Back to announcement
20260305_TRIO_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32041312_lamp1.pdf
Other Text extracted TRIOSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
No. 004/CST-TRIO/2026
Jakarta, 5 Maret 2026
Kepada Yth.
Bapak I Gede Nyoman Yetna
Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI)
Gedung Bursa Efek Indonesia
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
Jakarta 12190
Perihal: Penyampaian Penjelasan atas Surat No.: S-02824/BEI.PP2/03-2026
Dengan hormat,
Merujuk kepada Surat dari PT. Bursa Efek Indonesia Nomor S-02824/BEI.PP2/03-2026
tertanggal 2 Maret 2026 yang kami terima tanggal 3 Maret 2026 perihal Permintaan Penjelasan,
dengan ini PT Trikomsel Oke Tbk (“Perseroan”) menyampaikan penjelasannya sebagai
berikut:
1. Terkait dengan realisasi rencana pemulihan penyebab suspensi, Perseroan
menyampaikan berbagai inisiatif peningkatan penjualan, baik secara online (live sales,
konten interaktif, produk eksklusif, integrasi offline) maupun offline (select store,
pengembangan jaringan, penguatan pemasaran B2B dan media sosial), dengan progres
pelaksanaan sebagian besar telah mencapai 85–100%. Namun demikian, berdasarkan
informasi terakhir, Perseroan masih mencatatkan kerugian dan belum menunjukkan
pertumbuhan pendapatan yang signifikan sejak suspensi tahun 2019–2020.
Mohon penjelasan mengenai:
a. Bagaimana korelasi antara progres pelaksanaan (85–100%) dengan penurunan
pendapatan dan laba rugi secara kuantitatif?
b. Mengapa peningkatan aktivitas pemasaran dan operasional tersebut belum tercermin
pada perbaikan kinerja keuangan secara material?
c. Kendala struktural dalam model bisnis yang menyebabkan strategi tersebut belum
efektif.
Penjelasan:
a. Progres pelaksanaan sebesar 85–100% mencerminkan tingkat implementasi program
secara operasional. Namun demikian, dampak finansial dari inisiatif tersebut belum
sepenuhnya terealisasi karena masih dipengaruhi juga oleh faktor eksternal, yaitu
antara lain dinamika permintaan pasar dan tingkat persaingan yang tinggi.
b. Karena Perseroan masih memerlukan tambahan modal kerja.
c. Secara struktural, tidak ada perubahan yang signifikan tetapi ada perubahan pada
pola pembelian konsumen, dari yang sebelumnya lebih banyak dilakukan melalui toko
monobrand menjadi ke toko multibrand serta kanal online.
2. Terkait dengan pembukaan Select Store (toko yang menjual gawai menunjang gaya hidup
Smart Technology) masih 0% progressnya, agar dapat dijelaskan:
a. Penyebab belum terealisasinya rencana tersebut, padahal target waktu telah
ditetapkan pada tahun 2025.
1
Jl. Kebon Sirih Raya No. 63, Jakarta Pusat 10340, Indonesia, T. (021) 3190-5997
Page 2
b. Kendala Perseroan untuk memenuhi target tersebut.
c. Estimasi kebutuhan investasi Select Store di tahun 2026.
d. Kontribusi yang diharapkan Perseroan atas pembukaan Select Store tersebut
sepanjang tahun 2026.
Penjelasan:
a. Konsep Select Store dipandang masih memiliki relevansi dengan kondisi pasar saat
ini, khususnya untuk menjangkau segmen konsumen Gen Z. Perseroan sebelumnya
juga telah melakukan uji coba secara terbatas di toko existing dengan menawarkan
produk yang disesuaikan dengan konsep Select Store tersebut. Namun demikian,
dengan mempertimbangkan kondisi dan ketersediaan modal kerja saat ini, Perseroan
masih memfokuskan upaya pada pengelolaan dan optimalisasi toko-toko existing.
b. Kendala yang dihadapi terutama terkait dengan prioritas penggunaan modal kerja, di
mana Perseroan saat ini memfokuskan pemanfaatan modal kerja yang tersedia untuk
mendukung keberlangsungan dan operasional bisnis yang existing.
c. Tidak terdapat kebutuhan investasi yang signifikan dalam bentuk belanja modal
(capex). Namun demikian, tambahan modal kerja tetap diperlukan untuk mendukung
implementasi konsep Select Store, khususnya untuk memastikan ketersediaan
persediaan (inventory) yang memadai.
d. Perseroan menilai bahwa potensi kontribusi Select Store akan dipertimbangkan
kembali apabila kondisi dan prioritas usaha telah lebih kondusif. Di tahun 2026, untuk
lini bisnis yang terkait alat telekomunikasi dan teknologi, Perseroan masih berfokus
pada penguatan dan optimalisasi kanal penjualan yang telah berjalan.
