Back to announcement
20261005_FWCT_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32163263_lamp2.pdf
Other Text extracted FWCTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1 OCR 0.946
TANGGAPAN ATAS PERMINTAAN PENJELASAN PT WIJAYA CAHAYA TIMBER TBK TANGGAPAN BURSA EFEK INDONESIA (“BEI”) NOMOR S-12620/BEI.PP1/10-2026 LAMPIRAN SURAT PT WIJAYA CAHAYA TIMBER TBK NOMOR DIR/WCT/IKT/1026/102 TANGGAL 05 OKTOBER 2026 1. Penjualan Perseroan turun secara signifikan sebesar Rp245,73 atau 35,6794, dari yang sebelumnya Rp688,96 miliar periode 30 Juni 2025 menjadi Rp443,23 miliar periode 30 Juni 2026. Penjualan kayu lapis, log kayu, dan veneer menurun sekitar 5096 sedangkan pelayaran dan jasa angkut meningkat sebesar 665,1696. Penurunan penjualan tersebut menyebabkan Perseroan mencatatkan rugi usaha sebesar Rp11,52 miliar dan rugi tahun berjalan sebesar Rp25,65 miliar. Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait: a. Latar belakang penurunan penjualan kayu lapis, log kayu, dan veneer pada periode 30 Juni 2026. Jawaban: Penurunan penjualan kayu lapis, log kayu, dan veneer terutama dilatarbelakangi oleh kebijakan Amerika Serikat yang menerapkan Kenaikan tarif impor signifikan dalam kaitannya dengan proses penyelidikan anti-dumping dan anti subsidi, dimana Indonesia menjadi salah satu Negara yang masuk dalam penyelidikan. Selain itu kondisi geopolitik yang cenderung tidak stabil di wilayah Timur Tengah turut berkontribusi pada tantangan keterbatasan angkutan serta kenaikan harga transport. Apakah terdapat perubahan kondisi pasar ekspor atau negara tujuan ekspor utama yang berdampak terhadap kinerja penjualan Perseroan pada semester I 2026? Jelaskan. Jawaban: Terdapat perubahan Kondisi pasar ekspor atau negara tujuan ekspor utama dalam hal ini Amerika Serikat yang sebelumnya merupakan negara tujuan ekspor terbesar Perseroan dengan harga jual produk yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga jual ke negara-negara tujuan ekspor saat ini (Asia) sehingga berdampak terhadap kinerja penjualan Perseroan pada semester 12026. Apa yang menyebabkan peningkatan tersebut dan apakah segmen tersebut akan menjadi salah satu fokus pertumbuhan Perseroan ke depan? Jelaskan. Jawaban: Perseroan melakukan diversifikasi usaha kedalam bidang pelayaran dan jasa angkut sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi resiko dari penurunan kinerja penjualan plywood, dimana dari periode Juni 2025 hingga ke periode Juni 2026 Perseroan telah menambah jumlah armada kapal tarik, tongkang, dan truk yang mendorong peningkatan penjualan pada segmen pelayaran dan jasa angkut. Perseroan melihat segmen tersebut sebagai peluang yangbaik namun masih belum akan menjadi fokus pertumbuhan Perseroan ke depan dikarenakan fokus utama Perseroan saat ini masih dalam segmen penjualan plywood. Bagaimana tingkat utilisasi pabrik dan kapasitas produksi Perseroan pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025? Jelaskan. Jawaban: Kapasitas produksi Perseroan baik pada 30 Juni 2026 maupun pada 31 Desember 2025 tidak mengalami perubahan, sementara dalam hal tingkat utilisasi pabrik terjadi penurunan untuk menyesuaikan dengan penurunan volume pesanan penjualan serta untuk menjaga level persediaan barang jadi Perseroan tetap terkendali. £ pg-1
Page 2 OCR 0.951
@e. Strategi Perseroan untuk mendapatkan pelanggan baru dan meningkatkan kinerja penjualan dalam jangka dekat dan jangka panjang. Jawaban: Strategi Perseroan untuk mendapatkan pelanggan baru dan meningkatkan kinerja penjualan dalam jangka waktu dekat adalah dengan terus mengembangkan pasar ekspor terutama di kawasan Asia, Kanada, dan Timur Tengah. Perseroan juga mulai memproduksi secondary product, yakni film face dan polyester plywood, sebagai upaya untuk meningkatkan nilai produk. Sementara untuk jangka panjang Perseroan sedang melakukan persiapan untuk penetrasi ke pasar ekspor Eropa. f. Apakah Perseroan memiliki target pelanggan baru atau pasar ekspor baru yang diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan? Jelaskan. Jawaban: Sepanjang Periode Juni 2025 hingga Juni 2026 Perseroan telah memperoleh cukup banyak pelanggan baru dan Perseroan terus menargetkan pasar ekspor baru khususnya ke negara Malaysia, Korea, Kanada dan beberapa negara Timur Tengah, dimana secondary product Perseroan telah berhasil menembus pasar di negara-negara tersebut yang tentunya dapat menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan. g. Beban keuangan bersih meningkat sebesar 50,82Y6 dari Rp9,36 miliar menjadi Rp14,12 miliar. Apa yang menjadi penyebab utama peningkatan beban keuangan tersebut dan apakah kenaikan tersebut berkaitan dengan penambahan fasilitas pinjaman baru? Jawaban: Kenaikan beban keuangan bersih sebesar 50,326 sangat berkaitan erat dengan penambahan