Skip to content
Back to announcement

20260206_BRIS_Penyampaian Bukti Iklan_32025794_lamp3.pdf

Other Text extracted BRIS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 1

Page 1
4   Jumat, 6 Februari 2026   Jumat, 6 Februari 2026
                                                                                Jumat, 6 Februari 2026                INDUSTRI 5
                                                                                           OTOMOTIF



                                                           PACEKLIK
                                                        PANEN INDUSTRI
                                                          KOMPONEN
                                                                Bisnis, JAKARTA — Industri komponen otomotif ikut
                                                                 terdampak lesunya penjualan mobil pada tahun
                                                               lalu. Prospek industri turunan ini pun diyakini masih
                                                                dibayangi pelemahan yang dapat berujung pada
                                                                  peningkatan jumlah pemutusan hubungan kerja
                                                                                        (PHK).

                                                                                                Rizqi Rajendra




                                                      G
                                                                                         rizqi.rajendra@bisnis.com


                                                                      abungan Industri Alat Mo-




                                                                                                      “
                                                                      bil dan Motor (GIAMM)
                                                                      memproyeksikan kinerja
                                                                      industri komponen oto-
                                                                      motif pada 2026 masih Pasti [banyak yang
                                                                      akan dibayangi tekanan terdampak PHK],
                                                      dan risiko pemutusan hubungan kerja
                                                      (PHK) massal yang telah terjadi sejak sebagian ada yang
                                                      tahun lalu.                                      menginformasikan, tetapi
                                                         Sekretaris Jenderal GIAMM Rachmat
                                                      Basuki mengatakan, pasokan komponen sebagian lainnya tidak.
                                                      otomotif di pasar domestik melemah
                                                      seiring dengan turunnya angka produksi
                                                      dan penjualan mobil sepanjang 2025.
                                                         Data Gaikindo mencatat, produksi
                                                      mobil nasional tercatat mencapai 1,14
                                                      juta unit sepanjang Januari—Desember
                                                      2025. Realisasi itu turun 4,1% secara
                                                      tahunan (year-on-year/YoY) ketimbang mempertahankan kinerja dan tingkat
                                                      2024 yang mencapai 1,19 juta unit.               profitabilitas di tengah dinamika industri
                                                         “Untuk proyeksi kinerja pada 2026 yang masih menantang.
                                                      diperkirakan masih akan sama dengan                 Di sisi kinerja keuangan, SMSM
                                                      2025,” ujar Basuki kepada Bisnis, Rabu mengantongi penjualan bersih konso-
                                                      (4/2).                                           lidasi sebesar Rp3,92 triliun sepanjang
                                                         Kondisi tersebut membuat suplai 9 bulan 2025. Realisasi itu lebih tinggi
                                                      komponen otomotif di pasar domes- 2,65% dibanding Rp3,81 triliun pada
                                                      tik ikut turun. Basuki menuturkan, Januari—September 2024.
                                                      tekanan terhadap industri komponen                  Sementara itu, laba bersih perseroan
                                                      diperparah oleh penurunan penjualan sebesar Rp820 miliar, 13,50% lebih
                                                      mobil domestik yang telah berlangsung tinggi dibandingkan dengan periode
                                                      hampir tiga tahun terakhir, yang selama yang sama tahun lalu.
                                                      ini menjadi penopang utama kinerja                  “Dalam kondisi tersebut, penjualan
                                                      sektor tersebut.                                          ekspor memberikan kontribusi
                                                         Penjualan mobil secara whole-       Siasat Pemain
                                                                                                                yang signifikan, sekitar 65% ter-
                                                      sales sepanjang 2025 mencapai            Komponen         hadap total pendapatan perseroan,
                                                      803.687 unit atau turun 7,2%          Otomotif Kuasai     sehingga turut menopang kinerja
                                                      YoY, sementara penjualan ritel          Pasar Mobil       secara keseluruhan,” pungkasnya.
                                                                                                 Listrik
                                                      melemah 6,3% YoY menjadi                                    Emiten komponen besutan
                                                      833.692 unit.                                             konglomerat TP Rachmat, PT
                                                         Kondisi ini, menurut Basuki,                           Dharma Polimetal Tbk. (DRMA)
                                                      turut memicu terjadinya PHK                               blak-blakan mengungkapkan tan-
                                                      massal di sejumlah perusahaan                             tangan utama sepanjang 2025
                                                      komponen otomotif sejak perte-                            berasal dari penurunan penjualan
                                                      ngahan 2025. Meski tidak ada                              kendaraan roda empat, sejalan
                                                      angka pasti, jumlah karyawan terdampak dengan pelemahan pasar otomotif dan