3. Dengan adanya penurunan pendapatan pada penjualan periode 30 September 2025,
bagaimana strategi Perseroan menjaga keberlangsungan usaha kedepan penjualan
telepon selular, voucher, mesin kopi di tahun 2026, serta upaya memperbaiki rantai pasok
dan efisiensi biaya produksi?
Penjelasan:
Perseroan terus berupaya menjaga keberlangsungan usaha pada tahun 2026 antara lain
melalui penguatan penjualan, perbaikan pengelolaan rantai pasok, efisiensi biaya
operasional, serta pengembangan usaha baru.
Dalam pengelolaan rantai pasok, Perseroan menjaga komunikasi yang baik dengan para
pemasok, melakukan penambahan merek secara bertahap, serta mengelola persediaan
secara lebih hati-hati dengan fokus pada produk yang perputarannya cepat dan memiliki
margin yang lebih baik. Perseroan juga akan terus menjalankan penjualan mesin kopi
sebagai salah satu lini produk yang ada. Selain itu, sebagaimana telah diketahui oleh
publik, Perseroan juga sedang memantau perkembangan perangkat pintar dengan
teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Dari sisi biaya, Perseroan melanjutkan langkah efisiensi secara menyeluruh, antara lain
penyederhanaan proses kerja dengan pemanfaatan teknologi, dan pengendalian biaya
pemasaran dan operasional.
4. Dasar pertimbangan dan hasil kajian manajemen dalam melakukan transformasi bisnis
dari perdagangan telepon seluler ke sektor ekonomi hijau, khususnya yaitu Trading
Protein dan Personal Care.
2
Jl. Kebon Sirih Raya No. 63, Jakarta Pusat 10340, Indonesia, T. (021) 3190-5997
Page 3
Penjelasan:
Trading Protein yang dimaksud adalah perdagangan bahan baku sumber protein untuk
industri pakan ternak, dimana protein bersumber dari beberapa alternatif termasuk
diantaranya protein dari hasil olahan dengan teknologi BSF.
Pertimbangan manajemen untuk menjajaki peluang usaha tersebut didasarkan pada
kajian internal atas dinamika pasar perdagangan telepon seluler yang semakin kompetitif,
serta adanya peluang pertumbuhan pada produk yang berkaitan dengan kebutuhan
konsumen sehari-hari dan tren produk yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, model
usaha perdagangan dinilai masih sejalan dengan fokus Perseroan.
Berdasarkan hasil kajian tersebut, manajemen memandang bahwa pengembangan usaha
ini dapat dilakukan secara bertahap melalui entitas anak dengan tetap memperhatikan
prinsip kehati-hatian, kondisi pasar dan kemampuan permodalan Perseroan. Dalam hal
ini, pengembangan usaha tersebut memerlukan tambahan modal kerja, mengingat modal
kerja yang saat ini dimiliki Perseroan masih diprioritaskan untuk mendukung kegiatan
usaha yang existing.
Melalui inisiatif tersebut, Perseroan berharap dalam jangka menengah dapat memperoleh
sumber kontribusi tambahan terhadap kinerja Perseroan, sekaligus memperkuat
keberlanjutan usaha ke depan.
5. Sejauh mana kesiapan operasional dan pendanaan kegiatan usaha baru Trading Protein
dan Personal Care, serta bagaimana struktur organisasi yang akan mengelola bisnis hijau
tersebut?
Penjelasan:
Kedua rencana kegiatan usaha tersebut telah melalui kajian internal oleh manajemen,
termasuk evaluasi terkait model bisnis serta pembentukan struktur organisasi yang dinilai
sesuai untuk mendukung pengelolaannya.
Untuk menjalankan kedua kegiatan usaha tersebut, Perseroan memerlukan tambahan
modal kerja agar tidak mengganggu prioritas penggunaan modal kerja yang saat ini
difokuskan pada kegiatan usaha existing Perseroan.
6. Mitra strategis atau calon investor yang akan mendukung pembiayaan proyek kegiatan
usaha baru tersebut, dan bagaimana skema pendanaan atau kerja sama yang sedang
dijajaki saat ini?
Penjelasan:
Sampai saat ini Perseroan masih menjajaki peluang kerja sama dengan mitra strategis
maupun calon investor, khususnya untuk tambahan modal kerja baru yang dapat
mendukung pengembangan kegiatan usaha baru tersebut. Perseroan berharap dengan
dapat dibukanya suspensi atas perdagangan saham Perseroan, peluang masuknya
investor untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha baru tersebut dapat semakin
terbuka.