fasilitas pinjaman baru yang diperoleh Perseroan, khususnya pada kenaikan beban bunga pinjaman. h. Seiring meningkatnya beban keuangan dan penambahan pinjaman bank, bagaimana strategi Perseroan untuk mengelola biaya pendanaan dan menjaga kemampuan pembayaran kewajiban ke depan? Jawaban: Strategi Perseroan untuk mengelola biaya pendanaan dan menjaga kemampuan pembayaran kewajiban, seiring dengan meningkatnya beban keuangan dan penambahan pinjaman bank adalah dengan melakukan produksi atas dasar pesanan yang telah masuk (made to order) sehingga setiap beban keuangan dan pinjaman modal kerja yang digunakan Perseroan dapat efektif menjadi barang jadi yang segera terjual kepada pembeli, dalam hal ini perputaran dana dapat lebih terkendali. Selain itu Perseroan berupaya menurunkan persediaan, baik bahan baku maupun bahan jadi, dengan tujuan menkonversi kembali persediaan menjadi uang tunai, Melalui kedua strategi tersebut Perseroan meyakini pembayaran kewajiban Perseroan dapat terus terjaga. i. Sehubungan dengan pinjaman bank, bagaimana pemenuhan covenant yang disyaratkan oleh kreditur? Jelaskan. Jawaban: Sehubungan dengan pinjaman bank, Perseroan melakukan pemantauan secara berkala atas pemenuhan covenant yang dipersyaratkan oleh masing-masing kreditur, baik yang bersifat finansial maupun non-finansial. Berdasarkan evaluasi per 30 Juni 2026, terdapat covenant Debt Service Coverage Ratio (“DSCR”) dari LPEI yang belum terpenuhi. Perseroan telah melakukan komunikasi dengan LPEI dan sedang melakukan pembahasan terkait waiver atas covenant DSCR. 2. Piutang usaha Perseroan mengalami kenaikan sebesar 29,134 pada 30 Juni 2026 dari sebesar Rp50,64 miliar pada 31 Desember 2025 menjadi Rp65,39 miliar. Kenaikan terbesar terjadi pada £ pg.2
Page 3 OCR 0.944
piutang usaha pihak ketiga sebesar 37,5599 dan piutang usaha pihak berelasi sebesar 16,48Y6. Atas informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait: a. Latar belakang Kenaikan piutang usaha sedangkan Perseroan sedang mengalami penurunan penjualan. Jawaban: Kenaikan piutang usaha terutama dipengaruhi oleh timing pengiriman dan penerimaan pembayaran dari pelanggan. Pada periode menjelang pemberlakuan kebijakan tarif Amerika Serikat, Perseroan melakukan percepatan ke pelanggan Amerika Serikat. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian transaksi penjualan telah direalisasikan sebelum 30 Juni 2026, namun penerimaan pembayarannya masih dalam proses sehingga saldo piutang usaha kepada pelanggan Amerika Serikat pada 30 Juni 2026 masih relatif besar. Di samping itu, Perseroan melakukan diversifikasi pasar dengan meningkatkan penjualan ke beberapa negara lain, termasuk Korea dan Malaysia, yang sebagian transaksinya menggunakan Letter of Credit (LC). Mekanisme LC memiliki proses pencairan yang membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan Telegraphic Transfer (TT). b. Adakah piutang saat ini yang sedang dalam proses negosiasi, restrukturisasi, atau sengketa dengan pelanggan? Jelaskan. Jawaban: Berdasarkan evaluasi manajemen sampai dengan tanggal jawaban ini, tidak terdapat piutang usaha yang sedang dalam proses restrukturisasi maupun sengketa dengan pelanggan. Seluruh piutang ekspor yang berasal dari transaksi sampai dengan Juni 2026 telah diterima pembayarannya setelah tanggal pelaporan. Cc. Bagaimana manajemen menilai kecukupan pencadangan piutang mengingat adanya peningkatan saldo piutang di tengah pelemahan kinerja usaha? Jelaskan. Jawaban: Manajemen menilai kecukupan piutang usaha dengan mempertimbangkan antara lain umur piutang (aging), histori pembayaran pelanggan, kemampuan pembayaran pelanggan, serta penerimaan pembayaran setelah tanggal pelaporan. Berdasarkan evaluasi manajemen, seluruh piutang ekspor yang berasal dari transaksi sampai dengan Juni 2026 telah diterima pembayarannya setelah tanggal pelaporan. Dengan mempertimbangkan histori pembayaran dan hasil penagihan tersebut, manajemen tidak mengidentifikasi adanya indikasi penurunan nilai yang material atas piutang usaha per 30 Juni 2026. Oleh karena itu, Perseroan tidak membentuk cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha. 3. Merujuk pada Laporan Kepemilikan Saham nomor LK/04092026/0001/1 tanggal 4 September 2026, disampaikan bahwa Bapak Indra Satriawan memiliki dan melakukan transaksi saham Perseroan dengan rincian sebagai berikut: Nama (sesuai SID) : INDRA SATRIAWAN Anggota Direksi/Dewan Komisaris :Ya Jabatan : Direksi Alamat Identitas : Tidak ditampilkan Nomor Telepon : Tidak ditampilkan Kewarganegaraan : WNI Alamat e-mail : Tidak ditampilkan Nama Perusahaan Tbk. 3 FWCT - WIJAYA CAHAYA TIMBER Tbk, PT Jumlah Saham Sebelum Transaksi 188,00 Unit Hak Suara Sebelum Transaksi 2 100,0096 Jumlah Saham Setelah Transaksi 185,00 Unit £ Hak Suara Setelah Transaksi 180,0096.
