Back to announcement
20261002_ARGO_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32162921_lamp1.pdf
Other Text extracted ARGOSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 11
Page 1
Page 2
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026
Laporan Keuangan per 30 Juni 2026
1. Pendapatan Usaha Perseroan tercatat sebesar Rp52,8 miliar periode 30 Juni 2025 mengalami
penurunan 5% jika dibandingkan periode sebelumnya. Agar dijelaskan lebih lanjut:
a. Nature pendapatan kerjasama yang tercatat sebesar Rp4,5 miliar periode Juni 2026.
Tanggapan:
Pendapatan Kerjasama merupakan pendapatan yang dibukukan Perseroan dari pemanfaatan
infrastruktur/ fasilitas usaha ex-tekstil yang dimiliki Perseroan oleh penyewa. Pendapatan ini
dihitung berdasarkan/ dikaitkan dengan hasil produksi penyewa.
b. Latar belakang penurunan pendapatan kerjasama jika dibandingkan dengan periode lalu yang
tercatat sebesar Rp10,2 miliar.
Tanggapan:
Penurunan pendapatan kerjasama terjadi sejalan dengan (a) penurunan skala produksi penyewa,
(b) kondisi ekonomi dan industri penyewa yang mengalami perlambatan akibat situasi ekonomi
global dan nasional yang challenging.
c. Nature pendapatan segmen energi yang mengalami peningkatan dari Rp6,3 miliar menjadi Rp8,3
miliar periode 30 Juni 2026.
Tanggapan:
Pendapatan segmen energi merupakan pendapatan yang dibukukan Perseroan dari konsumsi
energi/ listrik yang ditagihkan ke para penyewa. Sejalan dengan pertumbuhan bisnis persewaan
Perseroan maka penggunaan/ konsumsi energi juga meningkat.
d. Agar dapat dirincikan 5 pelanggan terbesar atas keseluruhan segmen usaha Perseroan per 30 Juni 2026
dan 31 Desember 2025 dengan mengisi tabel dibawah:
30 Juni 2026
No. Nama Pelanggan Total Penjualan Pihak Afiliasi Keterangan
(Ya/Tidak)
1 PT Argo Manunggal Trista 13.185.567.339 Ya -
2 PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir 5.828.570.876 Tidak -
3 PT Tirta Alam Segar 5.584.930.674 Tidak -
4 PT Eyecos Kosmetik Indonesia 5.355.576.596 Tidak -
5 PT Royal Pesona Indonesia 4.054.049.800 Tidak -
31 Desember 2025
No. Nama Pelanggan Total Penjualan Pihak Afiliasi Keterangan
(Ya/Tidak)
1 PT Argo Manunggal Trista 34.835.450.629 Ya -
2 PT Tirta Alam Segar 15.300.140.260 Tidak -
3 PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir 14.466.111.158 Tidak -
4 PT Royal Pesona Indonesia 7.957.231.661 Tidak -
5 PT Eyecos Kosmetik Indonesia 4.370.998.000 Tidak -
e. Tingkat okupansi Perseroan selama 5 tahun terakhir dengan mengisi tabel berikut:
1
Page 3
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026
No. Tahun Tingkat Okupansi * Keterangan
(%)
1 30 Juni 2026 59,3% -
2 31 Desember 2025 49,3% -
3 31 Desember 2024 42,1% -
4 31 Desember 2023 36,1% -
5 31 Desember 2022 < 36,1% Data tidak tersedia
*) Berdasarkan total luas area yang akan tersedia untuk disewakan setelah renovasi
f. Bagaimana strategi Perseroan mengurangi ketergantungan kepada pelanggan tertentu, mengingat
hampir 20% penjualan dilakukan kepada 1 pihak terafiliasi, yaitu PT Argo Manunggal Triasta?
Tanggapan:
Sejalan dengan perkembangan/ pertumbuhan bisnis persewaan gudang Perseroan yang
difokuskan pada penyewa pihak ketiga/ non-afiliasi dan penurunan/ downsizing skala produksi PT
Argo Manunggal Triasta maka ketergantungan pada pihak terafiliasi akan semakin menurun
dimasa mendatang. Perseroan memperkirakan penjualan ke pihak terafiliasi ini akan < 20% di akhir
2026 dan < 15% di akhir 2027.
g. Langkah-langkah Perseroan dalam meningkatkan penjualan di masa mendatang.
