Skip to content
Back to announcement

20261006_POST_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32163957_lamp1.pdf

Other Text extracted POST

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 4

Page 1 OCR 0.950
POS
iND

Logistik Indonesia

Nomor : 673/DIR-1/09/2026
Lampiran :
Perihal : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa

Kepada Yth:

Direksi PT Bursa Efek Indonesia

U.p Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3

Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 lantai 6,

Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53 Jakarta Selatan 12190

Sehubungan dengan surat PT Bursa Efek Indonesia Nomor S-12494/BEI.PP3/09-2026 tanggal
28 September 2026 perihal Permintaan Penjelasan Bursa, serta Keterbukaan Informasi
Perseroan melalui Surat Nomor 92358/KU.00/1X/2026 tanggal 25 September 2026 perihal
Permohonan Penundaan Pembayaran Bunga Obligasi I Pos Indonesia Tahun 2022 Seri B ke-
15 dan perkembangan penurunan peringkat Perseroan oleh Fitch Ratings, Perseroan
menyampaikan penjelasan sebagai berikut:

As

Posisi Kas dan Likuiditas Perseroan

Per tanggal 25 September 2026, Perseroan memiliki kas dan setara kas sebesar Rp411,81
miliar serta piutang yang diperkirakan tertagih dalam waktu «30 hari sebesar Rp71,85
miliar, sehingga total sumber likuiditas mencapai Rp483,66 miliar.

Sementara itu, kewajiban kas jangka pendek mencapai Rp567,18 miliar, termasuk
kewajiban pembayaran kupon/bunga Obligasi I Pos Indonesia Tahun 2022 Seri B ke-15
sebesar Rp11,75 miliar. Dengan demikian, terdapat liguidity gap sebesar Rp83,52 miliar,
sehingga sumber likuiditas yang tersedia dan diperkirakan tersedia hanya mencakup
sekitar 85,277 dari kebutuhan kas jangka pendek.

Kondisi tersebut mencerminkan tekanan likuiditas jangka pendek yang membatasi
kemampuan Perseroan memenuhi seluruh kewajiban secara bersamaan. Sejalan dengan
arahan Danantara dalam rangka penyehatan keuangan Perseroan, saat ini Perseroan
tengah melakukan langkah-langkah restrukturisasi keuangan secara menyeluruh,
termasuk mengkaji alternatif penyelesaian kewajiban dan penguatan struktur permodalan.
Dalam proses tersebut, Perseroan memperoleh pendampingan dari PT Perusahaan
Pengelola Aset (Persero) (PT PPA) selaku konsultan untuk menyusun dan mengevaluasi
opsi restrukturisasi dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, keberlangsungan
usaha, serta kepentingan para pemangku kepentingan.

Faktor Utama yang Menyebabkan Perseroan Belum Dapat Melakukan Pembayaran
Bunga Obligasi

Perseroan belum dapat melakukan pembayaran bunga Obligasi | Pos Indonesia Tahun 2022
Seri B ke-15 terutama disebabkan oleh tekanan likuiditas dan kondisi kas Perseroan yang

belum memungkinkan untuk melakukan pembayaran pada saat jatuh tempo kewajiban
keuangan Perseroan.

Page 2 OCR 0.958
Pada saat jatuh tempo pembayaran, ketersediaan dana Perseroan belum memadai untuk
memenuhi kewajiban pembayaran bunga tersebut secara tepat waktu.

Perseroan menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan permasalahan likuiditas yang
sedang ditangani melalui langkah-langkah penyehatan dan penguatan arus kas, dan bukan
merupakan penghentian kegiatan operasional Perseroan.

Sejalan dengan hal tersebut, Perseroan melakukan langkah-langkah yang mencakup
optimalisasi arus kas operasional, percepatan penerimaan piutang, optimalisasi modal kerja,
evaluasi dan optimalisasi aset, serta penjajakan sumber pendanaan yang tersedia sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

Perseroan juga melakukan evaluasi terhadap struktur kewajiban dan kemampuan arus kas
guna memastikan bahwa setiap langkah penyelesaian kewajiban dapat dilaksanakan secara
realistis dan berkelanjutan.

