Back to announcement
20260213_CYBR_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32027585_lamp1.pdf
Other Text extracted CYBRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 15
Page 1 OCR 0.782
ITS-zC
CveERsECURITY OELiVveRED
www.itsec.asia
Nomor : 353/ADM/ITSECASIA/!1/2026 Jakarta, 13 Februari 2026
Kepada Yth.:
Bapak I Gede Nyoman Yetna
Direktur PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia,
Tower I, Lantai 6, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190
U.p: Yth. Bapak Adi Pratomo Aryanto, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2
Perihal :Penjelasan PT ITSEC Asia Tbk ("Perseroan") terkait Kegiatan Usaha, Laporan
Keuangan, Realisasi Penggunaan Dana, dan Permintaan Penjelasan Yang Tidak
Dipublikasikan.
Dengan Hormat,
Sehubungan dengan surat PT Bursa Efek Indonesia Nomor S-01952/BEI.PP2/02-2026 tanggal
10 Februari 2026 perihal permintaan penjelasan sesuai dengan ketentuan II.9 Peraturan Nomor I-E
tentang kewajiban penyampaian informasi, bersama ini kami sampaikan penjelasan sebagaimana
terlampir dan akan disubmit di SPE-IDXnet form E023.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kami.
PT ITSEC Asia Tbk
CYBERSEC DELIVERED
Doni Mora
Direktur
PIR ATK ITSEC Services Asia Pe Li SEC Aostrata Pt. Lse.
woonesin swanpone AusTaaun
None ouso,Leveit1— NIS Motinaon Road MILOA Legi 1, 30 Kian Rona
Dekat 122eh Ingmnein — Sngapor Sesar S0na
anna aan keranese
1
Page 2 OCR 0.868
ITSzC www.itsec.asia cveresecumity oeLivereo Permintaan Penjelasan Bagian Pertama PT ITSEC Asia Tbk Bursa meminta tanggapan atas bagian pertama ini disampaikan melalui Form E023 (published). 1. Agar dijelaskan strategi bisnis Perseroan secara keseluruhan dalam menjalankan kegiatan usaha pada periode berjalan, termasuk fokus utama pengembangan usaha, segmen pasar yang menjadi prioritas, serta keselarasan strategi tersebut dengan kondisi industri dan dinamika pasar saat ini. Tanggapan: a. Strategi Bisnis Keseluruhan Perseroan menjalankan strategi yang berfokus pada inovasi berkelanjutan dan ketangguhan digital untuk menghadapi disrupsi global. Strategi utama yang dijalankan mencakup: e Ekspansi Pasar: Memperkuat posisi sebagai pemimpin industri keamanan siber di kawasan Asia Pasifik dengan jaringan operasional di lima negara, termasuk Indonesia, Singapura, Australia, Thailand, dan Uni Emirat Arab. e# Inovasi Teknologi Berbasis Al: Mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (Al) untuk otomatisasi layanan keamanan dan meningkatkan efektivitas sistem. » Kemitraan Strategis: Menjalin kerja sama jangka panjang dengan vendor global seperti Microsoft, Darktrace, dan Proofpoint untuk menyediakan solusi optimal dengan biaya terkendali. » Pengembangan SDM: Melakukan investasi berkelanjutan dalam sertifikasi tenaga kerja untuk mempertahankan standar layanan global. e Pengembangan Lini Bisnis Pelatihan: Pendirian “YTSEC Cyber & Al Academy” sebagai entitas bisnis baru yang berfokus pada penyediaan layanan pelatihan dan pengembangan kompetensi di bidang keamanan siber, guna mendukung kebutuhan peningkatan kapabilitas SDM serta memperluas sumber pendapatan Perseroan secara berkelanjutan. b. Fokus Utama Pengembangan Usaha Fokus utama pengembangan usaha Perseroan pada periode berjalan diarahkan untuk menciptakan sumber pendapatan baru yang berkesinambungan melalui pengembangan aset intelektual, lini bisnis strategis, dan perluasan layanan guna mendukung pertumbuhan jangka menengah dan panjang Perseroan. Beberapa fokus utama perseroan pada periode berjalan, dapat digambarkan sebagai berikut: e Pengembangan Produk Intellibron: Memfokuskan pengembangan dan komersialisasi produk Intellibron sebagai aset intelektual utama Perseroan, yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini dan respons terhadap ancaman siber secara terintegrasi. e Penguatan Lini Bisnis Pelatihan dan Al: Pendirian ITSEC Cyber & Al Academy sebagai entitas usaha di bidang pelatihan keamanan siber serta mengembangkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Al) guna mendukung otomatisasi layanan, peningkatan efektivitas sistem, dan pengayaan portofolio solusi Perseroan. e# Perluasan Jasa ke Bidang OT/loT: Memperluas cakupan layanan keamanan siber ke sektor Operational Technology (OT) dan Internet of Things (IoT), khususnya untuk mendukung kebutuhan pengamanan infrastruktur industri dan sistem kritikal yang semakin terhubung secara digital. PTIMEEO Ada Tok WAE Sos AslaPmLi TER Monte ta moves apone musa Mmtelamo Leri ti HIANognem menagih Lee, 00 Kisa Reni aa Ka Ka Ye Si Sen ran ata aa Pa NN AN aan
Page 3 OCR 0.885
-— —- 27 CveeRsecuRITY DeLivereD c. Segmen Pasar Prioritas Perseroan membagi segmen pasarnya ke dalam prioritas berikut: e Sektor Strategis: Fokus pada industri dengan tingkat risiko tinggi seperti perbankan, layanan keuangan, telekomunikasi, energi, transportasi, dan pemerintahan, termasuk penyediaan layanan pelatihan keamanan siber melalui unit usaha yang baru didirikan, yaitu ITSEC Cyber & Al Academy, guna mendukung peningkatan kapabilitas sumber daya manusia di sektor-sektor tersebut atas pentingnya keamanan siber. e UMKM: Melalui produk Intellibron, Perseroan mulai menyasar segmen Usaha Kecil dan Menengah yang membutuhkan solusi keamanan siber yang terjangkau dan mudah diintegrasikan. www.itsec.asia d. Keselarasan dengan Dinamika Pasar dan Industri Strategi ini disusun untuk menjawab tantangan industri yang semakin kompleks: e Peningkatan Ancaman Siber: Dengan adanya lebih dari 19 juta upaya serangan siber berbasis web di Indonesia pada 2024, strategi inovasi Al Perseroan selaras dengan kebutuhan deteksi ancaman yang lebih canggih. e Transformasi Digital: Percepatan digitalisasi di berbagai sektor (Informasi & Komunikasi tumbuh 7,576) mendorong Perseroan untuk terus memperluas layanan konsultasi keamanan informasi. e Kurangnya Literasi Keamanan: Perseroan merespons belum memadainya literasi keamanan siber di Indonesia dengan mendirikan ITSEC Cyber & Al Academy, aktif berkolaborasi bersama universitas, serta menyelenggarakan seminar edukasi untuk membangun ekosistem digital yang lebih aman. 2. Agar dijelaskan pandangan dan prospek manajemen Perseroan ke depan, termasuk ekspektasi terhadap kinerja usaha, tantangan utama yang dihadapi, serta strategi mitigasi risiko yang disiapkan untuk menjaga kesinambungan kinerja Perseroan dalam jangka menengah. Tanggapan: a. Pandangan dan Prospek Usaha Ke Depan Manajemen Perseroan memandang tahun 2026 dengan optimisme tinggi, didukung oleh fundamental bisnis yang semakin kokoh serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya keamanan siber di era pesatnya Transformasi Digital, terutama di sektor pemerintahan dan industri strategis. Ekspektasi dan fokus manajemen meliputi: e Pertumbuhan Berkelanjutan: Menargetkan pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan dengan fokus pada peningkatan penetrasi pasar dan penguatan kapabilitas layanan. e Peluang Pasar: Melihat peluang besar untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing seiring dengan meningkatnya kebutuhan solusi keamanan siber yang komprehensif akibat ancaman digital yang makin kompleks. » Pengembangan Portofolio: Fokus pada pengembangan portofolio layanan yang adaptif, termasuk optimalisasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Al) dan automasi, dan peluang menyediakan pelatihan di bidang keamanan siber dan Al. e Kolaborasi Strategis: Memperkuat kolaborasi dengan instansi pemerintah, sektor swasta, dan komunitas keamanan siber untuk meningkatkan efektivitas layanan. b. Tantangan Utama yang Dihadapi Manajemen mengidentifikasi beberapa tantangan krusial yang dapat memengaruhi kinerja usaha: e Evolusi Ancaman Siber: Pelaku kejahatan siber semakin canggih dengan mengadopsi teknologi baru seperti Al, deepfake, dan serangan berbasis rantai pasok (supply chain attacks). e Kompleksitas Serangan: Meningkatnya penggunaan teknik enkripsi, evasion tactics, dan zero- day exploits membuat serangan semakin sulit dideteksi oleh sistem keamanan tradisional. e Kelangkaan Talenta (SDM): Ketersediaan tenaga profesional keamanan siber yang kompeten masih terbatas, sementara permintaan pasar sangat tinggi, menjadikan proses rekrutmen dan retensi sebagai tantangan tersendiri. e Rendahnya Literasi Keamanan: Masih banyak organisasi di Indonesia yang belum sepenuhnya memahami urgensi pengamanan sistem digital, yang membuka celah kerentanan bagi serangan siber. PTIBRO Asu TaK —— MARG ServensAPe.LiK TOR Aurat PI. Li Mom hous Let MI Datngan Bone #I1OA Lai. Sa Ron Dekan Tabu Sngaran: Malu Veto Seaanaarasan Sains Hera tasosi HrisaOitacasatom — certctgnscag taman
Page 4 OCR 0.888
PT ISEO Asia Tan ITSEL Services Asia Pte. Li. (TSEC Australia Py.Ltd. swanpone AusTaauA NebloHouso,Lorel11 IIA RatgonRoad.dI1O4 Lae! 18,300S1 Kid Rosd Dekan 122 Indonesia ingapore 00009” Mitra esa 050 ananda Linen Merata cettencasa, Senadomanng ITS-C eveersecuRiTY DeLivereD c. Strategi Mitigasi Risiko Untuk menjaga kesinambungan kinerja dan memitigasi risiko di atas, Perseroan menyiapkan langkah- langkah strategis berikut: e Inovasi Teknologi (R&D): Melakukan investasi berkelanjutan dalam riset dan pengembangan, termasuk peluncuran produk Intellibron, untuk memastikan solusi tetap relevan dalam mendeteksi ancaman modern. e Investasi SDM: Secara konsisten berinvestasi dalam pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja, serta bekerja sama dengan universitas melalui program magang dan simposium untuk mencetak talenta baru. s Edukasi Pasar: Melakukan edukasi dan advokasi aktif kepada klien dan publik untuk meningkatkan kesadaran dan literasi keamanan siber, yang pada gilirannya akan memperluas pasar. » Penguatan Struktur Modal: Manajemen memutuskan untuk tidak membagikan dividen pada tahun 2024. Keputusan ini merupakan langkah mitigasi risiko finansial untuk memperkokoh struktur permodalan demi menciptakan fundamental bisnis yang lebih kuat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. » Kemitraan Global: Membangun jaringan mitra aliansi dan kerja sama dengan vendor global untuk memperkuat strategi penjualan dan memastikan layanan yang komprehensif. www.itsec.asia 3. Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) no. 5 — Piutang Usaha, piutang usaha Perseroan pada periode 30 September 2025 dibukukan sebesar Rp88,30 miliar, meningkat sebesar Rp39,63 miliar atau 81,43Yo. Kenaikan tersebut disebabkan karena Perseroan membukukan adanya piutang kepada PT Telkom Indonesia, Veloxlabs Cyber Services L.L.C S.O.C dimana pada periode sebelumnya Perseroan tidak membukukan piutang pada pihak tersebut. Selain itu, Perseroan juga membukukan adanya peningkatan pada piutang yang berumur lebih dari 90 hari. Atas hal tersebut, agar dijelaskan: a. Analisa Perseroan terhadap kolektabilitas piutang yang dimiliki oleh Perseroan. b. Latar belakang timbulnya piutang kepada PT Telkom Indonesia dan Veloxlabs Cyber Services LL.C5.O.C. c. Latar belakang adanya peningkatan pada piutang yang berumur lebih dari 90 hari. d. Pada CALK no. 5 - Piutang Usaha, Perseroan membukukan adanya peningkatan pada cadangan penurunan nilai piutang usaha sebesar Rp9,66 miliar atau 743,069. Peningkatan ini jauh lebih besar daripada peningkatan nilai piutang usaha itu sendiri. Oleh karena itu, agar dijelaskan latar belakang dibukukannya peningkatan cadangan penurunan nilai piutang usaha yang jauh lebih besar dari peningkatan piutang usaha. e. Tantangan atau kesulitan Perseroan atas kolektabilitas piutang Perseroan. Langkah yang dilakukan untuk mengatasi tantangan atau kesulitan tersebut. g. Strategi Perseroan untuk meningkatkan kolektabilitas piutang Perseroan. ta Tanggapan: a. Analisa Perseroan terhadap kolektabilitas piutang yang dimiliki oleh Perseroan Secara umum, Perseroan menilai piutang usaha masih dapat tertagih karena berasal dari pelanggan korporasi dengan profil kredit yang baik dan transaksi yang berbasis kontrak/PO, BAST, serta penagihan berbasis termin (milestone). Kenaikan saldo piutang per 30 September 2025 terutama disebabkan oleh penambahan tagihan kepada pelanggan tertentu dan pergeseran waktu penagihan/pembayaran, bukan semata karena penurunan kualitas piutang. Risiko kredit utama saat ini lebih banyak berasal dari konsentrasi piutang pada pelanggan tertentu dan peningkatan piutang overdue (»90 hari). Perseroan memonitor kualitas piutang melalui aging schedule (Current, 1-30, 31-60, 61-90, 290 hari) dan menilai bahwa sebagian besar piutang berada pada kategori lancar-menengah (£90 hari), sementara piutang »90 hari menjadi fokus penagihan intensif dan evaluasi risiko. Perseroan melakukan penilaian kolektabilitas secara berkala dengan mempertimbangkan: riwayat
Page 5 OCR 0.893
