Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 31
Page 1
ffice : Jl. Teuku Cik Ditiro Ns. 3I
Menleng, Jakarta Pusat - Jakarta 10310
Phone : (021 )798566617995666 Fax : 7982541
info@fi mperkasautama.co.id
'!
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERTM
30 JUNI 2026 dan 30 JUN| 2025
SERTA UITITUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
PT FIMPERKASA UTAMA ThK
Kamiyang bertanda tangan di bawah ini:
1.
Nama Mohamad Mulky Thalib
Alamat Kantor Jl. Teuku Cikditiro No 37. Menteng
Alamat Domisili sesuai KTP Jl. Teuku Cikditiro No 37. Menteng
Nomor Telepon +62 811 1001 588
Jabatan Direktur Utama
2.
Nama Cholid Wuryanto
Alamat Kantor Jl. Teuku Cikditiro No 37. Menteng
Alamat Domisili sesuai KTP Cempaka Lestari lll, Blok G150, Kel. Lebak Bulus
' Nomor Telepon +62 8129929 279
Jabatan Direktur
Menyatakan bahwa:
1.- Kami bertanggung jawab atas penyusunarl dan penyajian laporan keuangan;
2. Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai Standar Akuntansi Keuangan di
3. Itfii':',"formasidatam taporan keuangan telah dimuat secara lengkap o"n uunrr, orn
b. Laporan keuangan tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan
tidak menghilangkan informasi atau fakta material;
4. Kami bertanggungjawab atas sistem pengendalian intemal dalam perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenamya.
Jakarta, 27 Juli 2026
Mohamad Mulkv Thalib
Direktur Utama
Page 2
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk. LAPORAN KEUANGAN INTERIM TANGGAL 30 Juni 2026 DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026
Page 3
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
DAFTAR ISI
Halaman
Laporan Keuangan Interim Tanggal 30 Juni 2026
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025
Laporan Posisi Keuangan Interim 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Interim 2
Laporan Perubahan Ekuitas Interim 3
Laporan Arus Kas Interim 4
Catatan Atas Laporan Keuangan Interim 5
Page 4
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM
Untuk Tahun yang Berakhir 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes Jun 2026 Des 2025
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 4 21.185.574 1.003.457.621
Piutang Usaha dari
Pihak Ketiga 5 7.641.266.040 9.111.266.040
Tagihan Bruto dari Pemberi Kerja 17.824.768.527 15.499.261.379
Piutang Lain - lain
Pemegang saham - -
Jumlah Aset Lancar 25.487.220.141 25.613.985.040
ASET TIDAK LANCAR
Aset Tetap 7 82.400.530 888.481.372
Aset Hak Guna 8 145.073.405 145.073.405
Jumlah Aset Tidak Lancar 227.473.935 1.033.554.777
JUMLAH ASET 25.714.694.076 26.647.539.817
Catatan/
Notes Jun 2026 Des 2025
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 9 85.756.302 98.657.915
Utang Pajak 11a 4.680.552.823 4.680.552.823
Utang Lain-lain 10 185.715.390 185.388.607
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 4.952.024.515 4.964.599.345
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang kepada Pemegang Saham 12 - -
Liabilitas Imbalan Pascakerja 14 439.049.856 439.049.856
Utang Sewa 13 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 439.049.856 439.049.856
JUMLAH LIABILITAS 5.391.074.371 5.403.649.201
EKUITAS
Modal Saham - Nilai nominal
Modal Saham 15 20.000.048.750 20.000.048.750
Tambahan Modal Disetor 16 10.030.217.958 10.030.217.958
Penghasilan Komprehensif Lain 17 190.986.813 190.986.813
Saldo Laba 18 (9.897.633.816) (8.977.362.905)
Jumlah Ekuitas 20.323.619.705 21.243.890.616
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 25.714.694.076 26.647.539.817
1
Page 5
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
LAPORAN LABA RUGI dan PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM
Untuk Tahun yang Berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Catatan/ Juni 2026 Desember 2025
Notes (6 Bulan/Months) (12 Bulan/Months)
Pendapatan Usaha 19 2.230.000.000 4.000.000.000
Beban Langsung 20 (2.843.221.782) (5.932.198.872)
Laba Kotor (613.221.782) (1.932.198.872)
(0,27) (0,48)
Beban Umum dan Administrasi 21 282.171.320 831.784.687
Beban Pajak Final
Pendapatan (Beban) Lain-lain 23 24.877.809 7.039.791.112
Sub Jumlah 307.049.129 7.871.575.799
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (920.270.911) (9.803.774.671)
LABA BERSIH PERIODE /
TAHUN BERJALAN (920.270.911) (9.803.774.671)
JUMLAH PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN-BERSIH - -
LABA KOMPREHENSIF PERIODE /
TAHUN BERJALAN (920.270.911) (9.803.774.671)
2
Page 6
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INTERIM
Untuk Tahun yang Berakhir 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Modal Jumlah
Saham/ Saldo Laba/ Ekuitas/
Share Retained Earnings Total
Capital Equity
Saldo per 31 Desember 2024 30.030.266.708 992.532.140 31.022.798.848
Laba Tahun Berjalan - (9.803.774.671) (9.803.774.671)
Pengukuran Kembali Progam Imbalan Pasti - 24.866.439 24.866.439,00
Saldo per 1 Januari 2026 30.030.266.708 (8.786.376.092) 21.243.890.616
Laba Tahun Berjalan - (920.270.911) (920.270.911)
Pengukuran Kembali Progam Imbalan Pasti - - -
Saldo per 30 Juni 2026 30.030.266.708 (9.706.647.003) 20.323.619.705
3
Page 7
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
LAPORAN ARUS KAS INTERIM
Untuk Tahun yang Berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan 3.700.000.000 7.221.164.129
Pembayaran Kepada Pemasok
dan Biaya Operasional Lainnya (4.682.272.048) (7.981.156.612)
Pembayaran Kepada Karyawan - 32.995.906
Kas Dihasilkan dari Operasi (982.272.048) (726.996.577)
Pembayaran Pajak Penghasilan - -
Kas Bersih Digunakan untuk
(Diperoleh dari) Aktivitas Operasi (982.272.048) (726.996.577)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Penambahan Aset Tetap - -
Kas Bersih Diperoleh dari
Aktivitas Investasi - -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Utang Bank
Penerimaan - -
Pembayaran - -
Pembayaran Utang Pembelian
Aset Tetap - -
Penerimaan (Pembayaran) Utang
kepada Pemegang Saham - -
Penambahan setoran modal - -
Kas Bersih Digunakan untuk
(Diperoleh dari) Aktivitas Pendanaan - -
Kenaikan (Penurunan)
Bersih Kas dan Setara Kas (982.272.048) (726.996.577)
SALDO KAS DAN
SETARA KAS AWAL TAHUN 1.003.457.621 1.730.454.198
SALDO KAS DAN
SETARA KAS AKHIR TAHUN 21.185.573 1.003.457.621
4
Page 8
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
1.a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Fimperkasa Utama Tbk. (“Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Adam Kasdarmadji
SH. No 41 tertanggal 08 Februari 1993 di Kota Administrasi Jakarta Timur. Akta Pendirian
tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
tertanggal 24 Januari 1994 Nomor : C2-1025 HT.01.01.TH.94
Akta mana telah mengalami beberapa kali perubahan dan anggaran dasar Perseroan telah
disesuaikan dengan undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dengan
akta tertanggal 05 Juli 2008 nomor 05 oleh Notaris Hegiawaty SH di Kabupaten Bekasi , akta
mana telah mendapat persetujuan dari Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
surat keputusannya tertanggal 01 September 2008 AHU-57484.AH.01.02. Tahun 2008, Akta
tertanggal 14 Maret 2013 nomor 32 yang dibuat dihadapan Rosida Rajagukguk-Siregar, SH.,
M.Kn, notaris di Jakarta Selatan, akta mana telah diterima dan dicatat data base system
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat penerimaan pemberitahuan perubahan data Perseroan tertanggal 09 April 2013
Nomor : AHU-AH.01.10-12841 Tahun 2013, kemudian dirubah dengan Akta tertanggal 05
September 2017 Nomor 08 yang dibuat dihadapan Rosida Rajagukguk-Siregar, SH., M.Kn.
