Skip to content
Back to announcement

20261002_ARGO_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32162921_lamp1.pdf

Other Text extracted ARGO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 11

Page 1

          
Page 2
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026



 Laporan Keuangan per 30 Juni 2026
 1.   Pendapatan Usaha Perseroan tercatat sebesar Rp52,8 miliar periode 30 Juni 2025 mengalami
      penurunan 5% jika dibandingkan periode sebelumnya. Agar dijelaskan lebih lanjut:
      a. Nature pendapatan kerjasama yang tercatat sebesar Rp4,5 miliar periode Juni 2026.

           Tanggapan:
           Pendapatan Kerjasama merupakan pendapatan yang dibukukan Perseroan dari pemanfaatan
           infrastruktur/ fasilitas usaha ex-tekstil yang dimiliki Perseroan oleh penyewa. Pendapatan ini
           dihitung berdasarkan/ dikaitkan dengan hasil produksi penyewa.

      b.   Latar belakang penurunan pendapatan kerjasama jika dibandingkan dengan periode lalu yang
           tercatat sebesar Rp10,2 miliar.

           Tanggapan:
           Penurunan pendapatan kerjasama terjadi sejalan dengan (a) penurunan skala produksi penyewa,
           (b) kondisi ekonomi dan industri penyewa yang mengalami perlambatan akibat situasi ekonomi
           global dan nasional yang challenging.

      c.   Nature pendapatan segmen energi yang mengalami peningkatan dari Rp6,3 miliar menjadi Rp8,3
           miliar periode 30 Juni 2026.

           Tanggapan:
           Pendapatan segmen energi merupakan pendapatan yang dibukukan Perseroan dari konsumsi
           energi/ listrik yang ditagihkan ke para penyewa. Sejalan dengan pertumbuhan bisnis persewaan
           Perseroan maka penggunaan/ konsumsi energi juga meningkat.

      d.   Agar dapat dirincikan 5 pelanggan terbesar atas keseluruhan segmen usaha Perseroan per 30 Juni 2026
           dan 31 Desember 2025 dengan mengisi tabel dibawah:

           30 Juni 2026
             No.   Nama Pelanggan                      Total Penjualan   Pihak Afiliasi    Keterangan
                                                                           (Ya/Tidak)
              1    PT Argo Manunggal Trista            13.185.567.339         Ya                -
              2    PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir       5.828.570.876        Tidak              -
              3    PT Tirta Alam Segar                  5.584.930.674        Tidak              -
              4    PT Eyecos Kosmetik Indonesia         5.355.576.596        Tidak              -
              5    PT Royal Pesona Indonesia            4.054.049.800        Tidak              -



           31 Desember 2025
             No.   Nama Pelanggan                      Total Penjualan   Pihak Afiliasi    Keterangan
                                                                           (Ya/Tidak)
              1    PT Argo Manunggal Trista            34.835.450.629         Ya                -
              2    PT Tirta Alam Segar                 15.300.140.260        Tidak              -
              3    PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir      14.466.111.158        Tidak              -
              4    PT Royal Pesona Indonesia            7.957.231.661        Tidak              -
              5    PT Eyecos Kosmetik Indonesia         4.370.998.000        Tidak              -



      e.   Tingkat okupansi Perseroan selama 5 tahun terakhir dengan mengisi tabel berikut:




                                                                                                            1
Page 3
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026



             No.         Tahun              Tingkat Okupansi *               Keterangan
                                                    (%)
               1       30 Juni 2026               59,3%                            -
               2    31 Desember 2025              49,3%                            -
               3    31 Desember 2024              42,1%                            -
               4    31 Desember 2023              36,1%                            -
               5    31 Desember 2022             < 36,1%                  Data tidak tersedia
            *) Berdasarkan total luas area yang akan tersedia untuk disewakan setelah renovasi

      f.   Bagaimana strategi Perseroan mengurangi ketergantungan kepada pelanggan tertentu, mengingat
           hampir 20% penjualan dilakukan kepada 1 pihak terafiliasi, yaitu PT Argo Manunggal Triasta?

