Skip to content
Back to announcement

20260213_CYBR_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32027585_lamp1.pdf

Other Text extracted CYBR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 15

Page 1 OCR 0.782
ITS-zC

CveERsECURITY OELiVveRED

www.itsec.asia

Nomor : 353/ADM/ITSECASIA/!1/2026 Jakarta, 13 Februari 2026

Kepada Yth.:

Bapak I Gede Nyoman Yetna

Direktur PT Bursa Efek Indonesia

Gedung Bursa Efek Indonesia,

Tower I, Lantai 6, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190

U.p: Yth. Bapak Adi Pratomo Aryanto, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2

Perihal :Penjelasan PT ITSEC Asia Tbk ("Perseroan") terkait Kegiatan Usaha, Laporan
Keuangan, Realisasi Penggunaan Dana, dan Permintaan Penjelasan Yang Tidak
Dipublikasikan.

Dengan Hormat,

Sehubungan dengan surat PT Bursa Efek Indonesia Nomor S-01952/BEI.PP2/02-2026 tanggal
10 Februari 2026 perihal permintaan penjelasan sesuai dengan ketentuan II.9 Peraturan Nomor I-E
tentang kewajiban penyampaian informasi, bersama ini kami sampaikan penjelasan sebagaimana
terlampir dan akan disubmit di SPE-IDXnet form E023.

Demikian informasi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami.
PT ITSEC Asia Tbk

CYBERSEC DELIVERED

Doni Mora
Direktur

PIR ATK ITSEC Services Asia Pe Li SEC Aostrata Pt. Lse.

woonesin swanpone AusTaaun
None ouso,Leveit1— NIS Motinaon Road MILOA Legi 1, 30 Kian Rona
Dekat 122eh Ingmnein — Sngapor Sesar S0na
anna aan keranese

1

Page 2 OCR 0.868
ITSzC

www.itsec.asia
cveresecumity oeLivereo
Permintaan Penjelasan
Bagian Pertama
PT ITSEC Asia Tbk

Bursa meminta tanggapan atas bagian pertama ini disampaikan melalui Form E023 (published).

1. Agar dijelaskan strategi bisnis Perseroan secara keseluruhan dalam menjalankan kegiatan usaha pada
periode berjalan, termasuk fokus utama pengembangan usaha, segmen pasar yang menjadi prioritas,
serta keselarasan strategi tersebut dengan kondisi industri dan dinamika pasar saat ini.

Tanggapan:

a. Strategi Bisnis Keseluruhan
Perseroan menjalankan strategi yang berfokus pada inovasi berkelanjutan dan ketangguhan digital
untuk menghadapi disrupsi global. Strategi utama yang dijalankan mencakup:

e Ekspansi Pasar: Memperkuat posisi sebagai pemimpin industri keamanan siber di kawasan Asia
Pasifik dengan jaringan operasional di lima negara, termasuk Indonesia, Singapura, Australia,
Thailand, dan Uni Emirat Arab.

e# Inovasi Teknologi Berbasis Al: Mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (Al) untuk
otomatisasi layanan keamanan dan meningkatkan efektivitas sistem.

» Kemitraan Strategis: Menjalin kerja sama jangka panjang dengan vendor global seperti Microsoft,
Darktrace, dan Proofpoint untuk menyediakan solusi optimal dengan biaya terkendali.

» Pengembangan SDM: Melakukan investasi berkelanjutan dalam sertifikasi tenaga kerja untuk
mempertahankan standar layanan global.

e Pengembangan Lini Bisnis Pelatihan: Pendirian “YTSEC Cyber & Al Academy” sebagai entitas
bisnis baru yang berfokus pada penyediaan layanan pelatihan dan pengembangan kompetensi di
bidang keamanan siber, guna mendukung kebutuhan peningkatan kapabilitas SDM serta
memperluas sumber pendapatan Perseroan secara berkelanjutan.

b. Fokus Utama Pengembangan Usaha
Fokus utama pengembangan usaha Perseroan pada periode berjalan diarahkan untuk menciptakan
sumber pendapatan baru yang berkesinambungan melalui pengembangan aset intelektual, lini bisnis
strategis, dan perluasan layanan guna mendukung pertumbuhan jangka menengah dan panjang
Perseroan.

Beberapa fokus utama perseroan pada periode berjalan, dapat digambarkan sebagai berikut:

e Pengembangan Produk Intellibron: Memfokuskan pengembangan dan komersialisasi produk
Intellibron sebagai aset intelektual utama Perseroan, yang dirancang untuk meningkatkan
kemampuan deteksi dini dan respons terhadap ancaman siber secara terintegrasi.

e Penguatan Lini Bisnis Pelatihan dan Al: Pendirian ITSEC Cyber & Al Academy sebagai entitas
usaha di bidang pelatihan keamanan siber serta mengembangkan pemanfaatan teknologi
kecerdasan buatan (Al) guna mendukung otomatisasi layanan, peningkatan efektivitas sistem, dan
pengayaan portofolio solusi Perseroan.

e# Perluasan Jasa ke Bidang OT/loT: Memperluas cakupan layanan keamanan siber ke sektor
Operational Technology (OT) dan Internet of Things (IoT), khususnya untuk mendukung
kebutuhan pengamanan infrastruktur industri dan sistem kritikal yang semakin terhubung secara

digital.
PTIMEEO Ada Tok WAE Sos AslaPmLi TER Monte ta
moves apone musa
Mmtelamo Leri ti HIANognem menagih Lee, 00 Kisa Reni
aa Ka Ka Ye Si
Sen ran ata aa
Pa NN AN aan
Page 3 OCR 0.885
-—
—-
27
CveeRsecuRITY DeLivereD

c. Segmen Pasar Prioritas
Perseroan membagi segmen pasarnya ke dalam prioritas berikut:

e Sektor Strategis: Fokus pada industri dengan tingkat risiko tinggi seperti perbankan, layanan
keuangan, telekomunikasi, energi, transportasi, dan pemerintahan, termasuk penyediaan layanan
pelatihan keamanan siber melalui unit usaha yang baru didirikan, yaitu ITSEC Cyber & Al
Academy, guna mendukung peningkatan kapabilitas sumber daya manusia di sektor-sektor
tersebut atas pentingnya keamanan siber.

e UMKM: Melalui produk Intellibron, Perseroan mulai menyasar segmen Usaha Kecil dan Menengah
yang membutuhkan solusi keamanan siber yang terjangkau dan mudah diintegrasikan.

www.itsec.asia

d. Keselarasan dengan Dinamika Pasar dan Industri
Strategi ini disusun untuk menjawab tantangan industri yang semakin kompleks:

e Peningkatan Ancaman Siber: Dengan adanya lebih dari 19 juta upaya serangan siber berbasis
web di Indonesia pada 2024, strategi inovasi Al Perseroan selaras dengan kebutuhan deteksi
ancaman yang lebih canggih.

e Transformasi Digital: Percepatan digitalisasi di berbagai sektor (Informasi & Komunikasi tumbuh
7,576) mendorong Perseroan untuk terus memperluas layanan konsultasi keamanan informasi.

e Kurangnya Literasi Keamanan: Perseroan merespons belum memadainya literasi keamanan
siber di Indonesia dengan mendirikan ITSEC Cyber & Al Academy, aktif berkolaborasi bersama

universitas, serta menyelenggarakan seminar edukasi untuk membangun ekosistem digital yang
lebih aman.

2. Agar dijelaskan pandangan dan prospek manajemen Perseroan ke depan, termasuk ekspektasi terhadap
kinerja usaha, tantangan utama yang dihadapi, serta strategi mitigasi risiko yang disiapkan untuk menjaga
kesinambungan kinerja Perseroan dalam jangka menengah.