ITSzC CveeRsecuRITY delivered TITSEC Asta Tak wooresa Nebe Musa Loro 11 aa van menara Gonbeigmerasiasom www.itsec.asia pembayaran pelanggan, status dokumen penagihan (BAST/BA), adanya dispute/retensi, kondisi keuangan pelanggan, serta probabilitas penyelesaian. Untuk piutang yang menunjukkan indikasi risiko (terutama yang overdue), Perseroan menerapkan kebijakan pencadangan penurunan nilai berbasis expected credit loss (ECL) sebagai bentuk kehati-hatian. Latar belakang timbulnya piutang kepada PT Telkom Indonesia dan Veloxlabs Cyber Services L.L.C S.0.C Adapun latar belakang timbulnya piutang kepada PT Telkom Indonesia adalah sehubungan dengan kerja sama proyek pendampingan konsultan Incident Response PDNS yang telah dilaksanakan oleh Perseroan. Atas pelaksanaan pekerjaan tersebut, Perseroan telah melakukan pengakuan pendapatan sesuai dengan ketentuan akuntansi yang berlaku dan menerbitkan tagihan kepada PT Telkom Indonesia sesuai dengan progres pekerjaan yang telah diselesaikan. Sementara itu, piutang kepada Veloxlabs Cyber Services L.L.C S.O.C. timbul berdasarkan perjanjian kerja sama distribusi, di mana Perseroan menunjuk Veloxlabs untuk memasarkan dan menjual produk yang dimiliki oleh Perseroan di wilayah yang disepakati. Sehubungan dengan kerja sama tersebut, Perseroan dan Veloxlabs Cyber Services L.L.C S.O.C. telah menandatangani perjanjian kerja sama yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak, termasuk mekanisme penagihan dan pembayaran atas transaksi yang terjadi. Latar belakang adanya peningkatan pada piutang yang berumur lebih dari 90 hari Peningkatan piutang usaha yang berumur lebih dari 90 hari pada periode 30 September 2025 terutama disebabkan oleh pergeseran waktu penyelesaian administrasi dan pembayaran dari beberapa pelanggan korporasi, khususnya yang memiliki proses verifikasi internal yang lebih panjang. Kondisi tersebut mengakibatkan sebagian piutang yang sebelumnya berada pada kategori lancar atau S90 hari berpindah ke kategori »90 hari. Selain itu, peningkatan piutang 290 hari juga dipengaruhi oleh tagihan yang masih menunggu kelengkapan atau finalisasi dokumen pendukung, seperti berita acara serah terima (BAST), konfirmasi pekerjaan, atau penyelesaian administrasi kontraktual tertentu, sehingga pembayaran belum dapat diproses oleh pelanggan meskipun pekerjaan telah diselesaikan. Perseroan menegaskan bahwa peningkatan piutang »90 hari tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan penurunan kemampuan bayar pelanggan, melainkan lebih bersifat keterlambatan administratif dan siklus pembayaran. Terhadap piutang yang telah melewati jatuh tempo, Perseroan telah melakukan penagihan secara aktif, rekonsiliasi saldo dengan pelanggan, serta evaluasi risiko secara berkala untuk memastikan tingkat ketertagihan dan menentukan perlakuan akuntansi yang tepat. Latar belakang dibukukannya peningkatan cadangan penurunan nilai piutang usaha yang jauh lebih besar dari peningkatan piutang usaha Sehubungan dengan peningkatan cadangan penurunan nilai piutang usaha sebesar Rp9,66 miliar atau 743,06Yc, manajemen menyampaikan bahwa pembentukan cadangan tersebut dilakukan berdasarkan penerapan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia terkait instrumen keuangan, yang mengatur pengakuan kerugian kredit ekspektasian (expected credit loss/ECL). Perhitungan cadangan tidak semata-mata mempertimbangkan peningkatan saldo piutang, tetapi juga memperhitungkan perubahan profil risiko kredit, kualitas pelanggan, serta umur piutang pada periode berjalan. Peningkatan cadangan yang secara persentase lebih tinggi dibandingkan peningkatan nilai piutang usaha terutama disebabkan oleh bertambahnya piutang dengan umur lebih dari 90 hari serta adanya penyesuaian parameter dalam model perhitungan ECL, termasuk pembaruan asumsi probabilitas gagal bayar (probability of default), tingkat kerugian jika terjadi gagal bayar (loss given default), serta ITSEL Services Asia Pte Li. TES Australa Pte. swonpone Ausmeaua NNGRotIngonRoge.#1104—— Lal T, 20 Kids Rod Segara Miboteta san 2020 aon Ker nresoei entagiwaceg Megan teman
Page 6 OCR 0.897
ITSzC evsersecuRiTY oeLivereD 4. PT IrSRc Asia ma woones www.itsec.asia pertimbangan kondisi ekonomi dan prospek industri terkini. Dengan demikian, pembentukan cadangan tersebut merupakan langkah kehati-hatian (prudential) manajemen untuk memastikan bahwa nilai tercatat piutang usaha telah mencerminkan estimasi risiko kredit secara wajar dan memadai sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku. e. Tantangan atau kesulitan Perseroan atas kolektabilitas piutang Perseroan Tantangan utama Perseroan dalam menjaga kolektabilitas piutang usaha meliputi lamanya proses administrasi dan persetujuan pembayaran di pelanggan korporasi, konsentrasi piutang pada pelanggan tertentu, serta pergeseran siklus pembayaran yang menyebabkan sebagian piutang melewati jatuh tempo. Namun demikian, kondisi tersebut tidak berpengaruh secara signifikan terhadap aliran kas Perseroan, karena pembayaran dari pelanggan utama tetap berjalan dan Perseroan memiliki pengelolaan kas yang memadai. f. Langkah yang dilakukan untuk mengatasi tantangan atau kesulitan tersebut Sehubungan dengan tantangan kolektabilitas piutang usaha tersebut, Perseroan melakukan pemantauan piutang secara berkala melalui analisis umur piutang (aging), penagihan aktif dan terstruktur kepada pelanggan, serta koordinasi intensif dengan pelanggan untuk percepatan penyelesaian administrasi dan dokumen penagihan. Perseroan juga menerapkan kebijakan manajemen risiko kredit, termasuk evaluasi kualitas pelanggan dan penyesuaian pencadangan penurunan nilai piutang, guna memastikan kolektabilitas tetap terjaga dan aliran kas Perseroan tidak terdampak secara material. 9. Strategi Perseroan untuk meningkatkan kolektabilitas piutang Perseroan Perseroan menerapkan pengelolaan piutang yang terstruktur dan berkelanjutan, antara lain melalui pemantauan umur piutang secara rutin, penagihan aktif dan terjadwal, serta koordinasi intensif dengan pelanggan guna mempercepat penyelesaian administrasi dan dokumen penagihan. Perseroan juga melakukan evaluasi risiko kredit pelanggan, pengelolaan konsentrasi piutang, serta penerapan kebijakan pencadangan yang memadai sebagai langkah mitigasi risiko. Dengan strategi tersebut, Perseroan meyakini kolektibilitas piutang dapat terus ditingkatkan dan aliran kas Perseroan tetap terjaga secara sehat. Pada periode 30 September 2025, piutang lain-lain — pihak berelasi Perseroan meningkat sebesar Rp11,19 miliar atau sebesar 164,686 dibandingkan dengan periode 31 Desember 2024. Berdasarkan CALK no. 6 — Piutang Lain-lain, piutang lain-lain — pihak berelasi didominasi oleh ITSEC Cyber Services LLC. Atas hal tersebut, agar dijelaskan: a. Transaksi piutang yang dimiliki Perseroan dengan ITSEC Cyber Services LLC. b. Pada piutang lain-lain yang dimiliki oleh Perseroan terdapat piutang yang didenominasi dengan mata uang asing. Agar dijelaskan: i. Langkah yang dilakukan Perseroan untuk memitigasi adanya risiko selisih kurs yang ditimbulkan. ii. Berdasarkan CALK no. 32 - Kebijakan dan Tujuan Manajemen Risiko Keuangan, Perseroan menetapkan tingkat sensitivitas atas mata uang asing sebesar 1”4. Sehubungan dengan hal ini, agar dijelaskan: @ Analisa manajemen dalam menetapkan tingkat sensitivitas atas mata uang asing sebesar 144. @ Kecukupuan tingkat sensitivitas tersebut terhadap risiko yang ditimbulkan atas pergerakan nilai mata uang asing. Tanggapan: a. Transaksi piutang yang dimiliki Perseroan dengan ITSEC Cyber Services LLC Piutang lain-lain - pihak berelasi kepada ITSEC Cyber Services L.L.C merupakan piutang yang timbul berdasarkan Perjanjian Pinjaman (Loan Agreement) tertanggal 1 Juni 2024 antara Perseroan selaku Pemberi Pinjaman dan ITSEC Cyber Services L.L.C selaku Penerima Pinjaman. Berdasarkan perjanjian ITSEC Services Asia ls Li (TSEC AustraaPy. Lis. swcnpore Ausreaua INGROtngon Res.mLOn Lea! T, 30 Kid Rosi Gang Milea sara Sona CREST Sagar Mena Kera tesasi