Tanggapan:
Beberapa langkah strategis Perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis/ meningkatkan
penjualan:
• Renovasi Gudang dan Infrastruktur/ Fasilitas – mempercepat renovasi gudang dan
infrastruktur/ fasilitas yang ada serta meningkatkan standar/ spesifikasinya sehingga dapat
merespon permintaan calon penyewa lebih cepat dan dengan tarif sewa yang lebih tinggi;
• Kerjasama dengan agen properti bereputasi untuk memperluas pasar dan mendapatkan calon
penyewa yang berkualitas baik – saat ini Perseroan telah menjalin kerjasama dengan Jones
Lang LaSalle/ JLL, Colliers, dan beberapa agen properti lainnya yang terbukti telah membawa
beberapa nama berkualitas untuk (menyewa dan) menjajaki penyewaan di lokasi Perseroan;
• Service Quality – memperbaiki dan meningkatkan engagement serta pelayanan/ service
penyewa yang telah ada untuk menjaga stickiness dan peningkatan luasan lahan sewa
h. Perseroan membukukan pendapatan tekstil sebesar Rp260,3 juta per Juni 2026 yang cenderung
menurun jika dibandingkan dengan nilai per Juni 2025 sebesar Rp532,4 juta. Agar dapat dijelaskan
apakah terdapat rencana penutupan produksi tekstil mengingat dari sisi kontribusi pendapatan terus
menurun?
Tanggapan:
Pendapatan tekstil Perseroan terutama berasal dari penjualan sisa-sisa persediaan usaha ex-
tekstil dimasa lalu, dan secara bertahap akan habis/ selesai. Kegiatan usaha Perseroan dari usaha
tekstil sudah sangat minimal sejak beberapa tahun terakhir. Fokus Perseroan kedepannya adalah
di bisnis persewaan gudang. Secara formal/ legal penutupan usaha ex-tekstil dimaksud akan
dituntaskan/ dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
2. Perseroan mencatatkan rugi selisih kurs sebesar Rp41 milar per Juni 2026 yang naik signifikan
dibandingkan nilai per Juni 2025 yang tercatat sebesar Rp2,9 miliar. Agar dapat dijelaskan latar
belakang kenaikan rugi selisih kurs tersebut serta rencana mitigasi yang dilakukan Perseroan agar tidak
mengalami kerugian selisih kurs yang meningkat signifikan di masa mendatang.
Tanggapan:
Penyebab utama kenaikan kerugian selisih kurs per Juni 2026 adalah 2 (dua) hal yaitu:
• Kewajiban mata uang asing sebesar USD 38,5 juta, terdiri dari (i) Utang Bank sebesar USD 8,5 juta
dan (ii) Utang Obligasi Subordinasi sebesar USD 30,0 juta;
• Pelemahan Rupiah terhadap USD sebesar 6% di sepanjang 1H26 dari USD/IDR 16.782 di akhir
2025 menjadi USD/IDR 17.856 di akhir Juni 2026
2
Page 4
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026
Secara strategis Perseroan masih menjajaki/ mendiskusikan beberapa alternatif upaya perbaikan
struktur modal/ rasio hutang dan modal untuk memitigasi risiko kerugian selisih kurs, diantaranya
dengan mengkonversikan menjadi pinjaman dalam IDR/ Rupiah ataupun sebagai tambahan modal.
3. Penjelasan mengenai penyebab beban jasa profesional yang dibukukan Perseroan periode 30 Juni 2026
mengalami peningkatan sebesar 289% jika dibandingkan periode sebelumnya menjadi Rp7,9 miliar dari
Rp2 miliar.
Tanggapan:
Beban jasa professional hingga periode Juni 2026 meningkat signifikan sejalan perkembangan bisnis
dan persiapan Perseroan untuk meningkatkan okupansi/ penjualan area sewa. Perseroan melakukan
pembayaran berbagai jasa profesional diantaranya yang membantu pengurusan perijinan gudang,
desain & manajemen konstruksi/ renovasi untuk penyiapan area gudang sesuai permintaan calon-calon
penyewa, serta konsultan hukum yang membantu dalam persiapan perjanjian dan kelengkapan
dokumen legal. Hingga 6 bulan kedepan biaya ini masih akan terus meningkat sejalan pelaksanaan
rencana strategis Perseroan sebagaimana dikemukakan pada butir paparan diatas.