Tanggapan:

a. Pandangan dan Prospek Usaha Ke Depan

Manajemen Perseroan memandang tahun 2026 dengan optimisme tinggi, didukung oleh fundamental
bisnis yang semakin kokoh serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya keamanan siber di era
pesatnya Transformasi Digital, terutama di sektor pemerintahan dan industri strategis. Ekspektasi dan
fokus manajemen meliputi:

e Pertumbuhan Berkelanjutan: Menargetkan pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan dengan

fokus pada peningkatan penetrasi pasar dan penguatan kapabilitas layanan.
e Peluang Pasar: Melihat peluang besar untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan

daya saing seiring dengan meningkatnya kebutuhan solusi keamanan siber yang komprehensif
akibat ancaman digital yang makin kompleks.

» Pengembangan Portofolio: Fokus pada pengembangan portofolio layanan yang adaptif,
termasuk optimalisasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Al) dan automasi, dan peluang
menyediakan pelatihan di bidang keamanan siber dan Al.

e Kolaborasi Strategis: Memperkuat kolaborasi dengan instansi pemerintah, sektor swasta, dan
komunitas keamanan siber untuk meningkatkan efektivitas layanan.

b. Tantangan Utama yang Dihadapi
Manajemen mengidentifikasi beberapa tantangan krusial yang dapat memengaruhi kinerja usaha:

e Evolusi Ancaman Siber: Pelaku kejahatan siber semakin canggih dengan mengadopsi teknologi
baru seperti Al, deepfake, dan serangan berbasis rantai pasok (supply chain attacks).

e Kompleksitas Serangan: Meningkatnya penggunaan teknik enkripsi, evasion tactics, dan zero-
day exploits membuat serangan semakin sulit dideteksi oleh sistem keamanan tradisional.

e Kelangkaan Talenta (SDM): Ketersediaan tenaga profesional keamanan siber yang kompeten
masih terbatas, sementara permintaan pasar sangat tinggi, menjadikan proses rekrutmen dan
retensi sebagai tantangan tersendiri.

e Rendahnya Literasi Keamanan: Masih banyak organisasi di Indonesia yang belum sepenuhnya
memahami urgensi pengamanan sistem digital, yang membuka celah kerentanan bagi serangan

siber.
PTIBRO Asu TaK —— MARG ServensAPe.LiK TOR Aurat PI. Li
Mom hous Let MI Datngan Bone #I1OA Lai. Sa Ron

Dekan Tabu Sngaran: Malu Veto
Seaanaarasan Sains Hera tasosi
HrisaOitacasatom — certctgnscag taman
Page 4 OCR 0.888
PT ISEO Asia Tan ITSEL Services Asia Pte. Li. (TSEC Australia Py.Ltd.
swanpone AusTaauA
NebloHouso,Lorel11 IIA RatgonRoad.dI1O4 Lae! 18,300S1 Kid Rosd

Dekan 122 Indonesia ingapore 00009” Mitra esa 050
ananda Linen Merata
cettencasa, Senadomanng

ITS-C

eveersecuRiTY DeLivereD

c. Strategi Mitigasi Risiko
Untuk menjaga kesinambungan kinerja dan memitigasi risiko di atas, Perseroan menyiapkan langkah-
langkah strategis berikut:

e Inovasi Teknologi (R&D): Melakukan investasi berkelanjutan dalam riset dan pengembangan,
termasuk peluncuran produk Intellibron, untuk memastikan solusi tetap relevan dalam mendeteksi
ancaman modern.

e Investasi SDM: Secara konsisten berinvestasi dalam pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja, serta
bekerja sama dengan universitas melalui program magang dan simposium untuk mencetak talenta
baru.

s Edukasi Pasar: Melakukan edukasi dan advokasi aktif kepada klien dan publik untuk
meningkatkan kesadaran dan literasi keamanan siber, yang pada gilirannya akan memperluas
pasar.

» Penguatan Struktur Modal: Manajemen memutuskan untuk tidak membagikan dividen pada
tahun 2024. Keputusan ini merupakan langkah mitigasi risiko finansial untuk memperkokoh struktur
permodalan demi menciptakan fundamental bisnis yang lebih kuat dalam menghadapi
ketidakpastian ekonomi.

» Kemitraan Global: Membangun jaringan mitra aliansi dan kerja sama dengan vendor global untuk
memperkuat strategi penjualan dan memastikan layanan yang komprehensif.

www.itsec.asia

3. Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) no. 5 — Piutang Usaha, piutang usaha Perseroan
pada periode 30 September 2025 dibukukan sebesar Rp88,30 miliar, meningkat sebesar Rp39,63 miliar
atau 81,43Yo. Kenaikan tersebut disebabkan karena Perseroan membukukan adanya piutang kepada PT
Telkom Indonesia, Veloxlabs Cyber Services L.L.C S.O.C dimana pada periode sebelumnya Perseroan
tidak membukukan piutang pada pihak tersebut. Selain itu, Perseroan juga membukukan adanya
peningkatan pada piutang yang berumur lebih dari 90 hari. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

a. Analisa Perseroan terhadap kolektabilitas piutang yang dimiliki oleh Perseroan.

b. Latar belakang timbulnya piutang kepada PT Telkom Indonesia dan Veloxlabs Cyber Services
LL.C5.O.C.

c. Latar belakang adanya peningkatan pada piutang yang berumur lebih dari 90 hari.

d. Pada CALK no. 5 - Piutang Usaha, Perseroan membukukan adanya peningkatan pada cadangan
penurunan nilai piutang usaha sebesar Rp9,66 miliar atau 743,069. Peningkatan ini jauh lebih besar
daripada peningkatan nilai piutang usaha itu sendiri. Oleh karena itu, agar dijelaskan latar belakang
dibukukannya peningkatan cadangan penurunan nilai piutang usaha yang jauh lebih besar dari
peningkatan piutang usaha.

e. Tantangan atau kesulitan Perseroan atas kolektabilitas piutang Perseroan.

Langkah yang dilakukan untuk mengatasi tantangan atau kesulitan tersebut.

g. Strategi Perseroan untuk meningkatkan kolektabilitas piutang Perseroan.

ta

Tanggapan:

a. Analisa Perseroan terhadap kolektabilitas piutang yang dimiliki oleh Perseroan
Secara umum, Perseroan menilai piutang usaha masih dapat tertagih karena berasal dari pelanggan

korporasi dengan profil kredit yang baik dan transaksi yang berbasis kontrak/PO, BAST, serta
penagihan berbasis termin (milestone). Kenaikan saldo piutang per 30 September 2025 terutama
disebabkan oleh penambahan tagihan kepada pelanggan tertentu dan pergeseran waktu
penagihan/pembayaran, bukan semata karena penurunan kualitas piutang.

Risiko kredit utama saat ini lebih banyak berasal dari konsentrasi piutang pada pelanggan tertentu dan
peningkatan piutang overdue (»90 hari). Perseroan memonitor kualitas piutang melalui aging schedule
(Current, 1-30, 31-60, 61-90, 290 hari) dan menilai bahwa sebagian besar piutang berada pada
kategori lancar-menengah (£90 hari), sementara piutang »90 hari menjadi fokus penagihan intensif dan
evaluasi risiko.

Perseroan melakukan penilaian kolektabilitas secara berkala dengan mempertimbangkan: riwayat

Page 5 OCR 0.893
ITSzC

CveeRsecuRITY delivered

TITSEC Asta Tak

wooresa
Nebe Musa Loro 11

aa van
menara
Gonbeigmerasiasom

www.itsec.asia

pembayaran pelanggan, status dokumen penagihan (BAST/BA), adanya dispute/retensi, kondisi
keuangan pelanggan, serta probabilitas penyelesaian. Untuk piutang yang menunjukkan indikasi risiko
(terutama yang overdue), Perseroan menerapkan kebijakan pencadangan penurunan nilai berbasis
expected credit loss (ECL) sebagai bentuk kehati-hatian.

