Back to announcement
20261006_MOYA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32163927_lamp1.pdf
Other Text extracted MOYASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
Page 2
Jawaban atas Permintaan Penjelasan
No. Surat S-12647/BEI.PP2/10-2026
PT Moya Indonesia (MOYA)
Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Obligasi I Moya Indonesia Tahun 2026
1. Sebesar Rp202.398.000.000,00 akan digunakan Perseroan untuk penambahan setoran modal kepada
Entitas Anak, yaitu PT Moya Tangerang (MT). Seluruh dana yang diperoleh MT dari hasil
penawaran umum Obligasi dan Sukuk Wakalah Perseroan akan digunakan untuk menggantikan dana
MT dalam kegiatan usahanya pada proyek pembangunan SPAM yang bersumber dari utang PT Bank
Central Asia Tbk. Agar dijelaskan:
a. informasi proyek SPAM yang sebelumnya dibiayai oleh fasilitas BCA tersebut, termasuk nilai
proyek, lokasi, jenis infrastruktur, target penyelesaian, dan progres pembangunan sampai dengan
saat ini;
b. progres fisik masing-masing infrastruktur yang pembangunannya sebelumnya dibiayai oleh
fasilitas BCA tersebut dan saat ini sumber pendanaannya telah digantikan dengan dana Obligasi;
dan
c. target penyelesaian dan target operasional atas SPAM yang dibangun.
Tanggapan:
Penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Wakalah Perseroan melalui
penyertaan modal kepada PT Moya Tangerang (“MT”) tidak ditujukan untuk membiayai
pembangunan proyek baru maupun penyelesaian pekerjaan konstruksi yang masih berlangsung.
Dana tersebut digunakan untuk menggantikan dana MT dalam kegiatan usahanya pada
pembangunan infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (“SPAM”) yang bersumber dari fasilitas
kredit PT Bank Central Asia Tbk. Infrastruktur SPAM tersebut saat ini telah selesai dibangun
dengan progres fisik mencapai 100%, telah beroperasi, dan telah dimanfaatkan dalam kegiatan
usaha MT untuk mendukung penyediaan layanan air minum di wilayah pelayanannya.
Dengan demikian, penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Wakalah oleh
Perseroan melalui penyertaan modal kepada MT merupakan penggantian atas sumber pendanaan
investasi yang telah direalisasikan menjadi aset infrastruktur SPAM yang telah selesai dibangun,
beroperasi, dan dimanfaatkan dalam kegiatan usaha MT. Penggantian sumber pendanaan tersebut
dilakukan sebagai bagian dari upaya Perseroan dalam menerapkan pengelolaan keuangan yang
prudent, antara lain melalui pengelolaan struktur permodalan dan profil pendanaan yang lebih
selaras dengan karakteristik aset infrastruktur yang memiliki masa manfaat dan periode
pengusahaan jangka panjang. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung optimalisasi struktur
pendanaan, menjaga fleksibilitas keuangan dan kecukupan likuiditas Perseroan, serta menunjang
keberlangsungan kegiatan usaha Perseroan dan Entitas Anak secara berkelanjutan.
2. Sebesar 366.643.750.000 akan digunakan Perseroan untuk penambahan setoran modal pada Entitas
Anak, yaitu AAT. Adapun Dana yang diperoleh AAT dari Perseroan akan digunakan untuk
pembayaran pokok pinjaman atas Fasilitas Kredit Investasi berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No.
28 tanggal 6 Mei 2024 sebagaimana telah diubah beberapa kali dengan perubahan terakhir dimuat
www.idx.co.id
Page 3
dalam Akta Perubahan Kedua atas Perjanjian Kredit No. 106 tanggal 27 Februari 2026, yang
seluruhnya dibuat oleh Stephanie Wilamarta, S.H., Notaris di Jakarta. Dana ini telah terealisasi pada
28 Juli 2026. Mohon Perseroan menjelaskan apakah pelunasan Fasilitas Kredit Investasi
menggunakan dana hasil penerbitan Obligasi merupakan penggantian sumber pendanaan atas
proyek/infrastruktur yang sebelumnya dibiayai melalui fasilitas tersebut, atau merupakan bagian dari
pengelolaan struktur permodalan dan likuiditas AAT secara umum.
Tanggapan:
Pelunasan Fasilitas Kredit Investasi melalui penambahan setoran modal oleh Perseroan kepada
AAT merupakan bagian dari pengelolaan struktur permodalan dan likuiditas AAT secara
keseluruhan. Penambahan setoran modal tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Perseroan
untuk memperkuat struktur permodalan AAT melalui peningkatan ekuitas, sekaligus
mengoptimalkan struktur kewajiban dan pengelolaan likuiditas AAT serta memberikan
fleksibilitas keuangan yang lebih baik dalam mendukung kegiatan operasional dan
keberlangsungan usaha AAT ke depan.