Notaris di Jakarta Selatan. Akta mana telah diterima dan dicatat di dalam database system
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan surat penerimaan pemberitahuan Perubahan data Perseroan tertanggal 08 September
2017 Nomor : AHU-0111731.AH.01.11.Tahun 2017. Dan terakhir dirubah dengan Akta
tertanggal
17 Maret 2020 Nomor 92 yang dibuat dihadapan Rosida Rajagukguk-Siregar, SH., M.Kn,
Notaris di Jakarta Selatan, Akta mana telah diterima dan dicatat di dalam database system
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan surat penerimaan pemberitahuan Perubahan data Perseroan tertanggal 18 Maret 2020
Nomor AHU-0054605.AH.01.11. Tahun 2020.
Perusahaan berdomisili di Jakarta beralamat di Jl Teuku Cik Ditiro No. 37 Kelurahan Menteng
Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.
Ruang lingkup kegiatan Perusahaan antara lain meliputi bidang usaha Konstruksi Gedung
tempat tinggal, Perkantoran, Industri, Perbelanjaan, Kesehatan, Pendidikan, Penginapan,
Tempat Hiburan - Olahraga, Kontruksi Jalan Raya, Jembatan Layang, Kontruksi Komunikasi,
Pemasangan Bangunan Prafabrikasi dan Penyiapan Lahan.
Pada saat ini kegiatan utama Perusahaan adalah usaha dalam bidang pengurukan tanah.
Pengendali terakhir perusahaan adalah Mohamad Mulky Thalib.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Fimperkasa Utama Tbk No. 022/FPU.Dir/Corsec/2020
tanggal 30 November 2020, Perusahaan mengangkat Fahmi Fadillah sebagai Sekretaris
Perusahaan, efektif sejak tanggal Surat Keputusan Direksi tersebut.
Jumlah karyawan per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebanyak 8
orang.
5
Page 9
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
1.b. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Pada tanggal 30 Juni 2026, susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Faried Thalib
Komisaris Idrus, MSC
Komisaris Independent Djoko S Djamhoer
Dewan Direksi
Direktur Utama Mohamad Mulky Thalib
Direktur Cholid Wuryanto
1.c. Penawaran Umum Saham
Pada tanggal 31 Maret 2021 Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan suratnya No. S-49/D.04/2021 untuk
melakukan penawaran umum perdana saham sebanyak 160.000.000 lembar saham kepada
masyarakat.
Pada tanggal 9 April 2021, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
Pada tanggal 9 April 2021, 240.000.000 saham milik Pemegang Saham Pendiri telah
tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
Pada tanggal 30 Juni 2026 seluruh saham Perusahaan sejumlah 400.000.975 saham telah
tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
1.d. Perubahan Struktur Permodalan
Kegiatan Perusahaan yang mempengaruhi efek yang diterbitkan sejak tanggal penawaran
umum perdana sampai dengan tanggal 30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
Tindakan Tahun Tambahan saham beredar
setelah transaksi
Pelaksanaan Waran dengan 30 Juni 200
nilai nominal Rp 50 2026
1.e. Penyelesaian Struktur Permodalan
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan ini yang
telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 29 Juli 2025.
6
Page 10
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
2.a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan Keuangan Perusahaan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), dan peraturan pasar modal antara
lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
(OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
Emiten atau Perusahaan Publik.
2.b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan Perusahaan, kecuali laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep akrual
dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan
atas laporan keuangan yang relevan. Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung,
menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan sebagai
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam
laporan keuangan adalah Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Seluruh
angka dalam laporan keuangan ini disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali bila dinyatakan lain.
2.c. Amandemen dan Penyesuaian Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Amandemen dan Penyesuaian PSAK yang Berlaku Efektif 1 Januari 2021
Penerapan dari amendemen dan penyesuaian standar yang berlaku efektif mulai 1 Januari
2021, yang relevan bagi Perusahaan, namun tidak menimbulkan perubahan substansial
terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki efek yang material atas jumlah
yang dilaporkan atas tahun berjalan atau tahun sebelumnya adalah sebagai berikut:
• Amandemen PSAK 71, PSAK 55, PSAK 60, PSAK 62 dan PSAK 73 tentang reformasi acuan
suku bunga (tahap 2).
• Amandemen PSAK 73, “Sewa” tentang konsesi sewa terkait Covid-19 setelah 30 Juni 2021.
• Penyesuaian tahunan dan amandemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan”.
• Penyesuaian tahunan PSAK 48, “Penurunan Nilai Aset” dan PSAK 13, “Properti Investasi”.
Amandemen dan Penyesuaian PSAK yang Berlaku Efektif 1 Januari 2022
• Amandemen PSAK 57, “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi” tentang kontrak
memberatkan - biaya memenuhi kontrak.