           Tanggapan:
           Sejalan dengan perkembangan/ pertumbuhan bisnis persewaan gudang Perseroan yang
           difokuskan pada penyewa pihak ketiga/ non-afiliasi dan penurunan/ downsizing skala produksi PT
           Argo Manunggal Triasta maka ketergantungan pada pihak terafiliasi akan semakin menurun
           dimasa mendatang. Perseroan memperkirakan penjualan ke pihak terafiliasi ini akan < 20% di akhir
           2026 dan < 15% di akhir 2027.

      g.   Langkah-langkah Perseroan dalam meningkatkan penjualan di masa mendatang.
           Tanggapan:
           Beberapa langkah strategis Perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis/ meningkatkan
           penjualan:
           • Renovasi Gudang dan Infrastruktur/ Fasilitas – mempercepat renovasi gudang dan
              infrastruktur/ fasilitas yang ada serta meningkatkan standar/ spesifikasinya sehingga dapat
              merespon permintaan calon penyewa lebih cepat dan dengan tarif sewa yang lebih tinggi;
           • Kerjasama dengan agen properti bereputasi untuk memperluas pasar dan mendapatkan calon
              penyewa yang berkualitas baik – saat ini Perseroan telah menjalin kerjasama dengan Jones
              Lang LaSalle/ JLL, Colliers, dan beberapa agen properti lainnya yang terbukti telah membawa
              beberapa nama berkualitas untuk (menyewa dan) menjajaki penyewaan di lokasi Perseroan;
           • Service Quality – memperbaiki dan meningkatkan engagement serta pelayanan/ service
              penyewa yang telah ada untuk menjaga stickiness dan peningkatan luasan lahan sewa

      h.   Perseroan membukukan pendapatan tekstil sebesar Rp260,3 juta per Juni 2026 yang cenderung
           menurun jika dibandingkan dengan nilai per Juni 2025 sebesar Rp532,4 juta. Agar dapat dijelaskan
           apakah terdapat rencana penutupan produksi tekstil mengingat dari sisi kontribusi pendapatan terus
           menurun?

           Tanggapan:
           Pendapatan tekstil Perseroan terutama berasal dari penjualan sisa-sisa persediaan usaha ex-
           tekstil dimasa lalu, dan secara bertahap akan habis/ selesai. Kegiatan usaha Perseroan dari usaha
           tekstil sudah sangat minimal sejak beberapa tahun terakhir. Fokus Perseroan kedepannya adalah
           di bisnis persewaan gudang. Secara formal/ legal penutupan usaha ex-tekstil dimaksud akan
           dituntaskan/ dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

 2.   Perseroan mencatatkan rugi selisih kurs sebesar Rp41 milar per Juni 2026 yang naik signifikan
      dibandingkan nilai per Juni 2025 yang tercatat sebesar Rp2,9 miliar. Agar dapat dijelaskan latar
      belakang kenaikan rugi selisih kurs tersebut serta rencana mitigasi yang dilakukan Perseroan agar tidak
      mengalami kerugian selisih kurs yang meningkat signifikan di masa mendatang.
      Tanggapan:
      Penyebab utama kenaikan kerugian selisih kurs per Juni 2026 adalah 2 (dua) hal yaitu:
      • Kewajiban mata uang asing sebesar USD 38,5 juta, terdiri dari (i) Utang Bank sebesar USD 8,5 juta
        dan (ii) Utang Obligasi Subordinasi sebesar USD 30,0 juta;
      • Pelemahan Rupiah terhadap USD sebesar 6% di sepanjang 1H26 dari USD/IDR 16.782 di akhir
        2025 menjadi USD/IDR 17.856 di akhir Juni 2026

                                                                                                           2
Page 4
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026



      Secara strategis Perseroan masih menjajaki/ mendiskusikan beberapa alternatif upaya perbaikan
      struktur modal/ rasio hutang dan modal untuk memitigasi risiko kerugian selisih kurs, diantaranya
      dengan mengkonversikan menjadi pinjaman dalam IDR/ Rupiah ataupun sebagai tambahan modal.


 3.   Penjelasan mengenai penyebab beban jasa profesional yang dibukukan Perseroan periode 30 Juni 2026
      mengalami peningkatan sebesar 289% jika dibandingkan periode sebelumnya menjadi Rp7,9 miliar dari
      Rp2 miliar.

