penunjang 2.242.783.555 2.579.347.430 Jasa Penunjang 2.099.534.937 3.972.143.856
Jumlah Aset 139.562.057.882 163.357.863.381 Beban Lain-lain 11.668.836 11.606.735 Aset Pajak Tangguhan 2.016.642.102 732.681.037 Lain-lain 11.628.836 11.721.736
Jumlah Beban Investasi 6.308.612.450 8.362.776.952 Jumlah Aset 90.283.819.710 125.522.993.617 Jumlah Beban Investasi 2.111.163.773 4.869.452.155
Liabilitas dan Aset Bersih
Liabilitas (Pendapatan)/Beban Lain-lain Liabilitas dan Aset Bersih (Pendapatan)/Beban Lain-lain
Utang Imbal Hasil 679.339.504 833.166.212 Penyisihan Piutang PPR (15.369.133) 28.392.608 Penyisihan Piutang KPR 9.037.198.996 1.709.952.695
Liabilitas
Utang Pajak 93.096.288 - Jumlah (Pendapatan)/
Jumlah (Pendapatan)/Beban Lain-lain (15.369.133) 28.392.608 Biaya yang Masih Harus Dibayar 328.476.774 549.973.081
Biaya yang Masih Harus Dibayar 665.410.556 853.779.834 Beban Lain-lain - Bersih 9.037.198.996 1.709.952.695
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 2.317.339.976 2.892.970.240 Utang Pajak 250.611.769 -
Utang Sertifikat EBAS-SP Kelas A 102.757.235.887 126.025.141.157 Laba sebelum Pajak Penghasilan (4.372.607.070) 6.949.235.986
(Manfaat)/Beban Pajak Penghasilan Utang Lain-lain 691.022.773 693.345.391
Utang Lain-lain 6.269.574.972 6.626.397.053 (Manfaat)/Beban Pajak Penghasilan
Pajak Kini 365.339.695 506.063.055 Jumlah Liabilitas 1.270.111.316 1.243.318.472 Pajak Kini 655.417.641 1.541.149.113
Jumlah Liabilitas 110.464.657.207 134.338.484.256
Pajak Tangguhan 2.438.776 (3.123.187) Pajak Tangguhan (1.283.961.065) (270.170.521)
Aset Bersih Jumlah (Manfaat)/Beban Pajak
Aset Bersih Jumlah (Manfaat)/Beban
Sertifikat EBA-SP Kelas B 92.162.900.683 120.702.688.476 Penghasilan (628.543.424) 1.270.978.592
Sertifikat EBAS-SP Kelas B 27.300.884.636 27.300.884.636 Pajak Penghasilan 367.778.471 502.939.868
Saldo Laba 1.796.516.039 1.718.494.489 Saldo Laba (Defisit) (3.149.192.289) 3.576.986.669 Laba (Rugi) Periode Berjalan (3.744.063.646) 5.678.257.394
Laba Periode Berjalan 1.949.561.505 2.390.030.372
Jumlah Aset Bersih 89.013.708.394 124.279.675.145 Penghasilan Komprehensif Lain - -
Jumlah Aset Bersih 29.097.400.675 29.019.379.125 Penghasilan Komprehensif Lain - -
Laba (Rugi) Komprehensif
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 139.562.057.882 163.357.863.381 Laba Komprehensif Periode Berjalan 1.949.561.505 2.390.030.372 Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 90.283.819.710 125.522.993.617 Periode Berjalan (3.744.063.646) 5.678.257.394
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
Sertifikat Jumlah Aset 2026 2025 Sertifikat Jumlah Aset 2026 2025
Saldo Laba Saldo Laba
EBA-SP Kelas B Bersih EBA-SP Kelas B Bersih
Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Saldo Per 1 Januari 2025 27.300.884.636 1.186.961.741 28.487.846.377 Penerimaan piutang pembiayaan Saldo Per 1 Januari 2025 176.000.000.000 (1.145.287.638) 174.854.712.362 Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 26.240.937.562 52.706.924.972
pemilikan rumah 21.709.830.795 24.048.975.766 Pembayaran Pokok EBA Penerimaan Bunga dan Denda KPR 6.923.918.072 13.047.044.736
Distribusi EBAS-SP Penerimaan imbal hasil dan denda PPR 8.610.583.293 11.284.139.800 Kelas B (Catatan 11) (13.833.340.002) - (13.833.340.002) Penerimaan Bunga Deposito dan Jasa Giro 51.770.050 143.669.077
Kelas B (Catatan 11) - (1.734.577.711) (1.734.577.711) Pembayaran jasa penunjang (2.431.152.833) (2.892.894.183)
Pembayaran Jasa Penunjang (2.321.031.244) (3.988.445.834)
Pembayaran pajak (531.568.539) (1.316.736.214) Bunga Sertifikat
Pembayaran lain-lain (11.668.836) (11.606.735) Pembayaran Pajak (1.619.919.782) (2.469.454.156)
Laba Komprehensif EBA-SP Kelas B (Catatan 11) - (6.945.149.630) (6.945.149.630)
Penerimaan/(Pembayaran) Lain-lain 145.330.239 (1.721.674.431)
Periode Berjalan - 2.390.030.372 2.390.030.372 Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Laba Komprehensif
Aktivitas Operasi 27.346.023.880 31.111.878.434 Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Periode Berjalan - 5.678.257.394 5.678.257.394
Aktivitas Operasi 29.421.004.897 57.718.064.364
Saldo Per 30 Juni 2025 27.300.884.636 1.842.414.402 29.143.299.038
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Saldo Per 30 Juni 2025 162.166.659.998 (2.412.179.874) 159.754.480.124
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran pokok utang EBAS-SP Kelas A (23.267.905.270) (28.104.696.063)
Pembayaran imbal hasil EBAS-SP Kelas A (4.207.986.767) (5.957.626.056) Pembayaran Pokok Utang EBA-SP Kelas A - (38.309.385.349)
Saldo Per 1 Januari 2026 120.702.688.476 3.576.986.669 124.279.675.145 Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A - (917.511.051)
Saldo Per 1 Januari 2026 27.300.884.636 1.718.494.489 29.019.379.125 Pembayaran dividen EBAS-SP Kelas B (1.871.539.955) (1.734.577.711)
Pembayaran utang lain-lain (11.854.987) - Pembayaran Pokok EBA Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas B (2.982.115.312) (6.945.149.630)
Distribusi EBAS-SP Kelas B (Catatan 11) (28.539.787.793) - (28.539.787.793) Pembayaran Pokok EBA Kelas B (28.539.787.793) (13.833.340.002)
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Kelas B (Catatan 11) - (1.871.539.955) (1.871.539.955) Aktivitas Pendanaan (29.359.286.979) (35.796.899.830) Bunga Sertifikat Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
EBA-SP Kelas B (Catatan 11) - (2.982.115.312) (2.982.115.312) Aktivitas Pendanaan (31.521.903.105) (60.005.386.032)
Laba Komprehensif Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (2.013.263.099) (4.685.021.396)
Rugi Komprehensif Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (2.100.898.208) (2.287.321.668)
Periode Berjalan - 1.949.561.505 1.949.561.505 Kas dan Setara Kas pada Awal Periode 12.195.685.549 16.307.067.419 Periode Berjalan - (3.744.063.646 (3.744.063.646) Kas dan Setara Kas pada Awal Periode 10.576.331.508 14.848.233.629
Saldo Per 30 Juni 2026 27.300.884.636 1.796.516.039 29.097.400.675 Kas dan Setara Kas pada Akhir Periode 10.182.422.450 11.622.046.023 Saldo Per 30 Juni 2026 92.162.900.683 (3.149.192.289) 89.013.708.394 Kas dan Setara Kas pada Akhir Periode 8.475.433.300 12.560.911.961
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Syariah Indonesia Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Syariah Sarana Multigriya Finansial Bank Syariah Indonesia Nomor 1 (“EBAS-SP Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara
SMF-BRIS01) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBAS-SP SMF-BRIS01 Per 30 Juni 2026, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk tahun Nomor 04 (“EBA-SP SMF-BTN04”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN04 Per 30 Juni 2026, serta kinerja keuangan dan arus
yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Jakarta, 30 September 2026 Jakarta, 30 September 2026
Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Heliantopo Arie Sus Miyanti Heliantopo Arie Sus Miyanti
Plt. Direktur Senior Vice President Plt. Direktur Senior Vice President
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 05
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 06
(EBA-SP SMF-BTN05)
(EBA-SP SMF-BTN06)
LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir
(Dalam Rupiah) pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Dalam Rupiah) pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
2026 2025 2026 2025 2026 2025 2026 2025
Aset Pendapatan Investasi Aset Pendapatan Investasi
Kas dan Setara Kas 23.697.030.654 24.113.508.951 Bunga 35.060.580.436 48.481.034.042 Kas dan Setara Kas 41.510.145.872 43.569.475.232 Pendapatan Bunga 7.940.695.482 12.294.518.781
Rekening Titipan 4.176.855.181 5.449.927.122 Denda Keterlambatan 608.854.605 704.280.789 Rekening Titipan 1.562.665.095 2.027.282.391 Pendapatan Denda Keterlambatan 214.399.742 174.613.871
Piutang Kredit Jumlah Pendapatan Investasi 35.669.435.041 49.185.314.831 Piutang Kredit Pemilikan Rumah 88.133.092.026 114.548.684.953 Jumlah Pendapatan Investasi 8.155.095.224 12.469.132.652
Pemilikan rumah 464.979.963.711 552.792.105.937
Beban Investasi Piutang Lain-lain 135.349.332 263.226.653
Piutang Bunga 218.876.805 856.321.977 Beban Bunga EBA 12.998.413.143 21.245.526.885 Beban Investasi
Piutang Lain-lain 236.667.377 284.000.853 Pajak Dibayar di Muka 54.337.600 - Beban Bunga Kelas A 1.921.314.182 3.862.840.039
Jasa Penunjang 7.789.272.203 9.333.031.198
Pajak Dibayar di Muka 2.816.879.661 1.698.449.992 Aset Pajak Tangguhan 320.358.947 285.893.247 Beban Jasa Penunjang 2.297.731.931 3.607.534.406
Lain-lain 11.833.036 11.914.335
Aset Pajak Tangguhan 2.149.400.794 2.117.159.945 Jumlah Aset 131.715.948.872 160.694.562.476 Lain-lain 727.159.720 113.003.264