4. Penjelasan mengenai peningkatan keuntungan penjualan aset tetap hingga mencapai Rp5 miliar pada
periode 30 Juni 2026.
Tanggapan:
Keuntungan dimaksud dibukukan Perseroan dari penjualan berbagai aset, terutama mesin-mesin dan/
atau peralatan ex-bisnis tekstil yang telah usang dan memiliki nilai buku minimal/ fully depreciated.
5. Sehubungan dengan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) No. 4 Kas dan Setara Kas, Perseroan
mencatatkan nilai per Juni 2026 sebesar Rp72,4 miliar yang cenderung terdapat kenaikan jika
dibandingkan dengan nilai per Desember 2025 yaitu sebesar Rp36,5 miliar. Agar dapat dijelaskan:
a. Terdapat kenaikan nilai kas di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang tercatat sebesar Rp18,1 miliar
per Juni 2026, di mana sebelumnya tercatat sebesar Rp3 miliar. Agar dapat dijelaskan latar
belakang kenaikan tersebut.
b. Estimasi Perseroan dalam enam tahun terakhir di 2026 jika akan terdapat penerimaan kas atau
pengeluaran kas kembali, terutama untuk pelunasan kewajiban jangka pendek.
Tanggapan:
• Kenaikan nilai kas per posisi Juni 2026 adalah terutama karena penerimaan uang muka sewa –
diantaranya dari J&T Cargo sehubungan penandatanganan perjanjian sewa-menyewa (lihat
Keterbukaan Informasi Perseroan pada tanggal 11 Februari 2026);
• Dalam 6 bulan kedepan hingga akhir 2026 Perseroan memperkirakan posisi kas masih akan
meningkat sejalan perolehan/ pipeline kontrak baru yang telah (dan diharapkan akan) terealisasi di
2H2026 dengan disertai pembayaran uang muka sewa/ upfront payment, sedangkan pembayaran
vendor/ kontraktor dan biaya-biaya lainnya akan dilakukan bertahap sesuai milestone proyek dan
terms yang disepakati dengan vendor/ kontraktor dimaksud.
6. Perseroan dalam CALK No. 5 Piutang Usaha, Perseroan membukukan saldo piutang usaha per 30 Juni
2026 sebesar Rp41,3 miliar atau cenderung menurun dibandingkan periode 31 Desember 2025 yang
tercatat sebesar Rp53,2 miliar. Agar dapat dijelaskan:
a. Perseroan mencatatkan piutang usaha yang jatuh tempo lebih dari 90 hari sebesar Rp51,9 miliar. Agar
dapat dijelaskan latar belakang belum dilakukan pelunasan atas piutang tersebut dari pelanggan.
b. Kendala yang dialami oleh Perseroan dalam hal melakukan penagihan atas piutang yang telah jatuh
tempo tersebut.
c. Upaya Perseroan yang telah dilakukan dan akan dilakukan dalam hal penagihan atas piutang
tersebut.
3
Page 5
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026
Tanggapan:
Piutang usaha dimaksud terutama timbul dari bisnis tekstil dimasa lalu. Upaya penagihan telah
dilakukan namun belum memberikan hasil yang menggembirakan karena situasi industri tekstil
yang sangat challenging. Atas saldo piutang yang berpotensi tidak tertagih Perseroan telah
melakukan penyisihan kerugian penurunan nilai piutang.
d. Apakah terdapat piutang usaha yang sedang dalam proses hukum atau negosiasi ulang
pembayaran? Agar dapat dijelaskan.