      Tanggapan:
      Beban jasa professional hingga periode Juni 2026 meningkat signifikan sejalan perkembangan bisnis
      dan persiapan Perseroan untuk meningkatkan okupansi/ penjualan area sewa. Perseroan melakukan
      pembayaran berbagai jasa profesional diantaranya yang membantu pengurusan perijinan gudang,
      desain & manajemen konstruksi/ renovasi untuk penyiapan area gudang sesuai permintaan calon-calon
      penyewa, serta konsultan hukum yang membantu dalam persiapan perjanjian dan kelengkapan
      dokumen legal. Hingga 6 bulan kedepan biaya ini masih akan terus meningkat sejalan pelaksanaan
      rencana strategis Perseroan sebagaimana dikemukakan pada butir paparan diatas.


 4.   Penjelasan mengenai peningkatan keuntungan penjualan aset tetap hingga mencapai Rp5 miliar pada
      periode 30 Juni 2026.

      Tanggapan:
      Keuntungan dimaksud dibukukan Perseroan dari penjualan berbagai aset, terutama mesin-mesin dan/
      atau peralatan ex-bisnis tekstil yang telah usang dan memiliki nilai buku minimal/ fully depreciated.


 5.   Sehubungan dengan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) No. 4 Kas dan Setara Kas, Perseroan
      mencatatkan nilai per Juni 2026 sebesar Rp72,4 miliar yang cenderung terdapat kenaikan jika
      dibandingkan dengan nilai per Desember 2025 yaitu sebesar Rp36,5 miliar. Agar dapat dijelaskan:
       a. Terdapat kenaikan nilai kas di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang tercatat sebesar Rp18,1 miliar
          per Juni 2026, di mana sebelumnya tercatat sebesar Rp3 miliar. Agar dapat dijelaskan latar
          belakang kenaikan tersebut.
       b. Estimasi Perseroan dalam enam tahun terakhir di 2026 jika akan terdapat penerimaan kas atau
          pengeluaran kas kembali, terutama untuk pelunasan kewajiban jangka pendek.

      Tanggapan:
      • Kenaikan nilai kas per posisi Juni 2026 adalah terutama karena penerimaan uang muka sewa –
        diantaranya dari J&T Cargo sehubungan penandatanganan perjanjian sewa-menyewa (lihat
        Keterbukaan Informasi Perseroan pada tanggal 11 Februari 2026);
      • Dalam 6 bulan kedepan hingga akhir 2026 Perseroan memperkirakan posisi kas masih akan
        meningkat sejalan perolehan/ pipeline kontrak baru yang telah (dan diharapkan akan) terealisasi di
        2H2026 dengan disertai pembayaran uang muka sewa/ upfront payment, sedangkan pembayaran
        vendor/ kontraktor dan biaya-biaya lainnya akan dilakukan bertahap sesuai milestone proyek dan
        terms yang disepakati dengan vendor/ kontraktor dimaksud.


 6.   Perseroan dalam CALK No. 5 Piutang Usaha, Perseroan membukukan saldo piutang usaha per 30 Juni
      2026 sebesar Rp41,3 miliar atau cenderung menurun dibandingkan periode 31 Desember 2025 yang
      tercatat sebesar Rp53,2 miliar. Agar dapat dijelaskan:

      a.   Perseroan mencatatkan piutang usaha yang jatuh tempo lebih dari 90 hari sebesar Rp51,9 miliar. Agar
           dapat dijelaskan latar belakang belum dilakukan pelunasan atas piutang tersebut dari pelanggan.
      b.   Kendala yang dialami oleh Perseroan dalam hal melakukan penagihan atas piutang yang telah jatuh
           tempo tersebut.
      c.   Upaya Perseroan yang telah dilakukan dan akan dilakukan dalam hal penagihan atas piutang
           tersebut.
                                                                                                            3
Page 5
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026



           Tanggapan:
           Piutang usaha dimaksud terutama timbul dari bisnis tekstil dimasa lalu. Upaya penagihan telah
           dilakukan namun belum memberikan hasil yang menggembirakan karena situasi industri tekstil
           yang sangat challenging. Atas saldo piutang yang berpotensi tidak tertagih Perseroan telah
           melakukan penyisihan kerugian penurunan nilai piutang.

      d.   Apakah terdapat piutang usaha yang sedang dalam proses hukum atau negosiasi ulang
           pembayaran? Agar dapat dijelaskan.