Jumlah Beban Investasi 20.799.518.382 30.590.472.418
Jumlah Aset 498.275.674.183 587.311.474.777 Jumlah Beban Investasi 4.946.205.833 7.583.377.709
Beban/(Pendapatan) Lain-lain Liabilitas dan Aset Bersih
Liabilitas dan Aset Bersih Penyisihan Piutang KPR 157.121.129 1.873.761.065 Liabilitas (Pendapatan) / Beban Lain-lain
Liabilitas Beban Penyisihan Piutang 221.993.853 93.042.318
Jumlah Beban/(Pendapatan) Utang Bunga Kelas A 275.043.797 451.442.815
Utang Sertifikat EBA-SP 228.204.788.754 316.569.102.829
Lain-lain 157.121.129 1.873.761.065 Utang Pajak 735.833.852 802.160.694 Jumlah Beban Lain-lain 221.993.853 93.042.318
Utang Pajak 635.981.940 -
Utang Bunga 169.699.325 312.175.514 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 14.712.795.530 16.721.081.348 Biaya yang Masih Harus Dibayar 720.332.862 839.524.702 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 2.986.895.538 4.792.712.625
Biaya yang Masih Harus Dibayar 1.279.253.868 1.366.783.318 Beban/(Manfaat) Pajak Penghasilan Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 43.523.413.076 71.437.104.132
Utang Lain-lain 4.932.257.896 6.205.329.837 Utang Lain-lain 1.601.515.096 2.027.282.391 Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Pajak Kini 3.013.656.805 3.808.723.594
Pajak Tangguhan (32.240.849) (357.869.185) Pajak Kini (485.572.285) (429.266.020)
Jumlah Liabilitas 235.221.981.783 324.453.391.498 Jumlah Liabilitas 46.856.138.683 75.557.514.734
Pajak Tangguhan 34.465.700 10.234.655
Aset Bersih Jumlah Beban/(Manfaat) Aset Bersih
Pajak Penghasilan 2.981.415.956 3.450.854.409 Jumlah Beban Pajak Penghasilan (451.106.585) (419.031.365)
Sertifikat EBA-SP Kelas B 260.000.000.000 260.000.000.000 Sertifikat EBA-SP Kelas B 54.266.543.015 54.266.543.015
Saldo Laba 3.053.692.400 2.858.083.279 Laba Periode Berjalan 11.731.379.574 13.270.226.939 Laba Periode Berjalan 2.535.788.953 4.373.681.260
Saldo Laba 30.593.267.174 30.870.504.727
Jumlah Aset Bersih 263.053.692.400 262.858.083.279 Penghasilan Komprehensif Lain - - Penghasilan Komprehensif Lain - -
Jumlah Aset Bersih 84.859.810.189 85.137.047.742
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 498.275.674.183 587.311.474.777 Laba Komprehensif Periode Berjalan 11.731.379.574 13.270.226.939 Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 131.715.948.872 160.694.562.476 Laba Komprehensif Periode Berjalan 2.535.788.953 4.373.681.260
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
Sertifikat Jumlah Aset 2026 2025 Sertifikat Saldo Laba Jumlah Aset 2026 2025
Saldo Laba
EBA-SP Kelas B Bersih EBA-SP Kelas B Bersih
Arus Kas dari Aktivitas Operasi: Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Saldo Per 1 Januari 2025 260.000.000.000 6.490.899.508 266.490.899.508 Penerimaan Piutang KPR 87.655.021.097 95.088.225.434 Saldo Per 1 Januari 2025 54.266.543.015 29.305.822.776 83.572.365.791
Penerimaan piutang kredit pemilikan rumah 26.193.599.074 29.690.321.220
Penerimaan Bunga dan Denda KPR 35.904.148.896 48.120.650.122 Penerimaan bunga dan denda KPR 8.114.005.054 11.980.416.608
Dividen/Bunga Sertifikat Penerimaan Jasa Giro dan Bunga Deposito 183.854.512 1.003.588.578 Dividen/Bunga Sertifikat
Penerimaan bunga jasa giro 168.967.491 485.459.764
EBA-SP Kelas B (Catatan 12) - (15.329.260.124) (15.329.260.124) Pembayaran Jasa Penunjang (7.876.801.653) (9.207.093.933) Kelas B (Catatan 11) - (2.728.487.849) (2.728.487.849) Penerimaan restitusi pajak - 543.723.159
Pembayaran Pajak (3.496.104.534) (4.495.916.240)
Pembayaran jasa penunjang (2.416.923.771) (3.762.038.571)
Laba Komprehensif Pembayaran Lain-Lain (57.798.269) (11.914.336)
Laba Komprehensif Pembayaran pajak (1.321.888.947) (1.724.077.624)
Periode Berjalan - 13.270.226.939 13.270.226.939 Arus Kas Bersih yang Diperoleh
Periode Berjalan - 4.373.681.260 4.373.681.260 Pembayaran lain-lain (11.507.500) (11.677.500)
dari Aktivitas Operasi 112.312.320.049 130.497.539.625
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Saldo Per 30 Juni 2025 260.000.000.000 4.431.866.323 264.431.866.323 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan: Saldo Per 30 Juni 2025 54.266.543.015 30.951.016.187 85.217.559.202 Aktivitas Operasi 30.726.251.402 37.202.127.056
Pembayaran Pokok Utang
EBA-SP Kelas A (88.364.314.075) (95.799.379.935) Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A2 (11.594.580.483) (20.177.451.599) Saldo Per 1 Januari 2026 54.266.543.015 30.870.504.727 85.137.047.742 Pembayaran pokok utang EBA-SP Kelas A (27.913.691.056) (31.582.318.909)
Saldo Per 1 Januari 2026 260.000.000.000 2.858.083.279 262.858.083.279 Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas M (1.234.133.335) (1.261.866.667) Pembayaran bunga EBA-SP Kelas A (2.097.713.200) (4.062.422.746)
Pembayaran Dividen EBA-SP Kelas B (11.535.770.453) (15.329.260.124) Dividen/Bunga Sertifikat Pembagian dividen EBA-SP Kelas B (2.813.026.506) (2.728.487.849)
Dividen/Bunga Sertifikat Penerimaan/(Pembayaran) Utang Lain-lain 38.850.001 (1.505.562.330)
Arus Kas Bersih yang Digunakan Kelas B (Catatan 11) - (2.813.026.506) (2.813.026.506)
EBA-SP Kelas B (Catatan 12) - (11.535.770.453) (11.535.770.453) untuk Aktivitas Pendanaan (112.728.798.346) (132.567.958.325) Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (32.785.580.761) (39.878.791.834)
Kenaikan (Penurunan) Bersih Laba Komprehensif
Laba Komprehensif
Kas dan Setara Kas (416.478.297) (2.070.418.700) Periode Berjalan - 2.535.788.953 2.535.788.953 Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (2.059.329.360) (2.676.664.778)
Periode Berjalan - 11.731.379.574 11.731.379.574
Kas dan Setara Kas pada Awal Periode 24.113.508.951 29.328.399.463 Kas dan Setara Kas pada Awal Periode 43.569.475.232 45.416.395.544
Saldo Per 30 Juni 2026 260.000.000.000 3.053.692.400 263.053.692.400 Kas dan Setara Kas pada Akhir Periode 23.697.030.654 27.257.980.763 Saldo Per 30 Juni 2026 54.266.543.015 30.593.267.174 84.859.810.189 Kas dan Setara Kas pada Akhir Periode 41.510.145.872 42.739.730.766
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara Nomor 06
Nomor 05 (“EBA-SP SMF-BTN05”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN05 Per 30 Juni 2026, serta kinerja keuangan dan arus (“EBA-SP SMF-BTN06”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN06 Per 30 Juni 2026, serta kinerja keuangan dan arus kasnya
kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Jakarta, 30 September 2026 Jakarta, 30 September 2026
Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Heliantopo Arie Sus Miyanti Heliantopo Tjandraningrum
Plt. Direktur Senior Vice President Plt. Direktur Vice President
Page 3
EFEK BERAGUN ASET
BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL
BANK TABUNGAN NEGARA 04
(EBA-SP SMF-BTN04)
Laporan Keuangan Interim
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir
Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
Page 4
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
Daftar isi
Halaman
Surat Pernyataan Penerbit (PT Sarana Multigriya Finansial (Persero))
Surat Pernyataan Bank Kustodian (PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk)
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan Interim
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Serta Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir
Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
Laporan Posisi Keuangan Interim 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Interim 2
Laporan Perubahan Aset Bersih Interim 3
Laporan Arus Kas Interim 4
Catatan Atas Laporan Keuangan Interim 5
Page 5
MF
SURAT PERNYATAAN PENERBIT
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
PER 30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG
BERAKHIR PADA 30 JUNI2026 DAN 2025
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 04
(EBA-SP SMF-BTN04)
Kami yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Budi Susanto
Jabatan Direktur Utama
Alamat Kantor Grha SIr/F Jalan Panglima Polim I Nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta
Alamat Domisili/ sesuai KTP Jl. Bangka I C No. 9A RT.003/RW009, Pela Mampang
atau Kartu ldentitas lain ltlampang Prapatan, Jakarta Selatan
Nomor Telepon 021 2700 400
Nama Heliantopo
Jabatan Plt. Direktur
Alamat Kantor Grha Stt/F Jalan Panglima Polim I Nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta
Alamat Domisili / sesuai KTP Komplek PJIMI Jl. Cendrawasih Raya A28l3-4 RT.004/RW.007
atau Kartu ldentitas lain Pondok Aren, Tangerang Selatan
Nomor Telepon 021 2700 400
PT Sarana tVlultigriya Finansial (Persero) dalam hal ini bertindak selaku Penerbit Efek Beragun Aset
Berbentuk Surat Partisipasi Sarana lVlultigriya Finansial - Bank Tabungan Negara 04
(EBA-SP SIVF-BTN04) menyatakan bahwa.
1. Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan
lnterim EBA-SP SIVF- BTN04.
2. Laporan Keuangan lnterim EBA-SP SIVF-BTNO4 telah disusun dan disajikan dengan Standar
Akuntansi Keuangan di lndonesia.
3. a. Semua informasi dalam Laporan Keuangan lnterim EBA-SP StVF-BTN04 telah dimuat secara
lengkap dan benar.
b. Laporan Keuangan lnterim EBA-SP StUF-BTN04 tidak mengandung informasi dan fakta
material yang tidak benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material.
4. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern dalam EBA-SP SIVF-BTN04.
/
Page 6
5. Kami bertanggung jawab atas Laporan Keuangan lnterim sesuai dengan tugas dan tanggung
jawab sebagaimana tersebut dalam EBA-SP SIMF-BTN04.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya"
Jakarta, 2f September 2026
Penerbit
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
t'
Budi Susanto Heliantopo
Direktur Utama Plt. Direktur
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2026 2025
Aset
Kas dan Setara Kas 2.c, 2.d, 3, 16 8.475.433.300 10.576.331.508
Rekening Titipan 2.c, 4, 16 691.022.773 693.345.391
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 2.c, 5, 16 76.087.158.547 111.365.295.105
Piutang Bunga 2.c, 6, 16 156.959.075 513.850.573
Pajak Dibayar di Muka 2.f, 15.a 2.856.603.913 1.641.490.003
Aset Pajak Tangguhan 2.f, 15.d 2.016.642.102 732.681.037
Jumlah Aset 90.283.819.710 125.522.993.617
Liabilitas dan Aset Bersih
Liabilitas
Biaya yang Masih Harus Dibayar 2.c, 7, 16 328.476.774 549.973.081
Utang Pajak 2.f, 15.b 250.611.769 -
Utang Lain-lain 2.c, 8, 16 691.022.773 693.345.391
Jumlah Liabilitas 1.270.111.316 1.243.318.472
Aset Bersih
Sertifikat EBA-SP Kelas B 1, 2.c, 9, 16 92.162.900.683 120.702.688.476
Saldo Laba (Defisit) (3.149.192.289) 3.576.986.669
Jumlah Aset Bersih 89.013.708.394 124.279.675.145
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 90.283.819.710 125.522.993.617
Catatan atas laporan keuangan interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan interim secara keseluruhan
1
Page 12
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2026 2025
Pendapatan Investasi
Bunga 2.e, 10, 16 6.147.678.002 12.856.954.696
Denda Keterlambatan 2.e, 10, 16 628.077.697 671.686.140
Jumlah Pendapatan Investasi 6.775.755.699 13.528.640.836
Beban Investasi
Bunga EBA Kelas A 2.e, 11, 16 - 885.586.563
Jasa Penunjang 2.e, 12, 16 2.099.534.937 3.972.143.856
Lain-lain 2.e, 13, 16 11.628.836 11.721.736
Jumlah Beban Investasi 2.111.163.773 4.869.452.155
(Pendapatan)/Beban Lain-lain
Penyisihan Piutang KPR 2.e, 14, 16 9.037.198.996 1.709.952.695
Jumlah (Pendapatan)/Beban Lain-lain - Bersih 9.037.198.996 1.709.952.695
Laba sebelum Pajak Penghasilan (4.372.607.070) 6.949.235.986
(Manfaat)/Beban Pajak Penghasilan
Pajak Kini 2.f, 15.c 655.417.641 1.541.149.113
Pajak Tangguhan 2.f, 15.d (1.283.961.065) (270.170.521)
Jumlah (Manfaat)/Beban Pajak
Penghasilan (628.543.424) 1.270.978.592
Laba (Rugi) Periode Berjalan (3.744.063.646) 5.678.257.394
Penghasilan Komprehensif Lain - -
Laba (Rugi) Komprehensif Periode Berjalan (3.744.063.646) 5.678.257.394
Catatan atas laporan keuangan interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan interim secara keseluruhan
2
Page 13
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Sertifikat EBA-SP Jumlah Aset
Kelas B Saldo Laba (Defisit) Bersih
Saldo Per 1 Januari 2025 176.000.000.000 (1.145.287.638) 174.854.712.362
Pembayaran Pokok EBA Kelas B
(Catatan 11) (13.833.340.002) - (13.833.340.002)
Bunga Sertifikat
EBA-SP Kelas B (Catatan 11) - (6.945.149.630) (6.945.149.630)
Laba Komprehensif Periode Berjalan - 5.678.257.394 5.678.257.394
Saldo Per 30 Juni 2025 162.166.659.998 (2.412.179.874) 159.754.480.124
Saldo Per 1 Januari 2026 120.702.688.476 3.576.986.669 124.279.675.145
Pembayaran Pokok EBA Kelas B
(Catatan 11) (28.539.787.793) - (28.539.787.793)
Bunga Sertifikat
EBA-SP Kelas B (Catatan 11) - (2.982.115.312) (2.982.115.312)
Rugi Komprehensif Periode Berjalan - (3.744.063.646) (3.744.063.646)
Saldo Per 30 Juni 2026 92.162.900.683 (3.149.192.289) 89.013.708.394
Catatan atas laporan keuangan interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan interim secara keseluruhan
3
Page 14
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
LAPORAN ARUS KAS INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2026 2025
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 26.240.937.562 52.706.924.972
Penerimaan Bunga dan Denda KPR 6.923.918.072 13.047.044.736
Penerimaan Bunga Deposito dan Jasa Giro 51.770.050 143.669.077
Pembayaran Jasa Penunjang (2.321.031.244) (3.988.445.834)
Pembayaran Pajak (1.619.919.782) (2.469.454.156)
Penerimaan/(Pembayaran) Lain-lain 145.330.239 (1.721.674.431)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 29.421.004.897 57.718.064.364
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran Pokok Utang EBA-SP Kelas A - (38.309.385.349)
Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A - (917.511.051)
Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas B (2.982.115.312) (6.945.149.630)
Pembayaran Pokok EBA Kelas B (28.539.787.793) (13.833.340.002)
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (31.521.903.105) (60.005.386.032)
Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (2.100.898.208) (2.287.321.668)
Kas dan Setara Kas pada Awal Periode 10.576.331.508 14.848.233.629
Kas dan Setara Kas pada Akhir Periode 8.475.433.300 12.560.911.961
Catatan atas laporan keuangan interim terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan interim secara keseluruhan
4
Page 15
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial - Bank Tabungan
Negara 04 (EBA-SP SMF-BTN04), yang selanjutnya disebut "Entitas", diterbitkan oleh Penerbit,
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (“SMF”), berdasarkan akta perjanjian penerbitan EBA-
SP SMF-BTN04 No. 22 tanggal 12 Februari 2018 antara PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanie
Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta. EBA-SP merupakan efek hasil sekuritisasi atas
kumpulan tagihan dari portofolio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang terpilih (Kumpulan
Tagihan) yang dibeli dari Bank Tabungan Negara (Kreditur Asal) sejumlah Rp2.000.000.000.000
(dua triliun Rupiah) yang bersama-sama diwakili oleh Wali Amanat dan Penerbit serta
ditatausahakan oleh Bank Kustodian, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”).