Latar belakang timbulnya piutang kepada PT Telkom Indonesia dan Veloxlabs Cyber Services
L.L.C S.0.C

Adapun latar belakang timbulnya piutang kepada PT Telkom Indonesia adalah sehubungan dengan
kerja sama proyek pendampingan konsultan Incident Response PDNS yang telah dilaksanakan oleh
Perseroan. Atas pelaksanaan pekerjaan tersebut, Perseroan telah melakukan pengakuan pendapatan
sesuai dengan ketentuan akuntansi yang berlaku dan menerbitkan tagihan kepada PT Telkom
Indonesia sesuai dengan progres pekerjaan yang telah diselesaikan.

Sementara itu, piutang kepada Veloxlabs Cyber Services L.L.C S.O.C. timbul berdasarkan perjanjian
kerja sama distribusi, di mana Perseroan menunjuk Veloxlabs untuk memasarkan dan menjual produk
yang dimiliki oleh Perseroan di wilayah yang disepakati. Sehubungan dengan kerja sama tersebut,
Perseroan dan Veloxlabs Cyber Services L.L.C S.O.C. telah menandatangani perjanjian kerja sama
yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak, termasuk mekanisme penagihan dan
pembayaran atas transaksi yang terjadi.

Latar belakang adanya peningkatan pada piutang yang berumur lebih dari 90 hari

Peningkatan piutang usaha yang berumur lebih dari 90 hari pada periode 30 September 2025 terutama
disebabkan oleh pergeseran waktu penyelesaian administrasi dan pembayaran dari beberapa
pelanggan korporasi, khususnya yang memiliki proses verifikasi internal yang lebih panjang. Kondisi
tersebut mengakibatkan sebagian piutang yang sebelumnya berada pada kategori lancar atau S90 hari
berpindah ke kategori »90 hari.

Selain itu, peningkatan piutang 290 hari juga dipengaruhi oleh tagihan yang masih menunggu
kelengkapan atau finalisasi dokumen pendukung, seperti berita acara serah terima (BAST), konfirmasi
pekerjaan, atau penyelesaian administrasi kontraktual tertentu, sehingga pembayaran belum dapat
diproses oleh pelanggan meskipun pekerjaan telah diselesaikan.

Perseroan menegaskan bahwa peningkatan piutang »90 hari tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan
penurunan kemampuan bayar pelanggan, melainkan lebih bersifat keterlambatan administratif dan
siklus pembayaran. Terhadap piutang yang telah melewati jatuh tempo, Perseroan telah melakukan
penagihan secara aktif, rekonsiliasi saldo dengan pelanggan, serta evaluasi risiko secara berkala untuk
memastikan tingkat ketertagihan dan menentukan perlakuan akuntansi yang tepat.

Latar belakang dibukukannya peningkatan cadangan penurunan nilai piutang usaha yang jauh
lebih besar dari peningkatan piutang usaha

Sehubungan dengan peningkatan cadangan penurunan nilai piutang usaha sebesar Rp9,66 miliar atau
743,06Yc, manajemen menyampaikan bahwa pembentukan cadangan tersebut dilakukan berdasarkan
penerapan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia terkait instrumen keuangan, yang
mengatur pengakuan kerugian kredit ekspektasian (expected credit loss/ECL). Perhitungan cadangan
tidak semata-mata mempertimbangkan peningkatan saldo piutang, tetapi juga memperhitungkan
perubahan profil risiko kredit, kualitas pelanggan, serta umur piutang pada periode berjalan.

Peningkatan cadangan yang secara persentase lebih tinggi dibandingkan peningkatan nilai piutang
usaha terutama disebabkan oleh bertambahnya piutang dengan umur lebih dari 90 hari serta adanya
penyesuaian parameter dalam model perhitungan ECL, termasuk pembaruan asumsi probabilitas gagal
bayar (probability of default), tingkat kerugian jika terjadi gagal bayar (loss given default), serta

ITSEL Services Asia Pte Li. TES Australa Pte.

swonpone Ausmeaua
NNGRotIngonRoge.#1104—— Lal T, 20 Kids Rod
Segara Miboteta san 2020
aon Ker nresoei
entagiwaceg Megan teman
Page 6 OCR 0.897
ITSzC

evsersecuRiTY oeLivereD

4.

PT IrSRc Asia ma

woones

www.itsec.asia

pertimbangan kondisi ekonomi dan prospek industri terkini. Dengan demikian, pembentukan cadangan
tersebut merupakan langkah kehati-hatian (prudential) manajemen untuk memastikan bahwa nilai
tercatat piutang usaha telah mencerminkan estimasi risiko kredit secara wajar dan memadai sesuai
dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku.

e. Tantangan atau kesulitan Perseroan atas kolektabilitas piutang Perseroan

Tantangan utama Perseroan dalam menjaga kolektabilitas piutang usaha meliputi lamanya proses
administrasi dan persetujuan pembayaran di pelanggan korporasi, konsentrasi piutang pada pelanggan
tertentu, serta pergeseran siklus pembayaran yang menyebabkan sebagian piutang melewati jatuh
tempo. Namun demikian, kondisi tersebut tidak berpengaruh secara signifikan terhadap aliran kas
Perseroan, karena pembayaran dari pelanggan utama tetap berjalan dan Perseroan memiliki
pengelolaan kas yang memadai.

f. Langkah yang dilakukan untuk mengatasi tantangan atau kesulitan tersebut

Sehubungan dengan tantangan kolektabilitas piutang usaha tersebut, Perseroan melakukan
pemantauan piutang secara berkala melalui analisis umur piutang (aging), penagihan aktif dan
terstruktur kepada pelanggan, serta koordinasi intensif dengan pelanggan untuk percepatan
penyelesaian administrasi dan dokumen penagihan. Perseroan juga menerapkan kebijakan
manajemen risiko kredit, termasuk evaluasi kualitas pelanggan dan penyesuaian pencadangan
penurunan nilai piutang, guna memastikan kolektabilitas tetap terjaga dan aliran kas Perseroan tidak
terdampak secara material.

9. Strategi Perseroan untuk meningkatkan kolektabilitas piutang Perseroan

Perseroan menerapkan pengelolaan piutang yang terstruktur dan berkelanjutan, antara lain melalui
pemantauan umur piutang secara rutin, penagihan aktif dan terjadwal, serta koordinasi intensif dengan
pelanggan guna mempercepat penyelesaian administrasi dan dokumen penagihan. Perseroan juga
melakukan evaluasi risiko kredit pelanggan, pengelolaan konsentrasi piutang, serta penerapan
kebijakan pencadangan yang memadai sebagai langkah mitigasi risiko. Dengan strategi tersebut,
Perseroan meyakini kolektibilitas piutang dapat terus ditingkatkan dan aliran kas Perseroan tetap
terjaga secara sehat.

Pada periode 30 September 2025, piutang lain-lain — pihak berelasi Perseroan meningkat sebesar
Rp11,19 miliar atau sebesar 164,686 dibandingkan dengan periode 31 Desember 2024. Berdasarkan
CALK no. 6 — Piutang Lain-lain, piutang lain-lain — pihak berelasi didominasi oleh ITSEC Cyber Services
LLC. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Transaksi piutang yang dimiliki Perseroan dengan ITSEC Cyber Services LLC.
b. Pada piutang lain-lain yang dimiliki oleh Perseroan terdapat piutang yang didenominasi dengan mata
uang asing. Agar dijelaskan:
i. Langkah yang dilakukan Perseroan untuk memitigasi adanya risiko selisih kurs yang ditimbulkan.
ii. Berdasarkan CALK no. 32 - Kebijakan dan Tujuan Manajemen Risiko Keuangan, Perseroan
menetapkan tingkat sensitivitas atas mata uang asing sebesar 1”4. Sehubungan dengan hal ini,
agar dijelaskan:
@ Analisa manajemen dalam menetapkan tingkat sensitivitas atas mata uang asing sebesar 144.