Page 7 OCR 0.889
ITS-C www.itsec.asia cverRsecuRITY DeELivereD tersebut, Perseroan memberikan fasilitas pinjaman dengan jumlah pokok maksimum sebesar Rp30.000.000.000 yang dapat dicairkan secara bertahap sesuai kebutuhan modal kerja Penerima Pinjaman, dengan jangka waktu perjanjian sampai dengan 31 Desember 2026. Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 4Y6 per tahun yang dihitung atas saldo pokok terutang secara proporsional dan dibayarkan bersamaan dengan pelunasan pokok pinjaman pada saat jatuh tempo, kecuali ditentukan lain secara tertulis oleh Para Pihak. Peningkatan saldo piutang lain-lain - pihak berelasi per 30 September 2025 terutama disebabkan oleh realisasi pencairan fasilitas pinjaman sesuai kebutuhan operasional entitas berelasi dalam grup. Transaksi ini dilakukan berdasarkan perjanjian tertulis yang sah dan mengikat serta tunduk pada hukum Republik Indonesia. b. Pada piutang lain-lain yang dimiliki oleh Perseroan terdapat piutang yang didenominasi dengan mata uang asing 1. Langkah yang dilakukan Perseroan untuk memitigasi adanya risiko selisih kurs yang ditimbulkan Terkait piutang lain-lain yang didenominasi dalam mata uang asing, Perseroan secara aktif mengelola eksposur risiko nilai tukar melalui pemantauan berkala atas posisi aset dan liabilitas dalam mata uang asing. Perseroan berupaya menyelaraskan arus kas masuk dan keluar dalam mata uang yang sama (natural hedging) guna mengurangi eksposur bersih terhadap fluktuasi nilai tukar. Selain itu, dalam transaksi antar entitas, Perseroan mempertimbangkan penggunaan mata uang yang paling relevan dan sesuai dengan karakteristik operasional masing-masing entitas. Perseroan juga melakukan evaluasi periodik terhadap pergerakan nilai tukar dan potensi dampaknya terhadap laporan keuangan. Dalam hal terjadi volatilitas yang signifikan, manajemen akan mempertimbangkan penyesuaian kebijakan transaksi maupun pengelolaan arus kas. Di samping itu, Perseroan menjaga kecukupan likuiditas dalam mata uang yang relevan untuk meminimalkan kebutuhan konversi dalam jumlah besar pada kondisi nilai tukar yang kurang menguntungkan. Melalui langkah-langkah tersebut, Perseroan berupaya memastikan bahwa risiko selisih kurs tetap terkendali dan tidak berdampak material terhadap kinerja keuangan. 2. Berdasarkan CALK No. 32 - Kebijakan dan Tujuan Manajemen Risiko Keuangan, Perseroan menetapkan tingkat sensitivitas atas mata uang asing sebesar 1/4 @ Analisa manajemen dalam menetapkan tingkat sensitivitas atas mata uang asing sebesar 1Yo Perseroan menetapkan tingkat sensitivitas mata uang asing sebesar 1Yo berdasarkan evaluasi atas eksposur bersih mata uang asing Perseroan, karakteristik transaksi antar pihak berelasi, serta volatilitas historis nilai tukar yang relevan. Tingkat sensitivitas tersebut dinilai mencerminkan skenario perubahan nilai tukar yang wajar dan realistis dalam kondisi pasar normal, dengan mempertimbangkan bahwa Perseroan telah menerapkan pengelolaan eksposur valuta asing melalui pemantauan berkala dan natural hedging. @ Kecukupuan tingkat sensitivitas tersebut terhadap risiko yang ditimbulkan atas pergerakan nilai mata uang asing Berdasarkan evaluasi atas eksposur mata uang asing Perseroan, profil transaksi antar pihak berelasi, serta langkah mitigasi risiko yang telah diterapkan, manajemen menilai bahwa tingkat sensitivitas sebesar 1Yo telah memadai untuk menggambarkan dampak perubahan nilai tukar terhadap posisi keuangan Perseroan. Dampak dari fluktuasi nilai tukar dalam rentang tersebut diperkirakan tidak bersifat material terhadap kinerja keuangan dan arus kas Perseroan, sehingga tingkat sensitivitas yang digunakan dianggap relevan dan representatif dalam mengukur risiko selisih kurs yang dihadapi Perseroan. PTMBEOAMATNK ——WSEC Services Asia PIn. Ltd. ITSEO Austria P-Ltd woonesia smonpore AUSTRaLA Mob Mou, Lal! NN MObngan se, BIO Lani 103098 Kia Roni ke iktara Heh Indorasa Singapore 00002 Mabotrne Vesene G0 Ka or esa MRI) 2830001 Mean Seras tasosi Sekalkcasatam Songs ingatan comau
Page 8 OCR 0.899
ITS-C CveeRsEcuRITY DELiveRED 5. PrMeRe AsiaTak moonesw Non Hoes, Love! Senar www.itsec.asia Uang muka Perseroan per 30 September 2025 dibukukan sebesar Rp40,24 miliar, meningkat sebesar Rp11,76 miliar atau 41,33” dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar Rp28,47 miliar. Berdasarkan CALK no. 9 - Uang Muka, uang muka Perseroan didominasi oleh uang muka untuk proyek. Uang muka ini meningkat sebesar Rp10,63 miliar atau 39,83Yo dibandingkan periode 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp26,69 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan: a. Proyek yang dimaksud dalam CALK uang muka tersebut. b. Target penyelesaian atas proyek yang dilaksanakan oleh Perseroan dan realisasi atas uang muka untuk proyek tersebut. €. Analisa manajemen atas dampak dari proyek tersebut terhadap pendapatan dan profitabilitas Perseroan. Tanggapan: a. Proyek yang dimaksud dalam CALK uang muka tersebut Uang muka proyek yang tercatat dalam CALK No. 9 - Uang Muka terutama merupakan pembayaran di muka kepada vendor dan mitra pelaksana terkait pelaksanaan proyek jasa keamanan siber, implementasi solusi perangkat lunak, serta pengadaan dan instalasi sistem pendukung teknologi informasi. Proyek-proyek tersebut umumnya merupakan kontrak berbasis jasa dan solusi terintegrasi yang memerlukan pembayaran awal kepada pemasok, baik untuk pengadaan lisensi perangkat lunak, subscription, perangkat pendukung, maupun biaya implementasi teknis. Peningkatan uang muka proyek pada periode 30 September 2025 sejalan dengan meningkatnya jumlah dan nilai kontrak baru yang diperoleh Perseroan, khususnya pada segmen