           Tanggapan:
           Atas piutang usaha yang masih dicatatkan Perseroan, tidak ada proses hukum atau negosiasi ulang
           pembayaran.

      e.   Status penagihan piutang terutama kepada pihak ketiga tersebut hingga tanggal tanggapan surat
           permintaan penjelasan dengan mengisi tabel berikut:

           Tanggapan:

             Keterangan                      Jumlah     Total Penagihan       Outstanding     Outstanding
                                                                                     (Rp)         (%)
             Lancar                     650.051.681         620.966.288        29.085.393        0,1%
             1-30 hari                  433.433.364         422.758.815        10.674.549        0,0%
             31-60 hari                2.473.558.161       1.871.707.173       601.850.988       1,7%
             61-90 hari                  347.899.171          62.979.523       284.919.648       0,8%
             91-120 hari               3.773.652.512          23.455.392     3.750.197.120       10,4%
             Lebih dari 120 hari      33.667.949.619       2.339.801.644    31.328.147.975       87,0%
             Total                    41.346.544.508       5.341.668.835    36.004.875.673      100,0%

      f.   Perseroan telah melakukan penghapusan atas penyisihan piutang sebesar Rp4,1 miliar pada
           Desember 2025 dan menambahkan Rp1,2 miliar sehingga jumlah penyisihan nilai piutang pada 31
           Desember 2025 dan 30 Juni 2026 adalah sebesar Rp14,5 miliar. Agar dapat dijelaskan latar belakang
           penghapusan penyisihan senilai Rp4,1 miliar tersebut.

           Tanggapan:
           Penghapusan ini merupakan proses akuntansi yang dilakukan sehubungan terealisasinya
           penghapusan piutang sehingga tidak diperlukan lagi penyisihan kerugian penurunan nilai atas
           piutang yang telah dihapuskan tersebut.

      g.   Latar belakang penambahan penyisihan nilai piutang sebesar Rp1,2 miliar selama tahun 2025.

           Tanggapan:
           Perseroan melakukan penambahan penyisihan nilai piutang untuk mengantisipasi penurunan nilai
           piutang terutama terkait dengan transaksi yang terindikasi tidak tertagih.


 7.   Sehubungan dengan CALK No. 6 Piutang Lain-Lain, Perseroan mencatatkan total nilai piutang lain-
      lain sebesar Rp112,9 miliar. Agar dapat dijelaskan:
      a. Nature dari piutang lain-lain tersebut.
      b. Agar dapat disampaikan tiga besar pihak berelasi yang memiliki piutang lain-lain kepada
           Perseroan beserta nominal piutang dan jenis transaksinya.

      Tanggapan:
      Piutang Lain-Lain yang tercatatkan sebagian besar (>90%) merupakan piutang pihak berelasi yang
      timbul dimasa lalu terkait pemberesan/ konsolidasi bisnis ex-tekstil Perseroan dan Group Usaha.

      Perincian Piutang Lain-Lain pihak berelasi diungkapkan dalam CALK No. 28 butir (c) – Informasi Pihak-
      Pihak Berelasi.
                                                                                                            4
Page 6
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026



 8.   Perseroan melakukan penghapusan penyisihan kerugian penurunan nilai persediaan dalam periode 31
      Desember 2025 sebesar Rp3,9 miliar. Agar dapat dijelaskan latar belakang penghapusan tersebut.

      Tanggapan:
      Penghapusan dimaksud merupakan proses akuntansi yang dilakukan sehubungan terealisasinya
      penghapusan persediaan sehingga tidak diperlukan lagi penyisihan kerugian penurunan nilai atas
      persedian yang telah dihapuskan tersebut.


 9.   Mengacu kepada CALK 8 Uang Muka dan Biaya Dibayar Di Muka, terdapat beban dibayar dimuka lain-
      lain sebesar Rp2,1 miliar per Juni 2026. Agar dapat disampaikan nature dan latar belakang kenaikan
      tersebut.

      Tanggapan:
      Beban Dibayar Dimuka Lain-Lain ini untuk mencatatkan pembayaran/ komisi ke agen properti.


 10. Perseroan menyampaikan dalam CALK No. 9 Aset Lain-Lain, bahwa Perusahaan telah memperpanjang
     sertifikat Hak Guna Bangunan (“HGB”) atas beberapa bidang tanah seluas 215.535 m2 yang terletak di
     Tangerang dengan jangka waktu 30 (tiga puluh) tahun, dimana masa berlakunya hingga tahun 2057.
     Agar dapat dijelaskan lebih lanjut:

      a.   Latar belakang terdapat kenaikan nilai aset lain-lain per Juni 2026 yaitu tercatat sebesar Rp23,7
           miliar, di mana Perseroan mencatatkan sebesar Rp11,8 miliar per Desember 2025.