Tanggapan:
Atas piutang usaha yang masih dicatatkan Perseroan, tidak ada proses hukum atau negosiasi ulang
pembayaran.
e. Status penagihan piutang terutama kepada pihak ketiga tersebut hingga tanggal tanggapan surat
permintaan penjelasan dengan mengisi tabel berikut:
Tanggapan:
Keterangan Jumlah Total Penagihan Outstanding Outstanding
(Rp) (%)
Lancar 650.051.681 620.966.288 29.085.393 0,1%
1-30 hari 433.433.364 422.758.815 10.674.549 0,0%
31-60 hari 2.473.558.161 1.871.707.173 601.850.988 1,7%
61-90 hari 347.899.171 62.979.523 284.919.648 0,8%
91-120 hari 3.773.652.512 23.455.392 3.750.197.120 10,4%
Lebih dari 120 hari 33.667.949.619 2.339.801.644 31.328.147.975 87,0%
Total 41.346.544.508 5.341.668.835 36.004.875.673 100,0%
f. Perseroan telah melakukan penghapusan atas penyisihan piutang sebesar Rp4,1 miliar pada
Desember 2025 dan menambahkan Rp1,2 miliar sehingga jumlah penyisihan nilai piutang pada 31
Desember 2025 dan 30 Juni 2026 adalah sebesar Rp14,5 miliar. Agar dapat dijelaskan latar belakang
penghapusan penyisihan senilai Rp4,1 miliar tersebut.
Tanggapan:
Penghapusan ini merupakan proses akuntansi yang dilakukan sehubungan terealisasinya
penghapusan piutang sehingga tidak diperlukan lagi penyisihan kerugian penurunan nilai atas
piutang yang telah dihapuskan tersebut.
g. Latar belakang penambahan penyisihan nilai piutang sebesar Rp1,2 miliar selama tahun 2025.
Tanggapan:
Perseroan melakukan penambahan penyisihan nilai piutang untuk mengantisipasi penurunan nilai
piutang terutama terkait dengan transaksi yang terindikasi tidak tertagih.
7. Sehubungan dengan CALK No. 6 Piutang Lain-Lain, Perseroan mencatatkan total nilai piutang lain-
lain sebesar Rp112,9 miliar. Agar dapat dijelaskan:
a. Nature dari piutang lain-lain tersebut.
b. Agar dapat disampaikan tiga besar pihak berelasi yang memiliki piutang lain-lain kepada
Perseroan beserta nominal piutang dan jenis transaksinya.
Tanggapan:
Piutang Lain-Lain yang tercatatkan sebagian besar (>90%) merupakan piutang pihak berelasi yang
timbul dimasa lalu terkait pemberesan/ konsolidasi bisnis ex-tekstil Perseroan dan Group Usaha.
Perincian Piutang Lain-Lain pihak berelasi diungkapkan dalam CALK No. 28 butir (c) – Informasi Pihak-
Pihak Berelasi.
4
Page 6
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026
8. Perseroan melakukan penghapusan penyisihan kerugian penurunan nilai persediaan dalam periode 31
Desember 2025 sebesar Rp3,9 miliar. Agar dapat dijelaskan latar belakang penghapusan tersebut.
Tanggapan:
Penghapusan dimaksud merupakan proses akuntansi yang dilakukan sehubungan terealisasinya
penghapusan persediaan sehingga tidak diperlukan lagi penyisihan kerugian penurunan nilai atas
persedian yang telah dihapuskan tersebut.
9. Mengacu kepada CALK 8 Uang Muka dan Biaya Dibayar Di Muka, terdapat beban dibayar dimuka lain-
lain sebesar Rp2,1 miliar per Juni 2026. Agar dapat disampaikan nature dan latar belakang kenaikan
tersebut.
Tanggapan:
Beban Dibayar Dimuka Lain-Lain ini untuk mencatatkan pembayaran/ komisi ke agen properti.
10. Perseroan menyampaikan dalam CALK No. 9 Aset Lain-Lain, bahwa Perusahaan telah memperpanjang
sertifikat Hak Guna Bangunan (“HGB”) atas beberapa bidang tanah seluas 215.535 m2 yang terletak di
Tangerang dengan jangka waktu 30 (tiga puluh) tahun, dimana masa berlakunya hingga tahun 2057.
Agar dapat dijelaskan lebih lanjut:
a. Latar belakang terdapat kenaikan nilai aset lain-lain per Juni 2026 yaitu tercatat sebesar Rp23,7
miliar, di mana Perseroan mencatatkan sebesar Rp11,8 miliar per Desember 2025.