7. Terkait dengan progres restrukturisasi utang Perseroan kepada Bank Mandiri dan Bank
BNI, agar dapat dijelaskan:
a. Status dan proses saat ini termasuk tahapan perpanjangan perjanjian kredit,
kesepakatan restrukturisasi, serta dampaknya terhadap likuiditas dan kemampuan
keuangan Perseroan ke depan.
b. Total Outstanding kewajiban kepada masing-masing kreditur saat ini.
3
Jl. Kebon Sirih Raya No. 63, Jakarta Pusat 10340, Indonesia, T. (021) 3190-5997
Page 4
c. Kendala utama perseroan belum mendapatkan persetujuan restrukturisasi dari
kreditur tersebut.
d. Langkah-langkah yang ditempuh manajemen untuk memastikan kemampuan
pembayaran kewajiban tersebut dan menghindari potensi/risiko hukum kedepan.
Penjelasan:
a. Sampai saat ini, Perseroan masih terus berkomunikasi secara rutin dengan Bank
Mandiri dan BNI dan Perseroan tetap rutin melakukan cicilan pembayaran utang
pokok kepada kreditor perbankan sesuai kemampuan Perseroan.
b. Outstanding utang pokok per 31 Desember 2025:
Outstanding utang
Kreditor
pokok (Rp)
BNI 1.055.036.908.460
Bank Mandiri - TRIO 210.172.568.311
c. Belum diperolehnya persetujuan restrukturisasi terutama disebabkan proses evaluasi
internal pada masing-masing kreditor perbankan yang masih berjalan serta perlunya
penelaahan lebih lanjut atas kondisi usaha dan kemampuan pembayaran Perseroan.
d. Manajemen terus menjaga komunikasi yang intensif dan konstruktif dengan para
kreditor perbankan, melakukan penguatan arus kas melalui peningkatan penjualan
dan efisiensi biaya, serta melakukan pengelolaan likuiditas lebih optimal. Perseroan
juga secara berkala menyampaikan perkembangan kinerja usaha kepada kreditor
sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan kerja sama yang baik.
Di samping itu, Perseroan juga melihat perlunya pengembangan kegiatan usaha untuk
memperkuat kapasitas usaha dan kemampuan Perseroan dalam memenuhi
kewajiban keuangannya. Sehubungan dengan hal tersebut, pengembangan usaha
dimaksud memerlukan tambahan modal kerja, yang diharapkan dapat diperoleh
melalui calon investor baru.
8. Strategi Perseroan dalam menyampaikan Keterbukaan Informasi mengenai kegiatan
usaha baru Trading Protein dan Personal Care.
Penjelasan:
Terkait pengembangan usaha Trading Protein dan Personal Care, Perseroan akan
menyampaikan keterbukaan informasi apabila telah terdapat perkembangan yang
signifikan. Saat ini inisiatif tersebut masih dalam tahap awal, sehingga belum terdapat
informasi signifikan yang perlu disampaikan. Perseroan akan terus memantau
perkembangannya dan akan menyampaikan keterbukaan informasinya bila saatnya
sudah tepat.
Perseroan merencanakan untuk melakukan uji coba secara bertahap pada kuartal II tahun
2026, sambil mempersiapkan kebutuhan permodalannya, sehingga ke depan usaha
tersebut dapat dikembangkan menuju tahap komersialisasi secara penuh.
9. Kapan Perseroan menargetkan hasil dari kegiatan usaha baru Trading Protein dan
Personal Care dapat dikomersialisasikan secara penuh (scalable), dan berapa estimasi
waktu serta pendanaan tambahan yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat profitabilitas
pada lini bisnis baru tersebut?
4
Jl. Kebon Sirih Raya No. 63, Jakarta Pusat 10340, Indonesia, T. (021) 3190-5997
Page 5
Penjelasan:
Perseroan memperkirakan bahwa komersialisasi akan mulai dilakukan secara terbatas
pada paruh kedua tahun 2026, dengan tetap mempertimbangkan kondisi dan
perkembangan usaha, khususnya terkait ketersediaan modal kerja.
Kebutuhan modal kerja masih dalam tahap evaluasi agar tidak mengganggu prioritas
penggunaan modal kerja yang digunakan untuk mendukung kegiatan usaha existing
Perseroan. Perseroan akan terus memantau perkembangannya.
10. Bagaimana manajemen menilai potensi pasar dan tingkat kompetisi dalam industri
Trading Protein dan Personal Care, serta strategi yang akan diterapkan agar Perseroan
dapat bersaing dengan pelaku industri yang sudah lebih dulu beroperasi?