           Tanggapan:
           Kenaikan nilai Aset Lain-Lain per Juni 2026 terjadi karena adanya pencatatan (kapitalisasi) biaya
           perpanjangan SHGB atas beberapa bidang tanah sebagaimana dimaksud diatas.

      b.   Penjelasan Perseroan atas mengapa Perseroan hanya mendapatkan HGB atas bidang tanah tersebut,
           bukan Sertifikat Hak Milik?

           Tanggapan:
           Sesuai peraturan dan ketentuan perundangan yang berlaku di Indonesia – terutama Undang-
           Undang Pokok Agraria, Perseroan Terbatas tidak dapat memiliki tanah dengan status hak milik/
           SHB.

      c.   Rencana Perseroan untuk pengembangan tanah tersebut ke depannya.

           Tanggapan:
           Saat ini diatas tanah Perseroan – sebagian besar – telah berdiri bangunan/ gedung – baik yang
           telah tersewa, tengah direnovasi maupun sedang dalam pembangunan. Perseroan akan terus
           mengoptimalkan pemanfaatan lahan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku
           sebagaimana strategi Perseroan yang dikemukakan pada butir pembahasan #1.g. diatas.


 11. Berdasarkan CALK No. 10, agar dijelaskan mengenai reklasifikasi aset tetap berupa tanah dan
     bangunan yang dilakukan Perseroan selama tahun 2025, antara lain:
     a. Reklasifikasi tanah sebesar Rp535 miliar sehingga nilai buku tanah Perseroan menurun menjadi
         Rp192 miliar dari sebelumnya Rp727 miliar.
     b. Reklasifikasi bangunan sebesar Rp209 miliar sehingga nilai bangunan Perseroan menurun Rp62
         miliar dari sebelumnya Rp274 miliar.

      Tanggapan:
      Reklasifikasi tanah dan bangunan yang dilakukan Perseroan di tahun 2025 dimaksudkan untuk
      menyelaraskan laporan keuangan Perseroan dengan nature of business dan prinsip/ standar akuntansi
      yang berlaku untuk usaha persewaan (PSAK 240 Properti Investasi).
                                                                                                          5
Page 7
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026



     Aset tetap (tanah dan bangunan) tersebut direklasifikasi menjadi Properti Investasi – sebesar proporsi/
     bagian yang telah dijadikan lahan/ area persewaan dan tersewakan.


 12. Perseroan mencatatkan utang usaha berdasarkan CALK No. 13 Utang Usaha, sebesar Rp5,1 miliar per
     Juni 2026. Agar dapat disampaikan umur utang usaha tersebut jika telah jatuh tempo atau tidak dengan
     mengisi tabel berikut:

     Tanggapan:

          Keterangan                     Jumlah             Total         Outstanding     Outstanding
                                                       Pembayaran                (Rp)         (%)

          Lancar                    2.593.342.141      1.944.545.922      648.796.219        21,5%
          1-30 hari                   16.367.839         16.367.839                 -          -
          31-60 hari                   3.648.859          3.590.155            58.704         0,0%
          61-90 hari                  43.123.500                  -        43.123.500         1,4%
          91-120 hari                 12.024.647         12.024.647                  -          -
          Lebih dari 120 hari       2.470.626.830       139.808.850      2.330.817.980        77,1%
          Total                     5.139.133.816      2.116.337.413     3.022.796.403       100,0%



 13. Dalam CALK No. 14 Utang Lain-Lain, Perseroan mencatatkan utang lain-lain sejumlah Rp195 miliar.
     Agar dapat dijelaskan:
     a. Nature dari utang lain-lain.
     b. Tujuan penggunaan utang lain-baik baik dari pihak ketiga maupun dari pihak afiliasi.
     c. Tenor pembayaran utang lain-lain tersebut, baik kepada pihak afiliasi maupun pihak ketiga.
     d. Kepatuhan pelunasan utang tersebut jika sesuai jadwal angsuran atau tidak (jika ada
         angsuran).

     Tanggapan:
     Utang Lain-Lain yang tercatatkan sebagian besar (>60%) merupakan utang pihak berelasi yang timbul
     dimasa lalu terkait pemberesan/ konsolidasi bisnis ex-tekstil Perseroan dan Group Usaha.