Tanggapan:
Kenaikan nilai Aset Lain-Lain per Juni 2026 terjadi karena adanya pencatatan (kapitalisasi) biaya
perpanjangan SHGB atas beberapa bidang tanah sebagaimana dimaksud diatas.
b. Penjelasan Perseroan atas mengapa Perseroan hanya mendapatkan HGB atas bidang tanah tersebut,
bukan Sertifikat Hak Milik?
Tanggapan:
Sesuai peraturan dan ketentuan perundangan yang berlaku di Indonesia – terutama Undang-
Undang Pokok Agraria, Perseroan Terbatas tidak dapat memiliki tanah dengan status hak milik/
SHB.
c. Rencana Perseroan untuk pengembangan tanah tersebut ke depannya.
Tanggapan:
Saat ini diatas tanah Perseroan – sebagian besar – telah berdiri bangunan/ gedung – baik yang
telah tersewa, tengah direnovasi maupun sedang dalam pembangunan. Perseroan akan terus
mengoptimalkan pemanfaatan lahan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku
sebagaimana strategi Perseroan yang dikemukakan pada butir pembahasan #1.g. diatas.
11. Berdasarkan CALK No. 10, agar dijelaskan mengenai reklasifikasi aset tetap berupa tanah dan
bangunan yang dilakukan Perseroan selama tahun 2025, antara lain:
a. Reklasifikasi tanah sebesar Rp535 miliar sehingga nilai buku tanah Perseroan menurun menjadi
Rp192 miliar dari sebelumnya Rp727 miliar.
b. Reklasifikasi bangunan sebesar Rp209 miliar sehingga nilai bangunan Perseroan menurun Rp62
miliar dari sebelumnya Rp274 miliar.
Tanggapan:
Reklasifikasi tanah dan bangunan yang dilakukan Perseroan di tahun 2025 dimaksudkan untuk
menyelaraskan laporan keuangan Perseroan dengan nature of business dan prinsip/ standar akuntansi
yang berlaku untuk usaha persewaan (PSAK 240 Properti Investasi).
5
Page 7
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026
Aset tetap (tanah dan bangunan) tersebut direklasifikasi menjadi Properti Investasi – sebesar proporsi/
bagian yang telah dijadikan lahan/ area persewaan dan tersewakan.
12. Perseroan mencatatkan utang usaha berdasarkan CALK No. 13 Utang Usaha, sebesar Rp5,1 miliar per
Juni 2026. Agar dapat disampaikan umur utang usaha tersebut jika telah jatuh tempo atau tidak dengan
mengisi tabel berikut:
Tanggapan:
Keterangan Jumlah Total Outstanding Outstanding
Pembayaran (Rp) (%)
Lancar 2.593.342.141 1.944.545.922 648.796.219 21,5%
1-30 hari 16.367.839 16.367.839 - -
31-60 hari 3.648.859 3.590.155 58.704 0,0%
61-90 hari 43.123.500 - 43.123.500 1,4%
91-120 hari 12.024.647 12.024.647 - -
Lebih dari 120 hari 2.470.626.830 139.808.850 2.330.817.980 77,1%
Total 5.139.133.816 2.116.337.413 3.022.796.403 100,0%
13. Dalam CALK No. 14 Utang Lain-Lain, Perseroan mencatatkan utang lain-lain sejumlah Rp195 miliar.
Agar dapat dijelaskan:
a. Nature dari utang lain-lain.
b. Tujuan penggunaan utang lain-baik baik dari pihak ketiga maupun dari pihak afiliasi.
c. Tenor pembayaran utang lain-lain tersebut, baik kepada pihak afiliasi maupun pihak ketiga.
d. Kepatuhan pelunasan utang tersebut jika sesuai jadwal angsuran atau tidak (jika ada
angsuran).
Tanggapan:
Utang Lain-Lain yang tercatatkan sebagian besar (>60%) merupakan utang pihak berelasi yang timbul
dimasa lalu terkait pemberesan/ konsolidasi bisnis ex-tekstil Perseroan dan Group Usaha.
Perincian Utang Lain-Lain pihak berelasi diungkapkan dalam CALK No. 28 butir (c) – Informasi Pihak-
Pihak Berelasi.