jasa perangkat lunak dan solusi keamanan siber. b. Target penyelesaian atas proyek yang dilaksanakan oleh Perseroan dan realisasi atas uang muka untuk proyek tersebut Secara umum, proyek-proyek yang terkait dengan uang muka tersebut memiliki jangka waktu penyelesaian antara 3 (tiga) hingga 36 (dua belas) bulan, tergantung pada kompleksitas implementasi, ruang lingkup pekerjaan, serta ketentuan kontrak dengan pelanggan. Realisasi atas uang muka dilakukan secara bertahap sesuai dengan progres pekerjaan dan penagihan dari vendor atau mitra pelaksana. Uang muka tersebut akan direklasifikasi menjadi beban pokok atau aset terkait sesuai dengan tahap penyelesaian proyek dan pengakuan pendapatan yang relevan. Sampai dengan 30 September 2025, proyek-proyek tersebut masih dalam tahap pelaksanaan sesuai jadwal yang telah disepakati dalam kontrak, dan manajemen menargetkan penyelesaian proyek sesuai timeline masing-masing kontrak tanpa adanya indikasi keterlambatan material. c. Analts manajemen atas dampak dari proyek tersebut terhadap pendapatan dan profitabilitas 'erseroan Manajemen menilai bahwa peningkatan uang muka proyek mencerminkan bertambahnya nilai kontrak dan aktivitas proyek yang sedang berjalan, yang diperkirakan akan memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan Perseroan pada periode penyelesaian proyek melalui pengakuan pendapatan secara bertahap sesuai dengan tingkat penyelesaian proyek. Dari sisi profitabilitas, proyek tersebut dinilai memiliki margin yang terjaga karena struktur biaya telah diperhitungkan sejak awal kontrak, sementara pembayaran di muka turut mendukung likuiditas dan mengurangi kebutuhan pendanaan eksternal, sehingga proyek diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan menjaga profitabilitas Perseroan secara berkelanjutan tanpa memberikan tekanan material terhadap arus kas. (TSEC Services Asia le Lid. ——ITSEC Australia Pia. INARonmon Road. 1104. Lagi 1,300 1 Kia Road Singer 00002” Mabourne Vera Bt Pena Mean tenaer - au
Page 9 OCR 0.892
ITS-C CveeRsecuRITY DeLivereD 6. Utang usaha — pihak ketiga per 30 September 2025 dibukukan sebesar Rp11,21 miliar, menurun sebesar Rp31,84 miliar atau 74,0096. Berdasarkan CALK no. 15 — Utang Usaha — Pihak Ketiga, menurunnya utang Usaha ini disebabkan karena pada periode 30 September 2025, Perseroan tidak lagi membukukan utang usaha ke sebagian besar pemasok Perseroan seperti Sygnia Consulting Ltd dan PT Sinergi Wahana Gemilang. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Latar belakang adanya penurunan pada utang usaha Perseroan terutama tidak adanya utang usaha dari beberapa pemasok Perseroan seperti Sygnia Consulting Ltd dan PT Sinergi Wahana Gemilang. b. Daftar pemutusan atau kontrak baru dengan pemasok (jika ada). Cc. Status pelunasan utang Perseroan saat ini. www.itsec.asia Tanggapan: a. Latar belakang adanya penurunan pada utang usaha Perseroan terutama tidak adanya utang Usaha dari beberapa pemasok Perseroan seperti Sygnia Consulting Ltd dan PT Sinergi Wahana Gemilang Penurunan utang usaha - pihak ketiga per 30 September 2025 terutama disebabkan oleh tidak adanya lagi saldo utang kepada beberapa pemasok utama pada periode berjalan, antara lain Sygnia Consulting Ltd dan PT Sinergi Wahana Gemilang. Untuk Sygnia Consulting Ltd, proyek kerja sama yang sebelumnya berjalan telah selesai dan tidak terdapat perpanjangan kontrak pada periode berikutnya. Dengan selesainya proyek tersebut, tidak terdapat lagi transaksi pembelian jasa yang menimbulkan utang usaha pada periode 30 September 2025. Sementara itu, untuk PT Sinergi Wahana Gemilang, hingga saat ini belum terdapat perpanjangan proyek atau penugasan baru, sehingga Perseroan tidak melakukan pembelian jasa maupun transaksi lainnya dengan pemasok tersebut pada periode berjalan. Dengan demikian, tidak timbul saldo utang usaha kepada pemasok tersebut pada tanggal pelaporan. b. Daftar pemutusan atau kontrak baru dengan pemasok (jika ada) Tidak terdapat pemutusan kontrak dengan pemasok. Kerja sama Perseroan dengan para pemasok dilakukan berdasarkan kebutuhan proyek (project-based), bukan dalam bentuk perjanjian kerja sama jangka panjang atau berkelanjutan. Oleh karena itu, berakhirnya transaksi dengan pemasok tertentu lebih disebabkan oleh selesainya proyek dan tidak adanya penugasan baru, bukan karena adanya penghentian atau pemutusan hubungan kerja sama. C. Status pelunasan utang Perseroan saat ini Per 30 September 2025, kewajiban utang usaha kepada pemasok terkait telah diselesaikan sesuai dengan ketentuan pembayaran yang berlaku. Dengan demikian, tidak terdapat tunggakan material atas utang usaha Perseroan pada periode pelaporan. 7. Berdasarkan CALK No. 20 - Perpajakan, Perseroan menyampaikan bahwa pada periode 30 September 2025, Perseroan menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar untuk Pajak Penghasilan 21 dan Pajak Pertambahan Nilai. Jumlah kurang bayar ditambah denda berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar tersebut sebesar Rp345.103.699. Selain itu, Perseroan juga menambahkan bahwa pada periode tahun buku 2024, Perseroan juga pernah menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar untuk Pajak Penghasilan 21, Pasal 23, Pasal 25, dan Pajak Pertambahan Nilai. Atas hal tersebut, agar dijelaskan: a. Latar belakang diterimanya Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar di periode 30 September 2025 dan juga periode tahun buku 2024. Dapat stan PTIMSECAWATak —ITSEC Services Anin Pte ltd. MTSEO Austria PL R3 woonesin smonpore AUSTRaLA C2 Naba oa, Loveltt 12 Mobngan Road, BLOK Lena 18.30 SK Rod hi tara 126. hgonasin — Sngngera 002 Mona sara Keran ara Mean Ha,
Page 10 OCR 0.885