                                                      PHK di perusahaan anggota GIAMM dinamika makroekonomi global.
                                                      berkisar 3%—23%.                                    “Kondisi tersebut memberikan tekanan
                                                         “Pasti [banyak yang terdampak PHK], terhadap permintaan komponen otomo-
                                                      namun sebagian ada yang menginfor- tif, khususnya pada segmen kendaraan
                                                      masikan, tetapi sebagian lainnya tidak,” konvensional roda empat. Strategi uta-
                                                      ujar Basuki.                                     ma kami adalah dengan memperluas
                                                                                                       pangsa pasar,” ujar Presiden Direktur
                                                      TRUK CINA                                        DRMA Irianto Santoso.
                                                         Emiten komponen otomotif, PT Selamat             Adapun, per kuartal III/2025, DRMA
                                                      Sempurna Tbk. (SMSM) membeberkan mencatatkan pertumbuhan pendapatan
                                                      sejumlah tekanan yang membebani sebesar 9,2% YoY menjadi Rp4,39 tri-
                                                      kinerja perseroan sepanjang tahun lalu. liun, dibandingkan periode yang sama
                                                      Salah satu di antaranya adalah kehadiran tahun sebelumnya Rp4,02 triliun.
                                                      truk impor dari Cina.                               Laba bersih yang diatribusikan kepada
                                                         Saat penjualan domestik melemah, pemilik entitas induk sebesar Rp419,87
                                                      impor truk Cina justru melonjak. Ber- miliar pada 9 bulan 2025, naik 1,89%
                                                      dasarkan data General Administration YoY.
                                                      of Customs of The People’s Republic of              Menurutnya, segmen kendaraan roda
                                                      China (GACC) yang diolah Bisnis, total dua menjadi penopang utama kinerja
                                                      impor truk utuh (completely built up/ dengan kontribusi sekitar 62% terha-
                                                      CBU) asal Tiongkok tercatat sebanyak dap total pendapatan seiring stabilnya
                                                      15.070 unit sepanjang 2025.                      permintaan.
                                                         Tak tanggung-tanggung, nilai impor-              Irianto mengatakan, perseroan tetap
                                                      tasi itu mencapai US$688,6 juta sekitar membidik kenaikan pendapatan pada
                                                      Rp11,6 triliun (kurs Rp16.900 per dolar 2026, didukung oleh strategi diversifikasi
                                                      AS). Kondisi ini terbilang janggal, sebab pasar ekspor, pengembangan bisnis sejak
                                                      impor utuh itu tidak dilakukan oleh tahap awal, serta perluasan portofolio
                                                      pemain dalam negeri atau selayaknya produk yang kian beragam.
                                                      anggota Gaikindo.                                   “Untuk 2026, DRMA menetapkan
                                                         Adapun, jumlah impor truk asal Cina target pendapatan minimal Rp6,5 tri-
                                                      itu meningkat signifikan 10,24% YoY liun, meningkat dibandingkan target
                                                      dibandingkan capaian pada 2024 yang pendapatan tahun 2025 sebesar Rp6
                                                      sebesar 13.669 unit, dengan nilai sekitar triliun,” katanya.
                                                      US$647 juta.
                                                         Wakil Direktur Utama SMSM, Ang Andri BUTUH INSENTIF
                                                      Pribadi mengatakan, hingga periode                  Di sisi lain, demi menjaga skala ke-
                                                      9 bulan 2025, perseroan menghadapi ekonomian industri, GIAMM menilai
                                                      sejumlah tantangan seperti ketidak- sektor komponen otomotif membutuhkan
                                                      pastian geopolitik hingga kebijakan volume produksi yang memadai guna
                                                      tarif internasional yang memengaruhi menggerakkan pabrik dalam negeri.
                                                      stabilitas perdagangan serta iklim usaha.           Menurutnya, hal tersebut dapat dido-
                                                         “Penjualan domestik menghadapi rong melalui pemberian insentif fiskal
                                                      tekanan, terutama akibat meningkat- seperti pada masa pandemi Covid-19,
                                                      nya persaingan dari impor truk CBU, dengan persyaratan tingkat komponen
                                                      yang berdampak pada kinerja segmen dalam negeri (TKDN) yang tinggi agar
                                                      karoseri pada entitas anak perseroan, pemasok domestik turut bergairah.
                                                      PT Hydraxle Perkasa,” ujarnya kepada                Selain itu, insentif juga diperlukan
                                                      Bisnis, Kamis (5/2).                             bagi produk yang telah berorientasi
                                                         Dalam menghadapi kondisi tersebut, ekspor. Dia menekankan, daya saing
                                                      perseroan tetap berfokus pada penguatan produk ekspor harus terus diperkuat,
                                                      fundamental usaha melalui diversifika- mengingat kenaikan upah minimum
                                                      si pasar, penerapan disiplin efisiensi provinsi (UMP) yang tidak diiringi pe-
                                                      operasional serta pengendalian biaya.            ningkatan produktivitas masih menjadi
                                                        Dia mengatakan, SMSM juga akan faktor yang menekan daya saing industri
                                                      menjaga fleksibilitas produksi guna nasional.

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.8 MB
Published9 Feb 2026
Pages1
Characters14,180
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Dharma Polimetal Tbk. p.1
possible person Irianto Santoso. p.1
possible org PT Selamat p.1
unresolved org Sempurna Tbk. p.1
unresolved org PT Hydraxle Perkasa p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result