@ Kecukupuan tingkat sensitivitas tersebut terhadap risiko yang ditimbulkan atas pergerakan
nilai mata uang asing.

Tanggapan:

a. Transaksi piutang yang dimiliki Perseroan dengan ITSEC Cyber Services LLC
Piutang lain-lain - pihak berelasi kepada ITSEC Cyber Services L.L.C merupakan piutang yang timbul
berdasarkan Perjanjian Pinjaman (Loan Agreement) tertanggal 1 Juni 2024 antara Perseroan selaku
Pemberi Pinjaman dan ITSEC Cyber Services L.L.C selaku Penerima Pinjaman. Berdasarkan perjanjian

ITSEC Services Asia ls Li (TSEC AustraaPy. Lis.
swcnpore Ausreaua
INGROtngon Res.mLOn Lea! T, 30 Kid Rosi
Gang Milea sara Sona CREST

Sagar
Mena Kera tesasi

Page 7 OCR 0.889
ITS-C

www.itsec.asia
cverRsecuRITY DeELivereD

tersebut, Perseroan memberikan fasilitas pinjaman dengan jumlah pokok maksimum sebesar
Rp30.000.000.000 yang dapat dicairkan secara bertahap sesuai kebutuhan modal kerja Penerima
Pinjaman, dengan jangka waktu perjanjian sampai dengan 31 Desember 2026.

Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 4Y6 per tahun yang dihitung atas saldo pokok terutang secara
proporsional dan dibayarkan bersamaan dengan pelunasan pokok pinjaman pada saat jatuh tempo,
kecuali ditentukan lain secara tertulis oleh Para Pihak. Peningkatan saldo piutang lain-lain - pihak
berelasi per 30 September 2025 terutama disebabkan oleh realisasi pencairan fasilitas pinjaman sesuai
kebutuhan operasional entitas berelasi dalam grup. Transaksi ini dilakukan berdasarkan perjanjian
tertulis yang sah dan mengikat serta tunduk pada hukum Republik Indonesia.

b. Pada piutang lain-lain yang dimiliki oleh Perseroan terdapat piutang yang didenominasi dengan

mata uang asing

1. Langkah yang dilakukan Perseroan untuk memitigasi adanya risiko selisih kurs yang
ditimbulkan
Terkait piutang lain-lain yang didenominasi dalam mata uang asing, Perseroan secara aktif mengelola
eksposur risiko nilai tukar melalui pemantauan berkala atas posisi aset dan liabilitas dalam mata uang
asing. Perseroan berupaya menyelaraskan arus kas masuk dan keluar dalam mata uang yang sama
(natural hedging) guna mengurangi eksposur bersih terhadap fluktuasi nilai tukar. Selain itu, dalam
transaksi antar entitas, Perseroan mempertimbangkan penggunaan mata uang yang paling relevan
dan sesuai dengan karakteristik operasional masing-masing entitas.

Perseroan juga melakukan evaluasi periodik terhadap pergerakan nilai tukar dan potensi dampaknya
terhadap laporan keuangan. Dalam hal terjadi volatilitas yang signifikan, manajemen akan
mempertimbangkan penyesuaian kebijakan transaksi maupun pengelolaan arus kas. Di samping itu,
Perseroan menjaga kecukupan likuiditas dalam mata uang yang relevan untuk meminimalkan
kebutuhan konversi dalam jumlah besar pada kondisi nilai tukar yang kurang menguntungkan.
Melalui langkah-langkah tersebut, Perseroan berupaya memastikan bahwa risiko selisih kurs tetap
terkendali dan tidak berdampak material terhadap kinerja keuangan.

2. Berdasarkan CALK No. 32 - Kebijakan dan Tujuan Manajemen Risiko Keuangan, Perseroan

menetapkan tingkat sensitivitas atas mata uang asing sebesar 1/4

@ Analisa manajemen dalam menetapkan tingkat sensitivitas atas mata uang asing sebesar
1Yo
Perseroan menetapkan tingkat sensitivitas mata uang asing sebesar 1Yo berdasarkan evaluasi atas
eksposur bersih mata uang asing Perseroan, karakteristik transaksi antar pihak berelasi, serta
volatilitas historis nilai tukar yang relevan. Tingkat sensitivitas tersebut dinilai mencerminkan
skenario perubahan nilai tukar yang wajar dan realistis dalam kondisi pasar normal, dengan
mempertimbangkan bahwa Perseroan telah menerapkan pengelolaan eksposur valuta asing
melalui pemantauan berkala dan natural hedging.

@ Kecukupuan tingkat sensitivitas tersebut terhadap risiko yang ditimbulkan atas
pergerakan nilai mata uang asing
Berdasarkan evaluasi atas eksposur mata uang asing Perseroan, profil transaksi antar pihak
berelasi, serta langkah mitigasi risiko yang telah diterapkan, manajemen menilai bahwa tingkat
sensitivitas sebesar 1Yo telah memadai untuk menggambarkan dampak perubahan nilai tukar
terhadap posisi keuangan Perseroan. Dampak dari fluktuasi nilai tukar dalam rentang tersebut
diperkirakan tidak bersifat material terhadap kinerja keuangan dan arus kas Perseroan, sehingga
tingkat sensitivitas yang digunakan dianggap relevan dan representatif dalam mengukur risiko
selisih kurs yang dihadapi Perseroan.

PTMBEOAMATNK ——WSEC Services Asia PIn. Ltd. ITSEO Austria P-Ltd

woonesia smonpore AUSTRaLA

Mob Mou, Lal! NN MObngan se, BIO Lani 103098 Kia Roni ke
iktara Heh Indorasa Singapore 00002 Mabotrne Vesene G0

Ka

or esa
MRI) 2830001 Mean Seras tasosi
Sekalkcasatam Songs ingatan comau

Page 8 OCR 0.899
ITS-C

CveeRsEcuRITY DELiveRED

5.

PrMeRe AsiaTak

moonesw
Non Hoes, Love!
Senar

www.itsec.asia

Uang muka Perseroan per 30 September 2025 dibukukan sebesar Rp40,24 miliar, meningkat sebesar

Rp11,76 miliar atau 41,33” dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar Rp28,47 miliar.

Berdasarkan CALK no. 9 - Uang Muka, uang muka Perseroan didominasi oleh uang muka untuk proyek.

Uang muka ini meningkat sebesar Rp10,63 miliar atau 39,83Yo dibandingkan periode 31 Desember 2024

yaitu sebesar Rp26,69 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

a. Proyek yang dimaksud dalam CALK uang muka tersebut.

b. Target penyelesaian atas proyek yang dilaksanakan oleh Perseroan dan realisasi atas uang muka
untuk proyek tersebut.

€. Analisa manajemen atas dampak dari proyek tersebut terhadap pendapatan dan profitabilitas
Perseroan.

Tanggapan:

a. Proyek yang dimaksud dalam CALK uang muka tersebut
Uang muka proyek yang tercatat dalam CALK No. 9 - Uang Muka terutama merupakan pembayaran di

muka kepada vendor dan mitra pelaksana terkait pelaksanaan proyek jasa keamanan siber,
implementasi solusi perangkat lunak, serta pengadaan dan instalasi sistem pendukung teknologi
informasi.

Proyek-proyek tersebut umumnya merupakan kontrak berbasis jasa dan solusi terintegrasi yang
memerlukan pembayaran awal kepada pemasok, baik untuk pengadaan lisensi perangkat lunak,
subscription, perangkat pendukung, maupun biaya implementasi teknis. Peningkatan uang muka
proyek pada periode 30 September 2025 sejalan dengan meningkatnya jumlah dan nilai kontrak baru
yang diperoleh Perseroan, khususnya pada segmen jasa perangkat lunak dan solusi keamanan siber.

b. Target penyelesaian atas proyek yang dilaksanakan oleh Perseroan dan realisasi atas uang
muka untuk proyek tersebut
Secara umum, proyek-proyek yang terkait dengan uang muka tersebut memiliki jangka waktu

penyelesaian antara 3 (tiga) hingga 36 (dua belas) bulan, tergantung pada kompleksitas implementasi,
ruang lingkup pekerjaan, serta ketentuan kontrak dengan pelanggan.