Penjelasan:
Manajemen berpandangan bahwa pasar untuk bisnis Trading Protein dan Personal Care
masih memiliki peluang pertumbuhan, seiring meningkatnya kebutuhan konsumen dan
berkembangnya preferensi terhadap produk yang lebih berkualitas. Namun demikian,
Perseroan juga memahami bahwa tingkat persaingan di kedua segmen tersebut cukup
tinggi.
Untuk itu, Perseroan akan memasuki pasar secara bertahap dengan pendekatan yang
selektif. Strategi yang disiapkan antara lain fokus pada produk dengan perputaran yang
baik, menjaga hubungan dengan pemasok, serta mengoptimalkan kanal penjualan yang
sudah berjalan. Perseroan juga telah menyiapkan konsep bisnis serta struktur organisasi
yang akan mendukung pengembangan kegiatan usaha tersebut, dan dalam waktu dekat
direncanakan akan dilakukan uji coba secara bertahap yang diikuti dengan upaya
pemenuhan tambahan modal kerja.
Perseroan akan terus melakukan evaluasi dan menyesuaikan strategi secara hati-hati
agar pengembangan lini usaha baru ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan
berkontribusi optimal pada kinerja Perseroan.
11. Strategi mitigasi likuiditas, termasuk negosiasi dengan kreditur, jadwal pembayaran utang,
dan proyeksi arus kas operasional yang realistis untuk menjaga kelangsungan usaha
Perseroan dikemudian hari.
Penjelasan:
Perseroan terus berupaya melakukan langkah mitigasi likuiditas untuk menjaga
kelangsungan usaha, antara lain dengan tetap membangun komunikasi yang intensif
dengan para kreditor dan menjalankan pembayaran kewajiban secara bertahap dengan
mengacu pada prioritas jatuh tempo dan ketersediaan arus kas operasional. Perseroan
juga memperkuat pengelolaan arus kas melalui pengendalian persediaan, efisiensi biaya
operasional, serta penyusunan proyeksi arus kas dengan menggunakan asumsi yang
wajar dan realistis.
Perseroan melihat adanya potensi pasar yang dapat dikembangkan apabila didukung
tambahan modal kerja yang memadai. Untuk itu, Perseroan memerlukan dukungan
pendanaan dari pihak ketiga, termasuk investor, guna memperkuat permodalan dan
pengembangan usaha.
12. Terkait dengan aksi korporasi dalam rangka pemenuhan Free Float, agar dapat
dijelaskan:
a. Apakah terdapat perjanjian atau pengaturan tertentu dari kreditor Perseroan yang
dapat memengaruhi aksi korporasi pemenuhan free float? Agar dielaborasi.
5
Jl. Kebon Sirih Raya No. 63, Jakarta Pusat 10340, Indonesia, T. (021) 3190-5997
Page 6
b. Terkait dengan Glas Trust:
i. Perkembangan komunikasi dengan Glas Trust.
ii. Bentuk aksi korporasi sehubungan dengan pihak Glas Trust untuk memenuhi
Free Float.
iii. Penjelasan mengenai struktur dan status kepemilikan Glas Trust, termasuk
jumlah dan karakteristik penerima manfaat (beneficial owners), serta konfirmasi
bahwa pihak-pihak tersebut independen dan tidak terafiliasi dengan
pengendali maupun manajemen Perseroan.
iv. Apakah terdapat perjanjian atau pengaturan tertentu yang dapat
memengaruhi independensi pengambilan keputusan atas saham yang dimiliki
melalui Glas Trust?
v. Estimasi waktu aksi korporasi pemenuhan Free Float dengan pihak Glas Trust.
c. Terkait dengan PT Sukses Perdana Prima:
i. Perkembangan komunikasi dengan PT Sukses Perdana Prima termasuk PT
Trimegah Sekuritas Indonesia dan pihak profesi penunjang lainnya untuk
memenuhi Free Float.
ii. Agar diklarifikasi peran dari PT Trimegah Sekuritas Indonesia sehubungan
dengan divestasi PT Sukses Perdana Prima.
iii. Komitmen untuk melakukan divestasi saham dalam rangka pemenuhan free
float? Jika ya, mohon disampaikan besaran indikatif dan target waktu
pelaksanaannya.
iv. Estimasi waktu aksi korporasi pemenuhan Free Float dengan pihak PT Sukses
Perdana Prima.
d. Terkait dengan PMTHMETD, agar dapat dijelaskan:
i. Rencana Perseroan saat ini untuk aksi korporasi pemenuhan Free Float
melalui PMTHMETD.
ii. Apakah pelaksanaan PMTHMETD memerlukan persetujuan kreditur atau
terdapat pembatasan dalam perjanjian utang yang dapat memengaruhi
realisasinya?
iii. Pihak yang Perseroan sudah komunikasikan atas aksi rencana PMTMHETD
tersebut dan respon dari pihak tersebut.