EBA-SP SMF-BTN04 ini diterbitkan dalam 2 (dua) kelas yaitu EBA-SP Kelas A yang terdiri dari
Seri A1 dengan total nilai nominal sebesar Rp700.000.000.000 (tujuh ratus miliar Rupiah)
mewakili 35,00% (tiga puluh lima koma nol nol persen) dari Kumpulan Tagihan dengan tingkat
bunga tetap sebesar 7,00% (tujuh koma nol nol persen) per tahun dan Seri A2 dengan total nilai
nominal sebesar Rp1.124.000.000.000 (satu triliun seratus dua puluh empat miliar Rupiah)
mewakili 56,20% (lima puluh enam koma dua nol persen) dari Kumpulan Tagihan dengan tingkat
bunga tetap sebesar 7,50% (tujuh koma lima nol persen) per tahun. EBA-SP SMF-BTN04 Kelas
B dengan total nominal sebesar Rp176.000.000.000 (seratus tujuh puluh enam miliar Rupiah)
mewakili 8,80% (delapan koma delapan nol persen) dari jumlah Pokok Terutang atas Kumpulan
Tagihan pada tanggal cut-off final. Tanggal jatuh tempo final EBA-SP SMF-BTN04 jatuh pada
tanggal 7 Mei 2029, namun diperkirakan akan lunas lebih awal karena Kumpulan Tagihan
mempunyai rata-rata tertimbang jatuh tempo (weighted average life) adalah 7,03 tahun.
Pemegang EBA-SP SMF-BTN04 Kelas A berhak untuk mendapatkan pembayaran bunga setiap
3 (tiga) bulan sekali pada tanggal pembayaran. Bersamaan dengan itu dilakukan juga
pembayaran pokok atas EBA-SP SMF-BTN04 Kelas A sesuai dengan Urutan Prioritas
Pembayaran.
EBA-SP Kelas A diklasifikasikan sebagai Efek bersifat utang berarus kas tetap, sedangkan Kelas
B diklasifikasikan sebagai Efek bersifat ekuitas berarus kas tidak tetap. EBA-SP Kelas A dan
EBA-SP Kelas B dapat dipindahtangankan. Hanya EBA-SP Kelas A yang akan ditawarkan
kepada publik, dan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. EBA-SP dikeluarkan dalam satuan
nominal pokok terutang Rp1 (satu Rupiah) sebagai bukti hak milik bersama secara proporsional
yang tidak terbagi atas Kumpulan Tagihan.
EBA-SP SMF-BTN04 telah mendapatkan surat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Eksekutif OJK No. S-198/PM.21/2018 tanggal
23 Februari 2018 untuk ditawarkan kepada publik. EBA-SP SMF-BTN04 Kelas A merupakan
sertifikat tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo EBA Kelas A yang diterbitkan atas nama
Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai bukti kepesertaan untuk kepentingan
pemegang EBA-SP Kelas A.
Entitas memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 83.941.831.6.064.000.
5
Page 16
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Informasi Kebijakan Akuntansi Material
2. a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan
Laporan keuangan interim Entitas telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan (SAK) di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar dan Interpretasi yang
diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI),
serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk entitas yang berada di bawah
pengawasannya dan ketentuan akuntansi lainnya yang lazim berlaku di Pasar Modal.
2. b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Interim
Laporan keuangan interim disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar
akrual, kecuali laporan arus kas yang menggunakan dasar kas. Dasar pengukuran dalam
penyusunan laporan keuangan interim ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa
akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas interim disajikan dengan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas
dalam aktivitas operasi dan pendanaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan interim ini,
dibulatkan dan disajikan dalam mata uang Rupiah (Rp), yang juga sebagai mata uang fungsional
Entitas kecuali bila dinyatakan secara khusus.
2. c. Instrumen Keuangan
Entitas mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan
interim, jika dan hanya jika, Entitas menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak
instrumen tersebut. Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Entitas
mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset
keuangan atau liabilitas keuangan tersebut.
Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan
liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera.
Aset keuangan Entitas diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
i. Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut
terpenuhi:
1. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan
2. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments
of principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan
pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif
atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo, dan
penurunan nilainya.
6
Page 17
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Pendapatan keuangan dihitung dengan metode menggunakan suku bunga efektif dan diakui
di laba rugi.
Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika aset dihentikan atau direklasifikasi.
Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian
untuk alasan lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan
jumlahnya atau tidak sering.
ii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain
(”FVTOCI”)
Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
1. Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
2. Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments
of principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, dimana keuntungan atau kerugian diakui
dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan
keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi.
Ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan
atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
iii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (“FVTPL”)
Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria
untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui
dalam laba rugi.
Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria
untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI,
sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Entitas dapat menetapkan pilihan yang tidak
dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan
untuk diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for trading) untuk diukur pada FVTOCI.
Penetapan ini menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan
komprehensif lain, kecuali pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi ke saldo laba tidak melalui laba rugi.
Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan
Entitas mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal
liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kecuali:
a) Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas dimaksud, termasuk
derivatif yang merupakan liabilitas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar.
b) Liabilitas keuangan yang timbul Ketika pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi
kualifikasi penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan
diterapkan.
7
Page 18
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
c) Kontrak jaminan keuangan dan komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku
bunga dibawah pasar. Setelah pengakuan awal, penerbit kontrak dan penerbit komitmen
selanjutnya mengukur kontrak tersebut sebesar jumlah yang lebih tinggi antara:
I. Jumlah penyisihan kerugian; dan
II. Jumlah yang pertama kali diakui dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif dari
penghasilan yang diakui sesuai dengan prinsip PSAK 115.
Saat pengakuan awal Entitas dapat membuat penetapan yang tak terbatalkan untuk
mengukur liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar
atau jika penetapan akan menghasilkan informasi yang lebih relevan, karena:
a) Mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkonsistensi pengukuran atau
pengakuan (kadang disebut sebagai “accounting mismatch”) yang dapat timbul dari
pengukuran aset atau liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas aset atau
liabilitas dengan dasar yang berbeda beda; atau
b) Sekelompok liabilitas keuangan atau aset keuangan dan liabilitas keuangan dikelola dan
kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai manajemen risiko atau strategi
investasi yang terdokumentasi, dan informasi dengan dasar nilai wajar dimaksud atas
kelompok tersebut disediakan secara internal untuk personil manajemen kunci Entitas.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Entitas menilai apakah risiko kredit dari instrumen
keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan
penilaian, Entitas menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang
perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit
ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Entitas membandingkan antara risiko gagal
bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko
gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan
mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya
atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini
dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko
kredit sejak pengakuan awal.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan nilai netonya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto
atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling
hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum
dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan
atau kebangkrutan Entitas atau pihak lawan.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
Entitas menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas
arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Entitas mentransfer aset keuangan dan
secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada
entitas lain. Jika Entitas tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas
seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer,
maka Entitas mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas
terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Entitas memiliki secara substansial
seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Entitas masih
mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang
diterima. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas yang ditetapkan dalam
kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa.
8
Page 19
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Jika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan liabilitas yang lain pada keadaan
yang secara substansial berbeda, atau berdasarkan suatu liabilitas yang ada yang secara
substansial telah diubah, maka pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai
penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan perbedaan nilai
tercatat masing-masing diakui dalam laba rugi.
Metode Suku Bunga Efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya
perolehan diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas
keuangan) dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga
selama periode yang relevan.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen
keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh
jumlah tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.
Pada saat menghitung suku bunga efektif, Entitas mengestimasi arus kas dengan
mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut,
seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain, tetapi tidak
mempertimbangkan kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi
dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang
merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh
premium atau diskonto lain.
Reklasifikasi
Entitas mereklasifikasi aset keuangan ketika Entitas mengubah tujuan model bisnis untuk
pengelolaan aset keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat
diterapkan.
Ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan, maka Entitas menerapkan reklasifikasi
secara prospektif dari tanggal reklasifikasi. Entitas tidak menyajikan kembali keuntungan,
kerugian (termasuk keuntungan atau kerugian penurunan nilai), atau bunga yang diakui
sebelumnya.
Ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya
perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTPL, nilai wajarnya diukur pada tanggal
reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan
diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. Pada saat
Entitas melakukan reklasifikasi sebaliknya, yaitu dari aset keuangan kategori FVTPL
menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajar pada tanggal
reklasifikasi menjadi jumlah tercatat bruto yang baru.
Pada saat Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya
perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTOCI, nilai wajarnya diukur pada tanggal
reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan
diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam penghasilan
komprehensif lain. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak
disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi. Ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan
sebaliknya, yaitu keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori pengukuran biaya perolehan
diamortisasi, aset keuangan direklasifikasi pada nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi.
Akan tetapi keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam
penghasilan komprehensif lain dihapus dari ekuitas dan disesuaikan terhadap nilai wajar
aset keuangan pada tanggal reklasifikasi. Akibatnya, pada tanggal reklasifikasi aset
9
Page 20
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
keuangan diukur seperti halnya jika aset keuangan tersebut selalu diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. Penyesuaian ini memengaruhi penghasilan komprehensif lain tetapi
tidak memengaruhi laba rugi, dan karenanya bukan merupakan penyesuaian reklasifikasi.
Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai
akibat dari reklasifikasi.
Pada saat Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran FVTPL
menjadi kategori pengukuran FVTOCI, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya.
Sama halnya, ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori FVTOCI
menjadi kategori pengukuran FVTPL, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya.
Keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui di penghasilan komprehensif
lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi pada tanggal
reklasifikasi.
Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan, jika dan hanya jika, Entitas saat
ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah yang telah diakui tersebut; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau
untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran.
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan
pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.
Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar
berdasarkan pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input
terhadap keseluruhan pengukuran nilai wajar:
i. Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
yang dapat diakses pada tanggal pengukuran (Tingkat 1);
ii. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi
untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Tingkat 2); dan
iii. Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Tingkat 3).
Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Entitas sebisa mungkin menggunakan data
pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi
secara langsung, Entitas menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya
dan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Perpindahan antara level hirarki nilai wajar diakui oleh Entitas pada akhir periode pelaporan
dimana perpindahan terjadi.
2) Liabilitas Keuangan
Pengakuan Awal dan Pengukuran
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK 109 diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau utang dan pinjaman.
Entitas menetapkan klasifikasi atas liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
10
Page 21
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Pengakuan awal liabilitas keuangan dicatat pada nilai wajar, dalam hal utang dan pinjaman,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Pada tanggal laporan
posisi keuangan, Entitas memiliki liabilitas keuangan.
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
Utang dan pinjaman diukur setelah pengakuan awal dengan metode harga perolehan
diamortisasi menggunakan tingkat bunga efektif.
Penghentian Pengakuan
Sebuah liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas yang ditetapkan
dalam kontrak tersebut dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dan pemberi
pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda atau bila
persyaratan dan liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran
atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas
keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat
masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba rugi.
3) Lainnya
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai bersihnya disajikan
dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum
untuk melakukan saling hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas
keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan secara bersih atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada setiap tanggal
pelaporan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar pada akhir periode
pelaporan, tanpa pengurangan untuk biaya transaksi.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian yang diizinkan oleh PSAK 113 seperti dengan mengacu
pada transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar (arm's length transaction);
mengacu kepada nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama; analisa
arus kas yang didiskonto atau model penilaian lainnya.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada setiap tanggal
pelaporan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar pada akhir periode
pelaporan, tanpa pengurangan untuk biaya transaksi.
2. d. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas mencakup kas, bank, dan investasi jangka pendek yang jatuh tempo dalam
waktu tiga bulan atau kurang.
2. e. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan bunga dari piutang Kredit Pemilikan Rumah dan penempatan pada deposito diakui
secara akrual berdasarkan proporsi waktu, nilai nominal dan tingkat bunga yang berlaku yang
memperhitungkan hasil efektif aset tersebut.
11
Page 22
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Pendapatan denda keterlambatan diakui pada saat diterima oleh Entitas dan beban diakui pada
saat terjadinya secara akrual.
2. f. Perpajakan
EBA berbentuk Surat Partisipasi adalah subjek pajak yang diperlakukan sebagai persekutuan,
kongsi atau firma. Objek pajak penghasilan Entitas diatur dalam Surat Keputusan Direktur
Jenderal Pajak No. KEP-147/PJ/2003 Tanggal 13 Mei 2003 tentang Pajak Penghasilan atas
penghasilan yang diterima atau diperoleh Entitas dan para investornya, serta ketentuan pajak
yang berlaku. Objek pajak penghasilan terbatas hanya pada penghasilan yang diterima oleh
Entitas. Sedangkan pembayaran imbal hasil yang dibayarkan Entitas kepada Pemegang EBA
dengan arus kas tetap merupakan objek pajak penghasilan final.
Perhitungan pajak penghasilan Entitas mengikuti ketentuan pajak penghasilan badan.
Sementara imbal hasil yang dibayarkan kepada para pemegang EBA dengan arus kas tidak
tetap bukan merupakan objek pajak.
Beban pajak penghasilan terdiri dari beban pajak kini dan beban pajak final yang dicatat dalam
laporan laba rugi. Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset neto dari aktivitas
operasi kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku.
Beban pajak kini terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak kini ditentukan berdasarkan
penghasilan bruto yang diterima atau diperoleh dikurangi dengan biaya untuk mendapatkan,
menagih dan memelihara penghasilan pada periode yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak tangguhan diakui sehubungan terdapat perbedaan temporer yang berdampak terhadap
pengakuan aset atau liabilitas tangguhan.
Pajak penghasilan tangguhan ditentukan dengan menggunakan tarif pajak yang telah berlaku
atau yang secara substansial telah berlaku pada akhir periode pelaporan dan diharapkan
diterapkan ketika aset pajak penghasilan tangguhan direalisasi atau liabilitas pajak penghasilan
tangguhan diselesaikan. Aset/liabilitas pajak penghasilan tangguhan diakui hanya jika besar
kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak dimasa depan akan mencukupi untuk
dikompensasikan dengan perbedaan temporer yang masih dapat dimanfaatkan.
Pajak penghasilan final
Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan final tidak lagi dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak, dan semua beban
sehubungan dengan pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak boleh
dikurangkan. Di lain pihak, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai dalam perhitungan
laba rugi menurut akuntansi. Oleh karena itu, tidak terdapat perbedaan temporer sehingga tidak
diakui adanya aset atau liabilitas pajak tangguhan.
Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final
berbeda dengan dasar pengenaan pajaknya, maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset
atau liabilitas pajak tangguhan.
Pajak penghasilan tidak final
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset neto yang dapat diatribusikan kepada
pemegang unit dari aktivitas operasi kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
12
Page 23
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang
timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan interim
dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk
semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan
temporer boleh dikurangkan dengan rugi fiskal yang belum terkompensasi, sepanjang besar
kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak
tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah
berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan (apabila ada) disajikan di dalam laporan posisi keuangan
atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
2. g. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
Entitas melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang dipakai
adalah sesuai dengan yang diatur dalam PSAK 224 “Pengungkapan pihak-pihak berelasi“.
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Entitas (sebagai entitas pelapor),
yang meliputi:
a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
iii. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya
entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain);
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang
mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga;
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari
salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas
pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas
sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor;
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
dalam huruf (a); atau
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas
atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 23/POJK.04/2014 Pasal 13, diatur bahwa Penerbit dilarang
memiliki hubungan berelasi dengan Kreditur Asal, Bank Kustodian, dan/atau Wali Amanat; serta
Kreditur Asal dilarang memiliki hubungan berelasi dengan Bank Kustodian dan/atau Wali
Amanat, kecuali hubungan berelasi yang terjadi kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah,
baik langsung maupun tidak langsung.
Semua transaksi dan saldo atas dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi, apakah yang
dilaksanakan dengan atau tidak dengan syarat atau kondisi normal yang sama dengan pihak
yang tidak berelasi, diungkapkan dalam laporan keuangan interim.
13
Page 24
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. h. Sumber Estimasi Ketidakpastian Pertimbangan Akuntansi yang Penting
Penyusunan laporan keuangan interim Entitas mengharuskan Penerbit dan Bank Kustodian
untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan
dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada
akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat
mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam
periode pelaporan berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di halaman berikutnya. Entitas
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
interim disusun. Asumsi utama berkaitan dengan masa mendatang serta sumber utama
ketidakpastian estimasi lain pada tanggal laporan posisi keuangan, yang memiliki risiko
signifikan menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada
tahun buku berikutnya.
i. Estimasi dan Asumsi Akuntansi yang Penting
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan
badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah
tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Entitas mengakui liabilitas atas pajak
penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan
badan.
Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan
Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan posisi
keuangan tidak tersedia di pasar aktif, ditentukan dengan menggunakan berbagai teknik
penilaian termasuk penggunaan model matematika. Masukan (input) untuk model ini
berasal dari data pasar yang bisa diamati sepanjang data tersebut tersedia. Bila data pasar
yang bisa diamati tersebut tidak tersedia, pertimbangan Penerbit dan Bank Kustodian
diperlukan untuk menentukan nilai wajar. Pertimbangan tersebut mencakup pertimbangan
likuiditas dan masukan model seperti volatilitas untuk transaksi derivatif yang berjangka
waktu panjang dan tingkat diskonto, tingkat pelunasan dipercepat, dan asumsi tingkat gagal
bayar.
Kerugian Kredit Ekspektasian (ECL) atas Aset Keuangan
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian atas kumpulan tagihan KPR memerlukan
estimasi yang kompleks dan signifikan. Penerbit dan Bank Kustodian menggunakan
berbagai model dan asumsi dalam menntukan Probabilitas Gagal Bayar (Probability of
Default). Kerugian saat Gagal Bayar (Loss Given Default), dan eksposure saat Gagal Bayar
(Exposure at Default). Pertimbangan signifikan diperlukan dalam menetapkan skenario
makroekonomi yang bersifat forward-looking untuk menyesuaikan tingkat kerugian historis
dengan ekspektasi kondisi ekonomi di masa depan.
ii. Pertimbangan Penting dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh Penerbit dan Bank Kustodian dalam rangka penerapan
kebijakan akuntansi Entitas yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang
diakui dalam laporan keuangan interim.
14
Page 25
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Entitas menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas keuangan berdasarkan PSAK yang
berlaku (seperti diungkapkan pada Catatan 2.c). Aset keuangan diklasifikasikan dan diukur
melalui tiga kategori utama:
- Aset keuangan diukur melalui biaya erolehan diamortisasi: Meliputi kas, giro pada bank,
pinjaman yang diberikan/kumpulan tagihan, dan pendapatan bunga yang masih akan
diterima.