14. Berdasarkan CALK No. 18 saat ini Perseroan masih memiliki utang obligasi subordinasi dalam mata
uang USD mencapai Rp535 miliar yang akan jatuh tempo 2031. Agar dijelaskan mengenai:
a. Perkembangan penyelesaian obligasi subordinasi tersebut hingga saat ini.
Tanggapan:
Hingga saat ini Obligasi Subordinasi (Subordinated Zero Coupon Bonds) Perseroan masih
outstanding dan akan jatuh tempo di April 2031 sehingga Perseroan tidak berkewajiban untuk
menyelesaikannya hingga jatuh tempo.
b. Apakah terdapat upaya yang dilakukan Perseroan untuk melakukan pembayaran dipercepat
sebagaimana telah dilakukan di tahun 2010 dan 2023 mengingat terdapat risiko fluktuasi kurs mata
uang asing?
Tanggapan:
Hingga saat ini Perseroan masih menjajaki alternatif penyelesaian Obligasi Subordinasi
(Subordinated Zero Coupon Bonds) ini – termasuk upaya mitigasi risiko kurs. Namun hingga saat
ini belum ada keputusan/ upaya pelunasan lebih cepat. Segenap upaya penyelesaian outstanding
kewajiban ini harus diselaraskan dengan kondisi keuangan Perseroan, kepentingan stakeholders
serta kepatuhan pada peraturan dan ketentuan yang berlaku/ relevan terhadap Perseroan sebagai
perusahaan publik.
6
Page 8
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026
c. Sehubungan dengan penghapusan, pelunasan dan konversi di tahun 2010 dan 2023, apakah saat ini
pemegang obligasi subordinasi Perseroan hanya tinggal Argo Pantes Finance BV?
Tanggapan:
Sepanjang pengetahuan kami, pemegang obligasi subordinas Perseroan masih terdiri dari
beberapa pihak, termasuk Argo Pantes Finance BV (dan penggantinya). Lihat penjelasan pada
butir pembahasan berikut.
d. Argo Pantes Finance BV telah dinyatakan pailit sejak 2006, apakah terdapat rencana untuk write-
off atas utang obligasi subordinasi kepada Argo Pantes Finance BV tersebut? Jika ada agar
dijelaskan juga dasar hukumnya.
e. Sehubungan dengan kondisi pailitnya Argo Pantes Finance BV, bagaimana penjelasan Perseroan
terkait settlement obligasi subordinasi tersebut jika sudah jatuh tempo.
Tanggapan:
Sepanjang pengetahuan kami dan sebagaimana praktek yang berlaku umum, dalam hal terjadi
kepailitan maka penanganan segenap hak dan kewajiban pihak pailit (termasuk dalam hal ini Argo
Pantes Finance BV) akan dilakukan oleh Kurator yang ditunjuk pengadilan. Perseroan saat ini
masih mempelajari dan berkomunikasi dengan para pihak yang dianggap kompeten untuk
membahas hal ini.
f. Bagaimana teknis pembayaran kupon kepada Argo Pantes Finance BV setelah perusahaan tersebut
dinyatakan pailit?
Tanggapan:
Obligasi Subordinasi Perseroan adalah Obligasi Subordinasi berbunga nol/ Subordinated Zero
Coupon Bonds sehingga tidak ada (mekanisme) pembayaran bunga/ coupon.
15. Agar dijelaskan mengenai strategi yang akan dilakukan Perseroan untuk memperbaiki kinerja keuangan
di masa mendatang sehubungan dengan saldo laba defisit mencapai Rp2,3 triliun.
Tanggapan:
Strategi utama Perseroan untuk memperbaiki kinerja keuangan dimasa mendatang, terutama
sehubungan dengan saldo defisit dimaksud:
a) Optimalisasi Kinerja Perseroan: dengan memperbaiki kinerja dan mencetak laba maka secara
bertahap Perseroan mengurangi saldo defisitnya;
b) Penjajakan beberapa alternatif aksi korporasi: selain optimalisasi kinerja keuangan, beberapa
langkah yang dijajaki Perseroan dalam jangka menengah dan panjang diantaranya adalah
mempertimbangkan kuasi reorganisasi yang akan didahului langkah-langkah yang dinilai
sustainable terhadap kinerja keuangan dalam jangka panjang seperti perbaikan struktur modal/ rasio
hutang dan modal.