• Penyesuaian tahunan PSAK 71, “Instrumen Keuangan”.
• Penyesuaian tahunan PSAK 73, “Sewa”.
Amandemen dan Penyesuaian PSAK yang Berlaku Efektif 1 Januari 2023
• Amandemen PSAK 16, “Aset Tetap”, tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan.
• Amandemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan” tentang klasifikasi liabilitas.
• Amandemen PSAK 1 dan PSAK 25, tentang definisi estimasi akuntansi.
• Amandemen PSAK 46, “Pajak Penghasilan” tentang aset dan kewajiban yang timbul dari
transaksi tunggal.
7
Page 11
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.d. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi suatu entitas dan
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas bagi entitas yang lain.
(i). Aset Keuangan
Pengakuan awal
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas
kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
1) Aset keuangan yang diukur pada biaya diamortisasi;
2) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak
bisa melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.
Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biayabiaya
transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi.
Aset keuangan Perusahaan meliputi kas di bank dan piutang usaha. Aset keuangan
diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset
keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar
Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan
dimana pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan
penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang
berlaku, dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, yang awalnya diukur sebesar nilai wajar.
Aset keuangan Perusahaan diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai
berikut:
1) Aset keuangan yang diukur pada biaya diamortisasi Aset keuangan yang diukur dengan
biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif
(Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya
perolehan yang diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi atas
biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi
EIR dicatat dalam laporan laba rugi. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui
pada laporan laba rugi.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi Perusahaan terdiri dari kas di bank
dan piutang usaha.
2) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai
wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi atau penghasilan
8
Page 12
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
komprehensif lain.
Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
atau melalui penghasilan komprehensif lain.
Penghentian Pengakuan
Aset keuangan (atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis) dihentikan pengakuannya pada saat:
1) Hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau
2) Perusahaan telah mentransfer hak mereka untuk menerima arus kas yang berasal dari
aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa
penundaan yang material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “passthrough”, dan
salah satu diantara (a) Perusahaan telah mentransfer secara substansial seluruh risiko
dan manfaat dari aset, atau (b) Perusahaan tidak mentransfer atau mempertahankan
secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, namun telah mentransfer
kendali atas aset tersebut.
(ii). Liabilitas Keuangan
Penghentian Pengakuan
Tidak terdapat perubahan dalam klasifikasi dan pengukuran liabilitas keuangan.
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 71 diklasifikasikan sebagai berikut:
1) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.
2) Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui
penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan
awal.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2024, Perusahaan hanya memiliki liabilitas
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Setelah pengakuan awal, yaitu pada nilai wajar ditambah biaya transaksi, Perusahaan
mengukur seluruh liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode bunga efektif.
Penghentian Pengakuan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas keuangan telah berakhir
(iii). Instrumen keuangan disalinghapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan jumlah netonya dilaporkan
pada laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk
menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas
secara bersamaan. Hak yang berkekuatan hukum tidak boleh tergantung pada kejadian di
masa yang akan datang dan harus dapat dilaksanakan dalam kondisi bisnis yang normal
dan dalam keadaan lalai, tidak dapat membayar atau kebangkrutan Perusahaan atau
pihak lawan.
9
Page 13
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.e. Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen
keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian,
Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan
usia instrument keuangan.
Perusahaan menerapkan pendekatan umum PSAK 71 untuk mengukur kerugian kredit
ekspektasian yang menggunakan penyisihan kerugian ekspektasian sepanjang umurnya untuk
semua piutang usaha.
Dalam melakukan penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi
atas instrumen keuangan pada saat tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi
atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta
ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan
terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa
depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
2.f. Transaksi Pihak Beralasi
Berdasarkan PSAK 7, ”Pengukapan Pihak-pihak Berelasi”, entitas atau individu yang
dikategorikan sebagai pihak berelasi memenuhi syarat sebagai berikut:
a. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika
orang tersebut:
i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama entitas pelapor;
ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
iii. Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas
pelapor.
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya
entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas
lain).
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau
entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok
usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga.
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari
salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika
entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka
entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
dalam huruf (a).
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas
atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
viii. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari
kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas
pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor.
Perusahaan melakukan beberapa transaksi dengan pihak berelasi yang dilakukan dengan
syarat dan kondisi yang sama dengan transaksi-transaksi dengan pihak ketiga.
10
Page 14
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.g. Aset Tetap
Berdasarkan PSAK 16, “Aset Tetap”, pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya
perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat
diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan.
Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model biaya dimana seluruh aset tetap
diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian
penurunan nilai (jika ada).
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset
yang terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di
masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut
dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya
pada tahun dimana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan
pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
selama estimasi manfaat ekonomi aset tetap adalah sebagai berikut:
Jenis Aset Tetap Masa Manfaat
Mesin dan Alat Berat 8 Tahun
Kendaraan 4 – 8 Tahun
Peralatan Kantor 4 Tahun
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada saat terjadinya, renovasi perbaikan yang signifikan dikapitalisasi. Ketika
aset tidak digunakan lagi atau dilepas, biaya dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari
kelompok aset tetap dan laba atau rugi yang dihasilkan tercermin dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain untuk periode tersebut.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul
dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.
11
Page 15
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.h. Aset Hak Guna
Aset Hak-Guna
Berdasarkan PSAK 73, “Sewa”, aset hak guna diakui pada tanggal dimulainya sewa (yaitu,
tanggal aset pendasar tersedia untuk digunakan). Pada pengukuran awal, aset hak guna diukur
pada biaya perolehan yang meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa, biaya langsung
awal yang dikeluarkan, pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai
dikurangi insentif sewa yang diterima dan estimasi biaya dalam membongkar dan memindahkan
aset pendasar.
Setelah pengakuan awal, aset hak-guna diukur dengan menggunakan model biaya dimana aset
hak-guna diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
kerugian penurunan nilai.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
selama estimasi manfaat ekonomi aset hak-guna adalah sebagai berikut:
Jenis Aset Hak - Guna Masa Manfaat
Gedung Kantor 5 Tahun
Liabilitas Sewa
Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
dari pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa.
Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku
bunga pinjaman modal kerja pada tanggal dimulainya sewa. Setelah tanggal dimulainya, jumlah
kewajiban sewa ditingkatkan untuk mencerminkan pertambahan bunga dan dikurangi untuk
pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai tercatat kewajiban sewa diukur kembali jika
ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa, perubahan pembayaran sewa.
