Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 8
Page 1
Nomor : SE.01.00/A.CORSEC.00325/2026 2 Oktober 2026
Kepada Yth.
Direksi PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Menara I Lantai 6
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta Pusat 12190
Perihal : Laporan Hasil Public Expose Live Tahun 2026 PT Wijaya Karya
(Persero) Tbk
Dengan hormat,
Memenuhi Peraturan BEI No. I-E butir V tentang kewajiban Public Expose, dengan ini kami
sampaikan Laporan Pelaksanaan Public Expose Live PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebagai
berikut:
1. Public Expose Live dilaksanakan pada hari Kamis, 1 Oktober 2026 secara virtual melalui
media aplikasi zoom dan youtube. Public Expose Live ini merupakan bagian dari acara
Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan secara mandiri oleh Perseroan;
2. Public Expose Live tersebut dihadiri oleh:
a. Manajemen Perseroan: I Ketut Pasek Senjaya Putra (Direktur Utama), Mulyadi
(Direktur Keuangan), Hadjar Seti Adji (Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia
dan Transformasi), Bapak Hananto Aji (Direktur Operasi I), Bapak Sonny Setyadhy
(Direktur Operasi II), Vera Kirana (Direktur Manajemen Risiko dan Legal), serta
Ngatemin (Corporate Secretary)
b. Peserta yang hadir melalui kanal youtube Perseroan sebanyak 866 peserta terdiri dari
publik, investor, dan wakil dari Perusahaan Sekuritas serta 13 wakil dari Media.
3. Public Expose Live dibuka pada pukul 10.00 WIB dan ditutup pada pukul 11.00 WIB,
dilanjutkan sesi Press Conference pada pukul 11.00 WIB sampai dengan pukul 11.35 WIB.
4. Presentasi Perseroan dalam Public Expose Live disampaikan oleh Bapak I Ketut Pasek
Senjaya Putra (Direktur Utama), Bapak Mulyadi (Direktur Keuangan), Bapak Hadjar Seti Adji
(Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia dan Transformasi), Bapak Hananto Aji
(Direktur Operasi I), Bapak Sonny Setyadhy (Direktur Operasi II), dan Ibu Vera Kirana
(Direktur Manajemen Risiko dan Legal) dengan ringkasan tanya jawab terlampir.
Demikian disampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih
Hormat kami,
Corporate Secretariat,
Ngatemin
Corporate Secretary
Page 2
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk
Resume Public Expose Live Tahun 2026
WIKA Tower II
Jl. D.I Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta Timur
1 Oktober 2026
Dipaparkan oleh
Bapak I Ketut Pasek Senjaya Putra : Direktur Utama
Bapak Mulyadi : Direktur Keuangan
Bapak Hadjar Seti Adji : Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia &
Transformasi
Bapak Hananto Aji : Direktur Operasi I
Bapak Sonny Setyadhy : Direktur Operasi II
Ibu Vera Kirana : Direktur Manajemen Risiko & Legal
Bapak Ngatemin : Corporate Secretary, sebagai Moderator
Dihadiri oleh : Peserta yang hadir melalui kanal youtube Perseroan
sebanyak 866 peserta terdiri dari publik, investor, dan
wakil dari Perusahaan Sekuritas serta 13 wakil dari
Media.
Berikut adalah rangkuman tanya jawab dalam acara Public Expose Live 2026:
1. rosyantw.a.5989
Pertanyaan : Hingga akhir tahun 2026 WIKA menyasar perolehan
kontrak baru berapa? Dan ke proyek apa?
Jawaban : Target perolehan kontrak baru WIKA hingga akhir tahun
2026 yang tertuang dalam RKAP adalah sebesar
Rp21,4 triliun. Perolehan tersebut diarahkan untuk
mendukung proyek strategis pemerintah, antara lain
Program Sekolah Rakyat, Sekolah Terintegrasi, dan
optimasi lahan serta proyek EPCC yang saat ini menjadi
kontributor terbesar. Selain itu, WIKA juga tengah
menyasar sejumlah proyek pasar hijau (green market)
di Indonesia. Di pasar luar negeri, WIKA menggarap
proyek di Timor Leste serta penyediaan beton (supply
beton) di Manila.
2. Daniel
Pertanyaan : 1. Mengapa diversifikasi ke sektor diluar kompetensi
konstruksi belum mampu mengurangi
ketergantungan WIKA terhadap proyek
pemerintah/BUMN, padahal visi perusahaan ingin
Page 3
menjadi perusahaan infrastruktur & EPC terintegrasi
yang berkelanjutan?
2. Apakah margin laba kotor yang meningkat ke 14,11%
bisa berulang dan terverifikasi?
3. Bagaimana rencana WIKA membayar utang
berbunga Rp32,7 T dengan tetap adil bagi kreditur
dan pemegang saham publik?