ITS-C cveeRsecuRITY DELiveRED b. Perkembangan atas proses pelunasan kurang bayar atas pajak tersebut. c. Langkah Perseroan kedepannya untuk memitigasi hal ini agar tidak terulang kembali di periode berikutnya. www.itsec.asia Tanggapan: a. Latar belakang diterimanya Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar di periode 30 September 2025 dan juga periode tahun buku 2024 Diterimanya Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) pada periode 30 September 2025 maupun pada tahun buku 2024 pada dasarnya disebabkan oleh adanya perbedaan asumsi dan interpretasi terkait waktu pengakuan serta pencatatan utang pajak antara Perseroan dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Perbedaan tersebut mengakibatkan timbulnya kekurangan pembayaran menurut hasil pemeriksaan fiskus dan diterbitkannya Surat Tagihan Pajak (STP) maupun SKPKB. Khusus untuk Pajak Penghasilan Pasal 25, kekurangan yang timbul terutama disebabkan oleh keterlambatan pembayaran angsuran pajak pada periode tertentu. Namun demikian, Perseroan tetap melakukan pembayaran atas kewajiban tersebut berikut sanksi administrasi sesuai ketentuan yang berlaku setelah diterbitkannya surat ketetapan. b. Perkembangan atas proses pelunasan kurang bayar atas pajak tersebut Atas seluruh SKPKB yang diterima, Perseroan telah menindaklanjuti dengan melakukan pelunasan atas jumlah kurang bayar beserta sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, kewajiban perpajakan terkait SKPKB tersebut telah diselesaikan dan tidak terdapat kewajiban yang masih tertunggak atas surat ketetapan tersebut. Cc. Langkah Perseroan kedepannya untuk memitigasi hal ini agar tidak terulang kembali di periode berikutnya Perseroan berkomitmen untuk meningkatkan kepatuhan dan pengelolaan perpajakan secara berkelanjutan guna memitigasi risiko terulangnya Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar di periode berikutnya. Langkah yang dilakukan antara lain melalui penguatan pengendalian internal atas perhitungan, pemotongan, penyetoran, dan pelaporan pajak, peningkatan kualitas rekonsiliasi antara laporan keuangan dan pelaporan pajak, serta pemutakhiran pemahaman terhadap peraturan perpajakan yang berlaku. Selain itu, Perseroan juga melakukan review berkala atas kewajiban perpajakan, meningkatkan koordinasi antar fungsi terkait, serta melibatkan konsultan pajak independen apabila diperlukan, guna memastikan kepatuhan dan meminimalkan potensi sengketa perpajakan di masa mendatang. 8. Pendapatan Perseroan per 30 September 2025 dibukukan sebesar Rp297,24 miliar meningkat sebesar Rp130,09 miliar atau 77,83Yc dibandingkan dengan periode 30 September 2024 yaitu sebesar Rp167,14 miliar. Berdasarkan CALK no. 25 -— Pendapatan Bersih, Pendapatan Perseroan didominasi oleh pendapatan yang berasal dari jasa. Namun peningkatan terbesar terjadi pada pendapatan yang berasal dari jasa perangkat lunak yaitu meningkat sebesar Rp107,21 miliar atau 402,54”4 dibandingkan dengan periode 30 September 2024. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan: a. Latar belakang adanya peningkatan yang cukup signifikan pada pendapatan Perseroan terutama untuk pendapatan yang berasal dari jasa perangkat lunak. b. Strategi Perseroan kedepannya untuk mempertahankan kinerja operasional serta peningkatan pendapatan Perseroan. c. Berdasarakan CALK no. 25 — Pendapatan Bersih disampaikan bahwa terdapat 2 (dua) pelanggan Perseroan yang mendominasi pendapatan Perseroan yaitu Serum Institute of India Pvt Ltd dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Atas hal tersebut, agar dijelaskan: i. Jangkawaktu dan sifat hubungan kontraktual dengan kedua pelanggan tersebut. ii. Analisa Perseroan terkait dengan dampak jika terputusnya kontrak dengan kedua pelanggan tersebut terhadap pendapatan dan profitabilitas Perseroan. iii. Strategi Perseroan untuk diversifikasi pelanggan Perseroan. PTIMSROASATDK TSC Services AsiaPle.Lldu —ITSEC Auslralin PtsLie. Woonesia smcnpore AMA ae Mob Mouse Lara 15 Ti Rabnegn Rong BIOA ayal 18, 305 Std Rong kara 1266. hgarasn — Sngngag GpOS Meboura eter Oa CREST en rn Lena na Serang tasosi Wrisadescasasom Sense iaemer conan
Page 11 OCR 0.896
ITSzC cveersecuRiTy DeLiveren PEMER Asin Tok moowesin Mon Hous, Level 11 Sa gnasraso www.itsec.asia Tanggapan: a. Latar belakang adanya peningkatan yang cukup signifikan pada pendapatan Perseroan terutama untuk pendapatan yang berasal dari jasa perangkat lunak Peningkatan pendapatan Perseroan per 30 September 2025 terutama didorong oleh adanya kontrak baru di bidang jasa perangkat lunak yang mulai berjalan pada periode tahun 2025. Pada periode sebelumnya, sebagian kebutuhan solusi perangkat lunak masih melibatkan pihak pemasok. Namun pada periode berjalan, Perseroan telah mengembangkan dan menyediakan solusi perangkat lunak yang dimiliki dan dikelola secara langsung oleh Perseroan, sehingga nilai kontrak dan pengakuan pendapatan tercatat lebih besar pada sisi pendapatan jasa perangkat lunak. Dengan adanya model bisnis yang lebih berbasis pada solusi dan layanan milik sendiri (in-house solution), kontribusi pendapatan menjadi lebih optimal dan margin usaha juga relatif lebih baik dibandingkan dengan model sebelumnya yang melibatkan pembelian melalui pemasok. Hal inilah yang menyebabkan peningkatan pendapatan jasa perangkat lunak secara signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. b. Strategi Perseroan kedepannya untuk mempertahankan kinerja operasional serta peningkatan pendapatan Perseroan Perseroan menjalankan strategi yang berfokus pada inovasi berkelanjutan dan ketangguhan digital untuk menghadapi disrupsi global. Strategi utama yang dijalankan mencakup: e Ekspansi Pasar: Memperkuat posisi sebagai pemimpin industri keamanan siber di kawasan Asia Pasifik dengan jaringan operasional di lima negara, termasuk Indonesia, Singapura, Australia, Thailand, dan Uni Emirat Arab. # Inovasi Teknologi Berbasis Al: Mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (Al) untuk otomatisasi layanan keamanan dan meningkatkan efektivitas sistem. » Kemitraan Strategis: Menjalin kerja sama jangka panjang dengan vendor global seperti Microsoft, Darktrace, dan Proofpoint untuk menyediakan solusi optimal dengan biaya terkendali. » Pengembangan SDM: Melakukan investasi berkelanjutan dalam sertifikasi tenaga kerja untuk mempertahankan standar layanan global. Cc. Berdasarkan CALK no. 25 - Pendapatan Bersih disampaikan bahwa terdapat 2 (dua) pelanggan Perseroan yang mendominasi pendapatan Perseroan yaitu Serum Institute of India Pvt Ltd dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Atas hal tersebut, agar dijelaskan: i. Jangka waktu dan sifat hubungan kontraktual dengan kedua pelanggan tersebut Untuk Serum Institute of India Pvt Ltd, hubungan kerja sama dilakukan berdasarkan kontrak layanan perangkat lunak dan solusi dengan jangka waktu 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan para pihak. Sementara itu, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Perseroan memiliki beberapa kontrak kerja sama layanan dan solusi yang bersifat berkelanjutan. Kontrak-kontrak tersebut umumnya diperbarui secara periodik sesuai kebutuhan proyek dan pengembangan sistem, sehingga hubungan kerja sama telah terjalin secara berkesinambungan. ii. Analisa Perseroan terkait dengan dampak jika terputusnya kontrak dengan kedua pelanggan tersebut terhadap pendapatan dan profitabilitas Perseroan Per 30 September 2025, kedua pelanggan tersebut memang termasuk pelanggan dengan nilai kontrak material terhadap pendapatan Perseroan. Namun demikian, Perseroan juga memiliki kontrak dengan pelanggan korporasi besar lainnya dengan nilai yang signifikan, serta telah memperoleh kerja sama baru yang memberikan kontribusi material terhadap pendapatan. Oleh karena itu, apabila di masa mendatang salah satu atau kedua pelanggan tersebut tidak melanjutkan kontrak, manajemen menilai bahwa dampak terhadap kesinambungan usaha dan ITO Services Asia Pe Aid. MTSEC Australia PL. swcnpone Ausraaun Iiimotntn Road 1104 Lerel12, 30 1 Ki Road Sngapaa 01002 Mabourna Veto 1 Ke one Sebanantas Mean teser