Sewa Jangka Pendek dan Sewa Aset Bernilai Rendah
Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek (untuk sewa yang
memiliki jangka waktu selama 12 bulan atau kurang dari tanggal dimulainya dan tidak
mengandung opsi pembelian). Pembayaran sewa untuk sewa jangka jangka pendek dan sewa
untuk aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Perusahaan sebagai Pesewa
Sewa dimana Perusahaan tidak mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat
yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pendapatan
sewa yang timbul dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan termasuk dalam
pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.
12
Page 16
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.i. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Aset yang diamortisasi diuji untuk penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan
keadaan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali.
Penurunan nilai diakui untuk jumlah dimana jumlah tercatat aset melebihi jumlah terpulihkannya.
Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk
menjual atau nilai pakai.
Untuk tujuan pengujian terhadap penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang
dapat teridentifikasi dalam menghasilkan arus kas terpisah (unit penghasil kas). Aset
nonkeuangan yang mengalami penurunan nilai ditelaah untuk kemungkinan pemulihan dari
penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.
2.j. Imbalan Pascakerja
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, Perusahaan mencatat liabilitas
imbalan Pascakerja yang tidak didanakan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia
No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja tanggal 2 November 2020 dan Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia No. 35 tahun 2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu
Istirahat dan Pemutusan Hubungan Kerja tanggal 2 Februari 2021.
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan mencatat liabilitas
imbalan kerja jangka panjang sesuai dengan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan.
Berdasarkan PSAK 24, “Imbalan Kerja”, imbalan pascakerja diakui sebesar jumlah yang diukur
dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada
Perusahaan dalam suatu periode akuntansi, liabilitas dan beban diukur dengan menggunakan
teknik aktuaria yang mencakup pula liabilitas konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan
Perusahaan. Dalam perhitungan liabilitas, imbalan harus didiskontokan dengan menggunakan
metode Projected Unit Credit.
Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika dan hanya jika, Perusahaan berkomitmen untuk:
a. Memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal, atau
b. Menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri
secara sukarela.
2.k. Pengakuan Pendapatan dan beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Mulai tanggal 1 Januari 2020, Perusahaan melakukan penerapan PSAK 72 yang mensyaratkan
pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
a. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
b. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan
janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik
berbeda ke pelanggan.
c. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak
diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu
jumlah yang bersifat variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan
tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja
jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.
d. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar
13
Page 17
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di
kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif
diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
e. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan
menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah
memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut.
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke (pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Perusahaan memilih
ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui
karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban
pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas
kontrak disajikan dalam "Pendapatan tangguhan”.
Penjualan Barang
Perusahaan mengakui pendapatan ketika Perusahaan memenuhi kewajiban pelaksanaan
dengan mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan (yaitu aset) kepada pelanggan. Aset
dialihkan ketika pelanggan memperoleh pengendalian atas aset tersebut.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
2.l. Pajak Final
Beban pajak akhir diakui secara proporsional dengan jumlah pendapatan sesuai dengan
akuntansi yang diakui pada tahun berjalan. Selisih antara jumlah pajak penghasilan akhir yang
dibayarkan dan jumlah yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lainnya diakui sebagai pajak prabayar atau pajak yang harus dibayarkan. Jika penghasilan telah
dikenakan pajak penghasilan akhir, perbedaan antara jumlah pengangkutan aset dan kewajiban
dan basis pajak mereka tidak diakui sebagai aset dan kewajiban yang ditangguhkan.
Pajak penghasilan dari aktivitas jasa konstruksi dihitung berdasarkan Peraturan Pemerintah
(PP) No.40 tahun 2009 mengenai perubahan atas PP No. 51 tahun 2008 tentang pajak
penghasilan atas penghasilan dari usaha jasa konstruksi yang berlaku efektif mulai tanggal
1 Agustus 2008, dimana perlakuan pengenaan pajak final dikenakan atas kontrak sebesar 3%
yang diperoleh mulai tanggal 1 Agustus 2008.
Pajak penghasilan final disajikan diluar beban pajak penghasilan pada laba rugi.
Perbedaan nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final
dengan dasar pengenaan pajaknya tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan.
14
Page 18
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.m. Laba Per Saham
Berdasarkan PSAK 56, “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi
laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang
dari saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah
saham biasa yang dibeli kembali.
Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih yang diatsikan kepada pemilik
entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan
dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif.
2.n. Biaya Pinjaman
Berdasarkan PSAK 26, “Biaya Pinjaman”, biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan, konstruksi atau pembuatan aset kualifikasian, merupakan aset
yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar siap untuk digunakan atau dijual, ditambahkan
pada biaya perolehan aset tersebut, sampai dengan saat selesainya aset secara substansial
siap untuk digunakan atau dijual.
Penghasilan investasi diperoleh atas investasi sementara dari pinjaman yang secara spesifik
belum digunakan untuk pengeluaran aset kualifikasian dikurangi dari biaya pinjaman yang
dikapitalisasi.
Semua biaya pinjaman lainnya diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya.
Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan
aset agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya dan pengeluaran untuk aset tersebut dan
biaya pinjaman telah terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat selesainya secara
substansial yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan
sesuai dengan maksudnya.
2.o. Biaya Emisi Saham
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada
publik dikurangkan langsung dengan hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang akun
tambahan modal disetor dalam laporan posisi keuangan.
3. Pertimbangan Kritis Akuntansi dan estimasi Akuntansi Yang Signifikan
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, yang dijelaskan dalam Catatan 3, direksi
diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan
liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada
pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin
berbeda dari estimasi tersebut.
Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi
diakui dalam periode dimana estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode itu,
atau pada periode revisi dan periode masa depan jika revisi mempengaruhi kedua periode
tersebut.
Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 3, tidak terdapat
pertimbangan kritis yang memiliki dampak signifikan pada jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan, selain dari penyajian perkiraan yang diatur dibawah ini:
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi ketidakpastian utama lainnya pada
15
Page 19
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material
terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah
ini:
Penurunan Nilai Aset
Pengujian atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai. Penentuan
nilai
pakai aset memerlukan estimasi mengenai arus kas yang diharapkan untuk dihasilkan dari
penggunaan aset (unit penghasil kas) dan penjualan aset tersebut serta tingkat diskonto yang
sesuai untuk menentukan nilai sekarang.
Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai pakai aset yang tercermin dalam
laporan keuangan dianggap telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini
akan berdampak material terhadap penentuan jumlah yang dapat dipulihkan dan akibatnya
kerugian penurunan nilai yang timbul akan berdampak terhadap hasil usaha.
Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat indikator penurunan nilai atas aset
Perusahaan.
Imbalan Kerja
Nilai kini dari kewajiban imbalan pasti tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan
berdasarkan basis aktuarial dengan menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi yang digunakan
dalam menentukan biaya untuk imbalan pascakerja termasuk tingkat diskonto dan kenaikan gaji
dimasa datang. Setiap perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat atas
kewajiban imbalan pensiun.
Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji dimasa datang yang sesuai
pada akhir periode pelaporan. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan
mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata
uang dimana imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu
liabilitas terkait. Dalam mementukan tingkat keniakan gaji masa datang, Perusahaan
mengumpulkan data
historis mengenai perubahan gaji dasar pekerja dan menyesuaikan dengan perencanaan bisnis
masa mendatang.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Hak-Guna dan Aset Tetap
Berdasarkan PSAK 16 dan 73, masa manfaat setiap aset tetap dan aset hak-guna Perusahaan
ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut. Estimasi ini
ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat
setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi
sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya
atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang
dapat
dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang
diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah beban penyusutan yang diakui
dan penurunan nilai tercatat aset tetap dan aset hak-guna.
Nilai tercatat aset tetap dan aset hak-guna diungkapkan dalam Catatan 7 dan 8
16
Page 20
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
4. Kas Di Bank
Juni 2026 Des 2025
Bank
Rupiah
Bank BCA 0999 17.476.085 1.003.457.621
Sub Jumlah Bank 17.476.085 1.003.457.621
Jumlah Kas dan Setara Kas 17.476.085 1.003.457.621
5. Piutang Usaha
Juni 2026 Des 2025
Pihak Ketiga
Sarana Jasa Kontruksi 9.123.195.794 10.593.195.794
Sub Jumlah Bruto 9.123.195.794 10.593.195.794
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasisan (1.481.929.754) (1.481.929.754)
Jumlah 7.641.266.040 9.111.266.040
Rincian umur piutang usaha sebagai berikut:
Juni 2026 Des 2025
Berdasarkan Umur
Jatuh tempo:
≥ 120 hari 7.641.266.040 9.111.266.040
≥ 30 hari - -
Jumlah 7.641.266.040 9.111.266.040
Mutasi kerugian kredit ekspektasian:
Juni 2026 Des 2025
Saldo Awal 929.885.000 929.885.000
Penambahan Pencadangan 552.044.754 552.044.754
Jumlah 1.481.929.754 1.481.929.754
17
Page 21
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan membentuk cadangan kerugian penurunan nilai berdasarkan kerugian kredit ekspektasian
dengan menelaah kolektibilitas saldo piutang secara kolektif dan mempertimbangkan informasi
makroekonomi yang berorientasi ke masa depan dan relevan.
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai untuk
menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
Apabila ada pembayaran atas piutang yang telah dilakukan penurunan nilai, dilakukan pemulihan dan
dicatat sebagai penghasilan lain-lain.
6. Persediaan
Juni 2026 Des 2025
Tagihan Bruto dari Pemberi Kerja 17.824.768.527 15.499.261.379
Jumlah 17.824.768.527 15.499.261.379
Bangunan dalam Kontruksi terdiri dari:
Juni 2026 Des 2025
Casa Bintaro Residence 5.163.639.390 5.468.289.890
Ciangsana Residence:
Tanah dan Bangunan 10.030.971.489 10.030.971.489
Jumlah 16.509.689.703 16.509.689.703
Berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan (SPPP) Nomor 005/SJK-FPU/IV/2023 tanggal 17
April 2023, Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Sarana Jasa Kontruksi untuk
pekerjaan pembangunan 15 unit rumah tinggal yang berlokasi di Jl. AMD V No.70B, RT.07/RW.001,
Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. Harga pekerjaan dalam
pelaksanaan perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp20.000.000.000 (dua puluh miliar rupiah) belum termasuk
PPN 11%. Pekerjaan dimulai sejak tanggal 17 April 2023 dan berakhir pada tanggal 16 April 2025.
Selanjutnya, berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan (SPPP) Nomor 005/SJK-FPU/XII/2020
tanggal 2 Desember 2020, Perusahaan juga mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Sarana Jasa
Kontruksi untuk pekerjaan pembangunan 21 unit rumah tinggal serta pengelolaan kebersihan dan keamanan
yang berlokasi di Jl. Masjid Almabrukh III/No.16, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Condet, Jakarta
Timur. Perjanjian ini mengalami beberapa perubahan, terakhir melalui addendum kedua Nomor 006/SJK-
FPU/VII/2021 tanggal 26 Juli 2021 yang menetapkan nilai pekerjaan sebesar Rp15.300.000.000 (lima belas
miliar tiga ratus juta rupiah) termasuk PPN 10%. Pelaksanaan pekerjaan berlangsung sejak tanggal 5
Januari 2021 dan berakhir pada tanggal 5 Januari 2023.
Manajemen berpendapat tidak terdapat hambatan dalam penyelesaian proyek.
7. Aset Tetap
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
1 Januari 2026 30 Juni 2026
Nilai Perolehan:
Kendaraan 20.612.683.333 - - 20.612.683.333
Mesin & Alat Berat 12,929,663,429 - - 12,929,663,429
Inventaris Kantor 34.679.100 - - 34.679.100
Jumlah 33,577,025,862 - - 33,577,025,862
18
Page 22
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Akumulasi Penyusutan:
Kendaraan (20.612.683.314) - - (20.612.683.314)
Mesin & Alat Berat (12.041.182.076) - - (12.041.182.076)
Inventaris Kantor (34,679,100) - - (34,679,100)
Jumlah (32.688.544.490) - (32.688.544.490)
Nilai Buku 888.481.372 82.400.530
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
1 Januari 2025 31 Desember 2025
Nilai Perolehan:
Kendaraan 20.612.683.333 - - (20.612.683.314)
Mesin & Alat Berat 12,929,663,429 - - (12.041.182.076)
Inventaris Kantor 34.679.100 - - (34,679,100)
Jumlah 33,577,025,862 - - (32.688.544.490)
888.481.372
Akumulasi Penyusutan:
Kendaraan (18.044.016.654) (2,568,666,659) - (20.612.683.314)
Mesin & Alat Berat (10.429.020.392) (1,612,161,685) - (12.041.182.076)
Inventaris Kantor (34,679,100) - - (34,679,100)
Jumlah (28.507.716.146) (4,180,828,344) - (32.688.544.490)
Nilai Buku 5.069.309.716 888.481.372
Beban penyusutan sebesar Rp. 82.400.530, Rp 888.481.372 dan masing-masing untuk 30 Juni 2026 dan 31
Desember 2025 dialokasikan ke beban umum dan administrasi.