     Perincian Utang Lain-Lain pihak berelasi diungkapkan dalam CALK No. 28 butir (c) – Informasi Pihak-
     Pihak Berelasi.


 14. Berdasarkan CALK No. 18 saat ini Perseroan masih memiliki utang obligasi subordinasi dalam mata
     uang USD mencapai Rp535 miliar yang akan jatuh tempo 2031. Agar dijelaskan mengenai:
      a. Perkembangan penyelesaian obligasi subordinasi tersebut hingga saat ini.

           Tanggapan:
           Hingga saat ini Obligasi Subordinasi (Subordinated Zero Coupon Bonds) Perseroan masih
           outstanding dan akan jatuh tempo di April 2031 sehingga Perseroan tidak berkewajiban untuk
           menyelesaikannya hingga jatuh tempo.

     b.     Apakah terdapat upaya yang dilakukan Perseroan untuk melakukan pembayaran dipercepat
            sebagaimana telah dilakukan di tahun 2010 dan 2023 mengingat terdapat risiko fluktuasi kurs mata
            uang asing?

           Tanggapan:
           Hingga saat ini Perseroan masih menjajaki alternatif penyelesaian Obligasi Subordinasi
           (Subordinated Zero Coupon Bonds) ini – termasuk upaya mitigasi risiko kurs. Namun hingga saat
           ini belum ada keputusan/ upaya pelunasan lebih cepat. Segenap upaya penyelesaian outstanding
           kewajiban ini harus diselaraskan dengan kondisi keuangan Perseroan, kepentingan stakeholders
           serta kepatuhan pada peraturan dan ketentuan yang berlaku/ relevan terhadap Perseroan sebagai
           perusahaan publik.
                                                                                                          6
Page 8
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026



     c.   Sehubungan dengan penghapusan, pelunasan dan konversi di tahun 2010 dan 2023, apakah saat ini
          pemegang obligasi subordinasi Perseroan hanya tinggal Argo Pantes Finance BV?

          Tanggapan:
          Sepanjang pengetahuan kami, pemegang obligasi subordinas Perseroan masih terdiri dari
          beberapa pihak, termasuk Argo Pantes Finance BV (dan penggantinya). Lihat penjelasan pada
          butir pembahasan berikut.

     d.   Argo Pantes Finance BV telah dinyatakan pailit sejak 2006, apakah terdapat rencana untuk write-
          off atas utang obligasi subordinasi kepada Argo Pantes Finance BV tersebut? Jika ada agar
          dijelaskan juga dasar hukumnya.

     e.   Sehubungan dengan kondisi pailitnya Argo Pantes Finance BV, bagaimana penjelasan Perseroan
          terkait settlement obligasi subordinasi tersebut jika sudah jatuh tempo.

          Tanggapan:
          Sepanjang pengetahuan kami dan sebagaimana praktek yang berlaku umum, dalam hal terjadi
          kepailitan maka penanganan segenap hak dan kewajiban pihak pailit (termasuk dalam hal ini Argo
          Pantes Finance BV) akan dilakukan oleh Kurator yang ditunjuk pengadilan. Perseroan saat ini
          masih mempelajari dan berkomunikasi dengan para pihak yang dianggap kompeten untuk
          membahas hal ini.

     f.   Bagaimana teknis pembayaran kupon kepada Argo Pantes Finance BV setelah perusahaan tersebut
          dinyatakan pailit?

          Tanggapan:
          Obligasi Subordinasi Perseroan adalah Obligasi Subordinasi berbunga nol/ Subordinated Zero
          Coupon Bonds sehingga tidak ada (mekanisme) pembayaran bunga/ coupon.


 15. Agar dijelaskan mengenai strategi yang akan dilakukan Perseroan untuk memperbaiki kinerja keuangan
     di masa mendatang sehubungan dengan saldo laba defisit mencapai Rp2,3 triliun.

     Tanggapan:
     Strategi utama Perseroan untuk memperbaiki kinerja keuangan dimasa mendatang, terutama
     sehubungan dengan saldo defisit dimaksud:

     a) Optimalisasi Kinerja Perseroan: dengan memperbaiki kinerja dan mencetak laba maka secara
        bertahap Perseroan mengurangi saldo defisitnya;

     b) Penjajakan beberapa alternatif aksi korporasi: selain optimalisasi kinerja keuangan, beberapa
        langkah yang dijajaki Perseroan dalam jangka menengah dan panjang diantaranya adalah
        mempertimbangkan kuasi reorganisasi yang akan didahului langkah-langkah yang dinilai
        sustainable terhadap kinerja keuangan dalam jangka panjang seperti perbaikan struktur modal/ rasio
        hutang dan modal.