Realisasi atas uang muka dilakukan secara bertahap sesuai dengan progres pekerjaan dan penagihan
dari vendor atau mitra pelaksana. Uang muka tersebut akan direklasifikasi menjadi beban pokok atau
aset terkait sesuai dengan tahap penyelesaian proyek dan pengakuan pendapatan yang relevan.

Sampai dengan 30 September 2025, proyek-proyek tersebut masih dalam tahap pelaksanaan sesuai
jadwal yang telah disepakati dalam kontrak, dan manajemen menargetkan penyelesaian proyek sesuai
timeline masing-masing kontrak tanpa adanya indikasi keterlambatan material.

c. Analts manajemen atas dampak dari proyek tersebut terhadap pendapatan dan profitabilitas
'erseroan

Manajemen menilai bahwa peningkatan uang muka proyek mencerminkan bertambahnya nilai kontrak
dan aktivitas proyek yang sedang berjalan, yang diperkirakan akan memberikan kontribusi positif
terhadap pendapatan Perseroan pada periode penyelesaian proyek melalui pengakuan pendapatan
secara bertahap sesuai dengan tingkat penyelesaian proyek. Dari sisi profitabilitas, proyek tersebut
dinilai memiliki margin yang terjaga karena struktur biaya telah diperhitungkan sejak awal kontrak,
sementara pembayaran di muka turut mendukung likuiditas dan mengurangi kebutuhan pendanaan
eksternal, sehingga proyek diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan menjaga profitabilitas
Perseroan secara berkelanjutan tanpa memberikan tekanan material terhadap arus kas.

(TSEC Services Asia le Lid. ——ITSEC Australia Pia.
INARonmon Road. 1104. Lagi 1,300 1 Kia Road
Singer 00002” Mabourne Vera Bt

Pena Mean tenaer
- au

Page 9 OCR 0.892
ITS-C

CveeRsecuRITY DeLivereD

6. Utang usaha — pihak ketiga per 30 September 2025 dibukukan sebesar Rp11,21 miliar, menurun sebesar
Rp31,84 miliar atau 74,0096. Berdasarkan CALK no. 15 — Utang Usaha — Pihak Ketiga, menurunnya utang
Usaha ini disebabkan karena pada periode 30 September 2025, Perseroan tidak lagi membukukan utang
usaha ke sebagian besar pemasok Perseroan seperti Sygnia Consulting Ltd dan PT Sinergi Wahana
Gemilang. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan:

a. Latar belakang adanya penurunan pada utang usaha Perseroan terutama tidak adanya utang usaha
dari beberapa pemasok Perseroan seperti Sygnia Consulting Ltd dan PT Sinergi Wahana Gemilang.

b. Daftar pemutusan atau kontrak baru dengan pemasok (jika ada).

Cc. Status pelunasan utang Perseroan saat ini.

www.itsec.asia

Tanggapan:

a. Latar belakang adanya penurunan pada utang usaha Perseroan terutama tidak adanya utang
Usaha dari beberapa pemasok Perseroan seperti Sygnia Consulting Ltd dan PT Sinergi Wahana
Gemilang

Penurunan utang usaha - pihak ketiga per 30 September 2025 terutama disebabkan oleh tidak adanya
lagi saldo utang kepada beberapa pemasok utama pada periode berjalan, antara lain Sygnia Consulting
Ltd dan PT Sinergi Wahana Gemilang.

Untuk Sygnia Consulting Ltd, proyek kerja sama yang sebelumnya berjalan telah selesai dan tidak
terdapat perpanjangan kontrak pada periode berikutnya. Dengan selesainya proyek tersebut, tidak
terdapat lagi transaksi pembelian jasa yang menimbulkan utang usaha pada periode 30 September
2025.

Sementara itu, untuk PT Sinergi Wahana Gemilang, hingga saat ini belum terdapat perpanjangan
proyek atau penugasan baru, sehingga Perseroan tidak melakukan pembelian jasa maupun transaksi
lainnya dengan pemasok tersebut pada periode berjalan. Dengan demikian, tidak timbul saldo utang
usaha kepada pemasok tersebut pada tanggal pelaporan.

b. Daftar pemutusan atau kontrak baru dengan pemasok (jika ada)
Tidak terdapat pemutusan kontrak dengan pemasok. Kerja sama Perseroan dengan para pemasok
dilakukan berdasarkan kebutuhan proyek (project-based), bukan dalam bentuk perjanjian kerja sama
jangka panjang atau berkelanjutan. Oleh karena itu, berakhirnya transaksi dengan pemasok tertentu
lebih disebabkan oleh selesainya proyek dan tidak adanya penugasan baru, bukan karena adanya
penghentian atau pemutusan hubungan kerja sama.

C. Status pelunasan utang Perseroan saat ini
Per 30 September 2025, kewajiban utang usaha kepada pemasok terkait telah diselesaikan sesuai
dengan ketentuan pembayaran yang berlaku. Dengan demikian, tidak terdapat tunggakan material atas
utang usaha Perseroan pada periode pelaporan.

7. Berdasarkan CALK No. 20 - Perpajakan, Perseroan menyampaikan bahwa pada periode 30 September
2025, Perseroan menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar untuk Pajak Penghasilan 21
dan Pajak Pertambahan Nilai. Jumlah kurang bayar ditambah denda berdasarkan Surat Ketetapan Pajak
Kurang Bayar tersebut sebesar Rp345.103.699. Selain itu, Perseroan juga menambahkan bahwa pada
periode tahun buku 2024, Perseroan juga pernah menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak Kurang
Bayar untuk Pajak Penghasilan 21, Pasal 23, Pasal 25, dan Pajak Pertambahan Nilai. Atas hal tersebut,
agar dijelaskan:

a. Latar belakang diterimanya Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar di periode 30 September 2025 dan
juga periode tahun buku 2024.

Dapat stan

PTIMSECAWATak —ITSEC Services Anin Pte ltd. MTSEO Austria PL R3
woonesin smonpore AUSTRaLA C2
Naba oa, Loveltt 12 Mobngan Road, BLOK Lena 18.30 SK Rod hi
tara 126. hgonasin — Sngngera 002 Mona sara

Keran ara Mean Ha,

Page 10 OCR 0.885
ITS-C

cveeRsecuRITY DELiveRED

b. Perkembangan atas proses pelunasan kurang bayar atas pajak tersebut.

c. Langkah Perseroan kedepannya untuk memitigasi hal ini agar tidak terulang kembali di periode
berikutnya.

www.itsec.asia

Tanggapan:

a. Latar belakang diterimanya Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar di periode 30 September 2025
dan juga periode tahun buku 2024

Diterimanya Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) pada periode 30 September 2025 maupun
pada tahun buku 2024 pada dasarnya disebabkan oleh adanya perbedaan asumsi dan interpretasi
terkait waktu pengakuan serta pencatatan utang pajak antara Perseroan dan Kantor Pelayanan Pajak
(KPP). Perbedaan tersebut mengakibatkan timbulnya kekurangan pembayaran menurut hasil
pemeriksaan fiskus dan diterbitkannya Surat Tagihan Pajak (STP) maupun SKPKB. Khusus untuk Pajak
Penghasilan Pasal 25, kekurangan yang timbul terutama disebabkan oleh keterlambatan pembayaran
angsuran pajak pada periode tertentu. Namun demikian, Perseroan tetap melakukan pembayaran atas
kewajiban tersebut berikut sanksi administrasi sesuai ketentuan yang berlaku setelah diterbitkannya
surat ketetapan.

b. Perkembangan atas proses pelunasan kurang bayar atas pajak tersebut
Atas seluruh SKPKB yang diterima, Perseroan telah menindaklanjuti dengan melakukan pelunasan atas
jumlah kurang bayar beserta sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan
demikian, kewajiban perpajakan terkait SKPKB tersebut telah diselesaikan dan tidak terdapat kewajiban
yang masih tertunggak atas surat ketetapan tersebut.