8. Aset Hak Guna
Juni 2026 Des 2025
Aset Hak Guna Kantor 174.088.086 174.088.086
Akumulasi Penyusutan Aset Hak Guna (29.014.681) (29.014.681)
Jumlah 145.073.405 145.073.405
Perusahaan mengadakan perjanjian sewa ruang kantor dengan Tn. Ichsan Thalib berdasarkan perjanjian
Nomor 001 tanggal 25 Ferbuari 2025, dengan jangka waktu sewa 5 tahun, terhitung mulai tanggal
4 Maret 2025 dan akan berakhir pada tanggal 3 Maret 2025. Nilai sewa untuk jangka waktu 5 tahun
adalah sebesar Rp 200.000.000,- (empat ratus juta rupiah) yang akan dibayar oleh Pihak Kedua
kepada pihak pertama secara bertahap setiap tahun sekali yaitu sebesar Rp 40.000.000.
9. Utang Usaha
Juni 2026 Des 2025
Toko Bangunan Raja 85.756.302 98.657.915
Jumlah 85.756.302 98.657.915
19
Page 23
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian umur utang usaha sebagai berikut:
Juni 2026 Des 2025
Berdasarkan umur
Jatuh Tempo:
0 – 30 hari - -
31 – 60 hari 85.756.302 98.657.915
Jumlah 85.756.302 98.657.915
10. Beban Akrual
Juni 2026 Des 2025
Bunga Sewa 181.788.648 181.788.648
Utilitas 3.926.742 3.599.957
Jumlah 185.715.390 185.388.607
11. Perpajakan
a. Utang Pajak
Juni 2026 Des 2025
Pajak Pertambahan Nilai-Bersih 3.858.427.858 3.858.427.858
Pajak Penghasilan:
Pasal 21 - -
Pasal 4 (2):
Tahun Juni 2026 822.124.965 822.124.965
Jumlah 4.680.552.823 4.680.552.823
b. Pajak Final
Juni 2026 Des 2025
Pendapatan Usaha 2.230.000.000 4.000.000.000
Utang Pajak PPh pasal 4/2 (3%) 44.600.000 80.000.000
20
Page 24
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
12. Liabilitas Imbalan Pascakerja
Besarnya imbalan kerja jangka panjang dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang undang
No.11 tahun 2020 tentang “Cipta Kerja”. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan sehubungan
dengan imbalan kerja jangka panjang tersebut.
Perhitungan aktuaria atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang untuk Perusahaan dilakukan
oleh aktuaris independen Muh Imam Basuki dan Rekan dengan Laporan No. 163/PSA-MIB/LA/III/2022
tanggal 25 Maret 2022 dan No. 207/PSA-MIB/LA/V/2021 tertanggal 28 Mei 2021 masing-masing
untuk tahun 2021 dan 2020.
Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pascakerja tersebut masing-masing adalah 8 karyawan
pada tahun 2021 dan 2020.
Program pensiun imbalan pasti memberikan eksposur Perusahaan terhadap risiko aktuarial seperti
risiko tingkat bunga, risiko harapan hidup, dan risiko gaji.
Risiko Tingkat Bunga
Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.
Risiko Harapan Hidup
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas
peserta program baik selama dan setelah kontrak kerja. Peningkatan harapan hidup peserta program
akan meningkatkan liabilitas program.
Risiko Gaji
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program.
Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.
Beban imbalan pascakerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah
sebagai berikut:
Juni 2026 Des 2025
Diakui pada Laba Rugi
Beban Jasa Kini - 19.173.150
Beban Bunga - 31.677.792
Dampak Perubahan Manfaat - (95.328.847)
Jumlah - (44.477.905)
Diakui pada penghasilan komprehensif lain
Keuntungan dan (kerugian) akturial 31.889.976
Sub Jumlah - 31.889.976
Jumlah - (12.587.929)
Beban imbalan pascakerja dialokasikan ke beban umum dan administrasi sebesar Rp 45.574.723 tahun
2023.
21
Page 25
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tahun 2024 Perusahaan memperoleh keuntungan aktuarial sebesar Rp 95.328.847.
Juni 2026 Des 2023
Kewajiban Imbalan Pasti – Awal 352.870.496 352.870.496
Biaya Jasa Kini 19.173.150 19.173.150
Biaya Bunga 31.677.792 31.677.792
Penghasilan Komprehensif (31.889.976) (31.889.976)
Perubahan Progam Manfaat (95.328.847) (95.328.847)
Jumlah 381.879.103 381.879.103
Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Muh Imam Basuki dan Rekanuntuk tahun
2023. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarialadalah sebagai berikut:
Jun 2024
Tingkat Diskonto
Per tahun 7,0%
Tingkat Kenaikan Gaji
Per tahun 7,32%
Umur Pensiun Normal 56
Jumlah Karyawan 8
Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto,
kenaikan gaji yang diharapkan dan mortalitas. Sensitivitas analisis di bawah ini ini ditentukan
berdasarkan masing-masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan,
dengan semua asumsi lain konstan.
• Jika tingkat diskonto lebih tinggi (lebih rendah) 1%, kewajiban imbalan pasti akan berkurang
menjadi Rp 342.719.118 (meningkat menjadi Rp 364.403.963).
• Jika pertumbuhan gaji yang diharapkan naik (turun) sebesar 1%, kewajiban imbalan pasti akan
naik menjadi sebesar Rp 363.254.431 (turun menjadi sebesar Rp 343.536.073).
Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam
kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain
karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi.