Page 12 OCR 0.903
ITS-C profitabilitas Perseroan dapat dimitigasi melalui kontribusi kontrak lain yang telah berjalan maupun yang sedang dalam tahap pengembangan. Perseroan secara aktif menjaga pipeline proyek agar ketergantungan terhadap satu atau dua pelanggan tertentu dapat diminimalkan. www.itsec.asia iii. Strategi Perseroan untuk diversifikasi pelanggan Perseroan Dalam rangka mengurangi risiko konsentrasi pendapatan dan memperluas basis pelanggan, Perseroan menjalankan strategi yang berfokus pada inovasi berkelanjutan dan ketangguhan digital untuk menghadapi dinamika serta disrupsi global. Strategi utama yang dijalankan meliputi ekspansi pasar dengan memperkuat posisi Perseroan sebagai salah satu pemain utama di industri keamanan siber kawasan Asia Pasifik dan Afrika, melalui jaringan operasional di lima negara, yaitu Indonesia, Singapura, Australia, Mauritius, dan Uni Emirat Arab. Ekspansi ini membuka peluang akuisisi pelanggan baru lintas sektor dan lintas wilayah. Selain itu, Perseroan terus mengembangkan inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Al) guna meningkatkan otomatisasi layanan keamanan dan efektivitas sistem, sehingga solusi yang ditawarkan semakin relevan dan kompetitif di pasar. Perseroan juga menjalin kemitraan strategis jangka panjang dengan vendor global seperti Microsoft, Darktrace, dan Proofpoint untuk memperkuat portofolio solusi serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan dengan struktur biaya yang efisien. Di sisi internal, Perseroan melakukan investasi berkelanjutan dalam pengembangan dan sertifikasi sumber daya manusia guna mempertahankan standar layanan bertaraf global. Melalui kombinasi ekspansi pasar, inovasi teknologi, kemitraan strategis, dan penguatan kompetensi SDM, Perseroan berupaya memperluas basis pelanggan secara berkesinambungan serta menjaga pertumbuhan pendapatan yang stabil dan berkelanjutan. 9. Berdasarkan surat Perseroan no. 2382/ADM/ITSECASIA/XII/2025 tanggal 29 Desember 2025 perihal Laporan Informasi Material atau Fakta Material yang disampaikan sebagai salah satu Keterbukaan Informasi Perseroan, dijelaskan bahwa Perseroan melalui Entitas Anak Perseroan telah menandatangani perjanjian dengan PT Republik Technetronic Nusantara. Disampaikan bahwa Entitas Anak Perseroan ditunjuk untuk menyelenggarakan pelatihan Cybersecurity dan Al. Sehubungan dengan hal ini agar dijelaskan: a. Dampak proyek ini terhadap pendapatan Perseroan. b. Analisa manajemen terkait besaran kontribusi kontrak ini terhadap pendapatan Perseroan. c. Disampaikan bahwa jangka waktu pelaksanaan kontrak ini adalah selama 4 tahun sejak kontrak/perjanjian ditandatangani. Agar jelaskan rencana atau strategi Perseroan kedepannya untuk mempertahankan atau meningkatkan pendapatan Perseroan ketika kontrak ini telah selesai. Adakah rencana Perseroan untuk memperpanjangan kontrak ini? Jika tidak, apakah alternatif lain yang akan dilakukan Perseroan? Tanggapan: a. Dampak proyek terhadap pendapatan Perseroan Dampak proyek ini terhadap pendapatan Perseroan sangat signifikan dan positif. » Peningkatan Arus Kas Terjamin: Dengan nilai kontrak sebesar USD 60 juta selama 4 tahun, Perseroan mendapatkan potensi pendapatan rata-rata sebesar USD 15 juta per tahun (setara #-Rp240 Miliar dengan asumsi kurs Rp16.000/USD). e Lonjakan Pendapatan Signifikan: Jika dibandingkan dengan total pendapatan tahun 2024 yang sebesar Rp325,13 Miliar, tambahan pendapatan tahunan dari kontrak ini (estimasi Rp240 Miliar) berpotensi meningkatkan revenue tahunan Perseroan secara drastis, hampir dua kali lipat dari basis pendapatan 2024. me baka PEMBEOAKATK MORE BervonnASM PIL SEO state. Li. moon SAGAPORE pesan Ke batatoi Tetngn raat Lena tai aa Sngapar Mabouna Vote Hanana Sena tag Mamat m 2g
Page 13 OCR 0.883
ITS-C www.itsec.asia CveeRsecuRiTY DELiverEo » Diversifikasi Sumber Pendapatan: Kontrak ini sebagai pembuka jalan untuk sumber pendapatan baru dari lini bisnis edukasi (ITSEC Cyber & AI Academy), mengurangi ketergantungan pada lini jasa konsultasi murni. b. Analisa manajemen terkait besaran kontribusi kontrak ini terhadap pendapatan Perseroan Manajemen memandang kontrak ini sebagai pilar utama pertumbuhan pendapatan dalam jangka menengah (4 tahun ke depan). # Kontribusi Pendapatan Baru: Mengacu pada data historis di mana segmen Jasa Konsultan menyumbang Rp274, 16 miliar pada 2024, nilai kontrak baru ini (estimasi -Rp240 miliar/tahun) akan menjadi kontributor pendapatan yang setara besarnya dengan segmen bisnis utama yang sudah ada. Ini mengubah profil pendapatan Perseroan menjadi lebih kuat. # Kepastian Pendapatan (Revenue Certainty): Manajemen menganalisa bahwa kontrak jangka panjang (multi-years) ini memberikan stabilitas keuangan yang lebih baik dibandingkan proyek- proyek ad-hoc jangka pendek. Hal ini memungkinkan manajemen untuk merencanakan alokasi modal dan ekspansi dengan lebih percaya diri. » Posisi Strategis: Manajemen menilai kontrak ini tidak hanya berkontribusi secara finansial, tetapi juga memperkuat posisi strategis Perseroan sebagai penyedia solusi terintegrasi (bukan hanya alat/jasa, tapi juga human capital development). c. Rencana Strategis Pasca-Kontrak (4 Tahun ke Depan) Mengingat kontrak ini berlangsung selama 4 tahun, Perseroan memiliki strategi keberlanjutan untuk menjaga atau meningkatkan pendapatan setelah kontrak selesai, yang selaras dengan visi jangka panjang di Laporan Tahunan 2024: 1. Rencana Perpanjangan & Ekspansi Kontrak (Upselling/Cross-selling) 6» Membangun Ketergantungan Positif: Dengan memberikan pelatihan berkualitas tinggi selama 4 tahun, Perseroan bertujuan menciptakan ekosistem talenta siber yang standar kompetensinya melekat pada kurikulum ITSEC. Ini menciptakan peluang besar untuk perpanjangan kontrak pelatihan lanjutan atau pembaruan materi sesuai tren ancaman baru. » Penawaran Solusi Tambahan: Hubungan erat selama 4 tahun dengan user strategis membuka pintu untuk menawarkan produk lain seperti Intellibron (deteksi ancaman berbasis AI) atau layanan Managed Security Services (MSS) untuk melindungi infrastruktur yang dikelola oleh talenta-talenta lulusan akademi tersebut. 