Cc. Langkah Perseroan kedepannya untuk memitigasi hal ini agar tidak terulang kembali di periode
berikutnya

Perseroan berkomitmen untuk meningkatkan kepatuhan dan pengelolaan perpajakan secara
berkelanjutan guna memitigasi risiko terulangnya Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar di periode
berikutnya. Langkah yang dilakukan antara lain melalui penguatan pengendalian internal atas
perhitungan, pemotongan, penyetoran, dan pelaporan pajak, peningkatan kualitas rekonsiliasi antara
laporan keuangan dan pelaporan pajak, serta pemutakhiran pemahaman terhadap peraturan
perpajakan yang berlaku. Selain itu, Perseroan juga melakukan review berkala atas kewajiban
perpajakan, meningkatkan koordinasi antar fungsi terkait, serta melibatkan konsultan pajak independen
apabila diperlukan, guna memastikan kepatuhan dan meminimalkan potensi sengketa perpajakan di
masa mendatang.

8. Pendapatan Perseroan per 30 September 2025 dibukukan sebesar Rp297,24 miliar meningkat sebesar
Rp130,09 miliar atau 77,83Yc dibandingkan dengan periode 30 September 2024 yaitu sebesar Rp167,14
miliar. Berdasarkan CALK no. 25 -— Pendapatan Bersih, Pendapatan Perseroan didominasi oleh
pendapatan yang berasal dari jasa. Namun peningkatan terbesar terjadi pada pendapatan yang berasal
dari jasa perangkat lunak yaitu meningkat sebesar Rp107,21 miliar atau 402,54”4 dibandingkan dengan
periode 30 September 2024. Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan:

a. Latar belakang adanya peningkatan yang cukup signifikan pada pendapatan Perseroan terutama
untuk pendapatan yang berasal dari jasa perangkat lunak.

b. Strategi Perseroan kedepannya untuk mempertahankan kinerja operasional serta peningkatan
pendapatan Perseroan.

c. Berdasarakan CALK no. 25 — Pendapatan Bersih disampaikan bahwa terdapat 2 (dua) pelanggan
Perseroan yang mendominasi pendapatan Perseroan yaitu Serum Institute of India Pvt Ltd dan PT
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

i. Jangkawaktu dan sifat hubungan kontraktual dengan kedua pelanggan tersebut.
ii. Analisa Perseroan terkait dengan dampak jika terputusnya kontrak dengan kedua pelanggan
tersebut terhadap pendapatan dan profitabilitas Perseroan.
iii. Strategi Perseroan untuk diversifikasi pelanggan Perseroan.

PTIMSROASATDK TSC Services AsiaPle.Lldu —ITSEC Auslralin PtsLie.

Woonesia smcnpore AMA ae

Mob Mouse Lara 15 Ti Rabnegn Rong BIOA ayal 18, 305 Std Rong

kara 1266. hgarasn — Sngngag GpOS Meboura eter Oa CREST

en rn Lena na Serang tasosi
Wrisadescasasom Sense iaemer conan
Page 11 OCR 0.896
ITSzC

cveersecuRiTy DeLiveren

PEMER Asin Tok

moowesin
Mon Hous, Level 11

Sa gnasraso

www.itsec.asia

Tanggapan:

a. Latar belakang adanya peningkatan yang cukup signifikan pada pendapatan Perseroan
terutama untuk pendapatan yang berasal dari jasa perangkat lunak
Peningkatan pendapatan Perseroan per 30 September 2025 terutama didorong oleh adanya kontrak
baru di bidang jasa perangkat lunak yang mulai berjalan pada periode tahun 2025. Pada periode
sebelumnya, sebagian kebutuhan solusi perangkat lunak masih melibatkan pihak pemasok. Namun
pada periode berjalan, Perseroan telah mengembangkan dan menyediakan solusi perangkat lunak
yang dimiliki dan dikelola secara langsung oleh Perseroan, sehingga nilai kontrak dan pengakuan
pendapatan tercatat lebih besar pada sisi pendapatan jasa perangkat lunak.

Dengan adanya model bisnis yang lebih berbasis pada solusi dan layanan milik sendiri (in-house
solution), kontribusi pendapatan menjadi lebih optimal dan margin usaha juga relatif lebih baik
dibandingkan dengan model sebelumnya yang melibatkan pembelian melalui pemasok. Hal inilah yang
menyebabkan peningkatan pendapatan jasa perangkat lunak secara signifikan dibandingkan periode
yang sama tahun sebelumnya.

b. Strategi Perseroan kedepannya untuk mempertahankan kinerja operasional serta peningkatan

pendapatan Perseroan

Perseroan menjalankan strategi yang berfokus pada inovasi berkelanjutan dan ketangguhan digital

untuk menghadapi disrupsi global. Strategi utama yang dijalankan mencakup:

e Ekspansi Pasar: Memperkuat posisi sebagai pemimpin industri keamanan siber di kawasan Asia
Pasifik dengan jaringan operasional di lima negara, termasuk Indonesia, Singapura, Australia,
Thailand, dan Uni Emirat Arab.

# Inovasi Teknologi Berbasis Al: Mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (Al) untuk otomatisasi
layanan keamanan dan meningkatkan efektivitas sistem.

» Kemitraan Strategis: Menjalin kerja sama jangka panjang dengan vendor global seperti Microsoft,
Darktrace, dan Proofpoint untuk menyediakan solusi optimal dengan biaya terkendali.

» Pengembangan SDM: Melakukan investasi berkelanjutan dalam sertifikasi tenaga kerja untuk
mempertahankan standar layanan global.

Cc. Berdasarkan CALK no. 25 - Pendapatan Bersih disampaikan bahwa terdapat 2 (dua) pelanggan

Perseroan yang mendominasi pendapatan Perseroan yaitu Serum Institute of India Pvt Ltd dan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
i. Jangka waktu dan sifat hubungan kontraktual dengan kedua pelanggan tersebut

Untuk Serum Institute of India Pvt Ltd, hubungan kerja sama dilakukan berdasarkan kontrak
layanan perangkat lunak dan solusi dengan jangka waktu 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang
sesuai kesepakatan para pihak. Sementara itu, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk,
Perseroan memiliki beberapa kontrak kerja sama layanan dan solusi yang bersifat berkelanjutan.
Kontrak-kontrak tersebut umumnya diperbarui secara periodik sesuai kebutuhan proyek dan
pengembangan sistem, sehingga hubungan kerja sama telah terjalin secara berkesinambungan.

ii. Analisa Perseroan terkait dengan dampak jika terputusnya kontrak dengan kedua
pelanggan tersebut terhadap pendapatan dan profitabilitas Perseroan
Per 30 September 2025, kedua pelanggan tersebut memang termasuk pelanggan dengan nilai
kontrak material terhadap pendapatan Perseroan. Namun demikian, Perseroan juga memiliki
kontrak dengan pelanggan korporasi besar lainnya dengan nilai yang signifikan, serta telah
memperoleh kerja sama baru yang memberikan kontribusi material terhadap pendapatan.