     Perseroan memahami bahwa salah satu hal penting yang diperlukan untuk memberikan nilai bagi
     segenap stakeholders/ para pemangku kepentingan adalah perbaikan/ pembalikan saldo defisit dan hal
     ini juga merupakan salah satu prioritas yang tengah diupayakan manajemen.


 16. Pada Juli 2026 Perseroan mendapatkan pinjaman dari PT Indonesia Infrastructure Finance sebesar Rp133
     miliar. Agar dijelaskan mengenai:
      a. Detil penggunaan dana tersebut, mengingat dalam Keterbukaan Informasi pada tanggal 23 Juni
           20026 pembangunan gudang Build-to-Suit (BTS) J&T Cargo hanya membutuhkan investasi
           sebesar Rp120 miliar.
      b. Besaran kupon bunga, jenis aset yang dijadikan jaminan dan financial covenant/pembatasan yang
           disyaratkan.
                                                                                                        7
Page 9
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026



     Tanggapan:
     Berikut penjelasan atas fasilitas pinjaman PT Indonesia Infrastructure Finance sebesar Rp133 miliar:

        Fasilitas               Jumlah     Suku bunga                   Tujuan        Jaminan Utama
        Pinjaman             (Rp Miliar)       (%)
        Tranche A                  48.5     8.75 p.a.         Renovasi gudang     Tanah & Bangunan,
                                                                       existing     senilai 125% dari
        Tranche B                  84.5                         Pembangunan         fasilitas pinjaman
                                                              gudang BTS J&T
                                                                        Cargo
        Total                     133.0

      Financial Covenants/ pembatasan utama atas fasilitas dimaksud:
      • Debt Service Coverage Ratio/ DSCR – minimal 1.20x
      • Debt to Equity Ratio/ DER – maksimal 2.30x
      • Contracted Revenue Coverage Ratio/ CRCR – minimal 1.50x


 17. Perseroan saat ini memiliki likuiditas yang cukup rendah yang ditunjukkan oleh current ratio dibawah
     1. Sementara per Juli 2026 Perseroan melakukan penambahan utang dengan memperoleh pinjaman
     sebagaimana disebutkan dalam poin 16. Agar dijelaskan strategi yang dilakukan Perseroan untuk
     pembayaran kewajiban di masa mendatang agar tidak terjadi gagal bayar.

     Tanggapan:
     Rasio likuiditas/ current ratio Perseroan < 1, terutama karena utang jangka pendek PT Bank Maybank
     Indonesia/ ‘Maybank’ yang jumlahnya signifikan. Utang bank ini akan menimbulkan tekanan likuiditas/
     menimbulkan risiko gagal bayar bila tidak dapat diperpanjang lagi. Sebagai catatan, utang ke Maybank
     ini dijamin sepenuhnya dengan deposito berjangka milik beberapa pihak berelasi Perseroan. Perseroan
     telah berkomunikasi dengan pihak berelasi dan dalam jangka pendek hingga menengah belum ada
     rencana pihak berelasi untuk menarik deposito jaminan dimaksud.


 18. Pada 11 Februari 2026 Perseroan menandatangani perjanjian kontrak sewa gudang Built-to-Suit jangka
     waktu 10 tahun dengan J&T Cargo senilai Rp221 miliar. Dan pada 31 Juli 2026 Perseroan juga telah
     menandatangani Perjanjian Sewa Menyewa dengan PT United Chemicals Inter Aneka bernilai Rp48,14
     miliar untuk jangka waktu 64 bulan. Agar dijelaskan kontribusi pendapatan atas kontrak sewa tersebut
     terhadap kinerja Perseroan secara keseluruhan di masa mendatang.

     Tanggapan:
     Sejalan dengan perkembangan bisnis Perseroan kedepannya, kontribusi pendapatan J&T Cargo dan
     PT United Chemicals Inter Aneka diperkirakan masing-masing sebesar <10% dan <5% dari total
     pendapatan tahunan Perseroan (di 2027 dan tahun-tahun selanjutnya).


 19. Agar dijelaskan tingkat okupansi dari seluruh pergudangan yang dimiliki Perseroan baik di wilayah
     Tangerang maupun Bekasi. Dan agar dijelaskan pula strategi untuk meningkatkan okupansi tersebut ke
     depannya.