Page 4 OCR 0.875
0 Pengalihan 055ep Saham ta va Langsung a00 : too Sham opgoo00000 Sep. Saham kmi si La 2125 Indra Jaya dijamtakan Eksekusi atas saham FP 0 Pembagian perataan y,Lgung mm 6S yap MU yo0mo0000 Sg Dota - 2026 Indra Jaya yang djamiakan Keterangan Pengendali : Ya Jika ya, apakah akan mempertahankan pengendalian? : Tidak Nama pemegang saham yang memberikan kuasa untuk melaporkan, jika laporan kepemilikan saham dikuasakan Informasi mengenai rincian anggota kelompok yang terorganisasi, ika merupakan laporan kepemilikan saham oleh kelompok yang terorganisasi Berdasarkan informasi di atas, Bursa meminta penjelasan terkait: a. Latar belakang dan kronologi transaksi tersebut. Jawaban: Sehubungan dengan haltersebut Perseroan telah melakuan pemeriksaan atas data dan catatan kepei an saham Perseroan, dapat kami sampaikan bahwa tidak terdapat transaksi kepemilikan saham oleh Bapak Indra Satriawan pada Perseroan sebagaimana dimaksud. Dengan demikian, berdasarkan pemeriksaan data dan catatan yang kami miliki, tidak terdapat latar belakang maupun kronologi transaksi yang dapat Kami jelaskan terkait hal tersebut. b. Sehubungan dengan terdapat informasi bahwa Bapak Indra Satriawan merupakan Direksi dan Pengendali sedangkan tidak terdapat nama beliau dalam susunan manajemen Perseroan dan pemilik manfaat Perseroan adalah Bapak Aris Sunarko. Agar dijelaskan profil Bapak Indra Satriawan serta hubungannya dengan Perseroan. Jawaban: Berdasarkan data dan catatan yang dimiliki Perseroan, Bapak Indra Satriawan tidak tercatat sebagai anggota Direksi, Dewan Komisaris, pemegang saham, maupun pemilik manfaat Perseroan. Perseroan juga tidak memiliki informasi mengenai adanya hubungan kepemilikan atau pengendalian Bapak Indra Satriawan dengan Perseroan, sehingga informasi dimaksud tidak berkaitan dengan struktur manajemen maupun kepemilikan Perseroan. C. Susunan manajemen dan struktur kepemilikan Perseroan saat ini. Jawaban: Susunan Manajemen Perseroan NO. JABATAN NAMA 1. | Direktur Utama Budi Tjahjadi 2. | Direktur Stendy 3. | Komisaris Utama/Independen Erwin Kurnia Winenda 4. | Komisaris Selviana Rumondang 5. | Sekretaris Perusahaan Mareci Susi Afrisca Sembiring 6. | Ketua Komite Audit Erwin Kurnia Winenda 7. | Anggota Komite Audit Suwardy 8. Anggota Komite Audit Audrey Angelina - pg-4
Page 5 OCR 0.937
Struktur Kepemilikan Perseroan NO. NAMA PEMEGANG SAHAM JUMLAH SAHAM PRESENTASE 1. | PT Fortuna Anugrah Sumber Terpadu 1.140.033.300 58,084 2. | First Fortuna Holdings Pte Ltd 467.265.100 23,8Yo 3. | Masyarakat 353.905.600 18,039 4. | Stendy 1.796.000 0,09Y6 d. Agar dijelaskan keterkaitan perubahan kepemilikan saham dengan kinerja keuangan yang turun. Jawaban: Berdasarkan data dan catatan yang dimiliki Perseroan, tidak terdapat transaksi sebagaimana yang dimaksud dan tidak terdapat perubahan kepemilikan saham Perseroan. Maka dari itu, tidak terdapat keterkaitan antara perubahan kepemilikan saham dimaksud dengan penurunan kinerja keuangan Perseroan. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik. Jawaban: Sampai dengan saat ini, tidak terdapat informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang bersifat material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan maupun kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik. £
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.