2. Replikasi Model Bisnis ke Instansi Lain (Alternatif Utama) Jika kontrak tidak diperpanjang, strategi alternatif utama adalah mereplikasi modul pelatihan sukses ini ke sektor pemerintahan, BUMN strategis, dan sektor-sektor industri yang sangat terpengaruh dengan keamanan siber. Rekam jejak keberhasilan melatih akan menjadi portofolio "bintang lima" untuk memenangkan tender pelatihan di sektor-sektor tersebut. 3. Komersialisasi Aset Intelektual (Kurikulum) Kurikulum standar internasional yang dikembangkan untuk kontrak ini merupakan aset intelektual berharga. Perseroan dapat mengemas ulang kurikulum ini menjadi modul pelatihan publik atau sertifikasi berbayar untuk masyarakat umum dan korporasi swasta melalui ITSEC Cyber & AI Academy, menciptakan aliran pendapatan yang lebih terfragmentasi namun stabil. 10. Rasio arus kas dari aktivitas operasi terhadap liabilitas jangka pendek turun dari negatif 0,32 kali menjadi negatif 0,45 kali pada periode yang sama. Atas hal tersebut, agar dijelaskan: a. Analisa Perseroan atas kemampuan Perseroan untuk melunasi liabilitas jangka pendek Perseroan dengan kas Perseroan. b. Strategi Perseroan untuk meningkatkan penerimaan kas dari aktivitas operasi. C. Strategi Perseroan untuk mengoptimalkan kinerja operasional Perseroan. PTITSROAMaTbK ——ITSEL Servcns Asin Pte. Lld. — ITSEC Australia PO-Lid. woonesin siwanpone Ausreaua Neo Houss,Lenel11— Sid Motimson Road, MOM Le! 1, 30 Kia Rod oran Matur Ve Dear 1060 Indonesia CREST mana Basama Mera tes Saketamesatam — SmadOieeng 2
Page 14 OCR 0.882
ITSzC www.itsec.asia eveeRsecuRITY oeLivereD Tanggapan: a. Analisa Perseroan atas kemampuan Perseroan untuk melunasi liabilitas jangka pendek Perseroan dengan kas Perseroan Meskipun rasio arus kas dari aktivitas operasi terhadap liabilitas jangka pendek menurun dari negatif 0,32 kali menjadi negatif 0,45 kali, yang menunjukkan bahwa arus kas operasional pada periode berjalan belum sepenuhnya mencukupi untuk menutup seluruh kewajiban jangka pendek, kondisi likuiditas Perseroan secara keseluruhan tetap berada dalam posisi yang kuat. Hal ini tercermin dari guick ratio Perseroan sebesar 1,72 kali, yang menunjukkan bahwa aset lancar paling likuid (tidak termasuk persediaan) lebih dari cukup untuk melunasi liabilitas jangka pendek. Dengan rasio tersebut, Perseroan memiliki kemampuan yang sangat memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset likuid yang tersedia. Posisi ini mencerminkan tingkat likuiditas yang sehat, risiko gagal bayar jangka pendek yang rendah, serta memberikan buffer yang cukup untuk menjaga kelancaran operasional Perseroan. Dengan demikian, meskipun arus kas operasional pada periode berjalan bersifat sementara negatif akibat dinamika siklus penagihan dan pembayaran proyek, secara struktur keuangan Perseroan tetap memiliki kapasitas yang memadai untuk memenuhi kewajibannya. b. Strategi Perseroan untuk meningkatkan penerimaan kas dari aktivitas operasi Untuk memperkuat arus kas operasional, Perseroan melakukan langkah-langkah sebagai berikut: e Meningkatkan efektivitas penagihan melalui pemantauan aging piutang secara berkala dan penagihan aktif serta terstruktur kepada pelanggan: » Mempercepat penyelesaian administrasi dan kelengkapan dokumen penagihan guna meminimalkan keterlambatan pembayaran: e Melakukan evaluasi termin pembayaran dalam kontrak baru agar lebih selaras dengan kebutuhan arus kas Perseroan, e Meningkatkan pengelolaan modal kerja melalui pengendalian piutang dan pengaturan jadwal pembayaran kepada pemasok secara optimal. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan konversi pendapatan menjadi arus kas serta memperbaiki rasio arus kas operasional pada periode berikutnya. c. Strategi Perseroan untuk mengoptimalkan kinerja operasional Perseroan Dalam rangka menjaga kesinambungan usaha dan meningkatkan kinerja, Perseroan berfokus pada: @ Peningkatan kontribusi pendapatan dari jasa dan solusi bernilai tambah tinggi dengan margin yang lebih baik, @ Pengendalian dan efisiensi biaya operasional melalui optimalisasi proses dan pemanfaatan sumber daya, Diversifikasi basis pelanggan untuk mengurangi konsentrasi risiko, Penguatan manajemen risiko dan perencanaan keuangan agar pertumbuhan pendapatan tetap diimbangi dengan kualitas arus kas yang sehat. Dengan strategi tersebut, Perseroan meyakini bahwa posisi likuiditas tetap terjaga dan kinerja operasional dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan. 11. Apakah terdapat perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU atau pailit) dari kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon disampaikan nomor perkara, pokok perkara, dan perkembangan atas perkara hukum tersebut. PTITBEOAsaTOK (TS Services Asia Ple.Lld. —MTSEC Austria PI. Lid. woonesn swcnpone Ausraaun NebleMoueo,Levsl11 NIA RobnsonBoad.#I1OA—— mel 1, 30 Kisa Road pad Datar 125 Idonsem —ngopar 2065 bi ena ikon Merasa tasosi Gonbaoiesasasom — constOmeesg iogsaccomau
Page 15 OCR 0.636
7— —-— - CVBERSECURITY DELiVvERED Tanggapan: www.itsec.asia Sampai dengan tanggal surat ini, tidak ada perkara hukum, gugatan, somasi, PKPU, maupun pailit yang sedang dihadapi oleh Perseroan. 12. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan serta dapat mempengaruhi harga saham Perseroan. Tanggapan: Perseroan menegaskan bahwa tidak terdapat informasi material yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat mempengaruhi harga saham Perseroan. PTMBECASATDK ——ITSEL Services AsinPle.Lud. SEO Australis Po-Lid moonesia smanone AusTeaua Noni Moas Leveltt | TIZRobnganMead.#11-04—— Lowel 18.55 SK Rod Jakata Hobb hdonesia — Sgnpea OEROK2 Mou Vera SN anna Sean Hera tasosi Donkotaioaranasom — Smantaeng Hae comau
Names mentioned 18 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
I Gede Nyoman Yetna
p.1
unresolved
person
Adi Pratomo Aryanto
p.1
unresolved
org
PT ISEO Asia Tan ITSEL Services Asia Pte.
p.4
unresolved
org
PT IrSRc Asia
p.6
unresolved
org
ITSEC Cyber Services LLC
p.6 ×3
unresolved
org
WSEC Services Asia PIn. Ltd.
p.7
unresolved
org
Sygnia Consulting Ltd
p.9 ×4
unresolved
org
PT Sinergi Wahana Gemilang. Sehubungan
p.9
unresolved
org
PT Sinergi Wahana Gemilang.
p.9 ×2
unresolved
org
PT Sinergi Wahana Gemilang Penurunan
p.9
unresolved
org
PT Sinergi Wahana Gemilang. Untuk Sygnia Consulting Ltd
p.9
unresolved
org
India Pvt Ltd
p.10 ×3
unresolved
org
PT Republik Technetronic Nusantara. Disampaikan
p.12
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.