- Aset keuangan diukur melalui Nilai Wajar melalui Penghasilan Komprehensif Lain
(FVOCI): Meliputi efek-efek investasi tertentu.
- Serta diukur dengan Nnilai Wajar melalui Laba Rugi (FVTPL): Meliputi aset keuangan
dalam kelompok diperdagangkan dan tagihan derivatif tidak terkait lindung nilai.
3. Kas dan Setara Kas
Akun ini merupakan rekening giro milik Entitas yang terdapat di PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dikelola oleh Bank Kustodian
per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 dengan rincian sebagai berikut:
2026 2025
Kas dan Setara Kas
PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk
Rekening Koleksi 4.564.819.286 6.910.022.356
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk
Rekening Pajak 3.898.845.910 3.648.234.141
Rekening Pokok 8.823.040 14.328.522
Rekening Bunga 2.238.057 3.517.275
Rekening Koleksi 707.007 229.214
8.475.433.300 10.576.331.508
Lihat Catatan 16, pihak berelasi.
4. Rekening Titipan
Rekening Titipan merupakan rekening-rekening yang terdapat di BRI yang dibentuk oleh pihak
Pendukung Kredit dan Kreditur Asal. Rekening titipan per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
2026 2025
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk
Rekening Dana Transisi Penyedia Jasa 620.381.672 618.528.863
Rekening Dana Cadangan 70.641.101 74.816.528
Jumlah Rekening Titipan 691.022.773 693.345.391
Lihat Catatan 16, pihak berelasi.
15
Page 26
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
5. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang Kredit Pemilikan Rumah merupakan aset Kredit Pemilikan Rumah yang dibeli dari
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berdasarkan Akta Jual Beli No. 23 tanggal
12 Februari 2018 antara Penerbit PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dan penjual
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Jumlah piutang secara terus menerus akan menurun sesuai dengan pelunasan pokok utang dari
Kredit Pemilikan Rumah yang dilakukan oleh para Debitur dengan saldo per 30 Juni 2026 dan
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
2026 2025
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 88.454.725.890 114.695.663.452
Dikurangi:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian 12.367.567.343 3.330.368.347
Jumlah - Bersih 76.087.158.547 111.365.295.105
Rincian Piutang KPR berdasarkan tingkat kolektabilitas yaitu:
2026 2025
Kolektabilitas 1 (Lancar) 33.641.549.027 51.782.424.490
Kolektabilitas 2 (1 - 90 hari) 5.985.719.710 11.422.622.084
Kolektabilitas 3 (91 - 120 hari) 745.043.841 1.233.848.637
Kolektabilitas 4 (121 - 180 hari) 1.140.577.979 1.620.307.523
Kolektabilitas 5 (>180 hari) 46.941.835.333 48.636.460.718
88.454.725.890 114.695.663.452
Dikurangi:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian 12.367.567.343 3.330.368.347
Jumlah - Bersih 76.087.158.547 111.365.295.105
Rincian Piutang KPR berdasarkan sisa waktu sampai dengan tanggal jatuh tempo (remained
term of maturity) yaitu:
2026 2025
Hingga 1 tahun 51.967.276.178 38.634.296.093
1 - 2 tahun 26.503.962.499 61.242.087.742
2 - 3 tahun 2.961.681.648 6.193.567.633
3 - 4 tahun 2.393.936.422 2.894.948.548
4 - 5 tahun 2.060.209.788 2.187.604.109
Lebih dari 5 tahun 2.567.659.355 3.543.159.327
88.454.725.890 114.695.663.452
Dikurangi:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian 12.367.567.343 3.330.368.347
Jumlah - Bersih 76.087.158.547 111.365.295.105
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian kredit ekspektasian yang dibentuk telah
memadai untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya piutang KPR.
16
Page 27
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Perubahan dalam cadangan kerugian kredit ekspektasian atas piutang Kredit Pemilikan Rumah
adalah sebagai berikut:
2026 2025
Saldo awal 3.330.368.347 8.700.795.726
Penambahan/(Pemulihan) 9.037.198.996 (5.370.427.379)
Saldo akhir 12.367.567.343 3.330.368.347
Lihat Catatan 16, pihak berelasi.
6. Piutang Bunga
Piutang bunga merupakan pendapatan bunga KPR yang masih harus diterima oleh
EBA-SP SMF-BTN04 per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar
Rp156.959.075 dan Rp513.850.573.
Lihat Catatan 16, pihak berelasi.
7. Biaya yang Masih Harus Dibayar
Akun ini merupakan biaya yang masih harus dibayar per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
dengan rincian sebagai berikut:
2026 2025
Jasa Penyedia Jasa 262.058.699 412.024.948
Jasa Audit 63.270.000 133.200.000
Jasa Kustodian 1.194.457 1.628.000
Jasa Wali Amanat 760.109 1.036.000
Jasa Pendukung Kredit 682.005 1.190.933
Jasa Penerbit (Manajemen) 511.504 893.200
Jumlah Biaya yang Masih Harus Dibayar 328.476.774 549.973.081
Lihat Catatan 16, pihak berelasi.
8. Utang Lain-lain
Utang lain-lain merupakan akun yang digunakan untuk mencatat dana cadangan dari
Pendukung Kredit dan dana transisi penyedia jasa dari Penyedia Jasa per 30 Juni 2026 dan
31 Desember 2025 dengan rincian sebagai berikut:
2026 2025
Dana Cadangan - Pendukung Kredit 70.641.101 74.816.528
Dana Transisi - Penyedia Jasa 620.381.672 618.528.863
Jumlah Utang Lain-lain 691.022.773 693.345.391
Lihat Catatan 16, pihak berelasi.
17
Page 28
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
9. Sertifikat EBA Kelas B
Sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi kelas B merupakan instrumen
keuangan bersifat ekuitas kepada pemegang sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat
Partisipasi kelas B, di mana pembayarannya dilakukan setelah pembayaran:
a. Menutup kekurangan, bila ada, untuk keperluan pajak, biaya-biaya senior atau jasa
pendukung, imbalan jasa penyedia jasa, bunga EBA kelas A.
b. Pokok EBA kelas A sampai dibayar penuh seluruhnya.
c. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sampai dengan jumlah maksimum ambang
batas rekening cadangan.
Adapun rincian pemegang Sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi kelas B
per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
2026 2025
PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk 84.308.108.012 110.415.527.527
Yayasan Kesejahteraan Pegawai BTN 5.236.528.448 6.858.107.300
PT Asuransi Binagriya Upakara 2.618.264.223 3.429.053.649
Jumlah Sertifikat B 92.162.900.683 120.702.688.476
Bunga Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi kelas B dibayarkan kepada pemegang
sertifikat B yang pembayarannya dilakukan setelah pembayaran:
a. Pajak.
b. Biaya-biaya senior.
c. Imbalan jasa penyedia jasa.
d. Bunga EBA-SP SMF-BTN04 kelas A.
e. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sampai dengan jumlah maksimum ambang
batas rekening cadangan.
f. Transfer ke rekening koleksi pokok dalam urutan prioritas berikut ini untuk menutup:
1) Tiap tagihan dalam kumpulan tagihan yang menjadi tagihan tertunggak selama 3 (tiga)
periode koleksi sebelumnya.
2) Tiap tagihan tertunggak yang belum tergantikan.
g. Menutup tagihan yang tertunggak selama 3 (tiga) periode dan tagihan tertunggak yang
belum tergantikan.
h. Pembayaran kembali ke dalam rekening koleksi pokok yang dibayarkan untuk menutup
kekurangan pembayaran bunga.
i. Imbalan jasa pendukung kredit.
j. Membayar ke rekening dana transisi penyedia jasa atas hasil investasi dana dalam rekening
dana transisi penyedia jasa.
k. Membayar kepada Pendukung Kredit atas setiap jumlah yang dikeluarkan dari rekening
cadangan karena melebihi jumlah maksimum ambang batas rekening cadangan.
l. Biaya-biaya junior yang dibayarkan secara pari passu dan pro-rata di antara mereka, dan
m. Jumlah tersisa dibayarkan kepada pemegang EBA-SP SMF-BTN04 kelas B.
18
Page 29
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Para pemegang sertifikat kelas B menerima penghasilan arus kas tidak tetap yang bersifat
mengambang berupa bunga, dengan ketentuan maksimal 13% per tahun dari saldo sertifikat
kelas B pada awal periode bunga. Bunga Efek beragun Aset Berbentuk Surat Efek Beragun Aset
berbentuk Surat Partisipasi Kelas B atau Dividen untuk periode enam bulan yang berakhir
tanggal 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 masing-masing adalah sebesar Rp2.982.115.312 dan
Rp6.945.149.630.
Lihat Catatan 16, pihak berelasi.
10. Pendapatan Investasi
Pendapatan investasi untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan
2025 adalah sebagai berikut:
2026 2025
Pendapatan Bunga Kredit Kepemilikan Rumah 6.095.907.952 12.713.285.619
Pendapatan Jasa Giro 51.770.050 143.669.077
Jumlah Pendapatan Bunga 6.147.678.002 12.856.954.696
Denda Keterlambatan 628.077.697 671.686.140
Jumlah Denda Keterlambatan 628.077.697 671.686.140
Jumlah Pendapatan Investasi 6.775.755.699 13.528.640.836
Lihat Catatan 16, pihak berelasi.