13. Modal Saham
30 Juni 2026
Lembar Kepemilikan Modal Disetor
Nama Pemegang Saham Saham % Rp
PT Bangun Bumi Utama 55.300.000 13.82% 2.765.000.000
PT Karya Berkah Investama 40.300.000 10.07% 2.015.000.000
Ferry Teja 23.595.100 5,90% 1.179.755.000
Herry Wibowo 20.504.300 5,13% 1.025.215.000
Faried Thalib 12.200.000 3,05% 610,000,000
Mohamad Mulky Thalib 12.200.000 3,05% 610,000,000
Masyarakat (Masing-masing dibawah 5%) 235.901.575 58,98% 11.795.078.750
Jumlah 400.000.975 100% 20.000.048.750
22
Page 26
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Lembar Kepemilikan Modal Disetor
Nama Pemegang Saham Saham % Rp
PT Bangun Bumi Utama 55.300.000 13.82% 2.765.000.000
PT Karya Berkah Investama 40.300.000 10.07% 2.015.000.000
Ferry Teja 23.595.100 5,90% 1.179.755.000
Herry Wibowo 20.504.300 5,13% 1.025.215.000
Faried Thalib 12.200.000 3,05% 610,000,000
Mohamad Mulky Thalib 12.200.000 3,05% 610,000,000
Masyarakat (Masing-masing dibawah 5%) 235.901.575 58,98% 11.795.078.750
Jumlah 400.000.975 100% 20.000.048.750
Pada Tanggal 30 Juni 2026, Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya sebanyak 400.000.975
lembar saham pada Bursa Efek Indonesia
Berdasarkan Akta Notaris No. 221 tanggal 31 Oktober 2022 dari Rosida Rajaguguk Siregar, S.H., M.Kn,
para pemegang saham sepakat untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang semula
Rp.20.000.038.750 menjadi Rp.20.000.048.750, yang terbagi atas 400.000.975 saham. Akta tersebut
telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusannya No. AHU-AH.01.09-0079328 tertanggal 24 November 2022.
14. Tambahan Modal Disetor-Bersih
Juni 2026 Desember 2023
Tambahan modal disetor dari Initial Public •
Offering (IPO) Agio Saham
Penawaran Perdana Saham Sebesar
160.000.000 saham dengan nilai
nominal Rp 50 yang ditawarkan Rp125 12.000.000.000 12.000.000.000
Pelaksanaan Waran 10.000 • 10.000
Biaya Emisi Saham (1.969.879.542) •(1.969.879.542)
Jumlah 10.030.130.458 10.030.130.458
Agio saham merupakan kelebihan jumlah yang diterima dan/atau nilai tercatat saham atas nilai
nominal saham yang dikeluarkan setelah dikurangi semua biaya emisi saham.
15. Penghasilan Komprenhensif Lain
Juni 2026 Des 2025
Saldo Awal 140.680.163 140.680.163
Dikurangi:
Pengukuran Kembali Progam Imbalan Pasti 25.440.211 25.440.211
Saldo Akhir 166.120.374 166.120.374
23
Page 27
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
16. Saldo Laba
Merupakan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya oleh Perusahaan terdiri dari:
Juni 2026 Des 2025
Saldo Awal Tahun 826.411.766 516.338.347
Penambahan:
Laba (Rugi) Bersih (268.068.055) 310.073.419
Jumlah 558.343.711 826.411.766
17. Pendapatan Usaha
Pendapatan usaha Perusahaan merupakan pendapatan atas pekerjaan pembangunan perumahan
Resindence sebanyak 9 unit dan 8 unit atas pekerjaan pembangunan rumah yang berlokasi di Jl. AMD
V No.70B, RT.07/RW.001, Sawah Lama, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten pada tahun
2025 dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:
Juni 2026 Juni 2025
Pendapatan Proyek 4.000.000.000 4.000.000.000
Jumlah 4.000.000.000 4.000.000.000
Rincian pendapatan usaha berdasarkan pelanggan untuk 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 adalah
sebagai berikut:
Juni 2026 Juni 2025
Pihak Ketiga
PT Sarana Jasa Kontruksi 4.000.000.000 4.000.000.000
Jumlah 4.000.000.000 4.000.000.000
18. Beban Langsung
Juni 2026 Juni 2025
Beban Material 1.529.390.940 651.427.528
Beban Penyusutan Mesin & Alat Berat 806.080.842 806.080.842
Beban Gaji Proyek 468.300.000 843.013.000
Beban Retribusi 38.150.000 -
Beban Perbaikan & Pemeliharaan 1.300.000 199.922.043
Beban Penyusutan Kendaraan - 1.284.333.330
Beban BBM & Solar - 13.233.000
Beban listrik,air,telpon - 5.124.957
Jumlah 2.843.221.782 3.803.134.700
5,131,664,9
56
2,097,989,1
72
24
Page 28
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
19. Beban Umum dan Administrasi
Juni 2026 Juni 2025
Beban Gaji Karyawan 41.750.000 221.299.000
Beban Pajak PPH Final - 120.000.000
Beban Gaji Direksi 90.000.000 90.000.000
Beban BPJS Kesehatan dan
ketenagakerjaan 31.471.320 13.709.475
Beban Staff Ahli dan Perzininan 7.215.000 11.900.000
Beban Penyusutan Aset Hak Guna 37.410.602 37.410.602
Beban Iklan & Promosi - -
Beban lain 1.000.000 -
281.421.320 494.319.077
20. Beban Pajak Final
Laba kena pajak hasil rekonsiliasi tahun menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan Pajak
Penghasilan Badan. Beban pajak final sehubungan dengan pemberian jasa pengerjaan tanah.
Juni 2026 Juni 2025
Pendapatan Usaha 4.000.000.000 4.000.000.000
Beban Pajak Final -3% (Catatan 11b) 120.000.000 120.000.000
21. Pendapatan (Beban) Lain – Lain
30 Juni 30 Juni
2026 2025
Pendapatan Lain-lain :
Pendapatan Bunga Bank 180.000 180.000
Beban Lain-lain :
Beban Administrasi Bank - -
Beban Pajak Bunga Bank - -
Beban Bunga Bank - -
Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain 180.000 180.000
22. IKATAN
a. Perjanjian Kerjasama dengan PT Property Prioritas Utama
Berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan (SPP) Nomor 21/PPU/ Ciangsana /01/2021
tanggal 4 Januari 2021, Perusahaan Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan
PT Property Prioritas Utama, untuk Pekerjaan Pembangunan Perumahan Ciangsana Resindence,
yang beralamat di Kp. Pabuaran Wetan RT.002 RW 019 Ciangsana Gunung Putri Bogor.
Perusahaan harus melaksanakan sejak tanggal 31 Januari 2021 dan berakhir pada tanggal
31 Desember 2025. Harga pekerjaan dalam pelaksanakan perjanjian ini adalah sebesar
Rp 39.400.000.000 (belum termasuk PPN 10%).
