Back to announcement
FINAL_signed_Penjelasan Lap Keu_31 Des 2025.pdf
Financial statement Text extracted BTPNSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1 OCR 0.947
SMBC Group PT Bank SMBC Indonesia Tbk Menara SMBC CBD Mega Kuningan Jakarta 12950, Indonesia Tel: 162 2130026 200 wwwsmbci.com Penjelasan atas Laporan Keuangan PT Bank SMBC Indonesia Tbk Posisi 31 Desember 2025 Total Aset Bank secara konsolidasi pada tanggal 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp 245,85 trilyun, naik sebesar Rp 4,75 trilyun atau naik 1,974 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 241,10 trilyun. Demikian juga dengan Total Liabilitas (termasuk dana syirkah temporer) tercatat sebesar Rp 192,39 trilyun pada 31 Desember 2025, naik sebesar Rp 6,04 trilyun atau naik 3,244 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 186,35 trilyun. Adapun perubahan penting pada pos-pos neraca selama periode tersebut adalah sebagai berikut: 1. Giro pada bank-bank lain Giro pada bank-bank lain pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 1,31 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 0,28 trilyun atau sebesar 27,1896 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 1,03 trilyun. Kenaikan ini disebabkan oleh bertambahnya penempatan giro pada bank-bank lain yang dilakukan oleh Bank dan Entitas Anak. 2. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse repo) Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 1,68 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 1,21 trilyun atau sebesar 257,456 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 0,47 trilyun. Kenaikan ini disebabkan oleh adanya peningkatan transaksi reverse repo akibat peningkatan pendanaan pihak ketiga. 3. Tagihan derivatif Tagihan derivatif pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 1,28 trilyun mengalami penurunan sebesar Rp 0,47 trilyun atau sebesar 26,8696 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 1,75 trilyun. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan transaksi derivatif Bank karena kondisi pasar yang sedang menunggu keadaan yang lebih stabil. 4. Penyertaan saham Penyertaan saham pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 26,57 milyar mengalami penurunan sebesar Rp 48,72 milyar atau sebesar 64,7196 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 75,29 milyar. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan nilai penyertaan saham pada saham yang dimiliki "IY & Entitas Anak. o
Page 2 OCR 0.940
SMBC Group BANK SMBC INDONESIA 5. Aset pajak tangguhan Aset pajak tangguhan pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 0,70 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 0,33 trilyun atau sebesar 89,196 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 0,37 trilyun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh penambahan aset pajak tangguhan atas kerugian fiskal dari Entitas Anak dan penambahan aset pajak tangguhan atas cadangan kerugian penurunan nilai dari Entitas Anak. 6. Liabilitas segera Liabilitas segera pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 85,00 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp 36,10 milyar atau sebesar 73,8246 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 48,90 milyar. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh peningkatan pada titipan transaksi surat berharga yang merupakan tampungan atas uang penjualan surat berharga yang belum diselesaikan. 7. Simpanan dari bank lain Simpanan dari bank lain pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 4,49 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 3,73 trilyun atau sebesar 490,7996 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 0,76 trilyun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh penempatan call money dari Bank SMBC Singapura dan beberapa bank lainnya pada Bank. 8. Liabilitas derivatif Liabilitas derivatif pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 1,11 trilyun mengalami penurunan sebesar Rp 0,45 trilyun atau sebesar 28,8596 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 1,56 trilyun. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan transaksi derivatif Bank karena kondisi pasar yang sedang menunggu keadaan yang lebih stabil. 9. Utang obligasi Utang obligasi pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 6,82 trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp 3,86 trilyun atau sebesar 130,4196 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 2,96 trilyun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh penerbitan utang obligasi baru oleh Bank dan Entitas Anak. 10. Pinjaman yang diterima Pinjaman yang diterima pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 38,74 trilyun mengalami penurunan sebesar Rp 10,92 trilyun atau sebesar 21,9996 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 49,66 trilyun. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh pelunasan pinjaman yang diterima dari SMBC Singapura. 11. Liabilitas sewa Liabilitas sewa pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 408,94 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp 73,66 milyar atau sebesar 21,979 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp 335,28 milyar. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh pengukuran kembali aset sewa dari Entitas UH Anak. 23
Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank SMBC Singapura
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.