Oleh karena itu, apabila di masa mendatang salah satu atau kedua pelanggan tersebut tidak
melanjutkan kontrak, manajemen menilai bahwa dampak terhadap kesinambungan usaha dan

ITO Services Asia Pe Aid. MTSEC Australia PL.

swcnpone Ausraaun

Iiimotntn Road 1104 Lerel12, 30 1 Ki Road

Sngapaa 01002 Mabourna Veto 1 Ke

one
Sebanantas Mean teser

Page 12 OCR 0.903
ITS-C

profitabilitas Perseroan dapat dimitigasi melalui kontribusi kontrak lain yang telah berjalan maupun
yang sedang dalam tahap pengembangan. Perseroan secara aktif menjaga pipeline proyek agar
ketergantungan terhadap satu atau dua pelanggan tertentu dapat diminimalkan.

www.itsec.asia

iii. Strategi Perseroan untuk diversifikasi pelanggan Perseroan

Dalam rangka mengurangi risiko konsentrasi pendapatan dan memperluas basis pelanggan,
Perseroan menjalankan strategi yang berfokus pada inovasi berkelanjutan dan ketangguhan digital
untuk menghadapi dinamika serta disrupsi global. Strategi utama yang dijalankan meliputi ekspansi
pasar dengan memperkuat posisi Perseroan sebagai salah satu pemain utama di industri
keamanan siber kawasan Asia Pasifik dan Afrika, melalui jaringan operasional di lima negara, yaitu
Indonesia, Singapura, Australia, Mauritius, dan Uni Emirat Arab. Ekspansi ini membuka peluang
akuisisi pelanggan baru lintas sektor dan lintas wilayah.

Selain itu, Perseroan terus mengembangkan inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Al)
guna meningkatkan otomatisasi layanan keamanan dan efektivitas sistem, sehingga solusi yang
ditawarkan semakin relevan dan kompetitif di pasar. Perseroan juga menjalin kemitraan strategis
jangka panjang dengan vendor global seperti Microsoft, Darktrace, dan Proofpoint untuk
memperkuat portofolio solusi serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan dengan struktur biaya
yang efisien.

Di sisi internal, Perseroan melakukan investasi berkelanjutan dalam pengembangan dan sertifikasi
sumber daya manusia guna mempertahankan standar layanan bertaraf global. Melalui kombinasi
ekspansi pasar, inovasi teknologi, kemitraan strategis, dan penguatan kompetensi SDM,
Perseroan berupaya memperluas basis pelanggan secara berkesinambungan serta menjaga
pertumbuhan pendapatan yang stabil dan berkelanjutan.

9. Berdasarkan surat Perseroan no. 2382/ADM/ITSECASIA/XII/2025 tanggal 29 Desember 2025 perihal
Laporan Informasi Material atau Fakta Material yang disampaikan sebagai salah satu Keterbukaan
Informasi Perseroan, dijelaskan bahwa Perseroan melalui Entitas Anak Perseroan telah menandatangani
perjanjian dengan PT Republik Technetronic Nusantara. Disampaikan bahwa Entitas Anak Perseroan
ditunjuk untuk menyelenggarakan pelatihan Cybersecurity dan Al. Sehubungan dengan hal ini agar
dijelaskan:

a. Dampak proyek ini terhadap pendapatan Perseroan.

b. Analisa manajemen terkait besaran kontribusi kontrak ini terhadap pendapatan Perseroan.

c. Disampaikan bahwa jangka waktu pelaksanaan kontrak ini adalah selama 4 tahun sejak
kontrak/perjanjian ditandatangani. Agar jelaskan rencana atau strategi Perseroan kedepannya untuk
mempertahankan atau meningkatkan pendapatan Perseroan ketika kontrak ini telah selesai. Adakah
rencana Perseroan untuk memperpanjangan kontrak ini? Jika tidak, apakah alternatif lain yang akan
dilakukan Perseroan?

Tanggapan:

a. Dampak proyek terhadap pendapatan Perseroan

Dampak proyek ini terhadap pendapatan Perseroan sangat signifikan dan positif.

» Peningkatan Arus Kas Terjamin: Dengan nilai kontrak sebesar USD 60 juta selama 4 tahun,
Perseroan mendapatkan potensi pendapatan rata-rata sebesar USD 15 juta per tahun (setara #-Rp240
Miliar dengan asumsi kurs Rp16.000/USD).

e Lonjakan Pendapatan Signifikan: Jika dibandingkan dengan total pendapatan tahun 2024 yang
sebesar Rp325,13 Miliar, tambahan pendapatan tahunan dari kontrak ini (estimasi Rp240 Miliar)
berpotensi meningkatkan revenue tahunan Perseroan secara drastis, hampir dua kali lipat dari basis

pendapatan 2024.
me baka
PEMBEOAKATK MORE BervonnASM PIL SEO state. Li.
moon SAGAPORE pesan
Ke batatoi Tetngn raat Lena tai aa

Sngapar Mabouna Vote
Hanana Sena tag Mamat
m 2g
Page 13 OCR 0.883
ITS-C

www.itsec.asia
CveeRsecuRiTY DELiverEo

» Diversifikasi Sumber Pendapatan: Kontrak ini sebagai pembuka jalan untuk sumber pendapatan
baru dari lini bisnis edukasi (ITSEC Cyber & AI Academy), mengurangi ketergantungan pada lini
jasa konsultasi murni.

b. Analisa manajemen terkait besaran kontribusi kontrak ini terhadap pendapatan Perseroan
Manajemen memandang kontrak ini sebagai pilar utama pertumbuhan pendapatan dalam jangka
menengah (4 tahun ke depan).

# Kontribusi Pendapatan Baru: Mengacu pada data historis di mana segmen Jasa Konsultan
menyumbang Rp274, 16 miliar pada 2024, nilai kontrak baru ini (estimasi -Rp240 miliar/tahun) akan
menjadi kontributor pendapatan yang setara besarnya dengan segmen bisnis utama yang sudah ada.
Ini mengubah profil pendapatan Perseroan menjadi lebih kuat.

# Kepastian Pendapatan (Revenue Certainty): Manajemen menganalisa bahwa kontrak jangka
panjang (multi-years) ini memberikan stabilitas keuangan yang lebih baik dibandingkan proyek-
proyek ad-hoc jangka pendek. Hal ini memungkinkan manajemen untuk merencanakan alokasi
modal dan ekspansi dengan lebih percaya diri.

» Posisi Strategis: Manajemen menilai kontrak ini tidak hanya berkontribusi secara finansial, tetapi
juga memperkuat posisi strategis Perseroan sebagai penyedia solusi terintegrasi (bukan hanya
alat/jasa, tapi juga human capital development).

c. Rencana Strategis Pasca-Kontrak (4 Tahun ke Depan)

Mengingat kontrak ini berlangsung selama 4 tahun, Perseroan memiliki strategi keberlanjutan untuk

menjaga atau meningkatkan pendapatan setelah kontrak selesai, yang selaras dengan visi jangka panjang

di Laporan Tahunan 2024:

1. Rencana Perpanjangan & Ekspansi Kontrak (Upselling/Cross-selling)

6» Membangun Ketergantungan Positif: Dengan memberikan pelatihan berkualitas tinggi selama
4 tahun, Perseroan bertujuan menciptakan ekosistem talenta siber yang standar kompetensinya
melekat pada kurikulum ITSEC. Ini menciptakan peluang besar untuk perpanjangan kontrak
pelatihan lanjutan atau pembaruan materi sesuai tren ancaman baru.

» Penawaran Solusi Tambahan: Hubungan erat selama 4 tahun dengan user strategis membuka
pintu untuk menawarkan produk lain seperti Intellibron (deteksi ancaman berbasis AI) atau
layanan Managed Security Services (MSS) untuk melindungi infrastruktur yang dikelola oleh
talenta-talenta lulusan akademi tersebut.