25
Page 29
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Perjanjian Kerjasama dengan PT Sarana Jasa Kontruksi
Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan (SPPP) Nomor 005/SJK-FPU/IV/2023 tanggal 17 April 2023,
Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Sarana Jasa Kontruksi untuk pekerjaan
pembangunan 15 unit rumah tinggal yang berlokasi di Jl. AMD V No.70B, RT.07/RW.001, Kelurahan
Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. Harga pekerjaan dalam
pelaksanaan perjanjian ini ditetapkan sebesar Rp20.000.000.000 (dua puluh miliar rupiah) belum
termasuk PPN 11%. Pekerjaan dimulai sejak tanggal 17 April 2023 dan berakhir pada tanggal 16 April
2025.
Perjanjian ini mengalami perubahan, terakhir berdasarkan addendum kedua Nomor
006/SJK FPU/VII/2021 tanggal 26 Juli 2021 terdapat perubahan Harga pekerjaan dalam
pelaksanakan perjanjian ini adalah sebesar Rp 15.300.000.000 (termasuk PPN 10%)
c. Perjanjian Kerjasama Sewa Menyewa
Perusahaan mengadakan perjanjian sewa ruang kantor dengan Fikri Thalib berdasarkan perjanjian
Nomor 003 tanggal 8 Maret 2015, dengan jangka waktu 10 tahun terhitung mulai tanggal 2 Maret
2015 dan akan berakhir pada tanggal 3 Maret 2025. Nilai sewa untuk jangka waktu 10 (sepuluh)
tahun adalah sebesar Rp 400.000.000,- (empat ratus juta rupiah) yang akan dibayar oleh
Perusahaan secara bertahap setiap tahun sekali yaitu sebesar Rp 40.000.000,- (empat puluh juta
rupiah).
23. Instrumen Keuangan
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Akun
Aset Keuangan
Kas & Bank 17.476.085 1.003.457.621
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga-Bersih 7.641.266.040 9.111.266.040
Jumlah 7.658.742.125 8.107.808.419
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Liabilitas Keuangan
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 85.756.302 98.657.915
Beban Akrual 185.715.390 185.388.607
Jumlah 271.471.692 284.046.522
Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok
instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:
Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek.
Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu (1) tahun atau kurang (kas di bank,
piutang usaha, utang usaha, utang kepada pemegang saham, liabilitas sewa, utang bank dan beban
akrual). Instrumen keuangan ini sangat mendekati nilai tercatat mereka karena jatuh tempo mereka
dalam jangka pendek.
26
Page 30
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
24. Manajemen Risiko Keuangan
Perusahaan memiliki beberapa eksposur risiko terhadap instrumen keuangan dalam bentuk risiko
kredit, risiko tingkat suku bunga, dan risiko likuiditas.
Kebijakan manajemen terhadap risiko keuangan dimaksudkan untuk meminimalisir potensi dan
dampak keuangan merugikan yang mungkin timbul adalah sebagai berikut:
a. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal
memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.
Risiko kredit yang dihadapi Perusahaan berasal dari tagihan kepada para pelanggan. Risiko ini
dikelola dan umur tagihan secara rutin dan menjalankan secara konsisten prosedur serta
pengendalian yang telah ditetapkan oleh Perusahaan terkait dengan manajemen piutang.
Perusahaan tidak memiliki agunan sebagai jaminan atas piutang.
Piutang usaha berasal dari para debitur yang memiliki catatan pembayaran kredit yang baik. Kas
di Bank ditempatkan pada bank terpercaya atau Perusahaan yang memiliki peringkat kredit yang
baik dan tidak memiliki riwayat gagal bayar.
b. Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko tingkat suku bunga adalah risiko di mana arus kas masa yang akan datang dari suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur atas risiko
ini terutama terkait dengan utang bank jangka panjang.
Risiko ini dikelola melalui profil optimal antara pinjaman dengan suku bunga tetap dan
mengambang, terus-menerus memonitor pergerakan suku bunga pasar dan kondisi ekonomi
makro, baik nasional maupun regional.
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas (risiko pendanaan) adalah risiko di mana Perusahaan akan mengalami kesulitan
dalam memperoleh dana guna memenuhi komitmennya atas instrumen keuangan.
Pengelolaan terhadap risiko likuiditas dilakukan dengan cara menjaga profil jatuh tempo antara
aset dan liabilitas keuangan, penerimaan tagihan yang tepat waktu, manajemen kas yang
mencakup proyeksi dan realisasi arus kas hingga beberapa tahun ke depan serta memastikan
ketersediaan pendanaan melalui komitmen fasilitas kredit.
Tabel dibawah merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan
pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember
2025.
27
Page 31
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2026 dan Desember 2025
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2026
Kurang dari 1 Lebih dari
Tahun 1 Tahun Jumlah
Tanpa Bunga
Utang Usaha Kepada
Pihak Ketiga 85.756.302 - 85.756.302
Instrumen Tingkat Bunga Tetap
Utang Bank - - -
Jumlah 85.756.302 - 85.756.302
31 Desember
2025
Kurang dari 1 Lebih dari
Tahun 1 Tahun Jumlah
Tanpa Bunga
Utang Usaha Kepada
Pihak Ketiga 85.756.302 - 98.657.915
Instrumen Tingkat Bunga Tetap
Utang Bank - - -
Jumlah 85.756.302 - 98.657.915
28
Names mentioned 34 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT FIMPERKASA UTAMA ThK Kamiyang
p.1
unresolved
—
Domisili sesuai KTP
p.1 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.8 ×2
unresolved
org
Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.8
unresolved
person
Rosida Rajagukguk-Siregar
· Notaris
p.8 ×4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.8 ×3
unresolved
person
Idrus
· Komisaris
p.9
unresolved
person
Cholid Wuryanto
· Direktur
p.9
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.10
unresolved
org
Bapepam-LK
p.10 ×2
unresolved
org
Bank Rupiah Bank BCA
p.20
unresolved
org
PT Sarana Jasa Kontruksi
p.21 ×4
unresolved
org
Muh Imam Basuki dan Rekan
p.24 ×2
unresolved
org
PT Bangun Bumi
p.25 ×2
unresolved
org
PT Karya Berkah Investama
p.25 ×3
unresolved
—
Masyarakat (Masing-masing dibawah 5%)
p.25 ×2
unresolved
person
Rosida Rajaguguk Siregar
p.26
unresolved
org
PT Property Prioritas Utama Berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan
p.28
unresolved
org
PT Property Prioritas Utama
p.28
unresolved
org
PT Sarana Jasa Kontruksi Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan
p.29
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.