Jawaban : 1. Diversifikasi usaha yang dilakukan WIKA hingga saat
ini masih memiliki peluang untuk terus dikembangkan
guna memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi
perusahaan. Sesuai dengan yang disampaikan
dalam paparan mengenai strategi jangka panjang,
WIKA akan kembali fokus pada core business, yaitu
industri konstruksi. Untuk itu, perusahaan melakukan
perbaikan tata kelola, cara dan metode kerja, serta
harga pokok penjualan (HPP) agar memiliki daya
saing yang jauh lebih baik. Dalam satu tahun terakhir,
industri konstruksi memang mengalami tantangan
akibat kondisi pasar konstruksi itu sendiri. Meski
demikian, WIKA tetap menyasar pasar yang cukup
menantang, yaitu proyek di luar pemerintah,
khususnya sektor swasta, serta mendukung program
hilirisasi pemerintah, sebagai contoh proyek smelter.
Pengalaman tersebut akan menjadi bekal dan
referensi bagi WIKA untuk berkompetisi di bidang
EPCC, sekaligus modal untuk membuka peluang
yang lebih luas dan menciptakan pasar baru di luar
pemerintah, seperti di sektor swasta maupun BUMN
lainnya.
2. Dalam RKAP WIKA, margin laba diarahkan pada
kisaran 8% hingga 10%. Khusus pada semester I,
WIKA memprioritaskan penagihan piutang lama serta
penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan
dan hampir rampung. Dengan demikian, pada
semester I 2026 terdapat cukup banyak proyek yang
dapat diselesaikan dalam waktu singkat, sehingga
memberikan hasil positif bagi kinerja WIKA. Ke
depan, capaian ini diharapkan dapat menjadi tolak
ukur kinerja perusahaan.
3. WIKA induk memiliki kewajiban utang berbunga yang
perlu dikelola secara optimal untuk mendukung
keberlanjutan keuangan perusahaan, yaitu kredit
perbankan sebesar Rp17,6 triliun dan obligasi sukuk
sebesar Rp10,2 triliun. Saat ini WIKA sedang
menjalankan program restrukturisasi komprehensif
Page 4
untuk mencapai kesepakatan dengan perbankan,
serta kepada pemegang sukuk dan obligasi melalui
Wali Amanat yang dilakukan melalui RUPO dan
RUPSU. Selain itu WIKA juga akan terus fokus
meningkatkan operation excellence pada seluruh
proyek berjalan. Dengan kemampuan tersebut, WIKA
diharapkan dapat menghasilkan EBITDA sebesar
Rp850 miliar yang dapat digunakan untuk
menyelesaikan kewajiban kepada pemegang obligasi
sukuk dan perbankan, serta pemenuhan kebutuhan
operasional. Melalui strategi tersebut, manajemen
meyakini bahwa WIKA mampu menyelesaikan
kewajiban jangka panjangnya. Komunikasi dengan
seluruh pemangku kepentingan terkait juga terus
dilakukan secara intensif.
3. indriyatnifitria5248
Pertanyaan : Bagaimana proses pengalihan Whoosh? apakah benar
diambil alih oleh kementerian keuangan? Bagaimana
posisi neraca WIKA jika terjadi pengalihan?
Jawaban : Hingga saat ini Perseroan terus menjalin komunikasi
dan koordinasi intensif dengan Danantara terkait
perkembangan proses pengalihan pengelolaan KCIC ke
Kementerian Keuangan. Kami akan menyampaikan
informasi lebih lanjut terkait perkembangan aksi
korporasi tersebut kepada seluruh pemangku
kepentingan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. anggrainitriwasti547
Pertanyaan : Apakah hasil divestasi bisa memperbaiki posisi
keuangan WIKA/salah satunya untuk menyelesaikan
kewajiban hutang WIKA? Kapan WIKA di unsuspend
bursa?
Jawaban : Hasil divestasi tentunya sangat dapat memperbaiki
kondisi keuangan WIKA, untuk itu Perseroan terus
berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan,
termasuk Danantara dan Kementerian Keuangan terkait
hal tersebut. WIKA juga saat ini fokus menyelesaikan
kewajiban serta terus menjalin komunikasi kepada
kreditur perbankan dan pemegang obligasi sukuk untuk
memperoleh dukungan atas pemenuhan kewajiban
keuangan melalui proses restrukturisasi komprehensif.
Sehingga dengan tercapainya restrukturisasi
komprehensif, saham WIKA dapat kembali
diperdagangkan di pasar modal.
Page 5
5. Diajengputriyuniar
Pertanyaan : Direksi mengatakan bahwa saat ini tengah berfokus
dalam meningkatkan ESG WIKA. Apa manfaat
keunggulan ESG tersebut bagi WIKA saat ini dan di
masa mendatang?