3. Sebesar Rp380.960.000.000,00 akan digunakan Perseroan untuk penambahan setoran modal pada
Entitas Anak, yaitu PT Air Bersih Jakarta (“ABJ”). Dana yang diperoleh ABJ dari Perseroan akan
digunakan seluruhnya untuk belanja modal sarana dan prasarana SPAM seperti instalasi pengolahan
air dan fasilitas penunjang, serta fasilitas jaringan perpipaan termasuk jaringan distribusi utama
hingga sambungan pelanggan. Komitmen investasi tersebut berdasarkan Perjanjian Kerja Sama
Nomor: PAM-ABJ-MI/LGL/AR/24.12/250.1; Nomor: PAM-ABJ-MI/LGL/AR/24.12/250.2;
Nomor: PAM-ABJ-MI/LGL/AR/24.12/250.3 antara ABJ dan PAM Jaya, yang ketiganya tertanggal
27 Desember 2024. Perseroan menjelaskan bahwa pos penggunaan dana ini sedang dan akan
direalisasikan secara bertahap hingga Desember 2026. Agar dijelaskan:
a. jumlah dana yang telah direalisasikan kepada ABJ dan ABT hingga saat ini serta jumlah yang
masih belum direalisasikan;
b. untuk dana yang belum direalisasikan, mohon dijelaskan tahapan pekerjaan yang menjadi dasar
rencana pencairan dan estimasi waktu penggunaan dana selanjutnya;
c. bagaimana progress fisik masing-masing infrastruktur yang dibiayai dari pos penggunaan dana
ini; dan
d. target penyelesaian dan target operasional atas SPAM yang dibangun.
Tanggapan:
a. Jumlah dana yang telah direalisasikan kepada ABJ dan ABT hingga saat ini serta jumlah yang
masih belum direalisasikan, adalah sebagai berikut:
Entitas Anak Jumah dana yang telah Jumlah dana yang masih
direalisasikan hingga saat ini belum direalisasikan
ABJ Rp109.180.814.650 Rp271.779.185.350
ABT Rp10.000.000.000 Rp31.377.750.000
b. Dana yang belum direalisasikan akan digunakan secara bertahap sejalan dengan pelaksanaan
pekerjaan konstruksi atas instalasi pengolahan air dan fasilitas penunjang, serta fasilitas jaringan
www.idx.co.id
Page 4
perpipaan, termasuk jaringan distribusi utama hingga sambungan pelanggan. Tahapan pekerjaan
yang menjadi dasar pencairan dan penggunaan dana meliputi:
• pembayaran uang muka (down payment);
• pembayaran atas prestasi pekerjaan berdasarkan kemajuan atau prestasi fisik pekerjaan yang
telah dilaksanakan, diverifikasi, dan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Prestasi
Pekerjaan serta Berita Acara Pembayaran;
• pembayaran atas prestasi pekerjaan terakhir setelah pekerjaan mencapai 100% dan
dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima Pertama; dan
• pembayaran retensi setelah berakhirnya masa pemeliharaan dan ditandatanganinya Berita
Acara Serah Terima Kedua.
Estimasi waktu penggunaan dana akan disesuaikan dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan dan
ketentuan pembayaran sebagaimana diatur dalam kontrak terkait, serta bergantung pada
pencapaian kemajuan pekerjaan (progress) atau prestasi fisik yang telah diverifikasi dan
disetujui oleh para pihak. Dengan demikian, pencairan dan pengunaan dana hasil Penawaran
Umum Obligasi akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pendanaan dan
perkembangan pelaksanaan pekerjaan. Perseroan memperkirakan bahwa seluruh dana yang
belum direalisasikan tersebut akan digunakan secara bertahap sampai dengan 31 Desember
2026, dengan tetap memperhatikan perkembangan pelaksanaan pekerjaan, pencapaian progress
pekerjaan, serta ketentuan pembayaran yang berlaku berdasarkan masing-masing kontrak.