Perseroan memahami bahwa salah satu hal penting yang diperlukan untuk memberikan nilai bagi
segenap stakeholders/ para pemangku kepentingan adalah perbaikan/ pembalikan saldo defisit dan hal
ini juga merupakan salah satu prioritas yang tengah diupayakan manajemen.
16. Pada Juli 2026 Perseroan mendapatkan pinjaman dari PT Indonesia Infrastructure Finance sebesar Rp133
miliar. Agar dijelaskan mengenai:
a. Detil penggunaan dana tersebut, mengingat dalam Keterbukaan Informasi pada tanggal 23 Juni
20026 pembangunan gudang Build-to-Suit (BTS) J&T Cargo hanya membutuhkan investasi
sebesar Rp120 miliar.
b. Besaran kupon bunga, jenis aset yang dijadikan jaminan dan financial covenant/pembatasan yang
disyaratkan.
7
Page 9
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026
Tanggapan:
Berikut penjelasan atas fasilitas pinjaman PT Indonesia Infrastructure Finance sebesar Rp133 miliar:
Fasilitas Jumlah Suku bunga Tujuan Jaminan Utama
Pinjaman (Rp Miliar) (%)
Tranche A 48.5 8.75 p.a. Renovasi gudang Tanah & Bangunan,
existing senilai 125% dari
Tranche B 84.5 Pembangunan fasilitas pinjaman
gudang BTS J&T
Cargo
Total 133.0
Financial Covenants/ pembatasan utama atas fasilitas dimaksud:
• Debt Service Coverage Ratio/ DSCR – minimal 1.20x
• Debt to Equity Ratio/ DER – maksimal 2.30x
• Contracted Revenue Coverage Ratio/ CRCR – minimal 1.50x
17. Perseroan saat ini memiliki likuiditas yang cukup rendah yang ditunjukkan oleh current ratio dibawah
1. Sementara per Juli 2026 Perseroan melakukan penambahan utang dengan memperoleh pinjaman
sebagaimana disebutkan dalam poin 16. Agar dijelaskan strategi yang dilakukan Perseroan untuk
pembayaran kewajiban di masa mendatang agar tidak terjadi gagal bayar.
Tanggapan:
Rasio likuiditas/ current ratio Perseroan < 1, terutama karena utang jangka pendek PT Bank Maybank
Indonesia/ ‘Maybank’ yang jumlahnya signifikan. Utang bank ini akan menimbulkan tekanan likuiditas/
menimbulkan risiko gagal bayar bila tidak dapat diperpanjang lagi. Sebagai catatan, utang ke Maybank
ini dijamin sepenuhnya dengan deposito berjangka milik beberapa pihak berelasi Perseroan. Perseroan
telah berkomunikasi dengan pihak berelasi dan dalam jangka pendek hingga menengah belum ada
rencana pihak berelasi untuk menarik deposito jaminan dimaksud.
18. Pada 11 Februari 2026 Perseroan menandatangani perjanjian kontrak sewa gudang Built-to-Suit jangka
waktu 10 tahun dengan J&T Cargo senilai Rp221 miliar. Dan pada 31 Juli 2026 Perseroan juga telah
menandatangani Perjanjian Sewa Menyewa dengan PT United Chemicals Inter Aneka bernilai Rp48,14
miliar untuk jangka waktu 64 bulan. Agar dijelaskan kontribusi pendapatan atas kontrak sewa tersebut
terhadap kinerja Perseroan secara keseluruhan di masa mendatang.
Tanggapan:
Sejalan dengan perkembangan bisnis Perseroan kedepannya, kontribusi pendapatan J&T Cargo dan
PT United Chemicals Inter Aneka diperkirakan masing-masing sebesar <10% dan <5% dari total
pendapatan tahunan Perseroan (di 2027 dan tahun-tahun selanjutnya).
19. Agar dijelaskan tingkat okupansi dari seluruh pergudangan yang dimiliki Perseroan baik di wilayah
Tangerang maupun Bekasi. Dan agar dijelaskan pula strategi untuk meningkatkan okupansi tersebut ke
depannya.