11. Beban Bunga
Beban bunga Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi A untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Nihil dan Rp885.586.563.
Lihat Catatan 16, pihak berelasi.
12. Beban Jasa Penunjang
Beban jasa penunjang untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan
2025 adalah sebagai berikut:
2026 2025
Jasa Penyedia Jasa 1.829.553.238 3.573.197.894
Jasa Kustodian 72.826.457 75.330.742
Jasa Audit 63.270.000 84.250.000
Jasa Pendukung Kredit 50.023.505 88.961.111
Jasa Wali Amanat 46.344.109 46.344.109
Jasa Penerbit 37.517.628 66.720.833
Jasa Listing BEI - 20.812.500
Jasa Registrasi KSEI - 11.100.000
Jasa Agen Pembayar - 5.426.667
Jumlah Beban Jasa Penunjang 2.099.534.937 3.972.143.856
Lihat Catatan 16, pihak berelasi.
19
Page 30
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
13. Beban Investasi - Lain-Lain
Akun ini merupakan pembayaran denda pajak, biaya administrasi bank, biaya iklan dan biaya
materai untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 adalah
sebagai berikut:
2026 2025
Beban Transaksi 356.100 449.000
Beban Materai 20.000 20.000
Lain-lain 11.252.736 11.252.736
Jumlah Beban Lain-lain 11.628.836 11.721.736
Beban lain-lain berasal dari biaya publikasi dan agency fee.
Lihat Catatan 16, pihak berelasi.
14. Pendapatan/(Beban) Lain-lain
Akun ini merupakan pemulihan dan/atau penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas Piutang
KPR, untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 masing
masing sebesar (Rp9.037.198.996) dan (Rp1.709.952.695).
Lihat Catatan 16, pihak berelasi.
15. Perpajakan
a. Pajak Dibayar di Muka
Pajak dibayar di muka merupakan lebih bayar atas pajak penghasilan badan
(PPh Pasal 28A) per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 sebagai berikut:
2026 2025
Tahun 2025 1.641.490.003 1.641.490.003
Tahun 2026 1.215.113.910 -
Jumlah 2.856.603.913 1.641.490.003
b. Utang Pajak
Akun ini merupakan utang pajak penghasilan pasal 25 per 30 Juni 2026 dan
31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp250.611.769 dan Nihil.
20
Page 31
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komersial
dengan taksiran laba fiskal adalah sebagai berikut:
2026 2025
Laba bersih sebelum pajak (4.372.607.070) 6.949.235.986
Beda Temporer:
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai 9.037.198.996 1.709.952.695
Beda Tetap:
Penghasilan yang pajaknya bersifat final (51.770.050) (143.669.077)
Biaya mendapat, menagih, memelihara
Penghasilan yang pajaknya bersifat final 356.100 449.000
Laba/(rugi) kena pajak 4.613.177.976 8.515.968.604
Laba/(rugi) kena pajak - dibulatkan 4.613.177.000 8.515.968.000
Beban Pajak Penghasilan
Tanpa Fasilitas 359.481.298 332.363.846
Dengan Fasilitas 295.936.343 1.208.785.267
Beban Pajak Penghasilan 655.417.641 1.541.149.113
Kredit Pajak Penghasilan (1.870.531.551) (2.411.438.739)
Taksiran Kurang/(Lebih) Bayar Pajak Badan (1.215.113.910) (870.289.626)
d. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan
Rincian dari aset pajak tangguhan per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai
berikut:
2026
Dikreditkan
(Dibebankan) ke
Saldo Awal Laba Rugi Saldo Akhir
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 732.681.037 1.283.961.065 2.016.642.102
Jumlah Aset (Liabilitas)
Pajak Tangguhan 732.681.037 1.283.961.065 2.016.642.102
2025
Dikreditkan
(Dibebankan) ke
Saldo Awal Laba Rugi Saldo Akhir
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 1.914.175.060 (1.181.494.023) 732.681.037
Jumlah Aset (Liabilitas)
Pajak Tangguhan 1.914.175.060 (1.181.494.023) 732.681.037
21
Page 32
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
16. Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi
Kepemilikan : Entitas berelasi dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero),
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk, PT Taspen (Persero), dan Perum Jamkrindo karena
dimiliki oleh Negara Republik Indonesia. Namun, secara aktivitas
operasional masing-masing pihak berelasi mandiri (Independen).
Pemegang : PT Sarana Multigriya Finansial, PT Bank Tabungan Negara (Persero)
Sertifikat Kelas Tbk
A dan B
Jenis Transaksi Lain : Pihak Berelasi Sifat Hubungan
PT Bank Tabungan Negara Jasa Penyedia Jasa
(Persero) Tbk
PT Sarana Multigriya Finansial Jasa Penerbit
(Persero) Jasa Pendukung Kredit
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Jasa Wali Amanat
Tbk
Rincian saldo dan transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi per 30 Juni 2026 dan
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
2026 2025
Laporan Posisi Keuangan
Kas dan Setara Kas 8.475.433.300 10.576.331.508
Rekening Titipan 691.022.773 693.345.391
Piutang KPR 76.087.158.547 111.365.295.105
Piutang Bunga 156.959.075 513.850.573
Biaya yang Masih Harus Dibayar 265.206.774 416.773.081
Utang Lain-lain 691.022.773 693.345.391
Sertifikat EBA-SP Kelas B 84.308.108.012 110.415.527.527
Rincian saldo dan transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi untuk periode enam bulan
yang berakhir 30 Juni 2026 dan 2025 adalah sebagai berikut:
2026 2025
Laporan Laba Rugi dan
Pendapatan Komprehensif Lain
Pendapatan Investasi - Bunga 6.147.678.002 12.856.954.696
Pendapatan Denda Keterlambatan 628.077.697 671.686.140
Beban Investasi - Bunga EBA Kelas B 2.727.957.757 6.353.233.468
Beban Investasi - Jasa Penunjang 2.143.480.773 3.850.554.689
Pembayaran Pokok Utang Sertifikat
EBA-SP Kelas A - 38.309.385.349
Pembayaran Pokok EBA Kelas B 26.107.419.515 12.654.362.161
Pembayaran Jasa Penunjang 1.878.273.999 3.298.347.054
22
Page 33
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
17. Manajemen Risiko Keuangan
a. Risiko Kredit
Risiko Kredit adalah potensi kerugian yang terjadi karena tidak terbayarnya kewajiban
pokok dan bunga yang menjadi hak pemegang EBA-SP SMF-BTN04 Kelas A. Kumpulan
Tagihan yang disekuritisasi merupakan portofolio tagihan kredit perumahan, sehingga
terdapat potensi kerugian apabila terjadi kegagalan pembayaran angsuran dari Debitur
KPR. Dengan demikian sumber utama dari risiko kredit adalah kemauan dan kemampuan
dari Debitur KPR untuk memenuhi kewajibannya. Dalam hal telah terjadi tagihan macet,
maka terdapat potensi kerugian yang mungkin timbul karena hasil likuidasi properti
dibiayai tidak dapat memenuhi sisa liabilitas terutang Debitur.
b. Konsentrasi Geografis atas Properti Dibiayai
Risiko ini terjadi apabila properti dibiayai terkonsentrasi pada daerah-daerah tertentu.
Apabila daerah tersebut mengalami bencana alam atau perubahan kondisi geografis yang
menyebabkan penurunan nilai ekonomis dari properti dibiayai, maka terdapat potensi
kerugian apabila Debitur KPR wanprestasi dan hasil likuidasi penjualan properti dibiayai
tidak mencukupi sisa kewajiban terutang.
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah potensi kerugian yang terjadi karena ketidakmampuan melakukan
penjualan kembali EBA-SP SMF-BTN04 Kelas A di pasar sekunder. Selain itu, risiko
likuiditas bagi Entitas adalah risiko kerugian yang timbul karena Entitas tidak memiliki arus
kas yang cukup untuk memenuhi liabilitasnya.
Rasio likuiditas Entitas per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
2026 2025
Liabilitas keuangan
Biaya yang Masih Harus Dibayar 328.476.774 549.973.081
Utang Lain-lain 691.022.773 693.345.391
1.019.499.547 1.243.318.472
Aset keuangan
Kas dan Setara Kas 8.475.433.300 10.576.331.508
Rekening Titipan 691.022.773 693.345.391
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 76.087.158.547 111.365.295.105
Piutang Bunga 156.959.075 513.850.573
85.410.573.695 123.148.822.577
Surplus/(Defisit) 84.391.074.148 121.905.504.105
d. Risiko Pasar
Risiko Pasar adalah potensi kerugian yang terjadi karena perubahan harga EBA-SP
SMF-BTN04 Kelas A dalam perdagangan di pasar sekunder. Besarnya kerugian risiko
pasar direalisasikan pada saat terjadi penjualan oleh pemegang EBA-SP SMF-BTN04
Kelas A atau pada periode penutupan tahun buku.