2. Replikasi Model Bisnis ke Instansi Lain (Alternatif Utama)
Jika kontrak tidak diperpanjang, strategi alternatif utama adalah mereplikasi modul pelatihan sukses
ini ke sektor pemerintahan, BUMN strategis, dan sektor-sektor industri yang sangat terpengaruh
dengan keamanan siber. Rekam jejak keberhasilan melatih akan menjadi portofolio "bintang lima"
untuk memenangkan tender pelatihan di sektor-sektor tersebut.

3.

Komersialisasi Aset Intelektual (Kurikulum)

Kurikulum standar internasional yang dikembangkan untuk kontrak ini merupakan aset intelektual
berharga. Perseroan dapat mengemas ulang kurikulum ini menjadi modul pelatihan publik atau
sertifikasi berbayar untuk masyarakat umum dan korporasi swasta melalui ITSEC Cyber & AI
Academy, menciptakan aliran pendapatan yang lebih terfragmentasi namun stabil.

10. Rasio arus kas dari aktivitas operasi terhadap liabilitas jangka pendek turun dari negatif 0,32 kali menjadi
negatif 0,45 kali pada periode yang sama. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Analisa Perseroan atas kemampuan Perseroan untuk melunasi liabilitas jangka pendek Perseroan
dengan kas Perseroan.

b. Strategi Perseroan untuk meningkatkan penerimaan kas dari aktivitas operasi.
C. Strategi Perseroan untuk mengoptimalkan kinerja operasional Perseroan.

PTITSROAMaTbK ——ITSEL Servcns Asin Pte. Lld. — ITSEC Australia PO-Lid.

woonesin siwanpone Ausreaua

Neo Houss,Lenel11— Sid Motimson Road, MOM Le! 1, 30 Kia Rod
oran Matur Ve

Dear 1060 Indonesia CREST
mana Basama Mera tes
Saketamesatam — SmadOieeng 2

Page 14 OCR 0.882
ITSzC

www.itsec.asia
eveeRsecuRITY oeLivereD

Tanggapan:

a. Analisa Perseroan atas kemampuan Perseroan untuk melunasi liabilitas jangka pendek
Perseroan dengan kas Perseroan
Meskipun rasio arus kas dari aktivitas operasi terhadap liabilitas jangka pendek menurun dari negatif
0,32 kali menjadi negatif 0,45 kali, yang menunjukkan bahwa arus kas operasional pada periode
berjalan belum sepenuhnya mencukupi untuk menutup seluruh kewajiban jangka pendek, kondisi
likuiditas Perseroan secara keseluruhan tetap berada dalam posisi yang kuat.

Hal ini tercermin dari guick ratio Perseroan sebesar 1,72 kali, yang menunjukkan bahwa aset lancar
paling likuid (tidak termasuk persediaan) lebih dari cukup untuk melunasi liabilitas jangka pendek.
Dengan rasio tersebut, Perseroan memiliki kemampuan yang sangat memadai untuk memenuhi
kewajiban jangka pendek menggunakan aset likuid yang tersedia. Posisi ini mencerminkan tingkat
likuiditas yang sehat, risiko gagal bayar jangka pendek yang rendah, serta memberikan buffer yang
cukup untuk menjaga kelancaran operasional Perseroan.

Dengan demikian, meskipun arus kas operasional pada periode berjalan bersifat sementara negatif
akibat dinamika siklus penagihan dan pembayaran proyek, secara struktur keuangan Perseroan tetap
memiliki kapasitas yang memadai untuk memenuhi kewajibannya.

b. Strategi Perseroan untuk meningkatkan penerimaan kas dari aktivitas operasi

Untuk memperkuat arus kas operasional, Perseroan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

e Meningkatkan efektivitas penagihan melalui pemantauan aging piutang secara berkala dan
penagihan aktif serta terstruktur kepada pelanggan:

» Mempercepat penyelesaian administrasi dan kelengkapan dokumen penagihan guna
meminimalkan keterlambatan pembayaran:

e Melakukan evaluasi termin pembayaran dalam kontrak baru agar lebih selaras dengan kebutuhan
arus kas Perseroan,

e Meningkatkan pengelolaan modal kerja melalui pengendalian piutang dan pengaturan jadwal
pembayaran kepada pemasok secara optimal.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan konversi pendapatan menjadi arus kas serta
memperbaiki rasio arus kas operasional pada periode berikutnya.

c. Strategi Perseroan untuk mengoptimalkan kinerja operasional Perseroan

Dalam rangka menjaga kesinambungan usaha dan meningkatkan kinerja, Perseroan berfokus pada:

@ Peningkatan kontribusi pendapatan dari jasa dan solusi bernilai tambah tinggi dengan margin yang
lebih baik,

@ Pengendalian dan efisiensi biaya operasional melalui optimalisasi proses dan pemanfaatan sumber
daya,
Diversifikasi basis pelanggan untuk mengurangi konsentrasi risiko,
Penguatan manajemen risiko dan perencanaan keuangan agar pertumbuhan pendapatan tetap
diimbangi dengan kualitas arus kas yang sehat.

Dengan strategi tersebut, Perseroan meyakini bahwa posisi likuiditas tetap terjaga dan kinerja
operasional dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

11. Apakah terdapat perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU atau pailit) dari
kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon disampaikan nomor perkara, pokok perkara, dan
perkembangan atas perkara hukum tersebut.

PTITBEOAsaTOK (TS Services Asia Ple.Lld. —MTSEC Austria PI. Lid.

woonesn swcnpone Ausraaun

NebleMoueo,Levsl11 NIA RobnsonBoad.#I1OA—— mel 1, 30 Kisa Road pad
Datar 125 Idonsem —ngopar 2065 bi

ena ikon Merasa tasosi
Gonbaoiesasasom — constOmeesg iogsaccomau

Page 15 OCR 0.636
7—
—-—
-
CVBERSECURITY DELiVvERED

Tanggapan:

www.itsec.asia

Sampai dengan tanggal surat ini, tidak ada perkara hukum, gugatan, somasi, PKPU, maupun pailit yang
sedang dihadapi oleh Perseroan.

12. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan
serta dapat mempengaruhi harga saham Perseroan.

Tanggapan:

Perseroan menegaskan bahwa tidak terdapat informasi material yang belum diungkapkan kepada publik
yang dapat mempengaruhi harga saham Perseroan.

PTMBECASATDK ——ITSEL Services AsinPle.Lud. SEO Australis Po-Lid
moonesia smanone AusTeaua

Noni Moas Leveltt | TIZRobnganMead.#11-04—— Lowel 18.55 SK Rod
Jakata Hobb hdonesia — Sgnpea OEROK2 Mou Vera SN
anna Sean Hera tasosi
Donkotaioaranasom — Smantaeng Hae comau

File

File Open PDF
Source IDX
Size5.76 MB
Published13 Feb 2026
Pages15
Characters51,518
Text sourceOCR
OCR confidence0.865

Names mentioned 18 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org ITSEC Asia Tbk p.1 ×8
linked person Doni Mora · Direktur p.1
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×3
possible org PT Telkom Indonesia p.4 ×9
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. p.10 ×8
unresolved person I Gede Nyoman Yetna p.1
unresolved person Adi Pratomo Aryanto p.1
unresolved org PT ISEO Asia Tan ITSEL Services Asia Pte. p.4
unresolved org PT IrSRc Asia p.6
unresolved org ITSEC Cyber Services LLC p.6 ×3
unresolved org WSEC Services Asia PIn. Ltd. p.7
unresolved org Sygnia Consulting Ltd p.9 ×4
unresolved org PT Sinergi Wahana Gemilang. Sehubungan p.9
unresolved org PT Sinergi Wahana Gemilang. p.9 ×2
unresolved org PT Sinergi Wahana Gemilang Penurunan p.9
unresolved org PT Sinergi Wahana Gemilang. Untuk Sygnia Consulting Ltd p.9
unresolved org India Pvt Ltd p.10 ×3
unresolved org PT Republik Technetronic Nusantara. Disampaikan p.12

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result