Tanggapan:
Tingkat okupansi seluruh pergudangan Perseroan (di Tangerang dan Bekasi) adalah sebagaimana
dikemukakan pada butir pembahasan #1.e. diatas.
Strategi untuk meningkatkan okupansi Perseroan selaras dengan langkah-langkah strategis guna
meningkatkan pertumbuhan bisnis sebagaimana dikemukakan pada butir pembahasan #1.g. diatas.
8
Page 10
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026
Lain-lain
20. Agar Perseroan dapat menjelaskan pipeline proyek Perseroan saat ini beserta progress
pembangunannya, serta estimasi jangka waktu penyelesaiannya hingga dapat dilakukan kegiatan secara
komersil.
Tanggapan:
Sebagaimana Keterbukaan Informasi sebelumnya, Perseroan fokus pada pipeline proyek berikut:
Penyewa/ Proyek Target Penyelesaian/ Serah Terima Progress
PT Global Yimi Cargo (J&T Cargo) Maret 2027 On Progress
PT United Chemicals Inter Aneka Oktober & November 2026 On Progress
(bertahap)
Renovasi Gudang di Tangerang Oktober – Desember 2026 On Progress
(bertahap)
Renovasi Gudang di Bekasi Oktober 2026 – Januari 2027 Seleksi Kontraktor
(bertahap)
21. Apakah Perseroan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun mendatang berencana melakukan aksi korporasi?
Tanggapan:
Perseroan belum memiliki rencana aksi korporasi dalam jangka waktu 1 (satu) tahun mendatang yang
dapat/ harus diungkapkan. Bila dalam perkembangannya dikemudian hari terdapat rencana aksi
korporasi, Perseroan akan mengikuti dan mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku atas rencana
aksi korporasi dimaksud.
22. Apakah terdapat perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU atau pailit) dari
kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon disampaikan nomor perkara, pokok perkara, dan
perkembangan atas perkara hukum tersebut.
Tanggapan:
Sejauh pengetahuan kami, hingga saat ini tidak ada perkara hukum yang melibatkan kreditur maupun
supplier Perseroan.
23. Agar dijelaskan mengenai rencana Perseroan dalam pemenuhan free float sebagaimana diatur dalam
peraturan Bursa No. I-A tahun 2026.
Tanggapan:
Sebagaimana peraturan Bursa No. I-A tahun 2026, Perseroan memiliki kewajiban memenuhi jumlah
saham free float paling kurang 15% selambat-lambatnya pada 31 Maret 2029.
Saat ini Perseroan masih dalam masa transisi dan tengah mengupayakan/ menjajaki beberapa hal
berikut untuk dapat memenuhi ketentuan tersebut sebelum batas waktunya:
• Optimalisasi Kinerja Perseroan: Salah satu faktor penting yang mempengaruhi minat investasi di
saham Perseroan adalah kinerja operasional dan keuangan yang positif, dan hal ini adalah fokus
utama Perseroan saat ini;
• Edukasi tentang Perseroan: Perseroan telah dan akan lebih aktif mengedukasi dan mengenalkan
branding sebagai perusahaan di industri/ sektor pergudangan – termasuk dengan mengajukan
perubahan klasifikasi industri Perseroan di BEI yang telah disetujui di akhir Juni 2026 lalu;
• Bekerjasama Pemegang Saham Mayoritas/ Pengendali: Melakukan komunikasi dan koordinasi
dengan pemegang saham mayoritas/ pengendali terkait langkah-langkah alternatif yang dapat
dilakukan untuk mendukung pemenuhan kewajiban saham free float termasuk mengundang investor
9
Page 11
Lampiran – Surat PT Argo Pantes Tbk No. 283/L-Dir/ARP/X/2026
Tanggapan Surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-12563/BEI.PP2/09-2026 – 30 September 2026
baru, ataupun program-program lain yang dapat meningkatkan free float maupun likuiditas saham
Perseroan.
24. Informasi/ kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup
perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan.
Tanggapan:
Hingga saat ini, segenap informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat
mempengaruhi kelangsungan hidup serta harga saham Perseroan telah diungkapkan kepada publik
sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku di bursa/ pasar modal.
10
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.