23
Page 34
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
e. Risiko Pelunasan Dipercepat (Prepayment)
Prepayment risk atau risiko pelunasan lebih awal adalah potensi pemegang EBA-SP
SMF-BTN04 Kelas A kehilangan kesempatan mendapatkan pendapatan bunga karena
pembayaran pokok yang dipercepat oleh Debitur KPR, dan pelaksanaan opsi Clean-up
Call oleh penyedia jasa.
f. Risiko Hukum
Risiko Hukum adalah potensi kerugian yang terjadi karena kelemahan aspek-aspek
yuridis di dalam perjanjian, pelaksanaan likuidasi jaminan dan penatausahaan Entitas,
termasuk sehubungan adanya perselisihan di antara para pihak yang terlibat dalam
transaksi sekuritisasi EBA-SP SMF-BTN04.
g. Risiko Operasional
Risiko Operasional adalah potensi kerugian yang terjadi karena kegagalan ataupun
kesalahan sistem dan prosedur dalam melakukan penatausahaan EBA-SP SMF-BTN04
yang dilakukan oleh Penerbit, Wali Amanat, Bank Kustodian, dan Penyedia Jasa.
18. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen
keuangan yang tercatat pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 dengan rincian
sebagai berikut:
2026
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 8.475.433.300 8.475.433.300
Rekening Titipan 691.022.773 691.022.773
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 76.087.158.547 76.087.158.547
Piutang Bunga 156.959.075 156.959.075
Liabilitas Keuangan
Biaya yang Masih Harus Dibayar 328.476.774 328.476.774
Utang Lain-lain 691.022.773 691.022.773
2025
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 10.576.331.508 10.576.331.508
Rekening Titipan 693.345.391 693.345.391
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 111.365.295.105 111.365.295.105
Piutang Bunga 513.850.573 513.850.573
Liabilitas Keuangan
Biaya yang Masih Harus Dibayar 549.973.081 549.973.081
Utang Lain-lain 693.345.391 693.345.391
24
Page 35
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dan setiap
golongan instrumen keuangan Entitas:
a. Kas dan Setara Kas serta Rekening Titipan
Seluruh aset keuangan di atas merupakan aset keuangan jangka pendek yang akan jatuh
tempo dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah
mencerminkan nilai wajar dan aset keuangan tersebut.
b. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang Kredit Pemilikan Rumah dilakukan penilaian kembali atas nilai wajarnya
menggunakan pendekatan pendapatan, dimana terdapat penurunan nilai dan nilai tercatat.
c. Piutang bunga merupakan piutang yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas)
bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar dari
aset keuangan tersebut.
d. Utang Bunga, Biaya yang Masih Harus Dibayar, Utang Lain-Lain
Seluruh kewajiban keuangan diatas merupakan kewajiban jangka pendek yang akan jatuh
tempo dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah
mencerminkan nilai wajar dari liabilitas keuangan tersebut.
e. Utang Sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Kelas A
Utang sertifikat Efek Beragun Aset Surat Partisipasi kelas A dinilai dengan menggunakan
model penilaian yang dilakukan oleh lembaga penilai surat berharga independen, dengan
harga bersih per 30 Juni 2025 A2 adalah sebesar 100%.
19. Perjanjian dan Kejadian Penting
a. Perjanjian Induk Sekuritisasi No.012/PIS/EBA-SP-SMF-BTN04/II/2018 dibuat pada tanggal
12 Februari 2018, oleh dan antara:
1) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Kreditur Asal dan Penyedia Jasa;
2) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sebagai Penerbit dan Pendukung Kredit, dan;
3) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat dan Bank Kustodian,
selanjutnya bersama-sama disebut Para Pihak. EBA-SP SMF-BTN04 akan
diterbitkan menurut Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN04, dalam bentuk satu
Sertifikat Jumbo EBA-SP SMF-BTN04 Kelas A, dan Sertifikat EBA-SP SMF-BTN04
Kelas B, pada Tanggal Penutupan, setelah syarat-syarat pendahuluan telah dipenuhi.
EBA-SP SMF-BTN04 Kelas A akan ditawarkan kepada umum melalui penawaran
umum, sedangkan EBA-SP SMF-BTN04 Kelas B tidak ditawarkan kepada umum.
b. Perjanjian Penyedia Jasa No.04/PKS/IBD/II/2018 tanggal 12 Februari 2018 antara PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Selaku Wali Amanat dan PT Bank Tabungan Negara
(Persero), Tbk selaku Penyedia Jasa menerangkan bahwa tugas PT Bank Tabungan
Negara (Persero), Tbk sebagai Penyedia Jasa (Servicer) dalam transaksi EBA-SP
SMF-BTN04 antara lain:
1) Menyimpan dan memelihara Dokumentasi Kredit termasuk Berkas Utang.
25
Page 36
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2) Mengatur atau mengurus penagihan harian dan akumulasi hasil koleksi, termasuk
menagih pembayaran yang telah lewat waktu dari Debitur, menurut prosedur
penagihan yang umum berlaku terhadap Penyedia Jasa.
3) Menyimpan hasil koleksi dalam suatu rekening pada Penyedia Jasa yang wajib dibuka
paling lambat pada tanggal cut-off final yang diberi nama Rekening EBA-SP
SMF-BTN04, terpisah dari semua dana milik Penyedia Jasa.
4) Memindahkan hasil koleksi sejak tanggal cut-off final sampai dengan tanggal
penutupan ke dalam Rekening EBA-SP SMF-BTN04, paling lambat 5 (lima) hari kerja
setelah tanggal penutupan.
5) Melaksanakan eksekusi Properti Dibiayai sesuai dengan prosedur umum Penyedia
Jasa.
6) Memelihara catatan harian dari hasil koleksi dalam sistem komputer Penyedia Jasa
sehingga jumlah hasil koleksi dapat diidentifikasikan setiap waktu.
7) Sesudah tanggal cut-off final, mentransfer hasil koleksi sampai dengan hari terakhir
dari tiap periode koleksi sebelumnya ke Rekening Koleksi yang dibuka atas nama Wali
Amanat untuk kepentingan para pemegang EBA-SP SMF-BTN04.
8) Memelihara kelangsungan polis asuransi kebakaran mengenai Properti Dibiayai dan
asuransi jiwa para Debitur.
9) Melakukan segala upaya terbaik yang diperlukan untuk menjaga kualitas kredit dari
para Debiturnya, dan
10) Tugas-tugas lain yang akan ditentukan di kemudian hari (bila ada) atas kesepakatan
bersama.
c. Perjanjian Pendukung Kredit No.014/PPK/EBA-SP-SMF-BTN04/II/2018 pada tanggal
12 Februari 2018 antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk bertindak sebagai Wali
Amanat atau Bank Kustodian, dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bertindak
sebagai Pendukung Kredit menerangkan bahwa PT Sarana Multigriya Finansial bersedia
untuk menyediakan dana tidak kurang dari jumlah maksimum ambang batas rekening
cadangan ke dalam rekening cadangan sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian
Penerbitan EBA-SP SMF-BTN04.
Dana tersebut wajib disetorkan oleh Pendukung Kredit ke dalam Rekening Cadangan paling
lambat pada Tanggal Penutupan. Kelebihan dana di atas Jumlah Maksimum Ambang Batas
Rekening Cadangan yang berubah sehubungan dengan pembayaran-pembayaran pada
tiap Tanggal Pembayaran wajib dikembalikan kepada Pendukung Kredit sesuai dengan
Urutan Prioritas Pembayaran sebagaimana diatur dalam Pasal 13.2.I dan Pasal 13.3
Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN04. Pendukung Kredit menyadari dan memahami
risiko tidak diterimanya pengembalian secara penuh dari Bank Kustodian atas nama EBA-
SP SMF-BTN04 atas dana yang disetorkan Pendukung Kredit ke dalam Rekening
Cadangan dalam hal terjadinya kegagalan pembayaran oleh para Debitur atas Kumpulan
Tagihan. Pendukung Kredit dengan ini membebaskan Bank Kustodian dari segala
tanggung jawab sehubungan dengan risiko tersebut.
d. Surat Penerbitan EBA-SP SMF-BTN04 Nomor 22 tanggal 12 Februari 2018 menerangkan
Penunjukan Wali Amanat dan Bank Kustodian kepada PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero), Tugas pokok Wali Amanat adalah mewakili kepentingan Pemegang EBA-SP
SMF-BTN04, baik di dalam maupun di luar pengadilan mengenai pelaksanaan hak-hak
26
Page 37
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 04 (EBA-SP SMF-BTN04)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 Serta
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Pemegang EBA-SP SMF-BTN04 berdasarkan Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN04
ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan tugas-tugas lainnya.
Tugas pokok Bank Kustodian adalah bertindak untuk kepentingan Pemegang
EBA-SP SMF-BTN04 sebagai pemilik bersama atas Kumpulan Tagihan, menyimpan Hasil
Koleksi, dan mendistribusikan Hasil Koleksi berdasarkan Perjanjian Penerbitan EBA-SP
SMF-BTN04 ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta tugas-tugas
lainnya.
20. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Sampai dengan tanggal penyajian laporan keuangan interim, tidak terdapat peristiwa setelah
tanggal pelaporan yang signifikan.
21. Tanggung Jawab dan Penerbitan Laporan Keuangan Interim
Penerbit dan Bank Kustodian bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan
keuangan interim yang diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 25 September 2026.
27
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.