     Tanggapan:
     Tingkat okupansi seluruh pergudangan Perseroan (di Tangerang dan Bekasi) adalah sebagaimana
     dikemukakan pada butir pembahasan #1.e. diatas.

     Strategi untuk meningkatkan okupansi Perseroan selaras dengan langkah-langkah strategis guna
     meningkatkan pertumbuhan bisnis sebagaimana dikemukakan pada butir pembahasan #1.g. diatas.




                                                                                                            8
Page 10
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026



 Lain-lain

 20. Agar Perseroan dapat menjelaskan pipeline proyek Perseroan saat ini beserta progress
     pembangunannya, serta estimasi jangka waktu penyelesaiannya hingga dapat dilakukan kegiatan secara
     komersil.

     Tanggapan:
     Sebagaimana Keterbukaan Informasi sebelumnya, Perseroan fokus pada pipeline proyek berikut:

      Penyewa/ Proyek                        Target Penyelesaian/ Serah Terima         Progress
      PT Global Yimi Cargo (J&T Cargo)                  Maret 2027                    On Progress
      PT United Chemicals Inter Aneka            Oktober & November 2026              On Progress
                                                         (bertahap)
      Renovasi Gudang di Tangerang               Oktober – Desember 2026              On Progress
                                                         (bertahap)
      Renovasi Gudang di Bekasi                 Oktober 2026 – Januari 2027        Seleksi Kontraktor
                                                         (bertahap)


 21. Apakah Perseroan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun mendatang berencana melakukan aksi korporasi?

     Tanggapan:
     Perseroan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam jangka waktu 1 (satu) tahun mendatang yang
     dapat/ harus diungkapkan. Bila dalam perkembangannya dikemudian hari terdapat rencana aksi
     korporasi, Perseroan akan mengikuti dan mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku atas rencana
     aksi korporasi dimaksud.


 22. Apakah terdapat perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU atau pailit) dari
     kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon disampaikan nomor perkara, pokok perkara, dan
     perkembangan atas perkara hukum tersebut.

     Tanggapan:
     Sejauh pengetahuan kami, hingga saat ini tidak ada perkara hukum yang melibatkan kreditur maupun
     supplier Perseroan.


 23. Agar dijelaskan mengenai rencana Perseroan dalam pemenuhan free float sebagaimana diatur dalam
     peraturan Bursa No. I-A tahun 2026.

     Tanggapan:
     Sebagaimana peraturan Bursa No. I-A tahun 2026, Perseroan memiliki kewajiban memenuhi jumlah
     saham free float paling kurang 15% selambat-lambatnya pada 31 Maret 2029.

     Saat ini Perseroan masih dalam masa transisi dan tengah mengupayakan/ menjajaki beberapa hal
     berikut untuk dapat memenuhi ketentuan tersebut sebelum batas waktunya:

     • Optimalisasi Kinerja Perseroan: Salah satu faktor penting yang mempengaruhi minat investasi di
       saham Perseroan adalah kinerja operasional dan keuangan yang positif, dan hal ini adalah fokus
       utama Perseroan saat ini;

     • Edukasi tentang Perseroan: Perseroan telah dan akan lebih aktif mengedukasi dan mengenalkan
       branding sebagai perusahaan di industri/ sektor pergudangan – termasuk dengan mengajukan
       perubahan klasifikasi industri Perseroan di BEI yang telah disetujui di akhir Juni 2026 lalu;

     • Bekerjasama Pemegang Saham Mayoritas/ Pengendali: Melakukan komunikasi dan koordinasi
       dengan pemegang saham mayoritas/ pengendali terkait langkah-langkah alternatif yang dapat
       dilakukan untuk mendukung pemenuhan kewajiban saham free float termasuk mengundang investor


                                                                                                        9
Page 11
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026



        baru, ataupun program-program lain yang dapat meningkatkan free float maupun likuiditas saham
        Perseroan.


 24. Informasi/ kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup
     perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan.

     Tanggapan:
     Hingga saat ini, segenap informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat
     mempengaruhi kelangsungan hidup serta harga saham Perseroan telah diungkapkan kepada publik
     sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku di bursa/ pasar modal.




                                                                                                  10

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.58 MB
Published2 Oct 2026
Pages11
Characters34,469
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result