Jawaban : Kajian konsultan bisnis terhadap proyeksi bisnis
konstruksi hingga tahun 2030 menunjukan bahwa
pertumbuhan segmen konstruksi akan sangat baik pada
industri EPCC. Di sektor EPCC, banyak investor asing
berminat masuk dan mensyaratkan standar ESG yang
tinggi, bahkan mereka cenderung lebih memilih imbal
hasil yang lebih rendah selama perusahaan memiliki
praktik dan nilai ESG tinggi. Dengan demikian, ESG
menjadi isu strategis karena pasar ke depan akan hadir
dengan ESG sebagai salah satu persyaratan, dan WIKA
beruntung karena sudah memiliki praktik ESG baik,
terbukti dari skor ESG Perseroan dari S&P Global
sebesar 64/100, peringkat 13 dari 234 perusahaan
global, 5 dari 149 perusahaan Asia Pasifik dan 1 di
Indonesia untuk sektor construction & engineering.
Praktik ESG baik membuka peluang berkaitan dengan
green financing. Proyek yang berorientasi ESG, sesuai
ketentuan, akan didukung OJK untuk memperoleh
pendanaan hijau. Hal ini telah terbukti pada investasi
WIKA di WIKA Tirta Jatiluhur, yang semula dikenakan
bunga 11% untuk pendanaan belanja modal (capex),
kini turun menjadi 6,5% setelah memperoleh green
financing, karena proyek tersebut selaras dengan nilai
SDGs. Dampaknya sangat besar, baik secara sosial
maupun bisnis. Dengan demikian, ESG memberikan
dua manfaat penting bagi WIKA, yaitu akses pasar dan
pendanaan hijau.
6. yo-sg7bf
Pertanyaan : Bagaimana WIKA merespons isu bencana alam?
Apakah WIKA memiliki produk yang siap dipakai?
Jawaban : Saat ini Indonesia berada dalam kondisi rawan
bencana, salah satunya gempa bumi. Melalui proyek-
proyek pemerintah, WIKA sebagai pelaku konstruksi
turut mengambil peran di wilayah yang terdampak. Di
sisi lain, WIKA memiliki keunggulan berupa produk
rumah tahan gempa bernama WHome yang diproduksi
oleh WIKA Beton. WHome dapat dibangun dalam
hitungan hari, dan saat ini sedang dikembangkan
bersama BRIN agar memiliki ketahanan yang lebih baik
Page 6
terhadap gempa. Produk ini menjadi peluang bagi WIKA
untuk dimanfaatkan dalam merespons kebutuhan
hunian pascabencana, dan sudah dapat diproduksi
serta digunakan dalam jumlah besar.
7. AmadMs-x3v
Pertanyaan : Bagaimana perkembangan rencana restrukturisasi yang
tengah dilakukan WIKA?
Jawaban : WIKA memiliki kewajiban utang berbunga kepada
perbankan serta pemegang sukuk dan obligasi, dan
keduanya saat ini sedang dalam proses restrukturisasi
komprehensif. Restrukturisasi komprehensif ini
diperlukan karena kemampuan keuangan WIKA yang
bertumpu pada bisnis inti, yaitu konstruksi. Meskipun
EBITDA positif, kewajiban WIKA induk mencapai sekitar
Rp27 triliun dan secara konsolidasi sekitar Rp30 triliun,
sementara WIKA harus dapat tetap berjalan secara
berkelanjutan (going concern). Karena itu WIKA harus
melakukan restrukturisasi komprehensif.
Dalam prosesnya, WIKA telah berkomunikasi secara
intensif dengan perbankan serta pemegang sukuk dan
obligasi, dan upaya tersebut mendapat apresiasi yang
baik dari para pemangku kepentingan. WIKA juga
berkomunikasi intensif dengan Danantara selaku
pemegang saham, yang memberikan dukungan positif
untuk menyehatkan WIKA. Danantara, WIKA dan
kreditur berupaya memperbaiki kondisi ini bersama-
sama. Manajemen berharap pada kuartal IV 2026,
WIKA dapat menunjukan kinerja fundamental keuangan
yang baik, yang menggambarkan kemampuan
keuangan dari bisnis inti yang ada, sehingga
memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku
kepentingan.
8. @nikkiramadhanii
Pertanyaan : Seperti apa bentuk dukungan Danantara kepada WIKA
dalam langkah Penyehatan Perusahaan?
Jawaban : Hingga saat ini Perseroan telah mendapatkan
dukungan berupa upaya percepatan streamlining.
Perseroan juga terus menjalin komunikasi dengan
Danantara untuk memperoleh dukungan yang
Page 7
dibutuhkan terutama untuk mengupayakan keberhasilan restrukturisasi WIKA melalui MRA. Perseroan memandang dukungan Danantara sebagai faktor penting dalam memperkuat penyehatan dan fundamental WIKA. Perseroan akan terus menyampaikan perkembangan dukungan yang diperoleh melalui keterbukaan informasi sesuai ketentuan yang berlaku kepada publik.
Page 8
Total Peserta Pubex WIKA tahun 2026 Melalui Kanal Youtube
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.