Penjelasan:
a. Ya, Perseroan perlu memperoleh persetujuan dari kreditor, yang sebelumnya telah
dikomunikasikan kepada kreditor perbankan terkait rencana pemenuhan ketentuan
free float oleh Perseroan.
b. i. Perseroan masih berkomunikasi dengan GLAS Trust untuk mendiskusikan
tindakan yang dapat dilakukan dalam rangka pemenuhan free float.
ii. Perseroan sedang mengevaluasi kemungkinan apabila kepemilikan tersebut
diadministrasikan langsung atas nama masing-masing bondholders. Sehubungan
dengan kemungkinan tersebut, Perseroan memahami bahwa akan diperlukan
persetujuan dari para pemegang obligasi sesuai mekanisme yang berlaku. Selain
itu, saat ini saham yang tercatat atas nama GLAS Trust berbentuk scrip, sehingga
untuk proses lebih lanjut perlu dilakukan perubahan menjadi scripless.
iii. Saham yang dimiliki melalui GLAS Trust berasal dari konversi obligasi milik
bondholders berdasarkan homologasi. Perseroan memahami bahwa penerima
manfaat pada prinsipnya merupakan para bondholders yang merupakan pihak-
pihak yang independen.
6
Jl. Kebon Sirih Raya No. 63, Jakarta Pusat 10340, Indonesia, T. (021) 3190-5997
Page 7
iv. Ya, ada. Perseroan masih menelaah ketentuan perjanjian tersebut terhadap
independensi pengambilan keputusan atas saham dimaksud.
v. Perseroan menargetkan dapat dilaksanakan pada tahun ini, dengan tetap
memperhatikan perkembangan proses kajian dan koordinasi dengan pihak-pihak
terkait.
c. i. Perseroan telah melakukan komunikasi awal dengan PT Sukses Perdana Prima
(”SPP”), PT Trimegah Sekuritas Indonesia (”Trimegah”), serta profesi penunjang
lainnya untuk membahas opsi pemenuhan free float Perseroan.
ii. Trimegah berperan sebagai pihak yang memberikan masukan dari sisi pasar
modal serta mendampingi kajian struktur transaksi yang memungkinkan dari sisi
SPP untuk memenuhi ketentuan free float Perseroan.
iii. Pada prinsipnya, SPP menyatakan kesediaan untuk mempertimbangkan
pelepasan sebagian kepemilikan sahamnya. Besaran indikatif dan waktu
pelaksanaan masih dalam tahap kajian.
iv. Perseroan menargetkan dapat dilaksanakan pada tahun ini, dengan tetap
memperhatikan perkembangan proses kajian dan koordinasi dengan pihak-pihak
terkait.
d. i. Perseroan masih mengkaji alternatif aksi korporasi untuk pemenuhan free float,
termasuk PMTHMETD, dengan mempertimbangkan kondisi Perseroan dan
ketentuan yang berlaku.
ii. Ya, pelaksanaan PMTHMETD untuk pemenuhan free float juga memerlukan
persetujuan dari kreditor.
iii. Perseroan telah melakukan diskusi awal dengan pemegang saham, profesi
penunjang, serta pihak terkait lainnya dan memandang bahwa pembukaan
suspensi akan memberikan kondisi yang lebih kondusif untuk menjajaki minat
investor terhadap aksi korporasi tersebut.
13. Informasi atau fakta material lainnya yang dapat memengaruhi harga Efek Perusahaan
Tercatat dan/atau keputusan investasi pemodal, namun belum pernah diungkapkan
Perseroan. Jika ada, agar diungkapkan dan dielaborasi.
Penjelasan:
Perseroan belum memiliki informasi atau fakta material lainnya yang belum diungkapkan
kepada publik yang dapat memengaruhi harga Efek Perseroan dan/atau keputusan
investasi pemodal.
Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT Trikomsel Oke Tbk
Sugiono Wiyono Sugialam
Presiden Direktur
7
Jl. Kebon Sirih Raya No. 63, Jakarta Pusat 10340, Indonesia, T. (021) 3190-5997
Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
I Gede Nyoman Yetna
p.1
unresolved
org
PT Sukses Perdana Prima
p.6 ×5
unresolved
person
Sugiono Wiyono Sugialam
· Presiden Direktur
p.7
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.