Tindak Lanjut Perseroan Setelah Penolakan Restrukturisasi oleh Pemegang Sukuk

Sehubungan dengan belum diperolehnya persetujuan atas usulan restrukturisasi dari
pemegang Sukuk, Perseroan tetap berkomitmen untuk melanjutkan proses penyelesaian
kewajiban secara konstruktif dan transparan.

Tindak lanjut yang dilakukan Perseroan antara lain:

a. melakukan evaluasi kembali terhadap struktur dan skema penyelesaian kewajiban:

b. melakukan pembahasan dan komunikasi dengan kreditur, pemegang Obligasi, pemegang
Sukuk, wali amanat, serta pihak terkait lainnya:

Cc. melakukan penyesuaian terhadap skema penyelesaian kewajiban dengan
mempertimbangkan kemampuan arus kas Perseroan: dan

d. memastikan setiap langkah penyelesaian dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan, dokumen penerbitan, serta memperhatikan kepentingan para
pemangku kepentingan.

Perseroan akan terus melakukan komunikasi secara intensif dengan para pemegang surat
utang dan pihak terkait dalam rangka memperoleh solusi penyelesaian yang dapat
dilaksanakan secara realistis dan berkesinambungan.

Sumber Pendanaan untuk Memenuhi Kewajiban Pasca Restrukturisasi

Dalam rangka memenuhi kewajiban Perseroan, termasuk kewajiban yang timbul berdasarkan
skema penyelesaian atau restrukturisasi yang nantinya disepakati, Perseroan akan
mengoptimalkan kombinasi sumber pendanaan yang tersedia dan dapat diperoleh secara sah,
prudent, serta sesuai dengan kemampuan Perseroan.

Komposisi sumber pendanaan akan ditentukan dengan mempertimbangkan kebutuhan
pembayaran, proyeksi arus kas, biaya pendanaan, serta perkembangan proses penyelesaian
kewajiban.

Perseroan akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap alternatif pendanaan tersebut
dengan tetap memperhatikan keberlanjutan kegiatan operasional dan kemampuan Perseroan
dalam memenuhi kewajiban keuangannya.

Alternatif sumber pendanaan tersebut antara lain:

a. arus kas operasional Perseroan:

b. percepatan penerimaan piutang dan optimalisasi modal kerja:

Cc. optimalisasi dan monetisasi aset yang memungkinkan:

d. fasilitas pinjaman dan/atau pembiayaan dari lembaga keuangan:
Page 3 OCR 0.959
e. dukungan pemegang saham dan/atau pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,
dan

f. sumber pendanaan lain yang dapat diperoleh Perseroan dengan mempertimbangkan
kondisi pasar dan kemampuan Perseroan.

Komposisi sumber pendanaan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan pembayaran,
kemampuan arus kas, biaya pendanaan, serta kondisi dan perkembangan proses
penyelesaian kewajiban Perseroan.

Perseroan juga akan memastikan bahwa setiap alternatif pendanaan yang ditempuh tetap
mempertimbangkan keberlanjutan kegiatan operasional dan kemampuan Perseroan dalam
memenuhi kewajiban keuangannya.

Rencana Komunikasi kepada Investor dan Pemangku Kepentingan

Perseroan memahami pentingnya keterbukaan informasi, transparansi, dan komunikasi yang
tepat waktu kepada investor, pemegang Obligasi, pemegang Sukuk, kreditur, regulator, serta
pemangku kepentingan lainnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan akan menyampaikan perkembangan material
terkait penyelesaian kewajiban melalui mekanisme dan media komunikasi yang sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal serta ketentuan yang berlaku
bagi Perseroan.

Komunikasi kepada pemangku kepentingan akan mencakup perkembangan material terkait
antara lain kondisi likuiditas dan kemampuan pembayaran: perkembangan pembahasan
dengan kreditur dan pemegang surat utang, perkembangan alternatif atau skema
penyelesaian kewajiban: sumber pendanaan yang telah diperoleh atau tersedia: dan
perkembangan material lainnya yang wajib disampaikan berdasarkan ketentuan keterbukaan
informasi.

Perseroan berkomitmen untuk menyampaikan informasi secara tepat waktu, transparan,
konsisten, dan sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku.