c. Realisasi kemajuan atau prestasi fisik atas masing-masing Pekerjaan yang didanai dari pos
penggunaan dana tersebut sampai dengan 30 September 2026, dibandingkan dengan target
penyelesaian sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS), adalah sebagai berikut:
No Jenis Pekerjaan Infrastruktur Target Realisasi
(sd. 30 Sep 2026)
1 SPAM Jatiluhur Hilir 100% 19,81%
2 SPAM Karian Serpong Hilir 100% 22,09%
3 SPAM Buaran III Hulu 100% 99,82%
4 SPAM Buaran III Hilir 100% 39,66%
5 Brownfield(a) 100% 83,62%
Penggunaan dana yang belum direalisasikan akan dilakukan secara bertahap dengan
mempertimbangkan kebutuhan pendanaan, pencapaian prestasi fisik, serta pemenuhan
persyaratan pembayaran sebagaimana diatur dalam kontrak.
d. ABJ melaksanakan pekerjaan infrastruktur sesuai dengan rencana kerja dan jadwal sebagaimana
diatur dalam PKS. Target penyelesaian pembangunan infrastuktur paling lambat pada tahun
2031, sedangkan untuk program kerja proyek brownfield tahun 2026, target penyelesaian
pekerjaan ditetapkan pada tanggal 31 Desember 2026(a). ABJ berkomitmen untuk melaksanakan
seluruh pekerjaan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati dalam PKS serta melakukan
pemantauan dan evaluasi secara berkala guna mengidentifikasi dan memitigasi potensi risiko
yang dapat mempengaruhi penyelesaian pekerjaan.
4. Sisa dana hasil penawaran umum obligasi akan digunakan untuk penambahan setoran modal pada
Entitas Anak, yaitu PT Air Bandung Timur (“ABT”). Dana yang diperoleh ABT dari Perseroan akan
www.idx.co.id
Page 5
digunakan seluruhnya untuk belanja modal sarana dan prasarana SPAM, seperti pembangunan
instalasi pengolahan air dan fasilitas penunjang, serta fasilitas jaringan perpipaan termasuk jaringan
distribusi utama hingga jaringan retikulasi. Perseroan menyampaikan bahwa akan direalisasikan akan
dilakukan secara bertahap hingga Desember 2026. Agar dijelaskan:
a. jumlah dana yang telah terealisasi hingga saaat ini;
b. apakah terdapat sarana dan prasarana SPAM yang telah dibangun hingga saat ini, jika ada maka
agar dijelaskan progress fisik pembangunan dan sumber pendanaannya;
c. target penyelesaian dan target operasional atas SPAM yang dibangun.
Tanggapan:
a. Jumlah dana yang telah direalisasikan kepada ABT hingga saat ini serta jumlah yang masih
belum direalisasikan, adalah sebagai berikut:
Entitas Anak Jumah dana yang telah Jumlah dana yang masih belum
direalisasikan hingga saat ini direalisasikan
ABT Rp10.000.000.000 Rp31.377.750.000
b. dan c Sarana dan prasarana SPAM yang telah dibangun hingga saat ini dan target penyelesaian
SPAM yang dibangun:
No Sarana dan Prasarana SPAM Target Progress pekerjaan
penyelesaian (s.d Sept 2026)
1 Pekerjaan Pemasangan Pipa Transmisi Air Baku 100% 96.75%
2 Perpipaan IPA Cikoneng 100% 90.47%
3 Pekerjaan Uprating IPA Cikoneng - Eksisting 100% 75.68%
(400 lps -> 600 lps)
4 Rehabilitasi Intake Cibangoak – Eksisting 100% 25.68%
5 Pembangunan IPA Cipejeuh - Baru (500 lps) 100% 0%
6 Pekerjaan Booster Pump 100% 0%
7 Pembangunan Perpipaan 100% 0%
ABT melaksanakan pekerjaan sarana dan prasarana SPAM sesuai dengan rencana kerja dan
jadwal sebagaimana diatur dalam PKS. Target penyelesaian pekerjaan sarana dan prasarana
SPAM paling lambat pada tahun 2028. ABT berkomitmen untuk melaksanakan pekerjaan sesuai
dengan jadwal yang telah disepakati dalam PKS serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara
berkala untuk memitigasi potensi risiko keterlambatan.
Estimasi waktu penggunaan dana akan disesuaikan dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan dan
ketentuan pembayaran sebagaimana diatur dalam kontrak terkait, serta bergantung pada
pencapaian kemajuan pekerjaan (progress) atau prestasi fisik yang telah diverifikasi dan disetujui
oleh para pihak. Dengan demikian, pencairan dan penggunaan dana hasil Penawaran Umum
Obligasi akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pendanaan dan perkembangan
pelaksanaan pekerjaan. Perseroan memperkirakan bahwa seluruh dana yang belum direalisasikan
tersebut akan digunakan secara bertahap sampai dengan 31 Desember 2026, dengan tetap
memperhatikan perkembangan pelaksanaan pekerjaan, pencapaian progress pekerjaan, serta
ketentuan pembayaran yang berlaku berdasarkan masing-masing kontrak.