Evaluasi Kemampuan Mempertahankan Kelangsungan Usaha (Going Concern)

Perseroan secara berkelanjutan melakukan evaluasi terhadap kemampuan mempertahankan
kelangsungan usaha (going concern) dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, proyeksi
arus kas, kinerja operasional, struktur kewajiban, serta berbagai alternatif penyehatan
keuangan dan sumber pendanaan yang dapat ditempuh.

Dalam rangka memperkuat upaya penyehatan keuangan dan menjaga keberlangsungan
usaha, Perseroan memperoleh dukungan dan koordinasi dengan Danantara, serta
pendampingan dari PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (PT PPA) sebagai konsultan
dalam penyusunan dan pengkajian alternatif restrukturisasi kewajiban serta langkah-langkah
perbaikan kondisi keuangan Perseroan. Sinergi tersebut diarahkan untuk menghasilkan skema
penyelesaian kewajiban yang mempertimbangkan kemampuan keuangan Perseroan,
keberlanjutan operasional, dan kepentingan para pemangku kepentingan.

Sejalan dengan hal tersebut, Perseroan memfokuskan langkah penyehatan pada beberapa
aspek utama, yaitu:

a. Penguatan likuiditas dan arus kas, melalui optimalisasi penerimaan, percepatan
penagihan piutang, pengendalian pengeluaran, serta pengelolaan kebutuhan modal kerja
untuk menjaga kecukupan likuiditas operasional.
Page 4 OCR 0.942
S

b. Restrukturisasi dan penataan kewajiban keuangan, melalui evaluasi alternatif skema
penyelesaian kewajiban bersama PT PPA, Danantara, kreditur, pemegang Obligasi,
pemegang Sukuk, dan wali amanat dengan mempertimbangkan proyeksi kemampuan
pembayaran Perseroan.

Cc. Optimalisasi kinerja dan efisiensi operasional, melalui peningkatan produktivitas,
pengendalian biaya, serta optimalisasi portofolio bisnis dan aset untuk memperkuat kinerja
keuangan dan menghasilkan arus kas yang berkelanjutan.

d. Pengkajian alternatif sumber pendanaan, dengan dukungan koordinasi bersama
Danantara serta mempertimbangkan berbagai opsi pendanaan yang memungkinkan,
sesuai dengan kebutuhan Perseroan, kelayakan finansial, dan ketentuan yang berlaku.

e. Penguatan perencanaan dan pengendalian keuangan, melalui penyusunan proyeksi arus
kas dan analisis berbagai skenario keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan,
pemantauan risiko likuiditas, dan evaluasi kemampuan Perseroan dalam memenuhi
kewajiban keuangan

Perseroan juga terus melakukan komunikasi dan pembahasan secara konstruktif dengan para
kreditur, pemegang Obligasi, pemegang Sukuk, wali amanat, serta pihak terkait lainnya guna
memperoleh alternatif penyelesaian kewajiban yang realistis, terukur, dan dapat dilaksanakan
dengan tetap memperhatikan keberlangsungan kegiatan usaha.

Evaluasi atas kemampuan mempertahankan kelangsungan usaha dilakukan secara berkala
dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi keuangan dan operasional, hasil
pembahasan restrukturisasi, serta perkembangan dukungan dan alternatif solusi yang
dikoordinasikan bersama Danantara.

Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan langkah-langkah penyehatan secara terukur dan
berkesinambungan, dengan dukungan dan sinergi bersama Danantara serta pendampingan
PT PPA, guna memperkuat kondisi keuangan, menjaga keberlangsungan operasional, dan
mengupayakan pemenuhan kewajiban kepada seluruh pemangku kepentingan.

Demikian penjelasan ini disampaikan. Atas perhatian dan kerja sama dari Bursa Efek Indonesia,
Perseroan menyampaikan terima kasih.

& Fathul Anwar k

CE Ygkarta, 30 September 2026
P cPTPos Indonesia (Persero)

Direktur Keuangan

Tembusan :
Direktur Utama

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.44 MB
Published6 Oct 2026
Pages4
Characters10,659
Text sourceOCR
OCR confidence0.952

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result