www.idx.co.id
Page 6
Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar I Moya
Indonesia Tahun 2026
5. Sebesar Rp991.639.500.000,00 digunakan untuk menggantikan dana MT dalam kegiatan usahanya
pada proyek Pembangunan SPAM yang bersumber dari Utang PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Perseroan menyampaikan bahwa seluruh dana sudah digunakan oleh Perseroan untuk penyertaan
Perseroan kepada MT bersamaan dengan realisasi obligasi. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Informasi proyek SPAM yang sebelumnya dibiayai oleh fasilitas BCA tersebut, termasuk nilai
proyek, lokasi, jenis infrastruktur, target penyelesaian, dan progres pembangunan sampai
dengan saat ini.
b. progres fisik masing-masing infrastruktur yang pembangunannya sebelumnya dibiayai oleh
fasilitas BCA tersebut dan saat ini sumber pendanaannya telah digantikan dengan dana
Obligasi; dan
c. target penyelesaian dan target operasional atas SPAM yang dibangun.
Tanggapan:
Penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Wakalah Perseroan melalui
penyertaan modal kepada PT Moya Tangerang (“MT”) tidak ditujukan untuk membiayai
pembangunan proyek baru maupun penyelesaian pekerjaan konstruksi yang masih berlangsung.
Dana tersebut digunakan untuk menggantikan dana MT dalam kegiatan usahanya pada
pembangunan infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (“SPAM”) yang bersumber dari fasilitas
kredit PT Bank Central Asia Tbk. Infrastruktur SPAM tersebut saat ini telah selesai dibangun
dengan progres fisik mencapai 100%, telah beroperasi, dan telah dimanfaatkan dalam kegiatan
usaha MT untuk mendukung penyediaan layanan air minum di wilayah pelayanannya.
Dengan demikian, penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Wakalah oleh
Perseroan melalui penyertaan modal kepada MT merupakan penggantian atas sumber pendanaan
investasi yang telah direalisasikan menjadi aset infrastruktur SPAM yang telah selesai dibangun,
beroperasi, dan dimanfaatkan dalam kegiatan usaha MT. Penggantian sumber pendanaan tersebut
dilakukan sebagai bagian dari upaya Perseroan dalam menerapkan pengelolaan keuangan yang
prudent, antara lain melalui pengelolaan struktur permodalan dan profil pendanaan yang lebih
selaras dengan karakteristik aset infrastruktur yang memiliki masa manfaat dan periode
pengusahaan jangka panjang. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung optimalisasi struktur
pendanaan, menjaga fleksibilitas keuangan dan kecukupan likuiditas Perseroan, serta menunjang
keberlangsungan kegiatan usaha Perseroan dan Entitas Anak secara berkelanjutan.
www.idx.co.id
Page 7
Lainnya
6. Sehubungan dengan baru diakuisisinya PT Aetra Air Tangerang (AAT) dan PT Air Semarang Barat
(ASB) pada Januari 2026 dan belum beroperasinya PT Moya Makassar (MM) hingga periode 31
Desember 2025, agar dijelaskan kinerja keuangan masing-masing anak perusahaan periode 30 Juni
2026:
Tanggapan:
% Kontribusi Pendapatan
No. Entitas Anak Status Operasional
Terhadap Perseroan
1 PT Air Bersih Jakarta Beroperasi 70.98%
2 PT Moya Tangerang Beroperasi 7.11%
3 PT Aetra Air Tangerang Beroperasi 6.08%
4 PT Air Batam Hulu Beroperasi 4.17%
5 PT Moya Bekasi Jaya Beroperasi 4.04%
6 PT Air Bandung Timur Beroperasi 3.24%
7 PT Air Batam Hilir Beroperasi 2.40%
8 PT Air Semarang Barat Beroperasi 1.72%
9 PT Moya Makassar Belum Beroperasi 0.00%
7. Fakta/informasi material/kejadian penting yang dapat berpengaruh signifikan terhadap Perseroan
serta dipandang dapat mempengaruhi fluktuasi perdagangan saham Perseroan yang belum
diungkapkan kepada publik dan wajib untuk segera diungkapkan kepada publik.
Tanggapan:
Perseroan merupakan Emiten Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk dan bukan merupakan
perusahaan terbuka yang sahamnya tercatat serta diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan evaluasi dan informasi yang tersedia sampai dengan tanggal tanggapan ini, tidak
terdapat informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat
memengaruhi harga Efek Perseroan maupun keputusan investasi pemegang Efek dan/atau calon
investor.
www.idx.co.id
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.